SEJARAH BANTEN : KRONOLOGI WAKTU

130 M Berdiri Kerajaan Salakanagara (Negeri Perak)yang beribukota Rajatapura yang terletak di pesisir barat Pandeglang. Raja pertama Dewawarman I (130 ± 168 M) yang bergelar Aji Raksa Gapurasagara (Raja penguasa gerbang lautan) Daerah kekuasaannya meliputi : ‡ Kerajaan Agrabinta di Pulau Panaitan ‡ Kerajaan Agnynusa di Pulau Krakatau ‡ Dan daerah ujung selatan Sumatera 165 M Banten (Pulau Panaitan) masuk dalam peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus sebagai bagian dari jalur pelayaran dari Eropa menuju Cina dengan melalui India, Vietnam, ujung utara dan pesisir barat Sumatera, Pulau Panaitan, Selat Sunda, terus melalui Laut Cina Selatan sampai ke Daratan Cina. Abad 5 M Prasasti Munjul yang diperkirakan berasal dari abad ke V masehi ditemukan di Sungai Cidangiang, Lebak Munjul ± Pandeglang. Prasasti berhurufkan palawa dengan bahasa sanksekerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di kawasan tersebut adalah Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanegara. Dalam prasasti tersebut dituliskan juga bahwa negara pada saat itu berada dalam kemakmuran dan kejayaannya. Abad XII ± XV Banten menjadi pelabuhan dari Kerajaan Pajajaran. Abad XIV Ditemukan prasasti di Bogor, yang menyatakan Pakuan Pajajaran didirikan oleh Sri Sang Ratu Dewata, yang daerah kekuasaannya meliputi seluruh Banten, Kalapa (Jakarta), Bogor, sampai Cirebon. Abad XVI Awal abad ke XVI, Banten dibawah pemerintahan Prabu Pucuk Umun (Dalam Babad Cibeber disebut juga sebagai Ratu Ajar Domas). Pusat pemerintahannya terletak di Banten Girang, yang dihubungkan dengan pelabuhan Banten melalui Sungai Cibanten, dan melalui Klapadua sebagai jalur darat. 1513 M Tome Pires, pelaut Portugis, memberitakan bahwa pelabuhan Banten merupakan pelabuhan kedua terbesar setelah Kalapa. Telah terjadi hubungan perniagaan dengan Sumatera dan Maladewa, dan pelabuhan Banten merupakan pengekspor beras, bahan makanan dan lada. Pada masa ini, diberitakan juga sudah banyak dijumpai orang Islam di daerah Cimanuk, dan kota kota pelabuhan seperti Kalapa dan Banten. 1511-21 M Tanggal 5 Agustus 1511 M, Bangsa Portugis menguasai Malaka dan disusul dengan takluknya Samudera Pasai pada tahun 1521 M. Selain untuk kekuasaan dan kekayaan, bangsa Portugis juga dibebani misi untuk menghancurkan agama Islam. Dengan menguasai Malaka, bangsa Portugis memonopoli perdagangan rempah rempah di Asia Tenggara, dan memberlakukan peraturan peraturan yang memberatkan bagi para pedagang terutama yang beragama Islam. Kondisi ini membuat pedagang pedagang dari Arab, Parsi, Cina, dan bangsa lain enggan untuk berniaga ke Malaka dan mengalihkannya ke Aceh, Banten, Cirebon, dan Demak. Keadaan ini sangat menguntungkan bagi Pelabuhan Banten yang berkembang semakin pesat dan lama 1

kelamaan menjadi pusat penyebaran agama Islam di bagian barat pulau Jawa. 1521 M Dengan semakin berkembang pesatnya kekuatan Islam di barat dan timur, timbul kekhawatiran raja Pajajaran akan semakin terdesaknya agama Hindu selaku agama resmi kerajaan dan juga lunturnya kekuasaan di di daerah pantai. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata) melakukan : ‡ Pembatasan pedagang pedagang yang beragama Islam mengunjungi pelabuhan pelabuhan yang berada di bawah kekuasaan Pajajaran. ‡ Menjalin hubungan persahabatan dan kerjasama dengan bangsa Portugis di Malaka, agar dapat membantu Pajajaran bila diserang Kerajaan Demak, dengan mengutus putera mahkota Pajajaran Ratu Sangiang atau Surawisesa ke Malaka. 1522 M 21 Agustus 1522 M, Henrique Leme, utusan Gubernur Malaka, menandatangani perjanjian dengan raja Pajajaran, Pangeran Surawisesa, pengganti Sri Baduga Maharaja. Perjanjian tersebut berisi antara lain : ‡ Portugis dapat mendirikan benteng di pelabuhan Sunda Kelapa ‡ Raja Pajajaran akan memberikan lada sebanyak yang diperlukan Portugis sebagai penukaran barang barang kebutuhan Pajajaran. ‡ Portugis bersedia membantu Pajajaran apabila diserang Demak atau kerajaan lainnya. ‡ Sebagai tanda persahabatan, Pajajaran akan memberikan hadiah 1000 karung lada setiap tahunnya kepada Portugis. 1525 M Pasukan gabungan Demak dan Cirebon yang dipimpin Fatahillah, Pangeran Cirebon, Dipati Cangkuang, dan Dipati Keling, serta pasukan lokal di bawah pimpinan Hassanudin dapat menguasai Banten. Untuk menjaga stabilitas keamanan di Banten, Hassanudin kemudian diangkat menjadi Adipati Banten dengan pusat pemerintahan di Banten Girang. 1526 M Atas petunjuk dari Sunan Gunung Jati, ibukota Banten dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten, yang kemudian disebut dengan Surosowan. Berdasarkan beberapa data, pemindahan ibukota ini dilakukan pada tanggal 1 Muharram 933 H yang bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 M. 1527 M Terdengar kabar, Portugis dengan armada dan persenjataan lengkap telah meninggalkan Malaka menuju Sunda Kelapa. Mendengar berita ini, Demak, Banten, dan Cirebon bergerak untuk menguasai Sunda Kelapa. Sunda Kelapa dapat dikuasai pada tahun 1527 M, dan Fatahillah diangkat untuk menjadi Adipati Sunda Kelapa. Sebagai tanda kemenangan, Sunda Kelapa diganti namanya menjadi Jayakarta, yang berarti Kota Kemenangan. Armada Portugis yang datang dari Malaka untuk melaksanakan perjanjian tahun 1522 M dengan Kerajaan Pajajaran tiba setelah Sunda Kelapa dikuasai pasukan Islam. Portugis yang dipimpin oleh Francisco de Sa melakukan perang terbuka di perairan Sunda Kelapa, dan setelah mendapat perlawanan hebat dari pasukan Islam, Portugis dapat diusir mundur dari Sunda Kelapa. Setelah Jayakarta berhasil diamankan dari serangan Portugis, Hassanudin dan Fatahillah bekerjasama menangani pembangunan di Banten dan Jayakarta. Hassanudin bertanggung jawab dalam masalah pengembangan wilayah dan pendidikan kemasyarakatan, sedangkan Fatahillah bertanggung jawab menangani keamanan dan pertahanan wilayah. Sehingga pada masa itu Islam menyebar dengan pesat 2

dan keamanan negara terjamin. Kedua penguasa di Jawa Barat memerintah atas nama Sultan Demak. 1552 M Kemajuan perkembangan Banten yang sangat pesat, menjadikan status Banten ditingkatkan dari Kadipaten menjadi Kerajaan. Hassanudin ditunjuk sebagai raja pertama. Dan pada tahun yang sama pula, Fatahillah (menantu dari Sunan Gunung Jati) diangkat menjadi raja di Cirebon, mewakili Sunan Gunung Jati, dikarenakan mangkatnya raja Cirebon, Pangeran Pasarean (putera Sunan Gunung Jati) di tahun tersebut. Untuk menjalankan tugas pemerintahan di Jayakarta diangkat Pangeran Bagus Angke, menantu Sultan Hassanudin. 1552-1570 M Masa Pemerintahan Sultan Maulana Hassanudin. Sultan Maulana Hassanudin memerintah sebagai raja pertama Kesultanan Banten dari tahun 1552 M hingga wafatnya di tahun 1570 M. Pada masa pemerintahannya, digambarkan kota Banten telah berkembang sangat pesat. Jumlah penduduk diperkirakan telah mencapai 70.000 jiwa. Terletak di pertengahan pesisir teluk Banten, Kota yang dikenal dengan nama Surosowan ini memiliki panjang 400 hingga 850 depa. Kota Banten dilewati sungai jernih yang dapat dilalui oleh kapal jung dan gale. Kota Banten dikelilingi benteng bata setebal tujuh telapak tangan. Bangunan bangunan pertahanan dua lantai terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan meriam. Di tengah kota terdapat alun alun yang digunakan untuk kegiatan ketentaraan, kesenian rakyat dan juga sebagai pasar di pagi hari. Istana raja terletak di sisi selatan alun alun, disampingnya dibangun bangunan datar yang ditinggikan dan diatapi yang disebut srimanganti, sebagai tempat raja bertatap muka dengan rakyat. Di sebelah barat alun alun dibangunlah Masjid Agung Banten. Sultan Hassanudin dalam usahanya membangun dan mengembangkan kota Banten lebih menitik beratkan pada pengembangan sektor perdagangan, disamping memperluas lahan pertanian dan perkebunan. Pada masa pemerintahannya, Banten telah menjadi pelabuhan utama di Nusantara, sebagai persinggahan utama dan penghubung pedagang pedagang dari Arab, Parsi, Cina, dengan kerajaan kerajaan di Nusantara. Cara jual beli saat itu, masih menggunakan sistem barter, dan juga sudah mulai digunakan mata uang sebagai alat tukar. Mata uang yang digunakan adalah Real Banten dan cash cina (caxa). Terjadinya krisis kepemimpinan di Kesultanan Demak pada tahun 1547-1568 M, mendorong Sultan Hassanudin untuk melepaskan diri dari Kesultanan Demak dan menjadikan Banten kerajaan yang berdiri sendiri. Saat itu, wilayah Kesultanan Banten telah meliputi Banten, Jayakarta, Kerawang, Lampung, Inderapura, sampai Solebar. Sultan Hassanudin wafat tahun 1570 M dan dimakamkan di samping Masjid Agung. Setelah wafatnya, Maulana Hassanudin dikenal dengan sebutan Sedakinking. Sebagai penggantinya, dinobatkanlah Pangeran Yusuf sebagai Raja Banten ke 2. 1570-1580 M Sultan Maulana Yusuf Pada masa kepemerintahan Sultan Maulana Yusuf, strategi pembangunan dititik beratkan pada pengembangan kota, keamanan wilayah, perdagangan dan pertanian. Pada saat itu, perdagangan sudah sangat maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang barang dari seluruh dunia yang nantinya akan disebarkan ke seluruh nusantara.

3

Dengan majunya perdagangan maritim di Banten, maka kota Surosowan dikembangkan menjadi kota pelabuhan terbesar di Jawa. Ramainya kota baru ini dengan penduduk pribumi maupun pendatang membuat diberlakukannya aturan penataan dan penempatan penduduk berdasarkan keahlian dan asal daerah penduduk. Perkampungan untuk orang asing biasanya ditempatkan di luar tembok kota, seperti Pekojan yang diperuntukan bagi pedagang muslim dari kawasan Arab ditempatkan di sebelah barat pasar Karangantu, Pecinan yang diperuntukan bagi pendatang dari Cina ditempatkan di sebelah barat Masjid Agung, di luar batas kota. Penataan pengelompokan pemukiman ini selain bertujuan untuk kerapian dan keserasian kota juga untuk kepentingan keamananan, dan merupakan upaya penyebaran dan perluasan kota. Selain penataan pemukiman, juga dilakukan perkuatan dan penebalan tembok keliling kota dan tembok benteng sekeliling istana. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar yang terbuat dari bata dan batu karang dengan parit parit disekelilingnya. Perbaikan Masjid Agung juga dilakukan dan penambahan bangunan menara dengan bantuan Cek Ban Cut, arsitek muslim asal Mongolia. Untuk kepentingan irigasi bagi persawahan yang berada di sekitar kota dan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kota Surosowan, di buatlah danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Air dari sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini, yang kemudian disalurkan ke daerah daerah sekitar danau. Dengan melalui pipa pipa terakota, setelah diendapkan di Pengindelan Abang dan Pengindelan Putih, air yang sudah jernih dialirkan ke keraton dan tempat tempat lain di dalam kota. Di tengah danau buatan ini juga dibuat pulau kecil yang digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga keraton. Sultan Maulana Yusuf wafat pada tahun 1580 M dan dimakamkan di Pakalangan Gede dekat kampung Kasunyatan sekarang, dan karenanya beroleh gelar Pangeran Panembahan Pakalangan Gede atau Pangeran Pasarean. Sebagai pengganti, diangkatlah putranya, Pangeran Muhammad yang pada waktu itu baru berusia 9 tahun. 1579 M Pasukan Banten di bawah pimpinan Sultan Maulana Yusuf berhasil merebut Pakuan, ibukota Kerajaan Pajajaran dan menguasai seluruh wilayah bekas kerajaan Pajajaran. Raja terakhir yang memerintah Kerajaan Pajajaran adalah Raga Mulya atau Prabu Surya Kencana, yang juga dijuluki Prabu Pucuk Umun atau Panembahan Pulosari, karena pada akhir masa kepemerintahannya berkedudukan di gunung Pulosari, Pandeglang. Benteng Pulosari dapat dikuasai oleh Sultan Maulana Yusuf pada tanggal 8 Mei 1579/11 Rabiul Awal 987 H. Setelah berhasil dikalahkan, seluruh punggawa kerajaan Pajajaran diislamkan dan dibiarkan kembali memangku jabatannya sehingga dapat menjamin stabilitas keamanan di seluruh wilayah Banten. 1580-1596 M Sultan Maulana Muhammad Kanjeng Ratu Banten Surosowan Keadaan Banten pada masa Sultan Maulana Muhammad dapat diketahui berdasarkan kesaksian Willem Lodewycksz yang mengikuti Cornelis de Houtman yang mendarat di pelabuhan Banten tahun 1596. Dari catatan mereka diketahui bahwa Kota Banten mempunyai tembok tembok yang lebarnya lebih dari depa orang dewasa dan terbuat dari bata merah. Diperkirakan besarnya sebesar kota Amsterdam tahun 1480 M dan orang dapat melayari seluruh kota Banten melalui banyak sungai. Setiap kapal asing yang hendak berlabuh di Bandar Banten diharuskan melalui semacam pintu gerbang dan membayar bea masuk. 4

Banten dapat terselamatkan dari kehancuran akibat rongrongan dari dalam amupun luar negeri. seorang tua yang lemah lembut dan luas pengalamannya dalam pemerintahan sebagai walinya. Pada saat Mangkubumi Jayanegara wafat di tahun 1602 M.Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal. maupun pedagang dalam negeri. perang yang dimulai akibat bujukan Pangeran Mas. yang bahkan Sultan sendiri tidak diperkenankan untuk ikut campur. untuk tempat shalat perempuan disediakan tempat khusus yang disebut pawastren atau pawadonan. Sultan juga menjadi khatib dan imam untuk setiap shalat Jum¶at dan Hari Raya. yang terjadi di tahun 1608 ± 1609 M. 5 . dengan berbagai kepentingan yang berbeda serta keinginan untuk merebut tahta kerajaan. Pada masa kepemimpinannya. Selama menjabat sebagai Mangkubumi. Nyai Gede Wanagiri. sehingga tidak memiliki wibawa dan keputusannya lebih banyak tidak ditaati. 1596-1651 M Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir Sultan Abul Mafakhir yang baru berusia lima bulan. Sultan meninggalkan putra yang baru berusia lima bulan. saudara sultan lain ibu ini. untuk menjalankan roda pemerintahan maka ditunjuklah Mangkubumi Jayanegara. dalam kenyataannya banyak menerima suap dari pedagang asing. Untuk kepentingan penyebaran agama Islam. Salah satunya adalah diangkatnya Pangeran Ranamanggala sebagai Mangkubumi dan wali dari sultan muda. semenjak itu Banten menjadi aman kembali. Kekacauan di dalam negeri semakin membesar dan tidak dapat ditangani karena Mangkubumi lebih sibuk mengurus keributan yang ditimbulkan oleh pedagang Belanda dengan pedagang Inggris. Masjid Agung diperindah dengan melapisi dinding dengan keramik dan kolomnya dengan kayu cendana. Perang untuk memperebutkan tahta yang dilancarkan oleh Pangeran Kulon. Sultan Maulana Muhammad wafat di usia 25 tahun. Sultan tertembak ketika memimpin pasukan dari kapal Indrajaladri di Sungai Musi. Maulana Muhammad terkenal sebagai orang yang saleh. beliau banyak mengarang kitab agama Islam dan membangun masjid hingga ke pelosok negeri. yang memicu terjadinya perang saudara yang dikenal dengan nama Perang Pailir. Mangkubumi yang baru ini. dimakamkan di serambi Masjid Agung dan beroleh gelar Pangeran Seda ing Palembang atau Pangeran Seda ing Rana. Puncak dari kekacauan itu adalah dibunuhnya Mangkubumi. Masa awal pemerintahan Sultan yang masih balita ini merupakan masa masa pahit dalam sejarah Kesultanan Banten karena banyaknya perpecahan dalam keluarga kerajaan. mendesak agar suami barunya ditunjuk sebagai Mangkubumi. tindakan utama yang diambil adalah mengembalikan stabilitas keamanan Banten dan menegakan peraturan untuk kelancaran pemerintahan. saudara beda ibu dengan Sultan Maulana Muhammad. keturunan dari Kerajaan Demak yang ingin menjadi Raja Palembang. perwalian dikembalikan ke ibunda sultan. Portugis. yang ditunjuk sebagai penggantinya. Sultan Maulana Muhammad wafat pada tahun 1596 pada saat penyerangan ke Palembang. Nyai Gede Wanagiri yang telah menikah kembali. yaitu Abul Mafakhir. Dengan cara demikian. Pangeran Ranamanggala adalah putra Maulana Yusuf. dapat dihentikan atas usaha Pangeran Jayakarta hingga dibuat perjanjian perdamaian antara semua pihak.

VOC sempat hidup sampai dua abad kurang dua tahun (1602-1800). ia terpaksa meninggalkan jabatannya pada maskapai dagang Belanda yang semakin lama semakin berfungsi sebagai sebuah ³negara´ itu. tetapi biarlah kebangsawanan ini sebagai tambahan pengetahuan saja. Namun. yang masing-masing berjudul Berschijving van Banten en de Lampong (Uraian tentang Banten dan Lampung) dan Bedenkingen van den staat van Bantam (Pemikiran tentang Banten). Yang penting ialah Jonkheer Jan de Rovere van Breugel adalah seorang pejabat VOC di Banten. barulah pada tahun 1857 ± hampir enam dasawarsa kemudian ± ringkasan dari kedua memorandum panjang ini diterbitkan dalam majalah Bijdragen tot Taal-. sebuah majalah yang sampai sekarang masih terbit bahkan telah semakin bersifat internasional. Akan tetapi. Jadi rahasia dari masa-masa akhir hidup VOC termuat juga dalam naskah ini.sebuah organisasi keilmuan yang tertua di negeri yang kemudian bernama Hindia Belanda ini. terbitan KITLV). Soalnya kedua naskah memorandum itu-entah sengaja. Soalnya Banten cukup dekat dari Batavia dan lagi ± dan ini rupanya penting juga ± ³kemiskinan sang raja telah meniadakan kemungkinannya untuk melakukan apapun´. Disarikan dari Buku BANTEN DALAM PERGUMULAN SEJARAH: sultan. Peristiwa ini pun tak pula penting. Hal ini dilakukan agar pedagang dari Belanda tidak berniaga di Banten karena perilaku pedagang Belanda yang kasar dan mau mencampuri urusan pemerintahan dan dalam negeri Banten. Pada pengantar dari memorandum yang telah diperpendek itu. Akan tetapi. sedangkan umur Hindia Belanda hanya 142 tahun saja. Pada tahun 1788. Bukankah sudah umum juga diketahui bahwa salah satu sebab utama VOC dilebur dan daerah-daerah di Kepulauan Indonesia yang telah berada di bawah dominasi VOC dijadikan sebagai bagian dari sebuah negara kolonial yang disebut Hindia Belanda ialah karena VOC telah mengalami kebangkrutan? Tentu sekarang kita bisa berkata bahwa kalau dihitung-hitung umur VOC lebih panjang daripada Hindia Belanda. Kalaupun ingin berpikir secara legalistik yang kaku palingpaling hanya bisa ditambah empat tahun tambah beberapa bulan ± sejak menyerahnya Jepang hingga ³penyerahan kedaulatan´. rencana penerbitan ini dibatalkan karena Gubernur Jenderal Alting menasehati sang pengarang agar mau mengurungkan niatnya. Akan tetapi. 6 . penerbit LP3ES. karangan Nina H Lubis. Coba saja pikir pejabat yang bergelar Jonkheer ini antara lain mengusulkan agar VOC menurunkan tingkat administratif Banten hingga dengan begini jumlah tentara yang diperlukan cukup 185 orang saja. yang akan mau mengakui cara berpikir legalistik konyol ini. ulama. Beberapa kebijakan penting yang diambil : ‡ Penghapusan keharusan bagi pedagang Cina untuk menjual lada kepada pedagang Belanda ‡ Penetapan pajak ekspor lada dan pajak impor bagi barang barang yang sebelumnya tidak terkena pajak ‡ Pemberlakuan pajak yang lebih tinggi bagi pedagang dari Belanda.land-. raden mas Belanda ini sempat menyelesaikan dua memorandum panjang. Melihat namanya ia rupanya seorang bangsawan. tidak lagi 372 orang. Maka dengan pengurangan biaya ini kerugian finansial VOC bisa ditekan. tetapi lebih mungkin karena keasyikan berkisah saja-ternyata banyak juga membicarakan hal-hal yang mestinya tidak boleh diketahui umum. entah tidak. Pulang kampung dan meletakkan jabatan bukanlah pula hal yang harus dibesar-besarkan. yang menarik ialah ternyata setahun sebelum ia ³pulang negeri´.en volkenkunde (biasa dipendekkan dengan BKI saja. jawara. redaksi majalah mengatakan bahwa sebenarnya naskah lengkap dari sang bangsawan lokal ini akan diterbitkan oleh Bataviaasch Genootschaap.Mangkubumi dalam menghadapi bangsa asing tidak berat sebelah atau memihak pihak manapun.

Anakanak umur delapan atau sepuluh telah dipertunangkan. Dengan membaca ³ikhtisar dari ikhtisar´ ini kita mengetahui juga dasar keinginan van Breugel untuk menerbitkan kedua memorandumnya dan bisa pula memahami pertimbangan majalah BKI untuk menerbitkan ikhtisarnya sekian puluh tahun kemudian. Akan tetapi. meskipun mereka masih tinggal di rumah orang tua. Apalagi pada waktu diterbitkan. penduduk dan adat. Dalam tulisannya tampak pula bahwa ia adalah seorang pengamat situasi sosial yang cukup jeli juga. meskipun Hindia Belanda telah berkuasa. Meskipun ia sangat menaruh perhatian pada sumber-sumber ekonomis Banten dan Lampung. tetapi akibatnya orangtua anak perempuan akan kehilangan pembayaran yang telah mereka lakukan. la mungkin tak bisa menerangkan mengapa ³itu harus begitu´ dan ³mengapa ini harus begini´. bangsawan). tetapi sudahlah. sebagaimana yang mungkin bisa dilakukan oleh ahli anthropologi modern. Politik ini bukan saja dengan ekstrem mengeksploitasi anak negeri dan menjadikan mereka terpaku pada desa masing-masing. 7 . Policy apalagi yang akan dijalankan berdasarkan memorandum itu? Bisalah pula dipahami bahwa barulah ketika Ann Kumar. Pertunangan ini bisa juga dibatalkan. Bahkan. Kalau begini keadaannya nilai aktualitas dari memorandum itu telah membuyar. janganlah kaget kalau ia mengatakan bahwa menurut pengamatannya laki-laki Banten itu sesungguhnya pemalas. Hanya saja. tak perlu heran kalau masyarakat awam masih menyebut pemerintah kolonial Belanda ³kompeni´. jika saja usul-usulnya bisa dipertimbangkan untuk dilaksanakan. tetapi ia dapat saja bercerita tentang apa saja yang kebetulan dilihat dan diamatinya. Mereka membiarkan saja para isteri mereka bekerja mengurus rumah tangga. Banten telah pula sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Belanda. kalau saja pengamatannya tidak terlalu bias. pemerintahan (raja. Tampak sekali bahwa sang pengarang berharap agar memorandumnya ini bisa mempengaruhi kebijakan politik kolonial yang dijalankan. laki-laki Banten itu. membiarkan saja perdagangan dikuasai para pendatang yang disebut ³Orang dagang´ . sudahlah. Maka. yang jelas tulisan Jonkheer de Rovere van Breugel boleh dikatakan bercorak ensiklopedis tentang Banten. tetapi ternyata hampir tidak ada aspek kehidupan dan dinamika ekonomi-politik yang tidak dibicarakannya. Dalam memorandum ini. tetapi kali ini dalam bahasa Inggris. Ia berbicara tentang wilayah dan kota. Mereka lebih sibuk minum-minum ± tentu saja bukan air ± makan-makan sirih dan menunggangnunggang kuda. hasil bumi dan perdagangan serta hal-hal lain lagi. Ia pun ³berbaik hati´ juga mengikhtisarkan lagi ikhtisar naskah sang Jonkheer. tentu bisa juga dimaklumi kalau dalam melihat dan mengamati masyarakat Banten ia tak bisa melepaskan landasan penilaian yang bercorak Belanda. menulis tentang hubungan Jawa dan Belanda (Java and Modern Europe.siapa lagi selain kaum konservatif Belanda? Jadi. yang jelas kedua naskah memorandum yang telah diperpendek itu diterbitkan ketika Pemerintah Hindia Belanda telah asyik dengan politik ³tanam paksa´ atau cultuurstelsel di Pulau Jawa. Soalnya ia sebenarnya melihat masa depan yang cerah juga bagi Banten. Namun demikian. van Breugel membayangkan juga suatu saat Banten akan bisa bangkit lagi jika saja VOC menjalankan kebijakan yang baik. tetapi juga serta merta mengikis tradisi maritim Jawa yang dinamis. sayang juga ketika akhirnya diterbitkan tulisannya hanya bermanfaat sebagai salah satu sumber sejarah saja. 1997) ia merasa perlu menjadikan tulisan dari van Breugel ini sebagai bahan kajiannya. sejarawan Australia yang ahli Jawa. katanya lagi. Karena itulah barangkali ikhtisar memorandum kurang begitu menarik perhatian.

gula. Kata ³paus´ adalah sebutan ejekan bagi ulama. Ketika menyebut ³paus´ ini van Breugel sama saja dengan para penulis Belanda lain. kayu sandalwood. Mereka semakin berpengaruh saja di kalangan masyarakat Banten. la menguraikannya mulai dari tempat tumbuh dan cara pemeliharaan sampai dengan prospek perdagangannya. Raja yang memerintah pada waktu itu ialah Sultan Abul Nazar Muhammad. Di sekeliling benteng itu ada perumahan VOC. tetapi. dan digabung lagi ³dengan takhyul yang paling bodoh´. Orang Banten mempunyai hukum juga. ndigo. Istana raja dikelilingi benteng berbentuk setengah bulan. Orang Cina tinggal di dua kampung yang dipenuhi oleh rumah tembok batu juga. sedangkan tentang ibu kota. hanya sebagian kecil saja memakai bingkai kayu. kopi. bukan saja di kalangan kraton. Sang pejabat yang bangsawan ini rupanya pernah juga beberapa kali menghadiri upacara pernikahan orang Banten. padahal 8 . Tumanggung. Cerita yang mengasyikkan juga ialah tentang bajak laut. la juga bercerita tentang perdagangan candu yang dikuasai Letnan Cina dan berkisah pula tentang betapa maraknya penyelundupan barang haram ini. Bukan itu saja. kelapa. Ada tiga pasar di Banten. (Belanda abad ke-18 sangat anti-Katholik rupanya). artinya mereka sering berhasil mengelakkan monopoli VOC. Sultan asyik dengan segala macam kemewahan. bagaimanakah keadaan ibu kota Banten? Kalau tentang desa ia mengatakan bahwa desa orang Banten sangat tak beraturan. la menguraikan satu persatu komoditi ini. Perbentengan telah hancur dan di atas runtuhan itu rumah-rumah baru didirikan karena jumlahnya cukup banyak inilah Banten. sedangkan tamu-tamu datang dengan membawa hadiah. pinang. dan sebuah pasar baru. sangat dipengaruhi oleh ³paus-paus orang asing´ (maksudnya tentu saja ulama-ulama dari negeri lain). beras. ³masih bisa disebut kota´. ia melukiskan tentang dindingdinding yang dulu pernah mengitari ibu kota sekarang telah hancur lebur berantakan. katanya. yang disaksikan van Breugel. Kalau saja interpretasi sosial boleh diberikan terhadap uraiannya ini maka bisalah dikatakan bahwa masyarakat Banten. yang menurut van Breugel. ia mengatakan bahwa orang Banten itu beragama Islam tetapi orang Lampung menganut kepercayaan yang merupakan percampuran ³ajaran Muhammad´ dengan sistem kepercayaan yang masih kafir. pada umumnya mereka lebih suka mengikuti hukum alam saja ² darah dibayar dengan darah. seperti menteri dan ³pendeta´ (maksudnya barangkali kadhi kerajaan) dan beberapa orang lain mempunyai rumah batu. umpamanya dengan memberi bantuan mesiu. Akan tetapi. yang diperkuat dengan 58 meriam. dan sebagainya. Orang Mandar. Tentang agama. sebab ia bisa juga berbicara agak panjang lebar tentang situasi dari upacara perkawinan itu.Pesta perkawinan diadakan di rumah penganten perempuan. yaitu Karang Antu. biasanya buah-buahan. kata van Breugel. adalah yang paling aktif dalam penyelundupan. sedangkan para pejabat negara. Van Breugel jengkel juga karena ia melihat sang Sultan tidak menaruh hormat lagi pada VOC. pencurian dibayar dengan penjara atau perbudakan yang kadang-kadang bisa sebagai hukuman bagi hutang yang tak dibayar. semua pasar itu mengalami kemunduran . katanya. Bagian yang terpenting dari memorandum ini ialah uraian tentang komoditi perdagangan dari Banten dan Lampung: lada. tidak lagi seperti dulu ketika Banten masih megah. tetapi untuk pertahanan istana yang dikelilingi benteng ini tak ada artinya apa-apa. menurut pengamatannya. Tentang usaha pemberantasan perompakan ia mengusulkan agar kekuatan armada Banten diperkuat. Akan tetapi. Rumah-rumah umumnya terbuat dari bambu. sedang berada dalam situasi kemelut yang parah juga.

perahu-kesenangan. Kita pun berhadapan dengan salah satu irama yang hampir menetap dari sejarah Banten setelah kejayaan kerajaan telah terlepas dari tangan. panglima Portugis yang ingin melumpuhkan Mekah dan Constatinopel ± dua pusat kekuasaan dan agama Islam. Ia bisa juga merasakan apa artinya hidup ketika kejayaan lama hanya tinggal kenangan belaka. tetapi muncul sebagai akibat dari ekspansi kekuasaan dari luar. Ketika perasaan kerinduan ini telah semakin mencekam. Kalau telah begini. mendirikan Banten. katanya. Awal abad ke-16 adalah masa yang kritis bagi perairan Asia Tenggara. Sultan berhutang ke kiri dan ke kanan. Asal-usul Banten sebagai sebuah kerajaan Islam agak unik juga. dan dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Alfonso d¶Albuquerque. Ia telah tua dan uzur dan hanya menghabiskan waktunya untuk beribadah serta menangisi nasib tanah airnya yang hari demi hari dilanda kemerosotan. Ketika kemudian Cirebon melepaskan perwaliannya atas wilayah di ujung Barat Pulau Jawa (1552) kesultanan Banten pun resmi berdiri dan Pangeran Adipati Hasanuddin pun menjadi Sultan Hasanuddin. Jabatan sebagai kepala gudang ini dianggap sebagai sesuatu yang turun temurun. Kerajaan ini tidak bermula dari tumbuhnya dan membesarnya sebuah kekuasaan lokal. berhasil menaklukkan Malaka. yang malah sibuk menghalangi mereka untuk berhubungan dengan orang Eropa. Ternyata ini adalah sebuah keputusan politik yang sangat tepat. Pangeran Raja Kusuma. Pada tahun 1511. perjalanan waktu dijadikan tak berfungsi dalam kesadaran. Bahkan asal usul berdirinya kerajaan pun masih segar dalam ingatan kolektif anak negeri. tetapi ia tampaknya agak serakah. Akibatnya. maka berarti leher dari 9 . Sebenarnya Sultan ini seorang yang baik hati. Pada umumnya para bangsawan ini sudah cukup puas dengan tempat tinggal yang menyenangkan. maka tarikan masa lalu yang telah dirasakan sebagai ³masa depan´ itu semakin keras dan menggetarkan juga. karena situasi kesekarangan telah sedemikian menista harga diri. maka masa lalu tiba-tiba bisa saja berubah menjadi ³masa depan´ yang harus dirangkul dengan segera. telah masuk Islam). tetapi pengetahuan akan masa gemilang yang telah hilang itu tak begitu saja terpupus dalam ingatan kolektif Banten. la adalah anak seorang tukang batu Cina yang telah disunat (maksudnya tentu saja. yang terletak di ujung Barat Pulau Jawa. sayang ia tidak mempunyai penasehat yang baik. Ketika Van Breugel menulis tentang Pangeran Raja Kusuma ini ia mungkin merasa simpati juga. Sunan Gunung Jati. tentu bisa diduga. maka ³terjadilah apa yang harus terjadi´. Dalam usaha untuk meluaskan kekuasaan dan mengembangkan Islam. Kesedihan sang pangeran tua ini tentang kemerosotan negerinya tentu bisa dimaklumi. tentu saja tidak mengalami secara langsung masa ketika Banten adalah kerajaan yang makmur dan disegani dan merupakan salah satu kerajaan yang terkuat di Kepulauan Nusantara ini. Paman raja. Setelah itu. Bilamana situasi kesekarangan telah dirasakan semakin mencekam bagaimanakah ingatan akan masa lalu yang telah lewat itu akan hilang begitu saja? Bukankah nostalgia kultural itu sesungguhnya tidak lain daripada perlawanan terhadap tirani sang waktu? Dengan bernostagia. Pengawas gudang lada sang raja ialah seorang yang bernama Kiai Aria Astradinata.kesultanan telah jatuh miskin. sedangkan para bangsawan sangat tergantung kepada Sultan. Sunan Gunung Jati meninggalkan putranya sebagai penguasa Banten yang pertama. kata van Breugel. Janganlah pula heran bilamana kepedihan masa kini telah semakin keras dirasakan. adalah seorang yang alim. Sang Pangeran yang hidup pada abad ke-18. la memperhitungkan bahwa dengan jatuhnya Malaka. ulama -penguasa dari Cirebon dan salah seorang Wali Sanga.

10 . tetapi pada perkiraan pada tahun 1672 telah memperlihatkan lonjakan jumlah yang hebat. bahkan juga Denmark. di tempat-tempat lain kota-kota dagang baru pun bermunculan pula.kedua pusat Islam itu telah bisa dicekik Portugis. dan advonturir Eropa. karena pada tahun 1682 itulah masa akhir kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Spanyol. Sejak itu sejarah Banten hanyalah berisikan kisah kemerosotan saja sampai akhirnya menjadi residentie Banten. kemudian datang Belanda. India (1498). Sepuluh tahun kemudian 700 ribu. tetapi panglima Portugis. mengirim barang ekspor. Ternate dan Tidore. Mataram pun tampil pula sebagai pemegang hegemoni di ³negara-negara kota´ di pantai Utara. tetapi juga menyebabkan terjadinya pemencaran dari pusat-pusat perdagangan Islam. Sejak akhir abad ke-16 dan akhir abad ke-17 boleh dikatakan sebagai the age of Islamic hegemony dalam sejarah Asia Tenggara. pedagang. tetapi dalam perbandingan perkiraan ini memperlihatkan bahwa Banten mempunyai penduduk yang terbesar di Nusantara. Sebuah perkiraan pada tahun 1662 mengatakan bahwa penduduk Banten lebih dari 100 ribu. Saingannya hanya perkiraan jumlah penduduk Mataram pada tahun 1624. penerus dinasti Malaka. apalagi setelah Portugis berhasil menaklukkan Malaka maka ³jalan ke Timur´ untuk mencari rempah-rempah dan menyebarkan agama. telah terbuka pula bagi para pelaut. Aceh-Darussalam serta Banten secara pelan tetapi pasti menjadi kerajaan Islam yang besar. Penurunan jumlah penduduk yang drastis dari tahun 1682 -1696 tentu masuk akal juga. baik yang datang dari Eropa. seperti Portugis. dan mengekspor barang imporhanya Aceh di Barat dan Makassar di Timur. Sudah pasti perkiraan jumlah penduduk itu tidak akurat. yang didorong oleh keuntungan dagang dan kekuasaan agama ini. Karena itu bisa jugalah dipahami kalau sumber-sumber tentang sejarah Banten selama abad ke-16 ± abad ke-17 sangat banyak juga. Pada waktunya sebagian dari kota-dagang dan pelabuhan persinggahan bagi para pedagang Islam yang baru ini pun tumbuh sebagai pusat kekuasaan besar. Perairan Nusantara pun menjadi ranah persaingan dari segala bangsa. penginjil. sibuk berkali-kali menyerang Malaka. Tradisi sejarah Banten tidak bisa melupakan bahwa Maulana Jusuf tewas ketika ia ingin meluaskan pengaruh dan kekuasaan kesultanan Banten ke Palembang. Saingan Banten di Nusantara sebagai entrepot pelabuhan yang menerima barang impor. Soalnya ialah setelah Vasco da Gama mendarat di Calicut. tetapi dengan memakaikan keuntungan dari tinjauan ke belakang (atau historical hindsight. Karena itulah Schrieke. Ketika inilah Makassar. sama sekali tidak menduga bahwa kejatuhan Malaka bukan saja menyebabkan Malaka menjadi sasaran penyerbuan dari kekuatan Islam di perairan Barat Indonesia. Pada waktu itu diperkirakan jumlah penduduk 800 ribu. Tentang Banten laporan-laporan asing memperlihatkan bahwa antara tahun 1660-1690 terjadi fluktuasi yang hebat juga dari jumlah penduduk. serta Aceh-Darussalam. Inggris. Dan sejak itu pula Banten semakin tampil sebagai entrepot yang terbesar di Pulau Jawa. apalagi Asia. sosiologi dan sejarah Belanda yang terkemuka (yang sempat juga bekerja pada kantor Penasehat Bumiputra) sempat juga membuat teori bahwa penyebaran Islam di Kepulauan Indonesia ini tidak bisa dilepaskan dari apa yang disebutnya sebagai ³race with Christianity´ (perlombaan dengan Kristen). Tetapi pada tahun 1696 telah turun menjadi 125 ribu. Sementara itu di pedalaman Jawa. Maka sementara beberapa negara-kota di pantai Utara Jawa dan Johor. kata orang sana) kekalahan ini sesungguhnya bisa dilihat sebagai awal dari konsolidasi kekuasaan internal Banten. Ukuran kebesaran enterpot ini bisa dilihat juga antara lain pada perkiraan jumlah penduduk yang diberikan oleh para pelapor asing. yang memang telah berdatangan sejak awal abad Masehi. Malaka adalah salah satu pusat perdagangan yang besar dunia pada abad ke-15. seorang ahli filologi Islam.

Lodewijk tentu saja tidak mengatakannya dan ia pasti juga tidak tahu. bisalah dikatakan bahwa kerap kali juga orang membandingkan Banten dengan Aceh. menurut laporannya. Cornelis de Houtman. Lodewijk. tentu bisa disebut rentenir. tentu bisa diduga. Aceh mempunyai empat orang sultanah yang memerintah berturut-turut di abad ke-17 (Sialnya. Selama lima tahun yang kritis (1600-1605) yang tampil sebagai tokoh utama ialah Nyai Gede Wanagiri. Atau kalau dengan istilah yang biasa dipakai sebagai cheti. maka kita pun bisa juga mengatakan bahwa ajaran Islam tentang riba tidak masuk perhitungan para pedagang Melayu itu. maka ia pun mengatakan bahwa orang Keling lebih suka mengadakan investasi dengan bunga. seorang laki-laki yang menyamar. Kalau cerita Lodewijk diteruskan. seorang pedagang Turki yang kaya-raya. Antara lain ia bercerita tentang ³pembagian kerja´ dari anggota komunitas asing yang berada di Banten. mendarat di Banten dan kemudian menjadikan Banten sebagai pusat aktivitasnya. jika laporan Lodewijk ini benar. yang dengan kata lain. Ini pulalah salah satu sebab dari awal terjadinya Islamisasi di kawasan ini. juga menjadikan Banten sebagai pusat aktivitasnya di Nusantara.Salah satu laporan yang menarik dibuat oleh orang Belanda. yang praktis merupakan pengimport tunggal tekstil dari anak benua India. Hanya saja dalam perbandingan ini sering terlupakan bahwa tumbuhnya Banten sebagai pusat kekuasaan dan dagang terjadi ketika Sultan Abdul Kadir (1596-1618) masih harus berada di bawah pewalian. biarlah hal ini tak dilanjutkan. Maka. berdagang permata dan obat-obatan. Orang Arab dan Pegu melakukan perdagangan laut yang sibuk membawa barang dari satu tempat ke tempat lain atau. tetapi peranan Arab sebagai pedagang di perairan Nusantara ini barangkali telah dimulai sejak abad ke-11 ketika Cina menutup pelabuhannya bagi pedagang asing. Kalau orang Gujarat. kita pun ikut larut dalam pandangan sejarah yang bodoh dan sesat ini dengan mengatakan bahwa ³Indonesia 350 tahun berada di bawah kolonialisme Belanda. maklum para pejabat itu tidak bisa membedakan mana yang mitos dan mana yang sejarah. Lodewijk juga bercerita tentang pedagang besar yang bernama Cheti Maluku yang berhubungan dagang dengan orang Belanda dan Inggris..´ amun. mereka pada umumnya adalah pelaut dan. Masuk akal juga kalau Cornellis de Houtman. Jadi. Salah satu hal yang dibandingkan itu ialah kenyataan bahwa Banten tidak pernah mempunyai penguasa perempuan. Maka. Banten di abad ke-16 dan awal abad ke-17 adalah ³a land of opportunities´± negeri yang membuka semua kesempatan. yang datang ke Banten pada tahun 1596 bersama komandannya. menjadi pedagang perantara. Orang Persia. tentang Kojah Rayoan. Ternyata orang Melayu. kalau cerita dilanjutkan. seorang pelapor Inggris curiga juga. miskin-miskin. ³ia tak punya apa-apa. mempunyai hobby yang sama pula. walaupun ia bukan berdarah kraton. kata Lodewijk. dengan kata lain. tetapi karena kearifannya sangat dihargai oleh semua (yang berkuasa) ia memerintah 11 . la orang dari Keling. janganjangan sultanah yang berada di belakang tirai ketika menerima perutusan Inggris.´ Dengan kata lain. Dengan jelas sekali ia menggambarkan sifat internasional entrepot Banten. tahun kedatangan Cornellis de Houtman ke Banten ini dijadikan sebagai masa awal dari penjajahan Belanda di Indonesia.. Ketika ia sampai di Banten. karena belum dewasa. menurut Lodewijk. Seorang pelapor Inggris (Scott) menyatakan kekagumannya ketika ia berkata bahwa ³perempuan tua ini menguasai para wali dan lain-lain. Ini tentu adalah fakta sejarah biasa saja ± orang berdagang tentu mencari pusat kegiatannya ± tetapi sialnya dalam sejarah Indonesia yang diajarkan oleh para pejabat negara Indonesia yang merdeka. Tak lama kemudian Inggris. pelopor Belanda ke Nusantara. sama saja dengan ³konglomerat Melayu´ sekuler zaman sekarang ² pokoknya keuntungan masuk. Sebagaimana kota pelabuhan lain Sjahbandar Banten juga orang asing. la adalah sultanah yang terakhir). maka ia pun menjalankan semua kerja yang hina untuk menghidupi dirinya.

Seorang pendeta dari Missions Etrangeyes. memperlihatkan suasana yang lama. yang ditulis Raja Ali Haji dan ayahnya Raja Ahmad dari Pulau Penyengat. yang pertama Syahbandar Besar. 12 . baik sumber asing maupun sumber lokal. karma telah membantunya menghadapi pemberontakan yang dipimpin Kiai Tapa (1750-52). kebudayaan dinamis. serta keamanan yang tak terjamin.misi Katholik Prancis. Bahkan kisah yang ditulis Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi. untuk meninjau kerajaan-kerajaan di pantai Timur Tanah Semenanjung. hukum yang kehilangan peran. Suasana kemelut menjelang kejatuhan selalu membayangkan otoritas kekuasaan yang lemah. Tidak kurang pentingnya ialah suasana ini bukan saja mengundang kedatangan para pedagang dari segala penjuru dunia. Jadi masuk akal juga kalau van Leur. Dengan pendekatan ideal type ² membuat bentukan analisis berdasarkan sifat kategori yang paling ekstrim. sebagaimana diuraikan oleh kitab Tufhat an Nafis. dan aktivitas keagamaan menjadi pertanda dari kearifan Sultan. meskipun yang dikisahkan berbedabeda. yaitu maritim dan agraris. memberikan kesan yang tidak jauh berbeda. ³mempunyai dua hakim utama. Banten. dan pandangan ke luar. ilmu pengetahuan berkembang. Nada dari uraiannya hampir sama dengan gambaran para pelapor lain tentang kerajaan-kerajaan Nusantara yang sedang mengalami kemunduran. Pulau Bintan. tidak demikian halnya pada abad ke-17.maka negara maritim berarti kegiatan dagang. sebuah pulau kecil dekat Tanjung Pinang. dan yang lain memakai nama Thiaria (Shari¶ah). yang mempunyai jurisdiksi pada semua masalah perdata dan pidana. membagi kerajaan di kepulauan Indonesia atas dua kategori. nama orang dan bentuk peristiwa. Sedangkan laporan-laporan asing tentang Banten abad ke-16 dan abad ke-17 juga tak pula jauh bedanya dengan laporan tentang kerajaan maritim lain yang sedang berkembang. Makassar. yang disebut historiografi tradisional itu. yang telah mendirikan dan menguasai Singapura. yang tahu semua masalah perdagangan. Kalau De Breugel. sistem hukum berlaku baik. Kisahnya tentu saja berbeda-beda. Bahkan juga bisa ditukarkan dengan Riau-Johor abad ke-18. yang menghukum dengan berat kejahatan pencurian dan perzinaan. serta waktu. raja yang bijaksana.´ De Breugel menggambarkan suasana kemunduran dan kemelut. Ada kerajaan yang telah mengalami krisis di abad ke-18 ± umumnya berada di pulau Jawa ± tetapi ada pula yang bare mengalaminya pada abad ke-19 ± umumnya di kerajaan-kerajaan di daerah lain (kecuali Maluku). tetapi suasana sosial-politik dan ekonomi memantulkan gambaran yang tak jauh berbeda. ekonomi yang kehilangan gairah. tetapi juga para ulama.´ Maka begitulah kalau aturan main dalam pemerintahan telah cukup jelas. yang memperkenalkan pendekatan sosiologi Max Weber untuk memahami sejarah.melaporkan bahwa Banten. masyarakat yang tak peduli. Dalam hal ini.seakan-akan ia adalah satu-satunya ratu di negeri ini. Bedanya hanyalah pada detail-detail sejarah ± nama tempat. yang menulis memorandum pada tahun 1787. Ciri-ciri umum ialah persaingan dagang internasional yang meriah. sempat mengatakan bahwa orang Banten meskipun punya hukum tetapi lebih suka memakai hukum alam. Aceh dan lain-lain memperlihatkan ciri-ciri yang khas maritim. Ketika itu kraton Banten praktis telah menjadi fiefdom VOC atau berada di bawah suzereniteit maskapai ± yang-bermain sebagai-negara ini dan harus pula membayar utang kepada VOC. pemerintahan bisa dijalankan berdasarkan kearifan yang paling unggul. yang dikirim Inggris. Jika saja nama-nama orang diganti dan nama-nama tempat ditukar pula maka uraian tentang Banten rasanya bisa saja dijadikan tentang Makassar dari abad yang sama.

Sistem itu ialah monopoli. yang mempunyai kemampuan teknologi persenjataan yang lebih canggih dan tentara yang telah mengalami suka-duka berbagai macam perang. ketika penetrasi dan pengaruh kekuasaan asing telah semakin dirasakan.´ Penguasa maritim sejauh mungkin ingin mendapatkan keuntungan dari perdagangan laut. sikap kultural yang konservatif. dengan Banten. Perang terjadi dan Banten kalah. Dengan segala ciri-ciri kerajaan maritim yang diperlihatkan Banten. Di bawah sultan yang bijaksana inilah Banten mencapai tingkat kegemilangannya yang tertinggi. pertanian. yang lebih sibuk menjalin ikatan perdagangan terbuka. itu sesungguhnya mempunyai unsur yang ³khusus´ dan ³umum´. memang tidak benar. tetapi mempunyai validitas relatif kalau yang ingin ditemukan ialah pola umum yang berlaku. lebih dari itu sekadar kekalahan kejatuhan Sultan Ageng bermula dari pengkhianatan sang putra mahkota. bukan saja tertarik untuk mendatangi Banten. Ia mengirimkan utusan diplomatik ke negeri-negeri Islam dan menyuruh anaknya naik haji sambil mengunjungi Turki. di mana. Sejak itu sejarah Banten adalah rentetan dari kisah yang ³menunda kekalahan´ saja. bahkan kalau perlu ² bahkan biasa sekali-mereka pun ikut berdagang. dan bila´. Ungkapan ini tidak benar kalau sejarah diartikan sebagai salinan yang murni dari ³apa. Peristiwa sejarah yang biasa dikatakan hanya sekali terjadi. hegemoni asing. Kemudian hegemoni ini secara berangsur menjadi dominasi (mulai dari zaman Daendels) sampai akhirnya resmi berada di bawah kekuasaan langsung Hindia Belanda ² kesultanan telah dihapuskan. Konon Sultan Mataram pernah mengatakan pada utusan Belanda yang datang menghadap di kratonnya. yang harus merasa takut dengan persaingan tuan. ³Tuan-tuan boleh berdagang di negeri saya tanpa bayar pajak. Sultan Haji. tentu mudah juga dipahami kalau di masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1683).´ sedangkan yang merupakan gejala umum itu ialah 13 . Seperti juga halnya dengan Mataram. sebab saya bukan pedagang seperti penguasa Banten dan Surabaya. dan cenderung mempunyai pandangan ke dalam (inward looking). perang. Adapun yang khusus dan tak berulang ialah kenyataan bahwa ³Sultan Ageng Tirtayasa (siapa) yang melawan usaha penetrasi kekuasaan Belanda (apa) di Banten (di mana) pada tahun 1682 (bila). berkembang menjadi pusat dagang. dominasi. akhirnya kolonialisme. independensi Banten mulai setahap demi setahap digerogoti. Setelah Sultan Ageng Tirtayasa (Abdulfattah) bisa dikalahkan. seorang ulama besar yang berasal dari Makassar. sejarah Banten mungkin bisa juga dilihat sebagai sebuah gambaran umum dari ³lahir dan tumbangnya´ kekuasaan pribumi ² lahir.Sedangkan Mataram bersifat agraris ² keterikatan pada tanah. Sultan Haji memerintah. Maka perbenturan antara Batavia. Jika diartikan secara harfiah ungkapan Prancis l¶histoire se repete. tumbuh. Mataram tentu lebih suka mendapatkan upeti dari para bangsawan yang telah mendapat lungguh serta menyibukkan diri dengan penghalusan kebudayaan dan sistem status sosial. Tetapi di saat ini pulalah VOC sedang berada pada tahap perkembangannya yang agresif dan sedang asyik memperkenalkan serta memaksakan sebuah sistem yang sama sekali tak dikenal oleh tradisi Nusantara yang bertolak dari pemikiran laut bebas (mare liberum). kalah. tetapi hegemoni telah berada di tangan VOC. siapa. sejarah Banten adalah sejarah tentang sebuah daerah di tanah air kita. Syekh Jusuf al Makasari. tetapi bisa merasakannya sebagai negeri sendiri. Benar. sejarah berulang. tetapi dari sudut pandang lain. Fakta bahwa Putra Mahkota bisa berkhianat pada ayahandanya serta-merta menyebabkan karisma tradisional yang dipegang kraton pun meluntur pula. einmalig. maka kraton pun ada kalanya menjadi sasaran pemberontakan. Akan tetapi. melawan monopoli.

Maka dengan begini sebuah alternatif dalam penulisan sejarah diperkenalkan. dan keterikatan pada norma keagamaan. pendekar yang selalu siap membela untuk sesuatu yang dianggap benar. dengan memakai pendekatan yang bercorak multidimensional. Sejak resmi menjadi salah satu karesidenan yang berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda. tetapi pada umumnya tidak lagi berperan apa-apa yang penting. Ketika kesultanan telah mengalami proses pelemahan dan kemudian malah dihapuskan dan di saat kedudukan bangsawan semakin terjepit. Kadang-kadang orang dikejutkan oleh tampilnya hal yang perlu dicatat. Pemberontakan Cilegon sebenarnya memperlihatkan hal lain lagi. Akan tetapi. Dengan buku untuk pertama kali seorang sejarawan Indonesia tampil ke depan dengan menyoroti sebuah ³peristiwa kecil´. ulama lokal dan petani. ³nasionalisme lokal´ yang kental. Meskipun dengan memakai konsep pola umum ini Banten unik juga-jika bukan dalam corak peristiwa yang dialaminya. kolonialisme mempunyai kemungkinan untuk menciptakan mental dependensi (terhadap orang asing) dan kesadaran hirarki sosial yang hegemonik (terhadap sesama anak negeri). Maka bisalah dimaklumi kalau Aceh kadang-kadang disebut sebagai negeri ³uleebalang dan ulama´. Di satu pihak. di masa krisis politik yang berkepanjangan ini ketika ³hukum alam´ (sebagai kata van Breugel) lebih penting dari ketentuan hukum yang berlaku golongan baru pun semakin menampakkan dirinya. di pihak lain. setidaknya begitulah yang terjadi pada struktur kesadaran yang dipantulkan oleh satu-dua pejabat Belanda. Onno Zwiervan Haren menulis sebuah drama yang mencekam dengan judul Agon Sulthan van Bantham . Pada gilirannya kesadaran ini memberi akibat juga pada cara sebuah bangsa yang sedang berada dalam proses pembentukannya untuk melihat sejarahnya. 14 . sifat eksploitatif dari kolonialisme kemudian bisa juga menjadi landasan dari terwujudnya rasa kesamaan sejarah dan nasib yang bersifat translokal. dengan aktor-aktor ³orang kecil´.kecenderungan bahwa ³raja adalah lembaga yang pertama yang melawan usaha penetrasi Belanda´. yaitu desa. Max Havelaay. Banten pun dikenal pula sebagai negeri ´ ulama dan jawara ³. meskipun dalam waktu atau abad yang berbeda-beda. Sejarah politik dengan peristiwa besar dan orang besar kini telah didampingi oleh studi yang semakin mendekati pada denyut sejarah sesungguhnya-manusia dengan segala keresahan dan harapannya pada tingkat yang paling intim. Mereka adalah para jawara. siapakah yang bisa melupakan karya Multatuli. Banten . Sejak kejatuhan kesultanan hampir tidak ada lagi satu peristiwa di Banten yang bukan dimotori oleh ulama dan jawara. yang berkisah tentang penderitaan rakyat dan ketidakberdayaan pejabat yang bermaksud baik? Kolonialisme adalah hubungan internasional yang bercorak subordinatif dan eksploitatif mempunyai akibat sosial yang penting. kerajaan yang pernah disegani di perairan Nusantara. Kecenderungan umum ini terjadi di manamana. yaitu semangat independen. Ketika Sartono Kartodirdjo (sekarang Prof Dr) menyampaikan disertasinya tentang pemberontakan Cilegon 1888 di Universitas Amsterdam (1966) maka lembaran baru sejarah penulisan sejarah Indonesia pun dibuka. Dan kemudian. Banten yang telah kehilangan kesultanan ternyata tidak kehilangan beberapa hal yang fundamental. Banten mempunyai tempat khusus juga dalam perkembangan historiografi Indonesia. yang menerbitkan buku-buku di pusat-pusat pengetahuan dunia Islam. Nasionalisme yang kolonial pun tumbuh juga. seakan-akan diharuskan untuk menjadi daerahsampingan saja. Banten. Di samping mempunyai pengaruh terhadap sejarah pergerakan kebangsaan. ketika itu pula para ulama semakin tampil sebagai pemimpin lokal. Begitulah umpamanya. Drama ini berkisah tentang bantuan militer Belanda pada anak Sultan Ageng yang durhaka. seperti tampilnya ulama besar Syekh Nawawi al Bantani.

Gerakan itu antara lain dipimpin oleh Haji Abdul Karim. juga dari daerah lain seperti Tangerang. Begitu besar pengaruhnya di kalangan rakyat dan pejabat pemerintah sehingga dikenal pula sebagai ³Kiyai Agung´ bahkan dianggap sebagai ³Wali Allah´. kemudian mengajar di pesantrennya di Kampung Beji. Percetakan Pustaka Jaya 1984 Perlawanan bersenjata yang paling menonjol di Banten pada abad ke-19 adalah peristiwa yang dikenal dengan ³Geger Cilegon´. Pemberontakan Petani Banten 1888. dan Haji Wasid. di samping dari Banten. Haji Marjuki. yang dalam waktu singkat pengikutnya bertambah banyak. Haji Iskhak dari Saneja.Pemberontakan ³komunis´ 1926 ² seperti juga dengan yang terjadi di Silungkang (Sumatera Barat) ² memang pantas dikenang. Tiga pokok ajaran yang disebarkan kepada muridnya adalah tentang Tauhid. pensiunan patih Serang. langgar atau masjid. yang dalam waktu singkat mendapat banyak murid dan pengaruh terhadap penguasa pribumi. Bogor dan Batavia. Anjuran itu disambut baik kiyai-kiyai terkenal seperti Kiyai Haji Wasid dari Beji. yang pernah belajar di Mekkah pada Syekh Nawawi al-Bantani. para ulama itu selalu menanamkan semangat jihad menentang penjajah kepada masyarakat. Haji Asnawi dari Lempuyang dan Haji Muhammad Asyik dari Bendung. Dalam setiap pengajian/dzikiran yang diadakan di rumah-rumah atau pun di masjid. pemerintah kolonial minta supaya Kiyai Haji Abdul Karim berangkat langsung menggunakan kapal laut dari Tanahara ke Batavia. Kiyai Haji Tubagus Ismail. Haji Abu Bakar dari Pontang. Rakyat dari Tanahara. Melalui pesantren-pesantren. banyak kiyai. Tangerang dan sekitarnya berbondong-bondong menunggu di pinggir jalan yang akan dilaluinya. Pra Peristiwa Geger Cilegon Tokoh menentukan dalam peristiwa Geger Cilegon ini adalah Haji Wasid. tetapi dalam tinjauan dinamika sejarah secara keseluruhan peristiwa ini tidak lebih daripada deviation belaka. tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah yang datang untuk mengucapkan selamat jalan. Bersama kawan seperjuangannya: Haji Abdurahman. Ketika Kiyai Haji Abdul Karim akan ke Mekkah untuk kedua kalinya pada tanggal 13 Pebruari 1876. Haji Tubagus Ismail. Haji Abdul Karim selalu menganjurkan tentang perlunya perang sabil terhadap pemerintah kolonial yang kafir. para tokoh itu dengan mudah melancarkan taktik perjuangan menentang pemerintahan kolonial.A. pada tanggal 9 Juli 1888 yang dipimpin oleh para ulama. Cilegon. Haji Akib. Sebagai ganti pimpinan pesantren dipercayakan kepada muridnya. Haji Abdul Karim mendirikan pesantren di Tanahara. Haji Usman dari Tunggak. Gerakan semacam ini timbul pula di Tanahara yang dipimpin oleh Haji Marjuki. Maka mestikah diherankan kalau sudah lama juga para tokoh Banten telah menginginkan agar Banten bisa mendapatkan kebebasan relatif untuk mewujudkan kembali ³janji sejarah´ yang sekian lama seakan-akan terpendam? GEGER CILEGON Sumber data : buku Sartono Kartodirdjo. Pontang yang kegiatan sehari-harinya mengadakan pengajaran agama pada masyarakat di daerahnya. Dalam mengadakan acara dzikiran di rumah-rumah tertentu. penghulu kepala di Serang serta Haji R. Haji Abdul Karim adalah seorang ulama di desa Lampuyang. Haji Syadeli dari Kaloran. Fiqh dan Tasawuf merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam dan harus dipraktekan dalam setiap kegiatan sehari-hari. Khawatir akan terjadi huru-hara. seperti bupati. yang juga gencar menganjurkan perlawanan kepada penjajah kafir. Kegiatan pengajian Kiayi ini semakin berkembang terutama setelah ia kembali dari Mekkah tahun 1872. Prawiranegara. 15 .

16 . Tiada takut dan tiada harap. Dengan demikian. berhasil mengumpulkan sampai 20 orang anak yang kemudian dipeliharanya di Kawedanaan (PAA. karena banyaknya. sehingga tidak ada tumbuhan yang dapat ditanam penduduk desa.     Pemandangan di desa-desa sungguh menyedihkan. Tanah pertanian. PAA. sehingga perlakuan demikian membuat tambah sedih. pasrah dengan perlakuan itu. sekedar untuk menjaga dari teriknya matahari. mereka menyebarkan pokok-pokok ajaran Islam itu kepada masyarakat.000 penderita. kecuali semuanya karena Allah. Kesemuanya merenggut korban 21. Haji Arsad Thawil. sehingga pemerintah kolonial menginstruksikan supaya membunuh dan mengubur atau membakar semua kerbau atau kambing di suatu desa yang di sana terdapat kerbau yang berpenyakit agar jangan menular ke desa lain. tidak sempat dikuburkan. tiada benci dan tiada suka. dianggap suatu kekejian dan kesewenang-wenangan yang membuat makin besar kebencian kepada Belanda dan anteknya. tercatat lebih dari 40. Bayi-bayi ini sengaja ditinggalkan ibunya karena ia tidak mampu lagi memberinya makan. jalan-jalan sepi. Banyak ibu tidak dapat menyusui anaknya sehingga angka kematian anak tinggi sekali. ditujukan kepada Allah. dan ini mengundang datangnya penyakit baru lagi bagi rakyat desa. banyak rumah tidak dihuni. Dalam pada itu. Ironisnya. kerbau atau kambing yang dibunuh tentara kolonial ini. segala ketaatan dan segala harapan hendaknya. Peribadatan dan penyembahan yang ditujukan kepada selain Allah adalah musrik. dzikir dan do'a. Haji Arsad Qashir dan Haji Ismail. antara tahun 1882 dan 1884 keadaan rakyat Banten khususnya di Serang dan Anyer ditimpa dua malapetaka. Djajadiningrat. yang sebagian besar berupa "tadah hujan" menjadi kering. walaupun mereka tidak bisa berbuat apa-apa. akan menjadi muslim yang baik dan taat dalam menjalankan semua perintah agama serta menjauhi segala yang dilarang-Nya. tanpa ampunan dari Allah. ternak kerbau bukan hanya dianggap sebagai hewan peliharaan tapi juga teman/sahabat yang banyak membantu pekerjaannya di sawah. terutama sekali kaum perempuan. Djajadinigrat. Segala peribadatan. hampir dua tahun hujan tidak turun. Pasauran. Bagi rakyat petani. Dari banyak rumah terdengar ratap tangis. Diperkirakan. hampir sering menemukan bayi di pojokan pasar yang ditutupi selembar daun pisang. Musim kering yang berkepanjangan ini. Karena kurangnya makanan ini maka banyak penduduk yang terjangkit penyakit demam yang parah. murid-muridnya. kelaparan dan penyakit sampar (pes) binatang ternak. menyaksikan bahwa di pasar Kramatwatu. atau karena ibunya tiba-tiba terkena demam dan meninggal tidak lama kemudian. Caringin. Untuk menggambarkan keadaan rakyat Banten pada saat itu. yang menimbulkan gelombang laut setinggi 30 meter melanda pantai barat Banten. Merak. Istri wedana Kramatwatu.500 jiwa tenggelam disapu gelombang. dan ini termasuk dosa besar. Djajadiningrat. Tajur dan Carita. Dengan memahami tiga pokok ajaran Islam ini diharapkan. 1936:8). dan mengharapkan nanti ada yang mengambil untuk memeliharanya. menghancurkan Anyer. Karena musim kemarau ini pula maka berjangkit wabah penyakit sampar (pes) yang menyerang ternak kerbau atau kambing (1880). Tidak heran dari catatan yang ada pada bulan Agustus 1880.000 orang di antaranya tidak dapat tertolong dan menemui ajalnya (Kartodirdjo. bukan kepada manusia dan bukan kepada benda lainnya. ibunya PAA. menyebabkan kelaparan merajalela.Haji Haris. 1988:88). Daerah tempat bencana alam itu luluh lantak tersapu gelombang pasang. Penyakit hewan ini menular dengan cepat. sehingga bangkai hewan dapat ditemukan di mana-mana. sawah dibiarkan mengering karena tiadanya tenaga. serta desa-desa Sirih. Cilegon. dari 210. kerbau yang tidak terkena penyakit pun turut dibunuh pula. sehingga tanaman padi tidak ada yang tumbuh dan air minum pun sulit didapat. semuanya. Kesedihan yang mendalam itu ditambah lagi dengan meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda (tanggal 23 Agustus 1883).

seperti kerja pancen dan kerja rodi. Berbagai macam pajak yang dikenakan kepada penduduk negeri. Tapi bagi penduduk yang kebanyakan tidak mengerti agama. sehubungan dengan penghapusan pelbagai kerja wajib. Dalam keadaan penderitaan rakyat yang bertumpuk ini. ditambah dengan kecurangan-kecurangan pegawai pemungut menambah keresahan dan mempersubur rasa benci penduduk kepada penjajah. Dalam keadaan yang sangat menyedihkan itu. 125. tarhim dan azan jangan dilakukan dengan suara keras.000. Keadaan inilah yang membawa Haji Wasid ke depan pengadilan kolonial pada tanggal 18 Nopember 1887. tetapi juga dalam bidang sosial politik dan kehidupan keagamaan. karena 'Tuhan tidak tuli'. Anyer dan Tangerang. menyinggung rasa keagamaan dan rasa harga diri murid dan pengikutnya. Asisten Residen menginstruksikan kepada Patih agar dibuat surat edaran yang isinya supaya shalawat. pajak pasar sampai kepada pajak jiwa yang besarnya kadang-kadang di luar kemampuan dan penetapannya tidak mengenal keadaan. meskipun jumlah penduduk turun 100. persiapan-persiapan menuju "pemberontakan" di Cilegon. 1988:55). pajak tanah itu untuk seluruh negeri dinaikkan. Jalannya pemberontakan Secara kronologis. 1982:144). politik dan budaya yang dipaksakan pemerintah kolonial Belanda ini berbaur dengan penderitaan rakyat yang sudah tidak tertakarkan menumbuhkan perlawanan bersenjata. Ia dipersalahkan melanggar hak orang lain sehingga dikenakan denda 7. Satu hal lagi yang ikut menyulut api perlawanan ini adalah dirubuhkannya menara langgar (musholla) di Jombang Tengah atas perintah Asisten Residen Goebels. dari mulai pajak tanah pertanian. Asngari dihadiri ¡ 17 . Sementara itu. mungkin dapat diurutkan sebagai berikut: 4 Pebruari 13 Maret 1888.Musibah yang datang bertubi-tubi menimpa rakyat Banten dengan sendirinya membawa dampak luas. setahun setelah letusan Gunung Krakatau. Haji Wasid tidak dapat membiarkan satu kemusyrikan ada di depan matanya tanpa berusaha mencegah. pihak pemerintah kolonial melaksanakan sistem perpajakan yang baru. bahwa perbuatan meminta selain kepada Allah adalah termasuk syirik.50 gulden (Hamka. mengganggu ketenangan "masyarakat" kerena kerasnya suara.. fatwanya itu tidak diindahkannya. namun suasana di kalangan rakyat penuh kegelisahan dan keresahan. tidak hanya di bidang sosial ekonomi.000 (Kartodirdjo. apalagi waktu azan shalat subuh. Melihat keadaan ini. sehingga jumlah pajak yang terkumpul jauh besar jumlahnya dari jumlah pajak tanah tahun 1972. 1884. pajak perdagangan. Dendaan yang dijatuhkan kepada kiyai ini. pajak tanah f. Meski pun kehidupan sosial ekonomi segera dapat dipulihkan beberapa tahun kemudian. yang kedua di Terate di rumah H. Mereka lebih mempercayai dukun dan benda-benda yang dianggap keramat dari pada mohon pertolongan Allah. dapat memunahkan bala bencana dan meluluskan apa yang diminta asal saja memberikan sesajen bagi jin penunggu pohon itu. Untuk menggambarkan besarnya pajak yang ditanggung rakyat Banten. diadakan 3 kali pertemuan di rumah H. Dengan beberapa orang muridnya ditebangnya pohon berhala itu pada malam hari. Goebels menganggap menara yang dipakai untuk mengalunkan azan setiap waktu shalat. Marjuki di Tanara dihadiri oleh para ulama dari Serang. Tersebutlah di desa Lebak Kelapa terdapat sebatang pohon kepuh besar yang oleh sebagian penduduk dianggap keramat. semakin menambah penderitaan rakyat.Pada tahun berikutnya. pengenaan pertanggungan pajak di luar kewajaran. pajak perahu. Faktor-faktor ketidakpuasan terhadap sistem ekonomi. banyak di antara mereka yang lari ke klenik (tahayul). Berkali-kali Haji Wasid memperingatkan penduduk.

Tanara. pesta dengan gamelan. Pertemuan itu dilangsungkan di dalam masjid di luar masjid sudah berkumpul pengikut-pengikut mereka. (5) beredarnya desas-desus larangan berdo'a dzikir. di mana banyak hadir para pejabat. Pada saat itu K. Hadir dalam pertemuan itu antara lain: Haji Sa'id dari Jaha. untuk membicarakan langkah terakhir pemberontakan. istri Haji Iskak. akhirnya kembali pertemuan di rumah K. tidak hadir dalam pertemuan ini karena sudah dipastikan bahwa mereka akan memulai pemberontakan pada hari Senin tanggal 29 Syawal atau 9 Juli 1888. Maka setelah lewat tengah malam para kiyai segera berangkat ke Saneja untuk mengadakan pertemuan kedua di rumahnya Haji Ishak. Residen Banten. Sadeli di Kaloran. Haji Sapiuddin dari Leuwibeureum. Pada tanggal itu juga diperingati hari lahir pendiri tarekat Kadiriyah. Bendung. Iskak. Haji Abdulgani dari Beji. yakni perkawinan antara putra bupati Pandeglang dan putri bupati Serang. Haji Iskak dari Seneja.H. (2) awal Juli. pembagian tugas. Haji Abdulhalim dan Haji Abdulgani ke 18 . Haji Wasid dan Haji Ismail pergi ke Wanasaba untuk mengadakan pembicaraan dengan murid-muridnya. Dari sana. diadakanlah pertemuan para kiyai untuk persiapan terakhir pematangan gerakan di rumah Haji Akhia di Jombang Wetan. penghulu Tanara. Keesokan harinya. penggerakan pengikut. Kiyai Haji Abdulhalim dari Cibeber dan Nuh dari Tubuy. Wasid mengusulkan D-day pemberontakan pada tanggal 12 Juli 1888. selesai shalat magrib dengan dikawal sejumlah muridnya Haji Wasid berangkat ke Cibeber untuk kembali mengadakan pertemuan dengan muridmuridnya yang lain. pagi-pagi sekali. Ismail serta H. Haji Halim dari Cibeber. memberitahukan bahwa Haji Wasid dan Haji Tubagus Ismail ingin bertemu dengan para kiyai yang hadir. Haji Muhiddin.H. Wasid di Beji.M. kemudian di rumah H. Pada hari Sabtu.oleh para pemuka masyarakat dari Serang dan Anyer. dan kiyai-kiyai dari Trumbu. sedangkan pertemuan berikutnya di rumah H. Marjuki di Tanara. dan Haji Akhmad. Dalam pertemuan ini hadir pula Haji Abubakar. Maret April 1888. saudara Haji Tubagus Ismail. (3) adanya desas-desus munculnya naga besar pertanda akan datangnya musibah di kalangan penduduk. Haji Erab diutus ke Haji Mohamad Asyik. Marjuki. Wasid. terutama dari Arjawinangun dan Gulacir yang juga dihadiri oleh Haji Burak. Haji Asnawi. hadir para tokoh/ulama seperti H. akhirnya ditetapkan tanggal pastinya adalah 9 Juli 1888.H. Haji Muhammad Arsad (penghulu kepala di Serang) dan Haji Tubagus Kusen (penghulu di Cilegon). Untuk menutupi kecurigaan Belanda atas pertemuan itu diadakan suatu kenduri besar. Sekitar jam 23. Nasaman dan Sendanglor ke Cipeundeuy menemui Kiyai Haji Sahib. pesta perkawinan dan khitanan. Wasid dan H. Haji Ashik dari Bendung. 23 Juni 1888 pertemuan terakhir. Diduga dalam pertemuan tersebut dibicarakan masalah kesediaan alat persenjataan. di antaranya Haji Sadeli dari Kaloran. Pada hari itu juga dikirim utusan-utusan ke berbagai jurusan. Haji Sarman dari Bengkung. keduanya pergi ke Gulacir. Haji Madani dari Ciora.H. Wasid akan dipanggil ke pengadilan untuk penyelesaian suatu perkara. dan berikutnya di rumah H. datang Nyi Kamsidah. Haji Mahmud dan Haji Alfian diutus menemui Haji Abdulrazak.00. peringatan tersebut antara lain ditandai dengan kenduri besar. tayuban. pertemuan di rumah K. Koinsidensi sejarah pada pematangan situasi tersebut antara lain (1) akhir Juni berlangsung perhelatan besar. Asisten Residen Anyer disertai bawahan Eropa dan pribumi melakukan inspeksi di afdeling Anyer. tanggal 7 Juli 1888. ke rumah Haji Ismail. (4) dalam waktu dekat K. Haji Mahmud dari Tarate Udik. Iskak di Saneja. serta penyelenggaraan latihan antara lain pencak silat. H.

Sedangkan Patih Raden Pennah. menyerbu penjara untuk membebaskan para tahanan. 1936:56) Seperti yang sudah direncanakan semula. Para kiyai dan murid-murid mereka memakai pakaian putih-putih dengan ikat kepala dari kain putih pula sambil membawa pedang dan tombak. Djajadiningrat "tempat kediamannya tidak di dekat-dekat orang Eropah atau di dekat-dekat Ambtenar-ambtenar boemipoetra lain" (1936:55). di beberapa tempat juga meletus pemberontakan. Dengan memekikkan kalimat takbir mereka menyerbu beberapa tempat di Cilegon. dapat dibunuh oleh Haji Tubagus Ismail. Mas Kramadireja. Sedangkan Haji Wasid dengan beberapa pengawalnya tetap di Jombang Wetan memonitor segala kegiatan penyerbuan (Kartodirdjo. yang bernama Kasidin. ajun kolektor. karena dia sedang di Serang waktu itu. Mancak dan Toyomerto. 8 Juli 1888. seorang 19 . adalah Raden Tjakradiningrat. Haji Abdul Gani dan Beji dan Haji Nuriman dari Kaligandu menyerang dari arah utara. Ketiga yang terakhir ini diperintahkan untuk mengerahkan pejuang-pejuang dari Anyer untuk segera bergerak supaya pagi-pagi sekali sudah berada siap di Cilegon. sipir penjara Cilegon. demikian juga Raden Purwadiningrat. Sementara itu. dan kelompok ketiga dipimpin oleh Kiyai Haji Tubagus Ismail dan Haji Usman dari Tunggak menyerang rumah Asisten Residen.. Ketika Tjakradiningrat mendatangi tempat kerusuhan dan dikepung oleh para pejuang terdengar suara: ' .. Grogol. beberapa kiyai kembali lagi ke pesta di rumah Haji Akhiya. sehingga ia termasuk "orang yang tidak berdosa" (1936:56) Menurut rekaman PAA. seperti di Bojonegara. melompat ke muka sambil berkata: ' .. seorang pegawai negeri yang kebelanda-belandaan lolos dari kematian. Haji Tubagus Ismail memimpin pengikut-pengikutnya dari Arjawinangun. tapi Kasidin yang ada pada kerumunan tersebut. Balegendong. Gulacir dan Cibeber bergerak menuju Cilegon untuk menyerang para pejabat pemerintah kolonial. Henri Francois Dumas. Kasidin keluar penjara ketika penjara dijebol para pejuang. yang menurut PPA. Haji Kasiman di Citangkil dan Haji Mahmud di Terate Udik. berbarengan dengan kejadian di Cilegon ini. 1984:301-303). asisten residen Anyer. diadakan arak-arakan sambil meneriakkan takbir dan kasidahan yang dimulai dari rumah Haji Akhiya di Jombang Wetan dan berakhir di rumah Haji Tubagus Kusen. wedana Cilegon. Namun di antara mereka terdapat seorang tahanantitipan kasus pencurian hasil tangkapan Wedana Tjangradiningrat yang sedang menunggu putusan perkara. terbunuhnya Raden Tjakradiningrat itu.. diadakanlah serangan umum ke Cilegon. Djajadiningrat. Krapyak. Dalam keadaan yang kacau itu. Pada malam harinya barisan bertambah panjang bergerak dari Cibeber ke arah Saneja dipimpin langsung oleh Haji Wasid dan Haji Tubagus Ismail yang kemudian dijadikan sebagai pusat penyerangan. juru tulis di kantor Asisten Residen. kelompok kedua dipimpin oleh Haji Abdulgani dari Beji dan Haji Usman dari Arjawinangun menyerbu kepatihan. sedangkan pasukan yang dipimpin oleh Kiyai Haji Wasid. Djajadiningrat. Malam itu juga. setelah pertemuan di rumah Haji Ishak. dan Ulric Bachet. adalah ketika ia akan mencoba bermusyawarah dengan para pejuang (peroesoeh). ia tidak berdosa !'. Johan Hendrik Hubert Gubbels. yang pada keesokan harinya. djangan dianiaja jang seorang itoe. kepala penjualan garam semuanya adalah orang-orang yang tidak disenangi rakyat. Pada hari Senin malam tanggal 9 Juli 1888. Tokoh fenomenal yang menjadi salah seorang korban. ini jang mesti didahoeloekan !' dan pada saat berikutnya Kasidin memarang leher Wedana Tjakradiningrat (PPA. penghulu Cilegon.Tunggak menemui Haji Usman. pemberontakan dipimpin oleh Haji Muhammad Asyik. Di daerah Serang. Kiyai Haji Usman dari Tunggak. Minggu. Jaro Kajuruan. Haji Tubagus Ismail dan Haji Usman dari Arjawinangun dan pengikutnya menyerang dari arah selatan. Pasukan dibagi dalam beberapa kelompok: kelompok pertama dipimpin oleh Lurah Jasim. dari Saneja.

Partai-partai di parlemen Belanda dapat dikelompokkan kepada partai agama dan non agama. Keadaan demikian terlihat juga pada abad ke-19 dan ke-20. dan banyak lagi lainnya dibuang ke Tondano. 1985: 17). yaitu kemudahan bagi organisasi zending Kristen mendirikan sekolah bagi penduduk bumiputra. Haji Arsyad Qashir dibuang ke Buton. sebaliknya pihak penjajah juga menaruh kewaspadaan tinggi untuk daerah Banten dengan rakyatnya sangat militan itu. Ternate. Kedua golongan ini saling berebut mempengaruhi semua keputusan parlemen. di samping untuk mencari keuntungan perdagangan juga dilandasi oleh rasa benci dan permusuhan kepada orang-orang yang beragama Islam. Tetapi seorang babu (pembantu rumah tangga) Gubbel dapat melarikan diri ke Serang membawa kabar kejadian di Cilegon itu. karena setelah kejadian itu Belanda menginstruksikan supaya semua peraturan-peraturan yang akan dikeluarkan hendaknya jangan menyinggung perasaan keagamaan rakyat jajahan. dan Saparua. semua pimpinan pemberontakan yang dibuang ini ada 94 orang. yang selanjutnya dilaksanakan pemerintah Belanda. sebagai perusahaan dagang milik Belanda pun tidak lepas dari tugas penghancuran umat Islam dan penyebaran agama Kristen kepada penduduk di Nusantara (Suminto. Kejadian "Geger Cilegon" itu mempunyai arti penting dalam sejarah pergerakan nasional. Haji Wasid sebagai pemimpin pemberontakan dihukum gantung. Haji Muhammad Hanafiah dari Trumbu dan Haji Muhidin dari Cipeucang. Pusat-pusat kegiatan mereka ialah Bendung. Dengan keadaan ini pemerintah Hindia Belanda haruslah mendukung sebanyak mungkin usaha kristenisasi yang banyak dilakukan organisasi swasta. bekas dan akibat pemberontakan Cilegon ini cukup mendalam di kedua belah pihak. Sehari semalam kekacauan tidak dapat diatasi. Dalam tahun-tahun berikutnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa ekspansi Portugis harus dilihat sebagai kelanjutan dari Perang Salib. Haji Ismail dibuang ke Flores. Pada dasawarsa terakhir abad ke-19 kelompok non agama memperoleh kemenangan dalam parlemen. Walau pun akhirnya pemberontakan itu mengalami kegagalan secara fisik. Haji Haris dibuang ke Bukit Tinggi. kepemimpinannya dipercayakan kepada pemim-pin kharismatik yakni para kiyai dan ulama. Rakyat kebetulan tidak memiliki pemimpin formal untuk menyalurkan aspirasinya sehingga untuk menyalurkan ketidakpuasan itu. Haji Abdurahman dan Haji Akib dibuang ke Banda. Terjadilah pertempuran hebat antara para pemberontak dengan tentara kolonial yang memang sudah terlatih baik. sedangkan yang lainnya dihukum buang. namun sangat bermakna sebagai sebuah gambaran dari rasa ketidakpuasan dan kebencian seluruh rakyat terhadap penjajah. Namun pada peralihan abad ke-20 kemenangan beralih kepada kelompok agama. dalam bentuk pemberontakan. Kaloran dan Keganteran. Di samping mereka terlalu meng-eksploitir tanah jajahan tanpa dibatasi rasa kemanusiaan. Menado. VOC. Haji Arsyad Thawil dibuang ke Gorontalo. sehingga akhirnya kerusuhan dapat dipadamkan. Hal ini tidak lepas dari motivasi pertama pengembaraan orang-orang Eropa. untuk sedikit demi sedikit melupakan agamanya (Islam) dan kemudian beralih kepada agama Kristen. Dukungan terhadap kristenisasi Hindia Belanda dipertegas sejalan dengan ³politik hutang budi´. juga pemerintah kolonial "merambah" dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Ambon. masalah yang dianggap paling mendasar dalam kehidupan manusia. 20 . Cilegon dapat dikuasai sepenuhnya oleh pasukan "pemberontak". Banyaknya pemberontakan rakyat yang dipimpin para ulama Islam ini erat juga kaitannya dengan politik keagamaan yang diterapkan kaum penjajah. Kubang. Maka Bupati bersama Kontrolir dengan 40 orang serdadu yang dipimpin oleh Letnan I Bartlemy berangkat ke Cilegon.ulama dari Bendung. Trumbu. Rakyat Banten sangat benci kepada penjajah Belanda dan pamongpraja yang menjadi kaki-tangannya. Kupang. melalui beberapa peraturan dan pelaksanaan yang dibuat pemerintah Hindia Belanda.

atau sekurang-kurangnya menyalahi Islam. Imbas dari keadaan ini masih terasa sampai pasca kemerdekaan. Peran Kyai dan Jawara di Banten Semenjak pemerintahan kolonial Belanda menaklukan kesultanan Banten. Maka tidak jarang seorang kiyai atau seorang guru mengaji mengeluarkan fatwa bahwa memasuki sekolah-sekolah Belanda adalah haram. Penduduk Banten sebagian besar keturunan orang Jawa dan Cirebon yang 21 . Hal demikian sering menimbulkan konflik tertentu yang saling mencurigai satu sama lain. justru karena tekanan kegiatan missi penyebaran agama Kristen yang menggebu-gebu ini reaksi perlawanan dari rakyat Indonesia makin lebih militan lagi menentang penjajah Belanda. namun dalam hal rasa sentimen keagamaan mereka cukup tinggi. Bahkan beredar fatwa yang menyatakan bahwa berpakaian ala Eropa lebih-lebih memakai dasi. Tetapi dalam kenyataannya. bahkan mungkin bukan termasuk orang yang taat menjalankan agamanya. dan pemakainya dikatakan kafir. "kapir landa" sebutan yang di samping menggambarkan kebencian mendalam juga menganggap mereka itu adalam musuh-musuh Islam dan kaum muslimin. Sehingga orang Indonesia dalam menyebut orang-orang Belanda sebagai "setan". Keadaan semacam ini pun membuat pemerintah Belanda mengalami kesulitan mengangkat pejabat pamongpraja asli dari Banten yang cakap (baca: pernah belajar di sekolah Belanda). yakni menjadi seagama dengan penjajahnya. Keyakinan yang memandang rendah semacam itulah yang mendasari kenapa penduduk asli Banten yang bersedia bekerja menjadi pamongpraja pada masa pemerintahan Hindia Belanda sangat sedikit. pemerintah kolonial lebih banyak mengangkat pegawai yang berasal dari Priyangan. ataupun sekolah Jawa/Melayu yang didirikan Belanda. Ketakutan yang didasari kecurigaan ini pula yang menyebabkan banyaknya pegawai asal Priyangan yang ikut melarikan diri ketika pasukan Jepang keluar dari Banten.Masalah kristenisasi di Hindia Belanda ini erat juga kaitannya dengan masalah menghadapi pemberontakan yang dilakukan umat Islam. Dengan mengkristenkan sebanyak mungkin penduduk di Nusantara maka pemberontakan akan semakin berkurang. yang pada hakekatnya berawal mungkin dari perasaan irihati para pamongpraja asli daerah Banten terhadap para pamongpraja pendatang. untuk mengisi kekosongan pegawai pamongpraja ini. sering dituduh menyuruh anak-anaknya masuk agama Kristen. perlawanan dan pemberontakan rakyat Banten terhadap pemerintah kolonial tidak pernah berhenti. Rupanya. Oleh karenanya. bahkan perluasan kolonial dan ekspansi agama merupakan gejala simbiose yang saling menunjang" (Suminto. 1985:18). celana pantalon dan topi ala Eropa dihukumi haram. seperti dari Bogor dan Bandung. Pemerintah Belanda berpendapat bahwa apabila bangsa Indonesia ini memeluk agama Kristen. maka berarti mereka tidak akan lagi membahayakan bagi pemerintahan Belanda. Pemerintah kolonial memandang bahwa Banten merupakan daerah yang paling rusuh di Jawa. walaupun memang kebanyakan rakyat Banten bukan orang yang mempunyai pemahaman mendalam tentang keislaman. Karena itu masyarakat Banten sejak dahulu dikenal sebagai orang yang sangat fanatik dalam hal agama dan bersemangat memberontak. masyarakat mencemooh mereka sebagai "anjing belanda". Tidaklah mengherankan apabila orang Islam yang mengirimkan anaknya untuk belajar di sekolah Belanda. Karena itulah "zending Kristen harus dianggap sebagai faktor penting bagi proses penjajahan. Demikian juga dengan orang Islam yang bekerja menjadi pegawai di kantor pemerintah Belanda. misalnya sebagai pamongpraja.

Ia cukup terkenal dengan seragam hitamnya dan kecenderungan terhadap penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Seperti halnya kiyai yang memiliki pesantren sebagai tempat para santri menimba ilmu pengetahuan agama Islam. Bahkan pengangkatan pemimpin formal di suatu desa ditentukan oleh pemuka-pemuka agama di daerah yang bersangkutan. Melayu dan Lampung. tidak hanya dipandang sebagai tokoh agama tetapi juga seorang pemimpin masyarakat. seperti bertutur kata lembut. serta membawa tasbih untuk berdzikir kepada Allah. Jimat yang memberikan harapan dan memenuhi kebutuhan praktis para jawara yang salah satunya adalah kekebalan tubuh dari benda-benda tajam. merupakan simbol-simbol kesalehan. Memang bahwa salah satu sifat jawara adalah selalu ingin menang. Golongan lain. juga sebagai guru spiritual dan pemimpin kharismatik masyarakat. Keunggulan dalam hal fisik dan kemampuanya untuk memanipulasi kekuatan supernatural (magik) telah melahirkan sosok seorang jawara dengan memiliki karakter yang khas.dalam perjalanan waktu berbaur dengan orang-orang Sunda. Penampilan kiyai yang khas. Begitu pula dalam hal penampilan fisik dan watak. agresif. jawara dipandang sebagai sosok yang memiliki keberanian. Perbauran yang begitu dalam menyebabkan penduduk Banten memiliki cultur yang berbeda dalam hal bahasa dan adat istiadat dengan masyarakat asalnya. yang ingin dipandang orang yang paling hebat. Sehingga bagi sebagian masyarakat. Menurut Tihami (Dekan IAIN Maulana Hasanudin Banten) bahwa jawara itu adalah murid kiyai. terutama di pedesaan. apalagi menjadi kepala desa atau lurah. adalah jawara. berpakaian rapih dan sederhana. Kiyai yang merupakan gelar ulama dari kelompok Islam tradisional. Pada masa dahulu kepala desa atau lurah di Banten itu mayoritas adalah para jawara. Karena itu perilaku dan ucapan seorang kiyai menjadi panduan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian orang berpendapat bahwa jawara berarti juara. terbuka (blak-blakan) dengan bersenjatakan golok. Bugis. yang kalau sekarang lebih dikenal dengan kepala desa atau lurah. Para jawara tersebut memimpin kajaroan (desa) namun kemudian terjadi pergeseran makna sehingga jawara dan jaro menunjukan makna yang berbeda. Bahkan mereka memiliki organisasi tersendiri. Para jawara pun memiliki jaringan yang melewati batas-batas geografis daerah tempat tinggalnya. seperti Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten yang dipimpin oleh Tb Chasan Shohib dan Tjmande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir yang dipimpin oleh Maman Rizal. sebagian orang lagi berpendapat bahwa kata ³jawara´ berasal dari kata ³jaro´ yang berarti seorang pemimpin yang biasanya merujuk kepada kepemimpinan di desa. berprilaku sopan. Asal-usul kata ³jawara´ pun tidak begitu jelas. Kiyai di Banten pada tempo dulu tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam tetapi mengajarkan 22 . Dalam daerah yang pernah menjadi pusat kerajaan Islam dan penduduknya yang terkenal sangat taat terhadap agama seperti daerah Banten sudah sewajarnya jika kiyai menempati kedudukan yang penting dalam masyarakat. yang berarti pemenang. Kekuasaannya sering kali melebihi kekuasaan pemimpin formal. Sekarang ini jawara tidak mesti menjadi pemimpin. demikian pula kepala jawara memiliki padepokan tempat pengemblengan ³anak buah´. yang terkadang dilakukan dengan berbagai cara termasuk dengan cara yang tidak baik. orang Banten menunjukkan perbedaan yang nyata dengan orang Sunda dan orang Jawa Tengah dan Jawa Timur. sompral (tutur kata yang keras dan terkesan sombong). untuk menunjukan bahwa ia memiliki kekuatan fisik dan magik. Kiyai dikenal tidak hanya sebagai guru di pesantren. Sehingga seorang jawara itu biasa bersifat sompral (berbicara dengan bahasa yang kasar dan terkesan sombong). seperti penggunaan jimat. Jawara sebagai orang yang memiliki keunggulan dalam fisik dan kekuatankekuatan untuk memanifulasi kekuatan supernatural. sehingga ia disegani oleh masyarakat. yang juga menembus batas-batas hirarki pedesaan di Banten.

Karena itu jawara dianggap pahlawan oleh rakyat. selain dipandang sebagai orang yang mengerti tentang pesan-pesan dan ajaran-ajaran agama juga dipandang sebagai sosok yang paling dekat pusat kekuatan supernatural. kekerasan dan kenekadan. kurang taat dalam beragama. mendalami ilmu-ilmu agama Islam pada akhirnya disebut santri. Jawara dianggap memiliki ilmu-ilmu kedigjayaan (kesaktian) dan menguasai 23 . sombong.ilmu persilatan atau kanuragan. karena kesultanan tidak mampu menjangkau daerah-daerah yang terpencil yang sangat jauh dari pusat kekuasaan. Karena kharisma seseorang kiyai akan semakin besar apabila ia selain memiliki kemampuan untuk memahami ajaran-ajaran agama. Peranan jawara pada masa lalu yang menonjolkan keberanian untuk melawan musuh bersama masyarakat yakni: pemerintah kolonial Belanda. Karena itu kesan orang terhadap istilah jawara cenderung negatif dan derogatif. juwara iku tentrane kiyai (jawara itu tentaranya kiyai). sehingga membangkitkan perasaan orang lain penuh dengan pertentangan: hormat dan takut. kiyai. Namun prilakuprilaku jawara. Sedangkan murid kiyai yang memiliki bakat dalam bidang fisik lebih condong kepada persilatan atau ilmu-ilmu kanuragan. Persepsi masyarakat tentang jawara saat ini yang kurang simpatik dan cenderung negatif sebenarnya bisa diterangkan dengan teori ³ bandit sosial´ di atas. kurang taat menjalankan perintah agama Islam atau melakukan sesuatu dengan cara-cara yang tidak baik terhadap orang untuk kepentingan dirinya semata. seperti kekebalan tubuh dari senjata tajam. Maka ada orang yang mendefenisikan jawara dengan ³jago wadon lan lahur´ (tukang main perempuan dan tukang bohong). yang lebih dikenal dengan ilmu-ilmu hikmah. seperti melakukan ancaman. Mungkin atas dasar itu seorang pengurus persilatan dan seni budaya Banten menyatakan bahwa jawara itu adalah khodim (pembantu) nya kiyai. Kesan yang kurang baik tentang jawara tersebut yang kemudian yang bagi orang-orang yang memiliki ilmu-ilmu kadigjayaan atau persilatan yang sudah ³terpelajar´ tidak mau menamakan dirinya jawara tetapi lebih senang disebut pendekar. yang kemudian disebut jawara. Sedangkan istilah jawara yang bersifat denotatif berisi tentang sifat yang merendahkan derajat (derogatif) yang biasanya digunakan untuk orang-orang yang berprilaku sombong. Hal ini disebabkan pesantren. Namun setelah Indonesia bebas dari kolonialisme. pada masa yang lalu. karena itu dipercayai memiliki kekuatan magis dan mistis. sebagai pembela dan pelindung atas kepentinganya. Karena itu dalam tradisi kejawaran bahwa seorang jawara yang melawan perintah kiyai itu akan kawalat. ³jago wadon lan harta´ (tukang main perempuan dan tamak harta). justru tidak berubah. sehingga ia dianggap bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak bisa dilakukan oleh orang-orang biasa. Tokoh-tokoh agama. mendapat penghargaan dan penghormatan di mata rakyat Banten. Bahkan seperti yang diungkapkan salah seorang kiyai di Serang. bisa memukul dari jarak jauh dan sebagainya. musuh bersama rakyat itu tidak ada. Tokoh lain di wilayah Banten yang memiliki status sosial yang dihormati dan disegani karena dianggap memiliki kemampuan untuk memanipulasi kekuatan supra-natural yang merupa magis dan mistis adalah jawara. Istilah jawara yang menunjukan referensi untuk identifikasi seseorang adalah gelar bagi orang-orang yang memiliki kekuatan fisik dalam bersilat dan mempunyai ilmu-ilmu kesaktian (kadigjayaan). terutama kitab-kitab kuning juga dipercayai oleh masayarakat memiliki kekuatan mistis dan magis yang besar pula. berada di daerahdaerah terpencil dan kurang aman. terutama dari pemimpin tarekat. seperti sompral. Peran-peran itu yang telah ditampilkan secara baik oleh Mas Jakaria serta tokoh-tokoh jawara masa silam. Istilah jawara dalam percakapan sehari-hari masyarakat Banten sekarang ini dipergunakan untuk istilah denotatif dan juga referensi untuk mengidentifikasi seseorang. rasa kagum dan benci. sehingga menimbulkan antipati masayarakat terhadap jawara. Murid kiyai yang lebih berbakat dalam bidang intelektual.

Karena posisinya yang demikian itu maka seorang kiyai atau jawara dapat selalu dibedakan dari orang kebanyakan. guru dan pemimpin masyarakat yang berwibawa yang memiliki legitimasi berdasarkan kepercayaan masyarakat.H. bisa memukul dari jarak jauh dan sebagainya. terutama pada saat-saat kehidupan sosial mengalami krisis. yang pada masa-masa sulit banyak membantu peran para kiyai terutama berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepemimpinannya bersifat kharismatik. menjadi sosok yang terkadang justru banyak merugikan masyarakat. Seperti kisah ketokohan Ce Mamat alias Muhamad Mansur yang mendirikan Dewan Rakyat. Munculnya kiyai sebagai tokoh agama yang dihormati di wilayah Banten berkaitan dengan kontrol pemerintah kolonial Belanda yang semakin kuat terhadap kesultanan Banten pada abad ke-18 dan ke19. rasa kagum dan benci. namun pengaruh mereka semakin menurun. seperti Fakih Najamuddin untuk di tingkat atas dan para penghulu untuk di tingkat bawah. ahli hikmah. akibat intervensi pemerintah kolonial yang terlalu besar. kawani) secara fisik. Syam¶un untuk menangkap Ce Mamat dan menumpas gerombolannya. Meskipun pemerintah kolonial masih tetap mempertahankan pejabat-pejabat yang mengurusi soalsoal keagamaan masyarakat Banten. yang pada saat itu merupakan tokoh agama yang independen dan tidak bersentuhan langsung dengan pemerintah. ia dianggap bahkan diyakini memiliki kekuatan supernatural sehingga memiliki kemampuan luar biasa dan mengesankan di hadapan khalayak banyak. Pembayaran zakat pun yang selama kesultanan Banten dan masa-masa awal pemerintahan kolonial diserahkan kepada penghulu.ilmu persilatan. muncul sebagai tokoh masyarakat. Menurut masyarakat Banten gelar Kiyai diberikan kepada seorang yang ³terpelajar´ dalam pemahaman keislamannya dan ia membaktikan hidupnya ³demi mencari ridha Allah´ untuk menyebarluaskan serta memperdalam ajaran-ajaran agama Islam kepada seluruh masyarakat melalui lembaga pendidikan ataupun pesantren. yang menyandang gelar tersebut biasanya memiliki kesaktian dan ahli kebatinan. Penghapusan jabatan tersebut mengalihkan loyalitas penduduk ke para kiyai.H. Demikian pula jawara. Sehingga K. Selain itu jawara juga harus memiliki keberanian (wanten. 24 . yakni: kepemimpinan yang bertumpu kepada daya tarik pribadi yang melekat pada diri pribadi seorang kiyai atau jawara tersebut. Anggota Dewan Rakyat yang anggotanya kebanyakan dari para jawara. Apalagi semenjak jabatan Fakih Najamuddin. setelah penghapusan jabatan Fakih Najamuddin diberikan kepada para kiyai. Berkat kelebihannya itu. sehingga membangkitkan perasaan hormat dan takut. Karena itu seseorang yang hanya memiliki ilmu-ilmu kadigjayaan dan persilatan tidak akan dinamakan jawara apabila ia tidak memiliki keberanian. Akhmad Khatib memerintahkan K. seperti kekebalan tubuh dari senjata tajam. yang keberaniannya itu didukung oleh kemampuan dirinya dalam menguasai ilmu bela diri (persilatan) dan ilmu-ilmu kesaktian. dihapuskan oleh Belanda. Karena kelebihannya yang dimilikinya itu maka kiyai dan jawara dipandang sebagai pemimpin masyarakat dan merupakan ³elit sosial´ di masyarakat Banten. Kiyai. mengadakan serangkaian kerusuhan sosial dan pembunuhan di berbagai tempat di wilayah Banten. Kedua tokoh tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar di masyarakat dan juga memiliki para pengikut yang setia. Sedangkan jawara dalam pandangan masyarakat Banten merujuk kepada seseorang atau kelompok yang memiliki kekuatan fisik dalam bersilat (kanuragan) dan mempunyai ilmu-ilmu kesaktian (kadigjayaan). Juga karena keunggulan kepribadiannya itu. ia bisa muncul menjadi tokoh yang kharismatik.

kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan (agama dan sekuler). guru ilmu ³hikmah´ (ilmu ghaib) dan sebagai mubaligh. ekonomi dan politik dalam kehidupan masyarakat Banten saat ini sangat diperlukan.Kiyai dalam masyarakat Banten merupakan tokoh panutan masyarakat yang dihormati berkat perannya dalam mengarahkan dan menata kehidupan bermasyarakat. masyarakat Banten masih hidup dalam tata cara kehidupan tradisi prasejarah dan dalam abad-abad permulaan masehi ketika agama Hindu berkembang di Indonesia. Karena itu ia lebih bersifat memberikan pencerahan terhadap masyarakat. Penyebarannya dilakukan oleh salah seorang pemimpin Islam yang dikenal sebagai wali berasal dari Cirebon yakni Sunan Gunung Jati dan kemudian dilanjutkan oleh putranya Maulana Hasanudidin untuk menyebarkan secara perlahan-lahan ajaran agama Islam daerah Banten. guru ilmu silat dan ilmu ³batin´ atau magi. Di Banten telah berdiri satu kerajaan Islam yang lebih dikenal oleh masyarakat Banten dan sekitarnya dengan sebutan Kesultanan Banten. guru kitab. Sumber naskah kuno dari masa pra Islam menyebutkan tentang kehidupan masyarakat yang menganut Hindu. Sehingga dalam masyarakat Banten peran-peran yang sering dimainkan oleh para jawara adalah menjadi jaro (kepala desa atau lurah). Jawara membutuhkan elmu dari kiyai. Banten adalah salah satu pusat perkembangan Islam. yakni saling ketergantungan tetapi juga kontradiktif. Peninggalan sejarah yang amat berharga ini nampaknya akan selalu menarik untuk diteliti dan dikaji 25 . Peranan kiyai dalam masyarakat Banten adalah sebagai tokoh masyarakat (kokolot). Sejarah Pra Islam Dan Berkembangnya Islam Di Banten Sebelum Islam berkembang di Banten. khususnya di daerah Jakarta dan Jawa Barat. namun demikian peranan para jawara dalam sosial. Keduanya merupakan pemimpinan yang meemiliki pengaruh pada masyarakat Banten. guru ngaji. Hal ini dapat dilihat dari peninggalan purbakala dalam bentuk prasasti arca-arca yang bersifat Hiduistik dan banguan keagamaan lainnya. Begitu pula ketika mereka membina hubungannya dengan sesama Kiyai dan jawara disatukan dalam dalam ruang lingkup kebudayaan Banten. Tetapi akhir-akhir ini peranan para jawara mulai berbeda dibandingkan dengan peranan jawara pada masa-masa lalu dalam sejarah kehidupan masyarakat Banten sesuai perkembangan zaman. Peranan tersebut bagi masyarakat sangat membantu apalagi saat Banten dalam kekacauan dan kerusuhan yang cukup lama. Dikarenakan letak geografisnya yang sangat strategis sebagai kota pelabuhan. peran-peran seperti itu sangat diperlukan. apalagi bagi masyarakat yang masih mencari jati dirinya. kesaktian dan keturunannya. Sedangkan jawara berkedudukan sebagai pemimpin dari lembaga adat masyarakat diapun tokoh yang dihormati apabila ia menjadi pemimpin atau penguasa. semua itu menjadi masyarakat Banten yang madani dan memiliki religiusitas yang tinggi. karena Banten mempunyai peranan penting dalam tumbuh dan berkembangnya Islam. Sedangkan jawara lebih cenderung kepada kekuatan fisik dan ³batin´. guru tarekat. menerima uang shalawat (bantuan material) dari jawara. Tetapi juga banyak kiyai yang tidak senang terhadap berbagai prilaku jawara yang sering menghalalkan segara cara walau dengan cara kekerasaan dalam menyelesaikan masalah. sedangkan sebaliknya kiyai. kebesaran namanya sangat ditentukan oleh nilai-nilai pribadi yang dimiliki. Sekitar permulaan abad ke 16. satuan-satuan pengamanan. atas jasanya tersebut. di daerah pesisir Banten sudah ada sekelompok masyarakat yang menganut agama Islam. Sifat hubungan keduanya tidak hanya bersifat simbiosis. Peranan seorang kiyai selain sebagai pewaris tradisi keagamaan juga pemberi arahan atau tujuan kehidupan masyarakat yang mesti ditempuh.

beliau menikah dengan adik bupati Banten yang bernama Nhay Kawunganten.terutama dikalangan sejarawan dan para ilmuan. dengan pusat pemerintahan Kadipaten di Banten Girang sedangkan Banten Lama hanyalah berfungsi sebagai pelabuhan saja. (Atja. hal ini disebabkan karena data yang diperoleh para ahli belum lengkap. Seperti di dalam naskah Purwaka Tjaruban Nagari disebutkan bahwa Syarif Hidayatullah setelah belajar di Pasai mendarat di Banten untuk meneruskan penyebaran agama Isalam yang sebelumnya telah dilakukan oleh Sunan Ampel. Selain itu di Banten terdapat sisa-sisa kebudayaan megalitik tua (4500 SM hingga awal masehi) seperti menhir di lereng gunung Karang di Padeglang. (Hoesein. (Ambary. batu bergores di Ciderasi desa Palanyar Cimanuk. kita tidak mendapatkan keterangan yang menyakinkan. demikian pula dengan masa kehidupan Hindu dan Buddha ditandai oleh peninggalan Hindu masa itu berupa prasasti arca Nandi dan bendabenda arkeologi lainnya. (Ayathrohaedi. dan lain sebagainya. Kopo Pandeglang. Keadaan Banten Pra Islam Daerah Banten memiliki beberapa data arkeologi dan sejarah dari masa sebelum Islam masuk ke daerah ini.1982:2) Untuk menghubungkan antara Banten Girang dengan pelabuhan Banten. karena kerajaan Tarumanegara pada masa itu berada dalam keadaan makmur dan jaya. Pada tahun 1475 M.1976:1-6) Penggunaan alat-alat kebutuhan yang dibuat dari perunggu yang terkenal dengan kebudayaan Dong Son (500-300 SM) juga mempengaruhi penduduk Banten. ternyata sejarah Islam di Banten belum banyak diteliti secara tuntas sehingga masih banyak hal-hal yang penting yang perlu diteliti dan dipelajari secara lebih mendalam. Disamping karena pertumbuhan dan perkembangan Islam di Banten yang menarik. serta naskah-naskah kuno yang mencatat keterangan tentang kehidupan masyarakat pada masa itu. pada tahun 1525 M dan 1526 M. ini berarti bahwa daerah kekuasaan Tarumanegara sampai juga ke daerah Banten. Lebak Munjul Pandegalng adalah prasasti yang bertuliskan Pallawa dengan bahasa Sangsekerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. sumber data arkeologi menujukan bahwa sebelum Islam masyarakat Banten hidup pada masa tradisi prasejarah dan tradisi Hindu-Buddha. adapun prasasti Munjul yang ditemukan terletak disungai Cidanghiang.1972:26) 26 . kubur tempayan di Anyer.1983:124) Untuk selanjutnya keadaan Banten pada abad ke VII samapi dengan abad ke XIII. Cikupa. Pada awal abad ke XVI. dolmen dan patung-patung simbolis dari desa Sanghiang Dengdek di Menes. Tradisi prasejarah ditandai oleh adanya alat-alat kehidupan sehari-hari dan kepercayaan yang mereka anut. dua tahun kemudian lahirlah anak perempuan pertama yang diberinama Ratu Winahon dan pada tahun berikutnya lahir pula pangeran Hasanuddin. Tumbuh dan Berkembangnya Islam Di Banten Penyebaran Islam di Banten dilakukan oleh Syarif Hidayatullah. Selain bukti arkeologi berupa arca Siwa dan Ganesha ini belum ada lagi data sejarah yang cukup kuat untuk menunjang keberadaan kerajaan Salakanagara ini yang lebih jelas.1979:37) Tapi disamping itu pula masih ada jalan darat yang dapat dilalui yaitu melalui jalan Kelapa Dua. (Sukendar. kapak batu di Cigeulis. Cipari dan Babakan Tanggerang. dipakai jalur sungai Cibanten yang pada waktu itu masih dapat dilayari. Hal ini terlihat dengan ditemukannya kapak corong terbuat dari perunggu di daerah Pamarayan. di Banten yang berkuasa adalah Prabu Pucuk Umun.

Mesjid Pacinan Tinggi. kebudayaan dan ekonomi di masa itu. Seperti halnya di Banten banyak terdapat benda-benda bersejarah yang memiliki nilai historis yang dapat menyiratkan suatu riwayat tertentu. Selain orang keturunan Cina yang sering berkunjung kesini banyak pula para turis macanegara dan lokal mengunjungi klenteng ini. (Roesjan. (Djajadiningrat. Masjid Caringin. Adapun tugasnya dalam penyebaran Islam di Banten diserahkan kepada Pangeran Hasanuddin. (Ismail. lepas dari pengaruh Demak atau pun Pajang. Cina. Kadipaten Banten dirubah menjadi negara bagian Demak dengan Pangeran Hasanuddin sebagai Sultannya. Setelah kesultanan Banten berakhir maka sekarang tingglallah peninggalan sejarah berupa bekas istana kerajaan dan beberapa bangunan lain seperti. Gedung Timayah. (Hamka.1976:181) Disamping itu Banten juga menjadi pusat penyebaran agama Islam. di dalam usaha penyebaran agama Islam Ini Pangeran Hasanuddin berkeliling dari daerah ke daerah seperti dari G.1954:10) Karena semakin besar dan maju daerah Banten. Pengaruh yang besar diberikan oleh Islam melalui kesultanan dan para ulama serta mubaligh Islam di Banten seperti tidak dapat disangsikan lagi dan penyebarannya melalui jalur politik. G. Keraton Kaibon.Setelah Pangeran Hasanuddin menginjak dewasa. Pulosari. prabotan rumah tangga. (Djajadiningrat.1983:34) Sehingga berangsur-angsur penduduk Banten Utara memeluk agama Islam. Atas petunjuk dari Syarif Hidayatullah pusat pemerintahan Banten dipindahkan dari Banten Girang ke dekat pelabuhan di Banten Lor yang terletak dipesisir utara yang sekarang menjadi Keraton Surosowan. persejataan dan karya seni yang menjadi tolak ukur dari nilai-nilai budaya masysarakat pada masa itu. Keraton Surosowan. Barulah Sultan Hasanuddin memproklamirkan Banten sebagai negara merdeka. Ditempat ini berdiri masjid Kasunyatan yang umurnya lebih tua dari masjid Agung Banten. Dari beberapa petugas serta pengawas 27 . karena mereka ingin melihat klenteng Cina yang dibangun pada masa sultan Banten dan konon klenteng tertua di Indonesia. Bangunan ± bangunan itu tidak terlepas dari pengaruh religius (Hinduisme dan Islam). syarif Hidayatullah pergi ke Cirebon mengemban tugas sebagai Tumenggung di sana. serta terjadinya akulturasi negara-negara lain seperti. saat itu Kesultanan Demak runtuh dan digantikan oleh Panjang. makam-makam sultan Banten dan banyak lagi yang lainnya. dan Gujarat. Karang bahkan sampai ke Pulau Panaitan di Ujung Kulon. (Djajadiningrat. Mesjid Agung dan Menara Banten. baik kejayaan maupun kesuraman suatu masa dalam sejarah. Masjid Kasunyatan. Belanda.1983:144) Pada tahun 1568 M. Di Banten ada sebuah peninggalan kuno bangsa Cina yaitu klenteng yang saat ini merupakan Vihara Budha. pendidikan. maka pada tahun 1552 M. banyak orang-orang dari luar daerah yang sengaja datang untuk belajar. Sejarah kebudayaan Cina Tertua di Banten Sejarah bisa diungkapkan lewat peninggalan-peninggalan masyarakat terdahulu dari segala segi aktivitas dan kreativitas. sehingga tumbuhlah beberapa perguruan Islam di Banten seperti yang ada di Kasunyatan.1983:35) Disinilah tempat tinggal dan mengajarnya Kiayi Dukuh yang bergelar Pangeran Kasunyatan guru dari Pangeran Yusuf. seperti dilihat dari bentuk ± bentuk bangunan. Kesultanan Banten telah mencapai masa kejayaannya dimasa lalu dan telah berhasil merubah wajah sebagian besar masyarakat Banten.1983:163) Kerajaan Islam di Banten Saat itu lebih dikenal oleh masyarakat Banten dan sekitarnya dengan sebutan Kesultanan Banten.

Agar warna cat tidak mudar dan tetap indah dipandang para pengunjung. dilihat dari catatan arkeologi pada setiap tahun banyak perahu Cina yang berlabuh di Banten.000 real dengan menggunakan 6 buah perahu. Kita tengok sejarah hubungan antara kesultanaan Banten dengan bangsa Cina pada masa itu. Lokasi klenteng Cina ini terletak di sebelah barat bangunan Benteng Speelwijk (Benteng yang dibuat Belanda). Selain sebagai pedagang orang-orang Cina datang ke Banten sebagai imigran (Clive Day. Kemudian dalam proses selanjutnya bangunan klenteng itu mengalami perluasan beberapa puluh meter di areal kosong bagian kiri kanan banguan juga bagian depan maupun belakang bangunan tersebut. Klenteng ini di bangun pada masa awal Kerajaan Banten. tetapi bangunan klenteng amat terpelihara dengan baik dan masih berfungsi sebagai tempat peribadatan para pemeluk agama Budha hingga kini bahkan dalam perkembangannya di sekitar klenteng ini sekarang cukup banyak berdiri penginapan yang khusus di bangun untuk menampung para pengunjung klenteng dari luar kota yang ingin bermalam. Cat yang banyak melekat didinding tiang serta kusen lainya memeang sering diperbaharui. juga di Indonesia . sedangkan di ruang lainnya yang melengkapi beberapa tempat penampungan para jemaah klenteng. P. Mata uang Cina yang ditemukan de Houtman di Banten (Rouffer. berjarak puluhan meter saja karena dipisahkan oleh sebuah parit. sedangkan pada koin sebaliknya diketahui huruf Manchu yang artinya tidak diketahui. pada tahun 1614 di Banten ada 4 buah perahu Cina yang rata-rata berukuran 300 ton. semula rumah biasa milik seorang Kapten VOC yang diserahkan untuk dijadikan tempat sembahyang orang Cina. dan pada saat itu orang Cina di Banten lebih dari 1300 kepala keluarga. 1958:69). Meskipun klenteng ini sudah berusia 500 tahun. diperoleh keterangan serupa bahwa Kleteng ini tertua di Jawa. Keterangan ini hampir sama dengan yang dipaparkan oleh She Cang bahwa klenteng yang dijaganya sejak tahun 1963 samapi sekarang. Dahulu kampung Pabean memang banyak dihuni oleh orang-orang Cina daerah pelabuhan itu sangat ramai tetapi jauh dari tempat sembahyangnya orang Cina oleh karena itu kerajaan Banten memberikan bangunan kepada orang-orang Cina di Pabean sebuah bangunan besar bekas kantor bea (douane) pada masa VOC di pelabuhan Banten. Bangunan klenteng ini memiliki ciri khas tersendiri sama seperti bangunan-bangunan bersejarah di Banten pada umumnya. kesan tua dan membosankan untuk di pandang memenag tidak terpancar sama sekali di banguanan ini. Bangunan bekas kantor douane itu kemudian di rubah menjadi klenteng dengan nama Bio Hud Couw. Coen perahu Cina membawa barang dagangan bernilai 300. pembangunan yang terus dilakukan secara bertahap di sekitar klenteng memang tidak merubah keaslian klenteng itu sendiri apa lagi yang terletak dibagian tengah klenteng karena diguankan sebagai altar. Intensitas kehadiran para pedagang Cina cukup meramaikan dalam perdagangan di Banten diiringi pula dengan kehadiran imigran yang berfekwensi cukup tinggi.klenteng itu. hal ini lebih banyak disebabkan selain karena perluasan bangunan di sekitar bangunan asli klenteng juga beberapa pengaruh warna cet merah dengan kombinasi warna kuning yang menyala. Penemuan mata uang Cina ini oleh tim arkeologi di Keraton Surosowan terdapat tulisan Yung Cheng T¶ung Pou = Coinage of Stable Peace yang berarti pembuatan mata uang untuk kesetabilan dan perdamaian. mereka datang untuk berdagang dan melakukan perdagangan dengan cara barter/menukar dengan lada sebagai bahan utamanya. 1915:122) sebagai tanda peran serta bangsa Cina pada perdagangan di Banten tidak bisa diangap ringan. Mata uang Cina tersebut berbentuk 28 . Sedangkan menurut catatan J. waktu itu Banten dikenal sebagai pelabuhan rempah-rempah.

dimana masa itu menghadapi kemunduran dalam perdagangannya karena situasi moneter dunia dan masalah di dalam tubuh VOC sendiri yang kurang sehat.Persaingan dagang yang semakin ketat dari bangsa Perancis.C. Penyebab terpenting dalam terjadinya masalah ini antara lain : . dan diameter lubang 0. Sub sistem pemukiman merupakan bentang ruang hidup manusia yang mana pada bentang ruang tersebut. Seperti lukisan dinding guha di Sangiang Sirah. 1993:36) Ujung Kulon Dalam Lintasan Sejarah Mengamati berbagai sumber sejarah di nusantara sangatlah banyak. maka Soebroto menekankan pula bahwa tipe-tipe situs arkeologis memberikan gambaran adanya hubungan erat antara pemilihan lokasi situs dengan strategi manusia masa lalu dalam memenuhi kebutuhannya. ini akan menimbulkan kecintaan kita terhadap budaya nusantara yang beragam dan bercorak yang sangat menawan. Melihat rekonstuksi sejarah Tanjung Layar pada akhir abad ke 18. keadaan ini menyebabkan hutang bertumpuk. Setelah peninjauan dilokasi-lokasi sejarah bayak kita temui analogi-analogi terhadap daratan lain yang secara fisiografis memperlihatkan sejumlah persamaan ciri di daerah lain nusantara dengan ujung Kulon di Banten. Sementara itu lewis R Binford menyatakan bahwa pola-pola pengelompokan pemukiman manusia seperti yang terlihat setiap pola yang ada pada situs arkeologis. misalnya jarak terhadap pusat persediaan sumber daya alam atau kita sebut sumber makanan dan air minum. kesemuanya telah ditinggalkan manusia sebagai pelaku kehidupan dan terakhir dimusnahkan oleh letusan gunung Rakata (krakatau) tahun 1883 M (Michrob 1987). Ujung Kulan Panaitan memperlihatkan pada kita beberapa artefak dan sisa-sisa bangunan. Secara kronologis dan hipotetis bahwa dari sisa-sisa situs dan artefak tersebut mencerminkan hamparan sisa-sisa perilaku kehidupan dan budaya manusia yang ada sepanjang sejarah dari kurun ke kurun sejarah berikutnya. 1991:31) Pemilihan dan penentuan lokalitas pemukiman biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor. (Halwany. manusia menyelenggarakan segala upaya kulturalnya untuk memenuhi kebutuhan hidup secara maksimal. sebagai upaya untuk menekan biaya-baya operasional sampai pada tingkat paling minimal (1967:229-230). menurut K. kubur islam di dalam guha sanghiang sirah. pemukiman kuna di Taman Jaya dan Sumur. muncul tumbuh dan berkembang sebagai hasil interaksi antara ekonomi terhadap tempat khusus dan taktik-taktik mobilitas barang. (Michrob. setidaknya memperlihatkan bahwa sekitar daratan selat Sunda ini pernah meniadi salah satu sub-sistem pemukiman dan tempat pemujaan.O. chang pemukiman manusia cenderung mengelopok. batu lingga di Handeuleum. dan beberapa sisa bangunan Kolonial di Tanjung Layar. disamping Inggris 29 . Patung Siwa dan Ganesha di Panaitan. baik yang bersifat material maupun spiritual. . zaman hindu-budha. Islam dan terakhir zaman Kolonial.60 cm.bulat berlubang segi empat.25-2. diameter 2. maka dapatlah dilakukan penyusunan suatu model hipotesis untuk merekonstruksi kehidupan budaya yang pernah berlangsung di Ujung Kulon Panaitan baik pada masa pra-sejarah. Inggris dan miskinnya penduduk Nusantara.80 cm.10-0.Monopoli rernpah-rempah VOC yang sering dilanggar oleh penduduk pribumi.450. sehingga mereka tidak mampu membeli barang dagangan yang dibawa VOC.C. sangatlah memperhatinkan masa kita lihat mada masa V. serta hasil survai dan ekskavasi. terutama Pulau Jawa karena sistim monopoli yang tak sehat. Data arkeologi dan sumber sejarah yang dapat diamati di Ujung Kulon Panaitan. tebal 0.18 cm.(1985 : 11-25-1122).

Untuk itulah dilakukan kerja paksa (kerja rodi) yaitu para pekerja bekerja tanpa upah.(Michrob. prajurit-prajurit Sultan dengan keberanian yang mengagumkan berusaha mempertahankan setiap jengkal tanah airnya. Semua itu harus segera diselesaikan dengan dana serendah mungkin. Tindakan ini dibalas Daendels dengan diserangnya Surosowan pada hari ltu juga yakni tanggal 21 Nopember 1808. Sultan supaya segera memindahkan keratonnya ke daerah Anyer. Sudah tentu tuntutan ini ditolak mentah-mentah oleh Sultan. Karena sebab-sebab itulah akhirnya pada tahun 1799. VOC dibubarkan. Surosowan dapat direbutnya menjadi kekuasaannya. karena di Surosowan akan dibangun benteng Belanda. Sebagian besar Eropa dikuasai Perancis kecuali Inggris. rumah sakit tentara dan pabrik mesiu. Sedangkan patih Mangkubumi 30 . Banyaknya biaya yang harus dikeluarkan VOC terutama untuk membayar tentara dan pegawainya yang sangat besar. c. banyak pekerja yang mati terkena penyakit malaria. Untuk itu Daendels memerintahkan kepada Sultan Banten. Tapi akhirnya Daendels dapat meluluh lantahkan tanah Surosowan hingga menjadi puing-puing berserakan. Akan tetapi karena derahnya berawa-rawa. pelabuhan tentara.1990:21). Demikian juga untuk menguasai daerah-daerah yang baru dikuasai terutama di Jawa dan Madura. Namun karena kebencian rakyat yang sudah demikian memuncak kepada Belanda. Sejak itulah kepulauan Nusantara di jajah Belanda (Soetjipto. Pada tahun 1789 meletus suatu revolusi besar Revolusi Perancis yang menggoncangkan Eropa dibawah pimpinan Kaisar Napoleon Bonaparte. Untuk menjalankan tugas ini Daendels membangun sarana dan prasarana pertahanan seperti : jalanjalan pos. ia datang di Batavia pada tahun 1808 dengan tugas pertama mempertahankan Pulau Jawa dari serangan tentara Inggris di India. Sebagai pringatan pertama-tama dikirimlah utusan Komandeur Philip Pieter oleh pihak kolonial Belanda ke istana Surosowan (Banten) untuk menanyakan kembali kesanggupan Sultan. karena memang dana dari negeri Belanda tidak bisa diharapkan. maka utusan belanda tersebut dibunuh di depan pintu gerbang kraton (Michrob. Serangan yang tiba-tiba ini sangat mengejutkan dan memang diluar dugaan. Daendels memerintahkan supaya : a. Melalui utusan sultan yang datang ke Batavia. Semua kekayaan dan utangpiutangnya ditangani pemerintah Kerajaan Belanda. 1881). Halwany & Mujahid. (Chis. Louis I Capoleon adiknya Kaisar Napoleon yang diberi kuasa di Belanda mengangkat Daendels sebagai Gubernur Jenderal di kepulauan Nusantara. Sehingga banyak diantara mereka yang melarikan diri. Keadaan ini membuat Daendels marah dan menuduh Mangkubumi Wargadiraja sebagai biang keladi larinya pekerja-pekerja itu. 1990).sudah berhasil menanamnya di India sehingga pasaran rempah-rempah menurun. Sultan harus segera menyerahkan patih Mangkubumi Wargadiraja ke Batavia. benteng. Sultan ditangkap dan diasingkan ke Ambon. Karena permintaannya ditolak maka dengan segera dan secara sembunyi-sembunyi dikirimlah pasukan dalam jumlah yang besar yang dipimpin langsung oleh Gubenur Jendral Daendels sendiri ke Banten. Sultan harus mengirimkan 1000 orang rakyatnya setiap hari untuk dipekeriakan di Ujung Kulon. personil. b. Belanda dapat dikuasai pada tahun 1807. barak. Pekerjaan pertama Deandles adalah membuat pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon. untuk mnengirimkan pekerja rodi sebanyakbanyaknya agar pekerjaan yang direncanakannya cepat telaksana. Banyaknya pegawai VOC yang melakukan korupsi. 1961:56). Dua hari kemudian pasukan ini sampai di perbatasan kota. sehingga sultan tidak sempat lagi menyiapkan pasukannya.

1950 b:II). Belanda dapat menguasai Cibungur dan di pantai Teluk Marica (Pane sanusi 1950 b:11). Setelah Istana Surosowan hacur lebur maka diangkatlah Putra Mahkota dengan gelar Sultan Wakil Pangeran Suramanggala. wajar-wajar saja sebab pembautan jalan Deandels saat itu melaukannya dalam dua tahapan. Tahap kedua dimulai tahun 1809. Menes. Belanda membagi daerah Banten dalam tiga wilayah yang statusnya sama dengan Kabupaten seperti. Cianjur. walaupun masih bergelar sultan. Jiput. Lebak hingga Jasinga (Bogor). Jalan inilah jalan yang di sebut jalan utama atau jalan protokol. terjadi serangan Belanda ke daerah ini tapi tidak berhasil. Seperti kejadian di Cibungur dan di pantai Teluk Marica. Selanjutnya Banten dan Lampung dinyatakan sebagai daerah jajahan Belanda. dan Anyer. Jakarta. namun kekuasaannya tidak dapat melebihi kekuasaan sultan pada biasanya karena ia tidak lebih dari seorang pegawal Belanda. menembus Gunung Palasari.1981:27) pada tahun 1809 itu pulalah mulai dikerjakan pembuatan jalan Pos dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1000 km. Akhirnya Daendles bersama pasukannya datang ke Banten untuk menankap dan memenjarakan Sultan Banten di Batavia. sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Pandeglang. Dalam proses pembuatan pangkalan tersebut Deandles melakukan tindakan-tindakan yang keras sehingga menambah kebencian rakyat Banten kepada pemerintahaan Belanda. Daendelas mencurigai Sultan Banten sebagai dalang kerusuhan-kerusuhan yang sering terjadi. Dari Serang. Karena banyak masyarakat yang membenci Pemerintahan Belanda maka timbullah perompakperompak kapal Belanda di sekitar selat Sunda di daerah laut sedangan di daratan timbul pula para pencuri yang digerakkan oleh Alim Ulama setempat yang tidak senang dengan sepak terjang pemerintahaan Belanda. pada masa itu Daendels memfokuskan kegiatannya pada pembangunan dua pelabuhan di utara (Merak) dan di selatan (Ujung Kulon). Dari Anyer Melalui Pandeglang jalan bercabang dua menuju Serang (utara) dan Lebak (selatan). Sultan tidak mempunyai kuasa apa-apa ia hanya mendapatkan gaji 15. Banten Hulu. akhirnya Belanda melakukan serangan lagi yang dipimpin langsung oleh Daendels sendiri dan hasilnya tidak mengecewakannya. Pengerjaan pembuatan Pangkalan Angkatan Laut dihentikan karena banyak pekerja yang mati dan sakit disebabkan daerah proyek Pangkalan tersebut berupa rawa-rawa. tetapi itu tidak berarti bahwa tidak ada cabang-cabang jalan lainnya yang dilewati oleh Daendels. Jasinga dan Sadang dimasukan ke dalam teritorial Batavia. Caringin. Bandung. (Sanusi Pane. Jalur ini melalui garis pantai dari Batavia menuju Carita.000 real setiap tahun dari pemerintah Belanda. Labuan (Pane. Sanusi 1950:14 dan Ismail. Benteng dan istana Surosowan Banten dibakar dan dibumi hanguskan pada tahun 1909 (Rusjan 195). Tangerang. rute selanjutnya Ke Tangerang. putra Sultan Muhyiddin Zainul Solihkin yang berkedudukan di Caringin. Sumedang. Puncak. Banten Hilir. Untuk wilayah Banten Hulu diangkat Sultan Muhammad Syafiuddin.dihukum pancung dan mayatnya dilemparkan ke Laut. maka pekerjaan pembuatan Pangkalan di Ujung Kulon dipindahkan ke daeah Anyer. Untuk melemahkan perlawanan rakyat Banten. Bogor. Kesimpangsiuran informasi itu menurut Halwany Michrob. tahap pertama merupakan pembuatan jalan untuk membuka poros Batavia ± Banten pada tahun 1808. Ke tiga wllayah tersebut di bawah pengawasan Landros (semacam Residen) yang berkedudukan di Serang. Jalan ini dikerjakan hanya dalam tempo waktu 31 . Cirebon hingga Panarukan. dan sebagian orang-orang Banten yang tertangkap di laut selat Sunda ataupun didaratan dipenjarakan di Ujung Kulon.

yang berasal dari awal abad ke-16. yang tersebar di seluruh pelosok Banten. Karena banyaknya korban pada pembuatan jalan Batavia-Banten masih simpang siur. "Tamgaram" (Tangerang). Walaupun demikian Daendels semakin keras menghadapi rakyat. maupun warisan budaya material dalam pengertian yang luas. Pada abad 16-18 Banten kemudian berkembang menjadi label wilayah politik dan nama Kesultanan yang bercorak Islam. catatan Tome Pires (1512-1515) menyebut "Bantam" sebagai salah satu pelabuhan penting Kerajaan Sunda. maka rakyat menghentikan bantuannya. dan secara geografis masih sering dikaitkan dengan bekas Karisidenan Banten. prasasti Kaban-tenan menyebut nama "Bantam". tampak dari sejumlah historiografi lokal. ia tidak segan-segan memerintahkan tentaranya menembak mati rakyat yang lalai atau tidak mau bekerja dalam pembuatan jalan apapun alasannya. Lebak. yang dituturkan oleh kelompok sub etnik Banten.000 orang dan banyak yang meningal tampa dikuburkan secara layak. Berdasarkan naskah-naskah yang ada. Banten Girang Gerbang Kerajaan Banten Nuansa Islam dalam budaya Banten nampaknya cukup kuat hingga saat ini. yang meninggal sekitar 15. pesantren dan qari-qariah. menunjukkan bahwa nama Banten. teknologi. namun jalan-jalan itu dalam perkembangan selanjutnya banyak dipengaruhi kehidupan masyarakat disekitarnya dan telah berubah fungsinya antara lain mejadi jalan ekonomi atau jalan umum dan kini sudah banyak bangunan disekitarnya. seperti Babad Nagarakartagama (1345 M). Selain itu. Kajian Suwedi Montana. namun setelah terjangitnya penyakit malaria dan banyak yang tewas. "Cheguide" (Cigading). Pandeglang. "Calapa" (Sunda Kelapa) dan "Chemano" (Cimanuk). Selain itu. Banten menunjukkan adanya dua kelompok etnisitas.Budaya Banten bisa diidentifikasi dengan menelusuri. Kategori yang disebut terakhir ini terlihat pada karya-karya arsitektur. Hal ini berdasarkan fakta bahwa toponim Banten tidak dicantumkan dalam naskah yang lebih tua. baik produk-produk kesusasteraan seperti naskah-naskah.satu tahun dengan mengorbankan beribu-ribu rakyat Banten. seperti Cina Parahyangan yang menyebut istilah "Wahanten Girang". Tangerang dan Kotamadya Tangerang. babad. Pembangunan jalan Daendels dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Jawa Timur) sejauh 1000 km pada tahun 1809 ± 1810 yang bertujuan untuk mempercepat tibanya surat-surat yang dikirim antar Anyer hingga Panarukan atau sebagai jalan pos. atau buku-buku keagamaan. nama toponim Banten belum dimuat. dalam naskah Pujangga Manik (Pajajaran). Banten sebenarnya merupakan toponim yang memiliki aspek ruang. misalnya. toponim Banten juga memiliki kaitan dengan Banten Girang. begitu pun pembuatan proyek pelabuah maritim di Uiung Kulon (Tanjung Layar) yang banyak mengorbankan jiwa manusia karena disana masih banyak binatang buas. meliputi Kabupaten Serang. Banten Lama dan Banten Hilir. pada saat itu rakyat masih mau menghimpun kekuatan untuk melaksanakan perintah paksa Daendles. Bahkan. Dilihat dari segi demografi. kesenian dan sebagainya. Pada tahun 1808-1809 Daendles mulai pembuatan jalan dengan rute Batavia-Banten tahap pertama. atau yang dapat ditafsirkan sebagai Banten. Terbukti dengan hadirnya para ulama. berbagai cerita rakyat (folklore) yang masih hidup dalam ingatan masyarakat. dan Purwaka Caruban Nagari yang memuat istilah "Kawungaten". menurut beberapa sejarahwan Indonesia. diduga kuat bahwa toponim Banten Baru muncul pada akhir abad ke-15 M. yaitu: (1) sub etnik 32 . di samping "Pongdam" (Pontang).

Tidak banyak yang diketahui mengenai sejarah dari bagian terbarat pulau Jawa ini. tembaga. Masyarakat Sunda. Dari beberapa data mengenai Banten yang tersisa. sampai Anyer-Cilegon di sebelah selatan barat.Banten Pesisiran yang membentang sepanjang pesisir utara Jawa Barat. Kemungkinan besar. Kelemahan ini tidak luput dari perhatian Kerajaan Islam Demak. Sekaligus dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten ternyata jauh lebih awal dari perkiraan semula dengan ditemukannya bukti baru bahwa Banten sudah ada di awal abad ke 11 ± 12 Masehi. Mata uang logam (koin) sudah digunakan sebagai alat pembayaran. memandang serius ekspansi Islam. melainkan sekitar 10 Kilometer masuk ke daratan. dan Pelabuhan Banten. Berdasarkan catatan. tidak lagi dapat dipertahankan. dapat diketahui. pengrajin besi. Ketertarikan utama mereka adalah pada Lada yang banyak terdapat di kedua sisi Selat Sunda. tapi dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten sudah berlangsung sangat lama dan teori bahwa keberadaannya dimulai pada saat terbentuknya Kerajaan Islam di Banten. perhiasan emas dan manik manik kaca. lokasi awal dari Banten tidak berada di pesisir pantai. Bangsa Portugis telah mendokumentasikan keberadaan Banten dan sekitarnya pada awal abad ke 16. dan kapal Jung mereka telah berlayar ke pelabuhan Sunda setiap tahunnya untuk membeli lada. Beberapa dekade sebelumnya Kerajaan Demak telah menguasai bagian timur pulau Jawa dan pada saat itu bermaksud untuk juga menguasai pelabuhan Sunda. yang berbatasan dengan sub etnik Betawi. terutama pada masa sebelum masuknya Islam. (2) sub etnik Banten-Sunda yang wilayah huniannya mulai dari Serang Selatan (Banten Girang) sampai ke pedalaman selatan berbatasan dengan Samudera India. Walaupun dengan keterbatasan penelitian. Pelabuhan Kalapa. tidak ada keputusan final yang dapat diambil sebelum penelitian dilakukan lebih lanjut. melihat makin berkembangnya komunitas ulama dan pedagang Islam yang semakin memiliki peranan penting di kota pelabuhan ³Hindu´. Keberadaanya sedikit dihubungkan dengan masa kejayaan maritim Kerajaan Sriwijaya. Setelah menguasai Malaka pada tahun 1511. Kerajaan ini mempunyai dua pelabuhan utama. Dan juga dikaitkan dengan keberadaan Kerajaan Sunda Pajajaran. mulai dari daerah Tangerang di sebelah utara. dikarenakan posisi Banten sebagai pelabuhan yang penting dan strategis di Nusantara. Secara nyata. namun kekuasaannya mulai menyusut. bangsa Portugis memulai perdagangan dengan bangsa Sunda. Banten pada masa itu sudah merupakan kawasan pemukiman yang penting yang ditandai dengan telah dikelilingi oleh benteng pertahanan dan didukung oleh berbagai pengrajin mulai dari pembuat kain. nama ini diberikan berdasarkan posisi geografisnya. yang menguasai Selat Sunda. berhasil menemukan titik terang akan sejarah Banten. baru berlangsung setelah masuknya Dinasti Islam di permulaan abad ke 16. Wilayah ini dikenal dengan nama ³Banten Girang´ atau Banten di atas sungai. di tepi sungai Cibanten. dan beberapa kawasan di India. di bagian selatan dari Kota Serang sekarang ini. keramik. Penelitian yang dilakukan di lokasi Banten Girang di tahun 1988 pada program Ekskavasi Franco ± Indonesia. Walaupun Kerajaan Pajajaran masih berdiri. 33 . Semenanjung Indochina. dan hubungan internasional sudah terjalin dengan China. kurang lebih 15 tahun sebelum Kerajaan Islam Banten terbentuk. namun banyak bukti baru yang ditemukan. yang sekarang dikenal sebagai Jakarta. kurangnya dokumentasi mengenai Banten. yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Bangsa Cina juga sangat berminat pada jenis rempah rempah ini. yang berdiri pada abad ke 14 dengan ibukotanya Pakuan yang berlokasi di dekat kota Bogor sekarang ini.

dirunut dalam fase-fase berikut: 34 . Di mata otoritas Banten. akan tetapi Ia tetap meminta Demak mengirimkan pasukan untuk menguasai Banten ketika Ia menilai waktunya tepat. Hasanudin. tidak terlalu dekat dengan kota Banten. di bawah pimpinan Francisco de Sá. sekarang merupakan kelas sosial baru. bangsa Portugis sangat anti Islam. sebelum akhirnya armada Portugis tiba di pesisir Banten. dan diperkenankan untuk membangun benteng di pesisir dekat Tangerang. Negosiasi ini di mulai tahun 1521 Masehi. Sebagaimana telah sebelumnya dilakukan di Jawa Tengah. Kepala Pusat Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas. Kaum Muslim. Kelihatannya Kaum Muslim menguasai secara serempak kedua pelabuhan utama Sunda. Portugis di Malaka. Dengan itu. Banten. Prof. Otoritas Banten. penduduk asli Pasai. yang memimpin operasi militer di Banten. mengirim utusan ke Banten. mungkin hanya dapat dikenali dengan merunut kembali peristiwa sejarah transformasi pusat administrative politik dari Banten Girang di pedalaman . Walaupun pada awalnya kedatangannya diterima dengan baik oleh pihak otoriti. Depdikbud Rl) yang juga staf peneliti pada Pusat Pengkaian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Portugis akan diberikan akses tak terbatas untuk persediaan lada. dengan tujuan utama untuk menyebarkan ajaran agama Islam.yang berada di bawah subordinasi Pakuan Pajajaran yang Hinduistik ke daerah pantai yang sekarang dikenal dengan Banten Lama. Aplikasi dari perjanjian ini adalah adanya kesepakatan kekuasaan yang tak terbatas bagi Portugis. memohon kepada bangsa Portugis di Malaka. Hasanudin dinobatkan sebagai Sultan Banten oleh Sultan Demak. Lima tahun yang panjang berlalu. agar Portugis dapat menahan kapal yang berlayar dari Demak. Jakarta ini. Perjanjian dibuat antara kedua belah pihak. Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia" (penerbit Logos) memperlihatkan fase-fase pertumbuhan perkembangan budaya Banten dalam panggung sejarah. Tahun 1522 Masehi. Masyarakat dan budaya Banten. dan armada lautnya sangat kuat dan menguasai perairan di sekitar Banten. di sisi lain. Islam mencegah siapapun untuk merapat ke Banten. Sadar akan adanya perjanjian antara Portugis dengan penguasa sebelumnya. yaitu Kalapa dan Banten. Sementara itu. dalam bukunya "Menemukan Peradaban. baik atas inisiatifnya sendiri maupun atas seizin Pakuan. Sejak itu embrio dan fondasi masyarakat dan budaya Banten diletakkan dan ditetapkan dalam format yang berciri keislaman. dan yang kedua untuk menahan agar armada Portugis yang sangat kuat pada saat itu. Islam mengambil alih kekuasaan pada tahun 1527 M bertepatan dengan datangnya armada Portugis. bangsa Portugis menawarkan perlindungan ganda. dapat menawarkan komoditas lada bagi Portugis. yang dipimpin oleh Henrique Leme. yang bertanggungjawab akan pembangunan benteng. pada saat itu telah menetap di Banten Girang. Putera Sunan Gunung Jati. dimana sebelumnya juga telah memegang kekuasaan ekonomi. terutama dengan alam dan budaya Islamnya. Dr. Dan Banten dipilih sebagai ibukota Kerajaan baru tersebut.Menghadapi ancaman ini. Peristiwa transformasi tersebut berlangsung pada tahun 1526 oleh Syarif Hidayatullah dan Maulana Hasanuddin. Kemurah hatian yang sangat tinggi ini menggaris bawahi tingginya tingkat kesulitan yang dihadapi Banten. Seorang ulama yang sekarang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati. yang memegang kekuasaan politik di Banten. situasi politik telah sangat berubah dan sehingga armada Portugis gagal untuk merapat ke daratan. Hasan Muarif Ambari. Dan adalah puteranya. penguasaan yang tidak lagi dapat ditolak oleh Pakuan. yang sadar akan pentingnya urusan ini. sebagai ganti dari perlindungan yang diberikan. Pemilihan pembuatan benteng di daerah Tangerang tidak diragukan lagi untuk dua alasan : yang pertama. yang juga menikahkan adiknya dengan Hasanudin. sebuah dinasti baru telah terbentuk pada saat yang sama kerajaan yang baru didirikan. yang telah berulangkali datang berniaga ke Banten. bagian utara Sumatera setelah tinggal beberapa lama di Mekah dan Demak.

perang kemerdekaan. perpindahan pusat pemerintahan dan mulai berkembangnya Banten sebagai pelabuhan . dan Turki datang melakukan transaksi perdagangan di Bandar Banten.(1). masih berkembangnya "kota" Surosowan dan lain-lain. bencana alam (meletusnya Krakatau dan wabah penyakit sampar). didirikannya Keraton Kaibon dan dipecahnya bekas wilayah Kesultanan Banten menjadi tiga daerah setara Kabupaten (Banten Hulu. telah menyebabkan pertumbuhan dan ramainya perdagangan. dan sampai sekarang memasuki masa pembangunan. Pesantren terus menerus menghasilkan kader dan para ulama tetap berdakwah. pemberontakan dan perlawanan rakyat dipimpin oleh para ulama/bangsawan. blokade Belanda atas Teluk Banten. (4). Hindia Belanda terkena imbas perang Napoleonik/Rep. dan pilihnya tingkat kemakmuran masyarakat Banten. Rakyat mulai mengarahkan orientasi kepemimpinan dari raja/sultan kepada para ulama/mubaligh/kiyai. interval penguasaan Inggris (1811-1816). (5). Pendirian kota Banten Sorasowan. Fase Surut dan Jatuhnya Kesultanan Banten. dari segi budaya Banten dapat disetarakan dengan masyarakat kota seperti Mataram dan Cirebon. pada tahun 1809 pembuatan jalan raya Daendells. yang berpusat di Banten Girang (Kota Serang sekarang). (6). (2). suatu fase di mana Islam disiarkan oleh Sunan Gunung Jati dari Cirebon dan Maulana Hasanuddin yang beraliansi dengan Demak. (3). Pada fase inilah. pendirian Benteng Speelwik yang langsung atau tidak langsung memperlihatkan wujud hubungan antara Banten dan VOC. Banten telah berhubungan dengan Cina. Kesultanan Banten. yang tidak memperlihatkan adanya dominasi satu kekuatan politik tertentu terhadap kekuatan politik lain: yakni penyerangan Banten ke Batavia. Batavia dan Mataram). pemindahan administrasi politik ke Serang Surosowan dihancurkan. Para pedagang Inggris. Di balik semua kilas balik sejarah ini. Fase Keseimbangan Kekuatan. Pada masa itu Banten merupakan daerah bawahan kerajaan Pakuan Pajajaran yang Hinduistis. Banten mencapai puncak ketinggian budaya (tamaddun Islam). sehingga etnis terakhir ini telah membentuk satu komunitas tersendiri yang memberi sumbangan besar bagi perkembangan perdagangan di Banten. Fase Pra-Sunda Islam (1400-1525). Fase awal Penyebaran Islam (1525-1619). Fase Mutakhir. dengan komponen-komponen arsitektur dan monumental berciri Islam. Pada masa ini terjadi transformasi keagamaan. yakni satu fase tanpa adidaya di mana seluruh kekuatan politik dan ekonomi yang ada di Banten memiliki kekuatan yang seimbang (armada dagang Eropa. Portugis. Banten Hilir. Denmark. hal yang tetap hidup dan terus mengakar pada masyarakat Banten adalah kultur Islam. dan Anyer) di bawah pengawasan landraad (setara residen). pendudukan Jepang. budaya pesisiran dan budaya pedalaman di daerah selatan Banten (kecuali daerah Baduy) terus menerus memantapkan keislamannya. Cirebon. Oleh karena itu.alternatif setelah Malaka. Batavia. Fase Penguasaan (VOC) Belanda. yang bermula sejak pertumbuhan Islam di Banten. awara dalam kehidupan masyarakat Banten 35 . Setelah Kesultanan Banten dihapuskan oleh Belanda timbul berbagai pergolakan. Keseimbangan kekuatan ini di antaranya bisa dilihat dari beberapa peristiwa politik yang berlangsung saat itu. Sebelumnya. Dalam situasi seperti ini. tumbuh dan kuatnya kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa.

Berbeda dengan kedudukan ulama. yang memiliki peranan cukup besar dalam tiga masa perjalanan sejarah di Banten dan Jawa bagian Barat. ulama dipandang sebagai tokoh masyarakat yang menjadi sumber kepemimpinan informal terpenting. Merekapun mengembangkan gaya bahasa atau tutur kata yang khas. Sebagai subkultur kekerasan. keberadaannya ditenggarai telah ada sejak zaman kerajaan Sunda berdiri yang hingga kini masih tetap eksis. Taufik Djajadiningrat. Hingga dalam perkembangannya menyebar ke beberapa daerah yang melingkupinya termasuk Betawi. jawara dianggap sebagai ³khodam´ nya para ulama. bahkan di Banten sendiri sejak abad ke 19 kelompok jawara telah menjadi bagian dari golongan elit masyarakat selain kaum ulama dan pamong praja. karena jawara merupakan salah satu entitas masyarakat Banten yang sangat terkenal. Bekasi-Pantura. Bagi masyarakat Banten dan sekitarnya. tidaklah berlebihan kalau Taufik Abdullah menyebut Banten. menyulitkan untuk diketahui secara pasti kapan dan dimana penggunaan istilah Jawara ini diberikan kepada seseorang yang memiliki kunggulan fisik dan supranatural. Masyarakat mematuhi perintah ulama karena memandang kaum ulama sebagai sosok yang disegani. yaitu Subculture of Violence (sub kultur kekerasan). Oleh karena itu. sebagian besar masyarakat sepakat untuk menunjuk daerah Banten sebagai tempat dimana istilah ini pertama kali muncul. Keduanya diibaratkan bagai dua sisi mata uang. Begitupun halnya dengan istilah jawara itu sendiri. seperti berpakaian hitam dan memakai senjata golok (Atu Karomah. bahkan karena kedekatan emosional diantara keduanya. Penampilan terakhir inilah yang sebagian besar masyarakat umum diidentikan dengan pencak silat tradisional. Penafsiran Sejarah Istilah Jawara Belum adanya pencatatan histographia mengenai awal mula kemunculan istilah jawara di masyarakat Banten dan Jawa bagian Barat. jawara memiliki motif-motif tertentu dalam melakukan kekerasan. Seiring dengan perjalanan waktu. kehidupan jawara dengan character building yang khas itu menciptakan sub kultur kebudayaan baru masyarakat Banten dan sekitarnya. keberadaan jawara memiliki rentetan sejarah yang sangat panjang. Belakangan. Penyusuran proses kemunculan istilah jawara baru terbatas pada sejarah sosial (budaya tutur) bersifat ³stamboom´ bukan ³geschiedenis´ atau ³history´. pamong praja dan jawara merupakan kelompok sosial yang kedudukannya tidaklah melebihi kedudukan kaum ulama. ulama dan jawara menjadi golongan yang khas di daerah ini. Jawara bukanlah sosok penamaan yang baru muncul kemarin sore. Sejarah dan Silsilah 36 . Bogor dan Priangan bersamaan dengan dimulainya proyek pembangunan Jalan Raya Pos Deandles (RM. Karena dari para ulamalah sebagian besar ³keilmuan´ jawara itu berasal. kesultanan Banten. yang terkesan sangat kasar (sompral) dan penampilan diri yang berbeda dari mayoritas masyarakat. persepsi masyarakat terhadap Jawara memiliki pemahaman yang beragam. yang secara akademis sukar untuk dipertanggung jawabkan. dan masa kolonial Belanda. Dari stamboom yang ada. dan cenderung menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan setiap persoalannya. Jawara dan Budaya Kekerasan pada Masyarakat Banten. sebagai ³negeri para ulama dan jawara´. Permasalahan ini muncul ke permukaan akibat terkontaminasinya nilai-nilai kejawaraan sehingga sebagian masyarakat ada yang menilai jawara identik dengan premanisme. Pemahaman masyarakat yang beragam ini tidak terlepas dari sepak terjang sosok Jawara. Namun diantara ketiganya. yaitu masa kerajaan Sunda.Di sebagian masyarakat Jawa bagian Barat umumnya dan Banten khususnya. mulai dari hal yang positif sampai ke hal yang negatif. Tesis S2 UI).

Dari merekalah kemudian lahir kaum jawara. Mereka dibekali ilmu hikmah selain ilmu agama Islam sebagai ilmu dasarnya . yang bergerak dengan tidak mengatas namakan kesultanan Banten. memberikan pertolongan dan pelayanan dalam segala kegiatan termasuk membantu masyarakat dalam penyelenggaraan pesta atau acara kampung. ketika pada masa Kesultanan Banten dipegang oleh Maulana Hasanuddin. Dalamperkembangan selanjutnya. istilah jawara dimulai dengan dibentuknya perkumpulan Orok Lanjang oleh golongan pemuda di Distrik Menes Pandeglang. Lambat laun tugas yang diserahkan masyarakat kepada kelompok pemuda ini sebagai penyelenggara acara kampung menjadi satu kewajiban. Pasukan khusus tanpa identitas itu diberi nama Tambuhsangkane. Penafsiran ketiga. dimana kelompok pertama merupakan kaum santri yang memiliki bakat di bidang ilmu agama yang akan menggantikan posisi para ulama nantinya. apabila tidak diundang atau diserahkan sebagai petugas penyelenggara mereka akan mengacau atau bahkan menggagalkan jalannya acara. kelompok ini berkembang menjadi organisasi tukang pukul yang dikenal dengan sebutan jawara. sampaisampai aparat praja setempat tidak dapat bertindak tegas kepada mereka. seperti jago dalam menyabung ayam. Sedangkan kelompok kedua merupakan kaum santri yang memiliki bakat dan kemampuan di bidang bela diri pencak silat. yang bermakna harfiah sebagai ³bayi yang menjelang dewasa´. Pada perkembangannya. F. tetapi juga membela dan melindunginya. Miftahul Falah. Mereka menjadi organisasi momok yang menakutkan bagi masyarakat. dan dibekali pula dengan ilmu hikmah namun jauh lebih sedikit porsinya dibanding santri kelompok pertama. 37 . keterampilan bermain silat dan kekebalan tubuh yang dimilikinya menjadi ciri utama kelompok ini sehingga melahirkan sebutan jawara. Dalam keseharian mereka memiliki ke khasan dalam berpakaian dan gaya hidupnya. Penafsiran kedua. Mereka ditugasi untuk melakukan teror terhadap pemerintah kolonial Belanda dan kaki tangannya. Kelompok kedua inilah yang kemudian hari disebut dengan jawara. Penafsiran pertama ketika kerajaan Sunda menggunakan sekelompok masyarakat sebagai perantara atau penghubung antara masyarakat dengan rajanya. istilah jawara muncul ketika terjadi perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda di abad 19 yang digerakkan oleh kaum ulama. Residen Banten (1925-1931). Setiap anggotanya memiliki keunggulan secara lahir dan batin. Dalam menghadapi pasukan Pajajaran yang teramat kuat. Sifat militan yang dimiliki oleh pasukan khusus ini menumbuhkan sifat pemberani dan kemudian dibina secara terus menerus. Berdasar catatan seorang peneliti sejarah kabupaten Lebak. Penafsiran keempat. Perkumpulan kampung ini pada awalnya dibentuk untuk meningkatkan hubungan kekerabatan dalam satu lingkungan.S menguraikan bahwa sejarah sosial masyarakat Banten sendiri memiliki empat penafsiran tentang proses kemunculan istilah jawara. S. Kelompok kedua ini dididik dan dibina kekuatan fisiknya dengan ilmu bela diri pencak silat.Ringkas Para Sinuhun Kesultanan Banten.G. pandai bermain pencak silat dan memiliki ilmu ³kadugalan´ yang kebal senjata tajam sebagai kekuatan supranaturalnya. Mereka memiliki kewenangan tidak hanya melayani antara raja dan rakyat. militan dan mampu mengahncurkan secara cepat menyusup ke pusat pemerintahan Pajajaran di Pakuan. Sultan membentuk sekelompok orang-orang dalam satu pasukan khusus yang dipimpin oleh Maulana Yusuf. Kaum ulama yang umumnya memiliki dua kelompok santri yang dididik berdasar bakat dan kemampuan mereka. Putman Craemer. 1995 : 121-122).

Selain itu. ongergeldheden (pemberontakan). Seiring dengan perkembangan waktu. Berbeda dengan Jagoan. dan hingga kini tidak sedikit masyarakat yang termakan oleh stigma negatif Belanda tersebut. yang merupakan akronim dari jalma wani nga-rampog (orang yang berani merampok) atau orang yang beani menipu/pembohong (jalma wani nga-rahul). Jawara yang merasa citranya terjebak dalam konotasi negatif masyarakat yang diciptakan Belanda. complot (komplotan). namun istilah jawara bagi masyarakat natif Betawi berangkat dari istilah ³potong letter´ lidah natif Betawi yaitu juware atau juara yang tidak terkalahkan dalam hal bela diri ³maenpukulan´ atau pencak silat. kesultanan Banten. mereka pun memiliki kemampuan untuk mempertontonkan ilmu kekebalan. namun hal ini dapat diselesaikan di dalam internal kelompok ³kejawaraan´ nya itu sendiri. Pada awalnya istilah jawara memiliki makna sebagai jagoan. Sejak saat itulah para pendekar persilatan dan ulama yang mengadakan perlawanan dianggap sebagai jawara.Penafsiran kelima. istilah jawara muncul sebagaimana yang diungkapkan RM Taufik Djajadiningrat. dan Preman Secara umum jawara memiliki definisi sebagai orang yang memiliki kepandaian bermain silat dan memiliki keterampilan-keterampilan tertentu. Kemampuan itu mereka miliki karena kedudukannya sebagai pemimpin informal di tengah-tengah masyarakat. pengacau. tatkala dimulainya pembangunan Jalan Raya Pos Deandles (1808-1811) antara Anyer-Panarukan. Stigma negatif ini sengaja diciptakan Belanda dalam upaya memprovokasi masyarakat untuk menganggap mereka sebagai pembuat onar. Terminologi Jawara. terutama terhadap jawara yang berperilaku negatif. jawara sangat patuh kepada ulama. Sehingga mencap semua kaum jawara adalah bandit sehingga perlawanan dalam bentuk gerakan sosial. dikenal dengan peristiwa Perang Pertama. Pergeseran makna jawara yang terkontaminasi dengan hal yang negatif terjadi pada abad ke 19 ketika Banten dan sekitarnya diwarnai oleh kekacauan dan perampokan yang tiada tara. berusaha mengcounter dengan istilah jalma jago nu wani ramah (orang yang jagoan berani dan ramah). Konotasi negatif ini terus berkembang sampai abad ke 20. maupun pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Pembangunan jalan yang sangat merugikan rakyat ini menimbulkan pemberontakan dikalangan para pendekar persilatan. dengan pengertian jago dalam menyabung ayam dan bela diri pencak silat. Dari peristiwa pemberontakan ini memunculkan julukan jawara yang ditujukan kepada mereka. Kemampuan-kemampuan itu dipergunakan oleh para jawara untuk membela dan menciptakan rasa aman dan ketenangan di lingkungannya. Umunya dalam suatu organisasi kejawaraan terdapat aturan-aturan yang bersifat konvesional untuk menyelesaikan permasalahan. woelingen (kekacauan). 38 . sehingga karenanya masyarakat menghormati keberadaan mereka. Tentu ada pula segelintir jawara yang memiliki perilaku negatif. dan onrust (ketidak amanan). mereka adalah figur seorang yang mampu menjaga keselamatan dan keamanan desa. Berbeda dengan perampok atau pencuri. kata ini berasal dari kata dasar ³jago´ yang menurut Ridwan Saidi merupakan loanword dari bahasa Portugis Jogo yang artinya ³champion´ atau juara (Ridwan Saidi. Hal ini kemudian oleh pemerintah kolonial Belanda dimanfaatkan untuk membentuk stigma negatif kepada para pejuang dari kalangan pendekar persilatan dan kaum ulama. Jagoan. dan perampok. Pada umumnya. Di tanah Betawi sendiri hampir memiliki makna yang sama. baik semasa kerajaan Sunda. yang bermaksud melawan penjajahan asing dianggap sebagai onsluten (keonaran). karena semangat dalam jiwa mereka diperoleh dari para kaum ulama.

bukan tentara. 2. Jawara dan Budaya Kekerasan pada Masyarakat Banten. sipil. STAIN Serang. Dalam Kamus Bahasa Indonesia akan kita temukan paling tidak 3 arti kata preman. Bahkan banyak pula melakukan manuver-manuver dalam sistem perdagangan. seperti yang tersirat dalam buku berjudul ³The Sultanate of Banten´ secara resmi diserahkan oleh Duta Besar Perancis Patrick O¶Cornesse. Sumber tulisan: Atu Karomah. Jakarta 2007 RM. partikelir. Disisi lain menurut tradisi lisan. kepada bupati Serang Mas Ahmad Sampurna dipendopo kabupaten Serang beberapa tahun yang lalu. jago merupakan istilah yang agak umum bagi golongan ³tukang pukul´ dan seorang yang suka berkelahi. pada saat zaman Sultan Maulana Yusuf yang dikenal dengan julukan Penembahan Pakalangan yaitu sekitar tahun 1570. Sehingga kita tidak terburu-buru untuk menjustifikasi seseorang berdasar perilakunya. Secara etimologi preman merupakan loanword dari bahasa Belanda. hendaknya kita masih dapat membedakan makna.Glosari Betawi: 43). Sejarah dan Silsilah Ringkas Para Sinuhun Kesultanan Banten. S. tukang pukul dan pemberani. kuli yang bekerja menggarap sawah. Jakarta Kamus Besar Bahasa Indonesia. Karena sebagaimana seperti yang disebutkan di atas. Jakarta1995 Ridwan Saidi. swasta. yaitu: 1. Vrijman yang bermakna ³orang bebas´ atau dalam bahasa Inggris disebut free man. sebutan orang jahat (yang suka memeras dan melakukan kejahatan) 3. ksatria yang ditokohkan masyarakat sebagai orang yang suka memberikan perlindungan dan keselamatan secara fisik terhadap masyarakat. hal ini yang membuat cemas bangsa Eropa. Jagoan adalah sebutan untuk anggota masyarakat yang berpengaruh dan disegani di kampungnya. Tim penelitian Studi Kharisma Kyai & Jawara di Banten. Dari tiga terminologi di atas. Banten merupakan pesaing yang cukup disegani oleh bangsa Eropa pada masa itu. Taufik Djajadiningrat. Amsterdam di Hindia Belanda Banten menurut data historis dan arkeologis kira-kira pada 450 tahun yang lalu. 39 . Cerita ini merupakan bukti bahwa sistem perdagangan zaman kesultanan tidak dapat diremehkan. Kejawaraan Dalam Dinamika Kabupaten Lebak. jawara dapat dikatakan sebagai istilah lain dari pendekar. Jakarta1995 Tasbih & Golok. juga dianggap sebagai orang yang dituakan atau sesepuh.S. karena dalam persaingan perdagangan internasional. Glosari Betawi. Jagoan bernada lebih positif ketimbang istilah preman pada masa kini. Secara umum istilah preman dapat disimpulkan sebagai sebutan pejoratif (kata sandang merendahkan) yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan kelompok masyarakat lain. Lalu bagaimana dengan preman?. orang yang kuat. Terlebih dalam kemapuan berpolitik. Secara hirarki. BP Jakarta 1996 Miftahul Falah. jagoan dianggap lebih rendah kedudukannya dibanding jawara. sudah menjalin hubungan perdagangan dengan bangsa Eropa dan Asia disekitarnya. non pemerintah. Tesis S2 UI. 2002 Kota Banten. fungsi dan peranan masing-masing dalam masyarakat.

Perancis atau bangsa Eropa lainnya. saat itu Banten masih dibawah Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. Lada ini lah yang sangat di gemari oleh bangsa Eropa termasuk bangsa Sepanyol yang mengintruksikan Magellan dan Portugal untuk mencari lada di Banten pada tahun 1519. dengan cara menginstruksikan semua penduduk di pedalaman ataupun di kota untuk membawa hasil lada mereka ke Kota Banten. Banten bertambah penting posisinya sebagai kota perdagangan internasional setelah Malaka jatuh ketangan Portugis. Karena dilihat dari sarana dan pra sarana sejak dulu seperti Pelabuhan Karangantu yang menarik para pedagang Eropa dan Asia. Portugis segera menjalin perdagangan dengan Makasar dan Banten. Banten terkenal dalam perdagangan Ladanya yang menjadi daya tarik bangsa Eropa. Banten Sadar pentingnya armada dagang untuk menguasai dan mempertahankan industri lada. juga berkembang menjadi satu kota muslim yang bersaing dengan negara-negara Arab dalam memiliki istana. Menurut catatan sejarah kesultanan Banten pada tahun 1527 berkembang menjadi pusat perdagangan. dikenal sebagai kota metropolitan sekaligus kota yang produktif. sama pula yang diungkapkan oleh Vincent Leblanc asal Perancis waktu tiba di Banten pada abad 16. Begitu pula penduduk di daerah Sumatera diwajibkan untuk menanam 500 pohon lada dan hasilnya dikirimkan ke Kota Banten. untuk diolah dengan standar mutu tinggi. terutama pada 1570 samapi abad 19. Banten menjadi pusat persaingan dan perebutan kongsi perdagangan Eropa. atau Bantahan menurut sebutan negara Barat. Malaka akhirnya jatuh ketangan Belanda pada tahun 1641. Para sultan mengadakan tindakan pengetatan pada hasil produksi lada di Banten. khususnya Belanda dan Portugis. Menurut Dubes O¶Cornesse. mengagumi Banten dan menjadikannya satu pelabuhan kosmopolitan besar pada abad 17. Perdagangan lada di Banten sangat ramai karena mutu jenis lada di Banten lebih baik dibadingkan mutu lada dari Malabar dan Aceh. beliau mencari hasil bumi terutama LADA dan beliau berucap bahwa Kota Banten ini hampir sama dengan Kota Rouen di negerinya yang ramai dengan para pedang. Selain Malaka. terutama kesultanan Banten yang telah terkubur dalam tanah dan dalam arsiparsip yang ada di Eropa. penelitian ini berlangsung hingga tahun 1987. Perdagangan lada ini begitu ramai dan menguntungkan. penelitian tersebut bertujuan untuk mengangkat kembali kebesaran masa silam bangsa indonesia. Sebelum Banten menjadi Kota Muslim. isi dari buku ini merupakan hasil dari para peneliti yang bekerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Prancis dengan sasaran penelitian adalah untuk merawat dan merestorasikan kerajaan serta kesultanan Banten. Di Banten pusat industri untuk produksi lada adalah di Kampung Pamarican yang masih dikenal hingga kini.Buku dalam bahasa Inggris dengan kata pengantar oleh Menteri Pendidikan pada saat itu dijabat bapak Fuad Hasan. sebelum melakukan petualangannya untuk mengelilingi dunia. kota Banten Lama yang didirikan 1526 dipesisir utara Jawa Barat (sekarang Provinsi Banten). kemasyurannya tetap tersimpan dalam kenangan bangsa perancis kata O¶Cornesse. Banten di masa itu merupakan pusat peniagaan dunia. Pada tahun 1522 Protugis mengadakan perjanjian dagang dengan para pengusaha Banten. Dengan tidakan ini bangsa Eropa menilai Banten sudah menjadi Imperium Lada. pasar dan juga masjid besar. Menurut Cornelis de Houtman asal Belanda pada tahun 1596 Banten disebut Kota Pelabuhan dan Perdagangan yang sama besar dengan Kota di Amsterdam saat itu. sehingga para sultan Banten mengambil strategi untuk mengendalikan sepenuhnya komoditi tersebut. Kedua raksasa Eropa ini terlibat pertempuran untuk merebutkan pasar dan pusat produksi lada. sekaligus berdagang langsung dengan Bangsa Eropa dan Asia lainnya. Kota Banten. Akhirnya pada tahun 1660-an Sultan Haji memerintahkan 40 .

saat kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa Abulfathi Abdul Fatah dan Sultan Haji Abunhasr Abdul Kahhar. ujung utara Sumatra. Syarif Makkah saat itu.1650 Sultan Ageng Tirtayasa 1651-1680 Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji) 1683 . Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. 1978: 21-38).1580 Maulana Muhammad 1585 . Vietnam. terus melalui Laut Tiongkok Selatan sampai ke Cina (Yogaswara. Kesultanan Banten memasuki persaingan perdagangan lada internasional yang sangat ramai pada kurun waktu antara tahun 1651 dan tahun 1672 sampai VOC (Belanda) merebut Banten pada tahun 1682.) Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad 1640 .1590 Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir 1605 . berdasarkan tulisan geograf Starbo (27 . Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. Selat Sunda.1570 Maulana Yusuf 1570 . Taiwan dan Jepang. Kamboja. Vietnam. kemudian menyusuri pantai barat Sumatra. India.14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi).1640 (dianugerahi gelar tersebut pada tahun 1048 H (1638) oleh Syarif Zaid. Daftar pemimpin Kesultanan Banten y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y Sunan Gunung Jati Sultan Maulana Hasanudin 1552 . Siam. Pulau Panaitan. India dan Cina adalah dengan diketemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. dan bangsa Inggris dipercaya untuk membangun armada tersebut. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. Dengan armadanya yang kuat akhirnya Banten mampu berdagang langsung dengan Mekkah.pembangunan armada kapal dagangnya dengan model seperti kapal-kapal Eropa.1687 Abdul Fadhl / Sultan Yahya (1687-1690) Abul Mahasin Zainul Abidin (1690-1733) Muhammad Syifa Zainul Ar / Sultan Arifin (1750-1752) Muhammad Wasi Zainifin (1733-1750) Syarifuddin Artu Wakilul Alimin (1752-1753) Muhammad Arif Zainul Asyikin (1753-1773) Abul Mafakir Muhammad Aliyuddin (1773-1799) Muhyiddin Zainush Sholihin (1799-1801) Muhammad Ishaq Zainul Muttaqin (1801-1802) Wakil Pangeran Natawijaya (1802-1803) Aliyuddin II (1803-1808) Wakil Pangeran Suramanggala (1808-1809) Muhammad Syafiuddin (1809-1813) Muhammad Rafiuddin (1813-1820) 41 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful