P. 1
Makna Amanah

Makna Amanah

|Views: 124|Likes:

More info:

Published by: Abu Fathan Al Tampany on Jan 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2012

pdf

text

original

AMANAH Amanah adalah sifat mulia yang -amat disayangkansebagian besar kaum muslimin kehilangan sifat mulia ini

.[1] Padahal AllahSubhanahu wa Ta¶ala dan RasulNya shallallahu µalaihi wa sallam telah memerintahkan kepada setiap muslim untuk menunaikan amanah. Juga menjelaskan akibat buruk dari mengabaikan dan melalaikan amanah ini. Hal ini terjadi karena banyak sebab. Dan sebab utama seseorang terjerumus ke dalam kemaksiatan dan meninggalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta¶ala dan RasulNya shallallahu µalaihi wa sallam adalah kejahilan (kebodohan).[2] Kebodohan seorang muslim terhadap pentingnya masalah amanah, telah membuatnya meninggalkan satu perintah Allah Subhanahu wa Ta¶ala yang sangat agung ini, sekaligus ia telah bermaksiat karena meninggalkan satu perintah Allah Subhanahu wa Ta¶ala. Dan bahkan ia akan berdosa besar jika ia telah mengetahui hukumnya sedangkan ia tetap menyianyiakan amanah. Oleh karena itu, marilah kita -sebagai seorang muslimsenantiasa berusaha keras dan sungguh-sungguh mengangkat kajahilan dari diri kita dengan menuntut ilmu syar¶i secara umum, dan memahami urgensi amanah ini secara khusus, lalu mengamalkannya. Serta tetap terus memohon dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta¶alaagar kita semua senantisa diberikan tawfiq, hidayah, dan segala kemudahan dalam menuntut ilmu syar¶i dan memahaminya, serta merealisasikan syariat Islam yang sempurna dan mulia ini dalam keseharian hidup kita.

MAKNA AMANAH Al Imam Ibnu al Atsir -rahimahullah- berkata, ³«Amanah (bisa bermakna) ketaatan, ibadah, titipan, kepercayaan, dan (jaminan) keamanan«´.[3] Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- juga membawakan beberapa perkataan dari shahabat dan tabi¶in tentang makna amanah ini, ketika beliau menafsirkan ayat ke-72 dalam surat al Ahzab, yaitu bermakna: ketaatan, kewajiban-kewajiban, (perintah-perintah) agama, dan batasan-batasan hukum.[4] Asy Syaikh al Mubarakfuri -rahimahullah- berkata, ³(Amanah) adalah segala sesuatu yang mewajibkanmu untuk menunaikannya´.[5] Asy Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullahberkata, ³Yang dimaksud dengan amanah adalah kepercayaan orang berupa barang-barang titipan, dan perintah Allah berupa shalat, puasa, zakat dan yang semisalnya, menjaga kemaluan dari hal-hal yang haram, dan menjaga seluruh anggota tubuh dari segala perbuatan dosa´.[6] Dan asy Syaikh Salim bin µId al Hilali -hafizhahullah- menjelaskan dan berkata, ³Amanah adalah sebuah perintah menyeluruh dan mencakup segala hal yang berkaitan dengan perkara-perkara yang dengannya seseorang terbebani (untuk menunaikannya), atau ia dipercaya dengannya. (Sehingga amanah ini) meliputi dan mencakup seluruh hak-hak Allah atas seseorang, seperti perintah-perintahNya yang wajib. Juga meliputi hak-hak orang lain, seperti barang-barang titipan (yang harus ditunaikan dan disampaikan kepada si pemiliknya, Pen). Sehingga, sudah semestinya seorang (yang dibebani amanah ini) menunaikan

[8] DALIL-DALIL DARI AL QUR¶AN. ayat ke-58: « ³Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya«´. baik (sesuatu tersebut) berkaitan dengan agama. atau bahkan menggunakannya tanpa izin yangsyar¶i. hal-hal yang termasuk amanah sangatlah banyak. Ia tidak boleh menyembunyikan. mengingkari. ³Para ulama telah berkata. Di antara ayat-ayat al Qur¶an yang menjelaskan hal itu adalah: 1.[7] Dan asy Syaikh Husain bin Abdul Aziz Alu asy Syaikh hafizhahullah. AS SUNNAH DAN PENJELASAN PARA ULAMA YANG BERKAITAN DENGAN AMANAH DAN KETERANGAN WAJIBNYA MENUNAIKAN AMANAH. jiwa manusia. .amanah dengan sebaik-baiknya dengan menyampaikannya kepada pemiliknya. Firman Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat an Nisa. Kaidah dan dasar hukumnya adalah segala sesuatu yang seseorang terbebani dengannya. akal. dan kehormatan (harga diri).juga menjelaskan dan berkata. SERTA AKIBAT BURUK DARI MENYIA-NYIAKAN DAN MELALAIKAN AMANAH Terdapat beberapa ayat maupun hadits shahih yang menerangkan urgensi amanah dan wajibnya setiap muslim untuk menunaikan amanah ini. harta. dan hak-hak yang telah diperintah oleh Allah Subhanahu wa Ta¶ala agar ia memelihara dan menunaikannya.

[11] 2.[9] ³Allah Subhanahu wa Ta¶ala telah mengkhabarkan bahwa sesungguhnya Ia memerintahkan (kepada kita) untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya. akan diambil darinya pada hari kiamat kelak´. ayat ke-27: ³Hai orang-orang beriman. dan yang semisalnya.Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah.berkata. seperti (menunaikan) shalat. sedang kamu mengetahui.´ Diriwayatkan oleh al Imam Ahmad dan Ahlus Sunan. Firman Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat al Anfal. dari Samurah. zakat. kaffarat. nadzar. dan lain-lainnya yang ia terbebani dengannya dan tidak terlihat oleh hamba-hamba Allah lainnya. Dalam sebuah hadits dari al Hasan. sesungguhnya Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: (( )) ³Tunaikanlah amanah kepada orang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya). janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu. dan jangan khianati orang yang telah mengkhianatimu. AllahµAzza wa Jalla telah memerintahkannya untuk menunaikannya.[10] Dan ini mencakup seluruh jenis amanah yang wajib ditunaikan oleh seorang (yang terbebani dengannya). seperti barangbarang titipan. Ataupun berupa hak-hak sesama manusia. Dan barang siapa yang tidak menunaikannya. yang mereka saling mempercayai satu orang dengan yang lainnya tanpa ada bukti atasnya. Maka.´ . puasa. Baik (amanah itu) berupa hak-hak Allah atas hambanya.

berkata. maka ia akan diberi pahala. (janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul) dengan cara meninggalkan sunnahnya dan melakukan maksiat kepadanya´. baik yang kecil maupun yang besar. ayat ke-72: ³Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. Pen). setelah membawakan beberapa perkataan dari shahabat dan tabi¶in tentang makna amanah ini. ³«Dan khianat mencakup seluruh perbuatan dosa. dari Ibnu µAbbas. bumi dan gunung-gunung. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. jika seseorang menunaikannya. Dan hal ini. Dan dalam sebuah riwayat. jika ia menyia-nyiakannya. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh´. maksud firmanNya: ( ). Bahkan seluruhnya bermakna sama dan kembali kepada satu makna.Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah. amanah adalah seluruh perbuatan yang telah Allah bebankan kepada hambahambaNya (agar mereka menunaikannya. penerimaan perintah-perintah dan larangan-larangan dengan syarat-syaratnya. yaitu kewajibankewajiban. Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah-. berkata µIbnu Abbas. Firman Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat al Ahzab. Namun. beliau berkata. ³Seluruh perkataan ini. tidak ada pertentangan sesamanya. Dan maksud ³janganlah kamu mengkhianati amanatamanat´ adalah janganlah kamu menggugurkannya. (yaitu) pembebanan. dan baik (dosanya) terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.[12] 3. (tentang firmanNya): ( ). . maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Dan Ali bin Abi Thalhah berkata.

apabila berjanji ia menyelisihi janjinya. apabila berjanji ia menyelisihi janjinya. mereka tidak berkhianat.berkata. dan apabila bertengkar ia berbuat curang)´. Akhirnya. apabila berbicara ia berdusta. Dalam sebuah riwayat. Dan kebalikan dari ini.[14] ³Maksudnya. atau surat al Ma¶arij. Dan apabila mereka mengadakan perjanjian. (Tanda orang munafiq ada tiga. manusialah yang menerima amanah ini. Kecuali orang yang diberi tawfiq oleh Allah. Sebagaimana diterangkan dalam hadits shahih. bodoh.maka ia pun akan disiksa. Firman Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat al Mu¶minun. ayat ke-283: « « ³«Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhannya«´.[13] 4. padahal ia lemah. Dan inilah sifat-sifat orang-orang yang beriman. dan apabila diberi amanah (kepercayaan) ia berkhianat). (apabila berbicara ia berdusta. Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah. adalah sifat-sifat orangorang munafiq. ayat ke-32: ³Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya´. lagi berbuat zhalim. . dan Allah-lah tempat memohon pertolongan´.[15] 5. ayat ke-8. mereka tidak menyelisihinya. apabila mereka dipercaya (dalam suatu urusan). Firman Allah Subhanahu wa Ta¶ala dalam surat al Baqarah.

hartamu. wajibnya seseorang menunaikan amanah. di antaranya adalah: 1. ³Dan perintah (di dalam hadits ini) menunjukkan wajibnya hal tersebut´.pun mengkategorikan perbuatan khianat ini ke dalam perbuatan dosa besar.[17] Yakni. Dan tidaklah orang yang mengkhianatimu dengan sedikit uang.(( )) : Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. sebagiannya lebih buruk dari sebagian yang lainnya. Asy Syaikh al Mubarakfuri -rahimahullah. ³Tunaikanlah amanah kepada orang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya).berkata. serta akibat buruk dari menyia-nyiakan dan melalaikan amanah.[18] . yang menjelaskan wajibnya menunaikan amanah kepada pemiliknya. Hadits Abu Hurairah -radhiyallahu µanhu-. Beliau berkata. ³Dan khianat sangat buruk dalam segala hal.Adapun hadits-hadits yang berkaitan dengan amanah dan keterangan wajibnya menunaikan amanah. menyia-nyiakan dan melalaikan amanah. seperti orang yang mengkhianatimu pada keluargamu. Sehingga. al Imam ad Dzahabi -rahimahullah. Dan berdosa besarnya seseorang yang berkhianat. beliau berkata: . dan jangan khianati orang yang telah mengkhianatimu.´[16] Berkaitan dengan perintah Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam dalam hadits ini untuk menunaikan amanah. dan ia pun melakukan dosa-dosa besar (lainnya)´.

Rasulullah bersabda. Orang itu berkata.2. namun ia tidak menyukainya´. maka tunggulah hari kiamat!´. beliau berkata: : (( : : (( . beliau berkata: )) : . ³Inilah saya wahai Rasulullah´. Maka sebagian orang ada yang berkata. Hadits Abu Hurairah -radhiyallahu µanhu. ³Mana orang yang (tadi) bertanya?´. ³Apabila amanah telah disia-siakan. ³Bahkan beliau tidak mendengarnya´. Hingga akhirnya Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam selesai dari pembicaraannya.[19] 3. dan beliau pun bersabda.(( .³Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya.(( )) : )) : )) : : : Tatkala Nabi shallallahu µalaihi wa sallam berada dalam sebuah majelis (dan) berbicara dengan sekelompok orang. yang menjelaskan bahwa salah satu tanda hari kiamat adalah apabila amanah telah disia-siakan. ³Bagaimanakah penyia-nyiaan amanah itu?´. yang menerangkan bahwa khianat adalah salah satu tanda-tanda orang munafiq. ³Ia (Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam) mendengar ucapannya.pula. maka tunggulah hari kiamat!´. datanglah kepadanya seorang sahabat (dari sebuah perkampungan) dan berkata. ³Kapankah hari kiamat?´. Dan sebagian yang lain berkata.pula. Namun Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam tetap melanjutkan pembicaraannya. Hadits Abu Hurairah -radhiyallahu µanhu. Rasulullah bersabda. Orang itu kembali bertanya.

beliau berkata: )) : . apabila berjanji ia menyelisihi janjinya. melainkan beliau bersabda. ³Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah.Dari Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. asy Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullah. yang menjelaskan bahwa amanah dan menepati janji adalah salah satu sifat-sifat orang beriman. ³Tanda orang munafiq ada tiga. dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya´. ada yang mengatakan bahwa maksud dari ke dua penafian (peniadaan) dalam hadits ini adalah nafyul kamal (peniadaan kesempurnaan iman dan agama).(( Tidaklah Nabiyullah shallallahu µalaihi wa sallam berkhutbah kepada kami. dikatakan oleh as Sindi. dan tidak beragama sama sekali orang yang menganggap halal melanggar janjinya« Dan maksud dari sabda beliau ( ). maka agamanya kurang.[21] Berkaitan dengan hadits ini. Adapun jika dengan µudzur (alasan yang syar¶i) -seperti seorang Imam (pemimpin) yang membatalkan perjanjian dengan seorang harbi (orang kafir yang diperangi).berkata. beliau bersabda. Hadits Anas bin Malik -radhiyallahu µanhu-. Dan ada yang mengatakan pula bahwa maksudnya adalah tidak beriman sama sekali orang yang menganggap halal meninggalkan amanah.[20] 4. jika ia melihat ada . lalu ia sendiri yang melanggar dan tidak menepati janjinya tanpa ada µudzur (alasan) yang syar¶i. apabila berbicara ia berdusta. ³Maksud sabda beliau ( ). dan apabila diberi amanah (kepercayaan) ia berkhianat´. adalah barang siapa yang mengadakan sebuah perjanjian dengan orang lain.

dan pengkhianat dianggap orang yang amanah (jujur). tidak akan terjadi hari kiamat sampai orang yang amanah (jujur) dianggap pengkhianat. Maksudnya.[22] 5. yang menerangkan bahwa salah satu tanda hari kiamat adalah datangnya sebuah zaman yang pada saat itu orang yang amanah (jujur) dianggap pengkhianat. Wallahu Ta¶ala a¶lam´. dan buruk dalam bertetangga«´. Dan demi (Dzat) yang jiwa Muhammad berada di tangannya. sampai muncul (sifat) keji dan kekejian. ³Dasar untuk memilih seorang pegawai atau pekerja adalah ia seorang . beliau mendengar Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallambersabda: . maka hal ini boleh.kemaslahatan padanya-. yang dengannya ia adalah orang yang paling tepat dan paling berhak untuk di bebani dengan sebuah amanah atau kepercayaan.[23] SIAPAKAH ORANG (KEPERCAYAAN)? YANG BERHAK DIBERI AMANAH Judul di atas memberikan pemahaman bahwa tidak semua orang bisa di percaya atau diberi amanah. Hadits Abdullah bin µAmr bin al µAsh -radhiyallahu µanhuma-. dan seorang pengkhianat dipercaya. ((« )) ³Sesungguhnya Allah membenci (sifat) keji dan kekejian.menjelaskan permasalahan ini dan berkata. pemutusan hubungan silaturahim (kerabat). Asy Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al µAbbad al Badr hafizhahullah. ada orang yang memiliki sifat-sifat tertentu.

Maknanya. . yang memperlihatkan kesanggupannya kepada Nabi Sulaiman µalaihissalam untuk membawa singgasana Balqis: « ³«Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita). ia berkata kepada ayahnya tatkala Nabi Musa µalaihissalammengambilkan minum untuk hewan ternak kedua wanita tersebut: « ³« Wahai bapakku. (QS. sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya´. ia telah memiliki kemampuan untuk membawa dan mendatangkannya.yang kuat dan amanah (terpercaya). An Naml: 39). Dan Allah Subhanahu wa Ta¶ala telah mengkhabarkan tentang µIfrit dari golongan jin. ia sanggup menunaikan kewajiban yang telah dibebani atasnya. Dan dengan kekuatannya pula. ia akan menempatkan semua perkara yang berkaitan dengan tugasnya pada tempatnya. Al Qashash: 26). Dan dengan sifat amanahnya. Allah telah mengkhabarkan tentang salah satu dari kedua anak perempuan seorang penduduk Madyan. karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya´. sekaligus menjaga apa-apa yang terdapat di dalamnya. (QS. ia mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. Karena dengan kekuatannya.

Kemudian. Selain itu juga.menjadikan Sa¶ad bin Abi Waqqash -radhiyallahu µanhu. Yusuf: 55). agar tidak ada orang yang berani berbuat macam-macam padanya. Dan Umar -radhiyallahu µanhu. Sehingga. sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan´. dan kemudian orang-orang dungu di Kufah mencelanya dan membicarakan buruk padanya. bahkan hal ini mengharuskannya untuk dijauhi atau dipisahkan dari kepercayaan atau pekerjaan. kebalikan (sifat) kuat dan amanah adalah lemah dan khianat.Kemudian Allah mengkhabarkan tentang Yusuf µalaihissalam.khawatir timbul prasangka bahwa penghentiannya terhadap Sa¶ad bin Abi Waqqash radhiyallahu µanhu. Umar -radhiyallahu µanhu. Kendatipun demikian.disebabkan ketidakmampuannya dalam memimpin sebuah wilayah. Dan salah satu dari mereka adalah Sa¶ad bin Abi Waqqash -radhiyallahu µanhu-.menjelang wafatnya memilih enam orangshahabat Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam untuk dijadikan salah satu dari mereka seorang khalifahsepeninggalnya. (QS.pun ingin menafikan dan menghilangkan anggapan itu dengan berkata: . tatkala ia berkata kepada sang raja: Nabi « ³« Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir). Umar -radhiyallahu µanhumelihat adanya kemaslahatan dalam menghentikan (Sa¶ad bin Abi Waqqash -radhiyallahu µanhu-) dari pekerjaannya dalam rangka menghindari fitnah.seorang gubernur di Kufah. Tatkala Umar bin al Khaththab -radhiyallahu µanhu. inipun menjadi dasar seseorang untuk tidak dipilih dan dibebani kepercayaan atau pekerjaan. Hal ini karena Umar -radhiyallahu µanhu.

Dan terdapat di dalam Shahih Muslim pula. kerena sesungguhnya aku tidak menghentikannya dengan sebab kelemahan dan pengkhianatan´.(( ³Wahai Rasulullah. Dan jika tidak. sedangkan aku mencintai untukmu seperti aku mencintai untuk diriku. nomor (1826). tidakkah engkau menjadikanku (seorang pemimpin)?´.³Jika kekuasaan ini terjatuh pada Sa¶ad. Janganlah kamu menjadi pemimpin .(( )) : ³Wahai Abu Dzar. sesungguhnya Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda: . Kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya. Dan terdapat di dalam Shahih Muslim (1825) dari Abu Dzar radhiyallahu µanhu-. dan menunaikannya (dengan sebaik-baiknya)´. dari Abu Dzar. ³Wahai Abu Dzar. Diriwayatkan oleh al Bukhari (3700). dan ia merupakan kehinaan dan penyesalan di hari kiamat. sesungguhnya engkau lemah. dan sesungguhnya hal ini adalah amanah. beliau berkata: )) : : . lalu Rasulullah memukulkan tangannya di bahuku. sesungguhnya aku memandangmu orang yang lemah. maka hendaknya salah seorang dari kalian meminta bantuannya. maka itu memang haknya. dan bersabda.

3. 2. Shahih al Bukhari. Beirut. Maraji¶ & Mashadir: 1. Daar Ibni Katsir. Mu¶assasah Qurthubah. al Yamamah. dan khianat. Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal asy Syaibani (164-241 H). Mujamma¶ Malik Fahd. III. Beirut. Jami¶ at Tirmidzi. al Imam Majd ad Diin Abi as Sa¶adat al Mubarak bin Muhammad al Jazari Ibnu . Lc. Th.(walaupun terhadap) dua orang (saja)! Dan janganlah kamu mengatur harta (anak) yatim´. Musnad al Imam Ahmad.´[24] Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta¶ala senantiasa menjadikan kita semua orang-orang yang jujur. 6. Cet. Beirut. tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi. 5. tahqiq Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid. 1407 H/1987 M. 7. Mesir. tahqiqMusthafa Dib al Bugha. Daar Ihya at Turats. Cet. Saudi Arabia. Abu Isa Muhammad bin Isa at Tirmidzi (209-279 H). Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin al Mughirah al Bukhari (194-256 H). An Nihayah Fi Gharib al Hadits wa al Atsar. amanah. Al Quran dan terjemahnya. Wallahu a¶lam bish shawab. Daar Ihya at Turats. kedustaan. Dan hanya Allah Subhanahu wa Ta¶ala sajalah Maha Pemberi tawfiq. Shahih Muslim. Penulis: Ustadz Abu Abdillah Arief B. Abu Daud Sulaiman bin al Asy¶ats As Sijistani (202-275 H). Abu al Husain Muslim bin Hajjaaj al Qusyairi an Naisaburi (204-261 H). dan menjauhi kita semua dari kelemahan. Daar al Fikr. tahqiq Ahmad Muhammad Syakir dkk. Sunan Abi Daud. 4. bin Usman Rozali.

Beirut. Ighatsatul Lahfaan fi Mashayid asy Syaithan. Daar Ibn al Jauzi. Libanon. tartib dan takhrij Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid al Halabi al Atsari. 1424 H. tahqiq Sami bin Muhammad as Salamah. tahqiq Syu¶aib Al Arna-uth dan Ibrahim Bajis. 1424 H/ 2003 M. Zaadul Ma¶ad. KSA. 15. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). tahqiq Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid al Halabi al Atsari. Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin µUtsman bin Qaymaz adz Dzahabi (673-748 H). II. Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan at Tirmidzi. 12. Beirut. Maktabah Al Ma¶arif. KSA. tahqiq Khalil Ma¶mun Syiha. Daar al Kutub al Ilmiah. 1422 H/ 2002 M. V. Beirut. Th. Jami¶ al Ulum wa al Hikam fi Syarhi Khamsina Haditsan min Jawami¶ al Kalim. Maktabah al Furqan. Cet. Syamsuddin Ibnu Qayyim al Jauziyah (751 H). 14. Shahih Sunan Abi Daud. Al Kaba-ir. Muhammad bin Abdurrahman bin Abdurrahim al Mubarakfuri (1283-1353 H). 13. 10. Dammam. µAjman. Zainuddin Abu al Faraj Abdurrahman bin Syihabuddin al Baghdadi Ibnu Rajab al Hanbali (736-795 H). tahqiq Abu µUbaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman.al Atsir (544-606 H). Fawa-id al Fawa-id. Cet. cet III. Cet. Syamsuddin Ibnu Qayyim al Jauziyah (691-751 H). Th. takhrijMuhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). Daar ath Thayibah. Tafsir Ibnu Katsir (Tasir Al Qur¶an Al µAzhim). tahqiq Syu¶aib Al Arna¶uth dan Abdul Qadir Al Arna¶uth. Riyadh. 9. Th. Uni Emirat Arab. th 1423 H/2002 M. cet I. . Dammam. Libanon. Daar al Ma¶rifah. 8. 11. Syamsuddin Ibnu Qayyim al Jauziyah (691-751 H). Abu al Fida¶ Ismail bin Umar bin Katsir (700-774 H). Mu¶assasah ar Risalah. Riyadh. I. I. Mu¶assasah ar Risalah. VII. 1422 H. Th. Cet. th 1422 H/ 2001 M. Beirut-Libanon. Daar Ibn al Jauzi. 1422 H/ 2001 M. Cet. Th.

Shahih Sunan at Tirmidzi. maupun sisi mu¶amalah-. Al Maktab al Islami. jika ia memang benar-benar mengaku beriman kepada Allah dan mengaku mengikuti manhaj salaf yang sempurna dan mulia ini! Maka. 17. 1405 H/ 1985 M. ad Daar al Haditsah. 20. Shahih at Targhib wa at Tarhib. Shahih al Jami¶ ash Shaghir. Riyadh. Ketahuilah wahai segenap pembaca yang budiman. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). Th. 18. 22. Th. Maktabah al Ma¶arif. Mesir. Cet. Cet. Maktabah al Ma¶arif. Beirut. al Maktab al Islami. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). [1] Dan yang lebih menyedihkan lagi. Abdul Muhsin bin Hamd al µAbbad al Badr. I. KSA. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). Bahjatun Nazhirin Syarhu Riyadh ash Shalihin. 1425 H/ 2004 M. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). hendaknya istilah ikhwan atau akhawat tidak hanya berlaku pada sebatas lingkup pengajian saja! Akan tetapi. sudah semestinya digunakan dalam seluruh sisi kehidupannya sebagai seorang muslim atau muslimah -baik dari sisi ibadah. adalah tatkala sifat amanah ini juga ternyata telah hilang dari sebagian saudara kita (baca: ikhwan atau akhawat) yang sudah ³mengaji´. perhatikanlah baik-baik! . VI. As Silsilah as Shahihah. Riyadh. 19. Cet. Th. 21. Daar Ibn al Jauzi. Muhammad Nashiruddin al Albani (1332-1420 H). 1421 H/ 2000 M. Riyadh. Salim bin µId al Hilali.16. Irwa-ul Ghalil fi Takhriji Ahaditsi Manar as Sabil. Cet. I. 1422 H. Dammam. Kaifa yu-addi al Muwazhzhaf al Amanah. II. Th. Maktabah al Ma¶arif.

282. ³Saya tidak . [3] Di dalam kitabnya an Nihayah fi Gharib al Hadits wa al Atsar (1/80). KSA. Nazhirin Syarhu Riyadh ash [8] Dari naskah khuthbah Jum¶at yang beliau sampaikan di Masjid Nabawi. dan 215-231. pada tanggal 13 Rabi¶ul Awwal 1426 H. 193-195. [5] Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami¶ at Tirmidzi (4/400). [10] Berkaitan dengan hadits yang dibawakan oleh al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah. yang bertema µIzhamu Qadril Amanah (Agungnya Kedudukan Amanah). al Madinah an Nabawiyah. [6] Lihat ta¶liq (komentar) beliau dalam kitab al Kabair.di dalam kitab tafsirnya (2/339) ini. [9] Di dalam kitab tafsirnya Tafsir al Qur¶an al µAzhim (2/338-339). pentahqiq Sami bin Muhammad as Salamah berkata. [4] Lihat kitab tafsirnya Tafsir al Qur¶an al µAzhim (6/488-489). hlm. [7] Lihat kitab Bahjatun Shalihin (1/288). wa laa haula wa laa quwwata illa billah« [2] Lihat kitab Fawa-id al Fawa-id. hlm. tidak jarang penulis mendapatkan khabar tentang si ikhwan Fulan yang tidak menepati janjinya« Si ikhwanFulan berpura-pura lupa dengan janjinya« Si ikhwan Fulan sangat mengampang-gampangkan sesuatu yang berkaitan dengan tugasnya« Bahkan« Si ikhwan Fulan telah menipu rekan bisnisnya« Si ikhwan Fulan berbohong dan tidak amanah kepada atasannya« Si ikhwan Fulan menipu ustadznya yang berbisnis dengannya« « Sungguh mengherankan sekaligus memalukan! Wallahul Musta¶an.Bahkan.

Dan Ayyub bin Suwaid dha¶if. dari Ibnu Syaudzab. dari Abu Hurairah radhiyallahu µanhu-. dari al Hasan. mereka (para ulama) berbicara tentangnya (mempermasalahkannya)´. Dan Abu Hatim berkata. dan ath Thabrani di dalam al Mu¶jam ash Shaghir (1/171). . (Lihat) al µIlal (1/375). dari Syarik dan Qais. dari Abu at Tayyah. ³Di dalamnya terdapat Yahya bin µUtsman bin Shalih al Mishri. dari jalan Qatadah. d.´ Demikian perkataan pentahqiq kitab Tafsir al Qur¶an al µAzhim (2/339). hadits ini shahih. e. Al Hakim di dalam al Mustadrak (2/64). Al Haitsami di dalam al Majma¶ (8/128) berkata. At Tirmidzi di dalam Sunannya nomor (1264). tidak ada yang meriwayatkan hadits ini melainkan Thalq saja´. ³Hadits Hasan Gharib´. Sami bin Muhammad as Salamah.mendapatkan hadits ini diriwayatkan dari jalan Samurah radhiyallahu µanhu-. dan Abu Dawud di dalam Sunannya nomor (3535). dari Abu Hushain. dari jalan Yahya bin µUtsman. dari Abu Umamah -radhiyallahu µanhu-. akan tetapi hadits ini diriwayatkan oleh: a. secara mursal. dari Ishaq bin Asid. Dan at Tirmidzi berkata. Namun. dari jalan Thalq bin Ghannam. dari Makhul. dari Abu Hafsh. c. Ath Thabrani di dalam al Mu¶jam al Kabir (8/150). paman µAmr bin ar Rabi¶. b. Ath Thabari di dalam tafsirnya (8/493). dari jalan Ayyub bin Suwaid. dari Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. dari Anas radhiyallahu µanhu-. dari seseorang. Al Imam Ahmad di dalam Musnadnya (3/414). dari Yahya bin Ayyub. Ibnu Abi Hatim berkata. ³Hadits Munkar. Lihat keterangan berikutnya tentang hadits ini pada footnote nomor (16).

at Tirmidzi (3/564 no. 3535). 1544). [16] HR Abu Dawud (3/290 no. . Shahih Sunan at Tirmidzi. hlm. 2/760). 488-489. hal itu disebabkan penilaian mereka terhadap sebagian jalan periwayatannya saja. Setelah beliau mentakhrij hadits ini. [12] Lihat kitab Tafsir al Qur¶an al µAzhim (4/41). beliau berkata. ³Kesimpulannya.. dan lain-lain. asy Syaikh Syu¶aib al Arna-uth.[11] Lihat pula risalah yang berjudul Kaifa yu-addi al Muwazhzhaf al Amanah. Lihat perkataan beliau ini dalam kitabnya Irwa-ul Ghalil (5/383). Hadits ini dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani -rahimahullah. hlm. Shahih al Jami¶ (240).dalam kitab Ighatsatul Lahfaan fi Mashayid asy Syaithan (1/626-628. [13] Lihat kitab Tafsir al Qur¶an al µAzhim (6/489). Dan lihat pula takhrij asy Syaikh al Albani rahimahullah. dan bukan dari seluruh jalan-jalannya yang telah sampai sebagiannya kepada kami. [15] Muttafaq µalaih.di dalam Shahih Sunan Abi Dawud. as Silsilah ash Shahihah (1/783 no. 423-424). dan kitab Zaadul Ma¶ad (5/450). lihat takhrij ringkasnya pada footnote nomor (20). 4-5. Lihat pula tahkrij pentahqiq kitab Jami¶ al Ulum wa al Hikam. 1264). [14] Di dalam kitab tafsirnya Tafsir al Qur¶an al µAzhim (8/227). dan Irwa-ul Ghalil (5/381 no. Adapun yang dinukilkan oleh sebagian ulama (hadits) terdahulu yang mengatakan bahwa hadits ini tidak tegak/tetap. Wallahu a¶lam´. Lihat kembali footnote nomor (10). hadits ini dengan seluruh jalan-jalan (periwayatan)nya adalah tsabit (tegak/tetap).

hlm. hlm. 2598. 13-15. 3004). [23] HR Ahmad (2/199 no. Shahih at Targhib wa at Tarhib (3/156 no. 59) dan (5/2382 no. 3/1010 no. 2/952 no. dan lain-lain. [21] HR Ahmad (3/135. 6131). dan lain-lain. dan lain-lain. Muslim (1/78 no. yu-addi al . 8714). 154. 59). 6872). 282. 251). hlm. Dan Hadits ini dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani -rahimahullah.[17] Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami¶ at Tirmidzi (4/400). 5744).di dalam Shahih al Jami¶ (7179). dan lain-lain. [24] Lihat risalah beliau yang berjudul Kaifa Muwazhzhaf al Amanah. 5/2262 no.di dalam as Silsilah ash Shahihah (5/360). [22] Lihat ta¶liq (komentar) beliau terhadap hadits ini dalam kitab al Kabair. [20] HR al Bukhari (1/21 no.terhadap hadits ini dalam kitab al Kabair. [18] Lihat kitab al Kabair. 280-282. hlm. Ahmad (2/361 no. 2536. [19] HR al Bukhari (1/33 no. 210. Hadits ini dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani -rahimahullah. dan lain-lain. 33. Lihat pula takhrij asy Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullah. 282.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->