P. 1
Pengertian Dan Konsep Manajemen Kesiswaan

Pengertian Dan Konsep Manajemen Kesiswaan

|Views: 1,533|Likes:
Published by Riza Ulhaq

More info:

Published by: Riza Ulhaq on Jan 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

Pengertian dan Konsep Manajemen Kesiswaan

Manajemen peserta didik menduduki tempat yang sangat penting. Dikatakan demikian oleh karena sentral layanan pendidikan di sekolah ada pada peserta didik. Semua kegiatan yang ada di sekolah, baik yang berkenaan dengan manajemen pengajaran, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, keuangan hubungan sekolah dengan masyarakat maupun layanan kusus pendidikan, diarahkan agar peserta didik mendapatkan pelayanan yang baik. Menurut Knzevich manajemen peserta didik (pupil personnel administration) sebagai suatu layanan yang memusatkan perhatian diluar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan keseleruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang sekolah. Jadi manajemen peserta didik dapat diartikan sebagai usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah. Yang diataur secara langsung adalah segi-segi yan berkenaan dengan peserta didik secara langsung, dan segi-segi lain yang berkaitan dengan peserta didik secara tidak langsung. Pengaturan terhadap segi-segi lain selain peserta didik dimaksudkan untuk memberikan layanan yang sebaik mungkin kepada peserta didik. Tujuan manajemen kesiswaan adalah untuk mengatur kegiatan dalam bidang kesiswaan agar proses belajar mengajar di sekola berjalan lancar, tertib, teratur dan tercapapai apa yang menjadi tujuan pendidikan di sekolah. Manajemen kesiswaan meliputi perencanaan kesiswaan, penerimaan siswa baru, pengelompokan siswa, kenaikan kelas, penjurusan, dan perpindahan siswa intra sekolah. Kegiatan perencanaan kesiswaan meliputi sensus sekolah, yaitu mencatat usia anak-anak. Usia umur sekolah di pakai sebagai dasar untuk membagi-bagikan daerah penyebaran bagi pendirian suatu sekolah. Seluruh kegiatan sensus sekolah dapat difungsikan untuk berbagai hal yaitu: 1. Menetapkan perlunya perencanaan jumlah dan lokasi sekolah. 2. Menetapkan beberapa batas daerah penerimaan siswa di suatu sekolah. 3. Mempersiapkan fasilitas pengangkutan. 4. Memproyeksikan layanan program pendidikan bagi sekolah yang memerlukan. 5. Menata kewajiban belajar dan undang-undang tenaga kerja bagi anak-anak. 6. Mempersiapkan fasilitas penidikan khusus. 7. Menganalisa tingkat dan laju pertumbuhan umur usia sekolah pada suatu daerah tertentu. 8. Membuat rayonisasi bagi anak yang akan masuk atau dari sekolah kesekolah lain. 9. Merekam informasi mengenai jumlah dan pertumbuhan sekolah swasta. 10. merekam dari berbagai sumber mengenai sumbangan masyarakat terhadap kemajuan sekolah. Dalam kegiatan penerimaan siswa baru bergantung pada jumlah kelas atau fasilitas tempat duduk yang tersedia di sekolah. Kegiatan kesiswaan selanjutnya yang perlu dilaksanakan ialah

Pengertian Manajemen . Pengertian Manajemen Pendidikan POSTED BY FORUMSEJAWAT  1 FEBRUARI 2011  TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR Pendidikan memiliki fungsi yang hakiki dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi aktor-aktor dalam menjalankan fungsi dari berbagai bidang kehidupan. c. emosional. dan memiliki keabsahan. kemajuan.pengelompokan siswa. sebagai masukan untuk berpartisipasi dalam proses pendidikan dan membimbing anaknya belajar. dan bisa tercapai tujuantujuan pendidikan yang telah diprogramkan. Untuk itu di sekolah perlu dilakukan pencatatan dan ketatalaksanaan kesiswaan. Pengelompokan siswa diadakan dengan maksud agar pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar di sekolah bisa berjalan lancar. dan prestasi belajar para siswa memerlukan data yang otentik. dapat dipercaya. tetapi juga sikap kepribadian. buku rapor. buku mutasi dan sebagainya. diantaranya yang dilaksanakan ialah: a. buku laporan keadaan siswa. Pengelompokan berdasarkan minat. sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi masing-masing. Pengelompokan berdasarkan kemampuan. Pengelompokan berdasarkan spesialisasi. daftar kenaikan kelas. tertib. dalam bentuk buku induk. diperlukan data yang lengkap tentang peserta didik. tetapi memberikan bimbingan dan bantuan terhadap anak-anak yang bermasalah. Kemajuan belajar siswa ini secara pereiodik harus dilaporkan kepada orang tua. d. Jadi tujuan pendidikan tidak hanya untuk mengembangkan pengetahuan anak. Keberhasilan. e. maupun sosial. baik di rumah maupun di sekolah. buku presensi siswa. Data ini diperlukan untuk mengetahui dan mengontrol keberhasilan atau prestasi kepala sekolah sebagai manajer pendidikan di sekolahnya. b. Dalam kegiatan ini kepala sekolah membentuk panitia atau menunjuk beberapa orang guru untuk bertanggung jawab dalam tugas tersebut. di samping ketrampilan-ketrampilan lain. serta aspek sosial emosional. Sekolah tidak hanya bertanggung jawab memberikan berbagai ilmu pengetahuan. Untuk kepentingan tersebut. f. baik dalam belajar. Pengelompokan dalam kelas-kelas. Pengelompokan dalam sistim kredit. Ada beberapa jenis pengelompokan siswa. Pengelompokan dalam bidang studi.

mengatur.Manajemen berasal dari kata ³manus´ yang berarti ³tangan´. setiap ahli memberikan pandangan yang berbeda tentang batasan manajemen. tumbuh. Berikut ini merupakan defenisi manajemen dari beberapa ahli: Pengertian Pendidikan Berasal dari kata Yunani ³educare´ yang berarti membawa keluar yang tersimpan. karena itu tidak mudah memberi arti universal yang dapat diterima semua orang. . Secara teoritis. berasal dari kata ³raba-yarbu´ yang berarti mengembang. Dan dalam bahasa arab dikenal dengan istilah ³tarbiyah´. berarti menangani sesuatu. untuk dituntut agar tumbuh dan berkembang. Namun demikian dari pemikiran-pemikiran ahli tentang defenisi manajemen kebanyakan menyatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses mendayagunakan orang dan sumber lainnya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. membuat sesuatu menjadi seperti yang diinginkan dengan mendayagunakan seluruh sumber daya yang ada.

³Seperti satu benih yang menumbuhkan tunas dan lembaganya. Berikut ini merupakan defenisi manajemen pendidikan dari beberapa ahli: . Sehingga diharapkan melalui kegiatan manajemen pendidikan tersebut. Berikut ini merupakan defenisi pendidikan dari beberapa ahli: Pengertian Manajemen Pendidikan Secara sederhana manajemen pendidikan adalah suatu lapangan dari studi dan praktik yang terkait dengan organisasi pendidikan. makin mengeras dan kokoh batangnya hingga mengagumkan bagi banyak petani´. tujuan pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

pengorganisasian pendidikan. (6) pemasokan tenaga pendidikan. (3) organisasi. Prinsip-Prinsip Manajemen Pendidikan Douglas (1963:13-17) merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut : 1. (7) sistem evaluasi. . (2) sistem pendidikan menurut tahap-tahap perkembangan (jenjang pendidikan) dan aspek-aspek pengembangan (jenis pendidikan). pengendalian atau pengawasan pendidikan. Memprioritaskan tujuan diatas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja. kepemimpinan pendidikan.Komponen dan sub komponen Manajemen Pendidikan Secara umum manajemen pendidikan dijabarkan melalui beberapa komponen berupa perencanaan pendidikan. penggiatan atau pelaksanaan pendidikan. dan (8) penelitian. (4) administrasi. Redja Mudyahardjo dalam Filsafat Ilmu Pendidikan mengemukakan manajemen pendidikan mencakup subsub komponen: (1) perencanaan. (5) keuangan.

misi dan sasaran-sasaran. tugas-tugas. Berunding menetapkan sasaran-sasaran yang dibutuhkan 4. Drucker (1954) melalui MBO (management by objective) memberikan gagasan prinsip manajemen berdasarkan sasaran sebagai suatu pendekatan dalam perencanaan. misi dan objektif dinas pendidikan. wakil kepala sekolah. Lakukan monitoring dan buat laporan. Menentukan hasil akhir apa yang ingin dicapai sekolah 2. masyarakat dan stakeholders duduk bersama membahas rencana strategis sekolah dengan mengembangkan tujuh langkah MBO yaitu: 1. Menetapkan kegiatan apa yang tepat untuk mencapai sasaran 5. dan lebih baik terapat stakeholders untuk merumuskan visi. orang tua siswa. kepala sekolah. dan nilai-nilai yang berlaku. orang-orang. Penerapan pada manajemen pendidikan adalah bahwa kepala dinas memimpin tim yang beranggotakan unsur pejabat dan fungsional dinas. dan nilai-nilai. Ketiga bentuk tujuan itu harus dirumuskan dalam satu kekuatan tim yang memiliki komitmen terhadap kemajuan dan masa depan organisasi. Menyusun tugas-tugas untuk mempermudah mencapai sasaran 6. 3.2. Pada tingkat sekolah. Tujuan dirumuskan dengan tepat sesuai dengan arah organisasi. siswa. Menganalisis apakah hasil akhir itu berkaitan dengan tujuan sekolah 3. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia Relativitas nilai-nilai Prinsip-prinsip diatas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan. 4. tuntutan zaman. Menentukan batas-batas pekerjaan dan jenis pengarahan yang akan dipergunakan oleh atasan 7. 5. Tujuan suatu organisasi dapat dijabarkan dalam bentuk visi. Fungsi Manajemen Pendidikan .

Pendidikan Nonformal. Mudyahardjo. Silviana. Manajemen Pendidikan Nasional. Sudjana. 2006. controlling. coordinating. innovating). Jakarta: Gema Insani. Tasmara. Aan. Makalah: disampaikan pada Seminar Internasional Pendidikan dan Temu Karya Dekan FIP/FKIP BKS-PTN Wilayah Barat Indonesia. Pada level sekolah. innovating. Bandung: Falah Production. . 2008. London: Sage Publications. 2004.A. 2007. 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya. organizing. fungsi manajemen yang sesuai dengan profil kinerja pendidikan secara umum adalah melaksanakan fungsi planning. reporting. Pada dunia pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jakarta: Rajawali Pers. 2006. leading (facilitating. 2006. H. Arah dan langkah pengembangan Fakultas/ Jurusan Kependidikan. Rivai.R. 2008. Jakarta: Rineka Cipta Prayitno. Bandung: Alfabeta. motivating. Veithzal dan Murni. pengawas lebih berperan sebagai ´quality assurance´ dengan tugas supervise debagai upaya pembinaan terhadap staf untuk memeprbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan. Redja. Administrasi Pendidikan.Mengadopsi fungsi manajemen dari para ahli. Made. istilah directing lebih tepat memakai istilah leading dengan perluasan facilitating. Filasafat Ilmu Pendidikan. motivating. Tilaar. Manajemen Kinerja. Referensi : Bush. staffing. Manajemen Pendidikan Indonesia. Pidarta. Education Management. Theories of Educational Leadership and Management. Undang-undang No. 2010. Engkoswara dan Komariah. Selanjutnya fungsi pengawasan dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan manajerial. Toto. 2003. Spiritual Centered Leadership. Tony. 20 tahun 2003 tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Wibowo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->