P. 1
skripsi

skripsi

|Views: 226|Likes:
Published by sishaabadi

More info:

Published by: sishaabadi on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Dewasa ini pembangunan di Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas sangat diperlukan dalam pembangunan bangsa khususnya pembangunan di bidang pendidikan. Dalam era globalisasi ini, sumber daya manusia yang berkualitas akan menjadi tumpuan utama agar suatu bangsa dapat berkompetisi. Sehubungan dengan hal tersebut, pendidikan formal merupakan salah satu wahana dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) sebagai bagian mata pelajaran dari pendidikan formal juga ikut memberi kontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Sesuai Kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan),bahwa model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan formal. Pembelajaran ini merupakan model yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan. Seperti halnya pada pembelajaran IPS Terpadu yang memadukan pokok bahasan khususnya mata pelajaran Ekonomi, Sosiologi, Geografi, dan Sejarah.

2

Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial. Pendekatan interdisipliner adalah pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS (Trianto, 2007:129). Pendapat tersebut diperkuat oleh pernyataan bahwa model pembelajaran terpadu pada hakekatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud, 1996:3). Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk dapat mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmadja, 1980:20). Tujuan tersebut dapat tercapai manakala program-program pembelajaran IPS Terpadu di sekolah diorganisasikan secara baik. Namun, sebagian besar para siswa berpendapat ilmu-ilmu sosial itu membosankan karena penyajian materi yang sangat luas dan untuk menguasainya dibutuhkan kemampuan menghafal yang luar biasa.

Kontekstualisme ini diperhebat dengan kejenuhan mental dalam mengejar tuntutan pemenuhan kurikulum KTSP yakni dalam pembelajaran IPS Terpadu dengan menghafal sejumlah bab materi yang tersajikan dalam aneka buku wajib mata pelajaran. Menurut pendapat Lynch dan Nakhleh,

3

Ada beberapa hal yang diduga menyebabkan kurangnya penguasaan materi pelajaran IPS Terpadu yaitu(1) siswa sering belajar dengan cara menghafal tanpa membentuk pengertian terhadap materi yang dipelajari, (2) materi pelajaran yang diajarkan memiliki konsep mengambang, sehingga siswa tidak dapat menemukan kunci untuk mengerti materi yang dipelajari dan (3) tenaga pengajar ( guru) mungkin kurang berhasil dalam menyampaikan kunci terhadap penguasaan konsep materi pelajaran yang sedang diajarkan. (Lynch dan Nakhleh, dalam P. Maulim Silitonga:2006:93).

Dari hasil observasi pada tanggal 9 Januari 2008, SMP Negeri 2 Ledo pada tahun ajaran 2007/2008 telah menggunakan kurikulum KTSP. Akan tetapi pada pelaksanaan khususnya mata pelajaran IPS Terpadu belum sepenuhnya terlaksana. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya guru bidang studi IPS dan kurangnya penguasaan bahan materi pembelajaran IPS Terpadu. Pada dasarnya untuk mengembangkan penguasaan konsep materi yang baik dibutuhkan komitmen siswa dalam memilih” belajar “ sebagai suatu yang “ bermakna” (P. Maulim Silitonga, 2006:93),. Adapun yang dimaksud dengan belajar bermakna adalah lebih dari hanya menghafal, yaitu membutuhkan kemauan siswa mencari hubungan konseptual antara pengetahuan yang dimiliki dengan yang sedang dipelajari di dalam kelas. Dalam pembelajaran bermakna, guru harus mengetahui konsep-konsep apa yang telah dimiliki siswa waktu pelajaran baru akan dimulai. Kemudian guru menghubungkan konsep siswa dengan materi yang akan dipelajari. Dengan demikian para siswa akan mengalami belajar bermakna. Salah satu cara yang dapat mendorong siswa untuk belajar secara “ bermakna” adalah dengan penggunaan “ peta konsep “, baik sebagai media maupun sebagai alat evaluasi. Peta konsep merupakan media pendidikan yang

1994. sehingga dapat membentuk pengetahuan dan mempermudah pemahaman suatu topik pelajaran (Pandley.4 dapat menunjukkan konsep ilmu secara sistematis. peta konsep dapat digunakan untuk (1) menolong guru mengetahui konsep-konsep yang dimiliki para siswa agar belajar “ bermakna” dapat berlangsung (2) untuk mengetahui penguasaan konsep. Diakses 1 Oktober 2007). Peta konsep akan memberikan gambaran tentang apa yang telah diperoleh melalui kegiatan belajar baik bagi guru maupun siswa. 1977). 1988. yaitu dibentuk mulai dari inti permasalahan sampai pada bagian pendukung yang mempunyai hubungan satu sama lain. Diakses 1 Oktober 2007). Pengamatan langsung dapat berupa gambar sebagai acuan siswa membuat konsep-konsep materi yang mereka pelajari.konsep siswa dan (3 ) untuk menolong para siswa belajar bermakna ( Dahar. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman siswa . Dalam pembelajaran IPS Terpadu melalui peta konsep. nilai ratarata kelas masih rendah. maka telah diupayakan pengembangan dan pembentukan struktur kognitif siswa. Dalam pendidikan. Peta konsep dalam pendidikan sudah dikenal sejak tahun 1977 yaitu untuk pengajaran sistematik dalam pengajaran biologi ( Novak. Melalui proses pembentukan peta konsep yang dapat digunakan sebagai alat pembelajaran. diharapkan siswa dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pemgamatan langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang mereka pahami. Setelah melakukan wawancara dengan guru bidang studi IPS dan beberapa siswa di SMP Negeri 2 Ledo pada tanggal 9 Januari 2008.

Selain itu guru dalam mengajar kurang bervariatif dan tidak menggunakan media dalam pembelajaran. . 5. dan media pembelajaran IPS Terpadu yang tersedia di SMP Negeri 2 Ledo sangat minim. 2. 4. Geografi.5 terhadap konsep materi pelajaran IPS Terpadu. siswa masih diperlakukan sebagai objek yang diajar. peneliti tertarik untuk meneliti tentang penggunaan peta konsep sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan pada mata pelajaran IPS Terpadu untuk meningkatkan pemahaman siswa. dan Sejarah sehingga sulit dipahami oleh siswa. Fasilitas penunjang seperti buku-buku paket pelajaran. Penulis tertarik melakukan penelitian di SMP Negeri 2 Ledo sebagai objek dalam penelitian ini atas dasar beberapa pertimbangan. Berdasarkan uraian di atas. 3. peta konsep sangat membantu pemahaman konsepsi siswa terhadap materi dan mengarahkan siswa pada belajar bermakna. Guru dalam mengajar masih menggunakan metode konvensional. Materi pelajaran IPS Terpadu mencakup materi Ekonomi. Hal ini terlihat tidak semua siswa mempunyai buku paket pelajaran. sehingga siswa cenderung bosan dan tidak aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu.44. Penulis memilih kelas VIII B karena nilai rata-rata ulangan harian mata pelajaran IPS Terpadu rendah yaitu 53. antara lain: 1. Sosiologi. Nilai rata-rata tersebut belum mencapai ketuntasan. Karena model pembelajaran peta konsep belum pernah diterapkan dalam mata pelajaran IPS Terpadu khususnya pada kelas VIII SMP Negeri 2 Ledo.

siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo menunjukkan nilai rata-rata yang paling rendah.6 6. yaitu 53. Nilai rata-rata tersebut belum mencapai ketuntasan.1: Nilai Rata-Rata Ulangan Harian ke-3 Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII Semester Ganjil SMP Negeri 2 Ledo Tahun Ajaran 2006/2007 Kelas Jumlah Siswa Jumlah nilai Nilai rata-rata VIII A 27 1830 67.44. berikut ditampilkan pada tabel 1. Tabel 1. kelas VIII B mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 2 Ledo tahun ajaran 2006/2007. Usaha untuk meningkatkan proses belajar dan hasil belajar mengajar pada mata pelajaran IPS Terpadu harus selalu mendapat perhatian dari guru bidang studi yang bersangkutan dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.50.44 Untuk mengetahui siswa yang tuntas dan yang tidak tuntas. sehingga penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIII B. . siswa kurang bersemangat hal ini disebabkan guru dalam mengajar kurang bervariasi. Dari tabel 1.2 nilai ulangan harian ke-3. Saat proses belajar.78 VIII B 29 1550 53. Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 9 Januari 2008 yang dilakukan penulis dengan guru bidang studi mata pelajaran IPS Terpadu diperoleh informasi bahwa ketuntasan nilai ulangan harian di SMP Negeri 2 Ledo adalah 6.1 diketahui bahwa nilai rata-rata ulangan harian ke-3.

26. 1.5 berjumlah 19 orang atau 65. 65 Iis Nuryani 55 Indri Niron M. 40 Maria Sunarti 65 Masrue 55 Omadi Pranto 30 Robertus 25 Rodias 60 Rudini 45 Seli Martika 65 Sri Lestari Wilujeng 65 Yutinus Arpain 40 Megi suparman 55 Ropianus 50 Dewi Purnamasari 65 Yolianto 35 Wawan 65 Anita Lestari 25 Jumlah 1550 Rata-rata 53. 27.52 %. 3. 55 Jongnam 45 Kasyadi 50 Lili Santi 70 Margareta Sere D. 14. 15. 16. Keterangan Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas Tidak Tuntas Kelas VIII B SMP Berdasarkan tabel 1. 10. 11. 23.44 Sumber: Daftar nilai guru mata pelajaran IPS Terpadu Negeri 2 Ledo No. . 18.H. 25. 19.44.7 Tabel 1.5 berjumlah 10 orang atau 34. 9.Y. 12. 6.48 % dan nilai rata-rata kelas hanya 53.2: Nilai Ulangan Harian ke-3 Kelas VIII B Mata Pelajaran IPS Terpadu Semester Ganjil SMP Negeri 2 Ledo Tahun Ajaran 2006/2007. dapat kita lihat yang memperoleh nilai ≤ 6. 2. Nama Nilai Afra Nur 45 Agung Gunawan 55 Ari Wibowo 70 Bagus Hanjagi R. sedangkan yang mendapat nilai ≥ 6. 5. 75 Diana Fitria Sari 55 Firdaus Antono 55 Heronimus N. 70 Buana Novita R. 17. 28. 24.2. 20. 13. 4. 29. 22. 7. 8. 21.

Bagaimana tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan peta konsep? 2.8 Sedangkan menurut A. B. Ini menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran IPS Terpadu yang terlihat dari rendahnya nilai yang diperoleh. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan peta konsep? . sedang secara klasikal (kelompok) dianggap “tuntas belajar” apabila mencapai 85% dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65%. MASALAH PENELITIAN Secara umum masalah dalam penelitian ini adalah “BAGAIMANA UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS TERPADU DENGAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP” Adapun yang menjadi sub-sub masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. ” seorang siswa secara perorangan (individu) dianggap “tuntas belajar” apabila daya serapnya mencapai 65%. Hamid Syarif. Dari masalah ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas mengenai “Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Pembelajaran IPS Terpadu Dengan Menggunakan Peta Konsep Di Kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo” .

. Brainstorming (sumbang saran). Refleksi. peneliti bersama guru mata pelajaran IPS Terpadu melakukan kerjasama dalam menyiapkan. 4. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi keberhasilan ataupun kegagalan dan penyebabnya. peneliti bersama guru mata pelajaran IPS Terpadu melakukan musyawarah untuk menyusun skenario tindakan yang perlu dipersiapkan dalam proses pembelajaran dikelas dengan model pembelajaran peta konsep. Kolaborasi. Adakah peningkatan pemahaman dalam pembelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan peta konsep? C. Observasi. maka langkah-langkah yang harus ditempuh oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. 2. peneliti melakukan kegiatan pengamatan terhadap jalannya pemberian tindakan yang dilakukan oleh guru berdasarkan skenario yang telah disiapkan. peneliti bersama guru bidang studi IPS Terpadu melakukan diskusi guna membahas dan menganalisis hasil pengamatan.9 3. Hasil kegiatan ini akan memberikan masukan yang berguna dalam menentukan cara pemecahan masalah yang dihadapi dan sekaligus dijadikan bahan pertimbangan untuk menyusun rencana tindakan. CARA PEMECAHAN MASALAH Cara memecahkan masalah diatas. 3. menyajikan dan melakukan evaluasi pembelajaran kepada siswa.

E. D. 2. Bagi Siswa Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan peta konsep. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Guru . 3. MANFAAT PENELITIAN Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah : 1. Meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan peta konsep. Mengadakan perbaikan dalam pembelajaran dengan menggunakan Peta konsep. Mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan peta konsep.10 Hasil kegiatan ini akan memberikan masukan yang berguna dalam menentukan cara pemecahan masalah yang dihadapi dan selanjutnya sekaligus akan menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun rencana selanjutnya. 2.

Bagi Penulis Dengan penelitian ini penulis dapat mengaplikasikan disiplin ilmu selama mengikuti perkuliahan dengan keadaan lapangan sehingga menambah pengalaman serta menyadari pentingnya penggunaan model pengajaran yang tepat dalam proses pembelajaran. F. Bagi LPTK Dengan penelitian ini diharapkan mampu memperkaya dan mengembangkan hasil-hasil penelitian sebelumnya terutama yang berhubungan dengan model-model dan media dalam pembelajaran IPS Terpadu 5. Bagi Sekolah Dengan pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak sekolah untuk dapat meningkatkan kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran dan perbaikan mutu sekolah.11 Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki metode mengajar guru dalam pembelajaran IPS Terpadu khususnya dengan menggunakan Peta Konsep sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa. 4. DEFINISI OPERASIONAL Agar tidak terjadi penafsiran yang berbeda terhadap istilah yang digunakan. 3. Pemahaman Siswa . maka perlu dibuat penjelasan istilah atau definisi-definisi yang dipakai dalam penelitian ini: 1.

cara memahami atau memahamkan suatu masalah. dan ekonomi. dapat menambah kekuatan untuk menerima. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. Peta Konsep . dan memproduksi kesankesan tentang hal-hal yang dipelajari. Dalam hal ini. dan diperdalam dengan cabang ilmu yang lain seperti geografi. kemudian dilengkapi. Pembelajaran IPS Tepadu dalam penelitian ini dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. diperluas. perbuatan. dibahas. Sehingga peserta didik melalui pembelajaran terpadu dapat memperoleh pengalaman langsung. Pembelajaran IPS Terpadu Pendekatan pembelajaran IPS terpadu sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. Topik tersebut mengenai sejarah yang kemudian dilengkapi. 2. diperluas. Pada pendekatan pembelajaran terpadu. 3. menyimpan. sehingga siswa aktif bertanya terhadap materi yang belum dipahami dan dapat mengerjakan soal tes ulangan dalam pokok bahasan IPS Terpadu dikelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo.12 Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1995:714) pemahaman adalah proses. pengembangan pembelajaran terpadu dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. dibahas. yang dimaksud dengan pemahaman siswa adalah pemahaman mengenai materi yang disajikan. sosiologi. Dalam penelitian ini.

diperlukan oleh." or "contributes to" ( dalam Wikipedia. diakses 1 Oktober 2007). Konsep-konsep yang dihubungkan dengan anak panah yang membentuk bagan bercabang.. yaitu dimulai dari inti permasalahan sampai pada bagian pendukung yang mempunyai hubungan satu dengan lainnya. in a downward-branching hierarchical structure.g. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pembelajaran dengan menggunakan peta konsep adalah pembelajaran yang menampilkan skema mengenai konsep-konsep yang saling berhubungan dari materi IPS Terpadu dengan topik sejarah pada pokok bahasan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya Negara kesatuan Republik Indonesia. Sehingga siswa mudah memahami materi yang dijelaskan oleh guru. Concepts are connected with labelled arrows. Concept mapping is a technique for visualizing the relationships among different concepts. Peta konsep merupakan media pendidikan yang dapat menunjukkan konsep ilmu yang sistematis. Pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa Peta konsep adalah sebuah teknik yang menggambarkan hubungan di antara konsep-konsep yang berbeda. A concept map is a diagram showing the relationships among concepts. "is required by. sehingga dapat membentuk pengetahuan dan mempermudah pemahaman suatu topik pelajaran. "results in". . "gives rise to". The relationship between concepts is articulated in linking phrases. Hubungan antara konsep-konsep dihubungkan oleh frase-frase seperti hasilnya. dan siswa dapat membuat Peta konsep secara individu. atau menunjukkan pada. e.13 Menurut Novak dan Gowin peta konsep “merupakan suatu alat (beberapa sketsa) yang digunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi”.

Penelitian Tindakan Kelas 1) Pengertian Penelitian Tindakan Kelas disebut juga Classroom Action Research. Kajian Pustaka a. Action research pada hakekatnya merupakan rangkaian “riset tindakan…”yang dilakukan secara siklus dalam rangka memecahkan masalah. 2) Tujuan Penelitian Tindakan Kelas . Classrom Action Research (CAR) adalah action research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. vol. Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatu penelitian yang dilakukan guru di dalam kelas untuk menyelesaikan masalah pembelajaran guna meningkatkan mutu pembelajaran dan dapat memperbaiki kinerjanya sebagai guru.14 G. sampai masalah itu terpecahkan (Pelangi Pendidikan. KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN 1.4 no.2:2001). Menurut Kasihani Kasbolah (1998:13): “Penelitian tindakan Kelas merupakan salah satu upaya guru atau praktisis dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas”.

15 Menurut Tim Pelatih Proyek PGSD (1999:6) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas bertujuan untuk: a.1: Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas Merencanakan Refleksi Mengamati Sumber: Modul 1-6 Penerbit Universitas Terbuka. Metode Melakukan Tindakan . Memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang terjadi didalam kelas b. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Untuk itu penggunaan metode harus sesuai dengan tujuan penelitian. Meningkatkan hasil belajar siswa. Meningkatkan proses pembelajaran dikelas e. Memperbaiki praktek-praktek pengajaran d. 3) Metode Penelitian Tindakan Kelas Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara yang dilakukan dalam proses penelitian. Meningkatkan kemantapan rasional guru dalam melaksanakan tugas c. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai maka penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari 4 tahap secara singkat yang dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 1.

Memahami tahap pelaksanaan tindakan dan cara Observasi –Interpretasi yang dilakukan sementara Penelitian Tindakan Kelas berlangsung e. Merencanakan tindakan perbaikan berdasarkan contoh rumusan masalah yang diajukan d. 4) Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Penelitian Tindakan kelas dapat dilakukan melalui empat langkah utama. observasi dan refleksi.16 Penelitian Tindakan Kelas merupakan proses pengkajian melalui sistem berdaur dari berbagai kegiatan pembelajaran (Depdikbud. Empat langkah utama yang saling berkaitan itu dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas sering disebut dengan istilah siklus. Kemudian secara visual tahapan pada setiap siklus dapat digambarkan seperti dibawah ini: . Menganalisis permasalahan dan merumuskan masalah untuk keperluan Penelitian Tindakan Kelas c. Adapun tahap-tahapnya adalah sebagai berikut: a. Memahami cara menganalisis data hasil observasi serta melakukan refleksi berkenaan dengan tindakan perbaikan yang dilaksanakan f. Mengidentifikasi permasalahan dalam Penelitian Tindakan Kelas b. yaitu perencanaan. 1999:7). tindakan. Memahami cara merencanakan tindak lanjut dalam siklus Penelitian Tindakan Kelas.

17 Gambar 1.2: Tahapan Tiap Siklus Refleksi Siklus I Observasi Rencana tindakan Pelaksanaan tindakan .

b) Setelah rencana disusun secara matang barulah tindakan dilakukan. .18 Refleksi Siklus II Observasi Rencana tindakan Pelaksanaan tindakan Belum terselesaikan siklus selanjutnya Sumber: Susilo (2007:19) Berdasarkan gambar di atas menunjukkan bahwa: a) Sebelum melaksanakan tindakan. peneliti terlebih dahulu harus merencanakan secara bersama jenis tindakan yang akan dilakukan.

1996:3). Apabila hasil refleksi menunjukkan perlunya di lakukan perbaikan atas tindakan yang dilakukan. Dengan demikian. b. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. Pembelajaran IPS Terpadu 1) Pengertian Pembelajaran IPS Terpadu Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. peneliti kemudian melakukan refleksi atas tindakan yang telah dilakukan. menggali. d) Berdasarkan hasil. dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. menyimpan. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. . sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. maka rencana tindakan perlu disempurnakan lagi agar tindakan yang dilaksanakan berikutnya tidak sekedar mengulang apa yang telah diperbuat sebelumnya. peneliti mengamati proses pelaksanaan tindakan dan akibat yang ditimbulkan.19 c) Bersaman dengan dilaksanakan tindakan.

20 Pada pendekatan pembelajaran terpadu. dalam hal ini. kebutuhan. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema 4. Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Mata Pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Pengembangan Silabus 5. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Pengembangan pembelajaran terpadu. Model pembelajaran IPS Terpadu merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. geografi dan ekonomi. dan permasalahan yang berkembang. 2007:7). dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini: 1. 2) Pelaksanaan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Menurut Trianto (2007:132). kemudian dilengkapi. (Diah Harianti. Penentuan Topik/tema 3. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat. Penggunaan model peta konsep . keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. diperluas. c. dan kemampuan). Menurut Diah Harianti. dibahas. peristiwa. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. bakat. sejarah.

(Gagne 1996. peta konsep dapat diterapkan untuk berbagai tujuan antara lain: 1. 2) Ciri-ciri model peta konsep . bahwa dalam pendidikan.2001:14) “ Peta Konsep adalah merupakan suatu alat skematis untuk mempresentasikan suatu konsep yang digambarkan dalam suatu kerangka proposisi”. Pendapat lain menurut Novak dan Gowin “ Peta Konsep adalah merupakan suatu alat (beberapa sketsa) yang digunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi”. 3. 4. Proposisi merupakan gabungan dua konsep atau lebih yang dihubungkan oleh kata-kata penghubung. Menyelidiki apa yang diketahui siswa Mempelajari cara belajar Menggungkapkan konsepsi yang salah Alat evaluasi Menurut Sumaji (dalam Buletin Pelangi Pendidikan. Volume 4 No. 2. Penggunaan peta konsep merupakan satu strategi kognitif yang mudah digunakan. Pelajar akan mempelajari bahan yang diajar dengan cepat apabila pengajaran dibuat dalam bentuk kumpulan dengan menggunakan materi yang berbentuk gambar atau bentuk perkataan tersusun.1 Th. diakses tanggal 1 Oktober 2007). Menurut Dahar.21 1) Pengertian Peta konsep Gagne (1996) menyatakan bahwa. dalam Mohanratha Krishan.

menyatakan bahwa peta konsep memegang peranan yang paling penting dalam belajar bermakna. kimia. Tidak semua konsep mempunyai bobot yang sama ini berarti ada konsep yang lebih inklusif dari pada konsep-konsep yang lain. Pilihlah suatu bacaan dari buku pelajaran. d. e. Jika dua atau lebih konsep digambarkan dibawah suatu konsep yang lebih inklusif. Adanya gambar dua dimensi dari suatu bidang atau suatu bagian dari bidang studi. Konsep materi dikemas dalam bentuk gambar atau sketsa. terbentuklah suatu hirarki pada peta konsep tersebut. langkah-langkah dalam pembelajaran Peta Konsep adalah sebagai Berikut: 1. Berdasarkan pendapat di atas. Adapun langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut: 1. Memilih dan Menentukan suatu materi yang akan di bahas atau disampaikan. . Adanya cara untuk memperlihatkan konsep-konsep proposisiproposisi dalam bidang studi. b. 2. Urutkan konsep dari yang paling inklusif ke yang paling tidak inklusif atau contoh-contoh. karena itu hendaknya setiap siswa dapat menyusun peta konsep sebagai tanda berlangsungnya belajar bermakna. 3. Ekonomi dan yang lainnya. bidang studi fisika. biologi. 4. Tentukan konsep-konsep yang relevan. Selanjutnya Dahar. c.22 Ciri-ciri peta konsep menurut Dahar (1989:125) secara jelas sebagai berikut: a. Susunlah konsep-konsep di atas kertas mulai dengan konsep yang paling inklusif ke puncak ke konsep yang paling tidak inklusif. Misalnya.

5. Kelemahan pembelajaran dengan model peta konsep ini. dengan gambar. . Menghubungkan konsep-konsep tersebut dengan kata penghubung tertentu untuk membentuk proposisi dan garis penghubung.23 2. 3) Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Model Peta Konsep a) Kelebihan Peta Konsep Adapun kelebihan dari pembelajaran model peta konsep adalah 1. Sangat membantu pemahaman konsepsi siswa. 4. waktu yang diperlukan untuk menjelaskan materi relatif lama. 3. Menentukan konsep-konsep yang relevan disertai Mengurutkan konsep dari yang paling umum ke yang paling khusus dan apabila memungkinkan disertai dengan contoh-contoh. 3. Penggunaan peta konsep dalam belajar mengarah belajar bermakna. Dapat dijadikan sebagai alat untuk mengetahui pemahaman konseptual seseorang. Jika peta konsep telah selesai disusun perhatikan kembali letak konsep-konsepnya dan jika perlu diperbaiki atau disusun kembali agar menjadi lebih baik dan berarti. 2. b) Kelemahan Peta Konsep 1.

siswa semakin bingung dan tidak paham terhadap materi yang dijelaskan oleh guru. Apabila guru kurang mempunyai keterampilan dalam menjelaskan. 2. .24 2. Hipotesis Tindakan Adapun rumusan hipotesis dalam penelitian tindakan kelas ini adalah diharapkan dengan menggunakan peta konsep pada pembelajaran IPS Terpadu pemahaman siswa kelas VIII B SMP N 2 Ledo dapat ditingkatkan.

Jumlah siswa di kelas ini sebanyak 29 orang siswa. Faktor-faktor yang diselidiki .44. terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 12 orang siswa perempuan.25 BAB II PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN A. Nilai tersebut belum termasuk kategori ketuntasan belajar. Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Ledo pada kelas VIII B tahun pelajaran 2007/2008. B. peneliti melakukan kolaborasi dengan guru bidang studi IPS bagaimana agar pemahaman siswa meningkat dengan menggunakan model peta konsep. Nilai ratarata ulangan harian yang telah diadakan pada mata pelajaran IPS Terpadu adalah 53. Oleh karena itu.

Secara lebih rinci prosedur panelitian tindakan untuk setiap siklus dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Refleksi Awal Guru mata pelajaran dan peneliti melakukan diskusi tentang materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan peta konsep. Tindakan Penelitian Prosedur penelitian tindakan ini terdiri dari dua siklus. faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1) Faktor siswa. dengan melihat aktivitas dan hasil belajar siswa VIII B SMP Negeri 2 Ledo dalam proses belajar mengajar dengan penerapan Peta konsep pada mata pelajaran IPS Terpadu. 2) Menyusun srategi pembelajaran Guru bersama peneliti menyusun strategi pembelajaran dengan melakukan beberapa hal yaitu: . Setiap siklus sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran dengan menggunakan Peta konsep. dan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Peta Konsep. 2) Faktor Guru. C.26 Ada beberapa faktor yang ingin diselidiki.

5) Melakukan Refleksi Dari hasil pengamatan yang diperoleh dilakukan refleksi. 6) Membuat Rencana Lanjutan. 3) Tindakan Pembelajaran Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah guru melaksanakan rencana pembelajaran yang telah direncanakan.27 a. c. materi pembelajaran. guru dan peneliti melakukan diskusi tentang temuan maupun masalah-masalah yang dirasakan oleh guru dan peneliti. b. . 4) Observasi Peneliti melakukan pengamatan selama berlangsungnya proses pembelajaran di kelas dan mencatat perilaku siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. dan alokasi waktu. Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di dalam kelas ketika pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan peta konsep. Menyusun skenario pembelajaran/perencanaan pembelajaran. Menyusun siklus pembelajaran meliputi kemampuan dasar.

b. 1) Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo Tahun Ajaran 2007/2008 dan guru mata pelajaran IPS Terpadu yang bersangkutan. 4) Indikator Kerja . Data Kualitatif terdiri dari proses pembelajaran. Data Kuantitatif terdiri dari kemampuan siswa dilihat dari hasil tes. Pada bagian ini akan dijelaskan data apa saja yang akan digunakan dan bagaimana cara memperolehnya. Data dan cara pengambilannya Data merupakan komponen yang sangat menentukan dalam penelitian tindakan kelas. guru bersama peneliti menyusun rencana tindakan selanjutnya dengan melakukan penyempurnaan dalam perencanaan tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. b. Data peningkatan kemampuan siswa diperoleh dari hasil tes ulangan. D. 2) Jenis Data a. Data tentang proses pembelajaran pada saat dilaksanakannya tindakan diambil dengan menggunakan lembar observasi siswa dan guru. 3) Cara Pengambilan Data a.28 Berdasarkan hasil refleksi tersebut diatas.

Sekurang-kurangnya 65% siswa mendapat nilai ulangan 65. yaitu: 1. 2. Kemampuan siswa dilihat dari hasil tes yaitu : Siklus I : a. Keaktifan siswa dalam membuat Peta Konsep 3. alokasi waktu. Apabila siklus 1 belum tercapai. Sekurang-kurangnya 75% siswa yang aktif mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Peta Konsep.29 Untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan tindakan yang dilakukan. maka ditetapkan indikator kinerjanya sebagai berikut : 1) Adanya kesesuaian antara urutan penyajian materi. Keaktifan siswa dalam menjawab atas pertanyaan guru mengenai konsep materi yang sedang dipelajari. E. b. maka dilanjutkan dengan siklus II dan seterusnya sampai indikator keberhasilan dapat tercapai. Gambaran Umum Penelitian . dan strategi yang telah direncanakan dengan pelaksanaan pada saat pembelajaran berlangsung. Indikator pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan peta konsep. 2) Adanya perubahan yang terlihat dari sikap dan perilaku siswa terutama pemahaman siswa dalam proses pembelajaran.

Sasaran perbaikan dalam proses belajar mengajar tersebut dapat berasal dari guru.1 Pola Umum Prosedur Tindakan Kelas Perencanaa tindakan/ skenario tindakan Pelaksanaan dan observasi/ monitoring tindakan Analisis data dan refleksi Perencanaan tindakan selanjutnya . Gambar 2. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. b. Rencana tindakan Skenario tindakan Indikator kinerja tindakan Cara observasi Hasil penelitian dan refleksi Rencana tindakan selanjutnya. d. e.30 Kegiatan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan perbaikan dalam proses belajar mengajar di kelas agar lebih baik dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Secara umum prosedur penelitian tindakan yang dilakukan dalam tiap siklus sama. c. siswa dan materi pelajaran. f. Siklus-siklus dalam penelitian ini memuat hal-hal sebagai berikut : a.

Masalah Dalam penelitian ini guru bersama peneliti memperoleh kesepakatan bahwa masalah yang diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1) Kurang aktifnya siswa dalam menjawab atas pertanyaan guru karena pemahaman siswa terhadap materi pelajaran lemah dan akibatnya hasil belajar siswa rendah. Persiapan Tindakan Kelas a.31 Siklus I Siklus II Perencanaa tindakan/ skenario tindakan Pelaksanaan dan observasi/ monitoring tindakan Analisis data dan refleksi Perencanaan tindakan selanjutnya Sumber : Depdikbud (1999 : 27) F. Setting Kelas Keadaan kelas dan siswa yang diberikan tindakan dalam penelitian kelas ini dapat digambarkan sebagai berikut: . 2) Pelaksanaan pengajaran yang dilakukan oleh guru masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru (teacher center) dan kemampuan keterampilan menjelaskan dari guru masih rendah. Rincian Prosedur Penelitian 1. b.

Sehingga pemahaman terhadap materi pelajaran sangat kurang dikuasai oleh siswa.32 1) Pada umumnya guru yang mengajar pada kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo menggunakan metode ceramah yaitu siswa hanya mendengarkan penjelasan oleh guru. dan status sosial ekonominya. Sehingga nilai rata-rata kelas dapat ditingkatkan dan mencapai ketuntasan. Oleh karena itu dalam pelaksanaan tindakan kelas dengan menerapkan peta konsep dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. 3) Siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo merupakan siswa yang heterogen secara etnis. Siklus I . 2. sehingga pemahaman terhadap pelajaran kurang yang mengakibatkan hasil belajar yang rendah. hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata seluruh siswa berada dibawah ketuntasan belajar yaitu 53. 2) Siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo merupakan kelas yang pasif dalam berinteraksi baik antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru.44. Guru tidak pernah menggunakan metode pembelajaran yang mengarahkan pada pembentukan aktivitas dan kreatifitas siswa dalam belajar. Pelaksanaan Tindakan Kelas.

Materi Pelajaran IPS Terpadu yang akan dibahas pada siklus 1 yaitu: Pokok bahasan: Peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya Negara kesatuan Republik Indonesia. 4) Menyiapkan Chart dan gambar dalam menyajikan materi. 2) Menyusun rencana pembelajaran dengan penyajian materi dengan menggunakan Peta Konsep.33 a. Sub pokok bahasan: kronologi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Skenario Tindakan Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 22 April 2008 . 3) Menyiapkan model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran peta konsep. yaitu mengacu pada penerapan pembelajaran dengan menggunakan Peta Konsep. perdebatan di sekitar proklamsi. proses penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat di berbagai daerah. Sehingga penyajian materi akan lebih menarik dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. b. Rencana Tindakan 1) Rencana tindakan pada siklus pertama ini diarahkan untuk memperbaiki strategi pembelajaran.

2) Guru menyiapkan langkah-langkah pembelajaran dengan urutan sebagai berikut : a) Melakukan pendahuluan yang bertujuan agar siswa termotivasi sehingga siap untuk menerima pelajaran dengan urutan langkah sebagai berikut : (1) Apersepsi Sebelum memulai pelajaran guru mengucapkan salam dan mengabsen siswa. agar siswa lebih memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. (2) Motivasi : Guru berusaha untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. b) Menyajikan materi pokok bahasan dengan langkah-langkah sebagai berikut : . sikap antusias dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran dengan cara menampilkan gambar tokoh kemerdekaan Ir. (3) Menyampaikan tujuan pelajaran: Menjelaskan indikator keberhasilan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa setelah mempelajari pokok bahasan materi.34 1) Guru menyiapkan materi sesuai dengan rencana pembelajaran dengan menggunakan peta konsep. Soekarno.

(2) (3) Guru mengarahkan siswa membaca buku sumber. (5) Siswa diberi kesempatan untuk menyusun konsep- konsep tersebut di buku catatan. (8) Guru memberikan penguatan berupa pujian bagi siswa yang telah selesai membuat peta konsep. (6) Guru memberikan pendalaman materi melalui penjelasan materi dengan peta konsep yang telah dirancang guru sebelumnya. langkah-langkahnya meliputi : Penutup . (7) Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti dan kurang jelas. (4) perdebatan Guru bersama siswa mengurutkan konsep materi dari yang inklusif ke yang paling tidak inklusif beserta contohcontohnya. Guru bersama siswa menentukan konsep-konsep yang dari buku yaitu sumber mengenai sesuai dengan materi disekitar relevan pembelajaran proklamasi. c) pelajaran.35 (1) Penyajian materi secara berurutan berdasarkan rencana pembelajaran yang disusun dengan menerapkan model pengajaran peta konsep.

b. Guru mengingatkan kembali tentang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.36 (1) Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari. Guru bersama siswa menentukan konsep-konsep yang relevan dari buku sumber sesuai dengan materi pembelajaran yaitu mengenai proses penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat diberbagai daerah. e. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun konsep-konsep tersebut di buku catatan. Guru bersama siswa mengurutkan konsep materi dari yang inklusif ke yang paling tidak inklusif beserta contohcontohnya. (2) Guru menutup pelajaran dan berpesan kepada siswa agar mengulangi materi tersebut dirumah. g. Guru mengarahkan siswa membaca buku sumber. f. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 23 April 2008 Pada pertemuan kedua ini tindakan yang dilaksanakan guru adalah : a. c. Guru membuka pelajaran dengan pendahuluan dan memotovasi siswa agar siap mengikuti proses belajar mengajar. . d. Guru memberikan pendalaman materi melalui penjelasan materi dengan peta konsep yang telah dirancang guru sebelumnya.

dan proses penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat di berbagai daerah. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas. Guru menginformasikan kepada siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan test atau ulangan harian tentang materi yang telah disampaikan. untuk mengukur keberhasilan tindakan yang dilakukan. Guru menutup pelajaran dan berpesan kepada siswa agar mengulangi materi pelajaran dirumah. Indikator Kinerja Tindakan Pada SMP Negeri 2 Ledo. siswa dikatakan tuntas belajar jika memperoleh nilai ulangan harian 65. l. perdebatan di sekitar proklamasi. maka ditetapkan indikator kinerjanya sebagai berikut : 1) Adanya kesesuaian antara urutan penyajian materi. j. k. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 25 april 2008 Pada pertemuan ketiga ini dilaksanakan tes atau ulangan harian hasil belajar siswa pada materi kronologi proklamasi kemerdekaan indonesia. i. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti dan kurang jelas. Guru memberikan penguatan berupa pujian bagi siswa yang telah selesai membuat peta konsep.37 h. alokasi waktu dan . c.

Siswa yang membuat peta konsep akan tetapi belum sempurna. (b) Siswa yang menyatakan ide-ide/mau bertanya dalam kegiatan belajar mengajar (c) Siswa yang dapat membuat peta konsep dari materi yang dijelaskan. (b) Siswa yang mau menjawab jika di tunjuk oleh guru. (2) (a) Aktif dengan keteria sebagai berikut : Siswa yang mau bertanya jika ditunjuk oleh guru. 2) Adanya perubahan yang terlihat dari sikap dan perilaku siswa terutama pemahaman siswa dalam proses pembelajaran.38 strategi yang telah direncanakan dengan pelaksanaan pada saat pembelajaran berlangsung. (c) (3) Cukup aktif dengan kreteria sebagai berikut : . 3) Keberhasil an meningkatan pemahaman siswa dengan menggunakan peta konsep dapat dilihat dari kemampuan siswa yaitu : a) Sekurang-kurangnya 75% siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan peta konsep di kelas dengan indikator-indikator sebagai berikut : (1) Sangat aktif dengan kriteria sebagai berikut : (a) Siswa bisa menjawab pertanyaan guru.

39 (a) Siswa yang tetap ikut dalam proses belajar mengajar. Hal-hal yang diamati dengan cara melakukan observasi adalah sebagai berikut: 1) Observasi Terhadap Siswa a) Peneliti dan guru terlebih dahulu menetapkan cara melakukan observasi. b) Hal-hal yang disepakati untuk diobservasi adalah sebagai berikut : (1) guru. (Persentase siswa ditetapkan indikator yang sangat aktif dan aktif. (2) (3) Keberanian siswa dalam membuat pertanyaan. (c) Siswa yang tidak memperhatikan materi Siswa yang tidak dapat membuat peta yang dijelaskan oleh guru. (d) konsep. Observasi ini dilakukan di dalam kelas. Keaktifan siswa yang bisa menjawab pertanyaan . (b) Siswa yang menjawab jika dipaksa oleh guru (4) Tidak aktif dengan kriteria sebagai berikut : (a) Siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan. (b) Siswa yang tidak bertanya kepada guru. Observasi Pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan kelas dilakukan oleh peneliti. Siswa yang memperhatikan penjelasan oleh guru. d. b) Sekurang-kurangnya 65% siswa mendapat nilai ulangan 65.

(2) kan pendahuluan. (5) Kemampu an guru dalam menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep. (3) Melaksana Menyampa ikan materi pelajaran secara sistematis (4) Menyampa ikan penjelasan materi dengan menggunakan model peta konsep. dan motivasi. . 2) Observasi Terhadap Guru Aspek/komponen yang diamati: (1) Melakukan persiapan perangkat sebelum pembelajaran dimulai. (8) Guru Memberik Memberik membimbing siswa dalam membuat peta konsep dari materi yang dipelajari. (6) an kesempatan kepada siswa untuk bertanya.40 (4) Keaktifan siswa dalam membuat peta konsep. (7) an penguatan kepada siswa. apersepsi.

yang bertanya kepada guru tentang materi yang sedang dipelajari sebanyak 1 siswa pada pertemuan pertama. Dari hasil diskusi diperoleh informasi sebagai berikut : 1) Memberik Dari 29 siswa. e. 3) Terdapat 2 orang siswa yang tidak memperhatikan dengan serius penjelasan guru pada pertemuan pertama dan 1 siswa pada pertemuan kedua. Selanjutnya peneliti dan guru mendiskusikan temuan-temuan tersebut sebagai refleksi. Pada pertemuan pertama sebanyak 1 siswa. dan 5 siswa pada pertemuan kedua. pertemuan kedua 4 siswa. Hasil Observasi dan Refleksi Dalam kegiatan observasi. 2) Dari 29 siswa. terdapat siswa yang bisa menjawab pertanyaan dari guru. 4) Siswa yang dapat membuat peta konsep sesuai peta konsep yang telah .41 (9) Kemampu an siswa dalam membuat peta konsep. (10) an soal test. baik peneliti maupun guru mata pelajaran mencatat temuan-temuan yang berkaitan dengan pelaksanaan strategi dan metode pembelajaran tersebut.

42

dirancang guru bersama peneliti sebanyak 3 siswa pada pertemuan I dan 10 pada pertemuan II.
5)

Guru

kurang memberikan penguatan pada siswa berupa pujian atau yang lainnya, sehingga siswa kurang termotivasi dan kurang percaya diri mengeluarkan pendapat
6)

Pemahama

n siswa dilihat dari nilai test atau ulangan harian pada siklus 1 menunjukkan kemajuan yang cukup berarti, tetapi belum begitu memuaskan. Hal ini terlihat dari hasil yang diperoleh yaitu :
(a)

Terdapat

21

siswa atau 72,41 % siswa mendapat nilai ≥ 65
(b)

Ada 8 siswa atau

27,59 % siswa mendapat nilai < 65
(c)

Nilai

rata-rata

test atau ulangan harian 67, 48.
7)

Dari hasil

pengamatan terhadap tindakan yang dilakukan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan peta konsep spada siklus 1 dengan prosentase rata-rata sebagai berikut :
1) Siswa yang tergolong sangat aktif sebesar 6,90 % 2) Siswa yang tergolong aktif sebesar 51,73% 3) Siswa yang tergolong cukup aktif sebesar 13,80% 4) Siswa yang kurang aktif sebesar 20,69%

43

5) Sedangkan sisanya sebesar 6,90% merupakan tindakan

yang dilakukan siswa karena tidak hadir yaitu (sakit, izin, alfa)
8)

Dalam

siklus I ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa mencapai 72, 41%. Hal ini telah tercapai indikator hasil belajarnya. Akan tetapi persentase keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan peta konsep adalah 58,63% (pada lampiran VII). Berdasarkan data yang diperoleh dari siklus I, guru dan peneliti merasa belum puas dengan hasil yang diperoleh. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan kelas ke siklus berikutnya agar siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dentgan menggunakan peta konsep. f. Rencana Tindakan Selanjutnya Berdasarkan hasil diskusi, peneliti dan guru merevisi skenario pembelajaran untuk siklus berikutnya dengan harapan pada akhir siklus berikutnya dapat memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan untuk merencanakan tindakan berikutnya, yang meliputi :
a)

Memperba

iki proses pembelajaran dengan cara mengaktifkan siswa agar lebih aktif dengan cara tanya jawab berdasarkan peta konsep yang telah dibuat dan maju ke depan kelas menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep.

44

b)

Memberik

an bimbingan pada siswa dalam membuat peta konsep yang mengalami kesulitan.
c)

Memberik

an motivasi kepada siswa agar lebih percaya diri dalam menjawab dan bertanya pada guru. d) Memberik

an bimbingan dan perhatian pada siswa yang memiliki kemampuan rendah.

Siklus II a.
1)

Rencana Tindakan Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus

ke II ini dilakukan perbaikan berdasarkan refleksi pada siklus pertama. 2) Menyusun rencana pembelajaran meliputi

scenario dan alokasi waktu.
3)

Memperbaiki strategi pembelajaran dengan

menekankan pada teknik penerapan model pembelajaran peta konsep, yaitu pada siklus II ini siswa harus lebih serius dalam memperhatikan penjelasan guru. b. Skenario Tindakan

sikap antusias dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa.45 Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2008 Rencana pembelajaran yang telah disiapkan oleh guru merupakan hasil revisi. Setelah pembahasan yang dilakukan oleh guru dan peneliti. (2) Motivasi: Guru berusaha untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Adapun langkahlangkah pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut: 1) Guru melakukan proses pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dengan menggunakan peta konsep. hanya pada siklus ini ada perbaikan pada kinerja guru dalam meningkatkan keaktifan siswa. pada siklus II secara umum tindakan yang ditetapkan hampir sama dengan siklus I. . 2) Guru menyiapkan materi pembelajaran dengan urutan sebagai berikut : a) Melakukan pendahuluan yang bertujuan untuk memotivasi dan menyiapkan siswa dalam menerima pelajaran yang meliputi kegiatan : (1) Apersepsi: Guru mengawali materi pelajaran dengan mengingatkan kembali materi yang lalu. agar siswa lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru.

. 3) Menyajikan materi pokok bahasan dengan langkah- langkah sebagai berikut : a) Penyajian materi secara berurutan berdasarkan rencana pembelajaran yang disusun dengan menerapkan model pengajaran peta konsep. Selanjutnya pertanyaan dikaitkan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. b) Guru menjelaskan secara singkat mengenai perdebatan di sekitar proklamasi dengan menerapkan model pengajaran peta konsep. c) Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti atau kurang jelas. Dan mengajukan pertanyaan yang diarahkan pada jawaban yang sesuai dengan pemahaman siswa terhadap materi yang dijelaskan.46 (3) Menyampaikan tujuan pelajaran: guru menjelaskan indikator keberhasilan pembelajaran yang harus dicapai siswa setelah mempelajari pokok bahasan materi. d) Guru memberikan penjelasan tentang apa yang ditanyakan siswa.

f) Siswa secara aktif melakukan Tanya jawab sesama teman sekelas sesuai dengan yang diperintahkan oleh guru. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2008 Pada pertemuan kedua ini tindakan yang dilakukan guru adalah: 1) Guru membuka pelajaran dengan pendahuluan dan memotivasi siswa agar siap mengikuti proses belajar mengajar. g) Guru memberikan penguatan kepada siswa yang mengeluarkan pendapat dalam melakukan Tanya jawab. 4) a) Penutup pelajaran. langkah-langkah meliputi : Guru menyimpulkan materi yang telah dibahas. .47 e) Siswa diminta untuk mengadakan Tanya jawab dari peta konsep yang belum dipahami. b) Guru menutup pelajaran dan berpesan kepada siswa agar mengulangi materi pelajaran tersebut dirumah dan menginformasikan pada siswa materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

5) Guru meminta siswa untuk maju ke depan menjelaskan materi yang sedang dipelajari sesuai peta konsep yang telah di buat oleh masing-masing siswa pada pertemuan sebelumnya. 4) Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti atau masih kurang jelas. guru untuk mendengarkan pendapat siswa tentang memimpin pemahaman mereka terhadap materi pelajaran yang dijelaskan oleh teman sekelasnya.48 2) Guru menanyakan kembali tentang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. 7) Guru memberi penguatan berupa pujian kepada siswa yang berani mengeluarkan pendapat. Guru menginformasikan pada siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan test atau ulangan harian tentang materi yang telah disampaikan. 8) 9) Guru menyimpulkan materi yang telah dibahas. 6) Setelah siswa selesai menjelaskan materi di depan. 10) Guru menutup pelajaran. 3) Guru melanjutkan penjelasan materi mengenai proses penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat diberbagai daerah dengan menerapkan model pengajaran peta konsep. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2008 .

2) Adanya peningkatan perubahan dari sikap siswa terhadap aktifitas dan pemahaman dalam proses pembelajaran dengan menggunakan peta konsep.49 Pada pertemuan ketiga ini dilaksanakan tes atau ulangan harian hasil belajar siswa pada materi kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia. Indikator Kerja Tindakan Untuk mengukur keberhasilan tindakan yang dilakukan. c. . maka ditetapkan indikator kinerjanya sebagai berikut : 1) Adanya antara langkah-langkah pembelajaran dengan kesesuaian menggunakan peta konsep yang direncanakan dengan pelaksanaan. 3) Keberhasil an meningkatan pemahaman siswa dengan menggunakan model pembelajaran peta konsep dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal test yaitu : a) Sekurang-kurangnya 75% siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan peta konsep di kelas dengan indikator-indikator sebagai berikut : (1) Sangat aktif dengan kriteria sebagai berikut : (a) Siswa bisa menjawab pertanyaan guru. perdebatan di sekitar proklamasi. dan proses penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat di berbagai daerah.

(Persentase siswa ditetapkan indikator yang sangat aktif dan aktif) b) Sekurang-kurangnya 65% siswa mendapat nilai ulangan 65. Observasi Pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan kelas dilakukan oleh peneliti dengan cara melakukan observasi adalah sebagai berikut: 1) Observasi Terhadap Siswa . (b) Siswa yang menjawab jika dipaksa oleh guru (4) Tidak aktif dengan kriteria sebagai berikut : (a) Siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan. (2) Aktif dengan keteria sebagai berikut : (a) Siswa yang mau bertanya jika ditunjuk oleh guru. (c) Siswa yang tidak memperhatikan materi yang dijelaskan oleh guru. (b) Siswa yang tidak bertanya kepada guru. d. Siswa yang mau menjawab jika di tunjuk oleh guru.50 (b) Siswa yang menyatakan ide-ide/mau bertanya dalam kegiatan belajar mengajar (c) Siswa yang dapat membuat peta konsep dari materi yang dijelaskan. (d) Siswa yang tidak dapat membuat peta konsep. Siswa yang membuat peta konsep akan tetapi belum sempurna. (b) (c) (3) Cukup aktif dengan kreteria sebagai berikut : (a) Siswa yang tetap ikut dalam proses belajar mengajar.

apersepsi. (3) Menyampaikan materi pelajaran secara sistematis (4) Menyampaikan penjelasan materi dengan menggunakan model peta konsep. b) Hal-hal yang disepakati untuk diobservasi adalah sebagai berikut : (1) (2) (3) (4) Keaktifan siswa yang bisa menjawab pertanyaan guru. (6) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. 2) Observasi Terhadap Guru Aspek/komponen yang diamati: (1) Melakukan persiapan perangkat sebelum pembelajaran (5) dimulai. (5) Kemampuan guru dalam menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep. Keberanian siswa dalam membuat pertanyaan. Keaktifan siswa dalam Tanya jawab dari peta konsep. Observasi ini dilakukan di dalam kelas. Siswa yang memperhatikan penjelasan oleh guru. (7) Memberikan penguatan kepada siswa. . Keberanian siswa maju ke depan kelas. (2) Melaksanakan pendahuluan.51 a) Peneliti dan guru mitra berkolaborasi terlebih dahulu menetapkan cara melakukan observasi. dan motivasi.

Selanjutnya peneliti dan guru mendiskusikan temuan-temuan tersebut sebagai refleksi.52 (8) Guru membimbing siswa dalam membuat peta konsep dari materi yang dipelajari. 2) Siswa tampak lebih bersemangat dan serius dalam mengikuti porses belajar mengajar berlangsung dan juga suasana belajar siswa menjadi lebih hidup. 3) Siswa lebih aktif untuk bertanya dan memberikan komentar jika merasa belum paham atau belum mengerti. . Dari hasil diskusi diperoleh informasi sebagai berikut : 1) Adanya Hasil Observasi dan kesesuaian waktu antara penyajian materi pelajaran dengan waktu yang tersedia dan proses pembelajaran yang dilaksanakan sudah sesuai dengan urutan pembelajaran yang direncanakan. Refleksi Dalam kegiatan observasi. (9) Kemampuan siswa dalam membuat peta konsep. baik peneliti maupun guru mata pelajaran mencatat temuan-temuan yang berkaitan dengan pelaksanaan strategi dan metode pembelajaran tersebut. e. (10)Memberikan soal test.

Hasilnya sebagai berikut : a) Terdapat 27 siswa atau 93. 7) Tingkat pemahaman siswa dalam menyerap materi pelajaran yang diberikan oleh guru mengalami peningkatan yang sangat berarti dibandingkan dengan siklus I.42 % b) Siswa yang tergolong aktif sebesar 67.90 % siswa yang mendapat nilai < 65 c) Nilai rata-rata tes atau ulangan harian siswa 73.24% . tidak terdapat lagi siswa yang hanya diam dan mengantuk.04 8) Dari hasil pengamatan terhadap tindakan yang dilakukan siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran peta konsep pada siklus 2 yaitu sebagai berikut : a) Siswa yang tergolong sangat aktif sebesar 22. 5) Dalam Tanya jawab tidak ada lagi siswa yang tidak berani mengeluarkan pendapat walaupun pendapat tersebut tidak sepenuhnya sempurna. hal ini terlihat dari hasil ulangan harian.10 % siswa mendapat nilai ≥ 65 b) Ada 2 siswa atau 6. 6) Siswa sangat antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar.53 4) Dalam proses pelaksanaan pembelajaran tidak terdapat lagi siswa yang pasif dan tidak percaya diri serta malu.

alfa) 9) Guru dan peneliti merasa puas dengan perubahan dan peningkatan yang dialami oleh siswa pada siklus II dan menyimpulkan bahwa indikator kinerja yang ditetapkan telah tercapai dengan baik.54 c) Siswa yang tergolong cukup aktif sebesar 8.73% merupakan tindakan yang dilakukan siswa karena tidak hadir yaitu (sakit. Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan pada siklus II ini. dengan nilai rata-rata ulangan harian dan ketuntasan belajar secara klasikal mencapai dan perubahan prosentase rata-rata keaktifan siswa dalam mengikuti/melaksanakan proses pembelajaran dengan model pembelajaran peta konsep sebesar 88.62% d) Siswa yang kurang aktif sebesar 0% e) Sedangkan sisanya sebesar 1. BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . Oleh karena itu penelitian tindakan kelas ini tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. izin.66% (lampiran VII). Dengan demikian peneliti dengan kesepakatan guru mitra untuk menghentikan penelitian tindakan kelas.

Nama Siswa Afra Nur Agung Gunawan Nilai Hasil Post Test Sebelum Siklus I Siklus II Tindakan 45 45 70 55 70 70 . Kemampuan Awal Siswa Kemampuan awal siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo sebelum dilakukan tindakan kelas yang berupa penerapan model pembelajaran peta konsep dapat diketahui dari pemahaman dan hasil belajarnya pada mata pelajaran IPS Terpadu. Kemampuan akhir siswa merupakan kemampuan siswa memahami materi pelajaran IPS Terpadu pada pokok bahasan Peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya Negara kesatuan Republik Indonesia. Kemampuan Akhir Siswa.1: Nilai Hasil Ulangan Harian/Test Mata Pelajaran IPS Terpadu Sebelum dan Setelah Melakukan Tindakan Kelas (Siklus I dan Siklus II) Tahun Ajaran 2007/2008 Kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo. 2. B. Dengan demikian secara klasikal ketuntasan belajar hanya mencapai 34.55 A.44. 52%. Pemahaman siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo setelah dilaksanakan tindakan kelas diperoleh hasil data nilai ulangan harian sebagai berikut : Tabel 3. No 1. Dari 29 orang siswa yang mendapat nilai < 65 berjumlah 19 orang siswa atau 65. Setelah melalui proses belajar mengajar dengan tindakan kelas berupa penerapan model pembelajaran dengan menggunakan peta konsep selama dua siklus dan kemudian dilaksanakan evaluasi/tes. Nilai terendah 25 dan nilai tertinggi 75. sedangkan yang mendapat nilai ≥ 65 berjumlah 10 orang siswa atau 34.48%. 48%. Hal ini dapat diketahui bahwa dari 29 orang siswa nilai rata-rata kelas 53.

19. 75 Diana Fitria Sari 55 Firdaus Antono 55 Heronimus N. 16. Rentang Nilai Pra PTK Siklus 1 Siklus 2 0-14 15-24 25-34 3 35-44 3 1 45-54 5 3 55-64 8 4 2 65-74 9 16 15 .2: Rekapitulasi Nilai Hasil Ulangan Harian Mata Pelajaran IPS Terpadu Setelah Melakukan Tindakan Kelas Tahun Ajaran 2007/2008 Kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo. 26. 40 Maria Sunarti 65 Masrue 55 Omadi Pranto 30 Robertus 25 Rodias 60 Rudini 45 Seli Martika 65 Sri Lestari Wilujeng 65 Yutinus Arpain 40 Megi suparman 55 Ropianus 50 Dewi Purnamasari 65 Yolianto 35 Wawan 65 Anita Lestari 25 Jumlah Nilai 1550 Nilai Rata-rata 53. 23. 70 Buana Novita R.H. 2008 3. 28. 6. 10. 21`. 24. 5. 29. 27. 4. 70 75 80 65 70 70 75 70 70 65 75 65 75 65 55 45 65 60 60 70 65 70 55 65 45 70 40 1957 67.48 80 40 75 95 90 70 80 80 85 80 70 70 80 70 80 75 75 70 70 65 70 75 65 70 70 65 60 70 55 2118 73. 20.Y. 55 Jongnam 45 Kasyadi 50 Lili Santi 70 Margareta Sere D. 17.56 Ari Wibowo 70 Bagus Hanjagi R.04 95 55 Tabel 3. 22. 25. 11. 9. 7. 12. 13. 65 Iis Nuryani 55 Indri Niron M. 8. 18. 14. 15.44 Nilai Tertinggi 75 Nilai Terendah 25 Sumber: Data Hasil Penelitian Tindakan Kelas.

Siklus 2 meningkat menjadi 27 orang siswa atau 93. C. Dan siklus II dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. dengan menyusun skenario tindakan yang berupa: merencanakan pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang terbagi . Permasalahan umumnya adalah bagaimana upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan peta konsep. peneliti dan guru membuat rencana tindakan untuk setiap siklus yang bertujuan untuk memperbaiki strategi pembelajaran.10%. merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dan guru dengan menerapkan model pembelajaran peta konsep. Setiap siklus dilaksanakan dengan materi pelajaran yang sama. Pembahasan Penelitian tindakan kelas ini.41%.57 75-84 1 5 85-94 95-100 Jumlah 29 29 Sumber: Data Hasil Penelitian Tindakan Kelas. Dalam pelaksanaan tindakan kelas. 2008 9 2 1 29 Berdasarkan tabel 3. Penelitian ini dilaksanakan berangkat dari masalah kurangnya pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu. dilaksanakan di kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo mata pelajaran IPS Terpadu diajar oleh bapak Nobertus Sutardianto. dilaksanakan sebanyak 2 siklus yaitu siklus pertama terdiri dari 2 kali pertemuan. Penelitian ini. Hasil penelitian tindakan kelas ini.1 di atas menunjukkan bahwa siswa yang paham dan mengalami ketuntasan belajar atau yang mendapat nilai ≥ 65 pada siklus 1 terdapat 21 orang siswa atau 72.

dan observasi-refleksi-tindakan selanjutnya.58 menjadi : pendahuluan. kemudian tindakan kelas ini. Penelitian tindakan kelas ini juga sesuai dengan pola umum prosedur tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini sudah sesuai dengan prinsipprinsip penelitian tindakan kelas. Dengan adanya permasalahan itu. baik mengenai perkembangan aktifitas. penyajian materi sub pokok bahasan. dilaksanakan sampai permasalahan yang dirasakan dapat diatasi sesuai dengan indikator-indikator yang ditentukan. skenario tindakan. dan menutup pelajaran. Peneliti juga menetapkan indikator kinerja tindakan serta melakukan observasi. Dalam pembahasan ini akan dikemukakan tentang perkembangan kemajuan belajar siswa selama dilaksanakan tindakan (selama dua siklus). Pada siklus I pertemuan pertama setelah siswa mendengarkan penjelasan materi secara sistematis oleh guru siswa diminta membuat peta konsep dari pemahaman mereka tentang materi tadi. dimana tindakan dibagi menjadi beberapa siklus tindakan hasil pelaksanaan siklus terdahulu. Rencana tindakan yang dibuat atas kesepakatan bersama dengan guru dalam melakukan revisi terhadap rencana siklus berikutnya. pemahaman serta hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan model pembelajaran peta konsep. Pada pertemuan kedua siswa diminta membuat peta konsep sesuai materi . yaitu setiap siklus tindakan terdiri dari rencana tindakan. pelaksanaan tindakan. Dalam penelitian tindakan kelas ini tugas yang harus diselesaikan oleh siswa adalah siswa harus dapat memahami konsep pelajaran yang dilakukan kedalam model pembelajaran peta konsep.

90 22.69 6.1 berikut ini : Table 3. Begitu seterusnya pada siklus II hanya yang membedakan pada siklus kedua siswa tidak membuat peta konsep.3 dan gambar 3.24 13.66 Sumber: Hasil Penelitian Tindakan Kelas.90 1. Kategori Sikap tindakan Siswa * Kategori N Jumlah siswa yang Siklus Sangat Cukup Kurang Tidak o siswa tergolong Aktif Aktif Aktif Aktif Aktif mengikuti 1 2 1 2 29 29 6.73 67. . Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas pada mata pelajaran IPS Terpadu menunjukkan adanya perkembangan keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran dapat dilihat pada table 3. Sehingga dalam belajar terbentuk sikap aktifitas siswa dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi maupun dalam menjawab pertanyaan guru.62 20.3 :Presentase Rata-Rata Sikap Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran Dengan Menggunakan Peta konsep.42 51.80 8.73 58.63 88.59 yang dijelaskan pada pertemuan kedua. Pada siklus kedua siswa diminta untuk melakukan Tanya jawab dari peta konsep yang belum dipahami dan maju ke depan kelas untuk menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep yang telah dibuat pada pertemuan siklus pertama.

hal ini dapat dilihat pada table 3.3 menyatakan persentase rata-rata sikap tindakan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran peta konsep dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Dari table 3.1: Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran IPS Terpadu Setiap Siklus.4 berikut ini: . 66% pada siklus II. Pada siklus I dengan persentase rata-rata 58. 63% meningkat menjadi 88.60 70 60 50 40 30 20 10 0 S iklusI S iklusII S ng t Aktif a a Aktif C ukup K ng ura T k Aktif ida Gambar 3. Pada penelitian ini. Keaktifan siswa dalam pembelajaran dapat juga meningkatkan hasil belajar siswa. siswa yang tergolong sudah mengikuti proses pembelajaran dengan model pembelajaran peta konsep adalah ditetapkan hanya pada kategori sangat aktif dan aktif sedangkan cukup aktif dan kurang aktif tidak termasuk.

Pada siklus I nilai rata-rata ulangan harian siswa sebesar 67.2 berikut ini : Tabel 3. dapat dilihat seperti pada tabel 3.41% (21 orang) 93.10% (27 orang) 73.04 Sumber: Hasil Penelitian Tindakan Kelas Berdasarkan gambar 3.44 67. Sedangkan untuk ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada setiap siklus kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo pada penelitian tindakan kelas ini.41 % .4: Nilai Rata-Rata Ulangan Harian Pra Siklus I dan II.90% (2 orang) Sumber: Hasil Penelitian Tindakan Kelas Dari tabel 3. No 1 2 3 Siklus Pra siklus I II Jumlah Siswa 29 orang 29 orang 29 orang Jumlah Nilai 1550 1957 2118 Rata – Rata Nilai 53.10 % 53.48% 72.59% (8 orang) 3 II 29 6.48 meningkat menjadi 73.04 93.52% 27.48 34.04 pada siklus II.5 menunjukkan adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar siswa dan jumlah siswa yang tuntas belajar secara klasikal dalam 34.5: Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Pada Setiap Siklus Nilai Jumlah Rata-Rata Ketuntasan No Siklus Siswa Kelas Belajar Tidak tuntas Tuntas 1 2 Pra Siklus I 29 29 65.4 menunjukkan bahwa nilai rata-rata ulangan harian siswa kelas VIII B mengalami peningkatan yang sangat berarti dalam setiap siklus.44 67.61 Tabel 3.5 dan gambar 3.48% 72.48 73.

10%.2 Ketuntasan Belajar Siswa Keterangan nilai ulangan harian siswa : Pra siklus: Siklus 1 Siklus 2 : : 10/29 x 100 = 34.41% kemudian meningkat lagi pada siklus 2 menjadi 93.2 menunjukkan bahwa sebelum diberikan tindakan (pra siklus) siswa yang mencapai ketuntasan balajar atau mendapat nilai ≥ 65 hanya mencapai 34. Setelah diberi tindakan maka ketuntasan belajar siswa meningkat yaitu pada siklus 1 mencapai 72. 48%. 41 % 27/29 x 100 = 93.2 berikut ini : 100 80 60 40 20 0 P A S LUS R IK S LUSI IK S LUSII IK T AKT ID UNT AS T UNT AS Gambar 3. Dari hasil observasi dan refleksi pada siklus I dengan 2 kali pertemuan diperoleh indikator yang ditetapkan belum tercapai. maka ditampilkan gambar 3. guru belum menerapkan model pembelajaran peta konsep dengan yang .48 % 21/29 x 100 = 72. Selain itu. yaitu keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran peta konsep. 10 % Berdasarkan Gambar 3.62 setiap siklus dari 41 siswa untuk lebih jelasnya.

penelitian tindakan kelas ini dilanjutkan dengan siklus II.10% lebih besar dari nilai ketuntasan yang ditetapkan yaitu 65%. dan setiap siklus tindakan terdiri dari rencana/strategi pembelajaran-skenario tindakan-pelaksanaan tindakan dan observasi-refleksi-tindakan selanjutnya. Dari hasil observasi pada siklus II ternyata mencapai hasil yang lebih baik dari siklus I. Dengan demikian model pembelajaran peta konsep perlu untuk dikembangkan . dimana tindakan dibagi menjadi beberapa siklus tindakan. Penelitian tindakan kelas ini juga sesuai dengan pola umum prosedur tindakan kelas. Dimana setiap pertemuan diadakan Tanya jawab pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua siswa diminta maju ke depan untuk menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep yang di buat pada pertemuan siklus pertama. 66 % > persentase yang ditetapkan yaitu 75 %. Hal ini dapat dilihat dari tidak aktifnya siswa dalam menjawab pertanyaan guru. Pada siklus 2 merupakan langkah belajar mengajar di atas ternyata ada peningkatan pemahaman siswa dengan model pembelajaran peta konsep. Dalam proses pembelajaran siswa masih banyak yang pasif.63 diharapkan. Pelaksanaan siklus II dilakukan dengan 2 kali pertemuan dengan model pembelajaran peta konsep. bertanya kepada guru. yaitu persentase rata-rata siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran peta konsep sangat aktif yaitu 88. Oleh karena itu. dan hasil ulangan siswa juga meningkat yaitu 93. dan membuat peta konsep.

ditinjau dari pelaksanaan tahaptahap pembelajaran dengan mengguanakan peta konsep. Dalam hal ini termasuk juga kemampuan menarik kesimpulan dan membagi pengalaman belajar kepada siswa. menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran peta konsep dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo. . meningkatkan pemahaman siswa. Berdasarkan tabel 3. model pembelajaran peta konsep sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. dan kemudian didiskusikan. Dari satu tindakan ke tindakan berikutnya. peta konsep sebagai metode pembelajaran bagi siswa adalah mengarahkan siswa pada belajar bermakna. kecenderungan tersebut pada akhirnya dapat diperbaiki pada pelaksanaan tindakan di bagian akhir. guru di kelas seolah-olah kurang memberikan kepercayaan kapada siswa yang menurut penilaiannya kurang berani tampil di depan kelas.6. Pembelajaran dengan menggunakan peta konsep ternyata dapat memberikan makna yang dalam bagi guru. Peningkatan kemampuan yang tergolong lamban adalah pada pelaksanaan tahap pelaksanaan di depan kelas. Meskipun demikian. Aspek kemampuan menjelaskan materi untuk mencapai tujuan pembelajaran dan menambah keaktifan siswa diperlihatkan ketika guru kelas mengawali proses pembelajaran. Setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas. Peningkatan kemampuan guru kelas yang menonjol adalah kemampuan menjelaskan materi untuk mencapai tujuan pembelajaran dan menambah keaktifan siswa.64 lebih lanjut karena pada prinsipnya.

41 % dengan nilai rata-rata 67. 65 % 65 72.6 : Daftar Indikator Kerja dan Hail Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di Kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo Tahun Pelajaran 2007/2008.04 .48 65 % 65 93. Berdasarkan hasil observasi terhadap guru dalam setiap pertemuan dapat dilihat bahwa dalam proses belajar mengajar guru telah melaksanakan langkah-langkah model pembelajaran peta konsep dengan baik.10 % 73. Dari guru memotivasi dan membimbing siswa dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan peta konsep.6 di atas.48.10 % dengan nilai rata-rata 73. Setelah dilakukan pemberian tindakan maka hasil yang dicapai siswa pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 72. Pada siklus II ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 93.65 Tabel 3.41 % 67.04. Siklus I Siklus II Indikator Tindakan Hasil yang Hasil yang Kerja Indikator Indikator dicapai dicapai Tuntas Nilai Rata-Rata Sumber: Data hasil penelitian Berdasarkan tabel 3. menunjukkan bahwa indikator ketuntasan belajar atau siswa yang mendapat nilai > 65 yang ingin dicapai pada siklus I sebesar 65 % dan siklus II sebesar 65 % dengan nilai rata-rata 65.

3. 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian. pengelolaan kelas. serta pengkondisian antar siswa.66 BAB IV PENUTUP A. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar siswa . Maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. penguasaan materi pelajaran. Dalam pembelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan peta konsep yang telah diterapkan oleh guru di kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi khususnya pada pokok bahasan Peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan Negara kesatuan Republik Indonesia. Selama penelitian tindakan kelas berlangsung ternyata berpengaruh proses terbentuknya terhadap guru dalam memperbaiki dan mengembangkan strategi belajar mengajar yang meliputi kesiapan guru dalam keterampilan menjelaskan dengan menerapkan model pembelajaran dengan menggunakan peta konsep. selama berlangsungnya penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan selama dua siklus. atau antara siswa dengan guru. Pembelajaran dengan menerapkan peta konsep ternyata dapat meningkatkan aktifitas siswa dan pemahaman yang akhirnya mengarah pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo. membuat perangkat pembelajaran.

04. maka penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut : 1. Peta konsep merupakan salah satu bentuk media pembelajaran dalam proses belajar mengajar yang layak di kembangkan untuk mengatasi masalah aktifitas dan pemahaman siswa terhadap materi serta hasil belajar siswa. Dalam menerapkan pengajaran dengan menggunakan peta konsep diharapkan guru kreatif dalam mencari pendekatanpendekatan mengajar yang lebih baik dalam mengefisienkan proses belajar para siswa agar dapat meningkatkan pemahaman sehingga hasil belajar siswa dapat mencapai ketuntasan.48 dan pada siklus II hasil belajar siswa diketahui adalah 73. kemudian pada siklus I dengan penerapan pembelajaran peta konsep hasil belajar siswa diketahui adalah 67. guru hendaknya meningkatkan kemampuannya dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar dan kompetensi guru. . Dalam proses pembelajaran.67 sebelum dilakukan penelitian 53. kesanggupan dan kesediaan guru untuk melakukan perubahan-perubahan dalam pola suatu kerangka konseptual yang baku. B. perlu didukung oleh pandangan.44. Untuk keberhasilan pengembangan peta konsep. 2. Saran Dalam rangka memperbaiki pelaksanaan tindakan berikutnya serta meningkatkan aktifitas siswa dan pemahaman yang mengarah pada meningkatnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu.

5. Perlu adanya respon positif dari kepala sekolah dan wakil kepala bidang akademik agar penerapan pengajaran dengan sekolah menggunakan peta konsep dapat terus dikembangkan. sehingga pemahaman siswa terhadap materi dapat meningkat. . Bagi peneliti selanjutnya.68 3. Karena dukungan kepala sekolah merupakan faktor yang terkait langsung dengan kegiatan penelitian tindakan kelas. agar dapat mengimplementasikan pembelajaran IPS Terpadu sesuai kurikulum KTSP. Penggunaan Peta konsep harus disesuaikan dengan kompetensi dasar pelajaran. untuk itu guru harus lebih kreatif dalam penggunaan peta konsep dan harus sesuai dengan kompetensi dasarnya. 4.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Strategi Pembelajaran Aktif. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. dkk. Nana S. 2007. Tim Penulis FKIP. Kesan Penggunaan Peta Konsep Dan Pembelajaran Koperatif Terhadap Prestasi Pelajar Dalam Mata Pelajaran Sejarah Tingkatan Empat. Ilmu Pengetahuan Sosial. (1999). Dirjen Diktik PPGSD. dkk. 3937-IND Dahar. Klaten: PT Intan Pariwara . Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher. vol. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. (2007). Kasihani Kasbolah. Sri Sudiartini. Ratna Willis. Jilid 1 Depdiknas.wikipedia. (di akses tanggal 1 Oktober 2007). Pelangi Pendidikan. Universiti Malaysia Sabah. dkk. (2007). Skripsi Pada FKIP UNTAN Pontianak. Penerapan Pembelajaran Dengan Model Peta Konsep Pada Pokok Bahasan Himpunan Di Kelas 1 SLTP.No. Teori-Teori Belajar. Trianto (2007).org/wiki/Concept_map.69 DAFTAR PUSTAKA Abdulah Kodir. Ilmu Pengetahuan Sosial. Yogyakarta: CTSD http://en. Susilo. (2001). (2007). (2006). Penggunaan Model Pembelajaran Peta Konsep Dalam Mata Pelajaran IPS Ekonomi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Kelas VIII D SMP Negeri 5 Pontianak. Wahjudi Djaja. Skripsi FKIP UNTAN Pontianak. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Keguruan Dan Ilmu pendidikan : Pontianak. Balai Pustaka (1995). Penelitian Tindakan Kelas (Class Room Action Research).1:14 Depdikbud. IBRD : LOAN – IND Mohan Rathakrishnan. (1998). Dirjen Dikti Proyek Pembangunan Guru Sekolah Menengah (Secondary School Theacher Development Projec) IBRD LOAN Nomor.4. Bandung: Grafindo Media Pratama. (1989). Penelitian Tindakan Kelas. (2003). Jakarta : Erlangga Hisyam Zaini. (2007).

Keterangan SIKLUS I 1. 2.70 Lampiran 1 PELAKSANAAN SIKLUS I DAN SIKLUS II No. 2. Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua 13 Mei 2008 14 Mei 2008 22 April 2008 23 April 2008 Tanggal Pelaksanaan LAMPIRAN II . Pertemuan Pertama Pertemuan Kedua SIKLUS II 1.

3. 3 10 15 19 7. Siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan. 2 1 - - 6. 7 3 - - Observer Santi Wirabuana Lampiran III . Siswa yang bertanya kepada guru tentang materi yang sedang dipelajari Siswa yang tidak bertanya kepada guru tentang materi yang sedang dipelajari Siswa yang tidak memperhatikan dengan serius penjelasan guru Siswa yang dapat membuat peta konsep sesuai peta konsep yang telah dirancang guru bersama peneliti.71 HASIL OBSERVASI SISWA Satuan Pendidikan : SMP NEGERI 2 LEDO Kelas / Semester Mata Pelajaran : VIII B / GENAP : IPS TERPADU Siklus 1 No. 4. Hal-hal yang diamati Siswa yang bisa menjawab pertanyaan. Siswa yang tidak membuat peta konsep sesuai peta konsep yang telah dirancang guru bersama peneliti. 2. Pertemuan I 1 9 1 Siklus II Pertemuan Pertemuan Pertemuan II I II 3 5 3 7 3 6 10 9 1. 13 8 3 - 5.

apersepsi. Melaksanakan pendahuluan. Hal – hal yang diamati 1. 3. 5. dan motivasi Menyampaikan tujuan pembelajaran Menyampaikan materi secara sistematis Menyampaikan penjelasan materi dengan menggunakan model peta konsep Kemampuan guru dalam menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep. 7 8. 10 11. 6. Memberikan kesempatan kepada siswa unutk bertanya Memberikan penguatan kepada siswa Guru membimbing siswa dalam membuat peta konsep dari materi yang dipelajari. Kemampuan siswa dalam membuat peta konsep. 4. Memberikan soal test Observer Santi Wirabuana . Mempersiapkan perangkat pembelajaran 2. 9.72 HASIL OBSERVASI GURU Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Ledo Kelas/Semester Mata Pelajaran Siklus/Pertemuan : VIII B / Genap : IPS Terpadu : I/I Ya Tidak            Keterangan No.

7 8. 10 11. dan motivasi Menyampaikan tujuan pembelajaran Menyampaikan materi secara sistematis Menyampaikan penjelasan materi dengan menggunakan model peta konsep Kemampuan guru dalam menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep. 3.73 Lampiran IV HASIL OBSERVASI GURU Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Ledo Kelas/Semester Mata Pelajaran Siklus/Pertemuan : VIII B / Genap : IPS Terpadu : I/II Ya Tidak            Keterangan No. Kemampuan siswa dalam membuat peta konsep. Melaksanakan pendahuluan. apersepsi. Memberikan soal test Observer . 4. 5. 6. 9. Memberikan kesempatan kepada siswa unutk bertanya Memberikan penguatan kepada siswa Guru membimbing siswa dalam membuat peta konsep dari materi yang dipelajari. Hal – hal yang diamati 1. Mempersiapkan perangkat pembelajaran 2.

Memberikan soal test . Kemampuan siswa dalam membuat peta konsep. Memberikan kesempatan kepada siswa unutk bertanya Memberikan penguatan kepada siswa Guru membimbing siswa dalam membuat peta konsep dari materi yang dipelajari. 3. 7 8. Hal – hal yang diamati 1. dan motivasi Menyampaikan tujuan pembelajaran Menyampaikan materi secara sistematis Menyampaikan penjelasan materi dengan menggunakan model peta konsep Kemampuan guru dalam menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep. 6. 9.74 Santi Wirabuana Lampiran V HASIL OBSERVASI GURU Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Ledo Kelas/Semester Mata Pelajaran Siklus/Pertemuan : VIII B / Genap : IPS Terpadu : II/I Ya Tidak            Keterangan No. 5. apersepsi. 4. 10 11. Mempersiapkan perangkat pembelajaran 2. Melaksanakan pendahuluan.

9. dan motivasi Menyampaikan tujuan pembelajaran Menyampaikan materi secara sistematis Menyampaikan penjelasan materi dengan menggunakan model peta konsep Kemampuan guru dalam menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep. Hal – hal yang diamati 1. 4.75 Observer Santi Wirabuana Lampiran VI HASIL OBSERVASI GURU Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Ledo Kelas/Semester Mata Pelajaran Siklus/Pertemuan : VIII B / Genap : IPS Terpadu : II/II Ya Tidak           Keterangan No. 7 8. 10 Melaksanakan pendahuluan. 5. Memberikan kesempatan kepada siswa unutk bertanya Memberikan penguatan kepada siswa Guru membimbing siswa dalam membuat peta konsep dari materi yang dipelajari. 6. apersepsi. Kemampuan siswa dalam membuat peta . Mempersiapkan perangkat pembelajaran 2. 3.

Memberikan soal test  Observer Santi Wirabuana Lampiran VII Data Aktivitas Belajar Siswa Dalam Proses Pembelajaran Dengan Menggunakan Peta Konsep Kelas VIII B SMP Negeri 2 Ledo Siklus No. Pertemuan ke Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Afra Nur Agung Gunawan Ari Wibowo Bagus Hanjagi R. Buana Novita R. konsep. Iis Nuryani KA A CA SA A A A CA KA A A A SA SA A A A KA A A SA SA SA s A A CA A A SA SA SA A A SA A 1 I 2 1 II 2 .76 11. Diana Fitria Sari Firdaus Antono Heronimus N.

Maria Sunarti Masrue Omadi Pranto Robertus Rodias Rudini Seli Martika Sri Lestari wilujeng Yutinus Arpain Megi Suparman Ropianus Dewi Purnamasari Yolianto Wawan Anita Lestari A KA A A KA CA A KA KA A KA CA CA A A A CA a A KA A CA A SA s A A A CA A A i A KA A A A KA A s A A A SA CA A A CA A A A CA SA A A A SA A A CA A A A SA A A A A A A A A SA A A A SA A A A .Y Jongnam Kasyadi Lili Santi Margareta Sere D.77 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Indri Niron M.

24 % 8.(%) Rata² kurang aktif an (%) Rata² sangat aktif (%) Rata² aktif (%) Rata² cukup aktif siklus (%) Rata² kurang aktif (%) Kate.45 % 41.63 % Keterangan : Data sesuai dengan indikator-indikator yang telah disebutkan.24 % - 24.42 % 67.69 % 58.73 % 13.62 % 17. SA = Sangat Aktif A = Aktif CA = Cukup Aktif KA= Kurang Aktif s = Sakit i = Ijin a = Alfa .14 % 75.03 % 10.38 % 20.07 % 6.69 % 31.90 % 10.69 % 22.78 Tiap Per- Rata² sangat aktif (%) Rata² aktif (%) Rata² cukup aktif temu.Persentase Rata² gori (Sangat aktif+aktif) Tiap 3.34 % 20.62 % 88.80 % 20.86 % - 6.34 % 62.90 % 51.66 % 58.

Sebelum penyebaran berita proklamasi kemerdekaan 3 Indonesia. ada 3 peristiwa persiapan proklamasi. SOAL SKOR 1. Tuliskan 2. 4. secara singkat 3 peristiwa persiapan 3 1 3 proklamasi tersebut! Tuliskan 3 perubahan yang dilakukan pada teks otentik proklamasi! Apakah makna proklamasi bagi bangsa Indonesia? Bagaimana berita tentang proklamasi itu bisa disebarluaskan kronologinya? Jumlah 10 keberbagai daerah? Jelaskan Lampiran IX .79 Lampiran VIII SOAL ULANGAN (TEST) NO. 3.

80 DOKUMENTASI KEGIATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP .

81 .

82 Lampiran X CONTOH SKEMA PEMBELAJARAN PETA KONSEP .

83 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Janji Kemerdekaan Peristiwa Rengasdengklok Muda Maeda Jalan Iman Bonjol No. 1 Jakarta. Ditulis di Tempat Perumusan Teks Kediaman Laksamana Proklamasi Janji jepang Mengenai Kemerdekaan Indonesia Silang Pendapat Antara golongan Tua dan Golongan Muda Oleh Menteri Koiso I Pada Tanggal 7 September 1994 .

.... ...... Silang Pendapat Antara golongan Tua dan Golongan Muda Oleh ............... 1 Jakarta.................... I Pada Tanggal ............. . Janji jepang Mengenai.... RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ...84 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Janji Kemerdekaan Ditulis di Tempat Kediaman Laksamana Muda Maeda Jalan Iman Bonjol No.......................

Perdebatan di sekitar Proklamasi. Menyusun kronologi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. siswa dapat : 1. :Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya Negara kesatuan Republik Indonesia. . : 2 x 45 menit (1x pertemuan) B.85 SIKLUS I SMP Mata Pelajaran Pertemuan Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : Negeri 2 Ledo : Ilmu Pengetahuan Sosial :1 : VIII B / Genap : Memahami usaha persiapan kemerdekaan. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran. Menjelaskan perdebatan di sekitar Proklamasi. Indikator : Menyusun kronologi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Materi Pembelajaran 1. Perdebatan di sekitar Proklamasi. Kronologi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 2. Alokasi Waktu A. 2.

Sumber Pembelajaran 1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.86 C. dan kerapian kelas 3. E. 4. Mengarahkan siswa membaca buku sumber 2. Apersepsi 4. Media Pembelajaran 1. Mengucapkan salam 2. PENDAHULUAN 1. Sumber lain yang relevan. Buku paket IPS kelas VIII penerbit Grafindo Media Pratama 2. 3. kebersihan. Memeriksa kehadiran siswa. Penyampaian TPK B. Langkah-langkah pembelajaran KEGIATAN A. Motivasi 5. Meminta siswa membuat peta konsep dari materi yang telah WAKTU 15 menit 65 menit . Chart Gambar: Teks Proklamasi. Menjelaskan materi tentang kronologi proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan perdebatan di Sekitar Proklamasi. 2. KEGIATAN INTI 1. D.

87 dipelajari. PENUTUP 1. Memberikan penguatan atau membuat kesimpulan bersamasama terhadap materi yang telah dipelajari. C. 131594007 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I SMP : Negeri 2 Ledo . 2008 Peneliti Guru Mata Pelajaran IPS Santi Wirabuana Mengetahuai Kepala Sekolah Nobertus Sutardianto Maftuh Hariyadi NIP. 10 menit Ledo.

88

Mata Pelajaran Pertemuan Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

: Ilmu Pengetahuan Sosial : II : VIII B / Genap : Memahami usaha persiapan kemerdekaan. :Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar

proklamasi dan proses terbentuknya Negara kesatuan Republik Indonesia. Indikator : Mendeskripsikan secara kronologis proses

penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat di berbagai daerah. Alokasi Waktu A. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, siswa dapat : 1. Menuliskan secara kronologis proses penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat di berbagai daerah : 2 x 45 menit (1x pertemuan)

B. Materi Pembelajaran 1. Proses Penyebaran Berita Proklamasi Dan Sikap Rakyat Di Berbagai Daerah. C. Media Pembelajaran

89

1. Chart 2. Gambar Bung Karno dan Bung Hatta. D. Sumber Pembelajaran 1. Buku paket IPS kelas VIII penerbit Grafindo Media Pratama 2. Sumber lain yang relevan. E. Langkah-langkah pembelajaran KEGIATAN A. PENDAHULUAN 1. Mengucapkan salam 2. Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan, dan kerapian kelas 3. Apersepsi 4. Motivasi 5. Penyampaian TPK B. KEGIATAN INTI 1. Mengarahkan siswa membaca buku sumber 2. Menjelaskan materi tentang proses penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat di berbagai daerah 3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. 4. Meminta siswa membuat peta konsep dari materi yang telah dipelajari WAKTU 15 menit

65 menit

90

C. PENUTUP 1. Memberikan penguatan atau membuat kesimpulan bersama- 10 menit sama terhadap materi yang telah dipelajari.

Ledo, 2008 Peneliti Guru Mata Pelajaran IPS

Santi Wirabuana

Nobertus Sutardianto

Mengetahuai Kepala Sekolah

Maftuh Hariyadi NIP. 13159400 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II SMP Mata Pelajaran : Negeri 2 Ledo : Ilmu Pengetahuan Sosial

Perdebatan di sekitar Proklamasi. F.91 Pertemuan Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar :1 : VIII B / Genap : Memahami usaha persiapan kemerdekaan. Menyusun kronologi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Materi Pembelajaran 1. siswa dapat : 1. Indikator : Menyusun kronologi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran. Menjelaskan perdebatan di sekitar Proklamasi. 2. Kronologi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Alokasi Waktu D. Media Pembelajaran 1. Perdebatan di sekitar Proklamasi. 2. Chart Puzzle . : 2 x 45 menit (1x pertemuan) E. 2. :Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya Negara kesatuan Republik Indonesia.

Langkah-langkah pembelajaran KEGIATAN A. E. 2. Sumber Pembelajaran 1. PENDAHULUAN 1. D. 3. Apersepsi 4. Meminta siswa membuat peta konsep dari materi yang telah WAKTU 15 menit 65 menit . Motivasi 5. Sumber lain yang relevan. Mengingatkan kembali kepada siswa mengenai materi tentang kronologi proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan perdebatan di Sekitar Proklamasi. Penyampaian TPK B. 4. Gambar: Teks Proklamasi. Buku paket IPS kelas VIII penerbit Grafindo Media Pratama 2. dan kerapian kelas 3.92 3. Meminta siswa untuk menyusun puzzle di papan tulis. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. kebersihan. Mengucapkan salam 2. Memeriksa kehadiran siswa. KEGIATAN INTI 1.

C. PENUTUP 1.10 menit sama terhadap materi yang telah dipelajari. 2008 Peneliti Guru Mata Pelajaran IPS Santi Wirabuana Nobertus Sutardianto Mengetahuai Kepala Sekolah Maftuh Hariyadi NIP.93 dipelajari. Ledo. 131594007 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II SMP Mata Pelajaran Pertemuan : Negeri 2 Ledo : Ilmu Pengetahuan Sosial : II . Memberikan penguatan atau membuat kesimpulan bersama.

Chart 2. Media Pembelajaran 1.94 Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : VIII B / Genap : Memahami usaha persiapan kemerdekaan. Alokasi Waktu B. . Gambar Bung Karno dan Bung Hatta. Puzzle 2. Menuliskan secara kronologis proses penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat di berbagai daerah : 2 x 45 menit (1x pertemuan) B. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran. :Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya Negara kesatuan Republik Indonesia. Indikator : Mendeskripsikan secara kronologis proses penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat di berbagai daerah. siswa dapat : 1. Proses Penyebaran Berita Proklamasi Dan Sikap Rakyat Di Berbagai Daerah. C. Materi Pembelajaran 1.

E. PENUTUP WAKTU 15 menit 65 menit . kebersihan. Mengucapkan salam 2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Langkah-langkah pembelajaran KEGIATAN A. Meminta siswa membuat peta konsep dari materi yang telah dipelajari C. Sumber Pembelajaran 1. Memeriksa kehadiran siswa. dan kerapian kelas 3. Penyampaian TPK B. 4.95 D. KEGIATAN INTI 1. Sumber lain yang relevan. Apersepsi 4 Motivasi 5. Buku paket IPS kelas VIII penerbit Grafindo Media Pratama 2. PENDAHULUAN 1. Mengingatkan kembali kepada siswa mengenai materi tentang proses penyebaran berita proklamasi dan sikap rakyat di berbagai daerah 3.

Memberikan penguatan atau membuat kesimpulan bersama. 131594007 .10 menit sama terhadap materi yang telah dipelajari. Ledo.96 1. 2008 Peneliti Guru Mata Pelajaran IPS Santi Wirabuana Mengetahuai Kepala Sekolah Nobertus Sutardianto Maftuh Hariyadi NIP.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->