P. 1
kalor jenis

kalor jenis

|Views: 4,296|Likes:

More info:

Published by: Jhon Renold Simatupang on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.2 Maksud dan Tujuan
  • 1.3 Waktu dan Tempat
  • 2.1 Pengertian Kalor Jenis
  • 2.2 Pengertian Kalorimeter dan Gambar
  • 2.3 Pengertian Termometer dan Gambar
  • 2.4 Prinsip Kerja Kalorimeter
  • 2.5 Timbangan Digital dan Gambar
  • 2.6 Manfaat di Bidang Perikanan
  • 3.Waktu dan Tempat
  • 4.Prinsip Kerja Kalorimeter
  • 5.Timbangan Digital
  • 6.Manfaat di Bidang Perikanan

Suhu dan Kalor

1. Pengertian Suhu
Suhu atau temperatur benda adalah besaran yang menyatakan
derajat panas suatu benda.
Benda yang panas eememiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda
yang dinginkan memiliki suhu yang rendah. Perlu diketahui
bahwa suhu merupakan besaran, maka yang memiliki suhu tentu
benda. Misalnya suhu es yang sedang mencair, suhu air yang
mendidih dan seterusnya. Jadi tidak ada suhu tempat atau
ruangan, yang ada adalah suhu udara di tempat atau ruangan.

2. Alat Ukur Suhu
Ketika kita memanaskan atau mendinginkan suatu benda sampai
pada suhu tertentu, bebrapa sifat fisik benda tersebut berubah.
Sifat-sifat benda yang akibat berubah adanya perubahan suhu di
sebut sifat termometrik. Sifat termometrik suatu zat dapat di
manfaatkan sebagai suatu alat pengukur suhu.
Thermometer adalah alat yang di gunakan untuk mengukur suhu
atau benda. Berbagai jenis thermometer di buat berdasarkan
beberapa sifat termometrik zat, seperti pemuain zat padat,
pemuain zat cair, pemuain gas, tekanan zat cair, teknan udara,
regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan
intensitas cahaya (radiasi benda).
Berdasarkan sifat termomatrik zat, jenis-jenis thermometer antara
lain sebagai berikut.

Thermometer Zat Cair
Alat ni bekerja berdasarkan prinsip bahwazat cair akan memuai
(bertamba volumenya jika di panaskan).

Thermometer Bimetal
Alat ini bekerja berdasarkan prinsip bahwa logam akan memuai
(bertambah panjang) jika di panaskan.
Thermometer Hambatan
Alat ini bekerja berdasar prinsi bahwa seutas kawat logam di
panaskan, hambatan listriknya akan bertambah. Perubahan
hambatan listrik ini kemudian di ubah ke dalam pulsa-pulsa
listrik. Pulsa listrik inilah yang menunjukan suhu saat itu.
Temokopel
Perbedaan pemuain antara dua logam yang ke dua ujungnya di
sentuhkan di manfaatkan pada termokopel. Pada prinsipnya,
pemuaian yang berbeda antara dua logam yang ujungnya di
sentuhkan akan menghasilkan gaya gerak listrik (GGL). Besar
GGL inilah yang di manfaatkan oleh termokopeluntuk
menunjukan suhu.
Thermometer Gas
Bila sejumlah gas yang di panaskan volumenya di jaga tetap,
tekanannya akan bertambah. Sifat termometrik inilah yang di
manfaatkan untuk mengukut suhu pada thermometer gas
Pyrometer
Pyrometer bekerja dengan mengukur intensitas radiasi yang di
pancarkan oleh benda yang sangat panas. Instrument pyrometer

tidak menyentuh benda panas sehingga pyrometer dapat di
gunakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi (kira-kira
5000C – 30000C) yang dapat membakar habis thermometer jenis
lainnya.
Secara umum untuk menuntukan suhu thermometer X
dibandingkan dengan thermometer celcius, reamur dan
Fahrenheit di nyatakan dengan:
Keterangan :
TX = suhu di ukur dengan thermometer X
TXa = titik atas thermometer X
TXb = titik bawah thermometer X
TC = suhu dalam derajat celcius
TR = suhu dalam derajat reamur
TF = suhu dalam derajat Fahrenheit
T = suhu dalam derajat Kelvin
TRa = suhu dalam derajat rankine.

Conth soal
1. pada saat demam, suhu badan khairul mencapai 400C. berapa
derajat suhu badan khairul jika diukut dengan termometer klinis
skala reamur atau skala Fahrenheit ?
Penyelesaian:

TR = 4 TC = 4 (400) = 320R

5 5

TF = 9 TC + 32 = 9 (400) + 320 = 9 (80) + 320 =1040F

5 5
B. KALOR
Air sumur mengalami kenaikan suhu dan air panas mengalami
penurunan suhu. Hal ini menunjukan terjadi perpindahan energi
dan benda yang mempunyai suhu tinggi (panas) ke benda yang
bersuhu elebih rendah, energi yang berpindah pada peristiwa di
atas adalah kalor.
Definisi kalor adalah energi yang berpinda dari benda yang
suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya rendah ketika kedua
benda bersentuhan
1. Kalor Menyebabkan Perubahan Suhu Kalor
Jika kalor diberikan pada suatu zat, maka ada tiga kemungkinan
zat tersebut yaitu zat emengalami perubahan suhu, zat mengalami
perubahan wujud, dan zat mengalami pemuaian.
Semakain lama pemanasan berarti berarti semakin besar kalor
yang diberikan, sehingga akan menaikan suhu benda secara linear
2. Pengaruh Perubahan Suhu Terhadap Besarannya Kalor
Besarnya kalor yang di perlukan untuk menaikan suhu suatu zat
sebanding dengan:
a. Massa zat itu
b. Kenaikan suhunya
Jika besarnya kalor yang di butuhkan suatu zat yang bermassa m
untuk kenaikan suhu T sebesar Q, maka:

3. Kalor Jenis Dan Kapasitas Kalor Suatu Benda
Kalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang di perlukan
untuk menaikan atau melepaskan suhu tiap satu kilogram massa
suatu zat sebesar 1C0 atau satu Kelvin.

Atau dapa di tulis sebagai

Kapasitas kalor suatu benda adalah kemampuan suatu benda
untuk menerima atau menurunkan suhu benda sebesar 10C

Atau dapat ditulis sebagai
1.Berdasarkan persamaan diatas maka kepastian kalor dapat
ditulis

Keterangan:

C = kapasitas kalor daam satuan J/K atau J/C0
C = kalor jenis, dalam satuan J/kg K atau J/KG C0
M = massa benda, dalam satu kg.

Kalorimeter adalah alat untuk mengukur kalor. kalorimeter yang
menggunakan teknik pencampuran dua zat didalam suatu wadah,
umumnya digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat.
beberapa jenis kalorimeter yang sering dipakai antara lain:
kalorimeter alumunium, elektrik, gas dan kalorimeter bom. Suatu

benda yang mempunyai suhu lebih tinggi dari fluida bila
dicelupkan kedalam fluida, maka benda tersebut akan melepaskan
kalor yang akan diserap oleh fluida hingga tercapai keadaan
seimbang (suhu benda = suhu fluida).
Fenomena diatas sesuai dengan azas black yang
menyatakan bahwa jumlah kalor yang dilepaskan oleh benda sama
dengan jumlah kalor yang diserap fluida. pada percobaan ini akan
diukur panas jenis benda padat berupa logam dengan
menggunakan kalorimeter. mula-mula benda dapat dipanaskan
dalam gelas kimia sehingga diasumsikan bahwa tempratur benda
sama dengan tempratur uap sehingga diasumsikan bahwa
temperatur benda sama dengan temperatur uap.

titk didih air tergantung pada tekanan udara dan kemudian
menentukan titik didih air berdasarkan tabel yang ada. massa
jenis benda padat dapat dihitung menggunakan persamaan : mb .
Cb . ( tb-t2 ) = ( ma . Ca + H ) ( t2 - t1 )

Dimana : * mb = massa benda * Cb = panas jenis benda * tb
= temperatur benda mula-mula (setelah dipanaskan) * t1 =
temperatur air mula-mula * t2 = temperatur kalorimeter saat
keadaan seimbang * ma = massa air * H = harga air kalorimeter

Alat dan Bahan Alat : 1. Neraca 2. Kain kasar 3. Kalorimeter
4. Lap kasar 5. Gelas kimia 6. Kawat kasar 7. Spritus 8. Korek api
9. Kaki Tiga Bahan : Air Cara kerja 1. Menyiapkan alat dan bahan

yang akan digunakan 2. Meletakkan alat dan bahn di tempat yang
datar serta nyaman 3. Memeriksa alat dan bahan apakah ada yang
rusak atau cacat 4. Meminimalkan neraca sampai bernilai nol (0)
5. Mengatur beban pada neraca sampai seimbang 6. Menimbang
kalorimeter + pengaduknya 7. Mengisi air pada kalori meter 8.
Menimbang kalorimeter yang sudah ditambah air 9. Mengukur
suhu air pada kalorimeter 10. Menimbang gelas beker (Gelas
kimia) 11. Masukkan air pada kalorimeter ke dalam gelas kimia 12.
Mempersiapkan alat pendidih 13. Memanaskan gelas kimia yang
sudah dimasukkan air 14. Menimbang air yang sudah mendidih
15. Mengukur suhu air panas 16. Memindahkan air panas kedalam
kalorimeter 17. Mengaduk air panas pada kalorimeter sebanyak 30
kali 18. Mengukur suhu air yang telah diaduk 19. Mencatat hasil
pengamatan Hasil pengamatan * Data Massa air dingin (gr) Massa
air panas (gr) Temperatur () Kalorimeter+ pengaduk(1) (1)+air
m.air mula G.kimia G.kimia+air m.air panas t1 t2 tb 131,7 151,1
19,4 153,4 208,2 44,8 27 50 61 Analisis Data Adapun untuk
menentukan massa air mula-mula (Mam) dan massa air setelah
dipanaskan (Map) adalah sebagai berikut : Mam : (Massa
kalorimeter + pengaduk + air) – (massa kalorimeter + pengaduk)
Map : (Massa gelas beker + air) – (massa gelas beker) Dik : massa
kalorimeter + pengaduk + air = 147,6 massa kalorimeter +
pengaduk = 132,7 Dit : Mam = massa kalorimeter+pengaduk+air–
massa kalorimeter+pengaduk = 147,6 – 132,7 = 14,9 gr Dik : massa
gelas beker + air = 162 massa gelas beker = 153, 3 Dit : Massa air
panas = ...... ? massa air panas = massa gelas beker + air – massa

gelas beker = 162 – 153,3 = 8,7 gr Untuk menentukan harga air
kalorimeter (H) dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut H
= mb . Cb (tb – t2) = ma . Cb (t2 - tb) (t2 – t1) Keterangan : * mb =
massa benda (kg) * Cb = panas jenis benda (J/kg.°K) * tb = suhu
setelah dipanaskan (°K) * t2 = suhu saat setimbang (°K) * ma =
masa benda mula-mula (kg) * t1 = suhu mula-mula (°K) * H =
Harga air kalorimeter * c = 4200 J/kg.k Sehingga berdasarkan
data yang kami peroleh dapat diketahui sebagai berikut : Dik : ma
= 14,9 gr = 0,0149 kg mb = 8,7 gr = 0,0087 kg t1 = 27 ℃ = 27 +
273 = 300 °Kt2 = 33 ℃ = 33 + 273 = 360 °K tb = 57 ℃ = 57 + 273
= 330 °K Cb = 4200 J/kg.k Dit : H ..........? Jawab : H = mb . Cb (tb
– t2) = ma . Cb (t2 - tb) (t2 – t1) = 0,0087 . 4200 (330 - 306) -
0,0149 . 4200 (306 - 300) 306 – 300 = 876,96 – 375,48 = 83,58 6

Pembahasan Dari hasil pengamatan kami, kami
mendapatkan bahwa kalor merupakan bentuk energi yaitu energi
panas.

oleh karena itu pada kalor berlaku hukum setelah energi
jika dua buah benda yang suhunya barlainan hukum kekelan
energi jika dua buah benda yang suhunya berlainan disentukan
atau dicampur, benda yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor
dan benda yang bersuhu rendah akan menyerap kalor.
banyaknya kalor yang dilepas sama dengan banyaknya kalor
yang diserap. pernyataan ini sesuai dengan pernyataan/azas blask
yang menyatakan:

Q lepas = Q terima. Dimana kalor jenis merupakan
perbandingan diantara kapasitas panas dengan massa benda = c =
Q/(M . ∆t)

Dimana c adalah kalor jenis, Q adalah jumlah kalor, adalah
massa benda dan ∆t adalah perubahan suhu perubahan suhu ini
dapat dicari dengan t2 – t1. dimana suhu saat setimbang kurang
dengan suhu mula – mula, kalor jenis zat disebut dengan
kalorimeter.

Semakin tinggi suatu benda maka semakin rendah massa
benda. kapasitas kalor juga disebut harga air (H) atau di sebut juga
harga air kalorimeter. harga air kalorimeter dapat ditentukan
dengan persamaan rumus yang di dapat melalui persamaan azas
black yaitu Q lepas = Q trima mb . Cb (tb – t2) = (ma . Ca + H) (t2
– t1) ma . Ca + H = mb . Cb (tb – t2) (t2 – t1) H = mb . Cb (tb – t2)
- ma . Cb (t2 – t1) H = mb . Cb (tb – t2) - ma . Cb (t2 – t1) (t2 – t1)

Simpulan Berdasarkan hasil pengamatan yang kami peroleh
penulis dapat menyimpulkan bahwa semakin tinggi suhu suatu
benda maka semakin rendah massa benda.
kalor dapat diartikan sebagai suatu bentuk energi yang bila
ditambahkan sebuah benda akan menyebabkan kandungan
energinya bertambah/temperaturnya akan naik

Read more at:
http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/10/kalorimeter.html
Copyright aadesanjaya.blogspot.com

Pengertian Kalor

Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh
suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang
dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda
tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh
benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah
maka kalor yang dikandung sedikit.

Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor
yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor

1.massa zat
2.jenis zat (kalor jenis)
3.perubahan suhu

Sehingga secara matematis dapat dirumuskan :

Q = m.c.(t2 – t1)

Dimana :

Q adalah kalor yang dibutuhkan (J)

m adalah massa benda (kg)

c adalah kalor jenis (J/kgC)

(t2-t1) adalah perubahan suhu (C)

Kalor dapat dibagi menjadi 2 jenis

•Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu

•Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten),

persamaan yang digunakan dalam kalor laten ada dua
macam Q = m.U dan Q = m.L. Dengan U adalah kalor uap
(J/kg) dan L adalah kalor lebur (J/kg)

Dalam pembahasan kalor ada dua kosep yang hampir sama tetapi
berbeda yaitu kapasitas kalor (H) dan kalor jenis (c)

Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk
menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius.

H = Q/(t2-t1)

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk
menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang
digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah
kalorimeter.

c = Q/m.(t2-t1)

Bila kedua persamaan tersebut dihubungkan maka terbentuk
persamaan baru

H = m.c

Analisis grafik perubahan wujud pada es yang dipanaskan sampai
menjadi uap. Dalam grafik ini dapat dilihat semua persamaan
kalor digunakan.

Keterangan :

Pada Q1 es mendapat kalor dan digunakan menaikkan suhu es,
setelah suhu sampai pada 0 C kalor yang diterima digunakan
untuk melebur (Q2), setelah semua menjadi air barulah terjadi
kenaikan suhu air (Q3), setelah suhunya mencapai suhu 100 C
maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud
menjadi uap (Q4), kemudian setelah berubah menjadi uap semua
maka akan kembali terjadi kenaikan suhu kembali (Q5)

Untuk mencoba kemampuan silakan kkerjakan latihan soal
dengan cara klik disini.

Hubungan antara kalor dengan energi listrik

Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari
satu bentuk kebentuk yang lain. Berdasarkan Hukum Kekekalan
Energi maka energi listrik dapat berubah menjadi energi kalor dan
juga sebaliknya energi kalor dapat berubah menjadi energi listrik.
Dalam pembahasan ini hanya akan diulas tentang hubungan
energi listrik dengan energi kalor. Alat yang digunakan mengubah

energi listrik menjadi energi kalor adalah ketel listrik, pemanas
listrik, dll.

Besarnya energi listrik yang diubah atau diserap sama dengan
besar kalor yang dihasilkan. Sehingga secara matematis dapat
dirumuskan.

W = Q

Untuk menghitung energi listrik digunakan persamaan sebagai
berikut :

W = P.t

Keterangan :

W adalah energi listrik (J)

P adalah daya listrik (W)

t adalah waktu yang diperlukan (s)

Bila rumus kalor yang digunakan adalah Q = m.c.(t2 – t1) maka
diperoleh persamaan ;

P.t = m.c.(t2 – t1)

Yang perlu diperhatikan adalah rumus Q disini dapat berubah-
ubah sesuai dengan soal.

Asas Black

Menurut asas Black apabila ada dua benda yang suhunya
berbeda kemudian disatukan atau dicampur maka akan terjadi
aliran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang
bersuhu rendah. Aliran ini akan berhenti sampai terjadi
keseimbangan termal (suhu kedua benda sama). Secara matematis
dapat dirumuskan :

Q lepas = Q terima

Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang
menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Bila
persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh :

Q lepas = Q terima

m1.c1.(t1 – ta) = m2.c2.(ta-t2)

Catatan yang harus selalu diingat jika menggunakan asasa Black
adalah pada benda yang bersuhu tinggi digunakan (t1 – ta) dan
untuk benda yang bersuhu rendah digunakan (ta-t2). Dan rumus
kalor yang digunakan tidak selalu yang ada diatas bergantung
pada soal yang dikerjakan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan serangkaian percobaan beberapa fisikawan,
seperti Sir James Prescolt Joule (1818-1889), Francis Bacon (1561
– 1626), Robert Boyle (1627-1691) dan Robert Hooke (1635-1703)
diperoleh kesimpulan bahwakalor didefinisikan sebagai bentuk

energy yang berpindah dari satu zat ke zat lain akibat perbedaan
teperatur. Jadi kalor bukanlah berbentuk zat yang berpindah
seperti anggapan sebelumnya.

Lalu bagaimanakah kalor itu dapat diketahui nilainya?
Seperti halnya besaran lain, kalor juga dinyatakan dalam satuan
energi kalor yaitu dalam satuan kalori. Para ahli mencoba
memberi kesepakatan untuk mendefinisikan satuan kalori ini
seperti satuan lainnya (coba buka kembali materi kelas 1 tentang
definisi dari masing-masing satuan besaran pokok).

1 kalori didefinisikan sebagai jumlah energy yang
dibutuhkan untuk menaikkan temperature 1 gram sebesar 10C
dari temperature 14,50C menjadi 15,50C. Berdasarkan percobaan
alat Joule menunjukkan gerak mekanis alat sebesar 4,186 joule
ternyata akan menaikkan temperature air sebesar 10C. Sehingga
kita peroleh hubungan 1 kalori = 4,186 J ~ 4,2 J atau 1 joule ~ 0,42
kalori

http://requestartikel.com/db/makalah+tentang+kalor+jenis

Kalor jenis (c) dan Capasitas kalor ( C )

Bagaimanakah kalau zat selain air ingin dinaikkan
temperature sebesar 10C, apakah diperlukan 1 kalori juga? Kalau
kita perhatikan, tenyata masing-masing zat memerlukan energi
kalor yag berbeda untuk menaikkan suhunya. Ada yang zat yang
mudah panas juga ada yang lama naik suhunya. Dengan demikian

kita perlu mendefinisikan besaran lain yang disebut dengan kalor
jenis (c “ specific heat capacity).Secara matematis ditulis

c=Q/m∆t

Dari rumusan tersebut dapat kita fahami bahwa jika suatu zat
kalor jenisnya bernilai kecil, ini artinya zat tersebut mudah
berubah suhunya, lebih cepat panas dan lebih cepat dinginnya.
Dari rumusan inilah kita dapat menentukan besarnya kalor yang
diperlukan untuk menaikkan suhunya ( ∆t), yaitu

Q=mc∆t

Besaran yang melibatkan seluruh massa zat yang yang terlibat
pada pertukaran kalor adalah Kapasitas kalor dimana C =m.c

http://fisika79.wor dpress.com/tag/kalor-jenis/

Peristiwa yang melibatkan kalor sering kita jumpai dalam
kehidupan sehari-hari. Misalnya, pada waktu memasak air dengan
menggunakan kompor. Air yang semula dingin lama kelamaan
menjadi panas. Mengapa air menjadi panas? Air menjadi panas
karena mendapat kalor, kalor yang diberikan pada air
mengakibatkan suhu air naik. Dari manakah kalor itu? Kalor
berasal dari bahan bakar, dalam hal ini terjadi perubahan energi
kimia yang terkandung dalam gas menjadi energi panas atau kalor
yang dapat memanaskan air.

Sebelum abad ke-17, orang berpendapat bahwa kalor merupakan
zat yang mengalir dari suatu benda yang suhunya lebih tinggi ke
benda yang suhunya lebih rendah jika kedua benda tersebut
bersentuhan atau bercampur. Jika kalor merupakan suatu zat
tentunya akan memiliki massa dan ternyata benda yang
dipanaskan massanya tidak bertambah. Kalor bukan zat tetapi
kalor adalah suatu bentuk energi dan merupakan suatu besaran
yang dilambangkan Q dengan satuan joule (J), sedang satuan
lainnya adalah kalori (kal). Hubungan satuan joule dan kalori
adalah:
1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori

Kalor dapat Mengubah Suhu Benda

Apa yang terjadi apabila dua zat cair yang berbeda suhunya
dicampur menjadi satu? Bagaimana hubungan antara kalor
terhadap perubahan suhu suatu zat? Adakah hubungan antara
kalor yang diterima dan kalor yang dilepaskan oleh suatu zat?
Semua benda dapat melepas dan menerima kalor. Benda-benda
yang bersuhu lebih tinggi dari lingkungannya akan cenderung
melepaskan kalor. Demikian juga sebaliknya benda-benda yang
bersuhu lebih rendah dari lingkungannya akan cenderung
menerima kalor untuk menstabilkan kondisi dengan lingkungan di
sekitarnya. Suhu zat akan berubah ketika zat tersebut melepas
atau menerima kalor. Dengan demikian, dapat diambil
kesimpulan bahwa kalor dapat mengubah suhu suatu benda.

Kalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang yang diperlukan
oleh suatu zat bermassa 1 kg untuk menaikkan suhu 1 °C. Sebagai
contoh, kalor jenis air 4.200 J/kg °C, artinya kalor yang
diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg air sebesar 1 °C adalah
4.200 J. Kalor jenis suatu zat dapat diukur dengan alat
kalorimeter.
Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau
menurunkan suhu suatu benda bergantung pada:

•massa benda (m)

•jenis benda / kalor jenis benda (c)

•perubahan suhu (Δt )

Oleh karena itu, hubungan banyaknya kalor, massa zat, kalor jenis
zat, dan perubahan suhu zat dapat dinyatakan dalam persamaan.

Keterangan:
Q = Banyaknya kalor yang diserap atau dilepaskan (joule)
m = Massa zat (kg)
c = Kalor jenis zat (joule/kg °C)
Δt = Perubahan suhu (°C)

Kalor dapat Mengubah Wujud Zat

Suatu zat apabila diberi kalor terus-menerus dan mencapai suhu
maksimum, maka zat akan mengalami perubahan wujud.

Peristiwa ini juga berlaku jika suatu zat melepaskan kalor terus-
menerus dan mencapai suhu minimumnya. Oleh karena itu, selain
kalor dapat digunakan untuk mengubah suhu zat, juga dapat
digunakan untuk mengubah wujud zat. Perubahan wujud suatu zat
akibat pengaruh kalor dapat digambarkan dalam skema berikut.
Menguap (terjadi perubahan suhu)
Apakah pada waktu zat menguap memerlukan kalor? Dari
manakah kalor itu diperoleh? pada waktu air dipanaskan akan
tampak uap keluar dari permukaan air. Kenyataan ini
menunjukkan bahwa pada waktu menguap zat memerlukan kalor.
Jika air dipanaskan terus-menerus, lama-kelamaan air tersebut
akan habis. Habisnya air akibat berubah wujud menjadi uap atau
gas. Peristiwa ini disebut menguap, yaitu perubahan wujud dari
cair ke gas, karena molekul-molekul zat cair bergerak
meninggalkan permukaan zat cairnya. Pada peristiwa menguap
terjadi perubahan suhu, oleh karena itu berlaku:

Sama halnya pada peristiwa membeku,

melebur, dan mengembun.

Mendidih (tidak mengalami perubahan suhu, namun terjadi
perubahan wujud)
Mendidih adalah peristiwa penguapan zat cair yang terjadi di
seluruh bagian zat cair tersebut. Peristiwa ini dapat dilihat dengan
munculnya gelembung-gelembung yang berisi uap air dan

bergerak dari bawah ke atas dalam zat cair. Zat cair yang mendidih
jika dipanaskan terus-menerus akan berubah menjadi uap.
Banyaknya kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat cair
menjadi uap seluruhnya pada titik didihnya disebut kalor uap (U).
Karena tidak terjadi perubahan suhu, maka besarnya kalor
uap dapat dirumuskan:

Keterangan:
Q = kalor yang diserap/dilepaskan (joule)
m = massa zat (kg)
U = kalor uap (joule/kg)
http://www.artikelbagus.com/2011/10/materi-fisika-smp-kelas-7-
semester.html

Kita menggunakan istilah kalor dalam kehidupan sehari-hari
seakan-akan kita tahu apa yang kita maksud. Tetapi istilah
tersebut tetap digunakan secara tidak konsisten, sehingga perlu
bagi kita untuk mendefinisikan kalor secara jelas, serta
menerangkan fenomena dan konsep yang berhubungan dengan
kalor tersebut(Glancoli, 1997).

Kalor adalah energy yang ditransfer karena tinggi ke benda
bersuhu rendah, merupakan energy yang ditransfer dari benda
yang panas ke benda yang dingin, maka kalor merupakan energy

yang ditransfer dari suatu benda ke benda yang lain karena
perbedaan suhu.

Bila energi panas ditambahkan pada suatu zat, maka temperature
zat itu biasanya naik. Jumlah energy panas Q yang dibutuhkan
untuk menaikkan temperature suatu zat adalah sebanding dengan
perubahan temperature dan massa zat itu (Q=C T = mc T)
dengan C adalah kapasitas panas zat, yang didefinisikan sebagai
energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur suatu
zat dengan satu derajat. Panas jenis C adalah kapasitas panas
persatuan massa(Tipler, 1991).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->