P. 1
Modul Kekayaan Negara yang Dipisahkan

Modul Kekayaan Negara yang Dipisahkan

|Views: 647|Likes:
Published by Ahmad Abdul Haq

More info:

Published by: Ahmad Abdul Haq on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

pdf

text

original

1. DASAR HUKUM

Landasan hukum yang digunakan dalam
pelaksanaan dan pengelolaan kekayaan negara yang
dipisahkan adalah sebagai berikut :
1. Pasal 23 dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang
Perbendaharaan (Lembaran Negara Tahun 2004
Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang
Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor
4286);
4. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Lembaran
Negara Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4297);
5. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang
Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Tahun 2007
Nomor ...., Tambahan Lembaran Negara Nomor......;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2003 Tentang
Pelimpahan Kedudukan, Tugas dan Kewenangan
Menteri Keuangan pada Perusahaan Perseroan
(Persero), Perusahaan Umum (Perum), dan
Perusahaan Jawatan (Perjan) kepada Menteri Badan
Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2003
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor
4305);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2005 tentang
Privatisasi Perusahaan Perseroan (Persero);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2005 tentang
Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, dan
Perubahan Bentuk Badan Usaha Milik Negara;

DTSS Pengelolaan Kekayaan Negara
Pusdiklat Keuangan Umum

Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

Modul : Penatausahaan Kekayaan Negara yang Dipisahkan

7

9. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 Tentang
Tatacara Penyertaan dan Penatausahaan Modal
Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan
Perseroan Terbatas;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang
Pendirian,

Pengurusan,

Pengawasan,

dan

Pembubaran Badan Usaha Milik Negara.

2. PENGERTIAN

Definisi-definisi yang digunakan dalam pelaksanaan dan
pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan adalah
sebagai berikut :

a. Penyertaan Modal Negara (PMN) adalah kekayaan
negara yang dipisahkan untuk dijadikan sebagai modal
BUMN dan/atau Perseroan Terbatas lainnya, dan dikelola
secara korporasi;

b. Pengelola Barang Milik Negara adalah pejabat yang
berwenang dan bertanggungjawab menetapkan
kebijakan umum pembinaan dalam pengelolaan barang
milik negara, yaitu Menteri Keuangan;

c. Pengguna Barang Milik Negara adalah pejabat
pemegang kewenangan penggunaan barang rnilik
negara, yaitu Menteri/Pimpinan Lembaga;

d. Kekayaan Negara yang tidak dipisahkan adalah
Kekayaan

Negara

yang

ada

pada
Departemen/Lembaga atau Badan Hukum Pemerintah
yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) atau perolehan lainnya yang sah;

e. Kekayaan Negara yang dipisahkan adalah kekayaan
negara yang berasal dari APBN atau perolehan lainnya
yang sah yang dijadikan penyertaan modal Negara
pada BUMN;

f. Wakil Pemerintah adalah menteri yang ditunjuk atau
diberi kuasa selaku pemegang saham Negara pada
Persero dan pemilik modal pada Perum dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan;

g. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha
yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh

DTSS Pengelolaan Kekayaan Negara
Pusdiklat Keuangan Umum

Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

Modul : Penatausahaan Kekayaan Negara yang Dipisahkan

8

Negara;

h. Perusahaan Perseroan, yang selanjutnya disebut Persero,
adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang
modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling
sedikit 51 % (lima puluh satu persen) sahamnya dimiliki
oleh Negara Republik Indonesia yang tujuan utamanya
mencari keuntungan;

i. Perseroan Terbatas adalah perseroan terbatas yang tidak
termasuk persero;

j. Perusahaan Umum, yang selanjutnya disebut Perum,
adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki Negara dan
tidak terbagi atas saham, yang bertujuan untuk
memanfaatan umum berupa penyediaan barang
dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus
mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan
perusahaan;

k. Penatausahaan adalah pencatatan dalam rangka
pengadministrasian

untuk

mengetahui

besarnya

penyertaan modal negara dalam BUMN;

l. Pengusulan adalah proses penyelesaian administrasi baik
dari aspek teknis maupun yuridis penyertaan modal
negara dalam BUMN;

m. Proyek Selesai adalah Proyek Fisik maupun Non Fisik yang
seluruhnya atau sebagian telah berfungsi;

n. Privatisasi adalah penjualan saham persero baik sebagian
maupun seluruhnya kepada pihak lain dalam rangka
meningkatkan kinerja/nilai perusahaan, memperbesar
manfaat bagi negara/masyarakat, serta memperluas
pemilikan saham oleh masyarakat;

o. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah organ
persero yang memegang kekuasaan tertinggi dalam
persero dan memegang segala wewenang yang tidak
diserahkan kepada direksi dan komisaris;

p. Kapitalisasi adalah penambahan modal disetor penuh
oleh Pemerintah;

q. Divestasi adalah penjualan saham Negara pada suatu
Persero atau Perseroan Terbuka (Tbk.) baik sebagian

DTSS Pengelolaan Kekayaan Negara
Pusdiklat Keuangan Umum

Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

Modul : Penatausahaan Kekayaan Negara yang Dipisahkan

9

maupun seluruhnya kepada pihak lain dalam rangka
meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar
manfaat bagi Negara dan masyarakat, serta memperluas
pemilikan saham oleh masyarakat;

r. Laporan Keuangan adalah suatu laporan yang
menggambarkan pandangan yang wajar dari, atau
menyajikan dengan wajar, posisi keuangan, kinerja, serta
perubahan posisi keuangan suatu BUMN atau Perseroan
Terbatas;

s. Laporan PMN adalah laporan yang menyajikan informasi
tentang penyertaan modal Negara pada BUMN atau
Perseroan Terbatas dengan menggunakan format
tertentu.

t. Badan Hukum Milik Negara, yang selanjutnyas disingkat
BHMN adalah . .

3. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup pelaksanaan dan pengelolaan kekayaan

negara meliputi:

1. Penyertaan Modal Negara

Pengelolaan kekayaan negara dimulai sejak adanya
usul inisiatif baik yang diajukan oleh Menteri Negara
BUMN, Menteri Keuangan atau Menteri Teknis, yang
meliputi:

a. PMN dalam rangka pendirian BUMN, baik yang
berbentuk Persero maupun Perum;

b. PMN dalam rangka Penambahan Modal pada BUMN
dan/atau Perum;

c. PMN dalam rangka Public Service Obligation (PSO),
meskipun tidak selalu PSO yang diserahkan
Pemerintah kepada BUMN dilaksanakan dengan
bentuk PMN, karena peraturan perundang-
undangan memungkinkan dilakukannya PSO dengan
cara memberikan konsepsi;

d. PMN dalam rangka pengurangan Modal. Dana yang
diperoleh dari pengurangan modal Pemerintah pada
BUMN ini dapat digunakan sebagai pembiayaan
defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara,

DTSS Pengelolaan Kekayaan Negara
Pusdiklat Keuangan Umum

Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

Modul : Penatausahaan Kekayaan Negara yang Dipisahkan

10

namun juga dapat digunakan untuk dijadikan
penyertaan modal atau tambahan PMN pada tahun
anggaran yang sama.

2. Privatisasi BUMN

a. Initial Public Offering

b. Secondary Public Offering;

c. Right Issue.

3. Divestasi BUMN

a. Divestasi pada BUMN Lain;
b. Divestasi pada Strategic Partner;
c. Divestasi pada Pemerintah Daerah.
4. Kekayaan Awal pada Badan Hukum Milik Negara

a. Kekayaan Awal pada Perguruan Tinggi

1) Institut Pertanian Bogor (IPB);

2) Institut Teknik Bandung (ITB);

3) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI);

4) Universitas Indonesia (UI);

5) Universitas Airlangga (Unair);

6) Universitas Gajah Mada (UGM);

7) Universitas Sumatera Utara (USU).

b. Kekayaan Awal pada Badan Pelaksana Migas

1) Kontrak Kerjasama Migas (KKS);

2) Profit Sharing.

5. Kekayaan Awal pada Badan Pelaksana Harian Migas.

DTSS Pengelolaan Kekayaan Negara
Pusdiklat Keuangan Umum

Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

11

Modul : Penatausahaan Kekayaan Negara yang Dipisahkan

Kekayaan Negara Yang Dipisahkan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->