P. 1
RESPIRASI

RESPIRASI

|Views: 605|Likes:

More info:

Published by: Andriessa Prameswara on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

RESPIRASI, FERMENTASI dan FOTOSINTESIS I.

Pengantar Secara etimologis yang dimaksud dengan energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Sumber energi di muka bumi bermacam-macam, namun yang paling utama adalah energi matahari. Energi matahari tidak bisa dimanfaatkan langsung oleh organisme hidup, sehingga harus dikonversi terlebih dahulu menjadi energi kimia berupa ATP. Konversi energi matahari menjadi ATP secara umum terjadi melalui tiga cara yang berbeda yaitu respirasi, fermentasi dan fotosintesis. II. Respirasi Respirasi adalah suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi (zat organik) melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untuk kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak dan pertumbuhan. Berdasarkan perbedaan akseptor elektron terakhir, proses katabolisme terbagi menjadi dua yaitu respirasi dan fermentasi. Respirasi sendiri terbagi lagi menjadi dua yaitu respirasi aerob dan anaerob. Respirasi aerob membutuhkan oksigen sebagai akseptor elektron terakhir, sedangkan respirasi anaerob membutuhkan molekul anorganik selain oksigen sebagai akseptor elektron elektron terakhir. Dan fermentasi membutuhkan senyawa organik sebagai akseptror elektron terakhir. A. Respirasi Aerobik Respirasi aerob terdapat 4 tahap utama yaitu glikolisis, siklus krebs, transpor elektron dan fosforilasi oksidatif (Gambar 1).

Gambar 1. Skema Respirasi Aerobik Secara Keseluruhan

1

1. Glikolisis Glikolisis merupakan serangkaian reaksi enzimatis yang menguraikan glukosa menjadi asam piruvat. Reaksi ini terdiri sepuluh langkah utama, diantaranya ada yang menghasilkan ATP pada fosforilasi tingkat substrat. Untuk 1 molekul glukosa, 2 ATP digunakan pada 3 tahap pertama dan 4 ATP dihasilkan pada 4 tahap terakhir. Hasil kotor glikolisis yaitu 2 molekul asam piruvat (3C), 2 ATP, 2 NADH dan 2 H2O. Glikolisis terjadi di sitosol/sitoplasma dan bisa dianggap proses anaerob karena belum menggunakan oksigen. Secara ringkas, glikolisis merupakan peristiwa fosforilasi glukosa oleh ATP, di mana penyusunan kembali struktur glukosa yang terfosforilasi, diikuti oleh fosforilasi kedua. Molekul glukosa (6C) akhirnya dipecah menjadi 2 senyawa 3 karbon berlainan yaitu Glyceraldehyde 3 phosphate (G3P atau PGAL) dan Dihydroxylacetone phosphate (DHAP). DHAP segera diubah menjadi PGAL oleh enzim isomerase. Reaksi oksidasi yang diikuti oleh fosforilasi dari fosfat anorganik menghasilkan 2 NADH dan 2 molekul difosfogliserat (BPG/PGA), masing-masing dengan 1 ikatan fosfat berenergi tinggi. Pelepasan ikatan berenergi tinggi dengan 2 ADP menghasilkan 2 ATP dan meninggalkan 2 molekul fosfogliserat (PGA). Pelepasan air menyebabkan 2 molekul fosfoenolpiruvat dengan ikatan fosfat berenergi tinggi. Pelepasan fosfat berenergi tinggi pada 2 ADP menghasilkan 2 ATP dan hasil akhir glikolisis yaitu 2 molekul asam piruvat (bukanya ADP menjadi ATP itu terjadi fosforilasi (pengikatan fosfat dan bukan pelepasan fosfat) . Enzim-enzim dalam proses glikolisis yaitu: ○ Heksokinase untuk fosforilasi glukosa oleh ATP sehingga menghasilkan fruktosa terfosforilasi (fruktosa 6 fosfat) ○ Fosfofruktokinase memfosforosforilasi fruktosa 6 fosfat oleh ATP sehingga menghasilkan Fruktosa 1,6 difosfat ○ Aldolase untuk memecah fruktosa 1,6 difosfat menjadi dihidroksilaseton fosfat dan gliseraldehida 3 fosfat ○ Isomerase untuk mengubah semua dihidroksilaseton fosfat menjadi gliseraldehida 3 fosfat glukosa 6

fosfat, Fosfoglukoisomerase untuk penyusunan molekul glukosa terfosforilasi menjadi

2

Enzim yang berperan adalah KoA dan piruvat dehirogenase yang berfungsi mereduksi piruvat sehingga melepaskan Co2 dan NADH serta berikatan dengan piruvat tereduksi (asetil) untuk dibawa ke mitokondria. Glikolosis Embden-Meyerhof pathway 3 . oksidasi untuk membentuk NADH sehingga menghasilkan 1. Dekarboksilasi oksidatif terjadi di dalam membran luar mitokondria.○ Gliseraldehida 3 fosfat dehidrogenase atau triosa fosfat dehidrogenase memfosforilasi Gliseraldehida 3 fosfat oleh fosfat anorganik dari sitosol.3 difosfogliserat ○ Fosfogliserokinase untuk pelepasan gugus fosfat untuk membentuk ATP sehingga menghasilkan 3 fosfogliserat ○ ○ ○ Fosfogliseromutase mengubah 3 fosfogliserat menjadi 2 fosfogliserat Enolase Menghasilkan air sehingga terbentuk fosfoenolpiruvat Piruvat kinase untuk pelepasan gugus fosfat untuk membentuk ATP sehingga hasil akhir berupa asam piruvat Dekarboksilasi oksidatif adalah tahap kedua dimana 2 molekul asam piruvat yang dihasilkan dari 1 molekul glukosa dirubah menjadi senyawa berkarbon 2 yaitu asetil KoA (asetil koenzim A) dengan melepaskan 2 CO2 dan 2 NADH. Gambar 2.

Gambar 3. Siklus ini dinamakan siklus Krebs karena ditemukan oleh Hans Krebs. Koenzim yang ikut dalam reaksi ini adalah Tiamin Pirofosfat (TPP). ATP dan CO2. Reaksi ini bersifat irreversible. dan ion Mg++ sebagai activator. dimana gugus asetil dari piruvat dioksidasi sehingga menghasilkan NADH. Asam sitrat dibentuk oleh asetil 4 .2. FADH. Siklus Krebs Siklus Krebs adalah tahap ketiga dengan 9 reaksi. Siklus Krebs Tahapan siklus Krebs meliputi: a. Pembentukan Asetil Koenzim A (Asetil KoA) Asetil KoA dibentuk pada reaksi antara asam piruvat dengan koenzim A. yaitu pada mitokondria yang berlangsung secara berurutan dan berulang. NAD+. H2O dan sejumlah energi. Siklus Krebs adalah serangkaian reaksi kimia dalam sel. b. dan asetil KoA yang terjadi merupakan penghubung antara proses glikolisis dengan siklus Krebs. Siklus Krebs bisa disebut juga siklus asam sitrat karena senyawa yang pertama kali terbentuk adalah asam sitrat. Pembentukan Asam Sitrat Asetil KoA adalah senyawa berenergi tinggi dan dapat berfungsi sebagai zat pemberi gugus asetil atau dapat ikut dalam reaksi kondensasi. di samping itu asam lemak juga dapat menghasilkan asetil KoA pada proses oksidasi. bertujuan mengubah asam piruvat menjadi CO2. Proses ini adalah proses oksidasi dengan menggunakan oksigen atau aerob. asam lipoat. Reaksi pembentukan asetil KoA menggunakan kompleks piruvatdehidrogenase sebagai katalis yang terdiri atas beberapa jenis enzim.

Dalam keadaan setimbang. c. Pembentukan asam α ketoglutarat Dalam reaksi ini asam isositrat diubah menjadi asam oksalosuksinat. dihasilkan 1 mol NADPH dan 1 mol CO2. Enzim yang bekerja pada reaksi ini ialah akonitase.KoA dengan asam oksaloasetat dengan cara kondensasi. terdapat 90% asam sitrat. dihasilkan pula CO2. Pembentukan Suksinil KoA Asam α ketoglutarat diubah menjadi suksinil KoA dengan jalan dekarboksilasi oksidatif. g. Reaksi berlangsung antara asam α ketoglutarat dengan koenzim A menghasilkan suksinil KoA dan melepaskan CO2. Enzim isositrat dehidrogenase bekerja pada reaksi berikutnya. Gugus fosfat yang terdapat pada molekul GTP segera dipindahkan kepada ADP. Untuk 1 mol asam isositrat yang diubah. Asam isositrat yang sedikit ini. juga NAD. Reaksi ini analog dengan reaksi pembentukan asetil KoA dari asam piruvat. Asam sitrat yang terbentuk merupakan salah satu senyawa dalam siklus Asam Sitrat (Krebs). Pada reaksi yang kedua ini di samping α ketoglutarat. dan 6% asam isositrat. sehingga dengan demikian siklus asam sitrat secara keseluruhan bersifat tidak reversible. Pembentukan asam Fumanat Dalam reaksi ini asam suksinat diubah menjadi asam fumanat melalui proses oksidasi dengan menggunakan enzim suksinat dehidrogenase dan FAD sebagai koenzim. Koenzim yang digunakan dalam reaksi selain NADP. 4% asam akonitat. Pembentukan Asam Suksinat Asam suksinat terbentuk dari suksinil KoA dengan cara melepaskan koenzim A serta pembentukan guanosin trifosfat (GTP) dan guanosin difosfat (GDP) enzim suksinil sintetase bekerja pada reaksi yang bersifat reversible ini. Suksinil KoA adalah senyawa berenergi tinggi dan akan diubah menjadi asam suksinat. NADH juga dihasilkan pada reaksi ini. akan segera diubah menjadi asam ketoglutarat sehingga keseimbangan akan bergeser ke kanan. Yang menonjol adalah bahwa reaski ini tidak reversible. e. 5 . Kemudian diubah lebih lanjut menjadi asam α ketoglutarat. Pembentukan Asam Isositrat Asam sitrat kemudian diubah menjadi asam isositrat melalui asam akonitat. Enzim yang bekerja sebagai katalis adalah sitrat sintetase. f. d. Koenzim TPP dan NAD+ diperlukan juga dalam reaksi pembentukan suksinil. Katalis dalam reaksi ini adalah nukleosida difosfokinase.

3. Enzim yang bekerja pada reaski ini ialah malat dehidrogenase. kompleks III. kompleks bc1 (memompa proton dan mengoper elektron ke sitokrom c). 6 . Pembentukan Asam Malat Asam Malat terbentuk dari asam fumarat dengan cara adisi molekul air. terdiri atas 5 proses dengan dikatalisis oleh kompleks enzim. ubiquinon (mengoper elektron ke kompleks protein sitokrom). Secara ringkas fosforilasi oksidatif. Oksaloasetat yang terjadi kemudian bereaksi dengan asetil koenzim A dan asam sitrat yang terbentuk bereaksi lebih lanjut dalam siklus asam sitrat. Pembentukan asam oksaloasetat Tahap akhir dalam siklus asam sitrat ialah dehidrogenasi asam malat untuk membentuk asam oksaloasetat. Gambar 4. sitokrom c (mereduksi oksigen dengan 4 elektron membentuk air).h. Proses pemompaan proton untuk menghasilkan ATP juga disebut kemiosmosis. memindahkan elektron dari donor ke akseptor dan mengangkut proton melalui membran. Transpor Elektron dan Fosforilasi Oksidatif Gradien proton yang dibuat oleh transpor elektron digunakan oleh enzim ATP sintase untuk menghasilkan ATP. masing-masing kompleks I. ATP sintase (memompa proton untuk menghasilkan ATP). kompleks IV dan kompleks V. i. Demikian reaksireaksi tersebut di atas berlangsung terus menerus dan berulangkali. Enzim-enzim yang terlibat antara lain NADH dehidrogenase (melepaskan ion H dari NAD dan mengoper elektron ke ubiquinon). Enzim fumarase bekerja sebagai katalis dalam reaksi ini. Transpor Elektron Rantai transport elektron membawa proton dan elektron. kompleks II.

7 . Gambar 5.Tabel 1 Informasi tentang enzim yang berperan dalam fosforilasi oksidatif Poly peptides 25 4 9-10 13 12-14 Nama Penyusun NADH dehydrogenase (or) NADH-coenzyme Q reductase Succinate dehydrogenase (or) Succinate-coenzyme Q reductase kDa Kompleks I Kompleks II 800 140 250 170 380 Kompleks Cytochrome C . memindahkan elektron ke CoQ melalui kompleks yang sama. masing-masing molekul NADH memindahkan 2 elektron berenergi tinggi ke FMN. ? Kompleks II FADH2 dihasilkan oleh suksinat dehidrogenase dalam siklus asam sitrat.coenzyme Q oxidoreductase III Kompleks Cytochrome oxidase IV Kompleks V ATP synthase Kompleks I Pada tahap ini. FADH2 dihasilkan oleh asil KoA dehidrogenase dalam oksidasi beta asam lemak. kemudian ke protein besi-sulfur dan terakhir ke koenzim Q (ubiquinon). memindahkan elektron ke CoQ melalui kompleks II.

Gambar 8. Sitokrom terdiri atas kelompok heme seperti hemoglobin dan besi dengan heme menerima elektron. Kompleks IV Penerima terakhir dari rantai transport elektron adalah kompleks besar terdiri atas 2 heme dan 2 atom tembaga. Gambar 7. Kompleks III CoQ memindahkan elektron ke serangkaian sitokrom dan protein besi-sulfur. 8 .Gambar 6.

Jika ion hidrogen mengalir melalui silinder menuruni gradien. 2 NADH & H2O 2. hasil akhir respirasi seluler terdiri atas: 1. bukan hanya gula dan 9 . dihasilkan bersih 36 ATP karena 2 ATP dipakai untuk memasukkan NADH ke mitokondria. Kemiosmosis merupakan suatu mekanisme pengkopelan energi dengan menggunakan energi yang tersimpan dalam bentuk gradient H+ untuk menggerakkan kerja seluler.Kompleks V Pada tahap ini. Jumlah bersih ATP ialah 38 ATP Namun. B. tombol yang menonjol kedalam matriks mitokondria dan batang internal yang menghubungkan keduanya. Kompleks ATP sintase terdiri dari tiga bagian utama: silinder di dalam membranedalam mitokondria. 6 CO2. Glikolisis. pada organisme eukariotik. Transpor elektron. diisikan oleh gradien kemiosmotik. Pada mitokondria. menghasilkan 34 ATP & H2O. 2 molekul asam piruvat. 2 FADH2 & 2 ATP 3. menghasilkan 2 ATP. Secara umum. energi untuk pembentukan gradien berasal dari reaksi redoks eksergonik dan sintesis ATP merupakan kerja yang dilakukan. Pada beberapa kasus dihasilkan 30 ATP disebabkan membran mitokondria bocor sehingga proton bisa lewat tanpa melalui ATP sintase dan mitokondria terkadang memakai gradien proton untuk keperluan lain seperti memasukkan piruvat ke matriks daripada sintesis ATP. Siklus Krebs dan Dekarboksilasi oksidatif. menghasilkan 8 NADH. Proton mengalir kembali ke matriks mitokondria melalui kompleks ATP sintase dan energi berasal dari penurunan gradien pH digunakan untuk membentuk ATP. ion ini menyebabkan silinder dan batang yang terkait berputar. protein kompleks yang mengkatalisis konversi ADP menjadi ATP. Batang yang berputar menyebabkan perubahan konformasi dalam tombol yang mengaktifkan tempat-tempat katalitik dimana ADP dan fosfat organik bergabung menjadi ATP. Respirasi Anaerob Pengertian respirasi anaerob (anaerobiosis) adalah proses biologis yang terikat membran yang berupa reaksi oksidasi substrat donor elektron (mis.

2008 & Anonim3. Total ATP yang dihasilkan oleh respirasi anaerob lebih kecil dibanding aerob.molekul organik lainnya. 1. ketidakadaan oksigen mencegah piruvat di metabolisme menjadi CO2 dan air via siklus Krebs (siklus asam sitrat) dan rantai transpor elektron (yang tergantung pada O2) tidak berfungsi (Anonim2. amonia. bakteri pereduksi sulfat dapat mereduksi sulfat (SO4-2) menjadi H2S. Sebagai contoh. 2008). Energi yang dilepaskan per mol glukosa sebesar 120 kJ. C6H12O6 2C3H6O3 + 2 ATP. Energi yang tersimpan kemudian dilepaskan dalam reaksi kimia. Energi potensial ini 10 . Gambar 9. 2. reaksi transisi (pembentukan asetil KoA). Anonim2. Asam piruvat dirubah menjadi asetil-KoA lalu masuk ke dalam siklus Krebs. 3. dalam respirasi anaerob juga melibatkan reaksi glikolisis. sulfida/sulfur. yaitu maksimal sebesar 36 ATP dan bisa kurang dari itu (Kaiser. Rantai Transport elektron Dalam respirasi anaerob. elektron dari donor elektron masuk dalam rantai transpor elektron ke akseptor elektron terminal. Siklus Krebs pada respirasi anaerob Siklus Krebs pada respirasi anaerob mirip dengan respirasi aerob. Sebagaimana respirasi aerob. 2005. 2006). namun pada suhu yang lebih tinggi dapat menghasilkan 540 kJ per mol glukosa (Anonim2. Glikolisis pada respirasi anaerob Glikolisis dalam respirasi anaerob terjadi di dalam sitoplasma (Anonim3. Proton di translokasi melalui membran sel dari “dalam” ke “luar”. tapi juga hidrogen. 2008) Pada organisme yang melakukan reaksi glikolisis. 2008). Reaksi glikolisis ini menghasilkan 2 ATP. menciptakan gradien konsentrasi antara bagian dalam dan luar sel. 2008 & Anonim3. Glikolisis pada respirasi anaerob (Anonim2. logam atau ion logam) dan reduksi molekul luar sebagai akseptor elektron selain oksigen (Anonim1. siklus Krebs dan transpor elektron. 2008). 2008).

senyawa sulfokso. 2008). Anaerob obligat Organisme anaerob obligat (misal: Clostridium tetani penyebab tetanus dan Clostridium perfringens penyebab ganggren) adalah organisme yang tidak bisa hidup pada kondisi aerob. Efek letal ini disebabkan 11 . 2001). karbon dioksida. Semua tipe respirasi anaerob khusus untuk organisme prokariotik (Anonim2. 2008). reaksi ini dapat berpengaruh positif ataupun negatif (Payne. bikarbonat atau karbon dioksida (dalam asetogenesis dan metanogenesis).+ 3SH-. Pembagian organisme anaerob: a. ΔG0' = -1796 kJ glukosa + 3SO42. 2008): glukosa + 3NO3.+ 3H2O → 6HCO3. dibanding O2. arsenate. ion logam teroksidasi. sulfur. 2008).+ 18H+. sulfat. senyawa organik halogen.+ 12HS. Bakteria. selenate. ΔG0' dari respirasi aerob sebesar -2844 kJ (Anonim2. nitrit. Respirasi anaerob menghasilkan senyawa kimia berenergi tinggi dalam bentuk etanol dan molekul laktat. beberapa logam dan materi organik sebagai oksidan terminal pengganti oksigen. Contoh respirasi anaerob (Anonim2. namun tidak dapat digunakan oleh sel sehingga harus diekskresikan (Anonim3. respirasi anaerob kurang efektif dibanding respirasi aerob. yaitu ATP sintetase (Anonim2. ΔG0' = -453 kJ glukosa + 12S + 12H2O → 6HCO3. fungi berfilamen dengan memanfaatkan nitrogen oksida. nitrit oksida. sulfat. Respirasi anaerob merupakan pendukung kehidupan pada beberapa jenis Archaea. fumarat. Konsekuensinya. Di alam.+ 3NH4+. ΔG0' = -333 kJ semua akseptor elektron terminal akan diteruskan ke tingkat energi yang lebih tinggi dibanding dalam rantai transpor elektron. 2008).+ 3H+ → 6HCO3. amin oksida dan komponen nitro. Akseptor elektron untuk respirasi anaerob adalah nitrat. karena kehadiran oksigen adalah letal.kemudian dirubah menjadi ATP oleh enzim yang sama yang digunakan dalam respirasi aerob. 2008 & Anonim3.

Organisme anaerob obligat memiliki enzim khusus dapat merubah produk ini menjadi air yang aman dan oksigen diatomik dengan reaksi sebagai berikut: 2O2. ion hidroksil (OH-). Hidrogen peroksida kemudian akan diubah via reaksi ke dua: 2H2O2 –catalase–> 2H2O + O2. III. hidrogen peroksida (H2O2). ATP diproduksi melalui fosforilasi tingkat substrat. Fermentasi Fermentasi merupakan proses katabolik yang membuat ATP dalam jumlah tertentu tanpa adanya aliran elekton ke rantai transpor elektron.+ 2H+ –superoxide dismutase–> H2O2 (hydrogen peroxide) + O2. ion superoksida (O2-). Molekul itu di antaranya oksigen singlet (1O2). Tiga jalur utama dari proses pemecahan glukosa meliputi:  The Embden-Meyerhof Pathway (E-M) 12 . dan molekul toksik lainnya (Anonim2. dapat menggunakan respirasi seluler dan fermentasi secara bergantian (Anonim2.oksigen akan diproses menjadi molekul yang sangat toksik bagi organisme bersangkutan. Hanya anaerob fakultatif dan obligat yang mampu menghasilkan enzim yang digunakan dalam mereduksi superoksida (Anonim2. 2008). Proses fermentasi diawali dengan penguraian gula atau glikolisis. Anaerob Fakultatif Organisme fakultatif anaerob dapat hidup dalam lingkungan yang mengandung oksigen ataupun tidak. Tenaga ion superoksida dinetralisasi. 2008). 2008) b. Akseptor dan donor elektron ialah molekul organik. Proses ini tidak melibatkan oksigen sebagai akseptor elektron dan membran sebagai sarana transpor elektron.

Tipe fermentasi ditentukan berdasarkan produk akhir yang dihasilkan (Tabel 2). E-M terdiri atas sepuluh langkah yang dapat dibagi dua menjadi fase investasi energi dan fase pembayaran energi. Molekul asam piruvat akan diuraikan menjadi produk akhir dan 2 molekul ATP. 2007) 13 . asam piruvat akan diuraikan menjadi ATP dan produk senyawa lain. Pada akhir proses akan terbentuk dua molekul asam piruvat. Enzim kunci pada jalur E-M ialah aldolase (Fruktosa 1. Daur Embden-Meyer Pathway (Todar.6-difosfat aldolase) yang menguraikan molekul gula menjadi dua molekul gula berkarbon tiga (Gambar 11). Pada respirasi aerob. Pada fase pembayaran energi terbentuk ATP dari fosforilasi tingkat substrat dan reduksi NAD+ menjadi NADH. sel menggunakan ATP untuk memfosforilasi molekul sumber energi (molekul organik). Gambar 11. Pada lima langkah pertama yakni fase investasi energi. proses glikolisis akan dilanjutkan dengan masuknya asam piruvat ke siklus Calvin sedangkan pada fermentasi.Merupakan jalur yang dikenal sebagai glikolisis yang terjadi pada peristiwa respirasi aerobik dan umum ditemui pada peristiwa fermentasi oleh Sacharomyces dan Lactobacillus.

Organisme yang menggunakan jalur ini dalam fermentasinya ialah Acetobacter aceti dan Leuconostoc mesenteroides. etanol. dan 1 molekul ATP. isopropil alkohol. Tipe fermentasi dari berbagai organisme Tipe Fermentasi Asam laktat Asam laktat Lactobacillus (juga dihasilkan oleh otot manusia saat ketika berkontraksi oksigen kurang) Heterolactic Alkohol Asam propionat Asam butirat Asam CO2 Butanediol Campuran Butanediol dan CO2 etanol. Sedangkan reduksi NAD terjadi pada perubahan glukosa-6-fosfat menjadi 6-asam fosfoglukonat. butanol. 1 molekul etanol.Tabel 2. asam formiat. H2 Enterobacter Salmonella butirat. Produk akhir yang dihasilkan ialah 1 molekul asam laktat. CO2. aseton. asam laktat. asam suksinat. Efisiensi jalur ini dalam menghasilkan ATP hanyalah setengah dari jalur E-M. 14 . 1 molekul CO2. CO2 etanol dan CO2 asam propionat dan CO2 Leuconostoc Saccharomyces Proprionibacterium acnes Clostridium Produk akhir Contoh organisme  The Heterolactic (Phosphoketolase) Pathway Jalur heterolactic berbeda dengan jalur E-M pada produk akhir yang dihasilkan dan reduksi NAD. asam asetat. Asam laktat. Enzim yang terlibat dalam jalur heterolactic ialah phosphoketolase yang mengubah fosfat pentosa menjadi gliseraldehid-3-fosfat dan asetilfosfat (Gambar 12).

15 . Enzim utama dalam jalur ini ialah 2-keto-3-deoksi-6-asam fosfoglukonat aldolase. yang menguraikan 2--keto-3-deoksi-6-asam fosfoglukonat menjadi asam piruvat dan gliseraldehid-3-fosfat (Gambar 13). 2007)  The Entner-Doudoroff Pathway (E-D) Jalur Entner-Doudoroff umumnya dilakukan oleh kelompok pseudomonas untuk mendegradasi karbohidrat. Jalur fermentasi The Heterolactic (Phosphoketolase) Pathway (Todar.Gambar 12. Produka akhir dari fermentasi ini ialah 2 molekul etanol. Hasil akhir fermentasi dengan jalur E-D menghasilkan 2 molekul asam piruvat seperti pada jalur E-M namun hanya menghasilkan 1 molekul ATP seperti pada jalur heterolactic. 2 molekul CO2 dan 1 molekul ATP.

Gambar 13. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. A. Fotosintesis pada Tumbuhan dan Alga Berdasarkan keterangan sebelumnya. Fotosintesis Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan. dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. 2007) IV. 16 . Jalur fermentasi The Entner-Doudoroff Pathway (Todar. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. dapat diketahui bahwa organisme yang mampu melakukan fotosintesis secara umum terbagi dua yaitu tumbuhan tingkat tinggi dan Alga. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. alga. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.

Alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Fotosintesis pada alga dan bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. 4. Pigmen ini memberi warna hijau pada tumbuhan. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Gambar 14. Pada respirasi. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. 17 . dan energi kimia. maka panjang gelombang cahaya yang diserap lebih bervariasi. air. Reaksi Fotosintesis Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. Dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Fotosintesis pada Tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula (zat lilin) yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. menuju mesofil.1. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Cahaya akan masuk melewati lapisan epidermis (tanpa warna dan yang transparan). Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida.

1. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi. seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. satuan pertukaran energi dalam sel. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Pada dasarnya. Reaksi ini memerlukan molekul air. Namun secara umum. Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis. Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II. Reaksi terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen antena. Proses fotosintesis Pada tumbuhan. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer.Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. Di dalam daun. B. sedangkan fotosistem I 700 nanometer. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau 18 . semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer). Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof. Kloroplas adalah organel tempat berlangsungnya fotosintesis.

Pada tumbuhan dan alga. makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang. 8. Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya). Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis: 1. 2. Kadar air. laju fotosintesis akan berkurang. menggunakan tidak menghasilkan oksigen karena menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen. selain sianobakter. 7. Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis). Semakin banyak karbon dioksida di udara. 3. 5. laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. Konsentrasi karbon dioksida 4. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.kekurangan elektron yang harus segera diganti. Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air. 19 . Bakteri fotosintetik. Suhu 6. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II. Intensitas cahaya 2. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa).B. melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. bukan dari karbon dioksida. Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh C. Reaksi gelap ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup.

Matsudaira. In http://id. Darnell. http://student.. Oxidative Phosphorylation. (6 November 2008) In http://hyperphysics.com\legacy\college\boyer\0470003790\animations\electron_transport.gwu.org. Reece JB. Campbell NA. In www. Anonim. Bacterial Growth and Microbial Metabolism. Anonim. Fotosintesis.org/wiki/Fotosintesis.thinkquest. Cellular Respiration.sp. In http://library. Martinko. Inc: New Jersey.edu\biochemistry.ull. Anaerobic Respiration. (6 November 2008) In Lodish. P: 303. 2003. (6 November 2008). Parker. Interactive Concepts in Biochemistry: Oxidative Phosphorylation. Biochemistry.wikipedia.chemistry.T. J. 2008. K. Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. 2003. Brock Biology of Microorganism 10th ed. Genera.wku. In http://www..edu/~gkaiser/goshp. 113 Project-Biochemistry. Scott. 2008. E.J.html. 1998. Kaiser. http://www. 2008. 2008.. Pearson Education.edu\courses\BIOL115\Wyatt. Organic http://www. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2008. astr.org. Madigan. http://en.bioweb.arizona. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. M. Biologi. ( 30 Nopember 2008) Anonim. Anonim1. Prokaryotic Cells.gsu. ATP Synthesis.wikipedia. 2008. Mitchell LG.htm (14 Desember 2005).edu/hbase/biology/celres. 2002.edu\genobc.M. Kaiser.ccbcmd. Anonim2. Kraiger.edu/~terry/images/anim/ATPmito. Berk. (6 November 2008) Anonim3.uakron. Molecular Cell Biology. 2008. The Metabolic Pathways of Biochemistry. 2005.wiley. J. 2008. Jakarta: Erlangga. and Biochemistry Anonim. Zipursky.html. Miller.en. Tahap pertumbuhan.edu\_mpb 20 . 2008.wikipedia.WKU Bio http://www. Anonim. G.phy- Anonim4. http://www.uconn.9. 2006.org/wiki/Anaerobic_respiration.biology. The Biology http://www.

In http://mrw. 1996. (6 November 2008). Purchon. http://faculty. (6 November 2008).net/metabolism. Payne. 2008. 2006. Aerobic Respiration. Anaerobic Respiration.html (24 Oktober 2008).J. Cellular Respiration. http://textbookofbacteriology. Edisi IV. P. Jakarta: EGC 21 . D. W.interscience.wiley.purchon.. 2003.A. (6 November 2008).Murray R.K. Penerjemah: Sadikin dkk (Tim Penerjemah Bagian Biokimia FKUI).com. V. 2007. 2001. Todd. Granner. Rodwell. Edisi 25. K. Jakarta: EGC Murphy.htm. N. Biokimia.K. in Stryer L. Todar. The Diversity of Metabolism Procaryotes. Mayes.ivytech.com/biology/.W. D. Biokimia Harper.edu/~twmurphy/txt_202/cell_res. In http://www.

22 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->