P. 1
usul fiqh

usul fiqh

|Views: 37|Likes:
Published by Pudin Budi

More info:

Published by: Pudin Budi on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2012

pdf

text

original

MENJELAJAH LUASNYA DUNIA USHUL FIQIH

Jumat, 11 Februari 2011
PENGANTAR DALIL-DALIL SYARIAH DALAM ILMU USHUL FIQH
Pengertian Dalil Sebelum membahas tentang pembagian dalil kiranya penulis akan memberikan definisi dalil menurut para ulama¶: Secara etimology bermakna menunjukkan ataupun memberi tahu jalan.[1] Seperti dalam hadits: -

Artinya: ³Sewaktu kami bertanya pada sahabat Hudzaifah ra tentang sosok manusia yang jelas maksudnya dan petunjuknya yang dekat dengan Rasulullah SAW sehingga kami bisa belajar darinya, Hudzaifah ra berkata: ³Saya belum pernah melihat seseorang yang jelas maksud, petunjuk dan pengarahannya dari Nabi Saw selain dari Fatimah ra.´. [2] Sedangkan dalil secara terminology: ³
´ artinya:

³Sesuatu yang memungkinkan untuk sampai (pada maksud) melalui pandangan yang benar dalam menetapkan hukum Islam´. [3] Maksudnya adalah sesuatu yang memungkinkan untuk sampai pada masuknya dalil yang belum diperhatikan oleh mujtahid dalam menemukan hukum baru. Hal ini

dikarenakan hal ini berhubungan langsung dengan tegaknya agama Islam.merupakan dalil meskipun belum ditunjukkan secara nyata. karena Al-Qur¶an disampaikan kepada Rasulullah SAW. Dan sumber dari segala dalil adalah Al-Qur¶an.[5] Dan ada kesepakatan ulama mengenai sumber asal empat dalil diatas harus bersumber dari Al-Qur¶an dan As-Sunnah. Karena dalil adalah sesuatu yang berhasil menghantarkan kepada maksud secara nyata. ijma¶ dan qiyas´. Karena kedua dalil tersebut berdasarkan atas wahyu. Dalam semua pembahasan berkaitan dengan dalil maka para ulama telah sepakat bahwa dalil yang disepakati oleh para ulama terdiri dari empat dalil: Al-Qur¶an.[4] Hal itu ditegaskan oleh Imam syafi¶i yang menyatakan: ´Kedudukan ilmu harus berdasarkan kepada: Al-Qur¶an. dan wahyu dari Allah selalu benar dan tidak pernah bertentangan satu sama lainnya. hal ini masih berbentuk kemungkinan-kemungkinan. Pertama: Pembagian Dalil Berdasarkan Sumbernya. As-Sunnah. apabila menetapkan hukum tanpa terlebih dahulu menyandarkan pada kedua dalil tersebut maka harus ditolak dan dibatalkan demi hukum. [6] Dengan demikian dalil-dalil baik yang disepakati maupun masih diperselisihkan yang ada dalam syariah harus bersumber pada Al-Qur¶an dan As-Sunnah. Imam Ibn Taimiyah menyatakan: ³Sumber hukum syariah adalah Rasulullah SAW. ijma¶ dan qiyas. dan As-Sunnah muncul . Yang dimaksud pandangan yang benar adalah pandangan yang tidak rusak apalagi salah sehingga bisa menghasilkan hukum yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. AsSunnah.

karena hanya Rasulullah yang mendapatkan wahyu. wahyu. karena kita tidak mendapatkan wahyu langsung dari Allah. Semuanya berdasar atas wahyu Allah kepada Rasulullah. kedudukan ijma¶ dan qiyas harus disandarkan pada AlQur¶an dan As-Sunnah´. dan beliaulah yang berkewajiban menyampaikannya kepada kita. nash.[9] 2. Sumber awal dari Al-Qur¶an diperoleh dari Rasulullah SAW. [10] Artinya: ³Dan Al-Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan Dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya)´. istinbath hukum. [7] Penjelasan diatas memungkinkan kita untuk menyatakan bahwa Al-Qur¶an dan As-Sunnah merupakan sumber segala dalil yang disepakati keberadaannya.[11] . pendapat. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)´.sebagai penjelas dari Al-Qur¶an. syara¶. bahwa kedua sumber tersebut mempunyai karakteristik yang kuat dalam syariah: 1. khabar dan semuanya itu kebalikan dari dalil µaqli. [8] Artinya: ³Dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Karakteristik Dalil Al-Qur¶an Dan As-Sunnah Dibawah ini dapat dilihat. karena keduanya dapat disebut sebagai dalil naqli. tidak juga melalui Malaikat Jibril as. ijtihad.

[12] Artinya: ³Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran.[16] Ibn Taimiyah menyatakan: ³Sumber hukum yang wajib dijadikan pedoman adalah Al-Qur¶an. [17] 6. Allah SWT menjamin keaslian dan kemurnian Al-Qur¶an sebagai sumber hukum selamanya. As-Sunnah. Kewajiban bagi umat Islam untuk mengikuti dan berpedoman pada kedua sumber hukum tersebut selama-lamanya. Kedua: Pembagian Dalil Berdasarkan Qath¶i Dan Dzanni 1. dan tidak diperbolehkan untuk meninggalkannya apalagi mengingkarinya. Pengertian qath¶i dan dzanni . Dan lain sebagainya. dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya´. ijma¶. Allah SWT menurunkan Al-Qur¶an sebagai sumber hukum untuk hamba-hambanya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam´. Dan umat Islam tidak boleh meninggalkannya dalam keadaan dan alasan apapun. hal ini disebabkan Al-Qur¶an dan As-Sunnah datang dari Rasulullah SAW dan umat Islam wajib mengikutinya. dan tidak ada kebatilan sama sekali didalamnya. [14] Artinya: ³Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya.[15] 5. Semuanya berisi kebenaran.3. apabila meninggalkan apalagi mengingkarinya maka orang tersebut telah menjadi kafir atau munafik´.[13] 4.

sesuatu yang masih membingungkan. sesuatu yang bersifat tetap.[23] Atau bisa juga diartikan: ´sesuatu yang pasti baik dilihat dari segi sanad. kepastian. [21] Sedangkan secara terminology bermakna ´Sesuatu yang tidak menentu (meragukan) antara sesuatu yang saling berlawanan. [24] Ada yang menambahkan: ³qath¶i adalah sesuatu yang pasti dilihat dari segi matan dan dalalahnya´. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna´. dalalah dan sifatnya yang tetap´.[18] Tetapi dalam pembahasan ini kata qath¶i bermakna keyakinan. [20] Kedua: Secara etimology dzanni bermakna dugaan. tanpa dapat dimenangkan salah satunya´. [22] 2.Pertama: Secara etimology qath¶i dari kata qatha¶a yang bermakna memisahkan bagian tubuh dengan cara menghilangkannya atau memotongnya.[19] Sedangkan secara terminology bermakna ´Sesuatu yang tetap dan pasti yang dapat dibuktikan melalui penelitian dengan menyertakan bukti-bukti yang mendukungnya´. persangkaan.[26] . [25] Contoh: Artinya: ³Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Dalil qath¶i dan dzanni Pertama: Dalil qath¶i adalah sesuatu yang menunjukkan pada hukum yang bersifat pasti dan tetap tanpa ada kemungkinan-kemungkinan yang bisa merubahnya.

[28] Kedua: Dalil dzanni adalah sesuatu yang menunjukkan pada hukum tetapi masih mengandung kemungkinan-kemungkinan yang bisa merubahnya tanpa dapat dimenangkan salah satunya´. atau apabila ada As-Sunnah yang disepakati keberadaannya. dan tidak diperbolehkan meragukannya. Menurut imam Syafi¶i: ³Apabila ada nash Al-Qur¶an yang sudah jelas dan terang hukumnya. [30] Contoh: Artinya: ³Hai orang-orang yang beriman.[31] . Hal ini memberikan pemahaman bahwa penelitian dalil nash merupakan penelitian yang harus tepat dan benar.[29] Makna lainnya adalah: ´dalalah yang ada merupakan dzahirnya nash yang tidak qath¶i´. tidak boleh mengikutkan hawa nafsunya sehingga nash tersebut dapat dinilai qath¶i atau tidak yang nantinya dapat dijadikan dalil dalam menetapkan hukum. maka keberadaan keduanya bersifat qath¶i. [27] Maksudnya adalah apabila ada yang menolak keberadaan nash yang qath¶i maka harus dapat memilah apakah sebagian dari nash tersebut sanadnya bersifat qath¶i atau tidak? Apakah nash tersebut dalalahnya bersifat qath¶i atau tidak?. hal ini disebut sebagai dalil qath¶i. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)´. sehingga jika ada orang yang menolak untuk menerima nash tersebut dihukumi sebagai orang yang cacat akalnya´.Ayat ini menunjukkan bahwa hitungan hari untuk melaksanakan puasa tersebut wajib untuk dilakukan.

Apabila dilihat dari segi pengamalannya maka tetap berhukum wajib untuk mengamalkan dalil dzanni dalam syariah hal ini didasarkan atas kesepakatan ulama. Atau apabila ada hadits ahad. Sedangkan masalah akidah bisa menjadi hukum tetap meskipun menggunakan dalil dzanni. Inilah yang dimaksud dengan dalil dzanni. Hal ini memunculkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak dapat dimenangkan salah satunya. ditunjukkan atau direkomendasikan oleh syara¶. [33] Ketiga: Pembagian Dalil Berdasarkan Cara Pengambilannya Dalil dalam hukum Islam dapat dibagi menjadi dua. maka hal ini dimungkinkan untuk di ta¶wil. Sehingga apabila hanya mengucapkan salah satunya masih diragukan status hukumnya apakah batal atau tidak? Mendapatkan pahala atau tidak?. bahwa sadaqah tidak jadi batal kecuali berkumpulnya kedua ucapan tersebut. [34] .Ayat ini mempunyai dalalah dzahir yakni ucapan ³menyebut-nyebut dan menyakiti perasaan´ akan membatalkan shadaqah dan menghilangkan pahalanya. dan tidak ada perbedaan antara mengamalkan dan nilai ilmiah dari dalil dzanni. terbuang begitu saja dan tidak dimanfaatkan oleh umat Islam´. [32] Imam Syafi¶i menyatakan: ³Apabila dalam nash As-Sunnah terdapat perbedaan dalam segi maknanya. dalil syar¶i dan bukan syar¶i: Dalil syar¶i adalah dalil yang diperintahkan. maka masih dapat dijadikan hujjah sehingga hadits ini tidak tertolak.

Dalil ini dapat berupa dalil yang unggul maupun diunggulkan. Dalil yang ditetapkan oleh syara¶ yang hadir melalui pendengaran (audio) dan kutipan (migrasi). Artinya: ³Mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang)´. .[38] Ayat ini menunjukkan ketidak bolehan berdebat tentang kebenaran yang sudah jelas keberadaannya. dalil ini disebut dengan dalil sima¶i (dalil yang diperoleh melalui pendengaran) dan dalil ini tidak dapat diperoleh melalui penelitian dan logika. dalil yang bukan syar¶i ini bisa datang dari Al-Qur¶an dan As-Sunnah seperti: berbuat. berkata dan memutuskan hukum tanpa pengetahuan. perintah dan larangan.Dalil bukan syar¶i adalah anonym dari dalil syar¶i. Contohnya adalah berita yang datang dari malaikat dan penghuni ¶Arsy.[36] Ayat ini menerangkan ketidak bolehan untuk berbuat. Dalil syar¶i dibagi menjadi tiga: 1. Semuanya itu dapat kita ketahui melalui hadits Rasulullah SAW saja. dalil shahih maupun rusak. berbicara dan menetapkan sesuatu tanpa mempunyai pengetahuan yang memadai. [37] Atau berdebat dengan masalah yang sudah nyata kebenarannya. [35] Artinya: ³Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya´. permasalahan akidah. µaqli maupun sam¶i.

Dalil ini benar keberadaannya. Dalil yang keberadaannya ditunjukkan dan yang diperingatkan oleh syara¶.[41] Ayat ini berhubungan dengan penetapan hari kebangkitan. 3. Dalil syar¶i diutamakan daripada dalil yang bukan syar¶i. Contohnya dalam masalah perumpamaan. 2.[39] Ayat ini berhubungan dengan methode qiyas. kimia. niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu".2. Dalil syar¶i ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. tehnologi dan sebagainya. Dalil yang dimaksud disini adalah segala yang tertuang dalam hadits Rasulullah SAW dalam bentuk ilmu kedokteran. Artinya: ³Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia´.[40] Ayat ini berhubungan dengan penetapan keNabian Rasulullah SAW. penetapan keNabian dan penetapan hari kebangkitan. . Artinya: ³Katakanlah: "Jikalau Allah menghendaki. Maka Apakah kamu tidak memikirkannya?´. matematika. Dalil ini disebut dengan dalil ¶aqli. dan Dia Maha mengetahui tentang segala makhluk´. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. karena berisi tentang masalah perumpamaan atau juga menganalogikan. Dalil yang diperbolehkan dan direkomendasikan oleh syara¶. Artinya: ³Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama.

Ali bin Muhammad. 2004 M) Al-Amidy. Muhammad bin Husain Bin Hasan. Muhammad bin Isma¶il Abu Abdullah. Semoga bermanfaat. Dalil syar¶i berupa dalil sam¶i dan ¶aqli. Al-Quran dan Terjemahannya. Pembahasan yang dimulai dari dalil secara global. Daftar pustaka Departemen Agama RI. Al-Ihkam Fi Ushul Al-Ahkam. Apabila mengetahui dalil dengan benar. [42] Penutup Demikian pembahasan yang berkaitan dengan dalil-dalil dalam hukum Islam. pembagian dalil berdasarkan sumbernya. (Beirut: Dar Al-Kutub AlArabi. 1407 H) Al-Jizani. Shahih Bukhari. Pembahasan ini sangat diperlukan untuk mengetahui dalil-dalil yang akan dipergunakan untuk melakukan istinbath hukum. 4.3. (Beirut: Dar Ibn Katsir. Dalil syar¶i berbeda dengan dalil yang bukan syar¶i. 1427) . pembagian dalil berdasarkan qath¶i dan dzanni. dan pembagian dalil berdasarkan cara pengambilannya. (Madinah: Abu Mohannadl An-Najdi. 1984 M) Al-Bukhari. Ma¶alim Ushul Al-Fiqh. (Surabaya: PT Mahkota. maka akan mendapatkan keputusan hukum yang benar pula.

t. t. Al-Asybah Wa An-Nadzair fi qawaid wa furu¶ fiqh Asy-Syafi¶iyyah. Muhammad bin Mukarrim. Mukhtar Ash-Shihhah. Al-Futuhi. Abu Abdullah. Abu Abdullah. Al-Jami¶ li Ahkam Al-Qur¶an. 1405 H) Ibn An-Najjar. Abu Abdullah. t. Muhammad bin Ahmad bin Abdul Aziz. Muhammad Bin Idris. (Beirut: Dar Al-Kutub Al-µIlmiyyah. (Beirut: Dar Shadr.th) . ( Mekkah: Markaz Al-Bahts Al-µIlmi Jamiah Umm Al-Qura. t.th) Ibn Abd Al-Bar. Abu Umar. (Beirut: Dar Ihya¶ At-Turats.th) Asy-Syafi¶i.th) Ibn Al-Qayyim Al-Jauziyah. (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah. Mukhtashar Ash-Shawa¶iq Al-Mursalah ¶ala Al-Jahmiyah Wa Al-Muthla¶ah. (Beirut: Dar Al-Kitab Al-Arabi. Jalaluddin Abdurrahman. Lisan Al-Arab. (Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah. 1405 H) Al-Qurthubi. Ali bin Muhammad bin Ali. Syarah Al-Kaukab AlMunir.th) Ar-Razi. t. Muhammad Bin Ahmad. Jami¶ Bayan Al-Ilmi wa Fadhlihi. At-Ta¶rifaat. Muhammad Bin Abi Bakar bin Abdulkadir. (Beirut: Maktabah Lebanon. t.th) Ibn Mandzur. Muhammad Bin Abi Bakar. 1995M) As-Suyuthi.Al-Jurjani. Ar-Risalah. Yusuf Bin Abdullah. (Beirut: Maktabah Ilmiyah.

(Riyadh: Maktabah Al-Mamlakat Al-Arabiya.Ibn Hajar Al-¶Asqalani. 1404 H) Iyadl bin Nami As-Silmy. (Beirut: Dar Al-Ma¶rifat. Abu Al-Fadlil. . 1379 H) Ibn Taimiyyah. (Mekkah: Maktabah AnNahdlah Al-Hadits. Fath Al-Bari Syarh Shahih AlBukhari. Majmu¶ Al-Fatawa. www. Ahmad Bin Ali. 53. t. Ahmad bin Abdul Halim.al-Islam.com buku Hasyiyah Al-µAthar ala Syarh Al-Jalal Al-Mahalli Ala Jam¶u Al-Jawami¶. Ushul Fiqh Alladzi La Yasa¶ Alfaqihu Jahlahu.th) hal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->