P. 1
Makalah Pengumpulan Data

Makalah Pengumpulan Data

|Views: 1,132|Likes:

More info:

Published by: Ma Al-Rahman Leuwidulang on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2014

pdf

text

original

BAB I Pengumpulan Data A.

Pendahuluan Dari berbagai penelitian kuantitatif, bahan-bahan pustaka merupakan sumber sekunder dari penelitian. Pentingnya pengumpulan data dalam penelitian merupakan langkah-langkah yang diatur dalam penelitian. Selain pada penelitian pengumpulan data, juga dalam menyusun dan merumuskan landasan teoritis dan kerangka konseptual. Menurut Lofland sumber data utama adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lainnya. Berkaitan dengan hal itu makalah ini akan menjelaskan tentang jenis data dibagi kepada, angket questioner, waancara, observasi, analisis data dan lainnya1. 1. Menggunakan Angket dan Quesioner Penelitian, disamping perlu menggunakan metode yang tepat, juga memilih tekhnik dan alat pengumpulan data yang relevan. Penggunaan tekhnik dan pengumpulan data yang tepat memungkinkan diperoleh data yang objektif. Angket sebagai alat pengumpul data, berisi pertanyaan secara tertulis yang ditujukan kepada subjek/resfonden penelitian. Pertanyaan-pertanyaan pada angket, bisa berbentuk tertutup ( bersturuktur) dan bisa juga berbentuk terbuka(tidak berstruktur).2 Dibawah ini akan diuraikan tekhnik penelitian sebagaimana cara yang dapat ditempuh untuk mengumpulkan data. 1. Angket
1

Sanafiah Faisal,Format-format Penelitian(Jakarta:Raja Grafindo Persada,2001),h.122. Disebut suatu pertanyaan bersturuktur apabila jawaban pertanyaan tersebut telah tersedia "kemungkinan pilihannya", sehingga resfonde tinggal memilih yang sesuai.
2

1

2 . Untuk pengumpulan data atau pengetahuan yang akan diperoleh perlu kiranya mencatat data hasil observasi tersebut yang diantaranya adalah : a) Cacatan anekdot : yaitu alat untuk mencatat gejalagejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian. b) Cacatan berkala yaitu pencacatan yang dilakukan secara berturut menurut waktu munculnya suatu gejala dan tidak dilakukan secara terus menerus. dan terbatas pula pada jangka waktu yang ditetapkan untuk setiap pengamatan c) Daftar cek yaitu penataan data yang dilakukan dengan mempergunakan sebuah daftar yang memuat nama obsever disertai dengan jenis gejala yang akan diamati d) Skala nilai yaitu pentatan data dengan cara men-chek list.Untuk melakukan penelitian.h. melainkan pada waktu tertentu. Metodologi Penelitian Pendidikan(Semarang:Rineka Cipta. Digunakan apabila responden jumlahnya besar. Di bawah ini beberapa contoh pertanyaan yang diajukan terhdap questioner yang diantaranya adalah 3 : Margono. karena data diambil denga cara menggunakan alat elektronik dan sesuai dengan keperluan.158-160.yaitu data yang didasari atas pendapat objek yaitu data yang diinginkan ataupun pernyataan tertulis mengenai. data yang perlukan dengan ruang untuk memilih jawaban atau mengisi jawaban setiap pertanyaan yang diberikan peneliti kepada objek. angket sangat diperlukan3. dapat membaca dengan baik dan dapat mengungkapkan hal-hal yang sifatnya rahasia. 1996). Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat e) Peralatan mekanis yaitu pencatatan data tidak dilakukan pada saat observasi langsung.

dikonstruksikan dari pertanyaan tertutup atau berstuktur kadangkadang disebut dengan angket terbatas atau pertanyaan terbatas.dua contoh ini adalah pertanyaan tertututp dan tidak tertutup. Ya b.186 4 3 . Apakah anda termasuk mahasiswa yang memperoleh beasiswa ? a. Kristen Protestan d. Percakapan ini dilakukan oleh kedua belah pihak. sementara yang lainnya memperoleh kegagalan dalam informasi Faisal.5 Setiap peneliti kebanyakan telah melakukan suatu wawancara. 5 Moleong.1.123. 2006). Wawancara Untuk semakin objektifnya penelitian tentunya seorang peneliti harus melakukan wawancara. a.Format-format. Islam b.h. beberapa dari mereka melakukannya dengan efisiensi. Pengertian wawancara bisa dikategorikan sebagai percakapan dengan maksud tertentu. Tidak4 2. Katholik Apakah agama yang anda anut ? c. yaitu pewawancara (interviewer) yaitu yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yaitu memebrikan jawaban dari atas petanyaan-pertannyaan. Metologi Penelitian Kualitatif(Bandung:Rosdakarya. Hindu e. Budha 2.h.

Menurut Patton cara pembagian wawancara di bagi sebagaimana berikut : (1) Wawancara pembicaraan informal (2) pendekatan dengan menggunakan petunjuk umum wawancara. Pembagian wawancara yang dilakukan Patton di dasari atas perencanaan pertanyaan. Demikian pula pewawancara dengan penggunaan kata-kata untuk wawancara dalam hal tertentu tidak perlu dilakukan sebelumnya.h. dan (3) wawancara baku terbuka.sebagai percontohanya adalah wawancara terhadap propek penjualan suatu usaha bangunan di mana seseorang penjual itu menjadi seorang pewawancara. c.228-229.6 Wawancara sangat sangat diperlukan. dan cara penyajiannya sama untuk setiap resfonden. terutama pada penaksiaran penelitian bidang wawancara kualitatif.yang dikehendaki. dan hal Goode dan Hatt. Ketiganya di jelaskan secara singkat di bawah ini. jadi bergantungnya secara spontanitas ketika mengajukan pertanyaan kepada terwawancara b. Urutan pertanyaan. Keluwesan untuk mengadakan pertanyaan pengalaman (probling) terbatas. 6 4 . Metode-metode Penelitian Sosial: di sadur oleh Imam Munawir(Surabaya: Usaha Nasional. Wawancara pembicaraan informal dengan mengjukan pertanyaan yang bergantung pada pewawancara itu sendiri. Wawancara baku terbuka ini adalah wawancara yang menggunakan seperangkat pertanyaan baku. juga seorang yang menanyakan masalah-masalah kemiskinan atau kembali kepada masalah-masalah yang berhubungan dengan daerah. a. kata-katanya. Pendekatan dengan menggunakan petunjuk umum wawancara yaitu dengan membuat kerangkan dan garis besar pokok-pokok yang dirumuskan dan tidak tidak perlu dipertanyaan secara berurutan.tt).

Kumpulan Makalah Medologi Peneltian(Medan.h.161 9 Ibid. 187-188 Selamat Triono Ahmad. Hubungan pewawancara dengan orang yang diwawancarai adalah suasana biasa. kebergantungan ini meliputi spontanitas dalam mengajukan pertanyaan kepada orang yang diwawancara. (b)Identifikasi yaitu perkenalan dan pendekatan interviewer sehingga dapat dirsakan sebagai teman atau orang seperjuangan yang memiliki cita-cita yang 7 8 8 5 .bergantung pada situasi wawancara dan kecakapan pewawancara. merasakan kebebasan untuk berbicara bahkan terangsang untuk berbicara dan yang terpenting lagi. Keadaan ini akan menciptakan suatu suasana. Selanjutnya akan dilakukan pengujian validitas instrument yang diantaranya : pengujian validitas internal (rasional)9 Lihat Moelong.h.tt).7 Pada jenis wawancara pertanyaan akan diajukan sangat tergantung pada pewawancara itu sendiri.Triono Ahmad. wajar. Untuk menciptakan kerjasama dan membina hubungan manusiawi yang baik ini dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut di bawah ini : (a) Pastisifasi yaitu penerimaan dan keikutsertaan interviewer dalam kegiatan interviu sehingga tanya-jawab berlangsung dalam suasana yang wajar. bersedia menjawab pertanyaan dan memberi informasi sesuai dengan pikiran dan keadaan yang sebenarnya. sedangkan pertanyaan dan jwabannya seperti pembicaraan biasa yaitu alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan. Ciri utama dari wawancara ini adalah dengan kontak langsung atau tatap muka antara peneliti dengan objek. dimana responden meresahkan adanya kehangatan dan sikap simpatik. Untuk mendapatkan informasi yang tepat dan objektif harus menciptakan hubungan baik dengan responden dan mengadakan raport ialah suatu situasi psikologis yang menunjukkan bahwa responden bersedia bekerjasama. bahwa kesan pertama dari penampilan peneliti sangatlah penting untuk menjalin kerjasama.

sama. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang yang melakukan observasi agar penggunaan tekhnik ini dapat menghimpun data secara efektif berikut ini10 : 1. Menumbuhkan keyakinan pada diri interviewer bahwa informasi yang akan disampaikan sangat penting sehingga harus dekemukakan secara lengkap dan sejujurnya. Memilikan pengetahuan yang cukup mengenai objek yang di observasi. disebut dengan observasi langsung. Observasi Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Interviewer jangan bersikap egoistic yang mementingkan diri sendiri dan tidak menghargai orang yang diinterview.158-160 6 .h. 2. Memahaman tujuan umum dan tujuan khusus penelitian yang dilaksanakannya. sedangkan observasi tidak langsung adalah pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diselidiki.Selanjutnya pengujian validitas isi dengan membendingkan isi instrument dengan isi objek yang telah diperoleh dan selanjutnya dan validitas eksternal yaitu membandingkan antara criteria yang ada pada instrument dengan fakta-fakta emfiris yang didapatkan setelah melakukan observasi. (c)Persuasi yaitu sikap sopan dan ramah dalam bertanya. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa sehingga observasi berada bersama objek yang diselidiki. 3. 10 Lihat Margono. Experts judgement yaitu setelah instrument dikonstruksi tentang aspek-aspek yang diukur dengan berlandaskan teori tertentu dan dikonsultasi kepada para ahli dan analisis factor yaitu persetujuan para ahli instrumen akan diuji-cobakan kepada sampel yang rata-rata 30 orang kemudian data akan ditabulasi dan dianalisis.

Mengamati dan proses pencatatan harus dilakukan secara cermat dan kritis 6. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat 7 . Menentukan kategori pendapatan gejala yang diamati.3. dan terbatas pula pada jangka waktu yang ditetapkan untuk setiap pengamatan c) Daftar cek yaitu penataan data yang dilakukan dengan mempergunakan sebuah daftar yang memuat nama obsever disertai dengan jenis gejala yang akan diamati d) Skala nilai yaitu pentatan data dengan cara men-chek list. Pencacatan setiap gejala harus dilakukan secara terpisah agar tidak saling mempengaruhi dan seterusnya. Menentukan cara dan alat yang pergunakan dalam pencatatan data objektif 4. Dalam pengumpulan data atau pengetahuan yang akan diperoleh perlu kiranya mencatat data hasil observasi tersebut yang diantaranya adalah : a) Cacatan anekdot : yaitu alat untuk mencatat gejalagejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian. b) Cacatan berkala yaitu pencacatan yang dilakukan secara berturut menurut waktu munculnya suatu gejala dan tidak dilakukan secara terus menerus. melainkan pada waktu tertentu. apakah dengan menggunakan skala tertentu atau sekedar mentatat frekuensi munculnya gejala tanpa klasifikasi tingkatannya sehingga perumusan dengan tegas dan jelas ciri setiap kategori sangat perlu 5.

Men ggunakan Tes Langkah selanjutnya dalam penelitian adalah dengan menggunakan tes. yaitu seperangkat ransangan atau stimulus kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapannya (biji-angka seseorang ) yang berkenaan dengan karakteristik/variable tertentu yang hendak diukur.11 4.h. Metodologi . (1) tes prestasi belajar ( achievement test) dimaksudkan untuk mengukur hasil belajar seseorang pada suatu bidang pengetahuan atau keterampilan :mengukur tingkat performant individu sehingga bisa menetapkan status atau posisi sesuatu individu atau kelompok did lam pengusaannya terhadap suatu bidang pengetahuan atau keterampilan tertentu. tes bisa dibedakan ke dalam tiga jenis. untuk mengukur da melukiskan aspek-aspek tertentu dari atingkah-laku manusia. karena data diambil denga cara menggunakan alat elektronik dan sesuai dengan keperluan. tes intelegensi atau kecerdasan yang belakangan ini lebih cenderung disebut dengan " tes kemampuan skolastik " ( scholastic aptitude test ) dimaksudkan untuk mengukur tingkat kemampuan umum seseorang guna untuk (2) 11 Margono. 76 8 .e) Peralatan mekanis yaitu pencatatan data tidak dilakukan pada saat observasi langsung. yaitu . Ditiliti dari tujuannya.

435. lihat Imam Munawir.h. (3) tes kepribadian (personality meansurement )dimaksudkan untuk mendapatan ukuran kepribadian seseorang. (1) tekhnik inventory (2) tekhnik skala penilaian ( rating scale) (3) tekhnik proyektif dan (4) tekhnik skala sikap ( attitude scale )12 5. Dokumen pribadi Penelitian ini tentang cacatan atau karangan seseorang secara tertulis tentang tidakan. apakah berkenaan dengan sikap.h138-139. motivasi. Salah-satu diantaranya. dan yang lain pada metode pengaturan tingakat logis. Maksud dari pengumpulan dokumen pribadi adalah untuk memperoleh kejadian nyata tentang situasi sosial dan arti berbagai factor sekitar subjek untuk menuliskan pengalaman Faisal.mendapatkan tingkat kafasitas atau potensi kecendasan seseorang. sehingga pertanyaan dapat diajukan serta dapat dijawab. minat. Metode-metode Penelitian. Sesungguhnya. 12 9 . pengalaman dan kepercayaannya. masalah analisis data melibatkan seluruh pertanyaan yang dilibatkan dalam pembahasan tentang disain penelitian sebab analisanya harus benar-benar melibatkan perencanaan dan merencanakan kembali sebagai pengganti dari percobaan yang terkontrol.Format-format. biasa dilakukan dengan menggunakan tekhnik seperti. kecerdasanya lazimnya di tempatkan sebagai variable yang berkenaan dengan performans dari responden subjek penelitian pada sesuatu hal. Pengukuran kepribadian tersebut. Dalam penelitian. berhubungan erat dengan cara menunjukkan data. antara lain : 1. Ini menunjukkan bahwa ada dua type pertanyaan tentang analisa yang mungkin dapat disajikan. ataukah " gangguan kejiwaan ". Studi Dokument Penelitian yang berorientasi kepada dokument membahas empat pokok persolan.

instruksi. dan semacamnya. kepimimpinan dan lain-lain. bahkan oran biasapun ada juga yang menulis. (1) buku harian yaitu buku-buku yang ditulis dengan memberikan tanggapan tentang peristiwa-peristiwa di sekitar penulis (2) Surat pribadi antara seseorang dengan anggota keluarganya yang antaranya tentang masalah atau pengalaman yang berkesan dari penulis (3) otobiografi banyak di tulis oleh orang-orang tertentu seperti guru atau pendidik terkenal. dan dapat memberikan petunjuk tentang gaya kepemimpinan. disiplin. Moleong. antara lain karena seseorang senang menulis. keputusan pemimpin kantor. hal ini dipandang juga sebagai dokumen pribadi. bulletin. pengumuman.berkesan mereka. Termasuk di dalamnya risalah atau laporan rapat. dan berita yang disiarkan kepada media massa. Dokumen eksternal berisi bahan-bahan informasi yang di hasilkan oleh suatu lembaga sosial. Ada bermacam-macam tujuan penulisan otobiografi. misalnya majalah. aturan.218-219. Dokumen eksternal dapat dimamfaatkan untuk menelaah konteks sosial.h. dan kesenangan sastra. pemimpin masyarakat. aturan suatu lembaga masyarakat tertent yang digunakan dalam kalangan sendiri.13 2. 13 10 . Dokumen demikian dapat menyajikan informasi tentang keadaan. Dokumen internal berupa memo. Metologi Penelitian. Dokumen Resmi Dokumen resmi terbagi atas dokumen internal dan dokumen eksternal. pertanyaan.

tt. Surabaya: Kashiko. Judul asli.8. Jakarta: Rineka Cipta. Pengelolaan Belajar:Seri pusyala Tekhnologi Pendidikan N0. Faisal.Gramedia. Harjanto. Echols. Kumpulan Makalah Medologi Peneltian. Jakarta: Rajawali Pers. 11 . Davies.Daftar Pustaka Ahmad. John M. Selamat Triono. Medan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. 2005. Umi & Windy Novia. Perencanaan Pengakaran. dan Hassan Shadily. Chulsum. 2001. 1990.Ivor K.tt. 2006. Metode-metode Penelitian Sosial: di sadur oleh Imam Munawir. Format-format Penelitian. Goode dan Hatt. An English-Indonesia Dictionary. Jakarta: Raja Grafindo Persada.1986. Surabaya: Usaha Nasional.. Sanafiah. Kamus Inggris Indonesia.

Semarang: Rineka Cipta. Moleong. 1996. Nyoman Sudana. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Sinar Baru. Jakarta: Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi dan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Lexy J.. Ilmu Taksonomi Variabel. 1989.Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Sudjana. 2006. Bandung: Rosdakarya. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. 12 . Nana. 1989. Sugeng.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->