http://nursing-keperawatan.blogspot.com/feeds/posts/default?

orderby=updated Diagnosa Keperawatan NANDA : Gangguan Fungsi Pernapasan25 Oktober 2008 18:58Menurut taksonomi II NANDA 2007-2008, diagnosis yang berhubungan dengan fungsi pernafasan adalah:

Ineffective airway clearance (bersihan jalan nafas tidak efektif) Risk for aspiration (risiko aspirasi) Ineffetive breathing pattern (pola nafas tidak efektif) Impaired gas exchange (gangguan pertukaran gas) Risk for suffocation Impaired spontaneous ventilation (gangguan ventilasi spontan) Dysfungsional ventilatory weaning response

Dari sekian banyak diagnosis keperawatan untuk fungsi pernafasan, diagnosis nomer 1, 3 dan 4 mungkin adalah diagnosis yang paling sering digunakan. Bersihan jalan nafas tidak efektif (hal. 5). Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas. Tanda: ketidakmampuan batuk, suara nafas, perubahan frekuensi nafas, sianosis, kesulitan bicara, dyspnea, sputum berlebihan, batuk tidak efektif, orthopnea, kesulitan tidur dan mata lebar. Pola nafas tidak efektif (hal. 26). Inspirasi dan ekspirasi tidak dapat memenuhi ventilasi dengan adequat. Bisa dikarenakan kecemasan, posisi tubuh, kelelahan, gangguan muskuloskeletal, hiperventilasi, hipoventilasi, kegemukan, nyeri, dll. Gangguan pertukaran gas (hal. 94). Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida di membran kapiler-alveoli. Tandanya: hiperkapnea, hiperkarbia, hipoksia, dyspnea, hipoksemia, kesulitan tidur, takikardia, diaporesis, dll.Diagnosa Keperawatan NANDA : ELIMINASI13 September 2008 11:18Berikut ini beberapa diagnosis keperawatan yang berhubungan dengan eliminasi:

Bowel incontinence (p. 22) atau inkontinensia alvi/faeces. Perubahan pola kebiasaan defekasi. Bisa diakibatkan oleh diare kronis, pola makan, immobilisasi, stres, pengobatan, kurang kebersihan pada saat toileting, dll. Bedakan dengan diagnosis Diare . Pada diagnosis ini, faeces biasa, hanya polanya saja yang berubah. Misalnya rutin sehari sekali, karena faktor-faktor yang berhubungan, menjadi dua atau tiga hari sekali.

Diarrhea (p. 71) atau diare. Data utamanya adalah faeces tidak berbentuk sampai dengan cair. Indokator utamanya adalah buang air besar (cair) minimal tiga kali dalam satu hari. Hasil auskultasi abdomen, kram perut dan nyeri perut merupakan tanda-gejala yang lainnya. Faktor yang berhubungan dibagi menjadi tiga kelompok; fisiologis, psikologis dan situasional. Misalnya karena kecemasan, tingkat stres tinggi, proses peradangan, iritasi, malabsorpsi, keracunan, perjalanan jauh, konsumsi alkohol dan pengaruh radiasi.

Impaired urinary elimination (p. 234) atau gangguan eliminasi urin. Karakteristiknya: disuria, frekuensi buang air kecil meningkat, hesitansi, inkontinensia, nokturia. Di NANDA memang agak sedikit rancu. Salah satu karakteristik yang disebutkan untuk diagnosis ini adalah retention . Padahal sudah ada diagnosis Retensi urine . Sehingga disarankan kalau pasien memang mengalami retensi urin, langsung diangkat saja menjadi diagnosis Retensi urin . Untuk mengangkat diagnosis keperawatan Gangguan eliminasi urin , perlu dijelaskan gangguan yang mana. Jika pasien mengeluh sering terbangun untuk kencing di malam hari, maka bisa diambil Gangguan eliminasi urin: nokturia . Jika pasien beser (buang air kecil tidak terkontrol dan terus menerus), bisa diangkat menjadi Gangguan eliminasi urin: inkontinensia . Dan seterusnya, sesuai data yang diperoleh dari pengkajian.

Readiness for enhanced urinary elimination (p. 235) atau potensial peningkatan eliminasi urine (diagnosis sejahtera).

Urinary retention (p. 236) atau retensi urin. Tidak dapat mengosongkan urin secara lampias. Karakteristiknya: palpasi blader terasa tegang, sakit saat buang air kecil, sampai dengan tidak keluarnya urin sama sekali. Faktor yang berhubungan: kekuatan spincter, tekanan tinggi pada uretral dan adanya hambatan (harus dibuktikan dengan adanya hasil pemeriksaan). Constipation (p. 44) atau konstipasi Perceived constipation (p. 46) atau perkiraan konstipasi (klien mendiagnosis dirinya sendiri menderita konstipasi, biasanya faktor yang berhubungan adalah kepercayaan budaya, kepercayaan keluarga, pemahaman yang salah atau gangguan proses pikir)

Risk for constipation (p. 47) atau resiko konstipasi.Diagnosa NANDA Terbaru13 September 2008 11:15Activity/RestActivity intolerance (specify level) Activity intolerance, for Disuse syndrome, risk for Divers ional activity deficit Fatigue Sleep pattern disturbance CirculationAdaptive capacity: intracranial, decreased Cardiac output, decreased Dysreflexia Tissue perfusion, altered (specify): cerebral, cardiopulmonary, renal, gastrointestinal, peripheral Ego IntegrityAdjustment, impaired Anxiety (mild, moderate, severe, panic) Body image disturbance Coping, defensive Coping, individual, ineffective Decisional conflict Denial, ineffective Energy field disturbance Fear Grieving, anticipatory Grieving, dysfunctional Hopelessness Personal identity disturbance Post-trauma response (specify stage) Powerlessness Rape-trauma syndrome (specify) Rape-trauma syndrome: compound reaction

functional Incontinence. chronic low Self-esteem disturbance Self-esteem. urge Urinary elimination. stress Incontinence. reflex Incontinence. ineffective Breastfeeding. effective Breastfeeding. colonic Constipation. perceived Diarrhea Incontinence. potential for EliminationBowel incontinence Constipation Constipation. (acute/chronic) Food/FluidBreastfeeding. interrupted Fluid volume deficit (active loss) Fluid volume deficit (regulatory failure) Fluid volume deficit. situational low Spiritual distress (distress of the human spirit) Spiritual well being.Rape-trauma syndrome: silent reaction Relocation stress syndrome Self-esteem. altered Urinary retention. total Incontinence. ineffective . enhanced. risk for Fluid volume excess Infant feeding pattern.

dysfunctional (DVWR) Safety . olfactory Thought processes. chronic Infant behavior. disorganized. tactile. risk for Infant behavior. altered Unilateral neglect Pain/DiscomfortPain Pain. chronic Respiration Airway clearance. toileting NeurosensoryConfusion. less than body requirements Nutrition: altered. gustatory. more than body requirements Nutrition: altered. organized. impaired HygieneSelf-care deficit (specify level): feeding. dressing/ grooming.Nutrition: altered. risk for more than body requirements Oral mucous membrane. kinesthetic. acute Pain. impaired Peripheral neurovascular dysfunction. disorganized Infant behavior. risk for Breathing pattern. ineffective Gas exchange. impaired Spontaneous ventilation. ineffective Aspiration. altered Swallowing. bathing/hygiene. potential for enhanced Memory. auditory. risk for Sensory perception alterations (specify): visual. acute Confusion. inability to sustain Ventilator weaning response.

risk for . (actual)/risk for: directed at self/others Sexuality(component of ego integrity and social interaction) Sexual dysfunction Sexuality patterns. risk for Environmental interpretation syndrome. impaired. risk for Thermoregulation. risk for Skin integrity. impaired Skin integrity. impaired Health maintenance. altered. risk for Violence. impaired Trauma. risk for Perioperative positioning injury. impaired Hyperthermia Hypothermia Infection. impaired Poisoning. risk for Suffocation. ineffective Tissue integrity. risk for Protection. risk for Injury. risk for Physical mobility.Body temperature. altered Social Interaction Caregiver role strain Caregiver role strain. altered Home maintenance management. altered Self-mutilation.

altered Social interaction. impaired Social isolation Teaching/Learning Growth and development. ineffective Family coping.Communication. impaired verbal Communitycoping. altered) (specify) Therapeutic regimen: community. ineffective managementDownload Askep13 September 2008 11:07Askep Tetanus Silahkan download disini Askep CHF . altered Parenting. altered: alcoholism (substance abuse) Family processes. altered. risk for Role performance. risk for Parenting. altered Health-seeking behaviors (specify) Knowledge deficit (learning need) (specify) Noncompliance (compliance. potential for growth Family processes. risk for Parental role conflict Parent/infant/child attachment. ineffective management Therapeutic regimen: families. ineffective management Therapeutic regimen: individual. potential for Community coping. enhanced. altered. effective management Therapeutic regimen: individual. ineffective Family coping. altered Loneliness.

. 2000).Silahkan download disiniASKEP TRAUMA KAPITIS11 September 2008 17:27Pengertian Trauma merupakan penyebab utama kematian pada populasi dibawah umur 45 tahun dan merupakan penyebab kematian no. Hematoma yang berkembang dalam kubah tengkorak akibat dari cedera otak. Ada berbagai klasifikasi yang di pakai dalam penentuan derajat kepala. 75. Subdural.000 orang yang selamat akan mengalami disabilitas permanent (York. dapat menyebabkan penurunan kesadaran. 4 pada seluruh populasi. Pendarahan Intrakranial. Sedangkan menurut Brunner & Suddarth (2000). Lebih dari 50% kematian disebabkan oleh cidera kepala. yaitu pendarahan kecil di jaringan otak akibat pecahnya pembuluh darah kapiler dapat menyebabkan edema otak dan peningkatan TIK. Kecelakaan kendaraan bermotor menrupakan penyebab cedera kepala pada lebih dari 2 juta orang setiap tahunnya. Hematoma disebut sebagai epidural. pusing dapat menyebabkan kerusakan struktur otak. pingsan + 10 menit. atau Intra serebral tergantung pada lokasinya. Faktur Fosa anterior dan hidung dan hematom faktur lonsitudinal. Trauma Kepala Tertutup Comosio Cerebri. Menyebabkan kerusakan meatus auditorius internal dan eustachius.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 100. Contusio / memar. trauma capitis adalah gangguan traumatic yang menyebabkan gangguan fungsi otak disertai atau tanpa disertai perdarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak tanpa disertai pendarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak Tipe-Tipe Trauma : Trauma Kepala Terbuka: Faktur linear daerah temporal menyebabkan pendarahan epidural. yaitu trauma Kapitis ringan.

The Traumatic Coma Data Bank mendefinisakan berdasarkan skor Skala Koma Glasgow (cited in Mansjoer.atentif. Cidera kepala sedang (kelompok resiko sedang) Skor skala koma glasgow 9-14 (konfusi. Cidera kepala berat (kelompok resiko berat) Skor skala koma glasglow 3-8 (koma) Penurunan derajat kesadaran secara progresif Tanda neurologis fokal Cidera kepala penetrasi atau teraba fraktur depresikranium.atau hematoma kulit kepala Tidak adanya kriteria cedera sedang-berat.laserasi.otorhea atau rinorhea cairan serebrospinal). 2000: 4): Cidera kepala ringan/minor (kelompok resiko rendah) Skor skala koma Glasglow 15 (sadar penuh. Menurut Keperawatan Klinis dengan pendekatan holistik (1995: 226): . dkk.mata rabun.hemotimpanum.dan orientatif) Tidak ada kehilangan kesadaran(misalnya konkusi) Tidak ada intoksikasi alkohaolatau obat terlarang Pasien dapat mengeluh nyeri kepala dan pusing Pasien dapat menderita abrasi. letargi atau stupor) Konkusi Amnesia pasca trauma Muntah Tanda kemungkinan fraktur kranium (tanda battle.

apabila kehilangan kesadaran atau amnesia berlangsung kurang dari 30 menit Cidera kepala sedang.Cidera kepala ringan /minor SKG 13-15 Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari 30 menit.juga meliputi kontusio serebral.apabila kehilangan kesadaran atau amnesia terjadi 30 menit sampai 24 jam atau adanya fraktur tengkorak Cidera kepala berat. Cidera kepala sedang SKG 9-12 Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam. Cidera kepala berat SKG 3-8 Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam.apabiula kehilangan kesadaran atau amnesia lebih dari 24 jam.Tidak ada fraktur tengkorak. dkk (2000) mengklasifikasikan cidera kepala berdasarakan mekanisme. Annegers ( 1998 ) membagi trauma kepala berdasarkan lama tak sadar dan lama amnesia pasca trauma yang di bagi menjadi : Cidera kepala ringan.laserasi atau hematoma intrakranial.tidak ada kontusio cerebral. Arif mansjoer. Mekanisme : berdasarkan adanya penetrasi durameter: .dan hematoma. keparahan dan morfologi cidera.perdarahan subdural dan kontusio serebri.Dapat mengalami fraktur tengkorak.

: Fokal: epidural. cidera difus. Keparahan cidera v Ringan : Skala koma glasgow(GCS) 14-15.di pukul). subdural. dengan/tanpa kelumpuhan nervus VII. depresi/non depresi. v Lesi intrakranial klasik. Basis:dengan/tanpa kebocoran cairan serebrospinal. v Trauma tembus(luka tembus peluru dan cidera tembus lainnya. Difus: konkusi ringan. terbuka/tertutup. : Kecepatan rendah(terjatuh. intraserebral. v Sedang : GCS 9-13. Morfologi v Fraktur tengkorak : kranium: linear/stelatum.v Trauma tumpul : Kecepatan tinggi(tabrakan mobil). konkusi . v Berat : GCS 3-8.

Hematoma epidural (hamatoma ekstradural atau haemoragi). Komosio umumnya meliputi sebuah periode tidak sadarkan diri dalam waktu yang berakhir selama beberapa detik sampai beberapa menit. Hematoma sub dural adalah pengumpulan darah diantara dura dan dasar. Tergantung ukuran pembuluh darah yang terkena dan jumlah perdarahan yang ada. kulit dingin dan pucat. setelah pukulan atau cidera pada kepala yang menimbulkan kontusio. suatu ruang yang pada keadaan normal diisi oleh cairan. kulit kepala berdarah bila cidera dalam. Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuitas tulang tengkorak di sebabkan oleh trauma. Cidera pada bagian ini banyak mengandung pembuluh darah. Keadaan ini karena fraktur tulang tengkorak yang menyebabkan arteri meningeal tengah putus /rusak (laserasi). kontusio. dengan kemungkinan adanya daerah haemoragi. Hematoma sub dural dapat terjadi akut. Dan Hematoma sub dural kronik dapat terjadi karena cidera kepala minor dan terjadi paling sering pada lansia. dimana arteri ini berada di dura dan tengkorak daerah inferior menuju bagian tipis tulang temporal. dkk. Kontusio. sering defekasi dan berkemih tanpa di sadari. Cidera otak serius dapat tejadi dengan atau tanpa fraktur tengkorak. Cidera Otak. Fraktur tengkorak. Haemoragi intrakranial. Hematoma sub dural. pasien terbaring dan kehilangan gerakkan. darah berkumpul di dalam ruang epidural (ekstradural) diantara tengkorak dan dura. laserasi atau avulsi. Pasien tidak sadarkan dari. Pada pasien dengan komosio sering ada gangguan dan kadang efek residu dengan mencakup kurang perhatian.Jenis-jenis cidera kepala (Suddarth. kesulitan memori dan gangguan dalam kebiasaan kerja. laserasi dan hemoragi otak. efek utama adalah seringkali lambat sampai hematoma tersebut cukup besar untuk menyebabkan distorsi dan herniasi otak serta peningkatan TIK. 2000. Kontusio serebral merupakan didera kepala berat. Komosio. Kerusakan tidak dapat pulih dan sel-sel mati dapat diakibatkan karena darah yang mengalir berhenti hanya beberapa menit saja dan kerusakan neuron tidak dapat mengalami regenerasi. Trauma dapat menyebabkan abrasi. denyut nadi lemah. l2210-2213) Cidera kulit kepala. dimana otak mengalami memar. Setelah cidera kepala. . Hematoma (pengumpulan darah) yang terjadi di dalam kubah kranial adalah akibat paling serius dari cidera kepala. Hematoma sub dural akut d hubungkan dengan cidera kepala mayor yang meliputi kontusio dan laserasi. haemoragi karena arteri ini menyebabkan penekanan pada otak. Adanya fraktur tengkorak biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yang kuat. pernafsan dangkal. Sedangkan Hematoma sub dural sub akut adalah sekuele kontusio sedikit berat dan di curigai pada pasien gangguan gagal meningkatkan kesadaran setelah trauma kepala. sub akut atau kronik. Komosio dipertimbangkan sebagai cidera kepala minor dan dianggap tanpa sekuele yang berarti. Luka kulit kepala maupun tempat masuknya infeksi intrakranial. Fraktur tengkorak diklasifikasikan terbuka dan tertutup. Bila fraktur terbuka maka dura rusak dan fraktur tertutup keadaan dura tidak rusak.

Benda Tumpul. Haemoragi ini biasanya terjadi pada cidera kepala dimana tekanan mendesak ke kepala sampai daerah kecil (cidera peluru atau luka tembak. Etiologi Cedera kepala dapat disebabkan oleh dua hal antara lain : Benda Tajam.Haemoragi intraserebral dan hematoma. Trauma benda tajam dapat menyebabkan cedera setempat. dapat menyebabkan cedera seluruh kerusakan terjadi ketika energi/ kekuatan diteruskan kepada otak. cidera kumpil). Kerusakan jaringan otak karena benda tumpul tergantung pada : v Lokasi v Kekuatan v Fraktur infeksi/ kompresi v Rotasi v Delarasi dan deselarasi Mekanisme cedera kepala . Hemoragi intraserebral adalah perdaraan ke dalam substansi otak.

1996): Tanda dan gejala fisik/somatik: nyeri kepala. Perubahan perilaku kognitif dan perubahan fisik pada berbicara dan gerakan motorik dapat timbul segera atau secara lambat. Contoh : kepala membentur aspal. Pola pernafasan secara progresif menjadi abnormal. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala cedera kepala dapat dikelompokkan dalam 3 kategori utama ( Hoffman. Dapat timbul mual-muntah akibat peningkatan tekanan intrakranial. Dihubungkan dengan perubahan bentuk atau gangguan integritas bagan tubuh yang dipengaruhi oleh kekuatan pada tengkorak. dkk. ketika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam. Deformitas. nausea. Deselerasi. Nyeri kepala dapat muncul segera/bertahap seiring dengan peningkatan TIK. gangguan perhatian dan berfikir kompleks Tanda dan gejala emosional/kepribadian: kecemasan.Akselerasi. Contoh : akibat pukulan lemparan. Respon pupil mungkn lenyap. . dizziness. vomitus Tanda dan gejala kognitif: gangguan memori. iritabilitas Gambaran klinis secara umum pada trauma kapitis : Pada kontusio segera terjadi kehilangan kesadaran.

perdarahan dan trauma. . EEG : memperlihatkan keberadaan/ perkembangan gelombang. Komplikasi Kebocoran cairan serebrospinal akibat fraktur pada fossa anterior dekat sinus frontal atau dari fraktur tengkorak bagian petrous dari tulang temporal. disebabkan oleh kerusakan traumatic pada rangkai hipofisis meyulitkan penghentian sekresi hormone antidiupetik. Pungsi Lumbal CSS : dapat menduga adanya perdarahan subaractinoid. Kimia/elektrolit darah : mengetahui ketidakseimbangan yang berpengaruh dalam peningkatan TIK. minggu pertama) atau lanjut (setelah satu minggu). hemoragi menentukan ukuran ventrikel pergeseran cairan otak. Diabetes Insipidus. BAER (Brain Eauditory Evoked) : menentukan fungsi dari kortek dan batang otak.Pemeriksaan Dianostik: CT Scan : mengidentifikasi adanya sol. Angiografi Serebral : menunjukkan kelainan sirkulasi serebral seperti pergeseran jaringan otak akibat edema. Kejang pasca trauma dapat terjadi segera (dalam 24 jam pertama dini. PET (Pesikon Emission Tomografi) : menunjukkan aktivitas metabolisme pada otak. GDA (Gas Darah Arteri) : mengetahui adanya masalah ventilasi atau oksigenasi yang akan dapat meningkatkan TIK. MRI : sama dengan CT Scan dengan atau tanpa kontraks. Kadar antikonvulsan darah : dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat terapi yang cukup efektif untuk mengatasi kejang. Sinar X : mendeteksi adanya perubahan struktur tulang (faktur pergeseran struktur dan garis tengah (karena perdarahan edema dan adanya frakmen tulang). Pemeriksaan toksitologi : mendeteksi obat yang mungkin bertanggung jawab terhadap penurunan kesadaran.. Kejang.

Penatalaksanaan Medik

Penatalaksanaan medik cedera kepala yang utama adalah mencegah terjadinya cedera otak sekunder. Cedera otak sekunder disebabkan oleh faktor sistemik seperti hipotesis atau hipoksia atau oleh karena kompresi jaringan otak (Tunner, 2000). Pengatasan nyeri yang adekuat juga direkomendasikan pada pendertia cedera kepala (Turner, 2000).

Penatalaksanaan umum adalah sebagai berikut :

·

Nilai fungsi saluran nafas dan respirasi.

·

Stabilisasi vertebrata servikalis pada semua kasus trauma.

·

Berikan oksigenasi.

·

Awasi tekanan darah

·

Kenali tanda-tanda shock akibat hipovelemik atau neuregenik.

·

Atasi shock

·

Awasi kemungkinan munculnya kejang.

Penatalaksanaan lainnya:

Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral, dosis sesuai dengan berat ringannya trauma. Therapi hiperventilasi (trauma kepala berat). Untuk mengurangi vasodilatasi. Pemberian analgetika Pengobatan anti oedema dengan larutan hipertonis yaitu manitol 20% atau glukosa 40 % atau gliserol 10 %. Antibiotika yang mengandung barrier darah otak (penisilin). Makanan atau cairan. Pada trauma ringan bila terjadi muntah-muntah tidak dapat diberikan apaapa, hanya cairan infus dextrosa 5% , aminofusin, aminofel (18 jam pertama dan terjadinya kecelakaan), 2-3 hari kemudian diberikana makanan lunak. Pada trauma berat, hari-hari pertama (2-3 hari), tidak terlalu banyak cairan. Dextrosa 5% untuk 8 jam pertama, ringer dextrose untuk 8 jam kedua dan dextrosa 5% untuk 8 jam ketiga. Pada hari selanjutnya bila kesadaran rendah, makanan diberikan melalui ngt (2500-3000 tktp). Pemberian protein tergantung nilai urea N. Tindakan terhadap peningktatan TIK

Pemantauan TIK dengan ketat. Oksigenisasi adekuat. Pemberian manitol. Penggunaan steroid. Peningkatan kepala tempat tidur. Bedah neuro. Tindakan pendukung lain

dukungan ventilasi. Pencegahan kejang. Pemeliharaan cairan, elektrolit dan keseimbangan nutrisi. Terapi anti konvulsan. Klorpromazin untuk menenangkan pasien. Pemasangan selang nasogastrik.

Pengkajian Keperawatan

Data tergantung pada tipe, lokasi dan keparahan cedera dan mungkin diperlukan oleh cedera tambahan pada organ-organ vital.

Aktivitas/ Istirahat

Gejala : Merasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan.

Tanda : Perubahan kesehatan, letargi

Hemiparase, quadrepelgia

Ataksia cara berjalan tak tegap

Masalah dalam keseimbangan

Cedera (trauma) ortopedi

Kehilangan tonus otot, otot spastik

Sirkulasi

Gejala : Perubahan darah atau normal (hipertensi)

disfagia). agitasi. tinitus kehilangan pendengaran. Tanda : Muntah (mungkin proyektil) Gangguan menelan (batuk. bingung depresi dan impulsif. Integritas Ego Gejala : Perubahan tingkah laku atau kepribadian (tenang atau dramatis) Tanda : Cemas. muntah dan mengalami perubahan selera. Makanan/ cairan Gejala : Mual. vertigo. takikardia yang diselingi bradikardia disritmia). Neurosensoris Gejala : Kehilangan kesadaran sementara. amnesia seputar kejadian.Perubahan frekuensi jantung (bradikardia. Eliminasi Gejala : Inkontenensia kandung kemih/ usus atau mengalami gngguan fungsi. sinkope. air liur keluar. Tanda : Perubahan kesadaran bisa sampai koma Perubahan status mental . mudah tersinggung. baal pada ekstremitas. fingking. delirium.

Quadreplegia Nyeri/ Kenyamanan Gejala : Sakit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda biasanya koma. Nafas berbunyi stridor. tidak seimbang Refleks tendon dalam tidak ada atau lemah Apraksia. merintih. Pernapasan Tanda : Perubahan pola nafas (apnea yang diselingi oleh hiperventilasi).Perubahan pupil (respon terhadap cahaya. mengi positif Keamanan Gejala : Trauma baru/ trauma karena kecelakaan . Tnda : Wajah menyeringai. respon menarik pada rangangan nyeri yang hebat. gelisah tidak bisa beristirahat. simetri) Wajah tidak simetri Genggaman lemah. hemiparese. terdesak Ronki.

kekutan secara umum mengalami paralisis Demam. Perubahan proses pikir b/d perubahan fisiologis.Tanda : Fraktur/ dislokasi Gangguan penglihatan Gangguan kognitif Gangguan rentang gerak. konflik psikologis. Kerusakan mobilitas fisik b/d kerusakan persepsi atau kognitif. tonus otot hilang. transmisi. obstruksi trakeo bronkial Perubahan persepsi sensori b/d perubahan resepsi sensori. . Diagnosa Keperawatan Perfusi jaringan serebral tidak efektif b/d interupsi aliran darah Resiko terhadap ketidakefektifan pola nafas b/d kerusakan neurovaskuler. bicara tanpa arti. kekurangan nutrisi. penurunan kerja silia. gangguan dalam regulasi suhu tubuh Interaksi Sosial Tanda : Afasia motorik atau sensorik. bicara berulang-ulang. penurunan kekuatan. kerusakan persepsi atau kognitif. respon inflamasi tertekan. Resiko infeksi b/d jaringan trauma.

Arif Mansjoer. 2001-2002..Nursing Diagnosis: Definitions and Classification. Kuncara. Jakarta : EGC. Media Aesculapius... alih bahasa : I Made Kariasa. EGC. 1996. bukan untuk memudahkan pembuatan LP. Yang jelas. Doengoes. Jakarta : EGC. 2000.. kasus kelolaan. Marlyn E Doengoes. NANDA.Jakarta.PEMASANGAN NGT11 September 2008 17:24Insersi slang nasogastrik meliputi pemasangan slang plastik lunak melalui nasofaring klien ke dalam lambung.Kep. dkk. Buku Saku Daignosis Keperawatan: dengan intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. perdarahan dan gangguan yang dialami oleh pasien. Marilynn E. Jakarta : EGC. dll) seperti ini tidak bisa masuk sebagai reference. 2000. S.DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth. Yasmin Asih. Fisiologi Kedokteran Edisi 9. wordpress.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Juli.1993.. blog (blogspot.. Rencana Asuhan Keperawatan. Ni Made Sumarwati. I. Jakarta.. karena masih diperlukan kajian mendalam. sesuai dengan kasus yang dihadapi. Jakarta Tulisan ini hanyalah sebagai bahan bacaan. . S. alih bahasa : Waluyo Agung. 2002.Made Karyasa. 2002.Kep: EGC. Keperawatan Medikal Bedah. EGC. Guyton dan Hall. Kapita Selekta Kedokteran. Slang mempunyai lumen berongga yang memungkinkan baik pembuangan sekret gastrik dan pemasukan cairan ke dalam lambung. Philadelphia. Brunner & Suddarth. Rencana Asuhan Keperawatan.USA Judith M Wilkinson. 2007. Jakarta. Trauma kapitis tentu saja harus dijelaskan lebih terinci.

PERALATAN Slang nasogastrik (ukuran 14-18 fr) Pelumas/ jelly Spuit berujung kateter 60 ml Stetoskop lampu senter/ pen light klem Handuk kecil Tissue Spatel lidah Sarung tangan dispossible .

Plester Nierbekken Bak instrumen TUJUAN memungkinkan dukungan nutrisi melalui saluran gastrointestinal memungkinkan evakuasi isi lambung menghilangkan mual HASIL YANG DIHARAPKAN .

jika ada Riwayat masalah sinus atau nasal Distensi abdomen. nyeri atau mual LANGKAH PELAKSANAAN .Klien menambah berat badannya 1/2 sampai 1 kg per minggu Klien tidak mempunyai keluhan mual atau muntah PENGKAJIAN Pengkajian harus berfokus pada: Instruksi dokter tentang tipe slang dan penggunaan slang Ukuran slang yang digunakan sebelumnya.

dengan menempatkan ujung melingkar slang pada daun telinga. Lanjutkan pengukuran dari daun telinga ke tonjolan sternum. instruksikan klien untuk menekuk kepala ke depan dan menelan . Pertahankan tissue wajah dalam jangkauan klien Gunakan sarung tangan Tentukan panjang slang yang akan dimasukkan dan ditandai dengan plester.Cuci tangan dan atur peralatan Jelaskan prosedur pada klien Bantu klien untuk posisi semifowler Berdirilah disisi kanan tempat tidur klien bila anda bertangan dominan kanan(atau sisi kiri bila anda bertangan dominan kiri) Periksa dan perbaiki kepatenan nasal:Minta klien untuk bernafas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat. Bersihkan mukus dan sekresi dari hidung dengan tissue lembab atau lidi kapas Tempatkan handuk mandi diatas dada klien. tandai lokasi tonjolan sternum di sepanjang slang dengan plester kecil Minta klien menengadahkan kepala. masukkan selang ke dalam lubang hidung yang paling bersih Pada saat anda memasukkan slang lebih dalam ke hidung. Ukur jarak dari lubang hidung ke daun telinga. ulangi pada lubang hidung yang lain. minta klien menahan kepala dan leher lurus dan membuka mulut Ketika slang terlihat dan klien bisa merasakan slang dalam faring.

lilitkan salah satu ujung. tarik slang ke faring dan ulangi langkah-langkahnya). tarik udara ke dalam spuit sebanyak 10-20 ml masukkan ke selang dan dorong udara sambil mendengarkan lambung dengan stetoskop jika terdengar gemuruh. DOKUMENTASI Catat hal-hal berikut pada lembar dokumentasi: Tanggal dan waktu insersi slang Warna dan jumlah drainase . kemudian yang lain. diantara upaya tersebut dorong klien untuk bernafas dalam Ketika tanda plester pada selang mencapai jalan masuk ke lubang hidung. Untuk mengamankan slang: gunting bagian tengah plester sepanjang 2 inchi. satu sisi plester lilitan mengitari slang Plesterkan slang secara melengkung ke satu sisi wajah klien. Pita karet dapat digunakan untuk memfiksasi slang. hentikan insersi selang dan periksa penempatannya:minta klien membuka mulut untuk melihat slang. fiksasi slang.Masukkan slang lebih dalam ke esofagus dengan memberikan tekanan lembut tanpa memaksa saat klien menelan (jika klien batuk atau slang menggulung di tenggorokan. sisakan 1 inci tetap utuh. tempelkan 1 inchi plester pada lubang hidung. Aspirasi dengan spuit dan pantau drainase lambung.

. Sedangkan permasalahan riset merupakan derivasi dari permasalahan manajemen. 2. Latar belakang yang tidak memiliki alur logika yang jelas akan sulit bagi pembaca mengenali masalah sebenarnya.ukuran dan tipe slang Toleransi klien terhadap prosedurMembuat Latar Belakang Penelitian11 September 2008 17:18Menulis latar belakang. latar belakang masalah merupakan penggambaran akan mengapa masalah riset muncul dari sisi masalah manajemen yang muncul. jelas dan mudah dipahami. Permasalahan Manajemen dan Riset Permasalahan manajemen adalah permasalahan yang dihadapi secara langsung oleh pemasar. utamanya dalam meulis skripsi. Sangat direkomendasikan pembicaraan dalam latar belakang lebih fokus dan mendalam. kadang sulit bagi mahasiswa yang tidak biasa menulis. tesis atau disertasi). Permasalahan manajemen lebih bersifat teknis. yang dirumuskan dan dijadikan acuan dasar dalam melakukan riset pemasaran. disertai data. Alur logika pemikiran yang digunakan. yang merupakan hal yang harus diatasi olehnya yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja pemasaran. Pengambilan ancangan yang tepat akan memberikan penggambaran yang tepat pula atas masalah yang diangkat oleh periset. prinsip atau kaidah teoritik lain yang dapat dijadikan sandaran berfikir dan merumuskan masalah. Ancangan pembahasan Ancangan yang dimaksud adalah darimanakah periset mengawali pembicaraan dalam kaitan dengan masalah riset yang dilakukan. memahami pesan yang ingin disampaikan dan bahkan akan mengaburkan masalah itu sendiri. Permasalahan dalam Riset Permasalahan manajemen dan permasalahan riset seringkali dirumuskan dalam sub bab latar belakang masalah dan permasalahan. Alur logika pemikiran yang digunakan khususnya dalam penulisan latar belakang menjadi penting diperhatikan. Disamping juga dalam perumusan masalah dalam latar belakang masalah periset juga harus memaparkan teori. dalam sebuah proposal penelitian. tidak meluas tapi dangkal. Dalam sebuah riset akademik (skripsi. Berikut ini adalah panduan praktis membuat latar belakang. fokus. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan latar belakang adalah : 1. Alur logika pemikiran merupakan urutan berfikir penulis dalam menuangkan gagasan yang ingin disampaiakan yang tercermin dalam susunan kalimat-kalimat dan susunan paragraf-paragraf dalam latar belakang. Hal ini agar arah pemikiran yang dikembangkan dalam latar belakang lebih mengarah. fakta atau kejadian yang muncul yang memperkuat latar belakang dan perumusan masalah.

Penggunaan fakta dan data lingkungan Penggunaan fakta dan data dalam perumusan latar belakang adalah penting untuk mengetahui indikator-indikator dari intensitas permasalahan yang dirumuskan oleh periset.JENIS CAIRAN INFUS DAN KEGUNAANNYA11 September 2008 17:17ASERING Indikasi: Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut. 5. baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Fungsinya selain akan menjadi sandaran berfikir namun juga hal tersebut akan menjadi indikator obyektifitas tulisan. untuk kepentingan apa riset dilakukan dan tentunya ketersediaan halaman atau tempat dalam menuangkan gagasan. syok hemoragik.3. mengambang. trauma. demam berdarah dengue (DHF). kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Penggunaan sumber teori sebagai dasar pemikiran. sebagai cerminan kalimat tersebut diambil dari penulis yang namanya disebutkan tersebut. bsennya data dan fakta dalam perumusan masalah utamanya dalam latar belakang akan mengakibatkan permasalahan menjadi sangat umum. umber teori merupakan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang disampaikan oleh seseorang yang biasanya dihasilkan dari riset. Secara singkat dapat dijelaskan: Di dalam latar belakang masalah. masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. 4. dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Namun demikian prinsip yang lazim digunakan adalah bahwa penggambaran identifikasi dan perumusan masalah sebagaimana dalam latarbelakang dan permasalahan riset harus secara cukup dan tuntas mengarahkan pembaca akan masalah riel apa yang dihadapi oleh periset dan mengapa muncul dan perlu diatasi atau diteliti. tidak jelas dan tidak fokus. akan semakin meningkatkan obyektifitas riset. dan semakin kuat argumentasi yang dipaparkan oleh periset. Panjang dan kecukupan Panjang atau pendeknya penggambaran memang sangat tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi. luka bakar. Semakin banyak teori yang digunakan maka. dehidrasi berat. Komposisi: Setiap liter asering mengandung: . hasil-hasil penelitian. Penggunaan sumber teori secara eksplisit tercermin pada penggunaan kalimat yang diakhir kalimat dicantumkan nama penulis dan tahun penulisan. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori.Dari fakta dan data tersebut akan diketahui seberapa luas dan seberapa parah permasalahan riel yang ada. dalam batas tertentu. Dengan demikian.

dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati Pada pemberian sebelum operasi sesar. asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran Mempunyai efek vasodilator . RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus Pada kasus bedah.Na 130 mEq K 4 mEq Cl 109 mEq Ca 3 mEq Asetat (garam) 28 mEq Keunggulan: Asetat dimetabolisme di otot.

dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral KA-EN 1B Indikasi: Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui. demam) < 24 jam pasca operasi Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai. pada keadaan asupan oral terbatas .Pada kasus stroke akut. sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam KA-EN 3A & KA-EN 3B Indikasi: Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak Bayi prematur atau bayi baru lahir.

pada keadaan asupan oral terbatas Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium 20 mEq/L Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L KA-EN 4A Indikasi : .Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B KA-EN MG3 Indikasi : Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian.

sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi (per 1000 ml): Na 30 mEq/L K 0 mEq/L Cl 20 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 40 gr/L KA-EN 4B Indikasi: .Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak Tanpa kandungan kalium.

Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi: Na 30 mEq/L K 8 mEq/L Cl 28 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 37.5 gr/L Otsu-NS Indikasi: .

misal diare Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum.Untuk resusitasi Kehilangan Na > Cl. insufisiensi adrenokortikal. luka bakar) Otsu-RL Indikasi: Resusitasi Suplai ion bikarbonat Asidosis metabolik MARTOS-10 Indikasi: Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik .

stres berat dan defisiensi protein Dosis: 0.3 gr/kg BB/jam Mengandung 400 kcal/L AMIPAREN Indikasi: Stres metabolik berat Luka bakar Infeksi berat Kwasiokor Pasca operasi Total Parenteral Nutrition Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit .Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor. infeksi berat.

AMINOVEL-600 Indikasi: Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI Penderita GI yang dipuasakan Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar. trauma dan pasca operasi) Stres metabolik sedang Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm) PAN-AMIN G Indikasi: Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan Nitrisi dini pasca operasi Tifoid .

yaitu : 1. perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga. menurunkan. mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito. Gordon. Doengoes. . dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya. Problem (P/masalah). sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan. KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN Rumusan diagnosis keperawatan mengandung tiga komponen utama. 2000. 1976 & NANDA). dimana pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat. Masalah adalah kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi.SUMBER KLIK DISINIDIAGNOSA KEPERAWATAN11 September 2008 17:15PENGERTIAN Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu. Diagnosis keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi. Carpenito. keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial. Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien. Gordon. Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkat mungkin. membatasi. supaya : Perawat dapat berkomunikasi dengan istilah yang dimengerti secara umum Memfasilitasi dan mengakses diagnosa keperawatan Sebagai metode untuk mengidentifikasi perbedaan masalah keperawatan dengan masalah medis Meningkatkan kerjasama perawat dalam mendefinisikan diagnosis dari data pengkajian dan intervensi keperawatan. merupakan gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan. Diagnosis keperawatan disusun dengan menggunakan standart yang telah disepakati (NANDA. dll).

keadaan ini menunjukkan penyebab keadaan atau masalah kesehatan yang memberikan arah terhadap terapi keperawatan.2. Perumusan harus jelas dan singkat dari respon klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi . 3. dll) Medikasi (berhubungan dengan program pengobatan/perawatan) : keterbatasan institusi atau rumah sakit. Jadi rumus diagnosis keperawatan adalah : PE / PES. Maturasional : Adolesent : ketergantungan dalam kelompok Young Adult : menikah. Situasional : personal dan lingkungan (kurang pengetahuan. menjadi orang tua Dewasa : tekanan karier. Etiologi (E/penyebab). interaksi antara perilaku dan lingkungan. adalah ciri. lingkungan. Unsur-unsur dalam identifikasi etiologi : Patofisiologi penyakit : adalah semua proses penyakit. Sign & symptom (S/tanda & gejala). tanda atau gejala. yang merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis keperawatan. tanda-tanda pubertas. Penyebabnya meliputi : perilaku. akut atau kronis yang dapat menyebabkan / mendukung masalah. PERSYARATAN PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. isolasi sosial. sehingga tidak mampu memberikan perawatan. hamil.

2.

Spesifi dan akurat (pasti)

3.

Dapat merupakan pernyataan dari penyebab

4.

Memberikan arahan pada asuhan keperawatan

5.

Dapat dilaksanakan oleh perawat

6.

Mencerminan keadaan kesehatan klien.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Berorientasi kepada klien, keluarga dan masyarakat

2.

Bersifat aktual atau potensial

3.

Dapat diatasi dengan intervensi keperawatan

4. Menyatakan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.

ALASAN PENULISAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.

Memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif

2.

Memberikan kesatuan bahasa dalam profesi keperawatan

3.

Meningkatkan komunikasi antar sejawat dan profesi kesehatan lainnya

4. Membantu merumuskan hasil yang diharapkan / tujuan yang tepat dalam menjamin mutu asuhan keperawatan, sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi

5.

Menciptakan standar praktik keperawatan

6.

Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.

PROSES PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Klasifikasi & Analisis Data

Pengelompokkan data adalah mengelompokkan data-data klien atau keadaan tertentu dimana klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kriteria permasalahannya. Pengelmpkkan data dapat disusun berdasarkan pola respon manusia (taksonomi NANDA) dan/atau pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982);

Respon Manusia (Taksonomi NANDA II) :

Pertukaran Komunikasi Berhubungan

Nilai-nilai Pilihan Bergerak Penafsiran Pengetahuan Perasaan Pola Fungsi Kesehatan (Gordon, 1982) :

Persepsi kesehatan : pola penatalaksanaan kesehatan Nutrisi : pola metabolisme Pola eliminasi Aktivitas : pola latihan Tidur : pola istirahat Kognitif : pola perseptual Persepsi diri : pola konsep diri Peran : pola hubungan Seksualitas : pola reproduktif Koping : pola toleransi stress Nilai : pola keyakinan 2. Mengindentifikasi masalah klien

Masalah klien merupakan keadaan atau situasi dimana klien perlu bantuan untuk mempertahankan atau meningkatkan status kesehatannya, atau meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan oleh perawat sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya

Identifikasi masalah klien dibagi menjadi : pasien tidak bermasalah, pasien yang kemungkinan mempunyai masalah, pasien yang mempunyai masalah potensial sehingga kemungkinan besar mempunyai masalah dan pasien yang mempunyai masalah aktual.

Menentukan kelebihan klien Apabila klien memenuhi standar kriteria kesehatan, perawat kemudian menyimpulkan bahwa klien memiliki kelebihan dalam hal tertentu. Kelebihan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan atau membantu memecahkan masalah yang klien hadapi.

Menentukan masalah klien Jika klien tidak memenuhi standar kriteria, maka klien tersebut mengalami keterbatasan dalam aspek kesehatannya dan memerlukan pertolongan.

Menentukan masalah yang pernah dialami oleh klien Pada tahap ini, penting untuk menentukan masalah potensial klien. Misalnya ditemukan adanya tanda-tanda infeksi pada luka klien, tetapi dari hasil test laboratorium, tidak menunjukkan adanya suatu kelainan. Sesuai dengan teori, maka akan timbul adanya infeksi. Perawat kemudian menyimpulkan bahwa daya tahan tubuh klien tidak mampu melawan infeksi.

Penentuan keputusan Tidak ada masalah, tetapi perlu peningkatan status dan fungsi (kesejahteraan) : tidak ada indikasi respon keperawatan, meningkatnya status kesehatan dan kebiasaan, serta danya inisiatif promosi kesehatan untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga.

Masalah kemungkinan (possible problem) : pola mengumpulkan data yang lengkap untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga

Masalah aktual, resiko, atau sindrom : tidak mampu merawat karena klien menolak masalah dan pengobatan, mulai untuk mendesain perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencegah, menurunkan, atau menyelesaikan masalah.

Masalah kolaboratif : konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional yang ompeten dan bekerja secara kolaboratif pada masalah tersebut. Masalah kolaboratif adalah komplikasi fisiologis yang diakibatkan dari patofisiologi, berhubungan dengan pengobatan dan situasi yang lain. Tugas perawat adalah memonitor, untuk mendeteksi status klien dan kolaboratif dengan tenaga medis guna pengobatan yang tepat.

3.

Memvalidasi diagnosis keperawatan

Adalah menghubungkan dengan klasifikasi gejala dan tanda-tanda yang kemudian merujuk kepada kelengkapan dan ketepatan data. Untuk kelengkapan dan ketepatan data, kerja sama dengan klien sangat penting untuk saling percaya, sehingga mendapatkan data yang tepat.

Pada tahap ini, perawat memvalidasi data yang ada secara akurat, yang dilakukan bersama klien/keluarga dan/atau masyarakat. Validasi tersebut dilaksanakan dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang kejelasan interpretasi data. Begitu diagnosis keperawatan disusun, maka harus dilakukan validasi.

4.

Menyusun diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritasnya

Setelah perawat mengelompokkan, mengidentifikasi, dan memvalidasi data-data yang signifikan, maka tugas perawat pada tahap ini adalah merumuskan suatu diagnosis keperawatan. Diagnosa keperawatan dapat bersifat aktual, resiko, sindrom, kemungkinan dan wellness.

Menyusun diagnosis keperawatan hendaknya diurutkan menurut kebutuhan yang berlandaskabn hirarki Maslow (kecuali untuk kasus kegawat daruratan menggunakan prioritas berdasarkan yang mengancam jiwa ) :

Berdasarkan Hirarki Maslow : fisiologis, aman-nyaman-keselamatan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri Griffith-Kenney Christensen : ancaman kehidupan dan kesehatan, sumber daya dan dana yang tersedia, peran serta klien, dan prinsip ilmiah dan praktik keperawatan.

KATEGORI DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Diagnosis Keperawatan Aktual

Diagnosis keperawatan aktual (NANDA) adalah diagnosis yang menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan karakteristik mayor yang diidentifikasi. Diagnosis keperawatan mempunyai empat komponen : label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor yang berhubungan.

Label merupakan deskripsi tentang definisi diagnosis dan batasan karakteristik. Definisi menekankan pada kejelasan, arti yang tepat untuk diagnosa. Batasan karakteristik adalah karakteristik yang mengacu pada petunjuk klinis, tanda subjektif dan objektif. Batasan ini juga mengacu pada gejala yang ada dalam kelompok dan mengacu pada diagnosis keperawatan, yang teridiri dari batasan mayor dan minor. Faktor yang berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang. Faktor ini dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor yang berhubungan terdiri dari empat komponen : patofisiologi, tindakan yang berhubungan, situasional, dan maturasional.

Contoh diagnosis keperawatan aktual : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan transport oksigen, sekunder terhadap tirah baring lama, ditandai dengan nafas pendek, frekuensi nafas 30 x/mnt, nadi 62/mnt-lemah, pucat, sianosis.

2.

Diagnosis Keperawatan Resiko

Diagnosis keperawatan resiko adalah keputusan klinis tentang individu, keluarga atau komunitas yang sangat rentan untuk mengalami masalah dibanding individu atau kelompok lain pada situasi yang sama atau hampir sama.

Validasi untuk menunjang diagnosis resiko adalah faktor resiko yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat terhadap klien atau kelompok dan tidak menggunakan batasan karakteristik. Penulisan rumusan diagnosis ini adalag : PE (problem & etiologi).

Contoh : Resiko penularan TB paru berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang resiko penularan TB Paru, ditandai dengan keluarga klien sering menanyakan penyakit klien itu apa dan tidak ada upaya dari keluarga untuk menghindari resiko penularan (membiarkan klien batuk dihadapannya tanpa menutup mulut dan hidung).

3.

Diagnosis Keperawatan Kemungkinan

menunjukkan terjadinya peningkatan fungsi kesehatan menjadi fungsi yang positif. atau masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik. 4. yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu. pasangan muda yang kemudian menjadi orangtua telah melaprkan fungsi positif dalam peran pola hubungan. untuk membantu keluarga mempertahankan pola hubungan yang efektif. 5. Contoh : Kemungkinan gangguan konsep diri : gambaran diri berhubungan dengan tindakan mastektomi. Sebagai contoh. Contoh : sindrom kurang perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik. . Dalam menentukan diagnosis keperawatan sejahtera. Diagnosis Keperawatan Sindrom Diagnosis keperawatan sindrom merupakan diagnosis keperawatan yang terdiri dari sekelompok diagnosis keperawatan aktual atau resiko.Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko. Contoh : perilaku mencari bantuan kesehatan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang peran sebagai orangtua baru. Diagnosis Keperawatan Sejahtera Diagnosis keperawatan sejahtera adalah ketentuan klinis mengenai individu. Perawat dapat memakai informasi dan lahirnya bayi baru sebagai tambahan dalam unit keluarga. kelompok. Cara pembuatan diagnsosis ini adalah dengan menggabungkan pernyataan fungsi positif dalam masingmasing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang disahkan.

d dorongan ingin berkemih 4.MASALAH KOLABORATIF Masalah kolaboratif adalah masalah yang nyata atau resiko yang mungkin terjadi akibat komplikasi dari penyakit atau dari pemeriksaan atau akibat pengobatan. Gunakan istilah / pernyataan yang lebih spesifik. Ex : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b.d kesulitan bernafas 5. Jangan merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu intervensi keperawatan Ex : Menggunakan pispot sesering mungkin b. Jika harus. hanya sebatas memperjelas. Label yang digunakan adalah : Potensial Komplikasi (PK). Tidak merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu diagnosa medis Ex : Resiko pneumonia 3. dengan diberi pernyataan `sekunder terhadap`.d kanker 2. diatasi. Jangan menggunakan istilah yang tidak jelas. MENCEGAH KESALAHAN DALAM MEMBUAT DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. yang mana masalah tersebut hanya bisa dicegah. Jangan menulis diagnosis keperawatan yang mengulangi instruksi dokter . Tidak menggunakan istilah medis. atau dikurangi dengan tindakan keperawatan yang bersifat kolaboratif. Ex : mastektomi b.

Jangan merumuskan dua masalah pada saat yang sama Ex : Nyeri dan takut b. Jangan menuliskan etiologi atau tanda/gejala untuk masalah Ex : Kongesti paru b.d kebutaan 8. Jangan membuat asumsi Ex : Resiko perubahan peran b. 10.d tidak berpengalaman menjadi ibu baru. DOKUMENTASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN . Jangan menghubungkan masalah dengan situasi yang tidak dapat diubah Ex : Resiko cedera b.d tirah baring lama 9.d posisi klien tidak diubah setiap 2 jam. Jangan menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum Ex : Kerusakan integritas kulit b.d prosedur operasi 7.Ex : Instruksi untuk puasa 6.

1. Hubungkan setiap diagnosis keperawatan ketika menemuan masalah perawatan 7. Gunakan diagnosis keperawatan sebagai pedoman untuk pengkajian. . intervensi dan evaluasi. Catat diagnosis keperawtaan resiko ke dalam format diagnosis keperawatan 3. Mendemonstrasikan tanggung jawab dalam identifikasi masalah klien 3. Mengkomunikasikan masalah klien pada tim kesehatan 2. Tujuan Dokumentasi Diagnosis Keperawatan : 1. Mengidentifikasi masalah utama untuk perkembangan intervensi keperawatan. Gunakan format PES untuk semua masalah aktual dan PE untuk masalah resiko 2. perencanaan. Mulai pernyataan diagnosis keperawatan dengan mengidentifikasi informasi tentang data untuk diagnosis keperawatan 5. Gunakan istilah diagnosis keperawatan yang ada dalam NANDA ( terbaru : 2007 2008 ) 4. Masukkan pernyataan diagnosis keperawatan ke dalam daftar masalah 6.

menetapkan diagnosa keperawatan. ICN mendefinisikan praktek keperawatan sebagai cara untuk membantu individu atau kelompok mempertahankan atau mencapai kesehatan yang optimal sepanjang proses kehidupan yang mengkaji status kesehatan klien.Diagnosis keperawatan saat ini dapat mengacu ke NANDA 2007-2008 dengan beberapa revisi diagnosis.Nurs.Nurs. diantaranya untuk peningkatan gula darah. fisika. SUMBER KLIK DISINIKonsep Praktek Klinik Keperawatan11 September 2008 17:11Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional melalui kerjasama berbentuk kolaborasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. 2002 : 81) Menurut CHS (1983) praktek keperawatan sebagai tindakan keperawatan profesional menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar (biologi. 2002) Jadi praktek klinik keperawatan adalah tindakan mandiri yang dilakukan mahasiswa keperawatan di rumah sakit melalui kerjasama berbentuk kolaburasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya.(Nursalam. (Nursalam. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. klinik dan komunitas sebagai landasan untuk melakukan asuhan keperawatan. rencana. tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi respon klien terhadap intervensi yang di berikan. Selain itu terdapat juga diagnosis keperawatan yang baru.( Poerwodarminto. perilaku dan sosial) dan ilmu keperawatan dasar. contohnya: Gangguan pola tidur (2005-2006) menjadi Insomnia (2007-2008). Klinik adalah rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan terhadap kasus penyakit yang diderita para pasien. 2002 : 81) .M.M. biomedik.

Personal Rights (hak-hak asasi pribadi) Meliputi kemerdekaan menyatakan pendapat dan memeluk agama. Hak tersebut dapat dimiliki oleh setiap orang. Property Rights (Hak untuk memiliki sesuatu) Meliputi hak untuk membeli. . 2. Setiap manusia mempunyai hak asasi untuk berbuat. Rights of legal aquality Yaitu hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum dan pemerintahan.SUMBER KLIK HEREHAK PASIEN DAN PERAWAT11 September 2008 17:08Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan. Hak-hak pasien dan perawat pada prinsipnya tidak terlepas pula dengan hak-hak manusia atau lebih dasar lagi hak asasi manusia. Menurut sifatnya hak asasi manusia dibagi dalam beberapa jenis : 1. 3. menjual barang miliknya tanpa dicampuri secara berlebihan oleh pemerintah termasuk hak untuk mengadakan suatu perjanjian dengan bebas. semakin perlu pula pemahaman tentang hakhak tersebut agar terbentuyk sikap saling menghargai hak-hak orang lain dan tercipta kehidupan yang damai dan tentram. baik tesurat maupun yang tersirat. Semakin baik kehidupan seseorang atau masyarakat. sehingga segala sesuatunya dapat memberikan dampak positif. memberikan sesuatu kepada orang lain dan menrima sesuatu dari orang lain atau lembaga tertentu. tanggung jawab moral sangat diperlukan agar dapat terjalin suatu ikatan yangmerupakan kontrak sosial. dsb. Hak asasi manusia tidak tanpa batas dan merupakan kewajiban setiap negara/pemerintah untuk menentukan batas-batas kemerdekaan yang dapat dilaksanakan dan dilindungi dengan mengutamakan kepentingan umum. menyatakan pendapat. kebebasan bergerak. Dalam menuntut suatu hak. moralitas dan legalitas.

Political Rights (hak asasi politik) Yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan dengan ikut memilih atau dipilih. hak asasi ekonomi berupa kemakmuran dan hak asasi sosial serta kebudayaan. dll.4. mengadakan petisi. Social and Cultural Rights (hak asasi sosial dan kebudayaan). Pada pembukaan disebutkan hak kemerdekaan. yaitu hak untuk memperoleh tata cara peradilan dan jaminan perlindungan misalnya dalam hal penggeledahan dan peradilan. berkumpul.Pasal 29 ( kebebasan beragama) 4. Dalam UUD 1945 baik pada pembukaan maupun batang tubuh telah diuraikan dengan jelas beberapa hak asasi manusia. Pasal 33 (ekonomi) 7.Pasal 31 ( mendapatkan pengajaran) 5. mendirikan partai politik. mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan 3. Procedural Rights. Kemudian dalam batang tubuh terdapat dalam pasal-pasal : 1. Pasal 28 (beserikat. Pasal 27 (persamaan dalam hukum dan penghidupan yang layak) 2. 6. diantaranya hak untuk memilih pendidikan serta mengembangkan kebudayaan yang disukai. 5. Pasal 32 (perlindungan bersifat kultural) 6.Pasal 34 ( kesejahteraan sosial) .

Ex. Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu tindakan. Contoh : Seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatannya mendapat kritikan karena terlalu lama menghabiskan waktunya bersama pasien. Dari sudut pribadi mempunyai hal yang harus diperhatikan yaitu pertimbangan etis. Fagin ( 1975) mengemukakan bahwa hak adalah tuntutan terhadap sesuatu. Hak dapat dipandang dari sudut hukum dan pribadi. Dalam hal ini jika ditinjau dari sudut hukum orang yang bersangkutan mempunyai kewajiban tertentu yang menyertainya yaitu orang tersebut diharuskan untuk berprilaku sopan dan membayar makanan tersebut. hal ini mmerupakan haknya selaku penanggung jawab medis. Peranan hak-hak. . Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan kekuasaannnya untuk menginstruksikan pengobatan terhadap pasien.Hak menurut C. Dalam hal ini. perawat tersebut mempunayi hak melakukan asuhan keperawatan sesuai denga kondisi dan kebutuhan pasien. Dari sudut hukum hak mempunyai atau memberi kekuasaan tertentu untuk mengendalikan sesuatu. Perawat tersebut dapat mengatakan bahwa ia mempunyai hak untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk pasien sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. baik buruk yang ada dilingkungan tempat ia hidup dan tinggal dalam kurun waktu tertentu. cara seseorang mengatur kehidupannya. dimana seseorang berhak seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan. 1. 2. keputusan yang dibuat berdasarkan konsep benar salah. Seseorang mepunyai hak untuk masuk restoran dan membeli makanan yang diinginkannya. moralitas atau legalitas. Hak dapat digunakan sebagai pengekspresian kekuasaan dalam konflik antara seseorang dengan kelompok Contoh : Seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia mempunyai hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia inginkan untuk pasiennya.

Seseorang seringkali dapat menyelesaikan suatu perselisihan dengan menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan. Hak kesejahteraan Yaitu hak-hak yang diberikan secara hukum untuk untuk hal-hal yang merupakan standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu. Pada situasi tersebut pasien marah karena tidak setuju dengan saran perawat dan pasien tersebut mengatakan pada perawat bahwa ia juga mempunyai hak untuk keluar dari ruanagan bilamana ia mau. .3. perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang tidak merugikan kesehatan pasien.Hak untuk memilih/kebebasan Yaitu hak orang-orang untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang telah ditentukan. berarti ia mengingkari kebebasan pasien. Contoh : Seorang perawat menyarankan pada pasien agar tidak keluar ruangan selama dihospitalisasi. Dalam hal ini. Jenis-jenis hak : 1. 2. Batas-batas ini merupakan kebijakan RS dan suatu norma yang ditetapkan perawat. Contoh : Seorang perawat wanita yang bekerja dirumah sakit dapat mempergunakan seragam yang diiginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih dan sopan sesuai dengan batas-batas. Bila tidak tercapai kesepakatan karena membatasi pasien.

3.Contoh : Hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan. Seseorang mempunyai tugas untuk memberikan kemudahan bagi orang lain untuk menggunakan hak-haknya. tapi dia mempunyai hak untuk menerima atau menolak pengobatan tersebut. Kebebasan untuk menggunakan hak yang dipilih oleh seseorang lain. 2. Contoh : Pasien mempunyai hak untuk pengobatan yang ditetapkan oleh dokter. Bandman dan Bandman (1986) menyatakan bahwa hak legislatif mempunyai 4 peranan dimasyarakat yaitu membuat peraturan. memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan perselisihan. orang yang bersangkutan tidak disalahkan atau dihukum karena menggunakan atau tidak menggunakan hak tersebut. Hal legislatif Yaitu hak yang diterapkan oleh hukum berdasarkan konsep keadilan. 5 syarat yang mempengaruhi penentuan hak-hak seseorang (Bandman and Bandman. dan lainlain. Contoh : Seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan semena-mena oleh suaminya. 1985) 1. mengubah peraturan. hak penduduk memperoleh air bersih. membatasi moral terhadap peraturan yang tidak adil. .

para penentu kebijakan mempunyai tugas untuk memastikan bahwa pemberian hakhak asasi manusia dilaksanakan untuk semua pasien. Contoh : Apabila nama pasien tertunda dari jadwal pembedahan dengan tidak disengaja. Contoh : Dibeberapa Rs. Hak harus sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. tidak memihak dan kejujuran. maka hak tersebut dapat dikesampingkan atau ditolak dan orang tersebut akan diberi kompensasi atau pengganti.Contoh : Perawat mempunyai tugas untuk meyakinkan dan melindungi hak paisen untuk mendapatkan pengobatan. yaitu persamaan. . 5.Hak untuk dapat dilaksanakan. 4. pasien dikompensasikan untuk ditempatkan bagian tertas dari daftar pembedahan berikutnya (bila terjadi kekeliruan). Contoh : Semua pasien mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. Apabila hak seseorang bersifat membahayakan. 3.

dimana secara hukum orang tersebut secara hukum mampu memberikan consent.Hak menentukan nasib sendiri (the right to self determination) Kemudian dari Deklarasi Hesinki. Kriteria consent yang sah : .Hak memberikan consent (persetujuan) Consent mengandung arti suatru tindakan atau aksi beralasan yang diberikan tanpa paksaan oleh seseorang yang memiliki pemgetahuan yang cukup tentang keputusan yang ia berikan.Hak mendapat informasi 3. tumbuh dari mata rantai pasal 25 The United Nations Universal Declaration Of Human rights 1948. Finland 1964 muncul hak untuk memperoleh informasi (the right to informasi) Ada 4 hak dasar yang dikemukakan oleh John F. oleh The 18th World Medical Assembly.Hak memperoleh pemeliharaan kesehatan (the right to health care) 2. Hak memilih 4. Hak mendengar Beberapa hak pasien yang dibahas disini adalah : 1. Kennedy (1962) yaitu : 1. Hak mendapatkan perlindungan keamanan 2. pasal 1 The United Nations International Convention Civil and Political Rights 1966 yaitu : 1.Hak-hak pasien sekarang sudah sering dibicarakan. Consent diterapkan pada prinsip bahwa setiap manusia dewasa mempunyai hak untuk menentukan apa yang harus dilakukan terhadapnya.

Tawaran diberikan oleh pasien dewasa yang secara fisik dan mental mampu membuat keputusan 2. Hak untuk memilih mati sering bertolak belakang dengan hak untuk tetap mempertahankan hidup. Hak pasien dalam penelitian .a. serta golongan usia lanjut yang sudah mengalami gangguan pola berpikir maupun kelemahan fisik.Ditandatangani oleh pasien atau orang yang bertanggung jawab terhadapnya c. Hak untuk memilih mati Keputusan tentang kematian dibuat berdasarkan standar medis oleh dokter. salah satu kriteria kematian adalah mati otak atau brain death. penanganan atau prosedur alternative. prosedur dan konsekuensinya.Hanya ada salah satu prosedur yang tepat dilakukan d.Memenuhi beberapa elemen penting : penjelasan kondisi. Permasalahan muncul pada saat pasien dalam keadaan kritis dan tidak mamapu membuat keputusan sendiri tentang hidup dan matinya misal dalam keadaan koma. manfaat yang diharapkan. 3. Tertulis b. Hak perlindungan bagi orang yang tidak berdaya Yang dimaksudkan dengan golongan orang yang tidakberdaya disini adalah orang dengan gangguan mental dan anak-anak dibawah umur serta remaja dimana secara hukum mereka tidak dapat membuat keputusan tentang nasibnya sendiri. 4. Dalam situasi inipasien hanya mampu mempertahankan hidup jika dibantu dengan pemasangan peralatan mekanik.

Hak privasi dan martabat pribadi (kerahasiaan dan keamanannya) 3. bahaya yang timbul dan kebebasan pasien untuk menolak atau menerima untuk berpartisipasi. . menghentikan partisipasi tanpa sangsi.Hak untuk memelihara pengambilan keputusan untuk diri sendiri sehubungan dengan kesehatan 4. terdiri dari 4 katagori yanitu : 1. Hak-hak yang dinyatakan dalam fasilitas asuhan keperawatan (Annas dan Healey.Hak kebenaran secara menyeluruh 2. mendapat privasi. Setiap penelitian misalnya penggunaan obat atau cara penanganan baru yang melibakan pasien harus memperhatikan aspek hak pasien.s Bill of Rights) dikeluarkan oleh The American Hospital Association (AHA) pada tahun 1973 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemahaman hak-hak pasien yang akan dirawat di RS. Untuk itu perawat harus memahami hak-hak pasien : membuat keputusan sendiri untuk berpartisipasi. mendapat informasi yang lengkap.Pasien mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan menghargai asuhan keperawatan/keperawatan yang akan diterimanya.Hak untuk memperoleh catatan medis baik selama dan sesudah dirawat di rumah sakit PERNYATAAN HAK-HAK PASIEN Pernyataan hak-hak pasien (Patient. kepada mereka harus diberikan informasi secara jelas tentang percobaan yang dilakukan. maka perawat harus yakin bahwa hak pasien tidak dilanggar baik secara etik maupun hukum. Apabila perawat berpartisipasi dalam penelitian yang melibatkan pasien. percakapan tentang sumber-sumber pribadi dan hak terhindar dari pelayanan orang yang tidak kompeten. 1. bebas dari bahaya atau resiko cidera. Sebelum pasien terlibat. 1974).Penelitian sering dilakukan dengan melibatkan pasien.

10. Pasein berhak untuk memberi pendapat atau menolak bila diikutsertakan sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan atau pengobatannya.Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ketempat lain yang lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan tersebut. 5. dan RS yang ditunjuk dapat menerimanya. 9. 7.2. konsultasi dan pengobatan yang dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan 6. 8. 11. bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya.Pasien berhak untuk menerima informasi penting dan memberikan suatu persetujuan tentang dimulainya suatu prosedur pengobatan. kecuali dalam situasi darurat.Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang memeriksanya berkaitan dengan diagnosis. pengobatan dan prognosis dalam arti pasien layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya. Pasien berhak untuk mengetahui dan menerima penjelasan tentang biaya yang diperlukan untuk asuhan keehatannya. seperti instansi pendidikan atau instansi terkait lainnya sehubungan dengan asuhan yang diterimanya.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan RS dengan instansi lain. 4.Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang menyangkut program asuhan medis.Pasien berhak untuk menolak pengobatan sejauh diizinkan oleh hukum dan diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya. serta resiko penting yang kemungkinan akan dialaminya.Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya. 3.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi dari dokternya ke dokter lainnya. .

. Konsumen menyadari tentang peningkatan jumlah pendidikan dalam bidang kesehatan dan penggunaan pasien sebagai objek atau tujuan pendidikan dan bila pasien tidak berpartisipai apakah akan mempengaruhi mutu asuhan kesehatan atau tidak. Adanya legislasi (pengesahan) yang diterapkan untuk melindungi hak-hak asasi pasien 4. Pasien atau keluarga wajib untuk memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter atau perawat yang merawatnya. Kewajiban Pasien : Kewajiban adalah seperangkat tanggung jawab seseorang untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan. Pasien wajib mematuhi segala kebijakan yanga da. Meningkatnya jumlah malpraktik yang terjadi dimasyarakat 3. Meningkatnya kesadaran para konsumen terhadap asuhan kesehatan dan lebih besarnya partisipasi mereka dalam perencanaan asuhan 2.Pasien berhak untuk mengetahui peraturan atau ketentuan RS yang harus dipatuhinya sebagai pasien dirawat. baik dari dokter ataupun perawat yang memberikan asuhan.12. 1. agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai sesuai dengan haknya. Faktor-faktor yang mempengaruhi hak pasien : 1. Pasien atau keluarganya wajib menaati segala peraturan dan tata tertib yang ada diinstitusi kesehatan dan keperawatan yang memberikan pelayanan kepadanya. 2. 3.

Pasien atau keluarga yang bertanggungjawab terhadapnya berkewajiban untuk menyelesaikan biaya pengobatan. Pasien atau keluarga wajib untuk memenuhi segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah disetujuinya. Hak perawat ini telah diwujudkan dengan terbentuknya organisasi profesi dengan menjadi anggota dan juga mengambil peran dalam aksi politik untuk mewakili keperawatan atau masyarakt sebagai penerima layanan kesehatan.4. Hak Hak Perawat Sebagai tenaga profesional perawat mempunyai berbagai macam hak. Hak berserikat dan berkumpul Ini merupakan hak setiap warga negara seperti yang tertuang dalam UUD 1945. seperti yang telah disebutkan dalam UU Kes. wanita merupakan mitra sejajar yang mempunyai hak.. No.. wanita mempunyai hak. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan kaum pria serta mempunyai peran sangat penting . Kemudian dalam Pelita V dikatakan: . perawatan dan pemeriksaan yang diperlukan selama perawatan. Berikut ini akan dibahas beberapa hak-hak umum yang dimiliki perawat : 1. 23 tahun 1992 pasal 50 tentang pelaksanaan tugas tenaga kesehatan dan pasal 53 (ayat 1) tentang perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan.Hak perlindungan wanita Jumlah perawat wanita sampai saat ini masih lebih banyak dari pada pria. 2. maka pengaturan hak dan kewajiban perawat dapat dijabarkan dari pasal-pasal ini. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria disegala bidang kehidupan Jadi keikutsertaan perawat dan sekaligus sebagian sebagai wanita dalam pembangunan kesehatan diakui cukup banyak tidak diragukan. 5. Secara nasional hak dan peran wanita telah mendapat perhatian dari pemerintah seperti tercantum dalam GBHN (1980 telah disebutkan kedudukan wanita sebagai subjek pembangunan . .

3. tunjangan keluarga. Hak terhadap pengembangan profesional Dengan mengikuti pendidikan formal maupun kegiatan ilmiah seperti temu kerja.Hak mendapat upah yang layak Perawat mempunyai hak untuk mendapat penghargaan secara ekonomi atau upah kerja. asuransi kesehatan. meningkatkan ilmu dan ketrampilan. Dalam setiap pembuatan keputusan yang menyangkut nasib perawat. Perawat berhak untukbekerja sesuai jam kerja yang tepat dan tidak bekerja secara terus menerus tanpa memperhatikan istirahat atau melebihi jam kerja. Hak bekerja dilingkungan yang baik Maksudnya lingkungan tersebut cukup aman. Untuk itu upah yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dan seimbang dengan tanggung jawabnya 5. mempunyai tempat tinggal yang layak yang semuanya membutuhkan biaya. Hak ini berkaitan dengan tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik keperawatan. 6. tunjangan jabatan. 4. Penghargaan ini dapat berupa gaji bulanan. maka para perawat harus dilibatkan secara aktif sehingga pelanggaran hak tidak terjadi. Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur oleh hukum. Untuk menjalankan tugas keperawatan yang penuh resiko. kenaikan gaji berkala dan jaminan pensiun. tidak mengancam keselamatan dan kesehatan fisik maupun mental. konferensi. termasuk biaya bila sakit. melahirkan atau kecelakaan. Lingkungan juga hatus mempunyai sarana dan peralatan yang memadai untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. . seminar atau berbagai kursus singkat. perawat harus tetap mejaga kesehatannya sendiri. Pendidikan berkelanjutan penting diikuti perawat agar mereka dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. upah hari libur.

Menghormati hak-hak pasien 4. Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien 8. Hak menyusun standar praktik dan pendidikan keperawatan Standar yang baik akan membantu dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas.Memberikan informasi yang akurat tentang tindakana keperawatan yang diberikan pada pasien dan keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya . Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan 2. Memberikan kesempatan pada apsien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya sepanjang tidak menganggu pasien lain 7.7. Perawat juga mempunyai hak untuk menyusun rancangan hukum yang diajukan untuk melindungi perawat dan penerima jasa keperawatan. Kewajiban perawat : 1. bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya 5. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan dengan keluarganya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan standar profesi yang ada 6. Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas-batas kegunaannya 3. Merujuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik.

Perikatan/perjanjian dapat dikatakan sah bila memenuhi syarat : . 2 jenis kontrak yang paling banyak dilakukan dalam keperawatan adalah : 1. Kontrak secara hukum tidak berlaku apabila tidak dapat dipahami. Kontrak dapat secara lisan atau tertulis. Kontrak antara perawat dengan pasien Kontrak mengandung arti ikatan persetujuan atau perjanjian resmi antara dua atau lebih partai untuk mengerjakan atau tidak sesuatu.Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan 11.9. Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau kesehatan secara terus menerus 12. kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang 14. Pada umumnya kontrak ditandatangani oleh dua pihak yang mengadakan perjanjian. Kontrak antara perawat dengan pihak/ institusi yang mengerjakan perawat 2.Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas-batas kewenangannya 13. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien 10.Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien. Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja KONTRAK Dalam setiap bentuk kerjasama dibutuhkan kontrak.

1. TANGGUNG JAWAB HUKUM PERAWAT DALAM PRAKTEK Dalam tatanan klinis pada dasarnya ada 2 jenis tindakan yang dilakukan oleh perawat yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pesanan dokter dan tindakan yang dilakukan secara mandiri. Kontrak perawat pasien dilakukan sebelum asuhan keperawatan diberikan. Ada kecakapan pihak-pihak untuk membuat perjanjian (capacity) 3. Kontrak pada dasarnya dapat dipakai untuk melindungi hak-hak antara kedua belah pihak yang bekerja sama. jam kerja. Ada suatu hal tertentu dan ada suatu sebab yang halal Sebelum menerima atau diterima bekerja disuatu tempat. Menjalankan pesanan dokter dalam hal medis Becker (1983) mengemukakan 4 hal yang harus ditanyakan perawat untuk melindungi mereka secara hukum : . Tindakan yang berdasarkan pesanan dokter tidak dapat sepenuhnya secara hukum dibebankan kepada perawat sedangkan tindakan mandiri sepenuhnya dapat dibebankan pada perawat. Ada persetujuan kehendak antara pihak-pihak yang membuat perjanjian (consensus) 2. Kontrak perjanjian ini dapat meliputi berbagai hal misalnya gaji. Secara hukum antara kedua pihak dapat menggugat apabila rekanan kerjanya melanggar kontrak yang disepakati bersama. ijin cuti dan lain-lain. Perawat seringkali tidak melaksankan hal ini sehingga dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sering terjadi hal-hal yang tidak diiginkan kedua belah pihak. asuransi kesehatan. perawat mempelajari dan menyetujui kontrak bila kedua belah pihak setuju. liburan.1.

d. 2. keadaan yang harus diberitahukan dokter. Tanyakan pesanan. tanggal. Catat waktu/jam. Tanyakan dan catat pesanan verbal untuk mencegah kesalahan komunikasi. nama dokter. Tanyakan setiap pesanan bila kondisi pasien telah berubah Perawat bertanggung jawab untuk memberitahu dokter tentang setiap perubahan kondisi pasien. baca kembali pesanan kepada dokter dan cata bahwa dokter telah menyepakati pesanannya seaktu diberikan. Misalnya bila seorang pasien yang menerima infus intravena tiba-tiba mengalami peningkatan kecepatan denyut nadi. perawat harus segera memberitahu dokter dan menanyakan kelanjutan pengaturan kecepatan tetesan infus. pesanan. Ketahui pembagian tugas mereka. b. Tanyakan setiap pesanan yang diberikan dokter Jika pasien yang telah menerima injeksi im memberitahu perawat bahwa dokter telah mengganti pesanan dari obat injeksi ke obat oral.a. maka perawat harus memeriksa kembali pesanan sebelum meberikan obat. Ikuti kebijaksanaan dan prosedur yang ditetapkan ditempat kerja . b. Hal ini memberikan tambahan tanggung jawab perawat dalam melatih diri membuat keputusan sewaktu melaksanakannya. nyeri dada dan batuk. terutama bila perawat tidak pengalaman. Bagi perawat yang merasa tidak berpengalaman harus minta petunjuk baik dari perawat senior maupun dokter. Ini memudahkan perawat untuk berfungsi sesuai dengan tugas dan tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan. Melaksanakan intervensi keperawatan mandiri a. c.

f. Mengetahui kekuatan dan kelemahan perawat. Catat semua pengkajian dan perawatan yang diberikan dengan cepat dan akurat. i. termasuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan klinis perkembangan jaman. j.Pertahankan kompetisi praktek keperawatan. terutama sebelum melaksanakan intervensi utama. Jalin dan pertahankan hubungan saling percaya yang baik dengan pasien. g. Dengan tetap belajar. d.c. Selalu wapada saat melakukan intervensi keperawatan dan perhatikan secara penuh setiap tugas yang dilaksanakan.Lakukan setiap prosedur secara tepat. menganalisa mengapa kecelakaan terjadi dan mencegah pengulangan kembali. Pada saat memberikan obat perawat bertanggung jawab untuk . Catatan segera memudahkan untuk tetap melindungi kesejahteraan pasien. waktu dan pasien yang benar. pastikan orang yang diberi delegasi tugas mengetahui apa yang harus dikerjakan dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan. Pastikan bahwa obat yang benar diberikan dengan dosis. Catat semua kecelakaan yang mengenai pasien. TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT PERAWAT Tanggung jawab (responsibilitas) adalah eksekusi terhadap tugas-tugas yangberhubungan dengan peran tertentu dari perawat. Sewaktu mendelegasikan tanggung jawa keperawatan. h. k. l. e.Selalu identifikasi pasien.

2. Mendengarkan pasien secara seksama dan melaporkan hal-hal penting kepada orang yang tepat. 2. memberikannya dengan aman dan benar dan mengevaluai respons pasien terhadap obat tersebut.mengkaji kebutuhan pasien akan obat tersebut. Mengevaluasi praktisi-praktisi profesional baru dan mengkaji ulang praktisi-prakstisi yang sudah ada. Tanggung jawab perawat secara umum : 1. Perawat yang selalu bertanggung jawab dalam bertindak akan mendapatkan kepercayaan dari pasien karena melaksanakan tugas berdasarkan kode etiknya. Akuntabilitas bertujuan untuk : 1. 5. pasien. Tanggung gugat (akuntabilitas) ialah mempertanggungjawabkan prilaku dan hasil-hasilnya yang termasuk dalam lingkup peran profesional seseorang sebagaimana tercermin dalam laporan periodik secara tertulis tentang prilku tersebut dan hasil-hasilnya. Menghargai hak pasien untuk menolak pengobatan. Menghargai setiap hak pasien dan keluarganya dalam hal kerahasiaan informasi 4. pembuat standar kerja dan masyarakat. prosedur atau obat-obatan tertentu dan melaporkan penolakan tersebut kepada dokter dan orang-orang yang tepat ditempat tersebut. 3. dokter yang memberikan instruksi. Mempertahankan standar perawatan kesehatan . Agar dapat bertanggung gugat perawat harus bertindak berdasarkan kode etik profesinya. sesama karyawan dan mayarakat. profesi. maka ia dapat digugat oleh pasien yang menerima obat tersebut. Menghargai martabat setiap pasien dan keluarganya. Jika seorang perawat memberikan dosis obat yang salah kepada pasien. Akuntabilitas dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perawat dalam melakukan praktek. Perawat bertanggunggugat terhadap dirinya sendiri. Apabila didelegasikan oleh dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien dan memberi informasi yang biasanya diberikan oleh dokter.

3. Masalah kesehatan yang timbul pada apsien apakah diakui oleh pasien atau hanya perawat. Apakah perawat mempertimbangkan nilai-nilai. keyakinan dan kebiasan/kebudayan pasien pada waktu menentukan masalah-masalah kesehatan.Memberi dasar untukmebuat keputusan etis.3. Memberikan fasilitas refleksi profesional. Pada waktu membuat keputusan para perawat bertanggung gugat untukmempertimbangkan latar belakang sosial budaya pasien. Tahap diagnosa keperawatan DX merupakan keputusan profesional perawat menganalisa data dan merumuskan respon pasien terhadap masalah kesehatan baik aktual atau potensial. TANGGUNG GUGAT PADA SETIAP TAHAP PROSES KEPERAWATAN 1. mendorong partisipasi pasien dan penentuan keabsahan data yang dikumpulkan. data yang tidak/kurang tepat atau data yang meragukan. Tahap pengkajian Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan yang mempunyai tujuan mengumpulkan data. Pada saat mengkaji perawatbertanggung gugat untuk kesenjangan-kesenjangan dalam data atau data yang bertentangan. pemikiran etis dan pertumbuhan pribadi sebagai bagian dari profeional perawatan kesehatan 4. Perawat bertanggunggugat untuk pengumpulan data/informasi. Tahap perencanaan . 2. Perawat bertanggunggugat untuk keputusan yang dibuat tentang masalah-masalah kesehatan pasien seperti peryataan diagnostik.

Langkah ini semua disatukan kedalam rencana keperawatan tertulis yang tersedia bagi semua perawat yang terlibat dalam asuhan keperawatan pasien. Tindakan-tindakan tersebut dapat dilakukan secara langsung atau dengan bekerjasama dengan orang lain atau dapat pula didelegasikan kepada orang lain. Meskipun perawat mendelegasikan suatu kegiatan kepada oranglain. 5. Kegiatan keperawatan harus dicata setelah dilaksanakan. Perawat harus dapat menjelaskan mengapa tujuan pasien tidak tercapai dan tahap mana dari proses keperawatan yang perlu dirubah dan mengapa ? . Perawat bertanggung gugat untuk semua tindakan yang dilakukannya dalam memberikan asuhan keperawatan. 4. tujuan serta rencana kegiatan keperawatan. termasuk juga menilai semua tahap proses keperawatan.Perencanaan merupakan pedoman perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Tanggung gugat yang tercakup pada tahap perencanaan meliputi : penentuan prioritas. Tahap evaluasi Evaluasi merupakan tahap penilaian terhadap hasil tindakan keperawatan yang telah diberikan. mengapa orang itu yang dipilih untuk melakkan kegiatan tersebut dan bagaimana tindakan yang didelegasikan itu dilaksanakan. Perawat harus dapat memberi jawaban nalar tentang mengapa kegiatan tersebut didelegasikan. Pada tahap ini perawat juga bertanggunggugat untuk menjamin bahwa prioritas pasien juga dipertibangkan dalam menetapkan prioritas asuhan. perawat tersebut harus masih tetap bertanggung gugat untuk tindakan yang didelegasikan dan tindakan pendelegasiannya itu sendiri. terdiri dari prioritas masalah. Perawat bertanggung gugat untuk keberhasilan atau kegagalan tindakan keperawatan. penetapan tujuan dan perencanaan kegiatan-kegiatan keperawatn. Tahap implementasi Implementasikeperawatan adalah pelaksanaan dari rencana asuhan keperawatan dalambentuk tindakan-tindakan keperawatan. oleh sebab itu dibuat catatan tertulis.

Fungsi Keperawatan Ketergantungan ( dependen ).seperti oleh Florence Nightingale. meliputi :Care Giver. dijelaskan PERAWAT adalah: Seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan. KEPERAWATAN LOKAKARYA NASIONAL tentang KEPERAWATAN bulan JANUARI 1983 di JAKARTA merupakan awal diterimanya KEPERAWATAN SEBAGAI SUATU PROFESI. Coordinator.dsb. Change Agent.SUMBER KLIK DISINIKeperawatan Sebagai Suatu Profesi11 September 2008 17:07Keperawatan yang semula belum jelas ruang lingkupnya dan batasannya . Kozier ( 1991 ) mengemukakan 3 ( tiga ) fungsi perawat : Fungsi Keperawatan mandiri ( independen ).secara bertahap mulai berkembang.Keperawatan diartikan oleh pakar keperawatan dengan berbagai cara dalam berbagai bentuk rumusan. Client Advocate. Educator. Doheny ( 1982 )mengidentifikasi beberapa elemen peran Perawat Profesional.1239 Tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat.Goodrich. Counsellor. . dan Consultant FUNGSI PERAWAT Fungsi : suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya.Virginia Henderson. dan Fungsi Keperawatan kolaboratif ( interdependen ). Collaborator. sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. PERAN PERAWAT Peran : Seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang. PERAWAT Sesuai PERMENKES RI NO.Imogene King.baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

dan masyarakat. APA ITU PROFESI ????. Hughes. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Dari pengertian tersebut diatas ada 4 ( empat ) elemen utama ( mayor elements ) yang menjadi perhatian( concern). memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama.KEPERAWATAN Adalah : suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan.kelompok. berbentuk pelayanan bio-psikososial-spiritual yang komprehensif.Yaitu : 1. H (1962) Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat. 2. Pelayanan Keperawatan mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan-3th level preventions dengan metodologi proskep . Keperawatan adalah ilmu dan kiat -sains terapan ( applied science ) .4. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.ditujukan pada individu. keluarga. 3.C ( 1963 ) Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien). dan komunitas dan . 3.E.2. Keperawatan adalah profesi yang berorientasi pada pelayanan _ helping health illness problem. Winsley (1964) Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru.keluarga. . Schein E. Beberapa pengertian profesi 1. Keperawatan mempunyai empat tingkat klien : individu. serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan.

Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana.Ciri-ciri profesi menurut Winsley.(1964 ): 1.Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan.L.??? . Didukung oleh badan ilmu ( body of knowledge ) yang sesuai dengan bidangnya. Mari kita lihat apakah Keperawatan termasuk PROFESI. terus menerus dan bertahap 3.Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundangundangan 4.Pelayanan keperawatan yang diberikan didasarkan pada ilmu pengetahuan 3. 2. Adanya organisasi profesi.Berorientasi pada pelayanan masyarakat 2. standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturanperaturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi Dikatakan juga oleh Shortridge.M ( 1985 ).Ciri-ciri profesi esensial suatu profesi adalah sbb: 1. jelas wilayah kerja keilmuannya dan aplikasinya..Adanya otonomi 4.Memiliki kode etik 5.

ilmu kesehatan masyarakat. Keperawatan harus memiliki organisasi profesi. 3. MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PRAKTIK DALAM BIDANG PROFESI.organisasi profesi ini sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pengembangan citra keperawatan sebagai profesi serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun keperawatan profesional dan berada di garda depan dalam inovasi keperawatan di Indonesia. . sosial. 5. perilaku ). PEMBERLAKUAN KODE ETIK KEPERAWATAN.1.ilmu keperawatan klinis dan ilmu keperawatan komunitas.ilmu keperawatan dasar. 2. Di Indonesia berbagai jenjang pendidikan telah dikembangkan dengan mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda mulai D III Keperawatan sampai dengan S3 akan dikembangkan. Keperawatan dikembangkan sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional.perawat profesional selalu menunjukkan sikap dan tingkah laku profesional keperawatan sesuai kode etik keperawatan.ilmu biomedik. MEMPUNYAI BODY OF KNOWLEDGE Tubuh pengetahuan yang dimiliki keperawatan adalah ilmu keperawatan ( nursing science ) yang mencakup ilmu ilmu dasar ( alam. Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan . Pelayanan/ askep yang dikembangkan bersifat humanistik/menyeluruh didasarkan pada kebutuhan klien. Oleh karena itu sistem pemberian askep dikembangkan sebagai bagian integral dari sistem pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdapat di setiap tatanan pelayanan kesehatan. PENDIDIKAN BERBASIS KEAHLIAN PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI. 4. MEMILIKI PERHIMPUNAN/ORGANISASI PROFESI.berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan etika keperawatan.

riset keperawatan dan praktik keperawatan dalam bentuk legislasi keperawatan( KepMenKes No. Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik.mencakup otonomi dalam memberikan askep dan menetapkan standar asuhan keperawatan melalui proses keperawatan. Langkah-langkah yang harus dilakukan perawat dalam memilih model keperawatan yang tepat untuk kasus spesifik adalah sebagai berikut : . Dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis.CIRI PROFESI YANG TELAH DISEBUTKAN DIATAS DAPAT KITA ANALISIS BAHWA KEPERAWATAN DI INDONESIA DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI SUATU PROFESI. memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variabel-variabel utama yang mempengaruhi situasi klien. MOTIVASI BERSIFAT ALTRUISTIK Masyarakat profesional keperawatan Indonesia bertanggung jawab membina dan mendudukkan peran dan fungsi keperawatan sebagai pelayanan profesional dalam pembangunan kesehatan serta tetap berpegang pada sifat dan hakikat keperawatan sebagai profesi serta selalu berorientasi kepada kepentingan masyarakat.6. antara lain dengan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan dan tiap model dapat digunakan dalam praktek keperawatan sesuai dengan kebutuhan. dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. DENGAN MELIHAT DEFINISI. dan tanggung jawab untuk mengatur kehidupan profesi. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan dan ketrampilan berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien. SUMBER KLIK DISINIKonsep model Self Care Theory 11 September 2008 17:04PENDAHULUAN Keperawatan sebagai pelayanan profesional. dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh.1239 Tahun 2001 ) 7. OTONOMI Keperawatan memiliki kemandirian.penyelenggaraan pendidikan.wewenang.

. baik sehat maupun sakit (Orem s 1980). salah satu diantaranya adalah model self care yang diperkenalkan oleh Dorothea E. umur. Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien. Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa asumsi yang melandasi. teori self care deficit dan teori nursing system. definisi konsep dan hubungan antar konsep. Orem. Pengertian Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem s adalah : Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. LANDASAN KONSEP MODEL / TEORI KEPERAWATAN SELF CARE A. II. 2. Dari beberapa model konsep. Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson s units (keluarga. pola hidup dan aktifitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami keunikan klien. kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care.1. kesehatan dan kesejahteraannya sesuai keadaan. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul Nursing Conceps of Practice Self Care .

d. Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas. B. c. kecuali bila tidak mampu.Pada dasarnya diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebutuhan itu sendiri. Lingkungan : Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk di dalamnya tetapi tidak spesifik. b. Keperawatan : Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu. Orem s mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Keyakinan dan nilai-nilai 1. pemulihan dari sakit/trauma atau coping dan efeknya. keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan seft care yang mencakup integrias struktural. Klien : Individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan self care untuk hidup dan sehat. Sehat : Kemampuan individu atau kelompok memenuhi tuntutan self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas struktural fungsi dan perkembangan. fungsi dan perkembangan. Keyakinan Orem s tentang empat konsep utama keperawatan adalah : a. .

Mencegah ancaman kehidupan manusia. meyebutkan ada beberapa kebutuhan self care atau yang disebutkan sebagai keperluan self care (sefl care requisite).Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat .Pemeliharaan kecukupan intake makanan . biasanya mengacu pada kebutuhan dasar manusia. Universal self care requisite yang dimaksudkan adalah : . yaitu : a. .Pemeliharaan keseimbangan antara solitut dan interaksi sosial . fungsi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia.2. Tiga kategori self care Model Orem s.Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses-proses eleminasi dan exrement.Pemeliharaan kecukupan intake udara .Pemeliharaan kecukupan intake cairan . Universal self care requisite : Keperluan self care universal ada pada setiap manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusian dan proses kehidupan. .

terjadilah ketidak seimbangan dan ini dikatakan sebagai self care deficit. 2. Tujuan Tujuan keperawatan pada model Orem s secara umum adalah : 1. c. Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care.Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan kedalam kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang. Developmental self care requisite : terjadi berhubungan dengan tingkat perkembangan individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal. Menurunkan tuntutan self care kepada tingkat dimana klien dapat memenuhinya. Health Deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang tidak sehat dan merupakan kebutuhan-kebutuhan yang menjadi nyata karena sakit atau ketidakmampuan yang menginginkan perubahan dalam perilaku self care. C. Tetapi bila keinginan itu lebih besar dari kapasitas individual atau kemampuan untuk menemukannya. yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan. keterbatasan seseorang dan keinginan seseorang untuk menjadi normal. maka self care itu dimungkinkan.. b. dan ini timbul dari pengaruh peristiwa-peristiwa pada keperluan universal self care antara lain : Sewaktu ada keinginan untuk mengasuh dirinya sendiri dan seseorang itu mampu untuk menemukan keinginannya. ini berarti menghilangkan self care deficit. . Orem s mendiskripsikan dua kategori dibawah ini sebagai keperluan self care (self care requisites).

Jika ketiganya diatas tidak ada yang tercapai. Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada Model Orem s yang diterapkan pada praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah : a. Menolong klien bergerak kearah tindakan-tindakan asuhan mandiri 3. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara therapeutik. Tujuan kepewatan pada model Orem s yang diterapkan kedalam praktek keperawatan keluarga /komunitas adalah : 1. Aspek Sosial : Hubungan keluarga dengan masyarakat di sekitarnya. Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan depenent (dependent care) jika self care tidak memungkinkan. misalnya melakukan tindakan kompres secara benar.3. oleh karenanya self care deficit apapun dihilangkan. Aspek Prosedural : Melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. c. 4. Aspek Tehnis : Mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan dirumah. perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien. e. . Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan secara kompeten. 2. Aspek Interpersonal : Hubungan didalam keluarga b.

1.D. Wholly Compensatory : Bantuan secara keseluruhan. Pengetahuan dan Ketrampilan untuk Praktek Perawat menolong klien untuk menemukan kebutuhan self care dengan menggunakan tiga kategori dalam system keperawatan dan melalui lima metode bantuan. agar mampu melakukan perawatan mandiri. dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungannya dan tidak berespon terhadap rangsangan. Supportive Education : Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari. c. b. Kategoi Bantuan : a. Partially Compensatory : Bantuan sebagian. 2. Metode Bantuan Perawat membantu klien dengan menggunakan sistem dan melalui lima metode bantuan yang meliputi : . dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit atau kecelakaan.

a. b. c. keluarga atau kelompok sampai klien dapat diizinkan pulang dari perawatan. Merespon keperluan klien. . Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan sehari-hari klien. Untuk melaksanakan hal tersebut. Mensupport klien e. atau pelayanan sosial dan penyuluhan yang dibutuhkan atau yang diterima. Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang. lima area utama untuk praktek keperawatan di diskripsikan sebagai berikut : a. pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima. keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak dengan perawat dan asisten. Masuk kedalam dan memelihara hubungan perawat klien dengan individu. Mengajarkan klien c. d. Acting atau melakukan sesuatu untuk klien b. Menetapkan jika dan bagaimana klien dapat dibantu melalui perawatan. mengarahkan klien d.

Untuk dapat menerapkan model konsep / teori keperawatan ini diperlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang terapeutik. BB : 70 Kg. Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan. Ny. PENUTUP Dengan mempelajari model konsep / teori keperawatan sebagaimana disampaikan dimuka maka dapat disimpulkan betapa perawat harus memahami apa yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat memperoleh haknya secara tepat dan benar. Ia seorang perokok. Model konsep / teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehnya sendiri kecuali jika tidak mampu. M dan suaminya menikmati aktifitas sosial seperti main bridge dan koleksi barang-barang antik.III. Asuhan keperawatan dengan pemilihan model konsep / teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik klien dapat memberikan asuhan keperawatan yang relevan. M.Ibu Ny. Akhir-akhir ini dia tidak melakukan latihan secara teratur dan makan makanan fast food selama jam kerjanya dan bekerja 12 jam / hari serta makan hingga larut malam sebelum waktu istirahat. (48 tahun ). sehari menghabiskan 1 ½ bungkus. Sejak suaminya meningal ia tidak lagi melakukan aktifitas karena kurangnya keinginan / minat. Menikah selama 25 tahun dan janda sejak 6 bulan yang lalu. Ny. . TB : 160 cm. M meninggal karena stroke dan bapaknya meninggal karena serangan jantung saat usianya 50 tahun.

dia diramalkan kemungkinan menderita serangan jantung. Laboratorium : cholesterol dalam darah 280 mg/dl. 2. N : 92 x / mnt. tetapi mengingat bahwa dia memiliki pengetahuan yang tidak adekuat tentang dasar-dasar nutrisi dan tidak mempunyai motivasi untuk menurunkan berat badan. Pandangan dokter terhadap kesehatan individu 3. P : 30 x/ mnt. Suhu : 98. Tujuan kesehatan dalam konteks riwayat kehidupan. Pandangan individu terhadap kesehatan dirinya. Pengkajian (Assessment) : Perawat mengumpulkan data meliputi 6 area. Status kesehatan perseorangan. Kapasitas individu untuk melakukan self care.40 F. 4. 6. . gaya hidup dan status kesehatan. Memenuhi syarat personal untuk self care.Hasil pemeriksaan tahunnya yang dilakukan dua minggu lalu : Tanda tanda vital : TD : 138/86 mm Hg. Dokter menganjurkan : untuk menurunkan berat badan sekitar 20 kg. yaitu: 1. 5.

A. Analisa Kasus 1. Haruskah klien ditolong supaya tidak melakukan self care atau melindungi dengan segala kemampuan perkembangan self care untuk tujuan terapi. Kategori kebutuhan universal self care : . 2.Pengumpulan data meliputi pengetahuan individual. TB.Menampakkan tidak adekuatnya intake udara. pekerjaan staf pengajar di Universitas. ketrampilan. Apakah yang menjadi potensial klien untuk melakukan self care dimasa yang akan datang. kolesterol 280 Mg / dl. . Dalam tahap ini perlu mencari jawaban terhadap pertanyaan di bawah ini : 1. 4. konsumsi jumlah kalori yang dibutuhkan. perempuan. Janda. 2. makan sampai larut malam. Apakah klien mempunyai kekurangan dalam memenuhi self care. banyak mengkonsumsi lemak. air dan makanan. apa alasan dan latar belakang terjadinya kekurangan untuk self care.160 Cm. motivasi dan orientasi. Personal faktor Umur 48 tahun. agama katolik. 5. BB : 70 Kg . suku bangsa Italia. Terapi apakah yang dibutuhkan untuk perawatan saat ini dan yang akan datang.. Jika ada. 3.

Self care deficit : .. ayah meninggal karena serangan jantung pada usia 50 tahun. penurunan interaksi sosial. M meninggal karena stroke. 3.Riwayat keluarga : Ibu Ny. M. Masalah medis dan perencanaan : Diagnosa obesitas dengan risiko untuk terjadi penyakit kardiovaskuler dan rendahnya motivasi untuk menurunkan berat badan.Kurangnya aktivitas sosial 4. memperlihatkan ketidak seimbangan ativitas dan istirahat serta latihan. Kategori Health Deviation : Risiko terjadi penyakit kardiovaskuler berhubungan dengan kegemukan. peningkatan kolesterol. berkeja 12 jam / hari.Ny. menurunkan intake kolesterol dan meningkatkan latihan.Tidak punya suami (widowed) . . Anjuran Dokter : Memonitor kolesterol dan tanda-tanda vital. M kurang pengetahuan tentang faktor faktor risiko dan gangguan fungsi kardiovaskuler.Merokok 1 ½ bungkus perhari. . perokok. 5. Kategori Developmental Self Care : . 6. kurangnya latihan dan riwayat keluarga. .Ny. mengkonsumsi makanan siap saji.

- Ny. Rencana keperawatan : .Pengetahuan dasar dan gaya hidup Ny. 2.Design Nursing System : Support Education (Pendidikan Kesehatan . . : Memberikan pedoman. mempunyai kemauan untuk memelihara diet makanan harian tiap 3 hari. . M. support. B. Proses Keperawatan 1.Tujuan : Menurunkan risiko terjadinya gangguan kardiovaskuler. mengajarkan dan ketentuan 3.Metode Bantuan pengembangan lingkungan. Implementasi Sepakati bersama untuk mencapai tujuan menurunkan kolesterol. Diagnosa Keperawatan : Risiko gangguan fungsi kardiovaskuler berhubungan dengan kurang pengetahuan klien yang dimanifestasikan dengan gaya hidup dan risiko serangan jantung atau stroke. M dapat meningkatkan risiko untuk serangan jantung atau stoke.

mempunyai kemauan untuk mempelajari kolesterol dan pengaruhnya terhadap fungsi kasdiovaskuler. mempunyai kemauan untuk mengetahui kandungan kolesterol dalam fast foods. M. mempunyai kemauan untuk mempelajari jenis makanan rendah kolesterol dan bagaimana menurunkan kadar kolesterol. - Apakah kadar kolesterol Ny. M. - Apakah Ny. telah memilih jenis makanan rendah kolesterol. - Apakah support educative system efektif dalam meningkatkan self care pada Ny. M. SUMBER KLIK DISINIPERUBAHAN DALAM KEPERAWATAN11 September 2008 17:02Pengertian Dasar: Beranjak dari status quo Pengertian Praktis: 1. M. M. .Ny. Evaluasi . - Menentukan bersama menu makanan. mengalami penurunan self care dificit. Tumbuh/ pertumbuhan .. - Menganalisa bersama makanan sehari-hari dan bagaimana mengkonsumsikannya. M.Ny. - Ny. 4. sudah turun (normal). M. M mengeti tentang gaya hidupnya dan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke? - Apakah Ny.Apakah Ny.

Pembaharuan/ inovasi/ modernisasi 6. Perubahan dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh target berubah 2. Budaya-tata nilai. Berpikir/ berkehendak/ berupaya/ belajar Faktor Yang Mendukung Perubahan 1.2. Berubah dan proses berubah menyatu dengan alam semesta 3. Lahir. Transformasi/ peralihan/ beralih 5. sehat-sakit 4. tradisional-modern 5. Berubah dan proses berubah merupakan proses yang berkelanjutan Berubah dan Manusia/ Masyarakat 1. Hidup Berubah (Change) An act of process that makes something or someone different in some way The process og moving from one system to another Transition to a different end Sifat Kejadian 1. Pergolakan/ pergerakan/ mobilitas masyarakat 6. Lahir-tumbuh-kembang-dewasa-pembiakan 2.tumbuh-kembang-mati 3. Kembang/ perkembangan/ berkembang 3. Berubah dan proses berubah menyetu dengan hidup dan kehidupan manusia 2. Perubahan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini . Gerak/ pergerakan/ bergerak 4. Senang-susah.

mengadakan perubahan/ mengadakan penyempurnaan .tidak mendukung 3. benefit e. takut akan kehilangan pengaruh c. takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability) b. Menerima dan mendukung 2. Perubahan dilakukan pada skala kecil dulu evaluasi dan antisipasi permasalahan pada skala besar 6. takut gagal PERLU KESEIMBANGAN ANTARA PERUBAHAN & STABILITAS PERUBAHAN SECARA RADIKAL SERING MENEMUI HAMBATAN Manusia dan Proses Berubah Pada hakekatnya manusia mempunyai kebutuhan untuk: 1. takut akan kehilangan respect. organisasional 2. Pemimpin dan tokoh kelompok dilibatkan 7. takut kehilangan reward. Target berubah dilibatkan sejak fase awal 5. dukungan. Evaluasi sebagai bagian dari proses berubah Respon Terhadap Perubahan 1. sosial. Tidak menerima . Perubahan sederhana dan konkrit 4. merubah keseimbangan personal. takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency d. kasih sayang f. mengadakan penyelidikan dan eksplorasi 3. Komunikasi terbuka antara target berubah & inovator (change agent) 8.3. Menolak: a.

Perubahan Spontan .sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol .perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya 2.4. Perubahan pada perkembangan perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu. kelompok dan organisasi dalam pertumbuhanperkembangan 3. dapat dikontrol . menerapkan ide-ide baru dan konsep-konsep baru 5. mengusahakan untuk mencapai hal-hal yang kelihatannya belum dicapai berubah merupakan bagian dari hidup dan kehidupan manusia berubah menyatu dengan hidup dan kehidupan manusia berubah merupakan cara hidup manusia change > a way of life the time are changed. and we are changed within them kita adalah bagian dari perubahan/ berubah itu sendiri Macam Proses Perubahan A. Perubahan yang direncanakan Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. Perubahan ditinjau dari sifat proses: 1.

Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan 1.Memerlukan kekuatan personal (personal power) C.Timbulnya komitmen 2.menyesuaikan kegiatan dengan tujuan . Perubahan acak/ kacau .B. menerima dampak/ efek perubahan itu sendiri . Perubahan berencana . Perubahan partisipatif . Perubahan paksaan (coerced change) .Melalui penyediaan informasi yang cukup . satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.Adanya sikap positif terhadap inovasi .Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan.Melalui perubahan total dari organisasi .Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan Asal dari Perubahan Tiga klasifikasi utama asal perubahan/ berubah. sesuai dengan tujuan yang akan dicapai 2.Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan . Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan 1.

Penambahan (addition) Hal yang diintoduksikan menambah/ merupakan tambahan hal yang sudah ada 4. pada perubahan tingkah laku 1.Perubahan pendangan/ keyakinan tentang hidup dan kehidupan Tipe Berubah Yang Terdapat pada Proses Adaptasi/ Adopsi (Havelock) Tipe atau bentuk berubah yang diperlukan sehingga dapat terjadi adaptasi atau adopsi. komputer.Bioteknologi . Perubahan teknologikal .1. dengan bahan/ sumber yang ada 5. Substitusi (substitution) Hal yang diintroduksikan merupakan substitusi/ pengganti dari hal yang sudah ada 2. Perubahan struktural-institusional . Memperkuat pola perilaku lama (reinforcing of old behavioural pattern) Memperkuat keberadaan/ dianutnya pola perilaku lama Bentuk Berubah Ditinjau dari Proses Terjadinya Perubahan (Bennis W) Bentuk/ tipe berubah ditinjau dari bentuk proses yang terjadi pada proses perubahan .Perubahan struktur organisasi .Perubahan kedudukan institusi 2.Perubahan struktur pendidikan . Perubahan perilaku sosial . televisi 3. Perubahan (alteration) Hal yang diintroduksikan merubah/ mengadakan perubahan dari hal yang sudah ada 3. Membentuk/ membangun kembali (restructuring) Membentuk/ membangun kembali sesuatu yang lain.Penemuan-penemuan teknologi jet. Menghilangkan pola perilaku lama (eliminating of old behavioural pattern) Menghilangkan/ menghapus pola perilaku lama 6.

1. Strategi rasional-empirik (empirical-rational strategies) . Perubahan secara paksaan (coercive change) Menetapkan tujuan sepihak dengan kekuatan unilateral dan kontrol 4. akan tetapi tanpa rumusan tujuan perubahan yang tidak direncanakan.Apa yang harus dirubah .Bagaimana harus berubah . aksidental Strategi Berubah (Chin & Benne) bagaimana mengadakan perubahan rangkaian kegiatan dalam mengadakan perubahan 1. Perubahan secara interaksional (interactional change) Urunan kekuatan. Perubahan secara teknokratik (tchnocratic change) Dengan urunan kekuatan (shared power) menetapkan tujuan unilateral. Perubahan secara alami (natural change) Urunan kekuatan. satu pihak menetapkan tujuan dan pihak lain membantu mencapai tujuan. Perubahan secara menirukan (emultif change) Kekuatan unilateral. Perubahan secara sosialisasi (socialization change) Kekuatan unilateral. Perubahan berencana (planned change) . akan tetapi dengan kekuatan sepihak/ unilateral (unilateral power) 3. Perubahan secara indoktrinasi (indoctrination change) Menetapkan tujuan secara cermat bersama. tujuan tidak dirumuskan dengan benar 8.Apa tujuan berubah . tanpa menanyakan tentang nilai tujuan Berdasarkan pengumpulan dan analisa data 5. akan tetapi tujuan dicapai secara bersama/ kolaboratif 7.direncanakan bersama secara kolaboratif antara klien dan change agent 2. dalam keadaan dimana tujuan tidak terlalu dipikirkan 6.

Didasarkan pada penggunaan kekuatan/ kekuasaan pada umumnya didasarkan pada sanksi ekonomi dan politik .Pemilihan personel dan penggantian dari mereka yang tidak sesuai dengan posisi yang diduduki.Unsur-unsur yang tidak disadari memberi saham/ mempunyai pengaruh pada penyelesaian masalah. didasarkan pada: .Pelibatan klien dalam proses penyusunan proses berubah. dan hubungan internal/ eksternal dari sistem klien.Norma sosiokultural didukung oleh sikap dan sistem nilai individual .System analysts sebagai staf dan konsultan.Beberapa elemen yang lazimnya terdapat pada pendekatan ini: . organisasi atau komuniti . cara klien melihat dirinya sendiri dan melihat masalahnya harus diperhatikan dan dipadukan dengan pandangan change agent .. sebagai kondisi untuk mengadakan penyelesaian masalah .Pendekatan normatif-reedukatif untuk mengadakan perubahan.Pola kegiatan dan perbuatan didukung oleh norma sosiokultural. ke dalam kehidupan sistem klien. dan yang mungkin memerlukan perubahan arau reedukasi. diyakini bahwa perubahan itu diperlukan . baik individu. diperlukan orang yang tepat untuk jabatan/ posisi yang tepat (the right person in the right position) . kelompok. nilai norma. intervensi yang didasarkan pada penerapan teori berubah yang mantap.Melihat kemungkinan bahwa masalah terletak pada sikap.kekuatan (power coercive approaches) . relevan dan benar Pendekatan ini brtolak pada pandangan bahwa people technology sama pentingnya dengan thing technology dalam mengadakan perubahan yang baik dalam persoalan manusia 3.Riset dasar dan desiminasi ilmu pengetahuan melalui pendidikan umum.Metode dan konsep ilmu perilaku merupakan sumber yang digunakan change agent dan klien secara selektif. dan oleh komitmen individual terhadap norma-norma tersebut .Asumsi dasar: manusia adalah rasional . Strategi paksaan .Bentuk strategi coercive lainnya adalah dengan menggunakan moral power dan political power: . melalui intervensi langsung dari change agent .Change agent harus mempelajari cara intervensi timbal balik dan kolaboratif . harus dibawa ke permukaan . Strategi reedukatif normatif (normative-reeducative strategies). terutama yang berhubungan dengan kesukaran/ masalah sistem 2.

Gejala klinis : Mungkin tidak ditemukan tanda klinis Bengkak dan memar daerah pinggang (swelling & bruising renal angle). Respiratory distress akibat penekanan diafragma. hematuri . Neoplasma.Mengadakan perbaikan strategi (bila diperlukan) .. Transplantasi ginjal. Kelainan skrotum dan isinya.Melalui rekomposisi dan manipulasi kelompok penguasa (power elite) .Mengadakan evaluasi hasil perubahan/ berubah . Diagnosis: Lab .Mengadakan observasi dan mengendalikan/ mengatasi hambatan . Distensi abdomen akibat penimbunan darah atau urine.Menggunakan institusi politik .Mengimplementasikan proyek perubhan (change project) .urine.Memformulasikan rekomendasi untuk kegiatan masa depan atau modifikasi SUMBER KLIK DISINIKelainan Traumatik.11 September 2008 16:57Kelainan Traumatik GINJAL Penyebab : Truma tajam atau trauma tumpul Dapat menjadi bagian dari multiple trauama. Dapat terjadi ileus. Tahikardi dan hipotensi oleh karena hipovolemia Hematuri.

Produksi urine tiap hari di evalauasi. Trauma ginjal terbuka.Intravenous pyelografi (IVP). dilakukan bila: Traumanya berat dan ada pergeseran ginjal. Gejala : Nyeri daerah ginjal akibat adanya sumbatan ureter Olygouria / anuria. USG. Bedah (Surgical management). Diagnosis: IVP. Terapi konservatif tidak membaik. KELAINAN TRAUMATIK URETER Penyebab : Trauma tajam pada kasus multi trauma. Antibiotik dan analgesik. ureterovaginal fistula. USG. Terjadi fistula. Total bed rest. Dilakukan bersama-sama laparotomi. Cedera akibat operasi bedah atau operasi obstetry dan gynekologi. Hemodinamik ( Nadi dan tekanan darah) di monitor Evaluasi renal area adanya memar atau pembengkanan yang bertambah. Perdarahan yang tidak teratasi. Terapi : Konservatif ( Conservative management). .

Endoskopi. tanda-tanda shock. Spontan. operasi hernia / operasi vagina. Odem skrotum / labium. Gejala klinis Umum / general: Shock. Hipotensi. Radiology: Cystografi. Eksplorasi. Tachicardi. cystoscopy.Demam. Hematuria. operasi colon / rectum. tidak bisa buang air kecil. bengkak dinding abdomen. KELAINAN TRAUMATIK KANDUNG KEMIH / BLADDER Penyebab: Multiple trauma adalah penyebab paling sering menyebabkan cedera pada kandung kemih. Lokal: Peritonismus. Perdarahan uretra. foto polos abdomen dengan tanda-tanda fraktur pelvis.Terapi : Parsial stenosis : dilatasi catater ureter. Tindakan operasi : hysterektomi. Tidak bisa buang air kecil Diagnosis : Klinis: Riwayat tauma. reseksi anatomose end to end. Terapi : Perbaikan hemodinamik Operasi Antibiotik Komplikasi : .

Diagnosis: Foto Uretrografi. Persalinan lama Ruptur yang spontan (biasanya didahului oleh striktur uretra) Gejala klinis Tergantung derajat kerusakan. Trauma dari luar: Straddle injury. benda asing Instrumentasi pada uretra. Terapi: Sistosmtomi. pada rectal toucher ditemuka floating prostat . KELAINAN TRAUMATIK PENIS Penyebab : Trauma tumpul / trauma tajam / terkena mesin pabrik. Operasi uretroplasti. Osteitis pubis KELAINAN TRAUMATIK URETRA Penyebab : Batu uretra.Peritonitis Infeksi Pelvis dan kandung kemih Infeksi ginjal Infeksi scrotum dan epididimis Fistula . biasanya mengenai uretra anterior. darah pada meatus uretra eksternus. Perdarahan uretra. mengenai uretra posterior. Ruptur uretra posterior. dapat menyebabkan kesulitan atau tidak bisa buang air kecil. . tidak boleh dipasang kateter. Cedera tulang pelvis.

Adenokarsinoma. NEOPLASMA GINJAL Tumor ginjal merupakan tumor urogenital ketiga terbanyak setelah tumor prostat dan tumor kandung kemih. Onkositoma). atau tumor sekunder dari metastase tumor lainnya. Tumor ginjal bisa berupa tumor primer. Hamartoma. (Ganas . Tembakau / rokok.Gejala klinis :Hematoma pada penis disertai rasa nyeri. Diagnosis :Kavernosografi Terapi :Operasi. Ganas : Tumor pelvis renalis. Bahan-bahan kimia. Nama lain tumor Grawitz. penjahitan tunika albugenia). ( Evakuasi hematome. NEOPLASMA SALURAN KEMIH ADENOKARSINOMA GINJAL Tumor ganas parenkim ginjal yang berasal dari tubulus proksimal ginjal. Nefroblastoma) Sistem saluran: Jinak : Papiloma. Etiologi: Banyak Faktor. Lipoma. 3 % tumor ganas pada dewasa. . Klasifikasi tumor ginjal Koteks ginjal : (Jinak : Adenoma. hipernefroma Insiden: Dekade 5-7.

IVP. dilakukan nefrektomi radikal yaitu mengangkat ginjal beserta kapsula gerota. Sitostatika. Febris. sering pada usia 3. Sering diiukuti kelainan bawaan seperti : Aniridia Hemihipertropi Anomali organ urogenital. Hormonal. Ct scan Abdomen Terapi: Nefrektomi. terjadi A-V shunt pada massa tumor Tanda-tanda metastasis ke paru dan hepar. Neoplasma saluran kemih Nefroblastoma. Sering disebut juga tumor Wilm atau karsinoma sel embrional. masih dalam uji coba.5 tahun. Immmunoterapi.Gejala klinis . dengan interferon dan interleukin pemakaiannya sangat terbatas karena mahal. terbebasnya pirogen endogen / nekrosis tumor Anemi Hipertensi. tidak banyak memberi manfaat. Gejala klinis : . dengan hormon progestagen hasilnya belum banyak diketahui. NEFROBLASTOMA Adalah tumor ginjal yang banyak menyerang anak-anak terutama pada usia kurang 10 tahun. tidak efektif karena tumor tidak sensitif terhadap radiasi. USG. Diagnosis: Gejala klinis. Radiasi eksterna.

TUMOR URETER Tumor ureter sangat jarang. Tumor bilateral. Sitostatika. IVP. dapat dieksisi sempurna. terdapat massa retropreritoneal sebelah atas. Gejala obstruksi oleh tumor. mungkin nonvisualized. Stadium . masih dapat dieksisi sempurna. menurut NWTS ( National Wilm s Tumor Study) ada 5 stadium.Anak dibawah kedokter karena perut membesar. 1. 75 % maligna.Hematuri kambuhan. ada bejolan diperut atas Kencing berdarah Hipertensi. bersifat radiosensitif. 2. angka kejadian kurang 1 % dari tumor urogenital. 3. . Radiasi eksterna. 4. Gejala klinis: Nyeri pinggang. menunjukkan adanya distorsi sistem pelviokalises. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari biopsi atau ruptur yang terjadi sebelum / selama operasi. Terapi: Radikal nefrektomi. Tumor terbatas pada ginjal. Diagnosis : USG. Metastase hematogen 5. Tumor meluas kejaringan sekitar. kombinasi antara Actinomisin D dengan Vincristine hasilnya cukup baik.

Udema tungkai. CT scan. MRI. ureter beserta cuff buli-buli sebanyak 2 cm disekeliling muara ureter. Histopatologi : 90 % merupakan karsinoma sel transisional. Retensi urine akibat. bekuan darah. atau nonvisualized ginjal).Coli dan proteus Spp menghasilkan karsinogen. kambuhan dan seluruh proses miksi. E. Uretroskopi (untuk melihat tumor sekaligus biopsy). Gejala klinis : Hematuri tanpa keluhan nyeri ( painless). ditemukan filling defect. Infeksi saluran kemih. hidronefrosis bila terjadi infiltrasi tumor ke muara ureter. TUMOR BULI-BULI / KANDUNG KEMIH Merupakan keganasan kedua setelah karsinoma prostat.Diagnosis: IVP (ditemukan filling defek didalam lumen ureter. mengangkat ginjal. untuk pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan resiko karsinoma buli-buli. IVP. Dua kali lebih banyak pada laki-laki dari wanita. akibat penekanan saluran limfe atau pembesaran kelenjar limfe di pelvis. pekerja dipabrik kimia. Terapi: Nefroureterektomi. hidronefrosis. rokok mengandung amin aromatik dan nitrosamin. pemanis buatan dan obat-obatan. Etiologi / faktor resiko: Pekerjaan. Diagnosis . Kopi. . laboratorium ( senyawa amin aromatik ) Perokok. selebihnya merupakan karsinoma sel squamosa dan adenokarsinoma.

hematuri. Insiden meningkat karena. MRI dan bone scanning. PROSTAT Merupakan keganasan yang terbanyak. Terapi : . Keluhan akibat metastasis.Terapi : Reseksi buli-buli. hidronefrosis dan gagal ginjal. nyeri pada tulang. Radiasi eksterna. hormon androgen dari sel leydic testis dan adrenal Diet dan lingkungan Infeksi. penegakan diagnosis yang lebih baik dan kewaspadaan yang tinggi. Instilasi intra vesika dengan obat-obat : Mitomisin C. Gejala klinis : Gejala obstruksi saluran kencing. Diagnosis : PSA ( prostat spesifik antigen) USG trans rektal CT scan. meningkatnya umur harapan hidup. fraktur patologi dan edema tungkai. Etiologi : Predisposisi genetik Pengaruh hormonal. Sistektomi radikal. paraplegi. Siklofospamide. retensi urine. 5 FU.

Gejala klinis : Pembesaran testis. Radiasi : jenis seminoma respon terhadap terhadap terapi. padat dan tidak menunjukkan tanda illuminasi. Human Chorionik Gonadotropin. menghilangkan sumber androgen dengan operasi atau medikamentosa.Observasi. Tauma testis Atropi /infeksi testis Hormonal : pemberian estrogen selama kehamilan akan meingkatkan kemungkinan terjadinya tumor testis pada anak laki yang dikandungnya. TESTIS Biasa ditemukan pada usia 15 35 tahun. Terapi : Tidak diperbolehkan biopsi tumor. vinblastin dan Bleomisin. tidak nyeri. TUMOR PENIS . Diskesi kelenjar retroperitoneal dan para aorta. Orkiektomi. Prostatektomi radikal. stad awal dengan harapan hidup kurang dari 10 tahun. Radiasi. Petanda tumor: Alfa Feto protein suatu glikoprotein yang diproduksi oleh sel tumor. nonseminoma tidak respon Sitostatika : Sisplatinum.: Etiologi : Maldescendus testis. suatu protein yang diproduksi oleh jaringan trofoblas. Hormonal.

hasilnya tidak memuaskan. ulserasi serta perdarahan. Topikal dengan kemoterapi Terapi kelenjar limfe regional. tetapi bila tetap membesar dilakukan diseksi kelenjar limfe inguinal bilateral. angkat tumor beserta jaringan sehat sepanjang kurang lebih 2 cm dari proksimal tumor. Terapi : Menghilangkan lesi primer : Sirkumsisi. Etiologi : Hygiene penis yang kurang bersih. . Berasal dari kulit preputium. Sirkumsisi mengurangi kejadian karsinoma penis Gejala klinis : Tumor yang kotor. yang masih terbatas pada preputium Penektomi parsial.Tumor penis terdiri dari : Karsinoma sel basal. glans dan shaft penis. berbau dan sering mengalami infeksi. Penektomi total dan ureterotomi perineal. beberapa ahli menganjurkan pemberian antibiotik 4 -6 minggu. Radieasi eksterna. yang paling banyak ditemukan. Pembesaran kelenjar limfe inguinal yang nyeri karena infeksi Diagnosis: Biopsi lesi primer. pencitraan dibutuhkan untuk menentukan penyebaran tumor. bila menghilang tidak dilakukan diseksi. Melanoma Tumor parenkim Karsinoma sel squamous.

testis mengalami desensus testikulorum ke kantung scrotum.TESTIS MALDESENSUS Pada masa janin testis berada di rongga abdomen dan beberapa saat sebelum bayi lahir. Apabila proses tidak bejalan normal maka terjadi maldesensus. Hal ini mengakibatkan kerusakan sel-sel epitel germinal testis. Gejal klinis : Tidak ditemukan testis di rongga scrotum. HIDROKEL Penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan visceralis tunika vaginalis testis. Kelainan intrinsik testis Defisisnesi hormon gonadotropin yang memacu proses desensus testis. sehingga testis abdominal selalu mendapatkan suhu yang lebih tinggi dari testis normal. Patofisiologi: Suhu rongga abdomen lebih kurang 1 0 C lebih tinggi dari suhu di dalam rongga scrotum. . Flebografi untuk mencari plexus pampiniformis. Kulit scrotum mengalami hipoplasi karena tidak pernah ditempati scrotum. CT scan dan MRI Terapi: Testis diturunkan dengan pembedahan maupun medikamentosa. USG untuk mencari lokasi testis kadang sulit. Etiologi: Kelainan pada gubernakulum testis. Diagnosis : Secara klinis.

Etiologi : Belum sempurnya penutupan prosessus vaginalis Belum sempurnanya sistem limfatik di scrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. . Dikenal ada 3 jenis hidrokel : Hidrokel testis Hidrokel funikuli Hidrokel komunikans. hidrokelektomi pada orang dewasa. Terapi : Ditunggu sampai usia anak mencapai 1 tahun Operasi ligasi pada anak. Merupakan salah satu penyebab infetilitas pada pria ( 21 41 %). Kelainan 15 % pada pria. VARIKOKEL Dilatasi abnormal dari vena plexus pampiniformis akibat gangguan aliran balik vena spermatika interna. Gejala klinik: Benjolan di scrotum tidak nyeri. Etiologi : Penyebab secara pasti belum diketahui. Pemeriksaan transilluminasi positif Diagnosis: Klinis dan dapat dibantu dengan USG.

jika diperlukan pasien diminta melakukan manuver valsava. Dibedakan menjadi 3 derajat : Kecil : varikokel dapat dipalpasi setelah manuver valsava. teraba bentukan seperti kumpulan cacing di dalam kantung sebelah cranial testis. TORSIO TESTIS Adalah terpuntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. hal ini disebabkan oleh karena vena spermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus. Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri. sedangkan bermuara vena cava yang agak miring . Vena spermatika interna kiri lebih panjang dari yang kanan. Ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo. Sedang : Varikokel dapat dipalpasi tanpa manuver valsava. Varikokelektomi cara Ivanisevich Perkutan dengan memasukkan sklerosing kedalam vena spermatika interna. Gejala klinis dan diagnosis : Benjolan diatas testis yang agak nyeri. Patogenesis: Secara fisiologis m. . Terapi : Dilakukan bila ada indikasi terjadi gangguan spermatogenesis. kemudian palpasi scrotum. cremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen untuk mempertahankan suhu ideal untuk testis. Besar : Varikokel dapat di lihat tanpa manuver valsava.Varikokel kiri lebih sering dari verikokel kanan (70-93 %).

sementara organ yang rusak tidak dikeluarkan. mengembalikan testis keposisi awalnya dengan memutar kearah beralawanan dengan arah torsi. TRANSPLANTASI GINJAL Transplantasi ginjal pada manusia dilakukan pertama kali oleh Lawler tahun 1950 di Chicago. dilakukan orchidopeksi bila testis masih viable dan orchiectomi bila testis sudah nekrosis. Pemeriksaan fisik. Biasanya disertai demam. ketakutan. . batuk. tetapi hasil hanya bertahan beberapa waktu saja. bila organ yang dicangkokkan dipasang pada tempat aslinya.Adanya kelainan penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsi jika bergerak secara berlebihan seperti : perubahan suhu yang mendadak. Cara heterotopik. tes tes laboratorium untuk menentukan ke cocokan antara donor dan resipien. Donor untuk tranplantasi ada dua sumber: Donor hidup. Sebelum dilakukan tranplantasi. latihan yang berlebihan. Donor mayat. pada torsi yang baru terjadi. Tahun 1954 Murray di Boston melakukan tranplantasi pada saudara kembar monozigot dan hasilnya dapat bertahan lama. bila organ yang dicangkokkan dipasang di tempat lain. celana yang terlalu ketat atau trauma yang mengenai scrotum. Terapi : Detorsi manual. Sementara organ asli diambil terlebih dahulu. Operasi. Cara ortotopik. ginjal arus diperiksa arteriogram ke dua arteri renalis untuk menentukan adanya ginjal dan dalam keadaan anatomi perdarahannya. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. Operasi berhasil baik. Gejala klinis dan diagnosis : Nyeri hebat dan mendadak di scrotum disertai pembengkakan testis. testis membengkak. 2. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal dari testis kontra lateral.. Secara tehnik bedah transplantasi dibedakan 2 macam : 1.

perdarahan. . nefrolitiasis). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis. Vena renalis dianastomose secara ujung ke sisi dengan vena iliaka commonis. Anastomosis neoureterosistostomi di buat dengan menembus submukosa untuk mencegah refluks. SUMBER KLIK DISINIBATU SALURAN KEMIH11 September 2008 16:55Batu Saluran Kemih DEFINISI Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Hasil transplantasi tergantung berbagai faktor. Tetapi kebanyakan pasien transplantasi ginjal akan membutuhkan transplantasi ke dua atau ke tiga atau terpaksa di dialisis seperti sebelumnya. Arteri renalis langsung dianastomose secara ujung ke ujung dengan arteri iliaka interna atau secara ujung ke sisi dengan arteri iliaka communis atau iliaka eksterna. Ginjal donor hidup dapat bertahan lebih lama dibanding donor mayat.Transplantasi Ginjal Ginjal yang dicangkokkan ditempatkan di ruang retroperitoneal di regio fossa iliaka. PENYEBAB Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal.

bisa tidak menimbulkan gejala. biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang. bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan. menggigil dan darah di dalam air kemih. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. demam.5 sentimeter atau lebih. termasuk asam urat. GEJALA Batu. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium. sisanya mengandung berbagai bahan. yang menjalar ke perut. Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul. air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. Gejala lainnya adalah mual dan muntah. perut menggelembung. terutama yang kecil. Batu struvit (campuran dari magnesium. pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Jika batu menyumbat aliran kemih. sehingga terjadilah infeksi. Batu yang besar disebut kalkulus staghorn. terutama ketika batu melewati ureter. Jika penyumbatan ini berlangsung lama. Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis. mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2. Penderita mungkin menjadi sering berkemih. amonium dan fosfat) juga disebut batu infeksi karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi. Ukuran batu bervariasi. Batu yang menyumbat ureter. . sistin dan mineral struvit.

sistin. . ESWL). Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis). nanah atau kristal batu yang kecil. biasanya tidak perlu diobati. penyumbatan atau infeksi. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium. kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti.DIAGNOSA Batu yang tidak menimbulkan gejala. disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd. asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. jika batu telah terbuang. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya. PENGOBATAN Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala.

Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. PENCEGAHAN Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. Batu tersebut dianalisa dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih. Batu kalsium. Obat diuretik thiazid(misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru. diberikan kalium sitrat. Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkalsiuria. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih. perlu diangkat melalui pembedahan. nefrolitotomi perkutaneus). Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy. dimana kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggi. yang menyebabkan penyumbatan. Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium selulosa fosfat. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat). karena itu diberikan antibiotik. yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu asam urat yang lebih besar. . Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari). tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih.

Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih. Trauma tajam 2. Batu asam urat. Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging. seperti hiperparatiroidisme. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol. Trauma tumpul Trauma tajam seperti tembakan dan tikaman pada abdomen bagian atas atau pinggang merupakan 10 20 % penyebab trauma pada ginjal di Indonesia. SUMBER KLIK DISINITRAUMA GINJAL11 September 2008 16:48Definisi Trauma ginjal adalah cedera pada ginjal yang disebabkan oleh berbagai macam rudapaksa baik tumpul maupun tajam. Dengan semakin meningkatnya popularitas dari teknik teknik di atas. Dianjurkan untuk banyak minum air putih. asidosis tubulus renalis atau kanker. Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain. merupakan akibat dari mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam. coklat. dimana di dalamnya termasuk retrograde pyelography. Trauma iatrogenik 3. Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah. kacang-kacangan. . Etiologi dan patofisiologi Ada 3 penyebab utama dari trauma ginjal . yaitu 1. merica dan teh). keracunan vitamin D. Trauma iatrogenik pada ginjal dapat disebabkan oleh tindakan operasi atau radiologi intervensi. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut. Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa). percutaneous nephrostomy. ikan dan unggas. dan percutaneous lithotripsy. yang menyokong terbentuknya batu kalsium. bisa diberikan kalium sitrat. sarkoidosis. karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih.

baik karena trauma langsung ataupun tidak langsung akibat deselerasi. olah raga. Trauma langsung biasanya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. kerja atau perkelahian. Ada beberapa faktor yang turut menyebebkan terjadinya trauma ginjal. Yang ketiga adalah keadaan patologis dari ginjal itu sendiri. jika base line dari tekanan intrapelvis meningkat maka kenaikan sedikit saja dari tekanan tersebut sudah dapat menyebabkan terjadinya trauma ginjal. Klasifikasi trauma ginjal menurut Sargeant dan Marquadt yang dimodifikasi oleh Federle : Grade I Lesi meliputi Kontusi ginjal Minor laserasi korteks dan medulla tanpa gangguan pada sistem pelviocalices Hematom minor dari subcapsular atau perinefron (kadang kadang) 75 80 % dari keseluruhan trauma ginjal . Trauma ginjal biasanya menyertai trauma berat yang juga mengenai organ organ lain. Trauma tumpul merupakan penyebab utama dari trauma ginjal. Biopsi ginjal juga dapat menyebabkan trauma ginjal . Sebagai tambahan. penambahan ruas jalan dan jumlah kendaraan. tetapi kemudian menurun setelah diperkenalkan ESWL. Ginjal yang relatif mobile dapat bergerak mengenai costae atau corpus vertebrae. Trauma tumpul ginjal dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. Kedua. Trauma tidak langsung misalnya jatuh dari ketinggian yang menyebabkan pergerakan ginjal secara tiba tiba di dalam rongga peritoneum. kejadian trauma akibat kecelakaan lalu lintas juga semakin meningkat. trauma yang demikian dapat menyebabkan peningkatan tekanan subcortical dan intracaliceal yang cepat sehingga mengakibatkan terjadinya ruptur. Hal ini menjelaskan mengapa pada pasien yang yang memiliki kelainan pada ginjalnya mudah terjadi trauma ginjal.insidens trauma iatrogenik semakin meningkat . Kejadian ini dapat menyebabkan avulsi pedikel ginjal atau robekan tunika intima arteri renalis yang menimbulkan trombosis. Klasifikasi Tujuan pengklasifikasian trauma ginjal adalah untuk memberikan pegangan dalam terapi dan prognosis. Dengan lajunya pembangunan.

Grade II Lesi meliputi Laserasi parenkim yang berhubungan dengan tubulus kolektivus sehingga terjadi extravasasi urine Sering terjadi hematom perinefron Luka yang terjadi biasanya dalam dan meluas sampai ke medulla 10 15 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade III Lesi meliputi Ginjal yang hancur Trauma pada vaskularisasi pedikel ginjal 5 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade IV Meliputi lesi yang jarang terjadi yaitu Avulsi pada ureteropelvic junction Laserasi dari pelvis renal .

Pada palpasi didapatkan nyeri tekan daerah lumbal. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda shock. Derajat hematuria tidak berbanding dengan tingkat kerusakan ginjal.BAB II KELUHAN DAN GEJALA KLINIK Pada trauma tumpul dapat ditemukan adanya jeja di daerah lumbal. Bila disertai cedera hepar atau limpa ditemukan adanya tanda perdarahan dalam perut. Perlu diperhatikan bila tidak ada hematutia. Massa yang cepat menyebar luas disertai tanda kehilangan darah merupakan petunjuk adanya cedera vaskuler. kemungkinan cedera berat seperti putusnya pedikel dari ginjal atau ureter dari pelvis ginjal. dengan intenitas nyeri yang bervariasi. Fraktur costae terbawah sering menyertai cedera ginjal. Bila hal ini ditemukan sebaiknya diperhatikan keadaan paru apakah terdapat hematothoraks atau pneumothoraks? Hematuria makroskopik merupakan tanda utama cedera saluran kemih. sedangkan massa jarang teraba. Digestivus ditemukan adanya tanda rangsang peritoneum. Nyeri abdomen umumya ditemukan di daerah pinggang atau perut bagian atas . Bila terjai cedera Tr. . sedangkan pada trauma tajam tampak luka. ketegangan otot pinggang .

Menyingkirkan keadaan ginjal patologis pre trauma 3. pada IVP. yaitu 1. pencitraan IVP pada pasien trauma ginjal grade I dapat menunjukkan gambaran ginjal normal.BAB III DIAGNOSTIK RADIOLOGI Ada beberapa tujuan pemeriksaan radiologis pada pasien yang dicurigai menderita trauma ginjal. Hal ini tidak terlalu menimbulkan masalah karena penderit grade I memang tidak memerlukan tindakan operasi . Klasifikasi beratnya trauma sehingga dapat dilakukan penenganan yang tepat dan menentukan prognosisnya 2. daerah yang mengalami kontusi terlihat seperti massa cairan diantara parenkim ginjal . dapat memperluhatkan gambaran ginjal yang abnomal Kontusi dapat terlihat sebagai massa yang normal ataupun tidak Laserasi minor korteks ginjal dapat dikenali sebagai dfek linear pada parenkim atau terlihat mirip dengan kontusi ginjal Yang lebih penting. Mengevaluasi keadaan ginjal kontralateral 4. Mengevaluasi keadaan organ intra abdomen lainnya Pada pemeriksaan radiologis dapat ditemukan : Grade I Hematom minor di perinephric . Pada CT Scan.

Renalis. dengan parenkim ginjal yang masih intak dan nonvisualized ureter. merupakan duggan kuat terjadinya avulsi ureteropelvic junction Grade III Secara klinis pasien dalam kadaan yang tidak stabil.Renalis dan avulsi A.dapt diertai dengan hematuria. batas . dapat dilakukan pemeriksaan IVP. Yang khas adalah. sampai sekarang belum ada pembatasan yang jelas kapan seorang penderita yang diduga trauma ginjal memerlukan IVP atau CT Scan sebagai pemeriksaan penunjangnya. Dengan pemeriksaan CT Scan . Keputusan tersebut harus didasarkan kepada pemeriksaan manakah yang lebih tersedia. fraktur parenkim ginjal dapat terlihats Akumulasi masif dari kontras. Arteriografi memperlihatkan 2 fragmen ginjal yang terpisah cukup jauh. dimana terlihat gangguan fungsi ekskresi baik parsial maupun total Ada 2 tipe lesi pada pelvis renalis yaitu trombosis A. Fragmen diantaranya berarti merupaka fragmen yang sudah tidak viable lagi. Sebagai kesimpulan. terutama pada ½ medial daerah perinefron. Grade IV Grade IV meliputi avulsi dari ureteropelvic junction.Renalis. CT San biasanya diambil sebagai pemeriksaan penunjang pertama pada psien yang mengalami trauma multiple organ intra abdomen. . Angiografi dapat memperlihtkan gambaran oklusi A.fragmen yang viabel akan terlihat homogen karena masih mendapat perfusi cukup baik. Viabilitas dari fragmen ginjal dapat dilihat secara angiografi.Grade II Pada IVP dapat terlihat extravasasi kontras dari daerah yang mengalami laserasi Extravasasi tersebut bisa hanya terbatas pada sinus renalis atau meluas sampai ke daerah perinefron atau bahkan sampai ke anterior atau posterior paranefron. Kdang kadang dapat terjadi shock dan sering teraba massa pada daerah flank. Baik IVP maupun CT Scan memeperlihatkan adanya akumulasi kontras pada derah perinefron tanpa pengisian ureter. dan pasien yang diduga trauma ginjal Grade III atau IV. Bila pasien sudah cukup stabil. CT Scan berfungsi sebagai pemeriksaan kedua setelah IVP pada pasien yang pada IVP memperlihtkan gambaran kerusakan luas parenkim ginjal dan pasien yang keadaan umumnya menurun.uar ginjal terlihat kabur atau lebih lebar.

hematokrit serta sedimen urin. serta observasi status ginjal dengan pemeriksaan kondisi lokal. kadar hemoglobin. biasanya diobati secara konservatif. mengandalkan kemampuan normal ginjal . grade 1. seperti yang dipilih oleh kebanyakan dokter. Pengobatan konservatif tersebut meliputi istirahat di tempat tidur. analgesik untuk menghilangkan nyeri. Penenganan secara konservatif. Penanganan trauma ginjal grade 2 masih menimbulkan suatu kontroversi.BAB IV TERAPI DAN PROGNOSIS Lesi minor.

Pengecualian dari indikasi diatas adalah oklusi pada A. dan jika cukup berat. TRAUMA GINJAL Trauma tumpul sering menyebabkan luka pada ginjal. memar. Tindakan konservatif ini dilakukan untuk menghindari dilakukannya tindakan nephrektomi. ureter. Sedangkan dokter yang memilih tindakan operatif secara dini mengemukakan bahwa finsidens terjadinya komplikasi lanjut dapat diturunkan dengan tindakan nephrektomi. berkurangnya proses berkemih dan nyeri. SUMBER KLIK DISINITRAUMA SALURAN KEMIH11 September 2008 16:45Trauma Saluran Kemih DEFINISI Saluran kemih (termasuk ginjal. kandung kemih dan uretra) dapat mengalami trauma karena luka tembus (tusuk). Penenganan secara operatif biasanya dilakukan apabila pasien tidak memberikan respond positif terhadap pengobatan konservatif. Luka tusuk pada ginjal dapat karena tembakan atau tikaman. rasa sakit yang terus menerus dan disertai dengan adanya demam. terapi penyinaran maupun pembedahan.untuk menyembuhkan dirinya sendiri. bertambah besarnya massa pada regio flank. Penanganan trauma ginjal unuk grade 3 dan 4 memerlukan tindakan operatif berupa laparotomi. pembengkakan. dapat menurunkan tekanan darah (syok). seperti kehilangan darah yang terus bertambah. Mencegah kerusakan menetap pada saluran kemih dan mencegah kematian tergantung kepada diagnosis dan pengobatan yang tepat. trauma tumpul. Beberapa trauma dapat menyebabkan nyeri tumpul. Limbah metabolik harus disaring dari darah oleh ginjal dan dibuang melalui saluran kemih. . Renalis ( grade 3 ). terjatuh atau trauma pada saat berolah raga. karena itu setiap cedera yang mempengaruhi proses tersebut bisa berakibat fatal. Gejala yang paling banyak ditemukan adalah terdapatnya darah di urin (hematuria). misalnya karena kecelakaan kendaraan bermotor.

Jika aliran darah ke ginjal berkurang. suatu prosedur rutin untuk menghancurkan batu ginjal) bisa menyebabkan ditemukannya darah dalam air kemih yang sifatnya sementara. syok dan kematian. Jika ginjal mengalami luka berat. tanpa pengobatan khusus. maka jaringan ginjal yang normal bisa mati dan digantikan oleh jaringan parut. tidak terlalu jelas dan akan membaik dengan sendirinya. sedangkan cedera berat bisa menyebabkan hematuria yang tampak sebagai air kemih yang berwarna kemerahan. Hal ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi yang terjadi dalam beberapa minggu atau beberapa bulan setelah terjadinya trauma. maka bisa terjadi perdarahan hebat. Diberikan cairan intravena untuk menormalkan tekanan darah dan merangsang pembentukan air kemih. dapat secara akurat menentukan lokasi dan luasnya cedera. Cedera ringan menyebabkan hematuria yang hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskopis. Pengobatan diawali dengan langkah untuk mengendalikan kehilangan darah dan mencegah syok. misalnya urografi intravena dan CT scan. Biasanya jika terdiagnosis dan diobati secara tepat dan cepat. Untuk cedera ringan (misalnya akibat terapi ESWL).Kerusakan yang terjadi bervariasi. bisa terjadi perdarahan hebat dan air kemih bisa merembes ke jaringan di sekitarnya. Trauma yang akibat ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy. Jika ginjal sampai terpisah dari tangkainya yang mengandung vena dan arteri. dilakukan pengawasan ketat terhadap asupan cairan dan penderita menjalani tirah baring. Cedera berat yang menyebabkan perdarahan hebat atau kebocoran air kemih ke jaringan di sekitarnya seringkali harus diatasi dengan pembedahan. maka sebagian besar trauma ginjal memiliki prognosis yang baik. . Pemeriksaan sinar X untuk ginjal dan saluran kemih.

Seringkali terjadi kebocoran air kemih dari luka yang terbentuk atau berkurangnya produksi air kemih. Pemeriksaan diagnostik yang biasanya dilakukan adalah urografi intravena. Pada trauma yang tidak terlalu berat.TRAUMA URETER Sebagian besar trauma ureter (saluran dari ginjal yang menuju ke kandung kemih) terjadi selama pembedahan organ panggul atau perut. Penyebab lain trauma ureter adalah luka tembus. Gejala biasanya tidak spesifik dan bisa timbul demam atau nyeri. Luka tembus. . maka dilakukan pembedahan lainnya untuk memperbaiki ureter. Jarang terjadi trauma ureter akibat pukulan maupun luka tumpul. CT scan dan urografi retrograd. biasanya karena luka tembak. Jika trauma ureter terjadi akibat pembedahan. biasanya akibat tembakan. seperti histerektomi. juga bisa mencederai kandung kemih. Pengobatan terbaik untuk trauma ureter akibat luka tembak atau luka tusuk adalah pembedahan. reseksi kolon atau uteroskopi. Ureter bisa disambungkan kembali ke tempat asalnya atau di bagian kandung kemih yang lainnya. dipasang kateter ke dalam ureter dan dibiarkan selama 2-6 minggu sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan. TRAUMA KANDUNG KEMIH Trauma benturan pada panggul yang menyebabkan patah tulang (fraktur) seringkali terjadi pada kecelakaan sepeda motor dan bisa menyebabkan robekan pada kandung kemih.

Untuk luka yang lebih berat. Selanjutnya air kemih dibuang dari kandung kemih dengan menggunakan 2 kateter. Prosedur pembedahan pada uretra atau alat yang dimasukkan ke dalam uretra juga bisa melukai uretra. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan sistografi. 1 terpasang melalui uretra (kateter trans-uretra) dan yang lainnya terpasang langsung ke dalam kandung kemih melalui perut bagian bawah (kateter suprapubik). .Gejala utama adalah adanya darah dalam air kemih atau kesulitan untuk berkemih. TRAUMA URETRA Penyebab utama dari trauma uretra adalah patah tulang panggul dan karena kedua kaki mengangkang (pada pria). hematuria dan gangguan berkemih. Kadang air kemih merembes ke dalam jaringan di dinding perut. Diagnosis ditegakkan berdasarkan uretrogram retrograd. kantung zakar atau perineum (daerah antara anus dan vulva atau kantung zakar). Hal ini bisa menyebabkan impotensi akibat kerusakan arteri dan saraf penis. Penyempitan ureter (striktur) di daerah yang terkena biasanya merupakan komplikasi yang bisa terjadi di kemudian hari. Robekan kecil (laserasi) bisa diatasi dengan memasukkan kateter ke dalam uretra untuk mengeluarkan air kemih selama 7-10 hari dan kandung kemih akan membaik dengan sendirinya. Kateter tersebut dipasang selama 7-10 hari atau diangkat setelah kandung kemih mengalami penyembuhan yang sempurna. Gejalanya adalah ditemukannya darah di ujung penis. biasanya dilakukan pembedahan untuk menentukan luasnya cedera dan untuk memperbaiki setiap robekan. tetapi lukanya relatif ringan.

batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas . anatomi dan fisiologi . Batuk Darah(Hemoptisis) Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal. SUMBER KLIK DISINIASKEP TUBERKULOSIS11 September 2008 16:43Tuberkulosa KONSEP DASAR TUBERCULOSA 1. (Hood Alsagaff. pengeluaran air kemih dari uretra dilakukan dengan cara memasang kateter langsung ke dalam kandung kemih. Tuberkolusis Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff.Pengobatan untuk memar ringan adalah memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih selama beberapa hari untuk mengeluarkan air kemih dan uretra akan membaik dengan sendirinya. hal 301) 2. Untuk cedera lainnya. a. Untuk struktur uretra dilakukan perbaikan melalui pembedahan. sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi . th 1995. Faktor. 1995.factor yang mempengaruhi timbulnya masalah . Definisi a. hal 73) b.

debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung . dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring .trakea .Syaifuddin B Ac th1997. dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher .B.System pernafasan terdiri dari hidung . EVELYN. kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut . Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri. laring .(Drs .besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. faring terdapat dibawah dasar tengkorak .H. Syaifuddin .th 1997 hal 90 . Ac th 1997. bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring . hal 88-89) Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs. th 1997 .Ac 1997 hal 88) Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin).syafuddin. hal 89-90). bronkus . faring .paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung gelembung . Paru. Syaifuddin.C. Ac . mempunyai dua lubang/cavum nasi. B . H. Hanya sebagian kecil udara ini. Paruparu terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. sampai dengan alveoli dan paru-paru Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama . panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa . PIERCE . (Drs. 1995 hal 221) . bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H. Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara .paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . Syaifuddin . sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter.H . H. B. trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs . B.Ac . hal 87 ) Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan . faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring .

Infeksi kuman ini sering .A.proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu: 1. Th 1995 hal 124.Alsegaff th 1995 .B. Syaifuddin.hal 91) 2.1997 hal 93 .hal 124. saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit.Ac. Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah. Patofisiologi Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan .SKp.Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru . akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi. H. Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel . komposisi membran.Ac.Y. koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2. B. luas permukaan membran. Drs. hal 36-37) 3. Transportasi Gas Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah).1995. (NI LUH GEDE. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40). Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar.Hood . b. A.A. maka udara terdorong keluar. SKP. Drs. Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali.Syaifuddin.(Ni Luh Gede Y. (Ni Luh Gede.1997. Ventilasi pulmoner. Difusi Gas.H. Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah. Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran.Y.

Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru.hal 754) Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar.N.A Price:1995.1995.(Syilvia. Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil. Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung.hal 1-2 ) Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain.754) Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa.754) Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana.terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya . ( dr. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin.(Sylvia. Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga.1996.Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan. maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan. Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag. ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya .telinga tengah atau usus.A.(Sylvia.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paruparu ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring . dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas.Price. sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif.A Price:1995.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut. Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600- .proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari. sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit.Hendrawan.

Riwayat kesehatan dimulai dari biografi klien.85-86). kering. 1) Batuk (Cough) Batuk merupakan gejala utama pada klien dengan penyakit sistem pernafasan. hemoptysis. Tanyakan juga bagaimana hal tersebut timbul dengan waktu yang spesifik (misal : pada malam hari. dimana aspek biografi yang sangat erat hubungannya dengan gangguan oksigenasi mencakup usia. kongesti. wheezing.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas. peningkatan produksi sputum. pekerjaan (terutama yang berhubungan dengan kondisi tempat kerja) dan tempat tinggal. riwayat perawatan dahulu. Keluhan utama yang biasa muncul pada klien gangguan kebutuhan oksigen dan karbondioksida antara lain : batuk. . Tanyakan berapa lama klien batuk (misal 1 minggu. Perawat mengkaji klien atau keluarga dan berfokus kepada manifestasi klinik dari keluhan utama. Keadaan tempat tinggal mencakup kondisi tempat tinggal serta apakah klien tinggal sendiri atau dengan orang lain yang nantinya berguna bagi perencanaan pulang ( Discharge Planning ). a. dyspnea. Stridor dan chest pain. 3 bulan). Tentukan batuk tersebut apakah produktif atau non produktif. ketika bangun tidur) atau hubungannya dengan aktifitas fisik. riwayat keluarga dan riwayat psikososial. KELUHAN UTAMA Keluhan utama akan menentukan prioritas intervensi dan mengkaji pengetahuan klien tentang kondisinya saat ini. SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN09 September 2008 10:52RIWAYAT KESEHATAN Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi data saat ini dan masalah yang lalu. kejadian yang membuat kondisi sekarang ini. jenis kelamin.1000cc/24 jam.(Hood Al sagaff dkk:1995.

pneumonia. cardiac dan gastrointestinal. Tetapi produksi sputum akibat batuk adalah tidak normal. Perawat mengkaji apakah darah tersebut berasal dari paru-paru. emboli paru. Cystic fibrosis. Perawat mengkaji tentang kemampuan klien untuk melakukan aktifitas. putih atau kelabu. Paru-paru tidak mempunyai saraf yang sensitif terhadap nyeri. Darah yang berasal dari paru biasanya berwarna merah terang karena darah dalam paru distimulasi segera oleh refleks batuk. yang berhubungan dengan penyakit paru kronik dan gagal jantung kiri. kaji juga kemungkinan timbulnya paroxysmal nocturnal dyspnea dan orthopnea. bau dan jumlah dari sputum karena hal-hal tersebut dapat menunjukkan keadaan dari proses patologik. tetapi iga. 4) Hemoptysis Hemoptysis adalah darah yang keluar dari mulut dengan dibatukkan. Sputum merupakan suatu substansi yang keluar bersama dengan batuk atau bersihan tenggorok. Upper airway necrotizing granuloma. Bronchiectasis. sputum mungkin jernih. Trakeobronkial tree secara normal memproduksi sekitar 3 ons mucus sehari sebagai bagian dari mekanisme pembersihan normal ( Normal Cleansing Mechanism ). TB Paru. perdarahan hidung atau perut. mengandung darah dan dengan jumlah yang banyak. 3) Dyspnea Dyspnea merupakan suatu persepsi kesulitan untuk bernafas/nafas pendek dan merupakan perasaan subjektif klien. kanker paru dan abses paru. . konsistensi. Penyakit yang menyebabkan hemoptysis antara lain : Bronchitis Kronik. muskuloskeletal. Contoh ketika klien berjalan apakah dia mengalami dyspnea ?. Gambaran yang lengkap dari nyeri dada dapat menolong perawat untuk membedakan nyeri pada pleura.2) Peningkatan Produksi Sputum. pleura parietal dan trakeobronkial tree mempunyai hal tersebut. 5) Chest Pain Chest pain (nyeri dada) dapat berhubungan dengan masalah jantung dan paru. Jika infeksi timbul sputum dapat berwarna kuning atau hijau. otot. Pada keadaan edema paru sputum akan berwarna merah mudah. Tanyakan dan catat warna.

RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU Perawat menanyakan tentang riwayat penyakit pernafasan klien. Anamnesis harus mencakup hal-hal : a) Usia mulainya merokok secara rutin. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA . Secara umum perawat menanyakan tentang : Riwayat merokok : merokok sigaret merupakan penyebab penting kanker paru-paru. emfisema dan bronchitis kronik. b) Rata-rata jumlah rokok yang dihisap perhari c) Usia melepas kebiasaan merokok. b. Semua keadaan itu sangat jarang menimpa non perokok. perawat harus menganalisis nyeri yang berhubungan dengan masalah yang menimbulkan nyeri timbul. 2) Pengobatan saat ini dan masa lalu 3) Alergi 4) Tempat tinggal c.Dikarenakan perasaan nyeri murni adalah subjektif.

yaitu : 1) Penyakit infeksi tertentu : khususnya tuberkulosa. gangguan tulang belakang seperti : kyphosis. scoliosis dan lordosis.Tujuan menanyakan riwayat keluarga dan sosial pasien penyakit paru-paru sekurang-kurangnya ada tiga. 3) Tindakan dilakukan dari atas (apex) sampai ke bawah. massa. seperti asthma bronchial. dan kesimetrisan pergerakan dada. ditularkan melalui satu orang ke orang lainnya. kedalaman pernafasan. Inspeksi 1) Pemeriksaan dada dimulai dari thorax posterior. REVIEW SISTEM (Head to Toe) a. 5) Catat jumlah. hanya memperburuk penyakit tersebut. skar. 4) Inspeksi thorax poterior terhadap warna kulit dan kondisinya. klien pada posisi duduk. jadi dengan menanyakan riwayat kontak dengan orang terinfeksi dapat diketahui sumber penularannya. 2) Kelainan alergis. menunjukkan suatu predisposisi keturunan tertentu. 2. 2) Dada diobservasi dengan membandingkan satu sisi dengan yang lainnya. irama. Tapi polusi udara tidak menimbulkan bronchitis kronik. lesi. . selain itu serangan asthma mungkin dicetuskan oleh konflik keluarga atau kenalan dekat. 3) Pasien bronchitis kronik mungkin bermukim di daerah yang polusi udaranya tinggi.

seperti : pernafasan hidung atau pernafasan diafragma. Terjadi peningkatan diameter AP : T (1:1). tergantung dari cairan tubuh klien. ratio ini normalnya berkisar 1 : 2 sampai 5 : 7. Kondisi ini dapat timbul pada ricketsia. dan penggunaan otot bantu pernafasan. yang mengakibatkan murmur.6) Observasi type pernafasan. dimana terjadi peningkatan diameter AP. sering terjadi pada klien emfisema. 9) Kelainan pada bentuk dada : a) Barrel Chest Timbul akibat terjadinya overinflation paru. Fase ekspirasi yang memanjang menunjukkan adanya obstruksi pada jalan nafas dan sering ditemukan pada klien Chronic Airflow Limitation (CAL)/COPD Kaji konfigurasi dada dan bandingkan diameter anteroposterior (AP) dengan diameter lateral/tranversal (T). catat durasi dari fase inspirasi (I) dan fase ekspirasi (E). marfan s syndrome atau akibat kecelakaan kerja. ratio pada fase ini normalnya 1 : 2. c) Pigeon Chest (Pectus Carinatum) Timbul sebagai akibat dari ketidaktepatan sternum. 7) Saat mengobservasi respirasi. b) Funnel Chest (Pectus Excavatum) Timbul jika terjadi depresi dari bagian bawah dari sternum. d) Kyphoscoliosis . Hal ini akan menekan jantung dan pembuluh darah besar. Timbul pada klien dengan kyphoscoliosis berat.

Kaji juga kelembutan kulit.Terlihat dengan adanya elevasi scapula. b. Palpasi thoraks untuk mengetahui abnormalitas yang terkaji saat inspeksi seperti : massa. lesi. mengidentifikasi keadaan kulit dan mengetahui vocal/tactile premitus (vibrasi). . 11) Observasi retraksi abnormal ruang interkostal selama inspirasi. Palpasi Dilakukan untuk mengkaji kesimetrisan pergerakan dada dan mengobservasi abnormalitas. Deformitas ini akan mengganggu pergerakan paru-paru. disertai rotasi vertebral 10) Observasi kesimetrisan pergerakan dada. terutama jika klien mengeluh nyeri. Gangguan pergerakan atau tidak adekuatnya ekspansi dada mengindikasikan penyakit pada paru atau pleura. Vocal premitus : getaran dinding dada yang dihasilkan ketika berbicara. yang dapat mengindikasikan obstruksi jalan nafas. Kiposis : meningkatnya kelengkungan normal kolumna vertebrae torakalis menyebabkan klien tampak bongkok. dapat timbul pada klien dengan osteoporosis dan kelainan muskuloskeletal lain yang mempengaruhi thorax. bengkak. Skoliosis : melengkungnya vertebrae torakalis ke lateral.

Jenis suara perkusi : Suara perkusi normal : Resonan (Sonor) Dullness Tympany : bergaung. organ yang ada disekitarnya dan pengembangan (ekskursi) diafragma. dihasilkan di atas perut yang berisi udara. : musikal.c. nada rendah. Dihasilkan pada jaringan paru normal. : dihasilkan di atas bagian jantung atau paru. Perkusi Perawat melakukan perkusi untuk mengkaji resonansi pulmoner. Suara Perkusi Abnormal : Hiperresonan .

Inspirasi sama panjang dengan ekspirasi. Normal terdengar di atas trachea atau daerah suprasternal notch. suaranya terdengar keras. d. b) Bronchovesikular : merupakan gabungan dari suara nafas bronchial dan vesikular. Suara nafas normal dihasilkan dari getaran udara ketika melalui jalan nafas dari laring ke alveoli. Suaranya terdengar nyaring dan dengan intensitas yang sedang. : sangat dullness dan oleh karena itu nadanya lebih tinggi.Flatness : bergaung lebih rendah dibandingkan dengan resonan dan timbul pada bagian paru yang abnormal berisi udara. nyaring. dengan hembusan yang lembut. suara tambahan (abnormal). . Suara ini terdengar di daerah thoraks dimana bronchi tertutup oleh dinding dada. dimana areanya seluruhnya berisi jaringan. dan tidak ada henti diantara kedua fase tersebut. Dapat didengar pada perkusi daerah paha. mencakup mendengarkan suara nafas normal. Auskultasi Merupakan pengkajian yang sangat bermakna. Fase ekspirasinya lebih panjang daripada inspirasi. dengan sifat bersih Suara nafas normal : a) Bronchial : sering juga disebut dengan Tubular sound karena suara ini dihasilkan oleh udara yang melalui suatu tube (pipa). dan suara.

c) Vesikular : terdengar lembut. dengan karakter suara nyaring. suara terus menerus yang berhubungan dengan aliran udara melalui jalan nafas yang menyempit. g) Crackles Fine crackles : setiap fase lebih sering terdengar saat inspirasi. Berhubungan dengan sekresi kental dan peningkatan produksi sputum f) Pleural friction rub : terdengar saat inspirasi dan ekspirasi. . seperti angin sepoi-sepoi. Beberapa kondisi respiratory timbul akibat stress. 3. nyaring. Karakter suara meletup. Coarse crackles : lebih menonjol saat ekspirasi. halus. Suara nafas tambahan : d) Wheezing : terdengar selama inspirasi dan ekspirasi. berciut. Sering kali klien juga mengalami nyeri saat bernafas dalam. suara seperti gesekan akibat dari inflamasi pada daerah pleura. ekspirasi terdengar seperti tiupan. Karakter suara lemah. Karakter suara : kasar. suara mengorok terus-menerus. e) Ronchi : terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi. kasar. Mungkin akan berubah ketika klien batuk. Suara seperti rambut yang digesekkan. terpatahpatah akibat udara melewati daerah yang lembab di alveoli atau bronchiolus. suara gesekan terpotong akibat terdapatnya cairan atau sekresi pada jalan nafas yang besar. Inspirasi lebih panjang dari ekspirasi. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL Kaji tentang aspek kebiasaan hidup klien yang secara signifikan berpengaruh terhadap fungsi respirasi. karakter suara terdengar perlahan. musikal.

Bersihan Jalan nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Ventilasi) Adalah suatu kondisi dimana individu tidak mampu untuk batuk secara efektif. perawat dapat mengkaji reaksi klien terhadap masalah stres psikososial dan mencari jalan keluarnya. isolasi sosial. Hiperpnea atau hiperventilasi akan menyebabkan penurunan PCO2 SUMBER KLIK DISINIPENGANTAR KEGAWATDARURATAN09 September 2008 9:56Pendahuluan . DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan gangguan oksigenasi yang mencakup ventilasi. Dengan mendiskusikan mekanisme koping. pekerjaan atau ketidakmampuan. masalah keuangan. Pola nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Transportasi) Adalah Suatu kondisi tidak adekuatnya ventilasi berhubungan dengan perubahan pola nafas. 2. sesuai dengan klasifikasi NANDA (2005) dan pengembangan dari penulis antara lain : 1.Penyakit pernafasan kronik dapat menyebabkan perubahan dalam peran keluarga dan hubungan dengan orang lain. difusi dan transportasi. Kerusakan pertukaran gas (Kerusakan pada fisiologi Difusi) Kondisi dimana terjadinya penurunan intake gas antara alveoli dan sistem vaskuler 3.

Penderita gawat darurat adalah penderita yang memerlukan pertolongan segera dan bila tidak mendapat pertolongan segera dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan cacat permanent. . .akan pasrah dalam menghadapi masalah korban Gawat Darurat. 4. kematian dan kecacatan dapat di cegah dan di turunkan bila kita memahami cara. Penderita tidak gawat dan tidak darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya dan tidak mendapat pertolongan segera. 3.Kematian oleh karena sumbatan jalan nafas akan lebih cepat dari pada ketidakmampuan bernafas. Sebenarnya angka kejadian. disini harus selalu diingat bahwa : . 5. . Penderita gawat dan tidak darurat adalah penderita yang terancam jiwanya dan tidak memerlukan pertolongan segera. 2. Penanggulangan Penderita Gawat Darurat ( PPGD ) Upaya untuk mengatasi keadaan gawat darurat agar pasien tidak meninggal. Penderita tidak gawat dan darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya tetapi bila tidak mendapat pertolongan segera akan menimbulkan kecacatan atau kondisi yang parah. Pengertian : 1.cara penanggulangan Kegawat Daruratan. Prinsip umum penanganan penderita gawat darurat adalah penilaian keadaan penderita yang cepat dan penanganan yang tepat. memburuk keadaannya atau mencegah / mengurangi kecacatan.Kematian oleh karena ketidakmampuan bernafas akan lebih cepat daripada oleh karena kehilangan darah.Di Indonesia ada sikap seakan . Kalau ada orang meninggal / cacat kita cenderung menganggapnya sebagai nasib atau sudah merupakan kehendak Tuhan.Kematian oleh karena kehilangan darah akan lebih cepat daripada oleh karena penyebab intra cranial.

Pelaksanaan TRIAGE di UGD 1. . . .Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat penderita dapat tertolong.Cara menghentikan perdarahan.Adanya shock dan renjatan. . . Penderita tidak gawat dan darurat biasanya ditandai dengan warna merah 2.Penurunan kesadaran ( koma ) .Distress pernafasan mendadak.Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat kegawat daruratan penderita. . . CVD . Penderita meninggal dunia ditandai dengan warna hitam Ada 2 cara dalam melakukan TRIAGE . TRIAGE Adalah proses seleksi penderita dalam penentuan prioritas penanganan dikarenakan terbatasnya tenaga dan sarana / prasarana di Rumah Sakit. .Untuk dapat MENYELAMATKAN / MEMPERTAHANKAN HIDUP DAN MENCEGAH CACAT penderita maka harus mampu : .Cara transportasi yang baik. Pasien langsung dibawa ke ruang resusitasi apabila terdapat : .Cata mengatasi henti jantung dan henti nafas. Penderita tidak gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna hijau 4.Henti jantung dan henti nafas mendadak. . biasanya dilakukan pada area pintu suatu instiliasi gawat darurat pada triage penderiata dibagi dalam 4 kategori : 1.Cara minta tolong. Penderita gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna kuning 3. koma diabetikum.Cara memasang balutan / bidai.

Khusus mata : luka bakar kimia. Minor condition ( walking patient ) .Musculo skeletal problem .Khusus anak : hiperthermia. urogenital ) .Usaha bunuh diri .Benda asing .Nyeri dada non traumatic : MCI . epilepsi. Mayor condition ( stretcher patient ) .Luka bakar ringan .Pembalutan dan pembidaian . buta mendadak .. .Akut daerah urogenital .Perdarahan non traumatic ( gastro intestinal .Luka berat.Trauma kepala ringan .Kejang .Cidera pada tangan .Perlukaan . kasus akut THT 3. 2. febris disertai kejang. respiratorik. perlukaan tembus mata.Batuk dan sesak . Langsung ke ruang observasi non bedah : a.Sesak nafas tanpa sianosis : Asma. brochopneumoni . hypothermia b.Nyeri lengan / kaki ( vascular / neuro ) . Mayor condition . cidera tulang .Gigitan dan sengatan . a. Pasien langsung ke ruang tindakan bedah.

Masalah neurology non trauma : CVD / CVA.Aritmia jantung .Nyeri hebat kepala dan leher .G.Kecepatan ditemukan penderita .D ( muntah berak dengan dehidrasi ) .Kecepatan dalam kualitas pertolongan yang diberikan untuk menyelematkannya .. Convulasi b.Kecepatan meminta pertolongan .E. Sedang kegagalan system / organ yang lian dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lebih lama. kardiovaskuler dan hipoglikemia. Pasien langsung ke ruang tindakan kebidanan dan penyakit kandungan. -Perdarahan pre dan post partum -Pre eklamsi berat -KET -Trauma pada alat kelamin wanita yang berat -Kehamilan dengan komplikasi : hamil dengan penyulit PRINSIP PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Kematian penderita gawat darurat akan terjadi dalam waktu singkat ( 4-6 menit ) bila terdapat kerusakan pada sistem susunan saraf pusat. pernafasan. Minor Condition Demam tinggi Kolik / nyeri abdomen 4. Dengan demikian keberhasilan penanggulangan penderita gawat darurat ( PPGD ) dalam mencegah kematian dan cacat di tentukan oleh : .

terintegrasi dan dengan cara pendekatan system.SEBAB KEMATIAN 50 % Gawat darurat meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit atau di rumah dan pada pasien trauma : .Trauma torak ( hematoma toraks atau lascriasis hati ) . Hal ini sangat mempengaruhi kwallitas .Pencegahan kematian dilakukan pada 1 -2 jam ini dimana tindakan harus agresif.Trauma multiple dengan perdarahan . system kominikasi medik yang berfungsi sebagai pusat radio medik dalam melayani penderita rujukan atau untuk membimbing fasilitas kesehatan lain dengan kemampuan rendah Pelayanan transportasi pasien gawat darurat : transportasi pasien gawat darurat pra RS . Komponen system penanggulangan pasien gawat darurat terdiri dari : 1.Mati otak .Trauma kepala berat ( hematoma subdural atau ekstradural ) . Komponen luar Rumah Sakit ( pra rumah sakit ) Pemasyarakat pulmoner dasar ( RJP ) dan P3K perlu diketahui oleh lapisan masyarakat terutama orang awam dan pengetahuan ketrampilan petugas medik paramedic untuk penanggulangan pasien gawat darurat ( advance life support ) perlu ditingkatkan secara berkala Pelayanan komunikasi medik untuk penanggulangan pasien gawat darurat. hingga saat ini masih dilakukan dengan macam macam kendaraan.50 % meninggal pada saat kejadian atau beberapa menit setelah kejadian 35 % meninggal dalam 12 jam setelah trauma / disebabkan oleh : . kapan saja dan dimana saja maka upaya penanggulangan pasien gawat darurat menjadi semakin kompleks .Fraktur femur atau pelvis dengan perdarahan massif .Sepsis SISTEM PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Keadaan gawat darurat dapat terjadi pada siapa saja.Gagal organ bahakan multi organ failure . Angka kematian terutama ditentukan pada fase ini 15 % meninggal setelah beberapa hari atau minggu karena : . Untuk itu penanganan pasien gawat darurat harus bersifat komprehensif.

Berikut ini teori biologis tentang penuaan : A.I telah menetapkan bahwa semua Rumah Sakit harus memiliki unit gawat darurat dengan kategorisasi UGD tersebut dikaitkan dengan klasifikasi Rumah Sakit ( System rujukan pasien gawat darurat ) dan beban kerja Rumah sakit melaui kategorisasi ini setiap RS dapat mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan UGD dalam menanggulangi pasien gawat darurat . 2. protein tubuh terutama kolagen dan elastin menjadi kurang fleksibel dan kurang elastis. di kota besar harus menggunakan ambulance gawat darurat yang memiliki suatu nomor komunikasi. Teori sistesis à Akibat penuaan. DepKes RI : mengarahkan dengan secara bertahap. tetapi pada kenyataannya proses ini menjadi beban bagi orang lain dibadingkan dengan proses lain yang terjadi. C.PROSES PENUAAN Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari. ASPEK BIOLOGIS PADA PENUAAN Proses penuaan biologis yang dialami lansia relatif tidak akan menimbulkan perubahan buruk saat diperlukan penurunan tingkat ketergantungan fisik yang tinggi. Dalam Rumah sakit ( Intra Rumah Sakit ) Depkes R. DepKes R. Teori keracunan oksigen à Kemampuan lansia untuk melawan efek racun oksigen akan berkurang. . Perawat yang akan merawat lansia harus mengerti sesuatu tentang aspek penuaan yang normal dan tidak normal.penanggulangan pasien gawat. B. Teori seluler à Sel diprogram hanya untuk membelah pada waktu yang terbatas. Walaupun proses penuaan benar adanya dan merupakan sesuatu yang normal.I telah merupakan pedoman pelayanan gawat darurat SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK09 September 2008 9:53PERUBAHAN PADA LANSIA .

à Pendistribusian tulang kalsium menyebabkan dekalsifikasi tulang iga dan kalsifikasi kartilago kosta : Perubahan ini dan perubahan postural menyebabkan penurunan efislensi paru. Perubahan kardiopulmonal à Pembuluh darah kehilangan elastisitas. C. PENUAAN PADA SISTEM TUBUH (FISIOLOGIS) Penuaan dapat dibedakan antara penuaan yang normal (fisiologis) dan penuaan karena kondisi penyakit (patologis). Sistem pencernaan à Tidak ada perubahan yang signifikan E. dekalsifikasi tulang. Teori sistem imun à Kopetensi yang menurun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan infeksi. penyakit autoimun. Sistem perkemihan à Kehilangan irama diurnal pada produksi urine dan penurunan filtrasi ginjal D. Sistem endokrin à Kemunduran fungsi gonad . dan perubahan postural. Berikut ini merupakan efek fisiologis dari penuaan : A. peningkatan nadi dan peningkatan tekanan darah. dan kanker. B. Sistem muskuloskeletal à Atrofi otot.D. Sistem saraf à Kemunduran pendengaran dan penglihatan F.

keahlian.Geriatri nursing adalah spesialis keperawatan lanjut usia yang dapat menjalankan perannya pada tiap peranan pelayanan dengan menggunakan pengetahuan. dan mengkompensasi dengan melakukan banyak aktivitas yang baru. PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT USIA A. Pendekatan fisik à Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia ada 2 bagian yaitu : .Klien lanjut usia yang masih aktif. Lansia seringkali mempertahankan sikap yang kuat. . mereka meninggalkan bentuk aktivitas yang pasti.Teori aktivitas : Sebagai orang yang telah berumur. . Teori aktivitas dan pelepasan .Teori pelepasan : Lansia secara berangsur-angsur mengurangi aktivitasnya dan bersama menarik diri dari masyarakat. yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain. perawatan lansia yang menderita penyakit dan dirawat di RS merupakan bagian dari gerontic nursing. dan keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi optimal lanjut usia secara komprehensif. Gerontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lanjut usia. B. intelegensi dan sikap Tes intelegensi dengan jelas memperlihatkan adanya penurunan kecerdasan pada lansia. . Pengertian yang salah tentang lansia adalah bahwa mereka mempunyai kemampuan memory dan kecerdasan mental yang kurang. Berikut aspek psikologis pada penuaan : A. KEPERAWATAN GERONTIK PENGERTIAN GERONTOLOGI DAN GERIATRI NURSING A. Karena itu.ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS PADA PENUAAN Aspek psikologis pada lansia tidak dapat langsung tampak. .Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun yang mengalami kelumpuhan atau sakit. sehingga sikapnya lebih stabil dan sedikit sulit untuk diubah. Kepribadian.

dan bercerita merupakan upaya perawatan dalam pendekatan sosial.B. tukar pikiran. Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien lanjut usia untuk menciptakan sosialisasi mereka. TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA A. Pendekatan sosial à Mengadakan diskusi. .Menolong dan merawat klien yang menderita sakit. Pendekatan spiritual à Perawat harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan tuhan atau agama yang dianutnya. FOKUS ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA 1) Peningkatan kesehatan (health promotion) 2) Pencegahan penyakit (preventif) 3) Mengoptimalkan fungsi mental. D. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan lansia melalui perawatan dengan pencegahan. TAHAP-TAHAP ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA . B.Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup / semangat hidup lansia. perawat dapat berperan sebagai supporter. . sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab.Merangsang petugas kesehatan agar dapat mengenal dan menegakkan diagnosa secara dini. . Pendekatan psikis à Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia. . C. 4) Mengatasi gangguan kesehatan yang umum. interpreter terhadap segala sesuatu yang asing.Mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu pertolongan pada lansia. terutama jika klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian.

Jakarta. pernafasan. nadi. Keperawatan Gerontik . Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis . tingkat orientasi. tekanan darah. Pelaksanaan à Tahap dimana perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan intervensi / perencanaan yang telah ditentukan. . 1997. Nugroho. penyesuaian psikososial. Evaluasi à Penilaian terhadap tindakan keperawatan yang diberikan / dilakukan dan mengetahui apakah tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan. Jakarta 2000. b) Psikologis c) Sosial ekonomi d) Spiritual Pengkajian dasar meliputi : Temperatur.Proses pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah keperawatan meliputi aspek : a) Fisik : . memori. sistem kulit. Annete Glesler. berat badan. sistem musculoskeletal. Edisi ke-2.A. gastrointestinal. L. genitovrinarius. Pengkajian Gerontologi . pola tidur. Jakarta. Wahjudi. DAFTAR PUSTAKA Carpenito. EGC. Edisi ke-2. Pengkajian : . Perencanaan à Untuk menentukan apa yang dapat dilakukan perawat terhadap pasien dan pemilihan intervensi keperawatan yang tepat. Sistem tubuh meliputi : Sistem persyarafan. EGC. EGC. Edisi ke-6.Wawancara . Leeckenotte. 2000. kardiovaskuler. sistem tubuh.Pemeriksaan fisik : Head to tea.

Usia : Jelas 3.Pekerjaan : Pekerjaan pokok kepala keluarga 5.Keluarga duda / janda ( Single family ) .Komposisi Keluarga : ( dibuat dalam bentuk tabel yang terdiri dari : nama. Tipe keluarga : Menjelaskan mengenai tipe keluarga beserta kendala . tempat tanggal lahir.Nama Kepala keluarga ( KK ) : Inisial 2.bahasa yang digunakan .latar belakang budaya keluarga . Jakarta 2003. Edisi ke-3.hubungan sosial keluarga dari etnis yang sama/tidak .Pendidikan : Pendidikan terakhir 4. EGC.Keluarga berkomposisi .Keluarga Kabitas 9. tlp : Jelas 6.DATA DASAR KELUARGA 1.Watson.Keluarga inti ( nuclear family ) .tempat tinggal keluarga rata2 dari etnis yang sama/tidak .asal negara atau daerah sama baik kondisinya dengan tempat tinggal sekarang .Keluarga Berantai ( Serial family ) . SUMBER KLIK DISINIFORMAT PENGKAJIAN KELUARGA09 September 2008 9:52PETUNJUK PENGISIAN FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA ( Menurut Friedman ) A. Genogram : Menggambarkan struktur anggota keluarga 8. jenis kelamin. pendidikan ) 7.Alamat dan no. hubungan dengan keluarga. pekerjaan. Suku bangsa : (diisi dengan latar belakang budaya dari keluarga) . Roger.Keluarga Besar ( extended family ) . Perawatan Lansia .

tahap pembentukan keluarga 2. tahap masa tua .adakah perbedaan keluarga menjalankan ibadah . Riwayat dan tahap perkembangan keluarga ..keluarga memanfaatkan pelayanan dan praktik kesehatan menggunakan pelayana kesehatan tradisional atau meyakini tradisional penduduk asli 10.Tahap perkembangan keluarga saat ini : 1. tahap menjelang kelahiran anak 3.Kebiasaan diet dan berpakaian tradisional atau modern . tahap melepaskan anak ke masyarakat 8. tahap menghadapi anak remaja 7.Agama keluarga . status kesehatan yang unik dan pengalaman seperti kematian. Agama : ( diisi dengan informasi berikut ) . penyakit mental. tahap menghadapi bayi 4.Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi 14. tahap berdua kembali 9. Riwayat keluarga sblmny : Riwayat dari kedua orang tua termasuk riwayat kesehatan . Status sosial ekonomi keluarga : pendapatan keluarga 12. Riwayat keluarga inti : Perkembangan mental. tahap menghadapi anak prasekolah 5. tahap menghadapi anak sekolah 6. perceraian. cacat fisik 15. Aktivitas Rekreasi keluarga : kebiasaan rekreasi keluarga 13. kehilangan.apakah agama dijadikan sbg dasar keyakinan / nilai yang mempengaruhi kehidupan keluarga 11.

Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal. serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien. mental. Mobilitas geografis keluarga : Berapa lama keluarga tinggal ditempat tersebut.B. kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. adakah sejarah pindah. mengenali masalah-masalah. Adapula yang menambahkannya dengan kegiatan dokumentasi data (meskipun setiap langkah dari proses keperawatan harus selalu didokumentasikan juga). dari mana pindahnya 19 . agar dapat mengidentifikasi. Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya. Karakteristik rumah denah rumah : luas dan bagian bagian rumah 17. kondisi hunian. Karakteristik tetangga & komunitas : karakteristik fisik tetangga dan komunitas. sosial dan lingkungan (Effendy.sumber polusi. yaitu : status kesehatan klien dan kekuatan masalah kesehatan yang dialami oleh klien. sistematika data dan penentuan masalah. baik fisik. Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien. 1995) Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan. LINGKUNGAN 16. tipe penduduk. pengumpulan data. tipe hunian. yang meliputi . sumber. . Perkumpulan keluarga dan interaksi dg masyarakat : : klrg tahu perkumpulan yang ada ? : ikut terlibat ? : merasakan manfaat ? : frekuensi pertemuan ? : Pandangan klrg thdp perkumpulan tsb ? SUMBER KLIK DISINIPENGKAJIAN DALAM KEPERAWATAN09 September 2008 9:49Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien. fasilitas yang ada di komunitas 18. analisis data. kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien.

KARAKTERISTIK DATA 1. Data yang terkumpul harus lengkap guna membantu mengatasi masalah klien yang adekuat. Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien 3. diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang . Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien 2. TUJUAN PENGUMPULAN DATA 1. maka perawat harus berfikir secara akurat dan nyata untuk membuktikan benar-tidaknya apa yang telah didengar. merencanakan asuhan keperawatan. Dari informasi yang terumpul. Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. atau sebab-sebab yang lain) 2. kondisi fisiknya menolak untuk makan/patologis. serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien. didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah beriutnya.A. selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment). Akurat dan nyata Untuk menghindari kesalahan. Misalnya klien tidak mau makan kaji secara mendalam kenapa klien tidak mau makan (tidak cocok makanannya. Lengkap Seluruh data diperlukan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan klien. Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment). Untuk menilai keadaan kesehatan klien 4. serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment). diliha. PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentuan masalah-masalah. serta tindaan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien. Selanjutnya data dasar tersebut digunaan untuk menentuan diagnosis keperawatan.

sekiranya meragukan. Masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien 4. 3. 2. Sumber data Primer Sumber data primer adalah data-data yang dikumpulkan dari klien. Keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakuan terhadap klien SUMBER DATA 1. Sumber data Sekunder Sumber data sekunder adalah data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga). yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya. Perawat tidak boleh langsung membuat kesimpulan tentang suatu kondisi klien. atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien 3. Relevan Pencatatan data yang komprehensif biasanya memerlukan banyak sekali data yang harus dikumpulkan. sehingga menyita waktu perawat untuk mengidentifikasi. seperti orang tua. Perawat tidak boleh langsung menuliskan : `klien tidak mau makan karena depresi berat`. INFORMASI YANG DIPERLUKAN 1. Sumber data lainnya Catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit . Segala sesuatu tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial & spiritual 2. saudara. Kemampuan dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari 3. Misalnya. klien tidak mau makan. Diperlukan penyelidikan lanjutan untuk menetapkan kondisi klien. Dokumentasikan apa adanya sesuai yang ditemukan pada saat pengkajian.

Klien sendiri sebagai sumber data utama (primer) 2. ketidaktahuan. mual. keadaan fisik. 2. Data Objektif Merupakan data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku). touch dan taste. Catatan klien 4. dll. spiritual. seperti : warna kulit. hearing. kecemasan. intelegensi. keluhan utama. smell. hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. Orang terdekat 3.dan perawatan klien di masa lalu. Secara umum. dll. pusing. Konsultasi 6. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight. CARA PENGUMPULAN DATA Agar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah. psikologis. Riwayat penyakit (pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan) 5. Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya 8. sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan indentitas klien. sosial. Kepustakaan JENIS DATA 1. ketakutan. Hasil pemeriksaan diagnostik 7. tanda-tanda vital. riwayat kesehatan. Data Subjektif Merupakan data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien. sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah : 1. misalnya rasa nyeri. Perawat lain 9. tingkat kesadaran. .

Komunikasi keperawatan biasanya digunaan untuk memperoleh riwayat keperawatan. perawat harus melakukan persiapan dengan membaca status klien. biasa juga disebut dengan anamnesa. WAWANCARA Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan klien. Selain itu wawancara juga bertujuan untuk membantu klien memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam identifikasi masalah dan tujuan keperawatan. Teknik verbal meliputi pertanyaan terbuka atau tertutup. Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan digunakan dalam wawancara harus disusun sedemikian rupa guna memperlancar wawancara.Pembukaan atau perkenalan . diam. pengamatan (observasi). Tahapan wawancara / komunikasi : 1. Komunikasi keperawatan adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan kemampuan skill komunikasi dan interaksi. pemeriksaan fisik (pshysical assessment) dan studi dokumentasi. sentuhan dan konta mata.Cara yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data tentang klien antara lain : wawancara (interview). tetapi juga merupakan sesuatu hal yang sulit dipelajari. Istilah komunikasi terapeutik adalah suatu teknik yang berusaha untuk mengajak klien dan keluarga untuk bertuar pikiran dan perasaan. perawat tidak boleh memaksa atau memberi kesempatan kepada klien kapan mereka sanggup. Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi. Teknik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun non verbal. 2. serta untuk menjalin hubungan antara perawat dengan klien. Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. empati dan rasa kepedulian yang tinggi. Persiapan. Perawat diharapkan tidak mempunyai prasangka buruk kepada klien. serta membantu perawat untuk menentukan investigasi lebih lanjut selama tahap pengajian. menggali jawaban dan memvalidasi respon klien. Semua interaksi perawat dengan klien adalah berdasarkan komunikasi. Sebelum melaukan komunikasi dengan klien. karena akan mengganggu dalam membina hubungan saling percaya dengan klien. Mendengarkan secara aktif merupakan suatu hal yang penting dalam pengumpulan data. Teknik non verbal meliputi : mendengarkan secara aktif.

Langkah pertama perawat dalam mengawali wawancara adalah dengan memperkenalkan diri : nama, status, tujuan wawancara, waktu yang diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok pembicaraan. Perawat perlu memberikan informasi kepada klien mengenai data yang terkumpul dan akan disimpan dimana, bagaimana menyimpannya dan siapa saja yang boleh mengetahuinya.

3. Isi / tahap kerja Selama tahap kerja dalam wawancara, perawat memfokuskan arah pembicaraan pada masalah khusus yang ingin diketahui. Hal-hal yang perlu diperhatikan : a. Fokus wawancara adalah klien b. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Jelaskan bila perlu. c. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien d. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien e. Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada waktunya f. Bila perlu diam, untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya g. Sentuhan teraputik, bila diperlukan dan memungkinan.

4. Terminasi Perawat mempersiapkan untu penutupan wawancara. Untuk itu klien harus mengetahui kapan wawancara dan tujuan dari wawancara pada awal perkenalan, sehingga diharapkan pada akhir wawancara perawat dan klien mampu menilai keberhasilan dan dapat mengambil kesimpulan bersama. Jika diperlukan, perawat perlu membuat perjanjian lagi untuk pertemuan berikutnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara dengan klien adalah : 1. Menerima keberadaan klien sebagaimana adanya 2. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan-keluhannya / pendapatnya secara bebas 3. Dalam melakukan wawancara harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien 4. Perawat harus bersikap tenang, sopan dan penuh perhatian 5. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

6. Tidak bersifat menggurui 7. Memperhatikan pesan yang disampaikan 8. Mengurangi hambatan-hambatan 9. Posisi duduk yang sesuai (berhadapan, jarak tepat/sesuai, cara duduk) 10. Menghindari adanya interupsi 11. Mendengarkan penuh dengan perasaan 12. Memberikan kesempatan istirahat kepada klien

Macam wawancara : 1. Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung 2. Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat.

Hambatan wawancara : 1.Internal : a. Pandangan atau pendapat yang berbeda b. Penampilan klien berbeda c. Klien dalam keadaan cemas, nyeri, atau kondisinya menurun d. Klien mengatakan bahwa ia tidak ingin mendengar tentang sesuatu hal e. Klien tidak senang dengan perawat, atau sebaliknya f. Perawat berpikir tentang sesuatu hal yang lain / tidak fokus ke pasien g. Perawat sedang merencanakan pertanyaan selanjutnya h. Perawat merasa terburu-buru i. Perawat terlalu gelisah atau terburu-buru dalam bertanya

2. External ; a. Suara lingkungan gaduh : TV, radio, pembicaraan di luar b. Kurangnya privacy

c. Ruangan tidak memadai untuk dilakukannya wawancara d. Interupsi atau pertanyaan dari staf perawat yang lain.

Teknik pengumpulan data yang kurang efektif : 1. Pertanyaan tertutup : tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat / keluhan / respon. Ex : Apakah Anda makan tiga kali sehari ? 2. Pertanyaan terarah : secara khas menyebutkan respon yang diinginkan. Ex : .Anda setuju bukan? 3. Menyelidiki : mengajukan pertanyaan yang terus-menerus 4. Menyetujui / tidak menyetujui. Menyebutkan secara tidak langsung bahwa klien benar atau salah. Ex : Anda tidak bermaksud seperti itu kan?

PENGAMATAN / OBSERVASI Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. Observasi dilakukan dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya, melalui rabaan, sentuhan dan pendengaran. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi adalah : 1. Tidak selalu pemeriksaan yang akan kita lakukan dijelaskan secara terinci kepada klien (meskipun komunikasi terapeutik tetap harus dilakukan), karena terkadang hal ini dapat meningkatkan kecemasan klien atau mengaburkan data (data yang diperoleh menjadi tidak murni). Misalnya : `Pak, saya akan menghitung nafas bapak dalam satu menit` - kemungkinan besar data yang diperoleh menjadi tidak valid,

karena kemungkinan klien akan berusaha untuk mengatur nafasnya. 2. Menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual klien 3. Hasilnya dicatat dalam catatan keperawatan, sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh perawat yang lain.

Head-to-toe (dari kepala s. dan bising usus. Perkusi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui reflek seseorang (dibicarakan khusus). Misalnya : kembung. 3. Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow) . Misalnya adanya tumor. 4. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pola fungsi kesehatan (Gordon. Berdasarkan sistem tubuh 2. ROS (Review of System) 3. krepitasi (patah/retak tulang). dll. oedema. dilakukan pengelompokkan data. batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru). Hasilnya seperti : Mata kuning (icteric). 1982) Setelah data terkumpul. batasbatas jantung. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. kulit kebiruan (sianosis). Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan : 1. dll.PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan masalah kesehatan klien.Inspeksi Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. Juga dilakukan pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik klien. dll 2. diantaranya adalah 1. suara nafas. terdapat struma di leher. Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran.d kaki) 2. yang dapat dilakukan dengan cara : 1. Palpasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan.

3. Ilmu perilaku 6. sehingga data yang diperoleh memiliki makna dan arti dalam menentukan masalah dan kebutuhan klien 2. Berdasarkan teori keperawatan 4. ANALISIS DATA Analisis data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan. Patofisiologi penyakit 3. konsep-konsep (manusia. Berdasarkan pola kesehatan fungsional. Fungsi analisis : 1. keperawatan. Mikrobiologi parasitologi 4. Dalam melakukan analisis data. diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep. Sebagai proses pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam rencana asuhan keperawatan. dan pengertian keperawatan. sebelum melakukan tindakan keperawatan. B. Anatomi fisiologi 2. pengalaman. teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien. Dapat menginterpretasi data keperawatan dan kesehatan. dll) 7. Dasar analisis : 1. Tindakan dan prosedur keperawatan 8. sehat-sakit. Teori-teori keperawatan. Pedoman analisis data : 1. Menyusun kategorisasi data secara sistematis dan logis . Farmakologi 5.

Jadi diputuskan masalah mana yang yang dapat diatasi terlebih dahulu. Data yang dikumpulkan harus menyeluruh meliputi aspek bio-psiko-sosial dan spiritual 2. kemudian diikuti oleh kebutuhan-kebutuhan psikososial seperti : aman-nyaman. Menentukan pola alternatif pemecahan masalah 4. Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 3. model. kerangka kerja. dibandingkan dengan data senjang 5. teliti kembali data yang telah terkumpul 2. pengetahuan. PRIORITAS MASALAH Apabila masalah talah diidentifikasi. cintamemiliki. maka disusun daftar masalah yang ditemukan. nrma dan standart. Identifikasi kesenjangan data 3. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 4. Menerapkan teori. Kebutuhan fisiologi menjadi kebutuhan utama manusia. Membuat hubungan sebab akibat antara data dengan masalah yang timbul. kemudian diprioritaskan. harga diri dan aktualisasi diri. Validasi data. Menggunakan berbagai sumber yang ada relevansinya dengan masalah klien dan menggunakan cara-cara pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan klien 3. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin semua masalah diatasi bersama-sama sekaligus. Identifikasi kemampuan dan keadaan yang menunjang asuhan keperawatan klien 6. Dicatat dalam catatan keperawatan secara sistematis dan terus-menerus . Membandingkan dengan standart 4. Dalam memprioritaskan kebutuhan klien. hirarki Maslow menjadi rujukan perawat dalam menentukan pemenuhan kebutuhan klien.2. Cara analisis data : 1. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGKAJIAN 1. Membuat kesimpulan tantang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan C.

Masukkan pernyataan yang mendukung klien 6. Tulis data secara ringkas 9. Untuk mencapai catatan pengkajian secara aktual. yang semuanya termasuk tipe pengkajian informasi. diantaranya : 1. 1. DOKUMENTASI PENGKAJIAN Fokus dokumentasi pengkajian pada data klinik adalah perawat dapat mengimplementasikan dan mengorganisasi data. Jabarkan observasi dan hasil yang jelas 7. Menulis nama dan tanda tangan pelaksana pengkajian. Ikuti kebijakan dan prosedur yang telah ada untuk pencatatan pengkajian 8. Data dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relecan dan sesuai 14. Bentuk dokumentasi dapat berupa data dasar. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 11. Lampiran. Setiap data yang dikumpulkan adalah data baru dan mendapatkan validasi 10. Data dikelompokkan dalam bio-psiko-sosio-spiritual.5. Data harus dicatat. Jaga kerahasiaan . Dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relevan. Gunakan format yang terorganisasi 2. pemeriksaan dari kepala sampai dengan seluruh tubuh dapat memperluas informasi 4. Format yang mencakup pengkajian perkembangan. Gunakan format yang telah ada 3. dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain 12. maka perlu dipertimbangkan pedoman dalam pembuatan pencatatan pengkajian. sesuaikan formatnya 13. Bagaimana cara mendapatkan data yang baik ? a. Menuliskan identitas waktu 15. Catat informasi tanpa bias dan nilai-nilai opini pribadi 5. Dikelompokkan menurut kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 6. lembar alur (flow sheet) dan catatan perkembangan.

Jaga pola interaksi yang baik 3. Usahakan tidak tergesa-gesa 2. Beri kesempatan kepada klien untuk menyelesaikan pembicaraannya c. Pergunakan refleksi (mengulang kembali apa yang dikatakan oleh klien) e. Pergunakan istilah yang dimengerti oleh klien c. Bersabarlah jika klien `blocking` d. Sebutkan nama c. Bagaimana cara mengobservasi ? a. Pergunakan lebih banyak pertanyaan terbuka d. Tunjukkan sikap yang baik d. Tunjukkan penampilan yang baik c. ulang apa yang telah dikatakan dan simpulkan. Pergunakan format pengkajian yang teorganisir dan disepakati oleh instansi 4. Jangan memulai pertanyaan pribadi f. Berikan perhatian yang penuh e. Pergunakan panca indera b. Bagaimana cara bertanya yang baik ? a.b. Tanyakan sesuatu yang penting dan tidak menyinggung g. Tanyakan pertama kali mengenai masalah yang paling dirasakan klien b. Jelaskan tujuan wawancara d. Jadilah pendengar yang aktif b. Klarifikasi. Bagaimana cara menjadi pendengar yang baik? a. Jaga kontak mata e. .

berkemih b. latihan dan rekreasi b. Defekasi. Pola eliminasi a. Kualitas dan kuantitas tidur 6. Pola aktivitas latihan a. Pola kognitif perseptual keadekuatan alat sensori . Pola tidur istirahat dalam 24 jam b. Tipe makanan dan cairan c. Ketaatan pada ketentuan media dan keperawatan 2. Pola aktivitas. bekerja. Peningkatan / penurunan berat badan d. Penggunaan alat bantu c. Penggunaan obat-obatan 4. Pola nutrisi metabolik a. Pola tidur dan istirahat a. dll) 5. Nafsu makan. Pengetahuan tentang gaya hidup dan berhubungan dengan sehat c. Pola sehat sejahtera yang dirasakan b. Pengetahuan tentang praktik kesehatan preventif d. Kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri. pilihan makanan 3.MODEL KEPERAWATAN DALAM PENGKAJIAN / PENGUMPULAN DATA GORDON (1982) : Pola Kesehatan Fungsional 1. pola makan biasa dan masukan cairan b. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat a.

Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitasnya b. identitas diri. Citra diri. tujuan dan keyakinan b. harga diri dan peran diri 8. Konflik MODEL ROY`s (1984) : Model adaptasi : . Pola koping dan toleransi stress a. Pola persepsi-konsep diri a. perasa. Nilai. Kemampuan bahasa. Penglihatan. Persepsi klien tentang kemampuannya c. Spiritual c. belajar.Pola nilai dan keyakinan a. Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab 9. pembau b. Pola emosional d. ideal diri. Kemampuan mengendalian stress b. Pola peran dan tanggung jawab a. Persepsi klien tantang pola hubungan b. Pola seksual reproduksi a. Tahap dan pola reproduksi 10. ingatan dan pembuatan keputusan 7. Sumber pendukung 11.a. Sikap klien mengenai dirinya b.

Cairan dan elektrolit e.1. Fungsi peran 4. Proteksi g. Konsep diri 3. Aktivitas / istirahat 2. Nutrisi c. Pemenuhan kebutuhan nutrisi 4. Keseimbangan aktivitas dan istirahat 6. Pencegahan 8. Pemenuhan kebutuhan cairan 3. Pemenuhan kebutuhan oksigen 2. Sosial 7. Sirkulasi . Promosi DOENGOES (1993) : 1. Oksigen f. Eliminasi d. Pemenuhan kebutuhan eliminasi 5. Aktivitas dan istirahat b. Kebutuhan fisiologik a. Pengaturan sistem endokrin 2. Interdependent MODEL OREM (1985) : Self-care / kemandirian klien dalam merawat dirinya sendiri : 1. Pengaturan suhu h.

Eliminasi 5. Berhubungan : menjalin hubungan. Interaksi sosial 13. mengenal. Keamanan 11. pemahaman atau pengertian secara sadar / emosional 5. Berkomunikasi : verbal non verbal 3. membangun hubungan. kesadaran. Memilih : memilih di antara alternatif-alternatif 2. melepaskan. berguna SUMBER klik disiniASKEP HIPERTIROIDISME08 September 2008 12:12Defenisi . berharga. Seksualitas 12. Pernafasan 10. peduli. berada dalam beberapa asosiasi dengan benda. sadar tentang indera / rangsangan eksternal 8. Hygiene 7. Mengetahui : mengenal memahami 6. dan kehilangan sesuatu 4. Mempersepsikan : memahami dengan pikiran. Makanan dan cairan 6. sensasi.3. Bergerak : mengubah posisi. Penyuluhan / pembelajaran FITZ PATRICK (1991) : Pola respon manusia : 1. orang atau tempat Menilai : perhatian. Merasakan : pengalaman. desakan untuk bertindak / melakukan sesuatu 7. Nyeri / ketidaknyamanan 9. Bertukaran : memberikan. Integritas ego 4. Neurosensori 8.

atau hipotalamus. silahkan download disini .Hipertiroidisme adalah kadar Hormon Tiroid (HT) dalam darah yang berlebihan. hipofisis. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya. Penyebab Hipertiroidisme Dengan Pola Hormon Spesifik Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang tinggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan. TRF akan rendah karena umpan balik negatif dari HT dan TSH. untuk materi lengkap. Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambaran kadar HT dan TSH yang tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful