Dosen Pengampu: Dr. Novi Siti Kussuji, M.

Hum

Laporan Kegiatan Lapangan Pagelaran “Srandul”
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Kelisanan dan Keberaksaraan

DISUSUN OLEH: ZURAIDA NIM. 11/321705/PSA/02354

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU SASTRA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA
2012

camilan seperti kacang rebus. Pementasan dibuka dengan alunan music rancak dari gamelan jawa. Penyerahan kenang-kenangan dari Kepala Ponpes kepada komunitas Srandul. Kethek Ogleng. dan rokok secara cuma-cuma.00 dan berakhir hingga pukul 04. Penari ini selain menari juga mendendangkan lagu berbahasa jawa. Tarian yang dibawakan oleh ketiganya menyerupai tarian Jathilan di Jawa Tengah mengingat salah seorang penari menari hingga kerasukan jin di akhir segmen pertama ini. Ada lima cerita. 2. dan srandul. ada seorang penari dewasa yang menggantikan. Pembukaan acara diiringi dengan doa. Manuk. Para penonton kesenian mendapatkan hidangan berupa wedang jahe. Para pemain Srandul ini disebut nekeli. Pementasan dijadwalkan dimulai pada pukul 22. Adapun nama lakon srandul itu adalah tumenggung sunthi. 5. Srandul dimainkan oleh beberapa pemain namun tidak bersifat kolosal. Pada segmen yang kedua. Bapak Minong 4. Sambutan oleh Ketua Komunitas Srandul. yakni Mandung. Tembang atau lagu yang dibawakan berupa puji-pujian kepada Tuhan atau do’a-do’a. Acara inti pagelaran Srandul. Jadul Maulana 3. 2. masuklah tiga orang penari bertopeng ke dalam panggung. Susunan acara yang behasil terekam oleh penulis adalah sebagai berikut: 1. Pagelaran ini dipentaskan pada 27 Desember 2011 silam. Yogyakarta. Berikut adalah urutan jalannya pementasan Srandul: 1. Adapun tujuan daripada pementasan kesenian tersebut adalah untuk kegiatan penelitian sastra lisan dan pendokumentasian. Sambutan oleh kepala pondok pesantren Kaliopak K. Laporan ini akan mencoba memaparkan tentang pagelaran kesenian tradisional Srandul di Pondok Pesantren Kaliopak. Tidak lama berselang. Salah satu seni rakyat yang ada di Jogja adalah ‘srandul’. .Pagelaran Kesenian Tradisional “Srandul” Cemara Di Ujung Senja Bangsa dan Rakyat Indonesia memiliki kekayaan seni luar biasa banyaknya.00 dini hari. Kesenian rakyat kurang dikenal lantaran tak terjamah media mainstream yang lebih suka menampilkan seni popular. Para pemain dibagi menjadi beberapa segmen pementasan. Pementasan kesenian tersebut merupakan hasil dari kerjasama dari Universitas Indonesia dengan warga setempat.H.

muncullah tokoh Hanoman yang bermonolog pada awalnya dan diikuti oleh seorang penari perempuan. tarian disajikan oleh penari yang paling tua dengan menyembah terlebih dahulu sebanyak tiga kali. Keduanya memeragakan tarian yang seolah-olah hendak berciuman. Pada segmen yang keempat. Seorang penari perempuan bersanggul kuning masuk dengan diikuti lelaki berambut panjang diiringi lagu-lagu. Keduanya pun selanjutnya larut dalam tarian dengan balutan irama gamelan. menggunakan surjan. masuklah seorang penari lelaki lagi sehingga membuat penari menari secara berpasang-pasangan. mula-mula ada tiga orang penari yang terdiri dari seorang lelaki dan dua orang perempuan. Kedua penari tersebut adalah laki-laki. Pada segmen selanjutnya. 4. penari juga menyanyi. tokoh penari “perempuan” tersebut adalah simbolisasi dari wanita yang sesungguhnya mengingat pada dahulu tidak ada sosok penari wanita dalam pagelaran Srandul. Pada bagian ketiga ini. terdapat dua orang penari yang saling berinteraksi di dalamnya. 8. sampur. penulis melihat dia adalah sosok penari senior. 7. Berikutnya tampillah dua orang penari pria yang melakukan dialog dengan bahasa Jawa dan tukang nyawi sesekali ikut menyahut dialog tersebut dan terjadilah interaksi diantara ketiganya. sang penari menembang lalu disanri “ele-elo” berkali. Beberapa saat kemudian. Kali ini si penari ini tidak kaku dalam setiap gerakan tari yang dimainkannya. . Pada bagian ketujuh ini. Gerakan ini dilakukan dengan teknik gerak maju mundur hingga berakhir. hadirlah seorang penari perempuan untuk bergabung dalam tarian. Menurut informasi yang dihimpun penulis dari warga sekitar. Dia menggunakan make up tebal dan dandanan berupa semacam lonceng-lonceng kecil di celananya. Tidak lama berselang.3. 6. Adegan selanjutnya adalah mereka menari dengan bertukar pasangan. Akan tetapi salah satu penari menggunakan riasan layaknya seorang perempuan. 5. Pada penampilan ini banyak penonton yang memberikan saweran.

Pertunjukan tersebut sangatlah menarik untuk dikaji lebih dalam dan merupakan tontonan yang sangat menghibur di tengah gempuran jaman. dua buahgong. Kesenian tersebut wajib dilestarikan sebagai warisan budaya lokal yang menjadi akar dari budaya bangsa.Pertunjukan Srandul ini diiringi oleh seperangkat alat musik tradisional berupa sebuah kendang. lima buah angklung yang telah divariasi dengan bulu ayam jantan. gitar. kenong. .