KODE MODUL OPKR-10-016 C

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

MENGIKUTI PROSEDUR KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

KODE MODUL OPKR-10-016 C

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

MENGIKUTI PROSEDUR KESELAMATAN,KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN
Tim Penyusun: 1. Drs. Iin Solihin 2. Drs. Ridwan 3. Drs. Koentono Tim Fasilitator: 1. Drs. Abdullah 2. Suryana Iskandar

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

Modul PTL OPS 005 (2)

1

KATA PENGANTAR
Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan modul manual. Adapun modul manual terdiri atas bidang-bidang dan program-program keahlian kejuruan yang berkembang di dunia kerja baik instansi maupun perusahaan. Tahun Anggaran 2005 telah dibuat sebanyak 300 modul manual terdiri atas 9 (sembilan) bidang keahlian dan 32 (tiga puluh dua) program keahlian yaitu: Bisnis dan Manajemen (Administrasi Perkantoran dan Akuntansi), Pertanian (Agroindustri pangan dan nonpangan, Budidaya Tanaman, Budidaya Ternak Ruminansia, Pengendalian Mutu), Seni Rupa dan Kriya (Kriya Kayu, Kriya Keramik, Kriya Kulit, Kriya Logam Kriya Tekstil), Tata Busan, Teknik Bangunan (Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Baja dan Alumunium, Teknik Konstruksi Batu Beton, Tekni Industri Kayu), Teknik Elektronika (Teknik Audio Vidio, Teknik Elektronika Industri), Teknik Listrik (Pemanfaatan Energi Listrik, Teknik Distribusi, Teknik Pembangkit Ketenagalistrik-kan), Teknik Mesin (Mekanik Otomotif, Pengecoran Logam, Teknik Bodi Otomotif, Teknik Gambar Mesin, Teknik Pembentukan, Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri, Teknik Pemesinan), Teknologi Informasi dan Komunikasi (Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan), dan program Normatif Bahasa Indonesia. Modul ini disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004 dengan menggunakan Based pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi ini (Competency Training/CBT). Diharapkan modul-modul

digunakan sebagai sumber belajar pokok peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kejuruan khususnya SMK dalam mencapai standar kompetensi kerja yang diharapkan dunia kerja. Penyusunan modul dilakukan oleh para tenaga ahli kejuruan dibidangnya terdiri atas para Guru SMK, para Widyaiswara Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) lingkup Kejuruan dengan para nara sumber dari 2

Modul PTL OPS 005 (2)

Pada kesempatan baik ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada berbagai pihak terutama tim penyusun modul. Sesuai perkembangan paradigma yang selalu terjadi. serta para editor atas dedikasi dan pengorbanan waktu. Desember 2005 a.n. Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah beserta para penulis dan unsure terlibat. Joko Sutrisno. menerima masukan-masukan konstruktif dari berbagai pihak khususnya para praktisi dunia usaha dan industri.berbagai perguruan Tinggi. Modul dilakukan melalui beberapa tahap pengerjaan termasuk validasi dan uji coba kepada para peserta Diklat/Siswa di beberapa SMK. para nara sumber dan fasilitator. dan pemikiran untuk dihasilkannya modul ini. dan berbagai sumber referensi yang digunakan baik dari dalam dan luar negri. dan para psikologis untuk dihasilkannya Sumber Daya Manusia (SDM)tingkat menengah yang handal. MM NIP 131415680 Modul PTL OPS 005 (2) 3 . Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dr. para akademis. khususnya peserta Diklat SMK atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK. tenaga. Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua. para praktisi Balai Latihan dan Pengembangan Teknologi (BLPT) dan unsure dunia usaha dan industri (DU/DI).

.... a.. Lembar kerja 1 ...... Tes formatif 1 .. Petunjuk Bagi Peserta Diklat…………………………………………… 2....………………………………………………… B... PERLENGKAPAN PBM………….. ii iii iv vii vii viii ix X 1 1 1 2 2 2 3 3 4 10 11 11 12 12 13 13 25 25 26 26 27 28 28 28 a... PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL. Kegiatan Belajar 1 : Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Rangkuman 1…………………………………………………………… d. B......……………………………………………………… 2. TUJUAN AKHIR . KOMPETENSI... E. KEDUDUKAN MODUL……………………………………………………… PERISTILAHAN/GLOSSARIUM ………………………………………………… I.. Tujuan kegiatan belajar 2 ………………………………......………………………………………………………………… F..........………………………… 1.. Uraian materi 2………………………………………………………… Modul PTL OPS 005 (2) 4 .....……………………………………………………… A.………………………………………………..DAFTAR ISI MODUL Halaman HALAMAN SAMPUL....……………………………………………………………………… C....…………….………………………………………………………………… A.. Kegiatan Belajar 2 :Pemeliharaan Kebersihan.………………………………………………………… f....……………………………………… 1. CEK KEMAMPUAN……………………………………………………………….……………………………………………………………………………… PETA KEDUDUKAN MODUL.………………………………… b......………………………………………… g...………… b....... Kunci jawaban formatif 1 ...……………………………….………………………………………………………………… KATA PENGANTAR …………………………………………………………………… DAFTAR ISI.....…………………………………………………………… A. DESKRIPSI JUDUL . RENCANA BELAJAR SISWA. Tujuan kegiatan belajar 1 ………..... KEGIATAN BELAJAR .……………………………………………… B........ PRASYARAT..... KETERANGAN PENCAPAIAN KOMPETENSI…………………….………………………………………………………………… i HALAMAN FRANCIS ....……………………………………………………………… e... Perlengkapan dan Area Kerja..…………………………………………………………………… G.II.... Peran Guru …………………………………………………………………… D........ Uraian materi 1………………………………………………………… c.. Tugas 1 ….. PENDAHULUAN . DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI…………….. BAB.. PEMELAJARAN ..

Tes formatif 4 ………………………………………………………….………………………………………………….……… d. Rangkuman 2……….….…………………………………. LEMBAR PENILAIAN SIKAP (ATTITUDE)……….. Kunci jawaban formatif 2 ……. Tes formatif 5 …………………………………………………………. f. 102 103 C. Rangkuman 5 ……………………………………………………………………… 98 d. Tugas 4…………………………………………………………………… e. IV.… 3. Tujuan kegiatan belajar 5 ………………………………………… b.………………………………………… 5. Kunci jawaban formatif 4 . Tujuan kegiatan belajar 4 ………………………………………… b. Tujuan kegiatan belajar 3 ………………………………………… b. PERTANYAAN ………………………………………………………………………………… B.. 98 c. Uraian materi 5 ……………………………………………………….…………………… 110 111 111 KRITERIA KELULUSAN …………………………………………………………………… BAB. KUNCI JAWABAN …………………………………………………………………………… 109 LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF(PENGETAHUAN)………………. Tugas 5…………………………………………………………………… e. Kunci jawaban formatif 5 …………………………………………………… BAB. EVALUASI …………………………………………………………………..………………………………………………………… d... a. Tes formatif 3 …………………………………………………………. Pencemaran Lingkungan & Kesehatan Manusia………………. 101 101 A. Tugas 3…………………………………………………………………… e.…… f..……………………………………………………… d..III. Kegiatan Belajar 4 : Pertolongan Pertama &Cardio Pulmonary ( CPR). Tes formatif 2…. LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN………………………………. Kegiatan Belajar :Perlengkapan Pemadam Kebakaran. Uraian materi 3 ……………………………………………………….PENUTUP ……………………………………………………………………………… 112 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………… 113 Modul PTL OPS 005 (2) 5 .…… a. c. Uraian materi 4 ……………………………………………………….c. c. SOAL PSIKOMOTOR………………………………………………………. 99 99 f. 33 33 33 34 37 37 37 55 55 55 57 60 60 60 79 80 80 80 82 82 82 a. Tugas 2………………………………………………………………. Rangkuman 3….………………………………………….…………………………………… 4. f. Rangkuman 4.…… e. Kunci jawaban formatif 3 ……..

DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga tahun. serta kemungkinan multi entry-multy exit yang dapat diterapakan.PETA KEDUDUKAN MODUL A. OPKR 60-018C OPKR 60-019C OPKR 10-0098 OPKR 10-017C OPKR 10-016C OPKR 10-010C OPKR 60-008C OPKR 10-006C OPKR 60-029A OPKR 10-013C OPKR 10-007C OPKR 60-016C OPKR 60-030A OPKR 60-031A OPKR 60-002C OPKR 60-006C OPKR 60-012C OPKR 60-013C OPKR 60-011 OPKR 60-037A OPKR 60-038A OPKR 60-050A OPKR 60-051A Modul PTL OPS 005 (2) vi .

Mempersiapkan komponen kendaraan untuk perbaikan pengecatan kecil. Pelaksanaan pemeriksaan keamanan/kelayakan kendaraan. Modul PTL OPS 005 (2) Mempersiapkan permukaan untuk pengecatan ulang Melepas dan mengganti/melepas pelindung moulding. Pembacaan dan pemahaman gambar teknik. Membersihkan permukaan kaca. Melaksanakan pekerjaan sebelum perbaikan. Pelaksanaan pengkilatan dan pemolesan. spoiler.Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi OPKR 10-009B. OPKR 60-037A. OPKR 60-012C. OPKR 60-009C. OPKR 10-017C. bagian – bagian panel dan perangkat tambahannya. Melaksanakan prosedur masking. OPKR 60-050A. Membuat (fabrikasi) komponen fiberglas/ bahan komposit. menyimpan dan mengganti/memasang panel – panel bodi kendaraan. Mengikuti Prosedur Keselamatan. OPKR 60-029A. dan decal/lis. Melaksanakan pemasangan anti karat dan peredam suara. pemotongan dengan panas dan pemanasan. Memilih dan menggunakan hiasan/ Trim perekat. OPKR 60-018C. OPKR 60-008C. Melaksanakan prosedur pengelasan. OPKR 60-038A. OPKR 60-006C. Mempersiapkan dan mengecat komponen-komponen plastik. OPKR 60-011C. vii . pematrian. OPKR 60-002C. OPKR 10-016C. transfer/gambar hiasan. Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja. Melepas dan mengganti rangkaian/listrik/unit elektronik. OPKR 10-013C. OPKR 60-016C. Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur. OPKR 10-010C. OPKR 60-007C. Memperbaiki komponen body menggunakan dempul timah (lead wiping). Memperbaiki komponen fiberglas/bahan komposit. OPKR 60-030A. Kesehatan Kerja dan Lingkungan. Melepas. Memasang perapat komponen kendaraan. Mempersiapkan bahan dan peralatan pengecatan. OPKR 60-013C. OPKR 60-031A. stiker. OPKR 60-019C. OPKR 10-006C.

Melakukan pembersihan setempat permukaan luar/dalam. Kedudukan Modul Modul dengan kode OPKR 10-016C tentang “Mengikuti Prosedur Keselamatan. B. Kesehatan Kerja dan Lingkungan” ini merupakan modul dasar untuk melaksanakan kompetensi – kompetensi berikutn Modul PTL OPS 005 (2) viii .OPKR 60-051A.

MEKANISME PEMELAJARAN Untuk mencapai peguasaan modul ini dilakukan melalui diagram alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Nilai ≥ 7 T Kegiatan Belajar 1 Y Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi T Nilai ≥ 7 Y Modul berikutnya/Uji Kompetensi Modul OPKR 10 – 016 C 9 .

: mematuhi rambu – rambu “ Dilarang merokok : Bersihkan Sampah Modul OPKR 10 – 016 C 10 .GLOSSRY Safe Safety Unsafe act Unsafe codition Jack stand : aman atau selamat : mutu suatu keadaan aman : tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri : keadaan tidak aman dari lingkungan kerja : alat penyangga yang digunakan untuk pengaman pada saat mendongkrak kendaraan agar seseorang aman bekerja dibawah kendaraan Vacuum cleaner : alat penyedot debu biasa digunakan untu membersihkan debu/kotorab yang tidak terjangku dengan alat kebersihan yang lain Starvation : membuang/mencabut bahan bakar dari api sehingga menjadi padam Smothering : membuang oxygen dari nyala api sehingga menjadi padam Colling Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) LEADS AND CABLE PROTECTION OBEY “ NO SMOKING” SIGN CLEAN UP RUBBISH : menurunkan panas dari nyala api : pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada disebut juga Resusitasi jantung paru (RJP) : Perlindungan kabel dan stop kontak.

PUT OILY WASTE IN BIN TAKE CARE WITH INFLAMMABLE LIQUID CLEAN UP DUSTY AREAS EXTINGUISHER SPILLED BURNING OIL MAINTENANCE WORKER NOTING FIRE ESCAPE ROUTE CRAWL THROUGH SMOKE FIELLED ROOM READING FIRE DRILL NOTICE : Buang limbah ditempatnya : Berhati – hatilah dengan cairan yang mudah terbakar : Bersihkan tempat yang berdebu : Alat pemadam api : Tumapah minyak yang terbakar : Memelihara jalan untuk menyelamatkan diri ( pekerja ) apabila terjadi kebakaran : Keluar dari ruangan yang dipenuhi asap. : Membaca pengumuman tentang latihan memadamkan api Modul OPKR 10 – 016 C 11 .

Pelaksanaan prosedur darurat. Fisika. 4. yaitu materi–materi pada Mata Diklat: 1. tentang Zat – zat kimia yang berbahaya bagi anggota tubuh manusia dll. Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk menidentifikasi bahaya dan pencegahannya. Kimia.BAB. seperti yang bisa Anda lihat di Peta Kedudukkan Modul. tentang Konduksi. I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI Kompetensi yang diharapkan dari modul ini adalah didalam bekerja siswa selalu mengikuti prosedur keselamatan . 3. Modul OPKR 10 – 016 C 12 . 5.Konveksi. 2. Penempatan dan pengidentifikasian jenis pemadam kebakaran. Radiasi dll 2. Untuk mempelajari modul ini dimohon Anda sudah menguasai materi–materi yang diberikan di kelompok Adaptif. Adapun sub kompetensinya meliputi: 1. perlengkapan dan area kerja. PRASYARAT Sebelum menggunakan modul ini peserta pelatihan harus dan menguasai modul sebelumnya. 7. Pemeliharaan kebersihan. Mengikuti prosedur pengendalian limbah. penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja. pada tempat kerja untuk pengamanan dan B. Pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR). 6. Menjalankan dasar-dasar prosedur keamanan. Penguasaan sudah dan memahami pencapaian modul ini akan merupakan dasar dan prasyarat untuk melanjutkan kepada kompetensi–kompetensi berikutnya.kesehatan kerja dan lingkungan.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang dilaksanakan antara lain: a. Baca dan fahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa dapat bertanya pada guru atau instruktur yang bersangkuatan b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materimateri yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktek perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku 2) Pahami setiap langkah (prosedur praktikum) dengan baik 3) sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta izin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6) Setelah sesuai praktek, kembalikan alat dan bahan ketempat semula. d. Apabila belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang bersangkutan.

2.

Peran Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk: a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar

Modul OPKR 10 – 016 C

13

b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar c. Membantu siswa dalam memahami konsep, praktek baru, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegitan belajar kelompok jika diperlukan. f. Merencanakan seorang ahli atau pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

D. Perlengkapan PBM
Dalam pelaksanaan sistem modul maka beberapa perangkat harus disiapkan dalam menunjang terlaksananya sistem pemelajaran, baik itu dalam konteks pemelajaran teori maupun praktik. Adapun perangkat tersebut dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Perlengkapan Ruang kelas 1. 2. Over Head Projector/OHP Papan tulis/white board 1. 2. 3. 4. 5. 6. Perlengkapan workshop Alat-alat tangan Katrol Dongkrak Kacamata pelindung Pakaian pelindung Alat Pemadam Kebakaran 1. 2. Bahan Mobil Engine Stand

E.

TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan ditempat kerja Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Memelihara kebersihan, perlengkapan dan area kerja Menempatkan pemadam kebakaran Mengetahui jenis-jenis pemadam kebakaran

Modul OPKR 10 – 016 C

14

7. 8. 9.

Menggunakan pemadam kebakaran Menerapkan prosedur darurat Menjalankan dasar-dasar keamanan prosedur prosedur penyelamatan pengamanan dan pertama dan CardioPulmonary Resusciation (CPR)

10. Melaksanakan 11. Menerapkan

pengendalian limbah

ditempat kerja.

Modul OPKR 10 – 016 C

15

10-016. Kesehatan Kerja Dan Lingkungan) yang berlaku. Spesifikasi pabrik kendaraan. Pelaksanaan K3L harus memenuhi:   4. Prosedur evakuasi darurat/kebakaran.C A 2 B 1 C D 1 E F G 1 DURASI PEMELAJARAN : 80 jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI 1.F. Lembaran data keamanan material. SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan. Kebijakan/prosedur keamanan. KOMPETENSI KOMPETENSI KODE : Mengikuti Prosedur Keselamatan. pertolongan pertama. Pengharagaan dibidang industri. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk:      KONDISI KERJA     3. Standar kompetensi ini digunakan untuk:  Jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan dibidang perbengkelan. Perlengkapan kebakaran. Prosedur/kebijakan tanda bahaya. 2. Prosedur/kebijakan kecelakaan. Prosedur pertolongan pertama dan CPR (Cardio Pulmonary–Resusciation). perlengkapan CPR. Sumber–sumber dapat termasuk:  Modul OPKR 10 – 016 C 16 . Kode praktis industri Peraturan K3L (Keselamatan. Kesehatan Kerja Dan Lingkungan : OPKR.

Melakukan simulasi pertolongan pertama dan CPR. Laporan/mencatat kecelakaan dan bahaya–bahaya yang potensial.     Pakaian keamanan individual. Kegiatan: Kegiatan harus dilaksanakan dibawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:     Pembersihan perlatan/area tempat kerja dengan bantuan mesin atau secara manual. Bahan pembersih dan pelumas. Pakaian yang aman 5. Perlengkapan dan bahan kebersihan. Perlengkapan yang sesuai. Modul OPKR 10 – 016 C 17 . perlengkapan dan permesinan. Melaksanakan keputusan dalam komite manajemen K3L.

tempat penerapan spesifikasi pabrik  Seluruh kegiatan penerapan pemadam kebakaran dan PENGETAHUAN  Peraturan K3L yang berlaku  Prosedur keamanan tempat kerja  Persyaratan pemeliharaan perlengkapan dan area kerja  Identifikasi bahaya dan pencegahan dalam tempat kerja  Prosedur pertolongan pertama  Prosedur CPR  Prosedur keamanan dasar  Penggunaan dan penerapan alat pemdam kebakaran KETERAMPILAN  Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja  Memelihara catatan yang berhubungan dengan keamanan  Menggunakan perlengkapan yang benar  Melaporkan dan mengurangi bahaya– bahaya potensial  Memlihara kebersihan mesin perlengkapan dan area kerja  Menempatkan dan mengidentifikasi perlengkapan pemadam kebakaran  Melaksanakan prosedur – prosedur Modul OPKR 10 – 016 C 18 . Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk mengidentifikasi bahaya dan penghindaranny a KRITERIA KINERJA  Mengenali bahaya pada area kerja dan melakukan tindakan pengontrolan yang tepat  Mengikuti kebijakan yang sah pada tempat kerja dan prosedur pengontrolan resiko  Mematui tanda bahaya dan peringatan  Pemakaian pakaian pengamanan sesuai SI (Standar Internasional)  Penggunaan teknik LINGKUP BELAJAR  Prosedur keselamatan yang meliputi pertolongan pertama dan CPR  Mengikuti prosedur pengamanan dan pengendalian limbah padat.SUB KOMPETENSI 1. jadwal pemeliharaan berkala. cair. gas dan kebisingan ditempat kerja  Pemeliharaan kebersihan perlengkapan kerja MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP  Mengenali bahaya pada area kerja dan melakukan tindakan pengontrolan yang tepat  Mengikuti kebijakan yang syah pada tempat dan prosedur pengontrolan resiko  Peralatan dan area kerja dibersihkan atau dipelihara sesuai dengan keamanan.

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA dan pengangkatan pemindahan secara manual yang tepat LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP prosedur kerja diidentifikasi berdasarkan SOP (Staandard Operation Prosedure) peraturan K3L (Keselamatan. Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yang berlaku dan prosedur atau kebijakan perusahaan  Menngikuti kebijakan yang syah pada tempat kerjadan prosedur pengontrolan resiko PENGETAHUAN yang tepat  Prosedur penanganan secara manual  Simbol – simbol bahaya KETERAMPILAN darurat  Melakuakan prosedur–prosedur keamanan dasar dengan keadaan bahaya  Menggunakan teknik penangan secara manual  Memperagakan prosedur pertolongan pertama dan CPR  Syarat keselatan diri  Bertindak sesuai Modul OPKR 10 – 016 C 19 .

tempata penerapan dan spesifikasi pabrik LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 20 20 .SUB KOMPETENSI 2. jadwal pemeliharaan berkala. Pemeliharaan kebersihan perlengkapan dan area kerja KRITERIA KINERJA  Perlengkapan dipilih sebelum melakuakan pembersihan dan perawatan secara rutin  Menggunakan metode yang benar untuk pembersihan dan pemeliharaan perlengkapan  Pperlatan dan area kerja dibersihkan atau dipelihara sesuai dengan keamanan.

peraturan K3L (Keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan ) yang berlaku dan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 21 21 . penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja KRITERIA KINERJA  Pengidentifikasian pemdaman kebakaaran yang sesuai pada tipe yang tepat untuk lingkungan tempat kerja  Seluruh kegiatan penerapan pemdaman kebakaran dan prosedur kerja diidentifikasikan berdasarkan SOP (Standard Operation Prosedure). Penempatan dan pengiidentifikasian jenis pemadam kebakaran.SUB KOMPETENSI 3.

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 4. Pelaksanan prosedur darurat  Mengikuti prosedur perlindungan mesin pada saat tanda bahaya muncul  Mengikuti prosedur alarm atau peringatan atau efakuasi ditempat kerja  Mengikuti prosedur gawat darurat secara profesional yang tepat untuk melindungi mesin pada saat keadaan tanda bahaya muncul Modul OPKR 10 – 016 C 22 22 .

Menjalankan dasar – dasar prosedur keamanan  Kebijakan atau prosedur keamanan dijalankan berdasarkan pelatihan perusahaan dan undang – undang yang berlaku  Seluruh keamnan yang Modul OPKR 10 – 016 C 23 23 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA  Pelayanan darurat yang profesional dan tepat untuk mamanggil pertolongan dengan segera dilakukan oleh orang yang berkuasa untuk melakukan hal tersebut LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 5.

pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan  Seluruh kegiatan pertolongan pertama yang dilakukan dicatat atau dilaporkan berdasarkan SOP (Standard Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR) Modul OPKR 10 – 016 C 24 24 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA berhubungan dengan kejadian dicatat atau dilaporkan pada formulir yang sesuai  Seluruh stap disarankan menggunakan prosedur keamanan perusahaan dan metode yang tepat dalam penerapannya. LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 6.

gas.SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA Operation Prosedure). Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk pengamanan dan pengendalian limbah  Tindakan pengamanan terhadap limbah padat. cair. dan prosedur atau kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 7. dan kebisingan ditempat kerja dikenali dan dilakukan  Seluru kegiatan pengendalian dan pengamanan limbah dan polusi Modul OPKR 10 – 016 C 25 25 . peraturan K3L (Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yang berlaku.

Kesehatan Kerja dan Lingkungan). peraturan K3L (Keselamatan. dan prosedur atau kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 26 26 . yang berlaku.SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA ditempat kerja dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Prosedure).

4. PERTANYAAN Mengetahui dan menerapkan prosedur keselamatan.G. 9. 5. 10. 2. CEK KEMAMPUAN Sebelum mempelajari modul ini. 7. 1. kesehatan kerja dan lingkungan Mengetahui bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Mengetahui cara menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Memelihara kebersihan perlengkapan dan area kerja Menempatkan pemadam kebakaran Mengetahui jenis-jenis pemadam kebakaran Menggunakan pemadam kebakaran Menerapkan prosedur darurat Menjalankan dasar-dasar keamanan Melaksanakan prosedur penyelamatan pertama dan Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR) Menerapkan prosedur pengamanan dan pengendalian limbah YA TIDAK Modul OPKR 10 – 016 C 27 . No. 11. 3. 8. 6. isilah cek list kemampuan yang telah Anda miliki dengan sikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.

II PEMELAJARAN A. Jenis kegiatan Mengetahui Pengertian K3 Mengetahui Syarat K3 Mengetahui jenis bahaya dan cara menghindarinya Teknik Pengangkatan/ pemindahanSecara manual Menggunakan pakaian dan alat pengaman Menggunakan Perlengkapan pemadam kebakaran Prosedur pada tempat kerja untuk mengindentifikasi bahaya dan penghindarannya Pemeliharaan kebersihan perlengkapan dan area kerja Penempatan dan Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan guru Modul OPKR 10 – 016 C 28 . Rencana Belajar Peserta Diklat Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan.II. BAB.

Jenis kegiatan pengindentifikasian jenis pemadam kebakaran. penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja Pelaksanaan prosedur darurat Menjalan dasar – dasar prosedur keamanan Pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan cardio pulmonary resuscitation (CPR) Prosedur pada tempat kerja untuk pengamanan dan pengendalian limbah Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan guru Modul OPKR 10 – 016 C 29 .

Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan. Kegiatan Belajar Siswa III.B. 2) Siswa dapat mengenal bahaya yang terjadi diarea kerja. Uraian Materi 1 UNDANG-UNDANG K3 1) Pengertian Keselamatan Kerja Safe adalah aman atau selamat. kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja atau sedang melakukan pekerjaan disuatu tempat Modul OPKR 10 – 016 C 30 . baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya. 4) Siswa dapat menjelaskan Teknik pengangkatan/pemindahan secara manual. Tujuan Kegiatan Belajar 1 1) Siswa dapat memahami Pengertian Keselamatan Kerja. Kecelakaan kerja. 3) Siswa dapat memahami penggunaan pakaian kerja. baik harta maupun jiwa manusia. b. keutuhan dan kesempurnaan. Safety menurut kamus adalah mutu suatu keadaan aman atau kebebasan dari bahaya dan kecelakaan. dan Kesehatan Kerja Kegiata Belajar 1: Pengertian Keselamatan a. Keselamatan kerja atau safety adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman bebas dari kecelakaan Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak disengaja serta tiba-tiba dan menimbulkan kerugian.

tanah. g) Mencegah pemborosan tenaga kerja. bersih. i) Memperlancar. instalasi dan lain sebagainya.2) Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja Dari pemahaman diatas sasaran keselamatan kerja adalah: a) Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. mesin-mesin. hewan dan tumbuhtumbuhan). meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi: a) Manusia (pekerja dan masyarakat) b) Benda (alat. b) Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan. konstruksi. pemakaian. pemeliharaan bangunan. f) Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya. bangunan dll) c) Lingkungan (air. d) Mencegah/mengurangi cacat tetap. udara. 3) Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja Menurut Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 pasal 3 syaratsyarat keselamatan kerja ayat 1 bahwa dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk: a) Mencegah dan mengurangi kecelakaan b) Mencegah. modal. cahaya. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja. h) Menjamin tempat kerja yang sehat. e) Mengamankan material. c) Mencegah/ mengurangi kematian. alat dan sumbersumber produksi lainnya. mesin. alat-alat kerja. mengurangi dan memadamkan kebakaran c) Mencegah dan mengurang bahaya peledakan Modul OPKR 10 – 016 C 31 .

yaitu: 1) Tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) a) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. o) Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. infeksi dan penularan. keselamatan dan ketertiban. i) Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. tanaman atau barang. j) Memelihara kebersihan. h) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. asap. uap. m) Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. kotoran. gas. k) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja. baik fisik maupun psikis. binatang. keracunan. Modul OPKR 10 – 016 C 32 . PENGENALAN BAHAYA PADA AREA KERJA Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri. debu.d) Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya e) Memberi pertolongan pada kecelakaan f) Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja g) Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu. n) Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. sinar atau radiasi. baik secara sendirisendiri atau bersama-sama. hembusan angin. p) Menyesuaikan tinggi. cuaca. kelembaban. terjadi karena manusia menganggap sebenarnya bahwa setiap kecelakaan kecelakaan musibah. l) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang. namun dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah disebabkan oleh salah satu faktor sebagai berikut. suara dan gelora. b) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. perlakuan dan penyimpanan barang.

d) Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. bising atau suara-suara keras. b) Karena tidak mampu/tidak bisa. Modul OPKR 10 – 016 C 33 . suhu lain-lain).c) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. kontruksi kurang aman. Bagaimana kecelakaan dapat dicegah? Pencegahan kecelakaan adalah suatu usaha untuk tempat kerja. 2) Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja (unsafe condition) a) Mesin-mesin yang rusak tidak diberi pengamanan. b) Bilamana sebab-sebab kecelakaan itu dapat kita hilangkan maka kecelakaan dapat dicegah. ventilasi atau pertukaran udara . Sebab-sebab seseorang melakukan tindakan tidak aman a) Karena tidak serius/disiplin. c) Karena tidak mau. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak. tata ruang kerja/ kebersihan dan menghindarkan tindakan-tindakan yang tidak aman dari pekerja serta mengusahakan lingkungan kerja yang tidak mengandung factor-faktor yang membahayakan (unsafe condition). Apakah kecelakaan dapat dicegah? Akhirnya timbul pertanyaan apakah kecelakaan yang merugikan itu dapat dicegah? Pada prinsipnya setiap kecelakaan dapat diusahakan untuk dicegah karena: a) Setiap kecelakaan pasti ada sebabnya. b) Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin.

c) Jaga rambut panjang dengan topi atau penutup kepala yang rapat seperti disarankan dalam peraturan. misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja. b) Kenakan sepatu yang sesuai dan rawat baik-baik (dalam kondisi baik). sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya. sepatu bersol baja di tengahnya melindungi dari kejatuhan benda-benda berat. 3) Keselamatan Kerja di Perbengkelan Otomotif.Bagaimana mengatasi lingkungan lingkungan yang tidak aman? a) Dihilangkan. misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki. misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi. c) Dikendalikan. Sepatu usahakan bersol kuat atau bersol baja yang di tengahnya dapat melindungi dari luka akibat benda tajam dan paku yang menonjol. Perlindungan utama terhadap benda. Untuk mengetahui adanya unsafe condition harus dilakukan pengawasan yang seksama terhadap lingkungan kerja. a) Kenakan celana tanpa kantong yang tidak tertutup karena kantong celana dapat menyebabkan kemasukan bunga api atau zat-zat yang merugikan. sumber bahaya masih tetap ada. tetapi diisolasi agar tidak lagi menimbulkan bahaya. Apabila rambut anda Modul OPKR 10 – 016 C 34 . sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis. memasang alat-alat kontrol dsb. b) Dieleminir/diisolir.

yang terdiri atas helm pengaman. beberapa orang terluka karena itu. f) Kenakan kaca mata penyelamat ketika menggunakan gerinda atau mesin bubut dan beberapa tugas lainnya agar debu atau material tidak dapat masuk ke mata. Beberapa peralatan perlindungan yang tersedia harus dikenakan secara benar pada semua situasi kerja.panjang dapat dengan mudah tersangkut mesin. e) Gunakan perlengkapan perlindungan pribadi yang sesuai dengan pekerjaan. terutama dalam waktu yang lama. Gunakan selalu kain krep atau bahan penutup untuk berbaring karena berhubungan dengan lantai dingin dapat merusak kesehatan. respirator. sarung tangan dan apron. PENGGUNAAN PAKAIAN PENGAMAN 1) Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan a) Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada. misal mesin bor. g) Hindari berbaring pada lantai beton atau lantai sejenis ketika bekerja di bawah kendaraan. pelindung telinga. penutup muka. Sehingga dapat menyelamatkan diri dari kemungkinan terluka. Pelajari tujuan masing-masing nomor item atau barang pada tempat latihan yang tersedia. Modul OPKR 10 – 016 C 35 . Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. d) Jangan memakai cincin atau jam karena sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. b) Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim.

masuk di kantong atau semua persyaratan yang terselip di lipatan-lipatan pakaian. tertutup rapat. dan berkancingkan. d) Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain.c) Kalau bentuknya tidak menarik. Jam tangan dan cincin menambah masalah panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. paling tidak harus dapat diterima. 2) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pakaian kerja a) Kenakan pakaian yang tahan terhadap api. memenuhi disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling banyak digunakan sebagai pakaian kerja. b) Kenakan katun atau wol dan sebagainya guna menghindari bahan buatan yang mudah terbakar baik baju atas maupun baju bawah. e) Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon. misalnya lengan yang terlalu lepas atau ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. sabuk dapat dengan mudah mengait putaran mesin. cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai menyebabkan pada bahan kemungkinan kecelakaan kimia dan besar jika menimbulkan para pekerja bahaya tetap karena mereka itu dapat dimakan mesin. c) Baju yang longgar dan tidak berkancing atau t-shirt atau p berdasi. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai. f) Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di g) Overall katun celana. Modul OPKR 10 – 016 C 36 . h) Dasi. dan akan memakainya.

sebab oli dan kotoran pada pakaian Anda akan mengotori kendaraan SEPATU KERJA Pililah alas kaki yang kuat untuk bekerja. dapat merasa pekerjaan. Sebagai tindakan keamanan terhadap luka atau terbakar. 2. kulit harus selalu tertutup. Jagalah pakaian Anda agar selalu bersih waktu bekerja. Kami anjurkan memakai seragam Mekanik Toyota (Overall) hal–hal yang khusus didisain dengan memperhatikan diatasi. Adalah berbahaya memakai sandal atau alas kaki yang mudah tergelincir dan karenanya jangan dipakai. dengan gesper senang Hindari ikat dan kancing yang menonjol yang menyebabkan kerusakan pada kendaraaan pada waktu bekerja. kecuali terpaksa benar. Sandal dan sejenisnya lebih memungkinkan pemakaianya terluka karena kejatuhan Modul OPKR 10 – 016 C 37 .d) Kancing harus ditutupi bahan penutup untuk mencegah kerusakan permukaan ketika bekerja di atas tonggak atau penyangga dan sebagainya. 3. Pilihlah pakaian kerja yang kuat dan betul–betul cocok sehingga dalam pakaian pinggang. PAKAIAN KERJA 1.

Modul OPKR 10 – 016 C 38 .benda. Dianjurkan memakai sepatu boot atau sepatu yang mempunyai sol yang tidak licin serta berkulit keras.

Modul OPKR 10 – 016 C 39 . 3) Alat-alat pelindung anggota badan Badan kita terdiri dari beberapa bagian. Karena itu dalam hal seperti ini sarung tangan jangan dipakai. Terutama pada waktu mengebor dan menggerinda serta pekerjaan di kamar mesin dengan mesin hidup. semuanya itu harus terlindung diwaktu melaksanakan pekerjaan.SARUNG TANGAN Pada waktu mengangkat benda – benda berat atau memindahkan pipa buang yang panas dan sejenisnya dianjurkan memakai sarung tangan. Alat-alat pelindung bagian adalah sbb: a) Alat pelindung mata. Mata harus terlindung dari panas. walaupun tidak ada suatu peraturan khusus yang mengatur cara pemakaiannya untuk pekerjaan pemeliharaan biasa. sinar yang menyilaukan dan juga dari debu. memungkinkan timbulnya bahaya tersangkutnya sarung tangan pada bagian yang berputar.

hal ini untuk menjaga rambut terlilit oleh putaran bor atau rambut terkena percikan api. Modul OPKR 10 – 016 C 40 . Gb. Kacamata Las b) Alat pelindung kepala. Alat Pelindung Kepala c) Alat pelindung telinga Untuk melindungi telinga dari gemuruhnya mesin yang sangat bising juga penahan bising dari letupan-letupan.Gb. misalnya bor atau waktu sedang mengelas. Kacamata Debu Listrik Gb. Topi atau helm adalah alat pelindung kepala bila bekerja pada bagian yang berputar.

Hal ini untuk mencegah tangan dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan.Gb. digunakan pada waktu pekerjaan pelapisan logam. Adalah alat pelindung hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas beracun. Modul OPKR 10 – 016 C 41 . vercrhoom dsb. Alat Pelindung Telinga d) Alat pelindung hidung. digunakan untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset.  Sarung tangan karet. seperti vernikel. Sarung tangan asbes. antara lain:    Sarung tangan kain. digunakan terutama untuk melindungin tangan terhadap bahaya panas. Gb. Sarung tangan kulit. Alat Pelindung Hidung e) Alat pelindung tangan Alat ini terbuat dari berbagai macam bahan disesuaikan dengan kebutuhannya. digunakan untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam pada saat mengangkat suatu barang.

terutama pada waktu menempa dan mengelas. untuk menghindarkan tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia.Gb. Terdapat dua jenis sepatu yaitu pengaman yang bentuknya seperti halnya sepatu biasa hanya dibagian ujungnya dilapisi dengan baja dan sepatu karet digunakan untuk menginjak permukaan yang licin. Lengan baju jangan Modul OPKR 10 – 016 C 42 . sehingga pekerja tidak terpeleset dan jatuh. Alat ini terbuat dari kulit sehingga memungkinkan pakaian biasa atau badan terhindar dari percikan api. Alat Pelindung Kaki (Sepatu) Dengan Plat Besi Pelindung h) Alat pelindung badan. Macam-macam Sarung Tangan f) Alat pelindung kaki. g) Plat Besi Pelindung Gb.

sebab lengan baju yang panjang akan melindungi tangan dari sinar api. Dibawah ini diperlihatkan teknis pemindahan benda yang berat. Alat Pelindung Badan TEKNIK PENGANGKATAN/PEMINDAHAN SECARA MANUAL 1) Cara mengangkat benda Pengikatan beban yang berat akan aman bila diketahui letak garis kerja gaya berat beban yang dimaksud. Ikatlah beban seimbang pada garis kerja gaya beratnya. Modul OPKR 10 – 016 C 43 . Tali pengikat dengan sambungan yang telah diuji kekuatannya akan menghasilkan keselamatan kerja.digulung. Gb.

usahakanlah agar tubuh tetap tegak b. Waktu mengangkat benda. Gunakan alat pemikul seperti penyandang.2) Cara mengangkat dan memikiul benda a. c. 3) Mencegah terjadinya kecelakaan Modul OPKR 10 – 016 C 44 . d. Membagi–bagi berat beban sama rata. Biarkan susunan tulang dari tubuh menyokong dan menopang beban. ambil kulit atau pikulan.

Modul OPKR 10 – 016 C 45 . a. Penghindaran rintangan adalah tindakan untuk keselamatan tempat. 4) Penuntun cara mengangkat dengan tangan Cara yang benar mengangkat dengan tangan. Ruang kerja harus bebas dari segala rintangan. sebelum mengangkat dan melakukan sesuatu dengan tenaga orang pada permulaan pekerjaan harus berhati–hati. Tulang punggung manusia bukanlah mesin angkat yang efisien dan dapat mudah rusak bila dipergunakan cara–cara yang tidak benar. Sebelum mengangkat punggung harus tegak dan dalam kedudukan sedikit mungkin dengan barang yang diangkat. Suatu angkatan hendaknya dimulai dengan kedudukan sipangangkat dalam sikap yang seimbang dengan meletakkan kedua belah kaki agak meregang dan barang yang diangkatnya harus di dekatkan dengan badan.Risiko terjadi luka dan kerugian pada kelengkapan untuk mengubah pengangkatan yang sederhana. Yakinlah bahwa barang itu ada pegangan pengamannya.

6) Penyangga Penyangga untuk menunjang kendaraan yang sedang diangkat guna pengamanan sewaktu melakukan perbaikan. Untuk mengangkat beban. mula – mula luruskan kaki. Pada waktu menggunakan alat pengangkat. Cara ini untuk menyakinkan bahwa daya angkat kita sedang disalurkan benar – benar melalui urat – urat dan tulang. luruskanlah badan bagian atas sampai dengan keadaan tegak 5) Pengangkatan dengan dongkrak dan penopang Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis.b. jenis udara tekan. Ada beberapa jenis dongkrak seperti jenis hidrolis. utamakan keamanan kerja karena kesalahan kecil dapat menyebabkan kecelakaan besar. Untuk melengkapi angkatan. dongkrak atau penyangga. c. tergantung pada kapasitas pengangkatannya. Modul OPKR 10 – 016 C 46 .

Modul OPKR 10 – 016 C 47 . pilihlah tempat-tempat yang kuat.7) Lokasi dongkrak dan penyangga Untuk mencegah agar tempat penempatan dongkrak dan penyangga tidak rusak. 2) Dalam perusahaan harus menjamin keselamatan pekerjanya yang telah diatur menurut undang-undang kerja ayat 1. Rangkuman 1) Keselamatan kerja adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkuan kerja yang aman bebas dari kecelakaan. serta c.

Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat diatasi. Test formatif 1. bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. Mengapa pada saat bekerja tidak boleh memakai cincin? Modul OPKR 10 – 016 C 48 . sebutkan? 3. Hasil latihan anda sebaiknya dibandingkan dengan hasil latihan peserta diklat lain. Diskusikan dalam kelompok untuk hal yang berbeda. Untuk siapakah keselamatan kerja ditujukan. Jelaskan pengertian K3? 2. cobalah anda mengerjakan latihan dibawah ini dengan demikian anda akan dapat menjelaskan materi ini. e. daerah pengangkatan dan alat pengangkatannya. 5) Teknik Pengangkatan/pemindahan secara manual hendaknya memperhatikan berat benda.3) Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri. manusia menganggap bahwa kecelakaan terjadi karena musibah. Sebutkan tujuan K3? 3. bawalah hal tersebut kedalam pertemuan tutorial. Tugas Setelah anda mempelajari modul Keselamatan. Sebutkan sebab-sebab kecelakaan? Untuk memeriksa hasil latihan anda. d. Sebutkan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan tindakan tidak amam dari manusia itu sendiri (unsafe act)! 2. Sebutkan 5 alat-alat keselamatan kerja? 4.Kesehatan Kerja. 1. namun sebenarnya setiap kecelakaan disebabkan oleh tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) dan Keadaan tidak aman dari lingkungan (unsafe condition) 4) Penggunaan Pakaian kerja harus mengacu pada keselamatan kerja dan disesuai dengan bidang pekerjaannya.

d) Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya.5. c) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. 4. g) Benda (alat. b) Alat pelindung tangan. udara. c) Alat pelindung telinga. 3. tanah. mesin. b) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. h) Lingkungan (air. Lembar Kerja CARA MENDONGKRAK KENDARAAN 1) Alat dan Bahan a) 1 unit mobil lengkap Modul OPKR 10 – 016 C 49 . cahaya. Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. d) Alat pelindung badan. bangunan dll). 2. e) Alat pelindung kaki. Penyebab kecelakaan: a) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. Jelskan fungsi dongkrak di bengkel otomotif? f. Kunci jawaban formatif 1. Karena memakai cincin sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. e) Keselamatan ditujukan pada f) Manusia (pekerja dan masyarakat). hewan dan tumbuhtumbuhan. g. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. Alat Keselamatan kerja terdiri dari: a) Alat pelindung Kepala.

bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semulan serta bersihkan tempat kerja! Modul OPKR 10 – 016 C 50 . Perhatikan peraturan tentang beban maksimum yang diijinkan untuk diangkat dan gunakan cara yang aman b) Berhati-hatilah bila mendongkrak mobil pastikan bahwah penempatannya sudah tepat 3) Langkah Kerja a) Persiapkan alat dan bahan praktik pada tempat yang datar dan terang b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan guru/instruktur c) Pelajari cara-cara pengangkatan dengan menggunakan katrol atau dongkrak d) Pasanglah penyangga pada tempat kuat dan aman ikuti petunjuk yang ada di dalam buku pedoman reparasi e) Buatlah catatan – catatan penting kegiatan praktik secara ringkas f) Setelah selesai. Pengangkatan beban yang terlalu berat oleh seseorang dapat menyebabkan kecelakaan meskipun diangkat dengan cara yang benar.b) 1 unit engine stand c) Dongkrak buaya 2 ton d) Mesin katrol e) Rantai/tali f) Jack Stand g) Kayu untuk pengganjal h) Lap/majun 2) Keselamatan Kerja a) Pengangkatan dapat mengakibatkan kecelakaan jika dilakukan dengan tidak benar.

sebelum disapu atau dipel. bahan dan perlengkapan kebersihan 2) Siswa memahami pelaksanaan metade kebersihan 3) Siswa memahami cara-cara penyimpanan barang 4) Siswa memahami cara Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja. Tujuan 1) Siswa memahami cara pemilihan alat-alat.misalnya. Sofa. baik pada ruangan bengkel ataupun pada kendaraan yang sedang diperbaiki. b.Perlengkapan dan Area Kerja a.khususnya bengkel otomotif terdiri dari: 1) Sapu ijuk berfungsi untuk membersihkan lantai berupa kotoran sampah kering atau debu 2) Sapu lidi berfungsi untuk membersihkan halaman bengkel dari sampah-sampak kering. 4) Vacuum Cleaner berfungsi untuk menyedot debu/kotoran yang tidak dapat dibersih dengan sapu atau kain pel. 3) Alat Pel berfungsi untuk membersihkan air atau zat cair dari lantai. 5) Pasir/serbuk kayu berfungsi untuk menyerap tumpahan oli atau minyak pada lantai. dan saluran ventilasi udara. Uraian Materi ALAT-ALAT KEBERSIHAN Alat-alat kebersihan yang diperlukan pada bengkel .4) Tugas a) Buatlah laporan Praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah Rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan 1! Kegiatan Belajar 2: Pemeliharaan Kebersihan . Modul OPKR 10 – 016 C 51 . karpet.

struktur. Sapu. Bahaya bahwa dari hampir terhirupnya semua asbestos short fiber fibres (debu rem) dapat dapat menyebabkan kangker paru-paru. Jangan di sebarkan di atas lantai. Modul OPKR 10 – 016 C 52 . bangku kerja. Peralatan vacum cleaner yang tepat dengan alat untuk menjangkau sudut-sudut yang sempit. hal ini tidak secara luas disadari terhirup paru-paru mengakibatkan kerusakan yang sama. Debu dan partikel kotor lainnya dapat terhirup atau mengenai mata yang tidak terlindungi. sikat untuk membersihkan lantai. Menjaga kebersihan lingkungan kerja Metode Pembersihan Banyak orang menggunakan angin dari kompressor untuk menghilangkan debu dari pakaian. alat-alat pembersih dan sabun detergen atau larutan pembersih harus tersedia untuk digunakan oleh para pekerja. pindahkan matrial yang tidak diperlukan ketempat dimana material tersebut dapat dengan mudah dipindahkan ke tempat sampah. almari dan fiting lampu. Pada saat membersihkan ruangan. filter debu yang terpelihara dengan baik adalah sesuatu hal yang harus dilakukan pada pekerjaan yang menimbulkan debu.Gambar. Hal ini beresiko tinggi dan berbahaya karena dapat menimbulkan ledakan debu.

Menyimpan barang pada ketinggian yang sesuai 3) Alarm. 2) Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai.Tempat penampungan limbah harus dikosongkan secara periodik dan isinya (limbah) dimusnahkan dengan cara yang direkomendasikan/ dianjurkan. Gambar . lampu penerangan. zat kimia yang reaktif harus disimpan di dalam bangunan yang terpisah dan harus mematuhi MSDS recommendations. saklar dan panel kontrol. Pada beberapa instansi masalah ini dapat diatasi dengan menambah rak-rak peralatan dan material. kesemuanya ini harus lancar/berfungsi baik. Modul OPKR 10 – 016 C 53 . IV. Penyimpanan Masalah yang biasanya timbul pada hal penyimpanan adalah tidak cukupnya tempat/ruang untuk meletakkan barang-barang. 5) Jalan keluar/masuk dan jalan/gang kerja harus bebas hambatan 6) Tabung-tabung yang berisi cairan. peralatan pertolongan pertama dan fasilitas cuci. gas yang mudah terbakar atau beracun. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan pada sistem penyimpanan barang: 1) Penyimpanan material harus direncanakan terlebih dahulu. 4) Pemadam kebakaran harus mudah dicapai/didapatkan.

7) Wadah-wadah sesuai. Putuskan dari segala sumber listrik. barang. peralatan-peralatan atau mesinmesin. 9) Lembaran baja. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. Modul OPKR 10 – 016 C 54 . V. berbahaya jika diangkat dengan tangan. harus ditangani secara mekanik. 3) Bersihkan. rak. cuci. 4) Bersihkan seluruh sisa kotoran yang timbul dari kegiatan pembersihan di atas. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. palet digunakan dimana itu dimungkinkan. Sebuah kotak alat pekerja 2) Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. 10)Material yang mudah terbakar (seperti kain yang berminyak) tidak boleh ditumpuk dalam tumpukan yang tinggi. Gambar . ruji-ruji dan material bulat lainnya harus ditumpuk dalam lapisan-lapisan yang terpisah oleh strip pada ujung-ujungnya atau di dalam rak. 5) Gunakan peralatan yang cocok. khususnya plat tipis. Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja Di bawah ini diberikan tiga contoh latihan penataan tempat kerja yang baik: 1) Bagi pekerja yang mengambil kotak peralatan untuk memelihara atau memperbaiki kendaraan. dengan peralatan penanganan mekanik yang 8) Pipa-pipa.

Buang benda-benda yang sudah tidak penting/terpakai Bagi pekerja yang akan bekerja pada bangku kerja Modul OPKR 10 – 016 C 55 . 11)Amankan sudut-sudut tajam . tanyakan pada diri anda sendiri bagaimana jika benda-benda tersebut berisi cairan? 7) Cairan yang dialirkan dari bak penampung harus dibuang dengan cara yang benar bukan dibuang pada saluran air.6) Sebelum membuka tabung. 16)Buang barang yang sudah tidak akan digunakan lagi. 15)Hilangkan penetesan dan kebocoran-kebocoran. 14)Setelah merakit ulang lepaskan semua karat dan perbaiki cat kendaraan yang rusak. Gunakan sistem pelabelan jika anda belum terbiasa dengan asembling/perakitan. 12)Gunakan penutup debu jika diperlukan. container atau pipa. 13)Gantikan bagian/parts yang rusak. dan bagian tajam lainnya. Gambar . 8) Tempatkan bagian kendaraan yang sudah dilepas ke dalam container. 9) Simpan bagian-bagian yang tak terbungkus dalam suatu form atau urutan. 10)Jangan simpan bagian kendaraan di tempat yang terganggu oleh pergerakan atau jalan masuk. tonjolan tajam.

laci meja dan almari untuk menyimpan peralatan dan pisahkan setiap bagiannya. Setiap tiga bulan. cuci permukaan cat disekitar daerah kerja anda kemudian dilanjutkan dengan laci dan almari anda. dinding. pakaian dan kertas kerja. jangan sampai barang/benda kerja anda tercecer di daerah kerja selain daerah kerja anda. Modul OPKR 10 – 016 C 56 . 4) Bersihkan kembali peralatan sebelum dikembalikan pada tempat penyimpanannya. Hindari menghiasi bangku kerja. 3) Bersihkan kembali bangku kerja setiap akhir pekerjaan dan setiap akhir jam kerja. 2) Simpan barang yang sering dipakai sitempat yang dekat dan simpan barang yang berat dalam ketinggian yang sesuai. zat-zat kimia dan produk-produk bahan bakar.1) Gunakan rak. almari dsb dengan gambar wanita. Sebuah tempat kerja yang diatur dengan baik Pada saat anda bekerja. simpan kembali atau buang barang yang sudah tidak dipakai sementara waktu khususnya zat pembersih. Gambar .

Metode penyimpanan hendaknya material harus direncanakan terlebih dahulu. Rangkuman 1. Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. 2) Bersihkan kembali permukaan tempat kerja pada saat selesai tiaptiap pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. 5) Cuci permukaan mesin yang dicat setiap tiga bulan. 9) Rawat dan perbaiki mesin pada saat diperlukan. 8) Kembalikan seluruh alat ke tempat masing-masing pada setiap akhir pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. 6) Lakukan tindakan anti karat pada akhir pekan dan hari libur dan hilangkan segera jika timbul karat. 2. Alat-alat kebersihan sangat diperlukan pada setiap tempat untuk menjaga kondisi tempat kerja bebas dari debu. 7) Hilangkan serpihan dari mesin segera dan ambil langkah untuk menhentikan penyebabnya. 4) Bersihkan mesin setiap seminggu sekali. mesin bubut dll) 1) Gunakan rak-rak.Bagi pekerja yang sedang mengerjakan mesin-mesin (Mesin pengangkat. Modul OPKR 10 – 016 C 57 . 3) Lumasi mesin sesuai dengan instruksi buku petunjuk dari pabrik pembuatnya. laci. Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada menunggu bencana terjadi c. dan almari untuk menyimpan alat-alat dan setiap alat mempunyai tempat sendiri-sendiri.kotoran dan minyak. Simpan alat yang sering digunakan di tempat yang dekat dan benda/alat yang berat pada ketinggian yang sesuai.

Tugas Setelah mempelajari Modul Pemeliharaan Kebersihan . cuci. Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. Gunakan peralatan yang cocok. Deskripsikan alasan mengapa angin kompressor tidak boleh digunakan sebagai suatu metode pembersihan! 2. mesin bubut. dll)! Modul OPKR 10 – 016 C 58 . Sebutkan 3 contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja di bangku kerja! 5. 5. Putuskan dari segala sumber listrik. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. Sebutkan 5 faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan suatu sistem penyimpanan! 3. Bersihkan seluruh sisa kotoran yang timbul dari kegiatan pembersihan di atas. Sebutkan 4 contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja dengan mesin (alat pengangkat. 6. d.perlengkapan dan area Kerja ini cobalah anda melakukan kegiatan Pembersih dan penataan ruang praktek. Bersihkan. Test Formatif 1.3. 4. setelah selasai mintalah Pendapat atau saran pada instruktur tentang hasil kerja anda! e. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. Sebutkan 5 contoh pelatihan penataan tempatkerja untuk pekerja yang sedang menggunakan kotak alat untuk memperbaiki kendaraan/mesin-mesin yang lain! 4.

 Wadah-wadah barang. saklar dan panel kontrol. Faktor.   Pemadam kebakaran harus mudah dicapai/didapatkan. Modul OPKR 10 – 016 C 59 . khususnya plat tipis. Jalan keluar/masuk dan jalan/gang kerja harus bebas hambatan  Tabung-tabung yang berisi cairan. harus ditangani secara mekanik. zat kimia yang reaktif harus disimpan di dalam bangunan yang terpisah dan harus mematuhi MSDS recommendations.  Alarm. peralatan pertolongan pertama dan fasilitas cuci. dengan peralatan penanganan mekanik yang sesuai. Deskripsi alasan mengapa angin kompressor tidak bolehdigunakan sebagai suatu metode pembersihan Hal tersebut dapat menimbulkan ledakan/hamburan debu. ruji-ruji dan material bulat lainnya harus ditumpuk dalam lapisan-lapisan yang terpisah oleh strip pada ujungujungnya atau di dalam rak. gas yang mudah terbakar atau beracun. Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. Kunci Jawaban formatif 1.faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan suatu sistem penyimpanan adalah:   Penyimpanan material harus direncanakan terlebih dahulu. palet digunakan dimana itu dimungkinkan. 2. lampu penerangan. berbahaya jika diangkat dengan tangan.  Material yang mudah terbakar (seperti kain yang berminyak) tidak boleh ditumpuk dalam tumpukan yang tinggi. kesemuanya ini harus lancar/berfungsi baik.  Pipa-pipa.  Lembaran baja. sehingga dapat terhirup atau mengenai mata. rak.f.

 Gantikan bagian/parts yang rusak.  Gunakan penutup debu jika diperlukan.  Gunakan peralatan yang cocok. tanyakan pada diri anda sendiri bagaimana jika benda-benda tersebut berisi cairan?  Cairan yang dialirkan dari bak penampung harus dibuang dengan cara yang benar bukan dibuang pada saluran air. tonjolan tajam.  Jangan simpan bagian kendaraan di tempat yang terganggu oleh pergerakan atau jalan masuk. dan bagian tajam lainnya. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. Modul OPKR 10 – 016 C 60 .  Sebelum membuka tabung.  Simpan bagian-bagian yang tak terbungkus dalam suatu form atau urutan.  Bersihkan seluruh sisa kotoran yangtimbul dari kegiatan pembersihan di atas.  Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan.  Amankan sudut-sudut tajam . cuci.  Tempatkan bagian kendaraan yang sudah dilepas ke dalam container.3) Contoh-contoh pelatihan penataan tempatkerja untuk pekerja yang sedang menggunakan kotak alat untuk memperbaiki kendaraan/mesin-mesin yang lain. container atau pipa. hilangkan karat dan bersihkan/perbaiki cat yang rusak  Setelah merakit ulang lepaskan semua karat dan perbaiki cat kendaraan yang rusak.  Bersihkan.  Setelah merakit ulang. Gunakan sistem pelabelan jika anda belum terbiasa dengan asembling/perakitan. Putuskan dari segala sumber listrik. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran.

Contoh. dinding. Simpan barang yang sering dipakai sitempat yang dekat dan simpan barang yang berat dalam ketinggian yang sesuai. almari dsb dengan gambar wanita.  Bersihkan kembali peralatan sebelum dikembalikan pada tempat penyimpanannya.  Bersihkan kembali permukaan tempat kerja pada saat selesai tiap-tiap pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. Simpan alat yang sering digunakan di tempat yang dekat dan benda/alat yang berat pada ketinggian yang sesuai.  Bersihkan kembali bangku kerja setiap akhir pekerjaan dan setiap akhir jam kerja.contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja dengan mesin (alat pengangkat. 4. simpan kembali atau buang barang yang sudah tidak dipakai sementara waktu khususnya zat pembersih. Modul OPKR 10 – 016 C 61 .  Setiap tiga bulan. mesin bubut.  Gunakan rak-rak.  Hindari menghiasi bangku kerja .  Pada saat anda bekerja. dan almari untuk menyimpan alat-alat dan setiap alat mempunyai tempat sendiri-sendiri. laci meja dan almari untuk menyimpan peralatan dan pisahkan setiap bagiannya. Tampung di bak sampah barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi. 5. Contoh-contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja di bangku kerja:  Gunakan rak. jangan sampai barang/benda kerja anda tercecer di daerah kerja selain daerah kerja anda. pakaian dan kertas kerja. cuci permukaan cat disekitar daerah kerja anda kemudian dilanjutkan dengan laci dan almari anda. laci. dll). zat-zat kimia dan produk-produk bahan bakar.

 Kembalikan seluruh alat ke tempat masing-masing pada setiap akhir pekerjaan atau setiap akhir jam kerja.  Cuci permukaan mesin yang dicat setiap tiga bulan. panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api.  Bersihkan mesin setiap seminggu sekali.  Lakukan tindakan anti karat pada akhir pekan dan hari libur dan hilangkan segera jika timbul karat. Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada menunggu bencana terjadi. Lumasi mesin sesuai dengan instruksi buku petunjuk dari pabrik pembuatnya. Uraian Materi Sifat api Bahan bakar.  Rawat dan perbaiki mesin pada saat diperlukan. VI. Tujuan 1) Siswa dapat memahami sifat-sifat api 2) Siswa dapat melakukan pencegahan terjadinya api 3) Siswa dapat memahami klasifikasi api 4) Siswa dapat memahami jenis-jenis alat pemadam kebakaran 5) Siswa dapat memahami prosedur dan metode penggunaan alat pemadam kebakaran b.  Hilangkan serpihan dari mesin segera dan ambil langkah untuk menhentikan penyebabnya. Kegiatan Belajar 3: Perlengkapan Pemadam Kebakaran a. Modul OPKR 10 – 016 C 62 .

Oksigen umumnya berasal dari udara dan juga sebagian dari reaksi kimia. Modul OPKR 10 – 016 C 63 . baik padat. gesekan. 2) Menyimpan bahan bakar dan bahan yang dapat terbakar dengan hati-hati. pipa panas dan perlengkapan. Bahan bakar adalah bahan yang dapat terbakar. tidak akan terjadi api. Mencegah api Tanpa bahan bakar. percikan bunga api. puntung rokok. Panas dapat berasal dari nyala api. Bahan yang mudah terbakar adalah setiap benda yang mudah menyala dan terbakar dengan cepat. cair maupun gas.Gambar 1. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara: 1) Menghilangkan bahan bakar yang tidak diinginkan seperti sampah dan limbah. sumber listrik.

Tanpa panas.Gambar 2. 2) Menghilangkan sumber panas yang tidak diinginkan. Memadamkan api yang tidak diinginkan dengan cara mendinginkan bahan bakar yang sedang terbakar untuk menghilangkan panas. Modul OPKR 10 – 016 C 64 . tidak akan terjadi api. Gambar 3. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara: 1) Berhati-hati bila bekerja dengan panas.

Tanpa oksigen tidak akan terjadi api. Api tidak dapat muncul tanpa panas. Jagalah selalu semua kemungkinan munculnya sumber panas. 2) Rawat alat. Gambar 4. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara menjauhkan bahan bakar yang terbakar agar tidak berhubungan dengan oksigen. 1) Berhati-hati dengan listrik. kabel-kabel. Modul OPKR 10 – 016 C 65 . kabel extensi dan stop kontaknya tetap dalam keadaan baik. Memadamkan api yang tidak diinginkan dengan menutupnya sehingga tidak berhubungan dengan oksigen.

3) Gunakan stop kontak yang telah diakui. insulator yang rusak dapat menimbulkan busur api. Gambar 6 6) Jangan menggunakan api (sebagai penerangan) tanpa perlindungan yang cukup agar api tersebut tidak menyambar bahan-bahan yang dapat terbakar. Modul OPKR 10 – 016 C 66 . 5) Jangan menginjak atau menggilas dengan troli kabel listrik fleksibel.Gambar 5. jangan berimprovisasi. 4) Jangan membebani kabel berlebihan. Berhati-hatilah saat memanaskan atau mengelas.

Tempatkan pemanas sedemikian rupa sehingga tidak terbalik. Patuhi tanda “dilarang merokok”. Periksa percikan api dari busur pemotong dan pengelasan tidak jatuh pada bahan yang dapat terbakar. Buang puntung rokok pada tempat yang aman. b. panas dapat muncul karena reaksi kimia.a. 1) Kosongkan tempat sampah setiap hari. kain terpal dan bahan yang dapat terbakar lainnya. f. Jauhkan pemanas dari sekat kayu. Gunakan hanya pemanas yang disarankan. pembakaran yang tiba—tiba dapat menyebabkan kebakaran di tumpukan lap tersebut. h. Jangan merokok di area yang dapat menimbulkan kebakaran. Singkirkan bahan yang dapat terbakar dari peralatan pemanas. Sebagai contoh. Singkirkan bahan-bahan yang mudah terbakar saat menggunakan lampu semprot (blow lamp). g. bahan bakar yang panas. knalpot engine. Gambar 7 Pada sebagian benda seperti kain lap yang berminyak. dan perlengkapan panas lainnya. obor gas dan peralatan potong oksigen. c. i. e. d. Modul OPKR 10 – 016 C 67 .

2) Jangan menyimpan timbunan kain yang berminyak di dalam locker. Api tidak dapat menyala tanpa panas. Hilangkan semua bahanterbakar yang tidak diperlukan sesegera

bahan yang dapat mungkin.

1) Bersihkan tempat kerja anda secara teratur.

Gambar 8

2) Buang kotoran dan limbah pada wadah yang benar. 3) Buang kain lap yang berminyak dan berlemak ke dalam tempat sampah yang dilengkapi dengan tutup dan seal perapat.

Gambar 9.

Hati-hati dengan gas yang mudah terbakar (seperti asetilin, LPG, dll.) dan cairan yang mudah terbakar (seperti, bensin, minyak tanah, cairan pembersih, solvent, tiner, dll.) Gas dan cairan yang
Modul OPKR 10 – 016 C

68

mudah terbakar sebaiknya disimpan pada area yang terisolasi dan jauh dari sumber panas.

Gambar 10.

1) Rawat semua pipa gas, katup-katup dan perlengkapan tetap dalam kondisi baik. 2) Gunakan hanya alat tangan yang tidak dapat menimbulkan percikan bunga api untuk membuka wadah cairan yang dapat terbakar. 3) Bila cairan yang dapat terbakar diperlukan, gunakan sesedikit mungkin. Simpan cairan yang dapat terbakar pada wadah logam yang tertutup. 4) Jangan merokok saat menggunakan cairan yang dapat terbakar. 5) Bersihkan setiap tumpahan cairan yang dapat terbakar pada pakaian anda, hindarkan dari sumber panas dan segera informasikan kepada supervisor anda. 6) Jangan gunakan bensin, minyak tanah atau spiritus untuk menyalakan api. Hindarkan debu yang berbahaya. Mungkin beberapa jenis debu sangat mudah terbakar dan dapat meledak saat bercampur dengan udara.

Modul OPKR 10 – 016 C

69

1) Bersihkan area yang berdebu sebelum mengelas atau bekerja dengan peralatan listrik. 2) Hati-hati saat bekerja di dekat perangkat penyedot debu. 3) Jaga tutup kotak debu tetap tertutup dengan rapat. 4) Jaga stop kontak lampu bebas dari debu.

Gambar 11.

Klasifikasi api Api kelas A. Api kelas A adalah yang paling umum, yang bersumber dari kayu, pakaian, kertas dan bahan-bahan paking.

Gambar 12.

Modul OPKR 10 – 016 C

70

Air dari ember. 1) Pemadam kebakaran jenis air juga sangat baik untuk mematikan api kelas A. Air biasanya tepat untuk mendinginkan bahan sampai pada titik dimana dia tidak dapat menyala lagi dan merembes jauh ke dalam sumber api. Gambar 13. Gambar 14.Mendinginkan bahan yang sedang terbakar adalah cara yang paling efektif untuk mematikan api kelas A. Modul OPKR 10 – 016 C 71 . atau dari selang adalah cara yang terbaik untuk mematikan api kelas A.

2) Pemadam kebakaran jenis busa juga dapat digunakan. Peringatan: Jangan sekali-kali menggunakan air untuk memadamkan api kelas B. thinner dan solvent. oli. Pemadam kebakaran jenis lain akan mematikan api kelas A yang kecil tetapi tidak seefektif air. air dapat menyebarkan cairan yang sedang terbakar. Catatan: Pemadam kebakaran jenis yang dibalik secara bertahap digantikan oleh jenis air-udara di sejumlah negara bagian. Api kelas B Api kelas B adalah berasal dari cairan yang mudah terbakar seperti bensin. Modul OPKR 10 – 016 C 72 . grease. Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api kelas B. minyak tanah. Pemadam api dari bahan kimia berupa tepung kering dan gas karbon dioksida (CO2) sangat baik untuk memadamkan api kelas B. cat. lilin. Gambar 15. lemak.

kawat. VII. dan peralatan elektronik.Gambar 16. Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api kelas C. motor. Api kelas C berasal dari peralatan listrik seperti dudukan lampu. kabel. saklar. Gambar 17. generator. Pemadam api busa sangat baik untuk memadamkan cairan yang terbakar di dalam wadah dimana cairan kelihatannya cukup panas untuk terbakar sendiri bila berhubungan dengan oksigen. Modul OPKR 10 – 016 C 73 . Api kelas C VIII.

Peringatan Bahan pemadam kebakaran harus bukan penghantar listrik untuk menghindari kejutan atau kerusakan peralatan. Jangan sekali-kali menggunakan pemadam kebakaran dengan bahan air atau busa untuk mematikan api kelas C. Modul OPKR 10 – 016 C 74 . Bila anda dapat melakukannya dengan sangat hati-hati. matikan semua peralatan listrik yang sedang terbakar. Gambar 19.Gambar 18. IX.

juga dijelaskan untuk Gambar 20. Label ini memberikan rincian bagaimana menggunakan pemadam api. Selalu baca plat instruksi sebelum anda menggunakan pemadam api. Ada 4 jenis alat pemadam kebakaran dengan beberapa perbedaan pada masing-masing jenisnya. Pada bagian sisi alat pemadam biasanya dilengkapi dengan api jenis apa digunakan.Alat-alat Pemadam Kebakaran: Alat pemadam api portable Pemadam api portable biasanya ditempatkan pada tempat yang aman. 4) Pemadam kebakaran yang berisi air Modul OPKR 10 – 016 C 75 . label instruksi.

Pemadam ini dicat merah.Ketiga pemadam kebakaran jenis berisi air hanya cocok untuk memadamkan api kelas A. Jenis pemadam bertekanan gas berkerja sampai kosong. Jenis pemadam bertekanan udara diaktifkan dengan alat picu dan dapat dihentikan setiap saat dengan cara melepas pemicu. Digunakan sesuai petunjuknya. 5) Pemadam Kebakaran Karbon Dioksida (CO2) Modul OPKR 10 – 016 C 76 . Gambar 21. Gambar 22. Rentang semprotannya berkisar 10m.

Alat ini diisi deengan karbon dioksida. Yang dikosongkan adalah karbon diosida cair yang dengan cepat dapat berubah menjadi gas.2m dan yang berukuran besar mempunyai kemampuan sam pai 3m. Jenis ini dicat warna merah dengan garis/pita hitam. Pemadam ini harus mempunyai nozel penyembur agar dapat digunakan secara efektif dan aman. Ukuran kecil mempunyai kemampuan semprot sampai 1. Contohnya adalah: Modul OPKR 10 – 016 C 77 . Menkanisme pengoperasiannya harus terbuka penuh untuk mencegah agar nozel tidak membeku. Gambar 23. tuas. Alat ini bias juga dilengkapi dengan plunyer. Jenis ini paling sesuai untuk memadamkan api kelas B dan kelas C. Pemadam kebakaran CO2 sangat berguna dimana pencemaran oleh endapan tidak diharapkan ditempat kerja dan penembusan area sangat penting. cairan ini mempunyai tekanan yang sangat tinggi. Operasikan sesuai petunjuk. Semprotan utama sangat dingin. pemicu atau katup.

Prosedur penggunaan. lepas melalui kedua permukaan vertical dan horizontal. Peringatan: Berada dalam waktu tertentu dalam ruang tertutup yang berisi Karbon dioksida dapat menyebabkan sesak bahkan mati lemas. Buka semua jendela dan pintu untuk membersihkan ruangan dari gas karbondioksida. a) Gunakan sedekat mungkin dengan sumber api. b) Pertama arahkan semprotan ke bagian belakang sumber api. c) Gerak-gerakkan nozel dari kiri ke kanan. Segera bersihkan tempat setelah digunakan. d) Secara perlahan bergerak ke bagian depan samapi api mati. Berhubungan dengan api kecil pada cairan yang dapat terbakar.a) b) Berhubungan dengan kebakaran peralatan elektronik dan laboratorium. Gambar 24. Modul OPKR 10 – 016 C 78 .

Gambar 25.6) Pemadam Kebakaran Busa Variasi mekanisme dan bahan kimia yang digunakan pada pemadam kebakaran busa cocok digunakan untuk memadamkan api kelas B dan terbatas pada api kelas A. Selimut busanya akan tetap berada pada tempatnya cukup lama untuk mendinginkan bahan yang terbakar sehingga temperaturnya tidak cukup untuk dapat terbakar sendiri. Jarak semprotnya berkisar 6m. Pemadam kebakaran jenis busa adalah yang paling efektif untuk memadamkan api dari bahan bakar cair yang berada dalam wadah diaman bahan ini cukup panas untuk dapat terbakar sendiri bila bersinggungan dengan oksigen. Jenis ini biasa jadi tidak efektif cairan yang terbakar seperti alcohol. Busa kurang efektif pada tumpahan yang menyebar. Tabung alat ini dicat dengan warna BIRU. Modul OPKR 10 – 016 C 79 . Operasikan sesuai petunjuk. Busa digunakan untuk membentuk selimut untuk menutupi dan memadam api.

dan yang berukuran besar samapai 6 meter.Untuk memadamkan cairan yang sedang terbakar. Jenis ini sesuai untuk memadamkan api kelas B dan C. Hal ini akan menyebabkan busa mengalir ke bawah an menyebar di atas permukaan cairan. Operasikan berdasarkan petunjuk pemakaian. Alat ini mempunyai nozel beebentuk kipas. 7) Pemadam Kebakaran Tepung Kering Pemadam ini diisi dengan bahan kimia berbentuk tepung kering yang diinjeksikan dengan tekanan gas. Rentang semprotan yang berukuran kecil samapi 3m. Tabung pemadam ini dicat warna MERAH dengan lingkaran PUTIH. Gambar 26. atau dengan tekanan udara. arahkan semprotan pemadam ke bagian sisi wadah di atas cairan. Modul OPKR 10 – 016 C 80 .

khususnya pada tumpahan yang mengalir bebas. Pemadam kebakaran bentuk kecil sebaiknya tidak digunakan untuk memadamkan api yang besar dan dalam Modul OPKR 10 – 016 C 81 . Tepung kering adalah pemadam api yang paling efektif untuk memadamkan cairan yang terbakar pada area yang luas. Pemadam jenis ini yang berukuran kecil denngan gagang berbentuk pistol dapat dibawa masuk dengan cepat. Kabut bahan kimia kering ini cenderung melindungi orang yang memadamkan api dari panas. Hal ini dan dapat digunakan membuat alat ini efektif memadamkan semua jenis api yang muncul tiba-tiba dan juga untuk api kecil yang sulit dijangkau. Semprotkan tepung ke bagian dasar api dan tutupi apinya dengan menggerakan nozel ke kanan dan ke kiri.Gambar 27 Pemadam kebakaran jenis tepung kering mempunyai reaksi pemadaman yang sangat cepat.

dan yang lainnya. Menyelamatkan diri dari Api Anda harus tanggap kalau sedang terjadi kebakaran dan harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada . Pelajari lokasi terjadinya kebakaran. alarm kebakaran. Gambar 29. Adalah sangat penting bila pekerja perawatan. yang berganti lokasi kerja secara teratur mengetahui bagaimana 82 Modul OPKR 10 – 016 C . telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda.Gambar 28.

Pada saat anda meninggalkan tempat tersebut. 2. 4. Selalulah berada diantara api dan jalan keluar.menyelamatkan diri dari kebakaran di setiap tempat kerja mereka. 5. buka setiap pintu dengan hati-hati untuk mencegah asap atau nyala api menyerbu masuk ruangan. 3. Berhati-hatilah terhadap asap dan gas-gas yang ditimbulkan api. Modul OPKR 10 – 016 C 83 . 7. Tinggalkan tempat kebakaran sesegera mungkin bila: 1. 6. Ketika terjadi kebakaran. Jika tidak. keluarlah segera. Jika anda memutuskan untuk memadamkan api. Tutuplah pintu-pintu di belakang anda untuk mencegah aliran udara menghembus api. tetap pada posisi rendah dan merangkak untuk menghindarkan mulut dan hidung sedekat mungkin dengan lantai Gambar 30. Di dalam area yang penuh asap. Api telah menguasai jalan ke luar. pertama periksa apakah ada tempat yang lowong dan aman untuk jalan ke luar. Asap telah mengaburkan atau menggelapkan jalan ke luar. Api yang timbul sudah tidak dapat dikontrol lagi. putuskan apakah anda dapat membantu memadamkan api.

Pelajari tempat semua alarm pemadam kebakaran. 2. Menghindarkan peralatan pemadam kebakaran dari penghalang agar mudah dijangkau. 3. 9. Selalu siap memadamkan api. tutuplah pintu di belakang anda.8. Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti langkah pemadaman api dengan pasti. 5. Gambar 31. Jangan sekali-kali memasuki bangunan yang sedang terbakar. Modul OPKR 10 – 016 C 84 . Ketahui tempat semua peralatan pemadam kebakaran. Anda harus tahu apa yang harus diperbaat bila terjadi kebakaran: 1. Pelajari fungsi semua peralatan pemadam kebakaran. Saat meninggalkan bangunan. 10. Pahamilah semua peralatan pemadam kebakaran yang ada di tempat kerja anda. Walau dalam keadaan bagaimanapun juga jangan pernah mundur atau berhenti. 6. 4.

8. sekali-kali mengembalikan pemadam api yang telah digunakan ke tempat semula. mengurangi bahaya dan meminimalisasi kerusakan. Jaga agar rute penyelamatan diri bebas dari hambatan. tetapi tidak terkunci.Gambar 32. 7. Menjaga pintu penyelamatan diri memberikan akses ke tangaga tertutup. Jaga akses ke tangga dan perancah mudah dijangkau dimana tangga belum dibangun. tindakan yang tepat memberikan peluang dapat memadamkan api dengan cepat. Hindarkan pemadam kebakaran dari panas yang tinggi atau yang dingin sekali. Jangan ulang. Pelajari setiap lokasi penyelamatan diri. Tempatkan pemadam api yang sesuai sehingga mudah dijangkau saat menggunakan peralatan yang dapat meningkatkan bahaya kebakaran. 10. Beri label dan kembalikan untuk diisi Modul OPKR 10 – 016 C 85 . Pastikan setiap pemadam api yang telah dipakai segera diganti dengan yang baru Memadamkan Api/Kebakaran. Bila terjadi kebakaran. 3. 9. 1. 2.

Peringatkan setiap orang agar segera keluar. Arahkan corong ke pangkal api dan lakukan pemadaman seperti gerakan menyapu. Beritahu regu pemadam kebakaran. lepasakan pipa dari klip. Modul OPKR 10 – 016 C 86 . Gambar 33.Cara Mengguakan Alat Pemadam Api 1. Jika anda menemukan kebakaran. Gambar 34. 3. Hidupkan segera alarm. 2. 3. Pijitlah penagtup. Lepaskan kunci pengaman. Peganglah alat pemadam api dalam keadaan tegak tegak. 2. ingat 6 langkah kesalamatan berikut: 1.

4. Padamkan api dengan peralatan yang tersedia. 5. Jangan masuk kembali ke gedung yang sedang terbakar Modul OPKR 10 – 016 C 87 .Gambar 35. Bila dipandang perlu segera keluar. Gambar 36 . Gambar 37 6.

8. 4. Seseorang menunda. dan anda tidak dapat mematikan saluran gas. Modul OPKR 10 – 016 C 88 . cobalah mendinginkan peralatan yang ada di sekitarnya. Begitu api menjadi besar. 7. Selebihnya biar ditangani oleh ahlinya. Bila perlu.Gambar 38 Ke 6 langkah keselamatan tersebut penting karena hal-hal berikut: 1. jangan coba-coba mematikan nyala api. 5. 2. penundaan dalam mengevakuasi bangunan dapat meregut nyawa seseorang. Asap dan gas di dalam bangunan sangat berbahaya. walaupun mengawasi regu pemadam kebakaran dapat mengarahkan mereka langsung ke tmpat kebakaran tanpa harus sumber api dan panasnya jauh. Bila kebakaran terjadi pada saluran gas yang bocor. Beberapa menit pertama setelah api mulai menyala adalah penting segera ditanggulangi. atau memungkinkan. Api yang masih kecil dapat dengan mudah ditanggulangi dengan peralatan yang tepat. 3. 6. Penting bagi regu pemadam kebakaran tiba saat api masih kecil sehigga mudah dikendalikan daripada datang setelah api menjadi besar sehingga sulit ditanggulangi.

d. setelah selasai mintalah Pendapat atau saran pada instruktur tentang hasil kerja anda! e. Bila terjadi kebakaran. Starvation b.c. mengurangi bahaya dan meminimalisasi kerusakan. tindakan yang tepat memberikan peluang dapat memadamkan api dengan cepat. alarm kebakaran. Anda harus tanggap kalau sedang terjadi kebakaran dan harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada . Cooling 4) Bagaimana air dapat memadamkan nyala api? Modul OPKR 10 – 016 C 89 . Pelajari lokasi terjadinya kebakaran. Test Formatif 1) Tuliskan tiga unsur penyebab kebakaran 2) Apa yang terjadi apabila salah satu unsur tersebut dihilangkan? 3) Jelaskan pengertian hal berikut dihubungkan dengan pemadaman nyala api? a. Tempatkan dijangkau 5) pemadam saat api yang sesuai sehingga yang mudah dapat menggunakan peralatan meningkatkan bahaya kebakaran. Tugas Setelah mempelajari Modul PERLENGKAPAN PEMADAM KEBAKARAN ini buatlah Tabel warna alat pemadam kebakaran dan penggunaannya. Smothering c. panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api. Rangkuman 1) 2) 3) 4) Bahan bakar. telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda.

Kertas terbakar didalam tong sampah Modul OPKR 10 – 016 C 90 . Nyala api pada mesin b. Nyala api pada kain lap oli. c.5) Bagaimana bubuk kimia memadamkan nyala api? 6) Bagaimana karbon dioksid memadamkan nyala api? 7) Bagaimana jenis busa dapat memadamkan nyala api? 8) Mengapa air atau busa tidak sesuai untuk memadamkan nyala api karena listrik? 9) Mengapa air tidak sesuai untuk memadamkan nyala api yang disebabkan bahan bakar cair seperti bensin? 10)Bagaimana prinsip starvation dapat diaplikasikan pada kebakaran akibat bahan bakar dengan gas atau listrik? 11)Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Warna alat pemadam Merah Biru Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam Jenis alat pemadam 12) Tuliskan dua cara untuk mengetahui isi alat pemadam kebakaran 13) Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api ? 14) Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian berikut ini? a. Isilah table dibawah ini untuk meyakinkan anda.

3) Pengertian hal-hal yang berhubungan dengan pemadaman nyala api adalah  Starvation: Mengandung arti membuang/mencabut bahan bakar dari nyala api sehingga menjadi padam.d. Ban terbakar e.  Smothering: Mengandung arti membuang oxygen dari nyala api sehingga menjadi padam. Kebakaran pada panel listrik 15) Bagaimana prosedur pengoperasian gulungan selang pemadam kebakaran? 16) Mengapa penting menjamin posisi nozel harus “OFF” dan ditempatkan pada tempat gantungan pada keran utama apabila selang tidak digunakan? 17) Untuk apa selimut api digunakan dan bagaimana menggunakannya? Setelah anda menyelesaikan semua jawaban mintalah pada pelatih untuk memeriksanya. Kunci Jawaban 1) Tiga unsur penyebab kebakaran  Bahan bakar  Panas  Oxigen 2) Yang terjadi apabila salah satu unsure ini dihilangkan adalah Nyala api tidak akan lama akan menjadi padam.  CoolingMengandung arti menurunkan panas dari nyala api. f. Modul OPKR 10 – 016 C 91 . 4) Air dapat memadamkan nyala api karena Air akan mendinginkan bahan yang terbakar sehingga tidak terjadi penyalaan kembali.

Bahan pemadam untuk kebakaran karena listrik harus dari bahan yang tidak dapat dialiri arus listrik untuk mencegah meluasnya kebakaran dan tidak terjadi kejutan dan meledak peralatan dan menjadi rusak. Busa akan menutupi pada permukaan dengan waktu yang cukup lama sehingga akan menjadi dingin dibagian bawah sehingga tidak terjadi penyalaan kembali. seperti pada pemadam nyala api dengan CO2. Kondisi inilah yang menyebabkan nyala api menjadi padam. 7) Busa dapat memadamkan nyala api karena Busa akan menutupi nyala api pada bahan bakar cair. 9) Air tidak sesuai untuk memadamkan nyala api yang disebabkan bahan bakar cair seperti bensin karena Air dapat saja akan menyebarkan nyala api menjadi lebih luas. Bahan bakar cair kemungkinan masih cukup panas apabila mendapat udara akan terbakar kembali. Kebakaran akibat bahan bakar cair menimbulkan panas yang sangat tinggi sehingga air tidak efektip untuk menurunkan temperatur tersebut. 8) Mengapa air atau busa tidak sesuai untuk memadamkan nyala api karena listrik Karena bahan ini adalah penghantar aliran listrik. Bentuk yang keluar dari alat pemadam kebakaran adalah bentuk cairan karbon dioksid yang dengan cepat menjadi gas dan kondisi sangat dingin.5) Bubuk kimia dapatmemadamkan nyala api sebab Bubuk kimia disemprotkan nyala api. 6) Karbon dioksid dapat memadamkan nyala api karena Karbon dioksid akan menjadi cair apabila disimpan dibawah tekanan. dari alat pemadam dengan gas atau udara bertekanan dan dapat dengan cepat menutup untuk memadamkan Modul OPKR 10 – 016 C 92 .

terpotong. Nyala Api akibat bahan bakar cair. sumber bahan bakar harus diisolasi dari nyala api. Modul OPKR 10 – 016 C 93 . a) Memeriksa alat ukur yang ada pada bagian atas silinder. Kain. Nyala Api Kelas C akibat Listrik (juga untuk kelas A dan B) Nyala Api Kelas B dan C Listrik dan cairan yang dapat terbakar. Jika pertanda tersebut masih pada tempatnya hal ini menandakan alat pemadam masih berisi penuh. Warna alat Pemadam Merah Biru Tanda Jenis alat Pemadam Berisi Air Busa Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Nyala Api Kelas A Kayu. 11)Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. Cara lain nyala api dapat dipadamkan dengan alat pemadam yang sesuai. Merah Bubuk Kering dengan Putih Tanda Merah Karbon Dioksid dengan Hitam 12)Dua cara (diantara) untuk mengetahui isi dari alat pemadam kebakaran. dll Nyala Api Kelas B. b) Memeriksa dan melihat pertanda yang diberikan pada alat tersebut masih utuh atau sudah terlepas.10)Prinsip starvation dapat diaplikasikan pada kebakaran akibat bahan bakar dengan gas atau listrik adalah Dengan menutup sumber gas atau listrik. atau dirusak karena alat pemadam sudah dioperasikan. Kertas. Seperti table dibawah ini untuk meyakinkan anda.

16) Pentingnya menjamin posisi nozel harus “OFF” dan ditempatkan pada tempat gantungan pada keran utama apabila selang tidak digunakan adaalah Untuk menjamin apabila selang digunakan digunakan kembali. 13)Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api ? Menggantikannya dengan alat pemadam yang berisi penuh dan alat pemadam yang telah digunakan segera diisi kembali.c) Membandingkan berat alat pemadam yang anda yakin berisi penuh dengan alat pemadam yang akan diperiksa.Memutar nozel dan mengarahkan air langsung pada sumber nyala api.Tarik gulungan selang dan arahkan pada nyala api. yakinkan bahwa jalan keluar tidak ada yang menghalangi.Bubuk Kering dan Busa c) Kertas terbakar didalam tong sampah adalah air d) Ban terbakar adalah busa e) Kebakaran pada panel listrik Karbon Dioksid 15) Prosedur pengoperasian gulungan selang pemadam kebakaran adalah dengan cara Memutar dan menyambungkan katup yang terletak pada pipa penyalur air ke gulungan selang. operator dapat memutar katup utama tanpa menimbulkan selang melibas dan air tersembur kesegala arah hal ini akan menyebabkan pemadaman kebakaran akan terlambat. 14) Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian a) Nyala api pada mesin adalah karbon Dioksid dan bubuk kering b) Nyala api pada kain lap oli.adalah Karbon dioksid. 17) Untuk apa selimut api digunakan dan bagaimana menggunakannya Modul OPKR 10 – 016 C 94 .

Pengertian Medis Dasar Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Uraian Materi Pengertian Pertolongan Pertama Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera. Siswa dapat memberikan Pertolongan Pertama dan CPR dilingkungan kerja 3. 2. maka selimut api dapat dibungkuskan untuk menutup nyala api tersebut setelah itu biarkan selimut api hingga menjadi dingin selanjutnya selimut api barulah diambil. Kegiatan Belajar 4: Pertolongan Pertama Dan Cardio Pulmonary Resusciation ( Cpr ) a. b. maka selimut api dibungkuskan pada tubuh korban dan rebahkan kelantai selanjutnya gulingkan tubuh korban untuk meyakinkan nyala api telah tertutup dan padam. Tujuan 1. Didalam masalah ada seseorang yang pakaiannya terbakar. kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. Siswa dapat menjelaskan teknik memberikan Pertolongan Pertama dan Cardio Pulmonary (CPR). Modul OPKR 10 – 016 C 95 . Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama.Selimut api digunakan untuk memadamkan nyala api yang kecil dan bilamana pada pakaian terdapat nyala api. Siswa dapat mengerti dan memahami Pengertian Pertolongan Pertama dan Cardio Pulmonary.

304 s.165.500.-. 4. 478 . diancam dengan : KUHP 45. Jika orang yang perlu ditolong itu mati.566 . Pelanggaran tentang orang yang perlu ditolong diatur dalam Pasal 531 KUH. Modul OPKR 10 – 016 C 96 . yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar. Pidana yang berbunyi: Barang siapa menyasikan sendiri ada orang didalam keadaan bahaya maut lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu didapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan mengkuatirkan bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama – lamanya tiga bulan atau denda sebanyak – banyaknya Rp. Mencegah cacat c.187. 525. Pasal ini berlaku bila pelaku pertolongan pertama dapat melakukan tanpa membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain. Tujuan Pertolongan Pertama: a. Walau demikian dalam KUHAP ada beberapa pasal yang mencakup aspek dalam melakukan Pertolongan Pertama.Pelaku pertolongan Pertama Pelaku Pertolongan Pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan Dasar Hukum Di Indonesia dasar hukum mengenai Pertolongan Pertama dan Pelakunya belum tersusun dengan baik seperti halnya di Negara maju. Menyelamat jiwa penderita b.

seorang akan membunuh diri dan sebagainya.Penjelasan:  Dalam keadaan bahaya maut = bahaya maut yang ada seketika itu. PERALATAN DASAR PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA : Dalam melakukan tugasnya Pelaku Pertolongan Pertama memerlukan beberapa peralatan dasar. Alat Pelindung Diri ( APD ) Sebagai pelaku Pertolongan Pertama seseorang akan dengan mudah terpapar dengan jasad renik maupun cairan tubuh seseorang yang memungkinkan penolong dapat tertular oleh penyakit. apabila bahwa dengan orang itu memberi sendiri pertolongan dibahayakan atau orang lain dapat kena bahaya dan orang yang perlu ditolong itu mati. misalnya orang berada dalam rumah terbakar. Peralatan dasar ini dapat dibagi menjadi peralatan perlindungan diri atau yang lebih dikenal dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan minimal untuk melakukan tugasnya.HIV/AIDS.  Memberikan pertolongan = menolong sendidri. Pasal ini hanya itu dapat tidak dikenakan dikuatirkan. Beberapa penyakit yang dapat menular diantaranya adalah Hepatitis. TBC.  Mengadakan pertolongan = misalnya memintakan pertolongan polisi atau dokter. Prinsip utama dalam menghadapi darah dan cairan tubuh dari penderita adalah : Darah dan semua cairan tubuh sebagai media penularan penyakit. tenggelam di air. Modul OPKR 10 – 016 C 97 .

gunanya adalah untuk mencegah merembesnya cairan tubuh penderita melalui baju penolong. Sarung tangan lateks. Baju pelindung Penggunaannya kurang popular di Indonesia. maka sebaiknya sarung tangan lateks dipakai terlebih dahulu. Misalnya dalam bangunan runtuh dan sebagainya. Masker penolong Sangat berguna untuk mencegah penularan penyakit melalui udara. Jangan menggunakan sarung tangan kain saja karena cairan dapat merembes. Helm Dipakai bila akan bekerja ditempat yang rawan akan jatuhnya benda dari atas. maupun mencegah cedera akibat benturan atau kelilipan pada mata saat melakukan pertolongan 3. BEBERAPA APD: 1. Masker Resusitasi Diperlukan bila akan melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru. Modul OPKR 10 – 016 C 98 .Disamping itu APD juga berfungsi untuk mencegah penolong mengalami luka dalam melakukan tugasnya. 6. Bila kan melakukan tindakan lainnya yang memerlukan sarung tangan kerja. 4. 2. Kecamata pelindung Berguna untuk melindungi mata dari percikan darah. 5.

Alat APD yaitu Masker. Ada beberapa tindakan lain yang juga perlu dilakukan sebagai tindakan pencegahan.  Desinfeksi (memakai bahan pembunuh kuman misalnya pemutih) tangan samapai ke siku bila selesai Modul OPKR 10 – 016 C 99 . Gbr. Beberapa tindakan umum untuk menjaga diri adalah: Pemakaian APD tidak sepenuhnya melindungi penolong.  Pakialah sabun yang memiliki sifat anti septic (anti kuman)  Cucilah bersih–bersih menangani penderita. Cuci tangan merupakan tindakan yang sederhana namun paling efektif untuk menghentikan rantai penularan penyakit. Selain tubuh penolong alat yang baru dipakai juga harus dibersihkan. Membersihkan alat ini ada beberapa tahap yaitu:  Mencuci dengan air hanya menghilangkan bekas atau noda saja. Mempersiapkan alat.Catatan: Alat perlindungan diri minimal bagi seorang pelaku Pertolongan Pertama adalah sarung tangan dan masker RJP. Kacamata dan Sarung tangan lateks.  Cucilah tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.

Tandu. Pinset h. Oksigen n. Sterillisasi (proses khusus untuk menjadi bebas kuman) Peralatan Pertolongan Pertama: a. Pembalut Contoh:  Pembalut gulung/pita  Pembalut segitiga/mitella  Pembalut tubuler/tabung  Pembalut rekat/plester c. Modul OPKR 10 – 016 C 100 . Selimut k. Peralatan stabilisasi . Gunting pembalut g. Kartu penderita l. Cairan antiseptik Contoh:  Alkohol 70%  Povidone iodine 10% d. Cairan pencuci mata  Boorwater e. Alat tulis m. Contoh:  Bidai  Papan spinal panjang  Papan spinal pendek f. Tensimeter dan stestoskop o. Senter i. Kapas j. Penutup luka  Kasa steril  Bantalan kasa b.

Pada saat yang sama. Korban yang tidak sadar tidak akan bereaksi. Memeriksa pernapasan Modul OPKR 10 – 016 C 101 .PERTOLONGAN PERTAMA SAAT DARURAT 1. Memeriksa kesadaran Serukan. Gbr.“Anda bisa mendengan saya?” atau “Buka mata Anda!” Goyang bahu korban secara hati–hati. Gbr. 2 3. Buka jalan napas korban yang tidak sadar Keluarkan sumbatan dari dalam mulut yang tampak dengan jelas. Letakkan dua jari Anda di bawah dagu korban dan rahang ditarik ke atas. letakakan tangan Anda yang satu lagi pada dahi korban dan kepalanya ditekan ke bawah. 1 2.

Raba denyut karotis selama 5 menit.Letakkan tangan Anda di dekat hidung dan mulut korban.  Lihat apakah dadanya bergerak  Dengarkan suara napasnya  Rasakan napasnya dengan pipi Anda Periksa selama 5 detik sebelum memutuskan bahwa korban tidak bernapas. Lengan korban yang paling dekat dengan Anda ditekuk membuat sudut siku–siku dengan badannya. Geser jari Anda ke belakang sampai celah antara trakhea dan otot – otot yang berjalan di sampingnya. telapak tangan membuka ke atas. raba jakunnya dengan dua jari Anda. siku ditekuk. 3 4. POSISI PEMULIHAN 1. Berlutut disamping korban. Kedua kaki lurus. Memeriksa nadi Kepala korban tertarik ke bawah. Gbr. Kepalanya ditarik ke bawah dan dagunya diangkat untuk membuka jalan napas. Modul OPKR 10 – 016 C 102 .

Tangan korban dipegang supaya terus memegang pipinya. Tarik badannya ke arah Anda melalui tangan yang memegang paha.1 2. Gbr. Tangan Anda yang lain memegang paha yang jauh. Lengan korban yang jauh disilangkan pada dadanya. Modul OPKR 10 – 016 C 103 . tangannya memegang pipi. 2 3.Gbr. lutut korban ditekuk ke atas. kakikinya menginjak lantai.

Gbr. Lubang hidung korban dipijat dengan telunjuk dan ibu jari. Periksa nadi dan pernapasannya secara teratut.4 CARDIO PULMONARY RESUSCIATION (CPR) A. Kaki korban yang ada di atas diatur agar panggul dan lututnya membentuk sudut siku – siku. PERNAPASAN MULUT KE MULUT 1. Kepala korban ditarik kebelakang supaya jalan napas selalu terbuka. Bila perlu ataur tangannya agar tetap menopang kepala. 3 4. Modul OPKR 10 – 016 C 104 .Gbr. Pastikan jalan napas terbuka dan kepala tertarik ke bawah.

2 Dengan lengan tetap lurus tekan tulang dada ke bawah secara vertikal sedalam 4-5 cm. Kombinasi dengan pernapasan buatan: setiap 15 kompresi disusul dengan dua pernapasan buatan sampai bantuan datang. KOMPRESI DADA 1. A B. 3. Modul OPKR 10 – 016 C 105 . Hembuskan napas Anda ke dalam mulut korban sampai dadanya terlihat naik ke atas. Turunkan pangkal tangan Anda. Gbr. Tarik napas dalam dan aktupkan bibir Anda di seputar mulut korban. dengan jari – jari kedua tangan saling memegang. Angkat bibir Anda dan biarkan dadanya turun lagi. Lepaskanan tekanan. Pangkal tangan Anda diletakkan di atas titik pertemuan tulang dada dengan tulang rusuk bagian bawah.2. Teruskan pernapasan buatan ini denagan kecepatan 10 kali per menit. Ulangi kompresi ini dengan kecepatan kira–kira 80 kali per menit. Korban berbaring pada alas yang keras. ke titik tersebut.

perban dibalut. Kalau kulit kepala luka.Gbr. B CEDERA KEPALA 1. Setelah perdarahan/pendarahan dapat diatasi. tekan ke bawah dengan kuat tetapi hati–hati dan merata pada luka. Modul OPKR 10 – 016 C 106 . JANGAN menyentuh luka dengan tangan Anda Gbr. pasang kembali lipatan kulit yang robek dan dengan memakai perban bersih. 1 2.

3 4. dengan kepala dan bahu ditinggikan dan ditopang. hubungi 119 dan minta ambulans. Periksa tingkat reaksi korban dengan mengajukan pertanyaan yang mudah dan langsung. Gbr. baringkan ia dalam posisi pemulihan. Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit dalam posisi seperti Gbr. Korban dibaringkan. Di bawah ini. Kalau korban menjadi tidak sadar. Modul OPKR 10 – 016 C 107 . Kalau kesadarannya terganggu selama lebih dari 3 menit. Catat nadi dan pernapasan serta tingkat reaksinya tiap 10 menit. Hubungi 119 dan minta ambulans. 2 3.Gbr.

JANGAN mengaliri air pada mata yang luka atau bila ada benda asing yang terbenam atau melekat pada bola mata. Mata yang sakit dialiri air. Kepalanya ditopang supaya tidak banyak bergerak. Gbr.4 CEDERA PADA MATA 1. Mata yang sakit diperiksa. Modul OPKR 10 – 016 C 108 . 1 2. Korban berabring terlentang.Gbr. untuk mengeluarkan debu yang mengambang atau zat kimia yang berbahaya. bila perlu.

Modul OPKR 10 – 016 C 109 . Balut dan eratkan pada tempatnya. kedua mata ditutup untuk mencegah gerakkan mata. Tenangkan korban sebelum kedua matanya ditutup. Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit. Mata ditutup.Gbr.3 4. Gbr. sebaiknya dengan pembalut mata steril. 2 3.

4 LUKA BAKAR API Segera hubungi 119 dan minta pemadam kebakaran:  Singkirkan korban dari temapt bahaya kalau situasinya sudah cukup aman.   Jangan masuk ke dalam gedung yang sedang terbakar. Jangan masuk ke dalam kamar yang penuh asap atau uap. Modul OPKR 10 – 016 C 110 .Gbr.

CEDERA AKIBAT ARUS LISTRIK Jangan mendekat sebelum:  Anda memutuskan aliran listrik di dalam rumah.  Anda diberitahu secara resmi bahwa aliran listrik tegangan Modul OPKR 10 – 016 C 111 . kemudian siram korban dengan erat–erat mantel atau karpet. bagian dengan diselimuti yang air.PAKAIAN TERBAKAR Jangan biarkan korban lari keluar rumah  Korban dijatuhkan ke lantai. terbakar Atau di sebelah ata.

arloji. sepatu. cincin dan perhiasan Modul OPKR 10 – 016 C 112 .tinggi sudah diputuskan dan sudah diisolasi. Luka didinginkan dengan air dingin berkurang samapai nyeri JANGAN menunda mencari bantuan Medis pada luka baker berat 2. TUMPAHAN ZAT KIMIA Lindungi diri Anda sendiri dari zat kimia korosif. Lepaskan barang–barang yang menjepitdari daerah luka.2 pakaian. ikat pinggang.  Hati – mengalir membahayakan hati terhadap uap beracun LUKA BAKAR 1. laian Gbr.  Air pembilas yang sudah tanpa siapapun tercemar juga.

berikan air dingin atau susu untuk diminum sedikit–sedikit. Periksa dan catat nadi serta napasnya setiap 10 menit sementara ambulans. kakinya ditinggikan dan ditopang. Apabila lukanya luas. Cari gejala luka baker zat kimia sekitar di dalam dan mulut korban. Luka ditutup dengan pembalut yang ringan. Kalau ada. salep. Pastikan di dalam mulut korban muntahan tidak dan ada benda menunggu datangnya bantuan medis atau asing.3.3 4. JANGAN mengoleskan krim. MENELAN RACUN 1. 2. maupun lemak JANGAN memecahkan lepuh Gb. bersih dan tidak berbulu. Modul OPKR 10 – 016 C 113 . dan bahwa korban dapat bernapas. korban dibaringkan dan bila mungkin.

3. Katakan pada korban agar tidak bergerak. Kalau korban menjadi tidak sadar. yang dokter Usahakan korban petugas untuk mengetahui apa ditelan atau dan beritahukan pada ambulans. Bagian yang cedera ditopang distabilkan tangan Anda. JANGAN MENGGERAKAN KORBAN PERLU TANPA dan dengan Modul OPKR 10 – 016 C 114 . PATAH TULANG 1. 4. baringkan ia dalam posisi pemulihan . Panggil dokter atau hubungi 119 dan minta ambulans.

patah kaki. tempat Untuk kemudian di atas dan patah lengan. atasi perdarahan. Untuk kedua dirapatkan membalut-nya lutut pergelangan di yang bawah patah. kaki dengan pada dan kaki. Bagian yang ditinggikan sirkulasi ditopang. minta dan ada tempat balutan tetapi jangan ambulans. Periksa Modul OPKR 10 – 016 C 115 .2. pasang belat dan kalau perlu lengan dan tubuh dengan yang dirapatkan pada patah. bila mungkin. 4. ditekan perban pembalut bersih. Hubungi sakit 119. Jika ada luka. darah Luka Luka dengan atau yang dan sekitarnya diperban dan dibalut supaya tidak longgar 3.

Pakaian dibuka supaya luka terlihat. sebaiknya menggunakan pembalut yang bersih JANGAN Memberi sesuatu lewat mulut kepada korban 2. PERDARAHAN 1. luka ditekan kuat–kuat dengan tangan atau jari Anda. Perban dibalut dengan kuat tetapi agar jangan suplai terlalu darah keras tidak terputus Modul OPKR 10 – 016 C 116 .tangan dan kakinya setiap 10 menit. Luka terus ditekan. bagian tubuh yang luka ditinggikan dan ditopang JANGAN memasang tourniquet 3.

dibaringkan kalau diselimuti. pasang perban lagi di atasnya dan balut kembali. Lututnya ditekuk dan ditopang 2. Pasien ditenangkan. kakinya ditinggikan ditopang merembes pada pembalut.4.Bagian Korban dan hubungi minta luka dan darah yang terus ditopang dan ditinggikan. berikan dia satu tablet dan katakana supaya dikunyah pelan – pelan. bantuan medis yang Kalau perdarahannyaberat. Cari tepat. Modul OPKR 10 – 016 C 117 . SERANGAN JANTUNG 1. baringkan dalam posisi setengah duduk. 119 dan ambulans. Jika Anda membawa tablet aspirin dan pasien sudah sadar.

4. PADA ORANG DEWASA DAN ANAK YANG SUDAH BESAR 1. Hubungi 119. Korban antara dengan membungkuk kedua telapak ke depan pukul punggungnya bahunya tangan Anda sebanyak lima kali. TERSEDAK A. penuhi permintaannya. Modul OPKR 10 – 016 C 118 . dan napasnya Periksa secara teratur sampai bantuan dating.3. minta ambulans dan katakana pada operator bahwa serangan pasien Anda jantung. minta agar menduga Kalau Anda memanggilkan dokternya. Pasien nadi ditenangkan.

3. Lakukan dengan perut belakag lengan Anda. Ulangi sebanyak empat kali. Kalau tidak berhasil dengan memukul. Anda berdiri di korban kedua melingkari pinggangnya.2. satu lagi kebawah. satu telapak tangan membuka ke atas. Jari–jari saling kedua tangan menggenggam kemudian dorong dengan keras kea rah dalam dan keatas. di bawah lengkung iga korban. Modul OPKR 10 – 016 C 119 .

B. PADA ANAK YANG MASIH KECIL 4. Telengkupkan Anda, kepala berulang–ulang orang dewasa. Kalau tidak berhasil dengan memukul punggung, menekan perut hanya dilakukan jika Anda sudah terlatih untuk melakukannya pada anak–anak. Kalau buatan. belum, lakukan pernapasan anak di di di pangkuan Pukul kedua

bawah. antara

bahunya, tetapi jangan sekuat pada

C. PADA BAYI
JANGAN melakukan cara mendorong perut pada bayi

5. Telengkupkan bayi di pangkuan Anda, kepala di bawah. 6. Pukul punggungnya berulang–ulang di antara kedua bahunya, tetapi jangan sekuat pada anak–anak. 2. kalau gagal, lakukan pernapasan buatan.

Modul OPKR 10 – 016 C

120

TIDAK SADAR 7. Dagu korban diangkat dan kepalanya ditarik ke bawah supaya jalan napas terbuka. Periksa apakah nadi dan napas masih ada. Nilai tingkat reaksinya dengan berbicara keras – keras di dekat telinganya dan cubit punggung tangannya. Catat apa yang Anda temukan.

8. Korban diperiksa secara cepat dan cermat dan tangani cedera yang dari berat, kalau ada. Usahakan untuk mengetahui ketidaksadaran penyebab

9. Baringkan pemulihan

korban

dalam

posisi

JANGAN memindahkan korban kalau tidak perlu.

Modul OPKR 10 – 016 C

121

10. Kalau korban tidak sadar kembali setelah 3 menit, hubungi 119 dan minta ambulans. Catat kecepatan nadi dan napas serta tingkat reaksinya tiap 10 menit. Tetap bersama korban sampai pertolongan dating. Berikan catatan Anda kepada petugas.

c. RANGKUMAN 1. Di lingkungan sekolah atau perusahaan Kecelakaan harus ada unit

Pertolongan

Pertama

pada

(P3K)

dan

Cardio

Pulmonary Resusciation (CPR ). 2. Agar petugas P3K dan CPR dapat bekerja sebagaimana mestinya harus dilatih oleh bertugas dari Dinas Kesehatan Setempat. 3. Peralatan dan obata – obatan P3K harus selalu dilengkapi. d. TUGAS 1. Kenali dan catat peralatan P3K, laporkan apabila terdapat kekurangan. 2. Lakukan silmulasi Pertolongan Pertama kepada korban

pendarahan bila ditempat Anda terjadi kecelakaan. 3. Lakukan silmulasi Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) kepada korban bila ditempat Anda terjadi kecelakaan. e. TES FORMATIF 1. Jelaskan pengertian Pertolongan Pertama! 2. Tuliskan beberapa alat perlindungan diri (APD)

Modul OPKR 10 – 016 C

122

Jelaskan pengertian dari Cardio Pulmonary Resusciation (CPR)! Modul OPKR 10 – 016 C 123 . Tuliskan peralatan Pertolongan Pertama! 4.3.

2. Penutup luka b. Cairan pencuci/pembersih mata e. Senter i. Oksigen Modul OPKR 10 – 016 C 124 . 3. Gunting pembalut g. Peralatan Pertolongan Pertama adalah : a.f. Selimut k. Pembalut c. Kartu penderita l. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Alat tulis m. Alat Perlindungan diri:       Sarungan tangan lateks Kacamata pelindung Baju pelindung Masker pelindung Masker penolong Helm. Pinset h. Cairan antiseptic d. Peralatan Stabilisasi f. Kapas j. Pengertian Pertolongan Pertama adalah: Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera pada kecelakaan yang memerlukan pertolongan medis dasar.

Ozone dan lain– lain. tandu 4. Pencemaran photokimia ini mula–mula jadi masalah di Los Angeles yang mempunyai lalu lintas mobil sangat padat. oksidasi–oksidasi Nitrogen. Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu: Pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada. Siswa dapat memahami Pengertian Lingkungan Hidup 2. H2S. Gas – gas tersebut adalah SO2. Amoniak. Co. b. Tensimeter dan Stetoskop o. Siswa dapat memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan Hidup 3. Kabut photokimia adalahsuatu interaksi yang kompleks dari zat – zat pencemaran yang disebabkan oleh pengaruh cahaya matahari. Kegiatan Belajar 5: Pencemaran Lingkungan dan Kesehatan Manusia a. Siswa dapat memahami zat–zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Hal ini dilakukan bila korban/penderita tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut. Uraian Materi Zat pencemar udara utama adalah gas. Siswa dapat memahami cara pencegahan pencemaran lingkungan hidup disekitar area kerja 5. Siswa dpat memahami Pentingnya Kesehatan manusia 4. Modul OPKR 10 – 016 C 125 . Monoxyda yang dikeluarkan sebagai hasil pembakaran tak sempurna dari hydrocarbon yang terdapat dalam minyak dan bensin. Tujuan 1.n. Hydrokarbon. Kabut photokimia.

kabut Efeknya terhadap Manusia Bronchitis. Daya darah untuk mengambil oksigen berkurang.pneumonia. Butir– butir padat Butir–butir zat padat sangat kecil dapat mengganggu sistim persyarafn manusia. Pencemaran udara Asap. sehingga menyebabkan bertambahnya Karena lebih ketegangan banyak pada jantung. Beberapa Negara telah berusaha dengan mengadakan peraturanperaturan pengendalian pengeluaran gas. infeksi. Penyakit jantung Butir– butir Cadmium Butir– butir Carbon CO Karena butir–butir carbon bersifat dapat mengabsorber gas pada permukaannya. dapat dalam penyakit menyebabkan perkembangan jantung. karena beracun.alergi gangguan yang chronis kanker.Kini sedang diusahakan untuk merencanakan motor–motor yang dibuat sedemikian rupa sehingga pembakarannya lebih sempurna. hidupnya di kemudian hari.Carbon Monoxyda sangat berbahaya bagi manusia. harus darah yang diedarkan ke seluruh tubuh dari pada normal NO Sama efeknya dengan pada CO Modul OPKR 10 – 016 C 126 . Bagi anak–anak ashm. maka besar kemungkinan Carbon yang terserap oleh pernapasan dan masuk ke dalam paru–paru ini membawa sejumlah gas yang beracun Dapat menyebabkan sakit dan kematian dalam 30 menit.

SUMBER SUARA Suara bisikan Jarum jatuh dari ketinggian 1 meter DECIBEL 10 20 Modul OPKR 10 – 016 C 127 . pada tingkat suara sekitar 85 decibel yang terus menerus sudah cukup mengakibatkan rusaknya pendengaran manusia (tuli). paru–paru Kanker. Namun biasanya. hasil pembakaran arang batu. Misalnya pada tingkat usia atau tingkat ketahanan tubuh seseorang yang berbeda. Secara pasti memang belum dapat diketahui adanya hubungan tingkat suara kebisingan dengan besarnya kerusakkan alat pendengaran. berkisar antara 85 sampai 90 decibel. batuk dan sakit dada Merusak sel – sel manusia SUARA Bising Disekitar Kita KEBISINGAN akan menyebabkan merosotnya pendengaran manusia. Sebab akibat kerusakkan yaitu berbeda–beda pada masing–masing orang. PAN ( peroxyetylnitrate ) Ozone Zat Radioaktif Sakit mata dan kerongkongan Sakit mata. Kebisingan di pabrik–pabrik misalnya. Contohnya salah satu Hydrocarbon yang berbahaya adalah benzopyrene yang terdapat pada asap rokok. dari mobil. pembakaran dari pabrik karet.Pencemaran udara NO2 Hydrocarbon Efeknya terhadap Manusia Sakit mata.

2 77 79.9 84 85 100 110 130 140 LOGAM bernahaya ada yang dibutuhkan oleh tubuh tapi jika berlebihan akan mengganggu kesehatan manusia. Kehadirannya biasanya berasal dari alat–alat yang dipergunakan ketika mengolah makanan.SUMBER SUARA Pembicaraan biasa pada jarak 1 meter Suara kegiatan kantor Mobil Roll Royce Suara mesin tik listrik pada jarak 1 meter Mobil Ford LTD Mobil Jaguar XJ 6 Mobil Volvo 1800 ES Suara didalam Motor Yamaha Rd 125 Motor SuzukiGT 360 Motor Honda CB Sauara jalan yang ramai Motor Norton 850 Commando Harley Davidson Electraglide 1200 Suara station kereta api Bunyi Boeing dari jarak 100 kaki Batas yang menyakitkan telinga Take – of Boeing 737 dari jarak 200 kaki Sirene 50 pk dari jarak 200 kaki LOGAM – LOGAM BERNAHAYA DECIBEL 50 62 64 66 68 69 74 75 76. Merupakan suatu zat kimia yang bisa terdapat pada makanan.5 80 83. Modul OPKR 10 – 016 C 128 .

muntah– muntah secresi menyerupai susu. sakit perut dan nyeri perut yang sangat hebat. Senyawa Arsens sulit dideteksi karena tidak memiliki rasa yang menonjol. memperketat kerja ginjal sehingga cepat rusak dan dalam kasusu yang berat dapat menyebabkan kematian. Gejala yang timbul jika terjadi keracunan Pb adalah .Yaitu alat–alat yang terbuat atau dilapisi dengan bahan–bahan kimia tersebut maupun dari cara–cara penanganan lainnya. menyusul rasa nyeri lambung serta muntah– muntah. Arsens (gejala–gejala keracunan): yaitu sakit di kerongkongan sukar menelan. Arsens dapat merusak ginjal. mangkok keramik yang dapat mengeluarkan Pb dan lain–lainnya. syaraf. minuman dan kosmetik. Modul OPKR 10 – 016 C 129 . Reaksi lain yang berbahaya yaitu: reaksi allergi yang mengakibatkan iritasi dan pembengkakkan kulit. Juga kadang– kadang terdapat pada alat–alat rumah tangga yang terbuat dari logam stainless seperti sendok coktail yang dilapisi timah. air dan obat– obatan terutama apabila kemasannya menggunakan unsur timah. Bersifat kumulatif artinya keracunan dapat timbul bila kadar Pb menumpuk dalam tubuh. ARSENS (As) ARSENS adalah suatu zat kimia yang sering terdapat pada makanan. Sering digunakan sebagai bahan dalam kosmetik dan pada insektisida. Pb juga menyerang. Pb ( TIMAH HITAM ) TIMAH HITAM ini umumnya terdapat pada makanan. Hg (MERCURI ) GEJALA– GEJALA keracunan Hg timbul antara lain pada mulut dan phayax yaitu: terdapat bercak–bercak warna abu–abu. jika keracunannya kuat sekali.

rasa ingin muntah atau diare terus menerus selama berhari–hari. Banyknya pula kasus kasus keracunan terjadi karena adanya Cu dalam tempat/wadah untuk makanan atau minuman. pemakaian cadmium ini sudah mulai dilarang karena dapat menyebabkan makanan kaleng kena hama cadmium. karena colaps pembuluh darah. sehingga sering timbul keluhan rasa sakit pada mulut dan lambung. dapat menyebabkan bercak–bercak darah yang berat dan hebat. kejang otot. Racun ini dalam konsentrasi tinggi dapat mencapai apithel usus halus. Sesak napasdisertai dengan batuk–batuk.pusing kepal. pusing kepala. Badan terasa lemah dan kaki terasa pegal–pegal lama kelamaan ginjal. Cu yang masuk dalam mulut berbau. HATI–HATI TERHADAP PESTISIDA !!! Modul OPKR 10 – 016 C 130 . terdapat darah pada kotoran (faeses) pusing–pusing dan demam. kerongkongan dan perut kering. hati akan rusak. Konsumsi cadmium ini dalam kadar 30% mg dapat meracuni dan dapat menyebabkan gejala–gejala yang nampak adalah: Timbulnya bau/rasa kaleng yang tidak enak di dalam mulut. CADMIUM (Cd) BIASANYA Cadmium terdapat pada tempat/wadah makanan olahan. serta menyebabkan shock yang membawa kematian.Keadaan ini diserta perasaan nyeri. pusing. Bila loambung dapat dikosongkan dengan segera kemungkinan untuk tertolong bagi si penderita sangat besar. Gejala– gejala lain yang nampak dalam ½ samapai 1 jam adalah. Cu (CUPPER) ADANYA CU pada makanan ini disebabkan terutama karena penggunaan insektisida dan pestisida di dalam usaha–usaha pertanian. shock samapi mengakibatkan kematian dalam waktu 24 jam.

banyak diantaranya teralarang di Amerika Serikat dan negara industri lainnya. kelainan syaraf 1 sendok makan s.d. kemandulan pria 1 sendok teh s. 1 sendok makan Kopone Kanker. namun dengan bebas diperjual belikan di negara Dunia Ketiga.5 T Cacat pernapasan Kaknker Kanker Kanker.349 pr Parathion SUMBER PENCEMARAN SECARA khusus kita tidak bisa membuat suatu kategori tertentu mengenai buangan industri. 1 sendok makan Heptachlor Kanker.d. untuk mengetahui Modul OPKR 10 – 016 C 131 .d. kelainan 1 sendok teh Kurang lebih 28. kelainan syaraf 1 sendok teh s. NAMA PESTISIDA BAHAYA KESEHATAN ( PERKIRAAN ) DOSIS KERACUNAN (PERKIRAAN) Aldrin BHC Chlordane DBCP Kanker. Namun kita dapat melihat tabel berikut. 1 sendok makan 1 sendok makan Paraquet Nitrofen xaphene 2. kerusakkan/cacat janin. kelainan bawaan vetus.4. beberap tetes Cacat vetus. 1 sendok kelainan Kanker Kanker 1 sendok teh 1 sendok 1 sendok teh s. karena ragam daripada proses – proses industri.Beberapa jenis pestisida yang amat beracun.d.

dan proses pemberian chrom Pb &Nl Pabrik batre. pembuatan plat.dan pabrik cat Modul OPKR 10 – 016 C 132 . pekerjaan pembuatan plat logam. pabrik film kental Pabrik bahan–bahan kimia.perusahaan tambang mineral. prosese pemutihan kertas dan pekerjaan celup NH3/NH4 Pabrik gas. binatu. tar. kilang minyak. penampungan mineral. pabrik treatment logam. sebagai berikut: NAMA BUANGAN C12/C1 KEMUNGKINAN SUMBERNYA Perusahaan binatu. pengerasan logam dan pembersihan logam H2S/S Proses pencelupan tekstil. binatu. pabrik gas. pabrik rayon dan kilang minyak SO3 ACIDS Proses bubur kayu. pekrjaan gravuur pada kaca.pabrik kulit.buangan–buangan industri di negara–negara yang telah maju industrinya. pabrik tekstil. dan pabrik batre ALKALI Pabrik tekstil. amoniakdan belerang: kilang minyak. pabrik kertas. pabrik bir. pabrik kokas dan pabrik bahan kimia dan kilang minyak FProses pembuatan gas batubara dimana gas didinginkan dan dicuci untuk menghilangkan senyawa–senyawa. kilang minyak. pabrik bahan kimia Cr Treating logam.

pabrik Modul OPKR 10 – 016 C 133 . proses– proses yang menggunakan katalis NO3 BOD Pertanian Kaleng. kilang minyak.pabriki penyulingan tar. pabrik gas dan kokas. pabrik semen. pabrik detergent Pabrik mentega dan keju.pabrik bahan kimia. pabrik bahan kimia.NAMA BUANGAN Cd Zn KEMUNGKINAN SUMBERNYA Industri logam Pekerjaan melapisi logam dengan menggunakan tenaga listrik. pabrik yang memiliki proses pendinginan. pabrik mesin. PARTICULATES Pengolahan minyak.smelting. pabrik wallpaper GEMUK. pembuatan platlogam. bengkel besar PHENOLICS Pabrik tekstil. pabrik rayon As ZAT GULA ZAT PATI Pencelupan logam. pabrik gula Pabrik bahan pangan. bengkel besar. perusahaan binatu. pabrik obat Pabrik pembangkit tenaga listrik. pabrik bir. tempat–tempat pemberian makanan untuk hewan. kilang minyak.OILS Pabrik tekstil. pipa got didalam tanah HIDROKARBON Pengilangan minyak. pabrik tekstil. pabrik bahan–bahan celup FORMAL DEHYDE EFEK PANAS Pabrik mesin. perusahaan binatu.

NAMA BUANGAN

KEMUNGKINAN SUMBERNYA solvents, saluran air buangan rumah–rumah dan tanah pertanian

POPT43P

Saluran air rumah–rumah, pertanian, pabrik– pabrik bahan kimia.

PENCEMARAN AIR Diskusikan dengan siswa sebab–sebab terjadinya

pencemaran air

“Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi/komponen lain kedalam air/berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia/ oleh proses alam, sehingga kualitas air turun samapai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya “
Keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 02/MENKLH/1/1998 Babi Pasal i Dengan kata lain, air tercemar adalah air yang mengandung bahan– bahan asing dalam jumlah melebihi batas yang telah ditetapakan sehingga air tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan tertentu, misalnya untuk air minum, pertanian, perikanan dll. 1. Sumber–sumber pencemaran air Pencemaran air akibat kegiatan manusia tidak hanya disebabkan oleh limbah rumah tangga, tetapi juga oleh limbah pertanian dan limbah industri. Semakin meningkatnya perkembangan antara lain industri, pertanian, saat ini, ternyata semakin memperparah tingkat pencemaran air, udara dan tanah. Pencemaran itu disebabkan oleh hasil buangan dari kegiatan tersebut.

Modul OPKR 10 – 016 C

134

Pencemaran air pada dasarnya terjadi karena air limbah langsung dibuang ke badan air ataupun ke tanah tanpa mengalami proses pengolahan dahulu, atau proses pengolahan yang dilakukan belum memadai. Pengolahan limbah bertujuan memperkecil kadar pencemaran yang ada agar tidak membahayakan lingkungan hidup. 2. Sumber–sumber pencemaran air meliputi: a. Limbah rumah tangga Limbah rumah tangga merupakan pencemaran air terbesar di samping limbah – limbah industri, pertanian dan bahan pencemar lainnya.Limbah rumah tangga akan mencemari selokan, sumur, sungai dan lingkungan sekitarnya. Semakin besar populasi manusia, semakin tinggi tingkat pencemarannya. Limbah rumah tangga dapat berupa padatan (kertas, plastik dll) maupin cairan (air cucian,minyak goreng bekas dll). Di antara limbah tersebut ada yang mudah terurai yaitu sampah organik dan ada pula yang tidak dapat terurai

Sampah dan Pengelolaannya. Limbah rumah tangga ada
juga yang memiliki daya racun tinggi, misalnya sisa obat, batrai bekas, air aki dll. Limbah tersebut tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) Tinja, air cucian, limbah kamar mandi dapat mengandung bibit– bibit penyakit yang akan mengikuti aliran air. Bakteri, jamur, virus dan sebagainya disebut pencemar biologis.

Modul OPKR 10 – 016 C

135

b. Limbah lalu lintas Limbah lalu lintas berupa tumpahan oli, minyak tanah, tumpahan kapal tanker. Tumpahan minyak akibat kecelakaan mobil – mobil tangki minyak dapat mengotori air tanah. Selain terjadi di darat, pencemaran lalu lintas juga sering terjadi di lautan. Semuanya sangat berbahaya bagi kehidupan.

Modul OPKR 10 – 016 C

136

Limbah pertanian Limbah pertanian berupa sisa. yaitu tidak terurai di alam sehingga zat tersebut akan mengendap di dalam tanah. tumpahan ataupun penyemprotan yang berlebihan dari pestisida dan herbisida. Limbah pesitisida dan herbisida mempunyai sifat kimia yang stabil. danau serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme–organisme yang hidup di dalamnya Modul OPKR 10 – 016 C 137 .c. dasar sungai. Begitu juga pemupukan yang berlebihan.

penyepuhan logam dll. cat. pabrik pupuk . Kegiatan pertambangan selain menghasilkan bahan – bahan kimia seperti diatas juga menghasilkan endapan lumpur dalam jumlah besar. Zat–zat tersebut di atas jika masuk ke perairan akan menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makhluk hidup pengguna air tersebut termasuk manusia.  Senyawa organik seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakkan kulit dan industri cat. Jika turun hujan.d. lumpur ini bisa terbawa aliran air hujan samapai ke sungai. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dari industri pertambangan. baterai.  Asam anorgainik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. Limbah industri/pertambangan Air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan organik maupun anorganik.  Logam berat seperti kadmium. pabrik kertas dll. zat warna. Modul OPKR 10 – 016 C 138 . Secara umum zat–zat tersebut digolongkan menjadi:  Garam anorganik klorida seperti yang magnesium berasal sulfat dan magnesium dari kegiatan pertambangan. Hal ini akan meningkatkan kekeruhan air.

1. Akibat yang dapat ditimbulkan oleh jenis pencemar tertentu: Modul OPKR 10 – 016 C 139 . Akibatnya kualitas air permukaan menurun (menjadi keruh) karena terlalu banyak pertikel – pertikel tanah di dalamnya. Air hujan yang jatuh akan langsung mengalir di permukaan dengan membawa tanah dalam alirannya. Pengikisan humus ini selain menyebabkan lahan kritis juga akan menyebabkan pencemaran air. Air yang bercampur zat–zat pencemar dapat membahayakan kesehatan manusia dan mkhluk hidup lainnya.e. Akibat pencemaran air Pencemaran air dapat mengganggu peredaran air dan memungkinkan kualitas air menurun sehingga tidak dapat dipakai sebagai air minum. maka terjadi pengikisan humus dan pengikisan tanah. Kegiatan penebangan hutan Penebangan hutan secara terus–menerus akan menyebabkan hutan gundul sehingga mengakibatkan erosi pada musim hujan.

lalu lintas. Contoh–contoh lain. Pencemaran secara fisik. Modul OPKR 10 – 016 C 140 . pertanian. industri/pertambangan dan penebangan hutan. misalnya oleh logam berat air raksa (merkuri). misalnya oleh bakteri – bakteri patogen.  Pencemaran secara kimia. mengakibatkan matinya ikan dan hewan air lain. energi dan/miskoorganisme ke dalam air sehingga air tersebut tidak sesuai lagi dengan peruntukkannya. juga membahayakan kehidupan di perairan dan bahkan mematikan. Bakteri patogen di air biasanya penyebab infeksi saluran pencernaan seperti Vibro cholerae penyebab kolera. percobaan dan petunjuk didatik: Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan    Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya materi. Sumber pencemaran air berasal dari limbah – limbah rumah tangga. Air raksa yang masuk ke perairan yang dikomsumsi dapat mengganggu kesehatan manusia melalui makanan atau air minum. Shigella dysenteriae penyebab disentri basiler. virus polio dan hepatitis. Temperatur air yang terlalu tinggi.  Pensemaran secara biologi. Salmonella typhosa penyebab tifus. karena dapat menghambat kerja enzim dan menyebabkan kerusakkan sel. misalnya oleh limbah panas yang dapat menyebabkan peningkatan temperatur perairan.dan Salmonella paratyphi penyebab paratifus. baik karena batas suhu kematian terlampaui maupun karena rendahnya oksigen terlarut. Pencemaran air selain dapat menurunkan kualitas air di bumi sehingga tidak layak diminum.

PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR Ajaklah siswa berdiskusi tentang cara–cara menjernihkan air oleh PDAM Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan melalui:   Perubahan perilaku masyarakat Pembuatan pengelohan limbah air a.2. Modul OPKR 10 – 016 C 141 . Perubahan perilaku masyarakat.

3. Masysrakat disekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi sebagai tempat pembuangan sampah dan mandi–cuci–kakus (MCK). Sampah–sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan. Kemampuan ini ada batasnya. danau atau sumur tanpa dimasak dahulu. Dengan demikian akan tercipta sungan yang bersih dan memiliki fungsi ekologis. mobil dan sepeda motor Tidak menggunakan sungai atau danau memandikan ternak dan sebagi tembat kakus. Tidak minum air dari sungai. danau. Pembuatan kolam pengolah limabah cair Saat ini mulai digalakkan pmbuatan WC umum (septic tank) di daerah/ lingkungan yang rata–rata penduduknya tidak memiliki WC. 2. Tidak membuang samapah atau limbah cair ke sungai. Peraturan pembuangan limbah industri hendaknya dipanatu pelaksanaannya dan pelanggaranya dikenakan sangsi. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan di sembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan– peraturan yang diterapkan di lingkungan masing–masing secara konsekuen. Tindakan yang perlu dilakukan: 1. laut dll Tidak menggunakan sungai atau danau untuk mencuci truk. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. Limbah industri hendaknya diproses dahulu dengan teknik pengolahan limbah. 4. Oleh karena perlu diadakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air. ekosisitem air dapat melakuak “rehabilitasi” apabila terjadi pencemaran terhadap badan air. Setiap sepuluh rumah disediakan sat septic tank. Upaya Modul OPKR 10 – 016 C 142 . dan setelah memenuhi syarat baku mutu air buangan baru bias dialirkan ke selokkan–selokkan atau sungai. b.Secara alami.

yaitu membuang bahan–bahan padatan yang mengendap atau mengapung..  Pengendapan. b. Modul OPKR 10 – 016 C 143 . kimiawi (diberi zat kimiatertentu) maupun biologis (diberikan bakteri. Proses peanganan sekunder. terlarut atau berwarna dan bau. Untuk bias menggunakan beberapa metoda yang bergantung pada komponen yang ingin dihilangkan. murah. ganggang atau tumbuhan air lainnya). yaitu proses dekomposisi bahan–bahan padatan secara biologis. Dengan demikian air yang boleh dialirkan keluar (selokan. Proses penanganan primer. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan deteliti. Selain itu.) hanyalah air yang tidak akan merubah keperuntukan badan air. baik secara mekanis (pengaruh). Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam kemudian dibersihkan. sudah saatnya diupayakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian. agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokkan atau sungai. Salah satu contoh tahap– tahap proses pengolahan air buangan adalah sebagai berikut: a. sungai dll. c. Proses pengendapan tersier. air kamar mandi dll) secara kolektif.demikian sangat bersahabat dengan lingkungan. yaitu cara kimia penambahan kapur atau metal hidroksida untuk mengendapkan fosfor. Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dan polutan yang berbahaya. yaitu menghilangkan komponen– omponen fisfor dan padatan tersuspensi. dan sehat karena dapat menghindari pencemaran air sumur/air tanah.

yaitu mengurangi kandungan garam–garam organic maupun mineral dari air. tanaman air seperti enceng gondok dapat dimanfaatkan untuk menyerap bahan pencemar di dalam air. penyakit. Tahapan proses pengolahan air buangan tidak selalu dilakukan seperti di atas.  Teknik pengolahan air limbah industri bergantung pada jensi limbah yang dihasilkan. berwarna atau bau. udara. dan tanah. Modul OPKR 10 – 016 C 144 . Berdasarkan penelitian. Ada juga system penelolaan terpadu dengan cara mengolah air limbah domestic maupun industri yaitu menghilangkan organisme penyebab c. Adsorbsi. yaitu menurunkan konsentarsi garam– garam terlarut dengan menggunakan tenaga listrik.  Elektrodialisis.  Osmosis. Ringkasan  Penanggulangan pencemaran air secara preventif dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara tidak membuang sampah dan limbah ke badan air dan tidak buang air besar di sungai. tetapi bergantung pada jenis limbah yang dihasilkan.  Penanganan limbah domestic dapat dilakukan dengan membuat septic tank dan kolam pengolahan air buangan. Lebih baik mencegah agar tidak terjadi pencemaran dari pada memperbaiki akibat telah terjadinya pencemaran air.  Klorinasi. harus dilawan dengan kemajuan teknologi baru. Hasil akhir berupa air tak tercemar yang siap dialirkan ke badan air dan Lumpur yang siap dikelola lebih lanjut. Rangkuman 1. yaitu menghilangkan bahan–bahan organic terlarut. 2. Setiapa akibat sampingan sebagai akibat kemajuan teknologi.

Tes Formatif secara kelompok sebab– sebab terjadinya Modul OPKR 10 – 016 C 145 . Tugas 1. 2. Padat b. Air Hasil diskusi dipresentasikan dan dikumpulkan. Udara b.d. e. Diskusikan secara kelompok cara–cara pengolahan limbah: a. Diskusikan pencemaran: a. Cair c. Gas Hasil diskusi dipresentasikan dan dikumpulkan.

Jelaskan pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap kesehatan manusia! 2. Pada berapa decbel dari kebisingan yang akan mengakibatkan rusaknya pendengaran manusi (tuli)? 3. Sebutkan sumber pencemaran yang pembuangannya berupa timah hitam (Pb)? 5.1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pencemaran air! 6. Jelaskan manusia! 4. Uraikan cara pengelolaan limbah industri! Modul OPKR 10 – 016 C 146 . Tuliskan kandungan yang terdapat pada limbah industri/ pengaruh timah hitam (Pb) terhadap kesehatan pertambangan! 7.

f. Yang dimaksud dengan pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. energi dan/atau komponen lain ke dalam air dan/atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam. perusahaan tambangan mineral dan pabrik cat. 5. Sumber–sumber pencemar berupa limab timah hitam (Pb) adalah pabrik baterai. 3. Pengaruh timah hitam (Pb) terhadap manusia adalah adalah: keracunan dengan gejala–gejala sebagai berikut. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap manusia adalah: dapat meyebabkan sakit dan kematian dalam waktu 30 menit 2. Kandungan air limbah industri dapat digolongkan menjadi: Modul OPKR 10 – 016 C 147 . Kebisingan yang dapat mengakibatkan rusaknya pendengaran manusia pada tingkat suara 85 decibel secara terus–menerus. sakit perut dan nyeri perut yang sangat hebat. Reaksi lain yang berbahaya yaitu reaksi alergi yang mengakibatkan iristasi dan pembengkakan kulit. zat. Pb juga menyerang syaraf. muntah– muntah secresi menyerupai susu. sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 4. memperketat kerja ginjal sehingga cepat rusak dan dalam kasus yang berat dapat menyebabkan kematian. 6.

ganggang atau tumbuhan air lainnya). sungai dll). zat warna. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti. baterai. Modul OPKR 10 – 016 C 148 . 7. Dengan demikian air yang boleh dialirkan ke luar (selokan.  Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. Cara pengolahan limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam. Pada kolam terakhir diperlihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. pabrik kertas dll.  Logam berat seperti kadmium. baik secara mekanis(pengadukan). air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dariindustri pertambangan.  Senyawa organic seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakan kulit dan industri cata. kemudian dibersihkan. hanyalah air yang bersih yang tidak akan mengubah peruntukkan/fungsi dari air tersebut. kimiawi (diber zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri.pabrik pupuk. cat. Garam anorganik seperti magnesium sulfat dan magnesium klorida yang berasala dari kegiatan pertambangan. penyepuhan logam dll.

Jelaskan pengertian keselamatan kerja! Sebutkan tujuan diadakannya keselamatan dan kesehatan kerja? Jelaskan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja menurut Undang-undang nomor 1 tahun 1970 pasal 3! 4. 1. Jelaskan teknik pengangkatan yang aman dan benar! Jelaskan pertolongan pertama yang harus diambil ketika terjadi peristiwa kecelakaan kontaminasi atau luka bakar pada wajah disebabkan oleh asam! 10. 7. PERTANYAAN Jawablah pertanyaan–pertanyaan di bawah ini dengan singkat. Sebutkan faktor-faktor penyebab keadaan bahaya! Bagaimanakah cara untuk mengatasi lingkungan yang tidak aman Sebutkan dan jelaskan alat-alat pelindung anggota badan? Bagaimanakah syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan yang baik? 8. 6. BAB. 2. Modul OPKR 10 – 016 C 149 . 3. Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya.X. 9. 5. III EVALUASI A. Isilah table dibawah ini untuk meyakinkan anda. jelas dan benar.

b. Kertas terbakar didalam tong sampah. Kebakaran pada panel listrik. e. d. c. 14. Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api? 13. Tuliskan dua cara untuk mengetahui isi alat pemadam kebakaran! 12. Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian berikut ini? a. Sebutkan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act)? 15. Jelaskan fungsi dongkrak di bengkel otomotif ? Modul OPKR 10 – 016 C 150 .Warna alat pemadam Jenis alat pemadam Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Merah Biru Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam 11. Nyala api pada mesin. Ban terbakar. Nyala api pada kain lap oli.

Demonstrasikan cara menggunakan alat pemadam api bila terjadi kebakaran! 4. Lakukan penopang! 3. Tuliskan beberapa alat perlindungan diri ( APD )! 18.16. Demonstrasikan cara menilai korban bila terjadi kecelakaan! 5. 20. Demonstrasikan cara menolong korban yang mengalami perdarahan pada suatu kejadian terjadi kecelakaan! mengangkat kendaraan menggunakan dongkrak dan Modul OPKR 10 – 016 C 151 . Tuliskan tiga unsur penyebab kebakaran! Tuliskan kandungan yang terdapat pada limbah industri/pertambangan! SOAL PSIKOMOTOR 1. Sebutkan sumber pencemaran yang pembuangannya berupa timah hitam (Pb) ? 17. Lakukan mengangkat benda dengan tangan! 2. Jelaskan pengertian dari Cardio Pulmonary Resusciation (CPR)! 19.

sebagainya.  Mencegah. keutuhan dan kesempurnaan. Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja :  Mencegah terjadinya kecelakaan kerja.  Mengamankan material.  Mencegah/mengurangi cacat tetap.  Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan. 3. mesin-mesin.  Memperlancar. 2. modal. pemakaian.  Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya.  Mencegah timbulnya kecelakan akibat suatu pekerjaan. alat dan sumbersumber produksi lainnya. konstruksi. pemeliharaan bangunan. meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan. Kunci jawaban 1. bersih. mengurangi dan memadamkan kebakaran.  Menjamin tempat kerja yang sehat. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja. instalasi dan lain Modul OPKR 10 – 016 C 152 . baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya. alat-alat kerja.B. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan .  Mencegah/mengurangi kematian.  Mencegah pemborosan tenaga kerja. Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja menurut Undangundang nomor 1 tahun 1970 pasal 3:  Mencegah dan mengurangi kecelakaan.

debu. hembusan angin. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan.  Memberi pertolongan pada kecelakaan. 4.  Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan.  Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. perlakuan dan penyimpanan barang. gas. kotoran. tanaman atau barang. Faktor-faktor penyebab keadaan bahaya: Tindakan yang tidak aman dari manusia itu sendiri 1. baik fisik maupun psikis. keselamatan dan ketertiban. asap.  Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu. kelembaban.  Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. Modul OPKR 10 – 016 C 153 . suara dan gelora. infeksi dan penularan.  Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja. 2. binatang.  Memelihara kebersihan.  Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja.  Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.  Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat . 3. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. cuaca sinar atau radiasi.  Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. Berkelakar/ bergurau dalam bekerja dan sebagainya. 4. uap. keracunan.  Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang.

sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis. bising atau suara-suara keras. Mesin-mesin yang rusak. berguna untuk melindungi mata dari panas. kacamata las listrik.  Alat pelindung kepala. Alat-alat pelindung badan:  Alat pelindung mata. Modul OPKR 10 – 016 C 154 . Contohnya : kacamata debu. suhu tempat kerja. Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin. percikan api dan bahaya lainnya yang bisa merusak mata. memasang alat-alat kontrol dsb. konstruksi kurang aman. tetapi diisolasi agar tiadak lagi menimbulkan bahaya. debu. sinar yang menyilaukan. berguna untuk melindungi kepala dan rambut dari bahaya yang mungkin.  Dieliminir/diisolir. misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja.  Alat pelindung telinga. Contohnya : topi. misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki. sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya. ventilasi atau pertukaran udara. 6. sumber bahaya masih tetap ada. tidak diberi pengamanan. 6.  Dikendalikan. Cara untuk mengatasi lingkungan yang tidak aman:  Dihilangkan. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak. 5.Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja 5. misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi. tata ruang kerja/ kebersihan dan lain-lain). helm pelindung. berguna untuk melindungi telinga dari bahaya suara yang berlebihan.

Alat pelindung badan. juga dari material lembut yang berbahaya. Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada. Sarung tangan karet. misalnya dari percikan api. berguna untuk melindungi tangan dari ketajaman benda-benda atau peralatan bila peralatan itu dipegang atau diangkat. Sarung tangan kulit.  Alat pelindung tangan. Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan yang baik: a. d. berguna untuk melindungi tangan dari berbagai bahaya yang mungkin. agar tangan terhindar dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan. berguna untuk melindungi kaki dari bahaya seperti panas. berguna untuk melindungi tangan terhadap bahaya pembakaran api. yaitu yang berujung baja dan sepatu karet. tusukan benda tajam. zat kimia. dsb. f. 7. berguna untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset pada peremukaan. Sarung tangan asbes. b. Sarung tangan kain. misalnya panas. berguna untuk melindungi badan. Alat pelindung hidung. Berupa: a. debu atau material lembut yang berbahaya. api. Terdapat dua jenis sepatu. berguna untuk melindungi pernafasan dari bahaya seprti gas-gas berbahaya. digunakan pada pekerjaan pelapisan logam. Alat pelindung kaki. Pelindung hidung dan mulut. berguna untuk melindungi hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas berbahaya. g. c. e. Modul OPKR 10 – 016 C 155 .

Kalau bentuknya tidak menarik. e. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai. Jam tangn dan cincin menambah masalah pada bahan kimia dan panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. paling tidak harus dapat diterima. Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon. c. Dasi. d. dan akan menyebabkan kecelakaan jika apara pekerja tetap memakainya. Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain. masuk di kantong atau terselip di lipatan-lipatan pakaian. Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim. Sebelum mengadakan pemindahan barang-barang periksa lebih dulu rute jalan yang harus dilalui. Overall katun memenuhi semua persyaratan yang disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling luas digunakan sebagai pakaian kerja. Pastikan tidak ada yang dapat mengakibatkan Anda tergelincir. Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di celana. Teknik pengangkatan yang aman dan benar : a. g. cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai kemungkinan besar menimbulkan bahaya karena mereka itu dapat dimakan mesin. 8. misalnya lengan yang terlalu lepas atu ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. h.b. f. Modul OPKR 10 – 016 C 156 .

Lakukan posisi pengangkatan yang benar dan pegang beban dengan bagian-bagian yang Anda yakini tidak akan lepas ketika diangkat. Pertolongan pertama yang harus diambil ketika terjadi peristiwa kecelakaan kontaminasi atau luka bakar pada wajah disebabkan oleh asam: a. e. Letakkan beban di depan ujung bangku dan geser ke tempatnya. Bersihkan kotoran. Periksa beban apakah permukaannya kasar atau licin. geser dengan badan. Posisikan satu sudut bawah pertama untuk menghindari jari-jari kaki yang terjepit. i. Jika alat pendorong digunakan maka periksa bahwa ia cukup kuat dan ditempatkan secara benar untuk menopang beban. d. Ganjal jika perlu. Periksa benda yang berat tidak akan menggelinding/miring. Perkirakan berat beban untuk memastikan bagaimana beban harus diangkat dan cari bantuan jika perlu. Periksa letak daerah penempatan beban. g.b. Buang pakaian yang terkontaminasi. Tempatkan beban di atas bangku/permukaan yang rata. h. Gunakan soda bikarbonat atau larutan baking powder ke seluruh daerah yang terbakar. c. Modul OPKR 10 – 016 C 157 . Gunakan sarung tangan jika perlu apabila benda tersebut dapat pecah atau bergerigi. f. Ketika menempatkan benda ke atas lantai. b. 9. lemak atau air yang membuat beban sulit dipegang. gunakan teknik penurunan punggung dengan lurus secara benar.

Kertas. atau dirusak karena alat pemadam sudah dioperasikan. Dua cara (diantara) untuk mengetahui isi dari alat pemadam kebakaran. a. Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. Jika Modul OPKR 10 – 016 C 158 . d. Memeriksa alat ukur yang ada pada bagian atas silinder. terpotong. Memeriksa dan melihat pertanda yang diberikan pada alat tersebut masih utuh atau sudah terlepas. Lebih baik letakkan korban di bawah shower. b. Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam Karbon Dioksid Bubuk Kering Nyala Api Kelas C akibat Listrik (juga untuk kelas A dan B) Nyala Api Kelas B dan C Listrik dan cairan yang dapat terbakar. jika mungkin empat detik setelah terjadi semprot dia dengan air. Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Nyala Api Kelas A Kayu. Kain. Panggil bantuan medis atau atur korban untuk segera mendapatkan pertolongan. dll Biru Busa Nyala Api Kelas B.c. 10. Seperti table dibawah ini untuk meyakinkan anda. Nyala Api akibat bahan bakar cair. Warna alat Pemadam Jenis alat Pemadam Merah Berisi Air 11.

c. Kertas terbakar didalam tong sampah adalah air d.Nyala api pada kain lap oli.Bubuk Kering dan Busa c.Ban terbakar adalah busa e. Sumber–sumber pencemar berupa limab timah hitam (Pb) adalah pabrik baterai. Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. Kebakaran pada panel listrik Karbon Dioksid 14.pertanda tersebut masih pada tempatnya hal ini menandakan alat pemadam masih berisi penuh. Membandingkan berat alat pemadam yang anda yakin berisi penuh dengan alat pemadam yang akan diperiksa. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. b. 16. 15. Yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api adalah Menggantikannya dengan alat pemadam yang berisi penuh dan alat pemadam yang telah digunakan segera diisi kembali. d.adalah Karbon dioksid. Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian? a. Alat Perlindungan diri: Modul OPKR 10 – 016 C 159 . 17. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. perusahaan tambangan mineral dan pabrik cat. Penyebab kecelakaan a. Nyala api pada mesin adalah karbon Dioksid dan bubuk kering b. 12. Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. c. Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. 13.

18.1.  Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. 19.  Logam berat seperti kadmium.pabrik pupuk. Baju pelindung 4. pabrik kertas dll. zat warna. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dariindustri pertambangan.  Senyawa organic seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakan kulit dan industri cata. Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu: Pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada. baterai. cat. Hal ini dilakukan bila korban/penderita tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut. penyepuhan logam dll. Tiga unsur penyebab kebakaran   Bahan bakar Panas  Oxigen 20. Helm. Masker penolong 6. Sarungan tangan lateks 2. Modul OPKR 10 – 016 C 160 . Kandungan air limbah industri dapat digolongkan menjadi:  Garam anorganik seperti magnesium sulfat dan magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan. Kacamata pelindung 3. Masker pelindung 5.

7. 14. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 SKOR MAKSIMAL 0–2 0–4 0–4 0–2 0–2 0–4 0–4 0–4 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 SKOR YANG DICAPAI NILAI Modul OPKR 10 – 016 C 161 . 5.URUT NO SOAL 1.LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF (PENGETAHUAN) NO. 8. 11. 12. 9. 2. 13. 4. 10. 6. 3.

00 Perhitungan Nilai Akhir Penghetahuan (NAP) menggunakan rumus NAP   Skor yang dicapai x 10  Skor maksimal Modul OPKR 10 – 016 C 162 .. 20.NO. 16. 15 16 17 18 19 20 Jumlah () Batas penguasaan kognitif (pengetahuan) minimal harus mencapai 7.URUT NO SOAL SKOR MAKSIMAL 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 50 SKOR YANG DICAPAI NILAI 15. 19. 18. 17.

3. Kerjasama Kedisiplinan Kejujuran 8 9 TIDAK YA Modul OPKR 10 – 016 C 163 .00 Nilai Akhir keterampilan (NAK) diambil dari Nilai terendah diantara Nilai yang diperoleh dari setiap aspek yang di nilai LEMBAR NIALI SIKAP ( ATTITUDE ) PENILAIAN NO. 2. 4. 3. ASPEK SIKAP (ATTITUDE) YANG DINILAI 7 1. Persiapan Proses Kerja Waktu Hasil 8 9 TIDAK YA Batas minimal kompotensi harus mencapai minmal nilai 7. ASPEK YANG DINILAI 7 1. 2.LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN PENILAIAN NO.

5. 79 80 s.4. 100 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan Modul OPKR 10 – 016 C 164 .00 Nilai Akhir sikap (Attitude) diambil dari nilai terendah diantara nilai yang diperoleh dari setiap Aspek sikap (Attitude) yang dinilai. 89 90 s. Tanggung jawab Kemandirian Ketekunan Memecahkan masalah Batas minimal nilai (Attitude) adalah 7.d.d. C.d. KRITERIA KELULUSAN Kriteria Kelulusan: 70 s. 6. 7.

Kepada Anda yang ternyata belum lulus jangan putus asa. selamat atas keberhasilan Anda dan selamat melanjutkan ke kompetensi berikutnya. maka Anda mengulangi modul ini. sukses selalu. IV PENUTUP Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal pada modul OPKR. Selamat berjuang. Kepada Anda yang dinyatakan lulus. Apabila Anda dinyatakan tidak lulus.BAB. dan Anda berhak untuk mengikuti kompetensi berikutnya. sebab masih terbuka kesempatan asal Anda berusaha lebih keras lagi.10– 016C ini berarti Anda/Siswa menguasai materi kompetensi “Mengikuti Prosedur Keselamatan. Akhirnya kami haturkan terima kasih atas kesungguhan Anda mengikuti dan melaksanakan modul ini. Kesehatan Kerja dan Lingkunan “. Modul OPKR 10 – 016 C 165 .

Jakarta. Harun Tia Setiawan. PPPGT / VEDC. 1997. Siklus Air.tt. 2004. Keselamatan kerja dan tatalaksana bengkel. 1980. Teknik-teknik servis dasar. PT toyota Astra Motor. Modul OPKR 10 – 016 C 166 . PT Toyota Astra Motor.DAFTAR PUSTAKA Astra International. Bandung. Basic Mechanic Training. Astra International. Jakarta. Jakarta PPPGT / VEDC. Ima Permana dan Joel Tedjo. Pedoman penyelenggaraan bengkel otomotif. Depdikbud. PPPG Teknologi Bandung. Depdiknas. Iwan Gayo. 1997. 1995. Buku Pintar . 1992. Kurikulum SMK edisi 2004. UPAYA WARGA NEGARA Jakarta. Jakarta. Malang. Depdiknas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful