KODE MODUL OPKR-10-016 C

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

MENGIKUTI PROSEDUR KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

KODE MODUL OPKR-10-016 C

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

MENGIKUTI PROSEDUR KESELAMATAN,KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN
Tim Penyusun: 1. Drs. Iin Solihin 2. Drs. Ridwan 3. Drs. Koentono Tim Fasilitator: 1. Drs. Abdullah 2. Suryana Iskandar

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

Modul PTL OPS 005 (2)

1

KATA PENGANTAR
Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan modul manual. Adapun modul manual terdiri atas bidang-bidang dan program-program keahlian kejuruan yang berkembang di dunia kerja baik instansi maupun perusahaan. Tahun Anggaran 2005 telah dibuat sebanyak 300 modul manual terdiri atas 9 (sembilan) bidang keahlian dan 32 (tiga puluh dua) program keahlian yaitu: Bisnis dan Manajemen (Administrasi Perkantoran dan Akuntansi), Pertanian (Agroindustri pangan dan nonpangan, Budidaya Tanaman, Budidaya Ternak Ruminansia, Pengendalian Mutu), Seni Rupa dan Kriya (Kriya Kayu, Kriya Keramik, Kriya Kulit, Kriya Logam Kriya Tekstil), Tata Busan, Teknik Bangunan (Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Baja dan Alumunium, Teknik Konstruksi Batu Beton, Tekni Industri Kayu), Teknik Elektronika (Teknik Audio Vidio, Teknik Elektronika Industri), Teknik Listrik (Pemanfaatan Energi Listrik, Teknik Distribusi, Teknik Pembangkit Ketenagalistrik-kan), Teknik Mesin (Mekanik Otomotif, Pengecoran Logam, Teknik Bodi Otomotif, Teknik Gambar Mesin, Teknik Pembentukan, Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri, Teknik Pemesinan), Teknologi Informasi dan Komunikasi (Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan), dan program Normatif Bahasa Indonesia. Modul ini disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004 dengan menggunakan Based pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi ini (Competency Training/CBT). Diharapkan modul-modul

digunakan sebagai sumber belajar pokok peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kejuruan khususnya SMK dalam mencapai standar kompetensi kerja yang diharapkan dunia kerja. Penyusunan modul dilakukan oleh para tenaga ahli kejuruan dibidangnya terdiri atas para Guru SMK, para Widyaiswara Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) lingkup Kejuruan dengan para nara sumber dari 2

Modul PTL OPS 005 (2)

Desember 2005 a.berbagai perguruan Tinggi. tenaga. serta para editor atas dedikasi dan pengorbanan waktu. Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua. Joko Sutrisno. dan berbagai sumber referensi yang digunakan baik dari dalam dan luar negri. menerima masukan-masukan konstruktif dari berbagai pihak khususnya para praktisi dunia usaha dan industri. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah beserta para penulis dan unsure terlibat. khususnya peserta Diklat SMK atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK. MM NIP 131415680 Modul PTL OPS 005 (2) 3 . Jakarta. para nara sumber dan fasilitator. dan para psikologis untuk dihasilkannya Sumber Daya Manusia (SDM)tingkat menengah yang handal. Sesuai perkembangan paradigma yang selalu terjadi. Modul dilakukan melalui beberapa tahap pengerjaan termasuk validasi dan uji coba kepada para peserta Diklat/Siswa di beberapa SMK. para praktisi Balai Latihan dan Pengembangan Teknologi (BLPT) dan unsure dunia usaha dan industri (DU/DI).n. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dr. dan pemikiran untuk dihasilkannya modul ini. Pada kesempatan baik ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada berbagai pihak terutama tim penyusun modul. para akademis.

. PERLENGKAPAN PBM…………..………………………………………………………………… i HALAMAN FRANCIS . Petunjuk Bagi Peserta Diklat…………………………………………… 2....………………………………………… g. RENCANA BELAJAR SISWA..………………………………………………………………… F.………………………… 1.. KOMPETENSI. Tes formatif 1 ...DAFTAR ISI MODUL Halaman HALAMAN SAMPUL.……………………………………………….. PRASYARAT..………………………………………………… B...... PENDAHULUAN . Kegiatan Belajar 2 :Pemeliharaan Kebersihan..……………..II. Perlengkapan dan Area Kerja......... Tugas 1 …. KEGIATAN BELAJAR .………… b.. E.... Rangkuman 1…………………………………………………………… d..... PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL..... BAB...……………………………………………………………………… C.........………………………………………………………………… A..………………………………. Tujuan kegiatan belajar 2 ……………………………….…………………………………………………………… A.. Tujuan kegiatan belajar 1 ……….……………………………………………………… A..……………………………………………… B. KETERANGAN PENCAPAIAN KOMPETENSI……………………...... a. Kunci jawaban formatif 1 .. Uraian materi 2………………………………………………………… Modul PTL OPS 005 (2) 4 .... Peran Guru …………………………………………………………………… D..……………………………………………………… 2........………………………………………………………………… KATA PENGANTAR …………………………………………………………………… DAFTAR ISI... DESKRIPSI JUDUL .. Kegiatan Belajar 1 : Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja.... DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI……………....………………………………… b....... PEMELAJARAN ...……………………………………… 1. ii iii iv vii vii viii ix X 1 1 1 2 2 2 3 3 4 10 11 11 12 12 13 13 25 25 26 26 27 28 28 28 a.. Uraian materi 1………………………………………………………… c........ Lembar kerja 1 ... B.………………………………………………………… f..…………………………………………………………………… G. KEDUDUKAN MODUL……………………………………………………… PERISTILAHAN/GLOSSARIUM ………………………………………………… I...……………………………………………………………… e.....……………………………………………………………………………… PETA KEDUDUKAN MODUL. TUJUAN AKHIR ....... CEK KEMAMPUAN……………………………………………………………….....

Tugas 5…………………………………………………………………… e. Kunci jawaban formatif 5 …………………………………………………… BAB.…………………… 110 111 111 KRITERIA KELULUSAN …………………………………………………………………… BAB.. Kunci jawaban formatif 2 ……. LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN………………………………. Pencemaran Lingkungan & Kesehatan Manusia………………. 99 99 f..…………………………………………. f.………………………………………………………… d.. Tujuan kegiatan belajar 5 ………………………………………… b. 101 101 A. 102 103 C. PERTANYAAN ………………………………………………………………………………… B. Uraian materi 5 ……………………………………………………….……………………………………………………… d. Tugas 3…………………………………………………………………… e. Rangkuman 4.. Tugas 4…………………………………………………………………… e. EVALUASI ………………………………………………………………….…… a.………………………………………………….… 3.c.…………………………………. Tes formatif 2…... Tes formatif 5 …………………………………………………………. a.III.…. Kunci jawaban formatif 4 . Tes formatif 3 …………………………………………………………. Uraian materi 3 ………………………………………………………. Kegiatan Belajar 4 : Pertolongan Pertama &Cardio Pulmonary ( CPR).…… f.PENUTUP ……………………………………………………………………………… 112 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………… 113 Modul PTL OPS 005 (2) 5 .…………………………………… 4... Tujuan kegiatan belajar 3 ………………………………………… b. Rangkuman 5 ……………………………………………………………………… 98 d. c. KUNCI JAWABAN …………………………………………………………………………… 109 LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF(PENGETAHUAN)………………. Tujuan kegiatan belajar 4 ………………………………………… b. Tugas 2……………………………………………………………….………………………………………… 5. Kunci jawaban formatif 3 ……. 33 33 33 34 37 37 37 55 55 55 57 60 60 60 79 80 80 80 82 82 82 a. Kegiatan Belajar :Perlengkapan Pemadam Kebakaran. Tes formatif 4 …………………………………………………………. Rangkuman 2……….……… d. 98 c. SOAL PSIKOMOTOR……………………………………………………….…… e. IV. Uraian materi 4 ………………………………………………………. f. LEMBAR PENILAIAN SIKAP (ATTITUDE)………. c. Rangkuman 3….

OPKR 60-018C OPKR 60-019C OPKR 10-0098 OPKR 10-017C OPKR 10-016C OPKR 10-010C OPKR 60-008C OPKR 10-006C OPKR 60-029A OPKR 10-013C OPKR 10-007C OPKR 60-016C OPKR 60-030A OPKR 60-031A OPKR 60-002C OPKR 60-006C OPKR 60-012C OPKR 60-013C OPKR 60-011 OPKR 60-037A OPKR 60-038A OPKR 60-050A OPKR 60-051A Modul PTL OPS 005 (2) vi . DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga tahun.PETA KEDUDUKAN MODUL A. serta kemungkinan multi entry-multy exit yang dapat diterapakan.

Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur. Pembacaan dan pemahaman gambar teknik. Melaksanakan pekerjaan sebelum perbaikan. Mempersiapkan dan mengecat komponen-komponen plastik. Mempersiapkan komponen kendaraan untuk perbaikan pengecatan kecil.Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi OPKR 10-009B. Melepas. OPKR 10-016C. OPKR 60-050A. Melepas dan mengganti rangkaian/listrik/unit elektronik. OPKR 60-038A. OPKR 10-017C. OPKR 60-007C. OPKR 60-011C. OPKR 60-037A. vii . Pelaksanaan pengkilatan dan pemolesan. dan decal/lis. Melaksanakan prosedur pengelasan. OPKR 60-030A. pemotongan dengan panas dan pemanasan. spoiler. OPKR 60-019C. OPKR 60-018C. OPKR 60-016C. Mempersiapkan bahan dan peralatan pengecatan. pematrian. OPKR 60-029A. Memilih dan menggunakan hiasan/ Trim perekat. OPKR 10-010C. Modul PTL OPS 005 (2) Mempersiapkan permukaan untuk pengecatan ulang Melepas dan mengganti/melepas pelindung moulding. stiker. bagian – bagian panel dan perangkat tambahannya. Memperbaiki komponen fiberglas/bahan komposit. OPKR 60-009C. Melaksanakan prosedur masking. OPKR 10-013C. Mengikuti Prosedur Keselamatan. OPKR 60-006C. OPKR 60-012C. transfer/gambar hiasan. Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja. Pelaksanaan pemeriksaan keamanan/kelayakan kendaraan. OPKR 60-013C. Kesehatan Kerja dan Lingkungan. OPKR 60-031A. OPKR 60-008C. Membersihkan permukaan kaca. OPKR 60-002C. Memperbaiki komponen body menggunakan dempul timah (lead wiping). OPKR 10-006C. Melaksanakan pemasangan anti karat dan peredam suara. Memasang perapat komponen kendaraan. menyimpan dan mengganti/memasang panel – panel bodi kendaraan. Membuat (fabrikasi) komponen fiberglas/ bahan komposit.

Kedudukan Modul Modul dengan kode OPKR 10-016C tentang “Mengikuti Prosedur Keselamatan. B.OPKR 60-051A. Kesehatan Kerja dan Lingkungan” ini merupakan modul dasar untuk melaksanakan kompetensi – kompetensi berikutn Modul PTL OPS 005 (2) viii . Melakukan pembersihan setempat permukaan luar/dalam.

MEKANISME PEMELAJARAN Untuk mencapai peguasaan modul ini dilakukan melalui diagram alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Nilai ≥ 7 T Kegiatan Belajar 1 Y Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi T Nilai ≥ 7 Y Modul berikutnya/Uji Kompetensi Modul OPKR 10 – 016 C 9 .

GLOSSRY Safe Safety Unsafe act Unsafe codition Jack stand : aman atau selamat : mutu suatu keadaan aman : tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri : keadaan tidak aman dari lingkungan kerja : alat penyangga yang digunakan untuk pengaman pada saat mendongkrak kendaraan agar seseorang aman bekerja dibawah kendaraan Vacuum cleaner : alat penyedot debu biasa digunakan untu membersihkan debu/kotorab yang tidak terjangku dengan alat kebersihan yang lain Starvation : membuang/mencabut bahan bakar dari api sehingga menjadi padam Smothering : membuang oxygen dari nyala api sehingga menjadi padam Colling Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) LEADS AND CABLE PROTECTION OBEY “ NO SMOKING” SIGN CLEAN UP RUBBISH : menurunkan panas dari nyala api : pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada disebut juga Resusitasi jantung paru (RJP) : Perlindungan kabel dan stop kontak. : mematuhi rambu – rambu “ Dilarang merokok : Bersihkan Sampah Modul OPKR 10 – 016 C 10 .

: Membaca pengumuman tentang latihan memadamkan api Modul OPKR 10 – 016 C 11 .PUT OILY WASTE IN BIN TAKE CARE WITH INFLAMMABLE LIQUID CLEAN UP DUSTY AREAS EXTINGUISHER SPILLED BURNING OIL MAINTENANCE WORKER NOTING FIRE ESCAPE ROUTE CRAWL THROUGH SMOKE FIELLED ROOM READING FIRE DRILL NOTICE : Buang limbah ditempatnya : Berhati – hatilah dengan cairan yang mudah terbakar : Bersihkan tempat yang berdebu : Alat pemadam api : Tumapah minyak yang terbakar : Memelihara jalan untuk menyelamatkan diri ( pekerja ) apabila terjadi kebakaran : Keluar dari ruangan yang dipenuhi asap.

Pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR). Menjalankan dasar-dasar prosedur keamanan.kesehatan kerja dan lingkungan. Pelaksanaan prosedur darurat. tentang Konduksi. 6. 5. DESKRIPSI Kompetensi yang diharapkan dari modul ini adalah didalam bekerja siswa selalu mengikuti prosedur keselamatan . I PENDAHULUAN A. 7. Penguasaan sudah dan memahami pencapaian modul ini akan merupakan dasar dan prasyarat untuk melanjutkan kepada kompetensi–kompetensi berikutnya. 3. Pemeliharaan kebersihan. Untuk mempelajari modul ini dimohon Anda sudah menguasai materi–materi yang diberikan di kelompok Adaptif. penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja. Radiasi dll 2.BAB. Penempatan dan pengidentifikasian jenis pemadam kebakaran. Kimia. Mengikuti prosedur pengendalian limbah. Modul OPKR 10 – 016 C 12 . seperti yang bisa Anda lihat di Peta Kedudukkan Modul. Fisika. perlengkapan dan area kerja. 2. yaitu materi–materi pada Mata Diklat: 1. pada tempat kerja untuk pengamanan dan B. Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk menidentifikasi bahaya dan pencegahannya. tentang Zat – zat kimia yang berbahaya bagi anggota tubuh manusia dll. 4. PRASYARAT Sebelum menggunakan modul ini peserta pelatihan harus dan menguasai modul sebelumnya.Konveksi. Adapun sub kompetensinya meliputi: 1.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang dilaksanakan antara lain: a. Baca dan fahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa dapat bertanya pada guru atau instruktur yang bersangkuatan b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materimateri yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktek perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku 2) Pahami setiap langkah (prosedur praktikum) dengan baik 3) sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta izin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6) Setelah sesuai praktek, kembalikan alat dan bahan ketempat semula. d. Apabila belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang bersangkutan.

2.

Peran Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk: a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar

Modul OPKR 10 – 016 C

13

b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar c. Membantu siswa dalam memahami konsep, praktek baru, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegitan belajar kelompok jika diperlukan. f. Merencanakan seorang ahli atau pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

D. Perlengkapan PBM
Dalam pelaksanaan sistem modul maka beberapa perangkat harus disiapkan dalam menunjang terlaksananya sistem pemelajaran, baik itu dalam konteks pemelajaran teori maupun praktik. Adapun perangkat tersebut dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Perlengkapan Ruang kelas 1. 2. Over Head Projector/OHP Papan tulis/white board 1. 2. 3. 4. 5. 6. Perlengkapan workshop Alat-alat tangan Katrol Dongkrak Kacamata pelindung Pakaian pelindung Alat Pemadam Kebakaran 1. 2. Bahan Mobil Engine Stand

E.

TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan ditempat kerja Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Memelihara kebersihan, perlengkapan dan area kerja Menempatkan pemadam kebakaran Mengetahui jenis-jenis pemadam kebakaran

Modul OPKR 10 – 016 C

14

7. 8. 9.

Menggunakan pemadam kebakaran Menerapkan prosedur darurat Menjalankan dasar-dasar keamanan prosedur prosedur penyelamatan pengamanan dan pertama dan CardioPulmonary Resusciation (CPR)

10. Melaksanakan 11. Menerapkan

pengendalian limbah

ditempat kerja.

Modul OPKR 10 – 016 C

15

Prosedur/kebijakan kecelakaan. Sumber–sumber dapat termasuk:  Modul OPKR 10 – 016 C 16 . Kode praktis industri Peraturan K3L (Keselamatan. Pengharagaan dibidang industri. Pelaksanaan K3L harus memenuhi:   4. Standar kompetensi ini digunakan untuk:  Jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan dibidang perbengkelan. Lembaran data keamanan material. pertolongan pertama. Kesehatan Kerja Dan Lingkungan) yang berlaku.C A 2 B 1 C D 1 E F G 1 DURASI PEMELAJARAN : 80 jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI 1. perlengkapan CPR. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk:      KONDISI KERJA     3. Perlengkapan kebakaran. Kesehatan Kerja Dan Lingkungan : OPKR. Prosedur/kebijakan tanda bahaya.F. Kebijakan/prosedur keamanan. KOMPETENSI KOMPETENSI KODE : Mengikuti Prosedur Keselamatan. Prosedur pertolongan pertama dan CPR (Cardio Pulmonary–Resusciation). SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan. 2. Prosedur evakuasi darurat/kebakaran. 10-016. Spesifikasi pabrik kendaraan.

Melaksanakan keputusan dalam komite manajemen K3L.     Pakaian keamanan individual. Perlengkapan dan bahan kebersihan. Pakaian yang aman 5. Melakukan simulasi pertolongan pertama dan CPR. Perlengkapan yang sesuai. Kegiatan: Kegiatan harus dilaksanakan dibawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:     Pembersihan perlatan/area tempat kerja dengan bantuan mesin atau secara manual. Modul OPKR 10 – 016 C 17 . Bahan pembersih dan pelumas. perlengkapan dan permesinan. Laporan/mencatat kecelakaan dan bahaya–bahaya yang potensial.

SUB KOMPETENSI 1. cair. tempat penerapan spesifikasi pabrik  Seluruh kegiatan penerapan pemadam kebakaran dan PENGETAHUAN  Peraturan K3L yang berlaku  Prosedur keamanan tempat kerja  Persyaratan pemeliharaan perlengkapan dan area kerja  Identifikasi bahaya dan pencegahan dalam tempat kerja  Prosedur pertolongan pertama  Prosedur CPR  Prosedur keamanan dasar  Penggunaan dan penerapan alat pemdam kebakaran KETERAMPILAN  Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja  Memelihara catatan yang berhubungan dengan keamanan  Menggunakan perlengkapan yang benar  Melaporkan dan mengurangi bahaya– bahaya potensial  Memlihara kebersihan mesin perlengkapan dan area kerja  Menempatkan dan mengidentifikasi perlengkapan pemadam kebakaran  Melaksanakan prosedur – prosedur Modul OPKR 10 – 016 C 18 . gas dan kebisingan ditempat kerja  Pemeliharaan kebersihan perlengkapan kerja MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP  Mengenali bahaya pada area kerja dan melakukan tindakan pengontrolan yang tepat  Mengikuti kebijakan yang syah pada tempat dan prosedur pengontrolan resiko  Peralatan dan area kerja dibersihkan atau dipelihara sesuai dengan keamanan. jadwal pemeliharaan berkala. Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk mengidentifikasi bahaya dan penghindaranny a KRITERIA KINERJA  Mengenali bahaya pada area kerja dan melakukan tindakan pengontrolan yang tepat  Mengikuti kebijakan yang sah pada tempat kerja dan prosedur pengontrolan resiko  Mematui tanda bahaya dan peringatan  Pemakaian pakaian pengamanan sesuai SI (Standar Internasional)  Penggunaan teknik LINGKUP BELAJAR  Prosedur keselamatan yang meliputi pertolongan pertama dan CPR  Mengikuti prosedur pengamanan dan pengendalian limbah padat.

Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yang berlaku dan prosedur atau kebijakan perusahaan  Menngikuti kebijakan yang syah pada tempat kerjadan prosedur pengontrolan resiko PENGETAHUAN yang tepat  Prosedur penanganan secara manual  Simbol – simbol bahaya KETERAMPILAN darurat  Melakuakan prosedur–prosedur keamanan dasar dengan keadaan bahaya  Menggunakan teknik penangan secara manual  Memperagakan prosedur pertolongan pertama dan CPR  Syarat keselatan diri  Bertindak sesuai Modul OPKR 10 – 016 C 19 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA dan pengangkatan pemindahan secara manual yang tepat LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP prosedur kerja diidentifikasi berdasarkan SOP (Staandard Operation Prosedure) peraturan K3L (Keselamatan.

jadwal pemeliharaan berkala. Pemeliharaan kebersihan perlengkapan dan area kerja KRITERIA KINERJA  Perlengkapan dipilih sebelum melakuakan pembersihan dan perawatan secara rutin  Menggunakan metode yang benar untuk pembersihan dan pemeliharaan perlengkapan  Pperlatan dan area kerja dibersihkan atau dipelihara sesuai dengan keamanan.SUB KOMPETENSI 2. tempata penerapan dan spesifikasi pabrik LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 20 20 .

peraturan K3L (Keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan ) yang berlaku dan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 21 21 . penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja KRITERIA KINERJA  Pengidentifikasian pemdaman kebakaaran yang sesuai pada tipe yang tepat untuk lingkungan tempat kerja  Seluruh kegiatan penerapan pemdaman kebakaran dan prosedur kerja diidentifikasikan berdasarkan SOP (Standard Operation Prosedure). Penempatan dan pengiidentifikasian jenis pemadam kebakaran.SUB KOMPETENSI 3.

Pelaksanan prosedur darurat  Mengikuti prosedur perlindungan mesin pada saat tanda bahaya muncul  Mengikuti prosedur alarm atau peringatan atau efakuasi ditempat kerja  Mengikuti prosedur gawat darurat secara profesional yang tepat untuk melindungi mesin pada saat keadaan tanda bahaya muncul Modul OPKR 10 – 016 C 22 22 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 4.

Menjalankan dasar – dasar prosedur keamanan  Kebijakan atau prosedur keamanan dijalankan berdasarkan pelatihan perusahaan dan undang – undang yang berlaku  Seluruh keamnan yang Modul OPKR 10 – 016 C 23 23 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA  Pelayanan darurat yang profesional dan tepat untuk mamanggil pertolongan dengan segera dilakukan oleh orang yang berkuasa untuk melakukan hal tersebut LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 5.

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA berhubungan dengan kejadian dicatat atau dilaporkan pada formulir yang sesuai  Seluruh stap disarankan menggunakan prosedur keamanan perusahaan dan metode yang tepat dalam penerapannya. pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan  Seluruh kegiatan pertolongan pertama yang dilakukan dicatat atau dilaporkan berdasarkan SOP (Standard Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR) Modul OPKR 10 – 016 C 24 24 . LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 6.

cair.SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA Operation Prosedure). peraturan K3L (Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yang berlaku. Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk pengamanan dan pengendalian limbah  Tindakan pengamanan terhadap limbah padat. dan kebisingan ditempat kerja dikenali dan dilakukan  Seluru kegiatan pengendalian dan pengamanan limbah dan polusi Modul OPKR 10 – 016 C 25 25 . dan prosedur atau kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 7. gas.

Kesehatan Kerja dan Lingkungan). dan prosedur atau kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 26 26 . peraturan K3L (Keselamatan. yang berlaku.SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA ditempat kerja dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Prosedure).

7. PERTANYAAN Mengetahui dan menerapkan prosedur keselamatan. CEK KEMAMPUAN Sebelum mempelajari modul ini. 11. 4. No. 2. 10. 9. 8. 6.G. isilah cek list kemampuan yang telah Anda miliki dengan sikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. 3. 5. kesehatan kerja dan lingkungan Mengetahui bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Mengetahui cara menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Memelihara kebersihan perlengkapan dan area kerja Menempatkan pemadam kebakaran Mengetahui jenis-jenis pemadam kebakaran Menggunakan pemadam kebakaran Menerapkan prosedur darurat Menjalankan dasar-dasar keamanan Melaksanakan prosedur penyelamatan pertama dan Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR) Menerapkan prosedur pengamanan dan pengendalian limbah YA TIDAK Modul OPKR 10 – 016 C 27 . 1.

II PEMELAJARAN A. BAB. Jenis kegiatan Mengetahui Pengertian K3 Mengetahui Syarat K3 Mengetahui jenis bahaya dan cara menghindarinya Teknik Pengangkatan/ pemindahanSecara manual Menggunakan pakaian dan alat pengaman Menggunakan Perlengkapan pemadam kebakaran Prosedur pada tempat kerja untuk mengindentifikasi bahaya dan penghindarannya Pemeliharaan kebersihan perlengkapan dan area kerja Penempatan dan Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan guru Modul OPKR 10 – 016 C 28 . Rencana Belajar Peserta Diklat Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan.II.

Jenis kegiatan pengindentifikasian jenis pemadam kebakaran. penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja Pelaksanaan prosedur darurat Menjalan dasar – dasar prosedur keamanan Pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan cardio pulmonary resuscitation (CPR) Prosedur pada tempat kerja untuk pengamanan dan pengendalian limbah Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan guru Modul OPKR 10 – 016 C 29 .

Kecelakaan kerja. Keselamatan kerja atau safety adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman bebas dari kecelakaan Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak disengaja serta tiba-tiba dan menimbulkan kerugian.B. Uraian Materi 1 UNDANG-UNDANG K3 1) Pengertian Keselamatan Kerja Safe adalah aman atau selamat. 4) Siswa dapat menjelaskan Teknik pengangkatan/pemindahan secara manual. dan Kesehatan Kerja Kegiata Belajar 1: Pengertian Keselamatan a. Safety menurut kamus adalah mutu suatu keadaan aman atau kebebasan dari bahaya dan kecelakaan. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan. keutuhan dan kesempurnaan. Tujuan Kegiatan Belajar 1 1) Siswa dapat memahami Pengertian Keselamatan Kerja. baik harta maupun jiwa manusia. 2) Siswa dapat mengenal bahaya yang terjadi diarea kerja. 3) Siswa dapat memahami penggunaan pakaian kerja. baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya. b. Kegiatan Belajar Siswa III. kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja atau sedang melakukan pekerjaan disuatu tempat Modul OPKR 10 – 016 C 30 .

e) Mengamankan material. udara. modal. konstruksi. mesin-mesin. mengurangi dan memadamkan kebakaran c) Mencegah dan mengurang bahaya peledakan Modul OPKR 10 – 016 C 31 . 3) Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja Menurut Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 pasal 3 syaratsyarat keselamatan kerja ayat 1 bahwa dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk: a) Mencegah dan mengurangi kecelakaan b) Mencegah. pemakaian. g) Mencegah pemborosan tenaga kerja. bangunan dll) c) Lingkungan (air. alat dan sumbersumber produksi lainnya. pemeliharaan bangunan. b) Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan. bersih. instalasi dan lain sebagainya. h) Menjamin tempat kerja yang sehat. tanah.2) Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja Dari pemahaman diatas sasaran keselamatan kerja adalah: a) Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja. d) Mencegah/mengurangi cacat tetap. meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi: a) Manusia (pekerja dan masyarakat) b) Benda (alat. alat-alat kerja. mesin. i) Memperlancar. hewan dan tumbuhtumbuhan). f) Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya. c) Mencegah/ mengurangi kematian. cahaya.

uap. b) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. kotoran. infeksi dan penularan. asap. o) Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. tanaman atau barang. n) Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. l) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang. hembusan angin. gas.d) Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya e) Memberi pertolongan pada kecelakaan f) Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja g) Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu. debu. perlakuan dan penyimpanan barang. sinar atau radiasi. keracunan. binatang. kelembaban. h) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. j) Memelihara kebersihan. baik fisik maupun psikis. PENGENALAN BAHAYA PADA AREA KERJA Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri. Modul OPKR 10 – 016 C 32 . k) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja. i) Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. suara dan gelora. terjadi karena manusia menganggap sebenarnya bahwa setiap kecelakaan kecelakaan musibah. cuaca. namun dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah disebabkan oleh salah satu faktor sebagai berikut. m) Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. p) Menyesuaikan tinggi. yaitu: 1) Tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) a) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. baik secara sendirisendiri atau bersama-sama. keselamatan dan ketertiban.

tata ruang kerja/ kebersihan dan menghindarkan tindakan-tindakan yang tidak aman dari pekerja serta mengusahakan lingkungan kerja yang tidak mengandung factor-faktor yang membahayakan (unsafe condition). Modul OPKR 10 – 016 C 33 . b) Bilamana sebab-sebab kecelakaan itu dapat kita hilangkan maka kecelakaan dapat dicegah. d) Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. suhu lain-lain). Apakah kecelakaan dapat dicegah? Akhirnya timbul pertanyaan apakah kecelakaan yang merugikan itu dapat dicegah? Pada prinsipnya setiap kecelakaan dapat diusahakan untuk dicegah karena: a) Setiap kecelakaan pasti ada sebabnya. b) Karena tidak mampu/tidak bisa. 2) Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja (unsafe condition) a) Mesin-mesin yang rusak tidak diberi pengamanan. b) Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin. Sebab-sebab seseorang melakukan tindakan tidak aman a) Karena tidak serius/disiplin. kontruksi kurang aman. Bagaimana kecelakaan dapat dicegah? Pencegahan kecelakaan adalah suatu usaha untuk tempat kerja.c) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. ventilasi atau pertukaran udara . bising atau suara-suara keras. c) Karena tidak mau. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak.

misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki. tetapi diisolasi agar tidak lagi menimbulkan bahaya. sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis. Apabila rambut anda Modul OPKR 10 – 016 C 34 . 3) Keselamatan Kerja di Perbengkelan Otomotif. sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya. b) Kenakan sepatu yang sesuai dan rawat baik-baik (dalam kondisi baik). sepatu bersol baja di tengahnya melindungi dari kejatuhan benda-benda berat. Untuk mengetahui adanya unsafe condition harus dilakukan pengawasan yang seksama terhadap lingkungan kerja. Perlindungan utama terhadap benda. c) Dikendalikan. c) Jaga rambut panjang dengan topi atau penutup kepala yang rapat seperti disarankan dalam peraturan. a) Kenakan celana tanpa kantong yang tidak tertutup karena kantong celana dapat menyebabkan kemasukan bunga api atau zat-zat yang merugikan. sumber bahaya masih tetap ada. misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja. misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi. b) Dieleminir/diisolir. Sepatu usahakan bersol kuat atau bersol baja yang di tengahnya dapat melindungi dari luka akibat benda tajam dan paku yang menonjol. memasang alat-alat kontrol dsb.Bagaimana mengatasi lingkungan lingkungan yang tidak aman? a) Dihilangkan.

Pelajari tujuan masing-masing nomor item atau barang pada tempat latihan yang tersedia. pelindung telinga. Modul OPKR 10 – 016 C 35 . Gunakan selalu kain krep atau bahan penutup untuk berbaring karena berhubungan dengan lantai dingin dapat merusak kesehatan. g) Hindari berbaring pada lantai beton atau lantai sejenis ketika bekerja di bawah kendaraan. sarung tangan dan apron. yang terdiri atas helm pengaman. Beberapa peralatan perlindungan yang tersedia harus dikenakan secara benar pada semua situasi kerja. beberapa orang terluka karena itu. PENGGUNAAN PAKAIAN PENGAMAN 1) Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan a) Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. terutama dalam waktu yang lama. misal mesin bor. respirator. d) Jangan memakai cincin atau jam karena sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. Sehingga dapat menyelamatkan diri dari kemungkinan terluka. e) Gunakan perlengkapan perlindungan pribadi yang sesuai dengan pekerjaan. b) Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim.panjang dapat dengan mudah tersangkut mesin. f) Kenakan kaca mata penyelamat ketika menggunakan gerinda atau mesin bubut dan beberapa tugas lainnya agar debu atau material tidak dapat masuk ke mata. penutup muka.

h) Dasi. d) Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain. 2) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pakaian kerja a) Kenakan pakaian yang tahan terhadap api. dan akan memakainya. Modul OPKR 10 – 016 C 36 . masuk di kantong atau semua persyaratan yang terselip di lipatan-lipatan pakaian. sabuk dapat dengan mudah mengait putaran mesin. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai. f) Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di g) Overall katun celana. paling tidak harus dapat diterima. Jam tangan dan cincin menambah masalah panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai menyebabkan pada bahan kemungkinan kecelakaan kimia dan besar jika menimbulkan para pekerja bahaya tetap karena mereka itu dapat dimakan mesin. tertutup rapat. memenuhi disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling banyak digunakan sebagai pakaian kerja. b) Kenakan katun atau wol dan sebagainya guna menghindari bahan buatan yang mudah terbakar baik baju atas maupun baju bawah. dan berkancingkan. misalnya lengan yang terlalu lepas atau ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. c) Baju yang longgar dan tidak berkancing atau t-shirt atau p berdasi.c) Kalau bentuknya tidak menarik. e) Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon.

Jagalah pakaian Anda agar selalu bersih waktu bekerja. dapat merasa pekerjaan. kecuali terpaksa benar. sebab oli dan kotoran pada pakaian Anda akan mengotori kendaraan SEPATU KERJA Pililah alas kaki yang kuat untuk bekerja. Sebagai tindakan keamanan terhadap luka atau terbakar. 2. Adalah berbahaya memakai sandal atau alas kaki yang mudah tergelincir dan karenanya jangan dipakai. 3. Sandal dan sejenisnya lebih memungkinkan pemakaianya terluka karena kejatuhan Modul OPKR 10 – 016 C 37 . PAKAIAN KERJA 1. Pilihlah pakaian kerja yang kuat dan betul–betul cocok sehingga dalam pakaian pinggang. Kami anjurkan memakai seragam Mekanik Toyota (Overall) hal–hal yang khusus didisain dengan memperhatikan diatasi. kulit harus selalu tertutup.d) Kancing harus ditutupi bahan penutup untuk mencegah kerusakan permukaan ketika bekerja di atas tonggak atau penyangga dan sebagainya. dengan gesper senang Hindari ikat dan kancing yang menonjol yang menyebabkan kerusakan pada kendaraaan pada waktu bekerja.

Dianjurkan memakai sepatu boot atau sepatu yang mempunyai sol yang tidak licin serta berkulit keras.benda. Modul OPKR 10 – 016 C 38 .

3) Alat-alat pelindung anggota badan Badan kita terdiri dari beberapa bagian. sinar yang menyilaukan dan juga dari debu. semuanya itu harus terlindung diwaktu melaksanakan pekerjaan. memungkinkan timbulnya bahaya tersangkutnya sarung tangan pada bagian yang berputar. Terutama pada waktu mengebor dan menggerinda serta pekerjaan di kamar mesin dengan mesin hidup. Modul OPKR 10 – 016 C 39 .SARUNG TANGAN Pada waktu mengangkat benda – benda berat atau memindahkan pipa buang yang panas dan sejenisnya dianjurkan memakai sarung tangan. Karena itu dalam hal seperti ini sarung tangan jangan dipakai. walaupun tidak ada suatu peraturan khusus yang mengatur cara pemakaiannya untuk pekerjaan pemeliharaan biasa. Mata harus terlindung dari panas. Alat-alat pelindung bagian adalah sbb: a) Alat pelindung mata.

Alat Pelindung Kepala c) Alat pelindung telinga Untuk melindungi telinga dari gemuruhnya mesin yang sangat bising juga penahan bising dari letupan-letupan. misalnya bor atau waktu sedang mengelas. Topi atau helm adalah alat pelindung kepala bila bekerja pada bagian yang berputar.Gb. Kacamata Debu Listrik Gb. hal ini untuk menjaga rambut terlilit oleh putaran bor atau rambut terkena percikan api. Gb. Modul OPKR 10 – 016 C 40 . Kacamata Las b) Alat pelindung kepala.

Adalah alat pelindung hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas beracun. digunakan terutama untuk melindungin tangan terhadap bahaya panas.Gb. Modul OPKR 10 – 016 C 41 . Hal ini untuk mencegah tangan dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan. digunakan pada waktu pekerjaan pelapisan logam. Gb. digunakan untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset. digunakan untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam pada saat mengangkat suatu barang. Sarung tangan kulit.  Sarung tangan karet. Sarung tangan asbes. seperti vernikel. Alat Pelindung Telinga d) Alat pelindung hidung. antara lain:    Sarung tangan kain. Alat Pelindung Hidung e) Alat pelindung tangan Alat ini terbuat dari berbagai macam bahan disesuaikan dengan kebutuhannya. vercrhoom dsb.

Macam-macam Sarung Tangan f) Alat pelindung kaki. Terdapat dua jenis sepatu yaitu pengaman yang bentuknya seperti halnya sepatu biasa hanya dibagian ujungnya dilapisi dengan baja dan sepatu karet digunakan untuk menginjak permukaan yang licin. Alat ini terbuat dari kulit sehingga memungkinkan pakaian biasa atau badan terhindar dari percikan api. g) Plat Besi Pelindung Gb. untuk menghindarkan tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia. Lengan baju jangan Modul OPKR 10 – 016 C 42 . terutama pada waktu menempa dan mengelas. sehingga pekerja tidak terpeleset dan jatuh.Gb. Alat Pelindung Kaki (Sepatu) Dengan Plat Besi Pelindung h) Alat pelindung badan.

Alat Pelindung Badan TEKNIK PENGANGKATAN/PEMINDAHAN SECARA MANUAL 1) Cara mengangkat benda Pengikatan beban yang berat akan aman bila diketahui letak garis kerja gaya berat beban yang dimaksud. Tali pengikat dengan sambungan yang telah diuji kekuatannya akan menghasilkan keselamatan kerja. sebab lengan baju yang panjang akan melindungi tangan dari sinar api. Gb.digulung. Ikatlah beban seimbang pada garis kerja gaya beratnya. Dibawah ini diperlihatkan teknis pemindahan benda yang berat. Modul OPKR 10 – 016 C 43 .

d. ambil kulit atau pikulan. Biarkan susunan tulang dari tubuh menyokong dan menopang beban. 3) Mencegah terjadinya kecelakaan Modul OPKR 10 – 016 C 44 . usahakanlah agar tubuh tetap tegak b. Waktu mengangkat benda. Membagi–bagi berat beban sama rata. Gunakan alat pemikul seperti penyandang. c.2) Cara mengangkat dan memikiul benda a.

Risiko terjadi luka dan kerugian pada kelengkapan untuk mengubah pengangkatan yang sederhana. Penghindaran rintangan adalah tindakan untuk keselamatan tempat. Suatu angkatan hendaknya dimulai dengan kedudukan sipangangkat dalam sikap yang seimbang dengan meletakkan kedua belah kaki agak meregang dan barang yang diangkatnya harus di dekatkan dengan badan. a. Yakinlah bahwa barang itu ada pegangan pengamannya. Sebelum mengangkat punggung harus tegak dan dalam kedudukan sedikit mungkin dengan barang yang diangkat. Tulang punggung manusia bukanlah mesin angkat yang efisien dan dapat mudah rusak bila dipergunakan cara–cara yang tidak benar. Modul OPKR 10 – 016 C 45 . Ruang kerja harus bebas dari segala rintangan. 4) Penuntun cara mengangkat dengan tangan Cara yang benar mengangkat dengan tangan. sebelum mengangkat dan melakukan sesuatu dengan tenaga orang pada permulaan pekerjaan harus berhati–hati.

Untuk mengangkat beban. Pada waktu menggunakan alat pengangkat. Modul OPKR 10 – 016 C 46 . luruskanlah badan bagian atas sampai dengan keadaan tegak 5) Pengangkatan dengan dongkrak dan penopang Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. tergantung pada kapasitas pengangkatannya. Ada beberapa jenis dongkrak seperti jenis hidrolis. dongkrak atau penyangga. jenis udara tekan. 6) Penyangga Penyangga untuk menunjang kendaraan yang sedang diangkat guna pengamanan sewaktu melakukan perbaikan.b. Cara ini untuk menyakinkan bahwa daya angkat kita sedang disalurkan benar – benar melalui urat – urat dan tulang. mula – mula luruskan kaki. Untuk melengkapi angkatan. utamakan keamanan kerja karena kesalahan kecil dapat menyebabkan kecelakaan besar. c.

pilihlah tempat-tempat yang kuat. Rangkuman 1) Keselamatan kerja adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkuan kerja yang aman bebas dari kecelakaan. Modul OPKR 10 – 016 C 47 .7) Lokasi dongkrak dan penyangga Untuk mencegah agar tempat penempatan dongkrak dan penyangga tidak rusak. 2) Dalam perusahaan harus menjamin keselamatan pekerjanya yang telah diatur menurut undang-undang kerja ayat 1. serta c.

Sebutkan tujuan K3? 3. cobalah anda mengerjakan latihan dibawah ini dengan demikian anda akan dapat menjelaskan materi ini. d. 1. bawalah hal tersebut kedalam pertemuan tutorial. Diskusikan dalam kelompok untuk hal yang berbeda. Tugas Setelah anda mempelajari modul Keselamatan. daerah pengangkatan dan alat pengangkatannya.3) Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri. Untuk siapakah keselamatan kerja ditujukan. Sebutkan 5 alat-alat keselamatan kerja? 4. Hasil latihan anda sebaiknya dibandingkan dengan hasil latihan peserta diklat lain.Kesehatan Kerja. namun sebenarnya setiap kecelakaan disebabkan oleh tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) dan Keadaan tidak aman dari lingkungan (unsafe condition) 4) Penggunaan Pakaian kerja harus mengacu pada keselamatan kerja dan disesuai dengan bidang pekerjaannya. Test formatif 1. Mengapa pada saat bekerja tidak boleh memakai cincin? Modul OPKR 10 – 016 C 48 . Sebutkan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan tindakan tidak amam dari manusia itu sendiri (unsafe act)! 2. manusia menganggap bahwa kecelakaan terjadi karena musibah. e. Sebutkan sebab-sebab kecelakaan? Untuk memeriksa hasil latihan anda. Jelaskan pengertian K3? 2. bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. sebutkan? 3. 5) Teknik Pengangkatan/pemindahan secara manual hendaknya memperhatikan berat benda. Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat diatasi.

udara. cahaya. Lembar Kerja CARA MENDONGKRAK KENDARAAN 1) Alat dan Bahan a) 1 unit mobil lengkap Modul OPKR 10 – 016 C 49 . c) Alat pelindung telinga. d) Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. b) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. g) Benda (alat. Karena memakai cincin sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. Jelskan fungsi dongkrak di bengkel otomotif? f. Kunci jawaban formatif 1. mesin. Penyebab kecelakaan: a) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan.5. e) Keselamatan ditujukan pada f) Manusia (pekerja dan masyarakat). c) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. Alat Keselamatan kerja terdiri dari: a) Alat pelindung Kepala. 4. Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. tanah. e) Alat pelindung kaki. h) Lingkungan (air. 2. 3. bangunan dll). b) Alat pelindung tangan. hewan dan tumbuhtumbuhan. g. d) Alat pelindung badan.

Pengangkatan beban yang terlalu berat oleh seseorang dapat menyebabkan kecelakaan meskipun diangkat dengan cara yang benar.b) 1 unit engine stand c) Dongkrak buaya 2 ton d) Mesin katrol e) Rantai/tali f) Jack Stand g) Kayu untuk pengganjal h) Lap/majun 2) Keselamatan Kerja a) Pengangkatan dapat mengakibatkan kecelakaan jika dilakukan dengan tidak benar. Perhatikan peraturan tentang beban maksimum yang diijinkan untuk diangkat dan gunakan cara yang aman b) Berhati-hatilah bila mendongkrak mobil pastikan bahwah penempatannya sudah tepat 3) Langkah Kerja a) Persiapkan alat dan bahan praktik pada tempat yang datar dan terang b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan guru/instruktur c) Pelajari cara-cara pengangkatan dengan menggunakan katrol atau dongkrak d) Pasanglah penyangga pada tempat kuat dan aman ikuti petunjuk yang ada di dalam buku pedoman reparasi e) Buatlah catatan – catatan penting kegiatan praktik secara ringkas f) Setelah selesai. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semulan serta bersihkan tempat kerja! Modul OPKR 10 – 016 C 50 .

khususnya bengkel otomotif terdiri dari: 1) Sapu ijuk berfungsi untuk membersihkan lantai berupa kotoran sampah kering atau debu 2) Sapu lidi berfungsi untuk membersihkan halaman bengkel dari sampah-sampak kering.misalnya. baik pada ruangan bengkel ataupun pada kendaraan yang sedang diperbaiki. sebelum disapu atau dipel. dan saluran ventilasi udara. bahan dan perlengkapan kebersihan 2) Siswa memahami pelaksanaan metade kebersihan 3) Siswa memahami cara-cara penyimpanan barang 4) Siswa memahami cara Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja. Sofa. 3) Alat Pel berfungsi untuk membersihkan air atau zat cair dari lantai. 4) Vacuum Cleaner berfungsi untuk menyedot debu/kotoran yang tidak dapat dibersih dengan sapu atau kain pel. Modul OPKR 10 – 016 C 51 . Uraian Materi ALAT-ALAT KEBERSIHAN Alat-alat kebersihan yang diperlukan pada bengkel . b. 5) Pasir/serbuk kayu berfungsi untuk menyerap tumpahan oli atau minyak pada lantai. karpet.4) Tugas a) Buatlah laporan Praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah Rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan 1! Kegiatan Belajar 2: Pemeliharaan Kebersihan . Tujuan 1) Siswa memahami cara pemilihan alat-alat.Perlengkapan dan Area Kerja a.

Menjaga kebersihan lingkungan kerja Metode Pembersihan Banyak orang menggunakan angin dari kompressor untuk menghilangkan debu dari pakaian.Gambar. alat-alat pembersih dan sabun detergen atau larutan pembersih harus tersedia untuk digunakan oleh para pekerja. Modul OPKR 10 – 016 C 52 . pindahkan matrial yang tidak diperlukan ketempat dimana material tersebut dapat dengan mudah dipindahkan ke tempat sampah. struktur. filter debu yang terpelihara dengan baik adalah sesuatu hal yang harus dilakukan pada pekerjaan yang menimbulkan debu. Pada saat membersihkan ruangan. Hal ini beresiko tinggi dan berbahaya karena dapat menimbulkan ledakan debu. almari dan fiting lampu. Debu dan partikel kotor lainnya dapat terhirup atau mengenai mata yang tidak terlindungi. Sapu. Bahaya bahwa dari hampir terhirupnya semua asbestos short fiber fibres (debu rem) dapat dapat menyebabkan kangker paru-paru. Jangan di sebarkan di atas lantai. Peralatan vacum cleaner yang tepat dengan alat untuk menjangkau sudut-sudut yang sempit. sikat untuk membersihkan lantai. bangku kerja. hal ini tidak secara luas disadari terhirup paru-paru mengakibatkan kerusakan yang sama.

peralatan pertolongan pertama dan fasilitas cuci.Tempat penampungan limbah harus dikosongkan secara periodik dan isinya (limbah) dimusnahkan dengan cara yang direkomendasikan/ dianjurkan. 5) Jalan keluar/masuk dan jalan/gang kerja harus bebas hambatan 6) Tabung-tabung yang berisi cairan. Gambar . IV. gas yang mudah terbakar atau beracun. saklar dan panel kontrol. 2) Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. kesemuanya ini harus lancar/berfungsi baik. Penyimpanan Masalah yang biasanya timbul pada hal penyimpanan adalah tidak cukupnya tempat/ruang untuk meletakkan barang-barang. Modul OPKR 10 – 016 C 53 . Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan pada sistem penyimpanan barang: 1) Penyimpanan material harus direncanakan terlebih dahulu. Pada beberapa instansi masalah ini dapat diatasi dengan menambah rak-rak peralatan dan material. 4) Pemadam kebakaran harus mudah dicapai/didapatkan. Menyimpan barang pada ketinggian yang sesuai 3) Alarm. lampu penerangan. zat kimia yang reaktif harus disimpan di dalam bangunan yang terpisah dan harus mematuhi MSDS recommendations.

10)Material yang mudah terbakar (seperti kain yang berminyak) tidak boleh ditumpuk dalam tumpukan yang tinggi. V. 4) Bersihkan seluruh sisa kotoran yang timbul dari kegiatan pembersihan di atas. 5) Gunakan peralatan yang cocok. Gambar . khususnya plat tipis. berbahaya jika diangkat dengan tangan. harus ditangani secara mekanik.7) Wadah-wadah sesuai. Sebuah kotak alat pekerja 2) Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. barang. ruji-ruji dan material bulat lainnya harus ditumpuk dalam lapisan-lapisan yang terpisah oleh strip pada ujung-ujungnya atau di dalam rak. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. dengan peralatan penanganan mekanik yang 8) Pipa-pipa. 9) Lembaran baja. peralatan-peralatan atau mesinmesin. Modul OPKR 10 – 016 C 54 . Putuskan dari segala sumber listrik. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. 3) Bersihkan. cuci. Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja Di bawah ini diberikan tiga contoh latihan penataan tempat kerja yang baik: 1) Bagi pekerja yang mengambil kotak peralatan untuk memelihara atau memperbaiki kendaraan. palet digunakan dimana itu dimungkinkan. rak.

tanyakan pada diri anda sendiri bagaimana jika benda-benda tersebut berisi cairan? 7) Cairan yang dialirkan dari bak penampung harus dibuang dengan cara yang benar bukan dibuang pada saluran air. dan bagian tajam lainnya. 15)Hilangkan penetesan dan kebocoran-kebocoran. 16)Buang barang yang sudah tidak akan digunakan lagi. 11)Amankan sudut-sudut tajam . 12)Gunakan penutup debu jika diperlukan. tonjolan tajam. 10)Jangan simpan bagian kendaraan di tempat yang terganggu oleh pergerakan atau jalan masuk. Gambar . 13)Gantikan bagian/parts yang rusak. 8) Tempatkan bagian kendaraan yang sudah dilepas ke dalam container. 14)Setelah merakit ulang lepaskan semua karat dan perbaiki cat kendaraan yang rusak.6) Sebelum membuka tabung. container atau pipa. Gunakan sistem pelabelan jika anda belum terbiasa dengan asembling/perakitan. 9) Simpan bagian-bagian yang tak terbungkus dalam suatu form atau urutan. Buang benda-benda yang sudah tidak penting/terpakai Bagi pekerja yang akan bekerja pada bangku kerja Modul OPKR 10 – 016 C 55 .

simpan kembali atau buang barang yang sudah tidak dipakai sementara waktu khususnya zat pembersih. Sebuah tempat kerja yang diatur dengan baik Pada saat anda bekerja. zat-zat kimia dan produk-produk bahan bakar. cuci permukaan cat disekitar daerah kerja anda kemudian dilanjutkan dengan laci dan almari anda. jangan sampai barang/benda kerja anda tercecer di daerah kerja selain daerah kerja anda. pakaian dan kertas kerja. Setiap tiga bulan.1) Gunakan rak. dinding. Gambar . 2) Simpan barang yang sering dipakai sitempat yang dekat dan simpan barang yang berat dalam ketinggian yang sesuai. 4) Bersihkan kembali peralatan sebelum dikembalikan pada tempat penyimpanannya. 3) Bersihkan kembali bangku kerja setiap akhir pekerjaan dan setiap akhir jam kerja. Hindari menghiasi bangku kerja. almari dsb dengan gambar wanita. Modul OPKR 10 – 016 C 56 . laci meja dan almari untuk menyimpan peralatan dan pisahkan setiap bagiannya.

Modul OPKR 10 – 016 C 57 . dan almari untuk menyimpan alat-alat dan setiap alat mempunyai tempat sendiri-sendiri. Rangkuman 1.kotoran dan minyak. 7) Hilangkan serpihan dari mesin segera dan ambil langkah untuk menhentikan penyebabnya.Bagi pekerja yang sedang mengerjakan mesin-mesin (Mesin pengangkat. mesin bubut dll) 1) Gunakan rak-rak. 6) Lakukan tindakan anti karat pada akhir pekan dan hari libur dan hilangkan segera jika timbul karat. laci. 2. Metode penyimpanan hendaknya material harus direncanakan terlebih dahulu. Simpan alat yang sering digunakan di tempat yang dekat dan benda/alat yang berat pada ketinggian yang sesuai. Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. 8) Kembalikan seluruh alat ke tempat masing-masing pada setiap akhir pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. 9) Rawat dan perbaiki mesin pada saat diperlukan. 4) Bersihkan mesin setiap seminggu sekali. Alat-alat kebersihan sangat diperlukan pada setiap tempat untuk menjaga kondisi tempat kerja bebas dari debu. 3) Lumasi mesin sesuai dengan instruksi buku petunjuk dari pabrik pembuatnya. Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada menunggu bencana terjadi c. 2) Bersihkan kembali permukaan tempat kerja pada saat selesai tiaptiap pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. 5) Cuci permukaan mesin yang dicat setiap tiga bulan.

Putuskan dari segala sumber listrik. Sebutkan 5 faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan suatu sistem penyimpanan! 3. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. Sebutkan 5 contoh pelatihan penataan tempatkerja untuk pekerja yang sedang menggunakan kotak alat untuk memperbaiki kendaraan/mesin-mesin yang lain! 4. 4. d. Gunakan peralatan yang cocok. Bersihkan seluruh sisa kotoran yang timbul dari kegiatan pembersihan di atas. Bersihkan. mesin bubut. Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. cuci.3. Sebutkan 4 contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja dengan mesin (alat pengangkat. setelah selasai mintalah Pendapat atau saran pada instruktur tentang hasil kerja anda! e. 6. Test Formatif 1. 5. Tugas Setelah mempelajari Modul Pemeliharaan Kebersihan . Deskripsikan alasan mengapa angin kompressor tidak boleh digunakan sebagai suatu metode pembersihan! 2. dll)! Modul OPKR 10 – 016 C 58 .perlengkapan dan area Kerja ini cobalah anda melakukan kegiatan Pembersih dan penataan ruang praktek. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. Sebutkan 3 contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja di bangku kerja! 5.

peralatan pertolongan pertama dan fasilitas cuci. kesemuanya ini harus lancar/berfungsi baik. saklar dan panel kontrol.  Lembaran baja. dengan peralatan penanganan mekanik yang sesuai.f. ruji-ruji dan material bulat lainnya harus ditumpuk dalam lapisan-lapisan yang terpisah oleh strip pada ujungujungnya atau di dalam rak.  Pipa-pipa.  Wadah-wadah barang. Deskripsi alasan mengapa angin kompressor tidak bolehdigunakan sebagai suatu metode pembersihan Hal tersebut dapat menimbulkan ledakan/hamburan debu. Faktor. sehingga dapat terhirup atau mengenai mata. zat kimia yang reaktif harus disimpan di dalam bangunan yang terpisah dan harus mematuhi MSDS recommendations. palet digunakan dimana itu dimungkinkan. 2.  Alarm. Modul OPKR 10 – 016 C 59 . Kunci Jawaban formatif 1. rak. Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. lampu penerangan.faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan suatu sistem penyimpanan adalah:   Penyimpanan material harus direncanakan terlebih dahulu. khususnya plat tipis. Jalan keluar/masuk dan jalan/gang kerja harus bebas hambatan  Tabung-tabung yang berisi cairan.  Material yang mudah terbakar (seperti kain yang berminyak) tidak boleh ditumpuk dalam tumpukan yang tinggi. berbahaya jika diangkat dengan tangan. harus ditangani secara mekanik.   Pemadam kebakaran harus mudah dicapai/didapatkan. gas yang mudah terbakar atau beracun.

atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. dan bagian tajam lainnya. Modul OPKR 10 – 016 C 60 . cuci. Putuskan dari segala sumber listrik.  Tempatkan bagian kendaraan yang sudah dilepas ke dalam container.  Sebelum membuka tabung. container atau pipa.  Jangan simpan bagian kendaraan di tempat yang terganggu oleh pergerakan atau jalan masuk.  Gunakan penutup debu jika diperlukan. tonjolan tajam.  Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan.  Amankan sudut-sudut tajam .  Bersihkan seluruh sisa kotoran yangtimbul dari kegiatan pembersihan di atas.3) Contoh-contoh pelatihan penataan tempatkerja untuk pekerja yang sedang menggunakan kotak alat untuk memperbaiki kendaraan/mesin-mesin yang lain. Gunakan sistem pelabelan jika anda belum terbiasa dengan asembling/perakitan.  Simpan bagian-bagian yang tak terbungkus dalam suatu form atau urutan. hilangkan karat dan bersihkan/perbaiki cat yang rusak  Setelah merakit ulang lepaskan semua karat dan perbaiki cat kendaraan yang rusak.  Gantikan bagian/parts yang rusak. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. tanyakan pada diri anda sendiri bagaimana jika benda-benda tersebut berisi cairan?  Cairan yang dialirkan dari bak penampung harus dibuang dengan cara yang benar bukan dibuang pada saluran air.  Setelah merakit ulang.  Bersihkan.  Gunakan peralatan yang cocok.

 Bersihkan kembali bangku kerja setiap akhir pekerjaan dan setiap akhir jam kerja. Simpan alat yang sering digunakan di tempat yang dekat dan benda/alat yang berat pada ketinggian yang sesuai. Contoh. zat-zat kimia dan produk-produk bahan bakar. laci meja dan almari untuk menyimpan peralatan dan pisahkan setiap bagiannya. dll). Tampung di bak sampah barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi.contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja dengan mesin (alat pengangkat. Modul OPKR 10 – 016 C 61 . cuci permukaan cat disekitar daerah kerja anda kemudian dilanjutkan dengan laci dan almari anda. Contoh-contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja di bangku kerja:  Gunakan rak. dan almari untuk menyimpan alat-alat dan setiap alat mempunyai tempat sendiri-sendiri.  Hindari menghiasi bangku kerja . almari dsb dengan gambar wanita. dinding. 5. mesin bubut.  Setiap tiga bulan.  Bersihkan kembali permukaan tempat kerja pada saat selesai tiap-tiap pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. pakaian dan kertas kerja. simpan kembali atau buang barang yang sudah tidak dipakai sementara waktu khususnya zat pembersih. 4.  Gunakan rak-rak.  Bersihkan kembali peralatan sebelum dikembalikan pada tempat penyimpanannya. Simpan barang yang sering dipakai sitempat yang dekat dan simpan barang yang berat dalam ketinggian yang sesuai. jangan sampai barang/benda kerja anda tercecer di daerah kerja selain daerah kerja anda. laci.  Pada saat anda bekerja.

 Lumasi mesin sesuai dengan instruksi buku petunjuk dari pabrik pembuatnya. Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada menunggu bencana terjadi.  Lakukan tindakan anti karat pada akhir pekan dan hari libur dan hilangkan segera jika timbul karat.  Bersihkan mesin setiap seminggu sekali. Uraian Materi Sifat api Bahan bakar.  Rawat dan perbaiki mesin pada saat diperlukan. Tujuan 1) Siswa dapat memahami sifat-sifat api 2) Siswa dapat melakukan pencegahan terjadinya api 3) Siswa dapat memahami klasifikasi api 4) Siswa dapat memahami jenis-jenis alat pemadam kebakaran 5) Siswa dapat memahami prosedur dan metode penggunaan alat pemadam kebakaran b.  Cuci permukaan mesin yang dicat setiap tiga bulan. VI. Kegiatan Belajar 3: Perlengkapan Pemadam Kebakaran a. Modul OPKR 10 – 016 C 62 .  Hilangkan serpihan dari mesin segera dan ambil langkah untuk menhentikan penyebabnya. panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api.  Kembalikan seluruh alat ke tempat masing-masing pada setiap akhir pekerjaan atau setiap akhir jam kerja.

2) Menyimpan bahan bakar dan bahan yang dapat terbakar dengan hati-hati. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara: 1) Menghilangkan bahan bakar yang tidak diinginkan seperti sampah dan limbah.Gambar 1. Bahan bakar adalah bahan yang dapat terbakar. gesekan. baik padat. Bahan yang mudah terbakar adalah setiap benda yang mudah menyala dan terbakar dengan cepat. Modul OPKR 10 – 016 C 63 . cair maupun gas. Panas dapat berasal dari nyala api. percikan bunga api. Oksigen umumnya berasal dari udara dan juga sebagian dari reaksi kimia. puntung rokok. tidak akan terjadi api. Mencegah api Tanpa bahan bakar. sumber listrik. pipa panas dan perlengkapan.

Tanpa panas. tidak akan terjadi api.Gambar 2. Gambar 3. Memadamkan api yang tidak diinginkan dengan cara mendinginkan bahan bakar yang sedang terbakar untuk menghilangkan panas. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara: 1) Berhati-hati bila bekerja dengan panas. 2) Menghilangkan sumber panas yang tidak diinginkan. Modul OPKR 10 – 016 C 64 .

Modul OPKR 10 – 016 C 65 . Api tidak dapat muncul tanpa panas.Tanpa oksigen tidak akan terjadi api. kabel-kabel. 1) Berhati-hati dengan listrik. kabel extensi dan stop kontaknya tetap dalam keadaan baik. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara menjauhkan bahan bakar yang terbakar agar tidak berhubungan dengan oksigen. Memadamkan api yang tidak diinginkan dengan menutupnya sehingga tidak berhubungan dengan oksigen. Jagalah selalu semua kemungkinan munculnya sumber panas. Gambar 4. 2) Rawat alat.

Gambar 5. 5) Jangan menginjak atau menggilas dengan troli kabel listrik fleksibel. 4) Jangan membebani kabel berlebihan. insulator yang rusak dapat menimbulkan busur api. jangan berimprovisasi. Gambar 6 6) Jangan menggunakan api (sebagai penerangan) tanpa perlindungan yang cukup agar api tersebut tidak menyambar bahan-bahan yang dapat terbakar. 3) Gunakan stop kontak yang telah diakui. Modul OPKR 10 – 016 C 66 . Berhati-hatilah saat memanaskan atau mengelas.

Buang puntung rokok pada tempat yang aman. Jauhkan pemanas dari sekat kayu. d. pembakaran yang tiba—tiba dapat menyebabkan kebakaran di tumpukan lap tersebut. h. f. Gambar 7 Pada sebagian benda seperti kain lap yang berminyak. obor gas dan peralatan potong oksigen. c. Patuhi tanda “dilarang merokok”. g. panas dapat muncul karena reaksi kimia. 1) Kosongkan tempat sampah setiap hari. e. Singkirkan bahan-bahan yang mudah terbakar saat menggunakan lampu semprot (blow lamp). i. bahan bakar yang panas. dan perlengkapan panas lainnya. Sebagai contoh. kain terpal dan bahan yang dapat terbakar lainnya. Gunakan hanya pemanas yang disarankan. Tempatkan pemanas sedemikian rupa sehingga tidak terbalik. Modul OPKR 10 – 016 C 67 . Periksa percikan api dari busur pemotong dan pengelasan tidak jatuh pada bahan yang dapat terbakar. Singkirkan bahan yang dapat terbakar dari peralatan pemanas. knalpot engine.a. Jangan merokok di area yang dapat menimbulkan kebakaran. b.

2) Jangan menyimpan timbunan kain yang berminyak di dalam locker. Api tidak dapat menyala tanpa panas. Hilangkan semua bahanterbakar yang tidak diperlukan sesegera

bahan yang dapat mungkin.

1) Bersihkan tempat kerja anda secara teratur.

Gambar 8

2) Buang kotoran dan limbah pada wadah yang benar. 3) Buang kain lap yang berminyak dan berlemak ke dalam tempat sampah yang dilengkapi dengan tutup dan seal perapat.

Gambar 9.

Hati-hati dengan gas yang mudah terbakar (seperti asetilin, LPG, dll.) dan cairan yang mudah terbakar (seperti, bensin, minyak tanah, cairan pembersih, solvent, tiner, dll.) Gas dan cairan yang
Modul OPKR 10 – 016 C

68

mudah terbakar sebaiknya disimpan pada area yang terisolasi dan jauh dari sumber panas.

Gambar 10.

1) Rawat semua pipa gas, katup-katup dan perlengkapan tetap dalam kondisi baik. 2) Gunakan hanya alat tangan yang tidak dapat menimbulkan percikan bunga api untuk membuka wadah cairan yang dapat terbakar. 3) Bila cairan yang dapat terbakar diperlukan, gunakan sesedikit mungkin. Simpan cairan yang dapat terbakar pada wadah logam yang tertutup. 4) Jangan merokok saat menggunakan cairan yang dapat terbakar. 5) Bersihkan setiap tumpahan cairan yang dapat terbakar pada pakaian anda, hindarkan dari sumber panas dan segera informasikan kepada supervisor anda. 6) Jangan gunakan bensin, minyak tanah atau spiritus untuk menyalakan api. Hindarkan debu yang berbahaya. Mungkin beberapa jenis debu sangat mudah terbakar dan dapat meledak saat bercampur dengan udara.

Modul OPKR 10 – 016 C

69

1) Bersihkan area yang berdebu sebelum mengelas atau bekerja dengan peralatan listrik. 2) Hati-hati saat bekerja di dekat perangkat penyedot debu. 3) Jaga tutup kotak debu tetap tertutup dengan rapat. 4) Jaga stop kontak lampu bebas dari debu.

Gambar 11.

Klasifikasi api Api kelas A. Api kelas A adalah yang paling umum, yang bersumber dari kayu, pakaian, kertas dan bahan-bahan paking.

Gambar 12.

Modul OPKR 10 – 016 C

70

Mendinginkan bahan yang sedang terbakar adalah cara yang paling efektif untuk mematikan api kelas A. Gambar 14. 1) Pemadam kebakaran jenis air juga sangat baik untuk mematikan api kelas A. atau dari selang adalah cara yang terbaik untuk mematikan api kelas A. Gambar 13. Air dari ember. Air biasanya tepat untuk mendinginkan bahan sampai pada titik dimana dia tidak dapat menyala lagi dan merembes jauh ke dalam sumber api. Modul OPKR 10 – 016 C 71 .

Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api kelas B. minyak tanah. oli. Api kelas B Api kelas B adalah berasal dari cairan yang mudah terbakar seperti bensin. Gambar 15. Modul OPKR 10 – 016 C 72 . Catatan: Pemadam kebakaran jenis yang dibalik secara bertahap digantikan oleh jenis air-udara di sejumlah negara bagian. air dapat menyebarkan cairan yang sedang terbakar. lilin. thinner dan solvent. Pemadam api dari bahan kimia berupa tepung kering dan gas karbon dioksida (CO2) sangat baik untuk memadamkan api kelas B. cat.2) Pemadam kebakaran jenis busa juga dapat digunakan. lemak. grease. Peringatan: Jangan sekali-kali menggunakan air untuk memadamkan api kelas B. Pemadam kebakaran jenis lain akan mematikan api kelas A yang kecil tetapi tidak seefektif air.

Pemadam api busa sangat baik untuk memadamkan cairan yang terbakar di dalam wadah dimana cairan kelihatannya cukup panas untuk terbakar sendiri bila berhubungan dengan oksigen. Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api kelas C. dan peralatan elektronik. Modul OPKR 10 – 016 C 73 . saklar. Gambar 17. Api kelas C VIII. VII. kawat. kabel. Api kelas C berasal dari peralatan listrik seperti dudukan lampu. motor. generator.Gambar 16.

Modul OPKR 10 – 016 C 74 . matikan semua peralatan listrik yang sedang terbakar. Gambar 19. IX. Bila anda dapat melakukannya dengan sangat hati-hati.Gambar 18. Peringatan Bahan pemadam kebakaran harus bukan penghantar listrik untuk menghindari kejutan atau kerusakan peralatan. Jangan sekali-kali menggunakan pemadam kebakaran dengan bahan air atau busa untuk mematikan api kelas C.

Ada 4 jenis alat pemadam kebakaran dengan beberapa perbedaan pada masing-masing jenisnya. Label ini memberikan rincian bagaimana menggunakan pemadam api.Alat-alat Pemadam Kebakaran: Alat pemadam api portable Pemadam api portable biasanya ditempatkan pada tempat yang aman. label instruksi. Selalu baca plat instruksi sebelum anda menggunakan pemadam api. juga dijelaskan untuk Gambar 20. 4) Pemadam kebakaran yang berisi air Modul OPKR 10 – 016 C 75 . Pada bagian sisi alat pemadam biasanya dilengkapi dengan api jenis apa digunakan.

Jenis pemadam bertekanan udara diaktifkan dengan alat picu dan dapat dihentikan setiap saat dengan cara melepas pemicu. Jenis pemadam bertekanan gas berkerja sampai kosong. Gambar 21.Ketiga pemadam kebakaran jenis berisi air hanya cocok untuk memadamkan api kelas A. Pemadam ini dicat merah. Digunakan sesuai petunjuknya. Gambar 22. Rentang semprotannya berkisar 10m. 5) Pemadam Kebakaran Karbon Dioksida (CO2) Modul OPKR 10 – 016 C 76 .

tuas. Menkanisme pengoperasiannya harus terbuka penuh untuk mencegah agar nozel tidak membeku. Contohnya adalah: Modul OPKR 10 – 016 C 77 .2m dan yang berukuran besar mempunyai kemampuan sam pai 3m. Jenis ini paling sesuai untuk memadamkan api kelas B dan kelas C. Pemadam kebakaran CO2 sangat berguna dimana pencemaran oleh endapan tidak diharapkan ditempat kerja dan penembusan area sangat penting. Gambar 23. Operasikan sesuai petunjuk.Alat ini diisi deengan karbon dioksida. pemicu atau katup. cairan ini mempunyai tekanan yang sangat tinggi. Pemadam ini harus mempunyai nozel penyembur agar dapat digunakan secara efektif dan aman. Alat ini bias juga dilengkapi dengan plunyer. Jenis ini dicat warna merah dengan garis/pita hitam. Ukuran kecil mempunyai kemampuan semprot sampai 1. Semprotan utama sangat dingin. Yang dikosongkan adalah karbon diosida cair yang dengan cepat dapat berubah menjadi gas.

c) Gerak-gerakkan nozel dari kiri ke kanan.a) b) Berhubungan dengan kebakaran peralatan elektronik dan laboratorium. Segera bersihkan tempat setelah digunakan. lepas melalui kedua permukaan vertical dan horizontal. Peringatan: Berada dalam waktu tertentu dalam ruang tertutup yang berisi Karbon dioksida dapat menyebabkan sesak bahkan mati lemas. Berhubungan dengan api kecil pada cairan yang dapat terbakar. Gambar 24. Modul OPKR 10 – 016 C 78 . a) Gunakan sedekat mungkin dengan sumber api. b) Pertama arahkan semprotan ke bagian belakang sumber api. d) Secara perlahan bergerak ke bagian depan samapi api mati. Prosedur penggunaan. Buka semua jendela dan pintu untuk membersihkan ruangan dari gas karbondioksida.

Gambar 25. Jarak semprotnya berkisar 6m.6) Pemadam Kebakaran Busa Variasi mekanisme dan bahan kimia yang digunakan pada pemadam kebakaran busa cocok digunakan untuk memadamkan api kelas B dan terbatas pada api kelas A. Operasikan sesuai petunjuk. Pemadam kebakaran jenis busa adalah yang paling efektif untuk memadamkan api dari bahan bakar cair yang berada dalam wadah diaman bahan ini cukup panas untuk dapat terbakar sendiri bila bersinggungan dengan oksigen. Selimut busanya akan tetap berada pada tempatnya cukup lama untuk mendinginkan bahan yang terbakar sehingga temperaturnya tidak cukup untuk dapat terbakar sendiri. Modul OPKR 10 – 016 C 79 . Jenis ini biasa jadi tidak efektif cairan yang terbakar seperti alcohol. Busa kurang efektif pada tumpahan yang menyebar. Busa digunakan untuk membentuk selimut untuk menutupi dan memadam api. Tabung alat ini dicat dengan warna BIRU.

Hal ini akan menyebabkan busa mengalir ke bawah an menyebar di atas permukaan cairan. arahkan semprotan pemadam ke bagian sisi wadah di atas cairan. Tabung pemadam ini dicat warna MERAH dengan lingkaran PUTIH. 7) Pemadam Kebakaran Tepung Kering Pemadam ini diisi dengan bahan kimia berbentuk tepung kering yang diinjeksikan dengan tekanan gas. Rentang semprotan yang berukuran kecil samapi 3m. Modul OPKR 10 – 016 C 80 . Operasikan berdasarkan petunjuk pemakaian. Jenis ini sesuai untuk memadamkan api kelas B dan C. Gambar 26.Untuk memadamkan cairan yang sedang terbakar. dan yang berukuran besar samapai 6 meter. atau dengan tekanan udara. Alat ini mempunyai nozel beebentuk kipas.

Pemadam jenis ini yang berukuran kecil denngan gagang berbentuk pistol dapat dibawa masuk dengan cepat. Pemadam kebakaran bentuk kecil sebaiknya tidak digunakan untuk memadamkan api yang besar dan dalam Modul OPKR 10 – 016 C 81 .Gambar 27 Pemadam kebakaran jenis tepung kering mempunyai reaksi pemadaman yang sangat cepat. Tepung kering adalah pemadam api yang paling efektif untuk memadamkan cairan yang terbakar pada area yang luas. Semprotkan tepung ke bagian dasar api dan tutupi apinya dengan menggerakan nozel ke kanan dan ke kiri. Kabut bahan kimia kering ini cenderung melindungi orang yang memadamkan api dari panas. khususnya pada tumpahan yang mengalir bebas. Hal ini dan dapat digunakan membuat alat ini efektif memadamkan semua jenis api yang muncul tiba-tiba dan juga untuk api kecil yang sulit dijangkau.

Gambar 29. telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda. Menyelamatkan diri dari Api Anda harus tanggap kalau sedang terjadi kebakaran dan harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada . Adalah sangat penting bila pekerja perawatan.Gambar 28. dan yang lainnya. yang berganti lokasi kerja secara teratur mengetahui bagaimana 82 Modul OPKR 10 – 016 C . alarm kebakaran. Pelajari lokasi terjadinya kebakaran.

Modul OPKR 10 – 016 C 83 . 2. Selalulah berada diantara api dan jalan keluar. Berhati-hatilah terhadap asap dan gas-gas yang ditimbulkan api. buka setiap pintu dengan hati-hati untuk mencegah asap atau nyala api menyerbu masuk ruangan. 4. Pada saat anda meninggalkan tempat tersebut. 5. pertama periksa apakah ada tempat yang lowong dan aman untuk jalan ke luar. Api yang timbul sudah tidak dapat dikontrol lagi. Di dalam area yang penuh asap. 6. tetap pada posisi rendah dan merangkak untuk menghindarkan mulut dan hidung sedekat mungkin dengan lantai Gambar 30. putuskan apakah anda dapat membantu memadamkan api. Jika anda memutuskan untuk memadamkan api. Jika tidak. Tinggalkan tempat kebakaran sesegera mungkin bila: 1. 3. Api telah menguasai jalan ke luar. keluarlah segera. Ketika terjadi kebakaran. Asap telah mengaburkan atau menggelapkan jalan ke luar. 7.menyelamatkan diri dari kebakaran di setiap tempat kerja mereka. Tutuplah pintu-pintu di belakang anda untuk mencegah aliran udara menghembus api.

Modul OPKR 10 – 016 C 84 . Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti langkah pemadaman api dengan pasti. Ketahui tempat semua peralatan pemadam kebakaran. Gambar 31. 4. Selalu siap memadamkan api. 10. 9. Pelajari fungsi semua peralatan pemadam kebakaran. Pelajari tempat semua alarm pemadam kebakaran. Pahamilah semua peralatan pemadam kebakaran yang ada di tempat kerja anda. Jangan sekali-kali memasuki bangunan yang sedang terbakar. 6. Menghindarkan peralatan pemadam kebakaran dari penghalang agar mudah dijangkau. Walau dalam keadaan bagaimanapun juga jangan pernah mundur atau berhenti. 5. 3. tutuplah pintu di belakang anda. 2.8. Saat meninggalkan bangunan. Anda harus tahu apa yang harus diperbaat bila terjadi kebakaran: 1.

Beri label dan kembalikan untuk diisi Modul OPKR 10 – 016 C 85 . 8. tetapi tidak terkunci. 7. 10. Menjaga pintu penyelamatan diri memberikan akses ke tangaga tertutup. Pelajari setiap lokasi penyelamatan diri. 2. Bila terjadi kebakaran. Pastikan setiap pemadam api yang telah dipakai segera diganti dengan yang baru Memadamkan Api/Kebakaran. 3.Gambar 32. tindakan yang tepat memberikan peluang dapat memadamkan api dengan cepat. Hindarkan pemadam kebakaran dari panas yang tinggi atau yang dingin sekali. Tempatkan pemadam api yang sesuai sehingga mudah dijangkau saat menggunakan peralatan yang dapat meningkatkan bahaya kebakaran. Jangan ulang. 1. Jaga agar rute penyelamatan diri bebas dari hambatan. mengurangi bahaya dan meminimalisasi kerusakan. Jaga akses ke tangga dan perancah mudah dijangkau dimana tangga belum dibangun. sekali-kali mengembalikan pemadam api yang telah digunakan ke tempat semula. 9.

ingat 6 langkah kesalamatan berikut: 1. lepasakan pipa dari klip. 2. Lepaskan kunci pengaman. Beritahu regu pemadam kebakaran. 2. 3. 3. Gambar 33. Peringatkan setiap orang agar segera keluar. Modul OPKR 10 – 016 C 86 . Hidupkan segera alarm. Arahkan corong ke pangkal api dan lakukan pemadaman seperti gerakan menyapu. Jika anda menemukan kebakaran. Pijitlah penagtup. Gambar 34.Cara Mengguakan Alat Pemadam Api 1. Peganglah alat pemadam api dalam keadaan tegak tegak.

Padamkan api dengan peralatan yang tersedia. Gambar 36 . Jangan masuk kembali ke gedung yang sedang terbakar Modul OPKR 10 – 016 C 87 .Gambar 35. 4. Bila dipandang perlu segera keluar. 5. Gambar 37 6.

Api yang masih kecil dapat dengan mudah ditanggulangi dengan peralatan yang tepat. Bila kebakaran terjadi pada saluran gas yang bocor.Gambar 38 Ke 6 langkah keselamatan tersebut penting karena hal-hal berikut: 1. 6. walaupun mengawasi regu pemadam kebakaran dapat mengarahkan mereka langsung ke tmpat kebakaran tanpa harus sumber api dan panasnya jauh. cobalah mendinginkan peralatan yang ada di sekitarnya. Seseorang menunda. penundaan dalam mengevakuasi bangunan dapat meregut nyawa seseorang. Modul OPKR 10 – 016 C 88 . Penting bagi regu pemadam kebakaran tiba saat api masih kecil sehigga mudah dikendalikan daripada datang setelah api menjadi besar sehingga sulit ditanggulangi. 4. jangan coba-coba mematikan nyala api. 8. 2. Selebihnya biar ditangani oleh ahlinya. dan anda tidak dapat mematikan saluran gas. Asap dan gas di dalam bangunan sangat berbahaya. Begitu api menjadi besar. 5. Bila perlu. Beberapa menit pertama setelah api mulai menyala adalah penting segera ditanggulangi. 3. 7. atau memungkinkan.

Anda harus tanggap kalau sedang terjadi kebakaran dan harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada . tindakan yang tepat memberikan peluang dapat memadamkan api dengan cepat. telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda. d. Test Formatif 1) Tuliskan tiga unsur penyebab kebakaran 2) Apa yang terjadi apabila salah satu unsur tersebut dihilangkan? 3) Jelaskan pengertian hal berikut dihubungkan dengan pemadaman nyala api? a. Tempatkan dijangkau 5) pemadam saat api yang sesuai sehingga yang mudah dapat menggunakan peralatan meningkatkan bahaya kebakaran. Starvation b.c. mengurangi bahaya dan meminimalisasi kerusakan. Bila terjadi kebakaran. Pelajari lokasi terjadinya kebakaran. panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api. setelah selasai mintalah Pendapat atau saran pada instruktur tentang hasil kerja anda! e. Rangkuman 1) 2) 3) 4) Bahan bakar. Cooling 4) Bagaimana air dapat memadamkan nyala api? Modul OPKR 10 – 016 C 89 . Tugas Setelah mempelajari Modul PERLENGKAPAN PEMADAM KEBAKARAN ini buatlah Tabel warna alat pemadam kebakaran dan penggunaannya. Smothering c. alarm kebakaran.

Isilah table dibawah ini untuk meyakinkan anda. Nyala api pada kain lap oli.5) Bagaimana bubuk kimia memadamkan nyala api? 6) Bagaimana karbon dioksid memadamkan nyala api? 7) Bagaimana jenis busa dapat memadamkan nyala api? 8) Mengapa air atau busa tidak sesuai untuk memadamkan nyala api karena listrik? 9) Mengapa air tidak sesuai untuk memadamkan nyala api yang disebabkan bahan bakar cair seperti bensin? 10)Bagaimana prinsip starvation dapat diaplikasikan pada kebakaran akibat bahan bakar dengan gas atau listrik? 11)Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. Kertas terbakar didalam tong sampah Modul OPKR 10 – 016 C 90 . Nyala api pada mesin b. Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Warna alat pemadam Merah Biru Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam Jenis alat pemadam 12) Tuliskan dua cara untuk mengetahui isi alat pemadam kebakaran 13) Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api ? 14) Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian berikut ini? a. c.

Kunci Jawaban 1) Tiga unsur penyebab kebakaran  Bahan bakar  Panas  Oxigen 2) Yang terjadi apabila salah satu unsure ini dihilangkan adalah Nyala api tidak akan lama akan menjadi padam. Kebakaran pada panel listrik 15) Bagaimana prosedur pengoperasian gulungan selang pemadam kebakaran? 16) Mengapa penting menjamin posisi nozel harus “OFF” dan ditempatkan pada tempat gantungan pada keran utama apabila selang tidak digunakan? 17) Untuk apa selimut api digunakan dan bagaimana menggunakannya? Setelah anda menyelesaikan semua jawaban mintalah pada pelatih untuk memeriksanya. 3) Pengertian hal-hal yang berhubungan dengan pemadaman nyala api adalah  Starvation: Mengandung arti membuang/mencabut bahan bakar dari nyala api sehingga menjadi padam.  Smothering: Mengandung arti membuang oxygen dari nyala api sehingga menjadi padam. Modul OPKR 10 – 016 C 91 . 4) Air dapat memadamkan nyala api karena Air akan mendinginkan bahan yang terbakar sehingga tidak terjadi penyalaan kembali. Ban terbakar e.d.  CoolingMengandung arti menurunkan panas dari nyala api. f.

5) Bubuk kimia dapatmemadamkan nyala api sebab Bubuk kimia disemprotkan nyala api. seperti pada pemadam nyala api dengan CO2. Busa akan menutupi pada permukaan dengan waktu yang cukup lama sehingga akan menjadi dingin dibagian bawah sehingga tidak terjadi penyalaan kembali. Kondisi inilah yang menyebabkan nyala api menjadi padam. Bahan pemadam untuk kebakaran karena listrik harus dari bahan yang tidak dapat dialiri arus listrik untuk mencegah meluasnya kebakaran dan tidak terjadi kejutan dan meledak peralatan dan menjadi rusak. Bahan bakar cair kemungkinan masih cukup panas apabila mendapat udara akan terbakar kembali. Kebakaran akibat bahan bakar cair menimbulkan panas yang sangat tinggi sehingga air tidak efektip untuk menurunkan temperatur tersebut. Bentuk yang keluar dari alat pemadam kebakaran adalah bentuk cairan karbon dioksid yang dengan cepat menjadi gas dan kondisi sangat dingin. 7) Busa dapat memadamkan nyala api karena Busa akan menutupi nyala api pada bahan bakar cair. 9) Air tidak sesuai untuk memadamkan nyala api yang disebabkan bahan bakar cair seperti bensin karena Air dapat saja akan menyebarkan nyala api menjadi lebih luas. 6) Karbon dioksid dapat memadamkan nyala api karena Karbon dioksid akan menjadi cair apabila disimpan dibawah tekanan. dari alat pemadam dengan gas atau udara bertekanan dan dapat dengan cepat menutup untuk memadamkan Modul OPKR 10 – 016 C 92 . 8) Mengapa air atau busa tidak sesuai untuk memadamkan nyala api karena listrik Karena bahan ini adalah penghantar aliran listrik.

atau dirusak karena alat pemadam sudah dioperasikan. Kertas. sumber bahan bakar harus diisolasi dari nyala api. Nyala Api Kelas C akibat Listrik (juga untuk kelas A dan B) Nyala Api Kelas B dan C Listrik dan cairan yang dapat terbakar. Merah Bubuk Kering dengan Putih Tanda Merah Karbon Dioksid dengan Hitam 12)Dua cara (diantara) untuk mengetahui isi dari alat pemadam kebakaran.10)Prinsip starvation dapat diaplikasikan pada kebakaran akibat bahan bakar dengan gas atau listrik adalah Dengan menutup sumber gas atau listrik. b) Memeriksa dan melihat pertanda yang diberikan pada alat tersebut masih utuh atau sudah terlepas. terpotong. Modul OPKR 10 – 016 C 93 . a) Memeriksa alat ukur yang ada pada bagian atas silinder. Cara lain nyala api dapat dipadamkan dengan alat pemadam yang sesuai. Seperti table dibawah ini untuk meyakinkan anda. Kain. Jika pertanda tersebut masih pada tempatnya hal ini menandakan alat pemadam masih berisi penuh. 11)Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. Warna alat Pemadam Merah Biru Tanda Jenis alat Pemadam Berisi Air Busa Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Nyala Api Kelas A Kayu. Nyala Api akibat bahan bakar cair. dll Nyala Api Kelas B.

c) Membandingkan berat alat pemadam yang anda yakin berisi penuh dengan alat pemadam yang akan diperiksa. 16) Pentingnya menjamin posisi nozel harus “OFF” dan ditempatkan pada tempat gantungan pada keran utama apabila selang tidak digunakan adaalah Untuk menjamin apabila selang digunakan digunakan kembali. 14) Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian a) Nyala api pada mesin adalah karbon Dioksid dan bubuk kering b) Nyala api pada kain lap oli.Memutar nozel dan mengarahkan air langsung pada sumber nyala api.Tarik gulungan selang dan arahkan pada nyala api. 17) Untuk apa selimut api digunakan dan bagaimana menggunakannya Modul OPKR 10 – 016 C 94 . yakinkan bahwa jalan keluar tidak ada yang menghalangi. 13)Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api ? Menggantikannya dengan alat pemadam yang berisi penuh dan alat pemadam yang telah digunakan segera diisi kembali.Bubuk Kering dan Busa c) Kertas terbakar didalam tong sampah adalah air d) Ban terbakar adalah busa e) Kebakaran pada panel listrik Karbon Dioksid 15) Prosedur pengoperasian gulungan selang pemadam kebakaran adalah dengan cara Memutar dan menyambungkan katup yang terletak pada pipa penyalur air ke gulungan selang. operator dapat memutar katup utama tanpa menimbulkan selang melibas dan air tersembur kesegala arah hal ini akan menyebabkan pemadaman kebakaran akan terlambat.adalah Karbon dioksid.

b. Tujuan 1. Modul OPKR 10 – 016 C 95 . Pengertian Medis Dasar Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Uraian Materi Pengertian Pertolongan Pertama Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera. maka selimut api dibungkuskan pada tubuh korban dan rebahkan kelantai selanjutnya gulingkan tubuh korban untuk meyakinkan nyala api telah tertutup dan padam. Siswa dapat mengerti dan memahami Pengertian Pertolongan Pertama dan Cardio Pulmonary. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama. 2. Siswa dapat memberikan Pertolongan Pertama dan CPR dilingkungan kerja 3. Siswa dapat menjelaskan teknik memberikan Pertolongan Pertama dan Cardio Pulmonary (CPR).Selimut api digunakan untuk memadamkan nyala api yang kecil dan bilamana pada pakaian terdapat nyala api. Kegiatan Belajar 4: Pertolongan Pertama Dan Cardio Pulmonary Resusciation ( Cpr ) a. Didalam masalah ada seseorang yang pakaiannya terbakar. kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. maka selimut api dapat dibungkuskan untuk menutup nyala api tersebut setelah itu biarkan selimut api hingga menjadi dingin selanjutnya selimut api barulah diambil.

yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar. 525. Walau demikian dalam KUHAP ada beberapa pasal yang mencakup aspek dalam melakukan Pertolongan Pertama.566 .304 s.500. Pelanggaran tentang orang yang perlu ditolong diatur dalam Pasal 531 KUH. Mencegah cacat c.165. Jika orang yang perlu ditolong itu mati. 4.-. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan Dasar Hukum Di Indonesia dasar hukum mengenai Pertolongan Pertama dan Pelakunya belum tersusun dengan baik seperti halnya di Negara maju. diancam dengan : KUHP 45.187. Menyelamat jiwa penderita b.Pelaku pertolongan Pertama Pelaku Pertolongan Pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian. 478 . Tujuan Pertolongan Pertama: a. Pasal ini berlaku bila pelaku pertolongan pertama dapat melakukan tanpa membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain. Modul OPKR 10 – 016 C 96 . Pidana yang berbunyi: Barang siapa menyasikan sendiri ada orang didalam keadaan bahaya maut lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu didapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan mengkuatirkan bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama – lamanya tiga bulan atau denda sebanyak – banyaknya Rp.

HIV/AIDS.  Mengadakan pertolongan = misalnya memintakan pertolongan polisi atau dokter. TBC. Prinsip utama dalam menghadapi darah dan cairan tubuh dari penderita adalah : Darah dan semua cairan tubuh sebagai media penularan penyakit. tenggelam di air.  Memberikan pertolongan = menolong sendidri. PERALATAN DASAR PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA : Dalam melakukan tugasnya Pelaku Pertolongan Pertama memerlukan beberapa peralatan dasar. Alat Pelindung Diri ( APD ) Sebagai pelaku Pertolongan Pertama seseorang akan dengan mudah terpapar dengan jasad renik maupun cairan tubuh seseorang yang memungkinkan penolong dapat tertular oleh penyakit. seorang akan membunuh diri dan sebagainya. Pasal ini hanya itu dapat tidak dikenakan dikuatirkan. Modul OPKR 10 – 016 C 97 . misalnya orang berada dalam rumah terbakar. Beberapa penyakit yang dapat menular diantaranya adalah Hepatitis. Peralatan dasar ini dapat dibagi menjadi peralatan perlindungan diri atau yang lebih dikenal dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan minimal untuk melakukan tugasnya. apabila bahwa dengan orang itu memberi sendiri pertolongan dibahayakan atau orang lain dapat kena bahaya dan orang yang perlu ditolong itu mati.Penjelasan:  Dalam keadaan bahaya maut = bahaya maut yang ada seketika itu.

Sarung tangan lateks. 5. Jangan menggunakan sarung tangan kain saja karena cairan dapat merembes. Helm Dipakai bila akan bekerja ditempat yang rawan akan jatuhnya benda dari atas. Baju pelindung Penggunaannya kurang popular di Indonesia. 4. Kecamata pelindung Berguna untuk melindungi mata dari percikan darah. 2. gunanya adalah untuk mencegah merembesnya cairan tubuh penderita melalui baju penolong. BEBERAPA APD: 1. maupun mencegah cedera akibat benturan atau kelilipan pada mata saat melakukan pertolongan 3. maka sebaiknya sarung tangan lateks dipakai terlebih dahulu. Bila kan melakukan tindakan lainnya yang memerlukan sarung tangan kerja. Masker Resusitasi Diperlukan bila akan melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru. 6. Masker penolong Sangat berguna untuk mencegah penularan penyakit melalui udara.Disamping itu APD juga berfungsi untuk mencegah penolong mengalami luka dalam melakukan tugasnya. Modul OPKR 10 – 016 C 98 . Misalnya dalam bangunan runtuh dan sebagainya.

 Cucilah tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Ada beberapa tindakan lain yang juga perlu dilakukan sebagai tindakan pencegahan. Beberapa tindakan umum untuk menjaga diri adalah: Pemakaian APD tidak sepenuhnya melindungi penolong. Gbr. Cuci tangan merupakan tindakan yang sederhana namun paling efektif untuk menghentikan rantai penularan penyakit. Alat APD yaitu Masker. Membersihkan alat ini ada beberapa tahap yaitu:  Mencuci dengan air hanya menghilangkan bekas atau noda saja. Kacamata dan Sarung tangan lateks. Selain tubuh penolong alat yang baru dipakai juga harus dibersihkan. Mempersiapkan alat.Catatan: Alat perlindungan diri minimal bagi seorang pelaku Pertolongan Pertama adalah sarung tangan dan masker RJP.  Pakialah sabun yang memiliki sifat anti septic (anti kuman)  Cucilah bersih–bersih menangani penderita.  Desinfeksi (memakai bahan pembunuh kuman misalnya pemutih) tangan samapai ke siku bila selesai Modul OPKR 10 – 016 C 99 .

Penutup luka  Kasa steril  Bantalan kasa b. Kartu penderita l. Pinset h. Contoh:  Bidai  Papan spinal panjang  Papan spinal pendek f. Sterillisasi (proses khusus untuk menjadi bebas kuman) Peralatan Pertolongan Pertama: a. Kapas j. Cairan pencuci mata  Boorwater e. Senter i. Tandu. Tensimeter dan stestoskop o. Selimut k. Pembalut Contoh:  Pembalut gulung/pita  Pembalut segitiga/mitella  Pembalut tubuler/tabung  Pembalut rekat/plester c. Modul OPKR 10 – 016 C 100 . Peralatan stabilisasi . Cairan antiseptik Contoh:  Alkohol 70%  Povidone iodine 10% d. Oksigen n. Alat tulis m. Gunting pembalut g.

Memeriksa kesadaran Serukan. Buka jalan napas korban yang tidak sadar Keluarkan sumbatan dari dalam mulut yang tampak dengan jelas. Gbr. Korban yang tidak sadar tidak akan bereaksi.PERTOLONGAN PERTAMA SAAT DARURAT 1. Memeriksa pernapasan Modul OPKR 10 – 016 C 101 . letakakan tangan Anda yang satu lagi pada dahi korban dan kepalanya ditekan ke bawah. Letakkan dua jari Anda di bawah dagu korban dan rahang ditarik ke atas. 2 3. Gbr.“Anda bisa mendengan saya?” atau “Buka mata Anda!” Goyang bahu korban secara hati–hati. Pada saat yang sama. 1 2.

Memeriksa nadi Kepala korban tertarik ke bawah. Lengan korban yang paling dekat dengan Anda ditekuk membuat sudut siku–siku dengan badannya. Geser jari Anda ke belakang sampai celah antara trakhea dan otot – otot yang berjalan di sampingnya. telapak tangan membuka ke atas. Kepalanya ditarik ke bawah dan dagunya diangkat untuk membuka jalan napas. Gbr. POSISI PEMULIHAN 1. 3 4. Berlutut disamping korban. siku ditekuk. Kedua kaki lurus. raba jakunnya dengan dua jari Anda. Raba denyut karotis selama 5 menit. Modul OPKR 10 – 016 C 102 .  Lihat apakah dadanya bergerak  Dengarkan suara napasnya  Rasakan napasnya dengan pipi Anda Periksa selama 5 detik sebelum memutuskan bahwa korban tidak bernapas.Letakkan tangan Anda di dekat hidung dan mulut korban.

Modul OPKR 10 – 016 C 103 .Gbr. 2 3. Lengan korban yang jauh disilangkan pada dadanya. Tangan Anda yang lain memegang paha yang jauh. kakikinya menginjak lantai. Gbr. Tangan korban dipegang supaya terus memegang pipinya. lutut korban ditekuk ke atas. tangannya memegang pipi.1 2. Tarik badannya ke arah Anda melalui tangan yang memegang paha.

Lubang hidung korban dipijat dengan telunjuk dan ibu jari.Gbr. 3 4. Kepala korban ditarik kebelakang supaya jalan napas selalu terbuka. Modul OPKR 10 – 016 C 104 . PERNAPASAN MULUT KE MULUT 1. Gbr. Kaki korban yang ada di atas diatur agar panggul dan lututnya membentuk sudut siku – siku. Bila perlu ataur tangannya agar tetap menopang kepala. Periksa nadi dan pernapasannya secara teratut. Pastikan jalan napas terbuka dan kepala tertarik ke bawah.4 CARDIO PULMONARY RESUSCIATION (CPR) A.

2. KOMPRESI DADA 1. Korban berbaring pada alas yang keras. Kombinasi dengan pernapasan buatan: setiap 15 kompresi disusul dengan dua pernapasan buatan sampai bantuan datang. dengan jari – jari kedua tangan saling memegang. ke titik tersebut. Teruskan pernapasan buatan ini denagan kecepatan 10 kali per menit. Tarik napas dalam dan aktupkan bibir Anda di seputar mulut korban. Modul OPKR 10 – 016 C 105 . Gbr. Turunkan pangkal tangan Anda. Ulangi kompresi ini dengan kecepatan kira–kira 80 kali per menit. A B. 2 Dengan lengan tetap lurus tekan tulang dada ke bawah secara vertikal sedalam 4-5 cm. Lepaskanan tekanan. Hembuskan napas Anda ke dalam mulut korban sampai dadanya terlihat naik ke atas. Angkat bibir Anda dan biarkan dadanya turun lagi. 3. Pangkal tangan Anda diletakkan di atas titik pertemuan tulang dada dengan tulang rusuk bagian bawah.

Setelah perdarahan/pendarahan dapat diatasi.Gbr. 1 2. JANGAN menyentuh luka dengan tangan Anda Gbr. B CEDERA KEPALA 1. pasang kembali lipatan kulit yang robek dan dengan memakai perban bersih. Kalau kulit kepala luka. tekan ke bawah dengan kuat tetapi hati–hati dan merata pada luka. perban dibalut. Modul OPKR 10 – 016 C 106 .

dengan kepala dan bahu ditinggikan dan ditopang. Di bawah ini. Periksa tingkat reaksi korban dengan mengajukan pertanyaan yang mudah dan langsung. Kalau korban menjadi tidak sadar. 3 4. Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit dalam posisi seperti Gbr. Korban dibaringkan. baringkan ia dalam posisi pemulihan. Modul OPKR 10 – 016 C 107 . Hubungi 119 dan minta ambulans. hubungi 119 dan minta ambulans. Kalau kesadarannya terganggu selama lebih dari 3 menit. 2 3. Gbr. Catat nadi dan pernapasan serta tingkat reaksinya tiap 10 menit.Gbr.

Gbr.4 CEDERA PADA MATA 1. 1 2. untuk mengeluarkan debu yang mengambang atau zat kimia yang berbahaya.Gbr. Korban berabring terlentang. Kepalanya ditopang supaya tidak banyak bergerak. Mata yang sakit dialiri air. JANGAN mengaliri air pada mata yang luka atau bila ada benda asing yang terbenam atau melekat pada bola mata. bila perlu. Mata yang sakit diperiksa. Modul OPKR 10 – 016 C 108 .

Balut dan eratkan pada tempatnya. Gbr. kedua mata ditutup untuk mencegah gerakkan mata.3 4. sebaiknya dengan pembalut mata steril.Gbr. Modul OPKR 10 – 016 C 109 . 2 3. Tenangkan korban sebelum kedua matanya ditutup. Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit. Mata ditutup.

4 LUKA BAKAR API Segera hubungi 119 dan minta pemadam kebakaran:  Singkirkan korban dari temapt bahaya kalau situasinya sudah cukup aman. Jangan masuk ke dalam kamar yang penuh asap atau uap.Gbr. Modul OPKR 10 – 016 C 110 .   Jangan masuk ke dalam gedung yang sedang terbakar.

terbakar Atau di sebelah ata. kemudian siram korban dengan erat–erat mantel atau karpet.PAKAIAN TERBAKAR Jangan biarkan korban lari keluar rumah  Korban dijatuhkan ke lantai.  Anda diberitahu secara resmi bahwa aliran listrik tegangan Modul OPKR 10 – 016 C 111 . bagian dengan diselimuti yang air. CEDERA AKIBAT ARUS LISTRIK Jangan mendekat sebelum:  Anda memutuskan aliran listrik di dalam rumah.

Lepaskan barang–barang yang menjepitdari daerah luka. ikat pinggang.  Air pembilas yang sudah tanpa siapapun tercemar juga. TUMPAHAN ZAT KIMIA Lindungi diri Anda sendiri dari zat kimia korosif. cincin dan perhiasan Modul OPKR 10 – 016 C 112 . arloji.tinggi sudah diputuskan dan sudah diisolasi.2 pakaian. Luka didinginkan dengan air dingin berkurang samapai nyeri JANGAN menunda mencari bantuan Medis pada luka baker berat 2. laian Gbr. sepatu.  Hati – mengalir membahayakan hati terhadap uap beracun LUKA BAKAR 1.

korban dibaringkan dan bila mungkin.3 4. Luka ditutup dengan pembalut yang ringan. berikan air dingin atau susu untuk diminum sedikit–sedikit. kakinya ditinggikan dan ditopang. maupun lemak JANGAN memecahkan lepuh Gb. 2. Periksa dan catat nadi serta napasnya setiap 10 menit sementara ambulans. Kalau ada. bersih dan tidak berbulu. MENELAN RACUN 1.3. Pastikan di dalam mulut korban muntahan tidak dan ada benda menunggu datangnya bantuan medis atau asing. salep. JANGAN mengoleskan krim. dan bahwa korban dapat bernapas. Modul OPKR 10 – 016 C 113 . Cari gejala luka baker zat kimia sekitar di dalam dan mulut korban. Apabila lukanya luas.

yang dokter Usahakan korban petugas untuk mengetahui apa ditelan atau dan beritahukan pada ambulans. baringkan ia dalam posisi pemulihan . Kalau korban menjadi tidak sadar. PATAH TULANG 1. Panggil dokter atau hubungi 119 dan minta ambulans.3. Katakan pada korban agar tidak bergerak. JANGAN MENGGERAKAN KORBAN PERLU TANPA dan dengan Modul OPKR 10 – 016 C 114 . 4. Bagian yang cedera ditopang distabilkan tangan Anda.

atasi perdarahan. Jika ada luka. darah Luka Luka dengan atau yang dan sekitarnya diperban dan dibalut supaya tidak longgar 3.2. kaki dengan pada dan kaki. Hubungi sakit 119. Untuk kedua dirapatkan membalut-nya lutut pergelangan di yang bawah patah. minta dan ada tempat balutan tetapi jangan ambulans. pasang belat dan kalau perlu lengan dan tubuh dengan yang dirapatkan pada patah. Periksa Modul OPKR 10 – 016 C 115 . bila mungkin. patah kaki. tempat Untuk kemudian di atas dan patah lengan. 4. Bagian yang ditinggikan sirkulasi ditopang. ditekan perban pembalut bersih.

sebaiknya menggunakan pembalut yang bersih JANGAN Memberi sesuatu lewat mulut kepada korban 2. bagian tubuh yang luka ditinggikan dan ditopang JANGAN memasang tourniquet 3. Luka terus ditekan. PERDARAHAN 1. luka ditekan kuat–kuat dengan tangan atau jari Anda.tangan dan kakinya setiap 10 menit. Perban dibalut dengan kuat tetapi agar jangan suplai terlalu darah keras tidak terputus Modul OPKR 10 – 016 C 116 . Pakaian dibuka supaya luka terlihat.

bantuan medis yang Kalau perdarahannyaberat. Lututnya ditekuk dan ditopang 2. Cari tepat. Modul OPKR 10 – 016 C 117 . kakinya ditinggikan ditopang merembes pada pembalut. 119 dan ambulans. Jika Anda membawa tablet aspirin dan pasien sudah sadar. baringkan dalam posisi setengah duduk.Bagian Korban dan hubungi minta luka dan darah yang terus ditopang dan ditinggikan. dibaringkan kalau diselimuti. berikan dia satu tablet dan katakana supaya dikunyah pelan – pelan. SERANGAN JANTUNG 1. pasang perban lagi di atasnya dan balut kembali.4. Pasien ditenangkan.

minta agar menduga Kalau Anda memanggilkan dokternya.3. Pasien nadi ditenangkan. Hubungi 119. dan napasnya Periksa secara teratur sampai bantuan dating. penuhi permintaannya. 4. TERSEDAK A. minta ambulans dan katakana pada operator bahwa serangan pasien Anda jantung. Korban antara dengan membungkuk kedua telapak ke depan pukul punggungnya bahunya tangan Anda sebanyak lima kali. Modul OPKR 10 – 016 C 118 . PADA ORANG DEWASA DAN ANAK YANG SUDAH BESAR 1.

Kalau tidak berhasil dengan memukul. Modul OPKR 10 – 016 C 119 . Jari–jari saling kedua tangan menggenggam kemudian dorong dengan keras kea rah dalam dan keatas. di bawah lengkung iga korban. Ulangi sebanyak empat kali. satu lagi kebawah. satu telapak tangan membuka ke atas. Anda berdiri di korban kedua melingkari pinggangnya. Lakukan dengan perut belakag lengan Anda. 3.2.

B. PADA ANAK YANG MASIH KECIL 4. Telengkupkan Anda, kepala berulang–ulang orang dewasa. Kalau tidak berhasil dengan memukul punggung, menekan perut hanya dilakukan jika Anda sudah terlatih untuk melakukannya pada anak–anak. Kalau buatan. belum, lakukan pernapasan anak di di di pangkuan Pukul kedua

bawah. antara

bahunya, tetapi jangan sekuat pada

C. PADA BAYI
JANGAN melakukan cara mendorong perut pada bayi

5. Telengkupkan bayi di pangkuan Anda, kepala di bawah. 6. Pukul punggungnya berulang–ulang di antara kedua bahunya, tetapi jangan sekuat pada anak–anak. 2. kalau gagal, lakukan pernapasan buatan.

Modul OPKR 10 – 016 C

120

TIDAK SADAR 7. Dagu korban diangkat dan kepalanya ditarik ke bawah supaya jalan napas terbuka. Periksa apakah nadi dan napas masih ada. Nilai tingkat reaksinya dengan berbicara keras – keras di dekat telinganya dan cubit punggung tangannya. Catat apa yang Anda temukan.

8. Korban diperiksa secara cepat dan cermat dan tangani cedera yang dari berat, kalau ada. Usahakan untuk mengetahui ketidaksadaran penyebab

9. Baringkan pemulihan

korban

dalam

posisi

JANGAN memindahkan korban kalau tidak perlu.

Modul OPKR 10 – 016 C

121

10. Kalau korban tidak sadar kembali setelah 3 menit, hubungi 119 dan minta ambulans. Catat kecepatan nadi dan napas serta tingkat reaksinya tiap 10 menit. Tetap bersama korban sampai pertolongan dating. Berikan catatan Anda kepada petugas.

c. RANGKUMAN 1. Di lingkungan sekolah atau perusahaan Kecelakaan harus ada unit

Pertolongan

Pertama

pada

(P3K)

dan

Cardio

Pulmonary Resusciation (CPR ). 2. Agar petugas P3K dan CPR dapat bekerja sebagaimana mestinya harus dilatih oleh bertugas dari Dinas Kesehatan Setempat. 3. Peralatan dan obata – obatan P3K harus selalu dilengkapi. d. TUGAS 1. Kenali dan catat peralatan P3K, laporkan apabila terdapat kekurangan. 2. Lakukan silmulasi Pertolongan Pertama kepada korban

pendarahan bila ditempat Anda terjadi kecelakaan. 3. Lakukan silmulasi Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) kepada korban bila ditempat Anda terjadi kecelakaan. e. TES FORMATIF 1. Jelaskan pengertian Pertolongan Pertama! 2. Tuliskan beberapa alat perlindungan diri (APD)

Modul OPKR 10 – 016 C

122

Tuliskan peralatan Pertolongan Pertama! 4.3. Jelaskan pengertian dari Cardio Pulmonary Resusciation (CPR)! Modul OPKR 10 – 016 C 123 .

Pembalut c. Peralatan Stabilisasi f. 3. Penutup luka b. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Senter i. Kapas j. Cairan antiseptic d. Pengertian Pertolongan Pertama adalah: Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera pada kecelakaan yang memerlukan pertolongan medis dasar. Selimut k. Pinset h. Kartu penderita l. Oksigen Modul OPKR 10 – 016 C 124 . 2.f. Cairan pencuci/pembersih mata e. Peralatan Pertolongan Pertama adalah : a. Alat Perlindungan diri:       Sarungan tangan lateks Kacamata pelindung Baju pelindung Masker pelindung Masker penolong Helm. Alat tulis m. Gunting pembalut g.

Siswa dapat memahami Pengertian Lingkungan Hidup 2. b. Gas – gas tersebut adalah SO2. Kabut photokimia. Hydrokarbon. H2S.n. Siswa dpat memahami Pentingnya Kesehatan manusia 4. tandu 4. Siswa dapat memahami cara pencegahan pencemaran lingkungan hidup disekitar area kerja 5. Kabut photokimia adalahsuatu interaksi yang kompleks dari zat – zat pencemaran yang disebabkan oleh pengaruh cahaya matahari. Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu: Pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada. Tujuan 1. Uraian Materi Zat pencemar udara utama adalah gas. Monoxyda yang dikeluarkan sebagai hasil pembakaran tak sempurna dari hydrocarbon yang terdapat dalam minyak dan bensin. Amoniak. Tensimeter dan Stetoskop o. oksidasi–oksidasi Nitrogen. Pencemaran photokimia ini mula–mula jadi masalah di Los Angeles yang mempunyai lalu lintas mobil sangat padat. Siswa dapat memahami zat–zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Hal ini dilakukan bila korban/penderita tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut. Siswa dapat memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan Hidup 3. Co. Kegiatan Belajar 5: Pencemaran Lingkungan dan Kesehatan Manusia a. Modul OPKR 10 – 016 C 125 . Ozone dan lain– lain.

Pencemaran udara Asap. Bagi anak–anak ashm. kabut Efeknya terhadap Manusia Bronchitis. karena beracun.Carbon Monoxyda sangat berbahaya bagi manusia. Beberapa Negara telah berusaha dengan mengadakan peraturanperaturan pengendalian pengeluaran gas. Butir– butir padat Butir–butir zat padat sangat kecil dapat mengganggu sistim persyarafn manusia. hidupnya di kemudian hari. sehingga menyebabkan bertambahnya Karena lebih ketegangan banyak pada jantung. harus darah yang diedarkan ke seluruh tubuh dari pada normal NO Sama efeknya dengan pada CO Modul OPKR 10 – 016 C 126 . maka besar kemungkinan Carbon yang terserap oleh pernapasan dan masuk ke dalam paru–paru ini membawa sejumlah gas yang beracun Dapat menyebabkan sakit dan kematian dalam 30 menit.alergi gangguan yang chronis kanker. dapat dalam penyakit menyebabkan perkembangan jantung. Daya darah untuk mengambil oksigen berkurang.Kini sedang diusahakan untuk merencanakan motor–motor yang dibuat sedemikian rupa sehingga pembakarannya lebih sempurna. infeksi. Penyakit jantung Butir– butir Cadmium Butir– butir Carbon CO Karena butir–butir carbon bersifat dapat mengabsorber gas pada permukaannya.pneumonia.

Namun biasanya. batuk dan sakit dada Merusak sel – sel manusia SUARA Bising Disekitar Kita KEBISINGAN akan menyebabkan merosotnya pendengaran manusia. pembakaran dari pabrik karet. Misalnya pada tingkat usia atau tingkat ketahanan tubuh seseorang yang berbeda. dari mobil. Kebisingan di pabrik–pabrik misalnya. paru–paru Kanker. berkisar antara 85 sampai 90 decibel. Sebab akibat kerusakkan yaitu berbeda–beda pada masing–masing orang. PAN ( peroxyetylnitrate ) Ozone Zat Radioaktif Sakit mata dan kerongkongan Sakit mata. hasil pembakaran arang batu. Secara pasti memang belum dapat diketahui adanya hubungan tingkat suara kebisingan dengan besarnya kerusakkan alat pendengaran. Contohnya salah satu Hydrocarbon yang berbahaya adalah benzopyrene yang terdapat pada asap rokok. pada tingkat suara sekitar 85 decibel yang terus menerus sudah cukup mengakibatkan rusaknya pendengaran manusia (tuli). SUMBER SUARA Suara bisikan Jarum jatuh dari ketinggian 1 meter DECIBEL 10 20 Modul OPKR 10 – 016 C 127 .Pencemaran udara NO2 Hydrocarbon Efeknya terhadap Manusia Sakit mata.

5 80 83. Merupakan suatu zat kimia yang bisa terdapat pada makanan.2 77 79.9 84 85 100 110 130 140 LOGAM bernahaya ada yang dibutuhkan oleh tubuh tapi jika berlebihan akan mengganggu kesehatan manusia. Kehadirannya biasanya berasal dari alat–alat yang dipergunakan ketika mengolah makanan.SUMBER SUARA Pembicaraan biasa pada jarak 1 meter Suara kegiatan kantor Mobil Roll Royce Suara mesin tik listrik pada jarak 1 meter Mobil Ford LTD Mobil Jaguar XJ 6 Mobil Volvo 1800 ES Suara didalam Motor Yamaha Rd 125 Motor SuzukiGT 360 Motor Honda CB Sauara jalan yang ramai Motor Norton 850 Commando Harley Davidson Electraglide 1200 Suara station kereta api Bunyi Boeing dari jarak 100 kaki Batas yang menyakitkan telinga Take – of Boeing 737 dari jarak 200 kaki Sirene 50 pk dari jarak 200 kaki LOGAM – LOGAM BERNAHAYA DECIBEL 50 62 64 66 68 69 74 75 76. Modul OPKR 10 – 016 C 128 .

Gejala yang timbul jika terjadi keracunan Pb adalah . jika keracunannya kuat sekali. Arsens dapat merusak ginjal.Yaitu alat–alat yang terbuat atau dilapisi dengan bahan–bahan kimia tersebut maupun dari cara–cara penanganan lainnya. Juga kadang– kadang terdapat pada alat–alat rumah tangga yang terbuat dari logam stainless seperti sendok coktail yang dilapisi timah. Bersifat kumulatif artinya keracunan dapat timbul bila kadar Pb menumpuk dalam tubuh. Pb juga menyerang. Pb ( TIMAH HITAM ) TIMAH HITAM ini umumnya terdapat pada makanan. muntah– muntah secresi menyerupai susu. Senyawa Arsens sulit dideteksi karena tidak memiliki rasa yang menonjol. menyusul rasa nyeri lambung serta muntah– muntah. Hg (MERCURI ) GEJALA– GEJALA keracunan Hg timbul antara lain pada mulut dan phayax yaitu: terdapat bercak–bercak warna abu–abu. memperketat kerja ginjal sehingga cepat rusak dan dalam kasusu yang berat dapat menyebabkan kematian. Modul OPKR 10 – 016 C 129 . sakit perut dan nyeri perut yang sangat hebat. Sering digunakan sebagai bahan dalam kosmetik dan pada insektisida. Arsens (gejala–gejala keracunan): yaitu sakit di kerongkongan sukar menelan. mangkok keramik yang dapat mengeluarkan Pb dan lain–lainnya. Reaksi lain yang berbahaya yaitu: reaksi allergi yang mengakibatkan iritasi dan pembengkakkan kulit. ARSENS (As) ARSENS adalah suatu zat kimia yang sering terdapat pada makanan. minuman dan kosmetik. air dan obat– obatan terutama apabila kemasannya menggunakan unsur timah. syaraf.

Cu (CUPPER) ADANYA CU pada makanan ini disebabkan terutama karena penggunaan insektisida dan pestisida di dalam usaha–usaha pertanian. sehingga sering timbul keluhan rasa sakit pada mulut dan lambung. Konsumsi cadmium ini dalam kadar 30% mg dapat meracuni dan dapat menyebabkan gejala–gejala yang nampak adalah: Timbulnya bau/rasa kaleng yang tidak enak di dalam mulut. karena colaps pembuluh darah. kerongkongan dan perut kering. kejang otot. HATI–HATI TERHADAP PESTISIDA !!! Modul OPKR 10 – 016 C 130 . shock samapi mengakibatkan kematian dalam waktu 24 jam.pusing kepal. Sesak napasdisertai dengan batuk–batuk. Bila loambung dapat dikosongkan dengan segera kemungkinan untuk tertolong bagi si penderita sangat besar.Keadaan ini diserta perasaan nyeri. dapat menyebabkan bercak–bercak darah yang berat dan hebat. rasa ingin muntah atau diare terus menerus selama berhari–hari. terdapat darah pada kotoran (faeses) pusing–pusing dan demam. Racun ini dalam konsentrasi tinggi dapat mencapai apithel usus halus. Cu yang masuk dalam mulut berbau. Banyknya pula kasus kasus keracunan terjadi karena adanya Cu dalam tempat/wadah untuk makanan atau minuman. pusing. Gejala– gejala lain yang nampak dalam ½ samapai 1 jam adalah. serta menyebabkan shock yang membawa kematian. Badan terasa lemah dan kaki terasa pegal–pegal lama kelamaan ginjal. pusing kepala. CADMIUM (Cd) BIASANYA Cadmium terdapat pada tempat/wadah makanan olahan. pemakaian cadmium ini sudah mulai dilarang karena dapat menyebabkan makanan kaleng kena hama cadmium. hati akan rusak.

beberap tetes Cacat vetus.d. 1 sendok makan Kopone Kanker. untuk mengetahui Modul OPKR 10 – 016 C 131 . kemandulan pria 1 sendok teh s. 1 sendok makan 1 sendok makan Paraquet Nitrofen xaphene 2.Beberapa jenis pestisida yang amat beracun. kelainan syaraf 1 sendok makan s. kelainan syaraf 1 sendok teh s.349 pr Parathion SUMBER PENCEMARAN SECARA khusus kita tidak bisa membuat suatu kategori tertentu mengenai buangan industri. banyak diantaranya teralarang di Amerika Serikat dan negara industri lainnya. 1 sendok makan Heptachlor Kanker.4.d.d.d. kerusakkan/cacat janin. kelainan 1 sendok teh Kurang lebih 28. namun dengan bebas diperjual belikan di negara Dunia Ketiga. 1 sendok kelainan Kanker Kanker 1 sendok teh 1 sendok 1 sendok teh s. NAMA PESTISIDA BAHAYA KESEHATAN ( PERKIRAAN ) DOSIS KERACUNAN (PERKIRAAN) Aldrin BHC Chlordane DBCP Kanker. karena ragam daripada proses – proses industri. Namun kita dapat melihat tabel berikut.5 T Cacat pernapasan Kaknker Kanker Kanker. kelainan bawaan vetus.

perusahaan tambang mineral. pabrik gas. pabrik bahan kimia Cr Treating logam. kilang minyak. pekrjaan gravuur pada kaca. kilang minyak. pabrik kertas. penampungan mineral.pabrik kulit.dan pabrik cat Modul OPKR 10 – 016 C 132 . pabrik bir. pengerasan logam dan pembersihan logam H2S/S Proses pencelupan tekstil. pabrik treatment logam. binatu. pembuatan plat. binatu. sebagai berikut: NAMA BUANGAN C12/C1 KEMUNGKINAN SUMBERNYA Perusahaan binatu. pabrik kokas dan pabrik bahan kimia dan kilang minyak FProses pembuatan gas batubara dimana gas didinginkan dan dicuci untuk menghilangkan senyawa–senyawa. pabrik film kental Pabrik bahan–bahan kimia. pekerjaan pembuatan plat logam. prosese pemutihan kertas dan pekerjaan celup NH3/NH4 Pabrik gas. tar. dan pabrik batre ALKALI Pabrik tekstil. pabrik rayon dan kilang minyak SO3 ACIDS Proses bubur kayu. pabrik tekstil. dan proses pemberian chrom Pb &Nl Pabrik batre.buangan–buangan industri di negara–negara yang telah maju industrinya. amoniakdan belerang: kilang minyak.

pabrik gas dan kokas. pabrik gula Pabrik bahan pangan. pabrik obat Pabrik pembangkit tenaga listrik. pabrik semen. perusahaan binatu.smelting. perusahaan binatu. bengkel besar PHENOLICS Pabrik tekstil. pabrik detergent Pabrik mentega dan keju. pabrik Modul OPKR 10 – 016 C 133 . pabrik bir. tempat–tempat pemberian makanan untuk hewan. bengkel besar. pabrik bahan kimia.OILS Pabrik tekstil. kilang minyak. PARTICULATES Pengolahan minyak. pabrik tekstil. pabrik rayon As ZAT GULA ZAT PATI Pencelupan logam. pipa got didalam tanah HIDROKARBON Pengilangan minyak. pembuatan platlogam. kilang minyak.pabrik bahan kimia. proses– proses yang menggunakan katalis NO3 BOD Pertanian Kaleng.NAMA BUANGAN Cd Zn KEMUNGKINAN SUMBERNYA Industri logam Pekerjaan melapisi logam dengan menggunakan tenaga listrik. pabrik mesin. pabrik wallpaper GEMUK.pabriki penyulingan tar. pabrik yang memiliki proses pendinginan. pabrik bahan–bahan celup FORMAL DEHYDE EFEK PANAS Pabrik mesin.

NAMA BUANGAN

KEMUNGKINAN SUMBERNYA solvents, saluran air buangan rumah–rumah dan tanah pertanian

POPT43P

Saluran air rumah–rumah, pertanian, pabrik– pabrik bahan kimia.

PENCEMARAN AIR Diskusikan dengan siswa sebab–sebab terjadinya

pencemaran air

“Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi/komponen lain kedalam air/berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia/ oleh proses alam, sehingga kualitas air turun samapai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya “
Keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 02/MENKLH/1/1998 Babi Pasal i Dengan kata lain, air tercemar adalah air yang mengandung bahan– bahan asing dalam jumlah melebihi batas yang telah ditetapakan sehingga air tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan tertentu, misalnya untuk air minum, pertanian, perikanan dll. 1. Sumber–sumber pencemaran air Pencemaran air akibat kegiatan manusia tidak hanya disebabkan oleh limbah rumah tangga, tetapi juga oleh limbah pertanian dan limbah industri. Semakin meningkatnya perkembangan antara lain industri, pertanian, saat ini, ternyata semakin memperparah tingkat pencemaran air, udara dan tanah. Pencemaran itu disebabkan oleh hasil buangan dari kegiatan tersebut.

Modul OPKR 10 – 016 C

134

Pencemaran air pada dasarnya terjadi karena air limbah langsung dibuang ke badan air ataupun ke tanah tanpa mengalami proses pengolahan dahulu, atau proses pengolahan yang dilakukan belum memadai. Pengolahan limbah bertujuan memperkecil kadar pencemaran yang ada agar tidak membahayakan lingkungan hidup. 2. Sumber–sumber pencemaran air meliputi: a. Limbah rumah tangga Limbah rumah tangga merupakan pencemaran air terbesar di samping limbah – limbah industri, pertanian dan bahan pencemar lainnya.Limbah rumah tangga akan mencemari selokan, sumur, sungai dan lingkungan sekitarnya. Semakin besar populasi manusia, semakin tinggi tingkat pencemarannya. Limbah rumah tangga dapat berupa padatan (kertas, plastik dll) maupin cairan (air cucian,minyak goreng bekas dll). Di antara limbah tersebut ada yang mudah terurai yaitu sampah organik dan ada pula yang tidak dapat terurai

Sampah dan Pengelolaannya. Limbah rumah tangga ada
juga yang memiliki daya racun tinggi, misalnya sisa obat, batrai bekas, air aki dll. Limbah tersebut tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) Tinja, air cucian, limbah kamar mandi dapat mengandung bibit– bibit penyakit yang akan mengikuti aliran air. Bakteri, jamur, virus dan sebagainya disebut pencemar biologis.

Modul OPKR 10 – 016 C

135

b. Limbah lalu lintas Limbah lalu lintas berupa tumpahan oli, minyak tanah, tumpahan kapal tanker. Tumpahan minyak akibat kecelakaan mobil – mobil tangki minyak dapat mengotori air tanah. Selain terjadi di darat, pencemaran lalu lintas juga sering terjadi di lautan. Semuanya sangat berbahaya bagi kehidupan.

Modul OPKR 10 – 016 C

136

c. Limbah pertanian Limbah pertanian berupa sisa. danau serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme–organisme yang hidup di dalamnya Modul OPKR 10 – 016 C 137 . Limbah pesitisida dan herbisida mempunyai sifat kimia yang stabil. dasar sungai. tumpahan ataupun penyemprotan yang berlebihan dari pestisida dan herbisida. yaitu tidak terurai di alam sehingga zat tersebut akan mengendap di dalam tanah. Begitu juga pemupukan yang berlebihan.

zat warna. baterai. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dari industri pertambangan. Secara umum zat–zat tersebut digolongkan menjadi:  Garam anorganik klorida seperti yang magnesium berasal sulfat dan magnesium dari kegiatan pertambangan. penyepuhan logam dll. pabrik kertas dll. Limbah industri/pertambangan Air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan organik maupun anorganik. Kegiatan pertambangan selain menghasilkan bahan – bahan kimia seperti diatas juga menghasilkan endapan lumpur dalam jumlah besar. Modul OPKR 10 – 016 C 138 . Hal ini akan meningkatkan kekeruhan air.  Logam berat seperti kadmium. pabrik pupuk . lumpur ini bisa terbawa aliran air hujan samapai ke sungai. Jika turun hujan.  Asam anorgainik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. Zat–zat tersebut di atas jika masuk ke perairan akan menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makhluk hidup pengguna air tersebut termasuk manusia. cat.d.  Senyawa organik seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakkan kulit dan industri cat.

Kegiatan penebangan hutan Penebangan hutan secara terus–menerus akan menyebabkan hutan gundul sehingga mengakibatkan erosi pada musim hujan. maka terjadi pengikisan humus dan pengikisan tanah. Akibat yang dapat ditimbulkan oleh jenis pencemar tertentu: Modul OPKR 10 – 016 C 139 . Akibat pencemaran air Pencemaran air dapat mengganggu peredaran air dan memungkinkan kualitas air menurun sehingga tidak dapat dipakai sebagai air minum. Akibatnya kualitas air permukaan menurun (menjadi keruh) karena terlalu banyak pertikel – pertikel tanah di dalamnya. 1.e. Air hujan yang jatuh akan langsung mengalir di permukaan dengan membawa tanah dalam alirannya. Air yang bercampur zat–zat pencemar dapat membahayakan kesehatan manusia dan mkhluk hidup lainnya. Pengikisan humus ini selain menyebabkan lahan kritis juga akan menyebabkan pencemaran air.

lalu lintas. Salmonella typhosa penyebab tifus. Modul OPKR 10 – 016 C 140 . Bakteri patogen di air biasanya penyebab infeksi saluran pencernaan seperti Vibro cholerae penyebab kolera. Temperatur air yang terlalu tinggi. pertanian. Pencemaran air selain dapat menurunkan kualitas air di bumi sehingga tidak layak diminum. Contoh–contoh lain.dan Salmonella paratyphi penyebab paratifus.  Pencemaran secara kimia. misalnya oleh limbah panas yang dapat menyebabkan peningkatan temperatur perairan. industri/pertambangan dan penebangan hutan. virus polio dan hepatitis. karena dapat menghambat kerja enzim dan menyebabkan kerusakkan sel. misalnya oleh logam berat air raksa (merkuri). Shigella dysenteriae penyebab disentri basiler. Sumber pencemaran air berasal dari limbah – limbah rumah tangga. energi dan/miskoorganisme ke dalam air sehingga air tersebut tidak sesuai lagi dengan peruntukkannya. juga membahayakan kehidupan di perairan dan bahkan mematikan. baik karena batas suhu kematian terlampaui maupun karena rendahnya oksigen terlarut. Air raksa yang masuk ke perairan yang dikomsumsi dapat mengganggu kesehatan manusia melalui makanan atau air minum.  Pensemaran secara biologi. percobaan dan petunjuk didatik: Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan    Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya materi. Pencemaran secara fisik. misalnya oleh bakteri – bakteri patogen. mengakibatkan matinya ikan dan hewan air lain.

Perubahan perilaku masyarakat. PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR Ajaklah siswa berdiskusi tentang cara–cara menjernihkan air oleh PDAM Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan melalui:   Perubahan perilaku masyarakat Pembuatan pengelohan limbah air a.2. Modul OPKR 10 – 016 C 141 .

3. Kemampuan ini ada batasnya.Secara alami. Dengan demikian akan tercipta sungan yang bersih dan memiliki fungsi ekologis. 4. Limbah industri hendaknya diproses dahulu dengan teknik pengolahan limbah. danau. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. Peraturan pembuangan limbah industri hendaknya dipanatu pelaksanaannya dan pelanggaranya dikenakan sangsi. laut dll Tidak menggunakan sungai atau danau untuk mencuci truk. Pembuatan kolam pengolah limabah cair Saat ini mulai digalakkan pmbuatan WC umum (septic tank) di daerah/ lingkungan yang rata–rata penduduknya tidak memiliki WC. dan setelah memenuhi syarat baku mutu air buangan baru bias dialirkan ke selokkan–selokkan atau sungai. Oleh karena perlu diadakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air. b. danau atau sumur tanpa dimasak dahulu. Sampah–sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan. Upaya Modul OPKR 10 – 016 C 142 . Tidak membuang samapah atau limbah cair ke sungai. Setiap sepuluh rumah disediakan sat septic tank. Tidak minum air dari sungai. Masysrakat disekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi sebagai tempat pembuangan sampah dan mandi–cuci–kakus (MCK). 2. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan di sembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan– peraturan yang diterapkan di lingkungan masing–masing secara konsekuen. mobil dan sepeda motor Tidak menggunakan sungai atau danau memandikan ternak dan sebagi tembat kakus. ekosisitem air dapat melakuak “rehabilitasi” apabila terjadi pencemaran terhadap badan air. Tindakan yang perlu dilakukan: 1.

Proses pengendapan tersier. ganggang atau tumbuhan air lainnya).demikian sangat bersahabat dengan lingkungan. Dengan demikian air yang boleh dialirkan keluar (selokan. baik secara mekanis (pengaruh). Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam kemudian dibersihkan. Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dan polutan yang berbahaya. terlarut atau berwarna dan bau. kimiawi (diberi zat kimiatertentu) maupun biologis (diberikan bakteri. agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokkan atau sungai. yaitu menghilangkan komponen– omponen fisfor dan padatan tersuspensi. sungai dll. yaitu membuang bahan–bahan padatan yang mengendap atau mengapung. Salah satu contoh tahap– tahap proses pengolahan air buangan adalah sebagai berikut: a. sudah saatnya diupayakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian.  Pengendapan.. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan deteliti. c. air kamar mandi dll) secara kolektif. b. Modul OPKR 10 – 016 C 143 .) hanyalah air yang tidak akan merubah keperuntukan badan air. murah. Selain itu. yaitu proses dekomposisi bahan–bahan padatan secara biologis. yaitu cara kimia penambahan kapur atau metal hidroksida untuk mengendapkan fosfor. Untuk bias menggunakan beberapa metoda yang bergantung pada komponen yang ingin dihilangkan. Proses penanganan primer. Proses peanganan sekunder. dan sehat karena dapat menghindari pencemaran air sumur/air tanah.

Ada juga system penelolaan terpadu dengan cara mengolah air limbah domestic maupun industri yaitu menghilangkan organisme penyebab c. Modul OPKR 10 – 016 C 144 . Setiapa akibat sampingan sebagai akibat kemajuan teknologi. yaitu mengurangi kandungan garam–garam organic maupun mineral dari air. Lebih baik mencegah agar tidak terjadi pencemaran dari pada memperbaiki akibat telah terjadinya pencemaran air. Berdasarkan penelitian. penyakit. 2.  Osmosis. yaitu menurunkan konsentarsi garam– garam terlarut dengan menggunakan tenaga listrik. Rangkuman 1.  Penanganan limbah domestic dapat dilakukan dengan membuat septic tank dan kolam pengolahan air buangan. dan tanah. harus dilawan dengan kemajuan teknologi baru. Tahapan proses pengolahan air buangan tidak selalu dilakukan seperti di atas. yaitu menghilangkan bahan–bahan organic terlarut. berwarna atau bau.  Klorinasi. Hasil akhir berupa air tak tercemar yang siap dialirkan ke badan air dan Lumpur yang siap dikelola lebih lanjut. udara. tetapi bergantung pada jenis limbah yang dihasilkan. tanaman air seperti enceng gondok dapat dimanfaatkan untuk menyerap bahan pencemar di dalam air. Ringkasan  Penanggulangan pencemaran air secara preventif dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara tidak membuang sampah dan limbah ke badan air dan tidak buang air besar di sungai. Adsorbsi.  Elektrodialisis.  Teknik pengolahan air limbah industri bergantung pada jensi limbah yang dihasilkan.

Padat b.d. Air Hasil diskusi dipresentasikan dan dikumpulkan. Diskusikan pencemaran: a. 2. Tugas 1. Tes Formatif secara kelompok sebab– sebab terjadinya Modul OPKR 10 – 016 C 145 . e. Diskusikan secara kelompok cara–cara pengolahan limbah: a. Gas Hasil diskusi dipresentasikan dan dikumpulkan. Cair c. Udara b.

Pada berapa decbel dari kebisingan yang akan mengakibatkan rusaknya pendengaran manusi (tuli)? 3.1. Uraikan cara pengelolaan limbah industri! Modul OPKR 10 – 016 C 146 . Sebutkan sumber pencemaran yang pembuangannya berupa timah hitam (Pb)? 5. Jelaskan pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap kesehatan manusia! 2. Tuliskan kandungan yang terdapat pada limbah industri/ pengaruh timah hitam (Pb) terhadap kesehatan pertambangan! 7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pencemaran air! 6. Jelaskan manusia! 4.

Reaksi lain yang berbahaya yaitu reaksi alergi yang mengakibatkan iristasi dan pembengkakan kulit. muntah– muntah secresi menyerupai susu. Pengaruh timah hitam (Pb) terhadap manusia adalah adalah: keracunan dengan gejala–gejala sebagai berikut. 6. perusahaan tambangan mineral dan pabrik cat. memperketat kerja ginjal sehingga cepat rusak dan dalam kasus yang berat dapat menyebabkan kematian. Kandungan air limbah industri dapat digolongkan menjadi: Modul OPKR 10 – 016 C 147 . energi dan/atau komponen lain ke dalam air dan/atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam. Sumber–sumber pencemar berupa limab timah hitam (Pb) adalah pabrik baterai. zat. sakit perut dan nyeri perut yang sangat hebat.f. Pb juga menyerang syaraf. Kebisingan yang dapat mengakibatkan rusaknya pendengaran manusia pada tingkat suara 85 decibel secara terus–menerus. Yang dimaksud dengan pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. 4. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap manusia adalah: dapat meyebabkan sakit dan kematian dalam waktu 30 menit 2. sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. 5. 3.

zat warna. Dengan demikian air yang boleh dialirkan ke luar (selokan. 7. pabrik kertas dll. baterai.  Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. baik secara mekanis(pengadukan).pabrik pupuk.  Logam berat seperti kadmium.  Senyawa organic seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakan kulit dan industri cata. Cara pengolahan limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam. kemudian dibersihkan. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dariindustri pertambangan. Garam anorganik seperti magnesium sulfat dan magnesium klorida yang berasala dari kegiatan pertambangan. Pada kolam terakhir diperlihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. penyepuhan logam dll. Modul OPKR 10 – 016 C 148 . cat. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti. kimiawi (diber zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri. sungai dll). ganggang atau tumbuhan air lainnya). hanyalah air yang bersih yang tidak akan mengubah peruntukkan/fungsi dari air tersebut.

Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. 5. 3. Modul OPKR 10 – 016 C 149 . 1. Sebutkan faktor-faktor penyebab keadaan bahaya! Bagaimanakah cara untuk mengatasi lingkungan yang tidak aman Sebutkan dan jelaskan alat-alat pelindung anggota badan? Bagaimanakah syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan yang baik? 8. BAB. III EVALUASI A. jelas dan benar. Jelaskan teknik pengangkatan yang aman dan benar! Jelaskan pertolongan pertama yang harus diambil ketika terjadi peristiwa kecelakaan kontaminasi atau luka bakar pada wajah disebabkan oleh asam! 10. 7. Isilah table dibawah ini untuk meyakinkan anda. 6. Jelaskan pengertian keselamatan kerja! Sebutkan tujuan diadakannya keselamatan dan kesehatan kerja? Jelaskan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja menurut Undang-undang nomor 1 tahun 1970 pasal 3! 4. PERTANYAAN Jawablah pertanyaan–pertanyaan di bawah ini dengan singkat. 2.X. 9.

b. Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian berikut ini? a. Ban terbakar.Warna alat pemadam Jenis alat pemadam Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Merah Biru Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam 11. Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api? 13. Jelaskan fungsi dongkrak di bengkel otomotif ? Modul OPKR 10 – 016 C 150 . Sebutkan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act)? 15. 14. Kertas terbakar didalam tong sampah. Kebakaran pada panel listrik. c. Nyala api pada mesin. d. e. Tuliskan dua cara untuk mengetahui isi alat pemadam kebakaran! 12. Nyala api pada kain lap oli.

Demonstrasikan cara menolong korban yang mengalami perdarahan pada suatu kejadian terjadi kecelakaan! mengangkat kendaraan menggunakan dongkrak dan Modul OPKR 10 – 016 C 151 . Demonstrasikan cara menilai korban bila terjadi kecelakaan! 5.16. Lakukan penopang! 3. Lakukan mengangkat benda dengan tangan! 2. Jelaskan pengertian dari Cardio Pulmonary Resusciation (CPR)! 19. Demonstrasikan cara menggunakan alat pemadam api bila terjadi kebakaran! 4. Tuliskan beberapa alat perlindungan diri ( APD )! 18. Tuliskan tiga unsur penyebab kebakaran! Tuliskan kandungan yang terdapat pada limbah industri/pertambangan! SOAL PSIKOMOTOR 1. Sebutkan sumber pencemaran yang pembuangannya berupa timah hitam (Pb) ? 17. 20.

 Mencegah pemborosan tenaga kerja.  Mengamankan material.  Mencegah/mengurangi cacat tetap. mesin-mesin. sebagainya. alat dan sumbersumber produksi lainnya. alat-alat kerja.  Mencegah/mengurangi kematian. 2.  Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan. konstruksi. pemeliharaan bangunan. 3. keutuhan dan kesempurnaan.  Mencegah. Kunci jawaban 1.  Memperlancar.B. modal. Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja :  Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. instalasi dan lain Modul OPKR 10 – 016 C 152 .  Menjamin tempat kerja yang sehat.  Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja. baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan . bersih.  Mencegah timbulnya kecelakan akibat suatu pekerjaan. pemakaian. Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja menurut Undangundang nomor 1 tahun 1970 pasal 3:  Mencegah dan mengurangi kecelakaan. mengurangi dan memadamkan kebakaran. meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan.

binatang. 4.  Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. Faktor-faktor penyebab keadaan bahaya: Tindakan yang tidak aman dari manusia itu sendiri 1. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. 4. keselamatan dan ketertiban. suara dan gelora. asap.  Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja.  Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang.  Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. 2.  Memberi pertolongan pada kecelakaan.  Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. Modul OPKR 10 – 016 C 153 . uap. hembusan angin. kelembaban. cuaca sinar atau radiasi. infeksi dan penularan. perlakuan dan penyimpanan barang. kotoran. Berkelakar/ bergurau dalam bekerja dan sebagainya. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. tanaman atau barang. debu.  Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. 3.  Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat . gas. keracunan. baik fisik maupun psikis.  Memelihara kebersihan.  Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja.  Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu.  Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.

memasang alat-alat kontrol dsb. 6. sumber bahaya masih tetap ada. Alat-alat pelindung badan:  Alat pelindung mata. ventilasi atau pertukaran udara. misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi. sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis. sinar yang menyilaukan.  Alat pelindung kepala. percikan api dan bahaya lainnya yang bisa merusak mata.  Alat pelindung telinga. bising atau suara-suara keras. Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin. helm pelindung. kacamata las listrik. misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki. 6. tata ruang kerja/ kebersihan dan lain-lain). Cara untuk mengatasi lingkungan yang tidak aman:  Dihilangkan. Contohnya : topi. berguna untuk melindungi telinga dari bahaya suara yang berlebihan. tetapi diisolasi agar tiadak lagi menimbulkan bahaya. konstruksi kurang aman. berguna untuk melindungi mata dari panas. misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja. sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya. debu. tidak diberi pengamanan. berguna untuk melindungi kepala dan rambut dari bahaya yang mungkin. Modul OPKR 10 – 016 C 154 .Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja 5. Contohnya : kacamata debu.  Dikendalikan. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak. suhu tempat kerja.  Dieliminir/diisolir. 5. Mesin-mesin yang rusak.

berguna untuk melindungi tangan dari berbagai bahaya yang mungkin. Pelindung hidung dan mulut. Modul OPKR 10 – 016 C 155 . berguna untuk melindungi pernafasan dari bahaya seprti gas-gas berbahaya. Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada. Sarung tangan kain. digunakan pada pekerjaan pelapisan logam. berguna untuk melindungi tangan terhadap bahaya pembakaran api. debu atau material lembut yang berbahaya. Sarung tangan asbes. berguna untuk melindungi hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas berbahaya. berguna untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset pada peremukaan.  Alat pelindung tangan. zat kimia. Alat pelindung badan. Terdapat dua jenis sepatu. misalnya dari percikan api. g. yaitu yang berujung baja dan sepatu karet. dsb. f. 7. berguna untuk melindungi kaki dari bahaya seperti panas. d. misalnya panas. Alat pelindung kaki. e. berguna untuk melindungi tangan dari ketajaman benda-benda atau peralatan bila peralatan itu dipegang atau diangkat. berguna untuk melindungi badan. Berupa: a. api. Alat pelindung hidung. b. Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan yang baik: a. c. agar tangan terhindar dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan. tusukan benda tajam. juga dari material lembut yang berbahaya. Sarung tangan kulit. Sarung tangan karet.

Kalau bentuknya tidak menarik. d. Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim. 8. Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di celana. f. Modul OPKR 10 – 016 C 156 . Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon. paling tidak harus dapat diterima. Sebelum mengadakan pemindahan barang-barang periksa lebih dulu rute jalan yang harus dilalui. masuk di kantong atau terselip di lipatan-lipatan pakaian. Teknik pengangkatan yang aman dan benar : a. Jam tangn dan cincin menambah masalah pada bahan kimia dan panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. misalnya lengan yang terlalu lepas atu ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. Pastikan tidak ada yang dapat mengakibatkan Anda tergelincir. Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain. Overall katun memenuhi semua persyaratan yang disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling luas digunakan sebagai pakaian kerja. c. dan akan menyebabkan kecelakaan jika apara pekerja tetap memakainya. g. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai.b. h. cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai kemungkinan besar menimbulkan bahaya karena mereka itu dapat dimakan mesin. e. Dasi.

g. Ganjal jika perlu. Posisikan satu sudut bawah pertama untuk menghindari jari-jari kaki yang terjepit. Buang pakaian yang terkontaminasi. gunakan teknik penurunan punggung dengan lurus secara benar. Letakkan beban di depan ujung bangku dan geser ke tempatnya. b. Jika alat pendorong digunakan maka periksa bahwa ia cukup kuat dan ditempatkan secara benar untuk menopang beban. Perkirakan berat beban untuk memastikan bagaimana beban harus diangkat dan cari bantuan jika perlu.b. d. Modul OPKR 10 – 016 C 157 . Ketika menempatkan benda ke atas lantai. Periksa letak daerah penempatan beban. Pertolongan pertama yang harus diambil ketika terjadi peristiwa kecelakaan kontaminasi atau luka bakar pada wajah disebabkan oleh asam: a. 9. h. Bersihkan kotoran. lemak atau air yang membuat beban sulit dipegang. i. Gunakan soda bikarbonat atau larutan baking powder ke seluruh daerah yang terbakar. Lakukan posisi pengangkatan yang benar dan pegang beban dengan bagian-bagian yang Anda yakini tidak akan lepas ketika diangkat. geser dengan badan. Gunakan sarung tangan jika perlu apabila benda tersebut dapat pecah atau bergerigi. Periksa beban apakah permukaannya kasar atau licin. Tempatkan beban di atas bangku/permukaan yang rata. e. c. Periksa benda yang berat tidak akan menggelinding/miring. f.

Memeriksa dan melihat pertanda yang diberikan pada alat tersebut masih utuh atau sudah terlepas. Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Nyala Api Kelas A Kayu. Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam Karbon Dioksid Bubuk Kering Nyala Api Kelas C akibat Listrik (juga untuk kelas A dan B) Nyala Api Kelas B dan C Listrik dan cairan yang dapat terbakar. atau dirusak karena alat pemadam sudah dioperasikan. Memeriksa alat ukur yang ada pada bagian atas silinder. Kain. Kertas. 10. Nyala Api akibat bahan bakar cair. Panggil bantuan medis atau atur korban untuk segera mendapatkan pertolongan. jika mungkin empat detik setelah terjadi semprot dia dengan air. b. Dua cara (diantara) untuk mengetahui isi dari alat pemadam kebakaran. Warna alat Pemadam Jenis alat Pemadam Merah Berisi Air 11. dll Biru Busa Nyala Api Kelas B.c. Jika Modul OPKR 10 – 016 C 158 . terpotong. Lebih baik letakkan korban di bawah shower. a. Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. d. Seperti table dibawah ini untuk meyakinkan anda.

perusahaan tambangan mineral dan pabrik cat.pertanda tersebut masih pada tempatnya hal ini menandakan alat pemadam masih berisi penuh. Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan.adalah Karbon dioksid. Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. Kertas terbakar didalam tong sampah adalah air d. b. Nyala api pada mesin adalah karbon Dioksid dan bubuk kering b. Penyebab kecelakaan a. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan.Ban terbakar adalah busa e. d. 16. 15. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian? a. Kebakaran pada panel listrik Karbon Dioksid 14. c. Sumber–sumber pencemar berupa limab timah hitam (Pb) adalah pabrik baterai. c. Membandingkan berat alat pemadam yang anda yakin berisi penuh dengan alat pemadam yang akan diperiksa. Alat Perlindungan diri: Modul OPKR 10 – 016 C 159 . Yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api adalah Menggantikannya dengan alat pemadam yang berisi penuh dan alat pemadam yang telah digunakan segera diisi kembali. 17. Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis.Bubuk Kering dan Busa c. 12.Nyala api pada kain lap oli. 13.

Sarungan tangan lateks 2. Baju pelindung 4.  Logam berat seperti kadmium. Hal ini dilakukan bila korban/penderita tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut. zat warna.1. Tiga unsur penyebab kebakaran   Bahan bakar Panas  Oxigen 20. pabrik kertas dll. Masker penolong 6. Modul OPKR 10 – 016 C 160 . 18. Helm.  Senyawa organic seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakan kulit dan industri cata.pabrik pupuk. cat. baterai. Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu: Pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada. Masker pelindung 5. Kandungan air limbah industri dapat digolongkan menjadi:  Garam anorganik seperti magnesium sulfat dan magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dariindustri pertambangan.  Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. Kacamata pelindung 3. 19. penyepuhan logam dll.

4. 14. 10. 9.URUT NO SOAL 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 SKOR MAKSIMAL 0–2 0–4 0–4 0–2 0–2 0–4 0–4 0–4 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 SKOR YANG DICAPAI NILAI Modul OPKR 10 – 016 C 161 . 13. 5. 6. 12. 2. 8.LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF (PENGETAHUAN) NO. 7. 3. 11.

19.. 18.00 Perhitungan Nilai Akhir Penghetahuan (NAP) menggunakan rumus NAP   Skor yang dicapai x 10  Skor maksimal Modul OPKR 10 – 016 C 162 .NO.URUT NO SOAL SKOR MAKSIMAL 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 50 SKOR YANG DICAPAI NILAI 15. 17. 15 16 17 18 19 20 Jumlah () Batas penguasaan kognitif (pengetahuan) minimal harus mencapai 7. 16. 20.

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN PENILAIAN NO. 2. 3. 2. Persiapan Proses Kerja Waktu Hasil 8 9 TIDAK YA Batas minimal kompotensi harus mencapai minmal nilai 7. ASPEK YANG DINILAI 7 1. 4. Kerjasama Kedisiplinan Kejujuran 8 9 TIDAK YA Modul OPKR 10 – 016 C 163 . 3.00 Nilai Akhir keterampilan (NAK) diambil dari Nilai terendah diantara Nilai yang diperoleh dari setiap aspek yang di nilai LEMBAR NIALI SIKAP ( ATTITUDE ) PENILAIAN NO. ASPEK SIKAP (ATTITUDE) YANG DINILAI 7 1.

5. KRITERIA KELULUSAN Kriteria Kelulusan: 70 s.d. 89 90 s. C. 6.00 Nilai Akhir sikap (Attitude) diambil dari nilai terendah diantara nilai yang diperoleh dari setiap Aspek sikap (Attitude) yang dinilai.4. Tanggung jawab Kemandirian Ketekunan Memecahkan masalah Batas minimal nilai (Attitude) adalah 7.d.d. 79 80 s. 100 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan Modul OPKR 10 – 016 C 164 . 7.

10– 016C ini berarti Anda/Siswa menguasai materi kompetensi “Mengikuti Prosedur Keselamatan. Modul OPKR 10 – 016 C 165 . sukses selalu. dan Anda berhak untuk mengikuti kompetensi berikutnya. Kepada Anda yang dinyatakan lulus. Kesehatan Kerja dan Lingkunan “.BAB. selamat atas keberhasilan Anda dan selamat melanjutkan ke kompetensi berikutnya. Kepada Anda yang ternyata belum lulus jangan putus asa. maka Anda mengulangi modul ini. Akhirnya kami haturkan terima kasih atas kesungguhan Anda mengikuti dan melaksanakan modul ini. Apabila Anda dinyatakan tidak lulus. sebab masih terbuka kesempatan asal Anda berusaha lebih keras lagi. Selamat berjuang. IV PENUTUP Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal pada modul OPKR.

Kurikulum SMK edisi 2004. 1992. Harun Tia Setiawan. Modul OPKR 10 – 016 C 166 .tt. Siklus Air. PPPGT / VEDC. Jakarta. 1997. PT Toyota Astra Motor. Keselamatan kerja dan tatalaksana bengkel. Depdikbud. 2004. Buku Pintar . Basic Mechanic Training. 1997. Jakarta PPPGT / VEDC. Teknik-teknik servis dasar. Iwan Gayo. Malang.DAFTAR PUSTAKA Astra International. Pedoman penyelenggaraan bengkel otomotif. 1995. Astra International. Ima Permana dan Joel Tedjo. 1980. PT toyota Astra Motor. UPAYA WARGA NEGARA Jakarta. Jakarta. Jakarta. PPPG Teknologi Bandung. Depdiknas. Bandung. Depdiknas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful