Apakah sastra itu? Pertanyaan tersebut cukup sederhana, namun cukup sulit untuk memberikan jawabannya.

Telah banyak usaha yang dilakukan oleh ilmuwan untuk member batasan tegas atas pertanyaan tersebut, namun usaha-usaha itu ternyata belum cukup memberikan kepuasan. Ketidakpuasan teersebut bermuara pada kesangsian, bahwa batasan yang diberikan hanya menekankan pada satu atau beberapa aspek saja sehingga kurang menyentuh hakikat sastra yang sebenarnya. Bahkan terkadang batasan tersebut lebih luas dan longgar sehingga melingkupi banyak hal yang justru bukan masalah sastra. Meskipun batasan-batasan sastra yang dibuat para ilmuwan tersebut sering mendapat kritikan. Upayaupaya untuk terus mengupas hakikat sastra tetap saja bermunculan sepanjang zaman. Ada yang menyatakan bahwa sastra adalah ekspresi pikiran dalam bahasa, sedang yang dimaksud pikiran di sini adalah pandangan, ide, pedanrasaan, dan semua kegiatan mental manusia.1 Demikianlha beberapa pandangan tentang hakikat sastra telah muncul denhan sudut pandang yang berbeda-beda. Pada dasarnya masih banyak lagi batasan-batasan yang muncul.

1

Jakob Sumardjo dan Saini K.M. Apresiasi Kesusastraan (Jakarta: PT Gramedia, 1988),hlm.2

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful