P. 1
Pengertian Belajar

Pengertian Belajar

|Views: 601|Likes:
Published by Arif Nur Budiman

More info:

Published by: Arif Nur Budiman on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2013

pdf

text

original

Pengertian Belajar

Pengertian belajar Belajar merupakan kegiatan esensial dalam pengajaran, juga terkait dengan berbagai faktor yang dapat memberikan perubahan pada siswa. Faktor siswa, guru serta faktor lingkungan secara menyeluruh merupakan faktor-faktor yang berpengaruh. Menurut T. Raka Joni (1981) bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh matangnya seseorang atau perubahan yang bersifat temporer. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa belajar adalah usaha sadar yang dilakukan individu dan menyebabkan adanya perubahan tingkah laku sebagai responden terhadap lingkungan, baik langsung ataupun tidak langsung.

Dari batasan pengertian mengajar dan belajar tersut di atas oleh Muhammad Ali (1984) mengemukakan kerangka pendekatan sistem pengajaran yang tergambar seperti pada bagan berikut : Restriction

Pengertian belajar

Jika ditelaah secara seksama bagan pendekatan sistem pengajaran di atas, maka jelas apa yang ingin dicapai (restriction) merupakan dasar analisis atau sistem. Restriction dirumuskan dalam bentuk tujuan (objectives), standar prilaku yang diharapkan (Performance standard), dan hambatan-hambatan dalam pencapaian tujuan (constrain). Berdasarkan pada tujuan sistem maka dapatlah dirumuskan masukan (input), yakni apa yang ingin dicapai sesuai dengan tujuan. Input tersebut diperoses sedemikian rupa sehingga menghasilkan keluaran (output) tertentu. Hasil evaluasi terhadap output dapat dijadikan dasar catu balik (feed back) untuk mengadakan revisi atau perbaikan, baik terhadap proses atau terhadap input. Bila pendekatan sistem dapat diaplikasikan dalam kegiatan pengajaran, maka dapat dipastikan bahwa hasil pengajaran berhasil guna. Pengertian belajar

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.[1] Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman [1]. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat. Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik, meliputi: (1) Reinforcement and Punishment; (2) Primary and Secondary Reinforcement; (3) Schedules of Reinforcement; (4) Contingency Management; (5) Stimulus Control in Operant Learning; (6) The Elimination of Responses (Gage, Berliner, 1984).

atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Watson. karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata. perasaan. [sunting] Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Menurut Thorndike. Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon. Edwin Guthrie. atau gerakan/tindakan. sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar. perasaan. yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur. Gredler. [sunting] Teori Belajar Menurut Clark Hull Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. seperti halnya teori evolusi. Bagi Hull. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell. 1991). Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar. Watson adalah seorang behavioris murni. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia. 1991).Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike. menurut Thorndike yakni (1) hukum efek. Gredler. Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan . tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. dan Skinner. Gredler. namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Clark Hull. [sunting] Teori Belajar Menurut Watson Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon. Ada tiga hukum belajar yang utama. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan. 1991). tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell. walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell. semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. 2000). yang dapat pula berupa pikiran. atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit. yaitu yang dapat diamati.

Pendidik yang masih menggunakan kerangka behavioristik biasanya merencanakan kurikulum dengan menyusun isi pengetahuan menjadi bagian-bagian kecil yang ditandai dengan suatu keterampilan tertentu. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya memengaruhi munculnya perilaku (Slavin. Pandangan teori behavioristik telah cukup lama dianut oleh para pendidik. oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Namun dari semua teori yang ada. namun lebih komprehensif. bagian-bagian tersebut disusun secara hirarki. tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Pebelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya. dari yang sederhana sampai yang komplek (Paul. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara. Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. [sunting] Teori Belajar Menurut Skinner Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu. 1997). Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell. serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Kemudian. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi. yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku. merupakan program pembelajaran yang menerapkan teori belajar yang dikemukakan Skiner. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. . demikian seterusnya. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Program-program pembelajaran seperti Teaching Machine. 2000). 1991). [sunting] Analisis Tentang Teori Behavioristik Kaum behavioris menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dimana reinforcement dan punishment menjadi stimulus untuk merangsang pebelajar dalam berperilaku. Gredler. karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan memengaruhi respon yang dihasilkan. Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya. teori Skinnerlah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar behavioristik. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang. modul dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsep hubungan stimulus-respons serta mementingkan faktor-faktor penguat (reinforcement). Pembelajaran berprogram.respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar.

Keduanya bertujuan . maka inilah yang disebut penguatan negatif. Penguat negatif tidak sama dengan hukuman. Dengan kata lain. Pandangan behavioristik juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi pebelajar. Skinner lebih percaya kepada apa yang disebut sebagai penguat negatif. Misalnya.Teori behavioristik banyak dikritik karena seringkali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks. yaitu membawa pebelajar menuju atau mencapai target tertentu. Namun apa yang mereka sebut dengan penguat negatif (negative reinforcement) cenderung membatasi pebelajar untuk berpikir dan berimajinasi. Menurut Guthrie hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. konvergen. Skinner dan tokoh-tokoh lain pendukung teori behavioristik memang tidak menganjurkan digunakannya hukuman dalam kegiatan pembelajaran. Ketidaksamaannya terletak pada bila hukuman harus diberikan (sebagai stimulus) agar respon yang muncul berbeda dengan respon yang sudah ada. hukuman dapat mendorong si terhukum melakukan hal-hal lain yang kadangkala lebih buruk daripada kesalahan yang diperbuatnya. Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan pebelajar untuk berfikir linier. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping. Dampak psikologis yang buruk mungkin akan terkondisi (menjadi bagian dari jiwa si terhukum) bila hukuman berlangsung lama. Pandangan behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati. Hukuman yang mendorong si terhukum untuk mencari cara lain (meskipun salah dan buruk) agar ia terbebas dari hukuman. juga dalam memilih tugas sangat berbeda tingkat kesulitannya. walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. sedangkan penguat negatif (sebagai stimulus) harus dikurangi agar respon yang sama menjadi semakin kuat. Padahal banyak faktor yang memengaruhi proses belajar. yaitu: y y y Pengaruh hukuman terhadap perubahan tingkah laku sangat bersifat sementara. Teori ini tidak mampu menjelaskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam hubungan stimulus dan respon. Pandangan ini tidak dapat menjelaskan mengapa dua anak yang mempunyai kemampuan dan pengalaman penguatan yang relatif sama. Mereka tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan yang mempertemukan unsur-unsur yang diamati tersebut. tidak kreatif dan tidak produktif. seorang pebelajar perlu dihukum karena melakukan kesalahan. Namun ada beberapa alasan mengapa Skinner tidak sependapat dengan Guthrie. sehingga menjadikan peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Tetapi jika sesuatu tidak mengenakkan pebelajar (sehingga ia melakukan kesalahan) dikurangi (bukan malah ditambah) dan pengurangan ini mendorong pebelajar untuk memperbaiki kesalahannya. Lawan dari penguatan negatif adalah penguatan positif (positive reinforcement). sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon. maka hukuman harus ditambahkan. ternyata perilakunya terhadap suatu pelajaran berbeda. Jika pebelajar tersebut masih saja melakukan kesalahan. proses belajar tidak sekedar pembentukan atau shaping.

pebelajar dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri pebelajar. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi. apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid. pasti. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Demikian halnya dalam pembelajaran. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Namun bedanya adalah penguat positif menambah. sifat materi pelajaran. Akibatnya pebelajar kurang mampu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka. sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. [sunting] Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Karena sistem pembelajaran tersebut bersifat otomatis-mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif.untuk memperkuat respon. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran. Karena teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah. maka pebelajar atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. Implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi pebelajar untuk berkreasi. tidak berubah. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif. sedangkan penguat negatif adalah mengurangi agar memperkuat respons. Demikian juga. para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar. sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya. sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. . tetap. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi. karakteristik pebelajar. Oleh karena itu. Pebelajar atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan. sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. Artinya. ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar.

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar. oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan. dan biasanya menggunakan paper and pencil test. (4) . Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. (3) Schedules of Reinforcement. yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon. sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. atau tes. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat. sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. ketrampilan secara terpisah. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Maksudnya bila pebelajar menjawab secara ³benar´ sesuai dengan keinginan guru. hal ini menunjukkan bahwa pebelajar telah menyelesaikan tugas belajarnya. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin. dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya. kuis. Evaluasi menekankan pada respon pasif. meliputi: (1) Reinforcement and Punishment. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan pebelajar secara individual. 2000:143). Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran. Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Teori ini mengutamakan pengukuran. sedangkan belajar sebagi aktivitas ³mimetic´. (2) Primary and Secondary Reinforcement. Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman [1]. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.

Berliner. Gredler. namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis. (5) Stimulus Control in Operant Learning. Gredler. 1984). Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia. perasaan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit. Ada tiga hukum belajar yang utama. perasaan. Watson adalah seorang behavioris murni. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahanperubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar.Contingency Management. [sunting] Teori Belajar Menurut Clark Hull Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. atau gerakan/tindakan. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran. [sunting] Teori Belajar Menurut Watson Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon. (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell. 1991). yaitu yang dapat diamati. walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike. [sunting] Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell. tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Daftar isi [sembunyikan] 1 Teori Belajar Menurut Thorndike 2 Teori Belajar Menurut Watson 3 Teori Belajar Menurut Clark Hull 4 Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie 5 Teori Belajar Menurut Skinner 6 Analisis Tentang Teori Behavioristik 7 Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran 8 Rujukan [sunting] Teori Belajar Menurut Thorndike Menurut Thorndike. yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur. atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran. menurut Thorndike yakni (1) hukum efek. 2000). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon. 1991). Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin. Bagi Hull. Clark Hull. atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar. dan Skinner. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan. karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmuilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata. yang dapat pula berupa pikiran. namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. pada waktu . Watson. Edwin Guthrie. belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. seperti halnya teori evolusi. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini. (6) The Elimination of Responses (Gage.

Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. 1991). Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahanperubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Teori behavioristik banyak dikritik karena seringkali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks. Gredler. [sunting] Teori Belajar Menurut Skinner Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan . dari yang sederhana sampai yang komplek (Paul. Gredler. Program-program pembelajaran seperti Teaching Machine. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi. Pebelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan memengaruhi respon yang dihasilkan. demikian seterusnya. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu. Namun dari semua teori yang ada. merupakan program pembelajaran yang menerapkan teori belajar yang dikemukakan Skiner. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Kemudian. Pandangan teori behavioristik telah cukup lama dianut oleh para pendidik. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang. yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku. teori Skinnerlah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar behavioristik. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana. modul dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsep hubungan stimulus-respons serta mementingkan faktor-faktor penguat (reinforcement). Pembelajaran berprogram. namun lebih komprehensif. 1997). Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensikonsekuensi. 2000). Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Pendidik yang masih menggunakan kerangka behavioristik biasanya merencanakan kurikulum dengan menyusun isi pengetahuan menjadi bagian-bagian kecil yang ditandai dengan suatu keterampilan tertentu. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya. [sunting] Analisis Tentang Teori Behavioristik Kaum behavioris menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dimana reinforcement dan punishment menjadi stimulus untuk merangsang pebelajar dalam berperilaku. oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. bagian-bagian tersebut disusun secara hirarki. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell. 1991). Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya memengaruhi munculnya perilaku (Slavin. serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut.timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell.

Lawan dari penguatan negatif adalah penguatan positif (positive reinforcement). tidak kreatif dan tidak produktif. proses belajar tidak sekedar pembentukan atau shaping. sedangkan penguat negatif adalah mengurangi agar memperkuat respons. Teori ini tidak mampu menjelaskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam hubungan stimulus dan respon. Misalnya. Pandangan behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati. Pandangan behavioristik juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi pebelajar. Teori behavioristik dengan model . sedangkan penguat negatif (sebagai stimulus) harus dikurangi agar respon yang sama menjadi semakin kuat. yaitu membawa pebelajar menuju atau mencapai target tertentu. Dengan kata lain. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping. Keduanya bertujuan untuk memperkuat respon. konvergen. maka hukuman harus ditambahkan. Ketidaksamaannya terletak pada bila hukuman harus diberikan (sebagai stimulus) agar respon yang muncul berbeda dengan respon yang sudah ada. juga dalam memilih tugas sangat berbeda tingkat kesulitannya. seorang pebelajar perlu dihukum karena melakukan kesalahan. Tetapi jika sesuatu tidak mengenakkan pebelajar (sehingga ia melakukan kesalahan) dikurangi (bukan malah ditambah) dan pengurangan ini mendorong pebelajar untuk memperbaiki kesalahannya. Menurut Guthrie hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. [sunting] Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. maka inilah yang disebut penguatan negatif. Dampak psikologis yang buruk mungkin akan terkondisi (menjadi bagian dari jiwa si terhukum) bila hukuman berlangsung lama. Padahal banyak faktor yang memengaruhi proses belajar. Skinner dan tokoh-tokoh lain pendukung teori behavioristik memang tidak menganjurkan digunakannya hukuman dalam kegiatan pembelajaran. Namun bedanya adalah penguat positif menambah. yaitu: Pengaruh hukuman terhadap perubahan tingkah laku sangat bersifat sementara. hukuman dapat mendorong si terhukum melakukan hal-hal lain yang kadangkala lebih buruk daripada kesalahan yang diperbuatnya. sehingga menjadikan peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Mereka tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan yang mempertemukan unsur-unsur yang diamati tersebut. Penguat negatif tidak sama dengan hukuman. Namun apa yang mereka sebut dengan penguat negatif (negative reinforcement) cenderung membatasi pebelajar untuk berpikir dan berimajinasi. Skinner lebih percaya kepada apa yang disebut sebagai penguat negatif.dan/atau belajar yang dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon. Jika pebelajar tersebut masih saja melakukan kesalahan. walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. Hukuman yang mendorong si terhukum untuk mencari cara lain (meskipun salah dan buruk) agar ia terbebas dari hukuman. Pandangan ini tidak dapat menjelaskan mengapa dua anak yang mempunyai kemampuan dan pengalaman penguatan yang relatif sama. Namun ada beberapa alasan mengapa Skinner tidak sependapat dengan Guthrie. ternyata perilakunya terhadap suatu pelajaran berbeda. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan pebelajar untuk berfikir linier.

Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi pebelajar untuk berkreasi. Demikian halnya dalam pembelajaran. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi. Pebelajar atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan. atau tes. sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. pasti. yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. sifat materi pelajaran. pebelajar dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat. Oleh karena itu. para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar.hubungan stimulus responnya. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku . tetap. Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan. Karena teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif. tidak berubah. karakteristik pebelajar. sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan. maka pebelajar atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. sedangkan belajar sebagi aktivitas ³mimetic´. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Artinya. Demikian juga. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman. sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri pebelajar. Akibatnya pebelajar kurang mampu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka. kuis. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran. Karena sistem pembelajaran tersebut bersifat otomatis-mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot. bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar.

Belajar dan Membelajarkan. Educational Psychology: Theory and Practice. R. Third Edition. Educational Psychology. 1994. Sixth Edition. Evaluasi menekankan pada respon pasif. & Berliner. y Teori yang pertama kali muncul yaitu teori behaviorisme. Jakarta: CV. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran. I Nyoman Sudana. Toronto: Little.L. jadi keberhasilan pembelajaran sangat memerlukan peran guru. 1979. perlu juga adanya penguatan guna meningkat respon. C.. Chicago: Rand Mc. Margaret.. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan pebelajar secara individual. sedangkan orang yang merespon hanya pasif. E. Third Edition. teori ini menekankan pada stimulus dan respon yang akan menimbulkan bentuk respon tingkah laku. 1991. [sunting] Rujukan ^ [Gage. Teori ini akan manjadikan siswa kurang kreatif dan pasif. Educational Psychology. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variable. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. 2000. R. y Selain stimulus yang akan menghasilkan respon. and Cox.). (1985). (Ed. G. Namu tidak semua teori cocok dan adanya kelemahan bila diterapkan dalam pembelajaran maka timbul adanya pergeseran teori-teori pembelajaran tersebut. 1991. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. N. Educational Psychology: Theory and Practice. Teori ini kurang maksimal karena teori ini berpusat pada pemberi stimulus. dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran.org/wiki/Teori_Belajar_Behavioristik" hing ini Higher Education. Boston: Allyn and Bacon Slavin. Menurut teori ini membutuhkan penguatan bisa berupa hadiah ataupun imbalan.E. Sixth Edition. Maksudnya bila pebelajar menjawab secara ³benar´ sesuai dengan keinginan guru.E. Jakarta: Depdikbud Gagne. Boston: Allyn and Bacon Slavin.E. The Cognitive Psychology of School Learning. D. R. 2000. London: Paul Chapman Publising Slavin. Boston.D. R.wikipedia. 1991. ketrampilan secara terpisah. Nally] Bell Gredler. 2001.E. Learning and Teaching ini Higher Education. hal ini menunjukkan bahwa pebelajar telah menyelesaikan tugas belajarnya. dan tidak adanya imbalan cenderung . Vygotsky and Education: Instructional Implications and Application of Sociohistorycal Psychology. London: Paul Chapman Publising y y y Slavin. Boston: Allyn and Bacon Munculnya teori pembelajaran digunakan untuk membantu pendidik agar lebih mudah melakukan pengajaran kepada siswa sehingga tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal. sehingga muncul adanya teori konektivisme. Guru sebagai pendidik dalam memberikan stimulus harus bisa menghasilkan respon yang positif. Rajawali Moll. Second Edition. E. L. 1989. dan biasanya menggunakan paper and pencil test. Cambridge: Univerity Press Degeng. imbalan cenderung meningkatkan munculnya suatu respon. Brown and Company Light. Educational Psychology. R.teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Boston: Allyn and Bacon Diperoleh dari "http://id.

maka individu yang pintar akan semakin pintar dan individu yang kurang dapat memaknai pembelajaran akan semakin jauh tertinggal dari si pintar. y Sesungguhnya belajar tidak hanya berupa gerakan-gerakan otot saja namun pikiran seseorang pun ikut berpengaruh. teori ini dianggap hanya mengandalkan pengoptimalan kemampuan intelegent padahal masih banyak kemampuan lain dari dalam diri seorang individu yang dapat dioptimalkan dalam kegiatan belajar agar individu dapat secara mandiri mengeksplor pengetahuannya menjadi pengalaman untuk memecahkan berbagai persoalan pelik dalam hidup dan kehidupannya. kebiasaan. y Inovasi pembelajaran harus mengarahkan agar individu aktif. ketrampilan. daya pikir. Namun pada realitanya ada beberapa individu yang memang kurang memiliki kemandirian untuk berpikir kreatif dan imajinatif. Sehingga. dan menangani masalah± masalah psikisnya asalkan pendidik menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri. Individu memiliki kemampuan dalam dirinya untuk mengerti diri. Karena tiap-tiap individu dalam tahap yang sama dapat memiliki perbedaan kemampuan dalam memaknai suatu pengetahuan. Lalu memunculkan teori humanisme. y Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan. dan kemampuan-kemampuan yang lain. Selain itu pula. y Semua manusia ingin dihargai baik itu tentang pendapatnya maupun keinginannya. sehingga teori ini kurang cocok apabila diterapkan untuk individu tersebut. pendidik hanyalah sebagai fasilitator pemberi pengalaman nyata bagi individu. dalam pembelajaran koneksionisme. Teori pembelajaran yang berpusat pada pengoptimalan aspek kognitif (pengetahuan dan pengalaman) yang telah dimiliki individu yaitu teori kognifisme. hal tersebut memunculkan teori konstruktivisme. belajar siswa masih belum dimiliki kemandirian untuk mengeksplor dan mengembangkan pengetahuannya. . Teori ini cenderung mendefinisikan belajar sebagai proses mengkonstruk pengetahuan secara mandiri oleh individu. pemahaman. sikap. menentukan hidup. pengetahuan. yaitu teori yang mendefinisikan pembelajaran dengan istilah ³memanusiakan manusia´ yang dapat dilakukan dengan memadupadankan beberapa teori asalkan tujuan ³memanusiakan manusia´ dapat tercapai.mengakibatkan penghapusan.

dan sikap-sikap # NOEHI NASUTION Belajar adalah suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil terbentuknya respon utama. dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya perilaku baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau adanya perubahan sementara karena suatu hal # SNELBECKER Belajar adalah harus mencakup tingkah laku dari tingkat yang paling sederhana sampai yang kompleks dimana proses perubahan tersebut harus bisa dikontrol sendiri atau dikontrol oleh faktor-faktor eksternal . yang menghasilakn perubahan . HILGARD Belajar adalah dapat melakukan sesuatu yang dilakukan sebelum ia belajar atau bila kelakuannya berubah sehingga lain caranya menghadapi sesuatu situasi daripada sebelum itu # NOTOATMODJO Belajar adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup # Belajar adalah proses AHMADI perubahan dalam diri A. ketrampilan. Belajar adalah bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara berperilaku yang baru berkat pengalaman dan latihan # CRONBACH Belajar sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu menggunakan panca indranya # WINKEL Belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan.Berikut ini adalah pengertian dan definisi belajar menurut beberapa ahli" # Belajar NASUTION pengetahuan adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah # ERNEST H. pemahaman.perubahan dalam pengetahuan. manusia # OEMAR H.

Pemahaman belajar. Pengertian melatih. Konsep belajar menurut para ahli. Definisi mendidik menurut para ahli. dan sikap y y y y (indahf/Carapedia) Pencarian Terbaru (100) Pengertian belajar. Definisi belajar menurut para tokoh. Belajar dan pembelajaran. Pengertian belajar dan pembelajaran menurut para ahli. 5 definisi belajar. Pembelajaran menurut ahli. Belajar menurut para pakar. Pengetian belajar. Definisi pembelajaran menurut ahli. Definisi belajar menurut. Pengertian interaksi belajar mengajar menurut para ahli. Konsep konsep belajar menurut para ahli. Pengertian belajar menurut para ahli. Pengertian belajar menurut beberapa ahli. Pengertian dan definisi belajar. Defenisi belajar. Belajar menurut ahli. 5 pengertian belajar. Pengertian makna belajar. Pengertian%20belajar. Arti kemampuan menurut para ahli. Belajar dan pembelajaran menurut para ahli. Definisi belajar menurut para ahli. Pengertian belajar menurut para pakar. Pengertian mendidik. Pengertian belajar mengajar menurut para ahli. Pengertian belajar dan mengajar menurut para ahli. Belajar adalah. Pengertian belajar menurut para akhli. Pengertian belajar menurut pakar. Pengertian kepribadian menurut para ahli. Definisi kemampuan menurut para ahli. Definisi belajar menurut ahli. Pengertian pola belajar. Pegertian belajar. Makna belajar menurut para ahli. Devinisi belajar. 10 definisi belajar. Definisi pembelajaran menurut para tokoh. Pengertian metode belajar menurut para ahli. Makna belajar. Pengertian belajar para ahli. Pengertian belajar menurut ahli. Pengertian belajar dari beberapa ahli. Pengertian pengajaran menurut beberapa ahli. Pengertian melatih menurut para ahli. Definisi cara belajar.# WHITERINGTON Belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian sebagaimana dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan pola-pola respontingkah laku yang baru nyata dalam perubahan ketrampilan. Pengertian sikap belajar. Definisi pembelajaran menurut para ahli. Definisi belajar menurut pendapat para ahli. Definisi belajar menurut beberapa ahli. Teori belajar menurut para ahli. kebiasaan. Pengertian mendidik menurut para ahli. 10 pengertian belajar. Definisi belajar. Pengertian cara belajar. Definisi pengajaran menurut ahli. y y y y y y y y y y y . Pengertian kepribadian menurut beberapa ahli. Pengertian pengetahuan menurut notoatmodjo. Definisi belajar dan pembelajaran. Belajar. Pengertian kemampuan belajar. Pengertian belajar menurut slameto. Defenisi belajar menurut para ahli. Pengertian kemampuan menurut para ahli. Belajar menurut para ahli. Arti belajar menurut para ahli. Pengertian pelajar menurut para ahli. kesanggupan. Pengertian belajar menurut para tokoh. Pengertian belajar menurut. Cara belajar menurut para ahli. Pengertian teori belajar menurut para ahli. Pengertian dan definisi belajar menurut para ahli. Apa pengertian belajar. Pengertian belajar menurut beberapa tokoh. Pengertian pembelajaran menurut para ahli. Definisi pengertian pendidikan menurut para ahli. Pengertian belajar menurut 5 ahli. Pengertian pembelajaran menurut para pakar. Definisi belajar menurut tokoh.

proses melihat. Pengertian kiat belajar. proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Pengertian belajar mengajar. 1. Penertian belajar. Pembelajaran menurut para pakar. Devinisi belajar menurut para ahli. Pengertian belajar adalah. Definisi pengetahuan menurut notoatmodjo. 10 definisi pembelajaran. proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Sedangkan mengajar sendiri memiliki pengertian : . Belajar menurut slameto. dan memahami sesuatu yang dipelajari. Definisibelajar. Belajar menurut beberapa ahli.y y y Komentar pengertian belajar dan pemelajaran menurut para akhli. Teori belajar menurut ahli. Pengertian pembelajaran menurut 5 ahli. Pengertian belajar menurut parah ahli. Pengertian Pembelajaran Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif. proses yang diarahkan pada suatu tujuan. mengamati. 10 definisi mengajar.

hal 22). Kegiatan belajar adalah kegiatan primer.yUpaya guru untuk ³membangkitkan´ yang berarti menyebabkan atau mendorong seseorang (siswa) belajar. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif). Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). penguasaan kemahiran dan tabiat. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak. cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. Kegiatan belajar mengajar adalah satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. (Wikipedia. yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar. Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar. Bab I Pasal Ayat 20) Istilah ³pembelajaran´ sama dengan ³instruction atau ³pengajaran´. . Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Gagne dan Briggs (1979:3) Pembelajaran adalah Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. (Hasibuan J.com) Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama dan karena adanya usaha. (Gagne) Dan Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata ³mengajar´ berasal dari kata dasar ³ajar´ yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut) ditambah dengan awalan ³pe´ dan akhiran ³an menjadi ³pembelajaran´. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. (Rochman Nata Wijaya. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. 20/2003. Dengan kata lain.1992) yMenciptakan lingkungan yang memungkinkan terjdinya proses belajar. pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. sedangkan mengajar adalah kegiatan sekunder yang dimaksudkan agar terjadi kegiatan secara optimal.1992) ySuatu usaha untuk membuat siswa belajar. Dengan demikian pengajaran diartikan sama dengan perbuatan belajar (oleh siswa) dan Mengajar (oleh guru). yaitu pekerjaan guru saja.J. Dalam konteks pendidikan. yaitu usaha untuk terjadinya perubahan tingkah laku. serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. (UU No. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. (KBBI) Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. 1967. Instruction atau pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. (Purwadinata. perbuatan. Pengajaran mempunyai arti cara mengajar atau mengajarkan. yang berarti proses.

Kognitivisme Pembelajaran adalah dengan mengaktifkan indera siswa agar memeperoleh pemahaman sedangkan pengaktifan indera dapat dilaksanakan dengan jalan menggunakan media/alat . 3. 4. Metode Cara yang teratur untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapat informasi yang dibutuhkan mereka untuk mencapai tujuan.Dengan demikian dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa komponen : 1. guru menyuruhnya untuk mencoba dan mencoba lagi (trial and error) sehingga akhirnya diperoleh hasil. katalisator. 2. bila siswa menemukan kesulitan atau msalah. dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Siswa Seorang yang bertindak sebagai pencari. 6.selanjutnya. Berhavioristik Pembelajaran selalu memberi stimulus kepada siswa agar menimbulkan respon yang tepat seperti yang kita inginkan. Media Bahan pengajaran dengan atau tanpa peralatan yang digunakan untuk menyajikan informasi kepada siswa. dan peran lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif. prinsip. Hubunagn stimulus dan respons ini bila diulang kan menjadi sebuah kebiasaan. Teori-Teori Pembelajaran A. Evaluasi Cara tertentu yang digunakan untuk menilai suatu proses dan hasilnya. Isi Pelajaran Segala informasi berupa fakta. psikomotorik. afektif) yang diinginkan terjadi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. dan konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Tujuan Pernyataan tentang perubahan perilaku (kognitif. penerima. 2. 5. 7. B. Guru Seseorang yang bertindak sebagai pengelola.

Implikasi daripada kaedah ini berpendapat pembelajaran dan pengajaran dapat dicapai melalui beberapa cara yang berikut: ‡ Penyampaian harus interktif dan menarik ‡ Demonstasi guru hendaklah jelas. mengingat (retention). (2) guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran. Adapun ciri-ciri pembelajaran yang menganut unsur-unsur dinamis dalam proses belajar siswa sebagai berikut : . agar dapat memperoleh hasil. iaitu pemerhatian (attention). D. 3. mudah dan tepat ‡ Hasilan guru atau contoh-contoh seperti ditunjukkan hendaklah mempunyai mutu yang tinggi. menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan.Bantu. reproduksi (reproduction). menarik. C. Sosial/Pemerhatian/permodelan Proses pembelajaran melalui proses pemerhatian dan pemodelan Bandura (1986) mengenal pasti empat unsure utama dalam proses pembelajaran melalui pemerhatian atau pemodelan. Humanistic Dalam pembelajran ini guru sebagai pembimbing memberi pengarahan agar siswa dapat mengaktualisasikan dirinya sendiri sebagai manusia yang unik untuk mewujudkan potensipotensi yang ada dalam dirinya sendiri. (4) guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi. (5) orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir. (3) aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian. serta (6) guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru. Disamping itu penyampaian pengajaran dengan berbagai variasi artinya menggunakan banyak metode. Dan siswa perlu melakukan sendiri berdasarkan inisisatif sendiri yang melibatkan pribadinya secara utuh (perasaan maupun intelektual) dalam proses belajar. Ciri-ciri Pembelajaran Menurut Eggen & Kauchak (1998) Menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif. membandingkan. dan penangguhan (reinforcement) motivasi (motivion). yaitu: (1) siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi.

meraba. yAlat Bantu belajar Semua alat yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. dengan menggunakan salah satu ataupun gabungan beberaapa alat indera mereka. artinya anatara anak yang satu dengan yang lainnya berbeda. apabila pengajaran disampaikan dengan bantuan gambar-gambar. dan bila ia tidak suka. . foto. motivasi. ada minat. memegang. juga didukung oleh factor intern siswa yang belajar yaitu sehat jasmani. ySuasana belajar Suasana yang dapat menimbulkan aktivitas atau gairah pada siswa adalah apabila terjadi : a. maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang/siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. perhatian. Jadi. dengan maksud untuk menyampaikan pesan (informasi)) dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (siswa). Kegairahan dan kegembiraan belajar jug adapat ditimbulkan dari media. A. Selain bahan yang berupa informasi. Hal ini dapat terjadi apabila isi pelajaran yang disediakan berkesusaian dengan karakteristik siswa. adapat dikemukakan di sini sebagai berikut : a. sehingga hubungan guru-siswa yang secara hakiki setara dan dapat berbuat bersama. dan sebagainya. tetapi motivasi itu tumbuh di dalam diri seseorang.M. yKondisi siswa yang belajar Mengenai kondisi siswa. Adalam kegiatan belajar. dan lain sebagainya. grafik. selain isis pelajaran yang disesuaiakan dengan karakteristik siswa. maka perlu diusahakan isi pengajaran dapat merangsang daya cipta agar menumbuhkan dorongan pada diri siswa untuk memecahkannya sehingga kelas menjadi hidup. Adanya komunikasi dua arah (antara guru-siswa maupun sebaliknya) yang intim dan hangat. maka ia akan berusaha mengelakkan perasaan tidak suka itu. 1992) yBahan belajar Yakni segala informasi yang berupa fakta. Siswa memilki sifat yang unik.Adanya kegairahan dan kegembiraan belajar. atau mengerjakan sendiri maka memudahkan siswa untuk mengerti pengajaran tersebut. motivasi dapat dirangsang dari luar. dan siswa diberi kesempatan untuk melihat. yang menjalin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dihendaki dapat dicapai oleh siswa (Sardiman. Sehingga. sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatau. prinsip dan konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Inforamsi yang disampaikan melalui media harus dapat diterima oleh siswa. b.yMotivasi belajar Motivasi dapat dikatakan sebagai serangkaina usaha untuk menyediakan kondisi kondisi tertentu.

Kesamaan siwa. yaitu segala sesuatau yang ada di luar diri siswa. Kondisi siswa sendiri sangat dipengaruhi oleh factor intern dan juga factor luar. . yaitu memiliki langkah-langkah perkenbangan. Oleh Karena itu kegiatan pembelajaran lebih menekankan pada peranan dan partisipasi siswa. dan pembimbing. dan memiliki potensi yang perlu diaktualisasikan melalui pembelajaran.b. termasuk situasi pembelajaran yang diciptakan guru. tetapi lebih berperan sebagai fasilitaor. bukan peran guru yang dominant. motivator.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->