KODE MODUL OPKR-10-016 C

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

MENGIKUTI PROSEDUR KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

KODE MODUL OPKR-10-016 C

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

MENGIKUTI PROSEDUR KESELAMATAN,KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN
Tim Penyusun: 1. Drs. Iin Solihin 2. Drs. Ridwan 3. Drs. Koentono Tim Fasilitator: 1. Drs. Abdullah 2. Suryana Iskandar

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

Modul PTL OPS 005 (2)

1

KATA PENGANTAR
Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan modul manual. Adapun modul manual terdiri atas bidang-bidang dan program-program keahlian kejuruan yang berkembang di dunia kerja baik instansi maupun perusahaan. Tahun Anggaran 2005 telah dibuat sebanyak 300 modul manual terdiri atas 9 (sembilan) bidang keahlian dan 32 (tiga puluh dua) program keahlian yaitu: Bisnis dan Manajemen (Administrasi Perkantoran dan Akuntansi), Pertanian (Agroindustri pangan dan nonpangan, Budidaya Tanaman, Budidaya Ternak Ruminansia, Pengendalian Mutu), Seni Rupa dan Kriya (Kriya Kayu, Kriya Keramik, Kriya Kulit, Kriya Logam Kriya Tekstil), Tata Busan, Teknik Bangunan (Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Baja dan Alumunium, Teknik Konstruksi Batu Beton, Tekni Industri Kayu), Teknik Elektronika (Teknik Audio Vidio, Teknik Elektronika Industri), Teknik Listrik (Pemanfaatan Energi Listrik, Teknik Distribusi, Teknik Pembangkit Ketenagalistrik-kan), Teknik Mesin (Mekanik Otomotif, Pengecoran Logam, Teknik Bodi Otomotif, Teknik Gambar Mesin, Teknik Pembentukan, Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri, Teknik Pemesinan), Teknologi Informasi dan Komunikasi (Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan), dan program Normatif Bahasa Indonesia. Modul ini disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004 dengan menggunakan Based pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi ini (Competency Training/CBT). Diharapkan modul-modul

digunakan sebagai sumber belajar pokok peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kejuruan khususnya SMK dalam mencapai standar kompetensi kerja yang diharapkan dunia kerja. Penyusunan modul dilakukan oleh para tenaga ahli kejuruan dibidangnya terdiri atas para Guru SMK, para Widyaiswara Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) lingkup Kejuruan dengan para nara sumber dari 2

Modul PTL OPS 005 (2)

menerima masukan-masukan konstruktif dari berbagai pihak khususnya para praktisi dunia usaha dan industri. dan pemikiran untuk dihasilkannya modul ini. khususnya peserta Diklat SMK atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK. Jakarta. Pada kesempatan baik ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada berbagai pihak terutama tim penyusun modul. Joko Sutrisno. dan para psikologis untuk dihasilkannya Sumber Daya Manusia (SDM)tingkat menengah yang handal. MM NIP 131415680 Modul PTL OPS 005 (2) 3 . para akademis. Modul dilakukan melalui beberapa tahap pengerjaan termasuk validasi dan uji coba kepada para peserta Diklat/Siswa di beberapa SMK. para praktisi Balai Latihan dan Pengembangan Teknologi (BLPT) dan unsure dunia usaha dan industri (DU/DI). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah beserta para penulis dan unsure terlibat. Sesuai perkembangan paradigma yang selalu terjadi. dan berbagai sumber referensi yang digunakan baik dari dalam dan luar negri.n. para nara sumber dan fasilitator.berbagai perguruan Tinggi. tenaga. Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua. Desember 2005 a. serta para editor atas dedikasi dan pengorbanan waktu. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dr.

.. E. Perlengkapan dan Area Kerja.…………………………………………………………………… G...……………………………………………….... DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI……………... KETERANGAN PENCAPAIAN KOMPETENSI……………………...........……………....……………………………………………… B.. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL. Kegiatan Belajar 2 :Pemeliharaan Kebersihan. PENDAHULUAN .. Tes formatif 1 .………………………………………… g..………………………………...………… b..……………………………………… 1.... KEDUDUKAN MODUL……………………………………………………… PERISTILAHAN/GLOSSARIUM ………………………………………………… I.………………………………………………………………… i HALAMAN FRANCIS . BAB. B.....II. Petunjuk Bagi Peserta Diklat…………………………………………… 2..... Lembar kerja 1 .... Peran Guru …………………………………………………………………… D. RENCANA BELAJAR SISWA..……………………………………………………………………… C.………………………………………………………… f...………………………………………………………………… A.. Uraian materi 1………………………………………………………… c.....……………………………………………………………………………… PETA KEDUDUKAN MODUL.. PEMELAJARAN .. Kunci jawaban formatif 1 ...... Tujuan kegiatan belajar 1 ……….………………………………… b. KEGIATAN BELAJAR ...... Uraian materi 2………………………………………………………… Modul PTL OPS 005 (2) 4 ..... Tujuan kegiatan belajar 2 ……………………………….. Tugas 1 …......……………………………………………………………… e....... a.. Kegiatan Belajar 1 : Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja. CEK KEMAMPUAN……………………………………………………………….... ii iii iv vii vii viii ix X 1 1 1 2 2 2 3 3 4 10 11 11 12 12 13 13 25 25 26 26 27 28 28 28 a. PRASYARAT.... PERLENGKAPAN PBM…………. DESKRIPSI JUDUL ...………………………………………………… B....………………………………………………………………… KATA PENGANTAR …………………………………………………………………… DAFTAR ISI.…………………………………………………………… A.DAFTAR ISI MODUL Halaman HALAMAN SAMPUL.……………………………………………………… 2..………………………… 1..... TUJUAN AKHIR .... KOMPETENSI...………………………………………………………………… F.......……………………………………………………… A.... Rangkuman 1…………………………………………………………… d....

…………………………………………………. Tugas 2………………………………………………………………. Pencemaran Lingkungan & Kesehatan Manusia………………. Uraian materi 4 ………………………………………………………. Tes formatif 2….. Kunci jawaban formatif 4 ..…… e.………………………………………………………… d. Tugas 4…………………………………………………………………… e. Tugas 3…………………………………………………………………… e. Uraian materi 5 ……………………………………………………….………………………………………….… 3.…… a. Tujuan kegiatan belajar 3 ………………………………………… b. Rangkuman 2………. PERTANYAAN ………………………………………………………………………………… B. 33 33 33 34 37 37 37 55 55 55 57 60 60 60 79 80 80 80 82 82 82 a. 101 101 A. EVALUASI …………………………………………………………………. LEMBAR PENILAIAN SIKAP (ATTITUDE)………. KUNCI JAWABAN …………………………………………………………………………… 109 LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF(PENGETAHUAN)………………. SOAL PSIKOMOTOR………………………………………………………. Tes formatif 4 …………………………………………………………. 98 c. f. Kunci jawaban formatif 5 …………………………………………………… BAB. Kunci jawaban formatif 2 …….…… f.PENUTUP ……………………………………………………………………………… 112 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………… 113 Modul PTL OPS 005 (2) 5 .……………………………………………………… d.. Kunci jawaban formatif 3 …….…………………………………… 4.c. Tujuan kegiatan belajar 5 ………………………………………… b.. LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN……………………………….. Tes formatif 5 …………………………………………………………. c.………………………………………… 5. Rangkuman 4.III. Rangkuman 5 ……………………………………………………………………… 98 d. f.. 99 99 f. Tujuan kegiatan belajar 4 ………………………………………… b. IV. Uraian materi 3 ………………………………………………………. Tes formatif 3 ………………………………………………………….….…………………… 110 111 111 KRITERIA KELULUSAN …………………………………………………………………… BAB.…………………………………. Tugas 5…………………………………………………………………… e.. c. Rangkuman 3….. Kegiatan Belajar 4 : Pertolongan Pertama &Cardio Pulmonary ( CPR). a. Kegiatan Belajar :Perlengkapan Pemadam Kebakaran. 102 103 C.……… d.

serta kemungkinan multi entry-multy exit yang dapat diterapakan. DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga tahun.PETA KEDUDUKAN MODUL A. OPKR 60-018C OPKR 60-019C OPKR 10-0098 OPKR 10-017C OPKR 10-016C OPKR 10-010C OPKR 60-008C OPKR 10-006C OPKR 60-029A OPKR 10-013C OPKR 10-007C OPKR 60-016C OPKR 60-030A OPKR 60-031A OPKR 60-002C OPKR 60-006C OPKR 60-012C OPKR 60-013C OPKR 60-011 OPKR 60-037A OPKR 60-038A OPKR 60-050A OPKR 60-051A Modul PTL OPS 005 (2) vi .

OPKR 60-019C. Melaksanakan prosedur pengelasan. pemotongan dengan panas dan pemanasan. OPKR 60-002C. spoiler. OPKR 60-018C. OPKR 60-038A. OPKR 10-013C. Membuat (fabrikasi) komponen fiberglas/ bahan komposit. OPKR 60-006C. stiker. OPKR 60-030A. transfer/gambar hiasan. Memilih dan menggunakan hiasan/ Trim perekat. OPKR 60-050A. OPKR 60-029A. Memperbaiki komponen body menggunakan dempul timah (lead wiping). pematrian. menyimpan dan mengganti/memasang panel – panel bodi kendaraan. OPKR 10-010C. OPKR 60-011C.Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi OPKR 10-009B. Kesehatan Kerja dan Lingkungan. OPKR 60-012C. Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur. OPKR 60-009C. Memasang perapat komponen kendaraan. OPKR 60-037A. Mempersiapkan bahan dan peralatan pengecatan. OPKR 60-013C. OPKR 10-017C. OPKR 60-016C. Modul PTL OPS 005 (2) Mempersiapkan permukaan untuk pengecatan ulang Melepas dan mengganti/melepas pelindung moulding. Mempersiapkan komponen kendaraan untuk perbaikan pengecatan kecil. dan decal/lis. Memperbaiki komponen fiberglas/bahan komposit. Pembacaan dan pemahaman gambar teknik. Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja. Mempersiapkan dan mengecat komponen-komponen plastik. OPKR 60-007C. Melaksanakan pemasangan anti karat dan peredam suara. Mengikuti Prosedur Keselamatan. Melepas. OPKR 10-016C. OPKR 10-006C. Melepas dan mengganti rangkaian/listrik/unit elektronik. Melaksanakan pekerjaan sebelum perbaikan. Pelaksanaan pemeriksaan keamanan/kelayakan kendaraan. Melaksanakan prosedur masking. OPKR 60-031A. bagian – bagian panel dan perangkat tambahannya. vii . OPKR 60-008C. Membersihkan permukaan kaca. Pelaksanaan pengkilatan dan pemolesan.

B. Kedudukan Modul Modul dengan kode OPKR 10-016C tentang “Mengikuti Prosedur Keselamatan. Melakukan pembersihan setempat permukaan luar/dalam.OPKR 60-051A. Kesehatan Kerja dan Lingkungan” ini merupakan modul dasar untuk melaksanakan kompetensi – kompetensi berikutn Modul PTL OPS 005 (2) viii .

MEKANISME PEMELAJARAN Untuk mencapai peguasaan modul ini dilakukan melalui diagram alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Nilai ≥ 7 T Kegiatan Belajar 1 Y Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi T Nilai ≥ 7 Y Modul berikutnya/Uji Kompetensi Modul OPKR 10 – 016 C 9 .

GLOSSRY Safe Safety Unsafe act Unsafe codition Jack stand : aman atau selamat : mutu suatu keadaan aman : tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri : keadaan tidak aman dari lingkungan kerja : alat penyangga yang digunakan untuk pengaman pada saat mendongkrak kendaraan agar seseorang aman bekerja dibawah kendaraan Vacuum cleaner : alat penyedot debu biasa digunakan untu membersihkan debu/kotorab yang tidak terjangku dengan alat kebersihan yang lain Starvation : membuang/mencabut bahan bakar dari api sehingga menjadi padam Smothering : membuang oxygen dari nyala api sehingga menjadi padam Colling Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) LEADS AND CABLE PROTECTION OBEY “ NO SMOKING” SIGN CLEAN UP RUBBISH : menurunkan panas dari nyala api : pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada disebut juga Resusitasi jantung paru (RJP) : Perlindungan kabel dan stop kontak. : mematuhi rambu – rambu “ Dilarang merokok : Bersihkan Sampah Modul OPKR 10 – 016 C 10 .

PUT OILY WASTE IN BIN TAKE CARE WITH INFLAMMABLE LIQUID CLEAN UP DUSTY AREAS EXTINGUISHER SPILLED BURNING OIL MAINTENANCE WORKER NOTING FIRE ESCAPE ROUTE CRAWL THROUGH SMOKE FIELLED ROOM READING FIRE DRILL NOTICE : Buang limbah ditempatnya : Berhati – hatilah dengan cairan yang mudah terbakar : Bersihkan tempat yang berdebu : Alat pemadam api : Tumapah minyak yang terbakar : Memelihara jalan untuk menyelamatkan diri ( pekerja ) apabila terjadi kebakaran : Keluar dari ruangan yang dipenuhi asap. : Membaca pengumuman tentang latihan memadamkan api Modul OPKR 10 – 016 C 11 .

5. I PENDAHULUAN A. 6. Kimia.kesehatan kerja dan lingkungan. 7. seperti yang bisa Anda lihat di Peta Kedudukkan Modul. Menjalankan dasar-dasar prosedur keamanan. Penempatan dan pengidentifikasian jenis pemadam kebakaran. Modul OPKR 10 – 016 C 12 . Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk menidentifikasi bahaya dan pencegahannya. 3. pada tempat kerja untuk pengamanan dan B. 4. DESKRIPSI Kompetensi yang diharapkan dari modul ini adalah didalam bekerja siswa selalu mengikuti prosedur keselamatan . yaitu materi–materi pada Mata Diklat: 1. 2. tentang Konduksi. tentang Zat – zat kimia yang berbahaya bagi anggota tubuh manusia dll. Pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR). penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja. PRASYARAT Sebelum menggunakan modul ini peserta pelatihan harus dan menguasai modul sebelumnya. Mengikuti prosedur pengendalian limbah.BAB. Pemeliharaan kebersihan. perlengkapan dan area kerja. Penguasaan sudah dan memahami pencapaian modul ini akan merupakan dasar dan prasyarat untuk melanjutkan kepada kompetensi–kompetensi berikutnya. Adapun sub kompetensinya meliputi: 1. Pelaksanaan prosedur darurat. Fisika. Untuk mempelajari modul ini dimohon Anda sudah menguasai materi–materi yang diberikan di kelompok Adaptif.Konveksi. Radiasi dll 2.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang dilaksanakan antara lain: a. Baca dan fahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa dapat bertanya pada guru atau instruktur yang bersangkuatan b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materimateri yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktek perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku 2) Pahami setiap langkah (prosedur praktikum) dengan baik 3) sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta izin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6) Setelah sesuai praktek, kembalikan alat dan bahan ketempat semula. d. Apabila belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang bersangkutan.

2.

Peran Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk: a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar

Modul OPKR 10 – 016 C

13

b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar c. Membantu siswa dalam memahami konsep, praktek baru, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegitan belajar kelompok jika diperlukan. f. Merencanakan seorang ahli atau pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

D. Perlengkapan PBM
Dalam pelaksanaan sistem modul maka beberapa perangkat harus disiapkan dalam menunjang terlaksananya sistem pemelajaran, baik itu dalam konteks pemelajaran teori maupun praktik. Adapun perangkat tersebut dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Perlengkapan Ruang kelas 1. 2. Over Head Projector/OHP Papan tulis/white board 1. 2. 3. 4. 5. 6. Perlengkapan workshop Alat-alat tangan Katrol Dongkrak Kacamata pelindung Pakaian pelindung Alat Pemadam Kebakaran 1. 2. Bahan Mobil Engine Stand

E.

TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan ditempat kerja Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Memelihara kebersihan, perlengkapan dan area kerja Menempatkan pemadam kebakaran Mengetahui jenis-jenis pemadam kebakaran

Modul OPKR 10 – 016 C

14

7. 8. 9.

Menggunakan pemadam kebakaran Menerapkan prosedur darurat Menjalankan dasar-dasar keamanan prosedur prosedur penyelamatan pengamanan dan pertama dan CardioPulmonary Resusciation (CPR)

10. Melaksanakan 11. Menerapkan

pengendalian limbah

ditempat kerja.

Modul OPKR 10 – 016 C

15

SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan. Kode praktis industri Peraturan K3L (Keselamatan. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk:      KONDISI KERJA     3. Prosedur pertolongan pertama dan CPR (Cardio Pulmonary–Resusciation). Prosedur evakuasi darurat/kebakaran. Spesifikasi pabrik kendaraan. Lembaran data keamanan material. Perlengkapan kebakaran. Kebijakan/prosedur keamanan. Kesehatan Kerja Dan Lingkungan : OPKR.F. Sumber–sumber dapat termasuk:  Modul OPKR 10 – 016 C 16 . Standar kompetensi ini digunakan untuk:  Jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan dibidang perbengkelan. Pengharagaan dibidang industri. KOMPETENSI KOMPETENSI KODE : Mengikuti Prosedur Keselamatan. Prosedur/kebijakan tanda bahaya. pertolongan pertama. Pelaksanaan K3L harus memenuhi:   4.C A 2 B 1 C D 1 E F G 1 DURASI PEMELAJARAN : 80 jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI 1. perlengkapan CPR. Kesehatan Kerja Dan Lingkungan) yang berlaku. 2. 10-016. Prosedur/kebijakan kecelakaan.

Modul OPKR 10 – 016 C 17 . Perlengkapan yang sesuai. Pakaian yang aman 5. perlengkapan dan permesinan. Bahan pembersih dan pelumas. Laporan/mencatat kecelakaan dan bahaya–bahaya yang potensial. Melakukan simulasi pertolongan pertama dan CPR. Kegiatan: Kegiatan harus dilaksanakan dibawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:     Pembersihan perlatan/area tempat kerja dengan bantuan mesin atau secara manual. Perlengkapan dan bahan kebersihan. Melaksanakan keputusan dalam komite manajemen K3L.     Pakaian keamanan individual.

SUB KOMPETENSI 1. jadwal pemeliharaan berkala. gas dan kebisingan ditempat kerja  Pemeliharaan kebersihan perlengkapan kerja MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP  Mengenali bahaya pada area kerja dan melakukan tindakan pengontrolan yang tepat  Mengikuti kebijakan yang syah pada tempat dan prosedur pengontrolan resiko  Peralatan dan area kerja dibersihkan atau dipelihara sesuai dengan keamanan. Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk mengidentifikasi bahaya dan penghindaranny a KRITERIA KINERJA  Mengenali bahaya pada area kerja dan melakukan tindakan pengontrolan yang tepat  Mengikuti kebijakan yang sah pada tempat kerja dan prosedur pengontrolan resiko  Mematui tanda bahaya dan peringatan  Pemakaian pakaian pengamanan sesuai SI (Standar Internasional)  Penggunaan teknik LINGKUP BELAJAR  Prosedur keselamatan yang meliputi pertolongan pertama dan CPR  Mengikuti prosedur pengamanan dan pengendalian limbah padat. cair. tempat penerapan spesifikasi pabrik  Seluruh kegiatan penerapan pemadam kebakaran dan PENGETAHUAN  Peraturan K3L yang berlaku  Prosedur keamanan tempat kerja  Persyaratan pemeliharaan perlengkapan dan area kerja  Identifikasi bahaya dan pencegahan dalam tempat kerja  Prosedur pertolongan pertama  Prosedur CPR  Prosedur keamanan dasar  Penggunaan dan penerapan alat pemdam kebakaran KETERAMPILAN  Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja  Memelihara catatan yang berhubungan dengan keamanan  Menggunakan perlengkapan yang benar  Melaporkan dan mengurangi bahaya– bahaya potensial  Memlihara kebersihan mesin perlengkapan dan area kerja  Menempatkan dan mengidentifikasi perlengkapan pemadam kebakaran  Melaksanakan prosedur – prosedur Modul OPKR 10 – 016 C 18 .

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA dan pengangkatan pemindahan secara manual yang tepat LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP prosedur kerja diidentifikasi berdasarkan SOP (Staandard Operation Prosedure) peraturan K3L (Keselamatan. Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yang berlaku dan prosedur atau kebijakan perusahaan  Menngikuti kebijakan yang syah pada tempat kerjadan prosedur pengontrolan resiko PENGETAHUAN yang tepat  Prosedur penanganan secara manual  Simbol – simbol bahaya KETERAMPILAN darurat  Melakuakan prosedur–prosedur keamanan dasar dengan keadaan bahaya  Menggunakan teknik penangan secara manual  Memperagakan prosedur pertolongan pertama dan CPR  Syarat keselatan diri  Bertindak sesuai Modul OPKR 10 – 016 C 19 .

SUB KOMPETENSI 2. jadwal pemeliharaan berkala. Pemeliharaan kebersihan perlengkapan dan area kerja KRITERIA KINERJA  Perlengkapan dipilih sebelum melakuakan pembersihan dan perawatan secara rutin  Menggunakan metode yang benar untuk pembersihan dan pemeliharaan perlengkapan  Pperlatan dan area kerja dibersihkan atau dipelihara sesuai dengan keamanan. tempata penerapan dan spesifikasi pabrik LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 20 20 .

peraturan K3L (Keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan ) yang berlaku dan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 21 21 .SUB KOMPETENSI 3. Penempatan dan pengiidentifikasian jenis pemadam kebakaran. penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja KRITERIA KINERJA  Pengidentifikasian pemdaman kebakaaran yang sesuai pada tipe yang tepat untuk lingkungan tempat kerja  Seluruh kegiatan penerapan pemdaman kebakaran dan prosedur kerja diidentifikasikan berdasarkan SOP (Standard Operation Prosedure).

Pelaksanan prosedur darurat  Mengikuti prosedur perlindungan mesin pada saat tanda bahaya muncul  Mengikuti prosedur alarm atau peringatan atau efakuasi ditempat kerja  Mengikuti prosedur gawat darurat secara profesional yang tepat untuk melindungi mesin pada saat keadaan tanda bahaya muncul Modul OPKR 10 – 016 C 22 22 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 4.

Menjalankan dasar – dasar prosedur keamanan  Kebijakan atau prosedur keamanan dijalankan berdasarkan pelatihan perusahaan dan undang – undang yang berlaku  Seluruh keamnan yang Modul OPKR 10 – 016 C 23 23 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA  Pelayanan darurat yang profesional dan tepat untuk mamanggil pertolongan dengan segera dilakukan oleh orang yang berkuasa untuk melakukan hal tersebut LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 5.

pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan  Seluruh kegiatan pertolongan pertama yang dilakukan dicatat atau dilaporkan berdasarkan SOP (Standard Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR) Modul OPKR 10 – 016 C 24 24 . LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 6.SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA berhubungan dengan kejadian dicatat atau dilaporkan pada formulir yang sesuai  Seluruh stap disarankan menggunakan prosedur keamanan perusahaan dan metode yang tepat dalam penerapannya.

cair. peraturan K3L (Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yang berlaku. gas. dan prosedur atau kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 7.SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA Operation Prosedure). Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk pengamanan dan pengendalian limbah  Tindakan pengamanan terhadap limbah padat. dan kebisingan ditempat kerja dikenali dan dilakukan  Seluru kegiatan pengendalian dan pengamanan limbah dan polusi Modul OPKR 10 – 016 C 25 25 .

dan prosedur atau kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 26 26 . yang berlaku.SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA ditempat kerja dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Prosedure). Kesehatan Kerja dan Lingkungan). peraturan K3L (Keselamatan.

PERTANYAAN Mengetahui dan menerapkan prosedur keselamatan. 7. 10. 6. isilah cek list kemampuan yang telah Anda miliki dengan sikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. 9. 11. 1. 3.G. 8. 2. 4. 5. CEK KEMAMPUAN Sebelum mempelajari modul ini. kesehatan kerja dan lingkungan Mengetahui bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Mengetahui cara menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Memelihara kebersihan perlengkapan dan area kerja Menempatkan pemadam kebakaran Mengetahui jenis-jenis pemadam kebakaran Menggunakan pemadam kebakaran Menerapkan prosedur darurat Menjalankan dasar-dasar keamanan Melaksanakan prosedur penyelamatan pertama dan Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR) Menerapkan prosedur pengamanan dan pengendalian limbah YA TIDAK Modul OPKR 10 – 016 C 27 . No.

II. Jenis kegiatan Mengetahui Pengertian K3 Mengetahui Syarat K3 Mengetahui jenis bahaya dan cara menghindarinya Teknik Pengangkatan/ pemindahanSecara manual Menggunakan pakaian dan alat pengaman Menggunakan Perlengkapan pemadam kebakaran Prosedur pada tempat kerja untuk mengindentifikasi bahaya dan penghindarannya Pemeliharaan kebersihan perlengkapan dan area kerja Penempatan dan Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan guru Modul OPKR 10 – 016 C 28 . II PEMELAJARAN A. BAB. Rencana Belajar Peserta Diklat Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan.

penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja Pelaksanaan prosedur darurat Menjalan dasar – dasar prosedur keamanan Pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan cardio pulmonary resuscitation (CPR) Prosedur pada tempat kerja untuk pengamanan dan pengendalian limbah Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan guru Modul OPKR 10 – 016 C 29 .Jenis kegiatan pengindentifikasian jenis pemadam kebakaran.

Tujuan Kegiatan Belajar 1 1) Siswa dapat memahami Pengertian Keselamatan Kerja. Kecelakaan kerja. kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja atau sedang melakukan pekerjaan disuatu tempat Modul OPKR 10 – 016 C 30 . Uraian Materi 1 UNDANG-UNDANG K3 1) Pengertian Keselamatan Kerja Safe adalah aman atau selamat. keutuhan dan kesempurnaan. dan Kesehatan Kerja Kegiata Belajar 1: Pengertian Keselamatan a. baik harta maupun jiwa manusia. 4) Siswa dapat menjelaskan Teknik pengangkatan/pemindahan secara manual. baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya.B. Kegiatan Belajar Siswa III. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan. Keselamatan kerja atau safety adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman bebas dari kecelakaan Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak disengaja serta tiba-tiba dan menimbulkan kerugian. Safety menurut kamus adalah mutu suatu keadaan aman atau kebebasan dari bahaya dan kecelakaan. 3) Siswa dapat memahami penggunaan pakaian kerja. b. 2) Siswa dapat mengenal bahaya yang terjadi diarea kerja.

pemakaian. g) Mencegah pemborosan tenaga kerja. mesin. c) Mencegah/ mengurangi kematian. tanah. e) Mengamankan material. bersih. bangunan dll) c) Lingkungan (air. d) Mencegah/mengurangi cacat tetap. mengurangi dan memadamkan kebakaran c) Mencegah dan mengurang bahaya peledakan Modul OPKR 10 – 016 C 31 . pemeliharaan bangunan. f) Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya. 3) Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja Menurut Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 pasal 3 syaratsyarat keselamatan kerja ayat 1 bahwa dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk: a) Mencegah dan mengurangi kecelakaan b) Mencegah. konstruksi. alat dan sumbersumber produksi lainnya. cahaya. mesin-mesin. i) Memperlancar.2) Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja Dari pemahaman diatas sasaran keselamatan kerja adalah: a) Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi: a) Manusia (pekerja dan masyarakat) b) Benda (alat. hewan dan tumbuhtumbuhan). modal. instalasi dan lain sebagainya. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja. alat-alat kerja. h) Menjamin tempat kerja yang sehat. udara. b) Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan.

baik secara sendirisendiri atau bersama-sama. terjadi karena manusia menganggap sebenarnya bahwa setiap kecelakaan kecelakaan musibah. gas. o) Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. perlakuan dan penyimpanan barang. keselamatan dan ketertiban. uap. b) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan.d) Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya e) Memberi pertolongan pada kecelakaan f) Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja g) Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu. h) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. kotoran. yaitu: 1) Tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) a) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. m) Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. sinar atau radiasi. namun dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah disebabkan oleh salah satu faktor sebagai berikut. asap. PENGENALAN BAHAYA PADA AREA KERJA Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri. i) Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. debu. p) Menyesuaikan tinggi. j) Memelihara kebersihan. k) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja. cuaca. kelembaban. tanaman atau barang. n) Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. Modul OPKR 10 – 016 C 32 . keracunan. baik fisik maupun psikis. suara dan gelora. infeksi dan penularan. hembusan angin. binatang. l) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang.

Modul OPKR 10 – 016 C 33 . b) Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin. ventilasi atau pertukaran udara . b) Karena tidak mampu/tidak bisa. suhu lain-lain). b) Bilamana sebab-sebab kecelakaan itu dapat kita hilangkan maka kecelakaan dapat dicegah. bising atau suara-suara keras. c) Karena tidak mau. 2) Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja (unsafe condition) a) Mesin-mesin yang rusak tidak diberi pengamanan.c) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. kontruksi kurang aman. Sebab-sebab seseorang melakukan tindakan tidak aman a) Karena tidak serius/disiplin. d) Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. tata ruang kerja/ kebersihan dan menghindarkan tindakan-tindakan yang tidak aman dari pekerja serta mengusahakan lingkungan kerja yang tidak mengandung factor-faktor yang membahayakan (unsafe condition). Apakah kecelakaan dapat dicegah? Akhirnya timbul pertanyaan apakah kecelakaan yang merugikan itu dapat dicegah? Pada prinsipnya setiap kecelakaan dapat diusahakan untuk dicegah karena: a) Setiap kecelakaan pasti ada sebabnya. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak. Bagaimana kecelakaan dapat dicegah? Pencegahan kecelakaan adalah suatu usaha untuk tempat kerja.

Bagaimana mengatasi lingkungan lingkungan yang tidak aman? a) Dihilangkan. misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi. c) Jaga rambut panjang dengan topi atau penutup kepala yang rapat seperti disarankan dalam peraturan. c) Dikendalikan. memasang alat-alat kontrol dsb. Apabila rambut anda Modul OPKR 10 – 016 C 34 . sepatu bersol baja di tengahnya melindungi dari kejatuhan benda-benda berat. sumber bahaya masih tetap ada. 3) Keselamatan Kerja di Perbengkelan Otomotif. misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki. Perlindungan utama terhadap benda. tetapi diisolasi agar tidak lagi menimbulkan bahaya. a) Kenakan celana tanpa kantong yang tidak tertutup karena kantong celana dapat menyebabkan kemasukan bunga api atau zat-zat yang merugikan. Sepatu usahakan bersol kuat atau bersol baja yang di tengahnya dapat melindungi dari luka akibat benda tajam dan paku yang menonjol. sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya. b) Kenakan sepatu yang sesuai dan rawat baik-baik (dalam kondisi baik). misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja. sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis. b) Dieleminir/diisolir. Untuk mengetahui adanya unsafe condition harus dilakukan pengawasan yang seksama terhadap lingkungan kerja.

beberapa orang terluka karena itu. sarung tangan dan apron. f) Kenakan kaca mata penyelamat ketika menggunakan gerinda atau mesin bubut dan beberapa tugas lainnya agar debu atau material tidak dapat masuk ke mata. PENGGUNAAN PAKAIAN PENGAMAN 1) Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan a) Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada. Sehingga dapat menyelamatkan diri dari kemungkinan terluka. yang terdiri atas helm pengaman. Beberapa peralatan perlindungan yang tersedia harus dikenakan secara benar pada semua situasi kerja. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. b) Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim. Modul OPKR 10 – 016 C 35 . Pelajari tujuan masing-masing nomor item atau barang pada tempat latihan yang tersedia. g) Hindari berbaring pada lantai beton atau lantai sejenis ketika bekerja di bawah kendaraan. respirator.panjang dapat dengan mudah tersangkut mesin. Gunakan selalu kain krep atau bahan penutup untuk berbaring karena berhubungan dengan lantai dingin dapat merusak kesehatan. misal mesin bor. penutup muka. d) Jangan memakai cincin atau jam karena sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. e) Gunakan perlengkapan perlindungan pribadi yang sesuai dengan pekerjaan. pelindung telinga. terutama dalam waktu yang lama.

cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai menyebabkan pada bahan kemungkinan kecelakaan kimia dan besar jika menimbulkan para pekerja bahaya tetap karena mereka itu dapat dimakan mesin. dan akan memakainya. Jam tangan dan cincin menambah masalah panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. 2) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pakaian kerja a) Kenakan pakaian yang tahan terhadap api. sabuk dapat dengan mudah mengait putaran mesin.c) Kalau bentuknya tidak menarik. e) Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon. c) Baju yang longgar dan tidak berkancing atau t-shirt atau p berdasi. Modul OPKR 10 – 016 C 36 . paling tidak harus dapat diterima. h) Dasi. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai. tertutup rapat. misalnya lengan yang terlalu lepas atau ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. masuk di kantong atau semua persyaratan yang terselip di lipatan-lipatan pakaian. f) Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di g) Overall katun celana. memenuhi disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling banyak digunakan sebagai pakaian kerja. dan berkancingkan. b) Kenakan katun atau wol dan sebagainya guna menghindari bahan buatan yang mudah terbakar baik baju atas maupun baju bawah. d) Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain.

kecuali terpaksa benar. kulit harus selalu tertutup. PAKAIAN KERJA 1. sebab oli dan kotoran pada pakaian Anda akan mengotori kendaraan SEPATU KERJA Pililah alas kaki yang kuat untuk bekerja.d) Kancing harus ditutupi bahan penutup untuk mencegah kerusakan permukaan ketika bekerja di atas tonggak atau penyangga dan sebagainya. Jagalah pakaian Anda agar selalu bersih waktu bekerja. dengan gesper senang Hindari ikat dan kancing yang menonjol yang menyebabkan kerusakan pada kendaraaan pada waktu bekerja. Adalah berbahaya memakai sandal atau alas kaki yang mudah tergelincir dan karenanya jangan dipakai. 3. Sandal dan sejenisnya lebih memungkinkan pemakaianya terluka karena kejatuhan Modul OPKR 10 – 016 C 37 . Pilihlah pakaian kerja yang kuat dan betul–betul cocok sehingga dalam pakaian pinggang. Sebagai tindakan keamanan terhadap luka atau terbakar. Kami anjurkan memakai seragam Mekanik Toyota (Overall) hal–hal yang khusus didisain dengan memperhatikan diatasi. 2. dapat merasa pekerjaan.

Dianjurkan memakai sepatu boot atau sepatu yang mempunyai sol yang tidak licin serta berkulit keras. Modul OPKR 10 – 016 C 38 .benda.

walaupun tidak ada suatu peraturan khusus yang mengatur cara pemakaiannya untuk pekerjaan pemeliharaan biasa. Alat-alat pelindung bagian adalah sbb: a) Alat pelindung mata. 3) Alat-alat pelindung anggota badan Badan kita terdiri dari beberapa bagian. Modul OPKR 10 – 016 C 39 . Terutama pada waktu mengebor dan menggerinda serta pekerjaan di kamar mesin dengan mesin hidup. sinar yang menyilaukan dan juga dari debu.SARUNG TANGAN Pada waktu mengangkat benda – benda berat atau memindahkan pipa buang yang panas dan sejenisnya dianjurkan memakai sarung tangan. semuanya itu harus terlindung diwaktu melaksanakan pekerjaan. memungkinkan timbulnya bahaya tersangkutnya sarung tangan pada bagian yang berputar. Mata harus terlindung dari panas. Karena itu dalam hal seperti ini sarung tangan jangan dipakai.

misalnya bor atau waktu sedang mengelas. Kacamata Debu Listrik Gb.Gb. Topi atau helm adalah alat pelindung kepala bila bekerja pada bagian yang berputar. Modul OPKR 10 – 016 C 40 . Alat Pelindung Kepala c) Alat pelindung telinga Untuk melindungi telinga dari gemuruhnya mesin yang sangat bising juga penahan bising dari letupan-letupan. hal ini untuk menjaga rambut terlilit oleh putaran bor atau rambut terkena percikan api. Kacamata Las b) Alat pelindung kepala. Gb.

Gb. vercrhoom dsb. Adalah alat pelindung hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas beracun. digunakan untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam pada saat mengangkat suatu barang. Alat Pelindung Telinga d) Alat pelindung hidung. digunakan untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset. digunakan terutama untuk melindungin tangan terhadap bahaya panas. Sarung tangan asbes. antara lain:    Sarung tangan kain.  Sarung tangan karet. Modul OPKR 10 – 016 C 41 . Hal ini untuk mencegah tangan dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan. digunakan pada waktu pekerjaan pelapisan logam.Gb. seperti vernikel. Sarung tangan kulit. Alat Pelindung Hidung e) Alat pelindung tangan Alat ini terbuat dari berbagai macam bahan disesuaikan dengan kebutuhannya.

Alat Pelindung Kaki (Sepatu) Dengan Plat Besi Pelindung h) Alat pelindung badan.Gb. terutama pada waktu menempa dan mengelas. untuk menghindarkan tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia. Lengan baju jangan Modul OPKR 10 – 016 C 42 . sehingga pekerja tidak terpeleset dan jatuh. Terdapat dua jenis sepatu yaitu pengaman yang bentuknya seperti halnya sepatu biasa hanya dibagian ujungnya dilapisi dengan baja dan sepatu karet digunakan untuk menginjak permukaan yang licin. Alat ini terbuat dari kulit sehingga memungkinkan pakaian biasa atau badan terhindar dari percikan api. Macam-macam Sarung Tangan f) Alat pelindung kaki. g) Plat Besi Pelindung Gb.

sebab lengan baju yang panjang akan melindungi tangan dari sinar api. Gb. Modul OPKR 10 – 016 C 43 . Tali pengikat dengan sambungan yang telah diuji kekuatannya akan menghasilkan keselamatan kerja. Dibawah ini diperlihatkan teknis pemindahan benda yang berat.digulung. Alat Pelindung Badan TEKNIK PENGANGKATAN/PEMINDAHAN SECARA MANUAL 1) Cara mengangkat benda Pengikatan beban yang berat akan aman bila diketahui letak garis kerja gaya berat beban yang dimaksud. Ikatlah beban seimbang pada garis kerja gaya beratnya.

ambil kulit atau pikulan. Biarkan susunan tulang dari tubuh menyokong dan menopang beban.2) Cara mengangkat dan memikiul benda a. Membagi–bagi berat beban sama rata. 3) Mencegah terjadinya kecelakaan Modul OPKR 10 – 016 C 44 . d. Gunakan alat pemikul seperti penyandang. usahakanlah agar tubuh tetap tegak b. c. Waktu mengangkat benda.

4) Penuntun cara mengangkat dengan tangan Cara yang benar mengangkat dengan tangan. Tulang punggung manusia bukanlah mesin angkat yang efisien dan dapat mudah rusak bila dipergunakan cara–cara yang tidak benar. Modul OPKR 10 – 016 C 45 . Suatu angkatan hendaknya dimulai dengan kedudukan sipangangkat dalam sikap yang seimbang dengan meletakkan kedua belah kaki agak meregang dan barang yang diangkatnya harus di dekatkan dengan badan. Sebelum mengangkat punggung harus tegak dan dalam kedudukan sedikit mungkin dengan barang yang diangkat. a.Risiko terjadi luka dan kerugian pada kelengkapan untuk mengubah pengangkatan yang sederhana. Ruang kerja harus bebas dari segala rintangan. Yakinlah bahwa barang itu ada pegangan pengamannya. sebelum mengangkat dan melakukan sesuatu dengan tenaga orang pada permulaan pekerjaan harus berhati–hati. Penghindaran rintangan adalah tindakan untuk keselamatan tempat.

6) Penyangga Penyangga untuk menunjang kendaraan yang sedang diangkat guna pengamanan sewaktu melakukan perbaikan. Untuk melengkapi angkatan. Modul OPKR 10 – 016 C 46 . jenis udara tekan. Pada waktu menggunakan alat pengangkat. mula – mula luruskan kaki. Cara ini untuk menyakinkan bahwa daya angkat kita sedang disalurkan benar – benar melalui urat – urat dan tulang.b. c. tergantung pada kapasitas pengangkatannya. luruskanlah badan bagian atas sampai dengan keadaan tegak 5) Pengangkatan dengan dongkrak dan penopang Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. dongkrak atau penyangga. Untuk mengangkat beban. Ada beberapa jenis dongkrak seperti jenis hidrolis. utamakan keamanan kerja karena kesalahan kecil dapat menyebabkan kecelakaan besar.

Rangkuman 1) Keselamatan kerja adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkuan kerja yang aman bebas dari kecelakaan. Modul OPKR 10 – 016 C 47 . 2) Dalam perusahaan harus menjamin keselamatan pekerjanya yang telah diatur menurut undang-undang kerja ayat 1. serta c.7) Lokasi dongkrak dan penyangga Untuk mencegah agar tempat penempatan dongkrak dan penyangga tidak rusak. pilihlah tempat-tempat yang kuat.

Sebutkan tujuan K3? 3. d. Jelaskan pengertian K3? 2. sebutkan? 3. 5) Teknik Pengangkatan/pemindahan secara manual hendaknya memperhatikan berat benda. bawalah hal tersebut kedalam pertemuan tutorial. daerah pengangkatan dan alat pengangkatannya. 1. manusia menganggap bahwa kecelakaan terjadi karena musibah. Sebutkan sebab-sebab kecelakaan? Untuk memeriksa hasil latihan anda. Test formatif 1. e. Diskusikan dalam kelompok untuk hal yang berbeda. Sebutkan 5 alat-alat keselamatan kerja? 4.Kesehatan Kerja. Tugas Setelah anda mempelajari modul Keselamatan. Hasil latihan anda sebaiknya dibandingkan dengan hasil latihan peserta diklat lain. Mengapa pada saat bekerja tidak boleh memakai cincin? Modul OPKR 10 – 016 C 48 . Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat diatasi.3) Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri. namun sebenarnya setiap kecelakaan disebabkan oleh tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) dan Keadaan tidak aman dari lingkungan (unsafe condition) 4) Penggunaan Pakaian kerja harus mengacu pada keselamatan kerja dan disesuai dengan bidang pekerjaannya. Sebutkan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan tindakan tidak amam dari manusia itu sendiri (unsafe act)! 2. bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. cobalah anda mengerjakan latihan dibawah ini dengan demikian anda akan dapat menjelaskan materi ini. Untuk siapakah keselamatan kerja ditujukan.

b) Alat pelindung tangan. d) Alat pelindung badan. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. Lembar Kerja CARA MENDONGKRAK KENDARAAN 1) Alat dan Bahan a) 1 unit mobil lengkap Modul OPKR 10 – 016 C 49 . g. mesin. tanah. Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. 2. Penyebab kecelakaan: a) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. 3.5. c) Alat pelindung telinga. g) Benda (alat. e) Alat pelindung kaki. Kunci jawaban formatif 1. e) Keselamatan ditujukan pada f) Manusia (pekerja dan masyarakat). c) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. 4. d) Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. h) Lingkungan (air. udara. b) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. hewan dan tumbuhtumbuhan. bangunan dll). cahaya. Jelskan fungsi dongkrak di bengkel otomotif? f. Karena memakai cincin sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. Alat Keselamatan kerja terdiri dari: a) Alat pelindung Kepala.

Pengangkatan beban yang terlalu berat oleh seseorang dapat menyebabkan kecelakaan meskipun diangkat dengan cara yang benar. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semulan serta bersihkan tempat kerja! Modul OPKR 10 – 016 C 50 .b) 1 unit engine stand c) Dongkrak buaya 2 ton d) Mesin katrol e) Rantai/tali f) Jack Stand g) Kayu untuk pengganjal h) Lap/majun 2) Keselamatan Kerja a) Pengangkatan dapat mengakibatkan kecelakaan jika dilakukan dengan tidak benar. Perhatikan peraturan tentang beban maksimum yang diijinkan untuk diangkat dan gunakan cara yang aman b) Berhati-hatilah bila mendongkrak mobil pastikan bahwah penempatannya sudah tepat 3) Langkah Kerja a) Persiapkan alat dan bahan praktik pada tempat yang datar dan terang b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan guru/instruktur c) Pelajari cara-cara pengangkatan dengan menggunakan katrol atau dongkrak d) Pasanglah penyangga pada tempat kuat dan aman ikuti petunjuk yang ada di dalam buku pedoman reparasi e) Buatlah catatan – catatan penting kegiatan praktik secara ringkas f) Setelah selesai.

3) Alat Pel berfungsi untuk membersihkan air atau zat cair dari lantai. sebelum disapu atau dipel. dan saluran ventilasi udara. Modul OPKR 10 – 016 C 51 . karpet.misalnya.khususnya bengkel otomotif terdiri dari: 1) Sapu ijuk berfungsi untuk membersihkan lantai berupa kotoran sampah kering atau debu 2) Sapu lidi berfungsi untuk membersihkan halaman bengkel dari sampah-sampak kering. 4) Vacuum Cleaner berfungsi untuk menyedot debu/kotoran yang tidak dapat dibersih dengan sapu atau kain pel. bahan dan perlengkapan kebersihan 2) Siswa memahami pelaksanaan metade kebersihan 3) Siswa memahami cara-cara penyimpanan barang 4) Siswa memahami cara Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja. Uraian Materi ALAT-ALAT KEBERSIHAN Alat-alat kebersihan yang diperlukan pada bengkel . 5) Pasir/serbuk kayu berfungsi untuk menyerap tumpahan oli atau minyak pada lantai. Tujuan 1) Siswa memahami cara pemilihan alat-alat. baik pada ruangan bengkel ataupun pada kendaraan yang sedang diperbaiki.Perlengkapan dan Area Kerja a.4) Tugas a) Buatlah laporan Praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah Rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan 1! Kegiatan Belajar 2: Pemeliharaan Kebersihan . Sofa. b.

filter debu yang terpelihara dengan baik adalah sesuatu hal yang harus dilakukan pada pekerjaan yang menimbulkan debu. Sapu. Jangan di sebarkan di atas lantai. Peralatan vacum cleaner yang tepat dengan alat untuk menjangkau sudut-sudut yang sempit. Menjaga kebersihan lingkungan kerja Metode Pembersihan Banyak orang menggunakan angin dari kompressor untuk menghilangkan debu dari pakaian. bangku kerja. Bahaya bahwa dari hampir terhirupnya semua asbestos short fiber fibres (debu rem) dapat dapat menyebabkan kangker paru-paru. pindahkan matrial yang tidak diperlukan ketempat dimana material tersebut dapat dengan mudah dipindahkan ke tempat sampah. struktur. Pada saat membersihkan ruangan. Hal ini beresiko tinggi dan berbahaya karena dapat menimbulkan ledakan debu.Gambar. hal ini tidak secara luas disadari terhirup paru-paru mengakibatkan kerusakan yang sama. almari dan fiting lampu. Modul OPKR 10 – 016 C 52 . sikat untuk membersihkan lantai. Debu dan partikel kotor lainnya dapat terhirup atau mengenai mata yang tidak terlindungi. alat-alat pembersih dan sabun detergen atau larutan pembersih harus tersedia untuk digunakan oleh para pekerja.

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan pada sistem penyimpanan barang: 1) Penyimpanan material harus direncanakan terlebih dahulu.Tempat penampungan limbah harus dikosongkan secara periodik dan isinya (limbah) dimusnahkan dengan cara yang direkomendasikan/ dianjurkan. 5) Jalan keluar/masuk dan jalan/gang kerja harus bebas hambatan 6) Tabung-tabung yang berisi cairan. Penyimpanan Masalah yang biasanya timbul pada hal penyimpanan adalah tidak cukupnya tempat/ruang untuk meletakkan barang-barang. Pada beberapa instansi masalah ini dapat diatasi dengan menambah rak-rak peralatan dan material. peralatan pertolongan pertama dan fasilitas cuci. saklar dan panel kontrol. IV. lampu penerangan. kesemuanya ini harus lancar/berfungsi baik. gas yang mudah terbakar atau beracun. 4) Pemadam kebakaran harus mudah dicapai/didapatkan. zat kimia yang reaktif harus disimpan di dalam bangunan yang terpisah dan harus mematuhi MSDS recommendations. Menyimpan barang pada ketinggian yang sesuai 3) Alarm. Modul OPKR 10 – 016 C 53 . 2) Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. Gambar .

dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. V. cuci. Sebuah kotak alat pekerja 2) Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. dengan peralatan penanganan mekanik yang 8) Pipa-pipa. 4) Bersihkan seluruh sisa kotoran yang timbul dari kegiatan pembersihan di atas. 5) Gunakan peralatan yang cocok. 10)Material yang mudah terbakar (seperti kain yang berminyak) tidak boleh ditumpuk dalam tumpukan yang tinggi. khususnya plat tipis. berbahaya jika diangkat dengan tangan. palet digunakan dimana itu dimungkinkan. Putuskan dari segala sumber listrik. peralatan-peralatan atau mesinmesin. Modul OPKR 10 – 016 C 54 . Gambar . Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja Di bawah ini diberikan tiga contoh latihan penataan tempat kerja yang baik: 1) Bagi pekerja yang mengambil kotak peralatan untuk memelihara atau memperbaiki kendaraan. 3) Bersihkan.7) Wadah-wadah sesuai. 9) Lembaran baja. ruji-ruji dan material bulat lainnya harus ditumpuk dalam lapisan-lapisan yang terpisah oleh strip pada ujung-ujungnya atau di dalam rak. barang. rak. harus ditangani secara mekanik.

12)Gunakan penutup debu jika diperlukan. 8) Tempatkan bagian kendaraan yang sudah dilepas ke dalam container. container atau pipa. 11)Amankan sudut-sudut tajam . Buang benda-benda yang sudah tidak penting/terpakai Bagi pekerja yang akan bekerja pada bangku kerja Modul OPKR 10 – 016 C 55 .6) Sebelum membuka tabung. tonjolan tajam. dan bagian tajam lainnya. 15)Hilangkan penetesan dan kebocoran-kebocoran. 14)Setelah merakit ulang lepaskan semua karat dan perbaiki cat kendaraan yang rusak. 10)Jangan simpan bagian kendaraan di tempat yang terganggu oleh pergerakan atau jalan masuk. 9) Simpan bagian-bagian yang tak terbungkus dalam suatu form atau urutan. 16)Buang barang yang sudah tidak akan digunakan lagi. 13)Gantikan bagian/parts yang rusak. Gambar . Gunakan sistem pelabelan jika anda belum terbiasa dengan asembling/perakitan. tanyakan pada diri anda sendiri bagaimana jika benda-benda tersebut berisi cairan? 7) Cairan yang dialirkan dari bak penampung harus dibuang dengan cara yang benar bukan dibuang pada saluran air.

4) Bersihkan kembali peralatan sebelum dikembalikan pada tempat penyimpanannya. Modul OPKR 10 – 016 C 56 . cuci permukaan cat disekitar daerah kerja anda kemudian dilanjutkan dengan laci dan almari anda. Setiap tiga bulan. simpan kembali atau buang barang yang sudah tidak dipakai sementara waktu khususnya zat pembersih. Gambar . 3) Bersihkan kembali bangku kerja setiap akhir pekerjaan dan setiap akhir jam kerja. dinding. Hindari menghiasi bangku kerja. jangan sampai barang/benda kerja anda tercecer di daerah kerja selain daerah kerja anda. laci meja dan almari untuk menyimpan peralatan dan pisahkan setiap bagiannya. zat-zat kimia dan produk-produk bahan bakar. 2) Simpan barang yang sering dipakai sitempat yang dekat dan simpan barang yang berat dalam ketinggian yang sesuai.1) Gunakan rak. Sebuah tempat kerja yang diatur dengan baik Pada saat anda bekerja. pakaian dan kertas kerja. almari dsb dengan gambar wanita.

dan almari untuk menyimpan alat-alat dan setiap alat mempunyai tempat sendiri-sendiri. Simpan alat yang sering digunakan di tempat yang dekat dan benda/alat yang berat pada ketinggian yang sesuai. Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. 7) Hilangkan serpihan dari mesin segera dan ambil langkah untuk menhentikan penyebabnya. mesin bubut dll) 1) Gunakan rak-rak. Alat-alat kebersihan sangat diperlukan pada setiap tempat untuk menjaga kondisi tempat kerja bebas dari debu. 6) Lakukan tindakan anti karat pada akhir pekan dan hari libur dan hilangkan segera jika timbul karat.kotoran dan minyak. 2. 3) Lumasi mesin sesuai dengan instruksi buku petunjuk dari pabrik pembuatnya. Modul OPKR 10 – 016 C 57 . 4) Bersihkan mesin setiap seminggu sekali. laci. Metode penyimpanan hendaknya material harus direncanakan terlebih dahulu. 5) Cuci permukaan mesin yang dicat setiap tiga bulan. 2) Bersihkan kembali permukaan tempat kerja pada saat selesai tiaptiap pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. 8) Kembalikan seluruh alat ke tempat masing-masing pada setiap akhir pekerjaan atau setiap akhir jam kerja.Bagi pekerja yang sedang mengerjakan mesin-mesin (Mesin pengangkat. Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada menunggu bencana terjadi c. 9) Rawat dan perbaiki mesin pada saat diperlukan. Rangkuman 1.

Bersihkan. 4. 5. Test Formatif 1.3. Deskripsikan alasan mengapa angin kompressor tidak boleh digunakan sebagai suatu metode pembersihan! 2. cuci. Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. Putuskan dari segala sumber listrik. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. Sebutkan 5 contoh pelatihan penataan tempatkerja untuk pekerja yang sedang menggunakan kotak alat untuk memperbaiki kendaraan/mesin-mesin yang lain! 4.perlengkapan dan area Kerja ini cobalah anda melakukan kegiatan Pembersih dan penataan ruang praktek. setelah selasai mintalah Pendapat atau saran pada instruktur tentang hasil kerja anda! e. Sebutkan 4 contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja dengan mesin (alat pengangkat. Gunakan peralatan yang cocok. Bersihkan seluruh sisa kotoran yang timbul dari kegiatan pembersihan di atas. 6. d. mesin bubut. Tugas Setelah mempelajari Modul Pemeliharaan Kebersihan . dll)! Modul OPKR 10 – 016 C 58 . dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. Sebutkan 3 contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja di bangku kerja! 5. Sebutkan 5 faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan suatu sistem penyimpanan! 3.

berbahaya jika diangkat dengan tangan. saklar dan panel kontrol. zat kimia yang reaktif harus disimpan di dalam bangunan yang terpisah dan harus mematuhi MSDS recommendations. kesemuanya ini harus lancar/berfungsi baik. lampu penerangan. palet digunakan dimana itu dimungkinkan. Deskripsi alasan mengapa angin kompressor tidak bolehdigunakan sebagai suatu metode pembersihan Hal tersebut dapat menimbulkan ledakan/hamburan debu.  Material yang mudah terbakar (seperti kain yang berminyak) tidak boleh ditumpuk dalam tumpukan yang tinggi. Faktor. Modul OPKR 10 – 016 C 59 . rak. Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai.  Lembaran baja.f. ruji-ruji dan material bulat lainnya harus ditumpuk dalam lapisan-lapisan yang terpisah oleh strip pada ujungujungnya atau di dalam rak.  Alarm. Jalan keluar/masuk dan jalan/gang kerja harus bebas hambatan  Tabung-tabung yang berisi cairan. harus ditangani secara mekanik.  Wadah-wadah barang.faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan suatu sistem penyimpanan adalah:   Penyimpanan material harus direncanakan terlebih dahulu. Kunci Jawaban formatif 1. 2. dengan peralatan penanganan mekanik yang sesuai. peralatan pertolongan pertama dan fasilitas cuci. sehingga dapat terhirup atau mengenai mata.   Pemadam kebakaran harus mudah dicapai/didapatkan.  Pipa-pipa. khususnya plat tipis. gas yang mudah terbakar atau beracun.

hilangkan karat dan bersihkan/perbaiki cat yang rusak  Setelah merakit ulang lepaskan semua karat dan perbaiki cat kendaraan yang rusak. cuci. Gunakan sistem pelabelan jika anda belum terbiasa dengan asembling/perakitan. container atau pipa.  Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan.3) Contoh-contoh pelatihan penataan tempatkerja untuk pekerja yang sedang menggunakan kotak alat untuk memperbaiki kendaraan/mesin-mesin yang lain. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya.  Setelah merakit ulang.  Gunakan peralatan yang cocok.  Gunakan penutup debu jika diperlukan.  Simpan bagian-bagian yang tak terbungkus dalam suatu form atau urutan.  Amankan sudut-sudut tajam . atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. tanyakan pada diri anda sendiri bagaimana jika benda-benda tersebut berisi cairan?  Cairan yang dialirkan dari bak penampung harus dibuang dengan cara yang benar bukan dibuang pada saluran air.  Jangan simpan bagian kendaraan di tempat yang terganggu oleh pergerakan atau jalan masuk. Putuskan dari segala sumber listrik.  Bersihkan seluruh sisa kotoran yangtimbul dari kegiatan pembersihan di atas.  Sebelum membuka tabung.  Tempatkan bagian kendaraan yang sudah dilepas ke dalam container.  Gantikan bagian/parts yang rusak. tonjolan tajam. Modul OPKR 10 – 016 C 60 . dan bagian tajam lainnya.  Bersihkan.

dll). laci.contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja dengan mesin (alat pengangkat.  Bersihkan kembali bangku kerja setiap akhir pekerjaan dan setiap akhir jam kerja. Simpan alat yang sering digunakan di tempat yang dekat dan benda/alat yang berat pada ketinggian yang sesuai. dinding. zat-zat kimia dan produk-produk bahan bakar. laci meja dan almari untuk menyimpan peralatan dan pisahkan setiap bagiannya. 5.  Bersihkan kembali peralatan sebelum dikembalikan pada tempat penyimpanannya. Simpan barang yang sering dipakai sitempat yang dekat dan simpan barang yang berat dalam ketinggian yang sesuai. mesin bubut.  Hindari menghiasi bangku kerja . pakaian dan kertas kerja. dan almari untuk menyimpan alat-alat dan setiap alat mempunyai tempat sendiri-sendiri. jangan sampai barang/benda kerja anda tercecer di daerah kerja selain daerah kerja anda. Tampung di bak sampah barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi. Modul OPKR 10 – 016 C 61 .  Bersihkan kembali permukaan tempat kerja pada saat selesai tiap-tiap pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. Contoh.  Setiap tiga bulan. almari dsb dengan gambar wanita. 4. cuci permukaan cat disekitar daerah kerja anda kemudian dilanjutkan dengan laci dan almari anda.  Gunakan rak-rak. simpan kembali atau buang barang yang sudah tidak dipakai sementara waktu khususnya zat pembersih.  Pada saat anda bekerja. Contoh-contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja di bangku kerja:  Gunakan rak.

 Bersihkan mesin setiap seminggu sekali.  Lakukan tindakan anti karat pada akhir pekan dan hari libur dan hilangkan segera jika timbul karat. Uraian Materi Sifat api Bahan bakar.  Hilangkan serpihan dari mesin segera dan ambil langkah untuk menhentikan penyebabnya.  Rawat dan perbaiki mesin pada saat diperlukan. Modul OPKR 10 – 016 C 62 . Kegiatan Belajar 3: Perlengkapan Pemadam Kebakaran a. panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api.  Kembalikan seluruh alat ke tempat masing-masing pada setiap akhir pekerjaan atau setiap akhir jam kerja.  Cuci permukaan mesin yang dicat setiap tiga bulan. Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada menunggu bencana terjadi. Lumasi mesin sesuai dengan instruksi buku petunjuk dari pabrik pembuatnya. VI. Tujuan 1) Siswa dapat memahami sifat-sifat api 2) Siswa dapat melakukan pencegahan terjadinya api 3) Siswa dapat memahami klasifikasi api 4) Siswa dapat memahami jenis-jenis alat pemadam kebakaran 5) Siswa dapat memahami prosedur dan metode penggunaan alat pemadam kebakaran b.

puntung rokok. tidak akan terjadi api. Panas dapat berasal dari nyala api. Mencegah api Tanpa bahan bakar. Bahan yang mudah terbakar adalah setiap benda yang mudah menyala dan terbakar dengan cepat. baik padat. Modul OPKR 10 – 016 C 63 . Bahan bakar adalah bahan yang dapat terbakar. 2) Menyimpan bahan bakar dan bahan yang dapat terbakar dengan hati-hati.Gambar 1. sumber listrik. Oksigen umumnya berasal dari udara dan juga sebagian dari reaksi kimia. gesekan. cair maupun gas. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara: 1) Menghilangkan bahan bakar yang tidak diinginkan seperti sampah dan limbah. percikan bunga api. pipa panas dan perlengkapan.

tidak akan terjadi api. Gambar 3. Memadamkan api yang tidak diinginkan dengan cara mendinginkan bahan bakar yang sedang terbakar untuk menghilangkan panas. Modul OPKR 10 – 016 C 64 .Gambar 2. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara: 1) Berhati-hati bila bekerja dengan panas. Tanpa panas. 2) Menghilangkan sumber panas yang tidak diinginkan.

Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara menjauhkan bahan bakar yang terbakar agar tidak berhubungan dengan oksigen. Gambar 4. kabel-kabel. Memadamkan api yang tidak diinginkan dengan menutupnya sehingga tidak berhubungan dengan oksigen. Modul OPKR 10 – 016 C 65 . 1) Berhati-hati dengan listrik.Tanpa oksigen tidak akan terjadi api. Api tidak dapat muncul tanpa panas. 2) Rawat alat. Jagalah selalu semua kemungkinan munculnya sumber panas. kabel extensi dan stop kontaknya tetap dalam keadaan baik.

4) Jangan membebani kabel berlebihan. Modul OPKR 10 – 016 C 66 . insulator yang rusak dapat menimbulkan busur api. Gambar 6 6) Jangan menggunakan api (sebagai penerangan) tanpa perlindungan yang cukup agar api tersebut tidak menyambar bahan-bahan yang dapat terbakar. 3) Gunakan stop kontak yang telah diakui. Berhati-hatilah saat memanaskan atau mengelas. jangan berimprovisasi.Gambar 5. 5) Jangan menginjak atau menggilas dengan troli kabel listrik fleksibel.

h. Periksa percikan api dari busur pemotong dan pengelasan tidak jatuh pada bahan yang dapat terbakar. Patuhi tanda “dilarang merokok”. f. Singkirkan bahan yang dapat terbakar dari peralatan pemanas. 1) Kosongkan tempat sampah setiap hari.a. Gambar 7 Pada sebagian benda seperti kain lap yang berminyak. Gunakan hanya pemanas yang disarankan. g. kain terpal dan bahan yang dapat terbakar lainnya. dan perlengkapan panas lainnya. i. Jauhkan pemanas dari sekat kayu. Singkirkan bahan-bahan yang mudah terbakar saat menggunakan lampu semprot (blow lamp). knalpot engine. obor gas dan peralatan potong oksigen. e. Sebagai contoh. c. pembakaran yang tiba—tiba dapat menyebabkan kebakaran di tumpukan lap tersebut. Buang puntung rokok pada tempat yang aman. d. bahan bakar yang panas. panas dapat muncul karena reaksi kimia. Jangan merokok di area yang dapat menimbulkan kebakaran. b. Tempatkan pemanas sedemikian rupa sehingga tidak terbalik. Modul OPKR 10 – 016 C 67 .

2) Jangan menyimpan timbunan kain yang berminyak di dalam locker. Api tidak dapat menyala tanpa panas. Hilangkan semua bahanterbakar yang tidak diperlukan sesegera

bahan yang dapat mungkin.

1) Bersihkan tempat kerja anda secara teratur.

Gambar 8

2) Buang kotoran dan limbah pada wadah yang benar. 3) Buang kain lap yang berminyak dan berlemak ke dalam tempat sampah yang dilengkapi dengan tutup dan seal perapat.

Gambar 9.

Hati-hati dengan gas yang mudah terbakar (seperti asetilin, LPG, dll.) dan cairan yang mudah terbakar (seperti, bensin, minyak tanah, cairan pembersih, solvent, tiner, dll.) Gas dan cairan yang
Modul OPKR 10 – 016 C

68

mudah terbakar sebaiknya disimpan pada area yang terisolasi dan jauh dari sumber panas.

Gambar 10.

1) Rawat semua pipa gas, katup-katup dan perlengkapan tetap dalam kondisi baik. 2) Gunakan hanya alat tangan yang tidak dapat menimbulkan percikan bunga api untuk membuka wadah cairan yang dapat terbakar. 3) Bila cairan yang dapat terbakar diperlukan, gunakan sesedikit mungkin. Simpan cairan yang dapat terbakar pada wadah logam yang tertutup. 4) Jangan merokok saat menggunakan cairan yang dapat terbakar. 5) Bersihkan setiap tumpahan cairan yang dapat terbakar pada pakaian anda, hindarkan dari sumber panas dan segera informasikan kepada supervisor anda. 6) Jangan gunakan bensin, minyak tanah atau spiritus untuk menyalakan api. Hindarkan debu yang berbahaya. Mungkin beberapa jenis debu sangat mudah terbakar dan dapat meledak saat bercampur dengan udara.

Modul OPKR 10 – 016 C

69

1) Bersihkan area yang berdebu sebelum mengelas atau bekerja dengan peralatan listrik. 2) Hati-hati saat bekerja di dekat perangkat penyedot debu. 3) Jaga tutup kotak debu tetap tertutup dengan rapat. 4) Jaga stop kontak lampu bebas dari debu.

Gambar 11.

Klasifikasi api Api kelas A. Api kelas A adalah yang paling umum, yang bersumber dari kayu, pakaian, kertas dan bahan-bahan paking.

Gambar 12.

Modul OPKR 10 – 016 C

70

Mendinginkan bahan yang sedang terbakar adalah cara yang paling efektif untuk mematikan api kelas A. Air biasanya tepat untuk mendinginkan bahan sampai pada titik dimana dia tidak dapat menyala lagi dan merembes jauh ke dalam sumber api. Modul OPKR 10 – 016 C 71 . 1) Pemadam kebakaran jenis air juga sangat baik untuk mematikan api kelas A. Gambar 14. Gambar 13. atau dari selang adalah cara yang terbaik untuk mematikan api kelas A. Air dari ember.

Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api kelas B. Api kelas B Api kelas B adalah berasal dari cairan yang mudah terbakar seperti bensin. thinner dan solvent. air dapat menyebarkan cairan yang sedang terbakar. minyak tanah. Modul OPKR 10 – 016 C 72 . oli. lilin. Pemadam kebakaran jenis lain akan mematikan api kelas A yang kecil tetapi tidak seefektif air. Pemadam api dari bahan kimia berupa tepung kering dan gas karbon dioksida (CO2) sangat baik untuk memadamkan api kelas B. cat. grease. Catatan: Pemadam kebakaran jenis yang dibalik secara bertahap digantikan oleh jenis air-udara di sejumlah negara bagian. Peringatan: Jangan sekali-kali menggunakan air untuk memadamkan api kelas B. lemak. Gambar 15.2) Pemadam kebakaran jenis busa juga dapat digunakan.

Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api kelas C. motor. VII. saklar. Pemadam api busa sangat baik untuk memadamkan cairan yang terbakar di dalam wadah dimana cairan kelihatannya cukup panas untuk terbakar sendiri bila berhubungan dengan oksigen. Gambar 17. dan peralatan elektronik. generator.Gambar 16. Api kelas C berasal dari peralatan listrik seperti dudukan lampu. Api kelas C VIII. Modul OPKR 10 – 016 C 73 . kabel. kawat.

Gambar 18. matikan semua peralatan listrik yang sedang terbakar. Bila anda dapat melakukannya dengan sangat hati-hati. Modul OPKR 10 – 016 C 74 . Gambar 19. IX. Peringatan Bahan pemadam kebakaran harus bukan penghantar listrik untuk menghindari kejutan atau kerusakan peralatan. Jangan sekali-kali menggunakan pemadam kebakaran dengan bahan air atau busa untuk mematikan api kelas C.

Pada bagian sisi alat pemadam biasanya dilengkapi dengan api jenis apa digunakan. Label ini memberikan rincian bagaimana menggunakan pemadam api. juga dijelaskan untuk Gambar 20. Ada 4 jenis alat pemadam kebakaran dengan beberapa perbedaan pada masing-masing jenisnya. 4) Pemadam kebakaran yang berisi air Modul OPKR 10 – 016 C 75 .Alat-alat Pemadam Kebakaran: Alat pemadam api portable Pemadam api portable biasanya ditempatkan pada tempat yang aman. Selalu baca plat instruksi sebelum anda menggunakan pemadam api. label instruksi.

5) Pemadam Kebakaran Karbon Dioksida (CO2) Modul OPKR 10 – 016 C 76 . Pemadam ini dicat merah. Jenis pemadam bertekanan gas berkerja sampai kosong. Gambar 21. Rentang semprotannya berkisar 10m. Digunakan sesuai petunjuknya. Jenis pemadam bertekanan udara diaktifkan dengan alat picu dan dapat dihentikan setiap saat dengan cara melepas pemicu.Ketiga pemadam kebakaran jenis berisi air hanya cocok untuk memadamkan api kelas A. Gambar 22.

Jenis ini dicat warna merah dengan garis/pita hitam. Pemadam ini harus mempunyai nozel penyembur agar dapat digunakan secara efektif dan aman. tuas. Jenis ini paling sesuai untuk memadamkan api kelas B dan kelas C. Gambar 23. Contohnya adalah: Modul OPKR 10 – 016 C 77 . Operasikan sesuai petunjuk. Alat ini bias juga dilengkapi dengan plunyer.2m dan yang berukuran besar mempunyai kemampuan sam pai 3m. Semprotan utama sangat dingin. Menkanisme pengoperasiannya harus terbuka penuh untuk mencegah agar nozel tidak membeku.Alat ini diisi deengan karbon dioksida. Ukuran kecil mempunyai kemampuan semprot sampai 1. cairan ini mempunyai tekanan yang sangat tinggi. Yang dikosongkan adalah karbon diosida cair yang dengan cepat dapat berubah menjadi gas. Pemadam kebakaran CO2 sangat berguna dimana pencemaran oleh endapan tidak diharapkan ditempat kerja dan penembusan area sangat penting. pemicu atau katup.

a) b) Berhubungan dengan kebakaran peralatan elektronik dan laboratorium. Modul OPKR 10 – 016 C 78 . d) Secara perlahan bergerak ke bagian depan samapi api mati. Berhubungan dengan api kecil pada cairan yang dapat terbakar. b) Pertama arahkan semprotan ke bagian belakang sumber api. Gambar 24. Segera bersihkan tempat setelah digunakan. Peringatan: Berada dalam waktu tertentu dalam ruang tertutup yang berisi Karbon dioksida dapat menyebabkan sesak bahkan mati lemas. c) Gerak-gerakkan nozel dari kiri ke kanan. a) Gunakan sedekat mungkin dengan sumber api. lepas melalui kedua permukaan vertical dan horizontal. Prosedur penggunaan. Buka semua jendela dan pintu untuk membersihkan ruangan dari gas karbondioksida.

Selimut busanya akan tetap berada pada tempatnya cukup lama untuk mendinginkan bahan yang terbakar sehingga temperaturnya tidak cukup untuk dapat terbakar sendiri. Busa kurang efektif pada tumpahan yang menyebar. Tabung alat ini dicat dengan warna BIRU. Modul OPKR 10 – 016 C 79 . Busa digunakan untuk membentuk selimut untuk menutupi dan memadam api. Jenis ini biasa jadi tidak efektif cairan yang terbakar seperti alcohol. Operasikan sesuai petunjuk. Jarak semprotnya berkisar 6m. Gambar 25.6) Pemadam Kebakaran Busa Variasi mekanisme dan bahan kimia yang digunakan pada pemadam kebakaran busa cocok digunakan untuk memadamkan api kelas B dan terbatas pada api kelas A. Pemadam kebakaran jenis busa adalah yang paling efektif untuk memadamkan api dari bahan bakar cair yang berada dalam wadah diaman bahan ini cukup panas untuk dapat terbakar sendiri bila bersinggungan dengan oksigen.

Jenis ini sesuai untuk memadamkan api kelas B dan C. Hal ini akan menyebabkan busa mengalir ke bawah an menyebar di atas permukaan cairan. atau dengan tekanan udara. 7) Pemadam Kebakaran Tepung Kering Pemadam ini diisi dengan bahan kimia berbentuk tepung kering yang diinjeksikan dengan tekanan gas. Rentang semprotan yang berukuran kecil samapi 3m. Modul OPKR 10 – 016 C 80 .Untuk memadamkan cairan yang sedang terbakar. dan yang berukuran besar samapai 6 meter. arahkan semprotan pemadam ke bagian sisi wadah di atas cairan. Tabung pemadam ini dicat warna MERAH dengan lingkaran PUTIH. Alat ini mempunyai nozel beebentuk kipas. Gambar 26. Operasikan berdasarkan petunjuk pemakaian.

Pemadam kebakaran bentuk kecil sebaiknya tidak digunakan untuk memadamkan api yang besar dan dalam Modul OPKR 10 – 016 C 81 . khususnya pada tumpahan yang mengalir bebas. Tepung kering adalah pemadam api yang paling efektif untuk memadamkan cairan yang terbakar pada area yang luas. Hal ini dan dapat digunakan membuat alat ini efektif memadamkan semua jenis api yang muncul tiba-tiba dan juga untuk api kecil yang sulit dijangkau. Semprotkan tepung ke bagian dasar api dan tutupi apinya dengan menggerakan nozel ke kanan dan ke kiri. Kabut bahan kimia kering ini cenderung melindungi orang yang memadamkan api dari panas. Pemadam jenis ini yang berukuran kecil denngan gagang berbentuk pistol dapat dibawa masuk dengan cepat.Gambar 27 Pemadam kebakaran jenis tepung kering mempunyai reaksi pemadaman yang sangat cepat.

Adalah sangat penting bila pekerja perawatan.Gambar 28. yang berganti lokasi kerja secara teratur mengetahui bagaimana 82 Modul OPKR 10 – 016 C . Pelajari lokasi terjadinya kebakaran. dan yang lainnya. Menyelamatkan diri dari Api Anda harus tanggap kalau sedang terjadi kebakaran dan harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada . Gambar 29. alarm kebakaran. telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda.

pertama periksa apakah ada tempat yang lowong dan aman untuk jalan ke luar. Ketika terjadi kebakaran. buka setiap pintu dengan hati-hati untuk mencegah asap atau nyala api menyerbu masuk ruangan. Tinggalkan tempat kebakaran sesegera mungkin bila: 1. Asap telah mengaburkan atau menggelapkan jalan ke luar. Api telah menguasai jalan ke luar. putuskan apakah anda dapat membantu memadamkan api. 6. Berhati-hatilah terhadap asap dan gas-gas yang ditimbulkan api. Modul OPKR 10 – 016 C 83 . Jika anda memutuskan untuk memadamkan api. Selalulah berada diantara api dan jalan keluar. 2. Pada saat anda meninggalkan tempat tersebut. Di dalam area yang penuh asap. tetap pada posisi rendah dan merangkak untuk menghindarkan mulut dan hidung sedekat mungkin dengan lantai Gambar 30. keluarlah segera. Api yang timbul sudah tidak dapat dikontrol lagi. 3. Tutuplah pintu-pintu di belakang anda untuk mencegah aliran udara menghembus api. 7. 4. Jika tidak. 5.menyelamatkan diri dari kebakaran di setiap tempat kerja mereka.

5. Ketahui tempat semua peralatan pemadam kebakaran. Anda harus tahu apa yang harus diperbaat bila terjadi kebakaran: 1. Pelajari tempat semua alarm pemadam kebakaran. 10. 6. Modul OPKR 10 – 016 C 84 . 9. Walau dalam keadaan bagaimanapun juga jangan pernah mundur atau berhenti. Gambar 31. Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti langkah pemadaman api dengan pasti. Menghindarkan peralatan pemadam kebakaran dari penghalang agar mudah dijangkau. 4. Saat meninggalkan bangunan. 2. Jangan sekali-kali memasuki bangunan yang sedang terbakar. Pahamilah semua peralatan pemadam kebakaran yang ada di tempat kerja anda. Selalu siap memadamkan api. tutuplah pintu di belakang anda. 3.8. Pelajari fungsi semua peralatan pemadam kebakaran.

2. Jaga agar rute penyelamatan diri bebas dari hambatan.Gambar 32. tindakan yang tepat memberikan peluang dapat memadamkan api dengan cepat. 9. 8. 1. Hindarkan pemadam kebakaran dari panas yang tinggi atau yang dingin sekali. Pastikan setiap pemadam api yang telah dipakai segera diganti dengan yang baru Memadamkan Api/Kebakaran. 10. 7. 3. Tempatkan pemadam api yang sesuai sehingga mudah dijangkau saat menggunakan peralatan yang dapat meningkatkan bahaya kebakaran. Pelajari setiap lokasi penyelamatan diri. Menjaga pintu penyelamatan diri memberikan akses ke tangaga tertutup. sekali-kali mengembalikan pemadam api yang telah digunakan ke tempat semula. Bila terjadi kebakaran. mengurangi bahaya dan meminimalisasi kerusakan. Jangan ulang. tetapi tidak terkunci. Beri label dan kembalikan untuk diisi Modul OPKR 10 – 016 C 85 . Jaga akses ke tangga dan perancah mudah dijangkau dimana tangga belum dibangun.

Modul OPKR 10 – 016 C 86 .Cara Mengguakan Alat Pemadam Api 1. ingat 6 langkah kesalamatan berikut: 1. Jika anda menemukan kebakaran. Peringatkan setiap orang agar segera keluar. 3. Hidupkan segera alarm. Arahkan corong ke pangkal api dan lakukan pemadaman seperti gerakan menyapu. 2. Gambar 34. lepasakan pipa dari klip. Gambar 33. Pijitlah penagtup. Peganglah alat pemadam api dalam keadaan tegak tegak. Beritahu regu pemadam kebakaran. 2. Lepaskan kunci pengaman. 3.

5. 4. Gambar 36 .Gambar 35. Padamkan api dengan peralatan yang tersedia. Bila dipandang perlu segera keluar. Gambar 37 6. Jangan masuk kembali ke gedung yang sedang terbakar Modul OPKR 10 – 016 C 87 .

3. Selebihnya biar ditangani oleh ahlinya. jangan coba-coba mematikan nyala api. Penting bagi regu pemadam kebakaran tiba saat api masih kecil sehigga mudah dikendalikan daripada datang setelah api menjadi besar sehingga sulit ditanggulangi. 6. 5. Begitu api menjadi besar. Modul OPKR 10 – 016 C 88 . 8. Bila kebakaran terjadi pada saluran gas yang bocor. penundaan dalam mengevakuasi bangunan dapat meregut nyawa seseorang. Beberapa menit pertama setelah api mulai menyala adalah penting segera ditanggulangi. walaupun mengawasi regu pemadam kebakaran dapat mengarahkan mereka langsung ke tmpat kebakaran tanpa harus sumber api dan panasnya jauh. 2.Gambar 38 Ke 6 langkah keselamatan tersebut penting karena hal-hal berikut: 1. 7. dan anda tidak dapat mematikan saluran gas. Seseorang menunda. Asap dan gas di dalam bangunan sangat berbahaya. cobalah mendinginkan peralatan yang ada di sekitarnya. Bila perlu. atau memungkinkan. Api yang masih kecil dapat dengan mudah ditanggulangi dengan peralatan yang tepat. 4.

Bila terjadi kebakaran. Starvation b. Pelajari lokasi terjadinya kebakaran. mengurangi bahaya dan meminimalisasi kerusakan. setelah selasai mintalah Pendapat atau saran pada instruktur tentang hasil kerja anda! e. Tempatkan dijangkau 5) pemadam saat api yang sesuai sehingga yang mudah dapat menggunakan peralatan meningkatkan bahaya kebakaran. Tugas Setelah mempelajari Modul PERLENGKAPAN PEMADAM KEBAKARAN ini buatlah Tabel warna alat pemadam kebakaran dan penggunaannya. Anda harus tanggap kalau sedang terjadi kebakaran dan harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada . Test Formatif 1) Tuliskan tiga unsur penyebab kebakaran 2) Apa yang terjadi apabila salah satu unsur tersebut dihilangkan? 3) Jelaskan pengertian hal berikut dihubungkan dengan pemadaman nyala api? a. alarm kebakaran. tindakan yang tepat memberikan peluang dapat memadamkan api dengan cepat. Rangkuman 1) 2) 3) 4) Bahan bakar. telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda. Cooling 4) Bagaimana air dapat memadamkan nyala api? Modul OPKR 10 – 016 C 89 . Smothering c. panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api. d.c.

c. Nyala api pada mesin b. Isilah table dibawah ini untuk meyakinkan anda. Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Warna alat pemadam Merah Biru Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam Jenis alat pemadam 12) Tuliskan dua cara untuk mengetahui isi alat pemadam kebakaran 13) Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api ? 14) Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian berikut ini? a. Kertas terbakar didalam tong sampah Modul OPKR 10 – 016 C 90 . Nyala api pada kain lap oli.5) Bagaimana bubuk kimia memadamkan nyala api? 6) Bagaimana karbon dioksid memadamkan nyala api? 7) Bagaimana jenis busa dapat memadamkan nyala api? 8) Mengapa air atau busa tidak sesuai untuk memadamkan nyala api karena listrik? 9) Mengapa air tidak sesuai untuk memadamkan nyala api yang disebabkan bahan bakar cair seperti bensin? 10)Bagaimana prinsip starvation dapat diaplikasikan pada kebakaran akibat bahan bakar dengan gas atau listrik? 11)Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya.

Kebakaran pada panel listrik 15) Bagaimana prosedur pengoperasian gulungan selang pemadam kebakaran? 16) Mengapa penting menjamin posisi nozel harus “OFF” dan ditempatkan pada tempat gantungan pada keran utama apabila selang tidak digunakan? 17) Untuk apa selimut api digunakan dan bagaimana menggunakannya? Setelah anda menyelesaikan semua jawaban mintalah pada pelatih untuk memeriksanya. 4) Air dapat memadamkan nyala api karena Air akan mendinginkan bahan yang terbakar sehingga tidak terjadi penyalaan kembali.d. Kunci Jawaban 1) Tiga unsur penyebab kebakaran  Bahan bakar  Panas  Oxigen 2) Yang terjadi apabila salah satu unsure ini dihilangkan adalah Nyala api tidak akan lama akan menjadi padam.  CoolingMengandung arti menurunkan panas dari nyala api. Modul OPKR 10 – 016 C 91 . f.  Smothering: Mengandung arti membuang oxygen dari nyala api sehingga menjadi padam. Ban terbakar e. 3) Pengertian hal-hal yang berhubungan dengan pemadaman nyala api adalah  Starvation: Mengandung arti membuang/mencabut bahan bakar dari nyala api sehingga menjadi padam.

Bahan pemadam untuk kebakaran karena listrik harus dari bahan yang tidak dapat dialiri arus listrik untuk mencegah meluasnya kebakaran dan tidak terjadi kejutan dan meledak peralatan dan menjadi rusak.5) Bubuk kimia dapatmemadamkan nyala api sebab Bubuk kimia disemprotkan nyala api. 7) Busa dapat memadamkan nyala api karena Busa akan menutupi nyala api pada bahan bakar cair. Busa akan menutupi pada permukaan dengan waktu yang cukup lama sehingga akan menjadi dingin dibagian bawah sehingga tidak terjadi penyalaan kembali. 8) Mengapa air atau busa tidak sesuai untuk memadamkan nyala api karena listrik Karena bahan ini adalah penghantar aliran listrik. Bentuk yang keluar dari alat pemadam kebakaran adalah bentuk cairan karbon dioksid yang dengan cepat menjadi gas dan kondisi sangat dingin. 6) Karbon dioksid dapat memadamkan nyala api karena Karbon dioksid akan menjadi cair apabila disimpan dibawah tekanan. dari alat pemadam dengan gas atau udara bertekanan dan dapat dengan cepat menutup untuk memadamkan Modul OPKR 10 – 016 C 92 . Bahan bakar cair kemungkinan masih cukup panas apabila mendapat udara akan terbakar kembali. 9) Air tidak sesuai untuk memadamkan nyala api yang disebabkan bahan bakar cair seperti bensin karena Air dapat saja akan menyebarkan nyala api menjadi lebih luas. Kondisi inilah yang menyebabkan nyala api menjadi padam. Kebakaran akibat bahan bakar cair menimbulkan panas yang sangat tinggi sehingga air tidak efektip untuk menurunkan temperatur tersebut. seperti pada pemadam nyala api dengan CO2.

Modul OPKR 10 – 016 C 93 . Merah Bubuk Kering dengan Putih Tanda Merah Karbon Dioksid dengan Hitam 12)Dua cara (diantara) untuk mengetahui isi dari alat pemadam kebakaran. Nyala Api Kelas C akibat Listrik (juga untuk kelas A dan B) Nyala Api Kelas B dan C Listrik dan cairan yang dapat terbakar.10)Prinsip starvation dapat diaplikasikan pada kebakaran akibat bahan bakar dengan gas atau listrik adalah Dengan menutup sumber gas atau listrik. terpotong. atau dirusak karena alat pemadam sudah dioperasikan. Kain. a) Memeriksa alat ukur yang ada pada bagian atas silinder. 11)Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. b) Memeriksa dan melihat pertanda yang diberikan pada alat tersebut masih utuh atau sudah terlepas. sumber bahan bakar harus diisolasi dari nyala api. dll Nyala Api Kelas B. Jika pertanda tersebut masih pada tempatnya hal ini menandakan alat pemadam masih berisi penuh. Nyala Api akibat bahan bakar cair. Cara lain nyala api dapat dipadamkan dengan alat pemadam yang sesuai. Warna alat Pemadam Merah Biru Tanda Jenis alat Pemadam Berisi Air Busa Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Nyala Api Kelas A Kayu. Kertas. Seperti table dibawah ini untuk meyakinkan anda.

Tarik gulungan selang dan arahkan pada nyala api. 17) Untuk apa selimut api digunakan dan bagaimana menggunakannya Modul OPKR 10 – 016 C 94 .Bubuk Kering dan Busa c) Kertas terbakar didalam tong sampah adalah air d) Ban terbakar adalah busa e) Kebakaran pada panel listrik Karbon Dioksid 15) Prosedur pengoperasian gulungan selang pemadam kebakaran adalah dengan cara Memutar dan menyambungkan katup yang terletak pada pipa penyalur air ke gulungan selang. yakinkan bahwa jalan keluar tidak ada yang menghalangi. 14) Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian a) Nyala api pada mesin adalah karbon Dioksid dan bubuk kering b) Nyala api pada kain lap oli.c) Membandingkan berat alat pemadam yang anda yakin berisi penuh dengan alat pemadam yang akan diperiksa. 13)Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api ? Menggantikannya dengan alat pemadam yang berisi penuh dan alat pemadam yang telah digunakan segera diisi kembali.Memutar nozel dan mengarahkan air langsung pada sumber nyala api. operator dapat memutar katup utama tanpa menimbulkan selang melibas dan air tersembur kesegala arah hal ini akan menyebabkan pemadaman kebakaran akan terlambat. 16) Pentingnya menjamin posisi nozel harus “OFF” dan ditempatkan pada tempat gantungan pada keran utama apabila selang tidak digunakan adaalah Untuk menjamin apabila selang digunakan digunakan kembali.adalah Karbon dioksid.

Siswa dapat memberikan Pertolongan Pertama dan CPR dilingkungan kerja 3. Pengertian Medis Dasar Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Modul OPKR 10 – 016 C 95 . maka selimut api dapat dibungkuskan untuk menutup nyala api tersebut setelah itu biarkan selimut api hingga menjadi dingin selanjutnya selimut api barulah diambil. b. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama. maka selimut api dibungkuskan pada tubuh korban dan rebahkan kelantai selanjutnya gulingkan tubuh korban untuk meyakinkan nyala api telah tertutup dan padam. Siswa dapat menjelaskan teknik memberikan Pertolongan Pertama dan Cardio Pulmonary (CPR). Didalam masalah ada seseorang yang pakaiannya terbakar. Tujuan 1. Siswa dapat mengerti dan memahami Pengertian Pertolongan Pertama dan Cardio Pulmonary. Uraian Materi Pengertian Pertolongan Pertama Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera.Selimut api digunakan untuk memadamkan nyala api yang kecil dan bilamana pada pakaian terdapat nyala api. 2. kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. Kegiatan Belajar 4: Pertolongan Pertama Dan Cardio Pulmonary Resusciation ( Cpr ) a.

Pelaku pertolongan Pertama Pelaku Pertolongan Pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian. Menyelamat jiwa penderita b.-. diancam dengan : KUHP 45. 525. Pasal ini berlaku bila pelaku pertolongan pertama dapat melakukan tanpa membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain.566 . 478 .187. Walau demikian dalam KUHAP ada beberapa pasal yang mencakup aspek dalam melakukan Pertolongan Pertama.304 s. Pelanggaran tentang orang yang perlu ditolong diatur dalam Pasal 531 KUH. Mencegah cacat c. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan Dasar Hukum Di Indonesia dasar hukum mengenai Pertolongan Pertama dan Pelakunya belum tersusun dengan baik seperti halnya di Negara maju. Tujuan Pertolongan Pertama: a. Modul OPKR 10 – 016 C 96 . Pidana yang berbunyi: Barang siapa menyasikan sendiri ada orang didalam keadaan bahaya maut lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu didapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan mengkuatirkan bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama – lamanya tiga bulan atau denda sebanyak – banyaknya Rp.500. Jika orang yang perlu ditolong itu mati.165. yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar. 4.

PERALATAN DASAR PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA : Dalam melakukan tugasnya Pelaku Pertolongan Pertama memerlukan beberapa peralatan dasar. Pasal ini hanya itu dapat tidak dikenakan dikuatirkan. apabila bahwa dengan orang itu memberi sendiri pertolongan dibahayakan atau orang lain dapat kena bahaya dan orang yang perlu ditolong itu mati. tenggelam di air.  Memberikan pertolongan = menolong sendidri. Beberapa penyakit yang dapat menular diantaranya adalah Hepatitis. misalnya orang berada dalam rumah terbakar. TBC. Alat Pelindung Diri ( APD ) Sebagai pelaku Pertolongan Pertama seseorang akan dengan mudah terpapar dengan jasad renik maupun cairan tubuh seseorang yang memungkinkan penolong dapat tertular oleh penyakit. Modul OPKR 10 – 016 C 97 . seorang akan membunuh diri dan sebagainya.Penjelasan:  Dalam keadaan bahaya maut = bahaya maut yang ada seketika itu. Prinsip utama dalam menghadapi darah dan cairan tubuh dari penderita adalah : Darah dan semua cairan tubuh sebagai media penularan penyakit. Peralatan dasar ini dapat dibagi menjadi peralatan perlindungan diri atau yang lebih dikenal dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan minimal untuk melakukan tugasnya.  Mengadakan pertolongan = misalnya memintakan pertolongan polisi atau dokter.HIV/AIDS.

Modul OPKR 10 – 016 C 98 . gunanya adalah untuk mencegah merembesnya cairan tubuh penderita melalui baju penolong. Bila kan melakukan tindakan lainnya yang memerlukan sarung tangan kerja.Disamping itu APD juga berfungsi untuk mencegah penolong mengalami luka dalam melakukan tugasnya. Helm Dipakai bila akan bekerja ditempat yang rawan akan jatuhnya benda dari atas. Misalnya dalam bangunan runtuh dan sebagainya. 5. 2. Masker Resusitasi Diperlukan bila akan melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru. maupun mencegah cedera akibat benturan atau kelilipan pada mata saat melakukan pertolongan 3. Masker penolong Sangat berguna untuk mencegah penularan penyakit melalui udara. Jangan menggunakan sarung tangan kain saja karena cairan dapat merembes. Sarung tangan lateks. 4. BEBERAPA APD: 1. maka sebaiknya sarung tangan lateks dipakai terlebih dahulu. Baju pelindung Penggunaannya kurang popular di Indonesia. Kecamata pelindung Berguna untuk melindungi mata dari percikan darah. 6.

 Desinfeksi (memakai bahan pembunuh kuman misalnya pemutih) tangan samapai ke siku bila selesai Modul OPKR 10 – 016 C 99 . Cuci tangan merupakan tindakan yang sederhana namun paling efektif untuk menghentikan rantai penularan penyakit. Ada beberapa tindakan lain yang juga perlu dilakukan sebagai tindakan pencegahan. Kacamata dan Sarung tangan lateks. Membersihkan alat ini ada beberapa tahap yaitu:  Mencuci dengan air hanya menghilangkan bekas atau noda saja. Gbr. Mempersiapkan alat. Alat APD yaitu Masker. Selain tubuh penolong alat yang baru dipakai juga harus dibersihkan.Catatan: Alat perlindungan diri minimal bagi seorang pelaku Pertolongan Pertama adalah sarung tangan dan masker RJP.  Cucilah tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.  Pakialah sabun yang memiliki sifat anti septic (anti kuman)  Cucilah bersih–bersih menangani penderita. Beberapa tindakan umum untuk menjaga diri adalah: Pemakaian APD tidak sepenuhnya melindungi penolong.

Penutup luka  Kasa steril  Bantalan kasa b. Cairan antiseptik Contoh:  Alkohol 70%  Povidone iodine 10% d. Kapas j. Tensimeter dan stestoskop o. Pembalut Contoh:  Pembalut gulung/pita  Pembalut segitiga/mitella  Pembalut tubuler/tabung  Pembalut rekat/plester c. Gunting pembalut g. Selimut k. Tandu. Kartu penderita l. Alat tulis m. Senter i. Contoh:  Bidai  Papan spinal panjang  Papan spinal pendek f. Oksigen n. Sterillisasi (proses khusus untuk menjadi bebas kuman) Peralatan Pertolongan Pertama: a. Cairan pencuci mata  Boorwater e. Pinset h. Peralatan stabilisasi . Modul OPKR 10 – 016 C 100 .

2 3. letakakan tangan Anda yang satu lagi pada dahi korban dan kepalanya ditekan ke bawah.PERTOLONGAN PERTAMA SAAT DARURAT 1. Letakkan dua jari Anda di bawah dagu korban dan rahang ditarik ke atas. Memeriksa pernapasan Modul OPKR 10 – 016 C 101 . Buka jalan napas korban yang tidak sadar Keluarkan sumbatan dari dalam mulut yang tampak dengan jelas. Gbr. Gbr. 1 2.“Anda bisa mendengan saya?” atau “Buka mata Anda!” Goyang bahu korban secara hati–hati. Memeriksa kesadaran Serukan. Korban yang tidak sadar tidak akan bereaksi. Pada saat yang sama.

Geser jari Anda ke belakang sampai celah antara trakhea dan otot – otot yang berjalan di sampingnya. telapak tangan membuka ke atas.Letakkan tangan Anda di dekat hidung dan mulut korban. Kepalanya ditarik ke bawah dan dagunya diangkat untuk membuka jalan napas. Kedua kaki lurus. Berlutut disamping korban. raba jakunnya dengan dua jari Anda. POSISI PEMULIHAN 1. Raba denyut karotis selama 5 menit. Lengan korban yang paling dekat dengan Anda ditekuk membuat sudut siku–siku dengan badannya.  Lihat apakah dadanya bergerak  Dengarkan suara napasnya  Rasakan napasnya dengan pipi Anda Periksa selama 5 detik sebelum memutuskan bahwa korban tidak bernapas. Modul OPKR 10 – 016 C 102 . siku ditekuk. Gbr. Memeriksa nadi Kepala korban tertarik ke bawah. 3 4.

Gbr. Modul OPKR 10 – 016 C 103 .Gbr. lutut korban ditekuk ke atas. Tangan korban dipegang supaya terus memegang pipinya. Tangan Anda yang lain memegang paha yang jauh.1 2. kakikinya menginjak lantai. tangannya memegang pipi. Lengan korban yang jauh disilangkan pada dadanya. 2 3. Tarik badannya ke arah Anda melalui tangan yang memegang paha.

PERNAPASAN MULUT KE MULUT 1. Pastikan jalan napas terbuka dan kepala tertarik ke bawah. Modul OPKR 10 – 016 C 104 . Kaki korban yang ada di atas diatur agar panggul dan lututnya membentuk sudut siku – siku. Bila perlu ataur tangannya agar tetap menopang kepala. Kepala korban ditarik kebelakang supaya jalan napas selalu terbuka. Lubang hidung korban dipijat dengan telunjuk dan ibu jari.4 CARDIO PULMONARY RESUSCIATION (CPR) A.Gbr. 3 4. Periksa nadi dan pernapasannya secara teratut. Gbr.

Ulangi kompresi ini dengan kecepatan kira–kira 80 kali per menit. 3. 2 Dengan lengan tetap lurus tekan tulang dada ke bawah secara vertikal sedalam 4-5 cm. Tarik napas dalam dan aktupkan bibir Anda di seputar mulut korban. KOMPRESI DADA 1. Hembuskan napas Anda ke dalam mulut korban sampai dadanya terlihat naik ke atas. Modul OPKR 10 – 016 C 105 . A B. ke titik tersebut. Turunkan pangkal tangan Anda. Lepaskanan tekanan. dengan jari – jari kedua tangan saling memegang. Pangkal tangan Anda diletakkan di atas titik pertemuan tulang dada dengan tulang rusuk bagian bawah. Korban berbaring pada alas yang keras. Kombinasi dengan pernapasan buatan: setiap 15 kompresi disusul dengan dua pernapasan buatan sampai bantuan datang. Angkat bibir Anda dan biarkan dadanya turun lagi. Teruskan pernapasan buatan ini denagan kecepatan 10 kali per menit.2. Gbr.

Setelah perdarahan/pendarahan dapat diatasi. JANGAN menyentuh luka dengan tangan Anda Gbr. B CEDERA KEPALA 1. pasang kembali lipatan kulit yang robek dan dengan memakai perban bersih. tekan ke bawah dengan kuat tetapi hati–hati dan merata pada luka. Modul OPKR 10 – 016 C 106 .Gbr. 1 2. perban dibalut. Kalau kulit kepala luka.

Catat nadi dan pernapasan serta tingkat reaksinya tiap 10 menit. Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit dalam posisi seperti Gbr. Kalau korban menjadi tidak sadar. 2 3. Modul OPKR 10 – 016 C 107 . dengan kepala dan bahu ditinggikan dan ditopang. 3 4. Periksa tingkat reaksi korban dengan mengajukan pertanyaan yang mudah dan langsung.Gbr. Kalau kesadarannya terganggu selama lebih dari 3 menit. baringkan ia dalam posisi pemulihan. Di bawah ini. Gbr. hubungi 119 dan minta ambulans. Hubungi 119 dan minta ambulans. Korban dibaringkan.

Gbr.4 CEDERA PADA MATA 1. Korban berabring terlentang. Mata yang sakit diperiksa.Gbr. Modul OPKR 10 – 016 C 108 . Kepalanya ditopang supaya tidak banyak bergerak. 1 2. Mata yang sakit dialiri air. untuk mengeluarkan debu yang mengambang atau zat kimia yang berbahaya. JANGAN mengaliri air pada mata yang luka atau bila ada benda asing yang terbenam atau melekat pada bola mata. bila perlu.

sebaiknya dengan pembalut mata steril. kedua mata ditutup untuk mencegah gerakkan mata. 2 3. Tenangkan korban sebelum kedua matanya ditutup. Gbr. Mata ditutup. Balut dan eratkan pada tempatnya.Gbr. Modul OPKR 10 – 016 C 109 . Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit.3 4.

4 LUKA BAKAR API Segera hubungi 119 dan minta pemadam kebakaran:  Singkirkan korban dari temapt bahaya kalau situasinya sudah cukup aman. Modul OPKR 10 – 016 C 110 . Jangan masuk ke dalam kamar yang penuh asap atau uap.Gbr.   Jangan masuk ke dalam gedung yang sedang terbakar.

 Anda diberitahu secara resmi bahwa aliran listrik tegangan Modul OPKR 10 – 016 C 111 . kemudian siram korban dengan erat–erat mantel atau karpet. terbakar Atau di sebelah ata.PAKAIAN TERBAKAR Jangan biarkan korban lari keluar rumah  Korban dijatuhkan ke lantai. bagian dengan diselimuti yang air. CEDERA AKIBAT ARUS LISTRIK Jangan mendekat sebelum:  Anda memutuskan aliran listrik di dalam rumah.

laian Gbr.tinggi sudah diputuskan dan sudah diisolasi. cincin dan perhiasan Modul OPKR 10 – 016 C 112 .  Hati – mengalir membahayakan hati terhadap uap beracun LUKA BAKAR 1. arloji. ikat pinggang.2 pakaian.  Air pembilas yang sudah tanpa siapapun tercemar juga. Lepaskan barang–barang yang menjepitdari daerah luka. sepatu. Luka didinginkan dengan air dingin berkurang samapai nyeri JANGAN menunda mencari bantuan Medis pada luka baker berat 2. TUMPAHAN ZAT KIMIA Lindungi diri Anda sendiri dari zat kimia korosif.

Apabila lukanya luas. salep. bersih dan tidak berbulu. Cari gejala luka baker zat kimia sekitar di dalam dan mulut korban. MENELAN RACUN 1. Luka ditutup dengan pembalut yang ringan. Modul OPKR 10 – 016 C 113 . JANGAN mengoleskan krim.3. Pastikan di dalam mulut korban muntahan tidak dan ada benda menunggu datangnya bantuan medis atau asing. kakinya ditinggikan dan ditopang. Kalau ada. berikan air dingin atau susu untuk diminum sedikit–sedikit. dan bahwa korban dapat bernapas. 2.3 4. Periksa dan catat nadi serta napasnya setiap 10 menit sementara ambulans. korban dibaringkan dan bila mungkin. maupun lemak JANGAN memecahkan lepuh Gb.

yang dokter Usahakan korban petugas untuk mengetahui apa ditelan atau dan beritahukan pada ambulans. Kalau korban menjadi tidak sadar.3. PATAH TULANG 1. baringkan ia dalam posisi pemulihan . JANGAN MENGGERAKAN KORBAN PERLU TANPA dan dengan Modul OPKR 10 – 016 C 114 . Panggil dokter atau hubungi 119 dan minta ambulans. Bagian yang cedera ditopang distabilkan tangan Anda. 4. Katakan pada korban agar tidak bergerak.

patah kaki.2. bila mungkin. pasang belat dan kalau perlu lengan dan tubuh dengan yang dirapatkan pada patah. Hubungi sakit 119. Untuk kedua dirapatkan membalut-nya lutut pergelangan di yang bawah patah. tempat Untuk kemudian di atas dan patah lengan. Periksa Modul OPKR 10 – 016 C 115 . atasi perdarahan. 4. kaki dengan pada dan kaki. ditekan perban pembalut bersih. Bagian yang ditinggikan sirkulasi ditopang. minta dan ada tempat balutan tetapi jangan ambulans. Jika ada luka. darah Luka Luka dengan atau yang dan sekitarnya diperban dan dibalut supaya tidak longgar 3.

tangan dan kakinya setiap 10 menit. Perban dibalut dengan kuat tetapi agar jangan suplai terlalu darah keras tidak terputus Modul OPKR 10 – 016 C 116 . sebaiknya menggunakan pembalut yang bersih JANGAN Memberi sesuatu lewat mulut kepada korban 2. PERDARAHAN 1. luka ditekan kuat–kuat dengan tangan atau jari Anda. Pakaian dibuka supaya luka terlihat. bagian tubuh yang luka ditinggikan dan ditopang JANGAN memasang tourniquet 3. Luka terus ditekan.

dibaringkan kalau diselimuti. berikan dia satu tablet dan katakana supaya dikunyah pelan – pelan.4. bantuan medis yang Kalau perdarahannyaberat.Bagian Korban dan hubungi minta luka dan darah yang terus ditopang dan ditinggikan. kakinya ditinggikan ditopang merembes pada pembalut. Modul OPKR 10 – 016 C 117 . baringkan dalam posisi setengah duduk. pasang perban lagi di atasnya dan balut kembali. Jika Anda membawa tablet aspirin dan pasien sudah sadar. 119 dan ambulans. Pasien ditenangkan. Lututnya ditekuk dan ditopang 2. Cari tepat. SERANGAN JANTUNG 1.

penuhi permintaannya. PADA ORANG DEWASA DAN ANAK YANG SUDAH BESAR 1. dan napasnya Periksa secara teratur sampai bantuan dating. minta ambulans dan katakana pada operator bahwa serangan pasien Anda jantung. Pasien nadi ditenangkan. Korban antara dengan membungkuk kedua telapak ke depan pukul punggungnya bahunya tangan Anda sebanyak lima kali. 4. TERSEDAK A. minta agar menduga Kalau Anda memanggilkan dokternya. Modul OPKR 10 – 016 C 118 .3. Hubungi 119.

satu lagi kebawah.2. Kalau tidak berhasil dengan memukul. Anda berdiri di korban kedua melingkari pinggangnya. di bawah lengkung iga korban. Modul OPKR 10 – 016 C 119 . 3. Jari–jari saling kedua tangan menggenggam kemudian dorong dengan keras kea rah dalam dan keatas. Lakukan dengan perut belakag lengan Anda. satu telapak tangan membuka ke atas. Ulangi sebanyak empat kali.

B. PADA ANAK YANG MASIH KECIL 4. Telengkupkan Anda, kepala berulang–ulang orang dewasa. Kalau tidak berhasil dengan memukul punggung, menekan perut hanya dilakukan jika Anda sudah terlatih untuk melakukannya pada anak–anak. Kalau buatan. belum, lakukan pernapasan anak di di di pangkuan Pukul kedua

bawah. antara

bahunya, tetapi jangan sekuat pada

C. PADA BAYI
JANGAN melakukan cara mendorong perut pada bayi

5. Telengkupkan bayi di pangkuan Anda, kepala di bawah. 6. Pukul punggungnya berulang–ulang di antara kedua bahunya, tetapi jangan sekuat pada anak–anak. 2. kalau gagal, lakukan pernapasan buatan.

Modul OPKR 10 – 016 C

120

TIDAK SADAR 7. Dagu korban diangkat dan kepalanya ditarik ke bawah supaya jalan napas terbuka. Periksa apakah nadi dan napas masih ada. Nilai tingkat reaksinya dengan berbicara keras – keras di dekat telinganya dan cubit punggung tangannya. Catat apa yang Anda temukan.

8. Korban diperiksa secara cepat dan cermat dan tangani cedera yang dari berat, kalau ada. Usahakan untuk mengetahui ketidaksadaran penyebab

9. Baringkan pemulihan

korban

dalam

posisi

JANGAN memindahkan korban kalau tidak perlu.

Modul OPKR 10 – 016 C

121

10. Kalau korban tidak sadar kembali setelah 3 menit, hubungi 119 dan minta ambulans. Catat kecepatan nadi dan napas serta tingkat reaksinya tiap 10 menit. Tetap bersama korban sampai pertolongan dating. Berikan catatan Anda kepada petugas.

c. RANGKUMAN 1. Di lingkungan sekolah atau perusahaan Kecelakaan harus ada unit

Pertolongan

Pertama

pada

(P3K)

dan

Cardio

Pulmonary Resusciation (CPR ). 2. Agar petugas P3K dan CPR dapat bekerja sebagaimana mestinya harus dilatih oleh bertugas dari Dinas Kesehatan Setempat. 3. Peralatan dan obata – obatan P3K harus selalu dilengkapi. d. TUGAS 1. Kenali dan catat peralatan P3K, laporkan apabila terdapat kekurangan. 2. Lakukan silmulasi Pertolongan Pertama kepada korban

pendarahan bila ditempat Anda terjadi kecelakaan. 3. Lakukan silmulasi Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) kepada korban bila ditempat Anda terjadi kecelakaan. e. TES FORMATIF 1. Jelaskan pengertian Pertolongan Pertama! 2. Tuliskan beberapa alat perlindungan diri (APD)

Modul OPKR 10 – 016 C

122

3. Jelaskan pengertian dari Cardio Pulmonary Resusciation (CPR)! Modul OPKR 10 – 016 C 123 . Tuliskan peralatan Pertolongan Pertama! 4.

Cairan pencuci/pembersih mata e. Kartu penderita l. Kapas j. Selimut k. Pinset h. Pembalut c. 3. Peralatan Pertolongan Pertama adalah : a. Peralatan Stabilisasi f. Cairan antiseptic d. 2. Alat tulis m. Alat Perlindungan diri:       Sarungan tangan lateks Kacamata pelindung Baju pelindung Masker pelindung Masker penolong Helm.f. Gunting pembalut g. Pengertian Pertolongan Pertama adalah: Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera pada kecelakaan yang memerlukan pertolongan medis dasar. Oksigen Modul OPKR 10 – 016 C 124 . KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Senter i. Penutup luka b.

Hydrokarbon. Kegiatan Belajar 5: Pencemaran Lingkungan dan Kesehatan Manusia a. Siswa dapat memahami zat–zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.n. Kabut photokimia adalahsuatu interaksi yang kompleks dari zat – zat pencemaran yang disebabkan oleh pengaruh cahaya matahari. Ozone dan lain– lain. Siswa dpat memahami Pentingnya Kesehatan manusia 4. Siswa dapat memahami Pengertian Lingkungan Hidup 2. tandu 4. Pencemaran photokimia ini mula–mula jadi masalah di Los Angeles yang mempunyai lalu lintas mobil sangat padat. Tujuan 1. H2S. Uraian Materi Zat pencemar udara utama adalah gas. Co. Modul OPKR 10 – 016 C 125 . Hal ini dilakukan bila korban/penderita tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut. Siswa dapat memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan Hidup 3. Gas – gas tersebut adalah SO2. Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu: Pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada. oksidasi–oksidasi Nitrogen. Kabut photokimia. b. Amoniak. Monoxyda yang dikeluarkan sebagai hasil pembakaran tak sempurna dari hydrocarbon yang terdapat dalam minyak dan bensin. Siswa dapat memahami cara pencegahan pencemaran lingkungan hidup disekitar area kerja 5. Tensimeter dan Stetoskop o.

alergi gangguan yang chronis kanker. Penyakit jantung Butir– butir Cadmium Butir– butir Carbon CO Karena butir–butir carbon bersifat dapat mengabsorber gas pada permukaannya.Kini sedang diusahakan untuk merencanakan motor–motor yang dibuat sedemikian rupa sehingga pembakarannya lebih sempurna.Carbon Monoxyda sangat berbahaya bagi manusia. Daya darah untuk mengambil oksigen berkurang. maka besar kemungkinan Carbon yang terserap oleh pernapasan dan masuk ke dalam paru–paru ini membawa sejumlah gas yang beracun Dapat menyebabkan sakit dan kematian dalam 30 menit. kabut Efeknya terhadap Manusia Bronchitis. karena beracun. Beberapa Negara telah berusaha dengan mengadakan peraturanperaturan pengendalian pengeluaran gas. Bagi anak–anak ashm. infeksi. Butir– butir padat Butir–butir zat padat sangat kecil dapat mengganggu sistim persyarafn manusia. harus darah yang diedarkan ke seluruh tubuh dari pada normal NO Sama efeknya dengan pada CO Modul OPKR 10 – 016 C 126 .pneumonia. dapat dalam penyakit menyebabkan perkembangan jantung. Pencemaran udara Asap. hidupnya di kemudian hari. sehingga menyebabkan bertambahnya Karena lebih ketegangan banyak pada jantung.

Pencemaran udara NO2 Hydrocarbon Efeknya terhadap Manusia Sakit mata. hasil pembakaran arang batu. Kebisingan di pabrik–pabrik misalnya. PAN ( peroxyetylnitrate ) Ozone Zat Radioaktif Sakit mata dan kerongkongan Sakit mata. Contohnya salah satu Hydrocarbon yang berbahaya adalah benzopyrene yang terdapat pada asap rokok. berkisar antara 85 sampai 90 decibel. dari mobil. Namun biasanya. Secara pasti memang belum dapat diketahui adanya hubungan tingkat suara kebisingan dengan besarnya kerusakkan alat pendengaran. batuk dan sakit dada Merusak sel – sel manusia SUARA Bising Disekitar Kita KEBISINGAN akan menyebabkan merosotnya pendengaran manusia. SUMBER SUARA Suara bisikan Jarum jatuh dari ketinggian 1 meter DECIBEL 10 20 Modul OPKR 10 – 016 C 127 . Misalnya pada tingkat usia atau tingkat ketahanan tubuh seseorang yang berbeda. pada tingkat suara sekitar 85 decibel yang terus menerus sudah cukup mengakibatkan rusaknya pendengaran manusia (tuli). Sebab akibat kerusakkan yaitu berbeda–beda pada masing–masing orang. paru–paru Kanker. pembakaran dari pabrik karet.

Merupakan suatu zat kimia yang bisa terdapat pada makanan. Kehadirannya biasanya berasal dari alat–alat yang dipergunakan ketika mengolah makanan.2 77 79. Modul OPKR 10 – 016 C 128 .SUMBER SUARA Pembicaraan biasa pada jarak 1 meter Suara kegiatan kantor Mobil Roll Royce Suara mesin tik listrik pada jarak 1 meter Mobil Ford LTD Mobil Jaguar XJ 6 Mobil Volvo 1800 ES Suara didalam Motor Yamaha Rd 125 Motor SuzukiGT 360 Motor Honda CB Sauara jalan yang ramai Motor Norton 850 Commando Harley Davidson Electraglide 1200 Suara station kereta api Bunyi Boeing dari jarak 100 kaki Batas yang menyakitkan telinga Take – of Boeing 737 dari jarak 200 kaki Sirene 50 pk dari jarak 200 kaki LOGAM – LOGAM BERNAHAYA DECIBEL 50 62 64 66 68 69 74 75 76.9 84 85 100 110 130 140 LOGAM bernahaya ada yang dibutuhkan oleh tubuh tapi jika berlebihan akan mengganggu kesehatan manusia.5 80 83.

Yaitu alat–alat yang terbuat atau dilapisi dengan bahan–bahan kimia tersebut maupun dari cara–cara penanganan lainnya. Modul OPKR 10 – 016 C 129 . muntah– muntah secresi menyerupai susu. menyusul rasa nyeri lambung serta muntah– muntah. Reaksi lain yang berbahaya yaitu: reaksi allergi yang mengakibatkan iritasi dan pembengkakkan kulit. Bersifat kumulatif artinya keracunan dapat timbul bila kadar Pb menumpuk dalam tubuh. Arsens (gejala–gejala keracunan): yaitu sakit di kerongkongan sukar menelan. Pb juga menyerang. Senyawa Arsens sulit dideteksi karena tidak memiliki rasa yang menonjol. Pb ( TIMAH HITAM ) TIMAH HITAM ini umumnya terdapat pada makanan. syaraf. memperketat kerja ginjal sehingga cepat rusak dan dalam kasusu yang berat dapat menyebabkan kematian. Hg (MERCURI ) GEJALA– GEJALA keracunan Hg timbul antara lain pada mulut dan phayax yaitu: terdapat bercak–bercak warna abu–abu. Juga kadang– kadang terdapat pada alat–alat rumah tangga yang terbuat dari logam stainless seperti sendok coktail yang dilapisi timah. ARSENS (As) ARSENS adalah suatu zat kimia yang sering terdapat pada makanan. mangkok keramik yang dapat mengeluarkan Pb dan lain–lainnya. Sering digunakan sebagai bahan dalam kosmetik dan pada insektisida. jika keracunannya kuat sekali. Gejala yang timbul jika terjadi keracunan Pb adalah . Arsens dapat merusak ginjal. minuman dan kosmetik. sakit perut dan nyeri perut yang sangat hebat. air dan obat– obatan terutama apabila kemasannya menggunakan unsur timah.

kerongkongan dan perut kering. hati akan rusak. pusing. Sesak napasdisertai dengan batuk–batuk. Gejala– gejala lain yang nampak dalam ½ samapai 1 jam adalah. pemakaian cadmium ini sudah mulai dilarang karena dapat menyebabkan makanan kaleng kena hama cadmium. Bila loambung dapat dikosongkan dengan segera kemungkinan untuk tertolong bagi si penderita sangat besar. serta menyebabkan shock yang membawa kematian. HATI–HATI TERHADAP PESTISIDA !!! Modul OPKR 10 – 016 C 130 .pusing kepal. dapat menyebabkan bercak–bercak darah yang berat dan hebat. pusing kepala. Cu yang masuk dalam mulut berbau. CADMIUM (Cd) BIASANYA Cadmium terdapat pada tempat/wadah makanan olahan.Keadaan ini diserta perasaan nyeri. kejang otot. terdapat darah pada kotoran (faeses) pusing–pusing dan demam. Badan terasa lemah dan kaki terasa pegal–pegal lama kelamaan ginjal. sehingga sering timbul keluhan rasa sakit pada mulut dan lambung. Banyknya pula kasus kasus keracunan terjadi karena adanya Cu dalam tempat/wadah untuk makanan atau minuman. karena colaps pembuluh darah. Racun ini dalam konsentrasi tinggi dapat mencapai apithel usus halus. shock samapi mengakibatkan kematian dalam waktu 24 jam. rasa ingin muntah atau diare terus menerus selama berhari–hari. Konsumsi cadmium ini dalam kadar 30% mg dapat meracuni dan dapat menyebabkan gejala–gejala yang nampak adalah: Timbulnya bau/rasa kaleng yang tidak enak di dalam mulut. Cu (CUPPER) ADANYA CU pada makanan ini disebabkan terutama karena penggunaan insektisida dan pestisida di dalam usaha–usaha pertanian.

namun dengan bebas diperjual belikan di negara Dunia Ketiga. Namun kita dapat melihat tabel berikut. karena ragam daripada proses – proses industri.4. beberap tetes Cacat vetus. NAMA PESTISIDA BAHAYA KESEHATAN ( PERKIRAAN ) DOSIS KERACUNAN (PERKIRAAN) Aldrin BHC Chlordane DBCP Kanker. kelainan 1 sendok teh Kurang lebih 28. kemandulan pria 1 sendok teh s.349 pr Parathion SUMBER PENCEMARAN SECARA khusus kita tidak bisa membuat suatu kategori tertentu mengenai buangan industri.d. untuk mengetahui Modul OPKR 10 – 016 C 131 .Beberapa jenis pestisida yang amat beracun.5 T Cacat pernapasan Kaknker Kanker Kanker.d. kelainan bawaan vetus.d. kerusakkan/cacat janin. kelainan syaraf 1 sendok teh s.d. kelainan syaraf 1 sendok makan s. 1 sendok makan Heptachlor Kanker. 1 sendok makan 1 sendok makan Paraquet Nitrofen xaphene 2. banyak diantaranya teralarang di Amerika Serikat dan negara industri lainnya. 1 sendok makan Kopone Kanker. 1 sendok kelainan Kanker Kanker 1 sendok teh 1 sendok 1 sendok teh s.

pembuatan plat. kilang minyak. prosese pemutihan kertas dan pekerjaan celup NH3/NH4 Pabrik gas. pabrik rayon dan kilang minyak SO3 ACIDS Proses bubur kayu. pabrik kokas dan pabrik bahan kimia dan kilang minyak FProses pembuatan gas batubara dimana gas didinginkan dan dicuci untuk menghilangkan senyawa–senyawa. pabrik bahan kimia Cr Treating logam. binatu. dan pabrik batre ALKALI Pabrik tekstil. penampungan mineral. pengerasan logam dan pembersihan logam H2S/S Proses pencelupan tekstil.dan pabrik cat Modul OPKR 10 – 016 C 132 . pabrik treatment logam. pabrik bir. pabrik gas. kilang minyak.perusahaan tambang mineral. pabrik film kental Pabrik bahan–bahan kimia.buangan–buangan industri di negara–negara yang telah maju industrinya. amoniakdan belerang: kilang minyak. tar. pekerjaan pembuatan plat logam. pabrik tekstil. binatu.pabrik kulit. sebagai berikut: NAMA BUANGAN C12/C1 KEMUNGKINAN SUMBERNYA Perusahaan binatu. pekrjaan gravuur pada kaca. pabrik kertas. dan proses pemberian chrom Pb &Nl Pabrik batre.

pipa got didalam tanah HIDROKARBON Pengilangan minyak. pabrik wallpaper GEMUK. pabrik rayon As ZAT GULA ZAT PATI Pencelupan logam. pabrik detergent Pabrik mentega dan keju. pabrik bahan kimia. proses– proses yang menggunakan katalis NO3 BOD Pertanian Kaleng. pabrik obat Pabrik pembangkit tenaga listrik. perusahaan binatu. kilang minyak.OILS Pabrik tekstil. pabrik gula Pabrik bahan pangan. PARTICULATES Pengolahan minyak. bengkel besar. pabrik semen.pabrik bahan kimia. bengkel besar PHENOLICS Pabrik tekstil. pabrik tekstil. pabrik yang memiliki proses pendinginan.pabriki penyulingan tar. perusahaan binatu.NAMA BUANGAN Cd Zn KEMUNGKINAN SUMBERNYA Industri logam Pekerjaan melapisi logam dengan menggunakan tenaga listrik. pabrik bir. pabrik gas dan kokas. pabrik mesin. pabrik bahan–bahan celup FORMAL DEHYDE EFEK PANAS Pabrik mesin.smelting. tempat–tempat pemberian makanan untuk hewan. kilang minyak. pembuatan platlogam. pabrik Modul OPKR 10 – 016 C 133 .

NAMA BUANGAN

KEMUNGKINAN SUMBERNYA solvents, saluran air buangan rumah–rumah dan tanah pertanian

POPT43P

Saluran air rumah–rumah, pertanian, pabrik– pabrik bahan kimia.

PENCEMARAN AIR Diskusikan dengan siswa sebab–sebab terjadinya

pencemaran air

“Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi/komponen lain kedalam air/berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia/ oleh proses alam, sehingga kualitas air turun samapai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya “
Keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 02/MENKLH/1/1998 Babi Pasal i Dengan kata lain, air tercemar adalah air yang mengandung bahan– bahan asing dalam jumlah melebihi batas yang telah ditetapakan sehingga air tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan tertentu, misalnya untuk air minum, pertanian, perikanan dll. 1. Sumber–sumber pencemaran air Pencemaran air akibat kegiatan manusia tidak hanya disebabkan oleh limbah rumah tangga, tetapi juga oleh limbah pertanian dan limbah industri. Semakin meningkatnya perkembangan antara lain industri, pertanian, saat ini, ternyata semakin memperparah tingkat pencemaran air, udara dan tanah. Pencemaran itu disebabkan oleh hasil buangan dari kegiatan tersebut.

Modul OPKR 10 – 016 C

134

Pencemaran air pada dasarnya terjadi karena air limbah langsung dibuang ke badan air ataupun ke tanah tanpa mengalami proses pengolahan dahulu, atau proses pengolahan yang dilakukan belum memadai. Pengolahan limbah bertujuan memperkecil kadar pencemaran yang ada agar tidak membahayakan lingkungan hidup. 2. Sumber–sumber pencemaran air meliputi: a. Limbah rumah tangga Limbah rumah tangga merupakan pencemaran air terbesar di samping limbah – limbah industri, pertanian dan bahan pencemar lainnya.Limbah rumah tangga akan mencemari selokan, sumur, sungai dan lingkungan sekitarnya. Semakin besar populasi manusia, semakin tinggi tingkat pencemarannya. Limbah rumah tangga dapat berupa padatan (kertas, plastik dll) maupin cairan (air cucian,minyak goreng bekas dll). Di antara limbah tersebut ada yang mudah terurai yaitu sampah organik dan ada pula yang tidak dapat terurai

Sampah dan Pengelolaannya. Limbah rumah tangga ada
juga yang memiliki daya racun tinggi, misalnya sisa obat, batrai bekas, air aki dll. Limbah tersebut tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) Tinja, air cucian, limbah kamar mandi dapat mengandung bibit– bibit penyakit yang akan mengikuti aliran air. Bakteri, jamur, virus dan sebagainya disebut pencemar biologis.

Modul OPKR 10 – 016 C

135

b. Limbah lalu lintas Limbah lalu lintas berupa tumpahan oli, minyak tanah, tumpahan kapal tanker. Tumpahan minyak akibat kecelakaan mobil – mobil tangki minyak dapat mengotori air tanah. Selain terjadi di darat, pencemaran lalu lintas juga sering terjadi di lautan. Semuanya sangat berbahaya bagi kehidupan.

Modul OPKR 10 – 016 C

136

Limbah pertanian Limbah pertanian berupa sisa. danau serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme–organisme yang hidup di dalamnya Modul OPKR 10 – 016 C 137 .c. Limbah pesitisida dan herbisida mempunyai sifat kimia yang stabil. tumpahan ataupun penyemprotan yang berlebihan dari pestisida dan herbisida. dasar sungai. yaitu tidak terurai di alam sehingga zat tersebut akan mengendap di dalam tanah. Begitu juga pemupukan yang berlebihan.

pabrik pupuk . Modul OPKR 10 – 016 C 138 .d. Kegiatan pertambangan selain menghasilkan bahan – bahan kimia seperti diatas juga menghasilkan endapan lumpur dalam jumlah besar. penyepuhan logam dll. pabrik kertas dll.  Asam anorgainik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. baterai.  Logam berat seperti kadmium. Limbah industri/pertambangan Air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan organik maupun anorganik. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dari industri pertambangan. lumpur ini bisa terbawa aliran air hujan samapai ke sungai. Secara umum zat–zat tersebut digolongkan menjadi:  Garam anorganik klorida seperti yang magnesium berasal sulfat dan magnesium dari kegiatan pertambangan. cat. Hal ini akan meningkatkan kekeruhan air. zat warna.  Senyawa organik seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakkan kulit dan industri cat. Zat–zat tersebut di atas jika masuk ke perairan akan menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makhluk hidup pengguna air tersebut termasuk manusia. Jika turun hujan.

Akibat yang dapat ditimbulkan oleh jenis pencemar tertentu: Modul OPKR 10 – 016 C 139 . Pengikisan humus ini selain menyebabkan lahan kritis juga akan menyebabkan pencemaran air. Air yang bercampur zat–zat pencemar dapat membahayakan kesehatan manusia dan mkhluk hidup lainnya. Kegiatan penebangan hutan Penebangan hutan secara terus–menerus akan menyebabkan hutan gundul sehingga mengakibatkan erosi pada musim hujan. Akibatnya kualitas air permukaan menurun (menjadi keruh) karena terlalu banyak pertikel – pertikel tanah di dalamnya. Air hujan yang jatuh akan langsung mengalir di permukaan dengan membawa tanah dalam alirannya. 1. Akibat pencemaran air Pencemaran air dapat mengganggu peredaran air dan memungkinkan kualitas air menurun sehingga tidak dapat dipakai sebagai air minum.e. maka terjadi pengikisan humus dan pengikisan tanah.

Sumber pencemaran air berasal dari limbah – limbah rumah tangga. Pencemaran air selain dapat menurunkan kualitas air di bumi sehingga tidak layak diminum. Air raksa yang masuk ke perairan yang dikomsumsi dapat mengganggu kesehatan manusia melalui makanan atau air minum. Pencemaran secara fisik. misalnya oleh limbah panas yang dapat menyebabkan peningkatan temperatur perairan. baik karena batas suhu kematian terlampaui maupun karena rendahnya oksigen terlarut. mengakibatkan matinya ikan dan hewan air lain. karena dapat menghambat kerja enzim dan menyebabkan kerusakkan sel. Shigella dysenteriae penyebab disentri basiler. Salmonella typhosa penyebab tifus. misalnya oleh logam berat air raksa (merkuri). juga membahayakan kehidupan di perairan dan bahkan mematikan. Contoh–contoh lain. misalnya oleh bakteri – bakteri patogen. industri/pertambangan dan penebangan hutan. Temperatur air yang terlalu tinggi. pertanian.dan Salmonella paratyphi penyebab paratifus.  Pensemaran secara biologi. lalu lintas. virus polio dan hepatitis.  Pencemaran secara kimia. Bakteri patogen di air biasanya penyebab infeksi saluran pencernaan seperti Vibro cholerae penyebab kolera. Modul OPKR 10 – 016 C 140 . percobaan dan petunjuk didatik: Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan    Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya materi. energi dan/miskoorganisme ke dalam air sehingga air tersebut tidak sesuai lagi dengan peruntukkannya.

Perubahan perilaku masyarakat.2. PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR Ajaklah siswa berdiskusi tentang cara–cara menjernihkan air oleh PDAM Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan melalui:   Perubahan perilaku masyarakat Pembuatan pengelohan limbah air a. Modul OPKR 10 – 016 C 141 .

danau. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. 2. dan setelah memenuhi syarat baku mutu air buangan baru bias dialirkan ke selokkan–selokkan atau sungai. Oleh karena perlu diadakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air. Tidak minum air dari sungai. laut dll Tidak menggunakan sungai atau danau untuk mencuci truk. mobil dan sepeda motor Tidak menggunakan sungai atau danau memandikan ternak dan sebagi tembat kakus. Tindakan yang perlu dilakukan: 1. Pembuatan kolam pengolah limabah cair Saat ini mulai digalakkan pmbuatan WC umum (septic tank) di daerah/ lingkungan yang rata–rata penduduknya tidak memiliki WC.Secara alami. danau atau sumur tanpa dimasak dahulu. Tidak membuang samapah atau limbah cair ke sungai. b. Dengan demikian akan tercipta sungan yang bersih dan memiliki fungsi ekologis. Upaya Modul OPKR 10 – 016 C 142 . Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan di sembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan– peraturan yang diterapkan di lingkungan masing–masing secara konsekuen. Peraturan pembuangan limbah industri hendaknya dipanatu pelaksanaannya dan pelanggaranya dikenakan sangsi. Kemampuan ini ada batasnya. Sampah–sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan. 3. Setiap sepuluh rumah disediakan sat septic tank. Masysrakat disekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi sebagai tempat pembuangan sampah dan mandi–cuci–kakus (MCK). ekosisitem air dapat melakuak “rehabilitasi” apabila terjadi pencemaran terhadap badan air. Limbah industri hendaknya diproses dahulu dengan teknik pengolahan limbah. 4.

 Pengendapan. Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dan polutan yang berbahaya. dan sehat karena dapat menghindari pencemaran air sumur/air tanah. b. sudah saatnya diupayakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian. Dengan demikian air yang boleh dialirkan keluar (selokan. Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam kemudian dibersihkan. yaitu cara kimia penambahan kapur atau metal hidroksida untuk mengendapkan fosfor.) hanyalah air yang tidak akan merubah keperuntukan badan air. air kamar mandi dll) secara kolektif. sungai dll. yaitu menghilangkan komponen– omponen fisfor dan padatan tersuspensi. Proses pengendapan tersier. agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokkan atau sungai. Modul OPKR 10 – 016 C 143 .demikian sangat bersahabat dengan lingkungan. baik secara mekanis (pengaruh). Salah satu contoh tahap– tahap proses pengolahan air buangan adalah sebagai berikut: a. kimiawi (diberi zat kimiatertentu) maupun biologis (diberikan bakteri. Proses penanganan primer. terlarut atau berwarna dan bau. ganggang atau tumbuhan air lainnya). Selain itu. yaitu membuang bahan–bahan padatan yang mengendap atau mengapung.. yaitu proses dekomposisi bahan–bahan padatan secara biologis. c. Proses peanganan sekunder. Untuk bias menggunakan beberapa metoda yang bergantung pada komponen yang ingin dihilangkan. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan deteliti. murah.

 Penanganan limbah domestic dapat dilakukan dengan membuat septic tank dan kolam pengolahan air buangan. tetapi bergantung pada jenis limbah yang dihasilkan.  Klorinasi. Setiapa akibat sampingan sebagai akibat kemajuan teknologi.  Teknik pengolahan air limbah industri bergantung pada jensi limbah yang dihasilkan. Adsorbsi. yaitu menurunkan konsentarsi garam– garam terlarut dengan menggunakan tenaga listrik. dan tanah. berwarna atau bau. Rangkuman 1. yaitu mengurangi kandungan garam–garam organic maupun mineral dari air. Modul OPKR 10 – 016 C 144 .  Elektrodialisis. tanaman air seperti enceng gondok dapat dimanfaatkan untuk menyerap bahan pencemar di dalam air. Ringkasan  Penanggulangan pencemaran air secara preventif dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara tidak membuang sampah dan limbah ke badan air dan tidak buang air besar di sungai.  Osmosis. udara. Berdasarkan penelitian. harus dilawan dengan kemajuan teknologi baru. Hasil akhir berupa air tak tercemar yang siap dialirkan ke badan air dan Lumpur yang siap dikelola lebih lanjut. 2. yaitu menghilangkan bahan–bahan organic terlarut. penyakit. Ada juga system penelolaan terpadu dengan cara mengolah air limbah domestic maupun industri yaitu menghilangkan organisme penyebab c. Lebih baik mencegah agar tidak terjadi pencemaran dari pada memperbaiki akibat telah terjadinya pencemaran air. Tahapan proses pengolahan air buangan tidak selalu dilakukan seperti di atas.

e.d. Padat b. Air Hasil diskusi dipresentasikan dan dikumpulkan. Udara b. Diskusikan pencemaran: a. Tes Formatif secara kelompok sebab– sebab terjadinya Modul OPKR 10 – 016 C 145 . 2. Tugas 1. Cair c. Diskusikan secara kelompok cara–cara pengolahan limbah: a. Gas Hasil diskusi dipresentasikan dan dikumpulkan.

Uraikan cara pengelolaan limbah industri! Modul OPKR 10 – 016 C 146 . Jelaskan pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap kesehatan manusia! 2. Jelaskan manusia! 4. Sebutkan sumber pencemaran yang pembuangannya berupa timah hitam (Pb)? 5. Pada berapa decbel dari kebisingan yang akan mengakibatkan rusaknya pendengaran manusi (tuli)? 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pencemaran air! 6. Tuliskan kandungan yang terdapat pada limbah industri/ pengaruh timah hitam (Pb) terhadap kesehatan pertambangan! 7.1.

4. Sumber–sumber pencemar berupa limab timah hitam (Pb) adalah pabrik baterai. Kandungan air limbah industri dapat digolongkan menjadi: Modul OPKR 10 – 016 C 147 . sakit perut dan nyeri perut yang sangat hebat. Reaksi lain yang berbahaya yaitu reaksi alergi yang mengakibatkan iristasi dan pembengkakan kulit. zat. 5. Pengaruh timah hitam (Pb) terhadap manusia adalah adalah: keracunan dengan gejala–gejala sebagai berikut. Pb juga menyerang syaraf. perusahaan tambangan mineral dan pabrik cat. Yang dimaksud dengan pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. memperketat kerja ginjal sehingga cepat rusak dan dalam kasus yang berat dapat menyebabkan kematian. 3. Kebisingan yang dapat mengakibatkan rusaknya pendengaran manusia pada tingkat suara 85 decibel secara terus–menerus. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap manusia adalah: dapat meyebabkan sakit dan kematian dalam waktu 30 menit 2. 6. energi dan/atau komponen lain ke dalam air dan/atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam. sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. muntah– muntah secresi menyerupai susu.f.

 Senyawa organic seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakan kulit dan industri cata. cat. kemudian dibersihkan. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti. Pada kolam terakhir diperlihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dariindustri pertambangan. pabrik kertas dll. ganggang atau tumbuhan air lainnya). baik secara mekanis(pengadukan). zat warna.  Logam berat seperti kadmium.  Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. 7. baterai. sungai dll). kimiawi (diber zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri. penyepuhan logam dll. Garam anorganik seperti magnesium sulfat dan magnesium klorida yang berasala dari kegiatan pertambangan. Cara pengolahan limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam. Modul OPKR 10 – 016 C 148 . Dengan demikian air yang boleh dialirkan ke luar (selokan.pabrik pupuk. hanyalah air yang bersih yang tidak akan mengubah peruntukkan/fungsi dari air tersebut.

X. jelas dan benar. Modul OPKR 10 – 016 C 149 . III EVALUASI A. Sebutkan faktor-faktor penyebab keadaan bahaya! Bagaimanakah cara untuk mengatasi lingkungan yang tidak aman Sebutkan dan jelaskan alat-alat pelindung anggota badan? Bagaimanakah syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan yang baik? 8. Jelaskan pengertian keselamatan kerja! Sebutkan tujuan diadakannya keselamatan dan kesehatan kerja? Jelaskan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja menurut Undang-undang nomor 1 tahun 1970 pasal 3! 4. 6. PERTANYAAN Jawablah pertanyaan–pertanyaan di bawah ini dengan singkat. 9. Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. 1. 2. 5. 3. Isilah table dibawah ini untuk meyakinkan anda. Jelaskan teknik pengangkatan yang aman dan benar! Jelaskan pertolongan pertama yang harus diambil ketika terjadi peristiwa kecelakaan kontaminasi atau luka bakar pada wajah disebabkan oleh asam! 10. 7. BAB.

Nyala api pada mesin. Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api? 13.Warna alat pemadam Jenis alat pemadam Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Merah Biru Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam 11. Sebutkan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act)? 15. Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian berikut ini? a. Tuliskan dua cara untuk mengetahui isi alat pemadam kebakaran! 12. d. Jelaskan fungsi dongkrak di bengkel otomotif ? Modul OPKR 10 – 016 C 150 . Ban terbakar. Kertas terbakar didalam tong sampah. e. Kebakaran pada panel listrik. c. Nyala api pada kain lap oli. 14. b.

16. Demonstrasikan cara menolong korban yang mengalami perdarahan pada suatu kejadian terjadi kecelakaan! mengangkat kendaraan menggunakan dongkrak dan Modul OPKR 10 – 016 C 151 . Tuliskan beberapa alat perlindungan diri ( APD )! 18. Demonstrasikan cara menggunakan alat pemadam api bila terjadi kebakaran! 4. 20. Lakukan penopang! 3. Demonstrasikan cara menilai korban bila terjadi kecelakaan! 5. Jelaskan pengertian dari Cardio Pulmonary Resusciation (CPR)! 19. Lakukan mengangkat benda dengan tangan! 2. Sebutkan sumber pencemaran yang pembuangannya berupa timah hitam (Pb) ? 17. Tuliskan tiga unsur penyebab kebakaran! Tuliskan kandungan yang terdapat pada limbah industri/pertambangan! SOAL PSIKOMOTOR 1.

 Menjamin tempat kerja yang sehat.B. 2. instalasi dan lain Modul OPKR 10 – 016 C 152 .  Mencegah/mengurangi kematian. 3.  Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan. sebagainya.  Mencegah timbulnya kecelakan akibat suatu pekerjaan. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan .  Mencegah pemborosan tenaga kerja. pemakaian. bersih. meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan. baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya. alat-alat kerja.  Mencegah/mengurangi cacat tetap.  Mengamankan material.  Memperlancar. modal.  Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya. Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja menurut Undangundang nomor 1 tahun 1970 pasal 3:  Mencegah dan mengurangi kecelakaan. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja. mengurangi dan memadamkan kebakaran.  Mencegah. Kunci jawaban 1. alat dan sumbersumber produksi lainnya. Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja :  Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. konstruksi. pemeliharaan bangunan. keutuhan dan kesempurnaan. mesin-mesin.

Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan.  Memelihara kebersihan. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. 3. kotoran. Faktor-faktor penyebab keadaan bahaya: Tindakan yang tidak aman dari manusia itu sendiri 1.  Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang. tanaman atau barang. baik fisik maupun psikis.  Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu.  Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja. asap. perlakuan dan penyimpanan barang. 4. debu.  Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. Berkelakar/ bergurau dalam bekerja dan sebagainya. keselamatan dan ketertiban. infeksi dan penularan.  Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.  Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.  Memberi pertolongan pada kecelakaan. binatang.  Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. hembusan angin. Modul OPKR 10 – 016 C 153 . Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. suara dan gelora. gas. kelembaban.  Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat . 4. 2. keracunan. cuaca sinar atau radiasi.  Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. uap. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan.  Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja.

berguna untuk melindungi kepala dan rambut dari bahaya yang mungkin. 5. misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi. tetapi diisolasi agar tiadak lagi menimbulkan bahaya. Modul OPKR 10 – 016 C 154 . konstruksi kurang aman.  Dikendalikan. 6.  Alat pelindung telinga. tidak diberi pengamanan. Contohnya : kacamata debu. Alat-alat pelindung badan:  Alat pelindung mata. debu. berguna untuk melindungi mata dari panas.  Dieliminir/diisolir. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak. sinar yang menyilaukan. helm pelindung. sumber bahaya masih tetap ada. misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki. memasang alat-alat kontrol dsb. kacamata las listrik. Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin. suhu tempat kerja. Cara untuk mengatasi lingkungan yang tidak aman:  Dihilangkan. sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis. ventilasi atau pertukaran udara.  Alat pelindung kepala.Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja 5. 6. tata ruang kerja/ kebersihan dan lain-lain). sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya. Contohnya : topi. bising atau suara-suara keras. Mesin-mesin yang rusak. berguna untuk melindungi telinga dari bahaya suara yang berlebihan. misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja. percikan api dan bahaya lainnya yang bisa merusak mata.

berguna untuk melindungi tangan dari berbagai bahaya yang mungkin. Sarung tangan asbes. Sarung tangan karet. berguna untuk melindungi tangan terhadap bahaya pembakaran api. tusukan benda tajam. berguna untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset pada peremukaan. Alat pelindung hidung. c. Modul OPKR 10 – 016 C 155 . g. Alat pelindung badan. Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada. e. f. d. debu atau material lembut yang berbahaya. Terdapat dua jenis sepatu. api. b. juga dari material lembut yang berbahaya. digunakan pada pekerjaan pelapisan logam. berguna untuk melindungi pernafasan dari bahaya seprti gas-gas berbahaya. Sarung tangan kain. Sarung tangan kulit. Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan yang baik: a. misalnya dari percikan api. berguna untuk melindungi kaki dari bahaya seperti panas. agar tangan terhindar dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan. berguna untuk melindungi hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas berbahaya. dsb. berguna untuk melindungi badan.  Alat pelindung tangan. Alat pelindung kaki. Berupa: a. Pelindung hidung dan mulut. yaitu yang berujung baja dan sepatu karet. misalnya panas. 7. zat kimia. berguna untuk melindungi tangan dari ketajaman benda-benda atau peralatan bila peralatan itu dipegang atau diangkat.

Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon. dan akan menyebabkan kecelakaan jika apara pekerja tetap memakainya. masuk di kantong atau terselip di lipatan-lipatan pakaian.b. c. d. h. Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain. Overall katun memenuhi semua persyaratan yang disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling luas digunakan sebagai pakaian kerja. Dasi. e. g. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai. Pastikan tidak ada yang dapat mengakibatkan Anda tergelincir. Kalau bentuknya tidak menarik. misalnya lengan yang terlalu lepas atu ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. Jam tangn dan cincin menambah masalah pada bahan kimia dan panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. paling tidak harus dapat diterima. f. 8. Modul OPKR 10 – 016 C 156 . Sebelum mengadakan pemindahan barang-barang periksa lebih dulu rute jalan yang harus dilalui. cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai kemungkinan besar menimbulkan bahaya karena mereka itu dapat dimakan mesin. Teknik pengangkatan yang aman dan benar : a. Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di celana. Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim.

gunakan teknik penurunan punggung dengan lurus secara benar. Buang pakaian yang terkontaminasi. h. Letakkan beban di depan ujung bangku dan geser ke tempatnya. Pertolongan pertama yang harus diambil ketika terjadi peristiwa kecelakaan kontaminasi atau luka bakar pada wajah disebabkan oleh asam: a. Tempatkan beban di atas bangku/permukaan yang rata. Gunakan sarung tangan jika perlu apabila benda tersebut dapat pecah atau bergerigi. Gunakan soda bikarbonat atau larutan baking powder ke seluruh daerah yang terbakar. Ketika menempatkan benda ke atas lantai. Periksa benda yang berat tidak akan menggelinding/miring.b. Perkirakan berat beban untuk memastikan bagaimana beban harus diangkat dan cari bantuan jika perlu. e. b. Bersihkan kotoran. Modul OPKR 10 – 016 C 157 . Ganjal jika perlu. geser dengan badan. d. Periksa beban apakah permukaannya kasar atau licin. 9. Lakukan posisi pengangkatan yang benar dan pegang beban dengan bagian-bagian yang Anda yakini tidak akan lepas ketika diangkat. lemak atau air yang membuat beban sulit dipegang. i. f. c. Periksa letak daerah penempatan beban. g. Posisikan satu sudut bawah pertama untuk menghindari jari-jari kaki yang terjepit. Jika alat pendorong digunakan maka periksa bahwa ia cukup kuat dan ditempatkan secara benar untuk menopang beban.

Kain. Warna alat Pemadam Jenis alat Pemadam Merah Berisi Air 11. dll Biru Busa Nyala Api Kelas B. 10. Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Nyala Api Kelas A Kayu. a. atau dirusak karena alat pemadam sudah dioperasikan. Lebih baik letakkan korban di bawah shower. b. Seperti table dibawah ini untuk meyakinkan anda. Kertas. Nyala Api akibat bahan bakar cair.c. jika mungkin empat detik setelah terjadi semprot dia dengan air. terpotong. Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam Karbon Dioksid Bubuk Kering Nyala Api Kelas C akibat Listrik (juga untuk kelas A dan B) Nyala Api Kelas B dan C Listrik dan cairan yang dapat terbakar. Panggil bantuan medis atau atur korban untuk segera mendapatkan pertolongan. Memeriksa alat ukur yang ada pada bagian atas silinder. Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. Memeriksa dan melihat pertanda yang diberikan pada alat tersebut masih utuh atau sudah terlepas. Jika Modul OPKR 10 – 016 C 158 . d. Dua cara (diantara) untuk mengetahui isi dari alat pemadam kebakaran.

12. c.adalah Karbon dioksid.Nyala api pada kain lap oli. Yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api adalah Menggantikannya dengan alat pemadam yang berisi penuh dan alat pemadam yang telah digunakan segera diisi kembali.Bubuk Kering dan Busa c. Kertas terbakar didalam tong sampah adalah air d. Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. Sumber–sumber pencemar berupa limab timah hitam (Pb) adalah pabrik baterai. b. Kebakaran pada panel listrik Karbon Dioksid 14. 15. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. Membandingkan berat alat pemadam yang anda yakin berisi penuh dengan alat pemadam yang akan diperiksa. Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. c.pertanda tersebut masih pada tempatnya hal ini menandakan alat pemadam masih berisi penuh. 16. Penyebab kecelakaan a. Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis.Ban terbakar adalah busa e. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. 13. Nyala api pada mesin adalah karbon Dioksid dan bubuk kering b. d. Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian? a. Alat Perlindungan diri: Modul OPKR 10 – 016 C 159 . 17. perusahaan tambangan mineral dan pabrik cat.

pabrik kertas dll. Helm. baterai. Masker penolong 6. 19. Modul OPKR 10 – 016 C 160 . Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu: Pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada. zat warna. penyepuhan logam dll. Baju pelindung 4. Masker pelindung 5. Hal ini dilakukan bila korban/penderita tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut. Sarungan tangan lateks 2. Kandungan air limbah industri dapat digolongkan menjadi:  Garam anorganik seperti magnesium sulfat dan magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan.  Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang.  Senyawa organic seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakan kulit dan industri cata. Tiga unsur penyebab kebakaran   Bahan bakar Panas  Oxigen 20. Kacamata pelindung 3. cat.pabrik pupuk.1. 18.  Logam berat seperti kadmium. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dariindustri pertambangan.

14. 2. 8. 12. 9. 10. 5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 SKOR MAKSIMAL 0–2 0–4 0–4 0–2 0–2 0–4 0–4 0–4 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 SKOR YANG DICAPAI NILAI Modul OPKR 10 – 016 C 161 . 11. 4. 3. 7.LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF (PENGETAHUAN) NO. 13. 6.URUT NO SOAL 1.

18. 15 16 17 18 19 20 Jumlah () Batas penguasaan kognitif (pengetahuan) minimal harus mencapai 7.00 Perhitungan Nilai Akhir Penghetahuan (NAP) menggunakan rumus NAP   Skor yang dicapai x 10  Skor maksimal Modul OPKR 10 – 016 C 162 .NO. 17. 20. 19. 16..URUT NO SOAL SKOR MAKSIMAL 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 50 SKOR YANG DICAPAI NILAI 15.

2. 4.LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN PENILAIAN NO. 3.00 Nilai Akhir keterampilan (NAK) diambil dari Nilai terendah diantara Nilai yang diperoleh dari setiap aspek yang di nilai LEMBAR NIALI SIKAP ( ATTITUDE ) PENILAIAN NO. 2. ASPEK YANG DINILAI 7 1. 3. ASPEK SIKAP (ATTITUDE) YANG DINILAI 7 1. Kerjasama Kedisiplinan Kejujuran 8 9 TIDAK YA Modul OPKR 10 – 016 C 163 . Persiapan Proses Kerja Waktu Hasil 8 9 TIDAK YA Batas minimal kompotensi harus mencapai minmal nilai 7.

100 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan Modul OPKR 10 – 016 C 164 . 6. 5.4.d.d. 79 80 s. C. 7. 89 90 s.00 Nilai Akhir sikap (Attitude) diambil dari nilai terendah diantara nilai yang diperoleh dari setiap Aspek sikap (Attitude) yang dinilai.d. KRITERIA KELULUSAN Kriteria Kelulusan: 70 s. Tanggung jawab Kemandirian Ketekunan Memecahkan masalah Batas minimal nilai (Attitude) adalah 7.

Kepada Anda yang dinyatakan lulus. Akhirnya kami haturkan terima kasih atas kesungguhan Anda mengikuti dan melaksanakan modul ini. IV PENUTUP Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal pada modul OPKR. Modul OPKR 10 – 016 C 165 . sebab masih terbuka kesempatan asal Anda berusaha lebih keras lagi. Selamat berjuang. selamat atas keberhasilan Anda dan selamat melanjutkan ke kompetensi berikutnya.BAB. Apabila Anda dinyatakan tidak lulus. dan Anda berhak untuk mengikuti kompetensi berikutnya. Kesehatan Kerja dan Lingkunan “. Kepada Anda yang ternyata belum lulus jangan putus asa.10– 016C ini berarti Anda/Siswa menguasai materi kompetensi “Mengikuti Prosedur Keselamatan. sukses selalu. maka Anda mengulangi modul ini.

1997. Keselamatan kerja dan tatalaksana bengkel. 1997. Astra International. Basic Mechanic Training. Depdiknas. PT Toyota Astra Motor. Iwan Gayo. Jakarta.tt. PPPG Teknologi Bandung.DAFTAR PUSTAKA Astra International. Bandung. UPAYA WARGA NEGARA Jakarta. Jakarta PPPGT / VEDC. PPPGT / VEDC. 1992. 2004. Jakarta. Malang. Buku Pintar . Teknik-teknik servis dasar. Harun Tia Setiawan. Ima Permana dan Joel Tedjo. Kurikulum SMK edisi 2004. Modul OPKR 10 – 016 C 166 . Depdikbud. Jakarta. Depdiknas. 1995. 1980. PT toyota Astra Motor. Siklus Air. Pedoman penyelenggaraan bengkel otomotif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful