KODE MODUL OPKR-10-016 C

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

MENGIKUTI PROSEDUR KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

KODE MODUL OPKR-10-016 C

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

MENGIKUTI PROSEDUR KESELAMATAN,KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN
Tim Penyusun: 1. Drs. Iin Solihin 2. Drs. Ridwan 3. Drs. Koentono Tim Fasilitator: 1. Drs. Abdullah 2. Suryana Iskandar

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

Modul PTL OPS 005 (2)

1

KATA PENGANTAR
Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul interaktif dan modul manual. Adapun modul manual terdiri atas bidang-bidang dan program-program keahlian kejuruan yang berkembang di dunia kerja baik instansi maupun perusahaan. Tahun Anggaran 2005 telah dibuat sebanyak 300 modul manual terdiri atas 9 (sembilan) bidang keahlian dan 32 (tiga puluh dua) program keahlian yaitu: Bisnis dan Manajemen (Administrasi Perkantoran dan Akuntansi), Pertanian (Agroindustri pangan dan nonpangan, Budidaya Tanaman, Budidaya Ternak Ruminansia, Pengendalian Mutu), Seni Rupa dan Kriya (Kriya Kayu, Kriya Keramik, Kriya Kulit, Kriya Logam Kriya Tekstil), Tata Busan, Teknik Bangunan (Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Baja dan Alumunium, Teknik Konstruksi Batu Beton, Tekni Industri Kayu), Teknik Elektronika (Teknik Audio Vidio, Teknik Elektronika Industri), Teknik Listrik (Pemanfaatan Energi Listrik, Teknik Distribusi, Teknik Pembangkit Ketenagalistrik-kan), Teknik Mesin (Mekanik Otomotif, Pengecoran Logam, Teknik Bodi Otomotif, Teknik Gambar Mesin, Teknik Pembentukan, Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri, Teknik Pemesinan), Teknologi Informasi dan Komunikasi (Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan), dan program Normatif Bahasa Indonesia. Modul ini disusun mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Edisi 2004 dengan menggunakan Based pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi ini (Competency Training/CBT). Diharapkan modul-modul

digunakan sebagai sumber belajar pokok peserta pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kejuruan khususnya SMK dalam mencapai standar kompetensi kerja yang diharapkan dunia kerja. Penyusunan modul dilakukan oleh para tenaga ahli kejuruan dibidangnya terdiri atas para Guru SMK, para Widyaiswara Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) lingkup Kejuruan dengan para nara sumber dari 2

Modul PTL OPS 005 (2)

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dr. Jakarta. Sesuai perkembangan paradigma yang selalu terjadi.berbagai perguruan Tinggi. para nara sumber dan fasilitator. menerima masukan-masukan konstruktif dari berbagai pihak khususnya para praktisi dunia usaha dan industri. dan pemikiran untuk dihasilkannya modul ini. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah beserta para penulis dan unsure terlibat. serta para editor atas dedikasi dan pengorbanan waktu. dan berbagai sumber referensi yang digunakan baik dari dalam dan luar negri. Pada kesempatan baik ini kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada berbagai pihak terutama tim penyusun modul. tenaga. MM NIP 131415680 Modul PTL OPS 005 (2) 3 . Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua. khususnya peserta Diklat SMK atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK. Desember 2005 a. Joko Sutrisno. para akademis. dan para psikologis untuk dihasilkannya Sumber Daya Manusia (SDM)tingkat menengah yang handal. para praktisi Balai Latihan dan Pengembangan Teknologi (BLPT) dan unsure dunia usaha dan industri (DU/DI).n. Modul dilakukan melalui beberapa tahap pengerjaan termasuk validasi dan uji coba kepada para peserta Diklat/Siswa di beberapa SMK.

…………………………………………………………………… G.......……………………………………… 1... Peran Guru …………………………………………………………………… D...……………………………………………………………… e. a.. BAB...………………………………………………………… f..... Tujuan kegiatan belajar 1 ………..………………………………………… g. Rangkuman 1…………………………………………………………… d..…………………………………………………………… A.........………………………………… b.....……………………………………………………………………… C..………… b..………………………………………………………………… A.. ii iii iv vii vii viii ix X 1 1 1 2 2 2 3 3 4 10 11 11 12 12 13 13 25 25 26 26 27 28 28 28 a.. Kegiatan Belajar 1 : Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja.. B. Petunjuk Bagi Peserta Diklat…………………………………………… 2..... DESKRIPSI JUDUL ............. KEDUDUKAN MODUL……………………………………………………… PERISTILAHAN/GLOSSARIUM ………………………………………………… I. Tugas 1 …..………………………………………………… B...……………………………………………….... PRASYARAT...………………………………………………………………… i HALAMAN FRANCIS .... PEMELAJARAN . PENDAHULUAN .............. TUJUAN AKHIR ... CEK KEMAMPUAN……………………………………………………………….DAFTAR ISI MODUL Halaman HALAMAN SAMPUL.. RENCANA BELAJAR SISWA. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL.. KOMPETENSI.... Kegiatan Belajar 2 :Pemeliharaan Kebersihan..……………………………………………………… 2.…………….. E. KETERANGAN PENCAPAIAN KOMPETENSI……………………..……………………………………………………………………………… PETA KEDUDUKAN MODUL. Tes formatif 1 . Perlengkapan dan Area Kerja... Tujuan kegiatan belajar 2 ……………………………….………………………………...………………………………………………………………… F. Kunci jawaban formatif 1 ...... Lembar kerja 1 ...……………………………………………… B. KEGIATAN BELAJAR ..... Uraian materi 2………………………………………………………… Modul PTL OPS 005 (2) 4 .. DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI……………. Uraian materi 1………………………………………………………… c...……………………………………………………… A.. PERLENGKAPAN PBM………….II.......………………………………………………………………… KATA PENGANTAR …………………………………………………………………… DAFTAR ISI.………………………… 1..

Tes formatif 2….….III. Uraian materi 3 ………………………………………………………. SOAL PSIKOMOTOR……………………………………………………….. Tujuan kegiatan belajar 5 ………………………………………… b.…………………………………………. a. IV.. c..…… e. Rangkuman 3….c. EVALUASI …………………………………………………………………. 99 99 f. Tes formatif 4 ………………………………………………………….…… a.… 3.…………………………………… 4. 102 103 C.. Tujuan kegiatan belajar 3 ………………………………………… b.…………………………………………………. Tugas 5…………………………………………………………………… e. Kunci jawaban formatif 5 …………………………………………………… BAB. 33 33 33 34 37 37 37 55 55 55 57 60 60 60 79 80 80 80 82 82 82 a.PENUTUP ……………………………………………………………………………… 112 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………… 113 Modul PTL OPS 005 (2) 5 . Tugas 3…………………………………………………………………… e. Pencemaran Lingkungan & Kesehatan Manusia………………. Tes formatif 5 …………………………………………………………. Rangkuman 4..…… f. Kunci jawaban formatif 2 ……..………………………………………………………… d. f. Kunci jawaban formatif 4 . c..………………………………………… 5. f. LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN………………………………. 101 101 A. Rangkuman 2……….……… d. Kunci jawaban formatif 3 ……. LEMBAR PENILAIAN SIKAP (ATTITUDE)………. KUNCI JAWABAN …………………………………………………………………………… 109 LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF(PENGETAHUAN)……………….. 98 c. Uraian materi 5 ……………………………………………………….…………………… 110 111 111 KRITERIA KELULUSAN …………………………………………………………………… BAB. Tugas 2………………………………………………………………. Tujuan kegiatan belajar 4 ………………………………………… b. Kegiatan Belajar 4 : Pertolongan Pertama &Cardio Pulmonary ( CPR). Tugas 4…………………………………………………………………… e. Tes formatif 3 …………………………………………………………. Uraian materi 4 ………………………………………………………. Rangkuman 5 ……………………………………………………………………… 98 d. PERTANYAAN ………………………………………………………………………………… B.…………………………………. Kegiatan Belajar :Perlengkapan Pemadam Kebakaran.……………………………………………………… d.

serta kemungkinan multi entry-multy exit yang dapat diterapakan. OPKR 60-018C OPKR 60-019C OPKR 10-0098 OPKR 10-017C OPKR 10-016C OPKR 10-010C OPKR 60-008C OPKR 10-006C OPKR 60-029A OPKR 10-013C OPKR 10-007C OPKR 60-016C OPKR 60-030A OPKR 60-031A OPKR 60-002C OPKR 60-006C OPKR 60-012C OPKR 60-013C OPKR 60-011 OPKR 60-037A OPKR 60-038A OPKR 60-050A OPKR 60-051A Modul PTL OPS 005 (2) vi .PETA KEDUDUKAN MODUL A. DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI Diagram ini menunjukan tahapan atau tata urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat dalam kurun waktu tiga tahun.

OPKR 10-016C. OPKR 10-017C. OPKR 60-038A.Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi OPKR 10-009B. OPKR 60-012C. Melaksanakan prosedur pengelasan. spoiler. OPKR 10-013C. Memperbaiki komponen body menggunakan dempul timah (lead wiping). OPKR 60-013C. bagian – bagian panel dan perangkat tambahannya. OPKR 60-008C. OPKR 60-011C. Pelaksanaan pemeriksaan keamanan/kelayakan kendaraan. Modul PTL OPS 005 (2) Mempersiapkan permukaan untuk pengecatan ulang Melepas dan mengganti/melepas pelindung moulding. Memilih dan menggunakan hiasan/ Trim perekat. OPKR 60-029A. OPKR 60-037A. vii . Membersihkan permukaan kaca. OPKR 60-007C. Mempersiapkan komponen kendaraan untuk perbaikan pengecatan kecil. Melaksanakan pekerjaan sebelum perbaikan. Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja. Memasang perapat komponen kendaraan. transfer/gambar hiasan. OPKR 60-018C. stiker. pemotongan dengan panas dan pemanasan. OPKR 10-006C. menyimpan dan mengganti/memasang panel – panel bodi kendaraan. Pembacaan dan pemahaman gambar teknik. Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur. Membuat (fabrikasi) komponen fiberglas/ bahan komposit. Memperbaiki komponen fiberglas/bahan komposit. Mempersiapkan bahan dan peralatan pengecatan. OPKR 60-006C. Melaksanakan prosedur masking. Kesehatan Kerja dan Lingkungan. pematrian. dan decal/lis. OPKR 60-016C. OPKR 60-019C. Melaksanakan pemasangan anti karat dan peredam suara. OPKR 60-030A. OPKR 60-031A. OPKR 10-010C. Melepas. OPKR 60-009C. Mengikuti Prosedur Keselamatan. Pelaksanaan pengkilatan dan pemolesan. OPKR 60-050A. Melepas dan mengganti rangkaian/listrik/unit elektronik. Mempersiapkan dan mengecat komponen-komponen plastik. OPKR 60-002C.

OPKR 60-051A. B. Melakukan pembersihan setempat permukaan luar/dalam. Kesehatan Kerja dan Lingkungan” ini merupakan modul dasar untuk melaksanakan kompetensi – kompetensi berikutn Modul PTL OPS 005 (2) viii . Kedudukan Modul Modul dengan kode OPKR 10-016C tentang “Mengikuti Prosedur Keselamatan.

MEKANISME PEMELAJARAN Untuk mencapai peguasaan modul ini dilakukan melalui diagram alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Nilai ≥ 7 T Kegiatan Belajar 1 Y Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi T Nilai ≥ 7 Y Modul berikutnya/Uji Kompetensi Modul OPKR 10 – 016 C 9 .

GLOSSRY Safe Safety Unsafe act Unsafe codition Jack stand : aman atau selamat : mutu suatu keadaan aman : tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri : keadaan tidak aman dari lingkungan kerja : alat penyangga yang digunakan untuk pengaman pada saat mendongkrak kendaraan agar seseorang aman bekerja dibawah kendaraan Vacuum cleaner : alat penyedot debu biasa digunakan untu membersihkan debu/kotorab yang tidak terjangku dengan alat kebersihan yang lain Starvation : membuang/mencabut bahan bakar dari api sehingga menjadi padam Smothering : membuang oxygen dari nyala api sehingga menjadi padam Colling Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) LEADS AND CABLE PROTECTION OBEY “ NO SMOKING” SIGN CLEAN UP RUBBISH : menurunkan panas dari nyala api : pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada disebut juga Resusitasi jantung paru (RJP) : Perlindungan kabel dan stop kontak. : mematuhi rambu – rambu “ Dilarang merokok : Bersihkan Sampah Modul OPKR 10 – 016 C 10 .

: Membaca pengumuman tentang latihan memadamkan api Modul OPKR 10 – 016 C 11 .PUT OILY WASTE IN BIN TAKE CARE WITH INFLAMMABLE LIQUID CLEAN UP DUSTY AREAS EXTINGUISHER SPILLED BURNING OIL MAINTENANCE WORKER NOTING FIRE ESCAPE ROUTE CRAWL THROUGH SMOKE FIELLED ROOM READING FIRE DRILL NOTICE : Buang limbah ditempatnya : Berhati – hatilah dengan cairan yang mudah terbakar : Bersihkan tempat yang berdebu : Alat pemadam api : Tumapah minyak yang terbakar : Memelihara jalan untuk menyelamatkan diri ( pekerja ) apabila terjadi kebakaran : Keluar dari ruangan yang dipenuhi asap.

Pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR). Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk menidentifikasi bahaya dan pencegahannya. seperti yang bisa Anda lihat di Peta Kedudukkan Modul. DESKRIPSI Kompetensi yang diharapkan dari modul ini adalah didalam bekerja siswa selalu mengikuti prosedur keselamatan . Untuk mempelajari modul ini dimohon Anda sudah menguasai materi–materi yang diberikan di kelompok Adaptif. Penempatan dan pengidentifikasian jenis pemadam kebakaran. perlengkapan dan area kerja. tentang Konduksi. Modul OPKR 10 – 016 C 12 . penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja. Pemeliharaan kebersihan. Menjalankan dasar-dasar prosedur keamanan. PRASYARAT Sebelum menggunakan modul ini peserta pelatihan harus dan menguasai modul sebelumnya. Fisika. yaitu materi–materi pada Mata Diklat: 1. Pelaksanaan prosedur darurat. 6. Mengikuti prosedur pengendalian limbah. Adapun sub kompetensinya meliputi: 1. Radiasi dll 2. 4.Konveksi. pada tempat kerja untuk pengamanan dan B. Penguasaan sudah dan memahami pencapaian modul ini akan merupakan dasar dan prasyarat untuk melanjutkan kepada kompetensi–kompetensi berikutnya. Kimia. 3. I PENDAHULUAN A. 2. tentang Zat – zat kimia yang berbahaya bagi anggota tubuh manusia dll.BAB.kesehatan kerja dan lingkungan. 5. 7.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1.

Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang dilaksanakan antara lain: a. Baca dan fahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa dapat bertanya pada guru atau instruktur yang bersangkuatan b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materimateri yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktek perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku 2) Pahami setiap langkah (prosedur praktikum) dengan baik 3) sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar 5) Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta izin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6) Setelah sesuai praktek, kembalikan alat dan bahan ketempat semula. d. Apabila belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang bersangkutan.

2.

Peran Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk: a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar

Modul OPKR 10 – 016 C

13

b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar c. Membantu siswa dalam memahami konsep, praktek baru, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegitan belajar kelompok jika diperlukan. f. Merencanakan seorang ahli atau pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

D. Perlengkapan PBM
Dalam pelaksanaan sistem modul maka beberapa perangkat harus disiapkan dalam menunjang terlaksananya sistem pemelajaran, baik itu dalam konteks pemelajaran teori maupun praktik. Adapun perangkat tersebut dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Perlengkapan Ruang kelas 1. 2. Over Head Projector/OHP Papan tulis/white board 1. 2. 3. 4. 5. 6. Perlengkapan workshop Alat-alat tangan Katrol Dongkrak Kacamata pelindung Pakaian pelindung Alat Pemadam Kebakaran 1. 2. Bahan Mobil Engine Stand

E.

TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan ditempat kerja Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Memelihara kebersihan, perlengkapan dan area kerja Menempatkan pemadam kebakaran Mengetahui jenis-jenis pemadam kebakaran

Modul OPKR 10 – 016 C

14

7. 8. 9.

Menggunakan pemadam kebakaran Menerapkan prosedur darurat Menjalankan dasar-dasar keamanan prosedur prosedur penyelamatan pengamanan dan pertama dan CardioPulmonary Resusciation (CPR)

10. Melaksanakan 11. Menerapkan

pengendalian limbah

ditempat kerja.

Modul OPKR 10 – 016 C

15

Standar kompetensi ini digunakan untuk:  Jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan dibidang perbengkelan. Kebijakan/prosedur keamanan. pertolongan pertama. Sumber–sumber dapat termasuk:  Modul OPKR 10 – 016 C 16 . Kesehatan Kerja Dan Lingkungan : OPKR. Perlengkapan kebakaran. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk:      KONDISI KERJA     3. perlengkapan CPR. Prosedur/kebijakan kecelakaan. Kode praktis industri Peraturan K3L (Keselamatan. 10-016. SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan. Prosedur evakuasi darurat/kebakaran.F. Pengharagaan dibidang industri. Pelaksanaan K3L harus memenuhi:   4. 2. Prosedur pertolongan pertama dan CPR (Cardio Pulmonary–Resusciation). Lembaran data keamanan material. Spesifikasi pabrik kendaraan. Prosedur/kebijakan tanda bahaya.C A 2 B 1 C D 1 E F G 1 DURASI PEMELAJARAN : 80 jam @ 45 menit LEVEL KOMPETENSI KUNCI 1. KOMPETENSI KOMPETENSI KODE : Mengikuti Prosedur Keselamatan. Kesehatan Kerja Dan Lingkungan) yang berlaku.

Bahan pembersih dan pelumas. Perlengkapan dan bahan kebersihan.     Pakaian keamanan individual. Pakaian yang aman 5. Perlengkapan yang sesuai. perlengkapan dan permesinan. Melaksanakan keputusan dalam komite manajemen K3L. Modul OPKR 10 – 016 C 17 . Kegiatan: Kegiatan harus dilaksanakan dibawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:     Pembersihan perlatan/area tempat kerja dengan bantuan mesin atau secara manual. Melakukan simulasi pertolongan pertama dan CPR. Laporan/mencatat kecelakaan dan bahaya–bahaya yang potensial.

jadwal pemeliharaan berkala. Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk mengidentifikasi bahaya dan penghindaranny a KRITERIA KINERJA  Mengenali bahaya pada area kerja dan melakukan tindakan pengontrolan yang tepat  Mengikuti kebijakan yang sah pada tempat kerja dan prosedur pengontrolan resiko  Mematui tanda bahaya dan peringatan  Pemakaian pakaian pengamanan sesuai SI (Standar Internasional)  Penggunaan teknik LINGKUP BELAJAR  Prosedur keselamatan yang meliputi pertolongan pertama dan CPR  Mengikuti prosedur pengamanan dan pengendalian limbah padat. gas dan kebisingan ditempat kerja  Pemeliharaan kebersihan perlengkapan kerja MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP  Mengenali bahaya pada area kerja dan melakukan tindakan pengontrolan yang tepat  Mengikuti kebijakan yang syah pada tempat dan prosedur pengontrolan resiko  Peralatan dan area kerja dibersihkan atau dipelihara sesuai dengan keamanan.SUB KOMPETENSI 1. cair. tempat penerapan spesifikasi pabrik  Seluruh kegiatan penerapan pemadam kebakaran dan PENGETAHUAN  Peraturan K3L yang berlaku  Prosedur keamanan tempat kerja  Persyaratan pemeliharaan perlengkapan dan area kerja  Identifikasi bahaya dan pencegahan dalam tempat kerja  Prosedur pertolongan pertama  Prosedur CPR  Prosedur keamanan dasar  Penggunaan dan penerapan alat pemdam kebakaran KETERAMPILAN  Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja  Memelihara catatan yang berhubungan dengan keamanan  Menggunakan perlengkapan yang benar  Melaporkan dan mengurangi bahaya– bahaya potensial  Memlihara kebersihan mesin perlengkapan dan area kerja  Menempatkan dan mengidentifikasi perlengkapan pemadam kebakaran  Melaksanakan prosedur – prosedur Modul OPKR 10 – 016 C 18 .

Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yang berlaku dan prosedur atau kebijakan perusahaan  Menngikuti kebijakan yang syah pada tempat kerjadan prosedur pengontrolan resiko PENGETAHUAN yang tepat  Prosedur penanganan secara manual  Simbol – simbol bahaya KETERAMPILAN darurat  Melakuakan prosedur–prosedur keamanan dasar dengan keadaan bahaya  Menggunakan teknik penangan secara manual  Memperagakan prosedur pertolongan pertama dan CPR  Syarat keselatan diri  Bertindak sesuai Modul OPKR 10 – 016 C 19 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA dan pengangkatan pemindahan secara manual yang tepat LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP prosedur kerja diidentifikasi berdasarkan SOP (Staandard Operation Prosedure) peraturan K3L (Keselamatan.

Pemeliharaan kebersihan perlengkapan dan area kerja KRITERIA KINERJA  Perlengkapan dipilih sebelum melakuakan pembersihan dan perawatan secara rutin  Menggunakan metode yang benar untuk pembersihan dan pemeliharaan perlengkapan  Pperlatan dan area kerja dibersihkan atau dipelihara sesuai dengan keamanan. tempata penerapan dan spesifikasi pabrik LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 20 20 . jadwal pemeliharaan berkala.SUB KOMPETENSI 2.

SUB KOMPETENSI 3. penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja KRITERIA KINERJA  Pengidentifikasian pemdaman kebakaaran yang sesuai pada tipe yang tepat untuk lingkungan tempat kerja  Seluruh kegiatan penerapan pemdaman kebakaran dan prosedur kerja diidentifikasikan berdasarkan SOP (Standard Operation Prosedure). peraturan K3L (Keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan ) yang berlaku dan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 21 21 . Penempatan dan pengiidentifikasian jenis pemadam kebakaran.

Pelaksanan prosedur darurat  Mengikuti prosedur perlindungan mesin pada saat tanda bahaya muncul  Mengikuti prosedur alarm atau peringatan atau efakuasi ditempat kerja  Mengikuti prosedur gawat darurat secara profesional yang tepat untuk melindungi mesin pada saat keadaan tanda bahaya muncul Modul OPKR 10 – 016 C 22 22 .SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 4.

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA  Pelayanan darurat yang profesional dan tepat untuk mamanggil pertolongan dengan segera dilakukan oleh orang yang berkuasa untuk melakukan hal tersebut LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 5. Menjalankan dasar – dasar prosedur keamanan  Kebijakan atau prosedur keamanan dijalankan berdasarkan pelatihan perusahaan dan undang – undang yang berlaku  Seluruh keamnan yang Modul OPKR 10 – 016 C 23 23 .

SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA berhubungan dengan kejadian dicatat atau dilaporkan pada formulir yang sesuai  Seluruh stap disarankan menggunakan prosedur keamanan perusahaan dan metode yang tepat dalam penerapannya. pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan  Seluruh kegiatan pertolongan pertama yang dilakukan dicatat atau dilaporkan berdasarkan SOP (Standard Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR) Modul OPKR 10 – 016 C 24 24 . LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 6.

dan kebisingan ditempat kerja dikenali dan dilakukan  Seluru kegiatan pengendalian dan pengamanan limbah dan polusi Modul OPKR 10 – 016 C 25 25 . Mengikuti prosedur pada tempat kerja untuk pengamanan dan pengendalian limbah  Tindakan pengamanan terhadap limbah padat. dan prosedur atau kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN 7. peraturan K3L (Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan) yang berlaku. gas. cair.SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA Operation Prosedure).

dan prosedur atau kebijakan perusahaan LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR 10 – 016 C 26 26 . yang berlaku. peraturan K3L (Keselamatan. Kesehatan Kerja dan Lingkungan).SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA ditempat kerja dilakukan berdasarkan SOP (Standard Operation Prosedure).

4. isilah cek list kemampuan yang telah Anda miliki dengan sikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. No. PERTANYAAN Mengetahui dan menerapkan prosedur keselamatan. CEK KEMAMPUAN Sebelum mempelajari modul ini. 5. 7. 11. 1. 9.G. 2. kesehatan kerja dan lingkungan Mengetahui bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Mengetahui cara menghindari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi ditempat kerja Memelihara kebersihan perlengkapan dan area kerja Menempatkan pemadam kebakaran Mengetahui jenis-jenis pemadam kebakaran Menggunakan pemadam kebakaran Menerapkan prosedur darurat Menjalankan dasar-dasar keamanan Melaksanakan prosedur penyelamatan pertama dan Cardio-Pulmonary Resusciation (CPR) Menerapkan prosedur pengamanan dan pengendalian limbah YA TIDAK Modul OPKR 10 – 016 C 27 . 8. 10. 6. 3.

Jenis kegiatan Mengetahui Pengertian K3 Mengetahui Syarat K3 Mengetahui jenis bahaya dan cara menghindarinya Teknik Pengangkatan/ pemindahanSecara manual Menggunakan pakaian dan alat pengaman Menggunakan Perlengkapan pemadam kebakaran Prosedur pada tempat kerja untuk mengindentifikasi bahaya dan penghindarannya Pemeliharaan kebersihan perlengkapan dan area kerja Penempatan dan Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan guru Modul OPKR 10 – 016 C 28 . II PEMELAJARAN A.II. Rencana Belajar Peserta Diklat Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan. BAB.

Jenis kegiatan pengindentifikasian jenis pemadam kebakaran. penggunaan dan prosedur pengoperasian ditempat kerja Pelaksanaan prosedur darurat Menjalan dasar – dasar prosedur keamanan Pelaksanaan prosedur penyelamatan pertama dan cardio pulmonary resuscitation (CPR) Prosedur pada tempat kerja untuk pengamanan dan pengendalian limbah Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan Perubahan Tanda tangan guru Modul OPKR 10 – 016 C 29 .

dan Kesehatan Kerja Kegiata Belajar 1: Pengertian Keselamatan a. Safety menurut kamus adalah mutu suatu keadaan aman atau kebebasan dari bahaya dan kecelakaan. 4) Siswa dapat menjelaskan Teknik pengangkatan/pemindahan secara manual. 2) Siswa dapat mengenal bahaya yang terjadi diarea kerja. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan. keutuhan dan kesempurnaan. Kegiatan Belajar Siswa III.B. b. Kecelakaan kerja. baik harta maupun jiwa manusia. Keselamatan kerja atau safety adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman bebas dari kecelakaan Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak disengaja serta tiba-tiba dan menimbulkan kerugian. Tujuan Kegiatan Belajar 1 1) Siswa dapat memahami Pengertian Keselamatan Kerja. baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya. kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja atau sedang melakukan pekerjaan disuatu tempat Modul OPKR 10 – 016 C 30 . 3) Siswa dapat memahami penggunaan pakaian kerja. Uraian Materi 1 UNDANG-UNDANG K3 1) Pengertian Keselamatan Kerja Safe adalah aman atau selamat.

bangunan dll) c) Lingkungan (air. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja. e) Mengamankan material. mengurangi dan memadamkan kebakaran c) Mencegah dan mengurang bahaya peledakan Modul OPKR 10 – 016 C 31 . meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi: a) Manusia (pekerja dan masyarakat) b) Benda (alat. mesin-mesin. cahaya. i) Memperlancar. d) Mencegah/mengurangi cacat tetap. alat dan sumbersumber produksi lainnya. g) Mencegah pemborosan tenaga kerja. c) Mencegah/ mengurangi kematian. pemeliharaan bangunan. b) Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan. bersih. udara. mesin. hewan dan tumbuhtumbuhan). modal. h) Menjamin tempat kerja yang sehat. instalasi dan lain sebagainya.2) Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja Dari pemahaman diatas sasaran keselamatan kerja adalah: a) Mencegah terjadinya kecelakaan kerja. f) Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya. pemakaian. konstruksi. alat-alat kerja. 3) Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja Menurut Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 pasal 3 syaratsyarat keselamatan kerja ayat 1 bahwa dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk: a) Mencegah dan mengurangi kecelakaan b) Mencegah. tanah.

l) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang. j) Memelihara kebersihan.d) Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya e) Memberi pertolongan pada kecelakaan f) Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja g) Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu. h) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. PENGENALAN BAHAYA PADA AREA KERJA Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri. sinar atau radiasi. hembusan angin. gas. kelembaban. namun dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah disebabkan oleh salah satu faktor sebagai berikut. tanaman atau barang. perlakuan dan penyimpanan barang. binatang. baik secara sendirisendiri atau bersama-sama. infeksi dan penularan. o) Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. terjadi karena manusia menganggap sebenarnya bahwa setiap kecelakaan kecelakaan musibah. keracunan. uap. suara dan gelora. baik fisik maupun psikis. m) Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. debu. kotoran. n) Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. Modul OPKR 10 – 016 C 32 . p) Menyesuaikan tinggi. yaitu: 1) Tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) a) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. k) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja. keselamatan dan ketertiban. cuaca. asap. i) Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. b) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan.

Sebab-sebab seseorang melakukan tindakan tidak aman a) Karena tidak serius/disiplin. 2) Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja (unsafe condition) a) Mesin-mesin yang rusak tidak diberi pengamanan. kontruksi kurang aman. c) Karena tidak mau. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak. bising atau suara-suara keras. b) Karena tidak mampu/tidak bisa. suhu lain-lain). Bagaimana kecelakaan dapat dicegah? Pencegahan kecelakaan adalah suatu usaha untuk tempat kerja. Modul OPKR 10 – 016 C 33 . b) Bilamana sebab-sebab kecelakaan itu dapat kita hilangkan maka kecelakaan dapat dicegah. d) Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. tata ruang kerja/ kebersihan dan menghindarkan tindakan-tindakan yang tidak aman dari pekerja serta mengusahakan lingkungan kerja yang tidak mengandung factor-faktor yang membahayakan (unsafe condition). b) Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin. Apakah kecelakaan dapat dicegah? Akhirnya timbul pertanyaan apakah kecelakaan yang merugikan itu dapat dicegah? Pada prinsipnya setiap kecelakaan dapat diusahakan untuk dicegah karena: a) Setiap kecelakaan pasti ada sebabnya.c) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. ventilasi atau pertukaran udara .

misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi. misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki. b) Kenakan sepatu yang sesuai dan rawat baik-baik (dalam kondisi baik). c) Jaga rambut panjang dengan topi atau penutup kepala yang rapat seperti disarankan dalam peraturan. tetapi diisolasi agar tidak lagi menimbulkan bahaya. 3) Keselamatan Kerja di Perbengkelan Otomotif. misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja. sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya. sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis. b) Dieleminir/diisolir. a) Kenakan celana tanpa kantong yang tidak tertutup karena kantong celana dapat menyebabkan kemasukan bunga api atau zat-zat yang merugikan. Apabila rambut anda Modul OPKR 10 – 016 C 34 . sumber bahaya masih tetap ada. memasang alat-alat kontrol dsb. c) Dikendalikan. Sepatu usahakan bersol kuat atau bersol baja yang di tengahnya dapat melindungi dari luka akibat benda tajam dan paku yang menonjol.Bagaimana mengatasi lingkungan lingkungan yang tidak aman? a) Dihilangkan. Perlindungan utama terhadap benda. Untuk mengetahui adanya unsafe condition harus dilakukan pengawasan yang seksama terhadap lingkungan kerja. sepatu bersol baja di tengahnya melindungi dari kejatuhan benda-benda berat.

yang terdiri atas helm pengaman. Beberapa peralatan perlindungan yang tersedia harus dikenakan secara benar pada semua situasi kerja. PENGGUNAAN PAKAIAN PENGAMAN 1) Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan a) Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada. f) Kenakan kaca mata penyelamat ketika menggunakan gerinda atau mesin bubut dan beberapa tugas lainnya agar debu atau material tidak dapat masuk ke mata. d) Jangan memakai cincin atau jam karena sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari. terutama dalam waktu yang lama. Sehingga dapat menyelamatkan diri dari kemungkinan terluka. respirator. misal mesin bor.panjang dapat dengan mudah tersangkut mesin. g) Hindari berbaring pada lantai beton atau lantai sejenis ketika bekerja di bawah kendaraan. beberapa orang terluka karena itu. b) Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim. Modul OPKR 10 – 016 C 35 . penutup muka. e) Gunakan perlengkapan perlindungan pribadi yang sesuai dengan pekerjaan. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. sarung tangan dan apron. pelindung telinga. Pelajari tujuan masing-masing nomor item atau barang pada tempat latihan yang tersedia. Gunakan selalu kain krep atau bahan penutup untuk berbaring karena berhubungan dengan lantai dingin dapat merusak kesehatan.

tertutup rapat. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai. sabuk dapat dengan mudah mengait putaran mesin. misalnya lengan yang terlalu lepas atau ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. d) Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain.c) Kalau bentuknya tidak menarik. b) Kenakan katun atau wol dan sebagainya guna menghindari bahan buatan yang mudah terbakar baik baju atas maupun baju bawah. e) Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon. dan akan memakainya. h) Dasi. Jam tangan dan cincin menambah masalah panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. masuk di kantong atau semua persyaratan yang terselip di lipatan-lipatan pakaian. Modul OPKR 10 – 016 C 36 . f) Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di g) Overall katun celana. paling tidak harus dapat diterima. cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai menyebabkan pada bahan kemungkinan kecelakaan kimia dan besar jika menimbulkan para pekerja bahaya tetap karena mereka itu dapat dimakan mesin. memenuhi disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling banyak digunakan sebagai pakaian kerja. c) Baju yang longgar dan tidak berkancing atau t-shirt atau p berdasi. 2) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pakaian kerja a) Kenakan pakaian yang tahan terhadap api. dan berkancingkan.

Adalah berbahaya memakai sandal atau alas kaki yang mudah tergelincir dan karenanya jangan dipakai. PAKAIAN KERJA 1. 2. dapat merasa pekerjaan. 3. Kami anjurkan memakai seragam Mekanik Toyota (Overall) hal–hal yang khusus didisain dengan memperhatikan diatasi. kulit harus selalu tertutup. Sebagai tindakan keamanan terhadap luka atau terbakar. Sandal dan sejenisnya lebih memungkinkan pemakaianya terluka karena kejatuhan Modul OPKR 10 – 016 C 37 . Jagalah pakaian Anda agar selalu bersih waktu bekerja. dengan gesper senang Hindari ikat dan kancing yang menonjol yang menyebabkan kerusakan pada kendaraaan pada waktu bekerja.d) Kancing harus ditutupi bahan penutup untuk mencegah kerusakan permukaan ketika bekerja di atas tonggak atau penyangga dan sebagainya. kecuali terpaksa benar. sebab oli dan kotoran pada pakaian Anda akan mengotori kendaraan SEPATU KERJA Pililah alas kaki yang kuat untuk bekerja. Pilihlah pakaian kerja yang kuat dan betul–betul cocok sehingga dalam pakaian pinggang.

Modul OPKR 10 – 016 C 38 . Dianjurkan memakai sepatu boot atau sepatu yang mempunyai sol yang tidak licin serta berkulit keras.benda.

SARUNG TANGAN Pada waktu mengangkat benda – benda berat atau memindahkan pipa buang yang panas dan sejenisnya dianjurkan memakai sarung tangan. semuanya itu harus terlindung diwaktu melaksanakan pekerjaan. Alat-alat pelindung bagian adalah sbb: a) Alat pelindung mata. Mata harus terlindung dari panas. memungkinkan timbulnya bahaya tersangkutnya sarung tangan pada bagian yang berputar. Terutama pada waktu mengebor dan menggerinda serta pekerjaan di kamar mesin dengan mesin hidup. walaupun tidak ada suatu peraturan khusus yang mengatur cara pemakaiannya untuk pekerjaan pemeliharaan biasa. 3) Alat-alat pelindung anggota badan Badan kita terdiri dari beberapa bagian. sinar yang menyilaukan dan juga dari debu. Karena itu dalam hal seperti ini sarung tangan jangan dipakai. Modul OPKR 10 – 016 C 39 .

Alat Pelindung Kepala c) Alat pelindung telinga Untuk melindungi telinga dari gemuruhnya mesin yang sangat bising juga penahan bising dari letupan-letupan. Modul OPKR 10 – 016 C 40 . misalnya bor atau waktu sedang mengelas. hal ini untuk menjaga rambut terlilit oleh putaran bor atau rambut terkena percikan api. Topi atau helm adalah alat pelindung kepala bila bekerja pada bagian yang berputar.Gb. Gb. Kacamata Debu Listrik Gb. Kacamata Las b) Alat pelindung kepala.

antara lain:    Sarung tangan kain. Sarung tangan kulit. digunakan pada waktu pekerjaan pelapisan logam. Sarung tangan asbes. Gb. digunakan untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset.  Sarung tangan karet.Gb. Hal ini untuk mencegah tangan dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan. digunakan untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam pada saat mengangkat suatu barang. Alat Pelindung Hidung e) Alat pelindung tangan Alat ini terbuat dari berbagai macam bahan disesuaikan dengan kebutuhannya. Modul OPKR 10 – 016 C 41 . vercrhoom dsb. Adalah alat pelindung hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas beracun. seperti vernikel. digunakan terutama untuk melindungin tangan terhadap bahaya panas. Alat Pelindung Telinga d) Alat pelindung hidung.

Alat ini terbuat dari kulit sehingga memungkinkan pakaian biasa atau badan terhindar dari percikan api. g) Plat Besi Pelindung Gb. Lengan baju jangan Modul OPKR 10 – 016 C 42 .Gb. terutama pada waktu menempa dan mengelas. untuk menghindarkan tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia. Terdapat dua jenis sepatu yaitu pengaman yang bentuknya seperti halnya sepatu biasa hanya dibagian ujungnya dilapisi dengan baja dan sepatu karet digunakan untuk menginjak permukaan yang licin. Alat Pelindung Kaki (Sepatu) Dengan Plat Besi Pelindung h) Alat pelindung badan. Macam-macam Sarung Tangan f) Alat pelindung kaki. sehingga pekerja tidak terpeleset dan jatuh.

digulung. Dibawah ini diperlihatkan teknis pemindahan benda yang berat. Modul OPKR 10 – 016 C 43 . Tali pengikat dengan sambungan yang telah diuji kekuatannya akan menghasilkan keselamatan kerja. Gb. sebab lengan baju yang panjang akan melindungi tangan dari sinar api. Alat Pelindung Badan TEKNIK PENGANGKATAN/PEMINDAHAN SECARA MANUAL 1) Cara mengangkat benda Pengikatan beban yang berat akan aman bila diketahui letak garis kerja gaya berat beban yang dimaksud. Ikatlah beban seimbang pada garis kerja gaya beratnya.

3) Mencegah terjadinya kecelakaan Modul OPKR 10 – 016 C 44 . usahakanlah agar tubuh tetap tegak b. ambil kulit atau pikulan.2) Cara mengangkat dan memikiul benda a. Waktu mengangkat benda. c. Membagi–bagi berat beban sama rata. Gunakan alat pemikul seperti penyandang. Biarkan susunan tulang dari tubuh menyokong dan menopang beban. d.

a.Risiko terjadi luka dan kerugian pada kelengkapan untuk mengubah pengangkatan yang sederhana. Yakinlah bahwa barang itu ada pegangan pengamannya. 4) Penuntun cara mengangkat dengan tangan Cara yang benar mengangkat dengan tangan. Ruang kerja harus bebas dari segala rintangan. Suatu angkatan hendaknya dimulai dengan kedudukan sipangangkat dalam sikap yang seimbang dengan meletakkan kedua belah kaki agak meregang dan barang yang diangkatnya harus di dekatkan dengan badan. sebelum mengangkat dan melakukan sesuatu dengan tenaga orang pada permulaan pekerjaan harus berhati–hati. Tulang punggung manusia bukanlah mesin angkat yang efisien dan dapat mudah rusak bila dipergunakan cara–cara yang tidak benar. Modul OPKR 10 – 016 C 45 . Penghindaran rintangan adalah tindakan untuk keselamatan tempat. Sebelum mengangkat punggung harus tegak dan dalam kedudukan sedikit mungkin dengan barang yang diangkat.

Untuk melengkapi angkatan. Ada beberapa jenis dongkrak seperti jenis hidrolis. tergantung pada kapasitas pengangkatannya. Pada waktu menggunakan alat pengangkat. c. mula – mula luruskan kaki. Untuk mengangkat beban. jenis udara tekan. utamakan keamanan kerja karena kesalahan kecil dapat menyebabkan kecelakaan besar. Cara ini untuk menyakinkan bahwa daya angkat kita sedang disalurkan benar – benar melalui urat – urat dan tulang.b. Modul OPKR 10 – 016 C 46 . 6) Penyangga Penyangga untuk menunjang kendaraan yang sedang diangkat guna pengamanan sewaktu melakukan perbaikan. dongkrak atau penyangga. luruskanlah badan bagian atas sampai dengan keadaan tegak 5) Pengangkatan dengan dongkrak dan penopang Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis.

7) Lokasi dongkrak dan penyangga Untuk mencegah agar tempat penempatan dongkrak dan penyangga tidak rusak. Modul OPKR 10 – 016 C 47 . pilihlah tempat-tempat yang kuat. 2) Dalam perusahaan harus menjamin keselamatan pekerjanya yang telah diatur menurut undang-undang kerja ayat 1. Rangkuman 1) Keselamatan kerja adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkuan kerja yang aman bebas dari kecelakaan. serta c.

Mengapa pada saat bekerja tidak boleh memakai cincin? Modul OPKR 10 – 016 C 48 . Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat diatasi. 1. daerah pengangkatan dan alat pengangkatannya. Sebutkan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan tindakan tidak amam dari manusia itu sendiri (unsafe act)! 2. Tugas Setelah anda mempelajari modul Keselamatan. Hasil latihan anda sebaiknya dibandingkan dengan hasil latihan peserta diklat lain. d. cobalah anda mengerjakan latihan dibawah ini dengan demikian anda akan dapat menjelaskan materi ini. Diskusikan dalam kelompok untuk hal yang berbeda. Test formatif 1. bawalah hal tersebut kedalam pertemuan tutorial. sebutkan? 3. e.Kesehatan Kerja. Sebutkan sebab-sebab kecelakaan? Untuk memeriksa hasil latihan anda. manusia menganggap bahwa kecelakaan terjadi karena musibah. Sebutkan tujuan K3? 3. namun sebenarnya setiap kecelakaan disebabkan oleh tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act) dan Keadaan tidak aman dari lingkungan (unsafe condition) 4) Penggunaan Pakaian kerja harus mengacu pada keselamatan kerja dan disesuai dengan bidang pekerjaannya. Jelaskan pengertian K3? 2.3) Bila ditinjau dari awal perkembangan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri. Untuk siapakah keselamatan kerja ditujukan. bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. Sebutkan 5 alat-alat keselamatan kerja? 4. 5) Teknik Pengangkatan/pemindahan secara manual hendaknya memperhatikan berat benda.

d) Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. 4. b) Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. mesin. udara. 3. 2. e) Alat pelindung kaki. b) Alat pelindung tangan. Lembar Kerja CARA MENDONGKRAK KENDARAAN 1) Alat dan Bahan a) 1 unit mobil lengkap Modul OPKR 10 – 016 C 49 . h) Lingkungan (air. Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. Kunci jawaban formatif 1. g. c) Alat pelindung telinga. Ketika bekerja pada kendaraan tersangkut mesin dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik sehingga menyebabkan kebakaran. d) Alat pelindung badan. g) Benda (alat. Alat Keselamatan kerja terdiri dari: a) Alat pelindung Kepala. hewan dan tumbuhtumbuhan. Jelskan fungsi dongkrak di bengkel otomotif? f. cahaya. tanah. c) Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan.5. e) Keselamatan ditujukan pada f) Manusia (pekerja dan masyarakat). Penyebab kecelakaan: a) Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. bangunan dll). Karena memakai cincin sangat berbahaya hingga anda dapat kehilangan jari-jari.

b) 1 unit engine stand c) Dongkrak buaya 2 ton d) Mesin katrol e) Rantai/tali f) Jack Stand g) Kayu untuk pengganjal h) Lap/majun 2) Keselamatan Kerja a) Pengangkatan dapat mengakibatkan kecelakaan jika dilakukan dengan tidak benar. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semulan serta bersihkan tempat kerja! Modul OPKR 10 – 016 C 50 . Pengangkatan beban yang terlalu berat oleh seseorang dapat menyebabkan kecelakaan meskipun diangkat dengan cara yang benar. Perhatikan peraturan tentang beban maksimum yang diijinkan untuk diangkat dan gunakan cara yang aman b) Berhati-hatilah bila mendongkrak mobil pastikan bahwah penempatannya sudah tepat 3) Langkah Kerja a) Persiapkan alat dan bahan praktik pada tempat yang datar dan terang b) Perhatikan instruksi praktik yang disampaikan guru/instruktur c) Pelajari cara-cara pengangkatan dengan menggunakan katrol atau dongkrak d) Pasanglah penyangga pada tempat kuat dan aman ikuti petunjuk yang ada di dalam buku pedoman reparasi e) Buatlah catatan – catatan penting kegiatan praktik secara ringkas f) Setelah selesai.

khususnya bengkel otomotif terdiri dari: 1) Sapu ijuk berfungsi untuk membersihkan lantai berupa kotoran sampah kering atau debu 2) Sapu lidi berfungsi untuk membersihkan halaman bengkel dari sampah-sampak kering.4) Tugas a) Buatlah laporan Praktikum secara ringkas dan jelas! b) Buatlah Rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan 1! Kegiatan Belajar 2: Pemeliharaan Kebersihan . Uraian Materi ALAT-ALAT KEBERSIHAN Alat-alat kebersihan yang diperlukan pada bengkel . sebelum disapu atau dipel. 4) Vacuum Cleaner berfungsi untuk menyedot debu/kotoran yang tidak dapat dibersih dengan sapu atau kain pel. Modul OPKR 10 – 016 C 51 . Sofa.Perlengkapan dan Area Kerja a. karpet.misalnya. Tujuan 1) Siswa memahami cara pemilihan alat-alat. 3) Alat Pel berfungsi untuk membersihkan air atau zat cair dari lantai. 5) Pasir/serbuk kayu berfungsi untuk menyerap tumpahan oli atau minyak pada lantai. baik pada ruangan bengkel ataupun pada kendaraan yang sedang diperbaiki. bahan dan perlengkapan kebersihan 2) Siswa memahami pelaksanaan metade kebersihan 3) Siswa memahami cara-cara penyimpanan barang 4) Siswa memahami cara Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja. dan saluran ventilasi udara. b.

hal ini tidak secara luas disadari terhirup paru-paru mengakibatkan kerusakan yang sama. Hal ini beresiko tinggi dan berbahaya karena dapat menimbulkan ledakan debu. Pada saat membersihkan ruangan. Menjaga kebersihan lingkungan kerja Metode Pembersihan Banyak orang menggunakan angin dari kompressor untuk menghilangkan debu dari pakaian. pindahkan matrial yang tidak diperlukan ketempat dimana material tersebut dapat dengan mudah dipindahkan ke tempat sampah. Debu dan partikel kotor lainnya dapat terhirup atau mengenai mata yang tidak terlindungi.Gambar. Bahaya bahwa dari hampir terhirupnya semua asbestos short fiber fibres (debu rem) dapat dapat menyebabkan kangker paru-paru. struktur. filter debu yang terpelihara dengan baik adalah sesuatu hal yang harus dilakukan pada pekerjaan yang menimbulkan debu. alat-alat pembersih dan sabun detergen atau larutan pembersih harus tersedia untuk digunakan oleh para pekerja. sikat untuk membersihkan lantai. Peralatan vacum cleaner yang tepat dengan alat untuk menjangkau sudut-sudut yang sempit. almari dan fiting lampu. Sapu. Jangan di sebarkan di atas lantai. bangku kerja. Modul OPKR 10 – 016 C 52 .

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan pada sistem penyimpanan barang: 1) Penyimpanan material harus direncanakan terlebih dahulu. 4) Pemadam kebakaran harus mudah dicapai/didapatkan. Pada beberapa instansi masalah ini dapat diatasi dengan menambah rak-rak peralatan dan material. zat kimia yang reaktif harus disimpan di dalam bangunan yang terpisah dan harus mematuhi MSDS recommendations. gas yang mudah terbakar atau beracun. 2) Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. 5) Jalan keluar/masuk dan jalan/gang kerja harus bebas hambatan 6) Tabung-tabung yang berisi cairan. kesemuanya ini harus lancar/berfungsi baik. IV. Modul OPKR 10 – 016 C 53 . Menyimpan barang pada ketinggian yang sesuai 3) Alarm. Penyimpanan Masalah yang biasanya timbul pada hal penyimpanan adalah tidak cukupnya tempat/ruang untuk meletakkan barang-barang. Gambar . lampu penerangan. peralatan pertolongan pertama dan fasilitas cuci. saklar dan panel kontrol.Tempat penampungan limbah harus dikosongkan secara periodik dan isinya (limbah) dimusnahkan dengan cara yang direkomendasikan/ dianjurkan.

4) Bersihkan seluruh sisa kotoran yang timbul dari kegiatan pembersihan di atas. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. peralatan-peralatan atau mesinmesin. 5) Gunakan peralatan yang cocok. Modul OPKR 10 – 016 C 54 . V. barang. khususnya plat tipis. palet digunakan dimana itu dimungkinkan. dengan peralatan penanganan mekanik yang 8) Pipa-pipa. harus ditangani secara mekanik. Sebuah kotak alat pekerja 2) Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. berbahaya jika diangkat dengan tangan.7) Wadah-wadah sesuai. Putuskan dari segala sumber listrik. Gambar . Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja Di bawah ini diberikan tiga contoh latihan penataan tempat kerja yang baik: 1) Bagi pekerja yang mengambil kotak peralatan untuk memelihara atau memperbaiki kendaraan. ruji-ruji dan material bulat lainnya harus ditumpuk dalam lapisan-lapisan yang terpisah oleh strip pada ujung-ujungnya atau di dalam rak. 9) Lembaran baja. 10)Material yang mudah terbakar (seperti kain yang berminyak) tidak boleh ditumpuk dalam tumpukan yang tinggi. 3) Bersihkan. cuci. rak.

tonjolan tajam. Buang benda-benda yang sudah tidak penting/terpakai Bagi pekerja yang akan bekerja pada bangku kerja Modul OPKR 10 – 016 C 55 . dan bagian tajam lainnya. 13)Gantikan bagian/parts yang rusak. 14)Setelah merakit ulang lepaskan semua karat dan perbaiki cat kendaraan yang rusak. container atau pipa. 12)Gunakan penutup debu jika diperlukan. 15)Hilangkan penetesan dan kebocoran-kebocoran. Gambar .6) Sebelum membuka tabung. 10)Jangan simpan bagian kendaraan di tempat yang terganggu oleh pergerakan atau jalan masuk. 16)Buang barang yang sudah tidak akan digunakan lagi. 11)Amankan sudut-sudut tajam . tanyakan pada diri anda sendiri bagaimana jika benda-benda tersebut berisi cairan? 7) Cairan yang dialirkan dari bak penampung harus dibuang dengan cara yang benar bukan dibuang pada saluran air. 8) Tempatkan bagian kendaraan yang sudah dilepas ke dalam container. Gunakan sistem pelabelan jika anda belum terbiasa dengan asembling/perakitan. 9) Simpan bagian-bagian yang tak terbungkus dalam suatu form atau urutan.

laci meja dan almari untuk menyimpan peralatan dan pisahkan setiap bagiannya. 4) Bersihkan kembali peralatan sebelum dikembalikan pada tempat penyimpanannya. Setiap tiga bulan. zat-zat kimia dan produk-produk bahan bakar. almari dsb dengan gambar wanita. dinding. jangan sampai barang/benda kerja anda tercecer di daerah kerja selain daerah kerja anda. 3) Bersihkan kembali bangku kerja setiap akhir pekerjaan dan setiap akhir jam kerja. Modul OPKR 10 – 016 C 56 . 2) Simpan barang yang sering dipakai sitempat yang dekat dan simpan barang yang berat dalam ketinggian yang sesuai. Sebuah tempat kerja yang diatur dengan baik Pada saat anda bekerja. Hindari menghiasi bangku kerja. Gambar . cuci permukaan cat disekitar daerah kerja anda kemudian dilanjutkan dengan laci dan almari anda. pakaian dan kertas kerja. simpan kembali atau buang barang yang sudah tidak dipakai sementara waktu khususnya zat pembersih.1) Gunakan rak.

2. mesin bubut dll) 1) Gunakan rak-rak. Alat-alat kebersihan sangat diperlukan pada setiap tempat untuk menjaga kondisi tempat kerja bebas dari debu. dan almari untuk menyimpan alat-alat dan setiap alat mempunyai tempat sendiri-sendiri. 4) Bersihkan mesin setiap seminggu sekali. Metode penyimpanan hendaknya material harus direncanakan terlebih dahulu.kotoran dan minyak. Modul OPKR 10 – 016 C 57 . 3) Lumasi mesin sesuai dengan instruksi buku petunjuk dari pabrik pembuatnya. Simpan alat yang sering digunakan di tempat yang dekat dan benda/alat yang berat pada ketinggian yang sesuai. Rangkuman 1. 6) Lakukan tindakan anti karat pada akhir pekan dan hari libur dan hilangkan segera jika timbul karat. 9) Rawat dan perbaiki mesin pada saat diperlukan. 2) Bersihkan kembali permukaan tempat kerja pada saat selesai tiaptiap pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada menunggu bencana terjadi c. 7) Hilangkan serpihan dari mesin segera dan ambil langkah untuk menhentikan penyebabnya. 8) Kembalikan seluruh alat ke tempat masing-masing pada setiap akhir pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. laci.Bagi pekerja yang sedang mengerjakan mesin-mesin (Mesin pengangkat. 5) Cuci permukaan mesin yang dicat setiap tiga bulan.

Sebutkan 4 contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja dengan mesin (alat pengangkat. Test Formatif 1. Sebutkan 5 contoh pelatihan penataan tempatkerja untuk pekerja yang sedang menggunakan kotak alat untuk memperbaiki kendaraan/mesin-mesin yang lain! 4. Tugas Setelah mempelajari Modul Pemeliharaan Kebersihan . Sebutkan 5 faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan suatu sistem penyimpanan! 3. Putuskan dari segala sumber listrik. setelah selasai mintalah Pendapat atau saran pada instruktur tentang hasil kerja anda! e. dll)! Modul OPKR 10 – 016 C 58 . cuci. Bersihkan seluruh sisa kotoran yang timbul dari kegiatan pembersihan di atas. Deskripsikan alasan mengapa angin kompressor tidak boleh digunakan sebagai suatu metode pembersihan! 2. Sebutkan 3 contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja di bangku kerja! 5. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. Pemeliharaan dalam Penataan Tempat Kerja Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. 5. Gunakan peralatan yang cocok. Bersihkan.perlengkapan dan area Kerja ini cobalah anda melakukan kegiatan Pembersih dan penataan ruang praktek. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya. d.3. 6. mesin bubut. 4.

lampu penerangan. kesemuanya ini harus lancar/berfungsi baik.  Lembaran baja.faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan suatu sistem penyimpanan adalah:   Penyimpanan material harus direncanakan terlebih dahulu. Deskripsi alasan mengapa angin kompressor tidak bolehdigunakan sebagai suatu metode pembersihan Hal tersebut dapat menimbulkan ledakan/hamburan debu. sehingga dapat terhirup atau mengenai mata. harus ditangani secara mekanik.  Material yang mudah terbakar (seperti kain yang berminyak) tidak boleh ditumpuk dalam tumpukan yang tinggi. Barang-barang yang sering digunakan diletakkankan pada tempat yang terdekat dengan pekerja dan barang yang lebih berat ditaruh pada ketinggian yang sesuai. peralatan pertolongan pertama dan fasilitas cuci. khususnya plat tipis. Faktor. Kunci Jawaban formatif 1. berbahaya jika diangkat dengan tangan. Jalan keluar/masuk dan jalan/gang kerja harus bebas hambatan  Tabung-tabung yang berisi cairan. Modul OPKR 10 – 016 C 59 .  Wadah-wadah barang.f. zat kimia yang reaktif harus disimpan di dalam bangunan yang terpisah dan harus mematuhi MSDS recommendations.  Pipa-pipa.   Pemadam kebakaran harus mudah dicapai/didapatkan. gas yang mudah terbakar atau beracun. rak.  Alarm. dengan peralatan penanganan mekanik yang sesuai. ruji-ruji dan material bulat lainnya harus ditumpuk dalam lapisan-lapisan yang terpisah oleh strip pada ujungujungnya atau di dalam rak. saklar dan panel kontrol. palet digunakan dimana itu dimungkinkan. 2.

Gunakan sistem pelabelan jika anda belum terbiasa dengan asembling/perakitan. container atau pipa. Putuskan dari segala sumber listrik.  Bersihkan seluruh sisa kotoran yangtimbul dari kegiatan pembersihan di atas.  Gantikan bagian/parts yang rusak.  Buatlah apa yang akan dikerjakan menjadi aman untuk dikerjakan. tonjolan tajam. hilangkan karat dan bersihkan/perbaiki cat yang rusak  Setelah merakit ulang lepaskan semua karat dan perbaiki cat kendaraan yang rusak. Modul OPKR 10 – 016 C 60 .  Simpan bagian-bagian yang tak terbungkus dalam suatu form atau urutan. atau sikat komponen agar pekerja tidak terkena kotoran. tanyakan pada diri anda sendiri bagaimana jika benda-benda tersebut berisi cairan?  Cairan yang dialirkan dari bak penampung harus dibuang dengan cara yang benar bukan dibuang pada saluran air.  Jangan simpan bagian kendaraan di tempat yang terganggu oleh pergerakan atau jalan masuk.3) Contoh-contoh pelatihan penataan tempatkerja untuk pekerja yang sedang menggunakan kotak alat untuk memperbaiki kendaraan/mesin-mesin yang lain.  Bersihkan.  Amankan sudut-sudut tajam . dan bagian tajam lainnya.  Setelah merakit ulang.  Sebelum membuka tabung. dan jangan sampai melebihi beben kerjanya.  Tempatkan bagian kendaraan yang sudah dilepas ke dalam container.  Gunakan peralatan yang cocok. cuci.  Gunakan penutup debu jika diperlukan.

 Bersihkan kembali permukaan tempat kerja pada saat selesai tiap-tiap pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. simpan kembali atau buang barang yang sudah tidak dipakai sementara waktu khususnya zat pembersih.  Bersihkan kembali peralatan sebelum dikembalikan pada tempat penyimpanannya. mesin bubut.  Hindari menghiasi bangku kerja . 5. cuci permukaan cat disekitar daerah kerja anda kemudian dilanjutkan dengan laci dan almari anda. Simpan barang yang sering dipakai sitempat yang dekat dan simpan barang yang berat dalam ketinggian yang sesuai. laci. Simpan alat yang sering digunakan di tempat yang dekat dan benda/alat yang berat pada ketinggian yang sesuai. Tampung di bak sampah barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi.  Pada saat anda bekerja. zat-zat kimia dan produk-produk bahan bakar. laci meja dan almari untuk menyimpan peralatan dan pisahkan setiap bagiannya. dll). dan almari untuk menyimpan alat-alat dan setiap alat mempunyai tempat sendiri-sendiri.  Setiap tiga bulan. almari dsb dengan gambar wanita. pakaian dan kertas kerja. Contoh-contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja di bangku kerja:  Gunakan rak. Modul OPKR 10 – 016 C 61 .contoh pelatihan penataan tempat kerja untuk pekerja yang bekerja dengan mesin (alat pengangkat.  Bersihkan kembali bangku kerja setiap akhir pekerjaan dan setiap akhir jam kerja. dinding.  Gunakan rak-rak. 4. jangan sampai barang/benda kerja anda tercecer di daerah kerja selain daerah kerja anda. Contoh.

 Kembalikan seluruh alat ke tempat masing-masing pada setiap akhir pekerjaan atau setiap akhir jam kerja. Lumasi mesin sesuai dengan instruksi buku petunjuk dari pabrik pembuatnya. VI.  Rawat dan perbaiki mesin pada saat diperlukan.  Bersihkan mesin setiap seminggu sekali.  Cuci permukaan mesin yang dicat setiap tiga bulan. Uraian Materi Sifat api Bahan bakar.  Lakukan tindakan anti karat pada akhir pekan dan hari libur dan hilangkan segera jika timbul karat. Tindakan pencegahan lebih diutamakan daripada menunggu bencana terjadi. Kegiatan Belajar 3: Perlengkapan Pemadam Kebakaran a.  Hilangkan serpihan dari mesin segera dan ambil langkah untuk menhentikan penyebabnya. panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api. Tujuan 1) Siswa dapat memahami sifat-sifat api 2) Siswa dapat melakukan pencegahan terjadinya api 3) Siswa dapat memahami klasifikasi api 4) Siswa dapat memahami jenis-jenis alat pemadam kebakaran 5) Siswa dapat memahami prosedur dan metode penggunaan alat pemadam kebakaran b. Modul OPKR 10 – 016 C 62 .

sumber listrik. Modul OPKR 10 – 016 C 63 . 2) Menyimpan bahan bakar dan bahan yang dapat terbakar dengan hati-hati. pipa panas dan perlengkapan. Oksigen umumnya berasal dari udara dan juga sebagian dari reaksi kimia. Bahan yang mudah terbakar adalah setiap benda yang mudah menyala dan terbakar dengan cepat. gesekan. Panas dapat berasal dari nyala api. baik padat. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara: 1) Menghilangkan bahan bakar yang tidak diinginkan seperti sampah dan limbah. tidak akan terjadi api. puntung rokok. Bahan bakar adalah bahan yang dapat terbakar. percikan bunga api. cair maupun gas.Gambar 1. Mencegah api Tanpa bahan bakar.

Gambar 2. tidak akan terjadi api. Tanpa panas. Modul OPKR 10 – 016 C 64 . Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara: 1) Berhati-hati bila bekerja dengan panas. 2) Menghilangkan sumber panas yang tidak diinginkan. Gambar 3. Memadamkan api yang tidak diinginkan dengan cara mendinginkan bahan bakar yang sedang terbakar untuk menghilangkan panas.

2) Rawat alat. kabel-kabel. kabel extensi dan stop kontaknya tetap dalam keadaan baik. Api tidak dapat muncul tanpa panas. Gambar 4. Modul OPKR 10 – 016 C 65 .Tanpa oksigen tidak akan terjadi api. Jagalah selalu semua kemungkinan munculnya sumber panas. Memadamkan api yang tidak diinginkan dengan menutupnya sehingga tidak berhubungan dengan oksigen. 1) Berhati-hati dengan listrik. Membantu mencegah timbulnya api yang tidak diinginkan dengan cara menjauhkan bahan bakar yang terbakar agar tidak berhubungan dengan oksigen.

insulator yang rusak dapat menimbulkan busur api. Gambar 6 6) Jangan menggunakan api (sebagai penerangan) tanpa perlindungan yang cukup agar api tersebut tidak menyambar bahan-bahan yang dapat terbakar.Gambar 5. 3) Gunakan stop kontak yang telah diakui. jangan berimprovisasi. 4) Jangan membebani kabel berlebihan. Modul OPKR 10 – 016 C 66 . 5) Jangan menginjak atau menggilas dengan troli kabel listrik fleksibel. Berhati-hatilah saat memanaskan atau mengelas.

Jangan merokok di area yang dapat menimbulkan kebakaran. b. obor gas dan peralatan potong oksigen. dan perlengkapan panas lainnya. Gunakan hanya pemanas yang disarankan. Modul OPKR 10 – 016 C 67 . bahan bakar yang panas. Gambar 7 Pada sebagian benda seperti kain lap yang berminyak. Singkirkan bahan yang dapat terbakar dari peralatan pemanas. Tempatkan pemanas sedemikian rupa sehingga tidak terbalik. i. f. Patuhi tanda “dilarang merokok”. Buang puntung rokok pada tempat yang aman. e. pembakaran yang tiba—tiba dapat menyebabkan kebakaran di tumpukan lap tersebut.a. g. d. Singkirkan bahan-bahan yang mudah terbakar saat menggunakan lampu semprot (blow lamp). Sebagai contoh. c. Periksa percikan api dari busur pemotong dan pengelasan tidak jatuh pada bahan yang dapat terbakar. h. kain terpal dan bahan yang dapat terbakar lainnya. 1) Kosongkan tempat sampah setiap hari. knalpot engine. Jauhkan pemanas dari sekat kayu. panas dapat muncul karena reaksi kimia.

2) Jangan menyimpan timbunan kain yang berminyak di dalam locker. Api tidak dapat menyala tanpa panas. Hilangkan semua bahanterbakar yang tidak diperlukan sesegera

bahan yang dapat mungkin.

1) Bersihkan tempat kerja anda secara teratur.

Gambar 8

2) Buang kotoran dan limbah pada wadah yang benar. 3) Buang kain lap yang berminyak dan berlemak ke dalam tempat sampah yang dilengkapi dengan tutup dan seal perapat.

Gambar 9.

Hati-hati dengan gas yang mudah terbakar (seperti asetilin, LPG, dll.) dan cairan yang mudah terbakar (seperti, bensin, minyak tanah, cairan pembersih, solvent, tiner, dll.) Gas dan cairan yang
Modul OPKR 10 – 016 C

68

mudah terbakar sebaiknya disimpan pada area yang terisolasi dan jauh dari sumber panas.

Gambar 10.

1) Rawat semua pipa gas, katup-katup dan perlengkapan tetap dalam kondisi baik. 2) Gunakan hanya alat tangan yang tidak dapat menimbulkan percikan bunga api untuk membuka wadah cairan yang dapat terbakar. 3) Bila cairan yang dapat terbakar diperlukan, gunakan sesedikit mungkin. Simpan cairan yang dapat terbakar pada wadah logam yang tertutup. 4) Jangan merokok saat menggunakan cairan yang dapat terbakar. 5) Bersihkan setiap tumpahan cairan yang dapat terbakar pada pakaian anda, hindarkan dari sumber panas dan segera informasikan kepada supervisor anda. 6) Jangan gunakan bensin, minyak tanah atau spiritus untuk menyalakan api. Hindarkan debu yang berbahaya. Mungkin beberapa jenis debu sangat mudah terbakar dan dapat meledak saat bercampur dengan udara.

Modul OPKR 10 – 016 C

69

1) Bersihkan area yang berdebu sebelum mengelas atau bekerja dengan peralatan listrik. 2) Hati-hati saat bekerja di dekat perangkat penyedot debu. 3) Jaga tutup kotak debu tetap tertutup dengan rapat. 4) Jaga stop kontak lampu bebas dari debu.

Gambar 11.

Klasifikasi api Api kelas A. Api kelas A adalah yang paling umum, yang bersumber dari kayu, pakaian, kertas dan bahan-bahan paking.

Gambar 12.

Modul OPKR 10 – 016 C

70

Gambar 14. Air dari ember.Mendinginkan bahan yang sedang terbakar adalah cara yang paling efektif untuk mematikan api kelas A. Gambar 13. Air biasanya tepat untuk mendinginkan bahan sampai pada titik dimana dia tidak dapat menyala lagi dan merembes jauh ke dalam sumber api. Modul OPKR 10 – 016 C 71 . 1) Pemadam kebakaran jenis air juga sangat baik untuk mematikan api kelas A. atau dari selang adalah cara yang terbaik untuk mematikan api kelas A.

Gambar 15. Modul OPKR 10 – 016 C 72 .2) Pemadam kebakaran jenis busa juga dapat digunakan. minyak tanah. Catatan: Pemadam kebakaran jenis yang dibalik secara bertahap digantikan oleh jenis air-udara di sejumlah negara bagian. Api kelas B Api kelas B adalah berasal dari cairan yang mudah terbakar seperti bensin. lilin. air dapat menyebarkan cairan yang sedang terbakar. grease. Pemadam kebakaran jenis lain akan mematikan api kelas A yang kecil tetapi tidak seefektif air. lemak. Pemadam api dari bahan kimia berupa tepung kering dan gas karbon dioksida (CO2) sangat baik untuk memadamkan api kelas B. thinner dan solvent. oli. cat. Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api kelas B. Peringatan: Jangan sekali-kali menggunakan air untuk memadamkan api kelas B.

Api kelas C berasal dari peralatan listrik seperti dudukan lampu. saklar. dan peralatan elektronik. motor. kabel. Pemadam api busa sangat baik untuk memadamkan cairan yang terbakar di dalam wadah dimana cairan kelihatannya cukup panas untuk terbakar sendiri bila berhubungan dengan oksigen.Gambar 16. generator. Gambar 17. Modul OPKR 10 – 016 C 73 . Menutupi api agar tidak berhubungan dengan oksigen adalah cara yang paling efektif untuk memadamkan api kelas C. Api kelas C VIII. VII. kawat.

Modul OPKR 10 – 016 C 74 . Bila anda dapat melakukannya dengan sangat hati-hati. Jangan sekali-kali menggunakan pemadam kebakaran dengan bahan air atau busa untuk mematikan api kelas C. IX. matikan semua peralatan listrik yang sedang terbakar.Gambar 18. Gambar 19. Peringatan Bahan pemadam kebakaran harus bukan penghantar listrik untuk menghindari kejutan atau kerusakan peralatan.

label instruksi. Selalu baca plat instruksi sebelum anda menggunakan pemadam api. juga dijelaskan untuk Gambar 20.Alat-alat Pemadam Kebakaran: Alat pemadam api portable Pemadam api portable biasanya ditempatkan pada tempat yang aman. Pada bagian sisi alat pemadam biasanya dilengkapi dengan api jenis apa digunakan. Label ini memberikan rincian bagaimana menggunakan pemadam api. Ada 4 jenis alat pemadam kebakaran dengan beberapa perbedaan pada masing-masing jenisnya. 4) Pemadam kebakaran yang berisi air Modul OPKR 10 – 016 C 75 .

Pemadam ini dicat merah. Jenis pemadam bertekanan udara diaktifkan dengan alat picu dan dapat dihentikan setiap saat dengan cara melepas pemicu. Digunakan sesuai petunjuknya. Gambar 21. Gambar 22. Rentang semprotannya berkisar 10m.Ketiga pemadam kebakaran jenis berisi air hanya cocok untuk memadamkan api kelas A. Jenis pemadam bertekanan gas berkerja sampai kosong. 5) Pemadam Kebakaran Karbon Dioksida (CO2) Modul OPKR 10 – 016 C 76 .

tuas. Contohnya adalah: Modul OPKR 10 – 016 C 77 . Operasikan sesuai petunjuk. Alat ini bias juga dilengkapi dengan plunyer. Ukuran kecil mempunyai kemampuan semprot sampai 1. Pemadam kebakaran CO2 sangat berguna dimana pencemaran oleh endapan tidak diharapkan ditempat kerja dan penembusan area sangat penting. pemicu atau katup. Semprotan utama sangat dingin.Alat ini diisi deengan karbon dioksida. Gambar 23. cairan ini mempunyai tekanan yang sangat tinggi.2m dan yang berukuran besar mempunyai kemampuan sam pai 3m. Pemadam ini harus mempunyai nozel penyembur agar dapat digunakan secara efektif dan aman. Yang dikosongkan adalah karbon diosida cair yang dengan cepat dapat berubah menjadi gas. Jenis ini dicat warna merah dengan garis/pita hitam. Menkanisme pengoperasiannya harus terbuka penuh untuk mencegah agar nozel tidak membeku. Jenis ini paling sesuai untuk memadamkan api kelas B dan kelas C.

Buka semua jendela dan pintu untuk membersihkan ruangan dari gas karbondioksida. c) Gerak-gerakkan nozel dari kiri ke kanan. Segera bersihkan tempat setelah digunakan. b) Pertama arahkan semprotan ke bagian belakang sumber api. a) Gunakan sedekat mungkin dengan sumber api. Gambar 24. Modul OPKR 10 – 016 C 78 . d) Secara perlahan bergerak ke bagian depan samapi api mati. lepas melalui kedua permukaan vertical dan horizontal. Prosedur penggunaan. Peringatan: Berada dalam waktu tertentu dalam ruang tertutup yang berisi Karbon dioksida dapat menyebabkan sesak bahkan mati lemas. Berhubungan dengan api kecil pada cairan yang dapat terbakar.a) b) Berhubungan dengan kebakaran peralatan elektronik dan laboratorium.

Jenis ini biasa jadi tidak efektif cairan yang terbakar seperti alcohol. Busa kurang efektif pada tumpahan yang menyebar. Modul OPKR 10 – 016 C 79 . Selimut busanya akan tetap berada pada tempatnya cukup lama untuk mendinginkan bahan yang terbakar sehingga temperaturnya tidak cukup untuk dapat terbakar sendiri. Jarak semprotnya berkisar 6m.6) Pemadam Kebakaran Busa Variasi mekanisme dan bahan kimia yang digunakan pada pemadam kebakaran busa cocok digunakan untuk memadamkan api kelas B dan terbatas pada api kelas A. Pemadam kebakaran jenis busa adalah yang paling efektif untuk memadamkan api dari bahan bakar cair yang berada dalam wadah diaman bahan ini cukup panas untuk dapat terbakar sendiri bila bersinggungan dengan oksigen. Busa digunakan untuk membentuk selimut untuk menutupi dan memadam api. Operasikan sesuai petunjuk. Tabung alat ini dicat dengan warna BIRU. Gambar 25.

Hal ini akan menyebabkan busa mengalir ke bawah an menyebar di atas permukaan cairan. atau dengan tekanan udara. dan yang berukuran besar samapai 6 meter. 7) Pemadam Kebakaran Tepung Kering Pemadam ini diisi dengan bahan kimia berbentuk tepung kering yang diinjeksikan dengan tekanan gas. Rentang semprotan yang berukuran kecil samapi 3m. arahkan semprotan pemadam ke bagian sisi wadah di atas cairan.Untuk memadamkan cairan yang sedang terbakar. Modul OPKR 10 – 016 C 80 . Gambar 26. Tabung pemadam ini dicat warna MERAH dengan lingkaran PUTIH. Operasikan berdasarkan petunjuk pemakaian. Alat ini mempunyai nozel beebentuk kipas. Jenis ini sesuai untuk memadamkan api kelas B dan C.

Gambar 27 Pemadam kebakaran jenis tepung kering mempunyai reaksi pemadaman yang sangat cepat. khususnya pada tumpahan yang mengalir bebas. Hal ini dan dapat digunakan membuat alat ini efektif memadamkan semua jenis api yang muncul tiba-tiba dan juga untuk api kecil yang sulit dijangkau. Semprotkan tepung ke bagian dasar api dan tutupi apinya dengan menggerakan nozel ke kanan dan ke kiri. Pemadam kebakaran bentuk kecil sebaiknya tidak digunakan untuk memadamkan api yang besar dan dalam Modul OPKR 10 – 016 C 81 . Pemadam jenis ini yang berukuran kecil denngan gagang berbentuk pistol dapat dibawa masuk dengan cepat. Kabut bahan kimia kering ini cenderung melindungi orang yang memadamkan api dari panas. Tepung kering adalah pemadam api yang paling efektif untuk memadamkan cairan yang terbakar pada area yang luas.

telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda. Gambar 29. dan yang lainnya. yang berganti lokasi kerja secara teratur mengetahui bagaimana 82 Modul OPKR 10 – 016 C . Pelajari lokasi terjadinya kebakaran.Gambar 28. Adalah sangat penting bila pekerja perawatan. Menyelamatkan diri dari Api Anda harus tanggap kalau sedang terjadi kebakaran dan harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada . alarm kebakaran.

Asap telah mengaburkan atau menggelapkan jalan ke luar. pertama periksa apakah ada tempat yang lowong dan aman untuk jalan ke luar. Jika anda memutuskan untuk memadamkan api. Ketika terjadi kebakaran. Api yang timbul sudah tidak dapat dikontrol lagi. 2. 7. 5. keluarlah segera. Jika tidak. Modul OPKR 10 – 016 C 83 . putuskan apakah anda dapat membantu memadamkan api. Pada saat anda meninggalkan tempat tersebut. Berhati-hatilah terhadap asap dan gas-gas yang ditimbulkan api. Selalulah berada diantara api dan jalan keluar. Api telah menguasai jalan ke luar. Tutuplah pintu-pintu di belakang anda untuk mencegah aliran udara menghembus api. 4.menyelamatkan diri dari kebakaran di setiap tempat kerja mereka. buka setiap pintu dengan hati-hati untuk mencegah asap atau nyala api menyerbu masuk ruangan. 6. tetap pada posisi rendah dan merangkak untuk menghindarkan mulut dan hidung sedekat mungkin dengan lantai Gambar 30. Tinggalkan tempat kebakaran sesegera mungkin bila: 1. Di dalam area yang penuh asap. 3.

4. Jangan sekali-kali memasuki bangunan yang sedang terbakar. Walau dalam keadaan bagaimanapun juga jangan pernah mundur atau berhenti. Pelajari tempat semua alarm pemadam kebakaran. 5. Pahamilah semua peralatan pemadam kebakaran yang ada di tempat kerja anda. 2. 6. Saat meninggalkan bangunan.8. 3. Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti langkah pemadaman api dengan pasti. tutuplah pintu di belakang anda. Menghindarkan peralatan pemadam kebakaran dari penghalang agar mudah dijangkau. Modul OPKR 10 – 016 C 84 . Selalu siap memadamkan api. Pelajari fungsi semua peralatan pemadam kebakaran. Gambar 31. Anda harus tahu apa yang harus diperbaat bila terjadi kebakaran: 1. Ketahui tempat semua peralatan pemadam kebakaran. 10. 9.

mengurangi bahaya dan meminimalisasi kerusakan. Tempatkan pemadam api yang sesuai sehingga mudah dijangkau saat menggunakan peralatan yang dapat meningkatkan bahaya kebakaran. sekali-kali mengembalikan pemadam api yang telah digunakan ke tempat semula. Jaga akses ke tangga dan perancah mudah dijangkau dimana tangga belum dibangun. Hindarkan pemadam kebakaran dari panas yang tinggi atau yang dingin sekali. Jangan ulang. 2. tindakan yang tepat memberikan peluang dapat memadamkan api dengan cepat. Pastikan setiap pemadam api yang telah dipakai segera diganti dengan yang baru Memadamkan Api/Kebakaran. 3. Bila terjadi kebakaran. 1. 9. 8.Gambar 32. Menjaga pintu penyelamatan diri memberikan akses ke tangaga tertutup. Beri label dan kembalikan untuk diisi Modul OPKR 10 – 016 C 85 . 7. tetapi tidak terkunci. 10. Pelajari setiap lokasi penyelamatan diri. Jaga agar rute penyelamatan diri bebas dari hambatan.

Cara Mengguakan Alat Pemadam Api 1. ingat 6 langkah kesalamatan berikut: 1. Jika anda menemukan kebakaran. Hidupkan segera alarm. Peganglah alat pemadam api dalam keadaan tegak tegak. Gambar 33. Lepaskan kunci pengaman. 2. Pijitlah penagtup. 3. Gambar 34. Beritahu regu pemadam kebakaran. lepasakan pipa dari klip. Modul OPKR 10 – 016 C 86 . 2. 3. Arahkan corong ke pangkal api dan lakukan pemadaman seperti gerakan menyapu. Peringatkan setiap orang agar segera keluar.

Jangan masuk kembali ke gedung yang sedang terbakar Modul OPKR 10 – 016 C 87 . Gambar 36 .Gambar 35. Gambar 37 6. 4. Bila dipandang perlu segera keluar. 5. Padamkan api dengan peralatan yang tersedia.

penundaan dalam mengevakuasi bangunan dapat meregut nyawa seseorang. dan anda tidak dapat mematikan saluran gas. jangan coba-coba mematikan nyala api. Bila kebakaran terjadi pada saluran gas yang bocor. 6. 8. Seseorang menunda. Begitu api menjadi besar. Api yang masih kecil dapat dengan mudah ditanggulangi dengan peralatan yang tepat.Gambar 38 Ke 6 langkah keselamatan tersebut penting karena hal-hal berikut: 1. 4. 5. Selebihnya biar ditangani oleh ahlinya. 2. walaupun mengawasi regu pemadam kebakaran dapat mengarahkan mereka langsung ke tmpat kebakaran tanpa harus sumber api dan panasnya jauh. 3. Beberapa menit pertama setelah api mulai menyala adalah penting segera ditanggulangi. Penting bagi regu pemadam kebakaran tiba saat api masih kecil sehigga mudah dikendalikan daripada datang setelah api menjadi besar sehingga sulit ditanggulangi. 7. Bila perlu. Modul OPKR 10 – 016 C 88 . Asap dan gas di dalam bangunan sangat berbahaya. cobalah mendinginkan peralatan yang ada di sekitarnya. atau memungkinkan.

Pelajari lokasi terjadinya kebakaran.c. mengurangi bahaya dan meminimalisasi kerusakan. telephone dan pintu darurat yang ada di tempat kerja anda. Bila terjadi kebakaran. Rangkuman 1) 2) 3) 4) Bahan bakar. alarm kebakaran. Tugas Setelah mempelajari Modul PERLENGKAPAN PEMADAM KEBAKARAN ini buatlah Tabel warna alat pemadam kebakaran dan penggunaannya. Cooling 4) Bagaimana air dapat memadamkan nyala api? Modul OPKR 10 – 016 C 89 . d. tindakan yang tepat memberikan peluang dapat memadamkan api dengan cepat. Starvation b. setelah selasai mintalah Pendapat atau saran pada instruktur tentang hasil kerja anda! e. Smothering c. Anda harus tanggap kalau sedang terjadi kebakaran dan harus mengenal seluruh alat-alat pemadam yang ada . Tempatkan dijangkau 5) pemadam saat api yang sesuai sehingga yang mudah dapat menggunakan peralatan meningkatkan bahaya kebakaran. Test Formatif 1) Tuliskan tiga unsur penyebab kebakaran 2) Apa yang terjadi apabila salah satu unsur tersebut dihilangkan? 3) Jelaskan pengertian hal berikut dihubungkan dengan pemadaman nyala api? a. panas dan oksigen harus ada untuk menyalakan api.

Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Warna alat pemadam Merah Biru Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam Jenis alat pemadam 12) Tuliskan dua cara untuk mengetahui isi alat pemadam kebakaran 13) Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api ? 14) Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian berikut ini? a. Isilah table dibawah ini untuk meyakinkan anda. Kertas terbakar didalam tong sampah Modul OPKR 10 – 016 C 90 . c. Nyala api pada kain lap oli.5) Bagaimana bubuk kimia memadamkan nyala api? 6) Bagaimana karbon dioksid memadamkan nyala api? 7) Bagaimana jenis busa dapat memadamkan nyala api? 8) Mengapa air atau busa tidak sesuai untuk memadamkan nyala api karena listrik? 9) Mengapa air tidak sesuai untuk memadamkan nyala api yang disebabkan bahan bakar cair seperti bensin? 10)Bagaimana prinsip starvation dapat diaplikasikan pada kebakaran akibat bahan bakar dengan gas atau listrik? 11)Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. Nyala api pada mesin b.

4) Air dapat memadamkan nyala api karena Air akan mendinginkan bahan yang terbakar sehingga tidak terjadi penyalaan kembali. Modul OPKR 10 – 016 C 91 .d. Kebakaran pada panel listrik 15) Bagaimana prosedur pengoperasian gulungan selang pemadam kebakaran? 16) Mengapa penting menjamin posisi nozel harus “OFF” dan ditempatkan pada tempat gantungan pada keran utama apabila selang tidak digunakan? 17) Untuk apa selimut api digunakan dan bagaimana menggunakannya? Setelah anda menyelesaikan semua jawaban mintalah pada pelatih untuk memeriksanya. Kunci Jawaban 1) Tiga unsur penyebab kebakaran  Bahan bakar  Panas  Oxigen 2) Yang terjadi apabila salah satu unsure ini dihilangkan adalah Nyala api tidak akan lama akan menjadi padam. f. 3) Pengertian hal-hal yang berhubungan dengan pemadaman nyala api adalah  Starvation: Mengandung arti membuang/mencabut bahan bakar dari nyala api sehingga menjadi padam. Ban terbakar e.  CoolingMengandung arti menurunkan panas dari nyala api.  Smothering: Mengandung arti membuang oxygen dari nyala api sehingga menjadi padam.

6) Karbon dioksid dapat memadamkan nyala api karena Karbon dioksid akan menjadi cair apabila disimpan dibawah tekanan. Busa akan menutupi pada permukaan dengan waktu yang cukup lama sehingga akan menjadi dingin dibagian bawah sehingga tidak terjadi penyalaan kembali. Kebakaran akibat bahan bakar cair menimbulkan panas yang sangat tinggi sehingga air tidak efektip untuk menurunkan temperatur tersebut. 8) Mengapa air atau busa tidak sesuai untuk memadamkan nyala api karena listrik Karena bahan ini adalah penghantar aliran listrik. Kondisi inilah yang menyebabkan nyala api menjadi padam. dari alat pemadam dengan gas atau udara bertekanan dan dapat dengan cepat menutup untuk memadamkan Modul OPKR 10 – 016 C 92 . Bahan pemadam untuk kebakaran karena listrik harus dari bahan yang tidak dapat dialiri arus listrik untuk mencegah meluasnya kebakaran dan tidak terjadi kejutan dan meledak peralatan dan menjadi rusak. Bentuk yang keluar dari alat pemadam kebakaran adalah bentuk cairan karbon dioksid yang dengan cepat menjadi gas dan kondisi sangat dingin. seperti pada pemadam nyala api dengan CO2.5) Bubuk kimia dapatmemadamkan nyala api sebab Bubuk kimia disemprotkan nyala api. 9) Air tidak sesuai untuk memadamkan nyala api yang disebabkan bahan bakar cair seperti bensin karena Air dapat saja akan menyebarkan nyala api menjadi lebih luas. 7) Busa dapat memadamkan nyala api karena Busa akan menutupi nyala api pada bahan bakar cair. Bahan bakar cair kemungkinan masih cukup panas apabila mendapat udara akan terbakar kembali.

Jika pertanda tersebut masih pada tempatnya hal ini menandakan alat pemadam masih berisi penuh. Merah Bubuk Kering dengan Putih Tanda Merah Karbon Dioksid dengan Hitam 12)Dua cara (diantara) untuk mengetahui isi dari alat pemadam kebakaran. sumber bahan bakar harus diisolasi dari nyala api. Warna alat Pemadam Merah Biru Tanda Jenis alat Pemadam Berisi Air Busa Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Nyala Api Kelas A Kayu. b) Memeriksa dan melihat pertanda yang diberikan pada alat tersebut masih utuh atau sudah terlepas. Nyala Api Kelas C akibat Listrik (juga untuk kelas A dan B) Nyala Api Kelas B dan C Listrik dan cairan yang dapat terbakar. 11)Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. terpotong. Kertas. dll Nyala Api Kelas B. atau dirusak karena alat pemadam sudah dioperasikan.10)Prinsip starvation dapat diaplikasikan pada kebakaran akibat bahan bakar dengan gas atau listrik adalah Dengan menutup sumber gas atau listrik. Nyala Api akibat bahan bakar cair. a) Memeriksa alat ukur yang ada pada bagian atas silinder. Cara lain nyala api dapat dipadamkan dengan alat pemadam yang sesuai. Kain. Seperti table dibawah ini untuk meyakinkan anda. Modul OPKR 10 – 016 C 93 .

c) Membandingkan berat alat pemadam yang anda yakin berisi penuh dengan alat pemadam yang akan diperiksa. operator dapat memutar katup utama tanpa menimbulkan selang melibas dan air tersembur kesegala arah hal ini akan menyebabkan pemadaman kebakaran akan terlambat.Tarik gulungan selang dan arahkan pada nyala api. 13)Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api ? Menggantikannya dengan alat pemadam yang berisi penuh dan alat pemadam yang telah digunakan segera diisi kembali. 17) Untuk apa selimut api digunakan dan bagaimana menggunakannya Modul OPKR 10 – 016 C 94 .adalah Karbon dioksid. 16) Pentingnya menjamin posisi nozel harus “OFF” dan ditempatkan pada tempat gantungan pada keran utama apabila selang tidak digunakan adaalah Untuk menjamin apabila selang digunakan digunakan kembali. 14) Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian a) Nyala api pada mesin adalah karbon Dioksid dan bubuk kering b) Nyala api pada kain lap oli.Memutar nozel dan mengarahkan air langsung pada sumber nyala api. yakinkan bahwa jalan keluar tidak ada yang menghalangi.Bubuk Kering dan Busa c) Kertas terbakar didalam tong sampah adalah air d) Ban terbakar adalah busa e) Kebakaran pada panel listrik Karbon Dioksid 15) Prosedur pengoperasian gulungan selang pemadam kebakaran adalah dengan cara Memutar dan menyambungkan katup yang terletak pada pipa penyalur air ke gulungan selang.

Tujuan 1. Siswa dapat menjelaskan teknik memberikan Pertolongan Pertama dan Cardio Pulmonary (CPR). kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. Kegiatan Belajar 4: Pertolongan Pertama Dan Cardio Pulmonary Resusciation ( Cpr ) a. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama. Siswa dapat mengerti dan memahami Pengertian Pertolongan Pertama dan Cardio Pulmonary. Pengertian Medis Dasar Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. 2. Didalam masalah ada seseorang yang pakaiannya terbakar.Selimut api digunakan untuk memadamkan nyala api yang kecil dan bilamana pada pakaian terdapat nyala api. maka selimut api dapat dibungkuskan untuk menutup nyala api tersebut setelah itu biarkan selimut api hingga menjadi dingin selanjutnya selimut api barulah diambil. Uraian Materi Pengertian Pertolongan Pertama Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera. b. maka selimut api dibungkuskan pada tubuh korban dan rebahkan kelantai selanjutnya gulingkan tubuh korban untuk meyakinkan nyala api telah tertutup dan padam. Modul OPKR 10 – 016 C 95 . Siswa dapat memberikan Pertolongan Pertama dan CPR dilingkungan kerja 3.

4.-. Menyelamat jiwa penderita b.500. yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar. Tujuan Pertolongan Pertama: a.165. Walau demikian dalam KUHAP ada beberapa pasal yang mencakup aspek dalam melakukan Pertolongan Pertama.304 s. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan Dasar Hukum Di Indonesia dasar hukum mengenai Pertolongan Pertama dan Pelakunya belum tersusun dengan baik seperti halnya di Negara maju. Pidana yang berbunyi: Barang siapa menyasikan sendiri ada orang didalam keadaan bahaya maut lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu didapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan mengkuatirkan bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama – lamanya tiga bulan atau denda sebanyak – banyaknya Rp. diancam dengan : KUHP 45. Pasal ini berlaku bila pelaku pertolongan pertama dapat melakukan tanpa membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain. 525.566 . Modul OPKR 10 – 016 C 96 . Mencegah cacat c.187. Pelanggaran tentang orang yang perlu ditolong diatur dalam Pasal 531 KUH.Pelaku pertolongan Pertama Pelaku Pertolongan Pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian. Jika orang yang perlu ditolong itu mati. 478 .

misalnya orang berada dalam rumah terbakar. tenggelam di air.  Mengadakan pertolongan = misalnya memintakan pertolongan polisi atau dokter. Prinsip utama dalam menghadapi darah dan cairan tubuh dari penderita adalah : Darah dan semua cairan tubuh sebagai media penularan penyakit.  Memberikan pertolongan = menolong sendidri. TBC. apabila bahwa dengan orang itu memberi sendiri pertolongan dibahayakan atau orang lain dapat kena bahaya dan orang yang perlu ditolong itu mati.Penjelasan:  Dalam keadaan bahaya maut = bahaya maut yang ada seketika itu.HIV/AIDS. Modul OPKR 10 – 016 C 97 . Beberapa penyakit yang dapat menular diantaranya adalah Hepatitis. Alat Pelindung Diri ( APD ) Sebagai pelaku Pertolongan Pertama seseorang akan dengan mudah terpapar dengan jasad renik maupun cairan tubuh seseorang yang memungkinkan penolong dapat tertular oleh penyakit. PERALATAN DASAR PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA : Dalam melakukan tugasnya Pelaku Pertolongan Pertama memerlukan beberapa peralatan dasar. seorang akan membunuh diri dan sebagainya. Peralatan dasar ini dapat dibagi menjadi peralatan perlindungan diri atau yang lebih dikenal dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan minimal untuk melakukan tugasnya. Pasal ini hanya itu dapat tidak dikenakan dikuatirkan.

maka sebaiknya sarung tangan lateks dipakai terlebih dahulu. 6. 5. Jangan menggunakan sarung tangan kain saja karena cairan dapat merembes. Modul OPKR 10 – 016 C 98 . Masker penolong Sangat berguna untuk mencegah penularan penyakit melalui udara.Disamping itu APD juga berfungsi untuk mencegah penolong mengalami luka dalam melakukan tugasnya. Kecamata pelindung Berguna untuk melindungi mata dari percikan darah. Helm Dipakai bila akan bekerja ditempat yang rawan akan jatuhnya benda dari atas. Sarung tangan lateks. Baju pelindung Penggunaannya kurang popular di Indonesia. 2. gunanya adalah untuk mencegah merembesnya cairan tubuh penderita melalui baju penolong. Masker Resusitasi Diperlukan bila akan melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru. Misalnya dalam bangunan runtuh dan sebagainya. 4. BEBERAPA APD: 1. Bila kan melakukan tindakan lainnya yang memerlukan sarung tangan kerja. maupun mencegah cedera akibat benturan atau kelilipan pada mata saat melakukan pertolongan 3.

Mempersiapkan alat. Cuci tangan merupakan tindakan yang sederhana namun paling efektif untuk menghentikan rantai penularan penyakit. Selain tubuh penolong alat yang baru dipakai juga harus dibersihkan. Kacamata dan Sarung tangan lateks. Gbr. Ada beberapa tindakan lain yang juga perlu dilakukan sebagai tindakan pencegahan.Catatan: Alat perlindungan diri minimal bagi seorang pelaku Pertolongan Pertama adalah sarung tangan dan masker RJP. Membersihkan alat ini ada beberapa tahap yaitu:  Mencuci dengan air hanya menghilangkan bekas atau noda saja.  Cucilah tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.  Pakialah sabun yang memiliki sifat anti septic (anti kuman)  Cucilah bersih–bersih menangani penderita.  Desinfeksi (memakai bahan pembunuh kuman misalnya pemutih) tangan samapai ke siku bila selesai Modul OPKR 10 – 016 C 99 . Alat APD yaitu Masker. Beberapa tindakan umum untuk menjaga diri adalah: Pemakaian APD tidak sepenuhnya melindungi penolong.

Tandu. Kartu penderita l. Oksigen n. Modul OPKR 10 – 016 C 100 . Pinset h. Selimut k. Tensimeter dan stestoskop o. Contoh:  Bidai  Papan spinal panjang  Papan spinal pendek f. Alat tulis m. Cairan antiseptik Contoh:  Alkohol 70%  Povidone iodine 10% d. Senter i. Pembalut Contoh:  Pembalut gulung/pita  Pembalut segitiga/mitella  Pembalut tubuler/tabung  Pembalut rekat/plester c. Cairan pencuci mata  Boorwater e. Peralatan stabilisasi . Kapas j. Penutup luka  Kasa steril  Bantalan kasa b. Gunting pembalut g. Sterillisasi (proses khusus untuk menjadi bebas kuman) Peralatan Pertolongan Pertama: a.

Memeriksa pernapasan Modul OPKR 10 – 016 C 101 .PERTOLONGAN PERTAMA SAAT DARURAT 1. Letakkan dua jari Anda di bawah dagu korban dan rahang ditarik ke atas.“Anda bisa mendengan saya?” atau “Buka mata Anda!” Goyang bahu korban secara hati–hati. Memeriksa kesadaran Serukan. Gbr. 2 3. 1 2. letakakan tangan Anda yang satu lagi pada dahi korban dan kepalanya ditekan ke bawah. Buka jalan napas korban yang tidak sadar Keluarkan sumbatan dari dalam mulut yang tampak dengan jelas. Pada saat yang sama. Gbr. Korban yang tidak sadar tidak akan bereaksi.

siku ditekuk. 3 4. Raba denyut karotis selama 5 menit. Geser jari Anda ke belakang sampai celah antara trakhea dan otot – otot yang berjalan di sampingnya. Memeriksa nadi Kepala korban tertarik ke bawah. telapak tangan membuka ke atas.  Lihat apakah dadanya bergerak  Dengarkan suara napasnya  Rasakan napasnya dengan pipi Anda Periksa selama 5 detik sebelum memutuskan bahwa korban tidak bernapas. raba jakunnya dengan dua jari Anda.Letakkan tangan Anda di dekat hidung dan mulut korban. Kedua kaki lurus. Kepalanya ditarik ke bawah dan dagunya diangkat untuk membuka jalan napas. Modul OPKR 10 – 016 C 102 . Gbr. Lengan korban yang paling dekat dengan Anda ditekuk membuat sudut siku–siku dengan badannya. POSISI PEMULIHAN 1. Berlutut disamping korban.

tangannya memegang pipi. Gbr. 2 3. Tangan korban dipegang supaya terus memegang pipinya. Tarik badannya ke arah Anda melalui tangan yang memegang paha. kakikinya menginjak lantai.1 2. Modul OPKR 10 – 016 C 103 . lutut korban ditekuk ke atas.Gbr. Lengan korban yang jauh disilangkan pada dadanya. Tangan Anda yang lain memegang paha yang jauh.

Kepala korban ditarik kebelakang supaya jalan napas selalu terbuka. PERNAPASAN MULUT KE MULUT 1. Pastikan jalan napas terbuka dan kepala tertarik ke bawah. Periksa nadi dan pernapasannya secara teratut. Gbr.4 CARDIO PULMONARY RESUSCIATION (CPR) A.Gbr. Bila perlu ataur tangannya agar tetap menopang kepala. 3 4. Modul OPKR 10 – 016 C 104 . Kaki korban yang ada di atas diatur agar panggul dan lututnya membentuk sudut siku – siku. Lubang hidung korban dipijat dengan telunjuk dan ibu jari.

ke titik tersebut. Turunkan pangkal tangan Anda. A B. 2 Dengan lengan tetap lurus tekan tulang dada ke bawah secara vertikal sedalam 4-5 cm. dengan jari – jari kedua tangan saling memegang. Pangkal tangan Anda diletakkan di atas titik pertemuan tulang dada dengan tulang rusuk bagian bawah. Kombinasi dengan pernapasan buatan: setiap 15 kompresi disusul dengan dua pernapasan buatan sampai bantuan datang. KOMPRESI DADA 1. Korban berbaring pada alas yang keras.2. 3. Teruskan pernapasan buatan ini denagan kecepatan 10 kali per menit. Lepaskanan tekanan. Gbr. Angkat bibir Anda dan biarkan dadanya turun lagi. Modul OPKR 10 – 016 C 105 . Tarik napas dalam dan aktupkan bibir Anda di seputar mulut korban. Hembuskan napas Anda ke dalam mulut korban sampai dadanya terlihat naik ke atas. Ulangi kompresi ini dengan kecepatan kira–kira 80 kali per menit.

Modul OPKR 10 – 016 C 106 .Gbr. Kalau kulit kepala luka. 1 2. JANGAN menyentuh luka dengan tangan Anda Gbr. Setelah perdarahan/pendarahan dapat diatasi. tekan ke bawah dengan kuat tetapi hati–hati dan merata pada luka. pasang kembali lipatan kulit yang robek dan dengan memakai perban bersih. B CEDERA KEPALA 1. perban dibalut.

baringkan ia dalam posisi pemulihan. Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit dalam posisi seperti Gbr. hubungi 119 dan minta ambulans. dengan kepala dan bahu ditinggikan dan ditopang. 2 3. Gbr. Korban dibaringkan. 3 4.Gbr. Kalau kesadarannya terganggu selama lebih dari 3 menit. Catat nadi dan pernapasan serta tingkat reaksinya tiap 10 menit. Di bawah ini. Modul OPKR 10 – 016 C 107 . Hubungi 119 dan minta ambulans. Periksa tingkat reaksi korban dengan mengajukan pertanyaan yang mudah dan langsung. Kalau korban menjadi tidak sadar.

bila perlu. Mata yang sakit diperiksa. Gbr.Gbr. Kepalanya ditopang supaya tidak banyak bergerak. Modul OPKR 10 – 016 C 108 .4 CEDERA PADA MATA 1. JANGAN mengaliri air pada mata yang luka atau bila ada benda asing yang terbenam atau melekat pada bola mata. Korban berabring terlentang. Mata yang sakit dialiri air. 1 2. untuk mengeluarkan debu yang mengambang atau zat kimia yang berbahaya.

2 3. Modul OPKR 10 – 016 C 109 .3 4. Mata ditutup. kedua mata ditutup untuk mencegah gerakkan mata. Tenangkan korban sebelum kedua matanya ditutup. Balut dan eratkan pada tempatnya. Bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit.Gbr. Gbr. sebaiknya dengan pembalut mata steril.

Modul OPKR 10 – 016 C 110 . Jangan masuk ke dalam kamar yang penuh asap atau uap.Gbr.4 LUKA BAKAR API Segera hubungi 119 dan minta pemadam kebakaran:  Singkirkan korban dari temapt bahaya kalau situasinya sudah cukup aman.   Jangan masuk ke dalam gedung yang sedang terbakar.

 Anda diberitahu secara resmi bahwa aliran listrik tegangan Modul OPKR 10 – 016 C 111 .PAKAIAN TERBAKAR Jangan biarkan korban lari keluar rumah  Korban dijatuhkan ke lantai. bagian dengan diselimuti yang air. CEDERA AKIBAT ARUS LISTRIK Jangan mendekat sebelum:  Anda memutuskan aliran listrik di dalam rumah. kemudian siram korban dengan erat–erat mantel atau karpet. terbakar Atau di sebelah ata.

laian Gbr. cincin dan perhiasan Modul OPKR 10 – 016 C 112 . Luka didinginkan dengan air dingin berkurang samapai nyeri JANGAN menunda mencari bantuan Medis pada luka baker berat 2.2 pakaian.  Hati – mengalir membahayakan hati terhadap uap beracun LUKA BAKAR 1. sepatu. ikat pinggang. TUMPAHAN ZAT KIMIA Lindungi diri Anda sendiri dari zat kimia korosif.  Air pembilas yang sudah tanpa siapapun tercemar juga.tinggi sudah diputuskan dan sudah diisolasi. arloji. Lepaskan barang–barang yang menjepitdari daerah luka.

bersih dan tidak berbulu. salep. Luka ditutup dengan pembalut yang ringan. JANGAN mengoleskan krim. MENELAN RACUN 1. Pastikan di dalam mulut korban muntahan tidak dan ada benda menunggu datangnya bantuan medis atau asing. Cari gejala luka baker zat kimia sekitar di dalam dan mulut korban. maupun lemak JANGAN memecahkan lepuh Gb. berikan air dingin atau susu untuk diminum sedikit–sedikit. Periksa dan catat nadi serta napasnya setiap 10 menit sementara ambulans. 2. dan bahwa korban dapat bernapas.3. kakinya ditinggikan dan ditopang. Modul OPKR 10 – 016 C 113 . korban dibaringkan dan bila mungkin. Apabila lukanya luas.3 4. Kalau ada.

Katakan pada korban agar tidak bergerak. yang dokter Usahakan korban petugas untuk mengetahui apa ditelan atau dan beritahukan pada ambulans. baringkan ia dalam posisi pemulihan . Kalau korban menjadi tidak sadar. JANGAN MENGGERAKAN KORBAN PERLU TANPA dan dengan Modul OPKR 10 – 016 C 114 . 4. Bagian yang cedera ditopang distabilkan tangan Anda.3. Panggil dokter atau hubungi 119 dan minta ambulans. PATAH TULANG 1.

kaki dengan pada dan kaki. Hubungi sakit 119. patah kaki. Bagian yang ditinggikan sirkulasi ditopang. ditekan perban pembalut bersih.2. 4. minta dan ada tempat balutan tetapi jangan ambulans. Untuk kedua dirapatkan membalut-nya lutut pergelangan di yang bawah patah. pasang belat dan kalau perlu lengan dan tubuh dengan yang dirapatkan pada patah. tempat Untuk kemudian di atas dan patah lengan. darah Luka Luka dengan atau yang dan sekitarnya diperban dan dibalut supaya tidak longgar 3. Periksa Modul OPKR 10 – 016 C 115 . Jika ada luka. bila mungkin. atasi perdarahan.

luka ditekan kuat–kuat dengan tangan atau jari Anda. bagian tubuh yang luka ditinggikan dan ditopang JANGAN memasang tourniquet 3. Perban dibalut dengan kuat tetapi agar jangan suplai terlalu darah keras tidak terputus Modul OPKR 10 – 016 C 116 . Luka terus ditekan.tangan dan kakinya setiap 10 menit. Pakaian dibuka supaya luka terlihat. sebaiknya menggunakan pembalut yang bersih JANGAN Memberi sesuatu lewat mulut kepada korban 2. PERDARAHAN 1.

bantuan medis yang Kalau perdarahannyaberat. Lututnya ditekuk dan ditopang 2. dibaringkan kalau diselimuti. Cari tepat. Modul OPKR 10 – 016 C 117 . Jika Anda membawa tablet aspirin dan pasien sudah sadar.4. pasang perban lagi di atasnya dan balut kembali. 119 dan ambulans. SERANGAN JANTUNG 1. Pasien ditenangkan. baringkan dalam posisi setengah duduk.Bagian Korban dan hubungi minta luka dan darah yang terus ditopang dan ditinggikan. berikan dia satu tablet dan katakana supaya dikunyah pelan – pelan. kakinya ditinggikan ditopang merembes pada pembalut.

Korban antara dengan membungkuk kedua telapak ke depan pukul punggungnya bahunya tangan Anda sebanyak lima kali. dan napasnya Periksa secara teratur sampai bantuan dating. 4. TERSEDAK A. minta agar menduga Kalau Anda memanggilkan dokternya.3. Hubungi 119. Pasien nadi ditenangkan. Modul OPKR 10 – 016 C 118 . PADA ORANG DEWASA DAN ANAK YANG SUDAH BESAR 1. minta ambulans dan katakana pada operator bahwa serangan pasien Anda jantung. penuhi permintaannya.

di bawah lengkung iga korban. Kalau tidak berhasil dengan memukul. Ulangi sebanyak empat kali. satu telapak tangan membuka ke atas. Jari–jari saling kedua tangan menggenggam kemudian dorong dengan keras kea rah dalam dan keatas.2. Anda berdiri di korban kedua melingkari pinggangnya. 3. Modul OPKR 10 – 016 C 119 . Lakukan dengan perut belakag lengan Anda. satu lagi kebawah.

B. PADA ANAK YANG MASIH KECIL 4. Telengkupkan Anda, kepala berulang–ulang orang dewasa. Kalau tidak berhasil dengan memukul punggung, menekan perut hanya dilakukan jika Anda sudah terlatih untuk melakukannya pada anak–anak. Kalau buatan. belum, lakukan pernapasan anak di di di pangkuan Pukul kedua

bawah. antara

bahunya, tetapi jangan sekuat pada

C. PADA BAYI
JANGAN melakukan cara mendorong perut pada bayi

5. Telengkupkan bayi di pangkuan Anda, kepala di bawah. 6. Pukul punggungnya berulang–ulang di antara kedua bahunya, tetapi jangan sekuat pada anak–anak. 2. kalau gagal, lakukan pernapasan buatan.

Modul OPKR 10 – 016 C

120

TIDAK SADAR 7. Dagu korban diangkat dan kepalanya ditarik ke bawah supaya jalan napas terbuka. Periksa apakah nadi dan napas masih ada. Nilai tingkat reaksinya dengan berbicara keras – keras di dekat telinganya dan cubit punggung tangannya. Catat apa yang Anda temukan.

8. Korban diperiksa secara cepat dan cermat dan tangani cedera yang dari berat, kalau ada. Usahakan untuk mengetahui ketidaksadaran penyebab

9. Baringkan pemulihan

korban

dalam

posisi

JANGAN memindahkan korban kalau tidak perlu.

Modul OPKR 10 – 016 C

121

10. Kalau korban tidak sadar kembali setelah 3 menit, hubungi 119 dan minta ambulans. Catat kecepatan nadi dan napas serta tingkat reaksinya tiap 10 menit. Tetap bersama korban sampai pertolongan dating. Berikan catatan Anda kepada petugas.

c. RANGKUMAN 1. Di lingkungan sekolah atau perusahaan Kecelakaan harus ada unit

Pertolongan

Pertama

pada

(P3K)

dan

Cardio

Pulmonary Resusciation (CPR ). 2. Agar petugas P3K dan CPR dapat bekerja sebagaimana mestinya harus dilatih oleh bertugas dari Dinas Kesehatan Setempat. 3. Peralatan dan obata – obatan P3K harus selalu dilengkapi. d. TUGAS 1. Kenali dan catat peralatan P3K, laporkan apabila terdapat kekurangan. 2. Lakukan silmulasi Pertolongan Pertama kepada korban

pendarahan bila ditempat Anda terjadi kecelakaan. 3. Lakukan silmulasi Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) kepada korban bila ditempat Anda terjadi kecelakaan. e. TES FORMATIF 1. Jelaskan pengertian Pertolongan Pertama! 2. Tuliskan beberapa alat perlindungan diri (APD)

Modul OPKR 10 – 016 C

122

3. Tuliskan peralatan Pertolongan Pertama! 4. Jelaskan pengertian dari Cardio Pulmonary Resusciation (CPR)! Modul OPKR 10 – 016 C 123 .

Kapas j.f. Alat tulis m. Peralatan Pertolongan Pertama adalah : a. Oksigen Modul OPKR 10 – 016 C 124 . Cairan pencuci/pembersih mata e. Senter i. 3. Penutup luka b. Pinset h. Pengertian Pertolongan Pertama adalah: Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera pada kecelakaan yang memerlukan pertolongan medis dasar. Selimut k. Alat Perlindungan diri:       Sarungan tangan lateks Kacamata pelindung Baju pelindung Masker pelindung Masker penolong Helm. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Cairan antiseptic d. Pembalut c. Kartu penderita l. Peralatan Stabilisasi f. 2. Gunting pembalut g.

Modul OPKR 10 – 016 C 125 . Siswa dapat memahami Pengertian Pencemaran Lingkungan Hidup 3. Siswa dapat memahami cara pencegahan pencemaran lingkungan hidup disekitar area kerja 5. Tensimeter dan Stetoskop o. oksidasi–oksidasi Nitrogen. Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu: Pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada. tandu 4. H2S. Kegiatan Belajar 5: Pencemaran Lingkungan dan Kesehatan Manusia a. b.n. Hal ini dilakukan bila korban/penderita tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut. Tujuan 1. Kabut photokimia. Kabut photokimia adalahsuatu interaksi yang kompleks dari zat – zat pencemaran yang disebabkan oleh pengaruh cahaya matahari. Monoxyda yang dikeluarkan sebagai hasil pembakaran tak sempurna dari hydrocarbon yang terdapat dalam minyak dan bensin. Siswa dapat memahami zat–zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Ozone dan lain– lain. Amoniak. Siswa dapat memahami Pengertian Lingkungan Hidup 2. Siswa dpat memahami Pentingnya Kesehatan manusia 4. Co. Gas – gas tersebut adalah SO2. Uraian Materi Zat pencemar udara utama adalah gas. Pencemaran photokimia ini mula–mula jadi masalah di Los Angeles yang mempunyai lalu lintas mobil sangat padat. Hydrokarbon.

Penyakit jantung Butir– butir Cadmium Butir– butir Carbon CO Karena butir–butir carbon bersifat dapat mengabsorber gas pada permukaannya. dapat dalam penyakit menyebabkan perkembangan jantung. kabut Efeknya terhadap Manusia Bronchitis. Pencemaran udara Asap. karena beracun. Bagi anak–anak ashm. infeksi.alergi gangguan yang chronis kanker.Kini sedang diusahakan untuk merencanakan motor–motor yang dibuat sedemikian rupa sehingga pembakarannya lebih sempurna. Daya darah untuk mengambil oksigen berkurang. Beberapa Negara telah berusaha dengan mengadakan peraturanperaturan pengendalian pengeluaran gas. sehingga menyebabkan bertambahnya Karena lebih ketegangan banyak pada jantung. maka besar kemungkinan Carbon yang terserap oleh pernapasan dan masuk ke dalam paru–paru ini membawa sejumlah gas yang beracun Dapat menyebabkan sakit dan kematian dalam 30 menit. Butir– butir padat Butir–butir zat padat sangat kecil dapat mengganggu sistim persyarafn manusia. hidupnya di kemudian hari.pneumonia. harus darah yang diedarkan ke seluruh tubuh dari pada normal NO Sama efeknya dengan pada CO Modul OPKR 10 – 016 C 126 .Carbon Monoxyda sangat berbahaya bagi manusia.

paru–paru Kanker. Sebab akibat kerusakkan yaitu berbeda–beda pada masing–masing orang. Secara pasti memang belum dapat diketahui adanya hubungan tingkat suara kebisingan dengan besarnya kerusakkan alat pendengaran. pada tingkat suara sekitar 85 decibel yang terus menerus sudah cukup mengakibatkan rusaknya pendengaran manusia (tuli). batuk dan sakit dada Merusak sel – sel manusia SUARA Bising Disekitar Kita KEBISINGAN akan menyebabkan merosotnya pendengaran manusia.Pencemaran udara NO2 Hydrocarbon Efeknya terhadap Manusia Sakit mata. SUMBER SUARA Suara bisikan Jarum jatuh dari ketinggian 1 meter DECIBEL 10 20 Modul OPKR 10 – 016 C 127 . Kebisingan di pabrik–pabrik misalnya. Namun biasanya. dari mobil. hasil pembakaran arang batu. pembakaran dari pabrik karet. PAN ( peroxyetylnitrate ) Ozone Zat Radioaktif Sakit mata dan kerongkongan Sakit mata. Misalnya pada tingkat usia atau tingkat ketahanan tubuh seseorang yang berbeda. berkisar antara 85 sampai 90 decibel. Contohnya salah satu Hydrocarbon yang berbahaya adalah benzopyrene yang terdapat pada asap rokok.

2 77 79. Modul OPKR 10 – 016 C 128 .9 84 85 100 110 130 140 LOGAM bernahaya ada yang dibutuhkan oleh tubuh tapi jika berlebihan akan mengganggu kesehatan manusia. Merupakan suatu zat kimia yang bisa terdapat pada makanan.SUMBER SUARA Pembicaraan biasa pada jarak 1 meter Suara kegiatan kantor Mobil Roll Royce Suara mesin tik listrik pada jarak 1 meter Mobil Ford LTD Mobil Jaguar XJ 6 Mobil Volvo 1800 ES Suara didalam Motor Yamaha Rd 125 Motor SuzukiGT 360 Motor Honda CB Sauara jalan yang ramai Motor Norton 850 Commando Harley Davidson Electraglide 1200 Suara station kereta api Bunyi Boeing dari jarak 100 kaki Batas yang menyakitkan telinga Take – of Boeing 737 dari jarak 200 kaki Sirene 50 pk dari jarak 200 kaki LOGAM – LOGAM BERNAHAYA DECIBEL 50 62 64 66 68 69 74 75 76.5 80 83. Kehadirannya biasanya berasal dari alat–alat yang dipergunakan ketika mengolah makanan.

Reaksi lain yang berbahaya yaitu: reaksi allergi yang mengakibatkan iritasi dan pembengkakkan kulit. jika keracunannya kuat sekali. Arsens dapat merusak ginjal. air dan obat– obatan terutama apabila kemasannya menggunakan unsur timah. Arsens (gejala–gejala keracunan): yaitu sakit di kerongkongan sukar menelan. menyusul rasa nyeri lambung serta muntah– muntah. Bersifat kumulatif artinya keracunan dapat timbul bila kadar Pb menumpuk dalam tubuh. sakit perut dan nyeri perut yang sangat hebat. Senyawa Arsens sulit dideteksi karena tidak memiliki rasa yang menonjol. Juga kadang– kadang terdapat pada alat–alat rumah tangga yang terbuat dari logam stainless seperti sendok coktail yang dilapisi timah. ARSENS (As) ARSENS adalah suatu zat kimia yang sering terdapat pada makanan. Gejala yang timbul jika terjadi keracunan Pb adalah . minuman dan kosmetik. Pb juga menyerang. Pb ( TIMAH HITAM ) TIMAH HITAM ini umumnya terdapat pada makanan. syaraf. Modul OPKR 10 – 016 C 129 .Yaitu alat–alat yang terbuat atau dilapisi dengan bahan–bahan kimia tersebut maupun dari cara–cara penanganan lainnya. Hg (MERCURI ) GEJALA– GEJALA keracunan Hg timbul antara lain pada mulut dan phayax yaitu: terdapat bercak–bercak warna abu–abu. mangkok keramik yang dapat mengeluarkan Pb dan lain–lainnya. muntah– muntah secresi menyerupai susu. memperketat kerja ginjal sehingga cepat rusak dan dalam kasusu yang berat dapat menyebabkan kematian. Sering digunakan sebagai bahan dalam kosmetik dan pada insektisida.

CADMIUM (Cd) BIASANYA Cadmium terdapat pada tempat/wadah makanan olahan. Banyknya pula kasus kasus keracunan terjadi karena adanya Cu dalam tempat/wadah untuk makanan atau minuman. Cu yang masuk dalam mulut berbau. hati akan rusak. Racun ini dalam konsentrasi tinggi dapat mencapai apithel usus halus. Badan terasa lemah dan kaki terasa pegal–pegal lama kelamaan ginjal. serta menyebabkan shock yang membawa kematian.pusing kepal. Cu (CUPPER) ADANYA CU pada makanan ini disebabkan terutama karena penggunaan insektisida dan pestisida di dalam usaha–usaha pertanian. pemakaian cadmium ini sudah mulai dilarang karena dapat menyebabkan makanan kaleng kena hama cadmium. kerongkongan dan perut kering. rasa ingin muntah atau diare terus menerus selama berhari–hari. pusing kepala. Sesak napasdisertai dengan batuk–batuk. Konsumsi cadmium ini dalam kadar 30% mg dapat meracuni dan dapat menyebabkan gejala–gejala yang nampak adalah: Timbulnya bau/rasa kaleng yang tidak enak di dalam mulut. dapat menyebabkan bercak–bercak darah yang berat dan hebat. pusing. karena colaps pembuluh darah. terdapat darah pada kotoran (faeses) pusing–pusing dan demam. Bila loambung dapat dikosongkan dengan segera kemungkinan untuk tertolong bagi si penderita sangat besar. HATI–HATI TERHADAP PESTISIDA !!! Modul OPKR 10 – 016 C 130 . shock samapi mengakibatkan kematian dalam waktu 24 jam. sehingga sering timbul keluhan rasa sakit pada mulut dan lambung.Keadaan ini diserta perasaan nyeri. kejang otot. Gejala– gejala lain yang nampak dalam ½ samapai 1 jam adalah.

1 sendok kelainan Kanker Kanker 1 sendok teh 1 sendok 1 sendok teh s. kelainan syaraf 1 sendok makan s. kelainan bawaan vetus.4. NAMA PESTISIDA BAHAYA KESEHATAN ( PERKIRAAN ) DOSIS KERACUNAN (PERKIRAAN) Aldrin BHC Chlordane DBCP Kanker. banyak diantaranya teralarang di Amerika Serikat dan negara industri lainnya.d. kemandulan pria 1 sendok teh s. Namun kita dapat melihat tabel berikut.d. namun dengan bebas diperjual belikan di negara Dunia Ketiga.Beberapa jenis pestisida yang amat beracun. kelainan 1 sendok teh Kurang lebih 28. beberap tetes Cacat vetus. untuk mengetahui Modul OPKR 10 – 016 C 131 .d. kerusakkan/cacat janin. kelainan syaraf 1 sendok teh s.5 T Cacat pernapasan Kaknker Kanker Kanker. 1 sendok makan 1 sendok makan Paraquet Nitrofen xaphene 2. karena ragam daripada proses – proses industri. 1 sendok makan Kopone Kanker. 1 sendok makan Heptachlor Kanker.d.349 pr Parathion SUMBER PENCEMARAN SECARA khusus kita tidak bisa membuat suatu kategori tertentu mengenai buangan industri.

pabrik kokas dan pabrik bahan kimia dan kilang minyak FProses pembuatan gas batubara dimana gas didinginkan dan dicuci untuk menghilangkan senyawa–senyawa.dan pabrik cat Modul OPKR 10 – 016 C 132 . pekrjaan gravuur pada kaca. pabrik tekstil. sebagai berikut: NAMA BUANGAN C12/C1 KEMUNGKINAN SUMBERNYA Perusahaan binatu. tar. pekerjaan pembuatan plat logam. kilang minyak. pabrik bir. pabrik rayon dan kilang minyak SO3 ACIDS Proses bubur kayu. pabrik gas.perusahaan tambang mineral. pabrik film kental Pabrik bahan–bahan kimia.pabrik kulit. pengerasan logam dan pembersihan logam H2S/S Proses pencelupan tekstil. kilang minyak.buangan–buangan industri di negara–negara yang telah maju industrinya. prosese pemutihan kertas dan pekerjaan celup NH3/NH4 Pabrik gas. binatu. dan pabrik batre ALKALI Pabrik tekstil. pabrik bahan kimia Cr Treating logam. binatu. dan proses pemberian chrom Pb &Nl Pabrik batre. pabrik treatment logam. pabrik kertas. pembuatan plat. penampungan mineral. amoniakdan belerang: kilang minyak.

pabriki penyulingan tar.NAMA BUANGAN Cd Zn KEMUNGKINAN SUMBERNYA Industri logam Pekerjaan melapisi logam dengan menggunakan tenaga listrik. bengkel besar. bengkel besar PHENOLICS Pabrik tekstil. pabrik wallpaper GEMUK. perusahaan binatu. kilang minyak. pabrik mesin. pabrik semen. pabrik rayon As ZAT GULA ZAT PATI Pencelupan logam.OILS Pabrik tekstil. pabrik bahan kimia. pabrik Modul OPKR 10 – 016 C 133 . pabrik tekstil.pabrik bahan kimia. pabrik yang memiliki proses pendinginan. pabrik detergent Pabrik mentega dan keju. proses– proses yang menggunakan katalis NO3 BOD Pertanian Kaleng. perusahaan binatu. pabrik gula Pabrik bahan pangan. pembuatan platlogam. pabrik bahan–bahan celup FORMAL DEHYDE EFEK PANAS Pabrik mesin.smelting. pabrik obat Pabrik pembangkit tenaga listrik. pabrik gas dan kokas. PARTICULATES Pengolahan minyak. tempat–tempat pemberian makanan untuk hewan. kilang minyak. pabrik bir. pipa got didalam tanah HIDROKARBON Pengilangan minyak.

NAMA BUANGAN

KEMUNGKINAN SUMBERNYA solvents, saluran air buangan rumah–rumah dan tanah pertanian

POPT43P

Saluran air rumah–rumah, pertanian, pabrik– pabrik bahan kimia.

PENCEMARAN AIR Diskusikan dengan siswa sebab–sebab terjadinya

pencemaran air

“Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi/komponen lain kedalam air/berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia/ oleh proses alam, sehingga kualitas air turun samapai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya “
Keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 02/MENKLH/1/1998 Babi Pasal i Dengan kata lain, air tercemar adalah air yang mengandung bahan– bahan asing dalam jumlah melebihi batas yang telah ditetapakan sehingga air tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan tertentu, misalnya untuk air minum, pertanian, perikanan dll. 1. Sumber–sumber pencemaran air Pencemaran air akibat kegiatan manusia tidak hanya disebabkan oleh limbah rumah tangga, tetapi juga oleh limbah pertanian dan limbah industri. Semakin meningkatnya perkembangan antara lain industri, pertanian, saat ini, ternyata semakin memperparah tingkat pencemaran air, udara dan tanah. Pencemaran itu disebabkan oleh hasil buangan dari kegiatan tersebut.

Modul OPKR 10 – 016 C

134

Pencemaran air pada dasarnya terjadi karena air limbah langsung dibuang ke badan air ataupun ke tanah tanpa mengalami proses pengolahan dahulu, atau proses pengolahan yang dilakukan belum memadai. Pengolahan limbah bertujuan memperkecil kadar pencemaran yang ada agar tidak membahayakan lingkungan hidup. 2. Sumber–sumber pencemaran air meliputi: a. Limbah rumah tangga Limbah rumah tangga merupakan pencemaran air terbesar di samping limbah – limbah industri, pertanian dan bahan pencemar lainnya.Limbah rumah tangga akan mencemari selokan, sumur, sungai dan lingkungan sekitarnya. Semakin besar populasi manusia, semakin tinggi tingkat pencemarannya. Limbah rumah tangga dapat berupa padatan (kertas, plastik dll) maupin cairan (air cucian,minyak goreng bekas dll). Di antara limbah tersebut ada yang mudah terurai yaitu sampah organik dan ada pula yang tidak dapat terurai

Sampah dan Pengelolaannya. Limbah rumah tangga ada
juga yang memiliki daya racun tinggi, misalnya sisa obat, batrai bekas, air aki dll. Limbah tersebut tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) Tinja, air cucian, limbah kamar mandi dapat mengandung bibit– bibit penyakit yang akan mengikuti aliran air. Bakteri, jamur, virus dan sebagainya disebut pencemar biologis.

Modul OPKR 10 – 016 C

135

b. Limbah lalu lintas Limbah lalu lintas berupa tumpahan oli, minyak tanah, tumpahan kapal tanker. Tumpahan minyak akibat kecelakaan mobil – mobil tangki minyak dapat mengotori air tanah. Selain terjadi di darat, pencemaran lalu lintas juga sering terjadi di lautan. Semuanya sangat berbahaya bagi kehidupan.

Modul OPKR 10 – 016 C

136

c. Begitu juga pemupukan yang berlebihan. danau serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme–organisme yang hidup di dalamnya Modul OPKR 10 – 016 C 137 . dasar sungai. yaitu tidak terurai di alam sehingga zat tersebut akan mengendap di dalam tanah. tumpahan ataupun penyemprotan yang berlebihan dari pestisida dan herbisida. Limbah pesitisida dan herbisida mempunyai sifat kimia yang stabil. Limbah pertanian Limbah pertanian berupa sisa.

d. Modul OPKR 10 – 016 C 138 . air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dari industri pertambangan. cat. pabrik kertas dll. pabrik pupuk . Zat–zat tersebut di atas jika masuk ke perairan akan menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makhluk hidup pengguna air tersebut termasuk manusia. zat warna. Limbah industri/pertambangan Air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan organik maupun anorganik.  Logam berat seperti kadmium. penyepuhan logam dll. baterai. Hal ini akan meningkatkan kekeruhan air. Kegiatan pertambangan selain menghasilkan bahan – bahan kimia seperti diatas juga menghasilkan endapan lumpur dalam jumlah besar. lumpur ini bisa terbawa aliran air hujan samapai ke sungai. Jika turun hujan. Secara umum zat–zat tersebut digolongkan menjadi:  Garam anorganik klorida seperti yang magnesium berasal sulfat dan magnesium dari kegiatan pertambangan.  Asam anorgainik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang.  Senyawa organik seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakkan kulit dan industri cat.

Air yang bercampur zat–zat pencemar dapat membahayakan kesehatan manusia dan mkhluk hidup lainnya. 1. Akibat yang dapat ditimbulkan oleh jenis pencemar tertentu: Modul OPKR 10 – 016 C 139 . Akibat pencemaran air Pencemaran air dapat mengganggu peredaran air dan memungkinkan kualitas air menurun sehingga tidak dapat dipakai sebagai air minum. Akibatnya kualitas air permukaan menurun (menjadi keruh) karena terlalu banyak pertikel – pertikel tanah di dalamnya. Pengikisan humus ini selain menyebabkan lahan kritis juga akan menyebabkan pencemaran air. maka terjadi pengikisan humus dan pengikisan tanah. Air hujan yang jatuh akan langsung mengalir di permukaan dengan membawa tanah dalam alirannya. Kegiatan penebangan hutan Penebangan hutan secara terus–menerus akan menyebabkan hutan gundul sehingga mengakibatkan erosi pada musim hujan.e.

misalnya oleh bakteri – bakteri patogen. baik karena batas suhu kematian terlampaui maupun karena rendahnya oksigen terlarut. Pencemaran secara fisik.dan Salmonella paratyphi penyebab paratifus. Bakteri patogen di air biasanya penyebab infeksi saluran pencernaan seperti Vibro cholerae penyebab kolera. misalnya oleh limbah panas yang dapat menyebabkan peningkatan temperatur perairan. misalnya oleh logam berat air raksa (merkuri). juga membahayakan kehidupan di perairan dan bahkan mematikan. industri/pertambangan dan penebangan hutan. karena dapat menghambat kerja enzim dan menyebabkan kerusakkan sel. lalu lintas. Salmonella typhosa penyebab tifus.  Pensemaran secara biologi.  Pencemaran secara kimia. Temperatur air yang terlalu tinggi. mengakibatkan matinya ikan dan hewan air lain. Shigella dysenteriae penyebab disentri basiler. Sumber pencemaran air berasal dari limbah – limbah rumah tangga. energi dan/miskoorganisme ke dalam air sehingga air tersebut tidak sesuai lagi dengan peruntukkannya. Contoh–contoh lain. percobaan dan petunjuk didatik: Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan    Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya materi. Air raksa yang masuk ke perairan yang dikomsumsi dapat mengganggu kesehatan manusia melalui makanan atau air minum. pertanian. Modul OPKR 10 – 016 C 140 . virus polio dan hepatitis. Pencemaran air selain dapat menurunkan kualitas air di bumi sehingga tidak layak diminum.

2. Modul OPKR 10 – 016 C 141 . PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR Ajaklah siswa berdiskusi tentang cara–cara menjernihkan air oleh PDAM Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan melalui:   Perubahan perilaku masyarakat Pembuatan pengelohan limbah air a. Perubahan perilaku masyarakat.

danau atau sumur tanpa dimasak dahulu. dan setelah memenuhi syarat baku mutu air buangan baru bias dialirkan ke selokkan–selokkan atau sungai. 4. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. Peraturan pembuangan limbah industri hendaknya dipanatu pelaksanaannya dan pelanggaranya dikenakan sangsi. Oleh karena perlu diadakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air. Tindakan yang perlu dilakukan: 1. Setiap sepuluh rumah disediakan sat septic tank. danau. Pembuatan kolam pengolah limabah cair Saat ini mulai digalakkan pmbuatan WC umum (septic tank) di daerah/ lingkungan yang rata–rata penduduknya tidak memiliki WC. ekosisitem air dapat melakuak “rehabilitasi” apabila terjadi pencemaran terhadap badan air. Upaya Modul OPKR 10 – 016 C 142 . mobil dan sepeda motor Tidak menggunakan sungai atau danau memandikan ternak dan sebagi tembat kakus. 2. Limbah industri hendaknya diproses dahulu dengan teknik pengolahan limbah. 3. Sampah–sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan. b. Dengan demikian akan tercipta sungan yang bersih dan memiliki fungsi ekologis. Tidak minum air dari sungai. Masysrakat disekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi sebagai tempat pembuangan sampah dan mandi–cuci–kakus (MCK). Tidak membuang samapah atau limbah cair ke sungai. Kemampuan ini ada batasnya. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan di sembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan– peraturan yang diterapkan di lingkungan masing–masing secara konsekuen. laut dll Tidak menggunakan sungai atau danau untuk mencuci truk.Secara alami.

air kamar mandi dll) secara kolektif.. Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dan polutan yang berbahaya. Proses penanganan primer. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan deteliti. Proses pengendapan tersier. yaitu membuang bahan–bahan padatan yang mengendap atau mengapung. Salah satu contoh tahap– tahap proses pengolahan air buangan adalah sebagai berikut: a. murah.  Pengendapan. Untuk bias menggunakan beberapa metoda yang bergantung pada komponen yang ingin dihilangkan. Proses peanganan sekunder. Selain itu. yaitu menghilangkan komponen– omponen fisfor dan padatan tersuspensi. baik secara mekanis (pengaruh). sungai dll. agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokkan atau sungai. sudah saatnya diupayakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian. b.demikian sangat bersahabat dengan lingkungan. terlarut atau berwarna dan bau. c. Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam kemudian dibersihkan. yaitu cara kimia penambahan kapur atau metal hidroksida untuk mengendapkan fosfor. kimiawi (diberi zat kimiatertentu) maupun biologis (diberikan bakteri. Dengan demikian air yang boleh dialirkan keluar (selokan. Modul OPKR 10 – 016 C 143 .) hanyalah air yang tidak akan merubah keperuntukan badan air. dan sehat karena dapat menghindari pencemaran air sumur/air tanah. ganggang atau tumbuhan air lainnya). yaitu proses dekomposisi bahan–bahan padatan secara biologis.

Hasil akhir berupa air tak tercemar yang siap dialirkan ke badan air dan Lumpur yang siap dikelola lebih lanjut. Lebih baik mencegah agar tidak terjadi pencemaran dari pada memperbaiki akibat telah terjadinya pencemaran air. udara. berwarna atau bau. Ada juga system penelolaan terpadu dengan cara mengolah air limbah domestic maupun industri yaitu menghilangkan organisme penyebab c.  Klorinasi. Adsorbsi. Setiapa akibat sampingan sebagai akibat kemajuan teknologi.  Teknik pengolahan air limbah industri bergantung pada jensi limbah yang dihasilkan. penyakit. Berdasarkan penelitian. yaitu menurunkan konsentarsi garam– garam terlarut dengan menggunakan tenaga listrik.  Osmosis. Ringkasan  Penanggulangan pencemaran air secara preventif dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara tidak membuang sampah dan limbah ke badan air dan tidak buang air besar di sungai.  Elektrodialisis. Modul OPKR 10 – 016 C 144 . dan tanah. tetapi bergantung pada jenis limbah yang dihasilkan. yaitu menghilangkan bahan–bahan organic terlarut. 2. yaitu mengurangi kandungan garam–garam organic maupun mineral dari air. Rangkuman 1. harus dilawan dengan kemajuan teknologi baru. Tahapan proses pengolahan air buangan tidak selalu dilakukan seperti di atas.  Penanganan limbah domestic dapat dilakukan dengan membuat septic tank dan kolam pengolahan air buangan. tanaman air seperti enceng gondok dapat dimanfaatkan untuk menyerap bahan pencemar di dalam air.

Padat b. Tugas 1. 2. Diskusikan secara kelompok cara–cara pengolahan limbah: a. Diskusikan pencemaran: a.d. Gas Hasil diskusi dipresentasikan dan dikumpulkan. Air Hasil diskusi dipresentasikan dan dikumpulkan. Tes Formatif secara kelompok sebab– sebab terjadinya Modul OPKR 10 – 016 C 145 . Udara b. e. Cair c.

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pencemaran air! 6. Pada berapa decbel dari kebisingan yang akan mengakibatkan rusaknya pendengaran manusi (tuli)? 3. Uraikan cara pengelolaan limbah industri! Modul OPKR 10 – 016 C 146 . Sebutkan sumber pencemaran yang pembuangannya berupa timah hitam (Pb)? 5. Tuliskan kandungan yang terdapat pada limbah industri/ pengaruh timah hitam (Pb) terhadap kesehatan pertambangan! 7. Jelaskan manusia! 4. Jelaskan pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap kesehatan manusia! 2.

sakit perut dan nyeri perut yang sangat hebat. 5. Reaksi lain yang berbahaya yaitu reaksi alergi yang mengakibatkan iristasi dan pembengkakan kulit. Sumber–sumber pencemar berupa limab timah hitam (Pb) adalah pabrik baterai.f. Yang dimaksud dengan pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. Pengaruh timah hitam (Pb) terhadap manusia adalah adalah: keracunan dengan gejala–gejala sebagai berikut. sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. zat. perusahaan tambangan mineral dan pabrik cat. memperketat kerja ginjal sehingga cepat rusak dan dalam kasus yang berat dapat menyebabkan kematian. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap manusia adalah: dapat meyebabkan sakit dan kematian dalam waktu 30 menit 2. Kebisingan yang dapat mengakibatkan rusaknya pendengaran manusia pada tingkat suara 85 decibel secara terus–menerus. muntah– muntah secresi menyerupai susu. 6. Kandungan air limbah industri dapat digolongkan menjadi: Modul OPKR 10 – 016 C 147 . 3. Pb juga menyerang syaraf. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. energi dan/atau komponen lain ke dalam air dan/atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam. 4.

cat. zat warna. Garam anorganik seperti magnesium sulfat dan magnesium klorida yang berasala dari kegiatan pertambangan. baterai. pabrik kertas dll. baik secara mekanis(pengadukan). kimiawi (diber zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri. ganggang atau tumbuhan air lainnya). Dengan demikian air yang boleh dialirkan ke luar (selokan.  Senyawa organic seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakan kulit dan industri cata.  Logam berat seperti kadmium.  Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. Cara pengolahan limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam. sungai dll). kemudian dibersihkan.pabrik pupuk. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dariindustri pertambangan. 7. Modul OPKR 10 – 016 C 148 . hanyalah air yang bersih yang tidak akan mengubah peruntukkan/fungsi dari air tersebut. penyepuhan logam dll. Pada kolam terakhir diperlihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti.

1. PERTANYAAN Jawablah pertanyaan–pertanyaan di bawah ini dengan singkat.X. 7. Jelaskan teknik pengangkatan yang aman dan benar! Jelaskan pertolongan pertama yang harus diambil ketika terjadi peristiwa kecelakaan kontaminasi atau luka bakar pada wajah disebabkan oleh asam! 10. 3. 9. Modul OPKR 10 – 016 C 149 . 6. Isilah table dibawah ini untuk meyakinkan anda. 5. Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. III EVALUASI A. Sebutkan faktor-faktor penyebab keadaan bahaya! Bagaimanakah cara untuk mengatasi lingkungan yang tidak aman Sebutkan dan jelaskan alat-alat pelindung anggota badan? Bagaimanakah syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan yang baik? 8. BAB. Jelaskan pengertian keselamatan kerja! Sebutkan tujuan diadakannya keselamatan dan kesehatan kerja? Jelaskan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja menurut Undang-undang nomor 1 tahun 1970 pasal 3! 4. 2. jelas dan benar.

Nyala api pada mesin. b. Jelaskan fungsi dongkrak di bengkel otomotif ? Modul OPKR 10 – 016 C 150 . Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian berikut ini? a.Warna alat pemadam Jenis alat pemadam Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Merah Biru Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam 11. Ban terbakar. 14. e. Apa yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api? 13. Sebutkan penyebab kecelakaan kerja yang diakibatkan tindakan tidak aman dari manusia itu sendiri (unsafe act)? 15. Tuliskan dua cara untuk mengetahui isi alat pemadam kebakaran! 12. d. Nyala api pada kain lap oli. Kebakaran pada panel listrik. c. Kertas terbakar didalam tong sampah.

Sebutkan sumber pencemaran yang pembuangannya berupa timah hitam (Pb) ? 17. Jelaskan pengertian dari Cardio Pulmonary Resusciation (CPR)! 19. Demonstrasikan cara menilai korban bila terjadi kecelakaan! 5. Tuliskan tiga unsur penyebab kebakaran! Tuliskan kandungan yang terdapat pada limbah industri/pertambangan! SOAL PSIKOMOTOR 1.16. Tuliskan beberapa alat perlindungan diri ( APD )! 18. Lakukan mengangkat benda dengan tangan! 2. Lakukan penopang! 3. Demonstrasikan cara menolong korban yang mengalami perdarahan pada suatu kejadian terjadi kecelakaan! mengangkat kendaraan menggunakan dongkrak dan Modul OPKR 10 – 016 C 151 . Demonstrasikan cara menggunakan alat pemadam api bila terjadi kebakaran! 4. 20.

alat dan sumbersumber produksi lainnya. alat-alat kerja. Kunci jawaban 1. mesin-mesin. 3. keutuhan dan kesempurnaan. baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya. instalasi dan lain Modul OPKR 10 – 016 C 152 .  Mencegah timbulnya kecelakan akibat suatu pekerjaan.  Menjamin tempat kerja yang sehat. konstruksi. meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan. modal. sebagainya.  Mengamankan material. pemakaian.  Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya.  Mencegah. mengurangi dan memadamkan kebakaran.  Memperlancar. Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja :  Mencegah terjadinya kecelakaan kerja.  Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan. 2. bersih.  Mencegah/mengurangi cacat tetap. pemeliharaan bangunan. Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan .  Mencegah pemborosan tenaga kerja.  Mencegah/mengurangi kematian.B. Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja menurut Undangundang nomor 1 tahun 1970 pasal 3:  Mencegah dan mengurangi kecelakaan. nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja.

 Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.  Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.  Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat . Faktor-faktor penyebab keadaan bahaya: Tindakan yang tidak aman dari manusia itu sendiri 1. binatang. cuaca sinar atau radiasi.  Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja. suara dan gelora. asap. keracunan. tanaman atau barang. kotoran. 4.  Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang. Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. hembusan angin.  Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. gas. 2.  Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja.  Memelihara kebersihan. debu.  Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya. Modul OPKR 10 – 016 C 153 . uap.  Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu. infeksi dan penularan.  Memberi pertolongan pada kecelakaan. 3. baik fisik maupun psikis. keselamatan dan ketertiban. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan.  Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. kelembaban. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. 4. perlakuan dan penyimpanan barang. Berkelakar/ bergurau dalam bekerja dan sebagainya.

berguna untuk melindungi mata dari panas. kacamata las listrik. 5. percikan api dan bahaya lainnya yang bisa merusak mata. Lingkungan kerja yang tidak aman bagi manusia (becek atau licin. bising atau suara-suara keras.  Dikendalikan. tidak diberi pengamanan. sumber-sumber bahaya atau keadaan tidak aman tersebut agar tidak lagi menimbulkan bahaya.  Dieliminir/diisolir. Contohnya : topi. Contohnya : kacamata debu. berguna untuk melindungi telinga dari bahaya suara yang berlebihan. Modul OPKR 10 – 016 C 154 . Mesin-mesin yang rusak. sumber bahaya tidak aman dikendalikan secara teknis. konstruksi kurang aman. memasang alat-alat kontrol dsb. sumber bahaya masih tetap ada. berguna untuk melindungi kepala dan rambut dari bahaya yang mungkin. Cara untuk mengatasi lingkungan yang tidak aman:  Dihilangkan. bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dan rusak. helm pelindung. misalnya memasang safety valve pada bejana-bejana tekanan tinggi. ventilasi atau pertukaran udara. Alat-alat pelindung badan:  Alat pelindung mata. 6.  Alat pelindung telinga. tetapi diisolasi agar tiadak lagi menimbulkan bahaya. misalnya bagian-bagian yang berputar pada mesin diberi tutup/pelindung atau menyediakan alat-alat keselamatan kerja. debu.  Alat pelindung kepala. tata ruang kerja/ kebersihan dan lain-lain). suhu tempat kerja. 6. sinar yang menyilaukan.Keadaan tidak aman dari lingkungan kerja 5. misalnya alat-alat yang rusak diganti atau diperbaiki.

Sarung tangan kulit. Sarung tangan karet. berguna untuk memperkuat pegangan supaya tidak meleset pada peremukaan. berguna untuk melindungi hidung dari kemungkinan terhisapnya gas-gas berbahaya. e. Sarung tangan kain. Alat pelindung badan. debu atau material lembut yang berbahaya. zat kimia. g. 7. berguna untuk melindungi badan. Sarung tangan asbes. berguna untuk melindungi tangan terhadap bahaya pembakaran api. digunakan pada pekerjaan pelapisan logam. yaitu yang berujung baja dan sepatu karet. tusukan benda tajam. c. berguna untuk melindungi kaki dari bahaya seperti panas. d. Modul OPKR 10 – 016 C 155 .  Alat pelindung tangan. Syarat-syarat pakaian perlindungan atau pengamanan yang baik: a. Pelindung hidung dan mulut. berguna untuk melindungi tangan dari berbagai bahaya yang mungkin. juga dari material lembut yang berbahaya. b. Berupa: a. berguna untuk melindungi tangan dari ketajaman benda-benda atau peralatan bila peralatan itu dipegang atau diangkat. Alat pelindung hidung. misalnya dari percikan api. berguna untuk melindungi pernafasan dari bahaya seprti gas-gas berbahaya. f. Alat pelindung kaki. agar tangan terhindar dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan. misalnya panas. api. Terdapat dua jenis sepatu. dsb. Pakaian kerja harus dapat melindungi pekerja terhadap bahaya yang mungkin ada.

paling tidak harus dapat diterima. dan akan menyebabkan kecelakaan jika apara pekerja tetap memakainya. misalnya lengan yang terlalu lepas atu ada kain yang lepas yang sangat mungkin termakan mesin. Overall katun memenuhi semua persyaratan yang disebutkan di atas dan karenanya overall katun adalah yang paling luas digunakan sebagai pakaian kerja. Sebelum mengadakan pemindahan barang-barang periksa lebih dulu rute jalan yang harus dilalui. Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain. dll) yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak dipakai. cincin dan jam tangan merupakan barang-barang yang mempunyai kemungkinan besar menimbulkan bahaya karena mereka itu dapat dimakan mesin. d. g. Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikelpartikel panas terkait di celana. Pakaian kerja harus seragam mungkin dan juga ketidaknyamanannya harus yang paling minim. h. Kalau bentuknya tidak menarik. Bahan pakaiannya harus mempunyai derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon. Dasi. f. c. masuk di kantong atau terselip di lipatan-lipatan pakaian. Jam tangn dan cincin menambah masalah pada bahan kimia dan panas dengan berhenti menghilangkan bahaya. Pastikan tidak ada yang dapat mengakibatkan Anda tergelincir. 8. Teknik pengangkatan yang aman dan benar : a. Modul OPKR 10 – 016 C 156 . e.b.

Lakukan posisi pengangkatan yang benar dan pegang beban dengan bagian-bagian yang Anda yakini tidak akan lepas ketika diangkat. gunakan teknik penurunan punggung dengan lurus secara benar. e. Ganjal jika perlu. c. Periksa letak daerah penempatan beban. b. Buang pakaian yang terkontaminasi. d. Bersihkan kotoran. Periksa benda yang berat tidak akan menggelinding/miring.b. h. f. Pertolongan pertama yang harus diambil ketika terjadi peristiwa kecelakaan kontaminasi atau luka bakar pada wajah disebabkan oleh asam: a. Posisikan satu sudut bawah pertama untuk menghindari jari-jari kaki yang terjepit. lemak atau air yang membuat beban sulit dipegang. Jika alat pendorong digunakan maka periksa bahwa ia cukup kuat dan ditempatkan secara benar untuk menopang beban. Gunakan sarung tangan jika perlu apabila benda tersebut dapat pecah atau bergerigi. Gunakan soda bikarbonat atau larutan baking powder ke seluruh daerah yang terbakar. Tempatkan beban di atas bangku/permukaan yang rata. i. Letakkan beban di depan ujung bangku dan geser ke tempatnya. Modul OPKR 10 – 016 C 157 . Ketika menempatkan benda ke atas lantai. Periksa beban apakah permukaannya kasar atau licin. geser dengan badan. 9. Perkirakan berat beban untuk memastikan bagaimana beban harus diangkat dan cari bantuan jika perlu. g.

Kain. jika mungkin empat detik setelah terjadi semprot dia dengan air. Nyala Api akibat bahan bakar cair. Kertas. Panggil bantuan medis atau atur korban untuk segera mendapatkan pertolongan. b. Tanda Merah dengan Putih Tanda Merah dengan Hitam Karbon Dioksid Bubuk Kering Nyala Api Kelas C akibat Listrik (juga untuk kelas A dan B) Nyala Api Kelas B dan C Listrik dan cairan yang dapat terbakar. Lebih baik letakkan korban di bawah shower. Memeriksa alat ukur yang ada pada bagian atas silinder. Memeriksa alat pemadam kebakaran untuk menidetifikasi jenisnya dan nyala api yang sesuai untuk dipadamkannya. terpotong. Seperti table dibawah ini untuk meyakinkan anda. Warna alat Pemadam Jenis alat Pemadam Merah Berisi Air 11. Jika Modul OPKR 10 – 016 C 158 . Nyala api yang sesuai untuk dipadamkan Nyala Api Kelas A Kayu. a. d.c. atau dirusak karena alat pemadam sudah dioperasikan. dll Biru Busa Nyala Api Kelas B. 10. Dua cara (diantara) untuk mengetahui isi dari alat pemadam kebakaran. Memeriksa dan melihat pertanda yang diberikan pada alat tersebut masih utuh atau sudah terlepas.

Apa alat pemadam yang sesuai untuk digunakan pada kejadian? a. 17. 12.Nyala api pada kain lap oli. Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian casis. Penyebab kecelakaan a. c. Kertas terbakar didalam tong sampah adalah air d.pertanda tersebut masih pada tempatnya hal ini menandakan alat pemadam masih berisi penuh. Sengaja melanggar peraturan keselamatan yang diwajibkan. Alat Perlindungan diri: Modul OPKR 10 – 016 C 159 . Berkelakar/bergurau dalam bekerja dan sebagainya. Yang harus dilakukan pada alat pemadam yang telah digunakan untuk memadamkan nyala api adalah Menggantikannya dengan alat pemadam yang berisi penuh dan alat pemadam yang telah digunakan segera diisi kembali. c. Kebakaran pada panel listrik Karbon Dioksid 14. Sumber–sumber pencemar berupa limab timah hitam (Pb) adalah pabrik baterai.Ban terbakar adalah busa e.adalah Karbon dioksid.Bubuk Kering dan Busa c. 15. 13. perusahaan tambangan mineral dan pabrik cat. 16. Nyala api pada mesin adalah karbon Dioksid dan bubuk kering b. d. b. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. Membandingkan berat alat pemadam yang anda yakin berisi penuh dengan alat pemadam yang akan diperiksa. Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan.

 Senyawa organic seperti pelarut dan zat warna yang berasal dari industri penyamakan kulit dan industri cata. cat. Modul OPKR 10 – 016 C 160 . Kacamata pelindung 3. Cardio Pulmonary Resusciation (CPR) disebut juga Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu: Pernapasan buatan yang dikombinasikan dengan kompresi dada. 19. Hal ini dilakukan bila korban/penderita tidak bernapas dan nadi tidak berdenyut. Baju pelindung 4.pabrik pupuk. Tiga unsur penyebab kebakaran   Bahan bakar Panas  Oxigen 20. 18. air raksa (merkuri) dan krom yang berasal dariindustri pertambangan.1. penyepuhan logam dll. Masker penolong 6.  Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan bijih logam dan bahan bakar fosil yang mengandung kotoran berupa ikatan belerang. Kandungan air limbah industri dapat digolongkan menjadi:  Garam anorganik seperti magnesium sulfat dan magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan. Masker pelindung 5. Helm.  Logam berat seperti kadmium. zat warna. baterai. pabrik kertas dll. Sarungan tangan lateks 2.

11.URUT NO SOAL 1. 7. 5. 3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 SKOR MAKSIMAL 0–2 0–4 0–4 0–2 0–2 0–4 0–4 0–4 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 SKOR YANG DICAPAI NILAI Modul OPKR 10 – 016 C 161 . 4. 9. 13. 2. 6.LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF (PENGETAHUAN) NO. 14. 12. 8. 10.

15 16 17 18 19 20 Jumlah () Batas penguasaan kognitif (pengetahuan) minimal harus mencapai 7. 17.URUT NO SOAL SKOR MAKSIMAL 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 0–2 50 SKOR YANG DICAPAI NILAI 15. 20.. 18.00 Perhitungan Nilai Akhir Penghetahuan (NAP) menggunakan rumus NAP   Skor yang dicapai x 10  Skor maksimal Modul OPKR 10 – 016 C 162 . 19. 16.NO.

3. 2. Kerjasama Kedisiplinan Kejujuran 8 9 TIDAK YA Modul OPKR 10 – 016 C 163 . 3. ASPEK SIKAP (ATTITUDE) YANG DINILAI 7 1.00 Nilai Akhir keterampilan (NAK) diambil dari Nilai terendah diantara Nilai yang diperoleh dari setiap aspek yang di nilai LEMBAR NIALI SIKAP ( ATTITUDE ) PENILAIAN NO. 2. Persiapan Proses Kerja Waktu Hasil 8 9 TIDAK YA Batas minimal kompotensi harus mencapai minmal nilai 7.LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN PENILAIAN NO. ASPEK YANG DINILAI 7 1. 4.

6. 89 90 s. KRITERIA KELULUSAN Kriteria Kelulusan: 70 s.00 Nilai Akhir sikap (Attitude) diambil dari nilai terendah diantara nilai yang diperoleh dari setiap Aspek sikap (Attitude) yang dinilai. 5. 7. Tanggung jawab Kemandirian Ketekunan Memecahkan masalah Batas minimal nilai (Attitude) adalah 7.d.d. 79 80 s. 100 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan : di atas minimal tanpa bimbingan Modul OPKR 10 – 016 C 164 . C.d.4.

10– 016C ini berarti Anda/Siswa menguasai materi kompetensi “Mengikuti Prosedur Keselamatan. Apabila Anda dinyatakan tidak lulus. Selamat berjuang. Akhirnya kami haturkan terima kasih atas kesungguhan Anda mengikuti dan melaksanakan modul ini. IV PENUTUP Siswa yang telah mencapai syarat kelulusan minimal pada modul OPKR.BAB. Kepada Anda yang dinyatakan lulus. Modul OPKR 10 – 016 C 165 . Kepada Anda yang ternyata belum lulus jangan putus asa. sukses selalu. Kesehatan Kerja dan Lingkunan “. dan Anda berhak untuk mengikuti kompetensi berikutnya. sebab masih terbuka kesempatan asal Anda berusaha lebih keras lagi. selamat atas keberhasilan Anda dan selamat melanjutkan ke kompetensi berikutnya. maka Anda mengulangi modul ini.

Jakarta PPPGT / VEDC.tt. UPAYA WARGA NEGARA Jakarta. Siklus Air. Depdiknas. PT Toyota Astra Motor. Basic Mechanic Training. Depdikbud. Astra International. 1995. 1997.DAFTAR PUSTAKA Astra International. 1992. Jakarta. PPPG Teknologi Bandung. Jakarta. Pedoman penyelenggaraan bengkel otomotif. Malang. Iwan Gayo. Bandung. Modul OPKR 10 – 016 C 166 . Ima Permana dan Joel Tedjo. Kurikulum SMK edisi 2004. Buku Pintar . 1980. Harun Tia Setiawan. PPPGT / VEDC. Keselamatan kerja dan tatalaksana bengkel. 1997. Depdiknas. Jakarta. Teknik-teknik servis dasar. 2004. PT toyota Astra Motor.