P. 1
Bab 14 Manajemen Resiko

Bab 14 Manajemen Resiko

|Views: 1,780|Likes:
Published by Wira Sinusinga

More info:

Published by: Wira Sinusinga on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

Bab 13 – Manajemen Resiko

17

RESIKO
Bisnis dalam pengelolaannya perlu dilakukan secara berhati-hati, menggunakan strategi, dan memperhitungkan resiko yang dihadapi termasuk bagaimana mengantisipasi resiko tersebut. Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity), sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah resiko (Risk). Resiko adalah suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar sedangkan peluang ruginya hanya kecil? Misalnya saat mengikuti undian berhadiah. Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang besar tetapi jika tidak, uang yang digunakan untuk membeli undian relatif sedikit. Apakah hal ini tergolong Resiko? jawabannya hal ini tergolong resiko. Selama mengalami kerugian meskipun kecil hal itu dianggap resiko.

BENTUK RESIKO
Resiko dibedakan atas resiko obyektif dan resiko subyektif. Resiko Objektif

18

Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung

Resiko objektif (juga disebut degree of risk) diartikan sebagai variasi yang relatif dalam kerugian yang aktual dari perkiraan kerugian. Resiko objektif dapat secara statistik dikalkulasikan dengan beberapa ukuran dari penyebaran seperti standar penyimpangan atau koefisien dari variasi. Karena resiko objektif bisa diukur, itu merupakan konsep yang sangat berguna untuk pengasuransi atau manajer perusahaan resiko. Seiring dengan jumlah eksposur meningkat, pengasuransi dapat memprediksikan pengalaman kerugian yang akan datang lebih terakulasikan karena dapat dipercayakan dalam hukum dengan angka yang besar. Hukum mengenai angka yang besar menyatakan bahwa angka dari unit eksposur menigkat, yang paling dekat dengan pengalaman kerugian aktual akan mendekatkan pengalaman perkiraan kerugian. Resiko Subjektif Resiko subjektif diartikan sebagai ketidakpastian berdasarakan pada kondisi mental seseorang atau pernyataan pikiran. Contohnya, seorang pelanggan yang sedang minumminum di bar mungkin dengan bodohnya mencoba pulang mengendarai mobilnya. Pengendara tsb mungkin tidak yakin bisa sampai di rumahnya dengan selamat tanpa harus tertangkap polisi karena menyetir sambil mabuk. Ketidakpastian mental ini disebut resiko subjektif. Pengaruh dari resiko subjektif ini bervariasi tergantung dari masing-masing orang. Dua orang dalam situasi yang sama bisa mempunyai persepsi yang berbeda mengenai resiko, dan sikap mereka mungkin berubah. Jika pengalaman ketidakpastian mental seseorang mengenai kejadian yang merugikan, sikap orang itu mungkin berpengaruh. Resiko subjektif yang tinggi sering menghasilkan sikap yang konservatif dan bijaksana, sedangkan resiko subjektif yang rendah akan menghasilkan kurangnya sikap konservatif.

Bab 13 – Manajemen Resiko

19

BAHAYA DAN HAZARD)
Bahaya

RESIKO

(PERIL

AND

Bahaya diartikan sebagai penyebab dari kerugian/ kehilangan. Jika rumahmu terbakar karena api, bahayanya, atau penyebab dari kerugian/kehilangan,adalah api. Jika mobilmu rusak karena bertubrukan dengan mobil lain, bertubrukan adalah bahayanya, atau penyebab kerugian/kehilangan. Bahaya yang biasanya menyebabkan harta/barang kita rusak adalah api, kilat, badai, hujan es, topan, gempa bumi, kemalingan, dan pencurian. Resiko Resiko adalah kondisi yang membuat atau meningkatkan kesempatan akan kerugian/ kehilangan.Terdapat empat tipe utama resiko: -Resiko fisik -Resiko moral -Resiko moril -Resiko hukum Resiko fisik (Physical Hazard) Resiko fisik adalah kondisi fisik yang meningkatkan kesempatan akan kerugian/kehilangan. Contoh dari resiko fisik adalah jalan yang ber-es yang meningkatkan kesempatan kecelakaan mobil, kerusakan jaringan kabel dalam gedung yang meningkatkan kesempatan terjadinya kebakaran, dan kerusakan kunci pintu yang meningkatkan kesempatan terjadinya pencurian. Resiko moral (Moral Hazard)

mengajukan klaim palsu.20 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Resiko moral adalah ketidakjujuran atau tabiat yang cacat dalam diri seseorang yang meningkatkan frekuensi kerugian/ kehilangan. Resiko Hukum (Legal Hazard) Resiko hukum mengacu pada karakteristik sistem hukum atau peraturan lingkungan yang meningkatkan frekuensi atau kerugian yang makin parah. Membunuh tertanggung untuk mengumpulkan dana asuransi jiwa yang merupakan contoh penting dari resiko moral. Contohnya putusan juri yang merugikan konsumen peserta asuransi. sehingga meningkatkan kemungkinan pencurian. Beberapa pemegang asuransi ceroboh atau tidak peduli terhadap kerugian karena mereka memiliki asuransi. membesar-besarkan jumlah klaim. KATEGORI RESIKO Resiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :  Resiko Murni  Resiko Spekulatif  Resiko Fundamental dan resiko tertentu  Resiko perusahaan . Moral hazard mengacu pada ketidakjujuran oleh pemegang asuransi meningkatkan frekuensi atau keparahan kerugian. Morale hazard adalah kecerobohan atau ketidakpedulian terhadap kerugian karena adanya asuransi. dan sengaja membakar barang dagangan yang tidak terjual yang diasuransikan. Contoh resiko moral termasuk berpura-pura kecelakaan untuk mengumpulkan uang dari asuransi. Contoh morale hazard misalnya meninggalkan kunci dalam mobil pintunya tidak ditutup. Resiko Moral (Morale Hazard) Beberapa penulis asuransi menarik perbedaan yang halus antara moral hazard dan morale hazard.

Contoh.Bab 13 – Manajemen Resiko 21 1. 2. Salah satu cara menghindarkan resiko murni yaitu dengan asuransi. Resiko Murni (Pure Risk) Resiko Murni adalah suatu kondisi yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Resiko dapat dikurangi dan bahkan dihilangkan melalui manajemen resiko. bukan menimbulkan keuntungan. kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian. Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Resiko berkenaan dengan kemungkinan terjadinya kegagalan dan kerugian bagi organisasi. kemungkinan yang lain tidak terjadi kebakaran. misalnya kebakaran. sehingga besarnya kerugian dapat diminimalkan. Kegagalan tujuan dan misi bagi organisasi bisnis dapat mengakibatkan distrust (ketidakpercayaan) dari konsumen atas pelayanan yang diberikan. resiko berskala besar dapat berdampak pada tidak tercapainya tujuan dan misi dari organisasi. Itu sebabnya resiko murni kadang dikenal dengan istilah resiko yang dapat diasuransikan (insurable risk). . Dalam kondisi terjelek dan sebagaimana yang pernah terjadi. bila perusahaan menderita kebakaran. Namun. Resiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah resiko bisnis (business risk). maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. Resiko berskala rendah tidak mengkuatirkan bagi organisasi. Resiko Spekulatif (Speculative Risk) Resiko Spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga kerugian. Tuntutan perubahan dan peningkatan kapabilitas organisasi memunculkan resiko (risk) dan sekaligus peluang (opportunities) bagi organisasi. distrust dapat menyebabkan hilangnya perusahaan tersebut.

Resiko Fundamental (Fundamental Risk) Resiko fundamental adalah resiko yang mempengaruhi seluruh perekonomian atau sejumlah besar orang atau kelompok dalam perekonomian. Resiko yang dihadapi seperti ini adalah resiko spekulatif. resiko strategis. tidak secara ekonomi keseluruhan atau kelompok 5. resiko operasional. Resiko tersebut meliputi resiko murni. Resiko Tertentu(Particular Risk) Berbeda dengan resiko fundamental. resiko tertentu adalah resiko yang hanya berdampak pada individu saja dan tidak mempengaruhi seluruh komunitas. 3. Tsunami. Resiko strategis mengacu ketidakpastian mengenai perusahaan. Resiko Perusahaan (Enterprise Risk) Resiko Perusahaan mencakup semua resiko utama yang dihadapi oleh suatu perusahaan bisnis. dan resiko keuangan. Hanya individu yang mengalami kerugian tersebut terpengaruh. gempa bumi. asuransi swasta umumnya tidak mengasuransikan resiko spekulatif. perampokan bank. Asuransi swasta biasanya hanya menjamin resiko murni. banjir. 4. Contohnya termasuk laju inflasi. dan kebakaran. . Resiko bencana alam merupakan resiko fundamental penting. tornado. resiko spekulatif. Dengan pengecualian tertentu. angin topan. Perbedaan utama antara resiko spekulatif dengan resiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak. untuk resiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk resiko murni tidak terdapat kemungkinan untung. tujuan keuangan dan obyektif. dan kebakaran hutan dan rumput dapat menghasilkan kerusakan harta benda dan kerugian miliaran rupiah serta banyak kematian.22 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. pengangguran siklis. Contohnya : pencurian mobil. dan perang karena jumlah besar individu akan terpengaruh.

dan resiko pertanggungjawaban. mereka kehilangan pendapatan kecuali mereka memiliki aset keuangan yang memadai . Resiko utama yang terkait dengan usia tua adalah pendapatan tidak cukup selama pensiun.anak. Resiko keuangan mengacu pada ketidakpastian kerugian karena perubahan yang merugikan dalam tarif. misalnya sebuah bank yang menawarkan layanan perbankan online akan mengalami kerugian jika hackers. Resiko Pribadi (Personal Risk) Resiko pribadi. bisa menembus ke dalam data computer bank. sebuah perusahaan makanan yang setuju untuk memberikan sereal dengan harga tetap pada sebuah supermarket dalam enam bulan mungkin akan rugi jika harga gabah naik. dan nilai uang. Dapat mengakibatkan kemungkinan kerugian atau pengurangan pendapatan yang diperoleh. yaitu : Resiko kematian dini Resiko pendapatan tidak cukup selama pensiun Resiko kesehatan yang buruk Resiko pengangguran Resiko Kematian prematur. Sebagian besar pekerja di Indonesia pensiun sebelum usia 65 tahun. Kematian dini didefinisikan sebagai kematian kepala keluarga dengan kewajiban keuangan yang tidak dapat terpenuhi. Sebagai contoh. biaya ekstra. dan penipisan aset keuangan. atau untuk pendidikan untuk anak . Resiko Pendapatan tidak cukup Selama Pensiun. Ketika mereka pensiun. Kewajiban ini mencakup dukungan untuk tanggungan. Ada empat resiko utama pribadi. TIPE-TIPE RESIKO MURNI Tipe-tipe resiko murni terdiri atas resiko pribadi. hipotek yang harus dibayar. yaitu resiko yang secara langsung mempengaruhi suatu individu. Sebuah bank besar dengan portofolio obligasi Treasury akan rugi jika suku bunga naik.Bab 13 – Manajemen Resiko 23 Resiko operasional. resiko property.

kerusakan fisik ke restoran dikenal sebagai kerugian langsung. Ada dua jenis utama kerugian yang berhubungan dengan resiko properti: kerugian langsung dan tidak langsung atau kerugian konsekuensial. atau pencurian properti. Resiko pengangguran merupakan ancaman utama bagi keamanan finansial. tabungan terkuras. atau ketidaksempurnaan dalam pasar tenaga kerja. atau memiliki akses ke sumber-sumber pendapatan lain pensiun. dan seseorang harus mengurus orang cacat. selain kerugian kerusakan fisik. Kerugian langsung adalah kerugian finansial yang disebabkan oleh kerusakan fisik. imbalan kerja yang hilang atau berkurang. Untuk menekan biaya tenaga kerja. angin kencang. Resiko Kesehatan Yang Buruk. seperti Jaminan Sosial atau pensiun swasta. perusahaan-perusahaan besar telah dirampingkan. Rugi tidak langsung atau konsekuensial adalah kerugian keuangan tidak langsung dari terjadinya kerusakan fisik langsung atau kerugian pencurian. tertimbun longsor. Hilangnya pendapatan yang diperoleh merupakan penyebab utama ketidakamanan finansial terutama jika cacatnya parah. dan tenaga kerja mereka telah berkurang secara permanen: majikan semakin mempekerjakan pekerja kontrak atau paruh waktu untuk mengurangi biaya tenaga kerja.24 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung untuk diambil. Jadi. dan jutaan pekerjaan telah hilang untuk bangsa asing karena Resiko Properti (Property Risks) Resiko properti meliputi properti yang rusak atau hilang dengan berbagai penyebab. kerusakan. terjadi tagihan medis. Dalam kasus kecacatan jangka panjang. tsunami. perubahan teknologi dan struktural dalam perekonomian. Misalnya. Resiko kesehatan ini mencakup pembayaran tagihan medis karena bencana dan hilangnya pendapatan yang diperoleh. jika Anda memiliki restoran yang rusak oleh kebakaran. Resiko Pengangguran. Pengangguran dapat diakibatkan karena perubahan siklus bisnis. . terjadi kerugian besar atas pendapatan yang diperoleh. Kesehatan yang buruk merupakan resiko pribadi yang penting. dan banyak penyebab lainnya. Beberapa tren penting memperburuk masalah pengangguran. faktor musiman. seperti kebakaran.

Bab 13 – Manajemen Resiko 25 restoran akan kehilangan keuntungan selama beberapa bulan. Hadirnya rasa khawatir dan takut. hilangnya pasar lokal. resiko adalah beban yang tak hanya dialami oleh individual saja tetapi juga kepada masyarakat luas. Resiko membawa tiga beban besar bagi masyarakat: .Ada lima metode penting dalam penyelesaian resiko ini: . BEBAN RESIKO BAGI MASYARAKAT Terjadinya resiko menghasilkan efek sosial dan ekonomi yang tidak diinginkan. Contoh lain dari kerugian konsekuensial merupakan kerugian dari sewa. Resiko Pertanggungjawaban (Liability Risks) Resiko pertanggung jawaban adalah resiko murni yang harus dihadapi oleh sebagian besar orang.Penghindaran Kontrol kerugian . Maka dari itu. Masyarakat kehilangan barang dan jasa tertentu. Anda dapat dikenakan pertanggung jawaban secara legal jika melakukan sesuatu yang hasilnya dapat berakibat kepada penganiayaan atau perusakan properti orang lain. dan beban yang terus menerus. METODE MENGHADAPI RESIKO Sebagaimana yang telah kita tekankan sebelumnya. Hilangnya keuntungan akan rugi konsekuensial.Besarnya dana darurat harus ditingkatkan. sementara restoran sedang dibangun kembali. penting untuk memahami beberapa teknik dalam menghadapi masalah resiko. Pengadilan dapat memerintahkan anda untuk membayar biaya pengganti kepada seseorang yang telah anda cederai. kehilangan penggunaan bangunan.

Hak Pemilikan (Retensi) Hak pemilikan berarti bahwa individu maupun perusahaan menanggung semua atau bagian dari resiko. Pencegahan kerugian. berhenti merokok dan makan makanan yang sehat. . Sistem peringatan dini dapat mengurangi potensi kerugian atau jumlah korban pada suatu kasus. Contoh : Serangan jantung dapat dicegah apabila tiap individu mengontrol berat badannya. Contohnya. Pencegahan kerugian mengarah kepada mengurangi kemungkinan untuk rugi sehingga frekuensi kerugian dapat dikurangi. Contohnya : Gedung-gedung perkantoran dipasang sistem pemadam kebakaran sehingga potensi kerugian dapat dikurangi. Resiko juga dapat dipertahankan secara pasif. anda dapat menghindari resiko untuk dipalak disebuah wilayah dengan tingkat kriminalitas yang tinggi dengan menjauhi daerah tersebut. Contoh : Mobil kita asuransikan terhadap bahaya pencurian atau kecelakaan. Pemeriksaan yang ketat di bandara dapat mengurangi tindakan terorisme. Kepemilikan resiko dapat berupa aktif maupun pasif.26 - Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Hak kepemilikan (Retensi) Transfer non asuransi Asuransi Penghindaran Penghindaran adalah salah satu metode dalam penyelesaian resiko. firma bisnis dapat menghindari resiko dituntut disebabkan oleh kecacatan produk dengan tidak memproduksi barang tersebut. Kepemilikan resiko aktif berarti bahwa individual secara sadar paham akan resiko dan secara bebas menanggung semua atau sebagian resiko tersebut. Kontrol kerugian Kontrol kerugian dapat dilakukan dengan pencegahan kerugian dan reduksi kerugian. Kepemilikan pasif. Pengurangan kerugian. Sering beberapa kerugian terjadi tanpa diduga sehingga perlu dilakukan tindakan untuk mengurangi terjadinya kerugian tersebut. Kepemilikan Aktif.

aset pribadi tidak dapat dipasang oleh kreditur untuk pembayaran utang perusahaan. indefference. Contoh : Banyak pekerja yang tidak diasuransikan terhadap resiko cacat sementara atau cacat total. Resiko tersebut dilimpahkan kepada perusahaan asuransi.Bab 13 – Manajemen Resiko 27 Resiko tertentu mungkin tidak sadar dipertahankan karena ketidaktahuan.Transfer resiko dengan kontrak Perlindungan nilai resiko Inkorporasi dalam bisnis Transfer resiko dengan kontrak. Retensi pasif sangat berbahaya jika resiko tetap memiliki potensi untuk menghancurkan Anda secara finansial. aset pribadi pemilik dapat dilampirkan oleh kreditur untuk penjaminan utang. Resiko yang tak diinginkan dapat dilimpahkan melalui kontrak. Terkait asuransi ini dibahas lebih lanjut pada topik asuransi berikut. Perlindungan nilai resiko. asuransi adalah metode yang paling praktis untuk menangani resiko besar. ASURANSI . Transfer non Asuransi Transfer non asuransi adalah teknik lain dalam mengatasi resiko. Inkorporasi dalam bisnis. yang membuat pengecer bertanggung jawab untuk semua perbaikan setelah garansi berakhir. Lindung nilai adalah teknik untuk mentransfer resiko fluktuasi harga yang tidak menguntungkan bagi spekulan dengan membeli atau menjual obligasi di bursa efek. Asuransi Bagi kebanyakan orang. atau kemalasan. Jika suatu perusahaan adalah kepemilikan tunggal. Jika suatu perusahaan digabungkan. Resiko dapat dilimpahkan dengan beberapa metode: . Contoh : Resiko televisi rusak dapat ditransfer ke pengecer dengan system jaminan.

KARAKTERISTIK ASURANSI Pengelompokkan asuransi mencakup karakteristik sebagai berikut: 1. yang setuju untuk mengganti kerugian tertanggung atas kerugian tersebut. Resiko transfer 4. atau untuk menyediakan jasa yang berkaitan dengan resiko. Pembayaran Kerugian Tak Terduga Pembayaran kerugian tak terduga dilakukan akibat peristiwa tidak terduga atau factor ketidaksengajaan dan terjadi secara acak. Ganti rugi Penyatuan Kerugian Penyatuan kerugian. Contoh : Seseorang terpeleset pada lantai yang licin dan kakinya patah. Pembayaran Kerugian Tak Terduga 3. . dan (2) prediksi kerugian di masa depan dengan beberapa akurasi berdasarkan hukum bilangan besar. Asuransi adalah pengelolaan kerugian melalui transfer resiko tersebut kepada perusahaan asuransi. resiko objektif berkurang. Dari sudut pandang asuransi. Dengan menyatukan atau menggabungkan pengalaman kehilangan sejumlah besar unit eksposur atau resiko yang serupa. untuk memberikan manfaat berupa uang lain pada suatu kejadian. berarti (1) pembagian kerugian oleh seluruh kelompok. Asuransi tidak akan membayar kerugian yang disengaja. jika kerugian di masa depan dapat diprediksi. asuransi dapat memprediksi kerugian di masa depan dengan tingkat akurasi yang lebih besar. Penyatuan kerugian 2.28 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Asuransi adalah pilihan yang banyak digunakan orang untuk mengurangi terjadinya resiko kerugian pada individu. keluarga. atau suatu bisnis/perusahaan.

Resiko Terdiri Atas Sejumlah Besar Eksposur Unit dan Mirip . Resiko Terdiri Atas Sejumlah Besar Eksposur Unit dan Mirip 2. cacat atas diri seseorang yang diasuransikan. Kerugian Yang Dapat Ditentukan dan Terukur 4. sebagai berikut : 1. Kemungkinan Rugi Yang Dapat Diperhitungkan. kerusakan dan pencurian. cacat. dan tuntutan tanggung jawab pribadi. Contoh : Asuransi akan mengganti kerugian atas rumah atau kendaraan yang terbakar. RESIKO YANG DAPAT DIASURANSIKAN Tidak semua resiko dapat diasuransikan. Dari sudut pandang asuransi terdapat enam persyaratan ideal resiko yang dapat diasuransikan. Ganti Rugi Ganti Rugi yang diasuransikan adalah pengembalian keuangan ke posisinya sebelum terjadinya kerugian. Kerugian Bukan Karena Bencana 5. Premi Yang Layak Secara Ekonomi. resiko individu yang biasanya ditransfer ke asuransi seperti resiko kematian tak terduga. 6. Dari sudut pandang murni. Kerugian Karena Ketidaksengajaan atau Kecelakaan 3.Bab 13 – Manajemen Resiko 29 Resiko Transfer Resiko transfer berarti bahwa resiko murni dipindahkan dari tertanggung kepada asuransi. yang biasanya berada dalam posisi keuangan yang kuat untuk membayar kerugian yang diasuransikan. Asuransi member ganti rugi atas kematian.

Instrumen keuangan yang harus tersedia akibat bencana adalah obligasi bencana. Beberapa kerugian sulit untuk ditentukan dan diukur. tetapi tidak harus identik. Asuransi properti di suatu pemukiman.30 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Resiko yang dapat diasuransikan harus terdiri atas sejumlah besar eksposur unit. Penanggung idealnya ingin menghindari semua kerugian akibat bencana. kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Penyakit dan cacat sangat subjektif.Contoh . Kemungkinan Rugi Yang Dapat Diperhitungkan . harus ada kelompok besar kejadian yang kira-kira serupa. maka teknik penyatuan akan rusak dan menjadi tidak bisa dijalankan. eksposur unit yang memiliki bahaya yang sama atau kelompok dari bahaya. Jika sebagian besar atau semua unit eksposur di kelas tertentu secara bersamaan mengalami kerugian. Contoh : Tabrakan mobil. Kerugian Karena Ketidaksengajaan atau Kecelakaan Kecelakaan yang terjadi atau kerugian yang timbul akibat ketidaksengajaan menjadi tanggung jawab asuransi sebagai resiko yang harus dibayarkan. yang dirancang untuk membayar kerugian akibat bencana. Kerugian Bukan Karena Bencana Idealnya kerugian tidak harus dalam bencana besar. Kerugian Yang Dapat Ditentukan dan Terukur. Premi harus ditingkatkan ke tingkat penghalang. dan peristiwa yang sama dapat mempengaruhi orang menjadi sangat berbeda. Tujuan dasar dari persyaratan ini adalah untuk memungkinkan asuransi untuk menentukan apakah kerugian dapat ditutupi dan berapa besar biaya yang harus dibayar. dan teknik asuransi tidak lagi layak dengan pengaturan rugi yang tersebar di seluruh kelompok. kebakaran akibat hubungan pendek listrik. ini berarti bahwa sebagian besar eksposur unit seharusnya tidak menimbulkan kerugian pada saat yang sama.

Asuransi Sosial. Premi Yang Layak Secara Ekonomi Syarat terakhir adalah bahwa premi harus layak secara ekonomi. dimana tertanggung harus mampu membayar premi. premi yang harus dibayar secara substansial kurang dari nilai nominal atau jumlah dari kebijakan tersebut. Asuransi Kecelakaan dan Kesehatani.Bab 13 – Manajemen Resiko 31 Asuransi harus mampu menghitung rata-rata frekuensi dan tingkat rata-rata kerugian di masa depan dengan akurasi tertentu. Asuransi Pemerintah meliputi program asuransi sosial dan asuransi pemerintah lainnya. Di samping itu. Untuk memiliki premi layak secara ekonomi. Asuransi Laut. Persyaratan ini diperlukan agar premi yang tepat dapat diisi dengan memadai untuk membayar seluruh klaim dan pengeluaran dan menghasilkan laba selama periode kebijakan. Asuransi Kerusakan Peralatan. kemungkinan kerugian harus relatif rendah. untuk asuransi tersebut sebagai pembelian yang menarik. . Asuransi Profesional. Asuransi Pemerintah. Asuransi daratan. Asuransi Kriminal. • • • • • • • • • • • • Asuransi Kebakaran Asuransi Multi-bahaya Asuransi Kompensasi Untuk Pekerja Asuransi Auto Komersil. Asuransi swasta meliputi asuransi jiwa dan kesehatan serta asuransi properti dan asuransi kewajiban. JENIS-JENIS ASURANSI Jenis-jenis Asuransi dapat diklasifikasikan atas asuransi swasta dan asuransi pemerintah.

Kekhawatiran dan ketakutan menurun bagi manajer dan pegawai yang harus meningkatkan kinerja dan produktivitasnya. lima area kunci harus diperhatikan : • • • • • Pemilihan penanggungan asuransi Pemilihan penjamin asuransi Negosiasi syarat-syarat Diseminasi informasi mengenai penganggungan asuransi Kajian program secara berkala KEUNTUNGAN ASURANSI Penggunaan asuransi komersial dalam program manajemn resiko mempunyai keuntungan. sebagai berikut : . Asuransi ini tepat untuk potensi kerugian yang mempunyai kemungkinan kerugian yang rendah tetapi tingkat keparahannya tinggi. sebagai berikut : • Perusahaan akan mengganti kerugian setelah terjadi kerugian. Jika manajer resiko menggunakan asuransi untuk mengatasi potensi kerugian tertentu. KERUGIAN ASURANSI Penggunaan asuransi juga memiliki kerugian. dan penyesuaian klaim. seperti pelayanan pengendalian kerugian. • Premi asuransi merupakan pendapatan dipotong pajak sebagai pengeluaran usaha. • Penjamin dapat menyediakan pelayanan manajemen resiko yang berharga.32 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung ASURANSI KOMERSIAL Asuransi komersial biasa digunakan dalam program manajemen resiko. • Ketidakpastian menurun. membuat perusahaan dapat memperpanjang perencanaan di masa mendatang. Perusahaan dapat melanjutkan untuk beroperasi dan mungkin mengalami sedikit atau tanpa fluktuasi dalam menghasilkan. analisis ledakan kerugian.

Menurut COSO. manusia. Suatu penjamin atau para penjamin harus diseleksi. effected by an entity’s board of directors. premi dapat diinvestasikan atau digunakan dalam bisnis sampai dibutuhkan untuk membayar klaim. MANAJEMEN RESIKO Manajemen resiko memiliki sasaran untuk mengurangi resiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. syarat kebijakan dan premi harus dinegosiasikan dan perusahaan harus bekerjasama dengan aktivitas pengendalian kerugian dari penjamin.Bab 13 – Manajemen Resiko 33 • • • Pembayaran premi merupakan biaya utama. teknologi. . Waktu untuk mempertimbangkan dan berupaya pasti dihabiskan dalam negosiasi penanggungan asuransi. Jika asuransi digunakan. karena premi terdiri dari komponen untuk membayar kerugian dan jumlah pengeluaran dan biaya untuk profit dan segala kemungkinan. staff. Pelaksanaan terhadap manajemen resiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia. risk management is ‘a process. Dalam teknik retensi yang telah dibahas sebelumnya. Terdapat juga biaya kesempatan. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman terhadap bisnis baik yang disebabkan oleh lingkungan. Seperti sikap yang lalai terhadap pengendalian kerugian dapat meningkatkan jumlah kerugian yang tidak diasuransikan pula. dan kesempatan untuk menggunakan dana hilang. khususnya bagi entitas bisnis baik terhadap manusia. premi harus dibayar kemudian. designed to identify potential events that may affect the entity. Manajer resiko mungkin mempunyai insentif yang lebih sedikit untuk mengikuti program pengendalian kerugian. applied in strategy setting and across the enterprise. management and other personnel. dan organisasi. organisasi dan politik. karena penjamin akan membayar klaim jika kerugian terjadi.

dan mencakup . strategi yang disiapkan disesuaikan dengan resiko yang dihadapi oleh masing-masing bagian/unit organisasi. Untuk lingkungan bisnis. manajemen dan karyawan lainnya. . diterapkan dalam pengaturan strategi dan di seluruh perusahaan. Risk management bukanlah suatu kegiatan yang dilakukan sesekali (one time event). yang dirancang untuk mengidentifikasi potensi kejadian-kejadian yang dapat mempengaruhi perusahaan. Dengan penggunaan risk management.’ Manajemen resiko adalah suatu proses.34 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung manage risk to be within its risk appetite.Applied in strategy setting Risk management telah disusun sejak dari perumusan strategi organisasi oleh manajemen puncak organisasi.On going process Risk management dilaksanakan secara terus menerus dan dimonitor secara berkala. . mengelola resiko bersamaan dengan resiko. dan memberikan keyakinan tentang pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. Definisi risk management di atas dapat dijabarkan lebih lanjut berdasarkan kata-kata kunci sebagai berikut: . . and provide reasonable assurance regarding the achievement of entity objectives. yang dilakukan secara menyeluruh baik oleh dewan direksi.Effected by people Risk management ditentukan oleh pihak-pihak yang berada di lingkungan organisasi. risk management dirumuskan oleh dewan direksi dan karyawan/ departemen yang bersangkutan. memilih teknik yang paling tepat untuk mengatasi kejadian tersebut.Applied across the enterprise Strategi yang telah dipilih berdasarkan risk management diaplikasikan dalam kegiatan operasional.

Paradigma baru menyatakan bahwa hubungan antara resiko dan tingkat keuntungan tidak bersifat linier. Paradigma baru menekankan bahwa resiko harus dikelola dengan baik.Provide reasonable assurance Resiko yang dikelola dengan tepat dan wajar akan menyediakan jaminan bahwa kegiatan dan pelayanan oleh organisasi dapat berlangsung secara optimal. kelompok. . maka penerapan risk management berdasarkan penentuan resiko oleh masing-masing bagian. Semakin tinggi resiko.Designed to identify potential events Risk management dirancang untuk mengidentifikasi kejadian atau keadaan yang secara potensial menyebabkan terganggunya pencapaian tujuan organisasi. PARADIGMA MANAJEMEN RESIKO Paradigma lama menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara resiko dan tingkat keuntungan. Mengingat resiko masingmasing bagian berbeda. tetapi kuadratis.Bab 13 – Manajemen Resiko 35 seluruh bagian/unit pada organisasi.Geared to achieve objectives Risk management diharapkan dapat menjadi pedoman bagi organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Karenanya yang paling baik adalah mengelola resiko untuk . atau perusahaan bisnis ingin meningkatkan keuntungan maka dia harus berani meningkatkan resikonya. sementara resiko yang terlalu besar/berlebihan dapat mengakibatkan kerugian bahkan kehancuran suatu usaha. . semakin besar pula tingkat keuntungan yang dapat diperoleh. Resiko yang terlalu kecil akan menghasilkan keuntungan rendah. . Jadi apabila suatu individu.

kurva linier untuk paradigma lama dan kurva kuadratis untuk paradigma baru. Manajemen resiko dikoordinasikan oleh eksekutif level puncak. Perhatian lebih pada akuntansi. Manajemen resiko dilakukan jika manajer merasa perlu untuk melakukannya Paradigma Baru • Terintegrasi. Paradigma lama dan paradigma baru tersebut digambarkan pada dua kurva berbeda berikut.1 ♥ Paradigma Lama dan Baru atas Resiko dan Keuntungan Tabel berikut ini memperlihatkan perbedaan paradigm lama dan paradigm baru manajemen resiko : Paradigma Lama • Pengolaan resiko dilakukan secara terpisah oleh masing -masing departemen atau fungsi. Gambar 13. Manajemen resiko merupakan proses yang berkelanjutan .36 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung mencapai tahapan keuntungan optimal yang terbaik bagi suatu usaha. audit internal • Ad-hoc. setiap orang melihat manajemen resiko sebagai bagian dari pekerjaan mereka • Terus menerus.

1 ♥ Paradigma Manajemen Resiko LANGKAH-LANGKAH RESIKO MANAJEMEN Terdapat empat langkah dalam proses manajemen resiko. yaitu : • Mengidentifikasikan ledakan kerugian • Menganalisa ledakan kerugian • Memilih teknik yang tepat untuk mengatasi ledakan kerugian • Melaksanakan dan memonitor program manajemen resiko . Semua resiko bisnis dan kesempatan bisnis diperhatikan Tabel 13. Terutama memfokuskan pada resiko yang diasuransikan dan resiko keuangan • Fokus Luas.Bab 13 – Manajemen Resiko 37 • Fokus yang lebih sempit.

Ledakan kerugian yang penting berkaitan dengan hal-hal berikut: 1. perlengkapan.2 ♥ Langkah-langkah Manajemen Resiko IDENTIFIKASI POTENSI KERUGIAN Langkah pertama dalam proses manajemen resiko adalah mendidentifikasi ledakan kerugian besar dan kecil. Langkah ini melibatkan analisis dengan ketelitian yang sungguh-sungguh dari semua kerugian potensial. pabrik. dan data • Gudang • Piutang. kertas-kertas dan rekaman yang berharga . Properti • Gedung. perangkat lunak komputer. dan struktural lainnya • Perabotan.38 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Gambar 13. persediaan • Komputer.

5. perlengkapan yang bergerak Pertanggungjawaban • Produk yang cacat • Polusi lingkungan (tanah. kapal. kesehatan dan penghidupan kelompok • . perampokan. pemecatan yang salah prosedur • Pertanggungjawaban premi dan umum dari ledakan kerugian • Pertanggungjawaban yang muncul dari kendaraan perusahaan • Penyalahgunaan transmisi internet dan email • Pertanggungjawaban penempatan direktur dan pegawai Pendapatan Usaha • Kehilangan pemasukan dari kerugian yang ditanggung • Pengeluaran yang terus-menerus setelah mengalami kerugian • Pengeluaran ekstra • Kehilangan pendapatan dari bisnis keseluruhan Sumber Daya Manusia • Meninggalnya atau kecacatan pegawai kunci • Pensiun atau tidak dipekerjakan kembali • Kecelakaan kerja atau penyakit terkait pekerjaan yang dialami oleh para pekerja Kriminal • Perampasan. 4. diskriminasi terhadap pegawai.Bab 13 – Manajemen Resiko 39 2. kebisingan) • Kekerasan seksual terhadap pegawai. pesawat. pembongkaran • Pencurian oleh pegawai dan ketidakjujuran • Penipuan dan penggelapan • Ledakan kriminalitas internet dan komputer • Pencurian dari kekayaan intelektual Berkaitan dengan Pendapatan Pegawai • Kegagalan untuk mematuhi peraturan pemerintah • Pelanggaran atau pemerkosaan tanggung jawab • Ledakan rencana pensiun. 3. Kendaraan perusahaan. air. 6. udara.

• . Meskipun manajer resiko harus mempertimbangkan kedua hal. Frekuensi kerugian maksudnya jumlah yang mungkin akan terjadinya kerugian yang dapat terjadi dalam beberapa jangka waktu yang diberikan. Terkadang manajer resiko memperkirakan frekuensi dan tingkat keparahan dari setiap tipe ledakan kerugian. keparahan jauh lebih penting karena satu saja bencana besar terjadi dapat menyapu bersih perusahaan. Kerugian maksimum yang mungkin terjadi adalah kerugian terburuk yang sepertinya akan terjadi. Tingkat keparahan kerugian maksudnya ukuran yang mungkin dari kerugian yang dapat terjadi. Kegagalan Untuk Mematuhi Hukum dan Peraturan ANALISIS LEDAKAN KERUGIAN Langkah kedua dalam proses manajemen resiko adalah menganalisis ledakan kerugian. Contohnya. Luar Negeri • Tindakan terorisme • Bangunan. properti usaha. bermacammacam ledakan kerugian dapat dirangking menurut kepentingan relatifnya. Reputasi Pasar dan Image Publik Dari Perusahaan 9. gudang • Resiko mata uang asing • Penculikan pegawai kunci • Resiko politik 8. ledakan ekonomi yang potensial membuat perusahaan bangkrut jauh lebih penting dalam program manajemen resiko daripada ledakan dengan kerugian potensial yang kecil. Langkah ini melibatkan perkiraan frekuensi dan tingkat keparahan kerugian. baik frekuensi maupun keparahan kerugian. Kerugian yang tepat akan terjadi adalah kerugian terburuk yang dapat terjadi terhadap perusahaan dalam seumur hidupnya.40 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Kegagalan untuk membayar keuntungan yang dijanjikan 7.

Penghindaran berarti ledakan kerugian tertentu yang tidak pernah terjadi atau suatu ledakan kerugian yang ada yang diabaikan. pabrik cat dapat menghindari kerugian yang timbul dari produksi cat. bagaimanapun perusahaan tidak akan dapat berbisnis. Kerugian Penghindaran. PENGENDALIAN RESIKO Teknik pengendalian resiko utama. Teknik-teknik ini dapat diklasifikasikan secara luas sebagai pengendalian resiko atau pendanaan resiko. adalah : Pertama. Keuntungan utama dari penghindaran adalah kesempatan terjadinya kerugian menurun sampai nol jika ledakan kerugian tidak terjadi. meliputi : Penghindaran Pencegahan kerugian Penurunan kerugian Penghindaran.Bab 13 – Manajemen Resiko 41 MEMILIH TEKNIK MENGATASI KERUGIAN Langkah ketiga dalam proses manajemen resiko adalah memilih teknik yang paling tepat atau kombinasi teknik-teknik untuk mengatasi ledakan kerugian. tidak akan layak atau praktis untuk menghindari ledakan kerugian. Pengendalian resiko maksudnya teknik-teknik yang menurunkan frekuensi dan keparahan kerugian. Perusahaan obat-obatan yang memasarkan obat yang memiliki efek berbahaya dapat menarik obat dari pasar untuk menghindari masalah hukum yang mungkin terjadi. Kita dapat menggunakan kombinasi teknikteknik untuk mengatasi setiap ledakan kerugian. Contohnya. . Kedua. Contohnya. Tanpa produksi cat. suatu perusahaan mungkin tidak mampu untuk menghindari kematian yang lebih cepat dari eksekutif kunci. Contohnya. Pendanaan resiko maksudnya teknik-teknik yang menyediakan untuk mendanai kerugian. kerugian akibat banjir dapat dihindari dengan tidak membangun pabrik baru di dataran yang terkena banjir. perusahaan tidak akan mampu untuk menghindari semua kerugian.

Contohnya pemasangan sistem sprinkler otomatis yang tepat memadamkan api. PENDANAAN RESIKO Pendanaan resiko. Retensi resiko aktif berarti bahwa perusahaan mewaspadai ledakan kerugian dan bangunan untuk menguasai sebagian atau semua. gagal untuk bertindak. bagaimanapun. Retensi berarti bahwa perusahaan tetap menguasai sebagian atau semua kehilangan yang ditimbulkan dari kerugian yang dialami. Kesimpulan : Teknik pengendalian resiko yang efektif dapat menurunkan dengan nyata frekuensi dan keparahan klaim. terutama dalam hal keamanan tempat kerja. seperti kecelakaan yang menghancurkan mobil perusahaan. Pencegahan kerugian maksudnya untuk mengukur frekuensi kerugian yang biasa terjadi. Retensi pasif. manajer resiko dapat gagal mengidentifikasi semua aset perusahaan yang rusak dalam bencana gempa bumi. Transfer non asuransi adalah metode selain asuransi dimana resiko murni dan konsekuensi keuangan potensial ditransfer ke pihak lain. ukuran yang menurunkan kecelakaan truk termasuk ujian supir. dan peraturan yang ketat tentang kemanan. Retensi dapat aktif maupun pasif. kontrak perusahaan dengan perusahaan kontruksi untuk membangun bangunan baru dapat menentukan bahwa . Contohnya.42 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Pencegahan kerugian. adalah kegagalan untuk mengidentifikasi suatu ledakan kerugian. Contohnya. meliputi : • Retensi • Transfer non asuransi • Asuransi komersial Retensi. Penurunan kerugian berarti ukuran yang menurunkan keparahan dari suatu kerugian setelah hal tersebut terjadi. Contohnya. atau lupa bertindak. sewa dan perjanjianyang tidak mengikat. Transfer non asuransi. Penurunan kerugian. tolerensi nol untuk penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol. Contoh transfer non asuransi termasuk kontrak.

. Asuransi komersial tepat untuk ledakan kerugian yang mempunyai kemungkinan kerugian yang rendah tetapi tingkat keparahannya tinggi. Jika manajer resiko menggunakan asuransi untuk mengatasi ledakan kerugian tertentu. Asuransi Komersial. lima area kunci harus ditekankan : • Pemilihan penanggungan asuransi • Pemilihan penjamin asuransi • Negosiasi syarat-syarat • Diseminasi informasi mengenai penganggungan asuransi • Kajian program secara berkala PEMILIHAN METODA Dalam menentukan metode yang tepat atau metode-metode untuk mengatasi kerugian. dapat digunakan matriks manajemen resiko berikut.Bab 13 – Manajemen Resiko 43 perusahaan konstruksi bertanggungjawab untuk setiap kerusakan bangunan saat sedang dibangun.

Bekerja sama dengan departemen lain Manajer resiko tidak bekerja sendirian tapi harus melibatkan departemen berikut : • • Akunting. Pengontrolan akunting internal dapat menurunkan penipuan oleh pegawai dan pencurian uang tunai.44 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Matriks Manajemen Resiko Jenis Kerugian 1 2 3 4 Frekuensi Kerugian Rendah Tinggi Rendah Tinggi Tingkat Keparahan Kerugian Rendah Rendah Tinggi Tinggi Teknik Manajemen Resiko yang Tepat Retensi Pencegahan kerugian dan retensi Asuransi Penghindaran MELAKSANAKAN DAN MEMONITOR PROGRAM MANAJEMEN RESIKO Pernyataan Kebijakan Manajemen Resiko Pernyataan ini menggarisbawahi tujuan manajemen resiko perusahaan. sebagaimana kebijakan perusahaan berkaitan dengan penanganan ledakan kerugian. Keuangan. memberi manajer resiko kewenangan yang lebih besar di perusahaan. dan menyediakan standar untuk menilai kinerja manajer resiko. Ini juga mendidik eksekutif pimpinan berkaitan dengan proses manajemen resiko. . Informasi dapat disediakan menunjukan bahwa kerugian akan membawa dampak terhadap neraca keseimbangan perusahaan dan rekening laba rugi perusahaan.

• PROSES MANAJEMEN RESIKO Pemahaman manajemen resiko memungkinkan manajemen untuk terlibat secara efektif dalam menghadapi uncertainty dengan resiko dan peluang yang berhubungan dan meningkatkan kemampuan organisasi untuk memberikan nilai tambah. • Produksi. program pengamanan dan program pencegahan kerugian harus dimonitor dengan hatihati. Sebagaimana dijelaskan pada Gambar 13.Bab 13 – Manajemen Resiko 45 Marketing. program manajemen resiko harus dikaji ulang dan dievaluasi secara berkala untuk menentukan apakah tujuan telah tercapai. Program keamanan yang efektif di pabrik dapat menurunkan luka dan kecelakaan. Departemen ini bertanggungjawab untuk program manfaat pegawai. program manajemen resiko akan gagal. Catatan kerugian juga harus diuji untuk melacak setiap perubahan dalam frekuensi dan tingkat keparahan. Akhirnya.3. Prosedur distribusi yang aman dapat mencegah kecelakaan. proses manajemen resiko dapat dibagi ke dalam 8 komponen (tahap). Menurut COSO. Informasi yang dikemas secara akurat dan produktif dapat mencegah terjadinya sengketa hukum. program pensiun. biaya manajemen resiko. komponen-komponen dari resiko dapat dijelaskan sebagai berikut: . • Sumber daya manusia. promosi dan kebijakan pemecatan. manajer resiko harus menentukan apakah keseluruhan kebijakan manajemen resiko perusahaan telah dijalankan dan apakah manajer resiko telah menerima kerjasama dari departemen lain. Tanpa kerjasama aktif dari departemen lain. dan perekrutan pegawai perusahaan. Evaluasi dan peninjauan secara berkala Agar efektif. Biasanya. Pengontrolan kualitas dapat mencegah produksi barang cacat dan sengketa hukum.

dan merupakan implementasi dari visi dan misi institusi tersebut. .1 ♥ Manajemen Resiko Model COSO 1. struktur organisasi. Sementara itu. Lingkungan Iternal (Internal Environment) Komponen ini berkaitan dengan lingkungan dimana perusahaan berada dan beroperasi. risk-perspective (perspektif terhadap resiko). integrity (integritas). Cakupannya adalah risk-management philosophy (kultur manajemen tentang resiko). Penentuan Tujuan (Objective Setting) Manajemen harus menetapkan objectives (tujuan-tujuan) dari organisasi agar dapat mengidentifikasi. ethical values (nilai moral). activity objective dapat dipilah menjadi 3 kategori. dan (3) compliance objectives. dan pendelegasian wewenang.46 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung MODEL COSO ERM Gambar 14. yaitu (1) operations objectives. Objective dapat diklasifikasikan menjadi strategic objective dan activity objective. mengakses. 2. (2) reporting objectives. dan mengelola resiko. Strategic objective di perusahaan berhubungan dengan pencapaian dan peningkatan kinerja bisnis dalam jangka menengah dan panjang. riskappetite (selera atau penerimaan terhadap resiko).

dalam penentuan tujuan organisasi. Pelibatan tersebut terkait dengan pandangan bahwa setiap pimpinan/karyawan adalah pemilik dari resiko. namun dapat pula sebaliknya atau negative (risks). dan intangible assets seperti reputasi dan penguasaan informasi.Bab 13 – Manajemen Resiko 47 Sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki organisasi yang ada pada seluruh divisi dan bagian haruslah dilibatkan dan mengerti resiko yang dihadapi. . human assets yang mencakup pengetahuan dan keahlian. yaitu exposure analysis. Terdapat 4 model dalam identifikasi resiko. yaitu: 1) Exposure analysis. Contoh dalam penerapan pelayanan pajak modern seperti pengiriman SPT WP secara elektronik. 2) Environmental analysis. terdapat aktivitas suatu organisasi seperti peluncuran roket berawak dengan risk tolerance sebesar 0%. Kejadian tersebut bisa berdampak positif (opportunities). hendaknya menggunakan pendekatan Smart. 3) Threat scenario. Salah satu model. Identifikasi Resiko (Event Identification) Komponen ini mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial baik yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal organisasi yang mempengaruhi strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi. 4) Brainstorming questions. Bila ditentukan risk tolerance sebesar 10%. Demikian pula. Atas setiap sumber daya yang dimiliki organisasi dilakukan penilaian resiko kehilangan dan resiko penurunan (lihat Tabel 1). mencoba mengidentifikasi resiko dari sumber daya organisasi yang meliputi financial assets seperti kas dan simpanan di bank. dalam hal 72% WP Besar telah melaksanakannya. berarti tujuan penyediaan fasilitas tersebut telah terpenuhi. 3. diperkirakan 80% Wajib Pajak (WP) Besar akan mengimplementasikannya. dan ditentukan risk appetite and risk tolerance (variasi dari tujuan yang dapat diterima). Risk tolerance dapat diartikan sebagai variation dalam pencapaian tujuan yang dapat diterima manajemen. Contoh lain. physical assets seperti tanah dan bangunan.

dan aktivitas yang paling beresiko tinggi dengan kemungkinan terjadi tinggi ada pada aktivitas d. type. handling Pencurian. Penilaian Resiko (Risk Assessment) Komponen ini menilai sejauhmana dampak dari events (kejadian atau keadaan) dapat mengganggu pencapaian tujuan. dan benchmarking. Sementara itu. high). bernilai. medium.48 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Size. dust. kebakaran. yaitu: (1) qualitative techniques. nonprobabilistic models (optimalkan hanya asumsi consequence). bernilai. . Dengan demikian besarnya resiko atas setiap kegiatan bisnis merupakan perkalian antara likelihood dan consequence. fluktuasi power Tabel 14. penilaian resiko atas setiap aktivitas organisasi akan menghasilkan informasi berupa peta dan angka resiko. dan (2) quantitative techniques. bernilai. dan dapat dianalisis dalam dua perspektif. kebakaran. handling Kebakaran.1 ♥ Identifikasi Resiko Pada Barang Modal 4. Aktivitas yang paling kecil resikonya ada pada aktivitas a dan e. Penilaian resiko dapat menggunakan dua teknik. quantitative techniques data berbentuk angka yang diperoleh dari tools seperti probability based. portable Besar. yaitu: likelihood (kecenderungan/ peluang) dan impact/consequence (besaran dari terealisirnya resiko). questionnaires. portability. dust. handling Resiko Penurunan nilai Handling Handling. location (STPL) Kecil. fluktuasi power Handling. tidak portable Resiko Kehilangan Pencurian. Sebagaimana dijelaskan pada Gambar 2. dan internal audit reviews. Besarnya dampak dapat diketahui dari inherent dan residual risk. Qualitative techniques menggunakan beberapa tools seperti selfassessment (low. dan portable Besar.

walaupun memiliki dampak yang besar. Demikian pula.Bab 13 – Manajemen Resiko 49 Sedangkan aktivitas c. serangan teroris) Manusia mengalami kematian dini (lebih cepat dari usia kematian wajar) Manusia terkena penyakit tertentu Teknik Pengukuran Value At Risk (VAR). Tipe Resiko Resiko Pasar Resiko kredit Resiko perubahan tingkat bunga Resiko operasional Resiko kematian Resiko kesehatan Definisi Harga pasar bergerak ke arah yang tidak menguntungkan (merugikan) Counterparty tidak bisa membayar kewajibannya (gagal bayar) ke perusahaan Tingkat bunga berubah yang mengakibatkan kerugian pada portofolio perushaan Kerugian yang terjadi melalui operasi perusahaan (misal sistem yang gagal. Pengukuran untuk beberapa tipe resiko dapat dilihat pada table berikut ini. resiko yang mempengaruhi banyak business units perlu dikelompokkan dalam common event categories. creditmetrics Metode pengukuran jangka waktu.2 ♥ Pemetaan dan Kuantifikasi Resiko Yang perlu dicermati adalah events relationships atau hubungan antar kejadian/keadaan. Gambar 14. bila digabungkan bisa menjadi signifikan. Namun. dan dinilai secara aggregate. durasi Matrik frekuensi dan signifikansi kerugian. namun memiliki resiko terjadi yang rendah. Events yang terpisah mungkin memiliki resiko kecil. VAR operasional Probabilitas kematian dengan tabel mortabilitas Probabilitas terkena penyakit dengan menggunakan tabel morbiditas . stresstesting Credit rating.

50 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung Perubahan teknologi mempunyai kosekuensi negatif terhadap perusahaan Analisis skenario Resiko teknologi Tabel 13.3 ♥ Strategi Mengelola Resiko . Sikap Atas Resiko (Risk Response) Organisasi harus menentukan sikap atas hasil penilaian resiko. yaitu mengalihkan atau menanggung bersama resiko atau sebagian dari resiko dengan pihak lain. Strategi untuk mengelola resiko Gambar 13. 3) sharing. dan tidak ada upaya khusus yang dilakukan.1 ♥ Tipe Resiko dan Teknik Pengukuran 5. Risk response dari organisasi dapat berupa: 1) avoidance. 4) acceptance. 2) reduction. Strategi dalam memilih resiko dijelaskan pada Gambar 3. yaitu menerima resiko yang terjadi (biasanya resiko yang kecil). yaitu dihentikannya aktivitas atau pelayanan yang menyebabkan resiko. yaitu mengambil langkah-langkah mengurangi likelihood atau impact dari resiko.

dan kualitas informasi dapat dipilah . Informasi dan Komunikasi (Information and Communication) Fokus dari komponen ini adalah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media komunikasi yang sesuai. 2) kompetensi. Sementara aktifitas pengendalian berupa: 1) pembuatan kebijakan dan prosedur.Bab 13 – Manajemen Resiko 51 Dalam memilih sikap (response). Aktifitas Pengendalian (Control Activities) Komponen ini berperan dalam penyusunan kebijakan (policies) dan prosedur-prosedur untuk menjamin risk response terlaksana dengan efektif. 3) delegasi wewenang dan pemisahan fungsi. Terdapat beberapa jenis pengendalian. dan directive. dapat ditentukan jenis dan aktifitas pengendalian. Aktifitas pengendalian hendaknya terintegrasi dengan manajemen resiko sehingga pengalokasian sumber daya yang dimiliki organisasi dapat menjadi optimal. dan 7) wewenang dan tanggung jawab. 6. 7. 5) filosofi dan gaya kepemimpinan manajemen. 4) budaya organisasi. 3) kebijakan dan praktik-praktik SDM. 6) struktur organisasi. dan alat komunikasi. arah komunikasi. dan 4) supervisi atasan. analisis cost versus benefits. diantaranya adalah preventive. 2) pengamanan kekayaan organisasi. Aktifitas pengendalian memerlukan lingkungan pengendalian yang meliputi: 1) integritas dan nilai etika. detective. Melalui pemahaman atas lingkungan pengendalian. dan kemungkinan peluang (opportunities) yang dapat timbul dari setiap risk response. response yang optimal sehingga bersinergi dengan pemenuhan risk appetite dan tolerances. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyampaiaan informasi dan komunikasi adalah kualitas informasi. Informasi yang disajikan tergantung dari kualitas informasi yang ingin disampaikan. corrective. perlu dipertimbangkan faktorfaktor seperti pengaruh tiap response terhadap risk likelihood dan impact.

Pada proses monitoring. Pada monitoring ini ditentukan scope tugas. frekuensi. buletin. memo. pertahanan kerugian. yaitu pelaporan yang tidak lengkap atau bahkan berlebihan (tidak relevan). Disamping kompleksitas. Monitoring terpisah biasanya dilakukan untuk penugasan tertentu (kasuistis). dan arahan bagi pelaporan. materi pelaporan. Kendala ini timbul dari berbagai faktor seperti sumber informasi. . (3) current. pengeluaran pengendalian kerugian. dan (5) accessible. bagaimanapun suatu program manajemen resiko yang efektif menghasilkan manfaat yang substansial bagi perusahaan atau organisasi. pelayanan manajemen resiko luar. Aktifitas monitoring ongoing tercermin pada aktivitas supervisi. Arah komunikasi dapat bersifat internal dan eksternal. perlu dicermati adanya kendala seperti reporting deficiencies. dan aktivitas rutin lainnya. yang mungkin dapat meningkatkan laba perusahaan.52 Entrepreneurship – Menjadi Pebisnis Ulung menjadi: (1) appropriate. Memonitor (Monitoring) Monitoring dapat dilaksanakan baik secara terus menerus (ongoing) maupun terpisah (separate evaluation). dokumentasi. dan pesan-pesan melalui media elektronik. dan action plan. (2) timely. Manfaat utama manajemen resiko adalah : • Sasaran manajemen resiko sebelum kerugian dan pasca kerugian lebih mudah tercapai. pihak yang disampaikan laporan. Biaya ini termasuk pembayaran premi. 8. proses evaluasi metodologi. • Biaya resiko berkurang. rekonsiliasi. Sedangkan alat komunikasi berupa diantaranya manual. MANFAAT MANAJEMEN RESIKO Pembahasan sebelumnya menunjukkan bahwa proses manajemen resiko melibatkan analisis yang kompleks dan terperinci. (4) accurate. Biaya resiko adalah alat manajemen resiko yang mengukur biaya tertentu.

Bab 13 – Manajemen Resiko 53 • • jaminan keuangan. Dikarenakan dampak yang merugikan secara financial dari ledakan kerugian murni menurun. Cafe Internet. . dan menetapkan keterampilan-keterampilan yang dimiliki untuk mendukung pencapaian tujuan (goal setting) yang telah ditetapkan dan menghindari kebangkrutan usaha ? 3. Anda dipercaya oleh orang tua/ sahabat untuk menjalankan bisnisnya baik dibidang Software Data Solution. suatu perusahaan mungkin mampu untuk memainkan program manajemen resiko perusahaan yang mengatasi baik ledakan kerugian murni maupun yang bersifat spekulatif Masyarakat juga diuntungkan jika kerugian langsung dan tidak langsung (sebagai akibat) menurun. biaya administrative internal. Factory Outlet. biaya-biaya serta pengeluaran lainnya. 2. Carilah Tim Bisnis Anda (maksimum 3 orang/kelompok) Diskusikan permasalahan di atas dan berikan solusi-solusi kelompok terhadap pertanyaan 1 & 2 yang telah diajukan. Bagaimana Anda Menetapkan sasaran bisnis. Distro. Restoran dll. strategi. melakukan pengelolaan. dan pajak. mengukur resiko usaha. Bagaimana Anda akan mengubah Mindset dan Paradigma mengenai Enterpreneur dalam diri Anda sehingga Anda berani untuk mengelola usaha tersebut. kepedihan dan penderitaan menurun. Sebagai hasilnya. Pertanyaan dan Diskusi 1. Buat persamaan atau perbedaan jawaban secara pribadi dan jawaban kelompok sebagai hasil diskusi. (Pilih salah satu).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->