P. 1
Makalah Koloid

Makalah Koloid

|Views: 71|Likes:
Published by Novi Andry

More info:

Published by: Novi Andry on Jan 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

koloid, suspensi, larutan (kimia

)
Posted on Mei 16, 2009 by nuranimahabbah BAB I PENDAHULUAN Sistem koloid berhubungan dengan proses ± prose di alam yang mencakup berbagai bidang. Hal itu dapat kita perhatikan di dalam tubuh makhluk hidup, yaitu makanan yang kita makan (dalam ukuran besar) sebelum digunakan oleh tubuh. Namun lebih dahulu diproses sehingga berbentuk koloid. Juga protoplasma dalam sel ± sel makhluk hidup merupakan suatu koloid sehingga proses ± proses dalam sel melibatkan sitem koloid. Dalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Kemudian, es krim yang biasa dikonsumsi oleh orang mempunyai rasa yang beragam, es krim tersebut haruslah disimpan dalam lemari es agar tidak meleleh. Kesemuanya merupakan contoh koloid. Udara mengandung juga sistem koloid, misalnya polutan padat yang terdispersi (tercampur) dalam udara, yaitu asap dan debu. Juga air yang terdispersi dalam udara yang disebut kabut merupakan sistem koloid. Mineral ± mineral yang terdispersi dalam tanah, yang dibutuhkan oleh tumbuh ± tumbuhan juga merupakan koloid. Penggunaan sabun untuk mandi dan mencuci berfungsi untuk membentuk koloid antara air dengan kotoran yang melekat (minyak). Campuran logam selenium dengan kaca lampu belakang mobil yang menghasilkan cahaya warna merah merupakan sistem koloid. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian koloid, larutan, suspensi Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid, atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut, contohnya larutan gula dan hujan. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran, contohnya air dan minyak, kemudian pasir dan semen. Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll. Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi atau solut, sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau

a dan mempunyai diameter sekitar 6 x 10-7. Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri dari partikel ± partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas. Larutan (Dispersi Molekuler) @1 fase @jernih @homogen @diameter partikel: <1 nm @tidak dapat disaring @tidak memisah jika didiamkan 2. molekul kecil atau molekul yang sangat besar. Besaran partikel yang terdispersi.2 Jenis ± jenis koloid Koloid merupakan suatu sistem campuran ³metastabil´ (seolah-olah stabil. melainkan dengan penyaring ultra @tidak memisahkan jika didiamkan 3. Ciri ± cirinya: 1. 2.solvent. Suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut juga molekul makro) ialah haemoglobin. larutan bersifat stabil. Di dalam larutan koloid secara umum. Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran. Contohnya larutan gula atau larutan garam. Koloid berbeda dengan larutan. tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat. Koloid belerang terdiri atas partikel-partikel yang mengandung sekitar seribu molekul S8. tapi akan memisah setelah waktu tertentu). Berat molekul dari molekul ini 66800 s. campuran tersebut akan mengendap ke bawah.Koloid (Dispersi Koloid) @2 fase @keruh @antara homogen dengan heterogen @diameter partikel: 1 nm<d<100 nm @tidak dapat disaring dengan penyaring biasa. Partikel dapat terdiri atas atom. ada 2 zat sebagai berikut : . tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut. Misalnya.m. Suspensi(Dispersi Kasar) @2 fase @keruh @heterogen @diameter partikel: >100 nm @dapat disaring dengan kertas saring biasa @memisah jika didiamkan Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih.

Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown. Demikian pula. semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas Contoh: debu di udara. krim tangan c.Zat terdispersi. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Gerak Brown Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan).. Styrofoam b. Emulsi (fase terdispersi cair) a. jika fase terdispersi dan medium pendispersi samasama berupa gas. yaitu: 1. karet busa. tinta. Hal ini .Zat pendispersi. maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. mentega. busa sabun Untuk pengelompokan buih. marshmallow. gelas warna. sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3. keju. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat Contoh: paduan logam. maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Semakin kecil ukuran partikel koloid. Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas Contoh: hairspray dan obat nyamuk 3. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas( dinamakan gerak brown). Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat Contoh: Jelly. semakin besar ukuran partikel koloid. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair Contoh: putih telur yang dikocok. pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid .1 Sifat ± sifat koloid sol: 1. intan hitam b. semakin lambat gerak Brown yang terjadi. tepung dalam air. yakni zat pelarut di dalam larutan koloid Berdasarkan fase terdispersinya. BAB III KOLOID SOL 3. campurannya tergolong larutan. nasi b. asap pembakaran 2. mayones. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair Contoh: cat. Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas. tanah liat c. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair Contoh: susu. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat Contoh: Batu apung. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil. Sol (fase terdispersi padat) a. Buih (fase terdispersi gas) a. sedangkan pada zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak brown ).

maka gerak Brown semakin lambat. sedangkal partikel sol As2S3 mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif. sedangkan pada sistem koloid (gambar kanan). Adsorpsi koloid Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Partikel sol Fel (OH)3 kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendisperinya sehingga bermuatan positif. Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar.berlebih. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2. lapisan bermuatan ganda. melainkan di dalam sol padat tersebut. gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. kestabilan. yaitu : Proses adsorpsi Partikel koloid dapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari fase pendispersinya. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel-partikel pada permukaannya. Akibatnya. maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. Sol AgCI dalam medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebihan akan mengadsorpsi Ag+ sehingga bermuatan positif. cahaya akan dihamburkan. maka sol AgCI akan mengadsorpsi ion CIsehingga bermuatan positif. maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya. dan proses ± proses lainnya pada koloid sol : A. 2. Dimana partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas. Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan. semakin rendah suhu sistem koloid. Beda halnya dengan absorpsi. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893). Jika anion CI. maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. 3. elektroforesis koloid sol. partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati. . Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya. baik partikel netral atau bermuatan (kation atau anion) karena mempunyai permukaan yang sangat luas. Semakin tinggi suhu sistem koloid. Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral. Berikut penjelasan tentang sumber muatan koloid. Pada saat larutan sejati (gambar kiri) disinari dengan cahaya. 4. Efek Tyndall Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sumber muatan koloid sol Partikel-partikel koloid mendapat mutan listrik melalui dua cara. seorang ahli fisika Inggris. Sebaliknya. pada larutan sejati. Muatan koloid sol Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. Demikian pula sebaliknya. Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif).

molekul ini dapat bergabung membentuk partikel berukuran koloid yang disebut misel. Banyak koloid yang harus dipertahankan dalam bentuk koloid untuk penggunaannya. Gaya ini menyebabkan partikel ± partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan akhirnya mengendap. Gugus R. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas koloid ialah muatan permukaan koloid. Lapisan bermuatan ganda .atau ekor non-polar tidak larut dalam air sehingga akan terorientasi ke pusat.terdiri dari gugus R. gugus basa ±NH2 akan menerima proton dan membentuk gugus ±NH3. Contoh: gelatin pada sol Fe(OH)3. Penambahan kation pada permukaan partikel koloid yang bermuatan negatif akan menetralkan muatan tersebut dan menyebabkan koloid menjadi tidak stabil. Pada ph intermediet partikel protein bermuatan netral karena muatan ±NH3+ dan COO. Zat yang molejulnya bergabung secara spontan dalam suatu fase pendispersi dan membentuk partikel berukuran koloid disebut koloid terasosiasi. Gaya ini terjadi karena pertumpangtindihan lapisan ganda listrik yang bermuatan sama. Sabun adalah garam karboksilat dengan rumus R-COO-Na+. Terkadang. gugus ±COOH akan mendonorkan proton dan membentuk gugus ± COO-. ^-^ Koloid sabun dan deterjen Pada konsentrasi relatif pekat.saling meniadakan. Pada ph rendah . yaitu sebagai berikut : Gaya pertama ialah gaya tarik ± menarik yang dikenaln dengan gaya London ± Van der Waals. Berikut penjelasannya: ^-^ Koloid protein Koloid protein adalah jenis koloid sol yang mempunyai gugus yang bersifat asam (-COOH) dan biasa (-NH2). Contohnya adalah koloid protein dan koloid sabun/ deterjen. B. gaya ini dapat menyebabkan terjadinya agregasi partikel koloid dan gaya ini juga dapat meningkatkan kestabilan sistem koloid secara keseluruhan. Ph tinggi. C. Untuk itu digunakan koloid lain yang dapat membentuk lapisan di sekeliling koloid tersebut. Kedua gugus ini dapat terionisasi dan memberikan muatan pada molekul protein. Gaya ketiga ialah gaya tarik ± menarik antara partikel koloid dengan medium pendispersinya. Anion R-COO. tinta. Kestabilan koloid Terdapat beberapa gaya pada sistem koloid yang menentukan kestabilan koloid. Besarnya muatan pada permukaan partikel dipengaruhi oleh konsentrasi elektrolit dalam medium pendispersi. Gaya tolak ± menolak tersebut akan membuat dispersi koloid menjadi stabil. Gaya kedua ialah gaya tolak menolak. Untuk koloid yang berupa emulsi dapat digunakan emulgator yaitu zat yang dapat tertarik pada kedua cairan yang membentuk emulsi.yang bersifat non pola. Contoh: es krim. cat. Contoh: sabun deterjen sebagai emulgator dari emulsi minyak dan air.Proses ionisasi gugus permukaan partikel Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus-gugus yang ada pada permukaan partikel koloid. Koloid lain ini disebut koloid pelindung.

berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koloid liofol dan liofob Berdasarkan sifat adsorpsi dari partikel koloid terhadap medium pendispersinya. sehingga terbentuk selubung di sekeliling partikel koloid itu. Contoh: susu + sirup masam ²> menggumpal lumpur + tawas ²> menggumpal Dengan mencampurkan 2 macam koloid dengan muatan yang berlawanan. pergerakan partikel ± partikel koloid dalam medan listrik ke masing ± masing elektrode. Dengan penambahan elektrolit (asam. dan agar-agar. maka sistem koloid itu akan menarik muatan yang berbeda tersebut sehingga membentuk lapisan ganda. yaitu terbentuknya lapisan medium pendispersi yang teradsorpsi di sekeliling partikel sehingga menyebabkan partikel sol liofil tidak saling bergabung . Yaitu. Koagulasi Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Contoh: Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan menggumpal jika dicampur As2S3 yang bermuatan negatif. pendinginan atau pengadukan cepat. Prinsip kerja elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap hasil industri dengan alat Cottrell. atau garam). Koloid liofob yaitu koloid yang ´benci cairan´ (phobia = benci).Pada awalnya. Sol Liofil @Dapat dibuat langsung dengan mencampurkan fase terdispersi dengan medium terdispersinya @Mempunyai muatan yang kecil atau tidak bermuatan @Partikel-partikel sol liofil mengadsorpsi medium pendispersinya. Dengan terjadinya koagulasi. Adanya lapisan ini menyebabkan secara keseluruhan bersifat netral. Sedangkan lapisan kedua berupa lapisan difusi dimana muatan dari medium pendispersi terdifusi ke partikel koloid. Kimia. E. Koloid akan mengalami koagulasi dengan cara: 1. protein. kita mengenal dua macam koloid : Koloid liofil yaitu koloid yang ´senang cairan´ (bahasa Yunani : liyo = cairan. Mekanik. Partikel koloid akan mengadsorpsi molekul cairan. philia = senang). Model lapisan berganda tersebut tijelaskan pada lapisan ganda Stern. Apabila dalam larutan ditambahkan larutan yang berbeda muatan dengan system koloid. Partikel koloid tidak mengadsorpsi molekul cairan. Elektroforesis Elektroforesis adalah suatu proses untuk menghitung berpindahnya ion atau partikel koloid bermuatan dalam medium cair yang dipengaruhi oleh medan listrik. Contoh koloid liofob adalah sol sulfida dan sol logam. basa. Lapisan pertama ialah lapisan padat di mana muatan partikel koloid menarik ion-ion dengan muatan berlawanan dari medium pendispersi. Ciri ± cirinya: 1. 2. D. partikel-partikel koloid mempunyai muatan yang sejenis yang didapatkannya dari ion yang diadsorpsi dari medium pendispersinya. Contoh koloid liofil adalah kanji. F. Terdapat proses solvasi/ hidrasi. Cara mekanik dilakukan dengan pemanasan.

2H2S(g) + SO2 (aq) 3S(s) + 2H2O(l) c. 2AuCl3 (aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq) . Cara Kondensasi a. FeCl3 (aq) + 3H2O(l) Fe(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq) (Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+) . As2O3 (aq) + 3H2S(g) As2O3 (koloid) + 3H2O(l) (Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-) . Reaksi redoks Misalnya: . artinya fase terdispersi sol liofil dapat dipisahkan dengan koagulasi. Reaksi hidrolisis Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer.Sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirinya gas H2S . kemudian dapat diubah kembali menjadi sol dengan penambahan medium pendispersinya.Sol As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang.@Viskositas sol liofil > viskositas medium pendispersi @Tidak mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit @Reversibel.Sol Fe(OH3) dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan larutan FeCl3 atau reaksi hidrolisis garam Fe dalam air mendidih. tergantung jenis muatan partikel 3. AgNO3 (ag) + HCl(aq) AgCl (koloid) + HNO3 (aq) b. Reaksi dekomposisi rangkap Misalnya: . Misalanya: .2 Pembuatan sistem koloid sol 1.Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih. AlCl3 (aq) + 3H2O(l) Al(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq) . katode. atau tidak bermigrasi sama sekali 2. @Memberikan efek Tyndall yang lemah @Dapat bermigrasi ke anode. Muatan partikel diperoleh dari adsorpsi partikel-partikel ion yang bermuatan listrik @Viskositas sol hidrofob hampir sama dengan viskositas medium pendispersi @Mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit karena mempunyai muatan @Irreversibel artinya sol liofob yang telah menggumpal tidak dapat diubah menjadi sol @Memberikan efek Tyndall yang jelas @Akan bergerak ke anode atau katode.Sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya dengan melarutkan AuCl3 dalam pereduksi organic formaldehida HCOH.Sol Liofob @Tidak dapat dibuat hanya dengan mencampur fase terdispersi dan medium pendisperinya @Memiliki muatan positif atau negative @Partikel-partikel sol liofob tidak mengadsorpsi medium pendispersinya.

Cara busur bredig Cara busur Bredig ini biasanya digunakan untuk membuat sol-sol logam. Au. Dialisis . gelatin dalam air. mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalam air.Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S . semir sepatu. .Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi. c. uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi dingin.d. Cara mekanik Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid. selai. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebut penggilingan koloid. Sol Fe(OH) 3 kemudian dikelilingi Fe+3 sehingga bermuatan positif .untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air. . tekstil. sperti Ag. deterjen.dsb. Misalnya.industri makanan untuk membuat jus buah. karet oleh bensin. dan Pt.Industri-industri lainnya seperti industri plastik. 2. kemudianbaru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloid kalsium asetat. kedua elektrode akan diberi loncatan listrik. Contoh: .Agar-agar dipeptisasi oleh air . dan kertas. . sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel kolid. .Sol Fe(OH) 3 diperoleh dengan mengaduk endapan Fe(OH) 33 yang baru terbentuk dengan sedikit FeCl3. b. Kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujungnya saling berdekatan. Reaksi pergantian pelarut Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi yang semulal arut setelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid. Dalam cara ini. maka metode ini dikategorikan sebagai metode dispersi. Zat pemecah tersebut dapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun pelarut tertentu. endapan Al(OH) 3 oleh AlCl3. cat dan zat pewarna. . kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol. . Contohnya. . 3. yang biasa digunakan dalam: . farmasi. dsb. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap.3 Pemurnian koloid sol 1.Beberapa zat mudah terdispersi dalam pelarut tertentu dan membnetuk sistem kolid. Cara peptisasi Cara peptisasi adalah pembuatan koloid / sistem koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan / proses pendispersi endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel kolid akan digunakan sebagai elektrode. es krim.Sebaliknya. belarang harus terlenih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh. Karena logam diubah jadi partikel kolid dengan proses uap logam. Cara Dispersi a. krim. Sehingga belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air.Industri kimia untuk membuat pelumas padat. Kemudian.

Proses pemurnian dengan menggunakan penyaring ultra ini termasuklambat. Tetapi. 3. Prinsip dialysis ini digunakan dalam proses pencucian darah orang yang ginjalnya tidak berfungsi lagi. cahaya matahari akan disebarkan oleh partikel-partikel koloid dari sistem koloid kabut à merupakan contoh efek Tyndall pada aerosol cair. Emulsi Cair . bila kertas saring tersebut diresapi dengan selulosa seperti selofan. Pada aerosol cair. Kertas saring yang dimodifikasi tersebut disebut penyaring ultra. dan kestabilan denganmuatan partikel. efek Tyndall. berdasarkan medium pendispersinya. maka ukuran pori-pori kertas akan sering berkurang. dengan menggunakan penyaring ultra bertahap. Membran semi permeable ini dapat dilewati cairan tetapi tidak dapat dilewati koloid. karena pori-pori kertas saring terlalu besar dibandingkan ukuran partikel-partikel tersebut. Elektrodialisis hanya dapat digunakan untuk memisahkan partikel-partikel zat terlarut elektrolit karena elektrodialisis melibatkan arus listrik. untuk dapat membentuk system koloid atau menghasilkan semprot aerosol yang diperlukan. Terakhir. Aerosol cair juga memiliki sifat-sifat seperti sol liofob. Partikel-partikel kolid akan dapat dipisahkan berdasarkan ukurannya. Kemudian. emulsi dapat dibagi menjadi: Emulsi Gas Emulsi gas dapat disebut juga aerosol cair yang adalah emulsi dalam medium pendispersi gas. Penyaring Ultra Partikel-partikel kolid tidak dapat disaring biasa seperti kertas saring. CFC (klorofuorokarbon atau Freon).Dialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara ini disebut proses dialisis. Elektrodialisis Pada dasarnya proses ini adalah proses dialysis di bawah pengaruh medan listrik. Cara kerjanya. ginjal berfungsi sebagai alat dialisis darah 2. BAB IV KOLOID EMULSI Seperti yang telah dijelaskan. gerak Brown. anatar lain. Sehingga pertikel-partikel zat terlarut dalam sistem koloid berupa ion-ion akan bergerak menuju elektrode dengan muatan berlawanan. emulsi merupakan jenis koloid dimana fase terdispersinya merupakan zat cair. Adanya pengaruh medanlistrik akanmempercepat proses pemurnian sistem koloid. Contoh: dalam hutan yang lebat. sehingga koloid dan cairan akan berpisah. Yaitu dengan mengalirkan cairan yang tercampur dengan koloid melalui membran semi permeable yang berfungsi sebagai penyaring. seperti. partikel-pertikel koloid akan teringgal di kertas saring. hairspray dan obat nyamuk dalam kemasan kaleng. jadi tekanan harus dinaikkan untuk mempercepat proses ini. dibutuhkan bantuan bahan pendorong/ propelan aerosol. listrik tegangan tinggi dialirkan melalui dua layer logam yang menyokong selaput semipermiabel. Dalam tubuh.

tetapi tidak dapat saling melarutkan. maka partikel-partikel air akan turun ke bawah. Maksudnya adalah gel ini dapat berubah bentuk jika diberi gaya dan dapat kembali ke bentuk awal bila gaya tersebut ditiadakan.Pengenceran Dengan menambahkan sejumlah medium pendispersinya. Emulsi cair itu sendiri dapat digolongkan menjadi 2 jenis. gel ini tidak akan berubah jika diberi suatu gaya. sehingga gel ini bersifat elastis. tetapi . Contoh penggunaan proses ini adalah: penggunaan proses demulsifikasi dengan penmabahan elektrolit untukmemisahkan karet dalam lateks yang dilakukan dengan penambahan asam format (CHOOH) atau asam asetat (CH3COOH). Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis emulsi. Sebaliknya. Partikel-partikel sol akan bergabung untuk membentuk suatu rantai panjang pada proses penggumpalan ini. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air (zat cair polar) dan zat lainnya. Ada dua jenis gel. dapt juga disebut zat cair polar &zat cair non-polar.Demulsifikasi Kestabilan emulsi cair dapat rusak apabila terjadi pemansan.Gel non-elastis Karena ikatan pada rantai berupa ikatan kovalen yang cukup kuat. Sehingga. emulsi dapat diencerkan. apabila kestabilan emulsi ini rusak. jadi butiran air dalam minyak). Emulsi Padat atau Gel Gel adalah emulsi dalam medium pendispersi zat padat.Hidrasi Gel non-elastis yang terdehidrasi tidak dapat diubah kembali ke bentuk awalanya.Emulsi cair melibatkan dua zat cair yang tercampur. pendinginan. dapat juga dianggap sebagai hasil bentukkan dari penggumpalan sebagian sol cair. fase terdispersi yang dicampurkan akan dengan spontan membentuk lapisan terpisah. dan perusakan zat pengemulsi. proses sentrifugasi. Gel elastis Karena ikatan partikel pada rantai adalah adalah gaya tarik-menarik yang relatif tidak kuat.maka pertikel-partikel minyak akan naik ke atas membentuk krim. emulsi minyak dalam air (cth: susu yang terdiri dari lemak yang terdispersi dalam air. terbentuklah suatu massa berpori yang semi-padat dengan struktur gel. . apabila kestabilan emulsi ini rusak. Contoh gel elastis adalah gelatin dan sabun. Maksudnya adalah gel ini tidak memiliki sifat elastis. yaitu. Pembentukan krim dapat kita jumpai pada emulsi minyak dalam air. Krim atau creaming atau sedimentasi dapat terbentuk pada proses ini. yaitu: i. maka gel ini dapat bersifat non-elastis. Beberapa sifat emulsi yang penting: . Sedangkan sedimentasi yang terjadi pada emulsi air dalam minyak.jadi butiran minyak di dalam air). atau emulsi air dalam minyak (cth: margarine yang terdiri dari air yang terdispersi dalam minyak. Salah satu contoh gel ini adalah gel silica yang dapat dibuat dengan reaksi kia. penambahan elektrolit. ii. sehingga molekul-molekul asam silikat yang terbentuk akan terpolimerisasi dan membentuk gel silika. minyak (zat cair non-polar). Rantai tersebut akan saling bertaut sehingga membentuk suatu struktur padatan di mana medium pendispersi cair terperangkap dalam lubang-lubang struktur tersebut. Gel elastis dapat dibuat dengan mendinginkan sol iofil yang cukup pekat. menambahkan HCl pekat ke dalam larutan natrium silikat. Beberapa sifat gel yang penting adalah: .

buih dikelompokkan menjadi dua. perak oksida. . yaitu: 1. Buih Cair (Buih) Buih cair adalah sistem koloid dengan fase terdisperasi gas dan dengan medium pendisperasi zat cair.sebaliknya. dan proses ini disebut sineresis. .Menggembung (swelling) Gel elastis yang terdehidrasi sebagian akan menyerap air apabila dicelupkan ke dalam zat cair. sehingga ukuran gelembung gas menjadi lebih besar. Jika fraksi zat cair lebih dari 5%. Zat ini teradsorbsi ke daerah antar-fase dan mengikat gelembung-gelembung gas sehingga diperoleh suatu kestabilan. Kestabilan buih dapat diperoleh dari adanya zat pembuih (surfaktan). .terjadinya difusi gelembung gas yang kecil ke gelembung gas yang besar akibat tegangan permukaan. maka struktur buih akan kembali ke bentuk awal setelah gaya tersebut ditiadakan. karena: .pemisahan medium pendispersi (zat cair) atau drainase. Fase terdisperasi gas pada umumnya berupa udara atao karbondioksida yang terbetuk dari fermentasi. .Tiksotropi Beberapa gel dapat diubah kembali menjadi sol cair apabila diberi agitasi atau diaduk. BAB V KOLOID BUIH Buih adalah koolid dengan fase terdisperasi gas dan medium pendisperasi zat cair atau zat padat. karena kerapatan gas dan zat cair yang jauh berbeda. Beberapa sifat buih cair yang penting: Struktur buih cair dapat berubah dengan waktu.rusaknya film antara dua gelembung gas. Sehingga volum gel akan bertambah dan menggembung.0000010 cm. Ukuran kolid buih bukanlah ukuran gelembung gas seperti pada sistem kolid umumnya. Baerdasarkan medium pendisperasinya. yaitu protein dan glikoprotein yang berasal dari putih telur itu sendiri untukmembentuk buih yang relative . maka akan terjadi deformasi. ukuran kolid berkisar 0. Strukturnya ditentukan oleh kandungan zat cairnya. gelembung gas akan mempunyai bentuk hamper seperti bola. Jika kurang dari 5%. Jika gaya yang diberikan cukup besar. Buih cair memiliki struktur yang tidak beraturan.Sineresis Gel anorganik akan mengerut bila dibiarkan dan diikuti penetesan pelarut. maka bentuk gelembung gas adalah polihedral. dsb.Buih hasil kocokan putih telur Karen audara di sekitar putih telur akan teraduk dan menggunakan zat pembuih. gel elastis yang terdehidrasi dapat diubah kembali menjadi gel elastis dengan menambahkan zat cair. bukan oleh komposisi kimia atau ukuran buih rata-rata. tetapi adalah ketebalan film (lapisan tipis) pada daerah antar-fase dimana zat pembuih teradsorbsi. Sifat ini disebut tiksotropi. . Struktur buih cair dapat berubah jika diberi gaya dari luar. Contohnya adalah gel besi oksida. Bila gaya yang diberikan kecil. Contoh buih cair: .

Buih hasil akibat pemadam kebakaran Alat pemadam kebakaran mengandung campuran air. terutama dalam kehidupan seharihari. Sehingga gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. pensilin untuk suntikan ^-^Pemutihan Gula Dengan melarutkan gula ke dalam air. Contoh-contoh buih padatyang mungkin kita ketahui: . . serta suatu zat pembuih. pasta gigi. natrium bikarbonat. serta medium pendisperasi polistirena. susu. aluminium sulfat.stabil. Kestabilan buih ini dapat diperoleh dari zat pembuih juga (surfaktan). kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon. Karbondioksida yang dilepas akan membentuk buih dengan bamtuam zat pembuih tersebut. . . yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam skala besar. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting. Zat pembuih protein gluten dari tepung kemudian akan membentuk lapisan tipis mengelilimgi gelembung-gelembung karbondioksida untuk membentuk buih padat. Buih Padat Buih padat adalah sistem kolid dengan fase terdisperasi gas dan denganmedium pendisperasi zat padat. partikel-partikel koloid kemudian akan mengadsorbsi zat warna tersebut. . Sehingga putih telur yang dikocok akan mengembang.Batu apung Dari proses solidifikasi gelas vulkanik. Beberapa contoh koloid Industri makanan = Keju. mentega. sabun Industri cat= Cat Industri kebutuhan rumah tangga= Sabun. maka terbentuklah batu apung. deterjen Industri pertanian= Peptisida dan insektisida Industri farmasi= Minyak ikan.Styrofoam Styrofoam memiliki fase terdisperasi karbondioksida dan udara. BAB VI KEGUNAAN KOLOID Sistem koloid banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari. saus salad Industri kosmetika dan perawatan tubuh= Krim.Roti Proses peragian yang melepas gas karbondioksida terlibat dalam proses pembuatan roti.

^-^Pengambilan Endapan Pengotor Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. ^-^Penjernihan Air Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat. Ketika air sungai bertemu di laut. terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta. Mg+2. Jika terdapat luka kecil. dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. . Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3. Untukmemisahkan pengotor ini. dan Ca+2 yang bermuatan positif. dimana ion-ion tersebut akan membantu menetralkan muatan-muatan partikel koloid protein danmembnatu penggumpalan darah. harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Sehingga. Oleh karena itu. digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel koloid. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+. untuk menjadikannya layak untuk diminum.^-^Penggumpalan Darah Darah mengandung sejumlah kolid protein yangbermuatan negative. Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi: Al3+ + 3H2O Al(OH)3 + 3H+ Setelah itu. ^-^Pembentukan Delta di Muara Sungai Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif.lumpur. maka luka tersebut dapat doibati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al+3 dan Fe+3.

Koloid juga saling berhubungan antara larutan dan suspensi.BAB VII PENUTUP 7. Dapat diamati dari samping sifat partikel koloid ini .1 KESIMPULAN Koloid dapat ditemukan dalam kehidupan sehari ± hari untuk proses apapun. Partikel koloid dapat menghamburkan cahaya sehingga berkas cahaya yang melalui sistem koloid.

chem-is-try.tripod. Jakarta : Yudhistira. Suharsini. Parning. sehingga faktor yang menstabilkannya hilang. .org/wiki/Sistem_koloid 2.net. 2005. http://sistemkoloid. misalnya pada penambahan elektrolit.disebut efek Tyndall. Koloid liofil mempunyai interaksi yang kuat dengan mediumnya. http://id. dkk. 7. Pada cara dispersi.com/journal/item/38/koloid 4.id/johanoni/koloid. http://user. Pada cara kondensasi. Koloid dibedakan menjadi 3 macam. pada koloid liofob interaksinya tersebut tidak ada atau sangat lemah.htm 3.cbn. 7. http://www. Penambahan elekrolit akan menetralkan muatan koloid.htm 5. emulsi. Maria. Sabun dan detergen bekerja sebagai bahan aktif permukaan yang fungsinya mengelmusikan lemak ke dalam air. bahan kasar dihaluskan kemudian didispersikan ke dalam medium dispersinya. sehingga menjadi partikel koloid. Koloid yang medium dispersinya berupa cairan dibedakan atas koloid liofil dan koloid liofob. Koagulasi dapat terjadi karena berbagai hal.multiply. Kimia dan Kecakapan Hidup. Jakarta : Ganesa Exact. yaitu sol. 2006. maka koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar.com/kegunaan. sebaliknya.wikipedia. koloid dibuat dari larutan di mana atom atau molekul mengalami agregasi (pengelompokan). Koloid dapat dibuat dengan cara dispersi atau kondensasi. Penggumpalan partikel koloid disebut koagulasi.2 DAFTAR PUSTAKA DAN REFERENSI 1. Koloid dapat mengadsorpsi ion atau zat lainpada permukaannya. Kimia SMA Kelas XI Semester Kedua.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas_x/koloid/ 6. http://nabilahfairest. dan oleh karena luas permukaannya yang relatif besar. dan buih.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->