P. 1
Makna Tauhid Kepada Allah

Makna Tauhid Kepada Allah

|Views: 406|Likes:
Published by Chanifah Siti

More info:

Published by: Chanifah Siti on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2014

pdf

text

original

Makna Tauhid kepada

Allah (tauhidullah)
APR 11
Posted by chekie
PENDAHULUAN
Syahadatain merupakan dasar terpenting untuk tegaknya totalitas Islam. Islam tidak
akan tegak kalau rukun-rukunya (rukun Islam) tidak tegak, sementara rukun-rukun yang
empat (sholat, zakat, puasa dan haji) tidak akan tegak jika syahadatain tidak tegak secara
sempurna. Bahkan tidak ada Islam sebelum adanya syahadatain.
Syahadatain melambangkan jiwa totalitas Islam, laksana nyawa yang merupakan nadi
seluruh tubuh manusia. Seluruh anggota tubuh manusia tidak akan bisa berfungsi sebagai
seorang manusia yang hidup kalau nyawanya telah tiada. Begitu juga kalimat Laa ilaha
illallah Muhammadu Rasulullah, merupakan ruh setiap aspek ajaran Islam.
Dengan demikian setiap amalan seseorang muslim yang tidak didasari dengan hanya
karena Allah ibarat menanam benih yang mati, yang tiada akan pernah tumbuh dan
berbuah. Dan oleh karena itu setiap amal kebajikan orang-orang kafir tidak ada harganya di
sisi Allah karena dianggap sebagai bangkai; Allah berfirman,
´Dan Kami hadapi segala amal (baik) yang telah mereka kerjakan, lalu kami jadikan
amal itu (bagaikan) debu yang berterbanganµ.(25:23).
´Dan orang-orang kafir (tidak beriman), amal-amal mereka laksana fatamorgana di
tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya
air itu, ia tidak mendapatinya suatu apapun. Dan didapati ketetapan Allah di sisinya, lalu
Allah memberitakan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup dan Allah adalah
sangat cepat perhitungan-Nyaµ. (24:39).
Seorang muslim, betapapun dia banyak amal kebajikannya, tetapi jika tidak didasari
dengan ruh syahadatain, maka amal kebajikannya menjadi sia-sia di sisi Allah,
sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, ´Sesungguhnya pekerjaan itu tergantung pada
niatnya, dan sesuatu pekerjaan seseorang terletak pada niatnya. Barang siapa yang niat
hijrahnya (jihadnya) karena Allah dan RasulNya, maka ia dianggap hijrah kepada Allah dan
RasulNya. Dan barang siapa yang berhijrah (berjihad) karena ingin dapat bagaian dunia
ataupun menginginkan wanita, maka ia akan dapatkan apa yang ia hijrah (niatkan)µ. (HR.
Bukhori)
Mengingat bahwa syahadatain merupakan pintu gerbang bagi seseorang untuk masuk
Islam dan syahadatain adalah dasar diterima atau ditolaknya amal seseorang di sisi Allah ,
disamping ¶ilmu dan keikhlasan dalam amal tersebut. Maka menjadikan penting bagi kita
untuk memahaminya atau meluruskan pemahaman kita terhadap makna kalimat tersebut
agar keimanan kita menjadi benar dan mantap.
III. MAKNA LAA ILAHA ILLALLAH ( )
1. Tinjauan Struktur Kalimat
Kalimat tauhid Laa ilaha illallah ( ) terdiri dari rangkain kalimat
sebagai berikut:
a). La ( )
Sebagai huruf nafi ( ) yang berfungsi menghapus/meniadakan sama sekali
jenis Ilah dan menetapkan Allah sebagai satu-satunya ilah.
b). Ilaha ( )
Sebagai kalimat (janis) yang ditiadakan (dinafikan), disebut al manfi ( ).
Sehingga bila dirangkaikan kedua kalimat tersebut : laa ilaha ( ) mempunyai
pengertian: meniadakan/menghapuskan sama sekali terhadap segala macam, bentuk dan
jenis ilah, seperti halnya kalimat la tho·ama( ) mempunyai pengertian: ´Tidak ada
sama sekali makanan (jenis apapun)µ.
c). Illa ( )
Sebagai kalimat pengecualian di sebut istitsna ( ) yang berfungsi itsbat
( ) artinya menetapkan.
d). Allah ( )
Sebagai kalimat yang dikecualikan disebut al mustaatsna( ) dari segala
bentuk ilah yang ditiadakan.
Jadi kalau keseluruhan kalimat tersebut dirangkai menjadi laa ilaha ( )
akan mengandung pengertian ´Tiada sesuatu apapun yang patut di-ilahkan (dijadikan ilah)
kecuali hanyalah Allah satu-satunya yang wajib disembahµ. Dengan demikian dari uraian
diatas dapat dipahami bahwa bisa jadi seseorang itu menjadikan ilah selain daripada Allah.
Untuk itu dalam pembicaraan selanjutnya perlu kiranya dibahas tentang apa yang dimaksudkan
dengan ilah ( ) tersebut.
2. Ma·na ´Ilahµ ( )
Secara bahasa kata ilah ( ) berasal dari alaha ( ) yang memiliki beberapa
pengertian yang saling terkait satu sama lain, yaitu:
- Tenang dengannya
- Minta pertolongannya (perlindungnnya)
- Mencintainya
- Rindu padanya
- Beribadah kepadanya
Dalam Al Qur·an dijelaskan dalam (13:28 / 72:61 / 2:165 / 2:67)
{««««.minta tolong menyertakan tulisan arab-nya««««««««}
Sebagaimana dalam ungkapan-ungkapan:
- ´Aku merasa tenang kepada si Fulanµ
- ´Seseorang memerlukan pertollongan dari kesusahan yang dialaminyaµ
- ´Memfokuskan kepada seseorang karena ia terlalu mencintainyaµ
- ´Anak unta mencari (merindukan) ibunya karena ia terpisahµ
- ´Beribadatµ
Kaidah dalam bahas Arab menetapkan bahwa setiap kalimat yang mempunyai pertalian
merupakan satu rangkaian makna yang satu sama lainnya saling berkaitan. Misalnya kita tidak
meminta pertolongan kepada seseorang yang tidak kita anggap akan mengasihi kita dan lebih
kuat dari kita. Begitupun ilah ( ), yang menunjukan sifat sebagai berikut :
- yang dapat memberikan ketenangan
- yang dapat memberi pertolongan, perlindungan
- yang dapat memberikan rasa cinta
- yang dapat membangkitkan perasaan rindu
- yang disembah.
Adapun ilah ( ), bentuk masdar dari kata alaha ( ) yang mempunyai
pengertian sembah memiliki dasar kata ¶abada( ) , yang mengandung makna :
- Al ¶abdu ( ), berarti Dialah yang menjadi raja dan pemimpin seluruhnya.
- Al ¶ibadah ( ), berarti taat serta merendahkan diri.
- Al-Mu·abbadu ( ), berarti yang disembah, yang dimuliakan, yang diagungkan..
- ¶Abada bihi ( ), berarti menghambakan diri dan harus minta tolong
kepadanya.
Kalau kita perhatikan, makna yang berbeda dalam setiap komponen tersebut terdapat
pertalian umum satu sama lainnya, yaitu pengertian pengabdian. Orang yang mengabdikan
diri kepada Allah, ia pasti membesarkan Allah, merendahkan diri kepadaNya dalam seluruh
kehidupannya. Maka perkataan ma·bud ( ) memberi arti :
- Maha Kuasa
- Maha Raja
- Yang ditaati
- Maha Agung
- Tempat bergantungya semua Makhluq
Sehingga dari uraian diatas, pengertian ilah ( ), sebagaimana yang didefinisikan
oleh Ibnu Taymiyyah rahimahullah adalah: ´Ilahadalah sesuatu yang dicondongi / dicenderungi
oleh hati dengan dicintai, ditakuti, diharapkan, dan yang sejenisnyaµ.
3. Ma·na ´Laa ilaha illallahµ ( )
Dari uraian di atas, maka dapat kita pahami bahwa apabila kita mengikrarkan kalimat
tauhid Laa ilaaha Illallah ( ); berarti kita telah bersumpah, berjanji dan
berikrar bahwa Allah-lah satu-satunya yang kita Ilah-kan, Allah-lah satu-satunya dzat yang kita
Ibadahi dan Allah-lah satu-satunya dzat dimana kita mengabdi. Dengan kata lain, apabila kita
mengikrarkan kalimat tauhid laa ilaaha Illallah, mempunyai pengertian bahwa:
Pertama, kita memahami dan mengikrarkan bahwa Allah SWT itu adalah satu-satunya:
- Pencipta ( )
- Pemberi rizki ( )
- Yang menghidupkan ( )
- Yang mematikan ( )
Kedua, kita meyakini dan menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat/tujuan:
- Penghambaan ( )
- Ketaatan ( )
- Pemberi hukum ( )
- Permohonan pertolongan ( )
- Perlindungan ( )
- Pengharapan ( )
Dari seluruh uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kalimat tauhid Laa
ilaha Illallah ( ) itu juga mengandung pengertian antara lain. :
1. Tiada Pencipta kecuali Allah
2. , Tiada Pemberi rizqi kecuali Allah
3. , Tiada Pengatur kecuali Allah
4. , Tiada Pemberi Hukum (yang Maha bijaksana) kecuali Allah
5. , Tiada Pelindung kecuali Allah
6. , Tiada yang menjadi Tujuan kecuali Allah
7. , Tiada Yang diibadahi (tempat mengabdi) kecuali Allah
IV. MAKNA MUHAMMADUR RASULULLAH ( )
Syahadatur rasul merupakan kesaksian kita, pengakuan dan keimanan kita kepada
Muhammad bin Abdillah SAW sebagai rasul/utusan dan Nabi Allah SWT. Karena Allah itu
pencipta Yang Maha Tahu akan kelemahan-kelemahan ciptaannya, maka dalam rangka
menjalankan tugasnya di bumi (untuk menghamba / mengabdi dan menjadi kholifah),
maka manusia diberikan petunjuk yang dikenal sebagai risalah Islam (Al Quran). Maka untuk
menyampaikan petunjuk/wahyu tersebut diutuslah Muhammad sebagai penyampai risalah (5:67
/ 72:26-28) sekaligus menjadi contoh/teladan satu-satunya (51:21) dalam pelaksanaan
petunjuk (risalah Islam) tersebut.
Dengan kata lain, Ikrar/syahdat kedua ini adalah merupakan janji/sumpah kita untuk
menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai satu-satunya teladan/contoh dalam kehidupan
yang kita jalani agar sampai pada penghambaan kepada Allah yang benar dan sempurna.
Firman Allah:
- ´Apa yang diberikan Rasul kepadamu hendaklah kamu ambil, dan apa yang dilarangnya
hentikanlahµ. (59:7)
- ´Siapa yang patuh kepada Rasul sesungguhnya ia telah patuh kepada Allahµ. (4:80).
V. KESIMPULAN
Dari uraian diatas, maka dapatlah disimpulkan bahwasannya seseorang yang benar-
benar mengikrarkan keislamannya melalui syahadatain akan memiliki ciri kehidupan yang
khas. Yang pertama kali dapat dilihat adalah, dia akan berdiri atas dasar penghambaan
dirinya kepada Allah SWT semata dalam seluruh persoalan. Dimana penghambaan dirinya
ini terlambang dalam konsepsi kepercayaan, demikian juga dalam upacara peribadatan,
sebagaimana juga terlambang dalam peraturan hukum.´Katakanlah: Sesungguhnya
sembahyangku, ibadatku, kehidupanku, kematianku, semuanya hanyalah bagi Allah Tuhan
sekalian alam. Ia tidak berserikat. Demikianlah saya diperintah. dan saya adalah orang
pertama islamµ. (6:162-163).
Reference:
1. Depag RI, ´Alqur·an Terjemah dan Tafsirµ
2. Yusuf Al-Qordhawi, Dr. ´Fatawa Qardhawiµ
3. Said Hawwa,Dr. ´Al-Islamµ
4. Al Maududhi , µ Konsep Ketuhanan ´.
http://kiflipaputungan.wordpress.com/2010/04/11/makna-tauhid-kepada-allah-tauhidullah/





TAUHIDULLAH (Menghayati Kehadiran Allah)
Pengertian Tauhidullah
Tauhidullah merupakan akumulasi kesadaran akan fakta bahwa alam berasal dari dan
kembali kepada Allah. Semua bergerak menuju kesempurnaan sesuai dengan kodrat-Nya.
Karena itu, tauhidullah harus diartikan menempatkan dan memperlakukan Allah sebagai satu-
satunya rujukan dan sandaran dalam seluruh gerak dan diam manusia.
Syahadat berarti bahwa seluruh kenyataan, gerak, dan diamnya merupakan kesaksian dan
perwujudan Tauhidullah. Karena itu, fikiran dan kesadaran manusia harus senantiasa bertemu
dengan kehadiran dan harapan-Nya. Pertemuan inilah yang sesungguhnya dapat memberi
jaminan keberuntungan, keamanan, kesenangan, dan ketenangan.
Menempatkan Allah sebagai satu-satunya sentral, tidak berarti bahwa manusia harus
mereduksi kemanusiaannya. Islam adalah sebuah humanisme yaitu agama yang
mementingkan manusia sebagai suatu kepentingan utama. Humanisme Islam adalah
humanisme teosentris, yakni yang merunjukkan prinsip dan nilai-nilainya pada Tuhan, tapi
mengarahkan perjuangannya pada manusia, untuk kemulyaan peradaban dan kebahagiaan
hidup manusia di bawah kesadaran akan keterarahan kepada-Nya.
Tauhidullah merupakan kekuatan tertinggi dan terkokoh yang pernah menggerakkan dan
mengarahkan kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya.Kalimatun sawa atau tauhidullah
merupakan satu-satunya benang merah yang membentang dan menyebrangi sepanjang
sejarah kerasulan. Tauhidullah telah mampu menggerakan para sahabat dan tabiin
sepeninggal nabi saw. Berekspansi ke berbagai penjuru dunia untuk menyebarkan Islam,
sehingga dalam waktu yang relatitif singkat Islam telah menjadi agama dunia.
Karena itu konsep ³percaya´, yang sering digunakan untuk mengartikan konsep iman
atau akidah harus diartikan mempertaruhkan, menyandarkan dan mengarahkan segala sesuatu
hanya kepada Allah. Di sinilah tauhidullah (percaya) akan mampu melandasi, memaknai,
mengarahkan dan menggerakkan segala aktivitas secara lebih dinamis, dan pada gilirannya
akan mampu menumbuhkan optimisme, keberanian, ketenangan dan kesenangan. Begitu pula
konsep takwa, dalam perspektif akidah harus diartikan menghayati kehadiran dan keterlibatan
Allah dalam seluruh keadaan dan kenyataan yang dialami.
Sumber: Tim Dosen PAI UPI. 2004. Islam Doktrin dan Dinamika
Umat.Bandung: Value Press.
http://srinugraha.blog.upi.edu/tag/tauhidullah/



TAUHIDULLAH
A. LATAR BELAKANG
1. Tuuhld sebugul llmu yung belum udu zumun Rusulluluh, sebub Rusul uduluh cermln durl slkup bertuuhld. Rusululluh
ls իthe llvlng Qurըunլ.
2. Perkembungun llmu pengetuhuun menlmbulkun slkup posltlf dun negutlf. Mlsulnyu suluh puhum tentung tuqdlr,
menyebubkun uputlsme/futullsme.
3. Kepercuyuun udunyu Alluh uduluh իlnherenլ (ubudul). Fllrmun Alluh swt.:
-Musuluhnyu: bugulmunu mentuuhldkun Alluh?
-Iblls dun setun pun percuyu ekslstensl Alluh. Kurenu lrl utus penclptuun munuslu, muku dlu lngkurl (Al Buquruh:30),
dun flrmun Alluh swt.: Al Aըruf 172:
B. Tuuhld sebugul uqlduh Islum
1. A|urun semuu Rusul terduhulu uduluh tuuhld : Nubl Nuh (Al Aըruf:59), Nubl Hud (Huud:50), Nubl Shullh (Huud:61),
Nubl Syuըulb (Huud:84), Nubl Musu (Thuhu:13-14), Nubl Ibruhlm (AL Buquruh 233), Nubl Isu (Al Mulduh:13):
2. Munlfestusl Tuuhld:DALAM SEMUA ASPEK KEHIDUPAN (dulum lbuduh, muncurl nufkuh, pendldlkun, slkup,
hldup, ucupun sehurl-hurl, sepertl:
Iluh dun Alluh dulum Al Qurըun dlsebutkun 100x
իIluh utuu Tuuhun uduluh sesuutu yung dlunggup pentlng oleh munuslu sedemlklun rupu sehlnggu munuslu ltu
memblurkun dlrlnyu dlkuusul utuu dldlmlnlr oleh Tuhun (sesuutu) tersebutլ. Judl Tuhun ltu blsu unuk , lstrl , |ubutun,
llmum kekuyuun dsb.
C. Allrun-ullrun Teologl Islum
1. Sylըuh : kelompok yung terlulu mengugungkun All.
Pokok-pokok ullrun:
u. All luh yung henduk men|udl khullfuh sepenlnggul Rusululluh.
b. All muըshum durl dosu.
c. Percuyu dun tuut All Termusuk rukun Imun
d. Menoluk hudlts-hudlts non Imum.
e. Imumuh termusuk rukun ugumu.
2. Muըtuzlluh, plmplnunyu: Wushll bln Athuը
Pokok-pokok plklrun:
u. Kedudukun dlunturu duu kedudukun
b. Muը mln yung berdosu besur, tlduk kuflr dun tlduk muըmln.
3. Wldhutul Wu|ud (Muu|usslmuh), tokohnyu: Muhummud bln Korum As-Sl|ltunl.
Pokok-pokok plklrun:
Munyutunyu Tuhun dengun dlrl humbu-Nyu.
4. Jubburlyuh, tokohnyu: Juhun bln Syufwun
Pokok-pokok plklrun:
u. Munuslu terpuksu, sepertl robot hunyu meluksunukun progrum yung teluh dlslupkun.
b. Alluh tlduk memlllkl slfut, hunyu memlllkl dzut
c. Al Qurըun ltu hudlts (buru)
d. Surgu dun neruku ukun lenyup, kerenu mukhluk.
5. Qudurlyuh, tokohnyu: Muըbuh Al-Juuhurl Al- Blshrl.
Pokok-pokok plklrun:
u. Munuslu otonom, menentukun dlrl sendlrl
b. Alluh tlduk tuhu upu yung dlperbuut munuuslu.
6. Asyuըurlyyuh , tokohnyu Abu Husun Al-Asyըurl
Pokok-pokok poklrun:
Gubungun ullrun Jubburlyug dub Qudurlyuh
7. Mur|lըuh
Pokok-pokok plklrun:
u. Muըmln yung berdosu, terseruh Alluh
b. Muըslyut tlduk berpenguruh terhuduput kelmunun dun sebullknyu.
D. Mucum-mucum Tuuhld
1. Tuuhld Rubublyuh (Rukun Imun)
2. Tuuhld Uluhlyuh (Rukun Islum)
3. Tuuhld Slfutlyuh
4. Tuuhld Iըtlkudlyuh
5. Tuuhld Quullyuh
6. Tuuhld Amullyuh.
http://andiezittelkom.wordpress.com/2009/11/15/genia-festivaltauhidullah/
TAUHIDULLAH


A. Definisi Tauhid
Kata "tauhid" di dalam bahasa Arab berasal dari kata (wahhada ± yuwahhidu - tauhidan), dan
makna (wahhadasy syai'a) yaitu menjadikan (sesuatu) satu-satunya, dan semuanya berasal dari kata
(wahidun) yang berarti satu atau tunggal.
Adapun menurut arti dalam syari'at maka makna tauhid bila dimutlakkan maksudnya adalah
menyendirikan / mengesakan Allah dalam beribadah kepadanya. Adapun pengertian secara lebih luas
lagi adalah menyendirikan / mengesakan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan bagi
Allah, baik dalam hal rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, maupun asma' (nama-nama) dan sifat-sifat
Nya, dan tidak ada sekutu bagi Allah dalam semua hal tersebut.

B. Macam-macam Tauhid
Dari definisi diatas kita dapatkan bahwa mentauhidkan Allah itu meliputi tiga hal yang merupakan
kekhususan / keistimewaan bagi Allah, yaitu:
Tauhid Rububiyyah
Tauhid Uluhiyyah
Tauhid Asma' Wa Shifat
Ketiga macam tauhid ini terkumpul dalam firman Allah yang artinya"Robb (yang menguasai) langit
dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya, maka sembahlah dia dan teguh hatilah dalam
beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (Allah yang
patut disembah)?" [QS. Maryam: 65].

Adapun perincian ketiga macam tauhid tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tauhid Rububiyyah
Yaitu menyendirikan / mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatan-Nya, seperti menciptakan,
menguasai, mengatur, dan yang lainnya dari perbuatan-perbuatan Allah yang tidak ada sekutu dan
tandingan bagi Allah dalam hal tersebut.Maka makna menyendirikan / mengesakan Allah dalam hal
penciptaan yaitu seseorang meyakini bahwasanya tidak ada pencipta selain Allah. Allah
berfirman yang artinya :
"Ingatlah (ketahuilah) menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah."
[QS. Al-A'raaf: 54].
Dan dalam ayat lain Allah berfirman: "Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki
kepada kalian dari langit dan bumi?" [QS. Faathir: 3].
Sedangkan penetapan adanya pencipta selain Allah seperti dalam firman-Nya:
"Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik (diantara para pencipta)." [QS. Al-Mu'minuun:
14].
Maka itu bukanlah penciptaan yang hakiki, yakni bukan mengadakan sesuatu setelah tidak ada, tetapi
penciptaan dalam bentuk merubah sesuatu dari satu keadaan ke keadaan yang lain, dan itupun tidak
sempurna mencakup segala sesuatu, tetapi terbatas pada apa yang dimampui oleh manusia,
terbatas pada ruang lingkup yang sempit. Adapun makna menyendirikan/mengesakan Allah dalam
hal penguasaan (pemilikan)-Nya, yaitu kita meyakini bahwa tidak ada yang menguasai (memiliki)
seluruh makhluk kecuali penciptanya (yakni Allah), sebagaimana
dalam firman-Nya 'Azza wa Jalla:
"Dan hanya milik Allah-lah kerajaan (kekuasaan) langit dan bumi." [QS. Ali
'Imran: 189].
Dan juga firman-Nya :
Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya ada kekuasaan atas segala sesuatu?" [QS. Al-Mu'minuun:
88]
Sedangkan penetapan adanya kekuasaan/kepemilikan bagi selain Allah seperti dalam firman-Nya :
"kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka
dalam hal ini tiada tercela." [QS. Al-Mu'minuun: 6].
Dan seperti dalam firman-Nya :
"atau di rumah kalian yang kalian miliki kuncinya" [QS. An-Nuur: 61]. Maka itu semua adalah
kekuasaan/kepemilikan yang terbatas, tidak meliputi kecuali sedikit dari makhluk-makhluk. Jadi
seseorang hanya memiliki apa yang ada di tangannya dan tidak memiliki apa yang ada di tangan
orang lain. Dan juga dari sisi sifatnya, kekuasaan/kepemilikan tersebut bersifat terbatas, karena
seseorang tidaklah memiliki apa yang ada padanya secara sempurna, sehingga dia tidaklah bebas
mengaturnya kecuali atas dasar apa yang diijinkan oleh syari'at. Sebagai contoh misalnya: kalau
seseorang hendak membakar hartanya, atau menyiksa hewan piaraannya, maka kita katakan
kepadanya: tidak boleh. Sedangkan Allah,maka kekuasaan/kepemilikan-Nya meliputi segala sesuatu
(yang Dia ciptakan) secara sempurna.Adapun makna menyendirikan/mengesakan Allah dalam hal
pengaturan-Nya, yaitu seseorang meyakini bahwa tidak ada yang mengatur
kecuali Allah saja, sebagaimana dalam firman-Nya :
Katakanlah: "siapakah yang memberi rezki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang
menguasai pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang
mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dansiapakah yang mengatur segala urusan?"
Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "Mengapa kalian tidak bertakwa (kepada
Nya)? Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Robb kalian sebenarnya; maka tidak ada sesudah
kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kalian dipalingkan (dari kebenaran)?" [QS.
Yunus: 31-32].Sedangkan pengaturan manusia, maka hanya terbatas pada apa yang ada di tangannya,
dan juga terbatas pada apa yang diijinkan oleh syari'at dari apa yang ada di tangannya.Dan tauhid
rububiyyah ini tidak disangkal dan ditentang oleh orang-orang musyrikin - terdahulu -yang mana
Rasulullah diutus di tengah-tengah mereka, bahkan mereka mengakuinya, Allah berfirman:
Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "siapakah yangmenciptakanlangit dan bumi?",
niscaya mereka akan menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha
Mengetahui". [QS. Az-Zukhruf:9].
Maka mereka mengakui bahwa Allah adalah yang mengatur segalaurusan, dan bahwa Dia-lah yang
ditangan-Nya ada kekuasaan langit dan bumi Akan tetapi pengakuan mereka akan rububiyyah Allah
tidak memasukkan mereka ke dalam Islam, kecuali bila mengakui dua macam tauhid yang lainnya.
Karena ketiga macam tauhid tersebut adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan, siapa
saja yang tidak mengakui salah satu diantaranya maka belumlah benar keislamannya.

2. Tauhid Uluhiyyah
Yaitu menyendirikan/mengesakan Allah dalam ibadah, dan disebutjuga "tauhid ubudiyyah". Maka
yang berhak untuk diibadahi adalah Allah,sebagaimana dalam firman-Nya:
"Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak (untuk
disembah), dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah
yang batil." [QS. Luqman: 30].
Adapun ibadah itu sendiri mengandung dua pengertian:
Pertama: Beribadah yang berarti menundukkan/menghinakan diri kepada Allah dengan
melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dengan penuh rasa cinta dan
pengagungan kepada-Nya.Kedua: Jenis ibadah, yang maknanya adalah seperti yang dikatakan
oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah, yaitu: "Semua apa yang dicintai dan diridhoi oleh Allah, daripada
perkataan maupun perbuatan, yang lahir maupun yang batin". Dan menyendirikan/mengesakan
Allah dalam tauhid uluhiyyah ini mengharuskan seseorang menjadi hamba yang beribadah kepada
Allah semata,yang tunduk hanya kepada-Nya, dengan rasa cinta dan pengagungan kepada-Nya, serta
beribadah menurut syari'at yang telah Allah gariskan.
Allah berfirman:
"Janganlah kamu adakan sesembahan yang lain disamping Allah, agar kamu
tidak menjadi tercela dan terhina." [QS. Al-Israa': 22].
Dan Allah berfirman:
"Wahai manusia, sembahlah Allah yang telah menciptakan kalian dan
orang-orang sebelum kalian". [QS.Al-Baqarah: 21].
Maka yang bersendiri dalam hal penciptaan, dialah yang berhak untuk diibadahi dan disembah, yaitu
Allah.Dan tauhid uluhiyyah inilah yang diingkari dan ditentang oleh hampir kebanyakan manusia,
diantaranya orang-orang musyrikin dahulu -,oleh karena itu Allah mengutus para rasul-Nya, dan
menurunkan kitab-kitab-Nya kepada mereka. Allah berfirman:
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya:
"Bahwasanya tidak ada sesembahan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah oleh kalian akan
Aku." [QS.Al-Anbiya': 25].

3. Tauhid Asma' Wa Sifat
Yaitu menyendirikan/mengesakan Allah dalam apa yang Allah miliki dari nama-nama dan sifat-sifat-
Nya. Dan dalam hal ini terkandung duaperkara:
Pertama: Al-Itsbat (penetapan), yakni kita menetapkan semua nama dan sifat bagi Allah, dari apa
yang telah Allah tetapkan sendiri dalam kitab-Nya atau apa yang ditetapkan Rasul-Nya dalam
sunnahnya.
Kedua: Nafyul Mumatsalah (meniadakan penyerupaan/penyamaan), yaknibahwa kita tidak
menyamakan/menyerupakan Allah dengan selain-Nya dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya,
sebagaimana yang Allah firmankan:
"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia (Allah), dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Melihat." [QS. Asy-Syuura: 11].Maka ayat tersebut menunjukkan bahwa semua sifat-sifat-Nya tidak
ada satupun dari para makhluk-Nya yang menyerupainya/menyamainya.Dan tauhid asma' wa sifat
inilah yang sebagian umat Islam tersesat di dalamnya dan tercerai berai menjadi banyak golongan.
Maka diantara mereka ada yang mengikuti jalur ta'thil (menolak/meniadakan), yaknimeniadakan
sifat-sifat Allah, baik sebagian maupun keseluruhan, yang mereka mengira bahwa mereka
mensucikan Allah (dari kekurangan) dengan hal tersebut. dan diantara mereka ada yang mengikuti
jalur tamtsil (menyamakan/menyerupakan), yakni menyamakan atau menyerupakan sifat-sifat Allah
dengan sifat-sifat makhluk-Nya, dan mereka mengira bahwa diri merka mengetahui hakekat apa yang
Allah tetapkan dari sifat-sifat-Nya. Dan ada pula yang mengikuti jalur tahrif
(menyimpangkan/mengalihkan), yakni menyimpangkan/mengalihkan makna sifat-sifat Allah dari
makna asalnya "Istiwa' itu diketahui maknanya (dalam bahasa arab), adapun ketentuan hakekatnya
tidak dikethui, sedangkan mengimaninya wajib, dan bertanya tentang - ketentuan hakekat - nya
adalah bid'ah."
Adapun ahlus sunnah wal jama'ah, maka mereka mengimani dan menetapkan semua apa yang telah
Allah tetapkan sendiri di dalam kitab-Nya daripada nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan yang telah
ditetapkan oleh Rasul-Nya dalam sunnahnya, dengan tanpa tahrif, ta'thil, takyif, dantamtsil. Dan
tidak ada tempat bagi akal untuk menetapkan suatu nama atau sifat sebagaimana yang dilakukan oleh
banyak dari golongan-golongan sesat, yang karena penggunaan akal dalam hal ini itulah yang
menyebabkan mereka tersesat.
C. Disyari'atkannya Tauhid
Tauhid yang bila dimutlakan berarti penyendirian / pengesaan Allah dalam beribadah kepada-Nya,
adalah agama yang dibawa oleh para nabi dan rasul, khususnya semenjak nabi Nuh yang awal
kesyirikan muncul pada masanya sampai kepada nabi kita Muhammad, dimana tidak ada seorang
rasulpun yang Allah utus kepada manusia kecuali mengajak umatnya untuk mentauhidkan
(mengesakan) Allah dalam beribadah kepada-Nya dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya.
Allah berfirman:
"dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah
Allah (saja), dan jauhilah thagut (segala apa yang disembah selain Allah)". [QS.An-Nahl: 36].
Dan juga sebagaimana dalam ayat terdahulu, Allah berfirman:
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan
kepadanya: "Bahwasanya tidak ada sesembahan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah oleh
kalian akan Aku." [QS.Al-Anbiya': 25]. Maka tauhidullah merupakan syari'at Allah ysng paling agung
yang diwajibkan atas semua umat dan setiap manusia sampai hari kiamat. Dan Rasulullah ?
memerangi orang-orang musyrikin karenanya agar mereka mau bersaksi bahwa tidak ada
sesembahan yang hak kecuali Allah, sebagaimana tersebut dalam salah satu hadits:
"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan
(yang hak) kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah." (HR. Bukhary dan Muslim).
Dan mentauhidkan Allah dalam beribadah kepadanya merupakan hikmah asal penciptaan jin dan
manusia, sebagaimana Allah berfirman:
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (saja)." [QS. Adz-
Dzaariyaat: 56].
Dan Allah juga berfirman:
"Hai manusia, sembahlah Robb kalian (saja) yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum
kalian", sampai firman-Nya:
"maka janganlah kalian menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah (dalam beribadah kepada-Nya),
padahal kalian mengetahui." [QS. Al-Baqarah:21-22].
Maka dengan demikian wajib atas setiap muslim untuk mempelajari tentang tauhid yang merupakan
awal yang harus dia tuntut untuk kemudian dia realisasikan dalam pengamalan dan peribadahannya,
Allah berfirman:
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada sembahan (yang hak) melainkan Allah, dan
mohonlah ampunan bagi dosamu".
Dan mempelajari pula tentang kesyirikan dan macam-macamnya untuk dia jauhi dan agar tidak
terjatuh ke dalamnya. Maka tauhid adalah yang teragung diantara perintah-perintah Allah yang
diwajibkan atas manusia.

D. Kewajiban Menyeru Kepada Tauhid
Tatkala seseorang telah mengetahui dan mengamalkan tauhid, maka wajib baginya untuk
menyampaikan dan mengajarkannya kepada yang lain daripada manusia yang belum mengerti
tentang tauhid tersebut, sehingga dia menempatkan dirinya dalam barisan para nabi dan rasul yang
telah sama-sama mengemban risalah tauhid yang agung ini, dan khususnya adalah menjadi pengikut
Rasulullah , sebagaimana dalam firman Allah :
Katakanlah: "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku menyeru (kalian) (untuk
beribadah) kepada Allah diats hujjah yang nyata."[QS.Yusuf: 108].
Dan manakala tauhid merupakan awal yang harus dipelajari oleh setiap manusia, maka berarti ia
adalah awal yang harus didakwahkan kepada manusia sebagimana apa yang didakwahkan oleh para
rasul, yaitu menyeru agar manusia beribadah kepada Allah saja:
"Sembahlah (ibadahilah) Allah, sekali-kali tidak ada sembahan bagimu selain Dia." [QS. Huud: 50]
Dan Rasulullah tatkala mengutus Muadz bin Jabal ke negeri Yaman, beliau berkata kepada Muadz:
"Sesungghunya kamu akan mendatangi satu kaum dari ahlul kitab, maka hendaklah yang pertama
kamu seru mereka (agar mereka) bersaksi bahwa tidak ada sembahan (yang hak ) kecuali Allah)) [HR.
Bukhary dan Muslim], dan dalam salah satu riwayat Bukhary (dengan lafal): "agar mereka
mentauhidkan Allah (dalam beribadah kepada-Nya)".
Demikianlah jalan yang ditempuh oleh para rasul dalam dakwah mereka, yaitu bahwa mereka
mendahulukan dan memulai dakwahnya dengan tauhid. Dan adalah Rasulullah selama kurang lebih
tiga belas tahun berdakwah di Mekkah, menyeru orang-orang Quraisy untuk mentahidkan Allah
dalam beribadah kepadanya dan melarang mereka dari penyembahan kepada berhala-berhala,
patung-patung, dan semua apa yang selain Allah, beliau
diperintahkan Allah untuk mengatakan:
Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Robb-ku dan aku tidak akan mempersekutukan
sesuatupun dengan-Nya." [QS. Al-Jin: 20].
Bahkan sampai hal itu terus dilanjutkan sampai setelah beliau ? berhijrah ke Madinah, beliau terus
mengajarkan dan mengingatkan umatnya akan tauhid sampai akhir hayat beliau.
Beliau bersabda:
"Janganlah kalian melebih-lebihkan (dalam mengagungkan) aku sebagaimana yang dilakukan kaum
nasrani tarhadap 'Isa putera Maryam, hanyasanya aku seorang hamba, maka katakanlah: Hamba
Allah dan Rasul-Nya." [HR. Bukhary dan Muslim].
Dan bahkan Rasulullah mengajarkan tauhid ini kepada para pengikutnya semenjak mereka kecil,
diantaranya beliau pernah berkata kepada Ibnu Abbas - yang waktu itu masih belia -:
"Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan jika kamu memohon pertolongan, mohonlah
pertolongan kepada Allah." (HR. At-Tirmidzy, beliau berkata: Hasan shahih).
Maka wajib atas setiap da'i yang menyeru manusia untuk memulai dakwahnya dengan mengajarkan
manusia tentang tauhid dan mengutamakannya diatas yang lainnya, apalagi di zaman sekarang yang
mana kesyirikan dengan berbagai bentuknya telah merajalela dan menyebar di tengah-tengah kaum
muslimin, yang sepertinya semua itu dianggap sebagai suatu hal yang biasa dan dianggap remeh oleh
mereka. Padahal kesyirikan tersebut akan menjerumuskan mereka dalam api neraka dan kekal di
dalamnya karenanya, Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah akan
mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, dan tidak ada seorang penolong pun
bagi orang-orang yang zhalim." [QS. Al-Maidah: 72].
Dan kesyirikan adalah dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah, sebagaimana dalam firman-Nya:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa kesyirikan (mempersekutukan sesuatu) dengan
Nya, dan akan mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya." [QS.
An-Nisaa': 116].

E. Keutamaan Dan Buah Dari Tauhid
Adapun keutamaan dan buah dari tauhid, maka diantaranya adalah:
1. Mendatangkan keamanan di akhirat dan petunjuk di dunia.
Allah berfirman:
"Orang-orang yang beriman an tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik),
mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanandan petunjuk." [QS. Al-An'aam: 82].
Dalam ayat ini Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang bertauhid bahwa
mereka akan mendapat keamanan dari siksa Allah di akhirat dan mereka akan mendapat petunjuk di
dunia. Semakin sempurna iman dan tauhid seseorang, maka akan semakin sempurna pula
keamanan dan petunjuk yang akan dia peroleh.
2. Tauhid adalah yang paling utama diantara cabang-cabang keimanan.
Rasulullah bersabda:
"Iman itu ada enam puluh sekian cabang: yang paling utama adalah perkataan 'Laa Ilaaha Illallah',
dan yang palingrendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang menyakitkan dari jalan." (HR.
Muslim).
3. Tauhid memasukkan pelakunya ke dalam surga.
Nabi bersabda:
"Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada sembahan (yang hak) kecuali Allah semata tidak ada
sekutu baginya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, dan bahwa 'Isa adalah hamba
dan rasul-Nya, dan kalimatnya yang Allah lemparkan kepada Maryam dan ruh dari-Nya (diantara
ruh-ruh yang Allah ciptakan), dan surga itu benar adanya, dan neraka itu benar adanya, niscaya Allah
akan memasukkannya ke dalam surga, apapun yang dia amalkan."[HR. Bukhary dan Muslim].
Maka Allah telah menjamin seorang yang bertauhid dengan surga-Nya, sebagaimana juga dalam
hadits yang lain Nabi bersabda:
"Barangsiapa yang bertemu Allah (dalam keadaan) tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun
maka dia akan masuk surga, dan barangsiapa yang bertemu Allah (dalam keadaan) mentekutukan-
Nya dengan sesuatu mka dia akan masuk neraka." [HR.Muslim].
4. Tauhid dapat menghapuskan dosa-dosa dan mendatangkan ampunan dari Allah.
Yaitu sebagaimana datang dalam hadits Qudsi, bahwa Allah berkata: "Wahai anak adam, jikalau kamu
datang kepadaku dengan membawa dosa seisi bumi, kemudian kamu menjumpaiku (dalam keadaan)
tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku akan mendatangimu dengan membawa
seisi bumi ampunan." [HR. At-Tirmidzy].
Demikianlah pembahasan ringkas tentang tauhid. Semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada kita
semua untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang bertauhid sehingga memperoleh yang telah Allah
janjikan kepada orang-orang yang beriman dan bertauhid daripada petunjuk, dan surga-Nya,
ampunan-Nya, serta keselamatan dari siksa api neraka. Amiin Yaa Robbal 'Aalamiin.

Referensi :
1.Al-Qoulul Mufid 'ala Kitab at-Tauhid, karya Syeikh Muhammad bin
'Utsaimin.
2. Minhaj al-firqotun Najiyah, karya Syeikh Jamil zainu.
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/4498

Mencintainya . yaitu: .Tenang dengannya . bentuk dan jenis ilah. Allah ( ) Sebagai kalimat yang dikecualikan disebut al mustaatsna( bentuk ilah yang ditiadakan. ) ) berasal dari alaha ( ) yang memiliki beberapa Secara bahasa kata ilah ( pengertian yang saling terkait satu sama lain. Ilaha ( ) ). La ( ) ) ) terdiri dari rangkain kalimat Sebagai huruf nafi ( ) yang berfungsi menghapus/meniadakan sama sekali jenis Ilah dan menetapkan Allah sebagai satu-satunya ilah. seperti halnya kalimat la tho·ama( sama sekali makanan (jenis apapun)µ.Rindu padanya . disebut al manfi ( Sehingga bila dirangkaikan kedua kalimat tersebut : laa ilaha ( ) mempunyai pengertian: meniadakan/menghapuskan sama sekali terhadap segala macam. Sebagai kalimat (janis) yang ditiadakan (dinafikan). Ma·na ´Ilahµ ( ) tersebut. MAKNA LAA ILAHA ILLALLAH ( 1. c).III. Untuk itu dalam pembicaraan selanjutnya perlu kiranya dibahas tentang apa yang dimaksudkan dengan ilah ( 2. Dengan demikian dari uraian diatas dapat dipahami bahwa bisa jadi seseorang itu menjadikan ilah selain daripada Allah. Jadi kalau keseluruhan kalimat tersebut dirangkai menjadi laa ilaha ( ) dari segala ) akan mengandung pengertian ´Tiada sesuatu apapun yang patut di-ilahkan (dijadikan ilah) kecuali hanyalah Allah satu-satunya yang wajib disembahµ. Tinjauan Struktur Kalimat Kalimat tauhid Laa ilaha illallah ( sebagai berikut: a).Minta pertolongannya (perlindungnnya) . d). b). Illa ( ) ) yang berfungsi itsbat ) mempunyai pengertian: ´Tidak ada ( Sebagai kalimat pengecualian di sebut istitsna ( ) artinya menetapkan.

yang dimuliakan. merendahkan diri kepadaNya dalam seluruh kehidupannya. yang mengandung makna : pengertian sembah memiliki dasar kata ¶abada( ). makna yang berbeda dalam setiap komponen tersebut terdapat pertalian umum satu sama lainnya.Maha Raja ) memberi arti : ).Al ¶ibadah ( . Misalnya kita tidak meminta pertolongan kepada seseorang yang tidak kita anggap akan mengasihi kita dan lebih kuat dari kita.. yang diagungkan. ia pasti membesarkan Allah.yang dapat memberi pertolongan.yang dapat memberikan ketenangan .yang dapat memberikan rasa cinta . bentuk masdar dari kata alaha ( ) yang mempunyai ) . ). Adapun ilah ( .yang dapat membangkitkan perasaan rindu .yang disembah. Maka perkataan ma·bud ( . berarti Dialah yang menjadi raja dan pemimpin seluruhnya.Maha Kuasa . perlindungan .´Beribadatµ Kaidah dalam bahas Arab menetapkan bahwa setiap kalimat yang mempunyai pertalian merupakan satu rangkaian makna yang satu sama lainnya saling berkaitan.Beribadah kepadanya Dalam Al Qur·an dijelaskan dalam (13:28 / 72:61 / 2:165 / 2:67) {««««.minta tolong menyertakan tulisan arab-nya««««««««} Sebagaimana dalam ungkapan-ungkapan: .. ). ). berarti yang disembah. Orang yang mengabdikan diri kepada Allah.¶Abada bihi ( kepadanya. yaitu pengertian pengabdian.´Seseorang memerlukan pertollongan dari kesusahan yang dialaminyaµ . Kalau kita perhatikan.´Memfokuskan kepada seseorang karena ia terlalu mencintainyaµ .´Anak unta mencari (merindukan) ibunya karena ia terpisahµ . Begitupun ilah ( ).´Aku merasa tenang kepada si Fulanµ . berarti menghambakan diri dan harus minta tolong . yang menunjukan sifat sebagai berikut : .Al ¶abdu ( . berarti taat serta merendahkan diri.Al-Mu·abbadu ( .

Tiada Pemberi rizqi kecuali Allah 3.Permohonan pertolongan ( Dari seluruh uraian diatas.Pemberi hukum ( . kita meyakini dan menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat/tujuan: . . dan yang sejenisnyaµ. Dengan kata lain.Penghambaan ( ) .Pencipta ( ) . ditakuti. maka dapat kita pahami bahwa apabila kita mengikrarkan kalimat tauhid Laa ilaaha Illallah ( ).Yang ditaati .Maha Agung . . maka dapat disimpulkan bahwa kalimat tauhid Laa 1. berjanji dan berikrar bahwa Allah-lah satu-satunya yang kita Ilah-kan. kita memahami dan mengikrarkan bahwa Allah SWT itu adalah satu-satunya: . Ma·na ´Laa ilaha illallahµ ( ) Dari uraian di atas. : ) ) ) . Allah-lah satu-satunya dzat yang kita Ibadahi dan Allah-lah satu-satunya dzat dimana kita mengabdi. Tiada Pelindung kecuali Allah 6. Tiada Pemberi Hukum (yang Maha bijaksana) kecuali Allah 5. mempunyai pengertian bahwa: Pertama. MAKNA MUHAMMADUR RASULULLAH ( ) . Tiada Pencipta kecuali Allah 2. 3.Perlindungan ( . .Yang mematikan ( ) ) Kedua. apabila kita mengikrarkan kalimat tauhid laa ilaaha Illallah.Ketaatan ( . . Tiada Yang diibadahi (tempat mengabdi) kecuali Allah IV. .Pemberi rizki ( ) . Tiada yang menjadi Tujuan kecuali Allah 7.Tempat bergantungya semua Makhluq Sehingga dari uraian diatas. .Pengharapan ( ilaha Illallah ( ) ) ) itu juga mengandung pengertian antara lain. pengertian ilah ( ).Yang menghidupkan ( .. sebagaimana yang didefinisikan oleh Ibnu Taymiyyah rahimahullah adalah: ´Ilahadalah sesuatu yang dicondongi / dicenderungi oleh hati dengan dicintai. diharapkan. berarti kita telah bersumpah. Tiada Pengatur kecuali Allah 4.

(59:7) . dan saya adalah orang pertama islamµ. Dengan kata lain. sebagaimana juga terlambang dalam peraturan hukum.com/2010/04/11/makna-tauhid-kepada-allah-tauhidullah/ . Al Maududhi . (6:162-163). Dimana penghambaan dirinya ini terlambang dalam konsepsi kepercayaan. semuanya hanyalah bagi Allah Tuhan sekalian alam. http://kiflipaputungan. Karena Allah itu pencipta Yang Maha Tahu akan kelemahan-kelemahan ciptaannya. kematianku.´Apa yang diberikan Rasul kepadamu hendaklah kamu ambil. Dr.´Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku. Maka untuk menyampaikan petunjuk/wahyu tersebut diutuslah Muhammad sebagai penyampai risalah (5:67 / 72:26-28) sekaligus menjadi contoh/teladan satu-satunya (51:21) dalam pelaksanaan petunjuk (risalah Islam) tersebut. Yusuf Al-Qordhawi. ibadatku.Syahadatur rasul merupakan kesaksian kita. pengakuan dan keimanan kita kepada Muhammad bin Abdillah SAW sebagai rasul/utusan dan Nabi Allah SWT. Demikianlah saya diperintah. Ikrar/syahdat kedua ini adalah merupakan janji/sumpah kita untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai satu-satunya teladan/contoh dalam kehidupan yang kita jalani agar sampai pada penghambaan kepada Allah yang benar dan sempurna. ´Al-Islamµ 4. maka manusia diberikan petunjuk yang dikenal sebagai risalah Islam (Al Quran). µ Konsep Ketuhanan ´. demikian juga dalam upacara peribadatan. maka dalam rangka menjalankan tugasnya di bumi (untuk menghamba / mengabdi dan menjadi kholifah). Said Hawwa. Reference: 1. dan apa yang dilarangnya hentikanlahµ. kehidupanku. (4:80). ´Alqur·an Terjemah dan Tafsirµ 2. Firman Allah: . V.wordpress. maka dapatlah disimpulkan bahwasannya seseorang yang benarbenar mengikrarkan keislamannya melalui syahadatain akan memiliki ciri kehidupan yang khas. ´Fatawa Qardhawiµ 3.´Siapa yang patuh kepada Rasul sesungguhnya ia telah patuh kepada Allahµ. KESIMPULAN Dari uraian diatas. Ia tidak berserikat. dia akan berdiri atas dasar penghambaan dirinya kepada Allah SWT semata dalam seluruh persoalan. Yang pertama kali dapat dilihat adalah. Depag RI.Dr.

Tauhidullah telah mampu menggerakan para sahabat dan tabiin sepeninggal nabi saw. mengarahkan dan menggerakkan segala aktivitas secara lebih dinamis. menyandarkan dan mengarahkan segala sesuatu hanya kepada Allah.blog. untuk kemulyaan peradaban dan kebahagiaan hidup manusia di bawah kesadaran akan keterarahan kepada-Nya. Islam adalah sebuah humanisme yaitu agama yang mementingkan manusia sebagai suatu kepentingan utama. Tauhidullah merupakan kekuatan tertinggi dan terkokoh yang pernah menggerakkan dan mengarahkan kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya. Humanisme Islam adalah humanisme teosentris. keberanian. yakni yang merunjukkan prinsip dan nilai-nilainya pada Tuhan. keamanan. Sumber: Tim Dosen PAI UPI. yang sering digunakan untuk mengartikan konsep iman atau akidah harus diartikan mempertaruhkan. Karena itu konsep ³percaya´. dan pada gilirannya akan mampu menumbuhkan optimisme. Semua bergerak menuju kesempurnaan sesuai dengan kodrat-Nya. memaknai. Karena itu. Berekspansi ke berbagai penjuru dunia untuk menyebarkan Islam.upi. dalam perspektif akidah harus diartikan menghayati kehadiran dan keterlibatan Allah dalam seluruh keadaan dan kenyataan yang dialami.Bandung: Value Press. kesenangan.$1* 7DXKLGVHEDJDLLOPX\DQJEHOXPDGD]DPDQ5DVXOOXODKVHEDE5DVXODGDODKFHUPLQGDULVLNDSEHUWDXKLG5DVXOXOODK . dan ketenangan. tapi mengarahkan perjuangannya pada manusia. sehingga dalam waktu yang relatitif singkat Islam telah menjadi agama dunia. Karena itu. Islam Doktrin dan Dinamika Umat. dan diamnya merupakan kesaksian dan perwujudan Tauhidullah. Begitu pula konsep takwa. http://srinugraha. Di sinilah tauhidullah (percaya) akan mampu melandasi. Menempatkan Allah sebagai satu-satunya sentral. fikiran dan kesadaran manusia harus senantiasa bertemu dengan kehadiran dan harapan-Nya. 2004.edu/tag/tauhidullah/ TAUHIDULLAH $/$7$5%(/$. tauhidullah harus diartikan menempatkan dan memperlakukan Allah sebagai satusatunya rujukan dan sandaran dalam seluruh gerak dan diam manusia.TAUHIDULLAH (Menghayati Kehadiran Allah) Pengertian Tauhidullah Tauhidullah merupakan akumulasi kesadaran akan fakta bahwa alam berasal dari dan kembali kepada Allah. tidak berarti bahwa manusia harus mereduksi kemanusiaannya. ketenangan dan kesenangan. gerak.Kalimatun sawa atau tauhidullah merupakan satu-satunya benang merah yang membentang dan menyebrangi sepanjang sejarah kerasulan. Pertemuan inilah yang sesungguhnya dapat memberi jaminan keberuntungan. Syahadat berarti bahwa seluruh kenyataan.

HSHUFD\DDQDGDQ\D$OODKDGDODK LQKHUHQ  DEDGDL.LV WKHOLYLQJ4XU DQ  3HUNHPEDQJDQLOPXSHQJHWDKXDQPHQLPEXONDQVLNDSSRVLWLIGDQQHJDWLI0LVDOQ\DVDODKSDKDPWHQWDQJWDTGLU PHQ\HEDENDQDSDWLVPHIDWDOLVPH .

)LLUPDQ$OODKVZW 0DVDODKQ\DEDJDLPDQDPHQWDXKLGNDQ$OODK" .DUHQDLULDWDVSHQFLSWDDQPDQXVLDPDNDGLDLQJNDUL $O%DTDUDK.EOLVGDQVHWDQSXQSHUFD\DHNVLVWHQVL$OODK.

 GDQILUPDQ$OODKVZW$O$ UDI %7DXKLGVHEDJDLDTLGDK.VODP $MDUDQVHPXD5DVXOWHUGDKXOXDGDODKWDXKLG1DEL1XK $O$ UDI.

1DEL+XG +XXG.

1DEL6KDOLK +XXG.

 1DEL6\X DLE +XXG.

1DEL0XVD 7KDKD.

EUDKLP $/%DTDUDK.1DEL.

1DEL.VD $O0DLGDK.

ODKDWDX7XDKDQDGDODKVHVXDWX\DQJGLDQJJDSSHQWLQJROHKPDQXVLDVHGHPLNLDQUXSDVHKLQJJDPDQXVLDLWX PHPELDUNDQGLULQ\DGLNXDVDLDWDXGLGLPLQLUROHK7XKDQ VHVXDWX..'83$1 GDODPLEDGDKPDQFDULQDINDKSHQGLGLNDQVLNDS KLGXSXFDSDQVHKDULKDULVHSHUWL .(+. 0DQLIHVWDVL7DXKLG'$/$06(08$$63(.ODKGDQ$OODKGDODP$O4XU DQGLVHEXWNDQ[ .

HGXGXNDQGLDQWDUDGXDNHGXGXNDQ E0X PLQ\DQJEHUGRVDEHVDUWLGDNNDILUGDQWLGDNPX PLQ :LGKDWXO:XMXG 0XDMDVVLPDK.VODP 6\L DKNHORPSRN\DQJWHUODOXPHQJDJXQJNDQ$OL 3RNRNSRNRNDOLUDQ D$OLODK\DQJKHQGDNPHQMDGLNKDOLIDKVHSHQLQJJDO5DVXOXOODK E$OLPD VKXPGDULGRVD F3HUFD\DGDQWDDW$OL7HUPDVXNUXNXQ.PDPDKWHUPDVXNUXNXQDJDPD 0X WD]LODKSLPSLQDQ\D:DVKLOELQ$WKD  3RNRNSRNRNSLNLUDQ D.PDP H.WHUVHEXW -DGL7XKDQLWXELVDDQDNLVWULMDEDWDQ LOPXPNHND\DDQGVE &$OLUDQDOLUDQ7HRORJL.PDQ G0HQRODNKDGLWVKDGLWVQRQ.

RUDP$V6LMLWDQL 3RNRNSRNRNSLNLUDQ 0DQ\DWXQ\D7XKDQGHQJDQGLULKDPED1\D -DEEDUL\DKWRNRKQ\D-DKDQELQ6\DIZDQ 3RNRNSRNRNSLNLUDQ D0DQXVLDWHUSDNVDVHSHUWLURERWKDQ\DPHODNVDQDNDQSURJUDP\DQJWHODKGLVLDSNDQ E$OODKWLGDNPHPLOLNLVLIDWKDQ\DPHPLOLNLG]DW F$O4XU DQLWXKDGLWV EDUX.WRNRKQ\D0XKDPPDGELQ.

 G6XUJDGDQQHUDNDDNDQOHQ\DSNHUHQDPDNKOXN 4DGDUL\DKWRNRKQ\D0D EDK$O-DXKDUL$O%LVKUL 3RNRNSRNRNSLNLUDQ D0DQXVLDRWRQRPPHQHQWXNDQGLULVHQGLUL E$OODKWLGDNWDKXDSD\DQJGLSHUEXDWPDQXDVLD $V\D DUL\\DKWRNRKQ\D$EX+DVDQ$O$V\ DUL 3RNRNSRNRNSRNLUDQ *DEXQJDQDOLUDQ-DEEDUL\DJGDE4DGDUL\DK 0XUML DK 3RNRNSRNRNSLNLUDQ D0X PLQ\DQJEHUGRVDWHUVHUDK$OODK E0D VL\DWWLGDNEHUSHQJDUXKWHUKDGDSDWNHLPDQDQGDQVHEDOLNQ\D '0DFDPPDFDP7DXKLG 7DXKLG5XEXEL\DK 5XNXQ.PDQ.

VODP. 7DXKLG8OXKL\DK 5XNXQ.

com/2009/11/15/genia-festivaltauhidullah/ TAUHIDULLAH A. . Definisi Tauhid Kata "tauhid" di dalam bahasa Arab berasal dari kata (wahhada ± yuwahhidu .tauhidan). dan makna (wahhadasy syai'a) yaitu menjadikan (sesuatu) satu-satunya.wordpress. WLNDGL\DK 7DXKLG4DXOL\DK 7DXKLG$PDOL\DK http://andiezittelkom. 7DXKLG6LIDWL\DK 7DXKLG. dan semuanya berasal dari kata (wahidun) yang berarti satu atau tunggal.

Al-Mu'minuun: 6]. baik dalam hal rububiyyah-Nya." [QS. sebagaimana dalam firman-Nya 'Azza wa Jalla: "Dan hanya milik Allah-lah kerajaan (kekuasaan) langit dan bumi." [QS. Adapun pengertian secara lebih luas lagi adalah menyendirikan / mengesakan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah. Allah berfirman yang artinya : "Ingatlah (ketahuilah) menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Tauhid Rububiyyah Yaitu menyendirikan / mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatan-Nya. menguasai." [QS. Al-A'raaf: 54]. Maryam: 65]. Dan dalam ayat lain Allah berfirman: "Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kalian dari langit dan bumi?" [QS. tidak meliputi kecuali sedikit dari makhluk-makhluk. yaitu: Tauhid Rububiyyah Tauhid Uluhiyyah Tauhid Asma' Wa Shifat Ketiga macam tauhid ini terkumpul dalam firman Allah yang artinya"Robb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya. Faathir: 3]. Adapun perincian ketiga macam tauhid tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pencipta Yang Paling Baik (diantara para pencipta). Dan juga firman-Nya : Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya ada kekuasaan atas segala sesuatu?" [QS. dan yang lainnya dari perbuatan-perbuatan Allah yang tidak ada sekutu dan tandingan bagi Allah dalam hal tersebut. Macam-macam Tauhid Dari definisi diatas kita dapatkan bahwa mentauhidkan Allah itu meliputi tiga hal yang merupakan kekhususan / keistimewaan bagi Allah. Jadi seseorang hanya memiliki apa yang ada di tangannya dan tidak memiliki apa yang ada di tangan orang lain. maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. tetapi terbatas pada apa yang dimampui oleh manusia. Adapun makna menyendirikan/mengesakan Allah dalam hal penguasaan (pemilikan)-Nya. uluhiyyah-Nya. tetapi penciptaan dalam bentuk merubah sesuatu dari satu keadaan ke keadaan yang lain. terbatas pada ruang lingkup yang sempit. Al-Mu'minuun: 88] Sedangkan penetapan adanya kekuasaan/kepemilikan bagi selain Allah seperti dalam firman-Nya : "kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. mengatur. karena . Maka itu semua adalah kekuasaan/kepemilikan yang terbatas. dan tidak ada sekutu bagi Allah dalam semua hal tersebut. Dan juga dari sisi sifatnya. maka sembahlah dia dan teguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Dan seperti dalam firman-Nya : "atau di rumah kalian yang kalian miliki kuncinya" [QS. yakni bukan mengadakan sesuatu setelah tidak ada. Al-Mu'minuun: 14].Maka makna menyendirikan / mengesakan Allah dalam hal penciptaan yaitu seseorang meyakini bahwasanya tidak ada pencipta selain Allah." [QS. B. kekuasaan/kepemilikan tersebut bersifat terbatas. seperti menciptakan. maupun asma' (nama-nama) dan sifat-sifat Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (Allah yang patut disembah)?" [QS. An-Nuur: 61]. Ali 'Imran: 189]. Maka itu bukanlah penciptaan yang hakiki. yaitu kita meyakini bahwa tidak ada yang menguasai (memiliki) seluruh makhluk kecuali penciptanya (yakni Allah).Adapun menurut arti dalam syari'at maka makna tauhid bila dimutlakkan maksudnya adalah menyendirikan / mengesakan Allah dalam beribadah kepadanya. dan itupun tidak sempurna mencakup segala sesuatu. Sedangkan penetapan adanya pencipta selain Allah seperti dalam firman-Nya: "Maka Maha Sucilah Allah.

oleh karena itu Allah mengutus para rasul-Nya. dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah yang batil. Karena ketiga macam tauhid tersebut adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Sebagai contoh misalnya: kalau seseorang hendak membakar hartanya. dan menurunkan kitab-kitab-Nya kepada mereka.sebagaimana dalam firman-Nya: "Demikianlah. siapa saja yang tidak mengakui salah satu diantaranya maka belumlah benar keislamannya. kecuali bila mengakui dua macam tauhid yang lainnya. sehingga dia tidaklah bebas mengaturnya kecuali atas dasar apa yang diijinkan oleh syari'at. maka sembahlah oleh kalian akan . Maka katakanlah: "Mengapa kalian tidak bertakwa (kepada Nya)? Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Robb kalian sebenarnya. dengan rasa cinta dan pengagungan kepada-Nya. Allah berfirman: Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "siapakah yangmenciptakanlangit dan bumi?". yang lahir maupun yang batin". yaitu seseorang meyakini bahwa tidak ada yang mengatur kecuali Allah saja. [QS. Az-Zukhruf:9]. Allah berfirman: "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu. Luqman: 30].Sedangkan pengaturan manusia. Yunus: 31-32]. dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. dialah yang berhak untuk diibadahi dan disembah. dengan penuh rasa cinta dan pengagungan kepada-Nya. diantaranya orang-orang musyrikin dahulu -. 2. serta beribadah menurut syari'at yang telah Allah gariskan. bahkan mereka mengakuinya. maka kita katakan kepadanya: tidak boleh. atau menyiksa hewan piaraannya. dansiapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". sembahlah Allah yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian". Maka mereka mengakui bahwa Allah adalah yang mengatur segalaurusan.Kedua: Jenis ibadah.Al-Baqarah: 21].terdahulu -yang mana Rasulullah diutus di tengah-tengah mereka. sebagaimana dalam firman-Nya : Katakanlah: "siapakah yang memberi rezki kepada kalian dari langit dan bumi.maka kekuasaan/kepemilikan-Nya meliputi segala sesuatu (yang Dia ciptakan) secara sempurna. Maka yang berhak untuk diibadahi adalah Allah. Dan Allah berfirman: "Wahai manusia. dan disebutjuga "tauhid ubudiyyah".seseorang tidaklah memiliki apa yang ada padanya secara sempurna. yang maknanya adalah seperti yang dikatakan oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah.yang tunduk hanya kepada-Nya. karena sesungguhnya Allah.Dan tauhid rububiyyah ini tidak disangkal dan ditentang oleh orang-orang musyrikin . Tauhid Uluhiyyah Yaitu menyendirikan/mengesakan Allah dalam ibadah. niscaya mereka akan menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui". Allah berfirman: "Janganlah kamu adakan sesembahan yang lain disamping Allah. maka hanya terbatas pada apa yang ada di tangannya. agar kamu tidak menjadi tercela dan terhina. dan bahwa Dia-lah yang ditangan-Nya ada kekuasaan langit dan bumi Akan tetapi pengakuan mereka akan rububiyyah Allah tidak memasukkan mereka ke dalam Islam. Dia-lah yang hak (untuk disembah). maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan. Adapun ibadah itu sendiri mengandung dua pengertian: Pertama: Beribadah yang berarti menundukkan/menghinakan diri kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Maka yang bersendiri dalam hal penciptaan.Adapun makna menyendirikan/mengesakan Allah dalam hal pengaturan-Nya. daripada perkataan maupun perbuatan." [QS. Maka bagaimanakah kalian dipalingkan (dari kebenaran)?" [QS. [QS." [QS. yaitu: "Semua apa yang dicintai dan diridhoi oleh Allah. dan juga terbatas pada apa yang diijinkan oleh syari'at dari apa yang ada di tangannya. atau siapakah yang menguasai pendengaran dan penglihatan. melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada sesembahan (yang hak) melainkan Aku.Dan tauhid uluhiyyah inilah yang diingkari dan ditentang oleh hampir kebanyakan manusia. Dan menyendirikan/mengesakan Allah dalam tauhid uluhiyyah ini mengharuskan seseorang menjadi hamba yang beribadah kepada Allah semata. yaitu Allah. Sedangkan Allah. Al-Israa': 22].

Dan ada pula yang mengikuti jalur tahrif (menyimpangkan/mengalihkan). Asy-Syuura: 11]. 3. dan diantara mereka ada yang mengikuti jalur tamtsil (menyamakan/menyerupakan).Maka ayat tersebut menunjukkan bahwa semua sifat-sifat-Nya tidak ada satupun dari para makhluk-Nya yang menyerupainya/menyamainya. Bukhary dan Muslim). ta'thil. Dan juga sebagaimana dalam ayat terdahulu. dan jauhilah thagut (segala apa yang disembah selain Allah)"." [QS. sebagaimana Allah berfirman: "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (saja). Dan tidak ada tempat bagi akal untuk menetapkan suatu nama atau sifat sebagaimana yang dilakukan oleh banyak dari golongan-golongan sesat. Tauhid Asma' Wa Sifat Yaitu menyendirikan/mengesakan Allah dalam apa yang Allah miliki dari nama-nama dan sifat-sifatNya.Dan tauhid asma' wa sifat inilah yang sebagian umat Islam tersesat di dalamnya dan tercerai berai menjadi banyak golongan. Kedua: Nafyul Mumatsalah (meniadakan penyerupaan/penyamaan). yaknimeniadakan sifat-sifat Allah. Adz- .ketentuan hakekat .nya adalah bid'ah. Maka diantara mereka ada yang mengikuti jalur ta'thil (menolak/meniadakan). dimana tidak ada seorang rasulpun yang Allah utus kepada manusia kecuali mengajak umatnya untuk mentauhidkan (mengesakan) Allah dalam beribadah kepada-Nya dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya.Al-Anbiya': 25]. dantamtsil. Allah berfirman: "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu. dan yang telah ditetapkan oleh Rasul-Nya dalam sunnahnya. maka mereka mengimani dan menetapkan semua apa yang telah Allah tetapkan sendiri di dalam kitab-Nya daripada nama-nama dan sifat-sifat-Nya. sebagaimana tersebut dalam salah satu hadits: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang hak) kecuali Allah. dari apa yang telah Allah tetapkan sendiri dalam kitab-Nya atau apa yang ditetapkan Rasul-Nya dalam sunnahnya. dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.Aku. Disyari'atkannya Tauhid Tauhid yang bila dimutlakan berarti penyendirian / pengesaan Allah dalam beribadah kepada-Nya." (HR. yang karena penggunaan akal dalam hal ini itulah yang menyebabkan mereka tersesat. Dan mentauhidkan Allah dalam beribadah kepadanya merupakan hikmah asal penciptaan jin dan manusia. Maka tauhidullah merupakan syari'at Allah ysng paling agung yang diwajibkan atas semua umat dan setiap manusia sampai hari kiamat. maka sembahlah oleh kalian akan Aku. sebagaimana yang Allah firmankan: "Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia (Allah)." [QS. dengan tanpa tahrif. adalah agama yang dibawa oleh para nabi dan rasul. khususnya semenjak nabi Nuh yang awal kesyirikan muncul pada masanya sampai kepada nabi kita Muhammad. [QS.Al-Anbiya': 25]. dan mereka mengira bahwa diri merka mengetahui hakekat apa yang Allah tetapkan dari sifat-sifat-Nya.An-Nahl: 36]. melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada sesembahan (yang hak) melainkan Aku. dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. yakni kita menetapkan semua nama dan sifat bagi Allah. takyif. C." [QS. Dan Rasulullah ? memerangi orang-orang musyrikin karenanya agar mereka mau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah. yakni menyimpangkan/mengalihkan makna sifat-sifat Allah dari makna asalnya "Istiwa' itu diketahui maknanya (dalam bahasa arab). yang mereka mengira bahwa mereka mensucikan Allah (dari kekurangan) dengan hal tersebut. Dan dalam hal ini terkandung duaperkara: Pertama: Al-Itsbat (penetapan). baik sebagian maupun keseluruhan. yaknibahwa kita tidak menyamakan/menyerupakan Allah dengan selain-Nya dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya." [QS. sedangkan mengimaninya wajib. Allah berfirman: "dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja)." Adapun ahlus sunnah wal jama'ah. adapun ketentuan hakekatnya tidak dikethui. yakni menyamakan atau menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat makhluk-Nya. dan bertanya tentang .

" [QS. mohonlah pertolongan kepada Allah. maka hendaklah yang pertama kamu seru mereka (agar mereka) bersaksi bahwa tidak ada sembahan (yang hak ) kecuali Allah)) [HR. Bukhary dan Muslim]. Al-Jin: 20]. Bahkan sampai hal itu terus dilanjutkan sampai setelah beliau ? berhijrah ke Madinah. Dan bahkan Rasulullah mengajarkan tauhid ini kepada para pengikutnya semenjak mereka kecil. diantaranya beliau pernah berkata kepada Ibnu Abbas . Al-Baqarah:21-22]. dan semua apa yang selain Allah. sembahlah Robb kalian (saja) yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian"." [QS. Dan manakala tauhid merupakan awal yang harus dipelajari oleh setiap manusia. Demikianlah jalan yang ditempuh oleh para rasul dalam dakwah mereka. Maka dengan demikian wajib atas setiap muslim untuk mempelajari tentang tauhid yang merupakan awal yang harus dia tuntut untuk kemudian dia realisasikan dalam pengamalan dan peribadahannya. beliau diperintahkan Allah untuk mengatakan: Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Robb-ku dan aku tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya. apalagi di zaman sekarang yang mana kesyirikan dengan berbagai bentuknya telah merajalela dan menyebar di tengah-tengah kaum ."[QS. maka berarti ia adalah awal yang harus didakwahkan kepada manusia sebagimana apa yang didakwahkan oleh para rasul.Yusuf: 108]." (HR. Allah berfirman: "Maka ketahuilah. maka wajib baginya untuk menyampaikan dan mengajarkannya kepada yang lain daripada manusia yang belum mengerti tentang tauhid tersebut. beliau berkata kepada Muadz: "Sesungghunya kamu akan mendatangi satu kaum dari ahlul kitab.yang waktu itu masih belia -: "Jika kamu meminta." [QS. beliau berkata: Hasan shahih). aku dan orang-orang yang mengikutiku menyeru (kalian) (untuk beribadah) kepada Allah diats hujjah yang nyata. patung-patung. Dan adalah Rasulullah selama kurang lebih tiga belas tahun berdakwah di Mekkah. bahwa sesungguhnya tidak ada sembahan (yang hak) melainkan Allah. hanyasanya aku seorang hamba. Bukhary dan Muslim]. Maka wajib atas setiap da'i yang menyeru manusia untuk memulai dakwahnya dengan mengajarkan manusia tentang tauhid dan mengutamakannya diatas yang lainnya. dan khususnya adalah menjadi pengikut Rasulullah . Kewajiban Menyeru Kepada Tauhid Tatkala seseorang telah mengetahui dan mengamalkan tauhid. padahal kalian mengetahui. sampai firman-Nya: "maka janganlah kalian menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah (dalam beribadah kepada-Nya). Beliau bersabda: "Janganlah kalian melebih-lebihkan (dalam mengagungkan) aku sebagaimana yang dilakukan kaum nasrani tarhadap 'Isa putera Maryam. beliau terus mengajarkan dan mengingatkan umatnya akan tauhid sampai akhir hayat beliau. Dan jika kamu memohon pertolongan. sehingga dia menempatkan dirinya dalam barisan para nabi dan rasul yang telah sama-sama mengemban risalah tauhid yang agung ini. sebagaimana dalam firman Allah : Katakanlah: "Inilah jalanku. At-Tirmidzy. dan mohonlah ampunan bagi dosamu". sekali-kali tidak ada sembahan bagimu selain Dia. Huud: 50] Dan Rasulullah tatkala mengutus Muadz bin Jabal ke negeri Yaman. D. yaitu bahwa mereka mendahulukan dan memulai dakwahnya dengan tauhid.Dzaariyaat: 56]." [HR. maka katakanlah: Hamba Allah dan Rasul-Nya. Dan mempelajari pula tentang kesyirikan dan macam-macamnya untuk dia jauhi dan agar tidak terjatuh ke dalamnya. menyeru orang-orang Quraisy untuk mentahidkan Allah dalam beribadah kepadanya dan melarang mereka dari penyembahan kepada berhala-berhala. Maka tauhid adalah yang teragung diantara perintah-perintah Allah yang diwajibkan atas manusia. Dan Allah juga berfirman: "Hai manusia. maka mintalah kepada Allah. dan dalam salah satu riwayat Bukhary (dengan lafal): "agar mereka mentauhidkan Allah (dalam beribadah kepada-Nya)". yaitu menyeru agar manusia beribadah kepada Allah saja: "Sembahlah (ibadahilah) Allah.

dan barangsiapa yang bertemu Allah (dalam keadaan) mentekutukanNya dengan sesuatu mka dia akan masuk neraka. 4. 3. dan neraka itu benar adanya. Allah berfirman: "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. apapun yang dia amalkan. Yaitu sebagaimana datang dalam hadits Qudsi. dan surga itu benar adanya. Keutamaan Dan Buah Dari Tauhid Adapun keutamaan dan buah dari tauhid. maka akan semakin sempurna pula keamanan dan petunjuk yang akan dia peroleh. Tauhid memasukkan pelakunya ke dalam surga. Minhaj al-firqotun Najiyah.Al-Qoulul Mufid 'ala Kitab at-Tauhid. Mendatangkan keamanan di akhirat dan petunjuk di dunia. maka pasti Allah akan mengharamkan kepadanya surga. An-Nisaa': 116]. jikalau kamu datang kepadaku dengan membawa dosa seisi bumi. mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanandan petunjuk. niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga. maka diantaranya adalah: 1. ampunan-Nya. 2. dan kalimatnya yang Allah lemparkan kepada Maryam dan ruh dari-Nya (diantara ruh-ruh yang Allah ciptakan). . Demikianlah pembahasan ringkas tentang tauhid. 2. sebagaimana juga dalam hadits yang lain Nabi bersabda: "Barangsiapa yang bertemu Allah (dalam keadaan) tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun maka dia akan masuk surga. bahwa Allah berkata: "Wahai anak adam. Dalam ayat ini Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang bertauhid bahwa mereka akan mendapat keamanan dari siksa Allah di akhirat dan mereka akan mendapat petunjuk di dunia. Tauhid dapat menghapuskan dosa-dosa dan mendatangkan ampunan dari Allah. dan surga-Nya. dan bahwa 'Isa adalah hamba dan rasul-Nya. Maka Allah telah menjamin seorang yang bertauhid dengan surga-Nya. Al-An'aam: 82]." [QS. Semakin sempurna iman dan tauhid seseorang. Padahal kesyirikan tersebut akan menjerumuskan mereka dalam api neraka dan kekal di dalamnya karenanya. dan tempatnya ialah neraka." (HR. Semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada kita semua untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang bertauhid sehingga memperoleh yang telah Allah janjikan kepada orang-orang yang beriman dan bertauhid daripada petunjuk. dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang yang zhalim. dan akan mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya." [HR." [QS. At-Tirmidzy]. Dan kesyirikan adalah dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah. Bukhary dan Muslim]." [HR. serta keselamatan dari siksa api neraka. Al-Maidah: 72]. Nabi bersabda: "Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada sembahan (yang hak) kecuali Allah semata tidak ada sekutu baginya. yang sepertinya semua itu dianggap sebagai suatu hal yang biasa dan dianggap remeh oleh mereka. Referensi : 1. karya Syeikh Muhammad bin 'Utsaimin. Rasulullah bersabda: "Iman itu ada enam puluh sekian cabang: yang paling utama adalah perkataan 'Laa Ilaaha Illallah'. karya Syeikh Jamil zainu. Muslim).Muslim]. dan yang palingrendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang menyakitkan dari jalan." [QS. dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. niscaya Aku akan mendatangimu dengan membawa seisi bumi ampunan. E.muslimin. Allah berfirman: "Orang-orang yang beriman an tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik). Amiin Yaa Robbal 'Aalamiin."[HR. kemudian kamu menjumpaiku (dalam keadaan) tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. sebagaimana dalam firman-Nya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa kesyirikan (mempersekutukan sesuatu) dengan Nya. Tauhid adalah yang paling utama diantara cabang-cabang keimanan.

yahoo.com/group/assunnah/message/4498 .http://groups.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->