Pengantar Struktur Aljabar 2

HOMOMORFISMA NATURAL

A. Pendahuluan Pembahasan dalam pertemuan ini sangat tergantung dengan pemahaman materi-materi sebelumnya, terutama tentang ring factor dan homomorfisma. Selain itu, harus dingat kembali homomorfisma natural pada group. Pembahasan dalam modul ini dimulai dari mengingatkan kembali bahwa setiap homomorfisma pasti dapat ditentukan kernelnya, dan kernel pastilah ideal, sehingga selalu dapat dibentuk ring faktor. Selanjutnya akan dibentuk pengaitan baru dari domain homomorfisma ke ring factor yang dibentuknya, sehingga terbentuklah homomorfisma baru yang disebut homomorfisma natural Diharapkan para mahasiswa mampu : - Menentukan homomorfisma natural - Menjelaskan homomorfisma natural - Membuktikan bahwa homomorfisma natural merupakan epimorfisma B. Homomorfisma Natural Teorema 1: Misalkan R suatu Ring dan I ideal dari R. jika didefinisikan suatu

pengaitan R : R €p R/I oleh R(x) = x + I untuk setiap x dalam R, maka R merupakan epimorfisma. Biasanya R disebut homomorfisma natural. Bukti : Akan ditunjukkan R merupakan fungsi, surjektif dan homomorfisma, sebagai berikut :

Pertemuan 11

41

(b + I) = R(a) .Pengantar Struktur Aljabar 2 i) R fungsi Ambil sebarang a. b  R dengan a = b maka a + I = b + I atau R(a) = v(b).b) + I = (a+ I) . jadi R surjektif iii)R homomorfisma Ambil sebarang a. R(b) Teorema 2 : Jika f adalah homomorfisma dari R ke R¶ maka ker(f) = {x  R | f(x) = e0¶. eo¶ elemen netral dalam R¶} adalah ideal dari R.b) = (a. b  G R(a+b) = (a+b) + I = (a+ I) + (b + I) = R(a) + R(b) R(a. sehingga dapat dibuat homomorfisma natural dari R ke R/ker(f) Tugas Kelompok : Mahasiswa membuat contoh homomorfisma dengan berbagai karakteristik : Pertemuan 11 42 . jadi R adalah fungsi ii) R surjektif Ambil sebarang y  R/I maka y = x + I = R(x) untuk suatu x  R.

TEOREMA FUNDAMENTAL HOMOMORFISMA RING C. homorofisma yang 1-1 tetapi tidak pada 3. homomorfisma yang tidak 1-1 dan tidak pada 2. mampu : Pertemuan 11 43 . dicari kernelnya dan dibentuk homomorfisma natural. terutama tentang Ring factor. homomorfisma tidak 1-1 dan pada 4. Selanjutnya akan dibentuk pengaitan baru dari Ring factor yang dibentuknya ke kodomain homomorfismanya. Diharapkan para mahasiswa setelah mempelajari pada pertemuan ini.Pengantar Struktur Aljabar 2 1. dan kernel pastilah ideal. Pembahasan dalam modul ini dimulai dari mengingatkan kembali bahwa setiap homomorfisma pasti dapat ditentukan kernelnya. karena memiliki kemiripan dalam pembentukan maupun pembuktiannya. yaitu homomorfisma awal akan sama dengan komposisi fungsi dari homomorfisma baru yang dibentuknya dengan homomorfisma natural. homomorfisma baik epimorfisma maupun monomorfisma dan juga homomorfisma natural yang dibentuknya. Pendahuluan Pembahasan dalam pertemuan ini sangat tergantung dengan pemahaman materi-materi sebelumnya. sehingga terbentuklah homomorfisma baru yang memenuhi diagram komutatif. sehingga selalu dapat dibentuk Ring faktor. Kalian juga harus mengingat kembali teorema Fundamental Homomorfisma Grup. homomorfisma 1-1 dan pada selanjutnya dari contoh yang dibuat.

Menentukan homomorfisma baru yang memenuhi diagram komutatif .Pengantar Struktur Aljabar 2 . 1-1 dan tidak pada.Membuktikan teorema fundamental homomorfisma Ring dengan berbagai kasus (hom0morfisma awal : tidak 1-1 dan tidak pada. maupun 1-1 dan pada) Pertemuan 11 44 .Menjelaskan teorema fundamental homomorfisma Ring . tidak 1-1 tetapi pada.

J = Q rR dikatakan bahwa diagram di atas adalah komutatif Bukti : Akan ditunjukkan Q merupakan fungsi. diambil im(J) saja ) Catatan : 1. maka Q isomorfisma. 1-1. surjektif dan homomorfisma dari R K ke J(R) sebagai berikut : iv) Q fungsi Pertemuan 11 45 . maka J(R)= im(J ) adalah suatu ring (karena im(J) subring di R¶) dan dibentuk fungsi Q : R K p im(J) diberikan oleh : Q (x +K) = J(x). Teorema Fundamental Homomorfisma Ring Teorema 3 : Diketahui J : R p R¶ adalah homomorfisma dengan kernel(J )= K. Q merupakan isomorfisma dari R K ke J(R)=im(J) BUKAN ke R¶ karena belum tentu J(R) = R¶. 2. untuk setiap (x+K) diagram alur berfikir : J (diket) homo R R(diket) homonatural R K R/K . jika J adalah epimorfisma yang berarti J(R)=im(J) = R¶ maka Q (x+K) = J(x) adalah isomorfisma dari R K ke R¶ 4.Pengantar Struktur Aljabar 2 D. J(R)=im(J) Q (dibuktikan) ( pada R¶. Q (x+K) = J(x) adalah monomorfisma dari R K ke R¶ 3.

b+K  R K dengan Q(a+K) = Q(b+K). Pertemuan 11 46 . x+K  R K sehingga y = Q(xK). akan ditunjukkan a+K = b+K.Pengantar Struktur Aljabar 2 Ambil sebarang a+K. jadi y  J(R).+)) sehingga J( a ± b) = 0¶ J( a) ± J(b) = 0¶ J( a) = J(b) Q(a+K) = Q(b+K) jadi Q adalah fungsi v) Q satu-satu (1-1) atau injektif Ambil sebarang a+K. b+K  R K dengan a+K = b+K a+K = b+K maka a ± b  K (karena K = kernel J subring sehingga merupakan subgroup dari (R. sehingga x+K  R K . sebagai berikut : Q(a+K) = Q(b+K) J( a) = J(b) J( a) ± J(b) = 0¶ J( a ± b) = 0¶ a±bK a+K = b+K Catatan : Dalam pembuktian Q injektif bukan karena J juga injektif sebab J belum tentu injektif) vi) Q surjektif Ambil sebarang y  J(R) maka y = J(x) = Q(x+K) untuk suatu x  R. definisi Q dikalikan J( a)-1 J homomorfisma definisi kernel J sifat subgrup (karena K subgroup) 0¶ elemen netral dalam R¶ J homomorfisma ditambahkan J(b) definisi Q.

homomorfisma 1-1 dan pada Pertemuan 11 47 .Pengantar Struktur Aljabar 2 dengan kata lain Q surjektif vii) Q homomorfisma Ambil sebarang a+K. homomorfisma tidak 1-1 dan pada 4. b+K  R K Q [(a+K)+(b+K)] = Q [(a+b)+K] = J (a+b) = J(a)+ J(b) = Q(a+K)+ Q(bK) Teorema 4 : jika J : R p R¶ adalah Epimorfisma dengan kernel(J)= K maka pengaitan Q : R K p R¶ diberikan oleh : J R R R K (a+K)+(b+K) = (a+b)+K definisi Q J homomorfisma definisi Q R¶ Q Q (x+K) = J(x) merupakan isomorfisma. homomorfisma yang tidak 1-1 dan tidak pada 2. homorofisma yang 1-1 tetapi tidak pada 3. Selanjutnya dikatakan R K isomorfik dengan R¶ dinotasikan R K } R¶ Bukti : sebagai latihan mahasiswa Tugas Kelompok : Dengan teorema fundamental homomorfisma ring maka bentuklah homomorfisma natural dan isomorfisma yang dibentuk dari homomorfisma dengan ketentuan 1.