PRINSIP DASAR SISTEM IMUN

OLEH : Purnomo Soeharso Departemen Biologi Medik FKUI

Imunitas : Daya tahan tubuh untuk melawan penyakit € melawan infeksi. Semua sel dan molekul yang terlibat dalam imunitas tubuh, merupakan suatu kesatuan fungsional disebut : sistem imun. Tanggap (respon) terhadap substansi asing yang masuk ke dalam tubuh, secara kolektif disebut respon imun . Definisi spesifik : Imunitas adalah reaksi untuk melawan substansi asing yang masuk ke dalam tubuh seperti mikroorganisme (bakteri, virus, parasit) & molekul besar (protein, polisakharida). Reaksi yang terjadi meliputi reaksi seluler dan molekul.

Manfaat imunologi untuk kesehatan / kedokteran 1. Sistem imun dapat dimanipulasi agar fungsi sistem imun dapat dikontrol untuk melawan penyakit. Manipulasi sistem imun dapat dilakukan dengan: - memanipulasi antigen asing yang masuk ± vaksinasi - memanipulasi pertemuan substansi asing dengan sel/molekul sistem imun ± imunoterapi. Contoh : vaksinasi terhadap smallpox oleh Edward Jenners (1758). Observasi Jenners € pemerah susu yang menderita smallpox setelah sembuh jarang/tidak pernah terkena smallpox untuk kedua kalinya.

- Suntikkan cairan dari lesi cowpox ke anak umur 8 th beberapa minggu. - Setelah selesai, anak tersebut diinfeksi virus smallpox p tidak sakit (kebal terhadap smallpox). Metoda Jenners disebut vaksinasi (vaccine ± dari sapi) p metoda vaksinasi dipakai secara luas untuk menginduksi imunitas terhadap bermacam-macam penyakit.

2. Reaksi imun in vitro dan in vivo dapat dimanfaatkan untuk : diagnosis & terapi penyakit infeksi dan/atau terpapar toksin. Contoh : antibodi terhadap virus/bakteri dalam darah dipakai sebagai indikator perkembangan penyakit. Antibodi terhadap toksin/bisa digunakan untuk mengobati penderita terpapar toksin/bisa i.e pasien digigit ular, dsb.

berkembang karena diinduksi/distimulasi oleh intervensi substansi asing yang masuk ke dalam tubuh.imunitas yang sudah ada sejak fetus/dilahirkan. 2. .berperan sebagai garis pertahanan pertama terhadap invasi substansi asing ke dalam tubuh.substansi asing yg menginduksi imunitas spesifik disebut antigen.Komponen imunitas tubuh : 1. . Innate/natural immunity . Acquired/adaptive immunity . .bersifat spesifik p imunitas spesifik .bersifat nonspesifik p imunitas nonspesifik .imunitas yang didapat .

sel NK Adaptive/acquired immunity Resistensi menjadi lebih baik pada infeksi berikutnya Antibodi Soluble factors Cells Limfosit T . fagosit. komplemen. Innate / natural immunity Resistensi Resistensi tidak berubah pada infeksi berikutnya Lisozim. interferon Epitel permukaan & mukosa.Elemen/struktur yang mendukung imunitas tubuh.

Sistem imun adaptif menghasilkan imun memory p memberi reaksi sejenis yang lebih baik pada infeksi/ intervensi patogen yang sama berikutnya. patogen akan berhadapan dengan sistem imun adaptif p bereaksi secara spesifik untuk mengeliminasi & menghancurkan patogen. Bila sistem imun natural dapat dirusak. .Patogen (infectious agents) bila mengintervensi tubuh mula-mula akan berhadapan dengan elemen sistem imun natural (innate).

2. .Elemen/unsur yang terlibat dalam innate immunity 1. Fagosit sel yang memfagosit mikroorganisme/partikel yang melewati epitel p sistem retikuloendotelial € diproduksi oleh sel-sel primordia (stem cells) dalam sumsum tulang: sel makrofag dlm jaringan netrofil & monosit dalam darah . saluran pernafasan dan genitourinarius dilengkapi barier fisik (silia) dan kimia (enzim) untuk melawan/ mengham bat masuknya mikroorganisme.mukosa nasofaring. Permukaan luar tubuh . saluran pencernaan.epidermis kulit adalah barier efektif untuk mencegah penetrasi mikroorganisme.

interferon € protein diproduksi sel terinfeksi virus & limfosit p mengaktifkan sel NK & menginduksi resistensi sel yang berdekatan dg sel terinfeksi. 4. Soluble factors . Sel NK € leukosit yg dapat mengenali perubahanperubahan permukaan sel yg diinfeksi virus p NK akan berkontak (bind) dan membunuh sel terinfeksi.3.komplemen € protein serum aktifasi komplemen dpt menyelubungi bakteri shg menarik (ready) utk difagosit p opsonosasi. menyebabkan lisis membran sel bakteri p lytic pathway . .

. 2. Peningkatan permeabilitas kapiler darah karena retraksi endotel kapiler darah p menyebabkan molekul besar (protein serum) keluar menuju ke tempat infeksi. Peningkatan suplai darah ke tempat infeksi.Inflamasi Adalah reaksi respon tubuh terhadap injury (cedera) karena invasi mikroorganisma/partikel asing atau jejas lain. 3. Leukosit terutama neutrofil dan monosit keluar dari kapiler menuju ke situs infeksi karena chemotaksis. Reaksi inflamasi menyebabkan elemen sistem imun dikerahkan ke situs infeksi Reaksi inflamasi meliputi : 1.

Tanda-tanda inflamasi : rubor € merah tumor € bengkak kalor € panas dolor € sakit p functio laesa (kehilangan fungsi) jaringan yang terinfeksi. .

.

menghasilkan ³immune memory´ p memberi respon lebih efektif pada infeksi yang sama berikutnya € prinsip dasar vaksinasi.menghasilkan respon yang fokus pada antigen yang menginvasi tubuh dan mengeliminasinya €p meningkatkan kapasitas protektif innate immunity. Sifat dasar imunitas spesifik . .Specific/acquired immunity Imunitas yang didapat karena induksi & pemaparan (exposure) pada substansi asing (antigen). .

Antibodi dan limfosit T spesifik dapat ditransfer secara pasif ke individu yang belum imun (naive) p imunisasi pasif. Imunitas humoral : dibawakan oleh molekul (protein) serum yang mengenal dan mengeliminasi antigen bebas (tidak terikat/bukan bagian) sel € disebut antibodi p mengikat dan bereaksi dengan antigen secara spesifik. . Imunitas seluler (cell mediated immunity) : dibawakan oleh sel € limfosit T. mengenal antigen dipermukaan sel atau antigen nonself dan menghancurkan sel yang mengekspresikan antigen tsb.Imunitas spesifik diperankan oleh 2 sistem imun : 1. 2.

Specificity Respon imun adalah spesifik terhadap antigen tertentu. Bagian molekul yang dikenali antibodi atau limfosit secara spesifik disebut determinan atau epitop. . Antibodi atau limfosit dapat mengenal bagian dari protein komplex atau molekul besar lainnya. Limfosit yang mempunyai spesifisitas thd antigen di dlm tubuh seluruhnya disebut ³lymphocyte repertoire´ p diperkirakan dapat mendeferensiasi 109 determinan.Respon humoral dan seluler terhadap stimulasi antigen mempunyai ciri/sifat yang mendasar (fundamental). 2. Diversity Tubuh manusia mempunyai sistem imun yang berpotensi mengenal antigen di lingkungan hidupnya. 1.

Self limitation Respon imun yang normal akan menurun dan menghilang beberapa waktu setelah stimulasi dihentikan . 3.Bila suatu limfosit terinduksi antigen p limfosit akan berproliferasi membentuk satu klon spesifik € ³clonal selection theory´. Memory Respon imun terhadap antigen akan meningkat efektifitasnya apabila terpapar/bertemu antigen yang sama untuk kedua kali dan seterusnya € disebut ³immunological momory´ & diperankan oleh ³memory cells´. 4.

Limfosit akan bereaksi terhadap stimulasi antigen asing tetapi tidak memberi respon pada molekul & komponen sendiri € toleransi imun (immune tolerance).5. . Descrimination of self from nonself Dapat membedakan antigen asing dari komponen sendiri. Kegagalan toleransi imun pada komponen sendiri p kelainan/penyakit autoimun € menimbulkan konsekuensi patologi tertentu.

Limfosit imatur akan mengalami maturasi shg menjadi matur didalam organ limfoid primer p menjadi sel imunokompeten. Organ-organ dalam sistem imun dibedakan menjadi 2 golongan berdasarkan fungsinya dlm sistem imun : .organ limfoid primer (sentral).organ limfoid sekunder (periferal).timus € maturasi sel T . .sumsum tulang (bone marrow) € maturasi sel B .Organ-organ yang terlibat dalam sistem imun. Pada mamalia organ limfoid primer adalah : .

digestivus. . Limfonodus mengkoleksi antigen dari cairan intraseluler jaringan. genitourinarius € (Peyer¶s patch. Mucosa associated lymphoid tissue (MALT) pada traktus respiratorius. tonsil.Organ limfoid sekunder p mengambil antigen dari jaringan atau dari darah (sirkulasi) & memberi tempat sel imunokompeten untuk berinteraksi secara efektif dengan antigen. adenoid) menangkap Ag yang masuk via membran mukosa. Lien (limpa/spleen) menyaring antigen dalam darah & sirkulasi p sehingga dapat merespon infeksi sistemik.

.

.

.

polimorfonukleus  neutrofil. berkembang melalui proses hematopoeisis. jalur mieloid  memproduksi fagosit dan sel-sel lain 2.Sel-sel yang terlibat dalam sistem imun spesifik. jalur limfoid  memproduksi limfosit Fagosit dibedakan menjadi 2 jenis : . basofil & eosinofil .monosit  fagosit yang dapat meninggalkan sistem vaskuler & berubah menjadi fagosit jaringan p makrofag . Semua sel dalam sistem imun (spesifik) berasal dari ³stem cells´ yang pluripoten di dalam sumsum tulang (bone marrow). Terbagi dalam 2 jalur diferensiasi: 1.

.

.

Ada 2 macam limfosit : limfosit B & limfosit T p dibedakan berdasarkan marka protein membran sel € CD3 pada sel T . Ab yang terfiksasi membran sel pada Ch terminalnya. Limfosit berinteraksi & mengenal antigen melalui reseptor antigen dipermukaan selnya. . disebut sel plasma. beredar dalam sirkulasi dan sistem limfoid & menempati organorgan limfoid. CD11 pada sel B.Limfosit diproduksi dalam sumsum tulang. Bila sel B naive kontak dengan Ag. Mempunyai reseptor antigen mol. sel B berproliferasi & berdiferensiasi menjadi sel B memori yang mensekresi Ab spesifik. Limfosit B  diproduksi & berkembang dalam sumsum tulang.

Bila sel T naive kontak dengan Ag p sel T berproliferasi & berdiferensiasi menjadi sel T memori dan sel efektor.Limfosit T Berkembang dari stem cells dalam sumsum tulang. . Sel T matur mengekspresikan ³antigen binding protein´ dipermukaan selnya. bermigrasi ke dalam timus dan berdiferensiasi menjadi sel T matur. disebut reseptor sel T (TCR)  terdiri dari 2 protein subunit EF atau KW. dihubungkan oleh ikatan disulfida. TCR mengenal Ag dipermukaan sel yang berasosiasi/ dipresentasikan molekul MHC (HLA).

sel terinfeksi virus . sel-sel fagosit dan efektor lainnya. TH setelah kontak dengan Ag berubah menjadi efektor yang mensekresi sitokin (limfokin) p mengaktifkan sel B.sel alograf . TC setelah kontak dengan Ag berubah menjadi efektor yang memediasi reaksi sitotoksik p membunuh/melisis sel yang mengekspresikan Ag : .Subpopulasi sel T : Sel T helper (TH) & sel T sitotoksik (TC) € dibedakan berdasarkan marka protein membran sel p CD4 pada TH dan CD8 pada TC.sel tumor .sel terinfeksi mikroorganisme intrasel . TC .

.

sel-sel dendritik. . Ag dipresentasikan oleh antigen presenting cells (APC) € makrofag. limfosit B. Sistem imun humoral & seluler diaktifkan oleh TH yang mengenal Ag dipermukaan sel berasosiasi dengan MHC.Antigen Precenting Cells (APC). APC mengambil Ag dengan fagositosis atau endositosis p mengekspresikannya kembali dalam bentuk fragmen antigen yang berasosiasi dengan MHC (HLA).

.

.Major Histocompatibility Complex (MHC) Protein membran sel. Pada sistem imun MHC berpengaruh pada kreasi respon humoral dan seluler (cell mediated) p sel TH & TC mengenal Ag yang berasosiasi dengan molekul MHC p MHC menentukan repertoire (daftar) Ag yang dapat direspon TH & TC €p MHC berimplikasi pada suseptibilitas thd penyakit & autoimun. diekspresikan oleh kelompok gen (gene cluster) yang terangkai sempurna (tight linkage). Produk MHC berperan penting dalam pengenalan Ag antar sel dan diskriminasi self dari nonself p menentukan kompatibilitas jaringan antar individu dalam satu spesies p disebut transplantation antigen.

pada tikus terletak pada khromosom 17 disebut kompleks H2. .MHC adalah kumpulan gen (gene array). HLA mengkode 3 macam molekul : HLA klas I. HLA klas I dikode oleh regio A. klas II & klas III. pada manusia terletak pada khromosom 6 disebut kompleks HLA. DQ. DR Setiap regio mempunyai alel yang sangat majemuk p mempunyai variasi sangat besar. meskipun pada saudara sekandung. B dan C HLA klas II dikode oleh regio DP.

.

.

sel dendritik. Molekul HLA klas II mempresentasikan Ag yang dikenal TH p terdapat pada antigen presenting cells (APC) € makrofag. . limfosit B. dll.Molekul HLA klas I mempresentasikan Ag yang dikenal TC p terdapat pada semua sel berinti.

.

.

.

.

. protein yg tdpt dalam serum & cairan tubuh mamalia € merupakan fraksi K globulin disebut imunoglobulin (Ig) Diproduksi dan disekresikan oleh limfosit B yang distimulasi antigen (sensitized B lymphocytes) sehingga berubah menjadi sel plasma. menetralkan atau mengeliminasinya dari dalam tubuh. Berfungsi sebagai efektor untuk mengikat antigen yang bebas (tidak terikat atau merupakan bagian sel).Imunitas humoral Diperankan oleh antibodi.

.

Bag. domain C € konstan. Setiap subunit dihubungkan dengan pasangan (komplemennya) oleh ikatan disulfida.. . Terdiri dari protein BM 150. identik pada Ig sejenis. Terbagi atas: domain V € bagian aminoterminal.000. Ujung (aminoterminal) bermodifikasi & berfungsi sebagai ³antigen binding site´. bervariasi & menentukan spesifisitas Ig terhadap Ag. disusun oleh 4 subunit: 2 rantai H (heavy chain) masing-masing berpasangan dengan (2) rantai L (light chain).Molekul Ig.

.

Variasi molekul imunoglobulin : Ditentukan oleh determinan pada molekul Ig. amino rantai H dan rantai L yang dikode oleh alel yang berbeda p diekspresikan oleh individu dalam satu spesies. 2. 1. Variasi isotip € ditentukan determinan isotip p determinan pada domain Ch dan Cl yang membedakan Ig dalam/antar spesies. . apabila molekul Ig digunakan sebagai antigen (imunogen) untuk menginduksi pembentukan anti Ig (antibodi). Variasi alotip € ditentukan oleh perbedaan as.

.3. Variasi idiotip ± ditentukan oleh variasi Vh dan Vl yang membentuk Ag binding site p menentukan spesifisitas Ig terhadap Ag.

.

.

meliputi 70 ± 75% total Ig. Antibodi dominan pada respon imun sekunder. IgM ± meliputi 10% total Ig. terdistribusi intravaskular. . ditentukan oleh rantai H yang mengkonstruksinya IgG ± bagian terbesar Ig dalam serum normal. Terdistribusi intra dan ekstravaskular. Sebagai antibodi predominan pada respon awal (³early response´) infeksi mikroorganisme. terutama sebagai anti-toxin.Ada 5 klas Ig pada semua spesies (isotip). Berbentuk pentamer.

berasosiasi pada permukaan basofil dan sel mast. sekret tracheobronkhial. Berfungsi sbg Ag reseptor & menstimulasi deferensiasi sel B menjadi sel plasma.IgA ± meliputi 15 ± 20% total Ig. Imunoglobulin yg terfiksasi pada membran sel limfosit B. disebut sIgA Predominan pada sekret seromukosa spt saliva. Berbentuk dimer dilengkapi ³secretory component´. genitourinarius dll. IgD ± Kurang dari 1% total Ig. Berperan pada imunitas thd parasit (helminthes) dan penyakit hipersensitivitas spt asma. IgE ± Mempunyai proporsi sangat kecil. .

Fase aktifasi .limfosit berproliferasi p expansi klonal dari limfosit spesifik terhadap antigen tsb. 2. Fase kognitif € pengenalan antigen dengan pengikatan (binding) antigen pada reseptor spesifik di permukaan limfosit. . limfosit B € mengikat Ag pada Ig permukaan. .Respon imun berlangsung dalam beberapa fase : 1.limfosit berdiferensiasi limfosit B p secreting cells (sel plasma) p Ab mengikat Ag bebas (soluble Ag). limfosit T € mengikat fragmen Ag ± MHC (HLA) pada TCR.

~ mengaktifkan sistem komplemen utk melisis & fagosit mikroorganisme. . Kompleks Ag-Ab difagosit sel-sel polimorfonukleus & mononukleus (dlm sirkulasi). Memerlukan partisipasi sel-sel nonlimfoid p secara kolektif disebut sel-sel efektor. p melisis sel yang mengekspresikan Ag asing atau Ag virus.limfosit T p mediated killing p mengaktifkan makrofag membunuh mikroba intraseluler. Fase efektor € eliminasi dan/atau netralisasi Ag. Limfosit T tersensitasi mensekresi sitokin p mengaktifkan sitolisis & fagositosis. 3.

Kelainan / malfungsi sistem imun. Autoimun € mengenal komponen self sebagai Ag asing. kompleks IgE-Ag mengaktifkan sel mast mengalami degranulasi menghasilkan histamin p alergi. . 2. Reaksi hipersensitivitas € respon berlebihan p reaksi alergi. Dipicu overproduksi IgE. Sistem imun yang bekerja tidak normal p memberi respon / reaksi tidak normal €p menyebabkan konsekuensi patologi tertentu pada individu ybs. Rematik jantung. Diabetes tipe I. 1. Sistemik lupus erimatosus Rematik € Rhematoid arthritis.

. Ex. Bayi lahir dengan kegagalan sintesis enzim adenosin deaminase (ADA) p sistem imun gagal bereaksi dengan hampir semua jenis Ag p diisolasi dalam ruang steril p hanya dapat diatasi dengan terapi gen. Imunodefisiensi p sistem imun kehilangan kapasitasnya mengenal dan mengeliminasi Ag. virus dan maligna. Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) p sel TH dirusak oleh infeksi HIV p immune paralysis € suseptibel terhadap infeksi mikroorganisme.3.

Thank You & Good Luck .