P. 1
Proposal Udang

Proposal Udang

|Views: 696|Likes:
Published by Vinny Pratiwi

More info:

Published by: Vinny Pratiwi on Jan 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2013

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Hasil produksi perikanan di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama jenis udang-udangan (crustacea). merupakan salah satu negara produsen udang Selain itu Indonesia juga

yang cukup besar di kawasan

Asia. Produksi udang Indonesia pada tahun 2004 sekitar 242.560 ton dari luasan tambak udang 380.000 hektar. Produksi udang tersebut sebagian besar diekspor dengan total nilai mencapai US$ 840,4 juta. Udang yang diekspor sebagian besar dalam bentuk beku tanpa kepala (headless) dan kulit (peeled). Saat ini budi daya udang dengan tambak telah berkembang dengan pesat, karena udang merupakan komoditi ekspor yang dapat dihandalkan dalam meningkatkan ekspor non -migas dan merupakan salah satu jenis biota laut yang bernilai ekonomis tinggi. Udang di Indonesia pada umumnya diekspor dalam bentuk udang beku yang telah dibuang bagian kepala, kulit, dan ekornya. Limbah yang dihasilkan dari proses pembekuan udang, pengalengan udang, dan pengolahan kerupuk udang berkisar antara 30% - 75% dari berat udang. Atau diperkirakan, dari proses pengolahan oleh seluruh unit pengolahan yang ada, akan dihasilkan limbah sebesar 325.000 ton per tahun. Dengan demikian jumlah bagian yang terbuang dari usaha pengolahan udang cukup tinggi. Limbah sebanyak itu, jika tidak ditangani secara tepat, akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sebab limbah tersebut dapat meningkatkan biological oxygen demand dan chemical oxygen demand. Sedangkan selama ini

2

pemanfaatan limbah cangkang udang hanya terbatas untuk campuran pakan ternak saja, seperti itik, bahkan sering dibiarkan membusuk. Oleh karena itu masalah ini perlu dicarikan upaya pemanfaatannya. Hal ini bukan saja memberikan nilai tambah pada usaha pengolahan udang, akan tetapi juga dapat menanggulangi masalah pencemaran lingkungan yang ditimbulkan, terutama masalah bau yang dikeluarkan serta estetika lingkungan yang kurang bagus. Limbah kulit udang mengandung konstituen utama yang terdiri dari protein, kalsium karbonat, khitin, pigmen, abu, dan lain-lain. Selain itu, limbah udang (kepala kering atau shell) ditemukan kandungan protein tinggi dan tingkat tinggi mineral terutama Ca, P, Na dan Zn yang merupakan unsur hara penting untuk pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu, salah satu upaya dalam pemanfaatan limbah cangkang udang dalam mengurangi dampak negatif bagi lingkungan yaitu menjadikan limbah cangkang udang sebagai pupuk organik bagi tanaman khususnya Brassica juncea. Sehingga judul pada penelitian ini adalah ³ Efektifitas limbah cangkang udang (Cambarus sp) terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea) ³.

B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian di atas,rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana pengaruh pemberian limbah cangkang udang terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea).

3

C. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian limbah cangkang udang terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea).

D. MANFAAT PENELITIAN Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah: 1. Menambah informasi dan juga pengetahuan bagi masyarakat pada umumnya dan petani sayuran pada khususnya, tentang manfaat cangkang udang sebagai bahan alternatif pengganti pupuk yang ramah lingkungan. 2. Membantu pemerintah dalam mengurangi pencemaran lingkungan.

udang dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Filum Kelas Sub Kelas Ordo Family : Animalia : Arthropoda : Crustaceae : Malacostraca : Decapoda : Palaemonoidae Penaeidae Genus : Macrobranchium Caridina . DAN HIPOTESIS A. KERANGKA PIKIRAN. Menurut Sterrer (1986). Kata Crustacea berasal dari bahasa latin yaitu kata Crusta yang berarti cangkang yang keras. Taksonomi Udang Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air tawar. 1990 ). Ilmu yang mempelajari tentang crustacean adalah karsinologi (Demarjati et al. Tunjauan Umum Udang a.4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1992). TINJAUAN PUSTAKA 1. Udang digolongkan kedalam Filum Arthropoda dan merupakan Filum terbesar dalam Kingdom Animalia (Fast dan Laster. Jumlah udang di perairan seluruh dunia diperkirakan sebanyak 343 spesies yang potensial secara komersil. Dari jumlah itu 110 spesies termasuk didalam famili Penaidae..

yaitu bagian kepala dan bagian badan. Bagian kepala menyatu dengan bagian dada disebut cephalothorax yang terdiri dari 13 ruas.5 Penaeus Metapenaeus b. yaitu 5 ruas di bagian kepala dan 8 ruas di bagian dada. Pada ujung ruas keenam terdapat ekor kipas 4 lembar dan satu telson yang berbentuk runcing (Rizal .seperti Gambar 1. Bagian badan dan abdomen terdiri dari 6 ruas. 2009). Morfologi Udang Tubuh udang dapat dibagi menjadi dua bagian. tiap-tiap ruas (segmen) mempunyai sepasang anggota badan (kaki renang) yang beruas-ruas pula. Gambar 1 Morfologi Udang Keterangan: a = alat pembantu rahang g = kaki jalan .

Ada lima pasang kaki renang . 2) Mulut terletak pada bagian bawah kepala dengan rahang (mandibula) yang kuat. yang satu sama lainnya dihubungkan oleh selaput tipis. Pada bagian atas rostrum terdapat 7 gerigi dan bagian bawahnya 3 gerigi untuk P. 7) Lima pasang kaki jalan (periopoda). Bagian kepala lainnya adalah: 1) Sepasang mata majemuk (mata facet) bertangkai dan dapat digerakkan. kaki jalan pertama. 9) Pada bagian dalam terdapat hepatopankreas. 6) Sepasang alat pembantu rahang (maxilliped). 4) Dua pasang sungut kecil atau antennula.6 b = kerucut kepala c = mata d = cangkang kepala e = sungut kecil f = sungut besar h i j k = kaki renang = anus = telson = ekor kipas Bagian kepala dilindungi oleh cangkang kepala atau carapace. 5) Sepasang sirip kepala (scophocerit). jantung dan insang. kedua dan ketiga 8) bercapit yang dinamakan chela. monodon. Bagian badan dan perut (abdomen) tertutup oleh 6 ruas. 3) Sepasang sungut besar atau antena. Bagian depan meruncing dan melengkung membentuk huruf S yang disebut cucuk kepala atau rostrum.

sepasang mata. 1992). Organ dalam yang bisa diamati adalah usus (intestine) yang bermuara pada anus yang terletak pada ujung ruas keenam. Tubuh udang mempunyai rostrum. Tubuh biasanya beruas dan sistem syarafnya berupa tangga tali. yaitu nauplius. Di antara ekor kipas terdapat ekor yang meruncing pada bagian ujungnya yang disebut telson. Bagian kepala tertutup karapaks. Daur Hidup Udang Daur hidup udang meliputi beberapa tahapan yang membutuhkan habitat yang berbeda pada setiap tahapan. sepasang telson dan uropod. Bagian depan disebut bagian kepala. dan ruas telson serta uropod (ekor kipas). dan udang dewasa (Fast dan Laster. . zoea. yaitu bagian depan dan bagian belakang. tiga buah maksilipied. Udang penaeid dalam pertumbuhan dan perkembangannya mengalami beberapa fase. post larva.7 (pleopoda) yang melekat pada ruas pertama sampai dengan ruas kelima. bagian perut terdiri dari lima ruas yang masing-masing ruas mempunyai pleopod dan ruas terakhir terdiri dari ruas perut. yang sebenarnya terdiri dari bagian kepala dan dada yang menyatu. juvenile (udang muda). c. tubuh udang terdiri dari dua bagian. Tiga pasang maksilliped yang terdapat dibagian dada digunakan untuk makan dan mempunyai lima pasang kaki jalan sehingga disebut hewan berkaki sepuluh (Decapoda). Ciri-ciri morfologi udang menurut Fast dan Laster (1992). Dilihat dari luar. kaki renang mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda). lima pasang pleopod. lima pasang cholae (periopod). sepasang antena. sepasang antenula bagian dalam dan luar. mempunyai tubuh yang bilateral simetris terdiri atas sejumlah ruas yang dibungkus oleh kitin sebagai eksoskleton. mysis. sedangkan pada ruas keenam.

Setelah 3 sampai 4 hari. larva hidup di laut lepas menjadi bagian dari zooplankton. postlarva akan migrasi menuju estuarin yang kaya nutrisi dan bersalinitas rendah. Dalam waktu 13-14 jam. Mysis mulai terlihat seperti udang kecil dan memakan alga dan zooplankton. salinitas dan suhu yang sangat bervariasi dibandingkan dengan laut lepas. Tahap kedua ini memakan alga dan setelah beberapa hari bermetamorfosis lagi menjadi mysis. Telur-telur dikeluarkan dan difertilisasi secara eksternal di dalam air. Keseluruhan proses dari tahap nauplii sampai postlarva membutuhkan waktu sekitar 12 hari. Tahap postlarva adalah tahap saat udang sudah mulai memiliki karakteristik udang dewasa. Setelah beberapa bulan hidup di daerah estuari. Di habitat alaminya. Mereka tumbuh di sana dan akan kembali ke laut terbuka saat dewasa. Perairan dangkal ini memiliki kandungan nutrisi. Menurut Rizal (2009). setelah telur-telur menetas. Seekor udang betina mampu menghasilkan setengah sampai satu juta telur setiap bertelur. udang dewasa kembali ke lingkungan laut dalam dimana .8 Udang biasa kawin di daerah lepas pantai yang dangkal. Tahap nauplii tersebut memakan kuning telur yang tersimpan dalam tubuhnya lalu mengalami metamorfosis menjadi zoea. telur kecil tersebut berkembang menjadi larva berukuran mikroskopik yang disebut nauplii/ nauplius (Perry. mysis mengalami metamorfosis menjadi postlarva. Udang dewasa adalah hewan bentik yang hidup di dasar laut (Anonim 2. Proses kawin udang meliputi pemindahan spermatophore dari udang jantan ke udang betina. Peneluran bertempat pada daerah lepas pantai yang lebih dalam. 2008). 2008). Saat stadium post larva bergerak ke daerah dekat pantai dan perlahan-lahan turun ke dasar di daerah estuari dangkal.

Reproduksi Udang Sistem reproduksi Penaeus vannamei betina terdiri dari sepasang ovarium. dan menjadi dikelilingi oleh sel-sel folikel. Oosit yang dihasilkan akan menyerap material kuning telur (yolk) dari darah induk melalui sel-sel folikel (Wyban et al. oviduk. 1991). berdiferensiasi menjadi oosit. lubang genital. Untuk lebih jelasnya lihat Gambar 2. dan thelycum. perkawinan dan pemijahan terjadi. Oogonia mengalami meiosis.. Gambar 2 Siklus hidup udang d. Oogonia diproduksi secara mitosis dari epitelium germinal selama kehidupan reproduktif dari udang betina. .9 kematangan sel kelamin.

Penaeus vannamei biasa bertelur di malam hari atau beberapa jam setelah kawin. Berg and Sandfer.. Aquacop (1975). 1979 dalam Yano. bahwa adanya perilaku kawin pada krustasea disebabkan adanya feromon. dan apendiks maskulina. McKoy. 1974. Udang betina tersebut harus dikondisikan sendirian agar perilaku kawin alami muncul (Wyban et al. Peneluran terjadi saat udang betina mengeluarkan telurnya yang sudah matang. 1991). et al... Menurut Caillouet (1972). Proses tersebut berlangsung kurang lebih selama dua menit. ovum pada udang betina biasanya mengalami reabsorbsi tanpa adanya peneluran . e. sperma yang berdiferensiasi dikumpulkan dalam cairan fluid dan melingkupinya dalam sebuah chitinous spermatophore (Wyban et al. Atema et al. Sperma udang memiliki nukleus yang tidak terkondensasi dan bersifat nonmotil karena tidak memiliki flagela. 1984 dalam Yano. 1991). 1988). dan Duronslet et al. petasma. Leung-Trujillo (1990) menemukan bahwa jumlah spermatozoa berhubungan langsung dengan ukuran tubuh jantan.. Proses kawin alami pada kebanyakan udang biasanya terjadi pada waktu malam hari (Berry. Kontak antena yang dilakukan oleh udang jantan pada udang betina dimaksudkan untuk pengenalan reseptor seksual pada udang (Burkenroad. Kawin dan Bertelur Menurut Dunham (1978) dalam Yano. vasa derefensia. (1975). Selama perjalanan melalui vas deferens. 1970.10 Organ reproduksi utama dari udang jantan adalah testes. 1988). Udang jantan hanya akan kawin dengan udang betina yang memiliki ovarium yang sudah matang.. 1979. et al (1988).

Wear dan Santiago. 1982). Kelompok terakhir adalah udang air tawar. f. Udang laut merupakan tipe yang tidak mampu atau mempunyai kemampuan terbatas dan biasanya hidup terbatas mentolerir perubahan salinitas. mengeluarkan isi dari salah satu batang mata keluar melalui bola mata. Ablasi dilakukan dengan cara membakar. Udang dari kelompok ini biasanya tidak dapat mentolerir salinitas diatas 5%. Habitat dan Penyebaran Udang Udang hidup disemua jenis habitat perairan dengan 89% diantaranya hidup di perairan laut. Spesies yang dijumpai pada ketiga tipe pantai ini berbeda-beda sesuai dengan kemampuan masing-masing spesies menyesuaikan diri dengan kondisi fisik-kimia perairan (Nybakken. Kelompok yang mempunyai kemampuan untuk mentolerir variasi penurunan salinitas sampai dibawah 30% hidup di daerah terestrial dan menembus hulu estuari dengan tingkat kejauhan bervariasi sesuai dengan kemampuan spesies untuk mentolerir penurunan tingkat salinitas. 10% diperairan air tawar dan 1% di perairan teresterial (Abele. 1975. Kelompok ini pada daerah terjauh pada estuari yang umumnya mempunyai salinitas 30% atau lebih. 1977). berbatu ataupun berlumpur. Masalah tersebut dapat dikurangi dengan cara ablasi salah satu tangkai mata yang menyediakan hormon yang berfungsi sebagai stimulus untuk reabsorbsi ovum (Arnstein dan Beard.11 lagi.. 2005). 1992). Udang menempati perairan dengan berbagai tipe pantai seperti: pantai berpasir. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa ablasi juga dapat meningkatkan pertumbuhan udang (Hameed dan Dwivedi. dan melukai batang mata dengan gunting (Wyban et al. 1977). .

Konon di daerah Cina tanaman ini telah dibudidayakan sejak 2500 tahun yang lalu.2003). Sawi yang dikonsumsi berfungsi pula sebagai penyembuh sakit kepala dan juga dapat membersihkan darah (Haryanto dkk. 2007) Sawi hijau sebagai bahan makanan sayuran mengandung zat-zat gizi yang cukup lengkap sehingga apabila dikonsumsi sangat baik untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Lembang dan Pengalengan (Rukmana.12 2. kemudian menyebar luas ke Filiphina dan Taiwan. Deskripsi Tanaman Sawi Sistematika tanaman sawi adalah sebagai berikut: Kingdom Divisio Class Ordo Family Genus : Plantae : Spermatophyta : Dycotyledonae : Rhoeadales : Cruciferae : Brassica . Selain memiliki kandungan vitamin dan nilai gizi yang penting bagi kesehatan. Tinjauan Umum Sawi Sawi termasuk tanaman sayuran daun dari keluarga Cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Daerah pusat penyebarannya antara lain di Cipanas (Bogor). sawi dipercaya dapat menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. a. Masuknya sawi ke Indonesia diduga pada abad XI bersamaan dengan lintas perdagangan jenis sayuran sub-tropis lainnya. Daerah asal tanaman sawi diduga berasal dari Tiongkok (Cina) dan Asia Timur.

halus. .13 Species : Brassica juncea L. permukaanya licin dan mengkilap. baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Biji sawi hijau berbentuk bulat. agak keras dan berwarna coklat kehitaman (Cahyono. Batang ini berfungsi sebagai alat pembentuk dan penopang daun (Rukmana. 2004). Pada umumnya pola pertumbuhan daunnya berserak (roset) hingga sukar membentuk krop (Sunarjono. perakarannya sangat dangkal pada kedalaman 5 cm. subur. tanaman sawi hijau tidak memiliki akar tunggang.2007). dan kedalaman tanah cukup dalam (Cahyono. 2007). tanah yang mudah menyerap air. Tanaman sawi umumnya mudah berbunga secara alami. yakni bentuknya memanjang dan berongga. Buah sawi termasuk buah polong. Struktur bunga sawi tersusun dalam tangkai bunga (inflorecentia) yang tumbuh memanjang (tinggi) dan bercabang banyak. Perakaran tanamn sawi hijau dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gebur. Tiap buah (polong) berisi 2-8 butir biji (Rukmana. sehingga hampir tidak kelihatan. 2003). empat helai daun mahkota bunga berwarna kuning cerah. empat helai benang sari dan dan satu buah putik yang berongga dua (Rukmana. (Haryanto dkk. tidak berbulu dan tidak berkrop. Batang (caulis) sawi pendek sekali dan beruas-ruas. Sawi berdaun lonjong. berukuran kecil. 2007).2003). 2003) Tanaman sawi hijau berakar serabut yang tumbuh dan berkembang secara menyebar ke senua arah di sekitar permukaan tanah. Tiap kuntum bunga terdiri atas empat helai daun kelopak.

Energy kinetic matahari yang optimal yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan produksi berkisar antara 350-400 cal/cm² setiap hari. sehingga penanaman pada musim hujan masih bisa memberikan hasil yang cukup baik. dkk. Cahaya matahari merupakan energi yang diperlukan tanaman untuk proses fotosintetis. Tanaman dapat melakukan fotosintetis dengan baik memerlukan energi yang cukup. Kondisi iklim yang dikehendaki untukpertumbuhan tanaman sawi adalah daerah yang mempunyai suhu malam hari 15.1 ºC serta penyinaran matahari antara 10-13 jam perhari. Meskipun demikian. 2007). 2003). Namun biasanya tanaman ini dibudidayakan di daerah yang berketinggian 100-500 m dpl.6 ºC dan siang hari 21. Curah hujan yang sesuai untuk pembudidayaan tanaman sawi hijau 1000-1500 mm/tahun. Sawi hijau memerlukan cahaya matahari tinggi (Cahyono. beberapa varietas sawi yang tahan (toleransi) terhadap suhu panas.14 b. Syarat Tumbuh Sawi 1) Daerah dan Iklim Daerah penanaman yang cocok unuk pertumbuhan tanaman sawi adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai 2500 meter dpl. dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di daerah yang suhunya antara 27-32 ºC (Rukmana. Kelembaban udara yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman sawi hijau yang optimal berkisar antara 80%-90%. Daerah yang memiliki . Sebagian besar daerah-daerah di Indonesia memenuhi syarat ketinggian tersebut (Haryanto. Tanaman sawi hijau tergolang tanaman yang tahan terhadap hujan. 2003).

Dengan demikian. sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Akan tetapi tanaman sawi tidak tahan terhadap air yang menggenang (Cahyono. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. 2003). 3) Cuaca Tanaman sawi tahan terhadap air hujan. 2) Tanah Tanah yang cocok untuk ditanami saawi adalah tanah yang gembur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Unsur Hara yang Dibutuhkan Oleh Tanaman . subur serta pembuangan airnya baik. banyak mengandung humus. tanaman ini cocok bila di tanam pada akhir musim penghujan. Pada tanah-tanah yang mengandung liat perlu pengolahan tanah secara sempurna. 3. 2007).15 curah hujan sekitar 1000-1500 mm/tahun dapat dijumpai di dataran tinggi pada ketinggian 1000-1500 m dpl. 2003). antara lain pengolahan tanah yang cukup dalam. namun paling baik adalah jenis tanah lempung berpasir seperti andosol. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7 (Haryanto dkk. penambahan pasir dan pupuk organic dalam jumlah (dosis) tinggi (Rukmana. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Sawi dapat ditanam pada berbagai jenis tanah.

zat tersebut diserap oleh ektoderm yang ada pada permukaan daun. 2009). Phosphor dan Kalium dalam jumlah banyak. sedangkan mineral lain diperlukan lebih sedikit (Utami. 2009). Unsur Hara Makro Unsur hara makro adalah unsur yang sangat diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang besar untuk melaksanakan/mempunyai fungsi yang sangat penting dalam tubuh tanaman. Kejadian ini berkaitan erat dengan adanya proses fotosintesis di daun (Utami. Setiap jenis unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. sebab jika kelebihan dalam pemberiannya akan tidak baik dampaknya. kelebihan dan kekurangannya masing-masing. demikian pula halnya jika yang diberikan tersebut krang dari takaran yang semestinya diberikan. tentunya memiliki fungsi. tanaman memerlukan banyak unsur Nitrogen. a. Dan tidak lama kemudian zat tersebut dialirkan ke bagian-bagian tanaman. Hal itu pula yang mengakibatkan kebutuhan tanaman untuk setiap zat berbeda-beda jumlahnya. adapun unsur/elemen makro adalah sebagai berikut : (Eddi Purwanto. Misalkan suatu zat mineral berupa larutan hinggap pada salah satu daun. 2010) . Seperti kita tahu. Dalam memberikan unsur hara pada tanaman tentunya sangat penting dijaga keseimbangan dan pengaturan kadar pemberian unsur hara tersebut.16 Unsur hara diperlukan oleh tanaman terutama dalam transpor. Ketersediaan unsur-unsur hara (mineral) makro dan mikro tersebut sangat penting karena setiap zat mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. maka dalam hitungan detik.

Pada perusahan tebu sering kali didapat penghasilan sebanyak 1000-1500 qt tebu. protoplasma yang hidup terdiri dari kira-kira 25% bahan kering dengan komposisi 50-50% zat-zat putih telur dan 5-10% lipoiden dan persenyawaan lainnya yang mengandung N. cabang. yang secara fisiologis merupakan daerah aktif titik tumbuh. almida dan alkolida. asam amino. yang berperan penting dalam proses fotosintesis. . Untuk padi hasilnya lebih rendah yakni 22 qt/ha gabah atau 20 qt/ha bahan kering dari gabah dan 45 qt/ha bahan kering dari jeraminya jadi sejumlah 64 qt/ha. Dengan adanya pemungutan hasil tanaman secara besar-besaran maka banyak sekali zat lemas yang hilang. dan daun. terutama batang. Nitrogen diserap oleh akar tanaman dalam bentuk NO3.5%. Nitrogen dapat membentuk protein. 2010). Bila kadar airnya dihitung 70% maka bahan keringnya berjumlah 300-450 qt/ha pada tiap panennya. dan juga merupakan unsur pokok protein.17 1) Nitrogen (N) Sebagai unsur kimia dan komponen utama yang penting dalam tanaman. protoplasma sel mempunyai kandungan nitrogen yang tinggi. Nitrogen memiliki peran utama bagi tanaman ialah untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Klorophil juga mempunyai unsur nitrogen. Nitrogen juga berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun. jika dalam keadaan dibawah optimal ada kecendrungan nitrogen akan ditransfer ke jaringan yang lebih muda. dan berbagai persenyawaan organik yang lain (Eko Prasetyo.dan NH4+ . Oleh karena itu pemupukan N pada tanaman tebu harus lebih besar dari pada tanaman padi (Utami. lemak. 2009). kadar zat lemas dari protoplasma kira-kira antara 2-2.

sintesis karbohidrat dan senyawa lain yang sejenis.18 Biarpun ada hubungan yang erat antara pemberian N dengan sejumlah bahan kering yang dihasilkan. Sejumlah senyawa fosfat telah terbukti bersifat esensial bagi fotosintesis. asam amino. tidak berarti bahwa pemberian zat N itu harus sebanyak-banyaknya sebab pemberian zat N yang berlebih akan dapat membahayakan. maka tanaman dalam keadaan demikian akan lebih lekas kekeringan (Utami. Oleh karena dalamnya masuknya susunan akar kedalam tanah yang tidak sepadan dengan kesuburan pada bagian atas tanah. 2) Fosfor (P) Fosfor dalam bentuk senyawa fosfat organik. tetapi tidak sebagai Phosphorus dimana akar menjadi lebih panjang dan lebih dalam masuk kedalam tanah. bertanggung jawab pada salah satu atau beberapa cara perubahan energi dalam bahan hidup. Tanaman yang kekurangan unsur nitrogen akan mengalami gejala seperti pertumbuhan lambat/kerdil. 2009). daun sempit. pendek dan tegak. daun-daun tua cepat menguning dan mati. 2009). Pemberian N yang banyak mempengaruhi juga perkembangan susunan akar. Memang benar pemberian N akan menghasilkan banyak bahan hijau berupa daun dan batang tetapi pemberian N yang banyak dapat memperlambat masaknya biji (Utami. serta klorosis di daun tua dan semakin parah akan terjadi juga pada daun muda. . daun hijau kekuningan. Karena peranannya sebagai energi tanaman. metabolisme lemak dan S. glikolisis. serta oksidasi biologis.

dan juga mempengaruhi pertumbuhan akar. Tanaman yang kekurangan unsure posfor memperlihatkan gejala berupa pembentukan buah/dan biji berkurang. Beberapa bagian tanaman sangat banyak mengandung zat ini. 3) Kalium (K) Kalium merupakan unsur makro seperti nitrogen dan fosfor. daun buah dan bakal biji. Fosfor diambil oleh akar dalam bentuk H2PO4. 2009). Fosfor juga merupakan komponen berbagai system fisiologis yang berhubungan dengan nutrisi dan respirasi (Eddi Purwanto. Jadi untuk pembentukan bunga dan buah sangat banyak diperlukan unsur fosfor. butir tepung sari. yang berfungsi untuk mengatur proses perkembangan. karena secara langsung meningkatkan . Selain itu fosfor berperan juga pada sintesa hijau daun.dan HPO4 = sebagian besar fosfor didalam tanaman adalah sebagai zat pembangun dan terikat dalam senyawa-senyawa organik dan hanya sebagian kecil terdapat dalam bentuk anorganik sebagai ion-ion phosphat. kalium berperan penting dalam fotosintesis. kepala sari. daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat ). tangkai sari. yaitu bagian-bagain yang bersangkutan dengan pembiakan generatif. Fosfor adalah komponen asam nukleat. defisiensi unsur ini akan menghambat pertumbuhan. kerdil. seperti daun-daun bunga. Fosfor mendorong pertumbuhan akar-akar muda yang berguna bagi resistensi terhadap kekeringan. 2010).19 P merupakan unsur yang segera mobil dan dipusatkan dibagian pertumbuhan aktif (Utami.

meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. mensuplai karbohidrat yang banyak terutama pada tanaman umbi-umbian (Ali ngewa. Memperbaiki ukuran dan kualitas buah pada masa generatif/menambah rasa manis pada buah. akan banyak memerlukan Kalium (K2 O) didalam tanah. nanas. membantu proses membuka dan menutup stomata. Bila tanaman sama sekali tidak diberi Kalium. memperkuat tubuh tanaman supaya daun bunga dan buah tidak gampang rontok. maka asimilasi akan terhenti. memperluas pertumbuhan akar. Disamping itu kalium dapat meningkatkan pengambilan karbondioksida. . kapasitas menyimpan air. 2010). ubi kayu. Oleh sebab itu pada tanaman yang banyak menghasilkan hasil asimilasi seperti kentang. Inti sel tidak mengandung kalium. tebu. Kalium berperan dalam melaksanakan ³turgor´ yang disebabkan oleh tekanan osmotis (Utami. memindahkan gula pada pembentukan pati dan protein. pucuk tebu yang muda mengadung 60-70% K2O dan pada tanaman jagung adalah sbb: Didalam batang dan daun : 52% dan 61% Didalam tongkol : 21%-45% Didalam akar : 3%-20% Kalium terdapat didalam sel-sel yaitu sebagai ion-ion didalam cairan sel dan sebagai persenyawaan adsorptif didalam zat putih telur dari sitoplasma.20 pertumbuhan dan luas daun. Sebagai ion didalam cairan sel. kalium banyak terkandung pada abu. 2009). Kalium diserap dalam bentuk K+. Ion Kalium mempunyai fungsi psikologis pada asimilasi zat arang. Abu daun teh yang muda mengandung sampai 50% K2O.

Sebagai regulator/pengatur dalam penyerapan unsur lain seperti P dan K. batang kurang kuat dan mudah patah. 2009). lebih kuat dan lebih panjang. sel-sel ini tumbuh lebih baik. Perkembangan jaringan penguat pada tangkai daun dan buah yang kurang baik sering menyebabkan lekas jatuhnya daun dan buah itu. Tanaman yang mengalami kekurangan . biji buah menjadi kisut. 2010). 4) Magnesium (Mg) Magnesium diserap tanaman dalam bentuk ion Mg2+ dan merupakan satusatunya mineral penyusun klorofil. dinding-dinding sel lebih baik keadaannya dan lebih baik kandungan airnya. Kalium berpengaruh baik pada pembentukan serat-serat seperti pada rosela..21 Kalium berfungsi pula pada pembelahan sel dan pada sintesa putih telur. (Ali ngewa. Fungsi lain dari Kalium adalah pada pembentukan jaringan penguat. serta aktifator berbagai jenis enzim tanaman. Menurut penyelidikan mikro. Merangsang pembentukan senyawa lemak dan minyak. Tanaman yang kekurangan Kalium akan cepat mengayu atau menggabus. hal ini disebabkan kadar lengasnya yang lebih rendah. membantu translokasi pati dan distribusi fosfor didalam tanaman. Pada saat terjadi pembentukan bunga atau buah maka Kalium akan cepat ditarik oleh sebab itu Kalium mudah bergerak (mobil) (Utami. daun mengerut/kriting timbul bercak-bercak merah coklat lalu kering dan mati. kapas dan rami. Gejala tanaman jika kekurangan unsur hara ini yaitu: Pertumbuhan terhambat. Daun-daun pada teh dan tangkai buah kelapa bila kekurangan Kalium akan terkulai dan buahnya lekas jatuh.

5) Sulfur (S) Sulfur sangat penting dalam pembentukan minyak pada tanaman. 2010). Pada tanaman kacang sulfur merangsang pembentukan bintil akar didalam tanah. adalah pembentuk asam amino. Misalnya daun muda berwarna hijau muda hingga kuning merata. 2010). Tanaman menyerap sulfur dalam bentuk ion sulfat (SO4)-2 karena bermuatan negatif. tanaman kurus dan kerdil atau perkembangannya sangat lambat (Ali ngewa.22 unsur hara ini dapat menghambat sintesis protein dan mengakibatkan daun menjadi pucat (klorosis) (Ali ngewa. Sulfur sangat berperan dalam pembentukan klorofil dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan jamur. dan kekurangan unsur sulfur pun sangat mirip dengan dengan defensiensi nitrogen (Eddi Purwanto. ion sulfat mudah hilang dari daerah perakaran karena tercuci oleh aliran air. 6) Kalsium (Ca) . sulfur berperan untuk menurunkan PH tanah alkali (Ali ngewa. 2010). Gejala kekurangan sulfur pada tanaman mirip dengan gejala kekurangan nitrogen. khususnya pada tanah yang berpasir. Sulfur Sangat mirip dengan Nitrogen jika dibandingkan dengan nutrient essensial tanaman lainnya. Sulfur juga membentuk senyawa minyak yang menghasilkan aroma seperti pada jenis bawang dan cabe. 2010). Maka pemberian yang efektif sulfur diberikan lewat pupuk daun (Ali ngewa. seperti halnya sulfur dan nitrogen. 2010).

23 Fungsi utama dari kalsium adalah sebagai komponen dinding sel. Dinding sel ini mempunyai daerah meristimatik dan ini sangat penting untuk pertumbuhan akar yang baik. Bila kapur ditiadakan maka pertumbuhan keduanya akan terhenti dan bagian-bagian yang telah terbentuk akan mati dan berwarna coklat kemerah-merahan. endapan-endapan dari kalsium oksalat dan kalsium karbonat dan sebagai ion didalam air-sel. Pada bijibiji relatif kurang mengandung kapur. Hal ini penting bagi organisme. 2010). sebab bertambahnya permeabilitas yang disebabkan ion-ion Kalium dapat lebih dicegah. Telah diketahui bahwa ion-ion Kalium itu mempertinggi permeabilitas dinding sel dan ion-ion Kalsium adalah sebaliknya. Kebanyakan dari zat kapur ini (CaO) terdapat didalam daun dan batang. b. Unsur Hara Mikro . dalam fisiologi sel kalsium cenderung mengatur atau menghambat aktivitas kalium. Fungsi ion Kalsium yang penting adalah mengatur permeabilitas dari dinding sel. Pada akarakaran banyak terdapat pada ujung-ujungnya dan bulu-bulu akar (Utami. Kalsium terdapat sebagai kalsium pectinaat pada lamela-lamela tengah dari dinding-dinding sel. Unsur ini diserap dalam Ca++. 2009). Peranan yang penting dari kapur terdapat pada pertumbuhan ujung-ujung akar dan pembentukan bulu-bulu akar. demikian juga pada akar-akaran. dan kalsium dapat juga mempengaruhi penyerapan nitrogen (Eddi Purwanto.

dan jumlah tembaga yang terlalu banyak menyebabkan gejala klorosis yang terjadi hampir disetiap pertumbuhan baru. Tembaga diserap tanaman dalam bentuk ion Cu2+ atau Cu 3+. 2010). katalisator dalam proses pernapasan dan perombakan karbohidrat. sementara itu daun-daun tua akan gugur. tetapi jumlahnya sangat kecil. Tanaman yang memasuki fase generatif sangat memerlukan besi. juga terlibat dalam pembentukan klorophil. dan sebagai salah satu elemen dalam proses pembentukan vitamin A dan secara tidak langsung berperan dalam pembentukan klorofil (Ali ngewa. tembaga terikat sangat kuat sehingga tidak dapat dikomsumsi oleh makanan (Ali ngewa. Jumlah tembaga yang terlalu kecil menyebabkan zat besi terakumulasi dalam tanaman. Pengaplikasian tembaga sangat aman diberikan lewat penyemprotan pupuk daun karena pada tanah organic seperti gambut. Gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan Cu yaitu daun muda akan menguning.24 Yaitu unsur yang mutlak diperlukan oleh tumbuhan. 1) Tembaga (Cu) Tembaga penting sebagai koenzym yang dibutuhkan untuk mengaktifkan beberapa enzym tanaman. Ketersediaan . karena tembaga relatif tidak mobil (Eddi Purwanto. 2010). 2010). Kekurangan Cu pada padi ditunjukan lewat daun muda yang memutih dengan ujungnya yang mongering. pertumbuhannya akan tertekan kemudian berubah memutih. Penyerapan tembaga berlawanan dengan penyerapan zat besi. unsur ini beperan sebagai aktfiator enzim dalam proses penyimpanan cadangan makanan.

ruas pada bagian pucuk lebih pendek. Kebutuhan seng sangat kecil. jika terjadi kelebihan sedikit saja tanaman akan keracunan . Unsur seng didalam tanaman tidak dapat dipindahkan dari jaringan tua ke jaringan yang muda sehingga gejala defisiensi akan terlihat lebih awal pada daun muda. Kegunaan seng sangat penting antara lain sebagai katalisator dalam pembentukan protein. sempit dan menebal (Ali ngewa. Gejala Kekurangan seng dapat menyebabkan klorosis.kemudian diikuti kematian pada jaringan daun. 2) Seng (zn) Unsur ini penting untuk mengaktifkan beberapa enzim dan dalam pembentukan asam indol-asetat. 2010).mengatur pembentukan asam yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. ukuran menjadi lebih kecil. pembentukan warna kuning diantara tulang daun.25 Cu pada tanah yang normal 0. . berperan pada proses-proses fisiologis . sedangkan kebutuhan normal tanaman 25-125ppm.1-4 ppm dan kebutuhan normal tanaman berkisar antara 5-20 ppm (Ali ngewa. 2010). 3) Besi (Fe) Unsur besi dibutuhkan dalam jumlah sedikit dan sangat dibutuhkan tanaman dalam pembentukan klorofil. Ketersediaan seng dalam tanah 1-20Ppm. pembentukan bakal buah terhambat atau tanaman tdak dapat sama sekali berbuah. Defenisi seng mengakibatkan salah tumbuh pada ujung akar yang akhirnya menghambat pertumbuhan.

. dan pembentuk beberapa enzim. berperan sebagai pengikat nitrogen yang bebas diudara untuk pembentukan protein dan menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman. Jadi NH3 adalah prekursor untuk selanjutnya membentuk asam amino dan asam amino membentuk protein dan asam nukleat. Besi didalam tanaman kurang bergerak. Unsur ini diserap dalam bentuk MoO4. Esensi unsur ini: Sebagai aktivator dan penyusun enzim sitrat reduktase yaitu enzim yang bekerja membantu perubahan ion NO3. Mo berperan pada . Besi juga merupakan salah satu unsur yang diperlukan pada pembentukan enzym-enzym pernapasan yang mengoksidasikan hidrat arang menjadi gas asam arang dan air. Gejala kekurangan besi pada tanaman dapat menimbulkan korosi . Dan kebutuhan normal tanaman berkisar 40-250ppm. Besi diserap dalam bentuk Fe++ dan mempunyai fungsi yang tidak dapat digantikan pada pembentukan hijau daun.menjadi NH3 yang siap dipakai untuk pembentukan asam amino dan protein untuk pembelahan dan pembesaran sel. Dalam jumlah tertentu besi menjadi racun bagi tanaman. oleh karena itu bila kekurangan besi maka akan segera tampak gejala-gejala pada bagian tanaman yang masih muda. Besi tersedia dalam tanah berkisar 2-150ppm. lembaran daun menjadi kuning/pucat. selain itu besi berfungsi sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman.26 tanaman seperti proses pernapasan. 4) Molibdenum (Mo) Molybdenum berfungsi seperti Cu.

muncul bintil-bintil kuning disetiap lembaran daun dan akhirnya mati sehingga pertumbuhan tanaman terhenti. KERANGKA PIKIRAN Saat ini budi daya udang dengan tambak telah berkembang dengan pesat. Gejala kekurangan unsur Mo yakni daun berubah warna keriput dan melengkung seperti mangkok.. pengalengan udang. B. 5) Clorida Unsur ini diserap tanaman dalam bentuk ion Cl. daun layu dan berwarna kuning. dan pengolahan kerupuk udang berkisar antara 30% . kulit. karena udang merupakan komoditi ekspor yang dapat dihandalkan dalam meningkatkan ekspor non -migas dan merupakan salah satu jenis biota laut yang bernilai ekonomis tinggi.5 ppm sedang kebutuhan normal pada tanaman 0. Atau diperkirakan.menumpuk dalam tubuh tanaman. dari proses pengolahan oleh seluruh unit pengolahan . Ketersediaan Mo dalam tanah antara 0. dan ekornya.75% dari berat udang.27 metabolisme hormon tanaman.2-1 ppm. berperan dalam proses fotosintesis.dan fungsi lain berkaitan dengan pengaturan tekanan osmosis didalam sel tanaman. Gejala kekurangan Cl biasanya menimbulkan pertumbuhan akar yang tertekan. Udang di Indonesia pada umumnya diekspor dalam bentuk udang beku yang telah dibuang bagian kepala. keberadaannya tidak dihasilkan dari metabolisme tanaman.05-0. Kekurangan Mo maka per-tumbuhan terhambat karena kadar NO3 . Limbah yang dihasilkan dari proses pembekuan udang.

mencegahpenyakit gondok . mencegah anemia . E. Sawi juga excellent dalam hal asam amino triptofan dan serat pangan (dietaryfiber). mencegah penyakit jantung . akan dihasilkan limbah sebesar 325. Na dan Zn. Tanaman sawi memiliki banyak manfaat terutama bagi kesehatan. salah satu upaya dalam pemanfaatan limbah cangkang udang dalam mengurangi dampak negatif bagi lingkungan yaitu menjadikan limbah cangkang udang sebagai pupuk organic. Kadar vitamin K. akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sebab limbah tersebut dapat meningkatkan biological oxygen demand dan chemical oxygen demand. jika tidak ditangani secara tepat. Limbah udang dapat digunakan sebagai pupuk organic karena dalam limbah cangkang udang (kepala kering atau shell) ditemukan kandungan protein tinggi dan tingkat tinggi mineral terutama Ca. Dengan demikian jumlah bagian yang terbuang dari usaha pengolahan udang cukup tinggi. dan magnesium yang merupakan unsur hara penting untuk pertumbuhan tanaman. Sawi merupakan sekelompok tumbuhan yang berasal dari marga Brassica . Mineral pada sawi yang tergolong dalam kategori excellent adalah mangan dan kalsium. dan folat pada sawi tergolong dalam kategori excellent. Dengan adanya kandungan unsur hara dalam cangkang udang sehingga penulis menjadikan limbah cangkang udang sebagai bahan alternatif pupuk untuk .000 ton per tahun. Limbah sebanyak itu. Oleh sebab itu. mencegah diabetes militus . nitrogen. P. menjaga kornea mata agar tetap sehat . kalium. Manfaat sawi antara lain mencegah osteoporosis .28 yang ada. A. tangkal macam ± macam kanker . menjaga kulit . serta zat kapur. C. Sawi banyak mengandung vitamin dan mineral.

HIPOTESIS Adapun rumusan hipitesis dalam penelitian ini yaitu: Ada pengaruh pemberian ekstrak limbah cangkang udang trhadap pertumbuhan tanaman sawi.29 tanaman sawi yang digemari oleh masyarakat karena khasitnya juga dapat menyehatkan tubuh. C. .

dan n = ulangan. . P1. Adapun perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: P0 P1 P2 : Tanpa pemberian cangkang udang (kontrol) : Pemberian cangkang udang yang telah dihaluskan. B. : Pemberian cangkang udang yang telah dihaluskan dan ditambahkan air. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan. VARIABEL DAN DESAIN PENELITIAN 1. 2.30 BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian Penelitian ini terdiri atas dua macam variabel. dimana t = peerlakuan. dan P2. JENIS PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan membuat variabel bebas kemudian mengukur pengaruhnya terhadap variabel terikat. Sehingga jumlah unit pengamatan keseluruhan adalah 3 x 8 = 24 tanaman. dan pertumbuhan tanaman sawi sebagai variabel terikat. Setiap perlakuan terdiri dari 8 pot tanaman dan 3 perlakuan dengan symbol P0. dengan melakukan pengulangan sebanyak 8 kali berdasarkan rumus penentuan ulangan (t-1) (n-1) • 15. yaitu variabel bebas dalam hal ini cangkang udang.

jumlah daun. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu limbah cangkang udang. tanaman sawi. dan alat ukur (mistar/meteran) mortar. yang telah dipisahkan dari daging udang karena tidak digunakan untuk bahan makanan.31 C. Alat Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu alat tulis menulis. Cara Kerja a. DEFENISI OPERASIONAL 1. Tahap persiapan . Limbah Cangkang Udang Merupakan bagian atau lapisan luar tubuh udang yang kaku karena tersusun atas zat kapur. air. dan wadah (gelas ukur). plastic polybak.dan kertas label. 2. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan laboratorium Kimia & Biologi Universitas Cokroaminoto Palopo. mulai bulan Februari s/d Maret 2011. D. tanah. 3. E. PROSEDUR KERJA 1. 2. Pertumbuhan Tanaman Merupakan objek pengamatan dengan melihat kuantitas dari morfologi tanaman meliputi tinggi tanaman. panjang daun dan lebar daun.

Media semai atau tempat persemaian sebelum ditanam benih disiram air terlebih dahulu hingga lembab. Setelah itu benih disebar pada permukaan media tanam secukupnya kemudian ditutup tanah. Kemudian polybek diisi tanah yang telah dibersihkan dari gulma dan sampah. Pindah tanam dilakukan pada 9 hst (hari setelah tabur). tanah pada polybek ditugal dengan kedalaman 4 cm. setelah itu bibit dicabut dari persemaian dan ditanam pada lubang tanam yang telah dipersiapkan. 24. Untuk P1 pengaplikasian pupuk cangkang udang dilakukan dengan menaburkan di sekitar . lalu dikumpulkan dan dikeringkan di bawah sinar matahari selama 3 hari atau sampai kering.32 Dalam penelitian ini uji yang digunakan adalah limbah cangkang udang yang diperoleh dari beberapa warung makan yang ada di kota Palopo. Media tanam harus dibersihkan dari gulma dan sampah. 3) Pengaplikasian Pupuk Cangkang Udang Pengaplikasian pupuk cangkang udang dilakukan mulai pada 9 hst atau bersamaan pada saat pindah tanam kemudian 14. dan 29 hst. Pelaksanaan Penelitian 1) Penyemaian Benih Tempat penyemaian benih dibuat dengan ukuran plot 1 x 2 dengan media tanamnya berupa tanah yang gembur. b. 19. 2) Penanaman Petama-tama menyediakan polybek sebagai tempat untuk menanam bibit sawi yang telah ditumbuhkan. Sebelum bibit ditanam. Kemudian di haluskan dengan menggunakan mortar lalu tepung dari cangkang udang yang dihasilkan disimpan dalam wadah.

Parameter yang diamati adalh mengukur komponen pertumbuhan dan produksi sawi meliputi pertambahan tinggi tanaman. jumlah daun.00-17. G.00-09.00 dan sore hari antara pukul 16. = 0.05. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran. 4) Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap hari yaitu pagi antara pada pukul 08. TEKNIK ANALISIS DATA Data yang diperoleh dianalisis secara varians dalam bentuk uji F kemudian dilanjutkan dengan uji BNT = 0. F.00 secara merata pada seluruh tanaman dengan menggunakan air bersih dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. panjang daun.33 batang tanaman. dan untuk P2 pengaplikasian pupuk cangkang udang dilakukan dengan menyirami tanah sekitar batang tanaman.05 . dan lebar daun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->