ANALISIS ASPIRIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VIS DAN KALIBRASI SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS MENGGUNAKAN LARUTAN COCL2

DENGAN MENENTUKAN KADAR ASPIRIN
A Yulia Dwi P, Kasfillah, Maulida Kuni F, Laeli F dan Wienda Erviana Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang

Kasfillah_boy2yahoo.co.id

Abastrak
Dalam bidang kimia, pengukuran analitik memiliki peranan yang sangat penting. Tujuan dari pengukuran analitik ini adalah untuk menentukan nilai sebenarnya dari suatu parameter kuantitas kimia, contohnya seperti: konsentrasi, pH, dan lain-lain. Pengukuran analitik ini dapat menggunakan metode konvensional maupun modern, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.. Dalam setiap pengukuran analitik akan sangat dipengaruhi oleh faktor presisi dan bias, yang dapat memberikan kontribusi terhadap kesalahan pengukuran. Pada makalah ini akan diuraikan ari penting proses kalibrasi pada penggunaan pHmeter dan spektrofotometer UV-Vis. Kata kunci : aspirin, ammonium asetat, asam asetat, logam alkali, hidrolisis,

Pendahuluan
Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) merupakan senyawa analgesik, yang sering kita gunakan untuk menurunkan rasa nyeri atau obat sakit kepala. dalam penggunaan sebagai obat ini maka kandungan aspirin yang terdapat

Spektra Serapan UV-Vis Newton (1672) dapat menunjukkan bahwa pemecahan matahari radiasi menjadi terlihat dari sinar

komponen-komponen

yang berwarna dapat dilakukan dengan menggunakan prisma gelas disamping

didalamnya harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan, maka dari itu obat yangada di pasaran harus dianalisis untuk mengetahui dosis yang di dalam nya dapat menyebabkan

atmosfer yang berair. Dengan menggunakan serangkaian lensa dan prisma, maka sinar matahari dapat terpecah menjadi beberapa

menurunya kesehatn tubuh atau tidak.

violet. dan yang tidak mungkin dengan warna abu-abu. infra merah. hijau. Disini energi radiasi elektromagnetik antara dua orbital disebut transisi elektronik sedangkan proses absorpsinya disebut absorpsi elektronik (Widjaja dkk. merah. nila. absorpsi merupakan suatu proses penyerapan energi frekuensi radiasi tertentu secara selektif oleh species kimia di dalam medium tranparan. Radiasi yang dipancarkan dari suatu sumber dapat dilihat oleh mata manusia bila radiasi terletak dalam daerah terlihat dari spektrum. dapat juga diperoleh dari lain sumber disamping matahari seperti pada pengaliran arus listrik melalui filamen yang terbuat dari bahan seperti tungsten permukaan energi yang khas. Lompatan yang mungkin terjadi pada specktrum UV-vis ditunjukan dengan panah hitam..ion.. menyebabkan terjadinya promosi elektron orbital dari atom ataupun molekul dari tingkat energi elektronik rendah ke tingkat energi lebih tinggi. Akibatnya terjadi suatu peningkatan energi elektronik atom-molekul tersebut (terjadi eksitasi elektron dari tingkat pemukaan energi dasar ke tingkat energi pemukaan energi eksitasi). dengan yang terendah disebut tingkat permukaan energi dasar (ground state) dan yang lebih tinggi disebut tingkat energi eksitasi (Widjaja dkk. 2001). Panah dengan titik-titik abu- . biru. tersebut dipindahkan ke dalam atom atau molekul materi itu. kuning. atau molekul) memiliki satu tingkat Lompatan elektron yang mungkin menyerap sinar pada daerah itu jumlahnya terbatas.komponen yang berwarna dan dapat terlihat pada layar. tetapi sistem deteksi lain harus digunakan jika radiasi terletak diluar daerah ini (Hardjono. Suatu spektrometer serapan bekerja pada daerah panjang gelombang sekitar 200 nm (pada ultra-violet dekat) sampai sekitar 800 nm (pada infra-merah sangat dekat). jingga. 2008). Harus diingat kembali bahwa untuk terjadinya absorpsi energi 'hv' foton harus benar-benar sama dengan perbedaan energi dua tingkat permukaan energi orbital. Menurut teori kuantum. Dalam nomenklatur spektroskopi. Ternyata spektrum terlihat. Molekul-molekul transisi melibatkan bila tiga tipe terkuantisasi berinteraksi dengan radiasi elektromagnetik. setiap partikel dasar (atom. Transisi electron menghasilkan suatu sumber yang berpijar yang memancarkan radiasi terlihat. Interaksi dengan energi radiasi sinar ultraviolet-sinar tampak (UV-vis). Spektrum warna yang berasal dari matahari mempunyai urutan warna yaitu ultra violet. 2008).

dan pipit tetes CARA KERJA Pengkalibrasian Spektofotometer orbital pT Larutan induk CoCl2.oven. Bagian molekul yang dapat menyerap sinar disebut kromofor (Clarck. Lompatan yang ditunjukan dengan tanda panah abu-abu menyerap sinar UV dengan panjang gelombang yang lebih rendah dari 200 nm. gelas beaker 150 ml. Alat ± alat : Spektrofotometer genesys 20.5 ml larutan standar aspirin dalam labu takar 10 ml. atau halogen. Pembuatan Larutan Standar Aspirin y Artinya untuk menyerap sinar pada daerah antara 200 ± 800 nm (pada daerah dimana spektra diukur).08 M diukur % transmitasi dan absorbansinya pada panjang gelombang antara 400 ± 650 nm y Dari orbital nTp Dari W orbital np dengan interval 10 nm untuk menentukan maksimumnya. dan diencerkan sampai tanda 0. misalnya pada oksigen. 10 ml. Sampel kemudian dipindahkan secara kuantitatif pada labu takar 250 ml untuk kemudian diencerkan sampai tanda tera. molekul harus mengandung ikatan pi atau terdapat atom dengan orbital non-ikatan. labu takar: 10. CoCl2. .4 g asam salisilat ditambahkan dengan 10 ml larutan NaOH 1 M dan dipanaskan sampai mendidih. 50. 6H2O (untuk kalibrasi) dan akuades. 2007). 5. neraca analitis. METODOLOGI Pembuatan Kurva Kalibrasi 0. Lompatan yang lebih besar membutuhkan enrgi yang lebih besar dan menyerap sinar dengan panjang gelombang yang lebih pendek. 6H2O 0. Lompatan yang penting diantaranya: y Dari T Bahan : Obat aspirin asam salisilat. NaOH. 2007). erlenmeyer 150 ml. 100. FeCl3. 2. pipet ukur: 1. Ingat bahwa orbital non-ikatan adalah pasangan elektron bebas.abu menunjukan lompatan yang menyerap sinar di luar daerah spektrum yang diamati (Clarck. nitrogen. 250 ml.

071x + 0. 0. pengenceran dapat dilakukan kembali untuk sampel sebanyak 2 kali (5 ml sampel + 5 ml akuades). C. pengenceran dapat dilakukan kembali untuk sampel sebanyak 2 kali (5 ml sampel + 5 ml akuades). pengenceran dapat dilakukan kembali untuk sampel sebanyak 2 kali (5 ml sampel + 5 ml akuades). 0.4 ml.5 ml larutan larutan diambil dan diencerkan dalam labu takar 10 ml dengan 0. Masing ± masing larutan ditambahkan 0.batas dengan 0. Larutan diukur absorbansi dan transmitasinya dengan Spectronic 20 pada panjang gelombang 530 nm. Dengan metode yang sama dibuat larutan B. 0. hal ini sesuai dengan hukum lambert-beer bahwa semakin besar konsentrasi. D dan E dengan memindahkan berturut ± turut masing ± masing 0.02 M FeCl3. Preparasi Sampel Tablet obat aspirin ditimbang ditambahkan 10 ml larutan NaOH 1 M dan diencerkan Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kadar asam salisilat dalam produk aspirin.2 ml dan 0. Dari grafik sampai 250 ml. Jika terlalu pekat. Hasil Dan Pembahasan Spectronic 20 pada panjang gelombang 530 nm. dan 0.3. Jika terlalu pekat. Larutan diukur absorbansi dan transmitasinya dengan 10 ml dengan 0.2.5 ml standar aspirin dan diencerkan dalam labu takar 250 ml . absorbansi yang dihasilkan juga besar.1 ml larutan standar aspirin. Analisis uji kandungan asam salisilat dalam suatu tablet aspirin dapat menjadi salah satu standar mutu dari suatu obat Sebelum menentukan konsentrasi asam salisilat terlebih dahulu membuat kurva kalibrasi dengan konsentrasi larutan standar aspirin yang bervariasi. Jika terlalu pekat.9972 dengan besar R2 tersebut berarti hubungan korelasi antara konsentrasi dan absorbansi baik. Dengan persamaan regresi linier di atas didapatkan konsentrasi .5 ml dari masingmasing larutan diencerkan dalam labu takar konsentrasi vs absorbansi pada grafik 1. Tablet obat aspirin ditimbang (3 kali menimbang) dan ditambahkan 10 ml larutan NaOH 1 M dan dipanaskan.02 M FeCl3. Absorbansi yang didapat dari metoda spektrofotometri Vis disajikan dalam tabel 1.3 ml. 0.0272 dengan R² = 0. Larutan diukur absorbansi dan transmitasinya dengan Spectronic 20 pada panjang gelombang 530 nm. 0.02 M FeCl3 (larutan A). didapatkan y= 0.

394 0. Dengan kadar asam salisilat sebesar 1.531 Tabel. berarti kadar asam salisilat kecil dalam satu tablet aspirin.691 0.1 0.1.2 Data Sampel spike voleme 0.818 1.20 .329 0.600 0. Table 1. R2=19.3 0.637 Grafik .5 Absorbansi (A) 0.37 dalam 4gram aspirin.326 0.1 data kurva kalibrasi standar asprin No 0 1 2 3 4 5 konsentrasi 0 16 32 48 80 sampel Absorbansi ( A ) 0.84125% sedangkan speke R1=146.asam salisilat dalam (berat aspirin)gr sebesar 160 ppm.0 0.

9972 Series1 Linear (Series1) konsentrasi y= 0.0272 0.125 = 7.531 = 0.0272 X=29.6 1.84125% Sampel pike (uji recovery) R1 =  x 100% = 146.4 0.6 0.kurva standar aspirin 1.365 Kadar =  % = 1.071x + 0.2 absorbansi 1 0.461 Mg= 29.8 0.171x + 0.461 x 0.4 1.20% .2 0 0 20 40 60 80 100 y = 0.0171x + 0.0272 R² = 0.

Ru maka dapat diambil kesimpulan bahwa. D. F.137544) Dari perhitungan uji recovery didapatkan pada penambahan 0.. 2008. Available from: http://www.1.5 mL larutan standar aspirin sebesar (146. Asyarie.20%.) hal ini yang sangat sering di terjadin pada saat percampuran sampel. dalam produk tersebut kecil.R2 = = 19. Bahan aktif dalam tablet aspirin adalah asam salisilat dengan Wul menunjukkan bahwa metoda yang digunakan cukup. Sjuib. 1.45848).org/paracetamol. Dari hasil pengamatan percobaan yang Aspirin Parasetamol. Christine P. Interaksi Paracetamol.. KESIMPULAN Dari penelitian yang telah kami lakukan.0. Penetapan Kadar Teofilin Dalam Campuran kandungan yang di peroleh 2.pdf andari. F. dan Teofilin Secara Spektrofotometri Derivatif. 19. tt. Daftar pustaka diana T.37% LOQ yang didapat sebesar (0.37%. 2011). Regina D. dilakukan terdapat Kadar sebesar 1. (cited 25 March. dan S. LOD yang si dapat sebesar (0. Salisilamida.tetapi ada titik kesalahan dari percobaan ini yang terjadi kemungkinan terdapat pada cara kerja yang dilakukan . Ini akibat ada nya factor kesalahan..chemis-try.84125% .