P. 1
kenakalan remaja 2

kenakalan remaja 2

|Views: 428|Likes:
Published by Uly Andeta

More info:

Published by: Uly Andeta on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan kenakalan remaja di Indonesia semakin kompleks dan menggurita.

Peredarannya bukan hanya berpusat di kota-kota besar saja, tapi sudah merambah sampai ke pelosok desa. Penggunaannya pun juga bukan dari kalangan berduit saja tetapi sudah sampai pada pelajar tingkat yang paling bawah. Narkotika memang dapat menyerang siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Seperti halnya life style, narkotika dikalangan masyarakat juga makin marak. Dulu trend peredaran gelap narkotika hanya beredar di tempat-tempat hiburan,diskotik, café, tetapi sekarang pelajar dan mahasiswa telah menggunakan kampus dan sekolah serta rumah kost sebagai tempat transaksi narkoba. Narkotika disalahgunakan sehingga mengakibatkan gangguan fisik, mental, sosial, keamanan dan ketertiban masyarakat yang pada akhirnya akan mengganggu stabilitas ketahanan nasional suatu bangsa. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya penyalahgunaan narkoba pada seorang sangat dipengaruhi adanya interaksi serangkaian faktor resiko dan faktor pelindung yang terdapat pada individu itu sendiri, misalnya keadaan keluarga , teman sebaya, lingkungan kampus dan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Faktor resiko adalah setiap kondisi negatif yang terdapat dalam diri seseorang yang berpotensi untuk memunculkan keinginan menyalahgunakan narkoba sedangkan faktor pelindung adalah setiap kondisi positif yang terdapat dalam diri seseorang yang berpotensi untuk menekan keinginan seseorang menyalahkan narkoba. Polri mengharapkan peran aktif dari masyarakat dalam memberantas peredaran gelap narkoba yang sekarang marak terjadi Indonesia. Dengan harapan supaya Indonesia bisa menjadi negara yang bebas dari peredaran gelap narkoba.

Faktor-faktor penyebab munculnya penyalahgunaan narkoba . depresi. 6. 5. dari anak kecil menjadi dewasa. Faktor pemicunya. para orangtua mengeluhkan perilaku anak-anaknya yang tidak dapat diatur. menurut Kumpfer dan Alvarado : 1. dan lainnya). atau di lingkungan pertemanannya. Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak. 7. 4.BAB II PEMBAHASAN 2. Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas. 8. Tapi dengan komunikasi dua arah dan pemantauan dari orangtua. Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial. dan juga karena lemahnya pertahanan diri terhadap pengaruh dunia luar yang kurang baik. Konflik keluarga. menurut sosiolog Kartono. 3. bahkan terkadang bertindak melawan mereka. sekolah. menarik diri dari keluarga. Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga. . antara lain adalah gagalnya remaja melewati masa transisinya. Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial. serta mengalami banyak masalah. seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi. Akibatnya. baik di rumah. Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga. Pada masa-masa ini.1 Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja Benarkah remaja bermasalah itu sudah biasa? Ada 10 penyebab munculnya kenakalan remaja. Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain. mood swing. dan munculnya tindakan berisiko sangat umum terjadi pada masa remaja dibandingkan pada masa-masa lain di sepanjang rentang kehidupan. 2. kenakalan remaja bisa dihindari. pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah. Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.

layangan tersebut akan putus karena angin yang kencang. misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru. anak yang dibebaskan tidak merasakan tekanan sebesar apa yang dirasakan oleh anak yang dikekang. Begitu juga dengan anak remaja. Sementara M Faisal Magrie. Perbedaan budaya tempat tinggal anak. Arif Rachman. Apabila ternyata lingkungan sosial tempat anak biasa berkumpul memiliki kecenderungan untuk melakukan penyalahgunaan. bukannya ikut meredam kenakalan mereka. Hal yang sama juga dapat terjadi apabila orangtua terlalu membebaskan anak. sehingga dorongan untuk memberontak cenderung lebih kecil dibandingkan anak yang dikekang. Berikan batasan yang jelas. yang terjadi adalah anak tidak mampu berkembang secara mandiri dan mereka akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari kekangan orangtua. 10. "Apabila orangtua menarik talinya terlalu dekat. Demikian juga dengan guru yang terlalu keras dalam menghadapi remaja yang bermasalah. malah membuat kenakalan mereka semakin menjadi. Perbedaannya adalah. Bisa jadi. layangan itu tidak akan bisa terbang. atau hal lain seperti menyangkut di pohon. Faktor lingkungan atau teman sebaya yang kurang baik juga ikut memicu timbulnya perilaku yang tidak baik pada diri remaja. Sekolah yang kurang menerapkan aturan yang ketat juga membuat remaja menjadi semakin rentan terkena efek pergaulan yang tidak baik. menyatakan beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah munculnya perilaku kenakalan pada anak remaja." kata Faisal. Ketika hal ini terjadi. Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja. "Guru yang kurang sensitif terhadap hal ini juga bisa membuat remaja menjadi semakin sulit diperbaiki perilakunya. ." ujar Prof. lingkungan sosial. akan menjadi pelarian utama si anak.9. Namun bila orangtua membiarkan talinya terlalu jauh. konsultan psikologi remaja dari Asosiasi Berbagi. anak juga berpotensi besar untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan kelompoknya. Menurut Faisal. pakar pendidikan dari UNJ. terutama teman sebaya. jika orangtua terlalu mengekang anak. mengasuh anak yang memasuki usia remaja dapat diandaikan seperti bermain layangan.

Lakukan tawar menawar melalui diskusi mengenai perilaku lainnya yang dianggap berpotensi membuat anak menjadi nakal. Ketika orangtua terlalu 'masuk' ke dalam kehidupan anak. Dengan begini. Pemantauan terpadu ini akan memberikan banyak masukan yang menyeluruh bagi orangtua mengenai perilaku anaknya di luar rumah. orangtua tetap bisa mengawasi aktivitas dan pergaulan anaknya dengan pasif. melanggar jam malam yang orangtua berikan. ada hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua berkaitan dengan hal tersebut. melanggar peraturan-peraturan sekolah. Untuk mengatasi hal ini. Tak Ada Kata Terlambat dalam menangani anak remaja yang terlihat 'melenceng'. dan lain sebagainya. Biarkan anak menentukan standar moralnya sendiri.Perilaku yang ditampilkan dapat bermacam-macam. Berdiskusilah untuk tawar menawar. Pengawasan dan pemantauan orangtua di rumah bisa dilengkapi dengan pengawasan dari guru di sekolah. misalnya membolos.Orangtua disarankan untuk memberikan batasan yang jelas mengenai perilaku apa yang benarbenar tidak boleh dilakukan oleh anak. Di sisi lain hal ini dapat membuat anak lebih menghormati orangtuanya karena telah diberikan kesempatan untuk menentukan pilihannya sendiri. Ia akan merasa risih dan pada akhirnya justru bersikap tertutup kepada orangtuanya. tindakan yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah dengan membuat kesan bahwa mereka bisa berdamai dengan pilihan anaknya. menggunakan narkoba. pasti anak akan merasa terganggu privasinya.2 Batasan dan Jenis Kenakalan Remaja Kenakalan remaja merupakan tindakan melanggar peraturan atau hukum yang dilakukan oleh anak di bawah usia 18 tahun. Proses tawar-menawar akan merangsang anak untuk menentukan standar moralnya sendiri. . hingga kenakalan berat sepertipenggunaan narkoba. mulai dari kenakalan ringan seperti membolos sekolah. seperti pulang malam. Aktif berkomunikasi dengan guru di sekolah. Namun. ia dapat dengan mudah terpengaruh oleh teman-teman sebayanya. 2. Karena di usia ini teman adalah segalanya bagi anak.

dan berbagai turunannya seperti morphin. dalam penelitiannya. penulis buku The Adolescence. dan heroin. keikutsertaan anak dalam geng yang menyimpang. . perilaku seksual. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. narkotika bisa dibedakan menjadi tiga : 1. Di antaranya adalah kekerasan pada anak dan pengabaian yang dilakukan oleh orangtua. menurut Philip Rice dan Gale Dolgin. munculnya perilaku seksual sejak usia dini. 2. Depresan. Ketidakmampuan orangtua dalam menghentikan dan melarang perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak remaja akan membuat perilaku kenakalan terus bertahan. contoh yang popular sekarang adalah putaw. dan perilaku yang tidak mengikuti peraturan sekolah atau orang tua. serta tingkat pendidikan anak yang rendah.1 Dampak Yang di Timbulkan Dari Penyalahgunaan Narkoba Dari dampaknya . profesor dan asisten profesor dari University of Utah. 2. yaitu munculnya tindak kriminal yang dilakukan oleh anak remaja. membolos sekolah. penyerangan. perkosaan. Pelanggaran status. Jenis narkoba depresan antara lain opioda. 2. menyebutkan bahwa kenakalan dan kekerasan yang dilakukan oleh anak dan remaja berakar dari masalah-masalah sosial yang saling berkaitan. terdapat dua kategori pelanggaran yang dilakukan remaja. di antaranya adalah memakai narkoba . Jenis stimulant adalah : kafein. kekerasan rumah tangga. yaitu menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang. dan pembunuhan. Perilaku yang termasuk di antaranya adalah pencurian. merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. bahkan bisa membueat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. minum minuman beralkohol di bawah umur. Stimulan.Dalam batasan hukum. yaitu: 1.kabur dari rumah. kokain. amphetamine. contoh yang sekarang sering dipakai adalah shabu dan ekstasi. Keluarga yang Memicu? Menurut Karol Kumpfer dan Rose Alvarado. Pelanggaran indeks.

Malas belajar. apatis. Cenderung menyakiti diri sendiri 10. Bisa menimbulkan over dosis dan kematian 6. Ketergantungan Dampak yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba : 1. Yang paling banyak dipakai adalah maryuana atau ganja Kebanyakan zat dalam narkotika sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Senang-senang 3. Halusinogen. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus. seperti halusinasi. seperti : penanahan 4. Gangguan pada system syaraf . Menggunakan pada saat tertentu 4. pengkhayal. mulai dari keinginan untuk coba-coba . Masa depan suram 2. Penyalahgunaan 5.3.2 Kebijakan Polri Dalam Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia . Tetapi karena berbagai alasan. Gangguan jantung dan pembuluh darah. ceroboh. Gangguan pada kulit. tertekan 9. gelisah 7. Gangguan mental . Coba-coba 2. Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau depedensi Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut : 1. dampak utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. hilangkan stress makanya narkotika disalahgunakan. Sulit konsentrasi. Gangguan pada paru-paru . seperti : pengerasan jaringan paru-paru 5. anti social dan susila 11. penuh curiga 8. Selain itu juga ada yang diramu di laboratorium seperti LSD. gaya. Hilang kepercayaan diri. seperti : gangguan peredaran darah 3. kerusakan syaraf tepi 2. dan psilocyblin dari jamur-jamuran .

Salah satunya terjerumus dalam masalah narkoba.Globalisasi yang dibarengi dengan krisis ekonomi berkepanjangan berdampak sangat besar seperti beban hidup masyarakat dunia. terkait pemberantasan narkoba. dan peredaran di masyarakat. Menurut analisis yang dilakukan penulis. Banyak terjadi perceraian karena alasan ekonomi. Anak sering menjadi korban dari keretakan hubungan orang tuanya. Dalam upaya pemberantasan narkoba. melakukan pembinaan dan sosialisasi pola hidup sehat dalam masyarakat. Meningkatnya penyalahgunaan narkoba oleh kalangan anak muda cukup mencemaskan. dibalik penyalahgunaan narkoba. Selain bekerja secara tersistem dengan instansi lain. Adanya globalisasi dan krisis semakin melebarkan jurang kesenjangan sehingga memunculkan berbagai penyakit sosial. hampir 40 persen anak yang menjadi korban broken home menjadi pengguna narkoba. Polri bisa menjadi ujung tombak. Karena dalam mekanisme tugas. termasuk Indonesia. Beban hidup juga memporak-porandakan kehidupan keluarga. Narkoba dijadikan alasan sebagai sarana pelarian dari masalah atau sejenak melepas beban hidup yang berat. Polri harus rutin melakukan sosialisasi mengenai bahaya penggunaan narkoba dan hukuman berat yang bisa . Mengapa harus Polri? Karena dalam konsep keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Polri juga menjadi aparat hukum yang diberikan wewenang secara formal untuk menangani kasus-kasus terkait penyalahgunaan narkoba. Peran Polri sangat diperlukan dalam pengawasan terhadap produksi dan distribusi bahan obat berbahaya. di antaranya dengan melakukan pencegahan. Polri merupakan instansi atau lembaga yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan Polri. instansi Polri sangat dekat dengan masyarakat. sebagian besar masyarakat menggunakan narkoba sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan Polri untuk menanggulangi narkoba. misalnya untuk mengantisipasi penyelundupan dan produksi obat berbahaya. penindakan produksi. distribusi. Dalam beberapa pengungkapan kasus yang dilakukan Polri. Salah satu penyakit yang sekarang ini menggerogoti masyarakat adalah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Dalam hal ini.. Polri juga harus memiliki cara sendiri untuk menanggulangi narkoba di tengah masyarakat. Kesibukan pada kalangan orang tua dalam memenuhi biaya hidup membuat anak-anak kurang mendapat perhatian dan masuk dalam pergaulan bebas. Pertama. Sebagian masyarakat berdiri di atas alasan klasik. Polri bisa bekerja sama dengan instansi pemerintah lain.

Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. Untuk mendukung itu semua. terutama untuk menyelamatkan generasi bangsa.dijatuhkan bagi pengguna dan pengedar. Misalnya. lingkungan kampus. Jangan sampai generasi yang akan memimpin bangsa Indonesia nanti justru tumbuh menjadi para pecundang. Maksudnya melakukan pencegahan secara teknis di lapangan. Untuk mendukung tindakan taktis ini. Dalam undang-undang yang mengatur tentang narkoba disebutkan bahwa pengedar narkoba bisa dikenakan maksimal hukum mati. termasuk masyarakat. warung remangremang). seperti bandar udara. Langkah Polri berikutnya adalah bersifat teknis. Tujuannya adalah memudah Polri masuk dalam kehidupan masyarakat. sekolah. Polri harus mengetahui simpul-simpul peredaran. mencegah masuknya narkoba dari luar negeri. ketika Polri mampu mendekatkan diri ke tengah masyarakat. Penulis yakin dengan upaya menyeluruh. Perlu usaha yang keras untuk menciptakan masyarakat yang bersih dari narkoba. Sosialisasi yang tepat kepada masyarakat secara tidak langsung akan menekan peredaran narkoba. Caranya dengan melakukan pengawasan secara ketat pada titik-titik yang memungkinkan terjadinya penyelundupan narkoba. lembaga pemasyarakatan (LP). Keberhasilan Polri menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat akan membantu dalam pengungkapan kasus dan pembongkaran jaringan narkoba. Kendali yang sekarang dihadapi Polri dalam pemberantasan narkoba adalah lemahnya kesadaran masyarakat dalam membantu pengungkapan. seperti di tempat hiburan (diskotik. terpadu. dan sistematis. dan perbatasan darat dengan negara lain. pemberantasan narkoba akan berhasil. dan bahkan di panti rehabilitasi. karaoke. Polri harus tahu betul bahwa peredaran narkoba ibarat virus yang sudah masuk ke dalam peredaran darah manusia. Caranya dengan rutin melakukan operasi dan razia. kafe. Langkah selanjutnya adalah menciptakan hubungan yang semakin harmonis dengan masyarakat. serta didukung oleh pemerintah dan instansi lain. Sikap tertutup masyarakat ini akan terbuka dengan sendirinya. pelabuhan.Timur Pradopo mengingatkan akan ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang berdampak pada rusaknya sendi- . perlu penyadaran juga di kalangan anggota Polri bahwa pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab yang besar. Polri juga harus bertindak taktis dalam mencegah peredaran narkoba di dalam negeri. Ada sebagian masyarakat yang masih melindungi keluarga ataupun kelompoknya yang tersangkut masalah narkoba.

Karena ancamannya adalah rusaknya lapisan masyarakat terutama generasi muda yang saat ini menjadi incaran para sindikat narkotika. Pemuda dan Olah Raga Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Kenakalan remaja dalam bentuk apapun mempunyai akibat yang negatif baik bagi masyarakat umum maupun bagi diri remaja itu sendiri. "Narkoba menjadi kejahatan transinternasional. penyalahgunaan narkotika di Indonesia sudah sangat memprihatinkan dilihat dari kecenderungan penyebarannya sudah menyebar ke tingkat kecamatan. 1. Tindakan penanggulangan masalah kebakalan dapat di bagi dalam: A.3 Peran Dinas Pendidikan. Sudah selayaknya negara melindungi rakyatnya dari bahaya penyalahgunaan narkoba. penyalahgunaan narkotika menjadi fokus serius negara dalam hal ini Polri sebagai pilar utama dan BNN. 2. Kecamatan Cigombong.Mengenal dan mengetahui ciri umum dan khas remaja 2." kata Kapolri dalam acara penyerahan aset Polri kepada Badan Narkotika Nasional di Balai Diklat BNN Lido.sendi pembangunan bangsa. Kabupaten Bogor. . Terakhir kasus penyebaran narkotika telah merambah kecamatan di ujung pulau Indonesia. Kesulitankesulitan manakah yang biasanya menjadi sebab timbulnya penyaluran dalam bentuk kenakalan. "Penyebaran Narkotika di Indonesia telah meluas hingga ke kecamatan. Kapolri mengatakan. Tindakan Preventif Usaha pencegahan timbulnya kenakalan remaja secara umum. extra ordinary crime ( kejahatan luar biasa ) yang akibat ditimbulkannya sangat luas karena narkotika tidak hanya menjadi keuntungan bagi pemiliknya tapi menjadi sumber pendanaan aksi terorisme ". Kapolri mengatakan.Mengetahui kesulitan-kesulitan yang secara umum dialami oleh para remaja.

guru pembimbing dan psikolog sekolah bersama dengan para pendidik lainnya. c) Menyediakan sarana-sarana dan meciptakan suasana yang optimal demi perkembangan pribadi yang wajar. sopan dan bertanggung jawab yang diperlukan dalam menyelesaikan kesulitan atau persoalan masing-masing. memberikan perhatian khusus dan mengawasi setiap penyimpangan tingkah laku remaja di rumah dan di sekolah. b) Memberikan pendidikan bukan hanya dalam penambahan pengetahuan dan keterampilan melainkan pendidikan mental dan pribadi melalui pengajaran agama. d) Usaha memperbaiki keadaan lingkungan sekitar. Usaha pencegahan kenakalan remaja secara khusus Dilakukan oleh para pendidik terhadap kelainan tingkahlaku para remaja.Sarana pendidikan lainya mengambil peranan penting dalam pembentukan pribadi yang wajar dengan mental yang sehat dan kuat. budi pekerti dan etiket. Usaha pendidik harus diarahkan terhadap remaja dengan mengamati.Usaha pembinaan remaja : a) Menguatkan sikap mental remaja supaya mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. keadaan sosial keluarga maupun masyarakat di mana terjadi banyak penyalahgunaan narkoba Dengan usaha pembinaan yang terarah para remaja akan mengembangkan diri dengan baik sehingga keseimabnagn diri akan dicapai dimana tercipta hubungan yang serasi antara aspek rasio dan aspek emosi. Pendidikan mental di sekolah dilakukan oleh guru. Pikiran yang sehat akan mengarahkan mereka ke perbuatan yang pantas. . Misalnya kepramukaan. dan yang lainnya.3.

Memperkuat motivasi atau dorongan untuk bertingklaku baik dan merangsang hubungan sosia. Tindakan Represif Usaha menindak pelanggaran norma-norma sosial dan moral dapat dilakukan dengan mengadakan hukuman terhadap setiap perbuatan pelanggaran. yang baik. Pengenalan diri sendiri: menilai diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Memberikan wejangan secara umum dengan harapan dapat bermanfaat. Dengan melakukan permainan bersama dan bekerja dalam kelompok dipupuk solidaritas dan persekutuan dengan Pembimbing. yakni bimbingan yang diberikan secara pribadi pada remaja itu sendiri. 2. Pendekatan melalui kelompok di mana ia sudah merupakan anggota kumpulan atau kelompok kecil tersebut: a. B. b. moral dan etik. b. d. Melalui percakapan mengungkapkan kesulitan si remaja danmembantu mengatasinya. c. Mengadakan kelompok diskusi dengan memberikan kesempatan mengemukaka pandangan dan pendapat para remaja dan memberikan pengarahan yang positif.Pemberian bimbingan terhadap remaja tersebut bertujuan menambah pengertian remaja mengenai: a. . c. Bimbingan yang dilakukan dengan dua pendekatan: 1. Penyesuaiam diri: mengenal dan menerima tuntutan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut. Orientasi diri: mengarahkan pribadi remaja ke arah pembatasan antara diri pribadi dan sikap sosial dengan penekanan pada penyadaran nilai-nilai sosial. Pendekatan langsung.

kepala sekolahlah yang berwenang dalam pelaksanan hukuman terhadap pelanggaran tata tertib sekolah. . Sedangkan hak dan kewajiban anggota keluarga mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan dan umur. b. Guru san staf pembimbing bertugas menyampaikan data mengenai pelanggaran dan kemungkinan-kemungkinan pelanggaran maupun akibatnya. Kasus-kasus kenakalan remaja. pelajar melakukan pesta narkoba di salah satu hotel melati. Disamping itu perlu adanya semacam hukuman yang dibuat oleh orangtua terhadap pelanggaran tata tertib dan tata cara keluarga. bangsa dan tanah air. Pendidikan diulangi melalui pembinaan secara khusus. Akan tetapi hukuman yang berat seperti skorsing maupun pengeluaran dari sekolah merupakan wewenang kepala sekolah. Dalam beberapa hal guru juga berhak bertindak. Di sekolah. Dari pembahasan mengenai penanggulangan masalah kenakalan remaja ini perlu ditekankan bahwa segala usaha harus ditujukan ke arah tercapainya kepribadian yang mantap. remaja harus mentaati peraturan dan tata cara yang berlaku.a. serasi dan dewasa. Setelah sebelumnya di Kota Pekanbaru. hal mana sering ditanggulangi oleh lembaga khusus maupun perorangan yang ahli dalam bidang ini. melakukan pengawasan khusus oleh kepala sekolah dan team guru atau pembimbing dan melarang bersekolah untuk sementara atau seterusnya tergabtung dari macam pelanggaran tata tertib sekolah yang digariskan. sehat badani dan rohani. teguh dalam kepercayaan dan iman sebagai anggota masyarakat. khususnya pelajar di Riau semakin meningkat. Tindakan Kuratif dan Rehabilitasi Dilakukan setelah tindakan pencegahan lainnya dilaksanakan dan dianggap perlu mengubah tingkahlaku si pelanggar remaja itu dengan memberikan pendidikan lagi. C. Remaja diharapkan akan menjadi orang dewasa yang berpribadi kuat. Di rumah. Setiap pelanggaran yang sama harus dikenakan sanksi yang sama. Pelaksanan tata tertib harus dilakukan dengan konsisten. Pada umumnya tindakan represif diberikan diberikan dalam bentuk memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis kepada pelajar dan orang tua.

Inti pendidikan adalah sebuah pedoman dasar pergaulan yang singkat. Kesalahan tidak hanya terletak pada sekolah. padat. Kita harus melihat bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan siswa. Dinas Pendidikan Provinsi Riau sedang mengodok konsep pelajaran budi pekerti atau yang nantinya akan dikenal gurindam 12 untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba pada remaja. kenakalan remaja banyak bersumber dari pergaulan. Padahal. Ajaran budi pekerti ini akan kita masukan ke dalam kurikulum ajaran baru. tetapi juga peran dari orangtua dan masyarakat. Harus kita akui. karena terkadang tindakan kejahatan yang dilakukan pelajar terkadang diluar jam sekolah. Mereka sudah tidak mempunyai banyak kesempatan untuk dapat mengikuti terus kemana pun anak-anaknya pergi. Galang kerjasama dengan komite sekolah maupun orangtua murid untuk mencari jalan keluar bersama terhadap murid-murid yang melakukan penyimpangan. Oleh karena itu. ''Untuk mengurangi dampak penyalahgunaan narkoba pada remaja yang saat ini sering terjadi. Selama seseorang masih memerlukan pihak lain untuk . Sehingga generasi muda menjadi lebih baik. khususnya diRiau. pihak sekolah memberitahukan orangtua atau wali murid mengenai prilaku anaknya di sekolah. Dengan memberikan inti pendidikan ini. Ada baiknya. Sehingga sama-sama saling memperhatikan pendidikan anak baik di sekolah maupun diluar sekolah. pihaknya bersama kepada bidang pendidikan di Kabupaten dan Kota sedang menggodok pelajaran budi pekerti. untuk mewujudkan misi pemerintah membutuhkan proses. Sedangkan bila pelajar di sekolah menjadi tugas guru untuk mendidik. Sehingga pendidikan budi pekerti di sekolah harus kembali dihadirkan.Sebagian besar orangtua di zaman sekarang sangat sibuk mencari nafkah. karena dirinya sendirinyalah yang akan mengendalikan dirinya sendiri. kemana saja anak pergi ia akan selalu ingat pesan orangtua dan dapat menjaga dirinya sendiri. khususnya dikalangan pelajar.Menyikapi fenomena tersebut. Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau menuturkan. dan mudah diingat serta mudah dilaksanakan. Karena saat ini kami sedang membahas konsepnya dan akan mengundang pakar budi pekerti untuk memberikan masukan mengenai konsep kurikulum ajaran budi pekerti untuk di sekolah. Dimana sekolah harus mengedepankan pendidikan terhadap siswa. diperlukan pelajaran gurindam dua belas atau budi pekerti. Anak menjadi mandiri dan dapat dipercaya. Peran orangtua sangat diperlukan. Dinas Pendidikan. Sehingga pelajar-pelajar mendapatkan pendidikan budi pekerti untuk menekan angka fenomena kenakalan pelajar yang terjadi di Indonesia. orangtua hendaknya dapat memberikan inti pendidikan kepada para remaja.

menegaskan bahwa hal itu memalukan. Orangtua selalu berusaha memberikan pakaian yang layak untuk anak-anaknya. Tunjukkan kepada mereka bahwa kejahatan tidak akan pernah menang. kebohongan. Sebaliknya.. berilah sanksi. Berikanlah kesempatan anak agar dapat meniru perilaku kebajikan orangtuanya. apabila suatu saat anak mengenakan pakaian dengan tidak pantas atau mungkin tersingkap sedikit. Semakin awal semakin baik. Pakaian batin pun juga demikian. Penjelasan akan hal ini sebaiknya diberikan sejak dini. Mengkondisikan munculnya rasa malu dapat menggunakan cara seperti ketika orangtua mengenalkan pakaian kepada anak-anaknya. Keputusan untuk memilih kebaikan dan meninggalkan kejahatan. Bila perbuatan itu masih diulang. Sikap itu masih berkenaan dengan masalah pakaian fisik. Inti pendidikan ini terdiri dari dua hal yaitu : ‡MALU BERBUAT JAHAT Benteng penjaga pertama agar remaja tidak salah langkah dalam hidup ini adalah menumbuhkan hiri atau rasa malu melakukan perbuatan yang tidak benar atau jahat.mengendalikan dirinya sendiri. Namun. Gunakanlah acara-acara di televisi sebagai alat pengajaran. Orangtua bila mengetahui bahwa anaknya melakukan suatu perbuatan yang tidak pantas maka katakan segera bahwa hal itu memalukan. selama itu pula ia akan berpotensi melanggar peraturan bila si pengendali tidak berada di dekatnya. tahap berikutnya adalah menumbuhkan rasa malu untuk melakukan kejahatan. Usahakan dengan berbagai cara agar anak tidak lagi mengulang perbuatan yang tidak baik itu. Berilah hukuman yang mendidik bila perbuatan itu tetap diulang. Berikanlah pengertian dan teladan tentang latihan kemoralan. Ajarkan dan didiklah mereka untuk tidak melakukan pembunuhan. walaupun kebaikan kadang menderita di awalnya akhirnya akan memperoleh kebahagiaan juga. pabila anak sudah dapat dengan jelas membedakan kebaikan dan keburukan. . dan mabuk-mabukan. pelanggaran kesusilaan. Kemudian berikanlah saran agar dia tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Kejahatan akan musnah pada akhirnya. Kejelasan orangtua menerangkan hal ini akan dapat menghilangkan keraguan anak dalam mengambil keputusan. pencurian. Dalam memberikan pendidikan. orangtua segera membenahinya dan mengatakan. orangtua hendaknya dengan tegas dapat menunjukkan kepada anak perbedaan dan akibat dari perbuatan baik dan tidak baik atau perbuatan benar dan tidak benar.

Selama dua puluh empat jam sehari. khususnya para remaja. Sesungguhnya memang diri sendiri itulah pelindung bagi diri sendiri. Sebab. Oleh karena itu. Akibat buruk terutama adalah yang diterima oleh si anak sendiri. apabila kita tidak senang terhadap suatu perbuatan tertentu. Suka dan duka yang kita alami adalah hasil perbuatan kita sendiri. diharapkan anak . Orangtua dapat memberikan perumpamaan bahwa bila diri sendiri tidak ingin dicubit. oleh diri sendiri pula kejahatan dapat dihindarkan. pendidikan anak di masa kecil yang sedemikian rumit tampaknya. Rata-rata semua mahluk. orangtua selain menunjukkan bahwa suatu perbuatan tertentu tidak pantas. ia akan selalu dapat mengingat dan melaksanakan kedua hal sederhana ini. keluarganya serta lingkungannya. penderitaan akan mengikuti si pelaku kejahatan. sebenarnya hampir semua orang pun bahkan semua mahluk cenderung tidak suka pula dengan hal itu. maka orangtua dapat meningkatkannya dengan memberikan uraian tentang akibat perbuatan buruk yang dilakukan anaknya. Orangtua merasa mantap dengan persiapan mental yang telah diberikan kepada anak-anaknya. orangtua dan juga lingkungannya. kemudian terangkan pula dampak negatif yang akan diterima pula oleh orangtua. Oleh karena itu. kamma buruk berbuah. Orangtua tidak akan ragu lagi menyongsong era globalisasi. dalam hal ini. dengan memberikan pengertian yang baik tentang inti pendidikan tersebut kepada anak-anak. memalukan untuk dilakukan oleh anaknya. Orangtua sudah tidak akan merasa kuatir lagi menghadapi anak-anaknya yang beranjak remaja. oleh diri sendiri kejahatan dilakukan. 'pengawas' ini akan melaksanakan tugasnya. Penjelasan seperti ini akan membangkitkan kesadaran anak bahwa perbuatan buruk yang tidak ingin dialaminya akan menimbulkan perasaan yang sama bagi orang lain. Kemanapun anak pergi. Artinya. Ia akan selalu dapat menempatkan dirinya sendiri dalam lingkungan apapun juga sehingga akan mampu membahagiakan dirinya sendiri. Menumbuhkembangkan perasaan malu dan takut melakukan perbuatan yang tidak baik ataupun berbagai bentuk kejahatan inilah yang akan menjadi 'pengawas setia' dalam diri setiap orang. maka janganlah mencubit orang lain. akan dapat dinikmati hasilnya di hari tua. manusia memiliki perasaan serupa.‡ TAKUT AKIBAT PERBUATAN JAHAT Apabila anak bertambah besar. Dan apalagi bila telah tiba waktunya nanti.

Involvement. kegiatan dalam organisasi akan mendatangkan manfaat bagi orang tersebut. c. beliefs merupakan kepercayaan seseorang pada nilai-nilai moral yang ada. masa depan dsb. 2) Attachment partial. Kebahagiaan bagi dirinya sendiri. Sedangkan attachment partial hanya akan menimbulkan kepatuhan bila terdapat orang lain yang mengawasi . organisasi dsb. Segala kegiatan individu seperti sekolah . 1. adalah kemampuan manusia untuk melibatkan dirinya terhadap orang lain. Commitment merupakan aspek rasional yang ada dalam ikatan social. adalah suatu bubungan antara seorang individu dengan lainnya. ³Segala investasi tersebutlah yang mendorong orang untuk taat pada aturanaturan yang berlaku. e. Teori Social Control Theory Social Control Theory lahir pada peradaban dua puluhan. perasaan dan kehendak orang lain sehingga ia dapat dengan bebas melakukan penyimpangan. adalah keterikatan seseorang pada sub system konvensional seperti sekolah . Kebahagiaan bagi orangtuanya. Dengan demikian segala aktivitas yang dapat memberi manfaat. Attachment. Rasa kebersamaan inilah yang mendorong seseorang utk selalu mentaati aturan aturan.ros salah seorang Bapak sosialog amirika berpendapat bahwa system keyakinan lah yang membimbing apa yang dilakukan oleh orang-orang dan yang secara universal mengontrol tingkah laku. Kebahagiaan bagi lingkungannya. Attachment dibagi menjadi 2 bagian yaitu: 1) Attachment total. karena pelanggaran terhadap aturan tersebut berarti menyakiti perasaan orang lain. reputasi. adalah merupakan aktivitas seseorang dalam sub system konvensional.pekerjaan . merupakan aspek moral yang terdapat dalam ikatan social. sebagai berikut: a. karena apabila tdk terdapat pengawasan makan orang tersebut akan melakukan deviasi. Salah satu Social Control Theory sebagaimana disebutkan oleh Travis Hirschi dalam ³Social Bond Theory´. Commitment.akan dapat membawa diri dan menjaga dirinya sendiri agar dapat tercapai kebahagiaan. Kepercayaan seseorang terhadap norma- . Beliefs. Berdasarkan hal tersebut di atas. d. jika seseorang aktif dalam organisasi maka kecil kecenderungannya untuk melakukan deviasi. Kaitan attachment dengan penyimpangan adalah sejauh mana orang tersebut peka terhadap pikuran . dengan demikian investasi tersebut dapat digunakan sebagai rem bagi hasrat utk melakukan deviasi (penyimpangan). Logika dari pengertian tersebut adalah bila orang aktif di segala kegiatan maka orang tersebut akan menghabiskan waktu dan tenaganya dalm kegiatan tersebut sehingga dia tidak sempat lagi memikirkan hal-hal yang bertentangan dengan hukum. dapat disimpulkan bahwa attachment total akan mencegah hasrat seseorang untuk melakukan deviasi. tidak peduli apapun bentuk keyakinan yang dipilih. pekerjaan. dimana hubungan tersebut tidak didasarkan pada peleburan ego dengan ego yang lain tetapi karena hadirnya orang lain yang mengawasi. Manfaat tersebut dapat berupa bara benda .A. adalah keadaan dimana seorang individu melepas rasa yang terdapat dalam dirinya dan diganti dengan rasa kebersamaan. akan mencegah seseorang itu untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum. b.

b) Reaksi masyarakat tersebut menyebabkan seseorang/ lembaga dicap sebagai penjahat. 1989: 84-97) adalah proses mempermalukan yang diikuti dengan upaya-upaya mengintegrasikan kembali pelaku penyimpangan atau pelanggaran hukum ke dalam masyarakat yang patuh hukum. merupakan bentuk pelanggaran pertama kali. merupakan pelanggaran lanjutan muncul konsep diri. a) Mengapa dan bagaimana orang-orang tertentu diberi cap atau label. Karakteristik Reintegrative Shaming menurut Braithwaite (1996.norma yang ada akan menimbulkan kepatuhan terhadap norma tersebut yang tentunya dengan kepatuhan tersebut akan mengurangi hasrat seseorang untuk melanggar. dimana perilaku jahat dibentuk oleh warganya yang memiliki ³kekuasaan´. wujud eksistensi. Teori labelling pada dasarnya menekankan 2 (aspek). b) Memiliki formalitas yang menyatakan tingkah laku seseorang jahat atau menyimpang. tidak serius.2) adalah jika masyarakat: a) Menolak atau mencela tingkah laku jahat. cenderung coba-coba. Re-Integrative Shaming Theory Braithwaite (Barlow) menjelaskan bahwa pemberian rasa. cenderung reaktif. yaitu . apabila hal itu gagal maka para remaja akan menggunakan haknya untuk melanggar. Adapun 5 (lima) premis Labeling Theory sebagai berikut: a) Perilaku menyimpang bukanlah perilaku unik yang timbul dari dalam diri seseorang atau lembaga tetapi reaksi yang ditimbulkan oleh masyarakat. 2. memiliki motivasi. e) Terjadi proses adaptasi yang disebut self full filling yaitu seseorang/ lembaga yang dicap sebagai pelaku kejahatan karena perlakuan yang counter produktif yang bersangkutan menyesuaikan diri dengan cap yang disandangnya. Reintegrative Shaming (Braithwaite.membuat orang menjadl waspada akan adanya shaming. malu (shaming) adalah semua prosesproses sosial yang menunjukan ketidaksetujuan yang bertujuan agar orang yang melakukan penyimpangan atau pelanggaran hukum merasa menyesal dan malu. 3. Labeling Theory Teori Labelling/Labelling Theory menurut Lemert yang berasumsi dari teori ini adalah jika seseorang mendefinisikan suatu situasi adalah nyata ( Real ) maka nyata pulalah konsekuensinya. self fullfilling phropecy. FM Lemert membedakan 2 ( dua ) bentuk penyimpangan. memiliki dua kemungkinan: Reintegrative Shaming atau stigmatisasi (stigmatization). Penghukuman semacam inl -yang biasanya dilakukan oleh anggota masyarakat. . perilaku coba-coba. Teori Labeling memandang bahwa kejahatan merupakan akibat dari proses sosial yang terjadi di dalam masyarakat. c) Orang/ lenbaga yang dicap sebagai pelaku menyimpang diperlakukan benar-benar sebagai penjahat. memujl atau mendukung tingkah laku baik. tidak sengaja. d) Kesemuanya berlangsung dalam suatu proses interaksi shg disebut juga interaksionis teori. atau sebagai cap yang diberikan oleh kelompok dominant. yaitu . b) Secondary Deviance. Keempat komponen tersebut menurut Hirschi harus terbentuk dalam masyarakat. yang diakhiri dengan menyatakan orang tersebut sudah dlmaafkan. Braithwaite (1996: 2) meyakini bahwa pemberian rasa malu sebagai suatu bentuk hukuman kepada pelaku ini. b) Pengaruh/efek dari label sebagai suatu konsekuensi penyimpangan tingkah laku. a) Primary Deviance. perilaku kanak-kanak. Teori ini utk menganalisis pemberian label /cap/stigma terhadap pecandu narkoba di kalangan remaja.

penyalah gunaan narkotika oleh anak. kebut-kebutan. . dan lain-lain. kenakalan remaja dapat dikaji dengan menggunakan berbagai macam teori-teori kriminologis yang dikemukakan oleh para ahli kriminologi. Kajian dan analisa terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja tersebut bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kenakalan remaja. bentuk kenakalan remaja dapat bermacam-macam. penggelapan. d) Tidak menjadikan kesalahan atau penyimpangan atau kejahatan sebagai dari status utama (master status trait). dengan tujuan untuk memberikan pandangan dan pemikiran tentang upaya yang tepat serta memberi perhatian khusus untuk menangani permasalahan kenakalan remaja yang telah menjadi suatu fenomena dalam kehidupan masyarakat. Konsep Kenakalan Remaja Dalam pasal 1 UU No. Dari pengertian tersebut. 3 tahun 1997 tentang Pengadilan anak. pencurian baik pencurian berat maupun pencurian ringan oleh anak.c) Memberikan hukuman atau pencelaan tanpa proses labelling. pemerasan. Kenakalan remaja tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor. Dalam sudut pandang kriminologis. kejahatan seksual oleh anak. 4. Misalnya berupa kejahatan kekerasan oleh anak seperti pembunuhan dan penganiayaan. dan bentuk-bentuk kejahatan lain yang dilakukan oleh anak. yang dapat ditinjau dengan menggunakan berbagai macam sudut pandang. Atau dapat pula berupa perbuatan melanggar hukum lainnya seperti perkelahian pelajar atau tawuran. penipuan. seperti sudut pandang psikologis maupun sudut pandang kriminologis. Sedangkan pengertian anak nakal adalah anak yang melakukan tindak pidana atau anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak baik menurut peraturan perundang-undangan maupun menurut peraturan hukum lain yang hidup dan berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan (ayat 2). disebutkan bahwa yang dimaksud anak adalah orang yang dalam perkara anak nakal telah mencapai umur 8 tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun dan belum pernah kawin (ayat 1).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->