PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari – hari, kita sering mendengar kata tawakal.

Bagi sebagian orang telah mengerti makna dari kata tawakal tersebut, namun sebagian orang lainnya belum paham mengenai makna dari tawakal bahkan mendefinisikannya sebagai pasrah. Hal tersebut tidak benar, oleh karena itu Al Quran sebagai sumber petunjuk telah lengkap menerangkan di dalam beberapa ayat mengenai tawakal. Dalam makalah ini diterangkan beberapa ayat yang mendasari makna tawakal. Dalam setiap ayat memiliki pengertian masing-masing terhadap tawakal. Hal itu karena perbedaan situasi saat diturunkan ayat-ayat tersebut.

PEMBAHASAN Pengertian Tawakal Secara Umum Tawakal adalah tahapan ketika seorang hamba telah melalui fase ikhtiar. Sebuah fase yang menuntut untuk berusaha dan bekerja dengan bersungguh-sungguh dan sempurna. Baru setelah itu menyerahkan hasil dan buah amal kerja hanya kepada Allah Azza wa Jalla, Dzat yang menjadi wakil atas segala urusan dan keperluan. Seorang hamba yang memahami makna tawakal akan meyakini bahwa tidak ada yang sia-sia atas segala amal yang telah dilakukan. Meskipun cita-cita dan harapan dari amal kerjanya belum tercapai sempurna. Sebab dalam pemahaman mereka, beramal sebaik-baiknya adalah kewajiban sebagai hamba, sedangkan urusan hasil adalah hak sepenuhnya dari Yang Mahakuasa.

Keutamaan Orang yang Tawakal 1. Dapat membuktikan keimanan yang benar Orang yang bertawakal kepada Allah swt merupakan orang yang dapat membuktikan keimanannya, karena salah satu cirri orang beriman adalah bertawakal kepada Allah swt.

Page 1 of 8

setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan. Sikap ini disebabkan oleh tidak bertawakalnya dia kepada Allah swt. Bila dari sisi jumlah tidak cukup.” (ath-Thalaaq : 3) 4. bagaimana mungkin setan dapat menggoda orang-orang yang begitu dekat dan terikat kepada Allah swt sebagaimana dalam firmanNya : “Sungguh. lain halnya dengan orang yang Page 2 of 8 . kemudian pulang pada sore harinya dalam keadaan kenyang. Memperoleh jaminan rezeki Rasulullah saw bersabda : “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenar-benarnya. paling tidak dengan bertawakal itu dia akan merasa cukup dengan apa yang diperolehnya.2. Menghargai usaha yang dilakukan Saat seseorang berusaha lalu tidak mencapai hasil yang diharapkannya kadang dia merasa sia-sia atau percuma saja berusaha bila hasilnya hanya demikian. Tidak dikuasai setan Orang yang bertawakal tidak bisa digoda apalagi dikuasai oleh setan.” (HR Tirmidzi) 3. Sebab. Bila dia bertawakal. Namun.” (an-Nahl : 99) 5. Allah swt berfirman : “…. ia pergi pada pagi hari dalam keadaan perut kosong. Memperoleh kecukupan dari apa yang dibutuhkan Orang yang bertawakal kepada Allah akan dicukupkan apa yang menjadi keperluannya dalam hidup. kalian pasti diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki.Barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya…. maka dia akan menerima apa yang sudah diperolehnya dan mensyukurinya.

6. Bila sudah demikian. mental. Inilah yang disebut dengan Page 3 of 8 . Allah Maha Mendengar.bertawakal. bahkan Allah mewajibkannya. Dapat dipahami bahwa bila pekerjaan atau usaha dirinya sendiri saja sudah tidak dihargai. Ali Imron : 121 – 122 (Tawakal dalam Peperangan) “Dan (ingatlah). Karena itu. maupun keterampilanan berperang serta dibarengi dengan permohonan kepada Allah swt agar memperoleh kemenangan. Oleh karena itu. ketika engkau (Muhammad) berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu untuk mengatur orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran. baik persiapan yang bersifat fisik. bagaimana mungkin dia bisa menghargai pekerjaan orang lain. kesiapan berperang harus dilakukan oleh kaum muslimin.”(Ali Imron : 121-122) Perang merupakan sesuatu yang sedapat mungkin dihindari oleh manusia. Sesudah persiapan yang matang dan doa yang sungguh-sungguh. Dicintai Allah swt Setiap muslim pasti ingin dicintai Allah swt. QS. Hasil dari perang ini diserahkan kepada Allah swt. karenanya Rasullullah saw dan para sahabatnya lebih memilih hijrah ke Madinah ketimbang menimpali permusuhan orang-orang kafir di Mekah. Maha Mengetahui. bila belum memuaskan seperti yang dia harapkan. ketika sudah berhijrah ternyata orang-orang kafir itu tetap ingin berperang. Namun. Salah satu orang yang dicintai Allah adalah orang yang bertawakal kepada Allah swt. apalagi bila pekerjaan itu tidak mencapai hasil yang diinginkannya. kaum muslimin harus mau berperang. kaum muslimin maju ke medan perang tanpa ada perasaan takut sedikit pun terhadap musuh. pendanaan. padahal Allah adalah penolong mereka. maka dia akan berusaha lagi dengan usaha yang lebih maksimal. ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut. hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

Misalnya ketika kita ingin menjadi pejabat atau memiliki pekerjaan dengan berpenghasilan besar. berserah diri. Meskipun demikian. kita harus pasrah dan menerima apapun keputusan-Nya kepada kita. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah: kepada-Nya lah Aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal. “Hai anak-anakku. dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain. banyak atau sedikit. Setelah ini. Yusuf : 67 (Tawakal Terhadap Nasib) Bertawakal dalam hal nasib atau bagian yang kita dapatkan dalam kehidupan ini adalah meyakini sepenuhnya bahwa apapun yang kita dapatkan. QS. Namun. hal ini juga harus diikuti kesadaran penuh bahwa kendali semuanya itu ditangan Allah swt. janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang. Tidak perlu adanya keluh kesah.tawakal dalam berperang. itu semua adalah ketentuan Allah Yang Maha Bijaksana dan harus kita terima dengan hati yang lega.” (Yusuf : 67) Pelajaran Nabi Ya’qub kepada putra-putra nya adlaah bahwa mereka harus berusaha sepenuh hati dalam mengejar keinginannya. Page 4 of 8 . atau bahkan hujatan terhadap ketentuan Allah swt. tidak perlu adanya sakit hati dan muncul dugaan ketidakadilan atas apa yang diterima. Allah berfirman : Ya’qub berkata. Seperti pada firman Allah swt dalam surah Ali Imran 121122 yang tersebut di atas. Aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikit pun dari pada (takdir) Allah. Sebagai bukti bahwa kita adalah hamba Allah yang beriman. baru kita bertawakal dengan percaya sepenuhnya bahwa terkabul atau tidaknya harapan itu semata-mata Allah swt yang menentukan. Kita tidak boleh sakit hati dan merasa kesal meskipun mungkin yang terjadi tidak sesuai yang diinginkan. kemudian kita berupaya keras dengan memenuhi syarat berupa pendidikan atau lainnya. Dengan demikian batin kita akan terkendali dan tenang. Tawakal terhadap nasib tergolong ke dalam tawakal menerima ketetapan hukum dan takdir Allah.

celaan. Mereka akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar. Allah pasti akan memberikan ganjaran bagi mereka yang tetap teguh menghadapi ujian itu. berupa kekuatan akidah karena cemoohan. Mereka mendapatkan ujian baik lahir maupun batin. usaha menghindarkan diri dari kerusakan. penganiayaan. Sebuah solusi untuk terhindar dari penganiayaan kaum kafir. Sedangkan batin. Sabar dapat berarti tekun dan ulet dalam mengejar sebuah keinginan. keimanan mereka masih baru. Sabar bahwa ini semua adalah ujian. hanya dengan bertawakal kepada Allah swt.” (an-Nahl : 41-42) Ayat ini turun pada saat kaum muslimin di Mekah banyak mendapatkan penganiayaan dari kaum kafir Quraisy. kekurangan pangan atau penganiayaan. dan tantangan-tantangan terhadap siapa mereka akan berlindung. Padahal kesabaran sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan kita. Kepasrahan ini menanamkan kesabaran di dalam diri setiap muslim. Selanjutnya. Hijrah ini sebagai ikhtiar. dan apakah Allah dapat melindungi mereka. Seperti firman Allah : “Orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya. turunlah ayat untuk berhijrah. memasrahkan diri hanya kepada Allah. atau kuat dan teguh dalam menghadapi ujian dan cobaan. Sedangkan pada saat itu. Asy-syura : 10 (Tawakal dalam perselisihan) Page 5 of 8 . An-Nahl : 41-42 (Tawakal Mendatangkan Kesabaran) Sabar merupakan salah satu kata yang sering diucapkan namun berat untuk dilaksanakan. kalau mereka mengetahui. sehingga mudah goyah. Pandangan Ayat-ayat Lain Terhadap Tawakal QS. pasti kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Islam mengajarkan kepada kita bahwa salah satu cara untuk mendapatkan sifat sabar adalah dengan cara bertawakal kepada Allah swt. Oleh sebab itu. (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakal.QS. Keadaan ketika dianiaya ini adalah cobaan yang sedang dilalui. Lahir berupa ketahanan fisik menghadapi siksaan.

karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Maka putusannya (terserah) kepada Allah. aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. lalu lakukanlah terhadap diriku. Maka Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku. Maka kepada Allah-lah aku bertawakal. Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. (yang mempunyai sifat-sifat demikian) Itulah Allah Tuhanku. Jika mereka berpaling (dari keimanan).” QS. kepadaNya lah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.” QS. dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.” Tawakal dalam Berdakwah QS. dan aku disuruh supaya aku Termasuk golongan orang-orang yang berserah diri Page 6 of 8 . Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung. berat terasa olehnya penderitaanmu. Yunus : 71-72 “Dan bacakanIah kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu Dia berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku. jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. tidak ada Tuhan selain Dia. sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. Jika kamu berpaling (dari peringatanku).“Tentang sesuatu apapun kamu berselisih. Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.Al-Anfal : 61 (Tawakal dalam Perdamaian) “Dan jika mereka condong kepada perdamaian. At-Taubah : 128-129 “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri.

tapi juga harus kita lakukan dalam banyak aspek yang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari. jika kamu beriman kepada Allah. Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya. berserah diri.” QS. Page 7 of 8 . Yunus : 84-85 (Tawakal dalam Mengahadapi Fitnah) Berkata Musa: "Hai kaumku. supaya kamu membacakan kepada mereka (Al Quran) yang Kami wahyukan kepadamu. Lalu mereka berkata: "Kepada Allahlah Kami bertawakkal! Ya Tuhan kami. dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. janganlah Engkau jadikan Kami sasaran fitnah bagi kaum yang'zalim. jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.(kepada-Nya).” QS. Katakanlah: "Dia-lah Tuhanku tidak ada Tuhan selain dia.” QS.” Dari uraian di atas. Ibrahim : 12 (Tawakal dalam Menghadapi Gangguan) “Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah Padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat. ar-Ra'd : 30 “Demikianlah." 85. dapat disimpulkan bahwa tawakal bukan hanya penting dalam kehidupan sebagai mukmin. Maka bertawakkallah kepada-Nya saja. dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu. Padahal mereka kafir kepada Tuhan yang Maha Pemurah.

Lc.M. Indahnya Tawakal. Qultum Media.I. M. Page 8 of 8 . [2] Drs. Tawakal Bukan Pasrah. Mu’inudinillah Basri. Muh. Menjadi Pribadi Terpuji.DAFTAR PUSTAKA [1] Dr. Indiya Media Kreasi. 2007. Lc..A. [3] H.S. Gema Insani. Ahmad Yani. Supriyanto. 2008.. 2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful