http://nursing-keperawatan.blogspot.com/feeds/posts/default?

orderby=updated Diagnosa Keperawatan NANDA : Gangguan Fungsi Pernapasan25 Oktober 2008 18:58Menurut taksonomi II NANDA 2007-2008, diagnosis yang berhubungan dengan fungsi pernafasan adalah:

Ineffective airway clearance (bersihan jalan nafas tidak efektif) Risk for aspiration (risiko aspirasi) Ineffetive breathing pattern (pola nafas tidak efektif) Impaired gas exchange (gangguan pertukaran gas) Risk for suffocation Impaired spontaneous ventilation (gangguan ventilasi spontan) Dysfungsional ventilatory weaning response

Dari sekian banyak diagnosis keperawatan untuk fungsi pernafasan, diagnosis nomer 1, 3 dan 4 mungkin adalah diagnosis yang paling sering digunakan. Bersihan jalan nafas tidak efektif (hal. 5). Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas. Tanda: ketidakmampuan batuk, suara nafas, perubahan frekuensi nafas, sianosis, kesulitan bicara, dyspnea, sputum berlebihan, batuk tidak efektif, orthopnea, kesulitan tidur dan mata lebar. Pola nafas tidak efektif (hal. 26). Inspirasi dan ekspirasi tidak dapat memenuhi ventilasi dengan adequat. Bisa dikarenakan kecemasan, posisi tubuh, kelelahan, gangguan muskuloskeletal, hiperventilasi, hipoventilasi, kegemukan, nyeri, dll. Gangguan pertukaran gas (hal. 94). Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida di membran kapiler-alveoli. Tandanya: hiperkapnea, hiperkarbia, hipoksia, dyspnea, hipoksemia, kesulitan tidur, takikardia, diaporesis, dll.Diagnosa Keperawatan NANDA : ELIMINASI13 September 2008 11:18Berikut ini beberapa diagnosis keperawatan yang berhubungan dengan eliminasi:

Bowel incontinence (p. 22) atau inkontinensia alvi/faeces. Perubahan pola kebiasaan defekasi. Bisa diakibatkan oleh diare kronis, pola makan, immobilisasi, stres, pengobatan, kurang kebersihan pada saat toileting, dll. Bedakan dengan diagnosis Diare . Pada diagnosis ini, faeces biasa, hanya polanya saja yang berubah. Misalnya rutin sehari sekali, karena faktor-faktor yang berhubungan, menjadi dua atau tiga hari sekali.

Diarrhea (p. 71) atau diare. Data utamanya adalah faeces tidak berbentuk sampai dengan cair. Indokator utamanya adalah buang air besar (cair) minimal tiga kali dalam satu hari. Hasil auskultasi abdomen, kram perut dan nyeri perut merupakan tanda-gejala yang lainnya. Faktor yang berhubungan dibagi menjadi tiga kelompok; fisiologis, psikologis dan situasional. Misalnya karena kecemasan, tingkat stres tinggi, proses peradangan, iritasi, malabsorpsi, keracunan, perjalanan jauh, konsumsi alkohol dan pengaruh radiasi.

Impaired urinary elimination (p. 234) atau gangguan eliminasi urin. Karakteristiknya: disuria, frekuensi buang air kecil meningkat, hesitansi, inkontinensia, nokturia. Di NANDA memang agak sedikit rancu. Salah satu karakteristik yang disebutkan untuk diagnosis ini adalah retention . Padahal sudah ada diagnosis Retensi urine . Sehingga disarankan kalau pasien memang mengalami retensi urin, langsung diangkat saja menjadi diagnosis Retensi urin . Untuk mengangkat diagnosis keperawatan Gangguan eliminasi urin , perlu dijelaskan gangguan yang mana. Jika pasien mengeluh sering terbangun untuk kencing di malam hari, maka bisa diambil Gangguan eliminasi urin: nokturia . Jika pasien beser (buang air kecil tidak terkontrol dan terus menerus), bisa diangkat menjadi Gangguan eliminasi urin: inkontinensia . Dan seterusnya, sesuai data yang diperoleh dari pengkajian.

Readiness for enhanced urinary elimination (p. 235) atau potensial peningkatan eliminasi urine (diagnosis sejahtera).

Urinary retention (p. 236) atau retensi urin. Tidak dapat mengosongkan urin secara lampias. Karakteristiknya: palpasi blader terasa tegang, sakit saat buang air kecil, sampai dengan tidak keluarnya urin sama sekali. Faktor yang berhubungan: kekuatan spincter, tekanan tinggi pada uretral dan adanya hambatan (harus dibuktikan dengan adanya hasil pemeriksaan). Constipation (p. 44) atau konstipasi Perceived constipation (p. 46) atau perkiraan konstipasi (klien mendiagnosis dirinya sendiri menderita konstipasi, biasanya faktor yang berhubungan adalah kepercayaan budaya, kepercayaan keluarga, pemahaman yang salah atau gangguan proses pikir)

Risk for constipation (p. 47) atau resiko konstipasi.Diagnosa NANDA Terbaru13 September 2008 11:15Activity/RestActivity intolerance (specify level) Activity intolerance, for Disuse syndrome, risk for Divers ional activity deficit Fatigue Sleep pattern disturbance CirculationAdaptive capacity: intracranial, decreased Cardiac output, decreased Dysreflexia Tissue perfusion, altered (specify): cerebral, cardiopulmonary, renal, gastrointestinal, peripheral Ego IntegrityAdjustment, impaired Anxiety (mild, moderate, severe, panic) Body image disturbance Coping, defensive Coping, individual, ineffective Decisional conflict Denial, ineffective Energy field disturbance Fear Grieving, anticipatory Grieving, dysfunctional Hopelessness Personal identity disturbance Post-trauma response (specify stage) Powerlessness Rape-trauma syndrome (specify) Rape-trauma syndrome: compound reaction

chronic low Self-esteem disturbance Self-esteem. interrupted Fluid volume deficit (active loss) Fluid volume deficit (regulatory failure) Fluid volume deficit. perceived Diarrhea Incontinence. situational low Spiritual distress (distress of the human spirit) Spiritual well being. ineffective . ineffective Breastfeeding. enhanced. urge Urinary elimination. effective Breastfeeding. reflex Incontinence.Rape-trauma syndrome: silent reaction Relocation stress syndrome Self-esteem. functional Incontinence. potential for EliminationBowel incontinence Constipation Constipation. colonic Constipation. altered Urinary retention. total Incontinence. (acute/chronic) Food/FluidBreastfeeding. stress Incontinence. risk for Fluid volume excess Infant feeding pattern.

bathing/hygiene. acute Confusion. altered Unilateral neglect Pain/DiscomfortPain Pain. inability to sustain Ventilator weaning response. altered Swallowing. chronic Infant behavior. impaired HygieneSelf-care deficit (specify level): feeding. risk for Sensory perception alterations (specify): visual. risk for Breathing pattern. disorganized Infant behavior.Nutrition: altered. risk for Infant behavior. disorganized. kinesthetic. risk for more than body requirements Oral mucous membrane. impaired Spontaneous ventilation. ineffective Aspiration. auditory. ineffective Gas exchange. organized. acute Pain. potential for enhanced Memory. dysfunctional (DVWR) Safety . gustatory. dressing/ grooming. impaired Peripheral neurovascular dysfunction. less than body requirements Nutrition: altered. toileting NeurosensoryConfusion. olfactory Thought processes. tactile. chronic Respiration Airway clearance. more than body requirements Nutrition: altered.

altered Home maintenance management. impaired. altered Self-mutilation. altered Social Interaction Caregiver role strain Caregiver role strain. risk for Thermoregulation. ineffective Tissue integrity. altered. impaired Poisoning. risk for Protection. risk for Physical mobility. risk for Skin integrity. risk for Environmental interpretation syndrome. risk for Injury. impaired Hyperthermia Hypothermia Infection. impaired Health maintenance. risk for Perioperative positioning injury.Body temperature. risk for . impaired Skin integrity. (actual)/risk for: directed at self/others Sexuality(component of ego integrity and social interaction) Sexual dysfunction Sexuality patterns. risk for Violence. impaired Trauma. risk for Suffocation.

altered) (specify) Therapeutic regimen: community. altered Social interaction. altered: alcoholism (substance abuse) Family processes. impaired verbal Communitycoping.Communication. altered Parenting. enhanced. altered Health-seeking behaviors (specify) Knowledge deficit (learning need) (specify) Noncompliance (compliance. ineffective managementDownload Askep13 September 2008 11:07Askep Tetanus Silahkan download disini Askep CHF . risk for Role performance. altered. potential for growth Family processes. ineffective Family coping. potential for Community coping. ineffective management Therapeutic regimen: families. ineffective Family coping. impaired Social isolation Teaching/Learning Growth and development. risk for Parenting. effective management Therapeutic regimen: individual. altered Loneliness. risk for Parental role conflict Parent/infant/child attachment. ineffective management Therapeutic regimen: individual. altered.

000 orang meninggal dunia dan lebih dari 100. . pingsan + 10 menit.Silahkan download disiniASKEP TRAUMA KAPITIS11 September 2008 17:27Pengertian Trauma merupakan penyebab utama kematian pada populasi dibawah umur 45 tahun dan merupakan penyebab kematian no. Kecelakaan kendaraan bermotor menrupakan penyebab cedera kepala pada lebih dari 2 juta orang setiap tahunnya. yaitu pendarahan kecil di jaringan otak akibat pecahnya pembuluh darah kapiler dapat menyebabkan edema otak dan peningkatan TIK. Subdural. dapat menyebabkan penurunan kesadaran. 75. Ada berbagai klasifikasi yang di pakai dalam penentuan derajat kepala. Contusio / memar. Lebih dari 50% kematian disebabkan oleh cidera kepala. 2000). pusing dapat menyebabkan kerusakan struktur otak. yaitu trauma Kapitis ringan. Faktur Fosa anterior dan hidung dan hematom faktur lonsitudinal. Hematoma yang berkembang dalam kubah tengkorak akibat dari cedera otak. Menyebabkan kerusakan meatus auditorius internal dan eustachius. Trauma Kepala Tertutup Comosio Cerebri. trauma capitis adalah gangguan traumatic yang menyebabkan gangguan fungsi otak disertai atau tanpa disertai perdarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak tanpa disertai pendarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak Tipe-Tipe Trauma : Trauma Kepala Terbuka: Faktur linear daerah temporal menyebabkan pendarahan epidural. Hematoma disebut sebagai epidural. atau Intra serebral tergantung pada lokasinya. Pendarahan Intrakranial. 4 pada seluruh populasi. Sedangkan menurut Brunner & Suddarth (2000).000 orang yang selamat akan mengalami disabilitas permanent (York.

Cidera kepala berat (kelompok resiko berat) Skor skala koma glasglow 3-8 (koma) Penurunan derajat kesadaran secara progresif Tanda neurologis fokal Cidera kepala penetrasi atau teraba fraktur depresikranium.The Traumatic Coma Data Bank mendefinisakan berdasarkan skor Skala Koma Glasgow (cited in Mansjoer. dkk. Menurut Keperawatan Klinis dengan pendekatan holistik (1995: 226): . letargi atau stupor) Konkusi Amnesia pasca trauma Muntah Tanda kemungkinan fraktur kranium (tanda battle. Cidera kepala sedang (kelompok resiko sedang) Skor skala koma glasgow 9-14 (konfusi.hemotimpanum.atentif.mata rabun.laserasi.atau hematoma kulit kepala Tidak adanya kriteria cedera sedang-berat.otorhea atau rinorhea cairan serebrospinal).dan orientatif) Tidak ada kehilangan kesadaran(misalnya konkusi) Tidak ada intoksikasi alkohaolatau obat terlarang Pasien dapat mengeluh nyeri kepala dan pusing Pasien dapat menderita abrasi. 2000: 4): Cidera kepala ringan/minor (kelompok resiko rendah) Skor skala koma Glasglow 15 (sadar penuh.

Dapat mengalami fraktur tengkorak.juga meliputi kontusio serebral. Cidera kepala berat SKG 3-8 Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam. Arif mansjoer.Tidak ada fraktur tengkorak.perdarahan subdural dan kontusio serebri.dan hematoma.apabila kehilangan kesadaran atau amnesia terjadi 30 menit sampai 24 jam atau adanya fraktur tengkorak Cidera kepala berat.apabila kehilangan kesadaran atau amnesia berlangsung kurang dari 30 menit Cidera kepala sedang. Mekanisme : berdasarkan adanya penetrasi durameter: .apabiula kehilangan kesadaran atau amnesia lebih dari 24 jam.Cidera kepala ringan /minor SKG 13-15 Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari 30 menit. keparahan dan morfologi cidera. Cidera kepala sedang SKG 9-12 Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam.tidak ada kontusio cerebral. dkk (2000) mengklasifikasikan cidera kepala berdasarakan mekanisme.laserasi atau hematoma intrakranial. Annegers ( 1998 ) membagi trauma kepala berdasarkan lama tak sadar dan lama amnesia pasca trauma yang di bagi menjadi : Cidera kepala ringan.

cidera difus. Difus: konkusi ringan.di pukul). terbuka/tertutup. konkusi . depresi/non depresi. Morfologi v Fraktur tengkorak : kranium: linear/stelatum. intraserebral. : Kecepatan rendah(terjatuh. v Sedang : GCS 9-13.v Trauma tumpul : Kecepatan tinggi(tabrakan mobil). v Lesi intrakranial klasik. subdural. v Berat : GCS 3-8. dengan/tanpa kelumpuhan nervus VII. Keparahan cidera v Ringan : Skala koma glasgow(GCS) 14-15. Basis:dengan/tanpa kebocoran cairan serebrospinal. : Fokal: epidural. v Trauma tembus(luka tembus peluru dan cidera tembus lainnya.

Bila fraktur terbuka maka dura rusak dan fraktur tertutup keadaan dura tidak rusak. Hematoma sub dural dapat terjadi akut. Cidera Otak. dkk. denyut nadi lemah. dengan kemungkinan adanya daerah haemoragi. . dimana otak mengalami memar. kontusio. Sedangkan Hematoma sub dural sub akut adalah sekuele kontusio sedikit berat dan di curigai pada pasien gangguan gagal meningkatkan kesadaran setelah trauma kepala. l2210-2213) Cidera kulit kepala. Fraktur tengkorak diklasifikasikan terbuka dan tertutup. efek utama adalah seringkali lambat sampai hematoma tersebut cukup besar untuk menyebabkan distorsi dan herniasi otak serta peningkatan TIK. Trauma dapat menyebabkan abrasi. 2000.Jenis-jenis cidera kepala (Suddarth. Kontusio serebral merupakan didera kepala berat. Hematoma sub dural akut d hubungkan dengan cidera kepala mayor yang meliputi kontusio dan laserasi. haemoragi karena arteri ini menyebabkan penekanan pada otak. laserasi atau avulsi. Dan Hematoma sub dural kronik dapat terjadi karena cidera kepala minor dan terjadi paling sering pada lansia. Komosio. Setelah cidera kepala. Hematoma sub dural adalah pengumpulan darah diantara dura dan dasar. Cidera pada bagian ini banyak mengandung pembuluh darah. setelah pukulan atau cidera pada kepala yang menimbulkan kontusio. Cidera otak serius dapat tejadi dengan atau tanpa fraktur tengkorak. Tergantung ukuran pembuluh darah yang terkena dan jumlah perdarahan yang ada. Pada pasien dengan komosio sering ada gangguan dan kadang efek residu dengan mencakup kurang perhatian. Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuitas tulang tengkorak di sebabkan oleh trauma. suatu ruang yang pada keadaan normal diisi oleh cairan. Hematoma sub dural. Hematoma epidural (hamatoma ekstradural atau haemoragi). pernafsan dangkal. sub akut atau kronik. Kontusio. Kerusakan tidak dapat pulih dan sel-sel mati dapat diakibatkan karena darah yang mengalir berhenti hanya beberapa menit saja dan kerusakan neuron tidak dapat mengalami regenerasi. Komosio dipertimbangkan sebagai cidera kepala minor dan dianggap tanpa sekuele yang berarti. pasien terbaring dan kehilangan gerakkan. darah berkumpul di dalam ruang epidural (ekstradural) diantara tengkorak dan dura. Pasien tidak sadarkan dari. Luka kulit kepala maupun tempat masuknya infeksi intrakranial. kulit dingin dan pucat. kesulitan memori dan gangguan dalam kebiasaan kerja. Komosio umumnya meliputi sebuah periode tidak sadarkan diri dalam waktu yang berakhir selama beberapa detik sampai beberapa menit. Fraktur tengkorak. sering defekasi dan berkemih tanpa di sadari. Haemoragi intrakranial. Hematoma (pengumpulan darah) yang terjadi di dalam kubah kranial adalah akibat paling serius dari cidera kepala. dimana arteri ini berada di dura dan tengkorak daerah inferior menuju bagian tipis tulang temporal. Keadaan ini karena fraktur tulang tengkorak yang menyebabkan arteri meningeal tengah putus /rusak (laserasi). laserasi dan hemoragi otak. Adanya fraktur tengkorak biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yang kuat. kulit kepala berdarah bila cidera dalam.

Haemoragi intraserebral dan hematoma. Kerusakan jaringan otak karena benda tumpul tergantung pada : v Lokasi v Kekuatan v Fraktur infeksi/ kompresi v Rotasi v Delarasi dan deselarasi Mekanisme cedera kepala . cidera kumpil). Hemoragi intraserebral adalah perdaraan ke dalam substansi otak. Haemoragi ini biasanya terjadi pada cidera kepala dimana tekanan mendesak ke kepala sampai daerah kecil (cidera peluru atau luka tembak. Trauma benda tajam dapat menyebabkan cedera setempat. Etiologi Cedera kepala dapat disebabkan oleh dua hal antara lain : Benda Tajam. Benda Tumpul. dapat menyebabkan cedera seluruh kerusakan terjadi ketika energi/ kekuatan diteruskan kepada otak.

Contoh : akibat pukulan lemparan. Contoh : kepala membentur aspal. Dapat timbul mual-muntah akibat peningkatan tekanan intrakranial. dizziness. Dihubungkan dengan perubahan bentuk atau gangguan integritas bagan tubuh yang dipengaruhi oleh kekuatan pada tengkorak. dkk. vomitus Tanda dan gejala kognitif: gangguan memori. Deselerasi. Perubahan perilaku kognitif dan perubahan fisik pada berbicara dan gerakan motorik dapat timbul segera atau secara lambat. ketika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam.Akselerasi. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala cedera kepala dapat dikelompokkan dalam 3 kategori utama ( Hoffman. Pola pernafasan secara progresif menjadi abnormal. nausea. 1996): Tanda dan gejala fisik/somatik: nyeri kepala. Nyeri kepala dapat muncul segera/bertahap seiring dengan peningkatan TIK. gangguan perhatian dan berfikir kompleks Tanda dan gejala emosional/kepribadian: kecemasan. . Respon pupil mungkn lenyap. Deformitas. iritabilitas Gambaran klinis secara umum pada trauma kapitis : Pada kontusio segera terjadi kehilangan kesadaran.

Pemeriksaan Dianostik: CT Scan : mengidentifikasi adanya sol. Kejang pasca trauma dapat terjadi segera (dalam 24 jam pertama dini. Angiografi Serebral : menunjukkan kelainan sirkulasi serebral seperti pergeseran jaringan otak akibat edema. Komplikasi Kebocoran cairan serebrospinal akibat fraktur pada fossa anterior dekat sinus frontal atau dari fraktur tengkorak bagian petrous dari tulang temporal. Kadar antikonvulsan darah : dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat terapi yang cukup efektif untuk mengatasi kejang. GDA (Gas Darah Arteri) : mengetahui adanya masalah ventilasi atau oksigenasi yang akan dapat meningkatkan TIK. Sinar X : mendeteksi adanya perubahan struktur tulang (faktur pergeseran struktur dan garis tengah (karena perdarahan edema dan adanya frakmen tulang).. . Kimia/elektrolit darah : mengetahui ketidakseimbangan yang berpengaruh dalam peningkatan TIK. hemoragi menentukan ukuran ventrikel pergeseran cairan otak. disebabkan oleh kerusakan traumatic pada rangkai hipofisis meyulitkan penghentian sekresi hormone antidiupetik. Pungsi Lumbal CSS : dapat menduga adanya perdarahan subaractinoid. perdarahan dan trauma. PET (Pesikon Emission Tomografi) : menunjukkan aktivitas metabolisme pada otak. Pemeriksaan toksitologi : mendeteksi obat yang mungkin bertanggung jawab terhadap penurunan kesadaran. Diabetes Insipidus. EEG : memperlihatkan keberadaan/ perkembangan gelombang. MRI : sama dengan CT Scan dengan atau tanpa kontraks. Kejang. BAER (Brain Eauditory Evoked) : menentukan fungsi dari kortek dan batang otak. minggu pertama) atau lanjut (setelah satu minggu).

Penatalaksanaan Medik

Penatalaksanaan medik cedera kepala yang utama adalah mencegah terjadinya cedera otak sekunder. Cedera otak sekunder disebabkan oleh faktor sistemik seperti hipotesis atau hipoksia atau oleh karena kompresi jaringan otak (Tunner, 2000). Pengatasan nyeri yang adekuat juga direkomendasikan pada pendertia cedera kepala (Turner, 2000).

Penatalaksanaan umum adalah sebagai berikut :

·

Nilai fungsi saluran nafas dan respirasi.

·

Stabilisasi vertebrata servikalis pada semua kasus trauma.

·

Berikan oksigenasi.

·

Awasi tekanan darah

·

Kenali tanda-tanda shock akibat hipovelemik atau neuregenik.

·

Atasi shock

·

Awasi kemungkinan munculnya kejang.

Penatalaksanaan lainnya:

Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral, dosis sesuai dengan berat ringannya trauma. Therapi hiperventilasi (trauma kepala berat). Untuk mengurangi vasodilatasi. Pemberian analgetika Pengobatan anti oedema dengan larutan hipertonis yaitu manitol 20% atau glukosa 40 % atau gliserol 10 %. Antibiotika yang mengandung barrier darah otak (penisilin). Makanan atau cairan. Pada trauma ringan bila terjadi muntah-muntah tidak dapat diberikan apaapa, hanya cairan infus dextrosa 5% , aminofusin, aminofel (18 jam pertama dan terjadinya kecelakaan), 2-3 hari kemudian diberikana makanan lunak. Pada trauma berat, hari-hari pertama (2-3 hari), tidak terlalu banyak cairan. Dextrosa 5% untuk 8 jam pertama, ringer dextrose untuk 8 jam kedua dan dextrosa 5% untuk 8 jam ketiga. Pada hari selanjutnya bila kesadaran rendah, makanan diberikan melalui ngt (2500-3000 tktp). Pemberian protein tergantung nilai urea N. Tindakan terhadap peningktatan TIK

Pemantauan TIK dengan ketat. Oksigenisasi adekuat. Pemberian manitol. Penggunaan steroid. Peningkatan kepala tempat tidur. Bedah neuro. Tindakan pendukung lain

dukungan ventilasi. Pencegahan kejang. Pemeliharaan cairan, elektrolit dan keseimbangan nutrisi. Terapi anti konvulsan. Klorpromazin untuk menenangkan pasien. Pemasangan selang nasogastrik.

Pengkajian Keperawatan

Data tergantung pada tipe, lokasi dan keparahan cedera dan mungkin diperlukan oleh cedera tambahan pada organ-organ vital.

Aktivitas/ Istirahat

Gejala : Merasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan.

Tanda : Perubahan kesehatan, letargi

Hemiparase, quadrepelgia

Ataksia cara berjalan tak tegap

Masalah dalam keseimbangan

Cedera (trauma) ortopedi

Kehilangan tonus otot, otot spastik

Sirkulasi

Gejala : Perubahan darah atau normal (hipertensi)

agitasi. Neurosensoris Gejala : Kehilangan kesadaran sementara. delirium. takikardia yang diselingi bradikardia disritmia). baal pada ekstremitas. sinkope. muntah dan mengalami perubahan selera. Eliminasi Gejala : Inkontenensia kandung kemih/ usus atau mengalami gngguan fungsi. Integritas Ego Gejala : Perubahan tingkah laku atau kepribadian (tenang atau dramatis) Tanda : Cemas. vertigo. air liur keluar. Makanan/ cairan Gejala : Mual. disfagia). Tanda : Perubahan kesadaran bisa sampai koma Perubahan status mental . tinitus kehilangan pendengaran. bingung depresi dan impulsif. fingking. mudah tersinggung. amnesia seputar kejadian.Perubahan frekuensi jantung (bradikardia. Tanda : Muntah (mungkin proyektil) Gangguan menelan (batuk.

merintih. Quadreplegia Nyeri/ Kenyamanan Gejala : Sakit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda biasanya koma. tidak seimbang Refleks tendon dalam tidak ada atau lemah Apraksia.Perubahan pupil (respon terhadap cahaya. gelisah tidak bisa beristirahat. Pernapasan Tanda : Perubahan pola nafas (apnea yang diselingi oleh hiperventilasi). terdesak Ronki. hemiparese. Nafas berbunyi stridor. Tnda : Wajah menyeringai. mengi positif Keamanan Gejala : Trauma baru/ trauma karena kecelakaan . respon menarik pada rangangan nyeri yang hebat. simetri) Wajah tidak simetri Genggaman lemah.

kerusakan persepsi atau kognitif. bicara berulang-ulang. respon inflamasi tertekan. kekutan secara umum mengalami paralisis Demam. tonus otot hilang. kekurangan nutrisi. konflik psikologis. Diagnosa Keperawatan Perfusi jaringan serebral tidak efektif b/d interupsi aliran darah Resiko terhadap ketidakefektifan pola nafas b/d kerusakan neurovaskuler. Perubahan proses pikir b/d perubahan fisiologis. bicara tanpa arti. penurunan kerja silia. transmisi. Resiko infeksi b/d jaringan trauma.Tanda : Fraktur/ dislokasi Gangguan penglihatan Gangguan kognitif Gangguan rentang gerak. gangguan dalam regulasi suhu tubuh Interaksi Sosial Tanda : Afasia motorik atau sensorik. penurunan kekuatan. obstruksi trakeo bronkial Perubahan persepsi sensori b/d perubahan resepsi sensori. . Kerusakan mobilitas fisik b/d kerusakan persepsi atau kognitif.

blog (blogspot. alih bahasa : Waluyo Agung. Rencana Asuhan Keperawatan. S. Guyton dan Hall. Keperawatan Medikal Bedah.Made Karyasa. Jakarta : EGC. NANDA. Yang jelas. 2000.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC.. Marlyn E Doengoes.. Philadelphia. Arif Mansjoer. 2002. Jakarta : EGC. Jakarta Tulisan ini hanyalah sebagai bahan bacaan. dkk. perdarahan dan gangguan yang dialami oleh pasien.Jakarta.PEMASANGAN NGT11 September 2008 17:24Insersi slang nasogastrik meliputi pemasangan slang plastik lunak melalui nasofaring klien ke dalam lambung. Buku Saku Daignosis Keperawatan: dengan intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. Media Aesculapius. Jakarta. S.1993. 2001-2002. Kapita Selekta Kedokteran. .Kep.USA Judith M Wilkinson.Kep: EGC. Doengoes. Jakarta. Rencana Asuhan Keperawatan. Ni Made Sumarwati. Slang mempunyai lumen berongga yang memungkinkan baik pembuangan sekret gastrik dan pemasukan cairan ke dalam lambung. I. Marilynn E. kasus kelolaan.DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth.. wordpress... sesuai dengan kasus yang dihadapi. Yasmin Asih. dll) seperti ini tidak bisa masuk sebagai reference. Juli. EGC. Trauma kapitis tentu saja harus dijelaskan lebih terinci. alih bahasa : I Made Kariasa. 1996. karena masih diperlukan kajian mendalam. 2002.. Brunner & Suddarth. Kuncara.. Fisiologi Kedokteran Edisi 9.Nursing Diagnosis: Definitions and Classification. bukan untuk memudahkan pembuatan LP. Jakarta : EGC. 2007. 2000.

PERALATAN Slang nasogastrik (ukuran 14-18 fr) Pelumas/ jelly Spuit berujung kateter 60 ml Stetoskop lampu senter/ pen light klem Handuk kecil Tissue Spatel lidah Sarung tangan dispossible .

Plester Nierbekken Bak instrumen TUJUAN memungkinkan dukungan nutrisi melalui saluran gastrointestinal memungkinkan evakuasi isi lambung menghilangkan mual HASIL YANG DIHARAPKAN .

nyeri atau mual LANGKAH PELAKSANAAN . jika ada Riwayat masalah sinus atau nasal Distensi abdomen.Klien menambah berat badannya 1/2 sampai 1 kg per minggu Klien tidak mempunyai keluhan mual atau muntah PENGKAJIAN Pengkajian harus berfokus pada: Instruksi dokter tentang tipe slang dan penggunaan slang Ukuran slang yang digunakan sebelumnya.

dengan menempatkan ujung melingkar slang pada daun telinga. masukkan selang ke dalam lubang hidung yang paling bersih Pada saat anda memasukkan slang lebih dalam ke hidung. minta klien menahan kepala dan leher lurus dan membuka mulut Ketika slang terlihat dan klien bisa merasakan slang dalam faring.Cuci tangan dan atur peralatan Jelaskan prosedur pada klien Bantu klien untuk posisi semifowler Berdirilah disisi kanan tempat tidur klien bila anda bertangan dominan kanan(atau sisi kiri bila anda bertangan dominan kiri) Periksa dan perbaiki kepatenan nasal:Minta klien untuk bernafas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat. Lanjutkan pengukuran dari daun telinga ke tonjolan sternum. ulangi pada lubang hidung yang lain. instruksikan klien untuk menekuk kepala ke depan dan menelan . Bersihkan mukus dan sekresi dari hidung dengan tissue lembab atau lidi kapas Tempatkan handuk mandi diatas dada klien. tandai lokasi tonjolan sternum di sepanjang slang dengan plester kecil Minta klien menengadahkan kepala. Pertahankan tissue wajah dalam jangkauan klien Gunakan sarung tangan Tentukan panjang slang yang akan dimasukkan dan ditandai dengan plester. Ukur jarak dari lubang hidung ke daun telinga.

Untuk mengamankan slang: gunting bagian tengah plester sepanjang 2 inchi. Pita karet dapat digunakan untuk memfiksasi slang. Aspirasi dengan spuit dan pantau drainase lambung. tarik udara ke dalam spuit sebanyak 10-20 ml masukkan ke selang dan dorong udara sambil mendengarkan lambung dengan stetoskop jika terdengar gemuruh. diantara upaya tersebut dorong klien untuk bernafas dalam Ketika tanda plester pada selang mencapai jalan masuk ke lubang hidung. DOKUMENTASI Catat hal-hal berikut pada lembar dokumentasi: Tanggal dan waktu insersi slang Warna dan jumlah drainase . sisakan 1 inci tetap utuh.Masukkan slang lebih dalam ke esofagus dengan memberikan tekanan lembut tanpa memaksa saat klien menelan (jika klien batuk atau slang menggulung di tenggorokan. lilitkan salah satu ujung. kemudian yang lain. tempelkan 1 inchi plester pada lubang hidung. fiksasi slang. tarik slang ke faring dan ulangi langkah-langkahnya). satu sisi plester lilitan mengitari slang Plesterkan slang secara melengkung ke satu sisi wajah klien. hentikan insersi selang dan periksa penempatannya:minta klien membuka mulut untuk melihat slang.

yang merupakan hal yang harus diatasi olehnya yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja pemasaran. Hal ini agar arah pemikiran yang dikembangkan dalam latar belakang lebih mengarah. Alur logika pemikiran yang digunakan. Pengambilan ancangan yang tepat akan memberikan penggambaran yang tepat pula atas masalah yang diangkat oleh periset. latar belakang masalah merupakan penggambaran akan mengapa masalah riset muncul dari sisi masalah manajemen yang muncul. Permasalahan manajemen lebih bersifat teknis. Latar belakang yang tidak memiliki alur logika yang jelas akan sulit bagi pembaca mengenali masalah sebenarnya. prinsip atau kaidah teoritik lain yang dapat dijadikan sandaran berfikir dan merumuskan masalah. kadang sulit bagi mahasiswa yang tidak biasa menulis. Permasalahan Manajemen dan Riset Permasalahan manajemen adalah permasalahan yang dihadapi secara langsung oleh pemasar. Disamping juga dalam perumusan masalah dalam latar belakang masalah periset juga harus memaparkan teori. utamanya dalam meulis skripsi. fakta atau kejadian yang muncul yang memperkuat latar belakang dan perumusan masalah. Alur logika pemikiran merupakan urutan berfikir penulis dalam menuangkan gagasan yang ingin disampaiakan yang tercermin dalam susunan kalimat-kalimat dan susunan paragraf-paragraf dalam latar belakang. Sangat direkomendasikan pembicaraan dalam latar belakang lebih fokus dan mendalam. jelas dan mudah dipahami. tesis atau disertasi). . Dalam sebuah riset akademik (skripsi. Alur logika pemikiran yang digunakan khususnya dalam penulisan latar belakang menjadi penting diperhatikan. tidak meluas tapi dangkal. fokus. dalam sebuah proposal penelitian. yang dirumuskan dan dijadikan acuan dasar dalam melakukan riset pemasaran. Permasalahan dalam Riset Permasalahan manajemen dan permasalahan riset seringkali dirumuskan dalam sub bab latar belakang masalah dan permasalahan. disertai data. Berikut ini adalah panduan praktis membuat latar belakang. memahami pesan yang ingin disampaikan dan bahkan akan mengaburkan masalah itu sendiri. 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan latar belakang adalah : 1. Sedangkan permasalahan riset merupakan derivasi dari permasalahan manajemen.ukuran dan tipe slang Toleransi klien terhadap prosedurMembuat Latar Belakang Penelitian11 September 2008 17:18Menulis latar belakang. Ancangan pembahasan Ancangan yang dimaksud adalah darimanakah periset mengawali pembicaraan dalam kaitan dengan masalah riset yang dilakukan.

baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. sebagai cerminan kalimat tersebut diambil dari penulis yang namanya disebutkan tersebut. luka bakar.JENIS CAIRAN INFUS DAN KEGUNAANNYA11 September 2008 17:17ASERING Indikasi: Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut. Secara singkat dapat dijelaskan: Di dalam latar belakang masalah. syok hemoragik. Komposisi: Setiap liter asering mengandung: . Fungsinya selain akan menjadi sandaran berfikir namun juga hal tersebut akan menjadi indikator obyektifitas tulisan. Semakin banyak teori yang digunakan maka. 5. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori. trauma. Penggunaan sumber teori sebagai dasar pemikiran. 4. bsennya data dan fakta dalam perumusan masalah utamanya dalam latar belakang akan mengakibatkan permasalahan menjadi sangat umum. masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. Penggunaan sumber teori secara eksplisit tercermin pada penggunaan kalimat yang diakhir kalimat dicantumkan nama penulis dan tahun penulisan. untuk kepentingan apa riset dilakukan dan tentunya ketersediaan halaman atau tempat dalam menuangkan gagasan. dehidrasi berat.Dari fakta dan data tersebut akan diketahui seberapa luas dan seberapa parah permasalahan riel yang ada. dalam batas tertentu. kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. mengambang. akan semakin meningkatkan obyektifitas riset. dan semakin kuat argumentasi yang dipaparkan oleh periset. tidak jelas dan tidak fokus. Dengan demikian. Panjang dan kecukupan Panjang atau pendeknya penggambaran memang sangat tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi. dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. hasil-hasil penelitian.3. demam berdarah dengue (DHF). umber teori merupakan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang disampaikan oleh seseorang yang biasanya dihasilkan dari riset. Penggunaan fakta dan data lingkungan Penggunaan fakta dan data dalam perumusan latar belakang adalah penting untuk mengetahui indikator-indikator dari intensitas permasalahan yang dirumuskan oleh periset. Namun demikian prinsip yang lazim digunakan adalah bahwa penggambaran identifikasi dan perumusan masalah sebagaimana dalam latarbelakang dan permasalahan riset harus secara cukup dan tuntas mengarahkan pembaca akan masalah riel apa yang dihadapi oleh periset dan mengapa muncul dan perlu diatasi atau diteliti.

dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati Pada pemberian sebelum operasi sesar. asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran Mempunyai efek vasodilator .Na 130 mEq K 4 mEq Cl 109 mEq Ca 3 mEq Asetat (garam) 28 mEq Keunggulan: Asetat dimetabolisme di otot. RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus Pada kasus bedah.

dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral KA-EN 1B Indikasi: Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui.Pada kasus stroke akut. misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai. demam) < 24 jam pasca operasi Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam KA-EN 3A & KA-EN 3B Indikasi: Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. pada keadaan asupan oral terbatas . penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak Bayi prematur atau bayi baru lahir.

pada keadaan asupan oral terbatas Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium 20 mEq/L Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L KA-EN 4A Indikasi : .Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B KA-EN MG3 Indikasi : Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian.

sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi (per 1000 ml): Na 30 mEq/L K 0 mEq/L Cl 20 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 40 gr/L KA-EN 4B Indikasi: .Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak Tanpa kandungan kalium.

Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi: Na 30 mEq/L K 8 mEq/L Cl 28 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 37.5 gr/L Otsu-NS Indikasi: .

Untuk resusitasi Kehilangan Na > Cl. luka bakar) Otsu-RL Indikasi: Resusitasi Suplai ion bikarbonat Asidosis metabolik MARTOS-10 Indikasi: Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik . insufisiensi adrenokortikal. misal diare Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum.

3 gr/kg BB/jam Mengandung 400 kcal/L AMIPAREN Indikasi: Stres metabolik berat Luka bakar Infeksi berat Kwasiokor Pasca operasi Total Parenteral Nutrition Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit . infeksi berat. stres berat dan defisiensi protein Dosis: 0.Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor.

trauma dan pasca operasi) Stres metabolik sedang Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm) PAN-AMIN G Indikasi: Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan Nitrisi dini pasca operasi Tifoid .AMINOVEL-600 Indikasi: Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI Penderita GI yang dipuasakan Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar.

1976 & NANDA). dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya. Masalah adalah kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi. sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan. 2000. KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN Rumusan diagnosis keperawatan mengandung tiga komponen utama. membatasi. Gordon. keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial. Doengoes. menurunkan. . Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien. supaya : Perawat dapat berkomunikasi dengan istilah yang dimengerti secara umum Memfasilitasi dan mengakses diagnosa keperawatan Sebagai metode untuk mengidentifikasi perbedaan masalah keperawatan dengan masalah medis Meningkatkan kerjasama perawat dalam mendefinisikan diagnosis dari data pengkajian dan intervensi keperawatan. merupakan gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan.SUMBER KLIK DISINIDIAGNOSA KEPERAWATAN11 September 2008 17:15PENGERTIAN Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu. dll). Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkat mungkin. Diagnosis keperawatan disusun dengan menggunakan standart yang telah disepakati (NANDA. dimana pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat. Gordon. yaitu : 1. Carpenito. mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito. perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga. Problem (P/masalah). Diagnosis keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi.

Jadi rumus diagnosis keperawatan adalah : PE / PES. adalah ciri. dll) Medikasi (berhubungan dengan program pengobatan/perawatan) : keterbatasan institusi atau rumah sakit. Situasional : personal dan lingkungan (kurang pengetahuan. sehingga tidak mampu memberikan perawatan. keadaan ini menunjukkan penyebab keadaan atau masalah kesehatan yang memberikan arah terhadap terapi keperawatan. akut atau kronis yang dapat menyebabkan / mendukung masalah. tanda-tanda pubertas. menjadi orang tua Dewasa : tekanan karier. Unsur-unsur dalam identifikasi etiologi : Patofisiologi penyakit : adalah semua proses penyakit. 3. isolasi sosial. Sign & symptom (S/tanda & gejala). yang merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis keperawatan.2. Perumusan harus jelas dan singkat dari respon klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi . PERSYARATAN PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. Penyebabnya meliputi : perilaku. interaksi antara perilaku dan lingkungan. tanda atau gejala. Maturasional : Adolesent : ketergantungan dalam kelompok Young Adult : menikah. Etiologi (E/penyebab). hamil. lingkungan.

2.

Spesifi dan akurat (pasti)

3.

Dapat merupakan pernyataan dari penyebab

4.

Memberikan arahan pada asuhan keperawatan

5.

Dapat dilaksanakan oleh perawat

6.

Mencerminan keadaan kesehatan klien.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Berorientasi kepada klien, keluarga dan masyarakat

2.

Bersifat aktual atau potensial

3.

Dapat diatasi dengan intervensi keperawatan

4. Menyatakan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.

ALASAN PENULISAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.

Memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif

2.

Memberikan kesatuan bahasa dalam profesi keperawatan

3.

Meningkatkan komunikasi antar sejawat dan profesi kesehatan lainnya

4. Membantu merumuskan hasil yang diharapkan / tujuan yang tepat dalam menjamin mutu asuhan keperawatan, sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi

5.

Menciptakan standar praktik keperawatan

6.

Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.

PROSES PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Klasifikasi & Analisis Data

Pengelompokkan data adalah mengelompokkan data-data klien atau keadaan tertentu dimana klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kriteria permasalahannya. Pengelmpkkan data dapat disusun berdasarkan pola respon manusia (taksonomi NANDA) dan/atau pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982);

Respon Manusia (Taksonomi NANDA II) :

Pertukaran Komunikasi Berhubungan

Nilai-nilai Pilihan Bergerak Penafsiran Pengetahuan Perasaan Pola Fungsi Kesehatan (Gordon, 1982) :

Persepsi kesehatan : pola penatalaksanaan kesehatan Nutrisi : pola metabolisme Pola eliminasi Aktivitas : pola latihan Tidur : pola istirahat Kognitif : pola perseptual Persepsi diri : pola konsep diri Peran : pola hubungan Seksualitas : pola reproduktif Koping : pola toleransi stress Nilai : pola keyakinan 2. Mengindentifikasi masalah klien

Masalah klien merupakan keadaan atau situasi dimana klien perlu bantuan untuk mempertahankan atau meningkatkan status kesehatannya, atau meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan oleh perawat sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya

Identifikasi masalah klien dibagi menjadi : pasien tidak bermasalah, pasien yang kemungkinan mempunyai masalah, pasien yang mempunyai masalah potensial sehingga kemungkinan besar mempunyai masalah dan pasien yang mempunyai masalah aktual.

Menentukan kelebihan klien Apabila klien memenuhi standar kriteria kesehatan, perawat kemudian menyimpulkan bahwa klien memiliki kelebihan dalam hal tertentu. Kelebihan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan atau membantu memecahkan masalah yang klien hadapi.

Menentukan masalah klien Jika klien tidak memenuhi standar kriteria, maka klien tersebut mengalami keterbatasan dalam aspek kesehatannya dan memerlukan pertolongan.

Menentukan masalah yang pernah dialami oleh klien Pada tahap ini, penting untuk menentukan masalah potensial klien. Misalnya ditemukan adanya tanda-tanda infeksi pada luka klien, tetapi dari hasil test laboratorium, tidak menunjukkan adanya suatu kelainan. Sesuai dengan teori, maka akan timbul adanya infeksi. Perawat kemudian menyimpulkan bahwa daya tahan tubuh klien tidak mampu melawan infeksi.

Penentuan keputusan Tidak ada masalah, tetapi perlu peningkatan status dan fungsi (kesejahteraan) : tidak ada indikasi respon keperawatan, meningkatnya status kesehatan dan kebiasaan, serta danya inisiatif promosi kesehatan untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga.

Masalah kemungkinan (possible problem) : pola mengumpulkan data yang lengkap untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga

Masalah aktual, resiko, atau sindrom : tidak mampu merawat karena klien menolak masalah dan pengobatan, mulai untuk mendesain perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencegah, menurunkan, atau menyelesaikan masalah.

Masalah kolaboratif : konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional yang ompeten dan bekerja secara kolaboratif pada masalah tersebut. Masalah kolaboratif adalah komplikasi fisiologis yang diakibatkan dari patofisiologi, berhubungan dengan pengobatan dan situasi yang lain. Tugas perawat adalah memonitor, untuk mendeteksi status klien dan kolaboratif dengan tenaga medis guna pengobatan yang tepat.

3.

Memvalidasi diagnosis keperawatan

Adalah menghubungkan dengan klasifikasi gejala dan tanda-tanda yang kemudian merujuk kepada kelengkapan dan ketepatan data. Untuk kelengkapan dan ketepatan data, kerja sama dengan klien sangat penting untuk saling percaya, sehingga mendapatkan data yang tepat.

Pada tahap ini, perawat memvalidasi data yang ada secara akurat, yang dilakukan bersama klien/keluarga dan/atau masyarakat. Validasi tersebut dilaksanakan dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang kejelasan interpretasi data. Begitu diagnosis keperawatan disusun, maka harus dilakukan validasi.

4.

Menyusun diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritasnya

Setelah perawat mengelompokkan, mengidentifikasi, dan memvalidasi data-data yang signifikan, maka tugas perawat pada tahap ini adalah merumuskan suatu diagnosis keperawatan. Diagnosa keperawatan dapat bersifat aktual, resiko, sindrom, kemungkinan dan wellness.

Menyusun diagnosis keperawatan hendaknya diurutkan menurut kebutuhan yang berlandaskabn hirarki Maslow (kecuali untuk kasus kegawat daruratan menggunakan prioritas berdasarkan yang mengancam jiwa ) :

Berdasarkan Hirarki Maslow : fisiologis, aman-nyaman-keselamatan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri Griffith-Kenney Christensen : ancaman kehidupan dan kesehatan, sumber daya dan dana yang tersedia, peran serta klien, dan prinsip ilmiah dan praktik keperawatan.

KATEGORI DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Diagnosis Keperawatan Aktual

Diagnosis keperawatan aktual (NANDA) adalah diagnosis yang menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan karakteristik mayor yang diidentifikasi. Diagnosis keperawatan mempunyai empat komponen : label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor yang berhubungan.

Label merupakan deskripsi tentang definisi diagnosis dan batasan karakteristik. Definisi menekankan pada kejelasan, arti yang tepat untuk diagnosa. Batasan karakteristik adalah karakteristik yang mengacu pada petunjuk klinis, tanda subjektif dan objektif. Batasan ini juga mengacu pada gejala yang ada dalam kelompok dan mengacu pada diagnosis keperawatan, yang teridiri dari batasan mayor dan minor. Faktor yang berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang. Faktor ini dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor yang berhubungan terdiri dari empat komponen : patofisiologi, tindakan yang berhubungan, situasional, dan maturasional.

Contoh diagnosis keperawatan aktual : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan transport oksigen, sekunder terhadap tirah baring lama, ditandai dengan nafas pendek, frekuensi nafas 30 x/mnt, nadi 62/mnt-lemah, pucat, sianosis.

2.

Diagnosis Keperawatan Resiko

Diagnosis keperawatan resiko adalah keputusan klinis tentang individu, keluarga atau komunitas yang sangat rentan untuk mengalami masalah dibanding individu atau kelompok lain pada situasi yang sama atau hampir sama.

Validasi untuk menunjang diagnosis resiko adalah faktor resiko yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat terhadap klien atau kelompok dan tidak menggunakan batasan karakteristik. Penulisan rumusan diagnosis ini adalag : PE (problem & etiologi).

Contoh : Resiko penularan TB paru berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang resiko penularan TB Paru, ditandai dengan keluarga klien sering menanyakan penyakit klien itu apa dan tidak ada upaya dari keluarga untuk menghindari resiko penularan (membiarkan klien batuk dihadapannya tanpa menutup mulut dan hidung).

3.

Diagnosis Keperawatan Kemungkinan

Diagnosis Keperawatan Sejahtera Diagnosis keperawatan sejahtera adalah ketentuan klinis mengenai individu.Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko. . Cara pembuatan diagnsosis ini adalah dengan menggabungkan pernyataan fungsi positif dalam masingmasing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang disahkan. Contoh : perilaku mencari bantuan kesehatan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang peran sebagai orangtua baru. atau masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik. Sebagai contoh. 4. Perawat dapat memakai informasi dan lahirnya bayi baru sebagai tambahan dalam unit keluarga. pasangan muda yang kemudian menjadi orangtua telah melaprkan fungsi positif dalam peran pola hubungan. menunjukkan terjadinya peningkatan fungsi kesehatan menjadi fungsi yang positif. kelompok. Contoh : Kemungkinan gangguan konsep diri : gambaran diri berhubungan dengan tindakan mastektomi. yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu. Dalam menentukan diagnosis keperawatan sejahtera. untuk membantu keluarga mempertahankan pola hubungan yang efektif. Diagnosis Keperawatan Sindrom Diagnosis keperawatan sindrom merupakan diagnosis keperawatan yang terdiri dari sekelompok diagnosis keperawatan aktual atau resiko. 5. Contoh : sindrom kurang perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik.

d dorongan ingin berkemih 4. dengan diberi pernyataan `sekunder terhadap`. Jika harus. Ex : mastektomi b. Ex : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b. hanya sebatas memperjelas. yang mana masalah tersebut hanya bisa dicegah. Label yang digunakan adalah : Potensial Komplikasi (PK). MENCEGAH KESALAHAN DALAM MEMBUAT DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1.d kesulitan bernafas 5. diatasi.d kanker 2. Tidak menggunakan istilah medis. Jangan menggunakan istilah yang tidak jelas. atau dikurangi dengan tindakan keperawatan yang bersifat kolaboratif. Gunakan istilah / pernyataan yang lebih spesifik. Jangan merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu intervensi keperawatan Ex : Menggunakan pispot sesering mungkin b. Jangan menulis diagnosis keperawatan yang mengulangi instruksi dokter .MASALAH KOLABORATIF Masalah kolaboratif adalah masalah yang nyata atau resiko yang mungkin terjadi akibat komplikasi dari penyakit atau dari pemeriksaan atau akibat pengobatan. Tidak merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu diagnosa medis Ex : Resiko pneumonia 3.

Jangan merumuskan dua masalah pada saat yang sama Ex : Nyeri dan takut b. Jangan menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum Ex : Kerusakan integritas kulit b. DOKUMENTASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN . Jangan membuat asumsi Ex : Resiko perubahan peran b. 10. Jangan menghubungkan masalah dengan situasi yang tidak dapat diubah Ex : Resiko cedera b.d kebutaan 8.Ex : Instruksi untuk puasa 6.d tirah baring lama 9.d tidak berpengalaman menjadi ibu baru.d prosedur operasi 7.d posisi klien tidak diubah setiap 2 jam. Jangan menuliskan etiologi atau tanda/gejala untuk masalah Ex : Kongesti paru b.

Tujuan Dokumentasi Diagnosis Keperawatan : 1. perencanaan. Mulai pernyataan diagnosis keperawatan dengan mengidentifikasi informasi tentang data untuk diagnosis keperawatan 5. Gunakan istilah diagnosis keperawatan yang ada dalam NANDA ( terbaru : 2007 2008 ) 4. . intervensi dan evaluasi. Mengidentifikasi masalah utama untuk perkembangan intervensi keperawatan. Mengkomunikasikan masalah klien pada tim kesehatan 2. Gunakan format PES untuk semua masalah aktual dan PE untuk masalah resiko 2.1. Catat diagnosis keperawtaan resiko ke dalam format diagnosis keperawatan 3. Hubungkan setiap diagnosis keperawatan ketika menemuan masalah perawatan 7. Gunakan diagnosis keperawatan sebagai pedoman untuk pengkajian. Masukkan pernyataan diagnosis keperawatan ke dalam daftar masalah 6. Mendemonstrasikan tanggung jawab dalam identifikasi masalah klien 3.

M. SUMBER KLIK DISINIKonsep Praktek Klinik Keperawatan11 September 2008 17:11Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional melalui kerjasama berbentuk kolaborasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. biomedik.( Poerwodarminto. 2002) Jadi praktek klinik keperawatan adalah tindakan mandiri yang dilakukan mahasiswa keperawatan di rumah sakit melalui kerjasama berbentuk kolaburasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. perilaku dan sosial) dan ilmu keperawatan dasar. contohnya: Gangguan pola tidur (2005-2006) menjadi Insomnia (2007-2008). Selain itu terdapat juga diagnosis keperawatan yang baru. 2002 : 81) .Nurs.M.(Nursalam.Nurs. tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi respon klien terhadap intervensi yang di berikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Klinik adalah rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan terhadap kasus penyakit yang diderita para pasien. (Nursalam. ICN mendefinisikan praktek keperawatan sebagai cara untuk membantu individu atau kelompok mempertahankan atau mencapai kesehatan yang optimal sepanjang proses kehidupan yang mengkaji status kesehatan klien. fisika. 2002 : 81) Menurut CHS (1983) praktek keperawatan sebagai tindakan keperawatan profesional menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar (biologi.Diagnosis keperawatan saat ini dapat mengacu ke NANDA 2007-2008 dengan beberapa revisi diagnosis.menetapkan diagnosa keperawatan. rencana. klinik dan komunitas sebagai landasan untuk melakukan asuhan keperawatan. diantaranya untuk peningkatan gula darah.

Setiap manusia mempunyai hak asasi untuk berbuat. moralitas dan legalitas. sehingga segala sesuatunya dapat memberikan dampak positif. Hak-hak pasien dan perawat pada prinsipnya tidak terlepas pula dengan hak-hak manusia atau lebih dasar lagi hak asasi manusia.SUMBER KLIK HEREHAK PASIEN DAN PERAWAT11 September 2008 17:08Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan. 3. Dalam menuntut suatu hak. Menurut sifatnya hak asasi manusia dibagi dalam beberapa jenis : 1. 2. Personal Rights (hak-hak asasi pribadi) Meliputi kemerdekaan menyatakan pendapat dan memeluk agama. dsb. . kebebasan bergerak. semakin perlu pula pemahaman tentang hakhak tersebut agar terbentuyk sikap saling menghargai hak-hak orang lain dan tercipta kehidupan yang damai dan tentram. Rights of legal aquality Yaitu hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum dan pemerintahan. menyatakan pendapat. Semakin baik kehidupan seseorang atau masyarakat. tanggung jawab moral sangat diperlukan agar dapat terjalin suatu ikatan yangmerupakan kontrak sosial. menjual barang miliknya tanpa dicampuri secara berlebihan oleh pemerintah termasuk hak untuk mengadakan suatu perjanjian dengan bebas. Hak asasi manusia tidak tanpa batas dan merupakan kewajiban setiap negara/pemerintah untuk menentukan batas-batas kemerdekaan yang dapat dilaksanakan dan dilindungi dengan mengutamakan kepentingan umum. memberikan sesuatu kepada orang lain dan menrima sesuatu dari orang lain atau lembaga tertentu. Property Rights (Hak untuk memiliki sesuatu) Meliputi hak untuk membeli. Hak tersebut dapat dimiliki oleh setiap orang. baik tesurat maupun yang tersirat.

5. Pasal 33 (ekonomi) 7. diantaranya hak untuk memilih pendidikan serta mengembangkan kebudayaan yang disukai. 6.Pasal 31 ( mendapatkan pengajaran) 5. Pasal 32 (perlindungan bersifat kultural) 6. Kemudian dalam batang tubuh terdapat dalam pasal-pasal : 1. dll. Procedural Rights. Pada pembukaan disebutkan hak kemerdekaan. Dalam UUD 1945 baik pada pembukaan maupun batang tubuh telah diuraikan dengan jelas beberapa hak asasi manusia. berkumpul.Pasal 34 ( kesejahteraan sosial) .4. mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan 3. hak asasi ekonomi berupa kemakmuran dan hak asasi sosial serta kebudayaan. Pasal 27 (persamaan dalam hukum dan penghidupan yang layak) 2. Social and Cultural Rights (hak asasi sosial dan kebudayaan).Pasal 29 ( kebebasan beragama) 4. yaitu hak untuk memperoleh tata cara peradilan dan jaminan perlindungan misalnya dalam hal penggeledahan dan peradilan. mengadakan petisi. mendirikan partai politik. Political Rights (hak asasi politik) Yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan dengan ikut memilih atau dipilih. Pasal 28 (beserikat.

perawat tersebut mempunayi hak melakukan asuhan keperawatan sesuai denga kondisi dan kebutuhan pasien. 1. . Seseorang mepunyai hak untuk masuk restoran dan membeli makanan yang diinginkannya. Contoh : Seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatannya mendapat kritikan karena terlalu lama menghabiskan waktunya bersama pasien. hal ini mmerupakan haknya selaku penanggung jawab medis. cara seseorang mengatur kehidupannya. Peranan hak-hak. Hak dapat dipandang dari sudut hukum dan pribadi. Dari sudut pribadi mempunyai hal yang harus diperhatikan yaitu pertimbangan etis. moralitas atau legalitas. Dari sudut hukum hak mempunyai atau memberi kekuasaan tertentu untuk mengendalikan sesuatu. keputusan yang dibuat berdasarkan konsep benar salah. Hak dapat digunakan sebagai pengekspresian kekuasaan dalam konflik antara seseorang dengan kelompok Contoh : Seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia mempunyai hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia inginkan untuk pasiennya. Ex. Fagin ( 1975) mengemukakan bahwa hak adalah tuntutan terhadap sesuatu. Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan kekuasaannnya untuk menginstruksikan pengobatan terhadap pasien. dimana seseorang berhak seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan. Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu tindakan.Hak menurut C. Dalam hal ini. Perawat tersebut dapat mengatakan bahwa ia mempunyai hak untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk pasien sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. baik buruk yang ada dilingkungan tempat ia hidup dan tinggal dalam kurun waktu tertentu. Dalam hal ini jika ditinjau dari sudut hukum orang yang bersangkutan mempunyai kewajiban tertentu yang menyertainya yaitu orang tersebut diharuskan untuk berprilaku sopan dan membayar makanan tersebut. 2.

Jenis-jenis hak : 1. Hak kesejahteraan Yaitu hak-hak yang diberikan secara hukum untuk untuk hal-hal yang merupakan standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu. perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang tidak merugikan kesehatan pasien. Dalam hal ini. Pada situasi tersebut pasien marah karena tidak setuju dengan saran perawat dan pasien tersebut mengatakan pada perawat bahwa ia juga mempunyai hak untuk keluar dari ruanagan bilamana ia mau. . Seseorang seringkali dapat menyelesaikan suatu perselisihan dengan menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain. Batas-batas ini merupakan kebijakan RS dan suatu norma yang ditetapkan perawat. berarti ia mengingkari kebebasan pasien.Hak untuk memilih/kebebasan Yaitu hak orang-orang untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang telah ditentukan. Contoh : Seorang perawat wanita yang bekerja dirumah sakit dapat mempergunakan seragam yang diiginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih dan sopan sesuai dengan batas-batas.3. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan. Contoh : Seorang perawat menyarankan pada pasien agar tidak keluar ruangan selama dihospitalisasi. Bila tidak tercapai kesepakatan karena membatasi pasien. 2.

orang yang bersangkutan tidak disalahkan atau dihukum karena menggunakan atau tidak menggunakan hak tersebut. Hal legislatif Yaitu hak yang diterapkan oleh hukum berdasarkan konsep keadilan. . memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan perselisihan. 2. Bandman dan Bandman (1986) menyatakan bahwa hak legislatif mempunyai 4 peranan dimasyarakat yaitu membuat peraturan.Contoh : Hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan. Contoh : Pasien mempunyai hak untuk pengobatan yang ditetapkan oleh dokter. hak penduduk memperoleh air bersih. 5 syarat yang mempengaruhi penentuan hak-hak seseorang (Bandman and Bandman. Seseorang mempunyai tugas untuk memberikan kemudahan bagi orang lain untuk menggunakan hak-haknya. membatasi moral terhadap peraturan yang tidak adil. tapi dia mempunyai hak untuk menerima atau menolak pengobatan tersebut. Kebebasan untuk menggunakan hak yang dipilih oleh seseorang lain. 3. dan lainlain. Contoh : Seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan semena-mena oleh suaminya. mengubah peraturan. 1985) 1.

3. Contoh : Semua pasien mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. tidak memihak dan kejujuran. 4. Hak harus sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan.Contoh : Perawat mempunyai tugas untuk meyakinkan dan melindungi hak paisen untuk mendapatkan pengobatan.Hak untuk dapat dilaksanakan. pasien dikompensasikan untuk ditempatkan bagian tertas dari daftar pembedahan berikutnya (bila terjadi kekeliruan). Contoh : Dibeberapa Rs. 5. para penentu kebijakan mempunyai tugas untuk memastikan bahwa pemberian hakhak asasi manusia dilaksanakan untuk semua pasien. Apabila hak seseorang bersifat membahayakan. Contoh : Apabila nama pasien tertunda dari jadwal pembedahan dengan tidak disengaja. . maka hak tersebut dapat dikesampingkan atau ditolak dan orang tersebut akan diberi kompensasi atau pengganti. yaitu persamaan.

Consent diterapkan pada prinsip bahwa setiap manusia dewasa mempunyai hak untuk menentukan apa yang harus dilakukan terhadapnya. Kriteria consent yang sah : .Hak memperoleh pemeliharaan kesehatan (the right to health care) 2. dimana secara hukum orang tersebut secara hukum mampu memberikan consent. Kennedy (1962) yaitu : 1.Hak-hak pasien sekarang sudah sering dibicarakan. Finland 1964 muncul hak untuk memperoleh informasi (the right to informasi) Ada 4 hak dasar yang dikemukakan oleh John F. Hak memilih 4.Hak mendapat informasi 3. pasal 1 The United Nations International Convention Civil and Political Rights 1966 yaitu : 1. tumbuh dari mata rantai pasal 25 The United Nations Universal Declaration Of Human rights 1948.Hak memberikan consent (persetujuan) Consent mengandung arti suatru tindakan atau aksi beralasan yang diberikan tanpa paksaan oleh seseorang yang memiliki pemgetahuan yang cukup tentang keputusan yang ia berikan.Hak menentukan nasib sendiri (the right to self determination) Kemudian dari Deklarasi Hesinki. oleh The 18th World Medical Assembly. Hak mendapatkan perlindungan keamanan 2. Hak mendengar Beberapa hak pasien yang dibahas disini adalah : 1.

salah satu kriteria kematian adalah mati otak atau brain death.Memenuhi beberapa elemen penting : penjelasan kondisi.Hanya ada salah satu prosedur yang tepat dilakukan d. Dalam situasi inipasien hanya mampu mempertahankan hidup jika dibantu dengan pemasangan peralatan mekanik. Hak pasien dalam penelitian . Permasalahan muncul pada saat pasien dalam keadaan kritis dan tidak mamapu membuat keputusan sendiri tentang hidup dan matinya misal dalam keadaan koma. 4. Tawaran diberikan oleh pasien dewasa yang secara fisik dan mental mampu membuat keputusan 2. Hak untuk memilih mati Keputusan tentang kematian dibuat berdasarkan standar medis oleh dokter. Hak perlindungan bagi orang yang tidak berdaya Yang dimaksudkan dengan golongan orang yang tidakberdaya disini adalah orang dengan gangguan mental dan anak-anak dibawah umur serta remaja dimana secara hukum mereka tidak dapat membuat keputusan tentang nasibnya sendiri. Hak untuk memilih mati sering bertolak belakang dengan hak untuk tetap mempertahankan hidup. 3.a.Ditandatangani oleh pasien atau orang yang bertanggung jawab terhadapnya c. serta golongan usia lanjut yang sudah mengalami gangguan pola berpikir maupun kelemahan fisik. prosedur dan konsekuensinya. manfaat yang diharapkan. Tertulis b. penanganan atau prosedur alternative.

Hak untuk memelihara pengambilan keputusan untuk diri sendiri sehubungan dengan kesehatan 4. 1974). .Penelitian sering dilakukan dengan melibatkan pasien. 1. Setiap penelitian misalnya penggunaan obat atau cara penanganan baru yang melibakan pasien harus memperhatikan aspek hak pasien. terdiri dari 4 katagori yanitu : 1. Apabila perawat berpartisipasi dalam penelitian yang melibatkan pasien. Untuk itu perawat harus memahami hak-hak pasien : membuat keputusan sendiri untuk berpartisipasi. Hak-hak yang dinyatakan dalam fasilitas asuhan keperawatan (Annas dan Healey.Hak kebenaran secara menyeluruh 2.s Bill of Rights) dikeluarkan oleh The American Hospital Association (AHA) pada tahun 1973 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemahaman hak-hak pasien yang akan dirawat di RS. Sebelum pasien terlibat. Hak privasi dan martabat pribadi (kerahasiaan dan keamanannya) 3. mendapat informasi yang lengkap.Pasien mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan menghargai asuhan keperawatan/keperawatan yang akan diterimanya. bebas dari bahaya atau resiko cidera. maka perawat harus yakin bahwa hak pasien tidak dilanggar baik secara etik maupun hukum. mendapat privasi. percakapan tentang sumber-sumber pribadi dan hak terhindar dari pelayanan orang yang tidak kompeten. bahaya yang timbul dan kebebasan pasien untuk menolak atau menerima untuk berpartisipasi. kepada mereka harus diberikan informasi secara jelas tentang percobaan yang dilakukan.Hak untuk memperoleh catatan medis baik selama dan sesudah dirawat di rumah sakit PERNYATAAN HAK-HAK PASIEN Pernyataan hak-hak pasien (Patient. menghentikan partisipasi tanpa sangsi.

11. 7.Pasien berhak untuk menolak pengobatan sejauh diizinkan oleh hukum dan diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya.2.Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ketempat lain yang lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan tersebut. serta resiko penting yang kemungkinan akan dialaminya. konsultasi dan pengobatan yang dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan 6. 4.Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang menyangkut program asuhan medis.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan RS dengan instansi lain. kecuali dalam situasi darurat. . 9. dan RS yang ditunjuk dapat menerimanya. pengobatan dan prognosis dalam arti pasien layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi dari dokternya ke dokter lainnya. 3. Pasein berhak untuk memberi pendapat atau menolak bila diikutsertakan sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan atau pengobatannya. 8. 10. Pasien berhak untuk mengetahui dan menerima penjelasan tentang biaya yang diperlukan untuk asuhan keehatannya. seperti instansi pendidikan atau instansi terkait lainnya sehubungan dengan asuhan yang diterimanya.Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang memeriksanya berkaitan dengan diagnosis. bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya.Pasien berhak untuk menerima informasi penting dan memberikan suatu persetujuan tentang dimulainya suatu prosedur pengobatan. 5.Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya.

Meningkatnya kesadaran para konsumen terhadap asuhan kesehatan dan lebih besarnya partisipasi mereka dalam perencanaan asuhan 2. Pasien wajib mematuhi segala kebijakan yanga da.Pasien berhak untuk mengetahui peraturan atau ketentuan RS yang harus dipatuhinya sebagai pasien dirawat. 2. baik dari dokter ataupun perawat yang memberikan asuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hak pasien : 1. agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai sesuai dengan haknya. Adanya legislasi (pengesahan) yang diterapkan untuk melindungi hak-hak asasi pasien 4. Meningkatnya jumlah malpraktik yang terjadi dimasyarakat 3. Pasien atau keluarga wajib untuk memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter atau perawat yang merawatnya. Kewajiban Pasien : Kewajiban adalah seperangkat tanggung jawab seseorang untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan. 3.12. . Konsumen menyadari tentang peningkatan jumlah pendidikan dalam bidang kesehatan dan penggunaan pasien sebagai objek atau tujuan pendidikan dan bila pasien tidak berpartisipai apakah akan mempengaruhi mutu asuhan kesehatan atau tidak. 1. Pasien atau keluarganya wajib menaati segala peraturan dan tata tertib yang ada diinstitusi kesehatan dan keperawatan yang memberikan pelayanan kepadanya.

Kemudian dalam Pelita V dikatakan: . Hak Hak Perawat Sebagai tenaga profesional perawat mempunyai berbagai macam hak.4. Hak berserikat dan berkumpul Ini merupakan hak setiap warga negara seperti yang tertuang dalam UUD 1945.. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria disegala bidang kehidupan Jadi keikutsertaan perawat dan sekaligus sebagian sebagai wanita dalam pembangunan kesehatan diakui cukup banyak tidak diragukan. No. 23 tahun 1992 pasal 50 tentang pelaksanaan tugas tenaga kesehatan dan pasal 53 (ayat 1) tentang perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan. 2. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan kaum pria serta mempunyai peran sangat penting . wanita mempunyai hak.Pasien atau keluarga yang bertanggungjawab terhadapnya berkewajiban untuk menyelesaikan biaya pengobatan. Pasien atau keluarga wajib untuk memenuhi segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah disetujuinya. seperti yang telah disebutkan dalam UU Kes. Hak perawat ini telah diwujudkan dengan terbentuknya organisasi profesi dengan menjadi anggota dan juga mengambil peran dalam aksi politik untuk mewakili keperawatan atau masyarakt sebagai penerima layanan kesehatan. 5. wanita merupakan mitra sejajar yang mempunyai hak.Hak perlindungan wanita Jumlah perawat wanita sampai saat ini masih lebih banyak dari pada pria. maka pengaturan hak dan kewajiban perawat dapat dijabarkan dari pasal-pasal ini.. Secara nasional hak dan peran wanita telah mendapat perhatian dari pemerintah seperti tercantum dalam GBHN (1980 telah disebutkan kedudukan wanita sebagai subjek pembangunan . Berikut ini akan dibahas beberapa hak-hak umum yang dimiliki perawat : 1. perawatan dan pemeriksaan yang diperlukan selama perawatan. .

termasuk biaya bila sakit. Hak terhadap pengembangan profesional Dengan mengikuti pendidikan formal maupun kegiatan ilmiah seperti temu kerja. asuransi kesehatan. melahirkan atau kecelakaan. Hak ini berkaitan dengan tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik keperawatan. Untuk itu upah yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dan seimbang dengan tanggung jawabnya 5. Penghargaan ini dapat berupa gaji bulanan. 6.3. perawat harus tetap mejaga kesehatannya sendiri. Hak bekerja dilingkungan yang baik Maksudnya lingkungan tersebut cukup aman. meningkatkan ilmu dan ketrampilan. Pendidikan berkelanjutan penting diikuti perawat agar mereka dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. . Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur oleh hukum. kenaikan gaji berkala dan jaminan pensiun. maka para perawat harus dilibatkan secara aktif sehingga pelanggaran hak tidak terjadi. seminar atau berbagai kursus singkat. konferensi. Lingkungan juga hatus mempunyai sarana dan peralatan yang memadai untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. tidak mengancam keselamatan dan kesehatan fisik maupun mental. upah hari libur. tunjangan keluarga.Hak mendapat upah yang layak Perawat mempunyai hak untuk mendapat penghargaan secara ekonomi atau upah kerja. Untuk menjalankan tugas keperawatan yang penuh resiko. Perawat berhak untukbekerja sesuai jam kerja yang tepat dan tidak bekerja secara terus menerus tanpa memperhatikan istirahat atau melebihi jam kerja. tunjangan jabatan. mempunyai tempat tinggal yang layak yang semuanya membutuhkan biaya. Dalam setiap pembuatan keputusan yang menyangkut nasib perawat. 4.

Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien 8.Memberikan informasi yang akurat tentang tindakana keperawatan yang diberikan pada pasien dan keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya . Memberikan kesempatan pada apsien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya sepanjang tidak menganggu pasien lain 7. Merujuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik.Menghormati hak-hak pasien 4. Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan 2.7. Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas-batas kegunaannya 3. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan dengan keluarganya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan standar profesi yang ada 6. Hak menyusun standar praktik dan pendidikan keperawatan Standar yang baik akan membantu dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas. bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya 5. Kewajiban perawat : 1. Perawat juga mempunyai hak untuk menyusun rancangan hukum yang diajukan untuk melindungi perawat dan penerima jasa keperawatan.

Kontrak dapat secara lisan atau tertulis. 2 jenis kontrak yang paling banyak dilakukan dalam keperawatan adalah : 1. kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang 14. Kontrak antara perawat dengan pasien Kontrak mengandung arti ikatan persetujuan atau perjanjian resmi antara dua atau lebih partai untuk mengerjakan atau tidak sesuatu. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien 10. Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau kesehatan secara terus menerus 12. Kontrak antara perawat dengan pihak/ institusi yang mengerjakan perawat 2.Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan 11. Pada umumnya kontrak ditandatangani oleh dua pihak yang mengadakan perjanjian.Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas-batas kewenangannya 13.9. Perikatan/perjanjian dapat dikatakan sah bila memenuhi syarat : . Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja KONTRAK Dalam setiap bentuk kerjasama dibutuhkan kontrak. Kontrak secara hukum tidak berlaku apabila tidak dapat dipahami.Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien.

Kontrak perjanjian ini dapat meliputi berbagai hal misalnya gaji. Secara hukum antara kedua pihak dapat menggugat apabila rekanan kerjanya melanggar kontrak yang disepakati bersama. asuransi kesehatan. TANGGUNG JAWAB HUKUM PERAWAT DALAM PRAKTEK Dalam tatanan klinis pada dasarnya ada 2 jenis tindakan yang dilakukan oleh perawat yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pesanan dokter dan tindakan yang dilakukan secara mandiri. Ada suatu hal tertentu dan ada suatu sebab yang halal Sebelum menerima atau diterima bekerja disuatu tempat. 1. Kontrak pada dasarnya dapat dipakai untuk melindungi hak-hak antara kedua belah pihak yang bekerja sama. ijin cuti dan lain-lain. Menjalankan pesanan dokter dalam hal medis Becker (1983) mengemukakan 4 hal yang harus ditanyakan perawat untuk melindungi mereka secara hukum : . Ada kecakapan pihak-pihak untuk membuat perjanjian (capacity) 3. perawat mempelajari dan menyetujui kontrak bila kedua belah pihak setuju. Ada persetujuan kehendak antara pihak-pihak yang membuat perjanjian (consensus) 2.1. Tindakan yang berdasarkan pesanan dokter tidak dapat sepenuhnya secara hukum dibebankan kepada perawat sedangkan tindakan mandiri sepenuhnya dapat dibebankan pada perawat. Perawat seringkali tidak melaksankan hal ini sehingga dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sering terjadi hal-hal yang tidak diiginkan kedua belah pihak. Kontrak perawat pasien dilakukan sebelum asuhan keperawatan diberikan. liburan. jam kerja.

keadaan yang harus diberitahukan dokter. c. Catat waktu/jam. nyeri dada dan batuk. b. b. Ikuti kebijaksanaan dan prosedur yang ditetapkan ditempat kerja . Tanyakan dan catat pesanan verbal untuk mencegah kesalahan komunikasi. Melaksanakan intervensi keperawatan mandiri a. Hal ini memberikan tambahan tanggung jawab perawat dalam melatih diri membuat keputusan sewaktu melaksanakannya. baca kembali pesanan kepada dokter dan cata bahwa dokter telah menyepakati pesanannya seaktu diberikan. terutama bila perawat tidak pengalaman. tanggal. Misalnya bila seorang pasien yang menerima infus intravena tiba-tiba mengalami peningkatan kecepatan denyut nadi. d. nama dokter. Tanyakan setiap pesanan bila kondisi pasien telah berubah Perawat bertanggung jawab untuk memberitahu dokter tentang setiap perubahan kondisi pasien. Ini memudahkan perawat untuk berfungsi sesuai dengan tugas dan tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan. Ketahui pembagian tugas mereka.a. Tanyakan setiap pesanan yang diberikan dokter Jika pasien yang telah menerima injeksi im memberitahu perawat bahwa dokter telah mengganti pesanan dari obat injeksi ke obat oral. Tanyakan pesanan. Bagi perawat yang merasa tidak berpengalaman harus minta petunjuk baik dari perawat senior maupun dokter. pesanan. perawat harus segera memberitahu dokter dan menanyakan kelanjutan pengaturan kecepatan tetesan infus. maka perawat harus memeriksa kembali pesanan sebelum meberikan obat. 2.

d.Pertahankan kompetisi praktek keperawatan. k. terutama sebelum melaksanakan intervensi utama. Mengetahui kekuatan dan kelemahan perawat. h. Selalu wapada saat melakukan intervensi keperawatan dan perhatikan secara penuh setiap tugas yang dilaksanakan. i. pastikan orang yang diberi delegasi tugas mengetahui apa yang harus dikerjakan dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan.Selalu identifikasi pasien. waktu dan pasien yang benar. Catat semua pengkajian dan perawatan yang diberikan dengan cepat dan akurat. menganalisa mengapa kecelakaan terjadi dan mencegah pengulangan kembali. Catat semua kecelakaan yang mengenai pasien. Jalin dan pertahankan hubungan saling percaya yang baik dengan pasien.c.Lakukan setiap prosedur secara tepat. f. l. Sewaktu mendelegasikan tanggung jawa keperawatan. TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT PERAWAT Tanggung jawab (responsibilitas) adalah eksekusi terhadap tugas-tugas yangberhubungan dengan peran tertentu dari perawat. Dengan tetap belajar. Pastikan bahwa obat yang benar diberikan dengan dosis. termasuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan klinis perkembangan jaman. e. g. Pada saat memberikan obat perawat bertanggung jawab untuk . j. Catatan segera memudahkan untuk tetap melindungi kesejahteraan pasien.

dokter yang memberikan instruksi. memberikannya dengan aman dan benar dan mengevaluai respons pasien terhadap obat tersebut. Tanggung jawab perawat secara umum : 1. Perawat bertanggunggugat terhadap dirinya sendiri. Apabila didelegasikan oleh dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien dan memberi informasi yang biasanya diberikan oleh dokter. Akuntabilitas bertujuan untuk : 1. pasien. maka ia dapat digugat oleh pasien yang menerima obat tersebut. Akuntabilitas dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perawat dalam melakukan praktek. Mempertahankan standar perawatan kesehatan . 3. Menghargai hak pasien untuk menolak pengobatan. Menghargai setiap hak pasien dan keluarganya dalam hal kerahasiaan informasi 4. profesi. 2. Jika seorang perawat memberikan dosis obat yang salah kepada pasien. Mengevaluasi praktisi-praktisi profesional baru dan mengkaji ulang praktisi-prakstisi yang sudah ada. 5. Agar dapat bertanggung gugat perawat harus bertindak berdasarkan kode etik profesinya. pembuat standar kerja dan masyarakat. Mendengarkan pasien secara seksama dan melaporkan hal-hal penting kepada orang yang tepat. Tanggung gugat (akuntabilitas) ialah mempertanggungjawabkan prilaku dan hasil-hasilnya yang termasuk dalam lingkup peran profesional seseorang sebagaimana tercermin dalam laporan periodik secara tertulis tentang prilku tersebut dan hasil-hasilnya. 2. sesama karyawan dan mayarakat. Perawat yang selalu bertanggung jawab dalam bertindak akan mendapatkan kepercayaan dari pasien karena melaksanakan tugas berdasarkan kode etiknya. Menghargai martabat setiap pasien dan keluarganya.mengkaji kebutuhan pasien akan obat tersebut. prosedur atau obat-obatan tertentu dan melaporkan penolakan tersebut kepada dokter dan orang-orang yang tepat ditempat tersebut.

Pada waktu membuat keputusan para perawat bertanggung gugat untukmempertimbangkan latar belakang sosial budaya pasien. 2. Pada saat mengkaji perawatbertanggung gugat untuk kesenjangan-kesenjangan dalam data atau data yang bertentangan. Apakah perawat mempertimbangkan nilai-nilai. Tahap diagnosa keperawatan DX merupakan keputusan profesional perawat menganalisa data dan merumuskan respon pasien terhadap masalah kesehatan baik aktual atau potensial. pemikiran etis dan pertumbuhan pribadi sebagai bagian dari profeional perawatan kesehatan 4. TANGGUNG GUGAT PADA SETIAP TAHAP PROSES KEPERAWATAN 1. 3. Perawat bertanggunggugat untuk pengumpulan data/informasi. Perawat bertanggunggugat untuk keputusan yang dibuat tentang masalah-masalah kesehatan pasien seperti peryataan diagnostik. Memberikan fasilitas refleksi profesional. keyakinan dan kebiasan/kebudayan pasien pada waktu menentukan masalah-masalah kesehatan. mendorong partisipasi pasien dan penentuan keabsahan data yang dikumpulkan.Memberi dasar untukmebuat keputusan etis.3. Masalah kesehatan yang timbul pada apsien apakah diakui oleh pasien atau hanya perawat. data yang tidak/kurang tepat atau data yang meragukan. Tahap perencanaan . Tahap pengkajian Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan yang mempunyai tujuan mengumpulkan data.

Kegiatan keperawatan harus dicata setelah dilaksanakan. Meskipun perawat mendelegasikan suatu kegiatan kepada oranglain. Perawat harus dapat menjelaskan mengapa tujuan pasien tidak tercapai dan tahap mana dari proses keperawatan yang perlu dirubah dan mengapa ? . penetapan tujuan dan perencanaan kegiatan-kegiatan keperawatn. Tahap implementasi Implementasikeperawatan adalah pelaksanaan dari rencana asuhan keperawatan dalambentuk tindakan-tindakan keperawatan. terdiri dari prioritas masalah. Pada tahap ini perawat juga bertanggunggugat untuk menjamin bahwa prioritas pasien juga dipertibangkan dalam menetapkan prioritas asuhan. 4. perawat tersebut harus masih tetap bertanggung gugat untuk tindakan yang didelegasikan dan tindakan pendelegasiannya itu sendiri. tujuan serta rencana kegiatan keperawatan. termasuk juga menilai semua tahap proses keperawatan. Tahap evaluasi Evaluasi merupakan tahap penilaian terhadap hasil tindakan keperawatan yang telah diberikan. Tanggung gugat yang tercakup pada tahap perencanaan meliputi : penentuan prioritas. Langkah ini semua disatukan kedalam rencana keperawatan tertulis yang tersedia bagi semua perawat yang terlibat dalam asuhan keperawatan pasien. Perawat bertanggung gugat untuk semua tindakan yang dilakukannya dalam memberikan asuhan keperawatan. Perawat bertanggung gugat untuk keberhasilan atau kegagalan tindakan keperawatan. Tindakan-tindakan tersebut dapat dilakukan secara langsung atau dengan bekerjasama dengan orang lain atau dapat pula didelegasikan kepada orang lain. oleh sebab itu dibuat catatan tertulis. 5.Perencanaan merupakan pedoman perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Perawat harus dapat memberi jawaban nalar tentang mengapa kegiatan tersebut didelegasikan. mengapa orang itu yang dipilih untuk melakkan kegiatan tersebut dan bagaimana tindakan yang didelegasikan itu dilaksanakan.

Kozier ( 1991 ) mengemukakan 3 ( tiga ) fungsi perawat : Fungsi Keperawatan mandiri ( independen ). PERAN PERAWAT Peran : Seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang. dan Fungsi Keperawatan kolaboratif ( interdependen ). Collaborator.dsb. Counsellor. .1239 Tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat.Goodrich. KEPERAWATAN LOKAKARYA NASIONAL tentang KEPERAWATAN bulan JANUARI 1983 di JAKARTA merupakan awal diterimanya KEPERAWATAN SEBAGAI SUATU PROFESI. Fungsi Keperawatan Ketergantungan ( dependen ).baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.secara bertahap mulai berkembang. Doheny ( 1982 )mengidentifikasi beberapa elemen peran Perawat Profesional.seperti oleh Florence Nightingale. PERAWAT Sesuai PERMENKES RI NO. Client Advocate. Educator.SUMBER KLIK DISINIKeperawatan Sebagai Suatu Profesi11 September 2008 17:07Keperawatan yang semula belum jelas ruang lingkupnya dan batasannya . dijelaskan PERAWAT adalah: Seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan. meliputi :Care Giver. Coordinator.Virginia Henderson. Change Agent.Keperawatan diartikan oleh pakar keperawatan dengan berbagai cara dalam berbagai bentuk rumusan. sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. dan Consultant FUNGSI PERAWAT Fungsi : suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya.Imogene King.

KEPERAWATAN Adalah : suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. 2. 3. Keperawatan mempunyai empat tingkat klien : individu.ditujukan pada individu. dan komunitas dan .C ( 1963 ) Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien). Beberapa pengertian profesi 1. memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama.keluarga. Schein E. serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan. berbentuk pelayanan bio-psikososial-spiritual yang komprehensif.Yaitu : 1.E. Hughes.2. . 3. H (1962) Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat. Keperawatan adalah profesi yang berorientasi pada pelayanan _ helping health illness problem. Keperawatan adalah ilmu dan kiat -sains terapan ( applied science ) . baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Dari pengertian tersebut diatas ada 4 ( empat ) elemen utama ( mayor elements ) yang menjadi perhatian( concern). dan masyarakat. Pelayanan Keperawatan mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan-3th level preventions dengan metodologi proskep . APA ITU PROFESI ????.kelompok. keluarga. Winsley (1964) Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan.4.

M ( 1985 ). Mari kita lihat apakah Keperawatan termasuk PROFESI.Memiliki kode etik 5. Didukung oleh badan ilmu ( body of knowledge ) yang sesuai dengan bidangnya.L.Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundangundangan 4.Ciri-ciri profesi esensial suatu profesi adalah sbb: 1. Adanya organisasi profesi..Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana. terus menerus dan bertahap 3.(1964 ): 1.Pelayanan keperawatan yang diberikan didasarkan pada ilmu pengetahuan 3. standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturanperaturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi Dikatakan juga oleh Shortridge.Adanya otonomi 4. 2.??? .Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan.Berorientasi pada pelayanan masyarakat 2. jelas wilayah kerja keilmuannya dan aplikasinya.Ciri-ciri profesi menurut Winsley.

MEMPUNYAI BODY OF KNOWLEDGE Tubuh pengetahuan yang dimiliki keperawatan adalah ilmu keperawatan ( nursing science ) yang mencakup ilmu ilmu dasar ( alam.ilmu keperawatan dasar. PEMBERLAKUAN KODE ETIK KEPERAWATAN. 4. 5. Keperawatan harus memiliki organisasi profesi.1.organisasi profesi ini sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pengembangan citra keperawatan sebagai profesi serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun keperawatan profesional dan berada di garda depan dalam inovasi keperawatan di Indonesia. 2. perilaku ).berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan etika keperawatan.perawat profesional selalu menunjukkan sikap dan tingkah laku profesional keperawatan sesuai kode etik keperawatan. Keperawatan dikembangkan sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional. Di Indonesia berbagai jenjang pendidikan telah dikembangkan dengan mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda mulai D III Keperawatan sampai dengan S3 akan dikembangkan. PENDIDIKAN BERBASIS KEAHLIAN PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI.ilmu keperawatan klinis dan ilmu keperawatan komunitas. MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PRAKTIK DALAM BIDANG PROFESI. Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan .ilmu biomedik. MEMILIKI PERHIMPUNAN/ORGANISASI PROFESI.ilmu kesehatan masyarakat. sosial. Pelayanan/ askep yang dikembangkan bersifat humanistik/menyeluruh didasarkan pada kebutuhan klien. . Oleh karena itu sistem pemberian askep dikembangkan sebagai bagian integral dari sistem pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdapat di setiap tatanan pelayanan kesehatan. 3.

mencakup otonomi dalam memberikan askep dan menetapkan standar asuhan keperawatan melalui proses keperawatan. SUMBER KLIK DISINIKonsep model Self Care Theory 11 September 2008 17:04PENDAHULUAN Keperawatan sebagai pelayanan profesional.riset keperawatan dan praktik keperawatan dalam bentuk legislasi keperawatan( KepMenKes No. DENGAN MELIHAT DEFINISI. dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. MOTIVASI BERSIFAT ALTRUISTIK Masyarakat profesional keperawatan Indonesia bertanggung jawab membina dan mendudukkan peran dan fungsi keperawatan sebagai pelayanan profesional dalam pembangunan kesehatan serta tetap berpegang pada sifat dan hakikat keperawatan sebagai profesi serta selalu berorientasi kepada kepentingan masyarakat.penyelenggaraan pendidikan. Langkah-langkah yang harus dilakukan perawat dalam memilih model keperawatan yang tepat untuk kasus spesifik adalah sebagai berikut : . memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variabel-variabel utama yang mempengaruhi situasi klien.wewenang. dan tanggung jawab untuk mengatur kehidupan profesi. Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik. Dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan dan ketrampilan berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien. antara lain dengan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan dan tiap model dapat digunakan dalam praktek keperawatan sesuai dengan kebutuhan. OTONOMI Keperawatan memiliki kemandirian.6.1239 Tahun 2001 ) 7.CIRI PROFESI YANG TELAH DISEBUTKAN DIATAS DAPAT KITA ANALISIS BAHWA KEPERAWATAN DI INDONESIA DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI SUATU PROFESI. dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh.

baik sehat maupun sakit (Orem s 1980). definisi konsep dan hubungan antar konsep. kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care. pola hidup dan aktifitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami keunikan klien. II. Dari beberapa model konsep. LANDASAN KONSEP MODEL / TEORI KEPERAWATAN SELF CARE A. Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien. kesehatan dan kesejahteraannya sesuai keadaan. Pengertian Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem s adalah : Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. . umur. 2. teori self care deficit dan teori nursing system. salah satu diantaranya adalah model self care yang diperkenalkan oleh Dorothea E. Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa asumsi yang melandasi. Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson s units (keluarga.1. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul Nursing Conceps of Practice Self Care . Orem.

Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas. kecuali bila tidak mampu.Pada dasarnya diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebutuhan itu sendiri. B. Lingkungan : Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk di dalamnya tetapi tidak spesifik. . Keyakinan Orem s tentang empat konsep utama keperawatan adalah : a. Orem s mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. d. Klien : Individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan self care untuk hidup dan sehat. keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan seft care yang mencakup integrias struktural. pemulihan dari sakit/trauma atau coping dan efeknya. Sehat : Kemampuan individu atau kelompok memenuhi tuntutan self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas struktural fungsi dan perkembangan. b. fungsi dan perkembangan. Keperawatan : Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu. Keyakinan dan nilai-nilai 1. c.

.Pemeliharaan kecukupan intake udara . . Universal self care requisite : Keperluan self care universal ada pada setiap manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusian dan proses kehidupan. fungsi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia. Tiga kategori self care Model Orem s.Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses-proses eleminasi dan exrement.Pemeliharaan kecukupan intake makanan .Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat .Pemeliharaan kecukupan intake cairan . yaitu : a. meyebutkan ada beberapa kebutuhan self care atau yang disebutkan sebagai keperluan self care (sefl care requisite). biasanya mengacu pada kebutuhan dasar manusia. Universal self care requisite yang dimaksudkan adalah : .Mencegah ancaman kehidupan manusia.2.Pemeliharaan keseimbangan antara solitut dan interaksi sosial .

maka self care itu dimungkinkan. b.Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan kedalam kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang. Menurunkan tuntutan self care kepada tingkat dimana klien dapat memenuhinya. . Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care. Tetapi bila keinginan itu lebih besar dari kapasitas individual atau kemampuan untuk menemukannya. Orem s mendiskripsikan dua kategori dibawah ini sebagai keperluan self care (self care requisites). keterbatasan seseorang dan keinginan seseorang untuk menjadi normal. c. Health Deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang tidak sehat dan merupakan kebutuhan-kebutuhan yang menjadi nyata karena sakit atau ketidakmampuan yang menginginkan perubahan dalam perilaku self care. Developmental self care requisite : terjadi berhubungan dengan tingkat perkembangan individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal. dan ini timbul dari pengaruh peristiwa-peristiwa pada keperluan universal self care antara lain : Sewaktu ada keinginan untuk mengasuh dirinya sendiri dan seseorang itu mampu untuk menemukan keinginannya. Tujuan Tujuan keperawatan pada model Orem s secara umum adalah : 1. 2. C. terjadilah ketidak seimbangan dan ini dikatakan sebagai self care deficit. yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan. ini berarti menghilangkan self care deficit..

Aspek Sosial : Hubungan keluarga dengan masyarakat di sekitarnya. misalnya melakukan tindakan kompres secara benar. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara therapeutik. Aspek Tehnis : Mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan dirumah. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan secara kompeten. 2. Aspek Interpersonal : Hubungan didalam keluarga b. Tujuan kepewatan pada model Orem s yang diterapkan kedalam praktek keperawatan keluarga /komunitas adalah : 1. perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien. oleh karenanya self care deficit apapun dihilangkan.3. 4. Aspek Prosedural : Melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan depenent (dependent care) jika self care tidak memungkinkan. Menolong klien bergerak kearah tindakan-tindakan asuhan mandiri 3. e. c. Jika ketiganya diatas tidak ada yang tercapai. Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada Model Orem s yang diterapkan pada praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah : a. .

1. b. Metode Bantuan Perawat membantu klien dengan menggunakan sistem dan melalui lima metode bantuan yang meliputi : . Pengetahuan dan Ketrampilan untuk Praktek Perawat menolong klien untuk menemukan kebutuhan self care dengan menggunakan tiga kategori dalam system keperawatan dan melalui lima metode bantuan. Partially Compensatory : Bantuan sebagian. dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungannya dan tidak berespon terhadap rangsangan. agar mampu melakukan perawatan mandiri. Kategoi Bantuan : a.D. dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit atau kecelakaan. Wholly Compensatory : Bantuan secara keseluruhan. 2. c. Supportive Education : Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari.

Untuk melaksanakan hal tersebut. mengarahkan klien d. keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak dengan perawat dan asisten. keluarga atau kelompok sampai klien dapat diizinkan pulang dari perawatan. d. lima area utama untuk praktek keperawatan di diskripsikan sebagai berikut : a. atau pelayanan sosial dan penyuluhan yang dibutuhkan atau yang diterima. . Acting atau melakukan sesuatu untuk klien b. Masuk kedalam dan memelihara hubungan perawat klien dengan individu. pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima. Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang. Mengajarkan klien c. b. Menetapkan jika dan bagaimana klien dapat dibantu melalui perawatan. Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan sehari-hari klien.a. Mensupport klien e. c. Merespon keperluan klien.

M meninggal karena stroke dan bapaknya meninggal karena serangan jantung saat usianya 50 tahun. M.III. BB : 70 Kg. (48 tahun ). M dan suaminya menikmati aktifitas sosial seperti main bridge dan koleksi barang-barang antik. . sehari menghabiskan 1 ½ bungkus. Model konsep / teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehnya sendiri kecuali jika tidak mampu. Sejak suaminya meningal ia tidak lagi melakukan aktifitas karena kurangnya keinginan / minat. Menikah selama 25 tahun dan janda sejak 6 bulan yang lalu. TB : 160 cm. Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan. Ia seorang perokok. Ny. Untuk dapat menerapkan model konsep / teori keperawatan ini diperlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang terapeutik. Ny. Akhir-akhir ini dia tidak melakukan latihan secara teratur dan makan makanan fast food selama jam kerjanya dan bekerja 12 jam / hari serta makan hingga larut malam sebelum waktu istirahat. Asuhan keperawatan dengan pemilihan model konsep / teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik klien dapat memberikan asuhan keperawatan yang relevan.Ibu Ny. PENUTUP Dengan mempelajari model konsep / teori keperawatan sebagaimana disampaikan dimuka maka dapat disimpulkan betapa perawat harus memahami apa yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat memperoleh haknya secara tepat dan benar.

2. Pandangan dokter terhadap kesehatan individu 3. . dia diramalkan kemungkinan menderita serangan jantung. Memenuhi syarat personal untuk self care.Hasil pemeriksaan tahunnya yang dilakukan dua minggu lalu : Tanda tanda vital : TD : 138/86 mm Hg. P : 30 x/ mnt. 6. Dokter menganjurkan : untuk menurunkan berat badan sekitar 20 kg. tetapi mengingat bahwa dia memiliki pengetahuan yang tidak adekuat tentang dasar-dasar nutrisi dan tidak mempunyai motivasi untuk menurunkan berat badan. Suhu : 98. Pandangan individu terhadap kesehatan dirinya. 5. gaya hidup dan status kesehatan. Kapasitas individu untuk melakukan self care. N : 92 x / mnt. 4. yaitu: 1.40 F. Status kesehatan perseorangan. Pengkajian (Assessment) : Perawat mengumpulkan data meliputi 6 area. Tujuan kesehatan dalam konteks riwayat kehidupan. Laboratorium : cholesterol dalam darah 280 mg/dl.

Apakah yang menjadi potensial klien untuk melakukan self care dimasa yang akan datang.Menampakkan tidak adekuatnya intake udara. TB. Haruskah klien ditolong supaya tidak melakukan self care atau melindungi dengan segala kemampuan perkembangan self care untuk tujuan terapi. Personal faktor Umur 48 tahun. banyak mengkonsumsi lemak. Apakah klien mempunyai kekurangan dalam memenuhi self care.160 Cm. A. 4. perempuan. suku bangsa Italia. Dalam tahap ini perlu mencari jawaban terhadap pertanyaan di bawah ini : 1. . Janda. konsumsi jumlah kalori yang dibutuhkan. 2. 2. pekerjaan staf pengajar di Universitas. BB : 70 Kg . agama katolik. ketrampilan. Jika ada. air dan makanan. Analisa Kasus 1. apa alasan dan latar belakang terjadinya kekurangan untuk self care. motivasi dan orientasi. kolesterol 280 Mg / dl.Pengumpulan data meliputi pengetahuan individual. 5. 3. Terapi apakah yang dibutuhkan untuk perawatan saat ini dan yang akan datang. Kategori kebutuhan universal self care : . makan sampai larut malam..

Tidak punya suami (widowed) . Self care deficit : . kurangnya latihan dan riwayat keluarga.Ny. .. 6. . Kategori Health Deviation : Risiko terjadi penyakit kardiovaskuler berhubungan dengan kegemukan.Kurangnya aktivitas sosial 4. M meninggal karena stroke.Merokok 1 ½ bungkus perhari. peningkatan kolesterol. Anjuran Dokter : Memonitor kolesterol dan tanda-tanda vital. berkeja 12 jam / hari. memperlihatkan ketidak seimbangan ativitas dan istirahat serta latihan.Ny. mengkonsumsi makanan siap saji. M kurang pengetahuan tentang faktor faktor risiko dan gangguan fungsi kardiovaskuler. M. . 5. ayah meninggal karena serangan jantung pada usia 50 tahun. penurunan interaksi sosial. menurunkan intake kolesterol dan meningkatkan latihan. Masalah medis dan perencanaan : Diagnosa obesitas dengan risiko untuk terjadi penyakit kardiovaskuler dan rendahnya motivasi untuk menurunkan berat badan. Kategori Developmental Self Care : . 3. perokok.Riwayat keluarga : Ibu Ny.

M dapat meningkatkan risiko untuk serangan jantung atau stoke.Metode Bantuan pengembangan lingkungan. support.Design Nursing System : Support Education (Pendidikan Kesehatan . Implementasi Sepakati bersama untuk mencapai tujuan menurunkan kolesterol. mempunyai kemauan untuk memelihara diet makanan harian tiap 3 hari. 2.Tujuan : Menurunkan risiko terjadinya gangguan kardiovaskuler. B. Proses Keperawatan 1. . Diagnosa Keperawatan : Risiko gangguan fungsi kardiovaskuler berhubungan dengan kurang pengetahuan klien yang dimanifestasikan dengan gaya hidup dan risiko serangan jantung atau stroke.Pengetahuan dasar dan gaya hidup Ny. : Memberikan pedoman. - Ny. M. mengajarkan dan ketentuan 3. . Rencana keperawatan : .

Tumbuh/ pertumbuhan . - Apakah kadar kolesterol Ny. .Ny. M. M. mempunyai kemauan untuk mengetahui kandungan kolesterol dalam fast foods. - Ny. - Apakah support educative system efektif dalam meningkatkan self care pada Ny. - Menentukan bersama menu makanan. 4. mengalami penurunan self care dificit. telah memilih jenis makanan rendah kolesterol. M mengeti tentang gaya hidupnya dan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke? - Apakah Ny. M. sudah turun (normal). - Apakah Ny. M.Apakah Ny.. Evaluasi . mempunyai kemauan untuk mempelajari kolesterol dan pengaruhnya terhadap fungsi kasdiovaskuler. mempunyai kemauan untuk mempelajari jenis makanan rendah kolesterol dan bagaimana menurunkan kadar kolesterol. M. M. M. - Menganalisa bersama makanan sehari-hari dan bagaimana mengkonsumsikannya.Ny. SUMBER KLIK DISINIPERUBAHAN DALAM KEPERAWATAN11 September 2008 17:02Pengertian Dasar: Beranjak dari status quo Pengertian Praktis: 1.

2. Lahir-tumbuh-kembang-dewasa-pembiakan 2. Berubah dan proses berubah menyatu dengan alam semesta 3. Pembaharuan/ inovasi/ modernisasi 6.tumbuh-kembang-mati 3. Berubah dan proses berubah merupakan proses yang berkelanjutan Berubah dan Manusia/ Masyarakat 1. Senang-susah. Pergolakan/ pergerakan/ mobilitas masyarakat 6. Transformasi/ peralihan/ beralih 5. Perubahan dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh target berubah 2. Berubah dan proses berubah menyetu dengan hidup dan kehidupan manusia 2. Lahir. tradisional-modern 5. Gerak/ pergerakan/ bergerak 4. Berpikir/ berkehendak/ berupaya/ belajar Faktor Yang Mendukung Perubahan 1. sehat-sakit 4. Perubahan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini . Hidup Berubah (Change) An act of process that makes something or someone different in some way The process og moving from one system to another Transition to a different end Sifat Kejadian 1. Budaya-tata nilai. Kembang/ perkembangan/ berkembang 3.

takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency d.3. takut akan kehilangan pengaruh c. benefit e. Menolak: a. Target berubah dilibatkan sejak fase awal 5. dukungan. takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability) b. Tidak menerima . mengadakan penyelidikan dan eksplorasi 3. Menerima dan mendukung 2.tidak mendukung 3. takut kehilangan reward. organisasional 2. kasih sayang f. Komunikasi terbuka antara target berubah & inovator (change agent) 8. takut akan kehilangan respect. Evaluasi sebagai bagian dari proses berubah Respon Terhadap Perubahan 1. sosial. mengadakan perubahan/ mengadakan penyempurnaan . Pemimpin dan tokoh kelompok dilibatkan 7. takut gagal PERLU KESEIMBANGAN ANTARA PERUBAHAN & STABILITAS PERUBAHAN SECARA RADIKAL SERING MENEMUI HAMBATAN Manusia dan Proses Berubah Pada hakekatnya manusia mempunyai kebutuhan untuk: 1. Perubahan dilakukan pada skala kecil dulu evaluasi dan antisipasi permasalahan pada skala besar 6. merubah keseimbangan personal. Perubahan sederhana dan konkrit 4.

sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol . kelompok dan organisasi dalam pertumbuhanperkembangan 3. dapat dikontrol . menerapkan ide-ide baru dan konsep-konsep baru 5.4. Perubahan yang direncanakan Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. Perubahan ditinjau dari sifat proses: 1. Perubahan pada perkembangan perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu. Perubahan Spontan .perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya 2. mengusahakan untuk mencapai hal-hal yang kelihatannya belum dicapai berubah merupakan bagian dari hidup dan kehidupan manusia berubah menyatu dengan hidup dan kehidupan manusia berubah merupakan cara hidup manusia change > a way of life the time are changed. and we are changed within them kita adalah bagian dari perubahan/ berubah itu sendiri Macam Proses Perubahan A.

sesuai dengan tujuan yang akan dicapai 2. menerima dampak/ efek perubahan itu sendiri . Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan 1.Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan .Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan Asal dari Perubahan Tiga klasifikasi utama asal perubahan/ berubah.Memerlukan kekuatan personal (personal power) C. Perubahan partisipatif . Perubahan paksaan (coerced change) . Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan 1.Timbulnya komitmen 2. Perubahan acak/ kacau .Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan. satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.Melalui penyediaan informasi yang cukup .B.Adanya sikap positif terhadap inovasi .Melalui perubahan total dari organisasi . Perubahan berencana .menyesuaikan kegiatan dengan tujuan .

Perubahan kedudukan institusi 2. Substitusi (substitution) Hal yang diintroduksikan merupakan substitusi/ pengganti dari hal yang sudah ada 2. Membentuk/ membangun kembali (restructuring) Membentuk/ membangun kembali sesuatu yang lain. komputer. Penambahan (addition) Hal yang diintoduksikan menambah/ merupakan tambahan hal yang sudah ada 4.Penemuan-penemuan teknologi jet.Perubahan struktur pendidikan . Perubahan teknologikal . televisi 3. Memperkuat pola perilaku lama (reinforcing of old behavioural pattern) Memperkuat keberadaan/ dianutnya pola perilaku lama Bentuk Berubah Ditinjau dari Proses Terjadinya Perubahan (Bennis W) Bentuk/ tipe berubah ditinjau dari bentuk proses yang terjadi pada proses perubahan .Bioteknologi . Menghilangkan pola perilaku lama (eliminating of old behavioural pattern) Menghilangkan/ menghapus pola perilaku lama 6.Perubahan struktur organisasi .Perubahan pendangan/ keyakinan tentang hidup dan kehidupan Tipe Berubah Yang Terdapat pada Proses Adaptasi/ Adopsi (Havelock) Tipe atau bentuk berubah yang diperlukan sehingga dapat terjadi adaptasi atau adopsi.1. pada perubahan tingkah laku 1. Perubahan perilaku sosial . Perubahan struktural-institusional . dengan bahan/ sumber yang ada 5. Perubahan (alteration) Hal yang diintroduksikan merubah/ mengadakan perubahan dari hal yang sudah ada 3.

Perubahan berencana (planned change) . tujuan tidak dirumuskan dengan benar 8. aksidental Strategi Berubah (Chin & Benne) bagaimana mengadakan perubahan rangkaian kegiatan dalam mengadakan perubahan 1.Apa yang harus dirubah . Perubahan secara sosialisasi (socialization change) Kekuatan unilateral.Apa tujuan berubah . Perubahan secara paksaan (coercive change) Menetapkan tujuan sepihak dengan kekuatan unilateral dan kontrol 4. tanpa menanyakan tentang nilai tujuan Berdasarkan pengumpulan dan analisa data 5. akan tetapi dengan kekuatan sepihak/ unilateral (unilateral power) 3.Bagaimana harus berubah . Perubahan secara interaksional (interactional change) Urunan kekuatan. akan tetapi tujuan dicapai secara bersama/ kolaboratif 7. Perubahan secara menirukan (emultif change) Kekuatan unilateral. Perubahan secara teknokratik (tchnocratic change) Dengan urunan kekuatan (shared power) menetapkan tujuan unilateral.direncanakan bersama secara kolaboratif antara klien dan change agent 2. akan tetapi tanpa rumusan tujuan perubahan yang tidak direncanakan.1. Perubahan secara alami (natural change) Urunan kekuatan. Strategi rasional-empirik (empirical-rational strategies) . Perubahan secara indoktrinasi (indoctrination change) Menetapkan tujuan secara cermat bersama. satu pihak menetapkan tujuan dan pihak lain membantu mencapai tujuan. dalam keadaan dimana tujuan tidak terlalu dipikirkan 6.

dan yang mungkin memerlukan perubahan arau reedukasi. organisasi atau komuniti .Pemilihan personel dan penggantian dari mereka yang tidak sesuai dengan posisi yang diduduki. kelompok. Strategi reedukatif normatif (normative-reeducative strategies).Asumsi dasar: manusia adalah rasional . harus dibawa ke permukaan . ke dalam kehidupan sistem klien.kekuatan (power coercive approaches) .Pola kegiatan dan perbuatan didukung oleh norma sosiokultural. didasarkan pada: .System analysts sebagai staf dan konsultan. intervensi yang didasarkan pada penerapan teori berubah yang mantap.. terutama yang berhubungan dengan kesukaran/ masalah sistem 2.Change agent harus mempelajari cara intervensi timbal balik dan kolaboratif .Bentuk strategi coercive lainnya adalah dengan menggunakan moral power dan political power: . diyakini bahwa perubahan itu diperlukan . baik individu. dan hubungan internal/ eksternal dari sistem klien. diperlukan orang yang tepat untuk jabatan/ posisi yang tepat (the right person in the right position) .Melihat kemungkinan bahwa masalah terletak pada sikap.Unsur-unsur yang tidak disadari memberi saham/ mempunyai pengaruh pada penyelesaian masalah. dan oleh komitmen individual terhadap norma-norma tersebut . cara klien melihat dirinya sendiri dan melihat masalahnya harus diperhatikan dan dipadukan dengan pandangan change agent . sebagai kondisi untuk mengadakan penyelesaian masalah . Strategi paksaan .Pelibatan klien dalam proses penyusunan proses berubah. relevan dan benar Pendekatan ini brtolak pada pandangan bahwa people technology sama pentingnya dengan thing technology dalam mengadakan perubahan yang baik dalam persoalan manusia 3. nilai norma.Didasarkan pada penggunaan kekuatan/ kekuasaan pada umumnya didasarkan pada sanksi ekonomi dan politik .Beberapa elemen yang lazimnya terdapat pada pendekatan ini: .Riset dasar dan desiminasi ilmu pengetahuan melalui pendidikan umum.Metode dan konsep ilmu perilaku merupakan sumber yang digunakan change agent dan klien secara selektif. melalui intervensi langsung dari change agent .Pendekatan normatif-reedukatif untuk mengadakan perubahan.Norma sosiokultural didukung oleh sikap dan sistem nilai individual .

hematuri . Neoplasma.Memformulasikan rekomendasi untuk kegiatan masa depan atau modifikasi SUMBER KLIK DISINIKelainan Traumatik.Mengadakan perbaikan strategi (bila diperlukan) . Transplantasi ginjal.Mengadakan observasi dan mengendalikan/ mengatasi hambatan . Diagnosis: Lab .Mengadakan evaluasi hasil perubahan/ berubah . Dapat terjadi ileus. Gejala klinis : Mungkin tidak ditemukan tanda klinis Bengkak dan memar daerah pinggang (swelling & bruising renal angle).Mengimplementasikan proyek perubhan (change project) . Tahikardi dan hipotensi oleh karena hipovolemia Hematuri. Kelainan skrotum dan isinya.Menggunakan institusi politik .11 September 2008 16:57Kelainan Traumatik GINJAL Penyebab : Truma tajam atau trauma tumpul Dapat menjadi bagian dari multiple trauama.. Respiratory distress akibat penekanan diafragma.Melalui rekomposisi dan manipulasi kelompok penguasa (power elite) .urine. Distensi abdomen akibat penimbunan darah atau urine.

USG. dilakukan bila: Traumanya berat dan ada pergeseran ginjal. Bedah (Surgical management). Dilakukan bersama-sama laparotomi. Perdarahan yang tidak teratasi. USG. Trauma ginjal terbuka. Hemodinamik ( Nadi dan tekanan darah) di monitor Evaluasi renal area adanya memar atau pembengkanan yang bertambah. Terapi : Konservatif ( Conservative management).Intravenous pyelografi (IVP). . ureterovaginal fistula. Terapi konservatif tidak membaik. Total bed rest. Cedera akibat operasi bedah atau operasi obstetry dan gynekologi. Produksi urine tiap hari di evalauasi. Diagnosis: IVP. Antibiotik dan analgesik. Terjadi fistula. Gejala : Nyeri daerah ginjal akibat adanya sumbatan ureter Olygouria / anuria. KELAINAN TRAUMATIK URETER Penyebab : Trauma tajam pada kasus multi trauma.

Gejala klinis Umum / general: Shock. foto polos abdomen dengan tanda-tanda fraktur pelvis. bengkak dinding abdomen. reseksi anatomose end to end. Hematuria. Eksplorasi. KELAINAN TRAUMATIK KANDUNG KEMIH / BLADDER Penyebab: Multiple trauma adalah penyebab paling sering menyebabkan cedera pada kandung kemih. Radiology: Cystografi. tanda-tanda shock. cystoscopy. Terapi : Perbaikan hemodinamik Operasi Antibiotik Komplikasi : .Demam. Tidak bisa buang air kecil Diagnosis : Klinis: Riwayat tauma. operasi hernia / operasi vagina. Odem skrotum / labium. Endoskopi. operasi colon / rectum. Lokal: Peritonismus. Hipotensi.Terapi : Parsial stenosis : dilatasi catater ureter. Perdarahan uretra. Tachicardi. tidak bisa buang air kecil. Tindakan operasi : hysterektomi. Spontan.

Ruptur uretra posterior. Perdarahan uretra.Peritonitis Infeksi Pelvis dan kandung kemih Infeksi ginjal Infeksi scrotum dan epididimis Fistula . Persalinan lama Ruptur yang spontan (biasanya didahului oleh striktur uretra) Gejala klinis Tergantung derajat kerusakan. pada rectal toucher ditemuka floating prostat . Osteitis pubis KELAINAN TRAUMATIK URETRA Penyebab : Batu uretra. tidak boleh dipasang kateter. benda asing Instrumentasi pada uretra. Trauma dari luar: Straddle injury. Diagnosis: Foto Uretrografi. biasanya mengenai uretra anterior. Terapi: Sistosmtomi. mengenai uretra posterior. Operasi uretroplasti. Cedera tulang pelvis. darah pada meatus uretra eksternus. KELAINAN TRAUMATIK PENIS Penyebab : Trauma tumpul / trauma tajam / terkena mesin pabrik. . dapat menyebabkan kesulitan atau tidak bisa buang air kecil.

Nama lain tumor Grawitz. NEOPLASMA GINJAL Tumor ginjal merupakan tumor urogenital ketiga terbanyak setelah tumor prostat dan tumor kandung kemih.Gejala klinis :Hematoma pada penis disertai rasa nyeri. atau tumor sekunder dari metastase tumor lainnya. Tumor ginjal bisa berupa tumor primer. 3 % tumor ganas pada dewasa. hipernefroma Insiden: Dekade 5-7. Adenokarsinoma. penjahitan tunika albugenia). NEOPLASMA SALURAN KEMIH ADENOKARSINOMA GINJAL Tumor ganas parenkim ginjal yang berasal dari tubulus proksimal ginjal. Nefroblastoma) Sistem saluran: Jinak : Papiloma. Etiologi: Banyak Faktor. ( Evakuasi hematome. Bahan-bahan kimia. Ganas : Tumor pelvis renalis. Diagnosis :Kavernosografi Terapi :Operasi. . Klasifikasi tumor ginjal Koteks ginjal : (Jinak : Adenoma. Lipoma. Tembakau / rokok. Hamartoma. (Ganas . Onkositoma).

NEFROBLASTOMA Adalah tumor ginjal yang banyak menyerang anak-anak terutama pada usia kurang 10 tahun. tidak banyak memberi manfaat. IVP. Neoplasma saluran kemih Nefroblastoma. Diagnosis: Gejala klinis. Sitostatika. dengan interferon dan interleukin pemakaiannya sangat terbatas karena mahal. sering pada usia 3. dilakukan nefrektomi radikal yaitu mengangkat ginjal beserta kapsula gerota. Sering diiukuti kelainan bawaan seperti : Aniridia Hemihipertropi Anomali organ urogenital.Gejala klinis . Hormonal. dengan hormon progestagen hasilnya belum banyak diketahui. Febris. Immmunoterapi.5 tahun. Gejala klinis : . tidak efektif karena tumor tidak sensitif terhadap radiasi. terbebasnya pirogen endogen / nekrosis tumor Anemi Hipertensi. terjadi A-V shunt pada massa tumor Tanda-tanda metastasis ke paru dan hepar. Radiasi eksterna. Sering disebut juga tumor Wilm atau karsinoma sel embrional. Ct scan Abdomen Terapi: Nefrektomi. masih dalam uji coba. USG.

3. . angka kejadian kurang 1 % dari tumor urogenital. Stadium . masih dapat dieksisi sempurna. IVP. terdapat massa retropreritoneal sebelah atas. Metastase hematogen 5. 2. Tumor terbatas pada ginjal. ada bejolan diperut atas Kencing berdarah Hipertensi. mungkin nonvisualized. menunjukkan adanya distorsi sistem pelviokalises.Hematuri kambuhan. Diagnosis : USG. Tumor bilateral. bersifat radiosensitif. Sitostatika. Gejala obstruksi oleh tumor. Radiasi eksterna. 1. 75 % maligna. TUMOR URETER Tumor ureter sangat jarang. Terapi: Radikal nefrektomi. 4. Gejala klinis: Nyeri pinggang. kombinasi antara Actinomisin D dengan Vincristine hasilnya cukup baik. dapat dieksisi sempurna. menurut NWTS ( National Wilm s Tumor Study) ada 5 stadium. Tumor meluas kejaringan sekitar. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari biopsi atau ruptur yang terjadi sebelum / selama operasi.Anak dibawah kedokter karena perut membesar.

Kopi. akibat penekanan saluran limfe atau pembesaran kelenjar limfe di pelvis. Terapi: Nefroureterektomi. . selebihnya merupakan karsinoma sel squamosa dan adenokarsinoma. Etiologi / faktor resiko: Pekerjaan. pekerja dipabrik kimia. ditemukan filling defect. Retensi urine akibat. hidronefrosis bila terjadi infiltrasi tumor ke muara ureter. E. Histopatologi : 90 % merupakan karsinoma sel transisional. IVP. Diagnosis . kambuhan dan seluruh proses miksi. mengangkat ginjal. laboratorium ( senyawa amin aromatik ) Perokok. Gejala klinis : Hematuri tanpa keluhan nyeri ( painless). rokok mengandung amin aromatik dan nitrosamin. pemanis buatan dan obat-obatan. ureter beserta cuff buli-buli sebanyak 2 cm disekeliling muara ureter. bekuan darah. Infeksi saluran kemih. TUMOR BULI-BULI / KANDUNG KEMIH Merupakan keganasan kedua setelah karsinoma prostat. MRI. untuk pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan resiko karsinoma buli-buli. Udema tungkai. hidronefrosis.Diagnosis: IVP (ditemukan filling defek didalam lumen ureter.Coli dan proteus Spp menghasilkan karsinogen. CT scan. atau nonvisualized ginjal). Uretroskopi (untuk melihat tumor sekaligus biopsy). Dua kali lebih banyak pada laki-laki dari wanita.

hormon androgen dari sel leydic testis dan adrenal Diet dan lingkungan Infeksi. Instilasi intra vesika dengan obat-obat : Mitomisin C. 5 FU. Terapi : . retensi urine. fraktur patologi dan edema tungkai. hidronefrosis dan gagal ginjal. Siklofospamide. penegakan diagnosis yang lebih baik dan kewaspadaan yang tinggi.Terapi : Reseksi buli-buli. Diagnosis : PSA ( prostat spesifik antigen) USG trans rektal CT scan. Etiologi : Predisposisi genetik Pengaruh hormonal. hematuri. Sistektomi radikal. Insiden meningkat karena. Gejala klinis : Gejala obstruksi saluran kencing. nyeri pada tulang. paraplegi. Keluhan akibat metastasis. PROSTAT Merupakan keganasan yang terbanyak. meningkatnya umur harapan hidup. Radiasi eksterna. MRI dan bone scanning.

menghilangkan sumber androgen dengan operasi atau medikamentosa. suatu protein yang diproduksi oleh jaringan trofoblas.Observasi. padat dan tidak menunjukkan tanda illuminasi. TUMOR PENIS . Human Chorionik Gonadotropin. Terapi : Tidak diperbolehkan biopsi tumor. stad awal dengan harapan hidup kurang dari 10 tahun.: Etiologi : Maldescendus testis. tidak nyeri. nonseminoma tidak respon Sitostatika : Sisplatinum. Radiasi : jenis seminoma respon terhadap terhadap terapi. Diskesi kelenjar retroperitoneal dan para aorta. Radiasi. vinblastin dan Bleomisin. Hormonal. TESTIS Biasa ditemukan pada usia 15 35 tahun. Tauma testis Atropi /infeksi testis Hormonal : pemberian estrogen selama kehamilan akan meingkatkan kemungkinan terjadinya tumor testis pada anak laki yang dikandungnya. Prostatektomi radikal. Gejala klinis : Pembesaran testis. Orkiektomi. Petanda tumor: Alfa Feto protein suatu glikoprotein yang diproduksi oleh sel tumor.

yang masih terbatas pada preputium Penektomi parsial. Sirkumsisi mengurangi kejadian karsinoma penis Gejala klinis : Tumor yang kotor.Tumor penis terdiri dari : Karsinoma sel basal. glans dan shaft penis. beberapa ahli menganjurkan pemberian antibiotik 4 -6 minggu. Pembesaran kelenjar limfe inguinal yang nyeri karena infeksi Diagnosis: Biopsi lesi primer. Melanoma Tumor parenkim Karsinoma sel squamous. angkat tumor beserta jaringan sehat sepanjang kurang lebih 2 cm dari proksimal tumor. hasilnya tidak memuaskan. Berasal dari kulit preputium. pencitraan dibutuhkan untuk menentukan penyebaran tumor. Terapi : Menghilangkan lesi primer : Sirkumsisi. . tetapi bila tetap membesar dilakukan diseksi kelenjar limfe inguinal bilateral. Etiologi : Hygiene penis yang kurang bersih. Penektomi total dan ureterotomi perineal. berbau dan sering mengalami infeksi. bila menghilang tidak dilakukan diseksi. ulserasi serta perdarahan. Radieasi eksterna. Topikal dengan kemoterapi Terapi kelenjar limfe regional. yang paling banyak ditemukan.

Gejal klinis : Tidak ditemukan testis di rongga scrotum. Kelainan intrinsik testis Defisisnesi hormon gonadotropin yang memacu proses desensus testis. CT scan dan MRI Terapi: Testis diturunkan dengan pembedahan maupun medikamentosa. Apabila proses tidak bejalan normal maka terjadi maldesensus. . testis mengalami desensus testikulorum ke kantung scrotum. Etiologi: Kelainan pada gubernakulum testis.TESTIS MALDESENSUS Pada masa janin testis berada di rongga abdomen dan beberapa saat sebelum bayi lahir. Patofisiologi: Suhu rongga abdomen lebih kurang 1 0 C lebih tinggi dari suhu di dalam rongga scrotum. Diagnosis : Secara klinis. sehingga testis abdominal selalu mendapatkan suhu yang lebih tinggi dari testis normal. Flebografi untuk mencari plexus pampiniformis. Hal ini mengakibatkan kerusakan sel-sel epitel germinal testis. USG untuk mencari lokasi testis kadang sulit. HIDROKEL Penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan visceralis tunika vaginalis testis. Kulit scrotum mengalami hipoplasi karena tidak pernah ditempati scrotum.

hidrokelektomi pada orang dewasa. Merupakan salah satu penyebab infetilitas pada pria ( 21 41 %).Etiologi : Belum sempurnya penutupan prosessus vaginalis Belum sempurnanya sistem limfatik di scrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Gejala klinik: Benjolan di scrotum tidak nyeri. . Kelainan 15 % pada pria. Dikenal ada 3 jenis hidrokel : Hidrokel testis Hidrokel funikuli Hidrokel komunikans. VARIKOKEL Dilatasi abnormal dari vena plexus pampiniformis akibat gangguan aliran balik vena spermatika interna. Terapi : Ditunggu sampai usia anak mencapai 1 tahun Operasi ligasi pada anak. Pemeriksaan transilluminasi positif Diagnosis: Klinis dan dapat dibantu dengan USG. Etiologi : Penyebab secara pasti belum diketahui.

cremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen untuk mempertahankan suhu ideal untuk testis. Terapi : Dilakukan bila ada indikasi terjadi gangguan spermatogenesis. Sedang : Varikokel dapat dipalpasi tanpa manuver valsava. teraba bentukan seperti kumpulan cacing di dalam kantung sebelah cranial testis. Gejala klinis dan diagnosis : Benjolan diatas testis yang agak nyeri. Ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo. Besar : Varikokel dapat di lihat tanpa manuver valsava. kemudian palpasi scrotum. jika diperlukan pasien diminta melakukan manuver valsava. Varikokelektomi cara Ivanisevich Perkutan dengan memasukkan sklerosing kedalam vena spermatika interna. Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri. Patogenesis: Secara fisiologis m. TORSIO TESTIS Adalah terpuntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis.Varikokel kiri lebih sering dari verikokel kanan (70-93 %). Dibedakan menjadi 3 derajat : Kecil : varikokel dapat dipalpasi setelah manuver valsava. hal ini disebabkan oleh karena vena spermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus. Vena spermatika interna kiri lebih panjang dari yang kanan. . sedangkan bermuara vena cava yang agak miring .

Operasi berhasil baik. mengembalikan testis keposisi awalnya dengan memutar kearah beralawanan dengan arah torsi. bila organ yang dicangkokkan dipasang pada tempat aslinya. celana yang terlalu ketat atau trauma yang mengenai scrotum. dilakukan orchidopeksi bila testis masih viable dan orchiectomi bila testis sudah nekrosis. TRANSPLANTASI GINJAL Transplantasi ginjal pada manusia dilakukan pertama kali oleh Lawler tahun 1950 di Chicago. Donor untuk tranplantasi ada dua sumber: Donor hidup. pada torsi yang baru terjadi.. testis membengkak. Sementara organ asli diambil terlebih dahulu.Adanya kelainan penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsi jika bergerak secara berlebihan seperti : perubahan suhu yang mendadak. tes tes laboratorium untuk menentukan ke cocokan antara donor dan resipien. Operasi. Cara heterotopik. ginjal arus diperiksa arteriogram ke dua arteri renalis untuk menentukan adanya ginjal dan dalam keadaan anatomi perdarahannya. . ketakutan. bila organ yang dicangkokkan dipasang di tempat lain. latihan yang berlebihan. tetapi hasil hanya bertahan beberapa waktu saja. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. Donor mayat. 2. sementara organ yang rusak tidak dikeluarkan. Sebelum dilakukan tranplantasi. Terapi : Detorsi manual. Pemeriksaan fisik. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal dari testis kontra lateral. Cara ortotopik. Secara tehnik bedah transplantasi dibedakan 2 macam : 1. Gejala klinis dan diagnosis : Nyeri hebat dan mendadak di scrotum disertai pembengkakan testis. Biasanya disertai demam. batuk. Tahun 1954 Murray di Boston melakukan tranplantasi pada saudara kembar monozigot dan hasilnya dapat bertahan lama.

Vena renalis dianastomose secara ujung ke sisi dengan vena iliaka commonis. nefrolitiasis).Transplantasi Ginjal Ginjal yang dicangkokkan ditempatkan di ruang retroperitoneal di regio fossa iliaka. . Hasil transplantasi tergantung berbagai faktor. Anastomosis neoureterosistostomi di buat dengan menembus submukosa untuk mencegah refluks. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis. perdarahan. SUMBER KLIK DISINIBATU SALURAN KEMIH11 September 2008 16:55Batu Saluran Kemih DEFINISI Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Arteri renalis langsung dianastomose secara ujung ke ujung dengan arteri iliaka interna atau secara ujung ke sisi dengan arteri iliaka communis atau iliaka eksterna. PENYEBAB Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal. Tetapi kebanyakan pasien transplantasi ginjal akan membutuhkan transplantasi ke dua atau ke tiga atau terpaksa di dialisis seperti sebelumnya. Ginjal donor hidup dapat bertahan lebih lama dibanding donor mayat.

perut menggelembung. biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang. sisanya mengandung berbagai bahan. Batu struvit (campuran dari magnesium. demam. mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2. daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Batu yang besar disebut kalkulus staghorn. amonium dan fosfat) juga disebut batu infeksi karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi. termasuk asam urat. terutama yang kecil. terutama ketika batu melewati ureter. Jika batu menyumbat aliran kemih. Penderita mungkin menjadi sering berkemih. GEJALA Batu. menggigil dan darah di dalam air kemih. Jika penyumbatan ini berlangsung lama.5 sentimeter atau lebih. Ukuran batu bervariasi. bisa tidak menimbulkan gejala. Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul. Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan. Gejala lainnya adalah mual dan muntah. yang menjalar ke perut.Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium. Batu yang menyumbat ureter. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. . sehingga terjadilah infeksi. sistin dan mineral struvit.

Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd. nanah atau kristal batu yang kecil. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah. PENGOBATAN Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala. Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis.DIAGNOSA Batu yang tidak menimbulkan gejala. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. penyumbatan atau infeksi. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium. mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis). kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya. jika batu telah terbuang. ESWL). Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. biasanya tidak perlu diobati. maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. sistin. . disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas.

PENCEGAHAN Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkalsiuria. Batu asam urat yang lebih besar. tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. diberikan kalium sitrat. Obat diuretik thiazid(misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru. karena itu diberikan antibiotik.Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. nefrolitotomi perkutaneus). yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari). yang menyebabkan penyumbatan. Batu tersebut dianalisa dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat). Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium selulosa fosfat. perlu diangkat melalui pembedahan. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih. Batu kalsium. . dimana kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggi.

dan percutaneous lithotripsy. kacang-kacangan. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut. asidosis tubulus renalis atau kanker. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol. Trauma iatrogenik 3. sarkoidosis. SUMBER KLIK DISINITRAUMA GINJAL11 September 2008 16:48Definisi Trauma ginjal adalah cedera pada ginjal yang disebabkan oleh berbagai macam rudapaksa baik tumpul maupun tajam. Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. Batu asam urat. coklat. merupakan akibat dari mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam. Trauma tajam 2. merica dan teh). . seperti hiperparatiroidisme. karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. Dianjurkan untuk banyak minum air putih. keracunan vitamin D. Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain. dimana di dalamnya termasuk retrograde pyelography. Dengan semakin meningkatnya popularitas dari teknik teknik di atas. Trauma tumpul Trauma tajam seperti tembakan dan tikaman pada abdomen bagian atas atau pinggang merupakan 10 20 % penyebab trauma pada ginjal di Indonesia.Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih. Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah. Trauma iatrogenik pada ginjal dapat disebabkan oleh tindakan operasi atau radiologi intervensi. yang menyokong terbentuknya batu kalsium. Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging. karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa). percutaneous nephrostomy. yaitu 1. ikan dan unggas. bisa diberikan kalium sitrat. Etiologi dan patofisiologi Ada 3 penyebab utama dari trauma ginjal .

trauma yang demikian dapat menyebabkan peningkatan tekanan subcortical dan intracaliceal yang cepat sehingga mengakibatkan terjadinya ruptur. Klasifikasi Tujuan pengklasifikasian trauma ginjal adalah untuk memberikan pegangan dalam terapi dan prognosis. Trauma langsung biasanya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.insidens trauma iatrogenik semakin meningkat . Klasifikasi trauma ginjal menurut Sargeant dan Marquadt yang dimodifikasi oleh Federle : Grade I Lesi meliputi Kontusi ginjal Minor laserasi korteks dan medulla tanpa gangguan pada sistem pelviocalices Hematom minor dari subcapsular atau perinefron (kadang kadang) 75 80 % dari keseluruhan trauma ginjal . olah raga. Dengan lajunya pembangunan. Trauma tumpul merupakan penyebab utama dari trauma ginjal. Ginjal yang relatif mobile dapat bergerak mengenai costae atau corpus vertebrae. Trauma tidak langsung misalnya jatuh dari ketinggian yang menyebabkan pergerakan ginjal secara tiba tiba di dalam rongga peritoneum. Trauma ginjal biasanya menyertai trauma berat yang juga mengenai organ organ lain. Hal ini menjelaskan mengapa pada pasien yang yang memiliki kelainan pada ginjalnya mudah terjadi trauma ginjal. kerja atau perkelahian. Kedua. penambahan ruas jalan dan jumlah kendaraan. Kejadian ini dapat menyebabkan avulsi pedikel ginjal atau robekan tunika intima arteri renalis yang menimbulkan trombosis. Biopsi ginjal juga dapat menyebabkan trauma ginjal . baik karena trauma langsung ataupun tidak langsung akibat deselerasi. jika base line dari tekanan intrapelvis meningkat maka kenaikan sedikit saja dari tekanan tersebut sudah dapat menyebabkan terjadinya trauma ginjal. Sebagai tambahan. Yang ketiga adalah keadaan patologis dari ginjal itu sendiri. Trauma tumpul ginjal dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. tetapi kemudian menurun setelah diperkenalkan ESWL. kejadian trauma akibat kecelakaan lalu lintas juga semakin meningkat. Ada beberapa faktor yang turut menyebebkan terjadinya trauma ginjal.

Grade II Lesi meliputi Laserasi parenkim yang berhubungan dengan tubulus kolektivus sehingga terjadi extravasasi urine Sering terjadi hematom perinefron Luka yang terjadi biasanya dalam dan meluas sampai ke medulla 10 15 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade III Lesi meliputi Ginjal yang hancur Trauma pada vaskularisasi pedikel ginjal 5 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade IV Meliputi lesi yang jarang terjadi yaitu Avulsi pada ureteropelvic junction Laserasi dari pelvis renal .

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda shock. .BAB II KELUHAN DAN GEJALA KLINIK Pada trauma tumpul dapat ditemukan adanya jeja di daerah lumbal. Bila disertai cedera hepar atau limpa ditemukan adanya tanda perdarahan dalam perut. sedangkan massa jarang teraba. ketegangan otot pinggang . Nyeri abdomen umumya ditemukan di daerah pinggang atau perut bagian atas . Perlu diperhatikan bila tidak ada hematutia. Derajat hematuria tidak berbanding dengan tingkat kerusakan ginjal. dengan intenitas nyeri yang bervariasi. Pada palpasi didapatkan nyeri tekan daerah lumbal. Bila hal ini ditemukan sebaiknya diperhatikan keadaan paru apakah terdapat hematothoraks atau pneumothoraks? Hematuria makroskopik merupakan tanda utama cedera saluran kemih. Digestivus ditemukan adanya tanda rangsang peritoneum. Massa yang cepat menyebar luas disertai tanda kehilangan darah merupakan petunjuk adanya cedera vaskuler. Bila terjai cedera Tr. kemungkinan cedera berat seperti putusnya pedikel dari ginjal atau ureter dari pelvis ginjal. sedangkan pada trauma tajam tampak luka. Fraktur costae terbawah sering menyertai cedera ginjal.

daerah yang mengalami kontusi terlihat seperti massa cairan diantara parenkim ginjal . Hal ini tidak terlalu menimbulkan masalah karena penderit grade I memang tidak memerlukan tindakan operasi . yaitu 1. Pada CT Scan. Mengevaluasi keadaan ginjal kontralateral 4. Menyingkirkan keadaan ginjal patologis pre trauma 3.BAB III DIAGNOSTIK RADIOLOGI Ada beberapa tujuan pemeriksaan radiologis pada pasien yang dicurigai menderita trauma ginjal. Mengevaluasi keadaan organ intra abdomen lainnya Pada pemeriksaan radiologis dapat ditemukan : Grade I Hematom minor di perinephric . pencitraan IVP pada pasien trauma ginjal grade I dapat menunjukkan gambaran ginjal normal. Klasifikasi beratnya trauma sehingga dapat dilakukan penenganan yang tepat dan menentukan prognosisnya 2. pada IVP. dapat memperluhatkan gambaran ginjal yang abnomal Kontusi dapat terlihat sebagai massa yang normal ataupun tidak Laserasi minor korteks ginjal dapat dikenali sebagai dfek linear pada parenkim atau terlihat mirip dengan kontusi ginjal Yang lebih penting.

Renalis. batas . terutama pada ½ medial daerah perinefron.uar ginjal terlihat kabur atau lebih lebar. dengan parenkim ginjal yang masih intak dan nonvisualized ureter. Grade IV Grade IV meliputi avulsi dari ureteropelvic junction. Baik IVP maupun CT Scan memeperlihatkan adanya akumulasi kontras pada derah perinefron tanpa pengisian ureter.Renalis dan avulsi A. Sebagai kesimpulan.fragmen yang viabel akan terlihat homogen karena masih mendapat perfusi cukup baik. Bila pasien sudah cukup stabil. Keputusan tersebut harus didasarkan kepada pemeriksaan manakah yang lebih tersedia. Dengan pemeriksaan CT Scan . dan pasien yang diduga trauma ginjal Grade III atau IV. Yang khas adalah. merupakan duggan kuat terjadinya avulsi ureteropelvic junction Grade III Secara klinis pasien dalam kadaan yang tidak stabil. Arteriografi memperlihatkan 2 fragmen ginjal yang terpisah cukup jauh. Viabilitas dari fragmen ginjal dapat dilihat secara angiografi. dimana terlihat gangguan fungsi ekskresi baik parsial maupun total Ada 2 tipe lesi pada pelvis renalis yaitu trombosis A. Angiografi dapat memperlihtkan gambaran oklusi A. sampai sekarang belum ada pembatasan yang jelas kapan seorang penderita yang diduga trauma ginjal memerlukan IVP atau CT Scan sebagai pemeriksaan penunjangnya. Renalis.Grade II Pada IVP dapat terlihat extravasasi kontras dari daerah yang mengalami laserasi Extravasasi tersebut bisa hanya terbatas pada sinus renalis atau meluas sampai ke daerah perinefron atau bahkan sampai ke anterior atau posterior paranefron. CT Scan berfungsi sebagai pemeriksaan kedua setelah IVP pada pasien yang pada IVP memperlihtkan gambaran kerusakan luas parenkim ginjal dan pasien yang keadaan umumnya menurun.dapt diertai dengan hematuria. fraktur parenkim ginjal dapat terlihats Akumulasi masif dari kontras. . Fragmen diantaranya berarti merupaka fragmen yang sudah tidak viable lagi. dapat dilakukan pemeriksaan IVP. CT San biasanya diambil sebagai pemeriksaan penunjang pertama pada psien yang mengalami trauma multiple organ intra abdomen. Kdang kadang dapat terjadi shock dan sering teraba massa pada daerah flank.

Penanganan trauma ginjal grade 2 masih menimbulkan suatu kontroversi. seperti yang dipilih oleh kebanyakan dokter. kadar hemoglobin. Pengobatan konservatif tersebut meliputi istirahat di tempat tidur.BAB IV TERAPI DAN PROGNOSIS Lesi minor. grade 1. mengandalkan kemampuan normal ginjal . biasanya diobati secara konservatif. serta observasi status ginjal dengan pemeriksaan kondisi lokal. Penenganan secara konservatif. analgesik untuk menghilangkan nyeri. hematokrit serta sedimen urin.

Luka tusuk pada ginjal dapat karena tembakan atau tikaman. Tindakan konservatif ini dilakukan untuk menghindari dilakukannya tindakan nephrektomi. Penenganan secara operatif biasanya dilakukan apabila pasien tidak memberikan respond positif terhadap pengobatan konservatif. Limbah metabolik harus disaring dari darah oleh ginjal dan dibuang melalui saluran kemih.untuk menyembuhkan dirinya sendiri. misalnya karena kecelakaan kendaraan bermotor. berkurangnya proses berkemih dan nyeri. TRAUMA GINJAL Trauma tumpul sering menyebabkan luka pada ginjal. Mencegah kerusakan menetap pada saluran kemih dan mencegah kematian tergantung kepada diagnosis dan pengobatan yang tepat. terjatuh atau trauma pada saat berolah raga. memar. Beberapa trauma dapat menyebabkan nyeri tumpul. dan jika cukup berat. Penanganan trauma ginjal unuk grade 3 dan 4 memerlukan tindakan operatif berupa laparotomi. terapi penyinaran maupun pembedahan. karena itu setiap cedera yang mempengaruhi proses tersebut bisa berakibat fatal. kandung kemih dan uretra) dapat mengalami trauma karena luka tembus (tusuk). Sedangkan dokter yang memilih tindakan operatif secara dini mengemukakan bahwa finsidens terjadinya komplikasi lanjut dapat diturunkan dengan tindakan nephrektomi. trauma tumpul. Renalis ( grade 3 ). seperti kehilangan darah yang terus bertambah. rasa sakit yang terus menerus dan disertai dengan adanya demam. . bertambah besarnya massa pada regio flank. ureter. dapat menurunkan tekanan darah (syok). Pengecualian dari indikasi diatas adalah oklusi pada A. pembengkakan. Gejala yang paling banyak ditemukan adalah terdapatnya darah di urin (hematuria). SUMBER KLIK DISINITRAUMA SALURAN KEMIH11 September 2008 16:45Trauma Saluran Kemih DEFINISI Saluran kemih (termasuk ginjal.

Jika ginjal sampai terpisah dari tangkainya yang mengandung vena dan arteri. . suatu prosedur rutin untuk menghancurkan batu ginjal) bisa menyebabkan ditemukannya darah dalam air kemih yang sifatnya sementara. maka bisa terjadi perdarahan hebat. dapat secara akurat menentukan lokasi dan luasnya cedera. Cedera berat yang menyebabkan perdarahan hebat atau kebocoran air kemih ke jaringan di sekitarnya seringkali harus diatasi dengan pembedahan. bisa terjadi perdarahan hebat dan air kemih bisa merembes ke jaringan di sekitarnya. misalnya urografi intravena dan CT scan.Kerusakan yang terjadi bervariasi. Pengobatan diawali dengan langkah untuk mengendalikan kehilangan darah dan mencegah syok. Jika ginjal mengalami luka berat. tidak terlalu jelas dan akan membaik dengan sendirinya. dilakukan pengawasan ketat terhadap asupan cairan dan penderita menjalani tirah baring. syok dan kematian. Pemeriksaan sinar X untuk ginjal dan saluran kemih. Diberikan cairan intravena untuk menormalkan tekanan darah dan merangsang pembentukan air kemih. Jika aliran darah ke ginjal berkurang. Untuk cedera ringan (misalnya akibat terapi ESWL). sedangkan cedera berat bisa menyebabkan hematuria yang tampak sebagai air kemih yang berwarna kemerahan. Biasanya jika terdiagnosis dan diobati secara tepat dan cepat. Hal ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi yang terjadi dalam beberapa minggu atau beberapa bulan setelah terjadinya trauma. Trauma yang akibat ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy. tanpa pengobatan khusus. maka sebagian besar trauma ginjal memiliki prognosis yang baik. maka jaringan ginjal yang normal bisa mati dan digantikan oleh jaringan parut. Cedera ringan menyebabkan hematuria yang hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskopis.

.TRAUMA URETER Sebagian besar trauma ureter (saluran dari ginjal yang menuju ke kandung kemih) terjadi selama pembedahan organ panggul atau perut. Pemeriksaan diagnostik yang biasanya dilakukan adalah urografi intravena. seperti histerektomi. Luka tembus. Ureter bisa disambungkan kembali ke tempat asalnya atau di bagian kandung kemih yang lainnya. dipasang kateter ke dalam ureter dan dibiarkan selama 2-6 minggu sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan. Jarang terjadi trauma ureter akibat pukulan maupun luka tumpul. biasanya akibat tembakan. biasanya karena luka tembak. Gejala biasanya tidak spesifik dan bisa timbul demam atau nyeri. Pada trauma yang tidak terlalu berat. Jika trauma ureter terjadi akibat pembedahan. maka dilakukan pembedahan lainnya untuk memperbaiki ureter. juga bisa mencederai kandung kemih. Pengobatan terbaik untuk trauma ureter akibat luka tembak atau luka tusuk adalah pembedahan. CT scan dan urografi retrograd. TRAUMA KANDUNG KEMIH Trauma benturan pada panggul yang menyebabkan patah tulang (fraktur) seringkali terjadi pada kecelakaan sepeda motor dan bisa menyebabkan robekan pada kandung kemih. reseksi kolon atau uteroskopi. Penyebab lain trauma ureter adalah luka tembus. Seringkali terjadi kebocoran air kemih dari luka yang terbentuk atau berkurangnya produksi air kemih.

Robekan kecil (laserasi) bisa diatasi dengan memasukkan kateter ke dalam uretra untuk mengeluarkan air kemih selama 7-10 hari dan kandung kemih akan membaik dengan sendirinya. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan sistografi. Prosedur pembedahan pada uretra atau alat yang dimasukkan ke dalam uretra juga bisa melukai uretra. Kateter tersebut dipasang selama 7-10 hari atau diangkat setelah kandung kemih mengalami penyembuhan yang sempurna. Kadang air kemih merembes ke dalam jaringan di dinding perut. hematuria dan gangguan berkemih. Penyempitan ureter (striktur) di daerah yang terkena biasanya merupakan komplikasi yang bisa terjadi di kemudian hari. Diagnosis ditegakkan berdasarkan uretrogram retrograd. Hal ini bisa menyebabkan impotensi akibat kerusakan arteri dan saraf penis. Selanjutnya air kemih dibuang dari kandung kemih dengan menggunakan 2 kateter.Gejala utama adalah adanya darah dalam air kemih atau kesulitan untuk berkemih. 1 terpasang melalui uretra (kateter trans-uretra) dan yang lainnya terpasang langsung ke dalam kandung kemih melalui perut bagian bawah (kateter suprapubik). . TRAUMA URETRA Penyebab utama dari trauma uretra adalah patah tulang panggul dan karena kedua kaki mengangkang (pada pria). kantung zakar atau perineum (daerah antara anus dan vulva atau kantung zakar). tetapi lukanya relatif ringan. Gejalanya adalah ditemukannya darah di ujung penis. Untuk luka yang lebih berat. biasanya dilakukan pembedahan untuk menentukan luasnya cedera dan untuk memperbaiki setiap robekan.

a. Tuberkolusis Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff. anatomi dan fisiologi . 1995. pengeluaran air kemih dari uretra dilakukan dengan cara memasang kateter langsung ke dalam kandung kemih. Batuk Darah(Hemoptisis) Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal. Untuk cedera lainnya. th 1995. hal 301) 2. SUMBER KLIK DISINIASKEP TUBERKULOSIS11 September 2008 16:43Tuberkulosa KONSEP DASAR TUBERCULOSA 1.factor yang mempengaruhi timbulnya masalah . (Hood Alsagaff.Pengobatan untuk memar ringan adalah memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih selama beberapa hari untuk mengeluarkan air kemih dan uretra akan membaik dengan sendirinya. Definisi a. Faktor. hal 73) b. batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas . Untuk struktur uretra dilakukan perbaikan melalui pembedahan. sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi .

Ac 1997 hal 88) Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin). Syaifuddin.besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. H.H . 1995 hal 221) . mempunyai dua lubang/cavum nasi. sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. B. dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher .paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . PIERCE . trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs . bronkus . Syaifuddin .th 1997 hal 90 . B . EVELYN.C. faring terdapat dibawah dasar tengkorak . kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut . bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H. Paru. hal 88-89) Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri . Hanya sebagian kecil udara ini.H.syafuddin. H.(Drs .System pernafasan terdiri dari hidung . dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring . Syaifuddin .trakea . laring . sampai dengan alveoli dan paru-paru Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama . panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa . Ac th 1997. B. debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung .Ac .Syaifuddin B Ac th1997.paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung gelembung . th 1997 . Ac . (Drs. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri. bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs.B. Paruparu terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. faring . hal 89-90). Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara . faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring . hal 87 ) Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan .

Alsegaff th 1995 . komposisi membran. Patofisiologi Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan .H. akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi.Ac.Y.proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu: 1. koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2. Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran.1997. Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah. A.1995.hal 124.Ac. (NI LUH GEDE. Transportasi Gas Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah). Drs.A.Y. Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar. luas permukaan membran.B.Hood .hal 91) 2. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40). Drs. Infeksi kuman ini sering . hal 36-37) 3. Th 1995 hal 124. Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah. b. Difusi Gas. SKP. H.A. Ventilasi pulmoner.Syaifuddin. Syaifuddin.SKp. Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali. B.(Ni Luh Gede Y. (Ni Luh Gede. saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit. Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel .Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru . maka udara terdorong keluar.1997 hal 93 .

telinga tengah atau usus.A Price:1995. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru.hal 754) Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain. dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas.(Sylvia.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif. Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon.1996.A. sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga. ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah.A Price:1995.terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya . Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600- .N.hal 1-2 ) Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin. Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional.Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut.754) Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paruparu ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring . maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan.754) Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa. Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung. Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil.Hendrawan. ( dr. sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana.Price.proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari.1995. sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas.(Sylvia. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya . Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag.(Syilvia.

kejadian yang membuat kondisi sekarang ini. dimana aspek biografi yang sangat erat hubungannya dengan gangguan oksigenasi mencakup usia.(Hood Al sagaff dkk:1995. Perawat mengkaji klien atau keluarga dan berfokus kepada manifestasi klinik dari keluhan utama.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas. jenis kelamin.1000cc/24 jam. . Tanyakan juga bagaimana hal tersebut timbul dengan waktu yang spesifik (misal : pada malam hari. wheezing. SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN09 September 2008 10:52RIWAYAT KESEHATAN Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi data saat ini dan masalah yang lalu. pekerjaan (terutama yang berhubungan dengan kondisi tempat kerja) dan tempat tinggal. 1) Batuk (Cough) Batuk merupakan gejala utama pada klien dengan penyakit sistem pernafasan. peningkatan produksi sputum. a. riwayat keluarga dan riwayat psikososial. Stridor dan chest pain. ketika bangun tidur) atau hubungannya dengan aktifitas fisik. Tentukan batuk tersebut apakah produktif atau non produktif. Keluhan utama yang biasa muncul pada klien gangguan kebutuhan oksigen dan karbondioksida antara lain : batuk. Keadaan tempat tinggal mencakup kondisi tempat tinggal serta apakah klien tinggal sendiri atau dengan orang lain yang nantinya berguna bagi perencanaan pulang ( Discharge Planning ). 3 bulan). dyspnea. riwayat perawatan dahulu. KELUHAN UTAMA Keluhan utama akan menentukan prioritas intervensi dan mengkaji pengetahuan klien tentang kondisinya saat ini. kongesti. kering. Tanyakan berapa lama klien batuk (misal 1 minggu.85-86). hemoptysis. Riwayat kesehatan dimulai dari biografi klien.

5) Chest Pain Chest pain (nyeri dada) dapat berhubungan dengan masalah jantung dan paru. pleura parietal dan trakeobronkial tree mempunyai hal tersebut. kanker paru dan abses paru. Perawat mengkaji tentang kemampuan klien untuk melakukan aktifitas. TB Paru. muskuloskeletal. Darah yang berasal dari paru biasanya berwarna merah terang karena darah dalam paru distimulasi segera oleh refleks batuk. putih atau kelabu. otot. Perawat mengkaji apakah darah tersebut berasal dari paru-paru. Bronchiectasis. perdarahan hidung atau perut. 4) Hemoptysis Hemoptysis adalah darah yang keluar dari mulut dengan dibatukkan. Pada keadaan edema paru sputum akan berwarna merah mudah. Trakeobronkial tree secara normal memproduksi sekitar 3 ons mucus sehari sebagai bagian dari mekanisme pembersihan normal ( Normal Cleansing Mechanism ). bau dan jumlah dari sputum karena hal-hal tersebut dapat menunjukkan keadaan dari proses patologik. cardiac dan gastrointestinal. konsistensi.2) Peningkatan Produksi Sputum. Sputum merupakan suatu substansi yang keluar bersama dengan batuk atau bersihan tenggorok. Paru-paru tidak mempunyai saraf yang sensitif terhadap nyeri. tetapi iga. Jika infeksi timbul sputum dapat berwarna kuning atau hijau. Gambaran yang lengkap dari nyeri dada dapat menolong perawat untuk membedakan nyeri pada pleura. Cystic fibrosis. kaji juga kemungkinan timbulnya paroxysmal nocturnal dyspnea dan orthopnea. Tetapi produksi sputum akibat batuk adalah tidak normal. 3) Dyspnea Dyspnea merupakan suatu persepsi kesulitan untuk bernafas/nafas pendek dan merupakan perasaan subjektif klien. sputum mungkin jernih. Upper airway necrotizing granuloma. . Penyakit yang menyebabkan hemoptysis antara lain : Bronchitis Kronik. pneumonia. emboli paru. mengandung darah dan dengan jumlah yang banyak. yang berhubungan dengan penyakit paru kronik dan gagal jantung kiri. Contoh ketika klien berjalan apakah dia mengalami dyspnea ?. Tanyakan dan catat warna.

RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU Perawat menanyakan tentang riwayat penyakit pernafasan klien. b) Rata-rata jumlah rokok yang dihisap perhari c) Usia melepas kebiasaan merokok.Dikarenakan perasaan nyeri murni adalah subjektif. Semua keadaan itu sangat jarang menimpa non perokok. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA . b. emfisema dan bronchitis kronik. 2) Pengobatan saat ini dan masa lalu 3) Alergi 4) Tempat tinggal c. Secara umum perawat menanyakan tentang : Riwayat merokok : merokok sigaret merupakan penyebab penting kanker paru-paru. perawat harus menganalisis nyeri yang berhubungan dengan masalah yang menimbulkan nyeri timbul. Anamnesis harus mencakup hal-hal : a) Usia mulainya merokok secara rutin.

jadi dengan menanyakan riwayat kontak dengan orang terinfeksi dapat diketahui sumber penularannya. 5) Catat jumlah. skar. 3) Pasien bronchitis kronik mungkin bermukim di daerah yang polusi udaranya tinggi. lesi. REVIEW SISTEM (Head to Toe) a. Tapi polusi udara tidak menimbulkan bronchitis kronik. 4) Inspeksi thorax poterior terhadap warna kulit dan kondisinya. 3) Tindakan dilakukan dari atas (apex) sampai ke bawah. 2) Dada diobservasi dengan membandingkan satu sisi dengan yang lainnya. irama. massa.Tujuan menanyakan riwayat keluarga dan sosial pasien penyakit paru-paru sekurang-kurangnya ada tiga. menunjukkan suatu predisposisi keturunan tertentu. 2) Kelainan alergis. 2. hanya memperburuk penyakit tersebut. yaitu : 1) Penyakit infeksi tertentu : khususnya tuberkulosa. selain itu serangan asthma mungkin dicetuskan oleh konflik keluarga atau kenalan dekat. gangguan tulang belakang seperti : kyphosis. scoliosis dan lordosis. ditularkan melalui satu orang ke orang lainnya. dan kesimetrisan pergerakan dada. klien pada posisi duduk. seperti asthma bronchial. . kedalaman pernafasan. Inspeksi 1) Pemeriksaan dada dimulai dari thorax posterior.

9) Kelainan pada bentuk dada : a) Barrel Chest Timbul akibat terjadinya overinflation paru. catat durasi dari fase inspirasi (I) dan fase ekspirasi (E). Timbul pada klien dengan kyphoscoliosis berat. sering terjadi pada klien emfisema. Fase ekspirasi yang memanjang menunjukkan adanya obstruksi pada jalan nafas dan sering ditemukan pada klien Chronic Airflow Limitation (CAL)/COPD Kaji konfigurasi dada dan bandingkan diameter anteroposterior (AP) dengan diameter lateral/tranversal (T). yang mengakibatkan murmur. c) Pigeon Chest (Pectus Carinatum) Timbul sebagai akibat dari ketidaktepatan sternum.6) Observasi type pernafasan. dimana terjadi peningkatan diameter AP. d) Kyphoscoliosis . Kondisi ini dapat timbul pada ricketsia. b) Funnel Chest (Pectus Excavatum) Timbul jika terjadi depresi dari bagian bawah dari sternum. dan penggunaan otot bantu pernafasan. Terjadi peningkatan diameter AP : T (1:1). ratio pada fase ini normalnya 1 : 2. tergantung dari cairan tubuh klien. marfan s syndrome atau akibat kecelakaan kerja. 7) Saat mengobservasi respirasi. Hal ini akan menekan jantung dan pembuluh darah besar. ratio ini normalnya berkisar 1 : 2 sampai 5 : 7. seperti : pernafasan hidung atau pernafasan diafragma.

. 11) Observasi retraksi abnormal ruang interkostal selama inspirasi. b. Kiposis : meningkatnya kelengkungan normal kolumna vertebrae torakalis menyebabkan klien tampak bongkok. dapat timbul pada klien dengan osteoporosis dan kelainan muskuloskeletal lain yang mempengaruhi thorax.Terlihat dengan adanya elevasi scapula. lesi. disertai rotasi vertebral 10) Observasi kesimetrisan pergerakan dada. mengidentifikasi keadaan kulit dan mengetahui vocal/tactile premitus (vibrasi). Gangguan pergerakan atau tidak adekuatnya ekspansi dada mengindikasikan penyakit pada paru atau pleura. Deformitas ini akan mengganggu pergerakan paru-paru. terutama jika klien mengeluh nyeri. yang dapat mengindikasikan obstruksi jalan nafas. Skoliosis : melengkungnya vertebrae torakalis ke lateral. Kaji juga kelembutan kulit. Palpasi Dilakukan untuk mengkaji kesimetrisan pergerakan dada dan mengobservasi abnormalitas. Vocal premitus : getaran dinding dada yang dihasilkan ketika berbicara. bengkak. Palpasi thoraks untuk mengetahui abnormalitas yang terkaji saat inspeksi seperti : massa.

Perkusi Perawat melakukan perkusi untuk mengkaji resonansi pulmoner.c. dihasilkan di atas perut yang berisi udara. : musikal. Suara Perkusi Abnormal : Hiperresonan . : dihasilkan di atas bagian jantung atau paru. Jenis suara perkusi : Suara perkusi normal : Resonan (Sonor) Dullness Tympany : bergaung. Dihasilkan pada jaringan paru normal. organ yang ada disekitarnya dan pengembangan (ekskursi) diafragma. nada rendah.

dan tidak ada henti diantara kedua fase tersebut. dimana areanya seluruhnya berisi jaringan. Dapat didengar pada perkusi daerah paha. b) Bronchovesikular : merupakan gabungan dari suara nafas bronchial dan vesikular. Normal terdengar di atas trachea atau daerah suprasternal notch. d. Suaranya terdengar nyaring dan dengan intensitas yang sedang. dengan hembusan yang lembut. mencakup mendengarkan suara nafas normal. Suara ini terdengar di daerah thoraks dimana bronchi tertutup oleh dinding dada. Suara nafas normal dihasilkan dari getaran udara ketika melalui jalan nafas dari laring ke alveoli. nyaring. Fase ekspirasinya lebih panjang daripada inspirasi. Inspirasi sama panjang dengan ekspirasi. suaranya terdengar keras. dengan sifat bersih Suara nafas normal : a) Bronchial : sering juga disebut dengan Tubular sound karena suara ini dihasilkan oleh udara yang melalui suatu tube (pipa).Flatness : bergaung lebih rendah dibandingkan dengan resonan dan timbul pada bagian paru yang abnormal berisi udara. . : sangat dullness dan oleh karena itu nadanya lebih tinggi. suara tambahan (abnormal). dan suara. Auskultasi Merupakan pengkajian yang sangat bermakna.

halus. suara mengorok terus-menerus. Suara nafas tambahan : d) Wheezing : terdengar selama inspirasi dan ekspirasi. Karakter suara meletup. suara terus menerus yang berhubungan dengan aliran udara melalui jalan nafas yang menyempit. Karakter suara : kasar. Mungkin akan berubah ketika klien batuk. Suara seperti rambut yang digesekkan. e) Ronchi : terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi.c) Vesikular : terdengar lembut. terpatahpatah akibat udara melewati daerah yang lembab di alveoli atau bronchiolus. kasar. Beberapa kondisi respiratory timbul akibat stress. seperti angin sepoi-sepoi. suara gesekan terpotong akibat terdapatnya cairan atau sekresi pada jalan nafas yang besar. g) Crackles Fine crackles : setiap fase lebih sering terdengar saat inspirasi. berciut. 3. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL Kaji tentang aspek kebiasaan hidup klien yang secara signifikan berpengaruh terhadap fungsi respirasi. Sering kali klien juga mengalami nyeri saat bernafas dalam. Inspirasi lebih panjang dari ekspirasi. suara seperti gesekan akibat dari inflamasi pada daerah pleura. . dengan karakter suara nyaring. nyaring. karakter suara terdengar perlahan. ekspirasi terdengar seperti tiupan. Coarse crackles : lebih menonjol saat ekspirasi. Berhubungan dengan sekresi kental dan peningkatan produksi sputum f) Pleural friction rub : terdengar saat inspirasi dan ekspirasi. musikal. Karakter suara lemah.

Hiperpnea atau hiperventilasi akan menyebabkan penurunan PCO2 SUMBER KLIK DISINIPENGANTAR KEGAWATDARURATAN09 September 2008 9:56Pendahuluan .Penyakit pernafasan kronik dapat menyebabkan perubahan dalam peran keluarga dan hubungan dengan orang lain. Kerusakan pertukaran gas (Kerusakan pada fisiologi Difusi) Kondisi dimana terjadinya penurunan intake gas antara alveoli dan sistem vaskuler 3. Bersihan Jalan nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Ventilasi) Adalah suatu kondisi dimana individu tidak mampu untuk batuk secara efektif. masalah keuangan. pekerjaan atau ketidakmampuan. perawat dapat mengkaji reaksi klien terhadap masalah stres psikososial dan mencari jalan keluarnya. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan gangguan oksigenasi yang mencakup ventilasi. difusi dan transportasi. Dengan mendiskusikan mekanisme koping. sesuai dengan klasifikasi NANDA (2005) dan pengembangan dari penulis antara lain : 1. isolasi sosial. 2. Pola nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Transportasi) Adalah Suatu kondisi tidak adekuatnya ventilasi berhubungan dengan perubahan pola nafas.

Kematian oleh karena sumbatan jalan nafas akan lebih cepat dari pada ketidakmampuan bernafas.Di Indonesia ada sikap seakan . 4. Kalau ada orang meninggal / cacat kita cenderung menganggapnya sebagai nasib atau sudah merupakan kehendak Tuhan. . Penanggulangan Penderita Gawat Darurat ( PPGD ) Upaya untuk mengatasi keadaan gawat darurat agar pasien tidak meninggal. 3. Sebenarnya angka kejadian.cara penanggulangan Kegawat Daruratan. kematian dan kecacatan dapat di cegah dan di turunkan bila kita memahami cara. 5.Kematian oleh karena kehilangan darah akan lebih cepat daripada oleh karena penyebab intra cranial. Penderita tidak gawat dan darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya tetapi bila tidak mendapat pertolongan segera akan menimbulkan kecacatan atau kondisi yang parah. 2. Pengertian : 1. Penderita tidak gawat dan tidak darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya dan tidak mendapat pertolongan segera.Kematian oleh karena ketidakmampuan bernafas akan lebih cepat daripada oleh karena kehilangan darah. . Prinsip umum penanganan penderita gawat darurat adalah penilaian keadaan penderita yang cepat dan penanganan yang tepat. Penderita gawat dan tidak darurat adalah penderita yang terancam jiwanya dan tidak memerlukan pertolongan segera. disini harus selalu diingat bahwa : . .akan pasrah dalam menghadapi masalah korban Gawat Darurat. memburuk keadaannya atau mencegah / mengurangi kecacatan. Penderita gawat darurat adalah penderita yang memerlukan pertolongan segera dan bila tidak mendapat pertolongan segera dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan cacat permanent.

Pelaksanaan TRIAGE di UGD 1.Cara menghentikan perdarahan. Penderita tidak gawat dan darurat biasanya ditandai dengan warna merah 2.Penurunan kesadaran ( koma ) . .Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat penderita dapat tertolong.Cara transportasi yang baik.Cara minta tolong. Pasien langsung dibawa ke ruang resusitasi apabila terdapat : . Penderita tidak gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna hijau 4. biasanya dilakukan pada area pintu suatu instiliasi gawat darurat pada triage penderiata dibagi dalam 4 kategori : 1. TRIAGE Adalah proses seleksi penderita dalam penentuan prioritas penanganan dikarenakan terbatasnya tenaga dan sarana / prasarana di Rumah Sakit. koma diabetikum. Penderita gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna kuning 3.Distress pernafasan mendadak.Untuk dapat MENYELAMATKAN / MEMPERTAHANKAN HIDUP DAN MENCEGAH CACAT penderita maka harus mampu : . .Cata mengatasi henti jantung dan henti nafas. CVD .Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat kegawat daruratan penderita. . .Cara memasang balutan / bidai.Henti jantung dan henti nafas mendadak. . .Adanya shock dan renjatan. . . . Penderita meninggal dunia ditandai dengan warna hitam Ada 2 cara dalam melakukan TRIAGE .

Trauma kepala ringan .Perdarahan non traumatic ( gastro intestinal . Langsung ke ruang observasi non bedah : a.Perlukaan . perlukaan tembus mata.Benda asing .Akut daerah urogenital .Batuk dan sesak .Khusus anak : hiperthermia.Sesak nafas tanpa sianosis : Asma.Kejang .Cidera pada tangan . Mayor condition .Nyeri dada non traumatic : MCI .Nyeri lengan / kaki ( vascular / neuro ) .Usaha bunuh diri . Mayor condition ( stretcher patient ) .. a.Gigitan dan sengatan .Pembalutan dan pembidaian . . buta mendadak .Luka berat.Musculo skeletal problem . 2. respiratorik. Pasien langsung ke ruang tindakan bedah.Khusus mata : luka bakar kimia. kasus akut THT 3. urogenital ) . epilepsi. hypothermia b. Minor condition ( walking patient ) .Luka bakar ringan . febris disertai kejang. brochopneumoni . cidera tulang .

Nyeri hebat kepala dan leher .Kecepatan ditemukan penderita .Kecepatan meminta pertolongan . Convulasi b. Minor Condition Demam tinggi Kolik / nyeri abdomen 4.. pernafasan. Pasien langsung ke ruang tindakan kebidanan dan penyakit kandungan. -Perdarahan pre dan post partum -Pre eklamsi berat -KET -Trauma pada alat kelamin wanita yang berat -Kehamilan dengan komplikasi : hamil dengan penyulit PRINSIP PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Kematian penderita gawat darurat akan terjadi dalam waktu singkat ( 4-6 menit ) bila terdapat kerusakan pada sistem susunan saraf pusat.E.D ( muntah berak dengan dehidrasi ) .Aritmia jantung .Masalah neurology non trauma : CVD / CVA. kardiovaskuler dan hipoglikemia.G.Kecepatan dalam kualitas pertolongan yang diberikan untuk menyelematkannya . Dengan demikian keberhasilan penanggulangan penderita gawat darurat ( PPGD ) dalam mencegah kematian dan cacat di tentukan oleh : . Sedang kegagalan system / organ yang lian dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lebih lama.

Sepsis SISTEM PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Keadaan gawat darurat dapat terjadi pada siapa saja.Trauma multiple dengan perdarahan .Gagal organ bahakan multi organ failure . hingga saat ini masih dilakukan dengan macam macam kendaraan.Fraktur femur atau pelvis dengan perdarahan massif . system kominikasi medik yang berfungsi sebagai pusat radio medik dalam melayani penderita rujukan atau untuk membimbing fasilitas kesehatan lain dengan kemampuan rendah Pelayanan transportasi pasien gawat darurat : transportasi pasien gawat darurat pra RS . Untuk itu penanganan pasien gawat darurat harus bersifat komprehensif.50 % meninggal pada saat kejadian atau beberapa menit setelah kejadian 35 % meninggal dalam 12 jam setelah trauma / disebabkan oleh : . Angka kematian terutama ditentukan pada fase ini 15 % meninggal setelah beberapa hari atau minggu karena : . Hal ini sangat mempengaruhi kwallitas .SEBAB KEMATIAN 50 % Gawat darurat meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit atau di rumah dan pada pasien trauma : .Pencegahan kematian dilakukan pada 1 -2 jam ini dimana tindakan harus agresif. kapan saja dan dimana saja maka upaya penanggulangan pasien gawat darurat menjadi semakin kompleks .Mati otak . Komponen luar Rumah Sakit ( pra rumah sakit ) Pemasyarakat pulmoner dasar ( RJP ) dan P3K perlu diketahui oleh lapisan masyarakat terutama orang awam dan pengetahuan ketrampilan petugas medik paramedic untuk penanggulangan pasien gawat darurat ( advance life support ) perlu ditingkatkan secara berkala Pelayanan komunikasi medik untuk penanggulangan pasien gawat darurat. Komponen system penanggulangan pasien gawat darurat terdiri dari : 1. terintegrasi dan dengan cara pendekatan system.Trauma torak ( hematoma toraks atau lascriasis hati ) .Trauma kepala berat ( hematoma subdural atau ekstradural ) .

Teori sistesis à Akibat penuaan. Dalam Rumah sakit ( Intra Rumah Sakit ) Depkes R.penanggulangan pasien gawat. Perawat yang akan merawat lansia harus mengerti sesuatu tentang aspek penuaan yang normal dan tidak normal. Berikut ini teori biologis tentang penuaan : A. C. protein tubuh terutama kolagen dan elastin menjadi kurang fleksibel dan kurang elastis. Teori keracunan oksigen à Kemampuan lansia untuk melawan efek racun oksigen akan berkurang. tetapi pada kenyataannya proses ini menjadi beban bagi orang lain dibadingkan dengan proses lain yang terjadi. B. Teori seluler à Sel diprogram hanya untuk membelah pada waktu yang terbatas. DepKes R. Walaupun proses penuaan benar adanya dan merupakan sesuatu yang normal. di kota besar harus menggunakan ambulance gawat darurat yang memiliki suatu nomor komunikasi.I telah menetapkan bahwa semua Rumah Sakit harus memiliki unit gawat darurat dengan kategorisasi UGD tersebut dikaitkan dengan klasifikasi Rumah Sakit ( System rujukan pasien gawat darurat ) dan beban kerja Rumah sakit melaui kategorisasi ini setiap RS dapat mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan UGD dalam menanggulangi pasien gawat darurat . ASPEK BIOLOGIS PADA PENUAAN Proses penuaan biologis yang dialami lansia relatif tidak akan menimbulkan perubahan buruk saat diperlukan penurunan tingkat ketergantungan fisik yang tinggi. 2. DepKes RI : mengarahkan dengan secara bertahap.I telah merupakan pedoman pelayanan gawat darurat SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK09 September 2008 9:53PERUBAHAN PADA LANSIA .PROSES PENUAAN Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari. .

C. à Pendistribusian tulang kalsium menyebabkan dekalsifikasi tulang iga dan kalsifikasi kartilago kosta : Perubahan ini dan perubahan postural menyebabkan penurunan efislensi paru. Sistem pencernaan à Tidak ada perubahan yang signifikan E.D. penyakit autoimun. Perubahan kardiopulmonal à Pembuluh darah kehilangan elastisitas. dan kanker. Sistem saraf à Kemunduran pendengaran dan penglihatan F. dan perubahan postural. peningkatan nadi dan peningkatan tekanan darah. Sistem endokrin à Kemunduran fungsi gonad . Sistem perkemihan à Kehilangan irama diurnal pada produksi urine dan penurunan filtrasi ginjal D. Teori sistem imun à Kopetensi yang menurun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan infeksi. Berikut ini merupakan efek fisiologis dari penuaan : A. B. dekalsifikasi tulang. Sistem muskuloskeletal à Atrofi otot. PENUAAN PADA SISTEM TUBUH (FISIOLOGIS) Penuaan dapat dibedakan antara penuaan yang normal (fisiologis) dan penuaan karena kondisi penyakit (patologis).

. KEPERAWATAN GERONTIK PENGERTIAN GERONTOLOGI DAN GERIATRI NURSING A. keahlian. Lansia seringkali mempertahankan sikap yang kuat. dan mengkompensasi dengan melakukan banyak aktivitas yang baru.Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun yang mengalami kelumpuhan atau sakit.Teori pelepasan : Lansia secara berangsur-angsur mengurangi aktivitasnya dan bersama menarik diri dari masyarakat. Pengertian yang salah tentang lansia adalah bahwa mereka mempunyai kemampuan memory dan kecerdasan mental yang kurang. Kepribadian. B.Teori aktivitas : Sebagai orang yang telah berumur. Berikut aspek psikologis pada penuaan : A.Geriatri nursing adalah spesialis keperawatan lanjut usia yang dapat menjalankan perannya pada tiap peranan pelayanan dengan menggunakan pengetahuan. sehingga sikapnya lebih stabil dan sedikit sulit untuk diubah. yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain. . . Teori aktivitas dan pelepasan . intelegensi dan sikap Tes intelegensi dengan jelas memperlihatkan adanya penurunan kecerdasan pada lansia. PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT USIA A.Klien lanjut usia yang masih aktif. dan keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi optimal lanjut usia secara komprehensif. Karena itu. perawatan lansia yang menderita penyakit dan dirawat di RS merupakan bagian dari gerontic nursing. . mereka meninggalkan bentuk aktivitas yang pasti. Pendekatan fisik à Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia ada 2 bagian yaitu : . Gerontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lanjut usia.ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS PADA PENUAAN Aspek psikologis pada lansia tidak dapat langsung tampak.

D. C.Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup / semangat hidup lansia. terutama jika klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian.Merangsang petugas kesehatan agar dapat mengenal dan menegakkan diagnosa secara dini. perawat dapat berperan sebagai supporter.Menolong dan merawat klien yang menderita sakit. . Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien lanjut usia untuk menciptakan sosialisasi mereka. FOKUS ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA 1) Peningkatan kesehatan (health promotion) 2) Pencegahan penyakit (preventif) 3) Mengoptimalkan fungsi mental. . B. interpreter terhadap segala sesuatu yang asing. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan lansia melalui perawatan dengan pencegahan. Pendekatan psikis à Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia. TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA A. Pendekatan sosial à Mengadakan diskusi. . TAHAP-TAHAP ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA . Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri.Mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu pertolongan pada lansia.B. Pendekatan spiritual à Perawat harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan tuhan atau agama yang dianutnya. sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab. 4) Mengatasi gangguan kesehatan yang umum. . tukar pikiran. dan bercerita merupakan upaya perawatan dalam pendekatan sosial.

kardiovaskuler. pernafasan. penyesuaian psikososial. Edisi ke-6.Proses pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah keperawatan meliputi aspek : a) Fisik : . memori. berat badan. tingkat orientasi. sistem kulit. Pengkajian : . Leeckenotte. Pelaksanaan à Tahap dimana perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan intervensi / perencanaan yang telah ditentukan. Annete Glesler. EGC. DAFTAR PUSTAKA Carpenito. pola tidur. Evaluasi à Penilaian terhadap tindakan keperawatan yang diberikan / dilakukan dan mengetahui apakah tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan. EGC. Jakarta. Pengkajian Gerontologi . nadi.Pemeriksaan fisik : Head to tea. sistem tubuh. Jakarta. L. Wahjudi.A. Sistem tubuh meliputi : Sistem persyarafan. Jakarta 2000. Nugroho. gastrointestinal. sistem musculoskeletal. tekanan darah. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis . EGC. 2000. . Edisi ke-2. b) Psikologis c) Sosial ekonomi d) Spiritual Pengkajian dasar meliputi : Temperatur. Perencanaan à Untuk menentukan apa yang dapat dilakukan perawat terhadap pasien dan pemilihan intervensi keperawatan yang tepat. Edisi ke-2. 1997. genitovrinarius. Keperawatan Gerontik .Wawancara .

tlp : Jelas 6.Keluarga berkomposisi . EGC.Komposisi Keluarga : ( dibuat dalam bentuk tabel yang terdiri dari : nama. Perawatan Lansia .latar belakang budaya keluarga .asal negara atau daerah sama baik kondisinya dengan tempat tinggal sekarang .tempat tinggal keluarga rata2 dari etnis yang sama/tidak . Genogram : Menggambarkan struktur anggota keluarga 8.Pekerjaan : Pekerjaan pokok kepala keluarga 5. pekerjaan.DATA DASAR KELUARGA 1.Watson. pendidikan ) 7. Suku bangsa : (diisi dengan latar belakang budaya dari keluarga) .bahasa yang digunakan . hubungan dengan keluarga. Tipe keluarga : Menjelaskan mengenai tipe keluarga beserta kendala . Roger. Jakarta 2003.hubungan sosial keluarga dari etnis yang sama/tidak .Keluarga Besar ( extended family ) .Keluarga duda / janda ( Single family ) . Edisi ke-3. jenis kelamin.Keluarga Kabitas 9.Keluarga Berantai ( Serial family ) .Alamat dan no.Usia : Jelas 3. SUMBER KLIK DISINIFORMAT PENGKAJIAN KELUARGA09 September 2008 9:52PETUNJUK PENGISIAN FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA ( Menurut Friedman ) A.Nama Kepala keluarga ( KK ) : Inisial 2.Keluarga inti ( nuclear family ) . tempat tanggal lahir.Pendidikan : Pendidikan terakhir 4.

apakah agama dijadikan sbg dasar keyakinan / nilai yang mempengaruhi kehidupan keluarga 11. tahap menjelang kelahiran anak 3.Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi 14. tahap melepaskan anak ke masyarakat 8.. cacat fisik 15. tahap menghadapi anak sekolah 6. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga . penyakit mental. Riwayat keluarga sblmny : Riwayat dari kedua orang tua termasuk riwayat kesehatan . tahap masa tua . tahap menghadapi anak prasekolah 5. tahap menghadapi anak remaja 7.Tahap perkembangan keluarga saat ini : 1. kehilangan.adakah perbedaan keluarga menjalankan ibadah . Aktivitas Rekreasi keluarga : kebiasaan rekreasi keluarga 13. tahap menghadapi bayi 4.Agama keluarga . Agama : ( diisi dengan informasi berikut ) . Riwayat keluarga inti : Perkembangan mental. perceraian.keluarga memanfaatkan pelayanan dan praktik kesehatan menggunakan pelayana kesehatan tradisional atau meyakini tradisional penduduk asli 10. tahap berdua kembali 9. Status sosial ekonomi keluarga : pendapatan keluarga 12.Kebiasaan diet dan berpakaian tradisional atau modern . tahap pembentukan keluarga 2. status kesehatan yang unik dan pengalaman seperti kematian.

fasilitas yang ada di komunitas 18. 1995) Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan. yang meliputi . Karakteristik tetangga & komunitas : karakteristik fisik tetangga dan komunitas. Mobilitas geografis keluarga : Berapa lama keluarga tinggal ditempat tersebut. kondisi hunian. pengumpulan data. Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien. tipe hunian. Adapula yang menambahkannya dengan kegiatan dokumentasi data (meskipun setiap langkah dari proses keperawatan harus selalu didokumentasikan juga). Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya. tipe penduduk. . sistematika data dan penentuan masalah. Perkumpulan keluarga dan interaksi dg masyarakat : : klrg tahu perkumpulan yang ada ? : ikut terlibat ? : merasakan manfaat ? : frekuensi pertemuan ? : Pandangan klrg thdp perkumpulan tsb ? SUMBER KLIK DISINIPENGKAJIAN DALAM KEPERAWATAN09 September 2008 9:49Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien. agar dapat mengidentifikasi. mental. baik fisik. analisis data. serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien. Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal. mengenali masalah-masalah.B. LINGKUNGAN 16. adakah sejarah pindah.sumber polusi. sumber. sosial dan lingkungan (Effendy. dari mana pindahnya 19 . kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. yaitu : status kesehatan klien dan kekuatan masalah kesehatan yang dialami oleh klien. kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien. Karakteristik rumah denah rumah : luas dan bagian bagian rumah 17.

merencanakan asuhan keperawatan. Data yang terkumpul harus lengkap guna membantu mengatasi masalah klien yang adekuat. Untuk menilai keadaan kesehatan klien 4. serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment). diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang . diliha. Dari informasi yang terumpul. Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien 3. selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment). KARAKTERISTIK DATA 1. PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentuan masalah-masalah. TUJUAN PENGUMPULAN DATA 1. Lengkap Seluruh data diperlukan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan klien. Misalnya klien tidak mau makan kaji secara mendalam kenapa klien tidak mau makan (tidak cocok makanannya. Akurat dan nyata Untuk menghindari kesalahan. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien 2. Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah beriutnya. serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien. didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. kondisi fisiknya menolak untuk makan/patologis.A. atau sebab-sebab yang lain) 2. Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment). serta tindaan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien. maka perawat harus berfikir secara akurat dan nyata untuk membuktikan benar-tidaknya apa yang telah didengar. Selanjutnya data dasar tersebut digunaan untuk menentuan diagnosis keperawatan.

Keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakuan terhadap klien SUMBER DATA 1.sekiranya meragukan. Misalnya. seperti orang tua. Sumber data lainnya Catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit . Segala sesuatu tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial & spiritual 2. Relevan Pencatatan data yang komprehensif biasanya memerlukan banyak sekali data yang harus dikumpulkan. Kemampuan dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari 3. sehingga menyita waktu perawat untuk mengidentifikasi. Perawat tidak boleh langsung membuat kesimpulan tentang suatu kondisi klien. Masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien 4. Perawat tidak boleh langsung menuliskan : `klien tidak mau makan karena depresi berat`. saudara. yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya. INFORMASI YANG DIPERLUKAN 1. 2. Dokumentasikan apa adanya sesuai yang ditemukan pada saat pengkajian. Sumber data Sekunder Sumber data sekunder adalah data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga). 3. Diperlukan penyelidikan lanjutan untuk menetapkan kondisi klien. Sumber data Primer Sumber data primer adalah data-data yang dikumpulkan dari klien. atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien 3. klien tidak mau makan.

dll. sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah : 1. spiritual. Konsultasi 6. Orang terdekat 3. sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan indentitas klien. CARA PENGUMPULAN DATA Agar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah. 2. mual. Kepustakaan JENIS DATA 1. kecemasan. dll. Catatan klien 4. Riwayat penyakit (pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan) 5. intelegensi. Hasil pemeriksaan diagnostik 7. smell. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight. keluhan utama. . ketakutan. Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya 8. seperti : warna kulit. sosial. Secara umum.dan perawatan klien di masa lalu. pusing. touch dan taste. hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. tanda-tanda vital. Data Subjektif Merupakan data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien. hearing. Perawat lain 9. misalnya rasa nyeri. Klien sendiri sebagai sumber data utama (primer) 2. Data Objektif Merupakan data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku). keadaan fisik. ketidaktahuan. tingkat kesadaran. riwayat kesehatan. psikologis.

Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. Selain itu wawancara juga bertujuan untuk membantu klien memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam identifikasi masalah dan tujuan keperawatan. Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan digunakan dalam wawancara harus disusun sedemikian rupa guna memperlancar wawancara. pemeriksaan fisik (pshysical assessment) dan studi dokumentasi. Persiapan. Komunikasi keperawatan biasanya digunaan untuk memperoleh riwayat keperawatan. tetapi juga merupakan sesuatu hal yang sulit dipelajari. Komunikasi keperawatan adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan kemampuan skill komunikasi dan interaksi. Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi.Cara yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data tentang klien antara lain : wawancara (interview).Pembukaan atau perkenalan . Tahapan wawancara / komunikasi : 1. menggali jawaban dan memvalidasi respon klien. biasa juga disebut dengan anamnesa. WAWANCARA Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien. 2. Sebelum melaukan komunikasi dengan klien. diam. empati dan rasa kepedulian yang tinggi. perawat tidak boleh memaksa atau memberi kesempatan kepada klien kapan mereka sanggup. pengamatan (observasi). karena akan mengganggu dalam membina hubungan saling percaya dengan klien. Istilah komunikasi terapeutik adalah suatu teknik yang berusaha untuk mengajak klien dan keluarga untuk bertuar pikiran dan perasaan. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan klien. perawat harus melakukan persiapan dengan membaca status klien. serta membantu perawat untuk menentukan investigasi lebih lanjut selama tahap pengajian. serta untuk menjalin hubungan antara perawat dengan klien. Mendengarkan secara aktif merupakan suatu hal yang penting dalam pengumpulan data. Semua interaksi perawat dengan klien adalah berdasarkan komunikasi. sentuhan dan konta mata. Teknik non verbal meliputi : mendengarkan secara aktif. Teknik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun non verbal. Perawat diharapkan tidak mempunyai prasangka buruk kepada klien. Teknik verbal meliputi pertanyaan terbuka atau tertutup.

Langkah pertama perawat dalam mengawali wawancara adalah dengan memperkenalkan diri : nama, status, tujuan wawancara, waktu yang diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok pembicaraan. Perawat perlu memberikan informasi kepada klien mengenai data yang terkumpul dan akan disimpan dimana, bagaimana menyimpannya dan siapa saja yang boleh mengetahuinya.

3. Isi / tahap kerja Selama tahap kerja dalam wawancara, perawat memfokuskan arah pembicaraan pada masalah khusus yang ingin diketahui. Hal-hal yang perlu diperhatikan : a. Fokus wawancara adalah klien b. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Jelaskan bila perlu. c. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien d. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien e. Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada waktunya f. Bila perlu diam, untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya g. Sentuhan teraputik, bila diperlukan dan memungkinan.

4. Terminasi Perawat mempersiapkan untu penutupan wawancara. Untuk itu klien harus mengetahui kapan wawancara dan tujuan dari wawancara pada awal perkenalan, sehingga diharapkan pada akhir wawancara perawat dan klien mampu menilai keberhasilan dan dapat mengambil kesimpulan bersama. Jika diperlukan, perawat perlu membuat perjanjian lagi untuk pertemuan berikutnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara dengan klien adalah : 1. Menerima keberadaan klien sebagaimana adanya 2. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan-keluhannya / pendapatnya secara bebas 3. Dalam melakukan wawancara harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien 4. Perawat harus bersikap tenang, sopan dan penuh perhatian 5. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

6. Tidak bersifat menggurui 7. Memperhatikan pesan yang disampaikan 8. Mengurangi hambatan-hambatan 9. Posisi duduk yang sesuai (berhadapan, jarak tepat/sesuai, cara duduk) 10. Menghindari adanya interupsi 11. Mendengarkan penuh dengan perasaan 12. Memberikan kesempatan istirahat kepada klien

Macam wawancara : 1. Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung 2. Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat.

Hambatan wawancara : 1.Internal : a. Pandangan atau pendapat yang berbeda b. Penampilan klien berbeda c. Klien dalam keadaan cemas, nyeri, atau kondisinya menurun d. Klien mengatakan bahwa ia tidak ingin mendengar tentang sesuatu hal e. Klien tidak senang dengan perawat, atau sebaliknya f. Perawat berpikir tentang sesuatu hal yang lain / tidak fokus ke pasien g. Perawat sedang merencanakan pertanyaan selanjutnya h. Perawat merasa terburu-buru i. Perawat terlalu gelisah atau terburu-buru dalam bertanya

2. External ; a. Suara lingkungan gaduh : TV, radio, pembicaraan di luar b. Kurangnya privacy

c. Ruangan tidak memadai untuk dilakukannya wawancara d. Interupsi atau pertanyaan dari staf perawat yang lain.

Teknik pengumpulan data yang kurang efektif : 1. Pertanyaan tertutup : tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat / keluhan / respon. Ex : Apakah Anda makan tiga kali sehari ? 2. Pertanyaan terarah : secara khas menyebutkan respon yang diinginkan. Ex : .Anda setuju bukan? 3. Menyelidiki : mengajukan pertanyaan yang terus-menerus 4. Menyetujui / tidak menyetujui. Menyebutkan secara tidak langsung bahwa klien benar atau salah. Ex : Anda tidak bermaksud seperti itu kan?

PENGAMATAN / OBSERVASI Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. Observasi dilakukan dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya, melalui rabaan, sentuhan dan pendengaran. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi adalah : 1. Tidak selalu pemeriksaan yang akan kita lakukan dijelaskan secara terinci kepada klien (meskipun komunikasi terapeutik tetap harus dilakukan), karena terkadang hal ini dapat meningkatkan kecemasan klien atau mengaburkan data (data yang diperoleh menjadi tidak murni). Misalnya : `Pak, saya akan menghitung nafas bapak dalam satu menit` - kemungkinan besar data yang diperoleh menjadi tidak valid,

karena kemungkinan klien akan berusaha untuk mengatur nafasnya. 2. Menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual klien 3. Hasilnya dicatat dalam catatan keperawatan, sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh perawat yang lain.

suara nafas. Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan : 1. dilakukan pengelompokkan data. dan bising usus. dll. Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran. kulit kebiruan (sianosis). 1982) Setelah data terkumpul. ROS (Review of System) 3. batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru). oedema. yang dapat dilakukan dengan cara : 1. dll. diantaranya adalah 1. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. Pola fungsi kesehatan (Gordon. 4. batasbatas jantung. Perkusi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui reflek seseorang (dibicarakan khusus). Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow) . Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. Berdasarkan sistem tubuh 2. krepitasi (patah/retak tulang).Inspeksi Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan.d kaki) 2. Head-to-toe (dari kepala s. Juga dilakukan pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik klien. terdapat struma di leher. Misalnya : kembung. Hasilnya seperti : Mata kuning (icteric).PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan masalah kesehatan klien. 3. Misalnya adanya tumor. dll 2. Palpasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan.

Teori-teori keperawatan. B. Fungsi analisis : 1. Berdasarkan teori keperawatan 4. ANALISIS DATA Analisis data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan. Farmakologi 5. sehingga data yang diperoleh memiliki makna dan arti dalam menentukan masalah dan kebutuhan klien 2. Dapat menginterpretasi data keperawatan dan kesehatan.3. Pedoman analisis data : 1. konsep-konsep (manusia. diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep. pengalaman. Anatomi fisiologi 2. dan pengertian keperawatan. teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien. Dasar analisis : 1. dll) 7. Menyusun kategorisasi data secara sistematis dan logis . Mikrobiologi parasitologi 4. Berdasarkan pola kesehatan fungsional. Sebagai proses pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam rencana asuhan keperawatan. Patofisiologi penyakit 3. keperawatan. sehat-sakit. sebelum melakukan tindakan keperawatan. Ilmu perilaku 6. Tindakan dan prosedur keperawatan 8. Dalam melakukan analisis data.

Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 3. Identifikasi kesenjangan data 3. Jadi diputuskan masalah mana yang yang dapat diatasi terlebih dahulu. PRIORITAS MASALAH Apabila masalah talah diidentifikasi. Menerapkan teori. Membandingkan dengan standart 4. harga diri dan aktualisasi diri. kemudian diprioritaskan. maka disusun daftar masalah yang ditemukan. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin semua masalah diatasi bersama-sama sekaligus. pengetahuan. Dicatat dalam catatan keperawatan secara sistematis dan terus-menerus . kemudian diikuti oleh kebutuhan-kebutuhan psikososial seperti : aman-nyaman. nrma dan standart. Validasi data. Menggunakan berbagai sumber yang ada relevansinya dengan masalah klien dan menggunakan cara-cara pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan klien 3. Data yang dikumpulkan harus menyeluruh meliputi aspek bio-psiko-sosial dan spiritual 2. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 4. cintamemiliki. teliti kembali data yang telah terkumpul 2. Identifikasi kemampuan dan keadaan yang menunjang asuhan keperawatan klien 6. kerangka kerja. Dalam memprioritaskan kebutuhan klien. Cara analisis data : 1. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGKAJIAN 1. model. dibandingkan dengan data senjang 5. Menentukan pola alternatif pemecahan masalah 4.2. Membuat kesimpulan tantang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan C. hirarki Maslow menjadi rujukan perawat dalam menentukan pemenuhan kebutuhan klien. Membuat hubungan sebab akibat antara data dengan masalah yang timbul. Kebutuhan fisiologi menjadi kebutuhan utama manusia.

Untuk mencapai catatan pengkajian secara aktual. 1. dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain 12. diantaranya : 1. Ikuti kebijakan dan prosedur yang telah ada untuk pencatatan pengkajian 8. Gunakan format yang terorganisasi 2. Jabarkan observasi dan hasil yang jelas 7. lembar alur (flow sheet) dan catatan perkembangan. Dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relevan. Data harus dicatat. DOKUMENTASI PENGKAJIAN Fokus dokumentasi pengkajian pada data klinik adalah perawat dapat mengimplementasikan dan mengorganisasi data. Dikelompokkan menurut kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 6. maka perlu dipertimbangkan pedoman dalam pembuatan pencatatan pengkajian. Data dikelompokkan dalam bio-psiko-sosio-spiritual. Format yang mencakup pengkajian perkembangan. Lampiran. Setiap data yang dikumpulkan adalah data baru dan mendapatkan validasi 10. Masukkan pernyataan yang mendukung klien 6. yang semuanya termasuk tipe pengkajian informasi. Gunakan format yang telah ada 3. Jaga kerahasiaan . Bentuk dokumentasi dapat berupa data dasar. Menuliskan identitas waktu 15. Tulis data secara ringkas 9.5. Data dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relecan dan sesuai 14. pemeriksaan dari kepala sampai dengan seluruh tubuh dapat memperluas informasi 4. Bagaimana cara mendapatkan data yang baik ? a. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 11. Menulis nama dan tanda tangan pelaksana pengkajian. Catat informasi tanpa bias dan nilai-nilai opini pribadi 5. sesuaikan formatnya 13.

Bagaimana cara menjadi pendengar yang baik? a. Usahakan tidak tergesa-gesa 2. Jadilah pendengar yang aktif b.b. Tanyakan pertama kali mengenai masalah yang paling dirasakan klien b. Bagaimana cara mengobservasi ? a. Jangan memulai pertanyaan pribadi f. Pergunakan format pengkajian yang teorganisir dan disepakati oleh instansi 4. ulang apa yang telah dikatakan dan simpulkan. Klarifikasi. Pergunakan lebih banyak pertanyaan terbuka d. Berikan perhatian yang penuh e. Sebutkan nama c. Jaga kontak mata e. Bersabarlah jika klien `blocking` d. Pergunakan panca indera b. Jaga pola interaksi yang baik 3. Tanyakan sesuatu yang penting dan tidak menyinggung g. Jelaskan tujuan wawancara d. Tunjukkan sikap yang baik d. Beri kesempatan kepada klien untuk menyelesaikan pembicaraannya c. Tunjukkan penampilan yang baik c. Pergunakan refleksi (mengulang kembali apa yang dikatakan oleh klien) e. Pergunakan istilah yang dimengerti oleh klien c. Bagaimana cara bertanya yang baik ? a. .

Penggunaan obat-obatan 4. Pola nutrisi metabolik a. Pola sehat sejahtera yang dirasakan b. berkemih b. Pengetahuan tentang praktik kesehatan preventif d. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat a. Kualitas dan kuantitas tidur 6. pola makan biasa dan masukan cairan b. Kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri. Pengetahuan tentang gaya hidup dan berhubungan dengan sehat c.MODEL KEPERAWATAN DALAM PENGKAJIAN / PENGUMPULAN DATA GORDON (1982) : Pola Kesehatan Fungsional 1. Pola aktivitas latihan a. dll) 5. Peningkatan / penurunan berat badan d. Ketaatan pada ketentuan media dan keperawatan 2. Tipe makanan dan cairan c. Pola eliminasi a. bekerja. Penggunaan alat bantu c. Pola tidur istirahat dalam 24 jam b. Pola tidur dan istirahat a. Pola kognitif perseptual keadekuatan alat sensori . pilihan makanan 3. latihan dan rekreasi b. Defekasi. Pola aktivitas. Nafsu makan.

Sikap klien mengenai dirinya b. Pola seksual reproduksi a. Kemampuan bahasa. Spiritual c. Nilai. Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab 9. ingatan dan pembuatan keputusan 7. ideal diri. perasa. harga diri dan peran diri 8.a. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitasnya b. Pola peran dan tanggung jawab a. belajar. tujuan dan keyakinan b. Sumber pendukung 11.Pola nilai dan keyakinan a. Citra diri. Kemampuan mengendalian stress b. Pola persepsi-konsep diri a. pembau b. Tahap dan pola reproduksi 10. Persepsi klien tantang pola hubungan b. Konflik MODEL ROY`s (1984) : Model adaptasi : . Pola emosional d. Penglihatan. Persepsi klien tentang kemampuannya c. identitas diri. Pola koping dan toleransi stress a.

Nutrisi c. Pemenuhan kebutuhan nutrisi 4. Pemenuhan kebutuhan cairan 3. Pemenuhan kebutuhan eliminasi 5. Interdependent MODEL OREM (1985) : Self-care / kemandirian klien dalam merawat dirinya sendiri : 1. Konsep diri 3. Fungsi peran 4.1. Aktivitas dan istirahat b. Sirkulasi . Oksigen f. Pemenuhan kebutuhan oksigen 2. Keseimbangan aktivitas dan istirahat 6. Cairan dan elektrolit e. Pengaturan sistem endokrin 2. Kebutuhan fisiologik a. Pencegahan 8. Aktivitas / istirahat 2. Promosi DOENGOES (1993) : 1. Pengaturan suhu h. Eliminasi d. Proteksi g. Sosial 7.

Integritas ego 4. Makanan dan cairan 6. Eliminasi 5. desakan untuk bertindak / melakukan sesuatu 7. Mengetahui : mengenal memahami 6. Berkomunikasi : verbal non verbal 3. Mempersepsikan : memahami dengan pikiran. Hygiene 7. Penyuluhan / pembelajaran FITZ PATRICK (1991) : Pola respon manusia : 1. melepaskan. Neurosensori 8. Memilih : memilih di antara alternatif-alternatif 2. pemahaman atau pengertian secara sadar / emosional 5. peduli. berguna SUMBER klik disiniASKEP HIPERTIROIDISME08 September 2008 12:12Defenisi . berada dalam beberapa asosiasi dengan benda. kesadaran. Berhubungan : menjalin hubungan. Interaksi sosial 13. berharga.3. membangun hubungan. sadar tentang indera / rangsangan eksternal 8. Pernafasan 10. sensasi. mengenal. dan kehilangan sesuatu 4. Seksualitas 12. Keamanan 11. Bertukaran : memberikan. Nyeri / ketidaknyamanan 9. orang atau tempat Menilai : perhatian. Merasakan : pengalaman. Bergerak : mengubah posisi.

untuk materi lengkap. TRF akan rendah karena umpan balik negatif dari HT dan TSH. Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambaran kadar HT dan TSH yang tinggi. hipofisis. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya.Hipertiroidisme adalah kadar Hormon Tiroid (HT) dalam darah yang berlebihan. silahkan download disini . Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang tinggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan. atau hipotalamus. Penyebab Hipertiroidisme Dengan Pola Hormon Spesifik Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful