MODUL MATA KULIAH

:

ULUMUL QURAN (1)



Ringkasan Praktis Sistematis dari Terjemahan
Kitab " Mabahits Fi Ulumil Qur'an" karya Syeikh Manna'ul Qathan,
dengan beberapa tambahan, catatan dan penyesuaian


=.,- ¸=·=
_,=·| .¹¸«|· ;,·- ¸ .-·,- =··· ¸- ··- g .·=«|·
=·«,·-·|· ¸ =···=,· ¸-, _-



Penyusun :
Hatta Syamsuddin, Lc


PESANTREN MAHASISWA ARROYAN SURAKARTA
JANUARI 2008 M / SHOFAR 1430 H
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

2


PENGANTAR MODUL

_=.' _ _· ·· , ··. , _¯ , = - ¸· ¸· , ·,-.' , ·¯ _· ,
Ulumul Qur'an adalah sebuah metode yang lengkap dan menyeluruh untuk membuka
pintu awal dari kedalaman kandungan Al-Quran. Karenanya, umat Islam secara umum,
ataupun secara khusus bagi mahasiswa muslim yang merindukan interaksi lebih mendalam
dengan Al-Quran, secara otomatis akan dituntut untuk mempelajari Ulumul Quran.
Untuk menjawab tuntutan tersebut, maka sangat dibutuhkan pengajaran Ulumul
Quran pada mahasiswa muslim sebagai bekal awal dalam berinteraksi lebih lanjut dengan Al-
Quran. Sebuah pengajaran yang sistematis, sederhana namun tidak kehilangan inti
pembahasan ulumul quran.
Modul ini adalah salah satu usaha riil untuk menjawab tuntutan tersebut, sekaligus
sebagai sebuah bentuk tanggung jawab saya ketika menyampaikan materi Ulumul Qur'an di
kelas dirosah Pesantren Mahasiswa Ar-Royan semester pertama ini. Bentuk tanggung jawab,
karena saya tidak ingin apa yang saya sampaikan dari Ilmu yang mulia ini hilang begitu saja
atau disalah pahami oleh mahasiswa, hanya karena salah dalam mencatat, atau kurang
konsentrasi di perkuliahan. Saya mengharapkan, modul ini tidak sekedar menjadi teman
menjelang ujian, tapi lebih dari itu menjadi amanah bagi para santri/santriwati untuk
dipahami, dikembangkan lalu diajarkan di tengah masyarakat di kemudian hari.
Modul ini sejujurnya hanya sekedar "ringkasan" dari sebuah Kitab Ulumul Qur'an yang
terkenal di dunia akademisi di Timur Tengah, yaitu Mabahits fii Ulumul Qur'an karya Syeikh
Manna'ul Qatthan, yang penyusun berkesempatan mempelajarinya di semester pertama
perkuliahan di Sudan. Awalnya saya ingin menyarankan agar para santri menggunakan
terjemahan buku ini sebagai rujukan utama di mata kuliah Ulumul Qur'an ini, namun saya
menyadari dari sisi biaya yang cukup merepotkan, plus bahasa terjemahan yang terkadang
membingungkan, belum lagi gaya bahasa khas timur tengah yang panjang dan naratif,
membuat saya berpikir bahwa para santri akan kerepotan. Apalagi jika melihat kesibukan
mereka juga di perkuliahan umumnya sehari-hari. Maka akhirnya muncullah ide untuk
membuat ringkasan dari terjemahan Kitab tersebut, tentu saja ditambah beberapa catatan,
tambahan dan penyesuaian yang didapat dari referensi Ulumul Quran yang lain.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

3

Akhirnya, terima kasih penyusun ucapkan terima kasih pada segenap jajaran pimpinan
dan pengurus Pesma Arroyan atas kerja sama dan kepercayaannya selama ini, juga kepada
seluruh santri/santriwati yang selalu memberi inspirasi dan motivasi bagi penyusun untuk
terus berkarya. Modul ini bisa digandakan sebanyak mungkin, dan tidak untuk dijualbelikan.
Penyusun akui, karena terbatasnya waktu maka masih banyak "PR" di kemudian hari untuk
menyempurnakan Modul ini. Segala kritik dan saran bisa di kirimkan ke
ibnu_kamal@yahoo.com.


Solo, 30 Januari 2008


Hatta Syamsuddin, Lc
www.hattasyamsuddin.blogspot.com


Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

4

SILABUS MATERI
ULUMUL QURAN (1)

NO TEMA POKOK-POKOK MATERI
1
Pengantar
Ulumul Quran
a. Arti Ulumul Quran
b. Sejarah dan Latar Belakang
c. Perkembangan Ulumul Quran
d. Objek Pembahasan Ulumul Quran :
2 Tentang Al-Quran
a. Makna Al-Quran
b. Nama dan Sifat-sifat Al-Quran
c. Perbedaan dengan Hadits Nabawi ,Hadits Qudsi
d. Karakteristik Al-Quran
3 Mukjizat Al-Quran
a. Pengertian I'jaz dan Mukjizat
b. Pembagian Jenis Mukjizat
c. Perbedaan Al-Quran dengan Mukjizat Lainnya
d. Sisi Mukjizat Al-Quran
4 Tentang Wahyu
a. Pengertian Wahyu
b. Proses turunnya wahyu Allah pada Rasul-Nya
c. Proses turunnya wahyu melalui Jibril as
d. Tuduhan orientalis seputar wahyu dan bantahannya
5 Turunnya Al-Quran
a. Tahapan turunnya Al-Quran
b. Hikmah turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur
6
Ayat Mekah dan
Madinah
a. Pengertian dan Perbedaan
b. Kekhususan dan ciri-ciri ayat Makkiyah& Madaniyah
c. Hikmah/Manfaat mengetahui Makkiyah &
Madaniyah
7
Yang Pertama dan
Terakhir turun dari Al-
Quran
a. Ayat yang pertama turun dan perbedaan pendapat
b. Ayat yang terakhir turun dan perbedaan pendapat
c. Hikmah dan manfaat dari pembahasan ini
8 Asbabun Nuzuul
a. Pengertian asbabun nuzul
b. Metode mengetahui asbabun nuzul
c. Hikmah mengetahui asbabun nuzul
d. Berbagai permasalahan berkaitan asbabun nuzul
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

5

9 Pengumpulan Al-Quran
a. Pengertian Jam'ul Quran
b. Tiga Tahapan Pengumpulan Al-Quran
c. Penertiban Ayat dan Surat
10
Turunnya Al-Quran
dengan Tujuh Huruf
a. Latar Belakang Pembahasan
b. Dalil diturunkannya Al-Quran dengan tujuh Huruf
c. Perbedaan pendapat ulama seputar pengertian
tujuh huruf
d. Hikmah dari turunnya Al-Quran dengan tujuh huruf
11
Qiroat (Tata Baca) Al-
Quran dan para Ahlinya
a. Pengertian Qiroat
b. Sejarah & Perkembangan Ilmu Qiroat
c. Macam-macam Tata Baca (Qiroat) Al-Quran
d. Profil Tujuh Qurro' yang Masyhur
e. Hikmah keragaman Qiroat Al-Quran
12
Tajwid dan Adab
Tilawah
a. Pengantar Singkat Ilmu Tajwid
b. Kesalahan dalam Praktek Tajwid
c. Keutamaan Tilawah
d. Adab Tilawah



Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

6

Pengantar Ulumul Quran
Kode : UQ/A/01

Pokok-pokok Materi :
1. Pengertian Ulumul Quran
2. Objek Pembahasan Ulumul-Quran
3. Sejarah & Perkembangan Ulumul Quran

1. PENGERTIAN ULUMUL QURAN

Kata u`lum jamak dari kata i`lmu. i`lmu berarti al-fahmu wal idraak (faham dan
menguasai). Kemudian arti kata ini berubah menjadi permasalahan yang beraneka ragam yang
disusun secara ilmiah.
Jadi, yang dimaksud dengan u`luumul qu`ran ialah ilmu yang membahas masalah-
masalah yang berhubungan dengan Al-Quran dari segi asbaabu nuzuul."sebab-sebab turunnya
al-qur`an", pengumpulan dan penertiban Qur`an, pengetahuan tentang surah-surah Mekah
dan Madinah,An-Nasikh wal mansukh, Al-Muhkam wal Mutasyaabih dan lain sebagainya yang
berhubungan dengan Qur`an.
Terkadang ilmu ini dinamakan juga ushuulu tafsir (dasar-dasar tafsir) karena yang
dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang Mufassir
sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur`an .

2. OBJEK PEMBAHASAN ULUMUL QURAN

Objek Pembahasan Ulumul Qur'an dibagi menjadi tiga bagian besar :
a. Sejarah & Perkembangan Ulumul Qur'an ,
meliputi : sejarah rintisan ulumul quran di masa Rasulullah SAW, Sahabat, Tabi'in, dan
perkembangan selanjutnya lengkap dengan nama-nama ulama dan karangannya di
bidang ulumul quran di setiap zaman dan tempat.
b. Pengetahuan tentang Al-Quran .
Meliputi : Makna Quran, Karakteristik Al-Quran, Nama-nama al-Quran, Wahyu,
Turunnya Al-Quran, Ayat Mekkah dan Madinah, Asbabun Nuzul, dst.
c. Metodologi Penafsiran Al-Quran
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

7

Meliputi : Pengertian Tafsir & Takwil, Syarat-syarat Mufassir dan Adab-adabnya,
Sejarah & Perkembangan ilmu tafsir, Kaidah-kaidah dalam penafsiran Al-Quran,
Muhkam & Mutasyabih, Aam & Khoos, Nasikh wa Mansukh, dst.

3. SEJARAH & PERKEMBANGAN ULUMUL QURAN :

Sejarah perkembangan ulumul quran dimulai menjadi beberapa fase, dimana tiap-tiap fase
menjadi dasar bagi perkembangan menuju fase selanjutnya, hingga ulumul quran menjadi
sebuah ilmu khusus yang dipelajari dan dibahas secara khusus pula. Berikut beberapa fase /
tahapan perkembangan ulumul quran.

A. ULUMUL QURAN pada MASA RASULULLAH SAW

Embrio awal ulumul quran pada masa ini berupa penafsiran ayat Al-Quran langsung dari
Rasulullah SAW kepada para sahabat, begitu pula dengan antusiasime para sahabat dalam
bertanya tentang makna suatu ayat, menghafalkan dan mempelajari hukum-hukumnya.


a. Rasulullah SAW menafsirkan kepada sahabat beberapa ayat.
Dari Uqbah bin Amir ia berkata : " aku pernah mendengar Rasulullah SAW berkata
diatas mimbar, "dan siapkan untuk menghadapi mereka kekuatan yang kamu
sanggupi (Anfal :60 ), ingatlah bahwa kekuatan disini adalah memanah" (HR Muslim)
b. Antusiasme sahabat dalam menghafal dan mempelajari Al-Quran.
Diriwayatkan dari Abu Abdurrrahman as-sulami, ia mengatakan : " mereka yang
membacakan qur'an kepada kami, seperti Ustman bin Affan dan Abdullah bin Mas'ud
serta yang lain menceritakan, bahwa mereka bila belajar dari Nabi sepuluh ayat
mereka tidak melanjutkannya, sebelum mengamalkan ilmu dan amal yang ada
didalamnya, mereka berkata 'kami mempelajari qur'an berikut ilmu dan amalnya
sekaligus.'"
c. Larangan Rasulullah SAW untuk menulis selain qur'an, sebagai upaya menjaga
kemurnian AlQuran.
Dari Abu Saad al- Khudri, bahwa Rasulullah SAW berkata: Janganlah kamu tulis dari
aku; barang siapa menuliskan aku selain qur'an, hendaklah dihapus. Dan ceritakan apa
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

8

yang dariku, dan itu tiada halangan baginya, dan barang siapa sengaja berdusta atas
namaku, ia akan menempati tempatnya di api neraka."(HR Muslim)

B. ULUMUL QURAN MASA KHALIFAH

Pada masa khalifah, tahapan perkembangan awal (embrio) ulumul quran mulai berkembang
pesat, diantaranya dengan kebijakan-kebijakan para khalifah sebagaimana berikut :

a. Khalifah Abu Bakar :dengan Kebijakan Pengumpulan/Penulisan Al-Quran yg pertama
yang diprakarsai oleh Umar bin Khottob dan dipegang oleh Zaid bin Tsabit
b. Kekhalifahan Usman Ra : dengan kebijakan menyatukan kaum muslimin pada satu
mushaf, dan hal itupun terlaksana. Mushaf itu disebut mushaf Imam. Salinan-salinan
mushaf ini juga dikirimkan ke beberapa propinsi. Penulisan mushaf tersebut
dinamakan ar-Rosmul 'Usmani yaitu dinisbahkan kepada Usman, dan ini dianggap
sebagai permulaan dari ilmu Rasmil Qur'an.
c. kekalifahan Ali Ra :dengan kebijakan perintahnya kepada Abu 'aswad Ad-Du'ali
meletakkan kaidah-kaidah nahwu, cara pengucapan yang tepat dan baku dan
memberikan ketentuan harakat pada qur'an. Ini juga disebut sebagai permulaan Ilmu
I'rabil Qur'an.

C. ULUMUL QURAN MASA SAHABAT & TABI'IN

a. Peranan Sahabat dalam Penafsiran Al-Quran & Tokoh-tokohnya.

Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-
makna al-qur'an dan penafsiran ayat-ayat yang berbeda diantara mereka, sesuai dengan
kemampuan mereka yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan
lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah SAW , hal demikian diteruskan oleh
murid-murid mereka , yaitu para tabi'in.

Diantara para Mufasir yang termashur dari para sahabat adalah:
1. Empat orang Khalifah ( Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali )
2. Ibnu Masud,
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

9

3. Ibnu Abbas,
4. Ubai bin Kaab,
5. Zaid bin sabit,
6. Abu Musa al-Asy'ari dan
7. Abdullah bin Zubair.
Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Masud dan
Ubai bin Kaab, dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti merupakan sudah tafsir
Quran yang sempurna. Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran
apa yang masih samar dan penjelasan apa yang masih global.

b. Peranan Tabi'in dalam penafsiran Al-Quran & Tokoh-tokohnya

Mengenai para tabi'in, diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil
ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan
ijtihad dalam menafsirkan ayat. Yang terkenal di antara mereka , masing-masing sebagai
berikut :

1. Murid Ibnu Abbas di Mekah yang terkenal ialah, Sa'id bin Jubair, Mujahid, 'iKrimah
bekas sahaya ( maula ) Ibnu Abbas, Tawus bin kisan al Yamani dan 'Ata' bin abu Rabah.
2. Murid Ubai bin Kaab, di Madinah : Zaid bin Aslam, abul Aliyah, dan Muhammad bin
Ka'b al Qurazi.
3. Abdullah bin Masud di Iraq yang terkenal : 'Alqamah bin Qais, Masruq al Aswad bin
Yazid, 'Amir as Sya'bi, Hasan Al Basyri dan Qatadah bin Di'amah as Sadusi.

Dan yang diriwayatkan mereka itu semua meliputi ilmu tafsir, ilmu Gharibil Qur'an,
ilmu Asbabun Nuzul, ilmu Makki Wal madani dan imu Nasikh dan Mansukh, tetapi semua ini
tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan.

D. MASA PEMBUKUAN (TADWIN)

Perkembangan selanjutnya dalam ulumul quran adalah masa pembukuan ulumul Quran , yang
juga melewati beberapa perkembangan sebagai berikut :

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

10

a. Pembukuan Tafsir Al-Quran menurut riwayat dari Hadits, Sahabat & Tabi'in

Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan ( tadwin ) yang dumulai dengan
pembukuan hadist denga segala babnya yang bermacam-macam, dan itu juga menyangkut hal
yang berhubungan dengan tafsir. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur'an yang
diriwayatkan dari Rasulullah SAW dari para sahabat atau dari para tabi'in.
Diantara mereka yang terkenal adalah, Yazid bin Harun as Sulami, ( wafat 117 H ),
Syu'bah bin Hajjaj ( wafat 160 H ), Waqi' bin Jarrah ( wafat 197 H ), Sufyan bin 'uyainah ( wafat
198 H), dan Aburrazaq bin Hammam ( wafat 112 H ).
Mereka semua adalah para ahli hadis. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan
salah satu bagiannya. Namun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ketangan kita.

b. Pembukuan Tafsir berdasarkan susunan Ayat

Kemudian langkah mereka itu diikuti oleh para ulama'. Mereka menyusun tafsir Qur'an
yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Dan yang terkenal diantara mereka ada Ibn
Jarir at Tabari ( wafat 310 H ).
Demikianlah tafsir pada mulanya dinukil ( dipindahkan ) melalui penerimaan ( dari
muluit kemulut ) dari riwayat, kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadis,
selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Maka berlangsunglah proses kelahiran at Tafsir
bil Ma'sur ( berdasarkan riwayat ), lalu diikuti oleh at Tafsir bir Ra'yi ( berdasarkan penalaran ).




c. Munculnya Pembahasan Cabang-cabang Ulumul Quran selain Tafsir

Disamping ilmu tafsir lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok
pembahasan tertentu yang berhubungan dengan quran, dan hal ini sangat diperlukan oleh
seorang mufasir, diantaranya :

1. Ulama abad ke-3 Hijri
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

11

♣ Ali bin al Madini ( wafat 234 H ) guru Bukhari, menyusun karangannya mengenai
asbabun nuzul
♣ Abu 'Ubaid al Qasim bin Salam ( wafat 224 H ) menulis tentang Nasikh Mansukh
dan qira'at.
♣ Ibn Qutaibah ( wafat 276 H ) menyusun tentang problemaƟka Quran ( musykilatul
quran ).
2. Ulama Abad Ke-4 Hijri
♣ Muhammad bin Khalaf bin Marzaban ( wafat 309 H ) menyusun al- Hawi fa 'Ulumil
Qur'an.
♣ Abu muhammad bin Qasim al Anbari ( wafat 751 H ) juga menulis tentang ilmu-
ilmu qur'an.
♣ Abu Bakar As Sijistani ( wafat 330 H ) menyusun Garibul Qur'an.
♣ Muhammad bin Ali bin al-Adfawi ( wafat 388 H ) menyusun al Istigna' fi 'Ulumil
Qur'an.
3. Ulama Abad Ke-5 dan setelahnya
♣ Abu Bakar al Baqalani ( wafat 403 H ) menyusun I'jazul Qur'an,
♣ Ali bin Ibrahim bin Sa'id al Hufi ( wafat 430 H )menulis mengenai I'rabul Qur'an.
♣ Al Mawardi ( wafat 450 H ) menegenai tamsil-tamsil dalam Qur'an ( 'Amsalul
Qur'an ).
♣ Al Izz bin Abdussalam ( wafat 660 H ) tentang majaz dalam Qur'an.
♣ 'Alamuddin Askhawi ( wafat 643 H ) menulis mengenai ilmu Qira'at ( cara
membaca Qur'an ) dan Aqsamul Qur'an.

d. Mulai pembukuan secara khusus Ulumul Quran dengan mengumpulkan cabang-
cabangnya.

Pada masa sebelumnya, ilmu-ilmu al-quran dengan berbagai pembahasannya di tulis
secara khusus dan terserak, masing-masing dengan judul kitab tersendiri. Kemudian, mulailah
masa pengumpulan dan penulisan ilmu-ilmu tersebut dalam pembahasan khusus yang
lengkap, yang dikenal kemudian dengan Ulumul Qur'an. Di antara ulama-ulama yang
menyusun secara khusus ulumul quran adalah sebagai berikut :

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

12

1. Ali bin Ibrohim Said (330 H) yang dikenal dengan al Hufi dianggap sebagai orang
pertama yang membukukan 'Ulumul Qur'an, ilmu-ilmu Qur'an.
2. Ibnul Jauzi ( wafat 597 H ) mengikuƟnya dengan menulis sebuah kitab berjudul fununul
Afnan fi 'Aja'ibi 'ulumil Qur'an.
3. Badruddin az-Zarkasyi ( wafat 794 H ) menulis sebuah kitab lengkap dengan judul Al-
Burhan fii ulumilQur`an .
4. Jalaluddin Al-Balqini (wafat 824 H) memberikan beberapa tambahan atas Al-Burhan di
dalam kitabnya Mawaaqi`ul u`luum min mawaaqi`innujuum.
5. Jalaluddin As-SuyuƟ ( wafat 911 H ) juga kemudian menyusun sebuah kitab yang
terkenal Al-Itqaan fii u`luumil qur`an.

Catatan : kitab Al-Burhan ( Zarkasyi) dan Al-Itqon ( As-Suyuti) hingga hari ini masih dikenal
sebagai referensi induk / terlengkap dalam masalah Ulumul Qur'an. Tidak ada peneliti tentang
ulumul quran, kecuali pasti akan banyak menyandarkan tulisannya pada kedua kitab tersebut.

E. ULUMUL QUR'AN MASA MODERN / KONTEMPORER

Sebagaimana pada periode sebelumnya, perkembangan ulumul quran pada masa
kontemporer ini juga berlanjut seputar penulisan sebuah metode atau cabang ilmu Al-Quran
secara khusus dan terpisah, sebagaimana ada pula yang kembali membali menyusun atau
menyatukan cabang-cabang ulumul quran dalam kitab tersendiri dengan penulisan yang lebih
sederhana dan sistematis dari kitab-kitab klasik terdahulu.

1. Kitab yang terbit membahas khusus tentang cabang-cabang ilmu Quran atau
pembahasan khusus tentang metode penafsiran Al-Quran di antaranya :

a. Kitab i`jaazul quran yang ditulis oleh Musthafa Shadiq Ar-Rafi`i,
b. Kitab At-Tashwirul fanni fiil qu`an dan masyaahidul qiyaamah fil qur`an oleh Sayyid
Qutb,
c. Tarjamatul qur`an oleh syaikh Muhammad Musthafa Al-Maraghi yang salah satu
pembahasannya ditulis oleh Muhibuddin al-hatib,
d. Masalatu tarjamatil qur`an Musthafa Sabri,
e. An-naba`ul adziim oleh DR Muhammad Abdullah Daraz dan
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

13

f. Muqaddimah tafsir Mahaasilu ta`wil oleh Jamaluddin Al-qasimi.

2. Kitab yang membahas secara umum ulumul quran dengan sistematis, diantaranya :

a. Syaikh Thahir Al-jazaairy menyusun sebuah kitab dengan judul At-tibyaan fii
u`luumil qur`an.
b. Syaikh Muhammad Ali Salamah menulis pula Manhajul furqan fii u`luumil qur`an
yang berisi pembahasan yang sudah ditentukan untuk fakultas ushuluddin di
Mesir dengan spesialisasi da`wah dan bimbingan masyarakat dan diikuti oleh
muridnya,
c. Muhammad Abdul a`dzim az-zarqani yang menyusun Manaahilul i`rfaan fii u`lumil
qur`an.
d. Syaikh Ahmad Ali menulis muzakkiraat u`lumil qur`an yang disampaikan kepada
mahasiswanya di fakultas ushuluddin jurusan dakwah dan bimbingan masyarakat.
e. Kitab Mahaabisu fii u`lumil qur`an oleh DR Subhi As-Shalih.

Pembahasan tersebut dikenal dengan sebutan u`luumul qur`an, dan kata ini kini telah menjadi
istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut.

Catatan : Kitab Mabahitsul Quran yang ditulis Manna'ul Qattan ini juga termasuk kitab ulumul
quran kontemporer yang banyak mendapat sambutan di universitas-universitas di Timur
Tengah dan Dunia Islam pada umumnya. Kitab ini juga dijadikan modul untuk perkuliahan
Ulumul Quran semester 1 di Universitas InternaƟonal Afrika, Khartoum Sudan, sebagai Mata
Kuliah Umum untuk semua mahasiswa di berbagai jurusannya.





Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

14

Tentang Al-Quran
Kode : UQ/A/02

Pokok-pokok Materi
1. Pengertian/ Definisi Al-Quran
2. Nama dan Sifat Al-Quran
3. Perbedaan Al-Quran dengan Hadits Nabawi dan Qudsi
4. Karakteristik Al-Quran

1. PENGERTIAN / DEFINISI AL-QURAN

Pengertian Al-Quran meliputi dua hal, yaitu secara bahasa dan secara istilah, masing-masing
sbb :

a. Pengertian Al-Quran secara bahasa
Lafadzh Qara`a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, dan qira`ah berarti
menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang
tersusun rapih. Qur`an pada mulanya seperti qira`ah , yaitu masdar (infinitif) dari kata qara`
qira`atan, qur`anan. Sebagaimana dalam firman Allah SWT :
· . ¸ ` · ¯` , · ` _ ` · ` · ' , · · , · ` · ¯` , · , ` · ·` - ` , , ··, ·· · ,
ِArtinya : "Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya.
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu`. (Al;-Qiyamah :17-
18)

Qur`anah berarti qiraatun (bacaannya/cara membacanya). Jadi kata itu adalah masdar
menurut wazan (tashrif, konjugasi)`fu`lan` dengan vokal `u` seperti `gufran` dan `syukran`.Kita
dapat mengatakan qara`tuhu , qur`an, qira`atan wa qur`anan, artinya sama saja. Di sini maqru`
(apa yang dibaca) diberi nama Qur`an (bacaan); yakni penamaan maf`ul dengan masdar.

b. Pengertian Al-Quran secara Istilah

Para ulama menyebutkan definisi Quran yang mendekati makananya dan
membedakannya dari yang lain dengan menyebutkan bahwa:
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

15

·,·, ·' ·· ·,· - _· ¸¸' = ··¯ ,· .¯,
Artinya : Quran adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhamad saw. Yang
pembacanya merupakan suatu ibadah`.

Penjelasan Arti Quran secara istilah, adalah sebagai berikut :
1. Definisi`kalam`(ucapan) merupakan kelompok jenis yang meliputi segala kalam. Dan
dengan menghubungkannya dengan Allah ( kalamullah ) berarti tidak semua masuk
dalam kalam manusia, jin dan malaikat.
2. Batasan dengan kata-kata (almunazzal)`yang diturunkan` maka tidak termasuk kalam
Allah yang sudah khusus menjadi milik-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam Firman
Allah :`Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku,
sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami
datangkan tambahan sebanyak itu `.(al-Kahfi: 109).
3. Batasan dengan definisi hanya `kepada Muhammad saw` Tidak termasuk yang
diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya seperti taurat, injil dan yang lain.
4. Sedangkan batasan (al-muta'abbad bi tilawatihi) `yang pembacanya merupakan suatu
ibadah` mengecualikan hadis ahad dan hadis-hadis qudsi .


Catatan : Perlu saya tambahkan definisi lain tentang Al-Quran yang lebih lengkap yaitu :

¸,' ..-.', .,´' .,, ·,· = _. - , _· ¸, ' ,-·' = ··¯ ,·
·,·, ` · ' . ,,, .
Artinya : Kalam Allah yang bersifat mukjizat, yang diturunkan kepada Muhammad SAW, tertulis
di mushaf , diriwayatkan secara mutawattir, dan membacanya adalah ibadah.

2. NAMA DAN SIFAT AL-QURAN :

A. Nama-nama Al-Quran :

Allah menamakan Quran dengan beberapa nama, diantaranya:
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

16


1. Qur`an
` · , · ' ¸ · ¸ ¸ ` ,, . ¯` , · . ¸
`Al Qur`an ini memberikan petunjuk kepada yang lebih lurus`.( al-Israa:9)

2. Kitab
` , ¯` , ¯ · ·, · , ¯ ` , ´` , ¸ ,` ' `
`Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya
terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu`.(al-Anbiyaa: 10)

3. Furqan
,, ¸ · ., ´ , · ` · _ · . ·` , ¸` , ¸ · _
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan kepada hamba-Nya, agar dia
menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam`,(al-Furqan: 1)

4. Zikr
., = · - ` · ` ¸ , , ¯ ` , ` ¸` - ` ¸
`Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-
benar memeliharanya`.( al-Hijr :9)

5. Tanzil
` ·` ¸ , ¸, ,` ` . _ ¸ ·
Dan sesungguhnya Al Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta
alam`,(as-Syuaraa:192 ).

Catatan : Penyebutan Al-Quran dan al-kitab lebih populer dari nama-nama yang lain. Dalam
hal ini Dr. Muhammada Daraz berkata: ` ia dinamakan Quran karena ia `dibaca` dengan lisan,
dan dinamakan al- kitab karena ia `ditulis` dengan pena. Kedua kata ini menunjukkan makna
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

17

yang sesuai dengan kenyataannya`. Penamaan Quran dengan kedua nama ini memberikan
isyarat bahwa selayaknyalah ia dipelihara dalam bentuk hafalan dan tulisan.

B. Sifat-sifat Al-Quran :

Allah telah melukiskan Quran dengan beberapa sifat, diantaranya ;
1. Nur (cahaya ) :
,` ' , ` , ´` , ¸ _,` , ` ·
`Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu.
dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang`.(an-nisaa : 174 )

2. Huda ( petunjuk ), Syifa` ( obat ), Rahmah ( rahmat ),dan Mauizah ( nasehat ) :
, ,', ' ` ¸` ` · ` , ´` . - · = ·` , · ` ¸ · ` , ´` , _ . , ¸ · _,` ' . ¸ ` · , · ` - _ , ¸ ·` ,`
`Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-
orang yang beriman`.( Yunus : 57 ).

3. Mubin ( yang menerangkan ) :
` · ` , ¯ . - ¸ · · ` _,` ` . ¯ , ` ¸ ` ·
`Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang
menerangkan`.( al-Maidah :15 ).

Dan sifat-sifat yang lain sebagaimana disebutkan dalam banyak ayatnya, seperti : Mubarak (
yang diberkati ), Busyra ( kabar gembira ),`Aziz ( yang mulia ), Majid ( yang dihormati ), Basyr (
pembawa kabar gembira ).

3. PERBEDAAN ANTARA QURAN DENGAN HADIS QUDSI DAN HADIS NABAWI

Definisi Quran telah dikemukakan pada halaman terdahulu. Dan untuk mengetahui perbedaan
antara definisi Quran dengan hadis kudsi dan hadis nabawi, maka disini kami kemukakan dua
definisi berikut ini :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

18


a. Hadis Nabawi
Hadis ( baru ) dalam arti bahasa lawan qadim ( lama ). Sedang menurut istilah
pengertian hadis ialah apa saja yang disandarkan kepada Nabi saw. Baik berupa
perkataan, perbuatan persetujuan atau sifat.
♣ Yang berupa perkataan, seperti perkataan Nabi saw. : `Sesungguhnya sahnya
amal itu disertai dengan niat. Dan setiap orang bergantung pada niatnya….`
♣ Yang berupa perbuatan ialah seperti ajaranya pada sahabat mengenai
bagaimana caranya mengerjakan shalat, kemudian ia mengatakan : `Shalatlah
seperti kamu melihat aku melakukan shalat`. juga mengenai bagaimana ia
melakukan ibadah haji, dalam hal ini Nabi saw. Berkata : `Ambilah dari padaku
manasik hajimu`.
♣ Sedang yang berupa persetujuan ialah : seperti ia menyetujui suatu perkara
yang dilakukan salah seorang sahabat, baik perkataan ataupun perbuatan,
dilakukan dihadapannya atau tidak, tetapi beritanya sampai kepadanya.
Misalnya : mengenai makanan baiwak yang dihidangkan kepadanya, dan
persetujuannya
♣ Dan yang berupa sifat adalah riwayat seperti : `bahwa Nabi saw. Itu selalu
bermuka cerah, berperangai halus dan lembut, tidak keras dan tidak pula
kasar, tidak suka berteriak keras, tidak pula bernicara kotor dan tidak juga suka
mencela.`.

b. Hadis Qudsi
Lafadzh qudsi dinisbahkan sebagai kata quds, nisbah ini mengesankan rasa
hormat, karena materi kata itu menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam arti
bahasa. Maka kata taqdis berarti menyucikan Allah. Taqdis sama dengan tathiir, dan
taqddasa sama dengan tatahhara (suci, bersih ) Allah berfirman dengan kata-kata
malaikat-Nya : `……pada hal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
menyucikan diri kami karena Engkau.` (al-Baqarah : 30 ) yakni membersihkan diri
untuk-Mu.
Secara Istilah, Hadis Qudsi ialah hadis yang oleh Nabi saw, disandarkan kepada
Allah. Maksudnya Nabi meriwayatkannya bahwa itu adalah kalam Allah. Maka rasul
menjadi perawi kalam Allah ini dari lafal Nabi sendiri.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

19


Cara Periwayatan Hadits Qudsi :
Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi maka dia meriwayatkannya dari
Rasulullah SAW dengan disandarkan kepada Allah, dengan mengatakan :

1. `Rasulullah SAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya`,
atau ia mengatakan: …..
Contoh : `Dari Abu Hurairah Ra. Dari Rasulullah SAW mengenai apa yang
diriwayatkannya dari Tuhannya Azza Wa Jalla, tangan Allah itu penuh, tidak dikurangi
oleh nafakah, baik di waktu siang atau malam hari….`

2. `Rasulullah SAW mengatakan : Allah Ta`ala telah berfirman atau berfirman Allah
Ta`ala.` Contoh: `Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah SAW berkata : ` Allah ta`ala
berfriman : Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia
menyebut-Ku.bila menyebut-KU didalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya didalam
diri-Ku. Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak, maka Aku pun
menyebutnya didalam kalangan orang banyak lebih dari itu….`

c. Perbedaan Quran dengan Hadis Qudsi

Ada beberapa perbedaan antara Quran dengan hadis Qudsi,yang terpenting
diantaranya ialah :
1) Al-Quranul Karim adalah Quran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat, bersifat
tantangan (I'jaz) bagi yang ingkar untuk membuat yang serupa dengannya, sedang
hadis Qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

2) Al- Quranul karim hanya dinisbahkan kepada Allah, sehingga dikatakan: Allah ta`ala
telah berfirman, sedang hadis Qudsi- seperrti telah dijelaskan diatas-terkadang
diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah; sehingga nisbah hadis Qudsi kepada
Allah itu merupakan nisbah yang dibuatkan.

3) Seluruh isi Quran dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah mutlak.
Sedang hadis-hadis Qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

20

masih merupakan dugaan. Ada kalanya hadis Qudsi itu sahih, terkadang hasan ( baik )
dan terkadang pula da`if (lemah).

4) Al-Quranul Karim dari Allah, baik lafal maupun maknanya. Maka dia adalah wahyu,
baik dalam lafal maupun maknanya. Sedang hadis Qudsi maknanya saja yang dari
Allah, sedang lafalnya dari Rasulullah SAW . hadis Qudsi ialah wahyu dalam makna
tetapi bukan dalam lafal.

5) Membaca Al-Quranul Karim merupakan ibadah, karena itu ia dibaca didalam salat.
Sedang hadis kudsi tidak disuruhnya membaca didalam salat. Allah memberikan
pahala membaca hadis Qudsi secara umum saja. Maka membaca hadis Qudsi tidak
akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca
Quran bahwa pada setiap huruf akan mendapatkan kebaikan.
4. KARAKTERISTIK AL-QURAN

Dr. Yusuf Qaradhawi memaparkan beberapa karakteristik Al-Quran dalam kitabnya "
Kaifa Nata'amal ma'al al-Quran",( Bagaimana berinteraksi dengan Al-Quran), secara
singkatnya sebagai berikut :

1) Al-Quran adalah Kitab Ilahi
Al-Quran berasal dari Allah SWT, baik secara lafal maupun makna. Diwahyukan oleh
Allah SWT kepada Rasul dan Nabi-Nya; Muhammad saw melalui 'wahyu al-jaliy' wahyu
yang jelas. Yaitu dengan turunnya malaikat utusan Allah, Jibril a.s untuk menyampaikan
wahyu kepada Rasulullah SAW yang manusia, bukan melalui jalan wahyu yang lain ;
seperti ilham, pemberian inspirasi dalam jiwa, mimpi yang benar atau cara lainnya.
, , ` . ¯ ` . ´` - ' ` ·` , ¯ ` , ` . ` . · ` ¸ · .` ¸ ,, ´ - ¸ _ - ,
Artinya : Alif laam raa, (Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta
dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi
Maha tahu ( Huud 1)

2) Al-Quran adalah Kitab Suci yang terpelihara
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

21

Diantara karakteristik Al-Quran yang lainnya adalah ia merupakan kitab suci yang
terpelihara keasliannya. Dan Allah SWT sendiri yang menjamin pemeliharaannya, serta
tidak membebankan hal itu pada seorang pun. Tidak seperti yang dilakukan pada kitab-
kitab suci selainnya, yang hanya dipelihara oleh umat yang menerimanya. Hal ini
sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT :
, , = ` -` ` ` ¸ · . ¯ ·
…. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah … (Al-Maidah 44)

Adapun makna dipeliharanya al-Quran adalah Allah SWT memeliharanya dari pemalsuan
dan perubahaan terhadap teks-teksnya, seperti yang terjadi terhadap Taurat, Injil, dan
sebelumnya.

3) Al-Quran adalah Kitab suci yang menjadi Mukjizat
Diantara karakteristik Al-Quran adalah kemukjizatannya. Ia adalah mukjizat terbesar
yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sehingga bangsa arab hanya menyebut-
nyebut mukjizat itu saja, tidak yang lainnya, meskipun dari beliau terjadi mukjizat yang
lain yang tidak terhitung jumlahnya.

4) Al-Quran adalah Kitab Suci yang menjadi Penjelas dan dimudahkan Pemahamannya
Al-Quran adalah kitab yang memberi penjelasan dan mudah dipahami. Tidak seperti
kitab filsafat, yang cenderung untuk menggunakan simbol-simbol dan penjelasan yang
sulit, tidak pula seperti kitab sastra yang menggunakan perlambang-perlambang, yang
berlebihan dalam menyembunyikan substansi, sehingga sulit dipahami akal.
Allah SWT menurunkan Al-Quran agar makna-maknanya dapat ditangkap, hukum-
hukumnya dapat dimengerti, rahasia-rahasianya dapat dipahami, serta ayat-ayatnya dapat
ditadabburi. Oleh karena itu Allah SWT menurunkan Al-Quran dengan jelas dan memberi
penjelasan, tidak samar dan sulit dipahami. Sebagaimana firman Allah SWT :

` , ` , ` , . ¯` , , ¯ ¸ , · ` ¸ · ¸ , ¯` ` ·
Artinya : Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka
Adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qomar 17)

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

22

5) Al-Quran adalah Kitab Suci yang Lengkap

Al-Quran adalah kitab agama yang menyeluruh, pokok agama dan ruh wujud islam.
Darinya disimpulkan konsep akidah Islam, tatacara ibadah, tuntutan akhlak, juga pokok-
pokok legislasi dan hukum. Allah SWT berfirman :

` , , :` , · . ´ ,` ¸ ´ ¸ .` ¸
Artinya : ..dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala
sesuatu (An-Nahl 89)

6) Al-Quran adalah Kitab Suci Seluruh Zaman

Makna Al-Quran sebagai kitab keseluruhan zaman adalah ia merupakan kitab yang
abadi, bukan kitab bagi suatu masa tertentu, yang kemudian habis masa berlakunya.
Maksudnya, hukum-hukum Al-Quran, perintah dan larangannya, tidak berlaku secara
temporer dengan suatu kurun waktu tertentu, kemudian habis masanya.

7) Al-Quran adalah Kitab suci bagi Seluruh Umat Manusia

Al-Quran bukanlah kitab yang hanya ditujukan pada suatu bangsa, sementara tidak
kepada bangsa yang lain, tidak juga untuk hanya satu warna kulit manusia, atau suatu
wilayah tertentu. Tidak juga hanya bagi kalangan yang rasional, dan tidak menyentuh
mereka yang emosional dan berdasarkan intuisi.Tidak juga hanya bagi rohaniawan,
sementara tidak menyentuh mereka yang materialis. Al-Quran adalah kitab bagi seluruh
golongan manusia.
Allah SWT berfirman :

. ¸ ,` · ¸ ` , ¯ · ¸ ·
Artinya : Al-Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi alam semesta (At-Takwir 27)

Demikian beberapa karakteristik Al-Quran, untuk penjelasan yang lebih lengkap dan
menyeluruh, rujuk kembali kitab Qardhawi yang disebutkan di atas.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

23

I'jaz Al-Quran (Kemukjizatan Al-Quran)
Kode UQ/A/03

Pokok-pokok Materi :
1. Pengertian I'jaz dan Mukjizat
2. Pembagian Jenis Mukjizat & Hikmahnya
3. Perbedaan Mukjizat Quran dengan Nabi sebelumnya
4. Macam-macam Mukjizat Quran

1. PENGERTIAN IJAZ QURAN DAN MUKJIZAT

a. Pengertian i’jaz menurut bahasa:
Kata I’jaz adalah isim mashdar dari ‘ajaza-yu’jizu-i’jazan yang mempunyai arti
“ketidakberdayaan atau keluputan” (naqid al-hazm). Kata i’jaz juga berarti “terwujudnya
ketidakmampuan”, seperti dalam contoh: a’jaztu zaidan “aku mendapati Zaid tidak mampu".

b. Pengertian i’jaz secara istilah:
- Penampakan kebenaran pengklaiman kerasulan nabi Muhammad SAW dalam
ketidakmampuan orang Arab untu menandingi mukjizat nabi yang abadi, yaitu al-
Quran.
- Perbuatan seseorang pengklaim bahwa ia menjalankan fungsi ilahiyah dengan cara
melanggar ketentuan hukum alam dan membuat orang lain tidak mampu
melakukannya dan bersaksi akan kebenaran klaimnya.

c. Pengertian mukjizat:
¸· ,·' ·_- ··· .,,· ¸-, , ¸· ·._·' ,,=, _· , ¸·· ·, ·,· ·,·

Mukjizat adalah Sebuah perkara luar biasa (khoriqun lil ‘adah) yang disertai tantangan
(untuk menirunya), yang Selamat dari pengingkaran, dan muncul pada diri seorang
yang mengaku nabi menguatkan /menyesuaikan dakwahnya.

Catatan : Dari pengertian mukjizat di atas, maka ada beberapa syarat disebut mukjizat,yaitu :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

24

1) Hal yang di luar kebiasaan : seperti tongkat berubah ular, menghidupkan orang mati,
dll
2) Disertai Tantangan : untuk meniru, agar mereka yang ditantang merasa 'tidak mampu'
untuk kemudian mengakui bahwa itu dari Allah SWT
3) Selamat dari pengingkaran : artinya tantangan itu berupa sebuah tantangan yang layak
bukan sesuatu yang tidak masuk akal. Misalnya : tantangan membuat Al-Quran untuk
orang Arab yg berbahasa Arab, bukan untuk orang Jawa.
4) Muncul dari Nabi : untuk menguatkan risalah kenabiannya, jika bukan dari nabi biasa
disebut dengan Karomah.

2. PEMBAGIAN JENIS MUKJIZAT & HIKMAHNYA

Secara umum mukjizat dapat digolongkan menjadi dua klasifikasi, yaitu:
a) Mu’jizat Indrawi (Hissiyyah)
Mukjizat jenis ini diderivasikan pada kekuatan yang muncul dari segi fisik yang
mengisyaratkan adanya kesaktian seorang nabi. Secara umum dapat diambil contoh
adalah mukjizat nabi Musa dapat membelah lautan, mukjizat nabi Daud dapat
melunakkan besi serta mukjizat nabi-nabi dari bani Israil yang lain.

b) Mukjizat Rasional (’aqliyah)
Mukjizat ini tentunya sesuai dengan namanya lebih banyak ditopang oleh kemampuan
intelektual yang rasional. Dalam kasus al-Quran sebagai mukjizat nabi Muhammad atas
umatnya dapat dilihat dari segi keajaiban ilmiah yang rasional dan oleh karena itulah
mukjizat al-Quran ini bias abadi sampai hari Qiamat.

Hikmah pembagian Mukjizat :
Imam Jalaludin as-Suyuthi, berkomentar mengenai hikmah pembagian mukjizat
tersebut dimana beliau berpendapat bahwa kebanyakan maukjizat yang ditanpakkan Allah
pada diri para nabi yang diutus kepada bani Israil adalah mukjizat jenis fisik. Beliau
menambahkan hal itu dikarenakan atas lemah dan keterbelakangan tingkat intelegensi bani
Israil.
Sementara, sebab yang melatarbelakangi diberikannya mukjizat rasional atas umat
nabi Muhammad adalah keberadaan mereka yang sudah relative matang dibidang intelektual.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

25

Beliau menambahkan, oleh karena itu al-Quran adalam meukjizat rasional, maka sisi i’jaznya
hanya bisa diketahui dengan kemampuan intelektual, lain halnya dengan mukjizat fisik yang
bias diketahui dengan instrument indrawi.
Meskipun al-Quran diklasifikasian sebagai mukjizat rasional ini tidak serta merta
menafikan mukjizat-mukjizat fisik yang telah dianugerahkan Allah kepadanya untuk
memperkuat dakwahnya.

3. PERBEDAAN MUKJIZAT QURAN DENGAN NABi-NABI SEBELUMNYA

Ada beberapa perbedaan besar antara mukjizat Al-Quran dengan mukjizat para Nabi-nabi
sebelumnya, antara lain :
a) Mukjizat Nabi sebelumnya bersifat fisik (hissiyah), maka habis sesuai dengan
berlalunya zaman. Generasi setelahnya tidak lagi bisa menyaksikan mukjizat tersebut.
Sementara Al-Quran adalah mukjizat yang terjaga, abadi dan berkelanjutan. Karenanya
hingga hari ini masih banyak temuan-temuan tentang mukjizat Al-Quran.
b) Mukjizat Nabi-nabi sebelumnya terfokus pada 'penakjuban pandangan', sementara
mukjizat Al-Quran mengarah pada 'pembukaan hati dan penundukan akal', karena itu
daya pengaruhnya lama dan bertahan. Sementara mukjizat 'pandangan' kadang begitu
mudah terlupakan.
c) Mukjizat Nabi sebelumnya di luar konteks isi risalah mereka dan tidak bersesuain,
karena fungsinya utamanya hanya untuk menguatkan kenabian atau membuktikan
bahwa mereka adalah utusan Allah SWT. Contoh : menghidupkan orang mati, tongkat
menjadi ular, tidak ada hubungan langsung dengan isi kitab Taurat dan Injil. Sementara
Al-Quran benar-benar mukjizat yang bersesuaian dan menguatkan isi risalah kenabian.

4. BIDANG MUKJIZAT AL-QURAN

Mukjizat al-Quran terdiri dari berbagai macam segi mukjizat, antara lain :

A. Segi bahasa dan susunan redaksinya ( I'jaz Lughowi)
Sejarah telah menyaksikan bahwa bangsa Arab pada saat turunnya al-Quran
telah mencapai tingkat yang belum pernah dicapai oleh bangsa satu pun yang ada
didunia ini, baik sebelum dan sesudah mereka dalam bidang kefashihan bahasa
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

26

(balaghah). Mereka juga telah meramba jalan yang belum pernah diinjak orang lain
dalam kesempurnaan menyampaikan penjelasan (al-bayan), keserasian dalam
menyusun kata-kata, serta kelancaran logika.
Oleh karena bangsa Arab telah mencapai taraf yang begitu jauh dalam bahasa
dan seni sastra, karena sebab itulah al-Quran menantang mereka. Padahal mereka
memiliki kemampuan bahasa yang tidak bias dicapai orang lain seperti kemahiran
dalam berpuisi, syi’ir atau prosa (natsar), memberikan penjelasan dalam langgam
sastra yang tidak sampai oleh selain mereka. Namun walaupun begitu mereka tetap
dalam ketidakberdayaan ketika dihadapkan dengan al-Quran.


B. Segi isyarat ilmiah ( I'jaz Ilmi)

Pemaknaan kemukjizatan al-Quran dalam segi ilmiyyah diantaranya :
1) Dorongan serta stimulasi al-Quran kepada manusia untuk selalu berfikir keras atas
dirinya sendiri dan alam semesta yang mengitarinya.
2) Al-Quran memberikan ruangan sebebas-bebasnya pada pergulan pemikiran ilmu
pengetahuan sebagaimana halnya tidak ditemukan pada kitab-kitab agama lainnya
yang malah cenderung restriktif.
3) Al-Quran dalam mengemukakan dalil-dalil, argument serta penjelasan ayat-ayat
ilmiah, menyebutkan isyarat-isyarat ilmiah yang sebagaiannya baru terungkap pada
zaman atom, planet dan penaklukan angkasa luar sekarang ini. Diantaranya adalah :
a. Isyarat tentang Sejarah Tata Surya .
Allah SWT berfirman : “Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui
bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu,
kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala
sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-
Anbiya’: 30).
b. Isyarat tentang Fungsi Angin dalam Penyerbukan Bunga
Allah SWT berfirman : “Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan
(tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum
kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (QS. Al-
Hijr: 22)
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

27

c. Isyarat tentang Sidik Jari manusia
Allah SWT berfirman : “ Bukan demikian, Sebenarnya kami Kuasa menyusun
(kembali) jari jemarinya dengan sempurna" . (QS Al-Qiyamah 4)


Catatan : Banyak buku yang sudah di tulis mengenai masalah Keajaiban Ilmiah Al-Quran, ada
yang menyebutnya dengan Mukjizat Ilmiah, dan ada pula yang membuat bahasan lain dan
menyebutnya dengan Tafsir Ilmiah. Beberapa ulama berbeda pendapat tentang tafsir Ilmiah,
khususnya jika yang terjadi adalah memaksakan ayat-ayat Quran untuk koheren dengan teori-
teori ilmiah hasil penelitian manusia. Rujuk kembali perbedaan seputar ini dalam kitab :
Bagaimana berinteraksi dengan Al-Quran (Kaifa nata'amal ma'al quran) -Dr.Yusuf Qaradhawi.

C. Segi Sejarah & pemberitaan yang ghaib (I'jaz tarikhiy)

Surat-surat dalam al-Quran mencakup banyak berita tentang hal ghaib. Kapabilitas al-
Quran dalam memberikan informasi-informasi tentang hal-hal yang ghaib seakan menjadi
prasyarat utama penopang eksistensinya sebgai kitab mukjizat. Diantara contohnya adalah:

1. Sejarah / Keghaiban masa lampau.
Al-Quran sangat jelas dan fasih seklai dalam menjelaskan cerita masa lalu seakan-akan
menjadi saksi mata yang langsung mengikuti jalannya cerita. Dan tidak ada satupun dari
kisah-kisah tersebut yang tidak terbukti kebenarannya. Diantaranya adalah: Kisah nabi
Musa & Firaun, Ibrahim, Nabi Yusuf, bahkan percakapan antara anak-anak Adam as.




2. Kegaiban Masa Kini
Diantaranya terbukanya niat busuk orang munafik di masa rasulullah. Allah SWT
berfirman : Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia
menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya,
Padahal ia adalah penantang yang paling keras.(QS. Al-Baqoroh: 204)
3. Ramalan kejadian masa mendatang
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

28

Diantaranya ramalan kemenangan Romawi atas Persia di awal surat ar-Ruum.

D. Segi petunjuk penetapan hukum ( I'jaz Tasyri'i)

Diantara hal-hal yang mencengangkan akal dan tak mungkin dicari penyebabnya selain
bahwa al-Quran adalah wahyu Allah, adalah terkandungnya syari’at paling ideal bagi umat
manusia, undang-undang yang paling lurus bagi kehidupan, yang dibawa al-Quran untuk
mengatur kehidupan manusia yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Meskipun
memang banyak aturan hukum dari Al-Quran yang secara 'kasat mata' terlihat tidak adil, kejam
dan sebagainya, tetapi sesungguhnya di balik itu ada kesempurnaan hukum yang tidak
terhingga.

Diantara produk hukum Al-Quran yang menakjubkan dan penuh hikmah tersebut
antara lain :
a. Hukuman Hudud bagi pelaku Zina, Pencurian, dsb (QS An-Nuur 2-3)
b. Hukuman Qishos bagi Pembunuhan ( QS Al-Baqoroh 178-180)
c. Hukum Waris yang detil (QS An- Nisa 11-12)
d. Hukum Transaksi Keuangan dan Perdagangan.(QS Al-Baqoroh 282)
e. Hukum Perang & Perdamaian. (QS Al-Anfal 61)
f. Dan lain-lain


Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

29

Tentang Wahyu
Kode UQ/A/04

Pokok-pokok Materi :
1. Arti Wahyu
2. Proses Wahyu Allah pada Malaikat
3. Proses Turunnya Wahyu Kepada Nabi
4. Beberapa Tuduhan & Jawaban seputar Wahyu

1. ARTI WAHYU

a. Pengertian Wahyu secara Bahasa
Dikatakan wahaitu ilaih dan auhaitu, bila kita berbicara kepadanya agar tidak diketahui
orang lain. Wahyu adalah isyarat yang cepat. Itu terjadi melalui pembicaran yang berupa
rumus dan lambang, dan terkadang melalui suara semata, dan terkadang pula melalui
isyarat dengan sebagian anggota badan.
Al-wahy atau wahyu adalah kata masdar ( infinitif ); dan materi kata itu menunjukkan
dua pengertian dasar, yaitu ; tersembunyi dan cepat. Oleh sebab itu maka dikatakan
bahwa wahyu adalah : pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat dan khusus
ditujukan kepada orang yang diberitahu tanpa diketahui orang lain.

b. Pengertian Wahyu dalam Istilah Syar'i
Secara istilah wahyu didefinisikan sebagai : kalam Allah yang diturunkan kepada seorang
Nabi`. Definisi ini menggunakan pengertian maf`ul, yaitu al muha ( yang diwahyukan ).
Ustadz Muhammad Abduh membedakan antara wahyu dengan ilham . Ilham itu intuisi
yang diyakini jiwa sehingga terdorong untuk mengikuti apa yang diminta, tanpa
mengetahui dari mana datangnya. Hal sepeti itu serupa dengan rasa lapar, haus sedih da
senang.

2. CARA WAHYU TURUN PADA MALAIKAT

Didalam Al- Quranul Karim terdapat nash mengenai kalam Allah kepada para
malaikatnya : diantaranya :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

30

1) `Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: `Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi.` Mereka berkata: `Mengapa Engkau
hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya .`( al-
Baqarah : 30 ).
2) Juga terdapat nash tentang wahyu Allah kepada mereka : `Ketika Tuhanmu
mewahyukan kepada para malaikat : `Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka
teguhkan orang-orang yang telah beriman`.( al-Anfal : 12 ).
3) Disamping itu ada pula nash tentang para malaikat yang mengurus urusan dunia
menurut perintah-Nya. `Demi malaikat yang mebagi-bagi urusan.`( ad-dzariyat : 4 ).

Nash-nash diatas dengan tegas menunjukkan bahwa Allah berbicara kepada para
malaikat tanpa perantaraan dan dengan pembicaraan yang dipahami oleh para malaikat itu.
Hal itu diperkuat oleh hadis dari Nawas bin Sam`an r.a yang mengatakan :
Rasulullah SAW berkata :
`Apabila Allah hendak memberikan wahyu mengenai suatu urusan, Dia berbicara
melalui wahyu; maka langitpun tergetarlah dengan getaran- atau Dia mengatakan dengan
goncangan-yang dahsyat karena takut kepada Allah Azza wa jalla. Apa bila penghuni langit
mendengar hal itu, maka pingsan dan bersujudlah mereka itu kepada Allah. Yang pertama
sekali mengangkat muka diantara mereka itu adalah jibril, maka Allah membicarakan wahyu
itu, kepada jibril menurut apa yang dikehendaki-Nya. Kemudian jibril berjalan melintasi para
malikat, setiap kali dia melalui satu langit, maka bertanyalah kepadanya malaikat langit itu;
apa yang telah dikatakan oleh Tuhan kita wahai jibril ? jibril menjawab : Dia mengatakan yang
hak. Dan Dialah yang maha tinggi lagi Maha Besar. Para malikatpun mengatakan seperti apa
yang dikatakan jibril. Lalu jibril menyampaikan wahyu itu seperti apa yang diperintahkan Allah
azza wajalla.`

Hadits di atas menjelaskan bagaimana wahyu turun. Pertama Allah berbicara, dan para
malikatnya mendengar-Nya. Dan pengaruh wahyu itupun sangat dahsyat; apa bila pada
lahirnya- didalam perjalanan jibril untuk menyampaikan wahyu-hadis diatas menunjukkan
turunnya wahyu khusus mengenai Quran, akan tetapi hadis tersebut juga menjelaskan cara
turunnya wahyu secara umum.

3. CARA WAHYU ALLAH TURUN KEPADA PARA RASUL
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

31


Allah memberikan wahyu kepada para rasul-Nya ada yang melalui perantaraan dan
ada yang tidak.

CARA PERTAMA : TANPA MELALUI PERANTARAAN.

Diantaranya ialah dengan :

1) Mimpi yang benar didalam tidur.
`Dari Aisyah r.a dia berkata : sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi pada Rasulullah SAW
adalah mimpi yang benar diwaktu tidur, beliau tidaklah melihat mimpi kecuali mimpi itu
datang bagaikan terangnya di waktu pagi hari.`
Di antara alasan yang menunjukkan bahwa mimpi yang benar bagi para Nabi adalah
wahyu yang wajib diikuti, ialah mimpi Nabi Ibrahim agar menyembelih anaknya, Ismail. `( as-
Saffat : 101-112 ).
Mimpi yang benar itu tidaklah khusus bagi para rasul saja, mimpi yag demikian itu
tetap ada pada kaum mukminin, sekalipun mimpi itu bukan wahyu.hal itu seperti dikatakan
oleh Rasulullah SAW : `Wahyu telah terputus, tetapi berita-berita gembira tetap ada, yaitu
mimpi orang mukmin.`
Mimpi yang benar bagi para nabi diwaktu tidur itu merupakan bagian pertama dari
sekian macam cara Allah berbicara seperti yang disebutkan didalam firman- Nya:
· , . ¯ ¸ , . ' ` · ´`, ` · ¸ ,` - , ` , ' ` ¸ · . _ , ¸ . - - ` , ' ¸ ` ,`, ,` _ ¸ -,` , · · · , , · . , ` ·` ¸
¯ ¸ · ` ,, ´ -
`Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali
dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan lalu
diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha
Tinggi lagi Maha Bijaksana.`(as-Syuraa : 51 ).

2) Kalam ilahi dari balik tabir tanpa melalui perantara.

Yang demikian itu terjadi pada Nabi Musa a.s. Sebagaimana firman Allah SWT :

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

32

` . - _ ,` · , ` · ¯ , ` ·' , _ ¸ · ` . _ ¸ _ ' ` , =` ' :` , ¸
Artinya :Dan tatkala Musa datang untuk pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan
telah berfirman kepadanya, berkatalah Musa: `Ya Tuhanku, nampakkanlah kepadaku agar aku
dapat melihat kepada Engkau`.( al-Araaf : 143 ).
Demikian pula menurut pendapat yang paling sah, Allah pun telah berbicara secara
langsung kepada Rasul kita Muhammad saw. Pada malam isra` dan mi`raj. Yang demikian ini
yang termasuk bagian kedua dari apa yang disebutkan oleh ayat diatas ( atau dari balik tabir ).

CARA KEDUA MELALUI PERANTARAAN MALAIKAT

Ada dua cara penyampaian wahyu oleh malaikat kepada Rasul :

1) Cara pertama : Datang kepadanya suara seperti dencingan lonceng dan suara yang
amat kuat yang mempengaruhi faktor-faktor kesadaran, sehingga ia dengan segala
kekuatannya siap menerima pengaruh itu. Cara ini yang paling berat baat Rasul.
Apa bila wahyu yang turun kepada Rasulullah SAW dengan cara ini maka ia
mengumpulkan semua kekuatan kesadarannya untuk menerima, menghafal dan
memahaminya. Dan mungkin suara itu sekali suara kepakan sayap-sayap malaikat,
seperti diisyaratkan didalam hadis .

2) Cara kedua : Malaikat menjelma kepada rasul sebagai seorang laki-laki dalam bentuk
manusia. Cara ini lebih ringan dari pada yang sebelumnya. Karena ada kesesuaian
antara pembicara dan pendengar. Rasul meraa senang sekali mendengar dari utusan
pembawa wahyu itu. Karena merasa seperti manusia yang berhadapan saudaranya
sendiri.

Keduanya cara di atas disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah Ummul
Mu`minin r.a bahwa haris bin Hisyam r.a bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai hal itu
dan jawab Nabi : ` Kadang-kadang ia datang kepadaku bagaikan dencingan lonceng, dan itulah
yang paling berat bagiku, lalu ia pergi, dan aku telah menyadari apa yang dikatakannya. Dan
terkadang malaikat menjelma kepadaku sebagai seorang laki-laki, lalu dia berbicara
kepadaku, dan akupun memahami apa yang ia katakan`.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

33


Aisyah juga meriwayatkan apa yang dialami Rasulullah SAW berupa kepayahan , dia
berkata : `Aku pernah melihatnya tatkala wahyu sedang turun kepadanya pada suatu hari
yang amat dingin, lalu malaikat itu pergi. Sedang keringatpun mengucur dari dahi Rasulullah`.

4. TUDUHAN & JAWABAN SINGKAT SEPUTAR WAHYU

Permasalahan wahyu sering menjadi sasaran tuduhan kaum jahiliyan dari dulu hingga
sekarang ( kafir qurays hingga orientalis masa kini ) dalam rangka mengkaburkan keyakinan
kaum muslimin dan menjauhkan mereka dari Al-Quran, diantaranya sebagai berikut :

Pertama : Meraka mengira bahwa Qur`an dari pribadi Muhammad; dengan menciptakan
maknanya dan dia pula yang menyusun ` bentuk gaya bahasanya` ; Qur`an bukanlah wahyu.

Kita jawab dengan, bagaimana dengan ayat-ayat Al-Quran yang jelas-jelas
'memperingatkan' & 'menyalahkan' Rasulullah SAW dalam beberapa momentum, seperti
ketika Rasulullah SAW mendahulukan mendakwahi pembesar quraiys dan tidak mempedulikan
Abdullah bin Ummi Maktum ? (QS Abasa 1-10), atau saat Rasulullah SAW memutuskan untuk
menyerahkan tawanan perang Badr dengan tebusan ?. Maka jika itu benar buatan Nabi,
sungguh mustahil Nabi berbuat sesuatu lalu menegur dirinya sendiri.

Begitu pula saat momentum lain, dengan peristiwa yang dikenal sebagai haditsul ifki,
dimana kehormatan keluarga nabi tercoreng dengan isu yang melanda seisi kota tentang
ketidaksetiaan ibunda Aisyah. Kasus ini cukup lama membuat Madinah bergejolak, tapi
Rasulullah SAW bergeming dan menunggu jawaban tuntas dari Al-Quran untuk membebaskan
ibunda Aisyah dari tuduhan tersebut. Sekiranya nabi sendirilah yang membuat al-Quran, maka
mestinya ia tidak perlu repot-repot menunggu turunnya wahyu dengan kondisi yang segenting
itu.

Kedua : Mereka menyangka bahwa Rasulullah SAW mempunyai ketajaman otak, kedalaman
penglihatan, kekuatan firasat, kecerdikan yang hebat, kejernihan jiwa dan renungan yang
benar, yang menjadikannya memahami ukuran ukuran yang baik dan yang buruk, benar dan
salah melalui ilham ( inspirasi ), serta mengenali perkara-perkara yang rumit melalui kasyaf.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

34

Sehingga Qur`an itu tidak lain dari pada hasil penalaran intelektual dan pemahaman yang
diungkapkan oleh Muhammad dengan gaya bahasa dan retorikanya.
Kita Jawab, bahwa segi berita yang merupakan bagian terbesar dalam Quran tidak
diragukan oleh orang yang berakal bahwa apa yang diterimanya hanya berdaarkan kepada
penerimaan dan pengajaran. Qur`an telah menyebutkan berita-berita tentang umat terdahulu,
golongan-golongan dan perisiwa sejarah dengan kejadian-kejadiannya yang benar dan cermat,
seperti halnya yang disaksikan oleh saksi mata. Sekalipun masa yang dilalui oleh sejarah itu
sudah amat jauh. Bahkan sampai pada kejadian pertama alam semesta ini. Begitu pula ayat
yang menjelaskan tentang hari kiamat, serta gambaran surga dan neraka dengan lengkap. Hal
demikian tentu tidak dapat memberikan tempat bagi penggunaan pikiran dan kecermatan
firasat. Secerdas apapun manusia, bahkan hingga hari ini dengan zaman yang penuh teknologi,
tetap tidak bisa menyentuh pemberitaan-pemberitaan ghaib tersebut.
Ketiga : Mereka menyangka bahwa Muhammad telah menerima ilmu-ilmu Quran dari seorang
guru.
Kita jawab bahwasanya Muhammad SAW tumbuh dan hidup dalam keadaan buta
huruf dan tak seorang pun diantara masyarakatnya yang membawa simbol ilmu dan
pengajaran, ini adalah kenyataan yang disaksikan oleh sejarah, dan tidak dapat diragukan.
Bahkan kita juga menyaksikan bahwa beliau di masa kecilnya tidak tumbuh dengan bimbingan
khusus dari ayahandanya dan juga kakeknya. Oleh pamannya Abu Tholib, Muhammad SAW
justru lebih diarahkan untuk menjadi pedagang, hingga ikut serta dalam perjalanan dagangnya
ke negri Syam yang akhirnya bertemu dengan pendeta Bukhaira. Tetapi meskipun dengan
pendeta tersebut, Muhammad SAW yang masih kecil waktu itu tidak sekalipun menimba ilmu
apapun dari pendeta tersebut.







Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

35

Turunnya Al-Quran
Kode : UQ/A/05

Pokok-pokok Materi :
1. Tahapan Turunnya Al-Quran dan Pendapat Ulama seputarnya
2. Hikmah Turunnya Al-Quran dengan berangsur-angsur

1. TAHAPAN TURUNNYA AL-QURAN

Allah SWT menjelaskan secara umum tentang turunnya Al-Quran dalam tiga tempat
dalam Al-Quran, masing-masing :

a) Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan
` ,` , . . · _ ¸ ¸ ,` ' ·, · . ¯` ,
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur`an ( al-Baqarah: 185 ).

b) Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar
` ¸ ` · ,` ' ¸ · · ` , _`
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadar.` ( al-Qadr : 1 )

c) Al-Quran diturunkan pada malam yang diberkahi
` ¸ ` · ,` ' ¸ · ¸ · ` , ¸ · ¯ _ ` ·
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Qur`an ) pada malam yang diberkahi.` (QS
ad-Dhukhan: 3 ).

Ketiga ayat diatas tidak bertentangan, karena malam yang diberkahi adalah malam
lailatul qadar dalam bulan ramadhan. Tetapi lahir ( zahir ) ayat-ayat itu bertentangan dengan
kehidupan nyata Rasulullah SAW , dimana Qur`an turun kepadanya selama dua puluh tiga
tahun.
Dalam hal ini para ulama mempunyai dua madzab pokok , dan satu madzhab lainnya:

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

36

1) Madzhab pertama yaitu, pendapat Ibn Abbas dan sejumlah ulama serta yang
dijadikan pegangan oleh umumnya para ulama.

Yang dimaksud dengan turunnya Qur`an dalam ketiga ayat diatas adalah turunnya
Qur`an sekaligus di Baitul `Izzah dilangit dunia agar para malaikat menghormati kebesarannya.
Kemudian sesudah itu Qur`an diturunkan kepada rasul kita Muhammad saw. Secara bertahap
selama dua puluh tiga tahun. sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sejak
dia diutus sampai wafatnya.
Pendapat ini didasarkan pada berita-berita yang sahih dari Ibn Abbas dalam beberapa
riwayat. Antara lain:

a. Ibn Abbas berkata: ` Qur`an sekaligus diturunkan ke langit dunia pada malam lailatul
qadar, kemudian setelah itu ia diturunkan selama dua puluh tahun.` Lalu ia
membacakan: `Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu sesuatu yang ganjil,
melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik
penjelasannya .`( al-Furqan : 33 ).
¯` , · , ` · · , · ` · ' , _ · ¸` _ · ¸ . ´` · ` · ` , , , ,`
`Dan Al Qur`an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu
membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian
demi bagian.` (al-Isra` : 106 ).
b. Ibn Abbas r.a berkata: ` Qur`an itu dipisahkan dari az-Zikr, lalu diletakkan dai baitul
Izzah di langit dunia. Maka jibril mulai menurunkannya kapada Nabi saw.`
c. Ibn Abbas r.a mengatakan : ` Allah menurunkan Qur`an sekaligus kelangit dunia ,
temmponya turunnya secara berangsur-angsur. Lalu Dia menurunkannya kepada
Rasulnya bagian demi bagian.`
d. Ibn Abas r.a berkata : `Qur`an diturunkan pada malam lailatul qadar, pada bulan
ramadhan ke langit dunia sekaligus; lali ia diturunkan secara berangsur-angsur.`

2) Madzhab kedua, yaitu yang diriwayatkan oleh as-Sya`bi .

Bahwa yang dimaksud dengan turunnya Quran dalam ketiga ayat diatas adalah
permulaan turunnya Qur`an pada Rasulullah SAW. Permulaan turunnya Quran itu di mulai
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

37

pada malam lailatul qadar di bulan ramadhan, yangv merupakan malam yang di berkahi.
Kemudian turunnya berlanjut sesudah itu secara bertahap sesuai dengan kejadian dan
peristiwa-peristiwa selam kurang lebih dua puluh tiga tahun.
Dengan demikian Qur`an hanya satu macam cara turun, yaitu turun secara bertahap
kepada Rasulullah SAW seba yang demikian inilah yang dinyatakan dalam Qur`an :

¯` , · , ` · · , · ` · ' , _ · ¸` _ · ¸ . ´` · ` · ` , , , ,`
`Dan Al Qur`an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.` (al-Isra`: 106
)

3) Madzhab ketiga

Bahwa Qur`an diturunkan kelangit dunia selama dua puluh tiga malam lalilatul qadar
yang pada setiap malamnya selama malam-malam lailatul qadar itu ada yang ditentukan Allah
untuk diturunkan pada setiap tahunnya. Dan jumlah wahyu yang diturunkan kelangit dunia
pada malam lailatul qadar , untuk masa satu tahun penuh itu kemudian diturunkan secara
berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW sepanjang tahun. Madzab ini adalah hasil ijtihad
sebagian mufasir.. pendapat ini tidak mempunyai dalil.

KESIMPULAN :
Adapun madzab kedua yang diriwayatkan dari as-Sya`bi , dengan dali-dalil yang sahih
dan dapat diterima,tidaklah bertentang dengan madzab yang pertama yang diriwayatkan dari
Ibn Abbas. Dengan demikian maka pendapat yang kuat ialah bahwa Al-Quran Al-Karim itu dua
kali diturunkan:
• Pertama: diturunkan secara sekaligus pada malam lailatul qadar ke baitul Izzah di
langit dunia.
• Kedua: diturunkan kelangit dunia ke bumi secara berangsur-angsur selama dua puluh
tiga tahun.

Catatan : Imam Al-Qurtubi telah menukil dari Muqatil bin Hayyan riwayat tentang kesepakatan
( ijma`) bahwa turunnya Qur`an sekaligus dari lauhul mahfuz ke baitul izzah di langit dunia. Ibn
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

38

Abbas memandang tidak ada pertentangan antara ke tiga ayat diatas yang berkenaan dengan
turunnya Qur`an dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah SAW bahwa Qur`an itu
turun selam dua puluh tiga tahun yang bukan bulan ramadan.


2. HIKMAH TURUNNYA QUR`AN SECARA BERTAHAP

Kita dapat menyimpulkan hikmah turunnya Qur`an secara bertahap dari nash-nash yang
berkenaan dengan hal itu. Dan kami meringkaskannya sebagai berikut :

1) Menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah SAW .

Rasulullah SAW telah menyampaikan dakwahnya kepada menusia, tetapi ia
menghadapi sikap mereka yang membangkang dan watak yang begitu keras. Ia ditantang oleh
orang-orang yang berhati batu, berperangai kasar dan keras kepala. Mereka senantiasa
melemparkan berbagai macam gangguan dan ancaman kepada Rasul. Wahyu turun kepada
Rasulullah SAW dari waktu kewaktu sehingga dapat meneguhkan hatinya atas dasar kebenaran
dan memperkuat kemauannya untuk tetap melangkahkan kaki dijalan dakwah tanpa
menghiraukan perlakuan jahil yang dihadapinya dari masyarakatnya sendiri.

Contoh dari ayat-ayat tersebut, diantaranya sebagai berikut:
a) Ayat yang berisi anjuran langsung untuk bersabar
`Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara
yang baik. Dan biarkanlah Aku bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu,
orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang
sebentar.`(al-Muzammil:10-11 )
b) Ayat dari kisah-kisah nabi dan ajakan mengambil contoh keteguhan mereka
Demikianlah hikmah yang terkandung dalam kisah para Nabi yang terdapay dalam
Qur`an: `Dan kisah rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang
dengannya Kami terguhkan hatimu.` (Hud : 120 )
c) Ayat yang berisi janji-janji kemenangan
`Allah telah menetapkan: `Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang`. Sesungguhnya Allah
Maha Kuat lagi Maha Perkasa.` (al-Mujadalah: 21 ).
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

39


Setiap kali penderitaan Rasulullah SAW bertambah karena didustakan oleh kaumnya
dan merasa sedih karena penganiayaan mereka, maka Qur`an turun untuk melepaskan derita
dan menghiburnya serta mengancam orang-orang yang mendustakan bahwa Allah mengetahui
hal ihwal mereka dan akan membalas apa yang melakukan hal itu.

2) Menjawab Tantangan dan sekaligus Mukjizat.

Orang-orang musyrik senantiasa berkubang dalam kesesatan dan kesombongan hingga
melampaui batas. Mereka sering mangajukan pertanyaan-pertanyaan dengan maksud
melemahkan dan menentang. Untuk menguji kenabian Rasulullah. Mereka juga sering
menyampaikan kepadanya hal-hal batil yang tak masuk akal, seperti menanyakan tentang hari
kiamat, lalu turunlah ayat :

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah:
"Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun
yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru
haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu
melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar
mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di
sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui". (Al-A'roof 187)

Jadi hikmah yang bisa kita tangkap disini adalah, bahwasanya turunnya Al-Quran secara
berangsur-angsur juga agar bisa menjawab tantangan-tantangan yang senantiasa dimunculkan
oleh kaum kafir qurays, yahudi, bahkan juga kaum munafik.
Hikmah seperti ini telah diisyaratkan oleh keterangan yang terdapat dalam beberapa
riwayat dalam hadis Ibn Abbas mengenai turunnya Qur`an : `Apa bila orang-orang musyrik
mengadakan sesuatu, maka Allah pun mengadakan jawabannya atas mereka.`

3) Mempermudah Hafalan dan Pemahamannya.

Al-Quran Al-Karim turun ditengah-tengah umat yang ummi, yang tidak pandai
membaca dan menulis, catatan mereka adalah daya hafalan dan daya ingatan. Mereka tidak
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

40

mempunyai pengetahuan tentang tata cara penulisan dan pembukuan yang dapat
memungkinkan mereka menuliskan dan membukukannya, kemudian menghafal dan
memuhaminya. Umat yang buta huruf itu tidaklah mudah untuk menghafal seluruh Qur`an apa
bila Al-Quran Al-Karim diturunkan sekaligus, dan tidak mudah pula bagi mereka untuk
memahami maknanya serta memikirkan ayat-ayatnya, jelasnya bahwa Al-Quran Al-Karim
secara berangsur itu merupakan bantuan terbaik bagi mereka untuk menghafal dan
memahami ayat-ayatnya.
Setiap kali turun satu atau beberapa ayat, para sahabat segara menghafalkannya.
Memikirkan maknanya dan memahami hukum-hukumnya. Tradisi demikian ini menjadi suatu
metode pengajaran dalam kehidupan para Tabi`in.
• Abu Nadrah berkata,`Abu Saad al-Khudri mengajar kan Qur`an kepada kami, lima ayat
diwaktu pagi, dan lima ayat di waktu petang. Dia memberitahukan bahwa jibril
menurunkan Al-Quran Al-Karim lima ayat-lima ayat.`
• Dari Khalid bin Dinar dikatakan, `Abul `Aliyah berkata kepada kami `Pelajarilah Qur`an
itu lima ayat demi lima ayat; karena Nabi saw mengambil dari jibril lima ayat demi lima
ayat.`
• Umar berkata, `Pelajarilah Quran itu lima ayat demi lima ayat, karena jibril
menurunkan Quran kepada Nabi saw. Lima ayat demi lima ayat.`

4) Kesesuaian dengan Peristiwa-peristiwa Pentahapan dalam Penetapan Hukum.
Manusia tidak akan mudah mengikuti dan tunduk kepada agama yang bau ini
seandainya Al-Quran Al-Karim tidak menghadapi mereka dengan cara yang bijaksanadan
memberikan kepada mereka beberapa obat penawar yang ampuh yang dapat menyembuhkan
mereka dari kerusakan dan kerendahan martabat. Setiap kali terjadi suatu peristiwa, diantara
mereka , maka turunlah hukum mengenai peristiwa itu yang menjelaskan statusnya dan
penunjuk serta meletakkan dasar-dasar perundang-undangan bagi mereka, sesuai dengan
situasi dan kondisi, satu demi satu. Dan cara ini menjadi obat bagi hati mereka.

Tahapan Pengharaman Khamr
Contoh yang paling jelas mengenai penetapan hukum yang berangsur-angsur itu ialah
diharamkannya minuman keras, mengenai hal ini pertama-tama Allah berfirman :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

41

a) Pertama, Allah SWT berfirman : Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat
minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang yang memikirkan.`(an-Nahl: 67).
Ayat ini menyebutkan tentang karunia Allah apa bila yang di maksud dengan
`sakar` ialah khamr atau minuman keras dan yang dimaksud dengan `rezeki` ialah
segala yang dimakan dari kedua pohon tersebut seperti kurma dan kismis-dan inilah
pendapat jumhur ulama- maka pemberian predikat `baik` kepada rezeki sementara
sakar tidak diberinya, merupakan indikasi bahwa dalam hal ini pijian Allah hanya
ditujukan kepada rezeki dan bukan kepada sakar, kemudian turun firman Allah:
b) Kedua, Allah SWT berfirman : `Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.
Katakanlah: `Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa`at bagi
manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya`.(al-Baqarah:219).
Ayat ini membandingkan antara manfaat minuman keras (khamr) yang timbul
sesudah memminumnya seperti kesenangan dan kegairahan atau keuntungan karena
memperdagangkannya, dengan bahaya yang diakibatkannya seperti dosa, bahaya bagi
kesehatan tubuh, merusak akal, menghabiskan harta dan membangkitkan dorongan-
dorongan untuk berbuat kenistaan dan durhaka. Ayat tersebut menjauhkan khamr
dengan cara menonjolkan segi bahayanya dari pada manfaatnya, kemudian turun
firman Allah:
c) Ketiga : Allah SWT berfirman : `Wahai orang-orang yang beriman , janganlah kamu
salat sedang kamu dalam keadaan mabuk.`(an-Nisa`: 43 ).
Ayat ini menunjukkan larangan minuman khamr pada waktu-waktu tertentu
bila pengaruh minuman itu akan sampai kewaktu salat, ini mengingat adanya larangan
mendekati salat dalam keadaan mabuk, samppai pengaruh minuman itu hilang dan
mereka mengetahui apa yang mereka baca dalam salatnya, selanjutnya firman Allah:
d) Keempat : Firman Allah :`Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar,
berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk perbuatan syaitan.
Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan
kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu
dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu.`(al-Maidah:90-91)
Ini merupakan pengharaman secara pasti dan tegas terhadap minuman dalam
segala waktu.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

42


Hikmah penetapan hukum dengan sistem bertahap ini lebih lanjut diungkapkan dalam
hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a ketika mengatakan : `Sesungguhnya yang pertama kali
turun dari Qur`an ilah surah Mufassal yang didalamnya disebutkan surga dan neraka, sehingga
ketika manusia telah berlari kepada Islam, maka turunlah hukum haram dan halal. Kalau
sekiranya yang turun pertama kali adalah `jJanganlah kamu meminum khamr` tentu meraka
akan menjawab: ` Kami tidak akan meninggalkan khamr selamanya.` Dan kalau sekiranya
yang pertama kali turun ialah ; janganlah kamu berzina, tentau mereka akan menjawab: `Kami
tidak akan meninggalkan zina selamanya.`

5) Bukti Yang Pasti Bahwa Al-Quran Al-Karim Diturunkan Dari Sisi Yang Maha Bijaksana
dan Maha Terpuji.

Qur`an yang turun secara berangsur kepada Rasulullah SAW dalam waktu lebih dari
dua puluh tahun ini ayat-ayatnya turun dalam selang waktu tertentu, dan selama ini orang
membacanya an mengkajinya surah demi surah. Ketika ia melihat rangkaiannya begitu padat,
tersusun cermat sekali dengan makna yang saling bertaut, dengan gaya yang begitu kuat, serta
ayat demi ayat dan surah demi surah saling terjalin bagaikkan untaian mutiara yang indah yang
belum ada bandingannya dalam perkataan manusia .
Seandainya Qur`an ini perkataan manusia yang disampaikan dalam berbagai situasi,
peristiwa dan kejadian, tentulah didalamnya terjadi ketidak serasian dan saling bertentangan
satu dengan yang lainnya, serta sulit terjadi keseimbangan.
` , , . ¯ ` ¸ · ` · ,` , · · ,` - , ·, · · ` - _ · ¯
`Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur`an ? Kalau kiranya Al Qur`an itu bukan dari
sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.`(an-Nisa`:82 ).



Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

43

Ayat Makkiyah dan Madaniyah
Kode UQ/A/06

Pokok-pokok Materi :
1. Perhatian Ulama tentang Makki dan Madaniyah
2. Pengertian Makkiyah dan Madaniyah
3. Kekhususan & Ciri ayat Makkah & ayat Madaniyah
4. Hikmah mengetahui Makkah dan Madaniyah


1. PERHATIAN ULAMA TERHADAP MAKKIYAH & MADANIYAH

Para ulama begitu tertarik untuk menyelidiki surah-surah makki dan madani. Mereka
meneliti Qur`an ayat demi ayat dan surah-demi surah untuk ditertibkan, sesuai dengan
nuzulnya, dengan memperhatikan waktu, tempat dan pola kalimat. Bahkan lebih dari itu,
mereka mengumpulkan antara waktu, tempat dan pola kalimat. Cara demikian merupakan
ketentuan cermat yang memberikan pada peneliti obyektif, gambaran mengenai penyelidikan,
ilmiah tentang ilmu makki dan madani. Dan itu pula sikap ulama kita dalam melakukan
pembahasan-pembahasan terhadap aspek kajian Qur`an lainnya.

Yang terpenting dipelajari para ulama dalam pembahasan ini adalah :
1) Yang diturunkan di mekkah,
2) Yang diturunkan di madinah,
3) Yang diperselisihkan,
4) Ayat-ayat makiah dalam surah-surah madaniah,
5) Ayat-ayat madinah dlam surat makkiah,
6) Yang diturunkan di mekkah sedang hukumnya madani,
7) Yang diturunkan di mekkah sedang hukumnya madani,
8) Yang serupa dengan yang diturunkan di mekkah ( makki ) dalam kelompok madani,
9) Yang serupa dengan yang diturunkan di madinah ( madani ) dalam kelompok makki;
10) Yang dibawa dari mekkah ke madinah,
11) Yang dibawa dari madinah ke mekkah,
12) Yang turun di waktu malam dan siang,
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

44

13) Yang turun dimusim panas dan dingin,
14) Yang turun diwaktu menetap dan dalam perjalanan.

Inilah macam-macam ilmu Qur`an yang pokok, berkisar disekitar makki dan madani, oleh
karena dinamakan ` ilmul makki dan madani` .

2. PENGERTIAN MAKKIYAH & MADANIYAH SERTA PERBEDAANNYA

Cara menentukan Makki dan Madani :
Untuk mengetahui dan menentukan makki dan madani para ulama bersandar pada dua cara
utama :
• Manhaj sima`i naqli ( metode pendengaran seperti apa adanya ) dan
• Manhaj qiyasi ijtihadi ( menganalogikan dan ijtihad ).

Cara sima'i naqli : didasarkan pada riwayat sahih dari para sahabat yang hidup pada saat dan
menyaksikan turunnya wahyu. Atau dari para tabi`in yag menerima dan mendengar dari para
sahabat sebagaiamana, dimana dan peristiwa apa yang berkaitan dengan turunnya wahyu itu.
Sebagian besar penentuan makki dan madani itu didasarkan pada cara pertama. Dan cotoh-
contoh diatas adalah bukti paling baik baginya. Penjelasan tentang penentuan tersebut telah
memenuhi kitab-kitab tafsir bil ma`tsur. Kitab asbabun Nuzul dan pembahasan-pembahasan
mengenai ilmu-ilmu Qur`an.

Cara qiysi ijtihadi : didasarkan pada ciri-ciri makki dan madani. Apa bila dalam surah makki
terdapat suatu ayat yang mengandung ayat madani atau mengandung persitiwa madani, maka
dikatakan bahwa ayat itu madani. Dan sebaliknya. Bila dalam satu surah terdapat ciri-ciri
makki, maka surah itu dinamakan surah makki. Juga sebaliknya. Inilah yang disebut qiyas
ijtihadi.

Perbedaan Makki dan Madani
Untuk membedakan makki dan madani, para ulama mempunyai tiga cara pandangan
yang masing-masing mempunyai dasarnya sendiri.

1) Pertama: Dari segi waktu turunnya.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

45

Makki adalah yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan dimekkah. Madani
adalah yang turun sesudah hijrah meskipun bukan di madinah. Yang diturunkan
sesudah hijrah sekalipun dimekkah atau Arafah adalah madani
Contoh : ayat yang diturunkan pada tahun penaklukan kota makkah , firman
Allah: `Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang
berhak…` ( an-Nisa` : 58 ). Ayat ini diturunkan di mekkah dalam ka`bah pada tahun
penaklukan mekkah. Pendapat ini lebih baik dari kedua pendapat berikut. Karena ia
lebih memberikan kepastian dan konsisten.

2) Kedua : Dari segi tempat turunnya.
Makki adalah yang turun di mekkah dan sekitarnya. Seperti Mina, Arafah dan
Hudaibiyah. Dan Madani ialah yang turun di madinah dan sekitarnya. Seperti Uhud,
Quba` dan Sil`. Pendapat ini mengakibatkn tidak adanya pembagian secara konkrit
yang mendua. Sebab yang turun dalam perjalanan, di Tabukh atau di Baitul Maqdis
tidak termasuk kedalam salah satu bagiannya, sehingga ia tidak dinamakan makki
ataupun madani. Juga mengakibatkan bahwa yang diturunkan dimakkah sesudah
hijrah disebut makki.

3) Ketiga : Dari segi sasaran pembicaraan.
Makki adalah yang seruannya ditujukan kepada penduduk mekkah dan madani
ditujukan kepada penduduk madinah. Berdasarkan pendapat ini, para pendukungnya
menyatakan bahwa ayat Qur`an yang mengandung seruan yaa ayyuhannas ( wahai
manusia ) adalah makki, sedang ayat yang mengandung seruan yaa ayyu halladziina
aamanuu ( wahai orang-orang yang beriman ) adalah madani.
Namun melalui pengamatan cermat, nampak bagi kita bahwa kebanyakan
surah Qur`an tidak selalu dibuka dengan salah satu seruan itu, dan ketentuan
demikianpun tidak konsisten. Misalnya surah baqarah itu madani, tetapi didalamnya
terdapat ayat makky.

3. KETENTUAN & CIRI-CIRI KHAS MAKKI DAN MADANI

Para ulama telag meneliti surah-surah makki dam madani; dan menyimpulkan
beberapa ketentuan analogis bagi keduanya, yang menerangkan ciri-ciri khas gaya bahasa dan
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

46

persoalan-persoalan yang dibicarakannya. Dari situ mereka dapat menghasilkan kaidah-kaidah
dengan ciri-ciri tersebut.

1) Ketentuan Surat Makkiyah .

a) Setiap surah yang didalamnya mengandung `sajdah` maka surah itu makki.
b) Setiap surah yang mengandung lafal ` kalla` berarti makki. Lafal ini hanya terdapat
dalam separuh terakhir dari Qur`an dan di sebutkan sebanyak tiga puluh tiga kali
dalam lima belas surah.
c) Setiap surah yang mengandung yaa ayyuhan naas dan tidak mengandung yaa ayyuhal
ladzinaa amanuu, berarti makki. Kecuali surah al-Hajj yang pada akhir surah terdapat
ayat yaa ayyuhal ladziina amanuur ka`u wasjudu. Namaun demikian sebagian besar
ulama berpendapat bahwa ayat tersebut adalah makki.
d) Setiap surah yang menngandung kisah para nabi umat terdahulu adalah makki, kecuali
surah baqarah.
e) Setiap surah yang mengandung kisah Adam dan iblis adalah makki, kecuali surat
baqarah.
f) setiap surah yang dibuka dengan huruf-huruf singkatan seperti alif lam mim, alif lam
ra, ha mim dll, adalah makki. Kecuali surah baqarah dan ali-imran, sedang surah Ra`ad
masih diperselisihkan.

2) Tema & Gaya Bahasa Surat Makkiyah

Dari segi ciri tema dan gaya bahasa, ayat makky dapatlah diringkas sebagai berikut :

a) Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah, pembuktian mengenai
risalah, kebangkitan dan hari pembalasan, hari kiamat dan kengeriannya, neraka dan
siksanya, surga dan nikmatnya, argumentasi dengan orang musyrik dengan
menggunkan bukti-bukti rasional dan ayat-ayat kauniah.
b) Peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan ahlak mulia yang menjadi
dasar terbentuknya suatu masyarakat, dan penyingkapan dosa orang musyrik dalam
penumpahan darah, memakan harta anak yatim secara dzalim. Penguburan hidup-
hidup bayi perempuan dn tradisi buruk lainnya.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

47

c) Menyebutkan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai pelaran bagi mereka
sehingga megetahui nasib orang yang mendustakan sebelum mereka, dan sebagai
hiburan buat Rasulullah SAW sehingga ia tabah dalam mengadapi gangguan dari
mereka dan yakin akan menang.
d) Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang mengesankan sekali,
pernyataannya singkat, ditelinga terasa menembus dan terdengar sangat keras.
Menggetarkan hati, dan maknanya pun meyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal
sumpah, seperti surah-surah yang pendek-pendek . dan perkecualiannya hanyasedikit.

3) Ketentuan Surat Madani yah

a) Setiap surah yang berisi kewajiban atai had ( sanksi ) adalah madani.
b) Setiap surah yang didalamnya disebutkan orang-orang munafik adalah madani, kecuali
surah al-ankabut adalah makki.
c) Setiap surah yang didalamnya terdapat dialog dengan ahli kitab adalah madani.

4) Tema dan Gaya Bahasa surat Madaniyah

Dari segi ciri khas, tema dan gaya bahasa, dapatlah diringkaskan sebagai berikut :

a) Menjelaskan ibadah, muamalah, had, kekeluargaan, warisan, jihad, hubungan sosial,
hubungan internasiaonal baik diwaktu damai maupun perang, kaidah hukum dan
masalah perundang-undangan.
b) Seruan terhadap ahli kitab, dari kalangan yahudi dn nasrani. Dan ajakan kepada
mereka untuk masuk Islam, penjelasan mengenai penyimpangan mereka, terhadap
kitab-kitab Allah, permusuhan mereka terhadap kebenaran, dan perselisihan mereka
setelah ilmu datang kepada mereka karena rasa dengki diantara sesama mereka.
c) Menyingkap perilaku orang munafik, menganalisi kejiwaannya, membuka kedoknya
dan menjelaskan bahwa ia berbahaya bagi agama.
d) Suku kata dan ayat-ayatnya panjang-panjang dan dengan gaya bahasa yang
memantapkan syariat serta menjelaskan tujuan dan sasarannya.

4. FAEDAH MENGETAHUI MAKKI DAN MADANI
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

48

Pengetahuan tentang makkiyah dan madani banyak faedahnya diantaranya:

Pertama : Untuk dijadikan alat bantu dalam menafsirkan Qur`an,

Sebab pengetahuan mengenai tempat turun ayat dapat membantu memahami ayat
tersebut dan menmafsirkannya dengan tafsiran yang benar. Sekalipun yangmenjadi pegangan
adalah pengertian umum lafadz, bukan sebab yang khusus. Berdasarkan hal itu seorang
penafsir dapat membedakan antara ayat yang nasikh dengan yang mansukh, bila diantara
kedua ayat terdapat makna yang kontradiktif. Yang datang kemudian tentu merupakan nasikh
yang tedahulu.

Kedua : Meresapi gaya bahasa Quran dan memanfaatkannya dalam metode dakwah menuju
jalan Allah.

Sebab setiap situasi mempunyai bahasa tersendiri. Memperhatikan apa yang
dikehendaki oleh situasi merupakan arti peling khusus dlam retorika. Karakteristik gaya bahasa
makki dan madani dalam Quran pun memberikan kepada orang yang mempelajarinya sebuah
metode dalam penyampaian dakwah ke jalan Allah yang sesuai dengan kejiwaan lawan
berbicara dan menguasai pikiran dan perasaaannya serta menguasai apa yang ada dalam
dirinya dengan penuh kebijaksanaan.

Ketiga : Mengetahui sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Qur`an.

Sebab turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW sejalan dengan sejarah dakwah dengan
segala peristiwanya, baik dalam periode mekkah maupun madinah. Sejak permulaan turun
wahyu hingga ayat terakhir diturunkan. Qur`an adalah sumber pokok bagi peri hidup
Rasulullah SAW, peri hidup beliau yang diriwayatka ahlli sejarah harus sesuai denga Quran; dan
Qur`an pun memberikan kata putus terhadapa perbedaan riwayat yang mereka riwayatkan.



Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

49

Ayat Yang Turun Pertama dan Terakhir
Kode : UQ/A/07

Pokok-pokok Materi :
1. Ayat yang pertama turun dan Perbedaan pendapat ulama seputarnya
2. Ayat yang terakhir turun dan Perbedaan pendapat ulama seputarnya
3. Hikmah dan manfaat pembahasan ini

1. YANG TURUN PERTAMA KALI.

Ada dua pendapat yang dikenal tentang ayat yang turun pertama kali, masing-masing dengan
dalil sbb:

Pendapat Pertama : Surat Al-Alaq 1-5

Yang paling sahih mengenai yang pertama kali turun ialah firman Allah :

' , · ,` , :` , _ ¸ ¸ - , · , ¸ - . ` , ` ¸ · ¸ ¸ · , · , ' , · :' , _ , ` · , ¯ ' , · , ¸ , · , ,
, . , , · . ` , · ` , ` , ` ·, , ~ ,
Artinya : `Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia
dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar dengan
perantaran kalam , Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.` (al-`Alaq : 1-5
).

Pendapat ini didasarkan pada suatu hadis yang diriwayatkan oleh dua syeikh ahli hadis
dan yang lain, dari Aisyah r.a yang mengatakan :
` Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasulullah SAW adalah mimpi yang benar
diwaktu tidur. Dia melihat dimimpi itu datangnya bagaikan terangnya dipagi hari. Kemudian
dia suka menyendiri, dia pergi kegua Hira` untuk beribadah beberapa malam. Untuk itu ia
membawa bekal, kemudian ia pulang kepada Khadijah r.a maka Khadijah membekali seperti
bekal yang dulu. Di gua Hira` dia dikejutkan oleh suatu kebenaran. Seorang malaikat datan
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

50

kepadanya dan mengatakan : ` Bacalah` Rasulullah SAW menceritakan, maka akupun
menjawab `aku tidak pandai membaca` . malaikat tersebut kemudian memelukku sehingga
aku merasa amat payah. Lalu aku dilepaskan, dan dia berkata lagi ` Bacalah`! maka akupun
menjawab `Aku tidak pandai membaca`. Kemudian dia merangkulku dengana kedua kali,
sehingga aku merasa amat payah. Kemudian ia lepaskan lagi, dan berkata ` Bacalah` Aku
menjawab ` aku tidak pandai membaca` maka ia merangkulku untuk ketiga kali, sehinggga
aku kepayahan, kemudian ia berkata ` Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah
menciptakan…` samapi dengan ….` Apa yang tidak diketahuinya`, ( Hadis ).

Pendapat Kedua : Surat Al-Muddattsir

Dikatakan pula, bahwa yang pertama kali turun adalah firman Allah :
, ,', ' ` , ` ` , · ,
( wahai orang yang berselimut ).

Ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh dua syaikh ahli hadis :
Dari Abu Salamah bin Abdurrahman; dia berkata : Aku telah bertanya kepada Abu Jabir bin
Abdullah; yang manakah diantara Qur`an itu yang turun pertama kali ? dia menjawab : Yaa
ayyuhal mudassir. Aku bertanya lagi : ataukah Iqra` Bismi rabbik ? dia menjawab : Aku katakan
kepadamu apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepada kami : ` Sesungguhnya aku berdiam diri
di gua hira`. Maka ketika habis masa diamku, aku turun dan aku telusuri lembah. Aku lihat
kemuka, kebelakang, kekanan dan kekiri. Lalu aku lihat kelangit, kemudian aku melihat jibril
yang amat menakutkan. Maka aku pulang ke Khadijah. Khadijah memerintahkan mereka
untuk menyelimuti aku. Lalu Allah menurunkan ` Wahai orang yang berselimut; bangkitlah lalu
berilah peringatan.`

Catatan : selain pendapat di atas ada juga pendapat yang menyatakan bahwa yang pertama
kali turun adalah surat al-fatihah dan lafal basmallah, tapi dalil kedua pendapat ini lemah dan
kurang berdasar.

Perbandingan dua Pendapat :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

51

Para ulama ulumul quran dengan kesungguhan mereka mencoba mempertemukan pendapat
di atas, dan menjelaskan beberapa hal sebagai berikut :

a) Maksud Jabir dalam hadits di atas adalah surah yang diturunkan secara penuh. Jabir
menjelaskan bahwa surah al Mudassirlah yang turun secara penuh sebelum surah Iqra`
selesai diturunkan. Karena yang turun pertama sekali dari surah Iqra` itu hanya
permulaan saja.
b) Atau maksud Jabir bahwa surat Mudassir itu adalah surah pertama yang diturunkan
setelah masa terhentinya wahyu.
c) Ada yang mengatakan maksud Jabir ra : Surat al-muddatsir adalah yang pertama turun
berkaitan dengan kerasulan (risalah) atau perintah berdakwah. Sedangkan ayat
pertama surat al-alaq adalah yang pertama turun berkaitan dengan kenabian
(nubuwwah), atau pelantikan menjadi nabi.
d) Ada yang mengatakan juga bahwa maksud Jabir ra : surat al-mudattsir adalah yang
pertama kali turun yang disebabkan dengan peristiwa khusus (asbabun nuzul).
e) Ada juga yang menyatakan : Jabir telah mengeluarkan yang demikian ini dengan
ijtihadnya. Akan tetapi riwayat Aisyah lebih mendahuluinya. Jadi jika ada riwayat-
riwayat lain yang shohih mendukung riwayat Aisyah, maka sebagai hasil ijtihad
pendapat Jabir ra bisa ditinggalkan.

2. YANG TERAKHIR KALI DI TURUNKAN

Pendapat ulama seputar ayat yang terakhir kali diturunkan begitu banyak, diantaranya sebagai
berikut.

1) Dikatakan bahwa ayat terakhir yang diturunkan itu adalah ayat mengenai riba.
Ini didasarkan pada hadis yang dikeluarkan oleh Bukhari dari Ibnu Abbas, yang
mengatkan : ` Ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat mengenai riba`. Yang
dimaksdukan ialah firman Allah :

, ,', ' ¸, ,` · ¯ , ` · ,` _ · , · ¸ , ¸ · ,` ,
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

52

`Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba.` (
al-Baqarah : 278 ).

2) Dan dikatakan pula bahwa ayat Qur`an yang terakhir turun adalah firman Allah :

, ` , ·` ,, .,` · -` ,` ·, · _ ¸ ·
`Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan
kepada Allah.` (al-Baqarah : 281 ).
Ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh an-Nasa`i dan lain-lain, dari
Ibnu Abbas dan Said bin Jubair: ` Ayat Qur`an terakhir turun ialah : `Dan peliharalah
dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.` ( al-
Baqarah : 281 ).

3) Juga dikatakan bahwa yang terakhir turun ialah ayat mengenai utang .
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Said bin al-Musayyab: ` Telah sampai
kepadanya bahwa ayat Qur`an yang paling muda di arsy ialah ayat mengenai utang.`
Yang dimaksudkan ialah ayat :

, ,', ' ¸, ,` · ¯ · ¸ ` ,` ` , ¸ ¸`, , _ ¸ ¸ ¸ - ' _' ` · ` ·,` ` ¯ ·
`Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk
waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.`( al-Baqarah : 282 ).

Catatan : Ketiga riwayat di atas dapat dipadukan, yaitu bahwa ketiga ayat tersebut diatas
diturunkan sekaligus seperti tertib urutannya didalam mushaf. Ayat mengenai riba, ayat
pelihara dirimu dari azab yang terjadi pada suatu hari kemudian ayat mengenai utang, karena
ayat-ayat itu masih satu kisah. Setiap perawi mengabarkan bahwa sebagian dari yang
diturunkan itu sebagian yang terakhir kali, dan itu memang benar. Dengan demikian maka
ketiga ayat itu tidak saling ber tentangan.

4) Dikatakan pula bahwa yang terakhir kali diturunkan ialah ayat mengenai kalalah.
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Barra` bin `azib ; dia berkata : ` ayat
yang terakhir kali turun ialah :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

53

: ,` ` , ¸ · ` · ` , ´, `, ¸ · · ´
`Mereka meminta fatwa kepadamu . Katakanlah : `Allah memberi fatwa kepadamu
tentang kalalah ( an-Nisa`: 176 ).

Banyak ragam pendapat lain tentang masalah ayat yang terakhir kali turun, seperti :
• Dikatakan pula bahwa Ayat surat ( at-Taubah : 128-129 ) sampai akhir surah.
• Dikatakan pula bahwa yang terakhir kali turun adalah surah al-Maidah.
• Juga dikatakan bahwa yang terkhir kali turun ialah ayat surat ( al-Imran : 195 ).
• juga dikatakan bahwa ayat terakhir yang turun ialah ayat : ( an-Nisa`: 93 ).
• Dari Ibn Abbas dikatakan ; Surah terakhir yang diturunkan ialah: surat An-Nashr

Qadi Abu bakar al Baqalani dalam kitab intisar ketika mengomentari berbagai riwayat
mengenai yang terakhir kali diturunkan menyebutkan : Pendapat-pendapat ini sama sekali
tidak di sandarkan kepada Nabi saw. Boleh jadi pendapat itu diucapkan orang karena ijtihad
atau dugaan saja. Mungkin masing-masing menreitahukan mengenai apa yang terakhir kali
didengarnya dari Rasulullah SAW pada saat ia wafat atau tak seberapa lama sebelum ia sakit.
Sedang yang lain mungkin tidak secara langsung mendengar dari Nabi. Mungkin juga ayat itu
yang dibaca terakhir kali oleh Rasulullah SAW bersama-sama dengan ayat yang turun diwaktu
itu. Sehingga disuruh untuk menuliskan sesudahnya, lalu dikiranya ayat itulah yang terakhir
diturunkan menurut tertib urutannya.`
3. FAEDAH MENGETAHUI PEMBAHASAN INI

Pengetahuan mengenai ayat-ayat yang pertama kali dan terakhir kali diturunkan itu
mempunyai banyak faedah. Yang terpenting diantaranya ialah.

1) Menjelaskan perhatian yang diperoleh Al-Quran Al-Karim guna menjaganya dan
menguatkan ayat-ayatnya.

Para sahabat telah menghayati Qur`an ini ayat- demi ayat. Sehingga mereka mengerti
kapan dan dimana ayat itu diturunkan, mereka telah menerima ayat-ayat dari
Rasulullah SAW yang diturunkan kepadanya dengan sepenuh hati, hati-hati dan
percaya bahwa Al-Quran adalah dasar agama, penggerak iman dan sumber kemuliaan
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

54

dan kehormatannya. Dan ini membawa akibat positif yaitu bahwa Al-Quran Al-Karim
selamat dari perubahan dan kekacau balauan.
Allah SWT berfirman : `Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an, dan
sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.` ( al-hijr: 9)

2) Mengetahui rahasia perundang-undangan Islam menurut sumbernya yang paling
pokok, yaitu ayat-ayat al-Quran.

Sesungguhnya ayat-ayat al-Quran mengatasi persoalan kejiwaan manusia dengan
petunjuk Ilahi, dan mengantarnya dengan cara-cara yang bijaksana dan menempatkan
mereka ketingkat kesempurnaan. Ia dapat bertahan dalam menetapkan hukum-
hukum, sehingga dengan demikian cara hidup mereka menjadi benar dan urusan
masyarakat berada pada jalan yang lurus
.
3) Membedakan yang nasikh dan yang mansukh,

Terkadang terdapat dua ayat atau lebih dalam satu masalah, tetapi ketentuan hukum
dalam satu ayat berbeda dengan ayat lain, apa bila diketahui mana yang pertama kali
diturunkan kemudian menasakh ( menghapus ) ketentuan ayat yang diturunkan
sebelumnya.


Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

55

Asbabbun Nuzul
Kode : UQ/A/08

Pokok-pokok Materi :
1. Perhatian Ulama tentang Asbabun Nuzul
2. Metode Mengetahui Asbabun Nuzul
3. Definisi Asbabun Nuzul
4. Urgensi Mengetahui Asbabun Nuzul
5. Beberapa Permasalahan seputar Asbabun Nuzul

1. PERHATIAN PARA ULAMA TERHADAP ASBABUN NUZUL

Para peneliti ilmu-ilmu Qur’an menaruh perhatian besar terhadap pengetahuan
tentang Asbabun Nuzul. Untuk menafsirkan Qur’an ilmu ini diperlukan sekali, sehingga ada
pihak yang mengkhususkan diri mengenai pembahasan dalam bidang itu. Yang terkenal
diantaranya ialah :
♣ Ali bin Madini, Guru Bukhari,
♣ Abul Hasan Ali al-Wahidi (427 H) dalam kitabnya Asbabun Nuzul,
♣ Burhanuddin al-Ja’bari (732 H) yang meringkaskan kitab al-Wahidi dengan
menghilangkan isnad-isnadnya, tanpa menambahkan sesuatu.
♣ Syaikhul Islam Ibn Hajar al-Atsqolani ( 852 H) yang mengarang satu kitab mengenai
Asbabun Nuzul.
♣ Jalaluddin As-SuyuƟ ( 911 H) yang mengatakan tentang dirinya : ` Dalam hal ini, aku
telah mengarang satu kitab lengkap, singkat dan sangat baik serta dalam bidang ilmu
ini belum aad satu kitab pun menyamainya. Kitab itu aku namakan Lubabul Manqul fi
Asbabin Nuzul.

2. PEDOMAN MENGETAHUI ASBABUN NUZUL

Pedoman dasar para ulama dalam mengetahui asbabun nuzul ialah riwayat sahih yang
berasal dari Rasulullah SAW atau dari sahabat. Itu disebabkan pemberitahuan seorang sahabat
mengenai hal seperti ini, bila jelas, maka hal itu bukan sekedar pendapat ( ra’y ), tetapi ia
mempunyai hukum marfu’ (disandarkan pada Rasulullah).
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

56


Al- Wahidi mengatakan : ` Tidak halal berpendapat mengenai asbabun nuzul kitab
kecuali dengan berdasarkan pada riwayat atau mendengar secara langsung dari orang-orang
yang menyaksikan turunnya, mengetahui sebab-sebabnya dan membahas tentang
pengertiannya serta bersungguh-sunggguh dalam mencarinya.` Inilah jalan yang ditempuh
oleh ulama salaf. Mereka amat berhati-hati untuk mengatakan sesuatu mengenai asbabun
nuzul tanpa pengetahuan yang jelas.

Oleh karena itu, yang dapat dijadikan pegangan dalam asbabun nuzul adalah:

1) Riwayat-ucapan ucapan sahabat yang bentuknya seperti musnad, yang secara pasti
menunjukkan asababun nuzul.
2) As- Suyuti berpendapat : bahwa bila ucapan seorang tabi’in secara jelas menunjukkan
asbabun nuzul, maka ucapan itu dapat diterima. Dan mempunyai kedudukan mursal
bila penyandaran kepada tabi’in itu benar dan ia termasuk salah seorang imam tafsir
yang mengambil ilmunya dari para sahabat, seperti mujahid, Ikrimah dan Said bin
Jubair, serta didukung oleh hadis mursal yang lain.

3. DEFINISI ASBABUN NUZUL

Setelah diteliti sebab turunnya sesuatu ayat itu berkisar pada dua hal:

Pertama : Bila terjadi suatu peristiwa, maka turunlah ayat Qur’an mengenai peristiwa itu.

Contoh dalam hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Ibn Abbas, yang mengatakan :
" Ketika turun, ayat : dan peringatkanlah kerabat-kerabatmu yang terdekat (QS Hijr
94), nabi pergi dan naik ke bukit safa , lalu berseru : ` Wahai kaumku !". maka mereka
berkumpul mendekat ke nabi. Ia berkata lagi : ` bagaimana pendapatmu bila aku beritahukan
kepadamu bahwa dibalik gunung itu ada sepasukan berkuda yang hendak menyerangmu,
percayakah kamu apa yang aku katakan ? Mereka menjawab : : kami belum pernah melihat
engkau berdusta.` Dan nabi melanjutkan: ‘aku memperingatkanmu tentang siksa yang pedih,’
ketika itu Abu Lahab berkata : `celakalah engkau; apakah engkau mengumpulkan kami hanya
untuk urusan ini ?’Lalu ia berdiri. Maka turunlah surah ini :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

57

` .` , ¸ , ' ¸ . , ` . , , · , ……..
Artinya : " celakalah kedua tangan Abu lahab…..(Surat Al-Masad)

Kedua : Bila Rasulullah ditanya tentang sesuatu hal, maka turunlah ayat Quran menerangkan
tentang hukumnya.

Contoh hal ini seperti ketika Khaulah binti Sa’labah dikenakan Zihar oleh suaminya Aus bin
Samit.lalu ia datang kepada Rasulullah SAW mengadukan hal itu.
Aisyah berkata : ‘Maha suci Allah yang pendengarannya meliputi segalanya` aku
menden gar ucapan Khaulah binti Sa’labah itu, sekalipun tidak seluruhnya, ia mengadukan
suaminya kepada Rasulullah SAW , katanya : Rasulullah SAW suamiku telah menghabiskan
masa mudaku dan sudah beberapa kali aku mengandung karenanya, sekarang setelah aku
menjadi tua, dan tidak beranak lagi ia menjatuhkan zihar kepdaku! Ya Allah sesungguhnya aku
mengadu kepada-Mu`
Aisyah berkata : ` tiba-tiba jibril turun membawa ayat-ayat ini :
` · _ ` · ¸` , · ¸ : · -` ¸ · , -` , _
Artinya : Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengadu
kepadamu tentang suaminya ( yakni aus bin samit).`(QS Mujadalah )

Catatan : Tidak setiap ayat Quran diturunkan karena adanya timbul suatu peristiwa dan
kejadian yang mendahuluinya, atau karena suatu pertanyaan. Tetapi ada diantara ayat Qur’an
diturunkan sebagai permulaan, tanpa sebab, mengenai akidah iman, kewajiban Islam dan
syariat Allah dalam kehidupan pribadi dan sosial.

4. PERLUNYA MENGETAHUI ASBABUN NUZUL

Pengetahuan mengenai asbabun nuzul mempunyai banyak faedah yang terpenting
diantaranya :

1) Mengetahui hikmah diundangkannya suatu hukum dan perhatian syariat terhadap
kepentingan umum dalam menghadapi segala peristiwa sebagai bentuk rahmat
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

58

terhadap umat. Ini karena setiap peristiwa penting ternyata mendapat jawaban dari al-
Quran.

2) Mengkhususkan ( membatasi ) hukum yang diturunkan dengan sebab yang terjadi. Bila
hukum itu dinyatakan dalam bentuk umum. Ini bagi mereka yang berpendapat bahwa
` yang menjadi pegangan adalah sebab yang khusus dan bukannya lafal yang umum.`
Sebagai contoh dapat dikemukakan disini firman Allah :

` ¸ ` - ¸, .,` - , , , ` , ' .,' -`, , . ' ,` ` -`, , ` , , · , · ` ,` ,` ` - ¸ · _ , ¸ · . ·
` ,` , , ` . · ` ,, '
Artinya : Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira
dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap
perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka
terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.` (al-Imran : 188 ).

Ada beberapa sahabat yang khawatir dengan penjelasan ayat diatas lalu menanyakan
pada Ibnu Abbas : sekiranya setiap orang diantar kita yang bergembira dengan apa yang telah
dikerjakn dan ingin dipuji dengan perbuatan yang belum dikerjakannya iti akan disiksa,
tentulah kita semua akan disiksa.` Ibn Abbas menjawab : ` mengapa kamu berpendapat
demikian mengenai ayat ini ? ayat ini turun berkenan dengan ahli kitab.` Kemudian ia
membaca ayat sebelumnya yang berkaitan dengan ahli kitab.

3) Apa bila lafal yang diturunkan itu lafal yang umum ('aam) dan terdapat dalil
pengkhususannya maka pengetahuan mengenai asbabun nuzul membatasi
pengkhususan itu hanya terhadap yang selain bentuk sebab.

Contoh yang demikian digambarkan dalam dua firman-Nya:

Pertama : Bahwa orang yang menuduh wanita baik-baik berzina tidak akan diampuni

Allah SWT berfirman : `Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang
lengah lagi beriman , mereka kena la`nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

59

besar, pada hari , lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang
dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal
menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan
.( an-Nur : 23-25 ).

Kedua : Bahwa orang yang menuduh wanita baik-baik berzina, masih bisa diampuni

Allah SWT berfirman : Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat
zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang
menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat
selama-lamanya. dan mereka Itulah orang-orang yang fasik.Kecuali orang-orang yang
bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), Maka Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS An-Nuur 4-5)

Sekilas ada pertentangan dari dua ayat di atas, yaitu orang-orang yang menuduh wanita baik-
baik berbuat zina dikatakan tidak akan diampuni dalam ayat yang pertama, dan masih bisa
diampuni pada ayat kedua. Maka Ibnu Abbas memberitahukan asbabun nazal ayat yang
pertama : bahwa ayat tersebut turun dalam masalah Aisyah dalam peristiwa Haditsul ifk. Maka
mereka yang menuduh Aisyah ra berzina tidak akan diampuni dunia akhirat, sementara ayat
kedua hukumnya masih berlaku umum, bahwa mereka yang menuduh wanita baik-baik (secara
umum) , masih mempunyai kemungkinan taubat dan diampuni. Wallahu a'lam.
4) Mengetahui sebab nuzul adalah cara terbaik untuk memahami makna Al-Quran Al-
Karim menyingkap kesamaran yang tersembunyi dalam ayat-ayat yang tidak dapat
ditafsirkan tanpa mengetahui sebab nuzulnya.

Contoh dalam masalah ini adalah ayat:
. ¸ ` . , · ,` , ` ¸ · , · · ` ¸ · ` _ - .` , , ' , ` · · _ ` - ·` , · . ' ` , =, , ,
Artinya : `Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi`ar Allah . Maka
barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa
baginya mengerjakan sa`i antara keduanya. ( al-Baqarah : 158 ).

Lafal ini secara tekstual tidak menunjukkan bahwa sa’i itu wajib, sebab
ketiadaan dosa untuk mengerjakan hal itu menunjukkan `kebolehan` dan bukannya `
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

60

kewajiban` sebagian ulama juga berpendapat demikian, karena berpegang kepada arti
tekstual ayat itu.
Padahal hukum sebenarnya dari sa'I adalah wajib, bukan sekedar boleh. Lafal
ayat di atas turun karena para sahabat awalnya merasa keberatan bersa’i antara safa
dan marwa karena perbuatan itu berasal dari perbuatan jahiliyah. Mereka takut itu
masuk pada perbuatan dosa, karenanya Al-Quran turun dengan lafad "tidak ada dosa",
untuk menjelaskan tentang bahwa sa'I bukan seperti apa yang mereka
takutkan/khawatirkan.Jadi bukan untuk menjelaskan bahwa hukum sa'I itu 'boleh',
karena sa'I adalah wajib.

5) Sebab nuzul dapat menerangkan tentang siapa ayat itu diturunkan sehingga ayat
tersebut tidak diterapkan kepada orang lain karena dorongan permusuhan dan
perselisihan.

Contoh adalah : Bahwa ketika Marwan meminta agar Yazid di baiat, ia berkata: ‘(
pembaiatan ini adalah ) tradisi Abu Bakar dan Umar.’ Abdurrahman menolak dan
menentang seraya mengatakan : ‘Tradisi Hercules dan kaisar’. Maka kata Marwan ;
Inilah orang yang dikatakan Allah dalam Qur’an :
¸ , ¸ · ·`, , ´ ' ´
Artinya : Dan orang yang berkata kepada ibu bapaknya: cis bagi kamu berdua….(Al-
Ahqof 17)

Maksudnya adalah Marwan menuduh Abdurrahman durhakan dengan menyandarkan
pada ayat di atas. Kemudian perkataan Marwan yang demikian itu sampai kepada
Aisyah, maka kata Aisyah: ‘Marwan telah berdusta.demi Allah, maksud ayat itu
tidaklah demikian, sekiranya aku mau menyebutkan mengenai siapa ayat itu turun,
tentulah aku sudah menyebutkannya.`

5. BEBERAPA PERMASALAHAN SEPUTAR ASBABUN NUZUL

Dalam pembahasan tentang asbabun nuzul, ada juga permasalahan-permasahan lain yang
berkaitan dengannya, yang masing-masing mempunyai bahasannya secara khusus, misalnya :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

61


♣ Pembahasan Kaidah : Al-Ibroh bi umumi al-lafdhi Laa bi khususi as-sababi ( Yang
Menjadi Pegangan Adalah Lafal yang Umum, Bukan Sebab yang Khusus )
♣ Pembahasan seputar redaksi periwayatan asbabun nuzul
♣ Pembahasan seputar banyaknya riwayat dalam asbabun nuzul sebuah ayat
♣ Pembahasan seputar banyaknya ayat yang turun dengan satu sebab yang sama
♣ Pembahasan seputar beberapa ayat yang turun pada seorang yang sama.
Catatan : Karena waktu yang terbatas dan untuk memudahkan santri, maka untuk
pembahasan asbabun nuzul ini yang kita bahas dalam perkuliahan (dirosah) adalah yang
berkaitan dengan kaidah : Al-Ibroh bi umumi al-lafdhi Laa bi khususi as-sababi ( Yang Menjadi
Pegangan Adalah Lafal yang Umum, Bukan Sebab yang Khusus ). Sehingga diharapkan
mahasiswa/santri bisa memperdalam pembahasan lainnya di buku-buku Ulumul Quran yang
ada.

KAIDAH : AL-IBROH BI UMUMI AL-LAFDHI LAA BI KHUSUSI AS-SABAB
( YANG MENJADI PEGANGAN ADALAH LAFAL YANG UMUM, BUKAN SEBAB YANG KHUSUS ).

·=-·| · .,.|· ¸,=- v ¸«·|· ;,«-, ·¸-|·

Pertama kali, mari kita membedakan antara dua hal, yaitu antara LAFADZ ayat dan
SEBAB turunnya ayat. Begitu pula kita perlu membedakan dengan UMUM dan KHUSUS, yang
disebut "umum" dalam pembahasan ini adalah ('aam) yaitu yang mencakup seluruh manusia
atau kaum muslimin, sedangkan "khusus" yang berkaitan dengan person-person tertentu dan
terbatas.
Karenanya, dalam kaitan antara LAFAL ayat dan SEBAB turunnya ayat, ada tiga
kemungkinan yang bisa terjadi yang masih-masing mempunyai konsekwensi atau hukumnya
masing-masing. Tiga kemungkinan tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama : Apa bila lafal ayat bersifat umum dan sebab turunnya pun secara umum. Maka
yang diambil adalah bahwa hukum ayat tersebut bersifat UMUM

Contoh dalam masalah ini adalah seperti firman Allah SWT :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

62


: , '` , , ¸ · ¸, - ¸ · ,` · ¸ · ' , , ` · · . ` ¸ · ¸, - , ` ¸` ·,` , , _` - .` ,` , =, …
Artinya : `Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu
kotoran`. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan
janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci . ..`( al-Baqarah : 222 )

Lafadz " al-mahiid" di atas bersifat umum yang berarti semua wanita yang haid, begitu pula
sebab turunnya ayat itu bersifat umum, sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik :
bahwa orang-orang Yahudi pada waktu itu, ketika istri-istri mereka sedang haidh mereka
mengusirnya dari rumah, dan tidak memberi mereka makan minum dan tidak berhubungan
badan dengan mereka. Maka Rasulullah pun ditanya masalah ini. Maka turunlah ayat di atas,
dan Rasulullah SAW bersabda : " Lakukan apa saja selain jimak " .
Jadi peristiswa atau pertanyaan dari sahabat kepada Rasul bersifat umum, mereka
menanyakan secara umum tentang bergaul dengan istri-istri mereka yang haid secara umum,
bukan satu dua perempuan atau istri mereka secara khusus. Karenanya, hukum ini juga
berlaku umum bagi semua wanita haid.

Kedua : Apabila lafal ayat bersifat khusus dan sebab turunnya pun khusus pada
perseorangan tertentu, maka yang diambil adalah bahwa hukum ayat tersebut bersifat
KHUSUS

Contoh dalam hal ini adalah firman Allah SWT:

,` ` -` , , _ ` ' , ·· , ¸ ¸ ` ,`, ` · · _ ¯ , , , · , · , ¸ - ' ` · ` · ` ¸ · ¸ · ` · ¸ ,` -` , ·- , ¸ . · ` ,
·` - , ·` , _ _ ` · ' , · , ` , , _ .` ,, , ··
Artinya : `Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang
menafkahkan hartanya untuk membersihkannya, padahal tidak ada seseorangpun
memberikan suatu ni`mat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi karena mencari keridhaan
Tuhannya yang Maha TInggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.` ( al-Lail : 17-21 )

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

63

Ayat-ayat diatas diturunkan mengenai Abu Bakar. Kata al-atqa ( orang yang paling taqwa )
menurut tasyrif terbentuk af’al untuk menunjukkan arti superlatif, tafdil yang disertai al-
‘adiyah ( kata sandang yang menunjukkan bahwa kata yang dimasukinya itu telah diketahui
maksudnya ), sehingga ia dikhususkan bagi orang yang karenanya ayat itu diturunkan. Jadi
secara lafal memang khusus dan sebabnya adalah khusus, karena itu ayat ini harus ditafsiri
khusus tentang Abu Bakar As-Shiddiq, bukan umum kepada kaum muslimin.

Ketiga : Jika sebab ayat itu adalah hal khusus berkaitan dengan orang tertentu, sedang lafal
ayat yang turun berbentuk umum.

Dalam kasus inilah, kaidah diatas menjadi perdebatan di antara ulama ushul, apakah yang
dijadikan pegangan adalah "lafal yang umum" ataukah "sebab yang khusus" . Berikut masing-
masing pendapat dan dalil-dalinya.

1) Jumhur ulama berpendapat : bahwa yang menjadi pegangan adalah lafal yang umum
dan bukan sebab yang khusus, sehingga hukum/pelajaran yang diambil adalah umum
berlaku pada semua orang.

Misalnya : ayat Li’an (prosesi sumpah antara suami istri untuk menolak dari tuduhan zina)
yang turun mengenai tuduhan Hilal bin Umaah kepada isterinya : `

Dari Ibn Abbas, Hilal bin Umayah menuduh isterinya telah berbuat zina dengan Syuraik bin
Sahma dihadapan Nabi.
Maka Nabi berkata : ‘ Harus ada bukti, bila tidak maka punggungmu yang didera.’
Hilal berkata : ‘Wahai Rasulullah , apa bila salah seorang diantara kami melihat
seorang laki-laki mendatangi isterinya; apakah ia harus mencari bukti `.
Rasulullah menjawab : ‘Harus ada bukti, bila tidak maka punggungmu akan yang didera.’
Hilal berkata :Demi yang mengutus engkau dengan kebenaran, sesungguhnya
perkataanku itu benar dan Allah benar-benar akan menurunkan apa yang membebaskan
punggungku dari dera.’

Maka turunlah Jibril as dan menurunkan kepada Nabi ayat :

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

64

¸, , .,` ·` ,, ` ,` , - ,` _ ' ` , , ` ¸ ´, ` ,` , . ,` ¸ ` ,` ,` ` ' · · , · ` , · - ' ` _ ,` _ ' ¸ . · , · , ` ·` ¸ ¸
¸ · ·` . , · , · · - , . ' · ` · · ·` , · . ¸ . ¯ ¸ · ¸ , · ´ , · , ' _` , , ,` · . · . ' ,` _ ,` _ '
¸ . · , · , ` ·` ¸ ¸ ¸ , · ´ , , · · - , . ' . . · · ,` , · . ¸ . ¯ ¸ · ¸ · ·` . , - ,

Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai
saksi-saksi selain diri mereka sendiri, Maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah
dengan nama Allah, Sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan
(sumpah) yang kelima: bahwa la'nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang
berdusta. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah
Sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta.Dan (sumpah)
yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.
(QS Nuur 6-9)
Hukum yang diambil dari lafal yang umum ini : " walladzi yarmuuna azwajahum" ( dan
orang-orang yang menuduh isterinya ) tidak hanya khusus mengenai peristiwa Hilal bin
Umayyah, tetapi diterapkan pula pada kasus yang serupa lainnya tanpa memerlukan dalil lain.
Inilah pendapat yang kuat dan paling sahih. Pendapat ini sesuai dengan keumuman (
universalitas ) hukum-hukum syariat.

Dan ini pulalah jalan yang ditempuh para sahabat dan para mujtahid umat ini. Mereka
menerapkan hukum ayat tertentu kepada peristiwa-peristiwa lain yang bukan merupakan
sebab turunnya ayat-ayat tersebut. Misalnya ayat zihar dalam kasus Aus bin Samit, atau
Salamah bin Sakhr sesuai dengan riwayat mengenai hal itu berbeda-beda. Berdalil dengan
keumuman redaksi ayat-ayat yang diturunkan untuk sebab-sebab khusus sudah populer
dikalangan ahli.

2) Segolongan ulama berpendapat : bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang
khusus, bukan lafal yang umum, karena lafal yang umum itu menunjukkan bentuk
sebab yang khusus. Oleh karena itu untuk dapat diberlakukan kepada kasus selain
sebab diperlukan dalil lain seperti qiyas dan sebagainya, sehingga pemindahan riwayat
sebab yang khusus itu mengandung faedah; dan sebab tersebut sesuai dengan
musababnya seperti halnya pertanyaan dengan jawabannya.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

65


Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

66

Pengumpulan dan Penertiban Al-Quran
Kode Materi : UQ/A/09

Poko-pokok Materi :
1. Pengertian Jam'ul Qur'an (Pengumpulan Al-Quran)
2. Pengumpulan Al-Quran pada masa Rasulullah SAW
3. Pengumpulan Al-Quran pada masa Abu Bakar ra
4. Pengumpulan Al-Quran pada masa Utsman Ra
5. Penertiban Susunan Ayat dan Surat

1. PENGERTIAN JAM'UL QUR'AN / PENGUMPULAN AL-QURAN

Yang dimaksud dengan pengumpulan Qur'an ( Jam'ul Qur'an ) oleh para ulama adalah
salah satu dari dua pengertian berikut :

Pertama : Pengumpulan dalam arti menghafalkan Hifdzuhu ( menghafalkannya dalam hati).

Jumma'ul Quran artinya huffazuhu ( penghafal-penghafalnya, orang yang menghafalkannya
didalam hati). Inilah makna yang dimaksudkan dalam firman Allah kepada Nabi-Nabi
senantiasa menggerak-gerakkan kedua bibir dan lidahnya untuk membaca Qur'an ketika itu
turun kepadanya sebelum jibril selesai membacakannya, karena ingin menghafalkannya:

` ·` , -` · , : ¸ -` · · , , ·· , . ¸ ` , · ` · ·` - ` · ¯` , · , , ·· , · , · ` · ' , · ` _ ` · ` · ¯` , · , · , ` , . ¸
` , · ` · , , , ·- ,
"Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk Al Qur'an karena hendak cepat-cepat nya .
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami
telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas
tanggungan Kamilah penjelasannya." (al-Qiyamah:16-19 ).

Kedua : Pengumpulan dalam arti kitabatuhu ( penulisan Qur'an)

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

67

Yaitu menuliskannyan baik dengan memisah-misahkan ayat-ayat dan surah-surahnya, atau
menertibkan ayat-ayat semata dan setiap surah ditulis dalam satu lembaran secara terpisah,
atau menertibkan ayat-ayat dan surah-surahnya dalam lembaran-lembaran yang terkumpul
yang menghimpun semua surah, sebagiannya ditulis sesudah bagian yang lain.

2. PENGUMPULAN QUR'AN DALAM PADA MASA NABI

Realitas penghimpunan Al-Quran pada masa nabi dapat dijelaskan dengan point-point sebagai
berikut :

a. Pengumpulan Al-Quran dalam Penghafalan di masa Nabi.

Para sahabat telah dikenal dengan kecintaan mereka dan semangat mereka dalam menghafal
Al-Quran. Dalam kitab sahihnya Bukhari telah mengemukakan adanya tujuh huffadzh di masa
sahabat, melalui tiga riwayat. Mereka adalah:

♣ Abdullah bin Mas'ud,
♣ Salim bin Ma'qal bekas budak Abu Huzaifah,
♣ Muaz bin Jabal,
♣ Ubai bin Kaab,
♣ Zaid bin Sabit,
♣ Abu Zaid bin Sakan dan Abu Darda'.

Penyebutan para hafiz yang tujuh atau delapan ini tidak berarti pembatasan, karena
beberapa keterangan dalam kitab-kitab sejarah dan sunan menunjukkan bahwa para sahabat
berlomba menghafalkan Qur'an dan mereka memerintahkan anak-anak dan ister-isteri mereka
untuk menghafalkannya.

b. Pengumpulan Qur'an dalam Arti Penulisannya pada Masa Nabi

Beberapa penjelasan terkait penulisan al-Quran dimasa nabi adalah sebagai berikut :

1) Rasulullah meminta beberapa sahabat untuk menuliskan wahyu
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

68

Rasullullah telah mengangkat para penulis wahyu Qur'an dari sahabat-sahabat
terkemuka, seperti Ali, Muawiyah, 'Ubai bin K'ab dan Zaid bin Sabit, bila ayat turun ia
memerintahkan mereka menulisnya dan menunjukkan tempat ayat tersebut dalam surah,
sehingga penulisan pada lembar itu membantu penghafalan didalam hati.

2) Beberapa sahabat berinisiatif menuliskan secara sendiri-sendiri.
Sebagian sahabat menuliskan Qur'an yang turun itu atas kemauan mereka sendiri,
tanpa diperintah oleh nabi; mereka menuliskannya pada pelepah kurma , lempengan batu,
daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Zaid bin Sabit
mengatakan : " Kami menyusun Qur'an dihadapan Rasulullah pada kulit binatang "

3) Para sahabat senantiasa menyodorkan Qur'an kepada Rasulullah baik dalam bentuk
hafalan maupun tulisan,

Tulisan-tulisan Qur'an pada masa Nabi tidak terkumpul dalam satu mushaf ; yang ada pada
seseorang belum tentu dimiliki orang lain. Rasulullah berpulang kerahmatullah disaat Qur'an
telah dihafal dan tertulis dalam mushaf dengan susunan seperti disebutkan diatas; ayat-ayat
dan surah-surah dipisah-pisahkan, atau diterbitkan ayat-ayatnya saja dan setiap surah berada
dalam satu lembar secara terpisah dalam tujuh huruf. Tetapi Qur'an belum dikumpulkan dalam
satu mushaf yang menyuruh (lengkap).

KENAPA AL-QUR'AN TIDAK DIBUKUKAN DALAM SATU MUSHHAF (PADA MASA NABI) ?

Ada beberapa jawaban yang bisa menjelaskan pertanyaan diatas, diantaranya sebagai berikut,
sebagaimana disebutkan oleh Muhammad Ali Ash-Shobuni dalam At-Tibyan fii Ulumul
Qur'annya.

1) Al-Qur'an diturunkan tidak sekaligus, tetapi berangsur-angsur dan terpisah-pisah. Tidaklah
mungkin untuk membukukannya sebelum secara keseluruhannya selesai.
2) Sebagian ayat ada yang dimansukh. Bila turun ayat yang menyatakan nasakh, maka
bagaimana mungkin bisa dibukukan datam satu buku.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

69

3) Susunan ayat dan surat tidaklah berdasarkan urutan turunnya. Sebagian ayat ada yang
turunnya pada saat terakhir wahyu tetapi urutannya ditempatkan pada awal surat. Yang
demikian tentunya menghendaki perubahan susunan tulisan.
4) Masa turunnya wahyu terakhir dengan wafatnya Rasululah SAW adalah sangat
pendek/dekat.Kemudian Rasulullah SAW berpulang ke rahmatullah setelah sembilan hari
dari turunnya ayat tersebut. Dengan demikian masanya sangat relatif singkat, yang tidak
memungkinkan untuk menyusun atau membukukannya sebelum sempurna turunnya
wahyu.
5) Belum ada motifasi/ alasan yang mendorong untuk mengumpulkan Al-Qur'an menjadi
satu mushhaf sebagaimana yang timbul pada masa Abu Bakar. Orang-orang Islam ada
dalam keadaan baik, ahli baca qur'an begitu banyak, fitnah-fitnah dapat diatasi. Berbeda
pada masa Abu Bakar dimana gejala-gejala telah ada; banyaknya yang gugur, sehingga
khawatir kalau Al-Qur'an akan lenyap.

3. PENGUMPULAN QUR'AN PADA MASA ABU BAKAR

a. Latar Belakang Pengumpulan Quran :
Abu Bakar menjalankan pemerintahan Islam sesudah Rasulullah. Ia dihadapkan kepada
peristiwa-peristiwa besar berkenaan dengan kemurtadan sebagian orang arab. Karena itu ia
segera menyiapkan pasukan dan mengirimkannya untuk memerangi orang-orang yang murtad
itu. Peperangan Yamamah yang terjadi pada tahun 12 H melibatkan sejumlah besar sahabat
yang hafal Qur'an. Dalam peperangan ini tujuh puluh qari dari para sahabat gugur. Umar bin
Khatab merasa sangat kuatir melihat kenyataan ini, lalu ia menghadap Abu Bakar dan
mengajukan usul kepadanya agar mengumpulkan dan membukukan Qur'an karena
dikhawatirkan akan musnah, sebab peperangan Yamamah telah banyak membunuh para
qarri'.
Disegi lain Umar merasa khawatir juga kalau-kalau peperangan ditempat-tempat lain
akan membunuh banyak qari' pula sehingga Qur'an akan hilang dan musnah, Abu Bakar
menolak usulan itu dan berkeberatan melakukan apa yang tidak pernah dilakukan oleh
Rasulullah. Tetapi Umar tetap membujuknya, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar
untuk menerima usulan Umar tersebut

b. Pemilihan Zaid bin Tsabit
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

70

Kemudian Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Sabit, mengingat beberapa hal :
♣ kedudukannya dalam qiraat dan penulisan al-quran
♣ pemahaman dan kecerdasannya,
♣ serta kehadirannya pada pembacaan yang terakhir kali.

Abu Bakar menceritakan kepadanya kekhawatiran dan usulan Umar. Pada mulanya
Zaid menolak seperti halnya Abu Bakar sebelum itu. Keduanya lalu bertukar pendapat, sampai
akhirnya Zaid dapat menerima dengan lapang dada perintah penulisan Qur'an itu. Zaid bin
Sabit melalui tugasnya yang berat ini dengan bersadar pada hafalan yang ada dalam hati para
qurra dan catatan yang ada pada para penulis. Kemudian lembaran-lembaran ( kumpulan) itu
disimpan ditangan Abu Bakar. Setelah ia wafat pada tahun 13 H, lembaran-lembaran itu
berpindah ke tangan Umar dan tetap berada ditangannya hingga ia wafat. Kemudian mushaf
itu berpindah ketangan Hafsah putri Umar. Pada permulaan kekalifahan Usman, Usman
memintanya dari tangan Hafsah.

c. Metode Zaid bin Tsabit & Ketelitiannya dalam Pengumpulan Al-Quran

Dalam usaha pengumpulan Al-Qur'an Zaid bin Tsabit telah mengambil langkah yang
tepat, teliti dan mantap. Langkah tersebut adalah suatu jaminan (yang pantas) dalam
penulisan Al-Qur'an dengan mantap dan penuh ketelitian.
Zaid bin Tsabit tidak menganggap cukup menurut yang dihafal dalam hati dan yang
ditulis dengan tangannya serta hasil pendengaran, tetapi ia bertitik-tolak pada penyelidikan
yang mendalam dari dua sumber:
1) Sumber hafalan yang tersimpan dalam hati para sahabat; dan
2) Sumber tulisan yang ditulis pada zaman Rasulullah SAW.

Dua hal tersebut yaitu hafalan dan tulisan harus terpenuhi. Karena sangat bersungguh-
sungguh dan berhati-hatinya ia tidak menerima data berupa tulisan sebelum disaksikan oleh
dua orang yang adil bahwa tulisan tersebut ditulis di hadapan Rasulullah SAW.
Hal ini dikemukakan oleh sebuah hadits yang diriwayatkan oleb Abu Daud dalam kitab
sunnahnya; dimana ia berkata: Umar datang seraya mengatakan: "Siapa yang menerima Al-
Qur'an dari Rasulullah SAW maka cobalah datangkan, mereka menulisnya dalam lembaran-
lembaran kertas, papan kayu dan pelepah kurma".
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

71

Sekalipun demikian ia (Umar) tidak mau menerimanya begitu saja sebelum disaksikan
oleh dua orang saksi. Hadits ini didukung pula oleh hadits lain yang juga diriwayatkan oleb Abu
Daud; bahwa Abu Bakar mengatakan kepada Umar dan Zaid: "Duduklah anda berdua di pintu
masjid. Bila ada orang yang mendatangimu perihal Al-Qur'an (Kitabullah) dengan membawa
dua orang saksi, maka tulislah!"
Ibnu Hajar mengatakan: "Yang dimaksud dengan dua orang saksi adalah hafalan dan
tulisan, sedangkan as-Sakhawy mengatakan bahwa yang dimaksud, adalah mereka berdua
menyaksikan tulisan tersebut di hadapan Rasulullah SAW itu karena benar-benarnya usaha
pemantapan, ketelitian dan kesungguhan yang digariskan oleb Abu Bakar Shiddiq kepada Zaid
bin Tsabit.

d. Beberapa Keistimewaan Mushaf Abu Bakar

Lembaran-lembaran yang dikumpulkan dalam satu mushhaf pada masa Abu Bakar memiliki
beberapa keistimewaan yang terpenting:

1) Diperoleh dari hasil penelitian yang sangat mendetail dan kemantapan yang
sempurna.
2) Yang tercatat dalam mushhaf banyalah bacaan yang pasti, tidak ada nasakh
bacaannya.
3) Ijma' ummat terhadap mushhaf tersebut secara mutawatir bahwa yang tercatat adalah
ayat-ayat Al-Qur'an.
4) Mushhaf mencakup huruf sab'ah (tujuh huruf) yang dinukil berdasarkan riwayat yang
benar-benar shahih.

Keistimewaan-keistimewaan tersebut membuat para sahabat kagum dan terpesona terhadap
usaha Abu Bakar, dimana ia memelihara Al-Qur'an dari bahaya kemusnahan, dan itu berkat
taufiq serta hidayah dari Allah Azza wa Jalla.Ali berkata: "Orang yang paling berjasa dalam hal
Al-Qur'an ialah Abu Bakar r.a. ia adalah orang yang pertama mengumpulkan Al-
Qur'an/Kitabullah.

4. PENGUMPULAN QUR'AN PADA MASA USMAN
a. Latar Belakang Pengumpulan
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

72

Penyebaran Islam bertambah dan para Qurra pun tersebar di berbagai wilayah, dan
penduduk disetiap wilayah itu mempelajari qira'at (bacaan) dari qari yang dikirim kepada
mereka. Cara-cara pembacaan (qiraat) Qur'an yang mereka bawakan berbeda-beda sejalan
dengan perbedaan 'huruf ' yang dengannya Qur'an diturunkan. Apa bila mereka berkumpul
disuatu pertemuan atau disuatu medan peperangan, sebagian mereka merasa heran dengan
adanya perbedaan qiraat ini. Sebagian mereka menganggapnya wahar, karena mengetahui
bahwa perbedaan-perbedaan itu semuanya disandarkan kepada Rasulullah.
Ketika terjadi perang Armenia dan Azarbaijan dengan penduduk Iraq, diantara orang
yang ikut menyerbu kedua tempat itu ialah Huzaifah bin al-Yaman. Ia banyak melihat
perbedaan dalam cara-cara membaca Quran. Sebagian bacaan itu bercampur dengan
kesalahan; tetapi masing-masing mempertahankan dan berpegang pada bacaannya, serta
menentang setiap orang yang menyalahi bacaannya dan bahkan mereka saling mengkafirkan.
Melihat kenyataan demikian Huzaifah segara menghadap Usman dan melaporkan kepadanya
apa yang telah dilihatnya. Usman juga memberitahukan kepada Huzaifah bahwa sebagian
perbedaan itu pun akan terjadi pada orang-orang yang mengajarkan Qiraat pada anak-anak.
Anak-anak itu akan tumbuh, sedang diantara mereka terdapat perbedaan dalam qiraat. Para
sahabat amat memprihatinkan kenyataan ini karena takut kalau-kalau perbedaan itu akan
menimbulkan penyimpangan dan perubahan. Mereka bersepakat untuk menyalin lembaran-
lembaran yang pertama yang ada pada Abu Bakar dan menyatukan umat islam pada lembaran-
lembaran itu dengan bacaan tetap pada satu huruf.

b. Metode Pengumpulan Al-Quran masa Utsman
Utsman kemudian mengirimkan utusan kepada Hafsah (untuk meminjamkan mushaf
Abu Bakar yang ada padanya) dan Hafsah pun mengirimkan lembaran-lembaran itu
kepadanya. Kemudian Usman memmanggil :
♣ Zaid bin Sabit al-Ansari,
♣ Abdullah bin Zubair,
♣ Said bin 'As, dan
♣ Abdurrahman bin Haris bin Hisyam.

Ketiga orang terkahir ini adalah orang quraisy, lalu Ustman memerintahkan mereka agar
menyalin dan memperbanyak mushaf, serta memerintahkan pula agar apa yang
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

73

diperselisihkan Zaid dengan ketiga orang quraisy itu ditulis dalam bahasa quraisy, karena
Qur'an turun dengan logat mereka.
Mushaf-mushaf itu ditulis dengan satu huruf (dialek) dari tujuh huruf Qur'an seperti
yang diturunkan agar orang bersatu dalam satu qiraat. Dan Usman telah mengembalikan
lembaran-lembaran yang asli kepada Hafsah, lalu dikirimkannya pula pada setiap wilayah yaitu
masing-masing satu mushaf. Dan ditahannya satu mushaf untuk dimadinah, yaitu mushafnya
sendiri yang dikenal dengan nama "mushaf Imam". Kemudian ia memerintahkan untuk
membakar mushaf yang selain itu. Umatpun menerima perintah dengan patuh, sedang qiraat
dengan enam huruf lainnya ditingalkan.

c. Permasalahan seputar penyatuan huruf al-quran dalam Mushaf Ustman

Utsman ra memutuskan untuk menghilangkan enam huruf yang lain. Keputusan ini
tidak salah, sebab qiraat dengan tujuh huruf itu tidak wajib. Seandainya Rasulullah mewajibkan
qiraat dengan tujuh huruf itu semua, tentu setiap huruf harus disampaikan secara mutawatir
sehingga menjadi hujjah. Tetapi mereka tidak melakukannya. Ini menunjukkan bahwa qiraat
dengan tujuh huruf itu termasuk dalam katergori keringanan (rukhsoh).

Apa bila sebagian orang lemah pengetahuan berkata : Bagaimana mereka boleh
meninggalkan qiraat yang telah dibacakan oleh Rasulullah dan diperintahkan pula membaca
dengan cara itu ? maka Jawabnya ialah : 'Sesungguhnya perintah Rasulullah kepada mereka
untuk membacanya itu bukanlah perintah yang menunjukkan wajib dan fardu, tetapi
menunjukkan kebolehan dan keringanan (rukshah). Sebab andaikata qiraat dengan tujuh huruf
itu diwajibkan kepada mereka, tentulah pengetahuan tentang setiap huruf dari ketujuh huruf
itu wajib pula bagi orang yang mempunyai hujjah untuk menyampaikannya, bertianya harus
pasti dan keraguan harus dihilangkan dari para qari. Dan karena mereka tidak menyampaikan
hal tersebut, maka ini merupakan bukti bahwa dalam masalah qiraat mereka boleh memilih,
sesudah adanya orang yang menyampaikan Qur'an dikalangan umat yang penyampaiannya
menjadi hujjah bagi sebagian ketujuh huruf itu.




Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

74

PERBEDAAN ANTARA PENGUMPULAN ABU BAKAR DENGAN USMAN

Dari teks-teks diatas jelaslah bahwa pengumpulan (mushaf oleh) Abu Bakar berbeda
dengan pengumpulam yang dilakukan Usman dalam motif dan caranya. Diantaranya sebagai
berikut :
1) Motif Abu Bakar adalah kekhawatiran beliau akan hilangnya Qur'an karena banyaknya
para huffaz yang gugur dalam peperangan yang banyak menelan korban dari para qari.
Sedang motif Usman dalam mengumpulkan Qur'an ialah karena banyaknya perbedaan
dalam cara-cara membaca Qur'an yang disaksikannnya sendiri didaerah-daerah dan
mereka saling menyalahkan antara satu dengan yang lain.

2) Pengumpulan Qur'an yang dilakukan Abu Bakar ialah memindahkan satu tulisan atau
catatan Qur'an yang semula bertebaran dikulit-kulit binatang, tulang, dan pelepah
kurma, kemudian dikumpulkan dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan surah-
surahnya yang tersusun serta terbatas dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan
surah-surahnya serta terbatas dengan bacaan yang tidak dimansukh dan tidak
mencakup ketujuh huruf sebagaimana ketika Qur'an itu diturunkan.
Sedangkan pengumpulan yang dilakukan Usman adalah menyalinnya menjadi
satu huruf diantar ketujuh huruf itu, untuk mempersatukan kaum muslimin dalam satu
mushaf dan satu huruf yang mereka baca tanpa keenam huruf lainnya.

5. PENYUSUNAN TERTIB AYAT & SURAT

a. Penyusunan Tertib Ayat

Qur'an terdiri atas surah-surah dan ayat-ayat, baik yang pendek maupun yang panjang.
Ayat adalah sejumlah kalam Allah yang terdapat dalam sebuah surah dari Qur'an. Surah ialah
sejumlah ayat Qur'an yang mempunyai permulaan dan kesudahan, tertib atau urutan ayat-
ayat Qur'an ini adalah tauqifi, ketentuan dariRasulullah, sebagian ulama meriwayatkan bahwa
pendapat ini adalah ijma' diantaranya az-Zarkasyi dalam al-Burhan dan Abu Ja'far Ibnuz Zubeir
dalam munasabahnya.
Diantara dalil-dalilnya adalah sebagai berikut :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

75

♣ Usman bin 'Abil 'As berkata: "Aku tengah duduk disamping Rasulullah, tiba-tiba
panadangannya menjadi tajam lalu kembali seperti semula. Kemudian katanya 'Jibril telah
datang kepadaku dan memerintahkan agar aku meletakkan ayat ini ditempat anu dari
surah ini : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan serta
memberi kepada kaum kerabat…..(an-Nahl: 90)
♣ Terdapat sejumlah hadis yang menunjukkan keutamaan beberapa ayat dari surah-surah
tertentu. Ini menunjukkan bahwa tertib ayat-ayat bersifat tauqifi. Sebab jika tertibnya
dapat diubah, tentulah ayat-ayat itu tidak akan didukung oleh hadis-hadis tersebut.
Diriwayatkan dari Abu Darda' dalam hadis marfu' : "Barang siapa hafal sepuluh ayat
dari awal surah kahfi, Allah akan melindunginya dari Dajjal." Dan dalam redaksi lain
dikatakan: "Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surah kahfi…"
♣ Disamping itu terima pula bahwa Rasulullah telah membaca sejumlah surah dengan tertib
ayat-ayatnya dalam salat atau dalam khutbah jumat, seperti surah Baqarah, Ali imran dan
Annisa'. Juga hadis sahih mengatakan bahwa Rasulullah membaca surah A'raf dalam salat
maghrib dan dalam salat subuh hari jum'at membaca surah Alif Lam Mim, Tanzilul Kitabi
La Raibafihi" (as-Sajdah) dan Hal Ata Alal Insani (ad-Dahr) juga membaca surah Qaf pada
waktu Kutbah. Surah Jumu'ah dan surah Munafikun dalam salat jum'at.
♣ Jibril selalu mengulangi dan memeriksa Qur'an yang telah disampaikannya kepada
Rasulullah sekali setiap tahun, pada bulan ramadhan dan pada tahun terakhir
kehidupannya sebanyak dua kali. Dan pengulangan Jibril terakhir ini seperti tertib yang
dikenal sekarang ini.
Dengan demikan tertib ayat-ayat Qur'an seperti yang ada dalam mushaf yang beredar
diantara kita adalah tauqifi. Tanpa diragukan lagi.

b. Penyusunan Tertib Surah

Para ulama berbeda pendapat tentang tertib surah-surah Qur'an, sebagai berikut :

Pertama : Bahwa susunan surat itu tauqifi dan ditangani langsung oleh Nabi sebagaimana
diberitahukan jibril kepadanya atas perintah Tuhan.

Dengan demikian, Qur'an pada masa Nabi telah tersusun surah-surahnya secara tertib
sebagaimana tertib ayat-ayatnya. Seperti yang ada ditangan kita sekarang ini. Yaitu tertib
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

76

mushaf Usman yang tak ada seorang sahabatpun menentangnya. Ini menunjukkan telah
terjadi kesepakatan (ijma') atas tertib surah, tanpa suatu perselisihan apa pun.

Kedua : Dikatakan bahwa tertib surah itu berdasarkan ijtihad para sahabat, mengingat adanya
perbedaan tertib didalam mushaf-mushaf mereka.

Misalnya : mushaf Ali disusun menurut tertib nuzul, yakni dimulai dengan Iqra',
kemudian Muddassir, lalu Nun, Qalam, kemudian Muzammil, dst hingga akhir surah Makki dan
madani.Dalam mushaf Ibn Masu'd yang pertama ditulis adaslah surah Baqarah, Nisa' dan Ali-
'Imran. Dalam mushaf Ubai yang pertama ditulis ialah Fatihah, Baqarah, Niasa' dan Ali-Imran.

Ketiga : Dikatakan bahwa sebagian surah itu tertibnya tauqifi dan sebagian lainnya
berdasarkan ijtihad para sahabat, hal ini karena terdapat dalil yang menunjukkan tertib
sebagian surah pada masa Nabi.

Mannaul Qatthan menyatakan : Apa bila membicarakan ketiga pendapat ini, jelaslah
bagi kita bahwa pendapat kedua, yang menyatakan tertib surah-surah itu berdasarkan ijtihad
para sahabat, tidak bersandar dan berdasar pada suatu dalil. Sebab, ijtihad sebagian sahabat
mengenai terib mushaf mereka yang khusus, merupakan ihtiyar mereka sebelum Qur'an
dikumpulkan secara terib. Ketika pada masa Usman Qur'an dikumpulkan , ditertibkan ayat-ayat
dan surah-surahnya pada suatu huruf ( logat) dan umatpun menyepakatinya, maka mushaf-
mushaf yang ada pada mereka ditinggalkan. Seandainya tertib itu merupakan hasil ijtihad ,
tentu mereka tetap berpegang pada mushafnya masing-masing.

Sementara itu, pendapat ketiga yang menyatakan sebagian surah itu tertibnya tauqifi
dan sebagian lainnya bersifat ijtihadi, dalil-dalilnya hanya berpusat pada nash-nash yang
menunjukkan tertib tauqifi. Adapun bagian yang ijtihadi tidak bersandar pada dalil yang
menunjukkan tertin ijtihadi. Sebab, ketetapan yang tauqifi dengan dalil-dalilnya tidak berarti
bahwa selain itu adalah hasil ijtihad. Disamping itu pula yang bersifat demikian hanya sedikit
sekali.

Dengan demikian bahwa tertib surah itu bersifat tauqifi seperti halnya tertib ayat-ayat.
Wallahu a'lam.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

77



Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

78

Turunnya Al-Quran Dengan 7 Huruf
Kode UQ/A/10
Pokok-pokok Materi :
1. Pengantar Tujuh Huruf dalam Al-Quran
2. Riwayat diturunkannya tujuh huruf dalam Al-Quran
3. Pengertian Tujuh Huruf dan perbedaan Pendapat seputarnya
4. Hikmah diturunkannya Al-Quran dalam tujuh huruf

1. PENGANTAR TUJUH HURUF DALAM AL-QURAN

Orang Arab mempunyai aneka ragam lahjah (dialek) yang timbul dari fitrah mereka
dalam langgam, suara dan huruf-huruf sebagaimana diterangkan secara komprehensip dalam
kitab-kitab sastra. Setiap kabilah mempunyai irama sendiri dalam mengucapkan kata-kata yang
tidak dimiliki oleh kabilah-kabilah lain.
Namun kaum quraisy mempunyai faktor-faktor yang menyebabkan bahasa mereka
lebih unggul daiantara cabang-cabang bahasa arab lainnya. Yang antara lain karena tugas
mereka menjaga Baitullah, menjamu para jema'ah haji, memakmurkan masjidil Haram dan
menguasai perdagangan. Oleh sebab itu, semua suku bangsa arab menjadikan bahasa quraisy
sebagai bahasa induk bagi bahasa-bahasa mereka karena adanya karak teristik-karakteristik
tersebut. Dengan demikian wajarlah jika Qur'an diturunkan dalam logat quraisy, kepada
Rasullah yang quraisy pula untuk mempersatukan bangsa arab dan mewujudkan kemukjizatan
Qur'an ketika mereka gagal mendatangkan satu surah yang seperti Qur'an.
Apa bila orang arab berbeda lahjah dalam pengungkapan sesuatu makna dengan
perbedaan tertentu, maka Qur'an yang diturunkan kepada Rasul-Nya, Muhammad ,
menyempurnakan makna kemukjizatannya karena ia mencakup semua huruf dan wajah qiraah
pilihan diantara lahjah-lahjah itu. Dan ini merupakan salah satu sebab yang memudahkan
mereka untuk membaca , menghafal dan memahaminya.

2. RIWAYAT / DALIL DITURUNKANNYA AL-QURAN DENGAN TUJUH HURUF

Nash-nash sunah cukup banyak mengemukakan hadis mengenai turunnya Qur'an
dengan tujuh huruf. Diantaranya :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

79

a. Dari Ibn Abbas, ia berkata : "Rasulullah berkata: 'Jibril membacakan (Qur'an) kepadaku
dengan satu huruf. Kemudian berulang kali aku mendesak dan meminta agar huruf itu
ditambah, dan iapun menambahnya kepadaku sampai dengan tujuh huruf." (HR
Bukhori Muslim)
b. Dari Ubai bin Ka'ab: "Ketika Nabi berada didekat parit Bani Ghafar, ia didatangi jibril
seraya berkata: 'Allah memerintahkanmu agar membacakan Qur'an kepada umatmu
dengan sau huruf,' ia menjawab : 'Aku mohon kepada Allah ampunan dan meghfirah-
Nya, karena umatku tidak dapat melaksanakan perintah itu,' kemudian jibril datang
lagi untuk yang kedua kalinya dan berkata : 'Allah memerintahkanmu agar
membacakan Qur'an kepada umatmu dengan dua huruf,' Nabi menjawab : 'Aku
memohon kan kepada Allah ampunan dan maghfirahNya umatku tidak kuat
melaksanakannya.' Jibril datang lagi untuk yang ketiga kalinya, lalu mengatakan : 'Allah
memerintahkanmu agar membacakan Qur'an kepada umatmu dengan tiga huruf,'
jawab Nabi : 'Aku memohon kepada Allah ampunan dan MaghfirhNya, sebab umatku
tidak kuat melaksanakannya.' Kemudian jibril datang lagi untuk yang ketiga kalinya
seraya berkata : ' Allah memerintahkanmu agar membacakan Qur'an kepada umatmu
dengan tujuh huruf,' dengan huruf mana saja mereka membaca, mereka tetap benar."'
( HR Muslim)
Catatan : Hadis-hadis yang berkenaan dengan hal diatas amat banyak jumlahnya dan sebagian
besar telah diselidiki oleh Ibn Jarir didalam pengantar tafsirnya. As-Suyuti menyebutkan bahwa
hadis-hadis tersebut diriwayatkan dari dua puluh orang sahabat. Abu 'Ubaid al Qasim bin
Salam menetapkan kemutawatiran hadis mengenai turunnya Qur'an dengan tujuh huruf.

3. PERBEDAAN PENDAPAT TENTANG PENGERTIAN TUJUH HURUF

Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan tujuh huruf ini dengan perbedaan
yang bermacam-macam. hingga Ibn Hayyan mengatakan : 'Ahli ilmu berbeda pendapat tentang
arti kata tujuh huruf menjadi tiga puluh lima pendapat." namun kebanyakan pendapat itu
bertumpang tindih. Disini kami akan kemukakan beberapa pendapat diantaranya yang
dianggap paling mendekati kebenaran.

Pendapat Pertama : bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf ialah tujuh macam bahasa
dari bahasa-bahasa Arab mengenai satu makna;
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

80


Dengan pengertian jika bahasa mereka berbeda-beda dalam mengungkapkan satu
makna, maka Qur'an pun diturunkan dengan sejumlah lafal sesuai dengan ragam bahasa
tersebut tentang makna yang satu itu. Dan jika tidak terdapat perbedaan, maka Qur'an hanya
mendatangkan satu lafaz atau lebih saja. Ini adalah pendapat sebagian besar ulama.

Pendapat Kedua : bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf ialah tujuh macam bahasa dari
bahasa-bahasa arab dengan nama Qur'an diturunkan, dengan pengertian bahwa kata-kata
dalam Qur'an secara keseluruhan tidak keluar dari ketujuh macam bahasa tadi.
Yaitu bahasa paling fasih diantara kalangan bangsa arab. Meskipun sebagian besarnya
dalam bahasa Quraisy. Sedang sebagian yang lain dalam bahasa Huzail, Saqif, Hawazin ,
Kinanah, Tamim atau Yaman; karena itu maka secara keseluruhan Qur'an mencakup ketujuh
macam bahasa tersebut.
Catatan : Pendapat ini berbeda dengan pendapat sebelumnya, karena yang dimaksud dengan
tujuh huruf dalam pendapat ini adalah tujuh huruf yang bertebaran diberbagai surah Qur'an.
Bukan tujuh bahasa yang berbeda dalam kata tetapi sama dalam makna.

Pendapat Ketiga : bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf adalah tujuh wajah
(bentuk/tema), yang meliputi : amr (perintah), nahyu (larangan), wa'd (janji), wa'id (ancaman),
jadal (perdebatan), qasas (cerita), dan masal (perumpamaan). Atau amr, nahyu, halal, haram
,muhkam, mutasyabih dan amsal.

Pendapat Keempat : Segolongan ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tujuh
huruf ialah : tujuh macam hal yang diantaranya terjadi ihtilaf (perbedaan) dalam tata bahasa.
Tujuh ikhtilaf dalam tata bahasa tersebut meliputi :
1) Ikhtilaful asma'(perbedaan kata benda): dalam bentuk mufrad, muzakkar dan cabang-
cabangnya, seperti tasniyah, jamak dan ta'nis.
2) Perbedaan dalam segi I'rab (harakat akhir kata),
3) Perbedaan dalam tasrif,
4) Perbedaan dalam taqdhim (mendahulukan) dan takhir (mengakhirkan) ,
5) Perbedaan dalam segi ibdal (penggantian), baik penggantian huruf dengan huruf,
maupun penggantian pada sedikit perbedaan mahraj atau tempat keluar huruf.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

81

6) Perbedaan karena ada penambahan dan pengurangan. Ihtilaf dengan penambahan
(ziyadah) misalnya firman Allah: "Wa 'aaddalahum jannatin tajri tahtahal anhar" (at
Taubah:100) yang dibaca juga "Min tahƟhal anhar" dengan tambahan "Min" ,
keduanya merupakan qiraat yang mutawatir.
7) Perbedaan lahjah seperti bacaan tafkhim (menebalkan) dan tarqiq (menipiskan), fatah
dan imalah , idzhar dan idgham, hamzah dan tashil, isyman dll.

Pendapat Kelima : bahwa yang dimaksud bilangan tujuh itu tidak diartikan secara harfiah
(maksudnya bukan bilangan antara enam dan delapan), tetapi bilangan tersebut hanya sebagai
lambang kesempurnaan menurut kebiasaan orang arab.
Dengan demikian, maka kata tujuh adalah isyarat bahwa bahasa dan susunan Qur'an
merupakan batas dan sumber utama bagi perkataan semua orang arab yang telah mencapai
puncak kesempurnaan tertinggi. Sebab lafaz sab'ah (tujuh) dipergunakan pula untuk
menunjukkan jumlah banyak dan sempurna dalam bilangan satuan , seperti kata tujuh puluh'
dalam bilangan bilangan puluhan, dan 'tujuh ratus' dalam ratusan. Tetapi kata-kata itu tidak
dimaksudkan untuk menunjukkan bilangan tertentu.

Pendapat Keenam : Segolongan ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf
tersebut adalah qiraat tujuh.
Pendapat ini dapat dijawab bahwa Qur'an itu bukanlah qiraat. Qur'an adalah wahyu
yang diturunkan kepada Muhammad sebagai bukti risalah dan mukjizat. Sedang qiraat adalah
perbedaan dalam cara mengucapkan lafal-lafal wahyu tersebut, seperti meringankan (takhfif),
memberatkan (tasqil) membaca panjang dan sebagainya.
Nampaknya apa yang menyebabkan mereka terperosok kedalam kesalahan ini ialah
adanya kesamaan "bilangan tujuh" (dalam hadis ini dengan qiraat yang populer), sehingga
permasalahannya menjadi kabur bagi mereka;

Catatan :Setelah menganalisa beberapa pendapat di atas Mannaul Qathan mengatakan : "
Dengan demikian , jelaslah bahwa pendapat pertama yang menyatakan bahwa yang dimaksud
dengan tujuh huruf adalah tujuh bahasa dari bahasa orang arab mengenai satu makna yang
sama adalah pendapat yang sesuai dengan zahir nas-nas dan didukung oleh bukti-bukti yang
sahih. "

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

82

4. HIKMAH TURUNNYA QUR'AN DENGAN TUJUH HURUF

Hikmah turunnya al-Quran dalam tujuh huruf dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) Untuk memudahkan bacaan dan hafalan bagi bangsa yang ummi, tidak bisa baca tulis, yang
setiap kabilahnya mempunyai dialek masing-masing, namun belum terbiasa menghafal
syari'at, apa lagi mentradisikannya.
2) Bukti kemukjizatan Qur'an bagi naluri atau watak dasar kebahasan orang arab. Qur'an
mempunyai banyak pola susunan bunyi yang sebanding dengan segala macam cabang dialek
bahasa yang telah menjadi naluri bahasa orang-orang arab, sehingga setiap orang arab dapat
mengalunkan huruf-huruf dan kata-katanya sesuai dengan irama yang telah menjadi watak
dasar mereka dan lahjah kaumnya, dengan tetap keberadaan Qur'an sebagai mukjizat yang
ditantangkan Rasulullah kepada mereka. Dan mereka tidak mampu menghadapi tantangan
tersebut. Sekalipun demikian, kemukjizatan itu bukan terhadap bahasa melainkan terhadap
naluri kebahasaan mereka itu sendiri.
3) Kemukjizatan Qur'an dalam aspek makna dan hukum-hukumnya. Sebab perubahan-
perubahan bentuk lafaz pada sebagian huruf dan kata-kata memberikan peluang luas untuk
dapat disimpulkan dari padanya bebagai hukum. Hal inilah yang mentebabkan Qur'an relevan
untuk setiap masa. Oleh karena itu, para fuqaha dalam istinbat (penyimpulan hukum) dan
ijtihad berhujjah dengan qiraat bagi ketujuh huruf ini.

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

83

Qiraat & Qurro'
Kode Materi : UQ/A/11

Pokok-pokok Materi :
1. Pengertian Qiroat
2. Sejarah Perkembangan Ilmu Qiro'at
3. Ragam Qiro'at dan Hukum-hukumnya
4. Profil Tujuh Qurro' yang Masyhur
5. Hikmah adanya Perbedaan dalam Qiroah Sab'ah

1. PENGERTIAN QIROAT

Al-Qira'aat adalah jamak dari kata qiro'ah yang berasal dari qara'a - yaqra'u - qirâ'atan.
Menurut istilah qira'at ialah salah satu aliran dalam pelafalan/pengucapan Al-Qur'an yang
dipakai oleh salah seorang imam qura' yang berbeda dengan lainnya dalam hal ucapan Al-
Qur'anul Karim. Qira'at ini berdasarkan sanad-sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW.

2. SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU QIRO'AT

Para sahabat mempelajari cara pengucapan Al-Quran langsung dari Rasulullah SAW, bahkan
beberapa dari 'secara resmi' direkomendasikan oleh Rasulullah SAW sebagai rujukan sahabat
lainnya dalam pengucapan Al-Quran.
• Dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah SAW bersabda : " Ambillah (belajarlah) Al-
Quran dari empat orang : Abdullah bin Mas'ud, Salim, Muadz, dan Ubai bin Ka'b " (HR
Bukhori)
• Rasulullah SAW juga bersabda : " Barang siapa yang ingin membaca Al-Quran benar-
benar sebagaimana ia diturunkan, maka hendaklah membacanya seperti bacaan Ibnu
Ummi Abd (Abdullah bin Mas'ud)
Diantara sahabat yang populer dengan bacaannya adalah: Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib,
Ubay bin Ka'b, Zaid bin Tsabit, Abu Darda, Ibnu Mas'ud, dan Abu Musa al-Asy'ary. Dari mereka
inilah kebanyakan para sahabat dan tabi'in di seluruh daerah belajar. Kemudian para tabi'in
tersebut menyebar di kota-kota besar pemerintahan Islam, diantaranya adalah :
a) Madinah : Ibnu Musayyib, Urwah, Salim, dan Umar bin Abdul Aziz
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

84

b) Mekah : Ubaid bin Umair, Atho' bin Abi Robah, Thowus, Mujahid, Ikrimah
c) Kufah : ilqimah, al-aswad, masruq, ubaidah, dll
d) Bashroh : abu aliyah, abu roja', qotadah, ibnu siirin
e) Syam : al-mughiroh, shohib utsman, dll

Kemudian pada masa tabi'in awal abad 1 Hijriyah, beberapa kelompok mulai sungguh-sungguh
menata tata baca dan pengucapan al-Quran hingga menjadi ilmu tersendiri sebagaimana ilmu-
ilmu syariah lainnya. Kemudian muncul pula madrasah-madrasah qiro'ah yang mempelajai
ilmu tersebut, yang akhirnya memunculkan keberadaan para qurro', yang hingga hari ini qiroat
qur'an banyak disandarkan kepada mereka, khususnya imam qurro yang tujuh.

3. RAGAM QIRO'AT & HUKUM-HUKUMNYA

Sebenarnya Imam atau guru Qiraat itu jumlahnya banyak hanya sekarang yang populer adalah
tujuh orang. Qiraat tujuh orang imam ini adalah qiraat yang shahih dan memenuhi syarat-syarat
disebut qiroaat yang shoih. Syarat tersebut antara lain :


1) Muwafawoh bil Arobiyah ( sesuai dengan bahasa arab)
2) Muwafaqoh bi ahad rosm utsmani ( sesuai dengan salah satu penulisan mushaf Utsmani)
3) Shihhatus Sanad ( bersandarkan dari sanad atau riwayat yang shohih / kuat)

Dengan ketentuan-ketentuan di atas, kemudian para ulama membagi qiro'at menjadi beberapa
jenis dilihat dari layak tidaknya untuk diikuti :

1) Mutawatir ; yaitu qiraat yang dinukil oleh sejumlah besar periwayat yang tidak
mungkin bersepakat untuk berdusta , dari sejumlah orang yang seperti itu dan
sanadnya bersambung hingga penghabisannya, yakni Rasulullah Saw. Juga sesuai
dengan kaidah bahasa arab dan rasam Ustmani
2) Masyhur, yaitu qiraat yang sahih sanadnya tetapi tidak mencapai derajat mutawatir,
sesuai dengan kaidah bahasa arab dan rasam Ustmani serta terkenal pula dikalangan
para ahli qiraat sehingga tidak dikategorikan qiraat yang salah atau syaz. qiraat macam
ini dapat digunakan.
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

85

3) Ahad, yaitu qiraat yang sahih sanadnya tetapi menyalahi rasam Ustmani, menyalahi
kaidah bahasa Arab, atau tidak terkenal. Qiraat macam ini tidak dapat diamalkan
bacaanya.
4) Syaz, yaitu qiraat yang tidak sahih sanadnya.
5) Ma'udu, yaitu qiraat yang tidak ada asalnya.
6) Mudraj, yaitu yang ditambahkan ke dalam qiraat sebagai penafsiran (penafsiran yang
disisipkan ke dalam ayat Quran)

Keempat macam terakhir ini tidak boleh diamalkan bacaannya.

4. QARI TUJUH YANG MASYHUR

Para Qari yang hafal Al-Qur'an dan terkenal dengan hafalan serta ketelitiannya, dan
menyampaikan qira'at kepada kita sesuai dengan yang mereka terima dari sahabat Rasulullah
SAW. Qira'at yang mutawatir semuanya kita kutip dari para qari yang hafal Al-Qur'an dan
terkenal dengan hafalan serta ketelitiannya.
Mereka ialah imam-imam qira'at yang masyhur yang meyampaikan qira'at kepada kita
sesuai dengan yang mereka terima dari sahabat Rasulullah SAW. Mereka memiliki keutamaan
ilmu dan pengajaran tentang kitabullah Al-Qur'an sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Sebaik-baiknya orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan
mengajarkannya".

Berikut sekilas tentang profil mereka :

1) Ibnu 'Amir (118 H)
Nama lengkapnya adalah Abdullah al-Yahshshuby seorang qadhi di Damaskus pada
masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah
seorang tabi'in, belajar qira'at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab al-Mahzumy dari Utsman bin
Affan dari Rasulullah SAW. Beliau Wafat di Damaskus pada tahun 118 H. Orang yang menjadi
murid, dalam

2) Ibnu Katsir (120 H)
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

86

Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdullah Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky, ia
adalah imam dalam hal qira'at di Makkah, ia adalah seorang tabi'in yang pernah hidup
bersama shahabat Abdullah ibnu Jubair. Abu Ayyub al-Anshari dan Anas ibnu Malik, dia wafat
di Makkah pada tahun 120 H. Perawinya dan penerusnya adalah al-Bazy wafat pada tahun 250
H. dan Qunbul wafat pada tahun 291 H.

3) 'Ashim al-Kufy (128 H)
Nama lengkapnya adalah 'Ashim ibnu Abi an-Nujud al-Asady. Disebut juga dengan Ibnu
Bahdalah. Panggilannya adalah Abu Bakar, ia adalah seorang tabi'in yang wafat pada sekitar
tahun 127-128 H di Kufah. Kedua Perawinya adalah; Syu'bah wafat pada tahun 193 H dan
Hafsah wafat pada tahun 180 H.

4) Abu Amr (154 H)
Nama lengkapnya adalah Abu 'Amr Zabban ibnul 'Ala' ibnu Ammar al-Bashry, sorang
guru besar pada rawi. Disebut juga sebagai namanya dengan Yahya, menurut sebagian orang
nama Abu Amr itu nama panggilannya. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H. Kedua
perawinya adalah ad-Dury wafat pada tahun 246 H. dan as-Susy wafat pada tahun 261 H.
.
5) Hamzah al-Kufy (156 H)
Nama lengkapnya adalah Hamzah Ibnu Habib Ibnu 'Imarah az-Zayyat al-Fardhi ath-
Thaimy seorang bekas hamba 'Ikrimah ibnu Rabi' at-Taimy, dipanggil dengan Ibnu 'Imarh,
wafat di Hawan pada masa Khalifah Abu Ja'far al-Manshur tahun 156 H. Kedua perawinya
adalah Khalaf wafat tahun 229 H. Dan Khallad wafat tahun 220 H. dengan perantara Salim.

6) Imam Nafi. (169 H)
Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi' ibnu Abdurrahman ibnu Abi Na'im al-
Laitsy, asalnya dari Isfahan. Dengan kemangkatan Nafi' berakhirlah kepemimpinan para qari di
Madinah al-Munawwarah. Beliau wafat pada tahun 169 H. Perawinya adalah Qalun wafat pada
tahun 12 H, dan Warasy wafat pada tahun 197 H.

7) Al-Kisaiy (189 H)
Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Hamzah, seorang imam nahwu golongan Kufah.
Dipanggil dengan nama Abul Hasan, menurut sebagiam orang disebut dengan nama Kisaiy
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

87

karena memakai kisa pada waktu ihram. Beliau wafat di Ranbawiyyah yaitu sebuah desa di
Negeri Roy ketika ia dalam perjalanan ke Khurasan bersama ar-Rasyid pada tahun 189 H.
Perawinya adalah Abul Harits wafat pada tahun 424 H, dan ad-Dury wafat tahun 246 H.
Syathiby mengatakan: "Adapun Ali panggilannya Kisaiy, karena kisa pakaian ihramnya, Laits
Abul Haris perawinya, Hafsah ad-Dury hilang tuturnya.

5. HIKMAH PERBEDAAN DALAM QIROAH SAB'AH

Dalam perbedaan di antara qiroah-qiroah yang shahih, kita dapatkan hikmah sebagai berikut :

1) Bukti yang jelas tentang keterjagaan Al-Quran dari perubahan dan penyimpangan,
meskipun mempunyai banyak qiroat tetapi tetap terpelihara.
2) Keringanan bagi umat serta kemudahan dalam membacanya.
3) Membuktikan kemukjizatan Al-Quran, karena dalam qiroat yang berbeda ternyata bisa
memunculkan istinbat jenis hukum yang berbeda pula.
Contoh dalam masalah ini adalah lafadhz : " wa arjulakum" dalam Al-Maidah ayat 6, yang
juga bisa dibaca dalam qiroah lain dengan "wa arjulikum ". Maka yang pertama
menunjukkan hukum mencuci kedua kaki dalam wudhu. Sementara yang kedua
menunjukkan hukum mengusap ( al-mash) kedua kaki dalam khuf atau sejenis sepatu.
4) Qiroat yang satu bisa ikut menjelaskan / menafsirkan qiroat lain yang masih belum jelas
maknanya.
Contoh masalah ini : dalam surat Jumat ayat 9, lafal " Fas'au ", asli katanya berarti
berjalanlah dengan cepat, tetapi ini kemudian diterangkan dengan qiroat lain : "
famdhou" yang berarti pergilah , bukan larilah.

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

88

TAJWID & TILAWAH
Kode Materi : UQ/A/12

Pokok-pokok Materi :
1. Pengantar Singkat Ilmu Tajwid
2. Kesalahan-kesalahan pada Praktek Tajwid
3. Keutamaan Tilawah
4. Adab Tilawah

1. PENGANTAR SINGKAT ILMU TAJWID

Dalam pengantar singkat ilmu tajwid ini, akan kita bahas beberapa hal antara lain : Pengertian
Tajwid, Keutamaan Tajwid, Hukum Tajwid serta Objek Pembahasan Ilmu Tajwid.

a. Pengertian Tajwid & Ilmu Tajwid
Tajwid secara bahasa artinya at-tahsiin wal ijaadah : baik dan membaguskan. Secara
Istilah Tajwid berarti :
,,, , ,·,- ,,- .=·¸ ,· ,,- . , ·-,- ¸¸ ,- ·_ , ·.' . ·, ¸= .,= ,
.´ ., ,·¸ ., .· ., ,¸ _· ¸· ··,· ¸¯ _· .
Tajwid adalah : Memberikan setiap huruf hak-haknya dan susunannya, mengembalikan
huruf pada makhrojnya dan asalnya, menghaluskan pelafalan pada kondisi yang
sempurna, tanpa berlebihan dan pembebanan.

Sedangkan ilmu tajwid diartikan sebagai : ilmu yang menjelaskan hukum-hukum dan
kaidah-kaidah yang harus dijaga pada saat membaca Al-Quran, sesuai dengan apa yang
dipraktekkan kaum muslimin, dari generasi ke generasi , dari Rasulullah SAW.

b. Keutamaan Tajwid
Allah SWt berfirman :
Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

89

' = ¸, ¸-' .,- ,¯ ·· _·· ,· ·· ` ·,` - ¸, .,- .,·_ , ¸ ,··,` -
,·, ·, ¸¸ ,¯· = , ' ,·, . ·· .,
Artinya : Allah Telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang
serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang
yang takut kepada Tuhannya, Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu
mengingat Allah. (QS Az-Zumar 23)

Pada ayat di atas diisyaratkan bahwasanya Al-Quran idealnya dibaca dengan benar, baik
agar bisa mempengaruhi hati mereka yang mendengarnya. Sebaliknya, jika al-quran
dibaca dengan seenaknya, maka tidak akan berpengaruh apapun bagi hati yang
mendengarnya.

Rasulullah SAW bersabda : " seorang yang pandai membaca Al-Quran akan bersama
malaikat yang mulia, sedangkan yang membaca Quran dengan terbata-terbata dan
kesusahan, maka baginya ada dua pahala " (HR Bukhori & Muslim)

c. Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid
Para ulama Tajwid bersepakat bahwa setiap muslim dituntut untuk mempelajari hukum-
hukum tilawah, dan memperhatikannnya ketika sedang membaca al-quran. Sedangkan
lalai dalam masalah ini – tanpa udzur syar'I yang bisa diterima- adalah berdosa.

d. Objek Pembahasan Ilmu Tajwid

Objek pembahasan dalam Ilmu Tajwid, secara garis besar meliputi :
• Hukum-hukum berkaitan dengan Nun ( Ahkamu an-Nuun)
• Hukum-hukum berkaitan dengan Hamzah ( ahkaamu alhamzah)
• Tata Cara Berhenti ( Kaifiyah Al-Waqf )
• Makhorijul Huruf ( Tempat Keluar Huruf)
• Sifat-sifat Huruf
• Ahkamul Mad ( Panjang Pendek Harokah)


Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

90

2. KESALAHAN-KESALAHAN DALAM PRAKTEK TAJWID

Kesalahan dalam praktek tajwid , secara umum bisa dibagi menjadi dua bagian besar :
a. Kesalahan Al-Lahn ( Kekurangan dalam pelafalan /tanpa tajwid)
Kesalahan al-lahn dibagi menjadi dua bagian ;
• yang pertama adalah kesalahan Al-Jaliyy (yang Jelas) yaitu kesalahan pelafalan /
tajwid yang diketahui oleh banyak orang awam secara umum. Misalnya adalah :
salah dalam harokat ( I'rob), atau salah dalam tashrif.
• Yang kedua adalah kesalahan Al-Khofiyy (tersembunyi), yang tidak diketahui
kecuali oleh mereka yang bergelut lama di ilmu tajwid atau pakar di bidang
Qiro'at. Seperti dalam masalah makhorijul huruf dan sifat-sifatnya.

b. Berlebihan dalam Tajwid ( Mubalaghoh wa Ifrooth)
Berlebihan dalam pengucapan dan pelafalan Al-Quran juga sama bahayanya dengan
meninggalkan tajwid. Berikut contoh-contoh kesalahan yang berhubungan dengan
berlebihan dalam pengucapan al-Quran :
• At-Tar'iid : pembacaan al-quran dengan bergetar secara berlebihan, bagaikan
orang yang menggigil kedinginan atau menahan sakit.
• At-Tarqish : berhenti dan diam pada tempat berhenti, untuk kemudian
melanjutkan harokah dengan cepat seperti lari dari musuh atau terkejut.
• At-Tathriib : pembacaan seperti musik, khususnya memanjangkan secara
berlebihan pada huruf mad
• At-Tahziin : membaca al-Quran dengan nada sedih yang berlebihan dan hampir-
hampir menangis berlebihan
• At-Tardiid : pengulangan ayat terakhir yang dibaca seorang qori' oleh sekumpulan
orang yang mendengarkannya.

3. KEUTAMAAN TILAWAH

Tilawah Al-Quran adalah ibadah sunnah yang mempunyai banyak keutamaan, diantaranya
yang digambarkan dalam hadits sebagai :

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

91

a) Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda : " Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang,
yaitu seorang yang diberikan Allah harta lalu ia menginfakkannya siang dan malam,
dan seorang yang diberikan Allah al-quran, lalu ia membacanya siang dan malam " (HR
Bukhori dan Muslim)
b) Dari Ibnu Mas'ud , Rasulullah SAW bersabda : " Barang siapa yang membaca satu
huruf dai kitabullah maka baginya satu kebaikan, dan setiap satu kebaikan
dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipatnya " (HR Tirmidzi)
c) Dari Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda : " Bacalah Al-Quran , karena ia akan
datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi pembacanya " (HR Muslim)

4. ADAB TILAWAH

Dianjurkan bagi orang yang membaca Quran memperhatikan hal-hal berikut :
a) Hendaknya membaca Quran dalam keadaan berwudlu, karena ia termasuk dzikir yang
paling utama, meskipun boleh membacanya bagi orang yang berhadast.
b) Membacanya hanya di tempat yang bersih dan suci, untuk menjaga keagungan Al-
Quran.
c) Membacanya dengan khusyuk, tenang dan bersahaja.
d) Bersiwak (membersihkan mulut) sebelum mulai membaca.
e) Membaca taáwwuz (audzu billahi minasysyaitanir rajim) pada permulaannya,
berdasarkan firman Allah SWT :
· , · . ' , · . ¯` , · ` · · , ¸ · . =` ,` ,, -` , , - ,
" dan jika engkau membaca Al-Quran maka berlindunglah kepada Allah dari syaitan
yang terkutuk " (QS An-Nahl 98)
f) Membaca basmalah pada permulaan setiap surah, kecuali surah Al-Baraáh.
g) Membacanya dengan tartil yaitu dengan pelan dan terang serta memberikan setiap
huruf haknya (betul makhrajul hurf dan tajwidnya), seperti panjangnya, idgamnya, dsb.
Allah SWT berfirman :
¸` _ , . ¯` , , ` , , . ,
" Dan bacalah Al-Quran secara tartil " (QS Muzammil 4)

Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

92

Karena itulah dalam beberapa haditsnya, Rasulullah membatasi keinginan
sahabat yang ingin mengkhatamkan Al-Quran dengan cepat. Dari Ibnu Umar, ia
bertanya pada Rasulullah SAW : Ya Rasulullah, berapa lama aku seharusnya
mengkhatamkan Al-Quran ? .Rasulullah menjawab : dalam satu bulan. Ia berkata : aku
kuat kurang dari itu, maka terus saja Abu Musa minta lebih kurang dari itu, hingga
Rasulullah SAW menjawab : bacalah dalam tujuh hari. Ia menjawab : aku kuat kurang
dari itu . Maka Rasulullah SAW bersabda : " Tidak akan paham (Al-Quran), orang yang
mengkhatamkan Al-Quran kurang dari tiga hari " ( HR Abu Daud)

h) Memikirkan dan mentadabburi ayat-ayat yang dibacanya. Sesuai perintah Allah dalam
firmannya :
· ' .,` ,` , , . ¯` , ` · ' _ · ¸ ., · · ' , , ·. ,
"Apakah mereka tidak mentadabburi al-Quran ataukah pada hati mereka ada
gembok-gemboknya ? " (QS Muhammad 24)
i) Meresapi makna dan maksud ayat-ayat Quran yang berhubungan dengan janji dan
ancaman.
j) Membaguskan suara karena itu akan lebih berasa di hati . Rasulullah SAW bersabda :
Hiasilah Al-Quran dengan suaramu (HR Ibnu Hibban )
k) Mengeraskan bacaan jika dianggap lebih baik dan tidak menimbulkan riya.


-----ooo0000ooo--------

Alhamdulillah, atas rahmat dan kemudahan dari Allah SWT
Selesai pembahasan ulumul qur'an (I) untuk semester satu
semoga bermanfaat






Modul Ulumul Quran Pesma Arroyan Surakarta(1)

93



Daftar Referensi

1. Terjemah Kitab " Mabahits fi Uluumil Qur'an " karya Manna'ul Qatthan
2. Bagaimana berinteraksi dengan Al-Quran karya Dr. Yusuf Qaradhawi
3. Kitab " At-Tibyan fii Uluumil Qur'an " oleh Muhammad Ali As-Shobuni
4. Kitab " Al- Adhwa ala ulumil quran " oleh Dr. Abdul Aziz Saqor
5. Kitab " Manahilul Irfan " oleh Syaikh Az-Zarqooni
6. Kitab " Jam'u Al-Jadawil " oleh Syeikh Jasim Al-Muhalhil
7. Makalah : " Tadwin Al-Qur'an, asy-syubuhaat wa ar-rodd alaihi ", Hatta Syamsuddin
8. Situs-situs Islam dalam negri dan timur tengah.


Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

PENGANTAR MODUL

lumul Qur'an adalah sebuah metode yang lengkap dan menyeluruh untuk membuka pintu awal dari kedalaman kandungan l-Quran. Karenanya, umat slam secara umum,

ataupun secara khusus bagi mahasiswa muslim yang merindukan interaksi lebih mendalam dengan l-Quran, secara otomatis akan dituntut untuk mempelajari lumul Quran. ntuk menjawab tuntutan tersebut, maka sangat dibutuhkan pengajaran lumul

Quran pada mahasiswa muslim sebagai bekal awal dalam berinteraksi lebih lanjut dengan lQuran. Sebuah pengajaran yang sistematis, sederhana namun tidak kehilangan inti

pembahasan ulumul quran. Modul ini adalah salah satu usaha riil untuk menjawab tuntutan tersebut, sekaligus sebagai sebuah bentuk tanggung jawab saya ketika menyampaikan materi lumul Qur'an di kelas dirosah Pesantren Mahasiswa r-Royan semester pertama ini. Bentuk tanggung jawab, karena saya tidak ingin apa yang saya sampaikan dari lmu yang mulia ini hilang begitu saja atau disalah pahami oleh mahasiswa, hanya karena salah dalam mencatat, atau kurang konsentrasi di perkuliahan. Saya mengharapkan, modul ini tidak sekedar menjadi teman menjelang ujian, tapi lebih dari itu menjadi amanah bagi para santri santriwati dipahami, dikembangkan lalu diajarkan di tengah masyarakat di kemudian hari. Modul ini sejujurnya hanya sekedar "ringkasan" dari sebuah Kitab lumul Qur'an yang terkenal di dunia akademisi di Timur Tengah, yaitu Mabahits fii Ulumul Qur'an karya Syeikh Manna'ul Qatthan, yang penyusun berkesempatan mempelajarinya di semester pertama perkuliahan di Sudan. walnya saya ingin menyarankan agar para santri menggunakan lumul Qur'an ini, namun saya untuk

terjemahan buku ini sebagai rujukan utama di mata kuliah

menyadari dari sisi biaya yang cukup merepotkan, plus bahasa terjemahan yang terkadang membingungkan, belum lagi gaya bahasa khas timur tengah yang panjang dan naratif, membuat saya berpikir bahwa para santri akan kerepotan. palagi jika melihat kesibukan

mereka juga di perkuliahan umumnya sehari-hari. Maka akhirnya muncullah ide untuk membuat ringkasan dari terjemahan Kitab tersebut, tentu saja ditambah beberapa catatan, tambahan dan penyesuaian yang didapat dari referensi lumul Quran yang lain.

2

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

khirnya, terima kasih penyusun ucapkan terima kasih pada segenap jajaran pimpinan dan pengurus Pesma rroyan atas kerja sama dan kepercayaannya selama ini, juga kepada seluruh santri santriwati yang selalu memberi inspirasi dan motivasi bagi penyusun untuk terus berkarya. Modul ini bisa digandakan sebanyak mungkin, dan tidak untuk dijualbelikan. Penyusun akui, karena terbatasnya waktu maka masih banyak "PR" di kemudian hari untuk menyempurnakan Modul ini. Segala kritik dan saran bisa di kirimkan ke

ibnu_kamal@yahoo.com.

Solo,

anuari

Hatta Syamsuddin, Lc www.hattasyamsuddin.blogspot.com

3

Pengertian asbabun nuzul b. Proses turunnya wahyu llah pada Rasul. Kekhususan dan ciri-ciri ayat Makkiyah& Madaniyah c. c. Perkembangan lumul Quran d. Pengertian 'jaz dan Mukjizat b. Sejarah dan Latar Belakang c. Berbagai permasalahan berkaitan asbabun nuzul 4 . Tahapan turunnya l-Quran Turunnya l-Quran b.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a SILABUS MATERI ULUMUL URAN NO TEMA a. adits Qudsi d. Pengertian dan Perbedaan yat Mekah dan Madinah b. ikmah turunnya l-Quran secara berangsur-angsur a. Makna l-Quran b. b. Pengertian Wahyu b. Pengantar lumul Quran POKOK-POKOK MATERI rti lumul Quran b. Tuduhan orientalis seputar wahyu dan bantahannya a. Perbedaan dengan adits abawi . Perbedaan l-Quran dengan Mukjizat Lainnya d. bjek Pembahasan lumul Quran : a. Proses turunnya wahyu melalui ibril as d. Metode mengetahui asbabun nuzul sbabun uzuul c.ya Tentang Wahyu c. Pembagian enis Mukjizat Mukjizat l-Quran c. ikmah mengetahui asbabun nuzul d. ikmah Manfaat mengetahui Makkiyah & Madaniyah Yang Pertama dan Terakhir turun dari lQuran a. Tentang l-Quran c. yat yang pertama turun dan perbedaan pendapat yat yang terakhir turun dan perbedaan pendapat ikmah dan manfaat dari pembahasan ini ama dan Sifat-sifat l-Quran a. Sisi Mukjizat l-Quran a. Karakteristik l-Quran a.

Penertiban yat dan Surat a.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a a. ikmah keragaman Qiroat l-Quran a. Pengertian Qiroat b. dab Tilawah 5 . Keutamaan Tilawah d. Dalil diturunkannya l-Quran dengan tujuh uruf Turunnya l-Quran c. Sejarah & Perkembangan lmu Qiroat Qiroat (Tata Baca) lc. Kesalahan dalam Praktek Tajwid c. ikmah dari turunnya l-Quran dengan tujuh huruf a. Macam-macam Tata Baca (Qiroat) l-Quran Quran dan para hlinya d. Latar Belakang Pembahasan b. Perbedaan pendapat ulama seputar pengertian dengan Tujuh uruf tujuh huruf d. Pengertian am'ul Quran Pengumpulan l-Quran b. Pengantar Singkat lmu Tajwid Tajwid dan dab Tilawah b. Profil Tujuh Qurro' yang Masyhur e. Tiga Tahapan Pengumpulan l-Quran c.

"sebab-sebab turunnya al-qur`an". c. Turunnya l-Quran. Pengertian lumul Quran . OBJEK PEMBAHASAN ULUMUL URAN bjek Pembahasan lumul Qur'an dibagi menjadi tiga bagian besar : a. . b. sbabun uzul. Pengetahuan tentang Al-Quran . n. meliputi : sejarah rintisan ulumul quran di masa Rasulullah S W. i`lmu berarti al-fahmu wal idraak (faham dan menguasai). Wahyu. adi. pengetahuan tentang surah-surah Mekah dan Madinah. bjek Pembahasan lumul-Quran . dan perkembangan selanjutnya lengkap dengan nama-nama ulama dan karangannya di bidang ulumul quran di setiap zaman dan tempat. Kemudian arti kata ini berubah menjadi permasalahan yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah. dst. l-Muhkam wal Mutasyaabih dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Qur`an. yat Mekkah dan Madinah. pengumpulan dan penertiban Qur`an. Sejarah & Perkembangan lumul Quran . Terkadang ilmu ini dinamakan juga ushuulu tafsir (dasar-dasar tafsir) karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang Mufassir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur`an . PENGERTIAN ULUMUL URAN Kata u`lum jamak dari kata i`lmu. Tabi'in. Karakteristik l-Quran. ama-nama al-Quran.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Pengantar Ulumul uran Kode : Q Pokok-pokok Materi : . Sejarah & Perkembangan Ulumul Qur'an .asikh wal mansukh. yang dimaksud dengan u`luumul qu`ran ialah ilmu yang membahas masalahmasalah yang berhubungan dengan l-Quran dari segi asbaabu nuzuul. Sahabat. Meliputi : Makna Quran. Metodologi Penafsiran Al-Quran 6 .

asikh wa Mansukh. l-Quran. am & Khoos. Diriwayatkan dari bu bdurrrahman as-sulami. hendaklah dihapus. dst. Sejarah & Perkembangan ilmu tafsir. barang siapa menuliskan aku selain qur'an. ingatlah bahwa kekuatan disini adalah memanah" ( R Muslim) ntusiasme sahabat dalam menghafal dan mempelajari l-Quran. Dan ceritakan apa 7 . Dari qbah bin mir ia berkata : " aku pernah mendengar Rasulullah SAW berkata diatas mimbar.'" c. "dan siapkan untuk menghadapi mereka kekuatan yang kamu sanggupi Anfal b. bahwa mereka bila belajar dari Nabi sepuluh ayat mereka tidak melanjutkannya. Syarat-syarat Mufassir dan dab-adabnya. . SEJARAH & PERKEMBANGAN ULUMUL URAN : Sejarah perkembangan ulumul quran dimulai menjadi beberapa fase. a. Dari bu Saad al. dimana tiap-tiap fase menjadi dasar bagi perkembangan menuju fase selanjutnya.Khudri. ULUMUL URAN pada MASA RASULULLAH SAW Embrio awal ulumul quran pada masa ini berupa penafsiran ayat l-Quran langsung dari Rasulullah S W kepada para sahabat.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Meliputi : Pengertian Tafsir & Takwil. mereka berkata 'kami mempelajari qur'an berikut ilmu dan amalnya sekaligus. seperti Ustman bin Affan dan Abdullah bin Mas'ud serta yang lain menceritakan. Kaidah-kaidah dalam penafsiran Muhkam & Mutasyabih. hingga ulumul quran menjadi sebuah ilmu khusus yang dipelajari dan dibahas secara khusus pula. begitu pula dengan antusiasime para sahabat dalam bertanya tentang makna suatu ayat. Rasulullah S W menafsirkan kepada sahabat beberapa ayat. menghafalkan dan mempelajari hukum-hukumnya. bahwa Rasulullah S W berkata: Janganlah kamu tulis dari aku. A. Berikut beberapa fase tahapan perkembangan ulumul quran. Larangan Rasulullah S W untuk menulis selain qur'an. ia mengatakan : " mereka yang membacakan qur'an kepada kami. sebelum mengamalkan ilmu dan amal yang ada didalamnya. . sebagai upaya menjaga kemurnian lQuran.

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

yang dariku, dan itu tiada halangan baginya, dan barang siapa sengaja berdusta atas namaku, ia akan menempati tempatnya di api neraka."( R Muslim)

B. ULUMUL URAN MASA KHALIFAH

Pada masa khalifah, tahapan perkembangan awal (embrio) ulumul quran mulai berkembang pesat, diantaranya dengan kebijakan-kebijakan para khalifah sebagaimana berikut :

a. Khalifah Abu Bakar :dengan Kebijakan Pengumpulan Penulisan l-Quran yg pertama yang diprakarsai oleh mar bin Khottob dan dipegang oleh Zaid bin Tsabit b. Kekhalifahan Usman Ra : dengan kebijakan menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf, dan hal itupun terlaksana. Mushaf itu disebut mushaf mam. Salinan-salinan mushaf ini juga dikirimkan ke beberapa propinsi. Penulisan mushaf tersebut dinamakan ar-Rosmul ' smani yaitu dinisbahkan kepada sebagai permulaan dari ilmu Rasmil Qur'an. c. kekalifahan Ali Ra dengan kebijakan perintahnya kepada bu 'aswad d-Du'ali sman, dan ini dianggap

meletakkan kaidah-kaidah nahwu, cara pengucapan yang tepat dan baku dan memberikan ketentuan harakat pada qur'an. ni juga disebut sebagai permulaan Ilmu I'rabil Qur'an.

C. ULUMUL URAN MASA SAHABAT & TABI'IN

a. Peranan Sahabat dalam Penafsiran Al-Quran & Tokoh-tokohnya.

Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan maknamakna al-qur'an dan penafsiran ayat-ayat yang berbeda diantara mereka, sesuai dengan kemampuan mereka yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah S W , hal demikian diteruskan oleh murid-murid mereka , yaitu para tabi'in.

Diantara para Mufasir yang termashur dari para sahabat adalah: . Empat orang Khalifah ( bu Bakar, mar, tsman dan li ) . bnu Masud,

8

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

. .

bnu bbas, bai bin Kaab,

. Zaid bin sabit, . . bu Musa al- sy'ari dan bdullah bin Zubair.

Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari bdullah bin bbas, bdullah bin Masud dan bai bin Kaab, dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti merupakan sudah tafsir Quran yang sempurna. Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran apa yang masih samar dan penjelasan apa yang masih global.

b. Peranan Tabi'in dalam penafsiran Al-Quran & Tokoh-tokohnya

Mengenai para tabi'in, diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat. Yang terkenal di antara mereka , masing-masing sebagai berikut :

. Murid bnu bbas di Mekah yang terkenal ialah, Sa'id bin ubair, Mujahid, 'iKrimah bekas sahaya ( maula ) bnu bbas, Tawus bin kisan al Yamani dan ' ta' bin abu Rabah. . Murid bai bin Kaab, di Madinah : Zaid bin slam, abul liyah, dan Muhammad bin Ka'b al Qurazi. . bdullah bin Masud di raq yang terkenal : ' lqamah bin Qais, Masruq al swad bin Yazid, ' mir as Sya'bi, asan l Basyri dan Qatadah bin Di'amah as Sadusi.

Dan yang diriwayatkan mereka itu semua meliputi ilmu tafsir, ilmu Gharibil Qur'an, ilmu sbabun uzul, ilmu Makki Wal madani dan imu asikh dan Mansukh, tetapi semua ini tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan.

D. MASA PEMBUKUAN TADWIN

Perkembangan selanjutnya dalam ulumul quran adalah masa pembukuan ulumul Quran , yang juga melewati beberapa perkembangan sebagai berikut :

9

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

a. Pembukuan Tafsir Al- uran menurut riwayat dari Hadits, Sahabat & Tabi'in

Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan ( tadwin ) yang dumulai dengan pembukuan hadist denga segala babnya yang bermacam-macam, dan itu juga menyangkut hal yang berhubungan dengan tafsir. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur'an yang diriwayatkan dari Rasulullah S W dari para sahabat atau dari para tabi'in. Diantara mereka yang terkenal adalah, Yazid bin Syu'bah bin ajjaj ( wafat ), Waqi' bin arrah ( wafat ). arun as Sulami, ( wafat ),

), Sufyan bin 'uyainah ( wafat

), dan burrazaq bin ammam ( wafat

Mereka semua adalah para ahli hadis. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan salah satu bagiannya. amun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ketangan kita.

b. Pembukuan Tafsir berdasarkan susunan Ayat

Kemudian langkah mereka itu diikuti oleh para ulama'. Mereka menyusun tafsir Qur'an yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Dan yang terkenal diantara mereka ada Ibn Jarir at abari wafat .

Demikianlah tafsir pada mulanya dinukil ( dipindahkan ) melalui penerimaan ( dari muluit kemulut ) dari riwayat, kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadis, selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Maka berlangsunglah proses kelahiran at Tafsir bil Ma'sur ( berdasarkan riwayat ), lalu diikuti oleh at Tafsir bir Ra'yi ( berdasarkan penalaran ).

c. Munculnya Pembahasan Cabang-cabang Ulumul uran selain Tafsir

Disamping ilmu tafsir lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yang berhubungan dengan quran, dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufasir, diantaranya :

. Ulama abad ke-

ijri

10

masing-masing dengan judul kitab tersendiri. uran dengan mengumpulkan cabang- Pada masa sebelumnya. ) menyusun tentang problema ka Quran ( musykilatul . ) menyusun al Istigna' fi 'Ulumil ♣ Muhammad bin li bin al. Di antara ulama-ulama yang menyusun secara khusus ulumul quran adalah sebagai berikut : 11 . ) menulis tentang asikh Mansukh ♣ bn Qutaibah ( wafat quran ).Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ♣ li bin al Madini ( wafat asbabun nuzul ) guru Bukhari. ) menegenai tamsil-tamsil dalam Qur'an ( ' msalul ♣ l zz bin bdussalam ( wafat skhawi ( wafat ) tentang majaz dalam Qur'an.dan setelahnya ♣ ♣ ♣ bu Bakar al Baqalani ( wafat ) menyusun 'jazul Qur'an.awi fa 'Ulumil ♣ Muhammad bin Khalaf bin Marzaban ( wafat Qur'an. ♣ bu muhammad bin Qasim al nbari ( wafat ilmu qur'an. ♣ bu Bakar s Sijistani ( wafat ) juga menulis tentang ilmu- ) menyusun Garibul Qur'an. menyusun karangannya mengenai ♣ bu ' baid al Qasim bin Salam ( wafat dan qira'at. Mulai pembukuan secara khusus Ulumul cabangnya. Ulama Abad Ke. ilmu-ilmu al-quran dengan berbagai pembahasannya di tulis secara khusus dan terserak. Ulama Abad Ke- ijri ) menyusun al. yang dikenal kemudian dengan lumul Qur'an. ) menulis mengenai ilmu Qira'at ( cara ♣ ' lamuddin membaca Qur'an ) dan qsamul Qur'an. li bin brahim bin Sa'id al u ( wafat l Mawardi ( wafat Qur'an ). )menulis mengenai 'rabul Qur'an. . d. mulailah masa pengumpulan dan penulisan ilmu-ilmu tersebut dalam pembahasan khusus yang lengkap. Kemudian.dfawi ( wafat Qur'an.

Kitab i`jaazul quran yang ditulis oleh Musthafa Shadiq r-Rafi`i. b. . kecuali pasti akan banyak menyandarkan tulisannya pada kedua kitab tersebut. c. sebagaimana ada pula yang kembali membali menyusun atau menyatukan cabang-cabang ulumul quran dalam kitab tersendiri dengan penulisan yang lebih sederhana dan sistematis dari kitab-kitab klasik terdahulu. Kitab t-Tashwirul fanni fiil qu`an dan masyaahidul qiyaamah fil qur`an oleh Sayyid Qutb. perkembangan ulumul quran pada masa kontemporer ini juga berlanjut seputar penulisan sebuah metode atau cabang ilmu l-Quran secara khusus dan terpisah. Tarjamatul qur`an oleh syaikh Muhammad Musthafa l-Maraghi yang salah satu pembahasannya ditulis oleh Muhibuddin al-hatib. bnul auzi ( wafat ) mengiku nya dengan menulis sebuah kitab berjudul fununul Afnan fi 'Aja'ibi 'ulumil Qur'an. Catatan : kitab l-Burhan ( Zarkasyi) dan l. e.tqon ( s-Suyuti) hingga hari ini masih dikenal sebagai referensi induk terlengkap dalam masalah lumul Qur'an. li bin brohim Said ( ) yang dikenal dengan al Hufi dianggap sebagai orang pertama yang membukukan ' lumul Qur'an. alaluddin l-Balqini (wafat ) memberikan beberapa tambahan atas l-Burhan di ) menulis sebuah kitab lengkap dengan judul Al- dalam kitabnya Mawaaqi`ul u`luum min mawaaqi`innujuum. alaluddin s-Suyu ( wafat ) juga kemudian menyusun sebuah kitab yang terkenal Al-Itqaan fii u`luumil qur`an. . d.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a . . Tidak ada peneliti tentang ulumul quran.uran di antaranya : uran atau a. n-naba`ul adziim oleh DR Muhammad bdullah Daraz dan 12 . ULUMUL UR'AN MASA MODERN / KONTEMPORER Sebagaimana pada periode sebelumnya. . Kitab yang terbit membahas khusus tentang cabang-cabang ilmu pembahasan khusus tentang metode penafsiran Al. E. ilmu-ilmu Qur'an. . Badruddin az-Zarkasyi ( wafat Burhan fii ulumilQur`an . Masalatu tarjamatil qur`an Musthafa Sabri.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a f. Muqaddimah tafsir Mahaasilu ta`wil oleh amaluddin l-qasimi. Khartoum Sudan. c. sebagai Mata Kuliah mum untuk semua mahasiswa di berbagai jurusannya. Kitab Mahaabisu fii u`lumil qur`an oleh DR Subhi s-Shalih. Pembahasan tersebut dikenal dengan sebutan u`luumul qur`an. Muhammad bdul a`dzim az-zarqani yang menyusun Manaahilul i`rfaan fii u`lumil qur`an. diantaranya : a. d. Kitab ini juga dijadikan modul untuk perkuliahan lumul Quran semester di niversitas nterna onal frika. . 13 . Kitab yang membahas secara umum ulumul quran dengan sistematis. Syaikh hmad li menulis muzakkiraat u`lumil qur`an yang disampaikan kepada mahasiswanya di fakultas ushuluddin jurusan dakwah dan bimbingan masyarakat. e. Syaikh Thahir u`luumil qur`an. Catatan : Kitab Mabahitsul Quran yang ditulis Manna'ul Qattan ini juga termasuk kitab ulumul quran kontemporer yang banyak mendapat sambutan di universitas-universitas di Timur Tengah dan Dunia slam pada umumnya. dan kata ini kini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut. l-jazaairy menyusun sebuah kitab dengan judul At-tibyaan fii b. Syaikh Muhammad li Salamah menulis pula Manhajul furqan fii u`luumil qur`an yang berisi pembahasan yang sudah ditentukan untuk fakultas ushuluddin di Mesir dengan spesialisasi da`wah dan bimbingan masyarakat dan diikuti oleh muridnya.

masing-masing sbb : a.Kita dapat engatakan qara`tu u . Pengertian Al-Quran secara bahasa Lafadzh Qara`a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun.. Qur`an pada mulanya seperti qira`ah .iya a : - Qur`anah berarti qiraatun (bacaannya/cara e bacanya .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Tentang Al. ama dan Sifat l-Quran . dan qira`ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapih. (Al. Perbedaan l-Quran dengan adits abawi dan Qudsi . konjugasi `fu`lan` dengan vokal `u` seperti `gufran` dan `syukran`. yaitu masdar (infinitif) dari kata qara` qira`atan. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu`. Pengertian Definisi l-Quran . Karakteristik l-Quran . Jadi kata itu adala asdar enurut wazan (tas rif. Sebagaimana dalam firman llah SWT : ( ) A ِ rtinya : "Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya.uran Kode : Q Pokok-pokok Materi . yaitu secara bahasa dan secara istilah. Di sini af`ul dengan asdar. qur`anan. Pengertian Al-Quran secara Istilah Para ula a enyebutkan definisi uran yang endekati akananya dan e bedakannya dari yang lain dengan enyebutkan ba wa: 14 . aqru` (apa yang dibaca diberi na a ur`an (bacaan . yakni pena aan b. artinya sa a saja.URAN Pengertian l-Quran meliputi dua hal. qur`an. PENGERTIAN / DEFINISI AL. qira`atan wa qur`anan.

(al-Ka . adala sebagai berikut : . ad SAW. diantaranya: 15 . Batasan dengan kata-kata (al unazzal `yang diturunkan` Alla yang suda k usus enjadi aka tidak ter asuk kala Fir an ilik-Nya. Artinya : Kala di Alla yang bersifat ukjizat. diriwayatkan secara utawattir.uran yang lebi lengkap yaitu : . Nama-nama Al-Quran : Alla ena akan uran dengan beberapa na a. jin dan alaikat. injil dan yang lain. yang diturunkan kepada Mu a e bacanya adala ibada . Penjelasan Arti uran secara istila . sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku. Yang pembacanya merupakan suatu ibadah`. . meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu `. ad saw` Tidak ter asuk yang anya `kepada Mu a diturunkan kepada nabi-nabi sebelu nya seperti taurat. kala . Sedangkan batasan (al-muta'abbad bi tilawatihi `yang pe bacanya ibada ` engecualikan adis a ad dan adis.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Artinya : Quran adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhamad saw. erupakan suatu Catatan : Perlu saya ta ba kan definisi lain tentang Al. Batasan dengan definisi : . dan . Dan berarti tidak se ua asuk eng ubungkannya dengan Alla ( kala ulla anusia. tertulis us af . Definisi`kala `(ucapan dengan dala erupakan kelo pok jenis yang eliputi segala kala . NAMA DAN SIFAT AL-QURAN : A. Sebagai ana disebutkan dala Alla :`Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku.adis qudsi .

( al-Israa: .uran dan al-kitab lebi populer dari na a-na a yang lain.i r : .kitab karena ia `ditulis` dengan pena. Tanzil Dan sesungguhnya Al Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam`. enunjukkan akna dan dina akan al. Dala al ini Dr. Mu a ada Daraz berkata: ` ia dina akan uran karena ia `dibaca` dengan lisan. Qur`an `Al Qur`an ini memberikan petunjuk kepada yang lebih lurus`. Catatan : Penyebutan Al. Kedua kata ini 16 .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a . dan sesungguhnya Kami benarbenar memeliharanya`.(al-Anbi aa: . Furqan Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan kepada hamba-Nya. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam`. Zikr `Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an.(al-Fur an: .(as-S uaraa: . Kitab `Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu`.( al.

( al-Maidah : . S ifa` ( obat . banyak ayatnya. Busyra ( kabar ge bira . PERBEDAAN ANTARA QURAN DENGAN ADIS QUDSI DAN ADIS NABAWI Definisi uran tela dike ukakan pada ala an terda ulu. Dan sifat-sifat yang lain sebagai ana disebutkan dala yang diberkati .dan Mauizah ( nasehat : `Hai manusia. Basyr ( . sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orangorang yang beriman`. Majid ( yang di or ati . uda ( petun uk . Rahmah ( rahmat . Sifat-sifat Al-Quran : Alla tela . dan Kitab yang menerangkan`. . definisi berikut ini : engeta ui perbedaan aka disini ka i ke ukakan dua 17 . elukiskan uran dengan beberapa sifat. Dan untuk antara definisi uran dengan adis kudsi dan adis nabawi.( unus : . sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. diantaranya .`Aziz ( yang pe bawa kabar ge bira . Pena aan isyarat ba wa selayaknyala ia dipeli ara dala uran dengan kedua na a ini bentuk afalan dan tulisan.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a yang sesuai dengan kenyataannya`. e berikan B. dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang`. Nur (caha a : `Hai manusia.(an-nisaa : . seperti : Mubarak ( ulia . Mubin ( ang menerangkan : `Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah.

tidak pula bernicara kotor dan tidak juga suka encela. baik perkataan ataupun perbuatan. seperti perkataan Nabi saw. b. adis Qudsi Lafadz qudsi dinisba kan sebagai kata quds.` (al-Ba arah : untuk-Mu. disandarkan kepada Alla . Maka rasul yakni e bersi kan diri eriwayatkannya ba wa itu adala kala Alla ini dari lafal Nabi sendiri. nisba ini or at. Berkata : `Ambilah dari padaku enyetujui suatu perkara yang dilakukan sala seorang sa abat. tidak keras dan tidak pula kasar.` ♣ Yang berupa perbuatan iala bagai ana caranya seperti ajaranya pada sa abat engenai engerjakan s alat. Taqdis sa a dengan tathiir. ♣ Yang berupa perkataan. tetapi beritanya sa pai kepadanya. Maka kata taqdis berarti enyucikan Alla . Secara Istila . dan persetujuannya ♣ Dan yang berupa sifat adala riwayat seperti : `ba wa Nabi saw. Baik berupa perkataan. Misalnya : engenai akanan baiwak yang di idangkan kepadanya. tidak suka berteriak keras. : `Sesungguhnya sahnya amal itu disertai dengan niat. dala al ini Nabi saw. Hadis udsi iala Alla . Sedang enurut istila apa saja yang disandarkan kepada Nabi saw. berperangai alus dan le but.`. adis Nabawi Hadis ( baru pengertian dala adis iala arti ba asa lawan qadi ( la a . karena ateri kata itu engesankan rasa arti enunjukkan kebersi an dan kesucian dala ba asa. ♣ Sedang yang berupa persetujuan iala : seperti ia aji. 18 . Dan setiap orang bergantung pada niatnya…. Itu selalu ber uka cera . dan Alla berfir an dengan kata-kata taqddasa sa a dengan tatahhara (suci. ke udian ia engatakan : `Shalatlah engenai bagai ana ia seperti kamu melihat aku melakukan shalat`. perbuatan persetujuan atau sifat. juga elakukan ibada manasik hajimu`.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a a. bersi alaikat-Nya : `……pada hal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan diri kami karena Engkau. dilakukan di adapannya atau tidak. Maksudnya Nabi enjadi perawi kala adis yang ole Nabi saw.

Perbedaan Quran dengan adis Qudsi Ada beberapa perbedaan antara diantaranya iala : Al.` Contoh: `Dari Abu Huraira Ra. sedang ukjizat.seperrti tela dijelaskan diatas-terkadang adis udsi kepada berfir an.` c. se ingga kepastiannya 19 .bila menyebut-KU didalam dirinya. tangan Allah itu penuh. tantangan (I'jaz bagi yang ingkar untuk adis udsi tidak untuk enantang dan tidak pula untuk Altela uranul kari anya dinisba kan kepada Alla .` .adis udsi kebanyakannya adala khabar a ad.uranul Kari adala uran adala uran dengan adis udsi. dengan engatakan : . Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak. tidak dikurangi oleh nafakah. engatakan: …. ba wa Rasululla SAW berkata : ` Alla ta`ala berfri an : Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. se ingga kepastiannya suda utlak. sedang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Alla . maka Aku pun menyebutnya didalam diri-Ku.. se ingga dikatakan: Alla ta`ala adis udsi. Ra. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku. maka Aku pun menyebutnya didalam kalangan orang banyak lebih dari itu…. Sedang adis. `Rasululla SAW engatakan : Allah Ta`ala telah berfirman atau berfirman Allah Ta`ala.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Cara Periwa atan adits Qudsi : Bila seseorang eriwayatkan adis qudsi aka dia eriwayatkannya dari Rasululla SAW dengan disandarkan kepada Alla . bersifat e buat yang serupa dengannya. Dari Rasululla SAW engenai apa yang Contoh : `Dari Abu Huraira diriwayatkannya dari Tu annya Azza Wa Jalla.yang terpenting ukjizat yang abadi ingga ari kia at. `Rasululla SAW atau ia engatakan engenai apa yang diriwayatkannya dari Tu annya`. baik di waktu siang atau malam hari…. se ingga nisba Alla itu erupakan nisba yang dibuatkan. Seluru isi uran dinukil secara utawatir.

terkadang asan ( baik dan terkadang pula da`if (le a . Yaitu dengan turunnya aupun akna.uran berasal dari Alla SWT.( Bagai ana berinteraksi dengan Al. ( ) Artinya : Alif laam raa. (Inilah) suatu Kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha tahu ( uud Al-Quran adalah Kitab Suci ang terpelihara 20 . udsi aknanya saja yang dari akna aknanya. Mu a yang jelas. Alla e baca adis adis engenai salat. Sedang adis adis Alla . baik lafal aupun aupun aknanya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a asi erupakan dugaan. bukan jiwa. udsi iala wa yu dala Me baca Al. Maka salat.uran dala kitabnya " Kaifa Nata'amal ma'al al-Quran". wa yu kepada Rasululla SAW yang seperti il a . sedang lafalnya dari Rasululla SAW . Ada kalanya adis udsi itu sa i . KARAKTERISTIK AL-QURAN endapatkan kebaikan. Diwa yukan ole ad saw elalui 'wa yu al-jaliy' wa yu enya paikan alaikat utusan Alla . Maka dia adala wa yu. secara singkatnya sebagai berikut : Al-Quran adalah Kitab Ilahi Al.uranul Kari Sedang pa ala akan erupakan ibada . pe berian inspirasi dala elalui jalan wa yu yang lain . tetapi bukan dala lafal.s untuk anusia. baik secara lafal Alla SWT kepada Rasul dan Nabi-Nya.uran . Jibril a. Yusuf arad awi e aparkan beberapa karakteristik Al. Al. i pi yang benar atau cara lainnya. Dr. karena itu ia dibaca didala e baca didala saja.uranul Kari baik dala lafal dari Alla . adis kudsi tidak disuru nya e baca adis e berikan udsi tidak e baca udsi secara u u e perole pa ala seperti yang disebutkan dala uran ba wa pada setiap uruf akan .

Hal ini kitab suci selainnya.uran agar akna. ra asia-ra asianya dapat dipa a i. uku - uku nya dapat di engerti. dan sebelu nya. yang sebagai ana dijelaskan dala …. Al-Quran adalah Kitab suci ang men adi Muk izat Diantara karakteristik Al. Tidak seperti yang dilakukan pada kitabanya dipeli ara ole fir an Alla SWT : u at yang eneri anya.uran adala kitab yang e beri penjelasan dan uda dipa a i. Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qomar 21 . seperti yang terjadi ter adap Taurat. se ingga sulit dipa a i akal. Sebagai ana fir an Alla SWT : Artinya : Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran. yang sulit. tidak sa ar dan sulit dipa a i.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Diantara karakteristik Al.uran adala ke ukjizatannya. Ole karena itu Alla SWT enurunkan Al. Al-Quran adalah Kitab Suci ang men adi Pen elas dan dimudahkan Pemahamann a Al. serta ayat-ayatnya dapat ditadabburi. serta e bebankan al itu pada seorang pun. tidak pula seperti kitab sastra yang berlebi an dala Alla SWT enye bunyikan substansi. yang cenderung untuk enggunakan si bol-si bol dan penjelasan yang enggunakan perla bang-perla bang.aknanya dapat ditangkap. tidak yang lainnya.uran yang lainnya adala ia terpeli ara keasliannya.uran dengan jelas dan e beri penjelasan. enurunkan Al. Tidak seperti kitab filsafat. Dan Alla SWT sendiri yang tidak erupakan kitab suci yang enja in pe eli araannya. Injil.uran adala Alla SWT e eli aranya dari pe alsuan dan peruba aan ter adap teks-teksnya. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah … (Al-Maidah Adapun akna dipeli aranya al. Ia adala yang diberikan kepada Nabi Mu a nyebut ukjizat terbesar enyebut- ad SAW se ingga bangsa arab anya eskipun dari beliau terjadi ukjizat itu saja. ukjizat yang lain yang tidak ter itung ju la nya.

Tidak juga anya bagi kalangan yang rasional.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Al-Quran adalah Kitab Suci ang Lengkap Al. untuk penjelasan yang lebi enyeluru . uku .uran. Alla SWT berfir an : Artinya : .uran adala kitab bagi seluru Alla SWT berfir an : Artinya : Al-Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi alam semesta (At-Takwir De ikian beberapa karakteristik Al. enyentu ereka yang anya bagi ro aniawan.Tidak juga se entara tidak golongan anusia. yang ke udian abis Al.uran adala kitab aga a yang enyeluru . pokok aga a dan ru wujud isla . tidak juga untuk anya satu warna kulit anusia.dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu (An-Nahl Al-Quran adalah Kitab Suci Seluruh Zaman Makna Al. Al. lengkap dan 22 . se entara tidak kepada bangsa yang lain.uku erupakan kitab yang asa berlakunya. tatacara ibada . rujuk ke bali kitab ard awi yang disebutkan di atas.uran bukanla kitab yang anya ditujukan pada suatu bangsa.. tuntutan ak lak. juga pokokpokok legislasi dan uku .uran. ke udian abis Al-Quran adalah Kitab suci bagi Seluruh Umat Manusia Al. aterialis.uran sebagai kitab keseluru an za an adala ia abadi. dan tidak ereka yang e osional dan berdasarkan intuisi. atau suatu enyentu wilaya tertentu. tidak berlaku secara asanya. asa tertentu. bukan kitab bagi suatu Maksudnya. Darinya disi pulkan konsep akida Isla . perinta dan larangannya. te porer dengan suatu kurun waktu tertentu.

aca Mukjizat uran . Pengertian i’jaz Kata I’jaz adala enurut ba asa: isi as dar dari ‘ajaza-yu’jizu-i’jazan yang e punyai arti “ketidakberdayaan atau keluputan” (naqid al. Pengertian i’jaz secara istila : Pena pakan kebenaran pengklai an kerasulan nabi Mu a ketidak a puan orang Arab untu uran. Maca . Pe bagian Jenis Mukjizat & Hik a nya . PENGERTIAN IJAZ QURAN DAN MUKJIZAT a. dan engaku nabi enguatkan / enyesuaikan dakwa nya. aka ada beberapa syarat disebut ukjizat. Catatan : Dari pengertian ukjizat di atas. seperti dala . Pengertian ukjizat: Mukjizat adala (untuk yang Sebua perkara luar biasa (k oriqun lil ‘ada yang disertai tantangan uncul pada diri seorang enirunya .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a I' az Al-Quran (Kemuk izatan Al-Quran Kode /A/ Pokok-pokok Materi : . conto : a’jaztu zaidan “aku b.az ketidak a puan”. Perbedaan Mukjizat uran dengan Nabi sebelu nya . yaitu al- elakukannya dan bersaksi akan kebenaran klai nya. c. Kata i’jaz juga berarti “terwujudnya endapati Zaid tidak a pu". yang Sela at dari pengingkaran. Perbuatan seseorang pengklai elanggar ketentuan uku ba wa ia ala dan enjalankan fungsi ila iya dengan cara e buat orang lain tidak a pu enandingi ad SAW dala ukjizat nabi yang abadi.yaitu : 23 . Pengertian I'jaz dan Mukjizat .

dll Disertai Tantangan : untuk untuk ke udian eniru.uran untuk orang Arab yg berba asa Arab. Misalnya : tantangan e buat Al. sebab yang nabi Mu a elatarbelakangi diberikannya ereka yang suda relative ukjizat rasional atas u at atang dibidang intelektual. jika bukan dari nabi biasa . berko entar engenai ik a pe bagian ukjizat tersebut di ana beliau berpendapat ba wa kebanyakan aukjizat yang ditanpakkan Alla ukjizat jenis fisik. enguatkan risala kenabiannya. Dala kasus al. PEMBAGIAN JENIS MUKJIZAT & IKMA N A Secara u u a ukjizat dapat digolongkan enjadi dua klasifikasi. ikmah pembagian Muk izat : I a Jalaludin as-Suyut i. Beliau pada diri para nabi yang diutus kepada bani Israil adala ena ba kan al itu dikarenakan atas le a dan keterbelakangan tingkat intelegensi bani Israil. ad adala keberadaan 24 . b) Mukjizat Rasional (’aqliyah) Mukjizat ini tentunya sesuai dengan na anya lebi banyak ditopang ole ke a puan intelektual yang rasional. Se entara. uncul dari segi fisik yang dapat dia bil conto ukjizat nabi Daud dapat elunakkan besi serta ukjizat nabi-nabi dari bani Israil yang lain.uran ini bias abadi sa pai ari ia at.uran sebagai ukjizat nabi Mu a ad atas u atnya dapat dili at dari segi keajaiban il ia yang rasional dan ole karena itula ukjizat al. bukan untuk orang Jawa. ereka yang ditantang erasa 'tidak a pu' engakui ba wa itu dari Alla SWT Sela at dari pengingkaran : artinya tantangan itu berupa sebua tantangan yang layak bukan sesuatu yang tidak asuk akal.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Hal yang di luar kebiasaan : seperti tongkat beruba ular. agar eng idupkan orang ati. Muncul dari Nabi : untuk disebut dengan Karo a . Secara u u adala ukjizat nabi Musa dapat e bela lautan. yaitu: Mu’jizat Indrawi (Hissiyyah) Mukjizat jenis ini diderivasikan pada kekuatan yang engisyaratkan adanya kesaktian seorang nabi.

baik sebelu dan sesuda 25 .uran dengan ukjizat para Nabi-nabi Mukjizat Nabi sebelu nya bersifat fisik ( issiya . .uran diklasifikasian sebagai enafikan ukjizat. lain alnya dengan bias diketa ui dengan instru ent indrawi.uran terdiri dari berbagai aca segi ukjizat. antara lain : a ukjizat Al. PERBEDAAN MUKJIZAT QURAN DENGAN NABi-NABI SEBELUMN A Ada beberapa perbedaan besar antara sebelu nya. Karenanya ukjizat Al. ole karena itu al. Conto : enjadi ular. Se entara uda terlupakan. abadi dan berkelanjutan. berlalunya za an. tongkat enguatkan kenabian atau eng idupkan orang ereka adala utusan Alla SWT. Meskipun al. se entara ukjizat Al.uran engara pada 'pe bukaan ati dan penundukan akal'. BIDANG MUKJIZAT AL-QURAN Mukjizat al.uran adala eukjizat rasional. . antara lain : A.uran benar-benar ukjizat yang bersesuaian dan enguatkan isi risala kenabian. e buktikan ati. tidak ada ubungan langsung dengan isi kitab Taurat dan Injil.uran.ukjizat fisik yang tela ukjizat rasional ini tidak serta dianugera kan Alla erta kepadanya untuk e perkuat dakwa nya. enyaksikan ukjizat yang terjaga. karena itu ukjizat 'pandangan' kadang begitu daya pengaru nya la a dan berta an. asi banyak te uan-te uan tentang b Mukjizat Nabi-nabi sebelu nya terfokus pada 'penakjuban pandangan'. aka sisi i’jaznya ukjizat fisik yang anya bisa diketa ui dengan ke a puan intelektual. c Mukjizat Nabi sebelu nya di luar konteks isi risala karena fungsinya uta anya anya untuk ba wa ereka dan tidak bersesuain. Segi bahasa dan susunan redaksinya ( I'jaz Lughowi) Sejara tela tela enyaksikan ba wa bangsa Arab pada saat turunnya al.uran adala ingga ari ini aka abis sesuai dengan ukjizat tersebut.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Beliau ena ba kan. Generasi setela nya tidak lagi bisa Se entara Al.uran perna dicapai ole bangsa satu pun yang ada ereka dala bidang kefas i an ba asa encapai tingkat yang belu didunia ini. Se entara Al.

Pada al ba asa ereka dan seni sastra. Segi is arat ilmiah ( I' az Ilmi Pe aknaan ke ukjizatan al. dan sekali-kali bukanla ka u yang Hijr: enyi pannya. Dan dari air Ka i jadikan segala sesuatu yang idup.” ( S. lalu Ka i beri ka u dengan air itu. Alla SWT berfir an : “Dan Apaka orang-orang yang kafir tidak ba wasanya langit dan bu i itu keduanya da ulu adala engeta ui suatu yang padu. syi’ir atau prosa (natsar . ke udian Ka i pisa kan antara keduanya. Al- 26 . karena sebab itula al. Mereka juga tela dala kese purnaan era ba jalan yang belu perna diinjak orang lain enya paikan penjelasan (al-bayan . Isyarat tentang Sejarah Tata Surya . keserasian dala enyusun kata-kata. e berikan penjelasan dala langga sastra yang tidak sa pai ole selain dala ereka. enyebutkan isyarat-isyarat il ia yang sebagaiannya baru terungkap pada za an ato . serta kelancaran logika. Diantaranya adala : a.uran kepada dirinya sendiri dan ala Al. argu ent serta penjelasan ayat-ayat Al. Na un walaupun begitu ereka tetap ketidakberdayaan ketika di adapkan dengan al. planet dan penaklukan angkasa luar sekarang ini.uran dala segi il iyya diantaranya : anusia untuk selalu berfikir keras atas Dorongan serta sti ulasi al.uran dala il ia . Al- b.uran se esta yang engitarinya. Maka Mengapaka Anbiya’: .uran. ereka tiada juga beri an?” ( S.uran e iliki ke a puan ba asa yang tidak bias dicapai orang lain seperti ke a iran dala berpuisi. Isyarat tentang Fungsi Angin dalam Penyerbukan Bunga Alla SWT berfir an : “Dan Ka i tela eniupkan angin untuk engawinkan inu (tu bu -tu bu an dan Ka i turunkan ujan dari langit.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a (balag a . B. enge ukakan dalil-dalil. e berikan ruangan sebebas-bebasnya pada pergulan pe ikiran il u pengeta uan sebagai ana alnya tidak dite ukan pada kitab-kitab aga a lainnya yang ala cenderung restriktif. Ole karena bangsa Arab tela encapai taraf yang begitu jau dala enantang ereka.

. enjelaskan cerita asa lalu seakan-akan Al. Beberapa ula a berbeda pendapat tentang tafsir Il ia . C.uran sangat jelas dan fasi seklai dala enjadi saksi ata yang langsung engikuti jalannya cerita. ( S Al. Ibra i . Kegaiban Masa Kini Diantaranya terbukanya niat busuk orang unafik di asa rasululla .( S. Dan tidak ada satupun dari kisa -kisa tersebut yang tidak terbukti kebenarannya. Kapabilitas alenjadi e berikan infor asi-infor asi tentang al. Sejara / Keg aiban asa la pau. Segi Se arah & pemberitaan ang ghaib (I' az tarikhi Surat-surat dala uran dala al. Padahal ia adalah penantang yang paling keras. Ra alan kejadian asa endatang 27 . ba kan percakapan antara anak-anak Ada as. Sebenarnya ka i Kuasa (ke bali jari je arinya dengan se purna" .al yang g aib seakan prasyarat uta a penopang eksistensinya sebgai kitab ukjizat. ada e buat ba asan lain dan enyebutnya dengan Mukjizat Il ia . Alla SWT berfir an : Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu.uran encakup banyak berita tentang al g aib. Isyarat tentang Sidik Jari manusia Alla SWT berfir an : “ Bukan de ikian.iya a enyusun Catatan : Banyak buku yang suda di tulis yang engenai asala Keajaiban Il ia Al. Diantaranya adala : Kisa nabi Musa & Firaun. Diantara conto nya adala : . dan ada pula yang enyebutnya dengan Tafsir Il ia . dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya.uran.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a c. k ususnya jika yang terjadi adala teori il ia asil penelitian e aksakan ayat-ayat uran untuk ko eren dengan teorikitab : anusia. Nabi Yusuf. Rujuk ke bali perbedaan seputar ini dala Bagai ana berinteraksi dengan Al.Yusuf arad awi. Al-Baqoro : .uran (Kaifa nata'amal ma'al quran) -Dr.

keja uku yang tidak dan sebagainya.uran yang enakjubkan dan penu ik a tersebut a. adala terkandungnya syari’at paling ideal bagi u at anusia. Huku f. Segi petun uk penetapan hukum ( I' az Tas ri'i Diantara al. D.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Diantaranya ra alan ke enangan Ro awi atas Persia di awal surat ar-Ruu . yang dibawa al.al yang encengangkan akal dan tak ungkin dicari penyebabnya selain ba wa al. dsb ( S An-Nuur b. tetapi sesunggu nya di balik itu ada kese purnaan ter ingga. Huku d.uran yang secara 'kasat ata' terli at tidak adil.uran untuk engatur ke idupan anusia yang encakup seluru aspek ke idupan anusia.Nisa - Transaksi Keuangan dan Perdagangan. Huku an is os bagi Pe bunu an ( S Al-Baqoro c. Huku an Hudud bagi pelaku Zina. Pencurian.( S Al-Baqoro Perang & Perda aian. ( S Al-Anfal Dan lain-lain 28 . Diantara produk antara lain : uku Al. Waris yang detil ( S An. undang-undang yang paling lurus bagi ke idupan. Huku e.uran adala wa yu Alla . Meskipun e ang banyak aturan uku dari Al.

Pengertian Wah u dalam Istilah S ar'i Secara istila wa yu didefinisikan sebagai : kalam Allah yang diturunkan kepada seorang Nabi`. Itu terjadi ru us dan la bang. ARTI WA U a. Wa yu adala isyarat yang cepat. Proses Wa yu Alla pada Malaikat . Pengertian Wah u secara Bahasa Dikatakan wahaitu ilaih dan auhaitu. yaitu . . Il a itu intuisi e bedakan antara wa yu dengan il a yang diyakini jiwa se ingga terdorong untuk engeta ui dari senang. Ole sebab itu ba wa wa yu adala : pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat dan khusus ditujukan kepada orang yang diberitahu tanpa diketahui orang lain. bila kita berbicara kepadanya agar tidak diketa ui orang lain. dan terkadang pula isyarat dengan sebagian anggota badan. Proses Turunnya Wa yu Kepada Nabi . dan terkadang elalui pe bicaran yang berupa elalui elalui suara se ata. engikuti apa yang di inta. Arti Wa yu . CARA WA U TURUN PADA MALAIKAT Didala Al- uranul Kari terdapat nas engenai kala Alla kepada para alaikatnya : diantaranya : 29 . Definisi ini stadz Mu a enggunakan pengertian ad Abdu af`ul. Al-wahy atau wa yu adala kata asdar ( infinitif . terse bunyi dan cepat. aus sedi da . b. yaitu al u a ( yang diwa yukan . tanpa ana datangnya. Beberapa Tudu an & Jawaban seputar Wa yu . Hal sepeti itu serupa dengan rasa lapar. dan ateri kata itu enunjukkan aka dikatakan dua pengertian dasar.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Tentang Wah u Kode /A/ Pokok-pokok Materi : .

( al-Anfal : Disa ping itu ada pula nas tentang para enurut perinta -Nya. Kemudian jibril berjalan melintasi para malikat. alaikat tanpa perantaraan dan dengan pe bicaraan yang dipa a i ole para Hal itu diperkuat ole adis dari Nawas bin Sa `an r.`( ad-dzariyat : Nas -nas diatas dengan tegas enunjukkan ba wa Alla berbicara kepada para alaikat itu. Perta a Alla berbicara. apa yang telah dikatakan oleh Tuhan kita wahai jibril ? jibril menjawab : Dia mengatakan yang hak.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a `Ingatla ketika Tu an u berfir an kepada para Malaikat: `Sesunggu nya Aku endak enjadikan seorang k alifa endak Baqara : di uka bu i.` Hadits di atas alikatnya enjelaskan bagai ana wa yu turun.`( al- enjadikan di bu i itu orang yang akan . akan tetapi adis tersebut juga enjelaskan cara turunnya wa yu secara u u .` Mereka berkata: `Mengapa Engkau e buat kerusakan padanya . maka bertanyalah kepadanya malaikat langit itu. maka pingsan dan bersujudlah mereka itu kepada Allah. maka Allah membicarakan wahyu itu. CARA WA U ALLA TURUN KEPADA PARA RASUL 30 . tegu kan orang-orang yang tela beri an`. ebagi-bagi urusan. Dan pengaru perjalanan jibril untuk engenai la irnya. kepada jibril menurut apa yang dikehendaki-Nya. maka langitpun tergetarlah dengan getaran. Dia berbicara melalui wahyu.atau Dia mengatakan dengan goncangan-yang dahsyat karena takut kepada Allah Azza wa jalla.adis diatas enunjukkan endengar-Nya. setiap kali dia melalui satu langit. `De i alaikat yang alaikat yang engurus urusan dunia . dan para wa yu itupun sangat da syat.a yang engatakan : Rasululla SAW berkata : `Apabila Allah hendak memberikan wahyu mengenai suatu urusan. Yang pertama sekali mengangkat muka diantara mereka itu adalah jibril. apa bila pada enya paikan wa yu. Lalu jibril menyampaikan wahyu itu seperti apa yang diperintahkan Allah azza wajalla. Para malikatpun mengatakan seperti apa yang dikatakan jibril.didala turunnya wa yu k usus uran. tentang wa yu Alla Juga terdapat nas kepada ereka : `Ketika Tu an u aka ewa yukan kepada para alaikat : `Sesunggu nya Aku bersa a ka u. Apa bila penghuni langit mendengar hal itu. . . Dan Dialah yang maha tinggi lagi Maha Besar.

Kalam ilahi dari balik tabir tanpa melalui perantara. sekalipun i pi itu bukan wa yu.` Mi pi yang benar bagi para nabi diwaktu tidur itu sekian aca erupakan bagian perta a dari fir an.`(as-Syuraa : . i pi yag de ikian itu enunjukkan ba wa i pi Nabi Ibra i i pi yang benar bagi para Nabi adala agar enye beli anaknya. Diantaranya iala dengan : Mimpi ang benar didalam tidur. `( asitu Mi pi yang benar itu tidakla k usus bagi para rasul saja.a dia berkata : sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi pada Rasulullah SAW adalah mimpi yang benar diwaktu tidur. iala Sa at : .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Alla ada yang tidak.Nya: cara Alla berbicara seperti yang disebutkan didala `Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Is ail. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. beliau tidaklah melihat mimpi kecuali mimpi datang bagaikan terangnya di waktu pagi hari. tetapi berita-berita gembira tetap ada. `Dari Aisya r.` Di antara alasan yang wa yu yang wajib diikuti. Yang de ikian itu terjadi pada Nabi Musa a. e berikan wa yu kepada para rasul-Nya ada yang elalui perantaraan dan CARA PERTAMA : TANPA MELALUI PERANTARAAN. tetap ada pada kau uk inin. al itu seperti dikatakan ole Rasululla SAW : `Wahyu telah terputus. Sebagai ana fir an Alla SWT : 31 .s. yaitu mimpi orang mukmin.

lalu ia pergi. dan itulah yang paling berat bagiku. seperti diisyaratkan didala Cara kedua : Malaikat enjel a kepada rasul sebagai seorang laki-laki dala bentuk anusia. eraa senang sekali endengar dari utusan erasa seperti anusia yang ber adapan saudaranya Keduanya cara di atas disebutkan dala Mu` inin r.a ba wa aris bin Hisya adis yang diriwayatkan dari Aisya ul r. Karena sendiri. CARA KEDUA MELALUI PERANTARAAN MALAIKAT Ada dua cara penya paian wa yu ole alaikat kepada Rasul : Cara pertama : Datang kepadanya suara seperti dencingan lonceng dan suara yang a at kuat yang kekuatannya siap e pengaru i faktor-faktor kesadaran. ungkin suara itu sekali suara kepakan sayap-sayap adis .a bertanya kepada Rasululla SAW engenai al itu dan jawab Nabi : ` Kadang-kadang ia datang kepadaku bagaikan dencingan lonceng. dan akupun memahami apa yang ia katakan`. Cara ini lebi ringan dari pada yang sebelu nya. Dan terkadang malaikat menjelma kepadaku sebagai seorang laki-laki.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Artinya :Dan tatkala Musa datang untuk pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman kepadanya. dan aku telah menyadari apa yang dikatakannya. aka ia Apa bila wa yu yang turun kepada Rasululla SAW dengan cara ini engu pulkan se ua kekuatan kesadarannya untuk e a a inya. Cara ini yang paling berat baat Rasul. Karena ada kesesuaian antara pe bicara dan pendengar.( al-Araaf : De ikian pula . lalu dia berbicara kepadaku. berkatalah Musa: `Ya Tuhanku. Rasul pe bawa wa yu itu. Yang de ikian ini langsung kepada Rasul kita Mu a yang ter asuk bagian kedua dari apa yang disebutkan ole ayat diatas ( atau dari balik tabir . nampakkanlah kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau`. Alla pun tela berbicara secara ad saw. enurut pendapat yang paling sa . eng afal dan alaikat. 32 . Pada ala isra` dan i`raj. se ingga ia dengan segala eneri a pengaru itu. Dan eneri a.

dengan peristiwa yang dikenal sebagai haditsul ifki. e buat al. atau saat Rasululla SAW i Maktu ? ( S Abasa - e utuskan untuk enyera kan tawanan perang Badr dengan tebusan ?. kecerdikan yang hebat.uran yang jelas-jelas ' e peringatkan' & ' enyala kan' Rasululla ketika Rasululla SAW Abdulla bin enda ulukan SAW dala beberapa o entu . diantaranya sebagai berikut : Pertama : Meraka mengira bahwa Qur`an dari pribadi Muhammad. sunggu usta il Nabi berbuat sesuatu lalu enegur dirinya sendiri.uran. dengan menciptakan maknanya dan dia pula yang menyusun ` bentuk gaya bahasanya` . seperti e pedulikan endakwa i pe besar quraiys dan tidak . yang menjadikannya memahami ukuran ukuran yang baik dan yang buruk.uran. tapi e bebaskan aka di ana ke or atan keluarga nabi tercoreng dengan isu yang ketidaksetiaan ibunda Aisya . bagai ana dengan ayat-ayat Al. Maka jika itu benar buatan Nabi. elanda seisi kota tentang bergejolak. kedalaman penglihatan. benar dan salah melalui ilham ( inspirasi ). kejernihan jiwa dan renungan yang benar. Kita jawab dengan. . Sekiranya nabi sendirila yang estinya ia tidak perlu repot-repot itu. Kasus ini cukup la a Rasululla SAW berge ing dan e buat Madina enunggu jawaban tuntas dari Al. dia berkata : `Aku pernah melihatnya tatkala wahyu sedang turun kepadanya pada suatu hari yang amat dingin. Qur`an bukanlah wahyu. lalu malaikat itu pergi.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Aisya juga eriwayatkan apa yang diala i Rasululla SAW berupa kepaya an . TUDU AN & JAWABAN SINGKAT SEPUTAR WA U Per asala an wa yu sering enjadi sasaran tudu an kau asa kini dala rangka ja iliyan dari dulu ingga engkaburkan keyakinan sekarang ( kafir qurays ingga orientalis kau usli in dan enjau kan ereka dari Al. Begitu pula saat o entu lain. 33 . enunggu turunnya wa yu dengan kondisi yang segenting Kedua : Mereka menyangka bahwa Rasulullah SAW mempunyai ketajaman otak. kekuatan firasat. Sedang keringatpun mengucur dari dahi Rasulullah`.uran untuk ibunda Aisya dari tudu an tersebut. serta mengenali perkara-perkara yang rumit melalui kasyaf.

Tetapi ad SAW yang pendeta tersebut. dan tidak dapat diragukan. ingga ikut serta dala perjalanan dagangnya eskipun dengan eni ba il u yang ak irnya berte u dengan pendeta Buk aira. enyentu pe beritaan-pe beritaan g aib tersebut. Mu a asi kecil waktu itu tidak sekalipun apapun dari pendeta tersebut. serta ga baran surga dan neraka dengan lengkap. ini adala kenyataan yang disaksikan ole sejara . Begitu pula ayat suda a at jau . ba kan ingga ari ini dengan za an yang penu teknologi. seperti alnya yang disaksikan ole saksi ata. ba wa segi berita yang erupakan bagian terbesar dala uran tidak diragukan ole orang yang berakal ba wa apa yang diteri anya anya berdaarkan kepada peneri aan dan pengajaran. 34 . Kita jawab ba wasanya Mu a uruf dan tak seorang pun diantara ad SAW tu bu dan idup dala asyarakatnya yang keadaan buta e bawa si bol il u dan pengajaran. Kita Jawab. Mu a justru lebi diara kan untuk ke negri Sya enjadi pedagang. Sekalipun asa yang dilalui ole sejara itu se esta ini. Ole pa annya Abu T olib. Ketiga : Mereka menyangka bahwa Muhammad telah menerima ilmu-ilmu Quran dari seorang guru. golongan-golongan dan perisiwa sejara dengan kejadian-kejadiannya yang benar dan cer at. ur`an tela enyebutkan berita-berita tentang u at terda ulu. Ba kan sa pai pada kejadian perta a ala yang enjelaskan tentang ari kia at. Secerdas apapun tetap tidak bisa anusia. Ba kan kita juga enyaksikan ba wa beliau di asa kecilnya tidak tu bu dengan bi bingan ad SAW k usus dari aya andanya dan juga kakeknya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Sehingga Qur`an itu tidak lain dari pada hasil penalaran intelektual dan pemahaman yang diungkapkan oleh Muhammad dengan gaya bahasa dan retorikanya. Hal e berikan te pat bagi penggunaan pikiran dan kecer atan de ikian tentu tidak dapat firasat.

adr : c Al.` ( S ad-D uk an: . di ana ta un.` ( al.uran diturunkan pada bulan Ra ad an Bulan Ramadhan.uran dala tiga te pat a Al. bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur`an ( al-Baqara : . Hik a Turunnya Al.uran dan Pendapat la a seputarnya .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Turunn a Al-Quran Kode : /A/ Pokok-pokok Materi : .uran diturunkan pada ala Lailatul adar Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadar. Tetapi la ir ( za ir ayat-ayat itu bertentangan dengan ur`an turun kepadanya sela a dua pulu tiga ke idupan nyata Rasululla SAW . b Al.asing : tentang turunnya Al. dan satu adz ab lainnya: 35 . Ta apan Turunnya Al. enjelaskan secara u u asing. Dala al ini para ula a e punyai dua adzab pokok .uran.uran dengan berangsur-angsur .uran diturunkan pada ala yang diberka i Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Qur`an ) pada malam yang diberkahi. Ketiga ayat diatas tidak bertentangan. TA APAN TURUNN A AL-QURAN Alla SWT dala Al. karena lailatul qadar dala ala yang diberka i adala ala bulan ra ad an.

Ibn Abas r.` Lalu ia e bacakan: `Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu sesuatu yang ganjil. `Dan Al Qur`an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.` d.a berkata : `Qur`an diturunkan pada malam lailatul qadar. pendapat Ibn Abbas dan se umlah ulama serta ang di adikan pegangan oleh umumn a para ulama. Permulaan turunnya 36 .` (al-Isra` : .`( al-Furqan : . b. Lalu Dia menurunkannya kepada Rasulnya bagian demi bagian. Secara berta ap ur`an sekaligus di Baitul `Izza dilangit dunia agar para Ke udian sesuda itu ur`an diturunkan kepada rasul kita Mu a sela a dua pulu tiga ta un. Yang di aksud dengan turunnya ur`an dala ketiga ayat diatas adala turunnya alaikat eng or ati kebesarannya. Ibn Abbas r. melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya .` Madzhab kedua.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Madzhab pertama aitu. Ibn Abbas berkata: ` ur`an sekaligus diturunkan ke langit dunia pada qadar. Maka jibril mulai menurunkannya kapada Nabi saw. Pendapat ini didasarkan pada berita-berita yang sa i dari Ibn Abbas dala riwayat. ke udian setela itu ia diturunkan sela a dua pulu ala lailatul ta un. Ibn Abbas r.a engatakan : ` Allah menurunkan Qur`an sekaligus kelangit dunia . Antara lain: beberapa a. aitu ang diriwa atkan oleh as-S a`bi . lalu diletakkan dai baitul Izzah di langit dunia. lali ia diturunkan secara berangsur-angsur. temmponya turunnya secara berangsur-angsur. ad saw. sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sejak dia diutus sa pai wafatnya.a berkata: ` Qur`an itu dipisahkan dari az-Zikr. pada bulan ramadhan ke langit dunia sekaligus.` c. Ba wa yang di aksud dengan turunnya per ulaan turunnya uran dala ketiga ayat diatas adala uran itu di ulai ur`an pada Rasululla SAW.

Madzab ini adala sebagian ufasir.` (al-Isra`: Madzhab ketiga Ba wa ur`an diturunkan kelangit dunia sela a dua pulu tiga yang pada setiap ala nya sela a ala . pendapat ini tidak e punyai dalil. aca cara turun.uran Al-Kari Perta a: diturunkan secara sekaligus pada langit dunia.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a pada ala lailatul qadar di bulan ra ad an. Catatan : I a Al. yaitu turun secara berta ap ur`an : Dengan de ikian ur`an anya satu kepada Rasululla SAW seba yang de ikian inila yang dinyatakan dala `Dan Al Qur`an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. Ibn ( ij a` ba wa turunnya ur`an sekaligus dari lau ul 37 . yangv erupakan ala yang di berka i. Dan ju la wa yu yang diturunkan kelangit dunia pada ala lailatul qadar . untuk asa satu ta un penu itu ke udian diturunkan secara asil ijti ad berangsur-angsur kepada Rasululla SAW sepanjang ta un. KESIMPULAN : Adapun adzab kedua yang diriwayatkan dari as-Sya`bi . Dengan de ikian kali diturunkan: • aka pendapat yang kuat iala ba wa Al. dengan dali-dalil yang sa i adzab yang perta a yang diriwayatkan dari itu dua dan dapat diteri a.tidakla bertentang dengan Ibn Abbas. ala lailatul qadar ke baitul Izza di • Kedua: diturunkan kelangit dunia ke bu i secara berangsur-angsur sela a dua pulu tiga ta un..urtubi tela enukil dari Muqatil bin Hayyan riwayat tentang kesepakatan a fuz ke baitul izza di langit dunia.ala ala lalilatul qadar lailatul qadar itu ada yang ditentukan Alla untuk diturunkan pada setiap ta unnya. Ke udian turunnya berlanjut sesuda peristiwa-peristiwa sela itu secara berta ap sesuai dengan kejadian dan kurang lebi dua pulu tiga ta un.

Dan biarkanlah Aku bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu. berperangai kasar dan keras kepala. Wa yu turun kepada Rasululla SAW dari waktu kewaktu se ingga dapat dan e perkuat ke auannya untuk tetap enegu kan atinya atas dasar kebenaran tanpa elangka kan kaki dijalan dakwa asyarakatnya sendiri. IKMA TURUNN A QUR`AN SECARA BERTA AP Kita dapat enyi pulkan ik a turunnya ur`an secara berta ap dari nas -nas yang berkenaan dengan al itu.` (Hud : c Ayat yang berisi janji-janji ke enangan `Allah telah menetapkan: `Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang`. orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.` (al-Mujadala : . Dan ka i eringkaskannya sebagai berikut : Menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah SAW . 38 . tetapi ia e bangkang dan watak yang begitu keras. . Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Abbas e andang tidak ada pertentangan antara ke tiga ayat diatas yang berkenaan dengan ur`an dengan kejadian nyata dala ke idupan Rasululla SAW ba wa ur`an itu turunnya turun sela dua pulu tiga ta un yang bukan bulan ra adan. Rasululla eng adapi sikap SAW tela ereka yang enya paikan dakwa nya kepada enusia. Ia ditantang ole orang-orang yang ber ati batu. eng iraukan perlakuan ja il yang di adapinya dari Conto dari ayat-ayat tersebut.`(al-Muza b il: enga bil conto ketegu an ereka Ayat dari kisa -kisa nabi dan ajakan Demikianlah hikmah yang terkandung dalam kisah para Nabi yang terdapay dalam Qur`an: `Dan kisah rasul-rasul kami ceritakan kepadamu. Mereka senantiasa ele parkan berbagai aca gangguan dan anca an kepada Rasul. ialah kisah-kisah yang dengannya Kami terguhkan hatimu. diantaranya sebagai berikut: a Ayat yang berisi anjuran langsung untuk bersabar `Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

Mereka juga sering asuk akal. ba kan juga kau Hik a seperti ini tela diisyaratkan ole keterangan yang terdapat dala riwayat dala adis Ibn Abbas engenai turunnya ur`an : `Apa bila orang-orang ereka.uran Al-Kari e baca dan turun ditenga -tenga u at yang u i. tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.uran secara enjawab tantangan-tantangan yang senantiasa di unculkan unafik. seperti enanyakan tentang ari enya paikan kepadanya al. tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui". ba wasanya turunnya Al.al batil yang tak kia at. (Al-A'roof Jadi ik a yang bisa kita tangkap disini adala . Al.` engadakan sesuatu. lalu turunla ayat : Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah. catatan ereka adala daya afalan dan daya ingatan. beberapa usyrik berangsur-angsur juga agar bisa ole kau kafir qurays. aka Alla pun engadakan jawabannya atas Mempermudah afalan dan Pemahamann a. Men awab Tantangan dan sekaligus Muk izat. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. ya udi. Mereka sering ele a kan dan enentang.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Setiap kali penderitaan Rasululla SAW berta ba karena didustakan ole kau nya dan dan erasa sedi karena penganiayaan eng iburnya serta ereka dan akan enganca ereka. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". aka ur`an turun untuk elepaskan derita engeta ui orang-orang yang endustakan ba wa Alla al i wal e balas apa yang elakukan al itu. yang tidak pandai enulis. Orang-orang usyrik senantiasa berkubang dala kesesatan dan keso bongan ingga aksud ela paui batas. ntuk angajukan pertanyaan-pertanyaan dengan enguji kenabian Rasululla . Mereka tidak 39 .

` ur`an enga bil dari jibril li a ayat de i li a • ar berkata. engajar kan ur`an kepada ka i.uku nya. ereka enuliskan dan e bukukannya.uran Al-Kari ereka untuk eng afal dan secara berangsur itu e a a i ayat-ayatnya. Tradisi de ikian ini etode pengajaran dala • ke idupan para Tabi`in.uran Al-Kari e a a i diturunkan sekaligus. Dan cara ini Tahapan Pengharaman Khamr Conto yang paling jelas di ara kannya inu an keras.` Dari K alid bin Dinar dikatakan. enjadi suatu e a a i uku . diantara enjelaskan statusnya dan ereka. `Abul `Aliya berkata kepada ka i `Pelajarila itu li a ayat de i li a ayat. Setiap kali terjadi suatu peristiwa. satu de i satu. dan tidak aknanya serta e ikirkan ayat-ayatnya. li a ayat e berita ukan ba wa jibril Abu Nadra berkata. Dia enurunkan Al. karena Nabi saw ayat. `Pelajarila uran itu li a ayat de i li a ayat.uran Al-Kari e berikan kepada uda tidak engikuti dan tunduk kepada aga a yang bau ini eng adapi ereka dengan cara yang bijaksanadan enye bu kan ereka beberapa obat penawar yang a pu yang dapat ereka dari kerusakan dan kerenda an ereka .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a e punyai pengeta uan tentang tata cara penulisan dan pe bukuan yang dapat e ungkinkan e u a inya. engenai penetapan uku yang berangsur-angsur itu iala engenai al ini perta a-ta a Alla berfir an : 40 . aka turunla uku artabat. sesuai dengan ereka. engenai peristiwa itu yang penunjuk serta eletakkan dasar-dasar perundang-undangan bagi enjadi obat bagi ati situasi dan kondisi. Manusia tidak akan seandainya Al. erupakan bantuan terbaik bagi Setiap kali turun satu atau beberapa ayat. Li a ayat de i li a ayat.uran Al-Kari • li a ayat-li a ayat.` Kesesuaian dengan Peristiwa-peristiwa Pentahapan dalam Penetapan ukum. para sa abat segara Me ikirkan aknanya dan eng afalkannya. karena jibril enurunkan uran kepada Nabi saw. ke udian uda untuk uda eng afal dan ur`an apa ereka untuk at yang buta uruf itu tidakla eng afal seluru pula bagi bila Al. jelasnya ba wa Al. dan li a ayat di waktu petang.`Abu Saad al-K udri diwaktu pagi.

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

a

Pertama, Alla

SWT berfir an : Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat

minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang yang memikirkan.`(an-Na l: Ayat ini enyebutkan tentang karunia Alla apa bila yang di .

aksud dengan

`sakar` iala k a r atau

inu an keras dan yang di aksud dengan `rezeki` iala

segala yang di akan dari kedua po on tersebut seperti kur a dan kis is-dan inila pendapat ju ur ula aaka pe berian predikat `baik` kepada rezeki se entara al ini pijian Alla anya

sakar tidak diberinya,

erupakan indikasi ba wa dala

ditujukan kepada rezeki dan bukan kepada sakar, ke udian turun fir an Alla : b Kedua, Alla SWT berfir an : `Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: `Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya`.(al-Baqara : Ayat ini sesuda e e bandingkan antara anfaat .

inu an keras (k a r yang ti bul

inu nya seperti kesenangan dan kegaira an atau keuntungan karena

e perdagangkannya, dengan ba aya yang diakibatkannya seperti dosa, ba aya bagi kese atan tubu , erusak akal, eng abiskan arta dan e bangkitkan doronganenjau kan k a r

dorongan untuk berbuat kenistaan dan dur aka. Ayat tersebut dengan cara fir an Alla : c enonjolkan segi ba ayanya dari pada

anfaatnya, ke udian turun

Ketiga : Alla SWT berfir an : `Wahai orang-orang yang beriman , janganlah kamu salat sedang kamu dalam keadaan mabuk.`(an-Nisa`: Ayat ini bila pengaru enunjukkan larangan .

inu an k a r pada waktu-waktu tertentu engingat adanya larangan inu an itu ilang dan

inu an itu akan sa pai kewaktu salat, ini keadaan abuk, sa ppai pengaru

endekati salat dala ereka d

engeta ui apa yang

ereka baca dala

salatnya, selanjutnya fir an Alla :

Keempat : Fir an Alla :`Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu.`(al-Maida : Ini erupakan peng ara an secara pasti dan tegas ter adap -

inu an dala

segala waktu.

41

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

Hik a penetapan uku

dengan siste

berta ap ini lebi lanjut diungkapkan dala engatakan : `Sesungguhnya yang pertama kali

adis yang diriwayatkan ole Aisya r.a ketika

turun dari Qur`an ilah surah Mufassal yang didalamnya disebutkan surga dan neraka, sehingga ketika manusia telah berlari kepada Islam, maka turunlah hukum haram dan halal. Kalau sekiranya yang turun pertama kali adalah `jJanganlah kamu meminum khamr` tentu meraka akan menjawab: ` Kami tidak akan meninggalkan khamr selamanya.` Dan kalau sekiranya yang pertama kali turun ialah ; janganlah kamu berzina, tentau mereka akan menjawab: `Kami tidak akan meninggalkan zina selamanya.`

Bukti ang Pasti Bahwa Al-Quran Al-Karim Diturunkan Dari Sisi ang Maha Bi aksana dan Maha Terpu i.

ur`an yang turun secara berangsur kepada Rasululla SAW dala dua pulu ta un ini ayat-ayatnya turun dala e bacanya an

waktu lebi dari

selang waktu tertentu, dan sela a ini orang eli at rangkaiannya begitu padat,

engkajinya sura de i sura . Ketika ia

tersusun cer at sekali dengan

akna yang saling bertaut, dengan gaya yang begitu kuat, serta utiara yang inda yang

ayat de i ayat dan sura de i sura saling terjalin bagaikkan untaian belu ada bandingannya dala Seandainya perkataan anusia .

ur`an ini perkataan

anusia yang disa paikan dala

berbagai situasi,

peristiwa dan kejadian, tentula didala nya terjadi ketidak serasian dan saling bertentangan satu dengan yang lainnya, serta sulit terjadi kesei bangan.

`Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur`an ? Kalau kiranya Al Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.`(an-Nisa`: .

42

Modul Ulumul Quran

ma rro an ura ar a

A at Makki ah dan Madani ah
Kode /A/

Pokok-pokok Materi : . Per atian la a tentang Makki dan Madaniya . Pengertian Makkiya dan Madaniya . Kek ususan & Ciri ayat Makka & ayat Madaniya . Hik a engeta ui Makka dan Madaniya

. PER ATIAN ULAMA TER ADAP MAKKI A & MADANI A

Para ula a begitu tertarik untuk eneliti

enyelidiki sura -sura

akki dan

adani. Mereka

ur`an ayat de i ayat dan sura -de i sura

untuk ditertibkan, sesuai dengan

nuzulnya, dengan ereka

e per atikan waktu, te pat dan pola kali at. Ba kan lebi dari itu, erupakan

engu pulkan antara waktu, te pat dan pola kali at. Cara de ikian e berikan pada peneliti obyektif, ga baran akki dan

ketentuan cer at yang il ia tentang il u

engenai penyelidikan, elakukan

adani. Dan itu pula sikap ula a kita dala

pe ba asan-pe ba asan ter adap aspek kajian ur`an lainnya.

Yang terpenting dipelajari para ula a dala Yang diturunkan di Yang diturunkan di Yang diperselisi kan, Ayat-ayat Ayat-ayat akia dala adina dla sura -sura surat ekka , adina ,

pe ba asan ini adala :

adania ,

akkia , adani, adani, akki dala adani dala kelo pok kelo pok adani, akki;

Yang diturunkan di Yang diturunkan di

ekka sedang uku nya ekka sedang uku nya

Yang serupa dengan yang diturunkan di Yang serupa dengan yang diturunkan di Yang dibawa dari Yang dibawa dari ekka ke adina ke ala adina , ekka ,

ekka ( adina (

Yang turun di waktu

dan siang,

43

Inila aca . enetap dan dala perjalanan. Inila yang disebut qiyas Perbedaan Makki dan Madani ntuk yang e bedakan akki dan adani. Penjelasan tentang penentuan tersebut tela e enu i kitab-kitab tafsir bil engenai il u-il u ur`an. berkisar disekitar akki dan adani` .asing e punyai dasarnya sendiri. Pertama: Dari segi waktu turunn a. engeta ui dan enentukan akki dan adani para ula a bersandar pada dua cara Cara sima'i naqli : didasarkan pada riwayat sa i dari para sa abat yang idup pada saat dan enyaksikan turunnya wa yu. akki dan adani. ole karena dina akan ` il ul . 44 . ijti adi.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Yang turun di usi Yang turun diwaktu panas dan dingin. Atau dari para tabi`in yag eneri a dan endengar dari para sa abat sebagaia ana. a`tsur. Dan coto - conto diatas adala bukti paling baik baginya. para ula a e punyai tiga cara pandangan asing.aca il u ur`an yang pokok. Bila dala satu sura terdapat ciri-ciri aka sura itu dina akan sura akki. PENGERTIAN MAKKI A & MADANI A SERTA PERBEDAANN A Cara menentukan Makki dan Madani : ntuk uta a : • • Manhaj sima`i naqli ( Manhaj qiyasi ijtihadi ( etode pendengaran seperti apa adanya dan enganalogikan dan ijti ad . engandung ayat akki dan adani atau adani. Dan sebaliknya. Sebagian besar penentuan akki dan adani itu didasarkan pada cara perta a. Kitab asbabun Nuzul dan pe ba asan-pe ba asan Cara qiysi ijtihadi : didasarkan pada ciri-ciri terdapat suatu ayat yang dikatakan ba wa ayat itu akki. Apa bila dala engandung persitiwa sura adani. di ana dan peristiwa apa yang berkaitan dengan turunnya wa yu itu. akki aka adani. Juga sebaliknya.

para pendukungnya engandung seruan yaa ayyuhannas ( wa ai engandung seruan yaa ayyu halladziina adani. na pak bagi kita ba wa kebanyakan satu seruan itu. Madani adina . Misalnya sura baqara itu terdapat ayat akky. Berdasarkan pendapat ini.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Makki adala yang diturunkan sebelu adala sesuda yang turun sesuda ijra ijra eskipun bukan di ekka . Pendapat ini lebi baik dari kedua pendapat berikut. Juga sala satu bagiannya. sedang ayat yang aamanuu ( wa ai orang-orang yang beri an adala Na un sura elalui penga atan cer at. Seperti Mina. Dan Madani iala yang turun di uba` dan Sil`. Hudaibiya . yang enerangkan ciri-ciri k as gaya ba asa dan 45 . Makki adala yang seruannya ditujukan kepada penduduk ekka dan adani ditujukan kepada penduduk enyatakan ba wa ayat anusia adala adina . Ayat ini diturunkan di ekka dala ka`ba pada ta un ekka . fir an Conto : ayat yang diturunkan pada ta un penaklukan kota Alla : `Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak…` ( an-Nisa` : penaklukan lebi . Sebab yang turun dala tidak ter asuk kedala ataupun adani. Arafa adina dan sekitarnya. di Tabuk atau di Baitul Maqdis akki endua. Seperti dan ud. dan ketentuan adani. dan enyi pulkan beberapa ketentuan analogis bagi keduanya. Kedua : Dari segi tempat turunn a. Makki adala yang turun di ekka dan sekitarnya. tetapi didala nya ur`an tidak selalu dibuka dengan sala de ikianpun tidak konsisten. Ketiga : Dari segi sasaran pembicaraan. se ingga ia tidak dina akan engakibatkan ba wa yang diturunkan di akka sesuda ijra disebut makki. KETENTUAN & CIRI-CIRI K AS MAKKI DAN MADANI Para ula a telag eneliti sura -sura akki da adani. Karena ia e berikan kepastian dan konsisten. . ur`an yang akki. Yang diturunkan eskipun bukan di ijra sekalipun di ekka atau Arafa adala adani akka . Pendapat ini yang engakibatkn tidak adanya pe bagian secara konkrit perjalanan.

pe buktian engenai risala .uruf singkatan seperti alif la ra. Tema & Ga a Bahasa Surat Makki ah Dari segi ciri te a dan gaya ba asa. neraka dan siksanya. Na aun de ikian sebagian besar ula a berpendapat ba wa ayat tersebut adala d Setiap sura yang sura baqara . kecuali enngandung kisa para nabi u at terda ulu adala akki. Lafal ini anya terdapat separu terak ir dari li a belas sura . Kecuali sura al-Hajj yang pada ak ir sura terdapat ayat yaa ayyu al ladziina a anuur ka`u wasjudu. adala i . ayat makky dapatla diringkas sebagai berikut : a Ajakan kepada tau id dan beribada anya kepada Alla . a i dll. dan penyingkapan dosa orang usyrik dala e akan arta anak yati secara dzali . Penguburan idup- idup bayi pere puan dn tradisi buruk lainnya. e Setiap sura baqara . argu entasi dengan orang enggunkan bukti-bukti rasional dan ayat-ayat kaunia . Dari situ dengan ciri-ciri tersebut. ereka dapat eng asilkan kaida -kaida Ketentuan Surat Makki ah .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a persoalan-persoalan yang dibicarakannya. Kecuali sura baqara dan ali-i ran. ari kia at dan kengeriannya. akki. kecuali surat akki. b Peletakan dasar-dasar u u dasar terbentuknya suatu penu pa an dara . 46 . ur`an dan di sebutkan sebanyak tiga pulu tiga kali c Setiap sura yang engandung yaa ayyu an naas dan tidak engandung yaa ayyu al ladzinaa a anuu. kebangkitan dan ari pe balasan. f setiap sura yang dibuka dengan uruf. berarti akki. engandung lafal ` kalla` berarti akki. bagi perundang-undangan dan a lak ulia yang enjadi usyrik dengan asyarakat. surga dan nik atnya. a b Setiap sura yang didala nya Setiap sura yang dala dala engandung `sajda ` aka sura itu akki. sedang sura Ra`ad asi diperselisi kan. alif la yang engandung kisa Ada dan iblis adala akki.

Tema dan Ga a Bahasa surat Madani ah Dari segi ciri k as. ter adap ereka kitab-kitab Alla . kaida uku dan ubungan internasiaonal baik diwaktu da ai asala perundang-undangan. dan aknanya pun engesankan sekali.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a c Menyebutkan kisa para nabi dan u at-u at terda ulu sebagai pelaran bagi se ingga egeta ui nasib orang yang endustakan sebelu dala ereka ereka. enganalisi kejiwaannya. Suku kata dan ayat-ayatnya panjang-panjang dan dengan gaya ba asa yang e antapkan syariat serta enjelaskan tujuan dan sasarannya. adani. Ketentuan Surat Madani ah a b Setiap sura yang berisi kewajiban atai ad ( sanksi adala Setiap sura yang didala nya disebutkan orang-orang sura al-ankabut adala akki. ad. eyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal su pa . Dan ajakan kepada ereka untuk asuk Isla . b Seruan ter adap a li kitab. per usu an setela il u datang kepada c Menyingkap perilaku orang dan d ereka ter adap kebenaran. ditelinga terasa Menggetarkan ati. FAEDA MENGETA UI MAKKI DAN MADANI 47 . kecuali unafik adala c Setiap sura yang didala nya terdapat dialog dengan a li kitab adala adani. adani. warisan. engadapi gangguan dari Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang pernyataannya singkat. dan sebagai iburan buat Rasululla ereka dan yakin akan d SAW se ingga ia taba enang. . dapatla diringkaskan sebagai berikut : a Menjelaskan ibada . aupun perang. te a dan gaya ba asa. dan perkecualiannya anyasedikit. ua ala . dari kalangan ya udi dn nasrani. ene bus dan terdengar sangat keras. ji ad. ubungan sosial. dan perselisi an ereka. seperti sura -sura yang pendek-pendek . kekeluargaan. ereka karena rasa dengki diantara sesa a unafik. penjelasan engenai penyi pangan ereka. e buka kedoknya enjelaskan ba wa ia berba aya bagi aga a.

Sekalipun yang enjadi pegangan lafadz.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Pengeta uan tentang makkiyah dan madani banyak faeda nya diantaranya: Pertama : Untuk di adikan alat bantu dalam menafsirkan Qur`an. akna yang kontradiktif. Yang datang ke udian tentu Kedua : Meresapi ga a bahasa Quran dan memanfaatkann a dalam metode dakwah menu u alan Allah. Me per atikan apa yang retorika. peri idup beliau yang diriwayatka a lli sejara ur`an pun arus sesuai denga uran. e berikan kata putus ter adapa perbedaan riwayat yang 48 . bukan sebab yang k usus. bila diantara erupakan nasik kedua ayat terdapat yang teda ulu. dan ereka riwayatkan. baik dala wa yu periode ekka aupun adina . Ketiga : Mengetahui se arah hidup Nabi melalui a at-a at Qur`an. Berdasarkan al itu seorang pengertian u u penafsir dapat e bedakan antara ayat yang nasik dengan yang ansuk . Sebab setiap situasi dike endaki ole situasi akki dan adani dala e punyai ba asa tersendiri. Sebab pengeta uan tersebut dan adala engenai te pat turun ayat dapat e bantu e a a i ayat en afsirkannya dengan tafsiran yang benar. Karakteristik gaya ba asa e pelajarinya sebua erupakan arti peling k usus dla uran pun e berikan kepada orang yang ke jalan Alla etode dala berbicara dan penya paian dakwa yang sesuai dengan kejiwaan lawan enguasai apa yang ada dala enguasai pikiran dan perasaaannya serta dirinya dengan penu kebijaksanaan. ur`an adala Rasululla SAW. Sebab turunnya wa yu kepada Rasululla SAW sejalan dengan sejara dakwa dengan segala peristiwanya. Sejak per ulaan turun su ber pokok bagi peri idup ingga ayat terak ir diturunkan.

a maka Khadijah membekali seperti bekal yang dulu. Dia melihat dimimpi itu datangnya bagaikan terangnya dipagi hari. Ayat yang terak ir turun dan Perbedaan pendapat ula a seputarnya . Bacalah. ANG TURUN PERTAMA KALI.asing dengan Pendapat Pertama : Surat Al-Ala - Yang paling sa i engenai yang perta a kali turun iala fir an Alla : ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Artinya : `Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Untuk itu ia membawa bekal. dia pergi kegua Hira` untuk beribadah beberapa malam.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a A at ang Turun Pertama dan Terakhir Kode : /A/ Pokok-pokok Materi : . Pendapat ini didasarkan pada suatu adis yang diriwayatkan ole dua syeik a li adis dan yang lain. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Seorang malaikat datan 49 . Ayat yang perta a turun dan Perbedaan pendapat ula a seputarnya . dalil sbb: asing.a yang engatakan : ` Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi bagi Rasulullah SAW adalah mimpi yang benar diwaktu tidur. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Di gua Hira` dia dikejutkan oleh suatu kebenaran.` (al-`Ala : . Ada dua pendapat yang dikenal tentang ayat yang turun perta a kali. Kemudian dia suka menyendiri. Hik a dan anfaat pe ba asan ini . kemudian ia pulang kepada Khadijah r. dari Aisya r. Yang mengajar dengan perantaran kalam .

dia berkata : Aku tela bertanya kepada Abu Jabir bin ur`an itu yang turun perta a kali ? dia enjawab : Yaa ayyuhal mudassir. aku turun dan aku telusuri lembah.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a kepadanya dan mengatakan : ` Bacalah` Rasulullah SAW menceritakan. kemudian ia berkata ` Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan…` samapi dengan …. Lalu aku lihat kelangit. dan dia berkata lagi ` Bacalah`! maka akupun menjawab `Aku tidak pandai membaca`. ba wa yang perta a kali turun adala fir an Alla : ( ) ( wahai orang yang berselimut ). Maka ketika habis masa diamku. Pendapat Kedua : Surat Al-Muddattsir Dikatakan pula. Ini didasarkan pada adis yang diriwayatkan ole dua syaik a li adis : Dari Abu Sala a bin Abdurra Abdulla . sehinggga aku kepayahan. Kemudian dia merangkulku dengana kedua kali.` Apa yang tidak diketahuinya`. ( adis . Lalu Allah menurunkan ` Wahai orang yang berselimut. kebelakang. sehingga aku merasa amat payah. maka akupun menjawab `aku tidak pandai membaca` . Aku bertanya lagi : atauka Iqra` Bis i rabbik ? dia enjawab : Aku katakan kepada u apa yang dikatakan Rasululla SAW kepada ka i : ` Sesungguhnya aku berdiam diri di gua hira`. Aku lihat kemuka. bangkitlah lalu berilah peringatan. Khadijah memerintahkan mereka untuk menyelimuti aku. Maka aku pulang ke Khadijah. dan berkata ` Bacalah` Aku menjawab ` aku tidak pandai membaca` maka ia merangkulku untuk ketiga kali. kemudian aku melihat jibril yang amat menakutkan. Perbandingan dua Pendapat : 50 . Kemudian ia lepaskan lagi. tapi dalil kedua pendapat ini le a dan kurang berdasar. kekanan dan kekiri. Lalu aku dilepaskan. yang anaka diantara an.` Catatan : selain pendapat di atas ada juga pendapat yang enyatakan ba wa yang perta a kali turun adala surat al-fati a dan lafal bas alla . malaikat tersebut kemudian memelukku sehingga aku merasa amat payah.

uddatsir adala yang perta a turun atau perinta berdakwa .udattsir adala yang engatakan juga ba wa perta a kali turun yang disebabkan dengan peristiwa k usus (asbabun nuzul . Jabir sura Iqra` anya enjelaskan ba wa sura al Mudassirla yang turun secara penu sebelu selesai diturunkan. Ini didasarkan pada adis yang dikeluarkan ole Buk ari dari Ibnu Abbas. Dikatakan ba wa ayat terak ir yang diturunkan itu adala ayat engenai riba. aksud Jabir ra : surat al. b Atau setela c Ada yang Iqra` itu aksud Jabir ba wa surat Mudassir itu adala sura perta a yang diturunkan asa ter entinya wa yu. dan ereka encoba e perte ukan pendapat enjelaskan beberapa al sebagai berikut : a Maksud Jabir dala adits di atas adala sura yang diturunkan secara penu . . diantaranya sebagai berikut. e Ada juga yang enyatakan : Jabir tela engeluarkan yang de ikian ini dengan enda uluinya. atau pelantikan d Ada yang yang perta a turun berkaitan dengan kenabian enjadi nabi. Sedangkan ayat berkaitan dengan kerasulan (risala perta a surat al-alaq adala (nubuwwa . Karena yang turun perta a sekali dari sura per ulaan saja. Akan tetapi riwayat Aisya lebi riwayat lain yang s o i endukung riwayat Aisya . ANG TERAK IR KALI DI TURUNKAN Pendapat ula a seputar ayat yang terak ir kali diturunkan begitu banyak. engatakan aksud Jabir ra : Surat al. pendapat Jabir ra bisa ditinggalkan.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Para ula a ulu ul quran dengan kesunggu an di atas. Yang 51 . yang engatkan : ` Ayat terak ir yang diturunkan adala di aksdukan iala fir an Alla : ayat engenai riba`. Jadi jika ada riwayataka sebagai asil ijti ad ijti adnya.

Dengan de ikian aka diturunkan itu sebagian yang terak ir kali.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a `Hai orang-orang yang beriman. bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba. apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan. karena peli ara diri u dari azab yang terjadi pada suatu ari ke udian ayat ayat-ayat itu asi satu kisa . yaitu ba wa ketiga ayat tersebut diatas diturunkan sekaligus seperti tertib urutannya didala us af.` (al-Baqara : . Dikatakan pula ba wa yang terak ir kali diturunkan iala ayat Buk ari dan Musli yang terak ir kali turun iala : engenai kalalah.` ( alBaqara : .` ( al-Baqara : . Setiap perawi engabarkan ba wa sebagian dari yang e ang benar. Ini didasarkan pada adis yang diriwayatkan ole an-Nasa`i dan lain-lain. dan itu ketiga ayat itu tidak saling ber tentangan. Berdasarkan adis yang diriwayatkan dari Said bin al-Musayyab: ` Tela sa pai kepadanya ba wa ayat ur`an yang paling Yang di aksudkan iala ayat : uda di arsy iala ayat engenai utang. Catatan : Ketiga riwayat di atas dapat dipadukan. ayat engenai utang. dari Ibnu Abbas dan Said bin Jubair: ` Ayat ur`an terak ir turun iala : `Dan peli arala diri u dari ari yang pada waktu itu ka u se ua dike balikan kepada Alla . Dan dikatakan pula ba wa ayat ur`an yang terak ir turun adala fir an Alla : `Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Ayat engenai riba. eriwayatkan dari Barra` bin `azib .`( al-Baqara : . hendaklah kamu menuliskannya. dia berkata : ` ayat 52 . Juga dikatakan ba wa yang terak ir turun iala ayat engenai utang .` `Hai orang-orang yang beriman.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a `Mereka meminta fatwa kepadamu . Yang terpenting diantaranya iala . .` . FAEDA MENGETA UI PEMBA ASAN INI Pengeta uan engenai ayat-ayat yang perta a kali dan terak ir kali diturunkan itu e punyai banyak faeda . Para sa abat tela eng ayati ur`an ini ayat. Mungkin asing. didengarnya dari Rasululla SAW pada saat ia wafat atau tak seberapa la a sebelu Sedang yang lain ungkin tidak secara langsung endengar dari Nabi.ati dan SAW yang diturunkan kepadanya dengan sepenu percaya ba wa Al. lalu dikiranya ayat itula yang terak ir enurut tertib urutannya. Mungkin juga ayat itu yang dibaca terak ir kali ole Rasululla SAW bersa a-sa a dengan ayat yang turun diwaktu itu. Men elaskan perhatian ang diperoleh Al-Quran Al-Karim guna men agan a dan menguatkan a at-a atn a. Se ingga ereka tela ereka engerti kapan dan di ana ayat itu diturunkan. Dikatakan pula ba wa Ayat surat ( at-Tauba : Dikatakan pula ba wa yang terak ir kali turun adala sura al-Maida . Se ingga disuru untuk diturunkan enuliskan sesuda nya. Sura terak ir yang diturunkan iala : surat An-Nas r adi Abu bakar al Baqalani dala kitab intisar ketika engo entari berbagai riwayat engenai yang terak ir kali diturunkan enyebutkan : Pendapat-pendapat ini sa a sekali tidak di sandarkan kepada Nabi saw. ati. penggerak i an dan su ber ke uliaan 53 .asing enreita ukan engenai apa yang terak ir kali ia sakit. Dari Ibn Abbas dikatakan . Juga dikatakan ba wa yang terk ir kali turun iala ayat surat ( al-I ran : juga dikatakan ba wa ayat terak ir yang turun iala ayat : ( an-Nisa`: .uran adala dasar aga a.de i ayat. Banyak raga • • • • • pendapat lain tentang asala ayat yang terak ir kali turun. seperti : sa pai ak ir sura . Rasululla eneri a ayat-ayat dari ati. Bole jadi pendapat itu diucapkan orang karena ijti ad atau dugaan saja. Katakanlah : `Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah ( an-Nisa`: .

Sesunggu nya ayat-ayat al.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a dan ke or atannya. Dan ini e bawa akibat positif yaitu ba wa Al. tetapi ketentuan uku ana yang perta a kali satu ayat berbeda dengan ayat lain. apa bila diketa ui enasak ( eng apus diturunkan ke udian sebelu nya.ijr: Mengetahui rahasia perundang-undangan Islam menurut sumbern a ang paling pokok. se ingga dengan de ikian cara idup asyarakat berada pada jalan yang lurus . aitu a at-a at al-Quran.` ( al. ketentuan ayat yang diturunkan 54 . Ia dapat berta an dala uku .uran Al-Kari sela at dari peruba an dan kekacau balauan. ereka enetapkan enjadi benar dan urusan Terkadang terdapat dua ayat atau lebi dala dala satu asala . Alla SWT berfir an : `Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an. dan engatasi persoalan kejiwaan anusia dengan ene patkan uku - engantarnya dengan cara-cara yang bijaksana dan ereka ketingkat kese purnaan. Membedakan ang nasikh dan ang mansukh.uran petunjuk Ila i. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

se ingga ada bidang itu. Kitab itu aku na akan Lubabul Manqul fi Asbabin Nuzul. ♣ Abul Hasan Ali al-Wa idi ( ♣ Bur anuddin al-Ja’bari ( H dala H kitabnya Asbabun Nuzul. ♣ Jalaluddin As-Suyu ( tela ini belu H yang engatakan tentang dirinya : ` Dala al ini. . bila jelas. Definisi Asbabun Nuzul . 55 . H yang engarang satu kitab engenai Asbabun Nuzul. Yang terkenal engk ususkan diri engenai pe ba asan dala diantaranya iala : ♣ Ali bin Madini. rgensi Mengeta ui Asbabun Nuzul . singkat dan sangat baik serta dala aad satu kitab pun enya ainya. Metode Mengeta ui Asbabun Nuzul . Itu disebabkan pe berita uan seorang sa abat engenai al seperti ini.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Asbabbun Nuzul Kode : /A/ Pokok-pokok Materi : . pi ak yang ntuk ur’an enaru per atian besar ter adap pengeta uan enafsirkan ur’an il u ini diperlukan sekali. yang eringkaskan kitab al-Wa idi dengan eng ilangkan isnad-isnadnya. e punyai uku aka al itu bukan sekedar pendapat ( ra’y . aku bidang il u engarang satu kitab lengkap. tanpa ♣ Syaik ul Isla Ibn Hajar al-Atsqolani ( ena ba kan sesuatu. PEDOMAN MENGETA UI ASBABUN NUZUL Pedo an dasar para ula a dala engeta ui asbabun nuzul iala riwayat sahih yang berasal dari Rasululla SAW atau dari sa abat. Guru Buk ari. tetapi ia arfu’ (disandarkan pada Rasululla . Beberapa Per asala an seputar Asbabun Nuzul . Per atian la a tentang Asbabun Nuzul . PER ATIAN PARA ULAMA TER ADAP ASBABUN NUZUL Para peneliti il u-il u tentang Asbabun Nuzul.

maka turunlah a at Qur’an mengenai peristiwa itu. apaka engkau untuk urusan ini ?’Lalu ia berdiri. aka ucapan itu dapat diteri a.’ engu pulkan ka i anya ketika itu Abu La ab berkata : `celakala engkau.` Inila jalan yang dite pu engatakan sesuatu engenai asbabun Ole karena itu.ati untuk nuzul tanpa pengeta uan yang jelas.Suyuti berpendapat : ba wa bila ucapan seorang tabi’in secara jelas asbabun nuzul. lalu berseru : ` Wahai kaumku !". usnad. Mereka a at ber ati. Ia berkata lagi : ` bagaimana pendapatmu bila aku beritahukan kepadamu bahwa dibalik gunung itu ada sepasukan berkuda yang hendak menyerangmu. Maka turunla sura ini : 56 . nabi pergi dan naik ke bukit safa . endengar secara langsung dari orang-orang e ba as tentang engeta ui sebab-sebabnya dan pengertiannya serta bersunggu -sungggu dala ole ula a salaf. yang engatakan : " Ketika turun. seperti adis ursal yang lain. ayat : dan peringatkanlah kerabat-kerabatmu yang terdekat ( S Hijr .` Dan nabi enjawab : : ka i belu perna eli at elanjutkan: ‘aku memperingatkanmu tentang siksa yang pedih. berku pul aka ereka endekat ke nabi. Dan enunjukkan ursal tafsir e punyai kedudukan bila penyandaran kepada tabi’in itu benar dan ia ter asuk sala seorang i a yang enga bil il unya dari para sa abat. serta didukung ole . encarinya. Ikri a dan Said bin Jubair. uja id.Wa idi engatakan : ` Tidak alal berpendapat engenai asbabun nuzul kitab kecuali dengan berdasarkan pada riwayat atau yang enyaksikan turunnya. yang secara pasti As. Conto dala al ini sebagai ana diriwayatkan dari Ibn Abbas. DEFINISI ASBABUN NUZUL Setela diteliti sebab turunnya sesuatu ayat itu berkisar pada dua al: Pertama : Bila ter adi suatu peristiwa.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Al. percayakah kamu apa yang aku katakan ? Mereka engkau berdusta. yang dapat dijadikan pegangan dala asbabun nuzul adala : Riwayat-ucapan ucapan sa abat yang bentuknya seperti enunjukkan asababun nuzul.

kewajiban Isla dan diturunkan sebagai per ulaan. Tetapi ada diantara ayat ur’an engenai akida i an. yang pendengarannya eliputi segalanya` aku engadukan eng abiskan Sa it. ia sua inya kepada Rasululla SAW .( ) Artinya : " celakalah kedua tangan Abu lahab….lalu ia datang kepada Rasululla SAW Aisya berkata : ‘Ma a suci Alla enden gar ucapan K aula binti Sa’laba itu. atau karena suatu pertanyaan. maka turunlah a at Quran menerangkan tentang hukumn a. syariat Alla dala ke idupan pribadi dan sosial. dan tidak beranak lagi ia engadu kepada-Mu` enjatu kan zi ar kepdaku! Ya Alla sesunggu nya aku Aisya berkata : ` tiba-tiba jibril turun e bawa ayat-ayat ini : Artinya : Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengadu kepadamu tentang suaminya ( yakni aus bin samit)..Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ……. sekarang setela aku enjadi tua. katanya : Rasululla SAW sua iku tela asa udaku dan suda beberapa kali aku engandung karenanya.(Surat Al-Masad Kedua : Bila Rasulullah ditan a tentang sesuatu hal. tanpa sebab. Conto al ini seperti ketika K aula binti Sa’laba dikenakan Zi ar ole sua inya Aus bin engadukan al itu.`( S Mujadala Catatan : Tidak setiap ayat kejadian yang uran diturunkan karena adanya ti bul suatu peristiwa dan enda uluinya. PERLUN A MENGETA UI ASBABUN NUZUL Pengeta uan diantaranya : engenai asbabun nuzul e punyai banyak faeda yang terpenting Mengeta ui ik a diundangkannya suatu uku kepentingan u u dala dan per atian syariat ter adap at eng adapi segala peristiwa sebagai bentuk ra 57 .. . sekalipun tidak seluru nya.

yang lengah lagi beriman . Ini karena setiap peristiwa penting ternyata uran. Ada beberapa sa abat yang k awatir dengan penjelasan ayat diatas lalu enanyakan pada Ibnu Abbas : sekiranya setiap orang diantar kita yang berge bira dengan apa yang tela dikerjakn dan ingin dipuji dengan perbuatan yang belu tentula kita se ua akan disiksa. Apa bila lafal yang diturunkan itu lafal yang u u pengk ususannya aka pengeta uan engenai ('aa asbabun dan terdapat dalil nuzul e batasi pengk ususan itu anya ter adap yang selain bentuk sebab. hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa.` Ibn Abbas dikerjakannya iti akan disiksa. mereka kena la`nat di dunia dan akhirat. endapat jawaban dari al- Mengk ususkan ( uku ` yang e batasi uku yang diturunkan dengan sebab yang terjadi.` Sebagai conto dapat dike ukakan disini fir an Alla : Artinya : Janganlah sekali-kali kamu menyangka.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ter adap u at. Conto yang de ikian diga barkan dala dua fir an-Nya: Pertama : Bahwa orang ang menuduh wanita baik-baik berzina tidak akan diampuni Alla SWT berfir an : `Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik.` Ke udian ia e baca ayat sebelu nya yang berkaitan dengan a li kitab. Ini bagi enjadi pegangan adala sebab yang khusus dan bukannya lafal yang umum.` (al-I ran : . dan bagi mereka azab yang 58 . enjawab : ` mengapa kamu berpendapat demikian mengenai ayat ini ? ayat ini turun berkenan dengan ahli kitab. dan bagi mereka siksa yang pedih. Bila ereka yang berpendapat ba wa itu dinyatakan dala bentuk u u .

asi e punyai ke ungkinan taubat dan dia puni. ( al-Baqara : . Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya. dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. dan e berita ukan asbabun nazal ayat yang peristiwa Haditsul ifk. se entara ayat asi berlaku u u . lidah. Di hari itu.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a besar. yaitu orang-orang yang baik berbuat zina dikatakan tidak akan dia puni dala dia puni pada ayat kedua. Maka Ibnu Abbas perta a : ba wa ayat tersebut turun dala ereka yang enudu wanita baikasi bisa ayat yang perta a.( an-Nur : . ayat-ayat yang tidak dapat ditafsirkan tanpa Conto dala asala ini adala ayat: Artinya : `Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi`ar Allah . pada hari . Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. lagi Yang menjelaskan . Maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera. ba wa ereka yang enudu wanita baik-baik (secara kedua uku nya u u . Lafal ini secara tekstual tidak ketiadaan dosa untuk engerjakan al itu enunjukkan ba wa sa’i itu wajib.( S An-Nuur - Sekilas ada pertentangan dari dua ayat di atas. tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar. sebab enunjukkan `kebole an` dan bukannya ` 59 . Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah. maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa`i antara keduanya. dan mereka Itulah orang-orang yang fasik.Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya). e a a i akna Al. Kedua : Bahwa orang ang menuduh wanita baik-baik berzina. Maka asala Aisya dala enudu Aisya ra berzina tidak akan dia puni dunia ak irat. Walla u a'la .uran Al- Mengeta ui sebab nuzul adala cara terbaik untuk Kari enyingkap kesa aran yang terse bunyi dala engeta ui sebab nuzulnya. masih bisa diampuni Alla SWT berfir an : Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi.

(AlA qof Maksudnya adala Marwan enudu Abdurra an dur akan dengan enyandarkan pada ayat di atas. Ke udian perkataan Marwan yang de ikian itu sa pai kepada Aisya . maksud ayat itu tidaklah demikian.Jadi bukan untuk karena sa'I adala wajib. aka kata Aisya : ‘Marwan telah berdusta. tentulah aku sudah menyebutkannya. ur’an : Inila orang yang dikatakan Alla dala Artinya : Dan orang yang berkata kepada ibu bapaknya: cis bagi kamu berdua…. karena berpegang kepada arti tekstual ayat itu.` . Pada al uku sebenarnya dari sa'I adala wajib. karenanya Al.’ Abdurra an enolak dan tradisi Abu Bakar dan engatakan : ‘Tradisi Hercules dan kaisar’. bukan sekedar bole . BEBERAPA PERMASALA AN SEPUTAR ASBABUN NUZUL Dala pe ba asan tentang asbabun nuzul. isalnya : berkaitan dengannya. ia berkata: ‘( ar.uran turun dengan lafad "tidak ada dosa".Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a kewajiban` sebagian ula a juga berpendapat de ikian. sekiranya aku mau menyebutkan mengenai siapa ayat itu turun.demi Allah. Mereka takut itu asuk pada perbuatan dosa. ada juga per asala an-per asa an lain yang asing. Maka kata Marwan . yang 60 . Lafal erasa keberatan bersa’i antara safa ayat di atas turun karena para sa abat awalnya dan arwa karena perbuatan itu berasal dari perbuatan ja iliya . Conto adala : Ba wa ketika Marwan pe baiatan ini adala enentang seraya e inta agar Yazid di baiat. Sebab nuzul dapat enerangkan tentang siapa ayat itu diturunkan se ingga ayat tersebut tidak diterapkan kepada orang lain karena dorongan per usu an dan perselisi an. sa'I itu 'bole '.asing e punyai ba asannya secara k usus. untuk enjelaskan tentang ba wa sa'I bukan seperti apa yang enjelaskan ba wa uku ereka takutkan/k awatirkan.

yaitu antara LAFADZ ayat dan e bedakan dengan M M dan KH S S. Karenanya. Catatan : Karena waktu yang terbatas dan untuk pe ba asan asbabun nuzul ini yang kita ba as dala e uda kan santri. BUKAN SEBAB ANG K USUS . e perdala KAIDA : AL-IBROH BI UMUMI AL-LAFDHI LAA BI KHUSUSI AS-SABAB ( ANG MENJADI PEGANGAN ADALA LAFAL ANG UMUM.asing. ari kita e bedakan antara dua al. ada tiga asi .asing e punyai konsekwensi atau uku nya ke ungkinan yang bisa terjadi yang asing. Bukan Sebab yang K usus . Maka ang diambil adalah bahwa hukum a at tersebut bersifat UMUM Conto dala asala ini adala seperti fir an Alla SWT : 61 . Bukan Sebab yang K usus ♣ Pe ba asan seputar redaksi periwayatan asbabun nuzul ♣ Pe ba asan seputar banyaknya riwayat dala asbabun nuzul sebua ayat ♣ Pe ba asan seputar banyaknya ayat yang turun dengan satu sebab yang sa a ♣ Pe ba asan seputar beberapa ayat yang turun pada seorang yang sa a. dala pe ba asan ini adala ('aa usli in. sedangkan "k usus" yang berkaitan dengan person-person tertentu dan kaitan antara LAFAL ayat dan SEBAB turunnya ayat. Begitu pula kita perlu disebut "umum" dala atau kau terbatas. yang yaitu yang encakup seluru anusia SEBAB turunnya ayat. Se ingga di arapkan pe ba asan lainnya di buku-buku lu ul uran yang a asiswa/santri bisa ada. Tiga ke ungkinan tersebut adala sebagai berikut : Pertama : Apa bila lafal a at bersifat umum dan sebab turunn a pun secara umum. aka untuk yang perkulia an (dirosah adala berkaitan dengan kaida : Al-Ibroh bi umumi al-lafdhi Laa bi khususi as-sababi ( Yang Menjadi Pegangan Adala Lafal yang u . : Perta a kali.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ♣ Pe ba asan Kaida : Al-Ibroh bi umumi al-lafdhi Laa bi khususi as-sababi ( Yang Menjadi Pegangan Adala Lafal yang u .

maka ang diambil adalah bahwa hukum a at tersebut bersifat K USUS Conto dala al ini adala fir an Alla SWT: ( ) ( ) ) ( ) ( ) Artinya : `Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu. sebelum mereka suci .. Maka turunla ayat di atas. Jadi peristiswa atau pertanyaan dari sa abat kepada Rasul bersifat u u . enanyakan secara u u tentang bergaul dengan istri-istri ereka ereka yang aid secara u u . Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. Kedua : Apabila lafal a at bersifat khusus dan sebab turunn a pun khusus pada perseorangan tertentu.a iid" di atas bersifat u u yang berarti se ua wanita yang aid. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan. dan janganlah kamu mendekati mereka. yang menafkahkan hartanya untuk membersihkannya. padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu ni`mat kepadanya yang harus dibalasnya. Karenanya. Maka Rasululla pun ditanya asala ini. ereka secara k usus. begitu pula sebab turunnya ayat itu bersifat u u .`( al-Baqara : Lafadz " al. uku ini juga bukan satu dua pere puan atau istri berlaku u u bagi se ua wanita aid. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh. tetapi karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha TInggi. dan tidak badan dengan e beri ereka akan ereka sedang aid inu ereka dan tidak ber ubungan ereka. sebagai ana diriwayatkan ole Anas bin Malik : ba wa orang-orang Ya udi pada waktu itu. ketika istri-istri engusirnya dari ru a . . dan Rasululla SAW bersabda : " Lakukan apa saja selain jimak " .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a … Artinya : `Mereka bertanya kepadamu tentang haidh.` ( al-Lail : - 62 .

bila tidak maka punggungmu akan yang didera. k usus tentang Abu Bakar As-S iddiq. karena itu ayat ini arus ditafsiri kepada kau usli in. Jumhur ulama berpendapat : ba wa yang enjadi pegangan adala lafal yang u u dan bukan sebab yang k usus. sesunggu nya enurunkan apa yang e bebaskan perkataanku itu benar dan Alla punggungku dari dera. bukan u u Ketiga : Jika sebab a at itu adalah hal khusus berkaitan dengan orang tertentu. enjawab : ‘Harus ada bukti. kaida diatas enjadi perdebatan di antara ula a us ul. Berikut asing pendapat dan dalil-dalinya. Kata al-atqa ( orang yang paling taqwa enunjukkan arti superlatif. se ingga ia dik ususkan bagi orang yang karenanya ayat itu diturunkan. bila tidak maka punggungmu yang didera. apaka ia arus encari bukti `. apa bila sala seorang diantara ka i eli at endatangi isterinya. se ingga uku /pelajaran yang dia bil adala u u berlaku pada se ua orang. apaka yang asing- dijadikan pegangan adala "lafal yang u u " atauka "sebab yang k usus" . Jadi secara lafal e ang k usus dan sebabnya adala k usus. Misalnya : ayat Li’an (prosesi su pa antara sua i istri untuk yang turun engenai tudu an Hilal bin aa kepada isterinya : ` enolak dari tudu an zina Dari Ibn Abbas. aya enudu isterinya tela berbuat zina dengan Syuraik bin Maka Nabi berkata Hilal berkata seorang laki-laki Rasululla Hilal berkata : ‘ Harus ada bukti. Hilal bin Sa a di adapan Nabi. sedang lafal a at ang turun berbentuk umum. tafdil yang disertai al- enurut tasyrif terbentuk af’al untuk ‘adiya ( kata sandang yang enunjukkan ba wa kata yang di asukinya itu tela diketa ui aksudnya . Dala kasus inila .’ : ‘Wa ai Rasululla .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Ayat-ayat diatas diturunkan engenai Abu Bakar.’ :De i yang engutus engkau dengan kebenaran.’ benar-benar akan Maka turunla Jibril as dan enurunkan kepada Nabi ayat : 63 .

uku syariat. Ole karena itu untuk dapat diberlakukan kepada kasus selain sebab diperlukan dalil lain seperti qiyas dan sebagainya. Maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah. Berdalil dengan populer keu u an redaksi ayat-ayat yang diturunkan untuk sebab-sebab k usus suda dikalangan a li. Sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. bukan lafal yang u u . padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri. 64 . Pendapat ini sesuai dengan keu u an ( uku . tetapi diterapkan pula pada kasus yang serupa lainnya tanpa Inila pendapat yang kuat dan paling sa i .Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar. Misalnya ayat zi ar dala Sala a bin Sak r sesuai dengan riwayat kasus Aus bin Sa it. Segolongan ulama berpendapat : ba wa yang enjadi pegangan adala sebab yang itu enunjukkan bentuk k usus. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah Sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta. atau engenai al itu berbeda-beda. orang-orang yang ayya . Mereka erupakan ayat tertentu kepada peristiwa-peristiwa lain yang bukan sebab turunnya ayat-ayat tersebut. dan sebab tersebut sesuai dengan usababnya seperti alnya pertanyaan dengan jawabannya. jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. karena lafal yang u u sebab yang k usus. se ingga pe inda an riwayat sebab yang k usus itu engandung faeda . ( S Nuur - Huku yang dia bil dari lafal yang u u enudu isterinya tidak ini : " walladzi yarmuuna azwajahum" ( dan anya k usus engenai peristiwa Hilal bin e erlukan dalil lain. universalitas Dan ini pulala jalan yang dite pu para sa abat dan para enerapkan uku ujta id u at ini.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ( ) ( ) ( ) ( ) Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina). Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la'nat Allah atasnya.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a 65 .

Pengertian Jam'ul Qur'an (Pengu pulan Al. Pengu pulan Al." (al. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. Pengu pulan Al. Jumma'ul Quran artinya huffazuhu ( peng afal-peng afalnya. Inila akna yang di aksudkan dala fir an Alla eng afalkannya kepada Nabi-Nabi ur'an ketika itu enggerak-gerakkan kedua bibir dan lida nya untuk jibril selesai e baca turun kepadanya sebelu e bacakannya. Kemudian. PENGERTIAN JAM'UL QUR'AN / PENGUMPULAN AL-QURAN Yang di aksud dengan pengu pulan ur'an ( Ja 'ul ur'an ole para ula a adala sala satu dari dua pengertian berikut : Pertama : Pengumpulan dalam arti menghafalkan ifdzuhu ( menghafalkann a dalam hati . Kedua : Pengumpulan dalam arti kitabatuhu ( penulisan Qur'an 66 .iya a : .uran .uran pada . Penertiban Susunan Ayat dan Surat . karena ingin eng afalkannya: ( ) ( ) ( ) ( ) "Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk Al Qur'an karena hendak cepat-cepat nya . Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Pengumpulan dan Penertiban Al-Quran Kode Materi : /A/ Poko-pokok Materi : . orang yang didala senantiasa ati .uran pada . Pengu pulan Al.uran pada asa Rasululla SAW asa Abu Bakar ra asa ts an Ra .

sebagiannya ditulis sesuda bagian yang lain. ♣ Zaid bin Sabit. atau satu le baran secara terpisa .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Yaitu enuliskannyan baik dengan e isa . karena beberapa keterangan dala berlo ba untuk kitab-kitab sejara dan sunan ereka enunjukkan ba wa para sa abat ereka eng afalkan ur'an dan e erinta kan anak-anak dan ister-isteri eng afalkannya. Muaz bin Jabal. ♣ Abu Zaid bin Sakan dan Abu Darda'. kitab sa i nya Buk ari tela ereka dan se angat ereka dala eng afal asa enge ukakan adanya tuju uffadz di elalui tiga riwayat.uran pada berikut : asa nabi dapat dijelaskan dengan point-point sebagai a. Penyebutan para afiz yang tuju atau delapan ini tidak berarti pe batasan. . Mereka adala : ♣ Abdulla bin Mas'ud. Pengumpulan Al-Quran dalam Penghafalan di masa Nabi.isa kan ayat-ayat dan sura -sura nya. bai bin Kaab. enertibkan ayat-ayat se ata dan setiap sura ditulis dala atau yang enertibkan ayat-ayat dan sura -sura nya dala le baran-le baran yang terku pul eng i pun se ua sura .uran. PENGUMPULAN QUR'AN DALAM PADA MASA NABI Realitas peng i punan Al. Para sa abat tela dikenal dengan kecintaan Al.uran di asa nabi adala sebagai berikut : ) Rasulullah meminta beberapa sahabat untuk menuliskan wahyu 67 . Dala sa abat. b. ♣ Sali ♣ ♣ bin Ma'qal bekas budak Abu Huzaifa . Pengumpulan Qur'an dalam Arti Penulisann a pada Masa Nabi Beberapa penjelasan terkait penulisan al.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Rasullulla tela engangkat para penulis wa yu ur'an dari sa abat-sa abat terke uka. enjelaskan pertanyaan diatas. Tulisan-tulisan seseorang belu ur'an pada asa Nabi tidak terku pul dala satu us af . ' bai bin K'ab dan Zaid bin Sabit. diantaranya sebagai berikut. tetapi berangsur-angsur dan terpisa -pisa . 68 . Rasululla berpulang kera tela di afal dan tertulis dala us af dengan susunan seperti disebutkan diatas. Bila turun ayat yang bagai ana ungkin bisa dibukukan data satu buku. Zaid bin Sabit engatakan : " Kami menyusun Qur'an dihadapan Rasulullah pada kulit binatang " ) Para sahabat senantiasa menyodorkan Qur'an kepada Rasulullah baik dalam bentuk hafalan maupun tulisan. kulit atau daun kayu. pelana. seperti Ali. Mu a ad Ali As -S obuni dala At-Tibyan fii Ulumul Al. bila ayat turun ia e erinta kan ereka enulisnya dan enunjukkan te pat ayat tersebut dala ati. le pengan batu. daun lontar. sura . aka Sebagian ayat ada yang di ansuk . enuliskannya pada pelepa kur a .ur'an diturunkan tidak sekaligus. atau diterbitkan ayat-ayatnya saja dan setiap sura berada dala satu satu le bar secara terpisa dala us af yang enyuru (lengkap . tuju uruf. Muawiya . Sebagian sa abat tanpa diperinta ole nabi. se ingga penulisan pada le bar itu e bantu peng afalan didala ) Beberapa sahabat berinisiatif menuliskan secara sendiri-sendiri. ayat-ayat dan sura -sura dipisa -pisa kan. Tetapi ur'an belu diku pulkan dala KENAPA AL-QUR'AN TIDAK DIBUKUKAN DALAM SATU MUS AF (PADA MASA NABI ? Ada beberapa jawaban yang bisa sebagai ana disebutkan ole Qur'annya. yang ada pada atulla disaat ur'an tentu di iliki orang lain. enuliskan ereka ur'an yang turun itu atas ke auan ereka sendiri. Tidakla ungkin untuk e bukukannya sebelu secara keseluru annya selesai. potongan tulang belulang binatang. enyatakan nasak .

Ia di adapkan kepada peristiwa-peristiwa besar berkenaan dengan ke urtadan sebagian orang arab. se ingga Alla e bukakan ati Abu Bakar eneri a usulan ar tersebut b.ur'an akan lenyap.ur'an enjadi ada af sebagai ana yang ti bul pada asa Abu Bakar.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Susunan ayat dan surat tidakla berdasarkan urutan turunnya. Abu Bakar dilakukan ole e bunu banyak qari' pula se ingga enolak usulan itu dan berkeberatan Rasululla . Tetapi untuk ar tetap elakukan apa yang tidak perna e bujuknya. fitna -fitna dapat diatasi. sebab peperangan Ya a a tela banyak erasa k awatir juga kalau-kalau peperangan dite pat-te pat lain ur'an akan ilang dan usna . Berbeda asa Abu Bakar di ana gejala-gejala tela ada. PENGUMPULAN QUR'AN PADA MASA ABU BAKAR a. Dala K atab elibatkan seju la besar sa abat ar bin peperangan ini tuju pulu qari dari para sa abat gugur. se ingga k awatir kalau Al. lalu ia engu pulkan dan erasa sangat kuatir eng adap Abu Bakar dan e bukukan ur'an karena e bunu para engajukan usul kepadanya agar dik awatirkan akan qarri'. SAW adala sangat Masa turunnya wa yu terak ir dengan wafatnya Rasulula pendek/dekat. Latar Belakang Pengumpulan Quran : Abu Bakar enjalankan pe erinta an Isla sesuda Rasululla . yang tidak se purna turunnya e bukukannya sebelu engu pulkan Al. Belu satu dala pada ada us otifasi/ alasan yang endorong untuk enyusun atau atulla setela se bilan ari asanya sangat relatif singkat. banyaknya yang gugur. Yang de ikian tentunya eng endaki peruba an susunan tulisan. Karena itu ia segera enyiapkan pasukan dan engiri kannya untuk H e erangi orang-orang yang urtad itu. Dengan de ikian e ungkinkan untuk wa yu. Pemilihan Zaid bin Tsabit 69 . Disegi lain akan ar usna . . Peperangan Ya a a yang terjadi pada ta un yang afal ur'an. eli at kenyataan ini. Sebagian ayat ada yang turunnya pada saat terak ir wa yu tetapi urutannya dite patkan pada awal surat.Ke udian Rasululla SAW berpulang ke ra dari turunnya ayat tersebut. Orang-orang Isla keadaan baik. a li baca qur'an begitu banyak.

ketangan Hafsa e intanya dari tangan Hafsa .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Ke udian Abu Bakar ♣ kedudukannya dala e erinta kan Zaid bin Sabit. Ke udian putri ar. mereka menulisnya dalam lembaranlembaran kertas. di ana ia berkata: adits yang diriwayatkan oleb Abu Daud dala kitab ar datang seraya engatakan: "Siapa yang menerima Al- Qur'an dari Rasulullah SAW maka cobalah datangkan. Langka tersebut adala enga bil langka yang tepat. le baran-le baran itu us af s an ar dan tetap berada ditangannya ingga ia wafat.ur'an Zaid bin Tsabit tela antap. c. papan kayu dan pelepah kurma". Abu Bakar Zaid enceritakan kepadanya kek awatiran dan usulan ar. enganggap cukup enurut yang di afal dala ati dan yang ditulis dengan tangannya serta asil pendengaran. Dua al tersebut yaitu afalan dan tulisan arus terpenu i. teliti dan suatu ja inan (yang pantas dala penulisan Al. sa pai ur'an itu. Keduanya lalu bertukar pendapat. qiraat dan penulisan al-quran engingat beberapa al : ♣ pe a a an dan kecerdasannya. Hal ini dike ukakan ole sebua sunna nya.ur'an dengan Zaid bin Tsabit tidak antap dan penu ketelitian. Ke udian le baran-le baran ( ku pulan itu disi pan ditangan Abu Bakar. dan Su ber afalan yang tersi pan dala Su ber tulisan yang ditulis pada za an Rasululla SAW. Karena sangat bersunggu sunggu dan ber ati. ♣ serta ke adirannya pada pe bacaan yang terak ir kali. Metode Zaid bin Tsabit & Ketelitiann a dalam Pengumpulan Al-Quran Dala usa a pengu pulan Al. Zaid bin ati para ak irnya Zaid dapat Sabit eneri a dengan lapang dada perinta penulisan elalui tugasnya yang berat ini dengan bersadar pada afalan yang ada dala qurra dan catatan yang ada pada para penulis. Pada ulanya enolak seperti alnya Abu Bakar sebelu itu. Pada per ulaan kekalifa an s an. tetapi ia bertitik-tolak pada penyelidikan yang endala dari dua su ber: ati para sa abat. 70 .atinya ia tidak eneri a data berupa tulisan sebelu disaksikan ole dua orang yang adil ba wa tulisan tersebut ditulis di adapan Rasululla SAW. Setela ia wafat pada ta un berpinda ke tangan itu berpinda H.

Ij a' u at ter adap us af banyala bacaan yang pasti.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Sekalipun de ikian ia ( ar tidak au eneri anya begitu saja sebelu disaksikan ole dua orang saksi.ur'an. Beberapa Keistimewaan Mushaf Abu Bakar Le baran-le baran yang diku pulkan dala beberapa keisti ewaan yang terpenting: satu us af pada asa Abu Bakar e iliki Diperole se purna.a. adala afalan dan ereka berdua Ibnu Hajar tulisan. ketelitian dan kesunggu an yang digariskan oleb Abu Bakar S iddiq kepada Zaid bin Tsabit. d.Ali berkata: "Orang yang paling berjasa dala Al. sedangkan as-Sak awy enyaksikan tulisan tersebut di adapan Rasululla SAW itu karena benar-benarnya usa a pe antapan. Hadits ini didukung pula ole Daud. ia adala orang yang perta a engu pulkan Al- ur'an/Kitabulla . Bila ada orang yang dua orang saksi.ur'an iala Abu Bakar r.ur'an dari ba aya ke usna an. dan itu berkat al taufiq serta idaya dari Alla Azza wa Jalla.ur'an (Kitabulla aka tulisla !" engatakan: "Yang di aksud dengan dua orang saksi adala engatakan ba wa yang di aksud. . Mus af encakup huruf sab'ah (tuju uruf yang dinukil berdasarkan riwayat yang benar-benar s a i . ba wa Abu Bakar engatakan kepada adits lain yang juga diriwayatkan oleb Abu ar dan Zaid: "Dudukla anda berdua di pintu dengan e bawa asjid. di ana ia e buat para sa abat kagu dan terpesona ter adap e eli ara Al. dari asil penelitian yang sangat endetail dan ke antapan yang Yang tercatat dala bacaannya. Keisti ewaan-keisti ewaan tersebut usa a Abu Bakar. endatangi u peri al Al. tidak ada nasak us af tersebut secara utawatir ba wa yang tercatat adala ayat-ayat Al. PENGUMPULAN QUR'AN PADA MASA USMAN a. Latar Belakang Pengumpulan 71 .

Sebagian bacaan itu berca pur dengan asing. enentang setiap orang yang enyala i bacaannya dan ba kan Meli at kenyataan de ikian Huzaifa segara apa yang tela dili atnya. sedang diantara sa abat a at ereka terdapat perbedaan dala e pri atinkan kenyataan ini karena takut kalau-kalau perbedaan itu akan enyalin le baranpada le baran- eni bulkan penyi pangan dan peruba an. ♣ Said bin 'As.asing e perta ankan dan berpegang pada bacaannya. qiraat. Ke udian s an ♣ Zaid bin Sabit al-Ansari. Ia banyak eli at perbedaan dala kesala an. Apa bila ereka edan peperangan. Cara-cara pe bacaan (qiraat ereka bawakan berbeda-beda sejalan ereka berku pul erasa eran dengan engeta ui dengan perbedaan ' uruf ' yang dengannya disuatu perte uan atau disuatu ur'an diturunkan. dan ♣ Abdurra e engiri kan le baran-le baran itu an bin Haris bin Hisya .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Penyebaran Isla berta ba dan para urra pun tersebar di berbagai wilaya . enyatukan u at isla b. s an juga eng adap s an dan elaporkan kepadanya e berita ukan kepada Huzaifa ba wa sebagian engajarkan iraat pada anak-anak. sebagian ereka adanya perbedaan qiraat ini. Metode Pengumpulan Al-Quran masa Utsman ts an ke udian engiri kan utusan kepada Hafsa (untuk dan Hafsa anggil : pun e inja kan us af Abu Bakar yang ada padanya kepadanya. lalu enyalin dan e perbanyak us af. karena ba wa perbedaan-perbedaan itu se uanya disandarkan kepada Rasululla . tetapi uran. ♣ Abdulla bin Zubair. Mereka bersepakat untuk le baran yang perta a yang ada pada Abu Bakar dan le baran itu dengan bacaan tetap pada satu uruf. serta st an e erinta kan ereka agar e erinta kan pula agar apa yang 72 . serta ereka saling engkafirkan. Sebagian enganggapnya wa ar. dan kepada penduduk disetiap wilaya itu e pelajari qira'at (bacaan dari qari yang dikiri ur'an yang ereka. Ketika terjadi perang Ar enia dan Azarbaijan dengan penduduk Iraq. Ketiga orang terka ir ini adala orang quraisy. Para perbedaan itu pun akan terjadi pada orang-orang yang Anak-anak itu akan tu bu . diantara orang yang ikut enyerbu kedua te pat itu iala cara-cara e baca Huzaifa bin al-Ya an.

pasti dan keraguan arus di ilangkan dari para qari. karena Mus af. sebab qiraat dengan tuju qiraat dengan tuju se ingga uruf itu tidak wajib. c. Dan dita annya satu us af untuk di adina . Ke udian ia e bakar dengan ena us af yang selain itu. tentu setiap uruf arus disa paikan secara ereka tidak elakukannya. ba asa quraisy.us af itu ditulis dengan satu uruf (dialek dari tuju yang diturunkan agar orang bersatu dala satu qiraat. Dan uruf ur'an seperti enge balikan s an tela le baran-le baran yang asli kepada Hafsa . Permasalahan seputar pen atuan huruf al. bertianya arus ereka tidak enya paikan e ili . tetapi uruf uruf enunjukkan kebole an dan keringanan (ruks a . Keputusan ini ewajibkan utawatir tidak sala . yaitu us afnya sendiri yang dikenal dengan na a " us af I a ". atpun e erinta kan untuk eneri a perinta dengan patu . sedang qiraat uruf lainnya ditingalkan. Apa bila sebagian orang le a pengeta uan berkata : Bagai ana ereka bole e baca ereka eninggalkan qiraat yang tela dibacakan ole Rasululla dan diperinta kan pula dengan cara itu ? untuk aka Jawabnya iala : 'Sesunggu nya perinta Rasululla kepada perinta yang e bacanya itu bukanla enunjukkan wajib dan fardu. Tetapi enunjukkan ba wa qiraat dengan tuju uruf itu ter asuk dala katergori keringanan (rukhsoh). Dan karena al tersebut.asing satu us af. Sebab andaikata qiraat dengan tuju itu diwajibkan kepada ereka. tentula pengeta uan tentang setiap uruf dari ketuju e punyai ujja untuk itu wajib pula bagi orang yang enya paikannya. Seandainya Rasululla uruf itu se ua.uran dalam Mushaf Ustman ts an ra e utuskan untuk eng ilangkan ena uruf yang lain. asala qiraat ereka bole sesuda adanya orang yang ur'an dikalangan u at yang penya paiannya enjadi ujja bagi sebagian ketuju 73 . aka ini erupakan bukti ba wa dala enya paikan uruf itu.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a diperselisi kan Zaid dengan ketiga orang quraisy itu ditulis dala ur'an turun dengan logat ereka. lalu dikiri kannya pula pada setiap wilaya yaitu asing. Ini enjadi ujja .

engu pulkan ur'an iala karena banyaknya perbedaan ur'an yang disaksikannnya sendiri didaera -daera dan cara-cara ereka saling enyala kan antara satu dengan yang lain. untuk e persatukan kau enyalinnya usli in dala enjadi satu ereka baca tanpa keena uruf lainnya. sebagian ula a pendapat ini adala ij a' diantaranya az-Zarkasyi dala dala unasaba nya. Sura iala e punyai per ulaan dan kesuda an. dengan ayat-ayat dan sura satu us af. dengan ayat-ayat dan dan tidak kur a. Diantara dalil-dalilnya adala sebagai berikut : al-Bur an dan Abu Ja'far Ibnuz Zubeir 74 . Diantaranya sebagai Motif Abu Bakar adala kek awatiran beliau akan ilangnya ur'an karena banyaknya para uffaz yang gugur dala Sedang dala otif s an dala e baca peperangan yang banyak enelan korban dari para qari. dan pelepa satu us af. ke udian diku pulkan dala sura nya yang tersusun serta terbatas dala sura -sura nya serta terbatas dengan bacaan yang tidak di ansuk encakup ketuju uruf sebagai ana ketika ur'an itu diturunkan. Pen usunan Tertib A at ur'an terdiri atas sura -sura dan ayat-ayat. tulang. baik yang pendek Ayat adala seju la kala seju la ayat ur'an yang Alla yang terdapat dala aupun yang panjang.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a PERBEDAAN ANTARA PENGUMPULAN ABU BAKAR DENGAN USMAN Dari teks-teks diatas jelasla ba wa pengu pulan ( us af ole dengan pengu pula berikut : yang dilakukan s an dala Abu Bakar berbeda otif dan caranya. tertib atau urutan ayateriwayatkan ba wa ayat ur'an ini adala tauqifi. PEN USUNAN TERTIB A AT & SURAT a. Pengu pulan ur'an yang dilakukan Abu Bakar iala catatan e inda kan satu tulisan atau ur'an yang se ula bertebaran dikulit-kulit binatang. ketentuan dariRasululla . Sedangkan pengu pulan yang dilakukan s an adala satu uruf diantar ketuju us af dan satu uruf yang uruf itu. sebua sura dari ur'an. .

tentula ayat-ayat itu tidak akan didukung ole Diriwayatkan dari Abu Darda' dala adis arfu' : "Barang siapa hafal sepuluh ayat redaksi lain dari awal surah kahfi. Pen usunan Tertib Surah Para ula a berbeda pendapat tentang tertib sura -sura ur'an. Ini adis yang enunjukkan keuta aan beberapa ayat dari sura -sura enunjukkan ba wa tertib ayat-ayat bersifat tauqifi. Tanpa diragukan lagi. disa paikannya kepada ur'an yang tela sekali setiap ta un. Dengan de ikan tertib ayat-ayat ur'an seperti yang ada dala diantara kita adala tauqifi. Ali i ran dan e baca sura A'raf dala salat Annisa'.adis tersebut. sebagai berikut : Pertama : Ba wa susunan surat itu tauqifi dan ditangani langsung ole Nabi sebagai ana diberita ukan jibril kepadanya atas perinta Tu an. Sebab jika tertibnya adis. Dan pengulangan Jibril terak ir ini seperti tertib yang dikenal sekarang ini. Seperti yang ada ditangan kita sekarang ini. seperti sura Baqara . pada bulan ra ad an dan pada ta un terak ir ke idupannya sebanyak dua kali. Tanzilul Kitabi af pada La Raibafi i" (as-Sajda dan Hal Ata Alal Insani (ad-Da r juga e baca sura waktu Kutba . us af yang beredar b. ur'an pada asa Nabi tela tersusun sura -sura nya secara tertib sebagai ana tertib ayat-ayatnya. Allah akan melindunginya dari Dajjal.(an-Na l: ♣ Terdapat seju la tertentu. Dengan de ikian. dapat diuba .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a ♣ s an bin 'Abil 'As berkata: panadangannya enjadi taja "Aku tenga duduk disa ping Rasululla . Sura Ju u'a dan sura Munafikun dala ♣ Jibril selalu Rasululla engulangi dan e eriksa salat ju 'at.. Ke udian katanya 'Jibril tela eletakkan ayat ini dite pat anu dari datang kepadaku dan e erinta kan agar aku sura ini : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan serta memberi kepada kaum kerabat…." Dan dala dikatakan: "Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surah kahfi…" ♣ Disa ping itu teri a pula ba wa Rasululla tela ayat-ayatnya dala salat atau dala e baca seju la sura dengan tertib k utba ju at. Juga adis sa i ag rib dan dala engatakan ba wa Rasululla ari ju 'at salat subu e baca sura Alif La Mi . tiba-tiba lalu ke bali seperti se ula. Yaitu tertib 75 .

itu bersifat tauqifi seperti alnya tertib ayat-ayat.us af ereka. Nisa' dan Alius af bai yang perta a ditulis iala Fati a . ditertibkan ayat-ayat enyepakatinya. Seandainya tertib itu us afnya asing. itu tertibnya tauqifi dan sebagian lainnya enunjukkan tertib al ini karena terdapat dalil yang Mannaul att an enyatakan : Apa bila e bicarakan ketiga pendapat ini. ke udian Muza adani. dst ingga ak ir sura Makki dan ke udian Muddassir. lalu Nun. yang enyatakan tertib sura -sura itu berdasarkan ijti ad para sa abat. perbedaan tertib didala us af. Ini enunjukkan tela terjadi kesepakatan (ij a' atas tertib sura .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a us af s an yang tak ada seorang sa abatpun enentangnya. Sebab. Dala us af Ibn Masu'd yang perta a ditulis adasla sura Baqara . jelasla bagi kita ba wa pendapat kedua. erupakan asil ijti ad . erupakan i tiyar ereka sebelu ur'an diku pulkan secara terib.Dala 'I ran. ala . ketetapan yang tauqifi dengan dalil-dalilnya tidak berarti ba wa selain itu adala sekali. 76 . Baqara . dalil-dalilnya enunjukkan tertib tauqifi. yakni di ulai dengan Iqra'. tidak bersandar dan berdasar pada suatu dalil. aka us af- dan sura -sura nya pada suatu uruf ( logat dan u atpun us af yang ada pada tentu ereka ditinggalkan. Sebab. sebagian sura pada asa Nabi. asil ijti ad. pendapat ketiga yang enyatakan sebagian sura itu tertibnya tauqifi anya berpusat pada nas -nas yang dan sebagian lainnya bersifat ijti adi. il.asing. engingat adanya Misalnya : us af Ali disusun enurut tertib nuzul. Disa ping itu pula yang bersifat de ikian anya sedikit Dengan de ikian ba wa tertib sura Walla u a'la . Ketika pada asa s an ur'an diku pulkan . ereka tetap berpegang pada Se entara itu. Ketiga : Dikatakan ba wa sebagian sura berdasarkan ijti ad para sa abat. Niasa' dan Ali-I ran. ijti ad sebagian sa abat engenai terib us af ereka yang k usus. tanpa suatu perselisi an apa pun. Adapun bagian yang ijti adi tidak bersandar pada dalil yang enunjukkan tertin ijti adi. Kedua : Dikatakan ba wa tertib sura itu berdasarkan ijti ad para sa abat.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a 77 .

Na un kau quraisy e punyai faktor-faktor yang enyebabkan ba asa ereka lebi unggul daiantara cabang-cabang ba asa arab lainnya.uran uruf dala Al. kepada ewujudkan ke ukjizatan e persatukan bangsa arab dan endatangkan satu surah yang seperti ur'an. Setiap kabila tidak di iliki ole kabila -kabila lain. se ua suku bangsa arab sebagai ba asa induk bagi ba asa-ba asa tersebut. suara dan uruf. Riwayat diturunkannya tuju Al. Pengantar Tuju Huruf dala . Ole sebab itu. dala pengungkapan sesuatu akna dengan ad . . Dengan de ikian wajarla Rasulla yang quraisy pula untuk ur'an ketika ereka gagal jika enjadikan ba asa quraisy ereka karena adanya karak teristik-karakteristik ur'an diturunkan dala logat quraisy. enye purnakan aka ur'an yang diturunkan kepada Rasul-Nya. RIWA AT / DALIL DITURUNKANN A AL-QURAN DENGAN TUJU URUF Nas -nas dengan tuju suna cukup banyak enge ukakan adis engenai turunnya ur'an uruf.uruf sebagai ana diterangkan secara ko pre ensip dala e punyai ira a sendiri dala engucapkan kata-kata yang kitab-kitab sastra. Dan ini ereka untuk e baca . Yang antara lain karena tugas ereka enjaga Baitulla . Diantaranya : 78 .uran /A/ uruf . enja u para je a'a aji.uran dala tuju uruf . PENGANTAR TUJU URUF DALAM AL-QURAN Orang Arab dala e punyai aneka raga lahjah (dialek yang ti bul dari fitra ereka langga . eng afal dan erupakan sala satu sebab yang e a a inya. e ak urkan asjidil Hara dan enguasai perdagangan. Apa bila orang arab berbeda la ja perbedaan tertentu.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Turunn a Al-Quran Dengan Kode Pokok-pokok Materi : . Pengertian Tuju Huruf dan perbedaan Pendapat seputarnya . Mu a akna ke ukjizatannya karena ia encakup se ua uruf dan waja qiraa e uda kan pili an diantara lahjah-lahjah itu. Hik a diturunkannya Al.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a a. Dari bai bin Ka'ab: "Ketika Nabi berada didekat parit Bani G afar.' ia e erinta kan u agar enjawab : 'Aku e bacakan ur'an kepada u at u eg fira - o on kepada Alla a punan dan Nya. 79 . Kemudian berulang kali aku mendesak dan meminta agar huruf itu ditambah. As-Suyuti enyebutkan ba wa asi uruf. PERBEDAAN PENDAPAT TENTANG PENGERTIAN TUJU URUF Para ula a berbeda pendapat dala yang ber aca . Pendapat Pertama : bahwa ang dimaksud dengan tu uh huruf ialah tu uh macam bahasa dari bahasa-bahasa Arab mengenai satu makna. mereka tetap benar. lalu e erinta kan u agar jawab Nabi : 'Aku tidak kuat e bacakan ur'an kepada u at u dengan tiga uruf. ia berkata : "Rasululla berkata: 'Jibril membacakan (Qur'an) kepadaku dengan satu huruf.' ke udian jibril datang e erinta kan u agar enjawab : 'Aku lagi untuk yang kedua kalinya dan berkata : 'Alla e bacakan ur'an kepada u at u dengan dua a punan dan uruf.' Nabi e o on kan kepada Alla ag fira Nya u atku tidak kuat engatakan : 'Alla elaksanakannya."' ( R Muslim Catatan : Hadis. karena u atku tidak dapat elaksanakan perinta itu." na un kebanyakan pendapat itu bertu pang tindi ." ( R Bukhori Muslim b. dan iapun menambahnya kepadaku sampai dengan tujuh huruf. sebab u atku elaksanakannya.' e o on kepada Alla a punan dan Mag fir Nya. ingga Ibn Hayyan arti kata tuju uruf enafsirkan tuju uruf ini dengan perbedaan engatakan : 'A li il u berbeda pendapat tentang enjadi tiga pulu li a pendapat. bin adis.' dengan huruf mana saja mereka membaca.' Ke udian jibril datang lagi untuk yang ketiga kalinya seraya berkata : ' Allah memerintahkanmu agar membacakan Qur'an kepada umatmu dengan tujuh huruf.adis tersebut diriwayatkan dari dua pulu orang sa abat.' Jibril datang lagi untuk yang ketiga kalinya. Dari Ibn Abbas.aca . Disini ka i akan ke ukakan beberapa pendapat diantaranya yang dianggap paling endekati kebenaran. ia didatangi jibril seraya berkata: 'Alla dengan sau uruf.adis yang berkenaan dengan al diatas a at banyak ju la nya dan sebagian besar tela diselidiki ole Ibn Jarir didala pengantar tafsirnya. Abu ' baid al Sala enetapkan kemutawatiran hadis engenai turunnya ur'an dengan tuju .

ur'an. uzakkar dan cabangtata ba asa. Pendapat Keempat : Segolongan ula a berpendapat ba wa yang di aksud dengan tuju uruf iala : tuju aca al yang diantaranya terjadi i tilaf (perbedaan dala tata ba asa tersebut eliputi : bentuk ufrad. karena itu ba asa Huzail. u ka . taqd i ( enda ulukan dan tak ir ( engak irkan . dan masal (peru pa aan . ara . Sedang sebagian yang lain dala atau Ya an. Perbedaan dala Perbedaan dala Perbedaan dala Perbedaan dala segi I'rab ( arakat ak ir kata . karena yang di aksud dengan tuju uruf dala pendapat ini adala tuju uruf yang bertebaran diberbagai sura akna. dengan pengertian ba wa kata-kata aca ba asa tadi. wa'id (anca an . alal. Hawazin . na yu. Pendapat Kedua : ba wa yang di aksud dengan tuju ba asa-ba asa arab dengan na a dala uruf iala tuju aca ba asa dari ur'an diturunkan. yang uruf adala tuju waja eliputi : amr (perinta . utasyabi dan a sal. ur'an encakup ketuju Kinana . ja ak dan ta'nis. Meskipun sebagian besarnya dala ba asa uraisy. Saqif. nahyu (larangan . baik penggantian aupun penggantian pada sedikit perbedaan a raj atau te pat keluar uruf. tersebut tentang aka ur'an anya endatangkan satu lafaz atau lebi saja. Ta i aca aka secara keseluru an ba asa tersebut. seperti tasniya . Catatan : Pendapat ini berbeda dengan pendapat sebelu nya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Dengan pengertian jika ba asa akna. Dan jika tidak terdapat perbedaan. segi ibdal (penggantian . jadal (perdebatan . 80 . wa'd (janji . uruf dengan uruf. qasas (cerita . Tuju ik tilaf dala Ik tilaful as a'(perbedaan kata benda : dala cabangnya. ur'an secara keseluru an tidak keluar dari ketuju Yaitu ba asa paling fasi diantara kalangan bangsa arab. Bukan tuju ba asa yang berbeda dala kata tetapi sa a dala Pendapat Ketiga : ba wa yang di aksud dengan tuju (bentuk/te a . tasrif. Atau a r. aka ereka berbeda-beda dala engungkapkan satu ba asa ur'an pun diturunkan dengan seju la lafal sesuai dengan raga akna yang satu itu. Ini adala pendapat sebagian besar ula a.

Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Perbedaan karena ada pena ba an dan pengurangan. ( enebalkan dan tarqiq ( enipiskan . I tilaf dengan pena ba an (ziyada Tauba : keduanya isalnya fir an Alla : "Wa 'aaddala u yang dibaca juga "Min ta erupakan qiraat yang utawatir. seperti e baca panjang dan sebagainya. di aksudkan untuk Pendapat Keenam : Segolongan ula a berpendapat ba wa yang di aksud dengan tuju tersebut adala qiraat tuju . Sedang qiraat adala eringankan (tak fif . dan delapan . Perbedaan la ja seperti bacaan tafk i dan i ala . Pendapat ini dapat dijawab ba wa yang diturunkan kepada Mu a perbedaan dala cara ur'an itu bukanla qiraat. uruf ur'an adala wa yu ad sebagai bukti risala dan ukjizat. se ingga Catatan :Setela enganalisa beberapa pendapat di atas Mannaul at an engatakan : " Dengan de ikian . tetapi bilangan tersebut anya sebagai enurut kebiasaan orang arab. fata jannatin tajri ta ta al an ar" (at al an ar" dengan ta ba an "Min" . Tetapi kata-kata itu tidak bilangan bilangan pulu an. aka kata tuju adala isyarat ba wa ba asa dan susunan ur'an encapai erupakan batas dan su ber uta a bagi perkataan se ua orang arab yang tela puncak kese purnaan tertinggi. engucapkan lafal-lafal wa yu tersebut. idz ar dan idg a . " 81 . jelasla ba wa pendapat perta a yang dengan tuju enyatakan ba wa yang di aksud engenai satu akna yang uruf adala tuju ba asa dari ba asa orang arab sa a adala pendapat yang sesuai dengan za ir nas-nas dan didukung ole bukti-bukti yang sa i . Sebab lafaz sab'a enunjukkan ju la banyak dan se purna dala dala (tuju dipergunakan pula untuk bilangan satuan . seperti kata tuju pulu ' ratusan. enyebabkan ereka terperosok kedala e beratkan (tasqil Na paknya apa yang kesala an ini iala adanya kesa aan "bilangan tuju " (dala per asala annya enjadi kabur bagi ereka. dan 'tuju ratus' dala enunjukkan bilangan tertentu. Pendapat Kelima : ba wa yang di aksud bilangan tuju itu tidak diartikan secara arfia ( aksudnya bukan bilangan antara ena la bang kese purnaan Dengan de ikian. a za dan tas il. isy an dll. adis ini dengan qiraat yang populer .

tidak bisa baca tulis. Dan ereka tidak ur'an sebagai a pu ditantangkan Rasululla kepada eng adapi tantangan elainkan ter adap tersebut. Hal inila yang untuk setiap asa. IKMA TURUNN A QUR'AN DENGAN TUJU URUF Hik a turunnya al. Sebab peruba anperuba an bentuk lafaz pada sebagian uruf dan kata-kata e berikan peluang luas untuk entebabkan ur'an relevan dan dapat disi pulkan dari padanya bebagai uku .uruf dan kata-katanya sesuai dengan ira a yang tela dasar ereka dan la ja kau nya. se ingga setiap orang arab dapat enjadi watak ukjizat yang engalunkan uruf.uran dala tuju uruf dapat disi pulkan sebagai berikut: Untuk memudahkan bacaan dan hafalan bagi bangsa yang u setiap kabila nya syari'at. dengan tetap keberadaan ereka. Ole karena itu. na un belu Bukti kemukjizatan Qur'an bagi naluri atau watak dasar kebahasan orang arab. yang terbiasa eng afal asing. ke ukjizatan itu bukan ter adap ba asa naluri keba asaan ereka itu sendiri. i. Kemukjizatan Qur'an dalam aspek makna dan hukum-hukumnya. istinbat (penyi pulan uku ijti ad ber ujja dengan qiraat bagi ketuju 82 . apa lagi e punyai dialek entradisikannya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a . e punyai banyak pola susunan bunyi yang sebanding dengan segala ba asa yang tela aca ur'an cabang dialek enjadi naluri ba asa orang-orang arab.asing. para fuqa a dala uruf ini. Sekalipun de ikian.

Dari ereka inila kebanyakan para sa abat dan tabi'in di seluru daera belajar. dan Ubai bin Ka'b " (HR Buk ori • Rasululla SAW juga bersabda : " Barang siapa yang ingin membaca Al-Quran benarbenar sebagaimana ia diturunkan. Sejara Perke bangan Il u iro'at . rwa . bay bin Ka'b. Ibnu Mas'ud. Pengertian iroat . Ali bin Abi T olib.uran langsung dari Rasululla SAW.uku nya urro' yang Masy ur iroa Sab'a . Zaid bin Tsabit. Ke udian para tabi'in tersebut a enyebar di kota-kota besar pe erinta an Isla . Dari Abdulla bin A r bin As . ira'at ini berdasarkan sanad-sanadnya sa pai kepada Rasululla SAW. . Hik a adanya Perbedaan dala . ba kan beberapa dari 'secara res i' direko endasikan ole Rasululla SAW sebagai rujukan sa abat lainnya dala • pengucapan Al. Menurut istila qira'at iala sala satu aliran dala dipakai ole sala seorang i a pelafalan/pengucapan Al.uran.qirâ'atan. Rasululla SAW bersabda : " Ambillah (belajarlah) AlQuran dari empat orang : Abdullah bin Mas'ud. Profil Tuju . Salim. Muadz. diantaranya adala : : Ibnu Musayyib. Sali . Raga iro'at dan Huku . dan ar bin Abdul Aziz Madina 83 . SEJARA PERKEMBANGAN ILMU QIRO'AT Para sa abat e pelajari cara pengucapan Al. Abu Darda.ur'an yang al ucapan Al- qura' yang berbeda dengan lainnya dala ur'anul Kari . maka hendaklah membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi Abd (Abdulla bin Mas'ud Diantara sa abat yang populer dengan bacaannya adala : ts an bin Affan.yaqra'u . dan Abu Musa al-Asy'ary.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Qiraat & Qurro' Kode Materi : /A/ Pokok-pokok Materi : . PENGERTIAN QIROAT Al-Qira'aat adala ja ak dari kata qiro'ah yang berasal dari qara'a .

beberapa kelo pok ulai sunggu -sunggu enata tata baca dan pengucapan al. T owus. ibnu siirin : al. At o' bin Abi Roba . dll Ke udian pada asa tabi'in awal abad Hijriya . st ani serta terkenal pula dikalangan aca para a li qiraat se ingga tidak dikategorikan qiraat yang sala atau syaz. k ususnya i a qurro yang tuju . qur'an banyak disandarkan kepada . : abu aliya . Ikri a asruq. qiraat ini dapat digunakan. yakni Rasululla st ani dengan kaida ba asa arab dan rasa Masyhur. yaitu qiraat yang sa i sanadnya tetapi tidak sesuai dengan kaida ba asa arab dan rasa encapai derajat utawatir.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a b c d e Meka Kufa Bas ro Sya : baid bin air. ubaida . Juga sesuai ungkin bersepakat untuk berdusta . dll : ilqi a .UKUMN A Sebenarnya I a tuju orang. yaitu qiraat yang dinukil ole seju la besar periwayat yang tidak orang yang seperti itu dan Saw. s o ib uts an. qotada . Syarat tersebut antara lain : Muwafawoh bil Arobiyah ( sesuai dengan ba asa arab Muwafaqoh bi ahad rosm utsmani ( sesuai dengan sala satu penulisan us af ts ani Shihhatus Sanad ( bersandarkan dari sanad atau riwayat yang s o i / kuat Dengan ketentuan-ketentuan di atas.uran ingga il u syaria lainnya. Ke udian il u tersebut. Muja id. yang ak irnya uncul pula enjadi il u tersendiri sebagai ana il ue pelajai adrasa . yang ingga ari ini qiroat ereka. abu roja'. dari seju la sanadnya bersa bung ingga peng abisannya. 84 .adrasa qiro'a yang e unculkan keberadaan para qurro'.ug iro . RAGAM QIRO'AT & UKUM. al-aswad. atau guru iraat itu ju la nya banyak anya sekarang yang populer adala ini adala qiraat yang s a i dan e enu i syarat-syarat iraat tuju orang i a disebut qiroaat yang s oi . ke udian para ula a jenis dili at dari layak tidaknya untuk diikuti : e bagi qiro'at enjadi beberapa Mutawatir .

yaitu qiraat yang tidak ada asalnya. yaitu qiraat yang tidak sa i sanadnya. Mudraj. belajar qira'at dari Al-Mug ira ibnu Abi Syi ab al-Ma zu y dari ts an bin A an dari Rasululla SAW. Beliau Wafat di Da askus pada ta un urid. enyala i iraat ini tidak dapat dia alkan qiraat sebagai penafsiran (penafsiran yang Kee pat aca terak ir ini tidak bole dia alkan bacaannya.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Ahad. dala H. dan ereka teri a dari sa abat Rasululla enya paikan qira'at kepada kita sesuai dengan yang SAW. Mereka iala i a -i a sesuai dengan yang qira'at yang asy ur yang eya paikan qira'at kepada kita e iliki keuta aan SAW: ereka teri a dari sa abat Rasululla SAW. Ma'udu.ur'an sebagai ana sabda Rasululla "Sebaik-baiknya orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya". atau tidak terkenal. Berikut sekilas tentang profil ereka : Ibnu 'Amir ( Na a lengkapnya adala Abdulla al-Ya s s uby seorang qad i di Da askus pada asa pe erinta an Walid ibnu Abdul Malik.ur'an dan terkenal dengan afalan serta ketelitiannya. Dia adala seorang tabi'in. bacaanya. . QARI TUJU ANG MAS UR Para ari yang afal Al. Mereka il u dan pengajaran tentang kitabulla Al. yaitu yang dita ba kan ke dala disisipkan ke dala ayat uran enyala i rasa aca st ani. Orang yang enjadi Ibnu Katsir ( 85 . yaitu qiraat yang sa i sanadnya tetapi kaida ba asa Arab. Pannggilannya adala Abu I ran.ur'an dan terkenal dengan afalan serta ketelitiannya. Syaz. ira'at yang utawatir se uanya kita kutip dari para qari yang afal Al.

ia seorang tabi'in yang perna idup al qira'at di Makka . wafat di Hawan pada asa K alifa Abu Ja'far al-Mans ur ta un H. ia adala seorang tabi'in yang wafat pada sekitar ta un H di Kufa . Disebut juga sebagai na anya dengan Ya ya. Perawinya dan penerusnya adala al-Bazy wafat pada ta un H. Abu Ayyub al-Ans ari dan Anas ibnu Malik. H. Beliau wafat di Kufa pada ta un perawinya adala ad-Dury wafat pada ta un . Dan K allad wafat ta un H. Syu'ba wafat pada ta un H. Kedua perawinya adala K alaf wafat ta un H. Kedua Perawinya adala . H. seorang i a Dipanggil dengan na a Abul Hasan. orang disebut dengan na a Kisaiy 86 . asalnya dari Isfa an. dipanggil dengan Ibnu 'I ar . enurut sebagia na wu golongan Kufa . ar al-Bas ry. ia adala bersa a s a abat Abdulla ibnu Jubair. ( Na a lengkapnya adala Abu Ruwai Nafi' ibnu Abdurra an ibnu Abi Na'i al- Laitsy. dengan perantara Sali . Beliau wafat pada ta un ta un H. amzah al-Kuf ( H. na a Abu A r itu na a panggilannya. Kedua H. Imam Nafi. Perawinya adala alun wafat pada Al-Kisai ( Na a lengkapnya adala Ali Ibnu Ha za . dia wafat di Makka pada ta un H. Disebut juga dengan Ibnu Ba dala . sorang enurut sebagian orang H. Dengan ke angkatan Nafi' berak irla kepe i pinan para qari di Madina al-Munawwara . dan unbul wafat pada ta un 'Ashim al-Kuf ( Na a lengkapnya adala 'As i ibnu Abi an-Nujud al-Asady. dan Warasy wafat pada ta un H.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Na a lengkapnya adala Abu Mu a adala i a dala ad Abdulla Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky. dan as-Susy wafat pada ta un Na a lengkapnya adala Ha za Ibnu Habib Ibnu 'I ara az-Zayyat al-Fard i at T ai y seorang bekas a ba 'Ikri a ibnu Rabi' at-Tai y. Panggilannya adala Abu Bakar. H dan Hafsa wafat pada ta un Abu Amr ( Na a lengkapnya adala Abu 'A r Zabban ibnul 'Ala' ibnu A guru besar pada rawi.

as enjelaskan / wud u. Laits Abul Haris perawinya. Maka yang perta a juga bisa dibaca dala enunjukkan uku encuci kedua kaki dala engusap ( al. Se entara yang kedua khuf atau sejenis sepatu. kita dapatkan ik a sebagai berikut : Bukti yang jelas tentang keterjagaan Al. karena dala e unculkan istinbat jenis uku Conto dala yang berbeda pula. Beliau wafat di Ranbawiyya yaitu sebua desa di perjalanan ke K urasan bersa a ar-Rasyid pada ta un H. yang ". qiroat yang berbeda ternyata bisa Keringanan bagi u at serta ke uda an dala Me buktikan ke ukjizatan Al. karena kisa pakaian i ra nya. Conto berjalanla asala ini : dala enafsirkan qiroat lain yang surat Ju at ayat . . 87 . tetapi ini ke udian diterangkan dengan qiroat lain : " famdhou" yang berarti pergila . asala ini adala lafad z : " wa arjulaku " dala qiroa lain dengan "wa arjuliku Al-Maida ayat . Negeri Roy ketika ia dala Perawinya adala Abul Harits wafat pada ta un Syat iby engatakan: "Adapun Ali panggilannya Kisaiy.uran. asi belu jelas enunjukkan uku kedua kaki dala iroat yang satu bisa ikut aknanya. eskipun e punyai banyak qiroat tetapi tetap terpeli ara. asli katanya berarti dengan cepat. lafal " Fas'au ". bukan larila . Hafsa ad-Dury ilang tuturnya. dan ad-Dury wafat ta un H. H.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a karena e akai kisa pada waktu i ra .uran dari peruba an dan penyi pangan. e bacanya. IKMA PERBEDAAN DALAM QIROA SAB'A Dala perbedaan di antara qiroa -qiroa yang s a i .

sesuai dengan apa yang usli in. Kesala an-kesala an pada Praktek Tajwid . Tajwid adala : Memberikan setiap huruf hak-haknya dan susunannya. Keuta aan Tajwid. Pengertian Ta wid & Ilmu Ta wid Tajwid secara ba asa artinya at-tahsiin wal ijaadah : baik dan Istila Tajwid berarti : e baguskan. Keuta aan Tilawa . b. Adab Tilawa . Secara .Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a TAJWID & TILAWA Kode Materi : /A/ Pokok-pokok Materi : . menghaluskan pelafalan pada kondisi yang sempurna. Keutamaan Ta wid Alla SWt berfir an : 88 . Tajwid. Huku a.uran. tanpa berlebihan dan pembebanan. dari generasi ke generasi .uku dan e baca Al. akan kita ba as beberapa al antara lain : Pengertian Tajwid serta Objek Pe ba asan Il u Tajwid. Sedangkan il u tajwid diartikan sebagai : il u yang kaida -kaida yang arus dijaga pada saat dipraktekkan kau enjelaskan uku . Pengantar Singkat Il u Tajwid . PENGANTAR SINGKAT ILMU TAJWID Dala pengantar singkat il u tajwid ini. mengembalikan huruf pada makhrojnya dan asalnya. dari Rasululla SAW.

aka tidak akan berpengaru Rasululla SAW bersabda : " seorang yang pandai membaca Al-Quran akan bersama malaikat yang mulia. Sebaliknya.adala berdosa. Sedangkan lalai dala asala ini – tanpa udzur syar'I yang bisa diteri a.( )" Artinya : Allah Telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. jika al-quran apapun bagi ati yang dibaca dengan seenaknya. baik agar bisa e pengaru i ati ereka yang endengarnya.uran idealnya dibaca dengan benar.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a " . ( S Az-Zu ar Pada ayat di atas diisyaratkan ba wasanya Al. d. Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. sedangkan yang membaca Quran dengan terbata-terbata dan kesusahan. dan usli dituntut untuk e pelajari uku - e per atikannnya ketika sedang e baca al-quran.uku Il u Tajwid. maka baginya ada dua pahala " ( R Bukhori & Muslim c. ukum Mempela ari Ilmu Ta wid Para ula a Tajwid bersepakat ba wa setiap uku tilawa . Ob ek Pembahasan Ilmu Ta wid Objek pe ba asan dala • • • • • • Huku . secara garis besar eliputi : berkaitan dengan Nun ( A ka u an-Nuun berkaitan dengan Ha za ( a kaa u al a za Tata Cara Ber enti ( Kaifiya Al-Waqf Mak orijul Huruf ( Te pat Keluar Huruf Sifat-sifat Huruf A ka ul Mad ( Panjang Pendek Haroka 89 . gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya.uku Huku . endengarnya.

k ususnya e baca al.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a . . diantaranya 90 . KEUTAMAAN TILAWA Tilawa Al. Berlebi an dala Berlebi an dala Tajwid ( Mubalaghoh wa Ifrooth pengucapan dan pelafalan Al. Kesala an Al-Lahn ( Kekurangan dala Kesala an al-la n dibagi • pelafalan /tanpa tajwid enjadi dua bagian . Berikut conto -conto berlebi an dala • pengucapan al. Seperti dala b.uran dengan nada sedi yang berlebi an dan a pir- enangis berlebi an At-Tardiid : pengulangan ayat terak ir yang dibaca seorang qori' ole seku pulan orang yang endengarkannya. iro'at. secara u u bisa dibagi enjadi dua bagian besar : a. untuk ke udian usu atau terkejut. bagaikan orang yang enggigil kedinginan atau ena an sakit. Misalnya adala : tas rif. yang tidak diketa ui ereka yang bergelut la a di il u tajwid atau pakar di bidang asala ak orijul uruf dan sifat-sifatnya.uran adala ibada sunna yang yang diga barkan dala adits sebagai : e punyai banyak keuta aan. • At-Tarqis : ber enti dan dia pada te pat ber enti. e anjangkan secara elanjutkan aroka dengan cepat seperti lari dari • At-Tat riib : pe bacaan seperti berlebi an pada uruf • At-Ta ziin : a pir • ad usik. • Yang kedua adala kecuali ole kesala an Al-Khofiyy (terse bunyi . yang perta a adala kesala an Al-Jaliyy (yang Jelas yaitu kesala an pelafalan / tajwid yang diketa ui ole banyak orang awa sala dala arokat ( I'rob . atau sala dala secara u u . KESALA AN-KESALA AN DALAM PRAKTEK TAJWID Kesala an dala praktek tajwid .uran juga sa a ba ayanya dengan kesala an yang ber ubungan dengan eninggalkan tajwid.uran : At-Tar'iid : pe bacaan al-quran dengan bergetar secara berlebi an.

karena ia ter asuk dzikir yang e baca uran dala eskipun bole e bacanya bagi orang yang ber adast.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a a Dari Ibnu ar. ( ) " Dan bacalah Al-Quran secara tartil " ( S Muza il 91 . " (HR yaitu seorang yang diberikan Alla enginfakkannya siang dan e bacanya siang dan ala dan seorang yang diberikan Alla al-quran. Bersiwak ( e bersi kan Me baca taáwwuz ulut sebelu ulai e baca. b e baca uran e per atikan al. Me bacanya dengan tartil yaitu dengan pelan dan terang serta uruf aknya (betul Alla SWT berfir an : e berikan setiap ak rajul urf dan tajwidnya . Rasululla SAW bersabda : " Bacalah Al-Quran . idga nya. berdasarkan fir an Alla SWT : ( ) " dan jika engkau membaca Al-Quran maka berlindunglah kepada Allah dari syaitan yang terkutuk " ( S An-Na l f g Me baca bas ala pada per ulaan setiap sura . lalu ia Buk ori dan Musli b Dari Ibnu Mas'ud . ala . enjaga keagungan Al- Me bacanya anya di te pat yang bersi dan suci. dan setiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipatnya " (HR Tir idzi c Dari Abu a a . untuk uran.al berikut : keadaan berwudlu. dsb. karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi pembacanya " (HR Musli . Rasululla SAW bersabda : " Barang siapa yang membaca satu huruf dai kitabullah maka baginya satu kebaikan. (audzu billahi minasysyaitanir rajim pada per ulaannya. ADAB TILAWA Dianjurkan bagi orang yang a Hendaknya paling uta a. Rasululla bersabda : " Tidak bole arta lalu ia asad kecuali pada dua orang. c d e Me bacanya dengan k usyuk. kecuali sura Al-Baraá . seperti panjangnya. tenang dan bersa aja.

Maka Rasululla SAW bersabda : " Tidak akan pa a engk ata kan Al. atas rahmat dan kemudahan dari Allah SWT Selesai pembahasan ulumul qur'an (I) untuk semester satu semoga bermanfaat 92 .Rasululla kuat kurang dari itu. Ia berkata : aku engk ata kan Al. ingga ari. Rasululla SAW aka terus saja Abu Musa tuju inta lebi kurang dari itu. j Me baguskan suara karena itu akan lebi berasa di ati . Sesuai perinta Alla dala ( ) "Apakah mereka tidak mentadabburi al-Quran ataukah pada hati mereka ada gembok-gemboknya ? " ( S Mu a i Meresapi anca an.uran kurang dari tiga ari " ( HR Abu Daud Me ikirkan dan fir annya : entadabburi ayat-ayat yang dibacanya.uran . Rasululla SAW bersabda : Hiasilah Al-Quran dengan suaramu (HR Ibnu Hibban k Mengeraskan bacaan jika dianggap lebi baik dan tidak eni bulkan riya. berapa la a aku se arusnya enjawab : dala satu bulan. Rasululla e batasi keinginan ar. ia engk ata kan Al. akna dan ad uran yang ber ubungan dengan janji dan aksud ayat-ayat -----ooo ooo-------- Alhamdulillah.uran ? . orang yang enjawab : bacala dala dari itu . Ia enjawab : aku kuat kurang (Al.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Karena itula sa abat yang ingin dala beberapa aditsnya. Dari Ibnu bertanya pada Rasululla SAW : Ya Rasululla .uran dengan cepat.

Yusuf arad awi . Bagai ana berinteraksi dengan Al. Kitab " Al. Abdul Aziz Saqor . Kitab " Jam'u Al-Jadawil " ole Syeik Jasi Al-Mu al il .Adhwa ala ulumil quran " ole Dr. asy-syubuhaat wa ar-rodd alaihi ". Hatta Sya suddin . 93 . Kitab " At-Tibyan fii Uluumil Qur'an " ole Mu a ad Ali As-S obuni . Situs-situs Isla dala negri dan ti ur tenga . Makala : " Tadwin Al-Qur'an.Modul Ulumul Quran ma rro an ura ar a Daftar Referensi . Terje a Kitab " Mabahits fi Uluumil Qur'an " karya Manna'ul att an .uran karya Dr. Kitab " Manahilul Irfan " ole Syaik Az-Zarqooni .