P. 1
Hukum Tata Negara

Hukum Tata Negara

|Views: 47|Likes:
Published by Khoirul Mudzaki

More info:

Published by: Khoirul Mudzaki on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2012

pdf

text

original

Hukum Tata Negara: Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia Periode 17 Agustus 1950-5 Juli 1959

10 Jan Penulis:Desi Ariani Mahasiswa pendidikan kewarganegaraan dan hukum UNY Sistem ketatanegaraan berdasarkan KRIS 199 berakhir. Hal ini disebabkan isi konstitusi tidak mengakar dari kehendak rakyat dan bukan pula merupakan keputusan politik dari rakyat Indonesia, tetapi merupakan rekayasa dari luar dari pihak Belanda maupun PBB. Akhirnya Indonesia menggabungkan diri kembali menjadi negara RI. Akhirnya tinggal 3 negara bagian saja, yakni RI, negara IndonesiaTimur dan negara Sumaera Timur. Di pihak lain, negara/daerah bagian semakin sukar untuk diperintah. Keadaan tersebut jelas akan mengurangi kewibawaan pemerintahan negara serikat. Untuk mengatasi keadaan demikian diadakan musyawarah pemerintah Indonesia Serikat dengan pemerintah negara Republik Indonesia. Dalam pemusyawaratan tersebut, pemerintah negara Indonesia serikat bertindak mewakili negara Indonesia Timur dan sumatera Timur. Hasil dari musyawarah itu dicapai suatu kesepakatan bersama-sama melaksanakan negara kesatuan sebagai jelmaan negara republik Indonesia yang berdasarkan proklamasi 17 agustus 1945 dan untuk itu diperlukan UUD sementara. Untuk melaksanakan persetujuan tersebut, dibentuklah panitia bersama antara kedua pemerintah yang masing-masing dipimpin oleh Soepomo untuk RIS dan A. Halim untuk RI. Pada tanggal 20 Juli 1950 telah disetujui rencana rancangan UUDS NKRI dan selekaslekasnya disampaikan oleh pemerintah RIS kepada DPR dan senatnya serta kepada badan pekerja KNIP untuk disahkan. Rencana tersebut diterima oleh BP KNIP dalam sidangnya tanggal 12 Agustus 1950, kemudian disetujui oleh DPR dan senat pada sidangnya tanggal 14 Agustus 1950 (LN RIS 1950 nomer 56) ditetapkan perubahan KRIS 1949 menjadi UUDS 1950. 1. A. Perubahan Konstitusi Republik Indonesia Serikat ke Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950 Proses perubahan Konstitusi Republik Indonesia Serikat menjadi Undang-Undang Dasar Sementara itu dilakukan secara formal dengan undang-undang.Dengan undang-undang Federal No.7 Tahun 1950, ditetapakan perubahan konstitusi Republik Indonesia serikata menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia berdasarkan:
y

pasal 127a,

Oleh karena itu pada hakikatnya adalah pergantian dari pada konstitusi RIS.7 Tahun 1950 antara lain sebagai berikut: 1. sekedar hal itu mengenai peraturan-peraturan tentanghal-hal yang khusus mengenai satu.Ketentuan perundang-undangan federal. dan pasal 191 Konstitusi Republik Indonesia Serikat. apalagi mengingat perubahan tersebut tidak hanya sekedar mengubah ketentuan-ketentuan saja. Jika usul itu dirundingkan lagi meneurut yang ditetapakan dalam pasal 132. ataupun yang khusus mengenai perhubungan antara Republik Indonesia Serikat dan derah-daerah yang tersebut dalam pasal 2 y pasal 190 1. beberapa atau semua daerah bagian atau bagian-bagiannya. maka Konstitusi ini hanya dapat diubah dengan Undang-undang federal dan menyimpang dari ketentuanketentuannya hanya diperkenankan atas kuasa Undang-undang Federal. yaitu melalui pasal 190. Secara Formal UUDS Merupakan Peruahan Dari KRIS. bab-babnya. bagian-bagaian tiap-tiap bab dan pasal-pasalnya diberi nomor berturut-urut dan penunjikkannya diubah. Secara Material Merupakan Pergantian Dikemukan pendapat Jonarto dalam bukunya Sejarah Ketatanegaraan RI menyebutkan bahwa perubahan menjadi UUDS memang secara formal dari knstitusi RIS. y Pasal 191 ayat (2) Naskah Konstitusi yang diubah itu diumumkan sekali lagi oleh Pemerintah setelah.Maka dalam hal ini seyogyanya dibahas terlebih dahulu mengenai beberepa tinjauan menganai UndangUndang No. ayat kedua. hanya prosedurnya saja ditempuh prosedur perubahan. Usul Undang-undang untuk mengubah Konstitusi ini atau menyimpang dari ketentuanketentuan hanya dapat diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat ataupun oleh Senat dengan sekurang-kurangnya duapertiga jumlah suara yang hadir. sekedar perlu. maka Dewan Perwakilan Rakyat hanya dapat menerima dengan sekurang-kurangnya tiga per empat dari jumlah yang hadir. tetapi material adalah pergantian. sesaui dengan ketwntuan bagian ini ini dilakukan oleh: 1. pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat. bahwa lebih daripada itu ialah mengganti susunan daripada negaranya. jika tidak sekurang-kuragnya duapertiga dari jumlah anggota sidang menghadiri rapat 2. Yang mana dalam pasal 190 konstitusi Republik Indonesia mententukan bahwa untuk mengubah Konstitusi . tetapi boleh dikatakan mengganti sama sekali baik mukaddimahnya maupun ketentuan dalam batang tubuh Undang-undang dasar. baik Dewan Perwakilan Rakyat maupun Senat tidak boleh bermufat ataupun mengambil keputusan tentang usul untuk itu. pasal 127a. dirundingkan pula oleh Senat menurut ketentuan-ketentuan Bagian II BAB IV 3.Maksudnya jika dilahat dari isi (ketentuan-ketuan) di dalam kedua Undang-Undang dasar tersebut ternayata bahwa bukan semata-mata. dengan tidak mengurangi yang ditetapakan dalam pasal 51. Undang-undang sebagai dimaksud dalam ayat pertama.

Persolan ini menerut Prof. padahal pasal I itu sendiri sebagai bagian dari UU federal no 7 tahun 1950 tentunya baru berlaku pada hari tanggal 14 atau 15 September.Artinya UUDS berlaku pada hari tanggal 17 Agustus 1950. undang-undang yang dibuat oleh Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat saja tanpa senat (pasal 127b) Oleh karena perubahan Undang-undang Dasar apalagi dalam hal ini menyangkut soal bentuk susunan daripada negaranya. di dalam praktek tidak pernah dipersoalkan.Sehingga pergantian Konstitusi RIS tersebut ditempuh dengan cara perubahan.7 Tahun 1950 UU No 7 tahun 1950 terdiri dari dua pasal yaitu: 1. Tak ada satupun ketentuan formal mencabut berlakunya UUD 1945 .Dalam hal ini karena ada dua macam undang-undang Federal 1. UUDS Bagian Dari UU Federal No.7 tahun 1950. nama lengkapnya ialah:¶¶ Undang-undang tentang perubahan Konstitusi Republik Indonesia Serikat menjadi Undang-Undang Dasar Sementara (Joeniarto.Demikianlah perubahan konstitusi ini merupakan cara formal yang dimungkinkan pada waktu itu mengingat bahwa badan konstituate gagal terbentuk yang seharusnya seperti disebutkan dalam pasal 186 bahwa yang berwenang metetapakan Undang-undang Dasar ialah Konstituate bersama-sama dengan pemerintah. 2. atau hanya mengubah Konstitusi RIS menjadi UUDS. lebih khusus lagi hanya merupakan bagian dari pasal I UU Fedaral No.Dengan kata lain UU ini hanya berlaku µ¶satu kali saja¶¶. sedangkan tanggal 15 Jika dihitung menurut bulannya). 3. Mengenai Berlakunya UUDS meneurut pasal I UU Federal No. pasal I tentang diubahnya Konstitusi Republik Indonesia Serikat menjadi UUDs. 7 tahun 1950 dinyatkan mulai berlaku pada hari tanggal 17 Agustus 1950.Yang selengkapnya memuat Mukaddimah dan 146 pasal-pasalnya 2. maka sudah barang tentu harus dilakukan dengan Undang-undang yang dimaksud dalam pasal 127a. pasal II tentang mulai berlakunya UUDS Dengan dimuatnya UUDS selengkapanya pada pasal I ini secara formal adalah merupakan bagian UU Federal NO 7 Tahun 1950. 4. 56). Undang-undang federal yang dibuat oleh Pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat (pasal 127a) 2. Boedi Soesetya berpendapat bahwa UUDS secara yuridis berlaku pada tanggal 14/15 September 1950 karena berlaku surut sampai dengan tanggal 17 Agustus 1950 (tanggal 14 jika dihitung hari. Dengan demikian kemudian dilakukan dengan Undangundang Federal No. 7 tahun 1950 (LN Republik Indonesia Serikat Tahun 1950 No.Maka fungsi dari UU Federal No 7Tahu 1950 hanya memperlakukan UUDS.Bahwa persolan itu hayalah merupakan persoalan teoritis saja.Oleh karena itu begitu berlaku UUDS ini maka selesailah sudah tugas UUFederal tersebut.RIS harus dilakukan dengan Undang-undang federal. 1984: 74).

karena seluruhnya ialah ¶penyusunan kemerdekaan dalam suatu Piagam Negara yang berbentuk republik kesatuan¶¶. 6. UUD 1945 ¶¶kehilangan sama sekali fungsinya¶¶ sebagai UUD 1945. . 5. Batang Tubuh Konstitusi terbagai atas enam Bab: 1. Konstitusi ini sangatlah rapi perhubungannya. sekalian atas dasar ketentuan-ketentuan UUD ini. Konstitusi ini mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1950. B. maka ketentuan-ketentuan ini berlaku srut samapai pada hari tindakan-tindakan bersangkutan dilakukan (UU 16 Agustus 1950)¶¶. 2. pasal 134 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia yang menyatkan : ¶¶Konstituante (Sidang Pembuat Unda-undang Dasar) bersama-sama dengan Pemerintah selekas-lekasnya menetapakan Undang-undang Dasar Republik Indonesia yang akan mengantikan Undang-undang Dasar Sementara ini (Soehino. 2. 4. 1951:95). dan semenjak berlakunya UUDS yaitu tahun 17 Agustus 1950. pasal 1 Undang-undang Federal No. . . ketentuan-ketentuan peralihan dan ketentuan penutup Keenam bab dalam Batang Tubuh. 3. maka sifat kesementaraan Undangundang Dasar Sementara Republik Indonesia ini juga dapat diketahaui dari ketentuan: 1. Negara Republik Indonesia Alat-alat perlengkapan negara Tugas alat-alat perlengkapan negara Pemerintah dareah dan derah-derah swapraja Konstituate Perubahan. 7 Tahun 1950 yang menyatkan: Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat diubah menjadi Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia. maka tidak berlakulah lagi UUD RI 1945 seluruhnya dan Konstitusi RIS 1949 ialah suatu Konstitusi Peralihan (Provisional Constitution) yang akan berlaku sampai Konstituate bersidang menurut harapan konstitusi itu sendiri (Muhammad Yamin. C. . Sifat Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 Dari namanya sudah menunukkan sifat kesementaraanya. dengan keterangan. sehingga naskahnya berbunyi sebagai berikut: .Semenjak berdirinya RIS Undang-undang Dasar 1945 hanya berfungsi sbagai Undnagundang Dasar Negara Bagian Republik Indonesia. bahwa segala¶¶tindakan-tindakan¶¶ untuk membentuk alat-alat perlengkapan RI.(Mukadimah halaman 4). Tinjauan Terhadap UUDS 1950 a. 1992: 81-82) .Dengan berlakunya UUD Sementara RI 1950 ini sejak tanggal 17 Agustus 1950.Fungsi UUD 1945 yang telah hilang ini kemudian hari akan dikembalikan lagi yaitu dengan dikeluarkannya dekrit 5 Juli 1945. ISI UUD SEMENTRA RI 1950 Isi dari UUD Sementara RI 1950 ini terbagi atas Mukadimah dan bagian Batang Tubuh (the Body of Constitution) dalam 146 pasal. dan seterusnya.

Sistem itu berlaku bukan hanya di dalam praktik.Sedangkan A. mendapatkan mandat penuh dari negara Indonesia Timur dan Negara Sumatra timur untuk mewakili negara RIS dan dua negara bagian sekaligus. dan DPR serta Senat RIS. 2010:48) Dari segi positifnya yaitu apbila akan mengangkat Menteri-menteri harus memperoleh dukungan daripada badan perwakilan rakyat. Hal itu berarti tidak ada negara dalam negara.Mahfud MD. yaitu Negara Republik Indonesia (di Yogyakarta). (Moh. tetapi juga diberi landasan-landasan konstitusionalnya di dalam UUD. 1974:110) . yakni negara yang bersususn tunggal. tentu juga ada positifnya«.Halim pada tanggal 19 Mei 1950.Mahfud MD.Rakyat mengangap revolusi Indonesia belum sempurna sebelum terbentuk Negara kesatuan sesuai UUD 1945. yang bertugas membuat rancangan undang-undang Dasar Sementara (UUDS).Bentuk negara menurut UUDS 1950 Bentuk Negara serikat ternyata tidak berumur panjang karena bentuk tersebut tidak sesai dengan aspirasi masyarakat Indonesia. Tanpa memberikan amdemen. Untuk itu perlu disepakati perubahan-perubahan terhadap konstitusi RIS. Sistem pemerintahan negara menurut UUDS 1950 pendapat yang dikemukkan oleh Wilopo bahwa dengan berlakunya UUDS 1950 berarti sistem parlementer yang dianut di Indonesia adalah demokrasi parlementer penuh. Menteri-menteri yang tidak lagi memperoleh dukungan dari badan perwakilan rakyat maka harus mengundurkan diri (Joniarto. Sehingga pada bulan Mei 1950 jumlah Negara bagian tinggal tiga.Wilopa menulis: ¶¶Sistem demokrasi parlementer penuh dalam Negara Republik Indonesia berlangsung kira-kira antara tahun 1950-1959. c. masa inilah yang dimaksud dengan pemerintahan partai-partai yang disamping kelemahan-kelemahannya. Menindaklajuti persetujuan itu dibentuk panitia. Desakan-desakan rakyat untuk melakukan integrasi dengan Negara RI pada gilirannya menyebabkan semakin berkurangnya Negara-negara bagian. Halim mewakili Negara Republik Indonesia Piagam tersebut memuat pesetujuan untuk kembali ke bentuk¶¶negara kesatuan¶¶ sesaui dengan Proklamasi 17 Agustus 1945. Negara Indonesia Timur dan Negara Sumatra Timur. pasal 1 ayat 1 UUDS 1950 menentukan bahwa Republik Indonesia merdeka dan berdaulat ialah negara hukum yang demokratis dan berbentuk kesatuan.Panitia ini menghasilkan rancangan UUDS yang setelah diadakan perubahan-perubahan oleh Pemerintah RIS dan Pemerintah RI.Satu persatu Negara-negara bagian yang bernaung di bawah RIS menggabungkan diri dengan Republik Indonesia (di Yogyakarta) yang sebenarnya merupakan satu Negara bagian juga. ke tiga lembaga Negara tersebut menyetujui rancangan UUDS untuk iberlakukan dalam Negara kesatuan Republik Indonesia (Moh. Dalam pasal 13 ayat 1 UUDS 1950 berbunyi: Pembagian daerah Indonesia atas dasar daerah besar dan kecil yang berhak mengurus rumah tangganya sendiri (otonom) dengan bentuk susunan pemerintahan ditetapkan dengan Undang-undang dengan memandang dan mengingat dasar permusyawaratan dan dasar perwakilan dalam sistem pemerintahan negara.Dan segi negatif. disampaikan kepada BP-KNIP RI. Hatta. Piagam Pestujuan antara Republik Indonesia Serikat dan Republik Indonesia ditandatangani oleh Hatta dan A. Perdana Menteri RIS.b. 2010:47) Bentuk negara menurut UUDS 1950 adalah negara kesatuan.

D. Kabinet Natsir (6 September 1950 sampai dengan 27 April1951) Kabinet Sukiman-Suwirjo (27 april 1951 sampai dengan 3 april1952) Kabinet Wilopo (3 april 1952 sampai dengan 1 agustus 1953) Kabinet Ali Sastroamidjojo I (1 austus 1953 sampai dengan 12 agustus 1955) Kabinet Burhanuddin Harahap (12 agustus 1955 sampai dengan 12 agustus 1956) Kabinet Ali Sastroamidjojo II (24 maret 1956 sampai dengan 24 maret 1957) Kabinet Djuanda1957-1959 (9 April 1957 samapai dengan 10 Juli 1959) Daftar Sumber . Tetapi kemudian diganti dengan kabinet Sukiman pada tanggal 6 September 1950. wakil-wakil ketua. Menteri-menteri bertanggung jawab untuk seluruh kebijaksanaan pemerintah baik secara bersama-sama untuk seluruhnya maupun masing-masing untuk bagiannya sendiri-sendiri kepada DPR. Untuk dapat melakukan tugas DPR sebelum dapat dibemtuk DPR dalam pasal 56 dan pasal 57. 6. sehingga stabilitas nasional menjadi sangat terganggu. Presiden repbupik Indonesia Serikat yaitu Presiden Soekarno.gabungan dewan perwakilan rakyat sementara republik Indonesia serikat. maka untuk sementara maksud dibentuk dewan perkailan rakyat sementara (DPRS) yang anggota-anggotanya terdiri dari:1. Pemilihan anggota konstituate ini juga didasarkan pada no 7 tahin 1953 tersebut di atas. Lebih lanjut ditentukan oleh pasal 83 ayat 1 dan 2 UUDS 1950 bahwa Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat diganggu gugat dan pemerintahan adalah ditangan dewan menteri yang diketuai oleh seorang Perdana Menteri. Dengan demikian UUDS 1950 menggunakan sistem pemerintahan perlementer. LN tahun 1953 No. 4. 5. ketua.29 dapat diadakan pemilihan Umum untuk anggota-anggota DPR tersebut. 3.2. yaitu kabinet yang ada pada waktu itu.PELAKSANAAN PEMERINTAHAN NEGARA Pelaksanaan pemerintahan Negara di bawah UUDS tentunya berbeda pada pemerintahan sebelumnya yaitu dengan segara dibemntuk alat-alat perlengkapannya. wakil ketua dan anggota-angggotanya. Memaparkan bahwa dari tahun 1950 sampai tahun 1959 telah terjadi pergantian cabinet sebanyak 7 kali. wakil ketua dan anggota-anggota dewan pertimbamngan agung ± pasal 77. (Joniarto. ialah kabinet Natsir. ketua. 1974:110) Kemudian pada bulan september 1955. berdasarkan Undang-Undang no 7 tahun 1953.Badan konstituante ini untuk bersama-sama denmgan pemerintah selekas-leskasnya menetapkan UUD Republik Indonesia yang akan menggantikan UUD Sementara pasal 134. tentang pemilihan anggota-anggota konstituate dan anggota dewan perkailan rakyat.Pada bulan desember 1955 berhasil pula diadakan pemilihan umum untuk anggota konstituante sebagaimana diaksud dalam pasal 134 danm pasal 135. 2. senat.Pergantian cabinet itu dapat dikemukkan berikut ini: 1. 7.dan anggota-angggota badan pekerja KNIP dan ketua.Sedangkan kabinet pertama dalam negara kesatuan ini.Menurut pasal 45 ayat 1 dan 2 UUDS 1950 Presiden ialah kepala negara dan dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh wakil presiden. menerut Piagam Perstujuan Pemerintahan negara republik Indonesia Serikat dan pemrintah negara republik negara republik Indonesia pasal 3 sub e adalah tetap sebagai presiden negara kesatuan. 3.

akarta: Rineka Cipta .Jakarta: PT.2005.1974.Proklamasi Indonesia dan Konstitusi Republik Indonesia. Muhammad.1981.Jakarta:PT.Hukum Tata Negara Indonesia.Jakarta: Bina Aksara Joenarto.Jakarta:Ghalia Radjad.1992.Hukum Tata Negara Sejarah Ketatnegaraan Indonesia.Sumber-sumber Hukum Tata Negara.Sejarah Ketetangaraan RI.Raja Grafindo Persada Pringgodo.Yogyakarta:Liberty Yogyakarta MD.Syuhuri. Jakarta: Ghalia Indonesia Joenarto. Dasril.Moh Mahfud. 2004.1986.1951. Taufiqurrohman.Yogyakarta: Liberty Yogyakarta Soehino.2010.Politik Hukum di Indonesia. Hukum Konstitusi.Pembangunan Yamin.Tiga Undang-Undang Dasar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->