TUGAS FILSAFAT ILMU PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS SILIWANGI DOSEN : Dr. Yusuf Abdulah,SE.,MM.

1. Bagaimana cara anda menjelaskan bahwa ada persamaan, perbedaan dan titik singgung antara ilmu, filsafat dan agama ? Jawaban: Rene Descartes menyebut aku berpikir maka aku ada, ³cogito, ergo sum´ (Paul Newall, 2004). Hal ini secara dasar mengartikan bahwa manusia adalah hayawan al-nathiq, makhluk yang berpikir. Seiring semakin bertambahnya manusia dan kebutuhan manusia yang terus meningkat, maka manusia terus menerus meningkatkan upaya pemenuhan kebutuhannya dengan cara berpikir. Apa yang mereka peroleh secara inderawi, baik phenomena alam maupun pengalaman keseharian kemudian menjadi pengetahuan. Karena sifatnya yang selalu ingin tahu maka kemudian manusia mulai berpikir tentang apa hakikat, bagaimana cara dan mengapa suatu hal terjadi, disini mulailah manusia berfilsafat, kemudian karena perkembangan zaman manusia mulai memformulasikan segala yang diketahuinya dan mengujinya dengan segala perangkat eksperimen sehingga pengetahuan tersebut dapat dibuktikan secara ilmiah, maka muncullah ilmu. Sejalan dengan itu Allah ketika menciptakan manusia dan menurunkannya ke muka bumi, maka Dia menyertainya dengan segala perangkat peraturan. Peraturan tersebut berkaitan dengan aturan yang mengatur sikap manusia dengan Penciptanya, hubungan manusia dengan sesamanya dan juga dengan alam semesta. Itulah yang disebut agama. Hanya saja agama tidak bertendensi menerangkan hakikat segala sesuatu ataupun bagaimana sesuatu terjadi. Oleh karena itu kita tidak akan menemukan penerangan agama tentang ilmu fisika, kimia, matematika, pertanian, ekonomi dan lainnya. Tapi agama mengatur bagaimana orang memperlakukan alam, memperlakukan ilmu, mengatur hubungan ekonomi dan hubungan lainnya. Para ahli agama dalam praktiknya tetap membutuhkan ilmu-ilmu tadi karena mau tidak mau kehidupan manusia itu dinamis sementara wahyu turun tidak setiap waktu, untuk menelurkan bagaimana agama mengatur kehidupan baru tentu penting untuk mengetahui hakikat-hakikat sesuatu yang dihasilkan oleh filsafat maupun penjabaran sesuatu oleh ilmu. Dengan cara lain kita bisa juga menerangkan bahwa ketika seorang manusia berpikir tentang dirinya maka dia akan menemukan bahwa dirinya bukan muncul dengan sendirinya. Jika dia berpikir tentang asal mula dirinya maka dia akan

Jin dan hal-hal yang sifatnya bukan ranah logika. tapi pada ujungnya agama-agama inipun tetap tidak bisa menafikan ketika mereka menemukan nama-nama dewa bukan dari olah pikir tapi dari hasil intuisi. Walaupun ada agama ardli seperti hindu dan budha yang muncul hasil daya olah pikir manusia. maka dia hanya sampai pada pengetahuan dasar. maka muncullah ilmu Fisika. ini adalah berfilsafat. Secara singkat dapat dikatakan Filsafat adalah refleksi kritis yang radikal.menemukan bahwa pada awal adanya ada ujung akhir yang akan terputus dan memunculkan pengetahuan tentang Sebab Pertama. dan menyeluruh. mendalam. Oleh karena itu menurut pendapat saya ketika filsafat mencari kebenaran. maka mustahil manusia bisa menemukan Tuhan yang sebenarnya. maka kemudian dibuktikan dengan metode ilmiah. setelah pantai dikuasai kemudian mendaratlah pasukan infanteri yang akan membelah gunung dan membabat hutan. Namun hasil filsafat ini tidak akan sampai pada kesimpulan mengapa nama Tuhan adalah Allah. ilmu mencari kebenaran (walaupun berbeda sifatnya). sementara filsafat kembali mengelana mencari daerah-daerah baru. Dengan menunjuk matahari. dan bulan sebagai kekuatan yang berpengaruh besar di bumi. Di kisah tersebut bukan berarti Ibrahim berfilsafat mencari Tuhan. Ibrahim ingin mengingatkan bahwa tanpa khobar dari Tuhan dengan hidayah-Nya. Ibrahim ingin menerangkan bahwa hasil filsafat bisa menemukan adanya Tuhan tapi filsafat tidak akan sampai pada kesimpulan siapa Tuhan. Digambarkan bahwa filsafat laksana pasukan marinir yang merebut pantai. Beda kebenaran yang diterangkan filsafat dan ilmu yang nisbi dengan kebenaran yang diterangkan agama yang mutlak. yakni Dzat yang bukan alam yang telah menciptakannya dari tidak ada menjadi ada. karena sudah jelas diterangkan agama (dengan asumsi bahwa yang disebut agama adalah agama wahyu) dengan wahyunya. ketika manusia berfilsafat. maka ini merupakan langkah awal membuat fondasi dasar pencarian ilmu. Filsafat menyerahkan pantai kepada ilmu untuk melanjutkan penyelidikannya. Ketika sudah ada agama. Di lain pihak. setelah muncul pengetahuan tentang Alam. Ketika pikiran sudah sampai pada tahap ini maka muncul kesadaran adanya Tuhan. Contohnya ilmu fisika dimulai dengan filsafat Alam. kenapa sholat harus lima waktu. Di sini manusia kemudian butuh bimbingan agama wahyu. Titik singgung filsafat dan agama diterangkan di kisah Hay bin Yaqdzan. tapi justru hendak menafikan kemampuan akal manusia menemukan siapa Tuhan yang sebenarnya. Refleksi adalah upaya memperoleh pengetahuan yang mendasar atau unsur-unsur . Karena sifat filsafat yang berpikir radikal. menurut saya adalah langkah sia-sia. apakah ada yang disebut Malaikat. Pasukan infanteri sama dengan tugas ilmu. maka ketika orang berfilsafat tentang Tuhan. maka agama muncul bukan mencari tapi hendak menerangkan kebenaran. sementara perpisahannya terletak pada kisah Nabi Ibrahim dalam ³pencarian Tuhan´.

Ilmu tentang DNA yang kontroversial misalnya tidak akan dihambat untuk tidak dikembangkan.yang hakiki atau inti. maka filsafat sifatnya mempertemukan berbagai aspek kehidupan di samping membuka dan memperdalam pengetahuan. tapi agama datang untuk mengarahkan ilmu agar kebenaran yang diperolehnya tidak membinasakan atau membuat kehancuran. Pendekatan logical merupakan ilmu berpikir dan menalar dengan benar. 2. Apabila ilmu pengetahuan mengumpulkan data empiris atau data fisis melalui observasi atau eksperimen. filsafat objeknya tidak dibatasi pada satu bidang kajian saja dan objeknya dibahas secara filosofis atau reflektif rasional. Sejauhmana kebenaran suatu hasil penalaran yang dicapai melalui pendekatan logical. karena filsafat mencari apa yang hakikat. Khususnya yang dikembangkan melalui penggunaan metode-metode matematika dan symbolsimbol dengan tujuan untuk menghindari makna ganda dari bahasa yang biasa . untuk itu perlu pembahasan yang mendalam. sehingga kebenaran yang dicapai bersifat relatif. sehingga dihasilkan pemahaman yang mendalam. Agama berdasarkan iman atau kepercayaan terhadap kebenaran agama. baik fisik maupun psikis. Oleh filsafat hukum-hukum yang bersifat universal tersebut direfleksikan atau dipikir secara kritis dengan tujuan untuk mendapatkan unsur-unsur yang hakiki.statistical dan matematikal? Jawaban : Kebenaran yang diperoleh melalui pendekatan logis akan menghasilkan kebenaran logis. dengan demikian kebenaran agama bersifat mutlak Agama tidak berada di jalur yang mencoba menghambat atau menyaingi ilmu maupun filsafat. bersifat objektif dan eksplisit. baik alam maupun sosial. Persamaan dan perbedaan antara Filsafat dan Agama adalah sebagai berikut. Persamaan antara Filsafat dan Agama adalah semuanya mencari kebenaran. Kemudian apa perbedaan Ilmu Pengetahuan dengan Filsafat. tapi diarahkan supaya tidak merusak tatanan. yang penting data itu dianalisis secara mendalam. Apabila ilmu pengetahuannya datanya mendetail dan akurat tetapi tidak mendalam. misalnya Psikologi objeknya dibatasi pada perilaku manusia saja. karena merupakan wahyu dari Tuhan YME. terbebas dari unsur emotif. kemudian dianalisis agar dapat ditemukan hukum-hukumnya yang bersifat universal. Apabila ilmu pengetahuan objeknya dibatasi. objektif dan ilmiah. maka filsafat tujuannya mencari hakiki. Sedang perbedaannya Filsafat bersifat rasional yaitu sejauh kemampuan akal budi. Apabila ilmu pengetahuan sifatnya taat fakta.berkaitan dengan argument-argumen yang mempelajari metode-metode dan prinsip-prinsip untuk menunjukkan keabsahan (sah/tidaknya) suatu argument. Apabila ilmu pengetahuan tujuannya memperoleh data secara rinci untuk menemukan pola-polanya. maka filsafat datanya tidak perlu mendetail dan akurat. karena yang dicari adalah hakekatnya.

. Jadi. Berdasarkan perkembangannya maka masalah yang dihadapi logika makin lama makin rumit dan membutuhkan struktur analisis yang lebih sempurna. Pendekatan ini merupakan sarana berpikir deduktif. spesifik dan informative. Semua pernyataan ilmiah adalah bersifat factual. bagaikan dua sisi dalam satu keping mata uang. Dalam perspektif inilah maka logika berkembang menjadi matematika.Pengujian secara empiris merupakan salah satu mata rantai dalam metode ilmiah yang membedakan ilmu dari pengetahuanpengetahuan yang lain. Oleh karena itu hubungan logika dan matematika adalah sangat erat.kita gunakan sehari-hari. sedangkan statistik berpikir secara induktif. Suriasumantri (1996) berpendapat. statistik adalah salah satu cara menarik kesimpulan induktif secara valid (sahih). matematika adalah µmasa kedewasaan logika. Menurut Wittgenstein dalam Suriasumantri (1996). Statistik juga memberikan kemampuan kepada manusia untuk mengetahui apakah suatu hubungan kausalitas antara dua faktor atau lebih bersifat kebetulan atau memang benar-benar terkait dalam suatuhubunganyangbersifatempiris. Kebenaran suatu hasil penalaran yang dicapai melalui pendekatan matematikal bersifat jelas. Sebaliknya jika hipotesis tersebut bertentangan dengan kenyataan maka hipotesis itu ditolak. dan (c) penarikan kesimpulan secara induktif (statistik) menghadapkan manusia kepada sebuah permasalahan mengenai banyaknya kasus yang harus diamati sampai kepada suatu kesimpulan (dalil atau teori). statistik teoritis dan statistik terapan. (b) statistik merupakan pengetahuan yang memungkinkan manusia untuk menghitung tingkat peluang secara eksak (objektif). oleh karena itu statistik merupakan pengetahuan yang memungkinkan manusia untuk menarik kesimpulan secara induktif.dimana konsekuensinya dapat diuji baik dengan jalan menggunakan pancaindera.Sekiranya hipotesis itu didukung oleh fakta-fakta empiris maka pernyataan hipotesis tersebut diterima atau disahkankebenarannya.Kalau kita telaah lebih dalam maka pengujian merupakan suatu proses pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yag diajukan. Pendekatan statistical merupakan ilmu secara sederhana yang dapat didefinisikan sebagai pengetahuan yang telah teruji kebenarannya. keduanya sulit dipisahkan. Jadi. Sedangkan mengenai statistik. Baik matematika maupun statistik merupakan sarana analisis secara kuantitatif.maupun dengan menggunakan alat-alat yang membantu pancaindera tersebut. Jadi matematika itu berpikir secara dedukti. sedangkan logika adalah masa kecil matematika¶. bahwa matematika pada dasarnya merupakan hasil dari metode berpikir logis. µbahwa secara hakiki statistik mempunyai kedudukan yang sama dalam penarikan kesimpulan seperti matematika dalam penarikan kesimpulan secara deduktif. Sedangkan menurut bidang pengkajiannya. yaitu. tidak menimbulkan konotasi emosional dan bersifat kuantitatif. statistik dapat dibedakan menjadi dua. Karakteristik berpikir induktif (statistik) antara lain: (a) dasar teori statistik adalah teori peluang. Jadi.

S. Terlepas dari pendapat pro kan kontra tersebut. hanya saja tingkatan peran matematika dalam ilmu-ilmu alam berbeda dengan ilmu-ilmu sosial atau ilmu humaniora. Oleh karena itu pada hakikatnya semua ilmu pengetahuan baik ilmu-ilmu pengetahuan alam (natural sciences). Sifat kuantitatif dari matematika mempunyai makna bahwa: (a) matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Pada hakikatnya matematika adalah pengetahuan yang bersifat deduktif. mengandung arti matematika adalah: (a) bahasa yang melambangkan makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Hubungan antara logika dan matematika adalah ilmu kualitatif adalah masa kecil dari ilmu kuantitatif. (b) hampir semua persoalan kehidupan membutuhkan . Lambang-lambang matematika bersifat µartifisial¶. matematika merupakan cara berpikir dengan kaidah logika deduktif (logika formal). Ada dua macam logika. tetapi tidak semua ahli filsafat sepakat dengan pandangan tersebut.hubungan antara logika. Metematika sebagai bahasa. majemuk dan emosional dari bahasa verbal. dan semua ilmu pengetahuan memerlukan kerangka berpikir deduktif. ilmu-ilmu sosial (social sciences). (b) sifat kuantitatif dari matematika akan meningkatkan daya prediksi dan kontrol dari ilmu pengetahuan. dapat digunakan untuk menguji tingkat ketelitian dan untuk menentukan hubungan kausalitas antar factor terkait. dan (b) bahasa yang berusaha untuk menghilangkan sifat kabur.. matematika dan statistik adalah sangat erat. misalnya Immanuel Kant berpendapat. yang jelas matematika mempunyai manfaat yang sangat besar bagi proses kehidupan manusia karena: (a) hampir semua persoalan kehidupan memerlukan pemecahan masalah dengan angka karena hampir semua aspek kehidupan tidak lepas dari jaringan angka-angka. dan ilmu-ilmu humaniora adalah membutuhkan matematika. yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna atau pengertian diberikan kepadanya. 1996). yaitu logika formal (deduktf) dan logika meterial (induktif). µbahwa matematika merupakan pengetahuan µsintetik a priori¶ dimana eksistensi matematika tergantung kepada dunia pengalaman manusia¶ (Suriasumantri J. Pendekatan matematikal merupakan pengetahuan yang bersifat sintetik apriori dimana eksistensi matematika tergantung panca indera serta pendapat dari aliran tersebut logistic yang berpendapat bahwa matematika merupakan cara berpikir logis yang salah atau benarnya dapat ditentukan tanpa mempelajari dunia empiris. sedangkan statistik adalah dengan kaidah logika induktif (logika material). ilmu kuantitatif merupakan masa dewasa ilmu kualitatif di mana ilmu yang sehat seperti juga kita manusia adalah terus tumbuh dan mendewasa. Kebenaran suatu hasil penalaran yang dicapai melalui pendekatan statistical menggunakan pola pikir induktif. dan (c) matematika merupakan sarana berpikir deduktif (formal).

dan (c) dengan kehidupan yang ditandai oleh kemajuan Iptek dewasa ini. Epistemologi merupakan gabungan dua kalimat episteme (pengetahuan) dan logos (theory). dan y y . pembagian dan observasi ilmu. Aspek epistemologi adalah kebenaran fakta / kenyataan dari sudut pandang mengapa dan bagaimana fakta itu benar yang dapat diverifikasi atau dibuktikan kembali kebenarannya. dua poin penting akan dijelaskan: Cakupan pokok bahasan. karena ilmu dan makrifat juga dikaji dalam ontologi. ragam ilmu yang bersifat nisbi dan niscaya. dan psikologi. Atau dengan kata lain. makrifat dan pengetahuan. knowing (aspek epistemology) dan aksiologi (aspek knowledge). Epistemologi adalah cabang ilmu filasafat yang menengarai masalahmasalah filosofikal yang mengitari teori ilmu pengetahuan. yakni apakah subyek epistemologi adalah ilmu secara umum atau ilmu dalam pengertian khusus seperti ilmu ushûlî. dan relasi eksak antara µalim (subjek) dan ma¶lum (objek). Dengan pengertian ini epistemologi tentu saja menentukan karakter pengetahuan. sifat-sifat. bisa dikatakan bahwa tema dan pokok pengkajian epistemologi ialah ilmu. Ilmu itu sendiri memiliki istilah yang berbeda dan setiap istilah menunjukkan batasan dari ilmu itu. Dalam hal ini. Dalam epistemologi akan dikaji kesesuaian dan probabilitas pengetahuan. Sudut pembahasan. bahkan menentukan ³kebenaran´ macam apa yang dianggap patut diterima dan apa yang patut ditolak. yakni apabila subyek epistemologi adalah ilmu dan makrifat. Epistemologi bertalian dengan definisi dan konsep-konsep ilmu. Bila Kumpulan pengetahuan yang benar/episteme/diklasifikasi. logika.Jelaskan apa yang dimaksud dari ketiga komponen tersebut dan apa kaitannya dengan pembangunan ilmu dan pengetahuan? Jawaban: EPISTEMOLOGI y y Epistemologi derivasinya dari bahasa Yunani yang berarti teori ilmu pengetahuan. Filsafat mempelajari komponen pengetahuan adalah the knower (aspek ontology). asumsi dasar.penyelesaian secara objektif atau kuantitatif. Dengan memperhatikan definisi epistemologi. disusun sitematis dengan metode yang benar dapat menjadi epistemologi. maka dari sudut mana subyek ini dibahas. 3. tidak ada proses pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak bersentuhan sama sekali dengan matematika. epistemologi adalah bagian filsafat yang meneliti asal-usul. dan bagaimana memperoleh pengetahuan menjadi penentu penting dalam menentukan sebuah model filsafat.

Dalam tafsiran-tafsiran para ahli selanjutnya di pahami sebagai upaya mencari alternatif bukan dualisme. Abstraksi metaphisik mengetengahkan prinsip umum yang menjadi dasar dari semua realitas. Ontologi membahas tentang yang ada yang universal. Dengan demikian. ilmu yang diartikan sebagai keumuman penyingkapan dan pengindraan adalah bisa dijadikan sebagai subyek dalam epistemologi. Ontologi berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan.y batasan-batasan pengetahuan. Sedangkan metode pembuktian dalam ontologi dibedakan menjadi dua. Ada tiga tingkatan abstraksi dalam ontologi. tolok ukur. yaitu : pembuktian a priori dan pembuktian a posteriori. makrifat. Abstraksi yang dijangkau oleh ontologi adalah abstraksi metaphisik. Natural ontologik akan diuraikan di belakang hylomorphisme di ketengahkan pertama oleh aristoteles dalam bukunya De Anima. definisi epistemologi adalah suatu cabang dari filsafat yang mengkaji dan membahas tentang batasan. idealisme. Objek formal ontologi adalah hakikat seluruh realitas. keabsahan. dan kebenaran ilmu. y y y y . Dan dari sisi ini. dan abstraksi metaphisik. ONTOLOGI Ontologi membahas tentang yang ada. yaitu : abstraksi fisik. yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. naturalisme. Dengan demikian Ontologi Ilmu (dimensi ontologi Ilmu) adalah Ilmu yang mengkaji wujud (being) dalam perspektif ilmu ² ontologi ilmu dapat dimaknai sebagai teori tentang wujud dalam perspektif objek materil ke-Ilmuan. alat. menampilkan pemikiran semesta universal. Abstraksi fisik menampilkan keseluruhan sifat khas sesuatu objek. validitas. dasar dan pondasi. tetapi menampilkan aspek materialisme dari mental. sedangkan abstraksi bentuk mendeskripsikan sifat umum yang menjadi cirri semua sesuatu yang sejenis. atau menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas dalam semua bentuknya. ilmu ushûlî dan ilmu hudhûrî juga akan menjadi pokok-pokok pembahasannya. konsepkonsep penting yang diasumsikan oleh ilmu ditelaah secara kritis dalam ontologi ilmu. abstraksi bentuk. dan pengetahuan manusia. tealaahnya akan menjadi kualitatif. Bagi pendekatan kuantitatif. Dengan demikian. atau hylomorphisme. realitas tampil dalam kuantitas atau jumlah. realitas akan tampil menjadi aliran-aliran materialisme.

Kebenaran dapat diklasifikasikan sebagai : a) kebenaran empiris. Dengan menggunakan contoh spesifik dengan bidang yang anda minati. . jelaskan kebenaran-kebenaran tersebut! Jawaban : Kebenaran Empiris atau dalam istilah lain disebut kebenaran Korespondensi. artinya sesuatu dianggap benar jika ia memiliki kesesuaian dengan kenyataan empiris. dan d) kebenaran transedental. 2001) y y 4. Trancendental truth (kebenaran transcendental) diartikan sebagai letak kebenaran suatu hal itu bermukim pada kedudukan benda itu sebagai benda itu sendiri. sein) yang merupakan asumsi dasar bagi apa yang disebut sebagai kenyataan dan kebenaran. Tokoh-tokoh aliran ini misalnya David Hume (1711-1776). etik. serta penerapan ilmu (Wibisono. c) kebenaran etis. John Locke (1632-1704).Axiologi (teori tentang nilai) sebagai filsafat yang membahas apa kegunaan ilmu pengetahu manusia.y Ontologi adalah hakikat yang Ada (being. Dalam bahasa lain dikatakan kebenaran logis apabila kebenaran tersebut mengandung koherensi logis (dapat diuji dengan logika barat). Aliran empirisme yaitu faham yang menyusun teorinya berdasarkan pada empiri atau pengalaman. Kebenaran merupakan tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan penelitian. Kebenaran Logis disebut juga kebenaran koherensi artinya sesuatu dianggap benar apabila ia memiliki koherensi atau jika kebenaran tersebut konsisten dengan kebenaran sebelumnya. b) kebenaran logis. Berkley. untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral? Dengan demikian Aksiologi adalah nilai-nilai (value) sebagai tolok ukur kebenaran (ilmiah). Aksiologi menjawab. Contoh ketika anda sebut sebuah pernyataan ³saat ini hujan turun´ maka pernyataan tersebut dianggap benar jika anda menemukan hujan saat itu. Kebenaran etis artinya sesuatu dianggap benar jika ia sesuai dengan siapa yang diimani oleh si pembicara. AKSIOLOGI Axios = Nilai (Value) Logi = Ilmu Axiologi adalah ilmu yang mengkaji tentang nilai-nilai. Metode yang digunakan aliran emperisme adalah induksi. dan moral sebagai dasar normative dalam penelitian dan penggalian. Atau dikatakan letak kebenaran sesuatu hal adalah pada ³things as things´.

Masing-masing cabang melepaskan diri dari batang filsafatnya. maka filsafat ilmu sering dibagi menjadi filsafat ilmu-ilmu alam dan filsafat ilmu-ilmu sosial. ungkapkan melalui proses berfikir Anda. namun tidak terdapat perbedaan yang prinsipil antara ilmu alam dan ilmu sosial di mana keduanya mempunyai ciri-ciri keilmuann yang sama.Bacon (1561-1626) mengembangkan semboyannya . sehingga definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut. Lebih lanjut Nuchelmans (1982). Pembagian ini lebih merupakan pembatasan masing-masing bidang yang ditelaah. Ilmu memang berbeda dari pengetahuan secara filsafat. Meskipun secara metodologis ilmu tidak membedakan antara ilmu-ilmu alam dengan ilmu-ilmu sosial. bahwa ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalin-menjalin dan taat asas (konsisten) dari ungkapanungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan. namun karena permasalahan-permasalahan teknis yang bersifat khas. mengemukakan bahwa dengan munculnya ilmu pengetahuan alam pada abad ke 17. maka mulailah terjadi perpisahan antara filsafat dan ilmu pengetahuan. sejak F. yakni ilmu alam dan ilmu sosial dan tidak mencirikan cabang filsafat yang bersifat otonom. Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985). Dengan demikian. dibutuhkan suatu bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewadahi perbedaan yang muncul. yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat.5. Ilmu merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula subsub ilmu pengetahuan baru bahkan ke arah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Dalam perkembangan lebih lanjut menurut Koento Wibisono (1999). berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendirisendiri. Untuk mengatasi gap antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya. Bagaimana Anda menjelaskan hal tersebut. Oleh karena itu tepatlah apa yang dikemukakan oleh Van Peursen (1985). Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa sebelum abad ke 17 tersebut ilmu pengetahuan adalah identik dengan filsafat. filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana ³pohon ilmu pengetahuan´ telah tumbuh mekar-bercabang secara subur. Terlepas dari berbagai macam pengelompokkan atau pembagian dalam ilmu pengetahuan. Lengkapi uraian anda dengan pendapat Immanuel Kant dan Francis Bacon! Jawaban : Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah).

. 1999). Untuk mengatasi gap antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya. ma k a bid a n g f i l s a fa t la h ya ng mampu mengatasi hal tersebut.³Knowledge Is Power´. maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. k a r e n a pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan ³a higher level of knowledge´. Oleh sebab itu Francis bacon (dalam The Liang Gie. Disusun Oleh : Hendra. Semester I MM Unsil Tasikmalaya . kita dapat mensinyalir bahwa peranan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya: Ilmu( P e ng et a hu a n) . H a l i n i d id u k u ng o le h I s r a e l Scheffler (dalam The Liang Gie. Hal ini senada dengan pendapat Immanuel kant (dalam kunto Wibisono dkk. adalah bahwa ilmu yang satu sangat erat hubungannya dengan cabang ilmu yang lain serta semakin kaburnya garis batas antara ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktis. B id a ng g a r a p a n f i l s a fa t i l mu t er ut a ma d ia r a hk a n p a d a komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu ya it u : o nt o lo g i. e p is t e mo lo g i d a n a k s io lo g i. S. Leb ih la n ju t Ko ent o Wib iso no d kk . Karena itu implikasi yang timbul menurut Koento Wibisono (1984). dibutuhkan suatu bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewadahi p e r be d aa n ya ng mu nc u l. 1997) yang menyatakan bahwa filsafat merupakan disiplin ilmu yang mampu menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat. 1999) menyebut filsafat sebagai ibu agung dari ilmu-ilmu (the great mother of the sciences). baik individual maupun sosial menjadi sangat menentukan.Ag. yang berpendapat bahwa filsafat ilmu mencari pengetahuan umum tentang ilmu atau tentang dunia sebagaimana ditunjukkan oleh ilmu. (1 99 7) men yat ak an. O le h k a r e na it u.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful