http://nursing-keperawatan.blogspot.com/feeds/posts/default?

orderby=updated Diagnosa Keperawatan NANDA : Gangguan Fungsi Pernapasan25 Oktober 2008 18:58Menurut taksonomi II NANDA 2007-2008, diagnosis yang berhubungan dengan fungsi pernafasan adalah:

Ineffective airway clearance (bersihan jalan nafas tidak efektif) Risk for aspiration (risiko aspirasi) Ineffetive breathing pattern (pola nafas tidak efektif) Impaired gas exchange (gangguan pertukaran gas) Risk for suffocation Impaired spontaneous ventilation (gangguan ventilasi spontan) Dysfungsional ventilatory weaning response

Dari sekian banyak diagnosis keperawatan untuk fungsi pernafasan, diagnosis nomer 1, 3 dan 4 mungkin adalah diagnosis yang paling sering digunakan. Bersihan jalan nafas tidak efektif (hal. 5). Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas. Tanda: ketidakmampuan batuk, suara nafas, perubahan frekuensi nafas, sianosis, kesulitan bicara, dyspnea, sputum berlebihan, batuk tidak efektif, orthopnea, kesulitan tidur dan mata lebar. Pola nafas tidak efektif (hal. 26). Inspirasi dan ekspirasi tidak dapat memenuhi ventilasi dengan adequat. Bisa dikarenakan kecemasan, posisi tubuh, kelelahan, gangguan muskuloskeletal, hiperventilasi, hipoventilasi, kegemukan, nyeri, dll. Gangguan pertukaran gas (hal. 94). Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida di membran kapiler-alveoli. Tandanya: hiperkapnea, hiperkarbia, hipoksia, dyspnea, hipoksemia, kesulitan tidur, takikardia, diaporesis, dll.Diagnosa Keperawatan NANDA : ELIMINASI13 September 2008 11:18Berikut ini beberapa diagnosis keperawatan yang berhubungan dengan eliminasi:

Bowel incontinence (p. 22) atau inkontinensia alvi/faeces. Perubahan pola kebiasaan defekasi. Bisa diakibatkan oleh diare kronis, pola makan, immobilisasi, stres, pengobatan, kurang kebersihan pada saat toileting, dll. Bedakan dengan diagnosis Diare . Pada diagnosis ini, faeces biasa, hanya polanya saja yang berubah. Misalnya rutin sehari sekali, karena faktor-faktor yang berhubungan, menjadi dua atau tiga hari sekali.

Diarrhea (p. 71) atau diare. Data utamanya adalah faeces tidak berbentuk sampai dengan cair. Indokator utamanya adalah buang air besar (cair) minimal tiga kali dalam satu hari. Hasil auskultasi abdomen, kram perut dan nyeri perut merupakan tanda-gejala yang lainnya. Faktor yang berhubungan dibagi menjadi tiga kelompok; fisiologis, psikologis dan situasional. Misalnya karena kecemasan, tingkat stres tinggi, proses peradangan, iritasi, malabsorpsi, keracunan, perjalanan jauh, konsumsi alkohol dan pengaruh radiasi.

Impaired urinary elimination (p. 234) atau gangguan eliminasi urin. Karakteristiknya: disuria, frekuensi buang air kecil meningkat, hesitansi, inkontinensia, nokturia. Di NANDA memang agak sedikit rancu. Salah satu karakteristik yang disebutkan untuk diagnosis ini adalah retention . Padahal sudah ada diagnosis Retensi urine . Sehingga disarankan kalau pasien memang mengalami retensi urin, langsung diangkat saja menjadi diagnosis Retensi urin . Untuk mengangkat diagnosis keperawatan Gangguan eliminasi urin , perlu dijelaskan gangguan yang mana. Jika pasien mengeluh sering terbangun untuk kencing di malam hari, maka bisa diambil Gangguan eliminasi urin: nokturia . Jika pasien beser (buang air kecil tidak terkontrol dan terus menerus), bisa diangkat menjadi Gangguan eliminasi urin: inkontinensia . Dan seterusnya, sesuai data yang diperoleh dari pengkajian.

Readiness for enhanced urinary elimination (p. 235) atau potensial peningkatan eliminasi urine (diagnosis sejahtera).

Urinary retention (p. 236) atau retensi urin. Tidak dapat mengosongkan urin secara lampias. Karakteristiknya: palpasi blader terasa tegang, sakit saat buang air kecil, sampai dengan tidak keluarnya urin sama sekali. Faktor yang berhubungan: kekuatan spincter, tekanan tinggi pada uretral dan adanya hambatan (harus dibuktikan dengan adanya hasil pemeriksaan). Constipation (p. 44) atau konstipasi Perceived constipation (p. 46) atau perkiraan konstipasi (klien mendiagnosis dirinya sendiri menderita konstipasi, biasanya faktor yang berhubungan adalah kepercayaan budaya, kepercayaan keluarga, pemahaman yang salah atau gangguan proses pikir)

Risk for constipation (p. 47) atau resiko konstipasi.Diagnosa NANDA Terbaru13 September 2008 11:15Activity/RestActivity intolerance (specify level) Activity intolerance, for Disuse syndrome, risk for Divers ional activity deficit Fatigue Sleep pattern disturbance CirculationAdaptive capacity: intracranial, decreased Cardiac output, decreased Dysreflexia Tissue perfusion, altered (specify): cerebral, cardiopulmonary, renal, gastrointestinal, peripheral Ego IntegrityAdjustment, impaired Anxiety (mild, moderate, severe, panic) Body image disturbance Coping, defensive Coping, individual, ineffective Decisional conflict Denial, ineffective Energy field disturbance Fear Grieving, anticipatory Grieving, dysfunctional Hopelessness Personal identity disturbance Post-trauma response (specify stage) Powerlessness Rape-trauma syndrome (specify) Rape-trauma syndrome: compound reaction

total Incontinence. ineffective . potential for EliminationBowel incontinence Constipation Constipation. interrupted Fluid volume deficit (active loss) Fluid volume deficit (regulatory failure) Fluid volume deficit. perceived Diarrhea Incontinence.Rape-trauma syndrome: silent reaction Relocation stress syndrome Self-esteem. ineffective Breastfeeding. (acute/chronic) Food/FluidBreastfeeding. altered Urinary retention. reflex Incontinence. situational low Spiritual distress (distress of the human spirit) Spiritual well being. colonic Constipation. risk for Fluid volume excess Infant feeding pattern. urge Urinary elimination. stress Incontinence. effective Breastfeeding. functional Incontinence. chronic low Self-esteem disturbance Self-esteem. enhanced.

kinesthetic. organized. altered Unilateral neglect Pain/DiscomfortPain Pain. bathing/hygiene. more than body requirements Nutrition: altered. potential for enhanced Memory. risk for Sensory perception alterations (specify): visual. olfactory Thought processes. toileting NeurosensoryConfusion. dysfunctional (DVWR) Safety . disorganized Infant behavior. ineffective Aspiration. risk for more than body requirements Oral mucous membrane. risk for Infant behavior. acute Confusion. less than body requirements Nutrition: altered. auditory. altered Swallowing. impaired HygieneSelf-care deficit (specify level): feeding. impaired Peripheral neurovascular dysfunction. acute Pain. ineffective Gas exchange. disorganized. inability to sustain Ventilator weaning response. chronic Respiration Airway clearance. tactile. gustatory. impaired Spontaneous ventilation. dressing/ grooming. chronic Infant behavior. risk for Breathing pattern.Nutrition: altered.

risk for Environmental interpretation syndrome. impaired Skin integrity. impaired Health maintenance. impaired Poisoning. risk for Protection. (actual)/risk for: directed at self/others Sexuality(component of ego integrity and social interaction) Sexual dysfunction Sexuality patterns. risk for Physical mobility. altered Home maintenance management. risk for . risk for Suffocation. ineffective Tissue integrity. altered. risk for Violence. risk for Skin integrity. risk for Thermoregulation. impaired.Body temperature. impaired Trauma. risk for Perioperative positioning injury. impaired Hyperthermia Hypothermia Infection. altered Self-mutilation. risk for Injury. altered Social Interaction Caregiver role strain Caregiver role strain.

risk for Parenting. enhanced.Communication. ineffective Family coping. altered Loneliness. altered. effective management Therapeutic regimen: individual. altered. altered Social interaction. potential for growth Family processes. potential for Community coping. impaired Social isolation Teaching/Learning Growth and development. altered Health-seeking behaviors (specify) Knowledge deficit (learning need) (specify) Noncompliance (compliance. risk for Role performance. ineffective management Therapeutic regimen: individual. impaired verbal Communitycoping. altered) (specify) Therapeutic regimen: community. ineffective management Therapeutic regimen: families. ineffective managementDownload Askep13 September 2008 11:07Askep Tetanus Silahkan download disini Askep CHF . ineffective Family coping. altered Parenting. altered: alcoholism (substance abuse) Family processes. risk for Parental role conflict Parent/infant/child attachment.

Trauma Kepala Tertutup Comosio Cerebri. yaitu trauma Kapitis ringan. Menyebabkan kerusakan meatus auditorius internal dan eustachius. Contusio / memar. Lebih dari 50% kematian disebabkan oleh cidera kepala. Kecelakaan kendaraan bermotor menrupakan penyebab cedera kepala pada lebih dari 2 juta orang setiap tahunnya. 75. Hematoma yang berkembang dalam kubah tengkorak akibat dari cedera otak. Ada berbagai klasifikasi yang di pakai dalam penentuan derajat kepala. Hematoma disebut sebagai epidural. pusing dapat menyebabkan kerusakan struktur otak.000 orang yang selamat akan mengalami disabilitas permanent (York. dapat menyebabkan penurunan kesadaran. 2000). Faktur Fosa anterior dan hidung dan hematom faktur lonsitudinal. pingsan + 10 menit.Silahkan download disiniASKEP TRAUMA KAPITIS11 September 2008 17:27Pengertian Trauma merupakan penyebab utama kematian pada populasi dibawah umur 45 tahun dan merupakan penyebab kematian no. trauma capitis adalah gangguan traumatic yang menyebabkan gangguan fungsi otak disertai atau tanpa disertai perdarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak tanpa disertai pendarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak Tipe-Tipe Trauma : Trauma Kepala Terbuka: Faktur linear daerah temporal menyebabkan pendarahan epidural. . Subdural. atau Intra serebral tergantung pada lokasinya. 4 pada seluruh populasi. Pendarahan Intrakranial.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 100. Sedangkan menurut Brunner & Suddarth (2000). yaitu pendarahan kecil di jaringan otak akibat pecahnya pembuluh darah kapiler dapat menyebabkan edema otak dan peningkatan TIK.

Menurut Keperawatan Klinis dengan pendekatan holistik (1995: 226): .mata rabun. Cidera kepala sedang (kelompok resiko sedang) Skor skala koma glasgow 9-14 (konfusi. dkk.otorhea atau rinorhea cairan serebrospinal). letargi atau stupor) Konkusi Amnesia pasca trauma Muntah Tanda kemungkinan fraktur kranium (tanda battle. 2000: 4): Cidera kepala ringan/minor (kelompok resiko rendah) Skor skala koma Glasglow 15 (sadar penuh. Cidera kepala berat (kelompok resiko berat) Skor skala koma glasglow 3-8 (koma) Penurunan derajat kesadaran secara progresif Tanda neurologis fokal Cidera kepala penetrasi atau teraba fraktur depresikranium.atau hematoma kulit kepala Tidak adanya kriteria cedera sedang-berat.hemotimpanum.dan orientatif) Tidak ada kehilangan kesadaran(misalnya konkusi) Tidak ada intoksikasi alkohaolatau obat terlarang Pasien dapat mengeluh nyeri kepala dan pusing Pasien dapat menderita abrasi.The Traumatic Coma Data Bank mendefinisakan berdasarkan skor Skala Koma Glasgow (cited in Mansjoer.laserasi.atentif.

apabila kehilangan kesadaran atau amnesia berlangsung kurang dari 30 menit Cidera kepala sedang.perdarahan subdural dan kontusio serebri. dkk (2000) mengklasifikasikan cidera kepala berdasarakan mekanisme.juga meliputi kontusio serebral.Dapat mengalami fraktur tengkorak.tidak ada kontusio cerebral. Cidera kepala berat SKG 3-8 Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam. Annegers ( 1998 ) membagi trauma kepala berdasarkan lama tak sadar dan lama amnesia pasca trauma yang di bagi menjadi : Cidera kepala ringan. Arif mansjoer.dan hematoma. keparahan dan morfologi cidera.apabila kehilangan kesadaran atau amnesia terjadi 30 menit sampai 24 jam atau adanya fraktur tengkorak Cidera kepala berat.laserasi atau hematoma intrakranial.Tidak ada fraktur tengkorak. Cidera kepala sedang SKG 9-12 Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam.Cidera kepala ringan /minor SKG 13-15 Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari 30 menit.apabiula kehilangan kesadaran atau amnesia lebih dari 24 jam. Mekanisme : berdasarkan adanya penetrasi durameter: .

cidera difus. v Berat : GCS 3-8. intraserebral. konkusi . Difus: konkusi ringan.v Trauma tumpul : Kecepatan tinggi(tabrakan mobil). : Kecepatan rendah(terjatuh. v Trauma tembus(luka tembus peluru dan cidera tembus lainnya. terbuka/tertutup. depresi/non depresi. : Fokal: epidural. v Sedang : GCS 9-13.di pukul). subdural. Morfologi v Fraktur tengkorak : kranium: linear/stelatum. Keparahan cidera v Ringan : Skala koma glasgow(GCS) 14-15. Basis:dengan/tanpa kebocoran cairan serebrospinal. dengan/tanpa kelumpuhan nervus VII. v Lesi intrakranial klasik.

kesulitan memori dan gangguan dalam kebiasaan kerja. Hematoma sub dural dapat terjadi akut. . Hematoma sub dural. Hematoma sub dural adalah pengumpulan darah diantara dura dan dasar. Fraktur tengkorak diklasifikasikan terbuka dan tertutup. Sedangkan Hematoma sub dural sub akut adalah sekuele kontusio sedikit berat dan di curigai pada pasien gangguan gagal meningkatkan kesadaran setelah trauma kepala. denyut nadi lemah. dkk. Cidera otak serius dapat tejadi dengan atau tanpa fraktur tengkorak. laserasi atau avulsi. dimana otak mengalami memar. sub akut atau kronik. kontusio. Hematoma (pengumpulan darah) yang terjadi di dalam kubah kranial adalah akibat paling serius dari cidera kepala. Komosio dipertimbangkan sebagai cidera kepala minor dan dianggap tanpa sekuele yang berarti. darah berkumpul di dalam ruang epidural (ekstradural) diantara tengkorak dan dura. Kontusio serebral merupakan didera kepala berat. l2210-2213) Cidera kulit kepala. kulit kepala berdarah bila cidera dalam. pernafsan dangkal. Dan Hematoma sub dural kronik dapat terjadi karena cidera kepala minor dan terjadi paling sering pada lansia. Trauma dapat menyebabkan abrasi. Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuitas tulang tengkorak di sebabkan oleh trauma. sering defekasi dan berkemih tanpa di sadari. Kerusakan tidak dapat pulih dan sel-sel mati dapat diakibatkan karena darah yang mengalir berhenti hanya beberapa menit saja dan kerusakan neuron tidak dapat mengalami regenerasi. Hematoma epidural (hamatoma ekstradural atau haemoragi). Luka kulit kepala maupun tempat masuknya infeksi intrakranial. Kontusio. suatu ruang yang pada keadaan normal diisi oleh cairan. Cidera pada bagian ini banyak mengandung pembuluh darah. laserasi dan hemoragi otak. Fraktur tengkorak. dimana arteri ini berada di dura dan tengkorak daerah inferior menuju bagian tipis tulang temporal. Komosio umumnya meliputi sebuah periode tidak sadarkan diri dalam waktu yang berakhir selama beberapa detik sampai beberapa menit. pasien terbaring dan kehilangan gerakkan. Keadaan ini karena fraktur tulang tengkorak yang menyebabkan arteri meningeal tengah putus /rusak (laserasi). Cidera Otak. Pasien tidak sadarkan dari. 2000. efek utama adalah seringkali lambat sampai hematoma tersebut cukup besar untuk menyebabkan distorsi dan herniasi otak serta peningkatan TIK. Hematoma sub dural akut d hubungkan dengan cidera kepala mayor yang meliputi kontusio dan laserasi. kulit dingin dan pucat. Tergantung ukuran pembuluh darah yang terkena dan jumlah perdarahan yang ada. haemoragi karena arteri ini menyebabkan penekanan pada otak. Haemoragi intrakranial. Bila fraktur terbuka maka dura rusak dan fraktur tertutup keadaan dura tidak rusak. setelah pukulan atau cidera pada kepala yang menimbulkan kontusio.Jenis-jenis cidera kepala (Suddarth. dengan kemungkinan adanya daerah haemoragi. Adanya fraktur tengkorak biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yang kuat. Pada pasien dengan komosio sering ada gangguan dan kadang efek residu dengan mencakup kurang perhatian. Komosio. Setelah cidera kepala.

Kerusakan jaringan otak karena benda tumpul tergantung pada : v Lokasi v Kekuatan v Fraktur infeksi/ kompresi v Rotasi v Delarasi dan deselarasi Mekanisme cedera kepala . Benda Tumpul. dapat menyebabkan cedera seluruh kerusakan terjadi ketika energi/ kekuatan diteruskan kepada otak. Etiologi Cedera kepala dapat disebabkan oleh dua hal antara lain : Benda Tajam. cidera kumpil). Trauma benda tajam dapat menyebabkan cedera setempat.Haemoragi intraserebral dan hematoma. Haemoragi ini biasanya terjadi pada cidera kepala dimana tekanan mendesak ke kepala sampai daerah kecil (cidera peluru atau luka tembak. Hemoragi intraserebral adalah perdaraan ke dalam substansi otak.

iritabilitas Gambaran klinis secara umum pada trauma kapitis : Pada kontusio segera terjadi kehilangan kesadaran. . Deformitas. ketika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala cedera kepala dapat dikelompokkan dalam 3 kategori utama ( Hoffman. Deselerasi. Nyeri kepala dapat muncul segera/bertahap seiring dengan peningkatan TIK. 1996): Tanda dan gejala fisik/somatik: nyeri kepala. Dapat timbul mual-muntah akibat peningkatan tekanan intrakranial. Dihubungkan dengan perubahan bentuk atau gangguan integritas bagan tubuh yang dipengaruhi oleh kekuatan pada tengkorak. Contoh : kepala membentur aspal. nausea. dizziness. Contoh : akibat pukulan lemparan. Pola pernafasan secara progresif menjadi abnormal. gangguan perhatian dan berfikir kompleks Tanda dan gejala emosional/kepribadian: kecemasan.Akselerasi. Respon pupil mungkn lenyap. vomitus Tanda dan gejala kognitif: gangguan memori. Perubahan perilaku kognitif dan perubahan fisik pada berbicara dan gerakan motorik dapat timbul segera atau secara lambat. dkk.

Komplikasi Kebocoran cairan serebrospinal akibat fraktur pada fossa anterior dekat sinus frontal atau dari fraktur tengkorak bagian petrous dari tulang temporal. MRI : sama dengan CT Scan dengan atau tanpa kontraks. perdarahan dan trauma. . Pungsi Lumbal CSS : dapat menduga adanya perdarahan subaractinoid. Kejang pasca trauma dapat terjadi segera (dalam 24 jam pertama dini. minggu pertama) atau lanjut (setelah satu minggu). Angiografi Serebral : menunjukkan kelainan sirkulasi serebral seperti pergeseran jaringan otak akibat edema. GDA (Gas Darah Arteri) : mengetahui adanya masalah ventilasi atau oksigenasi yang akan dapat meningkatkan TIK. Kadar antikonvulsan darah : dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat terapi yang cukup efektif untuk mengatasi kejang. Sinar X : mendeteksi adanya perubahan struktur tulang (faktur pergeseran struktur dan garis tengah (karena perdarahan edema dan adanya frakmen tulang). Diabetes Insipidus. BAER (Brain Eauditory Evoked) : menentukan fungsi dari kortek dan batang otak. disebabkan oleh kerusakan traumatic pada rangkai hipofisis meyulitkan penghentian sekresi hormone antidiupetik.Pemeriksaan Dianostik: CT Scan : mengidentifikasi adanya sol. Kejang. PET (Pesikon Emission Tomografi) : menunjukkan aktivitas metabolisme pada otak. hemoragi menentukan ukuran ventrikel pergeseran cairan otak. EEG : memperlihatkan keberadaan/ perkembangan gelombang.. Kimia/elektrolit darah : mengetahui ketidakseimbangan yang berpengaruh dalam peningkatan TIK. Pemeriksaan toksitologi : mendeteksi obat yang mungkin bertanggung jawab terhadap penurunan kesadaran.

Penatalaksanaan Medik

Penatalaksanaan medik cedera kepala yang utama adalah mencegah terjadinya cedera otak sekunder. Cedera otak sekunder disebabkan oleh faktor sistemik seperti hipotesis atau hipoksia atau oleh karena kompresi jaringan otak (Tunner, 2000). Pengatasan nyeri yang adekuat juga direkomendasikan pada pendertia cedera kepala (Turner, 2000).

Penatalaksanaan umum adalah sebagai berikut :

·

Nilai fungsi saluran nafas dan respirasi.

·

Stabilisasi vertebrata servikalis pada semua kasus trauma.

·

Berikan oksigenasi.

·

Awasi tekanan darah

·

Kenali tanda-tanda shock akibat hipovelemik atau neuregenik.

·

Atasi shock

·

Awasi kemungkinan munculnya kejang.

Penatalaksanaan lainnya:

Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral, dosis sesuai dengan berat ringannya trauma. Therapi hiperventilasi (trauma kepala berat). Untuk mengurangi vasodilatasi. Pemberian analgetika Pengobatan anti oedema dengan larutan hipertonis yaitu manitol 20% atau glukosa 40 % atau gliserol 10 %. Antibiotika yang mengandung barrier darah otak (penisilin). Makanan atau cairan. Pada trauma ringan bila terjadi muntah-muntah tidak dapat diberikan apaapa, hanya cairan infus dextrosa 5% , aminofusin, aminofel (18 jam pertama dan terjadinya kecelakaan), 2-3 hari kemudian diberikana makanan lunak. Pada trauma berat, hari-hari pertama (2-3 hari), tidak terlalu banyak cairan. Dextrosa 5% untuk 8 jam pertama, ringer dextrose untuk 8 jam kedua dan dextrosa 5% untuk 8 jam ketiga. Pada hari selanjutnya bila kesadaran rendah, makanan diberikan melalui ngt (2500-3000 tktp). Pemberian protein tergantung nilai urea N. Tindakan terhadap peningktatan TIK

Pemantauan TIK dengan ketat. Oksigenisasi adekuat. Pemberian manitol. Penggunaan steroid. Peningkatan kepala tempat tidur. Bedah neuro. Tindakan pendukung lain

dukungan ventilasi. Pencegahan kejang. Pemeliharaan cairan, elektrolit dan keseimbangan nutrisi. Terapi anti konvulsan. Klorpromazin untuk menenangkan pasien. Pemasangan selang nasogastrik.

Pengkajian Keperawatan

Data tergantung pada tipe, lokasi dan keparahan cedera dan mungkin diperlukan oleh cedera tambahan pada organ-organ vital.

Aktivitas/ Istirahat

Gejala : Merasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan.

Tanda : Perubahan kesehatan, letargi

Hemiparase, quadrepelgia

Ataksia cara berjalan tak tegap

Masalah dalam keseimbangan

Cedera (trauma) ortopedi

Kehilangan tonus otot, otot spastik

Sirkulasi

Gejala : Perubahan darah atau normal (hipertensi)

Perubahan frekuensi jantung (bradikardia. Tanda : Muntah (mungkin proyektil) Gangguan menelan (batuk. takikardia yang diselingi bradikardia disritmia). Neurosensoris Gejala : Kehilangan kesadaran sementara. Makanan/ cairan Gejala : Mual. sinkope. mudah tersinggung. Tanda : Perubahan kesadaran bisa sampai koma Perubahan status mental . fingking. delirium. agitasi. air liur keluar. baal pada ekstremitas. disfagia). vertigo. muntah dan mengalami perubahan selera. amnesia seputar kejadian. Eliminasi Gejala : Inkontenensia kandung kemih/ usus atau mengalami gngguan fungsi. Integritas Ego Gejala : Perubahan tingkah laku atau kepribadian (tenang atau dramatis) Tanda : Cemas. bingung depresi dan impulsif. tinitus kehilangan pendengaran.

Pernapasan Tanda : Perubahan pola nafas (apnea yang diselingi oleh hiperventilasi). terdesak Ronki. simetri) Wajah tidak simetri Genggaman lemah. gelisah tidak bisa beristirahat. respon menarik pada rangangan nyeri yang hebat.Perubahan pupil (respon terhadap cahaya. hemiparese. Nafas berbunyi stridor. merintih. Tnda : Wajah menyeringai. mengi positif Keamanan Gejala : Trauma baru/ trauma karena kecelakaan . tidak seimbang Refleks tendon dalam tidak ada atau lemah Apraksia. Quadreplegia Nyeri/ Kenyamanan Gejala : Sakit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda biasanya koma.

gangguan dalam regulasi suhu tubuh Interaksi Sosial Tanda : Afasia motorik atau sensorik.Tanda : Fraktur/ dislokasi Gangguan penglihatan Gangguan kognitif Gangguan rentang gerak. tonus otot hilang. Perubahan proses pikir b/d perubahan fisiologis. konflik psikologis. respon inflamasi tertekan. penurunan kerja silia. transmisi. kekurangan nutrisi. obstruksi trakeo bronkial Perubahan persepsi sensori b/d perubahan resepsi sensori. kekutan secara umum mengalami paralisis Demam. penurunan kekuatan. Resiko infeksi b/d jaringan trauma. kerusakan persepsi atau kognitif. Diagnosa Keperawatan Perfusi jaringan serebral tidak efektif b/d interupsi aliran darah Resiko terhadap ketidakefektifan pola nafas b/d kerusakan neurovaskuler. . bicara berulang-ulang. Kerusakan mobilitas fisik b/d kerusakan persepsi atau kognitif. bicara tanpa arti.

. Media Aesculapius..Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Rencana Asuhan Keperawatan. Buku Saku Daignosis Keperawatan: dengan intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. alih bahasa : Waluyo Agung. EGC. 2002.DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth. Kapita Selekta Kedokteran. kasus kelolaan. 2000. Trauma kapitis tentu saja harus dijelaskan lebih terinci. Brunner & Suddarth. 2001-2002. bukan untuk memudahkan pembuatan LP... . Jakarta : EGC. Yang jelas. alih bahasa : I Made Kariasa. 2002. Marilynn E.. Keperawatan Medikal Bedah.PEMASANGAN NGT11 September 2008 17:24Insersi slang nasogastrik meliputi pemasangan slang plastik lunak melalui nasofaring klien ke dalam lambung.Kep: EGC. Fisiologi Kedokteran Edisi 9. wordpress. 2000. Jakarta : EGC. 1996. NANDA.Made Karyasa. Marlyn E Doengoes. Guyton dan Hall.Jakarta. S. Doengoes. Ni Made Sumarwati. Yasmin Asih. EGC... Arif Mansjoer. perdarahan dan gangguan yang dialami oleh pasien. Jakarta. karena masih diperlukan kajian mendalam. Juli. Jakarta : EGC. I. Kuncara.Nursing Diagnosis: Definitions and Classification. S. Philadelphia. Rencana Asuhan Keperawatan.Kep.USA Judith M Wilkinson. dkk. sesuai dengan kasus yang dihadapi. Jakarta. dll) seperti ini tidak bisa masuk sebagai reference. 2007. Slang mempunyai lumen berongga yang memungkinkan baik pembuangan sekret gastrik dan pemasukan cairan ke dalam lambung. Jakarta Tulisan ini hanyalah sebagai bahan bacaan. blog (blogspot.1993.

PERALATAN Slang nasogastrik (ukuran 14-18 fr) Pelumas/ jelly Spuit berujung kateter 60 ml Stetoskop lampu senter/ pen light klem Handuk kecil Tissue Spatel lidah Sarung tangan dispossible .

Plester Nierbekken Bak instrumen TUJUAN memungkinkan dukungan nutrisi melalui saluran gastrointestinal memungkinkan evakuasi isi lambung menghilangkan mual HASIL YANG DIHARAPKAN .

nyeri atau mual LANGKAH PELAKSANAAN .Klien menambah berat badannya 1/2 sampai 1 kg per minggu Klien tidak mempunyai keluhan mual atau muntah PENGKAJIAN Pengkajian harus berfokus pada: Instruksi dokter tentang tipe slang dan penggunaan slang Ukuran slang yang digunakan sebelumnya. jika ada Riwayat masalah sinus atau nasal Distensi abdomen.

dengan menempatkan ujung melingkar slang pada daun telinga. Lanjutkan pengukuran dari daun telinga ke tonjolan sternum. masukkan selang ke dalam lubang hidung yang paling bersih Pada saat anda memasukkan slang lebih dalam ke hidung. Pertahankan tissue wajah dalam jangkauan klien Gunakan sarung tangan Tentukan panjang slang yang akan dimasukkan dan ditandai dengan plester. Bersihkan mukus dan sekresi dari hidung dengan tissue lembab atau lidi kapas Tempatkan handuk mandi diatas dada klien. ulangi pada lubang hidung yang lain. Ukur jarak dari lubang hidung ke daun telinga. minta klien menahan kepala dan leher lurus dan membuka mulut Ketika slang terlihat dan klien bisa merasakan slang dalam faring.Cuci tangan dan atur peralatan Jelaskan prosedur pada klien Bantu klien untuk posisi semifowler Berdirilah disisi kanan tempat tidur klien bila anda bertangan dominan kanan(atau sisi kiri bila anda bertangan dominan kiri) Periksa dan perbaiki kepatenan nasal:Minta klien untuk bernafas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat. tandai lokasi tonjolan sternum di sepanjang slang dengan plester kecil Minta klien menengadahkan kepala. instruksikan klien untuk menekuk kepala ke depan dan menelan .

diantara upaya tersebut dorong klien untuk bernafas dalam Ketika tanda plester pada selang mencapai jalan masuk ke lubang hidung. tempelkan 1 inchi plester pada lubang hidung. Pita karet dapat digunakan untuk memfiksasi slang. Aspirasi dengan spuit dan pantau drainase lambung. Untuk mengamankan slang: gunting bagian tengah plester sepanjang 2 inchi. tarik udara ke dalam spuit sebanyak 10-20 ml masukkan ke selang dan dorong udara sambil mendengarkan lambung dengan stetoskop jika terdengar gemuruh. hentikan insersi selang dan periksa penempatannya:minta klien membuka mulut untuk melihat slang. fiksasi slang. satu sisi plester lilitan mengitari slang Plesterkan slang secara melengkung ke satu sisi wajah klien. DOKUMENTASI Catat hal-hal berikut pada lembar dokumentasi: Tanggal dan waktu insersi slang Warna dan jumlah drainase . kemudian yang lain. lilitkan salah satu ujung. tarik slang ke faring dan ulangi langkah-langkahnya).Masukkan slang lebih dalam ke esofagus dengan memberikan tekanan lembut tanpa memaksa saat klien menelan (jika klien batuk atau slang menggulung di tenggorokan. sisakan 1 inci tetap utuh.

utamanya dalam meulis skripsi. kadang sulit bagi mahasiswa yang tidak biasa menulis. Ancangan pembahasan Ancangan yang dimaksud adalah darimanakah periset mengawali pembicaraan dalam kaitan dengan masalah riset yang dilakukan. Permasalahan dalam Riset Permasalahan manajemen dan permasalahan riset seringkali dirumuskan dalam sub bab latar belakang masalah dan permasalahan. fakta atau kejadian yang muncul yang memperkuat latar belakang dan perumusan masalah. disertai data. yang dirumuskan dan dijadikan acuan dasar dalam melakukan riset pemasaran. Sangat direkomendasikan pembicaraan dalam latar belakang lebih fokus dan mendalam. fokus. prinsip atau kaidah teoritik lain yang dapat dijadikan sandaran berfikir dan merumuskan masalah. Alur logika pemikiran yang digunakan khususnya dalam penulisan latar belakang menjadi penting diperhatikan. jelas dan mudah dipahami. Permasalahan manajemen lebih bersifat teknis. dalam sebuah proposal penelitian. Permasalahan Manajemen dan Riset Permasalahan manajemen adalah permasalahan yang dihadapi secara langsung oleh pemasar. 2. Dalam sebuah riset akademik (skripsi. tesis atau disertasi). Sedangkan permasalahan riset merupakan derivasi dari permasalahan manajemen. latar belakang masalah merupakan penggambaran akan mengapa masalah riset muncul dari sisi masalah manajemen yang muncul. Alur logika pemikiran yang digunakan. tidak meluas tapi dangkal. Alur logika pemikiran merupakan urutan berfikir penulis dalam menuangkan gagasan yang ingin disampaiakan yang tercermin dalam susunan kalimat-kalimat dan susunan paragraf-paragraf dalam latar belakang. Latar belakang yang tidak memiliki alur logika yang jelas akan sulit bagi pembaca mengenali masalah sebenarnya. Berikut ini adalah panduan praktis membuat latar belakang. .ukuran dan tipe slang Toleransi klien terhadap prosedurMembuat Latar Belakang Penelitian11 September 2008 17:18Menulis latar belakang. Hal ini agar arah pemikiran yang dikembangkan dalam latar belakang lebih mengarah. memahami pesan yang ingin disampaikan dan bahkan akan mengaburkan masalah itu sendiri. yang merupakan hal yang harus diatasi olehnya yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja pemasaran. Pengambilan ancangan yang tepat akan memberikan penggambaran yang tepat pula atas masalah yang diangkat oleh periset. Disamping juga dalam perumusan masalah dalam latar belakang masalah periset juga harus memaparkan teori. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan latar belakang adalah : 1.

3. luka bakar. dehidrasi berat. Semakin banyak teori yang digunakan maka. baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti.Dari fakta dan data tersebut akan diketahui seberapa luas dan seberapa parah permasalahan riel yang ada. trauma. syok hemoragik. 5. Penggunaan fakta dan data lingkungan Penggunaan fakta dan data dalam perumusan latar belakang adalah penting untuk mengetahui indikator-indikator dari intensitas permasalahan yang dirumuskan oleh periset. demam berdarah dengue (DHF). sebagai cerminan kalimat tersebut diambil dari penulis yang namanya disebutkan tersebut. Dengan demikian. akan semakin meningkatkan obyektifitas riset. dalam batas tertentu. Secara singkat dapat dijelaskan: Di dalam latar belakang masalah. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori. umber teori merupakan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang disampaikan oleh seseorang yang biasanya dihasilkan dari riset. Panjang dan kecukupan Panjang atau pendeknya penggambaran memang sangat tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi. dan semakin kuat argumentasi yang dipaparkan oleh periset. Penggunaan sumber teori secara eksplisit tercermin pada penggunaan kalimat yang diakhir kalimat dicantumkan nama penulis dan tahun penulisan. kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. 4. mengambang. dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. untuk kepentingan apa riset dilakukan dan tentunya ketersediaan halaman atau tempat dalam menuangkan gagasan. tidak jelas dan tidak fokus. Komposisi: Setiap liter asering mengandung: . masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. Fungsinya selain akan menjadi sandaran berfikir namun juga hal tersebut akan menjadi indikator obyektifitas tulisan.JENIS CAIRAN INFUS DAN KEGUNAANNYA11 September 2008 17:17ASERING Indikasi: Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut. hasil-hasil penelitian. Penggunaan sumber teori sebagai dasar pemikiran. bsennya data dan fakta dalam perumusan masalah utamanya dalam latar belakang akan mengakibatkan permasalahan menjadi sangat umum. Namun demikian prinsip yang lazim digunakan adalah bahwa penggambaran identifikasi dan perumusan masalah sebagaimana dalam latarbelakang dan permasalahan riset harus secara cukup dan tuntas mengarahkan pembaca akan masalah riel apa yang dihadapi oleh periset dan mengapa muncul dan perlu diatasi atau diteliti.

asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran Mempunyai efek vasodilator . dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati Pada pemberian sebelum operasi sesar.Na 130 mEq K 4 mEq Cl 109 mEq Ca 3 mEq Asetat (garam) 28 mEq Keunggulan: Asetat dimetabolisme di otot. RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus Pada kasus bedah.

Pada kasus stroke akut. dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral KA-EN 1B Indikasi: Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui. sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam KA-EN 3A & KA-EN 3B Indikasi: Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. pada keadaan asupan oral terbatas . penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA. demam) < 24 jam pasca operasi Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak Bayi prematur atau bayi baru lahir. misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai.

Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B KA-EN MG3 Indikasi : Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. pada keadaan asupan oral terbatas Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium 20 mEq/L Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L KA-EN 4A Indikasi : .

Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak Tanpa kandungan kalium. sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi (per 1000 ml): Na 30 mEq/L K 0 mEq/L Cl 20 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 40 gr/L KA-EN 4B Indikasi: .

5 gr/L Otsu-NS Indikasi: .Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi: Na 30 mEq/L K 8 mEq/L Cl 28 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 37.

insufisiensi adrenokortikal. misal diare Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum.Untuk resusitasi Kehilangan Na > Cl. luka bakar) Otsu-RL Indikasi: Resusitasi Suplai ion bikarbonat Asidosis metabolik MARTOS-10 Indikasi: Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik .

Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor.3 gr/kg BB/jam Mengandung 400 kcal/L AMIPAREN Indikasi: Stres metabolik berat Luka bakar Infeksi berat Kwasiokor Pasca operasi Total Parenteral Nutrition Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit . stres berat dan defisiensi protein Dosis: 0. infeksi berat.

AMINOVEL-600 Indikasi: Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI Penderita GI yang dipuasakan Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar. trauma dan pasca operasi) Stres metabolik sedang Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm) PAN-AMIN G Indikasi: Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan Nitrisi dini pasca operasi Tifoid .

perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga. Gordon. Carpenito. Diagnosis keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi. Doengoes. yaitu : 1. mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito. Gordon. . dll). Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien. menurunkan. keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial. 2000. sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan. merupakan gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan. supaya : Perawat dapat berkomunikasi dengan istilah yang dimengerti secara umum Memfasilitasi dan mengakses diagnosa keperawatan Sebagai metode untuk mengidentifikasi perbedaan masalah keperawatan dengan masalah medis Meningkatkan kerjasama perawat dalam mendefinisikan diagnosis dari data pengkajian dan intervensi keperawatan. Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkat mungkin. KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN Rumusan diagnosis keperawatan mengandung tiga komponen utama. dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya. Diagnosis keperawatan disusun dengan menggunakan standart yang telah disepakati (NANDA. Masalah adalah kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi. membatasi. 1976 & NANDA). Problem (P/masalah).SUMBER KLIK DISINIDIAGNOSA KEPERAWATAN11 September 2008 17:15PENGERTIAN Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu. dimana pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat.

PERSYARATAN PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. isolasi sosial. hamil. Perumusan harus jelas dan singkat dari respon klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi . Penyebabnya meliputi : perilaku. adalah ciri.2. Sign & symptom (S/tanda & gejala). akut atau kronis yang dapat menyebabkan / mendukung masalah. Maturasional : Adolesent : ketergantungan dalam kelompok Young Adult : menikah. tanda-tanda pubertas. Unsur-unsur dalam identifikasi etiologi : Patofisiologi penyakit : adalah semua proses penyakit. tanda atau gejala. yang merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis keperawatan. interaksi antara perilaku dan lingkungan. Situasional : personal dan lingkungan (kurang pengetahuan. sehingga tidak mampu memberikan perawatan. keadaan ini menunjukkan penyebab keadaan atau masalah kesehatan yang memberikan arah terhadap terapi keperawatan. dll) Medikasi (berhubungan dengan program pengobatan/perawatan) : keterbatasan institusi atau rumah sakit. Jadi rumus diagnosis keperawatan adalah : PE / PES. lingkungan. 3. menjadi orang tua Dewasa : tekanan karier. Etiologi (E/penyebab).

2.

Spesifi dan akurat (pasti)

3.

Dapat merupakan pernyataan dari penyebab

4.

Memberikan arahan pada asuhan keperawatan

5.

Dapat dilaksanakan oleh perawat

6.

Mencerminan keadaan kesehatan klien.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Berorientasi kepada klien, keluarga dan masyarakat

2.

Bersifat aktual atau potensial

3.

Dapat diatasi dengan intervensi keperawatan

4. Menyatakan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.

ALASAN PENULISAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.

Memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif

2.

Memberikan kesatuan bahasa dalam profesi keperawatan

3.

Meningkatkan komunikasi antar sejawat dan profesi kesehatan lainnya

4. Membantu merumuskan hasil yang diharapkan / tujuan yang tepat dalam menjamin mutu asuhan keperawatan, sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi

5.

Menciptakan standar praktik keperawatan

6.

Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.

PROSES PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Klasifikasi & Analisis Data

Pengelompokkan data adalah mengelompokkan data-data klien atau keadaan tertentu dimana klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kriteria permasalahannya. Pengelmpkkan data dapat disusun berdasarkan pola respon manusia (taksonomi NANDA) dan/atau pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982);

Respon Manusia (Taksonomi NANDA II) :

Pertukaran Komunikasi Berhubungan

Nilai-nilai Pilihan Bergerak Penafsiran Pengetahuan Perasaan Pola Fungsi Kesehatan (Gordon, 1982) :

Persepsi kesehatan : pola penatalaksanaan kesehatan Nutrisi : pola metabolisme Pola eliminasi Aktivitas : pola latihan Tidur : pola istirahat Kognitif : pola perseptual Persepsi diri : pola konsep diri Peran : pola hubungan Seksualitas : pola reproduktif Koping : pola toleransi stress Nilai : pola keyakinan 2. Mengindentifikasi masalah klien

Masalah klien merupakan keadaan atau situasi dimana klien perlu bantuan untuk mempertahankan atau meningkatkan status kesehatannya, atau meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan oleh perawat sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya

Identifikasi masalah klien dibagi menjadi : pasien tidak bermasalah, pasien yang kemungkinan mempunyai masalah, pasien yang mempunyai masalah potensial sehingga kemungkinan besar mempunyai masalah dan pasien yang mempunyai masalah aktual.

Menentukan kelebihan klien Apabila klien memenuhi standar kriteria kesehatan, perawat kemudian menyimpulkan bahwa klien memiliki kelebihan dalam hal tertentu. Kelebihan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan atau membantu memecahkan masalah yang klien hadapi.

Menentukan masalah klien Jika klien tidak memenuhi standar kriteria, maka klien tersebut mengalami keterbatasan dalam aspek kesehatannya dan memerlukan pertolongan.

Menentukan masalah yang pernah dialami oleh klien Pada tahap ini, penting untuk menentukan masalah potensial klien. Misalnya ditemukan adanya tanda-tanda infeksi pada luka klien, tetapi dari hasil test laboratorium, tidak menunjukkan adanya suatu kelainan. Sesuai dengan teori, maka akan timbul adanya infeksi. Perawat kemudian menyimpulkan bahwa daya tahan tubuh klien tidak mampu melawan infeksi.

Penentuan keputusan Tidak ada masalah, tetapi perlu peningkatan status dan fungsi (kesejahteraan) : tidak ada indikasi respon keperawatan, meningkatnya status kesehatan dan kebiasaan, serta danya inisiatif promosi kesehatan untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga.

Masalah kemungkinan (possible problem) : pola mengumpulkan data yang lengkap untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga

Masalah aktual, resiko, atau sindrom : tidak mampu merawat karena klien menolak masalah dan pengobatan, mulai untuk mendesain perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencegah, menurunkan, atau menyelesaikan masalah.

Masalah kolaboratif : konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional yang ompeten dan bekerja secara kolaboratif pada masalah tersebut. Masalah kolaboratif adalah komplikasi fisiologis yang diakibatkan dari patofisiologi, berhubungan dengan pengobatan dan situasi yang lain. Tugas perawat adalah memonitor, untuk mendeteksi status klien dan kolaboratif dengan tenaga medis guna pengobatan yang tepat.

3.

Memvalidasi diagnosis keperawatan

Adalah menghubungkan dengan klasifikasi gejala dan tanda-tanda yang kemudian merujuk kepada kelengkapan dan ketepatan data. Untuk kelengkapan dan ketepatan data, kerja sama dengan klien sangat penting untuk saling percaya, sehingga mendapatkan data yang tepat.

Pada tahap ini, perawat memvalidasi data yang ada secara akurat, yang dilakukan bersama klien/keluarga dan/atau masyarakat. Validasi tersebut dilaksanakan dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang kejelasan interpretasi data. Begitu diagnosis keperawatan disusun, maka harus dilakukan validasi.

4.

Menyusun diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritasnya

Setelah perawat mengelompokkan, mengidentifikasi, dan memvalidasi data-data yang signifikan, maka tugas perawat pada tahap ini adalah merumuskan suatu diagnosis keperawatan. Diagnosa keperawatan dapat bersifat aktual, resiko, sindrom, kemungkinan dan wellness.

Menyusun diagnosis keperawatan hendaknya diurutkan menurut kebutuhan yang berlandaskabn hirarki Maslow (kecuali untuk kasus kegawat daruratan menggunakan prioritas berdasarkan yang mengancam jiwa ) :

Berdasarkan Hirarki Maslow : fisiologis, aman-nyaman-keselamatan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri Griffith-Kenney Christensen : ancaman kehidupan dan kesehatan, sumber daya dan dana yang tersedia, peran serta klien, dan prinsip ilmiah dan praktik keperawatan.

KATEGORI DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Diagnosis Keperawatan Aktual

Diagnosis keperawatan aktual (NANDA) adalah diagnosis yang menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan karakteristik mayor yang diidentifikasi. Diagnosis keperawatan mempunyai empat komponen : label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor yang berhubungan.

Label merupakan deskripsi tentang definisi diagnosis dan batasan karakteristik. Definisi menekankan pada kejelasan, arti yang tepat untuk diagnosa. Batasan karakteristik adalah karakteristik yang mengacu pada petunjuk klinis, tanda subjektif dan objektif. Batasan ini juga mengacu pada gejala yang ada dalam kelompok dan mengacu pada diagnosis keperawatan, yang teridiri dari batasan mayor dan minor. Faktor yang berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang. Faktor ini dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor yang berhubungan terdiri dari empat komponen : patofisiologi, tindakan yang berhubungan, situasional, dan maturasional.

Contoh diagnosis keperawatan aktual : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan transport oksigen, sekunder terhadap tirah baring lama, ditandai dengan nafas pendek, frekuensi nafas 30 x/mnt, nadi 62/mnt-lemah, pucat, sianosis.

2.

Diagnosis Keperawatan Resiko

Diagnosis keperawatan resiko adalah keputusan klinis tentang individu, keluarga atau komunitas yang sangat rentan untuk mengalami masalah dibanding individu atau kelompok lain pada situasi yang sama atau hampir sama.

Validasi untuk menunjang diagnosis resiko adalah faktor resiko yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat terhadap klien atau kelompok dan tidak menggunakan batasan karakteristik. Penulisan rumusan diagnosis ini adalag : PE (problem & etiologi).

Contoh : Resiko penularan TB paru berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang resiko penularan TB Paru, ditandai dengan keluarga klien sering menanyakan penyakit klien itu apa dan tidak ada upaya dari keluarga untuk menghindari resiko penularan (membiarkan klien batuk dihadapannya tanpa menutup mulut dan hidung).

3.

Diagnosis Keperawatan Kemungkinan

Diagnosis Keperawatan Sejahtera Diagnosis keperawatan sejahtera adalah ketentuan klinis mengenai individu. atau masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik. menunjukkan terjadinya peningkatan fungsi kesehatan menjadi fungsi yang positif. Cara pembuatan diagnsosis ini adalah dengan menggabungkan pernyataan fungsi positif dalam masingmasing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang disahkan. kelompok.Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko. Contoh : sindrom kurang perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik. Sebagai contoh. untuk membantu keluarga mempertahankan pola hubungan yang efektif. Dalam menentukan diagnosis keperawatan sejahtera. Perawat dapat memakai informasi dan lahirnya bayi baru sebagai tambahan dalam unit keluarga. 5. Contoh : Kemungkinan gangguan konsep diri : gambaran diri berhubungan dengan tindakan mastektomi. 4. . Diagnosis Keperawatan Sindrom Diagnosis keperawatan sindrom merupakan diagnosis keperawatan yang terdiri dari sekelompok diagnosis keperawatan aktual atau resiko. pasangan muda yang kemudian menjadi orangtua telah melaprkan fungsi positif dalam peran pola hubungan. yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu. Contoh : perilaku mencari bantuan kesehatan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang peran sebagai orangtua baru.

Tidak menggunakan istilah medis. Ex : mastektomi b. Jangan menggunakan istilah yang tidak jelas.d kesulitan bernafas 5.d dorongan ingin berkemih 4.MASALAH KOLABORATIF Masalah kolaboratif adalah masalah yang nyata atau resiko yang mungkin terjadi akibat komplikasi dari penyakit atau dari pemeriksaan atau akibat pengobatan. Label yang digunakan adalah : Potensial Komplikasi (PK). MENCEGAH KESALAHAN DALAM MEMBUAT DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. hanya sebatas memperjelas.d kanker 2. yang mana masalah tersebut hanya bisa dicegah. Jangan menulis diagnosis keperawatan yang mengulangi instruksi dokter . diatasi. Tidak merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu diagnosa medis Ex : Resiko pneumonia 3. dengan diberi pernyataan `sekunder terhadap`. Ex : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b. Gunakan istilah / pernyataan yang lebih spesifik. Jika harus. Jangan merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu intervensi keperawatan Ex : Menggunakan pispot sesering mungkin b. atau dikurangi dengan tindakan keperawatan yang bersifat kolaboratif.

d tidak berpengalaman menjadi ibu baru.d kebutaan 8. Jangan membuat asumsi Ex : Resiko perubahan peran b. Jangan menghubungkan masalah dengan situasi yang tidak dapat diubah Ex : Resiko cedera b.Ex : Instruksi untuk puasa 6. Jangan merumuskan dua masalah pada saat yang sama Ex : Nyeri dan takut b.d prosedur operasi 7. DOKUMENTASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN . Jangan menuliskan etiologi atau tanda/gejala untuk masalah Ex : Kongesti paru b. 10. Jangan menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum Ex : Kerusakan integritas kulit b.d tirah baring lama 9.d posisi klien tidak diubah setiap 2 jam.

Masukkan pernyataan diagnosis keperawatan ke dalam daftar masalah 6. Mengkomunikasikan masalah klien pada tim kesehatan 2. Gunakan istilah diagnosis keperawatan yang ada dalam NANDA ( terbaru : 2007 2008 ) 4.1. Gunakan diagnosis keperawatan sebagai pedoman untuk pengkajian. intervensi dan evaluasi. Tujuan Dokumentasi Diagnosis Keperawatan : 1. perencanaan. Hubungkan setiap diagnosis keperawatan ketika menemuan masalah perawatan 7. Mengidentifikasi masalah utama untuk perkembangan intervensi keperawatan. Catat diagnosis keperawtaan resiko ke dalam format diagnosis keperawatan 3. Gunakan format PES untuk semua masalah aktual dan PE untuk masalah resiko 2. . Mendemonstrasikan tanggung jawab dalam identifikasi masalah klien 3. Mulai pernyataan diagnosis keperawatan dengan mengidentifikasi informasi tentang data untuk diagnosis keperawatan 5.

contohnya: Gangguan pola tidur (2005-2006) menjadi Insomnia (2007-2008). 2002 : 81) Menurut CHS (1983) praktek keperawatan sebagai tindakan keperawatan profesional menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar (biologi. Klinik adalah rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan terhadap kasus penyakit yang diderita para pasien.( Poerwodarminto. perilaku dan sosial) dan ilmu keperawatan dasar. biomedik. SUMBER KLIK DISINIKonsep Praktek Klinik Keperawatan11 September 2008 17:11Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional melalui kerjasama berbentuk kolaborasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. rencana.Diagnosis keperawatan saat ini dapat mengacu ke NANDA 2007-2008 dengan beberapa revisi diagnosis.menetapkan diagnosa keperawatan. (Nursalam. diantaranya untuk peningkatan gula darah.M. fisika.Nurs. 2002 : 81) . Selain itu terdapat juga diagnosis keperawatan yang baru.(Nursalam. ICN mendefinisikan praktek keperawatan sebagai cara untuk membantu individu atau kelompok mempertahankan atau mencapai kesehatan yang optimal sepanjang proses kehidupan yang mengkaji status kesehatan klien. tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi respon klien terhadap intervensi yang di berikan.M. 2002) Jadi praktek klinik keperawatan adalah tindakan mandiri yang dilakukan mahasiswa keperawatan di rumah sakit melalui kerjasama berbentuk kolaburasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. klinik dan komunitas sebagai landasan untuk melakukan asuhan keperawatan.Nurs.

baik tesurat maupun yang tersirat. semakin perlu pula pemahaman tentang hakhak tersebut agar terbentuyk sikap saling menghargai hak-hak orang lain dan tercipta kehidupan yang damai dan tentram. Property Rights (Hak untuk memiliki sesuatu) Meliputi hak untuk membeli. moralitas dan legalitas. Personal Rights (hak-hak asasi pribadi) Meliputi kemerdekaan menyatakan pendapat dan memeluk agama. kebebasan bergerak. .SUMBER KLIK HEREHAK PASIEN DAN PERAWAT11 September 2008 17:08Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan. sehingga segala sesuatunya dapat memberikan dampak positif. Hak-hak pasien dan perawat pada prinsipnya tidak terlepas pula dengan hak-hak manusia atau lebih dasar lagi hak asasi manusia. menyatakan pendapat. 3. Hak asasi manusia tidak tanpa batas dan merupakan kewajiban setiap negara/pemerintah untuk menentukan batas-batas kemerdekaan yang dapat dilaksanakan dan dilindungi dengan mengutamakan kepentingan umum. tanggung jawab moral sangat diperlukan agar dapat terjalin suatu ikatan yangmerupakan kontrak sosial. menjual barang miliknya tanpa dicampuri secara berlebihan oleh pemerintah termasuk hak untuk mengadakan suatu perjanjian dengan bebas. Dalam menuntut suatu hak. memberikan sesuatu kepada orang lain dan menrima sesuatu dari orang lain atau lembaga tertentu. Setiap manusia mempunyai hak asasi untuk berbuat. Semakin baik kehidupan seseorang atau masyarakat. 2. Rights of legal aquality Yaitu hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum dan pemerintahan. Menurut sifatnya hak asasi manusia dibagi dalam beberapa jenis : 1. dsb. Hak tersebut dapat dimiliki oleh setiap orang.

Pasal 34 ( kesejahteraan sosial) . Pasal 32 (perlindungan bersifat kultural) 6. Social and Cultural Rights (hak asasi sosial dan kebudayaan).4. mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan 3. berkumpul. dll. 6. mengadakan petisi. Pasal 27 (persamaan dalam hukum dan penghidupan yang layak) 2.Pasal 31 ( mendapatkan pengajaran) 5. hak asasi ekonomi berupa kemakmuran dan hak asasi sosial serta kebudayaan. 5. Political Rights (hak asasi politik) Yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan dengan ikut memilih atau dipilih. Dalam UUD 1945 baik pada pembukaan maupun batang tubuh telah diuraikan dengan jelas beberapa hak asasi manusia. Kemudian dalam batang tubuh terdapat dalam pasal-pasal : 1. Pasal 28 (beserikat. yaitu hak untuk memperoleh tata cara peradilan dan jaminan perlindungan misalnya dalam hal penggeledahan dan peradilan. Pada pembukaan disebutkan hak kemerdekaan. diantaranya hak untuk memilih pendidikan serta mengembangkan kebudayaan yang disukai.Pasal 29 ( kebebasan beragama) 4. Procedural Rights. mendirikan partai politik. Pasal 33 (ekonomi) 7.

Dalam hal ini. Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu tindakan. Seseorang mepunyai hak untuk masuk restoran dan membeli makanan yang diinginkannya. cara seseorang mengatur kehidupannya. dimana seseorang berhak seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan. baik buruk yang ada dilingkungan tempat ia hidup dan tinggal dalam kurun waktu tertentu. Dari sudut pribadi mempunyai hal yang harus diperhatikan yaitu pertimbangan etis. 2. moralitas atau legalitas. Contoh : Seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatannya mendapat kritikan karena terlalu lama menghabiskan waktunya bersama pasien. . keputusan yang dibuat berdasarkan konsep benar salah. Fagin ( 1975) mengemukakan bahwa hak adalah tuntutan terhadap sesuatu. Ex.Hak menurut C. 1. Dari sudut hukum hak mempunyai atau memberi kekuasaan tertentu untuk mengendalikan sesuatu. Hak dapat dipandang dari sudut hukum dan pribadi. Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan kekuasaannnya untuk menginstruksikan pengobatan terhadap pasien. hal ini mmerupakan haknya selaku penanggung jawab medis. Hak dapat digunakan sebagai pengekspresian kekuasaan dalam konflik antara seseorang dengan kelompok Contoh : Seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia mempunyai hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia inginkan untuk pasiennya. Perawat tersebut dapat mengatakan bahwa ia mempunyai hak untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk pasien sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. perawat tersebut mempunayi hak melakukan asuhan keperawatan sesuai denga kondisi dan kebutuhan pasien. Peranan hak-hak. Dalam hal ini jika ditinjau dari sudut hukum orang yang bersangkutan mempunyai kewajiban tertentu yang menyertainya yaitu orang tersebut diharuskan untuk berprilaku sopan dan membayar makanan tersebut.

3. Seseorang seringkali dapat menyelesaikan suatu perselisihan dengan menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain. Contoh : Seorang perawat menyarankan pada pasien agar tidak keluar ruangan selama dihospitalisasi. 2. berarti ia mengingkari kebebasan pasien. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan. Hak kesejahteraan Yaitu hak-hak yang diberikan secara hukum untuk untuk hal-hal yang merupakan standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu. Batas-batas ini merupakan kebijakan RS dan suatu norma yang ditetapkan perawat. perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang tidak merugikan kesehatan pasien. Dalam hal ini. Contoh : Seorang perawat wanita yang bekerja dirumah sakit dapat mempergunakan seragam yang diiginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih dan sopan sesuai dengan batas-batas.Hak untuk memilih/kebebasan Yaitu hak orang-orang untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang telah ditentukan. . Jenis-jenis hak : 1. Pada situasi tersebut pasien marah karena tidak setuju dengan saran perawat dan pasien tersebut mengatakan pada perawat bahwa ia juga mempunyai hak untuk keluar dari ruanagan bilamana ia mau. Bila tidak tercapai kesepakatan karena membatasi pasien.

Hal legislatif Yaitu hak yang diterapkan oleh hukum berdasarkan konsep keadilan. hak penduduk memperoleh air bersih. 3. tapi dia mempunyai hak untuk menerima atau menolak pengobatan tersebut. orang yang bersangkutan tidak disalahkan atau dihukum karena menggunakan atau tidak menggunakan hak tersebut. membatasi moral terhadap peraturan yang tidak adil. Seseorang mempunyai tugas untuk memberikan kemudahan bagi orang lain untuk menggunakan hak-haknya. 5 syarat yang mempengaruhi penentuan hak-hak seseorang (Bandman and Bandman. Kebebasan untuk menggunakan hak yang dipilih oleh seseorang lain. 2. mengubah peraturan. Contoh : Pasien mempunyai hak untuk pengobatan yang ditetapkan oleh dokter.Contoh : Hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan. Bandman dan Bandman (1986) menyatakan bahwa hak legislatif mempunyai 4 peranan dimasyarakat yaitu membuat peraturan. dan lainlain. memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan perselisihan. 1985) 1. Contoh : Seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan semena-mena oleh suaminya. .

4. Apabila hak seseorang bersifat membahayakan. para penentu kebijakan mempunyai tugas untuk memastikan bahwa pemberian hakhak asasi manusia dilaksanakan untuk semua pasien.Hak untuk dapat dilaksanakan. Contoh : Apabila nama pasien tertunda dari jadwal pembedahan dengan tidak disengaja. . Hak harus sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. Contoh : Dibeberapa Rs. 3. yaitu persamaan. maka hak tersebut dapat dikesampingkan atau ditolak dan orang tersebut akan diberi kompensasi atau pengganti. Contoh : Semua pasien mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. 5. tidak memihak dan kejujuran.Contoh : Perawat mempunyai tugas untuk meyakinkan dan melindungi hak paisen untuk mendapatkan pengobatan. pasien dikompensasikan untuk ditempatkan bagian tertas dari daftar pembedahan berikutnya (bila terjadi kekeliruan).

Finland 1964 muncul hak untuk memperoleh informasi (the right to informasi) Ada 4 hak dasar yang dikemukakan oleh John F. Kennedy (1962) yaitu : 1. Consent diterapkan pada prinsip bahwa setiap manusia dewasa mempunyai hak untuk menentukan apa yang harus dilakukan terhadapnya. pasal 1 The United Nations International Convention Civil and Political Rights 1966 yaitu : 1. dimana secara hukum orang tersebut secara hukum mampu memberikan consent. Hak memilih 4. Hak mendapatkan perlindungan keamanan 2.Hak-hak pasien sekarang sudah sering dibicarakan. Kriteria consent yang sah : . tumbuh dari mata rantai pasal 25 The United Nations Universal Declaration Of Human rights 1948. oleh The 18th World Medical Assembly.Hak mendapat informasi 3.Hak menentukan nasib sendiri (the right to self determination) Kemudian dari Deklarasi Hesinki. Hak mendengar Beberapa hak pasien yang dibahas disini adalah : 1.Hak memperoleh pemeliharaan kesehatan (the right to health care) 2.Hak memberikan consent (persetujuan) Consent mengandung arti suatru tindakan atau aksi beralasan yang diberikan tanpa paksaan oleh seseorang yang memiliki pemgetahuan yang cukup tentang keputusan yang ia berikan.

Tertulis b. Hak untuk memilih mati sering bertolak belakang dengan hak untuk tetap mempertahankan hidup.a. Tawaran diberikan oleh pasien dewasa yang secara fisik dan mental mampu membuat keputusan 2. 4. Permasalahan muncul pada saat pasien dalam keadaan kritis dan tidak mamapu membuat keputusan sendiri tentang hidup dan matinya misal dalam keadaan koma. Dalam situasi inipasien hanya mampu mempertahankan hidup jika dibantu dengan pemasangan peralatan mekanik.Hanya ada salah satu prosedur yang tepat dilakukan d.Memenuhi beberapa elemen penting : penjelasan kondisi. Hak pasien dalam penelitian . salah satu kriteria kematian adalah mati otak atau brain death. 3. penanganan atau prosedur alternative. prosedur dan konsekuensinya.Ditandatangani oleh pasien atau orang yang bertanggung jawab terhadapnya c. Hak untuk memilih mati Keputusan tentang kematian dibuat berdasarkan standar medis oleh dokter. Hak perlindungan bagi orang yang tidak berdaya Yang dimaksudkan dengan golongan orang yang tidakberdaya disini adalah orang dengan gangguan mental dan anak-anak dibawah umur serta remaja dimana secara hukum mereka tidak dapat membuat keputusan tentang nasibnya sendiri. serta golongan usia lanjut yang sudah mengalami gangguan pola berpikir maupun kelemahan fisik. manfaat yang diharapkan.

bebas dari bahaya atau resiko cidera. percakapan tentang sumber-sumber pribadi dan hak terhindar dari pelayanan orang yang tidak kompeten. Hak privasi dan martabat pribadi (kerahasiaan dan keamanannya) 3.Hak untuk memperoleh catatan medis baik selama dan sesudah dirawat di rumah sakit PERNYATAAN HAK-HAK PASIEN Pernyataan hak-hak pasien (Patient. 1974). Untuk itu perawat harus memahami hak-hak pasien : membuat keputusan sendiri untuk berpartisipasi.s Bill of Rights) dikeluarkan oleh The American Hospital Association (AHA) pada tahun 1973 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemahaman hak-hak pasien yang akan dirawat di RS. menghentikan partisipasi tanpa sangsi. maka perawat harus yakin bahwa hak pasien tidak dilanggar baik secara etik maupun hukum. Apabila perawat berpartisipasi dalam penelitian yang melibatkan pasien. bahaya yang timbul dan kebebasan pasien untuk menolak atau menerima untuk berpartisipasi. mendapat informasi yang lengkap.Pasien mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan menghargai asuhan keperawatan/keperawatan yang akan diterimanya. kepada mereka harus diberikan informasi secara jelas tentang percobaan yang dilakukan.Penelitian sering dilakukan dengan melibatkan pasien. . Hak-hak yang dinyatakan dalam fasilitas asuhan keperawatan (Annas dan Healey. Sebelum pasien terlibat.Hak untuk memelihara pengambilan keputusan untuk diri sendiri sehubungan dengan kesehatan 4. terdiri dari 4 katagori yanitu : 1.Hak kebenaran secara menyeluruh 2. Setiap penelitian misalnya penggunaan obat atau cara penanganan baru yang melibakan pasien harus memperhatikan aspek hak pasien. 1. mendapat privasi.

9.2. 11. Pasein berhak untuk memberi pendapat atau menolak bila diikutsertakan sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan atau pengobatannya.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan RS dengan instansi lain. seperti instansi pendidikan atau instansi terkait lainnya sehubungan dengan asuhan yang diterimanya.Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang menyangkut program asuhan medis. . bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya. 10. pengobatan dan prognosis dalam arti pasien layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya.Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang memeriksanya berkaitan dengan diagnosis. serta resiko penting yang kemungkinan akan dialaminya. konsultasi dan pengobatan yang dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan 6.Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ketempat lain yang lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan tersebut. kecuali dalam situasi darurat.Pasien berhak untuk menolak pengobatan sejauh diizinkan oleh hukum dan diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya. dan RS yang ditunjuk dapat menerimanya. 8.Pasien berhak untuk menerima informasi penting dan memberikan suatu persetujuan tentang dimulainya suatu prosedur pengobatan. 3. Pasien berhak untuk mengetahui dan menerima penjelasan tentang biaya yang diperlukan untuk asuhan keehatannya.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi dari dokternya ke dokter lainnya. 5. 4. 7.Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya.

3. Meningkatnya kesadaran para konsumen terhadap asuhan kesehatan dan lebih besarnya partisipasi mereka dalam perencanaan asuhan 2. 1. Kewajiban Pasien : Kewajiban adalah seperangkat tanggung jawab seseorang untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan. agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai sesuai dengan haknya. Pasien atau keluarga wajib untuk memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter atau perawat yang merawatnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi hak pasien : 1. Pasien atau keluarganya wajib menaati segala peraturan dan tata tertib yang ada diinstitusi kesehatan dan keperawatan yang memberikan pelayanan kepadanya.Pasien berhak untuk mengetahui peraturan atau ketentuan RS yang harus dipatuhinya sebagai pasien dirawat. Konsumen menyadari tentang peningkatan jumlah pendidikan dalam bidang kesehatan dan penggunaan pasien sebagai objek atau tujuan pendidikan dan bila pasien tidak berpartisipai apakah akan mempengaruhi mutu asuhan kesehatan atau tidak. baik dari dokter ataupun perawat yang memberikan asuhan. . Meningkatnya jumlah malpraktik yang terjadi dimasyarakat 3. Adanya legislasi (pengesahan) yang diterapkan untuk melindungi hak-hak asasi pasien 4. 2.12. Pasien wajib mematuhi segala kebijakan yanga da.

wanita merupakan mitra sejajar yang mempunyai hak. wanita mempunyai hak. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria disegala bidang kehidupan Jadi keikutsertaan perawat dan sekaligus sebagian sebagai wanita dalam pembangunan kesehatan diakui cukup banyak tidak diragukan. Hak berserikat dan berkumpul Ini merupakan hak setiap warga negara seperti yang tertuang dalam UUD 1945.Pasien atau keluarga yang bertanggungjawab terhadapnya berkewajiban untuk menyelesaikan biaya pengobatan. Berikut ini akan dibahas beberapa hak-hak umum yang dimiliki perawat : 1. 5. 23 tahun 1992 pasal 50 tentang pelaksanaan tugas tenaga kesehatan dan pasal 53 (ayat 1) tentang perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan.. 2.Hak perlindungan wanita Jumlah perawat wanita sampai saat ini masih lebih banyak dari pada pria. perawatan dan pemeriksaan yang diperlukan selama perawatan. Hak perawat ini telah diwujudkan dengan terbentuknya organisasi profesi dengan menjadi anggota dan juga mengambil peran dalam aksi politik untuk mewakili keperawatan atau masyarakt sebagai penerima layanan kesehatan. Pasien atau keluarga wajib untuk memenuhi segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah disetujuinya.. Kemudian dalam Pelita V dikatakan: . . No. Hak Hak Perawat Sebagai tenaga profesional perawat mempunyai berbagai macam hak.4. seperti yang telah disebutkan dalam UU Kes. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan kaum pria serta mempunyai peran sangat penting . maka pengaturan hak dan kewajiban perawat dapat dijabarkan dari pasal-pasal ini. Secara nasional hak dan peran wanita telah mendapat perhatian dari pemerintah seperti tercantum dalam GBHN (1980 telah disebutkan kedudukan wanita sebagai subjek pembangunan .

termasuk biaya bila sakit. Pendidikan berkelanjutan penting diikuti perawat agar mereka dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. 6. 4. Untuk itu upah yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dan seimbang dengan tanggung jawabnya 5. Hak terhadap pengembangan profesional Dengan mengikuti pendidikan formal maupun kegiatan ilmiah seperti temu kerja. Hak ini berkaitan dengan tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik keperawatan. Untuk menjalankan tugas keperawatan yang penuh resiko. seminar atau berbagai kursus singkat. tunjangan keluarga.3. melahirkan atau kecelakaan. Lingkungan juga hatus mempunyai sarana dan peralatan yang memadai untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. . asuransi kesehatan. upah hari libur. mempunyai tempat tinggal yang layak yang semuanya membutuhkan biaya. Penghargaan ini dapat berupa gaji bulanan. Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur oleh hukum. Dalam setiap pembuatan keputusan yang menyangkut nasib perawat. tidak mengancam keselamatan dan kesehatan fisik maupun mental. konferensi. Perawat berhak untukbekerja sesuai jam kerja yang tepat dan tidak bekerja secara terus menerus tanpa memperhatikan istirahat atau melebihi jam kerja. meningkatkan ilmu dan ketrampilan. perawat harus tetap mejaga kesehatannya sendiri. Hak bekerja dilingkungan yang baik Maksudnya lingkungan tersebut cukup aman. kenaikan gaji berkala dan jaminan pensiun. maka para perawat harus dilibatkan secara aktif sehingga pelanggaran hak tidak terjadi.Hak mendapat upah yang layak Perawat mempunyai hak untuk mendapat penghargaan secara ekonomi atau upah kerja. tunjangan jabatan.

Kewajiban perawat : 1. Hak menyusun standar praktik dan pendidikan keperawatan Standar yang baik akan membantu dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas.Memberikan informasi yang akurat tentang tindakana keperawatan yang diberikan pada pasien dan keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya . Memberikan kesempatan pada apsien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya sepanjang tidak menganggu pasien lain 7. Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan 2. Perawat juga mempunyai hak untuk menyusun rancangan hukum yang diajukan untuk melindungi perawat dan penerima jasa keperawatan.7.Menghormati hak-hak pasien 4. Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien 8. bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya 5. Merujuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas-batas kegunaannya 3. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan dengan keluarganya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan standar profesi yang ada 6.

Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja KONTRAK Dalam setiap bentuk kerjasama dibutuhkan kontrak.Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien. Kontrak dapat secara lisan atau tertulis. 2 jenis kontrak yang paling banyak dilakukan dalam keperawatan adalah : 1. Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau kesehatan secara terus menerus 12. kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang 14.Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas-batas kewenangannya 13.Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan 11.9. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien 10. Kontrak secara hukum tidak berlaku apabila tidak dapat dipahami. Kontrak antara perawat dengan pasien Kontrak mengandung arti ikatan persetujuan atau perjanjian resmi antara dua atau lebih partai untuk mengerjakan atau tidak sesuatu. Kontrak antara perawat dengan pihak/ institusi yang mengerjakan perawat 2. Perikatan/perjanjian dapat dikatakan sah bila memenuhi syarat : . Pada umumnya kontrak ditandatangani oleh dua pihak yang mengadakan perjanjian.

Menjalankan pesanan dokter dalam hal medis Becker (1983) mengemukakan 4 hal yang harus ditanyakan perawat untuk melindungi mereka secara hukum : . TANGGUNG JAWAB HUKUM PERAWAT DALAM PRAKTEK Dalam tatanan klinis pada dasarnya ada 2 jenis tindakan yang dilakukan oleh perawat yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pesanan dokter dan tindakan yang dilakukan secara mandiri. jam kerja. Perawat seringkali tidak melaksankan hal ini sehingga dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sering terjadi hal-hal yang tidak diiginkan kedua belah pihak. Ada suatu hal tertentu dan ada suatu sebab yang halal Sebelum menerima atau diterima bekerja disuatu tempat. perawat mempelajari dan menyetujui kontrak bila kedua belah pihak setuju. Kontrak perawat pasien dilakukan sebelum asuhan keperawatan diberikan. Secara hukum antara kedua pihak dapat menggugat apabila rekanan kerjanya melanggar kontrak yang disepakati bersama. Kontrak perjanjian ini dapat meliputi berbagai hal misalnya gaji. 1. Ada kecakapan pihak-pihak untuk membuat perjanjian (capacity) 3.1. asuransi kesehatan. Tindakan yang berdasarkan pesanan dokter tidak dapat sepenuhnya secara hukum dibebankan kepada perawat sedangkan tindakan mandiri sepenuhnya dapat dibebankan pada perawat. Ada persetujuan kehendak antara pihak-pihak yang membuat perjanjian (consensus) 2. Kontrak pada dasarnya dapat dipakai untuk melindungi hak-hak antara kedua belah pihak yang bekerja sama. liburan. ijin cuti dan lain-lain.

Ikuti kebijaksanaan dan prosedur yang ditetapkan ditempat kerja . Melaksanakan intervensi keperawatan mandiri a. Ini memudahkan perawat untuk berfungsi sesuai dengan tugas dan tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan. d. Catat waktu/jam. c. b. Misalnya bila seorang pasien yang menerima infus intravena tiba-tiba mengalami peningkatan kecepatan denyut nadi. perawat harus segera memberitahu dokter dan menanyakan kelanjutan pengaturan kecepatan tetesan infus. Ketahui pembagian tugas mereka. Tanyakan setiap pesanan yang diberikan dokter Jika pasien yang telah menerima injeksi im memberitahu perawat bahwa dokter telah mengganti pesanan dari obat injeksi ke obat oral. Tanyakan dan catat pesanan verbal untuk mencegah kesalahan komunikasi. nama dokter. 2. keadaan yang harus diberitahukan dokter. pesanan. maka perawat harus memeriksa kembali pesanan sebelum meberikan obat. terutama bila perawat tidak pengalaman. baca kembali pesanan kepada dokter dan cata bahwa dokter telah menyepakati pesanannya seaktu diberikan. Tanyakan setiap pesanan bila kondisi pasien telah berubah Perawat bertanggung jawab untuk memberitahu dokter tentang setiap perubahan kondisi pasien. Hal ini memberikan tambahan tanggung jawab perawat dalam melatih diri membuat keputusan sewaktu melaksanakannya. Bagi perawat yang merasa tidak berpengalaman harus minta petunjuk baik dari perawat senior maupun dokter. nyeri dada dan batuk. Tanyakan pesanan. b. tanggal.a.

Pertahankan kompetisi praktek keperawatan. i. Dengan tetap belajar. Pada saat memberikan obat perawat bertanggung jawab untuk .Selalu identifikasi pasien.Lakukan setiap prosedur secara tepat. Sewaktu mendelegasikan tanggung jawa keperawatan. k. Pastikan bahwa obat yang benar diberikan dengan dosis. Mengetahui kekuatan dan kelemahan perawat. Catat semua kecelakaan yang mengenai pasien. d. l. f. waktu dan pasien yang benar. pastikan orang yang diberi delegasi tugas mengetahui apa yang harus dikerjakan dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan. h. Catat semua pengkajian dan perawatan yang diberikan dengan cepat dan akurat. Catatan segera memudahkan untuk tetap melindungi kesejahteraan pasien. menganalisa mengapa kecelakaan terjadi dan mencegah pengulangan kembali. e. Selalu wapada saat melakukan intervensi keperawatan dan perhatikan secara penuh setiap tugas yang dilaksanakan. g. termasuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan klinis perkembangan jaman. j.c. terutama sebelum melaksanakan intervensi utama. TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT PERAWAT Tanggung jawab (responsibilitas) adalah eksekusi terhadap tugas-tugas yangberhubungan dengan peran tertentu dari perawat. Jalin dan pertahankan hubungan saling percaya yang baik dengan pasien.

Agar dapat bertanggung gugat perawat harus bertindak berdasarkan kode etik profesinya. Apabila didelegasikan oleh dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien dan memberi informasi yang biasanya diberikan oleh dokter. Akuntabilitas dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perawat dalam melakukan praktek. Jika seorang perawat memberikan dosis obat yang salah kepada pasien. Mendengarkan pasien secara seksama dan melaporkan hal-hal penting kepada orang yang tepat. pasien. Menghargai hak pasien untuk menolak pengobatan. dokter yang memberikan instruksi. Menghargai martabat setiap pasien dan keluarganya.mengkaji kebutuhan pasien akan obat tersebut. Akuntabilitas bertujuan untuk : 1. sesama karyawan dan mayarakat. Menghargai setiap hak pasien dan keluarganya dalam hal kerahasiaan informasi 4. Tanggung gugat (akuntabilitas) ialah mempertanggungjawabkan prilaku dan hasil-hasilnya yang termasuk dalam lingkup peran profesional seseorang sebagaimana tercermin dalam laporan periodik secara tertulis tentang prilku tersebut dan hasil-hasilnya. prosedur atau obat-obatan tertentu dan melaporkan penolakan tersebut kepada dokter dan orang-orang yang tepat ditempat tersebut. 2. 2. pembuat standar kerja dan masyarakat. Mempertahankan standar perawatan kesehatan . 3. memberikannya dengan aman dan benar dan mengevaluai respons pasien terhadap obat tersebut. Tanggung jawab perawat secara umum : 1. 5. maka ia dapat digugat oleh pasien yang menerima obat tersebut. Perawat yang selalu bertanggung jawab dalam bertindak akan mendapatkan kepercayaan dari pasien karena melaksanakan tugas berdasarkan kode etiknya. Perawat bertanggunggugat terhadap dirinya sendiri. profesi. Mengevaluasi praktisi-praktisi profesional baru dan mengkaji ulang praktisi-prakstisi yang sudah ada.

Tahap pengkajian Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan yang mempunyai tujuan mengumpulkan data. Tahap diagnosa keperawatan DX merupakan keputusan profesional perawat menganalisa data dan merumuskan respon pasien terhadap masalah kesehatan baik aktual atau potensial. Pada saat mengkaji perawatbertanggung gugat untuk kesenjangan-kesenjangan dalam data atau data yang bertentangan. 3. Pada waktu membuat keputusan para perawat bertanggung gugat untukmempertimbangkan latar belakang sosial budaya pasien. pemikiran etis dan pertumbuhan pribadi sebagai bagian dari profeional perawatan kesehatan 4. Perawat bertanggunggugat untuk pengumpulan data/informasi. mendorong partisipasi pasien dan penentuan keabsahan data yang dikumpulkan. Memberikan fasilitas refleksi profesional. Apakah perawat mempertimbangkan nilai-nilai. TANGGUNG GUGAT PADA SETIAP TAHAP PROSES KEPERAWATAN 1.3. Masalah kesehatan yang timbul pada apsien apakah diakui oleh pasien atau hanya perawat. keyakinan dan kebiasan/kebudayan pasien pada waktu menentukan masalah-masalah kesehatan. Perawat bertanggunggugat untuk keputusan yang dibuat tentang masalah-masalah kesehatan pasien seperti peryataan diagnostik. 2. Tahap perencanaan . data yang tidak/kurang tepat atau data yang meragukan.Memberi dasar untukmebuat keputusan etis.

Tindakan-tindakan tersebut dapat dilakukan secara langsung atau dengan bekerjasama dengan orang lain atau dapat pula didelegasikan kepada orang lain. 4. perawat tersebut harus masih tetap bertanggung gugat untuk tindakan yang didelegasikan dan tindakan pendelegasiannya itu sendiri. oleh sebab itu dibuat catatan tertulis. penetapan tujuan dan perencanaan kegiatan-kegiatan keperawatn. Perawat bertanggung gugat untuk semua tindakan yang dilakukannya dalam memberikan asuhan keperawatan. Tahap implementasi Implementasikeperawatan adalah pelaksanaan dari rencana asuhan keperawatan dalambentuk tindakan-tindakan keperawatan. 5. Pada tahap ini perawat juga bertanggunggugat untuk menjamin bahwa prioritas pasien juga dipertibangkan dalam menetapkan prioritas asuhan.Perencanaan merupakan pedoman perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. termasuk juga menilai semua tahap proses keperawatan. Perawat harus dapat memberi jawaban nalar tentang mengapa kegiatan tersebut didelegasikan. tujuan serta rencana kegiatan keperawatan. Tanggung gugat yang tercakup pada tahap perencanaan meliputi : penentuan prioritas. Perawat bertanggung gugat untuk keberhasilan atau kegagalan tindakan keperawatan. mengapa orang itu yang dipilih untuk melakkan kegiatan tersebut dan bagaimana tindakan yang didelegasikan itu dilaksanakan. Langkah ini semua disatukan kedalam rencana keperawatan tertulis yang tersedia bagi semua perawat yang terlibat dalam asuhan keperawatan pasien. Kegiatan keperawatan harus dicata setelah dilaksanakan. Tahap evaluasi Evaluasi merupakan tahap penilaian terhadap hasil tindakan keperawatan yang telah diberikan. Meskipun perawat mendelegasikan suatu kegiatan kepada oranglain. Perawat harus dapat menjelaskan mengapa tujuan pasien tidak tercapai dan tahap mana dari proses keperawatan yang perlu dirubah dan mengapa ? . terdiri dari prioritas masalah.

Kozier ( 1991 ) mengemukakan 3 ( tiga ) fungsi perawat : Fungsi Keperawatan mandiri ( independen ).dsb. PERAWAT Sesuai PERMENKES RI NO.1239 Tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat. Doheny ( 1982 )mengidentifikasi beberapa elemen peran Perawat Profesional.Keperawatan diartikan oleh pakar keperawatan dengan berbagai cara dalam berbagai bentuk rumusan.Virginia Henderson.seperti oleh Florence Nightingale. Change Agent. Client Advocate. Educator. dan Fungsi Keperawatan kolaboratif ( interdependen ). dijelaskan PERAWAT adalah: Seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan.baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. KEPERAWATAN LOKAKARYA NASIONAL tentang KEPERAWATAN bulan JANUARI 1983 di JAKARTA merupakan awal diterimanya KEPERAWATAN SEBAGAI SUATU PROFESI. Collaborator. PERAN PERAWAT Peran : Seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang.Goodrich. Counsellor. .SUMBER KLIK DISINIKeperawatan Sebagai Suatu Profesi11 September 2008 17:07Keperawatan yang semula belum jelas ruang lingkupnya dan batasannya .secara bertahap mulai berkembang.Imogene King. dan Consultant FUNGSI PERAWAT Fungsi : suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya. meliputi :Care Giver. Coordinator. Fungsi Keperawatan Ketergantungan ( dependen ). sesuai kedudukannya dalam suatu sistem.

dan komunitas dan . berbentuk pelayanan bio-psikososial-spiritual yang komprehensif. Schein E. Keperawatan adalah ilmu dan kiat -sains terapan ( applied science ) . H (1962) Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat.4.kelompok. APA ITU PROFESI ????. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan. 3.Yaitu : 1. dan masyarakat.C ( 1963 ) Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien).keluarga. 3. Keperawatan adalah profesi yang berorientasi pada pelayanan _ helping health illness problem. .2.KEPERAWATAN Adalah : suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan.ditujukan pada individu. memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama. Pelayanan Keperawatan mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan-3th level preventions dengan metodologi proskep . Dari pengertian tersebut diatas ada 4 ( empat ) elemen utama ( mayor elements ) yang menjadi perhatian( concern). keluarga. Beberapa pengertian profesi 1. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. 2. Hughes. Winsley (1964) Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru.E. Keperawatan mempunyai empat tingkat klien : individu.

Adanya otonomi 4. jelas wilayah kerja keilmuannya dan aplikasinya.Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundangundangan 4. Mari kita lihat apakah Keperawatan termasuk PROFESI..Memiliki kode etik 5. Adanya organisasi profesi.Ciri-ciri profesi menurut Winsley.(1964 ): 1. standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturanperaturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi Dikatakan juga oleh Shortridge.M ( 1985 ).Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana. terus menerus dan bertahap 3. 2.??? .Berorientasi pada pelayanan masyarakat 2.Ciri-ciri profesi esensial suatu profesi adalah sbb: 1.Pelayanan keperawatan yang diberikan didasarkan pada ilmu pengetahuan 3. Didukung oleh badan ilmu ( body of knowledge ) yang sesuai dengan bidangnya.Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan.L.

Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan . Keperawatan dikembangkan sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional. MEMILIKI PERHIMPUNAN/ORGANISASI PROFESI.ilmu biomedik.ilmu keperawatan klinis dan ilmu keperawatan komunitas. Keperawatan harus memiliki organisasi profesi.ilmu kesehatan masyarakat.ilmu keperawatan dasar. Pelayanan/ askep yang dikembangkan bersifat humanistik/menyeluruh didasarkan pada kebutuhan klien. 4.perawat profesional selalu menunjukkan sikap dan tingkah laku profesional keperawatan sesuai kode etik keperawatan. sosial. 2. Oleh karena itu sistem pemberian askep dikembangkan sebagai bagian integral dari sistem pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdapat di setiap tatanan pelayanan kesehatan. Di Indonesia berbagai jenjang pendidikan telah dikembangkan dengan mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda mulai D III Keperawatan sampai dengan S3 akan dikembangkan.1. MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PRAKTIK DALAM BIDANG PROFESI. PEMBERLAKUAN KODE ETIK KEPERAWATAN. .organisasi profesi ini sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pengembangan citra keperawatan sebagai profesi serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun keperawatan profesional dan berada di garda depan dalam inovasi keperawatan di Indonesia.berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan etika keperawatan. 3. MEMPUNYAI BODY OF KNOWLEDGE Tubuh pengetahuan yang dimiliki keperawatan adalah ilmu keperawatan ( nursing science ) yang mencakup ilmu ilmu dasar ( alam. perilaku ). 5. PENDIDIKAN BERBASIS KEAHLIAN PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI.

MOTIVASI BERSIFAT ALTRUISTIK Masyarakat profesional keperawatan Indonesia bertanggung jawab membina dan mendudukkan peran dan fungsi keperawatan sebagai pelayanan profesional dalam pembangunan kesehatan serta tetap berpegang pada sifat dan hakikat keperawatan sebagai profesi serta selalu berorientasi kepada kepentingan masyarakat. dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan dan ketrampilan berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien. dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh.CIRI PROFESI YANG TELAH DISEBUTKAN DIATAS DAPAT KITA ANALISIS BAHWA KEPERAWATAN DI INDONESIA DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI SUATU PROFESI.penyelenggaraan pendidikan. antara lain dengan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan dan tiap model dapat digunakan dalam praktek keperawatan sesuai dengan kebutuhan.6.1239 Tahun 2001 ) 7. memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variabel-variabel utama yang mempengaruhi situasi klien. Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik. OTONOMI Keperawatan memiliki kemandirian. Dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis. DENGAN MELIHAT DEFINISI.riset keperawatan dan praktik keperawatan dalam bentuk legislasi keperawatan( KepMenKes No.wewenang. dan tanggung jawab untuk mengatur kehidupan profesi.mencakup otonomi dalam memberikan askep dan menetapkan standar asuhan keperawatan melalui proses keperawatan. Langkah-langkah yang harus dilakukan perawat dalam memilih model keperawatan yang tepat untuk kasus spesifik adalah sebagai berikut : . SUMBER KLIK DISINIKonsep model Self Care Theory 11 September 2008 17:04PENDAHULUAN Keperawatan sebagai pelayanan profesional.

pola hidup dan aktifitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami keunikan klien. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul Nursing Conceps of Practice Self Care .1. Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa asumsi yang melandasi. salah satu diantaranya adalah model self care yang diperkenalkan oleh Dorothea E. definisi konsep dan hubungan antar konsep. II. 2. Dari beberapa model konsep. Pengertian Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem s adalah : Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. Orem. Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson s units (keluarga. kesehatan dan kesejahteraannya sesuai keadaan. Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien. umur. baik sehat maupun sakit (Orem s 1980). . kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care. LANDASAN KONSEP MODEL / TEORI KEPERAWATAN SELF CARE A. teori self care deficit dan teori nursing system.

b. Orem s mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. c. . Klien : Individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan self care untuk hidup dan sehat. Lingkungan : Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk di dalamnya tetapi tidak spesifik. kecuali bila tidak mampu. Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas. fungsi dan perkembangan. d. Keyakinan Orem s tentang empat konsep utama keperawatan adalah : a.Pada dasarnya diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebutuhan itu sendiri. Keyakinan dan nilai-nilai 1. Sehat : Kemampuan individu atau kelompok memenuhi tuntutan self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas struktural fungsi dan perkembangan. keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan seft care yang mencakup integrias struktural. Keperawatan : Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu. B. pemulihan dari sakit/trauma atau coping dan efeknya.

Pemeliharaan kecukupan intake cairan .Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses-proses eleminasi dan exrement. Universal self care requisite yang dimaksudkan adalah : . Universal self care requisite : Keperluan self care universal ada pada setiap manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusian dan proses kehidupan.Pemeliharaan keseimbangan antara solitut dan interaksi sosial .Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat .Pemeliharaan kecukupan intake udara . meyebutkan ada beberapa kebutuhan self care atau yang disebutkan sebagai keperluan self care (sefl care requisite). yaitu : a.Pemeliharaan kecukupan intake makanan . biasanya mengacu pada kebutuhan dasar manusia. Tiga kategori self care Model Orem s. fungsi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia.Mencegah ancaman kehidupan manusia.2. . .

.Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan kedalam kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang. 2. Menurunkan tuntutan self care kepada tingkat dimana klien dapat memenuhinya. maka self care itu dimungkinkan. Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care. C. ini berarti menghilangkan self care deficit. dan ini timbul dari pengaruh peristiwa-peristiwa pada keperluan universal self care antara lain : Sewaktu ada keinginan untuk mengasuh dirinya sendiri dan seseorang itu mampu untuk menemukan keinginannya. terjadilah ketidak seimbangan dan ini dikatakan sebagai self care deficit. Orem s mendiskripsikan dua kategori dibawah ini sebagai keperluan self care (self care requisites). Tujuan Tujuan keperawatan pada model Orem s secara umum adalah : 1. c. b. keterbatasan seseorang dan keinginan seseorang untuk menjadi normal. Health Deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang tidak sehat dan merupakan kebutuhan-kebutuhan yang menjadi nyata karena sakit atau ketidakmampuan yang menginginkan perubahan dalam perilaku self care. Developmental self care requisite : terjadi berhubungan dengan tingkat perkembangan individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal. Tetapi bila keinginan itu lebih besar dari kapasitas individual atau kemampuan untuk menemukannya.. yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan.

oleh karenanya self care deficit apapun dihilangkan. c. Aspek Interpersonal : Hubungan didalam keluarga b. Aspek Tehnis : Mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan dirumah. 2. Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan depenent (dependent care) jika self care tidak memungkinkan. perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien. Menolong klien bergerak kearah tindakan-tindakan asuhan mandiri 3. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara therapeutik. Aspek Prosedural : Melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. misalnya melakukan tindakan kompres secara benar. e. Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada Model Orem s yang diterapkan pada praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah : a. . 4. Jika ketiganya diatas tidak ada yang tercapai. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan secara kompeten. Aspek Sosial : Hubungan keluarga dengan masyarakat di sekitarnya. Tujuan kepewatan pada model Orem s yang diterapkan kedalam praktek keperawatan keluarga /komunitas adalah : 1.3.

2. Supportive Education : Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari. Wholly Compensatory : Bantuan secara keseluruhan. 1. Kategoi Bantuan : a. b.D. dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungannya dan tidak berespon terhadap rangsangan. Pengetahuan dan Ketrampilan untuk Praktek Perawat menolong klien untuk menemukan kebutuhan self care dengan menggunakan tiga kategori dalam system keperawatan dan melalui lima metode bantuan. Partially Compensatory : Bantuan sebagian. agar mampu melakukan perawatan mandiri. dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit atau kecelakaan. Metode Bantuan Perawat membantu klien dengan menggunakan sistem dan melalui lima metode bantuan yang meliputi : . c.

Menetapkan jika dan bagaimana klien dapat dibantu melalui perawatan. Masuk kedalam dan memelihara hubungan perawat klien dengan individu. Acting atau melakukan sesuatu untuk klien b. mengarahkan klien d. Untuk melaksanakan hal tersebut. Mensupport klien e. Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang. Merespon keperluan klien. Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan sehari-hari klien. Mengajarkan klien c. d. c. keluarga atau kelompok sampai klien dapat diizinkan pulang dari perawatan.a. . keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak dengan perawat dan asisten. atau pelayanan sosial dan penyuluhan yang dibutuhkan atau yang diterima. lima area utama untuk praktek keperawatan di diskripsikan sebagai berikut : a. pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima. b.

Model konsep / teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehnya sendiri kecuali jika tidak mampu. BB : 70 Kg. Menikah selama 25 tahun dan janda sejak 6 bulan yang lalu. M.III. Asuhan keperawatan dengan pemilihan model konsep / teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik klien dapat memberikan asuhan keperawatan yang relevan. PENUTUP Dengan mempelajari model konsep / teori keperawatan sebagaimana disampaikan dimuka maka dapat disimpulkan betapa perawat harus memahami apa yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat memperoleh haknya secara tepat dan benar. Ia seorang perokok. M meninggal karena stroke dan bapaknya meninggal karena serangan jantung saat usianya 50 tahun. sehari menghabiskan 1 ½ bungkus. . (48 tahun ). Untuk dapat menerapkan model konsep / teori keperawatan ini diperlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang terapeutik. Ny.Ibu Ny. Sejak suaminya meningal ia tidak lagi melakukan aktifitas karena kurangnya keinginan / minat. M dan suaminya menikmati aktifitas sosial seperti main bridge dan koleksi barang-barang antik. Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan. TB : 160 cm. Ny. Akhir-akhir ini dia tidak melakukan latihan secara teratur dan makan makanan fast food selama jam kerjanya dan bekerja 12 jam / hari serta makan hingga larut malam sebelum waktu istirahat.

Laboratorium : cholesterol dalam darah 280 mg/dl. N : 92 x / mnt. P : 30 x/ mnt. 5. 2.40 F. 4. Status kesehatan perseorangan.Hasil pemeriksaan tahunnya yang dilakukan dua minggu lalu : Tanda tanda vital : TD : 138/86 mm Hg. Kapasitas individu untuk melakukan self care. Suhu : 98. yaitu: 1. Tujuan kesehatan dalam konteks riwayat kehidupan. Pandangan individu terhadap kesehatan dirinya. Memenuhi syarat personal untuk self care. . Pandangan dokter terhadap kesehatan individu 3. tetapi mengingat bahwa dia memiliki pengetahuan yang tidak adekuat tentang dasar-dasar nutrisi dan tidak mempunyai motivasi untuk menurunkan berat badan. Pengkajian (Assessment) : Perawat mengumpulkan data meliputi 6 area. Dokter menganjurkan : untuk menurunkan berat badan sekitar 20 kg. gaya hidup dan status kesehatan. 6. dia diramalkan kemungkinan menderita serangan jantung.

Personal faktor Umur 48 tahun. TB. ketrampilan. Kategori kebutuhan universal self care : . agama katolik. Haruskah klien ditolong supaya tidak melakukan self care atau melindungi dengan segala kemampuan perkembangan self care untuk tujuan terapi. A. perempuan.160 Cm.. 5. apa alasan dan latar belakang terjadinya kekurangan untuk self care.Menampakkan tidak adekuatnya intake udara. makan sampai larut malam. Janda. suku bangsa Italia. Jika ada. kolesterol 280 Mg / dl. 3. pekerjaan staf pengajar di Universitas. 2. Terapi apakah yang dibutuhkan untuk perawatan saat ini dan yang akan datang. air dan makanan. Dalam tahap ini perlu mencari jawaban terhadap pertanyaan di bawah ini : 1. Analisa Kasus 1. 4. 2. Apakah klien mempunyai kekurangan dalam memenuhi self care. Apakah yang menjadi potensial klien untuk melakukan self care dimasa yang akan datang. motivasi dan orientasi.Pengumpulan data meliputi pengetahuan individual. . banyak mengkonsumsi lemak. konsumsi jumlah kalori yang dibutuhkan. BB : 70 Kg .

Kurangnya aktivitas sosial 4. memperlihatkan ketidak seimbangan ativitas dan istirahat serta latihan. 6. . kurangnya latihan dan riwayat keluarga. M.Ny. Kategori Health Deviation : Risiko terjadi penyakit kardiovaskuler berhubungan dengan kegemukan.Ny.Merokok 1 ½ bungkus perhari. 3. M kurang pengetahuan tentang faktor faktor risiko dan gangguan fungsi kardiovaskuler. peningkatan kolesterol. Anjuran Dokter : Memonitor kolesterol dan tanda-tanda vital.Tidak punya suami (widowed) .Riwayat keluarga : Ibu Ny.. perokok. 5. berkeja 12 jam / hari. mengkonsumsi makanan siap saji. menurunkan intake kolesterol dan meningkatkan latihan. Kategori Developmental Self Care : . . ayah meninggal karena serangan jantung pada usia 50 tahun. Self care deficit : . penurunan interaksi sosial. . M meninggal karena stroke. Masalah medis dan perencanaan : Diagnosa obesitas dengan risiko untuk terjadi penyakit kardiovaskuler dan rendahnya motivasi untuk menurunkan berat badan.

Diagnosa Keperawatan : Risiko gangguan fungsi kardiovaskuler berhubungan dengan kurang pengetahuan klien yang dimanifestasikan dengan gaya hidup dan risiko serangan jantung atau stroke. . 2. - Ny.Pengetahuan dasar dan gaya hidup Ny. B. Proses Keperawatan 1. M. support.Tujuan : Menurunkan risiko terjadinya gangguan kardiovaskuler. : Memberikan pedoman. .Metode Bantuan pengembangan lingkungan. Implementasi Sepakati bersama untuk mencapai tujuan menurunkan kolesterol. mempunyai kemauan untuk memelihara diet makanan harian tiap 3 hari. mengajarkan dan ketentuan 3. M dapat meningkatkan risiko untuk serangan jantung atau stoke.Design Nursing System : Support Education (Pendidikan Kesehatan . Rencana keperawatan : .

Tumbuh/ pertumbuhan . - Apakah Ny. sudah turun (normal).Ny. 4. - Menentukan bersama menu makanan. . M. M. M. - Ny. M mengeti tentang gaya hidupnya dan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke? - Apakah Ny. telah memilih jenis makanan rendah kolesterol. - Apakah kadar kolesterol Ny.. mempunyai kemauan untuk mempelajari jenis makanan rendah kolesterol dan bagaimana menurunkan kadar kolesterol. - Menganalisa bersama makanan sehari-hari dan bagaimana mengkonsumsikannya.Apakah Ny. M. SUMBER KLIK DISINIPERUBAHAN DALAM KEPERAWATAN11 September 2008 17:02Pengertian Dasar: Beranjak dari status quo Pengertian Praktis: 1. mempunyai kemauan untuk mempelajari kolesterol dan pengaruhnya terhadap fungsi kasdiovaskuler.Ny. M. mempunyai kemauan untuk mengetahui kandungan kolesterol dalam fast foods. M. - Apakah support educative system efektif dalam meningkatkan self care pada Ny. Evaluasi . mengalami penurunan self care dificit. M.

Gerak/ pergerakan/ bergerak 4.tumbuh-kembang-mati 3. Pembaharuan/ inovasi/ modernisasi 6. Berubah dan proses berubah menyatu dengan alam semesta 3. Perubahan dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh target berubah 2. Lahir. Kembang/ perkembangan/ berkembang 3. Berubah dan proses berubah merupakan proses yang berkelanjutan Berubah dan Manusia/ Masyarakat 1. Berubah dan proses berubah menyetu dengan hidup dan kehidupan manusia 2. Senang-susah. Hidup Berubah (Change) An act of process that makes something or someone different in some way The process og moving from one system to another Transition to a different end Sifat Kejadian 1. tradisional-modern 5.2. Perubahan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini . Transformasi/ peralihan/ beralih 5. Lahir-tumbuh-kembang-dewasa-pembiakan 2. Budaya-tata nilai. Pergolakan/ pergerakan/ mobilitas masyarakat 6. sehat-sakit 4. Berpikir/ berkehendak/ berupaya/ belajar Faktor Yang Mendukung Perubahan 1.

kasih sayang f. Menerima dan mendukung 2. Target berubah dilibatkan sejak fase awal 5. Tidak menerima . Perubahan sederhana dan konkrit 4. Perubahan dilakukan pada skala kecil dulu evaluasi dan antisipasi permasalahan pada skala besar 6. Evaluasi sebagai bagian dari proses berubah Respon Terhadap Perubahan 1. dukungan. mengadakan perubahan/ mengadakan penyempurnaan . takut akan kehilangan respect. merubah keseimbangan personal. mengadakan penyelidikan dan eksplorasi 3. benefit e.tidak mendukung 3. sosial. takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency d. takut gagal PERLU KESEIMBANGAN ANTARA PERUBAHAN & STABILITAS PERUBAHAN SECARA RADIKAL SERING MENEMUI HAMBATAN Manusia dan Proses Berubah Pada hakekatnya manusia mempunyai kebutuhan untuk: 1. takut kehilangan reward.3. Menolak: a. Komunikasi terbuka antara target berubah & inovator (change agent) 8. Pemimpin dan tokoh kelompok dilibatkan 7. takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability) b. takut akan kehilangan pengaruh c. organisasional 2.

Perubahan pada perkembangan perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu.sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol . Perubahan Spontan . mengusahakan untuk mencapai hal-hal yang kelihatannya belum dicapai berubah merupakan bagian dari hidup dan kehidupan manusia berubah menyatu dengan hidup dan kehidupan manusia berubah merupakan cara hidup manusia change > a way of life the time are changed.4. Perubahan ditinjau dari sifat proses: 1. Perubahan yang direncanakan Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. kelompok dan organisasi dalam pertumbuhanperkembangan 3. dapat dikontrol . and we are changed within them kita adalah bagian dari perubahan/ berubah itu sendiri Macam Proses Perubahan A.perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya 2. menerapkan ide-ide baru dan konsep-konsep baru 5.

Perubahan berencana .Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan.Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan Asal dari Perubahan Tiga klasifikasi utama asal perubahan/ berubah.Memerlukan kekuatan personal (personal power) C. Perubahan partisipatif . Perubahan paksaan (coerced change) .Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan .Adanya sikap positif terhadap inovasi . sesuai dengan tujuan yang akan dicapai 2.Melalui perubahan total dari organisasi . Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan 1. satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi. menerima dampak/ efek perubahan itu sendiri . Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan 1.Timbulnya komitmen 2. Perubahan acak/ kacau .Melalui penyediaan informasi yang cukup .B.menyesuaikan kegiatan dengan tujuan .

komputer. Perubahan struktural-institusional . Perubahan perilaku sosial .Perubahan kedudukan institusi 2.Perubahan struktur pendidikan . Membentuk/ membangun kembali (restructuring) Membentuk/ membangun kembali sesuatu yang lain. Penambahan (addition) Hal yang diintoduksikan menambah/ merupakan tambahan hal yang sudah ada 4. televisi 3. Perubahan teknologikal . pada perubahan tingkah laku 1.Perubahan pendangan/ keyakinan tentang hidup dan kehidupan Tipe Berubah Yang Terdapat pada Proses Adaptasi/ Adopsi (Havelock) Tipe atau bentuk berubah yang diperlukan sehingga dapat terjadi adaptasi atau adopsi. Substitusi (substitution) Hal yang diintroduksikan merupakan substitusi/ pengganti dari hal yang sudah ada 2.Bioteknologi .Penemuan-penemuan teknologi jet. Menghilangkan pola perilaku lama (eliminating of old behavioural pattern) Menghilangkan/ menghapus pola perilaku lama 6.Perubahan struktur organisasi .1. dengan bahan/ sumber yang ada 5. Memperkuat pola perilaku lama (reinforcing of old behavioural pattern) Memperkuat keberadaan/ dianutnya pola perilaku lama Bentuk Berubah Ditinjau dari Proses Terjadinya Perubahan (Bennis W) Bentuk/ tipe berubah ditinjau dari bentuk proses yang terjadi pada proses perubahan . Perubahan (alteration) Hal yang diintroduksikan merubah/ mengadakan perubahan dari hal yang sudah ada 3.

tujuan tidak dirumuskan dengan benar 8. Perubahan secara indoktrinasi (indoctrination change) Menetapkan tujuan secara cermat bersama.direncanakan bersama secara kolaboratif antara klien dan change agent 2. akan tetapi tujuan dicapai secara bersama/ kolaboratif 7.Apa yang harus dirubah .Bagaimana harus berubah . Perubahan secara sosialisasi (socialization change) Kekuatan unilateral. Perubahan secara interaksional (interactional change) Urunan kekuatan.1. akan tetapi dengan kekuatan sepihak/ unilateral (unilateral power) 3.Apa tujuan berubah . Perubahan secara alami (natural change) Urunan kekuatan. Strategi rasional-empirik (empirical-rational strategies) . tanpa menanyakan tentang nilai tujuan Berdasarkan pengumpulan dan analisa data 5. satu pihak menetapkan tujuan dan pihak lain membantu mencapai tujuan. Perubahan berencana (planned change) . dalam keadaan dimana tujuan tidak terlalu dipikirkan 6. Perubahan secara teknokratik (tchnocratic change) Dengan urunan kekuatan (shared power) menetapkan tujuan unilateral. aksidental Strategi Berubah (Chin & Benne) bagaimana mengadakan perubahan rangkaian kegiatan dalam mengadakan perubahan 1. Perubahan secara paksaan (coercive change) Menetapkan tujuan sepihak dengan kekuatan unilateral dan kontrol 4. akan tetapi tanpa rumusan tujuan perubahan yang tidak direncanakan. Perubahan secara menirukan (emultif change) Kekuatan unilateral.

System analysts sebagai staf dan konsultan.Melihat kemungkinan bahwa masalah terletak pada sikap. Strategi paksaan . kelompok.Pemilihan personel dan penggantian dari mereka yang tidak sesuai dengan posisi yang diduduki.Riset dasar dan desiminasi ilmu pengetahuan melalui pendidikan umum. organisasi atau komuniti .Didasarkan pada penggunaan kekuatan/ kekuasaan pada umumnya didasarkan pada sanksi ekonomi dan politik .Pola kegiatan dan perbuatan didukung oleh norma sosiokultural.Pendekatan normatif-reedukatif untuk mengadakan perubahan. ke dalam kehidupan sistem klien. diperlukan orang yang tepat untuk jabatan/ posisi yang tepat (the right person in the right position) .Asumsi dasar: manusia adalah rasional .Change agent harus mempelajari cara intervensi timbal balik dan kolaboratif .Norma sosiokultural didukung oleh sikap dan sistem nilai individual . Strategi reedukatif normatif (normative-reeducative strategies). sebagai kondisi untuk mengadakan penyelesaian masalah . nilai norma.Unsur-unsur yang tidak disadari memberi saham/ mempunyai pengaruh pada penyelesaian masalah. intervensi yang didasarkan pada penerapan teori berubah yang mantap.Bentuk strategi coercive lainnya adalah dengan menggunakan moral power dan political power: . cara klien melihat dirinya sendiri dan melihat masalahnya harus diperhatikan dan dipadukan dengan pandangan change agent . dan hubungan internal/ eksternal dari sistem klien. harus dibawa ke permukaan . melalui intervensi langsung dari change agent . relevan dan benar Pendekatan ini brtolak pada pandangan bahwa people technology sama pentingnya dengan thing technology dalam mengadakan perubahan yang baik dalam persoalan manusia 3..Metode dan konsep ilmu perilaku merupakan sumber yang digunakan change agent dan klien secara selektif. diyakini bahwa perubahan itu diperlukan . didasarkan pada: . terutama yang berhubungan dengan kesukaran/ masalah sistem 2.Beberapa elemen yang lazimnya terdapat pada pendekatan ini: . dan yang mungkin memerlukan perubahan arau reedukasi. dan oleh komitmen individual terhadap norma-norma tersebut .Pelibatan klien dalam proses penyusunan proses berubah. baik individu.kekuatan (power coercive approaches) .

Melalui rekomposisi dan manipulasi kelompok penguasa (power elite) . Transplantasi ginjal. hematuri .11 September 2008 16:57Kelainan Traumatik GINJAL Penyebab : Truma tajam atau trauma tumpul Dapat menjadi bagian dari multiple trauama.Mengimplementasikan proyek perubhan (change project) . Kelainan skrotum dan isinya.Menggunakan institusi politik . Dapat terjadi ileus.Memformulasikan rekomendasi untuk kegiatan masa depan atau modifikasi SUMBER KLIK DISINIKelainan Traumatik. Distensi abdomen akibat penimbunan darah atau urine.Mengadakan perbaikan strategi (bila diperlukan) .urine. Tahikardi dan hipotensi oleh karena hipovolemia Hematuri. Neoplasma. Gejala klinis : Mungkin tidak ditemukan tanda klinis Bengkak dan memar daerah pinggang (swelling & bruising renal angle). Respiratory distress akibat penekanan diafragma. Diagnosis: Lab ..Mengadakan evaluasi hasil perubahan/ berubah .Mengadakan observasi dan mengendalikan/ mengatasi hambatan .

Antibiotik dan analgesik. Terjadi fistula. Trauma ginjal terbuka. Total bed rest. dilakukan bila: Traumanya berat dan ada pergeseran ginjal. Produksi urine tiap hari di evalauasi. Hemodinamik ( Nadi dan tekanan darah) di monitor Evaluasi renal area adanya memar atau pembengkanan yang bertambah. Dilakukan bersama-sama laparotomi. Diagnosis: IVP. USG. Terapi konservatif tidak membaik. USG. KELAINAN TRAUMATIK URETER Penyebab : Trauma tajam pada kasus multi trauma. . Perdarahan yang tidak teratasi. ureterovaginal fistula. Bedah (Surgical management). Cedera akibat operasi bedah atau operasi obstetry dan gynekologi.Intravenous pyelografi (IVP). Gejala : Nyeri daerah ginjal akibat adanya sumbatan ureter Olygouria / anuria. Terapi : Konservatif ( Conservative management).

Radiology: Cystografi. KELAINAN TRAUMATIK KANDUNG KEMIH / BLADDER Penyebab: Multiple trauma adalah penyebab paling sering menyebabkan cedera pada kandung kemih. bengkak dinding abdomen. foto polos abdomen dengan tanda-tanda fraktur pelvis.Terapi : Parsial stenosis : dilatasi catater ureter. cystoscopy. reseksi anatomose end to end. operasi hernia / operasi vagina. Perdarahan uretra. Lokal: Peritonismus. operasi colon / rectum. tidak bisa buang air kecil. Endoskopi. Tidak bisa buang air kecil Diagnosis : Klinis: Riwayat tauma. Spontan. Odem skrotum / labium. Hipotensi. Gejala klinis Umum / general: Shock. Hematuria. Tachicardi.Demam. Terapi : Perbaikan hemodinamik Operasi Antibiotik Komplikasi : . tanda-tanda shock. Eksplorasi. Tindakan operasi : hysterektomi.

. Cedera tulang pelvis. pada rectal toucher ditemuka floating prostat . Persalinan lama Ruptur yang spontan (biasanya didahului oleh striktur uretra) Gejala klinis Tergantung derajat kerusakan. biasanya mengenai uretra anterior. mengenai uretra posterior. tidak boleh dipasang kateter. Diagnosis: Foto Uretrografi.Peritonitis Infeksi Pelvis dan kandung kemih Infeksi ginjal Infeksi scrotum dan epididimis Fistula . Trauma dari luar: Straddle injury. darah pada meatus uretra eksternus. dapat menyebabkan kesulitan atau tidak bisa buang air kecil. Operasi uretroplasti. KELAINAN TRAUMATIK PENIS Penyebab : Trauma tumpul / trauma tajam / terkena mesin pabrik. benda asing Instrumentasi pada uretra. Perdarahan uretra. Terapi: Sistosmtomi. Ruptur uretra posterior. Osteitis pubis KELAINAN TRAUMATIK URETRA Penyebab : Batu uretra.

Tumor ginjal bisa berupa tumor primer.Gejala klinis :Hematoma pada penis disertai rasa nyeri. Bahan-bahan kimia. hipernefroma Insiden: Dekade 5-7. Adenokarsinoma. Onkositoma). penjahitan tunika albugenia). Klasifikasi tumor ginjal Koteks ginjal : (Jinak : Adenoma. (Ganas . NEOPLASMA SALURAN KEMIH ADENOKARSINOMA GINJAL Tumor ganas parenkim ginjal yang berasal dari tubulus proksimal ginjal. NEOPLASMA GINJAL Tumor ginjal merupakan tumor urogenital ketiga terbanyak setelah tumor prostat dan tumor kandung kemih. Lipoma. ( Evakuasi hematome. Hamartoma. Diagnosis :Kavernosografi Terapi :Operasi. atau tumor sekunder dari metastase tumor lainnya. Tembakau / rokok. Etiologi: Banyak Faktor. Nefroblastoma) Sistem saluran: Jinak : Papiloma. . Nama lain tumor Grawitz. 3 % tumor ganas pada dewasa. Ganas : Tumor pelvis renalis.

USG. NEFROBLASTOMA Adalah tumor ginjal yang banyak menyerang anak-anak terutama pada usia kurang 10 tahun. Gejala klinis : . Ct scan Abdomen Terapi: Nefrektomi. Immmunoterapi. terjadi A-V shunt pada massa tumor Tanda-tanda metastasis ke paru dan hepar. tidak banyak memberi manfaat. tidak efektif karena tumor tidak sensitif terhadap radiasi. terbebasnya pirogen endogen / nekrosis tumor Anemi Hipertensi. Hormonal. dilakukan nefrektomi radikal yaitu mengangkat ginjal beserta kapsula gerota. Diagnosis: Gejala klinis. Neoplasma saluran kemih Nefroblastoma. masih dalam uji coba. dengan hormon progestagen hasilnya belum banyak diketahui. Sitostatika.Gejala klinis .5 tahun. sering pada usia 3. IVP. dengan interferon dan interleukin pemakaiannya sangat terbatas karena mahal. Radiasi eksterna. Febris. Sering disebut juga tumor Wilm atau karsinoma sel embrional. Sering diiukuti kelainan bawaan seperti : Aniridia Hemihipertropi Anomali organ urogenital.

Stadium . terdapat massa retropreritoneal sebelah atas. Tumor meluas kejaringan sekitar. IVP. kombinasi antara Actinomisin D dengan Vincristine hasilnya cukup baik. 3. bersifat radiosensitif. Sitostatika. mungkin nonvisualized. 1. menunjukkan adanya distorsi sistem pelviokalises. Tumor terbatas pada ginjal. . Gejala klinis: Nyeri pinggang. Metastase hematogen 5. masih dapat dieksisi sempurna. 4. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari biopsi atau ruptur yang terjadi sebelum / selama operasi. TUMOR URETER Tumor ureter sangat jarang. dapat dieksisi sempurna. 75 % maligna. menurut NWTS ( National Wilm s Tumor Study) ada 5 stadium.Anak dibawah kedokter karena perut membesar. Terapi: Radikal nefrektomi.Hematuri kambuhan. 2. angka kejadian kurang 1 % dari tumor urogenital. ada bejolan diperut atas Kencing berdarah Hipertensi. Diagnosis : USG. Gejala obstruksi oleh tumor. Radiasi eksterna. Tumor bilateral.

akibat penekanan saluran limfe atau pembesaran kelenjar limfe di pelvis. untuk pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan resiko karsinoma buli-buli. Kopi. ureter beserta cuff buli-buli sebanyak 2 cm disekeliling muara ureter. pekerja dipabrik kimia. E. bekuan darah. Diagnosis . MRI. Udema tungkai.Diagnosis: IVP (ditemukan filling defek didalam lumen ureter. pemanis buatan dan obat-obatan. rokok mengandung amin aromatik dan nitrosamin. Infeksi saluran kemih. Gejala klinis : Hematuri tanpa keluhan nyeri ( painless). Uretroskopi (untuk melihat tumor sekaligus biopsy). Retensi urine akibat. IVP. kambuhan dan seluruh proses miksi. Histopatologi : 90 % merupakan karsinoma sel transisional. Etiologi / faktor resiko: Pekerjaan. CT scan. atau nonvisualized ginjal). laboratorium ( senyawa amin aromatik ) Perokok. TUMOR BULI-BULI / KANDUNG KEMIH Merupakan keganasan kedua setelah karsinoma prostat.Coli dan proteus Spp menghasilkan karsinogen. selebihnya merupakan karsinoma sel squamosa dan adenokarsinoma. hidronefrosis bila terjadi infiltrasi tumor ke muara ureter. hidronefrosis. . mengangkat ginjal. Dua kali lebih banyak pada laki-laki dari wanita. ditemukan filling defect. Terapi: Nefroureterektomi.

Keluhan akibat metastasis. penegakan diagnosis yang lebih baik dan kewaspadaan yang tinggi. nyeri pada tulang. Terapi : . MRI dan bone scanning. hormon androgen dari sel leydic testis dan adrenal Diet dan lingkungan Infeksi. Etiologi : Predisposisi genetik Pengaruh hormonal.Terapi : Reseksi buli-buli. Diagnosis : PSA ( prostat spesifik antigen) USG trans rektal CT scan. Gejala klinis : Gejala obstruksi saluran kencing. retensi urine. hidronefrosis dan gagal ginjal. paraplegi. fraktur patologi dan edema tungkai. Sistektomi radikal. Radiasi eksterna. Insiden meningkat karena. hematuri. 5 FU. meningkatnya umur harapan hidup. Siklofospamide. PROSTAT Merupakan keganasan yang terbanyak. Instilasi intra vesika dengan obat-obat : Mitomisin C.

Hormonal.: Etiologi : Maldescendus testis. Diskesi kelenjar retroperitoneal dan para aorta. Petanda tumor: Alfa Feto protein suatu glikoprotein yang diproduksi oleh sel tumor. Radiasi : jenis seminoma respon terhadap terhadap terapi. nonseminoma tidak respon Sitostatika : Sisplatinum. Gejala klinis : Pembesaran testis. vinblastin dan Bleomisin. Terapi : Tidak diperbolehkan biopsi tumor. stad awal dengan harapan hidup kurang dari 10 tahun. TESTIS Biasa ditemukan pada usia 15 35 tahun. Tauma testis Atropi /infeksi testis Hormonal : pemberian estrogen selama kehamilan akan meingkatkan kemungkinan terjadinya tumor testis pada anak laki yang dikandungnya. Prostatektomi radikal. Human Chorionik Gonadotropin. menghilangkan sumber androgen dengan operasi atau medikamentosa. padat dan tidak menunjukkan tanda illuminasi. suatu protein yang diproduksi oleh jaringan trofoblas. Orkiektomi.Observasi. TUMOR PENIS . Radiasi. tidak nyeri.

angkat tumor beserta jaringan sehat sepanjang kurang lebih 2 cm dari proksimal tumor. Pembesaran kelenjar limfe inguinal yang nyeri karena infeksi Diagnosis: Biopsi lesi primer. Etiologi : Hygiene penis yang kurang bersih. hasilnya tidak memuaskan. Radieasi eksterna. ulserasi serta perdarahan. . bila menghilang tidak dilakukan diseksi. Penektomi total dan ureterotomi perineal. glans dan shaft penis. Terapi : Menghilangkan lesi primer : Sirkumsisi. Berasal dari kulit preputium. yang masih terbatas pada preputium Penektomi parsial. pencitraan dibutuhkan untuk menentukan penyebaran tumor. tetapi bila tetap membesar dilakukan diseksi kelenjar limfe inguinal bilateral. beberapa ahli menganjurkan pemberian antibiotik 4 -6 minggu.Tumor penis terdiri dari : Karsinoma sel basal. berbau dan sering mengalami infeksi. Melanoma Tumor parenkim Karsinoma sel squamous. Topikal dengan kemoterapi Terapi kelenjar limfe regional. yang paling banyak ditemukan. Sirkumsisi mengurangi kejadian karsinoma penis Gejala klinis : Tumor yang kotor.

HIDROKEL Penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan visceralis tunika vaginalis testis. Diagnosis : Secara klinis. Hal ini mengakibatkan kerusakan sel-sel epitel germinal testis. sehingga testis abdominal selalu mendapatkan suhu yang lebih tinggi dari testis normal.TESTIS MALDESENSUS Pada masa janin testis berada di rongga abdomen dan beberapa saat sebelum bayi lahir. testis mengalami desensus testikulorum ke kantung scrotum. Gejal klinis : Tidak ditemukan testis di rongga scrotum. Patofisiologi: Suhu rongga abdomen lebih kurang 1 0 C lebih tinggi dari suhu di dalam rongga scrotum. Kelainan intrinsik testis Defisisnesi hormon gonadotropin yang memacu proses desensus testis. . Kulit scrotum mengalami hipoplasi karena tidak pernah ditempati scrotum. Apabila proses tidak bejalan normal maka terjadi maldesensus. Flebografi untuk mencari plexus pampiniformis. USG untuk mencari lokasi testis kadang sulit. Etiologi: Kelainan pada gubernakulum testis. CT scan dan MRI Terapi: Testis diturunkan dengan pembedahan maupun medikamentosa.

Pemeriksaan transilluminasi positif Diagnosis: Klinis dan dapat dibantu dengan USG. . Gejala klinik: Benjolan di scrotum tidak nyeri. Etiologi : Penyebab secara pasti belum diketahui. hidrokelektomi pada orang dewasa. VARIKOKEL Dilatasi abnormal dari vena plexus pampiniformis akibat gangguan aliran balik vena spermatika interna. Terapi : Ditunggu sampai usia anak mencapai 1 tahun Operasi ligasi pada anak.Etiologi : Belum sempurnya penutupan prosessus vaginalis Belum sempurnanya sistem limfatik di scrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Merupakan salah satu penyebab infetilitas pada pria ( 21 41 %). Dikenal ada 3 jenis hidrokel : Hidrokel testis Hidrokel funikuli Hidrokel komunikans. Kelainan 15 % pada pria.

Varikokel kiri lebih sering dari verikokel kanan (70-93 %). jika diperlukan pasien diminta melakukan manuver valsava. teraba bentukan seperti kumpulan cacing di dalam kantung sebelah cranial testis. kemudian palpasi scrotum. Dibedakan menjadi 3 derajat : Kecil : varikokel dapat dipalpasi setelah manuver valsava. hal ini disebabkan oleh karena vena spermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus. Besar : Varikokel dapat di lihat tanpa manuver valsava. Terapi : Dilakukan bila ada indikasi terjadi gangguan spermatogenesis. sedangkan bermuara vena cava yang agak miring . Gejala klinis dan diagnosis : Benjolan diatas testis yang agak nyeri. Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri. . cremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen untuk mempertahankan suhu ideal untuk testis. Vena spermatika interna kiri lebih panjang dari yang kanan. Sedang : Varikokel dapat dipalpasi tanpa manuver valsava. Patogenesis: Secara fisiologis m. Ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo. TORSIO TESTIS Adalah terpuntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. Varikokelektomi cara Ivanisevich Perkutan dengan memasukkan sklerosing kedalam vena spermatika interna.

Cara heterotopik.Adanya kelainan penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsi jika bergerak secara berlebihan seperti : perubahan suhu yang mendadak. Biasanya disertai demam. 2. mengembalikan testis keposisi awalnya dengan memutar kearah beralawanan dengan arah torsi. . Donor mayat. bila organ yang dicangkokkan dipasang pada tempat aslinya. Cara ortotopik. pada torsi yang baru terjadi. Tahun 1954 Murray di Boston melakukan tranplantasi pada saudara kembar monozigot dan hasilnya dapat bertahan lama. ketakutan. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal dari testis kontra lateral. bila organ yang dicangkokkan dipasang di tempat lain. Gejala klinis dan diagnosis : Nyeri hebat dan mendadak di scrotum disertai pembengkakan testis. batuk. latihan yang berlebihan. tes tes laboratorium untuk menentukan ke cocokan antara donor dan resipien. dilakukan orchidopeksi bila testis masih viable dan orchiectomi bila testis sudah nekrosis.. testis membengkak. sementara organ yang rusak tidak dikeluarkan. Sebelum dilakukan tranplantasi. ginjal arus diperiksa arteriogram ke dua arteri renalis untuk menentukan adanya ginjal dan dalam keadaan anatomi perdarahannya. Operasi berhasil baik. tetapi hasil hanya bertahan beberapa waktu saja. celana yang terlalu ketat atau trauma yang mengenai scrotum. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. Pemeriksaan fisik. Secara tehnik bedah transplantasi dibedakan 2 macam : 1. Sementara organ asli diambil terlebih dahulu. TRANSPLANTASI GINJAL Transplantasi ginjal pada manusia dilakukan pertama kali oleh Lawler tahun 1950 di Chicago. Donor untuk tranplantasi ada dua sumber: Donor hidup. Operasi. Terapi : Detorsi manual.

Ginjal donor hidup dapat bertahan lebih lama dibanding donor mayat. nefrolitiasis). Arteri renalis langsung dianastomose secara ujung ke ujung dengan arteri iliaka interna atau secara ujung ke sisi dengan arteri iliaka communis atau iliaka eksterna. Tetapi kebanyakan pasien transplantasi ginjal akan membutuhkan transplantasi ke dua atau ke tiga atau terpaksa di dialisis seperti sebelumnya. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Vena renalis dianastomose secara ujung ke sisi dengan vena iliaka commonis. Hasil transplantasi tergantung berbagai faktor.Transplantasi Ginjal Ginjal yang dicangkokkan ditempatkan di ruang retroperitoneal di regio fossa iliaka. Anastomosis neoureterosistostomi di buat dengan menembus submukosa untuk mencegah refluks. perdarahan. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis. . PENYEBAB Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal. SUMBER KLIK DISINIBATU SALURAN KEMIH11 September 2008 16:55Batu Saluran Kemih DEFINISI Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri.

GEJALA Batu. termasuk asam urat. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal. yang menjalar ke perut. terutama ketika batu melewati ureter. biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang. amonium dan fosfat) juga disebut batu infeksi karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi. daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul. menggigil dan darah di dalam air kemih. Jika penyumbatan ini berlangsung lama. Penderita mungkin menjadi sering berkemih. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. sehingga terjadilah infeksi. perut menggelembung. terutama yang kecil.5 sentimeter atau lebih. air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. Batu yang menyumbat ureter. sistin dan mineral struvit. Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis. . Jika batu menyumbat aliran kemih. bisa tidak menimbulkan gejala. Batu yang besar disebut kalkulus staghorn. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. demam. pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Batu struvit (campuran dari magnesium. Gejala lainnya adalah mual dan muntah. Ukuran batu bervariasi. mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2.Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium. sisanya mengandung berbagai bahan. bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan.

jika batu telah terbuang. ESWL). disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas. PENGOBATAN Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala. Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy. sistin. penyumbatan atau infeksi. kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti.DIAGNOSA Batu yang tidak menimbulkan gejala. mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis). nanah atau kristal batu yang kecil. maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. biasanya tidak perlu diobati. . Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium.

karena itu diberikan antibiotik. Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium selulosa fosfat. yang menyebabkan penyumbatan. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari). Batu tersebut dianalisa dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih. PENCEGAHAN Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. Batu asam urat yang lebih besar. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat). yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Obat diuretik thiazid(misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru. diberikan kalium sitrat.Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. Batu kalsium. perlu diangkat melalui pembedahan. tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. dimana kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggi. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. . Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkalsiuria. Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih. nefrolitotomi perkutaneus).

Batu asam urat. sarkoidosis. percutaneous nephrostomy. Dianjurkan untuk banyak minum air putih. ikan dan unggas. Etiologi dan patofisiologi Ada 3 penyebab utama dari trauma ginjal . asidosis tubulus renalis atau kanker. yaitu 1. kacang-kacangan. . Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging. seperti hiperparatiroidisme. Trauma tumpul Trauma tajam seperti tembakan dan tikaman pada abdomen bagian atas atau pinggang merupakan 10 20 % penyebab trauma pada ginjal di Indonesia. merupakan akibat dari mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam. Trauma tajam 2. Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain. keracunan vitamin D.Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih. Dengan semakin meningkatnya popularitas dari teknik teknik di atas. merica dan teh). yang menyokong terbentuknya batu kalsium. bisa diberikan kalium sitrat. dan percutaneous lithotripsy. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut. karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa). dimana di dalamnya termasuk retrograde pyelography. Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. Trauma iatrogenik pada ginjal dapat disebabkan oleh tindakan operasi atau radiologi intervensi. Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah. SUMBER KLIK DISINITRAUMA GINJAL11 September 2008 16:48Definisi Trauma ginjal adalah cedera pada ginjal yang disebabkan oleh berbagai macam rudapaksa baik tumpul maupun tajam. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol. Trauma iatrogenik 3. coklat.

jika base line dari tekanan intrapelvis meningkat maka kenaikan sedikit saja dari tekanan tersebut sudah dapat menyebabkan terjadinya trauma ginjal. Klasifikasi Tujuan pengklasifikasian trauma ginjal adalah untuk memberikan pegangan dalam terapi dan prognosis. Trauma tumpul merupakan penyebab utama dari trauma ginjal. Ginjal yang relatif mobile dapat bergerak mengenai costae atau corpus vertebrae. Sebagai tambahan. Biopsi ginjal juga dapat menyebabkan trauma ginjal . Kejadian ini dapat menyebabkan avulsi pedikel ginjal atau robekan tunika intima arteri renalis yang menimbulkan trombosis. kerja atau perkelahian. Yang ketiga adalah keadaan patologis dari ginjal itu sendiri. Dengan lajunya pembangunan. Klasifikasi trauma ginjal menurut Sargeant dan Marquadt yang dimodifikasi oleh Federle : Grade I Lesi meliputi Kontusi ginjal Minor laserasi korteks dan medulla tanpa gangguan pada sistem pelviocalices Hematom minor dari subcapsular atau perinefron (kadang kadang) 75 80 % dari keseluruhan trauma ginjal . Ada beberapa faktor yang turut menyebebkan terjadinya trauma ginjal.insidens trauma iatrogenik semakin meningkat . Trauma tumpul ginjal dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. baik karena trauma langsung ataupun tidak langsung akibat deselerasi. tetapi kemudian menurun setelah diperkenalkan ESWL. penambahan ruas jalan dan jumlah kendaraan. olah raga. Hal ini menjelaskan mengapa pada pasien yang yang memiliki kelainan pada ginjalnya mudah terjadi trauma ginjal. kejadian trauma akibat kecelakaan lalu lintas juga semakin meningkat. Kedua. Trauma tidak langsung misalnya jatuh dari ketinggian yang menyebabkan pergerakan ginjal secara tiba tiba di dalam rongga peritoneum. Trauma ginjal biasanya menyertai trauma berat yang juga mengenai organ organ lain. Trauma langsung biasanya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. trauma yang demikian dapat menyebabkan peningkatan tekanan subcortical dan intracaliceal yang cepat sehingga mengakibatkan terjadinya ruptur.

Grade II Lesi meliputi Laserasi parenkim yang berhubungan dengan tubulus kolektivus sehingga terjadi extravasasi urine Sering terjadi hematom perinefron Luka yang terjadi biasanya dalam dan meluas sampai ke medulla 10 15 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade III Lesi meliputi Ginjal yang hancur Trauma pada vaskularisasi pedikel ginjal 5 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade IV Meliputi lesi yang jarang terjadi yaitu Avulsi pada ureteropelvic junction Laserasi dari pelvis renal .

Perlu diperhatikan bila tidak ada hematutia. . sedangkan pada trauma tajam tampak luka. dengan intenitas nyeri yang bervariasi. Bila terjai cedera Tr. Digestivus ditemukan adanya tanda rangsang peritoneum.BAB II KELUHAN DAN GEJALA KLINIK Pada trauma tumpul dapat ditemukan adanya jeja di daerah lumbal. Massa yang cepat menyebar luas disertai tanda kehilangan darah merupakan petunjuk adanya cedera vaskuler. kemungkinan cedera berat seperti putusnya pedikel dari ginjal atau ureter dari pelvis ginjal. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda shock. ketegangan otot pinggang . sedangkan massa jarang teraba. Fraktur costae terbawah sering menyertai cedera ginjal. Pada palpasi didapatkan nyeri tekan daerah lumbal. Derajat hematuria tidak berbanding dengan tingkat kerusakan ginjal. Bila hal ini ditemukan sebaiknya diperhatikan keadaan paru apakah terdapat hematothoraks atau pneumothoraks? Hematuria makroskopik merupakan tanda utama cedera saluran kemih. Nyeri abdomen umumya ditemukan di daerah pinggang atau perut bagian atas . Bila disertai cedera hepar atau limpa ditemukan adanya tanda perdarahan dalam perut.

pencitraan IVP pada pasien trauma ginjal grade I dapat menunjukkan gambaran ginjal normal. Pada CT Scan. Menyingkirkan keadaan ginjal patologis pre trauma 3. yaitu 1. Mengevaluasi keadaan organ intra abdomen lainnya Pada pemeriksaan radiologis dapat ditemukan : Grade I Hematom minor di perinephric . pada IVP.BAB III DIAGNOSTIK RADIOLOGI Ada beberapa tujuan pemeriksaan radiologis pada pasien yang dicurigai menderita trauma ginjal. Mengevaluasi keadaan ginjal kontralateral 4. Hal ini tidak terlalu menimbulkan masalah karena penderit grade I memang tidak memerlukan tindakan operasi . daerah yang mengalami kontusi terlihat seperti massa cairan diantara parenkim ginjal . Klasifikasi beratnya trauma sehingga dapat dilakukan penenganan yang tepat dan menentukan prognosisnya 2. dapat memperluhatkan gambaran ginjal yang abnomal Kontusi dapat terlihat sebagai massa yang normal ataupun tidak Laserasi minor korteks ginjal dapat dikenali sebagai dfek linear pada parenkim atau terlihat mirip dengan kontusi ginjal Yang lebih penting.

terutama pada ½ medial daerah perinefron. Renalis.Renalis. dengan parenkim ginjal yang masih intak dan nonvisualized ureter.dapt diertai dengan hematuria. dimana terlihat gangguan fungsi ekskresi baik parsial maupun total Ada 2 tipe lesi pada pelvis renalis yaitu trombosis A. CT San biasanya diambil sebagai pemeriksaan penunjang pertama pada psien yang mengalami trauma multiple organ intra abdomen. Dengan pemeriksaan CT Scan . Yang khas adalah. sampai sekarang belum ada pembatasan yang jelas kapan seorang penderita yang diduga trauma ginjal memerlukan IVP atau CT Scan sebagai pemeriksaan penunjangnya. Sebagai kesimpulan. Fragmen diantaranya berarti merupaka fragmen yang sudah tidak viable lagi. merupakan duggan kuat terjadinya avulsi ureteropelvic junction Grade III Secara klinis pasien dalam kadaan yang tidak stabil. dan pasien yang diduga trauma ginjal Grade III atau IV.fragmen yang viabel akan terlihat homogen karena masih mendapat perfusi cukup baik. fraktur parenkim ginjal dapat terlihats Akumulasi masif dari kontras. .uar ginjal terlihat kabur atau lebih lebar. Grade IV Grade IV meliputi avulsi dari ureteropelvic junction. Angiografi dapat memperlihtkan gambaran oklusi A. dapat dilakukan pemeriksaan IVP. CT Scan berfungsi sebagai pemeriksaan kedua setelah IVP pada pasien yang pada IVP memperlihtkan gambaran kerusakan luas parenkim ginjal dan pasien yang keadaan umumnya menurun. Bila pasien sudah cukup stabil. Arteriografi memperlihatkan 2 fragmen ginjal yang terpisah cukup jauh.Grade II Pada IVP dapat terlihat extravasasi kontras dari daerah yang mengalami laserasi Extravasasi tersebut bisa hanya terbatas pada sinus renalis atau meluas sampai ke daerah perinefron atau bahkan sampai ke anterior atau posterior paranefron. Viabilitas dari fragmen ginjal dapat dilihat secara angiografi. Keputusan tersebut harus didasarkan kepada pemeriksaan manakah yang lebih tersedia. batas . Kdang kadang dapat terjadi shock dan sering teraba massa pada daerah flank. Baik IVP maupun CT Scan memeperlihatkan adanya akumulasi kontras pada derah perinefron tanpa pengisian ureter.Renalis dan avulsi A.

analgesik untuk menghilangkan nyeri. Pengobatan konservatif tersebut meliputi istirahat di tempat tidur. biasanya diobati secara konservatif. Penanganan trauma ginjal grade 2 masih menimbulkan suatu kontroversi. grade 1. seperti yang dipilih oleh kebanyakan dokter. hematokrit serta sedimen urin. kadar hemoglobin. Penenganan secara konservatif. serta observasi status ginjal dengan pemeriksaan kondisi lokal.BAB IV TERAPI DAN PROGNOSIS Lesi minor. mengandalkan kemampuan normal ginjal .

Penanganan trauma ginjal unuk grade 3 dan 4 memerlukan tindakan operatif berupa laparotomi. Gejala yang paling banyak ditemukan adalah terdapatnya darah di urin (hematuria). . Luka tusuk pada ginjal dapat karena tembakan atau tikaman. misalnya karena kecelakaan kendaraan bermotor. Penenganan secara operatif biasanya dilakukan apabila pasien tidak memberikan respond positif terhadap pengobatan konservatif. memar. karena itu setiap cedera yang mempengaruhi proses tersebut bisa berakibat fatal. dan jika cukup berat. rasa sakit yang terus menerus dan disertai dengan adanya demam. SUMBER KLIK DISINITRAUMA SALURAN KEMIH11 September 2008 16:45Trauma Saluran Kemih DEFINISI Saluran kemih (termasuk ginjal. Beberapa trauma dapat menyebabkan nyeri tumpul. Pengecualian dari indikasi diatas adalah oklusi pada A. ureter. Mencegah kerusakan menetap pada saluran kemih dan mencegah kematian tergantung kepada diagnosis dan pengobatan yang tepat. berkurangnya proses berkemih dan nyeri. Tindakan konservatif ini dilakukan untuk menghindari dilakukannya tindakan nephrektomi. bertambah besarnya massa pada regio flank. seperti kehilangan darah yang terus bertambah. terjatuh atau trauma pada saat berolah raga. Limbah metabolik harus disaring dari darah oleh ginjal dan dibuang melalui saluran kemih. kandung kemih dan uretra) dapat mengalami trauma karena luka tembus (tusuk). dapat menurunkan tekanan darah (syok). Sedangkan dokter yang memilih tindakan operatif secara dini mengemukakan bahwa finsidens terjadinya komplikasi lanjut dapat diturunkan dengan tindakan nephrektomi. trauma tumpul.untuk menyembuhkan dirinya sendiri. pembengkakan. terapi penyinaran maupun pembedahan. TRAUMA GINJAL Trauma tumpul sering menyebabkan luka pada ginjal. Renalis ( grade 3 ).

Cedera berat yang menyebabkan perdarahan hebat atau kebocoran air kemih ke jaringan di sekitarnya seringkali harus diatasi dengan pembedahan. misalnya urografi intravena dan CT scan. maka sebagian besar trauma ginjal memiliki prognosis yang baik. suatu prosedur rutin untuk menghancurkan batu ginjal) bisa menyebabkan ditemukannya darah dalam air kemih yang sifatnya sementara. sedangkan cedera berat bisa menyebabkan hematuria yang tampak sebagai air kemih yang berwarna kemerahan. Jika aliran darah ke ginjal berkurang. Pemeriksaan sinar X untuk ginjal dan saluran kemih. Pengobatan diawali dengan langkah untuk mengendalikan kehilangan darah dan mencegah syok. Biasanya jika terdiagnosis dan diobati secara tepat dan cepat. Jika ginjal sampai terpisah dari tangkainya yang mengandung vena dan arteri. Diberikan cairan intravena untuk menormalkan tekanan darah dan merangsang pembentukan air kemih. Untuk cedera ringan (misalnya akibat terapi ESWL). Hal ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi yang terjadi dalam beberapa minggu atau beberapa bulan setelah terjadinya trauma. tidak terlalu jelas dan akan membaik dengan sendirinya. tanpa pengobatan khusus. maka bisa terjadi perdarahan hebat. Jika ginjal mengalami luka berat. maka jaringan ginjal yang normal bisa mati dan digantikan oleh jaringan parut. dapat secara akurat menentukan lokasi dan luasnya cedera. syok dan kematian.Kerusakan yang terjadi bervariasi. Cedera ringan menyebabkan hematuria yang hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskopis. . bisa terjadi perdarahan hebat dan air kemih bisa merembes ke jaringan di sekitarnya. Trauma yang akibat ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy. dilakukan pengawasan ketat terhadap asupan cairan dan penderita menjalani tirah baring.

Jika trauma ureter terjadi akibat pembedahan. reseksi kolon atau uteroskopi. CT scan dan urografi retrograd. Gejala biasanya tidak spesifik dan bisa timbul demam atau nyeri. seperti histerektomi. Pemeriksaan diagnostik yang biasanya dilakukan adalah urografi intravena.TRAUMA URETER Sebagian besar trauma ureter (saluran dari ginjal yang menuju ke kandung kemih) terjadi selama pembedahan organ panggul atau perut. biasanya akibat tembakan. Luka tembus. maka dilakukan pembedahan lainnya untuk memperbaiki ureter. TRAUMA KANDUNG KEMIH Trauma benturan pada panggul yang menyebabkan patah tulang (fraktur) seringkali terjadi pada kecelakaan sepeda motor dan bisa menyebabkan robekan pada kandung kemih. Jarang terjadi trauma ureter akibat pukulan maupun luka tumpul. biasanya karena luka tembak. Penyebab lain trauma ureter adalah luka tembus. . dipasang kateter ke dalam ureter dan dibiarkan selama 2-6 minggu sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan. juga bisa mencederai kandung kemih. Seringkali terjadi kebocoran air kemih dari luka yang terbentuk atau berkurangnya produksi air kemih. Ureter bisa disambungkan kembali ke tempat asalnya atau di bagian kandung kemih yang lainnya. Pada trauma yang tidak terlalu berat. Pengobatan terbaik untuk trauma ureter akibat luka tembak atau luka tusuk adalah pembedahan.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan sistografi.Gejala utama adalah adanya darah dalam air kemih atau kesulitan untuk berkemih. hematuria dan gangguan berkemih. biasanya dilakukan pembedahan untuk menentukan luasnya cedera dan untuk memperbaiki setiap robekan. 1 terpasang melalui uretra (kateter trans-uretra) dan yang lainnya terpasang langsung ke dalam kandung kemih melalui perut bagian bawah (kateter suprapubik). Untuk luka yang lebih berat. Kateter tersebut dipasang selama 7-10 hari atau diangkat setelah kandung kemih mengalami penyembuhan yang sempurna. Robekan kecil (laserasi) bisa diatasi dengan memasukkan kateter ke dalam uretra untuk mengeluarkan air kemih selama 7-10 hari dan kandung kemih akan membaik dengan sendirinya. . Penyempitan ureter (striktur) di daerah yang terkena biasanya merupakan komplikasi yang bisa terjadi di kemudian hari. Hal ini bisa menyebabkan impotensi akibat kerusakan arteri dan saraf penis. Kadang air kemih merembes ke dalam jaringan di dinding perut. Prosedur pembedahan pada uretra atau alat yang dimasukkan ke dalam uretra juga bisa melukai uretra. Selanjutnya air kemih dibuang dari kandung kemih dengan menggunakan 2 kateter. tetapi lukanya relatif ringan. kantung zakar atau perineum (daerah antara anus dan vulva atau kantung zakar). Gejalanya adalah ditemukannya darah di ujung penis. TRAUMA URETRA Penyebab utama dari trauma uretra adalah patah tulang panggul dan karena kedua kaki mengangkang (pada pria). Diagnosis ditegakkan berdasarkan uretrogram retrograd.

Pengobatan untuk memar ringan adalah memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih selama beberapa hari untuk mengeluarkan air kemih dan uretra akan membaik dengan sendirinya. Faktor. a. hal 73) b. hal 301) 2. pengeluaran air kemih dari uretra dilakukan dengan cara memasang kateter langsung ke dalam kandung kemih. Batuk Darah(Hemoptisis) Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal. anatomi dan fisiologi . SUMBER KLIK DISINIASKEP TUBERKULOSIS11 September 2008 16:43Tuberkulosa KONSEP DASAR TUBERCULOSA 1. th 1995. 1995. Untuk struktur uretra dilakukan perbaikan melalui pembedahan. Untuk cedera lainnya. (Hood Alsagaff. Tuberkolusis Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff. Definisi a. sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi .factor yang mempengaruhi timbulnya masalah . batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas .

1995 hal 221) . PIERCE . Hanya sebagian kecil udara ini. debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung .Ac 1997 hal 88) Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin).paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara .Syaifuddin B Ac th1997.Ac . hal 89-90). bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H. EVELYN. mempunyai dua lubang/cavum nasi.H . panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa .System pernafasan terdiri dari hidung . H.trakea .besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring . H. faring . bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring . B. (Drs. B . Syaifuddin .B.th 1997 hal 90 . bronkus . sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher . kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut . Syaifuddin. th 1997 . B. faring terdapat dibawah dasar tengkorak . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs.paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung gelembung . dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring . hal 87 ) Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan . laring .(Drs . Ac . trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs .syafuddin. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri. Ac th 1997. sampai dengan alveoli dan paru-paru Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama .C. Paru. hal 88-89) Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri .H. Paruparu terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. Syaifuddin .

Patofisiologi Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan . koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2. Infeksi kuman ini sering . b. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40).Y.1997 hal 93 .Ac.A.hal 91) 2.proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu: 1.1995.(Ni Luh Gede Y. Ventilasi pulmoner.Alsegaff th 1995 . hal 36-37) 3.1997. akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi. Th 1995 hal 124.Y.Ac.Syaifuddin. Drs. komposisi membran.hal 124. (NI LUH GEDE.H. Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran. maka udara terdorong keluar. luas permukaan membran. Difusi Gas. Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali.B. A. (Ni Luh Gede. SKP. B. saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit. Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah. Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel .SKp. Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar. Transportasi Gas Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah). Syaifuddin. Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah.Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru .Hood . H.A. Drs.

hal 754) Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut.(Sylvia. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain. sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas.A. Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru. maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan. Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung.Price. ( dr. sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya .754) Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa. Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional. dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas.1996.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif.A Price:1995.Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan.754) Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga.A Price:1995.1995. Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paruparu ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring .(Sylvia.proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari. Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600- .terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya .(Syilvia.N. Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil. sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana.hal 1-2 ) Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin.Hendrawan.telinga tengah atau usus. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus.

3 bulan). riwayat keluarga dan riwayat psikososial. kering.1000cc/24 jam. peningkatan produksi sputum. Riwayat kesehatan dimulai dari biografi klien. kongesti. dyspnea. dimana aspek biografi yang sangat erat hubungannya dengan gangguan oksigenasi mencakup usia. Tanyakan juga bagaimana hal tersebut timbul dengan waktu yang spesifik (misal : pada malam hari. Keadaan tempat tinggal mencakup kondisi tempat tinggal serta apakah klien tinggal sendiri atau dengan orang lain yang nantinya berguna bagi perencanaan pulang ( Discharge Planning ). Stridor dan chest pain. pekerjaan (terutama yang berhubungan dengan kondisi tempat kerja) dan tempat tinggal.85-86). hemoptysis. Tanyakan berapa lama klien batuk (misal 1 minggu.(Hood Al sagaff dkk:1995. kejadian yang membuat kondisi sekarang ini.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas. . 1) Batuk (Cough) Batuk merupakan gejala utama pada klien dengan penyakit sistem pernafasan. Perawat mengkaji klien atau keluarga dan berfokus kepada manifestasi klinik dari keluhan utama. KELUHAN UTAMA Keluhan utama akan menentukan prioritas intervensi dan mengkaji pengetahuan klien tentang kondisinya saat ini. ketika bangun tidur) atau hubungannya dengan aktifitas fisik. jenis kelamin. wheezing. Tentukan batuk tersebut apakah produktif atau non produktif. a. riwayat perawatan dahulu. Keluhan utama yang biasa muncul pada klien gangguan kebutuhan oksigen dan karbondioksida antara lain : batuk. SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN09 September 2008 10:52RIWAYAT KESEHATAN Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi data saat ini dan masalah yang lalu.

pneumonia. perdarahan hidung atau perut. mengandung darah dan dengan jumlah yang banyak. Tanyakan dan catat warna. Pada keadaan edema paru sputum akan berwarna merah mudah. Upper airway necrotizing granuloma. Bronchiectasis. 4) Hemoptysis Hemoptysis adalah darah yang keluar dari mulut dengan dibatukkan. Darah yang berasal dari paru biasanya berwarna merah terang karena darah dalam paru distimulasi segera oleh refleks batuk. tetapi iga. Trakeobronkial tree secara normal memproduksi sekitar 3 ons mucus sehari sebagai bagian dari mekanisme pembersihan normal ( Normal Cleansing Mechanism ).2) Peningkatan Produksi Sputum. sputum mungkin jernih. cardiac dan gastrointestinal. Perawat mengkaji apakah darah tersebut berasal dari paru-paru. yang berhubungan dengan penyakit paru kronik dan gagal jantung kiri. Cystic fibrosis. Tetapi produksi sputum akibat batuk adalah tidak normal. . bau dan jumlah dari sputum karena hal-hal tersebut dapat menunjukkan keadaan dari proses patologik. Contoh ketika klien berjalan apakah dia mengalami dyspnea ?. TB Paru. 5) Chest Pain Chest pain (nyeri dada) dapat berhubungan dengan masalah jantung dan paru. 3) Dyspnea Dyspnea merupakan suatu persepsi kesulitan untuk bernafas/nafas pendek dan merupakan perasaan subjektif klien. Sputum merupakan suatu substansi yang keluar bersama dengan batuk atau bersihan tenggorok. emboli paru. pleura parietal dan trakeobronkial tree mempunyai hal tersebut. Perawat mengkaji tentang kemampuan klien untuk melakukan aktifitas. kaji juga kemungkinan timbulnya paroxysmal nocturnal dyspnea dan orthopnea. putih atau kelabu. otot. konsistensi. muskuloskeletal. Gambaran yang lengkap dari nyeri dada dapat menolong perawat untuk membedakan nyeri pada pleura. Jika infeksi timbul sputum dapat berwarna kuning atau hijau. Penyakit yang menyebabkan hemoptysis antara lain : Bronchitis Kronik. kanker paru dan abses paru. Paru-paru tidak mempunyai saraf yang sensitif terhadap nyeri.

b. 2) Pengobatan saat ini dan masa lalu 3) Alergi 4) Tempat tinggal c. Semua keadaan itu sangat jarang menimpa non perokok. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU Perawat menanyakan tentang riwayat penyakit pernafasan klien. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA . perawat harus menganalisis nyeri yang berhubungan dengan masalah yang menimbulkan nyeri timbul.Dikarenakan perasaan nyeri murni adalah subjektif. emfisema dan bronchitis kronik. b) Rata-rata jumlah rokok yang dihisap perhari c) Usia melepas kebiasaan merokok. Anamnesis harus mencakup hal-hal : a) Usia mulainya merokok secara rutin. Secara umum perawat menanyakan tentang : Riwayat merokok : merokok sigaret merupakan penyebab penting kanker paru-paru.

3) Pasien bronchitis kronik mungkin bermukim di daerah yang polusi udaranya tinggi. hanya memperburuk penyakit tersebut. dan kesimetrisan pergerakan dada. 2) Kelainan alergis. skar. Tapi polusi udara tidak menimbulkan bronchitis kronik. kedalaman pernafasan. REVIEW SISTEM (Head to Toe) a. massa. yaitu : 1) Penyakit infeksi tertentu : khususnya tuberkulosa. klien pada posisi duduk. 2. ditularkan melalui satu orang ke orang lainnya. scoliosis dan lordosis. selain itu serangan asthma mungkin dicetuskan oleh konflik keluarga atau kenalan dekat. lesi. jadi dengan menanyakan riwayat kontak dengan orang terinfeksi dapat diketahui sumber penularannya. Inspeksi 1) Pemeriksaan dada dimulai dari thorax posterior. 4) Inspeksi thorax poterior terhadap warna kulit dan kondisinya. menunjukkan suatu predisposisi keturunan tertentu. irama. 2) Dada diobservasi dengan membandingkan satu sisi dengan yang lainnya. seperti asthma bronchial.Tujuan menanyakan riwayat keluarga dan sosial pasien penyakit paru-paru sekurang-kurangnya ada tiga. gangguan tulang belakang seperti : kyphosis. 3) Tindakan dilakukan dari atas (apex) sampai ke bawah. . 5) Catat jumlah.

Fase ekspirasi yang memanjang menunjukkan adanya obstruksi pada jalan nafas dan sering ditemukan pada klien Chronic Airflow Limitation (CAL)/COPD Kaji konfigurasi dada dan bandingkan diameter anteroposterior (AP) dengan diameter lateral/tranversal (T). Timbul pada klien dengan kyphoscoliosis berat. yang mengakibatkan murmur. dan penggunaan otot bantu pernafasan. seperti : pernafasan hidung atau pernafasan diafragma. dimana terjadi peningkatan diameter AP. 9) Kelainan pada bentuk dada : a) Barrel Chest Timbul akibat terjadinya overinflation paru.6) Observasi type pernafasan. sering terjadi pada klien emfisema. ratio pada fase ini normalnya 1 : 2. b) Funnel Chest (Pectus Excavatum) Timbul jika terjadi depresi dari bagian bawah dari sternum. c) Pigeon Chest (Pectus Carinatum) Timbul sebagai akibat dari ketidaktepatan sternum. catat durasi dari fase inspirasi (I) dan fase ekspirasi (E). marfan s syndrome atau akibat kecelakaan kerja. Kondisi ini dapat timbul pada ricketsia. tergantung dari cairan tubuh klien. 7) Saat mengobservasi respirasi. Terjadi peningkatan diameter AP : T (1:1). d) Kyphoscoliosis . ratio ini normalnya berkisar 1 : 2 sampai 5 : 7. Hal ini akan menekan jantung dan pembuluh darah besar.

bengkak. Gangguan pergerakan atau tidak adekuatnya ekspansi dada mengindikasikan penyakit pada paru atau pleura. mengidentifikasi keadaan kulit dan mengetahui vocal/tactile premitus (vibrasi). dapat timbul pada klien dengan osteoporosis dan kelainan muskuloskeletal lain yang mempengaruhi thorax.Terlihat dengan adanya elevasi scapula. b. yang dapat mengindikasikan obstruksi jalan nafas. Kiposis : meningkatnya kelengkungan normal kolumna vertebrae torakalis menyebabkan klien tampak bongkok. Vocal premitus : getaran dinding dada yang dihasilkan ketika berbicara. terutama jika klien mengeluh nyeri. Palpasi thoraks untuk mengetahui abnormalitas yang terkaji saat inspeksi seperti : massa. Skoliosis : melengkungnya vertebrae torakalis ke lateral. 11) Observasi retraksi abnormal ruang interkostal selama inspirasi. Kaji juga kelembutan kulit. . lesi. Deformitas ini akan mengganggu pergerakan paru-paru. Palpasi Dilakukan untuk mengkaji kesimetrisan pergerakan dada dan mengobservasi abnormalitas. disertai rotasi vertebral 10) Observasi kesimetrisan pergerakan dada.

Dihasilkan pada jaringan paru normal. Perkusi Perawat melakukan perkusi untuk mengkaji resonansi pulmoner. dihasilkan di atas perut yang berisi udara. : musikal. : dihasilkan di atas bagian jantung atau paru.c. Suara Perkusi Abnormal : Hiperresonan . organ yang ada disekitarnya dan pengembangan (ekskursi) diafragma. Jenis suara perkusi : Suara perkusi normal : Resonan (Sonor) Dullness Tympany : bergaung. nada rendah.

.Flatness : bergaung lebih rendah dibandingkan dengan resonan dan timbul pada bagian paru yang abnormal berisi udara. dan tidak ada henti diantara kedua fase tersebut. Fase ekspirasinya lebih panjang daripada inspirasi. dan suara. dengan hembusan yang lembut. dengan sifat bersih Suara nafas normal : a) Bronchial : sering juga disebut dengan Tubular sound karena suara ini dihasilkan oleh udara yang melalui suatu tube (pipa). mencakup mendengarkan suara nafas normal. Suaranya terdengar nyaring dan dengan intensitas yang sedang. Suara nafas normal dihasilkan dari getaran udara ketika melalui jalan nafas dari laring ke alveoli. Auskultasi Merupakan pengkajian yang sangat bermakna. Dapat didengar pada perkusi daerah paha. Normal terdengar di atas trachea atau daerah suprasternal notch. d. Inspirasi sama panjang dengan ekspirasi. nyaring. dimana areanya seluruhnya berisi jaringan. : sangat dullness dan oleh karena itu nadanya lebih tinggi. Suara ini terdengar di daerah thoraks dimana bronchi tertutup oleh dinding dada. suara tambahan (abnormal). suaranya terdengar keras. b) Bronchovesikular : merupakan gabungan dari suara nafas bronchial dan vesikular.

Suara seperti rambut yang digesekkan. Sering kali klien juga mengalami nyeri saat bernafas dalam. Berhubungan dengan sekresi kental dan peningkatan produksi sputum f) Pleural friction rub : terdengar saat inspirasi dan ekspirasi. e) Ronchi : terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi. suara mengorok terus-menerus. suara terus menerus yang berhubungan dengan aliran udara melalui jalan nafas yang menyempit. nyaring. dengan karakter suara nyaring. suara seperti gesekan akibat dari inflamasi pada daerah pleura. Inspirasi lebih panjang dari ekspirasi. Beberapa kondisi respiratory timbul akibat stress. seperti angin sepoi-sepoi. karakter suara terdengar perlahan. halus. g) Crackles Fine crackles : setiap fase lebih sering terdengar saat inspirasi. Mungkin akan berubah ketika klien batuk. Suara nafas tambahan : d) Wheezing : terdengar selama inspirasi dan ekspirasi. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL Kaji tentang aspek kebiasaan hidup klien yang secara signifikan berpengaruh terhadap fungsi respirasi. suara gesekan terpotong akibat terdapatnya cairan atau sekresi pada jalan nafas yang besar. . ekspirasi terdengar seperti tiupan. berciut.c) Vesikular : terdengar lembut. 3. Karakter suara lemah. Karakter suara meletup. musikal. Coarse crackles : lebih menonjol saat ekspirasi. kasar. Karakter suara : kasar. terpatahpatah akibat udara melewati daerah yang lembab di alveoli atau bronchiolus.

Kerusakan pertukaran gas (Kerusakan pada fisiologi Difusi) Kondisi dimana terjadinya penurunan intake gas antara alveoli dan sistem vaskuler 3. masalah keuangan. 2. sesuai dengan klasifikasi NANDA (2005) dan pengembangan dari penulis antara lain : 1. isolasi sosial. perawat dapat mengkaji reaksi klien terhadap masalah stres psikososial dan mencari jalan keluarnya. difusi dan transportasi. Bersihan Jalan nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Ventilasi) Adalah suatu kondisi dimana individu tidak mampu untuk batuk secara efektif. Pola nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Transportasi) Adalah Suatu kondisi tidak adekuatnya ventilasi berhubungan dengan perubahan pola nafas. Hiperpnea atau hiperventilasi akan menyebabkan penurunan PCO2 SUMBER KLIK DISINIPENGANTAR KEGAWATDARURATAN09 September 2008 9:56Pendahuluan . Dengan mendiskusikan mekanisme koping.Penyakit pernafasan kronik dapat menyebabkan perubahan dalam peran keluarga dan hubungan dengan orang lain. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan gangguan oksigenasi yang mencakup ventilasi. pekerjaan atau ketidakmampuan.

Prinsip umum penanganan penderita gawat darurat adalah penilaian keadaan penderita yang cepat dan penanganan yang tepat. Pengertian : 1. Penderita gawat dan tidak darurat adalah penderita yang terancam jiwanya dan tidak memerlukan pertolongan segera. Penderita tidak gawat dan darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya tetapi bila tidak mendapat pertolongan segera akan menimbulkan kecacatan atau kondisi yang parah. 4. Penderita gawat darurat adalah penderita yang memerlukan pertolongan segera dan bila tidak mendapat pertolongan segera dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan cacat permanent.Kematian oleh karena ketidakmampuan bernafas akan lebih cepat daripada oleh karena kehilangan darah.Di Indonesia ada sikap seakan . Sebenarnya angka kejadian. 3. 2. .cara penanggulangan Kegawat Daruratan. Penderita tidak gawat dan tidak darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya dan tidak mendapat pertolongan segera.Kematian oleh karena kehilangan darah akan lebih cepat daripada oleh karena penyebab intra cranial. Kalau ada orang meninggal / cacat kita cenderung menganggapnya sebagai nasib atau sudah merupakan kehendak Tuhan. Penanggulangan Penderita Gawat Darurat ( PPGD ) Upaya untuk mengatasi keadaan gawat darurat agar pasien tidak meninggal. disini harus selalu diingat bahwa : .Kematian oleh karena sumbatan jalan nafas akan lebih cepat dari pada ketidakmampuan bernafas. 5. kematian dan kecacatan dapat di cegah dan di turunkan bila kita memahami cara. . . memburuk keadaannya atau mencegah / mengurangi kecacatan.akan pasrah dalam menghadapi masalah korban Gawat Darurat.

Pasien langsung dibawa ke ruang resusitasi apabila terdapat : . .Cara minta tolong.Penurunan kesadaran ( koma ) . Pelaksanaan TRIAGE di UGD 1.Cara transportasi yang baik.Henti jantung dan henti nafas mendadak. . .Cara menghentikan perdarahan.Adanya shock dan renjatan. .Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat penderita dapat tertolong. Penderita gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna kuning 3.Cara memasang balutan / bidai.Distress pernafasan mendadak. .Untuk dapat MENYELAMATKAN / MEMPERTAHANKAN HIDUP DAN MENCEGAH CACAT penderita maka harus mampu : . CVD . Penderita tidak gawat dan darurat biasanya ditandai dengan warna merah 2. . . Penderita meninggal dunia ditandai dengan warna hitam Ada 2 cara dalam melakukan TRIAGE .Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat kegawat daruratan penderita. TRIAGE Adalah proses seleksi penderita dalam penentuan prioritas penanganan dikarenakan terbatasnya tenaga dan sarana / prasarana di Rumah Sakit.Cata mengatasi henti jantung dan henti nafas. biasanya dilakukan pada area pintu suatu instiliasi gawat darurat pada triage penderiata dibagi dalam 4 kategori : 1. Penderita tidak gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna hijau 4. . . koma diabetikum.

Luka bakar ringan . febris disertai kejang.Perlukaan .Nyeri lengan / kaki ( vascular / neuro ) . urogenital ) . Langsung ke ruang observasi non bedah : a.Batuk dan sesak .Nyeri dada non traumatic : MCI . respiratorik.Musculo skeletal problem . a. perlukaan tembus mata. brochopneumoni .Khusus anak : hiperthermia. 2. Minor condition ( walking patient ) .Cidera pada tangan . buta mendadak ..Usaha bunuh diri . Mayor condition . .Perdarahan non traumatic ( gastro intestinal .Kejang .Benda asing .Sesak nafas tanpa sianosis : Asma.Pembalutan dan pembidaian . Pasien langsung ke ruang tindakan bedah. hypothermia b.Gigitan dan sengatan .Akut daerah urogenital .Khusus mata : luka bakar kimia. epilepsi. Mayor condition ( stretcher patient ) . kasus akut THT 3. cidera tulang .Trauma kepala ringan .Luka berat.

-Perdarahan pre dan post partum -Pre eklamsi berat -KET -Trauma pada alat kelamin wanita yang berat -Kehamilan dengan komplikasi : hamil dengan penyulit PRINSIP PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Kematian penderita gawat darurat akan terjadi dalam waktu singkat ( 4-6 menit ) bila terdapat kerusakan pada sistem susunan saraf pusat.Nyeri hebat kepala dan leher . Convulasi b.Aritmia jantung . kardiovaskuler dan hipoglikemia.G. Pasien langsung ke ruang tindakan kebidanan dan penyakit kandungan.Kecepatan dalam kualitas pertolongan yang diberikan untuk menyelematkannya . pernafasan.Kecepatan ditemukan penderita .E. Minor Condition Demam tinggi Kolik / nyeri abdomen 4. Dengan demikian keberhasilan penanggulangan penderita gawat darurat ( PPGD ) dalam mencegah kematian dan cacat di tentukan oleh : .Masalah neurology non trauma : CVD / CVA.. Sedang kegagalan system / organ yang lian dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lebih lama.D ( muntah berak dengan dehidrasi ) .Kecepatan meminta pertolongan .

Angka kematian terutama ditentukan pada fase ini 15 % meninggal setelah beberapa hari atau minggu karena : .Trauma torak ( hematoma toraks atau lascriasis hati ) .Fraktur femur atau pelvis dengan perdarahan massif .Trauma multiple dengan perdarahan . Komponen system penanggulangan pasien gawat darurat terdiri dari : 1. Untuk itu penanganan pasien gawat darurat harus bersifat komprehensif. Hal ini sangat mempengaruhi kwallitas . hingga saat ini masih dilakukan dengan macam macam kendaraan. terintegrasi dan dengan cara pendekatan system. system kominikasi medik yang berfungsi sebagai pusat radio medik dalam melayani penderita rujukan atau untuk membimbing fasilitas kesehatan lain dengan kemampuan rendah Pelayanan transportasi pasien gawat darurat : transportasi pasien gawat darurat pra RS .Sepsis SISTEM PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Keadaan gawat darurat dapat terjadi pada siapa saja. Komponen luar Rumah Sakit ( pra rumah sakit ) Pemasyarakat pulmoner dasar ( RJP ) dan P3K perlu diketahui oleh lapisan masyarakat terutama orang awam dan pengetahuan ketrampilan petugas medik paramedic untuk penanggulangan pasien gawat darurat ( advance life support ) perlu ditingkatkan secara berkala Pelayanan komunikasi medik untuk penanggulangan pasien gawat darurat.Gagal organ bahakan multi organ failure . kapan saja dan dimana saja maka upaya penanggulangan pasien gawat darurat menjadi semakin kompleks .Pencegahan kematian dilakukan pada 1 -2 jam ini dimana tindakan harus agresif.Trauma kepala berat ( hematoma subdural atau ekstradural ) .Mati otak .SEBAB KEMATIAN 50 % Gawat darurat meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit atau di rumah dan pada pasien trauma : .50 % meninggal pada saat kejadian atau beberapa menit setelah kejadian 35 % meninggal dalam 12 jam setelah trauma / disebabkan oleh : .

B. DepKes R. . Walaupun proses penuaan benar adanya dan merupakan sesuatu yang normal. Teori seluler à Sel diprogram hanya untuk membelah pada waktu yang terbatas. Teori keracunan oksigen à Kemampuan lansia untuk melawan efek racun oksigen akan berkurang. DepKes RI : mengarahkan dengan secara bertahap. Perawat yang akan merawat lansia harus mengerti sesuatu tentang aspek penuaan yang normal dan tidak normal. protein tubuh terutama kolagen dan elastin menjadi kurang fleksibel dan kurang elastis.I telah menetapkan bahwa semua Rumah Sakit harus memiliki unit gawat darurat dengan kategorisasi UGD tersebut dikaitkan dengan klasifikasi Rumah Sakit ( System rujukan pasien gawat darurat ) dan beban kerja Rumah sakit melaui kategorisasi ini setiap RS dapat mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan UGD dalam menanggulangi pasien gawat darurat . Teori sistesis à Akibat penuaan. C. di kota besar harus menggunakan ambulance gawat darurat yang memiliki suatu nomor komunikasi.penanggulangan pasien gawat. tetapi pada kenyataannya proses ini menjadi beban bagi orang lain dibadingkan dengan proses lain yang terjadi.I telah merupakan pedoman pelayanan gawat darurat SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK09 September 2008 9:53PERUBAHAN PADA LANSIA . ASPEK BIOLOGIS PADA PENUAAN Proses penuaan biologis yang dialami lansia relatif tidak akan menimbulkan perubahan buruk saat diperlukan penurunan tingkat ketergantungan fisik yang tinggi. Dalam Rumah sakit ( Intra Rumah Sakit ) Depkes R.PROSES PENUAAN Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari. Berikut ini teori biologis tentang penuaan : A. 2.

PENUAAN PADA SISTEM TUBUH (FISIOLOGIS) Penuaan dapat dibedakan antara penuaan yang normal (fisiologis) dan penuaan karena kondisi penyakit (patologis). Sistem pencernaan à Tidak ada perubahan yang signifikan E. Sistem saraf à Kemunduran pendengaran dan penglihatan F. penyakit autoimun. C. Berikut ini merupakan efek fisiologis dari penuaan : A. Sistem endokrin à Kemunduran fungsi gonad . Perubahan kardiopulmonal à Pembuluh darah kehilangan elastisitas. dekalsifikasi tulang. Teori sistem imun à Kopetensi yang menurun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan infeksi.D. dan perubahan postural. dan kanker. B. Sistem perkemihan à Kehilangan irama diurnal pada produksi urine dan penurunan filtrasi ginjal D. peningkatan nadi dan peningkatan tekanan darah. Sistem muskuloskeletal à Atrofi otot. à Pendistribusian tulang kalsium menyebabkan dekalsifikasi tulang iga dan kalsifikasi kartilago kosta : Perubahan ini dan perubahan postural menyebabkan penurunan efislensi paru.

Pendekatan fisik à Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia ada 2 bagian yaitu : . intelegensi dan sikap Tes intelegensi dengan jelas memperlihatkan adanya penurunan kecerdasan pada lansia. .Teori aktivitas : Sebagai orang yang telah berumur. Berikut aspek psikologis pada penuaan : A. PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT USIA A. . B.ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS PADA PENUAAN Aspek psikologis pada lansia tidak dapat langsung tampak. Gerontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lanjut usia. yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain. perawatan lansia yang menderita penyakit dan dirawat di RS merupakan bagian dari gerontic nursing. dan mengkompensasi dengan melakukan banyak aktivitas yang baru. Teori aktivitas dan pelepasan . .Klien lanjut usia yang masih aktif. Pengertian yang salah tentang lansia adalah bahwa mereka mempunyai kemampuan memory dan kecerdasan mental yang kurang. sehingga sikapnya lebih stabil dan sedikit sulit untuk diubah.Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun yang mengalami kelumpuhan atau sakit.Geriatri nursing adalah spesialis keperawatan lanjut usia yang dapat menjalankan perannya pada tiap peranan pelayanan dengan menggunakan pengetahuan. dan keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi optimal lanjut usia secara komprehensif. Lansia seringkali mempertahankan sikap yang kuat. keahlian. mereka meninggalkan bentuk aktivitas yang pasti. . Kepribadian.Teori pelepasan : Lansia secara berangsur-angsur mengurangi aktivitasnya dan bersama menarik diri dari masyarakat. KEPERAWATAN GERONTIK PENGERTIAN GERONTOLOGI DAN GERIATRI NURSING A. Karena itu.

dan bercerita merupakan upaya perawatan dalam pendekatan sosial. . Pendekatan spiritual à Perawat harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan tuhan atau agama yang dianutnya. sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab. . FOKUS ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA 1) Peningkatan kesehatan (health promotion) 2) Pencegahan penyakit (preventif) 3) Mengoptimalkan fungsi mental. D.Merangsang petugas kesehatan agar dapat mengenal dan menegakkan diagnosa secara dini. interpreter terhadap segala sesuatu yang asing. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan lansia melalui perawatan dengan pencegahan. TAHAP-TAHAP ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA .B. Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien lanjut usia untuk menciptakan sosialisasi mereka. Pendekatan psikis à Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia. perawat dapat berperan sebagai supporter.Menolong dan merawat klien yang menderita sakit. tukar pikiran.Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup / semangat hidup lansia. terutama jika klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian. . Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. 4) Mengatasi gangguan kesehatan yang umum.Mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu pertolongan pada lansia. B. . TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA A. Pendekatan sosial à Mengadakan diskusi. C.

Pelaksanaan à Tahap dimana perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan intervensi / perencanaan yang telah ditentukan. tekanan darah.Pemeriksaan fisik : Head to tea. L. Annete Glesler. sistem kulit. DAFTAR PUSTAKA Carpenito. Pengkajian Gerontologi . Keperawatan Gerontik . Pengkajian : . pernafasan. b) Psikologis c) Sosial ekonomi d) Spiritual Pengkajian dasar meliputi : Temperatur. Jakarta. Evaluasi à Penilaian terhadap tindakan keperawatan yang diberikan / dilakukan dan mengetahui apakah tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan.Proses pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah keperawatan meliputi aspek : a) Fisik : . memori. Jakarta 2000. genitovrinarius. Wahjudi. Nugroho. Sistem tubuh meliputi : Sistem persyarafan. sistem tubuh. tingkat orientasi. Leeckenotte. pola tidur. kardiovaskuler. Edisi ke-2. EGC. Edisi ke-6. Jakarta. EGC. 1997. berat badan. gastrointestinal. Edisi ke-2. .A. nadi. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis . EGC.Wawancara . 2000. sistem musculoskeletal. penyesuaian psikososial. Perencanaan à Untuk menentukan apa yang dapat dilakukan perawat terhadap pasien dan pemilihan intervensi keperawatan yang tepat.

Pekerjaan : Pekerjaan pokok kepala keluarga 5.Komposisi Keluarga : ( dibuat dalam bentuk tabel yang terdiri dari : nama. SUMBER KLIK DISINIFORMAT PENGKAJIAN KELUARGA09 September 2008 9:52PETUNJUK PENGISIAN FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA ( Menurut Friedman ) A.Keluarga inti ( nuclear family ) . tempat tanggal lahir. tlp : Jelas 6.latar belakang budaya keluarga .tempat tinggal keluarga rata2 dari etnis yang sama/tidak . Edisi ke-3.asal negara atau daerah sama baik kondisinya dengan tempat tinggal sekarang . Genogram : Menggambarkan struktur anggota keluarga 8. EGC. Roger.hubungan sosial keluarga dari etnis yang sama/tidak . hubungan dengan keluarga.Keluarga berkomposisi . Perawatan Lansia .bahasa yang digunakan . pendidikan ) 7.Nama Kepala keluarga ( KK ) : Inisial 2.Keluarga duda / janda ( Single family ) .Keluarga Berantai ( Serial family ) . Suku bangsa : (diisi dengan latar belakang budaya dari keluarga) . Tipe keluarga : Menjelaskan mengenai tipe keluarga beserta kendala .DATA DASAR KELUARGA 1.Keluarga Besar ( extended family ) .Watson.Alamat dan no. pekerjaan.Pendidikan : Pendidikan terakhir 4. jenis kelamin.Keluarga Kabitas 9. Jakarta 2003.Usia : Jelas 3.

tahap menghadapi anak sekolah 6.adakah perbedaan keluarga menjalankan ibadah . tahap pembentukan keluarga 2. Status sosial ekonomi keluarga : pendapatan keluarga 12. cacat fisik 15.Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi 14. tahap menghadapi anak remaja 7.apakah agama dijadikan sbg dasar keyakinan / nilai yang mempengaruhi kehidupan keluarga 11. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga . status kesehatan yang unik dan pengalaman seperti kematian.Kebiasaan diet dan berpakaian tradisional atau modern . perceraian. kehilangan.keluarga memanfaatkan pelayanan dan praktik kesehatan menggunakan pelayana kesehatan tradisional atau meyakini tradisional penduduk asli 10. penyakit mental.Agama keluarga . Aktivitas Rekreasi keluarga : kebiasaan rekreasi keluarga 13. tahap masa tua . tahap menghadapi bayi 4. Agama : ( diisi dengan informasi berikut ) .. Riwayat keluarga inti : Perkembangan mental. Riwayat keluarga sblmny : Riwayat dari kedua orang tua termasuk riwayat kesehatan . tahap berdua kembali 9.Tahap perkembangan keluarga saat ini : 1. tahap melepaskan anak ke masyarakat 8. tahap menghadapi anak prasekolah 5. tahap menjelang kelahiran anak 3.

LINGKUNGAN 16. Karakteristik rumah denah rumah : luas dan bagian bagian rumah 17. analisis data.sumber polusi.B. kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. tipe penduduk. . 1995) Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan. sumber. Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien. kondisi hunian. pengumpulan data. agar dapat mengidentifikasi. Adapula yang menambahkannya dengan kegiatan dokumentasi data (meskipun setiap langkah dari proses keperawatan harus selalu didokumentasikan juga). fasilitas yang ada di komunitas 18. Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal. mental. Karakteristik tetangga & komunitas : karakteristik fisik tetangga dan komunitas. adakah sejarah pindah. sosial dan lingkungan (Effendy. sistematika data dan penentuan masalah. baik fisik. Perkumpulan keluarga dan interaksi dg masyarakat : : klrg tahu perkumpulan yang ada ? : ikut terlibat ? : merasakan manfaat ? : frekuensi pertemuan ? : Pandangan klrg thdp perkumpulan tsb ? SUMBER KLIK DISINIPENGKAJIAN DALAM KEPERAWATAN09 September 2008 9:49Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien. yang meliputi . tipe hunian. Mobilitas geografis keluarga : Berapa lama keluarga tinggal ditempat tersebut. Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya. dari mana pindahnya 19 . mengenali masalah-masalah. kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien. serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien. yaitu : status kesehatan klien dan kekuatan masalah kesehatan yang dialami oleh klien.

Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan.A. kondisi fisiknya menolak untuk makan/patologis. serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien. KARAKTERISTIK DATA 1. Dari informasi yang terumpul. Akurat dan nyata Untuk menghindari kesalahan. atau sebab-sebab yang lain) 2. Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah beriutnya. selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment). Untuk menilai keadaan kesehatan klien 4. PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentuan masalah-masalah. maka perawat harus berfikir secara akurat dan nyata untuk membuktikan benar-tidaknya apa yang telah didengar. TUJUAN PENGUMPULAN DATA 1. Selanjutnya data dasar tersebut digunaan untuk menentuan diagnosis keperawatan. merencanakan asuhan keperawatan. Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien 3. Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment). Lengkap Seluruh data diperlukan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan klien. Data yang terkumpul harus lengkap guna membantu mengatasi masalah klien yang adekuat. didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien 2. serta tindaan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien. diliha. diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang . serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment). Misalnya klien tidak mau makan kaji secara mendalam kenapa klien tidak mau makan (tidak cocok makanannya.

saudara. 2. Sumber data lainnya Catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit . atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien 3. 3. Sumber data Primer Sumber data primer adalah data-data yang dikumpulkan dari klien. klien tidak mau makan. Segala sesuatu tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial & spiritual 2. yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya. Dokumentasikan apa adanya sesuai yang ditemukan pada saat pengkajian. seperti orang tua. Sumber data Sekunder Sumber data sekunder adalah data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga). Diperlukan penyelidikan lanjutan untuk menetapkan kondisi klien. Keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakuan terhadap klien SUMBER DATA 1. Masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien 4. INFORMASI YANG DIPERLUKAN 1. sehingga menyita waktu perawat untuk mengidentifikasi. Perawat tidak boleh langsung membuat kesimpulan tentang suatu kondisi klien. Relevan Pencatatan data yang komprehensif biasanya memerlukan banyak sekali data yang harus dikumpulkan. Perawat tidak boleh langsung menuliskan : `klien tidak mau makan karena depresi berat`.sekiranya meragukan. Kemampuan dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari 3. Misalnya.

smell. Riwayat penyakit (pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan) 5. Hasil pemeriksaan diagnostik 7. kecemasan. Secara umum. tingkat kesadaran. sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah : 1. tanda-tanda vital. dll. touch dan taste. Kepustakaan JENIS DATA 1. Orang terdekat 3. Konsultasi 6. spiritual. Data Subjektif Merupakan data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien. hearing. ketidaktahuan. seperti : warna kulit. ketakutan.dan perawatan klien di masa lalu. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight. intelegensi. hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. pusing. . misalnya rasa nyeri. Klien sendiri sebagai sumber data utama (primer) 2. riwayat kesehatan. CARA PENGUMPULAN DATA Agar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah. keluhan utama. dll. Catatan klien 4. 2. Data Objektif Merupakan data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku). sosial. Perawat lain 9. Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya 8. mual. sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan indentitas klien. psikologis. keadaan fisik.

Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. serta untuk menjalin hubungan antara perawat dengan klien. Istilah komunikasi terapeutik adalah suatu teknik yang berusaha untuk mengajak klien dan keluarga untuk bertuar pikiran dan perasaan. biasa juga disebut dengan anamnesa. Teknik non verbal meliputi : mendengarkan secara aktif. menggali jawaban dan memvalidasi respon klien. Teknik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun non verbal. Selain itu wawancara juga bertujuan untuk membantu klien memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam identifikasi masalah dan tujuan keperawatan. Semua interaksi perawat dengan klien adalah berdasarkan komunikasi. diam. perawat harus melakukan persiapan dengan membaca status klien. pemeriksaan fisik (pshysical assessment) dan studi dokumentasi. Teknik verbal meliputi pertanyaan terbuka atau tertutup. Persiapan. Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi.Pembukaan atau perkenalan . Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan klien. Tahapan wawancara / komunikasi : 1. Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan digunakan dalam wawancara harus disusun sedemikian rupa guna memperlancar wawancara. Sebelum melaukan komunikasi dengan klien. WAWANCARA Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien. empati dan rasa kepedulian yang tinggi. Komunikasi keperawatan biasanya digunaan untuk memperoleh riwayat keperawatan. sentuhan dan konta mata. pengamatan (observasi). tetapi juga merupakan sesuatu hal yang sulit dipelajari. perawat tidak boleh memaksa atau memberi kesempatan kepada klien kapan mereka sanggup. 2. karena akan mengganggu dalam membina hubungan saling percaya dengan klien. Komunikasi keperawatan adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan kemampuan skill komunikasi dan interaksi. serta membantu perawat untuk menentukan investigasi lebih lanjut selama tahap pengajian. Perawat diharapkan tidak mempunyai prasangka buruk kepada klien.Cara yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data tentang klien antara lain : wawancara (interview). Mendengarkan secara aktif merupakan suatu hal yang penting dalam pengumpulan data.

Langkah pertama perawat dalam mengawali wawancara adalah dengan memperkenalkan diri : nama, status, tujuan wawancara, waktu yang diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok pembicaraan. Perawat perlu memberikan informasi kepada klien mengenai data yang terkumpul dan akan disimpan dimana, bagaimana menyimpannya dan siapa saja yang boleh mengetahuinya.

3. Isi / tahap kerja Selama tahap kerja dalam wawancara, perawat memfokuskan arah pembicaraan pada masalah khusus yang ingin diketahui. Hal-hal yang perlu diperhatikan : a. Fokus wawancara adalah klien b. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Jelaskan bila perlu. c. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien d. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien e. Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada waktunya f. Bila perlu diam, untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya g. Sentuhan teraputik, bila diperlukan dan memungkinan.

4. Terminasi Perawat mempersiapkan untu penutupan wawancara. Untuk itu klien harus mengetahui kapan wawancara dan tujuan dari wawancara pada awal perkenalan, sehingga diharapkan pada akhir wawancara perawat dan klien mampu menilai keberhasilan dan dapat mengambil kesimpulan bersama. Jika diperlukan, perawat perlu membuat perjanjian lagi untuk pertemuan berikutnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara dengan klien adalah : 1. Menerima keberadaan klien sebagaimana adanya 2. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan-keluhannya / pendapatnya secara bebas 3. Dalam melakukan wawancara harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien 4. Perawat harus bersikap tenang, sopan dan penuh perhatian 5. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

6. Tidak bersifat menggurui 7. Memperhatikan pesan yang disampaikan 8. Mengurangi hambatan-hambatan 9. Posisi duduk yang sesuai (berhadapan, jarak tepat/sesuai, cara duduk) 10. Menghindari adanya interupsi 11. Mendengarkan penuh dengan perasaan 12. Memberikan kesempatan istirahat kepada klien

Macam wawancara : 1. Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung 2. Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat.

Hambatan wawancara : 1.Internal : a. Pandangan atau pendapat yang berbeda b. Penampilan klien berbeda c. Klien dalam keadaan cemas, nyeri, atau kondisinya menurun d. Klien mengatakan bahwa ia tidak ingin mendengar tentang sesuatu hal e. Klien tidak senang dengan perawat, atau sebaliknya f. Perawat berpikir tentang sesuatu hal yang lain / tidak fokus ke pasien g. Perawat sedang merencanakan pertanyaan selanjutnya h. Perawat merasa terburu-buru i. Perawat terlalu gelisah atau terburu-buru dalam bertanya

2. External ; a. Suara lingkungan gaduh : TV, radio, pembicaraan di luar b. Kurangnya privacy

c. Ruangan tidak memadai untuk dilakukannya wawancara d. Interupsi atau pertanyaan dari staf perawat yang lain.

Teknik pengumpulan data yang kurang efektif : 1. Pertanyaan tertutup : tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat / keluhan / respon. Ex : Apakah Anda makan tiga kali sehari ? 2. Pertanyaan terarah : secara khas menyebutkan respon yang diinginkan. Ex : .Anda setuju bukan? 3. Menyelidiki : mengajukan pertanyaan yang terus-menerus 4. Menyetujui / tidak menyetujui. Menyebutkan secara tidak langsung bahwa klien benar atau salah. Ex : Anda tidak bermaksud seperti itu kan?

PENGAMATAN / OBSERVASI Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. Observasi dilakukan dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya, melalui rabaan, sentuhan dan pendengaran. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi adalah : 1. Tidak selalu pemeriksaan yang akan kita lakukan dijelaskan secara terinci kepada klien (meskipun komunikasi terapeutik tetap harus dilakukan), karena terkadang hal ini dapat meningkatkan kecemasan klien atau mengaburkan data (data yang diperoleh menjadi tidak murni). Misalnya : `Pak, saya akan menghitung nafas bapak dalam satu menit` - kemungkinan besar data yang diperoleh menjadi tidak valid,

karena kemungkinan klien akan berusaha untuk mengatur nafasnya. 2. Menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual klien 3. Hasilnya dicatat dalam catatan keperawatan, sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh perawat yang lain.

Misalnya : kembung. batasbatas jantung. oedema. Perkusi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui reflek seseorang (dibicarakan khusus). Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow) .Inspeksi Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. terdapat struma di leher. Palpasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan. dll. Misalnya adanya tumor. dll. dilakukan pengelompokkan data. Berdasarkan sistem tubuh 2. 1982) Setelah data terkumpul. 4. Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan : 1. kulit kebiruan (sianosis).d kaki) 2. Juga dilakukan pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik klien. dll 2. batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru).PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan masalah kesehatan klien. Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. dan bising usus. diantaranya adalah 1. Pola fungsi kesehatan (Gordon. yang dapat dilakukan dengan cara : 1. Head-to-toe (dari kepala s. suara nafas. krepitasi (patah/retak tulang). Hasilnya seperti : Mata kuning (icteric). ROS (Review of System) 3. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara. 3.

pengalaman. diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep. sebelum melakukan tindakan keperawatan. Mikrobiologi parasitologi 4. B. Pedoman analisis data : 1. teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien. konsep-konsep (manusia. dan pengertian keperawatan. Berdasarkan pola kesehatan fungsional. Dasar analisis : 1. Patofisiologi penyakit 3. Menyusun kategorisasi data secara sistematis dan logis . sehingga data yang diperoleh memiliki makna dan arti dalam menentukan masalah dan kebutuhan klien 2. ANALISIS DATA Analisis data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan. Farmakologi 5. Dapat menginterpretasi data keperawatan dan kesehatan. sehat-sakit. Anatomi fisiologi 2. Berdasarkan teori keperawatan 4. dll) 7. Fungsi analisis : 1. Ilmu perilaku 6. Sebagai proses pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam rencana asuhan keperawatan.3. Tindakan dan prosedur keperawatan 8. Dalam melakukan analisis data. Teori-teori keperawatan. keperawatan.

cintamemiliki.2. Membandingkan dengan standart 4. model. Identifikasi kesenjangan data 3. Membuat hubungan sebab akibat antara data dengan masalah yang timbul. maka disusun daftar masalah yang ditemukan. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin semua masalah diatasi bersama-sama sekaligus. Jadi diputuskan masalah mana yang yang dapat diatasi terlebih dahulu. Data yang dikumpulkan harus menyeluruh meliputi aspek bio-psiko-sosial dan spiritual 2. Identifikasi kemampuan dan keadaan yang menunjang asuhan keperawatan klien 6. Menggunakan berbagai sumber yang ada relevansinya dengan masalah klien dan menggunakan cara-cara pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan klien 3. kemudian diprioritaskan. PRIORITAS MASALAH Apabila masalah talah diidentifikasi. Dicatat dalam catatan keperawatan secara sistematis dan terus-menerus . Dalam memprioritaskan kebutuhan klien. teliti kembali data yang telah terkumpul 2. pengetahuan. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGKAJIAN 1. Menentukan pola alternatif pemecahan masalah 4. hirarki Maslow menjadi rujukan perawat dalam menentukan pemenuhan kebutuhan klien. harga diri dan aktualisasi diri. Validasi data. Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 3. Kebutuhan fisiologi menjadi kebutuhan utama manusia. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 4. kerangka kerja. Membuat kesimpulan tantang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan C. dibandingkan dengan data senjang 5. Menerapkan teori. nrma dan standart. kemudian diikuti oleh kebutuhan-kebutuhan psikososial seperti : aman-nyaman. Cara analisis data : 1.

DOKUMENTASI PENGKAJIAN Fokus dokumentasi pengkajian pada data klinik adalah perawat dapat mengimplementasikan dan mengorganisasi data. dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain 12. Data harus dicatat. Jaga kerahasiaan . 1. Dikelompokkan menurut kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 6. Untuk mencapai catatan pengkajian secara aktual. Lampiran. Tulis data secara ringkas 9. Bentuk dokumentasi dapat berupa data dasar. Jabarkan observasi dan hasil yang jelas 7. Gunakan format yang telah ada 3. sesuaikan formatnya 13. Bagaimana cara mendapatkan data yang baik ? a. Data dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relecan dan sesuai 14. Menuliskan identitas waktu 15. Setiap data yang dikumpulkan adalah data baru dan mendapatkan validasi 10. Data dikelompokkan dalam bio-psiko-sosio-spiritual. Dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relevan. Format yang mencakup pengkajian perkembangan. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 11. Gunakan format yang terorganisasi 2. Ikuti kebijakan dan prosedur yang telah ada untuk pencatatan pengkajian 8. diantaranya : 1. pemeriksaan dari kepala sampai dengan seluruh tubuh dapat memperluas informasi 4.5. yang semuanya termasuk tipe pengkajian informasi. Catat informasi tanpa bias dan nilai-nilai opini pribadi 5. Menulis nama dan tanda tangan pelaksana pengkajian. lembar alur (flow sheet) dan catatan perkembangan. Masukkan pernyataan yang mendukung klien 6. maka perlu dipertimbangkan pedoman dalam pembuatan pencatatan pengkajian.

Jadilah pendengar yang aktif b. Jaga kontak mata e. Pergunakan panca indera b. Pergunakan refleksi (mengulang kembali apa yang dikatakan oleh klien) e. Klarifikasi. Tunjukkan sikap yang baik d. . Bersabarlah jika klien `blocking` d. Pergunakan lebih banyak pertanyaan terbuka d. Usahakan tidak tergesa-gesa 2. Jelaskan tujuan wawancara d. Beri kesempatan kepada klien untuk menyelesaikan pembicaraannya c. Tanyakan sesuatu yang penting dan tidak menyinggung g.b. Bagaimana cara mengobservasi ? a. Tunjukkan penampilan yang baik c. Jangan memulai pertanyaan pribadi f. Sebutkan nama c. Jaga pola interaksi yang baik 3. ulang apa yang telah dikatakan dan simpulkan. Pergunakan istilah yang dimengerti oleh klien c. Pergunakan format pengkajian yang teorganisir dan disepakati oleh instansi 4. Bagaimana cara menjadi pendengar yang baik? a. Tanyakan pertama kali mengenai masalah yang paling dirasakan klien b. Berikan perhatian yang penuh e. Bagaimana cara bertanya yang baik ? a.

bekerja. Pengetahuan tentang praktik kesehatan preventif d. Pola sehat sejahtera yang dirasakan b. Pola aktivitas. Ketaatan pada ketentuan media dan keperawatan 2. Defekasi. pilihan makanan 3. Pengetahuan tentang gaya hidup dan berhubungan dengan sehat c. latihan dan rekreasi b. berkemih b. Tipe makanan dan cairan c. Peningkatan / penurunan berat badan d. Pola nutrisi metabolik a. Penggunaan alat bantu c. Pola eliminasi a. pola makan biasa dan masukan cairan b. Pola kognitif perseptual keadekuatan alat sensori . Pola aktivitas latihan a. Pola tidur istirahat dalam 24 jam b. Kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri. Penggunaan obat-obatan 4. Pola tidur dan istirahat a. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat a.MODEL KEPERAWATAN DALAM PENGKAJIAN / PENGUMPULAN DATA GORDON (1982) : Pola Kesehatan Fungsional 1. dll) 5. Kualitas dan kuantitas tidur 6. Nafsu makan.

identitas diri. Pola peran dan tanggung jawab a. Penglihatan. Pola seksual reproduksi a. belajar. harga diri dan peran diri 8. ingatan dan pembuatan keputusan 7. Nilai.Pola nilai dan keyakinan a. Citra diri. perasa. Sumber pendukung 11. Persepsi klien tentang kemampuannya c. Pola persepsi-konsep diri a. Kemampuan mengendalian stress b. Kemampuan bahasa. Pola emosional d.a. pembau b. Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab 9. Tahap dan pola reproduksi 10. ideal diri. tujuan dan keyakinan b. Pola koping dan toleransi stress a. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitasnya b. Konflik MODEL ROY`s (1984) : Model adaptasi : . Persepsi klien tantang pola hubungan b. Spiritual c. Sikap klien mengenai dirinya b.

Interdependent MODEL OREM (1985) : Self-care / kemandirian klien dalam merawat dirinya sendiri : 1. Pemenuhan kebutuhan eliminasi 5. Nutrisi c. Pemenuhan kebutuhan nutrisi 4. Pengaturan sistem endokrin 2. Aktivitas dan istirahat b.1. Proteksi g. Fungsi peran 4. Pengaturan suhu h. Pencegahan 8. Oksigen f. Aktivitas / istirahat 2. Keseimbangan aktivitas dan istirahat 6. Konsep diri 3. Eliminasi d. Pemenuhan kebutuhan oksigen 2. Sosial 7. Sirkulasi . Pemenuhan kebutuhan cairan 3. Kebutuhan fisiologik a. Cairan dan elektrolit e. Promosi DOENGOES (1993) : 1.

Seksualitas 12. sadar tentang indera / rangsangan eksternal 8. Neurosensori 8. Eliminasi 5. Mengetahui : mengenal memahami 6. mengenal. desakan untuk bertindak / melakukan sesuatu 7. berguna SUMBER klik disiniASKEP HIPERTIROIDISME08 September 2008 12:12Defenisi . membangun hubungan. Integritas ego 4. dan kehilangan sesuatu 4. pemahaman atau pengertian secara sadar / emosional 5. Interaksi sosial 13.3. Merasakan : pengalaman. melepaskan. Nyeri / ketidaknyamanan 9. Berkomunikasi : verbal non verbal 3. sensasi. peduli. Hygiene 7. berharga. Mempersepsikan : memahami dengan pikiran. Bergerak : mengubah posisi. kesadaran. Makanan dan cairan 6. berada dalam beberapa asosiasi dengan benda. Penyuluhan / pembelajaran FITZ PATRICK (1991) : Pola respon manusia : 1. Bertukaran : memberikan. Berhubungan : menjalin hubungan. Pernafasan 10. orang atau tempat Menilai : perhatian. Memilih : memilih di antara alternatif-alternatif 2. Keamanan 11.

silahkan download disini . untuk materi lengkap. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya. Penyebab Hipertiroidisme Dengan Pola Hormon Spesifik Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang tinggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan. Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambaran kadar HT dan TSH yang tinggi. TRF akan rendah karena umpan balik negatif dari HT dan TSH. atau hipotalamus. hipofisis.Hipertiroidisme adalah kadar Hormon Tiroid (HT) dalam darah yang berlebihan.