A.

Sejarah Perkembangan Tenis Meja Tenis meja berasal dari Eropa pada abad pertengahan sebagai kombinasi dari permainan tenis kuno, lawn tennis dan badminton. Mulai populer di Inggris pada pertengahan abad ke-19 dengan beberapa nama seperti "pingpong", "gossima" dan "whiff-whaff" dikreasikan sebagai permainan hiburan setelah makan malam, lengkap dengan berbusana bagi penggemarnya. permainan ini mendapatkan wadah resmi yang mengatur pertenismejaan dunia pada 15 januari 1926 atas prakarsa Dr. Goerge Lehman dari jerman. Tenis meja masuk ke Indonesia sekitar 1930-an dan hanya dilakukan pada pertemuan umum orang Belanda, yang dikenal dengan nama societeit. Sekitar 1940-an, sudah mulai masuk ke masyarakat Indonesia melalui golongan pamong dan para ambtenaar (pegawai negeri) Indonesia. Wadah yang mengatur dunia pertenismejaan di Indonesia dibentuk pada 1948 di Surabaya dengan nama "Persatuan Pingpong Seluruh Indonesia" disingkat PPPSI, atas prakarsa beberapa tokoh olahraga tenis meja Indonesia yang berasal dari beberapa kota, seperti Surabaya, Surakarta, dan Yogyakarta. Tenis meja di Indonesia diperkenalkan sebagai nama resmi pada 1951, sekaligus mengubah nama PPPSI menjadi PTMSI sebagai singkatan dari Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia. Pada tahun yang sama, PTMSI menjadi anggota dari Table Tennis Federation of Asia, disingkat TTFA. Beberapa kejuaraan Asia yang diselenggarakan oleh TTFA telah diikuti oleh PTMSI, terutama yang diselenggarakan di Singapura dan Manila. Pada 1961 PTMSI resmi menjadi anggota International Table Tennis Federation, disingkat ITTF, sebagai negara anggota ke-73. PTMSI tidak pernah absen di dalam kejuaraan-kejuaraan dunia yang diselenggarakan sejak 1963, di manapun penyelenggaraannya dilaksanakan. Partisipasi pertama bagi PTMSI adalah di Praha pada 1963, yang diikuti oleh balk putra maupun putri dengan hasil peringkat ke-34 bagi putra dan ke-31 bagi putri.

B. Peraturan Tenis Meja 2010-2011 a) Meja y Permukaan meja atau meja tempat bermain harus berbentuk segi empat dengan panjang 2,74m dan lebar 1,525m, dan harus datar dengan ketinggian 76 cm di atas lantai. Permukaan meja tidak termasuk sisi permukaan meja. Permukaan meja boleh terbuat dari bahan apa saja namun harus menghasilkan pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari ketinggian 30 cm. Seluruh permukaan meja harus berwarna gelap dan pudar dengan garis putih selebar 2 cm pada tiap sisi panjang meja 2,74 m dan tiap lebar meja 1,525 m. Permukaan meja dibagi dalam 2 bagian yang sama secara vertikal oleh net paralel dengan garis akhir dan harus melewati lebar permukaan masingmasing bagian meja. Untuk ganda, setiap bagian meja harus dibagi dalam 2 bagian yang sama dengan garis tengah berwarna putih selebar 3mm, paralel dengan garis lurus sepanjang kedua bagian meja, garis tengah tersebut harus dianggap menjadi 2 bagian kiri dan kanan.

y y

y

y

y

b) Perangkat Net
y y

y y

Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya dan ke dua tiang penyangga, termasuk kedua penjepit yang dilekatkan ke meja. Net harus terpajang dengan bantuan tali yang melekat pada ke dua sisi atas tiang setinggi 15,25 cm, batas perpanjangan ke dua tiang di setiap sisi akhir lebar meja adalah 15,25 cm. Ketinggian sisi atas net secara keseluruhan harus 15,25 cm di atas permukaan meja. Dasar net sepanjang lebar meja harus rapat dengan permukaan meja dan perpanjangan ujung net harus serapat mungkin dengan tiang penyangga.

c) Bola
y y y

Bola harus bulat dengan diameter 40 mm. Berat bola harus 2,7 gr. Bola harus terbuat dari bahan celulos (celluloid) atau sejenis bahan plastik dan berwarna putih atau oranye, dan tidak mengkilap.

d) Raket/Bet
y y

y

Ukuran, berat, bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku. Ketebalan daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu; dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat seperti fiber karbon atau fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan tersebut tidak lebih dari 7,5 % dari total ketebalan 0,35 mm, yang adalah merupakan bagian yang lebih sedikit/tipis. Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet datar maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (karet pletok) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak lebih dari 2 mm, atau jika dilapisi karet lunak (Sandwich Rubber) atau (spons) dengan karet bintik di dalamnya maka ketebalannya tidak lebih dari 4 mm termasuk lem perekat. Karet bintik biasaadalah lapisan tunggal yang bukan karet cellular, sintetik atau karet alam, dengan bintik yang menyebar dipermukaan raket secara merata dengan kepadatan tidak kurang dari 10 per-cm2 dan tidak lebih dari 30 per-cm2.  Karet lunak(sandwich rubber) adalah lapisan tunggal dari karet cellular yang ditutupi dengan lapisan luar karet bintik biasa, ketebalan dari karet bintik tidak lebih kurang dari 2 mm. 

y

y y

y

Karet penutup daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali pada bagian yang terdekat dari kayu yang dipegang dan yang ditutupi oleh jari-jari dapat ditutupi oleh bahan lain atau tidak ditutupi. Daun raket, lapisan yang menutupi baik karet atau lemnya harus merata (tidak bersambung) dan juga ketebalannya. Permukaan raket yang tidak ditutupi karet pada sisi, harus diwarnai pada sisi yang tidak ditutupi oleh karet dengan warna pudar, merah atau hitam, (tidak sama dengan warna sebelahnya). Karet raket yang digunakan harus tanpa perlakuan bahan kimia, merubah karakterisktik karet secara fisik, atau hal lainnya.< 

Apabila terjadi sedikit kekurangan/ penyimpangan pada warna dan kesinambungan permukaan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian yang tidak disengaja dapat diijinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan raket.  Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan

Sesuatu yang dipakai atau dibawa oleh seorang pemain adalah segala sesuatu yang dipakai atau dibawa. Definisi y y y y y y y y y y y y y y y Suatu reli (rally) adalah suatu periode selama bola dalam permainan. belum menyentuh bagian mejanya sejak dipukul oleh lawannya. Penerima bola (receiver) adalah pemain yang memukul bola yang kedua pada suatu reli. D. pada saat reli dimulai. Tangan raket adalah tangan yang memegang raket. . Bola dalam permainan mulai dari saat terakhir diam di telapak tangan bebas sebelum bola dilambungkan pada saat servis hingga reli diputuskan sebagai suatu let atau poin.raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/mencobanya. Seorang pemain memukul bola jika dia menyentuhnya dengan raket yang dipegangnya atau bagian tangan dibawah pegelangan tangan yang memegang raket ketika bola masih dalam permainan. atau apa saja yang dipakai atau dibawanya. kecuali bola. Pelaku Servis/Pemain yang melakukan servis(server) adalah pemain yang memukul bola pertama kalinya dalam suatu reli. lengan bebas adalah lengan dari tangan bebas. Wasitadalah seseorang yang ditunjuk untuk mengawasi permainan. mengenai bola dalam permainan ketika bola masih berada/melintas di atas permukaan meja dan belum melewati garis akhir. Seorang pemain yang menyentuh bola jika dia. Bola sudah harus dinyatakan melewati atau mengelilingi net jika telah melalui bagian mana saja selain antara net dan tiangnya dan antara net dan permukaan meja. Suatu let adalah suatu reli yang hasilnya tidak dinilai/dihitung. C. Servis y Servis dimulai dengan bola diam secara bebas di atas permukaan telapak tangan bebas pelaku sevis (siap untuk dilambungkan). Pembantu wasit adalah seseorang yang ditunjuk untuk membantu wasit dengan keputusan-keputusan tertentu. Suatu poin adalah hasil suatu reli yang hasilnya dinilai/dihitung. Garis akhir adalah juga perpanjangan kedua arah sisi ujung meja. Tangan bebas adalah tangan yang tidak memegang raket.

maka pada kesempatan pertama pada pertandingan tersebut. lengan dan tangan bebas harus disingkirkan/ditarik dari garis bebas antara bola dan net. harus dipukul sehingga melewati/mengelilingi net dan menyentuh meja lawan. kemudian turun tanpa menyentuh apapun sebelum dipukul. Pada saat bola turun. Segera setelah bola dilambungkan. dan bola tidak boleh menghalangi penerima oleh pelaku servis atau pasangannya dan apa saja yang mereka bawa atau pakai. menghentikan pemainan dan memperingati pelaku servis. y Menjadi tanggungjawab pemain untuk melakukan servis agar wasit atau pembantu wasitdapat diyakinkan bahwa servisnya sesuai peraturan dan demikian juga untuk memutuskan bahwa servisnya tidak benar. y Pengecualian. wasit dapat melonggarkan persyaratan servis yang baik jika diyakini bahwa rintangan tersebut disebabkan oleh kemampuan fisik yang tidak normal (cacat) E. tetapi untuk servis yang meragukan berikutnya oleh pemain atau pasangannya harus dinyatakan tidak benar/sah. pada permainan ganda. setelah diservis atau dikembalikan. baik secara langsung maupun setelah menyentuh perangkat net. Pengembalian Bola y Bola. bola harus menyentuh bagian kanan dari masing-masing meja pelaku servis dan penerima secara berurutan. F. Urutan Permainan . pelaku servis harus memukulnya sehingga menyentuh mejanya terlebih dahulu dan setelah melewati net atau mengelilingi net kemudian menyentuh meja dari penerima. Dari mulai servis hingga bola dipukul. Catatan : Ruang antara bola dan net (net dan tiang penyangga) ditentukan oleh bola yang dilambungkan.  Jika wasit atau pembantu wasit ragu atas keabsahan suatu servis.y y y y Pelaku servis harus melambungkan bola secara vertikal tanpa putaran. sehingga bola naik minimal 16 cm dari permukaan telapak tangan bebas. bola harus berada di atas perpanjangan permukaan meja permainan (di belakang batas akhir meja) pelaku servis.

bola melewati net dan menyentuhnya. kemudian bola masuk atau dipukul oleh penerima atau pasangannya. tetapi setelah itu. sekanjutnya penerima melakukan pengembalian.  pada salah satu bagian sisi meja. atau tempat. Suatu Let y Reli dinyatakan let  jika pada saat servis. apabila kursi roda (bagian mana saja dari kursi roda) melewati garis tengah meja. dan baik penerima atau pasangannya tidak berusaha memukul bola/ mengembalikan. selanjutnya.  Jika penerima pada pemain cacat yang menggunakan kursi roda dan pada saat servis. Ketika pemain cacat yang duduk di kursi roda bermain pada ganda. maka wasit menyatakan poin untuk lawannya.  jika servis dilakukan pada saat penerima atau pasangannya belum siap. Untuk memulai sistem percepatan waktu. siapa saja dari mereka boleh melakukan pengembalian. pelaku servis harus melakukan servis terlebih dahulu. pasangan penerima kemudian melakukan pengambalian dan akhirnya setiap pemain melakukan pengembalian sesuai gilirannya. penerima. Karena kondisi permainan terganggu dan mempengaruhi hasil reli.  jika permainan dihentikan oleh wasit atau pembantu wasit.     . Untuk menghukum dan memperingati pemain atau penasehat.  berhenti di bagian meja penerima. bola keluar setelah mengenai ujung sisi samping meja penerima. pelaku servis melakukan servis terlebih dahulu kemudian dikembalikan oleh penerima.  y Permainan dapat dihentikan Untuk mengoreksi kesalahan urutan servis.  jika gagal melakukan servis atau pegembalian atau jika sesuai dengan peraturan bahwa hal tersebut disebabkan gangguan di luar kontrol pemain. Pada permainan ganda. kemudian penerima harus melakukan pengembalian dan setelah itu pelaku servis dan penerima secara bergantian melakukan pengembalian.y y y Pada permainan tunggal. pasangan pelaku servis melakukan pengembalian. Namun demikian. pelaku servis harus melakukan servis terlebih dahulu. G. apakah servisnya benar atau tidak Setelah mengenai meja penerima (pantulan bola) mengarah ke net.

pada situasi ini.  jika tangan bebas lawannya menyentuh permukaan meja.  jika.4).15. lawannya menyentuh bola dengan tangan mana saja sebeum memukul bola. kemudian lawannya memukul bola di luar dari urutannya.  jika lawannya gagal melakukan servis yang benar.H.<  jika lawannya memukul bola dengan sisi daun raket yang tidak dilapisi karet atau tidak sesuai dengan ketentuan 2. dan 2. salah satu pemain atau pasangan harus mendapat selisih kemenangan 2 (dua) poin atas lawannya.8. kaki lawannya menyentuh lantai semasa (bola) dalam permainan.4. J. ketika bola dipukul. I. tanpa menyentuh meja. belakang paha tidak menempel.  jika lawannya memukul bola dua kali secara beruntun.  jika lawannya atau apa saja yang dipakai menyentuh net.4. Satu Poin/Skor y Selain reli dinyatakan let. Suatu Game/Set y Suatu game dinyatakan dimenangkan oleh seorang pemain/ pasangan yang pertama mendapat poin 11.  jika pemain atau pasangan cacat yang menggunakan kursi roda dan lawannya tidak tidak berada pada posisi duduk yang minimal pada kursi rodanya.  jika lawannya menyentuh bola. atau apa saja yang dipakainya menggerakkan permukaan meja. seperti yang dijelaskan pada urutan permainan (2.3. suatu pertandingan y Suatu pertandingan terdiri dari game/set ganjil terbaik.  jika lawannya gagal melakukan pengembalian yang benar.  jika.4. setelah pelaku servis pertama melakukan servis ke penerima dengan benar. 2. kecuali kedua pemain atau pasangan sama mendapatkan poin 10.  jika lawannya. bola menyentuh apa saja selain net sebelum dipukul oleh lawannya. pemain dinyatakan mendapat poin.  jika bola melewati mejaatau berada di luar permukaan meja.4.5. setelah melakukan servis atau pengembalian. dalam permainan ganda. .3).. seperti yang dijelaskan dalam sistem percepatan waktu (2.

permainan harus segera dihentikan oleh wasit dan dilanjutkan sesuai dengan urutan yang sebenarnya siapa yang seharusnya melakukan servis dan menerima bola pada skor/angka yang telah dicapai. pemain yang sebelumnya menerima bola menjadi pelaku servis dan pasangan yang sebelumnya melakukan servis menjadi penerima. pasangan yang menerima bola kemudian harus merubah urutan yang menerima apabila salah satu pasangan telah mencapai poin 5. Atau Tempat y Jika pemain melakukan kesalahan urutan servis (server maupun receiver). Memilih Servis. dan seterusnya secara bergantian hingga game selesai. harus tukar tempat jika salah satunya telah mendapat skor/poin 5. dan dalam ganda. pada setiap pergantian servis. maka urutan servis dan menerima tetap sama tetapi tiap pemain harus melakukan servis 1 kali secara bergantian.K. Atau Tempat y Hak untuk memilih urutan servis.pemain yang melakukan servis (server) pertama adalah penerima pada game/set sebelumnya dan penerima (receiver) adalah server yang sudah ditentukansebelumnya. penerima/pasangan yang harus menjadi pelaku servis. pemain/pasangan. Kesalahan Urutan Servis. maka lawanya harus memilih yang lainnya. Penerima. atau memilih tempat terlebih dahulu. kecuali kedua pemain/pasangan telah sama-sama mencapai poin 10 atau sistem percepatan waktu diberlakukan. y y y y y y L. sesuai dengan .pasangan yang berhak melakukan servis terlebih dahulu harus menentukan siapa dari mereka yang melakukan servis pertama dan penerima bola juga harus menentukan siapa yang terlebih dahulu menerima bola. sesuai dengan urutan pada saat mulai pertandingan. Dalam ganda. Pemain/pasangan yang melakukan servis pertama pada suatu game/set menjadi penerima pada game/set berikutnya dan untuk game terakhir/penentuan pada pertandingan ganda. atau tempat harus diputuskan oleh undian dan pemenangnya dapat memilih servis. Pemain/pasangan yang memulai pada suatu sisi (tempat) dalam suatu game akan pindah tempat pada game berikutnya dan padagame/set penentuan. padagame/set berikutnya. Pada setiap game/set dalam pertandingan ganda. atau menerima bola. Bila salah satu pemain/pasangan telah memilih servis atau menerima atau memilih tempat. menerima bola. Setelah mencapai 2 (dua) poin. Menerima Bola.

disesuaikan dengan urutan yang telah ditetapkan pada saat pertandingan dimulai.6. jika bola tidak dalam permainan (bola mati) dan sistem percepatan waktu harus diberlakukan. setiap pemain harus melakukan servis 1 kali secara bergantian hingga game berakhir. M. melakukan servis pertama dalam game/set tersebut sejak kesalahannya ditemukan. Setelah itu. sistem percepatan waktu harus diberlakukan setelah 10 menit permainan dalam satu game atau kapan saja diminta oleh kedua pemain atau pasangan. Jika para pemain tidak bertukar tempat pada saat mereka seharusnya melakukannya. permainan harus diberhentikan oleh wasit dan dilanjutkan dengan mengulang servis oleh pemain yang melakukan servis pada saat permainan berlangsung.13. Ketentuan Kompetisi Internasional ³Batasan Ketentuan Dan Peraturan´ y Jenis Kompetisi  Suatu Kompetisi Internasional adalah yang mencakup para pemain lebih dari satu Asosiasi. seperti yang diuraikan pada 2. Pemberlakuan sistem perccepatan waktu harus tidak merubah urutan servis dan penerima pada pertandingan tersebut. Dalam keadaan apapun. permainan dilanjutkan dengan pelaku servis adalah yang menerima bola pada reli sebelumnya. penerima mendapat satu poin.y y urutan pemain yang telah ditetapkan. semua poin yang telah diraih sebelum kesalahan ditemukan harus dihitung. Sistem percepatan waktu tidak lagi berlaku dalam satu game jika skor yang sudah diraih berjumlah 18 (delapan belas). Sistem Percepatan Waktu (Expedite System) y y y y y y Kecuali seperti yang dijelaskan pada 2. dan jika pemain/pasangan yang menerima telah melakukan 13 kali pengembalian. sistem percepatan waktu harus terus diberlakukan hingga pertandingan selesai.2. . Sekali diterapkan. wasit harus menghentikan permainan dan dilanjutkan sesuai dengan pemain yang sebenarnya pada skor yang telah diraih. Jika bola masih dalam permainan ketika batas waktu telah habis.15. N.

1. Suatu Pertandingan Internasional adalah pertandingan antar regu yang mewakili beberapa Asosiasi. jika tidak disetujui oleh Dewan Pengurus dan diumumkan sebelumnya kepada Asosiasi peserta. kecuali tidak disetujui oleh Panitia eksekutif dan diterima oleh peserta sesuai dengan 3.  Peraturan dan ketetuan tersebut diperuntukkan bagi seluruh kompetisi internasional kecuali menurut pengamatan Konstitusi.. termasuk variasi tersebut.2.  Suatu Turnamen Terbatas adalah turnamen yang terbatas bagi pemain dari regu tertentu selain kelompok umur. dan pada Pertandingan Internasional jika disetujui oleh Asosiasi peserta. . Olympiade. Kejuaraan Terbuka. uraian yang disampaikan dalam formulir dianggap sebagai suatu kondisi yang dapat diterima dalam kompetisi.2.  Kompetisi dengan nama tingkat benua/kontinental.  Ketentuan Kompetisi Internasional harus diterapkan untuk  Jenis Kejuaraan Dunia dan Olympiade. pada turnamen internasional yang terbatas dan sifatnya undangan dan kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh badan organisasi yang bukan anggota (ITTF) dapat menggunakan peraturan sesuai dengan kewenangan penyelenggara.1.4.1.1. y Hal-hal yang berlaku  Kecuali seperti yang diterangkan pada 3. variasi yang ditimbulkan harus diuraikan secara khusus dalam formulir pendaftaran. jika tidak disetujui oleh Federasi Kontinental yang sesuai dan diumumkan sebelumnya kepada Asosiasi peserta.  Kejuaraan Terbuka Internasional (3. Peraturan (bab 2) harus diberlakukan pada Kejuaraan Dunia.2.2.  Bilamana dalam kejuaraan terbuka tidak menggunakan salah satu peraturan di atas.).  Suatu Turnamen Terbuka adalah ternamen yang dapat diikuti oleh seluruh Asosiasi.  Suatu Turnamen Invitasi adalah turnamen yang diikuti oleh asosiasi atau pemain tertentu yang diundang secara individu.7.2. kecuali seperti dijabarkan dalam 3.4.  Pengurus memiliki kekuatan untuk memberi wewenang kepada penyelenggara kejuaraan terbuka untuk mengadopsi beberapa variasi peraturan yang diujicoba secara khusus oleh Panitia Eksekutif (ITTF).  Kejuaraan terbuka. Benua/Kontinental.

persetujuan dan pengakuan tersebut dapat disaksikan oleh Dewan Pengurus setiap saat jika kelangsungannya merugikan bagi olahraga. Peraturan dan ketentuan untuk kompetisi internasional harus dapat diperkirakan akan diterapkan jika beberapa penambahan tidak memerlukan persetujuan dikemudian hari atau dibuat jelas dalam peraturan kompetisi yang dipublikasikan.  Formulir pendaftaran atau prospektus untuk Kejuaraan Terbuka harus menjelaskan warna dan merek meja. dan iklan sesuai dengan yang diuraikan pada 3.  Karet raket yang digunakan untuk memukul bola harus sesuai dengan merek dan jenis yang disahkan terakhir oleh ITTF dan harus melekat pada daun raket sehingga logo ITTF dan merek. Pakaian lain. Jika pada bagian belakang mencantumkan nama pemain. pemilihan peralatan harus berdasarkan Asosiasi tempat penyelenggaraan. selain dari kerah dan lengan baju.  Kaki meja untuk pemain yang menggunakan kursi roda haruslah berjarak sedikitnya 40cm dari ujung meja. net yang akan digunakan. termasuk spesifikasi peralatan harus dipublikasikan dalam Panduan Teknis (prospektus) yang diakui oleh Dewan Pengurus dan dalam Buku Pegangan bagi para Wasit dan Referee. celana pendek atau rok. Kondisi Tempat Pertandingan Dan Peralatan y Peralatan yang diakui dan disetujui  Persetujuan dan pengakuan peralatan pertandingan harus dilaksanakan oleh komite peralatan atas nama Dewan Pengurus.  Warna dasar/utamapakaian.4. tidak dapat digunakan kecuali atas seizin Referee.  Pada bagian belakang pakaian dapat bertuliskan nomor atau huruf untuk mengidentifikasi pemain. seperti trainingspak atau bagiannya. sepatu dan kaos kaki. jenis dan merek yang dipilih harus sesuai dengan ketentuan ITTF yang terbaru. hal tersebut ditempatkan persis di bawah kerah kaosnya. asosiasinya. y Pakaian Bertanding  Pakaian pertandingan biasanya terdiri dari kaos lengan pendek atau tanpa lengandan celana pendek atau rok atau bagian/perangkat pakaian olahraga. O. dan suplier. harus berbeda dari warna bola yang digunakan. atau klubnya ketika mewakili klub. .9. serta nomor ITTF (jika ada) terlihat jelas ditepi permukaannya.  Penjelasan dan interpretasi peraturan secara rinci.2.

asal warnanya sama dan diakui oleh asosiasinya. maka keputusannya ditentukan melalui undian oleh wasit. area harus ditutupi sekelilingnya dengan (sketsel) ketinggian 75cm.  Pemain yang mengikuti Olympiade dan Kejuaraan Dunia atau kejuaraan internasional lainnya harus memakai kostum (kaos dan celana) yang disediakan asosiasinya. tetapi ke-empat sudutnya dapat ditutupi sketsel (pembatas) yang panjangnya tidak lebih dari 1. dan dengan latar belakang warna gelap.nomor. tempat handuk. akan tetapi tidak kurang dari : panjang 8m dan lebar 6m. sepatu. kursi dan meja wasit.  Pemain/pasangan yang berlawanan harus memakai kostum yang warnanya benar-benar berbeda agar dapat dengan mudah dibedakan/dikenali oleh penonton. lebar nomor punggung harus tidak lebih besar dari 600cm2. papan nama pemain atau daerah/asosiasinya. karpet. y Keadaan Tempat Pertandingan  Area pertandinganharuslah bersegi empat dan (untuk 1 meja) tidak kurang dari : panjang 14m. petunjuk/papan skor. nomor meja. ukuran. dan tinggi 5m. lebar 7m.  Segala pertanyaan yang berhubungan dengan keabsahan kostum pertandingan harus diputuskan oleh Referee.Area pertandingan untuk pemain yang menggunakan kursi roda dapat diperkecil.  Pada kejuaraan dunia atau olimpiade. kecuali untuk kaos kaki. pembatas. warna dan disain iklan pada pakaian.  Perlengkapan/peralatan berikut dapat dianggap sebagai bagian dari area permainan : Meja termasuk net.5m. pemain ganda dari asosiasi yang sama dapat memakai pakaian yang berbeda merek. . Untuk kejuaraan internasional.  Tidak diperbolehkan adanya pola dan tulisan pada kostum pemain yang dapat menimbulkan suasana permainan menjadi terganggu.  Sebagai pemisah antara area pertandingan yang satu dengan yang lain dan dari penonton. pemain pada pertandingan Beregu dan pemain ganda dari asosiasi yang sama harus berpakaian seragam .  Apabila pemain atau regu yang berhadapan memakai warna kostum yang sama dan tidak ada yang mengalah untuk mangganti kostumnya. Nomor punggung apa saja yang digunakan oleh penyelenggara bagi pemain harus mendapat ruang untuk iklan yang dipasang dibelakang kostum.  Corak apa saja yang terdapat pada sisi atau depan kostum termasuk perhiasan yang dipakai pemain harus tidak menyilaukan lawannya.

 Intensitas cahaya pada Olympiade dan Kejuaraan Dunia.  Latar belakang warna pada umumnya haruslah gelap dan tidak dimasuki sinar matahari melalui pintu/ dinding/atap yang terbuka.  Sumber cahaya lampu harus tidak kurang dari 5m dari lantai. sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh Panitia Eksekuif dengan rekomendasi dari Panitia Peralatan. . lantai harus dari kayu atau karpet gulung sintetis dengan merek dan tipeyang diakui oleh ITTF.] y Kontrol Karet  Menjadi kewajiban pemain untuk meyakinkan bahwa karet yang mereka pakai/rekatkan tidak dilapisi lem atau perekat yang mengandung cairan berbahaya/terlarang. tidak kurang dari 1000 lux merata keseluruh permukaan meja pertandingan dan 500 lux disekelilingnya.  Raket yang tidak lolos tes Kontrol Raket sebelum pertandingan tidak dapat digunakan pada kejuaraan seperti di atas. akan tetapi mulai dari perempat final. setelah diukur dari permukaan meja. tes raket dilakukan sebelum pertandingan pada nomor perorangan dan pertandingan individual tertentu pada nomor beregu.  Lantai tidak boleh berwarna cerah dan menimbulkan pantulan cahaya atau licin dan permukaannya tidak dari batu bata. pada kejuaraan lain.  Tempat kontrol raket untukpengetesan karet. Pemain yang menggunakan karet yang tidak lolos tes pada saat tes acak setelah pertandingan akan dikenakan sanksi seperti yang diberlakukan pada Kejuaraan Dunia 2010. lantai untuk event kursi roda dapat terbuat dari semen. akan tetapi. dan cahaya latar/tambahan pada area pertandingan tidak lebih besar dari cahaya yang ada di area tersebut. beton atau batu. intensitasnya boleh 600 lux pada permukaan meja dan 400 lux sekelilingnya. cahaya lampu juga harus sama dengan yang lainnya.  Bila beberapa meja sedang digunakan.  Pada Olympiade atau Kejuaraan Dunia. untuk meyakinkan bahwa raket memenuhi persyaratan ITTF termasuk ketebalan.  Tes kontrol raket biasanya dilakukan secara acak setelah pertandingan.  Tempat/pusat control/tes raket harus disediakan pada seluruh Kejuaraan Dunia ITTF dan event Olimpiade serta beberapa ITTF Pro Tour and Event Sirkuit Junior dan dapat juga disediakan pada Kompetisi Regional dan Benua. ke-rata-an dan kandungan cairan yang berbahaya.

2.3.  Tanda atau symbol di lantai tidak boleh ada warna putih atau oranye.  Cahaya yang muncul dari (dalam) iklan atau pembatas tidak boleh dipindah/diubah sejak mulai hingga selesai pertandingan termasuk saat interval. . untuk ini diijinkan menggunakan warna latar yang sama. warna iklan dan sketsel/pembatasyang memantulkan cahaya atau yang mengkilap tidak diperbolehkan di sekitar area pertandingan. dan harus sedikit lebih gelap atau sedikit memiliki bayangan lebih cerah dari warna latar. hal ini tidak untuk merek meja/perusahaan lain yang memproduksi peralatan yang sama.  Dengan pengecualian cahaya/sinar yang muncul dari dalam.  ³Venues pertandingan´adalah seluruh yang ada di gedung pertandingan dan halamantempat berdirinya gedung yang terdiri dari pintu gerbang. iklan hanya diperbolehkan pada peralatan/ perlengkapan seperti pada 3.  Simbol atau huruf yang tertera disekitar area pertandingan tidak boleh berwarna putih dan kuning dan tidak lebih dari dua warna dan tidak boleh lebih dari 40cm tingginya.  Diperbolehkan 1 iklan temporer pada tiap sisi atas meja dan 1 pada sisi belakang tempat pemian dengan jelas terpisah dari iklan yang permanen dan tiap-tiap iklan tambahan tersebut memiliki total panjangnya 60cm. tempat parkir dan fasilitas lain yang berhubungan dengan gedung.  Pada Olympiade. namun sedikit lebih cerah atau lebih gelap.  Tidak boleh lebih 4 buah iklan di lantai dalam areal pertandingan. jarak tanda iklan ini tidak boleh kurang 1m dari batas sketsel dan pada masing-masing ujung meja tidak lebih dari 2m dari batas akhir meja. penempatan iklan pada peralatan permainan. dan cairan perekat tidak lagi boleh digunakan pada arena gedung tempat/venuespertandingan. Seluruh pemain diberi hak agar raketnya dites secara sukarela tanpa hukuman sebelum pertandingan.  Area yang berventilasi dan layak harus disediakan untuk merekatkan karet. harus sesuai dengan ketentuan IOC. pada kostum bertanding dan pada pakaian wasit. masing-masing terdiri dari 2. 1 di tiap lantai samping meja dan 1 di tiap sisi atas meja.2 dan tidak boleh ada tambahan khusus.5m2 luasnya. y Iklan  Dalam area pertandingan.

samping atau bahu kostum.  Referee bertanggungjawab untuk  memimpin undian.  memimpin pertemuan dengan para wasit/petugas pertandingan sebelum pertandingan dimulai.  Iklan pada pakaian wasit harus dalam total area 40cm2. .  memutuskan apakah permainan dapat ditunda bila terjadi sesuatu yang darurat. tidak boleh lebih dari 6 iklan yang terpisah dengan jelas dalam satu kombinasi dengan total area 600cm2 di depan.  Tidak boleh ada iklan untuk rokok. minuman ber-alkohol.  Tidak lebih dari 2 iklan pada belakang kostum dengan total area 400cm2.  mengecek keabsahan pemain untuk pertandingan yang diikuti.  Iklan pada kostum bertanding terbatas untuk tanda merek yang normal. tidak lebih 3 cm dari ujung sisi sepanjang sisi atas meja dan tidak menggangu pandangan pada celahnya. atau obat terlarang pada kostum pemain.  Iklan pada nomor punggung harus dalam total 100cm2. simbol atau nama dengan total area 24cm2.  Tidak lebih dari 2 iklan. Asosiasi Nasional pemain. P.  Iklan pada meja wasit atau pada perlengkapan lainnya disekitar meja pertandingan harus dalam batas 750cm2 totalnya di tiap permukaan. dan sebaiknya diketahui oleh kapten tim. referee harus ada dan tempat dan identitasnya harus diketahui oleh peserta. dan Organisasi Anti Doping lainnya bertanggungjawab pada tes di tempat kompetisi yang diikuti. terdiri dari suatu kombinasi dalam total area 120cm2 hanya di depan atau samping celana atau rok.  ketentuan (keseragaman) untuk wasit/petugas pertandingan. termasuk kompetisi Junior diberlakukan tes doping oleh ITTF. Iklan di Net harus lebih gelap atau sedikit bayangan lebih cerah dari warna dasar. dan tidak lebih 4 iklan di depannya. Petugas Teknis Pertandingan y Referee  Pada setiap pertandingan. y Kontrol/Tes Doping  Seluruh pemain yang ikut pada saat kompetisi internasional.  penjadwalan pertandingan dengan waktu dan meja pertandingan.

 melakukan undian untuk menentukan yang servis..  memutuskan apakah persyaratan servis dapat diperlonggar bagi pemain yang cacat fisik. dan selayaknya kepada kapten tim.1.  memutuskan waktu dan tempat pemain untuk melakukan pemanasan selama penundaan darurat permainan. dan kondisi pertandingan. Pembantu Wasit. penerima bola.  Wasit harus duduk atau berdiri sejajar dengan net dan pembantu wasit duduk disebelah meja berhadapan dengannya.1-2.  mengontrol urutan servis. Referee harus mengawasi pemain sejak saat tiba di arena tempat pertandingan hingga keluar dari tempat tersebut. harus diumumkan kepada peserta. peralatan. Wasit. Apabila Referee menganggap perlu.4.  memutuskan apakah pemain yang bertanding dapat memakai trainingspak. tempat. Referee yang telah ditentukan atau wakilnya harus ada sepanjang pertandingan. dengan persetujuan panitia penyelenggara.  Wasit harus bertanggungjawab untuk  memeriksa keabsahan peralatan dan kondisi tempat pertandingan dan melaporkan kepada referee apabila terdapat kekurangan/ kerusakan. . dan Pencatat Pukulan y  Seorang wasit dan seorang pembantu wasit harus ditunjuk untuk setiap pertandingan. Bila tugas referee didelegasikan kepada orang lain. penerima bola.  memutuskan interpretasi pertanyaan yang timbul tentang ketentuan dan peraturan pertandingan termasuk pakaian yang digunakan. atau tempat.  mengambil bola secara acak seperti pada 3. dan mengoreksi kesalahan yang terjadi.  mengambil tindakan disiplin terhadap pelanggaran ketentuan dan sikap atau hal lain yang melanggar peraturan. ia dapat mengganti wasit. asisten wasit kapan saja.  memutuskan apakah waktu pemanasan dapat diperpanjang.2.     memutuskan apakan pemain dapat meninggalkan arena selama pertandingan masih berlangsung. tetapi ia tidak boleh mengubah keputusan yang dibuat oleh wasit yang diganti yang menjadi wewenangnya.  memutuskan setiap reli sebagai suatu poin atau let.

dan lamanya pertandingan. Memberitahukan wasit atas perlakuan yang berhubungan dengan nasihat dan sikap (pemain/pemberi nasihat) Baik wasit maupun pembantunya dapat :  memutuskan apakah servis pemain tidak sah.  memutuskan apakah bola menyentuh net pada saat servis. interval antara game/set.             mengucapkan poin/skor sehubungan dengan prosedur yang ditentukan. Banding y  Tidak ada persetujuan diantara pemain. mengambil tindakan bagi pelanggar ketentuan coaching/nasihat atau ketentuan sikap. Pembantu wasit harus memutuskan apakah bola menyentuh atau tidak sisi atas meja yang terdekat dengannya. Keputusan yang dibuat oleh pembantu wasit atau pencatat pukulan sehubungan dengan yang dijabarkan pada 3.  memastikan waktu pemanasan. dalam pertandingan perorangan. juga dalam interpretasi dari pertanyaan tentang ketentuan dan peraturan oleh referee yang bertugas atau pertanyaaan lain tentang penyelenggaraan pertandingan atau turnamen oleh panitia penyelenggara yang berwenang. menjaga kelangsungan permainan.5-6 tidak dapat diubah oleh wasit.  memutuskan apakah pemain menyentuh bola. . atau antara kapten tim dalam pertandingan beregu. yang dapat mengubah keputusan.3. yang kenyataannya dibuat oleh wasit yang bertugas. Baik pembantu wasit maupun salah satu petugas lain dapat bertugas sebagai pencatat pukulan.2. Wasit harus mengawasi pemain dari saat masuk ke arena tempat pertandingan hingga keluar arena setelah pertandingan selesai.  memutuskan apakah kondisi permainan terganggu dan dapat mempengaruhi hasil suatu reli. Melakukan undian untuk menentukan pemain/pasangan/tim yang harus mengganti pakaian bila terjadi kesamaan warna pakaian dan kedua pihak tidak ada yang mengalah untuk mengganti pakaian. memperkenalkan sistem percepatan waktu pada saatnya. Memastikan bahwa hanya orang yang berhak yang boleh berada di arena/area pertandingan. menghitung pukulan penerima bola atau pasangannya ketika sistem percepatan waktu diberlakukan.

 Panitia perumus peraturan ITTF harus memberikan panduan untuk keputusan yang akan datang.  Pada pertandingan perorangan. banding hanya dapat dilakukan oleh pemain yang terlibat dalam masalah yang timbul. dan keputusan referee adalah final. dan keputusan panitia penyelenggara adalah final. wasit harus menunjuk ke pemain yang servis berikutnya. hanya oleh kapten tim atas masalah yang timbul pada pertandingan tersebut. wasit terlebih dahulu menyebutkan angka pemain yang akan melakukan servis pada game tersebut. dan juga menyebutkan skor diikuti nama pelaku servis. tetapi hal itu tidak mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh referee yang berwenang atau panitia penyelenggara. Alur Petunjuk Pertandingan y Hitungan Skor/poin. Tidak ada banding yang diajukan kepada referee untuk melawan keputusan yang dibuat oleh wasit dan pembantu wasit yang berwenang atau oleh panitia penyelenggara atas interpretasi pertanyaan tentang peraturan yang dibuat oleh referee. Q. atau secepatnya setelah pelaksanaan reli tersebut. harus disampaikan kepada wasit sebelum pertandingan dimulai.  Banding dapat diajukan ke Panitia Penyelenggara terhadap penjelasan pelaksanaan pertandingan yang tidak tercantum pada ketentuan dan peraturan.  Suatu banding boleh diajukan ke referee terhadap pertanyaan mengenai interpretasi peraturan dan ketentuan keputusan yang dibuat wasit.  Nama kapten tim.  Pertanyaan tentang interpretasi ketentuan dan peraturan yang dibuat oleh referee atau akibat keputusan panitia penyelenggara dapat diajukan oleh pemain atau kapten tim melalui induk organisasinya sebagai pertimbangan bagi panitia perumus peraturan ITTF. dan panduan keputusan ini dapat menjadi jawaban/sangsi dari protes yang disampaikan oleh induk organisasi tersebut kepada pengurus atau pada rapat umum ITTF.  Pada permulaan game/set dan pada saat pertukaran servis. bermain ataupun tidak.  Wasit harus menyebutkan poin segera setelah bola mati pada saat reli usai.  Dalam penyebutan skor. sedangkan pada beregu. . kemudian angka bagi lawannya.

bola diganti dengan yang telah dipilih sebelum pertandingan dimulai. kartu kuning ditempatkan dekat petunjuk skor. maka diambil oleh wasit secara acak dari tempat/box bola yang disediakan.  Pada sistem percepatan waktu. skor dan hitungan pukulan harus disebut dengan bahasa Inggris atau bahasa lain yang diterima oleh kedua pemain atau pasangan dan wasit. raket yang rusak segera diganti dengan raket yang . jika tidak ada. dia dapat mengangkat tangannya ke atas kepalanya.  Ketika pemain secara resmi diperingati karena sikap yang kurang baik. Pada akhir game.  Jika bolanya rusak pada saat pertandingan masih berlangsung. permukaan karet. bagian depan lengan kedepan secara vertikal dan telapak tangan tertutup. wasit dapat menggunakan tangannya sebagai tanda untuk menunjukkan keputusannya. bola diambil secara acak oleh wasit dari box/tempat yang disediakan untuk pertandingan.  Ketika poin diputuskan. wasit dapat mengangkat lengan yang dekat dengan pemain yang mendapat poin dengan posisi lengan sejajar dengan bahunya.  Jika bola tidak/belum dipilih pemain sebelum memasuki meja pertandingan. warna.  Sebagai pelengkap dalam menyebutkan skor. y Peralatan/Perlengkapan  Pemain tidak boleh memilih bola di area pertandingan. dan wasit mengambil salah satu dari bola yang dipilih secara acak untuk digunakan. pemain diberi kesempatan memilih satu atau lebih bola sebelum memasuki meja pertandingan. wasit harus menyebutkan nama/pasangan yang menang kemudian skor yang menang diikuti skor yang kalah. sebagai suatu tanda. sehingga menyebabkan kecacatan atau perubahan fisik. stuktur. dan lain-lain<  Raket yang dipakai tidak dapat ditukar selama pertandingan tersebut belum selesai kecuali raket benar-benar rusak dan tidak dapat digunakan. Bila memungkinkan.   Karet raket yang digunakan harus yang diakui oleh ITTF tanpa tindakan lain atau modifikasi keaslian karet yang disebabkan oleh bahan kimia.  Skor harus ditampilkan dalam bentuk petunjuk elektronik atau mekanik agar dapat dilihat oleh pemain dan penonton. jika hal ini terjadi. menunjukkan reli telah berakhir.  Ketika wasit harus memutuskan let pada suatu reli.

tetapi tidak termasuk dalam interval yang lainnya. hal ini dapat dilakukan oleh pemain/pasangan atau kapten tim yang bersangkutan. pada pertandingan beregu.  Jika tidak diizinkan oleh wasit. tetapi hal ini otomatis tidak melebihi beberapa pukulan percobaan sebelum permainan dilanjutkan setelah kerusakan bola atau raket.  Pada pertandingan perorangan. waktu pemanasan secara khusus dapat diperpanjang hanya dengan persetujuan referee.  Pemain diberikan kesempatan yang sesuai untuk mengecek dan menyesuaikan diri dengan perlengkapan yang mereka gunakan. akan tetapi jika raketnya terikat ke tangan pemain tersebut.dibawa oleh pemain tersebut atau yang diberikan kepadanya di area pertandingan. termasuk meja pertandingan. y Pergantian Game/Set (Interval)  Permainan harus terus berlanjut selama pertandingan perorangan kecuali ada pemain yang disetujui untuk : mendapatkan interval (istirahat) selama 1 menit diantara game/set pada pertandingan yang sedang berlangsung.   Seorang pemain atau pasangan dapat mengklaim satu kali Time-out selama 1 menit untuk satu pertandingan tersebut.  mendapatkan interval sejenak untuk lap keringat setelah (tiap) 6 poin sejak tiap game dimulai dan pada saat pindah tempat pada game/set penentuan. permintaan time-out hanya dapat dilakukan oleh pemain/pasangan tersebut atau oleh penasehat yang telah ditentukan. . pemain harus meninggalkan raketnya di meja pertandingan selama interval (pergantian game).  Referee dapat mengizinkan pemain melakukan latihan pada meja mana saja selama penundaan waktu akibat kecelakaan. wasit harus mengijinkan raket tersebut tetap berada di tangan selama interval. y Pemanasan  Pemain berhak untuk mengadakan pemanasan pada meja pertandingan segera sebelum pertandingan dimulai dengan waktu maksimum 2 menit.

Jika time-out secara bersambung dan sah diminta oleh kedua pemain/pasangan. kartu putih atau tanda T segera diambil dari meja dan pertandingan dilanjutkan.  Pada petandingan perorangan. Kartu Putih atau tanda (T) lain diletakkan pada bagian meja pemain/pasangan yang minta time-out. . kemudian. permainan diteruskan ketika keduanya siap memulai atau sudah 1 menit.  Pada pertandingan beregu. wasit menghentikan permainan dan mengangkat Kartu Putih dengan tangan yang berada pada posisi yang meminta time-out. kecuali dengan pesetujuan referee. pemain harus tetap berada di sekitar meja pertandingan selama pertandingan belum selesai. penundaan hanya boleh dilakukan akibat kecelakaan seperti adanya luka karena terjatuh. Setelah Time-out selesai (maksimal 1 menit) atau pemain yang meminta time-out siap melanjutkan permainan.  Jika ada pemain yang berdarah di areal pertandingan. dengan membuat tanda ³T´ dengan tangan.  Jika pemain sewaktu-waktu mendapat kecelakaan sepanjang sepengetahuan referee bahwa hal itu tidak merugikan lawannya. Ketika menerima permintaan time-out. permainan segera harus dihentikan dan tidak boleh diteruskan sebelum pemain tersebut mendapatkan pengobatan/ perawatan medis dan darah yang tercecer dibersihkan dari areal pertandingan. tidak ada lagi time-out bagi kedua pemain/pasangan pada pertandingan tersebut. karena kelelahan atau kram disebabkan oleh kelemahan fisik atau karena kecelakaan sebelumnya. setelah itu. tidak ada istirahat/interval antara pertandingan tunggal kecuali pemain tersebut harus bermain lagi pada pertandingan berikutnya dapat meminta interval selama 5 menit diantara pertandingan tersebut. pada saat interval game/set dan time out pemain harus di sekitar 3 meter dari area pertandingan dengan pengawasan wasit.  Penundaan tidak dapat diizinkan bila akibat terlambat hadir atau karena permintaan pemain. atau bila terjadi gangguan bagi pemain akibat stress. keputusan akhir dibuat oleh pemain/pasangan pada pertandingan perorangan dan kapten tim pada beregu.     Jika pemain atau pasangan dan pelatih atau kapten tim tidak setuju time-out diambil. referee dapat menunda permainan untuk tambahan waktu pemanasan. Permintaan Time-out hanya dapat dilakukan hanya pada saat bola mati antara reli dalam satu game/set. dan dengan alasan apapun tidak lebih dari 10 (sepuluh) menit.

 Setelah peringatan diberikan/kartu kuning. yang bersangkutan/yang mendapat kartu merah tidak boleh kembali ke area pertandingan hingga pertandingan selesai. jika ada orang yang memberikan nasihat bukan pada saat antara game/pergantian game/set.  Jika orang yang dikenakan kartu merah tidak mau meninggalkan area pertandingan. dan tidak dapat digantikan oleh penasehat yang lain hingga pertandingan selesai. namun jika terdapat orang yang tidak berhak memberikan nasihat/coaching. kecuali jika ada pemain yang berpasangan berasal dari asosiasi yang berbeda maka masing-masing dapat menunjuk satu penasehat.  Dalam pertandingan perorangan (tunggal/ganda) nasihat hanya dapat diberikan oleh 1 (satu) orang yang ditunjuk terlebih dahulu/ diberitahukan kepada wasit. maka wasit harus menghentikan permainan dan melapor ke referee. Sedangkan pada pertandingan perorangan. Disiplin y Nasihat  Dalam pertandingan beregu. y Sikap yang kurang baik/tidak sopan . kecuali yang bersangkutan mendapat giliran untuk bertanding. tetapi sehubungan dengan 3. maka wasit harus memberikan peringatan dengan kartu kuning. maka wasit harus memberikan kartu merah dan menyuruh orang tersebut meninggalkan area pertandingan. untuk menyampaikan banding atau konsultasi dengan penerjemah atau wakil asosiasinya dalam rangka penjelasan keputusan juridisnya.R. jika sesuai. pemain yang diusir oleh wasit tidak boleh kembali ke area pertandingan sampai pertandingan usai.  Peraturan di atas hanya ditujukan untuk pemberian nasihat pada saat permainan berlangsung dan tidak untuk menghalangi pemain atau kapten tim.  Pemain hanya boleh mendapat nasihat pada saat pergantian game/set atau pada saat penundaan permainan.5.5. nasihat/coaching dapat diberikan oleh siapa saja yang diakui/yang dibenarkan berada di area pertandingan.  Pada pertandingan beregu. bila mengulangi perbuatannya maka ia akan disuruh meninggalkan area pertandingan. maka wasit harus memberikan kartu merah dan diusir dari area pertandingan tanpa melihat siapa yang diberikan peringatan/kartu kuning sebelumnya. dan apabila siapa saja mengulangi hal yang sama pada pertandingan beregu tersebut.2 kedua penasehat tersebut harus dianggap sebagai suatu kesatuan.1 dan 3. atau kembali sebelum pertandingan selesai.

untuk serangan yang tidak serius. pasangan harus paham bahwa hukuman yang diberikan kepada salah satu pemain berarti berlaku untuk keduanya pada pertandingan beregu tersebut. jika seorang pemain telah diberikan peringatan.2. wasit memperingati dengan kartu kuning dan memperingati pelaku jika masih dilakukan lagi. dan 3. wasit harus menghentikan permainan dan melapor ke referee. wasit harus menunjukkan kartu merah dan kuning secara bersamaan.2.5.  Kecuali seperti pada 3. setiap memberikan hukuman poin.5. Pemain dan pelatih atau penasehat lainnyaharus bersikap sportif terhadap lawan dan penonton agar tidak menimbulkan kerusuhan dan kerusakan peralatan pertandingan.2. maka pada peringatan berikutnya baik pada pertandingan perorangan maupun beregu. masih juga melakukan pelanggaran. lawannya diberi 2 poin. maka tindakan berikutnya.2.  Jika kapan saja seorang pemain atau pelatih atau penasehat lainnya melakukan serangan yang serius.  Kecuali seperti yang diuraikan pada 3. dan tidak sopan kepada petugas teknis (referee. wasit harus menghukum dengan memberikan 1 angka/poin kepada lawannya. wasit harus menghentikan permainan dan segera melapor ke referee. dan pembantu wasit). dan pada hukuman/tindakan selanjutnya. wasit harus memberi hukuman dengan kartu merah dan menyuruhnya meninggalkan area pertandingan hingga pertandingan beregu atau perorangan tersebut selesai.  Jika seorang pemain telah mendapat hukuman 3 poin kehilangan angka. maka pada tindakan yang ke-dua pada pertandingan yang sama. baik dalam tunggal maupun beregu.2. maka wasit harus menghentikan permainan dan melapor ke referee. pada kesempatan pertama. menendang meja atau sketsel.  Referee harus memiliki wewenang untuk mendiskualifikasi pemain dari suatu pertandingan atau seluruh pertandingan yang diikuti pada event tersebut yang merupakan akibat dari tindakan yang benar-benar tidak . jika seorang pelatih telah diperingati sebelumnya. wasit. maka akan diberikan hukuman.5. pada permulaan pertandingan ganda.5. seperti dengan sengaja merusak bola atau membuang bola ke luar arena.  Peringatan yang diberikan kepada salah satu pemain dalam ganda berarti berlaku untuk keduanya. pada pertandingan perorangan atau beregu tersebut. tetapi tidak berlaku untuk pemain yang tidak melakukan pelanggaran untuk pertandingan berikutnya pada pertandingan beregu tersebut.  Jika seorang pemain mengganti raketnya ketika permainan masih berlangsung tetapi raket tersebut tidak rusak.

Sebagai akibat akumulasi dari 4 (empat) kali gagal pada tes raket yang resmi selama sekitar 48 bulan. pemain harus serius memenangkan pertandingan dan tidak boleh mengalah kecuali dengan alasan sakit atau cedera. dan hadiah uang atau poin ranking. S.     sportif.  Manakala kejadian tersebut berhubungan dengan official atau pemberi nasihat dari asosiasi yang relevan. Penampilan yang baik y  Pemain.  Setiap pemain yang dengan sengaja tidak mematuhi psinsip tersebut di atas. seorang pemain harus dihukum dengan tidak boleh bertanding di event ITTF selama 12 bulan. medali. Komisi ini membuat keputusan berdasarkan arahan/ acuan yang disampaikan Komite Eksekutif. Undian Untuk Sistem Gugur y Yang termasuk kualifikasi dan bye . kehilangan hak juara. secara otomatis pemain tersebut didiskualifikasi dari seluruh pertandingan.  Banding terhadap keputusan tim disiplin dapat disampaikan oleh pemain. atau official dalam waktu 15 hari ke ITTF Exekutive Committee yang keputusannya adalah final. pelatih dan official harus menjaga penampilannya sesuai dengan kaidah olahraga. pemberi nasihat.  Satu tim disiplin yang dibentuk oleh Komite Eksekutif. dan untuk ini referee menunjukkan kartu merah. baik karena laporan dari wasit maupun tidak. Bila terjadi sikap yang kurang sopan secara serius harus dilaporkan kepada asosiasi pelaku. Referee dapat mendiskualifikasi siapa saja yang telah diusir dua kali dari area pertandingan selama kompetisi tersebut. Jika seorang pemain telah didiskualifikasi dari dua pertandingan pada beregu atau perorangan. secara otomatis. akan dikenakan sanksi kehilangan seluruh atau sebagian hadiah uang pada event tersebut dan/atau dikenakan sanksi pelarangan ikut dari eventevent ITTF. maka sanksi tersebut juga berlaku pada orang tersebut. terdiri dari 4 anggotra dan 1 ketua akan memutuskan tentang perlakuan/ penampilan yang tidak baik dan jika perlu dengan sanksi yang sesuai. event atau kompetisi. secara khusus. Jika seorang pemain didiskualifikasi dari satu pertandingan.

bye harus disesuaikan untuk melengkapi jumlahnya.  Jumlah kolom/entry yang diseeded tidak boleh melebihi jumlah kolom/entry pada babak awal tiap kejuaraan. jumlah penempatan dalam babak pertama masing-masing bagian (atas/bawah) harus memiliki 2 kekuatan yang sama.  Kolom yang ditempati ranking V s/d VIII harus diundi diantara nomor ganjil pada perempat bagian bawah dan nomor genap pada perempat bagian atas yang masing-masing bagian terlebih dahulu dibagi 2 (1/4 bagian dari keseluruhan).  Kolom yang ditempati ranking IX s/d XVI harus diundi diantara nomor ganjil pada perdelapan bagian bawah dan diantara nomor genap pada perdelapan bagian atas (pada masing-masing per-delapan bagian). y Penempatan Seeded dengan Ranking  Pemain yang memiliki peringkat paling tinggi harus dipisahkan sehingga tidak bertemu sebelum babak akhir. Pada event yang menggunakan sistem gugur.  Kolom nomor/ranking I harus ditempatkan di bagian atas dan ranking II ditempatkan di bagian bawah dari 2 bagian kolom/seeded. per-empat.  Jika terdapat lebih banyak yang diundi daripada kolom. pada babak awal. per-delapan atau per-enam belas dari undian sesuai kelayakannya. maka kualifikasinya (babak awal) harus dilaksanakan sesuai jumlah orang yang ikut sehingga jumlah kolom berikutnya sesuai dengan yang diinginkan. tetapi yang lainnya ditempatkan berdasarkan undian pada kolom yang ditentukan seperti :  Kolom yang ditempati ranking III dan IV harus diundi untuk ditempatkan pada bagian bawah dan bagian atas dari masing-masing 2 bagian besar kolom (pertengahan).  Pemain yang diunggulkan harus diundi dan sedapat mungkin merata diantara dua bagian kolom/entry. .   Bye harus sedapat mungkin dapat dibagi rata sepanjang babak pertama. yang juga ditempatkan terlebih dahulu pada seeded sesuai dengan urutan seeded. Jika terdapat lebih sedikit kolom/entry daripada yang diundi.

 Pada kejuaraan beregu yang menggunakan sistem gugur.  Ganda campuran yang berasal dari asosiasi yang berbeda harus diperhitungkan berdasarkan ranking asosiasi pemain putranya. .  Kolom/entry untuk ranking V-VIII harus diundi sedapat mungkin merata pada bagian perdelapan kolom yang tidak ditempati ranking III dan IV.  apabila seluruh kolom yang diseeded berasal dari asosiasi yang sama maka daftar ranking yang dibuat oleh asosiasi tersebut diutamakan. dimulai dari pemain yang mana saja termasuk yang terdaftar untuk diseeded berdasarkan daftar urutan tersebut.  Kolom/entry untuk ranking I dan II harus diundi untuk ditempatkan pada kolom setengah bagian atas dan setengah bagian bawah dan ranking III dan IV kedalam perempat bagian kolom yang tidak ditempati oleh ranking I dan II. jika tidak berdasar ranking dunia.  Kolom/entry untuk ranking IX-XVI harus diundi sedapat mungkin merata pada bagian per-enambelas kolom yang tidak ditempati ranking sebelumnya dan seterusnya. sehingga mereka tidak bertemu sebelum babak akhir. harus dipisahkan.  Penempatan seeded berdasarkan ranking harus mengikuti urutan yang ditetapkan terakhir oleh ITTF.  Pasangan/ganda putra dan putri yang berasal dari asosiasi yang berbeda diperhitungkan kepada asosiasi yang memiliki ranking dunia tertinggi. y Penempatan Seeded Berdasarkan Unggulan Asosiasi  Pemain dan pasangan yang diusulkan dari asosiasi yang sama.  Asosiasi harus membuat daftar urutan para pemain dan pasangan berdasarkan ranking mereka. kecuali bahwa  apabila seluruhnya layak untuk diseeded berasal dari benua yang sama maka daftar ranking terakhir yang dibuat oleh federasi tersebut harus diutamakan. jika pemain tidak juga terdaftar dalam ranking benua. hanya regu yang memiliki ranking tertinggi dari asosiasinya yang boleh di seeded. sedapat mungkin. maka ditentukan berdasar ranking tim lebih tinggi diantara mereka pada kejuaraan dunia. maka berdasar ranking benua. Kolom yang ditempati ranking XVII s/d XXXII harus diundi diantara nomor ganjil pada perenambelas bagian bawah dan nomor genap pada perenambelas bagian atas (pada masing-masing per-enam belas bagian). hingga seluruh kolom terisi.

3. persetujuan dari wakil asosiasi yang bersangkutan. harus diundi kedalam group yang berbeda. . tujuan ketentuan ini adalah bahwa kualifikasi pertandingan dapat dianggap sebagai pertandingan yang berbeda.3-5.5. Sebagai alternative. 3.. tidak berdekatan hingga kualifikasinya terpisah sesuai dengan prinsip pada 3.6.  Hasil undian hanya dilakukan untuk memperbaiki kesalah-pahaman penempatan dan penerimaan kolom/entry.5. atau absen. sebagai pertimbangan sejauh persyaratan itu untuk seeded oleh asosiasi unggulan.  Tidak boleh ada perubahan yang dibuat pada undian yang pertandingannya telah dimulai selain penghapusan seperlunya.2. kolom yang diisi oleh pemain yang berasal dari asosiasi yang sama. tiap pemain pasangan yang berasal dari asosiasi yang berbeda dapat dijadikan satu pasangan dari kedua asosiasi tersebut. pemain lainnya yang diseeded hanya boleh dihitung ulang sesuai dengan urutan rankingnya dan diundi ulang menyebar pada tempat yang diseeded.6. sakit. persetujuan tersebut disampaikan oleh yang bersangkutan atau wakilnya yang berwenang. bilamana terjadi ketidak-seimbangan akibat tidak hadirnya pemain/ pasangan yang diseeded pada undian yang sama.6. pemindahan penempatan seorang pemain dalam undian tidak dibenarkan dengan alasan apapun menyebabkan tidak seimbang dan bila dimungkinkan undian diulang. atau untuk melengkapi pemain/pasangan seperti dalam 3. hingga masuk pada jumlah kualifikasi group. seperti dalam 3.6. dan 3. y Undian Ulang  Kecuali seperti dalam 3..4. bila sesuai.6.  Seorang pemain tidak boleh dihapus dari undian tanpa persetujuannya. sedapat mungkin. y Perubahan-perubahan  Undian yang telah selesai hanya dapat diubah atas persetujuan panitia penyelenggara yang berwenang dan.  Suatu pasangan ganda tidak dapat diubah jika keduanya hadir dan siap untuk bermain. kecuali ia didiskualifikasi. untuk memperbaiki ketidakseimbangan undian yang sangat menyolok.2.5.6.6. kecuali seorang diantaranya mengalami cedera.4.  Pengecualian. maka dapat diterima sebagai dasar perubahan.  Pada babak pendahuluan/kualifikasi.

melalui undian untuk pemain/pasangan baru yang terkuat. demikian juga pada event yang diakui ITTF yang didaftarkan melalui Komite Olipiade Nasional-nya. setiap organisasi memiliki wewenang/dapat menyelenggarakan kejuaraan terbuka. seorang pemain dapat mengikuti kejuaraan tersebut dengan persetujuan asosiasinya. Organisasi Penyelenggaraan y Wewenang  Sepanjang masih berhubungan dengan konstitusi. turnamen yang sifatnya invitasi atau terbatas dalam wilayahnya atau dapat juga menyelenggarakan pertandingan internasional. dalam musim apa saja. T.  Setiap pemain/pasangan yang telah diseeded dalam ranking.y Tambahan  Pemain yang tidak termasuk dalam undian dapat ditambahkan kemudian. Partisipasi pada tipe event lainnya hanya dapat diijinkan dengan seizin dari asosiasi nasionalnya atau ITTF. satu veteran sama seperti menyelenggarakan kejuaraan terbuka internasional senior dan junior atau veteran .  Setiap kekosongan pada tempat yang diseeded harus diisi terlebih dahulu. berdasarkan urutan ranking. pemain/pasangan lainnya harus diundi untuk mengisi kekosongan akibat absennya pemain tersebut dan kemudian kedalam bye selain pemain/pasangan yang berhadapan dengan yang di-seeded. . hanya dapat ikut dalam event ITTF.  Suatu asosiasi..  Pemain yang asosiasinya termasuk dalam keanggotaan ITTF.  Satu pemain atau tim tidak boleh ikut kompetisi internasional jika yang bersangkutan mendapat sanksi pelarangan oleh Asosiasinya atau Federasi Benuanya. ketika bertanding secara internasional. dapat memprogramkan satu kejuaraan terbuka senior. jika mereka telah termasuk dalam undian sesungguhnya dapat diundi ulang mengisi tempat seeded yang kosong. event yang diakui oleh ITTF dan event yang terdaftar pada ITTF yang didaftarkan oleh asosiasi nasionalnya. izin kepada pemain dianggap diberikan jika tidak mengandung pemberitahuan yang spesifik atau yang umum dibuat oleh asosiasi nasionalnya atau ITTF yang menolak izin untuk berpartisipasi pada suatu event atau seri pada suatu event. menjadi keputusan panitia yang berwenang dan berdasarkan persetujuan referee. tetapi persetujuannya dapat ditolak dengan alasan yang masuk akal. satu junior.

Junior dibawah 18 tahun.  Layaknya dalam kejuaraan perorangan dipertandingkan dengan sistem gugur. Tidak satupun kejuaraan dapat menggunakan nama dunia (Kejuaraan Dunia) tanpa persetujuan dari ITTF. event (kelompok) Remaja harus dibawah 21 tahun. ganda putra dan putri. y Perwakilan  Perwakilan dari seluruh asosiasi yang pemainnya berpartisipasi dalam Kejuaraan Terbuka Internasional harus diberi hak untuk mengikuti undian dan harus diberi penjelasan tentang setiap perubahan yang sehubungan dengan undian atau setiap keputusan banding yang dapat mempengaruhi pemainnya secara langsung.  Disarankan agar pertandingan beregu pada Kejuaraan Terbuka Internasional dipertandingkan sesuai dengan salah satu sistem yang dikhususkan dalam 3. secara berurutan. y Pendaftaran  Formulir pendaftaran untuk Kejuaraan Tebuka Internasional harus telah dikirim kepada seluruh asosiasi paling lambat 2 bulan sebelum kejuaraan dimulai dan paling lambat 1 bulan sebelum tanggal terakhir pendaftaran.7. dan demikian juga kejuaraan tingkat benua tanpa persetujuan dari federasi benua yang berhak. pendaftaran atau prospektusnya harus mencantumkan sistem mana yang akan digunakan. dan boleh dengan ganda campuran dan kejuaraan internasional beregu yang mewakili asosiasinya. . tetapi pertandingan beregu dan babak penyisihan pada perorangan dapat dipertandingkan dengan sistem gugur atau dengan group/pool. setelah tanggal 31 Desember sebelum tahun pelaksanaan kejuaraan (per-1 Januari) pada pada tahun penyelenggaraan).  Pada jenis kejuaraan dunia.  Seluruh pendaftaran yang diajukan oleh asosiasi untuk kejuaraan terbuka harus diterima kecuali penyelenggara memiliki wewenang untuk menentukan pendaftaran tersebut untuk kualifikasi kejuaraan. Limit usia ini juga diperuntukkan bagi kompetisi yang lainnya. dalam keputusan ini penyelenggara harus memperhatikan daftar ranking dari ITTF dan juga Benuanya dan setiap susunan ranking pada formulir yang dinominasikan oleh asosiasinya. dan Kadet dibawah 15 tahun.6. y Kejuaraan/Event  Kejuaraan terbuka Internasional harus mencakup perorangan putra dan putri.

olimpiade. maka ditempatkan pada posisi diantara urutan 1 dan 2.7.  Jika dalam perhitungan. jumlah set dan poin. rasio nilai skor menang dibagi nilai kalah dari tiap-tiap individu (pada pertandingan beregu). posisi/urutan salah satu atau lebih anggota dalam group telah ditentukan sementara yang lain masih sama. dan jika ada 2 diunggulkan ke final maka ditempatkan diantara pemain urutan no 2 dan 3 dan seterusnya. dengan mempertimbangkan.7.  Jika tidak dimungkinkan untuk menentukan kesamaan melalui media seperti dalam prosedur 3.y Kejuaraan dengan pembagian Group/Pool  Dalam group/pool atau kejuaraan dengan sistem ³Round Robin´.5. pemenang/urutan mereka ditentukan oleh hasil pertandingan diantara mereka.5. dan 0 untuk yang tidak bertanding (WO) atau tidak selesai bertanding/mengundurkan diri. secara beturut-turut nilai pertandingan.7. ika seorang pemain tidak memenuhi ketentuan setelah suatu pertandingan selesai dengan alasan apapun. urutan pemenang harus terlebih dahulu ditentukan oleh nilai pertandingan (match point) yang diraih. yang kemudian dihitung sebagai kalah dalam hal tidak selesai bertanding (WO).  Pada babak kualifikasi dari kejuaraan dunia. jika satu pemain diunggulkan ke final pada pertandingan di group.  Bila tidak disyahkan oleh jury.  Susunan permainan   . dan masing-masing diberikan satu posisi di group dalam urutan kekuatan.1-3. 5 tunggal)  Setiap tim/regu harus terdiri dari 3 pemain. dan open turnamen pemain harus diundi ke dalam group berdasarkan urutan ranking dengan memperhitungkan sedapat mungkin dipisah berdasarkan asosiasinya. sejauh hal tersebut dibutuhkan untuk menentukan urutan.2.<  Jika 2 atau lebih anggota/pemain dalam group mendapat nilai pertandingan sama.1 dan 3. pemain tersebut dinyatakan kalah pada pertandingan tersebut. 1 untuk yang kalah. seluruh pemain dalam group harus bertanding satu sama lain dan mendapatkan nilai 2 (match point) untuk yang menang. y Sistem Pertandingan Beregu  5 pertandingan terbaik (New Swaythling Cup System. posisi/urutannya ditentukan oleh undian/tos. penilaian hasil pertandingan bagi mereka harus dikecualikan dari perhitungan lanjutan yang diperlukan untuk menentukan kebersamaan yang sehubungan dengan prosedur 3.5.

 Susunan permainan  AvX  BvY  Ganda  AvY  B v X. atau 5 pemain. 4 tunggal dan 1 ganda)  Setiap tim/regu terdiri dari 2. tiap pemain bertanding maksimal 2 kali pertandingan perorangan (dalam pertandingan tim/regu tersebut).  7 pertandingan terbaik ( 6 tunggal dan 1 ganda)  Setiap tim terdiri dari 3. .  Susunan permainan  AvX  BvY  Ganda C & A atau B v Z & X atau Y  A atau B v Z  C v X atu Y. 3. atau 4 pemain.  5 pertandingan terbaik (Corbillon Cup System.  9 pertandingan terbaik (9 tunggal)  Setiap tim harus terdiri 3 pemain.     AvX BvY CvZ AvY B v X. 4 tunggal dan 1 ganda)  Satu tim/regu harus terdiri dari 3 pemain. 4.  5 pertandingan terbaik (Olympic System.  Susunan permainan  AvY  BvX  CvZ  Ganda  AvX  CvY  B v Z.

dan Benua. Susunan permainan  AvX  BvY  CvZ  BvX  AvZ  CvY  BvZ  CvX  AvY y Prosedur Pertandingan Beregu  Seluruh pemain merupakan pilihan dari yang dinominasikan untuk kejuaraan tersebut.  Sebelum suatu regu bertanding.Z. terlebih dahulu melalui undian dan kapten tim harus menandatangani dan menyerahkan formulir isian nama-nama pemainnya ke referee atau wakilnya. termasuk score kecil dari tiap Kejuaraan Internasional Terbuka dan tingkat Benua. izin tersebut .Y. regu tersebut harus memilih A.  Suatu tim dinyatakan menang apabila telah memenangkan mayoritas pertandingan dari keseluruhannya. dan hasil babak akhir kejuaraan nasional ke Sekretariat ITTF dan ke Sekretariat Federasi Benua paling lambat 7 hari setelah penyelenggaraan berakhir.  Nama-nama pemain ganda tidak mesti disampaikan sampai giliran mereka bertanding.  Keikutsertaan pada kejuaran internasional memungkinkan adanya izin dari asosiasi sebagai pengawasan terhadap pemain pendatang dalam siaran televisi pada Kejuaraan Dunia. siaran televisi hanya dapat dilakukan berdasarkan persetujuan dari wilayah asosiasi penyelenggaraan.B. dan tingkat Benua. Olympiade. y Televisi  Selain Kejuaraan Dunia.C atau X. Olimpiade. y Hasil  Asosiasi penyelenggara harus mengirimkan hasil lengkap.

3). menyiapkan bukti dokumen keabsahan dan paspornya. dan peraturan tambahan yang diperuntukkan pada event Dunia (4.8.1.1.5. ketua peraturan dan komisi ranking serta ketua Komisi Atlet yang keputusannya adalah final.6. maka seorang pemain hanya dapat mewakili salah satu asosiasi tersebut. Seorang pemain tidak boleh mewakili asosiasi yang berbeda dalam kurun waktu 3 tahun. Seorang pemain dapat mewakili asosiasinya bila dia warga negara pada asosiasinya. kecuali bila pemain tersebut secara sah mewakili suatu asosiasi yang bukan warga negara asosiasi sehubungan dengan peraturan sebelumnyadapat mengacu pada persyaratan ini.3. jika diminta oleh referee.  Seorang pemain yang beloh mewakili lebih dari 1 asosiasi berhak memilih asosiasi mana yang relevan akan diwakilinya. y y y y y Seorang pemain dapat mewakili Federasi Benuanya (1.21) untuk mengikuti event perorangan pada kejuaraan terbuka internasional yang mungkin dimasukkan dalam publikasi ITTF seperti daftar ranking dunia akan tetapi hal ini tidak termasuk suatu alas an sebagai persyaratan pemain tersebut mewakili asosiasi yang diinginkan sehubungan dengan 3.1. Suatu asosiasi dapat menominasi seorang pemain dalam daerah binaannya (1. selama kejuaraan berlangsung atau dalam masa 1 bulan setelah kejuaraan.2. selain dari pertandingan perorangan pada kejuaraan terbuka internasional.2. .1) untuk ikut tim benua jika yang yang bersangkutan benar perwakilan asosiasi dari Federasi Benuanya sehubungan dengan 3.18.  Bilamana beberapa pemain terdaftar pada lebih dari 1 asosiasi namun memiliki kewarganegaraan yang sama. 4. Seorang pemainatau asosiasinya harus. Seorang pemain dianggap mewakili suatu asosiasi bila dia diterima menjadi nominasi dari asosiasi tersebut dan secara berturut-turut berpartisipasi pada sebuah kompetisi seperti yang dijelaskan pada 3. U. jika oleh karena tempat kelahirannya atau penduduk pada daerah yang dikontrol oleh asosiasi tersebut.4. baik langsung maupun ulangan. 4.3.3. Setiap banding mengenai tafsiran/pertanyaan dari suatu persyaratan harus ditujukan kepada komisi keabsahan yang terdiri dari komisi eksekutif.3.8. Persyaratan Internasional y y y Persyaratan untuk kejuaraan olimpiade dijelaskan terpisah pada pasal 4.diperkirakan untuk tempat penyiaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful