Metodologi Penelitian Sejarah (Pedoman Penyusunan Proposal SKRIPSI Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Kie Raha Ternate

)
1.PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Untuk menyelesaikan studinya dalam arti lulus menjadi sarjana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Kie Raha Ternate wajib membuat karya ilmiah berupa skripsi. Atas dasar itu, mahasiswa wajib mengikuti kuliah Metodologi Penelitian dan Penulisan Sejarah, selain mata kuliah Metodologi Sejarah. Akan tetapi, ketika mahasiswa sampai waktunya menghadapi proses penulisan skripsi, mereka umumnya mengalami kesulitan yang menyangkut beberapa hal. 1.Pemilihan/penentuan topik penelitian. 2.Pembuatan proposal skripsi. 3.Pencarian sumber dan pengolahan sumber, terutama sumber berbahasa asing (Belanda dan Inggris dan Portugis). 4.Pembuatan kerangka tulisan. Mahasiswa umumnya belum memahami bentuk dan sifat kerangka skripsi Pendidikan sejarah yang baik. 5.Pembuatan uraian skripsi, menyangkut teknis penulisan dan penyusunan uraian bersifat sistematis, kronologis/diakronis, dan deskriptif-analisis. Boleh jadi kesulitan-kesulitan itu mereka hadapi akibat cara belajar yang kurang baik, mencakup sikap dalam mengikuti perkuliahan dan rendahnya kebiasaan membaca. Kalaupun membaca, kurang konsentrasi dan tidak dilandasi oleh sikap kritis. Dengan memahami kondisi tersebut, disertai dengan tidak adanya panduanpenyusunan skripsi di lingkungan Progrgram Studi Pendidikan Sejarah STKIP Kie Raha Ternate. Pedoman itu belum dimiliki oleh mahasiswa dan dosen. Oleh karena itu mahasiswa sangat mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan karena kebiasaan membaca rendah, dalam proses penulisan skripsi, terkesan mahasiswa tidak memiliki pedoman sebagaimana mestinya. Hal-hal tersebut menjadi alasan atau faktor pendorong disusunnya materi mata kuliah Metodologi Penelitian dan Penulisan Sejarah dalam bentuk buku ini. 1.2 Tujuan Penulisan Tulisan ini dimaksudkan sebagai bahan untuk membimbing mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah dalam proses penulisan skripsi. Dengan kata lain uraian dalam buku ini dimaksudkan sebagai acuan dasar bagi mahasiswa untuk memahami teknis penelitian dan penulisan sejarah. Dengan memahami hal-hal tersebut, diharapkan mahasiswa mampu mengatasi kesulitan dalam proses penulisan skripsi. Dengan demikian, tulisan ini merupakan awal dari buku Pedoman Penulisan Skripsi Sejarah yang akan dikeluarkan Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Kie Raha Ternate. Buku ini juga dimaksudkan sebagai salah satu buku pegangan bagi dosen pembina mata kuliah Penelitian , khususnya di Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Kie Raha Ternate. 1.3 Ruanglingkup Tulisan

Oleh karena itu. 2. misalnya sejak semester IV.4 Sumber Acuan Penjelasan mengenai masalah yang dibicarakan dalam tulisan ini didasarkan pada buku-buku tentang metode dan teori sejarah. akan terjadi kelemahan dalam heuristik (pencarian dan penemuan sumber). tentang historiografi. tetapi mereka dapat melaksanakannya dengan baik. apabila peneliti tidak menguasai metode penelitian dalam arti mampu mengaplikasikan metode itu. Bila hal itu terjadi. 2. sehingga menghasilkan rencana penelitian yang baik. kelemahan dalam mengolah sumber dan data. karena diterima-tidaknya rencana penelitian dan baik-tidaknya hasil penelitian. Masalah dimaksud adalah kiat pemilihan topik.2 Cakupan Pemikiran Rencana penelitian mencakup pemikiran mengenai hal-hal berikut: 1. Bila metode penelitian tidak diterapkan dengan baik. Hal-hal tersebut penting dipahami dalam membuat rencana penelitian. teknis pengolahan sumber dan data. dan pedoman menulis karya ilmiah bidang sosial. adalah penelitian ilmiah yang harus dimulai oleh perencanaan yang seksama. karena pada dasarnya suatu perencanaan merupakan serentetan petunjuk yang disusun secara logis dan sistematis. antara lain kelemahan atau kesalahan interpretasi dan verifikasi (pembuktian). khususnya penelitian dalam rangka menulis skripsi. jauh sebelum batas akhir studi. Perlu dikemukakan bahwa kelemahan penelitian pada prinsipnya akibat kurang dukungan metode penelitian. baik permasalahan umum maupun permasalahan khusus. disertasi atau buku sejarah. Penjelasan masalah tertentu disertai contoh. bahkan kesalahan. sehingga fakta yang diperoleh tidak memadai.RENCANA PENELITIAN DAN PEMILIHAN TOPIK Rencana penelitian harus dilandasi oleh wawasan mengenai permasalahan penelitian. tesis. dalam penulisan akan mengalami kelemahan. ditunjang oleh pengalaman penulis dalam melakukan penelitian dan penulisan masalah sejarah dalam bentuk laporan penelitian. dan makalah. Dengan demikian. Perencanaan dalam bidang ilmiah harus mengikuti logika. Penelitian tidak akan berhasil dengan baik. 1. serta teknis penulisan. dengan harapan agar mahasiswa tidak hanya memahami masalah penelitian dan panulisan secara teori. rencana penelitian dapat dipikirkan secara seksama. materi yang dibicarakan dalam tulisan ini adalah masalahmasalah pokok dalam mata kuliah Metodologi Penelitian dan Penulisan Sejarah. Petunjuk dimaksud tercakup dalam prosedur penelitian yang harus dipenuhi. 2.Sesuai dengan tujuan penulisan. pada dasarnya tergantung pada perencanaannya. teknis penelitian sumber.1 Permasalahan Penelitian sejarah untuk menghasilkan tulisan berupa skripsi. para mahasiswa sebaiknya memikirkan topik/masalah untuk menulis skripsi. Topik/masalah apa yang akan diteliti? .

4. Mencari dan memilih topik untuk bahan penelitian bukan pekerjaan gampang. Untuk mengatasi kebingungan itu. masih ada topik/masalah lain yang sudah terpikirkan. Masudnya. c. topik/masalah mana yang harus atau sebaiknya dipilih. seminar. Memang. Hal ini dimaksudkan agar rencana itu dapat dipikirkan atau dievaluasi kembali. berawal dari pemilihan topik yang akan diteliti. 6. Kedua. Pertama. peneliti pemula seperti mahasiswa S1. baik untuk menyusun rencana penelitian dan memilih topik yang mamupun untuk pelaksanaan penelitian. calon peneliti harus mengetahui dua hal. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. kiat memilih topik/masalah. beberapa waktu kemudian terpikirkan lagi topik/masalah lain yang dianggap dapat dijadikan obyek penelitian. akan menyulitkan penelitian. Dalam hal ini. calon peneliti dituntut memiliki wawasan cukup luas untuk mencari topik yang diminati atau menarik perhatiannya. apabila topik/masalah yang satu batal dipilih karena beberapa hal. karena penulisan skripsi dituntut bersifat deskriftip-analisis. biasanya menghadapi kesulitan dalam memikirkan topik/masalah apa yang akan diteliti. calon peneliti harus meningkatkan kebiasaan membaca dan memiliki kemampuan membaca secara efektif dan efisien.Mendengar: dalam forum simposium. dalam perencanaan penelitian sebaiknya dipikirkan dua alternatif topik/masalah. Akan tetapi. dll. lokakarya. Hal itu dimaksudkan agar calon peneliti memperoleh masukan yang bermanfaat. . baik sejarah daerah maupun sejarah nasional. perlu diketahui. meskipun baru rencana dalam pemikiran. Wawasan itu diperoleh melalui berbagai kegiatan atau cara. Pendekatan apa yang harus digunakan? Penelitian sejarah tentu menggunakan metode sejarah. Hal-hal apa yang harus dipersiapkan untuk keberhasilan penelitian? (Menyangkut instrumen/perlengkapan penelitian). akan menyulitkan penelitian dan kelemahan tulisan hasil penelitian. diskusi.Mengkaji pengetahuan calon peneliti mengenai sejarah. bagi peneliti pemula hal itu biasanya menimbulkan kebingungan. recana penelitian tidak dipikirkan dalam waktu sangat pendek. yaitu: a. Seberapa luas ruang lingkup masalah yang akan diteliti? Dalam merencanakan ruang lingkup penelitian. bahwa ruang lingkup penelitian (masalah dan temporal) yang terlalu luas atau terlalu sempit. Mengapa sebaiknya demikian? Pertama. apalagi tidak ditunjang oleh biaya yang memadai. tetapi perlu dipikirkan pula penggunaan teori yang relevan untuk mempertajam analisis. tidak mustahil setelah calon peneliti memiliki rencana untuk meneliti suatu topik/masalah. karena topik yang akan diteliti harus memenuhi persyaratan tertentu. 2. 7. b. seperti skripsi. Mengapa topik/masalah itu yang dipilih? 3.Konsultasi dengan orang-orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman cukup luas dalam bidang sejarah. Berapa lama waktu yang diperlukan dan jumlah biaya yang harus dipersiapkan? Jangka waktu penelitian yang terlalu pendek. Oleh karena itu calon harus memahami sumber asal perolehan topik. syarat yang harus dipenuhi oleh topik/masalah yang akan menjadi obyek penelitian. ceramah. Apa tujuan penelitian dan kegunaan hasilnya? 5. Kedua. Dengan kata lain. d. sebaiknya dituangkan dalam tulisan.Membaca berbagai jenis sumber tertulis.3 Sumber Asal Topik Penelitian untuk menulis karya ilmiah sejarah. Dalam hal ini. agar rencana itu dapat disusun secara teliti.2.

Minat. calon peneliti memiliki kemampuan yang diperlukan.e. 2. baik bagi calon peneliti maupun bagi orang lain. c. calon peneliti akan memperoleh sejumlah alternatif topik penelitian. mencakup perkembangan institusi militer. sumbernya berdasarkan wawasan calon peneliti tentang sumber tersedia dan kuantitasnya memadai. perang atau gerakan bersenjata. dll. Topik mengandung unsur yang menarik. perubahan sosial. dll. tidak asal jadi. sejarah kabupaten atau sejarah propinsi. termasuk penguasaan metodenya. 2. Sebenarnya tema b) sampai dengan e) tercakup dalam sejarah lokal atau regional.Sejarah politik dan pemerintahan. tema-tema untuk penulisan sejarah. Kemampuan dimaksud mencakup kemampuan meneliti. termasuk aspek temporalnya. Ruang lingkup spasialnya terbatas pada daerah tertentu. seperti perkembangan kehidupan agama. dll.Sejarah mengenai aspek-aspek religi. Dalam kegiatan tersebut. Secara garis besar. Telaah setiap topik berdasarkan alasan/pertimbangan yang merupakan kaidah atau persyaratan memilih topik penelitian.Substansi masalah dalam topik memungkinkan untuk diteliti (manageable topic) karena beberapa faktor. topik mana yang paling diminati calon peneliti. gerakan bernuansa agama. Kegiatan selanjutnya adalah memilih topik penelitian. mencakup gerakan sosial. calon peneliti akan mengetahui tema-tema dalam studi sejarah Indonesia. Catat topik-topik itu menjadi daftar topik yang akan dipilih. Di antara topik-topik yang terdaftar.1 dan pemahaman akan tema-tema tersebut. Ketiga. sehingga menemukan topik yang menarik dan penting untuk diteliti. Dipisahkannya tema-tema itu dari sejarah lokal/regional.5 Kaidah Memilih Topik Melaui kegiatan tersebut pada sub bab 2.4 Tema Studi Sejarah Dari hasil kegiatan tersebut pada sub bab 2.Memiliki arti penting (significant topic). aspek-aspek struktur sosial. d. calon peneliti harus memiliki sikap kritis dalam arti peka terhadap masalah. yaitu: a. lembaga keagamaan. khususnya dalam bentuk skripsi adalah: a.Sejarah lokal atau regional.1. Kedua. . d. kemampuan memahami bahasa sumber. sejarah kota. c. Substansi masalah dalam topik yang dipilih memiliki arti penting bagi ilmu pengetahun (misalnya. Kemampuan tersebut harus dimiliki agar penelitian dan penulisan hasilnya dapat dilakukan secara sungguh-sungguh. Proses pemilihan topik sebaiknya dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pemilihan tema ini dapat menghasilkan sejarah desa. dan kemampuan akan biaya yang diperlukan. b. b. baik disengaja maupun tidak.Sejarah sosial.Observasi lapangan.Sejarah militer. Melalui observasi ke tempat bersejarah.Menarik (interesting topic). Pertama. menghasilkan sesuatu yang baru) atau kepentingan pragmatis. atas dasar studi sejarah mengenai tema b) sampai dengan e) ditekankan pada masalah tertentu (tematis). e. sejarah ekonomi-perdagangan/pertanian. tidak mustahil timbul pemikiran mengenai suatu topik penelitian. ruanglingkup masalah tidak terlalu luas dan juga tidak terlalu sempit.

penelitian mengenai masalah yang terlalu luas. 2. Pertama. kadar subyektivitas biasanya cukup menonjol. topik penelitian sebaiknya dipilih dua alternatif. akan menyebabkan batasan tulisan menjadi kabur. pemilihan topik dengan masalah yang termasuk ke dalam sejarah kontemporer (pertengahan abad ke-20 ke atas). sehingga hal itu dianggap plagiat.Topik yang dipilih belum diteliti oleh orang lain. Sebaliknya. Sebagian di antaranya bahkan masih dimiliki oleh pelaku sejarah atau keluarganya. 1.Permasalahan menyangkut perolehan sumber/informasi. Bila tidak. perlu diketahui pula mengenai dua hal.e. dalam arti ia mengetahui secara langusng peristiwa yang ditelitinya. penelitiannya belum secara komprehensif atau mendalam. cakupan masalah yang terlalu luas atau terlalu sempit. akan menyulitkan peneliti. Dalam pemilihan topi. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan topik pilihan pertama ternyata sudah ada yang meneliti. Oleh karena itu. Kedua. sejarawan peneliti terpaksa mengorbankan obyektivitas. Sumbersumber yang berceceran itu sulit dicari. pencariannya memerlukan waktu lama. Sejalan dengan dua persyaratan yang disebut terakhir. baik dalam pencarian sumber maupun dalam penulisan. Hal itu terjadi karena penulisan sejarah kontemporer dituntut untuk menggunakan informasi lisan dari pelaku sejarah yang masih hidup. kemungkinan terjadi pengulangan bahasan masalah yang sama atau hampir sama. Kalaupun sebagian dari sumber itu diperoleh. atau sumbernya setelah dilakukan penelitian ternyata sedikit atau sulitdiperoleh. Oleh karena itu. Penelitian terhadap masalah yang terlalu sempit biasanya hanya akan menghasilkan tulisan yang ³dangkal´. . asalkan memahami kendala-kendala yang mungkin dihadapi atau konsekuensi lainnya. Bila mereka diwawancarai. Contoh penulisan peristiwa G 30 S/PKI (1965) beberapa waktu yang lalu (zaman orde baru). Dalam penulisan sejarah kontemporer.Permasalahan menyangkut subyektivitas. Tidak dibenarkan dan sangat tidak terpuji bila peneliti melakukan plagiat. mereka juga disadari atau tidak memberikan informasi yang bersifat subyektif. Sifat subyektif mungkin akan bertambah bila peneliti juga termasuk ³pelaku sejarah´. tidak berarti masalah kontemporer tidak boleh dipilih menjadi kajian sejarah. selain memberikan informasi tentang peristiwa yang dialaminya. dalam arti belum disimpan di perpustakaan/pusat dokumen. Masalah kontemporer silahkan dipilih menjadi bahan penelitian sejarah. Oleh karena itu. Subyektivitas dalam penulisan sejarah kontemporer juga akan terjadi bila peristiwa yang dikaji sangat kental bernuansa politik yang menyangkut petinggi negara khususnya dan pemerintah umumnya. dalam mengkaji data disadari atau tidak mungkin ia melakukan intepretasi bersifat subyektif. Tindakan itu merupakan pelanggaran etika ilmiah sekaligus etika moral. calon peneliti harus mengetahui benar hasil penelitian topik tersebut. Bila topik yang telah diteliti orang lain dijadikan pilihan. Namun demikian. Banyak sumber tertulis sejarah kontemporer yang masih berceceran. Penulisan sejarah kontemporer justru seringkali menghadapi permasalahan yang mendasar. karena ia pun mengalami peristiwa itu dalam usia dewasa. lebih baik dipilih topik/masalah yang benar-benar aman´. agar tidak menimbulkan permasalahan yang merugikan peneliti. tidak berarti penelitian dan penulisan masalah itu lebih mudah bila dibandingkan dengan pengkajian masalah pertengahan abad ke-20 ke bawah. Kalaupun sudah ada yang meneliti.

langkah selanjutnya adalah menelaah daftar sumber (bibliografi) pada setiap sumber acuan. daftar sumber yang akan menjadi acuan (pedoman) dalam melakukan peneltian sumber selanjutnya (heuristik). penelaahan sumber cukup dilakukan secara sepintas. akan diketahui dengan cepat ada. untuk mengetahui di bagian mana masalah yang akan diteliti dibicarakan dalam buku yang bersangkutan.Baca selintas (quick reading) bagian yang memuat masalah yang akan diteliti. yaitu sumber yang judul atau subjek utama sumber itu mencerminkan adanya data atau informasi tentang masalah yang menyangkut topik penelitian. Guide to the Sources of Asia History. telaah indeks itu untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas.STUDI PENDAHULUAN 3. 3. .Indonesia. Identitas sumber yang terpilih dicatat dan disusun menjadi bibliografi.International Council on Archives.tidaknya judul atau subjek buku yang menyangkut topik penelitian. dan katalog subjek. Pencarian sumber awal cukup diarahkan pada sumber tertulis. yaitu buku yang memuat daftar sumber mengenai subjek tertentu atau berbagai subjek. dimaksudkan agar peneliti tidak kehabisan waktu untuk melakukan penelitian sumber selanjutnya.Bila buku memiliki indeks. Maksudnya. Selected Dokuments on Colonialism and Nationalism 1830-1942. Penelusuran identitas sumber perlu dilakukan pula melalui buku bibliografi. 3. 3.2 Bibliografi Kerja Setelah informasi dari sumber acuan awal dicatat tentu dicatat pula identitas sumber yang bersangkutan. baik jumlah maupun jenisnya. Bila sumber acuan awal telah diperoleh. Penelaahan dimaksudkan untuk mencari sumber-sumber mana berdasarkan judulnya yang diduga memuat data atau informasi masalah yang akan diteliti atau masalah yang relevan dengan topik penelitian. Melalui kartu katalog.3. 4 : Indonesia. Pengetahuan tentang hal itu penting untuk menyusun kerangka tulisan. Bibliografi yang diutamakan tentu bibliografi yang memuat sumber-sumber sejarah. 2. dengan tujuan untuk mengetahui aspek-aspek yang perlu dibicarakan dan pokok-pokok masalah yang perlu dibahas. Pencarian sumber sebaiknya di lakukan di perpustakaan.Bibliografi of Indonesian People and Culture. katalog judul. segera lakukan studi pendahuluan. karena sumber yang harus dicari dan diteliti cukup banyak. Caranya adalah sebagai berikut. Contoh buku bibliografi yang memuat sumber sejarah: 1. terdiri atas katalog pengarang. Penelaahan sumber secara selintas pada studi pendahuluan. bibliografi ini disebut bibliografi kerja.1 Sumber Acuan Awal Setelah topik berikut aspek spasial dan temporalnya ditetapkan. Dalam proses penelitian. Hal itu dimungkinkan karena katalog perpustakaan umumnya menggunakan sistem katalog terbagi. pada tahap awal. Vol. 2. terutama buku. 1Telaah daftar isi. Cari beberapa sumber acuan awal.

tambahkan anak judul/sub judul. Eksistensi dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Bacan Abad Ke-18. Contoh judul: Tunggal: Dinamika Kehidupan di Kota Ternate Abad Ke-19 -Awal Abad Ke-20 Ganda: Perkebunan Kelapa ³Waspada´. Tujuannya.2 Kerangka Tulisan Setelah judul ditentukan.1 Bentuk dan Kalimat Judul Melalui sumber-sumber acuan awal. perlu dipahami aspek-aspek apa yang perlu dieksplisitkan menjadi subbab atau anak subbab. tetapi mencerminkan atau mencakup substansi masalah yang akan dibahas disertai penunjukan aspek spasial (tempat) dan aspek temporal (waktu). (Teknis pencatatan data dibicarakan pada Bab V Pengolahan Sumber dan Data). Masalah apa yang harus menjadi judul bab dan masalah apa yang harus menjadi judul subbab. . Dalam menyusun kerangka tulisan. judul tulisan harus memuat lebih dari satu variabel. terutama dari sumber acuan awal. Dalam hal ini.3. 3.Masalah-masalah pokok yang tercakup dalam judul tulisan (skripsi) harus dinyatakan dalam kerangka tulisan. calon peneliti harus memahami aspek-aspek yang perlu dibicarakan dan pokok-pokok masalah yang perlu dibahas.3 Judul dan Kerangka Tulisan (Sementara) 3. yakni bibliografi pelengkap karya tulis ilmiah yang merupakan bagian integral dari karya tulis yang bersangkutan. menyusun bibliografi final. langkah selanjutnya adalah membuat kerangka tulisan. Namun demikian. sehingga menjadi judul ganda. Urutan bab dan subbab itu didasarkan pada hubungan permasalahannya dalam alur proses terjadinya peristiwa. yaitu: 1.Pembagian dan urutan bab dan subbab harus berdasarkan pola pikir yang sistematis dan logis. walaupun bersifat sementara. beberapa hal sangat perlu diperhatikan. karena aspek-aspek/pokok-pokok masalah yang dinyatakan pada bab dan subbab dalam kerangka itu baru berasal dari hasil studi pendahuluan. penyusunan kerangka tulisan walaupun bersifat sementara harus berdasarkan pemikiran yang sistematis dan logis serta memperhatikan sifat tulisan sejarah ilmiah. harus diperhatikan hubungan antar bab dan hubungan antar subbab dalam bab. Dengan kata lain. Apabila judul singkat dirasa tidak mencakup masalah-masalah pokok yang akan dibahas. tentukan judul tulisan. 3.3. kartu itu nantinya digunakan untuk: mencatat data yang diperoleh dari sumber yang bersangkutan.Bibiliografi kerja sebaiknya dibuat dengan sistem kartu. 2. Kerangka tulisan ini bersifat sementara. Kalimat judul cukup singkat. Tiap identitas sumber dicatat dalam satu kartu ukuran 10 x 15 cm. Dengan kata lain. Masalah apa yang harus ditempatkan lebih dahulu dan masalah apa yang ditempatkan pada urutan selanjutnya. Selanjutnya.

yaitu what. Kegunaan pragmatis. . yaitu kronologis/diakronis.3. Pertanyaan yang berisi rumusan masalah itu harus sejalan dengan pertanyaan pertanyaan yang merupakan elemen dasar penulisan sejarah. 4. yaitu segi menariknya topik. kerangka tulisan harus menunjukkan alur permasalahan yang mengandung proses kausalitas. Masalah yang dipertanyakan dalam rumusan masalah itu harus tercermin dalam kerangka tulisan (bab inti). Tujuan khusus. 4. yang lazim adalah perubahan sosial. rumusan masalah. tetapi menjelaskan persyaratan topik. Lazimnya masalahmasalah pokok itu dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. 4. istilah perkembangan sosial tidak lazim digunakan. Uraian proposal mencakup latar belakang masalah. dan how (5 W & 1 H). kerangka teori (kerangka pemikiran teoretis).Gunakan kata/istilah yang tepat sesuai dengan konteks permasalahannya.Hindari adanya judul bab yang kalimatnya sama persis dengan judul skripsi. metode penelitian. Hindari pemakaian istilah yang memiliki arti ganda (ambigu). dan topik itu belum ada yang menulis secara khusus.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian Uraian menjelaskan tujuan khusus dan tujuan umum penelitian. ketersediaan sumber sehingga topik itu dapat ditulis menjadi karya ilmiah (manageable topic). misalnya sebagai salah satu bahan acuan dalam menyusun suatu kebijakan atau program. Kegunaan untuk ilmu pengetahuan.1 Latar Belakang Masalah Uraian latar belakang masalah bukan berupa ikhtisar dari masalah yang akan dibicarakan dan dibahas. karena judul skripsi harus mencakup judu-judul bab inti (Bab II dan seterusnya). dan organisasi/sistematika tulisan. mengapa topik itu dipilih sebagai bahan skripsi.PROPOSAL PENELITIAN Setelah topik untuk skripsi ditentukan dan permasalahan yang akan diteliti dituangkan dalam kerangka tulisan (sementara). Persyaratan yang dimiliki topik itu merupakan alasan.Kerangka tulisan harus menunjukkan sifat karya sejarah. tujuan dan kegunaan penelitian. Tujuan umum menjelaskan kegunaan hasil penelitian bagi ilmu pengetahuan dan/atau kegunaan pragmatis.2 Rumusan Masalah Berisi penegasan mengenai masalah-masalah pokok yang akan dibahas. misalnya untuk menambah perbendaharaan atau melengkapi sejarah daerah yang bersangkutan. who. where. tinjauan pustaka. Misal. 4. sehingga kerangka itu mencerminkan satu kesatuan dari pokok-pokok masalah yang akan dibicarakan/dibahas. Istilah harus digunakan secara konsisten. when. Dengan kata lain. 4. arti penting (signifikansi) topik. intinya menjawab rumusan masalah. langkah selanjutnya adalah membuat proposal penelitian. why. 5.

Dalam skripsi.6 Kerangka Teori Teori yang digunakan harus benar-benar relevan dan tepat untuk membantu mempertajam analisis terhadap masalah yang dibahas. interpretasi. Hal itu penting dipahami. data yang diperlukan. penulis berteori. mencakup kegiatan heuristik. maka teori harus digunakan adalah teori kekuasaan. jelaskan disiplin ilmu mana yang digunakan sebagai pendekatan dan membahas masalah. dan historiografi. Uraian Bab I Pendahuluan tidak perlu menyebutkan isi sub-sub bab. Misal. Wawasan dimaksud adalah pengetahuan yang bersangkutan dengan sumber. penulis berteori tentang suatu masalah. yaitu metode sejarah. tetapi boleh jadi gaya hidup dan pemerintahan di Jailolo hampir tidak berubah. Mengapa disiplin ilmu itu yang digunakan. Tinjauan Pustaka berisi pemaparan sumber-sumber acuan utama identitas sumber ditulis secara lengkap disertai penjelasan mengenai relevansi dan signifikansi setiap sumber bagi penulisan skripsi. Selain itu perlu dipersiapkan perlengkapan penelitian. kritik sumber.4. bahwa bila obyek kekuasaan berada sangat jauh dari pusat (subjek) kekuasaan. agar mahasiswa. Berdasarkan teori itu. mahasiswa memahami. karena penguasa Ternate sebagai subyek kekuasaan berada sangat jauh dari daerah Jailolo. Bila perlu menggunakan pendekatan dari disiplin ilmu lain. Teori itu antara lain menyebutkan.5 Tinjauan Pustaka Uraian tinjauan pustaka bukan seperti laporan buku (books report). walupun Jailolo ± pertengahan abad ke-17 hingga awal abad ke-18 ± berada di bawah kekuasaan Ternate.1 Persiapan Penelitian Untuk kelancaran dan keberhasilan penelitian sumber.PENELITIAN SUMBER 5. Berdasarkan teori itu. proposal penelitian sebaiknya menjadi bahan seminar di kelas. 5.7 Organisasi/Sistematika Tulisan Penjelasan secara garis besar mengenai pembagian bab skripsi. 4. Misal. 4. dan teknis penelusuran sumber. Dengan demikian. yakni sifat dan jenis sumber. 4. calon peneliti perlu memiliki wawasan mengenai beberapa hal. maka pengaruh subjek kekuasaan di daerah obyek kekuasaan akan lemah. bila masalah yang dibahas adalah kekuasaan dan pengaruhnya. lokasi sumber. khususnya penulis proposal memahami kekuatan dan kelemahan dalam proposal. . bagian mana dari proposal yang harus diperbaiki.4 Metode Penelitian Menjelaskan metode penelitian yang digunakan. karena uraian proposal nantinya menjadi Bab I skripsi. mahasiswa umumnya hanya mengutip uraian teori seperti tertuang dalam sumber yang memuat teori itu. Bila waktu memungkinkan. Cukup menjelaskan bahwa uraian sub-sub bab pada bab itu merupakan pertanggungjawaban ilmiah dalam proses penulisan skripsi.

1 Pengetahuan Tentang Sumber Penulisan karya ilmiah seperti skripsi menuntut digunakannya sumber primer. perlu diketahui pula lokasi beberapa perpustakaan. Sebaliknya. yang diduga menyimpan sumber-sumber yang diperlukan. termasuk kartu perpustakaan. Gunakan katalog dalam menelusuri sumber di perpustakaan. diinformasikan dalam Regeerings-almanak. Sumber sekunder umumnya berupa buku dan majalah.). Misal. Gunakan kerangka tulisan dan bibliografi kerja sebagai pedoman dalam mencari sumber.2 Perlengkapan Penelitian dll. 1. c. peneliti dituntut untuk melakukan studi lapangan. Selain Perpustakaan Nasional .1. Selain wawasan tersebut di atas.Sumber primer jenis apa yang perlu dicari.Perlengkapan penelitian: Alat tulis-menulis termasuk kartu catatan. 5. tergantung dari aspek temporal masalah yang akan diteliti. sumber primer sejarah adalah sumber berupa arsip/dokumen dan surat kabar pada zamannya. Nama dan kedudukan pejabat tertentu zaman Hindia Belanda. b. persiapkan pula hal-hal lain untuk keberhasilan penelitian. kamera dan alat rekam (tape recorder). selain sumber sekunder. d. Peralatan teknis yang mungkin diperlukan. Sebelum penelitian dilakukan.Identitas diri. Secara garis besar. bila sudah menjadi anggota perpustakaan tertentu. 2. Dalam melaksanakan studi kepustakaan. 5. selain studi kepustakaan. Data tertentu harus dicari dalam sumber apa? Misal. katakanlah akhir abad ke-19 ke bawah.1 Penelitian Kepustakaan Studi kepustakaan tentu dilakukan di beberapa perpustakaan yang diketahui atau diduga menyimpan sumber-sumber yang diperlukan. termasuk perpustakaan pribadi. a. baik di perpustakaan maupun di lembaga arsip.Kamus bahasa asing yang paling diperlukan. bibliografi kerja dan kerangka tulisan harus selalu . Bila masalah yang akan diteliti merupakan peristiwa masa lampau yang sangat jauh jarak waktunya dari sekarang. tentu penelitian yang dilakukan hanya studi kepustakaan (library research).1. 3. dll. 5.2.5. Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah.Teknis penelusuran sumber: cara efektif dan efisien menemukan sumber di perpustakaan dan pusat dokumentasi. sebaiknya calon peneliti harus mengetahui beberapa hal.2 Implementasi Penelitian Di mana penelitian sumber harus dilakukan. bila masalah yang akan diteliti termasuk masalah kontemporer (mulai abad ke-20). data tentang besluit(surat keputusan dari pemerintah Hindia Belanda) harus ditelusuri dalam dokumen berupa kumpulan staatsblad. Lokasi (tempat penyimpanan) sumber primer dan sumber sekunder.Biaya untuk memperoleh sumber (fotokopi atau pembelian buku.

catat halaman yang memuat data/informasi untuk patokan pemesanan fotokopi sebagian uraian buku yang bersangkutan. Misal.Sistem klasifikasi arsip/dokumen dan sistem peminjamannya. 1.Langkah selanjutnya mencatat identitas buku dari kartu katalog. pengetahuan dan hal lain yang akan menunjang kelancaran mencari sumber. Dalam penelaahan buku. Tujuannya. sebaiknya telusuri pula kartu subjek. d. van den Bosch. Pada perpustakaan yang memberlakukan sistem pelayanan terbuka (open acces).dibawa. Bila data yang diperlukan uraiannya ringkas. Dalam menggunakan katalog. dan kartu subjek. nama pengarang/editor. Pencarian buku berpatokan pada notasi. Penelitian di lembaga arsip Dalam proses pencarian sumber berupa arsip dan/atau dokumen yang tidak diterbitkan. Jakarta identitas buku itu dicatat pada struk peminjaman yang telah disediakan.Pahami aturan peminjaman dan sistem katalog perpustakaan. Katalog perpustakaan di Indonesia umumnya dibagi atas kartu pengarang. untuk efisiensi biaya. setelah buku-buku itu diperoleh. harus dilaksanakan. 4.Pahami sistem klasifikasi koleksi. selain menelusuri kartu pengarang. Catatan itu kemudian diserahkan kepada bagian peminjaman. yaitu pemakai perpustakaan harus mencari sendiri sumber yang diperlukan. untuk segera mengetahui bagian mana dari buku itu yang memuat data/informasi yang diperlukan. Di perpustakaan yang memberlakukan sistem pelayanan tertutup (close acces) seperti Perpustakaan Nasional.Bibliografi kerja seperti telah disebutkan digunakan sebagai pedoman mencari sumber (buku dan dokumen tercetak) melalui katalog perpustakaan yang identitasnya terdaftar dalam bibliografi kerja. yaitu notasi. karena notasi itulah yang dijadikan dasar penyusunan buku di perpustakaan. c. Data tentang pengangkatan seseorang menjadi pejabat tertentu atau data tentang peresmian . Selain itu. Selain halaman yang memuat data. peneliti berdasarkan daftar isi buku mengetahui. judul buku. tempat terbit. data apa yang perlu dicari.Data apa yang perlu dicari? 2. perlu diketahui beberapa hal. buku dicari sendiri oleh peneliti di rak koleksi. Daftar sumber itu penting artinya untuk penelusuran sumber lebih lanjut. Pengolahan data secara seksama sebaiknya dilakukan di rumah peneliti. terlebih dahulu perhatikan kerangka tulisan untuk mengingatkan. b. dan daftar sumber dalam buku tersebut. uraian tentang data itu cukup dicatat dalam kartu catatan data. Hal itu berarti penelaahan buku berlangsung secara efektif dan efisien. buku mana yang perlu ditelaah lebih dahulu. tidak mustahil ditemukan buku lain yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. dan tahun terbit). Kartu subjek: Dalam sekali pinjam. Dengan menelusuri kartu subjek. dan judul buku. bila perpustakaan memberlakukan pelayanan terbuka (open acces). kartu judul. Sebelum penelaahan buku dilakukan. arsip koleksi J. halaman lain yang perlu dikopi adalah halaman judul dan halaman lain yang memuat identitas sumber secara lengkap (nama pengarang. Penelitian di perpustakaan a. Dalam proses penelaahan.Jenis sumber yang kiranya memuat data yang dicari (Sumber berupa arsip atau dokumen?) 3.Pejabat atau institusi yang mengeluarkan sumber tersebut? Ada kelompok arsip yang terhimpun menjadi koleksi pejabat tertentu. sebaiknya pinjamlah dua atau tiga buku sekaligus. lakukan sistem membaca cepat (quick reading). penerbit.

Penelitian Lapangan Seperti telah disebutkan. Meskipun menggunakan alat rekam. Di lembaga Arsip Nasional Jakarta. Penelitian lapangan dimaksudkan untuk mencari informasi lisan. baik dari pelaku sejarah yang masih hidup serta memungkinkan untuk diwawancarai. i. harus dicari dalam kelompok arsip pejabat atau institusi yang berwenang mengeluarkan surat keputusan (besluit zaman pemerintahan Hindia Belanda). peneliti harus pandai ³membawa diri´. dan/atau informan lain yang banyak mengetahui masalah objek penelitian. Sebelum melakukan wawancara. Dalam pelaksanaan wawancara. b. dengan seizin responden. Misalnya. Studi lapangan di tempat terjadinya peristiwa. bila masalah yang akan diteliti termasuk masalah kontemporer. tetapi bersedia mengisi kuesioner. selain studi kepustakaan. Dalam kegiatan itu mungkin peneliti menemukan faktor-faktor lapangan (lokasi/tempat) yang perlu dikaji. usia/tempat dan tanggal lahir. dimaksudkan pula untuk melakukan observasi. selain mengkaji sumber tertulis dan sumber lisan. Selain itu. Misal. data umum tentang suatu daerah dan data perkebunan zaman Hindia Belanda. peneliti harus mencatat hal-hal penting yang dikemukakan oleh responden. mengapa pasukan Jepang (awal Maret 1942) mendarat di Pulau Morotai dan pantai Halmahera? Mengapa sebagian dari pasukan itu tidak ada yang mendarat di pantai Ternate? Untuk menjawab pertanyaan itu. dalam rangka menduduki daerah Maluku Utara. Arsip/dokumen dalam bentuk itu dapat dibaca dengan alat yang disebut microreader. Data tentang demografi. Salinan besluit tercetak biasanya dimuat dalam dokumen berupa kumpulan staatsblad (lembaran negara). peneliti mempersiapkan kendali wawancara berupa daftar pertanyaan yang dituangkan dalam bentuk lembar kuesioner. dikelompokkan berdasarkan daerah yang bersangkutan. alamat. Hal itu dilakukan apabila responden karena alasan tertentu tidak bersedia atau tidak punya waktu untuk diwawancarai secara langsung. jangan sampai sikap peneliti menimbulkan kesan tidak baik bagi responden. a. dicari dalam arsip berupa statistik atau dokumen berupa laporan resmi tentang kondisi masyarakat di suatu daerah. Wawancara dapat dilakukan dengan dua cara. dll. tanyakan pula kepada respoden. Isi kuesioner diawali oleh identitas responden : nama lengkap. apakah ia memiliki dokumen yang berkaitan dengan obyek penelitian. peneliti dituntut untuk melakukan studi lapangan di tempat terjadinya peristiwa dan mungkin pula di tempat lain. sebaiknya digunakan alat rekam. arsip Ternate. Hal itu dimaksudkan sebagai antisipasi bila ternyata hasil rekaman kurang baik (tidak jelas). Sekarang. mungkin perlu dilakukan observasi lapangan. dan pekerjaan.sesuatu. . Dalam melakukan wawancara. misalnya. Wawancara tidak langsung Peneliti menyampaikan lembar kuesioner untuk diisi oleh responden. Wawancara langsung. arsip tertentu sudah ada yang dialih bentukan menjadi microfilm. arsip Tidore. karena sampai sekarang kondisi geografi kedua tempat itu pada dasarnya tidak banyak mengalami perubahan.

6.3 Pencatatan Data Sistem Kartu Data yang diperoleh. Maksudnya untuk mengetahui apakah sumber itu bukan sumber palsu? Apakah sumber itu memang sumber yang diperlukan? Kritik intern dimaksudkan untuk mengetahui kredibilitas isi sumber. misal kertas HVS 200 gram atau karton manila yang lentur. kalimatnya diubah.2 Teknis Membaca Sumber Dalam proses mencari dan menseleksi data. d. Kutipan tidak langsung artinya keterangan data dalam sumber. 6.Tentukan tujuan membaca. karena kata atau istilah yang terdaftar dalam indeks merupakan kata kunci (key word) dari masalah penting. setelah diolah.1 Kritik Sumber Sesuai dengan kaidah metode sejarah. hasil studi lapanganpun. langkah berikutnya adalah mengklasifikasi data menurut . b. Data hasil studi lapangan (wawancara) Sama halnya dengan data dari sumber tertulis. kemudian dituangkan pada kartu catatan data. Portugis dll. Teknis membaca seperti tersebut. baik dari hasil penelaahan sumber tertulis maupun dari hasil studi lapangan. Inggris. data dari sumber tertulis dicatat pada kartu yang telah berisi identitas sumber yang bersangkutan.). terutama perlu dilakukan dalam menelaah buku/sumber berbahasa asing (Belanda. sebaiknya dicatat dengan sistem kartu. Data/informasi apa yang perlu dicari. pahami kata kuncinya. 6. Maksudnya. terhadap sumber yang diperoleh terlebih dahulu dilakukan kritik sumber dari segi ekstern dan intern. Untuk kepentingan itulah indeks dalam buku perlu ditelaah. kata kunci dicari pada setiap halaman yang memuat uraian tentang masalah yang sedang diteliti. 6. sesuai dengan bahasa sumber yang ditelaah. setiap data berikut keterangannya dicatat dalam satu lembar kartu ukuran 15 x 10 centi meter. Kritik ekstern menyangkut otentisitas sumber. c.Cari kata kunci pada halaman yang ditunjukan oleh indeks. peneliti wajib memiliki kamus bahasa asing.Telaah halaman yang memuat kata kunci. a. Kutipan langsung maksudnya keterangan substansi data dalam sumber dikutip tanpa perubahan kalimat. Kertas yang digunakan menjadi kartu sebaiknya cukup tebal. tetapi tidak mengurangi maknanya. sehingga ditemukan data yang benar-benar diperlukan. pembacaan sumber sebaiknya dilakukan secara efektif dan efisien. agar tidak mudah sobek. Keterangan data dicatat berupa kutipan tidak langsung atau kutipan langsung. Untuk kepentingan itu. Pada buku/sumber yang tidak memiliki indeks.PENGOLAHAN SUMBER DAN DATA 6.4 Klasifikasi Data Setelah seluruh data dicatat pada kartu. Data dari sumber tertulis Bila bibliografi kerja dibuat dengan sistem kartu.Untuk kelancaran mencari data/informasi. berikut informasi/keterangannya. Kedua kritik itu dilakukan dalam proses mencari dan menseleksi data.

karena uraian proposal akan menjadi Bab I skripsi. judul bab dan subbab berikut urutannya sudah sesuai dengan data yang diperoleh? Evaluasi urutan bab dan subbab tentu menyangkut unsur waktu (kronologis). yaitu kalimat bertele-tele. pengklasifikasian data didasarkan/berpedoman pada pembagian bab dan urutan subbab pada setiap bab. 1. sifat uraian. Dengan kata lain. Sejalan dengan evaluasi kerangka tulisan. 2. Dalam membuat uraian. aplikasi teori. data apa yang harus ditempatkan pada urutan pertama dan data apa pada urutan berikutnya. Secara teknis.Telaah data pada setiap kartu catatan dan perhatikan kerangka tulisan. Berarti kalimatnya pun harus kalimat yang baik dan benar. 2. 7.1 Evaluasi Kerangka Tulisan dan Proposal Penelitian Berpatokan pada data yang telah diklasifikasikan untuk setiap bab. Dengan kata lain. Oleh karena itu. kalimat itu harus bersifat kalimat efektif. telaah kembali kerangka tulisan. penulis harus memahami benar kaidah-kaidah teknis penulisan ilmiah. bahasa. tetapi . Hal itu penting dilakukan. Kaidah itu mencakup masalah format tulisan.2 Kaidah Teknis Penulisan Sifat ilmiah karya sejarah bukan hanya terletak pada analisis masalah.PROSES PENULISAN 7.Apakah kalimat judul skripsi. menghasilkan uraian bersifat kronologis/diakronis dan sistematis. Tuliskan kode subbab yang bersangkutan pada bagian atas kartu.Apakah masih ada data lain yang perlu dicari? Penelaahan kembali kerangka tulisan harus dilakukan dengan konsentrasi. Mungkin ada bagian-bagian uraian atau hal-hal yang perlu direvisi. Dengan kata lain. 7. dalam susunan kartu itu. yaitu kalimat pendek.Apakah judul skripsi. tetapi harus ditunjukkan pula oleh teknis penulisan. sisi kiri atau kanan.Kumpulkan kartu-kartu data untuk setiap subbab 3. Hal itu dimaksudkan agar dalam pelaksanaan penulisan draf. uraian proposal pun perlu dievaluasi. tahapan kerja dalam pengklasifikasian data adalah sebagai berikut. hindari kalimat tidak efektif. karena kerangka itu merupakan landasan/patokan dalam membuat uraian. Itulah ciri uraian kaya sejarah. sehingga diketahui data pada kartu itu diperlukan untuk subbab mana. Dalam hal ini bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut pedoman ejaan yang disempurnakan (EYD). 7. dan ilustrasi. tetapi tegas dan tuntas.Susun kartu data untuk setiap subbab dengan memperhatikan hubungan permasalahannya (hubungan paralel dan hubungan kausalitas). Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui: 1. judul bab dan subbab sudah tepat? 3.2.masalah yang akan dibicarakan/dibahas pada setiap subbab dalam bab-bab inti (Bab II dan seterusnya). sesuai dengan kaidah tata bahasa.1 Bahasa dan Kalimat Karya ilmiah harus menggunakan bahasa ilmiah.

Contoh kalimat tidak efektif: Pada saat itu telah banyak penduduk dari etnis Arab dan Eropa yang tinggal di Maluku Utara. masyarakat Betawi melakukan adaptasi dan integrasi dengan lingkungannya. Hal itu perlu dipahami dan dilaksanakan dengan baik. digabungkan langsung ke uraian. gunakan kalimat pasif.3 Aplikasi Teori Bila pembahasan suatu masalah menggunakan teori yang tepat atau memadai terlebih dahulu pahami benar substansi teori. Bila pada satu kalimat kata ³itu´ telah digunakan. Contoh aplikasi teori: Teori Sistem Dalam uapaya mempertahankan diri dan mencapai tujuan hidupnya. karena yang dibicarakan adalah kejadian di masa lampau. Penempatan masalah harus kronologis dengan memperhatikan hubungan masalah. agar uraian masalah secara keseluruhan bersifat diakronis (memanjang dalam waktu). kutipan uraian teori disambungkan dengan uraian penulis. Itu bukan aplikasi teori. Dengan kata lain. Komentar: 1. Misal. masyarakat Betawi merupakan sebuah sistem sosial. Penulis yang belum memahami mengaplikasikan teori. Contoh kalimat efektif: Awal abad ke-17 banyak orang Arab dan Eropa yang tinggal di Maluku Utara. 1999 : 27). substansi teori itu padukan dengan pikiran analisis penulis. Hindari pula pemakaian kata yang sama dalam kalimat dan paragraf yang berdekatan.Pernyataan pada saat itu mengundang pertanyaan: kapan? 2. supaya dihindari pemakaian kata ³penulis´ yang mewakili peneliti/penulis skripsi. agar kalimat tidak terasa monoton. 7. Sifat diakronis adalah ciri karya sejarah. sehingga uraian menunjukkan proses substansi masalah yang dibahas.Kata ³telah´ tidak perlu digunakan. Dalam uraian pembahasan masalah. kata penunjuk ³itu´ sebaiknya jangan digunakan terusmenerus (berulang-ulang) dalam satu kalimat atau kalimat yang berdekatan. Hal itu berarti masyarakat Betawi merupakan sistem sosial (Parsons dalam Kartodirdjo. . karena kalimat itu mengundang pertanyaan. karena sejarah merupakan proses. Banyak yang beranggapan bahwa pemakaian kata itu mengandung kesan egois.2. 3. 1993 : 163 dan dalam Supriyadi. 7.2. pada kalimat berikutnya yang memerlukan kata penunjuk yang senada. biasanya uraian teori yang dikutip dari sumber.rancu dan tidak tuntas (ngambang) atau tidak jelas.2 Sifat Uraian Uraian setiap bab dalam karya ilmiah sejarah harus bersifat sistematis. Catatan: Dalam membuat uraian Bab I dan seterusnya. Untuk menghindarinya.Pengertian penduduk sama dengan yang tinggal. Contoh kesalahan mengaplikasikan teori: Berdasarkan sikap dan tindakannya. gunakan kata ³tersebut´ sebagai pengganti kata ³itu´. karena fungsi teori adalah untuk mempertajam analisis.

agar uraian setiap bab bersifat sistematiskronologis.4 Ilustrasi Untuk memperjelas uaraian. 7. integrasi. kerangka teori. grafik. termasuk redaksi. Parsons dalam Supriyadi. Apalagi bila uaraian itu mencakup waktu cukup panjang. Apa makna data dalam ilustrasi tersebut? Ilustrasi harus ditempatkan pada uraian masalah yang bersangkutan. Tujuannya untuk mengetahui. Dalam membuat uraian harus memperhatikan hal-hal berikut. bab inti adalah Bab II dan seterusnya.2 Penulisan Bab Inti Dalam karya ilmiah seperti skripsi. Misal: ‡Uraian tentang kondisi penduduk (demografi) perlu dilengkapi oleh tabel dan/atau grafik. unsur temporal. Dalam membuat uraian setiap bab harus memperhatikan sekaligus merealisasikan kaidah-kaidah penulisan ilmiah. Bentuk ilustrasi dapat berupa tabel. dan foto.1 Evaluasi Uraian Proposal Menjadi Bab I (Pendahuluan) Setelah semua data yang diperoleh ditelaah. Ilustrasi yang jumlahnya lebih dari satu perlu dibuat daftarnya yang ditempatkan setelah halaman daftar isi. Bab-bab inti yang membicarakan pokok masalah(masalah utama yang . mungkin pula bagan. Evluasi terutama ditujukan pada ruanglingkup masalah. Evaluasi terhadap uraian proposal perlu dilakukan.Menurut Teori Sistem yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. uraian proposal penelitian perlu dievaluasi. 7. 1993 : 163. grafik. ‡Bila uraian menyangkut tokoh atau bangunan penting. sebaiknya dilengkapi oleh foto yang bersangkutan.2.Porsi uraian tiap bab.3. perlu dilengkapi oleh peta yang menunjukkan ke arah mana perubahan/perkembangan wilayah itu terjadi. Uraian pada bab inti tentu didasarkan pada data yang telah diklasifikasi untuk setiap bab. 1999 : 27). 7. perlu dilengkapi oleh bagan. perlu diberi komentar atau penjelasan. ‡Uraian tentang struktur organisasi suatu institusi/lembaga. sebaiknya uraian masalah tertentu dilengkapi oleh ilustrasi dengan keterangan singkat tetapi jelas. dan tinjauan pustaka. dan data itu telah diinterpretasi oleh penulis (sejarawan). sehingga diperoleh fakta. apakah ada bagian-bagian atau hal-hal yang perlu diubah atau direvisi. bagan.Hubungan antara satu masalah dengan masalah lain. rumusan masalah. a. karena uraian itu akan menjadi uraian pendahuluan (Bab I). ‡Uraian tentang perubahan/perkembangan wilayah. Ilustrasi tertentu seperti tabel.3 Tahapan Penulisan 7. peta. b. masyarakat dikonsepsikan sebagai sebuah sistem yang mempunyai fungsi adaptasi. mempertahankan diri. dan memberi orientasi atau mencapai tujuan. (Parsons dalam Kartodirdjo.3.

sesuai dengan cakupan pokok masalah yang dibahas.3.). singkatan dan istilah itu harus disusun secara alpabetis menjadi daftar yang disebut glosari. d. Untuk mempertajam analisi ± bila mampu ± gunakan teori yang benar-benar relevan. Dalam hal ini.Uraian harus bersifat deskriftif-analisis. 7. kecuali apabila diketahui benar. c. dengan sistem yang berlaku yakni sistem alpabetis-kronologis. abstrak adalah ikhtisar dari substansi uraian/bahasan pokok masalah. Synopsis adalah ikhtisar dari seluruh uraian bab inti (Bab II dst. bahwa kesimpulan masalah itu memang berlaku umum. harus hati-hati bila membuat kesimpulan umum. b. Bibliografi/daftar sumber ditempatkan setelah Bab Kesimpulan.4 Pelengkap Skripsi a. Bedanya. sedangkan istilah daftar sumber digunakan untuk daftar sumber tertulis dan sumber lisan (responden/informan).3 Uraian Kesimpulan Substansi uraian kesimpulan adalah hasil pemikiran bersifat argumentatif mengenai pokokpokok masalah yang dibahas.1).3. d. uraiannya harus lebih banyak dari uraian bab latar belakang. Uraian demikian bukan kesimpulan.1 Istilah bibliografi digunakan untuk daftar sumber tertulis. Sama seperti daftar ilustrasi dan lampiran. Kesimpulan dapat dibuat dari khusus ke umum atau sebaliknya. 7. tetapi jelas. Dengan kata lain.Daftar Singkatan/Glosari Apabila uraian banyak memuat singkatan dan istilah.Uraian secara keseluruhan harus menunjukkan proses dari masalah yang dibicarakan/dibahas. . c.Lampiran Hal-hal yang dijadikan lampiran harus benar-benar merupakan pelengkap uraian tertentu dalam skripsi. Bila jumlah lampiran lebih dari satu. perlu dibuat daftar lampiran yang ditempatkan setelah halaman daftar isi. Selain itu. Uraiannya singkat padat. uraian kesimpulan merupakan jawaban argumentatif atas pertanyaan dalam rumusan masalah (Subbab 2. urutannya harus sesuai dengan urutan masalah yang bersangkutan dalam uraian. Adalah keliru bila simpulan berisi ikhtisar dari masalah-masalah pokok yang dibahas. jangan sembarangan membuat pernyataan yang bersifat generalisasi tentang suatu masalah. Setiap lampiran perlu diberi judul dan keterangan yang tepat.Bibliografi/Daftar Sumber Sumber yang digunakan sebagai bahan dasar penulisan skripsi harus disusun dalam bibliografi atau daftar sumber. melainkan synopsis. glosari pun ditempat setelah halaman daftar isi.Abstrak dan Synopsis Abstrak dan synopsis sama-sama berupa ikhtisar. Dengan kata lain.dibahas).

indeks harus dibuat secara baik dan benar menurut kaidah yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah. Hal yang penting dipraktekkan oleh mahasiswa antara lain: 1. Jakarta: Bina Aksara. 8. tinjauan pustaka. Pendidikan sejarah pada Program Studi Pendidikan Sejarah Sastra Unpad. 1970.Pembuatan kerangka tulisan. dan struktur kalimat (kebahasaan). Jakarta: Raja Grafindo Persada. rumusan masalah.P E N U T U P Skripsi adalah karya ilmiah formal pertama bagi mahasiswa yang mencerminkan kemampuan akademis mahasiswa yang bersangkutan. Jonathan et al. Hal itu dimaksudkan agar mahasiswa lebih memahami permasalahan tersebut. teknis penelitian dan penulisan karya ilmiah. N. Anderson. Thesis Writing. dosen dituntut untuk memiliki wawasan cukup luas mengenai masalah tersebut. 4. Suharsimi. 5. nama tempat. Entri itu disusun secara alpabetis. Hasi penilaian itu kemudian dibahas dihadapan mahasiswa. A Guide to Scholarly Style. Hasil praktek mahasiswa itu dinilai oleh dosen. 1960. tujuan utamanya adalah menghasilkan sejarawan peneliti dan penulis. sehingga mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan meneliti sumber dan menuliskan hasil penelitiannya menjadi skripsi atau karya ilmiah bentuk lain. 7. Sebagaimana lazimnya. Amirin. Menyusun Rencana Penelitian. 3. Dengan demikian. kerangka pemikiran teoretis. Oleh karena itu. 6. 1995.Pencarian sumber acuan secara terbatas. .Indeks Skripsi sebagai karya tulis ilmiah sebaiknya dilengkapi pula oleh indeks.Pencatatan dan klasifikasi data dengan sistem kartu. Arikunto. 2. mutlak harus dipahami dan dikuasai oleh mahasiswa. Ralph M.e. Thesis and Assignment Writing. Penilaian proposal terutama ditujukan pada uraian latar belakang masalah. Prosedur Penelitian. dan subjek/hal penting yang disebut dalam uraian bab inti.J.Penyusunan indeks. mahasiswa juga perlu dilatih secara praktek. Paterson.: Littlefield.Penyusunan proposal penelitian. selain dijelaskan secara lisan ditunjang oleh alat peraga. Pemuatan indeks merupakan nilai tambah bagi keilmiahan karya tulis. 1983.Pembuatan uraian kesimpulan. SUMBER ACUAN Albaugh. dalam menjelaskan materi mata kuliah Bimbingan Penlitian dan Penulisan Sejarah. Tatang M. dan dapat memberikan contoh konkret mengenai masalah tertentu.Aplikasi teori dalam pembahasan/analisis masalah. Adams. indeks memuat entri terdiri atas nama orang. Oleh karena itu. New York: John Wiley & Sons. Materi kuliah. Suatu Pendekatan Praktik.

2006. Surakhmad. Sartono. Pedoman Penulisan dan Evaluasi Skripsi. Metodologi Penelitian Sejarah (Pendekatan. Sastrohoetomo. Skripsi. 1974. 1977. 1997. Ros. Menulis Proposal & Laporan. H. Indriati. Hadi. Kuntowijoyo. A Manual for Writers of Term Papers. Notosusanto. Etty. Jakarta: Gunung Agung.Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya. Ali. 1993. Cet. ke-3. Cara Menulis. Jakarta: Restu Agung. Tesis dan Disertasi. Chicago: The University of Chicago Press . 4 th Edition. 1978. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Basri MS. 1999. A. dan Musanef. Jay. Metode Penulisan Skripsi dan Tesis. Suatu Penuntun Menulis Laporan dan Skripsi. Disertasi. Hardjasaputra. Jakarta: Yayasan Idayu. Jatinangor: Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjajaran. Kate L. Winarno. Cara Merencanakan. Theses and Disertations. Teori dan Praktik). 2001 Pengantar Ilmu Sejarah. Moersaleh. 1974. Sutrisno. Thesis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Bimbingan Menulis Skripsi-Thesis. 2006. Jakarta: Pradnya Paramita. Pedoman Membuat Skripsi atau Tesis. Paper. Karangan Ilmiah. Jilid II. 2000. Nugroho. Turabian. Masalah Penelitian Sejarah Kontemporer (Suatu Pengalaman). Menulis Karya Ilmiah: Artikel. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. Cara Menilai. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. ke-4. 1980. Bandung: Angkasa. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Bandung: Tarsito. Kartodirdjo. Sobana dan Nina Herlina Lubis. Komaruddin. Skripsi. 1973. Cet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful