P. 1
pesantren

pesantren

|Views: 132|Likes:

More info:

Published by: Emmayantiagusty Batubara on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2012

pdf

text

original

A. Pendahuluan Lembaga pendidikan dalam bentuk madrasah, Pesantren sudah ada sejak agama Islam berkembang di Indonesia.

Madrasah dan pesantren itu tumbuh dan berkembang dari bawah, dalam arti masyarakat (umat) yang didasari oleh tanggung jawab untuk menyampaikan ajaran Islam kepada generasi penerus. Oleh karena itu madrasah dan pesantren pada waktu itu lebih ditekankan pada pendalaman ilmu-ilmu Islam.1 Kemudian posisi ilmu umum terus menguasai searah perkembangan kehidupan umat Islam dan masyarakat Indonesia. Madrasah itu kini disebut sekolah umum berciri khas agama, di mana ilmu agama hanya menjadi bagian kecil kurikulum lembaga ini. Di antara lembaga pendidikan Islam yang tetap eksis hingga kini adalah Madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang tertua di Indonesia, di samping tentunya pesantrenpesantren yang tersebar di pelosok tanah air.2 Pendidikan di Madrasah merupakan bagian integral pesantren dalam awal perkembangannya. Lembaga mi mempunyai peran strategis dalam rangka pengembangan pendidikan Islam dalam masa yang cukup panjang. Madrasah secara realitas telah berkembang dengan pesat di pedesaan dan sebagian kota-kota di tanah air, baik di Jawa maupun di luar Jawa.

B. Pembahasan 1. Madrasah Madrasah merupakan sebuah kata dalam bahasa Arab yang artinya sekolah. Asal katanya yaitu darasa (baca: darosa) yang artinya mengajar. Di Indonesia, madrasah dikhususkan sebagai sekolah (umum) yang kurikulumnya
1 Djamaluddin & Abdullah Aly, Kapita Selekta Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka Setia, 1998), hlm, 23. 2 Karel A. Steenbrink, Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Moder n, (Jakarta: LP3ES, 1994), hlm. 153

1

terdapat pelajaran-pelajaran tentang keislaman. Madrasah Ibtidaiyah (MI) setara dengan Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Aliyah (MA) setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).3 2. Pesantren Pesantren menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri. Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren dari sudut historis kultural dapat dikatakan sebagai “training centre” yang otomatis menjadi pusat budaya Islam, yang disahkan atau dilembagakan oleh masyarakat, setidaknya oleh masyarakat Islam sendiri yang secara de facto tidak dapat diabaikan oleh pemerintah. Itulah sebabnya Nurcholish Madjid mengatakan bahwa dari segi historis, pesantren tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous).4 Istilah pesantren berasal dari kata pe-santri-an, dimana kata "santri" berarti murid dalam Bahasa Jawa. Istilah pondok berasal dari Bahasa Arab funduuq (‫ )فنندوق‬yang berarti penginapan. Khusus di Aceh, pesantren disebut juga dengan nama dayah. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang Kyai. Untuk mengatur kehidupan pondok pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik-adik kelasnya, mereka biasanya disebut lurah pondok. Tujuan para santri dipisahkan dari orang tua dan keluarga mereka adalah agar mereka belajar hidup mandiri dan sekaligus dapat meningkatkan hubungan dengan kyai dan juga Tuhan. Pendapat lainnya, pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri. Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansakerta, atau mungkin Jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru, yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut
http://darmawansoegandar.blogspot.com/ Nurcholish Madjid, Bilik-Bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta: Paramadina, 1997), hal. 3.
4 3

2

Intelektualisme Pesantren. hlm. Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong). yaitu: pertama. Taufik. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri.Pawiyatan. lembaga ini semakin memperlebar wilayah garapannya (dengan yang penjejelan tidak melulu mengakselerasikan mobilitas vertical materi-materi keagamaan). tetapi juga (seharusnya) menjadi lembaga sosial yang hidup yang terus merespons carut marut persoalan masyarakat di sekitarnya. H Rohadi Abdul. Istilah santri juga dalam ada dalam bahasa Tamil. Namun. Madrasah dan semangat Desentralisasi pendidikan Dilihat dari sejarahnya setidak-tidaknya ada dua faktor penting yang melatarbelakangi kemunculan madrasah. adanya kekhawatiran atas cepatnya perkembangan persekolahan belanda yang akan menimbulkan Fatah. Bisri. (Jakarta: Diva Pustaka. 2005). yang berarti guru mengaji.Pesantren kini tidak lagi berkutat pada kurikulum yang berbasis keagamaan (regional-based curriculum) dan cenderung melangit. Rekontruksi Pesantren Masa Depan.5 Pesantren pada mulanya merupakan pusat penggemblengan nilai-nilai dan penyiaran agama Islam. M. Listafariska Putra.Dengan demikian. 2006). (Jakarta Utara: PT.1 5 3 . El-sha.6 3. adanya pandangan yang mengatakan bahwa sistem pendidikan islam tradisional dirasakan kurang bisa memenuhi kebutuhan pragmatis masyarakat. hlm.11 6 HS. sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik. tetapi juga kurikulum yang menyentuh persoalan kikian masyarakat (society-based curriculum). Mastuki. sedang C. kedua. pesantren tidak bisa lagi didakwa semata-mata sebagai lembaga keagamaan murni. Ishom. tetapi juga mobilitas horizontal (kesadaran sosial). dalam perkembangannya. Abdul Mukti. M Tata. yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu.

serta memperbarui pengetahuan. yang berarti . Pengembangan tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat/daerah. maka perubahan. Hilang bekasnya. serta melatih keterampilan mereka sesuai denagn bakat. yaitu tantangan internal dan eksternal. teatpi memerlukan masukanmasukan dan gerakan bersama antar semua institusi. Secara internal. menghapus. sosial. 4 . kita telah dihadapkan pada hasil-hasil studi internasioal yang selalu menempatkan kita dalam posisi juru kunci untuk pendidikan dan ranking atas untuk korupsi. Pengetahuan dan keterampilan seserang akan cepat usang selaras dengan percepatan kemajuan Iptek dan perkembangan zaman. untuk mendukung terwujudnya cita-cita tersebut. terhapus. menghilangkan ketidak tahuan atau memberantas kebodohan mereka. baik institusi pendidikan (dasar. Kata ”madrasah” adalah isim makan dari kata : darasa – yadrusu-darsan wa durusan wa dirasatan. agama serta masyarakat pada umumnya. Dilihat dari pengertian ini maka madrasah berarti merupakan tempat untuk mencerdaskan para peserta didik. sikap dan keterampilan secara berkelanjutan. institusi ekonomi. melatih. inovasi dan pembaruan merupakan ”kata kunci” yang perlu dijadikan titik tolak dalam mengembangkan pendidikan nasional pada umumnya. Menghadapi kedua tantangan tersebut. maka masayrakat muslim terutama para reformis berusasha melakukan reformasi melalui upaya pengembangan pendidikan dan pemberdayaan madrasah. agar tetap up to date dan tidak cepat usang. sehingga madrasah pada dasarnya sebagai wahana untuk merngembangkan kepekaan intelektual dan informasi. politik. menjadikan usang.pemikiran sekular di masyarakat. Untuk menyeimbangkan perkembnaga sekularisme. Perlunya Madrasah Merespons Tantangan Pendidikan nasional. budaya. minat dan kemampuannya.. 1986). mempelajari ( al-munjid. 4. Secara umum pendidikan nasional sedang menghadapi dua tantangan yang berat. menengah dan tinggi).

Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pada periode H. Bandung: Penerbit Nuansa.7 Perubahan atau inovasi itu sendiri memang hanyalah sebagai alat bukan tujuan. Dengan demikian.Untuk memanaj perubahan tersebut perlu bertolak dari visi yang jelas. ia menawarkan konsep alternatif pengembangan madrasah melalui kebijakan SKB 3 menteri. sumber daya (fisik dan nono fisik. 5. sehingga masing-masing sekolah/madrasah dituntut untuk menyelenggarakan dan mengelola pendidikan secara serius dan tidak sembrono. maka akan mempunyai ekses tertentu. mampu memberikan layanan yang prima. Apa yang dituju oleh perubahan itu adalah penigkatan mutu pendidikan. dan masyarakat sebagai stakeholders. Menyoroti Keberadaan kurikulum Madrasah. yang berusaha menyejajarkan Muhaimin. Mukti Ali ( mantan menteri Agama RI). No. Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam. intensif. yang kemudian dijabarkan dalam misi. termasuk SDM). sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah ( baca penjelasan UU.jika salah satu aspek saja ditinggalkan.A. tetapi memerlukan pemikiran pengembangan yang utuh. Pengembangan pendidikan madrasah tidak dapat ditangani secara parsial atau setengah-setengah.hlm.22 7 5 . ia harus mampu memberikan quality assurance ( jaminan mutu). akan terjadilah perubahan. dan didukung oleh skill. maka akan berakibat hancur. serta mampu bertanggung jawabatas kinerjanya kepada peserta didik. untuk selanjutnya diwujudkan dalam rencana kerja yang jelas. 20/2003 tentang Sisdiknas). terutama ketika dihadapkan pada kebijakan pembangunan nasional bidang pendidikan yang mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas. Misalnya jika visi ditinggalkan atau dalam pengembangan madrasah tidak bertolak dari visi yang jelas. orang tua.. 2003.

H. 3. 6. Menteri Agama Munawir Sadzali mencoba menawarkan MAPK ( Madrasah Aliyah Program Khusus). Pada periode Menteri Agama Munaw2ir Sadzali menawarkan konsep MAPK. Bagaimana menjadikan madrasah sebagai wahana untuk membina ruh atau praktik hidup keislaman. Untuk kedangkalan pengetahuan agama lulusan madrasah. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab problem kelangkaan ulama dan/atau kelangkaan umat yang menguasai kitab-kitab berbahasa Arab serta ilmu-ilmu keislaman.hlm27-29.kualitas madrasah dengan non-madrasah. Kebijakan ini ditindak lanjuti oleh Menteri Agama berikutnya. derngan porsi kurikulum 70% umum dan 30 % agama. Bagaimana madrasah mampu merespons tuntutan masa depan guna mengantisipasi perkembangan ipteks dan era globalisasi. 8 Ibid. Pengembangann kurikulum Madrasah (sebuah model alternatif). Dan pada periode menteri Agama RI. Tarmizi Taher Menawarkan konsep madrasah sebagai sekolah umum yang berciri khas agama Islam.8 Sedangkan menteri Agama Tarmizi Taher Mencoba menawarkan kebijakan dengan jargon ” madrasah sebagi sekolah umum yang berciri khas agama Islam”. yang muatan kurikulumnya sama dengan sekolah non-madrasah. Bagaimana memperkokoh keberadaan madrasah sehingga sederajat dengan sistem sekolah .bahkan Malik Fajar Memantapkan eksistensi madraasah untuk memenuhi tiga tuntutan minimal dalam penigkatan kualitas madrasah. 2. 6 . yaitu 1.

9 Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas madrasah terus digulirkan. hlm. baik dalam program inti maupun program pilihan. Kurikulum 1976 berdasarkan SKB 3 Menteri. Hisyam Zaini.hlm. terutama dalam mengantisipasi peraadaban global. Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi. ko kurikuler dan ekstra kurikuler. 9 7 . Raja Grafindo Persada. Tsanawiyah. terutama dengan dikeluarkannya SKB 3 Menteri. Usaha tersebut mulai terealisasi. yang memuat hal strategis sebagai berikut : a) Program kegiatan kurikulum madrasah (MI. 10 Hasbullah. dikeluarkan lagi SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Menteri Agama No. 2004.Menjadikan madrasah sebagai wahana untuk membina ruh dan praktik hidup keislaman.10 1. 1999). 45 tahun 1984. Di antara pengembangan kurikulum di madrasah yaitu : 1. MTS. disamping mata pelajaran umum. Dari sini lahirlah kurikulum 1984. tentang Peraturan pembakuan kurikulum sekolah umum dan kurikulum madrasah. dan Aliyah yang masing-masing sejajar dengan SD. Kapita Selekta Pendidikan Islam di Indonesia (Jakarta: PT. begitu juga usaha menuju ke kesatuan sistem pendidikan nasional dalam rangka pembinaan semakin ditingkatkan. MA) tahun 1984 dilakukan melalui kegiatan intra kurikuler.74. Yokyakarta CTSD IAIN Sunan Kalijaga.38. yang diberikan sekurang-kurangnya 30%. Ibtidaiyah.dkk. Kurikulum 1984 berdasarkan SKB 2 Menteri Menindak lanjuti SKB 3 Menteri. yang dimaksud dengan madrasah ialah lembaga pendidikan yang menjadikan mata pelajaran agama Islam sebagai mata pelajaran dasar. SMP dan SMA. Berdasarkan SKB 3 Menteri tersebut. adalah merupakan tawaran yanag selalu aktual. 299/U/1984 dan No. Madrasah dalam hal ini memiliki tiga jenjang atau tingkatan.

sesuai budaya masyarakat setempat dan karakteristik peserta didik. c) Penilaian dilakukan secara kesinambungan dan menyeluruh untuk keperluan meningkatkan proses dan hasil belajar serta pengolahan program. 2002). E. dengan menekan sekecil mungkin kelemahan yang terdapat pada kurikulum sebelumnya. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Bandung: PT. potensi sosial/ daerah. hlm. 77. 8 .12 1. 37. Remaja Rosdakarya. sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. terutama pada syaratnya bukan pelajaran yang ditaggung siswa dan orientasinya yang menekankan pada target hasil belajar bukan pada proses pembelajarannya. Guru leluasa mengatur alokasi waktu dalam mengajarkan setiap pokok bahasan atau subpokok sesuai dengan kebutuhan. mental (intelektual dan emosional). Guru pun diberi kewenangan dalam menentukan metode. baik fisik.11 2. hlm. dan sarana pembelajaran sesuai dengan kebutuhan.b) Proses belajar mengajar dilaksanakan dengan memperhatikan keserasian antara cara seseorang belajar dan apa yang dipelajari. guru diberi wewenang untuk berimprovisasi dengan kurikulum yang sudah disusun.13 11 12 Ibid. Mulyasa. penilaian. Pada kurikulum 1994. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) KBK dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasi tertentu. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) KTSP dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. 3. karakteristik sekolah/ daerah. maupun sosial. Kurikulum 1994 Kurikilum 1994 dirancang dan dikembangkan dengan cepat dan penuh pertimbangan. sehingga siswa aktif dalam pembelajaran.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Bandung: PT. pondok pesantren mengalami perubahan yang pesat. sekolah umum. bahkan ada kecenderungan menunjukkan tren. dan di antaranya ada yang membuka semacam lembaga E.Upaya pengembangan dan peningkatan mutu bagi madrasah terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman yang ditandai dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Akan tetapi pada dasarnya dari berbagai pengembangan kurikulum yang ada. Walaupun demikian. sebagaimana dikutip oleh Hasbullah. atau upaya pesantren dalam mencerdaskan bangsa Indonesi 13 9 . Menurut pendataan yang dilakukan oleh Departemen Agama. hal ini juga diragukan karena tentunya ada pesantren Jan Tampes I yang lebih tua. 8. hlm. pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang peran-sertanya tidak diragukan lagi terutama bagi perkembangan Islam di Indonesia. Remaja Rosdakarya. diperoleh keterangan bahwa pesantren tertua didirikan pada tahun 1062 di Pamekasan Madura. Di sebagian pesantren telah mengembangkan kelembagaannya dengan membuka sistem madrasah. pada tahun 1984-1985. Mulyasa. pendidikan agama Islam yang pada awalnya merupakan ciri khas dari madrasah itu sendiri yang tetap menduduki porsi lebih sedikit dibandingkan pendidikan umum. 7.14 Dalam perkembangannya. maka madrasah pun tidak mau ketinggalan. tidak terdapat keterangan yang pasti. dengan nama pesantren Jan Tampes II. 2007).4 Akan tetapi. Pengembangan Kurikulum di Pesantren Kehadiran pesantren pertama kali di Indonesia. 14 Peran tersebut misalnya dapat dilihat pada keterlibatan pesantren dalam membentuk watak anti penjajahan dan benteng perjuangan pada masa revolusi fisik.

teknik. baik karena latar-belakang pertumbuhannya yang berbeda maupun karena tantangan eksistensial yang dihadapi masing-masing lembaga yang tidak sama. Kurikulum pendidikan di pesantren saat ini tak sekedar fokus pada kita kitab klasik (baca : ilmu agama) tetapi juga memasukkan semakin banyak mata pelajaran dan keterampilan umum di Pesantren saat ini dikhotomi ilmu mulai tak populer beberapa pesantren bahkan mendirikan lembaga pendidikan umum yang berada dibawah DIKNAS Misal Undar Jombang Pondok pesantren Iftitahul Muallimin Ciwaringin Jawa barat dll. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: PT. 15 Hanun Asrahah. 1999). peternakan. menurut Abdurrahman Mas’ud. Perkembangan yang begitu pesat dalam ilmu pengetahuan dan tehnologi menyebabkan pengertian kurikulum selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu namun demikian satu hal yang permanen disepakati bahwa Istilah kurikulum berasal dari bahasa Yunani semula populer dalam bidang olah raga yaitu Curere yang berarti jarak terjauh yang harus ditempuh dalam olahraga lari mulai start hingga finish. Dalam bahasa Arab Menurut Omar Muhammad (1979 : 478) term kurikulum dikenal dgn term manhaj yakni jalan terang yang dilalui manusia dalam hidupanya. 10 .15 Kontak antara pesantren dan madrasah ini.7 Sebelum itu. 190. kedua lembaga ini cenderung berjalan sendiri-sendiri. Dalam konteks pendidikan kurikulum diartikan sebagai jalan terang yang dilalui oleh pendidik dan peserta didik utk menggabungkan pengetahuan ketampilan sikap dan seperangkat nilai.pendidikan kejuruan. seperti bidang pertanian. hal. baru terjadi secara intensif dan massif pada awal dekade 70-an. Kemudian dalam konteks pendidikan kurikulum diartikan sebagai “circle of instruction” yaitu suatu lingkaran pengajaran dimana guru dan murid terlibat didalamnya. Logos Wacana Ilmu. dan sebagainya.

Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia (Bandung: Alfabeta. Kurikulum adl mata pelajaran yang diajarkan di sekolah atau bidang studi.153. Oleh sebab itu Wahab.16 Rumusan ini dijustifikasi oleh sejumlah pakar lain seperti Saylor dan Alexander yang menyebutkan “The curriculum is the sum total of the school’s effort to influence learning whether in the calssroom on the playanground or out of shoo” kurikulum adl keseluruhan usaha sekolah dalam mempengaruhi belajar anak yang berlangsung di dalam kelas di sekolah maupun di luar sekolah.Secara etimologi artikulasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua pertama dalam pengertian yang sempit disebut juga (pengertian tradisional) yakni sebagaimana dirumuskan Regan ( 1960 : 57) “ The curriculum has mean the subjects taught in school or the course of study “.CV. 2004) hal.154 16 11 . Rochidin. Kurikulum adl semua pengalaman aktual yang dimiliki siswa di bawah pengaruh sekolah sementara bidang studi adl bagian kecil dari program kurikulum secara keseluruhan. Melampaui pembagian diatas saat ini ada juga beberapa pakar seperti Lee and Lee ( 1940 : 211) yang menyebutkan bahwa “Curricuum is the strategy which we use in adapting this cultural geritage to the purpose of the shoo “ Kurikulum adl strategi yang digunakan utk mengadaptasikan pewarisan kultural dalam mencapai tujuan sekolah. Kedua dalam pengertian yang luas disebut juga (pengertian modern) yakni seperti dirumuskan Spear ( 1975 : 67) “The curriculum is looked as being composed of all the actual experience pupils have under school direction writing a courrse of study become but small prt of curriculum program”. Berdasarkan literatur yang ada yang dimaksud dgn kurikulum adl salah satu komponen utama yang diguanakan sebagai acuan utk menentukan isi pengajaran mengarahkan proses mekanisme pendidikan tolak ukur keberhasilan dan kualitas hasil pendidikan disamping fakyor-faktor yang lain.

Meliputi : nahwu sorrof belaghoh tauhid tafsir hadist mantik tasawwuf bahasa arab fiqih ushul fiqh dan akhlak. Secara eksplisit pesantren tak merumuskan dasar dan tujuan pesantren atau mengaplikasikan dalam bentuk kurikulum. Seperti Pesantren Tebuireng Jombang yang di dalam telah berkembang madrasah sekolah umum sampai perguruan tinggi yang dalam proses pencapaian tujuan institusional selalu menggunakan kurikulum. Maka dari pada itu kurikulum pondok pesantren tradisional status cuma sebagai lembaga pendidikan non formal yang hanya mempelajari kitab-kitab klasik. Dalam konteks pendidikan di pesantren Nurcholis Madjid mengatakan yang dikutip oleh Abdurrahman Mas’ud dkk bahwa istilah kurikulum tak terkenal di dunia pesantren (masa pra kemerdekaan) walaupun sebenar materi pendidikan sudah ada di dalam pesantren terutama pada praktek pengajaran bimbingan rohani dan latihan kecakapan dalam kehidupan di pesantren. Dengan demikian pelaksanaan 12 . Tetapi pesantren yang mengikuti pola salafi (tradisional) mungkin kurikulum belum dimasukkan secara baik. Dalam banyak hal sistem dan kelembagaan pesantren telah dimodernisasi serta disesuaikan dgn tuntutan pembangunan terutama dalam aspek-aspek kelembagaan sehingga secara otomatis akan mempengaruhi ketetapan kurikulum. Berdasarkan pendapat di atas bahwa kurikulum pada dasar merupakan seperangkat perencanaan dan media utk mengantarkan lembaga pendidikan dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang diidamkan. Dengan demikian pembenahan kurikulum harus senantiasa dilakukan secara berkesinambungan. Kita selalu sering mendengar sorotan tajam bahwa kurikulum selalu tertinggal dgn perkembangan zaman. Pesantren dalam aspek kelembagaan mulai mengembangkan diri dgn jenis dan corak pendidikan yang bermacam-macam.keberadan kurikulum dalam sebuah lembaga pendidikan sangat penting. (2002:85) Dewasa ini pesantren dihadapkan pada banyak tantangan termasuk di dalam modernisasi pendidikan Islam.

Biasa keunikan pendidikan sebuah pesantren telah diketahui oleh calon santri yang ingin mondok. (Sulthon dan Ridho 2006: 159160) Kendati beberapa pakar berbeda dalam merumuskan pengertian kurikulum tetapi mereka tak berbeda mengenai fungsi kurikulum yakni : sebagai sarana atau alat utk mencapai tujuan pendidikan sebagai pelestari nilai nilai budaya dan sebagai pedoman tentang jenis lingkup dan hirarki urutan isi dan proses pendidikan. Jelas penjenjangan pendidikan pesantren tak berdasarkan usia tetapi berdasarkan penguasaan kitab-kitab yang telah ditetapkan dari paling rendah sampai paling tinggi. Umum kenaikan tingkat seorang santri didasarkan kepada isi mata pelajaran tertentu yang ditandai dgn tamat dan berganti kitab yang dipelajarinya. Apabila seorang santri telah mengusai satu kitab atau beberpa kitab dan telah lulus ujian yang diuji oleh Kiai maka ia berpindah kepada kitab lain yang lbh tinggi tingkatannya.kurikulum pendidikan pesantren ini berdasarkan kemudahan dan kompleksitas ilmu atau masalah yang dibahas dalam kitab. Jadi ada tingkat awal menengah dan lanjutan. Sebagai konsekuensi dari cara penjenjangan di atas pendidikan pesantren biasa menyediakan beberapa cabang ilmu atau bidang-bidang khusus yang merupakan fokus masing-masing pesantren utk dapat menarik minat para santri menuntut ilmu di dalamnya. Jenjang pendidikan dalam pesantren tak dibatasi seperti dalam lembagalembaga pendidikan yang memakai sistem klasikal. Kurikulum bagi pendidik berfungsi sebagai pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar peserta didik bagi tenaga kependidikan berfungsi sebagai pedoman dalam mengadakan supervisi bagi wali murid berfungsi utk memberikan informasi sekaligus dorongan agar membantu menggiatkan belajar yang relevan di rumah dan bagi perserta didik 13 .

Namun demikian berbagai tingkat tujuan tersebut satu sama lain merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan. Dengan kata lain pendidikan agama Islam adl sejajar dgn mata pelajaran lain di sekolah seperti pendidikan matematika ataupun pendidikan biologi. Komponen isi meliputi pencapaian target yang jelas materi standart standart hasil belajar siswa dan prosedur pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan pendidikan agama Islam adl nama kegiatan atau aktivitas dalam mendidikkan agama Islam. Bila disebut pendidikan Islam maka orientasi adl sistem yaitu sistem pendidikan yang Islami yang teori-teori disusun berdasarkan alqur’an hadits. Biasa komponen tujuan tersebut terbagi dalam beberapa tingkatan yakni tujuan pendidikan nasional tujuan institusional tujuan kurekuler dan tujuan instruksional. Menurut Imam Bawani (1987 : 92) adl berbeda antara pendidikan Islam dgn pendidikan agama Islam. Komponen strategi tergambar dari cara yang ditempuh di dalam melaksanakan pengajaran cara di dalam mengadakan penilaian cara dalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan dan cara mengatur kegiatan sekolah secara keseluruhan. 14 . Komponen evaluasi berisi penilaian yang dilakukan secara terus menerus dan bersifat menyeluruh terhadap bahan atau program pengajaran yang dimaksudkan sebagai feedback terhadap tujuan materi metode sarana dalam rangka membina dan mengembangkan kurikulum lbh lanjut. kepribadian.sendiri berfungsi sebagai informasi tentang jenis pengetahuan nilai nilai dan keterampilan yang telah diperoleh sebagai entri behaviornya. Cara dalam melaksanakan pengajaran mencakup cara yang berlaku dalam menyajikan tiap bidang studi termasuk cara mengajar dan alat pelajaran yang digunakan. Kurikulum Pendidikan pesantren menurut Hasan (2001 : 6 ) paling tak memiliki beberapa komponen antara lain : tujuan isi pengetahuan dan pengalaman belajar strategi dan evaluasi.

Rekonstruksi disini dimaksudkan utk meningkatkan daya relevansi rumusan tujuan Pendidikan pesasntren dgn persoalan riil yang dihadapi masyarakat dalam hidup kesehariannya. Adapun lingkup materi pendidikan pesasntren adl : Al-Qur’an dan Hadits Keimanan akhlak Fiqh/ibadah dan sejarah dgn kata lain cakupan Pendidikan pesasntren ada keserasian keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dgn Allah diri sendiri sesama manusia makhluk lain maupun lingkungannya. Sedangkan prinsip khusus mencakup prinsip yang berkenaan dgn tujuan Pendidikan pesasntren prinsip yang berkenaan dgn pemilihan isi Pendidikan pesasntren prinsip yang berkenaan dgn metode dan strategi proses pembelajaran Pendidikan pesantren prinsip yang berkenaan dgn alat evalusi dan penilaian Pendidikan pesasntren. Prinsip pengembangan kurikulum Pendidikan pesasntren secara umum dapat dikelompkkan menjadi dua yakni prinsip umum yang meliputi prinsip relevansi prinsip fleksebelitas prinsip kontinoitas prinsip praktis prinsip efektifitas dan prinsip efisiensi. Untuk mencapai tujuan Pendidikan pesantren tersebut perlu rekonstruksi kurikulum agar lbh riil.Dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam adl upaya sadar dan terencana dalam mempersiapkan peserta didik utk mengenal memahami menghayati hingga mengimani ajaran agama Islam dibarengi dgn tuntunan utk menghormati penganut agama lain dalam hubungan dgn kerukunan antar umat beragama hingga terwujud persatuan dan kesatuan bangsa. Rumusan tujuan Pendidikan pesasntren yang ada selama ini masih bersifat general dan kurang mach dgn realitas masyarakat yang terus mengalami transformasi. Kurikulum Pendidikan pesasntren merupakan alat utk mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam. Jadi kurikulum Pendidikan pesasntren adl bahan-bahan pendidikan agama Islam di pesantren berupa kegiatan pengetahuan dan pengalaman yang dgn sengaja dan sisteatis diberikan kepada santri dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam. 15 .

 Nilai Pendidikan pesasntren berorientasi pada Iptek sebagai kebenaran relatif dan Imtaq sebagai kebenaran mutlak. Pengembangan kurikulum Pendidikan pesantren yang terus menerus menyangkut seluruh komponen merupakan sesuatu yang mutlak utk dilakukan agar ia tak kehilangan relevansi dgn kebutuhan riil yang dihadapi komonitas pendidikan islam yang kecenderungan terus mengalami proses dinamika transformatif. Hal ini berbeda dgn pendidikan sekuler yang hanya bersifat antroposentris semata.  Konsep manusia Pendidikan Islam memandang manusia mempunyai fitrah yang harus dikembangkan tak seperti pendidikan sekuler yang memandang manusia dgn tabularasa-nya. Pendidikan pesantren yang dibangun atas dasar pemikiran yang Islami bertolak dari pandangan hidup dan pandangan tentang manusia serta diarahkan kepada tujuan pendidikan yang dilandasi kaidah – kaidah Islam. Berbeda dgn pendidikan sekuler yang hanya berorientasi pada Iptek.  Tujuan Pendidikan kerja membangun kehidupan duniawiyah melalui pendidikan sebagai perwujudan mengabdi kepada-Nya. Pembangunan kehidupan duniawiyah bukan menjadi tujuan final tetapi merupakan kewajiban yang diimani dan terkait kuat dgn kehidupan ukhrawiyah tujuan final adl kehidupan ukhrawi dgn ridla Allah SWT.Mastuhu secara praktis memberikan konsep tentang model dan paradigma Pendidikan pesantren yang diharapkan menjadi orientasi dan landasan dalam kurikulum lembaga Pendidikan pesasntren yaitu :  Dasar Pendidikan Pendidikan pesasntren harus mendasarkan pada “teosentris’ dengan menjadikan “antroposentris” sebagai bagian esensial dari konsep teosentris. Kurikulum yang demikian biasa mengacu pada sembilan prinsip utama sebagai berikut : 16 .

Kurikulum hendak realistis.  Metode pendidikan yang merupakan salah satu komponen Kurikulum hendak efektif utk mencapai tingkah laku dan emosi Kurikulum hendak memperhatiakan tingkat perkembangan peserta kurikulum ini hendak bersifat fleksibel.hlm15-16 17 .  yang positif. Kesimpulan Keberadaan madrasah sejak Indonesia merdeka sampai sekarang pada hakikatnya adalah kelanjutan dari keberadaan madrasah sejak awal berdirinya. serta berbagai masalah yang dihadapi dalam tiap tingkat perkembangan seperti pertumbuhan bahasa kamatangan sosial dan kesiapan religiusitas.OpCit.  pendidikan Islam sambil memperhatikan tujuan – tujuan di bawahnya. Arti kurikulum dapat dilaksanakan sesuai dgn berbagai kemudahan yang dimiliki tiap negara yang melaksanakanya.  seperti kesehatan keamanan administrasi dan pendidikan. H Rohadi Abdul. Kurikulum hendak pula disesuaikan dgn kondisi dan lingkungan seperti iklim dan kondisi alam yang memungkinkan ada perbedaan pola kehidupan agraris industri dan komersial. 17 Fatah.  perkembangan peserta didik.   Kuirikulum hendak terstruktur dan terorganisasi secara integral.  didik baik fisik emosional ataupun intelektualnya.17 C. Sistem dan pengembangan kurikulum hendak memperhatikan Kurikulum hendak mengacu kepada pencapain tujuan akhir Kurikulum perlu disusun secara bertahap mengikuti periodisasi Kurikulum hendak memperhatikan kepentingan nyata masyarakat fitrah manusia agar tetap berada dalam kesucia dan tak menyimpang.

Arah pengembangan kurikulum juga dipengaruhi oleh visi pengelola madrasah itu sendiri. Artinya. Ada madrasah yang hanya ingin agar lulusannya menjadi pemain lokal dan ada pula yang ingin menjadi pemain nasional atau bahkan internasional. mengolah informasi. Di madrasah seperti ini.Perbedaan utama tentang keberadaan madrasah di zaman ini terletak pada perhatian pemerintah yang sangat tinggi terhadap usaha peningkatan kualitas dan kuantitas madrasah baik negeri maupun swasta. Dengan kata lain. Tetapi ada pula madrasah yang ingin agar lulusannya dapat berperan menyumbangkan dharma baktinya di tingkat nasional maupun internasional. ada madrasah yang sudah cukup bahagia kalau lulusannya dapat bermanfaat bagi masyarakat lokal di desanya. untuk mengembangkan kurikulum. maka yang harus ditetapkan terlebih dulu adalah kualitas yang bagaimanakah yang ia inginkan dimiliki oleh lulusannya itu. saya ingin Anda melihat hasil penelitian The Secretary’s Comission on Achieving Necessary Skills yang dibentuk oleh the Secretary of Labor (semacam Menteri Tenaga Kerja) dengan tugas untuk menetapkan ketrampilan apa yang diperlukan 18 . Madrasah yang mempunyai cita-cita tinggi ini tentu saja akan melengkapi siswanya dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan yang diramalkan akan berguna bagi peran seperti itu di masa depan. pengetahuan dan ketrampilan menggunakan komputer. Madrasah terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman. seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui proses perubahan kurikulum dari tahun ke tahun. Berdasarkan pemahaman sistem ini. Dalam kaitannya dengan kecenderungan arah perubahan masyarakat ini. kita harus sudah memiliki gambaran jelas mengenai profil lulusan yang ingin kita hasilkan sebelum kita dapat mengembangkan kurikulum madrasah. dan berbahasa asing akan dianggap penting. Karena tujuan suatu proses pendidikan adalah untuk menghasilkan lulusan dengan kualitas tertentu. kepala madrasah harus terlebih dahulu menetapkan sasaran apa yang ingin dicapai oleh madrasahnya. maka.

oleh generasi muda (di AS) agar mereka berhasil dalam dunia kerja. Laporan komisi ini diterbitkan pada tahun 1991 dan dapat dilihat dalam lampiran. Dalam laporan itu disebutkan bahwa tempat kerja (perusahaan) yang ingin menghasilkan produk (jasa atau barang) berkualitas tinggi memerlukan tenaga kerja yang memiliki ketrampilan dasar dan komptensi kerja tertentu. Tujuannya adalah untuk merangsang tumbuhnya ekonomi yang berprestasi tinggi yang ditunjang oleh ketrampilan tinggi tenaga kerja dan gaji yang tinggi. 19 .

Abdul Mukti. Pesantren. Aly.CV. Kapita Selekta Pendidikan: (Islam dan Umum). 2004). Yokyakarta CTSD IAIN Sunan Kalijaga. Intelektualisme Pesantren. Jakarta: Bumi Aksara. (Jakarta: Diva Pustaka. 2003 Hisyam Zaini. Ishom. 2004. 2001 20 . 1995 Daulay. El-sha. Abdullah & Djamaluddin. Wahab. 1998 Arifin. Bisri. 2006. Listafariska Putra. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Mastuki. (Jakarta Utara: PT.dkk. Bandung: Pustaka Setia. Madrasah. (Jakarta: LP3ES. Muhaimin. H Rohadi Abdul. Rekontruksi Pesantren Masa Depan. M. Fatah..DAFTAR PUSTAKA Karel A. 2005. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia (Bandung: Alfabeta. Hardar Putra. Rochidin. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. 1994. Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam. M. Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. M Tata. HS. Historis Dan Eksistensi Pesantren Sekolah Dan Madrasah. Steenbrink. Bandung: Penerbit Nuansa. Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi. Taufik.

Kapita Selekta Pendidikan Islam di Indonesia. 1997. 1999 Hanun Asrahah. 2003. 1999. Raja Grafindo Persada. Bandung: Penerbit Nuansa. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Nurcholish Madjid. E. E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Logos Wacana Ilmu.blogspot. Bilik-Bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta: Paramadina. 2002 Mulyasa. Malang: UMM Press. Azyumardi azra.com/ 21 . Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: PT. 1997. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Remaja Rosdakarya. Jejak-Jejak Pendidikan Islam di Indonesia. 2001 Khozin. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung: PT. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi menuju millennium baru. Mulyasa. 2007 Muhaimin. Jakarta: PT.2005. Bandung: PT. Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam. 2006 Hasbullah. Remaja Rosdakarya.Nata. Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Abudin. Jakarta: Grafindo. http://darmawansoegandar. Muhaimin.

IKHWANNISAHRITA 0171 7.310 : 09.310 09. M. IRYA ZURNETTI 0176 2. NURAINUN NASUTION 0239 3.Tugas Makalah : PENGEMBANGAN KURIKULUM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI PESANTREN DAN SEKOLAH D I S U S U N Oleh : Kelompok IV 1.310 09.Pd 22 . FATIMAH WULANDARI 0286 4. HADARIKA 0169 6. KHOLIJAH 0180 5. AZIZAH NIM JURUSAN Semester NIM : NIM : NIM : NIM : NIM : NIM : 10.310 0165 : TARBIYAH/PAI-5 : V (LIMA) Dosen Pembimbing ASFIATI.310 10.310 09.310 10.

NIP : SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PADANGSIDIMPUAN T.A 2011/2012 23 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->