P. 1
MAKALAH-PELAYANAN-PUBLIK

MAKALAH-PELAYANAN-PUBLIK

|Views: 7,328|Likes:
Published by Miksal Praja

More info:

Published by: Miksal Praja on Jan 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

MAKALAH

PELAYANAN PUBLIK PEMERINTAH DAERAH

Oleh : HARISUN 0916021051

ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2009

Si yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun Makalah ini. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang “tentang Pelayanan Publik Pemerintahan Daerah”. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen Pengantar Ilmu Pemerintahan yaitu bapak Drs. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Yana Ekana PS. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Pelayanan Publik Pemerintahan Daerah. Terima kasih. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Januari 2010 Penulis . M. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. LAMPUNG.

Pemecahan Masalah…………………………….Rumusan Masalah………………………………………..DAFTAR ISI JUDUL………………………………………………………………….. Desentralisasi…………………………………………….5 32... Latar Belakang Masalah……………………………………1 12..…...…7 BAB IV KESIMPULAN………………………………………………8 DAFTAR PUSTAKA . Tujuan Penulisan………………………………………….…3 BAB III PEMBAHASAN……………………………………………...….2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA…………………………………….1 13.ii DAFTAR ISI………………………………………………………….iii BAB I PENDAHULUAN 11.……. Permasalahan Pelayanan Publik………………………….…6 33...4 31.i KATA PENGANTAR………………………………………………….

2. penulis memiliki tujuan sebagai berikut.dan diharapkan agar kita lebih memahami tentang Pelayanan Publik Daerah tersebut.1 Latar Belakang Masalah Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. kesehatan. utlilitas.Oleh karena saya membuat makalah ini dengan judul “ Pelayanan Publik Pemerintahan Daerah” .PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. antara lain melalui Inpres No. dan lainnya. 5 Tahun 1984 tentang Pedoman Penyederhanaan dan Pengendalian Perijinan di Bidang Usaha. Di Indonesia. upaya memperbaiki pelayanan sebenarnya juga telah sejak lama dilaksanakan oleh pemerintah. mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan atau pun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik dalam desentralisasi pemerintah. Untuk lebih mendorong komitmen aparatur pemerintah terhadap peningkatan mutu pelayanan.BAB I PENDAHULUAN 1.2 Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang di atas. maka telah diterbitkan pula Inpres No. Berbagai gerakan reformasi publik (public reform) yang dialami negara-negara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Pada perkembangan terakhir telah diterbitkan pula Keputusan Menpan No. Mengetahui tentang paradigma pelayanan publik pemerintah daerah. 1 Tahun 1995 tentang Perbaikan dan Peningkatan Mutu Pelayanan Aparatur Pemerintah Kepada Masyarakat. maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat. Upaya ini dilanjutkan dengan Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. . Dalam kehidupan bernegara. 81/1993 tentang Pedoman Tatalaksana Pelayanan Umum. 63/KEP/M. 1. 1.

Mengetahui tentang perubahan kualitas pelayanan publik pemerintah daerah.3. Bagaimanakah paradigma pelayanan publik pemerintah daerah? 3. 1. Bagaimanakah kualitas pelayanan publik pemerintah daerah? .3 Rumusan Masalah Penulis mengambil masalah ini dengan rumusan masalah sebagai berikut. 1. Bagaimana peranan dan kebijakan pelayanan publik dalam desentralisasi pemerintah daerah? 2.

Dalam kehidupan bernegara. mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan atau pun pelayanan–pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan. dalam menjalankan pelayanan publik. dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara. Desentralisasi (devolusi) dan dekonsentrasi merupakan keniscayaan dalam oraganisasi negara bangsa yang hubungannya bersifat kontinum. Penerapan model demokrasi mengandung arti bahwa penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah menuntut adanya partisipasi dan kemandirian masyarakat daerah (lokal) tanpa mengabaikan prinsip persatuan Negara bangsa. Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang– undang. yaitu memberikan dan meningkatkan pelayanan yang memuaskan masyarakat. Pemerintah Daerah juga harus . sebagai regulator (rule government) harus mengubah pola pikir dan kerjanya dan disesuaikan dengan tujuan pemberian otonomi daerah. maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas dan juga merupakan salah satu unsur yang mendorong perubahan kualitas Pemerintahan Daerah. Bagaimanapun kecilnya suatu negara. 22 Tahun 1999 telah terjadi pergeseran model pemerintahan daerah dari yang semula menganut model efesiensi struktural ke arah model demokrasi. artinya dianutnya desentralisasi tidak perlu meninggalkan sentralisasi Dengan demikian. Sejak diberlakukan penerapan UU No. Untuk terwujudnya good governance. kesehatan. utilitas dan lainnya. negara tarsebut tetap akan membagi–bagi pemerintahan menjadi sistem yang lebih kecil (Pemerintahan Daerah) untuk memudahkan pelimpahan tugas dan wewenang. dan hak–hak asal–usul dalam daerah yang bersifat istimewa. pemerintah daerah dalam menjalankan monopoli pelayanan publik.

untuk mendapatkan akses pelayanan publik. Penyediaan pelayanan publik yang bermutu merupakan salah satu alat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang semakin berkurang. . berhubungan dengan bagaimana meningkatkan kapasitas dan kemampuan pemerintah dan/atau pemerintahan daerah menjalankan fungsi pelayanan. Penyediaan pelayanan pemerintah yang berkualitas. menyediakan kebutuhan pokok (dasar) bagi seluruh masyarakat. transparansi. akuntabilitas dan keadilan.memberikan kesempatan luas kepada warga dan masyarakat. akibat krisis ekonomi yang terus menerus berkelanjutan pada saat ini. Konsepsi Pelayanan Publik. mendorong pemerintah untuk kembali memahami arti pentingnya suatu kualitas pelayanan serta pentingnya dilakukan perbaikan mutu pelayanan. akan memacu potensi sosial ekonomi masyarakat yang merupakan bagian dari demokratisasi ekonomi. Hal tersebut menjadikan pemberian pelayanan publik yang berkualitas kepada masayarakat menjadi semakin penting untuk dilaksanakan. dalam kontek pendekatan ekonomi. berdasarkan prinsip-prinsip kesetaraan. Bersamaan dengan arus globalisasi yang memberikan peluang sekaligus tantangan bagi perbaikan ekonomi.

Dilihat dari sisi pola penyelenggaraannya. juga sangat sulit. Kurang accessible. Kurang koordinasi. tanpa ada perbaikan dari waktu ke waktu .BAB III PEMBAHASAN 3. berbagai masalah pelayanan memerlukan waktu yang lama untuk diselesaikan. Pada umumnya aparat pelayanan kurang memiliki kemauan untuk mendengar keluhan/saran/ aspirasi dari masyarakat. dan dilain pihak kemungkinan masyarakat untuk bertemu dengan penanggungjawab pelayanan. Dalam kaitan dengan penyelesaian masalah pelayanan. d. yaitu bagaimana pola penyelenggaraannya (tata laksana). Berbagai unit pelayanan yang terkait satu dengan lainnya sangat kurang berkoordinasi. Pelayanan (khususnya pelayanan perijinan) pada umumnya dilakukan dengan melalui proses yang terdiri dari berbagai level. dukungan sumber daya manusia. dalam rangka menyelesaikan masalah yang terjadi ketika pelayanan diberikan. pelayanan publik masih memiliki berbagai kelemahan antara lain: a. Respon terhadap berbagai keluhan. sehingga menyebabkan penyelesaian pelayanan yang terlalu lama. b. e. Kurang responsif. Permasalahan Pelayanan Publik Permasalahan utama pelayanan publik pada dasarnya adalah berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan itu sendiri. Berbagai unit pelaksana pelayanan terletak jauh dari jangkauan masyarakat. pelayanan dilaksanakan dengan apa adanya. Kurang mau mendengar keluhan/saran/aspirasi masyarakat. dan kelembagaan. f. Kondisi ini terjadi pada hampir semua tingkatan unsur pelayanan. Birokratis. sering terjadi tumpang tindih ataupun pertentangan kebijakan antara satu instansi pelayanan dengan instansi pelayanan lain yang terkait.1. mulai pada tingkatan petugas pelayanan (front line) sampai dengan tingkatan penanggungjawab instansi. lambat atau bahkan tidak sampai kepada masyarakat. Akibatnya. aspirasi. Akibatnya. Akibatnya. Kurang informatif. sehingga menyulitkan bagi mereka yang memerlukan pelayanan tersebut. kemungkinan staf pelayanan (front line staff) untuk dapat menyelesaikan masalah sangat kecil. maupun harapan masyarakat seringkali lambat atau bahkan diabaikan sama sekali. Pelayanan yang berkualitas sangat tergantung pada berbagai aspek. Berbagai informasi yang seharusnya disampaikan kepada masyarakat. c.

2. Untuk memastikan bahwa proses pelayanan dapat berjalan secara konsisten diperlukan adanya Standard Operating Procedures. tetapi juga informasi mengenai kelembagaan yang mampu mendukung terselenggaranya proses manajemen yang menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pengembangan Standard Operating Procedures (SOP). Oleh karena itu. Standar pelayanan memiliki arti yang sangat penting dalam pelayanan publik. kelemahan utamanya adalah berkaitan dengan profesionalisme. Penetapan standar pelayanan yang dilakukan melalui proses identifikasi jenis pelayanan. kompetensi. Dengan adanya SOP. identifikasi harapan pelanggan. Inefisien. waktu dan biaya pelayanan. yang juga menyebabkan pelayanan publik menjadi tidak efisien. kredibilitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan di atas sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Proses ini tidak hanya akan memberikan informasi mengenai standar pelayanan yang harus ditetapkan. Berbagai pandangan juga setuju bahwa salah satu dari unsur yang perlu dipertimbangkan adalah masalah sistem kompensasi yang tepat. masih sangat kental dilakukan oleh pemerintah. Kecenderungan untuk melaksanakan dua fungsi sekaligus. sarana dan prasarana. 2. hal-hal yang dapat diajukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. 3. Pemecahan Masalah Tuntutan masyarakat pada era desentralisasi terhadap pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Dari sisi mikro. perumusan visi dan misi pelayanan. Dilihat dari sisi sumber daya manusianya. empathy dan etika. penuh dengan hirarki yang membuat pelayanan menjadi berbelit-belit (birokratis). maka proses pengolahan yang dilakukan secara internal dalam unit pelayanan dapat .g. Dilihat dari sisi kelembagaan. fungsi pengaturan dan fungsi penyelenggaraan. Penetapan Standar Pelayanan. Berbagai persyaratan yang diperlukan (khususnya dalam pelayanan perijinan) seringkali tidak relevan dengan pelayanan yang diberikan. analisis proses dan prosedur. dan tidak terkoordinasi. Informasi lain yang juga dihasilkan adalah informasi mengenai kuantitas dan kompetensi-kompetensi sumber daya manusia yang dibutuhkan serta distribusinya beban tugas pelayanan yang akan ditanganinya. Standar pelayanan merupakan suatu komitmen penyelenggara pelayanan untuk menyediakan pelayanan dengan suatu kualitas tertentu yang ditentukan atas dasar perpaduan harapan-harapan masyarakat dan kemampuan penyelenggara pelayanan. kelemahan utama terletak pada disain organisasi yang tidak dirancang khusus dalam rangka pemberian pelayanan kepada masyarakat. identifikasi pelanggan.

Sedangkan dari sisi makro. • Memberikan informasi yang jelas mengenai tugas dan kewenangan yang akan diserahkan kepada petugas tertentu yang akan menangani satu proses pelayanan tertentu. survey kepuasan pelanggan memiliki arti penting dalam upaya peningkatan pelayanan publik. Dalam konsep manajemen pelayanan. Beberapa model yang sudah banyak diperkenalkan antara lain: contracting out.Oleh karena itu proses pelayanan dapat berjalan terus. 3. kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila produk pelayanan yang diberikan oleh penyedia pelayanan memenuhi kualitas yang diharapkan masyarakat. Disamping itu SOP juga bermanfaat dalam hal: • Untuk memastikan bahwa proses dapat berjalan uninterupted. Oleh karena itu. Dalam hal-hal tertentu. Pengaduan masyarakat merupakan satu sumber informasi bagi upaya-upaya pihak penyelenggara pelayanan untuk secara konsisten menjaga pelayanan yang dihasilkannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. dalam hal ini pelayanan publik dilaksanakan oleh swasta melalui suatu proses lelang. • Memberikan informasi yang akurat ketika akan dilakukan perubahanperubahan tertentu dalam prosedur pelayanan. peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dilakukan melalui pengembangan model-model pelayanan publik. • Memberikan informasi yang akurat ketika dilakukan penelusuran terhadap kesalahan prosedur jika terjadi penyimpangan dalam pelayanan. • Untuk memastikan bahwa pelayanan perijinan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.berjalan sesuai dengan acuan yang jelas. Jika terjadi hal-hal tertentu. • Memberikan informasi yang akurat dalam rangka pengendalian pelayanan. pemerintah memegang peran sebagai pengatur. Oleh karena itu perlu didisain suatu sistem pengelolaan pengaduan yang secara dapat efektif dan efisien mengolah berbagai pengaduan masyarakat menjadi bahan masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan. maka perlu dikembangkan suatu mekanisme penilaian kepuasan masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. franchising. 4. dalam hal ini pemerintah menunjuk pihak swasta untuk dapat . Atau dengan kata lain. memang terdapat pelayanan publik yang pengelolaannya dapat dilakukan secara private untuk menghasilkan kualitas yang baik. Untuk menjaga kepuasan masyarakat. sehingga dapat berjalan secara konsisten. bahwa semua petugas yang terlibat dalam proses pelayanan memiliki uraian tugas dan tangungjawab yang jelas. Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan. Pengembangan Survey Kepuasan Pelanggan. maka petugas lain dapat menggantikannya. misalkan petugas yang diberi tugas menangani satu proses tertentu berhalangan hadir.

3. Bahkan kekuasaan Pemerintah Pusat sangat besar dibandingkan dengan yang dimiliki atau yang menjadi haknya pemerintah Negara Bagian di negara itu. Dalam banyak hal pemerintah juga dapat melakukan privatisasi. pemerintah Federal dapat membatalkan Undang-Undang yang dibuat oleh pemerintah propinsi. Birokrasi yang kompleks menjadi ladang bagi tumbuhnya KKN dalam penyelenggaraan pelayanan. • . Konstitusi di bekas negara Uni Soviet menentukan bahwa satu-satunya yang berhak melakukan amandemen terhadap konstitusi adalah Pemerintah Pusat.menyediakan pelayanan publik tertentu yang diikuti dengan price regularity untuk mengatur harga maksimum.3.Kasus Federalisme yang Bertentangan dengan Desentralisasi • Di Kanada. yang akan memangkas berbagai kompleksitas pelayanan publik menjadi lebih sederhana. dan bahkan menginstruksikan Letnan Gubernur untuk menundanya. Disamping itu. Desentralisasi Kasus . peningkatan kualitas pelayanan publik juga perlu didukung adanya restrukturisasi birokrasi.

Perilaku birokrasi dan kinerja Pemerintah Daerah belum dapat mewujudkan keinginan dan pilihan publik untuk memperoleh jasa pelayanan yang memuaskan untuk meningkatkan kesejahteraan. penerapan manejemen publik modern. .KESIMPULAN Penerapan model demokrasi dalam sistem Pemerintahan Daerah yang sekarang diterapkan belum mencapai hasil yang diharapkan. kelembagaan. sumber daya manusia. Upaya ini dapat terwujud apabila terdapat konsistensi dari sikap Pemerintah Daerah bahwa keberadaannya adalah semata-mata mewakili kepentingan masyarakat di daerahnya. Perangkat birokrasi yang ada baru dapat memberikan pelayanan publik yang berkualitas apabila kinerjanya selalu didasarkan pada nilai-nilai etika pelayanan publik. Kualitas pelayanan publik secara umum ditentukan oleh beberapa aspek. otonomi adalah diberikan kepada masyarakat. karena dengan begitu. masyarakat akan ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam hal ini pemerintah harus benar-benar memenuhi keempat aspek tersebut. Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini dapat dilakukan dengan berbagai strategi. diantaranya : perluasan institusional dan mekanisme pasar. dan perluasan makna demokrasi. yaitu : sistem. Sehingga keberadannya harus memberikan pelayanan yang berkualitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang memiliki otonomi tersebut. dan keuangan.

Agus. Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM. Reformasi Pelayanan Publik: Apa yang harus dilakukan?. Policy Brief. . Jakarta: Penyusunan Standar Pelayanan Publik. LAN. Atep Adya Brata. Dasar-dasar Pelayanan Prima. Jakarta: Gramedia. 2003.DAFTAR PUSTAKA Dwiyanto. 2003. Lembaga Administrasi Negara. 2003.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->