PENGUKURAN LAJU EROSI DENGAN METODE USLE (UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION

)

LAPORAN
Oleh : KELOMPOK I

Mustafa Parlidungan Ira Septiana Pasaribu Lasnita Manurung Agustami Sitorus Wawan Ginting Remon Purba Tarida Lumban Gaol Syahnan Riady

080308004 080308008 080308011 080308013 080308015 080308019 080308055 080308012

LABORATORIUM EROSI DAN BANGUNAN PENCEGAH PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011

PENGUKURAN LAJU EROSI DENGAN METODE USLE (UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION)

LAPORAN

KELOMPOK I

Laporan sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti Praktikum di Laboratorium Erosi Dan Bangunan Pencegah di Laboratorium Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Diperiksa Oleh :

Delima Lailan S Nst STP Asisten

Diketahui Dosen Penanggung Jawab :

Prof. Dr. Ir. Sumono, MS

LABORATORIUM EROSI DAN BANGUNAN PENCEGAH PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011

.................................................... 9 Pembahasan ....................................................DAFTAR ISI Hal........................................................................................................................................................... 9 KESIMPULAN ............................................ 15 ...................... 2 TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................. 3 BAHAN DAN METODE .......................................................... 9 Hasil ........................................................... 1 Latar belakang ... 14 Lampiran ............................ 6 Bahan dan alat ........................................................................................... 6 HASIL DAN PEMBAHASAN ................ 6 Waktu dan Tempat ............................................................................................................................................................................................. 1 Tujuan praktikum ......................................... 13 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 6 Prosedur praktikum ........................................................................................................... PENDAHULUAN .........................................................................................................................................................................................................................

Sebagai pedoman. diantaranya tanah dan lingkungannya.Erosi ini terjadi akibat adanya perubahan pola penutupan tanah. Faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi erosi sebetulnya tidak dapat dipisahkan-pisahkan satu dengan lainnya.Erosi jenis ini tidak berbahaya karena lajunya seimbang dengan pembentukan tanah di tempat terjadinya erosi tersebut. Pada tahap ini.Erosi ini sering disebut dengan erosi geologi atau geological erosion. penutupan tanah baik oleh vegetasi atau lainnya. Secara alami tanah mengalami pengikisan atau erosi. Menyadari akan bahaya atau dampak yang ditimbulkan oleh erosi. jenis tanah. artinya semua bekerja secara simultan. disadari atau tidak. faktor-faktor yang mempengaruhi erosi tanah meliputi hujan. manusia dari zaman purbakala hingga zaman modern ini telah berusaha untuk 1 . limpasan permukaan. dari pola alami menjadi pola buatan manusia. Kehadiran manusia sejak pertama kali di bumi ini. Nilai batas ini bukan harga yang mudah ditentukan. dan ada atau tidaknya tindakan konservasi.PENDAHULUAN Latar belakang Sebagai sumber daya yang banyak digunakan. Misalnya air hujan. angin. Erosi ini dikenal sebagai ³erosi dipercepat´ atau accelerated erosion. dan/atau hujan. karena sangat bervariasi terhadap tempat dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Secara gamblang. tanah dapat mengalami pengikisan (erosi) akibat bekerjanya gaya-gaya dari agen penyebab. manusia harus sudah mulai mengendalikan supaya laju erosi tidak melebihi batas yang dapat diterima (acceptable limit erosion). kemiringan lereng. dapat dikatakan bahwa nilai batas erosi yang dapat diterima adalah nilai laju erosi yang tidak melebihi laju pelapukan batuan. angin. mulai meningkatkan laju erosi.

Tujuan praktikum Untuk mengukur laju erosi pada suatu cakupan daerah dengan menggunakan metode USLE. Pengendaliannya disini bukan pencegahan erosi tanah. . Keberhasilan pengendalian tersebut bergantung kepada pemilihan strategi yang tepat untuk konservasi tanah.2 mengendalikannya. tetapi pengurangan laju kehilangan tanah menjadi kira-kira mendekati laju yang terjadi di bawah kondisi alami. Strategi yang demikian membutuhkan suatu pengertian yang mendalam tentang proses erosi.

Faktor-faktor yang menggalakkan infiltrasi air ke dalam tanah dan mengurangi limpasan permukaan. mengurangi kepekaan. Pada kondisi dimana energi yang tersedia tidak lagi cukup untuk mengangkut partikel. 3 . Kemampuan ini disebut ³erosivitas´. sementara setiap kegiatan yang menghancurkan tanah meningkatkannya. Faktor di atas dapat digolongkan kedalam tiga kelompok yaitu : 1. kemiringan lereng. limpasan permukaan. pengusahaan tanah mungkin mengurangi kepekaan tanah liat. limpasan permukaan dan/atau angin untuk menyebabkan erosi. merupakan kemampuan potensial hujan. dan ada atau tidaknya tindakan konservasi. angin. penutupan tanah baik oleh vegetasi atau lainnya. Faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi erosi sebetulnya tidak dapat dipisahkan-pisahkan satu dengan lainnya. maka akan terjadi tahap yang ketiga yaitu pengendapan (sedimentation) (Hjulstrom.TINJAUAN PUSTAKA Erosi tanah terjadi melalui 3 tahap. Energi. Oleh karena itu. jenis tanah. tetapi meningkatnya kepekaan tanah pasir. 2. Kepekaan tanah (Erodibilitas) yang bergantung kepada sifat-sifat fisik mekanika dan kimia tanah. yaitu pelepasan (detachment) partikel tunggal dari massa tanah dan tahap pengangkutan (transportation) oleh media yang erosif seperti aliran air dan angin. Faktor-faktor yang mempengaruhi erosi tanah meliputi hujan. 1935). Juga termasuk ke dalam kelompok ini adalah faktor-faktor yang langsung mempengaruhi tenaga dari agen-agen erosive seperti limpasan permukaan dan angin berturut-turut melalui pengurangan panjang lereng dan kehadiran ³ penyangga angin´ (wind breaks).

kita sebagai manusia dapat mengendalikan laju erosi tanah hingga batas tertentu. Dalam kaitannya dengan konservasi tanah dan air. tanah terdiri dari partikel mineral dan organik dengan berbagai ukuran.30 31.80 20.34 103. Secara fisik. Partikel-partikel tersebut tersusun dalam bentuk matriks yang pori-porinya kurang lebih 50%.4 3. bertitik tolak kepada faktor-faktor yang berhubungan dengan penutupan tanah. 1975). sebagian terisi oleh air dan sebagian lagi terisi oleh udara.10 Stabilitas ( St ) 105. percikan butir air hujan melemparkan partikel tanah ke udara ke segala arah secara acak.18 (Bernakusumah.50 35. dengan proporsi yang makin besar dengan meningkatnya kemiringan lereng. struktur. (Morgan.32 Erodibilitas (E) 0.Tumbuhan yang berbeda memberikan daya proteksi yang berbeda sedemikian rupa. Pada lahan datar. dan kandungan bahan organik. 1988).28 0. Sehingga dengan penentuan penggunaan lahan. tekstur. Selanjutnya. pada lahan miring. makin . Faktor topografi umumnya dinyatakan kedalam kemiringan dan panjang lereng.49 0. partikel tanah lebih banyak yang terlempar ke arah bawah daripada yang ke atas. infiltrasi. sifat fisik tanah yang berpengaruh meliputi.78 114.43 110. Berikut tabel erodibilitas macam-macam tanah yang berasal dari bahan induk yang berbeda Macam Tanah Tanah Loss Tanah Pasir Tanah Kapur Tanah Liat Transportabilitas (B) 51. Secara umum erosi akan meningkat dengan meningkatnya kemiringan dan panjang lereng.Suatu penutup tanah melindungi tanah melalui upaya pengintersepsian hujan dan pengurangan kecepatan limpasan permukaan dan angin. Proteksi.34 0.

USLE adalah suatu model erosi yang dirancang untuk memprediksi erosi rata-rata jangka panjang dari erosi lembar atau alur di bawah keadaan tertentu. Universal Soil Loss Equation (USLE adalah Suatu model parametrik untuk memprediksi erosi dari suatu bidang tanah telah dilaporkan oleh Wischmeier dan Smith (1965 & 1978). USLE dikembangkan di National Runoff and Soil Loss Data Centre yang didirikan dalam tahun 1954 oleh the Science and Education Administration Amerika Serikat (dahulu namanya Agriculture Research Service) bekerja sama dengan Universitas Perdue (Wischmeier and Smith. 1978). USLE memungkinkan perencana menduga laju rata-rata erosi suatu bidang tanah tertentu pada suatu kecuraman lereng dengan pola hujan tertentu untuk setiap macam pertanaman dan tindakan konservasi tanah yang mungkin dilakukan atau yang sedang dilakukan.5 panjang lereng cenderung makin banyak air permukaan yang terakumulasi. Persamaan yang digunakan mengelompokkan berbagai parameter fisik dan pengelolaan. yang mempengaruhi laju erosi kedalam 6 peubah utama yang nilainya untuk setiap tempat dapat dinyatakan secara numerik. sehingga aliran permukaan menjadi lebih tinggi kedalaman maupun kecepatannya. tetapi tidak dapat memprediksi pengendapan dan tidak memperhitungkan hasil sedimen dari erosi parit. . Kombinasi kedua variabel lereng ini menyebabkan laju erosi tanah tidak sekedar proporsional dengan kemiringan lereng tetapi meningkat secara drastis dengan meningkatnya panjang lereng (Kartasapoetra. tebign sungai dan dasar sungai. 2000). Ia juga bermanfaat untuk tempat tanah bangunan dan penggunaan bukan pertanian.

Dibor tanah untuk menghitung laju permeabilitas. Dihitung nilai K dengan rumus : 6 . Dihitung laju permeabilitasnya 7. Diukur panjang lereng 5. Prosedur Praktikum 1.BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada hari Jumat 25 November 2011 di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Diukur kemiringan 4. Bahan dan Alat Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah data rata-rata curah hujan bulanan. Dihitung nilai R 8. Ditentukan lahan yang akan dijadikan lokasi penelitian 2. Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah alat tulis sebagai alat untuk pencatat data. Ditentukan titik pengambilan sampel tanah 3. Medan. data rata-rata hari hujan bulanan dan data curah hujan maksimal harian rata-rata serta data lainnya untuk mencari nilai erosi. caranya yaitu : Dibor tanah sedalam 1 m Diambil sampel tanah (dalam ring sampel) Dimasukkan air kedalam tanah yang sudah dibor Diukur turunnya air dan dicatat sebagai laju permeabilitasnya 6.

a.713M 1.(b  2)  (2.10 4 {(12  a )  (3.P (dalam satuan ton/ha/tahun) Dimana: A = Banyaknya tanah tererosi (ton ha-1 yr-1) R = faktor curah hujan dan aliran permukaan (Erosivitas) (MJ mm ha-1 hr-1 yr-1) K = faktor erodibilitas tanah (ton ha hr MJ-1 mm-1 ha-1) LS = faktor panjang dan kemiringan lereng C = faktor vegetasi penutup tanah dan pengelolaan tanaman P = faktor tindakan-tindakan khusus konservasi tanah.C. Dihitung nilai LS 10. 12. Ditentukan nilai P (konservasi tanah dan air). Faktor Erosivitas Hujan  Dimana: R = faktor erosivitas hujan (KJ/ha/tahun) n = jumlah kejadian hujan dalam setahun EI30 = interaksi energi dengan intensitas maksimum 30 menit yang merupaka produk perkalian antara energi hujan dan intensitas maksimum 30 menit.7 K= 2. Ditentukan nilai besarnya erosi dengan rumus : A = R.LS.25.   .5.14 . Ditentukan nilai C 11.(c  3)} 100 9. K.

Max = curah hujan maksimum selama 24 jam pada bulan bersangkutan. Faktor Erodibilitas Tanah (K)     Dimana: K = Faktor erodibilitas M = (% debu + %pasir sangat halus) (100-% liat) a = bahan organik tanah (% C x 1. Faktor Pengendalian/ Konservasi Lahan    . c.724) b = harkat stuktur tanah c = harkat permeabilitas propil tanah. Faktor penutup Vegetasi e. b.8 Dimana: CH HH = rata-rata curah hujan bulanan = rata-rata jumlah hari hujan per bulan (hari) P. Faktor Topografi (LS)  Dimana: S = kemiringan lereng (%) L = panjang lereng (m) d.

HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan Erosi adalah merupakan suatu proses penghancuran dan penangkutan dari butir-butir tanah oleh bahan pengerosi (erosivagent). 9 . USLE memungkinkan perencana menduga laju rata-rata erosi suatu bidang tanah tertentu pada suatu kecuraman lereng dengan pola hujan tertentu untuk setiap macam pertanaman dan tindakan konservasi tanah yang mungkin dilakukan atau yang sedang dilakukan. Persamaan yang digunakan mengelompokkan berbagai parameter fisik dan pengelolaan. Hal ini sesuai dengan literatur Hjulstrom (1935) yang menyebutkan Erosi tanah terjadi melalui 2 tahap. yaitu pelepasan (detachment) partikel tunggal dari massa tanah dan tahap pengangkutan (transportation) oleh media yang erosif seperti aliran air dan angin. Diamana erosi memiliki dua arti penting yakni proses penghancuran (detchmean) dan pengangkutan (transportation). USLE adalah suatu model erosi yang dirancang untuk memprediksi erosi rata-rata jangka panjang dari erosi lembar atau alur di bawah keadaan tertentu. yang mempengaruhi laju erosi kedalam 6 peubah utama yang nilainya untuk setiap tempat dapat dinyatakan secara numerik. maka akan terjadi tahap yang ketiga yaitu pengendapan (sedimentation). Universal Soil Loss Equation (USLE adalah Suatu model parametrik untuk memprediksi erosi dari suatu bidang tanah telah dilaporkan oleh Wischmeier dan Smith (1965 s/d 1978). Bahan-bahan pengerosi (erosivagent) ini dapat berupa air dan angin. Pada kondisi dimana energi yang tersedia tidak lagi cukup untuk mengangkut partikel.

sifat fisik tanah yang berpengaruh meliputi. limpasan permukaan. Stabilitas agregat tanah adalah . Dalam kaitannya dengan konservasi tanah dan air. tekstur. angin. Jenis lahan yang dihitung merupakan jenis lahan yang memiliki tanah terbuka dan tanpa dilakukan tindakan konservasi. Hal ini sesuai dengan literatur Bernakusumah (1975) yang menyatakan secara fisik.647 ton/ha/tahun. Sehingga hasil pendugaan erosi ini nilainya lebih besar karena data ini menunjukkan bahwa lahan yang dihitung merupakan lahan kontrol untuk menghitung pendugaan erosi metode USLE tersebut. tanah terdiri dari partikel mineral dan organik dengan berbagai ukuran. Hal ini sesuai dengan literatur Morgan (1988) dimana faktor-faktor yang mempengaruhi erosi tanah meliputi hujan. penutupan tanah baik oleh vegetasi atau lainnya. Besar kecilnya nilai erosi diatas merupakan akibat dari berbedanya tekstur tanah sehingga mempengaruhi erodibilitas tanah untuk menahan lajunya erosi.457 ton/ha/tahun dan yang terkecil adalah pada daerah C10 yakni sebesar 1493. dan ada atau tidaknya tindakan konservasi. Diantaranya adalah faktor stabilitas agregat tanah dan kapasitas infiltrasi tanah. Partikel-partikel tersebut tersusun dalam bentuk matriks yang poriporinya kurang lebih 50%. struktur. Faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi erosi sebetulnya tidak dapat dipisahkan-pisahkan satu dengan lainnya.10 Dari hasil data yang diperoleh diketahui bahwa Erosi terbesar dengan pendugaan erosi metode USLE terdapat pada daerah C8 dimana besarnya nilai erosi adalah sebesar 3171. kemiringan lereng. faktor erodibilitas merupakan kemampuan tanah dalam menahan pukulan air hujan yang jatuh ke permukaan tanah. jenis tanah. sebagian terisi oleh air dan sebagian lagi terisi oleh udara. infiltrasi dan kandungan bahan organik.

8 ton/Ha tahun Kemudian ditentukan nilai tingkat bahaya erosi dengan rumus : TBE = A T Nilai (Ton / Ha.5133 114. Ditentukan nilai T ( nilai erosi yang diperbolehkan) dengan rumus : kedalaman efektif x faktor kedalaman Tanah x BD ( gr / cm 3 ) umur pakai Tanah(W ) Maka.8 27.67 3171.7079 58. Semakin kuat ikatan antar partikel tanah maka semakin sedikit pula tanah yang lepas akibat dari pukulan hujan tersebut.8 Desa C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 Erosi (Ton / Ha.8 27.8 27. Ada 2 hal yang mempengaruhi faktor topografi yakni kemiringan lereng (S) dan panjang lereng (L).613 1997.8459 73.5041 71.316 2035.11 keterikatan antara partikel-partikel tanah.208 77. diantaranya kacang-kacangan karena merupakan kelompok Leguminoceae.      š ‰” …3 T = 27.8 27. Dengan makin curamnya lereng. jumlah butir-butir tanah yang terpercik ke atas oleh tumbukan butir hujan juga semakin banyak.0843 62.8 27.279 1626. Makin curamnya lereng juga memperbesar kecepatan aliran permukaan yang dengan demikian memperbesar energi angkut air. Tahun) 27.8 27.081 Kritria Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi . Tahun) 2226.182 2160. tetapi untuk penentuan nilai C nya bisa merujuk kepada jenis tanaman yang sejenis.457 TBE 80. Untuk faktor penutup dan pengelolaan tanaman bengkoang belum ada yang menentukan.343 1737.

7283 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tabel 11.647 27.8 27.0 > 10.10. kriteria tingkat bahaya erosi (TBE) Nilai < 1.0 .4.275 2764.8 77.329 1493.8 27.0 Kriteria Rendah Sedang Tinggi sangat tinggi Sumber: Hammer (1981).12 C8 C9 C10 2157.4363 53.5998 99.0 4. .0 1.10 .

8 ton/ha.647 ton/ha/tahun. USLE (Universal Soil Loss Equation) adalah suatu model erosi yang dirancang untuk memprediksi erosi rata-rata jangka panjang dari erosi lembar atau alur di bawah keadaan tertentu. 5.457 ton/ha/tahun dan yang terkecil adalah pada daerah C10 yakni sebesar 1493. Jenis lahan yang dihitung adalah jenis lahan yang memiliki tanah terbuka dan tanpa dilakukan tindakan konservasi. 2. Erosi adalah merupakan suatu proses penghancuran dan penangkutan dari butir-butir tanah oleh bahan pengerosi (erosivagent).KESIMPULAN 1. Sehingga hasil pendugaan erosi ini nilainya lebih besar. Dari hasil perhitungan erosi terbesar dengan pendugaan erosi metode USLE terdapat pada daerah C8 dimana besarnya nilai erosi adalah sebesar 3171.tahun 13 . 4. 3. Tingkat erosi yang diperbolehkan dari lahan penelitian diperoleh nilai sebesar 27.

¶ Studies of the Morphological activity of Rivers as illustrated by the River Fries¶. W.1935. Predicting Rainfall Erosion Losses A Guide to Conservation Planning. Suripin. Smith.G.P. Bogor. Konservasi Tanah dan Air. Bull Geol.dan pengendaliannya. USDA-SED Agriculture Handbook. A. Jakarta. penyebab. and D. Wischmeier. Inst. S. 14 .DAFTAR PUSTAKA Arsyad. Hongkong. R. F. Bandung. Kerusakan Tanah Pertanian dan usaha-usaha untuk merehabilitasinya.Cileles Jaya-offset. Hjulstrom. Soil Erosion and Conversation. Kartasapoetra. Univ Uppsala 25. Yogyakarta. Erosi.D. 1975.No.Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. 1988. Bernakusumah. 2001.Penerbit Andi Offset.H. Morgan.537. 2000. IPB Press. Yayasan Penerbit Fakultas Pertanian UNPAD.1978. 2006. 221-527. Longman Group. R.C.

399 43.196 12.308 12.400 14.000 157.000 0.250 2673.900 269.208 0.700 14.900 12.960 Liat [%] 8.184 0.000 11.574 0.600 13.546 285.024 24.771 8.224 0.500 37.070 1.220 11.400 18.491 April 17.310 60.252 11.300 16.450 56.395 24.890 2190. Tabel faktor erosivitas huajn (R) Januari Ch 17.632 Kode struktur [b] 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Permeabilitas 303.000 56.000 315.000 Kode permeabilitas [c] 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Erodibilitas 0.646 759.160 2557.000 175.Lampiran a.100 16.789 217.212 0.800 6.260 18.440 2522.100 Pasir[ [%] 66.500 18.400 29.400 12.990 1.000 56.621 0.200 11.574 0.100 57.440 2548.800 17.300 7.750 29.500 13.750 11.300 7.500 264.700 15.213 0.000 58.035 Juni 20.464 Mei 26.500 19.600 18.090 Corganik 0.621 0.max 19.995 Juli Agustus September Oktober November Desember 21.050 1.690 11.364 356.200 6.500 58.776 Hh 12.216 0.800 25.490 Tekstur tanah [m] 2299.069 0.340 7.609 0.600 163.242 697. Tabel erodibilitas tanah terbuka dan tanpa konservasi (K) Desa C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 Debu [%] 11.471 250.211 0.000 Ei30 294.287 23.780 18.605 % BO [a] 1.916 284.500 276.688 2407.462 12.669 233.210 26.700 15.200 21.070 1.191 15 .000 1.895 180.933 Maret 19.000 150.195 0.900 11.828 43.200 11.300 11.500 136.800 276.990 1.792 12.600 11.580 0.798 15.580 0.174 0.000 1.580 0.180 2583.700 36.480 16.500 7.784 ™Ei30 3981.807 Februari 15.300 11.200 13.200 18.620 0.450 Pasir sangat halus [%] 13.000 2612.000 P.087 b.300 11.460 2371.000 220.

500 136.039 2.400 2.364 356.778 22.444 17.965 3.563 2.000 150.000 17.222 24.789 217.222 20.444 17.877 2.000 220.563 1.965 d.471 250.000 16 . Tabel permeabilitas Desa C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 KE (cm) 103 100 103 100 102 100 107 100 108 101 Waktu (menit) 20 19 24 44 17 24 24 38 33 40 Dalam (cm) 101 100 87 100 101 100 88 100 99 100 Permeabilitas 303.517 1.c.895 180.573 3.000 20.778 L [m] 8 11 10 10 11 10 11 8 11 10 LS 3.778 24.000 157.061 2.444 22.000 315. Tabel Topografi lahan tanah terbuka dan tanpa konservasi (LS) Desa C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 S [drajat] 11 8 10 9 9 8 11 10 11 8 S [%] 24.

517 1 1 2160.316 C4 3981.343 C2 3981.195 3. Tabel Besarnya erosi metode USLE pada tanah terbuka dan tanpa konservasi (A) Desa Erosivitas [R] Erodibilitas [K] Topografi [LS] Tanaman [C] Konservasi [P] Erosi [A] C1 3981.174 2.224 3.807 0.213 2.563 1 1 3171.208 1.216 2.211 2.275 C9 3981.184 3.877 1 1 1997.807 0.807 0.807 0.279 C6 3981.563 1 1 2764.212 2.807 0.039 1 1 2226.807 0.965 1 1 1626.807 0.613 C3 3981.807 0.807 0.965 1 1 1493.647 17 .182 C5 3981.807 0.400 1 1 2035.e.061 1 1 1737.329 C10 3981.670 C7 3981.191 1.457 C8 3981.573 1 1 2157.

Serasah Sedikit Hutan Produksi vi.259 0.5 0.377 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 .495 0.001 0.181 0.5 0.096 0.18 Tabel Perkiraan nilai faktor C pada berbagai jenis penggunaan lahan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Keadaan Penutupan Lahan Tanah Terbuka Tanpa Tanaman Hutan atau Semak Belukar Savanah dan Praire Dalam Kondisi Baik Savanah dan Praire Yang Rusak Untuk Gembalan Sawah Tegalan Tidak Dispesifikasi Ubi Kayu Jagung Kedelai Kentang Kacang Tanah Padi Gogo Tebu Pisang Akar Wangi (Sereh Wangi) Rumput Bede (Tahun Pertama) Rumput Bede (Tahun Kedua) Kopi dengan Penutup Tanah Buruk Talas Kebun Campuran i. Kerapatan Tinggi ii.399 0.7 0.4 0.128 0.1 0. Kerapatan Sedang iii. Kerapatan Rendah Perladangan Hutan Alam iv.3 0. Tebang Habis vii.0 0. Tebang Pilih Semak Belukar.561 0.01 0.4 0.85 0.6 0.005 0. Serasah Banyak v.195 0.345 0.136 0.001 0.287 0.7 0.2 0.2 0.8 0.2 0.4 0.417 0.2 0.571 0.01 0. Padang Rumput Ubi Kayu + Kedelai Ubi Kayu + Kacang Tanah Padi ± Sorgum Padi ± Kedelai Kacang Tanah + Gude Kacang Tanah + Kacang Tuggak Kacang Tanah + Mulsa Jerami 4t/ha Padi + Mulsa Jerami 4t/ha Kacang Tanah + Mulsa Jagung 4t/ha Kacang Tanah + Mulsa Crotalaria 3/ha Kacang Tanah + Mulsa Kacang Tunggak Kacang Tanah + Mulsa Jerami 2t/ha Nilai C 1.002 0.2 0.1 0.049 0.

0.357 0. Clotaralia vii. Konstruksi Baik ii.079 0.001 0. Kemiringan 0 ± 8 % ix.4 0. Konstruksi Kurang Baik iv.387 0.2 0. Kemiringan 8 ± 20 % x. Nilai P 1.35 0.001 0. 2006). 2000).00 0.90 . Kemiringan > 20 % Sumber: (Arsyad.75 0. Teras Trasdisional 3 Strip Tanaman v.002 Tabel Perkiraan nilai faktor P pada berbagai jenis pengolahan lahan Konservasi dan Pengelolaan Lahan No 1 Tanpa tindakan Konservasi 2 Teras Bangku i.15 0.5 0.4 0.64 0. Konstruksi Sedang iii.04 0.19 37 Padi + Mulsa Crotalaria 3t/ha 38 Pola Tanam Tumpang Gilir + Mulsa Jerami 39 Pola Tanam Berurutan + Mulsa Sisa Tanaman 40 Alang-Alang Murni Subur 41 Padang Rumput (Stepa) dan Savanah 42 Rumput Bracahiaria Sumber: (Suripin. Rumput Bahlia vi. Denga Kontur 4 Pengolahan Tanah dan Penanaman Menurut Garis Kontur viii.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful