P. 1
SEJARAH BANTEN

SEJARAH BANTEN

|Views: 528|Likes:
Published by M Ansyori

More info:

Published by: M Ansyori on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2012

pdf

text

original

SEJARAH BANTEN : KRONOLOGI WAKTU

130 M Berdiri Kerajaan Salakanagara (Negeri Perak)yang beribukota Rajatapura yang terletak di pesisir barat Pandeglang. Raja pertama Dewawarman I (130 ± 168 M) yang bergelar Aji Raksa Gapurasagara (Raja penguasa gerbang lautan) Daerah kekuasaannya meliputi : ‡ Kerajaan Agrabinta di Pulau Panaitan ‡ Kerajaan Agnynusa di Pulau Krakatau ‡ Dan daerah ujung selatan Sumatera 165 M Banten (Pulau Panaitan) masuk dalam peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus sebagai bagian dari jalur pelayaran dari Eropa menuju Cina dengan melalui India, Vietnam, ujung utara dan pesisir barat Sumatera, Pulau Panaitan, Selat Sunda, terus melalui Laut Cina Selatan sampai ke Daratan Cina. Abad 5 M Prasasti Munjul yang diperkirakan berasal dari abad ke V masehi ditemukan di Sungai Cidangiang, Lebak Munjul ± Pandeglang. Prasasti berhurufkan palawa dengan bahasa sanksekerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di kawasan tersebut adalah Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanegara. Dalam prasasti tersebut dituliskan juga bahwa negara pada saat itu berada dalam kemakmuran dan kejayaannya. Abad XII ± XV Banten menjadi pelabuhan dari Kerajaan Pajajaran. Abad XIV Ditemukan prasasti di Bogor, yang menyatakan Pakuan Pajajaran didirikan oleh Sri Sang Ratu Dewata, yang daerah kekuasaannya meliputi seluruh Banten, Kalapa (Jakarta), Bogor, sampai Cirebon. Abad XVI Awal abad ke XVI, Banten dibawah pemerintahan Prabu Pucuk Umun (Dalam Babad Cibeber disebut juga sebagai Ratu Ajar Domas). Pusat pemerintahannya terletak di Banten Girang, yang dihubungkan dengan pelabuhan Banten melalui Sungai Cibanten, dan melalui Klapadua sebagai jalur darat. 1513 M Tome Pires, pelaut Portugis, memberitakan bahwa pelabuhan Banten merupakan pelabuhan kedua terbesar setelah Kalapa. Telah terjadi hubungan perniagaan dengan Sumatera dan Maladewa, dan pelabuhan Banten merupakan pengekspor beras, bahan makanan dan lada. Pada masa ini, diberitakan juga sudah banyak dijumpai orang Islam di daerah Cimanuk, dan kota kota pelabuhan seperti Kalapa dan Banten. 1511-21 M Tanggal 5 Agustus 1511 M, Bangsa Portugis menguasai Malaka dan disusul dengan takluknya Samudera Pasai pada tahun 1521 M. Selain untuk kekuasaan dan kekayaan, bangsa Portugis juga dibebani misi untuk menghancurkan agama Islam. Dengan menguasai Malaka, bangsa Portugis memonopoli perdagangan rempah rempah di Asia Tenggara, dan memberlakukan peraturan peraturan yang memberatkan bagi para pedagang terutama yang beragama Islam. Kondisi ini membuat pedagang pedagang dari Arab, Parsi, Cina, dan bangsa lain enggan untuk berniaga ke Malaka dan mengalihkannya ke Aceh, Banten, Cirebon, dan Demak. Keadaan ini sangat menguntungkan bagi Pelabuhan Banten yang berkembang semakin pesat dan lama 1

kelamaan menjadi pusat penyebaran agama Islam di bagian barat pulau Jawa. 1521 M Dengan semakin berkembang pesatnya kekuatan Islam di barat dan timur, timbul kekhawatiran raja Pajajaran akan semakin terdesaknya agama Hindu selaku agama resmi kerajaan dan juga lunturnya kekuasaan di di daerah pantai. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata) melakukan : ‡ Pembatasan pedagang pedagang yang beragama Islam mengunjungi pelabuhan pelabuhan yang berada di bawah kekuasaan Pajajaran. ‡ Menjalin hubungan persahabatan dan kerjasama dengan bangsa Portugis di Malaka, agar dapat membantu Pajajaran bila diserang Kerajaan Demak, dengan mengutus putera mahkota Pajajaran Ratu Sangiang atau Surawisesa ke Malaka. 1522 M 21 Agustus 1522 M, Henrique Leme, utusan Gubernur Malaka, menandatangani perjanjian dengan raja Pajajaran, Pangeran Surawisesa, pengganti Sri Baduga Maharaja. Perjanjian tersebut berisi antara lain : ‡ Portugis dapat mendirikan benteng di pelabuhan Sunda Kelapa ‡ Raja Pajajaran akan memberikan lada sebanyak yang diperlukan Portugis sebagai penukaran barang barang kebutuhan Pajajaran. ‡ Portugis bersedia membantu Pajajaran apabila diserang Demak atau kerajaan lainnya. ‡ Sebagai tanda persahabatan, Pajajaran akan memberikan hadiah 1000 karung lada setiap tahunnya kepada Portugis. 1525 M Pasukan gabungan Demak dan Cirebon yang dipimpin Fatahillah, Pangeran Cirebon, Dipati Cangkuang, dan Dipati Keling, serta pasukan lokal di bawah pimpinan Hassanudin dapat menguasai Banten. Untuk menjaga stabilitas keamanan di Banten, Hassanudin kemudian diangkat menjadi Adipati Banten dengan pusat pemerintahan di Banten Girang. 1526 M Atas petunjuk dari Sunan Gunung Jati, ibukota Banten dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten, yang kemudian disebut dengan Surosowan. Berdasarkan beberapa data, pemindahan ibukota ini dilakukan pada tanggal 1 Muharram 933 H yang bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 M. 1527 M Terdengar kabar, Portugis dengan armada dan persenjataan lengkap telah meninggalkan Malaka menuju Sunda Kelapa. Mendengar berita ini, Demak, Banten, dan Cirebon bergerak untuk menguasai Sunda Kelapa. Sunda Kelapa dapat dikuasai pada tahun 1527 M, dan Fatahillah diangkat untuk menjadi Adipati Sunda Kelapa. Sebagai tanda kemenangan, Sunda Kelapa diganti namanya menjadi Jayakarta, yang berarti Kota Kemenangan. Armada Portugis yang datang dari Malaka untuk melaksanakan perjanjian tahun 1522 M dengan Kerajaan Pajajaran tiba setelah Sunda Kelapa dikuasai pasukan Islam. Portugis yang dipimpin oleh Francisco de Sa melakukan perang terbuka di perairan Sunda Kelapa, dan setelah mendapat perlawanan hebat dari pasukan Islam, Portugis dapat diusir mundur dari Sunda Kelapa. Setelah Jayakarta berhasil diamankan dari serangan Portugis, Hassanudin dan Fatahillah bekerjasama menangani pembangunan di Banten dan Jayakarta. Hassanudin bertanggung jawab dalam masalah pengembangan wilayah dan pendidikan kemasyarakatan, sedangkan Fatahillah bertanggung jawab menangani keamanan dan pertahanan wilayah. Sehingga pada masa itu Islam menyebar dengan pesat 2

dan keamanan negara terjamin. Kedua penguasa di Jawa Barat memerintah atas nama Sultan Demak. 1552 M Kemajuan perkembangan Banten yang sangat pesat, menjadikan status Banten ditingkatkan dari Kadipaten menjadi Kerajaan. Hassanudin ditunjuk sebagai raja pertama. Dan pada tahun yang sama pula, Fatahillah (menantu dari Sunan Gunung Jati) diangkat menjadi raja di Cirebon, mewakili Sunan Gunung Jati, dikarenakan mangkatnya raja Cirebon, Pangeran Pasarean (putera Sunan Gunung Jati) di tahun tersebut. Untuk menjalankan tugas pemerintahan di Jayakarta diangkat Pangeran Bagus Angke, menantu Sultan Hassanudin. 1552-1570 M Masa Pemerintahan Sultan Maulana Hassanudin. Sultan Maulana Hassanudin memerintah sebagai raja pertama Kesultanan Banten dari tahun 1552 M hingga wafatnya di tahun 1570 M. Pada masa pemerintahannya, digambarkan kota Banten telah berkembang sangat pesat. Jumlah penduduk diperkirakan telah mencapai 70.000 jiwa. Terletak di pertengahan pesisir teluk Banten, Kota yang dikenal dengan nama Surosowan ini memiliki panjang 400 hingga 850 depa. Kota Banten dilewati sungai jernih yang dapat dilalui oleh kapal jung dan gale. Kota Banten dikelilingi benteng bata setebal tujuh telapak tangan. Bangunan bangunan pertahanan dua lantai terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan meriam. Di tengah kota terdapat alun alun yang digunakan untuk kegiatan ketentaraan, kesenian rakyat dan juga sebagai pasar di pagi hari. Istana raja terletak di sisi selatan alun alun, disampingnya dibangun bangunan datar yang ditinggikan dan diatapi yang disebut srimanganti, sebagai tempat raja bertatap muka dengan rakyat. Di sebelah barat alun alun dibangunlah Masjid Agung Banten. Sultan Hassanudin dalam usahanya membangun dan mengembangkan kota Banten lebih menitik beratkan pada pengembangan sektor perdagangan, disamping memperluas lahan pertanian dan perkebunan. Pada masa pemerintahannya, Banten telah menjadi pelabuhan utama di Nusantara, sebagai persinggahan utama dan penghubung pedagang pedagang dari Arab, Parsi, Cina, dengan kerajaan kerajaan di Nusantara. Cara jual beli saat itu, masih menggunakan sistem barter, dan juga sudah mulai digunakan mata uang sebagai alat tukar. Mata uang yang digunakan adalah Real Banten dan cash cina (caxa). Terjadinya krisis kepemimpinan di Kesultanan Demak pada tahun 1547-1568 M, mendorong Sultan Hassanudin untuk melepaskan diri dari Kesultanan Demak dan menjadikan Banten kerajaan yang berdiri sendiri. Saat itu, wilayah Kesultanan Banten telah meliputi Banten, Jayakarta, Kerawang, Lampung, Inderapura, sampai Solebar. Sultan Hassanudin wafat tahun 1570 M dan dimakamkan di samping Masjid Agung. Setelah wafatnya, Maulana Hassanudin dikenal dengan sebutan Sedakinking. Sebagai penggantinya, dinobatkanlah Pangeran Yusuf sebagai Raja Banten ke 2. 1570-1580 M Sultan Maulana Yusuf Pada masa kepemerintahan Sultan Maulana Yusuf, strategi pembangunan dititik beratkan pada pengembangan kota, keamanan wilayah, perdagangan dan pertanian. Pada saat itu, perdagangan sudah sangat maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang barang dari seluruh dunia yang nantinya akan disebarkan ke seluruh nusantara.

3

Dengan majunya perdagangan maritim di Banten, maka kota Surosowan dikembangkan menjadi kota pelabuhan terbesar di Jawa. Ramainya kota baru ini dengan penduduk pribumi maupun pendatang membuat diberlakukannya aturan penataan dan penempatan penduduk berdasarkan keahlian dan asal daerah penduduk. Perkampungan untuk orang asing biasanya ditempatkan di luar tembok kota, seperti Pekojan yang diperuntukan bagi pedagang muslim dari kawasan Arab ditempatkan di sebelah barat pasar Karangantu, Pecinan yang diperuntukan bagi pendatang dari Cina ditempatkan di sebelah barat Masjid Agung, di luar batas kota. Penataan pengelompokan pemukiman ini selain bertujuan untuk kerapian dan keserasian kota juga untuk kepentingan keamananan, dan merupakan upaya penyebaran dan perluasan kota. Selain penataan pemukiman, juga dilakukan perkuatan dan penebalan tembok keliling kota dan tembok benteng sekeliling istana. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar yang terbuat dari bata dan batu karang dengan parit parit disekelilingnya. Perbaikan Masjid Agung juga dilakukan dan penambahan bangunan menara dengan bantuan Cek Ban Cut, arsitek muslim asal Mongolia. Untuk kepentingan irigasi bagi persawahan yang berada di sekitar kota dan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kota Surosowan, di buatlah danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Air dari sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini, yang kemudian disalurkan ke daerah daerah sekitar danau. Dengan melalui pipa pipa terakota, setelah diendapkan di Pengindelan Abang dan Pengindelan Putih, air yang sudah jernih dialirkan ke keraton dan tempat tempat lain di dalam kota. Di tengah danau buatan ini juga dibuat pulau kecil yang digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga keraton. Sultan Maulana Yusuf wafat pada tahun 1580 M dan dimakamkan di Pakalangan Gede dekat kampung Kasunyatan sekarang, dan karenanya beroleh gelar Pangeran Panembahan Pakalangan Gede atau Pangeran Pasarean. Sebagai pengganti, diangkatlah putranya, Pangeran Muhammad yang pada waktu itu baru berusia 9 tahun. 1579 M Pasukan Banten di bawah pimpinan Sultan Maulana Yusuf berhasil merebut Pakuan, ibukota Kerajaan Pajajaran dan menguasai seluruh wilayah bekas kerajaan Pajajaran. Raja terakhir yang memerintah Kerajaan Pajajaran adalah Raga Mulya atau Prabu Surya Kencana, yang juga dijuluki Prabu Pucuk Umun atau Panembahan Pulosari, karena pada akhir masa kepemerintahannya berkedudukan di gunung Pulosari, Pandeglang. Benteng Pulosari dapat dikuasai oleh Sultan Maulana Yusuf pada tanggal 8 Mei 1579/11 Rabiul Awal 987 H. Setelah berhasil dikalahkan, seluruh punggawa kerajaan Pajajaran diislamkan dan dibiarkan kembali memangku jabatannya sehingga dapat menjamin stabilitas keamanan di seluruh wilayah Banten. 1580-1596 M Sultan Maulana Muhammad Kanjeng Ratu Banten Surosowan Keadaan Banten pada masa Sultan Maulana Muhammad dapat diketahui berdasarkan kesaksian Willem Lodewycksz yang mengikuti Cornelis de Houtman yang mendarat di pelabuhan Banten tahun 1596. Dari catatan mereka diketahui bahwa Kota Banten mempunyai tembok tembok yang lebarnya lebih dari depa orang dewasa dan terbuat dari bata merah. Diperkirakan besarnya sebesar kota Amsterdam tahun 1480 M dan orang dapat melayari seluruh kota Banten melalui banyak sungai. Setiap kapal asing yang hendak berlabuh di Bandar Banten diharuskan melalui semacam pintu gerbang dan membayar bea masuk. 4

Nyai Gede Wanagiri yang telah menikah kembali. Mangkubumi yang baru ini. Masjid Agung diperindah dengan melapisi dinding dengan keramik dan kolomnya dengan kayu cendana. yang bahkan Sultan sendiri tidak diperkenankan untuk ikut campur. Pangeran Ranamanggala adalah putra Maulana Yusuf. Selama menjabat sebagai Mangkubumi. mendesak agar suami barunya ditunjuk sebagai Mangkubumi. yang terjadi di tahun 1608 ± 1609 M. Puncak dari kekacauan itu adalah dibunuhnya Mangkubumi. perang yang dimulai akibat bujukan Pangeran Mas. Untuk kepentingan penyebaran agama Islam. Salah satunya adalah diangkatnya Pangeran Ranamanggala sebagai Mangkubumi dan wali dari sultan muda. 1596-1651 M Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir Sultan Abul Mafakhir yang baru berusia lima bulan. Dengan cara demikian. yaitu Abul Mafakhir. saudara sultan lain ibu ini. Portugis. dengan berbagai kepentingan yang berbeda serta keinginan untuk merebut tahta kerajaan. dapat dihentikan atas usaha Pangeran Jayakarta hingga dibuat perjanjian perdamaian antara semua pihak. sehingga tidak memiliki wibawa dan keputusannya lebih banyak tidak ditaati. Pada masa kepemimpinannya. untuk menjalankan roda pemerintahan maka ditunjuklah Mangkubumi Jayanegara. Sultan Maulana Muhammad wafat pada tahun 1596 pada saat penyerangan ke Palembang. Sultan juga menjadi khatib dan imam untuk setiap shalat Jum¶at dan Hari Raya. dalam kenyataannya banyak menerima suap dari pedagang asing. semenjak itu Banten menjadi aman kembali. Sultan tertembak ketika memimpin pasukan dari kapal Indrajaladri di Sungai Musi. perwalian dikembalikan ke ibunda sultan. Sultan Maulana Muhammad wafat di usia 25 tahun. untuk tempat shalat perempuan disediakan tempat khusus yang disebut pawastren atau pawadonan. Kekacauan di dalam negeri semakin membesar dan tidak dapat ditangani karena Mangkubumi lebih sibuk mengurus keributan yang ditimbulkan oleh pedagang Belanda dengan pedagang Inggris. 5 .Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal. Maulana Muhammad terkenal sebagai orang yang saleh. beliau banyak mengarang kitab agama Islam dan membangun masjid hingga ke pelosok negeri. seorang tua yang lemah lembut dan luas pengalamannya dalam pemerintahan sebagai walinya. Banten dapat terselamatkan dari kehancuran akibat rongrongan dari dalam amupun luar negeri. Sultan meninggalkan putra yang baru berusia lima bulan. Masa awal pemerintahan Sultan yang masih balita ini merupakan masa masa pahit dalam sejarah Kesultanan Banten karena banyaknya perpecahan dalam keluarga kerajaan. Perang untuk memperebutkan tahta yang dilancarkan oleh Pangeran Kulon. saudara beda ibu dengan Sultan Maulana Muhammad. dimakamkan di serambi Masjid Agung dan beroleh gelar Pangeran Seda ing Palembang atau Pangeran Seda ing Rana. tindakan utama yang diambil adalah mengembalikan stabilitas keamanan Banten dan menegakan peraturan untuk kelancaran pemerintahan. keturunan dari Kerajaan Demak yang ingin menjadi Raja Palembang. Pada saat Mangkubumi Jayanegara wafat di tahun 1602 M. Nyai Gede Wanagiri. maupun pedagang dalam negeri. yang memicu terjadinya perang saudara yang dikenal dengan nama Perang Pailir. yang ditunjuk sebagai penggantinya.

Pulang kampung dan meletakkan jabatan bukanlah pula hal yang harus dibesar-besarkan. yang masing-masing berjudul Berschijving van Banten en de Lampong (Uraian tentang Banten dan Lampung) dan Bedenkingen van den staat van Bantam (Pemikiran tentang Banten). tetapi biarlah kebangsawanan ini sebagai tambahan pengetahuan saja. Jadi rahasia dari masa-masa akhir hidup VOC termuat juga dalam naskah ini. VOC sempat hidup sampai dua abad kurang dua tahun (1602-1800). terbitan KITLV). Kalaupun ingin berpikir secara legalistik yang kaku palingpaling hanya bisa ditambah empat tahun tambah beberapa bulan ± sejak menyerahnya Jepang hingga ³penyerahan kedaulatan´. jawara. tidak lagi 372 orang. Peristiwa ini pun tak pula penting. Disarikan dari Buku BANTEN DALAM PERGUMULAN SEJARAH: sultan. Akan tetapi. barulah pada tahun 1857 ± hampir enam dasawarsa kemudian ± ringkasan dari kedua memorandum panjang ini diterbitkan dalam majalah Bijdragen tot Taal-.sebuah organisasi keilmuan yang tertua di negeri yang kemudian bernama Hindia Belanda ini. yang akan mau mengakui cara berpikir legalistik konyol ini.land-. Melihat namanya ia rupanya seorang bangsawan. Akan tetapi. penerbit LP3ES. Pada tahun 1788. karangan Nina H Lubis. raden mas Belanda ini sempat menyelesaikan dua memorandum panjang. Soalnya kedua naskah memorandum itu-entah sengaja. sebuah majalah yang sampai sekarang masih terbit bahkan telah semakin bersifat internasional. entah tidak. tetapi lebih mungkin karena keasyikan berkisah saja-ternyata banyak juga membicarakan hal-hal yang mestinya tidak boleh diketahui umum. yang menarik ialah ternyata setahun sebelum ia ³pulang negeri´. Soalnya Banten cukup dekat dari Batavia dan lagi ± dan ini rupanya penting juga ± ³kemiskinan sang raja telah meniadakan kemungkinannya untuk melakukan apapun´. Beberapa kebijakan penting yang diambil : ‡ Penghapusan keharusan bagi pedagang Cina untuk menjual lada kepada pedagang Belanda ‡ Penetapan pajak ekspor lada dan pajak impor bagi barang barang yang sebelumnya tidak terkena pajak ‡ Pemberlakuan pajak yang lebih tinggi bagi pedagang dari Belanda. Yang penting ialah Jonkheer Jan de Rovere van Breugel adalah seorang pejabat VOC di Banten. Namun. Bukankah sudah umum juga diketahui bahwa salah satu sebab utama VOC dilebur dan daerah-daerah di Kepulauan Indonesia yang telah berada di bawah dominasi VOC dijadikan sebagai bagian dari sebuah negara kolonial yang disebut Hindia Belanda ialah karena VOC telah mengalami kebangkrutan? Tentu sekarang kita bisa berkata bahwa kalau dihitung-hitung umur VOC lebih panjang daripada Hindia Belanda.en volkenkunde (biasa dipendekkan dengan BKI saja. ia terpaksa meninggalkan jabatannya pada maskapai dagang Belanda yang semakin lama semakin berfungsi sebagai sebuah ³negara´ itu.Mangkubumi dalam menghadapi bangsa asing tidak berat sebelah atau memihak pihak manapun. ulama. rencana penerbitan ini dibatalkan karena Gubernur Jenderal Alting menasehati sang pengarang agar mau mengurungkan niatnya. Coba saja pikir pejabat yang bergelar Jonkheer ini antara lain mengusulkan agar VOC menurunkan tingkat administratif Banten hingga dengan begini jumlah tentara yang diperlukan cukup 185 orang saja. Maka dengan pengurangan biaya ini kerugian finansial VOC bisa ditekan. redaksi majalah mengatakan bahwa sebenarnya naskah lengkap dari sang bangsawan lokal ini akan diterbitkan oleh Bataviaasch Genootschaap. Akan tetapi. Pada pengantar dari memorandum yang telah diperpendek itu. sedangkan umur Hindia Belanda hanya 142 tahun saja. 6 . Hal ini dilakukan agar pedagang dari Belanda tidak berniaga di Banten karena perilaku pedagang Belanda yang kasar dan mau mencampuri urusan pemerintahan dan dalam negeri Banten.

Policy apalagi yang akan dijalankan berdasarkan memorandum itu? Bisalah pula dipahami bahwa barulah ketika Ann Kumar. laki-laki Banten itu. Apalagi pada waktu diterbitkan. penduduk dan adat. yang jelas tulisan Jonkheer de Rovere van Breugel boleh dikatakan bercorak ensiklopedis tentang Banten. tetapi akibatnya orangtua anak perempuan akan kehilangan pembayaran yang telah mereka lakukan. Maka. meskipun mereka masih tinggal di rumah orang tua. tentu bisa juga dimaklumi kalau dalam melihat dan mengamati masyarakat Banten ia tak bisa melepaskan landasan penilaian yang bercorak Belanda. 7 . Pertunangan ini bisa juga dibatalkan. Anakanak umur delapan atau sepuluh telah dipertunangkan. kalau saja pengamatannya tidak terlalu bias. Bahkan. yang jelas kedua naskah memorandum yang telah diperpendek itu diterbitkan ketika Pemerintah Hindia Belanda telah asyik dengan politik ³tanam paksa´ atau cultuurstelsel di Pulau Jawa. bangsawan). Soalnya ia sebenarnya melihat masa depan yang cerah juga bagi Banten. jika saja usul-usulnya bisa dipertimbangkan untuk dilaksanakan. Hanya saja. tetapi ia dapat saja bercerita tentang apa saja yang kebetulan dilihat dan diamatinya. meskipun Hindia Belanda telah berkuasa.siapa lagi selain kaum konservatif Belanda? Jadi. tetapi ternyata hampir tidak ada aspek kehidupan dan dinamika ekonomi-politik yang tidak dibicarakannya. 1997) ia merasa perlu menjadikan tulisan dari van Breugel ini sebagai bahan kajiannya. Meskipun ia sangat menaruh perhatian pada sumber-sumber ekonomis Banten dan Lampung. tetapi kali ini dalam bahasa Inggris. pemerintahan (raja. Karena itulah barangkali ikhtisar memorandum kurang begitu menarik perhatian. Politik ini bukan saja dengan ekstrem mengeksploitasi anak negeri dan menjadikan mereka terpaku pada desa masing-masing. tetapi juga serta merta mengikis tradisi maritim Jawa yang dinamis. la mungkin tak bisa menerangkan mengapa ³itu harus begitu´ dan ³mengapa ini harus begini´. Namun demikian. Banten telah pula sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Belanda. Tampak sekali bahwa sang pengarang berharap agar memorandumnya ini bisa mempengaruhi kebijakan politik kolonial yang dijalankan. tak perlu heran kalau masyarakat awam masih menyebut pemerintah kolonial Belanda ³kompeni´. Dalam tulisannya tampak pula bahwa ia adalah seorang pengamat situasi sosial yang cukup jeli juga. Akan tetapi. sejarawan Australia yang ahli Jawa. katanya lagi. van Breugel membayangkan juga suatu saat Banten akan bisa bangkit lagi jika saja VOC menjalankan kebijakan yang baik. menulis tentang hubungan Jawa dan Belanda (Java and Modern Europe. Dengan membaca ³ikhtisar dari ikhtisar´ ini kita mengetahui juga dasar keinginan van Breugel untuk menerbitkan kedua memorandumnya dan bisa pula memahami pertimbangan majalah BKI untuk menerbitkan ikhtisarnya sekian puluh tahun kemudian. Kalau begini keadaannya nilai aktualitas dari memorandum itu telah membuyar. Mereka membiarkan saja para isteri mereka bekerja mengurus rumah tangga. Ia pun ³berbaik hati´ juga mengikhtisarkan lagi ikhtisar naskah sang Jonkheer. sayang juga ketika akhirnya diterbitkan tulisannya hanya bermanfaat sebagai salah satu sumber sejarah saja. sudahlah. tetapi sudahlah. membiarkan saja perdagangan dikuasai para pendatang yang disebut ³Orang dagang´ . Mereka lebih sibuk minum-minum ± tentu saja bukan air ± makan-makan sirih dan menunggangnunggang kuda. Dalam memorandum ini. hasil bumi dan perdagangan serta hal-hal lain lagi. janganlah kaget kalau ia mengatakan bahwa menurut pengamatannya laki-laki Banten itu sesungguhnya pemalas. sebagaimana yang mungkin bisa dilakukan oleh ahli anthropologi modern. Ia berbicara tentang wilayah dan kota.

adalah yang paling aktif dalam penyelundupan. Mereka semakin berpengaruh saja di kalangan masyarakat Banten. Tentang agama. dan sebagainya. Bukan itu saja. Akan tetapi. kata van Breugel. Tentang usaha pemberantasan perompakan ia mengusulkan agar kekuatan armada Banten diperkuat. sedangkan para pejabat negara. la menguraikannya mulai dari tempat tumbuh dan cara pemeliharaan sampai dengan prospek perdagangannya. Akan tetapi. pencurian dibayar dengan penjara atau perbudakan yang kadang-kadang bisa sebagai hukuman bagi hutang yang tak dibayar.Pesta perkawinan diadakan di rumah penganten perempuan. ³masih bisa disebut kota´. Ketika menyebut ³paus´ ini van Breugel sama saja dengan para penulis Belanda lain. tetapi. Sultan asyik dengan segala macam kemewahan. Ada tiga pasar di Banten. Raja yang memerintah pada waktu itu ialah Sultan Abul Nazar Muhammad. bagaimanakah keadaan ibu kota Banten? Kalau tentang desa ia mengatakan bahwa desa orang Banten sangat tak beraturan. hanya sebagian kecil saja memakai bingkai kayu. seperti menteri dan ³pendeta´ (maksudnya barangkali kadhi kerajaan) dan beberapa orang lain mempunyai rumah batu. beras. Rumah-rumah umumnya terbuat dari bambu. sedangkan tentang ibu kota. la juga bercerita tentang perdagangan candu yang dikuasai Letnan Cina dan berkisah pula tentang betapa maraknya penyelundupan barang haram ini. Kata ³paus´ adalah sebutan ejekan bagi ulama. Bagian yang terpenting dari memorandum ini ialah uraian tentang komoditi perdagangan dari Banten dan Lampung: lada. umpamanya dengan memberi bantuan mesiu. gula. artinya mereka sering berhasil mengelakkan monopoli VOC. Perbentengan telah hancur dan di atas runtuhan itu rumah-rumah baru didirikan karena jumlahnya cukup banyak inilah Banten. Kalau saja interpretasi sosial boleh diberikan terhadap uraiannya ini maka bisalah dikatakan bahwa masyarakat Banten. Di sekeliling benteng itu ada perumahan VOC. Orang Mandar. katanya. Orang Banten mempunyai hukum juga. ia mengatakan bahwa orang Banten itu beragama Islam tetapi orang Lampung menganut kepercayaan yang merupakan percampuran ³ajaran Muhammad´ dengan sistem kepercayaan yang masih kafir. (Belanda abad ke-18 sangat anti-Katholik rupanya). Istana raja dikelilingi benteng berbentuk setengah bulan. sebab ia bisa juga berbicara agak panjang lebar tentang situasi dari upacara perkawinan itu. yang menurut van Breugel. Van Breugel jengkel juga karena ia melihat sang Sultan tidak menaruh hormat lagi pada VOC. Tumanggung. sedang berada dalam situasi kemelut yang parah juga. Sang pejabat yang bangsawan ini rupanya pernah juga beberapa kali menghadiri upacara pernikahan orang Banten. kayu sandalwood. yaitu Karang Antu. Orang Cina tinggal di dua kampung yang dipenuhi oleh rumah tembok batu juga. bukan saja di kalangan kraton. kopi. katanya. la menguraikan satu persatu komoditi ini. tetapi untuk pertahanan istana yang dikelilingi benteng ini tak ada artinya apa-apa. dan digabung lagi ³dengan takhyul yang paling bodoh´. dan sebuah pasar baru. kelapa. ia melukiskan tentang dindingdinding yang dulu pernah mengitari ibu kota sekarang telah hancur lebur berantakan. padahal 8 . pinang. menurut pengamatannya. yang diperkuat dengan 58 meriam. sangat dipengaruhi oleh ³paus-paus orang asing´ (maksudnya tentu saja ulama-ulama dari negeri lain). tidak lagi seperti dulu ketika Banten masih megah. ndigo. semua pasar itu mengalami kemunduran . sedangkan tamu-tamu datang dengan membawa hadiah. pada umumnya mereka lebih suka mengikuti hukum alam saja ² darah dibayar dengan darah. Cerita yang mengasyikkan juga ialah tentang bajak laut. yang disaksikan van Breugel. biasanya buah-buahan.

maka masa lalu tiba-tiba bisa saja berubah menjadi ³masa depan´ yang harus dirangkul dengan segera. telah masuk Islam). Sultan berhutang ke kiri dan ke kanan. la memperhitungkan bahwa dengan jatuhnya Malaka. Kesedihan sang pangeran tua ini tentang kemerosotan negerinya tentu bisa dimaklumi. Awal abad ke-16 adalah masa yang kritis bagi perairan Asia Tenggara. Ia bisa juga merasakan apa artinya hidup ketika kejayaan lama hanya tinggal kenangan belaka. tetapi muncul sebagai akibat dari ekspansi kekuasaan dari luar. Ternyata ini adalah sebuah keputusan politik yang sangat tepat. adalah seorang yang alim. maka berarti leher dari 9 . Jabatan sebagai kepala gudang ini dianggap sebagai sesuatu yang turun temurun. Sang Pangeran yang hidup pada abad ke-18. sayang ia tidak mempunyai penasehat yang baik. karena situasi kesekarangan telah sedemikian menista harga diri. Janganlah pula heran bilamana kepedihan masa kini telah semakin keras dirasakan. mendirikan Banten. tetapi pengetahuan akan masa gemilang yang telah hilang itu tak begitu saja terpupus dalam ingatan kolektif Banten. kata van Breugel. Akibatnya. Kalau telah begini. panglima Portugis yang ingin melumpuhkan Mekah dan Constatinopel ± dua pusat kekuasaan dan agama Islam. Setelah itu. Asal-usul Banten sebagai sebuah kerajaan Islam agak unik juga. tetapi ia tampaknya agak serakah. Pengawas gudang lada sang raja ialah seorang yang bernama Kiai Aria Astradinata. Kerajaan ini tidak bermula dari tumbuhnya dan membesarnya sebuah kekuasaan lokal. perahu-kesenangan. Kita pun berhadapan dengan salah satu irama yang hampir menetap dari sejarah Banten setelah kejayaan kerajaan telah terlepas dari tangan. Dalam usaha untuk meluaskan kekuasaan dan mengembangkan Islam. Ia telah tua dan uzur dan hanya menghabiskan waktunya untuk beribadah serta menangisi nasib tanah airnya yang hari demi hari dilanda kemerosotan. maka ³terjadilah apa yang harus terjadi´. Pada tahun 1511. Sebenarnya Sultan ini seorang yang baik hati. Paman raja. katanya. Ketika Van Breugel menulis tentang Pangeran Raja Kusuma ini ia mungkin merasa simpati juga. Alfonso d¶Albuquerque. sedangkan para bangsawan sangat tergantung kepada Sultan. maka tarikan masa lalu yang telah dirasakan sebagai ³masa depan´ itu semakin keras dan menggetarkan juga. tentu bisa diduga. Pada umumnya para bangsawan ini sudah cukup puas dengan tempat tinggal yang menyenangkan. Sunan Gunung Jati. perjalanan waktu dijadikan tak berfungsi dalam kesadaran. yang malah sibuk menghalangi mereka untuk berhubungan dengan orang Eropa. dan dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Ketika kemudian Cirebon melepaskan perwaliannya atas wilayah di ujung Barat Pulau Jawa (1552) kesultanan Banten pun resmi berdiri dan Pangeran Adipati Hasanuddin pun menjadi Sultan Hasanuddin. Bilamana situasi kesekarangan telah dirasakan semakin mencekam bagaimanakah ingatan akan masa lalu yang telah lewat itu akan hilang begitu saja? Bukankah nostalgia kultural itu sesungguhnya tidak lain daripada perlawanan terhadap tirani sang waktu? Dengan bernostagia.kesultanan telah jatuh miskin. yang terletak di ujung Barat Pulau Jawa. tentu saja tidak mengalami secara langsung masa ketika Banten adalah kerajaan yang makmur dan disegani dan merupakan salah satu kerajaan yang terkuat di Kepulauan Nusantara ini. ulama -penguasa dari Cirebon dan salah seorang Wali Sanga. Ketika perasaan kerinduan ini telah semakin mencekam. la adalah anak seorang tukang batu Cina yang telah disunat (maksudnya tentu saja. Bahkan asal usul berdirinya kerajaan pun masih segar dalam ingatan kolektif anak negeri. Sunan Gunung Jati meninggalkan putranya sebagai penguasa Banten yang pertama. berhasil menaklukkan Malaka. Pangeran Raja Kusuma.

seorang ahli filologi Islam. Mataram pun tampil pula sebagai pemegang hegemoni di ³negara-negara kota´ di pantai Utara. Ternate dan Tidore. Pada waktunya sebagian dari kota-dagang dan pelabuhan persinggahan bagi para pedagang Islam yang baru ini pun tumbuh sebagai pusat kekuasaan besar. yang didorong oleh keuntungan dagang dan kekuasaan agama ini. yang memang telah berdatangan sejak awal abad Masehi. pedagang. penerus dinasti Malaka. Aceh-Darussalam serta Banten secara pelan tetapi pasti menjadi kerajaan Islam yang besar. di tempat-tempat lain kota-kota dagang baru pun bermunculan pula. telah terbuka pula bagi para pelaut. Karena itulah Schrieke. tetapi dalam perbandingan perkiraan ini memperlihatkan bahwa Banten mempunyai penduduk yang terbesar di Nusantara. bahkan juga Denmark. mengirim barang ekspor. Maka sementara beberapa negara-kota di pantai Utara Jawa dan Johor. seperti Portugis. tetapi dengan memakaikan keuntungan dari tinjauan ke belakang (atau historical hindsight. dan mengekspor barang imporhanya Aceh di Barat dan Makassar di Timur. sosiologi dan sejarah Belanda yang terkemuka (yang sempat juga bekerja pada kantor Penasehat Bumiputra) sempat juga membuat teori bahwa penyebaran Islam di Kepulauan Indonesia ini tidak bisa dilepaskan dari apa yang disebutnya sebagai ³race with Christianity´ (perlombaan dengan Kristen). Sepuluh tahun kemudian 700 ribu. Sejak itu sejarah Banten hanyalah berisikan kisah kemerosotan saja sampai akhirnya menjadi residentie Banten. Soalnya ialah setelah Vasco da Gama mendarat di Calicut. Saingan Banten di Nusantara sebagai entrepot pelabuhan yang menerima barang impor. 10 .kedua pusat Islam itu telah bisa dicekik Portugis. karena pada tahun 1682 itulah masa akhir kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. tetapi juga menyebabkan terjadinya pemencaran dari pusat-pusat perdagangan Islam. Spanyol. Tetapi pada tahun 1696 telah turun menjadi 125 ribu. Penurunan jumlah penduduk yang drastis dari tahun 1682 -1696 tentu masuk akal juga. Malaka adalah salah satu pusat perdagangan yang besar dunia pada abad ke-15. Sudah pasti perkiraan jumlah penduduk itu tidak akurat. sibuk berkali-kali menyerang Malaka. Dan sejak itu pula Banten semakin tampil sebagai entrepot yang terbesar di Pulau Jawa. Sebuah perkiraan pada tahun 1662 mengatakan bahwa penduduk Banten lebih dari 100 ribu. tetapi pada perkiraan pada tahun 1672 telah memperlihatkan lonjakan jumlah yang hebat. kemudian datang Belanda. India (1498). Ketika inilah Makassar. Perairan Nusantara pun menjadi ranah persaingan dari segala bangsa. kata orang sana) kekalahan ini sesungguhnya bisa dilihat sebagai awal dari konsolidasi kekuasaan internal Banten. apalagi setelah Portugis berhasil menaklukkan Malaka maka ³jalan ke Timur´ untuk mencari rempah-rempah dan menyebarkan agama. Sejak akhir abad ke-16 dan akhir abad ke-17 boleh dikatakan sebagai the age of Islamic hegemony dalam sejarah Asia Tenggara. Ukuran kebesaran enterpot ini bisa dilihat juga antara lain pada perkiraan jumlah penduduk yang diberikan oleh para pelapor asing. Inggris. Sementara itu di pedalaman Jawa. Saingannya hanya perkiraan jumlah penduduk Mataram pada tahun 1624. Pada waktu itu diperkirakan jumlah penduduk 800 ribu. sama sekali tidak menduga bahwa kejatuhan Malaka bukan saja menyebabkan Malaka menjadi sasaran penyerbuan dari kekuatan Islam di perairan Barat Indonesia. Tentang Banten laporan-laporan asing memperlihatkan bahwa antara tahun 1660-1690 terjadi fluktuasi yang hebat juga dari jumlah penduduk. Tradisi sejarah Banten tidak bisa melupakan bahwa Maulana Jusuf tewas ketika ia ingin meluaskan pengaruh dan kekuasaan kesultanan Banten ke Palembang. baik yang datang dari Eropa. serta Aceh-Darussalam. Karena itu bisa jugalah dipahami kalau sumber-sumber tentang sejarah Banten selama abad ke-16 ± abad ke-17 sangat banyak juga. tetapi panglima Portugis. dan advonturir Eropa. penginjil. apalagi Asia.

seorang pedagang Turki yang kaya-raya. janganjangan sultanah yang berada di belakang tirai ketika menerima perutusan Inggris. Kalau cerita Lodewijk diteruskan. Orang Arab dan Pegu melakukan perdagangan laut yang sibuk membawa barang dari satu tempat ke tempat lain atau. la adalah sultanah yang terakhir). Selama lima tahun yang kritis (1600-1605) yang tampil sebagai tokoh utama ialah Nyai Gede Wanagiri. menurut laporannya. Lodewijk juga bercerita tentang pedagang besar yang bernama Cheti Maluku yang berhubungan dagang dengan orang Belanda dan Inggris. tentu bisa diduga. tahun kedatangan Cornellis de Houtman ke Banten ini dijadikan sebagai masa awal dari penjajahan Belanda di Indonesia. Dengan jelas sekali ia menggambarkan sifat internasional entrepot Banten. Ternyata orang Melayu. Tak lama kemudian Inggris.. Sebagaimana kota pelabuhan lain Sjahbandar Banten juga orang asing. kita pun ikut larut dalam pandangan sejarah yang bodoh dan sesat ini dengan mengatakan bahwa ³Indonesia 350 tahun berada di bawah kolonialisme Belanda. karena belum dewasa. biarlah hal ini tak dilanjutkan. berdagang permata dan obat-obatan. dengan kata lain. Antara lain ia bercerita tentang ³pembagian kerja´ dari anggota komunitas asing yang berada di Banten. Banten di abad ke-16 dan awal abad ke-17 adalah ³a land of opportunities´± negeri yang membuka semua kesempatan. seorang pelapor Inggris curiga juga. ³ia tak punya apa-apa. Jadi. juga menjadikan Banten sebagai pusat aktivitasnya di Nusantara. tentu bisa disebut rentenir. Maka. Aceh mempunyai empat orang sultanah yang memerintah berturut-turut di abad ke-17 (Sialnya. Ketika ia sampai di Banten. Maka. walaupun ia bukan berdarah kraton. maka kita pun bisa juga mengatakan bahwa ajaran Islam tentang riba tidak masuk perhitungan para pedagang Melayu itu. yang praktis merupakan pengimport tunggal tekstil dari anak benua India. Masuk akal juga kalau Cornellis de Houtman. miskin-miskin. Salah satu hal yang dibandingkan itu ialah kenyataan bahwa Banten tidak pernah mempunyai penguasa perempuan. menurut Lodewijk. sama saja dengan ³konglomerat Melayu´ sekuler zaman sekarang ² pokoknya keuntungan masuk. menjadi pedagang perantara.Salah satu laporan yang menarik dibuat oleh orang Belanda. Cornelis de Houtman.´ amun. kalau cerita dilanjutkan. seorang laki-laki yang menyamar. mempunyai hobby yang sama pula. Ini pulalah salah satu sebab dari awal terjadinya Islamisasi di kawasan ini. Seorang pelapor Inggris (Scott) menyatakan kekagumannya ketika ia berkata bahwa ³perempuan tua ini menguasai para wali dan lain-lain. yang datang ke Banten pada tahun 1596 bersama komandannya. mereka pada umumnya adalah pelaut dan. jika laporan Lodewijk ini benar. la orang dari Keling. yang dengan kata lain. mendarat di Banten dan kemudian menjadikan Banten sebagai pusat aktivitasnya. Hanya saja dalam perbandingan ini sering terlupakan bahwa tumbuhnya Banten sebagai pusat kekuasaan dan dagang terjadi ketika Sultan Abdul Kadir (1596-1618) masih harus berada di bawah pewalian. tentang Kojah Rayoan. Kalau orang Gujarat. maka ia pun menjalankan semua kerja yang hina untuk menghidupi dirinya. maklum para pejabat itu tidak bisa membedakan mana yang mitos dan mana yang sejarah. Ini tentu adalah fakta sejarah biasa saja ± orang berdagang tentu mencari pusat kegiatannya ± tetapi sialnya dalam sejarah Indonesia yang diajarkan oleh para pejabat negara Indonesia yang merdeka.Lodewijk tentu saja tidak mengatakannya dan ia pasti juga tidak tahu. Atau kalau dengan istilah yang biasa dipakai sebagai cheti. tetapi peranan Arab sebagai pedagang di perairan Nusantara ini barangkali telah dimulai sejak abad ke-11 ketika Cina menutup pelabuhannya bagi pedagang asing. maka ia pun mengatakan bahwa orang Keling lebih suka mengadakan investasi dengan bunga. bisalah dikatakan bahwa kerap kali juga orang membandingkan Banten dengan Aceh. Orang Persia..´ Dengan kata lain. kata Lodewijk. Lodewijk. tetapi karena kearifannya sangat dihargai oleh semua (yang berkuasa) ia memerintah 11 . pelopor Belanda ke Nusantara.

seakan-akan ia adalah satu-satunya ratu di negeri ini. tetapi suasana sosial-politik dan ekonomi memantulkan gambaran yang tak jauh berbeda. sempat mengatakan bahwa orang Banten meskipun punya hukum tetapi lebih suka memakai hukum alam. serta waktu. Bahkan juga bisa ditukarkan dengan Riau-Johor abad ke-18. yaitu maritim dan agraris. Dengan pendekatan ideal type ² membuat bentukan analisis berdasarkan sifat kategori yang paling ekstrim. yang dikirim Inggris. Makassar. karma telah membantunya menghadapi pemberontakan yang dipimpin Kiai Tapa (1750-52). sebagaimana diuraikan oleh kitab Tufhat an Nafis. untuk meninjau kerajaan-kerajaan di pantai Timur Tanah Semenanjung. kebudayaan dinamis. Banten. yang ditulis Raja Ali Haji dan ayahnya Raja Ahmad dari Pulau Penyengat. yang menghukum dengan berat kejahatan pencurian dan perzinaan.´ Maka begitulah kalau aturan main dalam pemerintahan telah cukup jelas. Dalam hal ini. Ketika itu kraton Banten praktis telah menjadi fiefdom VOC atau berada di bawah suzereniteit maskapai ± yang-bermain sebagai-negara ini dan harus pula membayar utang kepada VOC. yang telah mendirikan dan menguasai Singapura. nama orang dan bentuk peristiwa.maka negara maritim berarti kegiatan dagang. baik sumber asing maupun sumber lokal. dan yang lain memakai nama Thiaria (Shari¶ah). hukum yang kehilangan peran. yang memperkenalkan pendekatan sosiologi Max Weber untuk memahami sejarah. Sedangkan laporan-laporan asing tentang Banten abad ke-16 dan abad ke-17 juga tak pula jauh bedanya dengan laporan tentang kerajaan maritim lain yang sedang berkembang. dan pandangan ke luar. memperlihatkan suasana yang lama. yang pertama Syahbandar Besar. masyarakat yang tak peduli. tetapi juga para ulama. ilmu pengetahuan berkembang.misi Katholik Prancis. sebuah pulau kecil dekat Tanjung Pinang. Nada dari uraiannya hampir sama dengan gambaran para pelapor lain tentang kerajaan-kerajaan Nusantara yang sedang mengalami kemunduran. yang mempunyai jurisdiksi pada semua masalah perdata dan pidana. yang disebut historiografi tradisional itu. memberikan kesan yang tidak jauh berbeda. yang menulis memorandum pada tahun 1787. dan aktivitas keagamaan menjadi pertanda dari kearifan Sultan. Seorang pendeta dari Missions Etrangeyes. ³mempunyai dua hakim utama. 12 .melaporkan bahwa Banten. Kisahnya tentu saja berbeda-beda. Bahkan kisah yang ditulis Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi.´ De Breugel menggambarkan suasana kemunduran dan kemelut. Jadi masuk akal juga kalau van Leur. membagi kerajaan di kepulauan Indonesia atas dua kategori. Bedanya hanyalah pada detail-detail sejarah ± nama tempat. Kalau De Breugel. Ciri-ciri umum ialah persaingan dagang internasional yang meriah. meskipun yang dikisahkan berbedabeda. Pulau Bintan. ekonomi yang kehilangan gairah. pemerintahan bisa dijalankan berdasarkan kearifan yang paling unggul. sistem hukum berlaku baik. Aceh dan lain-lain memperlihatkan ciri-ciri yang khas maritim. Ada kerajaan yang telah mengalami krisis di abad ke-18 ± umumnya berada di pulau Jawa ± tetapi ada pula yang bare mengalaminya pada abad ke-19 ± umumnya di kerajaan-kerajaan di daerah lain (kecuali Maluku). yang tahu semua masalah perdagangan. Jika saja nama-nama orang diganti dan nama-nama tempat ditukar pula maka uraian tentang Banten rasanya bisa saja dijadikan tentang Makassar dari abad yang sama. tidak demikian halnya pada abad ke-17. Tidak kurang pentingnya ialah suasana ini bukan saja mengundang kedatangan para pedagang dari segala penjuru dunia. raja yang bijaksana. Suasana kemelut menjelang kejatuhan selalu membayangkan otoritas kekuasaan yang lemah. serta keamanan yang tak terjamin.

Sejak itu sejarah Banten adalah rentetan dari kisah yang ³menunda kekalahan´ saja. akhirnya kolonialisme. kalah. sebab saya bukan pedagang seperti penguasa Banten dan Surabaya. itu sesungguhnya mempunyai unsur yang ³khusus´ dan ³umum´. Setelah Sultan Ageng Tirtayasa (Abdulfattah) bisa dikalahkan. Benar. memang tidak benar. bahkan kalau perlu ² bahkan biasa sekali-mereka pun ikut berdagang. sikap kultural yang konservatif. dan bila´. ³Tuan-tuan boleh berdagang di negeri saya tanpa bayar pajak. tumbuh. dominasi. tetapi mempunyai validitas relatif kalau yang ingin ditemukan ialah pola umum yang berlaku. Fakta bahwa Putra Mahkota bisa berkhianat pada ayahandanya serta-merta menyebabkan karisma tradisional yang dipegang kraton pun meluntur pula. Kemudian hegemoni ini secara berangsur menjadi dominasi (mulai dari zaman Daendels) sampai akhirnya resmi berada di bawah kekuasaan langsung Hindia Belanda ² kesultanan telah dihapuskan. Akan tetapi. maka kraton pun ada kalanya menjadi sasaran pemberontakan. Adapun yang khusus dan tak berulang ialah kenyataan bahwa ³Sultan Ageng Tirtayasa (siapa) yang melawan usaha penetrasi kekuasaan Belanda (apa) di Banten (di mana) pada tahun 1682 (bila). berkembang menjadi pusat dagang. lebih dari itu sekadar kekalahan kejatuhan Sultan Ageng bermula dari pengkhianatan sang putra mahkota. Peristiwa sejarah yang biasa dikatakan hanya sekali terjadi. yang lebih sibuk menjalin ikatan perdagangan terbuka. independensi Banten mulai setahap demi setahap digerogoti. ketika penetrasi dan pengaruh kekuasaan asing telah semakin dirasakan. Di bawah sultan yang bijaksana inilah Banten mencapai tingkat kegemilangannya yang tertinggi.Sedangkan Mataram bersifat agraris ² keterikatan pada tanah. tetapi hegemoni telah berada di tangan VOC. Mataram tentu lebih suka mendapatkan upeti dari para bangsawan yang telah mendapat lungguh serta menyibukkan diri dengan penghalusan kebudayaan dan sistem status sosial. Ungkapan ini tidak benar kalau sejarah diartikan sebagai salinan yang murni dari ³apa. einmalig. Syekh Jusuf al Makasari. dengan Banten. Sultan Haji memerintah. sejarah Banten adalah sejarah tentang sebuah daerah di tanah air kita. Sistem itu ialah monopoli. sejarah berulang. perang. bukan saja tertarik untuk mendatangi Banten. siapa. Jika diartikan secara harfiah ungkapan Prancis l¶histoire se repete. seorang ulama besar yang berasal dari Makassar. Maka perbenturan antara Batavia. Ia mengirimkan utusan diplomatik ke negeri-negeri Islam dan menyuruh anaknya naik haji sambil mengunjungi Turki. tetapi dari sudut pandang lain. yang mempunyai kemampuan teknologi persenjataan yang lebih canggih dan tentara yang telah mengalami suka-duka berbagai macam perang. Tetapi di saat ini pulalah VOC sedang berada pada tahap perkembangannya yang agresif dan sedang asyik memperkenalkan serta memaksakan sebuah sistem yang sama sekali tak dikenal oleh tradisi Nusantara yang bertolak dari pemikiran laut bebas (mare liberum). sejarah Banten mungkin bisa juga dilihat sebagai sebuah gambaran umum dari ³lahir dan tumbangnya´ kekuasaan pribumi ² lahir. Sultan Haji. Seperti juga halnya dengan Mataram. hegemoni asing. dan cenderung mempunyai pandangan ke dalam (inward looking). di mana. yang harus merasa takut dengan persaingan tuan. Dengan segala ciri-ciri kerajaan maritim yang diperlihatkan Banten. melawan monopoli. Konon Sultan Mataram pernah mengatakan pada utusan Belanda yang datang menghadap di kratonnya.´ sedangkan yang merupakan gejala umum itu ialah 13 . tentu mudah juga dipahami kalau di masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1683). Perang terjadi dan Banten kalah.´ Penguasa maritim sejauh mungkin ingin mendapatkan keuntungan dari perdagangan laut. pertanian. tetapi bisa merasakannya sebagai negeri sendiri.

seperti tampilnya ulama besar Syekh Nawawi al Bantani. Onno Zwiervan Haren menulis sebuah drama yang mencekam dengan judul Agon Sulthan van Bantham . dengan aktor-aktor ³orang kecil´. meskipun dalam waktu atau abad yang berbeda-beda. Akan tetapi. di masa krisis politik yang berkepanjangan ini ketika ³hukum alam´ (sebagai kata van Breugel) lebih penting dari ketentuan hukum yang berlaku golongan baru pun semakin menampakkan dirinya. Kecenderungan umum ini terjadi di manamana. Ketika kesultanan telah mengalami proses pelemahan dan kemudian malah dihapuskan dan di saat kedudukan bangsawan semakin terjepit. seakan-akan diharuskan untuk menjadi daerahsampingan saja. Sejarah politik dengan peristiwa besar dan orang besar kini telah didampingi oleh studi yang semakin mendekati pada denyut sejarah sesungguhnya-manusia dengan segala keresahan dan harapannya pada tingkat yang paling intim. Di satu pihak. dan keterikatan pada norma keagamaan. 14 . Maka dengan begini sebuah alternatif dalam penulisan sejarah diperkenalkan. Mereka adalah para jawara. kolonialisme mempunyai kemungkinan untuk menciptakan mental dependensi (terhadap orang asing) dan kesadaran hirarki sosial yang hegemonik (terhadap sesama anak negeri). Banten yang telah kehilangan kesultanan ternyata tidak kehilangan beberapa hal yang fundamental. Banten mempunyai tempat khusus juga dalam perkembangan historiografi Indonesia. setidaknya begitulah yang terjadi pada struktur kesadaran yang dipantulkan oleh satu-dua pejabat Belanda. Dengan buku untuk pertama kali seorang sejarawan Indonesia tampil ke depan dengan menyoroti sebuah ³peristiwa kecil´. sifat eksploitatif dari kolonialisme kemudian bisa juga menjadi landasan dari terwujudnya rasa kesamaan sejarah dan nasib yang bersifat translokal. Di samping mempunyai pengaruh terhadap sejarah pergerakan kebangsaan. ³nasionalisme lokal´ yang kental.kecenderungan bahwa ³raja adalah lembaga yang pertama yang melawan usaha penetrasi Belanda´. Sejak resmi menjadi salah satu karesidenan yang berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda. yang berkisah tentang penderitaan rakyat dan ketidakberdayaan pejabat yang bermaksud baik? Kolonialisme adalah hubungan internasional yang bercorak subordinatif dan eksploitatif mempunyai akibat sosial yang penting. kerajaan yang pernah disegani di perairan Nusantara. yang menerbitkan buku-buku di pusat-pusat pengetahuan dunia Islam. Meskipun dengan memakai konsep pola umum ini Banten unik juga-jika bukan dalam corak peristiwa yang dialaminya. Banten . dengan memakai pendekatan yang bercorak multidimensional. tetapi pada umumnya tidak lagi berperan apa-apa yang penting. Drama ini berkisah tentang bantuan militer Belanda pada anak Sultan Ageng yang durhaka. Nasionalisme yang kolonial pun tumbuh juga. Maka bisalah dimaklumi kalau Aceh kadang-kadang disebut sebagai negeri ³uleebalang dan ulama´. yaitu desa. Ketika Sartono Kartodirdjo (sekarang Prof Dr) menyampaikan disertasinya tentang pemberontakan Cilegon 1888 di Universitas Amsterdam (1966) maka lembaran baru sejarah penulisan sejarah Indonesia pun dibuka. Pada gilirannya kesadaran ini memberi akibat juga pada cara sebuah bangsa yang sedang berada dalam proses pembentukannya untuk melihat sejarahnya. Dan kemudian. pendekar yang selalu siap membela untuk sesuatu yang dianggap benar. Kadang-kadang orang dikejutkan oleh tampilnya hal yang perlu dicatat. di pihak lain. Begitulah umpamanya. Banten. Pemberontakan Cilegon sebenarnya memperlihatkan hal lain lagi. ulama lokal dan petani. siapakah yang bisa melupakan karya Multatuli. Max Havelaay. ketika itu pula para ulama semakin tampil sebagai pemimpin lokal. yaitu semangat independen. Banten pun dikenal pula sebagai negeri ´ ulama dan jawara ³. Sejak kejatuhan kesultanan hampir tidak ada lagi satu peristiwa di Banten yang bukan dimotori oleh ulama dan jawara.

Haji Iskhak dari Saneja. Haji Marjuki. para ulama itu selalu menanamkan semangat jihad menentang penjajah kepada masyarakat. Bersama kawan seperjuangannya: Haji Abdurahman. kemudian mengajar di pesantrennya di Kampung Beji. Haji Asnawi dari Lempuyang dan Haji Muhammad Asyik dari Bendung. Haji Tubagus Ismail. Prawiranegara. Anjuran itu disambut baik kiyai-kiyai terkenal seperti Kiyai Haji Wasid dari Beji. seperti bupati. Haji Abu Bakar dari Pontang. Maka mestikah diherankan kalau sudah lama juga para tokoh Banten telah menginginkan agar Banten bisa mendapatkan kebebasan relatif untuk mewujudkan kembali ³janji sejarah´ yang sekian lama seakan-akan terpendam? GEGER CILEGON Sumber data : buku Sartono Kartodirdjo.A. langgar atau masjid. yang juga gencar menganjurkan perlawanan kepada penjajah kafir. Dalam mengadakan acara dzikiran di rumah-rumah tertentu. Kegiatan pengajian Kiayi ini semakin berkembang terutama setelah ia kembali dari Mekkah tahun 1872. Ketika Kiyai Haji Abdul Karim akan ke Mekkah untuk kedua kalinya pada tanggal 13 Pebruari 1876. Percetakan Pustaka Jaya 1984 Perlawanan bersenjata yang paling menonjol di Banten pada abad ke-19 adalah peristiwa yang dikenal dengan ³Geger Cilegon´. penghulu kepala di Serang serta Haji R. Kiyai Haji Tubagus Ismail. Haji Abdul Karim adalah seorang ulama di desa Lampuyang. Dalam setiap pengajian/dzikiran yang diadakan di rumah-rumah atau pun di masjid. Bogor dan Batavia. 15 . dan Haji Wasid. tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah yang datang untuk mengucapkan selamat jalan. Pra Peristiwa Geger Cilegon Tokoh menentukan dalam peristiwa Geger Cilegon ini adalah Haji Wasid. Begitu besar pengaruhnya di kalangan rakyat dan pejabat pemerintah sehingga dikenal pula sebagai ³Kiyai Agung´ bahkan dianggap sebagai ³Wali Allah´. yang dalam waktu singkat pengikutnya bertambah banyak. Haji Abdul Karim selalu menganjurkan tentang perlunya perang sabil terhadap pemerintah kolonial yang kafir. Haji Syadeli dari Kaloran. Pemberontakan Petani Banten 1888. pada tanggal 9 Juli 1888 yang dipimpin oleh para ulama. tetapi dalam tinjauan dinamika sejarah secara keseluruhan peristiwa ini tidak lebih daripada deviation belaka. Tiga pokok ajaran yang disebarkan kepada muridnya adalah tentang Tauhid. Melalui pesantren-pesantren. banyak kiyai. Haji Usman dari Tunggak. Pontang yang kegiatan sehari-harinya mengadakan pengajaran agama pada masyarakat di daerahnya. Rakyat dari Tanahara. pemerintah kolonial minta supaya Kiyai Haji Abdul Karim berangkat langsung menggunakan kapal laut dari Tanahara ke Batavia. pensiunan patih Serang. Fiqh dan Tasawuf merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam dan harus dipraktekan dalam setiap kegiatan sehari-hari. Haji Akib. Cilegon. yang pernah belajar di Mekkah pada Syekh Nawawi al-Bantani. Khawatir akan terjadi huru-hara. di samping dari Banten. Sebagai ganti pimpinan pesantren dipercayakan kepada muridnya. Haji Abdul Karim mendirikan pesantren di Tanahara.Pemberontakan ³komunis´ 1926 ² seperti juga dengan yang terjadi di Silungkang (Sumatera Barat) ² memang pantas dikenang. Gerakan semacam ini timbul pula di Tanahara yang dipimpin oleh Haji Marjuki. yang dalam waktu singkat mendapat banyak murid dan pengaruh terhadap penguasa pribumi. Tangerang dan sekitarnya berbondong-bondong menunggu di pinggir jalan yang akan dilaluinya. para tokoh itu dengan mudah melancarkan taktik perjuangan menentang pemerintahan kolonial. Gerakan itu antara lain dipimpin oleh Haji Abdul Karim. juga dari daerah lain seperti Tangerang.

antara tahun 1882 dan 1884 keadaan rakyat Banten khususnya di Serang dan Anyer ditimpa dua malapetaka. menyebabkan kelaparan merajalela. sehingga tidak ada tumbuhan yang dapat ditanam penduduk desa. Banyak ibu tidak dapat menyusui anaknya sehingga angka kematian anak tinggi sekali. kerbau yang tidak terkena penyakit pun turut dibunuh pula. berhasil mengumpulkan sampai 20 orang anak yang kemudian dipeliharanya di Kawedanaan (PAA. murid-muridnya.500 jiwa tenggelam disapu gelombang. PAA. Haji Arsad Thawil. ditujukan kepada Allah. Tidak heran dari catatan yang ada pada bulan Agustus 1880.Haji Haris. Peribadatan dan penyembahan yang ditujukan kepada selain Allah adalah musrik.000 orang di antaranya tidak dapat tertolong dan menemui ajalnya (Kartodirdjo. tanpa ampunan dari Allah. Musim kering yang berkepanjangan ini. Tiada takut dan tiada harap.     Pemandangan di desa-desa sungguh menyedihkan. 1988:88). hampir sering menemukan bayi di pojokan pasar yang ditutupi selembar daun pisang. Caringin. kelaparan dan penyakit sampar (pes) binatang ternak. tiada benci dan tiada suka. yang menimbulkan gelombang laut setinggi 30 meter melanda pantai barat Banten. sehingga perlakuan demikian membuat tambah sedih. Kesedihan yang mendalam itu ditambah lagi dengan meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda (tanggal 23 Agustus 1883). yang sebagian besar berupa "tadah hujan" menjadi kering. semuanya. ternak kerbau bukan hanya dianggap sebagai hewan peliharaan tapi juga teman/sahabat yang banyak membantu pekerjaannya di sawah. menghancurkan Anyer. Istri wedana Kramatwatu. Tajur dan Carita. 1936:8). Haji Arsad Qashir dan Haji Ismail. Merak. sehingga pemerintah kolonial menginstruksikan supaya membunuh dan mengubur atau membakar semua kerbau atau kambing di suatu desa yang di sana terdapat kerbau yang berpenyakit agar jangan menular ke desa lain. 16 . sehingga tanaman padi tidak ada yang tumbuh dan air minum pun sulit didapat. jalan-jalan sepi. menyaksikan bahwa di pasar Kramatwatu. hampir dua tahun hujan tidak turun. dari 210. dzikir dan do'a. Pasauran. Segala peribadatan. dianggap suatu kekejian dan kesewenang-wenangan yang membuat makin besar kebencian kepada Belanda dan anteknya. karena banyaknya. akan menjadi muslim yang baik dan taat dalam menjalankan semua perintah agama serta menjauhi segala yang dilarang-Nya. tidak sempat dikuburkan. Untuk menggambarkan keadaan rakyat Banten pada saat itu. banyak rumah tidak dihuni. mereka menyebarkan pokok-pokok ajaran Islam itu kepada masyarakat. atau karena ibunya tiba-tiba terkena demam dan meninggal tidak lama kemudian. dan ini mengundang datangnya penyakit baru lagi bagi rakyat desa. ibunya PAA. Dalam pada itu. Tanah pertanian. Daerah tempat bencana alam itu luluh lantak tersapu gelombang pasang. sekedar untuk menjaga dari teriknya matahari. Djajadiningrat. serta desa-desa Sirih. segala ketaatan dan segala harapan hendaknya. dan ini termasuk dosa besar. pasrah dengan perlakuan itu. sehingga bangkai hewan dapat ditemukan di mana-mana. Djajadinigrat. Diperkirakan. sawah dibiarkan mengering karena tiadanya tenaga. Dari banyak rumah terdengar ratap tangis. Karena musim kemarau ini pula maka berjangkit wabah penyakit sampar (pes) yang menyerang ternak kerbau atau kambing (1880). dan mengharapkan nanti ada yang mengambil untuk memeliharanya. Penyakit hewan ini menular dengan cepat. Djajadiningrat. Dengan memahami tiga pokok ajaran Islam ini diharapkan.000 penderita. kecuali semuanya karena Allah. tercatat lebih dari 40. Bayi-bayi ini sengaja ditinggalkan ibunya karena ia tidak mampu lagi memberinya makan. bukan kepada manusia dan bukan kepada benda lainnya. Dengan demikian. Bagi rakyat petani. Cilegon. kerbau atau kambing yang dibunuh tentara kolonial ini. terutama sekali kaum perempuan. walaupun mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Kesemuanya merenggut korban 21. Karena kurangnya makanan ini maka banyak penduduk yang terjangkit penyakit demam yang parah. Ironisnya.

bahwa perbuatan meminta selain kepada Allah adalah termasuk syirik. Melihat keadaan ini. dari mulai pajak tanah pertanian. namun suasana di kalangan rakyat penuh kegelisahan dan keresahan. tarhim dan azan jangan dilakukan dengan suara keras. Dengan beberapa orang muridnya ditebangnya pohon berhala itu pada malam hari. Ia dipersalahkan melanggar hak orang lain sehingga dikenakan denda 7. Marjuki di Tanara dihadiri oleh para ulama dari Serang. Dalam keadaan yang sangat menyedihkan itu. Dendaan yang dijatuhkan kepada kiyai ini. 1988:55). pajak pasar sampai kepada pajak jiwa yang besarnya kadang-kadang di luar kemampuan dan penetapannya tidak mengenal keadaan.. 1884. semakin menambah penderitaan rakyat. pajak tanah itu untuk seluruh negeri dinaikkan. menyinggung rasa keagamaan dan rasa harga diri murid dan pengikutnya. mengganggu ketenangan "masyarakat" kerena kerasnya suara. Tersebutlah di desa Lebak Kelapa terdapat sebatang pohon kepuh besar yang oleh sebagian penduduk dianggap keramat. setahun setelah letusan Gunung Krakatau. fatwanya itu tidak diindahkannya. tidak hanya di bidang sosial ekonomi. karena 'Tuhan tidak tuli'. ditambah dengan kecurangan-kecurangan pegawai pemungut menambah keresahan dan mempersubur rasa benci penduduk kepada penjajah. pajak perahu. persiapan-persiapan menuju "pemberontakan" di Cilegon. Untuk menggambarkan besarnya pajak yang ditanggung rakyat Banten.000 (Kartodirdjo. sehingga jumlah pajak yang terkumpul jauh besar jumlahnya dari jumlah pajak tanah tahun 1972. Faktor-faktor ketidakpuasan terhadap sistem ekonomi. banyak di antara mereka yang lari ke klenik (tahayul). meskipun jumlah penduduk turun 100. pajak perdagangan. apalagi waktu azan shalat subuh. politik dan budaya yang dipaksakan pemerintah kolonial Belanda ini berbaur dengan penderitaan rakyat yang sudah tidak tertakarkan menumbuhkan perlawanan bersenjata.Musibah yang datang bertubi-tubi menimpa rakyat Banten dengan sendirinya membawa dampak luas. yang kedua di Terate di rumah H. Berkali-kali Haji Wasid memperingatkan penduduk. Dalam keadaan penderitaan rakyat yang bertumpuk ini.50 gulden (Hamka.000. Anyer dan Tangerang. pajak tanah f. pengenaan pertanggungan pajak di luar kewajaran. diadakan 3 kali pertemuan di rumah H. Meski pun kehidupan sosial ekonomi segera dapat dipulihkan beberapa tahun kemudian. Mereka lebih mempercayai dukun dan benda-benda yang dianggap keramat dari pada mohon pertolongan Allah. Asngari dihadiri ¡ 17 . Sementara itu. 125. seperti kerja pancen dan kerja rodi. Keadaan inilah yang membawa Haji Wasid ke depan pengadilan kolonial pada tanggal 18 Nopember 1887. tetapi juga dalam bidang sosial politik dan kehidupan keagamaan. sehubungan dengan penghapusan pelbagai kerja wajib. 1982:144). Jalannya pemberontakan Secara kronologis. dapat memunahkan bala bencana dan meluluskan apa yang diminta asal saja memberikan sesajen bagi jin penunggu pohon itu. pihak pemerintah kolonial melaksanakan sistem perpajakan yang baru. Haji Wasid tidak dapat membiarkan satu kemusyrikan ada di depan matanya tanpa berusaha mencegah. Satu hal lagi yang ikut menyulut api perlawanan ini adalah dirubuhkannya menara langgar (musholla) di Jombang Tengah atas perintah Asisten Residen Goebels. Berbagai macam pajak yang dikenakan kepada penduduk negeri. Tapi bagi penduduk yang kebanyakan tidak mengerti agama.Pada tahun berikutnya. Goebels menganggap menara yang dipakai untuk mengalunkan azan setiap waktu shalat. Asisten Residen menginstruksikan kepada Patih agar dibuat surat edaran yang isinya supaya shalawat. mungkin dapat diurutkan sebagai berikut: 4 Pebruari 13 Maret 1888.

tanggal 7 Juli 1888. penghulu Tanara. Iskak di Saneja. Diduga dalam pertemuan tersebut dibicarakan masalah kesediaan alat persenjataan. Haji Iskak dari Seneja. Haji Madani dari Ciora. kemudian di rumah H. serta penyelenggaraan latihan antara lain pencak silat. pesta dengan gamelan. Wasid. Pada hari Sabtu. (2) awal Juli. ke rumah Haji Ismail. Ismail serta H. Haji Abdulhalim dan Haji Abdulgani ke 18 . Pada tanggal itu juga diperingati hari lahir pendiri tarekat Kadiriyah. Keesokan harinya. Dari sana. (4) dalam waktu dekat K. Haji Ashik dari Bendung. Marjuki. H. Kiyai Haji Abdulhalim dari Cibeber dan Nuh dari Tubuy. Hadir dalam pertemuan itu antara lain: Haji Sa'id dari Jaha. diadakanlah pertemuan para kiyai untuk persiapan terakhir pematangan gerakan di rumah Haji Akhia di Jombang Wetan. Maret April 1888. tayuban.H. Haji Mahmud dari Tarate Udik. di mana banyak hadir para pejabat. Haji Erab diutus ke Haji Mohamad Asyik. Sadeli di Kaloran. Tanara.H.H.M. Iskak. dan Haji Akhmad. hadir para tokoh/ulama seperti H. memberitahukan bahwa Haji Wasid dan Haji Tubagus Ismail ingin bertemu dengan para kiyai yang hadir. Wasid di Beji. terutama dari Arjawinangun dan Gulacir yang juga dihadiri oleh Haji Burak. Sekitar jam 23. saudara Haji Tubagus Ismail.H. pertemuan di rumah K. Wasid mengusulkan D-day pemberontakan pada tanggal 12 Juli 1888. Haji Muhammad Arsad (penghulu kepala di Serang) dan Haji Tubagus Kusen (penghulu di Cilegon). Asisten Residen Anyer disertai bawahan Eropa dan pribumi melakukan inspeksi di afdeling Anyer. Pertemuan itu dilangsungkan di dalam masjid di luar masjid sudah berkumpul pengikut-pengikut mereka. peringatan tersebut antara lain ditandai dengan kenduri besar. tidak hadir dalam pertemuan ini karena sudah dipastikan bahwa mereka akan memulai pemberontakan pada hari Senin tanggal 29 Syawal atau 9 Juli 1888. pembagian tugas. Haji Mahmud dan Haji Alfian diutus menemui Haji Abdulrazak. Haji Asnawi. istri Haji Iskak. yakni perkawinan antara putra bupati Pandeglang dan putri bupati Serang. Untuk menutupi kecurigaan Belanda atas pertemuan itu diadakan suatu kenduri besar.oleh para pemuka masyarakat dari Serang dan Anyer. selesai shalat magrib dengan dikawal sejumlah muridnya Haji Wasid berangkat ke Cibeber untuk kembali mengadakan pertemuan dengan muridmuridnya yang lain. Bendung. akhirnya ditetapkan tanggal pastinya adalah 9 Juli 1888. pagi-pagi sekali. pesta perkawinan dan khitanan. Haji Sarman dari Bengkung. untuk membicarakan langkah terakhir pemberontakan. datang Nyi Kamsidah. sedangkan pertemuan berikutnya di rumah H. Maka setelah lewat tengah malam para kiyai segera berangkat ke Saneja untuk mengadakan pertemuan kedua di rumahnya Haji Ishak. Residen Banten. Haji Halim dari Cibeber. 23 Juni 1888 pertemuan terakhir. Pada saat itu K. Wasid dan H. dan kiyai-kiyai dari Trumbu. keduanya pergi ke Gulacir.00. Nasaman dan Sendanglor ke Cipeundeuy menemui Kiyai Haji Sahib. di antaranya Haji Sadeli dari Kaloran. Pada hari itu juga dikirim utusan-utusan ke berbagai jurusan. Haji Muhiddin. Haji Sapiuddin dari Leuwibeureum. Wasid akan dipanggil ke pengadilan untuk penyelesaian suatu perkara. Koinsidensi sejarah pada pematangan situasi tersebut antara lain (1) akhir Juni berlangsung perhelatan besar. Dalam pertemuan ini hadir pula Haji Abubakar. penggerakan pengikut. dan berikutnya di rumah H. Haji Wasid dan Haji Ismail pergi ke Wanasaba untuk mengadakan pembicaraan dengan murid-muridnya. (3) adanya desas-desus munculnya naga besar pertanda akan datangnya musibah di kalangan penduduk. (5) beredarnya desas-desus larangan berdo'a dzikir. Haji Abdulgani dari Beji. akhirnya kembali pertemuan di rumah K. Marjuki di Tanara.

Johan Hendrik Hubert Gubbels. sedangkan pasukan yang dipimpin oleh Kiyai Haji Wasid. Dalam keadaan yang kacau itu. demikian juga Raden Purwadiningrat. yang menurut PPA. sipir penjara Cilegon. 1936:56) Seperti yang sudah direncanakan semula.Tunggak menemui Haji Usman.. juru tulis di kantor Asisten Residen. seperti di Bojonegara. seorang pegawai negeri yang kebelanda-belandaan lolos dari kematian. Djajadiningrat "tempat kediamannya tidak di dekat-dekat orang Eropah atau di dekat-dekat Ambtenar-ambtenar boemipoetra lain" (1936:55). sehingga ia termasuk "orang yang tidak berdosa" (1936:56) Menurut rekaman PAA. Para kiyai dan murid-murid mereka memakai pakaian putih-putih dengan ikat kepala dari kain putih pula sambil membawa pedang dan tombak. tapi Kasidin yang ada pada kerumunan tersebut. Tokoh fenomenal yang menjadi salah seorang korban. Krapyak. setelah pertemuan di rumah Haji Ishak. Kiyai Haji Usman dari Tunggak. Ketika Tjakradiningrat mendatangi tempat kerusuhan dan dikepung oleh para pejuang terdengar suara: ' . seorang 19 . asisten residen Anyer. Djajadiningrat. di beberapa tempat juga meletus pemberontakan. dan kelompok ketiga dipimpin oleh Kiyai Haji Tubagus Ismail dan Haji Usman dari Tunggak menyerang rumah Asisten Residen.. Pasukan dibagi dalam beberapa kelompok: kelompok pertama dipimpin oleh Lurah Jasim. penghulu Cilegon. Pada hari Senin malam tanggal 9 Juli 1888. adalah Raden Tjakradiningrat. yang pada keesokan harinya. melompat ke muka sambil berkata: ' . djangan dianiaja jang seorang itoe. pemberontakan dipimpin oleh Haji Muhammad Asyik. yang bernama Kasidin. Mancak dan Toyomerto. Grogol. diadakan arak-arakan sambil meneriakkan takbir dan kasidahan yang dimulai dari rumah Haji Akhiya di Jombang Wetan dan berakhir di rumah Haji Tubagus Kusen. kepala penjualan garam semuanya adalah orang-orang yang tidak disenangi rakyat. ajun kolektor. Di daerah Serang. diadakanlah serangan umum ke Cilegon. Djajadiningrat. beberapa kiyai kembali lagi ke pesta di rumah Haji Akhiya. wedana Cilegon. terbunuhnya Raden Tjakradiningrat itu. menyerbu penjara untuk membebaskan para tahanan. Balegendong. karena dia sedang di Serang waktu itu. Minggu. Haji Tubagus Ismail dan Haji Usman dari Arjawinangun dan pengikutnya menyerang dari arah selatan. Ketiga yang terakhir ini diperintahkan untuk mengerahkan pejuang-pejuang dari Anyer untuk segera bergerak supaya pagi-pagi sekali sudah berada siap di Cilegon. ia tidak berdosa !'. 8 Juli 1888. Kasidin keluar penjara ketika penjara dijebol para pejuang. Pada malam harinya barisan bertambah panjang bergerak dari Cibeber ke arah Saneja dipimpin langsung oleh Haji Wasid dan Haji Tubagus Ismail yang kemudian dijadikan sebagai pusat penyerangan. ini jang mesti didahoeloekan !' dan pada saat berikutnya Kasidin memarang leher Wedana Tjakradiningrat (PPA. Jaro Kajuruan. Malam itu juga. Henri Francois Dumas. Sedangkan Patih Raden Pennah. dan Ulric Bachet. Sementara itu. adalah ketika ia akan mencoba bermusyawarah dengan para pejuang (peroesoeh). Gulacir dan Cibeber bergerak menuju Cilegon untuk menyerang para pejabat pemerintah kolonial. dari Saneja. berbarengan dengan kejadian di Cilegon ini. Sedangkan Haji Wasid dengan beberapa pengawalnya tetap di Jombang Wetan memonitor segala kegiatan penyerbuan (Kartodirdjo. Namun di antara mereka terdapat seorang tahanantitipan kasus pencurian hasil tangkapan Wedana Tjangradiningrat yang sedang menunggu putusan perkara... 1984:301-303). Haji Abdul Gani dan Beji dan Haji Nuriman dari Kaligandu menyerang dari arah utara. Dengan memekikkan kalimat takbir mereka menyerbu beberapa tempat di Cilegon. dapat dibunuh oleh Haji Tubagus Ismail. Haji Kasiman di Citangkil dan Haji Mahmud di Terate Udik. Mas Kramadireja. Haji Tubagus Ismail memimpin pengikut-pengikutnya dari Arjawinangun. kelompok kedua dipimpin oleh Haji Abdulgani dari Beji dan Haji Usman dari Arjawinangun menyerbu kepatihan.

Rakyat kebetulan tidak memiliki pemimpin formal untuk menyalurkan aspirasinya sehingga untuk menyalurkan ketidakpuasan itu. di samping untuk mencari keuntungan perdagangan juga dilandasi oleh rasa benci dan permusuhan kepada orang-orang yang beragama Islam. Walau pun akhirnya pemberontakan itu mengalami kegagalan secara fisik. Ambon. Tetapi seorang babu (pembantu rumah tangga) Gubbel dapat melarikan diri ke Serang membawa kabar kejadian di Cilegon itu. Pada dasawarsa terakhir abad ke-19 kelompok non agama memperoleh kemenangan dalam parlemen. dan Saparua. Keadaan demikian terlihat juga pada abad ke-19 dan ke-20. untuk sedikit demi sedikit melupakan agamanya (Islam) dan kemudian beralih kepada agama Kristen. Kupang. Di samping mereka terlalu meng-eksploitir tanah jajahan tanpa dibatasi rasa kemanusiaan. Dalam tahun-tahun berikutnya. VOC. melalui beberapa peraturan dan pelaksanaan yang dibuat pemerintah Hindia Belanda. Maka Bupati bersama Kontrolir dengan 40 orang serdadu yang dipimpin oleh Letnan I Bartlemy berangkat ke Cilegon. sebaliknya pihak penjajah juga menaruh kewaspadaan tinggi untuk daerah Banten dengan rakyatnya sangat militan itu. Terjadilah pertempuran hebat antara para pemberontak dengan tentara kolonial yang memang sudah terlatih baik. masalah yang dianggap paling mendasar dalam kehidupan manusia. 1985: 17). Cilegon dapat dikuasai sepenuhnya oleh pasukan "pemberontak". sedangkan yang lainnya dihukum buang. Kejadian "Geger Cilegon" itu mempunyai arti penting dalam sejarah pergerakan nasional. dalam bentuk pemberontakan. sehingga akhirnya kerusuhan dapat dipadamkan. Partai-partai di parlemen Belanda dapat dikelompokkan kepada partai agama dan non agama. Haji Muhammad Hanafiah dari Trumbu dan Haji Muhidin dari Cipeucang. Namun pada peralihan abad ke-20 kemenangan beralih kepada kelompok agama. Haji Ismail dibuang ke Flores. Ternate. Kaloran dan Keganteran. Haji Arsyad Qashir dibuang ke Buton. dan banyak lagi lainnya dibuang ke Tondano. juga pemerintah kolonial "merambah" dalam kehidupan keagamaan masyarakat. semua pimpinan pemberontakan yang dibuang ini ada 94 orang. Kubang. Kedua golongan ini saling berebut mempengaruhi semua keputusan parlemen. Haji Abdurahman dan Haji Akib dibuang ke Banda. Rakyat Banten sangat benci kepada penjajah Belanda dan pamongpraja yang menjadi kaki-tangannya. Menado. Pusat-pusat kegiatan mereka ialah Bendung. Haji Haris dibuang ke Bukit Tinggi. 20 . Haji Arsyad Thawil dibuang ke Gorontalo. Sehingga dapat dikatakan bahwa ekspansi Portugis harus dilihat sebagai kelanjutan dari Perang Salib. Dukungan terhadap kristenisasi Hindia Belanda dipertegas sejalan dengan ³politik hutang budi´. Haji Wasid sebagai pemimpin pemberontakan dihukum gantung. Banyaknya pemberontakan rakyat yang dipimpin para ulama Islam ini erat juga kaitannya dengan politik keagamaan yang diterapkan kaum penjajah. yaitu kemudahan bagi organisasi zending Kristen mendirikan sekolah bagi penduduk bumiputra. Dengan keadaan ini pemerintah Hindia Belanda haruslah mendukung sebanyak mungkin usaha kristenisasi yang banyak dilakukan organisasi swasta. kepemimpinannya dipercayakan kepada pemim-pin kharismatik yakni para kiyai dan ulama. Trumbu. namun sangat bermakna sebagai sebuah gambaran dari rasa ketidakpuasan dan kebencian seluruh rakyat terhadap penjajah.ulama dari Bendung. bekas dan akibat pemberontakan Cilegon ini cukup mendalam di kedua belah pihak. sebagai perusahaan dagang milik Belanda pun tidak lepas dari tugas penghancuran umat Islam dan penyebaran agama Kristen kepada penduduk di Nusantara (Suminto. karena setelah kejadian itu Belanda menginstruksikan supaya semua peraturan-peraturan yang akan dikeluarkan hendaknya jangan menyinggung perasaan keagamaan rakyat jajahan. Hal ini tidak lepas dari motivasi pertama pengembaraan orang-orang Eropa. yang selanjutnya dilaksanakan pemerintah Belanda. Sehari semalam kekacauan tidak dapat diatasi.

yang pada hakekatnya berawal mungkin dari perasaan irihati para pamongpraja asli daerah Banten terhadap para pamongpraja pendatang. bahkan mungkin bukan termasuk orang yang taat menjalankan agamanya. Karena itu masyarakat Banten sejak dahulu dikenal sebagai orang yang sangat fanatik dalam hal agama dan bersemangat memberontak. "kapir landa" sebutan yang di samping menggambarkan kebencian mendalam juga menganggap mereka itu adalam musuh-musuh Islam dan kaum muslimin. Maka tidak jarang seorang kiyai atau seorang guru mengaji mengeluarkan fatwa bahwa memasuki sekolah-sekolah Belanda adalah haram. bahkan perluasan kolonial dan ekspansi agama merupakan gejala simbiose yang saling menunjang" (Suminto. Bahkan beredar fatwa yang menyatakan bahwa berpakaian ala Eropa lebih-lebih memakai dasi. ataupun sekolah Jawa/Melayu yang didirikan Belanda. Dengan mengkristenkan sebanyak mungkin penduduk di Nusantara maka pemberontakan akan semakin berkurang. Tidaklah mengherankan apabila orang Islam yang mengirimkan anaknya untuk belajar di sekolah Belanda. Ketakutan yang didasari kecurigaan ini pula yang menyebabkan banyaknya pegawai asal Priyangan yang ikut melarikan diri ketika pasukan Jepang keluar dari Banten. Demikian juga dengan orang Islam yang bekerja menjadi pegawai di kantor pemerintah Belanda. misalnya sebagai pamongpraja. justru karena tekanan kegiatan missi penyebaran agama Kristen yang menggebu-gebu ini reaksi perlawanan dari rakyat Indonesia makin lebih militan lagi menentang penjajah Belanda. namun dalam hal rasa sentimen keagamaan mereka cukup tinggi. perlawanan dan pemberontakan rakyat Banten terhadap pemerintah kolonial tidak pernah berhenti. Imbas dari keadaan ini masih terasa sampai pasca kemerdekaan. sering dituduh menyuruh anak-anaknya masuk agama Kristen. maka berarti mereka tidak akan lagi membahayakan bagi pemerintahan Belanda. Penduduk Banten sebagian besar keturunan orang Jawa dan Cirebon yang 21 . Keyakinan yang memandang rendah semacam itulah yang mendasari kenapa penduduk asli Banten yang bersedia bekerja menjadi pamongpraja pada masa pemerintahan Hindia Belanda sangat sedikit. masyarakat mencemooh mereka sebagai "anjing belanda". Pemerintah kolonial memandang bahwa Banten merupakan daerah yang paling rusuh di Jawa. Karena itulah "zending Kristen harus dianggap sebagai faktor penting bagi proses penjajahan. Sehingga orang Indonesia dalam menyebut orang-orang Belanda sebagai "setan". celana pantalon dan topi ala Eropa dihukumi haram. 1985:18). atau sekurang-kurangnya menyalahi Islam.Masalah kristenisasi di Hindia Belanda ini erat juga kaitannya dengan masalah menghadapi pemberontakan yang dilakukan umat Islam. Tetapi dalam kenyataannya. walaupun memang kebanyakan rakyat Banten bukan orang yang mempunyai pemahaman mendalam tentang keislaman. Rupanya. Oleh karenanya. dan pemakainya dikatakan kafir. Peran Kyai dan Jawara di Banten Semenjak pemerintahan kolonial Belanda menaklukan kesultanan Banten. Hal demikian sering menimbulkan konflik tertentu yang saling mencurigai satu sama lain. yakni menjadi seagama dengan penjajahnya. untuk mengisi kekosongan pegawai pamongpraja ini. pemerintah kolonial lebih banyak mengangkat pegawai yang berasal dari Priyangan. Pemerintah Belanda berpendapat bahwa apabila bangsa Indonesia ini memeluk agama Kristen. Keadaan semacam ini pun membuat pemerintah Belanda mengalami kesulitan mengangkat pejabat pamongpraja asli dari Banten yang cakap (baca: pernah belajar di sekolah Belanda). seperti dari Bogor dan Bandung.

jawara dipandang sebagai sosok yang memiliki keberanian. merupakan simbol-simbol kesalehan. untuk menunjukan bahwa ia memiliki kekuatan fisik dan magik. sebagian orang lagi berpendapat bahwa kata ³jawara´ berasal dari kata ³jaro´ yang berarti seorang pemimpin yang biasanya merujuk kepada kepemimpinan di desa. apalagi menjadi kepala desa atau lurah. sompral (tutur kata yang keras dan terkesan sombong). Asal-usul kata ³jawara´ pun tidak begitu jelas. terbuka (blak-blakan) dengan bersenjatakan golok. Karena itu perilaku dan ucapan seorang kiyai menjadi panduan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula dalam hal penampilan fisik dan watak. Melayu dan Lampung. yang ingin dipandang orang yang paling hebat.dalam perjalanan waktu berbaur dengan orang-orang Sunda. Sebagian orang berpendapat bahwa jawara berarti juara. yang terkadang dilakukan dengan berbagai cara termasuk dengan cara yang tidak baik. Para jawara pun memiliki jaringan yang melewati batas-batas geografis daerah tempat tinggalnya. Bahkan pengangkatan pemimpin formal di suatu desa ditentukan oleh pemuka-pemuka agama di daerah yang bersangkutan. Memang bahwa salah satu sifat jawara adalah selalu ingin menang. berprilaku sopan. Golongan lain. Keunggulan dalam hal fisik dan kemampuanya untuk memanipulasi kekuatan supernatural (magik) telah melahirkan sosok seorang jawara dengan memiliki karakter yang khas. berpakaian rapih dan sederhana. Ia cukup terkenal dengan seragam hitamnya dan kecenderungan terhadap penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Menurut Tihami (Dekan IAIN Maulana Hasanudin Banten) bahwa jawara itu adalah murid kiyai. Kiyai dikenal tidak hanya sebagai guru di pesantren. Bahkan mereka memiliki organisasi tersendiri. Kekuasaannya sering kali melebihi kekuasaan pemimpin formal. adalah jawara. Pada masa dahulu kepala desa atau lurah di Banten itu mayoritas adalah para jawara. Sehingga seorang jawara itu biasa bersifat sompral (berbicara dengan bahasa yang kasar dan terkesan sombong). Seperti halnya kiyai yang memiliki pesantren sebagai tempat para santri menimba ilmu pengetahuan agama Islam. Jawara sebagai orang yang memiliki keunggulan dalam fisik dan kekuatankekuatan untuk memanifulasi kekuatan supernatural. agresif. orang Banten menunjukkan perbedaan yang nyata dengan orang Sunda dan orang Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sekarang ini jawara tidak mesti menjadi pemimpin. Kiyai di Banten pada tempo dulu tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam tetapi mengajarkan 22 . seperti bertutur kata lembut. yang kalau sekarang lebih dikenal dengan kepala desa atau lurah. serta membawa tasbih untuk berdzikir kepada Allah. Dalam daerah yang pernah menjadi pusat kerajaan Islam dan penduduknya yang terkenal sangat taat terhadap agama seperti daerah Banten sudah sewajarnya jika kiyai menempati kedudukan yang penting dalam masyarakat. Perbauran yang begitu dalam menyebabkan penduduk Banten memiliki cultur yang berbeda dalam hal bahasa dan adat istiadat dengan masyarakat asalnya. yang berarti pemenang. Bugis. seperti Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten yang dipimpin oleh Tb Chasan Shohib dan Tjmande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir yang dipimpin oleh Maman Rizal. seperti penggunaan jimat. sehingga ia disegani oleh masyarakat. Penampilan kiyai yang khas. juga sebagai guru spiritual dan pemimpin kharismatik masyarakat. Kiyai yang merupakan gelar ulama dari kelompok Islam tradisional. Sehingga bagi sebagian masyarakat. terutama di pedesaan. yang juga menembus batas-batas hirarki pedesaan di Banten. Para jawara tersebut memimpin kajaroan (desa) namun kemudian terjadi pergeseran makna sehingga jawara dan jaro menunjukan makna yang berbeda. Jimat yang memberikan harapan dan memenuhi kebutuhan praktis para jawara yang salah satunya adalah kekebalan tubuh dari benda-benda tajam. demikian pula kepala jawara memiliki padepokan tempat pengemblengan ³anak buah´. tidak hanya dipandang sebagai tokoh agama tetapi juga seorang pemimpin masyarakat.

mendapat penghargaan dan penghormatan di mata rakyat Banten. Namun prilakuprilaku jawara. ³jago wadon lan harta´ (tukang main perempuan dan tamak harta). juwara iku tentrane kiyai (jawara itu tentaranya kiyai). Istilah jawara dalam percakapan sehari-hari masyarakat Banten sekarang ini dipergunakan untuk istilah denotatif dan juga referensi untuk mengidentifikasi seseorang. justru tidak berubah. karena kesultanan tidak mampu menjangkau daerah-daerah yang terpencil yang sangat jauh dari pusat kekuasaan.ilmu persilatan atau kanuragan. kurang taat dalam beragama. Sedangkan murid kiyai yang memiliki bakat dalam bidang fisik lebih condong kepada persilatan atau ilmu-ilmu kanuragan. Namun setelah Indonesia bebas dari kolonialisme. kiyai. Mungkin atas dasar itu seorang pengurus persilatan dan seni budaya Banten menyatakan bahwa jawara itu adalah khodim (pembantu) nya kiyai. terutama dari pemimpin tarekat. sebagai pembela dan pelindung atas kepentinganya. berada di daerahdaerah terpencil dan kurang aman. Maka ada orang yang mendefenisikan jawara dengan ³jago wadon lan lahur´ (tukang main perempuan dan tukang bohong). kekerasan dan kenekadan. musuh bersama rakyat itu tidak ada. Murid kiyai yang lebih berbakat dalam bidang intelektual. Istilah jawara yang menunjukan referensi untuk identifikasi seseorang adalah gelar bagi orang-orang yang memiliki kekuatan fisik dalam bersilat dan mempunyai ilmu-ilmu kesaktian (kadigjayaan). Sedangkan istilah jawara yang bersifat denotatif berisi tentang sifat yang merendahkan derajat (derogatif) yang biasanya digunakan untuk orang-orang yang berprilaku sombong. Persepsi masyarakat tentang jawara saat ini yang kurang simpatik dan cenderung negatif sebenarnya bisa diterangkan dengan teori ³ bandit sosial´ di atas. Karena itu dalam tradisi kejawaran bahwa seorang jawara yang melawan perintah kiyai itu akan kawalat. Peran-peran itu yang telah ditampilkan secara baik oleh Mas Jakaria serta tokoh-tokoh jawara masa silam. yang lebih dikenal dengan ilmu-ilmu hikmah. Peranan jawara pada masa lalu yang menonjolkan keberanian untuk melawan musuh bersama masyarakat yakni: pemerintah kolonial Belanda. Bahkan seperti yang diungkapkan salah seorang kiyai di Serang. karena itu dipercayai memiliki kekuatan magis dan mistis. mendalami ilmu-ilmu agama Islam pada akhirnya disebut santri. Karena itu jawara dianggap pahlawan oleh rakyat. yang kemudian disebut jawara. sehingga membangkitkan perasaan orang lain penuh dengan pertentangan: hormat dan takut. pada masa yang lalu. Hal ini disebabkan pesantren. sehingga ia dianggap bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak bisa dilakukan oleh orang-orang biasa. Kesan yang kurang baik tentang jawara tersebut yang kemudian yang bagi orang-orang yang memiliki ilmu-ilmu kadigjayaan atau persilatan yang sudah ³terpelajar´ tidak mau menamakan dirinya jawara tetapi lebih senang disebut pendekar. rasa kagum dan benci. selain dipandang sebagai orang yang mengerti tentang pesan-pesan dan ajaran-ajaran agama juga dipandang sebagai sosok yang paling dekat pusat kekuatan supernatural. kurang taat menjalankan perintah agama Islam atau melakukan sesuatu dengan cara-cara yang tidak baik terhadap orang untuk kepentingan dirinya semata. sehingga menimbulkan antipati masayarakat terhadap jawara. seperti kekebalan tubuh dari senjata tajam. Karena kharisma seseorang kiyai akan semakin besar apabila ia selain memiliki kemampuan untuk memahami ajaran-ajaran agama. bisa memukul dari jarak jauh dan sebagainya. sombong. seperti sompral. Karena itu kesan orang terhadap istilah jawara cenderung negatif dan derogatif. Jawara dianggap memiliki ilmu-ilmu kedigjayaan (kesaktian) dan menguasai 23 . Tokoh-tokoh agama. terutama kitab-kitab kuning juga dipercayai oleh masayarakat memiliki kekuatan mistis dan magis yang besar pula. seperti melakukan ancaman. Tokoh lain di wilayah Banten yang memiliki status sosial yang dihormati dan disegani karena dianggap memiliki kemampuan untuk memanipulasi kekuatan supra-natural yang merupa magis dan mistis adalah jawara.

yang menyandang gelar tersebut biasanya memiliki kesaktian dan ahli kebatinan. setelah penghapusan jabatan Fakih Najamuddin diberikan kepada para kiyai. yang pada masa-masa sulit banyak membantu peran para kiyai terutama berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat. Apalagi semenjak jabatan Fakih Najamuddin. seperti kekebalan tubuh dari senjata tajam. Sehingga K. 24 . seperti Fakih Najamuddin untuk di tingkat atas dan para penghulu untuk di tingkat bawah. Karena posisinya yang demikian itu maka seorang kiyai atau jawara dapat selalu dibedakan dari orang kebanyakan. Kiyai. yakni: kepemimpinan yang bertumpu kepada daya tarik pribadi yang melekat pada diri pribadi seorang kiyai atau jawara tersebut. Berkat kelebihannya itu. mengadakan serangkaian kerusuhan sosial dan pembunuhan di berbagai tempat di wilayah Banten. ia bisa muncul menjadi tokoh yang kharismatik. Karena kelebihannya yang dimilikinya itu maka kiyai dan jawara dipandang sebagai pemimpin masyarakat dan merupakan ³elit sosial´ di masyarakat Banten. namun pengaruh mereka semakin menurun. Kepemimpinannya bersifat kharismatik. Selain itu jawara juga harus memiliki keberanian (wanten. Munculnya kiyai sebagai tokoh agama yang dihormati di wilayah Banten berkaitan dengan kontrol pemerintah kolonial Belanda yang semakin kuat terhadap kesultanan Banten pada abad ke-18 dan ke19. akibat intervensi pemerintah kolonial yang terlalu besar. menjadi sosok yang terkadang justru banyak merugikan masyarakat. Juga karena keunggulan kepribadiannya itu. Seperti kisah ketokohan Ce Mamat alias Muhamad Mansur yang mendirikan Dewan Rakyat. yang keberaniannya itu didukung oleh kemampuan dirinya dalam menguasai ilmu bela diri (persilatan) dan ilmu-ilmu kesaktian. terutama pada saat-saat kehidupan sosial mengalami krisis. Pembayaran zakat pun yang selama kesultanan Banten dan masa-masa awal pemerintahan kolonial diserahkan kepada penghulu. Sedangkan jawara dalam pandangan masyarakat Banten merujuk kepada seseorang atau kelompok yang memiliki kekuatan fisik dalam bersilat (kanuragan) dan mempunyai ilmu-ilmu kesaktian (kadigjayaan). kawani) secara fisik.ilmu persilatan. Menurut masyarakat Banten gelar Kiyai diberikan kepada seorang yang ³terpelajar´ dalam pemahaman keislamannya dan ia membaktikan hidupnya ³demi mencari ridha Allah´ untuk menyebarluaskan serta memperdalam ajaran-ajaran agama Islam kepada seluruh masyarakat melalui lembaga pendidikan ataupun pesantren.H. Karena itu seseorang yang hanya memiliki ilmu-ilmu kadigjayaan dan persilatan tidak akan dinamakan jawara apabila ia tidak memiliki keberanian. yang pada saat itu merupakan tokoh agama yang independen dan tidak bersentuhan langsung dengan pemerintah.H. Penghapusan jabatan tersebut mengalihkan loyalitas penduduk ke para kiyai. Demikian pula jawara. sehingga membangkitkan perasaan hormat dan takut. Akhmad Khatib memerintahkan K. dihapuskan oleh Belanda. ahli hikmah. rasa kagum dan benci. bisa memukul dari jarak jauh dan sebagainya. guru dan pemimpin masyarakat yang berwibawa yang memiliki legitimasi berdasarkan kepercayaan masyarakat. Meskipun pemerintah kolonial masih tetap mempertahankan pejabat-pejabat yang mengurusi soalsoal keagamaan masyarakat Banten. Kedua tokoh tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar di masyarakat dan juga memiliki para pengikut yang setia. Syam¶un untuk menangkap Ce Mamat dan menumpas gerombolannya. ia dianggap bahkan diyakini memiliki kekuatan supernatural sehingga memiliki kemampuan luar biasa dan mengesankan di hadapan khalayak banyak. muncul sebagai tokoh masyarakat. Anggota Dewan Rakyat yang anggotanya kebanyakan dari para jawara.

guru kitab. atas jasanya tersebut. Peninggalan sejarah yang amat berharga ini nampaknya akan selalu menarik untuk diteliti dan dikaji 25 . guru tarekat. Peranan tersebut bagi masyarakat sangat membantu apalagi saat Banten dalam kekacauan dan kerusuhan yang cukup lama. yakni saling ketergantungan tetapi juga kontradiktif. ekonomi dan politik dalam kehidupan masyarakat Banten saat ini sangat diperlukan. namun demikian peranan para jawara dalam sosial. guru ngaji. satuan-satuan pengamanan. Sedangkan jawara lebih cenderung kepada kekuatan fisik dan ³batin´. khususnya di daerah Jakarta dan Jawa Barat. Hal ini dapat dilihat dari peninggalan purbakala dalam bentuk prasasti arca-arca yang bersifat Hiduistik dan banguan keagamaan lainnya. masyarakat Banten masih hidup dalam tata cara kehidupan tradisi prasejarah dan dalam abad-abad permulaan masehi ketika agama Hindu berkembang di Indonesia. Penyebarannya dilakukan oleh salah seorang pemimpin Islam yang dikenal sebagai wali berasal dari Cirebon yakni Sunan Gunung Jati dan kemudian dilanjutkan oleh putranya Maulana Hasanudidin untuk menyebarkan secara perlahan-lahan ajaran agama Islam daerah Banten. Di Banten telah berdiri satu kerajaan Islam yang lebih dikenal oleh masyarakat Banten dan sekitarnya dengan sebutan Kesultanan Banten. Begitu pula ketika mereka membina hubungannya dengan sesama Kiyai dan jawara disatukan dalam dalam ruang lingkup kebudayaan Banten. Karena itu ia lebih bersifat memberikan pencerahan terhadap masyarakat. Peranan kiyai dalam masyarakat Banten adalah sebagai tokoh masyarakat (kokolot). menerima uang shalawat (bantuan material) dari jawara. guru ilmu ³hikmah´ (ilmu ghaib) dan sebagai mubaligh. Dikarenakan letak geografisnya yang sangat strategis sebagai kota pelabuhan. peran-peran seperti itu sangat diperlukan. Keduanya merupakan pemimpinan yang meemiliki pengaruh pada masyarakat Banten. Jawara membutuhkan elmu dari kiyai. sedangkan sebaliknya kiyai. di daerah pesisir Banten sudah ada sekelompok masyarakat yang menganut agama Islam. apalagi bagi masyarakat yang masih mencari jati dirinya. Banten adalah salah satu pusat perkembangan Islam. Sumber naskah kuno dari masa pra Islam menyebutkan tentang kehidupan masyarakat yang menganut Hindu. Sekitar permulaan abad ke 16. kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan (agama dan sekuler). Tetapi akhir-akhir ini peranan para jawara mulai berbeda dibandingkan dengan peranan jawara pada masa-masa lalu dalam sejarah kehidupan masyarakat Banten sesuai perkembangan zaman. kesaktian dan keturunannya. Sifat hubungan keduanya tidak hanya bersifat simbiosis.Kiyai dalam masyarakat Banten merupakan tokoh panutan masyarakat yang dihormati berkat perannya dalam mengarahkan dan menata kehidupan bermasyarakat. Sejarah Pra Islam Dan Berkembangnya Islam Di Banten Sebelum Islam berkembang di Banten. Peranan seorang kiyai selain sebagai pewaris tradisi keagamaan juga pemberi arahan atau tujuan kehidupan masyarakat yang mesti ditempuh. Sehingga dalam masyarakat Banten peran-peran yang sering dimainkan oleh para jawara adalah menjadi jaro (kepala desa atau lurah). kebesaran namanya sangat ditentukan oleh nilai-nilai pribadi yang dimiliki. guru ilmu silat dan ilmu ³batin´ atau magi. karena Banten mempunyai peranan penting dalam tumbuh dan berkembangnya Islam. semua itu menjadi masyarakat Banten yang madani dan memiliki religiusitas yang tinggi. Tetapi juga banyak kiyai yang tidak senang terhadap berbagai prilaku jawara yang sering menghalalkan segara cara walau dengan cara kekerasaan dalam menyelesaikan masalah. Sedangkan jawara berkedudukan sebagai pemimpin dari lembaga adat masyarakat diapun tokoh yang dihormati apabila ia menjadi pemimpin atau penguasa.

kapak batu di Cigeulis. (Ambary. adapun prasasti Munjul yang ditemukan terletak disungai Cidanghiang. dua tahun kemudian lahirlah anak perempuan pertama yang diberinama Ratu Winahon dan pada tahun berikutnya lahir pula pangeran Hasanuddin. Keadaan Banten Pra Islam Daerah Banten memiliki beberapa data arkeologi dan sejarah dari masa sebelum Islam masuk ke daerah ini. pada tahun 1525 M dan 1526 M. beliau menikah dengan adik bupati Banten yang bernama Nhay Kawunganten. dipakai jalur sungai Cibanten yang pada waktu itu masih dapat dilayari. Tumbuh dan Berkembangnya Islam Di Banten Penyebaran Islam di Banten dilakukan oleh Syarif Hidayatullah. serta naskah-naskah kuno yang mencatat keterangan tentang kehidupan masyarakat pada masa itu. ini berarti bahwa daerah kekuasaan Tarumanegara sampai juga ke daerah Banten. Tradisi prasejarah ditandai oleh adanya alat-alat kehidupan sehari-hari dan kepercayaan yang mereka anut.1982:2) Untuk menghubungkan antara Banten Girang dengan pelabuhan Banten. Disamping karena pertumbuhan dan perkembangan Islam di Banten yang menarik. sumber data arkeologi menujukan bahwa sebelum Islam masyarakat Banten hidup pada masa tradisi prasejarah dan tradisi Hindu-Buddha. Cipari dan Babakan Tanggerang.1983:124) Untuk selanjutnya keadaan Banten pada abad ke VII samapi dengan abad ke XIII. kubur tempayan di Anyer. (Atja. dengan pusat pemerintahan Kadipaten di Banten Girang sedangkan Banten Lama hanyalah berfungsi sebagai pelabuhan saja. batu bergores di Ciderasi desa Palanyar Cimanuk. (Hoesein. kita tidak mendapatkan keterangan yang menyakinkan.1979:37) Tapi disamping itu pula masih ada jalan darat yang dapat dilalui yaitu melalui jalan Kelapa Dua. Cikupa.1976:1-6) Penggunaan alat-alat kebutuhan yang dibuat dari perunggu yang terkenal dengan kebudayaan Dong Son (500-300 SM) juga mempengaruhi penduduk Banten. dolmen dan patung-patung simbolis dari desa Sanghiang Dengdek di Menes. dan lain sebagainya. demikian pula dengan masa kehidupan Hindu dan Buddha ditandai oleh peninggalan Hindu masa itu berupa prasasti arca Nandi dan bendabenda arkeologi lainnya. hal ini disebabkan karena data yang diperoleh para ahli belum lengkap.terutama dikalangan sejarawan dan para ilmuan. Pada tahun 1475 M. Selain bukti arkeologi berupa arca Siwa dan Ganesha ini belum ada lagi data sejarah yang cukup kuat untuk menunjang keberadaan kerajaan Salakanagara ini yang lebih jelas. Lebak Munjul Pandegalng adalah prasasti yang bertuliskan Pallawa dengan bahasa Sangsekerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. karena kerajaan Tarumanegara pada masa itu berada dalam keadaan makmur dan jaya. Hal ini terlihat dengan ditemukannya kapak corong terbuat dari perunggu di daerah Pamarayan.1972:26) 26 . di Banten yang berkuasa adalah Prabu Pucuk Umun. ternyata sejarah Islam di Banten belum banyak diteliti secara tuntas sehingga masih banyak hal-hal yang penting yang perlu diteliti dan dipelajari secara lebih mendalam. Seperti di dalam naskah Purwaka Tjaruban Nagari disebutkan bahwa Syarif Hidayatullah setelah belajar di Pasai mendarat di Banten untuk meneruskan penyebaran agama Isalam yang sebelumnya telah dilakukan oleh Sunan Ampel. (Ayathrohaedi. Pada awal abad ke XVI. Selain itu di Banten terdapat sisa-sisa kebudayaan megalitik tua (4500 SM hingga awal masehi) seperti menhir di lereng gunung Karang di Padeglang. Kopo Pandeglang. (Sukendar.

pendidikan. Bangunan ± bangunan itu tidak terlepas dari pengaruh religius (Hinduisme dan Islam). Mesjid Pacinan Tinggi. (Ismail. Keraton Kaibon. (Djajadiningrat. serta terjadinya akulturasi negara-negara lain seperti. Barulah Sultan Hasanuddin memproklamirkan Banten sebagai negara merdeka. Ditempat ini berdiri masjid Kasunyatan yang umurnya lebih tua dari masjid Agung Banten.1983:144) Pada tahun 1568 M. Setelah kesultanan Banten berakhir maka sekarang tingglallah peninggalan sejarah berupa bekas istana kerajaan dan beberapa bangunan lain seperti. (Djajadiningrat.1976:181) Disamping itu Banten juga menjadi pusat penyebaran agama Islam. Dari beberapa petugas serta pengawas 27 .1954:10) Karena semakin besar dan maju daerah Banten. (Roesjan. lepas dari pengaruh Demak atau pun Pajang. Gedung Timayah. saat itu Kesultanan Demak runtuh dan digantikan oleh Panjang. baik kejayaan maupun kesuraman suatu masa dalam sejarah.1983:35) Disinilah tempat tinggal dan mengajarnya Kiayi Dukuh yang bergelar Pangeran Kasunyatan guru dari Pangeran Yusuf.1983:34) Sehingga berangsur-angsur penduduk Banten Utara memeluk agama Islam. prabotan rumah tangga. syarif Hidayatullah pergi ke Cirebon mengemban tugas sebagai Tumenggung di sana. seperti dilihat dari bentuk ± bentuk bangunan. banyak orang-orang dari luar daerah yang sengaja datang untuk belajar. Masjid Kasunyatan. Pulosari.Setelah Pangeran Hasanuddin menginjak dewasa. Atas petunjuk dari Syarif Hidayatullah pusat pemerintahan Banten dipindahkan dari Banten Girang ke dekat pelabuhan di Banten Lor yang terletak dipesisir utara yang sekarang menjadi Keraton Surosowan. Masjid Caringin. (Hamka. Mesjid Agung dan Menara Banten.1983:163) Kerajaan Islam di Banten Saat itu lebih dikenal oleh masyarakat Banten dan sekitarnya dengan sebutan Kesultanan Banten. (Djajadiningrat. Selain orang keturunan Cina yang sering berkunjung kesini banyak pula para turis macanegara dan lokal mengunjungi klenteng ini. karena mereka ingin melihat klenteng Cina yang dibangun pada masa sultan Banten dan konon klenteng tertua di Indonesia. sehingga tumbuhlah beberapa perguruan Islam di Banten seperti yang ada di Kasunyatan. Karang bahkan sampai ke Pulau Panaitan di Ujung Kulon. Di Banten ada sebuah peninggalan kuno bangsa Cina yaitu klenteng yang saat ini merupakan Vihara Budha. Sejarah kebudayaan Cina Tertua di Banten Sejarah bisa diungkapkan lewat peninggalan-peninggalan masyarakat terdahulu dari segala segi aktivitas dan kreativitas. Seperti halnya di Banten banyak terdapat benda-benda bersejarah yang memiliki nilai historis yang dapat menyiratkan suatu riwayat tertentu. Kesultanan Banten telah mencapai masa kejayaannya dimasa lalu dan telah berhasil merubah wajah sebagian besar masyarakat Banten. kebudayaan dan ekonomi di masa itu. makam-makam sultan Banten dan banyak lagi yang lainnya. Pengaruh yang besar diberikan oleh Islam melalui kesultanan dan para ulama serta mubaligh Islam di Banten seperti tidak dapat disangsikan lagi dan penyebarannya melalui jalur politik. Adapun tugasnya dalam penyebaran Islam di Banten diserahkan kepada Pangeran Hasanuddin. dan Gujarat. Belanda. di dalam usaha penyebaran agama Islam Ini Pangeran Hasanuddin berkeliling dari daerah ke daerah seperti dari G. maka pada tahun 1552 M. G. Keraton Surosowan. Cina. persejataan dan karya seni yang menjadi tolak ukur dari nilai-nilai budaya masysarakat pada masa itu. Kadipaten Banten dirubah menjadi negara bagian Demak dengan Pangeran Hasanuddin sebagai Sultannya.

1958:69). semula rumah biasa milik seorang Kapten VOC yang diserahkan untuk dijadikan tempat sembahyang orang Cina.000 real dengan menggunakan 6 buah perahu. Klenteng ini di bangun pada masa awal Kerajaan Banten. dilihat dari catatan arkeologi pada setiap tahun banyak perahu Cina yang berlabuh di Banten. Meskipun klenteng ini sudah berusia 500 tahun. sedangkan pada koin sebaliknya diketahui huruf Manchu yang artinya tidak diketahui. Dahulu kampung Pabean memang banyak dihuni oleh orang-orang Cina daerah pelabuhan itu sangat ramai tetapi jauh dari tempat sembahyangnya orang Cina oleh karena itu kerajaan Banten memberikan bangunan kepada orang-orang Cina di Pabean sebuah bangunan besar bekas kantor bea (douane) pada masa VOC di pelabuhan Banten. Kemudian dalam proses selanjutnya bangunan klenteng itu mengalami perluasan beberapa puluh meter di areal kosong bagian kiri kanan banguan juga bagian depan maupun belakang bangunan tersebut. Keterangan ini hampir sama dengan yang dipaparkan oleh She Cang bahwa klenteng yang dijaganya sejak tahun 1963 samapi sekarang. tetapi bangunan klenteng amat terpelihara dengan baik dan masih berfungsi sebagai tempat peribadatan para pemeluk agama Budha hingga kini bahkan dalam perkembangannya di sekitar klenteng ini sekarang cukup banyak berdiri penginapan yang khusus di bangun untuk menampung para pengunjung klenteng dari luar kota yang ingin bermalam. Coen perahu Cina membawa barang dagangan bernilai 300. juga di Indonesia . Bangunan klenteng ini memiliki ciri khas tersendiri sama seperti bangunan-bangunan bersejarah di Banten pada umumnya. kesan tua dan membosankan untuk di pandang memenag tidak terpancar sama sekali di banguanan ini. Kita tengok sejarah hubungan antara kesultanaan Banten dengan bangsa Cina pada masa itu. Lokasi klenteng Cina ini terletak di sebelah barat bangunan Benteng Speelwijk (Benteng yang dibuat Belanda). Agar warna cat tidak mudar dan tetap indah dipandang para pengunjung. pembangunan yang terus dilakukan secara bertahap di sekitar klenteng memang tidak merubah keaslian klenteng itu sendiri apa lagi yang terletak dibagian tengah klenteng karena diguankan sebagai altar. mereka datang untuk berdagang dan melakukan perdagangan dengan cara barter/menukar dengan lada sebagai bahan utamanya. Penemuan mata uang Cina ini oleh tim arkeologi di Keraton Surosowan terdapat tulisan Yung Cheng T¶ung Pou = Coinage of Stable Peace yang berarti pembuatan mata uang untuk kesetabilan dan perdamaian. Mata uang Cina yang ditemukan de Houtman di Banten (Rouffer. diperoleh keterangan serupa bahwa Kleteng ini tertua di Jawa. hal ini lebih banyak disebabkan selain karena perluasan bangunan di sekitar bangunan asli klenteng juga beberapa pengaruh warna cet merah dengan kombinasi warna kuning yang menyala. Selain sebagai pedagang orang-orang Cina datang ke Banten sebagai imigran (Clive Day. Cat yang banyak melekat didinding tiang serta kusen lainya memeang sering diperbaharui.klenteng itu. waktu itu Banten dikenal sebagai pelabuhan rempah-rempah. Bangunan bekas kantor douane itu kemudian di rubah menjadi klenteng dengan nama Bio Hud Couw. sedangkan di ruang lainnya yang melengkapi beberapa tempat penampungan para jemaah klenteng. 1915:122) sebagai tanda peran serta bangsa Cina pada perdagangan di Banten tidak bisa diangap ringan. Sedangkan menurut catatan J. pada tahun 1614 di Banten ada 4 buah perahu Cina yang rata-rata berukuran 300 ton. dan pada saat itu orang Cina di Banten lebih dari 1300 kepala keluarga. Intensitas kehadiran para pedagang Cina cukup meramaikan dalam perdagangan di Banten diiringi pula dengan kehadiran imigran yang berfekwensi cukup tinggi. P. Mata uang Cina tersebut berbentuk 28 . berjarak puluhan meter saja karena dipisahkan oleh sebuah parit.

dimana masa itu menghadapi kemunduran dalam perdagangannya karena situasi moneter dunia dan masalah di dalam tubuh VOC sendiri yang kurang sehat. Islam dan terakhir zaman Kolonial. disamping Inggris 29 . dan diameter lubang 0.18 cm. Penyebab terpenting dalam terjadinya masalah ini antara lain : . maka dapatlah dilakukan penyusunan suatu model hipotesis untuk merekonstruksi kehidupan budaya yang pernah berlangsung di Ujung Kulon Panaitan baik pada masa pra-sejarah. manusia menyelenggarakan segala upaya kulturalnya untuk memenuhi kebutuhan hidup secara maksimal. tebal 0.C. pemukiman kuna di Taman Jaya dan Sumur. Inggris dan miskinnya penduduk Nusantara. batu lingga di Handeuleum. Ujung Kulan Panaitan memperlihatkan pada kita beberapa artefak dan sisa-sisa bangunan. diameter 2. serta hasil survai dan ekskavasi.10-0. dan beberapa sisa bangunan Kolonial di Tanjung Layar. Seperti lukisan dinding guha di Sangiang Sirah. menurut K. terutama Pulau Jawa karena sistim monopoli yang tak sehat.60 cm. misalnya jarak terhadap pusat persediaan sumber daya alam atau kita sebut sumber makanan dan air minum. setidaknya memperlihatkan bahwa sekitar daratan selat Sunda ini pernah meniadi salah satu sub-sistem pemukiman dan tempat pemujaan.C. 1991:31) Pemilihan dan penentuan lokalitas pemukiman biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor.Persaingan dagang yang semakin ketat dari bangsa Perancis. Secara kronologis dan hipotetis bahwa dari sisa-sisa situs dan artefak tersebut mencerminkan hamparan sisa-sisa perilaku kehidupan dan budaya manusia yang ada sepanjang sejarah dari kurun ke kurun sejarah berikutnya.bulat berlubang segi empat. chang pemukiman manusia cenderung mengelopok. (Michrob. sebagai upaya untuk menekan biaya-baya operasional sampai pada tingkat paling minimal (1967:229-230). Melihat rekonstuksi sejarah Tanjung Layar pada akhir abad ke 18.450. maka Soebroto menekankan pula bahwa tipe-tipe situs arkeologis memberikan gambaran adanya hubungan erat antara pemilihan lokasi situs dengan strategi manusia masa lalu dalam memenuhi kebutuhannya. sehingga mereka tidak mampu membeli barang dagangan yang dibawa VOC. keadaan ini menyebabkan hutang bertumpuk. sangatlah memperhatinkan masa kita lihat mada masa V.80 cm.25-2. Patung Siwa dan Ganesha di Panaitan.O. ini akan menimbulkan kecintaan kita terhadap budaya nusantara yang beragam dan bercorak yang sangat menawan. Data arkeologi dan sumber sejarah yang dapat diamati di Ujung Kulon Panaitan. muncul tumbuh dan berkembang sebagai hasil interaksi antara ekonomi terhadap tempat khusus dan taktik-taktik mobilitas barang. zaman hindu-budha. Sub sistem pemukiman merupakan bentang ruang hidup manusia yang mana pada bentang ruang tersebut. baik yang bersifat material maupun spiritual. Sementara itu lewis R Binford menyatakan bahwa pola-pola pengelompokan pemukiman manusia seperti yang terlihat setiap pola yang ada pada situs arkeologis.(1985 : 11-25-1122). kubur islam di dalam guha sanghiang sirah. (Halwany. 1993:36) Ujung Kulon Dalam Lintasan Sejarah Mengamati berbagai sumber sejarah di nusantara sangatlah banyak. kesemuanya telah ditinggalkan manusia sebagai pelaku kehidupan dan terakhir dimusnahkan oleh letusan gunung Rakata (krakatau) tahun 1883 M (Michrob 1987). .Monopoli rernpah-rempah VOC yang sering dilanggar oleh penduduk pribumi. Setelah peninjauan dilokasi-lokasi sejarah bayak kita temui analogi-analogi terhadap daratan lain yang secara fisiografis memperlihatkan sejumlah persamaan ciri di daerah lain nusantara dengan ujung Kulon di Banten.

sudah berhasil menanamnya di India sehingga pasaran rempah-rempah menurun. pelabuhan tentara. Keadaan ini membuat Daendels marah dan menuduh Mangkubumi Wargadiraja sebagai biang keladi larinya pekerja-pekerja itu. benteng. b. Untuk menjalankan tugas ini Daendels membangun sarana dan prasarana pertahanan seperti : jalanjalan pos. 1881). Sejak itulah kepulauan Nusantara di jajah Belanda (Soetjipto.(Michrob. (Chis. Sebagian besar Eropa dikuasai Perancis kecuali Inggris. Semua kekayaan dan utangpiutangnya ditangani pemerintah Kerajaan Belanda. Pekerjaan pertama Deandles adalah membuat pangkalan angkatan laut di Ujung Kulon. sehingga sultan tidak sempat lagi menyiapkan pasukannya. Daendels memerintahkan supaya : a. Melalui utusan sultan yang datang ke Batavia.1990:21). 1961:56). Louis I Capoleon adiknya Kaisar Napoleon yang diberi kuasa di Belanda mengangkat Daendels sebagai Gubernur Jenderal di kepulauan Nusantara. Sedangkan patih Mangkubumi 30 . Untuk itulah dilakukan kerja paksa (kerja rodi) yaitu para pekerja bekerja tanpa upah. c. Karena sebab-sebab itulah akhirnya pada tahun 1799. barak. Semua itu harus segera diselesaikan dengan dana serendah mungkin. Demikian juga untuk menguasai daerah-daerah yang baru dikuasai terutama di Jawa dan Madura. Belanda dapat dikuasai pada tahun 1807. Sultan harus mengirimkan 1000 orang rakyatnya setiap hari untuk dipekeriakan di Ujung Kulon. Banyaknya pegawai VOC yang melakukan korupsi. Sudah tentu tuntutan ini ditolak mentah-mentah oleh Sultan. banyak pekerja yang mati terkena penyakit malaria. Karena permintaannya ditolak maka dengan segera dan secara sembunyi-sembunyi dikirimlah pasukan dalam jumlah yang besar yang dipimpin langsung oleh Gubenur Jendral Daendels sendiri ke Banten. Serangan yang tiba-tiba ini sangat mengejutkan dan memang diluar dugaan. 1990). Namun karena kebencian rakyat yang sudah demikian memuncak kepada Belanda. Tapi akhirnya Daendels dapat meluluh lantahkan tanah Surosowan hingga menjadi puing-puing berserakan. VOC dibubarkan. Banyaknya biaya yang harus dikeluarkan VOC terutama untuk membayar tentara dan pegawainya yang sangat besar. maka utusan belanda tersebut dibunuh di depan pintu gerbang kraton (Michrob. untuk mnengirimkan pekerja rodi sebanyakbanyaknya agar pekerjaan yang direncanakannya cepat telaksana. Untuk itu Daendels memerintahkan kepada Sultan Banten. Pada tahun 1789 meletus suatu revolusi besar Revolusi Perancis yang menggoncangkan Eropa dibawah pimpinan Kaisar Napoleon Bonaparte. Sebagai pringatan pertama-tama dikirimlah utusan Komandeur Philip Pieter oleh pihak kolonial Belanda ke istana Surosowan (Banten) untuk menanyakan kembali kesanggupan Sultan. ia datang di Batavia pada tahun 1808 dengan tugas pertama mempertahankan Pulau Jawa dari serangan tentara Inggris di India. personil. karena di Surosowan akan dibangun benteng Belanda. Sultan ditangkap dan diasingkan ke Ambon. Halwany & Mujahid. prajurit-prajurit Sultan dengan keberanian yang mengagumkan berusaha mempertahankan setiap jengkal tanah airnya. karena memang dana dari negeri Belanda tidak bisa diharapkan. Sultan harus segera menyerahkan patih Mangkubumi Wargadiraja ke Batavia. Surosowan dapat direbutnya menjadi kekuasaannya. rumah sakit tentara dan pabrik mesiu. Akan tetapi karena derahnya berawa-rawa. Sultan supaya segera memindahkan keratonnya ke daerah Anyer. Dua hari kemudian pasukan ini sampai di perbatasan kota. Sehingga banyak diantara mereka yang melarikan diri. Tindakan ini dibalas Daendels dengan diserangnya Surosowan pada hari ltu juga yakni tanggal 21 Nopember 1808.

rute selanjutnya Ke Tangerang. Sumedang. terjadi serangan Belanda ke daerah ini tapi tidak berhasil.dihukum pancung dan mayatnya dilemparkan ke Laut. Karena banyak masyarakat yang membenci Pemerintahan Belanda maka timbullah perompakperompak kapal Belanda di sekitar selat Sunda di daerah laut sedangan di daratan timbul pula para pencuri yang digerakkan oleh Alim Ulama setempat yang tidak senang dengan sepak terjang pemerintahaan Belanda. Kesimpangsiuran informasi itu menurut Halwany Michrob. Labuan (Pane. Benteng dan istana Surosowan Banten dibakar dan dibumi hanguskan pada tahun 1909 (Rusjan 195). maka pekerjaan pembuatan Pangkalan di Ujung Kulon dipindahkan ke daeah Anyer. Caringin. Dari Serang. Banten Hulu. Bandung. (Sanusi Pane. Banten Hilir. akhirnya Belanda melakukan serangan lagi yang dipimpin langsung oleh Daendels sendiri dan hasilnya tidak mengecewakannya. Jalur ini melalui garis pantai dari Batavia menuju Carita. Jiput. Jasinga dan Sadang dimasukan ke dalam teritorial Batavia. Jalan inilah jalan yang di sebut jalan utama atau jalan protokol. Cianjur. dan Anyer. Menes. Sanusi 1950:14 dan Ismail.1981:27) pada tahun 1809 itu pulalah mulai dikerjakan pembuatan jalan Pos dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1000 km. dan sebagian orang-orang Banten yang tertangkap di laut selat Sunda ataupun didaratan dipenjarakan di Ujung Kulon. Belanda dapat menguasai Cibungur dan di pantai Teluk Marica (Pane sanusi 1950 b:11). Bogor. sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Untuk melemahkan perlawanan rakyat Banten. Seperti kejadian di Cibungur dan di pantai Teluk Marica. Jakarta. Puncak. Daendelas mencurigai Sultan Banten sebagai dalang kerusuhan-kerusuhan yang sering terjadi. pada masa itu Daendels memfokuskan kegiatannya pada pembangunan dua pelabuhan di utara (Merak) dan di selatan (Ujung Kulon). walaupun masih bergelar sultan. Akhirnya Daendles bersama pasukannya datang ke Banten untuk menankap dan memenjarakan Sultan Banten di Batavia. Tahap kedua dimulai tahun 1809. Jalan ini dikerjakan hanya dalam tempo waktu 31 . putra Sultan Muhyiddin Zainul Solihkin yang berkedudukan di Caringin. Ke tiga wllayah tersebut di bawah pengawasan Landros (semacam Residen) yang berkedudukan di Serang. Untuk wilayah Banten Hulu diangkat Sultan Muhammad Syafiuddin. Tangerang. Lebak hingga Jasinga (Bogor). Selanjutnya Banten dan Lampung dinyatakan sebagai daerah jajahan Belanda. Setelah Istana Surosowan hacur lebur maka diangkatlah Putra Mahkota dengan gelar Sultan Wakil Pangeran Suramanggala.000 real setiap tahun dari pemerintah Belanda. menembus Gunung Palasari. Pengerjaan pembuatan Pangkalan Angkatan Laut dihentikan karena banyak pekerja yang mati dan sakit disebabkan daerah proyek Pangkalan tersebut berupa rawa-rawa. wajar-wajar saja sebab pembautan jalan Deandels saat itu melaukannya dalam dua tahapan. tetapi itu tidak berarti bahwa tidak ada cabang-cabang jalan lainnya yang dilewati oleh Daendels. Dari Anyer Melalui Pandeglang jalan bercabang dua menuju Serang (utara) dan Lebak (selatan). Belanda membagi daerah Banten dalam tiga wilayah yang statusnya sama dengan Kabupaten seperti. namun kekuasaannya tidak dapat melebihi kekuasaan sultan pada biasanya karena ia tidak lebih dari seorang pegawal Belanda. Cirebon hingga Panarukan. Sultan tidak mempunyai kuasa apa-apa ia hanya mendapatkan gaji 15. tahap pertama merupakan pembuatan jalan untuk membuka poros Batavia ± Banten pada tahun 1808. Dalam proses pembuatan pangkalan tersebut Deandles melakukan tindakan-tindakan yang keras sehingga menambah kebencian rakyat Banten kepada pemerintahaan Belanda. Pandeglang. 1950 b:II).

Pembangunan jalan Daendels dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Jawa Timur) sejauh 1000 km pada tahun 1809 ± 1810 yang bertujuan untuk mempercepat tibanya surat-surat yang dikirim antar Anyer hingga Panarukan atau sebagai jalan pos. di samping "Pongdam" (Pontang). toponim Banten juga memiliki kaitan dengan Banten Girang. prasasti Kaban-tenan menyebut nama "Bantam". begitu pun pembuatan proyek pelabuah maritim di Uiung Kulon (Tanjung Layar) yang banyak mengorbankan jiwa manusia karena disana masih banyak binatang buas. maupun warisan budaya material dalam pengertian yang luas. namun setelah terjangitnya penyakit malaria dan banyak yang tewas.satu tahun dengan mengorbankan beribu-ribu rakyat Banten. Selain itu. Banten Lama dan Banten Hilir. namun jalan-jalan itu dalam perkembangan selanjutnya banyak dipengaruhi kehidupan masyarakat disekitarnya dan telah berubah fungsinya antara lain mejadi jalan ekonomi atau jalan umum dan kini sudah banyak bangunan disekitarnya. dan Purwaka Caruban Nagari yang memuat istilah "Kawungaten". seperti Babad Nagarakartagama (1345 M). Karena banyaknya korban pada pembuatan jalan Batavia-Banten masih simpang siur. "Cheguide" (Cigading). Walaupun demikian Daendels semakin keras menghadapi rakyat. pesantren dan qari-qariah. Banten menunjukkan adanya dua kelompok etnisitas. maka rakyat menghentikan bantuannya. dalam naskah Pujangga Manik (Pajajaran). yang berasal dari awal abad ke-16. meliputi Kabupaten Serang. Bahkan. Terbukti dengan hadirnya para ulama. Pandeglang. dan secara geografis masih sering dikaitkan dengan bekas Karisidenan Banten. atau buku-buku keagamaan. Lebak. Banten sebenarnya merupakan toponim yang memiliki aspek ruang. Banten Girang Gerbang Kerajaan Banten Nuansa Islam dalam budaya Banten nampaknya cukup kuat hingga saat ini. Pada tahun 1808-1809 Daendles mulai pembuatan jalan dengan rute Batavia-Banten tahap pertama. "Calapa" (Sunda Kelapa) dan "Chemano" (Cimanuk). Kategori yang disebut terakhir ini terlihat pada karya-karya arsitektur. baik produk-produk kesusasteraan seperti naskah-naskah. Selain itu. ia tidak segan-segan memerintahkan tentaranya menembak mati rakyat yang lalai atau tidak mau bekerja dalam pembuatan jalan apapun alasannya. misalnya. yang meninggal sekitar 15. catatan Tome Pires (1512-1515) menyebut "Bantam" sebagai salah satu pelabuhan penting Kerajaan Sunda. menurut beberapa sejarahwan Indonesia. pada saat itu rakyat masih mau menghimpun kekuatan untuk melaksanakan perintah paksa Daendles. atau yang dapat ditafsirkan sebagai Banten. berbagai cerita rakyat (folklore) yang masih hidup dalam ingatan masyarakat.000 orang dan banyak yang meningal tampa dikuburkan secara layak. yaitu: (1) sub etnik 32 . menunjukkan bahwa nama Banten. seperti Cina Parahyangan yang menyebut istilah "Wahanten Girang". tampak dari sejumlah historiografi lokal. kesenian dan sebagainya. yang tersebar di seluruh pelosok Banten. "Tamgaram" (Tangerang). Kajian Suwedi Montana. Tangerang dan Kotamadya Tangerang. Hal ini berdasarkan fakta bahwa toponim Banten tidak dicantumkan dalam naskah yang lebih tua. diduga kuat bahwa toponim Banten Baru muncul pada akhir abad ke-15 M. teknologi.Budaya Banten bisa diidentifikasi dengan menelusuri. Berdasarkan naskah-naskah yang ada. yang dituturkan oleh kelompok sub etnik Banten. Pada abad 16-18 Banten kemudian berkembang menjadi label wilayah politik dan nama Kesultanan yang bercorak Islam. nama toponim Banten belum dimuat. Dilihat dari segi demografi. babad.

dapat diketahui. memandang serius ekspansi Islam. dan beberapa kawasan di India. melainkan sekitar 10 Kilometer masuk ke daratan. sampai Anyer-Cilegon di sebelah selatan barat. tembaga. (2) sub etnik Banten-Sunda yang wilayah huniannya mulai dari Serang Selatan (Banten Girang) sampai ke pedalaman selatan berbatasan dengan Samudera India. terutama pada masa sebelum masuknya Islam. Penelitian yang dilakukan di lokasi Banten Girang di tahun 1988 pada program Ekskavasi Franco ± Indonesia. tidak ada keputusan final yang dapat diambil sebelum penelitian dilakukan lebih lanjut.Banten Pesisiran yang membentang sepanjang pesisir utara Jawa Barat. namun kekuasaannya mulai menyusut. dikarenakan posisi Banten sebagai pelabuhan yang penting dan strategis di Nusantara. Walaupun dengan keterbatasan penelitian. Wilayah ini dikenal dengan nama ³Banten Girang´ atau Banten di atas sungai. dan Pelabuhan Banten. mulai dari daerah Tangerang di sebelah utara. namun banyak bukti baru yang ditemukan. Kelemahan ini tidak luput dari perhatian Kerajaan Islam Demak. nama ini diberikan berdasarkan posisi geografisnya. yang menguasai Selat Sunda. Kerajaan ini mempunyai dua pelabuhan utama. berhasil menemukan titik terang akan sejarah Banten. bangsa Portugis memulai perdagangan dengan bangsa Sunda. Bangsa Portugis telah mendokumentasikan keberadaan Banten dan sekitarnya pada awal abad ke 16. dan kapal Jung mereka telah berlayar ke pelabuhan Sunda setiap tahunnya untuk membeli lada. Keberadaanya sedikit dihubungkan dengan masa kejayaan maritim Kerajaan Sriwijaya. dan hubungan internasional sudah terjalin dengan China. lokasi awal dari Banten tidak berada di pesisir pantai. Secara nyata. Tidak banyak yang diketahui mengenai sejarah dari bagian terbarat pulau Jawa ini. di tepi sungai Cibanten. Semenanjung Indochina. kurang lebih 15 tahun sebelum Kerajaan Islam Banten terbentuk. Pelabuhan Kalapa. Beberapa dekade sebelumnya Kerajaan Demak telah menguasai bagian timur pulau Jawa dan pada saat itu bermaksud untuk juga menguasai pelabuhan Sunda. Berdasarkan catatan. perhiasan emas dan manik manik kaca. tapi dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten sudah berlangsung sangat lama dan teori bahwa keberadaannya dimulai pada saat terbentuknya Kerajaan Islam di Banten. yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. yang berbatasan dengan sub etnik Betawi. Bangsa Cina juga sangat berminat pada jenis rempah rempah ini. Walaupun Kerajaan Pajajaran masih berdiri. Kemungkinan besar. Banten pada masa itu sudah merupakan kawasan pemukiman yang penting yang ditandai dengan telah dikelilingi oleh benteng pertahanan dan didukung oleh berbagai pengrajin mulai dari pembuat kain. melihat makin berkembangnya komunitas ulama dan pedagang Islam yang semakin memiliki peranan penting di kota pelabuhan ³Hindu´. yang sekarang dikenal sebagai Jakarta. Ketertarikan utama mereka adalah pada Lada yang banyak terdapat di kedua sisi Selat Sunda. kurangnya dokumentasi mengenai Banten. keramik. pengrajin besi. baru berlangsung setelah masuknya Dinasti Islam di permulaan abad ke 16. tidak lagi dapat dipertahankan. yang berdiri pada abad ke 14 dengan ibukotanya Pakuan yang berlokasi di dekat kota Bogor sekarang ini. Mata uang logam (koin) sudah digunakan sebagai alat pembayaran. Masyarakat Sunda. Sekaligus dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten ternyata jauh lebih awal dari perkiraan semula dengan ditemukannya bukti baru bahwa Banten sudah ada di awal abad ke 11 ± 12 Masehi. Setelah menguasai Malaka pada tahun 1511. 33 . Dari beberapa data mengenai Banten yang tersisa. di bagian selatan dari Kota Serang sekarang ini. Dan juga dikaitkan dengan keberadaan Kerajaan Sunda Pajajaran.

dimana sebelumnya juga telah memegang kekuasaan ekonomi. Kelihatannya Kaum Muslim menguasai secara serempak kedua pelabuhan utama Sunda. dirunut dalam fase-fase berikut: 34 . agar Portugis dapat menahan kapal yang berlayar dari Demak. Jakarta ini. Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia" (penerbit Logos) memperlihatkan fase-fase pertumbuhan perkembangan budaya Banten dalam panggung sejarah. Depdikbud Rl) yang juga staf peneliti pada Pusat Pengkaian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. yang memegang kekuasaan politik di Banten. Perjanjian dibuat antara kedua belah pihak. sekarang merupakan kelas sosial baru. Sementara itu. Sebagaimana telah sebelumnya dilakukan di Jawa Tengah. Negosiasi ini di mulai tahun 1521 Masehi. Hasan Muarif Ambari. sebagai ganti dari perlindungan yang diberikan. dan yang kedua untuk menahan agar armada Portugis yang sangat kuat pada saat itu. Dr. Seorang ulama yang sekarang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati. terutama dengan alam dan budaya Islamnya. akan tetapi Ia tetap meminta Demak mengirimkan pasukan untuk menguasai Banten ketika Ia menilai waktunya tepat. Portugis di Malaka. situasi politik telah sangat berubah dan sehingga armada Portugis gagal untuk merapat ke daratan. Islam mengambil alih kekuasaan pada tahun 1527 M bertepatan dengan datangnya armada Portugis. sebelum akhirnya armada Portugis tiba di pesisir Banten.yang berada di bawah subordinasi Pakuan Pajajaran yang Hinduistik ke daerah pantai yang sekarang dikenal dengan Banten Lama. penguasaan yang tidak lagi dapat ditolak oleh Pakuan. mungkin hanya dapat dikenali dengan merunut kembali peristiwa sejarah transformasi pusat administrative politik dari Banten Girang di pedalaman . di bawah pimpinan Francisco de Sá. Otoritas Banten. baik atas inisiatifnya sendiri maupun atas seizin Pakuan. Dengan itu. dan armada lautnya sangat kuat dan menguasai perairan di sekitar Banten. Hasanudin. dalam bukunya "Menemukan Peradaban. tidak terlalu dekat dengan kota Banten.Menghadapi ancaman ini. pada saat itu telah menetap di Banten Girang. yang dipimpin oleh Henrique Leme. bangsa Portugis menawarkan perlindungan ganda. Pemilihan pembuatan benteng di daerah Tangerang tidak diragukan lagi untuk dua alasan : yang pertama. Portugis akan diberikan akses tak terbatas untuk persediaan lada. Sejak itu embrio dan fondasi masyarakat dan budaya Banten diletakkan dan ditetapkan dalam format yang berciri keislaman. Kemurah hatian yang sangat tinggi ini menggaris bawahi tingginya tingkat kesulitan yang dihadapi Banten. Islam mencegah siapapun untuk merapat ke Banten. Walaupun pada awalnya kedatangannya diterima dengan baik oleh pihak otoriti. Di mata otoritas Banten. Dan Banten dipilih sebagai ibukota Kerajaan baru tersebut. di sisi lain. Kepala Pusat Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas. penduduk asli Pasai. Masyarakat dan budaya Banten. Hasanudin dinobatkan sebagai Sultan Banten oleh Sultan Demak. yaitu Kalapa dan Banten. yang telah berulangkali datang berniaga ke Banten. Dan adalah puteranya. bagian utara Sumatera setelah tinggal beberapa lama di Mekah dan Demak. Peristiwa transformasi tersebut berlangsung pada tahun 1526 oleh Syarif Hidayatullah dan Maulana Hasanuddin. yang sadar akan pentingnya urusan ini. dan diperkenankan untuk membangun benteng di pesisir dekat Tangerang. memohon kepada bangsa Portugis di Malaka. Aplikasi dari perjanjian ini adalah adanya kesepakatan kekuasaan yang tak terbatas bagi Portugis. Putera Sunan Gunung Jati. sebuah dinasti baru telah terbentuk pada saat yang sama kerajaan yang baru didirikan. Sadar akan adanya perjanjian antara Portugis dengan penguasa sebelumnya. Banten. Tahun 1522 Masehi. bangsa Portugis sangat anti Islam. dengan tujuan utama untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Prof. dapat menawarkan komoditas lada bagi Portugis. yang juga menikahkan adiknya dengan Hasanudin. mengirim utusan ke Banten. Kaum Muslim. Lima tahun yang panjang berlalu. yang memimpin operasi militer di Banten. yang bertanggungjawab akan pembangunan benteng.

dan sampai sekarang memasuki masa pembangunan. Fase Keseimbangan Kekuatan.alternatif setelah Malaka. Fase Surut dan Jatuhnya Kesultanan Banten. perang kemerdekaan. dan Turki datang melakukan transaksi perdagangan di Bandar Banten. pendudukan Jepang. dari segi budaya Banten dapat disetarakan dengan masyarakat kota seperti Mataram dan Cirebon. Setelah Kesultanan Banten dihapuskan oleh Belanda timbul berbagai pergolakan. Pada fase inilah. telah menyebabkan pertumbuhan dan ramainya perdagangan. pendirian Benteng Speelwik yang langsung atau tidak langsung memperlihatkan wujud hubungan antara Banten dan VOC. Pada masa itu Banten merupakan daerah bawahan kerajaan Pakuan Pajajaran yang Hinduistis. dan Anyer) di bawah pengawasan landraad (setara residen). masih berkembangnya "kota" Surosowan dan lain-lain. dengan komponen-komponen arsitektur dan monumental berciri Islam. sehingga etnis terakhir ini telah membentuk satu komunitas tersendiri yang memberi sumbangan besar bagi perkembangan perdagangan di Banten. Para pedagang Inggris. Banten telah berhubungan dengan Cina. Pada masa ini terjadi transformasi keagamaan. Dalam situasi seperti ini. Sebelumnya. yang tidak memperlihatkan adanya dominasi satu kekuatan politik tertentu terhadap kekuatan politik lain: yakni penyerangan Banten ke Batavia. Kesultanan Banten. (4). budaya pesisiran dan budaya pedalaman di daerah selatan Banten (kecuali daerah Baduy) terus menerus memantapkan keislamannya.(1). yang bermula sejak pertumbuhan Islam di Banten. Batavia. suatu fase di mana Islam disiarkan oleh Sunan Gunung Jati dari Cirebon dan Maulana Hasanuddin yang beraliansi dengan Demak. Fase Mutakhir. Rakyat mulai mengarahkan orientasi kepemimpinan dari raja/sultan kepada para ulama/mubaligh/kiyai. Keseimbangan kekuatan ini di antaranya bisa dilihat dari beberapa peristiwa politik yang berlangsung saat itu. (2). interval penguasaan Inggris (1811-1816). awara dalam kehidupan masyarakat Banten 35 . didirikannya Keraton Kaibon dan dipecahnya bekas wilayah Kesultanan Banten menjadi tiga daerah setara Kabupaten (Banten Hulu. Banten Hilir. (6). pada tahun 1809 pembuatan jalan raya Daendells. dan pilihnya tingkat kemakmuran masyarakat Banten. Pendirian kota Banten Sorasowan. Oleh karena itu. bencana alam (meletusnya Krakatau dan wabah penyakit sampar). pemberontakan dan perlawanan rakyat dipimpin oleh para ulama/bangsawan. Fase Pra-Sunda Islam (1400-1525). (3). perpindahan pusat pemerintahan dan mulai berkembangnya Banten sebagai pelabuhan . Banten mencapai puncak ketinggian budaya (tamaddun Islam). Fase awal Penyebaran Islam (1525-1619). Pesantren terus menerus menghasilkan kader dan para ulama tetap berdakwah. Di balik semua kilas balik sejarah ini. pemindahan administrasi politik ke Serang Surosowan dihancurkan. yakni satu fase tanpa adidaya di mana seluruh kekuatan politik dan ekonomi yang ada di Banten memiliki kekuatan yang seimbang (armada dagang Eropa. Batavia dan Mataram). Portugis. (5). Denmark. tumbuh dan kuatnya kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Fase Penguasaan (VOC) Belanda. Cirebon. blokade Belanda atas Teluk Banten. hal yang tetap hidup dan terus mengakar pada masyarakat Banten adalah kultur Islam. Hindia Belanda terkena imbas perang Napoleonik/Rep. yang berpusat di Banten Girang (Kota Serang sekarang).

ulama dan jawara menjadi golongan yang khas di daerah ini.Di sebagian masyarakat Jawa bagian Barat umumnya dan Banten khususnya. yang secara akademis sukar untuk dipertanggung jawabkan. Permasalahan ini muncul ke permukaan akibat terkontaminasinya nilai-nilai kejawaraan sehingga sebagian masyarakat ada yang menilai jawara identik dengan premanisme. Oleh karena itu. Karena dari para ulamalah sebagian besar ³keilmuan´ jawara itu berasal. Belakangan. ulama dipandang sebagai tokoh masyarakat yang menjadi sumber kepemimpinan informal terpenting. Berbeda dengan kedudukan ulama. sebagian besar masyarakat sepakat untuk menunjuk daerah Banten sebagai tempat dimana istilah ini pertama kali muncul. Penafsiran Sejarah Istilah Jawara Belum adanya pencatatan histographia mengenai awal mula kemunculan istilah jawara di masyarakat Banten dan Jawa bagian Barat. Bekasi-Pantura. Bogor dan Priangan bersamaan dengan dimulainya proyek pembangunan Jalan Raya Pos Deandles (RM. Taufik Djajadiningrat. yaitu masa kerajaan Sunda. kesultanan Banten. Jawara dan Budaya Kekerasan pada Masyarakat Banten. Jawara bukanlah sosok penamaan yang baru muncul kemarin sore. Namun diantara ketiganya. Bagi masyarakat Banten dan sekitarnya. pamong praja dan jawara merupakan kelompok sosial yang kedudukannya tidaklah melebihi kedudukan kaum ulama. Penyusuran proses kemunculan istilah jawara baru terbatas pada sejarah sosial (budaya tutur) bersifat ³stamboom´ bukan ³geschiedenis´ atau ³history´. Pemahaman masyarakat yang beragam ini tidak terlepas dari sepak terjang sosok Jawara. jawara dianggap sebagai ³khodam´ nya para ulama. Begitupun halnya dengan istilah jawara itu sendiri. yang terkesan sangat kasar (sompral) dan penampilan diri yang berbeda dari mayoritas masyarakat. Tesis S2 UI). Keduanya diibaratkan bagai dua sisi mata uang. Dari stamboom yang ada. bahkan di Banten sendiri sejak abad ke 19 kelompok jawara telah menjadi bagian dari golongan elit masyarakat selain kaum ulama dan pamong praja. yang memiliki peranan cukup besar dalam tiga masa perjalanan sejarah di Banten dan Jawa bagian Barat. dan masa kolonial Belanda. karena jawara merupakan salah satu entitas masyarakat Banten yang sangat terkenal. yaitu Subculture of Violence (sub kultur kekerasan). Sejarah dan Silsilah 36 . Merekapun mengembangkan gaya bahasa atau tutur kata yang khas. seperti berpakaian hitam dan memakai senjata golok (Atu Karomah. tidaklah berlebihan kalau Taufik Abdullah menyebut Banten. Sebagai subkultur kekerasan. sebagai ³negeri para ulama dan jawara´. Seiring dengan perjalanan waktu. jawara memiliki motif-motif tertentu dalam melakukan kekerasan. persepsi masyarakat terhadap Jawara memiliki pemahaman yang beragam. Masyarakat mematuhi perintah ulama karena memandang kaum ulama sebagai sosok yang disegani. mulai dari hal yang positif sampai ke hal yang negatif. keberadaan jawara memiliki rentetan sejarah yang sangat panjang. menyulitkan untuk diketahui secara pasti kapan dan dimana penggunaan istilah Jawara ini diberikan kepada seseorang yang memiliki kunggulan fisik dan supranatural. Penampilan terakhir inilah yang sebagian besar masyarakat umum diidentikan dengan pencak silat tradisional. keberadaannya ditenggarai telah ada sejak zaman kerajaan Sunda berdiri yang hingga kini masih tetap eksis. bahkan karena kedekatan emosional diantara keduanya. Hingga dalam perkembangannya menyebar ke beberapa daerah yang melingkupinya termasuk Betawi. dan cenderung menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan setiap persoalannya. kehidupan jawara dengan character building yang khas itu menciptakan sub kultur kebudayaan baru masyarakat Banten dan sekitarnya.

sampaisampai aparat praja setempat tidak dapat bertindak tegas kepada mereka. militan dan mampu mengahncurkan secara cepat menyusup ke pusat pemerintahan Pajajaran di Pakuan.S menguraikan bahwa sejarah sosial masyarakat Banten sendiri memiliki empat penafsiran tentang proses kemunculan istilah jawara. Residen Banten (1925-1931). Kelompok kedua inilah yang kemudian hari disebut dengan jawara. F. Dalam menghadapi pasukan Pajajaran yang teramat kuat. Kaum ulama yang umumnya memiliki dua kelompok santri yang dididik berdasar bakat dan kemampuan mereka. dan dibekali pula dengan ilmu hikmah namun jauh lebih sedikit porsinya dibanding santri kelompok pertama. pandai bermain pencak silat dan memiliki ilmu ³kadugalan´ yang kebal senjata tajam sebagai kekuatan supranaturalnya.Ringkas Para Sinuhun Kesultanan Banten. Pasukan khusus tanpa identitas itu diberi nama Tambuhsangkane. ketika pada masa Kesultanan Banten dipegang oleh Maulana Hasanuddin. Mereka memiliki kewenangan tidak hanya melayani antara raja dan rakyat. Dari merekalah kemudian lahir kaum jawara. Setiap anggotanya memiliki keunggulan secara lahir dan batin. memberikan pertolongan dan pelayanan dalam segala kegiatan termasuk membantu masyarakat dalam penyelenggaraan pesta atau acara kampung. Penafsiran keempat. 37 . seperti jago dalam menyabung ayam. Mereka menjadi organisasi momok yang menakutkan bagi masyarakat. tetapi juga membela dan melindunginya. Penafsiran kedua. Miftahul Falah. yang bermakna harfiah sebagai ³bayi yang menjelang dewasa´. Mereka ditugasi untuk melakukan teror terhadap pemerintah kolonial Belanda dan kaki tangannya. dimana kelompok pertama merupakan kaum santri yang memiliki bakat di bidang ilmu agama yang akan menggantikan posisi para ulama nantinya. istilah jawara dimulai dengan dibentuknya perkumpulan Orok Lanjang oleh golongan pemuda di Distrik Menes Pandeglang. kelompok ini berkembang menjadi organisasi tukang pukul yang dikenal dengan sebutan jawara. Kelompok kedua ini dididik dan dibina kekuatan fisiknya dengan ilmu bela diri pencak silat. Sultan membentuk sekelompok orang-orang dalam satu pasukan khusus yang dipimpin oleh Maulana Yusuf. Dalamperkembangan selanjutnya. istilah jawara muncul ketika terjadi perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda di abad 19 yang digerakkan oleh kaum ulama. S.G. yang bergerak dengan tidak mengatas namakan kesultanan Banten. Dalam keseharian mereka memiliki ke khasan dalam berpakaian dan gaya hidupnya. Pada perkembangannya. Penafsiran ketiga. Perkumpulan kampung ini pada awalnya dibentuk untuk meningkatkan hubungan kekerabatan dalam satu lingkungan. Berdasar catatan seorang peneliti sejarah kabupaten Lebak. keterampilan bermain silat dan kekebalan tubuh yang dimilikinya menjadi ciri utama kelompok ini sehingga melahirkan sebutan jawara. 1995 : 121-122). apabila tidak diundang atau diserahkan sebagai petugas penyelenggara mereka akan mengacau atau bahkan menggagalkan jalannya acara. Sedangkan kelompok kedua merupakan kaum santri yang memiliki bakat dan kemampuan di bidang bela diri pencak silat. Mereka dibekali ilmu hikmah selain ilmu agama Islam sebagai ilmu dasarnya . Sifat militan yang dimiliki oleh pasukan khusus ini menumbuhkan sifat pemberani dan kemudian dibina secara terus menerus. Penafsiran pertama ketika kerajaan Sunda menggunakan sekelompok masyarakat sebagai perantara atau penghubung antara masyarakat dengan rajanya. Lambat laun tugas yang diserahkan masyarakat kepada kelompok pemuda ini sebagai penyelenggara acara kampung menjadi satu kewajiban. Putman Craemer.

Pada umumnya. Dari peristiwa pemberontakan ini memunculkan julukan jawara yang ditujukan kepada mereka. Tentu ada pula segelintir jawara yang memiliki perilaku negatif. namun hal ini dapat diselesaikan di dalam internal kelompok ³kejawaraan´ nya itu sendiri. Berbeda dengan perampok atau pencuri. karena semangat dalam jiwa mereka diperoleh dari para kaum ulama.Penafsiran kelima. Stigma negatif ini sengaja diciptakan Belanda dalam upaya memprovokasi masyarakat untuk menganggap mereka sebagai pembuat onar. Pergeseran makna jawara yang terkontaminasi dengan hal yang negatif terjadi pada abad ke 19 ketika Banten dan sekitarnya diwarnai oleh kekacauan dan perampokan yang tiada tara. Pembangunan jalan yang sangat merugikan rakyat ini menimbulkan pemberontakan dikalangan para pendekar persilatan. yang bermaksud melawan penjajahan asing dianggap sebagai onsluten (keonaran). Berbeda dengan Jagoan. yang merupakan akronim dari jalma wani nga-rampog (orang yang berani merampok) atau orang yang beani menipu/pembohong (jalma wani nga-rahul). maupun pada masa pemerintahan kolonial Belanda. terutama terhadap jawara yang berperilaku negatif. dan hingga kini tidak sedikit masyarakat yang termakan oleh stigma negatif Belanda tersebut. kata ini berasal dari kata dasar ³jago´ yang menurut Ridwan Saidi merupakan loanword dari bahasa Portugis Jogo yang artinya ³champion´ atau juara (Ridwan Saidi. Sehingga mencap semua kaum jawara adalah bandit sehingga perlawanan dalam bentuk gerakan sosial. kesultanan Banten. dan Preman Secara umum jawara memiliki definisi sebagai orang yang memiliki kepandaian bermain silat dan memiliki keterampilan-keterampilan tertentu. Jagoan. ongergeldheden (pemberontakan). Sejak saat itulah para pendekar persilatan dan ulama yang mengadakan perlawanan dianggap sebagai jawara. Umunya dalam suatu organisasi kejawaraan terdapat aturan-aturan yang bersifat konvesional untuk menyelesaikan permasalahan. baik semasa kerajaan Sunda. Konotasi negatif ini terus berkembang sampai abad ke 20. Kemampuan-kemampuan itu dipergunakan oleh para jawara untuk membela dan menciptakan rasa aman dan ketenangan di lingkungannya. mereka pun memiliki kemampuan untuk mempertontonkan ilmu kekebalan. sehingga karenanya masyarakat menghormati keberadaan mereka. berusaha mengcounter dengan istilah jalma jago nu wani ramah (orang yang jagoan berani dan ramah). namun istilah jawara bagi masyarakat natif Betawi berangkat dari istilah ³potong letter´ lidah natif Betawi yaitu juware atau juara yang tidak terkalahkan dalam hal bela diri ³maenpukulan´ atau pencak silat. dan onrust (ketidak amanan). tatkala dimulainya pembangunan Jalan Raya Pos Deandles (1808-1811) antara Anyer-Panarukan. Di tanah Betawi sendiri hampir memiliki makna yang sama. 38 . Terminologi Jawara. dan perampok. pengacau. Seiring dengan perkembangan waktu. Selain itu. Pada awalnya istilah jawara memiliki makna sebagai jagoan. Jawara yang merasa citranya terjebak dalam konotasi negatif masyarakat yang diciptakan Belanda. complot (komplotan). dengan pengertian jago dalam menyabung ayam dan bela diri pencak silat. jawara sangat patuh kepada ulama. istilah jawara muncul sebagaimana yang diungkapkan RM Taufik Djajadiningrat. Kemampuan itu mereka miliki karena kedudukannya sebagai pemimpin informal di tengah-tengah masyarakat. dikenal dengan peristiwa Perang Pertama. Hal ini kemudian oleh pemerintah kolonial Belanda dimanfaatkan untuk membentuk stigma negatif kepada para pejuang dari kalangan pendekar persilatan dan kaum ulama. woelingen (kekacauan). mereka adalah figur seorang yang mampu menjaga keselamatan dan keamanan desa.

Secara etimologi preman merupakan loanword dari bahasa Belanda. Amsterdam di Hindia Belanda Banten menurut data historis dan arkeologis kira-kira pada 450 tahun yang lalu. Lalu bagaimana dengan preman?. STAIN Serang. 2002 Kota Banten. Jakarta1995 Tasbih & Golok. Jagoan bernada lebih positif ketimbang istilah preman pada masa kini. non pemerintah. Secara hirarki. sipil. kuli yang bekerja menggarap sawah. Sehingga kita tidak terburu-buru untuk menjustifikasi seseorang berdasar perilakunya. seperti yang tersirat dalam buku berjudul ³The Sultanate of Banten´ secara resmi diserahkan oleh Duta Besar Perancis Patrick O¶Cornesse. Karena sebagaimana seperti yang disebutkan di atas. jawara dapat dikatakan sebagai istilah lain dari pendekar. Jawara dan Budaya Kekerasan pada Masyarakat Banten. Jakarta1995 Ridwan Saidi. bukan tentara. Jagoan adalah sebutan untuk anggota masyarakat yang berpengaruh dan disegani di kampungnya. Jakarta 2007 RM. Secara umum istilah preman dapat disimpulkan sebagai sebutan pejoratif (kata sandang merendahkan) yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan kelompok masyarakat lain. Terlebih dalam kemapuan berpolitik. sebutan orang jahat (yang suka memeras dan melakukan kejahatan) 3. karena dalam persaingan perdagangan internasional. fungsi dan peranan masing-masing dalam masyarakat. yaitu: 1. Tesis S2 UI. Jakarta Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sejarah dan Silsilah Ringkas Para Sinuhun Kesultanan Banten. Tim penelitian Studi Kharisma Kyai & Jawara di Banten. Cerita ini merupakan bukti bahwa sistem perdagangan zaman kesultanan tidak dapat diremehkan. sudah menjalin hubungan perdagangan dengan bangsa Eropa dan Asia disekitarnya. kepada bupati Serang Mas Ahmad Sampurna dipendopo kabupaten Serang beberapa tahun yang lalu. pada saat zaman Sultan Maulana Yusuf yang dikenal dengan julukan Penembahan Pakalangan yaitu sekitar tahun 1570. Glosari Betawi. 2. hal ini yang membuat cemas bangsa Eropa.S. Dari tiga terminologi di atas.Glosari Betawi: 43). swasta. Sumber tulisan: Atu Karomah. juga dianggap sebagai orang yang dituakan atau sesepuh. tukang pukul dan pemberani. Vrijman yang bermakna ³orang bebas´ atau dalam bahasa Inggris disebut free man. 39 . hendaknya kita masih dapat membedakan makna. S. partikelir. Banten merupakan pesaing yang cukup disegani oleh bangsa Eropa pada masa itu. jago merupakan istilah yang agak umum bagi golongan ³tukang pukul´ dan seorang yang suka berkelahi. Bahkan banyak pula melakukan manuver-manuver dalam sistem perdagangan. Dalam Kamus Bahasa Indonesia akan kita temukan paling tidak 3 arti kata preman. orang yang kuat. jagoan dianggap lebih rendah kedudukannya dibanding jawara. ksatria yang ditokohkan masyarakat sebagai orang yang suka memberikan perlindungan dan keselamatan secara fisik terhadap masyarakat. Kejawaraan Dalam Dinamika Kabupaten Lebak. BP Jakarta 1996 Miftahul Falah. Taufik Djajadiningrat. Disisi lain menurut tradisi lisan.

Banten terkenal dalam perdagangan Ladanya yang menjadi daya tarik bangsa Eropa. Di Banten pusat industri untuk produksi lada adalah di Kampung Pamarican yang masih dikenal hingga kini. Dengan tidakan ini bangsa Eropa menilai Banten sudah menjadi Imperium Lada. Perdagangan lada ini begitu ramai dan menguntungkan. Banten menjadi pusat persaingan dan perebutan kongsi perdagangan Eropa. Malaka akhirnya jatuh ketangan Belanda pada tahun 1641. sekaligus berdagang langsung dengan Bangsa Eropa dan Asia lainnya. isi dari buku ini merupakan hasil dari para peneliti yang bekerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Prancis dengan sasaran penelitian adalah untuk merawat dan merestorasikan kerajaan serta kesultanan Banten. kota Banten Lama yang didirikan 1526 dipesisir utara Jawa Barat (sekarang Provinsi Banten). kemasyurannya tetap tersimpan dalam kenangan bangsa perancis kata O¶Cornesse. Menurut Cornelis de Houtman asal Belanda pada tahun 1596 Banten disebut Kota Pelabuhan dan Perdagangan yang sama besar dengan Kota di Amsterdam saat itu. atau Bantahan menurut sebutan negara Barat. Portugis segera menjalin perdagangan dengan Makasar dan Banten. terutama pada 1570 samapi abad 19. Perancis atau bangsa Eropa lainnya. penelitian tersebut bertujuan untuk mengangkat kembali kebesaran masa silam bangsa indonesia. penelitian ini berlangsung hingga tahun 1987. Para sultan mengadakan tindakan pengetatan pada hasil produksi lada di Banten. dikenal sebagai kota metropolitan sekaligus kota yang produktif. sehingga para sultan Banten mengambil strategi untuk mengendalikan sepenuhnya komoditi tersebut. untuk diolah dengan standar mutu tinggi. mengagumi Banten dan menjadikannya satu pelabuhan kosmopolitan besar pada abad 17. Selain Malaka. khususnya Belanda dan Portugis. terutama kesultanan Banten yang telah terkubur dalam tanah dan dalam arsiparsip yang ada di Eropa. saat itu Banten masih dibawah Kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu. juga berkembang menjadi satu kota muslim yang bersaing dengan negara-negara Arab dalam memiliki istana. pasar dan juga masjid besar. Menurut Dubes O¶Cornesse. Kota Banten. sama pula yang diungkapkan oleh Vincent Leblanc asal Perancis waktu tiba di Banten pada abad 16. Akhirnya pada tahun 1660-an Sultan Haji memerintahkan 40 . sebelum melakukan petualangannya untuk mengelilingi dunia. Menurut catatan sejarah kesultanan Banten pada tahun 1527 berkembang menjadi pusat perdagangan. dengan cara menginstruksikan semua penduduk di pedalaman ataupun di kota untuk membawa hasil lada mereka ke Kota Banten. Begitu pula penduduk di daerah Sumatera diwajibkan untuk menanam 500 pohon lada dan hasilnya dikirimkan ke Kota Banten. Banten di masa itu merupakan pusat peniagaan dunia. Pada tahun 1522 Protugis mengadakan perjanjian dagang dengan para pengusaha Banten. beliau mencari hasil bumi terutama LADA dan beliau berucap bahwa Kota Banten ini hampir sama dengan Kota Rouen di negerinya yang ramai dengan para pedang. Perdagangan lada di Banten sangat ramai karena mutu jenis lada di Banten lebih baik dibadingkan mutu lada dari Malabar dan Aceh. Banten bertambah penting posisinya sebagai kota perdagangan internasional setelah Malaka jatuh ketangan Portugis. Karena dilihat dari sarana dan pra sarana sejak dulu seperti Pelabuhan Karangantu yang menarik para pedagang Eropa dan Asia. Kedua raksasa Eropa ini terlibat pertempuran untuk merebutkan pasar dan pusat produksi lada. Banten Sadar pentingnya armada dagang untuk menguasai dan mempertahankan industri lada. Sebelum Banten menjadi Kota Muslim.Buku dalam bahasa Inggris dengan kata pengantar oleh Menteri Pendidikan pada saat itu dijabat bapak Fuad Hasan. Lada ini lah yang sangat di gemari oleh bangsa Eropa termasuk bangsa Sepanyol yang mengintruksikan Magellan dan Portugal untuk mencari lada di Banten pada tahun 1519.

Pulau Panaitan. Vietnam.1590 Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir 1605 . Peta ini dibuat pada tahun 165 M. Syarif Makkah saat itu. 1978: 21-38).1570 Maulana Yusuf 1570 . Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. Taiwan dan Jepang.) Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad 1640 . India. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India.1640 (dianugerahi gelar tersebut pada tahun 1048 H (1638) oleh Syarif Zaid. terus melalui Laut Tiongkok Selatan sampai ke Cina (Yogaswara. India dan Cina adalah dengan diketemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. Dengan armadanya yang kuat akhirnya Banten mampu berdagang langsung dengan Mekkah. kemudian menyusuri pantai barat Sumatra. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27 . Selat Sunda. saat kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa Abulfathi Abdul Fatah dan Sultan Haji Abunhasr Abdul Kahhar.14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). Kesultanan Banten memasuki persaingan perdagangan lada internasional yang sangat ramai pada kurun waktu antara tahun 1651 dan tahun 1672 sampai VOC (Belanda) merebut Banten pada tahun 1682. Siam. Daftar pemimpin Kesultanan Banten y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y y Sunan Gunung Jati Sultan Maulana Hasanudin 1552 . ujung utara Sumatra. dan bangsa Inggris dipercaya untuk membangun armada tersebut. Kamboja. Vietnam.pembangunan armada kapal dagangnya dengan model seperti kapal-kapal Eropa.1687 Abdul Fadhl / Sultan Yahya (1687-1690) Abul Mahasin Zainul Abidin (1690-1733) Muhammad Syifa Zainul Ar / Sultan Arifin (1750-1752) Muhammad Wasi Zainifin (1733-1750) Syarifuddin Artu Wakilul Alimin (1752-1753) Muhammad Arif Zainul Asyikin (1753-1773) Abul Mafakir Muhammad Aliyuddin (1773-1799) Muhyiddin Zainush Sholihin (1799-1801) Muhammad Ishaq Zainul Muttaqin (1801-1802) Wakil Pangeran Natawijaya (1802-1803) Aliyuddin II (1803-1808) Wakil Pangeran Suramanggala (1808-1809) Muhammad Syafiuddin (1809-1813) Muhammad Rafiuddin (1813-1820) 41 .1580 Maulana Muhammad 1585 .1650 Sultan Ageng Tirtayasa 1651-1680 Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji) 1683 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->