ANGGARAN DASAR BAKTI NUSANTARA YOGYAKARTA ANGGARAN DASAR NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Lembaga ini bernama

“BAKTI NUSANTARA“ di disingkat BANUS bertempat kedudukan di Jalan. Wahid Hasyim, Gg. Mangga No 241 Nologaten Depok Sleman Yogyakarta. dan bilamana dipandang perlu dapat membuka cabang-cabang atau perwakilan-perwakilannya ditempat lain. WAKTU DAN LAMANYA BERDIRI Pasal 2 Bakti Nusantara ini berdiri pada hari kamis Tanggal tujuh April Tahun dua ribu delapan dan diperbaharui pada hari ………………………..dan didirikan untuk waktu yang telah ditentukan lamanya. AZAS DAN TUJUAN Pasal 3 Bakti Nusantara ini berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan maksud ialah : sebagai sarana untuk berpastisipasi didalam pembangunan, khususnya dalam menggali dan mengembangkan sumber daya. Adapun tujuan dari Lembaga ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat yang serasi, seimbang, selaras antara kebutuhan material dan spiritual, untuk mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta Sumber Daya Manusia (SDM) melalui usaha-usaha yang teratur, terencana dan berkesinambungan. KEGIATAN Pasal 4 Untuk mencapai maksud dan tujuan seperti yang tercantum dalam pasal 3 diatas, Bakti Nusantara menjalankan usaha-usaha diantaranya : 1. Dalam bidang sosial yang meliputi : a. mendirikan dan / atau mengelola lembaga Pendidikan formal. b. Mendirikan dan / atau mengelola lembaga pendidikan non formal yang meliputi : Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Kepemudaan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Pendidikan Keaksaraan Pendidikan Keterampilan dan Pelatihan Kerja Pendidikan Kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C) Serta Pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. c. Mendirikan satuan pendidikan non formal, yang terdiri atas : Lembaga Kursus Lambaga Pelatihan Kelompok Belajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

hibah wasiat dan wakaf. Pengawas dan Pengurus. b. 3. baik di bidang IPTEK. Panti Jompo dan panti Werda. Warisan. meliputi penelitian. 5. Mendirikan dan/atau Rumah Sakit. Iuran anggota 2. 1. maka seorang diantaranya diangkat sebagai Pembina. e. Pemberian dan/atau pengusahaan program beasiswa kepada masyarakat yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. sumbangan–sumbangan yang tidak mengikat dari badan–badan pemerintah maupun swasta dan perorangan. 2. Fakir Miskin. Mendirikan dan/atau mengelola Panti Asuhan. Dalam bidang kemanusiaan yang meliputi: a.Majlis Taklim Kelompok Belajar Usaha (KBU) Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) serta satuan pendidikan yang sejenis d. 5. Memberikan bantuan kepada Tuna Wisma. Dalam hal terdapat lebih dari seorang anggota. c. Bendahara. dan beberapa kordinator Departemen. Sebagai lembaga konsultan pendidikan untuk semua e. Semua kekayaan Lembaga harus dipergunakan untuk mencapai dan tujuan Lembaga. Memberikan Pendampingan kepada masyarakat dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM). maupun lingkungan. Sekretaris. hibah. Gelandangan dan Pengemis (Gepeng). Yang dapat diangkat sebagai anggota Pembina adalah perseorangan sebagai pendiri Lembaga dan/atau mereka yang berdasarkan keputusan Rapat Anggota Pembina dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan. pengembangan. Perolehan yang lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Lembaga dan/atau peraturan Undang-undang yang berlaku. 2. Sosial. Kesemuanya diangkat oleh Dewan Pembina untuk waktu yang ditentukan selama-lamanya 5 tahun dan dapat dipilih kembali. Pengurus ini terdiri dari Direktur. KEKAYAAN Pasal 5 Kekayaan lembaga Bakti Nusantara diperolah dari : 1. Pemberian. Wakil Direktur. STRUKTUR KEPENGURUSAN Pasal 6 Lembaga Bakti Nusantara mempunyai organ yang terdiri dari Pembina. PEMBINA Pasal 7 Pembina adalah organ Bakti Nusantara yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan kepada pengurus atau pengawas. 3. d. Pembina terdiri dari seorang atau lebih anggota pembina. Poliklinik dan Laboratorium. dan pengkajian serta komunikasi informasi dan edukasi. Anggota Pembina tidak diberi gaji dan /atau tunjangan oleh Lembaga. 4. Ekonomi dan Politik. . Memberikan bantuan korban bencana alam. pencegahan Trafficking serta menyelenggaraan/berupaya mengakomodir aspirasi yang berkembang di masyarakat. 4.

Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Sekretaris. Seorang Sekretaris. Dalam hal hanya ada seorang anggota Pembina. e. Masa Jabatan Pembina tidak ditentukan lamanya. apabila anggota Pembina tersebut : a. Pembina berwenang bertindak untuk dan atas nama pembina. b. Meninggal dunia. Seorang anggota Pembina berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksud tersebut kepada Lembaga paling lambat Tig Puluh hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. Pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota Pengawas. 2. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Ketua. Dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah pengampuan berdasarkan suatu penetapan pengadilan. 3. c. TUGAS DAN WEWENANG PEMBINA Pasal 9 1. c. Jabatan anggota pembina akan berakhir dengan sendirinya. Dalam hal Lembaga oleh karena sebab apapun tidak mempunyai anggota Pembina.6. . Seorang Bendahara. Tidak lagi memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. b. 2. Pasal 8 1. c. Dilarang untuk menjadi anggota pembina berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku. maka segala tugas dan wewenagn yang diberikan kepada Ketua Pembina atau anggota Pembina berlaku pula baginya. a. Pengesahan laporan tahunan. Diberhentikan berdasarkan keputusan rapat. maka dalam waktu Tiga Puluh hari sejak terjadinya kekosongan tersebut wajib diangkat anggota Pembina berdasarkan keputusan Rapat Gabungan Anggota Pengawas dan Anggota Pengurus. g. Penunjukan likuidator dalam hal Lembaga dibubarkan. maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat menjadi Ketua Umum. 3. f. Mengundurkan diri dengan pemberitahuan secara tertulis sebagaimana diatur dalam pasal 7 ayat 7. d. 3. 2. Pengurus adalah organ Lembaga Bakti Nusantara yang melaksanakan kepengurusan yang sekurang-kurangnya terdiri dari : Seorang Ketua. Kewenangan pembina meliputi : keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar. Penetapan kebijakan umum Lembaga berdasarkan Anggaran Dasar Lembaga. e. maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat menjadi Sekretaris Umum. a. b. PENGURUS Pasal 10 1. Pengesahan Program Kerja dan rancangan anggaran tahunan Lembaga. Penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Lembaga. 7.

Bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahu. 2. Bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun 4. 3. TUGAS DAN WEWENANG PENGAWAS Pasal 15 1. Mengundurkan diri. Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Pengawas. 3. . 7. 4. Tidak aktif secara berturut turut 1 (satu) tahun.4. 5. KEANGGOTAAN PENGAWAS Pasal 14 Jabatan Pengawas Bakti Nusantara berakhir apabila : 1. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Bendahara. 3. 5. membebani Kekayaan Lembaga demi kepentingan lain. 2. TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS Pasal 12 Pengurus Bakti Nusantara bertanggungjawab penuh atas kepengurusan Lembaga untuk kepentingan lembaga. 3. PENGAWAS Pasal 13 1. Meniggal dunia. maka 1 (satu) orang di antaranya dapat diangkat seagi Ketua Pengawas. 2. Pengurus berhak mewakili Lembaga Bakti Nusantara di dalam dan diluar pengadilan tentang segala hal dan kejadian dengan persetujuan dari Pembina. Masa Jabatan berakhir. maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat menjadi Bendahara Umum. 2. Pengurus wajib menyusun program kerja dan rancangan anggaran tahunan Bakti Nusantara untuk disahkan pembina. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. 2. Mengundurkan Diri. Pengawas terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih anggota Pengawas. Bila terdapat suatu lowongan dalam susunan pengurusan. Masa Jabatan berakhir. 4. Pengurus tidak berwenang mewakili Lembaga dalam hal mengikat Lembaga sebagai penjamin utang. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. maka Pembina berhak mengisi lowoangan tersebut. 6. Ketua Pengawas dan satu anggota Pengawas berwenang bertindak untuk dan atas nama Pengawas. KEANGGOTAAN PENGURUS Pasal 11 Keangotaan Pengurus Bakti Nusantara berakhir karena: 1. 1. Meninggal Dunia. Pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas Pengawas untuk kepentingan Lembaga. Pengawas adalah organ Lembaga Bakti Nusantara yang bertugas melakukan pengawasan dan memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Lembaga.

pembukuan dan memasuki bangunan halaman atau tempat yang dipergunakan Lembaga. Rapat pengawas dipimpin oleh ketua pengawas. Rapat pengurus diadakan ditempat kedudukan lembaga atau ditempat kegiatan lembaga. 2. Rapat gabungan adalah rapat yang didakan oleh pengurus dan pengawas untuk mengangkat pembina. a. 3. maka rapat pembina akan dipimpin oleh seorang yang dipilih oleh dan dari anggota pembina yang hadir. Rapat Gabungan : 1. apabila ketua berhalangan maka pimpinan rapat dipimpin oleh ketua pengawas. 4. dan rapat gabungan. Setiap rapat pembina dibuat berita acara rapat yang ditandatngani oleh ketua dan sekretaris rapat. Mengetahui segala tindakan yang dijalankan oleh Pengurus dan memberi peringatan kepada pengurus. 3. 4. 5. pengawas atau pembina. Rapat Pengurus : 1. Apabila ketua berhalangan hadir. 2. Rapat pengurus dipimpin oleh ketua umum. maka rapat pengurus dipimpin oleh seorang anggota pengurus yang dipilih oleh dan dari pengurus yang hadir. paling lambat dalam waktu lima bulan setelah akhir tahun buku sebagai rapat tahunan. atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. 5. Pengawas berwenang memeriksa dokumen. d. dan jika ketua pembina tidak hadir atau berhalangan. Pemanggilan rapat dilakukan oleh pengurus. Rapat pengurus dapat diadakan setiap waktu bila dipandang perlu atas permintaan tertulis dari satu orang atau lebih pengurus. Apabila keduanya tidak hadir maka. rapat pengawas. PEMBUKUAN DAN PERTANGGUNG JAWAB . Panggilan rapat pembina dilakukan oleh pembina secara langsung. Rapat pembina dipimpin oleh ketua pembina. 4. 3. 2. Rapat pembina diadakan paling lambat sedikit sekali dalam satu tahun. Rapat Pembina : 1.3. rapat pengurus. 4. Rapat gabungan dipimpin oleh ketua pengurus. Rapat gabungan diadakan paling lambat 30 hari terhitung sejak lembaga tidak lagi mempunyai pembina. c. rapat gabungan dipimpin oleh pengurus atau pengawas yang pilih oleh dan dari pengurus dan pengawas yang hadir. Apabila ketua pengawas berhalangan hadir. 4. Rapat pengawas diadakan ditempat kedudukan lembagaatau ditempat kegiatan lembaga. RAPAT-RAPAT Pasal 16 Rapat lembaga Bakti Nusantara terdiri dari rapat pembina. maka rapat pengawas akan dipimpin oleh salah seorang pengawas yang dipilih oleh dan dari pengawas yang hadir. 2. Panggilan rapat pengurus dilakukan leh pengurus yang berhak memwakili pengurus. 3. paling lambat tujuh hari sebelum rapat diadakan dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. Rapat Pengawas : 1. b. Rapat pengawas dapat dilakukan setiap waktu bila dianggap perlu atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih pengawas atau pembina.

sedangkan keputusan diambil atas dasar musyawarah dan mufakat. Jika setelah likuidasi masih ada sisa kekayaan. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 18 Perubahan anggaran Dasar Lembaga Bakti Nusantara dapat dilakukan atas Keputusan Rapat Pembina Pleno yang khusus diadakan untuk keperluan itu dan keputusan harus disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari anggota Dewan Pengurus yang hadir. sedangkan neraca tahunan harus disahkan oleh Rapat Pembina. maka sisa kekayaan Lembaga tersebut harus diberikan kepada badan yang mempunyai tujuan dengan Yasyasan ini atau kepada badan sosial lain yang disetujui oleh rapat pembubaran. dan penyelesaian likuidasi dilakukan oleh para anggota Dewan Pengurus. PENUTUP Pasal 20 Hal-hal yang belum diatur atau kurang lengkap diatur dalam anggaran Dasar ini dapat diputus oleh Dewan Pengurus Bakti Nusantara dan apabila dianggap perlu dapat diatur dalam Aturan Rumah Tangga atau Peraturan lain yang tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.Pasal 17 Tahun buku Lembaga Bakti Nusantara adalah tahun almanak. PEMBUBARAN Pasal 19 Pembubaran Lembaga Bakti Nusantara ini hanya dapat dilakukan atas dasar keputusan Rapat Dewan Pengurus yang sengaja diadakan untuk keperluan itu dan dihadiri sedikitnya ¾ dari anggota penggurus serta disetujui oleh paling sedikit 2/3 dari jumlah anggota penggurus yang hadir. . Pembina diwajibkan membuat pembukuan yang tertib dan rapi mengenai Bakti Nusantara. kecuali rapat pembubaran menentukan lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful