P. 1
Wushu Indonesia

Wushu Indonesia

|Views: 300|Likes:
Published by Yubby Ajagh

More info:

Published by: Yubby Ajagh on Jan 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2014

pdf

text

original

Wushu Indonesia

Wushu indonesia berdiri pada tahun 1992 tepatnya 10 November 2002 dengan nama Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), dan menempati kantor di Pintu 1 Gelora Bung Karno, Jakarta. Pendiri wushu Indonesia, yang juga Bapak Wushu Indonesia adalah Bapak I.G.K Manila, beliaulah yang pertama kali membawa wushu masuk ke Indonesia dan juga sebagai Kutua Umum Wushu Indonesia yang pertama. Atas prakarsa beliau pula, setahun kemudian berdiri SEAWUF (South East Asia Wushu Federation - Federasi Wushu Asia Tenggara). Kemudian sejak tahun 2003 - 2005 wushu Indonesia dipimpin oleh Bapak Medy Teransyah (2003) sebagai ketua umum. (saat ini saya belum dapat info siapa penerus pimpinan PBWI setelah wafatnya Bpk Medy Teransyah). Sebenarnya Wushu di Indonesia sudah ada sejak lama, bahkan sudah lama sekali ada. Wushu Indonesia dibawa oleh para pedagang atau orang-orang yang keluar dari China pada waktu revolusi China dan singgah atau menetap di Indonesia. Tetapi biasanya mereka yang mengetahui wushu tidak akan sembarangan mengajarkan wushu kepada setiap orang tetapi hanya kepada kalangan terntentu saja, karena mereka masih menggunakan sistem lama dalam melatihkan wushu dan hanya kepada orang-orang terpilih yang mereka anggap benar-benar bisa diandalkan, baik kebaikan hatinya, kedisiplinannya, dan lain sebagainya. Mereka tidak ingin wushu yang mereka ajarkan ini digunakan untuk pamer kekuatan, perkelahian atau peperangan seperti yang mereka alami di China dulu. Sesudah Wushu Indonesia berdiri dan menjadi salah satu cabang olahraga di Indonesia, mulailah orang-orang yang dahulunya menutup diri, perlahan-lahan membuka diri demi pengembangan Wushu. Mereka mulai mendirikan sasana-sasana Wushu dengan tujuan mengembangkan Wushu dan melestarikan budaya peninggalan nenek moyang mereka, jadilah olahraga Wushu di Indonesia seperti yang kita lihat sekarang ini. Sebelum Pengurus Besar Wushu Indonesia berdiri tahun 1992, Indonesia sendiri sudah pernah mengikuti kejuaraan Wushu di tingkat Internasional bahkan pernah mendapatkan medali di nomer taiji. Prestasi Wushu Indonesia tersebut antara lain: 1. Kejuaraan Wushu Asia I di Yokohama tahun 1987, dimana atlet Indonesia meraih medali penampilan terbaik kategori Taiji Chuan nomer eksebisi.

2. Pada Festival Wushu I di Hang Chiu, China tahun 1988, Indonesia Meraih medali
Perunggu kategori Taiji Chuan beregu.

3. Tahun 1989 kembali medali perunggu nomer taiji Chuan berpasangan direbut Indonesia
pada kejuaraan Asia II di Hongkong. Selanjutanya Setelah Pengurus Besar Wushu Indonesia berdiri, wushu megalami perkembangan cukup baik. Melihat perkembangan Wushu Indonesia, tampaknya kita boleh

sedikit berbangga hati karena perkembangan dan prestasi wushu indonesia tidaklah seburuk yang kita kira, malahan cukup baik. Indonesia sering mendapatkan medali terutama dari nomor Taiji Chuan putri, pretasi atlet-atlet Indonesia di arena Sea Games, Asian Games, kemudian juga prestasi yang diukir wushuwan-wushuwati Indonesia di Cairo, Mesir yang behasil menyabet 13 medali emas tahun 2002, Sea Games tahun 2003 dimana pewushu Indonesia berhasil menyaber medali perak dan perunggu. Sedangkan untuk dalam negeri sendiri, berbagai kejuaraan juga telah diselenggarakan, kejuaraan nasional telah beberapa kali dilaksanakan diberbagai daerah. Wushu bahkan telah dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), yaitu di PON 2001 Jawa Timur. Memang saat ini kompetisi lainnya yang bertaraf nasional belum banyak dilaksanakan di Indonesia tetapi untuk masa mendatang tampaknya akan lebih banyak lagi kompetisi-kompetisi Wushu bertaraf nasional di Indonesia, kita doakan saja semoga semua itu dapat terlaksana. Kita doakan saja semoga Wushu Indonesia tetap bisa berkembang baik dan meraih prestasi tinggi di dunia Internasional.

PENGERTIAN ALIRAN WUSHU
Wushu seringkali dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu eksternal dan internal. Kelompok external mempunyai ciri-ciri ‘keras’ seperti misalnya Shao Lin Chuan. Sedangkan kelompok internal mempunyai ciri-ciri ‘lembut’ misalnya Tai Chi Chuan.

Pembedaan ini berhubungan erat dengan pengolahan dan penggunaan energi (Chi) yang merupakan ‘isi’ dari gerakan dan pukulan. (Baca: Chi Kung).

Sebenarnya aliran dalam Kungfu/Wushu sangat banyak, namun secara garis besar bisa dibagi menjadi beberapa kategori antara lain:

1. Berdasarkan Letak Geografis: Aliran Utara misalnya Shantung Aliran Selatan misalnya Hokkian

2. Berdasarkan Partai Persilatan: Bu Tong Pay / Wu Tang Pay Go Bi Pay / O Mei Pay Siao Lim Pay / Shao Lin Pay

3. Berdasarkan Jenis Beladirinya. Tai Chi Chuan Pa Kwa Chang Hsing Yi Chuan Wing Chun

Kesemua aliran diatas biasa disebut Wushu Tradisional, variasinya sangatlah. Barulah pada tahun 1960 Wushu dibakukan dimana materinya merupakan gabungan dari berbagai jenis Wushu Tradisional, maka terciptalah Modern Wushu seperti yang kini kita kenal.

FAKTA WUSHU DI INDONESIA

Bahkan sesungguhnya beberapa istilah wushu justru telah di-Indonesia-kan karena sesungguhnya olahraga ini sudah dikenal sejak era penjajahan Belanda, sementara olahraga lain tidak. Misalnya, atlet karate disebut karateka (bahasa jepang), atlet kempo disebut kenshi (bahasa jepang) sedangkan atlet wushu disebut wushuwan-wushuwati (bahasa indonesia), meskipun istilah di negara lain adalah wushuyuan.Salah satu hal yang menarik untuk diketahui ialah kaitan wushu dengan nama-nama yang cukup dikenal yaitu Shaolin pay, Butong pay, Kunlun pay dan sebagainya. Nama-nama tersebut memang dikenal di negeri Cina sebagai perguruan kungfu yang hebat di masa lalu. Nama-nama tersebut lebih mendunia lagi dikarenakan cerita-cerita silat dan filmfilm silat yang sebagian besar merupakan fiksi berlatarbelakang sejarah. Nama-nama tersebut memang lembaga keagamaan, yang mengajarkan wushu sebagai alat kesehatan dan beladiri bagi kelompok mereka, tetapi wushu tetaplah teknik beladiri yang kebetulan banyak dipengaruhi ciri-ciri kelompok mereka. Teknik tersebut bisa pula dipelajari orang-orang di luar kelompok mereka. Fakta sejarah menunjukkan bahwa wushu Shaolin juga dipelajari rakyat sipil. Bahkan perguruan wushu Shaolin yang dulu dikenal sebagai Shaolin pay, kini telah menjadi institut wushu dengan nama Shaolin Wushu Institut di Henan (Shaolin sendiri sebenarnya adalah nama kuil) yang isinya adalah para akademisi dari dalam maupun luar Cina. Wushu gaya shaolin sekarang banyak menjiwai materi wushu internasional seperti chang quan, nan quan, dan sebagainya. Sedangkan wushu gaya Butong dikembangkan masyarakat menjadi salah satu nomor wushu terpopuler di dunia dengan nama taijiquan (tai chi). Jadi wushu sebenarnya adalah ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan cukup lama, dan bukan ritual dari agama-agama tertentu seperti Budha dan Tao. Fakta sejarah yang memperkuat lainnya adalah gerakan Ming, yang terdiri dari para ahli wushu, tapi mereka bukan lembaga agama melainkan kumpulan cendikiawan dan ahli iptek. Fakta lain adalah kemunculan gerakan Taiping di akhir Dinasti Qing (Manchu) yang dipimpin Hung Xiu

Quan. Kelompok pesilat Taiping ini adalah gerakan kaum pesilat Nasrani/Kristen, dengan peraturan dasar kelompok tersebut adalah Injil. Jadi jelas bahwa mempolemikkan wushu dengan cara mengidentikannya dengan agama tertentu, atau okultisme dan bertentangan dengan ajaran agama-agama tertentu, merupakan pemikiran yang sangat tidak tepat dan tidak bijaksana. Fakta-fakta ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia generasi setelah tahun 60-an, bahkan banyak yang lebih percaya cerita film dan dongeng mulut ke mulut, daripada membaca sumber sejarah yang ilmiah yang telah ditulis dalam berbagai bahasa dan beredar di dunia internasional. Keadaan ini kemudian yang menyebabkan timbulnya salah pemahaman sebagaimana dirinci di atas. Bahkan sampai saat ini, harus diakui masih ada yang mengikuti pemikiran-pemikiran yang kurang tepat tersebut, termasuk mereka yang terlibat dalam pengembangan olahraga wushu di Indonesia saat ini.

TAI CHI SALAH SATU JURUS WUSHU

Tai Chi Chuan / Tai Chi Quan berbeda dengan jenis Wu Shu yang berkembang sebelumnya dimana pada umumnya mengutamakan kecepatan dan kelincahan serta kedasyatan pukulan dan tendangan. Gerakannya halus dan lembut tetapi ‘bertenaga’. Kadang disertai dengan ‘ledakan’ yang disebut ‘Fa Jing’ yang merupakan ciri khas Wu Shu Internal. Menurut legenda pencipta Tai Chi Quan adalah tokoh Tao yang hidup sekitar abad 13 yaitu Zhang San Feng / Can San Fung / Thio Sam Hong (Hokian) yang juga merupakan pendiri Wu Tang Bai / Bu Tong Pay (Hokian). Sejarah yang lebih pasti dimulai dari Chen Wang Ting, seorang Jendral yang hidup pada masa akhir dinasti Ming dan awal dinasti Qing (1644). Setelah keruntuhan dinasti Ming Beliau kembali ke Desa marga Chen dan mengajarkan Thai Chi Quan kepada keturunannya. Awalnya Tai Chi Keluarga Chen tidak diajarkan kepada lain marga. Hingga keturunan generasi ke 15 dari Chen Wang Ting yang bernama Chen Chang Xing mempunyai seorang pelayan bernama Yang Lu Chan yang secara diam-diam ‘mencuri’ ilmu. Setelah ketahuan Chen Chang Xing menyuruh Yang Lu Chan mendemonstrasikan apa yang telah dia pelajari. Ternyata Yang Lu Chan sangat berbakat sehingga kemudian diangkat murid dan disempurnakan jurusnya. Yang Lu Chan menjadi terkenal bahkan juga diminta untuk mengajarkan Tai Chi Quan kepada keluarga kerajaan. Perubahan mulai terjadi pada masa Master Yang Cheng Fu yang merupakan putra Yang Chien Hou. Beliau menyederhanakan Tai Chi Quan dan menjadikannya tidak sekedar sebagai seni beladiri tetapi juga sebagai seni untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Kemudian diajarkan kepada masyarakat luas. Pada th 1956, dengan dasar Tai Chi Quan gaya Yang mulailah diperkenalkan Tai Chi Quan dalam bentuk yang telah sederhanakan menjadi 24 jurus. Untuk melatihnya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Jenis inilah yang sekarang paling populer dan banyak dipelajari. Filosofi Tai Chi Quan antara lain: Menundukkan Kekerasan dengan Kelembutan. Mengikuti dan menyesuaikan dengan gerakan lawan. Mengatasi kekuatan ratusan kilo dengan hanya beberapa ons tenaga.

WUSHU DAN BEBERAPA JURUS YANG DI PERTANDINGKAN

Wushu merupakan salah satu komponen penting di dalam warisan kebudayaan Tionghua yang telah mempunyai sejarah ribuan tahun. Wushu juga merupakan olahraga yang paling popular untuk segala usia di negara dengan penduduk 1,2 milyar jiwa. Selama ini orang lebih mengenal kata Kung Fu daripada Wushu.Hal ini kurang tepat, karena kata "Kung Fu" sendiri artinya keahlian yang dimiliki seseorang, tidak hanya sebatas ilmu beladiri saja.Berdasarkan makna katanya "Wu" berarti military or perang,"Shu" berarti art or seni.Jadi Wushu berarti Seni berperang atau seni beladiri (Martial Art).

Dahulu Wushu merupakan suatu keahlian untuk membela diri & survival di dalam menghadapi masa yang penuh dengan perang dan kekacauan politik di China. Seiring dengan kemajuan jaman, maka Wushu telah diorganisasi secara sistematis kedalam bagian dari ilmu seni pertunjukan dan menjadi suatu cabang olahraga yang mempunyai keindahan aesthetic yang bernuansa oriental, yang telah diperlombakan baik di tingkat nasional maupun internasional seperti Sea Games, Asian Games, dan Olympic Games di abad 21 ini. Jurus Wushu yang diperlombakan dewasa ini merupakan hasil penelitian dari para pakar olahraga Wushu di negeri RRC, meneliti semua jurus dan aliran di seluruh penjuru negeri tirai bambu tersebut. untuk distandarisasi menjadi gerakan seragam yg mewakili seluruh gerakan beladiri yg ada di negeri tsb, sehingga dapat diperlombakan/dipertandingkan di tingkat internasional. Dari hasil penelitian tersebut maka terciptalah 7 macam jurus standarisasi internasional (Wu Shu Jing Sai Tao Lu) yang diperlombakan pada kejuaraan internasional. Ke-7 macam jurus tersebut terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Tinju Utara (Chang Quan/Long fist) Tinju Selatan ( Nan Quan/Southern fist) Jurus Golok (Dao Su/Broadsword Play) Jurus Pedang (Jian Su/Sword Play) Jurus Toya (Gun Su/Staff Play) Jurus Tombak (Qiang Su/Spear Play) Jurus Tai Chi (Tai Chi Quan/ Shadow Boxing)

Maka dapat disimpulkan bahwa Wushu merupakan olahraga beladiri yang paling menarik untuk dilihat sebagai pertunjukan, berguna untuk beladiri, menjaga kesehatan dan juga untuk melatih mental serta disiplin, mengingat untuk berlatih wushu diperlukan kemauan dan usaha yang keras untuk dapat mencapainya. Wushu di Indonesia lebih dikenal dengan nama Kungthauw dan lebih populer dengan nama Kungfu-merupakan seni beladiri yang berguna baik untuk kesehatan, seni maupun pembelaan diri. Wushu yang merupakan salah satu cabang olah raga, memiliki sejarah ribuan tahun dan merupaka warisan budaya Cina yang sudah lama dipraktekkan di Indonesia. Daya tarik wushu adalah pada lengkapnya seni ini dilihat dari aspek olah raga, kesehatan, bela diri, seni, maupun pada kemampuannya membangun sifat ksatria. Kini para peminat Wushu di Indonesia terus berkembang apalagi dengan semakin intensifnya digelar berbagai kejuaraan di arena lokal, nasional, bahkan internasional.

WUSHU CINA MUSLIM

Pembangunan Islam dan pengambilalihan pada taraf tertinggi wushuCina telah ada sejarah yang lama. Banyak akarnya berasas pada Qing Dynasty persecution of Muslims. Masyarakat Hui telah bermula dan menadaptasi banyak gaya-gaya wushu seperti bajiquan, piguazhang, dan liuhequan. Ada daerah-daerah utama yang telah dikenali sebagai pusat wushu Muslim, seperti County Cang di Provinsi Hebei. Seni pertahankan diri ini adalah sangat lain dari gayagaya Turkic yang diamalkan di Xinjiang.

1.

Pakaian dan Perlengkapan Perlombaan :

a. Para peserta wajib mengenakan pakaian dari masing-masing sasana pada saat upacara pembukaan kejuaraan

b. Pakaian lomba sesuai dengan ketentuan model, ukuran dan ketentuan wajib dari nomor perlombaan Taolu yang diikuti (standart IWUF), disediakan oleh masing-masing peserta. c. Perlengkapan perlombaan atlet sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi yang wajib dipergunakan dalam perlombaan standart IWUF d. Nomor punggung dan Name Tag

Semua peserta akan mendapatkan nomor punggung dan Name Tag. Nomor punggung wajib dipakai pada saat berlomba dan Name Tag harus dipakai pada saat ditempat lomba. Peserta yang tidak memakai nomor punggung tidak diperbolehkan ikut berlomba 2. Urutan tampil

Untuk menentukan urutan tampil bagi peserta yang akan berlomba ditentukan lewat undian pada saat technical meeting. 3. Pemanggilan Atlet

Pemanggilan atlet dalam suatu nomor/materi ditentukan sebagai berikut : a. b. c. d. 4. a. b. c. d. Pemanggilan pertama dilakukan 20 menit sebelum jadwal perlombaan Pemanggilan kedua dilakukan 10 menit sebelum jadwal perlombaan Pemanggilan ketiga dilakukan pada saat perlombaan akan dimulai Peserta yang belum/tidak hadir setelah panggilan ketiga dinyatakan gugur/mengundurkan diri (WO) Penentuan Juara Pemenang lomba adalah peserta yang mampu menyelesaikan seluruh gerakan dalam satu jurus Pemenang lomba adalah berdasarkan nilai tertinggi yang diberikan oleh Ketua Juri Pelaksanaan lomba dengan menerapkan 1 (satu) kali tampil / putaran Dalam Kejuaraan ini tidak diberlakukan juara kembar

e. Apabila ada kesamaan nilai, akan diadakan perhitungan sesuai dengan peraturan pelaksanaan kompetisi dan penjurian Taolu Internasional “Internasional Wushu Federation / IWUF” edisi tahun 2005. jika hasilnya tetap sama maka atlit yang tampil lebih dahulu ditetapkan sebagai pemenang. f. Apabila dalam nomor lomba hanya diikuti oleh satu orang atlet maka atlettersebut hanya mendapat juara ke 3, dan apabila dalam nomor lomba hanya diikuti oleh dua orang atlet maka atlet tersebut hanya dapat memperebutkan juara ke 2 dan ke 3. g. Juara ke 1 hanya diberikan apabila nomor lomba diikuti oleh minimal tiga orang atlet.

h. Beberapa perubahan yang dipandang perlu atau kemungkinan adanya peraturan atau ketentuan baru yang akan diberlakukan terlebih dahulu akan disosialisasikan dan dibahas dalam acara pertemuan teknik / technical meeting. 5. Protes

a.

Prosedur Protes

Protes atas keputusan hasil lomba dilayani apabila dilakukan sesuai prosedur sebagai berikut: 1. Diajukan secara tertulis oleh manager team yang resmi terdaftar pada panitia kepada Ketua Dewan Juri dengan mengisi formulir protes yang telah disiapkan oleh Dewan Juri. 2. Pengajuan disertai bukti berupa rekaman perlombaan dari yang memiliki protes yang dititipkan untuk diperbandingkan dengan rekaman milik panitia Wushu Udayana Competition 2012 3. 4. Disertai dengan uang protes sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) tunai. Protes dapat dilakukan jika tidak lebih dari 15 menit setelah pengumuman hasil lomba.

b. Proses Penanggapan Protes Surat protes yang disertai rekaman perlombaan akan dibawa ke sidang Dewan Juri dengan prosedur sebagai berikut: 1. Protes ditanggapi dengan melibatkan manager team yang bersangkutan dan dewan juri yang bertugas pada nomor perlombaan yang diprotes. 2. Pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak dari dewan juri yang bertugas pada nomor perlombaan yang diprotes. 3. Jika keputusan protes diterima, maka keputusan hasil lomba yang telah diumumkan sebelumnya dianulir, dan uang protes dan rekaman dikembalikan. 4. Keputusan protes ditolak, maka rekaman perlombaan dikembalikan dan uang protes diserahkan ke panitia.

c. 1. 2. 3.

Naik Banding Banding atas keputusan dewan juri dapat diajukan dengan awal prosedur mengajukan protes. Proses penanggapan protes banding melibatkan manager team bersangkutan dan Juri Kepala. Keputusan protes banding diterima, maka keputusan dewan juri dibatalkan.

4. Keputusan hasil lomba yang telah diumumkan sebelumnya dianulir, uang protes banding dan rekaman dikembalikan. 5. Keputusan protes banding ditolak, maka rekaman perlombaan dikembalikan dan uang protes banding diserahkan ke panitia. d. Keputusan Juri Kepala Keputusan Juri Kepala tidak dapat diganggu gugat tapi dapat diprotes sesuai dengan prosedur di ata

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->