LATIHAN SOAL BAHASA INDONESIA X Materi : Unsur Intrinsik Karya Sastra I. PILIHLAH JAWABAN YANG PALING TEPAT ! 1.

Untuk pergi bersama-sama ke rimba tempat mereka mengumpulkan damar, mereka harus meninggalkan Kampung Air Jernih, yang terletak di tepi Danau Bantau. Air Jernih terletak pula di tepi sungai Air Putih yang bermuara ke danau. Di pinggir muara sungailah terletak kampung mereka. Mereka menuju hutan dengan menyusuri tepi sungai, memudikinya, memasuki hutan, dan mendaki gunung-gunung. Sungai tak dapat dilalui dengan perahu, karena penuh dengan batu besar dan karena sungai mengalir dengan derasnya turun dari gunung-gunung. Tetapi .... Harimau-Harimau!, Mochtar Lubis Unsur intrinsik yang terdapat dalam penggalan novel di atas adalah .... a. alur dan latar d. karakter dan latar b. alur dan tema e. tema dan karakter c. tokoh dan sudut pandang pencerita 2. NAGA MERAH Beribu tahun yang lalu, hidup seekor naga raksasa berwarna merah. Dia sudah bosan hidup di bumi. Dikumpulkannya binatang-binatang lain untuk diajak hidup di balik awan. Ada sebuah tempat yang aman dan indah. Semua binatang yang ikut disuruhnya naik punggungnya. Ternyata yang ikut cukup banyak dan baru terasa bahwa tak mungkin mengangkat seluruh binatang yang ikut. Naga Merah menggeliat, mendengus, menggeram, dan akhirnya terbang. Sampai setinggi pohon, dia baru mcngetahui bebannya terlalu berat. Dia sendiri akan terjerembab jika yang menunggangi punggungnya tidak dijatuhkan, maka ia segera menggerakkan tubuhnya sehingga terjatuhlah teman-temannya …. Dari penggalan label tersebut dapat disimpulkan sifat tokoh Naga Merah adalah .... a. suka memperhatikan nasib kawan-kawannya. b. ceroboh dan tidak bertanggung jawab terhadap tindakannya. c. sombong dan memamerkan kekuatannya di hadapan kawan-kawannya, d. merasa senang bila mengetahui kawan-kawannya mendapat kecelakaan. e. tidak bisa menolak permintaan orang lain yang membutuhkan dirinya 3. "Suria! Hal yang sekecil itu sudah menerbitkan marahnya, remah anaknya telali menyempitkan merihnya! Akan tetapi hal lain-lain, yang patut dan mesti diperhatikan, hampir tiada pernah dipedulikannya. Rumah tangga! Begini sulitnya urusan rumah tangga, begini susahnya hidup sekarang ini. Suria berlaku bagai acuh tak acuh juga. Yang dipentingkannya hanyalah kesenangan dirinya. Burungnya lebih perlu kepadanya daripada anak-anaknya. Hampir tak pernah ia bertanya, bagaimana sekolah Aleh dan Enah …" Dari Katak Hendak Jadi Lembu Suria hampir tidak pernah memperhatikan anak-anaknya yaitu Aleh dan Enah. Hal.yang menyebabkan perbuatan tersebut adalah.... a. Suria sibuk dengan pekerjaarinya b. Suria menghadapi banyak masalah c. Aleh dan Enah susah diurus oleh Icih d. Suria mementingkan pemeliharaan burungnya e. Kehidupan rumah tangga tersebut sedang bermasalah

kita harus memahami keadaan tukang becak c. apakah dia terus membuntuti aku atau tidak. Semua serba wow. sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya. Ko. Ko!” Jalan Menikung. sesudah lolos melewati pintu gerbang yang kukuh berukir. Namun. Matanya yang bundar besar-besar.. begitu. Umar Kayam Isi kutipan novel tersebut lebih banyak mengungkapkan. karena searti yaitu ‘kecil’ atau’anak’. tangan kiriku kutarik dari saku celana. sesuai dengan huruf kanji yang dipergunakan. Aku merasa menang.. Pantasnya di Savannah atau Georgia. adat kami menyebutkan nama keluarga lebih dulu baru disusul nama diri. "Lebih enak jalan kaki. Ia turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. "Ya. Di desaku ada empat orang yang senama. Ada pohon-pohon willow segala. Kata “hiro” bermacam-macam artinya. Sambil berjalan aku menoleh kembali. Aneh dia seperti tak hendak menghentikan becaknya.terakhir menuju kampungku. Mas." Amanat yang tersirat dalam penggalan cerpen diatas adalah. kita harus pandai menawar ongkos becak e. gaya akuan taksertaan e. ini istana di Amerika bagian selatan.4.. Dini Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam penggalan di atas adalah … a. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan baru kemudian berkata. Tetapi sejak kecil mula aku begitu menyukai nama diriku sehingga di sekolah guruku sering menegur karena aku menyebut nama keluarga di belakang nama diri.. gaya diaan sertaan c. kita harus mencoba menjadi tukang becak 5. Jika seseorang menanyakan nama di negeriku. mulut Claire tampak menganga. “Namaku Hiroko. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada ibu. Di tikungan ." ucapnya. Ah. gaya diaan serba tahu b. Bacalah paragraf berikut dengan saksama! Waktu taksi Eko dan Claire memasuki halaman rumah Tommy dan Jeanette. Ada anjing-anjing herder berkeliaran. biasanya suku terakhir ‘ko’ ditulis dengan huruf yang sama. biarin. mau bayar berapa saja. gaya akuan sertaan d. atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat. ada kolam renang besar berbentuk jantung. . nampak semakin besar melihat berkeliling halaman yang luas sekali itu.. "Wow."jawabku terengah-engah. a. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan. Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampung. Namaku Hiroko karya Nh. Claire kagum terhadap bangunan rumah yang seperti istana di Amerika Selatan. "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak. kita harus memilih-milih tukang becak b. Mungkin dia sedang menguji mentalku. a. dan halaman rumput yang sehalus padang golf dan perdu-perdu yang tertata apik. Begitu memasuki gapura kampung. gaya akuan serbatahu 6. dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. tetapi dengan tulisan yang berlainan. kita harus mempercayai keadaan tukang becak d.

. latar e. Itulah rumah Datuk Meringgih saudagar yang termasyhur kaya di Padang". fisik tokoh . pendapat tokoh lain e. Banyak yang akan dikerjakan dan dicapainya. nama tokoh d.b. Bacalah penggalan berikut. (Siti Nurbaya. Perjalanan seseorang ke Amerika bagian selatan.. Di serambi muka hanya ada sebuah lampu gantung macam lama yang telah berkarat besi-besinya. Keisyaratannya akan harga dirinya sangat besar. pendeskripsian fisik c. perasaan tokoh d. mereka menyaksikan si Mbok Jah dengan susah payah meniup serabut-serabut kelapa yang agaknya tidak cukup kering mengeluarkan api. daun singkong rebus. Penggalan roman Siti Nurbaya di atas memperlihatkan unsur . Apabila tidak ada orang datang. d. ia jarang memuji. a. e. Rumah mewah yang berada di Amerika bagian selatan. milik dan lingkungan tokoh okoh b. yaitu kursi kain yang tak kelihatan lagi coraknya. di kota Padang adalah sebuah rumah kayu.. a. 7.. “Mbok Jah” karya Umar Kayam Dalam kutipan di atas. "Wow.. Istana yang mewah dengan segala fasilitasnya.. Tuti bukan orang yang mudah kagum. Jika ditilik dari perkakas rumah ini dan susunannya nyatalah rumah ini suatu rumah yang tiada dipelihara benar-benar. Eko dan Claire berkata. tersembunyi di bawah pohon-pohon kayu yang rindang. c. dan sambal cabai merah dengan garam saja. c. beratapkan seng. perilaku tokoh e. c. sikap tokoh 8. penjelasan langsung b. hanya ada satu perhiasan saja. pengarang mendeskripsikan “kemiskinan” tokohnya lewat…. tema 9. Letaknya jauh dari jalan besar. lampu itu tiada dipasang . Air minum disediakan di kendi yang terbuat dari tanah. Di serambi belakang. Ia tahu bahwa ia pandai dan cakap. sudut pandang e. Oleh sebab itu.. karena sekalian yang ada di dalamnya telah tua dan kotor dan tempatnya tiada teratur dengan baik. b. 1965 :85). Mereka kemudian menyaksikan bagaimana Mbok Jah yang di dapur mereka di kota dengan gesit menyiapkan makanan dengan kompor elpiji dengan nyala api yang mantap. a. Akhirnya semua makanan itu siap juga dihidangkan di atas meja." sepanjang perjalanan. di dapur desa itu yang sesungguhnya juga ruangan dalam tempat mereka duduk. dalam kebun yang luas. Yang disebut semua makanan itu nasi tiwul. karakter d. sifat tokoh c. tema d. Segala sesuatu diukurnya dari kecakapannya sendiri. Watak Tuti diungkapkan dengan cara . yang mudah heran melihat sesuatu. "Di kampung Ranah.

. lucu e. engkau keliru.” Buaya melepaskan tangkapannya dan menggigit kayu yang ada di dekat kancil.. tetapi anak saudagar itu belum lagi sembuh.. tidak boleh berkata kenceng dan keras-keras d.” Setelah anak saudagar mendengar kata tabib demikian. a. aku harus menebus dosaku dulu seperti ini .” Dipetik dari Hikayat Bayan Budiman Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ..” Syahdan pada suatu hari. a. memberikan wasiat sebelum meninggal dunia b. datanglah anak kera itu hendak bermain-main dengan anak saudagar itu seperti adat sediakala juga. ”Adapun luka anak Tuan hamba ini jika beroleh hati anak kera itu. maka segera ditangkap oleh saudagar dan dibunuh akan dia. maka katanya. d. ”Meski hamba mati sekalipun. Persahabatan yang tulus tidak akan saling mencelekai.. a. Dia berkata dengan suara gurau: ”Karena engkaulah Wak Katok. Turutlah nasihat orang tua jika tidak ingin celaka. licik c. Demikian ceritanya. Maka kata tabib kepada saudagar itu. tiada juga didengar oleh anak kera itu. cermat 12. Seekor kancil mandi di pinggir sungai. Janganlah manusia bersahabat dengan seekor binatang. Kancil segera melompat ke darat seraya mengejek kancil yang tertipu.. ”Demikianlah kejadian orang yang tiada menurut ibu bapanya. diambil hatinya. sediakala pergi juga ia bermain-main dengan anak saudagar itu. cerdik b. Buaya... kuat. Janganlah membunuh binatang untuk mengobati. c. sembuhlah. a. .” Maka kata bayan itu. Adapun luka anak kera itu sudahlah sembuh. dan keras. Maka luka anak saudagar itu pun sembuhlah. dan sinar matanya berubah jadi kencang. Sifat tokoh kancil dalam kutipan di atas adalah . Dengan cepat kancil mengambil sepotong kayu yang ada di dekatnya sambil berkata. membaca ayat suci untuk menenangkan hati c. 11. hanya Pak Haji saja yang perlahan-lahan membacakan ayat-ayat Qur’an untuk menenangkan hati Pak Balam dan juga hati mereka semua.” Harimau! Harimau! Nilai agama yang tersirat dalam kutipan novel tersebut adalah . Bacalah teks dengan saksama! Maka berceritalah anak kera itu perihalnya kepada bapanya.” Sungguhpun demikian kata bapanya. penipu .. lalu diobatkan anaknya itu. beberapa pun diobati oleh tabib. Kemudian Pak Balam tiba-tiba memutar kepalanya dan memandang pada Wak Katok. Sebaiknya seseorang rela mati demi sahabatnya. b. “Hai anakku.. Mereka tak dapat berkata sesuatu apa...10. Pakah kataku dahulu kepadamu? Sekarang janganlah lagi engkau bersahabat dan bermain-main dengan anak saudagar itu.. ”Hai. bahwa sesungguhnya tiadalah hamba mau membunuh anak kera itu. tiada juga baik. Tiba-tiba seekor buaya menggigit kakinya.

serta sulah pula.”Badannya kurus tinggi. Hamidah menuliskan …”Semalam-malam itu hampir aku tak tertidur memikirkan soal itu. serta pucat sedikit. tetapi tajam. dari segi perwatakannya. melakukan ibadah ke tanah suci untuk mengakui dosa menebus dosa dengan cara yang tidak baik 13. Sungguhpun ia bukan seorang kaya tetapi amat cermat. Matanya kecil.. digresi g. tokoh dinamis e. tetapi hatinya amat mulia. dadanya cekung. Punggungnya kena sinar lampu dalam yang menembus jendela kaca yang dihiasi tirai tipis. Ia seorang pemuda yang kurus. mulutnya besar. Pertolongannya kepadaku bukan sedikit pula. alur mundur e. alur campuran 14. terlihat-lihat oehku rupa Idrus. tokoh tersebut termasuk dalam … i. tergantung pada dagu dan ujung bibirnya. telah putih sebagai kapas dibusur. flashback h. serta kakinya pengkar. Lalu disambungnya dengan mempertahankan kemerdekaan melawan tentara Sekutu di aderah Bogor dan Sukabumi. Sabarnya bukan buatan pula. kepalanya besar. Bagian yang dicetak tebal termasuk bagian alur yang disebut … f. Dia pernah ikut bertempur di daerah Depok. Perasaanya amat halus. Pemuda itu telah meninggalkan jejak hidup dengan cukup pengabdian pada perjuangan kemerdekaan. …. Dalam pada itu aku mengenalnya sudah lebih dahulu daripada Anwar. Royan Revolusi oleh Ramadhan Kh. Idrus duduk di atas kursi rotan. Akan kupilih Anwar. giginya hitam dan kotor. tetapi hanya beberapa helai saja. Dia pernah mengawal beberapa tokoh politik daerah tersebut ke Yogyakarta. tokoh protagonis k. Walaupun bukan orang yang saleh. menatap ke jalan raya. Rambutnya yang tinggal sedikit di sekeliling kepalanya itu. melengkung ke bawah. Telinganya besar seperti telinga gajah. meskipun kadangkadang tak kuminta. syair-syair buatannya amak kusetujui. Matanya menerawang jauh. ada juga beribadat. e. rupanya tak gagah. alur maju d. Sitti Nurbaya karya Marah Rusli Berdasarkan kutipan di atas. tetapi tipis di muka. Umurnya lebih dari setengah abad. hidungnya bungkuk.. yang di muka keluar sebagai gigi tupai. melalui pengalaman istimewa yang menimpa dirinya. punggungnya bungkuk udang. Dalam buku hariannya. tokoh statis d. tokoh datar 15. Misai dan janggutnya panjang. tokoh bulat j. kepandaiannya tentang musik amat sempurna. Kehilangan Mestika karya Hamidah . Dia ingat banyak kejadian.d. kulit mukanya berkarut-marut dan penuh dengan bekas penyakit cacar.

Dan tidak tahan mendengar omongan itu. berpikirnya. jangan kawin tanpa persetujuan orang tua. Memperebutkan lahan parkir lama dan lahan parkir baru. ucapan dan pendapat tokoh lain n. alur mundur v. tukang parkir menyingkir.” “Jotos!” “Patahi tangannya. dialog antartokoh d. meskipun kedua orang tua mereka menyetujui perkawinan itu. z. 17. siapa orangnya. karya Mochtar Lubis Amanat cerita di atas adalah… w. Cintakah Zaitun padanya seperti dia cinta pada Zaitun? Buyung merasa bahwa jika Zaitun merasa tak merasa seperti yang dirasakan maka rasanya tak puas hatinya akan kawin dengan Zaitun. perkawinan hendaknya mengikuti adat setempat. Konflik yang muncul semakin memuncak dan mencapai puncaknya. Dan memang Paijo pun keheranan. Cerita dimulai dengan pengenalan tentang tokoh. alur maju d. ucapan dan pikiran tokoh 16. Pak?” Kasan Ngali hanya mengawasi saja. “Saya tempeleng.” Namun mereka tidak berani berterus terang menuduh Paijo. Kasan Ngali bertemu dengan buruh-buruhnya. e.Dalam kutipan di atas. Tidak ada yang bisa berbuat. deskripsi perbuatan tokoh e. q. latar. p. Mereka melihat juga Paijo berdiri di seberang jalan. “Bagaimana. Kasan Ngali sudah bangun. r. x. tetapi dia sendiri ingin memilih istri dan istrinya memilih dia pula. Secara kronologis. alur rapat 18. skema cerita tersebut menggambarkan alur yang dikembangkan secara … t. Para buruh menuntut hak kepada Kasan Ngali. dan sebagainya kemudian mulai muncul konflik di antara tokoh-tokohnya. Harimau-Harimau. Lalu ia pergi. Buruh-buruh itu hanya berdiri saja. Ketegangan buruh akan terjadinya perseteruan Ngali dan Paijo. Ia diserbu buruh-buruhnya. Bayangan mereka ialah majikannya itu marah sejadi-jadinya! Konflik dalam kutipan novel tersebut adalah … o. Akhirnya mulai muncul penyelesaian atas konflik-konflik tersebut dan tidak ada lagi konflik di antara tokoh-tokohnya. perkawinan berdasarkan pemikiran orang tua. alur longgar e. mencari urusan dengan orang-orang konyol tidak ada gunanya. menantikan Kasan Ngali bangun dan siap-siap. Yang meragukan hanyalah bagaimana sebenarnya hati Zaitun sendiri terhadap dia. s. y. jodoh ada di tangan orang tua. Tidak tampak terkejut. Buyung dalam hati tak melihat sesuatu halangan untuk menikah dengan Zaitun. deskripsi fisik m. alur campuran u. Buyung tahu bahwa biasanya orang kawin menurut pikiran yang dilakukan oleh orang tua saja. Lalu dengan suara keras mereka omong. Kasan Ngali marah dan diserbu oleh buruh-buruhnya. pengarang menggambarkan tokoh Idrus melalui … l. perkawinan hendaknya atas dasar saling cinta .

jalan pikiran tokoh b. Tas kulit berisi pakaian yang sudah siap sejak kemarin diambilnya. sosiologis.. Seorang tokoh cerita yang digambarkan dengan utuh harus meliputi ciri … a. bu Kus sudah tak betah lagi tinggal dirumah. ucapan-ucapan tokoh c. dialog antar tokoh 22. lewat tengah hari cc. fisiologis. Perempuan itu bimbang untuk membawa Osman ke dokter. Tapi ia juga tak tega membiarkan anaknya tergolek menggigil. dan penyelesaian 20. di rumah bb. Juga sebuah tas plastik besar berisi segala macam oleh-oleh untuk para cucu di Jakarta. Wanita itu menangis. historis. sosiologis. klimaks. stasiun kereta. introduction. dan membuatnya lelah supaya cepat mengaku apa maksud yang sebenarnya. a. Perasaan itu subjektif. fisiologis. Perempuan cantik itu ingin menyerap panas yang menggigilkan tubuh anaknya. introduction.. pemunculan masalah. gambaran fisik tokoh d. yang sewaktu lahir wajahnya bercahaya. Ibu Osman nekat menghambur dalam gerimis dan gelap malam menggendong anaknya . sosiologis d. Seno Gumiro Ajidharma Watak tokoh dalam kutipan tersebut dideskripsikan melalui. agamis. bu Kus pun menyuruh pembantu perempuannya memanggil dokar untuk membawanya ke stasiun kereta. Aku harus mencatat dengan rinci. rumah. Setidaknya aku bisa terharu kalau membaca roman picisan yang dijual di pinggir jalan.. a. klimaks. perkenalan. historis. antiklimaks. dan sintal. aa. perkenalan. Ibu Osman masih muda. Bacalah teks di bawah ini dengan saksama! Malamnya Osman meracau. penyelesaian b. puncak kegawatan.. Terus memanggil. bergemeretak. Sedang aku bukan subjek di sini. anti klimaks. psikologis c.. Ia tak cukup uang. Urutan tahapan alur maju yang tepat adalah. peleraian. Clara..19. Ia ingin anaknya tidur dengan tenteram. Jujur Prananto Setting atau latar tempat pada cerpen di atas adalah. dan di jakarta 21.. dan selesaian c. psikologis.. anti klimaks. biologis e. Jangan terlalu cepat percaya pada perasaan. komplikasi. tubuhnya sepanas bara menggigil sampai gemeretakan gigi-gigi dan gerahamnya. Memanggil-manggil bidadari yang meniti pelangi. sosiologis 23. sosiologis b. sibuk menjebak. puncak gawatan. memancing.. pendapat tokoh lain e. obyektif. Aku cuma alat. cantik. rumah dan stasiun kereta e. aku harus curiga sibuk menduga kemungkinan. masih ditambah mencari tahu jangan-jangan ada maksud lain dibelakangnya. meracau dengan bibir membiru. perkenalan. agamis. Mestinya. Tapi menjadi terharu tidak baik untuk seorang petugas separti aku. klimaks. Mestinya aku terharu. introduction. biologis. dan penyelesian e. pemunculan masalah. beberan awal d. Perasan bisa menipu. Tapi Osman terus meracau. Lewat tengah hari.. selesai makan siang. Setelah merasa beres dengan segala tetek bengek ini. stasiun kereta d. Kado Istimewa. komplikasi. aku tidak boleh langsung percaya. anti klimaks. deskriptif. mendekap anak lelakinya yang tampan.

Urutan atau rangkaian peristiwa yang terdapat dalam cerita rekaan adalah…… a. orang pertama pelaku utama d.. Diketuknya pintu rumah dokter yang terbuka.” S. suka merayu d. Ibu Osman menerimanya dengan wajah tertunduk. penokohan e. kelopak matanya berlelehan air mata. Prasetyo. alur SOAL ESSAI Bacalah cerpen berikut ini dengan cermat. dd. sangat takut e. menyuntik. orang ketiga serba tahu ff. Uraikan teori yang berkaitan dengan unsur intrinsik yang kamu pilih kemudian terapkan untuk menganalisis cerpen tersebut. Watak tokoh Ibu Osman dalam kutipan cerita pendek tersebut adalah … gg. Bidadari meniti Pelangi Sudut pandang pengarang dalam kutipan tersebut adalah . Dokter buru-buru memeriksa Osman. orang pertama dan ketiga 24. dan mengemas obat. sudut pandang c. Ibu bawa saja obat ini. amanat d.yang terkulai. Lengkapi dengan bukti yang berasal dari cerpen tersebut ! . orang pertama pelaku sampingan e. cantik dan wajahnya memohon perlindungan dalam kesedihannya. perwatakan b. berjiwa besar ii.. putus asa hh. rela berkorban 25. orang ketiga pelaku pertama ee. Betapa sepasang mata dokter bergairah menatap Ibu Osman yang masih muda. “Berapa Dokter?” “Sudahlah. Diberikannya kantung-kantung plastik kecil berisi butir-butir obat. dan dokter itu masih terjaga di meja ruang periksanya. Pilihlah salah satu unsur intrinsik yang kamu kuasai.