Materi PKN Kelas X Semester 2 : DASAR NEGARA DAN KONSTITUSI

KETERKATAN DASAR NEGARA DAN KONSTITUSI Keterkaitan Dasar Negara dengan Konstitusi 1. Pengertian Dasar Negara Dalam Ensiklopedi Indonesia, kata ³dasar´ (filsafat) berarti asal yang pertama. Bila dihubungkan dengan negara (dasar negara), kata ³dasar´ berarti pedoman dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan negara yang mencakup berbagai bidang kehidupan. Bagi bangsa Indonesia, dasar negara yang dianut adalah Pancasila. Dalam tinjauan yuridis konstitusional, Pancasila sebagai dasar negara berkedudukan sebagai norma obyektif dan norma tertinggi dalam negara, serta sebagai sumber segala sumber hukum sebagaimana tertuang di dalam TAP.MPRS No. XX/MPRS/1966,jo.TAP.MPR No.V/MPR/1973,jo.TAP.MPR No.IX/MPR/1978. Penegasan kembali Pancasila sebagai dasar Negara tercantum dalam TAP.MPR No.XVIII/MPR/1998. 2. Pengertian Konstitusi Konstitusi atau Undang-Undang Dasar ? Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terbiasa menerjemahkan kata Inggris constitution (konstitusi) dengan Undang-Undang Dasar. Kesulitan pemakaian istilah ³Undang-Undang Dasar´ adalah bahwa kita langsung membayangkan suatu naskah tertulis, karena semua Undang-Undang dasar adalah suatu naskah tertulis. Padahal istilah ³constitution´ lebih luas, yaitu keseluruhan peraturanbaik yang tertulis maupun tidak tertulis- yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat. Undang-Undang Dasar adalah konstitusi yang tertulis, sedangkan konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun tidak tertulis. Para penyusun UUD 1945 menganut pikiran yang sama; dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan : ³Undang-Undang Dasar suatu negara ialah hanya sebagian hukum dasar negara itu. Undang-Undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis, sedang di sampingnya Undang-Undang Dasar tersebut berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis, yaitu aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara, meskipun tidak tertulis´. Hukum dasar tidak tertulis disebut Konvensi. Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar, cita-cita, dan tujuan negara yang tertuang dalam Mukadimah atau Pembukaan Undang-Undang Dasar suatu negara. Dari dasar negara inilah kehidupan negara yang dituangkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan diatur dan diwujudkan. Salah satu perwujudan dalam mengatur dan menyelenggarakan kehidupan ketatanegaraan suatu negara adalah dalam bentuk Konstitusi atau Undang-Undang Dasar.

Merupakan kebiasaan yang berulangkali dalam prektek penyelenggaaraan Negara. 2. Apabila dikaitkan dengan teori jenjang norma hukum dari Hans Nawiaski. Dalam kaitan ini. dan sebagainya. yang masih bersifat umum atau bersifat garis besar dan perlu dijabarkan lebih lanjut kedalam norma hukum dibawahnya. yaitu sebagai hukum dasar yang tertulis atau undangundang Dasar dan hukum dasar yang tidak tertulis / Konvensi. yaitu bahwa Undang-undang dibuat sebagai pegangan untuk memerintah. a.KONSTITUSI NEGARA 1. d. partai politik. yaitu sebagai hukum dasar yang tertulis atau undang-undang Dasar. Konstitusi merupakan rumusan dari filsafat. b. cita-cita. misalnya kepala negara. Bersifat melengkapi sehingga memungkinkan sebagai aturan dasar yang tidak terdapat dalam Undang-undang Dasar. Herman Heller Konstitusi mempunyai arti yang lebih luas daripada undang-undang Dasar. Konstitusi identik dengan Undang-undang dasar. Konstitusi dalam arti sempti. jalan pikiran. konstitusi diartikan sebagai pembentuk Negara. Berdasarkan pendapat diatas. dapat disimpulkan bahwa konstitusi memiliki dua pengertian yaitu : 1. c. buruh tani. d. tetapi mengandung pengertian sosiologisdan politis. maka dasar negara pancasila . Konstitusi adalah cermin dari jiwa. Konvensi sebagai aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan bearnegara mempunyai sifat . Dalam arti ini. F. istilah konstotusi berasal dari bahasa perancis ³ Constituer´ yang artinya membentuk. Konstitusi dalan arti luas. Tidak beartentangan dengan hukum dasar tertulis/Undang-undang Dasar dan bearjalan sejajar. Diterima oleh rakyat negara. Konstitusi sebagiai hukum dasar memuat aturan-aturan dasar atau pokok-pokok penyelenggaraan bernegara. Lassalle Konstitusi sesungguhnya menggambarkan hubungan antara kaekuasaan yang terdapat didalam masyarakat seperti golongan yang mempunyai kedudukan nyata didalam masyarakat. Dalam bahasa belanda Konstitusi disamakan denganistilah Grundwet (Grund = Dasar. Konstitusi tidah hanya bersifat yuridis. Wet = Undang-undang) Berikut ini endapat beberapa ahli mengenai pengertia kunstitusi. mentalitas dan kebudayaan suatu bangsa. a. PENGERTIAN KONSTITUSI Secara etimologis. Yaitu . angkatan perang. c. Oliver Cromwell Undang-undang Dasar itu merupakan ³instrumen of govermen´. kehendak dan perjuangan suatu bangsa. Prayudi Atmosudirdjo Konstitusi adalah hasil atau produk sejarah dan proses perjuangan bangsa yang bersangkutan. pegawai. b.

Oleh sebab itu. Misalnya: pembagian kekuasaan antara badan Eksekutif. Berdasarkan pengertian tersebut. ISI KONSTITUSI NEGARA 1. Organisasi Negara. yang lebih mudah untuk dibuat. Aturan-aturan asng lebih rinci diserahkan pengaturannya kepada undang-undang yang berada dibawah konstitusi. Fungsi pokok konstitusi adalah membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. diperbaharui. . ISI / SUBSTANSI KONSTITUSI Isi konstitusi umumnya hanya memuat aturan-aturan pokok. maupun dicabut. Sesuai dengan istilah konstitusi dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang diarti kan sebagai 1) Segala ketentuan dan aturan mengenai ketatanegaraan. Masalah pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat / pemerintah federal dengan pemerintah daerah / pemerintah negara bagian.sebagai Staatfundamentalnorm/norma fundamental negara. 2. konstitusi merupakan tonggak atau awal terbentuknya suatu negara dan menjadi dasar utama bagi penyelenggara negara. Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran yurisdiksi lembaga negara. 2. konstitusi menempati posisi penting dan strategis dalam kehidupan ketatanegaraan suatu negara. SIFAT DAN FUNGSI KONSTITUSI Sifat pokok konstitusi negara adalah fleksibel (luwes) dan rigit (kaku). terkait oleh beberapa pembatasan dalam konstitusi negara sehigga menjamin bahwa kekuasaan yang dipergunakan untuk memerintah itu tidak disalahgunakan. Konstitusi negara memiliki sifat fleksibel / luwes apabila konstitusi itu memungkinkan adanya perubahan sewaktu-waktu sesuai perkembangan jaman /dinamika masyarakatnya. Konstitusi memberikan arahan kepada generasi penerus bangsa dalam mengemudikan negara menuju tujuannya. Dengan demikian diharapkan hak-hak warganegara akan terlindungi. Menurut Miriam Budiardjo. Konstitusi juga menjadi tolok ukur kehidupan berbangsa dan bernegara yang sarat dengan bukti sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus memuat ide-ide dasar yang digariskan oleh pendiri negara ( the founding fathers ). Sedangkan konstitusi negara dikatakan rigit / kaku apabila konstitusi itu sulit untuk diubah kapanpun. Prosedur mengubah Undang-undang dasar 4. 2) Undang-undang Dasar suatu negara. dan undangundang dasar negara 1945 sebagai staatgrundgesetz / aturan dasar / pokok negara. Adakalanya memuat larangan untuk mengubah sifat-sifat tertentu dari Undang-undang Dasar. Legeslatif dan Yudikatif. setiap Undangundang Dasar / Konstitusimemuat ketentuan-ketentuan sebagai berikt : 1. Hak-hak asasi manusia 3. hana memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. Pemerintah sebagai suatu kumpulan kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.