P. 1
Kimia Inti

Kimia Inti

|Views: 764|Likes:

More info:

Published by: Maksi Klaping Maubuthy on Jan 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

KIMIA INTI DAN RADIOKIMIA

1. PENGANTAR Dalam reaksi kimia perubahan-perubahan yang dialami suatu atom hanya bagian luar saja dari atom tersebut, sedangkan inti atom tidak mengalami perubahan. Dalam ilmu kimia terdapat banyak sekali aplikasi peristiwa inti seperti reaksi inti dalam bidang ilmu kimia. Reaksi ini menyangkut perubahan atom satu atau dua unsur menjadi satu atom atau lebih dari unsur atau unsur-unsur yang berbeda. Kimia inti menyangkut studi tentang struktur inti dan bagaimana struktur ini mempengaruhi kestabilan inti serta peristiwa inti seperti keradioaktifan alam dan transmutasi inti. 2. Tujuan Instruksional Umum Setelah mempelajari bahan ajar ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami radiokimia, kestabilan inti, peluruhan radioaktif, transmutasi inti, energi ikatan inti dan reaksi fisi dan fusi. 3. Tujuan Instruksional Khusus a. b. c. d. e. f. 4. URAIAN 4.1 Perubahan Massa Pada Reaksi Kimia dan Proses Nuklir Dalam reaksi kimia, kekekalan massa dan kekekalan energi ditinjau secara terpisah. Akan tetapi massa dan energi saling berhubungan sesuai dengan persamaan Einstein. E = m c2 E adalah energi, m adalah ekivalen massa, dan c adalah kecepatan cahaya. Ekivalen massa dalam reaksi kimia sangat kecil. Pembakaran 1000 kg batu bara mempunyai ekivalen massa sekitar 1 mg, satu per milliar massa total. Tidak ada satu neraca yang pekapun yang dapat dipakai untuk menimbang massa sekecil ini. Oleh karena itu, hukum kekekalan massa berlaku untuk reaksi kimia. Sebaliknya perubahan massa pada proses nuklir dapat diukur. Pembelahan 1000 kg uranium dapat menghasilkan energi dengan ekivalen massa 900 gram atau satu per seribu massa total. Energi dalam peluruhan radioaktif berkisar di antara 0 dan 5 MeV, sesuai dengan perubahan massa 0,005 s.m.a. Dalam bidang nuklir perubahan energi dinyatakan untuk perubahan per atom 1 mol atom = 6,0225 x 1023 atom 1 s.m.a = 1,660 x 10-24 g Satuan energi dinyatakan dalam elektron volt per atom dengan singkatan eV, atau kilo elektron volt (keV) =103 eV dari mega elektron volt ( MeV) = 106 eV) Persamaan = E = m c2 c = 2,99 x 1010 cm/s Setelah mempelajari bahan ajar ini mahasiswa diharapkan dapat: Menyebutkan sifat-sifat nuklida stabil dan tak stabil. Memberikan dua contoh reaksi transmutasi inti. Menghitung waktu paruh dari persamaan laju peluruhan radioaktif. Membedakan reaksi fisi dan fusi dengan memberikan masing-masing contoh reaksinya. Menjelaskan kestabilan inti berdasarkan perbandingan neutron terhadap proton. Menghitung energi ikat inti per nukleon.

c2 = cm2/s2 =

(massa) cm2 (massa) s 2

1 MeV = 3,8 x 10-14 kal = 1,6 x 10-6 erg = 1,602 x 10-3 J 4.2. INTI DAN KESTABILANNYA A. Nuklida dan Nukleon

83

Rutherford secara terpisah tetapi pada waktu yang bersamaan mengemukakan suatu anggapan bahwa di dalam inti mungkin terdapat tak bermuatan yang bermassa satu satuan massa atom. A Z Tanda N biasanya tidak digunakan kaena N = A . 4.D. Nuklida stabil XN Nuklida ini stabil atau keradioaktifannya tidak terdeteksi 1 .nuklida yang bilangan unsurnya sama tetapi nomor atomnya berbeda.sifat kimia yang sama. Isobar ialah nuklida. maka isotop isotop suatu unsur mempunyai sifat. 6 . Isotop yaitu nuklida yang nomor atomnya (Z) sama tetapi N dan A berbeda. n 17 1 5 0 S. Oleh karena nomor atom isobar-isobar berbeda. Dengan penemuan neutron maka dapat disimpulkan bahwa neutron merupakan massa pengikat proton dalam inti sehingga menghasilkan gaya tarik menarik yang mengimbangi gaya tolak Coulomb antar proton yang bermuatan positif. Harkins. H 1 2. Nuklida ini radioaktif dan dapat ditemukan di alam U . Nuklida alam terinduksi Misalnya 1 4 6 C yang terbentuk karena antaraksi sinar kosmis dengan nuklida 1 4 7 N di atmosfir.partikel penyusun inti yaitu proton dan neutron disebut nukleon. 1.Z Ada beberapa macam nuklida 1. nomor atom Z dan bilangan neutron N disebut nuklida. sifat-sifat kimia dan fisikpun berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh jumlah neutron yang berbeda. Partikel. Oleh kaena itu inti terdiri dari neutron dan proton.nuklida dapat dikelompokkan menjadi tiga nuklida yaitu: 1. Pada tahun 1932 Chadwick berhasil menemukan partikel neutron yang merupakan kebenaran dari anggapan Rutherford pada tahun 1920. 3 4 1 1 2 4 H.5 x 109 tahun 3. Waktu parohnya pendek dan dibentuk secara kontinyu dari nuklida alam primer. Jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah nomor atom (Z). n 19 1 5 0 S n 2. Ome Mason dan E.sifat kimia suatu unsur bergantung pada nomor atomnya. H. Pada waktu itu W. Partikelpartikel dalam inti yang bermuatan positif ini diberi nama proton.Pada tahun 1911 Rutherford menemukan teori inti untuk menjelaskan struktur atom berdasarkan hasil percobaan tentang penghamburan sinar alfa. Nuklida. 6 e e C C 2 2 15 1 5 0 S. 2 C 6 238 92 1 4 7N Radionuklida alam primer. Jumlah neutron dalam inti sama dengan bilangan neutron (N). Radionuklida alam sekunder Nuklida ini radioaktif dan dapat ditemukan di alam. di mana A=N + Z Setiap spesi nuklir yang ditandai dengan bilangan massa A. Sampai dengan tahun 1920 Rutherford dapat menjelaskan bahwa muatan inti adalah Ze dengan Z adalah nomor atom unsur dan e adalah muatan elektron. waktu paro 4. Oleh karena sifat. Jumlah nukleon atau jumlah proton dalam inti sama dengan bilangan massa (A). 84 .

Isoton ialah nuklida-nuklida yang mengandung jumlah neutron yang sama. Ada tiga macam peluruhan beta. 3 0 S 1P S i. Peluruhan Beta 26 0 8 2 P b + 4 H e 2 Pada peluruhan ini neutron berubah menjadi proton. Ketika mempelajari sifat flourensensi garam uranium ia menemukan bahwa Garam-garam ini secara spontan memancarkan radiasi berenergi tinggi yan dapat menghitamkan pelat fotografi. 1 n 0 1 0 1 H + -1 β b). Peluruhan positron 44 Sc 21 0 44 Sc + -1e 22 44 Ca + 20 44 21 0 1β c). a). tetapi dapat merusak kulit.10 10 10 3 3 3 T . Proses keradioaktifan mula-mula ditemukan oleh Henry Becquerel pada tahun 1896. Setelah terpancar di udara beberapa cm. 1 4 1 6 3 1 3 2 Selain ketiga macam nuklida di atas dikenal juga isomer yaitu nuklida yang mempunyai yang mempunyai nomor atom dan nomor massa yang sama tetapi berbeda dalam sifat keradioaktifannya. Pada waktu yang sama. menangkap elektron dan membentuk atom helium yang netral. Peluruhan Alfa Peluruhan alfa atau radiasi alfa terdiri dari pancaran inti atom helium yang disebut partikel alfa dinyatakan dengan 4 2 He . Villard seorang sarjana Prancis menemukan sinar gamma. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan susunan tingkat energi proton dan neutron dalam inti. Pada proses ini tidak terjadi perubahan jumlah nukleon. h b 8 1 8 2 20 1 20 1 8 3 B P i. Penangkapan elektron Sc 85 . Peluruhan negatron Disini terjadi perubahan neutron menjadi proton dengan pemancaran elektron negatif atau negatron. P. Ketika mempelajari keradioaktifan dari radium Rutherford menemukan sinar alfa dan sinar beta. 5 . Partikel alfa tidak dapat menembus kulit manusia. Macam Peluruhan Radioaktif 1. B e 4e a 5 2 5 6 20 1 T. 5 X. o 8 4 20 1 3. Pada tahun 1898 Marie dan Piere Cure mempelajari keradioaktifan dari suatu biji uranium yang disebut pek blenda dan menemukan unsur baru yang sangat radioaktif yaitu radium. Oleh karena nomor atomnya berbeda maka isoton – isoton sifat-sifat fisika dan sifat kimia berbeda. 20 1 P o 8 4 2.

82 dan 126 Nuklida yang mempunyai neutron dan proton sebanyak bilangan sakti stabil terhadap reaksi inti dan peluruhan radioaktif. Semua inti yang mengandung 84 proton (Z = 84) atau lebih tidak stabil 2). 50. -β 56 detik 87 cepat Kr 36 86 Kr 36 1 + 0n Pembelahan spontan Proses ini hanya terjadi dengan nuklida. Kestabilan Inti Kestabilan inti tidak dapat diramalkan dengan suatu aturan. Bilangan – bilangan ini adalah. Untuk proton: = 2. 8. atau konfigurasi kulit tertutup untuk proton dan neutron.nuklida yang sangat besar dan membelah secara spontan menjadi dua nuklida yan massanya berbeda.ganjil 3). 86 Kr + 36 1 n 0 Pemancaran neutron terlambat 87 Br 35 4. 50. 254 Cf 98 142 108 Mo + Ba 56 42 + 1 n 0 B. Bilangan Sakti (Magic Number) Dari berbagai pengamatan tentang kestabilan inti ditemukan bahwa inti itu stabil jika dalam inti tersebut terdapat jumlah proton dan jumlah neutron sama dengan bilangan sakti (magic number). 20 208 Pb 82 86 . Namun ada beberapa aturan empiris yang dapat digunakan untuk mengenal inti yang stabil dan yang radioaktif. 8. Peluruhan gamma 60 Co 27 2. 20.genap Ganjil. 20.ganjil Ganjil. Jumlah Proton – neutron Genap. Isotop-isotop stabil. 2 16 8 O. 40 Ca. Aturan ganjil genap Diamati bahwa inti yang mengandung jumlah proton yang genap dan jumlah neutron yang genap lebih stabil dari inti yang mengandung jumlah proton dan neutron yang ganjil. Inti yang stabil 157 52 50 5 4 He. 60 Co + γ 27 Proses ini sering disebut “ transisi isomer “ Pemancaran neutron 87 Kr 36 3. 28.3.genap Genap. 28. 1). dan 82 Untuk neutron : = 2.

Hal ini jarang diamati karena berlangsung sangat cepat. Z < 83 dan N/Z kecil.1. Memancarkan partikel β . Jadi tidak dikenal nuklida stabil dengan nomor atom lebih dari 83. Di daerah inti-inti mempunyai N/Z besar. perbandingan neuron terhadap proton sekitar 1. 82. Untuk mencapai kestabilan inti. Di bawah pita kestabilan Inti di daerah ini. 22 Ne 10 + 0e 1 Penangkapan elektron 87 . atau daerah surplus neutron. Dalam hal ini salah satu neutron dalam inti berubah menjadi proton disertai dengan pemancaran partikel β . N/Z besar. Di atas pita kestabilan Z < 83. (N/Z). Pita Kestabilan Dari sekian banyak isotop yang dketahui. 2. a. Memancarkan positron. sebaliknya semua unsur dengan Z kurang dari atau sama dengan 83 mempunyai lebih dari satu nuklida stabil kecuali unsur teknisium (Z=43) dan propetium (Z=61).Bilangan sakti : 2. Daerah di sekitar pita kestabilan di mana terdapat inti yang tidak stabil dapat dibagi dalam tiga daerah : 1. n → p+ + e- b. Bagi nuklida dengan Z = 20. sama dengan pada pita kestabilan. 22 Na 11 b. Dalam hal ini proton berubah menjadi neutron disertai pemancaran positron. Inti memancarkan neutron. Jika N dialurkan terhadap Z untuk semua isotop stabil diperoleh gambar sebagai berikut: 120 Jumlah Neutron (N) 100 80 60 40 20 0 0 Pita Kestabilan inti 20 40 60 80 100 Jumlah Proton (Z) Inti yang tidak stabil cenderung untuk menyesuaikan perbandingan neutron terhadap proton.0 sampai 1. Jika jumlah proton makin bertambah (sangat banyak). tolak menolak antara proton sangat besar sehingga tidak mungkin terdapat nuklida yang stabil. dan 126 4). C. Kestabilan inti dapat dikaitkan dengan perbandingan neutron-proton. Jika Z bertambah perbandingan nuetron terhadap proton bertambah sekitar 1. a. 20. hanya kurang lebih seperempatnya yang stabil. 8.5. Untuk mencapai kestabilan inti.

008665) + (26 x 0.ln No dan 88 .007277 µ n = 1. Selisih antara massa inti yang sebenarnya dan jumlah massa neutron penyusunnya disebut defek massa.90 Mo 42 3. Massa suatu inti selalu lebih kecil dari jumlah massa proton dan neutron.dN = λdt N Setelah diintegrasikan. EC 90 Nb 41 Daerah di atas pita kestabilan (Z > 83) Inti di daerah ini surplus massa atau proton dan neutron.79 MeV per nukleon e Peluruhan radioaktif Peluruhan radioaktif mengikuti hukum laju reaksi orde kesatu. . dan dapat dihitung jika t = 0.007277) + (30 x 1. inti memancarkan partikel α .55.0005486) = 56. Untuk mencapai kestabilan. Atom 56 26 F mengandung 26 proton. Energi Pengikat Inti 222 Rn 86 + 4 He 2 Inti atom terdiri atas proton dan neutron. F = 0.dN = λN dt di mana N adalah jumlah atom radioaktif mengikuti hukum laju radioatif yang terdapat dan λ tetapan peluruhan. Laju peluruhan berbanding lurus dengan atom radioaktf yang tertinggal. Massa yang hilang ini merupakan ukuran energi pengikat neutron dan proton.5285 µ Energi pengikat inti Energi pengikat inti 5. . Energi yang diperlukan untuk menguraikan inti disebut energi pengikat inti. maka jumlah atom radioaktif yang terdapat pada keadaan awal. yaitu No .5285 µ x 931 MeV = 492 MeV e F per nukleon = 492 MeV/56 = 8. 226 Ra 88 C. e 56 26 56 26 Defek massa : 56. e Massa dari partikel-partikel ini.0005486 µ Massa 56 26 F menurut perhitungan e = (26 x 1. Persamaan di atas dapat diubah. p = 1.ln N = λ t + C C adalah tetapan integrasi.008665 µ e = 0. 9349 µ . .9349 µ = 0. jadi C = .4634 µ Massa 56 26 F menurut pengamatan 55. 30 neutron dan 26 elektron.4634 µ .

Hitung: a). waktu yang diperlukan agar 0..001 mg Jawab: λ= a).303 log 0.0 x 24 x 60 x 60 b). Akan tetapi isotop 24Na bersifat radioaktif.393 λ Hitung waktu paro peluruhan bismut-210 yang radioaktif adalah 5.0 hari.OH RCOOR.30 log 2 λ = 0.6 x 10-6 ) = 1733180.001 = 2. 2. tetapan peluruhan (dalam s-1 ) b). PENGGUNAAN RADIOISOTOP Di negara-negara maju penggunaan dan penerapan keradioaktifan telah dilakukan dalam berbagai bidang.016/0. 1.2 detik t = 20 hari C. Bidang Kimia Tehnik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai reaksi kimia.303 log N/No = λ t t = 2. Oleh karena radioisotop mempunyai sifat kimia yang sama. Sesuai dengan reaksi orde ke satu dapat ditunjukkan bahwa waktu paro ( t 1/2) untuk peluruhan radioaktif. 89 R C O O . kita tidak dapat6 membedakan antara garam NaCl dan 24NaCl secara kimia dalam suatu proses.ln N = λt .ln No atau No t N = λ N = jumlah atom radioaktif pada waktu t No = jumlah atom pada awal. Sebagai perunut. t1/2 = Contoh soal 1. R + H2O . Radioisotop dapat digunakan sebagai sumber sinar pengganti sumber lain seperti sumber sinar-X. + H2O Dari hasil analisis spektroskopi massa dapat ditulis proses berikut ( isotop oksigen – 18 digarisbawahi ) 23 O R C OH + HO R .6 x 10 -6 s -1 5. Reaksi Esterifikasi Dengan oksigen. proses pengendapan ini dapat diikuti dengan mendeteksi sinar radioaktif yang dipancarkan. Pda contoh di bawah ini akan diberikan beberapa contoh penggunaan radioisotop baik sebagai perunut maupun sumber radiasi.18 dapat diikuti reaksi antara asam karboksilat dan alkohol. Isotop suatu unsur baik yang stabil maupun yang radioaktif memiliki sifat kimia yang sama. radioisotop digunakan untuk mengikuti unsur dalam suatu proses yang menyangkut senyawa atau sekelompok senyawa.693 = 1.773/(1. 0. Radioisotop dapat digunakan sebagai perunut sebab sinar yang dipancarkan dan energi sinar serta waktu paronya merupakan sifat khas radioisotop tersebut. RCOOH + R. 2. Pengguanaan radioaktif dapat dibagi ke dalam penggunaan sebagai perunut dan penggunaan sebagai sumber radiasi. misalnya dalam proses pengendapan AgCl jika ditambahkan garam AgNO3. 1. Radioisotop ialah isotop ssuatu unsur yang radioaktif yang memancaarkan ssinaar radioaaktif.016 mg bismut – 210 meluruh menjadi 0.773 t = 2.

100µ Ci kemudian diencerkan sampai volume 100 ml.0825/0.1484 M 65. Analisa Pengaktifan Neutron 0. Setelah pengendapan garam seng diperoleh 0. Contoh: Ke dalam 50.100 x 100 = 82. Ada beberapa cara analisis radiometrik yaitu: a) Analisis Pengenceran Isotop Ke dalam suatu larutan yang akan dianalisis ditambahkan suatu larutan yang mengandung suatu spesi radioaktif yang diketahui jumlahnya dan zat yang tidak diketahui. R . 0.37 x 0. Hasil analisis menunjukkan mekanisme O R OR. Jawab % Zn yang diperoleh = 0.0 ml larutan yang mengandung ion yang belum diketahui konsentrasinya ditambahkan 10 ml larutan 62Zn+2 0.400 gram seng dengan keaktifan 0.485 g semula.OH Pada reaksi ini digunakan air yang mengandung oksigen – 18. Kemudian zat tersebut dipisahkan.Hasil analisi ini menunjukkan bahwa molekul air tidak mengandung oksigen – 18 RCOOR. Hitung kosentrasi Zn=2 dalam larutan semula.γ ) Cu 64 90 .0825µ Ci. . 2. + H2O reaksi berikut: RCOOH + R..05 Pada analisa ini zat pengotor suatu unsur dalam jumlah renik dapat diukur. Misalnya tembaga yang mengotori aluminium dapat diukur dengan iradiasi suatu cuplikan dengan neutron membentuk 64Cu. lalu keradioaktifannya ditentukan. C O R + H O H .825 g yang diperoleh/ gram total 62 Dengan mengabaikan berat Zn+2 yang ditambahkan maka konsentrasi Zn+2 dalam larutan b.485 = 0. Cara ini disebut dengan analisa pengaktifan *) unsur yang akan ditentukan sudah bersifat radiaktif.4000g seng yang diperoleh 0. C O H + R O H O Dari mekanisme reaksi di atas terlihat bahwa hidrolisis menyangkut pemutusan ikatan antara CO dan Penggunaan isotop dalam bidang kimia Ada beberapa penggunaan isotop dalam analisis *) isotop radioaktif digunakan sebagai perunut *) zat yang akan diselidiki diubah menjadi isotop radioaktif dengan reaksi inti. 63 Cu (n.5 % Jumlah seng = = 0.

Untuk mempelajari kelainan pada kelenjar tiroid dapat digunakan radioisotop 131I.Cuplikan diiradiasi dengan fluks neutron yang diketahui sampai terjadi keaktifan jenuh. 3. Sebutkan macam dan sifat radiasi yang dipancarkan oleh inti radioaktif Tulis persamaan yang setara untuk reaksi peluruhan nuklir di bawah ini. Nuklida U memiliki partikel di bawah ini kecuali: 92 a. 92 proton c. misalnya gandum dengan batang yang lebih pendek. 92 elektron b. Radioisotop fosfor dapat dipakai unutk menentukan tempat tumor di otak. γ ) N 6 7 (b) II. Hitung waktu paro ( dalam hari ) 45Ca! Tulislah reaksi inti untuk proses berikut: 60 Co meluruh. bermuatan positif c. Soal Uraian 1. Untuk reaksi berikut. Jumlah atom tembaga dan cuplikan dapat diukur.SOAL LATIHAN I. bermuatan negatif 3. Cobalt –60 mempunyai waktu paro 5. Dengan mengukur keaktifan dan mengetahui penampang lintang. Neutron a. sehingga dapat diketahui penyumbatan dalam saluran darah. 2. mempunyai massa yang sama dengan elektron 238 91 . 4. SOAL. Bidang Kedokteran Radioisotop natrium–24 dapat digunakan untuk mengikuti peredaran darah dalam tubuh manusia. 92 neutron d. Larutan 24 NaCl disuntikkan ke dalam darah dan aliran darah dapat diikuti dengan mendeteksi sinar yang dipancarkan. n ) P 15 13 12 13 C ( p. Radioisotop fosfor dapat digunakan untuk mempelajari pemakaian pupuk oleh tanaman. 238 nukleon 2. 11 B (a) emisi alfa oleh 5 98 (b) emisi beta oleh 38 Sr 88 Br 35 (c) emisi neutron oleh 3. berapa grm Cobalt –60 (a) 30 27 Al ( α.SOAL PILIHAN GANDA 1. b. SOAL.26 tahun jika 100 g yang tersisa? tetapan laju peluruhan 45Ca 4. 5. Bidang Pertanian Dalam bidang pertanian radiasi gamma dapat digunakan untuk memperoleh bibit unggul.23 x 10-3 hari-1 . tidak bermuatan d. 4. Sinar gamma menyebabkan perubahan dalam struktur dan sifat kromosom sehingga memungkinkan menghasilkan generasi yang lebih baik.

β Nuklida apakah yang terbentuk? 86 218 84 214 83 214 82 214 81 222 a. 0. No d. a. isoton d.155 g 9. σ. Suatu nuklida Ra memancarkan berturut. positron 4. 0.5 gram cuplikan isotop ini adalah… a.Diketahui bahwa suatu zat radioaktif meluruh sesuai dengan hukum eksponensial N = No exp (.λ t ) b.104 Rn 48 x adalah a. 0. proton c. sinar gamma 130 Xe 54 a. Ra c.032 g c. Pb 213 82 b.693 x 15 jam 7. Unsur manakah yang intinya paling stabil???? a. 56 Fe 26 238 U 92 28 Si 14 d. c. 30 jam c.160 g e. elektron d. No / 2 waktu paro zat ini dengan .5 jam d. peluruhan positron c. Proses yang menggeserkan kedudukan suatu unsur satu tempat ke sebelah kiri dalam susunan berkala adalah… a. 60 jam e.mula ada 0. λ c. Bi d. pembelahan spontan 10. peluruhan beta e. isobar dan 130 Ba 56 disebut b. 6. λ / ln 2 e. isotop c. 0. maka setelah 105 menit jumlah radium yang dihasilkan adalah… a. Satu gram suatu isotop mempunyai waktu paro 15 jam. waktu dari 0. 12 C 6 b. 7.160 g fransium. 104 Ag 47 + x b. 0. isomer 5. Jika mula. peluruhan gamma b. 0. Pb 8.005 g b. 15 jam b. Tl 223 88 e. peluruhan alfa d. Kedua nuklida.128 g d. ln 2 / λ 92 .turut partikel α. Unsur fransium merupakan pemancar partikel beta sesuai dengan persamaan 223 87 Fr Ra + e Waktu paronya 21 menit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->