“PENDIDIKAN FORMAL DAN NON FORMAL”

Di Susun Oleh Kelompok II: Diana Erawati ( 0905085301) 2.Vinta M. Nisa (0905085302) 3.Novida Safitri (0905085303) 4.Simbolon Selvania (0905085324)
1.

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARMAN 2011/2012

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan berupa rangkaian jenjang pendidikan yang telah baku. Mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) sampai dengan perguruan tinggi (PT). sementara pendidikan taman kanak-kanak masih dipandang sebagai pengelompokan belajar yang menjembatani anak dalam dalam suasana hidup keluarga biasa juga disebut pendidikan pra sekolah (Pra-Elementary School).

khususnya pesat sector dan swasta pesat mengalami daripada perkembangan cukup lebih perkembangannya di sector pemerintah. Dilihat dari segi wujud dan penyelenggaraan semakin beraneka ragam mulai dari paguyuban. B sampai kepada gerakan-gerakan seperti PKK dengan aneka ragam programnya. untuk memperoleh bekal guna terjun ke masyarakat. Sedangkan mereka terdorong untuk memasuki lapangan kerja dengan harus memiliki keterampilan tertentu yang dipersyaratkan oleh lapangan kerja. Disamping ragamnya yang bertambah. juga kualitasnya mengalami peningkatan. dinyatakan bahwa setiap warga Negara diwajibkan mengikuti pendidikan formal minimal sampai tamat SMP. Hal-hal yang menjadi faktor pendorong perkembangan pendidikan nonformal ialah: • Semakin banyaknya jumlah angkatan muda yang tidak melanjutkan sekolah. sarasehan. Bagi warga Negara yang tidak sempat mengikuti ataupun menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu dalam pendidikan formal (putus sekolah) disediakan pendidikan nonformal. • Lapangan kerja. Masing-masing lapangan .Dalam UU No 2 tahun 1989 tentang system pendidikan Nasional. paket A. kursus-kursus. Pendidikan Non formal sebagai mitra pendidikan formal semakin hari semakin berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat dan ketenagakerjaan.

dewasa maupun orang tua. Pendidikan dapat diperoleh melalui jalur formal. Didalam setiap ajaran agama menganjurkan agar setiap individu wajib berusaha untuk mendapatkan pendidikan. yang pada umumnya diselenggarakan oleh pihak swasta. dan informal. Ciri umum tersebut juga sejalan dengan sifat dari badan-badan usaha pendidikan nonformal itu sendiri. . Sebenarnya tidak sulit untuk dipahami karena sebagian besar waktu pesrta didik adalah justru berada di dalam ruang lingkup yang sifatnya informal. yang satu sama lainnya bersifat komplementer sebagai sebuah system yang terpadu. Dari uraian tersebut semakin terlihat betapa eratnya kerja sama antara pendidikan formal dan pendidikan nonformal. A. Selanjutnya ada juga pendidikan informal sebagai suatu fase pendidikan yang berada disamping dan di dalam pendidikan pendidikan formal dan non formal sangat menunjang keduanya. Ciri umum yang khas ini menuntut adanya bahwa setiap pekerja harus memiliki keterampilan yang dipersyaratkan agar dapat menunjang kelestarian hidup dan perkembangan pekerjaan/usaha. Sebagaimana diketahui bahwa sektor swasta memiliki ciri umum yaitu keharusan adanya kemampuan mandiri tanpa subsidi.kerja tersebut menuntut persyaratan-persyaratan khusus yang lazimnya perlu dipersiapakan oleh pendidikan formal. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah hal mutlak yang wajib dimiliki oleh semua individu. non formal. baik anak-anak.

Lingkungan pendidikan sendiri dapat digolongkan menjadi 3 macam yaitu: 1. Selain dari keluarga. lingkungan ini menuntut pengaplikasian pendidikan yang telah didapat oleh seorang individu baik dari lingkungan keluarga maupun dari lingkungan formal. Dalam lingkungan formal ini setiap individu akan mendapatkan pendidikan yang lebih luas mengenai dalam pedoman dan etika moral di kemanusiaan masyarakat. dalam hal ini sekolah atau lembaga formal lainnya yang berkompeten dalam bidang pendidikan. Pendidikan diawali dengan proses belajar untuk mengetahui suatu hal. Ini karena setiap individu mendapatkan pendidikan yang pertama yang berasal dari keluarga. Pendidikan Formal . B.Pendidikan dalam lingkungan keluarga (non formal) memiliki peranan yang sangat penting. kemudian mengolah informasi tersebut untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. pendidikan dapat diperoleh pula dari lingkungan formal. untuk bekalnya menghadapi pergaulan Lingkungan ketiga yang menjadi penentu sukses tidaknya pendidikan individu adalah lingkungan masyarakat (informal). Hal ini dikarenakan setiap individu yang terlibat dalam proses pendidikan saling berinteraksi menjadi satu kesatuan dengan lingkungannya. Pengertian Pendidikan Pendidikan adalah usaha manusia dalam meningkatkan pengetahuan tentang alam sekitarnya. Peranan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi pendidikan.

lingkungan masyarakat juga sangat berperan penting dalam peningkatan prestasi anak didik yaitu dengan peran sertanya dalam pendidikan luar sekolah. keyakinan. Di lingkungan sekolah para guru bertanggung jawab terhadap kemajuan prestasi anak didiknya.2. ideology. . kelakuan. Selain unsur yang Nampak. pola pikir. “Pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk mempimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat”. Pendidikan Informal 3. Lingkungan adalah kesatuan tempat dan unsur yang membentuk dan mendukung suatu komunitas baik kecil maupun besar yang menjadi pendukung hidup dalam kehidupan suatu makhluk hidup. Orang tua bertanggung jawab terhadap semua peningkatan dan kemajuan pendidikan anak-anaknya. ada juga unsur yang tidak nampak seperti sifat. Betapa penting dan perlunya pendidikan itu bagi anak-anak. Selain itu lingkungan dapat pula diartikan sebagai tempat berkumpulnya satu individu dengan individu lain. Dan jelaslah pula mengapa anak-anak itu harus mendapat pendidikan. dan sebagainya. Pendidikan Non Formal Pendidikan dalam lingkungan keluarga memiliki peranan penting terhadap perkembangan anak. Selain lingkungan keluarga dan sekolah. Lingkungan dapat berupa biotik (hidup) maupun abiotik ( tak hidup). Begitu juga dengan lingkungan sekolah.

anak pejabat tinggi Negara. Mungkin fungsi dari kita yang mempertanyakan apakah sebenarnya pendidikan formal tersebut? Kenapa kita bersekolah? dan mengapa semakin tinggi jenjang pendidikan kita maka semakin baik? Sebagai lembaga pendidikan formal. Mulai dari anak tukang sapu jalan. pendidikan menengah. informal dan Non Formal ➢ Pendidikan Fomal Non Formal adalah lingkungan lainnya atau tempat satu individu dengan individu dalam Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini.A. Lingkungan berkumpulnya keluarga. Pengertian Pendidikan Formal. anak tukang jamret. anak tukang dagang martabak mesir. Mengenyam pendidikan pada institusi pendidikan formal yang diakui oleh lembaga pendidikan Negara adalah sesuatu yang wajib dilakukan di Indonesia. dan sebagainya harus bersekolah. anak pak tani. Pendidikan formal terdiri dari pendidikan formal berstatus negeri dan pendidikan formal berstatus swasta. C. sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari pemerintah untuk masyarakat merupakan . anak bisnismen. dan pendidikan tinggi. minimal 9 tahun lamanya hingga lulus SMP. Lingkungan Formal adalah lingkungan tempat berkumpulnya individu satu dengan individu lain disebuah tempat untuk belajar. pendidikan dasar. seperti sekolah. B.

sekolah mencari fungsi pendidikan berdasarkan asas-asas tanggung jawab. tujuan and tingkat pendidikan kepadanya masyarakat oleh masyarakat dan bangsa. ➢ Pendidikan Non Formal Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.perangkat yang berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menjadi warga Negara. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. • Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk. Sebagai pendidikan yang bersifat formal. isi. Tanggungjawab fungsional ialah: • Tanggung jawab professional pengelola dan pelaksana pendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan-ketentuan jabatannya. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti. Dalam hal ini undang-undang pendidikan UUSPN nomor 20 tahun 2003. • Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku. . tanggung jawab ini merupakan pelimpahan tanggung jawab dan kepercayaan orang tua (masyarakat) kepada sekolah dari para guru.

pendidikan pendidikan keaksaraan. kesetaraan perempuan. kelompok belajar. lembaga kursus. serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. dan lain sebagainya. lembaga pelatihan. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. meliputi pendidikan kecakapan hidup. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. pelatihan pendidikanketerampilan dan kerja. Dalam hubungan ini. Keberadaan lembaga ini diatur pada 26 ayat 1 s/d 7. Pendidikan meliputi Paket A. pendidikan nonformal berbasis masyarakat adalah pendidikan nonformal yang diselenggarakan oleh warga masyarakat yang . pendidikan anak usia pemberdayaan pendidikan kepemudaan. Paket B dan Paket C. majelis taklim. sanggar.penambah. Pendidikan Nonformal Berbasis Masyarakat Model pendidikan berbasis masyarakat untuk konteks Indonesia kini semakin diakui keberadaannya pasca pemberlakuan UU No. serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik seperti: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pendidikan nonformal dini. jalur yang digunakan bisa formal dan atau nonformal. dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

berkembangnya pendidikan nonformal berbasis masyarakat akan sejalan dengan munculnya kesadaran tentang bagaimana hubungan-hubungan sosial bisa membantu concern pengembangan terhadap interaksi sosial yang dengan membangkitkan pembelajaran berkaitan masalah yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sosial. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian fungsional. keterampilan dan pelatihan kerja. berbasis ekonomi dan faktor-faktor program lain. Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup. Dengan demikian. pendidikan kesetaraan serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. keaksaraan. Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus. Untuk memenuhinya. penambah dan/pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. politik. lembaga pelatihan. nampak bahwa pendidikan nonformal pada dasarnya lebih cenderung mengarah pada pendidikan berbasis masyarakat yang merupakan sebuah proses dan program.memerlukan layanan pendidikan dan berfungsi sebagai pengganti. kelompok belajar. maka partisipasi warga harus didasari . pendidikan pendidikan pemberdayaan perempuan. Sementara pendidikan pada masyarakat sebagai harus berlandaskan keyakinan dasar bahwa partisipasi aktif dari warga masyarakat adalah hal yang pokok. pusat kegiatan masyarakat. yang secara esensial. pendidikan pendidikan kepemudaan. lingkungan. majelis taklirn serta satuan pendidikan yang sejenis.. pendidikan anak usia dini.

Sekolah Dasar.kebebasan tanpa tekanan dalam kemampuan berpartisipasi dan keingin berpartisipasi. Taman Kanak-kanak. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan seterusnya. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. Pendidikan formal ini selain didirikan oleh pihak pemerintah juga didirikan pula oleh pihak swasta. masalah yang sering muncul adalah kurangnya tenaga pendidik yang professional. Dari keberadaan pendidikan formal. Masalah Pendidikan Formal Pendidikan formal pada umumnya didirikan oleh pemerintah atau lembaga tertentu yang berkompeten dalam bidang pendidikan contohnya. Sekolah Dasar Luar Biasa. Banyak para guru dalam mengajar tidak menggunakan metode pengajaran yang baik dan kurangnya jiwa pendidik. Masalah-Masalah Pendidikan Yang Mempengaruhi dalam Lingkungan a. Keberadaan pihak swasta menjadikan pendidikan formal semakin mudah untuk didapat. ➢ Pendidikan Informal adalah berbentuk jalur kegiatan pendidikan keluarga dan lingkungan yang belajar secara mandiri. . Mereka hanya bisa mengajar tapi tidak bisa mendidik.

Dalam pergaulannya di masyarakat. Pelajaran disekolah baik yang pelajaran teori maupun praktek akan sangat bermanfaat bagi perkembangan individu didalam lingkungan non formal dan informal. A. individu harus mempunyai etika dan sangat sopan santun. Didalam keluarga individu dididik untuk menjadi seorang anak yang baik. Masalah Pendidikan Non Formal Pendidikan non formal berada dalam lingkungan keluarga. Non Formal ataupun Informal sangat berpengaruh terhadap lingkungan pendidikan. Lingkungan Formal. Informal. Baik buruknya pendidikan keluarga ditentukan oleh kepala keluarga masingmasing dalam memanajemen keluarganya. sangat berperan pada individu tersebut dimana ia bisa belajar dari mulai usia 4 tahun hingga 23 tahun atau dari TK sampai Perguruan Tinggi. Dari guru atau sekolah individu dapat menerima berbagai pelajaran yang nantinya dapat digunakan untuk bergaul dalam lingkungan masyarakat. Masalah sering muncul dalam lingkungan pendidikan non formal adalah kurangnya perhatian keluarga kepada anak-anak mereka yang tidak mampu mengenyam pendidikan tinggi.b. Pengaruh Lingkungan Formal. . dan Non Formal Terhadap Lingkungan Pendidikan. seperti misalnya lingkungan sekolah. Untuk mendapatkan pembelajaran sopan santun dan etika ini dimulai dari pendidikan nonformal dalam keluarga.

Selanjutnya seorang individu akan memasuki pendidikan Formal setelah mengalami penggemblengan dalam lingkungan pendidikan keluarga. non formal. dan informal sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan dan keberhasilan pendidikan seorang individu. Dalam lingkungan pendidikan formal ini seorang individu akan diajarkan banyak sekali pengetahuan yang belum pernah ia miliki. dari pengetahuan pribadi. keagamaan sampai ke pengetahuan yang berasal dari luar kebudayaannya. social. Didalam lingkungan pendidikan informal seorang individu akan diberikan pembelajaran mengenai bagaimana menentukan sikap. berperilaku dan bersopan santun. Mereka dituntut untuk bisa mengaplikasikan hasil dari pendidikan keluarga dan sekolah. Lingkungan pendidikan yang ketiga yang tidak kalah penting dan menjadi penentu berhasil tidaknya pendidikan pada lingkungan pendidikannon formal dan formal adalah masyarakat yang mempunyai beraneka ragam sifat dan kepribadian. Dari mulai lahir seorang anak akan dididik didik dalam lingkungan keluarga (non formal) dari yang tidak mengerti menjadi mengerti dan seterusnya hingga mereka dapat mengerti benar tentang bagaimana cara hidup yang baik. Disini seorang individu akan mendapat pengakuan dan legalitas dengan didapatkannya surat tanda tamat belajar setelah ia berhasil melewati proses pembelajaran dengan kurun waktu tertentu. . bermusyawarah dan sebagainya.yang tahu sopan santun dan etika serta mempunyai moral sifat yang terpuji. Selain dari keluarga pendidikan etika dan moral ini diperoleh juga dari pendidikan formal disekolah dan pendidikan informal di masyarakat. Ketiga lingkungan pendidikan baik formal.

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV pasal 13 dengan tegas menyatakan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. Dibawah ini akan disebutkan beberapa persamaan dan perbedaan antara pendidikan antara pendidikan formal dan pendidikan nonformal. peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai tuntutan perubahan kehidupan lokal. nasional dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana. Undang-undang No. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulai dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. terarah dan berkesinambungan. Sistem pendidikan juga harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan.Dari uraian diatas jelas pembelajaran yang didapatkan dari seorang individu tidak hanya berasal dari satu lingkungan pendidikan saja. . melainkan dari ketiga lingkungan pendidikan sehingga antara yang satu dengan yang lain saling melengkapi dan akhirnya akan menghasilkan didikan yang ideal atau dalam istilah lain akan dihasilkan seorang insan kamil ( manusia yang sempurna yang berguna bagi bangsa dan agama). non formal.

saran. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadan pada SD/MI/SDLB/Paket A/SMP/MTs/SPMLB/Paket C. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan atau kegiatan agama. 4. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. kewarganegaraan. kepribadian. kecakapan berhitung serta kemampuan berkomunikasi. akhlak mulia. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A/SMP/MTs/SMPLB/Paket C. Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut LPMP adalah unit pelaksana teknis Departemen yang berkedudukan diprovinsi dan bertugas untuk pelaksana teknis Departemen yang berkedudukan di provinsi dan bertugas untuk membantu Pemerintah Daerah dalam bentuk supervisi. . SMK/MAK. kewarganegaraan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan atau kegiatan agama. bahasa. bimbingan. 1. jasmani. 3. 2. dan bantuan teknis kepada satuan pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan nonformal dalam berbagai upaya penjaminan mutu satuan pendidikan untuk mencapai standar nasional pendidikan. olahraga dan kesehatan. estetika. Nonformal dan Informal. arahan. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. seni dan budaya dan pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan dan teknologi.PERSAMAAN Persamaan Pendidikan Formal.

dan muatan local yang relevan. 8. keterampilan/kejuruan dan muatan local yang relevan. matematika. Kelompok mata pelajaran B. seni. ilmu pengetahuan alam. 7. dan budaya. . Kelompok mata pelajaran Ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB/Paket A atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB/Paket B. SMK/MAK. ilmu pengetahuan alam. atau A. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA/MA/SMALB/Paket C atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan atau kegiatan bahasa. pendidikan kesehatan. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa . estetika pada C. keterampilan dan muatan local yang relevan. matematika. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/ atau kegiatan pendidikan jasmani. olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/Paket A. SMA/MA/SMALB/Paket C. keterampilan/kejuruan dan/ teknologi informasi dan komunikasi serta muatan local yang relevan. 9. ilmu pengetahuan sosial. 6.SMP/MTs/SMPLB/Paket SMA/MA/SMALB/Paket bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan /atau kegiatan bahasa. matematika. keterampilan/kejuruan dan atau teknologi informasi dan komunikasi serta muatan local yang relevan.5. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran jasmani. ilmu pengetahuan alam. olahraga. SD/MI/SDLB/Paket SMK/MAK. ilmu pengetahuan social. ilmu pengetahuan sosial. SMP/MTs/SMPLB/Paket B.

emosional. 12. 19. pemerintah daerah dan / atau masyarakat. 16. 13. ditingkat Kota Administrasi terdapat dua Suku Dinas Pendidikan yaitu Suku Dinas Pendidikan Dasar yang .Pendidikan diselenggarakan kedinasan oleh merupakan pendidikan atau lembaga profesi yang departemen pemerintah nondepartemen. nonformal. 11. dikembangkan oleh BNSP dan ditetapkan dengan Perarturan Menteri.Jalur. 15. Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. 17.Setiap satuan pendidikan formal. Standar kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan nonformal. jenjang. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik.Rasio pendidik terhadap peserta didik ditetapkan oleh peraturan menteri berdasarkan usulan BNSP. nonformal. dan informal. 18. dan kejiwaan peserta didik. sosial.10. Standar Kompetensi Lulusan mengacu pada Permendiknas No. dan informal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. kecerdasan intelektual. dan jenis pendidikan dapat dilakukan oleh pemerintah. Pendidikan kedinasan diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal.Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal.23 Tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006. Khusus di Provinsi DKI Jakarta. 14.

menengah dan tinggi. dan Pendidikan Nonformal dan Informal (termasuk PAUD nonformal). Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta mengembangkan sikap dan kepribadian professional. Sedang suku Dinas Pendidikan Menengah membidangi SMA. SD. Pendidikan pendidikan nonformal usia meliputi dini. pendidikan kesetaraan serta pendidikan lainyang ditunjukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. dan SMP. keaksaraan. dan /atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. . pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. penambah.SMK. pendidikan pendidikan pemberdayaan perempuan. keterampilan dan pelatihan kerja. anak pendidikan pendidikan kepemudaan. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenang 2. Pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar. pendidikan kecakapan hidup.membidangi TK. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti. PERBEDAAN Pendidikan Formal Pendidikan Nonformal Informal 1.

lembaga pelatihan. Badan Akreditasi Nasioanal Pendidikan Nonformal yang selanjutnya disebut BAN-PNF adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan / atau satuan pendidikan jalur pendidikan nonformal dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Satuan pendidikan formal menggunakan kurikulum ditetapkan oleh pemerintah satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan . pusat kegiatan belajar masyarakat dan majelis taklim. 3. 4. 5. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut BAN-PT adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan jalur formal dengan mengacu pada standar nasional program dan/ atau satuan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah yang selanjutnya disebut BAN-S/M adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan / atau evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/ atau satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah pendidikan. serta satuan pendidikan yang sejenis. Hasil pendidikan formal tidak perlu melalui proses penilaian penyetaraan dari lembaga manapun karena telah mengacu kepada standar nasional pendidikan.Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus. kelompok belajar. lembaga kursus. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui pemerintah daerah dengan mengacu kepada standar nasional pendidikan.

SMP/MTs/SPPLB. SMA/MA/SMALB. 7. kejuruan teknologi informasi dan komunikasi serta muatan local yang relevan. Beban belajar pada pendidikan kesetaraan disampaikan dalam bentuk tatap muka. atau bentu lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan / atau kegiatan bahasa. Bebab belajar untuk SD/MI/SDLB. praktek keterampilan dan kegiatan mandiri yang terstruktur sesuai kebutuhan.lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. 6. Kesimpulan . penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai kebutuhan dan cirri khas masing-masing. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat menggunakan jam pelajaran setiap minggu setiap semester dengan system tatap muka. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK. matematika.

dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi tidak bisa dipisah-pisahkan karena keberhasilah pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumber daya manusia sangat tergantung kepada sejauh mana ketiga sub system tersebut berperanan. .Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal. nonformal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful