x_unsur_intrinsik_09-10

LATIHAN SOAL BAHASA INDONESIA X Materi : Unsur Intrinsik Karya Sastra I. PILIHLAH JAWABAN YANG PALING TEPAT ! 1.

Untuk pergi bersama-sama ke rimba tempat mereka mengumpulkan damar, mereka harus meninggalkan Kampung Air Jernih, yang terletak di tepi Danau Bantau. Air Jernih terletak pula di tepi sungai Air Putih yang bermuara ke danau. Di pinggir muara sungailah terletak kampung mereka. Mereka menuju hutan dengan menyusuri tepi sungai, memudikinya, memasuki hutan, dan mendaki gunung-gunung. Sungai tak dapat dilalui dengan perahu, karena penuh dengan batu besar dan karena sungai mengalir dengan derasnya turun dari gunung-gunung. Tetapi .... Harimau-Harimau!, Mochtar Lubis Unsur intrinsik yang terdapat dalam penggalan novel di atas adalah .... a. alur dan latar d. karakter dan latar b. alur dan tema e. tema dan karakter c. tokoh dan sudut pandang pencerita 2. NAGA MERAH Beribu tahun yang lalu, hidup seekor naga raksasa berwarna merah. Dia sudah bosan hidup di bumi. Dikumpulkannya binatang-binatang lain untuk diajak hidup di balik awan. Ada sebuah tempat yang aman dan indah. Semua binatang yang ikut disuruhnya naik punggungnya. Ternyata yang ikut cukup banyak dan baru terasa bahwa tak mungkin mengangkat seluruh binatang yang ikut. Naga Merah menggeliat, mendengus, menggeram, dan akhirnya terbang. Sampai setinggi pohon, dia baru mcngetahui bebannya terlalu berat. Dia sendiri akan terjerembab jika yang menunggangi punggungnya tidak dijatuhkan, maka ia segera menggerakkan tubuhnya sehingga terjatuhlah teman-temannya …. Dari penggalan label tersebut dapat disimpulkan sifat tokoh Naga Merah adalah .... a. suka memperhatikan nasib kawan-kawannya. b. ceroboh dan tidak bertanggung jawab terhadap tindakannya. c. sombong dan memamerkan kekuatannya di hadapan kawan-kawannya, d. merasa senang bila mengetahui kawan-kawannya mendapat kecelakaan. e. tidak bisa menolak permintaan orang lain yang membutuhkan dirinya 3. "Suria! Hal yang sekecil itu sudah menerbitkan marahnya, remah anaknya telali menyempitkan merihnya! Akan tetapi hal lain-lain, yang patut dan mesti diperhatikan, hampir tiada pernah dipedulikannya. Rumah tangga! Begini sulitnya urusan rumah tangga, begini susahnya hidup sekarang ini. Suria berlaku bagai acuh tak acuh juga. Yang dipentingkannya hanyalah kesenangan dirinya. Burungnya lebih perlu kepadanya daripada anak-anaknya. Hampir tak pernah ia bertanya, bagaimana sekolah Aleh dan Enah …" Dari Katak Hendak Jadi Lembu Suria hampir tidak pernah memperhatikan anak-anaknya yaitu Aleh dan Enah. Hal.yang menyebabkan perbuatan tersebut adalah.... a. Suria sibuk dengan pekerjaarinya b. Suria menghadapi banyak masalah c. Aleh dan Enah susah diurus oleh Icih d. Suria mementingkan pemeliharaan burungnya e. Kehidupan rumah tangga tersebut sedang bermasalah

gaya diaan sertaan c. sesuai dengan huruf kanji yang dipergunakan.4. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan baru kemudian berkata. biarin. Umar Kayam Isi kutipan novel tersebut lebih banyak mengungkapkan. gaya diaan serba tahu b. Ko!” Jalan Menikung. Ah. Sambil berjalan aku menoleh kembali. Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampung.. mulut Claire tampak menganga. Claire kagum terhadap bangunan rumah yang seperti istana di Amerika Selatan. sesudah lolos melewati pintu gerbang yang kukuh berukir. mau bayar berapa saja. kita harus pandai menawar ongkos becak e. kita harus mencoba menjadi tukang becak 5. "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak."jawabku terengah-engah. gaya akuan serbatahu 6. Di tikungan . Tetapi sejak kecil mula aku begitu menyukai nama diriku sehingga di sekolah guruku sering menegur karena aku menyebut nama keluarga di belakang nama diri. dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. nampak semakin besar melihat berkeliling halaman yang luas sekali itu. Mungkin dia sedang menguji mentalku. kita harus memahami keadaan tukang becak c. gaya akuan sertaan d. gaya akuan taksertaan e. Ada pohon-pohon willow segala." Amanat yang tersirat dalam penggalan cerpen diatas adalah. dan halaman rumput yang sehalus padang golf dan perdu-perdu yang tertata apik. Di desaku ada empat orang yang senama. begitu. Aneh dia seperti tak hendak menghentikan becaknya.terakhir menuju kampungku. Namun. ada kolam renang besar berbentuk jantung.. Matanya yang bundar besar-besar. Begitu memasuki gapura kampung. kita harus mempercayai keadaan tukang becak d." ucapnya. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada ibu. Jika seseorang menanyakan nama di negeriku. sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya. Ada anjing-anjing herder berkeliaran. karena searti yaitu ‘kecil’ atau’anak’. a. Semua serba wow.. "Wow. "Ya. tetapi dengan tulisan yang berlainan. "Lebih enak jalan kaki. Pantasnya di Savannah atau Georgia. Mas. atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat. “Namaku Hiroko.. Dini Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam penggalan di atas adalah … a. Aku merasa menang. kita harus memilih-milih tukang becak b. Ko. adat kami menyebutkan nama keluarga lebih dulu baru disusul nama diri. Namaku Hiroko karya Nh.. apakah dia terus membuntuti aku atau tidak. Bacalah paragraf berikut dengan saksama! Waktu taksi Eko dan Claire memasuki halaman rumah Tommy dan Jeanette. . biasanya suku terakhir ‘ko’ ditulis dengan huruf yang sama. Kata “hiro” bermacam-macam artinya. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan. a. ini istana di Amerika bagian selatan. tangan kiriku kutarik dari saku celana. Ia turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak.

Itulah rumah Datuk Meringgih saudagar yang termasyhur kaya di Padang". pengarang mendeskripsikan “kemiskinan” tokohnya lewat…. Eko dan Claire berkata. Bacalah penggalan berikut. Banyak yang akan dikerjakan dan dicapainya. 1965 :85). hanya ada satu perhiasan saja. 7. e. dan sambal cabai merah dengan garam saja. di kota Padang adalah sebuah rumah kayu. Jika ditilik dari perkakas rumah ini dan susunannya nyatalah rumah ini suatu rumah yang tiada dipelihara benar-benar. tersembunyi di bawah pohon-pohon kayu yang rindang. Watak Tuti diungkapkan dengan cara . sudut pandang e. beratapkan seng... Yang disebut semua makanan itu nasi tiwul. (Siti Nurbaya. Apabila tidak ada orang datang. a. Di serambi muka hanya ada sebuah lampu gantung macam lama yang telah berkarat besi-besinya.. karena sekalian yang ada di dalamnya telah tua dan kotor dan tempatnya tiada teratur dengan baik. mereka menyaksikan si Mbok Jah dengan susah payah meniup serabut-serabut kelapa yang agaknya tidak cukup kering mengeluarkan api. Keisyaratannya akan harga dirinya sangat besar. Di serambi belakang. d. perilaku tokoh e. penjelasan langsung b. Tuti bukan orang yang mudah kagum. Letaknya jauh dari jalan besar. Mereka kemudian menyaksikan bagaimana Mbok Jah yang di dapur mereka di kota dengan gesit menyiapkan makanan dengan kompor elpiji dengan nyala api yang mantap. Akhirnya semua makanan itu siap juga dihidangkan di atas meja. a. pendapat tokoh lain e." sepanjang perjalanan. milik dan lingkungan tokoh okoh b. latar e. yaitu kursi kain yang tak kelihatan lagi coraknya. c.b. pendeskripsian fisik c.. “Mbok Jah” karya Umar Kayam Dalam kutipan di atas. ia jarang memuji. sikap tokoh 8. a. nama tokoh d.. c. daun singkong rebus. lampu itu tiada dipasang . Oleh sebab itu. fisik tokoh . perasaan tokoh d. Penggalan roman Siti Nurbaya di atas memperlihatkan unsur .. Perjalanan seseorang ke Amerika bagian selatan. tema d. di dapur desa itu yang sesungguhnya juga ruangan dalam tempat mereka duduk. yang mudah heran melihat sesuatu. "Wow. b. dalam kebun yang luas. Rumah mewah yang berada di Amerika bagian selatan. Air minum disediakan di kendi yang terbuat dari tanah. Segala sesuatu diukurnya dari kecakapannya sendiri. "Di kampung Ranah. Istana yang mewah dengan segala fasilitasnya. c.. sifat tokoh c. karakter d. tema 9. Ia tahu bahwa ia pandai dan cakap.

diambil hatinya. a.” Sungguhpun demikian kata bapanya. Sifat tokoh kancil dalam kutipan di atas adalah ..” Dipetik dari Hikayat Bayan Budiman Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah . tidak boleh berkata kenceng dan keras-keras d. b. 11. tetapi anak saudagar itu belum lagi sembuh. Janganlah manusia bersahabat dengan seekor binatang. Janganlah membunuh binatang untuk mengobati. engkau keliru. beberapa pun diobati oleh tabib. dan sinar matanya berubah jadi kencang. hanya Pak Haji saja yang perlahan-lahan membacakan ayat-ayat Qur’an untuk menenangkan hati Pak Balam dan juga hati mereka semua.. bahwa sesungguhnya tiadalah hamba mau membunuh anak kera itu. d.....” Syahdan pada suatu hari. cermat 12. aku harus menebus dosaku dulu seperti ini .. sediakala pergi juga ia bermain-main dengan anak saudagar itu. ”Meski hamba mati sekalipun.” Harimau! Harimau! Nilai agama yang tersirat dalam kutipan novel tersebut adalah . Maka luka anak saudagar itu pun sembuhlah. sembuhlah. kuat. Dengan cepat kancil mengambil sepotong kayu yang ada di dekatnya sambil berkata. a. c.” Setelah anak saudagar mendengar kata tabib demikian. . datanglah anak kera itu hendak bermain-main dengan anak saudagar itu seperti adat sediakala juga.10. Bacalah teks dengan saksama! Maka berceritalah anak kera itu perihalnya kepada bapanya. licik c.. penipu . a. ”Demikianlah kejadian orang yang tiada menurut ibu bapanya.” Maka kata bayan itu. Maka kata tabib kepada saudagar itu. Mereka tak dapat berkata sesuatu apa.” Buaya melepaskan tangkapannya dan menggigit kayu yang ada di dekat kancil. Persahabatan yang tulus tidak akan saling mencelekai. Turutlah nasihat orang tua jika tidak ingin celaka... cerdik b. tiada juga baik. lucu e. Tiba-tiba seekor buaya menggigit kakinya. lalu diobatkan anaknya itu. a. Dia berkata dengan suara gurau: ”Karena engkaulah Wak Katok. “Hai anakku. membaca ayat suci untuk menenangkan hati c. ”Adapun luka anak Tuan hamba ini jika beroleh hati anak kera itu.. tiada juga didengar oleh anak kera itu. Sebaiknya seseorang rela mati demi sahabatnya. Demikian ceritanya. Pakah kataku dahulu kepadamu? Sekarang janganlah lagi engkau bersahabat dan bermain-main dengan anak saudagar itu. dan keras. Buaya. ”Hai. Kancil segera melompat ke darat seraya mengejek kancil yang tertipu. memberikan wasiat sebelum meninggal dunia b. Kemudian Pak Balam tiba-tiba memutar kepalanya dan memandang pada Wak Katok. maka segera ditangkap oleh saudagar dan dibunuh akan dia. Seekor kancil mandi di pinggir sungai... Adapun luka anak kera itu sudahlah sembuh. maka katanya.

mulutnya besar. alur maju d. Akan kupilih Anwar. dadanya cekung. tokoh protagonis k. alur campuran 14. …. tokoh datar 15. Perasaanya amat halus. yang di muka keluar sebagai gigi tupai. terlihat-lihat oehku rupa Idrus. tetapi tipis di muka.. serta kakinya pengkar. giginya hitam dan kotor. meskipun kadangkadang tak kuminta. tokoh tersebut termasuk dalam … i. kepalanya besar.d. Dalam pada itu aku mengenalnya sudah lebih dahulu daripada Anwar. Umurnya lebih dari setengah abad. tetapi tajam. Sungguhpun ia bukan seorang kaya tetapi amat cermat. menatap ke jalan raya. flashback h. tergantung pada dagu dan ujung bibirnya. tetapi hanya beberapa helai saja. tokoh bulat j. Pertolongannya kepadaku bukan sedikit pula.. melalui pengalaman istimewa yang menimpa dirinya. Dia pernah mengawal beberapa tokoh politik daerah tersebut ke Yogyakarta. Idrus duduk di atas kursi rotan. ada juga beribadat. Lalu disambungnya dengan mempertahankan kemerdekaan melawan tentara Sekutu di aderah Bogor dan Sukabumi. Misai dan janggutnya panjang. serta sulah pula. alur mundur e. Kehilangan Mestika karya Hamidah . melengkung ke bawah. Dia ingat banyak kejadian. Dia pernah ikut bertempur di daerah Depok. Matanya menerawang jauh. Matanya kecil. Sitti Nurbaya karya Marah Rusli Berdasarkan kutipan di atas. Punggungnya kena sinar lampu dalam yang menembus jendela kaca yang dihiasi tirai tipis. kepandaiannya tentang musik amat sempurna.”Badannya kurus tinggi. tetapi hatinya amat mulia. Telinganya besar seperti telinga gajah. tokoh statis d. punggungnya bungkuk udang. digresi g. kulit mukanya berkarut-marut dan penuh dengan bekas penyakit cacar. Royan Revolusi oleh Ramadhan Kh. Bagian yang dicetak tebal termasuk bagian alur yang disebut … f. Rambutnya yang tinggal sedikit di sekeliling kepalanya itu. serta pucat sedikit. hidungnya bungkuk. melakukan ibadah ke tanah suci untuk mengakui dosa menebus dosa dengan cara yang tidak baik 13. Pemuda itu telah meninggalkan jejak hidup dengan cukup pengabdian pada perjuangan kemerdekaan. Sabarnya bukan buatan pula. telah putih sebagai kapas dibusur. syair-syair buatannya amak kusetujui. tokoh dinamis e. Ia seorang pemuda yang kurus. rupanya tak gagah. e. Walaupun bukan orang yang saleh. Dalam buku hariannya. Hamidah menuliskan …”Semalam-malam itu hampir aku tak tertidur memikirkan soal itu. dari segi perwatakannya.

mencari urusan dengan orang-orang konyol tidak ada gunanya.” Namun mereka tidak berani berterus terang menuduh Paijo. alur mundur v. Buyung dalam hati tak melihat sesuatu halangan untuk menikah dengan Zaitun. Cerita dimulai dengan pengenalan tentang tokoh. siapa orangnya. jodoh ada di tangan orang tua. Secara kronologis. perkawinan hendaknya atas dasar saling cinta . tetapi dia sendiri ingin memilih istri dan istrinya memilih dia pula. Kasan Ngali sudah bangun. Tidak ada yang bisa berbuat. Ketegangan buruh akan terjadinya perseteruan Ngali dan Paijo. 17. alur rapat 18. q. Akhirnya mulai muncul penyelesaian atas konflik-konflik tersebut dan tidak ada lagi konflik di antara tokoh-tokohnya. perkawinan berdasarkan pemikiran orang tua. “Bagaimana. Dan memang Paijo pun keheranan. dan sebagainya kemudian mulai muncul konflik di antara tokoh-tokohnya.Dalam kutipan di atas. Yang meragukan hanyalah bagaimana sebenarnya hati Zaitun sendiri terhadap dia. Kasan Ngali bertemu dengan buruh-buruhnya. x. Lalu dengan suara keras mereka omong. alur maju d. ucapan dan pikiran tokoh 16. Buyung tahu bahwa biasanya orang kawin menurut pikiran yang dilakukan oleh orang tua saja. Cintakah Zaitun padanya seperti dia cinta pada Zaitun? Buyung merasa bahwa jika Zaitun merasa tak merasa seperti yang dirasakan maka rasanya tak puas hatinya akan kawin dengan Zaitun. deskripsi perbuatan tokoh e. Mereka melihat juga Paijo berdiri di seberang jalan. Ia diserbu buruh-buruhnya. alur campuran u. dialog antartokoh d. Dan tidak tahan mendengar omongan itu. Buruh-buruh itu hanya berdiri saja. Para buruh menuntut hak kepada Kasan Ngali. deskripsi fisik m. tukang parkir menyingkir. jangan kawin tanpa persetujuan orang tua. z. karya Mochtar Lubis Amanat cerita di atas adalah… w. pengarang menggambarkan tokoh Idrus melalui … l. y. r. Memperebutkan lahan parkir lama dan lahan parkir baru. Lalu ia pergi. Bayangan mereka ialah majikannya itu marah sejadi-jadinya! Konflik dalam kutipan novel tersebut adalah … o. e. menantikan Kasan Ngali bangun dan siap-siap. alur longgar e. skema cerita tersebut menggambarkan alur yang dikembangkan secara … t. berpikirnya. perkawinan hendaknya mengikuti adat setempat. Harimau-Harimau.” “Jotos!” “Patahi tangannya. “Saya tempeleng. s. Pak?” Kasan Ngali hanya mengawasi saja. meskipun kedua orang tua mereka menyetujui perkawinan itu. Kasan Ngali marah dan diserbu oleh buruh-buruhnya. latar. ucapan dan pendapat tokoh lain n. p. Konflik yang muncul semakin memuncak dan mencapai puncaknya. Tidak tampak terkejut.

sosiologis. bergemeretak. stasiun kereta.. Tapi Osman terus meracau. dan penyelesian e. obyektif. selesai makan siang. Perasaan itu subjektif. pemunculan masalah. lewat tengah hari cc. a. Memanggil-manggil bidadari yang meniti pelangi. Ibu Osman masih muda. antiklimaks. Mestinya aku terharu. perkenalan.. agamis. aku tidak boleh langsung percaya. perkenalan. perkenalan. klimaks. stasiun kereta d. puncak kegawatan. Tas kulit berisi pakaian yang sudah siap sejak kemarin diambilnya. Perempuan cantik itu ingin menyerap panas yang menggigilkan tubuh anaknya. fisiologis. fisiologis. sibuk menjebak. biologis e. historis. introduction. sosiologis 23. ucapan-ucapan tokoh c. sosiologis. Jujur Prananto Setting atau latar tempat pada cerpen di atas adalah. peleraian. sosiologis b. rumah. sosiologis d. pemunculan masalah. dan selesaian c. biologis. rumah dan stasiun kereta e. Perasan bisa menipu. dan penyelesaian 20. psikologis c. mendekap anak lelakinya yang tampan. Clara. Tapi menjadi terharu tidak baik untuk seorang petugas separti aku.. penyelesaian b. pendapat tokoh lain e. Sedang aku bukan subjek di sini. Mestinya. bu Kus sudah tak betah lagi tinggal dirumah. Bacalah teks di bawah ini dengan saksama! Malamnya Osman meracau. yang sewaktu lahir wajahnya bercahaya. Jangan terlalu cepat percaya pada perasaan... komplikasi.. memancing. bu Kus pun menyuruh pembantu perempuannya memanggil dokar untuk membawanya ke stasiun kereta. dan di jakarta 21. anti klimaks.. masih ditambah mencari tahu jangan-jangan ada maksud lain dibelakangnya. beberan awal d.19. Tapi ia juga tak tega membiarkan anaknya tergolek menggigil. meracau dengan bibir membiru. Juga sebuah tas plastik besar berisi segala macam oleh-oleh untuk para cucu di Jakarta. klimaks. aku harus curiga sibuk menduga kemungkinan. psikologis.. Ia ingin anaknya tidur dengan tenteram. introduction. Ia tak cukup uang.. Seno Gumiro Ajidharma Watak tokoh dalam kutipan tersebut dideskripsikan melalui. klimaks. di rumah bb. puncak gawatan. Terus memanggil. Aku harus mencatat dengan rinci. Aku cuma alat. gambaran fisik tokoh d. komplikasi. historis. Perempuan itu bimbang untuk membawa Osman ke dokter. anti klimaks. Ibu Osman nekat menghambur dalam gerimis dan gelap malam menggendong anaknya . Setelah merasa beres dengan segala tetek bengek ini. Setidaknya aku bisa terharu kalau membaca roman picisan yang dijual di pinggir jalan. anti klimaks. dialog antar tokoh 22. Urutan tahapan alur maju yang tepat adalah. dan sintal. cantik. dan membuatnya lelah supaya cepat mengaku apa maksud yang sebenarnya. tubuhnya sepanas bara menggigil sampai gemeretakan gigi-gigi dan gerahamnya. Wanita itu menangis. deskriptif. a. Seorang tokoh cerita yang digambarkan dengan utuh harus meliputi ciri … a. introduction. aa. agamis. Kado Istimewa. Lewat tengah hari.. jalan pikiran tokoh b.

dan mengemas obat. penokohan e. orang pertama dan ketiga 24. Urutan atau rangkaian peristiwa yang terdapat dalam cerita rekaan adalah…… a. kelopak matanya berlelehan air mata. Watak tokoh Ibu Osman dalam kutipan cerita pendek tersebut adalah … gg. amanat d. cantik dan wajahnya memohon perlindungan dalam kesedihannya. suka merayu d. Lengkapi dengan bukti yang berasal dari cerpen tersebut ! . orang ketiga pelaku pertama ee. “Berapa Dokter?” “Sudahlah. alur SOAL ESSAI Bacalah cerpen berikut ini dengan cermat. menyuntik.. Ibu bawa saja obat ini. Ibu Osman menerimanya dengan wajah tertunduk. perwatakan b. Betapa sepasang mata dokter bergairah menatap Ibu Osman yang masih muda. orang ketiga serba tahu ff. sudut pandang c.” S. Diberikannya kantung-kantung plastik kecil berisi butir-butir obat. orang pertama pelaku utama d. rela berkorban 25. Dokter buru-buru memeriksa Osman. Prasetyo. sangat takut e. Diketuknya pintu rumah dokter yang terbuka. orang pertama pelaku sampingan e. dd. berjiwa besar ii.yang terkulai. dan dokter itu masih terjaga di meja ruang periksanya. Bidadari meniti Pelangi Sudut pandang pengarang dalam kutipan tersebut adalah . putus asa hh. Uraikan teori yang berkaitan dengan unsur intrinsik yang kamu pilih kemudian terapkan untuk menganalisis cerpen tersebut. Pilihlah salah satu unsur intrinsik yang kamu kuasai..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful