P. 1
FILSAFAT PENDIDIKAN

FILSAFAT PENDIDIKAN

2.0

|Views: 593|Likes:
Published by Kem Kamiruddin

More info:

Published by: Kem Kamiruddin on Jan 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2015

pdf

text

original

FILSAFAT PENDIDIKAN

BAB I RINGKASAN MATERI A. Pengertian Filsafat Pendidikan Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. Beberapa aliran filsafat pendidikan; Filsafat pendidikan progresivisme. yang didukung oleh filsafat pragmatisme. Filsafat pendidikan esensialisme. yang didukung oleh idealisme dan realisme; dan Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme. Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal; menyala. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem, serta pluralistis. Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kehudayaan. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan. B. Subjek/ Objek Filsafat Pendidikan Berfikir merupakan subjek dari filsafat pendidkan akan tetapi tidak semua berfikir berarti berfilsafat. Subjek filsafat pendidikan adalah seseorang yang berfikir/ memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh dan mendalam tentang bagaimanan memperbaiki pendidikan. Objek filsafat, objek itu dapat berwujud suatu barang atau dapat juga subjek itu sendiri contohnya si aku berfikir tentang diriku sendiri maka objeknya adalah subjek itu sendiri. Objek filsafat dapat dibedakan atas 2 hal : 1. Objek material adalah segala sesuatu atau realita, ada yang harus ada dan ada yang tidak harus ada

2. Objek formal adalah bersifat mengasaskan atau berprinsi dan oleh karena mengasas, maka filsafat itu mengkonstatis prinsip-prinsip kebenaran dan tidak kebenaran C. Ruang Lingkup Filsafat Filsafat sebagai induk ilmu-ilmu lainnya pengaruhnya masih terasa. Setelah filsafat ditingkalkan oleh ilmu-ilmu lainnya, ternyata filsafat tidak mati tetapi hidup dengan corak tersendiri yakni sebagai ilmu yang memecahkan masalah yang tidak terpecahkan oleh ilmu-ilmu khusus. Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat tidak termasuk ruangan ilmu pengetahuan yang khusus. Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu pengetahuan, tetapi obyeknya tidak terbatas, jadi mengatasi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya merupakan bentuk ilmu pengetahuan yang tersendiri, tingkatan pengetahuan tersendiri. Filsafat itu erat hubungannya dengan pengetahuan biasa, tetapi mengatasinya karena dilakukan dengan cara ilmiah dan mempertanggungjawabkan jawaban-jawaban yang diberikannya. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Filsafat Pendidikan Pandangan fislafat pendidikan sama dengan perananya merupakan landasan filosofis yang menjiwai seluruk kebijaksanaan pelaksanaan pendidikan. Dimana landasan filsofis merupakan landasan yang berdasarkan atas filsafat. Landasan filsafat menalaah sesautu secara radikal, menyeluruh, dan konseptual tentang religi dan etika yang bertumpu pada penalran. Oleh karena itu antara filsafat dengan pendidikan sangat erat kaitannya, dimana filsafat mencoba merumuskan citra tentang manusia dan masyarkaat sedangkan pendidikan berusahan mewujudkan citra tersebut. Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. Filsafat mengadakan tinjauan yang luas mengani realita, maka dikupaslan antara lain pandangan dunia dan pandangan hidup. Konsep-konsep mengenai ini dapat menjadi landasan penyusunan konsep tujuan dan metodologi pendidik. Disamping itu, pengalaman pendidik dalam menuntut pertumbuhan danperkembangan anak akan berhubungan dan berkenalan dengan realita. Semuanya itu dapat disampaikan kepada flsafat untuk dijadikan bahan-bahan pertimbangan dan tinjauan untuk memperkembangkan diri. Hubungan filsafat dengan filsafat pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut :

Dan para pendidik juga mengahrapkan dari ahli filsafat pendiidkan suatu klasifikasi dari uraian lebih lanjut dari konsep. Menurut Prof Dr. Filsafat hendak memberikan pengetahuan/ pendiidkan atau pemahaman yang lebih mendalam dan menunjukkan sebab-sebab. Ada yang harus ada. Ia adalah pokok dari yang dipikirkan orang dalam filsafat 2. Sedangkan filsafat pendidikan merupakan ilmu ayng pad ahakekantya jawab dari pertanyaa-pertanyaan yagn timbul dalam lapangan pendidkan. Filsafat merupakan kegiatan berpikir manusia yang berusaha untuk mencapai kebijakan dankearifan. kurkulum. 1. disebut dengan yang tidak mutlak. Oleh karen aberisfat filosofis. dengan sendirinya filsafat pendidikan ini hakekatnya adalah penerapan dari suatu analisa filosofis terhadap lapangan pendidikan. bersifat tidak kekal yaitu ada yang diciptakan oleh ada yang mutlak (Tuhan Pencipta alam semesta) b. Obyek material yaitu segala sesuatu yang realitas 1. argumen dirinya literatur pendidikan terutam adalam kotraversi pendidikan sistem-sistem.1. sosial. teknik. Subjek/ Obyek Filsafat Pendidikan Subjek filsfat adalah seseroang yang berfikir/ memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh-sungguh dan mendalam. disebut dengan absoluth/ mutlak yaitu Tuhan Pencipta 2. Seperti halnya pengetahuan. Sebagai konsekuensi pemikiran ini. Filsafat mempuyai objek lebih luas. B. estetika. organisasi sekolah dan sebagainya. Maka keseluruhan sarwa sekalian itu ada. mempersatukan dan mengkoordinasikannya 4. maka seluruh pengalamanpengalaman manusia dalam semua instansi yaitu etika. melainkan juga melahirkan filsafat pendidikan. pengjuian kopetensi minimal dan kesamaan kesepakatan pendidikan. budaya. ekonomi. Obyek Formal/ Sudut pandangan Filsafat itu dapat dikatakan bersifat non-pragmentaris. religius dan lain-lain haruslah dibawa kepada filsafat dalam pengertian realita. Brubacher (1950) mengemukakan tentang hubungan antara filsafat dengan filsafat pendidikan. ada yang relatif (nisby). karena filsafat mencari pengertian realitas secara luas dan mendalam. seoran guru sebagai pendidik dia mengharapkan dan mempunyai hak bahwa ahli-ahli filsafat pendidikan menunjukkan dirinya pda masalah pendiidkan pad aumumnya serta bagaimna amasalah itu mengganggu pada penyekolhan yang menyangkut masalah perumusan tujuan. Langeveld : ³««bahwa hakikat filsafat itu berpangkal pada pemikiran keseluruhan sarwa sekalian scara radikan dan menurut sistem´. Maka filsafatpun (sudut pandangannya) ada beberapa objek yang dikaji oleh filsafat a. Ada yang tidak harus ada. Ada pula pikiran itu sendiri yang terhadap dalam filsafat sebagai alat untuk memikirkan pokoknya . sifatnya universal. dalam hal ini pendidikan : bahwa filsafat tidak hanya melahirkan sains atau pengetahuan baru. tetapi yang tak begitu mendalam 3. Sedangkan filsafat pendidikan objeknya terbatas dalam dunia filsafat pendidikan saja 2. Lapangan filsafat mungkin sama dengan lapangan filsafat pendidikan tetapi sudut pandangannya berlainan Dalam menerapkan filsafat pendidikan. Filsafat memberikan sintesis kepada filsafat pendidikan yang khusus. M. J.

Dr. Pemikiran itupun adalah bahagian daripada keseluruhan. Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk lainnya. syarat-syaratnya dan metode-metodenya. Hukum-hukum logika berlaku dan penting bagi semua ilmu pengetahuan lainnya pula. Tuhan tidak dikecualikan. D. Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu pengetahuan. budi. Tentang alam. Tentang alam. tetapi mengatasinya karena dilakukan dengan cara ilmiah dan mempertanggungjawabkan jawaban-jawaban yang diberikannya. bagi filsafat merupakan alat yang harus dikuasai lebih dahulu. Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk lainnya. materi. Filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempunyai sifat-sifat ilmu pengetahuan tapi. syarat-syaratnya dan metode-metodenya. e. akan mengahdapi beberapa persoalan yang begitu penting sehingga persoalan-persoalan itu boleh diberi nama persoalan-persolan pokok´. A. kemerdekaan. Ruang lingkup dari filsafat yaitu : a. Tentang ada dan tidak ada. Tentang hal mengerti. jadi bagaimana orang harus berpikir dengan baik dan aturan-aturan untuk itu. C Mulder menulis sebagai berikut : ³ Tiap-tiap manusia yang mulai berpikir tentang diri sendiri dan tentang tempatnya dalam dunia. Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat tidak termasuk ruangan ilmu pengetahuan yang khusus. Tentang pengetahuan : logika yang memuat : a. Tuhan tidak dikecualikan. sebagai alat dan sebagai keseluruhan sarwa sekalian Menurut Mr. dunia dan seisinya. Tentang ada dan tidak ada. monisme lawan fluarlisme dan tuhan adalah termasuk pertanyaanpertanyaan poko filsafat C. Para ahli mengatakan bahwa ruang lingkup dari ilmu filsafat yaitu : a. C Ewing mengatakan bahwa kebenaran. dunia dan seisinya. sebab. Filsafat itu erat hubungannya dengan pengetahuan biasa. tingkatan pengetahuan tersendiri. tetapi obyeknya tidak terbatas. b. Logika formil yang mempelajari asas-asas atau hukum-hukun berpikir yang harus ditaati agar kita dapat berpikit dengan benar dan mencapai kebenaran. Ruang Lingkup Filsafat Para ahli mengatakan bahwa ruang lingkup dari ilmu filsafat yaitu : Tentang hal mengerti. ruang dan waktu. f. Menentukan apa yang baik dan apa yang buruk. jadi dua kali ia teradapat dalam filsafat. Logika materiil kritik (epistimologi) . c.3. jadi mengatasi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya merupakan bentuk ilmu pengetahuan yang tersendiri. d. Louis Kattsoff mengatakan lapangan kerja filsafat itu bukan main luasnya yaitu meliputisegala pengetahuan manusia serta segala sesuatu apa saja yang ingin diketahui manusia. Menentukan apa yang baik dan apa yang buruk. b. hubungan materi dan budi.

Sumber dan asal pengetahuan 2. Apakah arti ada itu? 2. Apakah yang disebut baik itu? 2. yaitu : 1. Apakah yang buruk itu? 3. e. Kebenaran dan kekeliruan 6. Tentang kesusilaan : etika Manusia itu yakin dan wajib berbuat baik dan menghindarkan yang tidak baik itu menimbulkan berbagai soal. Tentang manusia : filsafat tentang manusia. Tentang dunia material : kosmologi Hal ini membicarakan tentang asal mula atau sumber dan susunan atau struktur dari alam semesta. Tentang Tuhan : Theodyca Hal inilah yang merupakan konsekuensi terakhir dari seluruh pandangan filsafat. Metode ilmu pengetahuan dan lain-lain. Apakah kesempurnaannya ada itu? 3. Proses terjadinya pengetahuan 4. Apakah yang merupakan dasar yang terdalam dari setiap barang yang ada itu? c. bukan sumber daripada segala pengetahuan. d. b. Alat-alat pengetahuan 3. sebab itu harus dicari sumber yang terdalam dan sebab yang terakhir. Singkatnya bahwa ia bukan yang mutlak. Apakah tujuannya ada itu? 4. Renungan tentang pengetahuan kita itu membuktikan bahwa manusia itu bukan sumber sari segalasegalanya. Orang mengetahui tentang ³ada´ itu dari adanya sendiri.Yang memandang ilmu pengetahuan (materil) dan bagaimana isi ini dapat dipertanggungjawabkan. Apakah ukuran baik atau buruk itu? 4. yang mengatasi manusia sendiri dan dunia. Apakah suara batin itu? 5. Kemungkinan dan batas pengetahuan 5. Tentang ³ada´ : metafisika atau ontology Hal ini mengupas tentang : 1. . Apakah sebab dan akibat? 5. Apakah artinya kepribadian itu? f. Jadi mempelajari perihal : 1. Apakah kehendak bebas? 6.

. syarat-syaratnya dan metode-metodenya. Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk lainnya. Objek material adalah segala sesuatu atau realita. 3. dinamis. Tentang alam. Menentukan apa yang baik dan apa yang buruk. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. ada yang harus ada dan ada yang tidak harus ada 2. agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya.BAB IV KESIMPULAN Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. dunia dan seisinya. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan. Objek filsafat. Tuhan tidak dikecualikan. kesatuan. maupun karsanya. Objek formal adalah bersifat mengasaskan atau berprinsi dan oleh karena mengasas. 4. 2. Tentang hal mengerti. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalahmasalah pendidikan. 5. organis. rasa. maka filsafat itu mengkonstatis prinsip-prinsip kebenaran dan tidak kebenaran Para ahli mengatakan bahwa ruang lingkup dari ilmu filsafat yaitu : 1. 6. Objek filsafat dapat dibedakan atas 2 hal : 1. objek itu dapat berwujud suatu barang atau dapat juga subjek itu sendiri contohnya si aku berfikir tentang diriku sendiri maka objeknya adalah subjek itu sendiri. harmonis. Tentang ada dan tidak ada.

Pendidikan interaksional yaitu suatu konsep pendidikan yang bertitik tolak daripemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi danbekerja sama dengan manusia lainnya. Interaksi terjadi melalui berbagai bentuk dialog. Dalam teknologipendidikan. Pendidikan sebagai salah satu bentukkehidupan juga berintikan kerja sama dan interaksi. peserta didik menjadi pelaku utama pendidikan. Teknologi pendidikan yaitu suatu konsep pendidikan yang mempunyai persamaandengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikaninformasi. Filsafat yang melandasi pendidikan interaksional yaitu filsafatrekonstruksi sosial. Pendidikanadalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan prosespembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinyauntuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. masyarakat. mengawetkan dan meneruskan warisan budaya.Pengertian PendidikanKamus Bahasa Indonesia. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus.Lebih dari itu. 1968. sosial budaya. 1984. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. pengendalian diri.Dalam hal ini.dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Teori pendidikan klasik berlandaskan pada filsafat klasik. akhlak mulia. sebagai penerimainformasi dan tugas-tugas dari pendidik. yang lebih berperan sebagai pembimbing. dan direncanakan pada tahun 2004. 4. seperti Perenialisme. Pendidikan berasal dari kata ³didik´. Suatukurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum danteori kurikulum dijabarkan berdasarkan teori pendidikan tertentu. sedangkan peserta didik memiliki peran yang pasif. yaitu pada tahun 1947. 1975. Dalampendidikan interaksional.bangsa dan negara. antara pemikiran manusiadengan lingkungannya. Lalu kataini mendapat awalan kata ³me´ sehingga menjadi ³mendidik´ artinya memeliharadan memberi latihan.Perjalanan Kurikulum Pendidikan NasionalDalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945.Sebab. 1964.Peserta didik berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-polakegiatan secara efisien tanpa refleksi. pendidik mempunyai peranan besar dan lebihdominan. Pendidikan harus dapat mengembangkan potensi-potensiyang dimiliki peserta didik dengan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. kepribadian.Pendidikan interaksional. Kurikulum humanis merupakan reaksi atas pendidikan yang lebihmenekankan pada aspek intelektual (kurikulum subjek akademis). Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanyaajaran. fasilitator dan pelayan peserta didik. interaksi juga terjadi antara peserta didikdengan materi pembelajaran dan dengan lingkungan.1994.memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalamkonteks kehidupan.3. sedangkan pendidikhanya menempati posisi kedua. Namun diantara keduanya ada yang berbeda. kurikulum pendidikan nasional telahmengalami perubahan.Sukmadinata (1997) mengemukakan 4 (empat ) teori pendidikan. kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkansecara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.Pendidikan klasik. bukan pengawetan dan pemeliharaanbudaya lama. dan Eksistensialisme dan memandang bahwa pendidikan berfungsisebagai upaya memelihara. Isi disusun dalam bentuk desain program ataudesain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan mediaelektronika dan para peserta didik belajar secara individual. Keterampilanketerampilan barunya segeradigunakan dalam masyarakat.20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional.kecerdasan. Teori PendidikanKurikulum memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teori pendidikan. yaitu suatu model kurikulum yang bertujuan memperluas kesadaran diridan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan dan prosesaktualisasi diri. belajar lebih sekedar mempelajari fakta-fakta. tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.pendorong.Semua kurikulum nasional dirancang . yaitu :1.Dalam teori pendidikan ini.Teknologi pendidikan. dalam teori pendidikan ini.berupa data-data obyektif dan keterampilan-keterampilan yang yang mengarahkepada kemampuan vocational . lebih banyaktugas-tugas pengelolaan dari pada penyampaian dan pendalaman bahan.Pendidikan pribadi Teori pendidikan ini bertolak dari asumsi bahwa sejak dilahirkan anak telah memilikipotensi-potensi tertentu.Isi pendidikan atau materi diambil dari khazanah ilmu pengetahuan yang ditemukandan dikembangkan para ahli tempo dulu yang telah disusun secara logis dansistematis. 1991:232. Dalam prakteknya. 1952. ekonomi.Nana S. lebih diutamakan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensiatau kemampuan-kemampuan praktis.Peserta didik mengadakan pemahaman eksperimental dari faktafakta tersebut. Teori pendidikan pribadi menjadi sumber bagi pengembangan model kurikulumhumanis. Guru berfungsi sebagai direktur belajar. Perubahan tersebut merupakankonsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik. Teoriini lebih menekankan peranan isi pendidikan dari pada proses. Dalam pendidikan interaksionalmenekankan interaksi dua pihak dari guru kepada peserta didik dan dari pesertadidik kepada guru.Eessensialisme. 2.Menurut UU No.

moral. Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. Berorientasi pada tujuan2. dankeyakinan beragama.5. Pendidikan sebagai salah satu bentukkehidupan juga berintikan kerja sama dan interaksi. Dalampendidikan interaksional. Interaksi terjadi melalui berbagai bentuk dialog. sehingga hanyameneruskan yang pernah digunakan sebelumnya.1994. Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral.dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. 1984.Ia bisa dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. kurikulum pendidikan mengalami penyempurnaan.5.Pendidikan interaksional. maka pendidikan sebagai development conformism lebihmenekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka danberdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggikecerdasan dan keterampilan. yaitu dilakukannyaperubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila.Lebih dari itu. kuat. yaituPancasila dan UUD 1945. 1964.Sebab. yaituPancasila dan UUD 1945.4.Menjelang tahun 1964. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswaaktif (CBSA). Dalam pendidikan interaksionalmenekankan interaksi dua pihak dari guru kepada peserta didik dan dari pesertadidik kepada guru. dan direncanakan pada tahun 2004. kurikulum pendidikan nasional telahmengalami perubahan. 1952. Karenasuasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebutkemerdekaan. perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuanpendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. 1975.2. ekonomi.mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani. sosial budaya.memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalamkonteks kehidupan. pengetahuan dasar. dan sehat jasmani.4. budi pekerti.Pendidikan interaksional yaitu suatu konsep pendidikan yang bertitik tolak daripemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi danbekerja sama dengan manusia lainnya. .Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama. Rentjana Pelajaran 1947. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistempendidikan nasional. bertujuan bahwa pendidikan ditekankanpada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan ProsedurPengembangan Sistem Instruksional (PPSI). yang menjadi kurikulum pendidikan masa itu masihdipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang.Kurikulum pendidikan 1975 menggunakan pendekatanpendekatan di antaranyasebagai berikut : 1. yaitu pengembanganmoral. kecerdasan.Perjalanan Kurikulum Pendidikan NasionalDalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945. interaksi juga terjadi antara peserta didikdengan materi pembelajaran dan dengan lingkungan. Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. belajar lebih sekedar mempelajari fakta-fakta. dengan namaRentjana Pelajaran Terurai 1952.Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 inibahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yangdihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuanpendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. Pokok-pokokpikiran yang menjadi cirinya adalah pemerintah mempunyai keinginan agar rakyatmendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. dan kecakapan khusus. emosional/artistik. keprigelan. dan jasmani. Perubahan tersebut merupakankonsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik. Berorientasi kepada tujuan instruksional.Peserta didik mengadakan pemahaman eksperimental dari faktafakta tersebut. 1968. dan diubah kembalimenjadi kurikulum pendidikan 1984 dengan ciri:1. yaitu pada tahun 1947.berdasarkan landasan yang sama. Menganut pendekatan integratif 3. Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkansecara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Filsafat yang melandasi pendidikan interaksional yaitu filsafatrekonstruksi sosial.Pada tahun 1952.Kurikulum ini kemudian dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhanmasyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respondan latihan. dalam teori pendidikan ini. dengan nama Rentjana Pendidikan 1964. sehinggapembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana. antara pemikiran manusiadengan lingkungannya. 4. pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulumpendidikan di Indonesia.3.Kurikulum ini merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaanUUD 1945 secara murni dan konsekuen.

di segala jenjang dan bidang kehidupan. Asumsi tersebut didasarkan pada fakta bahwa di mana-mana. filsafat berarti cinta kebijaksanaan. mari kita terus-menerus tanpa bosan menyikapi beberapa pertanyaan di bawah ini secara seksama. 1. Dalam menyikapi krisis kehidupan di atas.Resume Filsafat Pendidikan Oleh Jujun S Suriasumantri. Bagaimana seharusnya kehidupan ini berlangsung? 4. Apakah hakikat kehidupan ini? 2. sementara kecerdasan intelektual mengalami kemajuan pesat. kiranya dipandang penting dan perlu menyusun kembali suatu kerangka pikir. secara benar dan jujur. dapat disimpulkan bahwa faktor pertama dan utama penyebab berbagai krisis kehidupan ini adalah ³pendidkan´. Mengapa kehidupan ini terjadi? 3. Bab I Isi dan Arti Filsafat Filsafat berakar dari bahasa Yunani µphillein¶ yang berarti cinta dan µsophia¶ yang berarti kebijaksanaan. Dengan kekuatan apakah kehidupan ini dikendalikan? Memerhatikan beberapa pertanyaan tersebut. keberadaan pendidikan juga sepenuhnya ditentukan oleh manusia. pendidikan tidak pernah ada. beberapa abad sebelum Masehi. lalu menjadi tukang penghisap sabu-sabu. Krisis pendidikan dan kebudayaan adalah pangkal dari krisis kehidupan di segala bidang karena pendidikan adalah mutlak bagi manusia untuk menentukan jati diri. Tetapi sebaliknya. mutlak perlu disadari secara mendalam dan berkelanjutan. mulai sekarang sudah sepatutnya kita bersama-sama mendasarkan setiap perilaku sehari-hari pada dan ke arah µASAS KEBEBASAN¶. Jadi. Jakarta: Sinar Harapan. 1985. BAGIAN I Pendahuluan Krisis Kehidupan Menurut pengamatan penulis. dengan kembali memosisikan dan memerankan pembelajaran (pendidikan) di segala lini kehidupan dan di sepanjang waktu. sebagai kaum cendekiawan. serta peranan pendidikan sebagai jembatan penghubung. Mereka yang terdidik justru menjadi µkoruptor¶. Hal-hal seperti penyebab utama (asal-mula) kehidupan dan tujuan akhirnya. Tanpa manusia. kehidupan manusia dapat dinilai sedang mengalami krisis spiritual dan moral. dan mereka yang kurang atau tak terdidik menjadi µmaling¶. pola sikap dan perilaku. Mengapa bisa terjadi? Menelusuri rentetan panjang garis sebab-akibat. Ke mana kehidupan ini harus dikendalikan? 5. Arti secara etimilogi ini mempunyai latar belakang yang muncul dari pendirian Socrates. sedang mengalami krisis kehidupan (krisis filosofi hidup?). Ada pula golongan yang kebingungan. Human life is just the matter of education. Untuk itu. model eksistensi dan kualitas tujuan kehidupannya. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Socrates berkata bahwa manusia tidak berhak atas .

Parmenides sama sekali menolak pengetahuan indera sebagai kebenaran. tetap. Berbicara mengenai perkembangan beberapa aliran filsafat. Dunia ini penuh dengan permacam-macaman dan perubahan. Dari pendapatnya itu. karena bersifat umum. Oleh karena yang µada¶ itu satu. Herakleitos menyebutnya µpantarei¶. hanya mampu mencintai kebijaksanaan. Karena yang µada¶ bersifat tetap. segala sesuatu bisa berubah menjadi abu. Jadi. Aliran Idealisme muncul melalui Socrates dan Plato. minuman. Ajaran Socrates (469-399 SM) sepenuhnya dikembangkan oleh muridnya Plato (427-347 SM). Pendirian Socrates tersebut sekaligus menunjukkan sikap kritiknya terhadap kaum Sophis yang mengaku memiliki kebijaksanaan. Tidak sesuatu pun yang tetap. Karena pendapatnya yang mengatakan bahwa µyang ada itu ada (being as such) dan yang tidak ada memang tidak ada¶. semua yang ada di dunia ini. definitif. Socrates berpendapat bahwa manusia dengan ke-semu-annya. Sebagai konsekuensinya. Jadi. kita mengenal aliran Materialisme yang dikemukakan pertama kali oleh Herakleitos dan Parmenides. yang µada¶ tidak berawal dan tidak mengalami keakhiran. karena keterbatasan kemampuan yang dimilikinya. Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan akal. Karena itu. dan kemudian berubah menjadi makanan. Herakleitos (535-475 SM) berpendapat bahwa µapi¶ adalah asas pertama yang merupakan dasar (arche) segala sesuatu yang ada. Sedangkan pengetahuan indera adalah pengetahuan yang sama sekali keliru. perumahan. Socrates menolak pendapat kaum sofis yang mengaku sebagai pemilik kebijaksanaan. Filsafat Herakleitos terkenal dengan µfilsafat menjadi¶ (to become). Pengalaman menunjukkan bahwa segala sesuatu selalu mengalami perubahan. bersifat µsemu¶ dan menjadi baying-bayang dari dunia idea. Dalam gerakan ruang dan waktu. dan sebagainya. bukan merupakan µkebenaran¶. Parmenides pun dikukuhkan sebagai peletak landasan dasar metafisika. dunia yang utuh dalam kesatuan yang bersifat tetap. Kemudian dari pendekatan etimologis dapat disimpulkan bahwa filsafat berarti pengetahuan mengenai pengetahuan. yaitu dunuai yang tidak mungkin dapat disentuh oleh keterbatasan manusia. Ia hanya mengakui kemampuan indera dan menolak kemampuan akal. Dapat pula diartikan sebagai akar dari pengetahuan atau pengetahuan terdalam. yang menjadi sebab terdalam dari segala sesuatu adalah perubahan. Sejarah bergulir. dapat ditarik suatu penilaian bahwa Herakleitos tidak mengakui adanya pengetahuan umum yang bersifat tetap.kebijaksanaan. Ketidakmampuan . menjadi pohon. Parmenides (540-575) terkenal sebagai bapak µFilsafat ada¶ (philosophy of to be). dan sempurna. kebenaran adalah sesuatu yang bersifat tetap. dan tidak berubah. yaitu gerakan µmenjadi¶ secara terus-menerus. Jadi tidak ada yang lain termasuk yang µtidak ada¶. Api adalah lambing perubahan. karena yang tidak ada itu di luar jangkauan akal dan tidak dapat dipahami. pakaian. Maka tidak mungkin terbagi-bagi. µbiji¶ berubah menjdai tumbuhan. Terhadap kebijaksanaan. Karena dengan api. melainkan yang µada¶ (to be) dan bersifat tetap. dan sering mengalami perubahan. Hal ini berarti bahwa di dalam realitas ini penuh dengan yang µada¶. Karena setiap perubahan terjadi dalam realitas konkret. dalam ruang dan waktu tertentu. Menurut Socrates dunia sesungguhnya adalah µdunia idea¶. tidak berubah. seperti yang diakui oleh Herakleitos. termasuk manusia dan makhluk lainnya. Oleh karena itu. maka adanya hanya satu dan tak mungkin ada permacam-macaman. Dikatakan bahwa realitas bukan yang berubah dan bergerak menjadi permacam-macaman. Kebijaksanaan hanya ada di dunia idea. manusia hanya berhak untuk mencintainya. bahwa realitas sesungguhnya adalah dalam keadaan sedang mengalir. sedang bergerak menjadi.

Untuk dapat mengetahui kebijaksanaan. Pandangan Socrates dan Plato dikenal sebagai paham µidealisme¶. Rasio memiliki kemampuan menangkap kebenaran pengetahuan secara umum. Semakin banyak pengalaman mengenai sesuatu hal. dan analitik-aposteriori. yang bernacam-macam. Namun selanjutnya. Itulah sebabnya mengapa pandangan Aristoteles dikenal sebagai paham µrealisme¶. Kemampuan rasio hanya dapat mengetahui secara abstrak. yaitu perilaku yang terbebas dari nafsu-nafsu badan. Kombinasi antara sumber dan metode melahirkan 4 (empat) jenis pengetahuan. bukan halnya sendiri (ding ansich) dan bukan substansinya. Aristoteles memfokuskan filosofinya pada persoalan tentang sesuatu yang ada di balik (sesudah) yang fisis. Demikianlah. pengalaman memiliki kekuatan mengenali setiap hal yang khusus. Pengalaman panca inderalah yang maapu mengenali yang konkret. Dunia idea adalah dunia abstrak yang bersifat semu dan terlepas dari pengalaman. Pengetahuan yang benar bersumber dari dunia pengalaman. Aristoteles berpendapat bahwa dunia yang sesungguhnya adalah dunia real. analitik-apriori. yang konkret. Menurut metodenya. Untuk dapat lepas dari badan. pengetahuan yang bersumber dari rasio disebut µpengetahuan apriori¶. Kant mencoba membuktikan bahwa kemampuan rasio dan pengalaman tidak bisa dipisahkan. Aristoteles dikenal sebagai bapak µmetafisika¶. Empirisme muncul dengan tokohnya yang terkenal John Locke (1632-1704). umum. Penyelidikan dengan pemikiran mendalam atau perenungan mengenai objek sampai ke akar-akarnya (radix). Pengetahuan yang benar ada di dunia idea. yang dapat dialami dan dipikiran. semakin banyak pula kebenaran objektif yang didapatkan tentang sesuatu hal itu. Selanjutnya datang aliran kritisisme yang dibawa oleh Immanuel Kant. Dengan keempat sumber dan metode mengetahui tersebut. Dengan jiwa yang kotor. Sesuatu yang menampak. karena rasio adalah realitas sesungguhnya. dan berubah-ubah. sebagai potensi mengetahui kebenaran. dan selalu berubah-ubah ini. bersifat relative. Aliran selanjutnya adalah Rasionalisme yang diusung oleh Rene Descartes (1596-1650). tetapi kabur terhadap prinsip-prinsip umum. yang satu per satu dan selalu berubah-ubah ini. jiwa harus melepaskan diri dari penjara badan. bagaikan kertas putih yang perlu diisi dengan banyak pengalaman. Maksudnya adalah berpikir mendalam sampai ditemukan unsur-unsur inti yang secara sistematik menjadi objek . hanyalah gejala (fenomena). jiwa harus membersihkan diri dengan berperilaku µbaik¶. Keduanya saling berada di dalam kelemahan dan kekuatannya masingmasing. akal tidak mungkin mengetahui secara mutlak idea kebijaksanaan. dunia konkret. yaitu sintetik-apriori. Halnya sendiri tidak bisa disentuh baik oleh kemampuan rasio maupun pengalaman. Bertentangan dengan Plato. dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman disebut µpengetahuan aposteriori¶. Rene Descartes adalah ahli filsafat yang mengagungkan rasio. terpenjara di dalam badan. Secara fenomenologis. dapat disimpulkan bahwa definisi filsafat adalah pemikiran radikal.manusia terjadi karena jiwa (akal). dalam kegiatan pemikiran menentukan keberadaanku. Realitas adalah ³tabularasa´. gurunya. dunia kritik atas kemampuan akal pikiran dan pengalaman. Dari perkembangan pemikiran filsafat di atas. Badan selalu diliputi oleh nafsu yang mengotori jiwa. Hal ini terbukti dengan ucapannya yang terkenal ³cogito ergo sum´ (I think therefore I am). sintetik-aposteriori. dan bersifat tetap. Aliran berikutnya adalah Realisme yang digagas oleh Aristoteles (384-342 SM). Sebaliknya. tetapi lemah dan kabur terhadap pengetahuan konkret khusus. Immanuel kant berpendapat secara akumulatif. Pengetahuan yang benar bersumber dari dunia rasio. dibedakan menjadi pengetahuan µsintetik¶ dan pengetahuan µanalitik¶. yaitu dunia konkret.

beristirahat. Penjabaran tujuan pendidikan dan materi pendidikan ke dalam kurikulum. dan masyarakatnya menuju tingkat kedewasaan dan kematangan. setiap kegiatan hidup manusia selalu mengandung arti dan fungsi pendidikan. sampai kemudian terbentuk potensi kemandirian dalam mengelola kelangsungan hidupnya. Seseorang disebut berkebudayaan jika senantiasa mampu melakukan pembatasan diri dan menjalani kehidupannya menurut asas µkecukupan¶ (basic needs). misalnya. bukan malah menuruti keinginan. yang secara khusus mempersoalkan nilai µkebenaran¶. antara manusia dan pendidikan terjalin hubungan kausalitas. ternyata sebatas slogan verbal belaka. keindahan dan kebaikan yang terkandung di dalam segala sesuatu yang ada (realitas). Nilai kebenaran ini selanjutnya mendorong terbentuknya sikap perilaku arif dan berkeadilan. pendidikan mutlak ada. bermasyarakat. yang secara khusus mempersoalkan nilai µkebaikan¶. keluarga. baik yang material ataupun yang spiritual. justru metode pengajaran terlalu . dijaga. Watak perekonomian material-kapitalistik ini melekat mulai dari titik kebijakan hingga pada praktik penyelenggaraan pendidikan. yaitu.pemikiran itu ada sebagaimana halnya. Oleh karena itu manusia disebut juga dengan makhluk berpendidikan. Sementara itu. manusia mendapatkan ilmu pengetahuan yang sarat dengan nilai kebenaran baik yang universal-abstrak. Komersialisasi pendidikan berbanding lurus dengan krisis moral. manusia lahir dengan potensi kodratnya berupa cipta. Akhir-akhir ini kerap terjadi tindakan komersialisasi pendidikan. maupun yang praktis. Jadi. Dengan pendidikan. Kebudayaan. adalah upaya manusia untuk mengubah dan membangun keterhubungan berimbang baik secara horizontal maupun vertikal. dan karena pendidikan. manusia membangun kebudayaan dan peradabannya. manusi disebut juga makhluk berpengetahuan. Pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan pendidikan sangat kurang memperhatikan penekanan pada persoalan metodologo kependidikan. dan sebagainya. Lebih lanjut. Rasa adalah kemampuan spiritual. Karena manusia. manusia selalu terdorong untuk ingin tahu dan bahkan mendapatkan nilai-nilai kebenaran. Oleh karena itu. manusia melakukan kegiatan makan. teoretis. beragama. Sejak lahir. seorang manusia sudah langsung terlibat di dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Dalam pengertian ini. Cipta adalah kemampuan spiritual. kebenaran tingkat abstrak-universal yang bersifat mutlak. dan dididik oleh orang tua. Dia dirawat. Dengan ketiga potensinya itu. manusia disebut sebagai makhluk berkebudayaan. yang secara khusus mempersoalkan nilai µkeindahan¶. Hal ini terjadi karena ada pendangkalan orientasi kependidikan sebagai akibat dari sistem ekonomi pasar dunia yang material-kapitalistik. Dengan kegiatan pendidikan dan pembelajaran secara terus-menerus. bekerja. di dalam kegiatan pendidikan sekolah. rasa dan karsa. Sering pula dikatakan bahwa filsafat adalah perenungan mengenai objek sampai pada tingkat kebenaran hakiki. Bab II Hakikat Manusia dan Persoalan Pendidikan Berbeda dengan makhluk lainnya. minum. Secara langsung atau tidak. dengan sikap dan perilaku tersebut. manusia semakin menjadi diri sendiri sebagai manusia yang manusiawi. Sedangkan karsa adalah kemampuan spiritual.

ada manusia. arti etimologis itu mencerminkan keberadaan pendidikan yang berlangsung dari generasi ke generasi sepanjang eksistensi kehidupan manusia. sehingga upaya penumbuhan bakat tergantikan sepenuhnya dengan kemampuan reseptik-memoris (hafalan). tetapi berlanjut pada keahlian dan keterampilan dalam berkreasi dan berproduksi (to be able to create or produce something). berubah total menjadi ³result oriented´. Dalam arti sempit. ketiga sasaran ini menjadi kerangka pembudayaan kehidupan manusia. Bab III Arti Pendidikan: Pendekatan Eksistensial Istilah pendidikan. yang dapat diartikan pembimbingan berkelanjutan (to lead forth). dan matang dalam hal berperilaku. berakar dari bahasa Latin ³educare´. cerdas dalam hal perkembangan jiwa. dengan materi terorganisasi. Dalam arti luas. Kegiatan belajar seperti itu dilaksanakan di dalam Lembaga Pendidikan Sekolah. Sedemikian rupa sehingga ide tentang pendidikan menjadi suatu lingkaran spiral tanpa putus. pendidikan adalah seluruh kegiatan belajar yang direncanakan. Jika diperluas. pendidikan adalah suatu proses yang tidak hanya terbatas pada pembelajaran untuk sekadar mengetahui suatu objek (to know something what). Jadi. dan ada causa prima . yObjek utama pendidikan adalah pembudayaan manusia dalam memanusiawikan diri dan kehidupannya. dan di segala waktu kapan pun. Selanjutnya. dalam rangka mewujudkan kreatifitas baru yang lebih berguna bagi kelangsungan dan perkembangan kehidupan. seluruh kreatifitas dievaluasi untuk dijadikan pelajaran baru. pendidikan dapat diidentifikasi karakteristiknya sebagai berikut: yPendidikan berlangsung sepanjang jaman (lifelong education). ada alam. Bab IV Aspek Ontologi Pendidikan (Pengembangan Kecerdasan Spiritual) Ontologi adalah bidang pokok filsafat yang mempersoalkan hakikat keberadaan segala sesuatu yang ada. Wawasan pendidikan yang seharusnya berorientasi pada proses (process oriented). yPendidikan berlangsung di setiap bidang kehidupan manusia. Tujuan utamanya adalah pengembangan potensi intelektual dalam bentuk penguasaan bidang ilmu khusus dan kecakapan merakit sistem teknologi. Pendidikan merupakan sistem proses perubahan menuju pendewasaan. kreatifitas individual menjadi tumpul dan yang berkembang adalah moral peniruan (the morality of imitation). Dalam langkah kegiatan pendidikan selanjutnya. pencerdasan dan pematangan diri.mendapatkan penekanan. menurut tata hubungan sistematis berdasarkan hukum sebab-akibat. dalam bahasa Inggris ³education´. Yaitu. bersamaan dengan itu. dan diberikan evaluasi berdasar pada tujuan yang telah ditentukan. yPendidikan berlangsung di segala tempat di mana pun. dilaksanakan secara terjadwal dalam sistem pengawasan. Akibatnya. Dewasa dalam hal perkembangan badan.

Objek materi pendidikan adalah manusia dengan berbagai perwujudannya. Dalam ilmu pengetahuan. Tanpa pendidikan. karena ketiganya adalah potensi kreatif dan dinamis khas manusia. objek terdiri atas objek materi dan objek forma. yaitu suatu sistem bimbingan dengan sasaran pemanusian manusia. Oleh sebab itu. sebagai makhluk kreatif yang selalu mencipta segala macam jenis kerangka dan model perubahan yang berguna bagi kelangsungan dan perkembangan hidupnya. Esensi potensial pendidikan. pendidikan tak pernah ada. segala sesuatu yang ada ini berada dalam tatanan hubungan estetis yang diliputi dengan warna nilai keindahan. dari aspek ontology. Yaitu. Tanpa manusia. yang ada kapan dan di mana pun juga. ditinjau dari sisi ontology. pendidikan secara khusus difungsikan untuk menumbuhkembangkan segala potensi kodrat (bawaan) yang ada dalam diri manusia. Secara ontologis. sesuai dengan hakikat asal-mula dan hakikat tujuan hidupnya. dalam kondisi bagaimana pun. Maksud ungkapan ini adalah hakikat keberadaan pendidikan pada tingkat abstrak. Di samping itu. Esensi konkret pendidikan. Adapun nilai universal pendidikan dapat dilihat pada orientasi filosofis pendidikan itu sendiri. manusia tidak mungkin bisa menjalankan tugas dan kewajibannya di dalam kehidupan. Bab V Aspek Epistemologi Pendidikan (Pembentukan Kecerdasan Intelektual) Epistemology adalah bidang filsafat nilai yang secara khusus mempersoalkan pengetahuan tentang nilai µkebenaran¶ dan otomatis juga mempersoalkan tentang bagaimana µcara¶ mendapatkannya. Esensi abstrak pendidikan. pendidikan adalah suatu daya yang mampu membuat manusia berada di dalam kepribadiannya sebagai manusia. Pendidikan. . Pada tingkat keberadaan ini. tingkat potensi (potential essence) dan tingkat konkret (concrete essence). Dalam hal ini. eksistensi. rasa dan karsa mutlak perlu mendapat bimbingan berkelanjutan. manusia berada dalam tiga tingkatan hakikat. dapat dipahami bahwa ontology pendidikan berarti pendidikan dalam hubungannya dengan asal-mula. jika diterapkan pada pendidikan berarti yang menjadi persoalan pokoknya adalah pengetahuan yang benar tentang pendidikan atau kebenaran pendidikan dan sekaligus bagaimana µcara¶ penyelenggaraannya secara benar. pendidikan bernilai universal. Artinya manusia siapa pun. pendidikan adalah daya yang mampu membuat setiap manusia individu berkesadaran utuh terhadap hakikat keberadannya berdasar pada nilai asal-mula dan tujuan kehidupannya (cerdas spiritualnya). dan tujuan kehidupan manusia. Sehubungan dengan hal itu. Pada tingkat ini. Fakta menunjukkan bahwa pendidikan selalu berada dalam hubungannya dengan eksistensi kehidupan manusia. bukan makhluk lainnya. Pada tingkat ini.dalam suatu hubungan menyeluruh. Potensi kejiwaan cipta. pendidikan juga membuat setiap individu mampu merancang-bangun teori-teori perubahan yang bernilai guna bagi kelangsungan dan perkembangan kehidupan individualnya (cerdas inteligensinya). Jadi. Sedangkan kehidupan manusia ditentukan asal-mula dan tujuannya. Artinya mutlak adanya dan berlaku bagi manusia siapa pun. yang ada di man dan kapan pun juga. dan tertib dalam keharmonisan. teratur. Jadi. pendidikan terkait secara langsung dengan manusia individual. berarti persoalan tentang hakikat keberadaan pendidikan. yaitu pada tingkat abstrak (abstract essence).

Bab VI Aspek Etika Pendidikan (Pembentukan Kecerdasan Emosional) Secara keilmuan. dan sistem seperti tersebut di atas. berdasar pada sifat objek studi. Moral adalah masalah tingkah laku dalam hubungannya dengan diri sendiri dan sesamanya. yaitu kemampuan berkreasi untuk mencipta segala perubahan yang berguna bagi kelangsungan dan perkembangan kehidupan sehari-hari. hakikatnya dapat diketahui dari fakta perilaku. persoalan pokoknya adalah tentang µhakikat moral¶. Potensi ini dididik untuk dikembangkan kea rah keahlian dan keterampilan. Dengan demikian. Kemudian. Ada tiga jenis nilai yang dipersoalkan. metode. menjadi cerdas dalam keahliannya (competent) dan juga menjadi terampil (skillful). Terampil membaca. sistem pada dasarnya ada dua. Jadi. dan berhitung. langkah selanjutnya adalah bagaimana bakat tersebut dapat dikembangkan secara efektif dan efisien. Hasilnya berupa µkecerdasan intelektual¶. yaitu nilai keindahan. Setelah bakat itu lahir. yaitu berupa µketerampilan¶. sejauh mana mengandung nilai kebaikan. Jadi hakikat nilai kebaikan itu berada di dalam perilaku. khusus dikembangkan di pendidikan sekolah. Penerapan sistem tertutup ke dalam objek pendidikan berbentuk penyelenggaraan sistem kegiatan pendidikan menurut koridor pengajaran. Etika adalah suatu studi filosofis mengenai moral (philosophy study of morals). Sedangkan sistem terbuka cenderung menurut koridor pembimbingan dan pengasuhan. yang memiliki cabang-cabang besar yang disebut µaksiologi¶. yakni buku pelajaran yang disusun menurut pola tertentu (Satuan Acara Pengajaran). menulis. Dengan sistem pengajaran. Berdasarkan objek forma di atas. yakni sejauh mana potensi intelektual ini dapat dibimbing untuk dikembangkan seoptimal mungkin. khususnya potensi intelektualnya. Dan nilai kebaikan dipelajari dalam cabang filsafat etika. Karena di dalam diri manusia sudah ada potensi atau bakat. Secara epistemologis. yaitu sistem tertutup dan sistem terbuka. Dalam rangka menentukan metode pendidikan yang tepat. Dalam ilmu pendidikan. Sedangkan isi atau materi pendidikan dijabarkan dari tujuan pendidikan dan diorganisasi menjadi kurikulum. Sebagaimana seorang bidan menolong suatu kelahiran.Sedangkan secara epistemologis. materi pendidikan dalam jenis mata pelajaran dipolakan dalam bentuk µtextbook¶. persoalan metode pendidikan adalah bagaimana µcara¶ yang tepat isi atau materi pendidikan itu dididik dan diajarkan. Nilai keindahan dipersoalkan secara khusus dalam cabang filsafat estetika. Nilai kebenaran dipersoalkan dalam cabang filsafat epistemology. maka metode pembidanan (maiyotikos: Socrates) dinilai sebagai yang paling tepat. peranan pendidik juga menolong kelahiran µbakat¶ yang sudah ada di dalam diri peserta didik. Apakah fakta perilaku itu bersesuaian dengan . yang mempelajari tentang hakikat nilai. bakat yang sudah berkembang itu dapat dimanfaatkan demi kemajuan kehidupan. kebenaran pendidikan menunjuk pada µoutput¶ atau hasil dari seluruh rangkaian penyelenggaraan pendidikan menurut objek forma. adalah sesuatu yang bersifat konkret positif. objek forma pendidkan adalah manusia dari segi potensi intelektualnya. tujuan pendidikan harus jelas yakni pengembangan potensi manusia. filsafat berada dalam posisi seperti µpohon¶. nilai kebenaran dan nilai kebaikan. Sasaran sistem pengajaran.

. Pendidikan keluarga diposisikan dan difungsikan sebagai lahan subur bagi pembentukan kecerdasan spiritual. Sistem pendidikan terpadu yaitu menata substansi saling hubungan antara pendidkan keluarga. sehingga menjadikan semua pihak mampu hidup mandiri. intelektual dan emosional. mulai dari kebutuhan kejiwaan. intelektual. bersabar dan berikhlas. sampai pada kebutuhan spiritual keagamaan. karena di dalam keluarga terdapat benih kepercayaan spiritual dan tradisi yang secara alami terpelihara sebagai potensi kebudayaan. Adapun pendidikan masyarakat diposisikan dan difungsikan sebagai lahan subur untuk penanaman bibit kecerdasan intelektual dalam berbagai wujud keahlian menjadi sebuah kecakapan dan keterampilan hidup. pendidikan berproses di dalam diri pribadi seseorang. sikap dan perilaku hidup. dan masyarakat secara fungsional-kausalistis. Jenis dan bentuk perilaku baik individual maupun social berkembang sesuai dengan tingkat kualitas pengetahuan rasional dan empiric. Bab VII Sistem Pendidikan Terpadu Dalam menjalani setiap kegiatan hidup. masyarakat local. untuk kemudian mengerucut pada titik tujuan yang bernilai spiritual pula. nasional. kreatif. cakap. Oleh karena itu. sekolah. dan mungkin juga tingkat kepercayaan keyakinan keagamaan yang ada di dalam masyarakat. Untuk mencapai sasaran itu. terbentuklah pluralitas filosofi. Ide masyarakat terdidik ini difungsikan sebagai pilar yang menentukan bentuk dan model bangunannya. yaitu moral bersyukur. masalah pendidikan adalah proses bagaimana ketiga potensi kodrat manusia itu dikembangkan secara dinamis dan berimbang. Jadi. Pendidikan sekolah diposisikan dan difungsikan sebagai laboratorium yang memproses potensi-potensi budaya yan gbersumber dari keluarga menjadi sebuah kecerdasan intelektual yang sarat daya kreatifitas. proses pendidikan harus dilangsungkan dari taraf individual sampai taraf social seluas-luasnya. Dari perkembangan jenis dan bentuk perilaku itu. dan menurut keputusan cipta. Bab VIII Evaluasi dan Kesimpulan (Prototipe Masyarakat Terdidik) Masyarakat terdidik dengan pilar dasar berupa kecerdasan spiritual. Karena itu.derajat nilai kemanusiaan ataukah tidak. Dari paparan di atas. berdasar pada moral syukur. seluruh bentuk dan model kegiatan hidup social harus berakar pada kecerdasan spiritual. dan ikhlas mendorong seluruh dinamika kehidupan bergerak menuju satu arah. keragaan. dan emosional mendorong terbentuknya suatu ide masyarakat berkeadilan dan beradab. bentuk dan model bangunan masyarakat terdidik terdiri atas tiga lapis moralitas yang saling berhubungan secara kausal. keluarga. Dari keterpaduan tiga kecerdasan itu. social. dan terampil dalam kehidupannya. individual. Kemudian secara akumulatif. sampai taraf internasional. masyarakat dapat dikatakan sebagai laboratorium pendidikan yang siap memproduksi segala kebutuhan hidup. atas pertimbangan rasa. regional. sabar. selalu berawal dari impulsi karsa. sasaran utama aspek etika pendidkan adalah menumbuhkembangkan nilai kebaikan dalam perilaku sehingga bisa menjadi matang dan cerdas (kecerdasan emosional). Dengan demikian. Sedangkan derajat nilai kemanusiaan itu terletak pada apakah suatu perilaku mampu menumbuhkan moral menolong dan memberi. Ketiganya itu merupakan unsure moral.

Prof. Masih dalam buku karya Drs. maka filsafat bisa juga diartikan sebagai teori umum pendidikan. Bambang Q-Anees juga memberikan definisi lain tentang filsafat dengan mengutip pernyataan Bertrand Russel. filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental. ³mengapa ini begini?´ dan ³kenapa tidak begitu?´. menuju kea rah tabi¶at manusia. filsafat adalah tidak lebih dari suatu usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir. tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang kita lakukan pada kehidupan sehari-hari. tercantum definisi Ontologi yakni cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. yang mengeluarkan pendapatnya. Bambang Q-Anees menyatakan bahwa analitik dan sintetik mesti diposisikan sebagai dua hal yang berjenjang. permenungan tentang kenyataan (reality) yang sedalam-dalamnya. Driyarkara menyatakan bahwa filsafat adalah permenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebab µada¶ dan µberbuat¶. pengetahuan sintetik hanya bisa dipahami seseorang bila ia telah melalui proses pengetahuan analitik. Prof. Tidak diposisikan secara diametral. alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. Bab II Dalam buku yang berjudul ³Filsafat Pendidikan´. Surajiyo.BAGIAN II Bab I Dalam sebuah buku yang berjudul ³Filsafat Ilmu´ karya Drs. Hal ini sesuai dengan definisi filsafat sebagai Scientia rerum per causa ultimas. Jalaludin. Berkenaan dengan pendapat Immanuel Kant tentang pengetahuan analitik dan sintetik. Dalam kaitan dengan . Pengetahuan analitik merupakan pengetahuan yang dipijakkan di atas pengetahuan dasar orang tentang sesuatu melalui cara melakukan proses identifikasi. Bab IV Dalam buku yang bejudul ³Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer´ yang ditulis oleh Jujun S Suriasumantri. Dr. mengutip pernyataan John Dewey. Pertanyaan dengan demikian adalah spirit dan inti dari filsafat. Jalaludin dalam bukunya yang berjudul ³Filsafat Pendidikan´ mengutip definisi tentang filsafat pendidikan dari Al-Syaibany yang menyatakan bahwa filsafat pendidikan yaitu aktifitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat tersebut sebagai jalan untuk mengatur. Jalaludin mengutip pernyataan Aristoteles yang mengatakan bahwa manusia itu adalah hewan berakal sehat. bertentangan. filsafat didefinisikan sebagai kegiatan olah pikir manusia yang terarah pada upaya mencari sebab-musabab segala sesuatu yang paling hakiki. yang berbicara berdasarkan akal pikirannya. Bambang Q-Anees dalam bukunya ³Filsafat Untuk Umum´ mengemukakan definisi filsafat sebagai seni bertanya. baik yang menyangkut daya pikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional). menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan. yang di dalamnya tercakup masalah epistemology (filsafat pengetahuan) yang menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui. menurut Rene Descartes filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan. H. N. Dr. H. Masih dalam buku karya Prof. sampai ke µmengapa¶ yang penghabisan. Dr. Karena. Kehadiran pengetahuan sintetik dalam hal ini bukan berarti menghapuskan pengetahuan analitik. H. Surajiyo. Immanuel Kant mendefinisikan filsafat sebagai ilmu (pengetahuan) yang menjadi pokok pangkal dari segala pengetahuan.

It attempts to answer the basic question: what distinguishes true (adequate) knowledge from false (inadequate) knowledge? Jujun S Suriasumantri dalam bukunya yang berjudul ³Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer´ mendefinisikan Epistemologi sebagai cabang filsafat yang membicarakan tentang asal-muasal. suara hati. metode. yang harus dikerjakan dan yang tidak. landasan ontolgi mempertanyakan tentang objek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir. dan sebagainya. Dalam kaitan dengan ilmu. Menurut F. motivasi suatu perbuatan. seperti etika pergaulan. Adapun etika normative sudah memberikan penilaian yang baik dan buruk. tidak mengajarkan bagaimana seharusnya berbuat. struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. Etika normative dapat dibagi menjadi etika umum dan etika khusus. merasa dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan? Bab V Drs. Etika umum membicarakan prinsip-prinsip umum. seperti apakah nilai. dan sebagainya. menggambarkan. etika dalam pekerjaan.ilmu. Epistemology is the branch of philosophy that studies knowledge. sumber. Sujiyo dalam bukunya ³Filsafat Ilmu´ menyatakan bahwa secara terminology etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik-buruk. Heylighen (1993). Sujiyo menyatakan dalam bukunya yang berjudul ³Filsafat Ilmu´ bahwa Epistemology ialah salah satu cabang filsafat yang mempelajari pengetahuan. menceritakan apa adanya. landasan epistemology mempertanyakan bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau teknik apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? Bab VI Drs. tidak memberikan penilaian. Contohnya sejarah etika. Etika deskriptif hanya melukiskan. Sunoto dalam bukunya yang berjudul ³Bunga Rampai Filsafat´ mengatakan bahwa etika dapat dibagi menjadi etika deskriptif dan etika normatif. Etika khusus adalah pelaksanaan prinsip-prinsip umum. .

FILSAFAT PENDIDIKAN Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika 2. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. . 4. dan Menyeluruh. 4. Realisme. 2. Esensialisme didukung oleh idealisme modern yang mempunyai pandangan yang sistematis mengenai alam semesta tempat manusia berada. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal. PENGERTIAN FILSAFAT Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. menyala. dinamis. Sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental. Aliran ini tidak mengakui adanya kenyataan spiritual. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. Aliran materialisme memiliki dua variasi yaitu materialisme dialektik dan materialisme humanistis. maupun karsanya. Menyusun suatu skema konsepsi. yang berpendapat bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah alam semesta badaniah. Pragmatisme merupakan aliran paham dalam filsafat yang tidak bersikap mutlak (absolut) tidak doktriner tetapi relatif tergantung kepada kemampuan minusia. Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. harmonis. Materialisme. 2. yang didukung oleh idealisme dan realisme. Variasi aliran ini adalah idealisme subjektif dan idealisme objektif. Idealisme yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide yang sifatnya rohani atau intelegesi. 2. nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kehudayaan. serta pluralistis. 3. Sebagai dasar dalam bertindak. kesatuan. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Menurut progresivisme. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan. 4. Ciri-ciri berfikir filosfi : 1. dan 3. Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme. Beberapa aliran filsafat pendidikan. Berfikir secara sistematis. Untuk mengurangi salah paham dan konflik. Filsafat pendidikan esensialisme. 2. Apakah manusia itu? Masalah ini dibahas olen Atropologi Filsafat. Berfikir dengan menggunakan disiplin berpikir yang tinggi. Filsafat pendidikan progresivisme. 3. rasa. FILOSOFIS PENDIDIKAN 1. yang didukung oleh filsafat pragmatisme. agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya.I. Apakah yang dapat saya ketahui? Permasalahan ini dikupas oleh Epistemologi. organis. yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Empat persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah : 1. 3. 2. 3. ESENSIALISME DAN PERENIALISME Esensialisme berpendapat bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. 3. Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah. Aliran ini berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia materi murupakan hakitat yang asli dan abadi. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem. Manfaat filsafat dalam kehidupan adalah : 1. 1. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. Beberapa ajaran filsafat yang telah mengisi dan tersimpan dalam khasanah ilmu adalah: 1.

Perkemhangan budi merupakan titik pusat perhatian pendidikan dengan filsafat sebagai alat untuk mencapainya ( Aristoteles) 3. kemauan. pengetahuan terbentuk berkat bersatunya stimulus dan tanggapan tententu menjadi satu kesatuan. (Thomas Aquinas) Adapun norma fundamental pendidikan menurut J. nilai akan menjadi kenyataan (ada) atau disadari oleh setiap orang apabila orang yang bersangkutan berusaha untuk mengetahui atau menyesuaikan diri dengan sesuatu yang menunjukkan nilai kepadanya dan orang itu mempunyai pengalaman emosional yang berupa pemahaman dan perasaan senang tak senang mengenai nilai tersehut. Menunut realisme. dan akal (Plato) 2. Sedangkan menurut idealisme. pengetahuan timbul karena adanya hubungan antara dunia kecil dengan dunia besar. kenyataan yang kita hadapi adalah dunia dengan segala isinya. Realisme berpendapat bahwa kualitas nilai tergantung pada apa dan bagaimana keadaannya. 4. Sesuatu dinilai indah haruslah dapat dipandang baik. Program pendidikan yang ideal harus didasarkan atas paham adanya nafsu. Esensialisme berpendapat bahwa pendidikan haruslah bertumpu pada nilai. Perenialisme berpendirian bahwa untuk mengembalikan keadaan kacau balau seperti sekarang ini. Pendidikan nasional Indonesrn adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan pratek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh flisafat bangsa Indonesia yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia guna memperlanar mencapai cita-cita nasional Indonesia.nilai yang telah teruji keteguhan-ketangguhan.Esensialisme juga didukung oleh idealisme subjektif yang berpendapat hahwa alam semesta itu pada hakikatnya adalah jiwa/spirit dan segala sesuatu yang ada ini nyata ada dalam arti spiritual. cinta kebaikan dan keadilan. PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan nasional adalah suatu sistem yang memuat teori praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat bangsa yang bersangkutan guna diabdikan kepada bangsa itu untuk merealisasikan cita-cita nasionalnya. Beberapa pandangan tokoh perenialisme terhadap pendidikan: 1. Menurut. Perenialisme berpandangan hahwa persoalan nilai adalah persoalan spiritual. . Pendidikan adalah menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidur agar menjadi aktif atau nyata. dan kekuatannya sepanjang masa. apabila dihayati oleh subjek tertentu. perenialisme. kesederhanaan dan sifat terbuka terhadap eksistensi serta cinta kerjasama. dan selanjutnya tergantung pula pada subjek tersebut. Maritain adalah cinta kebenaran. Filsafat pendidikan nasional Indonesia adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat hidup bangsa "Pancasila" yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia dalam usaha merealisasikan cita-cita bangsa dan negara Indonesia. Menurut idealisme. jalan yang harus ditempuh adalah kembali kepada prinsip-prinsip umum yang telah teruji. sebab hakikat manusia adalah pada jiwanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->