P. 1
Isu Terkini Kesehatan

Isu Terkini Kesehatan

|Views: 363|Likes:
Published by Frints Wandeboy

More info:

Published by: Frints Wandeboy on Jan 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2014

pdf

text

original

Isu Terkini Kesehatan

Search:
þÿ

• • •

Categories
Uncategorized

Archives
May 2008

• • •

Links
WordPress.com WordPress.org

DEMAM BERDARAH DENGUE May 26, 2008, 1:17 am Filed under: Uncategorized BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Definisi Umum Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh infeksi virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus betina yang umumnya menyerang pada pada musim hujan dan musim panas. Virus itu menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahanperdarahan. Manifestasi klinis dari infeksi virus dengue dapat berupa demam dengue dan DBD dengue.[12] Wabah demam berdarah pertama didunia terjadi pada tahun 1780-an serentak terjadi bersamaan di Asia, Afrika dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dinamakan Dengue fever pada 1779. [13] Di Asia Tenggara wabah besar pertama dimulai pada 1950-an di Filipina. Penyakit ini

pertama kali masuk ke Asia tenggara pada tahun 1953 dan terjadi di Manila lalu menyebar ke beberapa negara[14].Pada tahun 1975 demam berdarah telah menjadi penyakit penyebab kematian utama pada anak-anak di wilayah Asia tenggara. Menurut data yang diperoleh bahwa penyakit demam berdarah telah masuk ke Indonesia sekitar 36 tahun yang lalu, yaitu sekitar tahun 1968.[15] Pada awalnya penyakit ini hanya terjadi di daerah perkotaan dan menyerang anak – anak yang berusia di bawah 5 tahun namun seiring dengan perkembangan waktu ternyata penyakit ini telah menyeabr ke daerah pedesaan dan terjadi pergeseran penderita yang cenderung dialami oleh orang –orang dewasa. Nyamuk penyebab DBD ini pun hidup di seluruh pelosok Indonesia. Jika perkembangbiakan Aedes aegypty tidak dikontrol atau belum juga ditemukan vaksin maka jumlah penderita DBD akan terus bertambah (Adimidjaja,sa; Gibbons et al, 2002). 1.2. Latar Belakang Demam berdarah dengue (DBD) telah menjadi momok dalam masyarakat Indonesia dalam kurun waktu yang sangat lama. Dimulai dengan saat pertama kali ditemukan yaitu pada tahun 1968 di Surabaya, penyakit ini menyebar ke berbagai daerah, sehingga pada tahun 1980 seluruh propinsi di Indonesia kecuali Timor-Timur (saat itu masih menjadi wilayah Indonesia) telah terjangkit penyakit DBD. Sampai saat ini yaitu tahun 2008, DBD masih menjadi masalah yang belum terselesaikan oleh Indonesia. Sejak pertama kali DBD ditemukan di Indonesia, penyakit tersebut menunjukkan kecenderungan meningkat baik dalam jumlah kasus maupun luas wilayah yang terjangkit. Secara sporadis selalu terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) setiap tahun. KLB DBD terbesar terjadi pada tahun 1998, dengan angka kesakitan (Incidence Rate= IR) sebesar 35,19 per 100.000 penduduk, artinya setiap 100.000 penduduk ditemukan 35 orang terinfeksi DBD dan angka kematian (Case Fatality Rate = CFR) sebesar 2%, artinya dari 35 orang penderita maka 2%-nya atau 1 orang meninggal dunia. Status IR dan CFR semakin menurun pada tahun-tahun berikutnya, namun pada tahun 2003 kembali terjadi lonjakan.[16] Pada tahun 2000, Departemen Kesehatan mencatat terdapat 231 kota di 30 provinsi di Indonesia dinyatakan endemis terhadap penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Meningkatnya

kasus DBD dan semakin meluasnya wilayah yang terkena disebabkan karena semakin baiknya transportasi penduduk, dibukanya daerah pemukiman baru, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keberhasilan lingkungan, terutama di saat musim hujan. Dalam skala nasional, berikut data yang diperoleh terkait morbiditas dan mortalitas penyakit DBD di Indonesia: • Pada tahun 1998, kasus DBD meningkat tajam dan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan jumlah sebanyak 72.133 orang (Incident Rate/IR =35,19 per 100.000 penduduk) dan jumlah kematian sebanyak 1.414 orang (Case Fatality Rate/ CFR =2%). • Pada tahun 1999, jumlah kasus DBD di Indonesia sebanyak 21.134 orang (Incident Rate = 10,17 per 100.000 penduduk). • Pada tahun 2000, jumlah kasus DBD di Indonesia sebanyak 33.443 orang (Incident Rate = 15,99 per 100.000 penduduk) dengan jumlah kematian sebanyak 472 orang (Case Fatality Rate = 1,4%). • Pada tahun 2001, jumlah kasus DBD di Indonesia sebanyak 45.904 orang (Incident Rate 21,66 per 100.000 penduduk). • Pada tahun 2002, jumlah kasus DBD di Indonesia sebanyak 40.377 orang (Incident Rate 19,24 per 100.000 penduduk). • Pada tahun 2003, jumlah kasus DBD di Indonesia sebanyak 50.131 orang ( Incident Rate 23,87 per 100.000 penduduk) dengan jumlah kematian sebanyak 743 orang.[17] Penyebaran DBD pada tahun 1968-2003[18]

Pada tahun 2004 dari bulan Januari- Maret saja, total kasus DBD di seluruh propinsi di Indonesia sudah mencapai 26.015, dengan jumlah kematian sebanyak 389 orang (CFR=1,53% ). Kasus tertinggi terdapat di Propinsi DKI Jakarta (11.534 orang) sedangkan CFR tertinggi terdapat di Propinsi NTT (3,96%).[19] Dari 30 provinsi di Indonesia, 12 provinsi diantaranya ditetapkan sebagai KLB DBD, yaitu : Nanggroe Aceh Darussalam, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pada 16 Februari 2004, pemerintah pusat melalui Departemen Kesehatan menyatakan telah terjadi KLB DBD Nasional yaitu, tingkat kematian (case fatality rate/CFR) mencapai satu persen dari jumlah kasus atau jumlah penderitanya melonjak hingga dua kali lipat pada kurun waktu yang sama dibandingkan dengan tahun sebelumnya. [20]

• •

Pada tahun 2005, sampai bulan Oktober, tercatat kasus DBD di 33 provinsi mencapai 50.196 kasus, dengan 701 di antaranya meninggal (Case Fatality Rate/CFR 1,4 %) Pada tahun 2006, terhitung jumlah kasus DBD sebanyak 45.548 orang, dengan jumlah kematian sebanyak 1.234 orang. Berikut gambaran kasus dan kematian karena DBD di Indonesia pada tahun 2006.[21]

Sepa njan g

tahun 2007 jumlah kejadian DBD mencapai total 139.695 kasus dengan Incidance Rate 64 kasus per 100.000 populasi. Jumlah penderita DBD yang meninggal mencapai 1.395 kasus (CFR 1 %). Keadaan DBD 2007 ini meningkat lebih tinggi dibanding keadaan tahun-tahun sebelumnya. (Sumber: DirJen P2M&PL) Data terbaru tahun 2008, di DKI Jakarta, diungkapkan angka kematian akibat DBD di Jakarta Barat tertinggi dibanding 5 wilayah lain. Sejak Januari hingga 17 Februari 2008, tercatat 621 kasus DBD di Jakarta Barat. Sementara itu, berdasarkan data dari Sudin Kemas Jakarta Barat, selama tahun 2007 tercatat 4.873 kasus DBD, 21 orang diantaranya meninggal dunia. Pada Januari 2008 tercatat 435 kasus DBD, satu orang diantaranya meninggal, sejak 1 – 17 Februari tercatat 186 kasus DBD, dua orang diantaranya meninggal. [22]

Dari penjabaran data di atas, dari tahun ke tahun tidak terlihat adanya perbaikan yang signifikan mengenai kasus DBD di Indonesia. Setiap tahun bisa dipastikan, masyarakat Indonesia di berbagai daerah akan berhadapan dengan masalah rutin ini. Upaya pemberantasan harus terus diperbaiki dan dilaksanakan dengan maksimal. Walau memang tidak bisa diberantas dalam waktu yang singkat, namun setidaknya ada perbaikan yang signifikan dari segi morbiditas dan mortalitas penyakit DBD setiap tahunnya. BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Program-program untuk DBD

drum dll) serta mengubur atau memusnahkan barangbarang bekas (kaleng. • Mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali • Mengubur kaleng-kaleng bekas.1 Pemberantasan Sarang Nyamuk 2.1. biologi dengan cara memelihara ikan pemakan jentik atau dengan bakteri ataupun dengan cara fisik yang kita kenal dengan kegiatan 3M (Menguras.1.[23] Pencegahan penyakit DBD melalui metode lingkungan atau fisik untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). dan perbaikan desain rumah.1 Definisi PSN Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yaitu kegiatan memberantas jentik nyamuk di tempat berkembangbiaknya baik dengan cara kimia. yaitu dengan larvasida. mulai dari program pencegahan sampai program case management untuk masyarakat yang telah terjangkit oleh virus dengue ini. untuk memberantas jentik atau mencegah agar nyamuk tidak dapat berkembang biak. Mengubur) yakni menguras bak mandi. tahapan-tahapan program tersebut.Banyak langkah yang telah ditempuh oleh pemerintah untuk mengurangi jumlah penderita DBD di Indonesia. pengelolaan sampah padat. ban dll). antara lain : 2. Menutup.1. Cara ini adalah suatu cara yang paling efektif dilaksanakan karena:[25] a. Sebagai contoh:[24] • Menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu. menutup TPA rumah tangga (tempayan. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada dasarnya. modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia. aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah dan lain sebagainya. tidak memerlukan biaya yang besar . Pemberantasannya perlu peran aktif masyarakat khususnya memberantas jentik Aedes. bak WC.aegypti di rumah dan lingkungannya masingmasing.

dapat dilakukan dengan pengasapan (fogging) digunakan untuk mengurangi jumlah nyamuk dewasa yang dapat bertelur sebanyak 200 – 400 per hari.b. Sedangkan untuk membasmi jumlah nyamuk dewasa yang telah dapat berkembang biak.1. tentu saja program 3M Plus memiliki peranan yang sangat penting untuk membatasi penyebaran virus penyakit ini asalkan masyarakat melakukannya secara kontinyu dan teratur. 2.2 Program 3M Plus Sebenarnya pelaksanaan 3M Plus merupakan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk yang sederhana dan efektif. beberapa hal pembersihan yang dilakukan dalam 3M Plus merupakan upaya untuk mempersempit penyediaan sarang reproduksi bagi hewan vektor penyakit ini dan hal ini merupakan bagian yang sangat penting sebagai langkah awal untuk menghindari peningkatan prevalensi penderita PBD serta menghindari terjadinya KLB pada penyakit ini. budaya bangsa Indonesia yang senang hidup bergotong royong e. Jika dibandingkan dari kedua langkah diatas. masyarakat dapat memutus rantai perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti. menjadikan lingkungan bersih d. Permasalahan mengenai efektifitas pelaksanaan program Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui 3M Plus adalah kurangnya minat masyarakat untuk melakukan semua hal tersebut. penyakit lain yang diakibatkan oleh lingkungan yang kotor akan berkurang. Atupun .1. dengan lingkungan yang baik tidak mustahil. Sebagai gambaran. Hal ini berkaitan dengan pemahaman masyarakat untuk terbiasa memiliki pola hidup bersih dan sehat sehingga merasa bahwa bukan hal yang kondusif untuk hidup berdampingan dengan nyamuk Aedes Aygepti. Melalui program ini. Efektifitas pelaksanaan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk ini melalui 3M Plus ini dapat terlaksana dengan baik jika semua jajaran masyarakat memiliki kesadaran untuk melakukannya secara serempak dan kontinyu di seluruh bagian negara Indonesia in. bisa dilombakan untuk menjadi daerah yang terbersih c.

Sebagai gambaran.[26] Semua contoh diatas seharusnya dapat dijadikan contoh oleh tiap daerah yang berpotensi menjadi daerah endemi DBD ketika musim penghujan datang apalagi saat ini telah adanya otonomi daerah yang dapat memberikan kebebasan kepada tiap derah untuk menyusun program ataupun kegiatan yang bertujuan untuk membasmi sarang nyamuk secara benar tanpa terlupakan adanya pengawasan dari pihak pemerintahan pusat. wajib PSN dengan 3-M di wilayah Provinsi DKI. mungkin kita dapat mengikuti pemberlakuan kebijakan di negara Singapura dan Malaysia yang memberikan denda bagi warganya yang kedapatan terdapat jentik nyamuk Aedes Aegypti di rumahnya. Bagi pemilik rumah dengan stiker hitam akan dberikan peringatan sebanyak 3 kali dan jka tidak dilakukan akan dikenai denda.1.dapat ditambah dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat ataupun daerah mengenai pentingnya melakukan 3M Plus yang disertai dengan pemberlakuan punishment bagi tiap masyarakat yang tidak melakukan ataupn terlibat di dalam program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ini. tapi juga dalam rumah dan ruangan.1. Hal tersebut dikarenakan adanya peraturan tertulis yang dibuat oleh pejabat pemerintahan provinsi. Sedangkan untuk para pejabat pemerintahan Indonesia.3 Peraturan mengenai PSN dan 3M Pelaksanaan PSN sebenarnya merupakan sebuah program pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang bersifat wajib. dasarnya adalah Surat Edaran (SE) Gubernur DKI No 46/SE/2004 tentang PSN digelar tidak hanya di luar. 2. lanjut Salimar. Atupun seperti Sri Lanka menggunakan gerakan Green Home Movement untuk tujuan yang sama yaitu menempelkan stiker hijau bagi rumah yang memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan termasuk bebas dari jentik nyamuk Aeds Aegypti dan menempelkan stiker hitam pada rumah yang tidak memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan. mungkin dapat meniru semangat Jendral Grogas dalam membasmi penyakit ini dari Kuba pada 100 tahun yang lalu yaitu dengan menggunakan metode pelaksanaan progam – program PSN secara serentak dan besar – besaran di seluruh negeri. Sebagai contoh. .

Denda paling banyak Rp. Setiap pengelola. ayat (2) dan ayat (3) dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) minggu sekali SANKSI Pasal 21 1. Setiap orang yang melanggar ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan pada tempat tinggalnya ditemukan ada jentik nyamuk Aedes aegypti dan jentik nyamuk Aedes albopictus dikenakan sanksi sebagai berikut : a. PSN 3M Plus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a. Pemutusan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilakukan oleh orang perorang.(Lima Puluh Juta Rupiah) atau pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan. pengelola. Pasal 22 1. dilakukan untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus melalui kegiatan 3M Plus.50. tugas. Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertingkat. Teguran tertulis. Teguran tertulis diikuti pemberitahuan kepada Masyarakat melalui penempelan stiker di pintu rumah.Adapun dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus DKI Jakarta. Kegiatan PSN sebagaimana dimaksud pada ayat (1).000. 4. 3. 2.000. Kegiatan pemutusan siklus hidup nyamuk sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan dengan membasmi jentik nyamuk di semua tempat penampungan / genangan air yang memungkinkan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. nomor 6 tahun 2007 tentang pencegahan demam berdarah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).. penanggung jawab atau pimpinan yang karena kedudukan. penanggung jawab atau pimpinan pada semua Tatanan Masyarakat. atau wewenangnya bertanggung jawab terhadap urusan kerumahtanggaan dan/atau kebersihan . 2. dijelaskan pada: Pasal 4 1. c. b.

Pada periode ini tepat pada tahun 1992 terbit KepMenkes Nomor : 581 tahun 1992 tentang pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue berdasarkan Kepmenkes Nomor 581 tahun 1992..(Lima Puluh Juta Rupiah) atau pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan.000. Surat Edaran Tim Pembina UKS tingkat pusat No. 50. 3. Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertingkat.PST/94. 443/115/Bandes. teguran tertulis. Adapun peraturan lain yang mengatur mengenai program 3M sebenarnya dimulai tahun 1990 s/d sekarang dikembangkan program pemberantasan intensif Demam Berdarah Dengue di desa/Kelurahan endemis Demam Berdarah Dengue dengan kegiatan penanggulangan fokus. 80/fPUKS oo/X/93. b. surat Edaran Mendagri. foging massal sebelum musim penularan. c. tentang penyuluhan dan motivasi gerakan PSN Demam Berdarah Dengue. sporadis dan bebas/potensial.000.(Satu Juta Rupiah) atau paling banyak Rp. perihal operasionalisasi Kep.. Surat Edaran Tim Penggerak PKK Pusat No. No. tentang pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue. Kemudian stratifikasi desa disempurnakan menjadi 3 strata yaitu: endemis. denda paling sedikit Rp. 31-VI tahun 1994.000.. tentang pembentukan kelompok operasional pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue dan surat Edaran Mendagri No. Menkes No. teguran tertulis diikuti pemberitahuan kepada Masyarakat melalui penempelan stiker di lobby atau 11 pintu masuk kantor. SK Mendagri No. abatisasi selektif serta penyuluhan don penggerakkan PSN melalui kerjasama lintas program dan sektor. 1. 500/ SKR/PKK. 581 tahun 1992.000. tentang Pembinaan UKS dalam upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue. . 912/351/Bangda tahun 1994 tentang penyediaan dana dalam rangka menanggulangi penyakit Demam Berdarah Dengue.Tatanan Masyarakat yang melanggar ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ditemukan jentik nyamuk Aedes aegypti dan jentik nyamuk Aedes albopictus pada pada Tatanan Masyarakat yang menjadi lingkup tanggung jawabnya dikenakan sanksi sebagai berikut : a.

Kegiatan ini tepat digunakan apabila survelans penyakit dan vector menunjukkan adanya periode berisiko tinggi dan di lokasi dimana wabah mungkin timbul. Cara ini biasanya digunakan dengan menaburkan abate kedalam bejana tempat penampungan air seperti bak mandi. Pemberantasan jentik Aedes aegypti dengan bahan kimia terbatas untuk wadah (peralatan) rumah tangga yang tidak dapat dimusnahkan.Tujuan pelaksanaan abatisasi selektif adalah sebagai tindakan sweeping hasil penggerakan masyarakat dalam PSN-DBD. 2. Menentukan waktu dan tempat yang tepat untuk pelaksanaan larvasiding sangat penting untuk memaksimalkan efektifitasnya. penyakit. dibersihkan. Kegiatan larvasiding meliputi: a. Dalam jangka panjang penerapan kegiatan larvasiding sulit dilakukan dan mahal. pengamatan.1.Berdasarkan Kepmenkes tersebut. .1. drum dapat mencegah adanya jentik selama 2-3 bulan. Terdapat 2 jenis larvasida yang dapat digunakan pada wadah yang dipakai untuk menampung air minum (TPA) yakni: temephos (Abate 1%) dan Insect growth regulators (pengatur pertumbuhan serangga) Untuk pemberantasan larva dapat digunakan abate 1 % SG. penemuan dan pelaporan penderita. penyelidikan epidemiologi.dikurangi atau diatur. tugas dan fungsi Subdit Arbovirosis ditetapkan bahwa: Upaya pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan: pencegah. tempayan.2 Abatisasi (Larvasiding) 2. penanggulangan seperlunya serta penanggulangannya lain dan penyuluhan kepada masyarakat. Pelaksana abatisasi adalah kader yang telah dilatih oleh petugas Puskesmas.1 Definisi Larvasiding adalah pemberantasan jentik dengan bahan kimia dengan menaburkan bubuk larvasida. Abatisasi selektif Abatisasi selektif adalah kegiatan pemeriksaan tempat penampungan air (TPA) baik didalam maupun diluar rumah pada seluruh rumah dan bangunan di desa/kelurahan endemis dan sporadik dan penaburan bubuk abate (larvasida) pada TPA yang ditemukan jentik dan dilaksanakan 4 kali setahun.2.

Kegiatan abatisasi massal ini dilaksanakan dilokasi terjadinya KLB DBD. media. . Dalam kegiatan abatisasi massal masyarakat diminta partisipasinya untuk melaksanakan pemberantasan Aedes aegypti di wilayah masing-masing. Memeriksa setiap tempat.2 Peraturan Daerah mengenai Abatisasi atau Pemberantasan Jentik Nyamuk Pemeriksaan Jentik Berkala yang selanjutnya disingkat PJB adalah pemeriksaan tempat penampungan air dan tempat perkembangbiakan nyamuk dan jentik nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus oleh Petugas Kesehatan untuk mengetahui ada atau tidaknya jentik nyamuk pada tatanan masyarakat. Abatisasi massal Abatisasi massal adalah penaburan abate atau altosid (larvasida) secara serentak diseluruh wilayah/daerah tertentu disemua TPA baik terdapat jentik maupun tidak ada jentik di seluruh rumah/bangunan. 3) Dalam hal pemeriksaan dan pemantauan oleh Jumantik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) minggu sekali. Tenaga di beri latihan dahulu sebelum melaksanakan abatisasi. agar tidak mengalami kesalahan. pemeriksaan dan pemantauan jentik juga wajib dilaksanakan secara rutin oleh Jumantik. b. 2) Selain Petugas Kesehatan. c. atau wadah yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus pada Tatanan Masyarakat dan mencatat di kartu jentik. Dalam Pasal 5 : 1) PJB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b wajib dilakukan oleh Petugas Kesehatan setiap 3 (tiga) bulan sekali.1. dengan kegiatan sebagai berikut : a.[27] 2.2. Memberikan penyuluhan dan memotivasi Masyarakat. Melaporkan hasil pemeriksaan dan pemantauan kepada Lurah.b.

1. Untuk nyamuk dewasa saat ini dilakukan dengan cara pengasapan (thermal fogging) atau pengagutan (colg Fogging = Ultra low volume). Waktu pengasapan pagi dan sore ini dengan memperhatikan kecepatan angin dan suhu udara. 2.1 Definisi Fogging merupakan suatu kegiatan penyemprotan insektisida dan PSN-DBD serta penyuluhan pada masyarakat sekitar kasus dengan radius 200 meter. Untuk pemakaian di rumah tangga dipergunakan berbagai jenis insektisida yang disemprotkan yang disemprotkan kedalan kamar atau ruangan misalnya. Alat yang dipakai swing fog SN 1 untuk bangunan dan mesin ULV untuk perumahan. 2. 3. mengalami demam.aegypti tidak suka hinggap pada dinding. Pemberantasan nyamuk dewasa tidak dengan menggunakan cara penyemprotan pada dinding (resisual spraying) karena nyamuk Ae. Tercatat dua orang yang positif terkena DBD di daerah tersebut.3 Fogging 2. (500 ml malathion 96%technical grade/ha).1.[30] Adapun syarat-syarat untuk melakukan fogging[31].[29] Penanggulangan fogging fokus ini dilakukan dengan maksud untuk mencegah/membatasi penularan penyakit. Cara ini dapat dilakukan untuk nyamuk dewasa maupun larva. . Adanya pasien yang meninggal di suatu daerah akibat DBD.4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemeriksaan dan pemantauan jentik nyamuk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Gubernur. melainkan pada benda-benda yang tergantung seperti kelambu dan pakaian yang tergantung. Fogging dilakukan oleh tim yang terlatih dari Dinas Kesehatan Propinsi dan Pusat sesudah survei dasar. Lebih dari tiga orang di daerah yang sama.[28] Biasanya Fogging diadakan 2 kali di suatu tempat menggunakan malathion dalam campuran solar dosis 438 g/ha. dilaksanakan 2 siklus dengan interval 7 hari oleh petugas. Sasaran adalah rumah serta bangunan di pinggir jalan yang dapat dilalui mobil di desa endemis tinggi. yaitu: 1. golongan organophospat atau pyrethroid synthetic.Plus adanya jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti.3.

3) Masyarakat wajib membantu kelancaran pelaksanaan pengasapan dirumah dan lingkungan masing-masing. setelah itu akan langsung diadakan penyelidikan epidemiologi kemudian baru fogging fokus. Pasal 12 1) Pengasapan atau fogging sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 wajib dilaksanakan oleh Puskesmas pada setiap Penyelidikan Epidemiologi positif paling lama 3 (tiga) kali 24 (dua puluh empat) jam. 2.2 Peraturan mengenai Fogging Dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus DKI Jakarta.3. Pasal 13 1) Fogging massal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf c merupakan kegiatan pengasapan fokus secara serentak dan menyeluruh pada saat KLB. 2) Pengasapan atau fogging sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan 2 (dua) putaran dengan interval waktu 1 (satu) minggu dalam radius 100 (seratus) meter. dijelaskan pada: Pasal 11 1) Penanggulangan Fokus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b merupakan kegiatan pemberantasan nyamuk DBD dengan cara pengasapan atau fogging.1.Apabila ada laporan DBD di rumah sakit atau puskesmas di suatu daerah. 2) Selain Puskesmas. . pengasapan atau fogging dapat dilakukan oleh Masyarakat dengan tenaga terlatih dibawah pengawasan Puskesmas. maka pihak rumah sakit harus segera melaporkan dalam waktu 24 jam. nomor 6 tahun 2007 tentang pengendalian demam berdarah.

2) Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilaksanakan oleh Puskesmas dibawah koordinasi Unit Kerja Perangkat Daerah yang bertanggung jawab dibidang kesehatan sebanyak 2 (dua) putaran dengan interval waktu 1 (satu) minggu. konfirmasi dan umpan balik (2) tindakan: respon segera (epidemic type response) dan respon terencana (management type response) 2. Proses surveilans dibagi menjadi dua kegiatan. 4) Masyarakat wajib membantu kelancaran pelaksanaan Fogging massal dirumah dan lingkungan masing-masing. dengan maksud agar peningkatan dan penularannya dapat dilakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data. Pelaksanaan surveilans epidemiologi vektor DBD untuk deteksi dini biasanya dilakukan .1. pengolahan dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan[32]. analisis. Kegiatan pendukung.1 Definisi Surveilans Epidemiologi DBD adalah kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit DBD dan kondisi yang memperbesar resiko terjadinya. mencakup. 3) Selain Unit Kerja Perangkat Daerah yang bertanggung jawab dibidang kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). supervisi.4. Kegiatan inti. 2. pencatatan. penyediaan dan manajemen sumber daya. pelaporan.1.4 Surveilans Epidemiologi 2. mencakup (1) surveilans: deteksi. Program surveilans epidemiologi DBD meliputi surveilans penyakit yang dilakukan dengan cara meminta laporan kasus dari rumah sakit dan sarana kesehatan serta surveilans vektor yang dilakukan dengan melakukan penelitian epidemiologi di daerah yang terjangkit DBD. pelatihan. pengasapan atau fogging massal dapat dilakukan oleh Masyarakat dengan tenaga terlatih dibawah pengawasan Puskesmas.yaitu[33]: 1.

Melalui sistem ini peningkatan dan penyebaran kasus dapat diketahui dengan cepat. Dalam masalah DBD pada tahun 2004. EWORS telah berperan dalam hal menginformasikan data kasus DBD dari segi jumlah. Kegiatan di atas dilakukan oleh petugas kesehatan. sarana air bersih. . Namun. sehingga tindakan penanggulangan penyakit dapat dilakukan sedini mungkin. RS serta kegiatan lain. EWORS adalah suatu sistem jaringan informasi yang menggunakan internet yang bertujuan untuk menyampaikan berita adanya kejadian luar biasa pada suatu daerah di seluruh Indonesia ke pusat EWORS (Badan Litbangkes. Pertumbuhan penduduk yang tinggi 2. Urbanisasi yang tidak terencana & tidak terkendali 3.penelitian di tempat-tempat umum. pemukiman dan lingkungan perumahan. misalnya petugas puskesmas tidak menjalankan tugas dengan sebagaimana mestinya dalam melakukan Pemantauan Jentik Berkala (PJB)[34].) secara cepat. Depkes RI. pada kenyataanya belum berjalan dengan baik disebabkan karena faktor eksternal dan internal. dan limbah industri. Berdasarkan surveilans epidemiologi DBD yang telah dilakukan peningkatan dan penyebaran jumlah kejadian penyakit DBD ada kaitannya dengan beberapa hal berikut: 1. Peningkatan sarana transportasi Badan Litbangkes berkerja sama dengan Namru telah mengembangkan suatu sistem surveilen dengan menggunakan teknologi informasi (Computerize) yang disebut dengan Early Warning Outbreak Recognition System ( EWORS ). Surveilans epidemiologi penyakit DBD memegang peranan penting dalam upaya memutus mata rantai penyakit DBD. juru pemantau jentik dan tim pemberantasan nyamuk di sekolah dan masyarakat. Sebagai indikator keberhasilan program tersebut adalah Angka Bebas Jentik (ABJ). Tidak adanya kontrol vektor nyamuk yang efektif di daerah endemis 4.

Hal yang penting dalam penanganan kasus adalah penegakan diagnosis dan pengobatan segera (preventif sekunder). b.5 Case Management Berbagai macam aksi telah dicanangkan untuk mencegah munculnya dan meluasnya kasus DBD (preventif primer). Namun. dan ketajaman pengamatan . dan waktu kejadian dari seluruh rumah sakit DATI II di Indonesia. 2) Surveilans Aktif Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan kewajiban Rumah Sakit melaporkan setiap kasus baru DBD yang dirawat ke Dinas Kesehatan dalam waktu 1 (satu) x 24 (dua puluh empat) jam.2 Peraturan Daerah Pasal 6 1) Surveilans sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c terdiri dari : a.4.[35] 2. Surveilans Aktif Rumah Sakit. mual. Surveilans Berbasis Masyarakat. 2. Sebagaimana yang diketahui.1. disamping aksi pencegahan. diperlukan juga penanganan kasus yang baik demi mencegah meningkatnya angka kematian dan Case Fatality Rate (CFR). Data dari berbagai rumah sakit menunjukkan bahwa pasien DBD sering menunjukkan gejala batuk. Masalah bisa bertambah karena virus tersebut dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau tipus. pilek. muntah maupun diare. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimptomatik atau tidak jelas gejalanya.gejala/karakteristik penyakit.1. 3) Surveilans Berbasis Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b merupakan kewajiban Masyarakat melaporkan setiap penderita DBD ke Puskesmas. patofisiologi. penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau typhoid/ tipus. Oleh karena itu perlu kejelian pemahaman tentang perjalanan penyakit virus dengue. tempat/lokasi. demam.

Pak Lurah Larangan biasanya segera memberi tahu. “Kalau ada sosialisasi soal itu. seorang ketua RT di Larangan Utara. Penegakan diagnosis dengan cepat sangat penting karena memberikan efek yang besar terhadap prognosis penyakit.2 Aplikasi Program dalam Masyarakat 2. Seorang warga Perumahan Kehakiman di belakang Puskesmas Sukasari.2. perlu juga dilakukan pemeriksaan penunjang di laboratorium. Untuk memperoleh kepastian tentang diagnosis. tahun ini saya belum dengar apa-apa mengenai pemberantasan DBD. . Keputusan perawatan yang diberikan juga harus sesuai dengan kondisi pasien. Setelah itu langsung saya minta siswa SD sini kerja bakti membersihkan sekolah dan lingkungan kami. Dapat dilihat juga beberapa komentar warga mengenai PSN. Namun. Kecamatan Ciledug. keadaan pasien bisa jauh lebih parah karena fase klinis penyakit DBD cukup pendek. diantaranya adalah Bakir. tetapi adapula sekolah yang belum pernah mendengar penjelasan PSN dengan 3M + 1M dari aparat kesehatan. Ia tak paham mengenai PSN dengan 3M + 1M. juga belum pernah mendapat penjelasan mengenai DBD dan cara penanggulangannya. Kalau ada apa-apa. beberapa waktu lalu di kawasan padat permukiman rumah petak tersebut pernah ditarik iuran untuk bayar orang bersih-bersih selokan. Sepanjang tahun 2004 dan tahun 2005.1 PSN dan 3M Kurangnya sosialisasi[36] adalah salah satu penyebab PSN belum optimal sebagaimana fakta di daerah Tangerang dan Banten masih banyak warga yang tidak mengetahui 3M plus itu apa. tetapi itu sudah lama sekali. Tidak hanya didaerah pemukiman.” jelasnya. Tangerang.klinis. “Saya mah dengar soal PSN dan harus ikut pencanangan PSN oleh Pak Wali dari Kepala Dinas Pendidikan minggu lalu. pasti saya tahu karena kebetulan rumah saya dekat dengan ketua RW. juga tidak pernah tahu apa itu 3M + 1M. Tetapi. apakah rawat inap biasa sudah cukup atau harus mendapatkan perawatan intensif di ICU.” kata Kepala Sekolah SDN Pondok Bahar IV Kecamatan Karangtengah AM Bhakty NTR. di kompleksnya belum pernah ada penjelasan tentang DBD dari aparat kesehatan setempat. Jika terjadi keterlambatan sedikit saja. 2.

Keadaan di atas mengindikasikan bahwa pencegahan DBD tidak hanya cukup dengan acara pencanangan dan pemasangan spanduk berisi peringatan. tempayan. Kegiatan PSN DBD harus dijadikan prioritas oleh setiap daerah yang memiliki laporan kasus DBD. Kelurahan Cipondoh. Yanti. ibu rumah tangga warga RT 01 RW 01. drum dapat mencegah timbulnya jentik selama 2-3 bulan. Penaburan larvasida di tempat penampungan air seperti bak mandi. Penuturan komentar-komentar di atas mengenai ketidaktahuan masyarakat mengenai pemberantasan DBD melalui 3M sangat ironis sekali karena gubernur daerah setempat telah mencanangkan program PSN tersebut bahkan telah dilakukan aksi pengasapan di daerah pemukiman dan tempat-tempat umum seperti sekolah.2. Penelitian peningkataan kualitas lingkungan dalam rangka pemberantasan demam berdarah di Kodya Sukabumi. sehingga memerlukan peran aktif masyarakat akan tetapi keberhasilan dari upaya ini cukup besar dalam rangka penurunan angka penyakit DBD.2 Abatisasi Temephos berupa “sand granules” ditaburkan dengan pasir sebagai “carrier” ke dalam bejana tempat penampungan air.Walaupun pelaksanaan PSN memang membutuhkan waktu yang agak lama. mengaku tidak tahu-menahu mengenai PSN dan 3M + 1M. karena pada kenyatannya masyarakat sangat mengharapkan dokter atau aparat kesehatan lain bersedia menjelaskan soal DBD langsung ke masyarakat agar mereka benar-benar paham penyakit yang sulit didiagnosa itu sekaligus mendapat dorongan untuk memberantasnya. Namun cara ini tidak menjamin terbasminya tempat perindukkan nyamuk secara permanen. Ia tidak terlalu peduli mengenai bahaya DBD karena rumahnya hanya beberapa meter dari Puskesmas Cipondoh.Kemudian adapula komentar masyarakat yang skeptis mengenai PSN diantaranya adalah di Kecamatan Cipondoh. 2. Larvasida yang dipakai adalah abate 1 % dengan dosis 1 gr per 10 liter air. propinsi Jawa Barat tahun 1988/89 dilakukan oleh Sumengen dkk . karena masyarakat pada umumnya tidak begitu senang dengan bau yang ditimbulkan larvasida selain itu pula diperlukan abate secara rutin untuk keperluan pelaksanaannya.

[38] Dari 258 kelurahan tersebut. Penurunan. 2.4.000 unit dari kelurahan dan 429 unit mesin dari puskesmas.545 liter.Setiap titik fokus akan diasap oleh dua tim yang terdiri atas masing-masing satu kepala regu dan enam petugas penyemprotan.2.yang diawali dengan intruksi PSN oleh Walikota Sukabumi. abatisasi menggunakan 1 % abate “sand granules” abate dengan dosis 1 gr per 10 liter. Kepala regu berasal dari petugas puskesmas sedangkan petugas yang menyemprot berasal dari anggota masyarakat dan petugas Linmas yang sudah dilatih. Terdapat empat mesin untuk satu titik. Kalimantan Barat tahun 1990 menunjukkan pengetahuan sikap dan prilaku masyarakat menunjukkan bahwa.3 Fogging Sebagai tindaklanjut dari penetapan kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah pada tiga pekan lalu. Setelah 6 bulan intervensi diadakan survei penilaian didapat hasil pengawasan kualitas lingkungan secara konsisten lebih efektif dari pada intervensi lain.0 dan “breteau index” 13. PSN di 5 kelurahan endemis rendah.3 “container index” 1. sebagian besar warga masyarakat (83 %) pernah mendengar tentang dengan demam berdarah. sehingga . Bantuan Dinkes sebanyak 14. abatisasi dan PSN di 4 kelurahan endemis sedang. Obat-obatan yang digunakan berasal dari yang telah ada di puskesmas dan sudin masing-masing untuk jenis Fendona sebanyak 3.843 liter dan cynoff sebanyak 7. fogging menggunakan malathion 96% “technical grade” dosis 438 per ba dilakukan 2 “cycle”. 81% diantaranya bahwa demam berdarah adalah suatu penyakit yang berbahaya. Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pengasapan fokus serentak di 3. setiap titik mempunyai cakupan empat hektar. 135 diantaranya berkategori kelurahan status merah untuk demam berdarah dan 123 untuk berkategori kuning. Hasil studi lain yang dilakukan oleh Kasnodiharjo di Kotamadya Pontianak.000 liter yang digunakan untuk cadangan bila kurang. Intervensi dilakukan dengan cara fogging. abatisasi dan PSN di 4 kelurahan endemis tinggi.291 titik pada 258 kelurahan yang ada di Jakarta dengan total luas titik 13. Mesin yang disiapkan berjumlah 2. Sedangkan mereka yang mengetahui tentang pencegahan demam berdarah dengan cara menutup rapat TPA 17 % dengan cara mengganti air 27 % dan menaburkan abate pada TPA 29 %[37]. “house index” mencapai 13.164 hektar atau 60 persen wilayah DKI.

Pegangsaan Dua. Kebun Bawang.000 untuk setiap titik sehingga diperkirakan membutuhkan biaya Rp6. Tanjung Priok. Sedangkan jumlah RW rawan DBD periode Desember 2007 – Januari 2008 tercatat 118 RW. Semper Barat dan Semper Timur. Warakas. Dan jumlah RW terbanyak dalam satu kelurahan di kuasai oleh Kelurahan Kelapa Gading Timur sebanyak 16 RW. Papanggo 25 kasus. Dana yang dibutuhkan untuk pengasapan fokus serentak bagi dua siklus berjumlah Rp1. dari Januari hingga 10 April 2007. Kecamatan Koja 5 RW dan Kecamatan Cilincing terdapat 26 RW. Priok data yang berhasil dihimpun perkembangan kasus DBD.928. Ke 16 kelurahan tersebut antara lain Penjaringan. Sunter Agung . Kecamatan yang paling banyak RW nya masuk dalam kategori RW rawan yakni Kecamatan Kelapa Gading dengan 38 RW. Untuk itu akan diadakan lagi penyemprotan siklus II di wilayah yang belum dilakukan fogging. Tugu Selatan. Sunter Jaya 25 Kasus. Dalam seminggu jumlah kasus meningkat 100 % menjadi 197 orang pada 21 Januari 2008. pada 15 Januari 2008 jumlah kasus tercatat 91 orang. Kecamatan Tanjung Priok 35 RW.3 miliar. di Jakarta Utara sendiri. Selain itu hampir setiap kecamatan terdapat RW rawan seperti di Kecamatan Penjaringan ada 5 RW. Sedangkan pelaksanaan foging khusus ( Fokus ) yang telah dilakukan. Kelapa Gading Timur. Pademangan Barat.Priok 42 kasus. Sunter Agung. di Kelurahan Sunter Jaya 26 fokus. Data Sudin Kesmas. Pihak Sudin Kesehatan Mayarakat (Kesmas) Jakarta Utara gencar melakukan fogging fokus serentak di 32 titik fokus penyemprotan. namun jumlah kasus DBD di Jakarta Utara setiap hari mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan perincian di Kelurahan Sunter Agung 67 Kasus. Fogging fokus serempak yang dilaksanakan pada Jumat (18/01/2007)-Minggu (20/01/2007) belum semua titik fokus tersemprot karena banyaknya jumlah area fokus penyemprotan dengan jumlah petugas sebanyak 100 orang yang dibagi dalam 20 tim. Koja. jumlah kasus DBD tercatat 116 kasus. dan Sungai Bambu 26 kasus. [39] Di Jakarta Utara terdapat 16 kelurahan zona merah sesuai ketetapan Gubernur DKI Jakarta.[40] Masih di Puskesmas Kecamatan Tg. Pademangan Timur. Lagoa. Tugu Utara. Rawa Badak Utara. Warakas 59 kasus. di Kecamatan Pademangan 9 RW.429 unit.total mencapai sekitar 2. Tg.

3 Perda Vs Aplikasi Program di Masyarakat . sampai-sampai pasien DBD terpaksa kami rawat di selasar luar. Priok. terdiri dari 12 RW di Kelurahan Penjaringan. 4 Semper Timur dan 4 RW di Semper Barat. Papanggo 1 fokus.” ujar Edi Customer Service Rumah Sakit Pasar Rebo ketika ditemui wartawan. 4 RW Pademangan Barat. Sedangkan untuk kelurahan lainnya yang masuk dalam zona kuning. yang terdiri atas 938 pasien dewasa dan 525 pasien anak-anak.2. 5 Lagoa. Pada tanggal 21 April 2007 jumlah pasien penderita DBD yang masuk ke RS Pasar Rebo mencapai 85 pasien. Pasien rawat inap yang tidak tertampung di kamar.[41] “Kapasitas ruang ruang inap yang kami miliki sudah full. dan salah satunya adalah Sofyan. 8 Sunter Agung.Warakas 13 Fokus. 15 Pegangsaan Dua. S (15 thn) yang kini dalam kondisi kritis dan terpaksa dirawat di ruang ICU. 5 Koja. Total pelaksanan focus 89 kali se-Kecamatan Tg. Terhitung sejak awal April hingga 21 April 2007.Priok 5 Fokus. 8 Tanjung Priok.4 Case Management Jumlah pasien rawat inap penderita demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Pasar Rebo semakin meningkat dan melebihi kapasitas kamar yang dimiliki rumah sakit tersebut. 8 Warakas. 4 Pademangan Timur. terpaksa dirawat di selasar-selasar rumah sakit. Sasaran fogging massal akan dilaksanakan di 118 RW di kelurahan zona merah Jakarta Utara. Kemudian 17 RW di Kelurahan Kelapa Gading Timur. 2.16 Fokus. pasien penderita DBD yang dirawat inap di Rumah Sakit Pasar Rebo sudah mencapai angka 1. Sampai saat ini pasien penderita DBD yang dirawat di selasar luar untuk Ruang Melati sebanyak 10 orang. Tg. juga akan dilaksanakan kegiatan fogging dan kegiatan kesehatan lingkungan berupa laporan kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) oleh para jumantik dan kader. 2.463 pasien. 5 Tugu Utara. Sungai Bambu 16 fokus dan Kebon Bawang 12 fokus. 5 Tugu Selatan. sedangkan di Ruang Mawar sebanyak delapan orang. 5 Rawa Badak Utara. terdiri atas 54 pasien dewasa dan 31 pasien anak-anak. 9 Kebon Bawang.

asap fogging lebih pekat berbau minyak solar. warga RT 001/RW 06. dari data-data yang kita temukan di internet. Menguras. jika tidak diiringi dengan pengawasan yang cukup. Karena itu tak heran jika nyamuk atau kecoa tidak lantas mati setelah penyemprotan dilakukan. terkesan dilakukan asal-asalan. dapat diketahui bahwa kegiatan yang telah dicanangkan oleh pemerintah tidak semulus apa yang terjadi di lapangan. mengeluarkan berbagai peraturan untuk menertibkan program-program tersebut. Jumat pekan lalu. serapi apapun peraturan daerah yang dibuat.” ujarnya. namun nyatanya mereka para pejabat telah berusaha sedemikian rupa. jenis obat yang digunakan dalam penyemprotan — veridona dan cynoff — paling efektif membunuh nyamuk dewasa. namun kenyataannya bahwa efektivitas program penyemprotan (fogging) massal dalam rangka memberantas nyamuk aedes aegypty penyebab wabah demam berdarah dengue (DBD) di DKI Jakarta dipertanyakan kalangan warga[43].Dalam kenyatannya. hasil di lapangan akan berbeda. “Beda dengan dulu. hingga dibuat iklan layanan masyarakatnya. dalam fogging putaran pertama ini kecoa dan nyamuk dewasa tidak mati. Seperti program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Menurut Tony Bramantoro. berupa Jum’at bersih ataupun kerja bakti di lingkungan sekitar yang mencakup 3M (Mengubur. Padahal menurut Asisten Kesehatan Masyarakat (Askesmas) Pemprov DKI Jakarta Rohana Manggala. dalam perda telah disebutkan bahwa fogging dilakukan oleh orang yang terlatih dari puskesmas setempat. obat yang digunakan palsu. namun tetap saja sesempurna apapun peraturannya. tetap saja jumlah penderita demam berdarah terus meningkat dari tahun ke tahun. seperti fogging. Siapakah kemudian yang akan disalahkan? Pemerintahkah? Masyarakatkah? Jikalau pemerintah yang disalahkan. Dalam suarakarya. Kelurahan Kebon Baru. Pengakuan senada disampaikan Sudarto Legowo. Kelurahan Kemayoran. warga RT 014/RW 03. “Petugas penyemprot pun bukan tenaga yang mengerti ukuran campuran obat. Walaupun sudah gencar begitu. .” kata Tony. Tebet.com disebutkan bahwa sejumlah warga menyatakan kecewa karena fogging putaran pertama. banyak nyamuk dewasa tetap bergentayangan. Jaksel. mereka hansip dan tramtib. dan Menutup) yang kemudian disempurnakan lagi menjadi 3M plus[42]. Saya curiga. tetap saja masyarakat belum terlalu mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pada malam hari setelah penyemprotan. Pemerintah pun dibuat pusing karenanya. Jakarta Pusat.

keuntungan lain yang dapat diperoleh yaitu lingkungan mereka menjadi terjaga kebersihannya. bila penanganan pengasapan dilakukan dengan cara yang tidak benar maka hal ini akan membahayakan kesehatan masyarakat. kedua program ini lebih efektif karena tidak perlu mengeluarkan uang yang terlalu banyak. karena masyarakat pada umumnya tidak begitu senang dengan bau yang ditimbulkan larvasida selain itu pula diperlukan abate secara rutin untuk keperluan pelaksanaannya.[44] Sehingga pelaksanaan ini masih terasa memberatkan bagi warga yang hanya memiliki pendapatan pas-pasan untuk hidup. sehingga mereka tidak hanya mencegah demam berdarah ini berkembang namun juga penyakit-penyakit lain.Larvasida yang dipakai adalah abate 1 % dengan dosis 1 gr per 10 liter air. sehingga angka penderita demam berdarah dapat menurun seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka. disamping itu pula cara ini memerlukan dana yang sangat mahal dalam pelaksanaannya. masyarakat juga perlu pengawasan dan bimbingan penuh dari pemerintah. entah itu dengan turun langsung ke lapangan atau melalui pembentukan kader-kader kesehatan sebagai perpanjangan tangan mereka. Namun. Penyebab tidak langsung DBD yang juga harus menjadi agenda pemerintah untuk diselesaikan adalah masalah pendidikan. Oleh karena itu. masyarakat akan dapat mengubah persepsi mereka bahwa bagaimanapun juga mencegah lebih baik daripada mengobati. namun kemudian lepas tangan dan berharap peraturan itu bisa terlaksana dengan baik di lapangan. jika pendidikan tidak mulai diperbaiki dari saat ini. bukan hanya masyarakat DKI Jakarta saja. Harapannya. dengan peningkatan pendidikan. namun masyarakat Indonesia secara keseluruhan. bagaimanapun usaha pemerintah untuk menjalankan program DBD. Namun cara ini tidak menjamin terbasminya tempat perindukkan nyamuk secara permanen. Pemerintah jangan hanya membuat peraturannya saja. maka angka penderitanya tidak akan pernah dapat diturunkan. tempayan. Diharapkan agar program yang telah disusun oleh pemerintah ini nantinya akan dapat dilaksanakan secara efektif di masyarakat secara keseluruhan. drum dapat mencegah timbulnya jentik selama 23 bulan. pemerintah bisa memperketat pengawasan terhadap setiap peraturan yang mereka buat. Penaburan larvasida di tempat penampungan air seperti bak mandi.Masih dalam fogging. sehingga secara . mengapa pemerintah lebih menganjurkan masyarakat untuk bekerja bakti dalam artian melaksanakan program 3M yang meliputi PSN dan Jum’at Bersih.

kesalahan dalam hal diagnosis serta kurangnya kesadaran masyarkat untuk memiliki pola hidup bersih dan sehat. aplikasi pelaksanaan program yang tidak sesuai dengan kebijakan – kebijakan yang ada. Namun pada kenyataannya kesemua langkah pemerintah tersebut belum cukup untuk membasmi penyakit ini dari Indonesia.1 Kesimpulan Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menulari manusia melalui vector nyamuk Aedes Aegypti. kurangnya tenaga kesehatan yang dapat memberikan penjelasan langsung mengenai program – program tersebut ke masyarakat. Fogging. Adanya perbaikan system informasi dalam kasus ini sehingga proses surveilant epideomilogis terhadap kasus penyakit ini dapat maksimal. Abatisasi. 2. BAB 3 PENUTUP 3.tidak langsung pula mereka akan lebih sadar untuk menjaga dan memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. antara lain: 1. Surveilant Epidemiologi maupun perbaikan dalam hal Case Managementnya.Penanganan DBD di Indonesia telah dilakukan oleh pemerintah melalui pengadaan program pencegahan dan penanganannya seperti adanya peraturan atau pernyataan wajib dari Menkes atau pimpinan provinsi/kota mengenai PSN. Tersedianya tenaga kesehatan yang memadai sebagai “orang penting” dalam sosialisasi program – program pencegahan DBD yang dibuat pemerintah kepada masyarakat secara langsung. penyakit ini masuk pada tahun 1968-an namun hingga saat ini DBD masih menjadi masalah rutin bagi Indonesia. 3.2 Saran Ada beberapa saran yang mungkin dapat dijadikan rekomendasi dalam penanganan penyakit ini di Indonesia. Demam berdarah Dengue pertama kali timbul di serentak di dunia sektar tahun 1978 sedangkan di Indonesia. . Hal tersebut dikarenakan masih adanya kekurangan dalam hal sosialisasi mengenai beberapa program pencegahan tersebut. system informasi mengenai pelaporan kejadian penyakit ini yang belum maksimal.

Indra. 8 Maret 2008.id/.kapanlagi. Adanya kesesuaian antara pelaksanaan program – program pencegahan dan penanganan DBD yang dilakukan secara rill di masyarakat dengan aturan mengenai pelaksanaan program – program tersebut pada kebijakan yang telah dibuat oleh lembaga eksekutif.I”.1/2006. Titte. dalam www. 7 Maret 2008. 7 Maret 2008.com.suarakaryaonline. dalam Info Ristek Vol 4 No.11/kompascetak/0502/21/metro/1567596.com. 7 Maret 2008 ”DKI STATUS KLB DBD APARAT PEMDA JAKARTA UTARA SIAGA “. 7 Maret 2008. Maullana.id/ tanggal 7Maret 2008. Satih. 8 Maret 2008.Meita Ranika. S.Kes.litbangkes. LYH / Gilang. dalam http://cakrabuananews. 9 Maret 2008.kapanlagi.3. “Demam Berdarah Dengue”.litbang. 8 Maret 2008. Dr. S. dalam .dalam http://www. Sari. 7 Maret 2008.ked. bukan hanya sebagai pembuat sebuah kebijakan namun pula sebagai pelaksana kebijakan itu sendiri.go. “Surveilans Epidemiolog.wordpress.Ked “PENCAPAIAN PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)DI PUSKESMAS SUKARAMI PALEMBANG”. dalam http://www.id.ac. 4. Adimidjaja. ”Demam Berdarah Dengue” dalam http://www. provinsi maupun tingkat bawahnya. tempointeraktif.com/.id/. 10 Maret 2008 “Kasus DBD Diperkirakan Capai 125 Ribu Selama 2007”. Komala. “Pemberantasan Vektor Demam Berdarah di Indonesia”.fkmunair.media indonesia.dalam www.co.htm.com.com/. Peran serta pemerintah secara aktif.203. DAFTAR PUSTAKA ”Aplikasi 3M+dan PSN” dalam http://www. Sutiyoso. 5 Maret 2008.Ked. ”Laporkan Warga Yang Tolak Fogging Fokus”. 7 Maret 2008 Choirul.Sa. dalam http://64. “ Puncak Penyebaran DBD Telah Terlewati” dalam http://pdpersi. Levi. M.depkes. K. Silalahi.ked. dalam USU digital library. “Singkatan PSN 3M + 1M Belum Populer di Kota Tangerang”.Fogging Massal Terkesan Asal-asalan” . “Demam Berdarah “. 7 Maret 2008. legislative baik di tingkat pusat.Harry Wahyudhy Utama. dalam www. Atik Hidajah. Cahaya.Irma Yanti.com/.files. S.com/ . dalam http://klikharry. .71.www. S. “ DEMAM BERDARAH.go.

id.com. 10. “Pemberantasan Vektor Demam Berdarah di Indonesia”. 7 Maret 2008 [26] Dalam www. “Surveilans Epidemiolog. 13. 10. S.www. www.go.www.Meita Ranika.litbang.wordpress.litbang. [24] “Aplikasi 3M+dan PSN” dalam http://www.depkes. dalam www.humas.files. [29] Cermin Dunia Kedokteran Edisi Khusus No. 7 Maret 2008.id.ked.wordpress. Indra Cahaya dalam Digital USU Library.45 WIB ”118 RW di Jakarta Utara Rawan DBD” .id/.com [15] loc.id.Harry Wahyudhy Utama.. 7 Maret 2008.go.depkes.Atik Choirul Hidajah. 10 Maret 2008..com/.humas.com. diakses tanggal 8 Maret 2008.litbang.files.40WIB. http://klikharry.co.ac. diakses tanggal 8 Maret 2008.com/. [27] Loc. S. [14] www. 7 Maret 2008.depkes..1992 [30] Loc.com. dalam http://www. M.id/.go. [32] Dr. [13] “Demam Berdarah Dengue”.fkmunair.jakarta. diakses tanggal 7 Maret 2008.jakarta.depkes.barata.com. “Demam Berdarah Dengue”..cit.40WIB. diakses tanggal 15 Maret 2008. 5 Maret 2008.35 WIB www.id.ked. dalam USU digital library. diakses tanggal 5 Maret 2008. [31] LYH / Gilang. [18]loc.id.Irma Yanti. [12] Levi Silalahi.suarapembaharuan. [21] Dalam www.Ked.humas. 13.35 WIB [22] Loc.com. 15. “ Puncak Penyebaran DBD Telah Terlewati” dalam http://pdpersi.id/ [20] Dalam www.cit.cit.go. [16] Adimidjaja.tempointeraktif.suarapembahauran. 81. [19] loc. 7 Maret 2008. S.go. dalam Info Ristek Vol 4 No.depkes. 7 Maret 2008.go. diakses tanggal 7 Maret 2008.Ked “PENCAPAIAN PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)DI PUSKESMAS SUKARAMI PALEMBANG”. dalam .litbang. [25] Indra Cahaya.go. www.depkes. tempointeraktif. . dalam http://www. www.id.1/2006.jakartautara.cit.cit.I”.Kes.go.jakarta. “Demam Berdarah “.barata. S.id/ .go.. [28] Ibid.www. 7 Maret 2008 [17] Ibid.id [23] Satih Komala Sari. http://www.tempointeraktif.barata.cit. 7 Maret 2008.sa. dalam http://klikharry.Titte K.

htm. dalam USU digital library. [35] Dalam www. 7 Maret 2008 [38] “Sutiyoso: Laporkan Warga Yang Tolak Fogging Fokus”. [39] “118 RW di Jakarta Utara Rawan DBD”. dalam www. [34] “Kasus DBD Diperkirakan Capai 125 Ribu Selama 2007”. 15.media indonesia.kapanlagi.203. 8 Maret 2008.depkes. [41] Maullana.dalam http://www. “Pemberantasan Vektor Demam Berdarah di Indonesia”. dalam http://cakrabuananews.com. 1:10 am Filed under: Uncategorized oleh : Dinda Prita Vaudika 0606099694 Desy Hiryani 0606099605 Fairlyana Melita 0606099870 Putu Mas Dewi Pratiwi 0606100595 Rezki Gihonia 0606100714 . 10 Maret 2008. 8 Maret 2008.go.com/. dalam http://www. 7 Maret 2008.dalam www.com/.jakartautara. 9 Maret 2008.litbang. 10 Maret 2008. dalam http://64.[33] Ibid..id.kapanlagi.71. Indra cahaya.com. [44] loc.cit. “Aplikasi 3M+dan PSN” [43] “DEMAM BERDARAH.suarakarya-online. [40] ” DKI STATUS KLB DBD APARAT PEMDA JAKARTA UTARA SIAGA “. [42] Loc.com/ . dalam http://www.Fogging Massal Terkesan Asal-asalan” .11/kompascetak/0502/21/metro/1567596. diakses tanggal 15 Maret 2008. 2008.cit. 8 Maret 2008. 1 Comment KAMPANYE PENGGUNAAN KONDOM DI INDONESIA May 26.com/.45 WIB [36] “Singkatan PSN 3M + 1M Belum Populer di Kota Tangerang”. [37] Indra Cahaya.

jumlah orang yang terinfeksi HIV di dunia telah mencapai 28 juta dimana 2.id.4 juta diantaranya adalah kasus bayi dan anak-anak.org).petra. sejumlah 5.ac.Viana Villamanda Jatnika 0606100992 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2008 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengertian HIV-AIDS AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sindrom kumpulan berbagai gejala dan infeksi sebagai akibat dari kerusakan spesifik sistem kekebalan tubuh karena infeksi virus HIV pada manusia (seperti dimuat dalam www.3 juta diantaranya adalah bayi dan anak.org.2 Perkembangan HIV-AIDS di Dunia Kasus pertama ditemukan di San Fransisco pada seorang gay tahun 1981. 1. Afrika Sub-sahara dan .1 Sejarah Perkembangan HIV-AIDS 1. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.8 juta orang telah meninggal akibat AIDS. HIV-AIDS telah menjadi penyebab kematian utama di Amerika Serikat. Setiap hari terjadi infeksi baru sebanyak 8500 orang.wikipedia.1. Adi Sasongko dalam artikel yang dimuat di www. Berdasarkan definisi yang dikutip dari www.id.1. 1. Menurut UNAIDS (Badan PBB untuk penanggulangan AIDS) sampai dengan akhir 1995. sekitar 1000 diantaranya bayi dan anak-anak.organisasi. Menurut penjelasan dr.

kasus HIV-AIDS terbanyak ditemukan pada pengguna narkoba suntik. Proyeksi perkembangan kasus HIV-AIDS di Indonesia. di Zimbabwe akan menurun dari 70 tahun menjadi 40 tahun dan di Uganda akan turun dari 59 tahun menjadi 31 tahun pada tahun 2010. dan sesuai pola epidemiologis yang ada maka jumlah kasus terbanyak akan ada pada kelompok usia produktif (patut diingat bahwa pada tahun 2003 Indonesia akan memasuki pasar bebas APEC dan membutuhkan SDM yang tangguh untuk bersaing di pasar global). diperkirakan akan menembus angka satu juta kasus pada tahun 2005. 1. meskipun juga sudah digalakkan upaya yang ditujukan pada masyarakat umum. Di Zambia.1.1 Metode / Teknik Penularan dan Penyebaran Virus HIV-AIDS Penularan HIV-AIDS dapat melalui : 1. Kontak darah .Thailand. Kelompok usia produktif (15-49 tahun) mencapai 87%. Jumlah kasus yang tercatat diatas adalah menurut catatan resmi yang jauh lebih rendah dari kenyataan sesungguhnya akibat keterbatasan dari sistem surveilens perangkat kesehatan kita. jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 449 orang. Permasalahan HIV-AIDS di banyak negara memang memperlihatkan fenomena gunung es. mahasiswa dan remaja sekolah lanjutan. dimana yang tampak memang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah sesungguhnya. epidemi AIDS telah menurunkan usia harapan hidup dari 66 tahun menjadi 33 tahun. kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta. dr. Upaya penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia terfokus pada kelompok pekerja seks komersial dan waria. Yang masih belum digarap secara memadai adalah kelompok pekerja di perusahaan yang merupakan kelompok usia produktif. seperti kaum ibu. Dilihat dari lokasi. 1. Pada kenyataannya setelah tahun 2005. dengan kelompok umur terbanyak pada usia 20-29 tahun (47%) dan kelompok wanita sebanyak 27%.3 Perkembangan HIV-AIDS di Indonesia Sampai dengan bulan September 1996. Adi Sasongko menambahkan.2.2 Penularan HIV-AIDS 1. Papua dan Riau.

jarum suntik. Secara ringkas. dsb. Cairan vagina pada perempuan Contoh : Wanita berhubungan badan tanpa pengaman. Air seni/ urin. Air liur/ air ludah/ saliva. Cairan semen dan sperma pria Contoh : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya. laki-laki meminum susu asi pasangannya. Cairan tubuh yang tidak mengandung HIV pada penderita HIV+ : 1. Air mata. C adalah condom. serta pengidap HIV-AIDS tidak boleh menjadi pendonor darah.3 Pencegahan penularan HIV-AIDS Penularan HIV-AIDS yang terbanyak adalah melalui hubungan seksual. pencegahan dapat dilakukan dengan formula A-B-C-D. oral seks. 3. 4. A adalah abstinence. Pencegahan lainnya yaitu melalui pencegahan kontak darah. dan lain sebagainya. 3. terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka. B adalah be faithful atau setia artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangan yang sah saja. 2. dsb. artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. oral seks. Serta D (don’t use drugs) . 2. Feses/ kotoran/ tinja. dll. maka penularan HIV-AIDS dapat dicegah dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual dan melakukan hubungan seks yang aman. artinya jika memang cara A dan B tidak bisa dilakukan.Contoh : Tranfusi darah. pinjam-meminjam alat bantu seks. Keringat. 1. harus digunakan alat pencegahan yaitu dengan menggunakan kondom. 5. 4. misalnya pencegahan penggunaan jarum suntik secara bersama-sama. Air Susu Ibu / ASI Contoh : Bayi minum asi dari wanita HIV+. terkena darah menstruasi pada kulit yang terluka.

Pada saat itu kondom terbuat dari usus biri-biri yang diolah dengan hati-hati dan dibuat secara manual dan eksklusif. yaitu penggunaan kondom. Kondom dibagi 2 jenis yaitu untuk pria dan wanita serta biasa terbuat dari karet latex dan dipakaikan pada alat kelamin dalam keadaan ereksi sebelum bersenggama. BAB 2 PEMBAHASAN 2. Selain itu.1 Definisi dan Sejarah Kondom 2. 3.com): 1. hal tersebut masih mendapat hambatan dari berbagai pihak. telah dilaksanakan berbagai kampanye untuk memasyarakatkan penggunaan kondom. Saat ini. pemerintah mencanangkan program legalisasi kondom di seluruh Indonesia. Alat ini bisa digunakan lagi setelah dicuci dan direndam dalam larutan susu panas. mengatur jarak lahir dan penularan penyakit kelamin pada saat bersenggama. Tahun 100-200 Masehi. di Indonesia. 2.2 Sejarah Kondom Sejak masa sebelum masehi.1 Definisi Kondom Kondom adalah alat kontrasepsi yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Tahun 1000 sebelum Masehi. kondom merupakan salah satu alat pengaman yang digunakan dalam berhubungan seksual. Dalam laporan ini.1. Periode perkembangan kondom (seperti dimuat dalam www. di Italia. awal dari publikasi berupa deskripsi dan pencobaan kondom yang digunakan untuk mencegah penyakit dengan pemberian kondom berbahan dasar linen kepada . pemakaian kondom diawali melalui lukisan berupa pemandangan gua di Combrelles.1. Perancis. Hal ini dapat terjadi misalnya dengan penggunaan jarum suntik bersama-sama. Tahun 1500-an. orang mesir kuno menggunakan linen untuk bahan pembuatan kondom yang digunakan untuk mencegah penyakit. penyusun hanya akan membahas tentang salah satu formula pencegahan di atas. 2. Namun.artinya penggunaan narkoba adalah salah satu pintu menuju penularan HIVAIDS.kondomku.

8. Tahun 1880. Tetapi pada tahun 1987. Tahun 1700-an. pasaran kondom di Amerika Serikat didominasi oleh pabrik kondom setempat. 9. fungsinya adalah untuk mematikan sperma. kondom produksi jepang “KIMONO” masuk pasar Amerika dengan bahan pembentuk kondom yang relatif lembut dan tipis dengan menekankan image bahwa kesenangan sama pentingnya dengan pencegahan. kondom dibuat dengan bahan polyurethane.1100 pria. 4. Goodyear dan hancock melakukan pembuatan kondom secara masal dengan penggunaan karet yang divulkanisasi untuk membalikkan karet kasar ke elstisitas yang kuat. 11. karena keterbatasan jumlah kondom yang ada yang membuat . dan membuat image bahwa kondom adalah ”baju baja” melawan kesenangan dan ”jaring laba-laba” mencegah infeksi. Pada saat ini kesadaran tentang pentingnya penggunaan kondom bagi masyarakat kalangan menengah atas lebih tinggi dibandingkan masyarakat kalangan menengah bawah. Penggunaan usus binatang membuat harga kondom lebih mahal. 6. kondom dibuat dari bahan lateks dan baru digunakan secara luas pada tahun 1930-an. 5. kemudian dikeringkan dan dikenakan pada pria. Amerika Serikat setiap harinya memproduksi sekitar satu setengah juta kondom. Tahun 1990. Hal ini merupakan hal yang wajar. Tahun 1980-1990. kondom dengan bahan lateks diproduksi sejumlah delapan koma lima juta miliar per tahunnya. Tahun 1935. Tahun 1993. Hasil dari pemberian serta pemakaian kondom tersebut banyak dari mereka yang tidak terjangkit penyakit sifilis. Tahun 1984.direndam. Tahun 1861. 10. 7. Setelah kejadian itu kondom digunakan sebagai alat pencegah kehamilan dengan cara kondom yang terbuat dari linen dibasahi dengan cairan kimia. kondom dibuat menggunakan usus binatang. kondom mulai dipublikasikan di Amerika Serikat melalui majalah New York Times.

2.2 Kebijakan Pemerintah Daerah Terkait dengan Legalisasi Kondom Dengan bergulirnya fenomena penyebaran HIV hampir di seluruh wilayah Indonesia. Constant Karma. pemerintah daerah Papua telah melaksanakan kampanye kondom sejak tahun 2003. Drh. M Sani. Menurut Wakil Gubernur Provinsi Papua. Selain itu. meskipun cara ini kemungkinan dinilai tidak populis di masyarakat. Beliau secara terbuka memberikan instruksi kepada seluruh pemerintah daerah untuk melakukan kampanye kondom. Di wilayah lain. Jalan keluar yang dimaksud adalah pembuatan kebijakan-kebijakan maupun program-program pencegahan penyebaran HIV-AIDS. program tersebut akan dibuka secara resmi di lokalisasi Tanjung Pandan. Hal tersebut sejalan dengan instruksi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam sambutannya di acara puncak peringatan Hari AIDS Sedunia di Istana Wapres (1 Desember 2006 lalu). misalnya. mengemukakan bahwa program pencanangan 100% pemakaian kondom di lokalisasi bertujuan menekan laju penyebaran HIV-AIDS yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. pencegahan. Pemerintah daerah Bali melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat merencanakan proyek . Salah satu provinsi yang menjalankannya adalah Provinsi Kepulauan Riau. LSM-LSM melakukan kampanye dengan cara mendistribusikan kondom di tempat-tempat yang termasuk berisiko tinggi penyebaran HIV-AIDS. Kampanye tersebut sering dilakukan oleh para LSM maupun Komisi Penanggulangan HIV-AIDS (KPAD) Papua. pemerintah daerah di setiap provinsi berusaha untuk mencari jalan keluar guna mencegah penyebaran virus tersebut lebih lanjut. Selanjutnya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih jauh menjelaskan cara penyebaran. Menurutnya. penanggulangan dan akibat apabila terinfeksi HIV dengan tujuan masyarakat menjadi sadar dan ikut membantu pemerintah mencegah serta memberantas HIV-AIDS di Papua. Kabupaten Tanjung Balai Karimun. Ketua KPAID KepRi yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur KepRi. Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia Daerah (KPAID) Provinsi KepRi menggelar 100% pemakaian kondom di lokalisasi.kondom masih belum terjangkau dengan efektif oleh masyarakat kalangan menengah bawah. Selain itu juga adanya budaya masyarakat yang masih kental tentang mitos-mitos yang membentuk persepsi yang buruk terhadap kondom. Provinsi Kepri.

Sebagai contoh. pembeli tinggal memilih kondom mana yang diinginkannya. BKKBN menempatkan sejumlah ‘vending machine’ kondom (ATM Kondom) di lokasi-lokasi tertentu. ATM itu rencananya ditempatkan di Klinik KB RS Dr Sardjito. seperti dimuat dalam situs www.bkkbn. termasuk di sejumlah perkantoran yang ada Klinik KB.go. Pemerintah pusat. dan untuk keperluan sosialisasi BKKBN. Di Bali. Kepala BKKBN DIY. Klinik Perusahaan GE Lighting Sleman. bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. ATM Kondom telah didistribusikan ke tujuh provinsi di Indonesia. Bali. Sumarjati Arjoso. Menurut Kepala BKKBN dr. Ketika uang koin dimasukkan.500. ATM Kondom hanya ditempatkan di tiga jenis lokasi terpilih. dari 10 yang sudah ada. Dari sumber yang penulis dapatkan. melalui Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).percontohan pelaksanaan supervisi ketat lokasi risiko tinggi penularan HIV di sejumlah kabupaten. SKM. menjelaskan perihal penempatan ATM Kondom yang tidak sembarangan dan untuk penggunaannya pun melalui rekomendasi dan di bawah pengawasan dokter. Pemda Papua meminta berapapun yang dimiliki BKKBN Pusat.com.id. Anik Rahmani. dan desa pekraman/adat setempat. di rumah sakit dan LSM peduli AIDS agar orang dengan HIV-AIDS dapat mengakses serta di lokalisasi. ada tiga ATM yang diberikan pemerintah melalui BKKBN. juga berupaya menekan laju penyebaran HIV-AIDS. Untuk memperoleh kondom dengan tiga-empat pilihan rasa. antara lain DKI Jakarta. Tana Toraja.mmdnews. Di Banyuwangi (Jatim). Luwu Timur). LSM. MS. Jawa Timur. seperti yang dikutip dari www. di DI Yogyakarta.wordpress. misalnya. Supervisi ketat itu berupa pengawasan kesehatan pekerja seks dan pelanggannya secara rutin. Hal ini dilaksanakan karena para pria pelanggan pekerja seks di lokasi prostitusi kerap melakukan hubungan seks tanpa kondom sehingga berisiko menularkan HIV-AIDS kepada pasangan seksnya. pemda setempat meminta tambahan enam ’vending machine’ kondom. telah ditempatkan dua ATM oleh pemda . yaitu di Klinik KB. sebagai pulau yang sering dikunjungi wisatawan asing maupun domestik. dan Papua. ketiga tempat itu sudah sangat spesifik. Jawa Barat. Sementara itu. sehingga tidak mudah dijangkau oleh mereka yang tidak sepatutnya memanfaatkan alat itu. DI Yogyakarta. peminat cukup memasukkan koin sebanyak Rp 1. Sulawesi Selatan (Makassar. Menurut Dra.

Hasilnya. bahkan Malaysia dan Iran pun mendukung legalisasi kondom. pada 124 pasangan yang konsisten memakai kondom dalam setiap . Ada beberapa fakta yang menunjukkan keefektifan kondom dalam mencegah HIV-AIDS. kampanye pemakaian kondom sama sekali tidak ada hubungannya dengan analogi mendorong untuk berhubungan seks dini atau hubungan seks berganti-ganti pasangan. diantaranya laporan New England Journal of Medicine.3. Ada yang menyetujui pelaksanaan legalisasi kondom. Adi Sasongko. sangat mendukung adanya legalisasi kondom tersebut.setempat yang kemungkinan akan ditambah lagi menjadi enam ATM Kondom di daerah pariwisata. sudah ada keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia melalui Surat keputusan Skep 68/MEN/IV/2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja. namun ada pula masyarakat yang tidak menyetujui program penanggulangan HIV-AIDS ini.3. Pro Kontra Terhadap Legalisasi Kondom Legalisasi kondom di Indonesia mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat. 11 Agustus 1994 yang melaporkan hasil penelitian selama dua tahun pada 245 pasangan diskordan (dari setiap pasangan maka salah satunya HIV+). Direktur Pelayanan Kesehatan Yayasan Kusuma Buana. Studi meta analisis terhadap 174 studi dengan 116. Salah satu upaya yang digunakan dalam menjalankan keputusan tersebut adalah dengan memberikan kondom secara gratis atau dengan menyediakan ATM kondom di beberapa wilayah di Indonesia. Di Indonesia sendiri. 2. Mereka termasuk dalam kategori negara dengan sebaran HIV-AIDS terbanyak.1 Pihak yang Menyetujui Legalisasi Kondom dalam Pencegahan HIV-AIDS Jepang dan Thailand mendukung adanya legalisasi kondom.735 peserta yang hasil penelitiannya dipublikasikan dalam Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes. 2.[1] Studi tersebut juga menyimpulkan bahwa informasi tentang kondom memotivasi perubahan perilaku dan frekuensi hubungan seks yang dilakukan. edisi Maret 2006 tentang ”Kondom dan Pencegahan HIV” menyimpulkan bahwa.

legalisasi kondom akan membawa dampak negatif misalnya semakin banyaknya penyalahgunaan kondom oleh orang-orang yang tidak seharusnya menggunakannya. 1992. Asyiah Rais. Ketakutan ini dikarenakan betapa mudahnya untuk mengakses ATM kondom termasuk anak di bawah umur dan penempatannya yang belum begitu jelas.2 Pihak yang Tidak Menyetujui Legalisasi Kondom dalam Pencegahan HIV-AIDS Program legalisasi kondom mendapat hambatan dari pihak-pihak yang masih konsisten dalam memperjuangkan terjaganya nilai-nilai moral. ATM kondom ini akan membuka peluang terjadinya legalisasi free sex khususnya di kalangan anak-anak muda. program penanggulangan HIV melalui penyediaan kondom dan pengobatan penyakit menular seksual (PMS) yang dimulai pada tahun 1989. tanggal 29 Desember 2005 – 2 januari 2006. Dengan berbagai kemudahan mendapatkan kondom. 2.hubungan seks tidak ditemukan adanya penularan (transmisi) HIV. Para remaja putri. Ada pula riset yang menyatakan bahwa risiko penularan HIV dengan penggunaan kondom berkurang sampai 10 ribu kali lipat (Carey et al. dari 600 responden. anak-anak muda akan merasa lebih “aman” melakukan seks bebas. Bagi mereka. Ir. Cavalieri d’Oro et al. Pada 121 pasangan lainnya yang tidak konsisten menggunakan kondom ditemukan penularan HIV pada 12 orang. Penelitian di kalangan remaja New York memperlihatkan penurunan frekuensi hubungan seks dan jumlah pasangan seks dengan program promosi kondom (Guttmacher S et al dalam American Journal of Public Health. yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas.17% responden (145 orang) menyatakan menolak ATM kondom dengan alasan legalisasi kondom sama dengan legalisasi sex bebas sementara 136 responden (22. berhasil menurunkan tingkat penularan HIV sebesar 83%. di negara Thailand. 87. 1994.[2] Hasil jajak pendapat Harian Seputar Indonesia. Fakta lain. Weller. Menurut Wakil Ketua DPRD Sleman. dan anggota Fraksi PAN. kampanye kondom tak lebih dari kampanye untuk melegalkan sex bebas. bahkan hingga legalisasi praktek prostitusi.3. Rohman Agus Sukamto. tidak akan .7%) menyatakan bahwa ATM kondom akan memberi pengaruh negatif pada generasi muda. 24.[3] Mereka menganggap hal ini dapat memperburuk citra bangsa Indonesia serta dianggap tidak lagi menjunjung norma ketimuran. 1997. 1427-1433). 1993).

Alasannya. virus (HIV/AIDS) berdiameter 1/250 mikron atau 0.003 mm dalam keadaan tidak merenggang. yang menemukan kenyataan bahwa HIV dapat menembus kondom. jelas virus dapat leluasa menembus pori-pori kondom. anak-anak muda yang tadinya tidak pernah melakukan seks bebas pun akan tergoda dan mulai melakukan seks bebas dengan berbekal kondom yang sudah bisa didapatkan secara mudah dan bebas. Hal ini dibuktikan pada negara-negara barat yang penyebaran HIV-AIDS tetap tinggi dan terus meningkat meski program serupa sudah berlangsung lama. pada tahun 1996 yang lalu kondom yang diimpor dari Hongkong ditarik dari peredaran karena 50 persen bocor. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat masih meragukan keampuhan kondom dalam pencegahan HIV/AIDS. Dari 89 kondom yang diperiksa. Dari segi teknis dan keilmuan. Maryland.lagi merasa khawatir hamil atau tertular HIV/AIDS karena kondom.000001 mm. lebar pori-pori kondom dapat mencapai 10 kali dari 1/60 mikron. tingkat keefektifan kondom dipertanyakan. Di sisi lain. Dengan demikian. Di Indonesia. Bahkan. Rockville. USA. pori-pori karet lateks yang menjadi bahan pembuatan kondom adalah 1/60 mikron atau 0. BAB 3 PENUTUP 3. ATM kondom memudahkannya para hidung belang melakukan hubungan intim dengan yang bukan pasangannya. ternyata 29 diantaranya terdapat kebocoran atau dengan kata lain tingkat kebocoran kondom mencapai 30%. Selain itu.1 Kesimpulan . J Mann (1995) dari Harvard AIDS Institute menyatakan bahwa tingkat keamanan kondom hanya 70%. Selain itu.[4] Hal ini ditambah dengan penelitian yang dilakukan oleh Carey (1992) dari Division of Physical Sciences.[5] Laporan dari majalah Customer Reports (1995) menjelaskan bahwa pori-pori kondom 10 kali lebih besar dari HIV dilihat dengan mikroskop elektron. Lapisan kondom yang terbuat dari getah lateks tidak dipercaya mampu mencegah berpindahnya HIV dari orang yang melakukan hubungan intim. dalam keadaan merenggang.

Sebagai contoh. masih saja terdapat hambatan-hambatan yang datang dari berbagai pihak. a. Pelegalisasian kondom di Indonesia dapat berjalan baik apabila didukung oleh pemerintah melalui pembuatan kebijakan hukum yang mengatur legalisasi kondom. Masyarakat harus membuka mata bahwa kondom dilegalkan bukan untuk mendukung seks bebas di Indonesia tetapi pada dasarnya untuk mencegah penularan HIV-AIDS. pendidikan seksual dimulai dari . apabila sudah menjadi penderita HIV-AIDS. karena kondom dapat mencegah penularan HIV-AIDS melalui hubungan seksual. diperlukan adanya penyesuaian antara penyampaian promosi kondom dengan latar belakang pendidikan dan kebudayaan penduduk setempat. Bagaimana cara mengkomunikasikan kampanye kondom kepada masyarakat? Mengkomunikasikan kampanye kondom ke masyarakat perlu keahlian dan kreativitas yang tinggi. 3.2 Saran Agar promosi kondom berjalan dengan baik. Adanya dukungan dari berbagai pihak untuk dapat menerima legalisasi kondom juga dapat mempengaruhi keberhasilan promosi penggunakan kondom. Namun. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk sosialisasi penggunaan kondom. virus tersebut dapat dicegah penularannya dengan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks. b. Penggunaan kondom adalah cara terakhir dalam upaya pencegahan penularan HIV melalui hubungan seks. Bagaimana dukungan pemerintah terhadap kampanye kondom? Pemerintah sangat mendukung adanya kampanye kondom dan dilegalkannya kondom di Indonesia.HIV-AIDS dapat dicegah dengan tidak melakukan hubungan seks sama sekali atau melakukan hubungan seks yang aman serta tidak menggunakan narkoba (bergantian jarum suntik). Setiap lapisan masyarakat memiliki latar belakang pendidikan dan kebudayaan yang berbeda sehingga kita harus mampu melakukan kampanye kondom dengan cara yang berbeda disesuaikan latar belakang masyarakat tersebut. LAMPIRAN Pertanyaan yang diajukan usai presentasi : 1.

Jika dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya.lingkungan keluarga. 6. pori-pori kondom yang sangat kecil memungkinkannya untuk tidak dapat ditembus oleh air mani dan sperma. BKKBN pusat telah mendistribusikan sejumlah ATM Kondom ke beberapa provinsi di Indonesia. 5. 2. 3. Seberapa efektif kondom untuk mencegah kehamilan? Kondom sangat efektif untuk mencegah kehamilan. 4. dengan adanya kebijakan maka pembagian kondom secara gratis di tempat prostitusi menjadi lebih mudah. seorang ibu memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kepada anaknya. bagaimana keefektifan kebijakan pemerintah mengenai kampanye kondom? Kebijakan pemerintah sangat efektif dalam upaya mensosialisasikan kondom ke tempattempat prostitusi. Sejauh ini. Menurut sumber yang penyusun dapatkan. Jenis kondom wanita? Jenis kondom pada wanita ada dua jenis. cara memakainya cukup diusapkan saja ke bagian dalam vagina. yaitu yang berbentuk tampon. Namun. beberapa pemerintah daerah setempat masih ragu untuk menempatkannya di tempat-tempat yang telah ditentukan karena terbentur masalah budaya yang menganggap kondom sebagai alat pelegalan seks bebas. sehingga pemasangannya pun harus hati-hati dan ada yang berbentuk seperti tissue. Bagaimana pendapat kelompok mengenai ketersediaan ATM kondom di Lembaga Permasyarakatan? . Kebijakan seperti apa yang kuat untuk melegalkan kondom? Kebijakan mengenai penggunaan kondom yang dibuat seharusnya tidak hanya dikeluarkan oleh badan eksekutif. kondom sangat mudah digunakan dan tidak ada kemungkinan efek samping. tetapi diperkuat juga dengan undang-undang yang disahkan oleh badan legislatif.

disarankan agar tidak menggunakan narkoba suntik. Namun. Jenis masyarakat seperti apa yang dapat menerima kebijakan mengenai legalisasi kondom? Masyarakat yang mampu menerima kebijakan mengenai legalisasi kondom adalah masyarakat yang memiliki pandangan terbuka akan manfaat dari kebijakan tersebut. 7. b. Selanjutnya. bagi seluruh masyarakat harus setia dengan pasangannya masing-masing. golongan tersebut harus menggunakan kondom pada setiap berhubungan seksual untuk mencegah HIV-AIDS. hal ini disebabkan karena adanya kebijakan dari otoritas setempat yang menyulitkan tersedianya ATM kondom. 8. . narapidana dapat dengan mudah mengakses kondom untuk mencegah risiko perluasan penyebaran HIVAIDS di Lembaga Pemasyarakatan.Ketersediaan ATM kondom di Lembaga Pemasyarakatan sangat diperlukan. Sampai saat ini ATM Kondom belum tersedia di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Apa dasar pemikiran metode A-B-C-D? Metode A-B-C-D dibuat berdasarkan pengalaman melalui penelitian empirik yang dilakukan di masyarakat. Oleh karena itu. Padahal. Selain itu. penggunaan jarum suntik bergantian oleh pengguna narkoba turut meningkatkan angka penyebaran penyakit tersebut. pemerintah setempat membuat regulasi mengenai pelegalan kondom untuk pencegahan penularan HIV-AIDS. Maka dari itu. tetapi mengapa Malaysia melegalkan kondom? Malaysia melegalkan kondom karena angka penyebaran HIV-AIDS dari tahun ke tahun terus meningkat. Masyarakat yang mampu menahan diri untuk melakukan hubungan seksual di luar nikah akan sangat mudah melakukan abstinensia. karena terjadi penyimpangan seksual yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan biologis narapidana. ada beberapa golongan masyarakat yang tidak mampu melakukan kedua hal itu. a. Penggunaan kondom merupakan cara akhir untuk pencegahan penularan HIV-AIDS melalui hubungan seksual. Malaysia merupakan salah satu negara Islam di dunia. dengan adanya ATM kondom.

http://asepfirman1924.organisasi. 12:59 am Filed under: Uncategorized .blogspot. Efektifkah?.net.kondomku.wikipedia. [2] Dito. www.asepfirman1924.com (29 Februari 2008) Hawari. [4] ATM Kondom=Legalisasi Seks Bebas. http://www.bintangmawar. ATM Kondom.org (29 Februari 2008) Sasongko. Acquired Immuno Deficiency Syndrom. 2008. Fakta dan Opini Memojokan Kondom. Adi.com. http://www. [5] Dadang Hawari.com (29 Februari 2008) Kondom untuk Pencegahan AIDS.trulyjogja. http://www.bintangmawar.trulyjogja.com (29 Februari 2008) Sasongko. Fakta dan Opini Mendukung Kondom. http://www. 2 Comments OBAT SERIBU May 26. http://www.com.DAFTAR PUSTAKA AIDS.com (29 Februari 2008) ATM Kondom=Legalisasi Seks Bebas. Fakta dan Opini Memojokan Kondom.bintangmawar. Efektifkah?. (29 Februari 2008).bintangmawar. Fakta dan Opini Mendukung Kondom.jurnalnet. http://www.petra. Legalisasi Free Sex atau Pencegahan HIV?. HIV dan AIDS. http://www. ATM Kondom. dalam http://www. http://www.com. Adi. www.net/forum. Legalisasi Free Sex atau Pencegahan HIV?. http://id.net (29 Februari 2008) Dito. (29 Februari 2008) [3] Fin/cbn .blogspot. (29 Februari 2008).net (29 Februari 2008) [1] Adi Sasongko / KPA. Kondom untuk Pencegahan AIDS. (29 Februari 2008). Dadang.id (29 Februari 2008) Info Dasar Penyakit Menular Seks.org/wiki/AIDS (27 Februari 2008) www.jurnalnet. (29 Februari 2008).ac.

Program Obat Seribu merupakan salah satu misi pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tersebut.1 LATAR BELAKANG Kesehatan adalah salah satu modal dalam pembangunan suatu bangsa. maka akan memudahkan proses suatu pembangunan yang membutuhkan pemberdayaan sumber daya manusia. tidak seluruhnya berjalan dengan mulus. bangsa Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan derajat kesehatan masyarakat yang baik. karena ternyata masih banyak wilayah di Indonesia yang belum memasarkan Obat 1000 atau dengan kata lain. Mengingat pentingnya kesehatan masyarakat dalam suatu bangsa.Disusun oleh : Amalina Syaharani (0606099284) Erma Yusniarti (0606099851) Niken Dwi Indah (0606100411) Nurul Aeni (0606100481) Nurul Dwi Astuti (0606100494) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Depok 2008 BAB 1 PENDAHULUAN 1. Masih berhubungan dengan masalah distribusi. Salah satunya adalah terkait masalah distribusi. Obat 1000 masih belum ada di wilayah tersebut. Masih banyak kendala dan masalah yang harus diatasi oleh Pemerintah Indonesia. pada kenyataannya masih ada . Dalam perjalanan Program Obat Seribu di Indonesia.

yaitu dari pihak masyarakat. Peran serta masyarakat ini juga turut berpengaruh terhadap kesuksesan Program Obat Seribu ini. 3.beberapa produsen yang tidak mau memasarkan produk Obat 1000 karena harganya yang terlalu murah sehingga tidak mendatangkan keuntungan apapun bagi mereka. .3 TUJUAN Penulis menyusun makalah ini bertujuan agar pembaca dapat mengetahui lebih jelas tentang Program Obat Seribu yang baru saja dicanangkan oleh Pemerintah dan apa saja kendala yang muncul selama pelaksanaan program tersebut. yang nantinya akan dinilai oleh dosen mata kuliah IsuIsu Terkini AKK yaitu Bapak Sandy Iljanto. 2. banyak masyarakat yang belum yakin dengan khasiat Obat 1000. sebagai tugas mata kuliah Isu-Isu Terkini AKK. Makalah ini kami susun juga. Dari hal-hal tersebut. Mengapa masih banyak kalangan yang tidak setuju dengan Program Obat Seribu. Bagaimana implementasi pemerataan distribusi Obat Seribu di wilayah Indonesia. 1. dapat kita lihat bahwa isu tentang Program Obat Seribu ini sangat menarik untuk dikaji dan dibahas lebih lanjut dalam bentuk makalah mata perkuliahan Isu-Isu Terkini AKK. ternyata terdapat juga masalah dari pihak konsumen. Setidaknya kami berharap makalah ini dapat memberi pemikiran lebih lanjut mengenai hal tersebut. maka masalah Program Obat 1000 ini difokuskan pada : 1. Pada faktanya. 1. padahal komposisi Obat 1000 sama seperti obat generik lainnya yang lebih mahal dan sudah dipercaya dapat menyembuhkan. Selain masalah teknis dari pihak produsen dan distributor. Bagaimana pandangan masyarakat tentang Program Obat Seribu.2 MASALAH Berdasarkan uraian latar belakang diatas. Mereka mengira Obat 1000 tidak berkhasiat menyembuhkan karena harganya yang sangat murah.

BAB 2 OBAT SERIBU Kesehatan dewasa ini merupakan modal utama untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Ditengah kerisauan masyarakat akan kenaikan harga bahan pangan yang terus melonjak. Ketersediaan dan pemerataan obat berarti tersedianya obat (drug availabulity) di seluruh Indonesia baik dari segi jenis maupun jumlah obat.1.4 METODOLOGI PENELITIAN Kami mendapatkan data dan informasi dengan metode kepustakaan/literatur. Tujuan dibuatnya obat seribu ini menurut Menteri Kesehatan adalah untuk menjamin ketersediaan. Sedangkan keterjangkauana obat berarti adanya jaminan akses obat dengan harga yang . 1. sesuai dengan kebutuhan nyata dan pola penyakit. dan keterjangkauan obat murah yang berkualitas bagi masyarakat. Mungkin penyebab utamanya adalah faktor ekonomi. Jadi paradigma sehat tidak tertanam di pikiran masyarakat. di Indonesia sendiri angka kesakitan (morbidutas) terbilang masih tinggi. Data serta informasi yang didapat bersumber dari situs-situs internet yang mengulas tentang Program Obat Seribu.00 per strip. yaitu baru mencari pelayanan kesehatan setelah jatuh sakit. Obat ini baru saja diluncurkan oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang bekerjasama dengan PT. pemerataan. Indofarma sebagai produsennya. Obat seribu merupakan obat generik tak berlogo dengan harga eceran tertinggi yaitu Rp.1000. Akan tetapi.5 RUANG LINGKUP Berhubung terbatasnya waktu & tenaga dalam penulisan makalah ini. maka isi dibatasi pada masalah yang terkait dengan pandangan masyarakat tentang Program Obat Seribu dan pengaruh masalah-masalah teknis pada pelaksanaan Program Obat Seribu. Banyak masyarkat yang masih menerapkan health seeking behavior. pemerintah membuat program di bidang kesehatan yang bernama Obat Serbu (Obat serba seribu). Masyarakat lebih peduli dengan bagaimana cara mereka mendapatkan uang daripada kesehaatnnya sendiri.

Sakit Kepala. atau melalui dokter yang melakukan praktik dispensing (pemberian obat langsung kepada pasien saat berkonsultasi. Tambah Darah. Harga tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan merupakan harga eceran tertinggi di seluruh wilayah Indonesia. Jawa dan Bali. tidak hanya akan dijual di apotek yang berada di rumah sakit dan apotek umum saja namun juga akan dijual di pasar-pasar non panel seperti warung obat. sampai ke rombong-rombong.00 per paket. Asma. Syamsul Arifin menjelaskan. toko obat.terjangkau oleh daya beli masyarakat terutama masyarakat yang tidak mampu membeli pelayanan kesehatan baik sektor publik maupun swasta. total akan ada 20 jenis obat dengan membawa nama Indo di depannya yaitu Indo Obat Batuk dan Flu. katanya. Penurun Panas. telah mencapai . desa-desa siaga dan apotik rakyat diseluruh Indonesia. Ada sepuluh obat yang diluncurkan. penjualan produk murah Obat Indo Serba Seribu (Indo Serbu) dari PT Indofarma Tbk di wilayah Jawa Tengah. Harganya diseragamkan Rp 1000. dan segera menyusul dua lagi yang sudah terdaftar di BPOM.” jelasnya. Obat Flu. 2. Diharapkan akhir triwulan III sudah memenuhi kebutuhan nasional. “Obat itu dijual bebas. Nantinya. Sejak diluncurkan pertengahan Mei lalu hingga saat ini. tanpa resep dokter. kemudian ke warung atau kelontong. dan Indo Obat Batuk Cair.1 JENIS OBAT SERIBU Direktur Utama PT Indofarma. Penurun Panas Anak. yaitu memperpendek jalur distribusi untuk memasarkan langsung obat tersebut ke warung-warung. Obat-obat ini disediakan juga diposkestren. Untuk menambah jalur distribusi dilakukan direct selling. 2. Urutan jalur distribusi obat adalah dari perodusen ke distributor lalu ke apotek dan toko obat. Maag. mengatakan obat-obatan itu.2 DISTRIBUSI OBAT SERIBU Distribusi dan pemasaran yang dilaksanakan saat ini baru diprioritaskan untuk beberapa titik pemasaran di wilayah Jabodetabek. Direktur Utama PT Indofarma. Batuk Berdahak. Bahkan dalam waktu dekat ini mitra binaan Indofarma akan mensosialisasikan program Warung Obat Rakyat Murah untuk perluasan distribusi obat seribu. Syamsul Arifin.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatanm Departemen Kesehatan. khasiat tidak harus ditentukan dengan harga mahal. obat seribu rupiah ini bukan obat generik biasa. dr. Menkes Siti Fadiah Supari “Walaupun murah tetapi pemerintah mengontrol aspek khasiat. BAB 3 ISU-ISU MENGENAI OBAT SERIBU 3.angka 670 ribu strip atau senilai Rp 670 juta. Depkes dan BPOM akan mengawasi industri farmasi yang memproduksi obat serba seribu rupiah ini. Budi Santoso “Sebagian besar masyarakat sudah sadar bahwa obat berkhasiat tak harus mahal. produsen obat palsu pun tidak akan untung dan akan segera gulung tikar. Hal ini tentunya telah memicu reaksi dari berbagai kalangan. Sementara untuk toko obat dan warung rombong. baru sekitar 40% saja.1 BEBERAPA OPINI MENGENAI OBAT SERIBU Menteri Kesehatan. SpJP(K) telah meluncurkan program obat murah serba seribu rupiah di Departemen Kesehatan pada tanggal 8 Mei 2007. Pendistribusian ini baru mencapai 80% dari sekitar 900-an apotik di Jateng.Dra.Meinarwati. Dengan sediaan obat yang murah seperti ini. Apt Mkes “Obat murah serba seribu rupiah ini merupakan obat murah yang berkualitas.” 2. Branch Manager PT Indofarma Global Medika (IGM) Semarang. namun obat generik bermerek yang diperuntukkan untuk seluruh lapisan masyarakat.” “Tidak ada tawar menawar untuk kualitas obat.” 3. keamanan dan kualitas obat.” . Siti Fadillah Supari. Dr. Berikut ini adalah beberapa opini serta pernyataan yang berasal dari publik dan beberapa tokoh terkait dengan peluncuran obat seribu tersebut : 1.

Ny Seha Ani (62).4.’‘ 6. Semarang. ”O ada ya obat seribu? Saya malah nggak tahu. namun jangan sampai mengorbankan kualitas produk itu sendiri. Seperti yang kita tahu. pasar-pasar atau warung-warung walupun pendistribusiannya . jadi saya ingin mencobanya. Sekalipun mereka mengetahiunya. meraka tidak begitu saja percaya dengan kualitas obat ini karena ini menyangkut kesehatan sehingga sampai detik ini pun masih banyak masyarakat yang tidak peduli dengan program obat seribu ini. obat murah berkualitas ini bisa kita dapatkan dengan harga eceran tertinggi seribu rupiah saja. pemilik warung makan di daerah Tegalsari. obat murah ini masih sangat sulit untuk ditemui. Ditengarai masalah ini diakibatkan juga oleh resistensi dari obat sejenis yang merasa tersaingi. pensiunan Dinkes ”Saya lebih percaya dengan merek yang sudah populer. Septi (22) ”Teman kos sembuh setelah minum obat sakit kepala seribu rupiah ini. Mereka yang sudah eksis bisa saja memboikot atau melakukan trik-trik lain yang dapat menghambat mekanisme pendistribusian obat seribu ini ke pasar. Padahal program obat murah ini merupakan suatu angin segar bagi masyarakat kelas menengah yang kesehatannya buruk dan tidak mendapatkan Askeskin Di daerah. tetapi pada kenyataannya tidak semua masyarakat tahu mengenai keberadaan obat ini.” 7. Masalah ini muncul mulai dari awal peluncuran sampai dengan pendistribusiannya. Untuk daerah Jakarta sendiri.” 3.2 PERMASALAHAN DALAM MENSUKSESKAN OBAT SERIBU Permasalahan yang dihadapi dalam program obat murah berkualitas ini sangat banyak. Ny Atun (45). sebenarnya obat ini sudah banyak beredar di supermarket-supermarket. Mahasiswa Undip. Ketua LP2K Semarang Ngargono ”Konsep obat murah ini cukup bagus.” 5.

Kesulitan masyarakat dalam mengakses obat ini bias disebabkan oleh banyak pihak. . walaupun obat murah seribu rupiah ini merupakan program pemerintah tetapi dalam prosesnya masih saja menemui hambatan.belum seluruhnya merata. Dari semua permasalahan ini. Padahal program ini sangat membantu rakyat yang tidak dapat menjangkau harga obat di pasaran. apotek dan toko obat yang tidak mau menerima obat seribu ini karena nominal profitnya lebih kecil jika dibandingkan dengan produk kompetitor. BAB 4 REKOMENDASI KELOMPOK Seperti yang kita tahu. bahkan mereka menjadi seperti sales pabrik farmasi yang cenderung memberi obat yang berlebihan kepada pasiennya. dokter menjadi pelit akan informasi obat generik dan obat murah ini. Kenyataan yang lebih menyedihkan adalah adanya spekulan yang membeli obat ini untuk kemudian dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Adanya hubungan saling menguntungkan antara dokter dengan farmasi juga merupakan salah satu penyebabnya. Penyebab lainnya adalah adanya distributor. Permasalahan-permasalahan yang timbul dapat mengakibatkan program ini tidak berjalan lancar. Oleh karena itu kami ingin memberikan rekomendasi yang mungkin saja jika dilakukan dapat membantu kelancaran program ini. nominal profitnya juga akan lebih besar. Ini merupakan bukti bahwa ada produsen obat yang tidak suka dengan kehadiran obat murah dari pemerintah. Agar pada akhirnya semua kalangan. Untuk mengejar pendapatan. Oleh karena itu. Sebuah program pemerintah tidak akan berjalan dengan lancer jika tidak didukung oleh semua pihak (lintas sektoral). lebih luasnya semoga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. padahal jika ia membeli dalam jumlah banyak. harus ada solusi untuk sesegera mungkin menyelesaikannya. baik masyarakat maupun produsen farmasi lainnya turut mendukung program pemerintah ini yang sangat pro-rakyat terutama bagi mereka kaum SADIKIN (SAkit seDIkit misKIN). diharapkan pemerintah segera menindaklanjuti permasalahan ini agar program yang sangat baik ini tidak berhenti sampai sini saja.

Padahal Menkes sendiri telah menjelaskan bahwa obat ini akan tetap dijaga kualitasnya. pendistribusian. Maag. Di daerah-daerah tepencil masih banyak masyarakat yang tahu mengenai obat seribu. Bisa jadi ini karena ada perusahaan farmasi lain yang tidak bergembira karena merasa tersaingi atas kehadiran obat seribu ini. Masalah yang paling sering muncul dalam program ini adalah masalah pendistribusian. Birokrasi pendistribusian obat seribu juga harus diperhatikan dengan sangat agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman karena birokrasinya terlalu lama. 47/Menkes/SK/II/1983 merupakan penjabaran sistem kesehatan nasional (SKN) yang dikhususkan untuk pembangunan di bidang obat sebagai bagian pembangunan dalam bidang kesehatan dan menjadi pedoman dan petunjuk pelaksanaan bagi penyelenggara semua upaya di bidang obat. Banyak masyarakat yang belum percaya dengan kemanjuran obat seribu ini. tetapi tidak menemukannya di warung-warung maupun di toko obat. dan Indo Obat Batuk Cair. Sebaiknya yang ditanamkan adalah paradigma hidup sehat sehingga masyarakat lebih memilih menjaga kesehatan daripada menunggu sakit karena sudah ada obat seribu ini. Tambah Darah. lalu memboikot obat seribu agar tidak sampai di pasaran. Oleh karena itu sebaiknya DepKes dan BPOM tetap mengawasi dan melakukan penjagaan yang ketat dari mulai di produksinya obat ini sampai ke tangan konsumen agar program ini tidak sia-sia dan tidak kehilangan kepercayaan masyarakat. Pada kenyataannya pemerintah tidak mengelurkan Keputusan Menteri Kesehatan atau kebijakan lainnya yang dapat mengatur tata cara produksi. semuanya berfungsi untuk menyembuhkan orang yang telah sakit. tetapi tidak ada kebijakan strategis yang dikhususkan untuk mengatur obat seribu dari mulai produksi. Jika kita lihat dari jenisnya. Penurun Panas. Salah satu caranya yaitu dengan meluncurkan vitamin-vitamin. . Penurun Panas Anak. Obat Flu.Jeni-jenis obat seribu yang diluncurkan beberapa waktu lalu yaitu Indo Obat Batuk dan Flu. obat penambah darah. Sebaiknya pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mengatur tata cara pendistribusian obat seribu agar tidak ada pihak yang sewenang-wenang menyalahgunakan program ini. distribusi sampai konsumsi. Sakit Kepala. Batuk Berdahak. Mungkin kebijakan obat seribu di atur oleh Kebijakan obat nasional (KONAS) yang sesuai dengan keputusan menteri kesehatan RI NO. dll sehingga masyarakat terbiasa hidup sehat. Mereka berpikir bahwa obat yang murah pasti berkualitas buruk. Asma. dll demi tercapainya tujuan dari diluncurkannya obat seribu.

. ♦ Pemerintah masih kurang melakukan pengawasan di lapangan mengenai peredaran obat seribu. ♦ Sebaiknya ada penjagaan yang ketat dari pemerintah mengenai kualitas obat seribu agar masyarakat percaya dan mau membeli obat seribu.2 SARAN ♦ Sebaiknya pemerintah membuat kebijakan yang mengharuskan apotik-apotik.1 KESIMPULAN ♦ Obat seribu rupiah ini merupakan langkah awal pemerintah untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat Indonesia ♦ Dalam pendistribusian obat seribu. ♦ Sebaiknya sosialisasi obat seribu ini juga menggunakan sistem dari mulut ke mulut karena cara itu lebih efektif apalagi di daerah terpencil yang jarang sekali di temui media elektronik. warung. karena banyak pihak yang tidak senang akan hadirnya obat seribu yang mengganggu kelancaran peredaran obat seribu. ♦ Pemerintah belum membuat kebijakan-kebijakan strategis yang mengatur obat seribu.BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5. 5. toko obat mau menjual obat seribu dan tidak perlu takut jika keuntungannya kecil. masih di temukan kendala-kendala yang jika tidak segera di selesaikan maka akan menghambat sampainya obat seribu ini ke tangan masyarakat. ♦ Masyarakat masih kurang percaya akan kualitas obat seribu karena harganya yang murah.

co.sinarharapan. 25 Februari 2008.com Syahrituah SIregar. Follow Follow “Isu Terkini Kesehatan” . 25 Februari 2008. http://www. 25 Februari 2008.id “Obat Seribu di Jateng Capai Penjualan Enam Ratus Tujuh Puluh Ribu Strip”. DAFTAR PUSTAKA Andra.suaramerdeka.id Webwarouw. http://www.indomedia. Theme: Benevolence by Theron Parlin. 25 Februari 2008.co. 25 Februari.id “Definisi Obat Seribu”.majalahfarmacia.co. http://www. 25 Februari 2008.com “Obat Seribu Terus Bersaing di Pasar yang Ketat”. 27. http://depkes. Last revised 4 June 2007. http://www. Syndicate entries using RSS and Comments (RSS).♦ Sebaiknya pemerintah memberikan sanksi kepada pihak yang melalakukan aksi borong obat murah dan menjualnya kembali dengan harga tinggi. http://www.sinarharapan.id Leave a Comment Blog at WordPress.go.go.com. 2008.go. “Obat Seribu Rupiah Disalurkan Apotek Rakyat” 27 Februari. http://www.indonesia. “Obat Seribu Rupiah Disiapkan Untuk Desa Siaga”. 27 Februari 2008.com Webwarouw. http://www.indofarma. Februari 2008. “Obat Seribu Perak Jangan Jadi Paradoks”.id “Raker di DepKes:Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Rakyat”. http://www. “Sehatkan Masyarakat dengan Obat Murah”.id “Pemerintah Akan Salurkan Obat Paket Seribu ke Poskesde”.depkominfo.

Get every new post delivered to your Inbox. þÿ Powered by WordPress.com .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->