P. 1
Tabel Distribusi-t Dan Cara Membaca-Nya

Tabel Distribusi-t Dan Cara Membaca-Nya

5.0

|Views: 6,070|Likes:
Published by Jarvik Fuad

More info:

Published by: Jarvik Fuad on Jan 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2015

pdf

text

original

Tabel Distribusi

             

t

Dan Cara Membacanya

Disusun oleh: 

Ginanjar Syamsuar 
(Pengajar Statistika) 

STIE Indonesia, Jakarta  Oktober ‐ 2011 
 

Tabel Distribusi t .

50 adalah peluang dua arah. Ini juga menggunakan pengujian satu arah. Artinya semakin tua umur semakin rendah pendapatan”. kita terlebih dahulu menetapkan tingkat/taraf signifikansi pengujian kita (biasanya disimbolkan dengan α (alpha)). angka 0. Sebaliknya kalau kita melakukan pengujian dua arah. Atau. Kalau kita melakukan pengujian satu arah. Nah. Artinya semakin tinggi pendidikan semakin besar pendapatan”. “ terdapat pengaruh umur terhadap pendapatan”. lihat pada judul kolom bagian paling atasnya (angka yang kecilnya). 10 % dan seterusnya. lihat pada judul kolom angka yang besarnya. Struktur tabel t yang umum dan tersedia pada buku-buku statistik/ekonometrik adalah seperti tampak pada halaman pertama: Judul masing-masing kolom mulai dari kolom kedua (angka yang dicetak tebal) dari tabel tersebut adalah nilai probabilita (tingkat/taraf signifikansi). Artinya umur bisa berpengaruh positif . tetapi juga bisa berpengaruh negatif terhadap pendapatan. Misalnya 1 %. misalnya “ umur berpengaruh negatif terhadap pendapatan”. “ pendidikan berpengaruh positif terhadap pendapatan”. Lalu apa itu yang dimaksud dengan peluang pada tabel t tersebut? Dalam pengujian hipotesis. pengujiannya menggunakan uji dua arah. pengujian hipotesis memiliki dua bentuk pengujian yaitu pengujian satu arah dan pengujian dua arah. dan biasanya pada buku-buku statistik/ekonometrik sampai angka 200. 5 %. Tetapi jika hipotesisnya berbunyi.25 adalah peluang satu arah sedangkan 0. Nilai yang lebih kecil menunjukkan peluang satu arah (satu sisi) sedangkan nilai yang lebih besar menunjukkan probabilita kedua arah (dua sisi). Maka pada tabel t. judul masing-masing baris adalah derajat bebas (db) atau degree of freedom (df). Lalu apa yang dimaksud dengan peluang satu arah dan dua arah ? Dari sisi ini. t . Maka pengujiannya menggunakan uji satu arah.Cara Membaca -tabel Kesalahan dalam membaca tabel t tentunya juga berakibat kesalahan dalam hasil uji hipotesis. Maka. Misalnya pada kolom kedua. Selanjutnya. Misalnya jika hipotesis kita berbunyi. Seperti terlihat pada gambar diatas yang dimulai dari angka 1. taraf/tingkat signifikansi tersebut yang merupakan peluang dalam tabel ini. Pengujian satu arah atau dua arah tergantung pada perumusan hipotesis yang akan kita uji.

Pengujian juga dengan α = 5 % Untuk hipotesis pertama. yang digunakan untuk menghitung suatu ukuran dasar statistik. karena uji satu arah. Jumlah observasi (responden) yang kita gunakan untuk membentuk persamaan ini sebanyak 10 responden (jumlah sampel yang sedikit ini hanya untuk penyederhanaan saja).895 Untuk hipotesis kedua. karena uji dua arah. Hipotesis pertama: Hipotesis kedua: Pendidikan berpengaruh positif terhadap pendapatan.365 . Selanjutnya bagaimana menentukan derajat bebas atau degree of freedom (df) tersebut? Dalam pengujian hipotesis untuk model regresi.Pengertian Derajat Bebas (db) atau Degrees of Freedom (df) Derajat bebas (db) menyatakan bagian-bagian informasi yang bebas yang termuat dalam kumpulan data. Alasan bahwa 2 hanya ada n–1 observasi mean-corrected yang independent adalah bahwa mean-corrected yang diobservasi itu diperoleh dengan cara mengurangkan mean dari setiap observasi. (Catatan: untuk pengujian lain misalnya uji hipotesis rata-rata dllnya rumus ini bisa berbeda). maka lihat pada kolom ke lima tabel diatas. Misalnya kita punya persamaan regresi yang memperlihatkan pengaruh pendidikan (X1) dan umur (X2) terhadap pendapatan (Y). dan 1 bagian informasi digunakan untuk menghitung mean. Pengujian hipotesis dengan α = 5%. Setiap ukuran dasar yang dihitung dari sample data mean-corrected (Misalnya variance) akan mempunyai derajat bebas sebesar n–1. atau hanya ada n–1 bagian informasi dalam data mean-corrected. Sedangkan derajat bebas pengujian adalah n – k = 10 – 3 = 7. Nilai tabel t = 1. Oleh karena itu nilai dari suatu mean-corrected yang ke–n dapat ditentukan dari jumlah dari sebanyak (n1) mean-corrected lainnya. sedangkan df nya lihat pada angka tujuh. Kita tahu bahwa jumlah dari mean-corrected data adalah nol. maka lihat pada kolom ke empat tabel diatas. Dimana n = banyak observasi sedangkan k = banyaknya variabel (bebas dan terikat). Pengujian dengan α = 5 % Umur berpengaruh terhadap pendapatan. Karena itu derajat bebas untuk data mean-corrected adalah n–1. dengan df = 7 maka nilai tabel t = 2. Artinya terdapat hanya n–1 mean-corrected yang independent. derajat bebas ditentukan dengan rumus n – k. dan karena itu mean juga sama dengan nol.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->