KODE MODUL OPKR-10-016 C

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

MENGIKUTI PROSEDUR KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

KODE MODUL OPKR-10-016 C

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

MENGIKUTI PROSEDUR KESELAMATAN,KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN
Tim Penyusun: 1. Drs. Iin Solihin 2. Drs. Ridwan 3. Drs. Koentono Tim Fasilitator: 1. Drs. Abdullah 2. Suryana Iskandar

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

Modul PTL OPS 005 (2)

1

KATA PENGANTAR
Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan modul manual. Adapun modul manual terdiri atas bidang-bidang dan program-program keahlian kejuruan yang berkembang di dunia kerja baik instansi maupun perusahaan. Tahun Anggaran 2005 telah dibuat sebanyak 300 modul manual terdiri atas 9 (sembilan) bidang keahlian dan 32 (tiga puluh dua) program keahlian yaitu: Bisnis dan Manajemen (Administrasi Perkantoran dan Akuntansi), Pertanian (Agroindustri pangan dan nonpangan, Budidaya Tanaman, Budidaya Ternak Ruminansia, Pengendalian Mutu), Seni Rupa dan Kriya (Kriya Kayu, Kriya Keramik, Kriya Kulit, Kriya Logam Kriya Tekstil), Tata Busan, Teknik Bangunan (Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Baja dan Alumunium, Teknik Konstruksi Batu Beton, Tekni Industri Kayu), Teknik Elektronika (Teknik Audio Vidio, Teknik Elektronika Industri), Teknik Listrik (Pemanfaatan Energi Listrik, Teknik Distribusi, Teknik Pembangkit Ketenagalistrik-kan), Teknik Mesin (Mekanik Otomotif, Pengecoran Logam, Teknik Bodi Otomotif, Teknik Gambar Mesin, Teknik Pembentukan, Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri, Teknik Pemesinan), Teknologi Informasi dan Komunikasi (Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan), dan program Normatif Bahasa Indonesia. Modul ini disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004 dengan menggunakan Based pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi ini (Competency Training/CBT). Diharapkan modul-modul

digunakan sebagai sumber belajar pokok peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kejuruan khususnya SMK dalam mencapai standar kompetensi kerja yang diharapkan dunia kerja. Penyusunan modul dilakukan oleh para tenaga ahli kejuruan dibidangnya terdiri atas para Guru SMK, para Widyaiswara Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) lingkup Kejuruan dengan para nara sumber dari 2

Modul PTL OPS 005 (2)

Pada kesempatan baik ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada berbagai pihak terutama tim penyusun modul. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dr. dan berbagai sumber referensi yang digunakan baik dari dalam dan luar negri.n. Modul dilakukan melalui beberapa tahap pengerjaan termasuk validasi dan uji coba kepada para peserta Diklat/Siswa di beberapa SMK.berbagai perguruan Tinggi. para praktisi Balai Latihan dan Pengembangan Teknologi (BLPT) dan unsure dunia usaha dan industri (DU/DI). Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua. khususnya peserta Diklat SMK atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK. para nara sumber dan fasilitator. para akademis. menerima masukan-masukan konstruktif dari berbagai pihak khususnya para praktisi dunia usaha dan industri. Joko Sutrisno. dan para psikologis untuk dihasilkannya Sumber Daya Manusia (SDM)tingkat menengah yang handal. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah beserta para penulis dan unsure terlibat. Desember 2005 a. Jakarta. dan pemikiran untuk dihasilkannya modul ini. serta para editor atas dedikasi dan pengorbanan waktu. MM NIP 131415680 Modul PTL OPS 005 (2) 3 . tenaga. Sesuai perkembangan paradigma yang selalu terjadi.

..……………………………………………………… A.... RENCANA BELAJAR SISWA.....…………………………………………………………… A... Uraian materi 1………………………………………………………… c.………………………………………………………………… F. Tujuan kegiatan belajar 2 ………………………………. KEGIATAN BELAJAR ...... Perlengkapan dan Area Kerja...... BAB.... a. B.. Tugas 1 …. E.………………………………………………… B. Uraian materi 2………………………………………………………… Modul PTL OPS 005 (2) 4 ........……………………………….... DESKRIPSI JUDUL ... PERLENGKAPAN PBM………….. DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI…………….………… b... PENDAHULUAN . TUJUAN AKHIR . Kegiatan Belajar 2 :Pemeliharaan Kebersihan. ii iii iv vii vii viii ix X 1 1 1 2 2 2 3 3 4 10 11 11 12 12 13 13 25 25 26 26 27 28 28 28 a. Kegiatan Belajar 1 : Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja.…………………………………………………………………… G. PEMELAJARAN .DAFTAR ISI MODUL Halaman HALAMAN SAMPUL.. KETERANGAN PENCAPAIAN KOMPETENSI……………………. Tes formatif 1 ...………………………………………………......……………………………………………… B.......……………... Kunci jawaban formatif 1 ... PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL..……………………………………………………… 2..………………………………………… g. Rangkuman 1…………………………………………………………… d.………………………………………………………………… A. PRASYARAT....... Petunjuk Bagi Peserta Diklat…………………………………………… 2.……………………………………………………………………………… PETA KEDUDUKAN MODUL........………………………………………………………………… KATA PENGANTAR …………………………………………………………………… DAFTAR ISI.......………………………………… b. Peran Guru …………………………………………………………………… D....……………………………………………………………………… C. KOMPETENSI....……………………………………… 1....………………………………………………………… f.. KEDUDUKAN MODUL……………………………………………………… PERISTILAHAN/GLOSSARIUM ………………………………………………… I... Lembar kerja 1 .....………………………… 1. Tujuan kegiatan belajar 1 ………......II......……………………………………………………………… e...………………………………………………………………… i HALAMAN FRANCIS ..... CEK KEMAMPUAN………………………………………………………………..

Tes formatif 2…. Uraian materi 4 ………………………………………………………. Tes formatif 5 …………………………………………………………. Tujuan kegiatan belajar 3 ………………………………………… b. Kegiatan Belajar 4 : Pertolongan Pertama &Cardio Pulmonary ( CPR). 102 103 C.. SOAL PSIKOMOTOR………………………………………………………. 33 33 33 34 37 37 37 55 55 55 57 60 60 60 79 80 80 80 82 82 82 a. Tugas 5…………………………………………………………………… e. Kunci jawaban formatif 2 ……. Uraian materi 3 ………………………………………………………. Tugas 3…………………………………………………………………… e. Tugas 4…………………………………………………………………… e. Tes formatif 4 …………………………………………………………. Kunci jawaban formatif 5 …………………………………………………… BAB. Kunci jawaban formatif 3 ……. f.PENUTUP ……………………………………………………………………………… 112 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………… 113 Modul PTL OPS 005 (2) 5 . IV.. Rangkuman 3…. Tujuan kegiatan belajar 5 ………………………………………… b. a.c. Rangkuman 4. c.…… a. f.……………………………………………………… d.…………………… 110 111 111 KRITERIA KELULUSAN …………………………………………………………………… BAB.III. EVALUASI …………………………………………………………………. c. Kegiatan Belajar :Perlengkapan Pemadam Kebakaran...………………………………………… 5. Rangkuman 2………. Pencemaran Lingkungan & Kesehatan Manusia………………. 98 c.. Tes formatif 3 ………………………………………………………….…. Tujuan kegiatan belajar 4 ………………………………………… b. LEMBAR PENILAIAN SIKAP (ATTITUDE)………. PERTANYAAN ………………………………………………………………………………… B.. 101 101 A.…… e.…………………………………… 4.………………………………….………………………………………………………… d. Uraian materi 5 ………………………………………………………. LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN………………………………. Rangkuman 5 ……………………………………………………………………… 98 d. 99 99 f.. Tugas 2……………………………………………………………….………………………………………………….… 3.……… d. KUNCI JAWABAN …………………………………………………………………………… 109 LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF(PENGETAHUAN)……………….. Kunci jawaban formatif 4 .…… f.………………………………………….

serta kemungkinan multi entry-multy exit yang dapat diterapakan. OPKR 60-018C OPKR 60-019C OPKR 10-0098 OPKR 10-017C OPKR 10-016C OPKR 10-010C OPKR 60-008C OPKR 10-006C OPKR 60-029A OPKR 10-013C OPKR 10-007C OPKR 60-016C OPKR 60-030A OPKR 60-031A OPKR 60-002C OPKR 60-006C OPKR 60-012C OPKR 60-013C OPKR 60-011 OPKR 60-037A OPKR 60-038A OPKR 60-050A OPKR 60-051A Modul PTL OPS 005 (2) vi .PETA KEDUDUKAN MODUL A. DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga tahun.

Mempersiapkan dan mengecat komponen-komponen plastik. OPKR 10-013C. Mempersiapkan bahan dan peralatan pengecatan. Memilih dan menggunakan hiasan/ Trim perekat. Membersihkan permukaan kaca. vii . Membuat (fabrikasi) komponen fiberglas/ bahan komposit. OPKR 60-018C. OPKR 60-038A. OPKR 60-011C. Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja. OPKR 60-019C. spoiler. pematrian. OPKR 60-037A. menyimpan dan mengganti/memasang panel – panel bodi kendaraan. Melaksanakan pekerjaan sebelum perbaikan. stiker. Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur. OPKR 60-013C. Melaksanakan prosedur masking. Melaksanakan pemasangan anti karat dan peredam suara. Mempersiapkan komponen kendaraan untuk perbaikan pengecatan kecil. OPKR 60-009C. OPKR 10-006C. Melepas. OPKR 10-016C. OPKR 60-002C. Pelaksanaan pengkilatan dan pemolesan. OPKR 60-030A. OPKR 60-050A. OPKR 60-012C. Melaksanakan prosedur pengelasan. bagian – bagian panel dan perangkat tambahannya. OPKR 60-029A. OPKR 60-007C. Memperbaiki komponen fiberglas/bahan komposit. Melepas dan mengganti rangkaian/listrik/unit elektronik.Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi OPKR 10-009B. OPKR 60-031A. Pembacaan dan pemahaman gambar teknik. dan decal/lis. Modul PTL OPS 005 (2) Mempersiapkan permukaan untuk pengecatan ulang Melepas dan mengganti/melepas pelindung moulding. Mengikuti Prosedur Keselamatan. OPKR 60-008C. Pelaksanaan pemeriksaan keamanan/kelayakan kendaraan. pemotongan dengan panas dan pemanasan. OPKR 10-017C. Memperbaiki komponen body menggunakan dempul timah (lead wiping). transfer/gambar hiasan. OPKR 60-006C. Kesehatan Kerja dan Lingkungan. OPKR 10-010C. Memasang perapat komponen kendaraan. OPKR 60-016C.

B.OPKR 60-051A. Kedudukan Modul Modul dengan kode OPKR 10-016C tentang “Mengikuti Prosedur Keselamatan. Melakukan pembersihan setempat permukaan luar/dalam. Kesehatan Kerja dan Lingkungan” ini merupakan modul dasar untuk melaksanakan kompetensi – kompetensi berikutn Modul PTL OPS 005 (2) viii .

MEKANISME PEMELAJARAN Untuk mencapai peguasaan modul ini dilakukan melalui diagram alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Nilai ≥ 7 T Kegiatan Belajar 1 Y Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi T Nilai ≥ 7 Y Modul berikutnya/Uji Kompetensi Modul OPKR 10 – 016 C 9 .

GLOSSRY Safe Safety Unsafe act Unsafe codition Jack stand : aman atau selamat : mutu suatu keadaan aman : tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri : keadaan tidak aman dari lingkungan kerja : alat penyangga yang digunakan untuk pengaman pada saat mendongkrak kendaraan agar seseorang aman bekerja dibawah kendaraan Vacuum cleaner : alat penyedot debu biasa digunakan untu membersihkan debu/kotorab yang tidak terjangku dengan alat kebersihan yang lain Starvation : membuang/mencabut bahan bakar dari api sehingga menjadi padam Smothering : membuang oxygen dari nyala api sehingga menjadi padam Colling Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) LEADS AND CABLE PROTECTION OBEY “ NO SMOKING” SIGN CLEAN UP RUBBISH : menurunkan panas dari nyala api : pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada disebut juga Resusitasi jantung paru (RJP) : Perlindungan kabel dan stop kontak. : mematuhi rambu – rambu “ Dilarang merokok : Bersihkan Sampah Modul OPKR 10 – 016 C 10 .

PUT OILY WASTE IN BIN TAKE CARE WITH INFLAMMABLE LIQUID CLEAN UP DUSTY AREAS EXTINGUISHER SPILLED BURNING OIL MAINTENANCE WORKER NOTING FIRE ESCAPE ROUTE CRAWL THROUGH SMOKE FIELLED ROOM READING FIRE DRILL NOTICE : Buang limbah ditempatnya : Berhati – hatilah dengan cairan yang mudah terbakar : Bersihkan tempat yang berdebu : Alat pemadam api : Tumapah minyak yang terbakar : Memelihara jalan untuk menyelamatkan diri ( pekerja ) apabila terjadi kebakaran : Keluar dari ruangan yang dipenuhi asap. : Membaca pengumuman tentang latihan memadamkan api Modul OPKR 10 – 016 C 11 .

Modul OPKR 10 – 016 C 12 . Radiasi dll 2. 5. yaitu materi–materi pada Mata Diklat: 1. 4. Kimia. PRASYARAT Sebelum menggunakan modul ini peserta pelatihan harus dan menguasai modul sebelumnya. Adapun sub kompetensinya meliputi: 1. Fisika. 2. Untuk mempelajari modul ini dimohon Anda sudah menguasai materi–materi yang diberikan di kelompok Adaptif. 6. Pemeliharaan kebersihan. 3.BAB.kesehatan kerja dan lingkungan. DESKRIPSI Kompetensi yang diharapkan dari modul ini adalah didalam bekerja siswa selalu mengikuti prosedur keselamatan . Menjalankan dasar-dasar prosedur keamanan. Penempatan dan pengidentifikasian jenis pemadam kebakaran. tentang Konduksi.Konveksi. seperti yang bisa Anda lihat di Peta Kedudukkan Modul. Mengikuti prosedur pengendalian limbah. pada tempat kerja untuk pengamanan dan B. tentang Zat – zat kimia yang berbahaya bagi anggota tubuh manusia dll. penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja. Pelaksanaan prosedur darurat. 7. Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk menidentifikasi bahaya dan pencegahannya. perlengkapan dan area kerja. Pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR). Penguasaan sudah dan memahami pencapaian modul ini akan merupakan dasar dan prasyarat untuk melanjutkan kepada kompetensi–kompetensi berikutnya. I PENDAHULUAN A.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang dilaksanakan antara lain: a. Baca dan fahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa dapat bertanya pada guru atau instruktur yang bersangkuatan b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materimateri yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktek perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku 2) Pahami setiap langkah (prosedur praktikum) dengan baik 3) sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta izin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6) Setelah sesuai praktek, kembalikan alat dan bahan ketempat semula. d. Apabila belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang bersangkutan.

2.

Peran Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk: a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar

Modul OPKR 10 – 016 C

13

b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar c. Membantu siswa dalam memahami konsep, praktek baru, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegitan belajar kelompok jika diperlukan. f. Merencanakan seorang ahli atau pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

D. Perlengkapan PBM
Dalam pelaksanaan sistem modul maka beberapa perangkat harus disiapkan dalam menunjang terlaksananya sistem pemelajaran, baik itu dalam konteks pemelajaran teori maupun praktik. Adapun perangkat tersebut dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Perlengkapan Ruang kelas 1. 2. Over Head Projector/OHP Papan tulis/white board 1. 2. 3. 4. 5. 6. Perlengkapan workshop Alat-alat tangan Katrol Dongkrak Kacamata pelindung Pakaian pelindung Alat Pemadam Kebakaran 1. 2. Bahan Mobil Engine Stand

E.

TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan ditempat kerja Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Memelihara kebersihan, perlengkapan dan area kerja Menempatkan pemadam kebakaran Mengetahui jenis-jenis pemadam kebakaran

Modul OPKR 10 – 016 C

14

7. 8. 9.

Menggunakan pemadam kebakaran Menerapkan prosedur darurat Menjalankan dasar-dasar keamanan prosedur prosedur penyelamatan pengamanan dan pertama dan CardioPulmonary Resusciation (CPR)

10. Melaksanakan 11. Menerapkan

pengendalian limbah

ditempat kerja.

Modul OPKR 10 – 016 C

15

KOMPETENSI KOMPETENSI KODE : Mengikuti Prosedur Keselamatan. SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan. Kode praktis industri Peraturan K3L (Keselamatan. 10-016. Sumber–sumber dapat termasuk:  Modul OPKR 10 – 016 C 16 . Kebijakan/prosedur keamanan. perlengkapan CPR. Perlengkapan kebakaran.C A 2 B 1 C D 1 E F G 1 DURASI PEMELAJARAN : 80 jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI 1. Prosedur pertolongan pertama dan CPR (Cardio Pulmonary–Resusciation). Sumber informasi/dokumen dapat termasuk:      KONDISI KERJA     3. Pelaksanaan K3L harus memenuhi:   4. 2. Standar kompetensi ini digunakan untuk:  Jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan dibidang perbengkelan. Spesifikasi pabrik kendaraan. Prosedur evakuasi darurat/kebakaran. Kesehatan Kerja Dan Lingkungan : OPKR. Pengharagaan dibidang industri. Kesehatan Kerja Dan Lingkungan) yang berlaku. Lembaran data keamanan material. Prosedur/kebijakan tanda bahaya. Prosedur/kebijakan kecelakaan. pertolongan pertama.F.

Melaksanakan keputusan dalam komite manajemen K3L. Kegiatan: Kegiatan harus dilaksanakan dibawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:     Pembersihan perlatan/area tempat kerja dengan bantuan mesin atau secara manual. Perlengkapan yang sesuai. perlengkapan dan permesinan. Melakukan simulasi pertolongan pertama dan CPR. Pakaian yang aman 5. Bahan pembersih dan pelumas. Modul OPKR 10 – 016 C 17 . Perlengkapan dan bahan kebersihan.     Pakaian keamanan individual. Laporan/mencatat kecelakaan dan bahaya–bahaya yang potensial.

tempat penerapan spesifikasi pabrik  Seluruh kegiatan penerapan pemadam kebakaran dan PENGETAHUAN  Peraturan K3L yang berlaku  Prosedur keamanan tempat kerja  Persyaratan pemeliharaan perlengkapan dan area kerja  Identifikasi bahaya dan pencegahan dalam tempat kerja  Prosedur pertolongan pertama  Prosedur CPR  Prosedur keamanan dasar  Penggunaan dan penerapan alat pemdam kebakaran KETERAMPILAN  Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja  Memelihara catatan yang berhubungan dengan keamanan  Menggunakan perlengkapan yang benar  Melaporkan dan mengurangi bahaya– bahaya potensial  Memlihara kebersihan mesin perlengkapan dan area kerja  Menempatkan dan mengidentifikasi perlengkapan pemadam kebakaran  Melaksanakan prosedur – prosedur Modul OPKR 10 – 016 C 18 . cair. gas dan kebisingan ditempat kerja  Pemeliharaan kebersihan perlengkapan kerja MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP  Mengenali bahaya pada area kerja dan melakukan tindakan pengontrolan yang tepat  Mengikuti kebijakan yang syah pada tempat dan prosedur pengontrolan resiko  Peralatan dan area kerja dibersihkan atau dipelihara sesuai dengan keamanan. jadwal pemeliharaan berkala.SUB KOMPETENSI 1. Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk mengidentifikasi bahaya dan penghindaranny a KRITERIA KINERJA  Mengenali bahaya pada area kerja dan melakukan tindakan pengontrolan yang tepat  Mengikuti kebijakan yang sah pada tempat kerja dan prosedur pengontrolan resiko  Mematui tanda bahaya dan peringatan  Pemakaian pakaian pengamanan sesuai SI (Standar Internasional)  Penggunaan teknik LINGKUP BELAJAR  Prosedur keselamatan yang meliputi pertolongan pertama dan CPR  Mengikuti prosedur pengamanan dan pengendalian limbah padat.

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA dan pengangkatan pemindahan secara manual yang tepat LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP prosedur kerja diidentifikasi berdasarkan SOP (Staandard Operation Prosedure) peraturan K3L (Keselamatan. Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yang berlaku dan prosedur atau kebijakan perusahaan  Menngikuti kebijakan yang syah pada tempat kerjadan prosedur pengontrolan resiko PENGETAHUAN yang tepat  Prosedur penanganan secara manual  Simbol – simbol bahaya KETERAMPILAN darurat  Melakuakan prosedur–prosedur keamanan dasar dengan keadaan bahaya  Menggunakan teknik penangan secara manual  Memperagakan prosedur pertolongan pertama dan CPR  Syarat keselatan diri  Bertindak sesuai Modul OPKR 10 – 016 C 19 .

SUB KOMPETENSI 2. tempata penerapan dan spesifikasi pabrik LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 20 20 . Pemeliharaan kebersihan perlengkapan dan area kerja KRITERIA KINERJA  Perlengkapan dipilih sebelum melakuakan pembersihan dan perawatan secara rutin  Menggunakan metode yang benar untuk pembersihan dan pemeliharaan perlengkapan  Pperlatan dan area kerja dibersihkan atau dipelihara sesuai dengan keamanan. jadwal pemeliharaan berkala.

penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja KRITERIA KINERJA  Pengidentifikasian pemdaman kebakaaran yang sesuai pada tipe yang tepat untuk lingkungan tempat kerja  Seluruh kegiatan penerapan pemdaman kebakaran dan prosedur kerja diidentifikasikan berdasarkan SOP (Standard Operation Prosedure). Penempatan dan pengiidentifikasian jenis pemadam kebakaran. peraturan K3L (Keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan ) yang berlaku dan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 21 21 .SUB KOMPETENSI 3.

Pelaksanan prosedur darurat  Mengikuti prosedur perlindungan mesin pada saat tanda bahaya muncul  Mengikuti prosedur alarm atau peringatan atau efakuasi ditempat kerja  Mengikuti prosedur gawat darurat secara profesional yang tepat untuk melindungi mesin pada saat keadaan tanda bahaya muncul Modul OPKR 10 – 016 C 22 22 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 4.

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA  Pelayanan darurat yang profesional dan tepat untuk mamanggil pertolongan dengan segera dilakukan oleh orang yang berkuasa untuk melakukan hal tersebut LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 5. Menjalankan dasar – dasar prosedur keamanan  Kebijakan atau prosedur keamanan dijalankan berdasarkan pelatihan perusahaan dan undang – undang yang berlaku  Seluruh keamnan yang Modul OPKR 10 – 016 C 23 23 .

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA berhubungan dengan kejadian dicatat atau dilaporkan pada formulir yang sesuai  Seluruh stap disarankan menggunakan prosedur keamanan perusahaan dan metode yang tepat dalam penerapannya. LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 6. pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan  Seluruh kegiatan pertolongan pertama yang dilakukan dicatat atau dilaporkan berdasarkan SOP (Standard Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR) Modul OPKR 10 – 016 C 24 24 .

gas. cair. dan prosedur atau kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 7. peraturan K3L (Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yang berlaku. dan kebisingan ditempat kerja dikenali dan dilakukan  Seluru kegiatan pengendalian dan pengamanan limbah dan polusi Modul OPKR 10 – 016 C 25 25 . Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk pengamanan dan pengendalian limbah  Tindakan pengamanan terhadap limbah padat.SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA Operation Prosedure).

dan prosedur atau kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 26 26 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA ditempat kerja dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Prosedure). peraturan K3L (Keselamatan. yang berlaku. Kesehatan Kerja dan Lingkungan).

1.G. 4. 3. kesehatan kerja dan lingkungan Mengetahui bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Mengetahui cara menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Memelihara kebersihan perlengkapan dan area kerja Menempatkan pemadam kebakaran Mengetahui jenis-jenis pemadam kebakaran Menggunakan pemadam kebakaran Menerapkan prosedur darurat Menjalankan dasar-dasar keamanan Melaksanakan prosedur penyelamatan pertama dan Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR) Menerapkan prosedur pengamanan dan pengendalian limbah YA TIDAK Modul OPKR 10 – 016 C 27 . 10. 5. No. isilah cek list kemampuan yang telah Anda miliki dengan sikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. 11. 7. CEK KEMAMPUAN Sebelum mempelajari modul ini. 6. PERTANYAAN Mengetahui dan menerapkan prosedur keselamatan. 9. 8. 2.

Rencana Belajar Peserta Diklat Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan.II. BAB. II PEMELAJARAN A. Jenis kegiatan Mengetahui Pengertian K3 Mengetahui Syarat K3 Mengetahui jenis bahaya dan cara menghindarinya Teknik Pengangkatan/ pemindahanSecara manual Menggunakan pakaian dan alat pengaman Menggunakan Perlengkapan pemadam kebakaran Prosedur pada tempat kerja untuk mengindentifikasi bahaya dan penghindarannya Pemeliharaan kebersihan perlengkapan dan area kerja Penempatan dan Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan guru Modul OPKR 10 – 016 C 28 .

penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja Pelaksanaan prosedur darurat Menjalan dasar – dasar prosedur keamanan Pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan cardio pulmonary resuscitation (CPR) Prosedur pada tempat kerja untuk pengamanan dan pengendalian limbah Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan guru Modul OPKR 10 – 016 C 29 .Jenis kegiatan pengindentifikasian jenis pemadam kebakaran.

2) Siswa dapat mengenal bahaya yang terjadi diarea kerja. Tujuan Kegiatan Belajar 1 1) Siswa dapat memahami Pengertian Keselamatan Kerja. baik harta maupun jiwa manusia. keutuhan dan kesempurnaan. 3) Siswa dapat memahami penggunaan pakaian kerja. Uraian Materi 1 UNDANG-UNDANG K3 1) Pengertian Keselamatan Kerja Safe adalah aman atau selamat. kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja atau sedang melakukan pekerjaan disuatu tempat Modul OPKR 10 – 016 C 30 . b. baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya. Kegiatan Belajar Siswa III. Safety menurut kamus adalah mutu suatu keadaan aman atau kebebasan dari bahaya dan kecelakaan. Kecelakaan kerja. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan. Keselamatan kerja atau safety adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman bebas dari kecelakaan Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak disengaja serta tiba-tiba dan menimbulkan kerugian. 4) Siswa dapat menjelaskan Teknik pengangkatan/pemindahan secara manual. dan Kesehatan Kerja Kegiata Belajar 1: Pengertian Keselamatan a.B.

d) Mencegah/mengurangi cacat tetap. konstruksi. alat-alat kerja. i) Memperlancar. instalasi dan lain sebagainya. cahaya. meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi: a) Manusia (pekerja dan masyarakat) b) Benda (alat. hewan dan tumbuhtumbuhan). mesin. mesin-mesin. 3) Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja Menurut Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 pasal 3 syaratsyarat keselamatan kerja ayat 1 bahwa dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk: a) Mencegah dan mengurangi kecelakaan b) Mencegah. udara. alat dan sumbersumber produksi lainnya.2) Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja Dari pemahaman diatas sasaran keselamatan kerja adalah: a) Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. tanah. f) Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya. mengurangi dan memadamkan kebakaran c) Mencegah dan mengurang bahaya peledakan Modul OPKR 10 – 016 C 31 . pemeliharaan bangunan. pemakaian. h) Menjamin tempat kerja yang sehat. e) Mengamankan material. b) Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan. bersih. c) Mencegah/ mengurangi kematian. g) Mencegah pemborosan tenaga kerja. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja. modal. bangunan dll) c) Lingkungan (air.

kelembaban. yaitu: 1) Tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) a) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan.d) Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya e) Memberi pertolongan pada kecelakaan f) Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja g) Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu. perlakuan dan penyimpanan barang. o) Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. b) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. i) Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. debu. l) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang. kotoran. asap. sinar atau radiasi. infeksi dan penularan. namun dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah disebabkan oleh salah satu faktor sebagai berikut. cuaca. j) Memelihara kebersihan. Modul OPKR 10 – 016 C 32 . hembusan angin. baik fisik maupun psikis. p) Menyesuaikan tinggi. tanaman atau barang. keracunan. keselamatan dan ketertiban. binatang. h) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. uap. n) Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. terjadi karena manusia menganggap sebenarnya bahwa setiap kecelakaan kecelakaan musibah. gas. k) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja. m) Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. suara dan gelora. baik secara sendirisendiri atau bersama-sama. PENGENALAN BAHAYA PADA AREA KERJA Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri.

c) Karena tidak mau. ventilasi atau pertukaran udara . d) Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. b) Bilamana sebab-sebab kecelakaan itu dapat kita hilangkan maka kecelakaan dapat dicegah. 2) Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja (unsafe condition) a) Mesin-mesin yang rusak tidak diberi pengamanan. suhu lain-lain). Bagaimana kecelakaan dapat dicegah? Pencegahan kecelakaan adalah suatu usaha untuk tempat kerja. bising atau suara-suara keras. kontruksi kurang aman. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak. b) Karena tidak mampu/tidak bisa. Modul OPKR 10 – 016 C 33 . tata ruang kerja/ kebersihan dan menghindarkan tindakan-tindakan yang tidak aman dari pekerja serta mengusahakan lingkungan kerja yang tidak mengandung factor-faktor yang membahayakan (unsafe condition). b) Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin.c) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. Apakah kecelakaan dapat dicegah? Akhirnya timbul pertanyaan apakah kecelakaan yang merugikan itu dapat dicegah? Pada prinsipnya setiap kecelakaan dapat diusahakan untuk dicegah karena: a) Setiap kecelakaan pasti ada sebabnya. Sebab-sebab seseorang melakukan tindakan tidak aman a) Karena tidak serius/disiplin.

Perlindungan utama terhadap benda. misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki. Sepatu usahakan bersol kuat atau bersol baja yang di tengahnya dapat melindungi dari luka akibat benda tajam dan paku yang menonjol. b) Kenakan sepatu yang sesuai dan rawat baik-baik (dalam kondisi baik). sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis. c) Jaga rambut panjang dengan topi atau penutup kepala yang rapat seperti disarankan dalam peraturan. tetapi diisolasi agar tidak lagi menimbulkan bahaya. misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja. 3) Keselamatan Kerja di Perbengkelan Otomotif. memasang alat-alat kontrol dsb. c) Dikendalikan. Apabila rambut anda Modul OPKR 10 – 016 C 34 . a) Kenakan celana tanpa kantong yang tidak tertutup karena kantong celana dapat menyebabkan kemasukan bunga api atau zat-zat yang merugikan.Bagaimana mengatasi lingkungan lingkungan yang tidak aman? a) Dihilangkan. misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi. sepatu bersol baja di tengahnya melindungi dari kejatuhan benda-benda berat. b) Dieleminir/diisolir. sumber bahaya masih tetap ada. sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya. Untuk mengetahui adanya unsafe condition harus dilakukan pengawasan yang seksama terhadap lingkungan kerja.

yang terdiri atas helm pengaman. Gunakan selalu kain krep atau bahan penutup untuk berbaring karena berhubungan dengan lantai dingin dapat merusak kesehatan. f) Kenakan kaca mata penyelamat ketika menggunakan gerinda atau mesin bubut dan beberapa tugas lainnya agar debu atau material tidak dapat masuk ke mata. Pelajari tujuan masing-masing nomor item atau barang pada tempat latihan yang tersedia. b) Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim. g) Hindari berbaring pada lantai beton atau lantai sejenis ketika bekerja di bawah kendaraan. sarung tangan dan apron. d) Jangan memakai cincin atau jam karena sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. Sehingga dapat menyelamatkan diri dari kemungkinan terluka. PENGGUNAAN PAKAIAN PENGAMAN 1) Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan a) Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada. Beberapa peralatan perlindungan yang tersedia harus dikenakan secara benar pada semua situasi kerja. misal mesin bor. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. e) Gunakan perlengkapan perlindungan pribadi yang sesuai dengan pekerjaan. Modul OPKR 10 – 016 C 35 . respirator. beberapa orang terluka karena itu.panjang dapat dengan mudah tersangkut mesin. terutama dalam waktu yang lama. penutup muka. pelindung telinga.

Jam tangan dan cincin menambah masalah panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. memenuhi disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling banyak digunakan sebagai pakaian kerja. misalnya lengan yang terlalu lepas atau ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai menyebabkan pada bahan kemungkinan kecelakaan kimia dan besar jika menimbulkan para pekerja bahaya tetap karena mereka itu dapat dimakan mesin. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai. c) Baju yang longgar dan tidak berkancing atau t-shirt atau p berdasi. h) Dasi. tertutup rapat. dan akan memakainya. f) Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di g) Overall katun celana. sabuk dapat dengan mudah mengait putaran mesin.c) Kalau bentuknya tidak menarik. d) Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain. 2) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pakaian kerja a) Kenakan pakaian yang tahan terhadap api. masuk di kantong atau semua persyaratan yang terselip di lipatan-lipatan pakaian. paling tidak harus dapat diterima. e) Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon. dan berkancingkan. Modul OPKR 10 – 016 C 36 . b) Kenakan katun atau wol dan sebagainya guna menghindari bahan buatan yang mudah terbakar baik baju atas maupun baju bawah.

kecuali terpaksa benar. Pilihlah pakaian kerja yang kuat dan betul–betul cocok sehingga dalam pakaian pinggang. Sandal dan sejenisnya lebih memungkinkan pemakaianya terluka karena kejatuhan Modul OPKR 10 – 016 C 37 . Adalah berbahaya memakai sandal atau alas kaki yang mudah tergelincir dan karenanya jangan dipakai. Kami anjurkan memakai seragam Mekanik Toyota (Overall) hal–hal yang khusus didisain dengan memperhatikan diatasi. dengan gesper senang Hindari ikat dan kancing yang menonjol yang menyebabkan kerusakan pada kendaraaan pada waktu bekerja.d) Kancing harus ditutupi bahan penutup untuk mencegah kerusakan permukaan ketika bekerja di atas tonggak atau penyangga dan sebagainya. dapat merasa pekerjaan. 2. 3. Jagalah pakaian Anda agar selalu bersih waktu bekerja. PAKAIAN KERJA 1. kulit harus selalu tertutup. Sebagai tindakan keamanan terhadap luka atau terbakar. sebab oli dan kotoran pada pakaian Anda akan mengotori kendaraan SEPATU KERJA Pililah alas kaki yang kuat untuk bekerja.

Modul OPKR 10 – 016 C 38 .benda. Dianjurkan memakai sepatu boot atau sepatu yang mempunyai sol yang tidak licin serta berkulit keras.

3) Alat-alat pelindung anggota badan Badan kita terdiri dari beberapa bagian. sinar yang menyilaukan dan juga dari debu. memungkinkan timbulnya bahaya tersangkutnya sarung tangan pada bagian yang berputar. semuanya itu harus terlindung diwaktu melaksanakan pekerjaan. walaupun tidak ada suatu peraturan khusus yang mengatur cara pemakaiannya untuk pekerjaan pemeliharaan biasa. Terutama pada waktu mengebor dan menggerinda serta pekerjaan di kamar mesin dengan mesin hidup. Mata harus terlindung dari panas. Karena itu dalam hal seperti ini sarung tangan jangan dipakai. Modul OPKR 10 – 016 C 39 . Alat-alat pelindung bagian adalah sbb: a) Alat pelindung mata.SARUNG TANGAN Pada waktu mengangkat benda – benda berat atau memindahkan pipa buang yang panas dan sejenisnya dianjurkan memakai sarung tangan.

hal ini untuk menjaga rambut terlilit oleh putaran bor atau rambut terkena percikan api. Kacamata Las b) Alat pelindung kepala.Gb. Topi atau helm adalah alat pelindung kepala bila bekerja pada bagian yang berputar. Alat Pelindung Kepala c) Alat pelindung telinga Untuk melindungi telinga dari gemuruhnya mesin yang sangat bising juga penahan bising dari letupan-letupan. Gb. Kacamata Debu Listrik Gb. misalnya bor atau waktu sedang mengelas. Modul OPKR 10 – 016 C 40 .

Alat Pelindung Telinga d) Alat pelindung hidung. digunakan untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset.  Sarung tangan karet. Sarung tangan kulit. vercrhoom dsb. digunakan terutama untuk melindungin tangan terhadap bahaya panas. Adalah alat pelindung hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas beracun. seperti vernikel. Sarung tangan asbes. Hal ini untuk mencegah tangan dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan. Alat Pelindung Hidung e) Alat pelindung tangan Alat ini terbuat dari berbagai macam bahan disesuaikan dengan kebutuhannya. Gb. Modul OPKR 10 – 016 C 41 . antara lain:    Sarung tangan kain. digunakan pada waktu pekerjaan pelapisan logam.Gb. digunakan untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam pada saat mengangkat suatu barang.

Lengan baju jangan Modul OPKR 10 – 016 C 42 . g) Plat Besi Pelindung Gb. Macam-macam Sarung Tangan f) Alat pelindung kaki. Terdapat dua jenis sepatu yaitu pengaman yang bentuknya seperti halnya sepatu biasa hanya dibagian ujungnya dilapisi dengan baja dan sepatu karet digunakan untuk menginjak permukaan yang licin. Alat ini terbuat dari kulit sehingga memungkinkan pakaian biasa atau badan terhindar dari percikan api. untuk menghindarkan tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia.Gb. terutama pada waktu menempa dan mengelas. Alat Pelindung Kaki (Sepatu) Dengan Plat Besi Pelindung h) Alat pelindung badan. sehingga pekerja tidak terpeleset dan jatuh.

Alat Pelindung Badan TEKNIK PENGANGKATAN/PEMINDAHAN SECARA MANUAL 1) Cara mengangkat benda Pengikatan beban yang berat akan aman bila diketahui letak garis kerja gaya berat beban yang dimaksud. Gb. sebab lengan baju yang panjang akan melindungi tangan dari sinar api. Modul OPKR 10 – 016 C 43 . Ikatlah beban seimbang pada garis kerja gaya beratnya.digulung. Tali pengikat dengan sambungan yang telah diuji kekuatannya akan menghasilkan keselamatan kerja. Dibawah ini diperlihatkan teknis pemindahan benda yang berat.

2) Cara mengangkat dan memikiul benda a. usahakanlah agar tubuh tetap tegak b. c. Membagi–bagi berat beban sama rata. Waktu mengangkat benda. 3) Mencegah terjadinya kecelakaan Modul OPKR 10 – 016 C 44 . Gunakan alat pemikul seperti penyandang. ambil kulit atau pikulan. d. Biarkan susunan tulang dari tubuh menyokong dan menopang beban.

Modul OPKR 10 – 016 C 45 . Ruang kerja harus bebas dari segala rintangan.Risiko terjadi luka dan kerugian pada kelengkapan untuk mengubah pengangkatan yang sederhana. Penghindaran rintangan adalah tindakan untuk keselamatan tempat. Suatu angkatan hendaknya dimulai dengan kedudukan sipangangkat dalam sikap yang seimbang dengan meletakkan kedua belah kaki agak meregang dan barang yang diangkatnya harus di dekatkan dengan badan. Tulang punggung manusia bukanlah mesin angkat yang efisien dan dapat mudah rusak bila dipergunakan cara–cara yang tidak benar. Yakinlah bahwa barang itu ada pegangan pengamannya. 4) Penuntun cara mengangkat dengan tangan Cara yang benar mengangkat dengan tangan. Sebelum mengangkat punggung harus tegak dan dalam kedudukan sedikit mungkin dengan barang yang diangkat. a. sebelum mengangkat dan melakukan sesuatu dengan tenaga orang pada permulaan pekerjaan harus berhati–hati.

6) Penyangga Penyangga untuk menunjang kendaraan yang sedang diangkat guna pengamanan sewaktu melakukan perbaikan.b. Untuk melengkapi angkatan. mula – mula luruskan kaki. Pada waktu menggunakan alat pengangkat. Untuk mengangkat beban. Modul OPKR 10 – 016 C 46 . luruskanlah badan bagian atas sampai dengan keadaan tegak 5) Pengangkatan dengan dongkrak dan penopang Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. jenis udara tekan. utamakan keamanan kerja karena kesalahan kecil dapat menyebabkan kecelakaan besar. Cara ini untuk menyakinkan bahwa daya angkat kita sedang disalurkan benar – benar melalui urat – urat dan tulang. Ada beberapa jenis dongkrak seperti jenis hidrolis. tergantung pada kapasitas pengangkatannya. c. dongkrak atau penyangga.

serta c. pilihlah tempat-tempat yang kuat.7) Lokasi dongkrak dan penyangga Untuk mencegah agar tempat penempatan dongkrak dan penyangga tidak rusak. Modul OPKR 10 – 016 C 47 . Rangkuman 1) Keselamatan kerja adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkuan kerja yang aman bebas dari kecelakaan. 2) Dalam perusahaan harus menjamin keselamatan pekerjanya yang telah diatur menurut undang-undang kerja ayat 1.

e. Sebutkan sebab-sebab kecelakaan? Untuk memeriksa hasil latihan anda. Test formatif 1. d. cobalah anda mengerjakan latihan dibawah ini dengan demikian anda akan dapat menjelaskan materi ini. Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat diatasi. Hasil latihan anda sebaiknya dibandingkan dengan hasil latihan peserta diklat lain. Tugas Setelah anda mempelajari modul Keselamatan. 5) Teknik Pengangkatan/pemindahan secara manual hendaknya memperhatikan berat benda. Sebutkan 5 alat-alat keselamatan kerja? 4. Diskusikan dalam kelompok untuk hal yang berbeda. Untuk siapakah keselamatan kerja ditujukan.3) Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri. bawalah hal tersebut kedalam pertemuan tutorial. Mengapa pada saat bekerja tidak boleh memakai cincin? Modul OPKR 10 – 016 C 48 . daerah pengangkatan dan alat pengangkatannya. sebutkan? 3.Kesehatan Kerja. Sebutkan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan tindakan tidak amam dari manusia itu sendiri (unsafe act)! 2. manusia menganggap bahwa kecelakaan terjadi karena musibah. Jelaskan pengertian K3? 2. 1. bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. namun sebenarnya setiap kecelakaan disebabkan oleh tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) dan Keadaan tidak aman dari lingkungan (unsafe condition) 4) Penggunaan Pakaian kerja harus mengacu pada keselamatan kerja dan disesuai dengan bidang pekerjaannya. Sebutkan tujuan K3? 3.

g. h) Lingkungan (air. e) Keselamatan ditujukan pada f) Manusia (pekerja dan masyarakat). bangunan dll). b) Alat pelindung tangan. 3. Lembar Kerja CARA MENDONGKRAK KENDARAAN 1) Alat dan Bahan a) 1 unit mobil lengkap Modul OPKR 10 – 016 C 49 . 4. udara. cahaya. Karena memakai cincin sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. hewan dan tumbuhtumbuhan. Kunci jawaban formatif 1. Penyebab kecelakaan: a) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. g) Benda (alat. Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. e) Alat pelindung kaki. Alat Keselamatan kerja terdiri dari: a) Alat pelindung Kepala. d) Alat pelindung badan. 2. b) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. d) Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. Jelskan fungsi dongkrak di bengkel otomotif? f. c) Alat pelindung telinga.5. mesin. tanah. c) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan.

Pengangkatan beban yang terlalu berat oleh seseorang dapat menyebabkan kecelakaan meskipun diangkat dengan cara yang benar.b) 1 unit engine stand c) Dongkrak buaya 2 ton d) Mesin katrol e) Rantai/tali f) Jack Stand g) Kayu untuk pengganjal h) Lap/majun 2) Keselamatan Kerja a) Pengangkatan dapat mengakibatkan kecelakaan jika dilakukan dengan tidak benar. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semulan serta bersihkan tempat kerja! Modul OPKR 10 – 016 C 50 . Perhatikan peraturan tentang beban maksimum yang diijinkan untuk diangkat dan gunakan cara yang aman b) Berhati-hatilah bila mendongkrak mobil pastikan bahwah penempatannya sudah tepat 3) Langkah Kerja a) Persiapkan alat dan bahan praktik pada tempat yang datar dan terang b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan guru/instruktur c) Pelajari cara-cara pengangkatan dengan menggunakan katrol atau dongkrak d) Pasanglah penyangga pada tempat kuat dan aman ikuti petunjuk yang ada di dalam buku pedoman reparasi e) Buatlah catatan – catatan penting kegiatan praktik secara ringkas f) Setelah selesai.

3) Alat Pel berfungsi untuk membersihkan air atau zat cair dari lantai. 4) Vacuum Cleaner berfungsi untuk menyedot debu/kotoran yang tidak dapat dibersih dengan sapu atau kain pel. dan saluran ventilasi udara. baik pada ruangan bengkel ataupun pada kendaraan yang sedang diperbaiki. Modul OPKR 10 – 016 C 51 . 5) Pasir/serbuk kayu berfungsi untuk menyerap tumpahan oli atau minyak pada lantai. Uraian Materi ALAT-ALAT KEBERSIHAN Alat-alat kebersihan yang diperlukan pada bengkel . b.misalnya. Tujuan 1) Siswa memahami cara pemilihan alat-alat.Perlengkapan dan Area Kerja a. karpet. sebelum disapu atau dipel. Sofa.4) Tugas a) Buatlah laporan Praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah Rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan 1! Kegiatan Belajar 2: Pemeliharaan Kebersihan .khususnya bengkel otomotif terdiri dari: 1) Sapu ijuk berfungsi untuk membersihkan lantai berupa kotoran sampah kering atau debu 2) Sapu lidi berfungsi untuk membersihkan halaman bengkel dari sampah-sampak kering. bahan dan perlengkapan kebersihan 2) Siswa memahami pelaksanaan metade kebersihan 3) Siswa memahami cara-cara penyimpanan barang 4) Siswa memahami cara Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja.

alat-alat pembersih dan sabun detergen atau larutan pembersih harus tersedia untuk digunakan oleh para pekerja. Debu dan partikel kotor lainnya dapat terhirup atau mengenai mata yang tidak terlindungi. Peralatan vacum cleaner yang tepat dengan alat untuk menjangkau sudut-sudut yang sempit. hal ini tidak secara luas disadari terhirup paru-paru mengakibatkan kerusakan yang sama. bangku kerja. Menjaga kebersihan lingkungan kerja Metode Pembersihan Banyak orang menggunakan angin dari kompressor untuk menghilangkan debu dari pakaian. Pada saat membersihkan ruangan. pindahkan matrial yang tidak diperlukan ketempat dimana material tersebut dapat dengan mudah dipindahkan ke tempat sampah. Bahaya bahwa dari hampir terhirupnya semua asbestos short fiber fibres (debu rem) dapat dapat menyebabkan kangker paru-paru. Sapu. struktur. almari dan fiting lampu. Hal ini beresiko tinggi dan berbahaya karena dapat menimbulkan ledakan debu. filter debu yang terpelihara dengan baik adalah sesuatu hal yang harus dilakukan pada pekerjaan yang menimbulkan debu. Jangan di sebarkan di atas lantai.Gambar. Modul OPKR 10 – 016 C 52 . sikat untuk membersihkan lantai.

gas yang mudah terbakar atau beracun. zat kimia yang reaktif harus disimpan di dalam bangunan yang terpisah dan harus mematuhi MSDS recommendations. 2) Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. saklar dan panel kontrol. Modul OPKR 10 – 016 C 53 .Tempat penampungan limbah harus dikosongkan secara periodik dan isinya (limbah) dimusnahkan dengan cara yang direkomendasikan/ dianjurkan. Pada beberapa instansi masalah ini dapat diatasi dengan menambah rak-rak peralatan dan material. 5) Jalan keluar/masuk dan jalan/gang kerja harus bebas hambatan 6) Tabung-tabung yang berisi cairan. kesemuanya ini harus lancar/berfungsi baik. IV. Menyimpan barang pada ketinggian yang sesuai 3) Alarm. Penyimpanan Masalah yang biasanya timbul pada hal penyimpanan adalah tidak cukupnya tempat/ruang untuk meletakkan barang-barang. peralatan pertolongan pertama dan fasilitas cuci. Gambar . lampu penerangan. 4) Pemadam kebakaran harus mudah dicapai/didapatkan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan pada sistem penyimpanan barang: 1) Penyimpanan material harus direncanakan terlebih dahulu.

7) Wadah-wadah sesuai. berbahaya jika diangkat dengan tangan. 4) Bersihkan seluruh sisa kotoran yang timbul dari kegiatan pembersihan di atas. Gambar . dengan peralatan penanganan mekanik yang 8) Pipa-pipa. rak. ruji-ruji dan material bulat lainnya harus ditumpuk dalam lapisan-lapisan yang terpisah oleh strip pada ujung-ujungnya atau di dalam rak. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. Sebuah kotak alat pekerja 2) Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. peralatan-peralatan atau mesinmesin. Modul OPKR 10 – 016 C 54 . khususnya plat tipis. 10)Material yang mudah terbakar (seperti kain yang berminyak) tidak boleh ditumpuk dalam tumpukan yang tinggi. Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja Di bawah ini diberikan tiga contoh latihan penataan tempat kerja yang baik: 1) Bagi pekerja yang mengambil kotak peralatan untuk memelihara atau memperbaiki kendaraan. 5) Gunakan peralatan yang cocok. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. V. 3) Bersihkan. cuci. Putuskan dari segala sumber listrik. palet digunakan dimana itu dimungkinkan. barang. harus ditangani secara mekanik. 9) Lembaran baja.

dan bagian tajam lainnya. Gunakan sistem pelabelan jika anda belum terbiasa dengan asembling/perakitan.6) Sebelum membuka tabung. 10)Jangan simpan bagian kendaraan di tempat yang terganggu oleh pergerakan atau jalan masuk. Buang benda-benda yang sudah tidak penting/terpakai Bagi pekerja yang akan bekerja pada bangku kerja Modul OPKR 10 – 016 C 55 . 9) Simpan bagian-bagian yang tak terbungkus dalam suatu form atau urutan. 8) Tempatkan bagian kendaraan yang sudah dilepas ke dalam container. 11)Amankan sudut-sudut tajam . 16)Buang barang yang sudah tidak akan digunakan lagi. 13)Gantikan bagian/parts yang rusak. Gambar . tonjolan tajam. container atau pipa. 12)Gunakan penutup debu jika diperlukan. 14)Setelah merakit ulang lepaskan semua karat dan perbaiki cat kendaraan yang rusak. tanyakan pada diri anda sendiri bagaimana jika benda-benda tersebut berisi cairan? 7) Cairan yang dialirkan dari bak penampung harus dibuang dengan cara yang benar bukan dibuang pada saluran air. 15)Hilangkan penetesan dan kebocoran-kebocoran.

4) Bersihkan kembali peralatan sebelum dikembalikan pada tempat penyimpanannya. cuci permukaan cat disekitar daerah kerja anda kemudian dilanjutkan dengan laci dan almari anda. simpan kembali atau buang barang yang sudah tidak dipakai sementara waktu khususnya zat pembersih. jangan sampai barang/benda kerja anda tercecer di daerah kerja selain daerah kerja anda. zat-zat kimia dan produk-produk bahan bakar. Sebuah tempat kerja yang diatur dengan baik Pada saat anda bekerja. pakaian dan kertas kerja.1) Gunakan rak. Modul OPKR 10 – 016 C 56 . almari dsb dengan gambar wanita. Setiap tiga bulan. Gambar . laci meja dan almari untuk menyimpan peralatan dan pisahkan setiap bagiannya. 3) Bersihkan kembali bangku kerja setiap akhir pekerjaan dan setiap akhir jam kerja. 2) Simpan barang yang sering dipakai sitempat yang dekat dan simpan barang yang berat dalam ketinggian yang sesuai. Hindari menghiasi bangku kerja. dinding.

7) Hilangkan serpihan dari mesin segera dan ambil langkah untuk menhentikan penyebabnya. 3) Lumasi mesin sesuai dengan instruksi buku petunjuk dari pabrik pembuatnya. Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada menunggu bencana terjadi c. Alat-alat kebersihan sangat diperlukan pada setiap tempat untuk menjaga kondisi tempat kerja bebas dari debu. 2) Bersihkan kembali permukaan tempat kerja pada saat selesai tiaptiap pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. 8) Kembalikan seluruh alat ke tempat masing-masing pada setiap akhir pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. 5) Cuci permukaan mesin yang dicat setiap tiga bulan. laci.kotoran dan minyak. Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. Simpan alat yang sering digunakan di tempat yang dekat dan benda/alat yang berat pada ketinggian yang sesuai. 9) Rawat dan perbaiki mesin pada saat diperlukan. Rangkuman 1.Bagi pekerja yang sedang mengerjakan mesin-mesin (Mesin pengangkat. Modul OPKR 10 – 016 C 57 . 4) Bersihkan mesin setiap seminggu sekali. mesin bubut dll) 1) Gunakan rak-rak. Metode penyimpanan hendaknya material harus direncanakan terlebih dahulu. dan almari untuk menyimpan alat-alat dan setiap alat mempunyai tempat sendiri-sendiri. 6) Lakukan tindakan anti karat pada akhir pekan dan hari libur dan hilangkan segera jika timbul karat. 2.

dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. 4.perlengkapan dan area Kerja ini cobalah anda melakukan kegiatan Pembersih dan penataan ruang praktek. Sebutkan 5 faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan suatu sistem penyimpanan! 3. Sebutkan 4 contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja dengan mesin (alat pengangkat. Deskripsikan alasan mengapa angin kompressor tidak boleh digunakan sebagai suatu metode pembersihan! 2.3. d. 5. dll)! Modul OPKR 10 – 016 C 58 . Sebutkan 3 contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja di bangku kerja! 5. Gunakan peralatan yang cocok. Test Formatif 1. mesin bubut. Sebutkan 5 contoh pelatihan penataan tempatkerja untuk pekerja yang sedang menggunakan kotak alat untuk memperbaiki kendaraan/mesin-mesin yang lain! 4. setelah selasai mintalah Pendapat atau saran pada instruktur tentang hasil kerja anda! e. cuci. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. Putuskan dari segala sumber listrik. 6. Tugas Setelah mempelajari Modul Pemeliharaan Kebersihan . Bersihkan seluruh sisa kotoran yang timbul dari kegiatan pembersihan di atas. Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. Bersihkan.

Kunci Jawaban formatif 1. Faktor. harus ditangani secara mekanik.f. Jalan keluar/masuk dan jalan/gang kerja harus bebas hambatan  Tabung-tabung yang berisi cairan.  Pipa-pipa. Deskripsi alasan mengapa angin kompressor tidak bolehdigunakan sebagai suatu metode pembersihan Hal tersebut dapat menimbulkan ledakan/hamburan debu. lampu penerangan.  Wadah-wadah barang.  Material yang mudah terbakar (seperti kain yang berminyak) tidak boleh ditumpuk dalam tumpukan yang tinggi.   Pemadam kebakaran harus mudah dicapai/didapatkan. khususnya plat tipis. Modul OPKR 10 – 016 C 59 . kesemuanya ini harus lancar/berfungsi baik. 2. dengan peralatan penanganan mekanik yang sesuai.  Lembaran baja. gas yang mudah terbakar atau beracun. ruji-ruji dan material bulat lainnya harus ditumpuk dalam lapisan-lapisan yang terpisah oleh strip pada ujungujungnya atau di dalam rak. sehingga dapat terhirup atau mengenai mata. zat kimia yang reaktif harus disimpan di dalam bangunan yang terpisah dan harus mematuhi MSDS recommendations. Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai.  Alarm. peralatan pertolongan pertama dan fasilitas cuci. berbahaya jika diangkat dengan tangan. palet digunakan dimana itu dimungkinkan. saklar dan panel kontrol. rak.faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan suatu sistem penyimpanan adalah:   Penyimpanan material harus direncanakan terlebih dahulu.

container atau pipa. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. hilangkan karat dan bersihkan/perbaiki cat yang rusak  Setelah merakit ulang lepaskan semua karat dan perbaiki cat kendaraan yang rusak. tanyakan pada diri anda sendiri bagaimana jika benda-benda tersebut berisi cairan?  Cairan yang dialirkan dari bak penampung harus dibuang dengan cara yang benar bukan dibuang pada saluran air.  Jangan simpan bagian kendaraan di tempat yang terganggu oleh pergerakan atau jalan masuk.  Bersihkan seluruh sisa kotoran yangtimbul dari kegiatan pembersihan di atas.  Simpan bagian-bagian yang tak terbungkus dalam suatu form atau urutan.  Bersihkan. Modul OPKR 10 – 016 C 60 .  Sebelum membuka tabung. Gunakan sistem pelabelan jika anda belum terbiasa dengan asembling/perakitan.  Tempatkan bagian kendaraan yang sudah dilepas ke dalam container.  Gunakan penutup debu jika diperlukan. Putuskan dari segala sumber listrik. cuci.  Setelah merakit ulang. dan bagian tajam lainnya.  Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan.  Amankan sudut-sudut tajam .  Gantikan bagian/parts yang rusak.  Gunakan peralatan yang cocok. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran.3) Contoh-contoh pelatihan penataan tempatkerja untuk pekerja yang sedang menggunakan kotak alat untuk memperbaiki kendaraan/mesin-mesin yang lain. tonjolan tajam.

dinding.  Bersihkan kembali permukaan tempat kerja pada saat selesai tiap-tiap pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. zat-zat kimia dan produk-produk bahan bakar. laci. Contoh-contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja di bangku kerja:  Gunakan rak. almari dsb dengan gambar wanita. dll). Simpan alat yang sering digunakan di tempat yang dekat dan benda/alat yang berat pada ketinggian yang sesuai.  Gunakan rak-rak. mesin bubut.  Bersihkan kembali bangku kerja setiap akhir pekerjaan dan setiap akhir jam kerja.  Hindari menghiasi bangku kerja . simpan kembali atau buang barang yang sudah tidak dipakai sementara waktu khususnya zat pembersih. 5. Tampung di bak sampah barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi.contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja dengan mesin (alat pengangkat. dan almari untuk menyimpan alat-alat dan setiap alat mempunyai tempat sendiri-sendiri.  Setiap tiga bulan. Simpan barang yang sering dipakai sitempat yang dekat dan simpan barang yang berat dalam ketinggian yang sesuai. laci meja dan almari untuk menyimpan peralatan dan pisahkan setiap bagiannya. pakaian dan kertas kerja.  Pada saat anda bekerja. jangan sampai barang/benda kerja anda tercecer di daerah kerja selain daerah kerja anda.  Bersihkan kembali peralatan sebelum dikembalikan pada tempat penyimpanannya. cuci permukaan cat disekitar daerah kerja anda kemudian dilanjutkan dengan laci dan almari anda. 4. Modul OPKR 10 – 016 C 61 . Contoh.

Uraian Materi Sifat api Bahan bakar.  Rawat dan perbaiki mesin pada saat diperlukan. Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada menunggu bencana terjadi. Lumasi mesin sesuai dengan instruksi buku petunjuk dari pabrik pembuatnya.  Kembalikan seluruh alat ke tempat masing-masing pada setiap akhir pekerjaan atau setiap akhir jam kerja.  Hilangkan serpihan dari mesin segera dan ambil langkah untuk menhentikan penyebabnya.  Bersihkan mesin setiap seminggu sekali. Kegiatan Belajar 3: Perlengkapan Pemadam Kebakaran a.  Cuci permukaan mesin yang dicat setiap tiga bulan. Modul OPKR 10 – 016 C 62 .  Lakukan tindakan anti karat pada akhir pekan dan hari libur dan hilangkan segera jika timbul karat. VI. Tujuan 1) Siswa dapat memahami sifat-sifat api 2) Siswa dapat melakukan pencegahan terjadinya api 3) Siswa dapat memahami klasifikasi api 4) Siswa dapat memahami jenis-jenis alat pemadam kebakaran 5) Siswa dapat memahami prosedur dan metode penggunaan alat pemadam kebakaran b. panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api.

2) Menyimpan bahan bakar dan bahan yang dapat terbakar dengan hati-hati. percikan bunga api. pipa panas dan perlengkapan. Modul OPKR 10 – 016 C 63 . tidak akan terjadi api.Gambar 1. baik padat. gesekan. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara: 1) Menghilangkan bahan bakar yang tidak diinginkan seperti sampah dan limbah. Mencegah api Tanpa bahan bakar. Panas dapat berasal dari nyala api. cair maupun gas. puntung rokok. Oksigen umumnya berasal dari udara dan juga sebagian dari reaksi kimia. Bahan bakar adalah bahan yang dapat terbakar. Bahan yang mudah terbakar adalah setiap benda yang mudah menyala dan terbakar dengan cepat. sumber listrik.

tidak akan terjadi api. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara: 1) Berhati-hati bila bekerja dengan panas. Memadamkan api yang tidak diinginkan dengan cara mendinginkan bahan bakar yang sedang terbakar untuk menghilangkan panas. Gambar 3.Gambar 2. 2) Menghilangkan sumber panas yang tidak diinginkan. Tanpa panas. Modul OPKR 10 – 016 C 64 .

2) Rawat alat. kabel-kabel. kabel extensi dan stop kontaknya tetap dalam keadaan baik. Jagalah selalu semua kemungkinan munculnya sumber panas. Memadamkan api yang tidak diinginkan dengan menutupnya sehingga tidak berhubungan dengan oksigen. Api tidak dapat muncul tanpa panas.Tanpa oksigen tidak akan terjadi api. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara menjauhkan bahan bakar yang terbakar agar tidak berhubungan dengan oksigen. 1) Berhati-hati dengan listrik. Gambar 4. Modul OPKR 10 – 016 C 65 .

4) Jangan membebani kabel berlebihan. insulator yang rusak dapat menimbulkan busur api. 3) Gunakan stop kontak yang telah diakui. jangan berimprovisasi.Gambar 5. Berhati-hatilah saat memanaskan atau mengelas. Modul OPKR 10 – 016 C 66 . Gambar 6 6) Jangan menggunakan api (sebagai penerangan) tanpa perlindungan yang cukup agar api tersebut tidak menyambar bahan-bahan yang dapat terbakar. 5) Jangan menginjak atau menggilas dengan troli kabel listrik fleksibel.

obor gas dan peralatan potong oksigen. panas dapat muncul karena reaksi kimia. Singkirkan bahan-bahan yang mudah terbakar saat menggunakan lampu semprot (blow lamp).a. Singkirkan bahan yang dapat terbakar dari peralatan pemanas. Gambar 7 Pada sebagian benda seperti kain lap yang berminyak. e. h. Periksa percikan api dari busur pemotong dan pengelasan tidak jatuh pada bahan yang dapat terbakar. 1) Kosongkan tempat sampah setiap hari. knalpot engine. Tempatkan pemanas sedemikian rupa sehingga tidak terbalik. b. kain terpal dan bahan yang dapat terbakar lainnya. d. dan perlengkapan panas lainnya. c. Buang puntung rokok pada tempat yang aman. bahan bakar yang panas. Gunakan hanya pemanas yang disarankan. Jangan merokok di area yang dapat menimbulkan kebakaran. Jauhkan pemanas dari sekat kayu. Patuhi tanda “dilarang merokok”. f. g. pembakaran yang tiba—tiba dapat menyebabkan kebakaran di tumpukan lap tersebut. Sebagai contoh. Modul OPKR 10 – 016 C 67 . i.

2) Jangan menyimpan timbunan kain yang berminyak di dalam locker. Api tidak dapat menyala tanpa panas. Hilangkan semua bahanterbakar yang tidak diperlukan sesegera

bahan yang dapat mungkin.

1) Bersihkan tempat kerja anda secara teratur.

Gambar 8

2) Buang kotoran dan limbah pada wadah yang benar. 3) Buang kain lap yang berminyak dan berlemak ke dalam tempat sampah yang dilengkapi dengan tutup dan seal perapat.

Gambar 9.

Hati-hati dengan gas yang mudah terbakar (seperti asetilin, LPG, dll.) dan cairan yang mudah terbakar (seperti, bensin, minyak tanah, cairan pembersih, solvent, tiner, dll.) Gas dan cairan yang
Modul OPKR 10 – 016 C

68

mudah terbakar sebaiknya disimpan pada area yang terisolasi dan jauh dari sumber panas.

Gambar 10.

1) Rawat semua pipa gas, katup-katup dan perlengkapan tetap dalam kondisi baik. 2) Gunakan hanya alat tangan yang tidak dapat menimbulkan percikan bunga api untuk membuka wadah cairan yang dapat terbakar. 3) Bila cairan yang dapat terbakar diperlukan, gunakan sesedikit mungkin. Simpan cairan yang dapat terbakar pada wadah logam yang tertutup. 4) Jangan merokok saat menggunakan cairan yang dapat terbakar. 5) Bersihkan setiap tumpahan cairan yang dapat terbakar pada pakaian anda, hindarkan dari sumber panas dan segera informasikan kepada supervisor anda. 6) Jangan gunakan bensin, minyak tanah atau spiritus untuk menyalakan api. Hindarkan debu yang berbahaya. Mungkin beberapa jenis debu sangat mudah terbakar dan dapat meledak saat bercampur dengan udara.

Modul OPKR 10 – 016 C

69

1) Bersihkan area yang berdebu sebelum mengelas atau bekerja dengan peralatan listrik. 2) Hati-hati saat bekerja di dekat perangkat penyedot debu. 3) Jaga tutup kotak debu tetap tertutup dengan rapat. 4) Jaga stop kontak lampu bebas dari debu.

Gambar 11.

Klasifikasi api Api kelas A. Api kelas A adalah yang paling umum, yang bersumber dari kayu, pakaian, kertas dan bahan-bahan paking.

Gambar 12.

Modul OPKR 10 – 016 C

70

Air biasanya tepat untuk mendinginkan bahan sampai pada titik dimana dia tidak dapat menyala lagi dan merembes jauh ke dalam sumber api. 1) Pemadam kebakaran jenis air juga sangat baik untuk mematikan api kelas A. Modul OPKR 10 – 016 C 71 . Air dari ember. Gambar 13. Gambar 14.Mendinginkan bahan yang sedang terbakar adalah cara yang paling efektif untuk mematikan api kelas A. atau dari selang adalah cara yang terbaik untuk mematikan api kelas A.

lilin. lemak. cat. thinner dan solvent. Pemadam api dari bahan kimia berupa tepung kering dan gas karbon dioksida (CO2) sangat baik untuk memadamkan api kelas B. Gambar 15. air dapat menyebarkan cairan yang sedang terbakar. minyak tanah.2) Pemadam kebakaran jenis busa juga dapat digunakan. Modul OPKR 10 – 016 C 72 . Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api kelas B. Pemadam kebakaran jenis lain akan mematikan api kelas A yang kecil tetapi tidak seefektif air. oli. Peringatan: Jangan sekali-kali menggunakan air untuk memadamkan api kelas B. grease. Catatan: Pemadam kebakaran jenis yang dibalik secara bertahap digantikan oleh jenis air-udara di sejumlah negara bagian. Api kelas B Api kelas B adalah berasal dari cairan yang mudah terbakar seperti bensin.

saklar.Gambar 16. Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api kelas C. kawat. dan peralatan elektronik. Gambar 17. Pemadam api busa sangat baik untuk memadamkan cairan yang terbakar di dalam wadah dimana cairan kelihatannya cukup panas untuk terbakar sendiri bila berhubungan dengan oksigen. VII. Api kelas C VIII. generator. Modul OPKR 10 – 016 C 73 . motor. kabel. Api kelas C berasal dari peralatan listrik seperti dudukan lampu.

Gambar 19. IX.Gambar 18. Peringatan Bahan pemadam kebakaran harus bukan penghantar listrik untuk menghindari kejutan atau kerusakan peralatan. Modul OPKR 10 – 016 C 74 . matikan semua peralatan listrik yang sedang terbakar. Bila anda dapat melakukannya dengan sangat hati-hati. Jangan sekali-kali menggunakan pemadam kebakaran dengan bahan air atau busa untuk mematikan api kelas C.

juga dijelaskan untuk Gambar 20. Ada 4 jenis alat pemadam kebakaran dengan beberapa perbedaan pada masing-masing jenisnya. Label ini memberikan rincian bagaimana menggunakan pemadam api. 4) Pemadam kebakaran yang berisi air Modul OPKR 10 – 016 C 75 . Selalu baca plat instruksi sebelum anda menggunakan pemadam api.Alat-alat Pemadam Kebakaran: Alat pemadam api portable Pemadam api portable biasanya ditempatkan pada tempat yang aman. Pada bagian sisi alat pemadam biasanya dilengkapi dengan api jenis apa digunakan. label instruksi.

Digunakan sesuai petunjuknya. Gambar 22. Jenis pemadam bertekanan udara diaktifkan dengan alat picu dan dapat dihentikan setiap saat dengan cara melepas pemicu. Jenis pemadam bertekanan gas berkerja sampai kosong. Pemadam ini dicat merah.Ketiga pemadam kebakaran jenis berisi air hanya cocok untuk memadamkan api kelas A. 5) Pemadam Kebakaran Karbon Dioksida (CO2) Modul OPKR 10 – 016 C 76 . Gambar 21. Rentang semprotannya berkisar 10m.

pemicu atau katup. Ukuran kecil mempunyai kemampuan semprot sampai 1. Pemadam kebakaran CO2 sangat berguna dimana pencemaran oleh endapan tidak diharapkan ditempat kerja dan penembusan area sangat penting. Semprotan utama sangat dingin. Yang dikosongkan adalah karbon diosida cair yang dengan cepat dapat berubah menjadi gas. Contohnya adalah: Modul OPKR 10 – 016 C 77 . Menkanisme pengoperasiannya harus terbuka penuh untuk mencegah agar nozel tidak membeku. Jenis ini paling sesuai untuk memadamkan api kelas B dan kelas C. Pemadam ini harus mempunyai nozel penyembur agar dapat digunakan secara efektif dan aman. Operasikan sesuai petunjuk. Gambar 23. Alat ini bias juga dilengkapi dengan plunyer. cairan ini mempunyai tekanan yang sangat tinggi. tuas.2m dan yang berukuran besar mempunyai kemampuan sam pai 3m.Alat ini diisi deengan karbon dioksida. Jenis ini dicat warna merah dengan garis/pita hitam.

Prosedur penggunaan. a) Gunakan sedekat mungkin dengan sumber api. Segera bersihkan tempat setelah digunakan. Peringatan: Berada dalam waktu tertentu dalam ruang tertutup yang berisi Karbon dioksida dapat menyebabkan sesak bahkan mati lemas. Berhubungan dengan api kecil pada cairan yang dapat terbakar. d) Secara perlahan bergerak ke bagian depan samapi api mati. Buka semua jendela dan pintu untuk membersihkan ruangan dari gas karbondioksida. c) Gerak-gerakkan nozel dari kiri ke kanan. Gambar 24.a) b) Berhubungan dengan kebakaran peralatan elektronik dan laboratorium. Modul OPKR 10 – 016 C 78 . lepas melalui kedua permukaan vertical dan horizontal. b) Pertama arahkan semprotan ke bagian belakang sumber api.

Selimut busanya akan tetap berada pada tempatnya cukup lama untuk mendinginkan bahan yang terbakar sehingga temperaturnya tidak cukup untuk dapat terbakar sendiri. Busa digunakan untuk membentuk selimut untuk menutupi dan memadam api. Gambar 25. Busa kurang efektif pada tumpahan yang menyebar. Tabung alat ini dicat dengan warna BIRU.6) Pemadam Kebakaran Busa Variasi mekanisme dan bahan kimia yang digunakan pada pemadam kebakaran busa cocok digunakan untuk memadamkan api kelas B dan terbatas pada api kelas A. Pemadam kebakaran jenis busa adalah yang paling efektif untuk memadamkan api dari bahan bakar cair yang berada dalam wadah diaman bahan ini cukup panas untuk dapat terbakar sendiri bila bersinggungan dengan oksigen. Operasikan sesuai petunjuk. Modul OPKR 10 – 016 C 79 . Jarak semprotnya berkisar 6m. Jenis ini biasa jadi tidak efektif cairan yang terbakar seperti alcohol.

Operasikan berdasarkan petunjuk pemakaian. arahkan semprotan pemadam ke bagian sisi wadah di atas cairan. atau dengan tekanan udara. Modul OPKR 10 – 016 C 80 . Gambar 26. Hal ini akan menyebabkan busa mengalir ke bawah an menyebar di atas permukaan cairan.Untuk memadamkan cairan yang sedang terbakar. dan yang berukuran besar samapai 6 meter. 7) Pemadam Kebakaran Tepung Kering Pemadam ini diisi dengan bahan kimia berbentuk tepung kering yang diinjeksikan dengan tekanan gas. Rentang semprotan yang berukuran kecil samapi 3m. Tabung pemadam ini dicat warna MERAH dengan lingkaran PUTIH. Alat ini mempunyai nozel beebentuk kipas. Jenis ini sesuai untuk memadamkan api kelas B dan C.

Pemadam kebakaran bentuk kecil sebaiknya tidak digunakan untuk memadamkan api yang besar dan dalam Modul OPKR 10 – 016 C 81 . Kabut bahan kimia kering ini cenderung melindungi orang yang memadamkan api dari panas. Pemadam jenis ini yang berukuran kecil denngan gagang berbentuk pistol dapat dibawa masuk dengan cepat. khususnya pada tumpahan yang mengalir bebas. Semprotkan tepung ke bagian dasar api dan tutupi apinya dengan menggerakan nozel ke kanan dan ke kiri. Hal ini dan dapat digunakan membuat alat ini efektif memadamkan semua jenis api yang muncul tiba-tiba dan juga untuk api kecil yang sulit dijangkau. Tepung kering adalah pemadam api yang paling efektif untuk memadamkan cairan yang terbakar pada area yang luas.Gambar 27 Pemadam kebakaran jenis tepung kering mempunyai reaksi pemadaman yang sangat cepat.

Gambar 28. alarm kebakaran. Gambar 29. Menyelamatkan diri dari Api Anda harus tanggap kalau sedang terjadi kebakaran dan harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada . yang berganti lokasi kerja secara teratur mengetahui bagaimana 82 Modul OPKR 10 – 016 C . Adalah sangat penting bila pekerja perawatan. telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda. dan yang lainnya. Pelajari lokasi terjadinya kebakaran.

7. Selalulah berada diantara api dan jalan keluar. 2. Tutuplah pintu-pintu di belakang anda untuk mencegah aliran udara menghembus api. putuskan apakah anda dapat membantu memadamkan api. Jika anda memutuskan untuk memadamkan api.menyelamatkan diri dari kebakaran di setiap tempat kerja mereka. 4. Pada saat anda meninggalkan tempat tersebut. Tinggalkan tempat kebakaran sesegera mungkin bila: 1. 3. 6. keluarlah segera. Di dalam area yang penuh asap. Modul OPKR 10 – 016 C 83 . Api yang timbul sudah tidak dapat dikontrol lagi. tetap pada posisi rendah dan merangkak untuk menghindarkan mulut dan hidung sedekat mungkin dengan lantai Gambar 30. Berhati-hatilah terhadap asap dan gas-gas yang ditimbulkan api. Ketika terjadi kebakaran. Api telah menguasai jalan ke luar. pertama periksa apakah ada tempat yang lowong dan aman untuk jalan ke luar. Asap telah mengaburkan atau menggelapkan jalan ke luar. Jika tidak. 5. buka setiap pintu dengan hati-hati untuk mencegah asap atau nyala api menyerbu masuk ruangan.

Pelajari tempat semua alarm pemadam kebakaran.8. Modul OPKR 10 – 016 C 84 . Saat meninggalkan bangunan. Anda harus tahu apa yang harus diperbaat bila terjadi kebakaran: 1. tutuplah pintu di belakang anda. Jangan sekali-kali memasuki bangunan yang sedang terbakar. Selalu siap memadamkan api. 6. 2. 5. Ketahui tempat semua peralatan pemadam kebakaran. 9. Gambar 31. 4. 10. Walau dalam keadaan bagaimanapun juga jangan pernah mundur atau berhenti. Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti langkah pemadaman api dengan pasti. Pahamilah semua peralatan pemadam kebakaran yang ada di tempat kerja anda. 3. Pelajari fungsi semua peralatan pemadam kebakaran. Menghindarkan peralatan pemadam kebakaran dari penghalang agar mudah dijangkau.

sekali-kali mengembalikan pemadam api yang telah digunakan ke tempat semula. Jaga akses ke tangga dan perancah mudah dijangkau dimana tangga belum dibangun. Menjaga pintu penyelamatan diri memberikan akses ke tangaga tertutup. Pastikan setiap pemadam api yang telah dipakai segera diganti dengan yang baru Memadamkan Api/Kebakaran. tetapi tidak terkunci. 10. Jaga agar rute penyelamatan diri bebas dari hambatan. 2. 3. mengurangi bahaya dan meminimalisasi kerusakan. 8. 7. 1.Gambar 32. tindakan yang tepat memberikan peluang dapat memadamkan api dengan cepat. Bila terjadi kebakaran. 9. Jangan ulang. Tempatkan pemadam api yang sesuai sehingga mudah dijangkau saat menggunakan peralatan yang dapat meningkatkan bahaya kebakaran. Pelajari setiap lokasi penyelamatan diri. Hindarkan pemadam kebakaran dari panas yang tinggi atau yang dingin sekali. Beri label dan kembalikan untuk diisi Modul OPKR 10 – 016 C 85 .

Peringatkan setiap orang agar segera keluar. Hidupkan segera alarm. Gambar 33. 3. Arahkan corong ke pangkal api dan lakukan pemadaman seperti gerakan menyapu. 2. lepasakan pipa dari klip. Beritahu regu pemadam kebakaran. Pijitlah penagtup. Jika anda menemukan kebakaran. Lepaskan kunci pengaman. ingat 6 langkah kesalamatan berikut: 1. Peganglah alat pemadam api dalam keadaan tegak tegak. Gambar 34. Modul OPKR 10 – 016 C 86 . 3. 2.Cara Mengguakan Alat Pemadam Api 1.

Gambar 35. Gambar 37 6. Jangan masuk kembali ke gedung yang sedang terbakar Modul OPKR 10 – 016 C 87 . Bila dipandang perlu segera keluar. 5. Gambar 36 . Padamkan api dengan peralatan yang tersedia. 4.

3. cobalah mendinginkan peralatan yang ada di sekitarnya. jangan coba-coba mematikan nyala api.Gambar 38 Ke 6 langkah keselamatan tersebut penting karena hal-hal berikut: 1. Modul OPKR 10 – 016 C 88 . Seseorang menunda. Api yang masih kecil dapat dengan mudah ditanggulangi dengan peralatan yang tepat. Penting bagi regu pemadam kebakaran tiba saat api masih kecil sehigga mudah dikendalikan daripada datang setelah api menjadi besar sehingga sulit ditanggulangi. 6. Begitu api menjadi besar. dan anda tidak dapat mematikan saluran gas. 4. Beberapa menit pertama setelah api mulai menyala adalah penting segera ditanggulangi. 5. atau memungkinkan. Asap dan gas di dalam bangunan sangat berbahaya. 2. Bila perlu. Selebihnya biar ditangani oleh ahlinya. walaupun mengawasi regu pemadam kebakaran dapat mengarahkan mereka langsung ke tmpat kebakaran tanpa harus sumber api dan panasnya jauh. 7. 8. penundaan dalam mengevakuasi bangunan dapat meregut nyawa seseorang. Bila kebakaran terjadi pada saluran gas yang bocor.

mengurangi bahaya dan meminimalisasi kerusakan.c. d. Starvation b. setelah selasai mintalah Pendapat atau saran pada instruktur tentang hasil kerja anda! e. alarm kebakaran. panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api. Tugas Setelah mempelajari Modul PERLENGKAPAN PEMADAM KEBAKARAN ini buatlah Tabel warna alat pemadam kebakaran dan penggunaannya. telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda. Test Formatif 1) Tuliskan tiga unsur penyebab kebakaran 2) Apa yang terjadi apabila salah satu unsur tersebut dihilangkan? 3) Jelaskan pengertian hal berikut dihubungkan dengan pemadaman nyala api? a. Pelajari lokasi terjadinya kebakaran. Smothering c. Bila terjadi kebakaran. Tempatkan dijangkau 5) pemadam saat api yang sesuai sehingga yang mudah dapat menggunakan peralatan meningkatkan bahaya kebakaran. Anda harus tanggap kalau sedang terjadi kebakaran dan harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada . Rangkuman 1) 2) 3) 4) Bahan bakar. tindakan yang tepat memberikan peluang dapat memadamkan api dengan cepat. Cooling 4) Bagaimana air dapat memadamkan nyala api? Modul OPKR 10 – 016 C 89 .

Nyala api pada mesin b. Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Warna alat pemadam Merah Biru Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam Jenis alat pemadam 12) Tuliskan dua cara untuk mengetahui isi alat pemadam kebakaran 13) Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api ? 14) Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian berikut ini? a. Isilah table dibawah ini untuk meyakinkan anda. c. Nyala api pada kain lap oli. Kertas terbakar didalam tong sampah Modul OPKR 10 – 016 C 90 .5) Bagaimana bubuk kimia memadamkan nyala api? 6) Bagaimana karbon dioksid memadamkan nyala api? 7) Bagaimana jenis busa dapat memadamkan nyala api? 8) Mengapa air atau busa tidak sesuai untuk memadamkan nyala api karena listrik? 9) Mengapa air tidak sesuai untuk memadamkan nyala api yang disebabkan bahan bakar cair seperti bensin? 10)Bagaimana prinsip starvation dapat diaplikasikan pada kebakaran akibat bahan bakar dengan gas atau listrik? 11)Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya.

d. Ban terbakar e. Kunci Jawaban 1) Tiga unsur penyebab kebakaran  Bahan bakar  Panas  Oxigen 2) Yang terjadi apabila salah satu unsure ini dihilangkan adalah Nyala api tidak akan lama akan menjadi padam.  Smothering: Mengandung arti membuang oxygen dari nyala api sehingga menjadi padam.  CoolingMengandung arti menurunkan panas dari nyala api. Kebakaran pada panel listrik 15) Bagaimana prosedur pengoperasian gulungan selang pemadam kebakaran? 16) Mengapa penting menjamin posisi nozel harus “OFF” dan ditempatkan pada tempat gantungan pada keran utama apabila selang tidak digunakan? 17) Untuk apa selimut api digunakan dan bagaimana menggunakannya? Setelah anda menyelesaikan semua jawaban mintalah pada pelatih untuk memeriksanya. 4) Air dapat memadamkan nyala api karena Air akan mendinginkan bahan yang terbakar sehingga tidak terjadi penyalaan kembali. Modul OPKR 10 – 016 C 91 . 3) Pengertian hal-hal yang berhubungan dengan pemadaman nyala api adalah  Starvation: Mengandung arti membuang/mencabut bahan bakar dari nyala api sehingga menjadi padam. f.

6) Karbon dioksid dapat memadamkan nyala api karena Karbon dioksid akan menjadi cair apabila disimpan dibawah tekanan.5) Bubuk kimia dapatmemadamkan nyala api sebab Bubuk kimia disemprotkan nyala api. Bahan bakar cair kemungkinan masih cukup panas apabila mendapat udara akan terbakar kembali. 9) Air tidak sesuai untuk memadamkan nyala api yang disebabkan bahan bakar cair seperti bensin karena Air dapat saja akan menyebarkan nyala api menjadi lebih luas. 8) Mengapa air atau busa tidak sesuai untuk memadamkan nyala api karena listrik Karena bahan ini adalah penghantar aliran listrik. Bentuk yang keluar dari alat pemadam kebakaran adalah bentuk cairan karbon dioksid yang dengan cepat menjadi gas dan kondisi sangat dingin. dari alat pemadam dengan gas atau udara bertekanan dan dapat dengan cepat menutup untuk memadamkan Modul OPKR 10 – 016 C 92 . Busa akan menutupi pada permukaan dengan waktu yang cukup lama sehingga akan menjadi dingin dibagian bawah sehingga tidak terjadi penyalaan kembali. Kebakaran akibat bahan bakar cair menimbulkan panas yang sangat tinggi sehingga air tidak efektip untuk menurunkan temperatur tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan nyala api menjadi padam. seperti pada pemadam nyala api dengan CO2. 7) Busa dapat memadamkan nyala api karena Busa akan menutupi nyala api pada bahan bakar cair. Bahan pemadam untuk kebakaran karena listrik harus dari bahan yang tidak dapat dialiri arus listrik untuk mencegah meluasnya kebakaran dan tidak terjadi kejutan dan meledak peralatan dan menjadi rusak.

Cara lain nyala api dapat dipadamkan dengan alat pemadam yang sesuai. Merah Bubuk Kering dengan Putih Tanda Merah Karbon Dioksid dengan Hitam 12)Dua cara (diantara) untuk mengetahui isi dari alat pemadam kebakaran. Seperti table dibawah ini untuk meyakinkan anda. atau dirusak karena alat pemadam sudah dioperasikan. b) Memeriksa dan melihat pertanda yang diberikan pada alat tersebut masih utuh atau sudah terlepas. sumber bahan bakar harus diisolasi dari nyala api. Modul OPKR 10 – 016 C 93 . Kain. Jika pertanda tersebut masih pada tempatnya hal ini menandakan alat pemadam masih berisi penuh. a) Memeriksa alat ukur yang ada pada bagian atas silinder. Nyala Api Kelas C akibat Listrik (juga untuk kelas A dan B) Nyala Api Kelas B dan C Listrik dan cairan yang dapat terbakar. Nyala Api akibat bahan bakar cair. dll Nyala Api Kelas B. terpotong. 11)Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. Warna alat Pemadam Merah Biru Tanda Jenis alat Pemadam Berisi Air Busa Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Nyala Api Kelas A Kayu. Kertas.10)Prinsip starvation dapat diaplikasikan pada kebakaran akibat bahan bakar dengan gas atau listrik adalah Dengan menutup sumber gas atau listrik.

14) Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian a) Nyala api pada mesin adalah karbon Dioksid dan bubuk kering b) Nyala api pada kain lap oli. operator dapat memutar katup utama tanpa menimbulkan selang melibas dan air tersembur kesegala arah hal ini akan menyebabkan pemadaman kebakaran akan terlambat.Memutar nozel dan mengarahkan air langsung pada sumber nyala api. 13)Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api ? Menggantikannya dengan alat pemadam yang berisi penuh dan alat pemadam yang telah digunakan segera diisi kembali.c) Membandingkan berat alat pemadam yang anda yakin berisi penuh dengan alat pemadam yang akan diperiksa. yakinkan bahwa jalan keluar tidak ada yang menghalangi. 17) Untuk apa selimut api digunakan dan bagaimana menggunakannya Modul OPKR 10 – 016 C 94 .Tarik gulungan selang dan arahkan pada nyala api.adalah Karbon dioksid. 16) Pentingnya menjamin posisi nozel harus “OFF” dan ditempatkan pada tempat gantungan pada keran utama apabila selang tidak digunakan adaalah Untuk menjamin apabila selang digunakan digunakan kembali.Bubuk Kering dan Busa c) Kertas terbakar didalam tong sampah adalah air d) Ban terbakar adalah busa e) Kebakaran pada panel listrik Karbon Dioksid 15) Prosedur pengoperasian gulungan selang pemadam kebakaran adalah dengan cara Memutar dan menyambungkan katup yang terletak pada pipa penyalur air ke gulungan selang.

maka selimut api dapat dibungkuskan untuk menutup nyala api tersebut setelah itu biarkan selimut api hingga menjadi dingin selanjutnya selimut api barulah diambil. Pengertian Medis Dasar Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. 2. b. Siswa dapat mengerti dan memahami Pengertian Pertolongan Pertama dan Cardio Pulmonary. Kegiatan Belajar 4: Pertolongan Pertama Dan Cardio Pulmonary Resusciation ( Cpr ) a. Tujuan 1. maka selimut api dibungkuskan pada tubuh korban dan rebahkan kelantai selanjutnya gulingkan tubuh korban untuk meyakinkan nyala api telah tertutup dan padam. Uraian Materi Pengertian Pertolongan Pertama Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera. Didalam masalah ada seseorang yang pakaiannya terbakar. Siswa dapat menjelaskan teknik memberikan Pertolongan Pertama dan Cardio Pulmonary (CPR). Siswa dapat memberikan Pertolongan Pertama dan CPR dilingkungan kerja 3. kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. Modul OPKR 10 – 016 C 95 .Selimut api digunakan untuk memadamkan nyala api yang kecil dan bilamana pada pakaian terdapat nyala api. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama.

Pasal ini berlaku bila pelaku pertolongan pertama dapat melakukan tanpa membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain. Pidana yang berbunyi: Barang siapa menyasikan sendiri ada orang didalam keadaan bahaya maut lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu didapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan mengkuatirkan bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama – lamanya tiga bulan atau denda sebanyak – banyaknya Rp. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan Dasar Hukum Di Indonesia dasar hukum mengenai Pertolongan Pertama dan Pelakunya belum tersusun dengan baik seperti halnya di Negara maju.566 . 4. Walau demikian dalam KUHAP ada beberapa pasal yang mencakup aspek dalam melakukan Pertolongan Pertama. Tujuan Pertolongan Pertama: a. diancam dengan : KUHP 45.-. Pelanggaran tentang orang yang perlu ditolong diatur dalam Pasal 531 KUH.165. Jika orang yang perlu ditolong itu mati. 478 . Modul OPKR 10 – 016 C 96 . 525.304 s.500.187.Pelaku pertolongan Pertama Pelaku Pertolongan Pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian. Menyelamat jiwa penderita b. Mencegah cacat c. yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.

Beberapa penyakit yang dapat menular diantaranya adalah Hepatitis. Prinsip utama dalam menghadapi darah dan cairan tubuh dari penderita adalah : Darah dan semua cairan tubuh sebagai media penularan penyakit. Modul OPKR 10 – 016 C 97 . tenggelam di air. Pasal ini hanya itu dapat tidak dikenakan dikuatirkan.  Memberikan pertolongan = menolong sendidri. seorang akan membunuh diri dan sebagainya.  Mengadakan pertolongan = misalnya memintakan pertolongan polisi atau dokter. TBC. PERALATAN DASAR PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA : Dalam melakukan tugasnya Pelaku Pertolongan Pertama memerlukan beberapa peralatan dasar.HIV/AIDS. Peralatan dasar ini dapat dibagi menjadi peralatan perlindungan diri atau yang lebih dikenal dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan minimal untuk melakukan tugasnya. Alat Pelindung Diri ( APD ) Sebagai pelaku Pertolongan Pertama seseorang akan dengan mudah terpapar dengan jasad renik maupun cairan tubuh seseorang yang memungkinkan penolong dapat tertular oleh penyakit. apabila bahwa dengan orang itu memberi sendiri pertolongan dibahayakan atau orang lain dapat kena bahaya dan orang yang perlu ditolong itu mati.Penjelasan:  Dalam keadaan bahaya maut = bahaya maut yang ada seketika itu. misalnya orang berada dalam rumah terbakar.

Sarung tangan lateks.Disamping itu APD juga berfungsi untuk mencegah penolong mengalami luka dalam melakukan tugasnya. Jangan menggunakan sarung tangan kain saja karena cairan dapat merembes. 2. 6. maka sebaiknya sarung tangan lateks dipakai terlebih dahulu. Helm Dipakai bila akan bekerja ditempat yang rawan akan jatuhnya benda dari atas. Bila kan melakukan tindakan lainnya yang memerlukan sarung tangan kerja. gunanya adalah untuk mencegah merembesnya cairan tubuh penderita melalui baju penolong. 4. maupun mencegah cedera akibat benturan atau kelilipan pada mata saat melakukan pertolongan 3. Misalnya dalam bangunan runtuh dan sebagainya. Modul OPKR 10 – 016 C 98 . Masker Resusitasi Diperlukan bila akan melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru. Kecamata pelindung Berguna untuk melindungi mata dari percikan darah. Masker penolong Sangat berguna untuk mencegah penularan penyakit melalui udara. Baju pelindung Penggunaannya kurang popular di Indonesia. 5. BEBERAPA APD: 1.

Gbr. Mempersiapkan alat. Alat APD yaitu Masker.Catatan: Alat perlindungan diri minimal bagi seorang pelaku Pertolongan Pertama adalah sarung tangan dan masker RJP. Beberapa tindakan umum untuk menjaga diri adalah: Pemakaian APD tidak sepenuhnya melindungi penolong. Kacamata dan Sarung tangan lateks.  Desinfeksi (memakai bahan pembunuh kuman misalnya pemutih) tangan samapai ke siku bila selesai Modul OPKR 10 – 016 C 99 . Selain tubuh penolong alat yang baru dipakai juga harus dibersihkan.  Pakialah sabun yang memiliki sifat anti septic (anti kuman)  Cucilah bersih–bersih menangani penderita.  Cucilah tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Membersihkan alat ini ada beberapa tahap yaitu:  Mencuci dengan air hanya menghilangkan bekas atau noda saja. Ada beberapa tindakan lain yang juga perlu dilakukan sebagai tindakan pencegahan. Cuci tangan merupakan tindakan yang sederhana namun paling efektif untuk menghentikan rantai penularan penyakit.

Peralatan stabilisasi . Kartu penderita l. Sterillisasi (proses khusus untuk menjadi bebas kuman) Peralatan Pertolongan Pertama: a. Oksigen n. Selimut k. Modul OPKR 10 – 016 C 100 . Tensimeter dan stestoskop o. Alat tulis m. Cairan antiseptik Contoh:  Alkohol 70%  Povidone iodine 10% d. Penutup luka  Kasa steril  Bantalan kasa b. Kapas j. Pinset h. Cairan pencuci mata  Boorwater e. Contoh:  Bidai  Papan spinal panjang  Papan spinal pendek f. Gunting pembalut g. Tandu. Senter i. Pembalut Contoh:  Pembalut gulung/pita  Pembalut segitiga/mitella  Pembalut tubuler/tabung  Pembalut rekat/plester c.

letakakan tangan Anda yang satu lagi pada dahi korban dan kepalanya ditekan ke bawah. Buka jalan napas korban yang tidak sadar Keluarkan sumbatan dari dalam mulut yang tampak dengan jelas. Memeriksa pernapasan Modul OPKR 10 – 016 C 101 . Memeriksa kesadaran Serukan. Pada saat yang sama.PERTOLONGAN PERTAMA SAAT DARURAT 1. Gbr. Korban yang tidak sadar tidak akan bereaksi. Letakkan dua jari Anda di bawah dagu korban dan rahang ditarik ke atas. 2 3. 1 2.“Anda bisa mendengan saya?” atau “Buka mata Anda!” Goyang bahu korban secara hati–hati. Gbr.

telapak tangan membuka ke atas. Kepalanya ditarik ke bawah dan dagunya diangkat untuk membuka jalan napas. Modul OPKR 10 – 016 C 102 . Geser jari Anda ke belakang sampai celah antara trakhea dan otot – otot yang berjalan di sampingnya. Raba denyut karotis selama 5 menit. Memeriksa nadi Kepala korban tertarik ke bawah. siku ditekuk. Berlutut disamping korban. 3 4. Kedua kaki lurus. Gbr. POSISI PEMULIHAN 1.  Lihat apakah dadanya bergerak  Dengarkan suara napasnya  Rasakan napasnya dengan pipi Anda Periksa selama 5 detik sebelum memutuskan bahwa korban tidak bernapas. Lengan korban yang paling dekat dengan Anda ditekuk membuat sudut siku–siku dengan badannya.Letakkan tangan Anda di dekat hidung dan mulut korban. raba jakunnya dengan dua jari Anda.

Tarik badannya ke arah Anda melalui tangan yang memegang paha. Modul OPKR 10 – 016 C 103 . Gbr. tangannya memegang pipi. kakikinya menginjak lantai. Tangan korban dipegang supaya terus memegang pipinya.1 2. lutut korban ditekuk ke atas. Tangan Anda yang lain memegang paha yang jauh. Lengan korban yang jauh disilangkan pada dadanya.Gbr. 2 3.

Bila perlu ataur tangannya agar tetap menopang kepala. Gbr.Gbr. 3 4. PERNAPASAN MULUT KE MULUT 1. Lubang hidung korban dipijat dengan telunjuk dan ibu jari. Kepala korban ditarik kebelakang supaya jalan napas selalu terbuka. Periksa nadi dan pernapasannya secara teratut. Modul OPKR 10 – 016 C 104 .4 CARDIO PULMONARY RESUSCIATION (CPR) A. Pastikan jalan napas terbuka dan kepala tertarik ke bawah. Kaki korban yang ada di atas diatur agar panggul dan lututnya membentuk sudut siku – siku.

Hembuskan napas Anda ke dalam mulut korban sampai dadanya terlihat naik ke atas. KOMPRESI DADA 1. Lepaskanan tekanan. A B. ke titik tersebut. 3. Pangkal tangan Anda diletakkan di atas titik pertemuan tulang dada dengan tulang rusuk bagian bawah. Ulangi kompresi ini dengan kecepatan kira–kira 80 kali per menit. dengan jari – jari kedua tangan saling memegang. Kombinasi dengan pernapasan buatan: setiap 15 kompresi disusul dengan dua pernapasan buatan sampai bantuan datang. Teruskan pernapasan buatan ini denagan kecepatan 10 kali per menit. 2 Dengan lengan tetap lurus tekan tulang dada ke bawah secara vertikal sedalam 4-5 cm. Modul OPKR 10 – 016 C 105 . Gbr. Tarik napas dalam dan aktupkan bibir Anda di seputar mulut korban. Korban berbaring pada alas yang keras. Angkat bibir Anda dan biarkan dadanya turun lagi.2. Turunkan pangkal tangan Anda.

pasang kembali lipatan kulit yang robek dan dengan memakai perban bersih. tekan ke bawah dengan kuat tetapi hati–hati dan merata pada luka. 1 2.Gbr. perban dibalut. Kalau kulit kepala luka. Setelah perdarahan/pendarahan dapat diatasi. Modul OPKR 10 – 016 C 106 . JANGAN menyentuh luka dengan tangan Anda Gbr. B CEDERA KEPALA 1.

2 3. 3 4. Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit dalam posisi seperti Gbr. Periksa tingkat reaksi korban dengan mengajukan pertanyaan yang mudah dan langsung.Gbr. Hubungi 119 dan minta ambulans. Di bawah ini. Kalau korban menjadi tidak sadar. hubungi 119 dan minta ambulans. dengan kepala dan bahu ditinggikan dan ditopang. Kalau kesadarannya terganggu selama lebih dari 3 menit. Modul OPKR 10 – 016 C 107 . baringkan ia dalam posisi pemulihan. Catat nadi dan pernapasan serta tingkat reaksinya tiap 10 menit. Korban dibaringkan. Gbr.

Modul OPKR 10 – 016 C 108 . Korban berabring terlentang. 1 2. Mata yang sakit diperiksa. Kepalanya ditopang supaya tidak banyak bergerak. untuk mengeluarkan debu yang mengambang atau zat kimia yang berbahaya. JANGAN mengaliri air pada mata yang luka atau bila ada benda asing yang terbenam atau melekat pada bola mata. Mata yang sakit dialiri air.4 CEDERA PADA MATA 1.Gbr. Gbr. bila perlu.

Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit. kedua mata ditutup untuk mencegah gerakkan mata. Gbr. Mata ditutup.Gbr. Tenangkan korban sebelum kedua matanya ditutup. Modul OPKR 10 – 016 C 109 .3 4. sebaiknya dengan pembalut mata steril. 2 3. Balut dan eratkan pada tempatnya.

Gbr. Modul OPKR 10 – 016 C 110 .4 LUKA BAKAR API Segera hubungi 119 dan minta pemadam kebakaran:  Singkirkan korban dari temapt bahaya kalau situasinya sudah cukup aman. Jangan masuk ke dalam kamar yang penuh asap atau uap.   Jangan masuk ke dalam gedung yang sedang terbakar.

bagian dengan diselimuti yang air.  Anda diberitahu secara resmi bahwa aliran listrik tegangan Modul OPKR 10 – 016 C 111 . CEDERA AKIBAT ARUS LISTRIK Jangan mendekat sebelum:  Anda memutuskan aliran listrik di dalam rumah. terbakar Atau di sebelah ata.PAKAIAN TERBAKAR Jangan biarkan korban lari keluar rumah  Korban dijatuhkan ke lantai. kemudian siram korban dengan erat–erat mantel atau karpet.

 Air pembilas yang sudah tanpa siapapun tercemar juga.tinggi sudah diputuskan dan sudah diisolasi. Lepaskan barang–barang yang menjepitdari daerah luka. sepatu. ikat pinggang. arloji. laian Gbr. cincin dan perhiasan Modul OPKR 10 – 016 C 112 .2 pakaian.  Hati – mengalir membahayakan hati terhadap uap beracun LUKA BAKAR 1. TUMPAHAN ZAT KIMIA Lindungi diri Anda sendiri dari zat kimia korosif. Luka didinginkan dengan air dingin berkurang samapai nyeri JANGAN menunda mencari bantuan Medis pada luka baker berat 2.

Cari gejala luka baker zat kimia sekitar di dalam dan mulut korban.3. 2. kakinya ditinggikan dan ditopang. JANGAN mengoleskan krim. Apabila lukanya luas. Luka ditutup dengan pembalut yang ringan. Pastikan di dalam mulut korban muntahan tidak dan ada benda menunggu datangnya bantuan medis atau asing. dan bahwa korban dapat bernapas. bersih dan tidak berbulu. Kalau ada. maupun lemak JANGAN memecahkan lepuh Gb. MENELAN RACUN 1. Periksa dan catat nadi serta napasnya setiap 10 menit sementara ambulans. korban dibaringkan dan bila mungkin. salep.3 4. berikan air dingin atau susu untuk diminum sedikit–sedikit. Modul OPKR 10 – 016 C 113 .

JANGAN MENGGERAKAN KORBAN PERLU TANPA dan dengan Modul OPKR 10 – 016 C 114 . yang dokter Usahakan korban petugas untuk mengetahui apa ditelan atau dan beritahukan pada ambulans. PATAH TULANG 1. baringkan ia dalam posisi pemulihan .3. Katakan pada korban agar tidak bergerak. Kalau korban menjadi tidak sadar. Bagian yang cedera ditopang distabilkan tangan Anda. 4. Panggil dokter atau hubungi 119 dan minta ambulans.

atasi perdarahan. Hubungi sakit 119. tempat Untuk kemudian di atas dan patah lengan. Jika ada luka. darah Luka Luka dengan atau yang dan sekitarnya diperban dan dibalut supaya tidak longgar 3. patah kaki. pasang belat dan kalau perlu lengan dan tubuh dengan yang dirapatkan pada patah. minta dan ada tempat balutan tetapi jangan ambulans. ditekan perban pembalut bersih. bila mungkin. kaki dengan pada dan kaki. Periksa Modul OPKR 10 – 016 C 115 .2. Bagian yang ditinggikan sirkulasi ditopang. 4. Untuk kedua dirapatkan membalut-nya lutut pergelangan di yang bawah patah.

tangan dan kakinya setiap 10 menit. bagian tubuh yang luka ditinggikan dan ditopang JANGAN memasang tourniquet 3. sebaiknya menggunakan pembalut yang bersih JANGAN Memberi sesuatu lewat mulut kepada korban 2. Pakaian dibuka supaya luka terlihat. luka ditekan kuat–kuat dengan tangan atau jari Anda. PERDARAHAN 1. Perban dibalut dengan kuat tetapi agar jangan suplai terlalu darah keras tidak terputus Modul OPKR 10 – 016 C 116 . Luka terus ditekan.

4. bantuan medis yang Kalau perdarahannyaberat. Jika Anda membawa tablet aspirin dan pasien sudah sadar. Modul OPKR 10 – 016 C 117 . Pasien ditenangkan. pasang perban lagi di atasnya dan balut kembali. kakinya ditinggikan ditopang merembes pada pembalut. Cari tepat.Bagian Korban dan hubungi minta luka dan darah yang terus ditopang dan ditinggikan. dibaringkan kalau diselimuti. 119 dan ambulans. Lututnya ditekuk dan ditopang 2. SERANGAN JANTUNG 1. baringkan dalam posisi setengah duduk. berikan dia satu tablet dan katakana supaya dikunyah pelan – pelan.

minta ambulans dan katakana pada operator bahwa serangan pasien Anda jantung. 4. Modul OPKR 10 – 016 C 118 . TERSEDAK A. Hubungi 119. penuhi permintaannya. dan napasnya Periksa secara teratur sampai bantuan dating. minta agar menduga Kalau Anda memanggilkan dokternya. Korban antara dengan membungkuk kedua telapak ke depan pukul punggungnya bahunya tangan Anda sebanyak lima kali. PADA ORANG DEWASA DAN ANAK YANG SUDAH BESAR 1.3. Pasien nadi ditenangkan.

Modul OPKR 10 – 016 C 119 . Anda berdiri di korban kedua melingkari pinggangnya. Kalau tidak berhasil dengan memukul. satu telapak tangan membuka ke atas. Lakukan dengan perut belakag lengan Anda. di bawah lengkung iga korban.2. 3. satu lagi kebawah. Jari–jari saling kedua tangan menggenggam kemudian dorong dengan keras kea rah dalam dan keatas. Ulangi sebanyak empat kali.

B. PADA ANAK YANG MASIH KECIL 4. Telengkupkan Anda, kepala berulang–ulang orang dewasa. Kalau tidak berhasil dengan memukul punggung, menekan perut hanya dilakukan jika Anda sudah terlatih untuk melakukannya pada anak–anak. Kalau buatan. belum, lakukan pernapasan anak di di di pangkuan Pukul kedua

bawah. antara

bahunya, tetapi jangan sekuat pada

C. PADA BAYI
JANGAN melakukan cara mendorong perut pada bayi

5. Telengkupkan bayi di pangkuan Anda, kepala di bawah. 6. Pukul punggungnya berulang–ulang di antara kedua bahunya, tetapi jangan sekuat pada anak–anak. 2. kalau gagal, lakukan pernapasan buatan.

Modul OPKR 10 – 016 C

120

TIDAK SADAR 7. Dagu korban diangkat dan kepalanya ditarik ke bawah supaya jalan napas terbuka. Periksa apakah nadi dan napas masih ada. Nilai tingkat reaksinya dengan berbicara keras – keras di dekat telinganya dan cubit punggung tangannya. Catat apa yang Anda temukan.

8. Korban diperiksa secara cepat dan cermat dan tangani cedera yang dari berat, kalau ada. Usahakan untuk mengetahui ketidaksadaran penyebab

9. Baringkan pemulihan

korban

dalam

posisi

JANGAN memindahkan korban kalau tidak perlu.

Modul OPKR 10 – 016 C

121

10. Kalau korban tidak sadar kembali setelah 3 menit, hubungi 119 dan minta ambulans. Catat kecepatan nadi dan napas serta tingkat reaksinya tiap 10 menit. Tetap bersama korban sampai pertolongan dating. Berikan catatan Anda kepada petugas.

c. RANGKUMAN 1. Di lingkungan sekolah atau perusahaan Kecelakaan harus ada unit

Pertolongan

Pertama

pada

(P3K)

dan

Cardio

Pulmonary Resusciation (CPR ). 2. Agar petugas P3K dan CPR dapat bekerja sebagaimana mestinya harus dilatih oleh bertugas dari Dinas Kesehatan Setempat. 3. Peralatan dan obata – obatan P3K harus selalu dilengkapi. d. TUGAS 1. Kenali dan catat peralatan P3K, laporkan apabila terdapat kekurangan. 2. Lakukan silmulasi Pertolongan Pertama kepada korban

pendarahan bila ditempat Anda terjadi kecelakaan. 3. Lakukan silmulasi Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) kepada korban bila ditempat Anda terjadi kecelakaan. e. TES FORMATIF 1. Jelaskan pengertian Pertolongan Pertama! 2. Tuliskan beberapa alat perlindungan diri (APD)

Modul OPKR 10 – 016 C

122

Jelaskan pengertian dari Cardio Pulmonary Resusciation (CPR)! Modul OPKR 10 – 016 C 123 . Tuliskan peralatan Pertolongan Pertama! 4.3.

Penutup luka b. Alat tulis m. Alat Perlindungan diri:       Sarungan tangan lateks Kacamata pelindung Baju pelindung Masker pelindung Masker penolong Helm. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Selimut k.f. 3. Pengertian Pertolongan Pertama adalah: Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera pada kecelakaan yang memerlukan pertolongan medis dasar. Cairan antiseptic d. Gunting pembalut g. Cairan pencuci/pembersih mata e. Peralatan Pertolongan Pertama adalah : a. Pembalut c. Kartu penderita l. Senter i. Pinset h. Peralatan Stabilisasi f. Oksigen Modul OPKR 10 – 016 C 124 . 2. Kapas j.

tandu 4. Pencemaran photokimia ini mula–mula jadi masalah di Los Angeles yang mempunyai lalu lintas mobil sangat padat. b. Siswa dapat memahami cara pencegahan pencemaran lingkungan hidup disekitar area kerja 5. Tujuan 1. Siswa dpat memahami Pentingnya Kesehatan manusia 4. Uraian Materi Zat pencemar udara utama adalah gas. Monoxyda yang dikeluarkan sebagai hasil pembakaran tak sempurna dari hydrocarbon yang terdapat dalam minyak dan bensin.n. Tensimeter dan Stetoskop o. Ozone dan lain– lain. Amoniak. Modul OPKR 10 – 016 C 125 . Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu: Pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada. Siswa dapat memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan Hidup 3. H2S. Hydrokarbon. Kabut photokimia. Gas – gas tersebut adalah SO2. Kegiatan Belajar 5: Pencemaran Lingkungan dan Kesehatan Manusia a. Siswa dapat memahami zat–zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Kabut photokimia adalahsuatu interaksi yang kompleks dari zat – zat pencemaran yang disebabkan oleh pengaruh cahaya matahari. Siswa dapat memahami Pengertian Lingkungan Hidup 2. oksidasi–oksidasi Nitrogen. Co. Hal ini dilakukan bila korban/penderita tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut.

sehingga menyebabkan bertambahnya Karena lebih ketegangan banyak pada jantung. Pencemaran udara Asap. hidupnya di kemudian hari. harus darah yang diedarkan ke seluruh tubuh dari pada normal NO Sama efeknya dengan pada CO Modul OPKR 10 – 016 C 126 .Kini sedang diusahakan untuk merencanakan motor–motor yang dibuat sedemikian rupa sehingga pembakarannya lebih sempurna. kabut Efeknya terhadap Manusia Bronchitis. Beberapa Negara telah berusaha dengan mengadakan peraturanperaturan pengendalian pengeluaran gas. infeksi. karena beracun.pneumonia. maka besar kemungkinan Carbon yang terserap oleh pernapasan dan masuk ke dalam paru–paru ini membawa sejumlah gas yang beracun Dapat menyebabkan sakit dan kematian dalam 30 menit. Bagi anak–anak ashm. dapat dalam penyakit menyebabkan perkembangan jantung. Daya darah untuk mengambil oksigen berkurang.alergi gangguan yang chronis kanker. Butir– butir padat Butir–butir zat padat sangat kecil dapat mengganggu sistim persyarafn manusia.Carbon Monoxyda sangat berbahaya bagi manusia. Penyakit jantung Butir– butir Cadmium Butir– butir Carbon CO Karena butir–butir carbon bersifat dapat mengabsorber gas pada permukaannya.

Sebab akibat kerusakkan yaitu berbeda–beda pada masing–masing orang. berkisar antara 85 sampai 90 decibel. pada tingkat suara sekitar 85 decibel yang terus menerus sudah cukup mengakibatkan rusaknya pendengaran manusia (tuli). Contohnya salah satu Hydrocarbon yang berbahaya adalah benzopyrene yang terdapat pada asap rokok. SUMBER SUARA Suara bisikan Jarum jatuh dari ketinggian 1 meter DECIBEL 10 20 Modul OPKR 10 – 016 C 127 . paru–paru Kanker. Namun biasanya. Misalnya pada tingkat usia atau tingkat ketahanan tubuh seseorang yang berbeda. dari mobil. Secara pasti memang belum dapat diketahui adanya hubungan tingkat suara kebisingan dengan besarnya kerusakkan alat pendengaran. PAN ( peroxyetylnitrate ) Ozone Zat Radioaktif Sakit mata dan kerongkongan Sakit mata.Pencemaran udara NO2 Hydrocarbon Efeknya terhadap Manusia Sakit mata. Kebisingan di pabrik–pabrik misalnya. batuk dan sakit dada Merusak sel – sel manusia SUARA Bising Disekitar Kita KEBISINGAN akan menyebabkan merosotnya pendengaran manusia. pembakaran dari pabrik karet. hasil pembakaran arang batu.

9 84 85 100 110 130 140 LOGAM bernahaya ada yang dibutuhkan oleh tubuh tapi jika berlebihan akan mengganggu kesehatan manusia. Merupakan suatu zat kimia yang bisa terdapat pada makanan.SUMBER SUARA Pembicaraan biasa pada jarak 1 meter Suara kegiatan kantor Mobil Roll Royce Suara mesin tik listrik pada jarak 1 meter Mobil Ford LTD Mobil Jaguar XJ 6 Mobil Volvo 1800 ES Suara didalam Motor Yamaha Rd 125 Motor SuzukiGT 360 Motor Honda CB Sauara jalan yang ramai Motor Norton 850 Commando Harley Davidson Electraglide 1200 Suara station kereta api Bunyi Boeing dari jarak 100 kaki Batas yang menyakitkan telinga Take – of Boeing 737 dari jarak 200 kaki Sirene 50 pk dari jarak 200 kaki LOGAM – LOGAM BERNAHAYA DECIBEL 50 62 64 66 68 69 74 75 76.5 80 83. Kehadirannya biasanya berasal dari alat–alat yang dipergunakan ketika mengolah makanan. Modul OPKR 10 – 016 C 128 .2 77 79.

minuman dan kosmetik. syaraf. Reaksi lain yang berbahaya yaitu: reaksi allergi yang mengakibatkan iritasi dan pembengkakkan kulit. Hg (MERCURI ) GEJALA– GEJALA keracunan Hg timbul antara lain pada mulut dan phayax yaitu: terdapat bercak–bercak warna abu–abu. Pb ( TIMAH HITAM ) TIMAH HITAM ini umumnya terdapat pada makanan. Pb juga menyerang. Bersifat kumulatif artinya keracunan dapat timbul bila kadar Pb menumpuk dalam tubuh. jika keracunannya kuat sekali. Juga kadang– kadang terdapat pada alat–alat rumah tangga yang terbuat dari logam stainless seperti sendok coktail yang dilapisi timah.Yaitu alat–alat yang terbuat atau dilapisi dengan bahan–bahan kimia tersebut maupun dari cara–cara penanganan lainnya. mangkok keramik yang dapat mengeluarkan Pb dan lain–lainnya. Modul OPKR 10 – 016 C 129 . memperketat kerja ginjal sehingga cepat rusak dan dalam kasusu yang berat dapat menyebabkan kematian. Arsens (gejala–gejala keracunan): yaitu sakit di kerongkongan sukar menelan. ARSENS (As) ARSENS adalah suatu zat kimia yang sering terdapat pada makanan. sakit perut dan nyeri perut yang sangat hebat. Sering digunakan sebagai bahan dalam kosmetik dan pada insektisida. Arsens dapat merusak ginjal. Gejala yang timbul jika terjadi keracunan Pb adalah . muntah– muntah secresi menyerupai susu. air dan obat– obatan terutama apabila kemasannya menggunakan unsur timah. Senyawa Arsens sulit dideteksi karena tidak memiliki rasa yang menonjol. menyusul rasa nyeri lambung serta muntah– muntah.

Racun ini dalam konsentrasi tinggi dapat mencapai apithel usus halus. serta menyebabkan shock yang membawa kematian. hati akan rusak. Badan terasa lemah dan kaki terasa pegal–pegal lama kelamaan ginjal. Gejala– gejala lain yang nampak dalam ½ samapai 1 jam adalah. pusing. kejang otot. Cu yang masuk dalam mulut berbau. kerongkongan dan perut kering.Keadaan ini diserta perasaan nyeri. pusing kepala. Konsumsi cadmium ini dalam kadar 30% mg dapat meracuni dan dapat menyebabkan gejala–gejala yang nampak adalah: Timbulnya bau/rasa kaleng yang tidak enak di dalam mulut. terdapat darah pada kotoran (faeses) pusing–pusing dan demam. CADMIUM (Cd) BIASANYA Cadmium terdapat pada tempat/wadah makanan olahan. Bila loambung dapat dikosongkan dengan segera kemungkinan untuk tertolong bagi si penderita sangat besar. Banyknya pula kasus kasus keracunan terjadi karena adanya Cu dalam tempat/wadah untuk makanan atau minuman. Sesak napasdisertai dengan batuk–batuk. karena colaps pembuluh darah. shock samapi mengakibatkan kematian dalam waktu 24 jam. sehingga sering timbul keluhan rasa sakit pada mulut dan lambung.pusing kepal. Cu (CUPPER) ADANYA CU pada makanan ini disebabkan terutama karena penggunaan insektisida dan pestisida di dalam usaha–usaha pertanian. dapat menyebabkan bercak–bercak darah yang berat dan hebat. pemakaian cadmium ini sudah mulai dilarang karena dapat menyebabkan makanan kaleng kena hama cadmium. rasa ingin muntah atau diare terus menerus selama berhari–hari. HATI–HATI TERHADAP PESTISIDA !!! Modul OPKR 10 – 016 C 130 .

kelainan bawaan vetus.349 pr Parathion SUMBER PENCEMARAN SECARA khusus kita tidak bisa membuat suatu kategori tertentu mengenai buangan industri. Namun kita dapat melihat tabel berikut. kemandulan pria 1 sendok teh s. NAMA PESTISIDA BAHAYA KESEHATAN ( PERKIRAAN ) DOSIS KERACUNAN (PERKIRAAN) Aldrin BHC Chlordane DBCP Kanker. 1 sendok makan 1 sendok makan Paraquet Nitrofen xaphene 2.d.d.d. kelainan syaraf 1 sendok makan s. kerusakkan/cacat janin. namun dengan bebas diperjual belikan di negara Dunia Ketiga. 1 sendok makan Kopone Kanker. kelainan syaraf 1 sendok teh s.5 T Cacat pernapasan Kaknker Kanker Kanker.4. banyak diantaranya teralarang di Amerika Serikat dan negara industri lainnya.d. kelainan 1 sendok teh Kurang lebih 28. beberap tetes Cacat vetus. 1 sendok makan Heptachlor Kanker.Beberapa jenis pestisida yang amat beracun. karena ragam daripada proses – proses industri. untuk mengetahui Modul OPKR 10 – 016 C 131 . 1 sendok kelainan Kanker Kanker 1 sendok teh 1 sendok 1 sendok teh s.

kilang minyak. pabrik bir. dan proses pemberian chrom Pb &Nl Pabrik batre. pabrik tekstil. pabrik film kental Pabrik bahan–bahan kimia.perusahaan tambang mineral. pabrik rayon dan kilang minyak SO3 ACIDS Proses bubur kayu. tar. pengerasan logam dan pembersihan logam H2S/S Proses pencelupan tekstil. binatu. pabrik treatment logam. pabrik bahan kimia Cr Treating logam. pekerjaan pembuatan plat logam.dan pabrik cat Modul OPKR 10 – 016 C 132 . penampungan mineral. kilang minyak. amoniakdan belerang: kilang minyak. pembuatan plat.pabrik kulit. sebagai berikut: NAMA BUANGAN C12/C1 KEMUNGKINAN SUMBERNYA Perusahaan binatu. dan pabrik batre ALKALI Pabrik tekstil. pabrik kokas dan pabrik bahan kimia dan kilang minyak FProses pembuatan gas batubara dimana gas didinginkan dan dicuci untuk menghilangkan senyawa–senyawa. prosese pemutihan kertas dan pekerjaan celup NH3/NH4 Pabrik gas. pabrik gas.buangan–buangan industri di negara–negara yang telah maju industrinya. pabrik kertas. binatu. pekrjaan gravuur pada kaca.

kilang minyak.NAMA BUANGAN Cd Zn KEMUNGKINAN SUMBERNYA Industri logam Pekerjaan melapisi logam dengan menggunakan tenaga listrik.pabriki penyulingan tar.OILS Pabrik tekstil. bengkel besar PHENOLICS Pabrik tekstil. PARTICULATES Pengolahan minyak. pabrik gas dan kokas. perusahaan binatu. pabrik rayon As ZAT GULA ZAT PATI Pencelupan logam. pembuatan platlogam. pabrik gula Pabrik bahan pangan. bengkel besar. pabrik mesin. pabrik bir. pabrik obat Pabrik pembangkit tenaga listrik.pabrik bahan kimia. pipa got didalam tanah HIDROKARBON Pengilangan minyak. pabrik tekstil. pabrik semen. pabrik bahan kimia. pabrik yang memiliki proses pendinginan. pabrik bahan–bahan celup FORMAL DEHYDE EFEK PANAS Pabrik mesin. pabrik Modul OPKR 10 – 016 C 133 . perusahaan binatu. tempat–tempat pemberian makanan untuk hewan. pabrik wallpaper GEMUK. kilang minyak.smelting. pabrik detergent Pabrik mentega dan keju. proses– proses yang menggunakan katalis NO3 BOD Pertanian Kaleng.

NAMA BUANGAN

KEMUNGKINAN SUMBERNYA solvents, saluran air buangan rumah–rumah dan tanah pertanian

POPT43P

Saluran air rumah–rumah, pertanian, pabrik– pabrik bahan kimia.

PENCEMARAN AIR Diskusikan dengan siswa sebab–sebab terjadinya

pencemaran air

“Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi/komponen lain kedalam air/berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia/ oleh proses alam, sehingga kualitas air turun samapai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya “
Keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 02/MENKLH/1/1998 Babi Pasal i Dengan kata lain, air tercemar adalah air yang mengandung bahan– bahan asing dalam jumlah melebihi batas yang telah ditetapakan sehingga air tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan tertentu, misalnya untuk air minum, pertanian, perikanan dll. 1. Sumber–sumber pencemaran air Pencemaran air akibat kegiatan manusia tidak hanya disebabkan oleh limbah rumah tangga, tetapi juga oleh limbah pertanian dan limbah industri. Semakin meningkatnya perkembangan antara lain industri, pertanian, saat ini, ternyata semakin memperparah tingkat pencemaran air, udara dan tanah. Pencemaran itu disebabkan oleh hasil buangan dari kegiatan tersebut.

Modul OPKR 10 – 016 C

134

Pencemaran air pada dasarnya terjadi karena air limbah langsung dibuang ke badan air ataupun ke tanah tanpa mengalami proses pengolahan dahulu, atau proses pengolahan yang dilakukan belum memadai. Pengolahan limbah bertujuan memperkecil kadar pencemaran yang ada agar tidak membahayakan lingkungan hidup. 2. Sumber–sumber pencemaran air meliputi: a. Limbah rumah tangga Limbah rumah tangga merupakan pencemaran air terbesar di samping limbah – limbah industri, pertanian dan bahan pencemar lainnya.Limbah rumah tangga akan mencemari selokan, sumur, sungai dan lingkungan sekitarnya. Semakin besar populasi manusia, semakin tinggi tingkat pencemarannya. Limbah rumah tangga dapat berupa padatan (kertas, plastik dll) maupin cairan (air cucian,minyak goreng bekas dll). Di antara limbah tersebut ada yang mudah terurai yaitu sampah organik dan ada pula yang tidak dapat terurai

Sampah dan Pengelolaannya. Limbah rumah tangga ada
juga yang memiliki daya racun tinggi, misalnya sisa obat, batrai bekas, air aki dll. Limbah tersebut tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) Tinja, air cucian, limbah kamar mandi dapat mengandung bibit– bibit penyakit yang akan mengikuti aliran air. Bakteri, jamur, virus dan sebagainya disebut pencemar biologis.

Modul OPKR 10 – 016 C

135

b. Limbah lalu lintas Limbah lalu lintas berupa tumpahan oli, minyak tanah, tumpahan kapal tanker. Tumpahan minyak akibat kecelakaan mobil – mobil tangki minyak dapat mengotori air tanah. Selain terjadi di darat, pencemaran lalu lintas juga sering terjadi di lautan. Semuanya sangat berbahaya bagi kehidupan.

Modul OPKR 10 – 016 C

136

Limbah pesitisida dan herbisida mempunyai sifat kimia yang stabil. yaitu tidak terurai di alam sehingga zat tersebut akan mengendap di dalam tanah. danau serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme–organisme yang hidup di dalamnya Modul OPKR 10 – 016 C 137 .c. Begitu juga pemupukan yang berlebihan. tumpahan ataupun penyemprotan yang berlebihan dari pestisida dan herbisida. Limbah pertanian Limbah pertanian berupa sisa. dasar sungai.

 Logam berat seperti kadmium. Kegiatan pertambangan selain menghasilkan bahan – bahan kimia seperti diatas juga menghasilkan endapan lumpur dalam jumlah besar. Hal ini akan meningkatkan kekeruhan air. Modul OPKR 10 – 016 C 138 . Limbah industri/pertambangan Air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan organik maupun anorganik. Zat–zat tersebut di atas jika masuk ke perairan akan menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makhluk hidup pengguna air tersebut termasuk manusia. pabrik pupuk . lumpur ini bisa terbawa aliran air hujan samapai ke sungai. Secara umum zat–zat tersebut digolongkan menjadi:  Garam anorganik klorida seperti yang magnesium berasal sulfat dan magnesium dari kegiatan pertambangan. zat warna. cat. pabrik kertas dll.  Asam anorgainik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dari industri pertambangan. baterai.d. penyepuhan logam dll.  Senyawa organik seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakkan kulit dan industri cat. Jika turun hujan.

Akibatnya kualitas air permukaan menurun (menjadi keruh) karena terlalu banyak pertikel – pertikel tanah di dalamnya. 1. Akibat pencemaran air Pencemaran air dapat mengganggu peredaran air dan memungkinkan kualitas air menurun sehingga tidak dapat dipakai sebagai air minum. Pengikisan humus ini selain menyebabkan lahan kritis juga akan menyebabkan pencemaran air. Kegiatan penebangan hutan Penebangan hutan secara terus–menerus akan menyebabkan hutan gundul sehingga mengakibatkan erosi pada musim hujan. Air hujan yang jatuh akan langsung mengalir di permukaan dengan membawa tanah dalam alirannya. Air yang bercampur zat–zat pencemar dapat membahayakan kesehatan manusia dan mkhluk hidup lainnya. maka terjadi pengikisan humus dan pengikisan tanah.e. Akibat yang dapat ditimbulkan oleh jenis pencemar tertentu: Modul OPKR 10 – 016 C 139 .

mengakibatkan matinya ikan dan hewan air lain. Modul OPKR 10 – 016 C 140 . Pencemaran secara fisik. virus polio dan hepatitis. lalu lintas. Contoh–contoh lain. percobaan dan petunjuk didatik: Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan    Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya materi. Sumber pencemaran air berasal dari limbah – limbah rumah tangga.  Pensemaran secara biologi. Shigella dysenteriae penyebab disentri basiler. misalnya oleh logam berat air raksa (merkuri). pertanian. juga membahayakan kehidupan di perairan dan bahkan mematikan. Bakteri patogen di air biasanya penyebab infeksi saluran pencernaan seperti Vibro cholerae penyebab kolera.dan Salmonella paratyphi penyebab paratifus. energi dan/miskoorganisme ke dalam air sehingga air tersebut tidak sesuai lagi dengan peruntukkannya. baik karena batas suhu kematian terlampaui maupun karena rendahnya oksigen terlarut. industri/pertambangan dan penebangan hutan. Pencemaran air selain dapat menurunkan kualitas air di bumi sehingga tidak layak diminum. misalnya oleh bakteri – bakteri patogen. Temperatur air yang terlalu tinggi. karena dapat menghambat kerja enzim dan menyebabkan kerusakkan sel. misalnya oleh limbah panas yang dapat menyebabkan peningkatan temperatur perairan.  Pencemaran secara kimia. Air raksa yang masuk ke perairan yang dikomsumsi dapat mengganggu kesehatan manusia melalui makanan atau air minum. Salmonella typhosa penyebab tifus.

PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR Ajaklah siswa berdiskusi tentang cara–cara menjernihkan air oleh PDAM Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan melalui:   Perubahan perilaku masyarakat Pembuatan pengelohan limbah air a.2. Perubahan perilaku masyarakat. Modul OPKR 10 – 016 C 141 .

Oleh karena perlu diadakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air. dan setelah memenuhi syarat baku mutu air buangan baru bias dialirkan ke selokkan–selokkan atau sungai. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. 4. Upaya Modul OPKR 10 – 016 C 142 . b. Sampah–sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan. Pembuatan kolam pengolah limabah cair Saat ini mulai digalakkan pmbuatan WC umum (septic tank) di daerah/ lingkungan yang rata–rata penduduknya tidak memiliki WC. Tidak membuang samapah atau limbah cair ke sungai. ekosisitem air dapat melakuak “rehabilitasi” apabila terjadi pencemaran terhadap badan air. Setiap sepuluh rumah disediakan sat septic tank. laut dll Tidak menggunakan sungai atau danau untuk mencuci truk. Dengan demikian akan tercipta sungan yang bersih dan memiliki fungsi ekologis. Tindakan yang perlu dilakukan: 1. mobil dan sepeda motor Tidak menggunakan sungai atau danau memandikan ternak dan sebagi tembat kakus. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan di sembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan– peraturan yang diterapkan di lingkungan masing–masing secara konsekuen. danau atau sumur tanpa dimasak dahulu. 3. danau. 2. Limbah industri hendaknya diproses dahulu dengan teknik pengolahan limbah. Kemampuan ini ada batasnya.Secara alami. Masysrakat disekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi sebagai tempat pembuangan sampah dan mandi–cuci–kakus (MCK). Peraturan pembuangan limbah industri hendaknya dipanatu pelaksanaannya dan pelanggaranya dikenakan sangsi. Tidak minum air dari sungai.

ganggang atau tumbuhan air lainnya). air kamar mandi dll) secara kolektif.  Pengendapan. b. terlarut atau berwarna dan bau. murah.. yaitu membuang bahan–bahan padatan yang mengendap atau mengapung. Proses peanganan sekunder.) hanyalah air yang tidak akan merubah keperuntukan badan air. agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokkan atau sungai. dan sehat karena dapat menghindari pencemaran air sumur/air tanah. Proses pengendapan tersier. kimiawi (diberi zat kimiatertentu) maupun biologis (diberikan bakteri. c. Modul OPKR 10 – 016 C 143 . yaitu cara kimia penambahan kapur atau metal hidroksida untuk mengendapkan fosfor. Dengan demikian air yang boleh dialirkan keluar (selokan.demikian sangat bersahabat dengan lingkungan. Proses penanganan primer. Salah satu contoh tahap– tahap proses pengolahan air buangan adalah sebagai berikut: a. sungai dll. baik secara mekanis (pengaruh). Selain itu. Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dan polutan yang berbahaya. sudah saatnya diupayakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian. Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam kemudian dibersihkan. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan deteliti. yaitu proses dekomposisi bahan–bahan padatan secara biologis. Untuk bias menggunakan beberapa metoda yang bergantung pada komponen yang ingin dihilangkan. yaitu menghilangkan komponen– omponen fisfor dan padatan tersuspensi.

 Adsorbsi. tanaman air seperti enceng gondok dapat dimanfaatkan untuk menyerap bahan pencemar di dalam air. berwarna atau bau.  Teknik pengolahan air limbah industri bergantung pada jensi limbah yang dihasilkan. Tahapan proses pengolahan air buangan tidak selalu dilakukan seperti di atas. 2. yaitu menghilangkan bahan–bahan organic terlarut.  Elektrodialisis. penyakit. Rangkuman 1. harus dilawan dengan kemajuan teknologi baru.  Osmosis. yaitu menurunkan konsentarsi garam– garam terlarut dengan menggunakan tenaga listrik. yaitu mengurangi kandungan garam–garam organic maupun mineral dari air. udara.  Penanganan limbah domestic dapat dilakukan dengan membuat septic tank dan kolam pengolahan air buangan. Ada juga system penelolaan terpadu dengan cara mengolah air limbah domestic maupun industri yaitu menghilangkan organisme penyebab c. Hasil akhir berupa air tak tercemar yang siap dialirkan ke badan air dan Lumpur yang siap dikelola lebih lanjut. dan tanah. Berdasarkan penelitian. Ringkasan  Penanggulangan pencemaran air secara preventif dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara tidak membuang sampah dan limbah ke badan air dan tidak buang air besar di sungai. Setiapa akibat sampingan sebagai akibat kemajuan teknologi. tetapi bergantung pada jenis limbah yang dihasilkan.  Klorinasi. Lebih baik mencegah agar tidak terjadi pencemaran dari pada memperbaiki akibat telah terjadinya pencemaran air. Modul OPKR 10 – 016 C 144 .

e.d. 2. Udara b. Diskusikan pencemaran: a. Air Hasil diskusi dipresentasikan dan dikumpulkan. Cair c. Tes Formatif secara kelompok sebab– sebab terjadinya Modul OPKR 10 – 016 C 145 . Tugas 1. Gas Hasil diskusi dipresentasikan dan dikumpulkan. Padat b. Diskusikan secara kelompok cara–cara pengolahan limbah: a.

Pada berapa decbel dari kebisingan yang akan mengakibatkan rusaknya pendengaran manusi (tuli)? 3. Jelaskan pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap kesehatan manusia! 2. Jelaskan manusia! 4. Sebutkan sumber pencemaran yang pembuangannya berupa timah hitam (Pb)? 5. Tuliskan kandungan yang terdapat pada limbah industri/ pengaruh timah hitam (Pb) terhadap kesehatan pertambangan! 7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pencemaran air! 6.1. Uraikan cara pengelolaan limbah industri! Modul OPKR 10 – 016 C 146 .

zat. Reaksi lain yang berbahaya yaitu reaksi alergi yang mengakibatkan iristasi dan pembengkakan kulit. Pb juga menyerang syaraf. Kandungan air limbah industri dapat digolongkan menjadi: Modul OPKR 10 – 016 C 147 . memperketat kerja ginjal sehingga cepat rusak dan dalam kasus yang berat dapat menyebabkan kematian. 3. 5. 4. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap manusia adalah: dapat meyebabkan sakit dan kematian dalam waktu 30 menit 2. Sumber–sumber pencemar berupa limab timah hitam (Pb) adalah pabrik baterai. energi dan/atau komponen lain ke dalam air dan/atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam. sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. 6. sakit perut dan nyeri perut yang sangat hebat.f. muntah– muntah secresi menyerupai susu. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Kebisingan yang dapat mengakibatkan rusaknya pendengaran manusia pada tingkat suara 85 decibel secara terus–menerus. Pengaruh timah hitam (Pb) terhadap manusia adalah adalah: keracunan dengan gejala–gejala sebagai berikut. Yang dimaksud dengan pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. perusahaan tambangan mineral dan pabrik cat.

hanyalah air yang bersih yang tidak akan mengubah peruntukkan/fungsi dari air tersebut. penyepuhan logam dll.  Senyawa organic seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakan kulit dan industri cata. Modul OPKR 10 – 016 C 148 .pabrik pupuk. Dengan demikian air yang boleh dialirkan ke luar (selokan. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti. Cara pengolahan limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam. sungai dll). 7.  Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. Pada kolam terakhir diperlihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Garam anorganik seperti magnesium sulfat dan magnesium klorida yang berasala dari kegiatan pertambangan. baterai. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dariindustri pertambangan. baik secara mekanis(pengadukan). zat warna. ganggang atau tumbuhan air lainnya).  Logam berat seperti kadmium. pabrik kertas dll. cat. kemudian dibersihkan. kimiawi (diber zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri.

X. Sebutkan faktor-faktor penyebab keadaan bahaya! Bagaimanakah cara untuk mengatasi lingkungan yang tidak aman Sebutkan dan jelaskan alat-alat pelindung anggota badan? Bagaimanakah syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan yang baik? 8. 6. 1. 5. 9. Isilah table dibawah ini untuk meyakinkan anda. Jelaskan teknik pengangkatan yang aman dan benar! Jelaskan pertolongan pertama yang harus diambil ketika terjadi peristiwa kecelakaan kontaminasi atau luka bakar pada wajah disebabkan oleh asam! 10. 3. PERTANYAAN Jawablah pertanyaan–pertanyaan di bawah ini dengan singkat. jelas dan benar. Jelaskan pengertian keselamatan kerja! Sebutkan tujuan diadakannya keselamatan dan kesehatan kerja? Jelaskan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja menurut Undang-undang nomor 1 tahun 1970 pasal 3! 4. 7. III EVALUASI A. Modul OPKR 10 – 016 C 149 . Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. 2. BAB.

Kebakaran pada panel listrik. Kertas terbakar didalam tong sampah. e. Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api? 13. Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian berikut ini? a. Tuliskan dua cara untuk mengetahui isi alat pemadam kebakaran! 12. 14. Sebutkan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act)? 15. d. Ban terbakar. b. Nyala api pada mesin. Jelaskan fungsi dongkrak di bengkel otomotif ? Modul OPKR 10 – 016 C 150 . Nyala api pada kain lap oli. c.Warna alat pemadam Jenis alat pemadam Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Merah Biru Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam 11.

16. Demonstrasikan cara menggunakan alat pemadam api bila terjadi kebakaran! 4. Lakukan penopang! 3. Demonstrasikan cara menolong korban yang mengalami perdarahan pada suatu kejadian terjadi kecelakaan! mengangkat kendaraan menggunakan dongkrak dan Modul OPKR 10 – 016 C 151 . Jelaskan pengertian dari Cardio Pulmonary Resusciation (CPR)! 19. Demonstrasikan cara menilai korban bila terjadi kecelakaan! 5. 20. Tuliskan tiga unsur penyebab kebakaran! Tuliskan kandungan yang terdapat pada limbah industri/pertambangan! SOAL PSIKOMOTOR 1. Sebutkan sumber pencemaran yang pembuangannya berupa timah hitam (Pb) ? 17. Lakukan mengangkat benda dengan tangan! 2. Tuliskan beberapa alat perlindungan diri ( APD )! 18.

 Mencegah pemborosan tenaga kerja. konstruksi. 3.  Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan.  Mencegah/mengurangi kematian. modal. instalasi dan lain Modul OPKR 10 – 016 C 152 . sebagainya.B. Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja menurut Undangundang nomor 1 tahun 1970 pasal 3:  Mencegah dan mengurangi kecelakaan. bersih.  Menjamin tempat kerja yang sehat. alat dan sumbersumber produksi lainnya.  Mencegah timbulnya kecelakan akibat suatu pekerjaan. alat-alat kerja. 2.  Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan . keutuhan dan kesempurnaan. baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya. pemakaian.  Mencegah/mengurangi cacat tetap.  Mencegah.  Memperlancar. mengurangi dan memadamkan kebakaran. meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan. Kunci jawaban 1. mesin-mesin. Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja :  Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. pemeliharaan bangunan. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja.  Mengamankan material.

Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. hembusan angin. 2.  Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja. tanaman atau barang. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. keracunan.  Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. debu. gas.  Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. kotoran. baik fisik maupun psikis.  Memberi pertolongan pada kecelakaan. kelembaban.  Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. Berkelakar/ bergurau dalam bekerja dan sebagainya. 4.  Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.  Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja.  Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat .  Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu. 4. keselamatan dan ketertiban. perlakuan dan penyimpanan barang. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. uap. Faktor-faktor penyebab keadaan bahaya: Tindakan yang tidak aman dari manusia itu sendiri 1. suara dan gelora. Modul OPKR 10 – 016 C 153 . cuaca sinar atau radiasi. binatang. asap.  Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang.  Memelihara kebersihan.  Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. 3. infeksi dan penularan.

Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja 5. Contohnya : topi. kacamata las listrik. sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis. helm pelindung. tata ruang kerja/ kebersihan dan lain-lain).  Dieliminir/diisolir. misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki. percikan api dan bahaya lainnya yang bisa merusak mata. Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin.  Dikendalikan. berguna untuk melindungi mata dari panas. berguna untuk melindungi telinga dari bahaya suara yang berlebihan. Cara untuk mengatasi lingkungan yang tidak aman:  Dihilangkan. sumber bahaya masih tetap ada. ventilasi atau pertukaran udara. misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja. Alat-alat pelindung badan:  Alat pelindung mata. memasang alat-alat kontrol dsb. Mesin-mesin yang rusak. 6. misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi. debu. 5. suhu tempat kerja.  Alat pelindung kepala. tetapi diisolasi agar tiadak lagi menimbulkan bahaya. 6. tidak diberi pengamanan. konstruksi kurang aman. berguna untuk melindungi kepala dan rambut dari bahaya yang mungkin.  Alat pelindung telinga. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak. Contohnya : kacamata debu. sinar yang menyilaukan. bising atau suara-suara keras. Modul OPKR 10 – 016 C 154 . sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya.

berguna untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset pada peremukaan. berguna untuk melindungi tangan dari berbagai bahaya yang mungkin. Sarung tangan karet. f. agar tangan terhindar dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan. digunakan pada pekerjaan pelapisan logam. api. Alat pelindung badan.  Alat pelindung tangan. berguna untuk melindungi kaki dari bahaya seperti panas. d. Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada. berguna untuk melindungi badan. misalnya panas. e. yaitu yang berujung baja dan sepatu karet. Alat pelindung hidung. dsb. berguna untuk melindungi tangan terhadap bahaya pembakaran api. berguna untuk melindungi pernafasan dari bahaya seprti gas-gas berbahaya. Pelindung hidung dan mulut. misalnya dari percikan api. Alat pelindung kaki. juga dari material lembut yang berbahaya. berguna untuk melindungi hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas berbahaya. Sarung tangan kulit. g. c. Terdapat dua jenis sepatu. tusukan benda tajam. debu atau material lembut yang berbahaya. zat kimia. Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan yang baik: a. Berupa: a. 7. Modul OPKR 10 – 016 C 155 . berguna untuk melindungi tangan dari ketajaman benda-benda atau peralatan bila peralatan itu dipegang atau diangkat. Sarung tangan kain. b. Sarung tangan asbes.

8. masuk di kantong atau terselip di lipatan-lipatan pakaian. Teknik pengangkatan yang aman dan benar : a. Kalau bentuknya tidak menarik. c. d. Modul OPKR 10 – 016 C 156 . Sebelum mengadakan pemindahan barang-barang periksa lebih dulu rute jalan yang harus dilalui. Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain. cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai kemungkinan besar menimbulkan bahaya karena mereka itu dapat dimakan mesin. Jam tangn dan cincin menambah masalah pada bahan kimia dan panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. h.b. Dasi. f. e. Overall katun memenuhi semua persyaratan yang disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling luas digunakan sebagai pakaian kerja. Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim. misalnya lengan yang terlalu lepas atu ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai. Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon. g. Pastikan tidak ada yang dapat mengakibatkan Anda tergelincir. Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di celana. dan akan menyebabkan kecelakaan jika apara pekerja tetap memakainya. paling tidak harus dapat diterima.

e. d. Letakkan beban di depan ujung bangku dan geser ke tempatnya. h. Lakukan posisi pengangkatan yang benar dan pegang beban dengan bagian-bagian yang Anda yakini tidak akan lepas ketika diangkat. b. gunakan teknik penurunan punggung dengan lurus secara benar. Perkirakan berat beban untuk memastikan bagaimana beban harus diangkat dan cari bantuan jika perlu. i. Ketika menempatkan benda ke atas lantai.b. Posisikan satu sudut bawah pertama untuk menghindari jari-jari kaki yang terjepit. lemak atau air yang membuat beban sulit dipegang. Ganjal jika perlu. Bersihkan kotoran. Jika alat pendorong digunakan maka periksa bahwa ia cukup kuat dan ditempatkan secara benar untuk menopang beban. 9. Gunakan sarung tangan jika perlu apabila benda tersebut dapat pecah atau bergerigi. Buang pakaian yang terkontaminasi. Gunakan soda bikarbonat atau larutan baking powder ke seluruh daerah yang terbakar. Periksa letak daerah penempatan beban. Modul OPKR 10 – 016 C 157 . Pertolongan pertama yang harus diambil ketika terjadi peristiwa kecelakaan kontaminasi atau luka bakar pada wajah disebabkan oleh asam: a. Periksa beban apakah permukaannya kasar atau licin. g. Tempatkan beban di atas bangku/permukaan yang rata. geser dengan badan. f. c. Periksa benda yang berat tidak akan menggelinding/miring.

Lebih baik letakkan korban di bawah shower. Memeriksa alat ukur yang ada pada bagian atas silinder. terpotong. Seperti table dibawah ini untuk meyakinkan anda. atau dirusak karena alat pemadam sudah dioperasikan. Kain. Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya.c. Dua cara (diantara) untuk mengetahui isi dari alat pemadam kebakaran. Warna alat Pemadam Jenis alat Pemadam Merah Berisi Air 11. Jika Modul OPKR 10 – 016 C 158 . dll Biru Busa Nyala Api Kelas B. Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Nyala Api Kelas A Kayu. b. Kertas. 10. Panggil bantuan medis atau atur korban untuk segera mendapatkan pertolongan. a. Memeriksa dan melihat pertanda yang diberikan pada alat tersebut masih utuh atau sudah terlepas. jika mungkin empat detik setelah terjadi semprot dia dengan air. d. Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam Karbon Dioksid Bubuk Kering Nyala Api Kelas C akibat Listrik (juga untuk kelas A dan B) Nyala Api Kelas B dan C Listrik dan cairan yang dapat terbakar. Nyala Api akibat bahan bakar cair.

Membandingkan berat alat pemadam yang anda yakin berisi penuh dengan alat pemadam yang akan diperiksa. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan.Ban terbakar adalah busa e.pertanda tersebut masih pada tempatnya hal ini menandakan alat pemadam masih berisi penuh. c. Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. Kebakaran pada panel listrik Karbon Dioksid 14. b.Nyala api pada kain lap oli. 13. Nyala api pada mesin adalah karbon Dioksid dan bubuk kering b. Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. Penyebab kecelakaan a. Alat Perlindungan diri: Modul OPKR 10 – 016 C 159 . 15. Kertas terbakar didalam tong sampah adalah air d. Yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api adalah Menggantikannya dengan alat pemadam yang berisi penuh dan alat pemadam yang telah digunakan segera diisi kembali. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. c. perusahaan tambangan mineral dan pabrik cat. Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian? a. 16.adalah Karbon dioksid. Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. 12. d. Sumber–sumber pencemar berupa limab timah hitam (Pb) adalah pabrik baterai. 17.Bubuk Kering dan Busa c.

Modul OPKR 10 – 016 C 160 . Masker pelindung 5.  Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. 19. zat warna. Masker penolong 6. Helm.  Logam berat seperti kadmium. Kacamata pelindung 3. 18.pabrik pupuk. pabrik kertas dll. cat. Sarungan tangan lateks 2. penyepuhan logam dll. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dariindustri pertambangan. baterai. Tiga unsur penyebab kebakaran   Bahan bakar Panas  Oxigen 20.1. Kandungan air limbah industri dapat digolongkan menjadi:  Garam anorganik seperti magnesium sulfat dan magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan.  Senyawa organic seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakan kulit dan industri cata. Hal ini dilakukan bila korban/penderita tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut. Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu: Pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada. Baju pelindung 4.

2. 3. 9. 6. 8.URUT NO SOAL 1.LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF (PENGETAHUAN) NO. 5. 10. 14. 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 SKOR MAKSIMAL 0–2 0–4 0–4 0–2 0–2 0–4 0–4 0–4 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 SKOR YANG DICAPAI NILAI Modul OPKR 10 – 016 C 161 . 4. 11. 12. 13.

19.NO. 17. 15 16 17 18 19 20 Jumlah () Batas penguasaan kognitif (pengetahuan) minimal harus mencapai 7. 18. 20. 16.URUT NO SOAL SKOR MAKSIMAL 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 50 SKOR YANG DICAPAI NILAI 15.00 Perhitungan Nilai Akhir Penghetahuan (NAP) menggunakan rumus NAP   Skor yang dicapai x 10  Skor maksimal Modul OPKR 10 – 016 C 162 ..

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN PENILAIAN NO. 3. 2. Persiapan Proses Kerja Waktu Hasil 8 9 TIDAK YA Batas minimal kompotensi harus mencapai minmal nilai 7.00 Nilai Akhir keterampilan (NAK) diambil dari Nilai terendah diantara Nilai yang diperoleh dari setiap aspek yang di nilai LEMBAR NIALI SIKAP ( ATTITUDE ) PENILAIAN NO. ASPEK SIKAP (ATTITUDE) YANG DINILAI 7 1. 2. Kerjasama Kedisiplinan Kejujuran 8 9 TIDAK YA Modul OPKR 10 – 016 C 163 . ASPEK YANG DINILAI 7 1. 3. 4.

100 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan Modul OPKR 10 – 016 C 164 . 79 80 s. KRITERIA KELULUSAN Kriteria Kelulusan: 70 s.00 Nilai Akhir sikap (Attitude) diambil dari nilai terendah diantara nilai yang diperoleh dari setiap Aspek sikap (Attitude) yang dinilai. 6. C.d. 89 90 s.d. Tanggung jawab Kemandirian Ketekunan Memecahkan masalah Batas minimal nilai (Attitude) adalah 7. 7.d.4. 5.

selamat atas keberhasilan Anda dan selamat melanjutkan ke kompetensi berikutnya.10– 016C ini berarti Anda/Siswa menguasai materi kompetensi “Mengikuti Prosedur Keselamatan. sukses selalu. Akhirnya kami haturkan terima kasih atas kesungguhan Anda mengikuti dan melaksanakan modul ini. Kepada Anda yang ternyata belum lulus jangan putus asa. maka Anda mengulangi modul ini. Modul OPKR 10 – 016 C 165 . IV PENUTUP Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal pada modul OPKR. dan Anda berhak untuk mengikuti kompetensi berikutnya.BAB. sebab masih terbuka kesempatan asal Anda berusaha lebih keras lagi. Kesehatan Kerja dan Lingkunan “. Kepada Anda yang dinyatakan lulus. Apabila Anda dinyatakan tidak lulus. Selamat berjuang.

2004. Astra International. PT Toyota Astra Motor. Jakarta. 1992. PT toyota Astra Motor. Depdikbud. Jakarta PPPGT / VEDC.tt. Harun Tia Setiawan. 1997. 1995. Teknik-teknik servis dasar. 1997. Basic Mechanic Training. Buku Pintar .DAFTAR PUSTAKA Astra International. Pedoman penyelenggaraan bengkel otomotif. Keselamatan kerja dan tatalaksana bengkel. Iwan Gayo. PPPGT / VEDC. 1980. PPPG Teknologi Bandung. Depdiknas. Malang. Bandung. Jakarta. Modul OPKR 10 – 016 C 166 . Jakarta. UPAYA WARGA NEGARA Jakarta. Ima Permana dan Joel Tedjo. Kurikulum SMK edisi 2004. Siklus Air. Depdiknas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful