AMANAH Amanah adalah sifat mulia yang -amat disayangkansebagian besar kaum muslimin kehilangan sifat mulia ini

.[1] Padahal AllahSubhanahu wa Ta¶ala dan RasulNya shallallahu µalaihi wa sallam telah memerintahkan kepada setiap muslim untuk menunaikan amanah. Juga menjelaskan akibat buruk dari mengabaikan dan melalaikan amanah ini. Hal ini terjadi karena banyak sebab. Dan sebab utama seseorang terjerumus ke dalam kemaksiatan dan meninggalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta¶ala dan RasulNya shallallahu µalaihi wa sallam adalah kejahilan (kebodohan).[2] Kebodohan seorang muslim terhadap pentingnya masalah amanah, telah membuatnya meninggalkan satu perintah Allah Subhanahu wa Ta¶ala yang sangat agung ini, sekaligus ia telah bermaksiat karena meninggalkan satu perintah Allah Subhanahu wa Ta¶ala. Dan bahkan ia akan berdosa besar jika ia telah mengetahui hukumnya sedangkan ia tetap menyianyiakan amanah. Oleh karena itu, marilah kita -sebagai seorang muslimsenantiasa berusaha keras dan sungguh-sungguh mengangkat kajahilan dari diri kita dengan menuntut ilmu syar¶i secara umum, dan memahami urgensi amanah ini secara khusus, lalu mengamalkannya. Serta tetap terus memohon dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta¶alaagar kita semua senantisa diberikan tawfiq, hidayah, dan segala kemudahan dalam menuntut ilmu syar¶i dan memahaminya, serta merealisasikan syariat Islam yang sempurna dan mulia ini dalam keseharian hidup kita.

MAKNA AMANAH Al Imam Ibnu al Atsir -rahimahullah- berkata, ³«Amanah (bisa bermakna) ketaatan, ibadah, titipan, kepercayaan, dan (jaminan) keamanan«´.[3] Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- juga membawakan beberapa perkataan dari shahabat dan tabi¶in tentang makna amanah ini, ketika beliau menafsirkan ayat ke-72 dalam surat al Ahzab, yaitu bermakna: ketaatan, kewajiban-kewajiban, (perintah-perintah) agama, dan batasan-batasan hukum.[4] Asy Syaikh al Mubarakfuri -rahimahullah- berkata, ³(Amanah) adalah segala sesuatu yang mewajibkanmu untuk menunaikannya´.[5] Asy Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullahberkata, ³Yang dimaksud dengan amanah adalah kepercayaan orang berupa barang-barang titipan, dan perintah Allah berupa shalat, puasa, zakat dan yang semisalnya, menjaga kemaluan dari hal-hal yang haram, dan menjaga seluruh anggota tubuh dari segala perbuatan dosa´.[6] Dan asy Syaikh Salim bin µId al Hilali -hafizhahullah- menjelaskan dan berkata, ³Amanah adalah sebuah perintah menyeluruh dan mencakup segala hal yang berkaitan dengan perkara-perkara yang dengannya seseorang terbebani (untuk menunaikannya), atau ia dipercaya dengannya. (Sehingga amanah ini) meliputi dan mencakup seluruh hak-hak Allah atas seseorang, seperti perintah-perintahNya yang wajib. Juga meliputi hak-hak orang lain, seperti barang-barang titipan (yang harus ditunaikan dan disampaikan kepada si pemiliknya, Pen). Sehingga, sudah semestinya seorang (yang dibebani amanah ini) menunaikan

. Ia tidak boleh menyembunyikan. AS SUNNAH DAN PENJELASAN PARA ULAMA YANG BERKAITAN DENGAN AMANAH DAN KETERANGAN WAJIBNYA MENUNAIKAN AMANAH. Di antara ayat-ayat al Qur¶an yang menjelaskan hal itu adalah: 1. mengingkari. dan hak-hak yang telah diperintah oleh Allah Subhanahu wa Ta¶ala agar ia memelihara dan menunaikannya. SERTA AKIBAT BURUK DARI MENYIA-NYIAKAN DAN MELALAIKAN AMANAH Terdapat beberapa ayat maupun hadits shahih yang menerangkan urgensi amanah dan wajibnya setiap muslim untuk menunaikan amanah ini.juga menjelaskan dan berkata. hal-hal yang termasuk amanah sangatlah banyak. akal.[8] DALIL-DALIL DARI AL QUR¶AN. ayat ke-58: « ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya«´. atau bahkan menggunakannya tanpa izin yangsyar¶i. dan kehormatan (harga diri). Kaidah dan dasar hukumnya adalah segala sesuatu yang seseorang terbebani dengannya. harta.[7] Dan asy Syaikh Husain bin Abdul Aziz Alu asy Syaikh hafizhahullah. Firman Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat an Nisa. baik (sesuatu tersebut) berkaitan dengan agama. ³Para ulama telah berkata.amanah dengan sebaik-baiknya dengan menyampaikannya kepada pemiliknya. jiwa manusia.

sesungguhnya Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: (( )) ³Tunaikanlah amanah kepada orang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya).Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah. Dalam sebuah hadits dari al Hasan.berkata. dan lain-lainnya yang ia terbebani dengannya dan tidak terlihat oleh hamba-hamba Allah lainnya.´ Diriwayatkan oleh al Imam Ahmad dan Ahlus Sunan. dan yang semisalnya. kaffarat. Firman Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat al Anfal. sedang kamu mengetahui. dari Samurah. nadzar. Maka.[9] ³Allah Subhanahu wa Ta¶ala telah mengkhabarkan bahwa sesungguhnya Ia memerintahkan (kepada kita) untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya. seperti (menunaikan) shalat. akan diambil darinya pada hari kiamat kelak´. yang mereka saling mempercayai satu orang dengan yang lainnya tanpa ada bukti atasnya. Dan barang siapa yang tidak menunaikannya. AllahµAzza wa Jalla telah memerintahkannya untuk menunaikannya. Baik (amanah itu) berupa hak-hak Allah atas hambanya. seperti barangbarang titipan.[11] 2. zakat. ayat ke-27: ³Hai orang-orang beriman. Ataupun berupa hak-hak sesama manusia. dan jangan khianati orang yang telah mengkhianatimu.´ .[10] Dan ini mencakup seluruh jenis amanah yang wajib ditunaikan oleh seorang (yang terbebani dengannya). janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu. puasa.

beliau berkata. Pen). penerimaan perintah-perintah dan larangan-larangan dengan syarat-syaratnya. amanah adalah seluruh perbuatan yang telah Allah bebankan kepada hambahambaNya (agar mereka menunaikannya. berkata µIbnu Abbas. maka ia akan diberi pahala. Dan Ali bin Abi Thalhah berkata. dari Ibnu µAbbas. Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah-. maksud firmanNya: ( ). maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Dan maksud ³janganlah kamu mengkhianati amanatamanat´ adalah janganlah kamu menggugurkannya. baik yang kecil maupun yang besar. Bahkan seluruhnya bermakna sama dan kembali kepada satu makna. dan baik (dosanya) terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain. jika seseorang menunaikannya. .[12] 3. ³«Dan khianat mencakup seluruh perbuatan dosa. yaitu kewajibankewajiban. Namun. bumi dan gunung-gunung. ³Seluruh perkataan ini. (yaitu) pembebanan. jika ia menyia-nyiakannya. (tentang firmanNya): ( ). dan dipikullah amanat itu oleh manusia.berkata. (janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul) dengan cara meninggalkan sunnahnya dan melakukan maksiat kepadanya´. Dan hal ini. ayat ke-72: ³Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh´. tidak ada pertentangan sesamanya. Dan dalam sebuah riwayat. Firman Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat al Ahzab. setelah membawakan beberapa perkataan dari shahabat dan tabi¶in tentang makna amanah ini.Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah.

Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah. ayat ke-32: ³Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya´. apabila berbicara ia berdusta. bodoh. . Dalam sebuah riwayat. dan apabila bertengkar ia berbuat curang)´. lagi berbuat zhalim.[14] ³Maksudnya.[15] 5. Firman Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat al Mu¶minun. (apabila berbicara ia berdusta. padahal ia lemah. (Tanda orang munafiq ada tiga. mereka tidak menyelisihinya. dan Allah-lah tempat memohon pertolongan´.maka ia pun akan disiksa. Akhirnya. Firman Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat al Baqarah. ayat ke-283: « « ³«Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhannya«´. atau surat al Ma¶arij. dan apabila diberi amanah (kepercayaan) ia berkhianat). Kecuali orang yang diberi tawfiq oleh Allah. Dan inilah sifat-sifat orang-orang yang beriman. apabila berjanji ia menyelisihi janjinya. apabila berjanji ia menyelisihi janjinya. ayat ke-8.[13] 4. Dan kebalikan dari ini. mereka tidak berkhianat. Sebagaimana diterangkan dalam hadits shahih. adalah sifat-sifat orangorang munafiq.berkata. Dan apabila mereka mengadakan perjanjian. manusialah yang menerima amanah ini. apabila mereka dipercaya (dalam suatu urusan).

Sehingga. beliau berkata: . Dan berdosa besarnya seseorang yang berkhianat. yang menjelaskan wajibnya menunaikan amanah kepada pemiliknya. ³Tunaikanlah amanah kepada orang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya). Hadits Abu Hurairah -radhiyallahu µanhu-. hartamu. wajibnya seseorang menunaikan amanah.pun mengkategorikan perbuatan khianat ini ke dalam perbuatan dosa besar. ³Dan perintah (di dalam hadits ini) menunjukkan wajibnya hal tersebut´.(( )) : Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda.Adapun hadits-hadits yang berkaitan dengan amanah dan keterangan wajibnya menunaikan amanah.berkata. seperti orang yang mengkhianatimu pada keluargamu.´[16] Berkaitan dengan perintah Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam dalam hadits ini untuk menunaikan amanah. ³Dan khianat sangat buruk dalam segala hal. di antaranya adalah: 1. Asy Syaikh al Mubarakfuri -rahimahullah. menyia-nyiakan dan melalaikan amanah. Dan tidaklah orang yang mengkhianatimu dengan sedikit uang.[18] . al Imam ad Dzahabi -rahimahullah. sebagiannya lebih buruk dari sebagian yang lainnya. Beliau berkata. dan jangan khianati orang yang telah mengkhianatimu.[17] Yakni. dan ia pun melakukan dosa-dosa besar (lainnya)´. serta akibat buruk dari menyia-nyiakan dan melalaikan amanah.

Orang itu berkata. Hadits Abu Hurairah -radhiyallahu µanhu. ³Apabila amanah telah disia-siakan. Dan sebagian yang lain berkata. Rasulullah bersabda. datanglah kepadanya seorang sahabat (dari sebuah perkampungan) dan berkata. dan beliau pun bersabda. ³Kapankah hari kiamat?´.pula. beliau berkata: : (( : : (( . Hingga akhirnya Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam selesai dari pembicaraannya.³Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya.(( . ³Bahkan beliau tidak mendengarnya´. ³Inilah saya wahai Rasulullah´. Orang itu kembali bertanya. yang menjelaskan bahwa salah satu tanda hari kiamat adalah apabila amanah telah disia-siakan.2. Rasulullah bersabda. Maka sebagian orang ada yang berkata. beliau berkata: )) : .pula. Hadits Abu Hurairah -radhiyallahu µanhu. namun ia tidak menyukainya´. yang menerangkan bahwa khianat adalah salah satu tanda-tanda orang munafiq. ³Ia (Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam) mendengar ucapannya. maka tunggulah hari kiamat!´. Namun Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam tetap melanjutkan pembicaraannya. maka tunggulah hari kiamat!´. ³Mana orang yang (tadi) bertanya?´.(( )) : )) : )) : : : Tatkala Nabi shallallahu µalaihi wa sallam berada dalam sebuah majelis (dan) berbicara dengan sekelompok orang. ³Bagaimanakah penyia-nyiaan amanah itu?´.[19] 3.

berkata. dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya´. maka agamanya kurang. ³Tanda orang munafiq ada tiga. asy Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullah.[21] Berkaitan dengan hadits ini. apabila berjanji ia menyelisihi janjinya. Dan ada yang mengatakan pula bahwa maksudnya adalah tidak beriman sama sekali orang yang menganggap halal meninggalkan amanah. melainkan beliau bersabda. ³Maksud sabda beliau ( ). lalu ia sendiri yang melanggar dan tidak menepati janjinya tanpa ada µudzur (alasan) yang syar¶i.[20] 4. adalah barang siapa yang mengadakan sebuah perjanjian dengan orang lain. dan tidak beragama sama sekali orang yang menganggap halal melanggar janjinya« Dan maksud dari sabda beliau ( ). beliau berkata: )) : . beliau bersabda. dan apabila diberi amanah (kepercayaan) ia berkhianat´.Dari Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Hadits Anas bin Malik -radhiyallahu µanhu-. Adapun jika dengan µudzur (alasan yang syar¶i) -seperti seorang Imam (pemimpin) yang membatalkan perjanjian dengan seorang harbi (orang kafir yang diperangi). jika ia melihat ada . yang menjelaskan bahwa amanah dan menepati janji adalah salah satu sifat-sifat orang beriman. dikatakan oleh as Sindi. ³Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah.(( Tidaklah Nabiyullah shallallahu µalaihi wa sallam berkhutbah kepada kami. ada yang mengatakan bahwa maksud dari ke dua penafian (peniadaan) dalam hadits ini adalah nafyul kamal (peniadaan kesempurnaan iman dan agama). apabila berbicara ia berdusta.

((« )) ³Sesungguhnya Allah membenci (sifat) keji dan kekejian. Maksudnya. beliau mendengar Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallambersabda: . Hadits Abdullah bin µAmr bin al µAsh -radhiyallahu µanhuma-.menjelaskan permasalahan ini dan berkata. Wallahu Ta¶ala a¶lam´. dan pengkhianat dianggap orang yang amanah (jujur). ³Dasar untuk memilih seorang pegawai atau pekerja adalah ia seorang . dan buruk dalam bertetangga«´. sampai muncul (sifat) keji dan kekejian.kemaslahatan padanya-. pemutusan hubungan silaturahim (kerabat). yang menerangkan bahwa salah satu tanda hari kiamat adalah datangnya sebuah zaman yang pada saat itu orang yang amanah (jujur) dianggap pengkhianat. ada orang yang memiliki sifat-sifat tertentu.[22] 5. dan seorang pengkhianat dipercaya. tidak akan terjadi hari kiamat sampai orang yang amanah (jujur) dianggap pengkhianat. Asy Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al µAbbad al Badr hafizhahullah.[23] SIAPAKAH ORANG (KEPERCAYAAN)? YANG BERHAK DIBERI AMANAH Judul di atas memberikan pemahaman bahwa tidak semua orang bisa di percaya atau diberi amanah. Dan demi (Dzat) yang jiwa Muhammad berada di tangannya. maka hal ini boleh. yang dengannya ia adalah orang yang paling tepat dan paling berhak untuk di bebani dengan sebuah amanah atau kepercayaan.

(QS. Dan Allah Subhanahu wa Ta¶ala telah mengkhabarkan tentang µIfrit dari golongan jin. karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya´. Dan dengan sifat amanahnya. Dan dengan kekuatannya pula. Allah telah mengkhabarkan tentang salah satu dari kedua anak perempuan seorang penduduk Madyan. yang memperlihatkan kesanggupannya kepada Nabi Sulaiman µalaihissalam untuk membawa singgasana Balqis: « ³«Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. ia mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya´. Maknanya.yang kuat dan amanah (terpercaya). ia sanggup menunaikan kewajiban yang telah dibebani atasnya. Al Qashash: 26). sekaligus menjaga apa-apa yang terdapat di dalamnya. An Naml: 39). (QS. ia akan menempatkan semua perkara yang berkaitan dengan tugasnya pada tempatnya. Karena dengan kekuatannya. ia telah memiliki kemampuan untuk membawa dan mendatangkannya. ia berkata kepada ayahnya tatkala Nabi Musa µalaihissalammengambilkan minum untuk hewan ternak kedua wanita tersebut: « ³« Wahai bapakku. . ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita).

pun ingin menafikan dan menghilangkan anggapan itu dengan berkata: . Hal ini karena Umar -radhiyallahu µanhu. Umar -radhiyallahu µanhumelihat adanya kemaslahatan dalam menghentikan (Sa¶ad bin Abi Waqqash -radhiyallahu µanhu-) dari pekerjaannya dalam rangka menghindari fitnah. Dan salah satu dari mereka adalah Sa¶ad bin Abi Waqqash -radhiyallahu µanhu-. Kendatipun demikian. Selain itu juga. Tatkala Umar bin al Khaththab -radhiyallahu µanhu.khawatir timbul prasangka bahwa penghentiannya terhadap Sa¶ad bin Abi Waqqash radhiyallahu µanhu. Kemudian. kebalikan (sifat) kuat dan amanah adalah lemah dan khianat. agar tidak ada orang yang berani berbuat macam-macam padanya. tatkala ia berkata kepada sang raja: Nabi « ³« Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir). Umar -radhiyallahu µanhu. inipun menjadi dasar seseorang untuk tidak dipilih dan dibebani kepercayaan atau pekerjaan.seorang gubernur di Kufah. Dan Umar -radhiyallahu µanhu.disebabkan ketidakmampuannya dalam memimpin sebuah wilayah.Kemudian Allah mengkhabarkan tentang Yusuf µalaihissalam.menjelang wafatnya memilih enam orangshahabat Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam untuk dijadikan salah satu dari mereka seorang khalifahsepeninggalnya. bahkan hal ini mengharuskannya untuk dijauhi atau dipisahkan dari kepercayaan atau pekerjaan.menjadikan Sa¶ad bin Abi Waqqash -radhiyallahu µanhu. dan kemudian orang-orang dungu di Kufah mencelanya dan membicarakan buruk padanya. Yusuf: 55). (QS. Sehingga. sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan´.

sesungguhnya engkau lemah.(( )) : ³Wahai Abu Dzar. dan menunaikannya (dengan sebaik-baiknya)´. sedangkan aku mencintai untukmu seperti aku mencintai untuk diriku. maka itu memang haknya. Kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya. beliau berkata: )) : : . Dan jika tidak. nomor (1826). sesungguhnya Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: . kerena sesungguhnya aku tidak menghentikannya dengan sebab kelemahan dan pengkhianatan´. dari Abu Dzar.(( ³Wahai Rasulullah. dan ia merupakan kehinaan dan penyesalan di hari kiamat. dan bersabda. Dan terdapat di dalam Shahih Muslim (1825) dari Abu Dzar radhiyallahu µanhu-. Dan terdapat di dalam Shahih Muslim pula.³Jika kekuasaan ini terjatuh pada Sa¶ad. Diriwayatkan oleh al Bukhari (3700). Janganlah kamu menjadi pemimpin . maka hendaknya salah seorang dari kalian meminta bantuannya. tidakkah engkau menjadikanku (seorang pemimpin)?´. ³Wahai Abu Dzar. dan sesungguhnya hal ini adalah amanah. sesungguhnya aku memandangmu orang yang lemah. lalu Rasulullah memukulkan tangannya di bahuku.

Abu al Husain Muslim bin Hajjaaj al Qusyairi an Naisaburi (204-261 H). Daar Ibni Katsir. bin Usman Rozali. Shahih Muslim. Mesir. 3. Beirut. tahqiqMusthafa Dib al Bugha. III. Penulis: Ustadz Abu Abdillah Arief B. tahqiq Ahmad Muhammad Syakir dkk. Abu Daud Sulaiman bin al Asy¶ats As Sijistani (202-275 H). Beirut. tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi. Wallahu a¶lam bish shawab. Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal asy Syaibani (164-241 H). Daar Ihya at Turats. 4. 2. kedustaan. An Nihayah Fi Gharib al Hadits wa al Atsar. Beirut. Cet. amanah. Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin al Mughirah al Bukhari (194-256 H). 1407 H/1987 M. Jami¶ at Tirmidzi. al Yamamah. 7. Cet. Mujamma¶ Malik Fahd. dan khianat. 5. Daar al Fikr. tahqiq Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid. Saudi Arabia. 6. Maraji¶ & Mashadir: 1. Th. Sunan Abi Daud. Lc. Musnad al Imam Ahmad. Daar Ihya at Turats.´[24] Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta¶ala senantiasa menjadikan kita semua orang-orang yang jujur. dan menjauhi kita semua dari kelemahan. Shahih al Bukhari.(walaupun terhadap) dua orang (saja)! Dan janganlah kamu mengatur harta (anak) yatim´. al Imam Majd ad Diin Abi as Sa¶adat al Mubarak bin Muhammad al Jazari Ibnu . Al Quran dan terjemahnya. Abu Isa Muhammad bin Isa at Tirmidzi (209-279 H). Dan hanya Allah Subhanahu wa Ta¶ala sajalah Maha Pemberi tawfiq. Mu¶assasah Qurthubah.

15. Cet.al Atsir (544-606 H). I. II. KSA. Beirut. th 1422 H/ 2001 M. Fawa-id al Fawa-id. tahqiq Sami bin Muhammad as Salamah. Ighatsatul Lahfaan fi Mashayid asy Syaithan. 1422 H/ 2002 M. Jami¶ al Ulum wa al Hikam fi Syarhi Khamsina Haditsan min Jawami¶ al Kalim. Shahih Sunan Abi Daud. Dammam. Cet. Zainuddin Abu al Faraj Abdurrahman bin Syihabuddin al Baghdadi Ibnu Rajab al Hanbali (736-795 H). Al Kaba-ir. 9. 1424 H. 1422 H/ 2001 M. Th. Libanon. Maktabah al Furqan. Maktabah Al Ma¶arif. takhrijMuhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). Th. Dammam. 14. Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin µUtsman bin Qaymaz adz Dzahabi (673-748 H). Syamsuddin Ibnu Qayyim al Jauziyah (691-751 H). Beirut. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). V. Cet. tahqiq Syu¶aib Al Arna-uth dan Ibrahim Bajis. Syamsuddin Ibnu Qayyim al Jauziyah (751 H). Tafsir Ibnu Katsir (Tasir Al Qur¶an Al µAzhim). Riyadh. I. 10. Muhammad bin Abdurrahman bin Abdurrahim al Mubarakfuri (1283-1353 H). 13. Uni Emirat Arab. 12. cet I. Mu¶assasah ar Risalah. Riyadh. 1422 H. Daar Ibn al Jauzi. Th. tahqiq Khalil Ma¶mun Syiha. Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan at Tirmidzi. Beirut. Daar al Kutub al Ilmiah. Th. Daar Ibn al Jauzi. tartib dan takhrij Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid al Halabi al Atsari. Cet. µAjman. Th. 8. Libanon. KSA. tahqiq Syu¶aib Al Arna¶uth dan Abdul Qadir Al Arna¶uth. Zaadul Ma¶ad. Abu al Fida¶ Ismail bin Umar bin Katsir (700-774 H). 1424 H/ 2003 M. th 1423 H/2002 M. Daar al Ma¶rifah. VII. Beirut-Libanon. tahqiq Abu µUbaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman. tahqiq Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid al Halabi al Atsari. Syamsuddin Ibnu Qayyim al Jauziyah (691-751 H). Cet. . cet III. Mu¶assasah ar Risalah. 11. Daar ath Thayibah.

Ketahuilah wahai segenap pembaca yang budiman. 1425 H/ 2004 M.16. Cet. [1] Dan yang lebih menyedihkan lagi. adalah tatkala sifat amanah ini juga ternyata telah hilang dari sebagian saudara kita (baca: ikhwan atau akhawat) yang sudah ³mengaji´. Th. I. 22. Maktabah al Ma¶arif. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). Th. Th. Daar Ibn al Jauzi. Riyadh. Bahjatun Nazhirin Syarhu Riyadh ash Shalihin. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). Th. Mesir. Irwa-ul Ghalil fi Takhriji Ahaditsi Manar as Sabil. Shahih Sunan at Tirmidzi. al Maktab al Islami. Abdul Muhsin bin Hamd al µAbbad al Badr. 21. As Silsilah as Shahihah. 20. II. Salim bin µId al Hilali. Shahih al Jami¶ ash Shaghir. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). Cet. KSA. Maktabah al Ma¶arif. Shahih at Targhib wa at Tarhib. 1421 H/ 2000 M. 1422 H. maupun sisi mu¶amalah-. Kaifa yu-addi al Muwazhzhaf al Amanah. VI. ad Daar al Haditsah. Riyadh. 18. perhatikanlah baik-baik! . 1405 H/ 1985 M. hendaknya istilah ikhwan atau akhawat tidak hanya berlaku pada sebatas lingkup pengajian saja! Akan tetapi. Cet. Riyadh. jika ia memang benar-benar mengaku beriman kepada Allah dan mengaku mengikuti manhaj salaf yang sempurna dan mulia ini! Maka. Al Maktab al Islami. Dammam. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). I. Cet. sudah semestinya digunakan dalam seluruh sisi kehidupannya sebagai seorang muslim atau muslimah -baik dari sisi ibadah. Maktabah al Ma¶arif. 17. 19. Beirut. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H).

[10] Berkaitan dengan hadits yang dibawakan oleh al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah. pentahqiq Sami bin Muhammad as Salamah berkata. [9] Di dalam kitab tafsirnya Tafsir al Qur¶an al µAzhim (2/338-339). [3] Di dalam kitabnya an Nihayah fi Gharib al Hadits wa al Atsar (1/80). tidak jarang penulis mendapatkan khabar tentang si ikhwan Fulan yang tidak menepati janjinya« Si ikhwanFulan berpura-pura lupa dengan janjinya« Si ikhwan Fulan sangat mengampang-gampangkan sesuatu yang berkaitan dengan tugasnya« Bahkan« Si ikhwan Fulan telah menipu rekan bisnisnya« Si ikhwan Fulan berbohong dan tidak amanah kepada atasannya« Si ikhwan Fulan menipu ustadznya yang berbisnis dengannya« « Sungguh mengherankan sekaligus memalukan! Wallahul Musta¶an. hlm.di dalam kitab tafsirnya (2/339) ini. yang bertema µIzhamu Qadril Amanah (Agungnya Kedudukan Amanah). [6] Lihat ta¶liq (komentar) beliau dalam kitab al Kabair. 282. wa laa haula wa laa quwwata illa billah« [2] Lihat kitab Fawa-id al Fawa-id. KSA. al Madinah an Nabawiyah. dan 215-231. Nazhirin Syarhu Riyadh ash [8] Dari naskah khuthbah Jum¶at yang beliau sampaikan di Masjid Nabawi. pada tanggal 13 Rabi¶ul Awwal 1426 H. [4] Lihat kitab tafsirnya Tafsir al Qur¶an al µAzhim (6/488-489). [7] Lihat kitab Bahjatun Shalihin (1/288).Bahkan. hlm. [5] Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami¶ at Tirmidzi (4/400). ³Saya tidak . 193-195.

Dan Abu Hatim berkata. ³Hadits Munkar. tidak ada yang meriwayatkan hadits ini melainkan Thalq saja´. . dari Abu Hushain. dari Abu Hurairah radhiyallahu µanhu-. c. dan ath Thabrani di dalam al Mu¶jam ash Shaghir (1/171). dari Abu Hafsh. dari Ishaq bin Asid. Dan at Tirmidzi berkata. dari Yahya bin Ayyub. Namun. e. dari jalan Ayyub bin Suwaid. Sami bin Muhammad as Salamah. b. Al Imam Ahmad di dalam Musnadnya (3/414). (Lihat) al µIlal (1/375). akan tetapi hadits ini diriwayatkan oleh: a. dari Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Al Haitsami di dalam al Majma¶ (8/128) berkata.´ Demikian perkataan pentahqiq kitab Tafsir al Qur¶an al µAzhim (2/339). dari Abu Umamah -radhiyallahu µanhu-. d. Ibnu Abi Hatim berkata. hadits ini shahih. Lihat keterangan berikutnya tentang hadits ini pada footnote nomor (16). Al Hakim di dalam al Mustadrak (2/64). Dan Ayyub bin Suwaid dha¶if. dari jalan Qatadah. Ath Thabrani di dalam al Mu¶jam al Kabir (8/150). secara mursal. ³Hadits Hasan Gharib´. dari Syarik dan Qais. paman µAmr bin ar Rabi¶. dari seseorang. dari al Hasan. dari Abu at Tayyah. Ath Thabari di dalam tafsirnya (8/493). dan Abu Dawud di dalam Sunannya nomor (3535). dari jalan Yahya bin µUtsman. dari Anas radhiyallahu µanhu-. dari Ibnu Syaudzab. dari Makhul.mendapatkan hadits ini diriwayatkan dari jalan Samurah radhiyallahu µanhu-. mereka (para ulama) berbicara tentangnya (mempermasalahkannya)´. dari jalan Thalq bin Ghannam. At Tirmidzi di dalam Sunannya nomor (1264). ³Di dalamnya terdapat Yahya bin µUtsman bin Shalih al Mishri.

as Silsilah ash Shahihah (1/783 no. Shahih al Jami¶ (240). hlm.di dalam Shahih Sunan Abi Dawud. at Tirmidzi (3/564 no. 1264).dalam kitab Ighatsatul Lahfaan fi Mashayid asy Syaithan (1/626-628. Lihat perkataan beliau ini dalam kitabnya Irwa-ul Ghalil (5/383). 423-424). [15] Muttafaq µalaih. Shahih Sunan at Tirmidzi. dan kitab Zaadul Ma¶ad (5/450). [14] Di dalam kitab tafsirnya Tafsir al Qur¶an al µAzhim (8/227). lihat takhrij ringkasnya pada footnote nomor (20). 3535). 4-5. Adapun yang dinukilkan oleh sebagian ulama (hadits) terdahulu yang mengatakan bahwa hadits ini tidak tegak/tetap. Hadits ini dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani -rahimahullah. Lihat pula tahkrij pentahqiq kitab Jami¶ al Ulum wa al Hikam. 488-489. 1544). hlm. 2/760). . dan lain-lain. hadits ini dengan seluruh jalan-jalan (periwayatan)nya adalah tsabit (tegak/tetap). Setelah beliau mentakhrij hadits ini. dan Irwa-ul Ghalil (5/381 no. Wallahu a¶lam´. Lihat kembali footnote nomor (10). [16] HR Abu Dawud (3/290 no. hal itu disebabkan penilaian mereka terhadap sebagian jalan periwayatannya saja.[11] Lihat pula risalah yang berjudul Kaifa yu-addi al Muwazhzhaf al Amanah. ³Kesimpulannya. asy Syaikh Syu¶aib al Arna-uth. beliau berkata. Dan lihat pula takhrij asy Syaikh al Albani rahimahullah. [13] Lihat kitab Tafsir al Qur¶an al µAzhim (6/489).. [12] Lihat kitab Tafsir al Qur¶an al µAzhim (4/41). dan bukan dari seluruh jalan-jalannya yang telah sampai sebagiannya kepada kami.

6872).[17] Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami¶ at Tirmidzi (4/400). 2536.di dalam as Silsilah ash Shahihah (5/360). 33. 3004). 13-15. 5744). 154. hlm. [21] HR Ahmad (3/135. 210. 2598. Dan Hadits ini dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani -rahimahullah. 280-282. hlm. hlm.di dalam Shahih al Jami¶ (7179). 59) dan (5/2382 no. [20] HR al Bukhari (1/21 no. 282. [19] HR al Bukhari (1/33 no. 59). [23] HR Ahmad (2/199 no. hlm. Hadits ini dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani -rahimahullah. dan lain-lain. [24] Lihat risalah beliau yang berjudul Kaifa Muwazhzhaf al Amanah. Muslim (1/78 no. 6131). dan lain-lain. 251). 8714). Shahih at Targhib wa at Tarhib (3/156 no. yu-addi al .terhadap hadits ini dalam kitab al Kabair. Lihat pula takhrij asy Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullah. dan lain-lain. 2/952 no. 5/2262 no. [22] Lihat ta¶liq (komentar) beliau terhadap hadits ini dalam kitab al Kabair. dan lain-lain. dan lain-lain. [18] Lihat kitab al Kabair. Ahmad (2/361 no. 3/1010 no. 282.