http://nursing-keperawatan.blogspot.com/feeds/posts/default?

orderby=updated Diagnosa Keperawatan NANDA : Gangguan Fungsi Pernapasan25 Oktober 2008 18:58Menurut taksonomi II NANDA 2007-2008, diagnosis yang berhubungan dengan fungsi pernafasan adalah:

Ineffective airway clearance (bersihan jalan nafas tidak efektif) Risk for aspiration (risiko aspirasi) Ineffetive breathing pattern (pola nafas tidak efektif) Impaired gas exchange (gangguan pertukaran gas) Risk for suffocation Impaired spontaneous ventilation (gangguan ventilasi spontan) Dysfungsional ventilatory weaning response

Dari sekian banyak diagnosis keperawatan untuk fungsi pernafasan, diagnosis nomer 1, 3 dan 4 mungkin adalah diagnosis yang paling sering digunakan. Bersihan jalan nafas tidak efektif (hal. 5). Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas. Tanda: ketidakmampuan batuk, suara nafas, perubahan frekuensi nafas, sianosis, kesulitan bicara, dyspnea, sputum berlebihan, batuk tidak efektif, orthopnea, kesulitan tidur dan mata lebar. Pola nafas tidak efektif (hal. 26). Inspirasi dan ekspirasi tidak dapat memenuhi ventilasi dengan adequat. Bisa dikarenakan kecemasan, posisi tubuh, kelelahan, gangguan muskuloskeletal, hiperventilasi, hipoventilasi, kegemukan, nyeri, dll. Gangguan pertukaran gas (hal. 94). Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida di membran kapiler-alveoli. Tandanya: hiperkapnea, hiperkarbia, hipoksia, dyspnea, hipoksemia, kesulitan tidur, takikardia, diaporesis, dll.Diagnosa Keperawatan NANDA : ELIMINASI13 September 2008 11:18Berikut ini beberapa diagnosis keperawatan yang berhubungan dengan eliminasi:

Bowel incontinence (p. 22) atau inkontinensia alvi/faeces. Perubahan pola kebiasaan defekasi. Bisa diakibatkan oleh diare kronis, pola makan, immobilisasi, stres, pengobatan, kurang kebersihan pada saat toileting, dll. Bedakan dengan diagnosis Diare . Pada diagnosis ini, faeces biasa, hanya polanya saja yang berubah. Misalnya rutin sehari sekali, karena faktor-faktor yang berhubungan, menjadi dua atau tiga hari sekali.

Diarrhea (p. 71) atau diare. Data utamanya adalah faeces tidak berbentuk sampai dengan cair. Indokator utamanya adalah buang air besar (cair) minimal tiga kali dalam satu hari. Hasil auskultasi abdomen, kram perut dan nyeri perut merupakan tanda-gejala yang lainnya. Faktor yang berhubungan dibagi menjadi tiga kelompok; fisiologis, psikologis dan situasional. Misalnya karena kecemasan, tingkat stres tinggi, proses peradangan, iritasi, malabsorpsi, keracunan, perjalanan jauh, konsumsi alkohol dan pengaruh radiasi.

Impaired urinary elimination (p. 234) atau gangguan eliminasi urin. Karakteristiknya: disuria, frekuensi buang air kecil meningkat, hesitansi, inkontinensia, nokturia. Di NANDA memang agak sedikit rancu. Salah satu karakteristik yang disebutkan untuk diagnosis ini adalah retention . Padahal sudah ada diagnosis Retensi urine . Sehingga disarankan kalau pasien memang mengalami retensi urin, langsung diangkat saja menjadi diagnosis Retensi urin . Untuk mengangkat diagnosis keperawatan Gangguan eliminasi urin , perlu dijelaskan gangguan yang mana. Jika pasien mengeluh sering terbangun untuk kencing di malam hari, maka bisa diambil Gangguan eliminasi urin: nokturia . Jika pasien beser (buang air kecil tidak terkontrol dan terus menerus), bisa diangkat menjadi Gangguan eliminasi urin: inkontinensia . Dan seterusnya, sesuai data yang diperoleh dari pengkajian.

Readiness for enhanced urinary elimination (p. 235) atau potensial peningkatan eliminasi urine (diagnosis sejahtera).

Urinary retention (p. 236) atau retensi urin. Tidak dapat mengosongkan urin secara lampias. Karakteristiknya: palpasi blader terasa tegang, sakit saat buang air kecil, sampai dengan tidak keluarnya urin sama sekali. Faktor yang berhubungan: kekuatan spincter, tekanan tinggi pada uretral dan adanya hambatan (harus dibuktikan dengan adanya hasil pemeriksaan). Constipation (p. 44) atau konstipasi Perceived constipation (p. 46) atau perkiraan konstipasi (klien mendiagnosis dirinya sendiri menderita konstipasi, biasanya faktor yang berhubungan adalah kepercayaan budaya, kepercayaan keluarga, pemahaman yang salah atau gangguan proses pikir)

Risk for constipation (p. 47) atau resiko konstipasi.Diagnosa NANDA Terbaru13 September 2008 11:15Activity/RestActivity intolerance (specify level) Activity intolerance, for Disuse syndrome, risk for Divers ional activity deficit Fatigue Sleep pattern disturbance CirculationAdaptive capacity: intracranial, decreased Cardiac output, decreased Dysreflexia Tissue perfusion, altered (specify): cerebral, cardiopulmonary, renal, gastrointestinal, peripheral Ego IntegrityAdjustment, impaired Anxiety (mild, moderate, severe, panic) Body image disturbance Coping, defensive Coping, individual, ineffective Decisional conflict Denial, ineffective Energy field disturbance Fear Grieving, anticipatory Grieving, dysfunctional Hopelessness Personal identity disturbance Post-trauma response (specify stage) Powerlessness Rape-trauma syndrome (specify) Rape-trauma syndrome: compound reaction

stress Incontinence.Rape-trauma syndrome: silent reaction Relocation stress syndrome Self-esteem. situational low Spiritual distress (distress of the human spirit) Spiritual well being. interrupted Fluid volume deficit (active loss) Fluid volume deficit (regulatory failure) Fluid volume deficit. (acute/chronic) Food/FluidBreastfeeding. risk for Fluid volume excess Infant feeding pattern. effective Breastfeeding. colonic Constipation. altered Urinary retention. urge Urinary elimination. ineffective . reflex Incontinence. perceived Diarrhea Incontinence. functional Incontinence. total Incontinence. ineffective Breastfeeding. potential for EliminationBowel incontinence Constipation Constipation. enhanced. chronic low Self-esteem disturbance Self-esteem.

altered Swallowing. acute Pain. impaired Peripheral neurovascular dysfunction. risk for Infant behavior. more than body requirements Nutrition: altered. bathing/hygiene. disorganized Infant behavior.Nutrition: altered. chronic Infant behavior. olfactory Thought processes. ineffective Aspiration. risk for Sensory perception alterations (specify): visual. risk for more than body requirements Oral mucous membrane. gustatory. altered Unilateral neglect Pain/DiscomfortPain Pain. toileting NeurosensoryConfusion. organized. auditory. ineffective Gas exchange. tactile. dressing/ grooming. chronic Respiration Airway clearance. impaired HygieneSelf-care deficit (specify level): feeding. potential for enhanced Memory. kinesthetic. disorganized. acute Confusion. risk for Breathing pattern. inability to sustain Ventilator weaning response. dysfunctional (DVWR) Safety . less than body requirements Nutrition: altered. impaired Spontaneous ventilation.

risk for Physical mobility. risk for Suffocation. altered Social Interaction Caregiver role strain Caregiver role strain. risk for Injury. impaired Skin integrity. risk for Skin integrity. (actual)/risk for: directed at self/others Sexuality(component of ego integrity and social interaction) Sexual dysfunction Sexuality patterns. risk for Perioperative positioning injury. altered Home maintenance management. risk for Environmental interpretation syndrome. altered. risk for Protection. impaired.Body temperature. ineffective Tissue integrity. impaired Poisoning. altered Self-mutilation. impaired Hyperthermia Hypothermia Infection. impaired Health maintenance. risk for . impaired Trauma. risk for Violence. risk for Thermoregulation.

altered Parenting. potential for Community coping. ineffective managementDownload Askep13 September 2008 11:07Askep Tetanus Silahkan download disini Askep CHF . altered Social interaction. risk for Parental role conflict Parent/infant/child attachment. ineffective management Therapeutic regimen: individual. effective management Therapeutic regimen: individual. impaired Social isolation Teaching/Learning Growth and development. altered: alcoholism (substance abuse) Family processes. risk for Role performance. ineffective Family coping. altered. altered Health-seeking behaviors (specify) Knowledge deficit (learning need) (specify) Noncompliance (compliance. risk for Parenting. enhanced. altered) (specify) Therapeutic regimen: community.Communication. ineffective Family coping. altered Loneliness. ineffective management Therapeutic regimen: families. impaired verbal Communitycoping. potential for growth Family processes. altered.

2000). 4 pada seluruh populasi. Subdural. Pendarahan Intrakranial. trauma capitis adalah gangguan traumatic yang menyebabkan gangguan fungsi otak disertai atau tanpa disertai perdarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak tanpa disertai pendarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak Tipe-Tipe Trauma : Trauma Kepala Terbuka: Faktur linear daerah temporal menyebabkan pendarahan epidural. Sedangkan menurut Brunner & Suddarth (2000). Menyebabkan kerusakan meatus auditorius internal dan eustachius.Silahkan download disiniASKEP TRAUMA KAPITIS11 September 2008 17:27Pengertian Trauma merupakan penyebab utama kematian pada populasi dibawah umur 45 tahun dan merupakan penyebab kematian no.000 orang yang selamat akan mengalami disabilitas permanent (York. yaitu pendarahan kecil di jaringan otak akibat pecahnya pembuluh darah kapiler dapat menyebabkan edema otak dan peningkatan TIK. Hematoma disebut sebagai epidural. Contusio / memar. pingsan + 10 menit. pusing dapat menyebabkan kerusakan struktur otak. . atau Intra serebral tergantung pada lokasinya. Lebih dari 50% kematian disebabkan oleh cidera kepala. Kecelakaan kendaraan bermotor menrupakan penyebab cedera kepala pada lebih dari 2 juta orang setiap tahunnya.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 100. Ada berbagai klasifikasi yang di pakai dalam penentuan derajat kepala. Faktur Fosa anterior dan hidung dan hematom faktur lonsitudinal. yaitu trauma Kapitis ringan. Trauma Kepala Tertutup Comosio Cerebri. Hematoma yang berkembang dalam kubah tengkorak akibat dari cedera otak. dapat menyebabkan penurunan kesadaran. 75.

Cidera kepala sedang (kelompok resiko sedang) Skor skala koma glasgow 9-14 (konfusi. Menurut Keperawatan Klinis dengan pendekatan holistik (1995: 226): .otorhea atau rinorhea cairan serebrospinal).atentif. Cidera kepala berat (kelompok resiko berat) Skor skala koma glasglow 3-8 (koma) Penurunan derajat kesadaran secara progresif Tanda neurologis fokal Cidera kepala penetrasi atau teraba fraktur depresikranium. dkk. 2000: 4): Cidera kepala ringan/minor (kelompok resiko rendah) Skor skala koma Glasglow 15 (sadar penuh.The Traumatic Coma Data Bank mendefinisakan berdasarkan skor Skala Koma Glasgow (cited in Mansjoer.mata rabun.hemotimpanum.dan orientatif) Tidak ada kehilangan kesadaran(misalnya konkusi) Tidak ada intoksikasi alkohaolatau obat terlarang Pasien dapat mengeluh nyeri kepala dan pusing Pasien dapat menderita abrasi. letargi atau stupor) Konkusi Amnesia pasca trauma Muntah Tanda kemungkinan fraktur kranium (tanda battle.laserasi.atau hematoma kulit kepala Tidak adanya kriteria cedera sedang-berat.

Cidera kepala sedang SKG 9-12 Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam.juga meliputi kontusio serebral.tidak ada kontusio cerebral.perdarahan subdural dan kontusio serebri. Cidera kepala berat SKG 3-8 Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam.laserasi atau hematoma intrakranial.Dapat mengalami fraktur tengkorak. keparahan dan morfologi cidera.apabila kehilangan kesadaran atau amnesia terjadi 30 menit sampai 24 jam atau adanya fraktur tengkorak Cidera kepala berat. Mekanisme : berdasarkan adanya penetrasi durameter: .apabiula kehilangan kesadaran atau amnesia lebih dari 24 jam.Tidak ada fraktur tengkorak.dan hematoma. Annegers ( 1998 ) membagi trauma kepala berdasarkan lama tak sadar dan lama amnesia pasca trauma yang di bagi menjadi : Cidera kepala ringan. dkk (2000) mengklasifikasikan cidera kepala berdasarakan mekanisme.Cidera kepala ringan /minor SKG 13-15 Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari 30 menit.apabila kehilangan kesadaran atau amnesia berlangsung kurang dari 30 menit Cidera kepala sedang. Arif mansjoer.

konkusi . Basis:dengan/tanpa kebocoran cairan serebrospinal. cidera difus. dengan/tanpa kelumpuhan nervus VII. Keparahan cidera v Ringan : Skala koma glasgow(GCS) 14-15. v Lesi intrakranial klasik. v Trauma tembus(luka tembus peluru dan cidera tembus lainnya. subdural. : Kecepatan rendah(terjatuh. Morfologi v Fraktur tengkorak : kranium: linear/stelatum. terbuka/tertutup. Difus: konkusi ringan. depresi/non depresi. v Berat : GCS 3-8.di pukul). v Sedang : GCS 9-13. : Fokal: epidural. intraserebral.v Trauma tumpul : Kecepatan tinggi(tabrakan mobil).

Fraktur tengkorak diklasifikasikan terbuka dan tertutup. Adanya fraktur tengkorak biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yang kuat. Kontusio serebral merupakan didera kepala berat. Haemoragi intrakranial. l2210-2213) Cidera kulit kepala. Cidera Otak. Hematoma sub dural dapat terjadi akut. kesulitan memori dan gangguan dalam kebiasaan kerja. Dan Hematoma sub dural kronik dapat terjadi karena cidera kepala minor dan terjadi paling sering pada lansia. darah berkumpul di dalam ruang epidural (ekstradural) diantara tengkorak dan dura. dkk. Sedangkan Hematoma sub dural sub akut adalah sekuele kontusio sedikit berat dan di curigai pada pasien gangguan gagal meningkatkan kesadaran setelah trauma kepala. Fraktur tengkorak. Trauma dapat menyebabkan abrasi. Hematoma epidural (hamatoma ekstradural atau haemoragi). Bila fraktur terbuka maka dura rusak dan fraktur tertutup keadaan dura tidak rusak. setelah pukulan atau cidera pada kepala yang menimbulkan kontusio.Jenis-jenis cidera kepala (Suddarth. Cidera otak serius dapat tejadi dengan atau tanpa fraktur tengkorak. Hematoma sub dural. Hematoma sub dural akut d hubungkan dengan cidera kepala mayor yang meliputi kontusio dan laserasi. efek utama adalah seringkali lambat sampai hematoma tersebut cukup besar untuk menyebabkan distorsi dan herniasi otak serta peningkatan TIK. Kerusakan tidak dapat pulih dan sel-sel mati dapat diakibatkan karena darah yang mengalir berhenti hanya beberapa menit saja dan kerusakan neuron tidak dapat mengalami regenerasi. laserasi dan hemoragi otak. dimana arteri ini berada di dura dan tengkorak daerah inferior menuju bagian tipis tulang temporal. Cidera pada bagian ini banyak mengandung pembuluh darah. pasien terbaring dan kehilangan gerakkan. kulit dingin dan pucat. suatu ruang yang pada keadaan normal diisi oleh cairan. Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuitas tulang tengkorak di sebabkan oleh trauma. denyut nadi lemah. Tergantung ukuran pembuluh darah yang terkena dan jumlah perdarahan yang ada. sub akut atau kronik. Kontusio. sering defekasi dan berkemih tanpa di sadari. Komosio dipertimbangkan sebagai cidera kepala minor dan dianggap tanpa sekuele yang berarti. kontusio. Komosio umumnya meliputi sebuah periode tidak sadarkan diri dalam waktu yang berakhir selama beberapa detik sampai beberapa menit. Keadaan ini karena fraktur tulang tengkorak yang menyebabkan arteri meningeal tengah putus /rusak (laserasi). kulit kepala berdarah bila cidera dalam. haemoragi karena arteri ini menyebabkan penekanan pada otak. Hematoma (pengumpulan darah) yang terjadi di dalam kubah kranial adalah akibat paling serius dari cidera kepala. Pasien tidak sadarkan dari. Hematoma sub dural adalah pengumpulan darah diantara dura dan dasar. Setelah cidera kepala. Luka kulit kepala maupun tempat masuknya infeksi intrakranial. Pada pasien dengan komosio sering ada gangguan dan kadang efek residu dengan mencakup kurang perhatian. laserasi atau avulsi. pernafsan dangkal. dengan kemungkinan adanya daerah haemoragi. dimana otak mengalami memar. Komosio. 2000. .

Kerusakan jaringan otak karena benda tumpul tergantung pada : v Lokasi v Kekuatan v Fraktur infeksi/ kompresi v Rotasi v Delarasi dan deselarasi Mekanisme cedera kepala . Benda Tumpul. cidera kumpil). Trauma benda tajam dapat menyebabkan cedera setempat. dapat menyebabkan cedera seluruh kerusakan terjadi ketika energi/ kekuatan diteruskan kepada otak. Haemoragi ini biasanya terjadi pada cidera kepala dimana tekanan mendesak ke kepala sampai daerah kecil (cidera peluru atau luka tembak.Haemoragi intraserebral dan hematoma. Etiologi Cedera kepala dapat disebabkan oleh dua hal antara lain : Benda Tajam. Hemoragi intraserebral adalah perdaraan ke dalam substansi otak.

nausea. dizziness. iritabilitas Gambaran klinis secara umum pada trauma kapitis : Pada kontusio segera terjadi kehilangan kesadaran. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala cedera kepala dapat dikelompokkan dalam 3 kategori utama ( Hoffman. Deselerasi.Akselerasi. Pola pernafasan secara progresif menjadi abnormal. dkk. Contoh : kepala membentur aspal. Respon pupil mungkn lenyap. Perubahan perilaku kognitif dan perubahan fisik pada berbicara dan gerakan motorik dapat timbul segera atau secara lambat. . Deformitas. Dihubungkan dengan perubahan bentuk atau gangguan integritas bagan tubuh yang dipengaruhi oleh kekuatan pada tengkorak. Nyeri kepala dapat muncul segera/bertahap seiring dengan peningkatan TIK. gangguan perhatian dan berfikir kompleks Tanda dan gejala emosional/kepribadian: kecemasan. Contoh : akibat pukulan lemparan. vomitus Tanda dan gejala kognitif: gangguan memori. 1996): Tanda dan gejala fisik/somatik: nyeri kepala. Dapat timbul mual-muntah akibat peningkatan tekanan intrakranial. ketika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam.

Komplikasi Kebocoran cairan serebrospinal akibat fraktur pada fossa anterior dekat sinus frontal atau dari fraktur tengkorak bagian petrous dari tulang temporal. MRI : sama dengan CT Scan dengan atau tanpa kontraks. minggu pertama) atau lanjut (setelah satu minggu). Sinar X : mendeteksi adanya perubahan struktur tulang (faktur pergeseran struktur dan garis tengah (karena perdarahan edema dan adanya frakmen tulang). hemoragi menentukan ukuran ventrikel pergeseran cairan otak. Kadar antikonvulsan darah : dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat terapi yang cukup efektif untuk mengatasi kejang. . Kejang. Kejang pasca trauma dapat terjadi segera (dalam 24 jam pertama dini.Pemeriksaan Dianostik: CT Scan : mengidentifikasi adanya sol. Pungsi Lumbal CSS : dapat menduga adanya perdarahan subaractinoid. GDA (Gas Darah Arteri) : mengetahui adanya masalah ventilasi atau oksigenasi yang akan dapat meningkatkan TIK. Kimia/elektrolit darah : mengetahui ketidakseimbangan yang berpengaruh dalam peningkatan TIK. Angiografi Serebral : menunjukkan kelainan sirkulasi serebral seperti pergeseran jaringan otak akibat edema. Pemeriksaan toksitologi : mendeteksi obat yang mungkin bertanggung jawab terhadap penurunan kesadaran.. EEG : memperlihatkan keberadaan/ perkembangan gelombang. disebabkan oleh kerusakan traumatic pada rangkai hipofisis meyulitkan penghentian sekresi hormone antidiupetik. PET (Pesikon Emission Tomografi) : menunjukkan aktivitas metabolisme pada otak. BAER (Brain Eauditory Evoked) : menentukan fungsi dari kortek dan batang otak. Diabetes Insipidus. perdarahan dan trauma.

Penatalaksanaan Medik

Penatalaksanaan medik cedera kepala yang utama adalah mencegah terjadinya cedera otak sekunder. Cedera otak sekunder disebabkan oleh faktor sistemik seperti hipotesis atau hipoksia atau oleh karena kompresi jaringan otak (Tunner, 2000). Pengatasan nyeri yang adekuat juga direkomendasikan pada pendertia cedera kepala (Turner, 2000).

Penatalaksanaan umum adalah sebagai berikut :

·

Nilai fungsi saluran nafas dan respirasi.

·

Stabilisasi vertebrata servikalis pada semua kasus trauma.

·

Berikan oksigenasi.

·

Awasi tekanan darah

·

Kenali tanda-tanda shock akibat hipovelemik atau neuregenik.

·

Atasi shock

·

Awasi kemungkinan munculnya kejang.

Penatalaksanaan lainnya:

Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral, dosis sesuai dengan berat ringannya trauma. Therapi hiperventilasi (trauma kepala berat). Untuk mengurangi vasodilatasi. Pemberian analgetika Pengobatan anti oedema dengan larutan hipertonis yaitu manitol 20% atau glukosa 40 % atau gliserol 10 %. Antibiotika yang mengandung barrier darah otak (penisilin). Makanan atau cairan. Pada trauma ringan bila terjadi muntah-muntah tidak dapat diberikan apaapa, hanya cairan infus dextrosa 5% , aminofusin, aminofel (18 jam pertama dan terjadinya kecelakaan), 2-3 hari kemudian diberikana makanan lunak. Pada trauma berat, hari-hari pertama (2-3 hari), tidak terlalu banyak cairan. Dextrosa 5% untuk 8 jam pertama, ringer dextrose untuk 8 jam kedua dan dextrosa 5% untuk 8 jam ketiga. Pada hari selanjutnya bila kesadaran rendah, makanan diberikan melalui ngt (2500-3000 tktp). Pemberian protein tergantung nilai urea N. Tindakan terhadap peningktatan TIK

Pemantauan TIK dengan ketat. Oksigenisasi adekuat. Pemberian manitol. Penggunaan steroid. Peningkatan kepala tempat tidur. Bedah neuro. Tindakan pendukung lain

dukungan ventilasi. Pencegahan kejang. Pemeliharaan cairan, elektrolit dan keseimbangan nutrisi. Terapi anti konvulsan. Klorpromazin untuk menenangkan pasien. Pemasangan selang nasogastrik.

Pengkajian Keperawatan

Data tergantung pada tipe, lokasi dan keparahan cedera dan mungkin diperlukan oleh cedera tambahan pada organ-organ vital.

Aktivitas/ Istirahat

Gejala : Merasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan.

Tanda : Perubahan kesehatan, letargi

Hemiparase, quadrepelgia

Ataksia cara berjalan tak tegap

Masalah dalam keseimbangan

Cedera (trauma) ortopedi

Kehilangan tonus otot, otot spastik

Sirkulasi

Gejala : Perubahan darah atau normal (hipertensi)

fingking. vertigo. baal pada ekstremitas. Makanan/ cairan Gejala : Mual. air liur keluar. mudah tersinggung. delirium. sinkope. Tanda : Muntah (mungkin proyektil) Gangguan menelan (batuk. Tanda : Perubahan kesadaran bisa sampai koma Perubahan status mental . Integritas Ego Gejala : Perubahan tingkah laku atau kepribadian (tenang atau dramatis) Tanda : Cemas.Perubahan frekuensi jantung (bradikardia. tinitus kehilangan pendengaran. muntah dan mengalami perubahan selera. bingung depresi dan impulsif. agitasi. Neurosensoris Gejala : Kehilangan kesadaran sementara. takikardia yang diselingi bradikardia disritmia). disfagia). amnesia seputar kejadian. Eliminasi Gejala : Inkontenensia kandung kemih/ usus atau mengalami gngguan fungsi.

terdesak Ronki.Perubahan pupil (respon terhadap cahaya. Tnda : Wajah menyeringai. gelisah tidak bisa beristirahat. hemiparese. Pernapasan Tanda : Perubahan pola nafas (apnea yang diselingi oleh hiperventilasi). Quadreplegia Nyeri/ Kenyamanan Gejala : Sakit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda biasanya koma. simetri) Wajah tidak simetri Genggaman lemah. merintih. mengi positif Keamanan Gejala : Trauma baru/ trauma karena kecelakaan . respon menarik pada rangangan nyeri yang hebat. Nafas berbunyi stridor. tidak seimbang Refleks tendon dalam tidak ada atau lemah Apraksia.

bicara tanpa arti. bicara berulang-ulang. obstruksi trakeo bronkial Perubahan persepsi sensori b/d perubahan resepsi sensori. penurunan kerja silia. transmisi.Tanda : Fraktur/ dislokasi Gangguan penglihatan Gangguan kognitif Gangguan rentang gerak. kerusakan persepsi atau kognitif. Kerusakan mobilitas fisik b/d kerusakan persepsi atau kognitif. Diagnosa Keperawatan Perfusi jaringan serebral tidak efektif b/d interupsi aliran darah Resiko terhadap ketidakefektifan pola nafas b/d kerusakan neurovaskuler. gangguan dalam regulasi suhu tubuh Interaksi Sosial Tanda : Afasia motorik atau sensorik. kekutan secara umum mengalami paralisis Demam. respon inflamasi tertekan. . konflik psikologis. Perubahan proses pikir b/d perubahan fisiologis. kekurangan nutrisi. Resiko infeksi b/d jaringan trauma. penurunan kekuatan. tonus otot hilang.

sesuai dengan kasus yang dihadapi. Keperawatan Medikal Bedah. Media Aesculapius. Kapita Selekta Kedokteran... 1996. Jakarta Tulisan ini hanyalah sebagai bahan bacaan. kasus kelolaan. 2007.. 2002. Slang mempunyai lumen berongga yang memungkinkan baik pembuangan sekret gastrik dan pemasukan cairan ke dalam lambung.Made Karyasa.. dkk. karena masih diperlukan kajian mendalam. Fisiologi Kedokteran Edisi 9.. bukan untuk memudahkan pembuatan LP. EGC. Yasmin Asih. Doengoes. Brunner & Suddarth. Yang jelas. 2001-2002. alih bahasa : Waluyo Agung. wordpress. Rencana Asuhan Keperawatan. 2000. Jakarta : EGC. Jakarta : EGC. Marilynn E. Ni Made Sumarwati.Kep: EGC. Philadelphia. Guyton dan Hall. Marlyn E Doengoes. Jakarta. perdarahan dan gangguan yang dialami oleh pasien.. 2000.Nursing Diagnosis: Definitions and Classification. alih bahasa : I Made Kariasa. Arif Mansjoer. Kuncara.1993. .DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth. S. Trauma kapitis tentu saja harus dijelaskan lebih terinci. NANDA. Jakarta : EGC.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. S. blog (blogspot. Rencana Asuhan Keperawatan. 2002. Buku Saku Daignosis Keperawatan: dengan intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. EGC.PEMASANGAN NGT11 September 2008 17:24Insersi slang nasogastrik meliputi pemasangan slang plastik lunak melalui nasofaring klien ke dalam lambung. Jakarta.USA Judith M Wilkinson.. I.Kep. dll) seperti ini tidak bisa masuk sebagai reference. Juli.Jakarta.

PERALATAN Slang nasogastrik (ukuran 14-18 fr) Pelumas/ jelly Spuit berujung kateter 60 ml Stetoskop lampu senter/ pen light klem Handuk kecil Tissue Spatel lidah Sarung tangan dispossible .

Plester Nierbekken Bak instrumen TUJUAN memungkinkan dukungan nutrisi melalui saluran gastrointestinal memungkinkan evakuasi isi lambung menghilangkan mual HASIL YANG DIHARAPKAN .

nyeri atau mual LANGKAH PELAKSANAAN . jika ada Riwayat masalah sinus atau nasal Distensi abdomen.Klien menambah berat badannya 1/2 sampai 1 kg per minggu Klien tidak mempunyai keluhan mual atau muntah PENGKAJIAN Pengkajian harus berfokus pada: Instruksi dokter tentang tipe slang dan penggunaan slang Ukuran slang yang digunakan sebelumnya.

Ukur jarak dari lubang hidung ke daun telinga. instruksikan klien untuk menekuk kepala ke depan dan menelan . tandai lokasi tonjolan sternum di sepanjang slang dengan plester kecil Minta klien menengadahkan kepala. Pertahankan tissue wajah dalam jangkauan klien Gunakan sarung tangan Tentukan panjang slang yang akan dimasukkan dan ditandai dengan plester. masukkan selang ke dalam lubang hidung yang paling bersih Pada saat anda memasukkan slang lebih dalam ke hidung. ulangi pada lubang hidung yang lain.Cuci tangan dan atur peralatan Jelaskan prosedur pada klien Bantu klien untuk posisi semifowler Berdirilah disisi kanan tempat tidur klien bila anda bertangan dominan kanan(atau sisi kiri bila anda bertangan dominan kiri) Periksa dan perbaiki kepatenan nasal:Minta klien untuk bernafas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat. Lanjutkan pengukuran dari daun telinga ke tonjolan sternum. Bersihkan mukus dan sekresi dari hidung dengan tissue lembab atau lidi kapas Tempatkan handuk mandi diatas dada klien. dengan menempatkan ujung melingkar slang pada daun telinga. minta klien menahan kepala dan leher lurus dan membuka mulut Ketika slang terlihat dan klien bisa merasakan slang dalam faring.

fiksasi slang. DOKUMENTASI Catat hal-hal berikut pada lembar dokumentasi: Tanggal dan waktu insersi slang Warna dan jumlah drainase . lilitkan salah satu ujung. Untuk mengamankan slang: gunting bagian tengah plester sepanjang 2 inchi. Pita karet dapat digunakan untuk memfiksasi slang.Masukkan slang lebih dalam ke esofagus dengan memberikan tekanan lembut tanpa memaksa saat klien menelan (jika klien batuk atau slang menggulung di tenggorokan. sisakan 1 inci tetap utuh. kemudian yang lain. Aspirasi dengan spuit dan pantau drainase lambung. satu sisi plester lilitan mengitari slang Plesterkan slang secara melengkung ke satu sisi wajah klien. tarik slang ke faring dan ulangi langkah-langkahnya). tarik udara ke dalam spuit sebanyak 10-20 ml masukkan ke selang dan dorong udara sambil mendengarkan lambung dengan stetoskop jika terdengar gemuruh. tempelkan 1 inchi plester pada lubang hidung. hentikan insersi selang dan periksa penempatannya:minta klien membuka mulut untuk melihat slang. diantara upaya tersebut dorong klien untuk bernafas dalam Ketika tanda plester pada selang mencapai jalan masuk ke lubang hidung.

Dalam sebuah riset akademik (skripsi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan latar belakang adalah : 1. tesis atau disertasi). tidak meluas tapi dangkal. Alur logika pemikiran merupakan urutan berfikir penulis dalam menuangkan gagasan yang ingin disampaiakan yang tercermin dalam susunan kalimat-kalimat dan susunan paragraf-paragraf dalam latar belakang. memahami pesan yang ingin disampaikan dan bahkan akan mengaburkan masalah itu sendiri. yang merupakan hal yang harus diatasi olehnya yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja pemasaran. fokus.ukuran dan tipe slang Toleransi klien terhadap prosedurMembuat Latar Belakang Penelitian11 September 2008 17:18Menulis latar belakang. Sedangkan permasalahan riset merupakan derivasi dari permasalahan manajemen. kadang sulit bagi mahasiswa yang tidak biasa menulis. Permasalahan manajemen lebih bersifat teknis. Ancangan pembahasan Ancangan yang dimaksud adalah darimanakah periset mengawali pembicaraan dalam kaitan dengan masalah riset yang dilakukan. prinsip atau kaidah teoritik lain yang dapat dijadikan sandaran berfikir dan merumuskan masalah. Alur logika pemikiran yang digunakan khususnya dalam penulisan latar belakang menjadi penting diperhatikan. disertai data. Permasalahan Manajemen dan Riset Permasalahan manajemen adalah permasalahan yang dihadapi secara langsung oleh pemasar. dalam sebuah proposal penelitian. Sangat direkomendasikan pembicaraan dalam latar belakang lebih fokus dan mendalam. yang dirumuskan dan dijadikan acuan dasar dalam melakukan riset pemasaran. Disamping juga dalam perumusan masalah dalam latar belakang masalah periset juga harus memaparkan teori. Berikut ini adalah panduan praktis membuat latar belakang. fakta atau kejadian yang muncul yang memperkuat latar belakang dan perumusan masalah. jelas dan mudah dipahami. utamanya dalam meulis skripsi. Alur logika pemikiran yang digunakan. 2. Hal ini agar arah pemikiran yang dikembangkan dalam latar belakang lebih mengarah. Permasalahan dalam Riset Permasalahan manajemen dan permasalahan riset seringkali dirumuskan dalam sub bab latar belakang masalah dan permasalahan. Pengambilan ancangan yang tepat akan memberikan penggambaran yang tepat pula atas masalah yang diangkat oleh periset. . latar belakang masalah merupakan penggambaran akan mengapa masalah riset muncul dari sisi masalah manajemen yang muncul. Latar belakang yang tidak memiliki alur logika yang jelas akan sulit bagi pembaca mengenali masalah sebenarnya.

Penggunaan fakta dan data lingkungan Penggunaan fakta dan data dalam perumusan latar belakang adalah penting untuk mengetahui indikator-indikator dari intensitas permasalahan yang dirumuskan oleh periset. dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. trauma. 5. dan semakin kuat argumentasi yang dipaparkan oleh periset. Panjang dan kecukupan Panjang atau pendeknya penggambaran memang sangat tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi.JENIS CAIRAN INFUS DAN KEGUNAANNYA11 September 2008 17:17ASERING Indikasi: Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut. umber teori merupakan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang disampaikan oleh seseorang yang biasanya dihasilkan dari riset. bsennya data dan fakta dalam perumusan masalah utamanya dalam latar belakang akan mengakibatkan permasalahan menjadi sangat umum. tidak jelas dan tidak fokus. akan semakin meningkatkan obyektifitas riset. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori. baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Fungsinya selain akan menjadi sandaran berfikir namun juga hal tersebut akan menjadi indikator obyektifitas tulisan. untuk kepentingan apa riset dilakukan dan tentunya ketersediaan halaman atau tempat dalam menuangkan gagasan. Komposisi: Setiap liter asering mengandung: .Dari fakta dan data tersebut akan diketahui seberapa luas dan seberapa parah permasalahan riel yang ada. Namun demikian prinsip yang lazim digunakan adalah bahwa penggambaran identifikasi dan perumusan masalah sebagaimana dalam latarbelakang dan permasalahan riset harus secara cukup dan tuntas mengarahkan pembaca akan masalah riel apa yang dihadapi oleh periset dan mengapa muncul dan perlu diatasi atau diteliti. masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. dehidrasi berat. Penggunaan sumber teori secara eksplisit tercermin pada penggunaan kalimat yang diakhir kalimat dicantumkan nama penulis dan tahun penulisan. syok hemoragik. luka bakar. sebagai cerminan kalimat tersebut diambil dari penulis yang namanya disebutkan tersebut. 4. Semakin banyak teori yang digunakan maka. Secara singkat dapat dijelaskan: Di dalam latar belakang masalah. Dengan demikian. hasil-hasil penelitian.3. mengambang. demam berdarah dengue (DHF). dalam batas tertentu. kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Penggunaan sumber teori sebagai dasar pemikiran.

RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus Pada kasus bedah.Na 130 mEq K 4 mEq Cl 109 mEq Ca 3 mEq Asetat (garam) 28 mEq Keunggulan: Asetat dimetabolisme di otot. asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran Mempunyai efek vasodilator . dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati Pada pemberian sebelum operasi sesar.

sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam KA-EN 3A & KA-EN 3B Indikasi: Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. demam) < 24 jam pasca operasi Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai. dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral KA-EN 1B Indikasi: Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui.Pada kasus stroke akut. pada keadaan asupan oral terbatas . Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak Bayi prematur atau bayi baru lahir. penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA.

pada keadaan asupan oral terbatas Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium 20 mEq/L Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L KA-EN 4A Indikasi : .Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B KA-EN MG3 Indikasi : Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian.

sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi (per 1000 ml): Na 30 mEq/L K 0 mEq/L Cl 20 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 40 gr/L KA-EN 4B Indikasi: .Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak Tanpa kandungan kalium.

5 gr/L Otsu-NS Indikasi: .Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi: Na 30 mEq/L K 8 mEq/L Cl 28 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 37.

misal diare Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum. insufisiensi adrenokortikal. luka bakar) Otsu-RL Indikasi: Resusitasi Suplai ion bikarbonat Asidosis metabolik MARTOS-10 Indikasi: Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik .Untuk resusitasi Kehilangan Na > Cl.

3 gr/kg BB/jam Mengandung 400 kcal/L AMIPAREN Indikasi: Stres metabolik berat Luka bakar Infeksi berat Kwasiokor Pasca operasi Total Parenteral Nutrition Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit . stres berat dan defisiensi protein Dosis: 0. infeksi berat.Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor.

trauma dan pasca operasi) Stres metabolik sedang Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm) PAN-AMIN G Indikasi: Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan Nitrisi dini pasca operasi Tifoid .AMINOVEL-600 Indikasi: Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI Penderita GI yang dipuasakan Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar.

Problem (P/masalah). menurunkan.SUMBER KLIK DISINIDIAGNOSA KEPERAWATAN11 September 2008 17:15PENGERTIAN Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu. dll). 1976 & NANDA). dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya. perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga. . Masalah adalah kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi. Diagnosis keperawatan disusun dengan menggunakan standart yang telah disepakati (NANDA. supaya : Perawat dapat berkomunikasi dengan istilah yang dimengerti secara umum Memfasilitasi dan mengakses diagnosa keperawatan Sebagai metode untuk mengidentifikasi perbedaan masalah keperawatan dengan masalah medis Meningkatkan kerjasama perawat dalam mendefinisikan diagnosis dari data pengkajian dan intervensi keperawatan. Diagnosis keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi. Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkat mungkin. Gordon. yaitu : 1. membatasi. Carpenito. Doengoes. 2000. KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN Rumusan diagnosis keperawatan mengandung tiga komponen utama. sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan. mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito. Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien. merupakan gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan. dimana pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat. keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial. Gordon.

Situasional : personal dan lingkungan (kurang pengetahuan. menjadi orang tua Dewasa : tekanan karier. Maturasional : Adolesent : ketergantungan dalam kelompok Young Adult : menikah. akut atau kronis yang dapat menyebabkan / mendukung masalah. Sign & symptom (S/tanda & gejala). yang merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis keperawatan. Perumusan harus jelas dan singkat dari respon klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi . tanda atau gejala. Unsur-unsur dalam identifikasi etiologi : Patofisiologi penyakit : adalah semua proses penyakit. Etiologi (E/penyebab). tanda-tanda pubertas. dll) Medikasi (berhubungan dengan program pengobatan/perawatan) : keterbatasan institusi atau rumah sakit. keadaan ini menunjukkan penyebab keadaan atau masalah kesehatan yang memberikan arah terhadap terapi keperawatan. interaksi antara perilaku dan lingkungan. adalah ciri. 3. Penyebabnya meliputi : perilaku. lingkungan. hamil. PERSYARATAN PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1.2. Jadi rumus diagnosis keperawatan adalah : PE / PES. sehingga tidak mampu memberikan perawatan. isolasi sosial.

2.

Spesifi dan akurat (pasti)

3.

Dapat merupakan pernyataan dari penyebab

4.

Memberikan arahan pada asuhan keperawatan

5.

Dapat dilaksanakan oleh perawat

6.

Mencerminan keadaan kesehatan klien.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Berorientasi kepada klien, keluarga dan masyarakat

2.

Bersifat aktual atau potensial

3.

Dapat diatasi dengan intervensi keperawatan

4. Menyatakan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.

ALASAN PENULISAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.

Memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif

2.

Memberikan kesatuan bahasa dalam profesi keperawatan

3.

Meningkatkan komunikasi antar sejawat dan profesi kesehatan lainnya

4. Membantu merumuskan hasil yang diharapkan / tujuan yang tepat dalam menjamin mutu asuhan keperawatan, sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi

5.

Menciptakan standar praktik keperawatan

6.

Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.

PROSES PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Klasifikasi & Analisis Data

Pengelompokkan data adalah mengelompokkan data-data klien atau keadaan tertentu dimana klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kriteria permasalahannya. Pengelmpkkan data dapat disusun berdasarkan pola respon manusia (taksonomi NANDA) dan/atau pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982);

Respon Manusia (Taksonomi NANDA II) :

Pertukaran Komunikasi Berhubungan

Nilai-nilai Pilihan Bergerak Penafsiran Pengetahuan Perasaan Pola Fungsi Kesehatan (Gordon, 1982) :

Persepsi kesehatan : pola penatalaksanaan kesehatan Nutrisi : pola metabolisme Pola eliminasi Aktivitas : pola latihan Tidur : pola istirahat Kognitif : pola perseptual Persepsi diri : pola konsep diri Peran : pola hubungan Seksualitas : pola reproduktif Koping : pola toleransi stress Nilai : pola keyakinan 2. Mengindentifikasi masalah klien

Masalah klien merupakan keadaan atau situasi dimana klien perlu bantuan untuk mempertahankan atau meningkatkan status kesehatannya, atau meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan oleh perawat sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya

Identifikasi masalah klien dibagi menjadi : pasien tidak bermasalah, pasien yang kemungkinan mempunyai masalah, pasien yang mempunyai masalah potensial sehingga kemungkinan besar mempunyai masalah dan pasien yang mempunyai masalah aktual.

Menentukan kelebihan klien Apabila klien memenuhi standar kriteria kesehatan, perawat kemudian menyimpulkan bahwa klien memiliki kelebihan dalam hal tertentu. Kelebihan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan atau membantu memecahkan masalah yang klien hadapi.

Menentukan masalah klien Jika klien tidak memenuhi standar kriteria, maka klien tersebut mengalami keterbatasan dalam aspek kesehatannya dan memerlukan pertolongan.

Menentukan masalah yang pernah dialami oleh klien Pada tahap ini, penting untuk menentukan masalah potensial klien. Misalnya ditemukan adanya tanda-tanda infeksi pada luka klien, tetapi dari hasil test laboratorium, tidak menunjukkan adanya suatu kelainan. Sesuai dengan teori, maka akan timbul adanya infeksi. Perawat kemudian menyimpulkan bahwa daya tahan tubuh klien tidak mampu melawan infeksi.

Penentuan keputusan Tidak ada masalah, tetapi perlu peningkatan status dan fungsi (kesejahteraan) : tidak ada indikasi respon keperawatan, meningkatnya status kesehatan dan kebiasaan, serta danya inisiatif promosi kesehatan untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga.

Masalah kemungkinan (possible problem) : pola mengumpulkan data yang lengkap untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga

Masalah aktual, resiko, atau sindrom : tidak mampu merawat karena klien menolak masalah dan pengobatan, mulai untuk mendesain perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencegah, menurunkan, atau menyelesaikan masalah.

Masalah kolaboratif : konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional yang ompeten dan bekerja secara kolaboratif pada masalah tersebut. Masalah kolaboratif adalah komplikasi fisiologis yang diakibatkan dari patofisiologi, berhubungan dengan pengobatan dan situasi yang lain. Tugas perawat adalah memonitor, untuk mendeteksi status klien dan kolaboratif dengan tenaga medis guna pengobatan yang tepat.

3.

Memvalidasi diagnosis keperawatan

Adalah menghubungkan dengan klasifikasi gejala dan tanda-tanda yang kemudian merujuk kepada kelengkapan dan ketepatan data. Untuk kelengkapan dan ketepatan data, kerja sama dengan klien sangat penting untuk saling percaya, sehingga mendapatkan data yang tepat.

Pada tahap ini, perawat memvalidasi data yang ada secara akurat, yang dilakukan bersama klien/keluarga dan/atau masyarakat. Validasi tersebut dilaksanakan dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang kejelasan interpretasi data. Begitu diagnosis keperawatan disusun, maka harus dilakukan validasi.

4.

Menyusun diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritasnya

Setelah perawat mengelompokkan, mengidentifikasi, dan memvalidasi data-data yang signifikan, maka tugas perawat pada tahap ini adalah merumuskan suatu diagnosis keperawatan. Diagnosa keperawatan dapat bersifat aktual, resiko, sindrom, kemungkinan dan wellness.

Menyusun diagnosis keperawatan hendaknya diurutkan menurut kebutuhan yang berlandaskabn hirarki Maslow (kecuali untuk kasus kegawat daruratan menggunakan prioritas berdasarkan yang mengancam jiwa ) :

Berdasarkan Hirarki Maslow : fisiologis, aman-nyaman-keselamatan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri Griffith-Kenney Christensen : ancaman kehidupan dan kesehatan, sumber daya dan dana yang tersedia, peran serta klien, dan prinsip ilmiah dan praktik keperawatan.

KATEGORI DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Diagnosis Keperawatan Aktual

Diagnosis keperawatan aktual (NANDA) adalah diagnosis yang menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan karakteristik mayor yang diidentifikasi. Diagnosis keperawatan mempunyai empat komponen : label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor yang berhubungan.

Label merupakan deskripsi tentang definisi diagnosis dan batasan karakteristik. Definisi menekankan pada kejelasan, arti yang tepat untuk diagnosa. Batasan karakteristik adalah karakteristik yang mengacu pada petunjuk klinis, tanda subjektif dan objektif. Batasan ini juga mengacu pada gejala yang ada dalam kelompok dan mengacu pada diagnosis keperawatan, yang teridiri dari batasan mayor dan minor. Faktor yang berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang. Faktor ini dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor yang berhubungan terdiri dari empat komponen : patofisiologi, tindakan yang berhubungan, situasional, dan maturasional.

Contoh diagnosis keperawatan aktual : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan transport oksigen, sekunder terhadap tirah baring lama, ditandai dengan nafas pendek, frekuensi nafas 30 x/mnt, nadi 62/mnt-lemah, pucat, sianosis.

2.

Diagnosis Keperawatan Resiko

Diagnosis keperawatan resiko adalah keputusan klinis tentang individu, keluarga atau komunitas yang sangat rentan untuk mengalami masalah dibanding individu atau kelompok lain pada situasi yang sama atau hampir sama.

Validasi untuk menunjang diagnosis resiko adalah faktor resiko yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat terhadap klien atau kelompok dan tidak menggunakan batasan karakteristik. Penulisan rumusan diagnosis ini adalag : PE (problem & etiologi).

Contoh : Resiko penularan TB paru berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang resiko penularan TB Paru, ditandai dengan keluarga klien sering menanyakan penyakit klien itu apa dan tidak ada upaya dari keluarga untuk menghindari resiko penularan (membiarkan klien batuk dihadapannya tanpa menutup mulut dan hidung).

3.

Diagnosis Keperawatan Kemungkinan

Contoh : sindrom kurang perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik. Perawat dapat memakai informasi dan lahirnya bayi baru sebagai tambahan dalam unit keluarga. atau masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik. yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu. Contoh : Kemungkinan gangguan konsep diri : gambaran diri berhubungan dengan tindakan mastektomi. pasangan muda yang kemudian menjadi orangtua telah melaprkan fungsi positif dalam peran pola hubungan. Contoh : perilaku mencari bantuan kesehatan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang peran sebagai orangtua baru. . Diagnosis Keperawatan Sindrom Diagnosis keperawatan sindrom merupakan diagnosis keperawatan yang terdiri dari sekelompok diagnosis keperawatan aktual atau resiko. 5. 4. Sebagai contoh. Dalam menentukan diagnosis keperawatan sejahtera.Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko. untuk membantu keluarga mempertahankan pola hubungan yang efektif. menunjukkan terjadinya peningkatan fungsi kesehatan menjadi fungsi yang positif. Diagnosis Keperawatan Sejahtera Diagnosis keperawatan sejahtera adalah ketentuan klinis mengenai individu. kelompok. Cara pembuatan diagnsosis ini adalah dengan menggabungkan pernyataan fungsi positif dalam masingmasing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang disahkan.

Jangan merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu intervensi keperawatan Ex : Menggunakan pispot sesering mungkin b. MENCEGAH KESALAHAN DALAM MEMBUAT DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1.MASALAH KOLABORATIF Masalah kolaboratif adalah masalah yang nyata atau resiko yang mungkin terjadi akibat komplikasi dari penyakit atau dari pemeriksaan atau akibat pengobatan. atau dikurangi dengan tindakan keperawatan yang bersifat kolaboratif. diatasi. yang mana masalah tersebut hanya bisa dicegah. Ex : mastektomi b. dengan diberi pernyataan `sekunder terhadap`. Jangan menggunakan istilah yang tidak jelas. Ex : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b. Tidak merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu diagnosa medis Ex : Resiko pneumonia 3. Label yang digunakan adalah : Potensial Komplikasi (PK). Gunakan istilah / pernyataan yang lebih spesifik.d kanker 2.d kesulitan bernafas 5. Jangan menulis diagnosis keperawatan yang mengulangi instruksi dokter . hanya sebatas memperjelas. Jika harus. Tidak menggunakan istilah medis.d dorongan ingin berkemih 4.

DOKUMENTASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN .d prosedur operasi 7. Jangan membuat asumsi Ex : Resiko perubahan peran b.d kebutaan 8.d posisi klien tidak diubah setiap 2 jam. 10. Jangan menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum Ex : Kerusakan integritas kulit b. Jangan menghubungkan masalah dengan situasi yang tidak dapat diubah Ex : Resiko cedera b.Ex : Instruksi untuk puasa 6.d tidak berpengalaman menjadi ibu baru. Jangan merumuskan dua masalah pada saat yang sama Ex : Nyeri dan takut b.d tirah baring lama 9. Jangan menuliskan etiologi atau tanda/gejala untuk masalah Ex : Kongesti paru b.

Mendemonstrasikan tanggung jawab dalam identifikasi masalah klien 3. Masukkan pernyataan diagnosis keperawatan ke dalam daftar masalah 6. Gunakan istilah diagnosis keperawatan yang ada dalam NANDA ( terbaru : 2007 2008 ) 4. . Catat diagnosis keperawtaan resiko ke dalam format diagnosis keperawatan 3. Mulai pernyataan diagnosis keperawatan dengan mengidentifikasi informasi tentang data untuk diagnosis keperawatan 5. Mengkomunikasikan masalah klien pada tim kesehatan 2. Hubungkan setiap diagnosis keperawatan ketika menemuan masalah perawatan 7. Tujuan Dokumentasi Diagnosis Keperawatan : 1. Gunakan format PES untuk semua masalah aktual dan PE untuk masalah resiko 2. Mengidentifikasi masalah utama untuk perkembangan intervensi keperawatan. intervensi dan evaluasi. perencanaan.1. Gunakan diagnosis keperawatan sebagai pedoman untuk pengkajian.

(Nursalam. biomedik.menetapkan diagnosa keperawatan.M.Diagnosis keperawatan saat ini dapat mengacu ke NANDA 2007-2008 dengan beberapa revisi diagnosis.Nurs. fisika. 2002) Jadi praktek klinik keperawatan adalah tindakan mandiri yang dilakukan mahasiswa keperawatan di rumah sakit melalui kerjasama berbentuk kolaburasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. klinik dan komunitas sebagai landasan untuk melakukan asuhan keperawatan. contohnya: Gangguan pola tidur (2005-2006) menjadi Insomnia (2007-2008).(Nursalam. rencana. Klinik adalah rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan terhadap kasus penyakit yang diderita para pasien. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. ICN mendefinisikan praktek keperawatan sebagai cara untuk membantu individu atau kelompok mempertahankan atau mencapai kesehatan yang optimal sepanjang proses kehidupan yang mengkaji status kesehatan klien. 2002 : 81) . perilaku dan sosial) dan ilmu keperawatan dasar.M. diantaranya untuk peningkatan gula darah. tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi respon klien terhadap intervensi yang di berikan.( Poerwodarminto. SUMBER KLIK DISINIKonsep Praktek Klinik Keperawatan11 September 2008 17:11Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional melalui kerjasama berbentuk kolaborasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya.Nurs. Selain itu terdapat juga diagnosis keperawatan yang baru. 2002 : 81) Menurut CHS (1983) praktek keperawatan sebagai tindakan keperawatan profesional menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar (biologi.

Hak tersebut dapat dimiliki oleh setiap orang. memberikan sesuatu kepada orang lain dan menrima sesuatu dari orang lain atau lembaga tertentu. semakin perlu pula pemahaman tentang hakhak tersebut agar terbentuyk sikap saling menghargai hak-hak orang lain dan tercipta kehidupan yang damai dan tentram. Hak asasi manusia tidak tanpa batas dan merupakan kewajiban setiap negara/pemerintah untuk menentukan batas-batas kemerdekaan yang dapat dilaksanakan dan dilindungi dengan mengutamakan kepentingan umum. Personal Rights (hak-hak asasi pribadi) Meliputi kemerdekaan menyatakan pendapat dan memeluk agama. Semakin baik kehidupan seseorang atau masyarakat. Property Rights (Hak untuk memiliki sesuatu) Meliputi hak untuk membeli. dsb. moralitas dan legalitas. kebebasan bergerak. Setiap manusia mempunyai hak asasi untuk berbuat. Dalam menuntut suatu hak. menyatakan pendapat. baik tesurat maupun yang tersirat. 3. sehingga segala sesuatunya dapat memberikan dampak positif. . 2. Menurut sifatnya hak asasi manusia dibagi dalam beberapa jenis : 1. Hak-hak pasien dan perawat pada prinsipnya tidak terlepas pula dengan hak-hak manusia atau lebih dasar lagi hak asasi manusia. tanggung jawab moral sangat diperlukan agar dapat terjalin suatu ikatan yangmerupakan kontrak sosial. Rights of legal aquality Yaitu hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum dan pemerintahan.SUMBER KLIK HEREHAK PASIEN DAN PERAWAT11 September 2008 17:08Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan. menjual barang miliknya tanpa dicampuri secara berlebihan oleh pemerintah termasuk hak untuk mengadakan suatu perjanjian dengan bebas.

yaitu hak untuk memperoleh tata cara peradilan dan jaminan perlindungan misalnya dalam hal penggeledahan dan peradilan. Dalam UUD 1945 baik pada pembukaan maupun batang tubuh telah diuraikan dengan jelas beberapa hak asasi manusia. mengadakan petisi. 5. Kemudian dalam batang tubuh terdapat dalam pasal-pasal : 1. dll. Pasal 33 (ekonomi) 7. 6. Social and Cultural Rights (hak asasi sosial dan kebudayaan).Pasal 34 ( kesejahteraan sosial) . Pasal 32 (perlindungan bersifat kultural) 6. Pasal 28 (beserikat. Pasal 27 (persamaan dalam hukum dan penghidupan yang layak) 2.Pasal 29 ( kebebasan beragama) 4.Pasal 31 ( mendapatkan pengajaran) 5. mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan 3.4. Pada pembukaan disebutkan hak kemerdekaan. hak asasi ekonomi berupa kemakmuran dan hak asasi sosial serta kebudayaan. Procedural Rights. diantaranya hak untuk memilih pendidikan serta mengembangkan kebudayaan yang disukai. mendirikan partai politik. berkumpul. Political Rights (hak asasi politik) Yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan dengan ikut memilih atau dipilih.

Fagin ( 1975) mengemukakan bahwa hak adalah tuntutan terhadap sesuatu. dimana seseorang berhak seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan. 2. cara seseorang mengatur kehidupannya. perawat tersebut mempunayi hak melakukan asuhan keperawatan sesuai denga kondisi dan kebutuhan pasien. 1. Ex. Peranan hak-hak. keputusan yang dibuat berdasarkan konsep benar salah. Hak dapat digunakan sebagai pengekspresian kekuasaan dalam konflik antara seseorang dengan kelompok Contoh : Seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia mempunyai hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia inginkan untuk pasiennya. baik buruk yang ada dilingkungan tempat ia hidup dan tinggal dalam kurun waktu tertentu. Dari sudut pribadi mempunyai hal yang harus diperhatikan yaitu pertimbangan etis. moralitas atau legalitas. Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan kekuasaannnya untuk menginstruksikan pengobatan terhadap pasien.Hak menurut C. . Dalam hal ini. Seseorang mepunyai hak untuk masuk restoran dan membeli makanan yang diinginkannya. Dalam hal ini jika ditinjau dari sudut hukum orang yang bersangkutan mempunyai kewajiban tertentu yang menyertainya yaitu orang tersebut diharuskan untuk berprilaku sopan dan membayar makanan tersebut. Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu tindakan. Perawat tersebut dapat mengatakan bahwa ia mempunyai hak untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk pasien sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Contoh : Seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatannya mendapat kritikan karena terlalu lama menghabiskan waktunya bersama pasien. Hak dapat dipandang dari sudut hukum dan pribadi. Dari sudut hukum hak mempunyai atau memberi kekuasaan tertentu untuk mengendalikan sesuatu. hal ini mmerupakan haknya selaku penanggung jawab medis.

Bila tidak tercapai kesepakatan karena membatasi pasien. Jenis-jenis hak : 1. Contoh : Seorang perawat menyarankan pada pasien agar tidak keluar ruangan selama dihospitalisasi. Batas-batas ini merupakan kebijakan RS dan suatu norma yang ditetapkan perawat. Hak kesejahteraan Yaitu hak-hak yang diberikan secara hukum untuk untuk hal-hal yang merupakan standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu. Seseorang seringkali dapat menyelesaikan suatu perselisihan dengan menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain. perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang tidak merugikan kesehatan pasien. . Pada situasi tersebut pasien marah karena tidak setuju dengan saran perawat dan pasien tersebut mengatakan pada perawat bahwa ia juga mempunyai hak untuk keluar dari ruanagan bilamana ia mau. Contoh : Seorang perawat wanita yang bekerja dirumah sakit dapat mempergunakan seragam yang diiginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih dan sopan sesuai dengan batas-batas. 2.Hak untuk memilih/kebebasan Yaitu hak orang-orang untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang telah ditentukan. Dalam hal ini.3. berarti ia mengingkari kebebasan pasien. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan.

mengubah peraturan. Seseorang mempunyai tugas untuk memberikan kemudahan bagi orang lain untuk menggunakan hak-haknya. Contoh : Pasien mempunyai hak untuk pengobatan yang ditetapkan oleh dokter. Hal legislatif Yaitu hak yang diterapkan oleh hukum berdasarkan konsep keadilan. memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan perselisihan. dan lainlain. 3. Bandman dan Bandman (1986) menyatakan bahwa hak legislatif mempunyai 4 peranan dimasyarakat yaitu membuat peraturan. 1985) 1. tapi dia mempunyai hak untuk menerima atau menolak pengobatan tersebut. membatasi moral terhadap peraturan yang tidak adil. orang yang bersangkutan tidak disalahkan atau dihukum karena menggunakan atau tidak menggunakan hak tersebut. 5 syarat yang mempengaruhi penentuan hak-hak seseorang (Bandman and Bandman. hak penduduk memperoleh air bersih. . 2.Contoh : Hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan. Contoh : Seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan semena-mena oleh suaminya. Kebebasan untuk menggunakan hak yang dipilih oleh seseorang lain.

para penentu kebijakan mempunyai tugas untuk memastikan bahwa pemberian hakhak asasi manusia dilaksanakan untuk semua pasien.Contoh : Perawat mempunyai tugas untuk meyakinkan dan melindungi hak paisen untuk mendapatkan pengobatan. Contoh : Semua pasien mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. 5. Hak harus sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. Apabila hak seseorang bersifat membahayakan. Contoh : Apabila nama pasien tertunda dari jadwal pembedahan dengan tidak disengaja.Hak untuk dapat dilaksanakan. maka hak tersebut dapat dikesampingkan atau ditolak dan orang tersebut akan diberi kompensasi atau pengganti. Contoh : Dibeberapa Rs. pasien dikompensasikan untuk ditempatkan bagian tertas dari daftar pembedahan berikutnya (bila terjadi kekeliruan). yaitu persamaan. 4. tidak memihak dan kejujuran. . 3.

Kennedy (1962) yaitu : 1. tumbuh dari mata rantai pasal 25 The United Nations Universal Declaration Of Human rights 1948. oleh The 18th World Medical Assembly.Hak memperoleh pemeliharaan kesehatan (the right to health care) 2.Hak menentukan nasib sendiri (the right to self determination) Kemudian dari Deklarasi Hesinki. pasal 1 The United Nations International Convention Civil and Political Rights 1966 yaitu : 1. Finland 1964 muncul hak untuk memperoleh informasi (the right to informasi) Ada 4 hak dasar yang dikemukakan oleh John F. Consent diterapkan pada prinsip bahwa setiap manusia dewasa mempunyai hak untuk menentukan apa yang harus dilakukan terhadapnya.Hak memberikan consent (persetujuan) Consent mengandung arti suatru tindakan atau aksi beralasan yang diberikan tanpa paksaan oleh seseorang yang memiliki pemgetahuan yang cukup tentang keputusan yang ia berikan. Hak mendengar Beberapa hak pasien yang dibahas disini adalah : 1.Hak-hak pasien sekarang sudah sering dibicarakan. Hak mendapatkan perlindungan keamanan 2. Hak memilih 4.Hak mendapat informasi 3. Kriteria consent yang sah : . dimana secara hukum orang tersebut secara hukum mampu memberikan consent.

Hanya ada salah satu prosedur yang tepat dilakukan d.Memenuhi beberapa elemen penting : penjelasan kondisi. salah satu kriteria kematian adalah mati otak atau brain death. Tertulis b. Hak pasien dalam penelitian . Dalam situasi inipasien hanya mampu mempertahankan hidup jika dibantu dengan pemasangan peralatan mekanik.Ditandatangani oleh pasien atau orang yang bertanggung jawab terhadapnya c. manfaat yang diharapkan. Hak untuk memilih mati sering bertolak belakang dengan hak untuk tetap mempertahankan hidup.a. Permasalahan muncul pada saat pasien dalam keadaan kritis dan tidak mamapu membuat keputusan sendiri tentang hidup dan matinya misal dalam keadaan koma. 4. Tawaran diberikan oleh pasien dewasa yang secara fisik dan mental mampu membuat keputusan 2. prosedur dan konsekuensinya. penanganan atau prosedur alternative. Hak untuk memilih mati Keputusan tentang kematian dibuat berdasarkan standar medis oleh dokter. serta golongan usia lanjut yang sudah mengalami gangguan pola berpikir maupun kelemahan fisik. 3. Hak perlindungan bagi orang yang tidak berdaya Yang dimaksudkan dengan golongan orang yang tidakberdaya disini adalah orang dengan gangguan mental dan anak-anak dibawah umur serta remaja dimana secara hukum mereka tidak dapat membuat keputusan tentang nasibnya sendiri.

Setiap penelitian misalnya penggunaan obat atau cara penanganan baru yang melibakan pasien harus memperhatikan aspek hak pasien. Hak-hak yang dinyatakan dalam fasilitas asuhan keperawatan (Annas dan Healey. menghentikan partisipasi tanpa sangsi. mendapat informasi yang lengkap.s Bill of Rights) dikeluarkan oleh The American Hospital Association (AHA) pada tahun 1973 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemahaman hak-hak pasien yang akan dirawat di RS. 1974). bebas dari bahaya atau resiko cidera.Penelitian sering dilakukan dengan melibatkan pasien. terdiri dari 4 katagori yanitu : 1. kepada mereka harus diberikan informasi secara jelas tentang percobaan yang dilakukan. 1.Hak untuk memperoleh catatan medis baik selama dan sesudah dirawat di rumah sakit PERNYATAAN HAK-HAK PASIEN Pernyataan hak-hak pasien (Patient.Pasien mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan menghargai asuhan keperawatan/keperawatan yang akan diterimanya. mendapat privasi.Hak kebenaran secara menyeluruh 2. bahaya yang timbul dan kebebasan pasien untuk menolak atau menerima untuk berpartisipasi. percakapan tentang sumber-sumber pribadi dan hak terhindar dari pelayanan orang yang tidak kompeten. maka perawat harus yakin bahwa hak pasien tidak dilanggar baik secara etik maupun hukum.Hak untuk memelihara pengambilan keputusan untuk diri sendiri sehubungan dengan kesehatan 4. Sebelum pasien terlibat. . Apabila perawat berpartisipasi dalam penelitian yang melibatkan pasien. Hak privasi dan martabat pribadi (kerahasiaan dan keamanannya) 3. Untuk itu perawat harus memahami hak-hak pasien : membuat keputusan sendiri untuk berpartisipasi.

Pasien berhak untuk menerima informasi penting dan memberikan suatu persetujuan tentang dimulainya suatu prosedur pengobatan. 8.Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang menyangkut program asuhan medis. 7. 5. 9. konsultasi dan pengobatan yang dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan 6. bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya. 3.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan RS dengan instansi lain. dan RS yang ditunjuk dapat menerimanya. 10.Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang memeriksanya berkaitan dengan diagnosis. Pasein berhak untuk memberi pendapat atau menolak bila diikutsertakan sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan atau pengobatannya. serta resiko penting yang kemungkinan akan dialaminya.2. pengobatan dan prognosis dalam arti pasien layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya. 11.Pasien berhak untuk menolak pengobatan sejauh diizinkan oleh hukum dan diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya. Pasien berhak untuk mengetahui dan menerima penjelasan tentang biaya yang diperlukan untuk asuhan keehatannya.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi dari dokternya ke dokter lainnya. kecuali dalam situasi darurat. .Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya. 4. seperti instansi pendidikan atau instansi terkait lainnya sehubungan dengan asuhan yang diterimanya.Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ketempat lain yang lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan tersebut.

Pasien atau keluarga wajib untuk memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter atau perawat yang merawatnya. Meningkatnya kesadaran para konsumen terhadap asuhan kesehatan dan lebih besarnya partisipasi mereka dalam perencanaan asuhan 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi hak pasien : 1. baik dari dokter ataupun perawat yang memberikan asuhan. Adanya legislasi (pengesahan) yang diterapkan untuk melindungi hak-hak asasi pasien 4. Meningkatnya jumlah malpraktik yang terjadi dimasyarakat 3. Pasien wajib mematuhi segala kebijakan yanga da. 1. Konsumen menyadari tentang peningkatan jumlah pendidikan dalam bidang kesehatan dan penggunaan pasien sebagai objek atau tujuan pendidikan dan bila pasien tidak berpartisipai apakah akan mempengaruhi mutu asuhan kesehatan atau tidak.12. Kewajiban Pasien : Kewajiban adalah seperangkat tanggung jawab seseorang untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan.Pasien berhak untuk mengetahui peraturan atau ketentuan RS yang harus dipatuhinya sebagai pasien dirawat. 2. . agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai sesuai dengan haknya. 3. Pasien atau keluarganya wajib menaati segala peraturan dan tata tertib yang ada diinstitusi kesehatan dan keperawatan yang memberikan pelayanan kepadanya.

perawatan dan pemeriksaan yang diperlukan selama perawatan. 23 tahun 1992 pasal 50 tentang pelaksanaan tugas tenaga kesehatan dan pasal 53 (ayat 1) tentang perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan. Hak Hak Perawat Sebagai tenaga profesional perawat mempunyai berbagai macam hak. Kemudian dalam Pelita V dikatakan: . Berikut ini akan dibahas beberapa hak-hak umum yang dimiliki perawat : 1. No. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan kaum pria serta mempunyai peran sangat penting . 5. Hak berserikat dan berkumpul Ini merupakan hak setiap warga negara seperti yang tertuang dalam UUD 1945. wanita merupakan mitra sejajar yang mempunyai hak. maka pengaturan hak dan kewajiban perawat dapat dijabarkan dari pasal-pasal ini. wanita mempunyai hak. seperti yang telah disebutkan dalam UU Kes. Pasien atau keluarga wajib untuk memenuhi segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah disetujuinya. Hak perawat ini telah diwujudkan dengan terbentuknya organisasi profesi dengan menjadi anggota dan juga mengambil peran dalam aksi politik untuk mewakili keperawatan atau masyarakt sebagai penerima layanan kesehatan.Pasien atau keluarga yang bertanggungjawab terhadapnya berkewajiban untuk menyelesaikan biaya pengobatan.Hak perlindungan wanita Jumlah perawat wanita sampai saat ini masih lebih banyak dari pada pria. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria disegala bidang kehidupan Jadi keikutsertaan perawat dan sekaligus sebagian sebagai wanita dalam pembangunan kesehatan diakui cukup banyak tidak diragukan. 2. .4. Secara nasional hak dan peran wanita telah mendapat perhatian dari pemerintah seperti tercantum dalam GBHN (1980 telah disebutkan kedudukan wanita sebagai subjek pembangunan ...

Hak mendapat upah yang layak Perawat mempunyai hak untuk mendapat penghargaan secara ekonomi atau upah kerja. Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur oleh hukum. melahirkan atau kecelakaan.3. kenaikan gaji berkala dan jaminan pensiun. Untuk menjalankan tugas keperawatan yang penuh resiko. seminar atau berbagai kursus singkat. Pendidikan berkelanjutan penting diikuti perawat agar mereka dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. meningkatkan ilmu dan ketrampilan. Hak ini berkaitan dengan tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik keperawatan. Perawat berhak untukbekerja sesuai jam kerja yang tepat dan tidak bekerja secara terus menerus tanpa memperhatikan istirahat atau melebihi jam kerja. mempunyai tempat tinggal yang layak yang semuanya membutuhkan biaya. asuransi kesehatan. tunjangan jabatan. 6. upah hari libur. Penghargaan ini dapat berupa gaji bulanan. tunjangan keluarga. termasuk biaya bila sakit. Hak terhadap pengembangan profesional Dengan mengikuti pendidikan formal maupun kegiatan ilmiah seperti temu kerja. konferensi. Hak bekerja dilingkungan yang baik Maksudnya lingkungan tersebut cukup aman. Untuk itu upah yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dan seimbang dengan tanggung jawabnya 5. perawat harus tetap mejaga kesehatannya sendiri. . Lingkungan juga hatus mempunyai sarana dan peralatan yang memadai untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. maka para perawat harus dilibatkan secara aktif sehingga pelanggaran hak tidak terjadi. tidak mengancam keselamatan dan kesehatan fisik maupun mental. 4. Dalam setiap pembuatan keputusan yang menyangkut nasib perawat.

Memberikan informasi yang akurat tentang tindakana keperawatan yang diberikan pada pasien dan keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya .Menghormati hak-hak pasien 4. Perawat juga mempunyai hak untuk menyusun rancangan hukum yang diajukan untuk melindungi perawat dan penerima jasa keperawatan. Memberikan kesempatan pada apsien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya sepanjang tidak menganggu pasien lain 7. bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya 5.7. Hak menyusun standar praktik dan pendidikan keperawatan Standar yang baik akan membantu dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas. Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien 8. Kewajiban perawat : 1. Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan 2. Merujuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan dengan keluarganya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan standar profesi yang ada 6. Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas-batas kegunaannya 3.

Kontrak dapat secara lisan atau tertulis. Pada umumnya kontrak ditandatangani oleh dua pihak yang mengadakan perjanjian. Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja KONTRAK Dalam setiap bentuk kerjasama dibutuhkan kontrak. Kontrak antara perawat dengan pasien Kontrak mengandung arti ikatan persetujuan atau perjanjian resmi antara dua atau lebih partai untuk mengerjakan atau tidak sesuatu. kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang 14. Kontrak antara perawat dengan pihak/ institusi yang mengerjakan perawat 2. Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau kesehatan secara terus menerus 12.9. Kontrak secara hukum tidak berlaku apabila tidak dapat dipahami.Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien. 2 jenis kontrak yang paling banyak dilakukan dalam keperawatan adalah : 1.Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan 11. Perikatan/perjanjian dapat dikatakan sah bila memenuhi syarat : . Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien 10.Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas-batas kewenangannya 13.

Secara hukum antara kedua pihak dapat menggugat apabila rekanan kerjanya melanggar kontrak yang disepakati bersama. jam kerja. Menjalankan pesanan dokter dalam hal medis Becker (1983) mengemukakan 4 hal yang harus ditanyakan perawat untuk melindungi mereka secara hukum : . Ada suatu hal tertentu dan ada suatu sebab yang halal Sebelum menerima atau diterima bekerja disuatu tempat. perawat mempelajari dan menyetujui kontrak bila kedua belah pihak setuju. TANGGUNG JAWAB HUKUM PERAWAT DALAM PRAKTEK Dalam tatanan klinis pada dasarnya ada 2 jenis tindakan yang dilakukan oleh perawat yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pesanan dokter dan tindakan yang dilakukan secara mandiri. Ada persetujuan kehendak antara pihak-pihak yang membuat perjanjian (consensus) 2. ijin cuti dan lain-lain. Kontrak perawat pasien dilakukan sebelum asuhan keperawatan diberikan. 1. Kontrak perjanjian ini dapat meliputi berbagai hal misalnya gaji. liburan. Ada kecakapan pihak-pihak untuk membuat perjanjian (capacity) 3. Perawat seringkali tidak melaksankan hal ini sehingga dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sering terjadi hal-hal yang tidak diiginkan kedua belah pihak. Tindakan yang berdasarkan pesanan dokter tidak dapat sepenuhnya secara hukum dibebankan kepada perawat sedangkan tindakan mandiri sepenuhnya dapat dibebankan pada perawat. Kontrak pada dasarnya dapat dipakai untuk melindungi hak-hak antara kedua belah pihak yang bekerja sama. asuransi kesehatan.1.

Tanyakan setiap pesanan yang diberikan dokter Jika pasien yang telah menerima injeksi im memberitahu perawat bahwa dokter telah mengganti pesanan dari obat injeksi ke obat oral. Ikuti kebijaksanaan dan prosedur yang ditetapkan ditempat kerja . pesanan. Catat waktu/jam. keadaan yang harus diberitahukan dokter. Tanyakan pesanan. nama dokter. Ini memudahkan perawat untuk berfungsi sesuai dengan tugas dan tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan. b. Tanyakan dan catat pesanan verbal untuk mencegah kesalahan komunikasi. tanggal. nyeri dada dan batuk.a. Tanyakan setiap pesanan bila kondisi pasien telah berubah Perawat bertanggung jawab untuk memberitahu dokter tentang setiap perubahan kondisi pasien. Hal ini memberikan tambahan tanggung jawab perawat dalam melatih diri membuat keputusan sewaktu melaksanakannya. b. Misalnya bila seorang pasien yang menerima infus intravena tiba-tiba mengalami peningkatan kecepatan denyut nadi. maka perawat harus memeriksa kembali pesanan sebelum meberikan obat. Bagi perawat yang merasa tidak berpengalaman harus minta petunjuk baik dari perawat senior maupun dokter. perawat harus segera memberitahu dokter dan menanyakan kelanjutan pengaturan kecepatan tetesan infus. d. Melaksanakan intervensi keperawatan mandiri a. baca kembali pesanan kepada dokter dan cata bahwa dokter telah menyepakati pesanannya seaktu diberikan. Ketahui pembagian tugas mereka. c. 2. terutama bila perawat tidak pengalaman.

TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT PERAWAT Tanggung jawab (responsibilitas) adalah eksekusi terhadap tugas-tugas yangberhubungan dengan peran tertentu dari perawat. Pastikan bahwa obat yang benar diberikan dengan dosis.c. Dengan tetap belajar. Selalu wapada saat melakukan intervensi keperawatan dan perhatikan secara penuh setiap tugas yang dilaksanakan. Pada saat memberikan obat perawat bertanggung jawab untuk .Lakukan setiap prosedur secara tepat. Mengetahui kekuatan dan kelemahan perawat. j. i. waktu dan pasien yang benar. menganalisa mengapa kecelakaan terjadi dan mencegah pengulangan kembali. Catatan segera memudahkan untuk tetap melindungi kesejahteraan pasien. Jalin dan pertahankan hubungan saling percaya yang baik dengan pasien. pastikan orang yang diberi delegasi tugas mengetahui apa yang harus dikerjakan dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan. termasuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan klinis perkembangan jaman. l. h. f. terutama sebelum melaksanakan intervensi utama.Selalu identifikasi pasien. Catat semua kecelakaan yang mengenai pasien. d.Pertahankan kompetisi praktek keperawatan. k. g. Catat semua pengkajian dan perawatan yang diberikan dengan cepat dan akurat. e. Sewaktu mendelegasikan tanggung jawa keperawatan.

Menghargai hak pasien untuk menolak pengobatan. Apabila didelegasikan oleh dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien dan memberi informasi yang biasanya diberikan oleh dokter. Mendengarkan pasien secara seksama dan melaporkan hal-hal penting kepada orang yang tepat. 2. 3. Tanggung gugat (akuntabilitas) ialah mempertanggungjawabkan prilaku dan hasil-hasilnya yang termasuk dalam lingkup peran profesional seseorang sebagaimana tercermin dalam laporan periodik secara tertulis tentang prilku tersebut dan hasil-hasilnya. prosedur atau obat-obatan tertentu dan melaporkan penolakan tersebut kepada dokter dan orang-orang yang tepat ditempat tersebut. 5. Menghargai setiap hak pasien dan keluarganya dalam hal kerahasiaan informasi 4. memberikannya dengan aman dan benar dan mengevaluai respons pasien terhadap obat tersebut. pembuat standar kerja dan masyarakat. maka ia dapat digugat oleh pasien yang menerima obat tersebut. sesama karyawan dan mayarakat. pasien. Tanggung jawab perawat secara umum : 1. Menghargai martabat setiap pasien dan keluarganya. Agar dapat bertanggung gugat perawat harus bertindak berdasarkan kode etik profesinya. Jika seorang perawat memberikan dosis obat yang salah kepada pasien. Perawat bertanggunggugat terhadap dirinya sendiri.mengkaji kebutuhan pasien akan obat tersebut. Akuntabilitas bertujuan untuk : 1. dokter yang memberikan instruksi. Akuntabilitas dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perawat dalam melakukan praktek. 2. Perawat yang selalu bertanggung jawab dalam bertindak akan mendapatkan kepercayaan dari pasien karena melaksanakan tugas berdasarkan kode etiknya. Mengevaluasi praktisi-praktisi profesional baru dan mengkaji ulang praktisi-prakstisi yang sudah ada. profesi. Mempertahankan standar perawatan kesehatan .

Masalah kesehatan yang timbul pada apsien apakah diakui oleh pasien atau hanya perawat. Tahap pengkajian Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan yang mempunyai tujuan mengumpulkan data. Memberikan fasilitas refleksi profesional. Perawat bertanggunggugat untuk keputusan yang dibuat tentang masalah-masalah kesehatan pasien seperti peryataan diagnostik. Tahap perencanaan . pemikiran etis dan pertumbuhan pribadi sebagai bagian dari profeional perawatan kesehatan 4. Pada saat mengkaji perawatbertanggung gugat untuk kesenjangan-kesenjangan dalam data atau data yang bertentangan. data yang tidak/kurang tepat atau data yang meragukan. 2. 3. keyakinan dan kebiasan/kebudayan pasien pada waktu menentukan masalah-masalah kesehatan. Perawat bertanggunggugat untuk pengumpulan data/informasi.Memberi dasar untukmebuat keputusan etis. Tahap diagnosa keperawatan DX merupakan keputusan profesional perawat menganalisa data dan merumuskan respon pasien terhadap masalah kesehatan baik aktual atau potensial. TANGGUNG GUGAT PADA SETIAP TAHAP PROSES KEPERAWATAN 1. Apakah perawat mempertimbangkan nilai-nilai. mendorong partisipasi pasien dan penentuan keabsahan data yang dikumpulkan. Pada waktu membuat keputusan para perawat bertanggung gugat untukmempertimbangkan latar belakang sosial budaya pasien.3.

Tindakan-tindakan tersebut dapat dilakukan secara langsung atau dengan bekerjasama dengan orang lain atau dapat pula didelegasikan kepada orang lain. 5. Meskipun perawat mendelegasikan suatu kegiatan kepada oranglain. Perawat bertanggung gugat untuk keberhasilan atau kegagalan tindakan keperawatan. tujuan serta rencana kegiatan keperawatan. Perawat harus dapat memberi jawaban nalar tentang mengapa kegiatan tersebut didelegasikan. penetapan tujuan dan perencanaan kegiatan-kegiatan keperawatn. termasuk juga menilai semua tahap proses keperawatan. 4. Pada tahap ini perawat juga bertanggunggugat untuk menjamin bahwa prioritas pasien juga dipertibangkan dalam menetapkan prioritas asuhan. Tahap implementasi Implementasikeperawatan adalah pelaksanaan dari rencana asuhan keperawatan dalambentuk tindakan-tindakan keperawatan. Tanggung gugat yang tercakup pada tahap perencanaan meliputi : penentuan prioritas. Tahap evaluasi Evaluasi merupakan tahap penilaian terhadap hasil tindakan keperawatan yang telah diberikan. Perawat bertanggung gugat untuk semua tindakan yang dilakukannya dalam memberikan asuhan keperawatan.Perencanaan merupakan pedoman perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Langkah ini semua disatukan kedalam rencana keperawatan tertulis yang tersedia bagi semua perawat yang terlibat dalam asuhan keperawatan pasien. Perawat harus dapat menjelaskan mengapa tujuan pasien tidak tercapai dan tahap mana dari proses keperawatan yang perlu dirubah dan mengapa ? . mengapa orang itu yang dipilih untuk melakkan kegiatan tersebut dan bagaimana tindakan yang didelegasikan itu dilaksanakan. oleh sebab itu dibuat catatan tertulis. terdiri dari prioritas masalah. perawat tersebut harus masih tetap bertanggung gugat untuk tindakan yang didelegasikan dan tindakan pendelegasiannya itu sendiri. Kegiatan keperawatan harus dicata setelah dilaksanakan.

Virginia Henderson. Collaborator.Goodrich. Educator. Doheny ( 1982 )mengidentifikasi beberapa elemen peran Perawat Profesional. Change Agent.Imogene King.secara bertahap mulai berkembang.Keperawatan diartikan oleh pakar keperawatan dengan berbagai cara dalam berbagai bentuk rumusan. KEPERAWATAN LOKAKARYA NASIONAL tentang KEPERAWATAN bulan JANUARI 1983 di JAKARTA merupakan awal diterimanya KEPERAWATAN SEBAGAI SUATU PROFESI. sesuai kedudukannya dalam suatu sistem.dsb. Counsellor.seperti oleh Florence Nightingale. Kozier ( 1991 ) mengemukakan 3 ( tiga ) fungsi perawat : Fungsi Keperawatan mandiri ( independen ). . PERAN PERAWAT Peran : Seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang. dijelaskan PERAWAT adalah: Seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan.baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. dan Consultant FUNGSI PERAWAT Fungsi : suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya. Client Advocate.1239 Tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat. PERAWAT Sesuai PERMENKES RI NO. dan Fungsi Keperawatan kolaboratif ( interdependen ). meliputi :Care Giver.SUMBER KLIK DISINIKeperawatan Sebagai Suatu Profesi11 September 2008 17:07Keperawatan yang semula belum jelas ruang lingkupnya dan batasannya . Fungsi Keperawatan Ketergantungan ( dependen ). Coordinator.

Winsley (1964) Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru. keluarga.C ( 1963 ) Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien). Keperawatan adalah ilmu dan kiat -sains terapan ( applied science ) . Hughes. 2.2. serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan. Keperawatan adalah profesi yang berorientasi pada pelayanan _ helping health illness problem. Dari pengertian tersebut diatas ada 4 ( empat ) elemen utama ( mayor elements ) yang menjadi perhatian( concern). didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. H (1962) Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat. memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama.E. Pelayanan Keperawatan mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan-3th level preventions dengan metodologi proskep . baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.4. dan komunitas dan .keluarga. . Schein E. dan masyarakat.kelompok. 3. Beberapa pengertian profesi 1.ditujukan pada individu.Yaitu : 1. 3. APA ITU PROFESI ????.KEPERAWATAN Adalah : suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Keperawatan mempunyai empat tingkat klien : individu. berbentuk pelayanan bio-psikososial-spiritual yang komprehensif.

Ciri-ciri profesi menurut Winsley.Ciri-ciri profesi esensial suatu profesi adalah sbb: 1. jelas wilayah kerja keilmuannya dan aplikasinya.??? . 2. Mari kita lihat apakah Keperawatan termasuk PROFESI. terus menerus dan bertahap 3.L. Adanya organisasi profesi.Berorientasi pada pelayanan masyarakat 2..M ( 1985 ). Didukung oleh badan ilmu ( body of knowledge ) yang sesuai dengan bidangnya.(1964 ): 1.Pelayanan keperawatan yang diberikan didasarkan pada ilmu pengetahuan 3.Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundangundangan 4.Adanya otonomi 4. standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturanperaturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi Dikatakan juga oleh Shortridge.Memiliki kode etik 5.Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan.Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana.

PENDIDIKAN BERBASIS KEAHLIAN PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI. 2.perawat profesional selalu menunjukkan sikap dan tingkah laku profesional keperawatan sesuai kode etik keperawatan. Oleh karena itu sistem pemberian askep dikembangkan sebagai bagian integral dari sistem pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdapat di setiap tatanan pelayanan kesehatan. Keperawatan harus memiliki organisasi profesi. PEMBERLAKUAN KODE ETIK KEPERAWATAN. 5. Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan . 3. . perilaku ).1.ilmu kesehatan masyarakat.organisasi profesi ini sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pengembangan citra keperawatan sebagai profesi serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun keperawatan profesional dan berada di garda depan dalam inovasi keperawatan di Indonesia. Pelayanan/ askep yang dikembangkan bersifat humanistik/menyeluruh didasarkan pada kebutuhan klien. 4. sosial.ilmu biomedik.berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan etika keperawatan. MEMPUNYAI BODY OF KNOWLEDGE Tubuh pengetahuan yang dimiliki keperawatan adalah ilmu keperawatan ( nursing science ) yang mencakup ilmu ilmu dasar ( alam.ilmu keperawatan dasar. Keperawatan dikembangkan sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional.ilmu keperawatan klinis dan ilmu keperawatan komunitas. Di Indonesia berbagai jenjang pendidikan telah dikembangkan dengan mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda mulai D III Keperawatan sampai dengan S3 akan dikembangkan. MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PRAKTIK DALAM BIDANG PROFESI. MEMILIKI PERHIMPUNAN/ORGANISASI PROFESI.

penyelenggaraan pendidikan. OTONOMI Keperawatan memiliki kemandirian. Langkah-langkah yang harus dilakukan perawat dalam memilih model keperawatan yang tepat untuk kasus spesifik adalah sebagai berikut : . Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan dan ketrampilan berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien.mencakup otonomi dalam memberikan askep dan menetapkan standar asuhan keperawatan melalui proses keperawatan.riset keperawatan dan praktik keperawatan dalam bentuk legislasi keperawatan( KepMenKes No. dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. dan tanggung jawab untuk mengatur kehidupan profesi. antara lain dengan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan dan tiap model dapat digunakan dalam praktek keperawatan sesuai dengan kebutuhan. DENGAN MELIHAT DEFINISI.1239 Tahun 2001 ) 7. MOTIVASI BERSIFAT ALTRUISTIK Masyarakat profesional keperawatan Indonesia bertanggung jawab membina dan mendudukkan peran dan fungsi keperawatan sebagai pelayanan profesional dalam pembangunan kesehatan serta tetap berpegang pada sifat dan hakikat keperawatan sebagai profesi serta selalu berorientasi kepada kepentingan masyarakat.wewenang. memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variabel-variabel utama yang mempengaruhi situasi klien.CIRI PROFESI YANG TELAH DISEBUTKAN DIATAS DAPAT KITA ANALISIS BAHWA KEPERAWATAN DI INDONESIA DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI SUATU PROFESI. SUMBER KLIK DISINIKonsep model Self Care Theory 11 September 2008 17:04PENDAHULUAN Keperawatan sebagai pelayanan profesional. dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh. Dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis.6.

teori self care deficit dan teori nursing system. Dari beberapa model konsep. 2. Orem. Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien. definisi konsep dan hubungan antar konsep. pola hidup dan aktifitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami keunikan klien. Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa asumsi yang melandasi. baik sehat maupun sakit (Orem s 1980). kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care. . Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson s units (keluarga. Pengertian Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem s adalah : Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. LANDASAN KONSEP MODEL / TEORI KEPERAWATAN SELF CARE A.1. kesehatan dan kesejahteraannya sesuai keadaan. salah satu diantaranya adalah model self care yang diperkenalkan oleh Dorothea E. umur. II. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul Nursing Conceps of Practice Self Care .

Keyakinan dan nilai-nilai 1. kecuali bila tidak mampu. fungsi dan perkembangan. pemulihan dari sakit/trauma atau coping dan efeknya. c. . Lingkungan : Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk di dalamnya tetapi tidak spesifik. Klien : Individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan self care untuk hidup dan sehat. d. Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas. keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan seft care yang mencakup integrias struktural. B. b. Sehat : Kemampuan individu atau kelompok memenuhi tuntutan self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas struktural fungsi dan perkembangan. Keyakinan Orem s tentang empat konsep utama keperawatan adalah : a. Keperawatan : Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu. Orem s mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.Pada dasarnya diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebutuhan itu sendiri.

Pemeliharaan kecukupan intake udara . .Pemeliharaan kecukupan intake makanan . fungsi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia.Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses-proses eleminasi dan exrement.Mencegah ancaman kehidupan manusia. biasanya mengacu pada kebutuhan dasar manusia. Universal self care requisite : Keperluan self care universal ada pada setiap manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusian dan proses kehidupan. meyebutkan ada beberapa kebutuhan self care atau yang disebutkan sebagai keperluan self care (sefl care requisite).Pemeliharaan keseimbangan antara solitut dan interaksi sosial . Tiga kategori self care Model Orem s.Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat .Pemeliharaan kecukupan intake cairan .2. yaitu : a. Universal self care requisite yang dimaksudkan adalah : . .

Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan kedalam kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang. Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care. C. terjadilah ketidak seimbangan dan ini dikatakan sebagai self care deficit. dan ini timbul dari pengaruh peristiwa-peristiwa pada keperluan universal self care antara lain : Sewaktu ada keinginan untuk mengasuh dirinya sendiri dan seseorang itu mampu untuk menemukan keinginannya.. maka self care itu dimungkinkan. c. Orem s mendiskripsikan dua kategori dibawah ini sebagai keperluan self care (self care requisites). Tujuan Tujuan keperawatan pada model Orem s secara umum adalah : 1. Health Deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang tidak sehat dan merupakan kebutuhan-kebutuhan yang menjadi nyata karena sakit atau ketidakmampuan yang menginginkan perubahan dalam perilaku self care. Tetapi bila keinginan itu lebih besar dari kapasitas individual atau kemampuan untuk menemukannya. 2. ini berarti menghilangkan self care deficit. b. . yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan. Menurunkan tuntutan self care kepada tingkat dimana klien dapat memenuhinya. Developmental self care requisite : terjadi berhubungan dengan tingkat perkembangan individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal. keterbatasan seseorang dan keinginan seseorang untuk menjadi normal.

Jika ketiganya diatas tidak ada yang tercapai. oleh karenanya self care deficit apapun dihilangkan. e. Aspek Interpersonal : Hubungan didalam keluarga b. 4. Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan depenent (dependent care) jika self care tidak memungkinkan. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara therapeutik. Aspek Tehnis : Mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan dirumah.3. Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada Model Orem s yang diterapkan pada praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah : a. c. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan secara kompeten. Menolong klien bergerak kearah tindakan-tindakan asuhan mandiri 3. 2. Aspek Sosial : Hubungan keluarga dengan masyarakat di sekitarnya. Aspek Prosedural : Melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. misalnya melakukan tindakan kompres secara benar. Tujuan kepewatan pada model Orem s yang diterapkan kedalam praktek keperawatan keluarga /komunitas adalah : 1. . perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien.

1. Pengetahuan dan Ketrampilan untuk Praktek Perawat menolong klien untuk menemukan kebutuhan self care dengan menggunakan tiga kategori dalam system keperawatan dan melalui lima metode bantuan. Kategoi Bantuan : a. Partially Compensatory : Bantuan sebagian. b. Metode Bantuan Perawat membantu klien dengan menggunakan sistem dan melalui lima metode bantuan yang meliputi : . Wholly Compensatory : Bantuan secara keseluruhan. dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungannya dan tidak berespon terhadap rangsangan. c. Supportive Education : Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari. 2. dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit atau kecelakaan.D. agar mampu melakukan perawatan mandiri.

. Untuk melaksanakan hal tersebut. Mengajarkan klien c. d. lima area utama untuk praktek keperawatan di diskripsikan sebagai berikut : a. atau pelayanan sosial dan penyuluhan yang dibutuhkan atau yang diterima. mengarahkan klien d.a. pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima. keluarga atau kelompok sampai klien dapat diizinkan pulang dari perawatan. Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan sehari-hari klien. Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang. Masuk kedalam dan memelihara hubungan perawat klien dengan individu. b. Merespon keperluan klien. Acting atau melakukan sesuatu untuk klien b. c. Mensupport klien e. keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak dengan perawat dan asisten. Menetapkan jika dan bagaimana klien dapat dibantu melalui perawatan.

Ibu Ny. PENUTUP Dengan mempelajari model konsep / teori keperawatan sebagaimana disampaikan dimuka maka dapat disimpulkan betapa perawat harus memahami apa yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat memperoleh haknya secara tepat dan benar. M. Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan. BB : 70 Kg. M meninggal karena stroke dan bapaknya meninggal karena serangan jantung saat usianya 50 tahun. . Sejak suaminya meningal ia tidak lagi melakukan aktifitas karena kurangnya keinginan / minat. Asuhan keperawatan dengan pemilihan model konsep / teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik klien dapat memberikan asuhan keperawatan yang relevan. Model konsep / teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehnya sendiri kecuali jika tidak mampu. Akhir-akhir ini dia tidak melakukan latihan secara teratur dan makan makanan fast food selama jam kerjanya dan bekerja 12 jam / hari serta makan hingga larut malam sebelum waktu istirahat.III. Menikah selama 25 tahun dan janda sejak 6 bulan yang lalu. (48 tahun ). TB : 160 cm. Ny. M dan suaminya menikmati aktifitas sosial seperti main bridge dan koleksi barang-barang antik. sehari menghabiskan 1 ½ bungkus. Ny. Untuk dapat menerapkan model konsep / teori keperawatan ini diperlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang terapeutik. Ia seorang perokok.

gaya hidup dan status kesehatan. Status kesehatan perseorangan.Hasil pemeriksaan tahunnya yang dilakukan dua minggu lalu : Tanda tanda vital : TD : 138/86 mm Hg. N : 92 x / mnt. Pandangan dokter terhadap kesehatan individu 3. Suhu : 98. dia diramalkan kemungkinan menderita serangan jantung. Memenuhi syarat personal untuk self care. 6.40 F. Laboratorium : cholesterol dalam darah 280 mg/dl. 5. Dokter menganjurkan : untuk menurunkan berat badan sekitar 20 kg. yaitu: 1. P : 30 x/ mnt. tetapi mengingat bahwa dia memiliki pengetahuan yang tidak adekuat tentang dasar-dasar nutrisi dan tidak mempunyai motivasi untuk menurunkan berat badan. 4. Pandangan individu terhadap kesehatan dirinya. Pengkajian (Assessment) : Perawat mengumpulkan data meliputi 6 area. . Tujuan kesehatan dalam konteks riwayat kehidupan. Kapasitas individu untuk melakukan self care. 2.

Analisa Kasus 1. Apakah klien mempunyai kekurangan dalam memenuhi self care.Pengumpulan data meliputi pengetahuan individual. Haruskah klien ditolong supaya tidak melakukan self care atau melindungi dengan segala kemampuan perkembangan self care untuk tujuan terapi. pekerjaan staf pengajar di Universitas. 3. Kategori kebutuhan universal self care : . A. banyak mengkonsumsi lemak. apa alasan dan latar belakang terjadinya kekurangan untuk self care. Dalam tahap ini perlu mencari jawaban terhadap pertanyaan di bawah ini : 1. kolesterol 280 Mg / dl. TB. 2. suku bangsa Italia. 5. konsumsi jumlah kalori yang dibutuhkan. Janda. BB : 70 Kg .. 4. 2. .Menampakkan tidak adekuatnya intake udara. agama katolik. perempuan. Apakah yang menjadi potensial klien untuk melakukan self care dimasa yang akan datang. motivasi dan orientasi. Jika ada. makan sampai larut malam.160 Cm. air dan makanan. Terapi apakah yang dibutuhkan untuk perawatan saat ini dan yang akan datang. Personal faktor Umur 48 tahun. ketrampilan.

. Kategori Health Deviation : Risiko terjadi penyakit kardiovaskuler berhubungan dengan kegemukan.Tidak punya suami (widowed) . berkeja 12 jam / hari. kurangnya latihan dan riwayat keluarga. . ayah meninggal karena serangan jantung pada usia 50 tahun.Merokok 1 ½ bungkus perhari. 6. 3. 5. Anjuran Dokter : Memonitor kolesterol dan tanda-tanda vital.Ny. perokok. mengkonsumsi makanan siap saji.Riwayat keluarga : Ibu Ny. Self care deficit : . penurunan interaksi sosial. Kategori Developmental Self Care : .Ny.Kurangnya aktivitas sosial 4. M. peningkatan kolesterol.. M kurang pengetahuan tentang faktor faktor risiko dan gangguan fungsi kardiovaskuler. menurunkan intake kolesterol dan meningkatkan latihan. M meninggal karena stroke. Masalah medis dan perencanaan : Diagnosa obesitas dengan risiko untuk terjadi penyakit kardiovaskuler dan rendahnya motivasi untuk menurunkan berat badan. . memperlihatkan ketidak seimbangan ativitas dan istirahat serta latihan.

M dapat meningkatkan risiko untuk serangan jantung atau stoke. - Ny. B. .Design Nursing System : Support Education (Pendidikan Kesehatan . . support. 2. M.Tujuan : Menurunkan risiko terjadinya gangguan kardiovaskuler. Implementasi Sepakati bersama untuk mencapai tujuan menurunkan kolesterol. Rencana keperawatan : . mempunyai kemauan untuk memelihara diet makanan harian tiap 3 hari.Pengetahuan dasar dan gaya hidup Ny. Proses Keperawatan 1. : Memberikan pedoman. Diagnosa Keperawatan : Risiko gangguan fungsi kardiovaskuler berhubungan dengan kurang pengetahuan klien yang dimanifestasikan dengan gaya hidup dan risiko serangan jantung atau stroke. mengajarkan dan ketentuan 3.Metode Bantuan pengembangan lingkungan.

SUMBER KLIK DISINIPERUBAHAN DALAM KEPERAWATAN11 September 2008 17:02Pengertian Dasar: Beranjak dari status quo Pengertian Praktis: 1. telah memilih jenis makanan rendah kolesterol. - Apakah kadar kolesterol Ny. M.Ny. M. M. Evaluasi . mempunyai kemauan untuk mengetahui kandungan kolesterol dalam fast foods. M. - Ny. sudah turun (normal). - Apakah Ny. 4.Apakah Ny. mempunyai kemauan untuk mempelajari jenis makanan rendah kolesterol dan bagaimana menurunkan kadar kolesterol. .. - Menentukan bersama menu makanan. - Apakah support educative system efektif dalam meningkatkan self care pada Ny. - Menganalisa bersama makanan sehari-hari dan bagaimana mengkonsumsikannya. M. M. mengalami penurunan self care dificit. M mengeti tentang gaya hidupnya dan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke? - Apakah Ny. Tumbuh/ pertumbuhan .Ny. M. mempunyai kemauan untuk mempelajari kolesterol dan pengaruhnya terhadap fungsi kasdiovaskuler.

Senang-susah.tumbuh-kembang-mati 3. Lahir. tradisional-modern 5. Perubahan dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh target berubah 2. Berubah dan proses berubah menyatu dengan alam semesta 3. sehat-sakit 4. Berubah dan proses berubah menyetu dengan hidup dan kehidupan manusia 2. Hidup Berubah (Change) An act of process that makes something or someone different in some way The process og moving from one system to another Transition to a different end Sifat Kejadian 1. Pembaharuan/ inovasi/ modernisasi 6. Perubahan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini . Transformasi/ peralihan/ beralih 5. Gerak/ pergerakan/ bergerak 4. Berubah dan proses berubah merupakan proses yang berkelanjutan Berubah dan Manusia/ Masyarakat 1. Pergolakan/ pergerakan/ mobilitas masyarakat 6. Budaya-tata nilai. Kembang/ perkembangan/ berkembang 3.2. Berpikir/ berkehendak/ berupaya/ belajar Faktor Yang Mendukung Perubahan 1. Lahir-tumbuh-kembang-dewasa-pembiakan 2.

Pemimpin dan tokoh kelompok dilibatkan 7. mengadakan penyelidikan dan eksplorasi 3. Menerima dan mendukung 2. Menolak: a. takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency d. mengadakan perubahan/ mengadakan penyempurnaan . organisasional 2. takut gagal PERLU KESEIMBANGAN ANTARA PERUBAHAN & STABILITAS PERUBAHAN SECARA RADIKAL SERING MENEMUI HAMBATAN Manusia dan Proses Berubah Pada hakekatnya manusia mempunyai kebutuhan untuk: 1. kasih sayang f. takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability) b. dukungan.3.tidak mendukung 3. takut kehilangan reward. Komunikasi terbuka antara target berubah & inovator (change agent) 8. takut akan kehilangan pengaruh c. Perubahan sederhana dan konkrit 4. takut akan kehilangan respect. merubah keseimbangan personal. benefit e. Evaluasi sebagai bagian dari proses berubah Respon Terhadap Perubahan 1. Target berubah dilibatkan sejak fase awal 5. sosial. Tidak menerima . Perubahan dilakukan pada skala kecil dulu evaluasi dan antisipasi permasalahan pada skala besar 6.

4. Perubahan Spontan . mengusahakan untuk mencapai hal-hal yang kelihatannya belum dicapai berubah merupakan bagian dari hidup dan kehidupan manusia berubah menyatu dengan hidup dan kehidupan manusia berubah merupakan cara hidup manusia change > a way of life the time are changed.perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya 2. and we are changed within them kita adalah bagian dari perubahan/ berubah itu sendiri Macam Proses Perubahan A.sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol . menerapkan ide-ide baru dan konsep-konsep baru 5. dapat dikontrol . Perubahan ditinjau dari sifat proses: 1. Perubahan yang direncanakan Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. kelompok dan organisasi dalam pertumbuhanperkembangan 3. Perubahan pada perkembangan perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu.

Perubahan acak/ kacau .Timbulnya komitmen 2. Perubahan berencana . Perubahan partisipatif . Perubahan paksaan (coerced change) . menerima dampak/ efek perubahan itu sendiri .Memerlukan kekuatan personal (personal power) C.Melalui penyediaan informasi yang cukup . satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.menyesuaikan kegiatan dengan tujuan . Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan 1. Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan 1.Adanya sikap positif terhadap inovasi .Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan . sesuai dengan tujuan yang akan dicapai 2.B.Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan Asal dari Perubahan Tiga klasifikasi utama asal perubahan/ berubah.Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan.Melalui perubahan total dari organisasi .

Perubahan teknologikal . komputer. dengan bahan/ sumber yang ada 5. Perubahan struktural-institusional .Perubahan struktur organisasi .Penemuan-penemuan teknologi jet.Perubahan struktur pendidikan . pada perubahan tingkah laku 1. Substitusi (substitution) Hal yang diintroduksikan merupakan substitusi/ pengganti dari hal yang sudah ada 2. Memperkuat pola perilaku lama (reinforcing of old behavioural pattern) Memperkuat keberadaan/ dianutnya pola perilaku lama Bentuk Berubah Ditinjau dari Proses Terjadinya Perubahan (Bennis W) Bentuk/ tipe berubah ditinjau dari bentuk proses yang terjadi pada proses perubahan .Perubahan pendangan/ keyakinan tentang hidup dan kehidupan Tipe Berubah Yang Terdapat pada Proses Adaptasi/ Adopsi (Havelock) Tipe atau bentuk berubah yang diperlukan sehingga dapat terjadi adaptasi atau adopsi.Bioteknologi . Penambahan (addition) Hal yang diintoduksikan menambah/ merupakan tambahan hal yang sudah ada 4. televisi 3.1. Menghilangkan pola perilaku lama (eliminating of old behavioural pattern) Menghilangkan/ menghapus pola perilaku lama 6. Perubahan perilaku sosial . Perubahan (alteration) Hal yang diintroduksikan merubah/ mengadakan perubahan dari hal yang sudah ada 3.Perubahan kedudukan institusi 2. Membentuk/ membangun kembali (restructuring) Membentuk/ membangun kembali sesuatu yang lain.

Apa yang harus dirubah . Perubahan secara paksaan (coercive change) Menetapkan tujuan sepihak dengan kekuatan unilateral dan kontrol 4. Perubahan secara sosialisasi (socialization change) Kekuatan unilateral. Perubahan berencana (planned change) . akan tetapi tujuan dicapai secara bersama/ kolaboratif 7. satu pihak menetapkan tujuan dan pihak lain membantu mencapai tujuan. Perubahan secara alami (natural change) Urunan kekuatan. aksidental Strategi Berubah (Chin & Benne) bagaimana mengadakan perubahan rangkaian kegiatan dalam mengadakan perubahan 1. tujuan tidak dirumuskan dengan benar 8. dalam keadaan dimana tujuan tidak terlalu dipikirkan 6. Perubahan secara interaksional (interactional change) Urunan kekuatan. Perubahan secara menirukan (emultif change) Kekuatan unilateral. Perubahan secara indoktrinasi (indoctrination change) Menetapkan tujuan secara cermat bersama. akan tetapi tanpa rumusan tujuan perubahan yang tidak direncanakan. tanpa menanyakan tentang nilai tujuan Berdasarkan pengumpulan dan analisa data 5. akan tetapi dengan kekuatan sepihak/ unilateral (unilateral power) 3.1. Perubahan secara teknokratik (tchnocratic change) Dengan urunan kekuatan (shared power) menetapkan tujuan unilateral.Apa tujuan berubah . Strategi rasional-empirik (empirical-rational strategies) .direncanakan bersama secara kolaboratif antara klien dan change agent 2.Bagaimana harus berubah .

Melihat kemungkinan bahwa masalah terletak pada sikap.Didasarkan pada penggunaan kekuatan/ kekuasaan pada umumnya didasarkan pada sanksi ekonomi dan politik . organisasi atau komuniti .kekuatan (power coercive approaches) .Pemilihan personel dan penggantian dari mereka yang tidak sesuai dengan posisi yang diduduki. baik individu. dan hubungan internal/ eksternal dari sistem klien.Change agent harus mempelajari cara intervensi timbal balik dan kolaboratif .Riset dasar dan desiminasi ilmu pengetahuan melalui pendidikan umum. terutama yang berhubungan dengan kesukaran/ masalah sistem 2.Pendekatan normatif-reedukatif untuk mengadakan perubahan.Pola kegiatan dan perbuatan didukung oleh norma sosiokultural.Pelibatan klien dalam proses penyusunan proses berubah. nilai norma. sebagai kondisi untuk mengadakan penyelesaian masalah .Bentuk strategi coercive lainnya adalah dengan menggunakan moral power dan political power: . diperlukan orang yang tepat untuk jabatan/ posisi yang tepat (the right person in the right position) . dan yang mungkin memerlukan perubahan arau reedukasi.Asumsi dasar: manusia adalah rasional . Strategi paksaan . diyakini bahwa perubahan itu diperlukan . melalui intervensi langsung dari change agent .Norma sosiokultural didukung oleh sikap dan sistem nilai individual .System analysts sebagai staf dan konsultan. dan oleh komitmen individual terhadap norma-norma tersebut . didasarkan pada: . relevan dan benar Pendekatan ini brtolak pada pandangan bahwa people technology sama pentingnya dengan thing technology dalam mengadakan perubahan yang baik dalam persoalan manusia 3. kelompok.Beberapa elemen yang lazimnya terdapat pada pendekatan ini: . ke dalam kehidupan sistem klien. intervensi yang didasarkan pada penerapan teori berubah yang mantap..Metode dan konsep ilmu perilaku merupakan sumber yang digunakan change agent dan klien secara selektif. harus dibawa ke permukaan .Unsur-unsur yang tidak disadari memberi saham/ mempunyai pengaruh pada penyelesaian masalah. Strategi reedukatif normatif (normative-reeducative strategies). cara klien melihat dirinya sendiri dan melihat masalahnya harus diperhatikan dan dipadukan dengan pandangan change agent .

Menggunakan institusi politik .urine. Gejala klinis : Mungkin tidak ditemukan tanda klinis Bengkak dan memar daerah pinggang (swelling & bruising renal angle). Diagnosis: Lab . Neoplasma. Distensi abdomen akibat penimbunan darah atau urine. Tahikardi dan hipotensi oleh karena hipovolemia Hematuri. Respiratory distress akibat penekanan diafragma.Mengadakan evaluasi hasil perubahan/ berubah .11 September 2008 16:57Kelainan Traumatik GINJAL Penyebab : Truma tajam atau trauma tumpul Dapat menjadi bagian dari multiple trauama.Mengadakan observasi dan mengendalikan/ mengatasi hambatan .Melalui rekomposisi dan manipulasi kelompok penguasa (power elite) .Memformulasikan rekomendasi untuk kegiatan masa depan atau modifikasi SUMBER KLIK DISINIKelainan Traumatik.Mengimplementasikan proyek perubhan (change project) .Mengadakan perbaikan strategi (bila diperlukan) .. Kelainan skrotum dan isinya. Transplantasi ginjal. Dapat terjadi ileus. hematuri .

Hemodinamik ( Nadi dan tekanan darah) di monitor Evaluasi renal area adanya memar atau pembengkanan yang bertambah. Terjadi fistula. USG. Diagnosis: IVP. Bedah (Surgical management). Total bed rest. Produksi urine tiap hari di evalauasi. Perdarahan yang tidak teratasi. Antibiotik dan analgesik. ureterovaginal fistula. Cedera akibat operasi bedah atau operasi obstetry dan gynekologi. Terapi konservatif tidak membaik. Gejala : Nyeri daerah ginjal akibat adanya sumbatan ureter Olygouria / anuria.Intravenous pyelografi (IVP). KELAINAN TRAUMATIK URETER Penyebab : Trauma tajam pada kasus multi trauma. USG. dilakukan bila: Traumanya berat dan ada pergeseran ginjal. Trauma ginjal terbuka. Dilakukan bersama-sama laparotomi. Terapi : Konservatif ( Conservative management). .

Terapi : Parsial stenosis : dilatasi catater ureter. Odem skrotum / labium. Hipotensi.Demam. reseksi anatomose end to end. Terapi : Perbaikan hemodinamik Operasi Antibiotik Komplikasi : . Tachicardi. Perdarahan uretra. KELAINAN TRAUMATIK KANDUNG KEMIH / BLADDER Penyebab: Multiple trauma adalah penyebab paling sering menyebabkan cedera pada kandung kemih. Spontan. Tindakan operasi : hysterektomi. Lokal: Peritonismus. foto polos abdomen dengan tanda-tanda fraktur pelvis. tanda-tanda shock. operasi colon / rectum. Gejala klinis Umum / general: Shock. bengkak dinding abdomen. Tidak bisa buang air kecil Diagnosis : Klinis: Riwayat tauma. cystoscopy. tidak bisa buang air kecil. Radiology: Cystografi. Eksplorasi. Endoskopi. Hematuria. operasi hernia / operasi vagina.

benda asing Instrumentasi pada uretra. tidak boleh dipasang kateter. Osteitis pubis KELAINAN TRAUMATIK URETRA Penyebab : Batu uretra. mengenai uretra posterior. KELAINAN TRAUMATIK PENIS Penyebab : Trauma tumpul / trauma tajam / terkena mesin pabrik. Diagnosis: Foto Uretrografi. dapat menyebabkan kesulitan atau tidak bisa buang air kecil. Terapi: Sistosmtomi. Ruptur uretra posterior. Operasi uretroplasti. darah pada meatus uretra eksternus. Persalinan lama Ruptur yang spontan (biasanya didahului oleh striktur uretra) Gejala klinis Tergantung derajat kerusakan. biasanya mengenai uretra anterior. Perdarahan uretra. .Peritonitis Infeksi Pelvis dan kandung kemih Infeksi ginjal Infeksi scrotum dan epididimis Fistula . Trauma dari luar: Straddle injury. Cedera tulang pelvis. pada rectal toucher ditemuka floating prostat .

NEOPLASMA GINJAL Tumor ginjal merupakan tumor urogenital ketiga terbanyak setelah tumor prostat dan tumor kandung kemih. (Ganas . Nefroblastoma) Sistem saluran: Jinak : Papiloma. atau tumor sekunder dari metastase tumor lainnya. penjahitan tunika albugenia). Lipoma. 3 % tumor ganas pada dewasa. Nama lain tumor Grawitz. ( Evakuasi hematome. Etiologi: Banyak Faktor. Bahan-bahan kimia. Onkositoma). hipernefroma Insiden: Dekade 5-7.Gejala klinis :Hematoma pada penis disertai rasa nyeri. NEOPLASMA SALURAN KEMIH ADENOKARSINOMA GINJAL Tumor ganas parenkim ginjal yang berasal dari tubulus proksimal ginjal. Ganas : Tumor pelvis renalis. Tembakau / rokok. Klasifikasi tumor ginjal Koteks ginjal : (Jinak : Adenoma. Hamartoma. Adenokarsinoma. Tumor ginjal bisa berupa tumor primer. . Diagnosis :Kavernosografi Terapi :Operasi.

Sitostatika. terbebasnya pirogen endogen / nekrosis tumor Anemi Hipertensi. dengan hormon progestagen hasilnya belum banyak diketahui. tidak banyak memberi manfaat. Diagnosis: Gejala klinis. sering pada usia 3. Radiasi eksterna. Hormonal.5 tahun. Sering disebut juga tumor Wilm atau karsinoma sel embrional. Ct scan Abdomen Terapi: Nefrektomi. masih dalam uji coba. dengan interferon dan interleukin pemakaiannya sangat terbatas karena mahal. tidak efektif karena tumor tidak sensitif terhadap radiasi. dilakukan nefrektomi radikal yaitu mengangkat ginjal beserta kapsula gerota.Gejala klinis . Febris. Immmunoterapi. USG. Neoplasma saluran kemih Nefroblastoma. NEFROBLASTOMA Adalah tumor ginjal yang banyak menyerang anak-anak terutama pada usia kurang 10 tahun. terjadi A-V shunt pada massa tumor Tanda-tanda metastasis ke paru dan hepar. Gejala klinis : . IVP. Sering diiukuti kelainan bawaan seperti : Aniridia Hemihipertropi Anomali organ urogenital.

dapat dieksisi sempurna. Stadium . Terapi: Radikal nefrektomi. masih dapat dieksisi sempurna. Tumor terbatas pada ginjal. menunjukkan adanya distorsi sistem pelviokalises. 2. ada bejolan diperut atas Kencing berdarah Hipertensi. Diagnosis : USG. IVP. Tumor meluas kejaringan sekitar. angka kejadian kurang 1 % dari tumor urogenital. Metastase hematogen 5.Anak dibawah kedokter karena perut membesar. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari biopsi atau ruptur yang terjadi sebelum / selama operasi.Hematuri kambuhan. Gejala klinis: Nyeri pinggang. . 75 % maligna. Tumor bilateral. 3. TUMOR URETER Tumor ureter sangat jarang. Radiasi eksterna. 1. menurut NWTS ( National Wilm s Tumor Study) ada 5 stadium. kombinasi antara Actinomisin D dengan Vincristine hasilnya cukup baik. terdapat massa retropreritoneal sebelah atas. 4. Sitostatika. bersifat radiosensitif. Gejala obstruksi oleh tumor. mungkin nonvisualized.

. selebihnya merupakan karsinoma sel squamosa dan adenokarsinoma. laboratorium ( senyawa amin aromatik ) Perokok. Etiologi / faktor resiko: Pekerjaan. Infeksi saluran kemih. Dua kali lebih banyak pada laki-laki dari wanita. Diagnosis . ureter beserta cuff buli-buli sebanyak 2 cm disekeliling muara ureter. pemanis buatan dan obat-obatan. mengangkat ginjal. Terapi: Nefroureterektomi. bekuan darah. pekerja dipabrik kimia. akibat penekanan saluran limfe atau pembesaran kelenjar limfe di pelvis. ditemukan filling defect. kambuhan dan seluruh proses miksi. Udema tungkai. Kopi. hidronefrosis bila terjadi infiltrasi tumor ke muara ureter.Coli dan proteus Spp menghasilkan karsinogen. TUMOR BULI-BULI / KANDUNG KEMIH Merupakan keganasan kedua setelah karsinoma prostat. Uretroskopi (untuk melihat tumor sekaligus biopsy). Gejala klinis : Hematuri tanpa keluhan nyeri ( painless).Diagnosis: IVP (ditemukan filling defek didalam lumen ureter. CT scan. E. IVP. Retensi urine akibat. atau nonvisualized ginjal). MRI. untuk pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan resiko karsinoma buli-buli. Histopatologi : 90 % merupakan karsinoma sel transisional. rokok mengandung amin aromatik dan nitrosamin. hidronefrosis.

Instilasi intra vesika dengan obat-obat : Mitomisin C. MRI dan bone scanning. Keluhan akibat metastasis.Terapi : Reseksi buli-buli. Insiden meningkat karena. Sistektomi radikal. hematuri. Diagnosis : PSA ( prostat spesifik antigen) USG trans rektal CT scan. retensi urine. paraplegi. hormon androgen dari sel leydic testis dan adrenal Diet dan lingkungan Infeksi. Gejala klinis : Gejala obstruksi saluran kencing. Siklofospamide. penegakan diagnosis yang lebih baik dan kewaspadaan yang tinggi. Radiasi eksterna. fraktur patologi dan edema tungkai. 5 FU. Etiologi : Predisposisi genetik Pengaruh hormonal. nyeri pada tulang. Terapi : . PROSTAT Merupakan keganasan yang terbanyak. meningkatnya umur harapan hidup. hidronefrosis dan gagal ginjal.

Tauma testis Atropi /infeksi testis Hormonal : pemberian estrogen selama kehamilan akan meingkatkan kemungkinan terjadinya tumor testis pada anak laki yang dikandungnya. vinblastin dan Bleomisin. tidak nyeri. Petanda tumor: Alfa Feto protein suatu glikoprotein yang diproduksi oleh sel tumor. Hormonal.: Etiologi : Maldescendus testis. Terapi : Tidak diperbolehkan biopsi tumor. Diskesi kelenjar retroperitoneal dan para aorta. TUMOR PENIS . nonseminoma tidak respon Sitostatika : Sisplatinum. stad awal dengan harapan hidup kurang dari 10 tahun. padat dan tidak menunjukkan tanda illuminasi. suatu protein yang diproduksi oleh jaringan trofoblas. Radiasi : jenis seminoma respon terhadap terhadap terapi. menghilangkan sumber androgen dengan operasi atau medikamentosa. Gejala klinis : Pembesaran testis. TESTIS Biasa ditemukan pada usia 15 35 tahun. Human Chorionik Gonadotropin. Radiasi.Observasi. Prostatektomi radikal. Orkiektomi.

hasilnya tidak memuaskan. angkat tumor beserta jaringan sehat sepanjang kurang lebih 2 cm dari proksimal tumor. Penektomi total dan ureterotomi perineal. Etiologi : Hygiene penis yang kurang bersih. glans dan shaft penis. beberapa ahli menganjurkan pemberian antibiotik 4 -6 minggu. Terapi : Menghilangkan lesi primer : Sirkumsisi. berbau dan sering mengalami infeksi. ulserasi serta perdarahan. pencitraan dibutuhkan untuk menentukan penyebaran tumor.Tumor penis terdiri dari : Karsinoma sel basal. Melanoma Tumor parenkim Karsinoma sel squamous. Sirkumsisi mengurangi kejadian karsinoma penis Gejala klinis : Tumor yang kotor. yang masih terbatas pada preputium Penektomi parsial. . yang paling banyak ditemukan. tetapi bila tetap membesar dilakukan diseksi kelenjar limfe inguinal bilateral. Pembesaran kelenjar limfe inguinal yang nyeri karena infeksi Diagnosis: Biopsi lesi primer. Topikal dengan kemoterapi Terapi kelenjar limfe regional. Radieasi eksterna. bila menghilang tidak dilakukan diseksi. Berasal dari kulit preputium.

Kelainan intrinsik testis Defisisnesi hormon gonadotropin yang memacu proses desensus testis. Flebografi untuk mencari plexus pampiniformis. Hal ini mengakibatkan kerusakan sel-sel epitel germinal testis. Patofisiologi: Suhu rongga abdomen lebih kurang 1 0 C lebih tinggi dari suhu di dalam rongga scrotum. CT scan dan MRI Terapi: Testis diturunkan dengan pembedahan maupun medikamentosa. HIDROKEL Penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan visceralis tunika vaginalis testis. USG untuk mencari lokasi testis kadang sulit. Gejal klinis : Tidak ditemukan testis di rongga scrotum. Diagnosis : Secara klinis. Etiologi: Kelainan pada gubernakulum testis. testis mengalami desensus testikulorum ke kantung scrotum. Kulit scrotum mengalami hipoplasi karena tidak pernah ditempati scrotum.TESTIS MALDESENSUS Pada masa janin testis berada di rongga abdomen dan beberapa saat sebelum bayi lahir. Apabila proses tidak bejalan normal maka terjadi maldesensus. sehingga testis abdominal selalu mendapatkan suhu yang lebih tinggi dari testis normal. .

Dikenal ada 3 jenis hidrokel : Hidrokel testis Hidrokel funikuli Hidrokel komunikans. . VARIKOKEL Dilatasi abnormal dari vena plexus pampiniformis akibat gangguan aliran balik vena spermatika interna. Merupakan salah satu penyebab infetilitas pada pria ( 21 41 %). Terapi : Ditunggu sampai usia anak mencapai 1 tahun Operasi ligasi pada anak. hidrokelektomi pada orang dewasa. Kelainan 15 % pada pria. Etiologi : Penyebab secara pasti belum diketahui. Gejala klinik: Benjolan di scrotum tidak nyeri.Etiologi : Belum sempurnya penutupan prosessus vaginalis Belum sempurnanya sistem limfatik di scrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Pemeriksaan transilluminasi positif Diagnosis: Klinis dan dapat dibantu dengan USG.

hal ini disebabkan oleh karena vena spermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus. Varikokelektomi cara Ivanisevich Perkutan dengan memasukkan sklerosing kedalam vena spermatika interna. jika diperlukan pasien diminta melakukan manuver valsava. Gejala klinis dan diagnosis : Benjolan diatas testis yang agak nyeri. Sedang : Varikokel dapat dipalpasi tanpa manuver valsava. kemudian palpasi scrotum.Varikokel kiri lebih sering dari verikokel kanan (70-93 %). cremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen untuk mempertahankan suhu ideal untuk testis. teraba bentukan seperti kumpulan cacing di dalam kantung sebelah cranial testis. Dibedakan menjadi 3 derajat : Kecil : varikokel dapat dipalpasi setelah manuver valsava. Besar : Varikokel dapat di lihat tanpa manuver valsava. Terapi : Dilakukan bila ada indikasi terjadi gangguan spermatogenesis. TORSIO TESTIS Adalah terpuntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. sedangkan bermuara vena cava yang agak miring . Patogenesis: Secara fisiologis m. Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri. . Vena spermatika interna kiri lebih panjang dari yang kanan. Ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo.

latihan yang berlebihan. Operasi berhasil baik. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal dari testis kontra lateral. Sementara organ asli diambil terlebih dahulu. Pemeriksaan fisik. Operasi. Donor mayat. tes tes laboratorium untuk menentukan ke cocokan antara donor dan resipien. bila organ yang dicangkokkan dipasang pada tempat aslinya.Adanya kelainan penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsi jika bergerak secara berlebihan seperti : perubahan suhu yang mendadak. Biasanya disertai demam. . Secara tehnik bedah transplantasi dibedakan 2 macam : 1. Sebelum dilakukan tranplantasi. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. tetapi hasil hanya bertahan beberapa waktu saja. sementara organ yang rusak tidak dikeluarkan. TRANSPLANTASI GINJAL Transplantasi ginjal pada manusia dilakukan pertama kali oleh Lawler tahun 1950 di Chicago.. mengembalikan testis keposisi awalnya dengan memutar kearah beralawanan dengan arah torsi. Tahun 1954 Murray di Boston melakukan tranplantasi pada saudara kembar monozigot dan hasilnya dapat bertahan lama. Cara heterotopik. batuk. pada torsi yang baru terjadi. dilakukan orchidopeksi bila testis masih viable dan orchiectomi bila testis sudah nekrosis. ketakutan. Cara ortotopik. Terapi : Detorsi manual. celana yang terlalu ketat atau trauma yang mengenai scrotum. bila organ yang dicangkokkan dipasang di tempat lain. testis membengkak. 2. Gejala klinis dan diagnosis : Nyeri hebat dan mendadak di scrotum disertai pembengkakan testis. ginjal arus diperiksa arteriogram ke dua arteri renalis untuk menentukan adanya ginjal dan dalam keadaan anatomi perdarahannya. Donor untuk tranplantasi ada dua sumber: Donor hidup.

nefrolitiasis). . SUMBER KLIK DISINIBATU SALURAN KEMIH11 September 2008 16:55Batu Saluran Kemih DEFINISI Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. perdarahan. Anastomosis neoureterosistostomi di buat dengan menembus submukosa untuk mencegah refluks. Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis. Tetapi kebanyakan pasien transplantasi ginjal akan membutuhkan transplantasi ke dua atau ke tiga atau terpaksa di dialisis seperti sebelumnya. Hasil transplantasi tergantung berbagai faktor. Vena renalis dianastomose secara ujung ke sisi dengan vena iliaka commonis. PENYEBAB Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal. Ginjal donor hidup dapat bertahan lebih lama dibanding donor mayat.Transplantasi Ginjal Ginjal yang dicangkokkan ditempatkan di ruang retroperitoneal di regio fossa iliaka. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Arteri renalis langsung dianastomose secara ujung ke ujung dengan arteri iliaka interna atau secara ujung ke sisi dengan arteri iliaka communis atau iliaka eksterna.

Penderita mungkin menjadi sering berkemih. Batu struvit (campuran dari magnesium. Batu yang menyumbat ureter. Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis. bisa tidak menimbulkan gejala. demam. sehingga terjadilah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. perut menggelembung. yang menjalar ke perut.Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium. sisanya mengandung berbagai bahan. Jika batu menyumbat aliran kemih. pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). termasuk asam urat. mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal. terutama ketika batu melewati ureter. menggigil dan darah di dalam air kemih. . Ukuran batu bervariasi. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang. air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal.5 sentimeter atau lebih. sistin dan mineral struvit. Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul. GEJALA Batu. Gejala lainnya adalah mual dan muntah. terutama yang kecil. daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. amonium dan fosfat) juga disebut batu infeksi karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi. bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan. Batu yang besar disebut kalkulus staghorn.

Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya. sistin. kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium. ESWL). PENGOBATAN Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala. Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis. jika batu telah terbuang. biasanya tidak perlu diobati.DIAGNOSA Batu yang tidak menimbulkan gejala. asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. . penyumbatan atau infeksi. nanah atau kristal batu yang kecil. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah. disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas. mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis). Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy.

tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. karena itu diberikan antibiotik.Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. diberikan kalium sitrat. Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium selulosa fosfat. PENCEGAHAN Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih. Obat diuretik thiazid(misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru. . yang menyebabkan penyumbatan. dimana kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggi. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy. Batu kalsium. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari). Batu tersebut dianalisa dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat). Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih. Batu asam urat yang lebih besar. yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. perlu diangkat melalui pembedahan. Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkalsiuria. nefrolitotomi perkutaneus).

ikan dan unggas. sarkoidosis. . Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah. Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging. coklat. seperti hiperparatiroidisme. Etiologi dan patofisiologi Ada 3 penyebab utama dari trauma ginjal . Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut. percutaneous nephrostomy. merupakan akibat dari mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam. karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa). Trauma tajam 2. Dengan semakin meningkatnya popularitas dari teknik teknik di atas. SUMBER KLIK DISINITRAUMA GINJAL11 September 2008 16:48Definisi Trauma ginjal adalah cedera pada ginjal yang disebabkan oleh berbagai macam rudapaksa baik tumpul maupun tajam. asidosis tubulus renalis atau kanker. bisa diberikan kalium sitrat. yaitu 1. Dianjurkan untuk banyak minum air putih. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol. keracunan vitamin D. merica dan teh). dimana di dalamnya termasuk retrograde pyelography. yang menyokong terbentuknya batu kalsium. dan percutaneous lithotripsy. Trauma iatrogenik 3. Trauma iatrogenik pada ginjal dapat disebabkan oleh tindakan operasi atau radiologi intervensi. Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. Batu asam urat. kacang-kacangan. Trauma tumpul Trauma tajam seperti tembakan dan tikaman pada abdomen bagian atas atau pinggang merupakan 10 20 % penyebab trauma pada ginjal di Indonesia.Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih.

Trauma ginjal biasanya menyertai trauma berat yang juga mengenai organ organ lain. trauma yang demikian dapat menyebabkan peningkatan tekanan subcortical dan intracaliceal yang cepat sehingga mengakibatkan terjadinya ruptur. Trauma tumpul merupakan penyebab utama dari trauma ginjal. Yang ketiga adalah keadaan patologis dari ginjal itu sendiri. Sebagai tambahan. Kedua. kerja atau perkelahian. penambahan ruas jalan dan jumlah kendaraan. Klasifikasi trauma ginjal menurut Sargeant dan Marquadt yang dimodifikasi oleh Federle : Grade I Lesi meliputi Kontusi ginjal Minor laserasi korteks dan medulla tanpa gangguan pada sistem pelviocalices Hematom minor dari subcapsular atau perinefron (kadang kadang) 75 80 % dari keseluruhan trauma ginjal . jika base line dari tekanan intrapelvis meningkat maka kenaikan sedikit saja dari tekanan tersebut sudah dapat menyebabkan terjadinya trauma ginjal. baik karena trauma langsung ataupun tidak langsung akibat deselerasi. Klasifikasi Tujuan pengklasifikasian trauma ginjal adalah untuk memberikan pegangan dalam terapi dan prognosis. Ginjal yang relatif mobile dapat bergerak mengenai costae atau corpus vertebrae. kejadian trauma akibat kecelakaan lalu lintas juga semakin meningkat. Hal ini menjelaskan mengapa pada pasien yang yang memiliki kelainan pada ginjalnya mudah terjadi trauma ginjal. Trauma langsung biasanya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Kejadian ini dapat menyebabkan avulsi pedikel ginjal atau robekan tunika intima arteri renalis yang menimbulkan trombosis. Trauma tidak langsung misalnya jatuh dari ketinggian yang menyebabkan pergerakan ginjal secara tiba tiba di dalam rongga peritoneum. olah raga. tetapi kemudian menurun setelah diperkenalkan ESWL. Trauma tumpul ginjal dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. Biopsi ginjal juga dapat menyebabkan trauma ginjal .insidens trauma iatrogenik semakin meningkat . Ada beberapa faktor yang turut menyebebkan terjadinya trauma ginjal. Dengan lajunya pembangunan.

Grade II Lesi meliputi Laserasi parenkim yang berhubungan dengan tubulus kolektivus sehingga terjadi extravasasi urine Sering terjadi hematom perinefron Luka yang terjadi biasanya dalam dan meluas sampai ke medulla 10 15 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade III Lesi meliputi Ginjal yang hancur Trauma pada vaskularisasi pedikel ginjal 5 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade IV Meliputi lesi yang jarang terjadi yaitu Avulsi pada ureteropelvic junction Laserasi dari pelvis renal .

ketegangan otot pinggang .BAB II KELUHAN DAN GEJALA KLINIK Pada trauma tumpul dapat ditemukan adanya jeja di daerah lumbal. sedangkan massa jarang teraba. Pada palpasi didapatkan nyeri tekan daerah lumbal. Bila terjai cedera Tr. Nyeri abdomen umumya ditemukan di daerah pinggang atau perut bagian atas . dengan intenitas nyeri yang bervariasi. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda shock. Digestivus ditemukan adanya tanda rangsang peritoneum. Bila disertai cedera hepar atau limpa ditemukan adanya tanda perdarahan dalam perut. sedangkan pada trauma tajam tampak luka. Fraktur costae terbawah sering menyertai cedera ginjal. kemungkinan cedera berat seperti putusnya pedikel dari ginjal atau ureter dari pelvis ginjal. Derajat hematuria tidak berbanding dengan tingkat kerusakan ginjal. Perlu diperhatikan bila tidak ada hematutia. Bila hal ini ditemukan sebaiknya diperhatikan keadaan paru apakah terdapat hematothoraks atau pneumothoraks? Hematuria makroskopik merupakan tanda utama cedera saluran kemih. Massa yang cepat menyebar luas disertai tanda kehilangan darah merupakan petunjuk adanya cedera vaskuler. .

Hal ini tidak terlalu menimbulkan masalah karena penderit grade I memang tidak memerlukan tindakan operasi . daerah yang mengalami kontusi terlihat seperti massa cairan diantara parenkim ginjal . pada IVP. Klasifikasi beratnya trauma sehingga dapat dilakukan penenganan yang tepat dan menentukan prognosisnya 2. Menyingkirkan keadaan ginjal patologis pre trauma 3. yaitu 1.BAB III DIAGNOSTIK RADIOLOGI Ada beberapa tujuan pemeriksaan radiologis pada pasien yang dicurigai menderita trauma ginjal. Mengevaluasi keadaan organ intra abdomen lainnya Pada pemeriksaan radiologis dapat ditemukan : Grade I Hematom minor di perinephric . Pada CT Scan. Mengevaluasi keadaan ginjal kontralateral 4. dapat memperluhatkan gambaran ginjal yang abnomal Kontusi dapat terlihat sebagai massa yang normal ataupun tidak Laserasi minor korteks ginjal dapat dikenali sebagai dfek linear pada parenkim atau terlihat mirip dengan kontusi ginjal Yang lebih penting. pencitraan IVP pada pasien trauma ginjal grade I dapat menunjukkan gambaran ginjal normal.

dan pasien yang diduga trauma ginjal Grade III atau IV. Sebagai kesimpulan. CT San biasanya diambil sebagai pemeriksaan penunjang pertama pada psien yang mengalami trauma multiple organ intra abdomen. Fragmen diantaranya berarti merupaka fragmen yang sudah tidak viable lagi.Grade II Pada IVP dapat terlihat extravasasi kontras dari daerah yang mengalami laserasi Extravasasi tersebut bisa hanya terbatas pada sinus renalis atau meluas sampai ke daerah perinefron atau bahkan sampai ke anterior atau posterior paranefron.fragmen yang viabel akan terlihat homogen karena masih mendapat perfusi cukup baik.uar ginjal terlihat kabur atau lebih lebar. batas . Renalis. CT Scan berfungsi sebagai pemeriksaan kedua setelah IVP pada pasien yang pada IVP memperlihtkan gambaran kerusakan luas parenkim ginjal dan pasien yang keadaan umumnya menurun. Viabilitas dari fragmen ginjal dapat dilihat secara angiografi. terutama pada ½ medial daerah perinefron. Kdang kadang dapat terjadi shock dan sering teraba massa pada daerah flank. dimana terlihat gangguan fungsi ekskresi baik parsial maupun total Ada 2 tipe lesi pada pelvis renalis yaitu trombosis A. Arteriografi memperlihatkan 2 fragmen ginjal yang terpisah cukup jauh. Bila pasien sudah cukup stabil. Keputusan tersebut harus didasarkan kepada pemeriksaan manakah yang lebih tersedia. dengan parenkim ginjal yang masih intak dan nonvisualized ureter. Yang khas adalah. Grade IV Grade IV meliputi avulsi dari ureteropelvic junction.Renalis. dapat dilakukan pemeriksaan IVP. merupakan duggan kuat terjadinya avulsi ureteropelvic junction Grade III Secara klinis pasien dalam kadaan yang tidak stabil. Angiografi dapat memperlihtkan gambaran oklusi A. fraktur parenkim ginjal dapat terlihats Akumulasi masif dari kontras.Renalis dan avulsi A. .dapt diertai dengan hematuria. Baik IVP maupun CT Scan memeperlihatkan adanya akumulasi kontras pada derah perinefron tanpa pengisian ureter. sampai sekarang belum ada pembatasan yang jelas kapan seorang penderita yang diduga trauma ginjal memerlukan IVP atau CT Scan sebagai pemeriksaan penunjangnya. Dengan pemeriksaan CT Scan .

Penenganan secara konservatif. Pengobatan konservatif tersebut meliputi istirahat di tempat tidur. biasanya diobati secara konservatif. kadar hemoglobin. grade 1. serta observasi status ginjal dengan pemeriksaan kondisi lokal. analgesik untuk menghilangkan nyeri. mengandalkan kemampuan normal ginjal . Penanganan trauma ginjal grade 2 masih menimbulkan suatu kontroversi. hematokrit serta sedimen urin. seperti yang dipilih oleh kebanyakan dokter.BAB IV TERAPI DAN PROGNOSIS Lesi minor.

bertambah besarnya massa pada regio flank. terapi penyinaran maupun pembedahan. TRAUMA GINJAL Trauma tumpul sering menyebabkan luka pada ginjal. Beberapa trauma dapat menyebabkan nyeri tumpul. Sedangkan dokter yang memilih tindakan operatif secara dini mengemukakan bahwa finsidens terjadinya komplikasi lanjut dapat diturunkan dengan tindakan nephrektomi.untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Pengecualian dari indikasi diatas adalah oklusi pada A. SUMBER KLIK DISINITRAUMA SALURAN KEMIH11 September 2008 16:45Trauma Saluran Kemih DEFINISI Saluran kemih (termasuk ginjal. dan jika cukup berat. kandung kemih dan uretra) dapat mengalami trauma karena luka tembus (tusuk). berkurangnya proses berkemih dan nyeri. Tindakan konservatif ini dilakukan untuk menghindari dilakukannya tindakan nephrektomi. Limbah metabolik harus disaring dari darah oleh ginjal dan dibuang melalui saluran kemih. trauma tumpul. memar. misalnya karena kecelakaan kendaraan bermotor. seperti kehilangan darah yang terus bertambah. karena itu setiap cedera yang mempengaruhi proses tersebut bisa berakibat fatal. ureter. rasa sakit yang terus menerus dan disertai dengan adanya demam. pembengkakan. Penanganan trauma ginjal unuk grade 3 dan 4 memerlukan tindakan operatif berupa laparotomi. terjatuh atau trauma pada saat berolah raga. Penenganan secara operatif biasanya dilakukan apabila pasien tidak memberikan respond positif terhadap pengobatan konservatif. Renalis ( grade 3 ). . dapat menurunkan tekanan darah (syok). Mencegah kerusakan menetap pada saluran kemih dan mencegah kematian tergantung kepada diagnosis dan pengobatan yang tepat. Luka tusuk pada ginjal dapat karena tembakan atau tikaman. Gejala yang paling banyak ditemukan adalah terdapatnya darah di urin (hematuria).

Hal ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi yang terjadi dalam beberapa minggu atau beberapa bulan setelah terjadinya trauma.Kerusakan yang terjadi bervariasi. Cedera berat yang menyebabkan perdarahan hebat atau kebocoran air kemih ke jaringan di sekitarnya seringkali harus diatasi dengan pembedahan. syok dan kematian. Diberikan cairan intravena untuk menormalkan tekanan darah dan merangsang pembentukan air kemih. Trauma yang akibat ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy. Jika ginjal sampai terpisah dari tangkainya yang mengandung vena dan arteri. misalnya urografi intravena dan CT scan. Cedera ringan menyebabkan hematuria yang hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskopis. tidak terlalu jelas dan akan membaik dengan sendirinya. suatu prosedur rutin untuk menghancurkan batu ginjal) bisa menyebabkan ditemukannya darah dalam air kemih yang sifatnya sementara. maka bisa terjadi perdarahan hebat. dilakukan pengawasan ketat terhadap asupan cairan dan penderita menjalani tirah baring. maka sebagian besar trauma ginjal memiliki prognosis yang baik. Untuk cedera ringan (misalnya akibat terapi ESWL). dapat secara akurat menentukan lokasi dan luasnya cedera. tanpa pengobatan khusus. Jika ginjal mengalami luka berat. Jika aliran darah ke ginjal berkurang. sedangkan cedera berat bisa menyebabkan hematuria yang tampak sebagai air kemih yang berwarna kemerahan. Pemeriksaan sinar X untuk ginjal dan saluran kemih. bisa terjadi perdarahan hebat dan air kemih bisa merembes ke jaringan di sekitarnya. . Pengobatan diawali dengan langkah untuk mengendalikan kehilangan darah dan mencegah syok. maka jaringan ginjal yang normal bisa mati dan digantikan oleh jaringan parut. Biasanya jika terdiagnosis dan diobati secara tepat dan cepat.

TRAUMA KANDUNG KEMIH Trauma benturan pada panggul yang menyebabkan patah tulang (fraktur) seringkali terjadi pada kecelakaan sepeda motor dan bisa menyebabkan robekan pada kandung kemih. . Pada trauma yang tidak terlalu berat. Jarang terjadi trauma ureter akibat pukulan maupun luka tumpul. juga bisa mencederai kandung kemih. Jika trauma ureter terjadi akibat pembedahan. CT scan dan urografi retrograd.TRAUMA URETER Sebagian besar trauma ureter (saluran dari ginjal yang menuju ke kandung kemih) terjadi selama pembedahan organ panggul atau perut. Ureter bisa disambungkan kembali ke tempat asalnya atau di bagian kandung kemih yang lainnya. seperti histerektomi. biasanya akibat tembakan. Seringkali terjadi kebocoran air kemih dari luka yang terbentuk atau berkurangnya produksi air kemih. Gejala biasanya tidak spesifik dan bisa timbul demam atau nyeri. maka dilakukan pembedahan lainnya untuk memperbaiki ureter. Penyebab lain trauma ureter adalah luka tembus. Pemeriksaan diagnostik yang biasanya dilakukan adalah urografi intravena. biasanya karena luka tembak. Luka tembus. reseksi kolon atau uteroskopi. dipasang kateter ke dalam ureter dan dibiarkan selama 2-6 minggu sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan. Pengobatan terbaik untuk trauma ureter akibat luka tembak atau luka tusuk adalah pembedahan.

tetapi lukanya relatif ringan. Penyempitan ureter (striktur) di daerah yang terkena biasanya merupakan komplikasi yang bisa terjadi di kemudian hari. 1 terpasang melalui uretra (kateter trans-uretra) dan yang lainnya terpasang langsung ke dalam kandung kemih melalui perut bagian bawah (kateter suprapubik). Diagnosis ditegakkan berdasarkan uretrogram retrograd. Kadang air kemih merembes ke dalam jaringan di dinding perut. . Hal ini bisa menyebabkan impotensi akibat kerusakan arteri dan saraf penis. hematuria dan gangguan berkemih. Selanjutnya air kemih dibuang dari kandung kemih dengan menggunakan 2 kateter. Robekan kecil (laserasi) bisa diatasi dengan memasukkan kateter ke dalam uretra untuk mengeluarkan air kemih selama 7-10 hari dan kandung kemih akan membaik dengan sendirinya. Untuk luka yang lebih berat. TRAUMA URETRA Penyebab utama dari trauma uretra adalah patah tulang panggul dan karena kedua kaki mengangkang (pada pria).Gejala utama adalah adanya darah dalam air kemih atau kesulitan untuk berkemih. biasanya dilakukan pembedahan untuk menentukan luasnya cedera dan untuk memperbaiki setiap robekan. Prosedur pembedahan pada uretra atau alat yang dimasukkan ke dalam uretra juga bisa melukai uretra. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan sistografi. Gejalanya adalah ditemukannya darah di ujung penis. Kateter tersebut dipasang selama 7-10 hari atau diangkat setelah kandung kemih mengalami penyembuhan yang sempurna. kantung zakar atau perineum (daerah antara anus dan vulva atau kantung zakar).

batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas . sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi . 1995. pengeluaran air kemih dari uretra dilakukan dengan cara memasang kateter langsung ke dalam kandung kemih. SUMBER KLIK DISINIASKEP TUBERKULOSIS11 September 2008 16:43Tuberkulosa KONSEP DASAR TUBERCULOSA 1. Tuberkolusis Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff. hal 73) b. Batuk Darah(Hemoptisis) Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal. Untuk cedera lainnya. Faktor. hal 301) 2. (Hood Alsagaff.factor yang mempengaruhi timbulnya masalah . Untuk struktur uretra dilakukan perbaikan melalui pembedahan.Pengobatan untuk memar ringan adalah memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih selama beberapa hari untuk mengeluarkan air kemih dan uretra akan membaik dengan sendirinya. a. anatomi dan fisiologi . th 1995. Definisi a.

paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . PIERCE . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs. H.besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. Syaifuddin. hal 88-89) Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri . bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring . faring . th 1997 .(Drs . dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring . B .System pernafasan terdiri dari hidung . B. panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa . bronkus . bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H. Ac . hal 89-90). Syaifuddin .H. kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut .Ac 1997 hal 88) Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin).H .C. EVELYN.B.syafuddin.paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung gelembung . Paru. sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring . Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara . sampai dengan alveoli dan paru-paru Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama .th 1997 hal 90 .Ac . hal 87 ) Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan . debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung . Hanya sebagian kecil udara ini. dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher . Ac th 1997. (Drs. mempunyai dua lubang/cavum nasi.trakea . H. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri.Syaifuddin B Ac th1997. trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs . Paruparu terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. Syaifuddin . 1995 hal 221) . faring terdapat dibawah dasar tengkorak . B. laring .

1997 hal 93 . koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2. Drs. Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah.H. Syaifuddin. saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit. luas permukaan membran. Patofisiologi Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan .A. (NI LUH GEDE.Y. H. B. akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi.hal 91) 2.Y. Ventilasi pulmoner.B. maka udara terdorong keluar. Th 1995 hal 124. SKP. b.1997.A. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40).Ac. komposisi membran. hal 36-37) 3. Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali.Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru .Syaifuddin.Hood . Difusi Gas. A. Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah.hal 124.SKp.Ac. Transportasi Gas Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah). (Ni Luh Gede.proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu: 1. Infeksi kuman ini sering . Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran.(Ni Luh Gede Y. Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel . Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar.1995. Drs.Alsegaff th 1995 .

Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional.Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan.Hendrawan.(Sylvia. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain.754) Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut.A.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paruparu ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring . Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru. Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag.1996.1995.(Sylvia. ( dr.hal 754) Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah.754) Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa. sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas.A Price:1995. sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana.A Price:1995.telinga tengah atau usus. Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600- . Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil.N.proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus. Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung. sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif.terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya . dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas.hal 1-2 ) Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah.Price. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya .(Syilvia. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga.

riwayat perawatan dahulu.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas. Keadaan tempat tinggal mencakup kondisi tempat tinggal serta apakah klien tinggal sendiri atau dengan orang lain yang nantinya berguna bagi perencanaan pulang ( Discharge Planning ). 3 bulan).85-86). Perawat mengkaji klien atau keluarga dan berfokus kepada manifestasi klinik dari keluhan utama. kejadian yang membuat kondisi sekarang ini. wheezing. peningkatan produksi sputum.(Hood Al sagaff dkk:1995. kering. dyspnea. SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN09 September 2008 10:52RIWAYAT KESEHATAN Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi data saat ini dan masalah yang lalu. KELUHAN UTAMA Keluhan utama akan menentukan prioritas intervensi dan mengkaji pengetahuan klien tentang kondisinya saat ini. 1) Batuk (Cough) Batuk merupakan gejala utama pada klien dengan penyakit sistem pernafasan. Stridor dan chest pain. dimana aspek biografi yang sangat erat hubungannya dengan gangguan oksigenasi mencakup usia. Keluhan utama yang biasa muncul pada klien gangguan kebutuhan oksigen dan karbondioksida antara lain : batuk. kongesti. Tanyakan juga bagaimana hal tersebut timbul dengan waktu yang spesifik (misal : pada malam hari. jenis kelamin. Tentukan batuk tersebut apakah produktif atau non produktif. ketika bangun tidur) atau hubungannya dengan aktifitas fisik. riwayat keluarga dan riwayat psikososial. pekerjaan (terutama yang berhubungan dengan kondisi tempat kerja) dan tempat tinggal. . Tanyakan berapa lama klien batuk (misal 1 minggu.1000cc/24 jam. a. Riwayat kesehatan dimulai dari biografi klien. hemoptysis.

emboli paru. yang berhubungan dengan penyakit paru kronik dan gagal jantung kiri. bau dan jumlah dari sputum karena hal-hal tersebut dapat menunjukkan keadaan dari proses patologik. 4) Hemoptysis Hemoptysis adalah darah yang keluar dari mulut dengan dibatukkan. putih atau kelabu. konsistensi. . Darah yang berasal dari paru biasanya berwarna merah terang karena darah dalam paru distimulasi segera oleh refleks batuk. Perawat mengkaji tentang kemampuan klien untuk melakukan aktifitas. otot. TB Paru. Gambaran yang lengkap dari nyeri dada dapat menolong perawat untuk membedakan nyeri pada pleura. kaji juga kemungkinan timbulnya paroxysmal nocturnal dyspnea dan orthopnea. Upper airway necrotizing granuloma. muskuloskeletal. Tetapi produksi sputum akibat batuk adalah tidak normal. cardiac dan gastrointestinal. Trakeobronkial tree secara normal memproduksi sekitar 3 ons mucus sehari sebagai bagian dari mekanisme pembersihan normal ( Normal Cleansing Mechanism ). pleura parietal dan trakeobronkial tree mempunyai hal tersebut. perdarahan hidung atau perut.2) Peningkatan Produksi Sputum. Bronchiectasis. Cystic fibrosis. Perawat mengkaji apakah darah tersebut berasal dari paru-paru. Paru-paru tidak mempunyai saraf yang sensitif terhadap nyeri. 3) Dyspnea Dyspnea merupakan suatu persepsi kesulitan untuk bernafas/nafas pendek dan merupakan perasaan subjektif klien. mengandung darah dan dengan jumlah yang banyak. Penyakit yang menyebabkan hemoptysis antara lain : Bronchitis Kronik. Sputum merupakan suatu substansi yang keluar bersama dengan batuk atau bersihan tenggorok. pneumonia. Contoh ketika klien berjalan apakah dia mengalami dyspnea ?. tetapi iga. Jika infeksi timbul sputum dapat berwarna kuning atau hijau. Pada keadaan edema paru sputum akan berwarna merah mudah. 5) Chest Pain Chest pain (nyeri dada) dapat berhubungan dengan masalah jantung dan paru. sputum mungkin jernih. Tanyakan dan catat warna. kanker paru dan abses paru.

emfisema dan bronchitis kronik. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU Perawat menanyakan tentang riwayat penyakit pernafasan klien. Semua keadaan itu sangat jarang menimpa non perokok. perawat harus menganalisis nyeri yang berhubungan dengan masalah yang menimbulkan nyeri timbul.Dikarenakan perasaan nyeri murni adalah subjektif. Secara umum perawat menanyakan tentang : Riwayat merokok : merokok sigaret merupakan penyebab penting kanker paru-paru. b. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA . Anamnesis harus mencakup hal-hal : a) Usia mulainya merokok secara rutin. 2) Pengobatan saat ini dan masa lalu 3) Alergi 4) Tempat tinggal c. b) Rata-rata jumlah rokok yang dihisap perhari c) Usia melepas kebiasaan merokok.

scoliosis dan lordosis. massa. 2) Dada diobservasi dengan membandingkan satu sisi dengan yang lainnya. REVIEW SISTEM (Head to Toe) a. Tapi polusi udara tidak menimbulkan bronchitis kronik. skar. dan kesimetrisan pergerakan dada. gangguan tulang belakang seperti : kyphosis. hanya memperburuk penyakit tersebut. 2. klien pada posisi duduk. irama. menunjukkan suatu predisposisi keturunan tertentu.Tujuan menanyakan riwayat keluarga dan sosial pasien penyakit paru-paru sekurang-kurangnya ada tiga. 2) Kelainan alergis. seperti asthma bronchial. lesi. 5) Catat jumlah. Inspeksi 1) Pemeriksaan dada dimulai dari thorax posterior. . selain itu serangan asthma mungkin dicetuskan oleh konflik keluarga atau kenalan dekat. 3) Pasien bronchitis kronik mungkin bermukim di daerah yang polusi udaranya tinggi. 3) Tindakan dilakukan dari atas (apex) sampai ke bawah. jadi dengan menanyakan riwayat kontak dengan orang terinfeksi dapat diketahui sumber penularannya. 4) Inspeksi thorax poterior terhadap warna kulit dan kondisinya. yaitu : 1) Penyakit infeksi tertentu : khususnya tuberkulosa. kedalaman pernafasan. ditularkan melalui satu orang ke orang lainnya.

ratio pada fase ini normalnya 1 : 2. Kondisi ini dapat timbul pada ricketsia. ratio ini normalnya berkisar 1 : 2 sampai 5 : 7.6) Observasi type pernafasan. d) Kyphoscoliosis . c) Pigeon Chest (Pectus Carinatum) Timbul sebagai akibat dari ketidaktepatan sternum. dimana terjadi peningkatan diameter AP. dan penggunaan otot bantu pernafasan. Timbul pada klien dengan kyphoscoliosis berat. yang mengakibatkan murmur. Terjadi peningkatan diameter AP : T (1:1). sering terjadi pada klien emfisema. catat durasi dari fase inspirasi (I) dan fase ekspirasi (E). Hal ini akan menekan jantung dan pembuluh darah besar. seperti : pernafasan hidung atau pernafasan diafragma. Fase ekspirasi yang memanjang menunjukkan adanya obstruksi pada jalan nafas dan sering ditemukan pada klien Chronic Airflow Limitation (CAL)/COPD Kaji konfigurasi dada dan bandingkan diameter anteroposterior (AP) dengan diameter lateral/tranversal (T). b) Funnel Chest (Pectus Excavatum) Timbul jika terjadi depresi dari bagian bawah dari sternum. 7) Saat mengobservasi respirasi. marfan s syndrome atau akibat kecelakaan kerja. 9) Kelainan pada bentuk dada : a) Barrel Chest Timbul akibat terjadinya overinflation paru. tergantung dari cairan tubuh klien.

b. terutama jika klien mengeluh nyeri. Palpasi Dilakukan untuk mengkaji kesimetrisan pergerakan dada dan mengobservasi abnormalitas. Kaji juga kelembutan kulit. Vocal premitus : getaran dinding dada yang dihasilkan ketika berbicara. dapat timbul pada klien dengan osteoporosis dan kelainan muskuloskeletal lain yang mempengaruhi thorax. bengkak. 11) Observasi retraksi abnormal ruang interkostal selama inspirasi. yang dapat mengindikasikan obstruksi jalan nafas. Kiposis : meningkatnya kelengkungan normal kolumna vertebrae torakalis menyebabkan klien tampak bongkok. lesi. mengidentifikasi keadaan kulit dan mengetahui vocal/tactile premitus (vibrasi). disertai rotasi vertebral 10) Observasi kesimetrisan pergerakan dada.Terlihat dengan adanya elevasi scapula. Skoliosis : melengkungnya vertebrae torakalis ke lateral. Gangguan pergerakan atau tidak adekuatnya ekspansi dada mengindikasikan penyakit pada paru atau pleura. . Deformitas ini akan mengganggu pergerakan paru-paru. Palpasi thoraks untuk mengetahui abnormalitas yang terkaji saat inspeksi seperti : massa.

Jenis suara perkusi : Suara perkusi normal : Resonan (Sonor) Dullness Tympany : bergaung.c. dihasilkan di atas perut yang berisi udara. Dihasilkan pada jaringan paru normal. nada rendah. organ yang ada disekitarnya dan pengembangan (ekskursi) diafragma. : musikal. Suara Perkusi Abnormal : Hiperresonan . Perkusi Perawat melakukan perkusi untuk mengkaji resonansi pulmoner. : dihasilkan di atas bagian jantung atau paru.

Suara ini terdengar di daerah thoraks dimana bronchi tertutup oleh dinding dada. Auskultasi Merupakan pengkajian yang sangat bermakna. Suara nafas normal dihasilkan dari getaran udara ketika melalui jalan nafas dari laring ke alveoli. mencakup mendengarkan suara nafas normal. Suaranya terdengar nyaring dan dengan intensitas yang sedang.Flatness : bergaung lebih rendah dibandingkan dengan resonan dan timbul pada bagian paru yang abnormal berisi udara. Fase ekspirasinya lebih panjang daripada inspirasi. b) Bronchovesikular : merupakan gabungan dari suara nafas bronchial dan vesikular. dan suara. Inspirasi sama panjang dengan ekspirasi. d. nyaring. dan tidak ada henti diantara kedua fase tersebut. dengan hembusan yang lembut. : sangat dullness dan oleh karena itu nadanya lebih tinggi. Dapat didengar pada perkusi daerah paha. dimana areanya seluruhnya berisi jaringan. suara tambahan (abnormal). . dengan sifat bersih Suara nafas normal : a) Bronchial : sering juga disebut dengan Tubular sound karena suara ini dihasilkan oleh udara yang melalui suatu tube (pipa). suaranya terdengar keras. Normal terdengar di atas trachea atau daerah suprasternal notch.

suara mengorok terus-menerus. berciut. ekspirasi terdengar seperti tiupan. seperti angin sepoi-sepoi. dengan karakter suara nyaring. Inspirasi lebih panjang dari ekspirasi.c) Vesikular : terdengar lembut. karakter suara terdengar perlahan. Beberapa kondisi respiratory timbul akibat stress. suara seperti gesekan akibat dari inflamasi pada daerah pleura. nyaring. e) Ronchi : terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL Kaji tentang aspek kebiasaan hidup klien yang secara signifikan berpengaruh terhadap fungsi respirasi. kasar. 3. g) Crackles Fine crackles : setiap fase lebih sering terdengar saat inspirasi. suara gesekan terpotong akibat terdapatnya cairan atau sekresi pada jalan nafas yang besar. suara terus menerus yang berhubungan dengan aliran udara melalui jalan nafas yang menyempit. Sering kali klien juga mengalami nyeri saat bernafas dalam. musikal. Mungkin akan berubah ketika klien batuk. Suara seperti rambut yang digesekkan. terpatahpatah akibat udara melewati daerah yang lembab di alveoli atau bronchiolus. Coarse crackles : lebih menonjol saat ekspirasi. halus. . Berhubungan dengan sekresi kental dan peningkatan produksi sputum f) Pleural friction rub : terdengar saat inspirasi dan ekspirasi. Karakter suara meletup. Karakter suara lemah. Karakter suara : kasar. Suara nafas tambahan : d) Wheezing : terdengar selama inspirasi dan ekspirasi.

Bersihan Jalan nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Ventilasi) Adalah suatu kondisi dimana individu tidak mampu untuk batuk secara efektif.Penyakit pernafasan kronik dapat menyebabkan perubahan dalam peran keluarga dan hubungan dengan orang lain. perawat dapat mengkaji reaksi klien terhadap masalah stres psikososial dan mencari jalan keluarnya. isolasi sosial. difusi dan transportasi. Hiperpnea atau hiperventilasi akan menyebabkan penurunan PCO2 SUMBER KLIK DISINIPENGANTAR KEGAWATDARURATAN09 September 2008 9:56Pendahuluan . 2. sesuai dengan klasifikasi NANDA (2005) dan pengembangan dari penulis antara lain : 1. Pola nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Transportasi) Adalah Suatu kondisi tidak adekuatnya ventilasi berhubungan dengan perubahan pola nafas. pekerjaan atau ketidakmampuan. Kerusakan pertukaran gas (Kerusakan pada fisiologi Difusi) Kondisi dimana terjadinya penurunan intake gas antara alveoli dan sistem vaskuler 3. masalah keuangan. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan gangguan oksigenasi yang mencakup ventilasi. Dengan mendiskusikan mekanisme koping.

Sebenarnya angka kejadian. Kalau ada orang meninggal / cacat kita cenderung menganggapnya sebagai nasib atau sudah merupakan kehendak Tuhan. Penderita gawat dan tidak darurat adalah penderita yang terancam jiwanya dan tidak memerlukan pertolongan segera. 4. Prinsip umum penanganan penderita gawat darurat adalah penilaian keadaan penderita yang cepat dan penanganan yang tepat. Penderita gawat darurat adalah penderita yang memerlukan pertolongan segera dan bila tidak mendapat pertolongan segera dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan cacat permanent. 3. 2. .akan pasrah dalam menghadapi masalah korban Gawat Darurat.cara penanggulangan Kegawat Daruratan. Pengertian : 1. disini harus selalu diingat bahwa : .Kematian oleh karena kehilangan darah akan lebih cepat daripada oleh karena penyebab intra cranial. 5.Kematian oleh karena sumbatan jalan nafas akan lebih cepat dari pada ketidakmampuan bernafas. . memburuk keadaannya atau mencegah / mengurangi kecacatan. kematian dan kecacatan dapat di cegah dan di turunkan bila kita memahami cara.Di Indonesia ada sikap seakan . . Penderita tidak gawat dan tidak darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya dan tidak mendapat pertolongan segera. Penderita tidak gawat dan darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya tetapi bila tidak mendapat pertolongan segera akan menimbulkan kecacatan atau kondisi yang parah.Kematian oleh karena ketidakmampuan bernafas akan lebih cepat daripada oleh karena kehilangan darah. Penanggulangan Penderita Gawat Darurat ( PPGD ) Upaya untuk mengatasi keadaan gawat darurat agar pasien tidak meninggal.

Henti jantung dan henti nafas mendadak. Pelaksanaan TRIAGE di UGD 1.Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat kegawat daruratan penderita. Penderita tidak gawat dan darurat biasanya ditandai dengan warna merah 2. Penderita meninggal dunia ditandai dengan warna hitam Ada 2 cara dalam melakukan TRIAGE .Cara menghentikan perdarahan. . . Penderita tidak gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna hijau 4.Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat penderita dapat tertolong.Cara memasang balutan / bidai. CVD . .Cata mengatasi henti jantung dan henti nafas. .Penurunan kesadaran ( koma ) . koma diabetikum. . .Adanya shock dan renjatan. . biasanya dilakukan pada area pintu suatu instiliasi gawat darurat pada triage penderiata dibagi dalam 4 kategori : 1.Cara minta tolong. . TRIAGE Adalah proses seleksi penderita dalam penentuan prioritas penanganan dikarenakan terbatasnya tenaga dan sarana / prasarana di Rumah Sakit. Pasien langsung dibawa ke ruang resusitasi apabila terdapat : .Untuk dapat MENYELAMATKAN / MEMPERTAHANKAN HIDUP DAN MENCEGAH CACAT penderita maka harus mampu : . . Penderita gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna kuning 3.Distress pernafasan mendadak.Cara transportasi yang baik.

2. brochopneumoni .Cidera pada tangan . buta mendadak .Usaha bunuh diri . Pasien langsung ke ruang tindakan bedah.Nyeri lengan / kaki ( vascular / neuro ) .Nyeri dada non traumatic : MCI . a.Trauma kepala ringan . Langsung ke ruang observasi non bedah : a.Khusus anak : hiperthermia.Pembalutan dan pembidaian .Musculo skeletal problem .Gigitan dan sengatan .Kejang ..Luka berat.Perlukaan . Mayor condition .Batuk dan sesak . Minor condition ( walking patient ) . respiratorik.Luka bakar ringan .Perdarahan non traumatic ( gastro intestinal . hypothermia b.Benda asing . cidera tulang . Mayor condition ( stretcher patient ) . febris disertai kejang.Sesak nafas tanpa sianosis : Asma. . epilepsi.Akut daerah urogenital . kasus akut THT 3. perlukaan tembus mata. urogenital ) .Khusus mata : luka bakar kimia.

Dengan demikian keberhasilan penanggulangan penderita gawat darurat ( PPGD ) dalam mencegah kematian dan cacat di tentukan oleh : .D ( muntah berak dengan dehidrasi ) .. Pasien langsung ke ruang tindakan kebidanan dan penyakit kandungan.Kecepatan ditemukan penderita .G. Sedang kegagalan system / organ yang lian dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lebih lama. -Perdarahan pre dan post partum -Pre eklamsi berat -KET -Trauma pada alat kelamin wanita yang berat -Kehamilan dengan komplikasi : hamil dengan penyulit PRINSIP PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Kematian penderita gawat darurat akan terjadi dalam waktu singkat ( 4-6 menit ) bila terdapat kerusakan pada sistem susunan saraf pusat.Kecepatan dalam kualitas pertolongan yang diberikan untuk menyelematkannya .E.Aritmia jantung .Masalah neurology non trauma : CVD / CVA. pernafasan.Nyeri hebat kepala dan leher . Minor Condition Demam tinggi Kolik / nyeri abdomen 4. Convulasi b.Kecepatan meminta pertolongan . kardiovaskuler dan hipoglikemia.

hingga saat ini masih dilakukan dengan macam macam kendaraan. Komponen luar Rumah Sakit ( pra rumah sakit ) Pemasyarakat pulmoner dasar ( RJP ) dan P3K perlu diketahui oleh lapisan masyarakat terutama orang awam dan pengetahuan ketrampilan petugas medik paramedic untuk penanggulangan pasien gawat darurat ( advance life support ) perlu ditingkatkan secara berkala Pelayanan komunikasi medik untuk penanggulangan pasien gawat darurat. terintegrasi dan dengan cara pendekatan system. kapan saja dan dimana saja maka upaya penanggulangan pasien gawat darurat menjadi semakin kompleks .Trauma kepala berat ( hematoma subdural atau ekstradural ) .Pencegahan kematian dilakukan pada 1 -2 jam ini dimana tindakan harus agresif. Untuk itu penanganan pasien gawat darurat harus bersifat komprehensif.50 % meninggal pada saat kejadian atau beberapa menit setelah kejadian 35 % meninggal dalam 12 jam setelah trauma / disebabkan oleh : .Gagal organ bahakan multi organ failure .Mati otak .Trauma torak ( hematoma toraks atau lascriasis hati ) . system kominikasi medik yang berfungsi sebagai pusat radio medik dalam melayani penderita rujukan atau untuk membimbing fasilitas kesehatan lain dengan kemampuan rendah Pelayanan transportasi pasien gawat darurat : transportasi pasien gawat darurat pra RS . Hal ini sangat mempengaruhi kwallitas .Trauma multiple dengan perdarahan .Sepsis SISTEM PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Keadaan gawat darurat dapat terjadi pada siapa saja.Fraktur femur atau pelvis dengan perdarahan massif . Angka kematian terutama ditentukan pada fase ini 15 % meninggal setelah beberapa hari atau minggu karena : . Komponen system penanggulangan pasien gawat darurat terdiri dari : 1.SEBAB KEMATIAN 50 % Gawat darurat meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit atau di rumah dan pada pasien trauma : .

2. DepKes RI : mengarahkan dengan secara bertahap. C.I telah merupakan pedoman pelayanan gawat darurat SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK09 September 2008 9:53PERUBAHAN PADA LANSIA . Dalam Rumah sakit ( Intra Rumah Sakit ) Depkes R. di kota besar harus menggunakan ambulance gawat darurat yang memiliki suatu nomor komunikasi. DepKes R. Berikut ini teori biologis tentang penuaan : A.PROSES PENUAAN Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari. Teori sistesis à Akibat penuaan. Teori keracunan oksigen à Kemampuan lansia untuk melawan efek racun oksigen akan berkurang. B.I telah menetapkan bahwa semua Rumah Sakit harus memiliki unit gawat darurat dengan kategorisasi UGD tersebut dikaitkan dengan klasifikasi Rumah Sakit ( System rujukan pasien gawat darurat ) dan beban kerja Rumah sakit melaui kategorisasi ini setiap RS dapat mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan UGD dalam menanggulangi pasien gawat darurat . Perawat yang akan merawat lansia harus mengerti sesuatu tentang aspek penuaan yang normal dan tidak normal. .penanggulangan pasien gawat. protein tubuh terutama kolagen dan elastin menjadi kurang fleksibel dan kurang elastis. tetapi pada kenyataannya proses ini menjadi beban bagi orang lain dibadingkan dengan proses lain yang terjadi. Walaupun proses penuaan benar adanya dan merupakan sesuatu yang normal. Teori seluler à Sel diprogram hanya untuk membelah pada waktu yang terbatas. ASPEK BIOLOGIS PADA PENUAAN Proses penuaan biologis yang dialami lansia relatif tidak akan menimbulkan perubahan buruk saat diperlukan penurunan tingkat ketergantungan fisik yang tinggi.

Perubahan kardiopulmonal à Pembuluh darah kehilangan elastisitas. peningkatan nadi dan peningkatan tekanan darah.D. Berikut ini merupakan efek fisiologis dari penuaan : A. Sistem endokrin à Kemunduran fungsi gonad . Sistem perkemihan à Kehilangan irama diurnal pada produksi urine dan penurunan filtrasi ginjal D. C. B. Sistem pencernaan à Tidak ada perubahan yang signifikan E. dan perubahan postural. Sistem saraf à Kemunduran pendengaran dan penglihatan F. à Pendistribusian tulang kalsium menyebabkan dekalsifikasi tulang iga dan kalsifikasi kartilago kosta : Perubahan ini dan perubahan postural menyebabkan penurunan efislensi paru. Sistem muskuloskeletal à Atrofi otot. PENUAAN PADA SISTEM TUBUH (FISIOLOGIS) Penuaan dapat dibedakan antara penuaan yang normal (fisiologis) dan penuaan karena kondisi penyakit (patologis). Teori sistem imun à Kopetensi yang menurun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan infeksi. dekalsifikasi tulang. penyakit autoimun. dan kanker.

. Kepribadian.ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS PADA PENUAAN Aspek psikologis pada lansia tidak dapat langsung tampak. sehingga sikapnya lebih stabil dan sedikit sulit untuk diubah.Teori aktivitas : Sebagai orang yang telah berumur. dan keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi optimal lanjut usia secara komprehensif. intelegensi dan sikap Tes intelegensi dengan jelas memperlihatkan adanya penurunan kecerdasan pada lansia. dan mengkompensasi dengan melakukan banyak aktivitas yang baru. Pengertian yang salah tentang lansia adalah bahwa mereka mempunyai kemampuan memory dan kecerdasan mental yang kurang. PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT USIA A. . Gerontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lanjut usia. perawatan lansia yang menderita penyakit dan dirawat di RS merupakan bagian dari gerontic nursing. Berikut aspek psikologis pada penuaan : A. mereka meninggalkan bentuk aktivitas yang pasti. . keahlian. Lansia seringkali mempertahankan sikap yang kuat. Pendekatan fisik à Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia ada 2 bagian yaitu : . Karena itu. KEPERAWATAN GERONTIK PENGERTIAN GERONTOLOGI DAN GERIATRI NURSING A. yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain.Teori pelepasan : Lansia secara berangsur-angsur mengurangi aktivitasnya dan bersama menarik diri dari masyarakat.Geriatri nursing adalah spesialis keperawatan lanjut usia yang dapat menjalankan perannya pada tiap peranan pelayanan dengan menggunakan pengetahuan.Klien lanjut usia yang masih aktif. Teori aktivitas dan pelepasan .Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun yang mengalami kelumpuhan atau sakit. . B.

sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab. . Pendekatan sosial à Mengadakan diskusi.B. Pendekatan spiritual à Perawat harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan tuhan atau agama yang dianutnya. TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA A. Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien lanjut usia untuk menciptakan sosialisasi mereka.Merangsang petugas kesehatan agar dapat mengenal dan menegakkan diagnosa secara dini. . tukar pikiran. terutama jika klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian. . C. interpreter terhadap segala sesuatu yang asing. TAHAP-TAHAP ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA .Menolong dan merawat klien yang menderita sakit. D. dan bercerita merupakan upaya perawatan dalam pendekatan sosial. 4) Mengatasi gangguan kesehatan yang umum. Pendekatan psikis à Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan lansia melalui perawatan dengan pencegahan. FOKUS ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA 1) Peningkatan kesehatan (health promotion) 2) Pencegahan penyakit (preventif) 3) Mengoptimalkan fungsi mental.Mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu pertolongan pada lansia.Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup / semangat hidup lansia. . B. Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. perawat dapat berperan sebagai supporter.

berat badan. b) Psikologis c) Sosial ekonomi d) Spiritual Pengkajian dasar meliputi : Temperatur. memori. sistem kulit. tekanan darah. Nugroho. nadi. 2000. Edisi ke-2. sistem musculoskeletal. Perencanaan à Untuk menentukan apa yang dapat dilakukan perawat terhadap pasien dan pemilihan intervensi keperawatan yang tepat. EGC. Pengkajian : . pernafasan. kardiovaskuler. EGC. Sistem tubuh meliputi : Sistem persyarafan. Jakarta. L. gastrointestinal. Leeckenotte. Evaluasi à Penilaian terhadap tindakan keperawatan yang diberikan / dilakukan dan mengetahui apakah tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan. Keperawatan Gerontik . EGC. Pelaksanaan à Tahap dimana perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan intervensi / perencanaan yang telah ditentukan. Annete Glesler. pola tidur. Jakarta 2000. Edisi ke-2. DAFTAR PUSTAKA Carpenito.Pemeriksaan fisik : Head to tea. sistem tubuh. Jakarta. Edisi ke-6. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis . tingkat orientasi. penyesuaian psikososial.Proses pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah keperawatan meliputi aspek : a) Fisik : .A. Wahjudi. Pengkajian Gerontologi . genitovrinarius.Wawancara . . 1997.

latar belakang budaya keluarga . Jakarta 2003. pekerjaan.tempat tinggal keluarga rata2 dari etnis yang sama/tidak . EGC. Suku bangsa : (diisi dengan latar belakang budaya dari keluarga) .Pendidikan : Pendidikan terakhir 4.Nama Kepala keluarga ( KK ) : Inisial 2.Keluarga Kabitas 9.Keluarga Besar ( extended family ) . Perawatan Lansia .Watson.Pekerjaan : Pekerjaan pokok kepala keluarga 5. Genogram : Menggambarkan struktur anggota keluarga 8.Keluarga Berantai ( Serial family ) .Komposisi Keluarga : ( dibuat dalam bentuk tabel yang terdiri dari : nama. Tipe keluarga : Menjelaskan mengenai tipe keluarga beserta kendala . tlp : Jelas 6.DATA DASAR KELUARGA 1. Roger.Usia : Jelas 3.hubungan sosial keluarga dari etnis yang sama/tidak . jenis kelamin.Keluarga duda / janda ( Single family ) . hubungan dengan keluarga.bahasa yang digunakan .Alamat dan no.Keluarga berkomposisi . tempat tanggal lahir. SUMBER KLIK DISINIFORMAT PENGKAJIAN KELUARGA09 September 2008 9:52PETUNJUK PENGISIAN FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA ( Menurut Friedman ) A. pendidikan ) 7.asal negara atau daerah sama baik kondisinya dengan tempat tinggal sekarang .Keluarga inti ( nuclear family ) . Edisi ke-3.

apakah agama dijadikan sbg dasar keyakinan / nilai yang mempengaruhi kehidupan keluarga 11. tahap berdua kembali 9. cacat fisik 15. Status sosial ekonomi keluarga : pendapatan keluarga 12. tahap menghadapi anak remaja 7. Riwayat keluarga inti : Perkembangan mental. kehilangan. tahap melepaskan anak ke masyarakat 8. Aktivitas Rekreasi keluarga : kebiasaan rekreasi keluarga 13.Agama keluarga .keluarga memanfaatkan pelayanan dan praktik kesehatan menggunakan pelayana kesehatan tradisional atau meyakini tradisional penduduk asli 10. tahap pembentukan keluarga 2. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga . tahap menghadapi bayi 4.adakah perbedaan keluarga menjalankan ibadah .Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi 14. perceraian. penyakit mental. tahap menghadapi anak sekolah 6.. tahap menghadapi anak prasekolah 5. Agama : ( diisi dengan informasi berikut ) .Kebiasaan diet dan berpakaian tradisional atau modern . tahap masa tua . Riwayat keluarga sblmny : Riwayat dari kedua orang tua termasuk riwayat kesehatan . status kesehatan yang unik dan pengalaman seperti kematian. tahap menjelang kelahiran anak 3.Tahap perkembangan keluarga saat ini : 1.

fasilitas yang ada di komunitas 18. yaitu : status kesehatan klien dan kekuatan masalah kesehatan yang dialami oleh klien. serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien.sumber polusi. sistematika data dan penentuan masalah. Karakteristik rumah denah rumah : luas dan bagian bagian rumah 17. kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien. dari mana pindahnya 19 . baik fisik. kondisi hunian. LINGKUNGAN 16. Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya. Karakteristik tetangga & komunitas : karakteristik fisik tetangga dan komunitas. yang meliputi . tipe penduduk. kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. sosial dan lingkungan (Effendy.B. . Perkumpulan keluarga dan interaksi dg masyarakat : : klrg tahu perkumpulan yang ada ? : ikut terlibat ? : merasakan manfaat ? : frekuensi pertemuan ? : Pandangan klrg thdp perkumpulan tsb ? SUMBER KLIK DISINIPENGKAJIAN DALAM KEPERAWATAN09 September 2008 9:49Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien. tipe hunian. agar dapat mengidentifikasi. 1995) Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan. mengenali masalah-masalah. pengumpulan data. Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien. Adapula yang menambahkannya dengan kegiatan dokumentasi data (meskipun setiap langkah dari proses keperawatan harus selalu didokumentasikan juga). mental. sumber. Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal. adakah sejarah pindah. analisis data. Mobilitas geografis keluarga : Berapa lama keluarga tinggal ditempat tersebut.

KARAKTERISTIK DATA 1. TUJUAN PENGUMPULAN DATA 1. Misalnya klien tidak mau makan kaji secara mendalam kenapa klien tidak mau makan (tidak cocok makanannya. Lengkap Seluruh data diperlukan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan klien. diliha. atau sebab-sebab yang lain) 2. didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. maka perawat harus berfikir secara akurat dan nyata untuk membuktikan benar-tidaknya apa yang telah didengar. Selanjutnya data dasar tersebut digunaan untuk menentuan diagnosis keperawatan. Akurat dan nyata Untuk menghindari kesalahan. serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien. serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment). Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien 3. selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment). Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. serta tindaan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien. merencanakan asuhan keperawatan. PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentuan masalah-masalah. kondisi fisiknya menolak untuk makan/patologis. Data yang terkumpul harus lengkap guna membantu mengatasi masalah klien yang adekuat. diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang . Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah beriutnya. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien 2.A. Untuk menilai keadaan kesehatan klien 4. Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment). Dari informasi yang terumpul.

sekiranya meragukan. 2. Relevan Pencatatan data yang komprehensif biasanya memerlukan banyak sekali data yang harus dikumpulkan. Diperlukan penyelidikan lanjutan untuk menetapkan kondisi klien. Masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien 4. Dokumentasikan apa adanya sesuai yang ditemukan pada saat pengkajian. atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien 3. 3. saudara. Kemampuan dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari 3. Sumber data Sekunder Sumber data sekunder adalah data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga). Misalnya. yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya. seperti orang tua. Sumber data lainnya Catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit . Sumber data Primer Sumber data primer adalah data-data yang dikumpulkan dari klien. Keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakuan terhadap klien SUMBER DATA 1. Perawat tidak boleh langsung menuliskan : `klien tidak mau makan karena depresi berat`. INFORMASI YANG DIPERLUKAN 1. Perawat tidak boleh langsung membuat kesimpulan tentang suatu kondisi klien. klien tidak mau makan. Segala sesuatu tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial & spiritual 2. sehingga menyita waktu perawat untuk mengidentifikasi.

sosial. tingkat kesadaran. tanda-tanda vital. Orang terdekat 3. Catatan klien 4. sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah : 1. Klien sendiri sebagai sumber data utama (primer) 2. Data Objektif Merupakan data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku). keluhan utama. seperti : warna kulit. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight. spiritual. riwayat kesehatan. mual. psikologis. Konsultasi 6. keadaan fisik. Kepustakaan JENIS DATA 1. smell. ketidaktahuan. kecemasan.dan perawatan klien di masa lalu. . Data Subjektif Merupakan data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien. pusing. misalnya rasa nyeri. hearing. 2. Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya 8. Secara umum. touch dan taste. ketakutan. hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. Hasil pemeriksaan diagnostik 7. sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan indentitas klien. dll. Perawat lain 9. intelegensi. Riwayat penyakit (pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan) 5. CARA PENGUMPULAN DATA Agar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah. dll.

serta untuk menjalin hubungan antara perawat dengan klien. perawat tidak boleh memaksa atau memberi kesempatan kepada klien kapan mereka sanggup. Komunikasi keperawatan biasanya digunaan untuk memperoleh riwayat keperawatan. 2. pengamatan (observasi). menggali jawaban dan memvalidasi respon klien. Komunikasi keperawatan adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan kemampuan skill komunikasi dan interaksi. sentuhan dan konta mata. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan klien. Perawat diharapkan tidak mempunyai prasangka buruk kepada klien. diam. perawat harus melakukan persiapan dengan membaca status klien. Teknik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun non verbal. Tahapan wawancara / komunikasi : 1. Istilah komunikasi terapeutik adalah suatu teknik yang berusaha untuk mengajak klien dan keluarga untuk bertuar pikiran dan perasaan. serta membantu perawat untuk menentukan investigasi lebih lanjut selama tahap pengajian. tetapi juga merupakan sesuatu hal yang sulit dipelajari. Teknik verbal meliputi pertanyaan terbuka atau tertutup. pemeriksaan fisik (pshysical assessment) dan studi dokumentasi. WAWANCARA Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien. Teknik non verbal meliputi : mendengarkan secara aktif. empati dan rasa kepedulian yang tinggi. Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi. karena akan mengganggu dalam membina hubungan saling percaya dengan klien. Sebelum melaukan komunikasi dengan klien. Mendengarkan secara aktif merupakan suatu hal yang penting dalam pengumpulan data. Persiapan. biasa juga disebut dengan anamnesa. Semua interaksi perawat dengan klien adalah berdasarkan komunikasi. Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan digunakan dalam wawancara harus disusun sedemikian rupa guna memperlancar wawancara.Pembukaan atau perkenalan .Cara yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data tentang klien antara lain : wawancara (interview). Selain itu wawancara juga bertujuan untuk membantu klien memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam identifikasi masalah dan tujuan keperawatan.

Langkah pertama perawat dalam mengawali wawancara adalah dengan memperkenalkan diri : nama, status, tujuan wawancara, waktu yang diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok pembicaraan. Perawat perlu memberikan informasi kepada klien mengenai data yang terkumpul dan akan disimpan dimana, bagaimana menyimpannya dan siapa saja yang boleh mengetahuinya.

3. Isi / tahap kerja Selama tahap kerja dalam wawancara, perawat memfokuskan arah pembicaraan pada masalah khusus yang ingin diketahui. Hal-hal yang perlu diperhatikan : a. Fokus wawancara adalah klien b. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Jelaskan bila perlu. c. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien d. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien e. Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada waktunya f. Bila perlu diam, untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya g. Sentuhan teraputik, bila diperlukan dan memungkinan.

4. Terminasi Perawat mempersiapkan untu penutupan wawancara. Untuk itu klien harus mengetahui kapan wawancara dan tujuan dari wawancara pada awal perkenalan, sehingga diharapkan pada akhir wawancara perawat dan klien mampu menilai keberhasilan dan dapat mengambil kesimpulan bersama. Jika diperlukan, perawat perlu membuat perjanjian lagi untuk pertemuan berikutnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara dengan klien adalah : 1. Menerima keberadaan klien sebagaimana adanya 2. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan-keluhannya / pendapatnya secara bebas 3. Dalam melakukan wawancara harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien 4. Perawat harus bersikap tenang, sopan dan penuh perhatian 5. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

6. Tidak bersifat menggurui 7. Memperhatikan pesan yang disampaikan 8. Mengurangi hambatan-hambatan 9. Posisi duduk yang sesuai (berhadapan, jarak tepat/sesuai, cara duduk) 10. Menghindari adanya interupsi 11. Mendengarkan penuh dengan perasaan 12. Memberikan kesempatan istirahat kepada klien

Macam wawancara : 1. Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung 2. Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat.

Hambatan wawancara : 1.Internal : a. Pandangan atau pendapat yang berbeda b. Penampilan klien berbeda c. Klien dalam keadaan cemas, nyeri, atau kondisinya menurun d. Klien mengatakan bahwa ia tidak ingin mendengar tentang sesuatu hal e. Klien tidak senang dengan perawat, atau sebaliknya f. Perawat berpikir tentang sesuatu hal yang lain / tidak fokus ke pasien g. Perawat sedang merencanakan pertanyaan selanjutnya h. Perawat merasa terburu-buru i. Perawat terlalu gelisah atau terburu-buru dalam bertanya

2. External ; a. Suara lingkungan gaduh : TV, radio, pembicaraan di luar b. Kurangnya privacy

c. Ruangan tidak memadai untuk dilakukannya wawancara d. Interupsi atau pertanyaan dari staf perawat yang lain.

Teknik pengumpulan data yang kurang efektif : 1. Pertanyaan tertutup : tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat / keluhan / respon. Ex : Apakah Anda makan tiga kali sehari ? 2. Pertanyaan terarah : secara khas menyebutkan respon yang diinginkan. Ex : .Anda setuju bukan? 3. Menyelidiki : mengajukan pertanyaan yang terus-menerus 4. Menyetujui / tidak menyetujui. Menyebutkan secara tidak langsung bahwa klien benar atau salah. Ex : Anda tidak bermaksud seperti itu kan?

PENGAMATAN / OBSERVASI Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. Observasi dilakukan dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya, melalui rabaan, sentuhan dan pendengaran. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi adalah : 1. Tidak selalu pemeriksaan yang akan kita lakukan dijelaskan secara terinci kepada klien (meskipun komunikasi terapeutik tetap harus dilakukan), karena terkadang hal ini dapat meningkatkan kecemasan klien atau mengaburkan data (data yang diperoleh menjadi tidak murni). Misalnya : `Pak, saya akan menghitung nafas bapak dalam satu menit` - kemungkinan besar data yang diperoleh menjadi tidak valid,

karena kemungkinan klien akan berusaha untuk mengatur nafasnya. 2. Menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual klien 3. Hasilnya dicatat dalam catatan keperawatan, sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh perawat yang lain.

Pola fungsi kesehatan (Gordon.Inspeksi Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. kulit kebiruan (sianosis). dll. 4. dll. dilakukan pengelompokkan data. dll 2. 3. yang dapat dilakukan dengan cara : 1. Perkusi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui reflek seseorang (dibicarakan khusus). Berdasarkan sistem tubuh 2. Juga dilakukan pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik klien. Palpasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop.d kaki) 2. krepitasi (patah/retak tulang). Misalnya : kembung. dan bising usus. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran. Hasilnya seperti : Mata kuning (icteric). batasbatas jantung. oedema. terdapat struma di leher. Head-to-toe (dari kepala s. suara nafas. Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan : 1. Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow) . ROS (Review of System) 3. Misalnya adanya tumor. diantaranya adalah 1.PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan masalah kesehatan klien. 1982) Setelah data terkumpul. batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru).

B.3. Patofisiologi penyakit 3. Fungsi analisis : 1. sebelum melakukan tindakan keperawatan. konsep-konsep (manusia. Ilmu perilaku 6. Anatomi fisiologi 2. sehat-sakit. teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien. Tindakan dan prosedur keperawatan 8. sehingga data yang diperoleh memiliki makna dan arti dalam menentukan masalah dan kebutuhan klien 2. Berdasarkan teori keperawatan 4. Sebagai proses pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam rencana asuhan keperawatan. dll) 7. pengalaman. Dapat menginterpretasi data keperawatan dan kesehatan. ANALISIS DATA Analisis data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan. Mikrobiologi parasitologi 4. dan pengertian keperawatan. Dasar analisis : 1. Berdasarkan pola kesehatan fungsional. Teori-teori keperawatan. diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep. Farmakologi 5. keperawatan. Dalam melakukan analisis data. Menyusun kategorisasi data secara sistematis dan logis . Pedoman analisis data : 1.

kerangka kerja. kemudian diikuti oleh kebutuhan-kebutuhan psikososial seperti : aman-nyaman. Cara analisis data : 1.2. Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 3. PRIORITAS MASALAH Apabila masalah talah diidentifikasi. Data yang dikumpulkan harus menyeluruh meliputi aspek bio-psiko-sosial dan spiritual 2. teliti kembali data yang telah terkumpul 2. Membuat kesimpulan tantang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan C. harga diri dan aktualisasi diri. cintamemiliki. Menentukan pola alternatif pemecahan masalah 4. hirarki Maslow menjadi rujukan perawat dalam menentukan pemenuhan kebutuhan klien. model. Kebutuhan fisiologi menjadi kebutuhan utama manusia. pengetahuan. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 4. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin semua masalah diatasi bersama-sama sekaligus. Dicatat dalam catatan keperawatan secara sistematis dan terus-menerus . maka disusun daftar masalah yang ditemukan. kemudian diprioritaskan. Dalam memprioritaskan kebutuhan klien. Membuat hubungan sebab akibat antara data dengan masalah yang timbul. Menerapkan teori. Menggunakan berbagai sumber yang ada relevansinya dengan masalah klien dan menggunakan cara-cara pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan klien 3. Identifikasi kemampuan dan keadaan yang menunjang asuhan keperawatan klien 6. Validasi data. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGKAJIAN 1. Membandingkan dengan standart 4. Identifikasi kesenjangan data 3. Jadi diputuskan masalah mana yang yang dapat diatasi terlebih dahulu. nrma dan standart. dibandingkan dengan data senjang 5.

Jabarkan observasi dan hasil yang jelas 7. Gunakan format yang terorganisasi 2. Data dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relecan dan sesuai 14. Lampiran. Ikuti kebijakan dan prosedur yang telah ada untuk pencatatan pengkajian 8. Masukkan pernyataan yang mendukung klien 6. Data harus dicatat. Menuliskan identitas waktu 15. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 11. yang semuanya termasuk tipe pengkajian informasi. Menulis nama dan tanda tangan pelaksana pengkajian. Untuk mencapai catatan pengkajian secara aktual. sesuaikan formatnya 13. pemeriksaan dari kepala sampai dengan seluruh tubuh dapat memperluas informasi 4. dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain 12. Gunakan format yang telah ada 3. lembar alur (flow sheet) dan catatan perkembangan. Jaga kerahasiaan .5. Setiap data yang dikumpulkan adalah data baru dan mendapatkan validasi 10. diantaranya : 1. Dikelompokkan menurut kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 6. 1. Format yang mencakup pengkajian perkembangan. Data dikelompokkan dalam bio-psiko-sosio-spiritual. Catat informasi tanpa bias dan nilai-nilai opini pribadi 5. Bentuk dokumentasi dapat berupa data dasar. Bagaimana cara mendapatkan data yang baik ? a. maka perlu dipertimbangkan pedoman dalam pembuatan pencatatan pengkajian. Dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relevan. DOKUMENTASI PENGKAJIAN Fokus dokumentasi pengkajian pada data klinik adalah perawat dapat mengimplementasikan dan mengorganisasi data. Tulis data secara ringkas 9.

b. Bagaimana cara bertanya yang baik ? a. . Pergunakan panca indera b. ulang apa yang telah dikatakan dan simpulkan. Pergunakan format pengkajian yang teorganisir dan disepakati oleh instansi 4. Tanyakan sesuatu yang penting dan tidak menyinggung g. Pergunakan istilah yang dimengerti oleh klien c. Pergunakan refleksi (mengulang kembali apa yang dikatakan oleh klien) e. Klarifikasi. Sebutkan nama c. Berikan perhatian yang penuh e. Pergunakan lebih banyak pertanyaan terbuka d. Tunjukkan sikap yang baik d. Jadilah pendengar yang aktif b. Tanyakan pertama kali mengenai masalah yang paling dirasakan klien b. Usahakan tidak tergesa-gesa 2. Bersabarlah jika klien `blocking` d. Bagaimana cara menjadi pendengar yang baik? a. Jaga pola interaksi yang baik 3. Jelaskan tujuan wawancara d. Jaga kontak mata e. Tunjukkan penampilan yang baik c. Bagaimana cara mengobservasi ? a. Jangan memulai pertanyaan pribadi f. Beri kesempatan kepada klien untuk menyelesaikan pembicaraannya c.

dll) 5. Penggunaan alat bantu c. Pengetahuan tentang gaya hidup dan berhubungan dengan sehat c. latihan dan rekreasi b. Pola sehat sejahtera yang dirasakan b. pola makan biasa dan masukan cairan b. Peningkatan / penurunan berat badan d. Pola eliminasi a. Pola kognitif perseptual keadekuatan alat sensori . Ketaatan pada ketentuan media dan keperawatan 2. Tipe makanan dan cairan c. Pola nutrisi metabolik a. pilihan makanan 3.MODEL KEPERAWATAN DALAM PENGKAJIAN / PENGUMPULAN DATA GORDON (1982) : Pola Kesehatan Fungsional 1. Defekasi. Pola aktivitas. Pola tidur dan istirahat a. Kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri. Pengetahuan tentang praktik kesehatan preventif d. berkemih b. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat a. Penggunaan obat-obatan 4. Kualitas dan kuantitas tidur 6. bekerja. Pola tidur istirahat dalam 24 jam b. Nafsu makan. Pola aktivitas latihan a.

Pola peran dan tanggung jawab a. ingatan dan pembuatan keputusan 7. Penglihatan. Citra diri. perasa. tujuan dan keyakinan b. ideal diri. pembau b. Tahap dan pola reproduksi 10. Nilai. Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab 9. Pola emosional d. Konflik MODEL ROY`s (1984) : Model adaptasi : . Pola persepsi-konsep diri a. harga diri dan peran diri 8. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitasnya b.Pola nilai dan keyakinan a. Kemampuan mengendalian stress b. Kemampuan bahasa. Pola seksual reproduksi a. identitas diri. Sumber pendukung 11.a. belajar. Persepsi klien tentang kemampuannya c. Sikap klien mengenai dirinya b. Persepsi klien tantang pola hubungan b. Pola koping dan toleransi stress a. Spiritual c.

Pemenuhan kebutuhan eliminasi 5. Pemenuhan kebutuhan cairan 3. Konsep diri 3. Pengaturan suhu h. Eliminasi d. Kebutuhan fisiologik a. Interdependent MODEL OREM (1985) : Self-care / kemandirian klien dalam merawat dirinya sendiri : 1. Keseimbangan aktivitas dan istirahat 6. Oksigen f. Pemenuhan kebutuhan oksigen 2.1. Sirkulasi . Fungsi peran 4. Cairan dan elektrolit e. Promosi DOENGOES (1993) : 1. Proteksi g. Pemenuhan kebutuhan nutrisi 4. Pencegahan 8. Aktivitas dan istirahat b. Pengaturan sistem endokrin 2. Sosial 7. Nutrisi c. Aktivitas / istirahat 2.

Penyuluhan / pembelajaran FITZ PATRICK (1991) : Pola respon manusia : 1. Pernafasan 10. desakan untuk bertindak / melakukan sesuatu 7. Nyeri / ketidaknyamanan 9. berada dalam beberapa asosiasi dengan benda. orang atau tempat Menilai : perhatian. Integritas ego 4. Seksualitas 12.3. Mempersepsikan : memahami dengan pikiran. berguna SUMBER klik disiniASKEP HIPERTIROIDISME08 September 2008 12:12Defenisi . Merasakan : pengalaman. berharga. Hygiene 7. Berkomunikasi : verbal non verbal 3. Bertukaran : memberikan. sensasi. Keamanan 11. peduli. melepaskan. Memilih : memilih di antara alternatif-alternatif 2. Interaksi sosial 13. Mengetahui : mengenal memahami 6. Bergerak : mengubah posisi. Berhubungan : menjalin hubungan. Eliminasi 5. Makanan dan cairan 6. kesadaran. dan kehilangan sesuatu 4. sadar tentang indera / rangsangan eksternal 8. mengenal. Neurosensori 8. pemahaman atau pengertian secara sadar / emosional 5. membangun hubungan.

untuk materi lengkap. Penyebab Hipertiroidisme Dengan Pola Hormon Spesifik Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid. hipofisis. silahkan download disini . atau hipotalamus. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya. Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambaran kadar HT dan TSH yang tinggi. TRF akan rendah karena umpan balik negatif dari HT dan TSH.Hipertiroidisme adalah kadar Hormon Tiroid (HT) dalam darah yang berlebihan. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang tinggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan.