MODUL MATA KULIAH

:

ULUMUL QURAN (1)



Ringkasan Praktis Sistematis dari Terjemahan
Kitab " Mabahits Fi Ulumil Qur'an" karya Syeikh Manna'ul Qathan,
dengan beberapa tambahan, catatan dan penyesuaian


=.,- ¸=·=
_,=·| .¹¸«|· ;,·- ¸ .-·,- =··· ¸- ··- g .·=«|·
=·«,·-·|· ¸ =···=,· ¸-, _-



Penyusun :
Hatta Syamsuddin, Lc


PESANTREN MAHASISWA ARROYAN SURAKARTA
JANUARI 2008 M / SHOFAR 1430 H
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

2


PENGANTAR MODUL

_=.' _ _· ·· , ··. , _¯ , = - ¸· ¸· , ·,-.' , ·¯ _· ,
Ulumul Qur'an adalah sebuah metode yang lengkap dan menyeluruh untuk membuka
pintu awal dari kedalaman kandungan Al-Quran. Karenanya, umat Islam secara umum,
ataupun secara khusus bagi mahasiswa muslim yang merindukan interaksi lebih mendalam
dengan Al-Quran, secara otomatis akan dituntut untuk mempelajari Ulumul Quran.
Untuk menjawab tuntutan tersebut, maka sangat dibutuhkan pengajaran Ulumul
Quran pada mahasiswa muslim sebagai bekal awal dalam berinteraksi lebih lanjut dengan Al-
Quran. Sebuah pengajaran yang sistematis, sederhana namun tidak kehilangan inti
pembahasan ulumul quran.
Modul ini adalah salah satu usaha riil untuk menjawab tuntutan tersebut, sekaligus
sebagai sebuah bentuk tanggung jawab saya ketika menyampaikan materi Ulumul Qur'an di
kelas dirosah Pesantren Mahasiswa Ar-Royan semester pertama ini. Bentuk tanggung jawab,
karena saya tidak ingin apa yang saya sampaikan dari Ilmu yang mulia ini hilang begitu saja
atau disalah pahami oleh mahasiswa, hanya karena salah dalam mencatat, atau kurang
konsentrasi di perkuliahan. Saya mengharapkan, modul ini tidak sekedar menjadi teman
menjelang ujian, tapi lebih dari itu menjadi amanah bagi para santri/santriwati untuk
dipahami, dikembangkan lalu diajarkan di tengah masyarakat di kemudian hari.
Modul ini sejujurnya hanya sekedar "ringkasan" dari sebuah Kitab Ulumul Qur'an yang
terkenal di dunia akademisi di Timur Tengah, yaitu Mabahits fii Ulumul Qur'an karya Syeikh
Manna'ul Qatthan, yang penyusun berkesempatan mempelajarinya di semester pertama
perkuliahan di Sudan. Awalnya saya ingin menyarankan agar para santri menggunakan
terjemahan buku ini sebagai rujukan utama di mata kuliah Ulumul Qur'an ini, namun saya
menyadari dari sisi biaya yang cukup merepotkan, plus bahasa terjemahan yang terkadang
membingungkan, belum lagi gaya bahasa khas timur tengah yang panjang dan naratif,
membuat saya berpikir bahwa para santri akan kerepotan. Apalagi jika melihat kesibukan
mereka juga di perkuliahan umumnya sehari-hari. Maka akhirnya muncullah ide untuk
membuat ringkasan dari terjemahan Kitab tersebut, tentu saja ditambah beberapa catatan,
tambahan dan penyesuaian yang didapat dari referensi Ulumul Quran yang lain.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

3

Akhirnya, terima kasih penyusun ucapkan terima kasih pada segenap jajaran pimpinan
dan pengurus Pesma Arroyan atas kerja sama dan kepercayaannya selama ini, juga kepada
seluruh santri/santriwati yang selalu memberi inspirasi dan motivasi bagi penyusun untuk
terus berkarya. Modul ini bisa digandakan sebanyak mungkin, dan tidak untuk dijualbelikan.
Penyusun akui, karena terbatasnya waktu maka masih banyak "PR" di kemudian hari untuk
menyempurnakan Modul ini. Segala kritik dan saran bisa di kirimkan ke
ibnu_kamal@yahoo.com.


Solo, 30 Januari 2008


Hatta Syamsuddin, Lc
www.hattasyamsuddin.blogspot.com


Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

4

SILABUS MATERI
ULUMUL QURAN (1)

NO TEMA POKOK-POKOK MATERI
1
Pengantar
Ulumul Quran
a. Arti Ulumul Quran
b. Sejarah dan Latar Belakang
c. Perkembangan Ulumul Quran
d. Objek Pembahasan Ulumul Quran :
2 Tentang Al-Quran
a. Makna Al-Quran
b. Nama dan Sifat-sifat Al-Quran
c. Perbedaan dengan Hadits Nabawi ,Hadits Qudsi
d. Karakteristik Al-Quran
3 Mukjizat Al-Quran
a. Pengertian I'jaz dan Mukjizat
b. Pembagian Jenis Mukjizat
c. Perbedaan Al-Quran dengan Mukjizat Lainnya
d. Sisi Mukjizat Al-Quran
4 Tentang Wahyu
a. Pengertian Wahyu
b. Proses turunnya wahyu Allah pada Rasul-Nya
c. Proses turunnya wahyu melalui Jibril as
d. Tuduhan orientalis seputar wahyu dan bantahannya
5 Turunnya Al-Quran
a. Tahapan turunnya Al-Quran
b. Hikmah turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur
6
Ayat Mekah dan
Madinah
a. Pengertian dan Perbedaan
b. Kekhususan dan ciri-ciri ayat Makkiyah& Madaniyah
c. Hikmah/Manfaat mengetahui Makkiyah &
Madaniyah
7
Yang Pertama dan
Terakhir turun dari Al-
Quran
a. Ayat yang pertama turun dan perbedaan pendapat
b. Ayat yang terakhir turun dan perbedaan pendapat
c. Hikmah dan manfaat dari pembahasan ini
8 Asbabun Nuzuul
a. Pengertian asbabun nuzul
b. Metode mengetahui asbabun nuzul
c. Hikmah mengetahui asbabun nuzul
d. Berbagai permasalahan berkaitan asbabun nuzul
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

5

9 Pengumpulan Al-Quran
a. Pengertian Jam'ul Quran
b. Tiga Tahapan Pengumpulan Al-Quran
c. Penertiban Ayat dan Surat
10
Turunnya Al-Quran
dengan Tujuh Huruf
a. Latar Belakang Pembahasan
b. Dalil diturunkannya Al-Quran dengan tujuh Huruf
c. Perbedaan pendapat ulama seputar pengertian
tujuh huruf
d. Hikmah dari turunnya Al-Quran dengan tujuh huruf
11
Qiroat (Tata Baca) Al-
Quran dan para Ahlinya
a. Pengertian Qiroat
b. Sejarah & Perkembangan Ilmu Qiroat
c. Macam-macam Tata Baca (Qiroat) Al-Quran
d. Profil Tujuh Qurro' yang Masyhur
e. Hikmah keragaman Qiroat Al-Quran
12
Tajwid dan Adab
Tilawah
a. Pengantar Singkat Ilmu Tajwid
b. Kesalahan dalam Praktek Tajwid
c. Keutamaan Tilawah
d. Adab Tilawah



Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

6

Pengantar Ulumul Quran
Kode : UQ/A/01

Pokok-pokok Materi :
1. Pengertian Ulumul Quran
2. Objek Pembahasan Ulumul-Quran
3. Sejarah & Perkembangan Ulumul Quran

1. PENGERTIAN ULUMUL QURAN

Kata u`lum jamak dari kata i`lmu. i`lmu berarti al-fahmu wal idraak (faham dan
menguasai). Kemudian arti kata ini berubah menjadi permasalahan yang beraneka ragam yang
disusun secara ilmiah.
Jadi, yang dimaksud dengan u`luumul qu`ran ialah ilmu yang membahas masalah-
masalah yang berhubungan dengan Al-Quran dari segi asbaabu nuzuul."sebab-sebab turunnya
al-qur`an", pengumpulan dan penertiban Qur`an, pengetahuan tentang surah-surah Mekah
dan Madinah,An-Nasikh wal mansukh, Al-Muhkam wal Mutasyaabih dan lain sebagainya yang
berhubungan dengan Qur`an.
Terkadang ilmu ini dinamakan juga ushuulu tafsir (dasar-dasar tafsir) karena yang
dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang Mufassir
sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur`an .

2. OBJEK PEMBAHASAN ULUMUL QURAN

Objek Pembahasan Ulumul Qur'an dibagi menjadi tiga bagian besar :
a. Sejarah & Perkembangan Ulumul Qur'an ,
meliputi : sejarah rintisan ulumul quran di masa Rasulullah SAW, Sahabat, Tabi'in, dan
perkembangan selanjutnya lengkap dengan nama-nama ulama dan karangannya di
bidang ulumul quran di setiap zaman dan tempat.
b. Pengetahuan tentang Al-Quran .
Meliputi : Makna Quran, Karakteristik Al-Quran, Nama-nama al-Quran, Wahyu,
Turunnya Al-Quran, Ayat Mekkah dan Madinah, Asbabun Nuzul, dst.
c. Metodologi Penafsiran Al-Quran
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

7

Meliputi : Pengertian Tafsir & Takwil, Syarat-syarat Mufassir dan Adab-adabnya,
Sejarah & Perkembangan ilmu tafsir, Kaidah-kaidah dalam penafsiran Al-Quran,
Muhkam & Mutasyabih, Aam & Khoos, Nasikh wa Mansukh, dst.

3. SEJARAH & PERKEMBANGAN ULUMUL QURAN :

Sejarah perkembangan ulumul quran dimulai menjadi beberapa fase, dimana tiap-tiap fase
menjadi dasar bagi perkembangan menuju fase selanjutnya, hingga ulumul quran menjadi
sebuah ilmu khusus yang dipelajari dan dibahas secara khusus pula. Berikut beberapa fase /
tahapan perkembangan ulumul quran.

A. ULUMUL QURAN pada MASA RASULULLAH SAW

Embrio awal ulumul quran pada masa ini berupa penafsiran ayat Al-Quran langsung dari
Rasulullah SAW kepada para sahabat, begitu pula dengan antusiasime para sahabat dalam
bertanya tentang makna suatu ayat, menghafalkan dan mempelajari hukum-hukumnya.


a. Rasulullah SAW menafsirkan kepada sahabat beberapa ayat.
Dari Uqbah bin Amir ia berkata : " aku pernah mendengar Rasulullah SAW berkata
diatas mimbar, "dan siapkan untuk menghadapi mereka kekuatan yang kamu
sanggupi (Anfal :60 ), ingatlah bahwa kekuatan disini adalah memanah" (HR Muslim)
b. Antusiasme sahabat dalam menghafal dan mempelajari Al-Quran.
Diriwayatkan dari Abu Abdurrrahman as-sulami, ia mengatakan : " mereka yang
membacakan qur'an kepada kami, seperti Ustman bin Affan dan Abdullah bin Mas'ud
serta yang lain menceritakan, bahwa mereka bila belajar dari Nabi sepuluh ayat
mereka tidak melanjutkannya, sebelum mengamalkan ilmu dan amal yang ada
didalamnya, mereka berkata 'kami mempelajari qur'an berikut ilmu dan amalnya
sekaligus.'"
c. Larangan Rasulullah SAW untuk menulis selain qur'an, sebagai upaya menjaga
kemurnian AlQuran.
Dari Abu Saad al- Khudri, bahwa Rasulullah SAW berkata: Janganlah kamu tulis dari
aku; barang siapa menuliskan aku selain qur'an, hendaklah dihapus. Dan ceritakan apa
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

8

yang dariku, dan itu tiada halangan baginya, dan barang siapa sengaja berdusta atas
namaku, ia akan menempati tempatnya di api neraka."(HR Muslim)

B. ULUMUL QURAN MASA KHALIFAH

Pada masa khalifah, tahapan perkembangan awal (embrio) ulumul quran mulai berkembang
pesat, diantaranya dengan kebijakan-kebijakan para khalifah sebagaimana berikut :

a. Khalifah Abu Bakar :dengan Kebijakan Pengumpulan/Penulisan Al-Quran yg pertama
yang diprakarsai oleh Umar bin Khottob dan dipegang oleh Zaid bin Tsabit
b. Kekhalifahan Usman Ra : dengan kebijakan menyatukan kaum muslimin pada satu
mushaf, dan hal itupun terlaksana. Mushaf itu disebut mushaf Imam. Salinan-salinan
mushaf ini juga dikirimkan ke beberapa propinsi. Penulisan mushaf tersebut
dinamakan ar-Rosmul 'Usmani yaitu dinisbahkan kepada Usman, dan ini dianggap
sebagai permulaan dari ilmu Rasmil Qur'an.
c. kekalifahan Ali Ra :dengan kebijakan perintahnya kepada Abu 'aswad Ad-Du'ali
meletakkan kaidah-kaidah nahwu, cara pengucapan yang tepat dan baku dan
memberikan ketentuan harakat pada qur'an. Ini juga disebut sebagai permulaan Ilmu
I'rabil Qur'an.

C. ULUMUL QURAN MASA SAHABAT & TABI'IN

a. Peranan Sahabat dalam Penafsiran Al-Quran & Tokoh-tokohnya.

Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-
makna al-qur'an dan penafsiran ayat-ayat yang berbeda diantara mereka, sesuai dengan
kemampuan mereka yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan
lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah SAW , hal demikian diteruskan oleh
murid-murid mereka , yaitu para tabi'in.

Diantara para Mufasir yang termashur dari para sahabat adalah:
1. Empat orang Khalifah ( Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali )
2. Ibnu Masud,
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

9

3. Ibnu Abbas,
4. Ubai bin Kaab,
5. Zaid bin sabit,
6. Abu Musa al-Asy'ari dan
7. Abdullah bin Zubair.
Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Masud dan
Ubai bin Kaab, dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti merupakan sudah tafsir
Quran yang sempurna. Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran
apa yang masih samar dan penjelasan apa yang masih global.

b. Peranan Tabi'in dalam penafsiran Al-Quran & Tokoh-tokohnya

Mengenai para tabi'in, diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil
ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan
ijtihad dalam menafsirkan ayat. Yang terkenal di antara mereka , masing-masing sebagai
berikut :

1. Murid Ibnu Abbas di Mekah yang terkenal ialah, Sa'id bin Jubair, Mujahid, 'iKrimah
bekas sahaya ( maula ) Ibnu Abbas, Tawus bin kisan al Yamani dan 'Ata' bin abu Rabah.
2. Murid Ubai bin Kaab, di Madinah : Zaid bin Aslam, abul Aliyah, dan Muhammad bin
Ka'b al Qurazi.
3. Abdullah bin Masud di Iraq yang terkenal : 'Alqamah bin Qais, Masruq al Aswad bin
Yazid, 'Amir as Sya'bi, Hasan Al Basyri dan Qatadah bin Di'amah as Sadusi.

Dan yang diriwayatkan mereka itu semua meliputi ilmu tafsir, ilmu Gharibil Qur'an,
ilmu Asbabun Nuzul, ilmu Makki Wal madani dan imu Nasikh dan Mansukh, tetapi semua ini
tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan.

D. MASA PEMBUKUAN (TADWIN)

Perkembangan selanjutnya dalam ulumul quran adalah masa pembukuan ulumul Quran , yang
juga melewati beberapa perkembangan sebagai berikut :

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

10

a. Pembukuan Tafsir Al-Quran menurut riwayat dari Hadits, Sahabat & Tabi'in

Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan ( tadwin ) yang dumulai dengan
pembukuan hadist denga segala babnya yang bermacam-macam, dan itu juga menyangkut hal
yang berhubungan dengan tafsir. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur'an yang
diriwayatkan dari Rasulullah SAW dari para sahabat atau dari para tabi'in.
Diantara mereka yang terkenal adalah, Yazid bin Harun as Sulami, ( wafat 117 H ),
Syu'bah bin Hajjaj ( wafat 160 H ), Waqi' bin Jarrah ( wafat 197 H ), Sufyan bin 'uyainah ( wafat
198 H), dan Aburrazaq bin Hammam ( wafat 112 H ).
Mereka semua adalah para ahli hadis. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan
salah satu bagiannya. Namun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ketangan kita.

b. Pembukuan Tafsir berdasarkan susunan Ayat

Kemudian langkah mereka itu diikuti oleh para ulama'. Mereka menyusun tafsir Qur'an
yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Dan yang terkenal diantara mereka ada Ibn
Jarir at Tabari ( wafat 310 H ).
Demikianlah tafsir pada mulanya dinukil ( dipindahkan ) melalui penerimaan ( dari
muluit kemulut ) dari riwayat, kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadis,
selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Maka berlangsunglah proses kelahiran at Tafsir
bil Ma'sur ( berdasarkan riwayat ), lalu diikuti oleh at Tafsir bir Ra'yi ( berdasarkan penalaran ).




c. Munculnya Pembahasan Cabang-cabang Ulumul Quran selain Tafsir

Disamping ilmu tafsir lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok
pembahasan tertentu yang berhubungan dengan quran, dan hal ini sangat diperlukan oleh
seorang mufasir, diantaranya :

1. Ulama abad ke-3 Hijri
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

11

♣ Ali bin al Madini ( wafat 234 H ) guru Bukhari, menyusun karangannya mengenai
asbabun nuzul
♣ Abu 'Ubaid al Qasim bin Salam ( wafat 224 H ) menulis tentang Nasikh Mansukh
dan qira'at.
♣ Ibn Qutaibah ( wafat 276 H ) menyusun tentang problemaƟka Quran ( musykilatul
quran ).
2. Ulama Abad Ke-4 Hijri
♣ Muhammad bin Khalaf bin Marzaban ( wafat 309 H ) menyusun al- Hawi fa 'Ulumil
Qur'an.
♣ Abu muhammad bin Qasim al Anbari ( wafat 751 H ) juga menulis tentang ilmu-
ilmu qur'an.
♣ Abu Bakar As Sijistani ( wafat 330 H ) menyusun Garibul Qur'an.
♣ Muhammad bin Ali bin al-Adfawi ( wafat 388 H ) menyusun al Istigna' fi 'Ulumil
Qur'an.
3. Ulama Abad Ke-5 dan setelahnya
♣ Abu Bakar al Baqalani ( wafat 403 H ) menyusun I'jazul Qur'an,
♣ Ali bin Ibrahim bin Sa'id al Hufi ( wafat 430 H )menulis mengenai I'rabul Qur'an.
♣ Al Mawardi ( wafat 450 H ) menegenai tamsil-tamsil dalam Qur'an ( 'Amsalul
Qur'an ).
♣ Al Izz bin Abdussalam ( wafat 660 H ) tentang majaz dalam Qur'an.
♣ 'Alamuddin Askhawi ( wafat 643 H ) menulis mengenai ilmu Qira'at ( cara
membaca Qur'an ) dan Aqsamul Qur'an.

d. Mulai pembukuan secara khusus Ulumul Quran dengan mengumpulkan cabang-
cabangnya.

Pada masa sebelumnya, ilmu-ilmu al-quran dengan berbagai pembahasannya di tulis
secara khusus dan terserak, masing-masing dengan judul kitab tersendiri. Kemudian, mulailah
masa pengumpulan dan penulisan ilmu-ilmu tersebut dalam pembahasan khusus yang
lengkap, yang dikenal kemudian dengan Ulumul Qur'an. Di antara ulama-ulama yang
menyusun secara khusus ulumul quran adalah sebagai berikut :

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

12

1. Ali bin Ibrohim Said (330 H) yang dikenal dengan al Hufi dianggap sebagai orang
pertama yang membukukan 'Ulumul Qur'an, ilmu-ilmu Qur'an.
2. Ibnul Jauzi ( wafat 597 H ) mengikuƟnya dengan menulis sebuah kitab berjudul fununul
Afnan fi 'Aja'ibi 'ulumil Qur'an.
3. Badruddin az-Zarkasyi ( wafat 794 H ) menulis sebuah kitab lengkap dengan judul Al-
Burhan fii ulumilQur`an .
4. Jalaluddin Al-Balqini (wafat 824 H) memberikan beberapa tambahan atas Al-Burhan di
dalam kitabnya Mawaaqi`ul u`luum min mawaaqi`innujuum.
5. Jalaluddin As-SuyuƟ ( wafat 911 H ) juga kemudian menyusun sebuah kitab yang
terkenal Al-Itqaan fii u`luumil qur`an.

Catatan : kitab Al-Burhan ( Zarkasyi) dan Al-Itqon ( As-Suyuti) hingga hari ini masih dikenal
sebagai referensi induk / terlengkap dalam masalah Ulumul Qur'an. Tidak ada peneliti tentang
ulumul quran, kecuali pasti akan banyak menyandarkan tulisannya pada kedua kitab tersebut.

E. ULUMUL QUR'AN MASA MODERN / KONTEMPORER

Sebagaimana pada periode sebelumnya, perkembangan ulumul quran pada masa
kontemporer ini juga berlanjut seputar penulisan sebuah metode atau cabang ilmu Al-Quran
secara khusus dan terpisah, sebagaimana ada pula yang kembali membali menyusun atau
menyatukan cabang-cabang ulumul quran dalam kitab tersendiri dengan penulisan yang lebih
sederhana dan sistematis dari kitab-kitab klasik terdahulu.

1. Kitab yang terbit membahas khusus tentang cabang-cabang ilmu Quran atau
pembahasan khusus tentang metode penafsiran Al-Quran di antaranya :

a. Kitab i`jaazul quran yang ditulis oleh Musthafa Shadiq Ar-Rafi`i,
b. Kitab At-Tashwirul fanni fiil qu`an dan masyaahidul qiyaamah fil qur`an oleh Sayyid
Qutb,
c. Tarjamatul qur`an oleh syaikh Muhammad Musthafa Al-Maraghi yang salah satu
pembahasannya ditulis oleh Muhibuddin al-hatib,
d. Masalatu tarjamatil qur`an Musthafa Sabri,
e. An-naba`ul adziim oleh DR Muhammad Abdullah Daraz dan
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

13

f. Muqaddimah tafsir Mahaasilu ta`wil oleh Jamaluddin Al-qasimi.

2. Kitab yang membahas secara umum ulumul quran dengan sistematis, diantaranya :

a. Syaikh Thahir Al-jazaairy menyusun sebuah kitab dengan judul At-tibyaan fii
u`luumil qur`an.
b. Syaikh Muhammad Ali Salamah menulis pula Manhajul furqan fii u`luumil qur`an
yang berisi pembahasan yang sudah ditentukan untuk fakultas ushuluddin di
Mesir dengan spesialisasi da`wah dan bimbingan masyarakat dan diikuti oleh
muridnya,
c. Muhammad Abdul a`dzim az-zarqani yang menyusun Manaahilul i`rfaan fii u`lumil
qur`an.
d. Syaikh Ahmad Ali menulis muzakkiraat u`lumil qur`an yang disampaikan kepada
mahasiswanya di fakultas ushuluddin jurusan dakwah dan bimbingan masyarakat.
e. Kitab Mahaabisu fii u`lumil qur`an oleh DR Subhi As-Shalih.

Pembahasan tersebut dikenal dengan sebutan u`luumul qur`an, dan kata ini kini telah menjadi
istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut.

Catatan : Kitab Mabahitsul Quran yang ditulis Manna'ul Qattan ini juga termasuk kitab ulumul
quran kontemporer yang banyak mendapat sambutan di universitas-universitas di Timur
Tengah dan Dunia Islam pada umumnya. Kitab ini juga dijadikan modul untuk perkuliahan
Ulumul Quran semester 1 di Universitas InternaƟonal Afrika, Khartoum Sudan, sebagai Mata
Kuliah Umum untuk semua mahasiswa di berbagai jurusannya.





Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

14

Tentang Al-Quran
Kode : UQ/A/02

Pokok-pokok Materi
1. Pengertian/ Definisi Al-Quran
2. Nama dan Sifat Al-Quran
3. Perbedaan Al-Quran dengan Hadits Nabawi dan Qudsi
4. Karakteristik Al-Quran

1. PENGERTIAN / DEFINISI AL-QURAN

Pengertian Al-Quran meliputi dua hal, yaitu secara bahasa dan secara istilah, masing-masing
sbb :

a. Pengertian Al-Quran secara bahasa
Lafadzh Qara`a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, dan qira`ah berarti
menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang
tersusun rapih. Qur`an pada mulanya seperti qira`ah , yaitu masdar (infinitif) dari kata qara`
qira`atan, qur`anan. Sebagaimana dalam firman Allah SWT :
· . ¸ ` · ¯` , · ` _ ` · ` · ' , · · , · ` · ¯` , · , ` · ·` - ` , , ··, ·· · ,
ِArtinya : "Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya.
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu`. (Al;-Qiyamah :17-
18)

Qur`anah berarti qiraatun (bacaannya/cara membacanya). Jadi kata itu adalah masdar
menurut wazan (tashrif, konjugasi)`fu`lan` dengan vokal `u` seperti `gufran` dan `syukran`.Kita
dapat mengatakan qara`tuhu , qur`an, qira`atan wa qur`anan, artinya sama saja. Di sini maqru`
(apa yang dibaca) diberi nama Qur`an (bacaan); yakni penamaan maf`ul dengan masdar.

b. Pengertian Al-Quran secara Istilah

Para ulama menyebutkan definisi Quran yang mendekati makananya dan
membedakannya dari yang lain dengan menyebutkan bahwa:
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

15

·,·, ·' ·· ·,· - _· ¸¸' = ··¯ ,· .¯,
Artinya : Quran adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhamad saw. Yang
pembacanya merupakan suatu ibadah`.

Penjelasan Arti Quran secara istilah, adalah sebagai berikut :
1. Definisi`kalam`(ucapan) merupakan kelompok jenis yang meliputi segala kalam. Dan
dengan menghubungkannya dengan Allah ( kalamullah ) berarti tidak semua masuk
dalam kalam manusia, jin dan malaikat.
2. Batasan dengan kata-kata (almunazzal)`yang diturunkan` maka tidak termasuk kalam
Allah yang sudah khusus menjadi milik-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam Firman
Allah :`Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku,
sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami
datangkan tambahan sebanyak itu `.(al-Kahfi: 109).
3. Batasan dengan definisi hanya `kepada Muhammad saw` Tidak termasuk yang
diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya seperti taurat, injil dan yang lain.
4. Sedangkan batasan (al-muta'abbad bi tilawatihi) `yang pembacanya merupakan suatu
ibadah` mengecualikan hadis ahad dan hadis-hadis qudsi .


Catatan : Perlu saya tambahkan definisi lain tentang Al-Quran yang lebih lengkap yaitu :

¸,' ..-.', .,´' .,, ·,· = _. - , _· ¸, ' ,-·' = ··¯ ,·
·,·, ` · ' . ,,, .
Artinya : Kalam Allah yang bersifat mukjizat, yang diturunkan kepada Muhammad SAW, tertulis
di mushaf , diriwayatkan secara mutawattir, dan membacanya adalah ibadah.

2. NAMA DAN SIFAT AL-QURAN :

A. Nama-nama Al-Quran :

Allah menamakan Quran dengan beberapa nama, diantaranya:
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

16


1. Qur`an
` · , · ' ¸ · ¸ ¸ ` ,, . ¯` , · . ¸
`Al Qur`an ini memberikan petunjuk kepada yang lebih lurus`.( al-Israa:9)

2. Kitab
` , ¯` , ¯ · ·, · , ¯ ` , ´` , ¸ ,` ' `
`Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya
terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu`.(al-Anbiyaa: 10)

3. Furqan
,, ¸ · ., ´ , · ` · _ · . ·` , ¸` , ¸ · _
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan kepada hamba-Nya, agar dia
menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam`,(al-Furqan: 1)

4. Zikr
., = · - ` · ` ¸ , , ¯ ` , ` ¸` - ` ¸
`Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-
benar memeliharanya`.( al-Hijr :9)

5. Tanzil
` ·` ¸ , ¸, ,` ` . _ ¸ ·
Dan sesungguhnya Al Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta
alam`,(as-Syuaraa:192 ).

Catatan : Penyebutan Al-Quran dan al-kitab lebih populer dari nama-nama yang lain. Dalam
hal ini Dr. Muhammada Daraz berkata: ` ia dinamakan Quran karena ia `dibaca` dengan lisan,
dan dinamakan al- kitab karena ia `ditulis` dengan pena. Kedua kata ini menunjukkan makna
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

17

yang sesuai dengan kenyataannya`. Penamaan Quran dengan kedua nama ini memberikan
isyarat bahwa selayaknyalah ia dipelihara dalam bentuk hafalan dan tulisan.

B. Sifat-sifat Al-Quran :

Allah telah melukiskan Quran dengan beberapa sifat, diantaranya ;
1. Nur (cahaya ) :
,` ' , ` , ´` , ¸ _,` , ` ·
`Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu.
dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang`.(an-nisaa : 174 )

2. Huda ( petunjuk ), Syifa` ( obat ), Rahmah ( rahmat ),dan Mauizah ( nasehat ) :
, ,', ' ` ¸` ` · ` , ´` . - · = ·` , · ` ¸ · ` , ´` , _ . , ¸ · _,` ' . ¸ ` · , · ` - _ , ¸ ·` ,`
`Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-
orang yang beriman`.( Yunus : 57 ).

3. Mubin ( yang menerangkan ) :
` · ` , ¯ . - ¸ · · ` _,` ` . ¯ , ` ¸ ` ·
`Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang
menerangkan`.( al-Maidah :15 ).

Dan sifat-sifat yang lain sebagaimana disebutkan dalam banyak ayatnya, seperti : Mubarak (
yang diberkati ), Busyra ( kabar gembira ),`Aziz ( yang mulia ), Majid ( yang dihormati ), Basyr (
pembawa kabar gembira ).

3. PERBEDAAN ANTARA QURAN DENGAN HADIS QUDSI DAN HADIS NABAWI

Definisi Quran telah dikemukakan pada halaman terdahulu. Dan untuk mengetahui perbedaan
antara definisi Quran dengan hadis kudsi dan hadis nabawi, maka disini kami kemukakan dua
definisi berikut ini :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

18


a. Hadis Nabawi
Hadis ( baru ) dalam arti bahasa lawan qadim ( lama ). Sedang menurut istilah
pengertian hadis ialah apa saja yang disandarkan kepada Nabi saw. Baik berupa
perkataan, perbuatan persetujuan atau sifat.
♣ Yang berupa perkataan, seperti perkataan Nabi saw. : `Sesungguhnya sahnya
amal itu disertai dengan niat. Dan setiap orang bergantung pada niatnya….`
♣ Yang berupa perbuatan ialah seperti ajaranya pada sahabat mengenai
bagaimana caranya mengerjakan shalat, kemudian ia mengatakan : `Shalatlah
seperti kamu melihat aku melakukan shalat`. juga mengenai bagaimana ia
melakukan ibadah haji, dalam hal ini Nabi saw. Berkata : `Ambilah dari padaku
manasik hajimu`.
♣ Sedang yang berupa persetujuan ialah : seperti ia menyetujui suatu perkara
yang dilakukan salah seorang sahabat, baik perkataan ataupun perbuatan,
dilakukan dihadapannya atau tidak, tetapi beritanya sampai kepadanya.
Misalnya : mengenai makanan baiwak yang dihidangkan kepadanya, dan
persetujuannya
♣ Dan yang berupa sifat adalah riwayat seperti : `bahwa Nabi saw. Itu selalu
bermuka cerah, berperangai halus dan lembut, tidak keras dan tidak pula
kasar, tidak suka berteriak keras, tidak pula bernicara kotor dan tidak juga suka
mencela.`.

b. Hadis Qudsi
Lafadzh qudsi dinisbahkan sebagai kata quds, nisbah ini mengesankan rasa
hormat, karena materi kata itu menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam arti
bahasa. Maka kata taqdis berarti menyucikan Allah. Taqdis sama dengan tathiir, dan
taqddasa sama dengan tatahhara (suci, bersih ) Allah berfirman dengan kata-kata
malaikat-Nya : `……pada hal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
menyucikan diri kami karena Engkau.` (al-Baqarah : 30 ) yakni membersihkan diri
untuk-Mu.
Secara Istilah, Hadis Qudsi ialah hadis yang oleh Nabi saw, disandarkan kepada
Allah. Maksudnya Nabi meriwayatkannya bahwa itu adalah kalam Allah. Maka rasul
menjadi perawi kalam Allah ini dari lafal Nabi sendiri.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

19


Cara Periwayatan Hadits Qudsi :
Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi maka dia meriwayatkannya dari
Rasulullah SAW dengan disandarkan kepada Allah, dengan mengatakan :

1. `Rasulullah SAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya`,
atau ia mengatakan: …..
Contoh : `Dari Abu Hurairah Ra. Dari Rasulullah SAW mengenai apa yang
diriwayatkannya dari Tuhannya Azza Wa Jalla, tangan Allah itu penuh, tidak dikurangi
oleh nafakah, baik di waktu siang atau malam hari….`

2. `Rasulullah SAW mengatakan : Allah Ta`ala telah berfirman atau berfirman Allah
Ta`ala.` Contoh: `Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah SAW berkata : ` Allah ta`ala
berfriman : Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia
menyebut-Ku.bila menyebut-KU didalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya didalam
diri-Ku. Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak, maka Aku pun
menyebutnya didalam kalangan orang banyak lebih dari itu….`

c. Perbedaan Quran dengan Hadis Qudsi

Ada beberapa perbedaan antara Quran dengan hadis Qudsi,yang terpenting
diantaranya ialah :
1) Al-Quranul Karim adalah Quran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat, bersifat
tantangan (I'jaz) bagi yang ingkar untuk membuat yang serupa dengannya, sedang
hadis Qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

2) Al- Quranul karim hanya dinisbahkan kepada Allah, sehingga dikatakan: Allah ta`ala
telah berfirman, sedang hadis Qudsi- seperrti telah dijelaskan diatas-terkadang
diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah; sehingga nisbah hadis Qudsi kepada
Allah itu merupakan nisbah yang dibuatkan.

3) Seluruh isi Quran dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah mutlak.
Sedang hadis-hadis Qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

20

masih merupakan dugaan. Ada kalanya hadis Qudsi itu sahih, terkadang hasan ( baik )
dan terkadang pula da`if (lemah).

4) Al-Quranul Karim dari Allah, baik lafal maupun maknanya. Maka dia adalah wahyu,
baik dalam lafal maupun maknanya. Sedang hadis Qudsi maknanya saja yang dari
Allah, sedang lafalnya dari Rasulullah SAW . hadis Qudsi ialah wahyu dalam makna
tetapi bukan dalam lafal.

5) Membaca Al-Quranul Karim merupakan ibadah, karena itu ia dibaca didalam salat.
Sedang hadis kudsi tidak disuruhnya membaca didalam salat. Allah memberikan
pahala membaca hadis Qudsi secara umum saja. Maka membaca hadis Qudsi tidak
akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca
Quran bahwa pada setiap huruf akan mendapatkan kebaikan.
4. KARAKTERISTIK AL-QURAN

Dr. Yusuf Qaradhawi memaparkan beberapa karakteristik Al-Quran dalam kitabnya "
Kaifa Nata'amal ma'al al-Quran",( Bagaimana berinteraksi dengan Al-Quran), secara
singkatnya sebagai berikut :

1) Al-Quran adalah Kitab Ilahi
Al-Quran berasal dari Allah SWT, baik secara lafal maupun makna. Diwahyukan oleh
Allah SWT kepada Rasul dan Nabi-Nya; Muhammad saw melalui 'wahyu al-jaliy' wahyu
yang jelas. Yaitu dengan turunnya malaikat utusan Allah, Jibril a.s untuk menyampaikan
wahyu kepada Rasulullah SAW yang manusia, bukan melalui jalan wahyu yang lain ;
seperti ilham, pemberian inspirasi dalam jiwa, mimpi yang benar atau cara lainnya.
, , ` . ¯ ` . ´` - ' ` ·` , ¯ ` , ` . ` . · ` ¸ · .` ¸ ,, ´ - ¸ _ - ,
Artinya : Alif laam raa, (Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta
dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi
Maha tahu ( Huud 1)

2) Al-Quran adalah Kitab Suci yang terpelihara
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

21

Diantara karakteristik Al-Quran yang lainnya adalah ia merupakan kitab suci yang
terpelihara keasliannya. Dan Allah SWT sendiri yang menjamin pemeliharaannya, serta
tidak membebankan hal itu pada seorang pun. Tidak seperti yang dilakukan pada kitab-
kitab suci selainnya, yang hanya dipelihara oleh umat yang menerimanya. Hal ini
sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT :
, , = ` -` ` ` ¸ · . ¯ ·
…. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah … (Al-Maidah 44)

Adapun makna dipeliharanya al-Quran adalah Allah SWT memeliharanya dari pemalsuan
dan perubahaan terhadap teks-teksnya, seperti yang terjadi terhadap Taurat, Injil, dan
sebelumnya.

3) Al-Quran adalah Kitab suci yang menjadi Mukjizat
Diantara karakteristik Al-Quran adalah kemukjizatannya. Ia adalah mukjizat terbesar
yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sehingga bangsa arab hanya menyebut-
nyebut mukjizat itu saja, tidak yang lainnya, meskipun dari beliau terjadi mukjizat yang
lain yang tidak terhitung jumlahnya.

4) Al-Quran adalah Kitab Suci yang menjadi Penjelas dan dimudahkan Pemahamannya
Al-Quran adalah kitab yang memberi penjelasan dan mudah dipahami. Tidak seperti
kitab filsafat, yang cenderung untuk menggunakan simbol-simbol dan penjelasan yang
sulit, tidak pula seperti kitab sastra yang menggunakan perlambang-perlambang, yang
berlebihan dalam menyembunyikan substansi, sehingga sulit dipahami akal.
Allah SWT menurunkan Al-Quran agar makna-maknanya dapat ditangkap, hukum-
hukumnya dapat dimengerti, rahasia-rahasianya dapat dipahami, serta ayat-ayatnya dapat
ditadabburi. Oleh karena itu Allah SWT menurunkan Al-Quran dengan jelas dan memberi
penjelasan, tidak samar dan sulit dipahami. Sebagaimana firman Allah SWT :

` , ` , ` , . ¯` , , ¯ ¸ , · ` ¸ · ¸ , ¯` ` ·
Artinya : Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka
Adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qomar 17)

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

22

5) Al-Quran adalah Kitab Suci yang Lengkap

Al-Quran adalah kitab agama yang menyeluruh, pokok agama dan ruh wujud islam.
Darinya disimpulkan konsep akidah Islam, tatacara ibadah, tuntutan akhlak, juga pokok-
pokok legislasi dan hukum. Allah SWT berfirman :

` , , :` , · . ´ ,` ¸ ´ ¸ .` ¸
Artinya : ..dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala
sesuatu (An-Nahl 89)

6) Al-Quran adalah Kitab Suci Seluruh Zaman

Makna Al-Quran sebagai kitab keseluruhan zaman adalah ia merupakan kitab yang
abadi, bukan kitab bagi suatu masa tertentu, yang kemudian habis masa berlakunya.
Maksudnya, hukum-hukum Al-Quran, perintah dan larangannya, tidak berlaku secara
temporer dengan suatu kurun waktu tertentu, kemudian habis masanya.

7) Al-Quran adalah Kitab suci bagi Seluruh Umat Manusia

Al-Quran bukanlah kitab yang hanya ditujukan pada suatu bangsa, sementara tidak
kepada bangsa yang lain, tidak juga untuk hanya satu warna kulit manusia, atau suatu
wilayah tertentu. Tidak juga hanya bagi kalangan yang rasional, dan tidak menyentuh
mereka yang emosional dan berdasarkan intuisi.Tidak juga hanya bagi rohaniawan,
sementara tidak menyentuh mereka yang materialis. Al-Quran adalah kitab bagi seluruh
golongan manusia.
Allah SWT berfirman :

. ¸ ,` · ¸ ` , ¯ · ¸ ·
Artinya : Al-Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi alam semesta (At-Takwir 27)

Demikian beberapa karakteristik Al-Quran, untuk penjelasan yang lebih lengkap dan
menyeluruh, rujuk kembali kitab Qardhawi yang disebutkan di atas.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

23

I'jaz Al-Quran (Kemukjizatan Al-Quran)
Kode UQ/A/03

Pokok-pokok Materi :
1. Pengertian I'jaz dan Mukjizat
2. Pembagian Jenis Mukjizat & Hikmahnya
3. Perbedaan Mukjizat Quran dengan Nabi sebelumnya
4. Macam-macam Mukjizat Quran

1. PENGERTIAN IJAZ QURAN DAN MUKJIZAT

a. Pengertian i’jaz menurut bahasa:
Kata I’jaz adalah isim mashdar dari ‘ajaza-yu’jizu-i’jazan yang mempunyai arti
“ketidakberdayaan atau keluputan” (naqid al-hazm). Kata i’jaz juga berarti “terwujudnya
ketidakmampuan”, seperti dalam contoh: a’jaztu zaidan “aku mendapati Zaid tidak mampu".

b. Pengertian i’jaz secara istilah:
- Penampakan kebenaran pengklaiman kerasulan nabi Muhammad SAW dalam
ketidakmampuan orang Arab untu menandingi mukjizat nabi yang abadi, yaitu al-
Quran.
- Perbuatan seseorang pengklaim bahwa ia menjalankan fungsi ilahiyah dengan cara
melanggar ketentuan hukum alam dan membuat orang lain tidak mampu
melakukannya dan bersaksi akan kebenaran klaimnya.

c. Pengertian mukjizat:
¸· ,·' ·_- ··· .,,· ¸-, , ¸· ·._·' ,,=, _· , ¸·· ·, ·,· ·,·

Mukjizat adalah Sebuah perkara luar biasa (khoriqun lil ‘adah) yang disertai tantangan
(untuk menirunya), yang Selamat dari pengingkaran, dan muncul pada diri seorang
yang mengaku nabi menguatkan /menyesuaikan dakwahnya.

Catatan : Dari pengertian mukjizat di atas, maka ada beberapa syarat disebut mukjizat,yaitu :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

24

1) Hal yang di luar kebiasaan : seperti tongkat berubah ular, menghidupkan orang mati,
dll
2) Disertai Tantangan : untuk meniru, agar mereka yang ditantang merasa 'tidak mampu'
untuk kemudian mengakui bahwa itu dari Allah SWT
3) Selamat dari pengingkaran : artinya tantangan itu berupa sebuah tantangan yang layak
bukan sesuatu yang tidak masuk akal. Misalnya : tantangan membuat Al-Quran untuk
orang Arab yg berbahasa Arab, bukan untuk orang Jawa.
4) Muncul dari Nabi : untuk menguatkan risalah kenabiannya, jika bukan dari nabi biasa
disebut dengan Karomah.

2. PEMBAGIAN JENIS MUKJIZAT & HIKMAHNYA

Secara umum mukjizat dapat digolongkan menjadi dua klasifikasi, yaitu:
a) Mu’jizat Indrawi (Hissiyyah)
Mukjizat jenis ini diderivasikan pada kekuatan yang muncul dari segi fisik yang
mengisyaratkan adanya kesaktian seorang nabi. Secara umum dapat diambil contoh
adalah mukjizat nabi Musa dapat membelah lautan, mukjizat nabi Daud dapat
melunakkan besi serta mukjizat nabi-nabi dari bani Israil yang lain.

b) Mukjizat Rasional (’aqliyah)
Mukjizat ini tentunya sesuai dengan namanya lebih banyak ditopang oleh kemampuan
intelektual yang rasional. Dalam kasus al-Quran sebagai mukjizat nabi Muhammad atas
umatnya dapat dilihat dari segi keajaiban ilmiah yang rasional dan oleh karena itulah
mukjizat al-Quran ini bias abadi sampai hari Qiamat.

Hikmah pembagian Mukjizat :
Imam Jalaludin as-Suyuthi, berkomentar mengenai hikmah pembagian mukjizat
tersebut dimana beliau berpendapat bahwa kebanyakan maukjizat yang ditanpakkan Allah
pada diri para nabi yang diutus kepada bani Israil adalah mukjizat jenis fisik. Beliau
menambahkan hal itu dikarenakan atas lemah dan keterbelakangan tingkat intelegensi bani
Israil.
Sementara, sebab yang melatarbelakangi diberikannya mukjizat rasional atas umat
nabi Muhammad adalah keberadaan mereka yang sudah relative matang dibidang intelektual.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

25

Beliau menambahkan, oleh karena itu al-Quran adalam meukjizat rasional, maka sisi i’jaznya
hanya bisa diketahui dengan kemampuan intelektual, lain halnya dengan mukjizat fisik yang
bias diketahui dengan instrument indrawi.
Meskipun al-Quran diklasifikasian sebagai mukjizat rasional ini tidak serta merta
menafikan mukjizat-mukjizat fisik yang telah dianugerahkan Allah kepadanya untuk
memperkuat dakwahnya.

3. PERBEDAAN MUKJIZAT QURAN DENGAN NABi-NABI SEBELUMNYA

Ada beberapa perbedaan besar antara mukjizat Al-Quran dengan mukjizat para Nabi-nabi
sebelumnya, antara lain :
a) Mukjizat Nabi sebelumnya bersifat fisik (hissiyah), maka habis sesuai dengan
berlalunya zaman. Generasi setelahnya tidak lagi bisa menyaksikan mukjizat tersebut.
Sementara Al-Quran adalah mukjizat yang terjaga, abadi dan berkelanjutan. Karenanya
hingga hari ini masih banyak temuan-temuan tentang mukjizat Al-Quran.
b) Mukjizat Nabi-nabi sebelumnya terfokus pada 'penakjuban pandangan', sementara
mukjizat Al-Quran mengarah pada 'pembukaan hati dan penundukan akal', karena itu
daya pengaruhnya lama dan bertahan. Sementara mukjizat 'pandangan' kadang begitu
mudah terlupakan.
c) Mukjizat Nabi sebelumnya di luar konteks isi risalah mereka dan tidak bersesuain,
karena fungsinya utamanya hanya untuk menguatkan kenabian atau membuktikan
bahwa mereka adalah utusan Allah SWT. Contoh : menghidupkan orang mati, tongkat
menjadi ular, tidak ada hubungan langsung dengan isi kitab Taurat dan Injil. Sementara
Al-Quran benar-benar mukjizat yang bersesuaian dan menguatkan isi risalah kenabian.

4. BIDANG MUKJIZAT AL-QURAN

Mukjizat al-Quran terdiri dari berbagai macam segi mukjizat, antara lain :

A. Segi bahasa dan susunan redaksinya ( I'jaz Lughowi)
Sejarah telah menyaksikan bahwa bangsa Arab pada saat turunnya al-Quran
telah mencapai tingkat yang belum pernah dicapai oleh bangsa satu pun yang ada
didunia ini, baik sebelum dan sesudah mereka dalam bidang kefashihan bahasa
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

26

(balaghah). Mereka juga telah meramba jalan yang belum pernah diinjak orang lain
dalam kesempurnaan menyampaikan penjelasan (al-bayan), keserasian dalam
menyusun kata-kata, serta kelancaran logika.
Oleh karena bangsa Arab telah mencapai taraf yang begitu jauh dalam bahasa
dan seni sastra, karena sebab itulah al-Quran menantang mereka. Padahal mereka
memiliki kemampuan bahasa yang tidak bias dicapai orang lain seperti kemahiran
dalam berpuisi, syi’ir atau prosa (natsar), memberikan penjelasan dalam langgam
sastra yang tidak sampai oleh selain mereka. Namun walaupun begitu mereka tetap
dalam ketidakberdayaan ketika dihadapkan dengan al-Quran.


B. Segi isyarat ilmiah ( I'jaz Ilmi)

Pemaknaan kemukjizatan al-Quran dalam segi ilmiyyah diantaranya :
1) Dorongan serta stimulasi al-Quran kepada manusia untuk selalu berfikir keras atas
dirinya sendiri dan alam semesta yang mengitarinya.
2) Al-Quran memberikan ruangan sebebas-bebasnya pada pergulan pemikiran ilmu
pengetahuan sebagaimana halnya tidak ditemukan pada kitab-kitab agama lainnya
yang malah cenderung restriktif.
3) Al-Quran dalam mengemukakan dalil-dalil, argument serta penjelasan ayat-ayat
ilmiah, menyebutkan isyarat-isyarat ilmiah yang sebagaiannya baru terungkap pada
zaman atom, planet dan penaklukan angkasa luar sekarang ini. Diantaranya adalah :
a. Isyarat tentang Sejarah Tata Surya .
Allah SWT berfirman : “Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui
bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu,
kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala
sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-
Anbiya’: 30).
b. Isyarat tentang Fungsi Angin dalam Penyerbukan Bunga
Allah SWT berfirman : “Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan
(tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum
kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (QS. Al-
Hijr: 22)
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

27

c. Isyarat tentang Sidik Jari manusia
Allah SWT berfirman : “ Bukan demikian, Sebenarnya kami Kuasa menyusun
(kembali) jari jemarinya dengan sempurna" . (QS Al-Qiyamah 4)


Catatan : Banyak buku yang sudah di tulis mengenai masalah Keajaiban Ilmiah Al-Quran, ada
yang menyebutnya dengan Mukjizat Ilmiah, dan ada pula yang membuat bahasan lain dan
menyebutnya dengan Tafsir Ilmiah. Beberapa ulama berbeda pendapat tentang tafsir Ilmiah,
khususnya jika yang terjadi adalah memaksakan ayat-ayat Quran untuk koheren dengan teori-
teori ilmiah hasil penelitian manusia. Rujuk kembali perbedaan seputar ini dalam kitab :
Bagaimana berinteraksi dengan Al-Quran (Kaifa nata'amal ma'al quran) -Dr.Yusuf Qaradhawi.

C. Segi Sejarah & pemberitaan yang ghaib (I'jaz tarikhiy)

Surat-surat dalam al-Quran mencakup banyak berita tentang hal ghaib. Kapabilitas al-
Quran dalam memberikan informasi-informasi tentang hal-hal yang ghaib seakan menjadi
prasyarat utama penopang eksistensinya sebgai kitab mukjizat. Diantara contohnya adalah:

1. Sejarah / Keghaiban masa lampau.
Al-Quran sangat jelas dan fasih seklai dalam menjelaskan cerita masa lalu seakan-akan
menjadi saksi mata yang langsung mengikuti jalannya cerita. Dan tidak ada satupun dari
kisah-kisah tersebut yang tidak terbukti kebenarannya. Diantaranya adalah: Kisah nabi
Musa & Firaun, Ibrahim, Nabi Yusuf, bahkan percakapan antara anak-anak Adam as.




2. Kegaiban Masa Kini
Diantaranya terbukanya niat busuk orang munafik di masa rasulullah. Allah SWT
berfirman : Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia
menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya,
Padahal ia adalah penantang yang paling keras.(QS. Al-Baqoroh: 204)
3. Ramalan kejadian masa mendatang
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

28

Diantaranya ramalan kemenangan Romawi atas Persia di awal surat ar-Ruum.

D. Segi petunjuk penetapan hukum ( I'jaz Tasyri'i)

Diantara hal-hal yang mencengangkan akal dan tak mungkin dicari penyebabnya selain
bahwa al-Quran adalah wahyu Allah, adalah terkandungnya syari’at paling ideal bagi umat
manusia, undang-undang yang paling lurus bagi kehidupan, yang dibawa al-Quran untuk
mengatur kehidupan manusia yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Meskipun
memang banyak aturan hukum dari Al-Quran yang secara 'kasat mata' terlihat tidak adil, kejam
dan sebagainya, tetapi sesungguhnya di balik itu ada kesempurnaan hukum yang tidak
terhingga.

Diantara produk hukum Al-Quran yang menakjubkan dan penuh hikmah tersebut
antara lain :
a. Hukuman Hudud bagi pelaku Zina, Pencurian, dsb (QS An-Nuur 2-3)
b. Hukuman Qishos bagi Pembunuhan ( QS Al-Baqoroh 178-180)
c. Hukum Waris yang detil (QS An- Nisa 11-12)
d. Hukum Transaksi Keuangan dan Perdagangan.(QS Al-Baqoroh 282)
e. Hukum Perang & Perdamaian. (QS Al-Anfal 61)
f. Dan lain-lain


Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

29

Tentang Wahyu
Kode UQ/A/04

Pokok-pokok Materi :
1. Arti Wahyu
2. Proses Wahyu Allah pada Malaikat
3. Proses Turunnya Wahyu Kepada Nabi
4. Beberapa Tuduhan & Jawaban seputar Wahyu

1. ARTI WAHYU

a. Pengertian Wahyu secara Bahasa
Dikatakan wahaitu ilaih dan auhaitu, bila kita berbicara kepadanya agar tidak diketahui
orang lain. Wahyu adalah isyarat yang cepat. Itu terjadi melalui pembicaran yang berupa
rumus dan lambang, dan terkadang melalui suara semata, dan terkadang pula melalui
isyarat dengan sebagian anggota badan.
Al-wahy atau wahyu adalah kata masdar ( infinitif ); dan materi kata itu menunjukkan
dua pengertian dasar, yaitu ; tersembunyi dan cepat. Oleh sebab itu maka dikatakan
bahwa wahyu adalah : pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat dan khusus
ditujukan kepada orang yang diberitahu tanpa diketahui orang lain.

b. Pengertian Wahyu dalam Istilah Syar'i
Secara istilah wahyu didefinisikan sebagai : kalam Allah yang diturunkan kepada seorang
Nabi`. Definisi ini menggunakan pengertian maf`ul, yaitu al muha ( yang diwahyukan ).
Ustadz Muhammad Abduh membedakan antara wahyu dengan ilham . Ilham itu intuisi
yang diyakini jiwa sehingga terdorong untuk mengikuti apa yang diminta, tanpa
mengetahui dari mana datangnya. Hal sepeti itu serupa dengan rasa lapar, haus sedih da
senang.

2. CARA WAHYU TURUN PADA MALAIKAT

Didalam Al- Quranul Karim terdapat nash mengenai kalam Allah kepada para
malaikatnya : diantaranya :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

30

1) `Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: `Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi.` Mereka berkata: `Mengapa Engkau
hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya .`( al-
Baqarah : 30 ).
2) Juga terdapat nash tentang wahyu Allah kepada mereka : `Ketika Tuhanmu
mewahyukan kepada para malaikat : `Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka
teguhkan orang-orang yang telah beriman`.( al-Anfal : 12 ).
3) Disamping itu ada pula nash tentang para malaikat yang mengurus urusan dunia
menurut perintah-Nya. `Demi malaikat yang mebagi-bagi urusan.`( ad-dzariyat : 4 ).

Nash-nash diatas dengan tegas menunjukkan bahwa Allah berbicara kepada para
malaikat tanpa perantaraan dan dengan pembicaraan yang dipahami oleh para malaikat itu.
Hal itu diperkuat oleh hadis dari Nawas bin Sam`an r.a yang mengatakan :
Rasulullah SAW berkata :
`Apabila Allah hendak memberikan wahyu mengenai suatu urusan, Dia berbicara
melalui wahyu; maka langitpun tergetarlah dengan getaran- atau Dia mengatakan dengan
goncangan-yang dahsyat karena takut kepada Allah Azza wa jalla. Apa bila penghuni langit
mendengar hal itu, maka pingsan dan bersujudlah mereka itu kepada Allah. Yang pertama
sekali mengangkat muka diantara mereka itu adalah jibril, maka Allah membicarakan wahyu
itu, kepada jibril menurut apa yang dikehendaki-Nya. Kemudian jibril berjalan melintasi para
malikat, setiap kali dia melalui satu langit, maka bertanyalah kepadanya malaikat langit itu;
apa yang telah dikatakan oleh Tuhan kita wahai jibril ? jibril menjawab : Dia mengatakan yang
hak. Dan Dialah yang maha tinggi lagi Maha Besar. Para malikatpun mengatakan seperti apa
yang dikatakan jibril. Lalu jibril menyampaikan wahyu itu seperti apa yang diperintahkan Allah
azza wajalla.`

Hadits di atas menjelaskan bagaimana wahyu turun. Pertama Allah berbicara, dan para
malikatnya mendengar-Nya. Dan pengaruh wahyu itupun sangat dahsyat; apa bila pada
lahirnya- didalam perjalanan jibril untuk menyampaikan wahyu-hadis diatas menunjukkan
turunnya wahyu khusus mengenai Quran, akan tetapi hadis tersebut juga menjelaskan cara
turunnya wahyu secara umum.

3. CARA WAHYU ALLAH TURUN KEPADA PARA RASUL
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

31


Allah memberikan wahyu kepada para rasul-Nya ada yang melalui perantaraan dan
ada yang tidak.

CARA PERTAMA : TANPA MELALUI PERANTARAAN.

Diantaranya ialah dengan :

1) Mimpi yang benar didalam tidur.
`Dari Aisyah r.a dia berkata : sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi pada Rasulullah SAW
adalah mimpi yang benar diwaktu tidur, beliau tidaklah melihat mimpi kecuali mimpi itu
datang bagaikan terangnya di waktu pagi hari.`
Di antara alasan yang menunjukkan bahwa mimpi yang benar bagi para Nabi adalah
wahyu yang wajib diikuti, ialah mimpi Nabi Ibrahim agar menyembelih anaknya, Ismail. `( as-
Saffat : 101-112 ).
Mimpi yang benar itu tidaklah khusus bagi para rasul saja, mimpi yag demikian itu
tetap ada pada kaum mukminin, sekalipun mimpi itu bukan wahyu.hal itu seperti dikatakan
oleh Rasulullah SAW : `Wahyu telah terputus, tetapi berita-berita gembira tetap ada, yaitu
mimpi orang mukmin.`
Mimpi yang benar bagi para nabi diwaktu tidur itu merupakan bagian pertama dari
sekian macam cara Allah berbicara seperti yang disebutkan didalam firman- Nya:
· , . ¯ ¸ , . ' ` · ´`, ` · ¸ ,` - , ` , ' ` ¸ · . _ , ¸ . - - ` , ' ¸ ` ,`, ,` _ ¸ -,` , · · · , , · . , ` ·` ¸
¯ ¸ · ` ,, ´ -
`Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali
dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan lalu
diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha
Tinggi lagi Maha Bijaksana.`(as-Syuraa : 51 ).

2) Kalam ilahi dari balik tabir tanpa melalui perantara.

Yang demikian itu terjadi pada Nabi Musa a.s. Sebagaimana firman Allah SWT :

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

32

` . - _ ,` · , ` · ¯ , ` ·' , _ ¸ · ` . _ ¸ _ ' ` , =` ' :` , ¸
Artinya :Dan tatkala Musa datang untuk pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan
telah berfirman kepadanya, berkatalah Musa: `Ya Tuhanku, nampakkanlah kepadaku agar aku
dapat melihat kepada Engkau`.( al-Araaf : 143 ).
Demikian pula menurut pendapat yang paling sah, Allah pun telah berbicara secara
langsung kepada Rasul kita Muhammad saw. Pada malam isra` dan mi`raj. Yang demikian ini
yang termasuk bagian kedua dari apa yang disebutkan oleh ayat diatas ( atau dari balik tabir ).

CARA KEDUA MELALUI PERANTARAAN MALAIKAT

Ada dua cara penyampaian wahyu oleh malaikat kepada Rasul :

1) Cara pertama : Datang kepadanya suara seperti dencingan lonceng dan suara yang
amat kuat yang mempengaruhi faktor-faktor kesadaran, sehingga ia dengan segala
kekuatannya siap menerima pengaruh itu. Cara ini yang paling berat baat Rasul.
Apa bila wahyu yang turun kepada Rasulullah SAW dengan cara ini maka ia
mengumpulkan semua kekuatan kesadarannya untuk menerima, menghafal dan
memahaminya. Dan mungkin suara itu sekali suara kepakan sayap-sayap malaikat,
seperti diisyaratkan didalam hadis .

2) Cara kedua : Malaikat menjelma kepada rasul sebagai seorang laki-laki dalam bentuk
manusia. Cara ini lebih ringan dari pada yang sebelumnya. Karena ada kesesuaian
antara pembicara dan pendengar. Rasul meraa senang sekali mendengar dari utusan
pembawa wahyu itu. Karena merasa seperti manusia yang berhadapan saudaranya
sendiri.

Keduanya cara di atas disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah Ummul
Mu`minin r.a bahwa haris bin Hisyam r.a bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai hal itu
dan jawab Nabi : ` Kadang-kadang ia datang kepadaku bagaikan dencingan lonceng, dan itulah
yang paling berat bagiku, lalu ia pergi, dan aku telah menyadari apa yang dikatakannya. Dan
terkadang malaikat menjelma kepadaku sebagai seorang laki-laki, lalu dia berbicara
kepadaku, dan akupun memahami apa yang ia katakan`.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

33


Aisyah juga meriwayatkan apa yang dialami Rasulullah SAW berupa kepayahan , dia
berkata : `Aku pernah melihatnya tatkala wahyu sedang turun kepadanya pada suatu hari
yang amat dingin, lalu malaikat itu pergi. Sedang keringatpun mengucur dari dahi Rasulullah`.

4. TUDUHAN & JAWABAN SINGKAT SEPUTAR WAHYU

Permasalahan wahyu sering menjadi sasaran tuduhan kaum jahiliyan dari dulu hingga
sekarang ( kafir qurays hingga orientalis masa kini ) dalam rangka mengkaburkan keyakinan
kaum muslimin dan menjauhkan mereka dari Al-Quran, diantaranya sebagai berikut :

Pertama : Meraka mengira bahwa Qur`an dari pribadi Muhammad; dengan menciptakan
maknanya dan dia pula yang menyusun ` bentuk gaya bahasanya` ; Qur`an bukanlah wahyu.

Kita jawab dengan, bagaimana dengan ayat-ayat Al-Quran yang jelas-jelas
'memperingatkan' & 'menyalahkan' Rasulullah SAW dalam beberapa momentum, seperti
ketika Rasulullah SAW mendahulukan mendakwahi pembesar quraiys dan tidak mempedulikan
Abdullah bin Ummi Maktum ? (QS Abasa 1-10), atau saat Rasulullah SAW memutuskan untuk
menyerahkan tawanan perang Badr dengan tebusan ?. Maka jika itu benar buatan Nabi,
sungguh mustahil Nabi berbuat sesuatu lalu menegur dirinya sendiri.

Begitu pula saat momentum lain, dengan peristiwa yang dikenal sebagai haditsul ifki,
dimana kehormatan keluarga nabi tercoreng dengan isu yang melanda seisi kota tentang
ketidaksetiaan ibunda Aisyah. Kasus ini cukup lama membuat Madinah bergejolak, tapi
Rasulullah SAW bergeming dan menunggu jawaban tuntas dari Al-Quran untuk membebaskan
ibunda Aisyah dari tuduhan tersebut. Sekiranya nabi sendirilah yang membuat al-Quran, maka
mestinya ia tidak perlu repot-repot menunggu turunnya wahyu dengan kondisi yang segenting
itu.

Kedua : Mereka menyangka bahwa Rasulullah SAW mempunyai ketajaman otak, kedalaman
penglihatan, kekuatan firasat, kecerdikan yang hebat, kejernihan jiwa dan renungan yang
benar, yang menjadikannya memahami ukuran ukuran yang baik dan yang buruk, benar dan
salah melalui ilham ( inspirasi ), serta mengenali perkara-perkara yang rumit melalui kasyaf.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

34

Sehingga Qur`an itu tidak lain dari pada hasil penalaran intelektual dan pemahaman yang
diungkapkan oleh Muhammad dengan gaya bahasa dan retorikanya.
Kita Jawab, bahwa segi berita yang merupakan bagian terbesar dalam Quran tidak
diragukan oleh orang yang berakal bahwa apa yang diterimanya hanya berdaarkan kepada
penerimaan dan pengajaran. Qur`an telah menyebutkan berita-berita tentang umat terdahulu,
golongan-golongan dan perisiwa sejarah dengan kejadian-kejadiannya yang benar dan cermat,
seperti halnya yang disaksikan oleh saksi mata. Sekalipun masa yang dilalui oleh sejarah itu
sudah amat jauh. Bahkan sampai pada kejadian pertama alam semesta ini. Begitu pula ayat
yang menjelaskan tentang hari kiamat, serta gambaran surga dan neraka dengan lengkap. Hal
demikian tentu tidak dapat memberikan tempat bagi penggunaan pikiran dan kecermatan
firasat. Secerdas apapun manusia, bahkan hingga hari ini dengan zaman yang penuh teknologi,
tetap tidak bisa menyentuh pemberitaan-pemberitaan ghaib tersebut.
Ketiga : Mereka menyangka bahwa Muhammad telah menerima ilmu-ilmu Quran dari seorang
guru.
Kita jawab bahwasanya Muhammad SAW tumbuh dan hidup dalam keadaan buta
huruf dan tak seorang pun diantara masyarakatnya yang membawa simbol ilmu dan
pengajaran, ini adalah kenyataan yang disaksikan oleh sejarah, dan tidak dapat diragukan.
Bahkan kita juga menyaksikan bahwa beliau di masa kecilnya tidak tumbuh dengan bimbingan
khusus dari ayahandanya dan juga kakeknya. Oleh pamannya Abu Tholib, Muhammad SAW
justru lebih diarahkan untuk menjadi pedagang, hingga ikut serta dalam perjalanan dagangnya
ke negri Syam yang akhirnya bertemu dengan pendeta Bukhaira. Tetapi meskipun dengan
pendeta tersebut, Muhammad SAW yang masih kecil waktu itu tidak sekalipun menimba ilmu
apapun dari pendeta tersebut.







Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

35

Turunnya Al-Quran
Kode : UQ/A/05

Pokok-pokok Materi :
1. Tahapan Turunnya Al-Quran dan Pendapat Ulama seputarnya
2. Hikmah Turunnya Al-Quran dengan berangsur-angsur

1. TAHAPAN TURUNNYA AL-QURAN

Allah SWT menjelaskan secara umum tentang turunnya Al-Quran dalam tiga tempat
dalam Al-Quran, masing-masing :

a) Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan
` ,` , . . · _ ¸ ¸ ,` ' ·, · . ¯` ,
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur`an ( al-Baqarah: 185 ).

b) Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar
` ¸ ` · ,` ' ¸ · · ` , _`
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadar.` ( al-Qadr : 1 )

c) Al-Quran diturunkan pada malam yang diberkahi
` ¸ ` · ,` ' ¸ · ¸ · ` , ¸ · ¯ _ ` ·
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Qur`an ) pada malam yang diberkahi.` (QS
ad-Dhukhan: 3 ).

Ketiga ayat diatas tidak bertentangan, karena malam yang diberkahi adalah malam
lailatul qadar dalam bulan ramadhan. Tetapi lahir ( zahir ) ayat-ayat itu bertentangan dengan
kehidupan nyata Rasulullah SAW , dimana Qur`an turun kepadanya selama dua puluh tiga
tahun.
Dalam hal ini para ulama mempunyai dua madzab pokok , dan satu madzhab lainnya:

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

36

1) Madzhab pertama yaitu, pendapat Ibn Abbas dan sejumlah ulama serta yang
dijadikan pegangan oleh umumnya para ulama.

Yang dimaksud dengan turunnya Qur`an dalam ketiga ayat diatas adalah turunnya
Qur`an sekaligus di Baitul `Izzah dilangit dunia agar para malaikat menghormati kebesarannya.
Kemudian sesudah itu Qur`an diturunkan kepada rasul kita Muhammad saw. Secara bertahap
selama dua puluh tiga tahun. sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sejak
dia diutus sampai wafatnya.
Pendapat ini didasarkan pada berita-berita yang sahih dari Ibn Abbas dalam beberapa
riwayat. Antara lain:

a. Ibn Abbas berkata: ` Qur`an sekaligus diturunkan ke langit dunia pada malam lailatul
qadar, kemudian setelah itu ia diturunkan selama dua puluh tahun.` Lalu ia
membacakan: `Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu sesuatu yang ganjil,
melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik
penjelasannya .`( al-Furqan : 33 ).
¯` , · , ` · · , · ` · ' , _ · ¸` _ · ¸ . ´` · ` · ` , , , ,`
`Dan Al Qur`an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu
membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian
demi bagian.` (al-Isra` : 106 ).
b. Ibn Abbas r.a berkata: ` Qur`an itu dipisahkan dari az-Zikr, lalu diletakkan dai baitul
Izzah di langit dunia. Maka jibril mulai menurunkannya kapada Nabi saw.`
c. Ibn Abbas r.a mengatakan : ` Allah menurunkan Qur`an sekaligus kelangit dunia ,
temmponya turunnya secara berangsur-angsur. Lalu Dia menurunkannya kepada
Rasulnya bagian demi bagian.`
d. Ibn Abas r.a berkata : `Qur`an diturunkan pada malam lailatul qadar, pada bulan
ramadhan ke langit dunia sekaligus; lali ia diturunkan secara berangsur-angsur.`

2) Madzhab kedua, yaitu yang diriwayatkan oleh as-Sya`bi .

Bahwa yang dimaksud dengan turunnya Quran dalam ketiga ayat diatas adalah
permulaan turunnya Qur`an pada Rasulullah SAW. Permulaan turunnya Quran itu di mulai
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

37

pada malam lailatul qadar di bulan ramadhan, yangv merupakan malam yang di berkahi.
Kemudian turunnya berlanjut sesudah itu secara bertahap sesuai dengan kejadian dan
peristiwa-peristiwa selam kurang lebih dua puluh tiga tahun.
Dengan demikian Qur`an hanya satu macam cara turun, yaitu turun secara bertahap
kepada Rasulullah SAW seba yang demikian inilah yang dinyatakan dalam Qur`an :

¯` , · , ` · · , · ` · ' , _ · ¸` _ · ¸ . ´` · ` · ` , , , ,`
`Dan Al Qur`an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.` (al-Isra`: 106
)

3) Madzhab ketiga

Bahwa Qur`an diturunkan kelangit dunia selama dua puluh tiga malam lalilatul qadar
yang pada setiap malamnya selama malam-malam lailatul qadar itu ada yang ditentukan Allah
untuk diturunkan pada setiap tahunnya. Dan jumlah wahyu yang diturunkan kelangit dunia
pada malam lailatul qadar , untuk masa satu tahun penuh itu kemudian diturunkan secara
berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW sepanjang tahun. Madzab ini adalah hasil ijtihad
sebagian mufasir.. pendapat ini tidak mempunyai dalil.

KESIMPULAN :
Adapun madzab kedua yang diriwayatkan dari as-Sya`bi , dengan dali-dalil yang sahih
dan dapat diterima,tidaklah bertentang dengan madzab yang pertama yang diriwayatkan dari
Ibn Abbas. Dengan demikian maka pendapat yang kuat ialah bahwa Al-Quran Al-Karim itu dua
kali diturunkan:
• Pertama: diturunkan secara sekaligus pada malam lailatul qadar ke baitul Izzah di
langit dunia.
• Kedua: diturunkan kelangit dunia ke bumi secara berangsur-angsur selama dua puluh
tiga tahun.

Catatan : Imam Al-Qurtubi telah menukil dari Muqatil bin Hayyan riwayat tentang kesepakatan
( ijma`) bahwa turunnya Qur`an sekaligus dari lauhul mahfuz ke baitul izzah di langit dunia. Ibn
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

38

Abbas memandang tidak ada pertentangan antara ke tiga ayat diatas yang berkenaan dengan
turunnya Qur`an dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah SAW bahwa Qur`an itu
turun selam dua puluh tiga tahun yang bukan bulan ramadan.


2. HIKMAH TURUNNYA QUR`AN SECARA BERTAHAP

Kita dapat menyimpulkan hikmah turunnya Qur`an secara bertahap dari nash-nash yang
berkenaan dengan hal itu. Dan kami meringkaskannya sebagai berikut :

1) Menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah SAW .

Rasulullah SAW telah menyampaikan dakwahnya kepada menusia, tetapi ia
menghadapi sikap mereka yang membangkang dan watak yang begitu keras. Ia ditantang oleh
orang-orang yang berhati batu, berperangai kasar dan keras kepala. Mereka senantiasa
melemparkan berbagai macam gangguan dan ancaman kepada Rasul. Wahyu turun kepada
Rasulullah SAW dari waktu kewaktu sehingga dapat meneguhkan hatinya atas dasar kebenaran
dan memperkuat kemauannya untuk tetap melangkahkan kaki dijalan dakwah tanpa
menghiraukan perlakuan jahil yang dihadapinya dari masyarakatnya sendiri.

Contoh dari ayat-ayat tersebut, diantaranya sebagai berikut:
a) Ayat yang berisi anjuran langsung untuk bersabar
`Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara
yang baik. Dan biarkanlah Aku bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu,
orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang
sebentar.`(al-Muzammil:10-11 )
b) Ayat dari kisah-kisah nabi dan ajakan mengambil contoh keteguhan mereka
Demikianlah hikmah yang terkandung dalam kisah para Nabi yang terdapay dalam
Qur`an: `Dan kisah rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang
dengannya Kami terguhkan hatimu.` (Hud : 120 )
c) Ayat yang berisi janji-janji kemenangan
`Allah telah menetapkan: `Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang`. Sesungguhnya Allah
Maha Kuat lagi Maha Perkasa.` (al-Mujadalah: 21 ).
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

39


Setiap kali penderitaan Rasulullah SAW bertambah karena didustakan oleh kaumnya
dan merasa sedih karena penganiayaan mereka, maka Qur`an turun untuk melepaskan derita
dan menghiburnya serta mengancam orang-orang yang mendustakan bahwa Allah mengetahui
hal ihwal mereka dan akan membalas apa yang melakukan hal itu.

2) Menjawab Tantangan dan sekaligus Mukjizat.

Orang-orang musyrik senantiasa berkubang dalam kesesatan dan kesombongan hingga
melampaui batas. Mereka sering mangajukan pertanyaan-pertanyaan dengan maksud
melemahkan dan menentang. Untuk menguji kenabian Rasulullah. Mereka juga sering
menyampaikan kepadanya hal-hal batil yang tak masuk akal, seperti menanyakan tentang hari
kiamat, lalu turunlah ayat :

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah:
"Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun
yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru
haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu
melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar
mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di
sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui". (Al-A'roof 187)

Jadi hikmah yang bisa kita tangkap disini adalah, bahwasanya turunnya Al-Quran secara
berangsur-angsur juga agar bisa menjawab tantangan-tantangan yang senantiasa dimunculkan
oleh kaum kafir qurays, yahudi, bahkan juga kaum munafik.
Hikmah seperti ini telah diisyaratkan oleh keterangan yang terdapat dalam beberapa
riwayat dalam hadis Ibn Abbas mengenai turunnya Qur`an : `Apa bila orang-orang musyrik
mengadakan sesuatu, maka Allah pun mengadakan jawabannya atas mereka.`

3) Mempermudah Hafalan dan Pemahamannya.

Al-Quran Al-Karim turun ditengah-tengah umat yang ummi, yang tidak pandai
membaca dan menulis, catatan mereka adalah daya hafalan dan daya ingatan. Mereka tidak
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

40

mempunyai pengetahuan tentang tata cara penulisan dan pembukuan yang dapat
memungkinkan mereka menuliskan dan membukukannya, kemudian menghafal dan
memuhaminya. Umat yang buta huruf itu tidaklah mudah untuk menghafal seluruh Qur`an apa
bila Al-Quran Al-Karim diturunkan sekaligus, dan tidak mudah pula bagi mereka untuk
memahami maknanya serta memikirkan ayat-ayatnya, jelasnya bahwa Al-Quran Al-Karim
secara berangsur itu merupakan bantuan terbaik bagi mereka untuk menghafal dan
memahami ayat-ayatnya.
Setiap kali turun satu atau beberapa ayat, para sahabat segara menghafalkannya.
Memikirkan maknanya dan memahami hukum-hukumnya. Tradisi demikian ini menjadi suatu
metode pengajaran dalam kehidupan para Tabi`in.
• Abu Nadrah berkata,`Abu Saad al-Khudri mengajar kan Qur`an kepada kami, lima ayat
diwaktu pagi, dan lima ayat di waktu petang. Dia memberitahukan bahwa jibril
menurunkan Al-Quran Al-Karim lima ayat-lima ayat.`
• Dari Khalid bin Dinar dikatakan, `Abul `Aliyah berkata kepada kami `Pelajarilah Qur`an
itu lima ayat demi lima ayat; karena Nabi saw mengambil dari jibril lima ayat demi lima
ayat.`
• Umar berkata, `Pelajarilah Quran itu lima ayat demi lima ayat, karena jibril
menurunkan Quran kepada Nabi saw. Lima ayat demi lima ayat.`

4) Kesesuaian dengan Peristiwa-peristiwa Pentahapan dalam Penetapan Hukum.
Manusia tidak akan mudah mengikuti dan tunduk kepada agama yang bau ini
seandainya Al-Quran Al-Karim tidak menghadapi mereka dengan cara yang bijaksanadan
memberikan kepada mereka beberapa obat penawar yang ampuh yang dapat menyembuhkan
mereka dari kerusakan dan kerendahan martabat. Setiap kali terjadi suatu peristiwa, diantara
mereka , maka turunlah hukum mengenai peristiwa itu yang menjelaskan statusnya dan
penunjuk serta meletakkan dasar-dasar perundang-undangan bagi mereka, sesuai dengan
situasi dan kondisi, satu demi satu. Dan cara ini menjadi obat bagi hati mereka.

Tahapan Pengharaman Khamr
Contoh yang paling jelas mengenai penetapan hukum yang berangsur-angsur itu ialah
diharamkannya minuman keras, mengenai hal ini pertama-tama Allah berfirman :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

41

a) Pertama, Allah SWT berfirman : Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat
minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang yang memikirkan.`(an-Nahl: 67).
Ayat ini menyebutkan tentang karunia Allah apa bila yang di maksud dengan
`sakar` ialah khamr atau minuman keras dan yang dimaksud dengan `rezeki` ialah
segala yang dimakan dari kedua pohon tersebut seperti kurma dan kismis-dan inilah
pendapat jumhur ulama- maka pemberian predikat `baik` kepada rezeki sementara
sakar tidak diberinya, merupakan indikasi bahwa dalam hal ini pijian Allah hanya
ditujukan kepada rezeki dan bukan kepada sakar, kemudian turun firman Allah:
b) Kedua, Allah SWT berfirman : `Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.
Katakanlah: `Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa`at bagi
manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya`.(al-Baqarah:219).
Ayat ini membandingkan antara manfaat minuman keras (khamr) yang timbul
sesudah memminumnya seperti kesenangan dan kegairahan atau keuntungan karena
memperdagangkannya, dengan bahaya yang diakibatkannya seperti dosa, bahaya bagi
kesehatan tubuh, merusak akal, menghabiskan harta dan membangkitkan dorongan-
dorongan untuk berbuat kenistaan dan durhaka. Ayat tersebut menjauhkan khamr
dengan cara menonjolkan segi bahayanya dari pada manfaatnya, kemudian turun
firman Allah:
c) Ketiga : Allah SWT berfirman : `Wahai orang-orang yang beriman , janganlah kamu
salat sedang kamu dalam keadaan mabuk.`(an-Nisa`: 43 ).
Ayat ini menunjukkan larangan minuman khamr pada waktu-waktu tertentu
bila pengaruh minuman itu akan sampai kewaktu salat, ini mengingat adanya larangan
mendekati salat dalam keadaan mabuk, samppai pengaruh minuman itu hilang dan
mereka mengetahui apa yang mereka baca dalam salatnya, selanjutnya firman Allah:
d) Keempat : Firman Allah :`Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar,
berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk perbuatan syaitan.
Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan
kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu
dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu.`(al-Maidah:90-91)
Ini merupakan pengharaman secara pasti dan tegas terhadap minuman dalam
segala waktu.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

42


Hikmah penetapan hukum dengan sistem bertahap ini lebih lanjut diungkapkan dalam
hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a ketika mengatakan : `Sesungguhnya yang pertama kali
turun dari Qur`an ilah surah Mufassal yang didalamnya disebutkan surga dan neraka, sehingga
ketika manusia telah berlari kepada Islam, maka turunlah hukum haram dan halal. Kalau
sekiranya yang turun pertama kali adalah `jJanganlah kamu meminum khamr` tentu meraka
akan menjawab: ` Kami tidak akan meninggalkan khamr selamanya.` Dan kalau sekiranya
yang pertama kali turun ialah ; janganlah kamu berzina, tentau mereka akan menjawab: `Kami
tidak akan meninggalkan zina selamanya.`

5) Bukti Yang Pasti Bahwa Al-Quran Al-Karim Diturunkan Dari Sisi Yang Maha Bijaksana
dan Maha Terpuji.

Qur`an yang turun secara berangsur kepada Rasulullah SAW dalam waktu lebih dari
dua puluh tahun ini ayat-ayatnya turun dalam selang waktu tertentu, dan selama ini orang
membacanya an mengkajinya surah demi surah. Ketika ia melihat rangkaiannya begitu padat,
tersusun cermat sekali dengan makna yang saling bertaut, dengan gaya yang begitu kuat, serta
ayat demi ayat dan surah demi surah saling terjalin bagaikkan untaian mutiara yang indah yang
belum ada bandingannya dalam perkataan manusia .
Seandainya Qur`an ini perkataan manusia yang disampaikan dalam berbagai situasi,
peristiwa dan kejadian, tentulah didalamnya terjadi ketidak serasian dan saling bertentangan
satu dengan yang lainnya, serta sulit terjadi keseimbangan.
` , , . ¯ ` ¸ · ` · ,` , · · ,` - , ·, · · ` - _ · ¯
`Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur`an ? Kalau kiranya Al Qur`an itu bukan dari
sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.`(an-Nisa`:82 ).



Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

43

Ayat Makkiyah dan Madaniyah
Kode UQ/A/06

Pokok-pokok Materi :
1. Perhatian Ulama tentang Makki dan Madaniyah
2. Pengertian Makkiyah dan Madaniyah
3. Kekhususan & Ciri ayat Makkah & ayat Madaniyah
4. Hikmah mengetahui Makkah dan Madaniyah


1. PERHATIAN ULAMA TERHADAP MAKKIYAH & MADANIYAH

Para ulama begitu tertarik untuk menyelidiki surah-surah makki dan madani. Mereka
meneliti Qur`an ayat demi ayat dan surah-demi surah untuk ditertibkan, sesuai dengan
nuzulnya, dengan memperhatikan waktu, tempat dan pola kalimat. Bahkan lebih dari itu,
mereka mengumpulkan antara waktu, tempat dan pola kalimat. Cara demikian merupakan
ketentuan cermat yang memberikan pada peneliti obyektif, gambaran mengenai penyelidikan,
ilmiah tentang ilmu makki dan madani. Dan itu pula sikap ulama kita dalam melakukan
pembahasan-pembahasan terhadap aspek kajian Qur`an lainnya.

Yang terpenting dipelajari para ulama dalam pembahasan ini adalah :
1) Yang diturunkan di mekkah,
2) Yang diturunkan di madinah,
3) Yang diperselisihkan,
4) Ayat-ayat makiah dalam surah-surah madaniah,
5) Ayat-ayat madinah dlam surat makkiah,
6) Yang diturunkan di mekkah sedang hukumnya madani,
7) Yang diturunkan di mekkah sedang hukumnya madani,
8) Yang serupa dengan yang diturunkan di mekkah ( makki ) dalam kelompok madani,
9) Yang serupa dengan yang diturunkan di madinah ( madani ) dalam kelompok makki;
10) Yang dibawa dari mekkah ke madinah,
11) Yang dibawa dari madinah ke mekkah,
12) Yang turun di waktu malam dan siang,
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

44

13) Yang turun dimusim panas dan dingin,
14) Yang turun diwaktu menetap dan dalam perjalanan.

Inilah macam-macam ilmu Qur`an yang pokok, berkisar disekitar makki dan madani, oleh
karena dinamakan ` ilmul makki dan madani` .

2. PENGERTIAN MAKKIYAH & MADANIYAH SERTA PERBEDAANNYA

Cara menentukan Makki dan Madani :
Untuk mengetahui dan menentukan makki dan madani para ulama bersandar pada dua cara
utama :
• Manhaj sima`i naqli ( metode pendengaran seperti apa adanya ) dan
• Manhaj qiyasi ijtihadi ( menganalogikan dan ijtihad ).

Cara sima'i naqli : didasarkan pada riwayat sahih dari para sahabat yang hidup pada saat dan
menyaksikan turunnya wahyu. Atau dari para tabi`in yag menerima dan mendengar dari para
sahabat sebagaiamana, dimana dan peristiwa apa yang berkaitan dengan turunnya wahyu itu.
Sebagian besar penentuan makki dan madani itu didasarkan pada cara pertama. Dan cotoh-
contoh diatas adalah bukti paling baik baginya. Penjelasan tentang penentuan tersebut telah
memenuhi kitab-kitab tafsir bil ma`tsur. Kitab asbabun Nuzul dan pembahasan-pembahasan
mengenai ilmu-ilmu Qur`an.

Cara qiysi ijtihadi : didasarkan pada ciri-ciri makki dan madani. Apa bila dalam surah makki
terdapat suatu ayat yang mengandung ayat madani atau mengandung persitiwa madani, maka
dikatakan bahwa ayat itu madani. Dan sebaliknya. Bila dalam satu surah terdapat ciri-ciri
makki, maka surah itu dinamakan surah makki. Juga sebaliknya. Inilah yang disebut qiyas
ijtihadi.

Perbedaan Makki dan Madani
Untuk membedakan makki dan madani, para ulama mempunyai tiga cara pandangan
yang masing-masing mempunyai dasarnya sendiri.

1) Pertama: Dari segi waktu turunnya.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

45

Makki adalah yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan dimekkah. Madani
adalah yang turun sesudah hijrah meskipun bukan di madinah. Yang diturunkan
sesudah hijrah sekalipun dimekkah atau Arafah adalah madani
Contoh : ayat yang diturunkan pada tahun penaklukan kota makkah , firman
Allah: `Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang
berhak…` ( an-Nisa` : 58 ). Ayat ini diturunkan di mekkah dalam ka`bah pada tahun
penaklukan mekkah. Pendapat ini lebih baik dari kedua pendapat berikut. Karena ia
lebih memberikan kepastian dan konsisten.

2) Kedua : Dari segi tempat turunnya.
Makki adalah yang turun di mekkah dan sekitarnya. Seperti Mina, Arafah dan
Hudaibiyah. Dan Madani ialah yang turun di madinah dan sekitarnya. Seperti Uhud,
Quba` dan Sil`. Pendapat ini mengakibatkn tidak adanya pembagian secara konkrit
yang mendua. Sebab yang turun dalam perjalanan, di Tabukh atau di Baitul Maqdis
tidak termasuk kedalam salah satu bagiannya, sehingga ia tidak dinamakan makki
ataupun madani. Juga mengakibatkan bahwa yang diturunkan dimakkah sesudah
hijrah disebut makki.

3) Ketiga : Dari segi sasaran pembicaraan.
Makki adalah yang seruannya ditujukan kepada penduduk mekkah dan madani
ditujukan kepada penduduk madinah. Berdasarkan pendapat ini, para pendukungnya
menyatakan bahwa ayat Qur`an yang mengandung seruan yaa ayyuhannas ( wahai
manusia ) adalah makki, sedang ayat yang mengandung seruan yaa ayyu halladziina
aamanuu ( wahai orang-orang yang beriman ) adalah madani.
Namun melalui pengamatan cermat, nampak bagi kita bahwa kebanyakan
surah Qur`an tidak selalu dibuka dengan salah satu seruan itu, dan ketentuan
demikianpun tidak konsisten. Misalnya surah baqarah itu madani, tetapi didalamnya
terdapat ayat makky.

3. KETENTUAN & CIRI-CIRI KHAS MAKKI DAN MADANI

Para ulama telag meneliti surah-surah makki dam madani; dan menyimpulkan
beberapa ketentuan analogis bagi keduanya, yang menerangkan ciri-ciri khas gaya bahasa dan
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

46

persoalan-persoalan yang dibicarakannya. Dari situ mereka dapat menghasilkan kaidah-kaidah
dengan ciri-ciri tersebut.

1) Ketentuan Surat Makkiyah .

a) Setiap surah yang didalamnya mengandung `sajdah` maka surah itu makki.
b) Setiap surah yang mengandung lafal ` kalla` berarti makki. Lafal ini hanya terdapat
dalam separuh terakhir dari Qur`an dan di sebutkan sebanyak tiga puluh tiga kali
dalam lima belas surah.
c) Setiap surah yang mengandung yaa ayyuhan naas dan tidak mengandung yaa ayyuhal
ladzinaa amanuu, berarti makki. Kecuali surah al-Hajj yang pada akhir surah terdapat
ayat yaa ayyuhal ladziina amanuur ka`u wasjudu. Namaun demikian sebagian besar
ulama berpendapat bahwa ayat tersebut adalah makki.
d) Setiap surah yang menngandung kisah para nabi umat terdahulu adalah makki, kecuali
surah baqarah.
e) Setiap surah yang mengandung kisah Adam dan iblis adalah makki, kecuali surat
baqarah.
f) setiap surah yang dibuka dengan huruf-huruf singkatan seperti alif lam mim, alif lam
ra, ha mim dll, adalah makki. Kecuali surah baqarah dan ali-imran, sedang surah Ra`ad
masih diperselisihkan.

2) Tema & Gaya Bahasa Surat Makkiyah

Dari segi ciri tema dan gaya bahasa, ayat makky dapatlah diringkas sebagai berikut :

a) Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah, pembuktian mengenai
risalah, kebangkitan dan hari pembalasan, hari kiamat dan kengeriannya, neraka dan
siksanya, surga dan nikmatnya, argumentasi dengan orang musyrik dengan
menggunkan bukti-bukti rasional dan ayat-ayat kauniah.
b) Peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan ahlak mulia yang menjadi
dasar terbentuknya suatu masyarakat, dan penyingkapan dosa orang musyrik dalam
penumpahan darah, memakan harta anak yatim secara dzalim. Penguburan hidup-
hidup bayi perempuan dn tradisi buruk lainnya.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

47

c) Menyebutkan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai pelaran bagi mereka
sehingga megetahui nasib orang yang mendustakan sebelum mereka, dan sebagai
hiburan buat Rasulullah SAW sehingga ia tabah dalam mengadapi gangguan dari
mereka dan yakin akan menang.
d) Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang mengesankan sekali,
pernyataannya singkat, ditelinga terasa menembus dan terdengar sangat keras.
Menggetarkan hati, dan maknanya pun meyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal
sumpah, seperti surah-surah yang pendek-pendek . dan perkecualiannya hanyasedikit.

3) Ketentuan Surat Madani yah

a) Setiap surah yang berisi kewajiban atai had ( sanksi ) adalah madani.
b) Setiap surah yang didalamnya disebutkan orang-orang munafik adalah madani, kecuali
surah al-ankabut adalah makki.
c) Setiap surah yang didalamnya terdapat dialog dengan ahli kitab adalah madani.

4) Tema dan Gaya Bahasa surat Madaniyah

Dari segi ciri khas, tema dan gaya bahasa, dapatlah diringkaskan sebagai berikut :

a) Menjelaskan ibadah, muamalah, had, kekeluargaan, warisan, jihad, hubungan sosial,
hubungan internasiaonal baik diwaktu damai maupun perang, kaidah hukum dan
masalah perundang-undangan.
b) Seruan terhadap ahli kitab, dari kalangan yahudi dn nasrani. Dan ajakan kepada
mereka untuk masuk Islam, penjelasan mengenai penyimpangan mereka, terhadap
kitab-kitab Allah, permusuhan mereka terhadap kebenaran, dan perselisihan mereka
setelah ilmu datang kepada mereka karena rasa dengki diantara sesama mereka.
c) Menyingkap perilaku orang munafik, menganalisi kejiwaannya, membuka kedoknya
dan menjelaskan bahwa ia berbahaya bagi agama.
d) Suku kata dan ayat-ayatnya panjang-panjang dan dengan gaya bahasa yang
memantapkan syariat serta menjelaskan tujuan dan sasarannya.

4. FAEDAH MENGETAHUI MAKKI DAN MADANI
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

48

Pengetahuan tentang makkiyah dan madani banyak faedahnya diantaranya:

Pertama : Untuk dijadikan alat bantu dalam menafsirkan Qur`an,

Sebab pengetahuan mengenai tempat turun ayat dapat membantu memahami ayat
tersebut dan menmafsirkannya dengan tafsiran yang benar. Sekalipun yangmenjadi pegangan
adalah pengertian umum lafadz, bukan sebab yang khusus. Berdasarkan hal itu seorang
penafsir dapat membedakan antara ayat yang nasikh dengan yang mansukh, bila diantara
kedua ayat terdapat makna yang kontradiktif. Yang datang kemudian tentu merupakan nasikh
yang tedahulu.

Kedua : Meresapi gaya bahasa Quran dan memanfaatkannya dalam metode dakwah menuju
jalan Allah.

Sebab setiap situasi mempunyai bahasa tersendiri. Memperhatikan apa yang
dikehendaki oleh situasi merupakan arti peling khusus dlam retorika. Karakteristik gaya bahasa
makki dan madani dalam Quran pun memberikan kepada orang yang mempelajarinya sebuah
metode dalam penyampaian dakwah ke jalan Allah yang sesuai dengan kejiwaan lawan
berbicara dan menguasai pikiran dan perasaaannya serta menguasai apa yang ada dalam
dirinya dengan penuh kebijaksanaan.

Ketiga : Mengetahui sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Qur`an.

Sebab turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW sejalan dengan sejarah dakwah dengan
segala peristiwanya, baik dalam periode mekkah maupun madinah. Sejak permulaan turun
wahyu hingga ayat terakhir diturunkan. Qur`an adalah sumber pokok bagi peri hidup
Rasulullah SAW, peri hidup beliau yang diriwayatka ahlli sejarah harus sesuai denga Quran; dan
Qur`an pun memberikan kata putus terhadapa perbedaan riwayat yang mereka riwayatkan.



Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

49

Ayat Yang Turun Pertama dan Terakhir
Kode : UQ/A/07

Pokok-pokok Materi :
1. Ayat yang pertama turun dan Perbedaan pendapat ulama seputarnya
2. Ayat yang terakhir turun dan Perbedaan pendapat ulama seputarnya
3. Hikmah dan manfaat pembahasan ini

1. YANG TURUN PERTAMA KALI.

Ada dua pendapat yang dikenal tentang ayat yang turun pertama kali, masing-masing dengan
dalil sbb:

Pendapat Pertama : Surat Al-Alaq 1-5

Yang paling sahih mengenai yang pertama kali turun ialah firman Allah :

' , · ,` , :` , _ ¸ ¸ - , · , ¸ - . ` , ` ¸ · ¸ ¸ · , · , ' , · :' , _ , ` · , ¯ ' , · , ¸ , · , ,
, . , , · . ` , · ` , ` , ` ·, , ~ ,
Artinya : `Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia
dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar dengan
perantaran kalam , Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.` (al-`Alaq : 1-5
).

Pendapat ini didasarkan pada suatu hadis yang diriwayatkan oleh dua syeikh ahli hadis
dan yang lain, dari Aisyah r.a yang mengatakan :
` Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasulullah SAW adalah mimpi yang benar
diwaktu tidur. Dia melihat dimimpi itu datangnya bagaikan terangnya dipagi hari. Kemudian
dia suka menyendiri, dia pergi kegua Hira` untuk beribadah beberapa malam. Untuk itu ia
membawa bekal, kemudian ia pulang kepada Khadijah r.a maka Khadijah membekali seperti
bekal yang dulu. Di gua Hira` dia dikejutkan oleh suatu kebenaran. Seorang malaikat datan
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

50

kepadanya dan mengatakan : ` Bacalah` Rasulullah SAW menceritakan, maka akupun
menjawab `aku tidak pandai membaca` . malaikat tersebut kemudian memelukku sehingga
aku merasa amat payah. Lalu aku dilepaskan, dan dia berkata lagi ` Bacalah`! maka akupun
menjawab `Aku tidak pandai membaca`. Kemudian dia merangkulku dengana kedua kali,
sehingga aku merasa amat payah. Kemudian ia lepaskan lagi, dan berkata ` Bacalah` Aku
menjawab ` aku tidak pandai membaca` maka ia merangkulku untuk ketiga kali, sehinggga
aku kepayahan, kemudian ia berkata ` Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah
menciptakan…` samapi dengan ….` Apa yang tidak diketahuinya`, ( Hadis ).

Pendapat Kedua : Surat Al-Muddattsir

Dikatakan pula, bahwa yang pertama kali turun adalah firman Allah :
, ,', ' ` , ` ` , · ,
( wahai orang yang berselimut ).

Ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh dua syaikh ahli hadis :
Dari Abu Salamah bin Abdurrahman; dia berkata : Aku telah bertanya kepada Abu Jabir bin
Abdullah; yang manakah diantara Qur`an itu yang turun pertama kali ? dia menjawab : Yaa
ayyuhal mudassir. Aku bertanya lagi : ataukah Iqra` Bismi rabbik ? dia menjawab : Aku katakan
kepadamu apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepada kami : ` Sesungguhnya aku berdiam diri
di gua hira`. Maka ketika habis masa diamku, aku turun dan aku telusuri lembah. Aku lihat
kemuka, kebelakang, kekanan dan kekiri. Lalu aku lihat kelangit, kemudian aku melihat jibril
yang amat menakutkan. Maka aku pulang ke Khadijah. Khadijah memerintahkan mereka
untuk menyelimuti aku. Lalu Allah menurunkan ` Wahai orang yang berselimut; bangkitlah lalu
berilah peringatan.`

Catatan : selain pendapat di atas ada juga pendapat yang menyatakan bahwa yang pertama
kali turun adalah surat al-fatihah dan lafal basmallah, tapi dalil kedua pendapat ini lemah dan
kurang berdasar.

Perbandingan dua Pendapat :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

51

Para ulama ulumul quran dengan kesungguhan mereka mencoba mempertemukan pendapat
di atas, dan menjelaskan beberapa hal sebagai berikut :

a) Maksud Jabir dalam hadits di atas adalah surah yang diturunkan secara penuh. Jabir
menjelaskan bahwa surah al Mudassirlah yang turun secara penuh sebelum surah Iqra`
selesai diturunkan. Karena yang turun pertama sekali dari surah Iqra` itu hanya
permulaan saja.
b) Atau maksud Jabir bahwa surat Mudassir itu adalah surah pertama yang diturunkan
setelah masa terhentinya wahyu.
c) Ada yang mengatakan maksud Jabir ra : Surat al-muddatsir adalah yang pertama turun
berkaitan dengan kerasulan (risalah) atau perintah berdakwah. Sedangkan ayat
pertama surat al-alaq adalah yang pertama turun berkaitan dengan kenabian
(nubuwwah), atau pelantikan menjadi nabi.
d) Ada yang mengatakan juga bahwa maksud Jabir ra : surat al-mudattsir adalah yang
pertama kali turun yang disebabkan dengan peristiwa khusus (asbabun nuzul).
e) Ada juga yang menyatakan : Jabir telah mengeluarkan yang demikian ini dengan
ijtihadnya. Akan tetapi riwayat Aisyah lebih mendahuluinya. Jadi jika ada riwayat-
riwayat lain yang shohih mendukung riwayat Aisyah, maka sebagai hasil ijtihad
pendapat Jabir ra bisa ditinggalkan.

2. YANG TERAKHIR KALI DI TURUNKAN

Pendapat ulama seputar ayat yang terakhir kali diturunkan begitu banyak, diantaranya sebagai
berikut.

1) Dikatakan bahwa ayat terakhir yang diturunkan itu adalah ayat mengenai riba.
Ini didasarkan pada hadis yang dikeluarkan oleh Bukhari dari Ibnu Abbas, yang
mengatkan : ` Ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat mengenai riba`. Yang
dimaksdukan ialah firman Allah :

, ,', ' ¸, ,` · ¯ , ` · ,` _ · , · ¸ , ¸ · ,` ,
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

52

`Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba.` (
al-Baqarah : 278 ).

2) Dan dikatakan pula bahwa ayat Qur`an yang terakhir turun adalah firman Allah :

, ` , ·` ,, .,` · -` ,` ·, · _ ¸ ·
`Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan
kepada Allah.` (al-Baqarah : 281 ).
Ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh an-Nasa`i dan lain-lain, dari
Ibnu Abbas dan Said bin Jubair: ` Ayat Qur`an terakhir turun ialah : `Dan peliharalah
dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.` ( al-
Baqarah : 281 ).

3) Juga dikatakan bahwa yang terakhir turun ialah ayat mengenai utang .
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Said bin al-Musayyab: ` Telah sampai
kepadanya bahwa ayat Qur`an yang paling muda di arsy ialah ayat mengenai utang.`
Yang dimaksudkan ialah ayat :

, ,', ' ¸, ,` · ¯ · ¸ ` ,` ` , ¸ ¸`, , _ ¸ ¸ ¸ - ' _' ` · ` ·,` ` ¯ ·
`Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk
waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.`( al-Baqarah : 282 ).

Catatan : Ketiga riwayat di atas dapat dipadukan, yaitu bahwa ketiga ayat tersebut diatas
diturunkan sekaligus seperti tertib urutannya didalam mushaf. Ayat mengenai riba, ayat
pelihara dirimu dari azab yang terjadi pada suatu hari kemudian ayat mengenai utang, karena
ayat-ayat itu masih satu kisah. Setiap perawi mengabarkan bahwa sebagian dari yang
diturunkan itu sebagian yang terakhir kali, dan itu memang benar. Dengan demikian maka
ketiga ayat itu tidak saling ber tentangan.

4) Dikatakan pula bahwa yang terakhir kali diturunkan ialah ayat mengenai kalalah.
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Barra` bin `azib ; dia berkata : ` ayat
yang terakhir kali turun ialah :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

53

: ,` ` , ¸ · ` · ` , ´, `, ¸ · · ´
`Mereka meminta fatwa kepadamu . Katakanlah : `Allah memberi fatwa kepadamu
tentang kalalah ( an-Nisa`: 176 ).

Banyak ragam pendapat lain tentang masalah ayat yang terakhir kali turun, seperti :
• Dikatakan pula bahwa Ayat surat ( at-Taubah : 128-129 ) sampai akhir surah.
• Dikatakan pula bahwa yang terakhir kali turun adalah surah al-Maidah.
• Juga dikatakan bahwa yang terkhir kali turun ialah ayat surat ( al-Imran : 195 ).
• juga dikatakan bahwa ayat terakhir yang turun ialah ayat : ( an-Nisa`: 93 ).
• Dari Ibn Abbas dikatakan ; Surah terakhir yang diturunkan ialah: surat An-Nashr

Qadi Abu bakar al Baqalani dalam kitab intisar ketika mengomentari berbagai riwayat
mengenai yang terakhir kali diturunkan menyebutkan : Pendapat-pendapat ini sama sekali
tidak di sandarkan kepada Nabi saw. Boleh jadi pendapat itu diucapkan orang karena ijtihad
atau dugaan saja. Mungkin masing-masing menreitahukan mengenai apa yang terakhir kali
didengarnya dari Rasulullah SAW pada saat ia wafat atau tak seberapa lama sebelum ia sakit.
Sedang yang lain mungkin tidak secara langsung mendengar dari Nabi. Mungkin juga ayat itu
yang dibaca terakhir kali oleh Rasulullah SAW bersama-sama dengan ayat yang turun diwaktu
itu. Sehingga disuruh untuk menuliskan sesudahnya, lalu dikiranya ayat itulah yang terakhir
diturunkan menurut tertib urutannya.`
3. FAEDAH MENGETAHUI PEMBAHASAN INI

Pengetahuan mengenai ayat-ayat yang pertama kali dan terakhir kali diturunkan itu
mempunyai banyak faedah. Yang terpenting diantaranya ialah.

1) Menjelaskan perhatian yang diperoleh Al-Quran Al-Karim guna menjaganya dan
menguatkan ayat-ayatnya.

Para sahabat telah menghayati Qur`an ini ayat- demi ayat. Sehingga mereka mengerti
kapan dan dimana ayat itu diturunkan, mereka telah menerima ayat-ayat dari
Rasulullah SAW yang diturunkan kepadanya dengan sepenuh hati, hati-hati dan
percaya bahwa Al-Quran adalah dasar agama, penggerak iman dan sumber kemuliaan
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

54

dan kehormatannya. Dan ini membawa akibat positif yaitu bahwa Al-Quran Al-Karim
selamat dari perubahan dan kekacau balauan.
Allah SWT berfirman : `Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an, dan
sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.` ( al-hijr: 9)

2) Mengetahui rahasia perundang-undangan Islam menurut sumbernya yang paling
pokok, yaitu ayat-ayat al-Quran.

Sesungguhnya ayat-ayat al-Quran mengatasi persoalan kejiwaan manusia dengan
petunjuk Ilahi, dan mengantarnya dengan cara-cara yang bijaksana dan menempatkan
mereka ketingkat kesempurnaan. Ia dapat bertahan dalam menetapkan hukum-
hukum, sehingga dengan demikian cara hidup mereka menjadi benar dan urusan
masyarakat berada pada jalan yang lurus
.
3) Membedakan yang nasikh dan yang mansukh,

Terkadang terdapat dua ayat atau lebih dalam satu masalah, tetapi ketentuan hukum
dalam satu ayat berbeda dengan ayat lain, apa bila diketahui mana yang pertama kali
diturunkan kemudian menasakh ( menghapus ) ketentuan ayat yang diturunkan
sebelumnya.


Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

55

Asbabbun Nuzul
Kode : UQ/A/08

Pokok-pokok Materi :
1. Perhatian Ulama tentang Asbabun Nuzul
2. Metode Mengetahui Asbabun Nuzul
3. Definisi Asbabun Nuzul
4. Urgensi Mengetahui Asbabun Nuzul
5. Beberapa Permasalahan seputar Asbabun Nuzul

1. PERHATIAN PARA ULAMA TERHADAP ASBABUN NUZUL

Para peneliti ilmu-ilmu Qur’an menaruh perhatian besar terhadap pengetahuan
tentang Asbabun Nuzul. Untuk menafsirkan Qur’an ilmu ini diperlukan sekali, sehingga ada
pihak yang mengkhususkan diri mengenai pembahasan dalam bidang itu. Yang terkenal
diantaranya ialah :
♣ Ali bin Madini, Guru Bukhari,
♣ Abul Hasan Ali al-Wahidi (427 H) dalam kitabnya Asbabun Nuzul,
♣ Burhanuddin al-Ja’bari (732 H) yang meringkaskan kitab al-Wahidi dengan
menghilangkan isnad-isnadnya, tanpa menambahkan sesuatu.
♣ Syaikhul Islam Ibn Hajar al-Atsqolani ( 852 H) yang mengarang satu kitab mengenai
Asbabun Nuzul.
♣ Jalaluddin As-SuyuƟ ( 911 H) yang mengatakan tentang dirinya : ` Dalam hal ini, aku
telah mengarang satu kitab lengkap, singkat dan sangat baik serta dalam bidang ilmu
ini belum aad satu kitab pun menyamainya. Kitab itu aku namakan Lubabul Manqul fi
Asbabin Nuzul.

2. PEDOMAN MENGETAHUI ASBABUN NUZUL

Pedoman dasar para ulama dalam mengetahui asbabun nuzul ialah riwayat sahih yang
berasal dari Rasulullah SAW atau dari sahabat. Itu disebabkan pemberitahuan seorang sahabat
mengenai hal seperti ini, bila jelas, maka hal itu bukan sekedar pendapat ( ra’y ), tetapi ia
mempunyai hukum marfu’ (disandarkan pada Rasulullah).
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

56


Al- Wahidi mengatakan : ` Tidak halal berpendapat mengenai asbabun nuzul kitab
kecuali dengan berdasarkan pada riwayat atau mendengar secara langsung dari orang-orang
yang menyaksikan turunnya, mengetahui sebab-sebabnya dan membahas tentang
pengertiannya serta bersungguh-sunggguh dalam mencarinya.` Inilah jalan yang ditempuh
oleh ulama salaf. Mereka amat berhati-hati untuk mengatakan sesuatu mengenai asbabun
nuzul tanpa pengetahuan yang jelas.

Oleh karena itu, yang dapat dijadikan pegangan dalam asbabun nuzul adalah:

1) Riwayat-ucapan ucapan sahabat yang bentuknya seperti musnad, yang secara pasti
menunjukkan asababun nuzul.
2) As- Suyuti berpendapat : bahwa bila ucapan seorang tabi’in secara jelas menunjukkan
asbabun nuzul, maka ucapan itu dapat diterima. Dan mempunyai kedudukan mursal
bila penyandaran kepada tabi’in itu benar dan ia termasuk salah seorang imam tafsir
yang mengambil ilmunya dari para sahabat, seperti mujahid, Ikrimah dan Said bin
Jubair, serta didukung oleh hadis mursal yang lain.

3. DEFINISI ASBABUN NUZUL

Setelah diteliti sebab turunnya sesuatu ayat itu berkisar pada dua hal:

Pertama : Bila terjadi suatu peristiwa, maka turunlah ayat Qur’an mengenai peristiwa itu.

Contoh dalam hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Ibn Abbas, yang mengatakan :
" Ketika turun, ayat : dan peringatkanlah kerabat-kerabatmu yang terdekat (QS Hijr
94), nabi pergi dan naik ke bukit safa , lalu berseru : ` Wahai kaumku !". maka mereka
berkumpul mendekat ke nabi. Ia berkata lagi : ` bagaimana pendapatmu bila aku beritahukan
kepadamu bahwa dibalik gunung itu ada sepasukan berkuda yang hendak menyerangmu,
percayakah kamu apa yang aku katakan ? Mereka menjawab : : kami belum pernah melihat
engkau berdusta.` Dan nabi melanjutkan: ‘aku memperingatkanmu tentang siksa yang pedih,’
ketika itu Abu Lahab berkata : `celakalah engkau; apakah engkau mengumpulkan kami hanya
untuk urusan ini ?’Lalu ia berdiri. Maka turunlah surah ini :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

57

` .` , ¸ , ' ¸ . , ` . , , · , ……..
Artinya : " celakalah kedua tangan Abu lahab…..(Surat Al-Masad)

Kedua : Bila Rasulullah ditanya tentang sesuatu hal, maka turunlah ayat Quran menerangkan
tentang hukumnya.

Contoh hal ini seperti ketika Khaulah binti Sa’labah dikenakan Zihar oleh suaminya Aus bin
Samit.lalu ia datang kepada Rasulullah SAW mengadukan hal itu.
Aisyah berkata : ‘Maha suci Allah yang pendengarannya meliputi segalanya` aku
menden gar ucapan Khaulah binti Sa’labah itu, sekalipun tidak seluruhnya, ia mengadukan
suaminya kepada Rasulullah SAW , katanya : Rasulullah SAW suamiku telah menghabiskan
masa mudaku dan sudah beberapa kali aku mengandung karenanya, sekarang setelah aku
menjadi tua, dan tidak beranak lagi ia menjatuhkan zihar kepdaku! Ya Allah sesungguhnya aku
mengadu kepada-Mu`
Aisyah berkata : ` tiba-tiba jibril turun membawa ayat-ayat ini :
` · _ ` · ¸` , · ¸ : · -` ¸ · , -` , _
Artinya : Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengadu
kepadamu tentang suaminya ( yakni aus bin samit).`(QS Mujadalah )

Catatan : Tidak setiap ayat Quran diturunkan karena adanya timbul suatu peristiwa dan
kejadian yang mendahuluinya, atau karena suatu pertanyaan. Tetapi ada diantara ayat Qur’an
diturunkan sebagai permulaan, tanpa sebab, mengenai akidah iman, kewajiban Islam dan
syariat Allah dalam kehidupan pribadi dan sosial.

4. PERLUNYA MENGETAHUI ASBABUN NUZUL

Pengetahuan mengenai asbabun nuzul mempunyai banyak faedah yang terpenting
diantaranya :

1) Mengetahui hikmah diundangkannya suatu hukum dan perhatian syariat terhadap
kepentingan umum dalam menghadapi segala peristiwa sebagai bentuk rahmat
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

58

terhadap umat. Ini karena setiap peristiwa penting ternyata mendapat jawaban dari al-
Quran.

2) Mengkhususkan ( membatasi ) hukum yang diturunkan dengan sebab yang terjadi. Bila
hukum itu dinyatakan dalam bentuk umum. Ini bagi mereka yang berpendapat bahwa
` yang menjadi pegangan adalah sebab yang khusus dan bukannya lafal yang umum.`
Sebagai contoh dapat dikemukakan disini firman Allah :

` ¸ ` - ¸, .,` - , , , ` , ' .,' -`, , . ' ,` ` -`, , ` , , · , · ` ,` ,` ` - ¸ · _ , ¸ · . ·
` ,` , , ` . · ` ,, '
Artinya : Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira
dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap
perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka
terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.` (al-Imran : 188 ).

Ada beberapa sahabat yang khawatir dengan penjelasan ayat diatas lalu menanyakan
pada Ibnu Abbas : sekiranya setiap orang diantar kita yang bergembira dengan apa yang telah
dikerjakn dan ingin dipuji dengan perbuatan yang belum dikerjakannya iti akan disiksa,
tentulah kita semua akan disiksa.` Ibn Abbas menjawab : ` mengapa kamu berpendapat
demikian mengenai ayat ini ? ayat ini turun berkenan dengan ahli kitab.` Kemudian ia
membaca ayat sebelumnya yang berkaitan dengan ahli kitab.

3) Apa bila lafal yang diturunkan itu lafal yang umum ('aam) dan terdapat dalil
pengkhususannya maka pengetahuan mengenai asbabun nuzul membatasi
pengkhususan itu hanya terhadap yang selain bentuk sebab.

Contoh yang demikian digambarkan dalam dua firman-Nya:

Pertama : Bahwa orang yang menuduh wanita baik-baik berzina tidak akan diampuni

Allah SWT berfirman : `Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang
lengah lagi beriman , mereka kena la`nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

59

besar, pada hari , lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang
dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal
menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan
.( an-Nur : 23-25 ).

Kedua : Bahwa orang yang menuduh wanita baik-baik berzina, masih bisa diampuni

Allah SWT berfirman : Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat
zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang
menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat
selama-lamanya. dan mereka Itulah orang-orang yang fasik.Kecuali orang-orang yang
bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), Maka Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS An-Nuur 4-5)

Sekilas ada pertentangan dari dua ayat di atas, yaitu orang-orang yang menuduh wanita baik-
baik berbuat zina dikatakan tidak akan diampuni dalam ayat yang pertama, dan masih bisa
diampuni pada ayat kedua. Maka Ibnu Abbas memberitahukan asbabun nazal ayat yang
pertama : bahwa ayat tersebut turun dalam masalah Aisyah dalam peristiwa Haditsul ifk. Maka
mereka yang menuduh Aisyah ra berzina tidak akan diampuni dunia akhirat, sementara ayat
kedua hukumnya masih berlaku umum, bahwa mereka yang menuduh wanita baik-baik (secara
umum) , masih mempunyai kemungkinan taubat dan diampuni. Wallahu a'lam.
4) Mengetahui sebab nuzul adalah cara terbaik untuk memahami makna Al-Quran Al-
Karim menyingkap kesamaran yang tersembunyi dalam ayat-ayat yang tidak dapat
ditafsirkan tanpa mengetahui sebab nuzulnya.

Contoh dalam masalah ini adalah ayat:
. ¸ ` . , · ,` , ` ¸ · , · · ` ¸ · ` _ - .` , , ' , ` · · _ ` - ·` , · . ' ` , =, , ,
Artinya : `Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi`ar Allah . Maka
barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa
baginya mengerjakan sa`i antara keduanya. ( al-Baqarah : 158 ).

Lafal ini secara tekstual tidak menunjukkan bahwa sa’i itu wajib, sebab
ketiadaan dosa untuk mengerjakan hal itu menunjukkan `kebolehan` dan bukannya `
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

60

kewajiban` sebagian ulama juga berpendapat demikian, karena berpegang kepada arti
tekstual ayat itu.
Padahal hukum sebenarnya dari sa'I adalah wajib, bukan sekedar boleh. Lafal
ayat di atas turun karena para sahabat awalnya merasa keberatan bersa’i antara safa
dan marwa karena perbuatan itu berasal dari perbuatan jahiliyah. Mereka takut itu
masuk pada perbuatan dosa, karenanya Al-Quran turun dengan lafad "tidak ada dosa",
untuk menjelaskan tentang bahwa sa'I bukan seperti apa yang mereka
takutkan/khawatirkan.Jadi bukan untuk menjelaskan bahwa hukum sa'I itu 'boleh',
karena sa'I adalah wajib.

5) Sebab nuzul dapat menerangkan tentang siapa ayat itu diturunkan sehingga ayat
tersebut tidak diterapkan kepada orang lain karena dorongan permusuhan dan
perselisihan.

Contoh adalah : Bahwa ketika Marwan meminta agar Yazid di baiat, ia berkata: ‘(
pembaiatan ini adalah ) tradisi Abu Bakar dan Umar.’ Abdurrahman menolak dan
menentang seraya mengatakan : ‘Tradisi Hercules dan kaisar’. Maka kata Marwan ;
Inilah orang yang dikatakan Allah dalam Qur’an :
¸ , ¸ · ·`, , ´ ' ´
Artinya : Dan orang yang berkata kepada ibu bapaknya: cis bagi kamu berdua….(Al-
Ahqof 17)

Maksudnya adalah Marwan menuduh Abdurrahman durhakan dengan menyandarkan
pada ayat di atas. Kemudian perkataan Marwan yang demikian itu sampai kepada
Aisyah, maka kata Aisyah: ‘Marwan telah berdusta.demi Allah, maksud ayat itu
tidaklah demikian, sekiranya aku mau menyebutkan mengenai siapa ayat itu turun,
tentulah aku sudah menyebutkannya.`

5. BEBERAPA PERMASALAHAN SEPUTAR ASBABUN NUZUL

Dalam pembahasan tentang asbabun nuzul, ada juga permasalahan-permasahan lain yang
berkaitan dengannya, yang masing-masing mempunyai bahasannya secara khusus, misalnya :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

61


♣ Pembahasan Kaidah : Al-Ibroh bi umumi al-lafdhi Laa bi khususi as-sababi ( Yang
Menjadi Pegangan Adalah Lafal yang Umum, Bukan Sebab yang Khusus )
♣ Pembahasan seputar redaksi periwayatan asbabun nuzul
♣ Pembahasan seputar banyaknya riwayat dalam asbabun nuzul sebuah ayat
♣ Pembahasan seputar banyaknya ayat yang turun dengan satu sebab yang sama
♣ Pembahasan seputar beberapa ayat yang turun pada seorang yang sama.
Catatan : Karena waktu yang terbatas dan untuk memudahkan santri, maka untuk
pembahasan asbabun nuzul ini yang kita bahas dalam perkuliahan (dirosah) adalah yang
berkaitan dengan kaidah : Al-Ibroh bi umumi al-lafdhi Laa bi khususi as-sababi ( Yang Menjadi
Pegangan Adalah Lafal yang Umum, Bukan Sebab yang Khusus ). Sehingga diharapkan
mahasiswa/santri bisa memperdalam pembahasan lainnya di buku-buku Ulumul Quran yang
ada.

KAIDAH : AL-IBROH BI UMUMI AL-LAFDHI LAA BI KHUSUSI AS-SABAB
( YANG MENJADI PEGANGAN ADALAH LAFAL YANG UMUM, BUKAN SEBAB YANG KHUSUS ).

·=-·| · .,.|· ¸,=- v ¸«·|· ;,«-, ·¸-|·

Pertama kali, mari kita membedakan antara dua hal, yaitu antara LAFADZ ayat dan
SEBAB turunnya ayat. Begitu pula kita perlu membedakan dengan UMUM dan KHUSUS, yang
disebut "umum" dalam pembahasan ini adalah ('aam) yaitu yang mencakup seluruh manusia
atau kaum muslimin, sedangkan "khusus" yang berkaitan dengan person-person tertentu dan
terbatas.
Karenanya, dalam kaitan antara LAFAL ayat dan SEBAB turunnya ayat, ada tiga
kemungkinan yang bisa terjadi yang masih-masing mempunyai konsekwensi atau hukumnya
masing-masing. Tiga kemungkinan tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama : Apa bila lafal ayat bersifat umum dan sebab turunnya pun secara umum. Maka
yang diambil adalah bahwa hukum ayat tersebut bersifat UMUM

Contoh dalam masalah ini adalah seperti firman Allah SWT :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

62


: , '` , , ¸ · ¸, - ¸ · ,` · ¸ · ' , , ` · · . ` ¸ · ¸, - , ` ¸` ·,` , , _` - .` ,` , =, …
Artinya : `Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu
kotoran`. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan
janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci . ..`( al-Baqarah : 222 )

Lafadz " al-mahiid" di atas bersifat umum yang berarti semua wanita yang haid, begitu pula
sebab turunnya ayat itu bersifat umum, sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik :
bahwa orang-orang Yahudi pada waktu itu, ketika istri-istri mereka sedang haidh mereka
mengusirnya dari rumah, dan tidak memberi mereka makan minum dan tidak berhubungan
badan dengan mereka. Maka Rasulullah pun ditanya masalah ini. Maka turunlah ayat di atas,
dan Rasulullah SAW bersabda : " Lakukan apa saja selain jimak " .
Jadi peristiswa atau pertanyaan dari sahabat kepada Rasul bersifat umum, mereka
menanyakan secara umum tentang bergaul dengan istri-istri mereka yang haid secara umum,
bukan satu dua perempuan atau istri mereka secara khusus. Karenanya, hukum ini juga
berlaku umum bagi semua wanita haid.

Kedua : Apabila lafal ayat bersifat khusus dan sebab turunnya pun khusus pada
perseorangan tertentu, maka yang diambil adalah bahwa hukum ayat tersebut bersifat
KHUSUS

Contoh dalam hal ini adalah firman Allah SWT:

,` ` -` , , _ ` ' , ·· , ¸ ¸ ` ,`, ` · · _ ¯ , , , · , · , ¸ - ' ` · ` · ` ¸ · ¸ · ` · ¸ ,` -` , ·- , ¸ . · ` ,
·` - , ·` , _ _ ` · ' , · , ` , , _ .` ,, , ··
Artinya : `Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang
menafkahkan hartanya untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorangpun
memberikan suatu ni`mat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi karena mencari keridhaan
Tuhannya yang Maha TInggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.` ( al-Lail : 17-21 )

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

63

Ayat-ayat diatas diturunkan mengenai Abu Bakar. Kata al-atqa ( orang yang paling taqwa )
menurut tasyrif terbentuk af’al untuk menunjukkan arti superlatif, tafdil yang disertai al-
‘adiyah ( kata sandang yang menunjukkan bahwa kata yang dimasukinya itu telah diketahui
maksudnya ), sehingga ia dikhususkan bagi orang yang karenanya ayat itu diturunkan. Jadi
secara lafal memang khusus dan sebabnya adalah khusus, karena itu ayat ini harus ditafsiri
khusus tentang Abu Bakar As-Shiddiq, bukan umum kepada kaum muslimin.

Ketiga : Jika sebab ayat itu adalah hal khusus berkaitan dengan orang tertentu, sedang lafal
ayat yang turun berbentuk umum.

Dalam kasus inilah, kaidah diatas menjadi perdebatan di antara ulama ushul, apakah yang
dijadikan pegangan adalah "lafal yang umum" ataukah "sebab yang khusus" . Berikut masing-
masing pendapat dan dalil-dalinya.

1) Jumhur ulama berpendapat : bahwa yang menjadi pegangan adalah lafal yang umum
dan bukan sebab yang khusus, sehingga hukum/pelajaran yang diambil adalah umum
berlaku pada semua orang.

Misalnya : ayat Li’an (prosesi sumpah antara suami istri untuk menolak dari tuduhan zina)
yang turun mengenai tuduhan Hilal bin Umaah kepada isterinya : `

Dari Ibn Abbas, Hilal bin Umayah menuduh isterinya telah berbuat zina dengan Syuraik bin
Sahma dihadapan Nabi.
Maka Nabi berkata : ‘ Harus ada bukti, bila tidak maka punggungmu yang didera.’
Hilal berkata : ‘Wahai Rasulullah , apa bila salah seorang diantara kami melihat
seorang laki-laki mendatangi isterinya; apakah ia harus mencari bukti `.
Rasulullah menjawab : ‘Harus ada bukti, bila tidak maka punggungmu akan yang didera.’
Hilal berkata :Demi yang mengutus engkau dengan kebenaran, sesungguhnya
perkataanku itu benar dan Allah benar-benar akan menurunkan apa yang membebaskan
punggungku dari dera.’

Maka turunlah Jibril as dan menurunkan kepada Nabi ayat :

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

64

¸, , .,` ·` ,, ` ,` , - ,` _ ' ` , , ` ¸ ´, ` ,` , . ,` ¸ ` ,` ,` ` ' · · , · ` , · - ' ` _ ,` _ ' ¸ . · , · , ` ·` ¸ ¸
¸ · ·` . , · , · · - , . ' · ` · · ·` , · . ¸ . ¯ ¸ · ¸ , · ´ , · , ' _` , , ,` · . · . ' ,` _ ,` _ '
¸ . · , · , ` ·` ¸ ¸ ¸ , · ´ , , · · - , . ' . . · · ,` , · . ¸ . ¯ ¸ · ¸ · ·` . , - ,

Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai
saksi-saksi selain diri mereka sendiri, Maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah
dengan nama Allah, Sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan
(sumpah) yang kelima: bahwa la'nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang
berdusta. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah
Sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta.Dan (sumpah)
yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.
(QS Nuur 6-9)
Hukum yang diambil dari lafal yang umum ini : " walladzi yarmuuna azwajahum" ( dan
orang-orang yang menuduh isterinya ) tidak hanya khusus mengenai peristiwa Hilal bin
Umayyah, tetapi diterapkan pula pada kasus yang serupa lainnya tanpa memerlukan dalil lain.
Inilah pendapat yang kuat dan paling sahih. Pendapat ini sesuai dengan keumuman (
universalitas ) hukum-hukum syariat.

Dan ini pulalah jalan yang ditempuh para sahabat dan para mujtahid umat ini. Mereka
menerapkan hukum ayat tertentu kepada peristiwa-peristiwa lain yang bukan merupakan
sebab turunnya ayat-ayat tersebut. Misalnya ayat zihar dalam kasus Aus bin Samit, atau
Salamah bin Sakhr sesuai dengan riwayat mengenai hal itu berbeda-beda. Berdalil dengan
keumuman redaksi ayat-ayat yang diturunkan untuk sebab-sebab khusus sudah populer
dikalangan ahli.

2) Segolongan ulama berpendapat : bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang
khusus, bukan lafal yang umum, karena lafal yang umum itu menunjukkan bentuk
sebab yang khusus. Oleh karena itu untuk dapat diberlakukan kepada kasus selain
sebab diperlukan dalil lain seperti qiyas dan sebagainya, sehingga pemindahan riwayat
sebab yang khusus itu mengandung faedah; dan sebab tersebut sesuai dengan
musababnya seperti halnya pertanyaan dengan jawabannya.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

65


Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

66

Pengumpulan dan Penertiban Al-Quran
Kode Materi : UQ/A/09

Poko-pokok Materi :
1. Pengertian Jam'ul Qur'an (Pengumpulan Al-Quran)
2. Pengumpulan Al-Quran pada masa Rasulullah SAW
3. Pengumpulan Al-Quran pada masa Abu Bakar ra
4. Pengumpulan Al-Quran pada masa Utsman Ra
5. Penertiban Susunan Ayat dan Surat

1. PENGERTIAN JAM'UL QUR'AN / PENGUMPULAN AL-QURAN

Yang dimaksud dengan pengumpulan Qur'an ( Jam'ul Qur'an ) oleh para ulama adalah
salah satu dari dua pengertian berikut :

Pertama : Pengumpulan dalam arti menghafalkan Hifdzuhu ( menghafalkannya dalam hati).

Jumma'ul Quran artinya huffazuhu ( penghafal-penghafalnya, orang yang menghafalkannya
didalam hati). Inilah makna yang dimaksudkan dalam firman Allah kepada Nabi-Nabi
senantiasa menggerak-gerakkan kedua bibir dan lidahnya untuk membaca Qur'an ketika itu
turun kepadanya sebelum jibril selesai membacakannya, karena ingin menghafalkannya:

` ·` , -` · , : ¸ -` · · , , ·· , . ¸ ` , · ` · ·` - ` · ¯` , · , , ·· , · , · ` · ' , · ` _ ` · ` · ¯` , · , · , ` , . ¸
` , · ` · , , , ·- ,
"Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk Al Qur'an karena hendak cepat-cepat nya .
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami
telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas
tanggungan Kamilah penjelasannya." (al-Qiyamah:16-19 ).

Kedua : Pengumpulan dalam arti kitabatuhu ( penulisan Qur'an)

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

67

Yaitu menuliskannyan baik dengan memisah-misahkan ayat-ayat dan surah-surahnya, atau
menertibkan ayat-ayat semata dan setiap surah ditulis dalam satu lembaran secara terpisah,
atau menertibkan ayat-ayat dan surah-surahnya dalam lembaran-lembaran yang terkumpul
yang menghimpun semua surah, sebagiannya ditulis sesudah bagian yang lain.

2. PENGUMPULAN QUR'AN DALAM PADA MASA NABI

Realitas penghimpunan Al-Quran pada masa nabi dapat dijelaskan dengan point-point sebagai
berikut :

a. Pengumpulan Al-Quran dalam Penghafalan di masa Nabi.

Para sahabat telah dikenal dengan kecintaan mereka dan semangat mereka dalam menghafal
Al-Quran. Dalam kitab sahihnya Bukhari telah mengemukakan adanya tujuh huffadzh di masa
sahabat, melalui tiga riwayat. Mereka adalah:

♣ Abdullah bin Mas'ud,
♣ Salim bin Ma'qal bekas budak Abu Huzaifah,
♣ Muaz bin Jabal,
♣ Ubai bin Kaab,
♣ Zaid bin Sabit,
♣ Abu Zaid bin Sakan dan Abu Darda'.

Penyebutan para hafiz yang tujuh atau delapan ini tidak berarti pembatasan, karena
beberapa keterangan dalam kitab-kitab sejarah dan sunan menunjukkan bahwa para sahabat
berlomba menghafalkan Qur'an dan mereka memerintahkan anak-anak dan ister-isteri mereka
untuk menghafalkannya.

b. Pengumpulan Qur'an dalam Arti Penulisannya pada Masa Nabi

Beberapa penjelasan terkait penulisan al-Quran dimasa nabi adalah sebagai berikut :

1) Rasulullah meminta beberapa sahabat untuk menuliskan wahyu
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

68

Rasullullah telah mengangkat para penulis wahyu Qur'an dari sahabat-sahabat
terkemuka, seperti Ali, Muawiyah, 'Ubai bin K'ab dan Zaid bin Sabit, bila ayat turun ia
memerintahkan mereka menulisnya dan menunjukkan tempat ayat tersebut dalam surah,
sehingga penulisan pada lembar itu membantu penghafalan didalam hati.

2) Beberapa sahabat berinisiatif menuliskan secara sendiri-sendiri.
Sebagian sahabat menuliskan Qur'an yang turun itu atas kemauan mereka sendiri,
tanpa diperintah oleh nabi; mereka menuliskannya pada pelepah kurma , lempengan batu,
daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Zaid bin Sabit
mengatakan : " Kami menyusun Qur'an dihadapan Rasulullah pada kulit binatang "

3) Para sahabat senantiasa menyodorkan Qur'an kepada Rasulullah baik dalam bentuk
hafalan maupun tulisan,

Tulisan-tulisan Qur'an pada masa Nabi tidak terkumpul dalam satu mushaf ; yang ada pada
seseorang belum tentu dimiliki orang lain. Rasulullah berpulang kerahmatullah disaat Qur'an
telah dihafal dan tertulis dalam mushaf dengan susunan seperti disebutkan diatas; ayat-ayat
dan surah-surah dipisah-pisahkan, atau diterbitkan ayat-ayatnya saja dan setiap surah berada
dalam satu lembar secara terpisah dalam tujuh huruf. Tetapi Qur'an belum dikumpulkan dalam
satu mushaf yang menyuruh (lengkap).

KENAPA AL-QUR'AN TIDAK DIBUKUKAN DALAM SATU MUSHHAF (PADA MASA NABI) ?

Ada beberapa jawaban yang bisa menjelaskan pertanyaan diatas, diantaranya sebagai berikut,
sebagaimana disebutkan oleh Muhammad Ali Ash-Shobuni dalam At-Tibyan fii Ulumul
Qur'annya.

1) Al-Qur'an diturunkan tidak sekaligus, tetapi berangsur-angsur dan terpisah-pisah. Tidaklah
mungkin untuk membukukannya sebelum secara keseluruhannya selesai.
2) Sebagian ayat ada yang dimansukh. Bila turun ayat yang menyatakan nasakh, maka
bagaimana mungkin bisa dibukukan datam satu buku.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

69

3) Susunan ayat dan surat tidaklah berdasarkan urutan turunnya. Sebagian ayat ada yang
turunnya pada saat terakhir wahyu tetapi urutannya ditempatkan pada awal surat. Yang
demikian tentunya menghendaki perubahan susunan tulisan.
4) Masa turunnya wahyu terakhir dengan wafatnya Rasululah SAW adalah sangat
pendek/dekat.Kemudian Rasulullah SAW berpulang ke rahmatullah setelah sembilan hari
dari turunnya ayat tersebut. Dengan demikian masanya sangat relatif singkat, yang tidak
memungkinkan untuk menyusun atau membukukannya sebelum sempurna turunnya
wahyu.
5) Belum ada motifasi/ alasan yang mendorong untuk mengumpulkan Al-Qur'an menjadi
satu mushhaf sebagaimana yang timbul pada masa Abu Bakar. Orang-orang Islam ada
dalam keadaan baik, ahli baca qur'an begitu banyak, fitnah-fitnah dapat diatasi. Berbeda
pada masa Abu Bakar dimana gejala-gejala telah ada; banyaknya yang gugur, sehingga
khawatir kalau Al-Qur'an akan lenyap.

3. PENGUMPULAN QUR'AN PADA MASA ABU BAKAR

a. Latar Belakang Pengumpulan Quran :
Abu Bakar menjalankan pemerintahan Islam sesudah Rasulullah. Ia dihadapkan kepada
peristiwa-peristiwa besar berkenaan dengan kemurtadan sebagian orang arab. Karena itu ia
segera menyiapkan pasukan dan mengirimkannya untuk memerangi orang-orang yang murtad
itu. Peperangan Yamamah yang terjadi pada tahun 12 H melibatkan sejumlah besar sahabat
yang hafal Qur'an. Dalam peperangan ini tujuh puluh qari dari para sahabat gugur. Umar bin
Khatab merasa sangat kuatir melihat kenyataan ini, lalu ia menghadap Abu Bakar dan
mengajukan usul kepadanya agar mengumpulkan dan membukukan Qur'an karena
dikhawatirkan akan musnah, sebab peperangan Yamamah telah banyak membunuh para
qarri'.
Disegi lain Umar merasa khawatir juga kalau-kalau peperangan ditempat-tempat lain
akan membunuh banyak qari' pula sehingga Qur'an akan hilang dan musnah, Abu Bakar
menolak usulan itu dan berkeberatan melakukan apa yang tidak pernah dilakukan oleh
Rasulullah. Tetapi Umar tetap membujuknya, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar
untuk menerima usulan Umar tersebut

b. Pemilihan Zaid bin Tsabit
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

70

Kemudian Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Sabit, mengingat beberapa hal :
♣ kedudukannya dalam qiraat dan penulisan al-quran
♣ pemahaman dan kecerdasannya,
♣ serta kehadirannya pada pembacaan yang terakhir kali.

Abu Bakar menceritakan kepadanya kekhawatiran dan usulan Umar. Pada mulanya
Zaid menolak seperti halnya Abu Bakar sebelum itu. Keduanya lalu bertukar pendapat, sampai
akhirnya Zaid dapat menerima dengan lapang dada perintah penulisan Qur'an itu. Zaid bin
Sabit melalui tugasnya yang berat ini dengan bersadar pada hafalan yang ada dalam hati para
qurra dan catatan yang ada pada para penulis. Kemudian lembaran-lembaran ( kumpulan) itu
disimpan ditangan Abu Bakar. Setelah ia wafat pada tahun 13 H, lembaran-lembaran itu
berpindah ke tangan Umar dan tetap berada ditangannya hingga ia wafat. Kemudian mushaf
itu berpindah ketangan Hafsah putri Umar. Pada permulaan kekalifahan Usman, Usman
memintanya dari tangan Hafsah.

c. Metode Zaid bin Tsabit & Ketelitiannya dalam Pengumpulan Al-Quran

Dalam usaha pengumpulan Al-Qur'an Zaid bin Tsabit telah mengambil langkah yang
tepat, teliti dan mantap. Langkah tersebut adalah suatu jaminan (yang pantas) dalam
penulisan Al-Qur'an dengan mantap dan penuh ketelitian.
Zaid bin Tsabit tidak menganggap cukup menurut yang dihafal dalam hati dan yang
ditulis dengan tangannya serta hasil pendengaran, tetapi ia bertitik-tolak pada penyelidikan
yang mendalam dari dua sumber:
1) Sumber hafalan yang tersimpan dalam hati para sahabat; dan
2) Sumber tulisan yang ditulis pada zaman Rasulullah SAW.

Dua hal tersebut yaitu hafalan dan tulisan harus terpenuhi. Karena sangat bersungguh-
sungguh dan berhati-hatinya ia tidak menerima data berupa tulisan sebelum disaksikan oleh
dua orang yang adil bahwa tulisan tersebut ditulis di hadapan Rasulullah SAW.
Hal ini dikemukakan oleh sebuah hadits yang diriwayatkan oleb Abu Daud dalam kitab
sunnahnya; dimana ia berkata: Umar datang seraya mengatakan: "Siapa yang menerima Al-
Qur'an dari Rasulullah SAW maka cobalah datangkan, mereka menulisnya dalam lembaran-
lembaran kertas, papan kayu dan pelepah kurma".
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

71

Sekalipun demikian ia (Umar) tidak mau menerimanya begitu saja sebelum disaksikan
oleh dua orang saksi. Hadits ini didukung pula oleh hadits lain yang juga diriwayatkan oleb Abu
Daud; bahwa Abu Bakar mengatakan kepada Umar dan Zaid: "Duduklah anda berdua di pintu
masjid. Bila ada orang yang mendatangimu perihal Al-Qur'an (Kitabullah) dengan membawa
dua orang saksi, maka tulislah!"
Ibnu Hajar mengatakan: "Yang dimaksud dengan dua orang saksi adalah hafalan dan
tulisan, sedangkan as-Sakhawy mengatakan bahwa yang dimaksud, adalah mereka berdua
menyaksikan tulisan tersebut di hadapan Rasulullah SAW itu karena benar-benarnya usaha
pemantapan, ketelitian dan kesungguhan yang digariskan oleb Abu Bakar Shiddiq kepada Zaid
bin Tsabit.

d. Beberapa Keistimewaan Mushaf Abu Bakar

Lembaran-lembaran yang dikumpulkan dalam satu mushhaf pada masa Abu Bakar memiliki
beberapa keistimewaan yang terpenting:

1) Diperoleh dari hasil penelitian yang sangat mendetail dan kemantapan yang
sempurna.
2) Yang tercatat dalam mushhaf banyalah bacaan yang pasti, tidak ada nasakh
bacaannya.
3) Ijma' ummat terhadap mushhaf tersebut secara mutawatir bahwa yang tercatat adalah
ayat-ayat Al-Qur'an.
4) Mushhaf mencakup huruf sab'ah (tujuh huruf) yang dinukil berdasarkan riwayat yang
benar-benar shahih.

Keistimewaan-keistimewaan tersebut membuat para sahabat kagum dan terpesona terhadap
usaha Abu Bakar, dimana ia memelihara Al-Qur'an dari bahaya kemusnahan, dan itu berkat
taufiq serta hidayah dari Allah Azza wa Jalla.Ali berkata: "Orang yang paling berjasa dalam hal
Al-Qur'an ialah Abu Bakar r.a. ia adalah orang yang pertama mengumpulkan Al-
Qur'an/Kitabullah.

4. PENGUMPULAN QUR'AN PADA MASA USMAN
a. Latar Belakang Pengumpulan
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

72

Penyebaran Islam bertambah dan para Qurra pun tersebar di berbagai wilayah, dan
penduduk disetiap wilayah itu mempelajari qira'at (bacaan) dari qari yang dikirim kepada
mereka. Cara-cara pembacaan (qiraat) Qur'an yang mereka bawakan berbeda-beda sejalan
dengan perbedaan 'huruf ' yang dengannya Qur'an diturunkan. Apa bila mereka berkumpul
disuatu pertemuan atau disuatu medan peperangan, sebagian mereka merasa heran dengan
adanya perbedaan qiraat ini. Sebagian mereka menganggapnya wahar, karena mengetahui
bahwa perbedaan-perbedaan itu semuanya disandarkan kepada Rasulullah.
Ketika terjadi perang Armenia dan Azarbaijan dengan penduduk Iraq, diantara orang
yang ikut menyerbu kedua tempat itu ialah Huzaifah bin al-Yaman. Ia banyak melihat
perbedaan dalam cara-cara membaca Quran. Sebagian bacaan itu bercampur dengan
kesalahan; tetapi masing-masing mempertahankan dan berpegang pada bacaannya, serta
menentang setiap orang yang menyalahi bacaannya dan bahkan mereka saling mengkafirkan.
Melihat kenyataan demikian Huzaifah segara menghadap Usman dan melaporkan kepadanya
apa yang telah dilihatnya. Usman juga memberitahukan kepada Huzaifah bahwa sebagian
perbedaan itu pun akan terjadi pada orang-orang yang mengajarkan Qiraat pada anak-anak.
Anak-anak itu akan tumbuh, sedang diantara mereka terdapat perbedaan dalam qiraat. Para
sahabat amat memprihatinkan kenyataan ini karena takut kalau-kalau perbedaan itu akan
menimbulkan penyimpangan dan perubahan. Mereka bersepakat untuk menyalin lembaran-
lembaran yang pertama yang ada pada Abu Bakar dan menyatukan umat islam pada lembaran-
lembaran itu dengan bacaan tetap pada satu huruf.

b. Metode Pengumpulan Al-Quran masa Utsman
Utsman kemudian mengirimkan utusan kepada Hafsah (untuk meminjamkan mushaf
Abu Bakar yang ada padanya) dan Hafsah pun mengirimkan lembaran-lembaran itu
kepadanya. Kemudian Usman memmanggil :
♣ Zaid bin Sabit al-Ansari,
♣ Abdullah bin Zubair,
♣ Said bin 'As, dan
♣ Abdurrahman bin Haris bin Hisyam.

Ketiga orang terkahir ini adalah orang quraisy, lalu Ustman memerintahkan mereka agar
menyalin dan memperbanyak mushaf, serta memerintahkan pula agar apa yang
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

73

diperselisihkan Zaid dengan ketiga orang quraisy itu ditulis dalam bahasa quraisy, karena
Qur'an turun dengan logat mereka.
Mushaf-mushaf itu ditulis dengan satu huruf (dialek) dari tujuh huruf Qur'an seperti
yang diturunkan agar orang bersatu dalam satu qiraat. Dan Usman telah mengembalikan
lembaran-lembaran yang asli kepada Hafsah, lalu dikirimkannya pula pada setiap wilayah yaitu
masing-masing satu mushaf. Dan ditahannya satu mushaf untuk dimadinah, yaitu mushafnya
sendiri yang dikenal dengan nama "mushaf Imam". Kemudian ia memerintahkan untuk
membakar mushaf yang selain itu. Umatpun menerima perintah dengan patuh, sedang qiraat
dengan enam huruf lainnya ditingalkan.

c. Permasalahan seputar penyatuan huruf al-quran dalam Mushaf Ustman

Utsman ra memutuskan untuk menghilangkan enam huruf yang lain. Keputusan ini
tidak salah, sebab qiraat dengan tujuh huruf itu tidak wajib. Seandainya Rasulullah mewajibkan
qiraat dengan tujuh huruf itu semua, tentu setiap huruf harus disampaikan secara mutawatir
sehingga menjadi hujjah. Tetapi mereka tidak melakukannya. Ini menunjukkan bahwa qiraat
dengan tujuh huruf itu termasuk dalam katergori keringanan (rukhsoh).

Apa bila sebagian orang lemah pengetahuan berkata : Bagaimana mereka boleh
meninggalkan qiraat yang telah dibacakan oleh Rasulullah dan diperintahkan pula membaca
dengan cara itu ? maka Jawabnya ialah : 'Sesungguhnya perintah Rasulullah kepada mereka
untuk membacanya itu bukanlah perintah yang menunjukkan wajib dan fardu, tetapi
menunjukkan kebolehan dan keringanan (rukshah). Sebab andaikata qiraat dengan tujuh huruf
itu diwajibkan kepada mereka, tentulah pengetahuan tentang setiap huruf dari ketujuh huruf
itu wajib pula bagi orang yang mempunyai hujjah untuk menyampaikannya, bertianya harus
pasti dan keraguan harus dihilangkan dari para qari. Dan karena mereka tidak menyampaikan
hal tersebut, maka ini merupakan bukti bahwa dalam masalah qiraat mereka boleh memilih,
sesudah adanya orang yang menyampaikan Qur'an dikalangan umat yang penyampaiannya
menjadi hujjah bagi sebagian ketujuh huruf itu.




Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

74

PERBEDAAN ANTARA PENGUMPULAN ABU BAKAR DENGAN USMAN

Dari teks-teks diatas jelaslah bahwa pengumpulan (mushaf oleh) Abu Bakar berbeda
dengan pengumpulam yang dilakukan Usman dalam motif dan caranya. Diantaranya sebagai
berikut :
1) Motif Abu Bakar adalah kekhawatiran beliau akan hilangnya Qur'an karena banyaknya
para huffaz yang gugur dalam peperangan yang banyak menelan korban dari para qari.
Sedang motif Usman dalam mengumpulkan Qur'an ialah karena banyaknya perbedaan
dalam cara-cara membaca Qur'an yang disaksikannnya sendiri didaerah-daerah dan
mereka saling menyalahkan antara satu dengan yang lain.

2) Pengumpulan Qur'an yang dilakukan Abu Bakar ialah memindahkan satu tulisan atau
catatan Qur'an yang semula bertebaran dikulit-kulit binatang, tulang, dan pelepah
kurma, kemudian dikumpulkan dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan surah-
surahnya yang tersusun serta terbatas dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan
surah-surahnya serta terbatas dengan bacaan yang tidak dimansukh dan tidak
mencakup ketujuh huruf sebagaimana ketika Qur'an itu diturunkan.
Sedangkan pengumpulan yang dilakukan Usman adalah menyalinnya menjadi
satu huruf diantar ketujuh huruf itu, untuk mempersatukan kaum muslimin dalam satu
mushaf dan satu huruf yang mereka baca tanpa keenam huruf lainnya.

5. PENYUSUNAN TERTIB AYAT & SURAT

a. Penyusunan Tertib Ayat

Qur'an terdiri atas surah-surah dan ayat-ayat, baik yang pendek maupun yang panjang.
Ayat adalah sejumlah kalam Allah yang terdapat dalam sebuah surah dari Qur'an. Surah ialah
sejumlah ayat Qur'an yang mempunyai permulaan dan kesudahan, tertib atau urutan ayat-
ayat Qur'an ini adalah tauqifi, ketentuan dariRasulullah, sebagian ulama meriwayatkan bahwa
pendapat ini adalah ijma' diantaranya az-Zarkasyi dalam al-Burhan dan Abu Ja'far Ibnuz Zubeir
dalam munasabahnya.
Diantara dalil-dalilnya adalah sebagai berikut :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

75

♣ Usman bin 'Abil 'As berkata: "Aku tengah duduk disamping Rasulullah, tiba-tiba
panadangannya menjadi tajam lalu kembali seperti semula. Kemudian katanya 'Jibril telah
datang kepadaku dan memerintahkan agar aku meletakkan ayat ini ditempat anu dari
surah ini : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan serta
memberi kepada kaum kerabat…..(an-Nahl: 90)
♣ Terdapat sejumlah hadis yang menunjukkan keutamaan beberapa ayat dari surah-surah
tertentu. Ini menunjukkan bahwa tertib ayat-ayat bersifat tauqifi. Sebab jika tertibnya
dapat diubah, tentulah ayat-ayat itu tidak akan didukung oleh hadis-hadis tersebut.
Diriwayatkan dari Abu Darda' dalam hadis marfu' : "Barang siapa hafal sepuluh ayat
dari awal surah kahfi, Allah akan melindunginya dari Dajjal." Dan dalam redaksi lain
dikatakan: "Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surah kahfi…"
♣ Disamping itu terima pula bahwa Rasulullah telah membaca sejumlah surah dengan tertib
ayat-ayatnya dalam salat atau dalam khutbah jumat, seperti surah Baqarah, Ali imran dan
Annisa'. Juga hadis sahih mengatakan bahwa Rasulullah membaca surah A'raf dalam salat
maghrib dan dalam salat subuh hari jum'at membaca surah Alif Lam Mim, Tanzilul Kitabi
La Raibafihi" (as-Sajdah) dan Hal Ata Alal Insani (ad-Dahr) juga membaca surah Qaf pada
waktu Kutbah. Surah Jumu'ah dan surah Munafikun dalam salat jum'at.
♣ Jibril selalu mengulangi dan memeriksa Qur'an yang telah disampaikannya kepada
Rasulullah sekali setiap tahun, pada bulan ramadhan dan pada tahun terakhir
kehidupannya sebanyak dua kali. Dan pengulangan Jibril terakhir ini seperti tertib yang
dikenal sekarang ini.
Dengan demikan tertib ayat-ayat Qur'an seperti yang ada dalam mushaf yang beredar
diantara kita adalah tauqifi. Tanpa diragukan lagi.

b. Penyusunan Tertib Surah

Para ulama berbeda pendapat tentang tertib surah-surah Qur'an, sebagai berikut :

Pertama : Bahwa susunan surat itu tauqifi dan ditangani langsung oleh Nabi sebagaimana
diberitahukan jibril kepadanya atas perintah Tuhan.

Dengan demikian, Qur'an pada masa Nabi telah tersusun surah-surahnya secara tertib
sebagaimana tertib ayat-ayatnya. Seperti yang ada ditangan kita sekarang ini. Yaitu tertib
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

76

mushaf Usman yang tak ada seorang sahabatpun menentangnya. Ini menunjukkan telah
terjadi kesepakatan (ijma') atas tertib surah, tanpa suatu perselisihan apa pun.

Kedua : Dikatakan bahwa tertib surah itu berdasarkan ijtihad para sahabat, mengingat adanya
perbedaan tertib didalam mushaf-mushaf mereka.

Misalnya : mushaf Ali disusun menurut tertib nuzul, yakni dimulai dengan Iqra',
kemudian Muddassir, lalu Nun, Qalam, kemudian Muzammil, dst hingga akhir surah Makki dan
madani.Dalam mushaf Ibn Masu'd yang pertama ditulis adaslah surah Baqarah, Nisa' dan Ali-
'Imran. Dalam mushaf Ubai yang pertama ditulis ialah Fatihah, Baqarah, Niasa' dan Ali-Imran.

Ketiga : Dikatakan bahwa sebagian surah itu tertibnya tauqifi dan sebagian lainnya
berdasarkan ijtihad para sahabat, hal ini karena terdapat dalil yang menunjukkan tertib
sebagian surah pada masa Nabi.

Mannaul Qatthan menyatakan : Apa bila membicarakan ketiga pendapat ini, jelaslah
bagi kita bahwa pendapat kedua, yang menyatakan tertib surah-surah itu berdasarkan ijtihad
para sahabat, tidak bersandar dan berdasar pada suatu dalil. Sebab, ijtihad sebagian sahabat
mengenai terib mushaf mereka yang khusus, merupakan ihtiyar mereka sebelum Qur'an
dikumpulkan secara terib. Ketika pada masa Usman Qur'an dikumpulkan , ditertibkan ayat-ayat
dan surah-surahnya pada suatu huruf ( logat) dan umatpun menyepakatinya, maka mushaf-
mushaf yang ada pada mereka ditinggalkan. Seandainya tertib itu merupakan hasil ijtihad ,
tentu mereka tetap berpegang pada mushafnya masing-masing.

Sementara itu, pendapat ketiga yang menyatakan sebagian surah itu tertibnya tauqifi
dan sebagian lainnya bersifat ijtihadi, dalil-dalilnya hanya berpusat pada nash-nash yang
menunjukkan tertib tauqifi. Adapun bagian yang ijtihadi tidak bersandar pada dalil yang
menunjukkan tertin ijtihadi. Sebab, ketetapan yang tauqifi dengan dalil-dalilnya tidak berarti
bahwa selain itu adalah hasil ijtihad. Disamping itu pula yang bersifat demikian hanya sedikit
sekali.

Dengan demikian bahwa tertib surah itu bersifat tauqifi seperti halnya tertib ayat-ayat.
Wallahu a'lam.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

77



Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

78

Turunnya Al-Quran Dengan 7 Huruf
Kode UQ/A/10
Pokok-pokok Materi :
1. Pengantar Tujuh Huruf dalam Al-Quran
2. Riwayat diturunkannya tujuh huruf dalam Al-Quran
3. Pengertian Tujuh Huruf dan perbedaan Pendapat seputarnya
4. Hikmah diturunkannya Al-Quran dalam tujuh huruf

1. PENGANTAR TUJUH HURUF DALAM AL-QURAN

Orang Arab mempunyai aneka ragam lahjah (dialek) yang timbul dari fitrah mereka
dalam langgam, suara dan huruf-huruf sebagaimana diterangkan secara komprehensip dalam
kitab-kitab sastra. Setiap kabilah mempunyai irama sendiri dalam mengucapkan kata-kata yang
tidak dimiliki oleh kabilah-kabilah lain.
Namun kaum quraisy mempunyai faktor-faktor yang menyebabkan bahasa mereka
lebih unggul daiantara cabang-cabang bahasa arab lainnya. Yang antara lain karena tugas
mereka menjaga Baitullah, menjamu para jema'ah haji, memakmurkan masjidil Haram dan
menguasai perdagangan. Oleh sebab itu, semua suku bangsa arab menjadikan bahasa quraisy
sebagai bahasa induk bagi bahasa-bahasa mereka karena adanya karak teristik-karakteristik
tersebut. Dengan demikian wajarlah jika Qur'an diturunkan dalam logat quraisy, kepada
Rasullah yang quraisy pula untuk mempersatukan bangsa arab dan mewujudkan kemukjizatan
Qur'an ketika mereka gagal mendatangkan satu surah yang seperti Qur'an.
Apa bila orang arab berbeda lahjah dalam pengungkapan sesuatu makna dengan
perbedaan tertentu, maka Qur'an yang diturunkan kepada Rasul-Nya, Muhammad ,
menyempurnakan makna kemukjizatannya karena ia mencakup semua huruf dan wajah qiraah
pilihan diantara lahjah-lahjah itu. Dan ini merupakan salah satu sebab yang memudahkan
mereka untuk membaca , menghafal dan memahaminya.

2. RIWAYAT / DALIL DITURUNKANNYA AL-QURAN DENGAN TUJUH HURUF

Nash-nash sunah cukup banyak mengemukakan hadis mengenai turunnya Qur'an
dengan tujuh huruf. Diantaranya :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

79

a. Dari Ibn Abbas, ia berkata : "Rasulullah berkata: 'Jibril membacakan (Qur'an) kepadaku
dengan satu huruf. Kemudian berulang kali aku mendesak dan meminta agar huruf itu
ditambah, dan iapun menambahnya kepadaku sampai dengan tujuh huruf." (HR
Bukhori Muslim)
b. Dari Ubai bin Ka'ab: "Ketika Nabi berada didekat parit Bani Ghafar, ia didatangi jibril
seraya berkata: 'Allah memerintahkanmu agar membacakan Qur'an kepada umatmu
dengan sau huruf,' ia menjawab : 'Aku mohon kepada Allah ampunan dan meghfirah-
Nya, karena umatku tidak dapat melaksanakan perintah itu,' kemudian jibril datang
lagi untuk yang kedua kalinya dan berkata : 'Allah memerintahkanmu agar
membacakan Qur'an kepada umatmu dengan dua huruf,' Nabi menjawab : 'Aku
memohon kan kepada Allah ampunan dan maghfirahNya umatku tidak kuat
melaksanakannya.' Jibril datang lagi untuk yang ketiga kalinya, lalu mengatakan : 'Allah
memerintahkanmu agar membacakan Qur'an kepada umatmu dengan tiga huruf,'
jawab Nabi : 'Aku memohon kepada Allah ampunan dan MaghfirhNya, sebab umatku
tidak kuat melaksanakannya.' Kemudian jibril datang lagi untuk yang ketiga kalinya
seraya berkata : ' Allah memerintahkanmu agar membacakan Qur'an kepada umatmu
dengan tujuh huruf,' dengan huruf mana saja mereka membaca, mereka tetap benar."'
( HR Muslim)
Catatan : Hadis-hadis yang berkenaan dengan hal diatas amat banyak jumlahnya dan sebagian
besar telah diselidiki oleh Ibn Jarir didalam pengantar tafsirnya. As-Suyuti menyebutkan bahwa
hadis-hadis tersebut diriwayatkan dari dua puluh orang sahabat. Abu 'Ubaid al Qasim bin
Salam menetapkan kemutawatiran hadis mengenai turunnya Qur'an dengan tujuh huruf.

3. PERBEDAAN PENDAPAT TENTANG PENGERTIAN TUJUH HURUF

Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan tujuh huruf ini dengan perbedaan
yang bermacam-macam. hingga Ibn Hayyan mengatakan : 'Ahli ilmu berbeda pendapat tentang
arti kata tujuh huruf menjadi tiga puluh lima pendapat." namun kebanyakan pendapat itu
bertumpang tindih. Disini kami akan kemukakan beberapa pendapat diantaranya yang
dianggap paling mendekati kebenaran.

Pendapat Pertama : bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf ialah tujuh macam bahasa
dari bahasa-bahasa Arab mengenai satu makna;
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

80


Dengan pengertian jika bahasa mereka berbeda-beda dalam mengungkapkan satu
makna, maka Qur'an pun diturunkan dengan sejumlah lafal sesuai dengan ragam bahasa
tersebut tentang makna yang satu itu. Dan jika tidak terdapat perbedaan, maka Qur'an hanya
mendatangkan satu lafaz atau lebih saja. Ini adalah pendapat sebagian besar ulama.

Pendapat Kedua : bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf ialah tujuh macam bahasa dari
bahasa-bahasa arab dengan nama Qur'an diturunkan, dengan pengertian bahwa kata-kata
dalam Qur'an secara keseluruhan tidak keluar dari ketujuh macam bahasa tadi.
Yaitu bahasa paling fasih diantara kalangan bangsa arab. Meskipun sebagian besarnya
dalam bahasa Quraisy. Sedang sebagian yang lain dalam bahasa Huzail, Saqif, Hawazin ,
Kinanah, Tamim atau Yaman; karena itu maka secara keseluruhan Qur'an mencakup ketujuh
macam bahasa tersebut.
Catatan : Pendapat ini berbeda dengan pendapat sebelumnya, karena yang dimaksud dengan
tujuh huruf dalam pendapat ini adalah tujuh huruf yang bertebaran diberbagai surah Qur'an.
Bukan tujuh bahasa yang berbeda dalam kata tetapi sama dalam makna.

Pendapat Ketiga : bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf adalah tujuh wajah
(bentuk/tema), yang meliputi : amr (perintah), nahyu (larangan), wa'd (janji), wa'id (ancaman),
jadal (perdebatan), qasas (cerita), dan masal (perumpamaan). Atau amr, nahyu, halal, haram
,muhkam, mutasyabih dan amsal.

Pendapat Keempat : Segolongan ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tujuh
huruf ialah : tujuh macam hal yang diantaranya terjadi ihtilaf (perbedaan) dalam tata bahasa.
Tujuh ikhtilaf dalam tata bahasa tersebut meliputi :
1) Ikhtilaful asma'(perbedaan kata benda): dalam bentuk mufrad, muzakkar dan cabang-
cabangnya, seperti tasniyah, jamak dan ta'nis.
2) Perbedaan dalam segi I'rab (harakat akhir kata),
3) Perbedaan dalam tasrif,
4) Perbedaan dalam taqdhim (mendahulukan) dan takhir (mengakhirkan) ,
5) Perbedaan dalam segi ibdal (penggantian), baik penggantian huruf dengan huruf,
maupun penggantian pada sedikit perbedaan mahraj atau tempat keluar huruf.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

81

6) Perbedaan karena ada penambahan dan pengurangan. Ihtilaf dengan penambahan
(ziyadah) misalnya firman Allah: "Wa 'aaddalahum jannatin tajri tahtahal anhar" (at
Taubah:100) yang dibaca juga "Min tahƟhal anhar" dengan tambahan "Min" ,
keduanya merupakan qiraat yang mutawatir.
7) Perbedaan lahjah seperti bacaan tafkhim (menebalkan) dan tarqiq (menipiskan), fatah
dan imalah , idzhar dan idgham, hamzah dan tashil, isyman dll.

Pendapat Kelima : bahwa yang dimaksud bilangan tujuh itu tidak diartikan secara harfiah
(maksudnya bukan bilangan antara enam dan delapan), tetapi bilangan tersebut hanya sebagai
lambang kesempurnaan menurut kebiasaan orang arab.
Dengan demikian, maka kata tujuh adalah isyarat bahwa bahasa dan susunan Qur'an
merupakan batas dan sumber utama bagi perkataan semua orang arab yang telah mencapai
puncak kesempurnaan tertinggi. Sebab lafaz sab'ah (tujuh) dipergunakan pula untuk
menunjukkan jumlah banyak dan sempurna dalam bilangan satuan , seperti kata tujuh puluh'
dalam bilangan bilangan puluhan, dan 'tujuh ratus' dalam ratusan. Tetapi kata-kata itu tidak
dimaksudkan untuk menunjukkan bilangan tertentu.

Pendapat Keenam : Segolongan ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf
tersebut adalah qiraat tujuh.
Pendapat ini dapat dijawab bahwa Qur'an itu bukanlah qiraat. Qur'an adalah wahyu
yang diturunkan kepada Muhammad sebagai bukti risalah dan mukjizat. Sedang qiraat adalah
perbedaan dalam cara mengucapkan lafal-lafal wahyu tersebut, seperti meringankan (takhfif),
memberatkan (tasqil) membaca panjang dan sebagainya.
Nampaknya apa yang menyebabkan mereka terperosok kedalam kesalahan ini ialah
adanya kesamaan "bilangan tujuh" (dalam hadis ini dengan qiraat yang populer), sehingga
permasalahannya menjadi kabur bagi mereka;

Catatan :Setelah menganalisa beberapa pendapat di atas Mannaul Qathan mengatakan : "
Dengan demikian , jelaslah bahwa pendapat pertama yang menyatakan bahwa yang dimaksud
dengan tujuh huruf adalah tujuh bahasa dari bahasa orang arab mengenai satu makna yang
sama adalah pendapat yang sesuai dengan zahir nas-nas dan didukung oleh bukti-bukti yang
sahih. "

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

82

4. HIKMAH TURUNNYA QUR'AN DENGAN TUJUH HURUF

Hikmah turunnya al-Quran dalam tujuh huruf dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) Untuk memudahkan bacaan dan hafalan bagi bangsa yang ummi, tidak bisa baca tulis, yang
setiap kabilahnya mempunyai dialek masing-masing, namun belum terbiasa menghafal
syari'at, apa lagi mentradisikannya.
2) Bukti kemukjizatan Qur'an bagi naluri atau watak dasar kebahasan orang arab. Qur'an
mempunyai banyak pola susunan bunyi yang sebanding dengan segala macam cabang dialek
bahasa yang telah menjadi naluri bahasa orang-orang arab, sehingga setiap orang arab dapat
mengalunkan huruf-huruf dan kata-katanya sesuai dengan irama yang telah menjadi watak
dasar mereka dan lahjah kaumnya, dengan tetap keberadaan Qur'an sebagai mukjizat yang
ditantangkan Rasulullah kepada mereka. Dan mereka tidak mampu menghadapi tantangan
tersebut. Sekalipun demikian, kemukjizatan itu bukan terhadap bahasa melainkan terhadap
naluri kebahasaan mereka itu sendiri.
3) Kemukjizatan Qur'an dalam aspek makna dan hukum-hukumnya. Sebab perubahan-
perubahan bentuk lafaz pada sebagian huruf dan kata-kata memberikan peluang luas untuk
dapat disimpulkan dari padanya bebagai hukum. Hal inilah yang mentebabkan Qur'an relevan
untuk setiap masa. Oleh karena itu, para fuqaha dalam istinbat (penyimpulan hukum) dan
ijtihad berhujjah dengan qiraat bagi ketujuh huruf ini.

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

83

Qiraat & Qurro'
Kode Materi : UQ/A/11

Pokok-pokok Materi :
1. Pengertian Qiroat
2. Sejarah Perkembangan Ilmu Qiro'at
3. Ragam Qiro'at dan Hukum-hukumnya
4. Profil Tujuh Qurro' yang Masyhur
5. Hikmah adanya Perbedaan dalam Qiroah Sab'ah

1. PENGERTIAN QIROAT

Al-Qira'aat adalah jamak dari kata qiro'ah yang berasal dari qara'a - yaqra'u - qirâ'atan.
Menurut istilah qira'at ialah salah satu aliran dalam pelafalan/pengucapan Al-Qur'an yang
dipakai oleh salah seorang imam qura' yang berbeda dengan lainnya dalam hal ucapan Al-
Qur'anul Karim. Qira'at ini berdasarkan sanad-sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW.

2. SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU QIRO'AT

Para sahabat mempelajari cara pengucapan Al-Quran langsung dari Rasulullah SAW, bahkan
beberapa dari 'secara resmi' direkomendasikan oleh Rasulullah SAW sebagai rujukan sahabat
lainnya dalam pengucapan Al-Quran.
• Dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah SAW bersabda : " Ambillah (belajarlah) Al-
Quran dari empat orang : Abdullah bin Mas'ud, Salim, Muadz, dan Ubai bin Ka'b " (HR
Bukhori)
• Rasulullah SAW juga bersabda : " Barang siapa yang ingin membaca Al-Quran benar-
benar sebagaimana ia diturunkan, maka hendaklah membacanya seperti bacaan Ibnu
Ummi Abd (Abdullah bin Mas'ud)
Diantara sahabat yang populer dengan bacaannya adalah: Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib,
Ubay bin Ka'b, Zaid bin Tsabit, Abu Darda, Ibnu Mas'ud, dan Abu Musa al-Asy'ary. Dari mereka
inilah kebanyakan para sahabat dan tabi'in di seluruh daerah belajar. Kemudian para tabi'in
tersebut menyebar di kota-kota besar pemerintahan Islam, diantaranya adalah :
a) Madinah : Ibnu Musayyib, Urwah, Salim, dan Umar bin Abdul Aziz
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

84

b) Mekah : Ubaid bin Umair, Atho' bin Abi Robah, Thowus, Mujahid, Ikrimah
c) Kufah : ilqimah, al-aswad, masruq, ubaidah, dll
d) Bashroh : abu aliyah, abu roja', qotadah, ibnu siirin
e) Syam : al-mughiroh, shohib utsman, dll

Kemudian pada masa tabi'in awal abad 1 Hijriyah, beberapa kelompok mulai sungguh-sungguh
menata tata baca dan pengucapan al-Quran hingga menjadi ilmu tersendiri sebagaimana ilmu-
ilmu syariah lainnya. Kemudian muncul pula madrasah-madrasah qiro'ah yang mempelajai
ilmu tersebut, yang akhirnya memunculkan keberadaan para qurro', yang hingga hari ini qiroat
qur'an banyak disandarkan kepada mereka, khususnya imam qurro yang tujuh.

3. RAGAM QIRO'AT & HUKUM-HUKUMNYA

Sebenarnya Imam atau guru Qiraat itu jumlahnya banyak hanya sekarang yang populer adalah
tujuh orang. Qiraat tujuh orang imam ini adalah qiraat yang shahih dan memenuhi syarat-syarat
disebut qiroaat yang shoih. Syarat tersebut antara lain :


1) Muwafawoh bil Arobiyah ( sesuai dengan bahasa arab)
2) Muwafaqoh bi ahad rosm utsmani ( sesuai dengan salah satu penulisan mushaf Utsmani)
3) Shihhatus Sanad ( bersandarkan dari sanad atau riwayat yang shohih / kuat)

Dengan ketentuan-ketentuan di atas, kemudian para ulama membagi qiro'at menjadi beberapa
jenis dilihat dari layak tidaknya untuk diikuti :

1) Mutawatir ; yaitu qiraat yang dinukil oleh sejumlah besar periwayat yang tidak
mungkin bersepakat untuk berdusta , dari sejumlah orang yang seperti itu dan
sanadnya bersambung hingga penghabisannya, yakni Rasulullah Saw. Juga sesuai
dengan kaidah bahasa arab dan rasam Ustmani
2) Masyhur, yaitu qiraat yang sahih sanadnya tetapi tidak mencapai derajat mutawatir,
sesuai dengan kaidah bahasa arab dan rasam Ustmani serta terkenal pula dikalangan
para ahli qiraat sehingga tidak dikategorikan qiraat yang salah atau syaz. qiraat macam
ini dapat digunakan.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

85

3) Ahad, yaitu qiraat yang sahih sanadnya tetapi menyalahi rasam Ustmani, menyalahi
kaidah bahasa Arab, atau tidak terkenal. Qiraat macam ini tidak dapat diamalkan
bacaanya.
4) Syaz, yaitu qiraat yang tidak sahih sanadnya.
5) Ma'udu, yaitu qiraat yang tidak ada asalnya.
6) Mudraj, yaitu yang ditambahkan ke dalam qiraat sebagai penafsiran (penafsiran yang
disisipkan ke dalam ayat Quran)

Keempat macam terakhir ini tidak boleh diamalkan bacaannya.

4. QARI TUJUH YANG MASYHUR

Para Qari yang hafal Al-Qur'an dan terkenal dengan hafalan serta ketelitiannya, dan
menyampaikan qira'at kepada kita sesuai dengan yang mereka terima dari sahabat Rasulullah
SAW. Qira'at yang mutawatir semuanya kita kutip dari para qari yang hafal Al-Qur'an dan
terkenal dengan hafalan serta ketelitiannya.
Mereka ialah imam-imam qira'at yang masyhur yang meyampaikan qira'at kepada kita
sesuai dengan yang mereka terima dari sahabat Rasulullah SAW. Mereka memiliki keutamaan
ilmu dan pengajaran tentang kitabullah Al-Qur'an sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Sebaik-baiknya orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan
mengajarkannya".

Berikut sekilas tentang profil mereka :

1) Ibnu 'Amir (118 H)
Nama lengkapnya adalah Abdullah al-Yahshshuby seorang qadhi di Damaskus pada
masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah
seorang tabi'in, belajar qira'at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab al-Mahzumy dari Utsman bin
Affan dari Rasulullah SAW. Beliau Wafat di Damaskus pada tahun 118 H. Orang yang menjadi
murid, dalam

2) Ibnu Katsir (120 H)
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

86

Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdullah Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky, ia
adalah imam dalam hal qira'at di Makkah, ia adalah seorang tabi'in yang pernah hidup
bersama shahabat Abdullah ibnu Jubair. Abu Ayyub al-Anshari dan Anas ibnu Malik, dia wafat
di Makkah pada tahun 120 H. Perawinya dan penerusnya adalah al-Bazy wafat pada tahun 250
H. dan Qunbul wafat pada tahun 291 H.

3) 'Ashim al-Kufy (128 H)
Nama lengkapnya adalah 'Ashim ibnu Abi an-Nujud al-Asady. Disebut juga dengan Ibnu
Bahdalah. Panggilannya adalah Abu Bakar, ia adalah seorang tabi'in yang wafat pada sekitar
tahun 127-128 H di Kufah. Kedua Perawinya adalah; Syu'bah wafat pada tahun 193 H dan
Hafsah wafat pada tahun 180 H.

4) Abu Amr (154 H)
Nama lengkapnya adalah Abu 'Amr Zabban ibnul 'Ala' ibnu Ammar al-Bashry, sorang
guru besar pada rawi. Disebut juga sebagai namanya dengan Yahya, menurut sebagian orang
nama Abu Amr itu nama panggilannya. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H. Kedua
perawinya adalah ad-Dury wafat pada tahun 246 H. dan as-Susy wafat pada tahun 261 H.
.
5) Hamzah al-Kufy (156 H)
Nama lengkapnya adalah Hamzah Ibnu Habib Ibnu 'Imarah az-Zayyat al-Fardhi ath-
Thaimy seorang bekas hamba 'Ikrimah ibnu Rabi' at-Taimy, dipanggil dengan Ibnu 'Imarh,
wafat di Hawan pada masa Khalifah Abu Ja'far al-Manshur tahun 156 H. Kedua perawinya
adalah Khalaf wafat tahun 229 H. Dan Khallad wafat tahun 220 H. dengan perantara Salim.

6) Imam Nafi. (169 H)
Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi' ibnu Abdurrahman ibnu Abi Na'im al-
Laitsy, asalnya dari Isfahan. Dengan kemangkatan Nafi' berakhirlah kepemimpinan para qari di
Madinah al-Munawwarah. Beliau wafat pada tahun 169 H. Perawinya adalah Qalun wafat pada
tahun 12 H, dan Warasy wafat pada tahun 197 H.

7) Al-Kisaiy (189 H)
Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Hamzah, seorang imam nahwu golongan Kufah.
Dipanggil dengan nama Abul Hasan, menurut sebagiam orang disebut dengan nama Kisaiy
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

87

karena memakai kisa pada waktu ihram. Beliau wafat di Ranbawiyyah yaitu sebuah desa di
Negeri Roy ketika ia dalam perjalanan ke Khurasan bersama ar-Rasyid pada tahun 189 H.
Perawinya adalah Abul Harits wafat pada tahun 424 H, dan ad-Dury wafat tahun 246 H.
Syathiby mengatakan: "Adapun Ali panggilannya Kisaiy, karena kisa pakaian ihramnya, Laits
Abul Haris perawinya, Hafsah ad-Dury hilang tuturnya.

5. HIKMAH PERBEDAAN DALAM QIROAH SAB'AH

Dalam perbedaan di antara qiroah-qiroah yang shahih, kita dapatkan hikmah sebagai berikut :

1) Bukti yang jelas tentang keterjagaan Al-Quran dari perubahan dan penyimpangan,
meskipun mempunyai banyak qiroat tetapi tetap terpelihara.
2) Keringanan bagi umat serta kemudahan dalam membacanya.
3) Membuktikan kemukjizatan Al-Quran, karena dalam qiroat yang berbeda ternyata bisa
memunculkan istinbat jenis hukum yang berbeda pula.
Contoh dalam masalah ini adalah lafadhz : " wa arjulakum" dalam Al-Maidah ayat 6, yang
juga bisa dibaca dalam qiroah lain dengan "wa arjulikum ". Maka yang pertama
menunjukkan hukum mencuci kedua kaki dalam wudhu. Sementara yang kedua
menunjukkan hukum mengusap ( al-mash) kedua kaki dalam khuf atau sejenis sepatu.
4) Qiroat yang satu bisa ikut menjelaskan / menafsirkan qiroat lain yang masih belum jelas
maknanya.
Contoh masalah ini : dalam surat Jumat ayat 9, lafal " Fas'au ", asli katanya berarti
berjalanlah dengan cepat, tetapi ini kemudian diterangkan dengan qiroat lain : "
famdhou" yang berarti pergilah , bukan larilah.

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

88

TAJWID & TILAWAH
Kode Materi : UQ/A/12

Pokok-pokok Materi :
1. Pengantar Singkat Ilmu Tajwid
2. Kesalahan-kesalahan pada Praktek Tajwid
3. Keutamaan Tilawah
4. Adab Tilawah

1. PENGANTAR SINGKAT ILMU TAJWID

Dalam pengantar singkat ilmu tajwid ini, akan kita bahas beberapa hal antara lain : Pengertian
Tajwid, Keutamaan Tajwid, Hukum Tajwid serta Objek Pembahasan Ilmu Tajwid.

a. Pengertian Tajwid & Ilmu Tajwid
Tajwid secara bahasa artinya at-tahsiin wal ijaadah : baik dan membaguskan. Secara
Istilah Tajwid berarti :
,,, , ,·,- ,,- .=·¸ ,· ,,- . , ·-,- ¸¸ ,- ·_ , ·.' . ·, ¸= .,= ,
.´ ., ,·¸ ., .· ., ,¸ _· ¸· ··,· ¸¯ _· .
Tajwid adalah : Memberikan setiap huruf hak-haknya dan susunannya, mengembalikan
huruf pada makhrojnya dan asalnya, menghaluskan pelafalan pada kondisi yang
sempurna, tanpa berlebihan dan pembebanan.

Sedangkan ilmu tajwid diartikan sebagai : ilmu yang menjelaskan hukum-hukum dan
kaidah-kaidah yang harus dijaga pada saat membaca Al-Quran, sesuai dengan apa yang
dipraktekkan kaum muslimin, dari generasi ke generasi , dari Rasulullah SAW.

b. Keutamaan Tajwid
Allah SWt berfirman :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

89

' = ¸, ¸-' .,- ,¯ ·· _·· ,· ·· ` ·,` - ¸, .,- .,·_ , ¸ ,··,` -
,·, ·, ¸¸ ,¯· = , ' ,·, . ·· .,
Artinya : Allah Telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang
serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang
yang takut kepada Tuhannya, Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu
mengingat Allah. (QS Az-Zumar 23)

Pada ayat di atas diisyaratkan bahwasanya Al-Quran idealnya dibaca dengan benar, baik
agar bisa mempengaruhi hati mereka yang mendengarnya. Sebaliknya, jika al-quran
dibaca dengan seenaknya, maka tidak akan berpengaruh apapun bagi hati yang
mendengarnya.

Rasulullah SAW bersabda : " seorang yang pandai membaca Al-Quran akan bersama
malaikat yang mulia, sedangkan yang membaca Quran dengan terbata-terbata dan
kesusahan, maka baginya ada dua pahala " (HR Bukhori & Muslim)

c. Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid
Para ulama Tajwid bersepakat bahwa setiap muslim dituntut untuk mempelajari hukum-
hukum tilawah, dan memperhatikannnya ketika sedang membaca al-quran. Sedangkan
lalai dalam masalah ini – tanpa udzur syar'I yang bisa diterima- adalah berdosa.

d. Objek Pembahasan Ilmu Tajwid

Objek pembahasan dalam Ilmu Tajwid, secara garis besar meliputi :
• Hukum-hukum berkaitan dengan Nun ( Ahkamu an-Nuun)
• Hukum-hukum berkaitan dengan Hamzah ( ahkaamu alhamzah)
• Tata Cara Berhenti ( Kaifiyah Al-Waqf )
• Makhorijul Huruf ( Tempat Keluar Huruf)
• Sifat-sifat Huruf
• Ahkamul Mad ( Panjang Pendek Harokah)


Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

90

2. KESALAHAN-KESALAHAN DALAM PRAKTEK TAJWID

Kesalahan dalam praktek tajwid , secara umum bisa dibagi menjadi dua bagian besar :
a. Kesalahan Al-Lahn ( Kekurangan dalam pelafalan /tanpa tajwid)
Kesalahan al-lahn dibagi menjadi dua bagian ;
• yang pertama adalah kesalahan Al-Jaliyy (yang Jelas) yaitu kesalahan pelafalan /
tajwid yang diketahui oleh banyak orang awam secara umum. Misalnya adalah :
salah dalam harokat ( I'rob), atau salah dalam tashrif.
• Yang kedua adalah kesalahan Al-Khofiyy (tersembunyi), yang tidak diketahui
kecuali oleh mereka yang bergelut lama di ilmu tajwid atau pakar di bidang
Qiro'at. Seperti dalam masalah makhorijul huruf dan sifat-sifatnya.

b. Berlebihan dalam Tajwid ( Mubalaghoh wa Ifrooth)
Berlebihan dalam pengucapan dan pelafalan Al-Quran juga sama bahayanya dengan
meninggalkan tajwid. Berikut contoh-contoh kesalahan yang berhubungan dengan
berlebihan dalam pengucapan al-Quran :
• At-Tar'iid : pembacaan al-quran dengan bergetar secara berlebihan, bagaikan
orang yang menggigil kedinginan atau menahan sakit.
• At-Tarqish : berhenti dan diam pada tempat berhenti, untuk kemudian
melanjutkan harokah dengan cepat seperti lari dari musuh atau terkejut.
• At-Tathriib : pembacaan seperti musik, khususnya memanjangkan secara
berlebihan pada huruf mad
• At-Tahziin : membaca al-Quran dengan nada sedih yang berlebihan dan hampir-
hampir menangis berlebihan
• At-Tardiid : pengulangan ayat terakhir yang dibaca seorang qori' oleh sekumpulan
orang yang mendengarkannya.

3. KEUTAMAAN TILAWAH

Tilawah Al-Quran adalah ibadah sunnah yang mempunyai banyak keutamaan, diantaranya
yang digambarkan dalam hadits sebagai :

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

91

a) Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda : " Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang,
yaitu seorang yang diberikan Allah harta lalu ia menginfakkannya siang dan malam,
dan seorang yang diberikan Allah al-quran, lalu ia membacanya siang dan malam " (HR
Bukhori dan Muslim)
b) Dari Ibnu Mas'ud , Rasulullah SAW bersabda : " Barang siapa yang membaca satu
huruf dai kitabullah maka baginya satu kebaikan, dan setiap satu kebaikan
dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipatnya " (HR Tirmidzi)
c) Dari Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda : " Bacalah Al-Quran , karena ia akan
datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi pembacanya " (HR Muslim)

4. ADAB TILAWAH

Dianjurkan bagi orang yang membaca Quran memperhatikan hal-hal berikut :
a) Hendaknya membaca Quran dalam keadaan berwudlu, karena ia termasuk dzikir yang
paling utama, meskipun boleh membacanya bagi orang yang berhadast.
b) Membacanya hanya di tempat yang bersih dan suci, untuk menjaga keagungan Al-
Quran.
c) Membacanya dengan khusyuk, tenang dan bersahaja.
d) Bersiwak (membersihkan mulut) sebelum mulai membaca.
e) Membaca taáwwuz (audzu billahi minasysyaitanir rajim) pada permulaannya,
berdasarkan firman Allah SWT :
· , · . ' , · . ¯` , · ` · · , ¸ · . =` ,` ,, -` , , - ,
" dan jika engkau membaca Al-Quran maka berlindunglah kepada Allah dari syaitan
yang terkutuk " (QS An-Nahl 98)
f) Membaca basmalah pada permulaan setiap surah, kecuali surah Al-Baraáh.
g) Membacanya dengan tartil yaitu dengan pelan dan terang serta memberikan setiap
huruf haknya (betul makhrajul hurf dan tajwidnya), seperti panjangnya, idgamnya, dsb.
Allah SWT berfirman :
¸` _ , . ¯` , , ` , , . ,
" Dan bacalah Al-Quran secara tartil " (QS Muzammil 4)

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

92

Karena itulah dalam beberapa haditsnya, Rasulullah membatasi keinginan
sahabat yang ingin mengkhatamkan Al-Quran dengan cepat. Dari Ibnu Umar, ia
bertanya pada Rasulullah SAW : Ya Rasulullah, berapa lama aku seharusnya
mengkhatamkan Al-Quran ? .Rasulullah menjawab : dalam satu bulan. Ia berkata : aku
kuat kurang dari itu, maka terus saja Abu Musa minta lebih kurang dari itu, hingga
Rasulullah SAW menjawab : bacalah dalam tujuh hari. Ia menjawab : aku kuat kurang
dari itu . Maka Rasulullah SAW bersabda : " Tidak akan paham (Al-Quran), orang yang
mengkhatamkan Al-Quran kurang dari tiga hari " ( HR Abu Daud)

h) Memikirkan dan mentadabburi ayat-ayat yang dibacanya. Sesuai perintah Allah dalam
firmannya :
· ' .,` ,` , , . ¯` , ` · ' _ · ¸ ., · · ' , , ·. ,
"Apakah mereka tidak mentadabburi al-Quran ataukah pada hati mereka ada
gembok-gemboknya ? " (QS Muhammad 24)
i) Meresapi makna dan maksud ayat-ayat Quran yang berhubungan dengan janji dan
ancaman.
j) Membaguskan suara karena itu akan lebih berasa di hati . Rasulullah SAW bersabda :
Hiasilah Al-Quran dengan suaramu (HR Ibnu Hibban )
k) Mengeraskan bacaan jika dianggap lebih baik dan tidak menimbulkan riya.


-----ooo0000ooo--------

Alhamdulillah, atas rahmat dan kemudahan dari Allah SWT
Selesai pembahasan ulumul qur'an (I) untuk semester satu
semoga bermanfaat






Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

93



Daftar Referensi

1. Terjemah Kitab " Mabahits fi Uluumil Qur'an " karya Manna'ul Qatthan
2. Bagaimana berinteraksi dengan Al-Quran karya Dr. Yusuf Qaradhawi
3. Kitab " At-Tibyan fii Uluumil Qur'an " oleh Muhammad Ali As-Shobuni
4. Kitab " Al- Adhwa ala ulumil quran " oleh Dr. Abdul Aziz Saqor
5. Kitab " Manahilul Irfan " oleh Syaikh Az-Zarqooni
6. Kitab " Jam'u Al-Jadawil " oleh Syeikh Jasim Al-Muhalhil
7. Makalah : " Tadwin Al-Qur'an, asy-syubuhaat wa ar-rodd alaihi ", Hatta Syamsuddin
8. Situs-situs Islam dalam negri dan timur tengah.


Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

PENGANTAR MODUL

lumul Qur'an adalah sebuah metode yang lengkap dan menyeluruh untuk membuka pintu awal dari kedalaman kandungan l-Quran. Karenanya, umat slam secara umum,

ataupun secara khusus bagi mahasiswa muslim yang merindukan interaksi lebih mendalam dengan l-Quran, secara otomatis akan dituntut untuk mempelajari lumul Quran. ntuk menjawab tuntutan tersebut, maka sangat dibutuhkan pengajaran lumul

Quran pada mahasiswa muslim sebagai bekal awal dalam berinteraksi lebih lanjut dengan lQuran. Sebuah pengajaran yang sistematis, sederhana namun tidak kehilangan inti

pembahasan ulumul quran. Modul ini adalah salah satu usaha riil untuk menjawab tuntutan tersebut, sekaligus sebagai sebuah bentuk tanggung jawab saya ketika menyampaikan materi lumul Qur'an di kelas dirosah Pesantren Mahasiswa r-Royan semester pertama ini. Bentuk tanggung jawab, karena saya tidak ingin apa yang saya sampaikan dari lmu yang mulia ini hilang begitu saja atau disalah pahami oleh mahasiswa, hanya karena salah dalam mencatat, atau kurang konsentrasi di perkuliahan. Saya mengharapkan, modul ini tidak sekedar menjadi teman menjelang ujian, tapi lebih dari itu menjadi amanah bagi para santri santriwati dipahami, dikembangkan lalu diajarkan di tengah masyarakat di kemudian hari. Modul ini sejujurnya hanya sekedar "ringkasan" dari sebuah Kitab lumul Qur'an yang terkenal di dunia akademisi di Timur Tengah, yaitu Mabahits fii Ulumul Qur'an karya Syeikh Manna'ul Qatthan, yang penyusun berkesempatan mempelajarinya di semester pertama perkuliahan di Sudan. walnya saya ingin menyarankan agar para santri menggunakan lumul Qur'an ini, namun saya untuk

terjemahan buku ini sebagai rujukan utama di mata kuliah

menyadari dari sisi biaya yang cukup merepotkan, plus bahasa terjemahan yang terkadang membingungkan, belum lagi gaya bahasa khas timur tengah yang panjang dan naratif, membuat saya berpikir bahwa para santri akan kerepotan. palagi jika melihat kesibukan

mereka juga di perkuliahan umumnya sehari-hari. Maka akhirnya muncullah ide untuk membuat ringkasan dari terjemahan Kitab tersebut, tentu saja ditambah beberapa catatan, tambahan dan penyesuaian yang didapat dari referensi lumul Quran yang lain.

2

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

khirnya, terima kasih penyusun ucapkan terima kasih pada segenap jajaran pimpinan dan pengurus Pesma rroyan atas kerja sama dan kepercayaannya selama ini, juga kepada seluruh santri santriwati yang selalu memberi inspirasi dan motivasi bagi penyusun untuk terus berkarya. Modul ini bisa digandakan sebanyak mungkin, dan tidak untuk dijualbelikan. Penyusun akui, karena terbatasnya waktu maka masih banyak "PR" di kemudian hari untuk menyempurnakan Modul ini. Segala kritik dan saran bisa di kirimkan ke

ibnu_kamal@yahoo.com.

Solo,

anuari

Hatta Syamsuddin, Lc www.hattasyamsuddin.blogspot.com

3

Pengertian Wahyu b. Karakteristik l-Quran a. Sejarah dan Latar Belakang c. Pengertian 'jaz dan Mukjizat b. c. Metode mengetahui asbabun nuzul sbabun uzuul c. Pengantar lumul Quran POKOK-POKOK MATERI rti lumul Quran b. Proses turunnya wahyu llah pada Rasul. Pengertian dan Perbedaan yat Mekah dan Madinah b. Tahapan turunnya l-Quran Turunnya l-Quran b. Tentang l-Quran c. adits Qudsi d. Tuduhan orientalis seputar wahyu dan bantahannya a. Makna l-Quran b. Perbedaan l-Quran dengan Mukjizat Lainnya d. bjek Pembahasan lumul Quran : a. Pengertian asbabun nuzul b. Perkembangan lumul Quran d. ikmah turunnya l-Quran secara berangsur-angsur a. ikmah mengetahui asbabun nuzul d. b. Pembagian enis Mukjizat Mukjizat l-Quran c. Proses turunnya wahyu melalui ibril as d.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a SILABUS MATERI ULUMUL URAN NO TEMA a. ikmah Manfaat mengetahui Makkiyah & Madaniyah Yang Pertama dan Terakhir turun dari lQuran a. Berbagai permasalahan berkaitan asbabun nuzul 4 . yat yang pertama turun dan perbedaan pendapat yat yang terakhir turun dan perbedaan pendapat ikmah dan manfaat dari pembahasan ini ama dan Sifat-sifat l-Quran a. Perbedaan dengan adits abawi . Sisi Mukjizat l-Quran a. Kekhususan dan ciri-ciri ayat Makkiyah& Madaniyah c.ya Tentang Wahyu c.

Perbedaan pendapat ulama seputar pengertian dengan Tujuh uruf tujuh huruf d. Kesalahan dalam Praktek Tajwid c. ikmah dari turunnya l-Quran dengan tujuh huruf a. dab Tilawah 5 . Dalil diturunkannya l-Quran dengan tujuh uruf Turunnya l-Quran c. Pengertian am'ul Quran Pengumpulan l-Quran b. Keutamaan Tilawah d. Latar Belakang Pembahasan b.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a a. Tiga Tahapan Pengumpulan l-Quran c. Penertiban yat dan Surat a. Pengantar Singkat lmu Tajwid Tajwid dan dab Tilawah b. ikmah keragaman Qiroat l-Quran a. Sejarah & Perkembangan lmu Qiroat Qiroat (Tata Baca) lc. Macam-macam Tata Baca (Qiroat) l-Quran Quran dan para hlinya d. Profil Tujuh Qurro' yang Masyhur e. Pengertian Qiroat b.

Wahyu. Meliputi : Makna Quran. c. yat Mekkah dan Madinah. l-Muhkam wal Mutasyaabih dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Qur`an. pengumpulan dan penertiban Qur`an. n.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Pengantar Ulumul uran Kode : Q Pokok-pokok Materi : . Turunnya l-Quran. yang dimaksud dengan u`luumul qu`ran ialah ilmu yang membahas masalahmasalah yang berhubungan dengan l-Quran dari segi asbaabu nuzuul. Tabi'in. dst. Karakteristik l-Quran. Pengertian lumul Quran . adi. dan perkembangan selanjutnya lengkap dengan nama-nama ulama dan karangannya di bidang ulumul quran di setiap zaman dan tempat. Kemudian arti kata ini berubah menjadi permasalahan yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah. Metodologi Penafsiran Al-Quran 6 . Pengetahuan tentang Al-Quran . meliputi : sejarah rintisan ulumul quran di masa Rasulullah S W. bjek Pembahasan lumul-Quran . i`lmu berarti al-fahmu wal idraak (faham dan menguasai). pengetahuan tentang surah-surah Mekah dan Madinah.asikh wal mansukh. . sbabun uzul. Terkadang ilmu ini dinamakan juga ushuulu tafsir (dasar-dasar tafsir) karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang Mufassir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur`an . ama-nama al-Quran. b. Sejarah & Perkembangan Ulumul Qur'an ."sebab-sebab turunnya al-qur`an". OBJEK PEMBAHASAN ULUMUL URAN bjek Pembahasan lumul Qur'an dibagi menjadi tiga bagian besar : a. PENGERTIAN ULUMUL URAN Kata u`lum jamak dari kata i`lmu. Sahabat. Sejarah & Perkembangan lumul Quran .

Khudri. bahwa Rasulullah S W berkata: Janganlah kamu tulis dari aku. .'" c. Sejarah & Perkembangan ilmu tafsir.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Meliputi : Pengertian Tafsir & Takwil. "dan siapkan untuk menghadapi mereka kekuatan yang kamu sanggupi Anfal b. menghafalkan dan mempelajari hukum-hukumnya. dimana tiap-tiap fase menjadi dasar bagi perkembangan menuju fase selanjutnya. dst. seperti Ustman bin Affan dan Abdullah bin Mas'ud serta yang lain menceritakan. bahwa mereka bila belajar dari Nabi sepuluh ayat mereka tidak melanjutkannya. ULUMUL URAN pada MASA RASULULLAH SAW Embrio awal ulumul quran pada masa ini berupa penafsiran ayat l-Quran langsung dari Rasulullah S W kepada para sahabat. Rasulullah S W menafsirkan kepada sahabat beberapa ayat. ingatlah bahwa kekuatan disini adalah memanah" ( R Muslim) ntusiasme sahabat dalam menghafal dan mempelajari l-Quran. asikh wa Mansukh. mereka berkata 'kami mempelajari qur'an berikut ilmu dan amalnya sekaligus. a. barang siapa menuliskan aku selain qur'an. Diriwayatkan dari bu bdurrrahman as-sulami. sebelum mengamalkan ilmu dan amal yang ada didalamnya. ia mengatakan : " mereka yang membacakan qur'an kepada kami. SEJARAH & PERKEMBANGAN ULUMUL URAN : Sejarah perkembangan ulumul quran dimulai menjadi beberapa fase. l-Quran. A. . Larangan Rasulullah S W untuk menulis selain qur'an. Berikut beberapa fase tahapan perkembangan ulumul quran. Syarat-syarat Mufassir dan dab-adabnya. hendaklah dihapus. Dan ceritakan apa 7 . Dari bu Saad al. hingga ulumul quran menjadi sebuah ilmu khusus yang dipelajari dan dibahas secara khusus pula. begitu pula dengan antusiasime para sahabat dalam bertanya tentang makna suatu ayat. Dari qbah bin mir ia berkata : " aku pernah mendengar Rasulullah SAW berkata diatas mimbar. sebagai upaya menjaga kemurnian lQuran. Kaidah-kaidah dalam penafsiran Muhkam & Mutasyabih. am & Khoos.

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

yang dariku, dan itu tiada halangan baginya, dan barang siapa sengaja berdusta atas namaku, ia akan menempati tempatnya di api neraka."( R Muslim)

B. ULUMUL URAN MASA KHALIFAH

Pada masa khalifah, tahapan perkembangan awal (embrio) ulumul quran mulai berkembang pesat, diantaranya dengan kebijakan-kebijakan para khalifah sebagaimana berikut :

a. Khalifah Abu Bakar :dengan Kebijakan Pengumpulan Penulisan l-Quran yg pertama yang diprakarsai oleh mar bin Khottob dan dipegang oleh Zaid bin Tsabit b. Kekhalifahan Usman Ra : dengan kebijakan menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf, dan hal itupun terlaksana. Mushaf itu disebut mushaf mam. Salinan-salinan mushaf ini juga dikirimkan ke beberapa propinsi. Penulisan mushaf tersebut dinamakan ar-Rosmul ' smani yaitu dinisbahkan kepada sebagai permulaan dari ilmu Rasmil Qur'an. c. kekalifahan Ali Ra dengan kebijakan perintahnya kepada bu 'aswad d-Du'ali sman, dan ini dianggap

meletakkan kaidah-kaidah nahwu, cara pengucapan yang tepat dan baku dan memberikan ketentuan harakat pada qur'an. ni juga disebut sebagai permulaan Ilmu I'rabil Qur'an.

C. ULUMUL URAN MASA SAHABAT & TABI'IN

a. Peranan Sahabat dalam Penafsiran Al-Quran & Tokoh-tokohnya.

Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan maknamakna al-qur'an dan penafsiran ayat-ayat yang berbeda diantara mereka, sesuai dengan kemampuan mereka yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah S W , hal demikian diteruskan oleh murid-murid mereka , yaitu para tabi'in.

Diantara para Mufasir yang termashur dari para sahabat adalah: . Empat orang Khalifah ( bu Bakar, mar, tsman dan li ) . bnu Masud,

8

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

. .

bnu bbas, bai bin Kaab,

. Zaid bin sabit, . . bu Musa al- sy'ari dan bdullah bin Zubair.

Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari bdullah bin bbas, bdullah bin Masud dan bai bin Kaab, dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti merupakan sudah tafsir Quran yang sempurna. Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran apa yang masih samar dan penjelasan apa yang masih global.

b. Peranan Tabi'in dalam penafsiran Al-Quran & Tokoh-tokohnya

Mengenai para tabi'in, diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat. Yang terkenal di antara mereka , masing-masing sebagai berikut :

. Murid bnu bbas di Mekah yang terkenal ialah, Sa'id bin ubair, Mujahid, 'iKrimah bekas sahaya ( maula ) bnu bbas, Tawus bin kisan al Yamani dan ' ta' bin abu Rabah. . Murid bai bin Kaab, di Madinah : Zaid bin slam, abul liyah, dan Muhammad bin Ka'b al Qurazi. . bdullah bin Masud di raq yang terkenal : ' lqamah bin Qais, Masruq al swad bin Yazid, ' mir as Sya'bi, asan l Basyri dan Qatadah bin Di'amah as Sadusi.

Dan yang diriwayatkan mereka itu semua meliputi ilmu tafsir, ilmu Gharibil Qur'an, ilmu sbabun uzul, ilmu Makki Wal madani dan imu asikh dan Mansukh, tetapi semua ini tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan.

D. MASA PEMBUKUAN TADWIN

Perkembangan selanjutnya dalam ulumul quran adalah masa pembukuan ulumul Quran , yang juga melewati beberapa perkembangan sebagai berikut :

9

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

a. Pembukuan Tafsir Al- uran menurut riwayat dari Hadits, Sahabat & Tabi'in

Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan ( tadwin ) yang dumulai dengan pembukuan hadist denga segala babnya yang bermacam-macam, dan itu juga menyangkut hal yang berhubungan dengan tafsir. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur'an yang diriwayatkan dari Rasulullah S W dari para sahabat atau dari para tabi'in. Diantara mereka yang terkenal adalah, Yazid bin Syu'bah bin ajjaj ( wafat ), Waqi' bin arrah ( wafat ). arun as Sulami, ( wafat ),

), Sufyan bin 'uyainah ( wafat

), dan burrazaq bin ammam ( wafat

Mereka semua adalah para ahli hadis. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan salah satu bagiannya. amun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ketangan kita.

b. Pembukuan Tafsir berdasarkan susunan Ayat

Kemudian langkah mereka itu diikuti oleh para ulama'. Mereka menyusun tafsir Qur'an yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Dan yang terkenal diantara mereka ada Ibn Jarir at abari wafat .

Demikianlah tafsir pada mulanya dinukil ( dipindahkan ) melalui penerimaan ( dari muluit kemulut ) dari riwayat, kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadis, selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Maka berlangsunglah proses kelahiran at Tafsir bil Ma'sur ( berdasarkan riwayat ), lalu diikuti oleh at Tafsir bir Ra'yi ( berdasarkan penalaran ).

c. Munculnya Pembahasan Cabang-cabang Ulumul uran selain Tafsir

Disamping ilmu tafsir lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yang berhubungan dengan quran, dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufasir, diantaranya :

. Ulama abad ke-

ijri

10

d. uran dengan mengumpulkan cabang- Pada masa sebelumnya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ♣ li bin al Madini ( wafat asbabun nuzul ) guru Bukhari. )menulis mengenai 'rabul Qur'an.dan setelahnya ♣ ♣ ♣ bu Bakar al Baqalani ( wafat ) menyusun 'jazul Qur'an. ) menyusun al Istigna' fi 'Ulumil ♣ Muhammad bin li bin al. Mulai pembukuan secara khusus Ulumul cabangnya. ♣ bu muhammad bin Qasim al nbari ( wafat ilmu qur'an. ♣ bu Bakar s Sijistani ( wafat ) juga menulis tentang ilmu- ) menyusun Garibul Qur'an. ) menulis mengenai ilmu Qira'at ( cara ♣ ' lamuddin membaca Qur'an ) dan qsamul Qur'an. Di antara ulama-ulama yang menyusun secara khusus ulumul quran adalah sebagai berikut : 11 . Ulama Abad Ke.awi fa 'Ulumil ♣ Muhammad bin Khalaf bin Marzaban ( wafat Qur'an. .dfawi ( wafat Qur'an. mulailah masa pengumpulan dan penulisan ilmu-ilmu tersebut dalam pembahasan khusus yang lengkap. ) menulis tentang asikh Mansukh ♣ bn Qutaibah ( wafat quran ). masing-masing dengan judul kitab tersendiri. ) menyusun tentang problema ka Quran ( musykilatul . Ulama Abad Ke- ijri ) menyusun al. ) menegenai tamsil-tamsil dalam Qur'an ( ' msalul ♣ l zz bin bdussalam ( wafat skhawi ( wafat ) tentang majaz dalam Qur'an. yang dikenal kemudian dengan lumul Qur'an. Kemudian. li bin brahim bin Sa'id al u ( wafat l Mawardi ( wafat Qur'an ). menyusun karangannya mengenai ♣ bu ' baid al Qasim bin Salam ( wafat dan qira'at. ilmu-ilmu al-quran dengan berbagai pembahasannya di tulis secara khusus dan terserak.

c. Masalatu tarjamatil qur`an Musthafa Sabri. perkembangan ulumul quran pada masa kontemporer ini juga berlanjut seputar penulisan sebuah metode atau cabang ilmu l-Quran secara khusus dan terpisah. Kitab t-Tashwirul fanni fiil qu`an dan masyaahidul qiyaamah fil qur`an oleh Sayyid Qutb. Kitab i`jaazul quran yang ditulis oleh Musthafa Shadiq r-Rafi`i. n-naba`ul adziim oleh DR Muhammad bdullah Daraz dan 12 .uran di antaranya : uran atau a.tqon ( s-Suyuti) hingga hari ini masih dikenal sebagai referensi induk terlengkap dalam masalah lumul Qur'an.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a . Tidak ada peneliti tentang ulumul quran. ULUMUL UR'AN MASA MODERN / KONTEMPORER Sebagaimana pada periode sebelumnya. kecuali pasti akan banyak menyandarkan tulisannya pada kedua kitab tersebut. b. Catatan : kitab l-Burhan ( Zarkasyi) dan l. sebagaimana ada pula yang kembali membali menyusun atau menyatukan cabang-cabang ulumul quran dalam kitab tersendiri dengan penulisan yang lebih sederhana dan sistematis dari kitab-kitab klasik terdahulu. e. . alaluddin l-Balqini (wafat ) memberikan beberapa tambahan atas l-Burhan di ) menulis sebuah kitab lengkap dengan judul Al- dalam kitabnya Mawaaqi`ul u`luum min mawaaqi`innujuum. Badruddin az-Zarkasyi ( wafat Burhan fii ulumilQur`an . . . . Kitab yang terbit membahas khusus tentang cabang-cabang ilmu pembahasan khusus tentang metode penafsiran Al. d. ilmu-ilmu Qur'an. Tarjamatul qur`an oleh syaikh Muhammad Musthafa l-Maraghi yang salah satu pembahasannya ditulis oleh Muhibuddin al-hatib. . alaluddin s-Suyu ( wafat ) juga kemudian menyusun sebuah kitab yang terkenal Al-Itqaan fii u`luumil qur`an. li bin brohim Said ( ) yang dikenal dengan al Hufi dianggap sebagai orang pertama yang membukukan ' lumul Qur'an. bnul auzi ( wafat ) mengiku nya dengan menulis sebuah kitab berjudul fununul Afnan fi 'Aja'ibi 'ulumil Qur'an. E.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a f. e. Syaikh hmad li menulis muzakkiraat u`lumil qur`an yang disampaikan kepada mahasiswanya di fakultas ushuluddin jurusan dakwah dan bimbingan masyarakat. l-jazaairy menyusun sebuah kitab dengan judul At-tibyaan fii b. Syaikh Thahir u`luumil qur`an. diantaranya : a. Pembahasan tersebut dikenal dengan sebutan u`luumul qur`an. Kitab Mahaabisu fii u`lumil qur`an oleh DR Subhi s-Shalih. 13 . Syaikh Muhammad li Salamah menulis pula Manhajul furqan fii u`luumil qur`an yang berisi pembahasan yang sudah ditentukan untuk fakultas ushuluddin di Mesir dengan spesialisasi da`wah dan bimbingan masyarakat dan diikuti oleh muridnya. Kitab yang membahas secara umum ulumul quran dengan sistematis. Khartoum Sudan. d. Muqaddimah tafsir Mahaasilu ta`wil oleh amaluddin l-qasimi. Kitab ini juga dijadikan modul untuk perkuliahan lumul Quran semester di niversitas nterna onal frika. sebagai Mata Kuliah mum untuk semua mahasiswa di berbagai jurusannya. Catatan : Kitab Mabahitsul Quran yang ditulis Manna'ul Qattan ini juga termasuk kitab ulumul quran kontemporer yang banyak mendapat sambutan di universitas-universitas di Timur Tengah dan Dunia slam pada umumnya. . Muhammad bdul a`dzim az-zarqani yang menyusun Manaahilul i`rfaan fii u`lumil qur`an. dan kata ini kini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut. c.

PENGERTIAN / DEFINISI AL..URAN Pengertian l-Quran meliputi dua hal. Karakteristik l-Quran . Pengertian Definisi l-Quran . Pengertian Al-Quran secara Istilah Para ula a enyebutkan definisi uran yang endekati akananya dan e bedakannya dari yang lain dengan enyebutkan ba wa: 14 . Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu`. qira`atan wa qur`anan. Di sini af`ul dengan asdar. dan qira`ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapih. konjugasi `fu`lan` dengan vokal `u` seperti `gufran` dan `syukran`. (Al. qur`an. Jadi kata itu adala asdar enurut wazan (tas rif. yakni pena aan b. Qur`an pada mulanya seperti qira`ah . qur`anan.Kita dapat engatakan qara`tu u . Sebagaimana dalam firman llah SWT : ( ) A ِ rtinya : "Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. yaitu masdar (infinitif) dari kata qara` qira`atan. aqru` (apa yang dibaca diberi na a ur`an (bacaan . masing-masing sbb : a. Perbedaan l-Quran dengan adits abawi dan Qudsi .uran Kode : Q Pokok-pokok Materi . artinya sa a saja.iya a : - Qur`anah berarti qiraatun (bacaannya/cara e bacanya . Pengertian Al-Quran secara bahasa Lafadzh Qara`a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Tentang Al. yaitu secara bahasa dan secara istilah. ama dan Sifat l-Quran .

Artinya : Kala di Alla yang bersifat ukjizat. Definisi`kala `(ucapan dengan dala erupakan kelo pok jenis yang eliputi segala kala . Batasan dengan kata-kata (al unazzal `yang diturunkan` Alla yang suda k usus enjadi aka tidak ter asuk kala Fir an ilik-Nya. Yang pembacanya merupakan suatu ibadah`.uran yang lebi lengkap yaitu : .(al-Ka . ad saw` Tidak ter asuk yang anya `kepada Mu a diturunkan kepada nabi-nabi sebelu nya seperti taurat. meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu `. sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku. NAMA DAN SIFAT AL-QURAN : A. . Sebagai ana disebutkan dala Alla :`Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku. erupakan suatu Catatan : Perlu saya ta ba kan definisi lain tentang Al. tertulis us af . jin dan alaikat.adis qudsi . Nama-nama Al-Quran : Alla ena akan uran dengan beberapa na a. Batasan dengan definisi : . dan . ad SAW.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Artinya : Quran adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhamad saw. kala . diantaranya: 15 . yang diturunkan kepada Mu a e bacanya adala ibada . diriwayatkan secara utawattir. injil dan yang lain. Sedangkan batasan (al-muta'abbad bi tilawatihi `yang pe bacanya ibada ` engecualikan adis a ad dan adis. Penjelasan Arti uran secara istila . Dan berarti tidak se ua asuk eng ubungkannya dengan Alla ( kala ulla anusia. adala sebagai berikut : .

i r : . dan sesungguhnya Kami benarbenar memeliharanya`.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a . Kedua kata ini 16 . Catatan : Penyebutan Al. Furqan Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan kepada hamba-Nya.(as-S uaraa: .(al-Fur an: . enunjukkan akna dan dina akan al. Qur`an `Al Qur`an ini memberikan petunjuk kepada yang lebih lurus`.uran dan al-kitab lebi populer dari na a-na a yang lain. Zikr `Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an. Kitab `Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu`. Mu a ada Daraz berkata: ` ia dina akan uran karena ia `dibaca` dengan lisan.(al-Anbi aa: . Dala al ini Dr. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam`.( al.kitab karena ia `ditulis` dengan pena. Tanzil Dan sesungguhnya Al Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam`.( al-Israa: .

Dan untuk antara definisi uran dengan adis kudsi dan adis nabawi. e berikan B. .( unus : . Dan sifat-sifat yang lain sebagai ana disebutkan dala yang diberkati . S ifa` ( obat . Rahmah ( rahmat .(an-nisaa : . banyak ayatnya. dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang`. Busyra ( kabar ge bira . Mubin ( ang menerangkan : `Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. Pena aan isyarat ba wa selayaknyala ia dipeli ara dala uran dengan kedua na a ini bentuk afalan dan tulisan. elukiskan uran dengan beberapa sifat. diantaranya . sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. dan Kitab yang menerangkan`. seperti : Mubarak ( ulia . Nur (caha a : `Hai manusia. Basyr ( . Majid ( yang di or ati .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a yang sesuai dengan kenyataannya`.dan Mauizah ( nasehat : `Hai manusia. Sifat-sifat Al-Quran : Alla tela .`Aziz ( yang pe bawa kabar ge bira . sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orangorang yang beriman`. definisi berikut ini : engeta ui perbedaan aka disini ka i ke ukakan dua 17 . PERBEDAAN ANTARA QURAN DENGAN ADIS QUDSI DAN ADIS NABAWI Definisi uran tela dike ukakan pada ala an terda ulu. uda ( petun uk .( al-Maidah : .

karena ateri kata itu engesankan rasa arti enunjukkan kebersi an dan kesucian dala ba asa. Itu selalu ber uka cera . adis Nabawi Hadis ( baru pengertian dala adis iala arti ba asa lawan qadi ( la a . ♣ Yang berupa perkataan.` ♣ Yang berupa perbuatan iala bagai ana caranya seperti ajaranya pada sa abat engenai engerjakan s alat. tidak pula bernicara kotor dan tidak juga suka encela. Taqdis sa a dengan tathiir. seperti perkataan Nabi saw. bersi alaikat-Nya : `……pada hal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan diri kami karena Engkau. adis Qudsi Lafadz qudsi dinisba kan sebagai kata quds. tidak suka berteriak keras. Secara Istila . dala al ini Nabi saw. Hadis udsi iala Alla . dan Alla berfir an dengan kata-kata taqddasa sa a dengan tatahhara (suci. : `Sesungguhnya sahnya amal itu disertai dengan niat. nisba ini or at. Misalnya : engenai akanan baiwak yang di idangkan kepadanya. baik perkataan ataupun perbuatan. Maksudnya Nabi enjadi perawi kala adis yang ole Nabi saw.`. ke udian ia engatakan : `Shalatlah engenai bagai ana ia seperti kamu melihat aku melakukan shalat`. berperangai alus dan le but. tetapi beritanya sa pai kepadanya.` (al-Ba arah : untuk-Mu. Dan setiap orang bergantung pada niatnya…. juga elakukan ibada manasik hajimu`. disandarkan kepada Alla . Baik berupa perkataan. 18 . Sedang enurut istila apa saja yang disandarkan kepada Nabi saw. ♣ Sedang yang berupa persetujuan iala : seperti ia aji. Maka kata taqdis berarti enyucikan Alla . Maka rasul yakni e bersi kan diri eriwayatkannya ba wa itu adala kala Alla ini dari lafal Nabi sendiri. dan persetujuannya ♣ Dan yang berupa sifat adala riwayat seperti : `ba wa Nabi saw.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a a. dilakukan di adapannya atau tidak. Berkata : `Ambilah dari padaku enyetujui suatu perkara yang dilakukan sala seorang sa abat. tidak keras dan tidak pula kasar. perbuatan persetujuan atau sifat. b.

sedang ukjizat.` . tidak dikurangi oleh nafakah. sedang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Alla . maka Aku pun menyebutnya didalam kalangan orang banyak lebih dari itu….yang terpenting ukjizat yang abadi ingga ari kia at.seperrti tela dijelaskan diatas-terkadang adis udsi kepada berfir an. `Rasululla SAW engatakan : Allah Ta`ala telah berfirman atau berfirman Allah Ta`ala. se ingga kepastiannya suda utlak. dengan engatakan : .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Cara Periwa atan adits Qudsi : Bila seseorang eriwayatkan adis qudsi aka dia eriwayatkannya dari Rasululla SAW dengan disandarkan kepada Alla .bila menyebut-KU didalam dirinya. Sedang adis. `Rasululla SAW atau ia engatakan engenai apa yang diriwayatkannya dari Tu annya`. Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku. tantangan (I'jaz bagi yang ingkar untuk adis udsi tidak untuk enantang dan tidak pula untuk Altela uranul kari anya dinisba kan kepada Alla . Ra. Perbedaan Quran dengan adis Qudsi Ada beberapa perbedaan antara diantaranya iala : Al. Dari Rasululla SAW engenai apa yang Contoh : `Dari Abu Huraira diriwayatkannya dari Tu annya Azza Wa Jalla. baik di waktu siang atau malam hari…. engatakan: ….adis udsi kebanyakannya adala khabar a ad.. tangan Allah itu penuh.uranul Kari adala uran adala uran dengan adis udsi. se ingga nisba Alla itu erupakan nisba yang dibuatkan. ba wa Rasululla SAW berkata : ` Alla ta`ala berfri an : Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku.` c.` Contoh: `Dari Abu Huraira Ra. Seluru isi uran dinukil secara utawatir. se ingga dikatakan: Alla ta`ala adis udsi. se ingga kepastiannya 19 . maka Aku pun menyebutnya didalam diri-Ku. bersifat e buat yang serupa dengannya.

uran . Dr.uranul Kari Sedang pa ala akan erupakan ibada . secara singkatnya sebagai berikut : Al-Quran adalah Kitab Ilahi Al. ( ) Artinya : Alif laam raa. adis kudsi tidak disuru nya e baca adis e berikan udsi tidak e baca udsi secara u u e perole pa ala seperti yang disebutkan dala uran ba wa pada setiap uruf akan .( Bagai ana berinteraksi dengan Al.uran berasal dari Alla SWT. wa yu kepada Rasululla SAW yang seperti il a .s untuk anusia. Maka salat. sedang lafalnya dari Rasululla SAW .uranul Kari baik dala lafal dari Alla . Ada kalanya adis udsi itu sa i . Yusuf arad awi e aparkan beberapa karakteristik Al. udsi aknanya saja yang dari akna aknanya. (Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha tahu ( uud Al-Quran adalah Kitab Suci ang terpelihara 20 . terkadang asan ( baik dan terkadang pula da`if (le a . pe berian inspirasi dala elalui jalan wa yu yang lain . Jibril a. i pi yang benar atau cara lainnya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a asi erupakan dugaan. Al. karena itu ia dibaca didala e baca didala saja. baik lafal aupun aupun aknanya. Alla e baca adis adis engenai salat. udsi iala wa yu dala Me baca Al. Sedang adis adis Alla . Diwa yukan ole ad saw elalui 'wa yu al-jaliy' wa yu enya paikan alaikat utusan Alla . tetapi bukan dala lafal. KARAKTERISTIK AL-QURAN endapatkan kebaikan. Mu a yang jelas. Maka dia adala wa yu. bukan jiwa. Yaitu dengan turunnya aupun akna.uran dala kitabnya " Kaifa Nata'amal ma'al al-Quran". baik secara lafal Alla SWT kepada Rasul dan Nabi-Nya.

dan sebelu nya. enurunkan Al. Tidak seperti yang dilakukan pada kitabanya dipeli ara ole fir an Alla SWT : u at yang eneri anya.uran adala Alla SWT e eli aranya dari pe alsuan dan peruba aan ter adap teks-teksnya. yang cenderung untuk enggunakan si bol-si bol dan penjelasan yang enggunakan perla bang-perla bang. Sebagai ana fir an Alla SWT : Artinya : Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran. tidak sa ar dan sulit dipa a i. se ingga sulit dipa a i akal. ra asia-ra asianya dapat dipa a i.uran yang lainnya adala ia terpeli ara keasliannya. Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qomar 21 .uran adala kitab yang e beri penjelasan dan uda dipa a i. Al-Quran adalah Kitab suci ang men adi Muk izat Diantara karakteristik Al.aknanya dapat ditangkap.uran agar akna. serta e bebankan al itu pada seorang pun. Al-Quran adalah Kitab Suci ang men adi Pen elas dan dimudahkan Pemahamann a Al. Tidak seperti kitab filsafat. tidak pula seperti kitab sastra yang berlebi an dala Alla SWT enye bunyikan substansi. Dan Alla SWT sendiri yang tidak erupakan kitab suci yang enja in pe eli araannya. serta ayat-ayatnya dapat ditadabburi. yang sulit. yang sebagai ana dijelaskan dala ….Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Diantara karakteristik Al. Injil. ukjizat yang lain yang tidak ter itung ju la nya. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah … (Al-Maidah Adapun akna dipeli aranya al. Hal ini kitab suci selainnya. Ia adala yang diberikan kepada Nabi Mu a nyebut ukjizat terbesar enyebut- ad SAW se ingga bangsa arab anya eskipun dari beliau terjadi ukjizat itu saja. tidak yang lainnya. uku - uku nya dapat di engerti.uran adala ke ukjizatannya. Ole karena itu Alla SWT enurunkan Al.uran dengan jelas dan e beri penjelasan. seperti yang terjadi ter adap Taurat.

juga pokokpokok legislasi dan uku .uran. aterialis.uran adala kitab bagi seluru Alla SWT berfir an : Artinya : Al-Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi alam semesta (At-Takwir De ikian beberapa karakteristik Al.uran bukanla kitab yang anya ditujukan pada suatu bangsa.uran adala kitab aga a yang enyeluru . bukan kitab bagi suatu Maksudnya. asa tertentu. tuntutan ak lak.. rujuk ke bali kitab ard awi yang disebutkan di atas.uran. ke udian abis Al-Quran adalah Kitab suci bagi Seluruh Umat Manusia Al. Alla SWT berfir an : Artinya : . Al. uku . Darinya disi pulkan konsep akida Isla .Tidak juga se entara tidak golongan anusia. pokok aga a dan ru wujud isla . tatacara ibada . dan tidak ereka yang e osional dan berdasarkan intuisi. tidak juga untuk anya satu warna kulit anusia. Tidak juga anya bagi kalangan yang rasional. se entara tidak kepada bangsa yang lain. atau suatu enyentu wilaya tertentu.uran sebagai kitab keseluru an za an adala ia abadi.dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu (An-Nahl Al-Quran adalah Kitab Suci Seluruh Zaman Makna Al. tidak berlaku secara asanya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Al-Quran adalah Kitab Suci ang Lengkap Al.uku erupakan kitab yang asa berlakunya. untuk penjelasan yang lebi enyeluru . te porer dengan suatu kurun waktu tertentu. perinta dan larangannya. lengkap dan 22 . enyentu ereka yang anya bagi ro aniawan. yang ke udian abis Al.

Pengertian I'jaz dan Mukjizat . Pengertian i’jaz Kata I’jaz adala enurut ba asa: isi as dar dari ‘ajaza-yu’jizu-i’jazan yang e punyai arti “ketidakberdayaan atau keluputan” (naqid al. Catatan : Dari pengertian ukjizat di atas.az ketidak a puan”. Pengertian i’jaz secara istila : Pena pakan kebenaran pengklai an kerasulan nabi Mu a ketidak a puan orang Arab untu uran. Maca . Perbedaan Mukjizat uran dengan Nabi sebelu nya . yang Sela at dari pengingkaran. c. Pe bagian Jenis Mukjizat & Hik a nya . PENGERTIAN IJAZ QURAN DAN MUKJIZAT a. Pengertian ukjizat: Mukjizat adala (untuk yang Sebua perkara luar biasa (k oriqun lil ‘ada yang disertai tantangan uncul pada diri seorang enirunya . aka ada beberapa syarat disebut ukjizat. yaitu al- elakukannya dan bersaksi akan kebenaran klai nya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a I' az Al-Quran (Kemuk izatan Al-Quran Kode /A/ Pokok-pokok Materi : . conto : a’jaztu zaidan “aku b. Perbuatan seseorang pengklai elanggar ketentuan uku ba wa ia ala dan enjalankan fungsi ila iya dengan cara e buat orang lain tidak a pu enandingi ad SAW dala ukjizat nabi yang abadi.aca Mukjizat uran . dan engaku nabi enguatkan / enyesuaikan dakwa nya. seperti dala .yaitu : 23 . Kata i’jaz juga berarti “terwujudnya endapati Zaid tidak a pu".

Muncul dari Nabi : untuk disebut dengan Karo a . ad adala keberadaan 24 . PEMBAGIAN JENIS MUKJIZAT & IKMA N A Secara u u a ukjizat dapat digolongkan enjadi dua klasifikasi. Misalnya : tantangan e buat Al. berko entar engenai ik a pe bagian ukjizat tersebut di ana beliau berpendapat ba wa kebanyakan aukjizat yang ditanpakkan Alla ukjizat jenis fisik. Beliau pada diri para nabi yang diutus kepada bani Israil adala ena ba kan al itu dikarenakan atas le a dan keterbelakangan tingkat intelegensi bani Israil. bukan untuk orang Jawa.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Hal yang di luar kebiasaan : seperti tongkat beruba ular. jika bukan dari nabi biasa . Dala kasus al. yaitu: Mu’jizat Indrawi (Hissiyyah) Mukjizat jenis ini diderivasikan pada kekuatan yang engisyaratkan adanya kesaktian seorang nabi. b) Mukjizat Rasional (’aqliyah) Mukjizat ini tentunya sesuai dengan na anya lebi banyak ditopang ole ke a puan intelektual yang rasional.uran sebagai ukjizat nabi Mu a ad atas u atnya dapat dili at dari segi keajaiban il ia yang rasional dan ole karena itula ukjizat al. enguatkan risala kenabiannya.uran ini bias abadi sa pai ari ia at. ereka yang ditantang erasa 'tidak a pu' engakui ba wa itu dari Alla SWT Sela at dari pengingkaran : artinya tantangan itu berupa sebua tantangan yang layak bukan sesuatu yang tidak asuk akal. uncul dari segi fisik yang dapat dia bil conto ukjizat nabi Daud dapat elunakkan besi serta ukjizat nabi-nabi dari bani Israil yang lain. Secara u u adala ukjizat nabi Musa dapat e bela lautan.uran untuk orang Arab yg berba asa Arab. ikmah pembagian Muk izat : I a Jalaludin as-Suyut i. sebab yang nabi Mu a elatarbelakangi diberikannya ereka yang suda relative ukjizat rasional atas u at atang dibidang intelektual. agar eng idupkan orang ati. dll Disertai Tantangan : untuk untuk ke udian eniru. Se entara.

ole karena itu al. baik sebelu dan sesuda 25 . e buktikan ati.uran dengan ukjizat para Nabi-nabi Mukjizat Nabi sebelu nya bersifat fisik ( issiya . se entara ukjizat Al. abadi dan berkelanjutan. berlalunya za an. aka sisi i’jaznya ukjizat fisik yang anya bisa diketa ui dengan ke a puan intelektual. Generasi setela nya tidak lagi bisa Se entara Al.uran adala ingga ari ini aka abis sesuai dengan ukjizat tersebut.uran terdiri dari berbagai aca segi ukjizat. asi banyak te uan-te uan tentang b Mukjizat Nabi-nabi sebelu nya terfokus pada 'penakjuban pandangan'. . tongkat enguatkan kenabian atau eng idupkan orang ereka adala utusan Alla SWT.uran engara pada 'pe bukaan ati dan penundukan akal'. Karenanya ukjizat Al. c Mukjizat Nabi sebelu nya di luar konteks isi risala karena fungsinya uta anya anya untuk ba wa ereka dan tidak bersesuain.uran. Conto : enjadi ular. lain alnya dengan bias diketa ui dengan instru ent indrawi. antara lain : A.uran benar-benar ukjizat yang bersesuaian dan enguatkan isi risala kenabian. Se entara Al. tidak ada ubungan langsung dengan isi kitab Taurat dan Injil.ukjizat fisik yang tela ukjizat rasional ini tidak serta dianugera kan Alla erta kepadanya untuk e perkuat dakwa nya.uran diklasifikasian sebagai enafikan ukjizat. . BIDANG MUKJIZAT AL-QURAN Mukjizat al. karena itu ukjizat 'pandangan' kadang begitu daya pengaru nya la a dan berta an. enyaksikan ukjizat yang terjaga. Segi bahasa dan susunan redaksinya ( I'jaz Lughowi) Sejara tela tela enyaksikan ba wa bangsa Arab pada saat turunnya al. Se entara uda terlupakan. PERBEDAAN MUKJIZAT QURAN DENGAN NABi-NABI SEBELUMN A Ada beberapa perbedaan besar antara sebelu nya. Meskipun al.uran adala eukjizat rasional.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Beliau ena ba kan. antara lain : a ukjizat Al.uran perna dicapai ole bangsa satu pun yang ada ereka dala bidang kefas i an ba asa encapai tingkat yang belu didunia ini.

Na un walaupun begitu ereka tetap ketidakberdayaan ketika di adapkan dengan al. Isyarat tentang Sejarah Tata Surya . karena sebab itula al. e berikan penjelasan dala langga sastra yang tidak sa pai ole selain dala ereka. Mereka juga tela dala kese purnaan era ba jalan yang belu perna diinjak orang lain enya paikan penjelasan (al-bayan .uran e iliki ke a puan ba asa yang tidak bias dicapai orang lain seperti ke a iran dala berpuisi. Pada al ba asa ereka dan seni sastra. keserasian dala enyusun kata-kata. syi’ir atau prosa (natsar . Maka Mengapaka Anbiya’: . serta kelancaran logika.uran. Al- 26 .uran se esta yang engitarinya. Segi is arat ilmiah ( I' az Ilmi Pe aknaan ke ukjizatan al. B. ereka tiada juga beri an?” ( S.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a (balag a . Isyarat tentang Fungsi Angin dalam Penyerbukan Bunga Alla SWT berfir an : “Dan Ka i tela eniupkan angin untuk engawinkan inu (tu bu -tu bu an dan Ka i turunkan ujan dari langit. Alla SWT berfir an : “Dan Apaka orang-orang yang kafir tidak ba wasanya langit dan bu i itu keduanya da ulu adala engeta ui suatu yang padu. Al- b. e berikan ruangan sebebas-bebasnya pada pergulan pe ikiran il u pengeta uan sebagai ana alnya tidak dite ukan pada kitab-kitab aga a lainnya yang ala cenderung restriktif. Ole karena bangsa Arab tela encapai taraf yang begitu jau dala enantang ereka. Dan dari air Ka i jadikan segala sesuatu yang idup.uran kepada dirinya sendiri dan ala Al.uran dala segi il iyya diantaranya : anusia untuk selalu berfikir keras atas Dorongan serta sti ulasi al. Diantaranya adala : a. enge ukakan dalil-dalil. planet dan penaklukan angkasa luar sekarang ini. enyebutkan isyarat-isyarat il ia yang sebagaiannya baru terungkap pada za an ato .” ( S.uran dala il ia . lalu Ka i beri ka u dengan air itu. ke udian Ka i pisa kan antara keduanya. dan sekali-kali bukanla ka u yang Hijr: enyi pannya. argu ent serta penjelasan ayat-ayat Al.

Dan tidak ada satupun dari kisa -kisa tersebut yang tidak terbukti kebenarannya. Segi Se arah & pemberitaan ang ghaib (I' az tarikhi Surat-surat dala uran dala al. ba kan percakapan antara anak-anak Ada as. dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya. Padahal ia adalah penantang yang paling keras.( S.uran encakup banyak berita tentang al g aib. dan ada pula yang enyebutnya dengan Tafsir Il ia . ada e buat ba asan lain dan enyebutnya dengan Mukjizat Il ia . Sejara / Keg aiban asa la pau. Beberapa ula a berbeda pendapat tentang tafsir Il ia . Alla SWT berfir an : Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu. . k ususnya jika yang terjadi adala teori il ia asil penelitian e aksakan ayat-ayat uran untuk ko eren dengan teorikitab : anusia. Diantaranya adala : Kisa nabi Musa & Firaun. Ibra i .uran. Nabi Yusuf.uran (Kaifa nata'amal ma'al quran) -Dr.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a c. enjelaskan cerita asa lalu seakan-akan Al. Kegaiban Masa Kini Diantaranya terbukanya niat busuk orang unafik di asa rasululla .uran sangat jelas dan fasi seklai dala enjadi saksi ata yang langsung engikuti jalannya cerita.al yang g aib seakan prasyarat uta a penopang eksistensinya sebgai kitab ukjizat.Yusuf arad awi. C. Kapabilitas alenjadi e berikan infor asi-infor asi tentang al. Al-Baqoro : . Diantara conto nya adala : . ( S Al. Sebenarnya ka i Kuasa (ke bali jari je arinya dengan se purna" . Ra alan kejadian asa endatang 27 . Isyarat tentang Sidik Jari manusia Alla SWT berfir an : “ Bukan de ikian. Rujuk ke bali perbedaan seputar ini dala Bagai ana berinteraksi dengan Al.iya a enyusun Catatan : Banyak buku yang suda di tulis yang engenai asala Keajaiban Il ia Al.

Nisa - Transaksi Keuangan dan Perdagangan. Huku d.uran yang enakjubkan dan penu ik a tersebut a.uran adala wa yu Alla . yang dibawa al. Huku an is os bagi Pe bunu an ( S Al-Baqoro c. Meskipun e ang banyak aturan uku dari Al.uran untuk engatur ke idupan anusia yang encakup seluru aspek ke idupan anusia. Segi petun uk penetapan hukum ( I' az Tas ri'i Diantara al. Huku e. adala terkandungnya syari’at paling ideal bagi u at anusia. Pencurian. tetapi sesunggu nya di balik itu ada kese purnaan ter ingga.uran yang secara 'kasat ata' terli at tidak adil. ( S Al-Anfal Dan lain-lain 28 .al yang encengangkan akal dan tak ungkin dicari penyebabnya selain ba wa al. D.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Diantaranya ra alan ke enangan Ro awi atas Persia di awal surat ar-Ruu . undang-undang yang paling lurus bagi ke idupan.( S Al-Baqoro Perang & Perda aian. keja uku yang tidak dan sebagainya. Huku an Hudud bagi pelaku Zina. Huku f. Waris yang detil ( S An. dsb ( S An-Nuur b. Diantara produk antara lain : uku Al.

Arti Wa yu . Wa yu adala isyarat yang cepat. aus sedi da . Hal sepeti itu serupa dengan rasa lapar. dan terkadang elalui pe bicaran yang berupa elalui elalui suara se ata. Pengertian Wah u secara Bahasa Dikatakan wahaitu ilaih dan auhaitu. dan terkadang pula isyarat dengan sebagian anggota badan. . bila kita berbicara kepadanya agar tidak diketa ui orang lain. b. Il a itu intuisi e bedakan antara wa yu dengan il a yang diyakini jiwa se ingga terdorong untuk engeta ui dari senang. CARA WA U TURUN PADA MALAIKAT Didala Al- uranul Kari terdapat nas engenai kala Alla kepada para alaikatnya : diantaranya : 29 . ARTI WA U a. terse bunyi dan cepat. Itu terjadi ru us dan la bang. Definisi ini stadz Mu a enggunakan pengertian ad Abdu af`ul. Proses Turunnya Wa yu Kepada Nabi . Ole sebab itu ba wa wa yu adala : pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat dan khusus ditujukan kepada orang yang diberitahu tanpa diketahui orang lain. Pengertian Wah u dalam Istilah S ar'i Secara istila wa yu didefinisikan sebagai : kalam Allah yang diturunkan kepada seorang Nabi`.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Tentang Wah u Kode /A/ Pokok-pokok Materi : . Al-wahy atau wa yu adala kata asdar ( infinitif . Proses Wa yu Alla pada Malaikat . dan ateri kata itu enunjukkan aka dikatakan dua pengertian dasar. engikuti apa yang di inta. Beberapa Tudu an & Jawaban seputar Wa yu . yaitu . tanpa ana datangnya. yaitu al u a ( yang diwa yukan .

adis diatas enunjukkan endengar-Nya. setiap kali dia melalui satu langit. `De i alaikat yang alaikat yang engurus urusan dunia . . alaikat tanpa perantaraan dan dengan pe bicaraan yang dipa a i ole para Hal itu diperkuat ole adis dari Nawas bin Sa `an r.` Hadits di atas alikatnya enjelaskan bagai ana wa yu turun. Dia berbicara melalui wahyu. akan tetapi adis tersebut juga enjelaskan cara turunnya wa yu secara u u . maka langitpun tergetarlah dengan getaran. tegu kan orang-orang yang tela beri an`. Para malikatpun mengatakan seperti apa yang dikatakan jibril. Dan Dialah yang maha tinggi lagi Maha Besar.`( al- enjadikan di bu i itu orang yang akan . CARA WA U ALLA TURUN KEPADA PARA RASUL 30 .`( ad-dzariyat : Nas -nas diatas dengan tegas enunjukkan ba wa Alla berbicara kepada para alaikat itu. Yang pertama sekali mengangkat muka diantara mereka itu adalah jibril. dan para wa yu itupun sangat da syat. Kemudian jibril berjalan melintasi para malikat. maka pingsan dan bersujudlah mereka itu kepada Allah. apa yang telah dikatakan oleh Tuhan kita wahai jibril ? jibril menjawab : Dia mengatakan yang hak. Perta a Alla berbicara. Lalu jibril menyampaikan wahyu itu seperti apa yang diperintahkan Allah azza wajalla.a yang engatakan : Rasululla SAW berkata : `Apabila Allah hendak memberikan wahyu mengenai suatu urusan. . Apa bila penghuni langit mendengar hal itu. kepada jibril menurut apa yang dikehendaki-Nya. ebagi-bagi urusan. maka bertanyalah kepadanya malaikat langit itu.atau Dia mengatakan dengan goncangan-yang dahsyat karena takut kepada Allah Azza wa jalla.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a `Ingatla ketika Tu an u berfir an kepada para Malaikat: `Sesunggu nya Aku endak enjadikan seorang k alifa endak Baqara : di uka bu i.( al-Anfal : Disa ping itu ada pula nas tentang para enurut perinta -Nya. tentang wa yu Alla Juga terdapat nas kepada ereka : `Ketika Tu an u aka ewa yukan kepada para alaikat : `Sesunggu nya Aku bersa a ka u. maka Allah membicarakan wahyu itu. apa bila pada enya paikan wa yu.` Mereka berkata: `Mengapa Engkau e buat kerusakan padanya .didala turunnya wa yu k usus uran. Dan pengaru perjalanan jibril untuk engenai la irnya.

a dia berkata : sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi pada Rasulullah SAW adalah mimpi yang benar diwaktu tidur. al itu seperti dikatakan ole Rasululla SAW : `Wahyu telah terputus.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Alla ada yang tidak. i pi yag de ikian itu enunjukkan ba wa i pi Nabi Ibra i i pi yang benar bagi para Nabi adala agar enye beli anaknya.`(as-Syuraa : . sekalipun i pi itu bukan wa yu. beliau tidaklah melihat mimpi kecuali mimpi datang bagaikan terangnya di waktu pagi hari. e berikan wa yu kepada para rasul-Nya ada yang elalui perantaraan dan CARA PERTAMA : TANPA MELALUI PERANTARAAN.Nya: cara Alla berbicara seperti yang disebutkan didala `Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Is ail. Kalam ilahi dari balik tabir tanpa melalui perantara. `Dari Aisya r. Yang de ikian itu terjadi pada Nabi Musa a.` Mi pi yang benar bagi para nabi diwaktu tidur itu sekian aca erupakan bagian perta a dari fir an. tetap ada pada kau uk inin.` Di antara alasan yang wa yu yang wajib diikuti. iala Sa at : . tetapi berita-berita gembira tetap ada. Sebagai ana fir an Alla SWT : 31 .s. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. yaitu mimpi orang mukmin. Diantaranya iala dengan : Mimpi ang benar didalam tidur. `( asitu Mi pi yang benar itu tidakla k usus bagi para rasul saja.

lalu dia berbicara kepadaku. Pada ala isra` dan i`raj. dan itulah yang paling berat bagiku. Rasul pe bawa wa yu itu. 32 . eng afal dan alaikat. eraa senang sekali endengar dari utusan erasa seperti anusia yang ber adapan saudaranya Keduanya cara di atas disebutkan dala Mu` inin r. Dan terkadang malaikat menjelma kepadaku sebagai seorang laki-laki.( al-Araaf : De ikian pula . CARA KEDUA MELALUI PERANTARAAN MALAIKAT Ada dua cara penya paian wa yu ole alaikat kepada Rasul : Cara pertama : Datang kepadanya suara seperti dencingan lonceng dan suara yang a at kuat yang kekuatannya siap e pengaru i faktor-faktor kesadaran. Cara ini lebi ringan dari pada yang sebelu nya. Karena sendiri. aka ia Apa bila wa yu yang turun kepada Rasululla SAW dengan cara ini engu pulkan se ua kekuatan kesadarannya untuk e a a inya. seperti diisyaratkan didala Cara kedua : Malaikat enjel a kepada rasul sebagai seorang laki-laki dala bentuk anusia. dan aku telah menyadari apa yang dikatakannya. se ingga ia dengan segala eneri a pengaru itu.a ba wa aris bin Hisya adis yang diriwayatkan dari Aisya ul r. Yang de ikian ini langsung kepada Rasul kita Mu a yang ter asuk bagian kedua dari apa yang disebutkan ole ayat diatas ( atau dari balik tabir . enurut pendapat yang paling sa . nampakkanlah kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau`. berkatalah Musa: `Ya Tuhanku. Alla pun tela berbicara secara ad saw. ungkin suara itu sekali suara kepakan sayap-sayap adis .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Artinya :Dan tatkala Musa datang untuk pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman kepadanya. lalu ia pergi. Karena ada kesesuaian antara pe bicara dan pendengar. dan akupun memahami apa yang ia katakan`. Cara ini yang paling berat baat Rasul. Dan eneri a.a bertanya kepada Rasululla SAW engenai al itu dan jawab Nabi : ` Kadang-kadang ia datang kepadaku bagaikan dencingan lonceng.

dengan menciptakan maknanya dan dia pula yang menyusun ` bentuk gaya bahasanya` . Sedang keringatpun mengucur dari dahi Rasulullah`.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Aisya juga eriwayatkan apa yang diala i Rasululla SAW berupa kepaya an .uran. yang menjadikannya memahami ukuran ukuran yang baik dan yang buruk. enunggu turunnya wa yu dengan kondisi yang segenting Kedua : Mereka menyangka bahwa Rasulullah SAW mempunyai ketajaman otak. diantaranya sebagai berikut : Pertama : Meraka mengira bahwa Qur`an dari pribadi Muhammad. tapi e bebaskan aka di ana ke or atan keluarga nabi tercoreng dengan isu yang ketidaksetiaan ibunda Aisya . kekuatan firasat. Sekiranya nabi sendirila yang estinya ia tidak perlu repot-repot itu. 33 . TUDU AN & JAWABAN SINGKAT SEPUTAR WA U Per asala an wa yu sering enjadi sasaran tudu an kau asa kini dala rangka ja iliyan dari dulu ingga engkaburkan keyakinan sekarang ( kafir qurays ingga orientalis kau usli in dan enjau kan ereka dari Al. lalu malaikat itu pergi. benar dan salah melalui ilham ( inspirasi ). kecerdikan yang hebat. seperti e pedulikan endakwa i pe besar quraiys dan tidak . bagai ana dengan ayat-ayat Al. Kasus ini cukup la a Rasululla SAW berge ing dan e buat Madina enunggu jawaban tuntas dari Al. serta mengenali perkara-perkara yang rumit melalui kasyaf. dia berkata : `Aku pernah melihatnya tatkala wahyu sedang turun kepadanya pada suatu hari yang amat dingin. e buat al. Kita jawab dengan. atau saat Rasululla SAW i Maktu ? ( S Abasa - e utuskan untuk enyera kan tawanan perang Badr dengan tebusan ?. . Qur`an bukanlah wahyu.uran yang jelas-jelas ' e peringatkan' & ' enyala kan' Rasululla ketika Rasululla SAW Abdulla bin enda ulukan SAW dala beberapa o entu . elanda seisi kota tentang bergejolak. kedalaman penglihatan. Maka jika itu benar buatan Nabi. sunggu usta il Nabi berbuat sesuatu lalu enegur dirinya sendiri. dengan peristiwa yang dikenal sebagai haditsul ifki. kejernihan jiwa dan renungan yang benar.uran untuk ibunda Aisya dari tudu an tersebut. Begitu pula saat o entu lain.uran.

ini adala kenyataan yang disaksikan ole sejara . enyentu pe beritaan-pe beritaan g aib tersebut.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Sehingga Qur`an itu tidak lain dari pada hasil penalaran intelektual dan pemahaman yang diungkapkan oleh Muhammad dengan gaya bahasa dan retorikanya. ba kan ingga ari ini dengan za an yang penu teknologi. Mu a asi kecil waktu itu tidak sekalipun apapun dari pendeta tersebut. Kita Jawab. Hal e berikan te pat bagi penggunaan pikiran dan kecer atan de ikian tentu tidak dapat firasat. Ba kan sa pai pada kejadian perta a ala yang enjelaskan tentang ari kia at. Kita jawab ba wasanya Mu a uruf dan tak seorang pun diantara ad SAW tu bu dan idup dala asyarakatnya yang keadaan buta e bawa si bol il u dan pengajaran. Secerdas apapun tetap tidak bisa anusia. ur`an tela enyebutkan berita-berita tentang u at terda ulu. ba wa segi berita yang erupakan bagian terbesar dala uran tidak diragukan ole orang yang berakal ba wa apa yang diteri anya anya berdaarkan kepada peneri aan dan pengajaran. Mu a justru lebi diara kan untuk ke negri Sya enjadi pedagang. golongan-golongan dan perisiwa sejara dengan kejadian-kejadiannya yang benar dan cer at. 34 . Ketiga : Mereka menyangka bahwa Muhammad telah menerima ilmu-ilmu Quran dari seorang guru. Begitu pula ayat suda a at jau . Sekalipun asa yang dilalui ole sejara itu se esta ini. dan tidak dapat diragukan. Tetapi ad SAW yang pendeta tersebut. Ole pa annya Abu T olib. Ba kan kita juga enyaksikan ba wa beliau di asa kecilnya tidak tu bu dengan bi bingan ad SAW k usus dari aya andanya dan juga kakeknya. serta ga baran surga dan neraka dengan lengkap. ingga ikut serta dala perjalanan dagangnya eskipun dengan eni ba il u yang ak irnya berte u dengan pendeta Buk aira. seperti alnya yang disaksikan ole saksi ata.

Tetapi la ir ( za ir ayat-ayat itu bertentangan dengan ur`an turun kepadanya sela a dua pulu tiga ke idupan nyata Rasululla SAW .uran dengan berangsur-angsur .asing : tentang turunnya Al.` ( S ad-D uk an: .uran diturunkan pada bulan Ra ad an Bulan Ramadhan. Ketiga ayat diatas tidak bertentangan.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Turunn a Al-Quran Kode : /A/ Pokok-pokok Materi : . enjelaskan secara u u asing. b Al.uran diturunkan pada ala yang diberka i Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Qur`an ) pada malam yang diberkahi.uran dala tiga te pat a Al. bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur`an ( al-Baqara : . TA APAN TURUNN A AL-QURAN Alla SWT dala Al.uran dan Pendapat la a seputarnya . dan satu adz ab lainnya: 35 . Dala al ini para ula a e punyai dua adzab pokok . Hik a Turunnya Al.` ( al.uran. karena lailatul qadar dala ala yang diberka i adala ala bulan ra ad an. di ana ta un. Ta apan Turunnya Al.uran diturunkan pada ala Lailatul adar Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadar.adr : c Al.

melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya . Yang di aksud dengan turunnya ur`an dala ketiga ayat diatas adala turunnya alaikat eng or ati kebesarannya. lalu diletakkan dai baitul Izzah di langit dunia.` d.a berkata: ` Qur`an itu dipisahkan dari az-Zikr. Ibn Abas r.` Madzhab kedua. `Dan Al Qur`an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. Ibn Abbas berkata: ` ur`an sekaligus diturunkan ke langit dunia pada qadar. Antara lain: beberapa a. Secara berta ap ur`an sekaligus di Baitul `Izza dilangit dunia agar para Ke udian sesuda itu ur`an diturunkan kepada rasul kita Mu a sela a dua pulu tiga ta un.` Lalu ia e bacakan: `Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu sesuatu yang ganjil. Ibn Abbas r. Ibn Abbas r. b.`( al-Furqan : . ad saw. Maka jibril mulai menurunkannya kapada Nabi saw.` (al-Isra` : . pendapat Ibn Abbas dan se umlah ulama serta ang di adikan pegangan oleh umumn a para ulama. Pendapat ini didasarkan pada berita-berita yang sa i dari Ibn Abbas dala riwayat.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Madzhab pertama aitu. ke udian setela itu ia diturunkan sela a dua pulu ala lailatul ta un.a engatakan : ` Allah menurunkan Qur`an sekaligus kelangit dunia . Ba wa yang di aksud dengan turunnya per ulaan turunnya uran dala ketiga ayat diatas adala uran itu di ulai ur`an pada Rasululla SAW. pada bulan ramadhan ke langit dunia sekaligus. temmponya turunnya secara berangsur-angsur. Permulaan turunnya 36 .a berkata : `Qur`an diturunkan pada malam lailatul qadar. lali ia diturunkan secara berangsur-angsur. sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sejak dia diutus sa pai wafatnya. Lalu Dia menurunkannya kepada Rasulnya bagian demi bagian.` c. aitu ang diriwa atkan oleh as-S a`bi .

aca cara turun. Dengan de ikian kali diturunkan: • aka pendapat yang kuat iala ba wa Al. Ibn ( ij a` ba wa turunnya ur`an sekaligus dari lau ul 37 .uran Al-Kari Perta a: diturunkan secara sekaligus pada langit dunia.tidakla bertentang dengan Ibn Abbas. Dan ju la wa yu yang diturunkan kelangit dunia pada ala lailatul qadar .urtubi tela enukil dari Muqatil bin Hayyan riwayat tentang kesepakatan a fuz ke baitul izza di langit dunia. yangv erupakan ala yang di berka i.` (al-Isra`: Madzhab ketiga Ba wa ur`an diturunkan kelangit dunia sela a dua pulu tiga yang pada setiap ala nya sela a ala .. Madzab ini adala sebagian ufasir. yaitu turun secara berta ap ur`an : Dengan de ikian ur`an anya satu kepada Rasululla SAW seba yang de ikian inila yang dinyatakan dala `Dan Al Qur`an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. untuk asa satu ta un penu itu ke udian diturunkan secara asil ijti ad berangsur-angsur kepada Rasululla SAW sepanjang ta un. pendapat ini tidak e punyai dalil. ala lailatul qadar ke baitul Izza di • Kedua: diturunkan kelangit dunia ke bu i secara berangsur-angsur sela a dua pulu tiga ta un. dengan dali-dalil yang sa i adzab yang perta a yang diriwayatkan dari itu dua dan dapat diteri a. Catatan : I a Al.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a pada ala lailatul qadar di bulan ra ad an. Ke udian turunnya berlanjut sesuda peristiwa-peristiwa sela itu secara berta ap sesuai dengan kejadian dan kurang lebi dua pulu tiga ta un.ala ala lalilatul qadar lailatul qadar itu ada yang ditentukan Alla untuk diturunkan pada setiap ta unnya. KESIMPULAN : Adapun adzab kedua yang diriwayatkan dari as-Sya`bi .

Dan ka i eringkaskannya sebagai berikut : Menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah SAW . Rasululla eng adapi sikap SAW tela ereka yang enya paikan dakwa nya kepada enusia. 38 . diantaranya sebagai berikut: a Ayat yang berisi anjuran langsung untuk bersabar `Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. berperangai kasar dan keras kepala. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. IKMA TURUNN A QUR`AN SECARA BERTA AP Kita dapat enyi pulkan ik a turunnya ur`an secara berta ap dari nas -nas yang berkenaan dengan al itu.` (al-Mujadala : .` (Hud : c Ayat yang berisi janji-janji ke enangan `Allah telah menetapkan: `Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang`.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Abbas e andang tidak ada pertentangan antara ke tiga ayat diatas yang berkenaan dengan ur`an dengan kejadian nyata dala ke idupan Rasululla SAW ba wa ur`an itu turunnya turun sela dua pulu tiga ta un yang bukan bulan ra adan.`(al-Muza b il: enga bil conto ketegu an ereka Ayat dari kisa -kisa nabi dan ajakan Demikianlah hikmah yang terkandung dalam kisah para Nabi yang terdapay dalam Qur`an: `Dan kisah rasul-rasul kami ceritakan kepadamu. eng iraukan perlakuan ja il yang di adapinya dari Conto dari ayat-ayat tersebut. . Wa yu turun kepada Rasululla SAW dari waktu kewaktu se ingga dapat dan e perkuat ke auannya untuk tetap enegu kan atinya atas dasar kebenaran tanpa elangka kan kaki dijalan dakwa asyarakatnya sendiri. orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. Ia ditantang ole orang-orang yang ber ati batu. Mereka senantiasa ele parkan berbagai aca gangguan dan anca an kepada Rasul. ialah kisah-kisah yang dengannya Kami terguhkan hatimu. Dan biarkanlah Aku bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu. tetapi ia e bangkang dan watak yang begitu keras.

seperti enanyakan tentang ari enya paikan kepadanya al. ba kan juga kau Hik a seperti ini tela diisyaratkan ole keterangan yang terdapat dala riwayat dala adis Ibn Abbas engenai turunnya ur`an : `Apa bila orang-orang ereka. catatan ereka adala daya afalan dan daya ingatan. Mereka juga sering asuk akal. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. ntuk angajukan pertanyaan-pertanyaan dengan enguji kenabian Rasululla . aka ur`an turun untuk elepaskan derita engeta ui orang-orang yang endustakan ba wa Alla al i wal e balas apa yang elakukan al itu. beberapa usyrik berangsur-angsur juga agar bisa ole kau kafir qurays. Mereka sering ele a kan dan enentang. Orang-orang usyrik senantiasa berkubang dala kesesatan dan keso bongan ingga aksud ela paui batas.uran secara enjawab tantangan-tantangan yang senantiasa di unculkan unafik. yang tidak pandai enulis.uran Al-Kari e baca dan turun ditenga -tenga u at yang u i.` engadakan sesuatu. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". (Al-A'roof Jadi ik a yang bisa kita tangkap disini adala . aka Alla pun engadakan jawabannya atas Mempermudah afalan dan Pemahamann a. ya udi. Men awab Tantangan dan sekaligus Muk izat. tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Setiap kali penderitaan Rasululla SAW berta ba karena didustakan ole kau nya dan dan erasa sedi karena penganiayaan eng iburnya serta ereka dan akan enganca ereka. Mereka tidak 39 . kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui". Al. ba wasanya turunnya Al. lalu turunla ayat : Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku.al batil yang tak kia at.

jelasnya ba wa Al. erupakan bantuan terbaik bagi Setiap kali turun satu atau beberapa ayat.uran Al-Kari e a a i diturunkan sekaligus.` ur`an enga bil dari jibril li a ayat de i li a • ar berkata. aka turunla uku artabat. enjadi suatu e a a i uku . Setiap kali terjadi suatu peristiwa. sesuai dengan ereka. para sa abat segara Me ikirkan aknanya dan eng afalkannya. Dia enurunkan Al. Manusia tidak akan seandainya Al. li a ayat e berita ukan ba wa jibril Abu Nadra berkata.` Dari K alid bin Dinar dikatakan. `Abul `Aliya berkata kepada ka i `Pelajarila itu li a ayat de i li a ayat. ke udian uda untuk uda eng afal dan ur`an apa ereka untuk at yang buta uruf itu tidakla eng afal seluru pula bagi bila Al.uran Al-Kari e berikan kepada uda tidak engikuti dan tunduk kepada aga a yang bau ini eng adapi ereka dengan cara yang bijaksanadan enye bu kan ereka beberapa obat penawar yang a pu yang dapat ereka dari kerusakan dan kerenda an ereka . diantara enjelaskan statusnya dan ereka. Dan cara ini Tahapan Pengharaman Khamr Conto yang paling jelas di ara kannya inu an keras. satu de i satu. Li a ayat de i li a ayat.` Kesesuaian dengan Peristiwa-peristiwa Pentahapan dalam Penetapan ukum.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a e punyai pengeta uan tentang tata cara penulisan dan pe bukuan yang dapat e ungkinkan e u a inya.uran Al-Kari • li a ayat-li a ayat.uku nya. engenai peristiwa itu yang penunjuk serta eletakkan dasar-dasar perundang-undangan bagi enjadi obat bagi ati situasi dan kondisi. ereka enuliskan dan e bukukannya. karena Nabi saw ayat.uran Al-Kari ereka untuk eng afal dan secara berangsur itu e a a i ayat-ayatnya. `Pelajarila uran itu li a ayat de i li a ayat. Tradisi de ikian ini etode pengajaran dala • ke idupan para Tabi`in.`Abu Saad al-K udri diwaktu pagi. dan tidak aknanya serta e ikirkan ayat-ayatnya. karena jibril enurunkan uran kepada Nabi saw. dan li a ayat di waktu petang. engajar kan ur`an kepada ka i. engenai penetapan uku yang berangsur-angsur itu iala engenai al ini perta a-ta a Alla berfir an : 40 .

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

a

Pertama, Alla

SWT berfir an : Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat

minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang yang memikirkan.`(an-Na l: Ayat ini enyebutkan tentang karunia Alla apa bila yang di .

aksud dengan

`sakar` iala k a r atau

inu an keras dan yang di aksud dengan `rezeki` iala

segala yang di akan dari kedua po on tersebut seperti kur a dan kis is-dan inila pendapat ju ur ula aaka pe berian predikat `baik` kepada rezeki se entara al ini pijian Alla anya

sakar tidak diberinya,

erupakan indikasi ba wa dala

ditujukan kepada rezeki dan bukan kepada sakar, ke udian turun fir an Alla : b Kedua, Alla SWT berfir an : `Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: `Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya`.(al-Baqara : Ayat ini sesuda e e bandingkan antara anfaat .

inu an keras (k a r yang ti bul

inu nya seperti kesenangan dan kegaira an atau keuntungan karena

e perdagangkannya, dengan ba aya yang diakibatkannya seperti dosa, ba aya bagi kese atan tubu , erusak akal, eng abiskan arta dan e bangkitkan doronganenjau kan k a r

dorongan untuk berbuat kenistaan dan dur aka. Ayat tersebut dengan cara fir an Alla : c enonjolkan segi ba ayanya dari pada

anfaatnya, ke udian turun

Ketiga : Alla SWT berfir an : `Wahai orang-orang yang beriman , janganlah kamu salat sedang kamu dalam keadaan mabuk.`(an-Nisa`: Ayat ini bila pengaru enunjukkan larangan .

inu an k a r pada waktu-waktu tertentu engingat adanya larangan inu an itu ilang dan

inu an itu akan sa pai kewaktu salat, ini keadaan abuk, sa ppai pengaru

endekati salat dala ereka d

engeta ui apa yang

ereka baca dala

salatnya, selanjutnya fir an Alla :

Keempat : Fir an Alla :`Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu.`(al-Maida : Ini erupakan peng ara an secara pasti dan tegas ter adap -

inu an dala

segala waktu.

41

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

Hik a penetapan uku

dengan siste

berta ap ini lebi lanjut diungkapkan dala engatakan : `Sesungguhnya yang pertama kali

adis yang diriwayatkan ole Aisya r.a ketika

turun dari Qur`an ilah surah Mufassal yang didalamnya disebutkan surga dan neraka, sehingga ketika manusia telah berlari kepada Islam, maka turunlah hukum haram dan halal. Kalau sekiranya yang turun pertama kali adalah `jJanganlah kamu meminum khamr` tentu meraka akan menjawab: ` Kami tidak akan meninggalkan khamr selamanya.` Dan kalau sekiranya yang pertama kali turun ialah ; janganlah kamu berzina, tentau mereka akan menjawab: `Kami tidak akan meninggalkan zina selamanya.`

Bukti ang Pasti Bahwa Al-Quran Al-Karim Diturunkan Dari Sisi ang Maha Bi aksana dan Maha Terpu i.

ur`an yang turun secara berangsur kepada Rasululla SAW dala dua pulu ta un ini ayat-ayatnya turun dala e bacanya an

waktu lebi dari

selang waktu tertentu, dan sela a ini orang eli at rangkaiannya begitu padat,

engkajinya sura de i sura . Ketika ia

tersusun cer at sekali dengan

akna yang saling bertaut, dengan gaya yang begitu kuat, serta utiara yang inda yang

ayat de i ayat dan sura de i sura saling terjalin bagaikkan untaian belu ada bandingannya dala Seandainya perkataan anusia .

ur`an ini perkataan

anusia yang disa paikan dala

berbagai situasi,

peristiwa dan kejadian, tentula didala nya terjadi ketidak serasian dan saling bertentangan satu dengan yang lainnya, serta sulit terjadi kesei bangan.

`Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur`an ? Kalau kiranya Al Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.`(an-Nisa`: .

42

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

A at Makki ah dan Madani ah
Kode /A/

Pokok-pokok Materi : . Per atian la a tentang Makki dan Madaniya . Pengertian Makkiya dan Madaniya . Kek ususan & Ciri ayat Makka & ayat Madaniya . Hik a engeta ui Makka dan Madaniya

. PER ATIAN ULAMA TER ADAP MAKKI A & MADANI A

Para ula a begitu tertarik untuk eneliti

enyelidiki sura -sura

akki dan

adani. Mereka

ur`an ayat de i ayat dan sura -de i sura

untuk ditertibkan, sesuai dengan

nuzulnya, dengan ereka

e per atikan waktu, te pat dan pola kali at. Ba kan lebi dari itu, erupakan

engu pulkan antara waktu, te pat dan pola kali at. Cara de ikian e berikan pada peneliti obyektif, ga baran akki dan

ketentuan cer at yang il ia tentang il u

engenai penyelidikan, elakukan

adani. Dan itu pula sikap ula a kita dala

pe ba asan-pe ba asan ter adap aspek kajian ur`an lainnya.

Yang terpenting dipelajari para ula a dala Yang diturunkan di Yang diturunkan di Yang diperselisi kan, Ayat-ayat Ayat-ayat akia dala adina dla sura -sura surat ekka , adina ,

pe ba asan ini adala :

adania ,

akkia , adani, adani, akki dala adani dala kelo pok kelo pok adani, akki;

Yang diturunkan di Yang diturunkan di

ekka sedang uku nya ekka sedang uku nya

Yang serupa dengan yang diturunkan di Yang serupa dengan yang diturunkan di Yang dibawa dari Yang dibawa dari ekka ke adina ke ala adina , ekka ,

ekka ( adina (

Yang turun di waktu

dan siang,

43

engandung ayat akki dan adani atau adani. Inila aca . para ula a e punyai tiga cara pandangan asing. ijti adi. berkisar disekitar akki dan adani` . Inila yang disebut qiyas Perbedaan Makki dan Madani ntuk yang e bedakan akki dan adani.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Yang turun di usi Yang turun diwaktu panas dan dingin. akki aka adani. Atau dari para tabi`in yag eneri a dan endengar dari para sa abat sebagaia ana. Dan sebaliknya. Apa bila dala engandung persitiwa sura adani. PENGERTIAN MAKKI A & MADANI A SERTA PERBEDAANN A Cara menentukan Makki dan Madani : ntuk uta a : • • Manhaj sima`i naqli ( Manhaj qiyasi ijtihadi ( etode pendengaran seperti apa adanya dan enganalogikan dan ijti ad . Sebagian besar penentuan akki dan adani itu didasarkan pada cara perta a. enetap dan dala perjalanan. ole karena dina akan ` il ul . Penjelasan tentang penentuan tersebut tela e enu i kitab-kitab tafsir bil engenai il u-il u ur`an. 44 . Kitab asbabun Nuzul dan pe ba asan-pe ba asan Cara qiysi ijtihadi : didasarkan pada ciri-ciri terdapat suatu ayat yang dikatakan ba wa ayat itu akki.aca il u ur`an yang pokok. Pertama: Dari segi waktu turunn a. Juga sebaliknya. Bila dala satu sura terdapat ciri-ciri aka sura itu dina akan sura akki. di ana dan peristiwa apa yang berkaitan dengan turunnya wa yu itu. Dan coto - conto diatas adala bukti paling baik baginya.asing e punyai dasarnya sendiri. akki dan adani. a`tsur. engeta ui dan enentukan akki dan adani para ula a bersandar pada dua cara Cara sima'i naqli : didasarkan pada riwayat sa i dari para sa abat yang idup pada saat dan enyaksikan turunnya wa yu.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Makki adala yang diturunkan sebelu adala sesuda yang turun sesuda ijra ijra eskipun bukan di ekka . Berdasarkan pendapat ini. Hudaibiya . Ayat ini diturunkan di ekka dala ka`ba pada ta un ekka . Pendapat ini yang engakibatkn tidak adanya pe bagian secara konkrit perjalanan. Makki adala yang turun di ekka dan sekitarnya. Sebab yang turun dala tidak ter asuk kedala ataupun adani. fir an Conto : ayat yang diturunkan pada ta un penaklukan kota Alla : `Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak…` ( an-Nisa` : penaklukan lebi . Yang diturunkan eskipun bukan di ijra sekalipun di ekka atau Arafa adala adani akka . Pendapat ini lebi baik dari kedua pendapat berikut. Madani adina . Makki adala yang seruannya ditujukan kepada penduduk ekka dan adani ditujukan kepada penduduk enyatakan ba wa ayat anusia adala adina . Ketiga : Dari segi sasaran pembicaraan. Karena ia e berikan kepastian dan konsisten. dan ketentuan adani. Seperti dan ud. di Tabuk atau di Baitul Maqdis akki endua. Arafa adina dan sekitarnya. dan enyi pulkan beberapa ketentuan analogis bagi keduanya. . sedang ayat yang aamanuu ( wa ai orang-orang yang beri an adala Na un sura elalui penga atan cer at. Seperti Mina. para pendukungnya engandung seruan yaa ayyuhannas ( wa ai engandung seruan yaa ayyu halladziina adani. se ingga ia tidak dina akan engakibatkan ba wa yang diturunkan di akka sesuda ijra disebut makki. Juga sala satu bagiannya. KETENTUAN & CIRI-CIRI K AS MAKKI DAN MADANI Para ula a telag eneliti sura -sura akki da adani. na pak bagi kita ba wa kebanyakan satu seruan itu. yang enerangkan ciri-ciri k as gaya ba asa dan 45 . ur`an yang akki. Misalnya sura baqara itu terdapat ayat akky. Dan Madani iala yang turun di uba` dan Sil`. tetapi didala nya ur`an tidak selalu dibuka dengan sala de ikianpun tidak konsisten. Kedua : Dari segi tempat turunn a.

pe buktian engenai risala . kebangkitan dan ari pe balasan. b Peletakan dasar-dasar u u dasar terbentuknya suatu penu pa an dara . alif la yang engandung kisa Ada dan iblis adala akki. adala i . sedang sura Ra`ad asi diperselisi kan. Na aun de ikian sebagian besar ula a berpendapat ba wa ayat tersebut adala d Setiap sura yang sura baqara . Dari situ dengan ciri-ciri tersebut.uruf singkatan seperti alif la ra. Kecuali sura baqara dan ali-i ran. kecuali enngandung kisa para nabi u at terda ulu adala akki. ur`an dan di sebutkan sebanyak tiga pulu tiga kali c Setiap sura yang engandung yaa ayyu an naas dan tidak engandung yaa ayyu al ladzinaa a anuu. Kecuali sura al-Hajj yang pada ak ir sura terdapat ayat yaa ayyu al ladziina a anuur ka`u wasjudu. a i dll. Lafal ini anya terdapat separu terak ir dari li a belas sura . argu entasi dengan orang enggunkan bukti-bukti rasional dan ayat-ayat kaunia . f setiap sura yang dibuka dengan uruf. Penguburan idup- idup bayi pere puan dn tradisi buruk lainnya. ayat makky dapatla diringkas sebagai berikut : a Ajakan kepada tau id dan beribada anya kepada Alla . 46 . akki.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a persoalan-persoalan yang dibicarakannya. engandung lafal ` kalla` berarti akki. Tema & Ga a Bahasa Surat Makki ah Dari segi ciri te a dan gaya ba asa. ari kia at dan kengeriannya. e Setiap sura baqara . berarti akki. surga dan nik atnya. a b Setiap sura yang didala nya Setiap sura yang dala dala engandung `sajda ` aka sura itu akki. bagi perundang-undangan dan a lak ulia yang enjadi usyrik dengan asyarakat. neraka dan siksanya. ereka dapat eng asilkan kaida -kaida Ketentuan Surat Makki ah . kecuali surat akki. dan penyingkapan dosa orang usyrik dala e akan arta anak yati secara dzali .

Dan ajakan kepada ereka untuk asuk Isla . kaida uku dan ubungan internasiaonal baik diwaktu da ai asala perundang-undangan. ditelinga terasa Menggetarkan ati. ji ad. ter adap ereka kitab-kitab Alla . per usu an setela il u datang kepada c Menyingkap perilaku orang dan d ereka ter adap kebenaran. Tema dan Ga a Bahasa surat Madani ah Dari segi ciri k as. . ua ala . Ketentuan Surat Madani ah a b Setiap sura yang berisi kewajiban atai ad ( sanksi adala Setiap sura yang didala nya disebutkan orang-orang sura al-ankabut adala akki. dan perkecualiannya anyasedikit. kecuali unafik adala c Setiap sura yang didala nya terdapat dialog dengan a li kitab adala adani. eyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal su pa . dapatla diringkaskan sebagai berikut : a Menjelaskan ibada . penjelasan engenai penyi pangan ereka. b Seruan ter adap a li kitab. dan aknanya pun engesankan sekali. te a dan gaya ba asa. adani. ad. aupun perang. kekeluargaan.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a c Menyebutkan kisa para nabi dan u at-u at terda ulu sebagai pelaran bagi se ingga egeta ui nasib orang yang endustakan sebelu dala ereka ereka. FAEDA MENGETA UI MAKKI DAN MADANI 47 . warisan. dan perselisi an ereka. ereka karena rasa dengki diantara sesa a unafik. adani. engadapi gangguan dari Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang pernyataannya singkat. e buka kedoknya enjelaskan ba wa ia berba aya bagi aga a. ubungan sosial. dan sebagai iburan buat Rasululla ereka dan yakin akan d SAW se ingga ia taba enang. seperti sura -sura yang pendek-pendek . enganalisi kejiwaannya. ene bus dan terdengar sangat keras. dari kalangan ya udi dn nasrani. Suku kata dan ayat-ayatnya panjang-panjang dan dengan gaya ba asa yang e antapkan syariat serta enjelaskan tujuan dan sasarannya.

bukan sebab yang k usus. akna yang kontradiktif. Berdasarkan al itu seorang pengertian u u penafsir dapat e bedakan antara ayat yang nasik dengan yang ansuk . dan ereka riwayatkan. bila diantara erupakan nasik kedua ayat terdapat yang teda ulu. Me per atikan apa yang retorika. baik dala wa yu periode ekka aupun adina . Ketiga : Mengetahui se arah hidup Nabi melalui a at-a at Qur`an. peri idup beliau yang diriwayatka a lli sejara ur`an pun arus sesuai denga uran. ur`an adala Rasululla SAW. Sebab pengeta uan tersebut dan adala engenai te pat turun ayat dapat e bantu e a a i ayat en afsirkannya dengan tafsiran yang benar. Karakteristik gaya ba asa e pelajarinya sebua erupakan arti peling k usus dla uran pun e berikan kepada orang yang ke jalan Alla etode dala berbicara dan penya paian dakwa yang sesuai dengan kejiwaan lawan enguasai apa yang ada dala enguasai pikiran dan perasaaannya serta dirinya dengan penu kebijaksanaan. e berikan kata putus ter adapa perbedaan riwayat yang 48 . Yang datang ke udian tentu Kedua : Meresapi ga a bahasa Quran dan memanfaatkann a dalam metode dakwah menu u alan Allah. Sebab turunnya wa yu kepada Rasululla SAW sejalan dengan sejara dakwa dengan segala peristiwanya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Pengeta uan tentang makkiyah dan madani banyak faeda nya diantaranya: Pertama : Untuk di adikan alat bantu dalam menafsirkan Qur`an. Sebab setiap situasi dike endaki ole situasi akki dan adani dala e punyai ba asa tersendiri. Sekalipun yang enjadi pegangan lafadz. Sejak per ulaan turun su ber pokok bagi peri idup ingga ayat terak ir diturunkan.

Kemudian dia suka menyendiri. Yang mengajar dengan perantaran kalam . Ada dua pendapat yang dikenal tentang ayat yang turun perta a kali.a yang engatakan : ` Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasulullah SAW adalah mimpi yang benar diwaktu tidur. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ayat yang terak ir turun dan Perbedaan pendapat ula a seputarnya . Bacalah. dalil sbb: asing.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a A at ang Turun Pertama dan Terakhir Kode : /A/ Pokok-pokok Materi : . Pendapat ini didasarkan pada suatu adis yang diriwayatkan ole dua syeik a li adis dan yang lain. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.` (al-`Ala : . dia pergi kegua Hira` untuk beribadah beberapa malam. Dia melihat dimimpi itu datangnya bagaikan terangnya dipagi hari. dari Aisya r. Ayat yang perta a turun dan Perbedaan pendapat ula a seputarnya .asing dengan Pendapat Pertama : Surat Al-Ala - Yang paling sa i engenai yang perta a kali turun iala fir an Alla : ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Artinya : `Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. kemudian ia pulang kepada Khadijah r. Hik a dan anfaat pe ba asan ini . ANG TURUN PERTAMA KALI. Seorang malaikat datan 49 . Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Untuk itu ia membawa bekal. Di gua Hira` dia dikejutkan oleh suatu kebenaran.a maka Khadijah membekali seperti bekal yang dulu.

dia berkata : Aku tela bertanya kepada Abu Jabir bin ur`an itu yang turun perta a kali ? dia enjawab : Yaa ayyuhal mudassir. Aku bertanya lagi : atauka Iqra` Bis i rabbik ? dia enjawab : Aku katakan kepada u apa yang dikatakan Rasululla SAW kepada ka i : ` Sesungguhnya aku berdiam diri di gua hira`.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a kepadanya dan mengatakan : ` Bacalah` Rasulullah SAW menceritakan. kekanan dan kekiri. dan dia berkata lagi ` Bacalah`! maka akupun menjawab `Aku tidak pandai membaca`. Maka aku pulang ke Khadijah. Kemudian dia merangkulku dengana kedua kali.` Apa yang tidak diketahuinya`. Pendapat Kedua : Surat Al-Muddattsir Dikatakan pula. Lalu Allah menurunkan ` Wahai orang yang berselimut. Ini didasarkan pada adis yang diriwayatkan ole dua syaik a li adis : Dari Abu Sala a bin Abdurra Abdulla . ( adis . malaikat tersebut kemudian memelukku sehingga aku merasa amat payah. yang anaka diantara an. tapi dalil kedua pendapat ini le a dan kurang berdasar. Maka ketika habis masa diamku. ba wa yang perta a kali turun adala fir an Alla : ( ) ( wahai orang yang berselimut ). kemudian aku melihat jibril yang amat menakutkan. maka akupun menjawab `aku tidak pandai membaca` . dan berkata ` Bacalah` Aku menjawab ` aku tidak pandai membaca` maka ia merangkulku untuk ketiga kali. Kemudian ia lepaskan lagi. bangkitlah lalu berilah peringatan. kemudian ia berkata ` Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan…` samapi dengan …. Lalu aku lihat kelangit. sehingga aku merasa amat payah. Khadijah memerintahkan mereka untuk menyelimuti aku. Perbandingan dua Pendapat : 50 . Aku lihat kemuka.` Catatan : selain pendapat di atas ada juga pendapat yang enyatakan ba wa yang perta a kali turun adala surat al-fati a dan lafal bas alla . kebelakang. Lalu aku dilepaskan. aku turun dan aku telusuri lembah. sehinggga aku kepayahan.

udattsir adala yang engatakan juga ba wa perta a kali turun yang disebabkan dengan peristiwa k usus (asbabun nuzul . . Sedangkan ayat berkaitan dengan kerasulan (risala perta a surat al-alaq adala (nubuwwa . aksud Jabir ra : surat al. Dikatakan ba wa ayat terak ir yang diturunkan itu adala ayat engenai riba. Karena yang turun perta a sekali dari sura per ulaan saja.uddatsir adala yang perta a turun atau perinta berdakwa . Jabir sura Iqra` anya enjelaskan ba wa sura al Mudassirla yang turun secara penu sebelu selesai diturunkan. Akan tetapi riwayat Aisya lebi riwayat lain yang s o i endukung riwayat Aisya . atau pelantikan d Ada yang yang perta a turun berkaitan dengan kenabian enjadi nabi. Yang 51 . Ini didasarkan pada adis yang dikeluarkan ole Buk ari dari Ibnu Abbas. pendapat Jabir ra bisa ditinggalkan. engatakan aksud Jabir ra : Surat al. b Atau setela c Ada yang Iqra` itu aksud Jabir ba wa surat Mudassir itu adala sura perta a yang diturunkan asa ter entinya wa yu. Jadi jika ada riwayataka sebagai asil ijti ad ijti adnya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Para ula a ulu ul quran dengan kesunggu an di atas. yang engatkan : ` Ayat terak ir yang diturunkan adala di aksdukan iala fir an Alla : ayat engenai riba`. dan ereka encoba e perte ukan pendapat enjelaskan beberapa al sebagai berikut : a Maksud Jabir dala adits di atas adala sura yang diturunkan secara penu . ANG TERAK IR KALI DI TURUNKAN Pendapat ula a seputar ayat yang terak ir kali diturunkan begitu banyak. diantaranya sebagai berikut. e Ada juga yang enyatakan : Jabir tela engeluarkan yang de ikian ini dengan enda uluinya.

Dengan de ikian aka diturunkan itu sebagian yang terak ir kali. karena peli ara diri u dari azab yang terjadi pada suatu ari ke udian ayat ayat-ayat itu asi satu kisa .`( al-Baqara : .` `Hai orang-orang yang beriman. Dikatakan pula ba wa yang terak ir kali diturunkan iala ayat Buk ari dan Musli yang terak ir kali turun iala : engenai kalalah. hendaklah kamu menuliskannya. ayat engenai utang.` ( alBaqara : . Berdasarkan adis yang diriwayatkan dari Said bin al-Musayyab: ` Tela sa pai kepadanya ba wa ayat ur`an yang paling Yang di aksudkan iala ayat : uda di arsy iala ayat engenai utang. apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan.` ( al-Baqara : . bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba. dan itu ketiga ayat itu tidak saling ber tentangan. yaitu ba wa ketiga ayat tersebut diatas diturunkan sekaligus seperti tertib urutannya didala us af. Setiap perawi engabarkan ba wa sebagian dari yang e ang benar. Ayat engenai riba. Juga dikatakan ba wa yang terak ir turun iala ayat engenai utang .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a `Hai orang-orang yang beriman. Ini didasarkan pada adis yang diriwayatkan ole an-Nasa`i dan lain-lain.` (al-Baqara : . Dan dikatakan pula ba wa ayat ur`an yang terak ir turun adala fir an Alla : `Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. eriwayatkan dari Barra` bin `azib . dari Ibnu Abbas dan Said bin Jubair: ` Ayat ur`an terak ir turun iala : `Dan peli arala diri u dari ari yang pada waktu itu ka u se ua dike balikan kepada Alla . Catatan : Ketiga riwayat di atas dapat dipadukan. dia berkata : ` ayat 52 .

Katakanlah : `Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah ( an-Nisa`: .de i ayat. Yang terpenting diantaranya iala . penggerak i an dan su ber ke uliaan 53 .` . Mungkin juga ayat itu yang dibaca terak ir kali ole Rasululla SAW bersa a-sa a dengan ayat yang turun diwaktu itu. Dari Ibn Abbas dikatakan . Banyak raga • • • • • pendapat lain tentang asala ayat yang terak ir kali turun. FAEDA MENGETA UI PEMBA ASAN INI Pengeta uan engenai ayat-ayat yang perta a kali dan terak ir kali diturunkan itu e punyai banyak faeda . Mungkin asing. didengarnya dari Rasululla SAW pada saat ia wafat atau tak seberapa la a sebelu Sedang yang lain ungkin tidak secara langsung endengar dari Nabi. Se ingga ereka tela ereka engerti kapan dan di ana ayat itu diturunkan. lalu dikiranya ayat itula yang terak ir enurut tertib urutannya.ati dan SAW yang diturunkan kepadanya dengan sepenu percaya ba wa Al. . Se ingga disuru untuk diturunkan enuliskan sesuda nya.asing enreita ukan engenai apa yang terak ir kali ia sakit. Para sa abat tela eng ayati ur`an ini ayat.uran adala dasar aga a. Dikatakan pula ba wa Ayat surat ( at-Tauba : Dikatakan pula ba wa yang terak ir kali turun adala sura al-Maida . Juga dikatakan ba wa yang terk ir kali turun iala ayat surat ( al-I ran : juga dikatakan ba wa ayat terak ir yang turun iala ayat : ( an-Nisa`: .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a `Mereka meminta fatwa kepadamu . Bole jadi pendapat itu diucapkan orang karena ijti ad atau dugaan saja. Sura terak ir yang diturunkan iala : surat An-Nas r adi Abu bakar al Baqalani dala kitab intisar ketika engo entari berbagai riwayat engenai yang terak ir kali diturunkan enyebutkan : Pendapat-pendapat ini sa a sekali tidak di sandarkan kepada Nabi saw. seperti : sa pai ak ir sura . Rasululla eneri a ayat-ayat dari ati. ati. Men elaskan perhatian ang diperoleh Al-Quran Al-Karim guna men agan a dan menguatkan a at-a atn a.

aitu a at-a at al-Quran. Membedakan ang nasikh dan ang mansukh. ketentuan ayat yang diturunkan 54 .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a dan ke or atannya.uran petunjuk Ila i. ereka enetapkan enjadi benar dan urusan Terkadang terdapat dua ayat atau lebi dala dala satu asala . dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. se ingga dengan de ikian cara idup asyarakat berada pada jalan yang lurus . Ia dapat berta an dala uku . tetapi ketentuan uku ana yang perta a kali satu ayat berbeda dengan ayat lain.uran Al-Kari sela at dari peruba an dan kekacau balauan.ijr: Mengetahui rahasia perundang-undangan Islam menurut sumbern a ang paling pokok. Dan ini e bawa akibat positif yaitu ba wa Al. dan engatasi persoalan kejiwaan anusia dengan ene patkan uku - engantarnya dengan cara-cara yang bijaksana dan ereka ketingkat kese purnaan.` ( al. apa bila diketa ui enasak ( eng apus diturunkan ke udian sebelu nya. Alla SWT berfir an : `Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an. Sesunggu nya ayat-ayat al.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Asbabbun Nuzul Kode : /A/ Pokok-pokok Materi : . Guru Buk ari. aku bidang il u engarang satu kitab lengkap. se ingga ada bidang itu. . PER ATIAN PARA ULAMA TER ADAP ASBABUN NUZUL Para peneliti il u-il u tentang Asbabun Nuzul. ♣ Abul Hasan Ali al-Wa idi ( ♣ Bur anuddin al-Ja’bari ( H dala H kitabnya Asbabun Nuzul. singkat dan sangat baik serta dala aad satu kitab pun enya ainya. Per atian la a tentang Asbabun Nuzul . Definisi Asbabun Nuzul . rgensi Mengeta ui Asbabun Nuzul . Kitab itu aku na akan Lubabul Manqul fi Asbabin Nuzul. Itu disebabkan pe berita uan seorang sa abat engenai al seperti ini. H yang engarang satu kitab engenai Asbabun Nuzul. yang eringkaskan kitab al-Wa idi dengan eng ilangkan isnad-isnadnya. PEDOMAN MENGETA UI ASBABUN NUZUL Pedo an dasar para ula a dala engeta ui asbabun nuzul iala riwayat sahih yang berasal dari Rasululla SAW atau dari sa abat. ♣ Jalaluddin As-Suyu ( tela ini belu H yang engatakan tentang dirinya : ` Dala al ini. pi ak yang ntuk ur’an enaru per atian besar ter adap pengeta uan enafsirkan ur’an il u ini diperlukan sekali. tanpa ♣ Syaik ul Isla Ibn Hajar al-Atsqolani ( ena ba kan sesuatu. e punyai uku aka al itu bukan sekedar pendapat ( ra’y . Beberapa Per asala an seputar Asbabun Nuzul . Metode Mengeta ui Asbabun Nuzul . tetapi ia arfu’ (disandarkan pada Rasululla . Yang terkenal engk ususkan diri engenai pe ba asan dala diantaranya iala : ♣ Ali bin Madini. 55 . bila jelas.

Suyuti berpendapat : ba wa bila ucapan seorang tabi’in secara jelas asbabun nuzul. Dan enunjukkan ursal tafsir e punyai kedudukan bila penyandaran kepada tabi’in itu benar dan ia ter asuk sala seorang i a yang enga bil il unya dari para sa abat. seperti adis ursal yang lain. aka ucapan itu dapat diteri a. encarinya. usnad. percayakah kamu apa yang aku katakan ? Mereka engkau berdusta. Maka turunla sura ini : 56 .’ engu pulkan ka i anya ketika itu Abu La ab berkata : `celakala engkau. Ikri a dan Said bin Jubair. DEFINISI ASBABUN NUZUL Setela diteliti sebab turunnya sesuatu ayat itu berkisar pada dua al: Pertama : Bila ter adi suatu peristiwa. serta didukung ole .` Dan nabi enjawab : : ka i belu perna eli at elanjutkan: ‘aku memperingatkanmu tentang siksa yang pedih.Wa idi engatakan : ` Tidak alal berpendapat engenai asbabun nuzul kitab kecuali dengan berdasarkan pada riwayat atau yang enyaksikan turunnya. lalu berseru : ` Wahai kaumku !".Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Al. uja id.ati untuk nuzul tanpa pengeta uan yang jelas. apaka engkau untuk urusan ini ?’Lalu ia berdiri. ayat : dan peringatkanlah kerabat-kerabatmu yang terdekat ( S Hijr . Mereka a at ber ati.` Inila jalan yang dite pu engatakan sesuatu engenai asbabun Ole karena itu. Conto dala al ini sebagai ana diriwayatkan dari Ibn Abbas. yang dapat dijadikan pegangan dala asbabun nuzul adala : Riwayat-ucapan ucapan sa abat yang bentuknya seperti enunjukkan asababun nuzul. maka turunlah a at Qur’an mengenai peristiwa itu. Ia berkata lagi : ` bagaimana pendapatmu bila aku beritahukan kepadamu bahwa dibalik gunung itu ada sepasukan berkuda yang hendak menyerangmu. nabi pergi dan naik ke bukit safa . yang engatakan : " Ketika turun. yang secara pasti As. berku pul aka ereka endekat ke nabi. endengar secara langsung dari orang-orang e ba as tentang engeta ui sebab-sebabnya dan pengertiannya serta bersunggu -sungggu dala ole ula a salaf.

. Conto al ini seperti ketika K aula binti Sa’laba dikenakan Zi ar ole sua inya Aus bin engadukan al itu. tanpa sebab.(Surat Al-Masad Kedua : Bila Rasulullah ditan a tentang sesuatu hal. maka turunlah a at Quran menerangkan tentang hukumn a. yang pendengarannya eliputi segalanya` aku engadukan eng abiskan Sa it. sekalipun tidak seluru nya.`( S Mujadala Catatan : Tidak setiap ayat kejadian yang uran diturunkan karena adanya ti bul suatu peristiwa dan enda uluinya. PERLUN A MENGETA UI ASBABUN NUZUL Pengeta uan diantaranya : engenai asbabun nuzul e punyai banyak faeda yang terpenting Mengeta ui ik a diundangkannya suatu uku kepentingan u u dala dan per atian syariat ter adap at eng adapi segala peristiwa sebagai bentuk ra 57 . Tetapi ada diantara ayat ur’an engenai akida i an.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a …….. sekarang setela aku enjadi tua. atau karena suatu pertanyaan.lalu ia datang kepada Rasululla SAW Aisya berkata : ‘Ma a suci Alla enden gar ucapan K aula binti Sa’laba itu. kewajiban Isla dan diturunkan sebagai per ulaan. ia sua inya kepada Rasululla SAW . katanya : Rasululla SAW sua iku tela asa udaku dan suda beberapa kali aku engandung karenanya. syariat Alla dala ke idupan pribadi dan sosial.. dan tidak beranak lagi ia engadu kepada-Mu` enjatu kan zi ar kepdaku! Ya Alla sesunggu nya aku Aisya berkata : ` tiba-tiba jibril turun e bawa ayat-ayat ini : Artinya : Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengadu kepadamu tentang suaminya ( yakni aus bin samit).( ) Artinya : " celakalah kedua tangan Abu lahab….

enjawab : ` mengapa kamu berpendapat demikian mengenai ayat ini ? ayat ini turun berkenan dengan ahli kitab. endapat jawaban dari al- Mengk ususkan ( uku ` yang e batasi uku yang diturunkan dengan sebab yang terjadi. Conto yang de ikian diga barkan dala dua fir an-Nya: Pertama : Bahwa orang ang menuduh wanita baik-baik berzina tidak akan diampuni Alla SWT berfir an : `Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik. Apa bila lafal yang diturunkan itu lafal yang u u pengk ususannya aka pengeta uan engenai ('aa asbabun dan terdapat dalil nuzul e batasi pengk ususan itu anya ter adap yang selain bentuk sebab.` (al-I ran : . Ini bagi enjadi pegangan adala sebab yang khusus dan bukannya lafal yang umum. dan bagi mereka azab yang 58 . dan bagi mereka siksa yang pedih. yang lengah lagi beriman . mereka kena la`nat di dunia dan akhirat.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ter adap u at.` Ke udian ia e baca ayat sebelu nya yang berkaitan dengan a li kitab. Bila ereka yang berpendapat ba wa itu dinyatakan dala bentuk u u .` Sebagai conto dapat dike ukakan disini fir an Alla : Artinya : Janganlah sekali-kali kamu menyangka. hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa.` Ibn Abbas dikerjakannya iti akan disiksa. Ada beberapa sa abat yang k awatir dengan penjelasan ayat diatas lalu enanyakan pada Ibnu Abbas : sekiranya setiap orang diantar kita yang berge bira dengan apa yang tela dikerjakn dan ingin dipuji dengan perbuatan yang belu tentula kita se ua akan disiksa. Ini karena setiap peristiwa penting ternyata uran.

yaitu orang-orang yang baik berbuat zina dikatakan tidak akan dia puni dala dia puni pada ayat kedua. dan e berita ukan asbabun nazal ayat yang peristiwa Haditsul ifk. Lafal ini secara tekstual tidak ketiadaan dosa untuk engerjakan al itu enunjukkan ba wa sa’i itu wajib. lagi Yang menjelaskan . Maka Ibnu Abbas perta a : ba wa ayat tersebut turun dala ereka yang enudu wanita baikasi bisa ayat yang perta a. Maka asala Aisya dala enudu Aisya ra berzina tidak akan dia puni dunia ak irat. tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Di hari itu. pada hari .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a besar. ba wa ereka yang enudu wanita baik-baik (secara kedua uku nya u u .uran Al- Mengeta ui sebab nuzul adala cara terbaik untuk Kari enyingkap kesa aran yang terse bunyi dala engeta ui sebab nuzulnya. masih bisa diampuni Alla SWT berfir an : Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi. Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya. Maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera. Kedua : Bahwa orang ang menuduh wanita baik-baik berzina. dan mereka Itulah orang-orang yang fasik. Walla u a'la . e a a i akna Al. sebab enunjukkan `kebole an` dan bukannya ` 59 . lidah.Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya). Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah.( an-Nur : .( S An-Nuur - Sekilas ada pertentangan dari dua ayat di atas. asi e punyai ke ungkinan taubat dan dia puni. ayat-ayat yang tidak dapat ditafsirkan tanpa Conto dala asala ini adala ayat: Artinya : `Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi`ar Allah . dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar. se entara ayat asi berlaku u u . ( al-Baqara : . maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa`i antara keduanya.

ur’an : Inila orang yang dikatakan Alla dala Artinya : Dan orang yang berkata kepada ibu bapaknya: cis bagi kamu berdua…. Ke udian perkataan Marwan yang de ikian itu sa pai kepada Aisya . maksud ayat itu tidaklah demikian. Maka kata Marwan . Pada al uku sebenarnya dari sa'I adala wajib. isalnya : berkaitan dengannya. aka kata Aisya : ‘Marwan telah berdusta. ia berkata: ‘( ar. BEBERAPA PERMASALA AN SEPUTAR ASBABUN NUZUL Dala pe ba asan tentang asbabun nuzul. untuk enjelaskan tentang ba wa sa'I bukan seperti apa yang enjelaskan ba wa uku ereka takutkan/k awatirkan.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a kewajiban` sebagian ula a juga berpendapat de ikian.Jadi bukan untuk karena sa'I adala wajib.’ Abdurra an enolak dan tradisi Abu Bakar dan engatakan : ‘Tradisi Hercules dan kaisar’.demi Allah. sekiranya aku mau menyebutkan mengenai siapa ayat itu turun. Mereka takut itu asuk pada perbuatan dosa. Conto adala : Ba wa ketika Marwan pe baiatan ini adala enentang seraya e inta agar Yazid di baiat. Lafal erasa keberatan bersa’i antara safa ayat di atas turun karena para sa abat awalnya dan arwa karena perbuatan itu berasal dari perbuatan ja iliya . yang 60 .` .uran turun dengan lafad "tidak ada dosa". ada juga per asala an-per asa an lain yang asing.asing e punyai ba asannya secara k usus. tentulah aku sudah menyebutkannya. sa'I itu 'bole '.(AlA qof Maksudnya adala Marwan enudu Abdurra an dur akan dengan enyandarkan pada ayat di atas. karenanya Al. karena berpegang kepada arti tekstual ayat itu. bukan sekedar bole . Sebab nuzul dapat enerangkan tentang siapa ayat itu diturunkan se ingga ayat tersebut tidak diterapkan kepada orang lain karena dorongan per usu an dan perselisi an.

Catatan : Karena waktu yang terbatas dan untuk pe ba asan asbabun nuzul ini yang kita ba as dala e uda kan santri. Tiga ke ungkinan tersebut adala sebagai berikut : Pertama : Apa bila lafal a at bersifat umum dan sebab turunn a pun secara umum. Begitu pula kita perlu disebut "umum" dala atau kau terbatas. Se ingga di arapkan pe ba asan lainnya di buku-buku lu ul uran yang a asiswa/santri bisa ada. e perdala KAIDA : AL-IBROH BI UMUMI AL-LAFDHI LAA BI KHUSUSI AS-SABAB ( ANG MENJADI PEGANGAN ADALA LAFAL ANG UMUM. yaitu antara LAFADZ ayat dan e bedakan dengan M M dan KH S S. Bukan Sebab yang K usus . ari kita e bedakan antara dua al. aka untuk yang perkulia an (dirosah adala berkaitan dengan kaida : Al-Ibroh bi umumi al-lafdhi Laa bi khususi as-sababi ( Yang Menjadi Pegangan Adala Lafal yang u .asing e punyai konsekwensi atau uku nya ke ungkinan yang bisa terjadi yang asing. Karenanya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ♣ Pe ba asan Kaida : Al-Ibroh bi umumi al-lafdhi Laa bi khususi as-sababi ( Yang Menjadi Pegangan Adala Lafal yang u . : Perta a kali. BUKAN SEBAB ANG K USUS . Bukan Sebab yang K usus ♣ Pe ba asan seputar redaksi periwayatan asbabun nuzul ♣ Pe ba asan seputar banyaknya riwayat dala asbabun nuzul sebua ayat ♣ Pe ba asan seputar banyaknya ayat yang turun dengan satu sebab yang sa a ♣ Pe ba asan seputar beberapa ayat yang turun pada seorang yang sa a. dala pe ba asan ini adala ('aa usli in.asing. ada tiga asi . sedangkan "k usus" yang berkaitan dengan person-person tertentu dan kaitan antara LAFAL ayat dan SEBAB turunnya ayat. Maka ang diambil adalah bahwa hukum a at tersebut bersifat UMUM Conto dala asala ini adala seperti fir an Alla SWT : 61 . yang yaitu yang encakup seluru anusia SEBAB turunnya ayat.

padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu ni`mat kepadanya yang harus dibalasnya. sebelum mereka suci . . ereka secara k usus.` ( al-Lail : - 62 . dan Rasululla SAW bersabda : " Lakukan apa saja selain jimak " . Karenanya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a … Artinya : `Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. dan tidak badan dengan e beri ereka akan ereka sedang aid inu ereka dan tidak ber ubungan ereka.. Maka turunla ayat di atas. Jadi peristiswa atau pertanyaan dari sa abat kepada Rasul bersifat u u . sebagai ana diriwayatkan ole Anas bin Malik : ba wa orang-orang Ya udi pada waktu itu. maka ang diambil adalah bahwa hukum a at tersebut bersifat K USUS Conto dala al ini adala fir an Alla SWT: ( ) ( ) ) ( ) ( ) Artinya : `Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu. enanyakan secara u u tentang bergaul dengan istri-istri ereka ereka yang aid secara u u . tetapi karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha TInggi. begitu pula sebab turunnya ayat itu bersifat u u .a iid" di atas bersifat u u yang berarti se ua wanita yang aid.`( al-Baqara : Lafadz " al. ketika istri-istri engusirnya dari ru a . Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh. yang menafkahkan hartanya untuk membersihkannya. uku ini juga bukan satu dua pere puan atau istri berlaku u u bagi se ua wanita aid. Maka Rasululla pun ditanya asala ini. dan janganlah kamu mendekati mereka. Kedua : Apabila lafal a at bersifat khusus dan sebab turunn a pun khusus pada perseorangan tertentu.

enjawab : ‘Harus ada bukti. Jadi secara lafal e ang k usus dan sebabnya adala k usus. Hilal bin Sa a di adapan Nabi. apa bila sala seorang diantara ka i eli at endatangi isterinya. bila tidak maka punggungmu yang didera. Berikut asing pendapat dan dalil-dalinya.’ benar-benar akan Maka turunla Jibril as dan enurunkan kepada Nabi ayat : 63 . apaka ia arus encari bukti `. aya enudu isterinya tela berbuat zina dengan Syuraik bin Maka Nabi berkata Hilal berkata seorang laki-laki Rasululla Hilal berkata : ‘ Harus ada bukti. Jumhur ulama berpendapat : ba wa yang enjadi pegangan adala lafal yang u u dan bukan sebab yang k usus. Dala kasus inila .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Ayat-ayat diatas diturunkan engenai Abu Bakar. k usus tentang Abu Bakar As-S iddiq. Kata al-atqa ( orang yang paling taqwa enunjukkan arti superlatif. se ingga uku /pelajaran yang dia bil adala u u berlaku pada se ua orang. se ingga ia dik ususkan bagi orang yang karenanya ayat itu diturunkan. tafdil yang disertai al- enurut tasyrif terbentuk af’al untuk ‘adiya ( kata sandang yang enunjukkan ba wa kata yang di asukinya itu tela diketa ui aksudnya . sesunggu nya enurunkan apa yang e bebaskan perkataanku itu benar dan Alla punggungku dari dera. Misalnya : ayat Li’an (prosesi su pa antara sua i istri untuk yang turun engenai tudu an Hilal bin aa kepada isterinya : ` enolak dari tudu an zina Dari Ibn Abbas. apaka yang asing- dijadikan pegangan adala "lafal yang u u " atauka "sebab yang k usus" . karena itu ayat ini arus ditafsiri kepada kau usli in. kaida diatas enjadi perdebatan di antara ula a us ul.’ : ‘Wa ai Rasululla .’ :De i yang engutus engkau dengan kebenaran. bila tidak maka punggungmu akan yang didera. sedang lafal a at ang turun berbentuk umum. bukan u u Ketiga : Jika sebab a at itu adalah hal khusus berkaitan dengan orang tertentu.

Ole karena itu untuk dapat diberlakukan kepada kasus selain sebab diperlukan dalil lain seperti qiyas dan sebagainya. Mereka erupakan ayat tertentu kepada peristiwa-peristiwa lain yang bukan sebab turunnya ayat-ayat tersebut. karena lafal yang u u sebab yang k usus. ( S Nuur - Huku yang dia bil dari lafal yang u u enudu isterinya tidak ini : " walladzi yarmuuna azwajahum" ( dan anya k usus engenai peristiwa Hilal bin e erlukan dalil lain. Segolongan ulama berpendapat : ba wa yang enjadi pegangan adala sebab yang itu enunjukkan bentuk k usus. Pendapat ini sesuai dengan keu u an ( uku .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ( ) ( ) ( ) ( ) Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina). atau engenai al itu berbeda-beda. se ingga pe inda an riwayat sebab yang k usus itu engandung faeda . Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la'nat Allah atasnya. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah Sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta. Berdalil dengan populer keu u an redaksi ayat-ayat yang diturunkan untuk sebab-sebab k usus suda dikalangan a li. Misalnya ayat zi ar dala Sala a bin Sak r sesuai dengan riwayat kasus Aus bin Sa it. universalitas Dan ini pulala jalan yang dite pu para sa abat dan para enerapkan uku ujta id u at ini.uku syariat. dan sebab tersebut sesuai dengan usababnya seperti alnya pertanyaan dengan jawabannya. Maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah. padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri.Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar. Sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. orang-orang yang ayya . jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. bukan lafal yang u u . tetapi diterapkan pula pada kasus yang serupa lainnya tanpa Inila pendapat yang kuat dan paling sa i . 64 .

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a 65 .

Kemudian. Jumma'ul Quran artinya huffazuhu ( peng afal-peng afalnya. Penertiban Susunan Ayat dan Surat . karena ingin eng afalkannya: ( ) ( ) ( ) ( ) "Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk Al Qur'an karena hendak cepat-cepat nya .iya a : . orang yang didala senantiasa ati . Pengu pulan Al.uran pada . Pengu pulan Al.uran . Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. PENGERTIAN JAM'UL QUR'AN / PENGUMPULAN AL-QURAN Yang di aksud dengan pengu pulan ur'an ( Ja 'ul ur'an ole para ula a adala sala satu dari dua pengertian berikut : Pertama : Pengumpulan dalam arti menghafalkan ifdzuhu ( menghafalkann a dalam hati .uran pada . Kedua : Pengumpulan dalam arti kitabatuhu ( penulisan Qur'an 66 .uran pada asa Rasululla SAW asa Abu Bakar ra asa ts an Ra . Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Pengumpulan dan Penertiban Al-Quran Kode Materi : /A/ Poko-pokok Materi : ." (al. Inila akna yang di aksudkan dala fir an Alla eng afalkannya kepada Nabi-Nabi ur'an ketika itu enggerak-gerakkan kedua bibir dan lida nya untuk jibril selesai e baca turun kepadanya sebelu e bacakannya. Pengertian Jam'ul Qur'an (Pengu pulan Al. Pengu pulan Al. sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.

Penyebutan para afiz yang tuju atau delapan ini tidak berarti pe batasan. PENGUMPULAN QUR'AN DALAM PADA MASA NABI Realitas peng i punan Al.uran. kitab sa i nya Buk ari tela ereka dan se angat ereka dala eng afal asa enge ukakan adanya tuju uffadz di elalui tiga riwayat. . bai bin Kaab. Dala sa abat.uran pada berikut : asa nabi dapat dijelaskan dengan point-point sebagai a. ♣ Abu Zaid bin Sakan dan Abu Darda'. atau satu le baran secara terpisa . Mereka adala : ♣ Abdulla bin Mas'ud. enertibkan ayat-ayat se ata dan setiap sura ditulis dala atau yang enertibkan ayat-ayat dan sura -sura nya dala le baran-le baran yang terku pul eng i pun se ua sura . sebagiannya ditulis sesuda bagian yang lain.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Yaitu enuliskannyan baik dengan e isa . Para sa abat tela dikenal dengan kecintaan Al.uran di asa nabi adala sebagai berikut : ) Rasulullah meminta beberapa sahabat untuk menuliskan wahyu 67 . Pengumpulan Al-Quran dalam Penghafalan di masa Nabi.isa kan ayat-ayat dan sura -sura nya. Muaz bin Jabal. ♣ Zaid bin Sabit. b. Pengumpulan Qur'an dalam Arti Penulisann a pada Masa Nabi Beberapa penjelasan terkait penulisan al. ♣ Sali ♣ ♣ bin Ma'qal bekas budak Abu Huzaifa . karena beberapa keterangan dala berlo ba untuk kitab-kitab sejara dan sunan ereka enunjukkan ba wa para sa abat ereka eng afalkan ur'an dan e erinta kan anak-anak dan ister-isteri eng afalkannya.

Bila turun ayat yang bagai ana ungkin bisa dibukukan data satu buku. le pengan batu. seperti Ali. yang ada pada atulla disaat ur'an tentu di iliki orang lain. Mu a ad Ali As -S obuni dala At-Tibyan fii Ulumul Al. potongan tulang belulang binatang. Sebagian sa abat tanpa diperinta ole nabi. enyatakan nasak . bila ayat turun ia e erinta kan ereka enulisnya dan enunjukkan te pat ayat tersebut dala ati. Tulisan-tulisan seseorang belu ur'an pada asa Nabi tidak terku pul dala satu us af . atau diterbitkan ayat-ayatnya saja dan setiap sura berada dala satu satu le bar secara terpisa dala us af yang enyuru (lengkap . kulit atau daun kayu. aka Sebagian ayat ada yang di ansuk . diantaranya sebagai berikut. ayat-ayat dan sura -sura dipisa -pisa kan. Muawiya . enuliskannya pada pelepa kur a . Tetapi ur'an belu diku pulkan dala KENAPA AL-QUR'AN TIDAK DIBUKUKAN DALAM SATU MUS AF (PADA MASA NABI ? Ada beberapa jawaban yang bisa sebagai ana disebutkan ole Qur'annya. Tidakla ungkin untuk e bukukannya sebelu secara keseluru annya selesai. tuju uruf. enjelaskan pertanyaan diatas.ur'an diturunkan tidak sekaligus. Rasululla berpulang kera tela di afal dan tertulis dala us af dengan susunan seperti disebutkan diatas. tetapi berangsur-angsur dan terpisa -pisa .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Rasullulla tela engangkat para penulis wa yu ur'an dari sa abat-sa abat terke uka. Zaid bin Sabit engatakan : " Kami menyusun Qur'an dihadapan Rasulullah pada kulit binatang " ) Para sahabat senantiasa menyodorkan Qur'an kepada Rasulullah baik dalam bentuk hafalan maupun tulisan. daun lontar. ' bai bin K'ab dan Zaid bin Sabit. sura . enuliskan ereka ur'an yang turun itu atas ke auan ereka sendiri. 68 . se ingga penulisan pada le bar itu e bantu peng afalan didala ) Beberapa sahabat berinisiatif menuliskan secara sendiri-sendiri. pelana.

Belu satu dala pada ada us otifasi/ alasan yang endorong untuk enyusun atau atulla setela se bilan ari asanya sangat relatif singkat. banyaknya yang gugur. Disegi lain akan ar usna . Peperangan Ya a a yang terjadi pada ta un yang afal ur'an. sebab peperangan Ya a a tela banyak erasa k awatir juga kalau-kalau peperangan dite pat-te pat lain ur'an akan ilang dan usna . Tetapi untuk ar tetap elakukan apa yang tidak perna e bujuknya.ur'an enjadi ada af sebagai ana yang ti bul pada asa Abu Bakar. yang tidak se purna turunnya e bukukannya sebelu engu pulkan Al. fitna -fitna dapat diatasi. Sebagian ayat ada yang turunnya pada saat terak ir wa yu tetapi urutannya dite patkan pada awal surat. lalu ia engu pulkan dan erasa sangat kuatir eng adap Abu Bakar dan e bukukan ur'an karena e bunu para engajukan usul kepadanya agar dik awatirkan akan qarri'. Abu Bakar dilakukan ole e bunu banyak qari' pula se ingga enolak usulan itu dan berkeberatan Rasululla . se ingga Alla e bukakan ati Abu Bakar eneri a usulan ar tersebut b. PENGUMPULAN QUR'AN PADA MASA ABU BAKAR a. Karena itu ia segera enyiapkan pasukan dan engiri kannya untuk H e erangi orang-orang yang urtad itu. a li baca qur'an begitu banyak. Orang-orang Isla keadaan baik. Ia di adapkan kepada peristiwa-peristiwa besar berkenaan dengan ke urtadan sebagian orang arab. Yang de ikian tentunya eng endaki peruba an susunan tulisan.ur'an akan lenyap.Ke udian Rasululla SAW berpulang ke ra dari turunnya ayat tersebut. Latar Belakang Pengumpulan Quran : Abu Bakar enjalankan pe erinta an Isla sesuda Rasululla . Pemilihan Zaid bin Tsabit 69 . Dengan de ikian e ungkinkan untuk wa yu. SAW adala sangat Masa turunnya wa yu terak ir dengan wafatnya Rasulula pendek/dekat. .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Susunan ayat dan surat tidakla berdasarkan urutan turunnya. Dala K atab elibatkan seju la besar sa abat ar bin peperangan ini tuju pulu qari dari para sa abat gugur. eli at kenyataan ini. se ingga k awatir kalau Al. Berbeda asa Abu Bakar di ana gejala-gejala tela ada.

dan Su ber afalan yang tersi pan dala Su ber tulisan yang ditulis pada za an Rasululla SAW.ur'an Zaid bin Tsabit tela antap. ketangan Hafsa e intanya dari tangan Hafsa . teliti dan suatu ja inan (yang pantas dala penulisan Al. Ke udian le baran-le baran ( ku pulan itu disi pan ditangan Abu Bakar. Zaid bin ati para ak irnya Zaid dapat Sabit eneri a dengan lapang dada perinta penulisan elalui tugasnya yang berat ini dengan bersadar pada afalan yang ada dala qurra dan catatan yang ada pada para penulis. Pada per ulaan kekalifa an s an. enganggap cukup enurut yang di afal dala ati dan yang ditulis dengan tangannya serta asil pendengaran.ur'an dengan Zaid bin Tsabit tidak antap dan penu ketelitian. Hal ini dike ukakan ole sebua sunna nya. papan kayu dan pelepah kurma". Dua al tersebut yaitu afalan dan tulisan arus terpenu i. Langka tersebut adala enga bil langka yang tepat. Keduanya lalu bertukar pendapat. di ana ia berkata: adits yang diriwayatkan oleb Abu Daud dala kitab ar datang seraya engatakan: "Siapa yang menerima Al- Qur'an dari Rasulullah SAW maka cobalah datangkan. tetapi ia bertitik-tolak pada penyelidikan yang endala dari dua su ber: ati para sa abat. sa pai ur'an itu. Metode Zaid bin Tsabit & Ketelitiann a dalam Pengumpulan Al-Quran Dala usa a pengu pulan Al. c. Abu Bakar Zaid enceritakan kepadanya kek awatiran dan usulan ar. Pada ulanya enolak seperti alnya Abu Bakar sebelu itu.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Ke udian Abu Bakar ♣ kedudukannya dala e erinta kan Zaid bin Sabit. Ke udian putri ar. 70 . qiraat dan penulisan al-quran engingat beberapa al : ♣ pe a a an dan kecerdasannya. Setela ia wafat pada ta un berpinda ke tangan itu berpinda H. ♣ serta ke adirannya pada pe bacaan yang terak ir kali. mereka menulisnya dalam lembaranlembaran kertas. le baran-le baran itu us af s an ar dan tetap berada ditangannya ingga ia wafat.atinya ia tidak eneri a data berupa tulisan sebelu disaksikan ole dua orang yang adil ba wa tulisan tersebut ditulis di adapan Rasululla SAW. Karena sangat bersunggu sunggu dan ber ati.

Beberapa Keistimewaan Mushaf Abu Bakar Le baran-le baran yang diku pulkan dala beberapa keisti ewaan yang terpenting: satu us af pada asa Abu Bakar e iliki Diperole se purna.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Sekalipun de ikian ia ( ar tidak au eneri anya begitu saja sebelu disaksikan ole dua orang saksi. Latar Belakang Pengumpulan 71 . ketelitian dan kesunggu an yang digariskan oleb Abu Bakar S iddiq kepada Zaid bin Tsabit.Ali berkata: "Orang yang paling berjasa dala Al. . PENGUMPULAN QUR'AN PADA MASA USMAN a. dari asil penelitian yang sangat endetail dan ke antapan yang Yang tercatat dala bacaannya. adala afalan dan ereka berdua Ibnu Hajar tulisan.ur'an. tidak ada nasak us af tersebut secara utawatir ba wa yang tercatat adala ayat-ayat Al. Keisti ewaan-keisti ewaan tersebut usa a Abu Bakar. d.a. Ij a' u at ter adap us af banyala bacaan yang pasti.ur'an dari ba aya ke usna an. Mus af encakup huruf sab'ah (tuju uruf yang dinukil berdasarkan riwayat yang benar-benar s a i . di ana ia e buat para sa abat kagu dan terpesona ter adap e eli ara Al. ba wa Abu Bakar engatakan kepada adits lain yang juga diriwayatkan oleb Abu ar dan Zaid: "Dudukla anda berdua di pintu dengan e bawa asjid. Hadits ini didukung pula ole Daud. Bila ada orang yang dua orang saksi.ur'an (Kitabulla aka tulisla !" engatakan: "Yang di aksud dengan dua orang saksi adala engatakan ba wa yang di aksud. dan itu berkat al taufiq serta idaya dari Alla Azza wa Jalla. endatangi u peri al Al.ur'an iala Abu Bakar r. ia adala orang yang perta a engu pulkan Al- ur'an/Kitabulla . sedangkan as-Sak awy enyaksikan tulisan tersebut di adapan Rasululla SAW itu karena benar-benarnya usa a pe antapan.

serta st an e erinta kan ereka agar e erinta kan pula agar apa yang 72 . Mereka bersepakat untuk le baran yang perta a yang ada pada Abu Bakar dan le baran itu dengan bacaan tetap pada satu uruf. diantara orang yang ikut enyerbu kedua te pat itu iala cara-cara e baca Huzaifa bin al-Ya an. enentang setiap orang yang enyala i bacaannya dan ba kan Meli at kenyataan de ikian Huzaifa segara apa yang tela dili atnya. karena ba wa perbedaan-perbedaan itu se uanya disandarkan kepada Rasululla .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Penyebaran Isla berta ba dan para urra pun tersebar di berbagai wilaya . dan ♣ Abdurra e engiri kan le baran-le baran itu an bin Haris bin Hisya . Cara-cara pe bacaan (qiraat ereka bawakan berbeda-beda sejalan ereka berku pul erasa eran dengan engeta ui dengan perbedaan ' uruf ' yang dengannya disuatu perte uan atau disuatu ur'an diturunkan. Sebagian enganggapnya wa ar. Ia banyak eli at perbedaan dala kesala an. Ketika terjadi perang Ar enia dan Azarbaijan dengan penduduk Iraq. sedang diantara sa abat a at ereka terdapat perbedaan dala e pri atinkan kenyataan ini karena takut kalau-kalau perbedaan itu akan enyalin le baranpada le baran- eni bulkan penyi pangan dan peruba an. ♣ Said bin 'As. qiraat. Ke udian s an ♣ Zaid bin Sabit al-Ansari. Ketiga orang terka ir ini adala orang quraisy. Sebagian bacaan itu berca pur dengan asing. ♣ Abdulla bin Zubair. Metode Pengumpulan Al-Quran masa Utsman ts an ke udian engiri kan utusan kepada Hafsa (untuk dan Hafsa anggil : pun e inja kan us af Abu Bakar yang ada padanya kepadanya. lalu enyalin dan e perbanyak us af. s an juga eng adap s an dan elaporkan kepadanya e berita ukan kepada Huzaifa ba wa sebagian engajarkan iraat pada anak-anak. enyatukan u at isla b. Apa bila ereka edan peperangan. serta ereka saling engkafirkan. Para perbedaan itu pun akan terjadi pada orang-orang yang Anak-anak itu akan tu bu . sebagian ereka adanya perbedaan qiraat ini.asing e perta ankan dan berpegang pada bacaannya. tetapi uran. dan kepada penduduk disetiap wilaya itu e pelajari qira'at (bacaan dari qari yang dikiri ur'an yang ereka.

Apa bila sebagian orang le a pengeta uan berkata : Bagai ana ereka bole e baca ereka eninggalkan qiraat yang tela dibacakan ole Rasululla dan diperinta kan pula dengan cara itu ? untuk aka Jawabnya iala : 'Sesunggu nya perinta Rasululla kepada perinta yang e bacanya itu bukanla enunjukkan wajib dan fardu. Permasalahan seputar pen atuan huruf al. ba asa quraisy.asing satu us af.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a diperselisi kan Zaid dengan ketiga orang quraisy itu ditulis dala ur'an turun dengan logat ereka. sedang qiraat uruf lainnya ditingalkan. tentu setiap uruf arus disa paikan secara ereka tidak elakukannya. Ke udian ia e bakar dengan ena us af yang selain itu. bertianya arus ereka tidak enya paikan e ili . pasti dan keraguan arus di ilangkan dari para qari. Dan karena al tersebut. atpun e erinta kan untuk eneri a perinta dengan patu . lalu dikiri kannya pula pada setiap wilaya yaitu asing. Ini enjadi ujja . Sebab andaikata qiraat dengan tuju itu diwajibkan kepada ereka. yaitu us afnya sendiri yang dikenal dengan na a " us af I a ". sebab qiraat dengan tuju qiraat dengan tuju se ingga uruf itu tidak wajib. tetapi uruf uruf enunjukkan kebole an dan keringanan (ruks a . c. Seandainya Rasululla uruf itu se ua. Dan uruf ur'an seperti enge balikan s an tela le baran-le baran yang asli kepada Hafsa . karena Mus af. Keputusan ini ewajibkan utawatir tidak sala . Dan dita annya satu us af untuk di adina . aka ini erupakan bukti ba wa dala enya paikan uruf itu.us af itu ditulis dengan satu uruf (dialek dari tuju yang diturunkan agar orang bersatu dala satu qiraat. asala qiraat ereka bole sesuda adanya orang yang ur'an dikalangan u at yang penya paiannya enjadi ujja bagi sebagian ketuju 73 . Tetapi enunjukkan ba wa qiraat dengan tuju uruf itu ter asuk dala katergori keringanan (rukhsoh).uran dalam Mushaf Ustman ts an ra e utuskan untuk eng ilangkan ena uruf yang lain. tentula pengeta uan tentang setiap uruf dari ketuju e punyai ujja untuk itu wajib pula bagi orang yang enya paikannya.

PEN USUNAN TERTIB A AT & SURAT a. Diantaranya sebagai Motif Abu Bakar adala kek awatiran beliau akan ilangnya ur'an karena banyaknya para uffaz yang gugur dala Sedang dala otif s an dala e baca peperangan yang banyak enelan korban dari para qari. engu pulkan ur'an iala karena banyaknya perbedaan ur'an yang disaksikannnya sendiri didaera -daera dan cara-cara ereka saling enyala kan antara satu dengan yang lain. sebua sura dari ur'an. sebagian ula a pendapat ini adala ij a' diantaranya az-Zarkasyi dala dala unasaba nya. Pen usunan Tertib A at ur'an terdiri atas sura -sura dan ayat-ayat. Pengu pulan ur'an yang dilakukan Abu Bakar iala catatan e inda kan satu tulisan atau ur'an yang se ula bertebaran dikulit-kulit binatang.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a PERBEDAAN ANTARA PENGUMPULAN ABU BAKAR DENGAN USMAN Dari teks-teks diatas jelasla ba wa pengu pulan ( us af ole dengan pengu pula berikut : yang dilakukan s an dala Abu Bakar berbeda otif dan caranya. . Diantara dalil-dalilnya adala sebagai berikut : al-Bur an dan Abu Ja'far Ibnuz Zubeir 74 . dengan ayat-ayat dan dan tidak kur a. ke udian diku pulkan dala sura nya yang tersusun serta terbatas dala sura -sura nya serta terbatas dengan bacaan yang tidak di ansuk encakup ketuju uruf sebagai ana ketika ur'an itu diturunkan. Sedangkan pengu pulan yang dilakukan s an adala satu uruf diantar ketuju us af dan satu uruf yang uruf itu. baik yang pendek Ayat adala seju la kala seju la ayat ur'an yang Alla yang terdapat dala aupun yang panjang. ketentuan dariRasululla . untuk e persatukan kau enyalinnya usli in dala enjadi satu ereka baca tanpa keena uruf lainnya. dengan ayat-ayat dan sura satu us af. dan pelepa satu us af. Sura iala e punyai per ulaan dan kesuda an. tulang. tertib atau urutan ayateriwayatkan ba wa ayat ur'an ini adala tauqifi.

Yaitu tertib 75 . Ali i ran dan e baca sura A'raf dala salat Annisa'. dapat diuba .. Tanpa diragukan lagi. tentula ayat-ayat itu tidak akan didukung ole Diriwayatkan dari Abu Darda' dala adis arfu' : "Barang siapa hafal sepuluh ayat redaksi lain dari awal surah kahfi. sebagai berikut : Pertama : Ba wa susunan surat itu tauqifi dan ditangani langsung ole Nabi sebagai ana diberita ukan jibril kepadanya atas perinta Tu an.(an-Na l: ♣ Terdapat seju la tertentu.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ♣ s an bin 'Abil 'As berkata: panadangannya enjadi taja "Aku tenga duduk disa ping Rasululla . ur'an pada asa Nabi tela tersusun sura -sura nya secara tertib sebagai ana tertib ayat-ayatnya. seperti sura Baqara . Seperti yang ada ditangan kita sekarang ini.adis tersebut. us af yang beredar b. Allah akan melindunginya dari Dajjal. Tanzilul Kitabi af pada La Raibafi i" (as-Sajda dan Hal Ata Alal Insani (ad-Da r juga e baca sura waktu Kutba ." Dan dala dikatakan: "Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surah kahfi…" ♣ Disa ping itu teri a pula ba wa Rasululla tela ayat-ayatnya dala salat atau dala e baca seju la sura dengan tertib k utba ju at. Ini adis yang enunjukkan keuta aan beberapa ayat dari sura -sura enunjukkan ba wa tertib ayat-ayat bersifat tauqifi. Dengan de ikan tertib ayat-ayat ur'an seperti yang ada dala diantara kita adala tauqifi. disa paikannya kepada ur'an yang tela sekali setiap ta un. Juga adis sa i ag rib dan dala engatakan ba wa Rasululla ari ju 'at salat subu e baca sura Alif La Mi . Ke udian katanya 'Jibril tela eletakkan ayat ini dite pat anu dari datang kepadaku dan e erinta kan agar aku sura ini : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan serta memberi kepada kaum kerabat…. pada bulan ra ad an dan pada ta un terak ir ke idupannya sebanyak dua kali. Dan pengulangan Jibril terak ir ini seperti tertib yang dikenal sekarang ini. Dengan de ikian. Sebab jika tertibnya adis. tiba-tiba lalu ke bali seperti se ula. Sura Ju u'a dan sura Munafikun dala ♣ Jibril selalu Rasululla engulangi dan e eriksa salat ju 'at. Pen usunan Tertib Surah Para ula a berbeda pendapat tentang tertib sura -sura ur'an.

itu bersifat tauqifi seperti alnya tertib ayat-ayat. ala . Ini enunjukkan tela terjadi kesepakatan (ij a' atas tertib sura . itu tertibnya tauqifi dan sebagian lainnya enunjukkan tertib al ini karena terdapat dalil yang Mannaul att an enyatakan : Apa bila e bicarakan ketiga pendapat ini.Dala 'I ran. Kedua : Dikatakan ba wa tertib sura itu berdasarkan ijti ad para sa abat. Sebab. Seandainya tertib itu us afnya asing. tanpa suatu perselisi an apa pun. Sebab. dst ingga ak ir sura Makki dan ke udian Muddassir.us af ereka.asing. ke udian Muza adani. Nisa' dan Alius af bai yang perta a ditulis iala Fati a . yang enyatakan tertib sura -sura itu berdasarkan ijti ad para sa abat. sebagian sura pada asa Nabi. 76 . asil ijti ad. pendapat ketiga yang enyatakan sebagian sura itu tertibnya tauqifi anya berpusat pada nas -nas yang dan sebagian lainnya bersifat ijti adi. Niasa' dan Ali-I ran. ereka tetap berpegang pada Se entara itu. ketetapan yang tauqifi dengan dalil-dalilnya tidak berarti ba wa selain itu adala sekali. ditertibkan ayat-ayat enyepakatinya. il. yakni di ulai dengan Iqra'.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a us af s an yang tak ada seorang sa abatpun enentangnya. engingat adanya Misalnya : us af Ali disusun enurut tertib nuzul. tidak bersandar dan berdasar pada suatu dalil. jelasla bagi kita ba wa pendapat kedua. Ketiga : Dikatakan ba wa sebagian sura berdasarkan ijti ad para sa abat. erupakan asil ijti ad . erupakan i tiyar ereka sebelu ur'an diku pulkan secara terib. Disa ping itu pula yang bersifat de ikian anya sedikit Dengan de ikian ba wa tertib sura Walla u a'la . ijti ad sebagian sa abat engenai terib us af ereka yang k usus. aka us af- dan sura -sura nya pada suatu uruf ( logat dan u atpun us af yang ada pada tentu ereka ditinggalkan. Adapun bagian yang ijti adi tidak bersandar pada dalil yang enunjukkan tertin ijti adi. dalil-dalilnya enunjukkan tertib tauqifi. Ketika pada asa s an ur'an diku pulkan . Dala us af Ibn Masu'd yang perta a ditulis adasla sura Baqara . Baqara . lalu Nun. perbedaan tertib didala us af.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a 77 .

RIWA AT / DALIL DITURUNKANN A AL-QURAN DENGAN TUJU URUF Nas -nas dengan tuju suna cukup banyak enge ukakan adis engenai turunnya ur'an uruf. Dan ini ereka untuk e baca . enja u para je a'a aji. kepada ewujudkan ke ukjizatan e persatukan bangsa arab dan endatangkan satu surah yang seperti ur'an. Ole sebab itu. eng afal dan erupakan sala satu sebab yang e a a inya. Pengertian Tuju Huruf dan perbedaan Pendapat seputarnya . enye purnakan aka ur'an yang diturunkan kepada Rasul-Nya. PENGANTAR TUJU URUF DALAM AL-QURAN Orang Arab dala e punyai aneka raga lahjah (dialek yang ti bul dari fitra ereka langga .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Turunn a Al-Quran Dengan Kode Pokok-pokok Materi : . dala pengungkapan sesuatu akna dengan ad .uran /A/ uruf . . Pengantar Tuju Huruf dala . Mu a akna ke ukjizatannya karena ia encakup se ua uruf dan waja qiraa e uda kan pili an diantara lahjah-lahjah itu. suara dan uruf. Yang antara lain karena tugas ereka enjaga Baitulla .uran uruf dala Al. Riwayat diturunkannya tuju Al.uruf sebagai ana diterangkan secara ko pre ensip dala e punyai ira a sendiri dala engucapkan kata-kata yang kitab-kitab sastra. Diantaranya : 78 . Na un kau quraisy e punyai faktor-faktor yang enyebabkan ba asa ereka lebi unggul daiantara cabang-cabang ba asa arab lainnya. Setiap kabila tidak di iliki ole kabila -kabila lain.uran dala tuju uruf . Hik a diturunkannya Al. Dengan de ikian wajarla Rasulla yang quraisy pula untuk ur'an ketika ereka gagal jika enjadikan ba asa quraisy ereka karena adanya karak teristik-karakteristik ur'an diturunkan dala logat quraisy. se ua suku bangsa arab sebagai ba asa induk bagi ba asa-ba asa tersebut. Apa bila orang arab berbeda la ja perbedaan tertentu. e ak urkan asjidil Hara dan enguasai perdagangan.

' Jibril datang lagi untuk yang ketiga kalinya."' ( R Muslim Catatan : Hadis.' dengan huruf mana saja mereka membaca. ia berkata : "Rasululla berkata: 'Jibril membacakan (Qur'an) kepadaku dengan satu huruf. mereka tetap benar. ingga Ibn Hayyan arti kata tuju uruf enafsirkan tuju uruf ini dengan perbedaan engatakan : 'A li il u berbeda pendapat tentang enjadi tiga pulu li a pendapat. Abu ' baid al Sala enetapkan kemutawatiran hadis engenai turunnya ur'an dengan tuju ." ( R Bukhori Muslim b. Disini ka i akan ke ukakan beberapa pendapat diantaranya yang dianggap paling endekati kebenaran. Kemudian berulang kali aku mendesak dan meminta agar huruf itu ditambah. Pendapat Pertama : bahwa ang dimaksud dengan tu uh huruf ialah tu uh macam bahasa dari bahasa-bahasa Arab mengenai satu makna.' ia e erinta kan u agar enjawab : 'Aku e bacakan ur'an kepada u at u eg fira - o on kepada Alla a punan dan Nya. PERBEDAAN PENDAPAT TENTANG PENGERTIAN TUJU URUF Para ula a berbeda pendapat dala yang ber aca .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a a. sebab u atku elaksanakannya. dan iapun menambahnya kepadaku sampai dengan tujuh huruf." na un kebanyakan pendapat itu bertu pang tindi . 79 . karena u atku tidak dapat elaksanakan perinta itu. bin adis. Dari bai bin Ka'ab: "Ketika Nabi berada didekat parit Bani G afar. lalu e erinta kan u agar jawab Nabi : 'Aku tidak kuat e bacakan ur'an kepada u at u dengan tiga uruf. As-Suyuti enyebutkan ba wa asi uruf.adis yang berkenaan dengan al diatas a at banyak ju la nya dan sebagian besar tela diselidiki ole Ibn Jarir didala pengantar tafsirnya. ia didatangi jibril seraya berkata: 'Alla dengan sau uruf. Dari Ibn Abbas.adis tersebut diriwayatkan dari dua pulu orang sa abat.' Ke udian jibril datang lagi untuk yang ketiga kalinya seraya berkata : ' Allah memerintahkanmu agar membacakan Qur'an kepada umatmu dengan tujuh huruf.' ke udian jibril datang e erinta kan u agar enjawab : 'Aku lagi untuk yang kedua kalinya dan berkata : 'Alla e bacakan ur'an kepada u at u dengan dua a punan dan uruf.' Nabi e o on kan kepada Alla ag fira Nya u atku tidak kuat engatakan : 'Alla elaksanakannya.' e o on kepada Alla a punan dan Mag fir Nya.aca .

na yu. Perbedaan dala Perbedaan dala Perbedaan dala Perbedaan dala segi I'rab ( arakat ak ir kata . Catatan : Pendapat ini berbeda dengan pendapat sebelu nya. Ta i aca aka secara keseluru an ba asa tersebut. segi ibdal (penggantian . wa'd (janji . Pendapat Kedua : ba wa yang di aksud dengan tuju ba asa-ba asa arab dengan na a dala uruf iala tuju aca ba asa dari ur'an diturunkan. dengan pengertian ba wa kata-kata aca ba asa tadi. Tuju ik tilaf dala Ik tilaful as a'(perbedaan kata benda : dala cabangnya. Sedang sebagian yang lain dala atau Ya an. karena yang di aksud dengan tuju uruf dala pendapat ini adala tuju uruf yang bertebaran diberbagai sura akna. seperti tasniya . ur'an. Saqif. dan masal (peru pa aan . ja ak dan ta'nis. uruf dengan uruf. Pendapat Keempat : Segolongan ula a berpendapat ba wa yang di aksud dengan tuju uruf iala : tuju aca al yang diantaranya terjadi i tilaf (perbedaan dala tata ba asa tersebut eliputi : bentuk ufrad. karena itu ba asa Huzail. yang uruf adala tuju waja eliputi : amr (perinta . ur'an secara keseluru an tidak keluar dari ketuju Yaitu ba asa paling fasi diantara kalangan bangsa arab. u ka . taqd i ( enda ulukan dan tak ir ( engak irkan . aka ereka berbeda-beda dala engungkapkan satu ba asa ur'an pun diturunkan dengan seju la lafal sesuai dengan raga akna yang satu itu. nahyu (larangan . Ini adala pendapat sebagian besar ula a. jadal (perdebatan . wa'id (anca an . uzakkar dan cabangtata ba asa. alal.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Dengan pengertian jika ba asa akna. Meskipun sebagian besarnya dala ba asa uraisy. Dan jika tidak terdapat perbedaan. ur'an encakup ketuju Kinana . 80 . utasyabi dan a sal. Bukan tuju ba asa yang berbeda dala kata tetapi sa a dala Pendapat Ketiga : ba wa yang di aksud dengan tuju (bentuk/te a . tersebut tentang aka ur'an anya endatangkan satu lafaz atau lebi saja. Atau a r. ara . qasas (cerita . baik penggantian aupun penggantian pada sedikit perbedaan a raj atau te pat keluar uruf. tasrif. Hawazin .

Sebab lafaz sab'a enunjukkan ju la banyak dan se purna dala dala (tuju dipergunakan pula untuk bilangan satuan .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Perbedaan karena ada pena ba an dan pengurangan. Pendapat ini dapat dijawab ba wa yang diturunkan kepada Mu a perbedaan dala cara ur'an itu bukanla qiraat. isy an dll. " 81 . jelasla ba wa pendapat perta a yang dengan tuju enyatakan ba wa yang di aksud engenai satu akna yang uruf adala tuju ba asa dari ba asa orang arab sa a adala pendapat yang sesuai dengan za ir nas-nas dan didukung ole bukti-bukti yang sa i . aka kata tuju adala isyarat ba wa ba asa dan susunan ur'an encapai erupakan batas dan su ber uta a bagi perkataan se ua orang arab yang tela puncak kese purnaan tertinggi. enyebabkan ereka terperosok kedala e beratkan (tasqil Na paknya apa yang kesala an ini iala adanya kesa aan "bilangan tuju " (dala per asala annya enjadi kabur bagi ereka. seperti kata tuju pulu ' ratusan. fata jannatin tajri ta ta al an ar" (at al an ar" dengan ta ba an "Min" . dan delapan . se ingga Catatan :Setela enganalisa beberapa pendapat di atas Mannaul at an engatakan : " Dengan de ikian . Sedang qiraat adala eringankan (tak fif . dan 'tuju ratus' dala enunjukkan bilangan tertentu. I tilaf dengan pena ba an (ziyada Tauba : keduanya isalnya fir an Alla : "Wa 'aaddala u yang dibaca juga "Min ta erupakan qiraat yang utawatir. tetapi bilangan tersebut anya sebagai enurut kebiasaan orang arab. engucapkan lafal-lafal wa yu tersebut. ( enebalkan dan tarqiq ( enipiskan . Perbedaan la ja seperti bacaan tafk i dan i ala . adis ini dengan qiraat yang populer . uruf ur'an adala wa yu ad sebagai bukti risala dan ukjizat. seperti e baca panjang dan sebagainya. Pendapat Kelima : ba wa yang di aksud bilangan tuju itu tidak diartikan secara arfia ( aksudnya bukan bilangan antara ena la bang kese purnaan Dengan de ikian. di aksudkan untuk Pendapat Keenam : Segolongan ula a berpendapat ba wa yang di aksud dengan tuju tersebut adala qiraat tuju . a za dan tas il. Tetapi kata-kata itu tidak bilangan bilangan pulu an. idz ar dan idg a .

istinbat (penyi pulan uku ijti ad ber ujja dengan qiraat bagi ketuju 82 . e punyai banyak pola susunan bunyi yang sebanding dengan segala ba asa yang tela aca ur'an cabang dialek enjadi naluri ba asa orang-orang arab.uran dala tuju uruf dapat disi pulkan sebagai berikut: Untuk memudahkan bacaan dan hafalan bagi bangsa yang u setiap kabila nya syari'at. Sekalipun de ikian. tidak bisa baca tulis. Sebab peruba anperuba an bentuk lafaz pada sebagian uruf dan kata-kata e berikan peluang luas untuk entebabkan ur'an relevan dan dapat disi pulkan dari padanya bebagai uku . apa lagi e punyai dialek entradisikannya. dengan tetap keberadaan ereka. Hal inila yang untuk setiap asa. para fuqa a dala uruf ini. ke ukjizatan itu bukan ter adap ba asa naluri keba asaan ereka itu sendiri.uruf dan kata-katanya sesuai dengan ira a yang tela dasar ereka dan la ja kau nya. IKMA TURUNN A QUR'AN DENGAN TUJU URUF Hik a turunnya al. Kemukjizatan Qur'an dalam aspek makna dan hukum-hukumnya.asing. Dan ereka tidak ur'an sebagai a pu ditantangkan Rasululla kepada eng adapi tantangan elainkan ter adap tersebut. Ole karena itu. yang terbiasa eng afal asing.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a . na un belu Bukti kemukjizatan Qur'an bagi naluri atau watak dasar kebahasan orang arab. se ingga setiap orang arab dapat enjadi watak ukjizat yang engalunkan uruf. i.

Menurut istila qira'at iala sala satu aliran dala dipakai ole sala seorang i a pelafalan/pengucapan Al. rwa . Profil Tuju . bay bin Ka'b.uran. . Hik a adanya Perbedaan dala . Raga iro'at dan Huku . Muadz. ira'at ini berdasarkan sanad-sanadnya sa pai kepada Rasululla SAW.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Qiraat & Qurro' Kode Materi : /A/ Pokok-pokok Materi : . Pengertian iroat . Ibnu Mas'ud. Abu Darda. SEJARA PERKEMBANGAN ILMU QIRO'AT Para sa abat e pelajari cara pengucapan Al. Sejara Perke bangan Il u iro'at . Salim. Dari Abdulla bin A r bin As . Zaid bin Tsabit. PENGERTIAN QIROAT Al-Qira'aat adala ja ak dari kata qiro'ah yang berasal dari qara'a . maka hendaklah membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi Abd (Abdulla bin Mas'ud Diantara sa abat yang populer dengan bacaannya adala : ts an bin Affan. diantaranya adala : : Ibnu Musayyib.uku nya urro' yang Masy ur iroa Sab'a . dan ar bin Abdul Aziz Madina 83 . Sali . Ke udian para tabi'in tersebut a enyebar di kota-kota besar pe erinta an Isla .uran langsung dari Rasululla SAW. Ali bin Abi T olib. Rasululla SAW bersabda : " Ambillah (belajarlah) AlQuran dari empat orang : Abdullah bin Mas'ud.qirâ'atan. ba kan beberapa dari 'secara res i' direko endasikan ole Rasululla SAW sebagai rujukan sa abat lainnya dala • pengucapan Al. dan Ubai bin Ka'b " (HR Buk ori • Rasululla SAW juga bersabda : " Barang siapa yang ingin membaca Al-Quran benarbenar sebagaimana ia diturunkan.ur'an yang al ucapan Al- qura' yang berbeda dengan lainnya dala ur'anul Kari .yaqra'u . dan Abu Musa al-Asy'ary. Dari ereka inila kebanyakan para sa abat dan tabi'in di seluru daera belajar.

: abu aliya . Ikri a asruq. yakni Rasululla st ani dengan kaida ba asa arab dan rasa Masyhur. st ani serta terkenal pula dikalangan aca para a li qiraat se ingga tidak dikategorikan qiraat yang sala atau syaz.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a b c d e Meka Kufa Bas ro Sya : baid bin air. al-aswad. ubaida . Muja id.UKUMN A Sebenarnya I a tuju orang. qiraat ini dapat digunakan. qotada . 84 . dari seju la sanadnya bersa bung ingga peng abisannya. At o' bin Abi Roba .adrasa qiro'a yang e unculkan keberadaan para qurro'. dll Ke udian pada asa tabi'in awal abad Hijriya . Syarat tersebut antara lain : Muwafawoh bil Arobiyah ( sesuai dengan ba asa arab Muwafaqoh bi ahad rosm utsmani ( sesuai dengan sala satu penulisan us af ts ani Shihhatus Sanad ( bersandarkan dari sanad atau riwayat yang s o i / kuat Dengan ketentuan-ketentuan di atas. ibnu siirin : al. ke udian para ula a jenis dili at dari layak tidaknya untuk diikuti : e bagi qiro'at enjadi beberapa Mutawatir . T owus. yaitu qiraat yang dinukil ole seju la besar periwayat yang tidak orang yang seperti itu dan Saw. yang ingga ari ini qiroat ereka.uran ingga il u syaria lainnya. beberapa kelo pok ulai sunggu -sunggu enata tata baca dan pengucapan al. dll : ilqi a . k ususnya i a qurro yang tuju . yang ak irnya uncul pula enjadi il u tersendiri sebagai ana il ue pelajai adrasa . atau guru iraat itu ju la nya banyak anya sekarang yang populer adala ini adala qiraat yang s a i dan e enu i syarat-syarat iraat tuju orang i a disebut qiroaat yang s oi .ug iro . yaitu qiraat yang sa i sanadnya tetapi tidak sesuai dengan kaida ba asa arab dan rasa encapai derajat utawatir. Juga sesuai ungkin bersepakat untuk berdusta . qur'an banyak disandarkan kepada . Ke udian il u tersebut. s o ib uts an. abu roja'. RAGAM QIRO'AT & UKUM.

. belajar qira'at dari Al-Mug ira ibnu Abi Syi ab al-Ma zu y dari ts an bin A an dari Rasululla SAW. Syaz.ur'an sebagai ana sabda Rasululla "Sebaik-baiknya orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya". Mereka iala i a -i a sesuai dengan yang qira'at yang asy ur yang eya paikan qira'at kepada kita e iliki keuta aan SAW: ereka teri a dari sa abat Rasululla SAW. QARI TUJU ANG MAS UR Para ari yang afal Al. bacaanya. yaitu qiraat yang tidak ada asalnya. Mereka il u dan pengajaran tentang kitabulla Al.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Ahad. Beliau Wafat di Da askus pada ta un urid. enyala i iraat ini tidak dapat dia alkan qiraat sebagai penafsiran (penafsiran yang Kee pat aca terak ir ini tidak bole dia alkan bacaannya.ur'an dan terkenal dengan afalan serta ketelitiannya. yaitu yang dita ba kan ke dala disisipkan ke dala ayat uran enyala i rasa aca st ani. Orang yang enjadi Ibnu Katsir ( 85 . dala H.ur'an dan terkenal dengan afalan serta ketelitiannya. atau tidak terkenal. Dia adala seorang tabi'in. Mudraj. Pannggilannya adala Abu I ran. ira'at yang utawatir se uanya kita kutip dari para qari yang afal Al. Berikut sekilas tentang profil ereka : Ibnu 'Amir ( Na a lengkapnya adala Abdulla al-Ya s s uby seorang qad i di Da askus pada asa pe erinta an Walid ibnu Abdul Malik. yaitu qiraat yang tidak sa i sanadnya. dan ereka teri a dari sa abat Rasululla enya paikan qira'at kepada kita sesuai dengan yang SAW. Ma'udu. yaitu qiraat yang sa i sanadnya tetapi kaida ba asa Arab.

wafat di Hawan pada asa K alifa Abu Ja'far al-Mans ur ta un H. Syu'ba wafat pada ta un H. seorang i a Dipanggil dengan na a Abul Hasan. Kedua perawinya adala K alaf wafat ta un H. dan unbul wafat pada ta un 'Ashim al-Kuf ( Na a lengkapnya adala 'As i ibnu Abi an-Nujud al-Asady. dengan perantara Sali . enurut sebagia na wu golongan Kufa . Dengan ke angkatan Nafi' berak irla kepe i pinan para qari di Madina al-Munawwara . Perawinya dan penerusnya adala al-Bazy wafat pada ta un H. Dan K allad wafat ta un H. sorang enurut sebagian orang H. orang disebut dengan na a Kisaiy 86 .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Na a lengkapnya adala Abu Mu a adala i a dala ad Abdulla Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky. H. ia seorang tabi'in yang perna idup al qira'at di Makka . Beliau wafat di Kufa pada ta un perawinya adala ad-Dury wafat pada ta un . Panggilannya adala Abu Bakar. amzah al-Kuf ( H. Beliau wafat pada ta un ta un H. ia adala bersa a s a abat Abdulla ibnu Jubair. Perawinya adala alun wafat pada Al-Kisai ( Na a lengkapnya adala Ali Ibnu Ha za . na a Abu A r itu na a panggilannya. H dan Hafsa wafat pada ta un Abu Amr ( Na a lengkapnya adala Abu 'A r Zabban ibnul 'Ala' ibnu A guru besar pada rawi. ar al-Bas ry. Disebut juga dengan Ibnu Ba dala . Disebut juga sebagai na anya dengan Ya ya. H. ( Na a lengkapnya adala Abu Ruwai Nafi' ibnu Abdurra an ibnu Abi Na'i al- Laitsy. dia wafat di Makka pada ta un H. Abu Ayyub al-Ans ari dan Anas ibnu Malik. ia adala seorang tabi'in yang wafat pada sekitar ta un H di Kufa . Imam Nafi. Kedua Perawinya adala . dan as-Susy wafat pada ta un Na a lengkapnya adala Ha za Ibnu Habib Ibnu 'I ara az-Zayyat al-Fard i at T ai y seorang bekas a ba 'Ikri a ibnu Rabi' at-Tai y. dipanggil dengan Ibnu 'I ar . asalnya dari Isfa an. dan Warasy wafat pada ta un H. Kedua H.

asala ini adala lafad z : " wa arjulaku " dala qiroa lain dengan "wa arjuliku Al-Maida ayat . Se entara yang kedua khuf atau sejenis sepatu. asli katanya berarti dengan cepat. Laits Abul Haris perawinya. eskipun e punyai banyak qiroat tetapi tetap terpeli ara. karena dala e unculkan istinbat jenis uku Conto dala yang berbeda pula. lafal " Fas'au ".Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a karena e akai kisa pada waktu i ra . IKMA PERBEDAAN DALAM QIROA SAB'A Dala perbedaan di antara qiroa -qiroa yang s a i . . Hafsa ad-Dury ilang tuturnya.uran. Negeri Roy ketika ia dala Perawinya adala Abul Harits wafat pada ta un Syat iby engatakan: "Adapun Ali panggilannya Kisaiy. dan ad-Dury wafat ta un H. Conto berjalanla asala ini : dala enafsirkan qiroat lain yang surat Ju at ayat . asi belu jelas enunjukkan uku kedua kaki dala iroat yang satu bisa ikut aknanya. karena kisa pakaian i ra nya.uran dari peruba an dan penyi pangan. Beliau wafat di Ranbawiyya yaitu sebua desa di perjalanan ke K urasan bersa a ar-Rasyid pada ta un H. tetapi ini ke udian diterangkan dengan qiroat lain : " famdhou" yang berarti pergila . yang ". bukan larila . Maka yang perta a juga bisa dibaca dala enunjukkan uku encuci kedua kaki dala engusap ( al.as enjelaskan / wud u. qiroat yang berbeda ternyata bisa Keringanan bagi u at serta ke uda an dala Me buktikan ke ukjizatan Al. H. kita dapatkan ik a sebagai berikut : Bukti yang jelas tentang keterjagaan Al. 87 . e bacanya.

Tajwid adala : Memberikan setiap huruf hak-haknya dan susunannya. mengembalikan huruf pada makhrojnya dan asalnya. sesuai dengan apa yang usli in. dari generasi ke generasi . akan kita ba as beberapa al antara lain : Pengertian Tajwid serta Objek Pe ba asan Il u Tajwid. PENGANTAR SINGKAT ILMU TAJWID Dala pengantar singkat il u tajwid ini. Kesala an-kesala an pada Praktek Tajwid . Sedangkan il u tajwid diartikan sebagai : il u yang kaida -kaida yang arus dijaga pada saat dipraktekkan kau enjelaskan uku . Pengertian Ta wid & Ilmu Ta wid Tajwid secara ba asa artinya at-tahsiin wal ijaadah : baik dan Istila Tajwid berarti : e baguskan. Tajwid. tanpa berlebihan dan pembebanan. menghaluskan pelafalan pada kondisi yang sempurna. Adab Tilawa . Keuta aan Tajwid. dari Rasululla SAW. Pengantar Singkat Il u Tajwid . Huku a. Keuta aan Tilawa .uran. Keutamaan Ta wid Alla SWt berfir an : 88 . Secara .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a TAJWID & TILAWA Kode Materi : /A/ Pokok-pokok Materi : . b.uku dan e baca Al.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a " .uku Il u Tajwid.uran idealnya dibaca dengan benar. Sebaliknya.adala berdosa. aka tidak akan berpengaru Rasululla SAW bersabda : " seorang yang pandai membaca Al-Quran akan bersama malaikat yang mulia. jika al-quran apapun bagi ati yang dibaca dengan seenaknya.( )" Artinya : Allah Telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. endengarnya. gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya. ( S Az-Zu ar Pada ayat di atas diisyaratkan ba wasanya Al.uku Huku . d. baik agar bisa e pengaru i ati ereka yang endengarnya. Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. ukum Mempela ari Ilmu Ta wid Para ula a Tajwid bersepakat ba wa setiap uku tilawa . Sedangkan lalai dala asala ini – tanpa udzur syar'I yang bisa diteri a. dan usli dituntut untuk e pelajari uku - e per atikannnya ketika sedang e baca al-quran. sedangkan yang membaca Quran dengan terbata-terbata dan kesusahan. maka baginya ada dua pahala " ( R Bukhori & Muslim c. secara garis besar eliputi : berkaitan dengan Nun ( A ka u an-Nuun berkaitan dengan Ha za ( a kaa u al a za Tata Cara Ber enti ( Kaifiya Al-Waqf Mak orijul Huruf ( Te pat Keluar Huruf Sifat-sifat Huruf A ka ul Mad ( Panjang Pendek Haroka 89 . Ob ek Pembahasan Ilmu Ta wid Objek pe ba asan dala • • • • • • Huku .

uran adala ibada sunna yang yang diga barkan dala adits sebagai : e punyai banyak keuta aan. bagaikan orang yang enggigil kedinginan atau ena an sakit. atau sala dala secara u u . • At-Tarqis : ber enti dan dia pada te pat ber enti. Berlebi an dala Berlebi an dala Tajwid ( Mubalaghoh wa Ifrooth pengucapan dan pelafalan Al. Kesala an Al-Lahn ( Kekurangan dala Kesala an al-la n dibagi • pelafalan /tanpa tajwid enjadi dua bagian . yang tidak diketa ui ereka yang bergelut la a di il u tajwid atau pakar di bidang asala ak orijul uruf dan sifat-sifatnya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a . Misalnya adala : tas rif.uran juga sa a ba ayanya dengan kesala an yang ber ubungan dengan eninggalkan tajwid. Berikut conto -conto berlebi an dala • pengucapan al. . diantaranya 90 .uran : At-Tar'iid : pe bacaan al-quran dengan bergetar secara berlebi an. secara u u bisa dibagi enjadi dua bagian besar : a. k ususnya e baca al. • Yang kedua adala kecuali ole kesala an Al-Khofiyy (terse bunyi . KESALA AN-KESALA AN DALAM PRAKTEK TAJWID Kesala an dala praktek tajwid . KEUTAMAAN TILAWA Tilawa Al. iro'at. untuk ke udian usu atau terkejut.uran dengan nada sedi yang berlebi an dan a pir- enangis berlebi an At-Tardiid : pengulangan ayat terak ir yang dibaca seorang qori' ole seku pulan orang yang endengarkannya. Seperti dala b. e anjangkan secara elanjutkan aroka dengan cepat seperti lari dari • At-Tat riib : pe bacaan seperti berlebi an pada uruf • At-Ta ziin : a pir • ad usik. yang perta a adala kesala an Al-Jaliyy (yang Jelas yaitu kesala an pelafalan / tajwid yang diketa ui ole banyak orang awa sala dala arokat ( I'rob .

karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi pembacanya " (HR Musli . ( ) " Dan bacalah Al-Quran secara tartil " ( S Muza il 91 . dan setiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipatnya " (HR Tir idzi c Dari Abu a a . enjaga keagungan Al- Me bacanya anya di te pat yang bersi dan suci. Rasululla SAW bersabda : " Bacalah Al-Quran . Rasululla bersabda : " Tidak bole arta lalu ia asad kecuali pada dua orang. dsb. tenang dan bersa aja. " (HR yaitu seorang yang diberikan Alla enginfakkannya siang dan e bacanya siang dan ala dan seorang yang diberikan Alla al-quran.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a a Dari Ibnu ar.al berikut : keadaan berwudlu. idga nya. Rasululla SAW bersabda : " Barang siapa yang membaca satu huruf dai kitabullah maka baginya satu kebaikan. untuk uran. kecuali sura Al-Baraá . karena ia ter asuk dzikir yang e baca uran dala eskipun bole e bacanya bagi orang yang ber adast. ala . (audzu billahi minasysyaitanir rajim pada per ulaannya. lalu ia Buk ori dan Musli b Dari Ibnu Mas'ud . Bersiwak ( e bersi kan Me baca taáwwuz ulut sebelu ulai e baca. berdasarkan fir an Alla SWT : ( ) " dan jika engkau membaca Al-Quran maka berlindunglah kepada Allah dari syaitan yang terkutuk " ( S An-Na l f g Me baca bas ala pada per ulaan setiap sura . b e baca uran e per atikan al. seperti panjangnya. ADAB TILAWA Dianjurkan bagi orang yang a Hendaknya paling uta a. c d e Me bacanya dengan k usyuk. Me bacanya dengan tartil yaitu dengan pelan dan terang serta uruf aknya (betul Alla SWT berfir an : e berikan setiap ak rajul urf dan tajwidnya .

atas rahmat dan kemudahan dari Allah SWT Selesai pembahasan ulumul qur'an (I) untuk semester satu semoga bermanfaat 92 . Sesuai perinta Alla dala ( ) "Apakah mereka tidak mentadabburi al-Quran ataukah pada hati mereka ada gembok-gemboknya ? " ( S Mu a i Meresapi anca an.Rasululla kuat kurang dari itu. orang yang enjawab : bacala dala dari itu . ingga ari. Ia enjawab : aku kuat kurang (Al. berapa la a aku se arusnya enjawab : dala satu bulan.uran ? .uran kurang dari tiga ari " ( HR Abu Daud Me ikirkan dan fir annya : entadabburi ayat-ayat yang dibacanya. akna dan ad uran yang ber ubungan dengan janji dan aksud ayat-ayat -----ooo ooo-------- Alhamdulillah. Maka Rasululla SAW bersabda : " Tidak akan pa a engk ata kan Al.uran .uran dengan cepat. Rasululla SAW aka terus saja Abu Musa tuju inta lebi kurang dari itu. ia engk ata kan Al. Dari Ibnu bertanya pada Rasululla SAW : Ya Rasululla . Rasululla SAW bersabda : Hiasilah Al-Quran dengan suaramu (HR Ibnu Hibban k Mengeraskan bacaan jika dianggap lebi baik dan tidak eni bulkan riya. Ia berkata : aku engk ata kan Al.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Karena itula sa abat yang ingin dala beberapa aditsnya. Rasululla e batasi keinginan ar. j Me baguskan suara karena itu akan lebi berasa di ati .

Abdul Aziz Saqor . Kitab " Manahilul Irfan " ole Syaik Az-Zarqooni . Bagai ana berinteraksi dengan Al. Situs-situs Isla dala negri dan ti ur tenga . Hatta Sya suddin . 93 .uran karya Dr. Kitab " Al. Kitab " At-Tibyan fii Uluumil Qur'an " ole Mu a ad Ali As-S obuni .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Daftar Referensi . Kitab " Jam'u Al-Jadawil " ole Syeik Jasi Al-Mu al il . Terje a Kitab " Mabahits fi Uluumil Qur'an " karya Manna'ul att an . Yusuf arad awi . asy-syubuhaat wa ar-rodd alaihi ". Makala : " Tadwin Al-Qur'an.Adhwa ala ulumil quran " ole Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful