P. 1
Makalah Tentang Pancasila Sebagai Paradigma Dalam Kehidupan Masyarakat Berbangsa Dan Bernegara

Makalah Tentang Pancasila Sebagai Paradigma Dalam Kehidupan Masyarakat Berbangsa Dan Bernegara

|Views: 7,135|Likes:
Published by Dhika Chestara

More info:

Published by: Dhika Chestara on Jan 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2015

pdf

text

original

MAKALAH KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

OLEH : Nama NIM : ARIF HAKIM : 6661101788

ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2010-2011
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Amin...

Cilegon, 16 Desember 2010

Penyusun

2

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………… i DAFTAR ISI …………………………………………………………...… ii PENDAHULUAN ……………………………………………………...… 1 A. Latar Belakang Masalah ..………………………………..……..…..… 1 B. Tujuan Penulisan .………………………………………………….…. 2 C. Metode Penulisan .……………………………………………...…..… 2 PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA A. Pengertian Paradigma ........................................................................... B. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan ........................................ C. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi …………………………….. 1. Gerakan Reformasi ………………………………………….…….. 2. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Hukum …………………. 3. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Politik ………………….. 4. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Ekonomi ……………….. 3 4-11 12 13-15 16-18 19-23 24-25

KESIMPULAN DAN SARAN ………………………..………………... 26 KATA PENUTUP ………………………………………………………. iii DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………… iv

3

Dampak yang cukup serius atas manipulasi pancasila oleh para penguasa pada masa lampau. di undangkan dalam berita Republik Indonesia tahun II No.PENDAHULUAN A. Berdasarkan alas an dan kenyataan objektif tersebut diatas maka sudah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga Negara untuk mengembangkan serta mengkaji pancasila sebagai suatu hasil karya besar bangsa kota yang setingkat dengan paham atau isme-isme besar dunia dewasa ini seperti liberalism. nasionalisme bangsa rapuh. Berdasarkan kenyataan tersebut diatas gerakan reformasi berupaya untuk mengembalikan kedudukan dan fungsi pancasila yaitu sebgai dasar negara republik Indonesia. sehingga martabat bangsa Indonesia dipandang rendah di masyarakat internasional. komunisme. 7 bersama-sama dengan batang tubuh UUD 1945. 4 . Oleh karena itu kiranya merupakan tugas berat kalangan intelektual untuk mengembalikan persepsi rakyat yang keliru tersebut kearah cita-cita bersama bagi bangsa Indonesia dalam hidup bernegara. Dalam perjalanan sejarah eksistensi Pancasila sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia mengalami berbagai macam interpretasi dan manipulasi politik sesuai denan kepentingan penguasa demi kokoh dan tegaknya kekuasaan yang berlindung dibalik legitimasi ideologi Negara pancasila. Latar Belakang Masalah Pancasila adalah dasar filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi di sahkan oleh PPKI pada tanggal 18 agustus 1945 dan tercantum dalam pembukuan UUD 1945. belum menampakan hasil yang dapat dinikmati oleh rakyat. yang hal ini direalisasikan melalui Ketetapan sidang istimewa MPR tahun 1998 No. sosialisme.dewasa ini banyak kalangan elit politik serta sebagian masyarakat beranggapan bahwa pancasila merupakan label politik Orde Baru.XVIII/MPR/1998 disertai dengan pencabutan P-4 dan sekaligus juga pencabutan pancasila sebagai satu-satunya asas bagi orsospol di Indonesia. Bukti yang secara objektif dapat disaksikan adalah terhadap hasil reformasi yang telah berjalan selama ini.

C.B. Cara-cara lain yang dapat dipergunakan penulis adalah study pustaka dalam metode ini penulis membaca buku yang berkaitan dengan penulisan makalah. Metode Penulisan Penulisan menggunakan metode observasi dan kepustakaan. 5 . Tujuan Penulisan Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

kerangka pikir.sumber asas serta tujuan dari suatu perkembangan.PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA A. Khun dalam bukunya yang berjudul“The Structure Of Scientific Revolution”. Berdasarkan hakikatnya manusia dalam kenyataan objektivnya bersifat ganda bahkan multidimensi. Secara terminologis tokoh yang mengembangkan istilah tersebut dalam dunia ilmu pengetahuan adalah Thomas S. 6 . Istilah ilmiah tersebut kemudian berkembang dalam berbagai bidang kehidupan manusia serta ilmu pengetahuan lain misalnya politik. terukur. perubahan serta proses dari suatu bidang tertentu termasuk dalam bidang pembangunan & pendidikan. yaitu metode kualatif. korelatif dan positivistik. ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. Oleh karena itu kalangan ilmuan social kembali mengkaji paradigm ilmu tersebut yaitu manusia. budaya dan bidang lainnya. orientasi dasar. metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat. Pegertian Paradigma Istilah “paradigma” pada awalnya berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan terutama dalam kaitannya dengan filsafat ilmu pengetahuan. Atas dasar kajian paradigma ilmu pengetahuan social tersebut kemudian dikembangkanlah metode baru berdasarkan hakikatnya dan sifat paradigma ilmu tersebut yaiyu manusia. paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum. hokum. Dalam masalah yang popular istilah paradigma berkembang menjadi terminology yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai. ekonomi. maka hasil dari ilmu pengetahuan tersebut secara epistemologis hanya mengkaji satu aspek saja dari obyek ilmu pengetahuanya itu manusia. Dalam ilmu-ilmu social manakala suatu teori yang didasarkan pada suatu hasil penelitian ilmiah yang mendasarkan pada metode kuantitatif yang mengkaji manusia dan masyarakat berdasarkan pada sifat-sifat yang parsial.

4. 3. Tujuan Negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah“Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia ”hal ini merupakan tujuan Negara Hokum formal. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan nasional. Secara filosofi hakikat kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung suatu konsekuensi bahwa dalam segala aspek pembangunan nasional kita harus mendasarkan pada hakikat nilai-nilai Pancasila. 5. 2. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan POLEKSOSBUDHANKAM Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Bidang Politik Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ekonomi Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Sosial Budaya Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Hankam Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Kehidupan Beragama 7 . Hal ini sebagai perwujudan praksis dalam meningkatkan harkat dan martbatnya. perdamaian abadi dan keadilan sosial”. 6. 7. mencerdaskan Kehidupan bangsa ”hal ini merupakan tujuan Negara hokum material. Adapun tujuan umum atau internasional adalah “ikut melaksanakan ketertiban Dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Oleh karena itu pembangunan nasional sebagai upaya praksis untuk mewujudkan tujuan tersebut. adapun rumusan“Memajukan kesejahteraan umum. maka pembangunan haruslah mendasarkan pada paradigm hakikat manusia “monopluralis”.B. terdiri rokhani(jiwa) dan jasmani(raga). Kemudian pada gilirannya dijabarkan dalm berbagai bidang pembangunan antara lain : 1. yang secara Keseluruhan sebagai tujuan khusus atau nasional. Unsur-unsur hakikat manusia“monopluralis”meliputi susunan kodrat manusia. sifat kodrat manusia terdiri makhluk individu dan makhluk social serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan makhluk Tuhan.

Tujuan yang esensial dari Iptek adalah demi kesejahteraan umat manusia. Pengembangan Iptek sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab. Unsur rohani (jiwa) manusia meliputi aspek akal. Pancasila yang sila-silanya merupakan seatu kesatuan yang sistematis haruslah menjadi system etika dalm pengembangan Iptek. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Berdasarkan sila ini Iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan.1. Artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik. dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia dengan sekitarnya. rasa. Akal merupakan potensi rohaniah manusia dalam hubungannya dengan intelektualitas. rasa dalam bidang estetis. 8 . Sila Persatuan Indonesia. dan kehendak dalam bidang moral (etika). Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (Iptek) pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia. 2. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam masalah ini pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai bagi pengembangan Iptek demi kesejahteraan hidup manusia. mengkomplementasikan universalia dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. dikaji ulang maupun dibandingkandengan penemuan ilmuwan lainnya. keseimbangan antara rasional dan irasional. mengkomplementasikan ilmu pengetahuan. antara akal. dan kehendak. Pengembangan Iptek hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme. Iptek adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral. 3. 1. 4. memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan Iptek harus bersifat beradab. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam ermusyawaratan/perwakilan mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. mencipta. kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia. sehingga Iptek pada hakekatnya tidak bebas nilai namun terikat oleh nilai. rasa dan kehendak.

atau dengan kata lain membangun martabat manusia. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. secara utuh meliputi seluruh unsure hakikat manusia monopluralis. kerangka piker serta basis moralitas bagi pengambanan IPTEK. manusia dengan manusia lainnya. Adapun pembangunan dirinci dalam berbagai macam bidang antara lain POLEKSOSBUD HANKAM. Hakikat manusia merupakan sumber nilai bagi pengembangan POLEKSOSBUDHANKAM. manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya. Pembangunan hakikatnya membangun manusia secara lengkap. 2. Kesimpulanya bahwa pada hakikatnya sila-sila pancasila harus merupakan sumber nilai. Hakikat manusia adalah “monopluralis” artinya meliputi berbagai unsur yaitu rokhani-jasmani. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan POLEKSOSBUDHANKAM Pembangunan pada hakikatnya merupakn satu realisasi praksis untuk mencapai tujuan bangsa. mengkomplementasikan pengembangan Iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri.5. manusia dengan Tuhannya. individu-mahluk social serta sebagai pribadi-mahluk tuhan yang maha esa. 9 . Dalam bidang kenegaraan penjabaran pembangunan dituangkan dalam GBHN yang dirinci dalm bidang operasional serta target pencapaiannya.

Drs. moral kemanusiaan (sila II) dan moral persatuan. Hatta. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan politik negara terutama dalam proses reformasi dewasa ini harus mendasarkan pada moralitas sebagaimana tertuang dalam sila-sila pancasila sehingga. praktek-praktek politik yang menghalalkan segala cara dengan memfitnah. Dalam sistem politik negara harus mendasarkan pada kekuasaan yang bersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai individu-mahluk sosial yang terjelma sebagai rakyat. 10 . bahwa dalam politik negara harus mendasarkan pada kerakyatan (sila IV). Moh. Adapun aktualisasi dan pengembangan politik negara demi tercapainya keadilan dalam hidup bersama (sila V). Selain sistem politik negara Pancasila memberikan dasar-dasar moralitas politik negara. menyatakan bahwa “negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa. memprovokasi menghasut rakyat yang tidak berdosa untuk diadu domba harus segera diakhiri.3. yaitu ikatan moralitas sebagai suatu bangsa (sila III). Hal ini menurutnya agar memberikan dasar-dasar moral supaya negara tidak berdasarkan kekuasaan. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Bidang Politik Pengembangan dan pembangunan bidang politik harus mendasarkan pada tuntutan hak dasar kemanusiaan yang di dalam istilah ilmu hukum dan kenegaraan disebut hak asasi manusia. adapun pengembangan dan aktualisasi politik negara berdasarkan pada moralitas berturut-turut moral ketuhanan (sila I). Oleh karena itu dalm politik negara termasuk para elit politik dan para penyelenggara negara untuk memegang budi pekerti kemanusiaan serta memegang teguh cita-cita moral rakyat leluhur Dalam sila-sila Pancasila tersusun atas urut-urutan sistematis. atas dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

Atas dasar kenyataan objektif inilah maka di eropa pada awal abad ke-19 munculah pemikiran sebagai reaksi atas perkembangan ekonomi tersebut yaitu sosiolisme komunisme yang memperjuangkan nasib kaum proletar yang ditindas oleh kaum kapitalis. Hal ini sebagai implikasi dari perkembangan ilmu ekonomi pada akhir abad ke-18 menumbuhka ekonomi kapitalis. Pengembangan ekonomi tidak bisa dipisahkan degan nilai-nilai moral kemnusiaan(mubyarto 1999). ekonomi yang berkemanusiaan. dan akhirnya yang kuatlah yang menang. Maka system ekonomi Indonesia mendasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa. agar manusia lebih menjadi sejahtera.4. Atas dasar kenyataan tersebut maka mubyarto kemudian mengembangkan ekonomi kerakyatan. Sehingga lazimnya pengembangan ekonomi mengarah pada persaingan bebas. yaitu ekonomi yang humanistic yang mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secara luas. Oleh karena itu kiranya menjadi sangat penting bahkan mendesak untuk dikembangkan system ekonomi yang mendasarkan pada moralitas humanistik. Perkembangan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja melainkan demi kemanusiaan. 11 . demi kesejahteraan seluruh bangsa. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ekonomi Dalam dunia ilmu ekonomi boleh dikatakn jarang ditemukan pakar ekonomi yang mendasarkan pemikirann pengembangan ekonomi atas dasar moralitas kemanusiaan dan ketuhanan. Hal ini didasarkan pada pada kenyataan bahwa tujuan ekonomi itu sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia.

12 .5. yaitu melepaskan simbol-simbol dari keterikatan struktur. Dengan demikian maka proses humanisasi universal akan dehumanisasi serta aktualisasi nilai hanya demi kepentingan kelompok social tertentu sehingga menciptakan system social budaya yang beradab. kebebasan spiritual. Terutama dalam rangka bangsa Indonesia melakukan reformasi disegala bidang dewasa ini. yaitu meningkatkan derajat kemerdekaan manusia. Pancasila sebagai kerangka kesadaran yang dapat mendorong untuk universalisasi. Dalam rangka pengembangan sosial budaya. artinya nilai-nilai Pancasila mendasarkan pada nilai yang bersumber pada harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Sosial Budaya Dalam pembangunan pengembangan aspek social budaya hendaknya didasarkan atas system nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Terdapat rumusan dalam sila kedua yaitu ”Kemanusiaan yang adil dan beradab“. Prinsip etika Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik. dan transendentalisasi. Oleh karena itu dalam pengembangan sosial budaya pada masa reformasi dewasa ini kita harus mengangkat nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai dasar nilai yaitu nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Demikian pula pertahanan dam keamanan Negara bukanlah hanya untuk sekelompok warga ataupun kelompok politik tertentu. baik dalam rangka mengatur ketertiban warga maupun dalam rangka melindungi hak-hak warganya. Oleh karena itu Pertahanan dan Keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan demi tercapainya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. persamaan derajat serta kebebasan kemanusiaan dan Hankam diperuntukkan demi terwujudnya keadilan dalam masyarakat agar negara benar-benar meletakkan pada fungsi yang sebenarnya sebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu Negara yang berdasarkan kekuasaan. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Hankam Negara pada hakikatnya adalah merupakan suatu masyarakat hukum. sehingga berakibat Negara menjadi totaliter dan otoriter. 13 . Pertahanan dan keamanan harus menjamin hak-hak dasar. Pertahanan dan Keamanan negara haruslah mendasarkan pada tujuan demi kepentingan rakyat sebagai warga negara. Oleh karena pancasila sebagai dasar Negara dan mendasarkan diri pada hakikat nilai kemanusiaan monopluralis maka pertahanan dan keamanan Negara harus dikembalikan pada tercapainya harkat dan martabat manusia sebagai pendukung pokok Negara. Demi tegaknya hak-hak warga Negara maka diperlukan peraturan perundangundangan Negara.6. Oleh karena itu Negara bertujuan melindungi segenap wilayah Negara dan bangsanya.

Hal ini menunjukan bahwa dalam Negara Indonesia memberikan kebebesan atas kehidupan beragama atau dengan lain perkataan menjamin atas demokrasi di bidang agama.7. terutama bersuber pada masalah agama. 14 . Negara memberikan kebebasan kepada warganya untuk memeluk agamanya dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. saling menghormati dan saling mencintai sebagai sesame umat manusia yang beradab. Oleh karena itu kehidupan beragama dalam Negara Indonesia dewasa ini harus dikembangkan kearah terciptnya kehidupan bersama yang penuh toleransi. saling menghargai. Hal ini menunjukan kemunduran bangsa Indonesia kearah kehidupan beragama yang tidak berkemanusiaan. saling menghargai berdasarkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Pancasila telah memberikan dasar-dasar nilai yang fundamental bagi bangsa Indonesia untuk hidup secara damai dalam kehidupan beragama di negara Indonesia. Dalam pengertian ini maka negara menegaskan dalam pokok pikiran ke IV bahwa “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa “. ini berarti bahwa kehidupan dalam negara mendasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan.. atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”. Oleh karena itu merupakan salah satu tugas berat bangsa Indonesia untuk mengembalikan suasana kehidupan beragama yang penuh perdamaian. Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Kehidupan Beragama Pada reformasi dewasa ini dibeberapa wilayah Negara Indonesia terjadi konflik social yang bersumber pada masalah SARA.

Reformasi adalah menata kehidupan bangsa dan Negara dalam suatu system Negara dibawah nilai-nilai pancasila. 15 . Reformasi dengan melakukan perubahan dalm berbagai bidang yang sering diteriakan dengan jargon reformasi total tidak mungkin melakukan perubahan terhadap sumber itu sendiri. Secara historis telah kita pahami bersama bahwa para pendiri Negara telah mennetukan suatu asas. Namun demikian dibalik berbagai macam keterpurukan bangsa Indonesia tersebut masih tersisa satu keyakinan akan nilai yang dimilikinya yaitu nilai-nilai yang berakar dari pandangan hidup bangsa Indonesia sendiri yaitu nilai-nilai pancasila. ekonomi. politk. Dalam kenyataannya gerakan reformasi ini harus dibayar mahal oleh bangsa Indonesia yaitu dampak social. terutama kemanusiaan. sumber nilai dan sumber norma yang fundamental dari Negara Indonesia yaitu pancasila. yang bersumber dari apa yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri yaitu nilai-nilai yang merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Ketika gelombang gerakan reformasi melanda Indonesia maka seluruh aturan main dalam wacana politik mengalami keruntuhan terutama praktekpraktek elit politik yang dihinggapi penyakit KKN. sehingga tidak mengherankan jikalau banyak terjadi pembenturan kepentingan politik. Bangsa Indonesia ingin mengadakan suatu perubahan yaitu menata kembali kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya masyarakat madani yang sejahtera. bukan menghancurkan dan membubarkan bangsa dan Negara Indonesia. Para elit politik memanfatkan gelombang reformasi ini demi meraih kekuasaan.C.

2/1980. UU No. 5/1975 dan UU No. Habibie menggantikan kedudukan Presiden. yang kemudian disusul dengan dilantiknya Wakil Presiden Prof. UU tentang pemilihan umum (UU No. UU No. Yang lebih mendasar reformasi dilakukan pada kelembagaan tinggi dan tertinggi negara yaitu pada susunan DPR dan MPR. Pemerintahan Habibie inilah yang merupakan pemerintahan transisiyang akan mengantarkan rakyat Indonesia untuk melakukan reformasi secara menyeluruh. ekonomi rakyat menjadi semakin terpuruk system ekonomi menjadi kapitalistik dimana kekuasaan ekonomi di Indonesia hanya berada pada sebagian kecil penguasa dan konglomerat. dan UU No.J. 2/1985) b. Terutama praktek-praktek pemerintahan dibawah orde baru hanya membawa kebahagiaan semu. kelompok cerdik cendikiawan dan kelompok pengusaha oligopolistik dan bekerjasama dengan mayarakat bisnis internasional.Kemudian diikuti dengan pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan. yaitu dampak krisis ekonomi Asia terutama Asia Tenggara sehingga menyebabkan stabilitas politik menjadi goyah. 16/1969 jis.1. terutama perubahan paket UU politik tahun 1985. jo. 1/1985) 16 . Dr. UU No. Awal keberhasilan gerakan reformasi tersebut ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. dan DPRD (UU No.Sistem ini ditandai dengan konsentrasi kekuasaan dan partisipasi didalam pembuatan keputusankeputusan nasional yang berada hampir seluruhnya pada tangan penguasa negara. 16/1969 jis. UU tentang partai politik dan golongan karya (UU No. Gerakan Reformasi Pelaksanaan GBHN 1998 pada Pembangunan Jangka Panjang II Pelita ketujuh Bangsa Indonesia menghadapi bencana hebat. UU No.DPR. 3/1975. yang dengan sendirinya harus dilakukan melalui pemilu secepatnya dan diawali dengan pengubahan. 3/1985) c. a. kelompok militer. UU tentang susunan dan kedudukan MPR. 4/1975. Sistem politik dikembangkan kearah sistem “Birokratik Otoritarian”dan suatu sistem “Korporatik”. B. kemudian diikuti dengan reformasi ekonomi yang menyangkut perlindungan hukum.

Reformasi dilakukan kearah suatu perubahan kondisi serta keadaan yang lebih baik dalam segala aspek antara lain bidang politik. 2. ekonomi. Misalnya pada masa orde baru. asas kekeluargaan menjadi nepotisme. serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa 17 . 3. Dalam hal ini Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia. Secara harfiah reformasi memiliki arti suatu gerakan untuk memformat ulang. menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat. Suatu gerakan reformasi dilakukan harus dengan suatu cita-cita yang jelas (landasan ideologis) tertentu. Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etika sebagai manusia yang berketuhanan yang maha esa. Oleh karena itu suatu gerakan reformasi memiliki kondisi syarat-syarat sebagai berikut: 1.Gerakan Reformasi dan Ideologi Pancasila Makna Reformasi secara etimologis berasal dari kata reformation dengan akar kata reform yang artinya“make or become better by removing or putting right what is bad or wrong”. serta kehidupan keagamaan. 4. kolusi. Suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpangan penyimpangan. Suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasarkan pada suatu kerangka structural tertentu (dalam hal ini UUD) sebagai kerangka acuan reformasi. budaya. sosial. 5. dan korupsi yang tidak sesuai dengan makna dan semangat UUD 1945.

kerakyatan dan keadilan. anarkisme. Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Visi dasar reformasi harus jelas yaitu demi terwujudnya keadilan social seluruh rakyat Indonesia. Reformasi yang Berketuhanan Yang Maha Esa. Persatuan Indonesia. Adapun secara rinci sebagai berikut : 1.Pancasila Sebagai Dasar Cita-cita Reformasi Menurut Hamengkubuwono X. Semangat dan jiwa reformasi harus berakar pada asas kerakyatan sebab justru permasalahan dasar gerakan reformasi dalah ada prinsip kerakyatan. Reformasi yang berkemanusiaan yang adil dan beradab. persatuan. sehingga reformasi harus menjamin tetap tegaknya Negara dan bangsa Indonesia. Maka reformasi dalam perspektif Pancasila pada hakikatnya harus berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. yang berarti bahwa sesuatu gerakan kearah perubahan harus mengarah pada suatu kondisi yang lebih baik bagi kehidupan manusia sebagai mahluk tuhan. Dalam mengantisipasi perkembangan jaman yaitu dengan jalan menata kembali kebijaksanaankebijaksanaan yang tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. 4. gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam kerangka perspektif Pancasila sebagai landasan cita-cita dan ideologi sebab tanpa adanya suatu dasar nilai yang jelas maka suatu reformasi akan mengarah pada suatu disintegrasi. akan tetapi nilai-nilai esensialnya bersifat tetap yaitu ketuhanan. 5. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 2. kemanusiaan. yang berarti bahwa reformasi harus dilakukan dengan dasar-dasar nilai-nilai martabat manusia yang beradab.brutalisme pada akhirnya menuju pada kehancuran bangsadan negara Indonesia. Dalam perspektif pancasila gerakan reformasi sebagai suatu upaya untuk menata ulang dengan melakukan perubahan-perubahan sebagai realisasi kedinamisan dan keterbukaan pancasila dalam kebijaksanaan dan penyelengaraan Negara. Semangat reformasi harus berdasarkan pada nilai persatuan. Oleh karena itu Pancasila sebagai sumber nilai memiliki sifat yang reformatif artinya memiliki aspek pelaksanaan yang senantiasa mampu menyesuaikan dengan dinamika aspirasi rakyat. 18 . 3.

Sebagai cita-cita hukum. kerakyatan serta keadilan. Namun demikian hendaklah dipahami bahwa dalam melakukan reformasi tidak mungkin dilalakukan secara spekulatif saja melainkan harus memiliki dasar. kerangka berpikir. Maka pancasila merupakan cita-cita hukum. salah satu subsistem yang mengalami kerusakan parah adalah bidang hukum. dan dalam masalah ini nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang merupakan dasar cita-cita reformasi. Oleh karena itu kerusakan atas subsistem hukum yang sangat menentukan dalam berbagai bidang misalnya.2. Sumber hukum positif di Indonesia tidak lain adalah Pancasila. Subsistem hukum nampaknya tidak mampu manjadi pelindung bagi kepentingan masyarakat dan yang berlaku hanya bersifat imperative bagi penyelenggaraan pemerintah. sumber nilai serta sumber arah penyusun dan perubahan hukum positif di Indonesia. menata kembali subsistem yang mengalami kerusakan tersebut. 19 . landasan serta sumber nilai yang jelas. politik. Dengan fungsi regulatif Pancasila menentukan dasar suatu tata hukum yang memberi arti dan makna bagi hukum itu sendiri sehingga tanpa dasar yang diberikan oleh Pancasila maka hukum akan kehilangan arti dan maknanya sebagai hukum itu sendiri. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Hukum Setelah peristiwa 21 Mei 1998 saat runtuhnya kekuasaan orde baru. ekonomi dan bidang lainnya maka bangsa Indonesia ingin melakukan suatu reformasi. Dalam pengertian inilah maka pancasila berfungsi sebagai paradigma hukum terutama dalam kaitannya dengan berbagai macam upaya perubahan hukum. Pancasila dapat memenuhi fungsi konstitutif maupun fungsi regulatif. Pancasila Sebagai Sumber Nilai Perubahan Hukum Dalam negara terdapat suatu dasar fundamental atau pokok kaidah yang merupakan sumber hukum positif yang dalam ilmu hukum tata negara disebut “staatsfundamental”. Produk hukum baik materi maupun penegaknya dirasakan semakin menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

terdapat unsur pokok yang justru tiak kalah pentingnya yaitu kenyataan empiris yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu dalam reformasi hokum dewasa ini selain pancasila sebagai paradigma pembaharuan hukum yang merupakan sumber norma dan sumber nilai. Jika terjadi ketidakserasian atau pertentangan satu norma hukum dengan norma hukum lainnya yang secara hierarkis lebih tinggi apalagi dengan Pancasila sebagai sumbernya.manusia akan menjadi serigala manusia lainnya dan hukum yang berlaku adalah hukum rimba. Dasar Yuridis Reformasi Hukum Dalam wacana reformasi hukum dewasa ini bermunculan berbagai pendapat yang ada taraf tertentu nampak hanya luapan emosional yang dan meninggalkan aspek konsepsional. yang mengikat terhadap komunitasnya. Dalam pengertian inilah menurut istilah ilmu hukum disebut sebagai sumber dari segala peraturan perundang-undangan di Indonesia. Peraturan Daerah. berarti terjadi inkonstitusionalitas (unconstitutionality)dan ketidaklegalan (illegality)dan karenanya norma hukum yang lebih rendah itu batal demi hukum. Dalam susunan yang hierarkhis ini pancasila menjamin keserasian atau tiadanya kontradiksi antara berbagai peraturan perundang-undangan baik secara vertical maupun horizontal. Peraturan Menteri.Sumber hukum meliputi dua macam pengertian. Akibatnya memberikan kontribusi atas terjadinya krisis politik serta mandulnya fungsi hukum dalam negara RI. Sumber hukum material yaitu suatu sumber hukum yang menentukan materi atau isi suatu norma hukum. Hal ini berdasarkan pada suatu kenyataan bahwa UUD 1945 beberapa pasalnya dalam praktek penyelenggaraan negara bersifat multi interpretable (penafsiran ganda). Reformasi total sering disalahartikan sebagai dapat melakukan perubahan dalam bidang apapun dan degan jalan apapun. 20 . misalnya UU. sumber hukum formal yaitu sumber hukum ditinjau dari bentuk dan tata cara penyusunan hukum. tolak derivasi (sumber penjabaran) dari tertib hukum di Indonesia termasuk UUD 1945. dan memberikan porsi kekuasaanyang sangat besar kepada presiden (executive heavy). bangsa yang tidak berbudaya masyarakat yang tanpa hukum yang menurut Hobbes disebut keadaan “homo homini lupus”. Jikalau halnya demikian maka kita kembali menjadi bangsa tidak beradab.

etnisitas maupun agama. Selain itu dasar yuridis Pancasila sebagai paradigma reformasi hukum adalah Tap MPRS No. Pokok-pokok pikiran tersebut merupakan suasana kebatinan dari UUD dan merupakan cita-cita hukum yang menguasai baik hukum dasar tertulis (UUD 1945) maupun hukum dasar tidak tertulis (Convensi).XX/MPRS/1966 yang menyatakan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. penculikan. yang berarti sebagai sumber produk serta proses penegakan hukum yang harus senantiasa bersumber pada nilai-nilai Pancasila dan secara eksplisit dirinci tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila. Jaminan atas terwujudnya keadilan bagi setiap warga negara dalam hidup bersama dalam suatu negara yang meliputi seluruh unsur keadilan baik keadilan distributif. 21 . Oleh karena itu pelanggaran terhadap hak asasi manusia adalah sebagai pengingkaran terhadap dasar filosofis negara misalnya pembungkaman demokrasi. Artinya pelaksanaan hukum harus mampu mewujudkan jaminan atas terwujudnya keadilan (sila V) dalam suatu negara yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban bagi setiap warga negara tidak memandang pangkat. pembatasan berpendapat berserikat. Pelaksanaan hukum pada masa reformasi harus benarbenar dapat mewujudkan negara demokrasi dengan suatu supremasi hukum. keadilan komulatif. Reformasi pada dasarnya untuk mengembalikan hakikat dan fungsi negara pada tujuan semula yaitu melindungi seluruh bangsadan seluruh tumpah darah Indonesia. Setiap warganegara bersamaan kedudukannya di muka hukum dan pemerintah (pasal 27 UUD 1945). Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Pelaksanaan Hukum Dalam era reformasi pelaksanaan hukum harus didasarkan pada suatu nilai sebagai landasan operasionalnya. serta keadilan legal. jabatan. Pembukaan UUD 1945 menciptakan pokok-pokok pikiran yang dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 secara normatif. berunjuk rasa dan lain sebagainya.Berdasarkan isi yang terkandung dalam Penjelasan UUD 1945. golongan. Negara pada hakikatnya secara formal harus melindungi hak-hak warganya terutama hak kodrat sebagai suatu hak asasi yang merupakan karunia Tuhan YME.

Presiden dan wakil presiden dipiliholeh Majelis Permusyawaratan Rakyat dan karenanya harus tunduk dan bertanggung jawab kepada MPR. Kedaulatan rakyat dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan rakyat. b. c.3. Produk hokum apapun yang dihasilkan oleh Presiden. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Politik Landasan aksiologis (sumber nilai) sistem politik Indonesia adalah dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV yang berbunyi “……maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undangundang Dasar Negara Indonesia. baik sendiri maupun bersama-sama lembaga lain kekuatannya berada dibawah Majelis Permusyawatan Rakyat atau produk-produknya 22 . Berdasarkan semangat dari UUD 1945 esensi demokrasi adalah: a. Nilai demokrasi politik sebagaimana terkandung dalam Pancasila sebagai fondasi bangunan negara yang dikehendaki oleh para pendiri negara kita dalam kenyataannya tidak dilaksanakan berdasarkan suasana kerokhanian berdasarkan nilai-nilai tersebut. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan yang Maha Esa. serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Rakyat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi dalam negara. d. Kemanusiaan yangAdil dan Beradab.

undang No. dan UU No. 4/1975. Berdasarkan kenyataan susunan keangotaan MPR. 3/1975. yang kemudian dituangkan dalm Undang-undang Politik tahun 1999. 23 . dengan tetap mendasarkan pada paradigm nilai-nilai kerakyatan sebagaimana terkandung dalam pancasila. maka rakyat bertekad melakukan reformasi dengan mengubah system politik tersebut melalui sidang Istimewa MPR tahun1998. 2/1985) 2. Reformasi Atas Sistem Politik sistem mekanisme demokrasi tersebut tertuang dalam undang-undang Politik yang berlaku selama Orde Baru yaitu : 1.a. UU tentang Susunan dan Kedudukan MPR. UU tentang Pemilihan Umum (UU No. 16/1969 jis UU No. UU No. Susunan Keanggotaan MPR Target yang sangat vital dalam proses reformasi dewasa ini adalah menyangkut penjabaran system kekuasaan rakyat dalam sisitem politik Indonesia. 5/1975 dan UU No. Undang. 1/1985) Oleh karena itu melakukan reformasi atas system politik harus juga melalui reformasi pada undang-undang yang mengatur system politik tersebut. MPR dan DPRD. DPR dan DPRD. DPR dan DPRD (UU No. walaupun gelombang protes dari madsyarakat yang merupakan aspirasi murni dari rakyat untuk melakukan perubahan terhadap susunan keanggotaan DPR. 3/1985) 3. 2/1980. jo. UU No. DPR dan DPRD. UU tentang Partai Politik dan Golongan Karya (UU No. 15/1969 jis UU No. 4 tahun 1999 yang mengatur tentang susuna dan kedudukan MPR.

untuk keanggotaan ABRI ini akan dikurangi secara bertahap. Anggota partai Politik hasil Pemilu sebanyak 462 orang b.sebagai berikut : Pasal 18 ayat 1 bahwa pengisian anggota DPRD I dilakukan melalui pemilu dan pengangkatan Pasal 18 ayat 2 menyatakan bahwa DPRD I terdiri atas : a. Angota Partai Politik hasil Pemilu b. 4 tahun 1999. Demikianlah kiranya upaya untuk mengembalikan tatanan demokrasi pada dasar nilai kedaulatan ditangan rakyat dituangkan dalam undang-undang Politik tahun 1999. Angota ABRI yang diangkat Pasal 18 ayat 3 menyatakan bahwa jumlah anggota DPRD I ditetapkan sekurangkurangnya 45 orang dan sebanyak-banyaknya 100 orang termasuk 10% anggota ABRI yang diangkat. namun berdasarkan hasil sidang Istimewa MPR tahun 1998. 4 Pasal 11 sebagai berikut : Pasal 4 ayat 2 meyatakan keanggotaan DPR terdiri atas : a. Anggota ABRI yang diangkat sebanyak 38 orang Berkaitan dengan keanggotaan ABRI di DPR ini sampai saat ini masih ada sementara masyarakat yang menolak. 24 . Angota ABRI yang diangkat Pasal 11 ayat 3 menjelaskan : a. Angota Partai Politik hasil Pemilu b.Susunan Keanggotaan DPR Perubahan atas isi keanggotaan DPR tertuang dalm undang-undang No. Susunan Keanggotaan DPRD Tingkat I Reformasi atas undang-undang politik yang mengatur susunan keanggotaan DPRD Tingkat I tertuang dalam Undang-undang Politik No.

sebagai berikut : Pasal 25 ayat 1 menyatakan pengisian anggota DPRD II dilakukan berdasarkan pemilu dan pengangkatan Pasal 25 ayat 2 menyatakan. DPRD Tingkat II terdiri atas : a. Dalam undang-undang tersebut ditentukan bahwa partai politik dan golongan karya hanya meliputi 3 macam yaitu: Partai Persatuan Pembangunan(PPB).DPR dan DPRD agar benar-benar mencerminkan nilai kerakyatan sebagaimana terkandung dalam sila keempat pancasila yang merupakan paradigma reformasi. Penentuan asas tunggal pancasila berarti tidak mencerminkan hakikat nilai pancasila itu sendiri “ majemuk tunggal “. 3 tahun 1985. 2 tahun 1999 yang lebih demokratis dan memberikan kebebasan serta keleluasaan untuk menyalurkan aspirasinya adalah sebagai berikut : 25 . tentang Partai Politk dan Golongan Karya. Golongan Karya(Golkar). jo. yang disimbulkan dalam lambang negara yaitu “ Bhineka Tunggal Ika “. 3 tahun 1975. Reformasi Partai Politik Pada masa orde baru ketentuan tentang Partai Politik diatur dalam undang-undang Politk yaitu UU No.Susunan Keanggotaan DPRD Tingkat II Reformasi atas undang-undang politik yang mengatur susunan keanggotaan DPRD Tingkat II tertuang dalam Undang-undang Politik No. Angota Partai Politik hasil Pemilu b. UU No. dan Partai Demlokrasi Indonesia(PDI). Angota ABRI yang diangkat Pasal 25 ayat 3 menyatakan bahwa jumlah anggota DPRD Tingkat II ditetapkan sekurang-kurangnya 20 orang dan sebanyak-banyaknya 45 orang termasuk 10% anggota ABRI yang diangkat. 4 tahun 1999. Adapun ketentuan yang mengatur tentang partai politik yang diatur dalm UU No. yang maknanya beraneka ragam tetapi satu kesatuan juga. Demikianlah perubahan atas undang-undang tentang Susunan Keanggotaan MPR.

Berdasarkan ketentuan UU tersebut warga negara diberi kebebasan untuk membentuk partai politik untuk menyalurkan aspirasi politiknya. Keanggotaan partai politik bersifat terbuka untuk setiap warga Negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih. dan program partai politik tidak bertentangan dengan pancasila. Paratai politik tidak boleh menggunakan nama atau lambang yang sama dengan Negara asing bendera NKRI. Reformasi Atas Kehidupan Politik Para pendiri Negara serta penggali nilai-nilai pancasila menentukan pancasila sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta memformalkan UUD 1945 sebagai Undang-undang dasar Negara dimaksudkan untuk mewujudkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana terkandung dalam nilai kerakyatan sial IV pancasila. Asas atau ciri. Pancasila sebagai dasar Negara. Mencantumkan pancasila sebagai dasar Negara dari NKRI dalam anggaran dasar partai. masa kini dan kehidupan yang akan datang. karena penguasa senantiasa memperkokoh kekuasaanya dengan berlindung di balik ideologi pancasila.a. Oleh karena itu reformasi kehidupan politik agar benar-benar demokrasi dilakukan dengan jalan revitalisasi ideologi pancasila. bendera asing gambar perseorangan dan nama serta lambang partai lain yang telah ada. aspirasi. kondisi yang demikian ini tidak menumbuhkan kehidupan politik yang demokratis. selain itu setiap partai politik diberi kebebasan pula untuk menentukan asas sebagai cirri serta program masing-masing. yaitu dengan mengembalikan pancasila pada kedudukan serta fungsi yang sebenarnya yang sebagaimana dikehendaki oleh para pendiri Negara yang tertuang dalam UUD 1945. b. d. Dengan sendirinya kesemuanya ini harus diletakan dalam kerangka nilai-nilai yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri sebagai filsafat hidupnya yaitu nilai-nilai pancasila. b. Dalam praktek pelaksanaanya ternyata berbeda dengan nilai pancasila serta semangat dalam UUD 1945. 26 . Reformasi kehidupan politik juga dilakukan dengan meletakan cita-cita kehidupan kenegaraan dan kebangsaan dalam suatu kesatuan waktu yaitu nilai masa lalu. serta melegitimasi tindakan dan kebijaksanaanya berdasarkan pancasila. c.

dalam kenyataannya hanya menyentuh kesejahteraan sekelompok kecil orang bahkan penguasa. Krisis ekonomi yang terjadi didunia dan melanda Indonesia mengakibatkan ekonomi Indonesia terpuruk. Padaera ekonomi global dewasa ini dalam kenyataannya tidak mampu bertahan. Kebijaksanaan ekonomi yang selama ini diterapkan hanya mendasarkan pada pertumbuhan dan mengabaikan prinsip nilai kesejahteraan bersama seluruh bangsa. Oleh karena itu rekapitalisasi pengusaha pada masa krisis dewasa ini sama halnya dengan rakyat banyak membantu pengusaha yang sedang terpuruk.4. yaitu ekonomi yang berbasis pada usaha rakyat. Dalam kenyataannya sector ekonomi yang justru mampu bertahan pada masa krisis dewasa ini adalah ekonomi kerakyatan. sedangkan bilamana mengalami kebangkrutan seperti saat ini rakyatlah yang banyak dirugikan. 27 . Oleh karena itu subsidi yang luar biasa banyaknya pada kebijaksanaan masa orde baru hanya dinikmati oleh sebagian kecil orang yaitu oleh sekelompok konglomerat. sehingga kepailitan yang diderita oleh para pengusaha harus ditanggung oleh rakyat. Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Ekonomi Sistem ekonomi Indonesia pada masa orde baru bersifat “birokratik otoritarium” yang ditandai dengan pemusatan kekuasaan dan partisipasi dalam membuat keputusan-keputusan nasional hampir sepenuhnya berada di tangan penguasa bekerjasama dengan kelompok militer dan kaum teknokrat.

yaitu dengan Diwujudkan perlindungan hokum serta undang-undang persaingan yang sehat. Dengan sendirinya intervensi birokrat pemerintahan yang ikut dalam proses ekonomi Melalui monopoli demi kepentingan pribadi harus segera diakhiri. Program rehabilitasi dan pemulihan ekonomi. 28 . sehingga dapat mengurangi kesenjangan ekonomi. yaitu dilakukan dengan program “social safety net”yang popular dengan program Jaring Pengaman Sosial(JPS). Dengan system ekonomi yang mendasarkan nilai pada upaya terwujudnya kesejahteraan seluruh bangsa maka peningkatan kesejahteraan akan dirasakan oleh sebagian besar rakyat. dari orientasi dalam negeri keorientasi ekspor.Langkah yang strategis dalam upaya melakukan reformasi ekonomi yang berbasis pada ekonomi rakyat yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang mengutamakan kesejahteraan seluruh bangsa adalah sebagai berikut: a. Transformasi structural ini meliputi proses perubahan dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern. dari ekonomi subsistem ke ekonomi pasar. yaitu guna memperkuat ekonomi rakyat maka perlu diciptakan system untuk mendorong percepatan perubahan structural (structural transformation). dari ekonomi lemah ke ekonomi yang tangguh. dari ketergantungan kepada kemandirian. Sementara untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. c. Transformasi struktur. maka Pemerintah harus secara konsisten menghapuskan KKN. Hal ini akan memberikan Kepercayaan dan kepastian usaha. karena Perbankan merupakan jantung perekonomian. Keamanan pangan dan mengembalikan kepercayaan. Upaya ini dilakukan dengan menciptakan kondisi kepastian usaha. Untuk itu Pembenahan dan penyehatan dalam sector perbankan menjadi prioritas utama. serta mengadili bagi oknum Pemerintah masa ordebaru yang melakukan pelanggaran. b.

Tujuan Negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah “Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia”. Hal ini sebagai perwujudan praksis dalam meningkatkan harkat dan martbatnya. Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan nasional. 29 . metode serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat. ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. “hal ini merupakan tujuan Negara hukum formal.Kesimpulan Paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dasar dan teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai) sehingga merupakan suatu sumber hukum. mencerdaskan kehidupan bangsa ”hal ini merupakan tujuan negara hukum material. yang secara keseluruhan sebagai tujuan khusus atau nasional Saran Kita sebagai warga Negara Indonesia harus turut ikut serta dalam pembangunan Negara Republik Indonesia ini agar tercipta kedamaian yang sesuai dengan semboyan kita dari dulu yaitu Bhineka Tunggal Ika. adapun rumusan“ Memajukan kesejahteraan umum.

saya dapat memberikan pengetahuan yang luas kepada semua orang yang membacanya. Semoga apa yang tertulis di dalam makalah ini memberikan berkah yang tiada hentinya dalam kehidupan kita bersama Terima kasih atas segala terbentuknya makalah ini. saya juga berharap bahwa dengan terbentuknya makalah ini. Semoga dengan terbentuknya makalah ini. 16 Desember 2010 Penyusun 30 .KATA PENUTUP Demikianlah hasil dari makalah yang telah saya buat dalam rangka memperdalam wawasan tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.amin… Cilegon. Semoga dapat bermanfaat bagi pembacanya. semua orang yang membutuhkan bahan-bahan yang terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi tertolong dan tidak kesulitan dalam mencari bahan-bahan yang dibutuhkan.

Yogyakarta: Paradigma Offset 31 .DAFTAR PUSTAKA Kaelan. 2010. Pendidikan Pancasila “ PARADIGMA “.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->