P. 1
ARTIKEL FILSAFAT

ARTIKEL FILSAFAT

|Views: 662|Likes:
Published by Sri Subekti

More info:

Published by: Sri Subekti on Jan 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

ARTIKEL FILSAFAT PENDIDIKAN PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Teori pendidikan yang mula-mula dikenal dalam sejarah ialah filsafat pendidikan (the philosophi of Education) sebagai bagian dari sistem berpikir filsafat tertentu, sejajar dengan adanya penerapan ajaran agama tertentu ke dalam pendidikan. Setiap filsafat , baik aliran filsafat, filsafat hisup, maupun filsafat agama, mempunyai pandangan sendiri tentang alam semesta, trerkait dengan empat kelompok persoalan/permasalahan utama dalam berpikir yaitu (a) kenyataan hakiki (teori realitas/ontologi atau metafisika, yang mempersoalkan apakah hakekat dari segalasesuatu yang ada), (b) pengetahuan manusia teori pengetahuan /epistemologi yang mempersoalkan apakh kebenaran dan dapatkah kita mencapai pengetahuan yang yang benar ? ,(c) nilai dan norma

(teori/aksiologi/estetika, moralitas dan etika, yang mempersoalkan.. Apakah arti apresiai dan menyikapi nilai , dan mengapa perbuatan nilai moral melebihi tahap apresiasi?, serta (d) hakekat manusia yang mendidik/diperlakukan dalam pendidikan (antropologi kefilsafatan yang mempersoalkan : Apa hakekat manusia, bagaimana hubungannya dengan segala sesuatu dengan sesama ? Dalam hubungan ini di semua masyarakat modern secara praktis terdapat aliran-aliran secara praktis (a) naturalisme (b) Idealisme (c) Realisme (d) pragmatiusme (e) eksistensialisme (f) eklektisisme.Filsafat pendidikan ialah tumbuh sejak jaman Yunani klasik (dirintis Plato, aristoteles0,jaman khilafiah islam (filsafat islami Al- Kindi, Ibnu Khaldun)jaman skolastik (Augustinus, Aquino) jaman modern (locke, Schopenhaver, Rousseau, Herbart) dan jaman kontenporer (dewey, Home, Broudy, Adler, Brameld, Sicheld Di Amerika, Lyotard, Derrida di Perancis dan Habermas di Jerman.tetapi 2 abad yang lalu di Eropa (setelah Rousseau di abad 18 membuat temuan ³konsep anak didik´ yang sesuangguhnya sesuai dengan konsep islami, bahwa setiap anak bukan saja individu berukuran
ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 1

Mengapa filsafat pendidikan itu 4. remaja dan pemuda sebagai ³ pendidikan sejati´ dengan demikian pada abad ke 19 timbul dualisme dalam teori pendidikan atau ilmu pendidikan antara filosofis dan pendekatan empirik ilmiah. Tujuan menulis artikel ini untuk mengkaji dan mendalami tentang Filsafat Pendidikan.miniatur dan bersifat individual melainkan adalah mahluk manusia yang berbeda dari orang dewasa)timbullah pendekatan developmental. Penerapan Filsafat Pendidikan ? 7. Rumusan Rumusan dari artikel ini Bagaimana Filsafat pendidikan melandasi pendidikan ? C. Apa filsafat pendidikan itu ? 2. yakni penerapan paedalogi atau antropologi tentang anak/antrophplogie des Kindes terhadap pendidikan anak. Pada 20 selain dualisme tersebut tumbuh pula pendekatan terpadu antara dualime tersebut tumbuh pula pendekatan terpadu antara dualisme filosofik-empirik kedalam pendekatan pedagogik.. Bagaimana filsafat pendidikan itu ? 5. Untuk apa filsafat pendidikan itu ? 3. Dimana ilmu mendidik dalam arti pedagogik. B. Ruang lingkup Filsafat itu ? 6. Filsafat Pendidikan melandasi Implementasi Pendidikan khususnya Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 2 . teoritis melakukan sinoptik antara pendekatan empirik dilengkapi pendekatan filosofis terhadap pendidikan aqnak secara keseluruhan dalan tahap perkembangan anak/remaja sampai menjadi dewasa melalui transisi kewibawaan sejak masa remaja puber (pasca anak sejati). Artikel ini berisi tentang : 1. Tujuan D.

Apa Filsafat Pendidikan itu? Beberapa pengertian Filsafat Pendidikan yang dikemukakan oleh beberapa para pakar : a.. harmonis.m philosophing to think out better values and idealisme. education to realizethese in life. idealisme. realisme. organis. sekurang-kurangnya sebanyak aliran dalam filsafat itu sendiri.PEMBAHASAN 1. nilai untuk membimbing rakyat membina nilai-nilai di dalam kepribadian mereka dan melembagakan dalam kehidupan mereka Dalam Filsafat terdapat berbagai madzhab . Berfilsafat adalah memikirkan dan mempertimbangkan nilai-nilai dan citacita itu dalam di dalam kehidupan dan dalam kepribadiaan manusia. maupun karsanya. Tries and beginning primarly with the youn. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Kilpatrick mengemukakan dalam buku Philosophy of Education (10 : 32 )bahwa : Philophizing and education are : then but two stage of the same endeavo. education acting out of the best direction philosophizing in can give. pragmatisme. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. to leadpeople to build critrized values to their caracter . and in this way to get the heighest ideals of philisophy progressively in their lives. Mendidik ialah mewujudkan nilai-nilai yang disumbangkan filsafat. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat. artinya berfilsafat dan mendidik adalah dua fase dalam satu usaha. dan lain-lainnya. dimulai dengan generasi muda. Beberapa aliran filsafat pendidikan. rasa. In human personality . Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. aliran-aliran seperti materialisme. dinamis. Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta. ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 3 . kesatuan. Maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran. sedang filsafat beraneka ragam alirannya. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan. agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya.

yang didukung oleh idealisme dan realisme. Fillsafat pendidikan progresivisme. menyala. Filafat itu mencerminkan satu segi dari segi pelaksanaan falsafah umum ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 4 . yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan Dengan demikian jelaslah bahwa filsafat pendidikan itu adalah filsafat yang memikirkan tentang masalah kependidikan. berpendapat tidak ada teori realita yang umum. serta pluralistis. Filsafat pendidikan menurut Al-Syaibany (1979) adalah ´pelaksanaan pandangan falsafah dan kaidah falsafah dalam bidang pendidikan. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. yang didukung oleh filsafat pragmatisme. John Dewey memandang pendidikan sebagai suatu Proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental . yaitu : suatu aktivitas yang teratur yang menjadikan filsafat itu sebagai jalan mengatur. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental. baik menyangkut daya pikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional) menuju kearah tabiat manusia. menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan. nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kebudayaan. Oleh karena itu ada kaitan dengan pendidikan. dan c. Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme.a. b Filsafat pendidikan esensialisme. maka filsafat diartikan sebagai teori pendidikan dalam segala tingkat. maka filsafat juga dapat diartikan sebagai teori umum pendidikan (Democrasy and Education P 383). Progresivisme Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal. Menurut progresivisme. Dalam pengertian yang singkat Filsafat pendidikan adalah sebagaimana didefinisikan oleh Muhammad Labib al-Najihi.

dimana semua pengetahuan mencarinya. Melalui cara yang sama dengan filsafat umum yaitu mengkoordinasi penemuan-penemuan dari sains yang berbeda.dan menitik beratkan pada pelaksanaan prinsip-prinsip yang menjadi dasar dari falsafah umum dalam menyelesaikan maslah-masalah pendidikan secara praktis´. Sifat dasar kehidupan. begitu pula dengan filsafat pendidikan yang berusaha untuk memahami pendidikan secara keseluruhan. Seperti halnya filsafat yang berusaha untuk memahami kenyataan sebagai penjelasan yang menyeluruh dan sistematis. filsafat pendidikan merupakan hal yang spekulatif. Sifat dasar masyarakat. ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 5 . seperti: a. d. Filsafat pendidikan bersifat preskriptif ketika filsafat pendidikan menetapkan tujuan dari pendidikan yang harus dipatuhi dan dicapai. menjelaskannya dengan konsep umum yang akan menuntun pilihan kita pada tujuan pendidikan dan kebijakan pendidikan. Filsafat pendidikan bergantung pada filsafat yang umum untuk memperluas bahwa permasalahan pendidikan merupakan salah satu karakter dari filsafat. karena pendidikan adalah proses sosial. karena manusia adalah yang dididik. Filsafat pendidikan spekulatif ketika mencari teori tertentu mengenai sifat-sifat dasar manusia. Kita tidak dapat mengecam kebijakan pendidikan yang ada atau menyarankan kebijakan yang baru tanpa menyadari beberapa permasalahan filsafat umum. preskritif. dimana pendidikan seharusnya menentukan. c. Sifat dari kenyataan. masyarakat dan dengan tujuan untuk menjelaskan mengenai konflik data hasil suatu penelitian pendidikan dan ilmu pengetahuan sosial. filsafat pendidikan menjelaskan mengenai penemuan ini dan dihubungkan dengan pendidikan. dan analitis. Seperti halnya filsafat umum. b. teori ilmiah tidak dapat digunakan dalam praktek pendidikan tanpa memeriksanya dahulu dengan menggunakan filsafat. Sifat dasar manusia itu sendiri. Teori ilmiah tidak membawa maksud pendidikan secara langsung.

merupakan disiplin ilmu yang merumuskan kaidah-kaidah norma atau nilai yang akan dijadikan ukuran tingkah laku manusia yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Dengan sendirinya ilmu ini berkaitan pula dengan ilmu pengetahuan normatif lainnya seperti agama. Seorang analis.Filsafat pendidikan bersifat analitis ketika mengklarifikasi pernyataan yang bersifat spekulatif dan preskriptif. a. ´kebutuhan´. Dari argumentasi-argumentasi yang merupakan dasar alasan lahirnya konsep dan rumusan filsafat pendidikan yang telah disebutkan memberikan pengertian pula kepada kita bahwa ilmu ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 6 . kebudayaan yang menjadi sumber nilai atau norma hidup dan pendidikan yang sekaligus akan menentukan tingkah laku perbuatan manusia dalam kehidupan dan penghidupannya. yang sangat berhubungan dengan pendidikan. ´pengalaman´. ´penyesuaian´. b. seorang analis juga melakukan klarifikasi pengertian yang berbedabeda yang telah digunakan dalam istilah-istilah pendidikan seperti ´kebebasan´. dan ´pengetahuan´. memeriksa rasionalitas dari gagasan-gagasan pendidikan. Sekarang kita telah siap untuk menerima berbagai cabang dari filsafat. Untuk Apa Filsafat Pendidikan ? Filsafat pendidikan yang lahir dan menjadi bagian dari rumpun konsep ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan normatif. terutama metafisik. dan memeriksa hal-hal yang menyimpang. Selain itu. Selanjutnya filsafat pendidikan yang lahir dari ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan praktis dikandung maksud bahwa tugas pendidikan sebagai aspek kebudayaan mempunyai tugas untuk menyalurkan nilai-nilai hidup serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai norma tingkah laku kepada subyek didik yang bersumber dari agama. filsafat. filsafat dan kebudayaan yang berlaku di dalam masyarakat atau negara. Seorang analis memeriksa logika konsep-konsep dan kekurangannya menjadi suatu produk yang dapat dijelaskan. seperti yang kita lihat. ´perkembangan´. B. kekonsistenan dengan gagasan lain. sosiologi.

maka ia tidak netral lagi. karena: c. yang kesemuanya diperlukan oleh pendidik atau guru sebagai pengajar dalam bidang studi tertentu dan atau seorang ayah atau ibu yang mengajarkan akidah akhlak kepada putera-puteri mereka dalam keluarga. terbuka. termasuk bertindak dalam pendidikan. d. yang tinggi rendahnya nilai kualitas tanggung jawab tersebut akan banyak ditentukan oleh sistem nilai dasar norma yang melandasinya. sumber dasar dan tujuan tindakan dan tanggung jawabnya dalam kegiatan pendidikan. termasuk tanggung jawab dalam pendidikan. Bahwa setiap individu harus memiliki tanggung jawab. ke arah mana individu pendidik harus menentukan pilihannya secara bebas dan bertanggung jawab. kritis dengan meninjaunya dari segala segi.ini penting pula untuk dipelajari dan diketahui oleh pendidik atau guru. g. baik positif maupun negatif. secara sadar dan terarah untuk tujuan yang pasti serta atas keputusan batinnya senditi. ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 7 . f. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia yang hidup tentu memiliki filsafat hidup. Pada suatu saat dimana individu pendidik telah menentukan pilihannya. demikian pula manusia yang hidup dalam dunia pendidikan harus memiliki filsafat pendidikan yang merupakan guide post. dan menyakini serta mengamalkan aliran filsafat pendidikannya dengan penuh rasa tanggung jawab. tonggak papan penunjuk jalan. Suatu kenyataan pula bahwa terdapat keragaman aliran-aliran pendidikan. Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa filsafat pendidikan merupakan tata pola pikir terhadap permasalahan di bidang pendidikan dan pengajaran yang senantiasa mempunyai hubungan dengan cabang-cabang ilmu pendidikan yang lain. Bahwa setiap manusia atau individu harus bertindak. e.

yaitu: 1. antara lain: hakekat kesamaan pendidikan dan pendidikan. Epistemologi ilmu pendidikan.R 2001).Mengapa Filsafat Pendidikan ? Filsafat pendidikan dalam arti luas dapat dibedakan dalam dua jenis (Mudyahardjo. Filsafat praktek pendidikan adalah analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dan dilaksanakan dalam kehidupan manusia. yaitu: (1) filsafat praktek pendidikan dan (2) filsafat ilmu pendidikan. apakah tujuan pendidikan itu sebenarnya. Secara konsepsional filsafat ilmu pendidikan didefinisikan sebagai analisis kritis komprehensif tentang pendidikan sebagai salah satu bentuk teori pendidikan yang dihasilkan melalui riset. 1959). dan hakekat demokrasi dan pendidikan. Ontologi ilmu pendidikan. 2. Filsafat proses pendidikan biasanya membahas tiga masalah pokok. yaitu: 1. Filsafat proses pendidikan adalah analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya kegiatan pendidikan dilaksanakan dalam kehidupan manusia. baik kualitatif maupun kuantitatif. hakekat kemerdekaan dan pendidikan. 2. apakah sebenarnya pendidikan itu. Filsafat praktek pendidikan dapat dibedakan menjadi: filsafat proses pendidikan (biasanya hanya disebut filsafat pendidikan) dan filsafat sosial pendidikan. Filsafat sosial pendidikan merupakan analisis kritis dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dalam Mewujudkan tatanan manusia idaman. membahas tentang hakekat substansi dan pola organisasi ilmu pendidikan. dan dengan cara apakah tujuan pendidikan itu dapat dicapai (Henderson. membahas tentang hakekat objek ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 8 . Objek filsafat ilmu pendidikan dapat dibedakan dalam empat kategori. Filsafat sosial pendidikan.C. terkait dengan tiga masalah pokok.

pragmatisme. Dalam filsafat terdapat berbagai mazhab/aliran-aliran. seperti materialisme.formal dan material ilmu pendidikan. membahas tentang hakekat caracara kerja dalam menyusun ilmu pendidikan. idealisme. maka selama membahas filsafat pendidikan akan berangkat dari filsafat. Metodologi ilmu pendidikan. 3.Bagaimana Filsafat Pendidikan itu ? Merupakan terapan dari filsafat umum. dan nilai. dan 4. pengetahuan. Kualitas hubungan pribadi menjadi landasan dari kualitas mengajar dan mendidik sehingga dalam linkup makriopemeliharaan kualitas memerlukan alat banntu sarana pengajaran pendidikan.kualitas mendidik atas dasar relasi interensani antara pendidik dan terdidik sebagai sesama subjek pendidikan dipelajari oleh ilmu paedagogik sebagai ilmu dasar dari ilmu pendidikan dalam arti luas. dan lain-lain. Aksiologi ilmu pendidikan. realisme. sekurang-kurnagnya sebanyak aliran ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 9 . yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas. pengajaran dan/atau latihan ilmu pendidikan. Pendidikan mencakup mendidik dan mengajar dalam bentuk mikro di lingkungan relasi kesetaraan manusia yang berinteraksi tatap muka tertentu. ilmu pendidikan bukan juga sekedar ilmu mengajar . membahas tentang hakekat nilai kegunaan teoritis dan praktis ilmu pendidikan Menurut Waini Rasyidin (2007 : 120) bahwa Pendidikan bukan sekedar program bimbingan. D. Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat. ilmu bimbingandan atau teknik latihan seperti yang selama ini dibina oleh pihak pimpinan dan birokrasi jajaran pendidikan nasional di pusat provinsi dan daerah . maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran. sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya. yaitu antaraorang-orang yang mempunyai kualitas relasi pribadi dan sekurangnya mengenal satu relasi antar manusia sebagai relasi antar subjek dalam lingkup makro. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat.

b. ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 10 . bersifat dualistis. dan supernaturalisme atau realisme religius.dan sebagainya. misalnya. Aliran realisme berpandangan bahwa hakikat realitas adalah fisik dan ruh. Filsafat pendidikan ³ Konservatif´. Idealisme berpandangan bahwa pengetahuan itu sudah ada dalam jiwa kita. perenialisme.Ruang lingkup Filsafat Pendidikan ? Beberapa Aliran Filsafat dalam Pendidikan Menurut Annna Pujiadi adalah Beberapa aliran filsafat pendidikan yang berpengaruh dalam pengembangan pendidikan.filsafat itu sendiri. utilitarianisme. realisme. Tujuan pendidikannya menggunakan pengalaman sebagai alat untuk menyelesaikan halhal baru dalam kehidupan priibadi dan masyarakat. Esensi ajarannya.Filsafat-filsafat tersebut melahirkan filsafat pendidikan esensialisme. dan romantik naturalisme dari Roousseau b. Pragmatisme merupakan kreasi filsafat dari Amerika. hidup bukan untuk arti mencari kebenaran melainkan untuk menemukan atau kegunaan. E. idealisme. dipengaruhi oleh empirisme. a. dan pembentukan moral. Humanisme berpandangan bahwa pendidikan harus ditekankan pada kebutuhan anak (child centered). perkembangan efektif. Tujuannya untuk aktualisasi diri. behaviorisme. realisme humanisme (humanisme rasional). Tujuan pendidikan aliran ini membentuk karakter manusia. humanisme. pragmatisme. Didasari oleh filsafat idealisme. dan konstruktivisme. yaitu a. Untuk membawanya pada tingkat kesadaran perlu adanya proses introspeksi. dan positivisme. Tujuan pendidikannya membentuk individu yang mampu menyesuaikan diri dalam masyarakat dan memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat. c. Brubacher (1950) mengelompokkan filsafat pendidikan pada dua kelompok besar. Filsafat pendidikan ³progresif´ Didukung oleh filsafat pragmatisme dari John Dewey.

F. Soren Kierkegaard dengan aliran ³Eksistensialisme´.d. dan masalah kebenaran/pengetahuan. yaitu masalah hakekat yang ada. dan lain-lain melalui asimilasi pengalaman baru dengan pengertian yang telah dimiliki seseorang. e. Aristoteles dengn ³Realisme´. Menurut paham konstruktivisme. Tujuannya untuk menyiapkan pribadi-pribadi yang sesuai dengan kemampuannya. mempunyai rasa tanggung jawab dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. muncul berbagai aliran yang spesifik untuk tiap-tiap tokoh. Oleh sebab itu. dan lain sebagainya. seperti Socrates dan Plato dengan ³Idealisme´. John Dewey dengan aliran ³Pragmatisme´. pandangan hidup bangsa Indonesia yang Pancasilais semestinya ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 11 . hakekat pegetahuan.Penerapan Filsafat Pendidikan ? Tokoh filsafat memiliki sistem pemikiran yang berbeda dalam menjelaskan empat permasalahan abadi. Oleh karena itu. terutama masalah tujuan hidupnya. Paham behaviorisme memandang perubahan perilaku setelah seseorang memperoleh stimulus dari luar merupakan hal yang sangat penting. masalah nilai. pengalaman fisik. dialog. dan hakekat manusia. Dengan demikian. pengetahuan diperoleh melalui proses aktif individu mengkonstruksi arti dari suatu teks. masalah pengembangan pribadi. Tujuan pendidikannya menghasilkan individu yang memiliki kemampuan berpikir untuk menyelesaikan persoalan hidupnya. Pertanyaannya adalah mengapa pendidikan menggunakan pendekatan pemikiran filosofis? Pendidikan adalah suatu bidang kajian baik secara teoritik maupun praktek yang tidak bisa dilepaskan dengan masalah kehidupan. Dengan dasar empat permasalahan abadi inilah yang digunakan untuk menafsirkan dan mengimplementasikannya ke dalam dunia pendidikan. pendidikan behaviorisme menekankan pada proses mengubah atau memodifikasi perilaku. Sehingga setiap pendidikan yag dilaksanakan di suatu negara akan menggambarkan bagaimana pandangan filosofi negara tersebut.hakekat nilai.

tetapi dapat menggunakan aliran ±aliran filsafat secara eklektif. Bersiap siaga menghadapi situasi dunia uyang selalu berubah .Filsafat Pendidikan melandasi implementasi pendidikan. Upaya untuk kelangsungan hidup itulah diperlukan suatu usaha guna mendidik anggota masyarakat yang akan meneruskan usaha pemenuhan kebutuhan pendidikan. sesuai dengan minat pribadi dan anggota masyarakat itu namun perubahan hidup itu tidak berlangsung secara mudah dan otomatis ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 12 . khususnya PTK Pendidikan merupakan suatu kebutuhan untuk hidup dan berfungsi sebagai pembaharuan hidup. G.pemiliohan filsafat harus dilakukan secara hati-hati dan dipilih karena alasan bernilai positif serta sesuai dengan norma dan agama dengan tidak bertentangan dengan pandangan masyarakat.diimplementasikan dalam praktek pendidikan baik di keluarga. seorang pendidik perlu memahami aliran-aliran filsafat pendidikan dalam pendidikan karena mempunyai manfaat dalam menjalankan peran sebagai pendidik dimana manfaatnya dalam kehidupan adalah sebagai fundamen dasar dalam : a. Seorang pendidik tidak harus menjadi seorang penganut aliran tertentu . dan kegunaannya bagi mereka yang bergerak di dunia profesionalisme kependidikan. Dalam memenuhi kebutuhan hidup tersebut terjadi interaksi antara individu dengan lingkungan dan masyarakatnya.2. karena pendidikan bersifat sitiasional .sekolah dan masyarakat. Bertindak c. Marilah kita telaah lebih lanjut tentang mazhab-mazhab filsafat pendidikan dalam hubungannya dengan sosok hasil dari studi filsafat pendidikan. Mengambil keputusan b.hidup itu selalu berubah dan selalu menuju ke arah pembaharusn. Melly Sri Sulastri mengemukakan bahwa 1. Mengurangi salah paham dan konflik d.

Pragamatis Dewey lebih menekankan kepada interaksi individu dengan lingkungannnya. Pertama tujuan pendidikan harus bersumber kepada situasi kehidupan yang berlangsung Kedua tujuan pendidikan harus fleksibel . maka hasil tujuan tersebut men jadi alat untuk mencapai tujuian berikutnya. Di sekolah anak didik belajar apa yang ada di kahidupan. Sekolah adalah lembaga pendidikan yang mengatur lingkungan belajar sesuai dengan kehidupan nyata yang ada di masyarakat. pragmatisme mengemukakan tiga kriteria yang harus diperhatikan.melainkan banyak tergantung kepada teknologi dan ilmu pengetahuan perwujudan moral kemanusiaan. sehingga mereka mereka memiliki ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 13 . Dewey menekankan kepada pengalaman indera. terakhir tujuan pendidikan harus mencerminkan aktivitas bebas ³Individual with special needs are served through vocasional education´ (Miller 1985 :67) tujuan pendidikan menurut Dewey bersifat temporer . pertimbangan itu . Pengetahuan yang benar . belajar sambil melakukan (learning by doing) dan mengembangkan masalah intelegensia. sehingga dapat mengantarkan anak untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. karena pendidikan berlangsung dalam kehidupan. Pragmatisme mengakui bahwa pikiran anak aktif. anak didorong untuk berupaya memecahkan maslah yang diberikan oleh gurunya. Tujuan pendidikan diambil dari masyrakat dimana si anak peserta didik hidup. Untuk menyusun suatu program pendidikan. dan kreatif . dimana anak dihadapkan pada masalah-masalah utama yang dihadapi masyarakat . yang berarti apabila sutu tujuan telah tercapai . bahan pelajaran harus mengaqndung ide-ide yang dapat mengembangkan situasi untuk mencapai tujuaan pendidikan . tidak begitu saja meneri darin gurunya . dan dapat sehingga anak dapat Dengan menemukan memecahkannya. Tujuan pendidikan tidak berada diluar diluar kehidupan melainkan dalam kehidupan itu sendiri. dalam situasi belajar.

5 Aliran filsafat pendidikan yang berpengaruh dalam pengembangan pendidikan. Hakekat pegetahuan. Park dalam (Sukmadinata 1988 : 17) mengemukakan bahwa ³ to learn from experience is to make backward and forward conection between what we have to do thing and what we enjoy of suffer from things in consequence´. misalnya.penertian yang komprehensif tentang hal yang dipelajarinya. Filsafat pendidikan dalam arti luas dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu: (1) filsafat praktek pendidikan dan (2) filsafat ilmu pendidikan. Kesimpulan 1. yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas. pragmatisme. Filsafat pendidikan yang lahir dan menjadi bagian dari rumpun konsep ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan normatif. idealisme. 6. humanisme. merupakan disiplin ilmu yang merumuskan kaidah-kaidah norma atau nilai yang akan dijadikan ukuran tingkah laku manusia yang hidup di tengahtengah masyarakat 3. Oleh karena itu. Oleh karena itu ada kaitan dengan pendidikan. realisme. Aristoteles dengn ³Realisme´. pengetahuan. dan hakekat manusia. dan konstruktivisme. filsafat pendidikan itu adalah filsafat yang memikirkan tentang masalah kependidikan. seperti Socrates dan Plato dengan ³Idealisme´. muncul berbagai aliran yang spesifik untuk tiap-tiap tokoh. 4.hakekat nilai. Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat. 2. dan nilai. behaviorisme. Soren Kierkegaard denga ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 14 . John Dewey dengan aliran ³Pragmatisme´. maka filsafat diartikan sebagai teori pendidikan dalam segala tingkat. Filsafat praktek pendidikan adalah tentang bagaimana seharusnya analisis kritis dan komprehensif pendidikan diselenggarakan dan dilaksanakan dalam kehidupan manusia.

Pragmatisme mengakui bahwa pikiran anak aktif. . dalam situasi belajar. dimana anak dihadapkan pada masalah-masalah utama yang dihadapi masyarakat .7. tidak begitu saja meneri darin gurunya .aliran ³Eksistensialisme´. ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 15 .. dan kreatif .

(1985) ³Principles and A Philosophy for Vocational Education´ The Ohio State University. New York: Harper & Row.Rekomendasi memahami Filsafat Pendidikan . Columbus. ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 16 . 1983. Jakarta: P2LPTK. Arifin. Jakarta: P2LPTK. Prenada Media Jakrta. Butler. Jakarta: PT Bumi Aksara. Pranjoto. Filsafat Pendidikan Islam (edisi revisi. (2002). Nana Syaodih Sukmadinata (1988). Juhaya S. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Modul Filsafat Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan. Setjoatmodjo. Menuju Pendidikan Nasional yang Relevan dan Bermutu. Filsafat ilmu Pendidikan. Filsafat Pendidikan dan Dasar. J. Bandung Suyitno. Redja Mudyaharjo ( 2008) . Jujun S. 1988. CV Alfabeta. Arbi. Four Philosophies and Their Practice in Education and Religion (3rd edition). Melvin D. Bandung: Pustaka Setia. Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum. Soedijarto. PT Remaja Rosda karya Bandung. Praja. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Universitas pendidikan Indonesia Muzayyin. Sutan Zanti. 1993. 1993. Jakarta : Depdikbud. Introduction to the Philosophy of Education. 2008 Kneller. Balai Pustaka. Suriasumantri. Surabaya: Usaha Nasional. John Willey Sons Inc. George F. (1968). 1988. Syam. Aliran-alirian Filsafat dan Etika. New York. Teori dan Praksis Ilmu Pendidikan. P2LPTK. Filsafat Pendidikan (cetakan III). 1971. Mohammad Noor. Guru Besar Emeritus. Ohio Melly Sri Sulastri Rifai. Pengantar Kepada Filsafat Pendidikan.Daftar Pustaka As´ari Djohar. Jakarta: P2LPTK Sadulloh. Miller. (2010). (2007) Rujukan Filsafat. Jakarta. cetakan kelima). Filsafat Ilmu Pengetahuan. Pengantar Filsafat Pendidikan. U. 2003. UPI press. Prasetya.D. (2008) .

Zamroni. ______________.html _____________http://massofa.net/ index2. Tersedia: http://pakguruonline.net/buku_tua_pakguru_d asar_ kpdd_11.wordpress.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd _152.com/2008/01/15/ peranan filsafat ± pendidikan .com/content/16333546-filsafatpendidikan.ht ml ARTIKEL FILSAFAT PENDIDKAN Page 17 .dalam-pengembangan-ilmu-pendidikan/ ± _____________ http://pakguruonline. Yogyakarta.pendidikan.pendidikan.Waini Rasyidin. 2000.feedfury. Pendidikan dan Masyarakat.stbellarminus-jkt.php? option com_content&do_ pdf = 1&id = 40 http://pakguruonline.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_11. ___________ http://intl.pendidikan. PT Bayu Indra Grafika.html [29 Desember 2010]. Paradigma Pendidikan Masa Depan.html _____________ http://smp-acot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->