Teori-Teori Desain Kurikulum Teori-Teori Rekayasa Kurikulum

Teori kurikulum adalah suatu perangkat pernyataan yang memberikan makna terhadap kurikulum sekolah, makna tersebut terjadi karena adanya penegasan hubungan antara unsureunsur kurikulum, karena adanya petunjuk perkembangan/penggunaan dan evaluasi kurikulum. Konsep terpenting yang perlu mendapat penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. 1. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. Ada tiga konsep tentang kurikulum, kurikulum sebagai substansi, sebagai sistem, dan sebagai bidang studi. a. Konsep pertama, kurikulum sebagai suatu substansi: Suatu kurikulum, dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi muridmurid di sekolah, atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu, suatu sekolah, suatu kabupaten, propinsi, ataupun seluruh negara. b. Konsep kedua, adalah kurikulum sebagai suatu sistem: Yaitu sistem kurikulum. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia, dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun suatu kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan menyempurnakannya. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum, dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. c. Konsep ketiga, kurikulum sebagai suatu bidang studi: Yaitu bidang studi kurikulum. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan, mereka menemukan hal-hal barn yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya, para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk:

mengembangkan dan melaksanakan modelmodel kurikulum. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. Seluruh tujuan beserta pengalaman-pengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. sikap. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan . terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Charles Judd. pengetahuan. Kedua.(1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum.keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. Perkembangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. 2. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuanpengetahuan baru. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. is perintis pengembangan praktik kurikulum. Untuk mencapai hal tersebut. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. Charters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. kebiasaan. keterampilan. Thorndike. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. apresiasi tertentu. Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. sebagai sistem. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. nilai. teori Bobbit dan Charters. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh E. keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai orang dewasa. Menurut Bobbit. Pertama. sikap. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama.L. dan lainlain. yaitu kehidupan manusia. Bobbit Bering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. Werrett W. inti teori kurikulum itu sederhana. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak.

Beauchamp dan Othanel Smith. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. desain kurikulum. menilai hasil. berpartisipasi dalam menentukan kurikulum. memilih isi. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan siswa. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. menentukan struktur organisasi dari penyusunan kurikulum. Teori kurikulum berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kehidupan psikologis anak pada saat ini. pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar pertama tentang teori kurikulum. dalam merumuskan pengertian kurikulum. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. Dalam pengembangan kurikulumnya. Florida. merumuskan tujuan. dan sebagainya. menentukan kegiatan belajar. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum di beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. Sebagai hasil diskusi tersebut dirumuskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi masalah-masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum dan konsep-konsep yang mendasarinya. Alabama. Ralph W. karena pengaruh pendidikan progresif. Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan . Mulai tahun 1920. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum. Anak menjadi pusat perhatian pendidikan. pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. Menurut Beauchamp. siswa belajar melalui pengalaman. (3) mencari atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan datang untuk memecahkan masalah tersebut. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmuilmu lain. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis Caswell. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka menyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis.orang dewasa. Virginia). (2) menentukan hubungan antara masalah-masalah tersebut dengan struktur yang mendukungnya. is mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa.

dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum. dan pengembangan teori. (4) struktur sistem kurikulum. desain kurikulum. dan (3) perluasan bahasa khusus kurikulum. Smith. (2) sistem kurikulum. Skema persekolahan dari Broudy dan kawan-kawannya dapat dilihat pada Bagan 2. sosiologi. Dalam makalah kedua. evaluasi dan penelitian. yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangan tujuan pendidikan. Penggunaan model sistem juga dapat membantu para ahli teori kurikulum menentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum. yaitu: landasan kurikulum. Smith. Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. rekayasa kurikulum. pengajaran (instruction).4.4 Skema persekolahan dari Broudy. James B.dan belajar. Menurut Smith. (6) proses kurikulum. Thomas L. penggunaan penelitianpenelitian preckktif untuk menambah konsep. dan Bunett. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum. CURRICULUM Content Categories of instruction Modes of Teaching Facts Symbolic studies Situastion Concept Basic Sciences Modes . dan (7) prosedur analisis struktural-fungsional. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. mengajar (teaching). generalisasi atau kaidahkaidah. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi. isi kurikulum. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya. dan Burnett (1964) menjelaskan makalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak. la mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi. Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikuklm yang bersifat ilmiah. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini. sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum.istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. (3) unit analisis dan unsurunsurnya. analisis dan klasifikasi pengetahuan. BAGAN 2. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. Broudy. (5) fungsi sistem kurikulum. (2) memilih dan menyusun bahan. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn.

yaitu: .Desriptive Developmental studies Operational Principles Testhetics studies Modes Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory Alizabeth S. Walaupun mungkin. Jadi. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. Maccia. dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory). kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan. Kurikulum merupakan basil dari sistem pengembangan kurikulum. Menurut Maccia. yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran. teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuan-tujuan kurikulum. kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum. tetapi is telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum. Menurut Johnson. (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). Teori kurikulum valuasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang.

Jack R. Dalam pengembangan selanjutnya. serta struktur. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. dan evaluasi. artifak. Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa.dan pelaksanaan. yaitu aktor. dan implikasi teori kurikulum. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. Untuk dapat hidup dalam lingkungan budaya. rekayasa kurikulum. sumber in! menjadi lugs meliputi semua unsur kebudayaan. 3. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum. Budaya ini mencakup semua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan . Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. dan turut menciptakan budaya. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga I angkah: perencanaan. 2. Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. Structure is an essential charactistic of curriculum. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. pelaksanaan. Curriculum is the criterion for instructional evaluation. hidup dalam lingkungan budaya. Manusia adalah makhluk yang berbudaya. 6. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. isi dan ruang lingkup. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum.1. Curriculum guide instrcution 5. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifikasi tentang makna perencanaan. 4. Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. kita mengetahui beberapa hat yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum. Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. pelaksanaan. dan evaluasi kurikulum? 1. desain kurikulum. Karena sekolah mempersiapkan anak bag! kehidupan orang dewasa. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. yaitu definisi kurikulum. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. melainkan definisi konsep. ia harus mempelajari budaya.

Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosialpolitik. ia menjadi sumber kurikulum. serta minat siswa. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan keputusan yang dinamis. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum.dikembangkan para pakar. prinsipprinsip pengorganisasian. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. pada pendidikan dasar dan menengah. yang belajar adalah anak. melainkan menumbuhkan potensipotensi yang telah ada pada anak. dan lainlain. Dalam pendidikan atau pengajaran. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. perilaku. isi. Jadi.Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakill negara bagian. pemegang kekuasaan sosialpolitik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. benda-benda. yaitu kebutuhan siswa. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. 2. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? In! merupakan pertanyaan tentang nilai. nilai-nilai adat-istiadat. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian. tingkat-tingkat perkembangan siswa. perkembangan siswa. . Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. ada dua dimensi penting. Di Indonesia. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum?Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. Pendidikan atau pengajaran bukan memberikan sesuatu pada anak. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai-nilai. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. Dalam desain kurikulum. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum. ada pengembangan kurikulum bertolak dari kebutuhan-kebutuhan siswa. serta hal-hal yang diminati siswa. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). yaitu: (1) substansi.

yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum. ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. 4. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. 2. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. yaitu: (1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. kurikulum mempunyai tiga karakteristik. mengembangkan. Menurut Beauchamp. Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum:  Pertama. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum Balitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumbersumber pangkal tolaknya. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. 3. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan.(2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. Beauchamp (hlm. upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikulum agar kurikulum dapat berfungsi sebaik-baiknya. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsikan kurikulum di sekolah. yaitu: 1. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun.  Kedua kurikulum itu dievaluasi. (3) isi atau materi ajar. para pejabat pusat tersebut merancang. . pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/penilik dan kepala sekolah. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai.

com/2009/01/29/teori-dan-konsep-kurikulum/ . hendaknya menyiapkan diri bagi proses http://mybatik.5.wordpress. Setiap teori kurikulum penyempurnaannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful