P. 1
nanda

nanda

|Views: 1,248|Likes:
Published by Roy Adl Oik

More info:

Published by: Roy Adl Oik on Jan 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

http://nursing-keperawatan.blogspot.com/feeds/posts/default?

orderby=updated Diagnosa Keperawatan NANDA : Gangguan Fungsi Pernapasan25 Oktober 2008 18:58Menurut taksonomi II NANDA 2007-2008, diagnosis yang berhubungan dengan fungsi pernafasan adalah:

Ineffective airway clearance (bersihan jalan nafas tidak efektif) Risk for aspiration (risiko aspirasi) Ineffetive breathing pattern (pola nafas tidak efektif) Impaired gas exchange (gangguan pertukaran gas) Risk for suffocation Impaired spontaneous ventilation (gangguan ventilasi spontan) Dysfungsional ventilatory weaning response

Dari sekian banyak diagnosis keperawatan untuk fungsi pernafasan, diagnosis nomer 1, 3 dan 4 mungkin adalah diagnosis yang paling sering digunakan. Bersihan jalan nafas tidak efektif (hal. 5). Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas. Tanda: ketidakmampuan batuk, suara nafas, perubahan frekuensi nafas, sianosis, kesulitan bicara, dyspnea, sputum berlebihan, batuk tidak efektif, orthopnea, kesulitan tidur dan mata lebar. Pola nafas tidak efektif (hal. 26). Inspirasi dan ekspirasi tidak dapat memenuhi ventilasi dengan adequat. Bisa dikarenakan kecemasan, posisi tubuh, kelelahan, gangguan muskuloskeletal, hiperventilasi, hipoventilasi, kegemukan, nyeri, dll. Gangguan pertukaran gas (hal. 94). Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida di membran kapiler-alveoli. Tandanya: hiperkapnea, hiperkarbia, hipoksia, dyspnea, hipoksemia, kesulitan tidur, takikardia, diaporesis, dll.Diagnosa Keperawatan NANDA : ELIMINASI13 September 2008 11:18Berikut ini beberapa diagnosis keperawatan yang berhubungan dengan eliminasi:

Bowel incontinence (p. 22) atau inkontinensia alvi/faeces. Perubahan pola kebiasaan defekasi. Bisa diakibatkan oleh diare kronis, pola makan, immobilisasi, stres, pengobatan, kurang kebersihan pada saat toileting, dll. Bedakan dengan diagnosis Diare . Pada diagnosis ini, faeces biasa, hanya polanya saja yang berubah. Misalnya rutin sehari sekali, karena faktor-faktor yang berhubungan, menjadi dua atau tiga hari sekali.

Diarrhea (p. 71) atau diare. Data utamanya adalah faeces tidak berbentuk sampai dengan cair. Indokator utamanya adalah buang air besar (cair) minimal tiga kali dalam satu hari. Hasil auskultasi abdomen, kram perut dan nyeri perut merupakan tanda-gejala yang lainnya. Faktor yang berhubungan dibagi menjadi tiga kelompok; fisiologis, psikologis dan situasional. Misalnya karena kecemasan, tingkat stres tinggi, proses peradangan, iritasi, malabsorpsi, keracunan, perjalanan jauh, konsumsi alkohol dan pengaruh radiasi.

Impaired urinary elimination (p. 234) atau gangguan eliminasi urin. Karakteristiknya: disuria, frekuensi buang air kecil meningkat, hesitansi, inkontinensia, nokturia. Di NANDA memang agak sedikit rancu. Salah satu karakteristik yang disebutkan untuk diagnosis ini adalah retention . Padahal sudah ada diagnosis Retensi urine . Sehingga disarankan kalau pasien memang mengalami retensi urin, langsung diangkat saja menjadi diagnosis Retensi urin . Untuk mengangkat diagnosis keperawatan Gangguan eliminasi urin , perlu dijelaskan gangguan yang mana. Jika pasien mengeluh sering terbangun untuk kencing di malam hari, maka bisa diambil Gangguan eliminasi urin: nokturia . Jika pasien beser (buang air kecil tidak terkontrol dan terus menerus), bisa diangkat menjadi Gangguan eliminasi urin: inkontinensia . Dan seterusnya, sesuai data yang diperoleh dari pengkajian.

Readiness for enhanced urinary elimination (p. 235) atau potensial peningkatan eliminasi urine (diagnosis sejahtera).

Urinary retention (p. 236) atau retensi urin. Tidak dapat mengosongkan urin secara lampias. Karakteristiknya: palpasi blader terasa tegang, sakit saat buang air kecil, sampai dengan tidak keluarnya urin sama sekali. Faktor yang berhubungan: kekuatan spincter, tekanan tinggi pada uretral dan adanya hambatan (harus dibuktikan dengan adanya hasil pemeriksaan). Constipation (p. 44) atau konstipasi Perceived constipation (p. 46) atau perkiraan konstipasi (klien mendiagnosis dirinya sendiri menderita konstipasi, biasanya faktor yang berhubungan adalah kepercayaan budaya, kepercayaan keluarga, pemahaman yang salah atau gangguan proses pikir)

Risk for constipation (p. 47) atau resiko konstipasi.Diagnosa NANDA Terbaru13 September 2008 11:15Activity/RestActivity intolerance (specify level) Activity intolerance, for Disuse syndrome, risk for Divers ional activity deficit Fatigue Sleep pattern disturbance CirculationAdaptive capacity: intracranial, decreased Cardiac output, decreased Dysreflexia Tissue perfusion, altered (specify): cerebral, cardiopulmonary, renal, gastrointestinal, peripheral Ego IntegrityAdjustment, impaired Anxiety (mild, moderate, severe, panic) Body image disturbance Coping, defensive Coping, individual, ineffective Decisional conflict Denial, ineffective Energy field disturbance Fear Grieving, anticipatory Grieving, dysfunctional Hopelessness Personal identity disturbance Post-trauma response (specify stage) Powerlessness Rape-trauma syndrome (specify) Rape-trauma syndrome: compound reaction

(acute/chronic) Food/FluidBreastfeeding. potential for EliminationBowel incontinence Constipation Constipation. ineffective Breastfeeding. interrupted Fluid volume deficit (active loss) Fluid volume deficit (regulatory failure) Fluid volume deficit. situational low Spiritual distress (distress of the human spirit) Spiritual well being. risk for Fluid volume excess Infant feeding pattern. ineffective . altered Urinary retention. reflex Incontinence. perceived Diarrhea Incontinence. enhanced. total Incontinence. functional Incontinence.Rape-trauma syndrome: silent reaction Relocation stress syndrome Self-esteem. effective Breastfeeding. stress Incontinence. colonic Constipation. urge Urinary elimination. chronic low Self-esteem disturbance Self-esteem.

chronic Infant behavior.Nutrition: altered. risk for Sensory perception alterations (specify): visual. bathing/hygiene. disorganized. organized. gustatory. risk for Breathing pattern. toileting NeurosensoryConfusion. less than body requirements Nutrition: altered. ineffective Aspiration. ineffective Gas exchange. acute Pain. more than body requirements Nutrition: altered. altered Swallowing. impaired Spontaneous ventilation. dressing/ grooming. impaired Peripheral neurovascular dysfunction. risk for Infant behavior. dysfunctional (DVWR) Safety . potential for enhanced Memory. tactile. acute Confusion. impaired HygieneSelf-care deficit (specify level): feeding. disorganized Infant behavior. altered Unilateral neglect Pain/DiscomfortPain Pain. kinesthetic. auditory. olfactory Thought processes. inability to sustain Ventilator weaning response. chronic Respiration Airway clearance. risk for more than body requirements Oral mucous membrane.

impaired.Body temperature. risk for Perioperative positioning injury. ineffective Tissue integrity. risk for Environmental interpretation syndrome. impaired Hyperthermia Hypothermia Infection. risk for . altered Home maintenance management. risk for Physical mobility. risk for Injury. altered Self-mutilation. risk for Skin integrity. risk for Thermoregulation. risk for Suffocation. impaired Health maintenance. impaired Poisoning. (actual)/risk for: directed at self/others Sexuality(component of ego integrity and social interaction) Sexual dysfunction Sexuality patterns. impaired Skin integrity. risk for Violence. altered Social Interaction Caregiver role strain Caregiver role strain. impaired Trauma. risk for Protection. altered.

ineffective management Therapeutic regimen: individual. ineffective management Therapeutic regimen: families. altered. impaired Social isolation Teaching/Learning Growth and development. ineffective Family coping. ineffective Family coping. altered Health-seeking behaviors (specify) Knowledge deficit (learning need) (specify) Noncompliance (compliance. potential for Community coping. altered Social interaction. risk for Role performance. risk for Parenting. effective management Therapeutic regimen: individual. risk for Parental role conflict Parent/infant/child attachment. impaired verbal Communitycoping. altered Loneliness. altered: alcoholism (substance abuse) Family processes. altered Parenting.Communication. enhanced. altered) (specify) Therapeutic regimen: community. ineffective managementDownload Askep13 September 2008 11:07Askep Tetanus Silahkan download disini Askep CHF . altered. potential for growth Family processes.

000 orang meninggal dunia dan lebih dari 100. pusing dapat menyebabkan kerusakan struktur otak.Silahkan download disiniASKEP TRAUMA KAPITIS11 September 2008 17:27Pengertian Trauma merupakan penyebab utama kematian pada populasi dibawah umur 45 tahun dan merupakan penyebab kematian no. Menyebabkan kerusakan meatus auditorius internal dan eustachius. Contusio / memar. 2000). Kecelakaan kendaraan bermotor menrupakan penyebab cedera kepala pada lebih dari 2 juta orang setiap tahunnya. Hematoma yang berkembang dalam kubah tengkorak akibat dari cedera otak. yaitu trauma Kapitis ringan. pingsan + 10 menit. Lebih dari 50% kematian disebabkan oleh cidera kepala. Pendarahan Intrakranial. 75. yaitu pendarahan kecil di jaringan otak akibat pecahnya pembuluh darah kapiler dapat menyebabkan edema otak dan peningkatan TIK. . atau Intra serebral tergantung pada lokasinya. dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Sedangkan menurut Brunner & Suddarth (2000).000 orang yang selamat akan mengalami disabilitas permanent (York. Faktur Fosa anterior dan hidung dan hematom faktur lonsitudinal. trauma capitis adalah gangguan traumatic yang menyebabkan gangguan fungsi otak disertai atau tanpa disertai perdarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak tanpa disertai pendarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak Tipe-Tipe Trauma : Trauma Kepala Terbuka: Faktur linear daerah temporal menyebabkan pendarahan epidural. Trauma Kepala Tertutup Comosio Cerebri. 4 pada seluruh populasi. Hematoma disebut sebagai epidural. Subdural. Ada berbagai klasifikasi yang di pakai dalam penentuan derajat kepala.

atau hematoma kulit kepala Tidak adanya kriteria cedera sedang-berat. dkk. Cidera kepala berat (kelompok resiko berat) Skor skala koma glasglow 3-8 (koma) Penurunan derajat kesadaran secara progresif Tanda neurologis fokal Cidera kepala penetrasi atau teraba fraktur depresikranium.dan orientatif) Tidak ada kehilangan kesadaran(misalnya konkusi) Tidak ada intoksikasi alkohaolatau obat terlarang Pasien dapat mengeluh nyeri kepala dan pusing Pasien dapat menderita abrasi.The Traumatic Coma Data Bank mendefinisakan berdasarkan skor Skala Koma Glasgow (cited in Mansjoer.mata rabun. Menurut Keperawatan Klinis dengan pendekatan holistik (1995: 226): . letargi atau stupor) Konkusi Amnesia pasca trauma Muntah Tanda kemungkinan fraktur kranium (tanda battle.laserasi.otorhea atau rinorhea cairan serebrospinal). Cidera kepala sedang (kelompok resiko sedang) Skor skala koma glasgow 9-14 (konfusi.atentif. 2000: 4): Cidera kepala ringan/minor (kelompok resiko rendah) Skor skala koma Glasglow 15 (sadar penuh.hemotimpanum.

Dapat mengalami fraktur tengkorak.perdarahan subdural dan kontusio serebri.Cidera kepala ringan /minor SKG 13-15 Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari 30 menit. keparahan dan morfologi cidera. Annegers ( 1998 ) membagi trauma kepala berdasarkan lama tak sadar dan lama amnesia pasca trauma yang di bagi menjadi : Cidera kepala ringan. Cidera kepala berat SKG 3-8 Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam.apabiula kehilangan kesadaran atau amnesia lebih dari 24 jam. Mekanisme : berdasarkan adanya penetrasi durameter: .apabila kehilangan kesadaran atau amnesia berlangsung kurang dari 30 menit Cidera kepala sedang. Cidera kepala sedang SKG 9-12 Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam.Tidak ada fraktur tengkorak. Arif mansjoer. dkk (2000) mengklasifikasikan cidera kepala berdasarakan mekanisme.juga meliputi kontusio serebral.laserasi atau hematoma intrakranial.dan hematoma.tidak ada kontusio cerebral.apabila kehilangan kesadaran atau amnesia terjadi 30 menit sampai 24 jam atau adanya fraktur tengkorak Cidera kepala berat.

Morfologi v Fraktur tengkorak : kranium: linear/stelatum. v Berat : GCS 3-8. : Kecepatan rendah(terjatuh. v Trauma tembus(luka tembus peluru dan cidera tembus lainnya. Difus: konkusi ringan. Basis:dengan/tanpa kebocoran cairan serebrospinal. konkusi . subdural.v Trauma tumpul : Kecepatan tinggi(tabrakan mobil).di pukul). Keparahan cidera v Ringan : Skala koma glasgow(GCS) 14-15. depresi/non depresi. v Sedang : GCS 9-13. dengan/tanpa kelumpuhan nervus VII. v Lesi intrakranial klasik. terbuka/tertutup. cidera difus. intraserebral. : Fokal: epidural.

Kontusio serebral merupakan didera kepala berat. Setelah cidera kepala. pasien terbaring dan kehilangan gerakkan. dengan kemungkinan adanya daerah haemoragi. Haemoragi intrakranial. suatu ruang yang pada keadaan normal diisi oleh cairan. Dan Hematoma sub dural kronik dapat terjadi karena cidera kepala minor dan terjadi paling sering pada lansia. kulit kepala berdarah bila cidera dalam. Hematoma sub dural akut d hubungkan dengan cidera kepala mayor yang meliputi kontusio dan laserasi. Hematoma epidural (hamatoma ekstradural atau haemoragi). kulit dingin dan pucat. dimana arteri ini berada di dura dan tengkorak daerah inferior menuju bagian tipis tulang temporal. l2210-2213) Cidera kulit kepala. Sedangkan Hematoma sub dural sub akut adalah sekuele kontusio sedikit berat dan di curigai pada pasien gangguan gagal meningkatkan kesadaran setelah trauma kepala. kontusio. . Tergantung ukuran pembuluh darah yang terkena dan jumlah perdarahan yang ada. haemoragi karena arteri ini menyebabkan penekanan pada otak. Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuitas tulang tengkorak di sebabkan oleh trauma. Hematoma sub dural adalah pengumpulan darah diantara dura dan dasar. 2000. Luka kulit kepala maupun tempat masuknya infeksi intrakranial. Komosio. Komosio dipertimbangkan sebagai cidera kepala minor dan dianggap tanpa sekuele yang berarti. Fraktur tengkorak. sub akut atau kronik. Hematoma sub dural. Cidera otak serius dapat tejadi dengan atau tanpa fraktur tengkorak. Kerusakan tidak dapat pulih dan sel-sel mati dapat diakibatkan karena darah yang mengalir berhenti hanya beberapa menit saja dan kerusakan neuron tidak dapat mengalami regenerasi. Pada pasien dengan komosio sering ada gangguan dan kadang efek residu dengan mencakup kurang perhatian.Jenis-jenis cidera kepala (Suddarth. Keadaan ini karena fraktur tulang tengkorak yang menyebabkan arteri meningeal tengah putus /rusak (laserasi). efek utama adalah seringkali lambat sampai hematoma tersebut cukup besar untuk menyebabkan distorsi dan herniasi otak serta peningkatan TIK. laserasi atau avulsi. dkk. Trauma dapat menyebabkan abrasi. Hematoma sub dural dapat terjadi akut. Kontusio. kesulitan memori dan gangguan dalam kebiasaan kerja. sering defekasi dan berkemih tanpa di sadari. dimana otak mengalami memar. setelah pukulan atau cidera pada kepala yang menimbulkan kontusio. Adanya fraktur tengkorak biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yang kuat. Cidera pada bagian ini banyak mengandung pembuluh darah. Pasien tidak sadarkan dari. Cidera Otak. Fraktur tengkorak diklasifikasikan terbuka dan tertutup. Hematoma (pengumpulan darah) yang terjadi di dalam kubah kranial adalah akibat paling serius dari cidera kepala. Bila fraktur terbuka maka dura rusak dan fraktur tertutup keadaan dura tidak rusak. pernafsan dangkal. denyut nadi lemah. darah berkumpul di dalam ruang epidural (ekstradural) diantara tengkorak dan dura. Komosio umumnya meliputi sebuah periode tidak sadarkan diri dalam waktu yang berakhir selama beberapa detik sampai beberapa menit. laserasi dan hemoragi otak.

dapat menyebabkan cedera seluruh kerusakan terjadi ketika energi/ kekuatan diteruskan kepada otak.Haemoragi intraserebral dan hematoma. cidera kumpil). Hemoragi intraserebral adalah perdaraan ke dalam substansi otak. Trauma benda tajam dapat menyebabkan cedera setempat. Kerusakan jaringan otak karena benda tumpul tergantung pada : v Lokasi v Kekuatan v Fraktur infeksi/ kompresi v Rotasi v Delarasi dan deselarasi Mekanisme cedera kepala . Benda Tumpul. Haemoragi ini biasanya terjadi pada cidera kepala dimana tekanan mendesak ke kepala sampai daerah kecil (cidera peluru atau luka tembak. Etiologi Cedera kepala dapat disebabkan oleh dua hal antara lain : Benda Tajam.

Deselerasi. Nyeri kepala dapat muncul segera/bertahap seiring dengan peningkatan TIK. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala cedera kepala dapat dikelompokkan dalam 3 kategori utama ( Hoffman. iritabilitas Gambaran klinis secara umum pada trauma kapitis : Pada kontusio segera terjadi kehilangan kesadaran. Contoh : akibat pukulan lemparan. 1996): Tanda dan gejala fisik/somatik: nyeri kepala. . Respon pupil mungkn lenyap. vomitus Tanda dan gejala kognitif: gangguan memori. Pola pernafasan secara progresif menjadi abnormal. dizziness. dkk.Akselerasi. gangguan perhatian dan berfikir kompleks Tanda dan gejala emosional/kepribadian: kecemasan. Contoh : kepala membentur aspal. ketika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam. Dihubungkan dengan perubahan bentuk atau gangguan integritas bagan tubuh yang dipengaruhi oleh kekuatan pada tengkorak. Dapat timbul mual-muntah akibat peningkatan tekanan intrakranial. nausea. Deformitas. Perubahan perilaku kognitif dan perubahan fisik pada berbicara dan gerakan motorik dapat timbul segera atau secara lambat.

Pungsi Lumbal CSS : dapat menduga adanya perdarahan subaractinoid. perdarahan dan trauma. Pemeriksaan toksitologi : mendeteksi obat yang mungkin bertanggung jawab terhadap penurunan kesadaran. disebabkan oleh kerusakan traumatic pada rangkai hipofisis meyulitkan penghentian sekresi hormone antidiupetik. Kadar antikonvulsan darah : dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat terapi yang cukup efektif untuk mengatasi kejang. minggu pertama) atau lanjut (setelah satu minggu). . PET (Pesikon Emission Tomografi) : menunjukkan aktivitas metabolisme pada otak. Angiografi Serebral : menunjukkan kelainan sirkulasi serebral seperti pergeseran jaringan otak akibat edema. Kejang.Pemeriksaan Dianostik: CT Scan : mengidentifikasi adanya sol. Diabetes Insipidus. MRI : sama dengan CT Scan dengan atau tanpa kontraks. BAER (Brain Eauditory Evoked) : menentukan fungsi dari kortek dan batang otak. hemoragi menentukan ukuran ventrikel pergeseran cairan otak. GDA (Gas Darah Arteri) : mengetahui adanya masalah ventilasi atau oksigenasi yang akan dapat meningkatkan TIK. Kimia/elektrolit darah : mengetahui ketidakseimbangan yang berpengaruh dalam peningkatan TIK. Sinar X : mendeteksi adanya perubahan struktur tulang (faktur pergeseran struktur dan garis tengah (karena perdarahan edema dan adanya frakmen tulang). EEG : memperlihatkan keberadaan/ perkembangan gelombang. Kejang pasca trauma dapat terjadi segera (dalam 24 jam pertama dini.. Komplikasi Kebocoran cairan serebrospinal akibat fraktur pada fossa anterior dekat sinus frontal atau dari fraktur tengkorak bagian petrous dari tulang temporal.

Penatalaksanaan Medik

Penatalaksanaan medik cedera kepala yang utama adalah mencegah terjadinya cedera otak sekunder. Cedera otak sekunder disebabkan oleh faktor sistemik seperti hipotesis atau hipoksia atau oleh karena kompresi jaringan otak (Tunner, 2000). Pengatasan nyeri yang adekuat juga direkomendasikan pada pendertia cedera kepala (Turner, 2000).

Penatalaksanaan umum adalah sebagai berikut :

·

Nilai fungsi saluran nafas dan respirasi.

·

Stabilisasi vertebrata servikalis pada semua kasus trauma.

·

Berikan oksigenasi.

·

Awasi tekanan darah

·

Kenali tanda-tanda shock akibat hipovelemik atau neuregenik.

·

Atasi shock

·

Awasi kemungkinan munculnya kejang.

Penatalaksanaan lainnya:

Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral, dosis sesuai dengan berat ringannya trauma. Therapi hiperventilasi (trauma kepala berat). Untuk mengurangi vasodilatasi. Pemberian analgetika Pengobatan anti oedema dengan larutan hipertonis yaitu manitol 20% atau glukosa 40 % atau gliserol 10 %. Antibiotika yang mengandung barrier darah otak (penisilin). Makanan atau cairan. Pada trauma ringan bila terjadi muntah-muntah tidak dapat diberikan apaapa, hanya cairan infus dextrosa 5% , aminofusin, aminofel (18 jam pertama dan terjadinya kecelakaan), 2-3 hari kemudian diberikana makanan lunak. Pada trauma berat, hari-hari pertama (2-3 hari), tidak terlalu banyak cairan. Dextrosa 5% untuk 8 jam pertama, ringer dextrose untuk 8 jam kedua dan dextrosa 5% untuk 8 jam ketiga. Pada hari selanjutnya bila kesadaran rendah, makanan diberikan melalui ngt (2500-3000 tktp). Pemberian protein tergantung nilai urea N. Tindakan terhadap peningktatan TIK

Pemantauan TIK dengan ketat. Oksigenisasi adekuat. Pemberian manitol. Penggunaan steroid. Peningkatan kepala tempat tidur. Bedah neuro. Tindakan pendukung lain

dukungan ventilasi. Pencegahan kejang. Pemeliharaan cairan, elektrolit dan keseimbangan nutrisi. Terapi anti konvulsan. Klorpromazin untuk menenangkan pasien. Pemasangan selang nasogastrik.

Pengkajian Keperawatan

Data tergantung pada tipe, lokasi dan keparahan cedera dan mungkin diperlukan oleh cedera tambahan pada organ-organ vital.

Aktivitas/ Istirahat

Gejala : Merasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan.

Tanda : Perubahan kesehatan, letargi

Hemiparase, quadrepelgia

Ataksia cara berjalan tak tegap

Masalah dalam keseimbangan

Cedera (trauma) ortopedi

Kehilangan tonus otot, otot spastik

Sirkulasi

Gejala : Perubahan darah atau normal (hipertensi)

baal pada ekstremitas. delirium. bingung depresi dan impulsif. vertigo. tinitus kehilangan pendengaran. amnesia seputar kejadian. Makanan/ cairan Gejala : Mual. mudah tersinggung. sinkope. air liur keluar. agitasi. Neurosensoris Gejala : Kehilangan kesadaran sementara.Perubahan frekuensi jantung (bradikardia. Tanda : Muntah (mungkin proyektil) Gangguan menelan (batuk. Integritas Ego Gejala : Perubahan tingkah laku atau kepribadian (tenang atau dramatis) Tanda : Cemas. muntah dan mengalami perubahan selera. disfagia). fingking. Eliminasi Gejala : Inkontenensia kandung kemih/ usus atau mengalami gngguan fungsi. Tanda : Perubahan kesadaran bisa sampai koma Perubahan status mental . takikardia yang diselingi bradikardia disritmia).

Quadreplegia Nyeri/ Kenyamanan Gejala : Sakit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda biasanya koma. gelisah tidak bisa beristirahat. simetri) Wajah tidak simetri Genggaman lemah. respon menarik pada rangangan nyeri yang hebat. mengi positif Keamanan Gejala : Trauma baru/ trauma karena kecelakaan . terdesak Ronki. Nafas berbunyi stridor.Perubahan pupil (respon terhadap cahaya. tidak seimbang Refleks tendon dalam tidak ada atau lemah Apraksia. hemiparese. Pernapasan Tanda : Perubahan pola nafas (apnea yang diselingi oleh hiperventilasi). merintih. Tnda : Wajah menyeringai.

. bicara berulang-ulang.Tanda : Fraktur/ dislokasi Gangguan penglihatan Gangguan kognitif Gangguan rentang gerak. transmisi. kerusakan persepsi atau kognitif. penurunan kekuatan. obstruksi trakeo bronkial Perubahan persepsi sensori b/d perubahan resepsi sensori. Diagnosa Keperawatan Perfusi jaringan serebral tidak efektif b/d interupsi aliran darah Resiko terhadap ketidakefektifan pola nafas b/d kerusakan neurovaskuler. Perubahan proses pikir b/d perubahan fisiologis. penurunan kerja silia. gangguan dalam regulasi suhu tubuh Interaksi Sosial Tanda : Afasia motorik atau sensorik. Kerusakan mobilitas fisik b/d kerusakan persepsi atau kognitif. Resiko infeksi b/d jaringan trauma. konflik psikologis. respon inflamasi tertekan. bicara tanpa arti. kekurangan nutrisi. kekutan secara umum mengalami paralisis Demam. tonus otot hilang.

bukan untuk memudahkan pembuatan LP. S. Guyton dan Hall. Philadelphia. Media Aesculapius.USA Judith M Wilkinson. kasus kelolaan. dkk. I. Jakarta.Made Karyasa. Keperawatan Medikal Bedah. perdarahan dan gangguan yang dialami oleh pasien.DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth. Fisiologi Kedokteran Edisi 9. karena masih diperlukan kajian mendalam. EGC. S.PEMASANGAN NGT11 September 2008 17:24Insersi slang nasogastrik meliputi pemasangan slang plastik lunak melalui nasofaring klien ke dalam lambung.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.Jakarta. Marilynn E.. alih bahasa : Waluyo Agung.Nursing Diagnosis: Definitions and Classification. 2002. Jakarta : EGC. 2000. Jakarta : EGC. 2002.. Kapita Selekta Kedokteran. Rencana Asuhan Keperawatan.1993. sesuai dengan kasus yang dihadapi. Marlyn E Doengoes. Kuncara. Slang mempunyai lumen berongga yang memungkinkan baik pembuangan sekret gastrik dan pemasukan cairan ke dalam lambung.. 1996. Juli..Kep: EGC. Jakarta Tulisan ini hanyalah sebagai bahan bacaan. Doengoes.Kep. wordpress. dll) seperti ini tidak bisa masuk sebagai reference. Trauma kapitis tentu saja harus dijelaskan lebih terinci.. Ni Made Sumarwati. EGC.. Yasmin Asih. Buku Saku Daignosis Keperawatan: dengan intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC.. . blog (blogspot. alih bahasa : I Made Kariasa. Yang jelas. Brunner & Suddarth. Jakarta. Rencana Asuhan Keperawatan. 2007. 2000. Arif Mansjoer. NANDA. Jakarta : EGC. 2001-2002.

PERALATAN Slang nasogastrik (ukuran 14-18 fr) Pelumas/ jelly Spuit berujung kateter 60 ml Stetoskop lampu senter/ pen light klem Handuk kecil Tissue Spatel lidah Sarung tangan dispossible .

Plester Nierbekken Bak instrumen TUJUAN memungkinkan dukungan nutrisi melalui saluran gastrointestinal memungkinkan evakuasi isi lambung menghilangkan mual HASIL YANG DIHARAPKAN .

nyeri atau mual LANGKAH PELAKSANAAN .Klien menambah berat badannya 1/2 sampai 1 kg per minggu Klien tidak mempunyai keluhan mual atau muntah PENGKAJIAN Pengkajian harus berfokus pada: Instruksi dokter tentang tipe slang dan penggunaan slang Ukuran slang yang digunakan sebelumnya. jika ada Riwayat masalah sinus atau nasal Distensi abdomen.

Bersihkan mukus dan sekresi dari hidung dengan tissue lembab atau lidi kapas Tempatkan handuk mandi diatas dada klien. dengan menempatkan ujung melingkar slang pada daun telinga. ulangi pada lubang hidung yang lain. minta klien menahan kepala dan leher lurus dan membuka mulut Ketika slang terlihat dan klien bisa merasakan slang dalam faring. instruksikan klien untuk menekuk kepala ke depan dan menelan . tandai lokasi tonjolan sternum di sepanjang slang dengan plester kecil Minta klien menengadahkan kepala. Lanjutkan pengukuran dari daun telinga ke tonjolan sternum.Cuci tangan dan atur peralatan Jelaskan prosedur pada klien Bantu klien untuk posisi semifowler Berdirilah disisi kanan tempat tidur klien bila anda bertangan dominan kanan(atau sisi kiri bila anda bertangan dominan kiri) Periksa dan perbaiki kepatenan nasal:Minta klien untuk bernafas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat. Pertahankan tissue wajah dalam jangkauan klien Gunakan sarung tangan Tentukan panjang slang yang akan dimasukkan dan ditandai dengan plester. masukkan selang ke dalam lubang hidung yang paling bersih Pada saat anda memasukkan slang lebih dalam ke hidung. Ukur jarak dari lubang hidung ke daun telinga.

satu sisi plester lilitan mengitari slang Plesterkan slang secara melengkung ke satu sisi wajah klien. Untuk mengamankan slang: gunting bagian tengah plester sepanjang 2 inchi. tarik udara ke dalam spuit sebanyak 10-20 ml masukkan ke selang dan dorong udara sambil mendengarkan lambung dengan stetoskop jika terdengar gemuruh. Aspirasi dengan spuit dan pantau drainase lambung. kemudian yang lain. fiksasi slang.Masukkan slang lebih dalam ke esofagus dengan memberikan tekanan lembut tanpa memaksa saat klien menelan (jika klien batuk atau slang menggulung di tenggorokan. sisakan 1 inci tetap utuh. tempelkan 1 inchi plester pada lubang hidung. hentikan insersi selang dan periksa penempatannya:minta klien membuka mulut untuk melihat slang. lilitkan salah satu ujung. DOKUMENTASI Catat hal-hal berikut pada lembar dokumentasi: Tanggal dan waktu insersi slang Warna dan jumlah drainase . tarik slang ke faring dan ulangi langkah-langkahnya). diantara upaya tersebut dorong klien untuk bernafas dalam Ketika tanda plester pada selang mencapai jalan masuk ke lubang hidung. Pita karet dapat digunakan untuk memfiksasi slang.

yang merupakan hal yang harus diatasi olehnya yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja pemasaran. memahami pesan yang ingin disampaikan dan bahkan akan mengaburkan masalah itu sendiri. . Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan latar belakang adalah : 1. dalam sebuah proposal penelitian. Ancangan pembahasan Ancangan yang dimaksud adalah darimanakah periset mengawali pembicaraan dalam kaitan dengan masalah riset yang dilakukan. Berikut ini adalah panduan praktis membuat latar belakang. Disamping juga dalam perumusan masalah dalam latar belakang masalah periset juga harus memaparkan teori. Permasalahan Manajemen dan Riset Permasalahan manajemen adalah permasalahan yang dihadapi secara langsung oleh pemasar. fokus. latar belakang masalah merupakan penggambaran akan mengapa masalah riset muncul dari sisi masalah manajemen yang muncul. Hal ini agar arah pemikiran yang dikembangkan dalam latar belakang lebih mengarah. kadang sulit bagi mahasiswa yang tidak biasa menulis. Alur logika pemikiran merupakan urutan berfikir penulis dalam menuangkan gagasan yang ingin disampaiakan yang tercermin dalam susunan kalimat-kalimat dan susunan paragraf-paragraf dalam latar belakang. jelas dan mudah dipahami. fakta atau kejadian yang muncul yang memperkuat latar belakang dan perumusan masalah. Alur logika pemikiran yang digunakan khususnya dalam penulisan latar belakang menjadi penting diperhatikan. tesis atau disertasi). tidak meluas tapi dangkal. utamanya dalam meulis skripsi. Pengambilan ancangan yang tepat akan memberikan penggambaran yang tepat pula atas masalah yang diangkat oleh periset. Sedangkan permasalahan riset merupakan derivasi dari permasalahan manajemen. Permasalahan manajemen lebih bersifat teknis. yang dirumuskan dan dijadikan acuan dasar dalam melakukan riset pemasaran. Dalam sebuah riset akademik (skripsi. disertai data. 2. Permasalahan dalam Riset Permasalahan manajemen dan permasalahan riset seringkali dirumuskan dalam sub bab latar belakang masalah dan permasalahan. Alur logika pemikiran yang digunakan. Sangat direkomendasikan pembicaraan dalam latar belakang lebih fokus dan mendalam.ukuran dan tipe slang Toleransi klien terhadap prosedurMembuat Latar Belakang Penelitian11 September 2008 17:18Menulis latar belakang. prinsip atau kaidah teoritik lain yang dapat dijadikan sandaran berfikir dan merumuskan masalah. Latar belakang yang tidak memiliki alur logika yang jelas akan sulit bagi pembaca mengenali masalah sebenarnya.

4. Semakin banyak teori yang digunakan maka. Namun demikian prinsip yang lazim digunakan adalah bahwa penggambaran identifikasi dan perumusan masalah sebagaimana dalam latarbelakang dan permasalahan riset harus secara cukup dan tuntas mengarahkan pembaca akan masalah riel apa yang dihadapi oleh periset dan mengapa muncul dan perlu diatasi atau diteliti. umber teori merupakan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang disampaikan oleh seseorang yang biasanya dihasilkan dari riset. akan semakin meningkatkan obyektifitas riset. syok hemoragik. untuk kepentingan apa riset dilakukan dan tentunya ketersediaan halaman atau tempat dalam menuangkan gagasan. sebagai cerminan kalimat tersebut diambil dari penulis yang namanya disebutkan tersebut.Dari fakta dan data tersebut akan diketahui seberapa luas dan seberapa parah permasalahan riel yang ada. bsennya data dan fakta dalam perumusan masalah utamanya dalam latar belakang akan mengakibatkan permasalahan menjadi sangat umum. luka bakar. tidak jelas dan tidak fokus. hasil-hasil penelitian. Secara singkat dapat dijelaskan: Di dalam latar belakang masalah. Penggunaan fakta dan data lingkungan Penggunaan fakta dan data dalam perumusan latar belakang adalah penting untuk mengetahui indikator-indikator dari intensitas permasalahan yang dirumuskan oleh periset. Penggunaan sumber teori secara eksplisit tercermin pada penggunaan kalimat yang diakhir kalimat dicantumkan nama penulis dan tahun penulisan. 5. dalam batas tertentu. Fungsinya selain akan menjadi sandaran berfikir namun juga hal tersebut akan menjadi indikator obyektifitas tulisan. demam berdarah dengue (DHF). baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti.3. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori. trauma. Panjang dan kecukupan Panjang atau pendeknya penggambaran memang sangat tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi. Penggunaan sumber teori sebagai dasar pemikiran. Komposisi: Setiap liter asering mengandung: . Dengan demikian. mengambang. dan semakin kuat argumentasi yang dipaparkan oleh periset. kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti.JENIS CAIRAN INFUS DAN KEGUNAANNYA11 September 2008 17:17ASERING Indikasi: Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut. dehidrasi berat. dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.

asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran Mempunyai efek vasodilator . dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati Pada pemberian sebelum operasi sesar.Na 130 mEq K 4 mEq Cl 109 mEq Ca 3 mEq Asetat (garam) 28 mEq Keunggulan: Asetat dimetabolisme di otot. RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus Pada kasus bedah.

Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak Bayi prematur atau bayi baru lahir. penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA. misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai. pada keadaan asupan oral terbatas . sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam KA-EN 3A & KA-EN 3B Indikasi: Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian.Pada kasus stroke akut. dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral KA-EN 1B Indikasi: Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui. demam) < 24 jam pasca operasi Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV.

Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B KA-EN MG3 Indikasi : Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. pada keadaan asupan oral terbatas Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium 20 mEq/L Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L KA-EN 4A Indikasi : .

Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak Tanpa kandungan kalium. sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi (per 1000 ml): Na 30 mEq/L K 0 mEq/L Cl 20 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 40 gr/L KA-EN 4B Indikasi: .

Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi: Na 30 mEq/L K 8 mEq/L Cl 28 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 37.5 gr/L Otsu-NS Indikasi: .

misal diare Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum.Untuk resusitasi Kehilangan Na > Cl. luka bakar) Otsu-RL Indikasi: Resusitasi Suplai ion bikarbonat Asidosis metabolik MARTOS-10 Indikasi: Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik . insufisiensi adrenokortikal.

infeksi berat. stres berat dan defisiensi protein Dosis: 0.Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor.3 gr/kg BB/jam Mengandung 400 kcal/L AMIPAREN Indikasi: Stres metabolik berat Luka bakar Infeksi berat Kwasiokor Pasca operasi Total Parenteral Nutrition Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit .

trauma dan pasca operasi) Stres metabolik sedang Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm) PAN-AMIN G Indikasi: Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan Nitrisi dini pasca operasi Tifoid .AMINOVEL-600 Indikasi: Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI Penderita GI yang dipuasakan Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar.

Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien. perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga. sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan. membatasi. Carpenito. supaya : Perawat dapat berkomunikasi dengan istilah yang dimengerti secara umum Memfasilitasi dan mengakses diagnosa keperawatan Sebagai metode untuk mengidentifikasi perbedaan masalah keperawatan dengan masalah medis Meningkatkan kerjasama perawat dalam mendefinisikan diagnosis dari data pengkajian dan intervensi keperawatan. Diagnosis keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi. Problem (P/masalah). Diagnosis keperawatan disusun dengan menggunakan standart yang telah disepakati (NANDA. merupakan gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan. Gordon. dll). mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito. KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN Rumusan diagnosis keperawatan mengandung tiga komponen utama.SUMBER KLIK DISINIDIAGNOSA KEPERAWATAN11 September 2008 17:15PENGERTIAN Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu. Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkat mungkin. Doengoes. 2000. 1976 & NANDA). keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial. dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya. . yaitu : 1. dimana pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat. Masalah adalah kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi. Gordon. menurunkan.

Maturasional : Adolesent : ketergantungan dalam kelompok Young Adult : menikah. adalah ciri. tanda atau gejala.2. 3. Sign & symptom (S/tanda & gejala). yang merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis keperawatan. isolasi sosial. Perumusan harus jelas dan singkat dari respon klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi . Unsur-unsur dalam identifikasi etiologi : Patofisiologi penyakit : adalah semua proses penyakit. lingkungan. Situasional : personal dan lingkungan (kurang pengetahuan. sehingga tidak mampu memberikan perawatan. keadaan ini menunjukkan penyebab keadaan atau masalah kesehatan yang memberikan arah terhadap terapi keperawatan. Jadi rumus diagnosis keperawatan adalah : PE / PES. Etiologi (E/penyebab). Penyebabnya meliputi : perilaku. interaksi antara perilaku dan lingkungan. tanda-tanda pubertas. hamil. dll) Medikasi (berhubungan dengan program pengobatan/perawatan) : keterbatasan institusi atau rumah sakit. akut atau kronis yang dapat menyebabkan / mendukung masalah. PERSYARATAN PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. menjadi orang tua Dewasa : tekanan karier.

2.

Spesifi dan akurat (pasti)

3.

Dapat merupakan pernyataan dari penyebab

4.

Memberikan arahan pada asuhan keperawatan

5.

Dapat dilaksanakan oleh perawat

6.

Mencerminan keadaan kesehatan klien.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Berorientasi kepada klien, keluarga dan masyarakat

2.

Bersifat aktual atau potensial

3.

Dapat diatasi dengan intervensi keperawatan

4. Menyatakan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.

ALASAN PENULISAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.

Memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif

2.

Memberikan kesatuan bahasa dalam profesi keperawatan

3.

Meningkatkan komunikasi antar sejawat dan profesi kesehatan lainnya

4. Membantu merumuskan hasil yang diharapkan / tujuan yang tepat dalam menjamin mutu asuhan keperawatan, sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi

5.

Menciptakan standar praktik keperawatan

6.

Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.

PROSES PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Klasifikasi & Analisis Data

Pengelompokkan data adalah mengelompokkan data-data klien atau keadaan tertentu dimana klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kriteria permasalahannya. Pengelmpkkan data dapat disusun berdasarkan pola respon manusia (taksonomi NANDA) dan/atau pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982);

Respon Manusia (Taksonomi NANDA II) :

Pertukaran Komunikasi Berhubungan

Nilai-nilai Pilihan Bergerak Penafsiran Pengetahuan Perasaan Pola Fungsi Kesehatan (Gordon, 1982) :

Persepsi kesehatan : pola penatalaksanaan kesehatan Nutrisi : pola metabolisme Pola eliminasi Aktivitas : pola latihan Tidur : pola istirahat Kognitif : pola perseptual Persepsi diri : pola konsep diri Peran : pola hubungan Seksualitas : pola reproduktif Koping : pola toleransi stress Nilai : pola keyakinan 2. Mengindentifikasi masalah klien

Masalah klien merupakan keadaan atau situasi dimana klien perlu bantuan untuk mempertahankan atau meningkatkan status kesehatannya, atau meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan oleh perawat sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya

Identifikasi masalah klien dibagi menjadi : pasien tidak bermasalah, pasien yang kemungkinan mempunyai masalah, pasien yang mempunyai masalah potensial sehingga kemungkinan besar mempunyai masalah dan pasien yang mempunyai masalah aktual.

Menentukan kelebihan klien Apabila klien memenuhi standar kriteria kesehatan, perawat kemudian menyimpulkan bahwa klien memiliki kelebihan dalam hal tertentu. Kelebihan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan atau membantu memecahkan masalah yang klien hadapi.

Menentukan masalah klien Jika klien tidak memenuhi standar kriteria, maka klien tersebut mengalami keterbatasan dalam aspek kesehatannya dan memerlukan pertolongan.

Menentukan masalah yang pernah dialami oleh klien Pada tahap ini, penting untuk menentukan masalah potensial klien. Misalnya ditemukan adanya tanda-tanda infeksi pada luka klien, tetapi dari hasil test laboratorium, tidak menunjukkan adanya suatu kelainan. Sesuai dengan teori, maka akan timbul adanya infeksi. Perawat kemudian menyimpulkan bahwa daya tahan tubuh klien tidak mampu melawan infeksi.

Penentuan keputusan Tidak ada masalah, tetapi perlu peningkatan status dan fungsi (kesejahteraan) : tidak ada indikasi respon keperawatan, meningkatnya status kesehatan dan kebiasaan, serta danya inisiatif promosi kesehatan untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga.

Masalah kemungkinan (possible problem) : pola mengumpulkan data yang lengkap untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga

Masalah aktual, resiko, atau sindrom : tidak mampu merawat karena klien menolak masalah dan pengobatan, mulai untuk mendesain perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencegah, menurunkan, atau menyelesaikan masalah.

Masalah kolaboratif : konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional yang ompeten dan bekerja secara kolaboratif pada masalah tersebut. Masalah kolaboratif adalah komplikasi fisiologis yang diakibatkan dari patofisiologi, berhubungan dengan pengobatan dan situasi yang lain. Tugas perawat adalah memonitor, untuk mendeteksi status klien dan kolaboratif dengan tenaga medis guna pengobatan yang tepat.

3.

Memvalidasi diagnosis keperawatan

Adalah menghubungkan dengan klasifikasi gejala dan tanda-tanda yang kemudian merujuk kepada kelengkapan dan ketepatan data. Untuk kelengkapan dan ketepatan data, kerja sama dengan klien sangat penting untuk saling percaya, sehingga mendapatkan data yang tepat.

Pada tahap ini, perawat memvalidasi data yang ada secara akurat, yang dilakukan bersama klien/keluarga dan/atau masyarakat. Validasi tersebut dilaksanakan dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang kejelasan interpretasi data. Begitu diagnosis keperawatan disusun, maka harus dilakukan validasi.

4.

Menyusun diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritasnya

Setelah perawat mengelompokkan, mengidentifikasi, dan memvalidasi data-data yang signifikan, maka tugas perawat pada tahap ini adalah merumuskan suatu diagnosis keperawatan. Diagnosa keperawatan dapat bersifat aktual, resiko, sindrom, kemungkinan dan wellness.

Menyusun diagnosis keperawatan hendaknya diurutkan menurut kebutuhan yang berlandaskabn hirarki Maslow (kecuali untuk kasus kegawat daruratan menggunakan prioritas berdasarkan yang mengancam jiwa ) :

Berdasarkan Hirarki Maslow : fisiologis, aman-nyaman-keselamatan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri Griffith-Kenney Christensen : ancaman kehidupan dan kesehatan, sumber daya dan dana yang tersedia, peran serta klien, dan prinsip ilmiah dan praktik keperawatan.

KATEGORI DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Diagnosis Keperawatan Aktual

Diagnosis keperawatan aktual (NANDA) adalah diagnosis yang menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan karakteristik mayor yang diidentifikasi. Diagnosis keperawatan mempunyai empat komponen : label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor yang berhubungan.

Label merupakan deskripsi tentang definisi diagnosis dan batasan karakteristik. Definisi menekankan pada kejelasan, arti yang tepat untuk diagnosa. Batasan karakteristik adalah karakteristik yang mengacu pada petunjuk klinis, tanda subjektif dan objektif. Batasan ini juga mengacu pada gejala yang ada dalam kelompok dan mengacu pada diagnosis keperawatan, yang teridiri dari batasan mayor dan minor. Faktor yang berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang. Faktor ini dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor yang berhubungan terdiri dari empat komponen : patofisiologi, tindakan yang berhubungan, situasional, dan maturasional.

Contoh diagnosis keperawatan aktual : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan transport oksigen, sekunder terhadap tirah baring lama, ditandai dengan nafas pendek, frekuensi nafas 30 x/mnt, nadi 62/mnt-lemah, pucat, sianosis.

2.

Diagnosis Keperawatan Resiko

Diagnosis keperawatan resiko adalah keputusan klinis tentang individu, keluarga atau komunitas yang sangat rentan untuk mengalami masalah dibanding individu atau kelompok lain pada situasi yang sama atau hampir sama.

Validasi untuk menunjang diagnosis resiko adalah faktor resiko yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat terhadap klien atau kelompok dan tidak menggunakan batasan karakteristik. Penulisan rumusan diagnosis ini adalag : PE (problem & etiologi).

Contoh : Resiko penularan TB paru berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang resiko penularan TB Paru, ditandai dengan keluarga klien sering menanyakan penyakit klien itu apa dan tidak ada upaya dari keluarga untuk menghindari resiko penularan (membiarkan klien batuk dihadapannya tanpa menutup mulut dan hidung).

3.

Diagnosis Keperawatan Kemungkinan

kelompok. Cara pembuatan diagnsosis ini adalah dengan menggabungkan pernyataan fungsi positif dalam masingmasing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang disahkan. untuk membantu keluarga mempertahankan pola hubungan yang efektif.Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko. Diagnosis Keperawatan Sindrom Diagnosis keperawatan sindrom merupakan diagnosis keperawatan yang terdiri dari sekelompok diagnosis keperawatan aktual atau resiko. Contoh : sindrom kurang perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik. Contoh : perilaku mencari bantuan kesehatan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang peran sebagai orangtua baru. yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu. 5. atau masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik. 4. pasangan muda yang kemudian menjadi orangtua telah melaprkan fungsi positif dalam peran pola hubungan. Diagnosis Keperawatan Sejahtera Diagnosis keperawatan sejahtera adalah ketentuan klinis mengenai individu. Dalam menentukan diagnosis keperawatan sejahtera. menunjukkan terjadinya peningkatan fungsi kesehatan menjadi fungsi yang positif. . Perawat dapat memakai informasi dan lahirnya bayi baru sebagai tambahan dalam unit keluarga. Contoh : Kemungkinan gangguan konsep diri : gambaran diri berhubungan dengan tindakan mastektomi. Sebagai contoh.

Ex : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b. dengan diberi pernyataan `sekunder terhadap`. Label yang digunakan adalah : Potensial Komplikasi (PK). Ex : mastektomi b. Jika harus. atau dikurangi dengan tindakan keperawatan yang bersifat kolaboratif.d kesulitan bernafas 5. diatasi.MASALAH KOLABORATIF Masalah kolaboratif adalah masalah yang nyata atau resiko yang mungkin terjadi akibat komplikasi dari penyakit atau dari pemeriksaan atau akibat pengobatan. Jangan menggunakan istilah yang tidak jelas.d dorongan ingin berkemih 4. Tidak merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu diagnosa medis Ex : Resiko pneumonia 3. MENCEGAH KESALAHAN DALAM MEMBUAT DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1.d kanker 2. Jangan merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu intervensi keperawatan Ex : Menggunakan pispot sesering mungkin b. hanya sebatas memperjelas. yang mana masalah tersebut hanya bisa dicegah. Gunakan istilah / pernyataan yang lebih spesifik. Tidak menggunakan istilah medis. Jangan menulis diagnosis keperawatan yang mengulangi instruksi dokter .

d kebutaan 8. Jangan membuat asumsi Ex : Resiko perubahan peran b.d tidak berpengalaman menjadi ibu baru.Ex : Instruksi untuk puasa 6. Jangan menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum Ex : Kerusakan integritas kulit b. Jangan menuliskan etiologi atau tanda/gejala untuk masalah Ex : Kongesti paru b. 10.d prosedur operasi 7.d tirah baring lama 9.d posisi klien tidak diubah setiap 2 jam. Jangan merumuskan dua masalah pada saat yang sama Ex : Nyeri dan takut b. DOKUMENTASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN . Jangan menghubungkan masalah dengan situasi yang tidak dapat diubah Ex : Resiko cedera b.

1. Gunakan istilah diagnosis keperawatan yang ada dalam NANDA ( terbaru : 2007 2008 ) 4. Mendemonstrasikan tanggung jawab dalam identifikasi masalah klien 3. Mulai pernyataan diagnosis keperawatan dengan mengidentifikasi informasi tentang data untuk diagnosis keperawatan 5. Mengidentifikasi masalah utama untuk perkembangan intervensi keperawatan. Gunakan format PES untuk semua masalah aktual dan PE untuk masalah resiko 2. intervensi dan evaluasi. Catat diagnosis keperawtaan resiko ke dalam format diagnosis keperawatan 3. Tujuan Dokumentasi Diagnosis Keperawatan : 1. Mengkomunikasikan masalah klien pada tim kesehatan 2. . Masukkan pernyataan diagnosis keperawatan ke dalam daftar masalah 6. Hubungkan setiap diagnosis keperawatan ketika menemuan masalah perawatan 7. perencanaan. Gunakan diagnosis keperawatan sebagai pedoman untuk pengkajian.

diantaranya untuk peningkatan gula darah. (Nursalam.M. rencana. perilaku dan sosial) dan ilmu keperawatan dasar. fisika. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi respon klien terhadap intervensi yang di berikan. 2002) Jadi praktek klinik keperawatan adalah tindakan mandiri yang dilakukan mahasiswa keperawatan di rumah sakit melalui kerjasama berbentuk kolaburasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya.(Nursalam. Klinik adalah rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan terhadap kasus penyakit yang diderita para pasien. Selain itu terdapat juga diagnosis keperawatan yang baru.Nurs. biomedik.menetapkan diagnosa keperawatan.( Poerwodarminto.Diagnosis keperawatan saat ini dapat mengacu ke NANDA 2007-2008 dengan beberapa revisi diagnosis. SUMBER KLIK DISINIKonsep Praktek Klinik Keperawatan11 September 2008 17:11Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional melalui kerjasama berbentuk kolaborasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. ICN mendefinisikan praktek keperawatan sebagai cara untuk membantu individu atau kelompok mempertahankan atau mencapai kesehatan yang optimal sepanjang proses kehidupan yang mengkaji status kesehatan klien. 2002 : 81) . contohnya: Gangguan pola tidur (2005-2006) menjadi Insomnia (2007-2008). 2002 : 81) Menurut CHS (1983) praktek keperawatan sebagai tindakan keperawatan profesional menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar (biologi. klinik dan komunitas sebagai landasan untuk melakukan asuhan keperawatan.Nurs.M.

Hak tersebut dapat dimiliki oleh setiap orang. memberikan sesuatu kepada orang lain dan menrima sesuatu dari orang lain atau lembaga tertentu.SUMBER KLIK HEREHAK PASIEN DAN PERAWAT11 September 2008 17:08Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan. Setiap manusia mempunyai hak asasi untuk berbuat. semakin perlu pula pemahaman tentang hakhak tersebut agar terbentuyk sikap saling menghargai hak-hak orang lain dan tercipta kehidupan yang damai dan tentram. 2. tanggung jawab moral sangat diperlukan agar dapat terjalin suatu ikatan yangmerupakan kontrak sosial. menjual barang miliknya tanpa dicampuri secara berlebihan oleh pemerintah termasuk hak untuk mengadakan suatu perjanjian dengan bebas. Property Rights (Hak untuk memiliki sesuatu) Meliputi hak untuk membeli. moralitas dan legalitas. Personal Rights (hak-hak asasi pribadi) Meliputi kemerdekaan menyatakan pendapat dan memeluk agama. Semakin baik kehidupan seseorang atau masyarakat. sehingga segala sesuatunya dapat memberikan dampak positif. Menurut sifatnya hak asasi manusia dibagi dalam beberapa jenis : 1. dsb. Hak-hak pasien dan perawat pada prinsipnya tidak terlepas pula dengan hak-hak manusia atau lebih dasar lagi hak asasi manusia. Rights of legal aquality Yaitu hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum dan pemerintahan. . menyatakan pendapat. kebebasan bergerak. Hak asasi manusia tidak tanpa batas dan merupakan kewajiban setiap negara/pemerintah untuk menentukan batas-batas kemerdekaan yang dapat dilaksanakan dan dilindungi dengan mengutamakan kepentingan umum. Dalam menuntut suatu hak. 3. baik tesurat maupun yang tersirat.

Pasal 29 ( kebebasan beragama) 4. Pada pembukaan disebutkan hak kemerdekaan. Dalam UUD 1945 baik pada pembukaan maupun batang tubuh telah diuraikan dengan jelas beberapa hak asasi manusia. Political Rights (hak asasi politik) Yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan dengan ikut memilih atau dipilih. mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan 3. mendirikan partai politik.4. Kemudian dalam batang tubuh terdapat dalam pasal-pasal : 1. Pasal 33 (ekonomi) 7.Pasal 31 ( mendapatkan pengajaran) 5. Pasal 32 (perlindungan bersifat kultural) 6. Pasal 28 (beserikat. dll. Social and Cultural Rights (hak asasi sosial dan kebudayaan). Procedural Rights. 6. Pasal 27 (persamaan dalam hukum dan penghidupan yang layak) 2. diantaranya hak untuk memilih pendidikan serta mengembangkan kebudayaan yang disukai. berkumpul.Pasal 34 ( kesejahteraan sosial) . hak asasi ekonomi berupa kemakmuran dan hak asasi sosial serta kebudayaan. yaitu hak untuk memperoleh tata cara peradilan dan jaminan perlindungan misalnya dalam hal penggeledahan dan peradilan. mengadakan petisi. 5.

baik buruk yang ada dilingkungan tempat ia hidup dan tinggal dalam kurun waktu tertentu. Seseorang mepunyai hak untuk masuk restoran dan membeli makanan yang diinginkannya. Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu tindakan. Hak dapat digunakan sebagai pengekspresian kekuasaan dalam konflik antara seseorang dengan kelompok Contoh : Seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia mempunyai hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia inginkan untuk pasiennya. hal ini mmerupakan haknya selaku penanggung jawab medis. Fagin ( 1975) mengemukakan bahwa hak adalah tuntutan terhadap sesuatu. Dari sudut pribadi mempunyai hal yang harus diperhatikan yaitu pertimbangan etis. Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan kekuasaannnya untuk menginstruksikan pengobatan terhadap pasien. cara seseorang mengatur kehidupannya. dimana seseorang berhak seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan. Contoh : Seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatannya mendapat kritikan karena terlalu lama menghabiskan waktunya bersama pasien. Dari sudut hukum hak mempunyai atau memberi kekuasaan tertentu untuk mengendalikan sesuatu. 2. Peranan hak-hak. . Perawat tersebut dapat mengatakan bahwa ia mempunyai hak untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk pasien sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. keputusan yang dibuat berdasarkan konsep benar salah. Ex.Hak menurut C. Dalam hal ini jika ditinjau dari sudut hukum orang yang bersangkutan mempunyai kewajiban tertentu yang menyertainya yaitu orang tersebut diharuskan untuk berprilaku sopan dan membayar makanan tersebut. Dalam hal ini. perawat tersebut mempunayi hak melakukan asuhan keperawatan sesuai denga kondisi dan kebutuhan pasien. 1. moralitas atau legalitas. Hak dapat dipandang dari sudut hukum dan pribadi.

Dalam hal ini. . berarti ia mengingkari kebebasan pasien. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan.3. perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang tidak merugikan kesehatan pasien. Bila tidak tercapai kesepakatan karena membatasi pasien. Contoh : Seorang perawat wanita yang bekerja dirumah sakit dapat mempergunakan seragam yang diiginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih dan sopan sesuai dengan batas-batas. Seseorang seringkali dapat menyelesaikan suatu perselisihan dengan menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain. Contoh : Seorang perawat menyarankan pada pasien agar tidak keluar ruangan selama dihospitalisasi. 2. Batas-batas ini merupakan kebijakan RS dan suatu norma yang ditetapkan perawat.Hak untuk memilih/kebebasan Yaitu hak orang-orang untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang telah ditentukan. Hak kesejahteraan Yaitu hak-hak yang diberikan secara hukum untuk untuk hal-hal yang merupakan standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu. Pada situasi tersebut pasien marah karena tidak setuju dengan saran perawat dan pasien tersebut mengatakan pada perawat bahwa ia juga mempunyai hak untuk keluar dari ruanagan bilamana ia mau. Jenis-jenis hak : 1.

Seseorang mempunyai tugas untuk memberikan kemudahan bagi orang lain untuk menggunakan hak-haknya.Contoh : Hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan. . Contoh : Pasien mempunyai hak untuk pengobatan yang ditetapkan oleh dokter. hak penduduk memperoleh air bersih. 3. Bandman dan Bandman (1986) menyatakan bahwa hak legislatif mempunyai 4 peranan dimasyarakat yaitu membuat peraturan. 5 syarat yang mempengaruhi penentuan hak-hak seseorang (Bandman and Bandman. membatasi moral terhadap peraturan yang tidak adil. tapi dia mempunyai hak untuk menerima atau menolak pengobatan tersebut. Kebebasan untuk menggunakan hak yang dipilih oleh seseorang lain. 2. Hal legislatif Yaitu hak yang diterapkan oleh hukum berdasarkan konsep keadilan. dan lainlain. memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan perselisihan. mengubah peraturan. 1985) 1. Contoh : Seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan semena-mena oleh suaminya. orang yang bersangkutan tidak disalahkan atau dihukum karena menggunakan atau tidak menggunakan hak tersebut.

Contoh : Apabila nama pasien tertunda dari jadwal pembedahan dengan tidak disengaja.Contoh : Perawat mempunyai tugas untuk meyakinkan dan melindungi hak paisen untuk mendapatkan pengobatan.Hak untuk dapat dilaksanakan. 5. Apabila hak seseorang bersifat membahayakan. maka hak tersebut dapat dikesampingkan atau ditolak dan orang tersebut akan diberi kompensasi atau pengganti. Contoh : Semua pasien mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. para penentu kebijakan mempunyai tugas untuk memastikan bahwa pemberian hakhak asasi manusia dilaksanakan untuk semua pasien. 3. . 4. yaitu persamaan. Hak harus sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. Contoh : Dibeberapa Rs. pasien dikompensasikan untuk ditempatkan bagian tertas dari daftar pembedahan berikutnya (bila terjadi kekeliruan). tidak memihak dan kejujuran.

Kriteria consent yang sah : .Hak-hak pasien sekarang sudah sering dibicarakan. Hak mendengar Beberapa hak pasien yang dibahas disini adalah : 1. Finland 1964 muncul hak untuk memperoleh informasi (the right to informasi) Ada 4 hak dasar yang dikemukakan oleh John F.Hak mendapat informasi 3. Kennedy (1962) yaitu : 1. Consent diterapkan pada prinsip bahwa setiap manusia dewasa mempunyai hak untuk menentukan apa yang harus dilakukan terhadapnya. Hak mendapatkan perlindungan keamanan 2. Hak memilih 4. oleh The 18th World Medical Assembly. pasal 1 The United Nations International Convention Civil and Political Rights 1966 yaitu : 1.Hak memperoleh pemeliharaan kesehatan (the right to health care) 2. dimana secara hukum orang tersebut secara hukum mampu memberikan consent.Hak menentukan nasib sendiri (the right to self determination) Kemudian dari Deklarasi Hesinki.Hak memberikan consent (persetujuan) Consent mengandung arti suatru tindakan atau aksi beralasan yang diberikan tanpa paksaan oleh seseorang yang memiliki pemgetahuan yang cukup tentang keputusan yang ia berikan. tumbuh dari mata rantai pasal 25 The United Nations Universal Declaration Of Human rights 1948.

4.a. Hak untuk memilih mati Keputusan tentang kematian dibuat berdasarkan standar medis oleh dokter. Permasalahan muncul pada saat pasien dalam keadaan kritis dan tidak mamapu membuat keputusan sendiri tentang hidup dan matinya misal dalam keadaan koma.Hanya ada salah satu prosedur yang tepat dilakukan d. Hak untuk memilih mati sering bertolak belakang dengan hak untuk tetap mempertahankan hidup. Dalam situasi inipasien hanya mampu mempertahankan hidup jika dibantu dengan pemasangan peralatan mekanik. prosedur dan konsekuensinya.Memenuhi beberapa elemen penting : penjelasan kondisi. serta golongan usia lanjut yang sudah mengalami gangguan pola berpikir maupun kelemahan fisik. manfaat yang diharapkan. Tertulis b. Hak pasien dalam penelitian . Hak perlindungan bagi orang yang tidak berdaya Yang dimaksudkan dengan golongan orang yang tidakberdaya disini adalah orang dengan gangguan mental dan anak-anak dibawah umur serta remaja dimana secara hukum mereka tidak dapat membuat keputusan tentang nasibnya sendiri.Ditandatangani oleh pasien atau orang yang bertanggung jawab terhadapnya c. 3. penanganan atau prosedur alternative. Tawaran diberikan oleh pasien dewasa yang secara fisik dan mental mampu membuat keputusan 2. salah satu kriteria kematian adalah mati otak atau brain death.

Apabila perawat berpartisipasi dalam penelitian yang melibatkan pasien. maka perawat harus yakin bahwa hak pasien tidak dilanggar baik secara etik maupun hukum. Setiap penelitian misalnya penggunaan obat atau cara penanganan baru yang melibakan pasien harus memperhatikan aspek hak pasien. 1.Hak untuk memelihara pengambilan keputusan untuk diri sendiri sehubungan dengan kesehatan 4. kepada mereka harus diberikan informasi secara jelas tentang percobaan yang dilakukan. Sebelum pasien terlibat.Penelitian sering dilakukan dengan melibatkan pasien. percakapan tentang sumber-sumber pribadi dan hak terhindar dari pelayanan orang yang tidak kompeten. bahaya yang timbul dan kebebasan pasien untuk menolak atau menerima untuk berpartisipasi.Hak kebenaran secara menyeluruh 2. mendapat privasi.s Bill of Rights) dikeluarkan oleh The American Hospital Association (AHA) pada tahun 1973 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemahaman hak-hak pasien yang akan dirawat di RS. . Untuk itu perawat harus memahami hak-hak pasien : membuat keputusan sendiri untuk berpartisipasi.Hak untuk memperoleh catatan medis baik selama dan sesudah dirawat di rumah sakit PERNYATAAN HAK-HAK PASIEN Pernyataan hak-hak pasien (Patient. Hak privasi dan martabat pribadi (kerahasiaan dan keamanannya) 3. terdiri dari 4 katagori yanitu : 1. 1974).Pasien mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan menghargai asuhan keperawatan/keperawatan yang akan diterimanya. bebas dari bahaya atau resiko cidera. Hak-hak yang dinyatakan dalam fasilitas asuhan keperawatan (Annas dan Healey. mendapat informasi yang lengkap. menghentikan partisipasi tanpa sangsi.

Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang memeriksanya berkaitan dengan diagnosis. 3.2.Pasien berhak untuk menolak pengobatan sejauh diizinkan oleh hukum dan diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya. 11. seperti instansi pendidikan atau instansi terkait lainnya sehubungan dengan asuhan yang diterimanya. serta resiko penting yang kemungkinan akan dialaminya. konsultasi dan pengobatan yang dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan 6. 5. kecuali dalam situasi darurat. 4. . dan RS yang ditunjuk dapat menerimanya. Pasien berhak untuk mengetahui dan menerima penjelasan tentang biaya yang diperlukan untuk asuhan keehatannya. 9. Pasein berhak untuk memberi pendapat atau menolak bila diikutsertakan sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan atau pengobatannya.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi dari dokternya ke dokter lainnya.Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ketempat lain yang lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan tersebut.Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan RS dengan instansi lain.Pasien berhak untuk menerima informasi penting dan memberikan suatu persetujuan tentang dimulainya suatu prosedur pengobatan. 8. bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya.Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang menyangkut program asuhan medis. 7. pengobatan dan prognosis dalam arti pasien layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya. 10.

Konsumen menyadari tentang peningkatan jumlah pendidikan dalam bidang kesehatan dan penggunaan pasien sebagai objek atau tujuan pendidikan dan bila pasien tidak berpartisipai apakah akan mempengaruhi mutu asuhan kesehatan atau tidak. 3.12. 1.Pasien berhak untuk mengetahui peraturan atau ketentuan RS yang harus dipatuhinya sebagai pasien dirawat. Pasien wajib mematuhi segala kebijakan yanga da. . baik dari dokter ataupun perawat yang memberikan asuhan. Pasien atau keluarganya wajib menaati segala peraturan dan tata tertib yang ada diinstitusi kesehatan dan keperawatan yang memberikan pelayanan kepadanya. Kewajiban Pasien : Kewajiban adalah seperangkat tanggung jawab seseorang untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hak pasien : 1. Meningkatnya jumlah malpraktik yang terjadi dimasyarakat 3. agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai sesuai dengan haknya. Pasien atau keluarga wajib untuk memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter atau perawat yang merawatnya. Adanya legislasi (pengesahan) yang diterapkan untuk melindungi hak-hak asasi pasien 4. 2. Meningkatnya kesadaran para konsumen terhadap asuhan kesehatan dan lebih besarnya partisipasi mereka dalam perencanaan asuhan 2.

wanita mempunyai hak. Hak Hak Perawat Sebagai tenaga profesional perawat mempunyai berbagai macam hak. Hak perawat ini telah diwujudkan dengan terbentuknya organisasi profesi dengan menjadi anggota dan juga mengambil peran dalam aksi politik untuk mewakili keperawatan atau masyarakt sebagai penerima layanan kesehatan. 23 tahun 1992 pasal 50 tentang pelaksanaan tugas tenaga kesehatan dan pasal 53 (ayat 1) tentang perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan.. 2. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan kaum pria serta mempunyai peran sangat penting . Kemudian dalam Pelita V dikatakan: . maka pengaturan hak dan kewajiban perawat dapat dijabarkan dari pasal-pasal ini. seperti yang telah disebutkan dalam UU Kes. . Secara nasional hak dan peran wanita telah mendapat perhatian dari pemerintah seperti tercantum dalam GBHN (1980 telah disebutkan kedudukan wanita sebagai subjek pembangunan .Pasien atau keluarga yang bertanggungjawab terhadapnya berkewajiban untuk menyelesaikan biaya pengobatan. Hak berserikat dan berkumpul Ini merupakan hak setiap warga negara seperti yang tertuang dalam UUD 1945. Pasien atau keluarga wajib untuk memenuhi segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah disetujuinya. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria disegala bidang kehidupan Jadi keikutsertaan perawat dan sekaligus sebagian sebagai wanita dalam pembangunan kesehatan diakui cukup banyak tidak diragukan.. 5. Berikut ini akan dibahas beberapa hak-hak umum yang dimiliki perawat : 1. perawatan dan pemeriksaan yang diperlukan selama perawatan.4. No.Hak perlindungan wanita Jumlah perawat wanita sampai saat ini masih lebih banyak dari pada pria. wanita merupakan mitra sejajar yang mempunyai hak.

4. Hak terhadap pengembangan profesional Dengan mengikuti pendidikan formal maupun kegiatan ilmiah seperti temu kerja. Hak bekerja dilingkungan yang baik Maksudnya lingkungan tersebut cukup aman. upah hari libur. Pendidikan berkelanjutan penting diikuti perawat agar mereka dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. Untuk itu upah yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dan seimbang dengan tanggung jawabnya 5. Perawat berhak untukbekerja sesuai jam kerja yang tepat dan tidak bekerja secara terus menerus tanpa memperhatikan istirahat atau melebihi jam kerja. Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur oleh hukum. termasuk biaya bila sakit. perawat harus tetap mejaga kesehatannya sendiri. asuransi kesehatan. . tidak mengancam keselamatan dan kesehatan fisik maupun mental. seminar atau berbagai kursus singkat.Hak mendapat upah yang layak Perawat mempunyai hak untuk mendapat penghargaan secara ekonomi atau upah kerja.3. tunjangan jabatan. Hak ini berkaitan dengan tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik keperawatan. Dalam setiap pembuatan keputusan yang menyangkut nasib perawat. tunjangan keluarga. Lingkungan juga hatus mempunyai sarana dan peralatan yang memadai untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. kenaikan gaji berkala dan jaminan pensiun. melahirkan atau kecelakaan. 6. konferensi. Untuk menjalankan tugas keperawatan yang penuh resiko. mempunyai tempat tinggal yang layak yang semuanya membutuhkan biaya. meningkatkan ilmu dan ketrampilan. Penghargaan ini dapat berupa gaji bulanan. maka para perawat harus dilibatkan secara aktif sehingga pelanggaran hak tidak terjadi.

Hak menyusun standar praktik dan pendidikan keperawatan Standar yang baik akan membantu dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kewajiban perawat : 1. Merujuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas-batas kegunaannya 3.Menghormati hak-hak pasien 4.Memberikan informasi yang akurat tentang tindakana keperawatan yang diberikan pada pasien dan keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya . Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan 2. bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya 5. Perawat juga mempunyai hak untuk menyusun rancangan hukum yang diajukan untuk melindungi perawat dan penerima jasa keperawatan. Memberikan kesempatan pada apsien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya sepanjang tidak menganggu pasien lain 7. Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien 8. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan dengan keluarganya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan standar profesi yang ada 6.7.

9. Perikatan/perjanjian dapat dikatakan sah bila memenuhi syarat : . Kontrak antara perawat dengan pihak/ institusi yang mengerjakan perawat 2. Pada umumnya kontrak ditandatangani oleh dua pihak yang mengadakan perjanjian. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien 10. Kontrak secara hukum tidak berlaku apabila tidak dapat dipahami. Kontrak antara perawat dengan pasien Kontrak mengandung arti ikatan persetujuan atau perjanjian resmi antara dua atau lebih partai untuk mengerjakan atau tidak sesuatu.Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas-batas kewenangannya 13. Kontrak dapat secara lisan atau tertulis.Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan 11. kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang 14.Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien. Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja KONTRAK Dalam setiap bentuk kerjasama dibutuhkan kontrak. 2 jenis kontrak yang paling banyak dilakukan dalam keperawatan adalah : 1. Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau kesehatan secara terus menerus 12.

Ada persetujuan kehendak antara pihak-pihak yang membuat perjanjian (consensus) 2. ijin cuti dan lain-lain. Kontrak perjanjian ini dapat meliputi berbagai hal misalnya gaji. TANGGUNG JAWAB HUKUM PERAWAT DALAM PRAKTEK Dalam tatanan klinis pada dasarnya ada 2 jenis tindakan yang dilakukan oleh perawat yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pesanan dokter dan tindakan yang dilakukan secara mandiri. liburan. Perawat seringkali tidak melaksankan hal ini sehingga dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sering terjadi hal-hal yang tidak diiginkan kedua belah pihak. Ada suatu hal tertentu dan ada suatu sebab yang halal Sebelum menerima atau diterima bekerja disuatu tempat. jam kerja. 1. asuransi kesehatan. Secara hukum antara kedua pihak dapat menggugat apabila rekanan kerjanya melanggar kontrak yang disepakati bersama. Kontrak perawat pasien dilakukan sebelum asuhan keperawatan diberikan. Kontrak pada dasarnya dapat dipakai untuk melindungi hak-hak antara kedua belah pihak yang bekerja sama. Menjalankan pesanan dokter dalam hal medis Becker (1983) mengemukakan 4 hal yang harus ditanyakan perawat untuk melindungi mereka secara hukum : .1. Tindakan yang berdasarkan pesanan dokter tidak dapat sepenuhnya secara hukum dibebankan kepada perawat sedangkan tindakan mandiri sepenuhnya dapat dibebankan pada perawat. Ada kecakapan pihak-pihak untuk membuat perjanjian (capacity) 3. perawat mempelajari dan menyetujui kontrak bila kedua belah pihak setuju.

perawat harus segera memberitahu dokter dan menanyakan kelanjutan pengaturan kecepatan tetesan infus. Ikuti kebijaksanaan dan prosedur yang ditetapkan ditempat kerja . baca kembali pesanan kepada dokter dan cata bahwa dokter telah menyepakati pesanannya seaktu diberikan. Misalnya bila seorang pasien yang menerima infus intravena tiba-tiba mengalami peningkatan kecepatan denyut nadi. terutama bila perawat tidak pengalaman. Tanyakan pesanan. Hal ini memberikan tambahan tanggung jawab perawat dalam melatih diri membuat keputusan sewaktu melaksanakannya. Tanyakan setiap pesanan yang diberikan dokter Jika pasien yang telah menerima injeksi im memberitahu perawat bahwa dokter telah mengganti pesanan dari obat injeksi ke obat oral. Ini memudahkan perawat untuk berfungsi sesuai dengan tugas dan tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan. b. Tanyakan setiap pesanan bila kondisi pasien telah berubah Perawat bertanggung jawab untuk memberitahu dokter tentang setiap perubahan kondisi pasien. nama dokter. Tanyakan dan catat pesanan verbal untuk mencegah kesalahan komunikasi. c. pesanan. keadaan yang harus diberitahukan dokter. d. maka perawat harus memeriksa kembali pesanan sebelum meberikan obat. Ketahui pembagian tugas mereka. nyeri dada dan batuk. b.a. tanggal. Bagi perawat yang merasa tidak berpengalaman harus minta petunjuk baik dari perawat senior maupun dokter. 2. Melaksanakan intervensi keperawatan mandiri a. Catat waktu/jam.

terutama sebelum melaksanakan intervensi utama. e. Pada saat memberikan obat perawat bertanggung jawab untuk . Selalu wapada saat melakukan intervensi keperawatan dan perhatikan secara penuh setiap tugas yang dilaksanakan. Catat semua kecelakaan yang mengenai pasien. Jalin dan pertahankan hubungan saling percaya yang baik dengan pasien. f. termasuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan klinis perkembangan jaman. j. pastikan orang yang diberi delegasi tugas mengetahui apa yang harus dikerjakan dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan. menganalisa mengapa kecelakaan terjadi dan mencegah pengulangan kembali. Mengetahui kekuatan dan kelemahan perawat. Sewaktu mendelegasikan tanggung jawa keperawatan.Lakukan setiap prosedur secara tepat. Pastikan bahwa obat yang benar diberikan dengan dosis. g. i. Catat semua pengkajian dan perawatan yang diberikan dengan cepat dan akurat. waktu dan pasien yang benar. Dengan tetap belajar.Selalu identifikasi pasien.c.Pertahankan kompetisi praktek keperawatan. TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT PERAWAT Tanggung jawab (responsibilitas) adalah eksekusi terhadap tugas-tugas yangberhubungan dengan peran tertentu dari perawat. d. Catatan segera memudahkan untuk tetap melindungi kesejahteraan pasien. h. k. l.

pasien.mengkaji kebutuhan pasien akan obat tersebut. Menghargai hak pasien untuk menolak pengobatan. Akuntabilitas dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perawat dalam melakukan praktek. Agar dapat bertanggung gugat perawat harus bertindak berdasarkan kode etik profesinya. Mempertahankan standar perawatan kesehatan . 2. prosedur atau obat-obatan tertentu dan melaporkan penolakan tersebut kepada dokter dan orang-orang yang tepat ditempat tersebut. sesama karyawan dan mayarakat. pembuat standar kerja dan masyarakat. maka ia dapat digugat oleh pasien yang menerima obat tersebut. profesi. Jika seorang perawat memberikan dosis obat yang salah kepada pasien. Mengevaluasi praktisi-praktisi profesional baru dan mengkaji ulang praktisi-prakstisi yang sudah ada. Menghargai martabat setiap pasien dan keluarganya. memberikannya dengan aman dan benar dan mengevaluai respons pasien terhadap obat tersebut. 3. 5. Akuntabilitas bertujuan untuk : 1. Tanggung gugat (akuntabilitas) ialah mempertanggungjawabkan prilaku dan hasil-hasilnya yang termasuk dalam lingkup peran profesional seseorang sebagaimana tercermin dalam laporan periodik secara tertulis tentang prilku tersebut dan hasil-hasilnya. Perawat bertanggunggugat terhadap dirinya sendiri. Menghargai setiap hak pasien dan keluarganya dalam hal kerahasiaan informasi 4. 2. Tanggung jawab perawat secara umum : 1. Mendengarkan pasien secara seksama dan melaporkan hal-hal penting kepada orang yang tepat. Perawat yang selalu bertanggung jawab dalam bertindak akan mendapatkan kepercayaan dari pasien karena melaksanakan tugas berdasarkan kode etiknya. dokter yang memberikan instruksi. Apabila didelegasikan oleh dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien dan memberi informasi yang biasanya diberikan oleh dokter.

Tahap pengkajian Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan yang mempunyai tujuan mengumpulkan data. 3. mendorong partisipasi pasien dan penentuan keabsahan data yang dikumpulkan.Memberi dasar untukmebuat keputusan etis. Pada waktu membuat keputusan para perawat bertanggung gugat untukmempertimbangkan latar belakang sosial budaya pasien. Tahap perencanaan . Tahap diagnosa keperawatan DX merupakan keputusan profesional perawat menganalisa data dan merumuskan respon pasien terhadap masalah kesehatan baik aktual atau potensial. Masalah kesehatan yang timbul pada apsien apakah diakui oleh pasien atau hanya perawat. data yang tidak/kurang tepat atau data yang meragukan. Perawat bertanggunggugat untuk pengumpulan data/informasi. pemikiran etis dan pertumbuhan pribadi sebagai bagian dari profeional perawatan kesehatan 4. TANGGUNG GUGAT PADA SETIAP TAHAP PROSES KEPERAWATAN 1. 2. keyakinan dan kebiasan/kebudayan pasien pada waktu menentukan masalah-masalah kesehatan.3. Perawat bertanggunggugat untuk keputusan yang dibuat tentang masalah-masalah kesehatan pasien seperti peryataan diagnostik. Apakah perawat mempertimbangkan nilai-nilai. Pada saat mengkaji perawatbertanggung gugat untuk kesenjangan-kesenjangan dalam data atau data yang bertentangan. Memberikan fasilitas refleksi profesional.

oleh sebab itu dibuat catatan tertulis. Perawat harus dapat memberi jawaban nalar tentang mengapa kegiatan tersebut didelegasikan. Perawat harus dapat menjelaskan mengapa tujuan pasien tidak tercapai dan tahap mana dari proses keperawatan yang perlu dirubah dan mengapa ? . terdiri dari prioritas masalah. Tanggung gugat yang tercakup pada tahap perencanaan meliputi : penentuan prioritas. tujuan serta rencana kegiatan keperawatan. Tindakan-tindakan tersebut dapat dilakukan secara langsung atau dengan bekerjasama dengan orang lain atau dapat pula didelegasikan kepada orang lain. 5. termasuk juga menilai semua tahap proses keperawatan.Perencanaan merupakan pedoman perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Tahap implementasi Implementasikeperawatan adalah pelaksanaan dari rencana asuhan keperawatan dalambentuk tindakan-tindakan keperawatan. Meskipun perawat mendelegasikan suatu kegiatan kepada oranglain. Langkah ini semua disatukan kedalam rencana keperawatan tertulis yang tersedia bagi semua perawat yang terlibat dalam asuhan keperawatan pasien. Pada tahap ini perawat juga bertanggunggugat untuk menjamin bahwa prioritas pasien juga dipertibangkan dalam menetapkan prioritas asuhan. perawat tersebut harus masih tetap bertanggung gugat untuk tindakan yang didelegasikan dan tindakan pendelegasiannya itu sendiri. 4. penetapan tujuan dan perencanaan kegiatan-kegiatan keperawatn. Kegiatan keperawatan harus dicata setelah dilaksanakan. Perawat bertanggung gugat untuk semua tindakan yang dilakukannya dalam memberikan asuhan keperawatan. Perawat bertanggung gugat untuk keberhasilan atau kegagalan tindakan keperawatan. mengapa orang itu yang dipilih untuk melakkan kegiatan tersebut dan bagaimana tindakan yang didelegasikan itu dilaksanakan. Tahap evaluasi Evaluasi merupakan tahap penilaian terhadap hasil tindakan keperawatan yang telah diberikan.

dan Fungsi Keperawatan kolaboratif ( interdependen ).1239 Tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat. Collaborator.Virginia Henderson. KEPERAWATAN LOKAKARYA NASIONAL tentang KEPERAWATAN bulan JANUARI 1983 di JAKARTA merupakan awal diterimanya KEPERAWATAN SEBAGAI SUATU PROFESI. Kozier ( 1991 ) mengemukakan 3 ( tiga ) fungsi perawat : Fungsi Keperawatan mandiri ( independen ).Imogene King. PERAN PERAWAT Peran : Seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang. PERAWAT Sesuai PERMENKES RI NO. . Client Advocate.Goodrich. dan Consultant FUNGSI PERAWAT Fungsi : suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya. Counsellor.SUMBER KLIK DISINIKeperawatan Sebagai Suatu Profesi11 September 2008 17:07Keperawatan yang semula belum jelas ruang lingkupnya dan batasannya . sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Educator. Change Agent. Fungsi Keperawatan Ketergantungan ( dependen ).seperti oleh Florence Nightingale.baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Keperawatan diartikan oleh pakar keperawatan dengan berbagai cara dalam berbagai bentuk rumusan. Coordinator. meliputi :Care Giver. Doheny ( 1982 )mengidentifikasi beberapa elemen peran Perawat Profesional. dijelaskan PERAWAT adalah: Seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan.dsb.secara bertahap mulai berkembang.

H (1962) Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat. dan masyarakat. Dari pengertian tersebut diatas ada 4 ( empat ) elemen utama ( mayor elements ) yang menjadi perhatian( concern). berbentuk pelayanan bio-psikososial-spiritual yang komprehensif. 3. memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama.2. Pelayanan Keperawatan mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan-3th level preventions dengan metodologi proskep . . Keperawatan adalah profesi yang berorientasi pada pelayanan _ helping health illness problem.keluarga.ditujukan pada individu.C ( 1963 ) Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien). Winsley (1964) Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan.kelompok. serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan.4. 3. 2. Schein E.Yaitu : 1. Keperawatan adalah ilmu dan kiat -sains terapan ( applied science ) . dan komunitas dan . Beberapa pengertian profesi 1.KEPERAWATAN Adalah : suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. APA ITU PROFESI ????. Keperawatan mempunyai empat tingkat klien : individu. keluarga. Hughes.E. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

Pelayanan keperawatan yang diberikan didasarkan pada ilmu pengetahuan 3.L.Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan. jelas wilayah kerja keilmuannya dan aplikasinya.(1964 ): 1. Adanya organisasi profesi.Adanya otonomi 4.Ciri-ciri profesi menurut Winsley..??? .Memiliki kode etik 5.Ciri-ciri profesi esensial suatu profesi adalah sbb: 1. Mari kita lihat apakah Keperawatan termasuk PROFESI. standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturanperaturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi Dikatakan juga oleh Shortridge.Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundangundangan 4. Didukung oleh badan ilmu ( body of knowledge ) yang sesuai dengan bidangnya. 2.Berorientasi pada pelayanan masyarakat 2.M ( 1985 ).Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana. terus menerus dan bertahap 3.

2. 5.organisasi profesi ini sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pengembangan citra keperawatan sebagai profesi serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun keperawatan profesional dan berada di garda depan dalam inovasi keperawatan di Indonesia. Keperawatan harus memiliki organisasi profesi. 4. MEMPUNYAI BODY OF KNOWLEDGE Tubuh pengetahuan yang dimiliki keperawatan adalah ilmu keperawatan ( nursing science ) yang mencakup ilmu ilmu dasar ( alam. Pelayanan/ askep yang dikembangkan bersifat humanistik/menyeluruh didasarkan pada kebutuhan klien. MEMILIKI PERHIMPUNAN/ORGANISASI PROFESI.ilmu keperawatan klinis dan ilmu keperawatan komunitas.1. sosial. 3.ilmu keperawatan dasar.perawat profesional selalu menunjukkan sikap dan tingkah laku profesional keperawatan sesuai kode etik keperawatan.ilmu kesehatan masyarakat. PENDIDIKAN BERBASIS KEAHLIAN PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI. perilaku ). Keperawatan dikembangkan sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional. PEMBERLAKUAN KODE ETIK KEPERAWATAN. Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan . . MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PRAKTIK DALAM BIDANG PROFESI.berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan etika keperawatan.ilmu biomedik. Oleh karena itu sistem pemberian askep dikembangkan sebagai bagian integral dari sistem pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdapat di setiap tatanan pelayanan kesehatan. Di Indonesia berbagai jenjang pendidikan telah dikembangkan dengan mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda mulai D III Keperawatan sampai dengan S3 akan dikembangkan.

1239 Tahun 2001 ) 7. SUMBER KLIK DISINIKonsep model Self Care Theory 11 September 2008 17:04PENDAHULUAN Keperawatan sebagai pelayanan profesional. Dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis. MOTIVASI BERSIFAT ALTRUISTIK Masyarakat profesional keperawatan Indonesia bertanggung jawab membina dan mendudukkan peran dan fungsi keperawatan sebagai pelayanan profesional dalam pembangunan kesehatan serta tetap berpegang pada sifat dan hakikat keperawatan sebagai profesi serta selalu berorientasi kepada kepentingan masyarakat.6. DENGAN MELIHAT DEFINISI. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan dan ketrampilan berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien. dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh. Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik.riset keperawatan dan praktik keperawatan dalam bentuk legislasi keperawatan( KepMenKes No.wewenang. memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variabel-variabel utama yang mempengaruhi situasi klien.mencakup otonomi dalam memberikan askep dan menetapkan standar asuhan keperawatan melalui proses keperawatan. OTONOMI Keperawatan memiliki kemandirian.penyelenggaraan pendidikan.CIRI PROFESI YANG TELAH DISEBUTKAN DIATAS DAPAT KITA ANALISIS BAHWA KEPERAWATAN DI INDONESIA DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI SUATU PROFESI. dan tanggung jawab untuk mengatur kehidupan profesi. Langkah-langkah yang harus dilakukan perawat dalam memilih model keperawatan yang tepat untuk kasus spesifik adalah sebagai berikut : . antara lain dengan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan dan tiap model dapat digunakan dalam praktek keperawatan sesuai dengan kebutuhan.

1. Dari beberapa model konsep. Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson s units (keluarga. Pengertian Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem s adalah : Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. umur. kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care. definisi konsep dan hubungan antar konsep. teori self care deficit dan teori nursing system. . baik sehat maupun sakit (Orem s 1980). pola hidup dan aktifitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami keunikan klien. Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa asumsi yang melandasi. salah satu diantaranya adalah model self care yang diperkenalkan oleh Dorothea E. Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien. 2. II. LANDASAN KONSEP MODEL / TEORI KEPERAWATAN SELF CARE A. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul Nursing Conceps of Practice Self Care . Orem. kesehatan dan kesejahteraannya sesuai keadaan.

c. Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas. Keyakinan dan nilai-nilai 1.Pada dasarnya diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebutuhan itu sendiri. kecuali bila tidak mampu. Sehat : Kemampuan individu atau kelompok memenuhi tuntutan self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas struktural fungsi dan perkembangan. d. Orem s mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Keyakinan Orem s tentang empat konsep utama keperawatan adalah : a. B. . pemulihan dari sakit/trauma atau coping dan efeknya. Klien : Individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan self care untuk hidup dan sehat. keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan seft care yang mencakup integrias struktural. Lingkungan : Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk di dalamnya tetapi tidak spesifik. Keperawatan : Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu. b. fungsi dan perkembangan.

yaitu : a.Pemeliharaan kecukupan intake makanan . Universal self care requisite : Keperluan self care universal ada pada setiap manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusian dan proses kehidupan.Mencegah ancaman kehidupan manusia.2. .Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses-proses eleminasi dan exrement.Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat . Tiga kategori self care Model Orem s. fungsi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia. meyebutkan ada beberapa kebutuhan self care atau yang disebutkan sebagai keperluan self care (sefl care requisite).Pemeliharaan kecukupan intake cairan .Pemeliharaan kecukupan intake udara .Pemeliharaan keseimbangan antara solitut dan interaksi sosial . Universal self care requisite yang dimaksudkan adalah : . biasanya mengacu pada kebutuhan dasar manusia. .

Tujuan Tujuan keperawatan pada model Orem s secara umum adalah : 1. Tetapi bila keinginan itu lebih besar dari kapasitas individual atau kemampuan untuk menemukannya. Health Deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang tidak sehat dan merupakan kebutuhan-kebutuhan yang menjadi nyata karena sakit atau ketidakmampuan yang menginginkan perubahan dalam perilaku self care. 2. maka self care itu dimungkinkan. Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care. C. Orem s mendiskripsikan dua kategori dibawah ini sebagai keperluan self care (self care requisites). keterbatasan seseorang dan keinginan seseorang untuk menjadi normal. yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan. Menurunkan tuntutan self care kepada tingkat dimana klien dapat memenuhinya. ini berarti menghilangkan self care deficit. c.Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan kedalam kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang. b.. dan ini timbul dari pengaruh peristiwa-peristiwa pada keperluan universal self care antara lain : Sewaktu ada keinginan untuk mengasuh dirinya sendiri dan seseorang itu mampu untuk menemukan keinginannya. . Developmental self care requisite : terjadi berhubungan dengan tingkat perkembangan individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal. terjadilah ketidak seimbangan dan ini dikatakan sebagai self care deficit.

Tujuan kepewatan pada model Orem s yang diterapkan kedalam praktek keperawatan keluarga /komunitas adalah : 1. Aspek Sosial : Hubungan keluarga dengan masyarakat di sekitarnya. misalnya melakukan tindakan kompres secara benar. . Aspek Interpersonal : Hubungan didalam keluarga b. Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan depenent (dependent care) jika self care tidak memungkinkan. Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada Model Orem s yang diterapkan pada praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah : a.3. perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan secara kompeten. Jika ketiganya diatas tidak ada yang tercapai. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara therapeutik. e. Menolong klien bergerak kearah tindakan-tindakan asuhan mandiri 3. Aspek Prosedural : Melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. 4. 2. c. Aspek Tehnis : Mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan dirumah. oleh karenanya self care deficit apapun dihilangkan.

1. Pengetahuan dan Ketrampilan untuk Praktek Perawat menolong klien untuk menemukan kebutuhan self care dengan menggunakan tiga kategori dalam system keperawatan dan melalui lima metode bantuan. Kategoi Bantuan : a. dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit atau kecelakaan. Wholly Compensatory : Bantuan secara keseluruhan. c. 2. Metode Bantuan Perawat membantu klien dengan menggunakan sistem dan melalui lima metode bantuan yang meliputi : . Supportive Education : Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari. Partially Compensatory : Bantuan sebagian. agar mampu melakukan perawatan mandiri. b.D. dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungannya dan tidak berespon terhadap rangsangan.

keluarga atau kelompok sampai klien dapat diizinkan pulang dari perawatan.a. keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak dengan perawat dan asisten. Untuk melaksanakan hal tersebut. Menetapkan jika dan bagaimana klien dapat dibantu melalui perawatan. c. Mengajarkan klien c. Merespon keperluan klien. Mensupport klien e. . Acting atau melakukan sesuatu untuk klien b. d. pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima. lima area utama untuk praktek keperawatan di diskripsikan sebagai berikut : a. Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan sehari-hari klien. atau pelayanan sosial dan penyuluhan yang dibutuhkan atau yang diterima. Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang. b. mengarahkan klien d. Masuk kedalam dan memelihara hubungan perawat klien dengan individu.

Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan.Ibu Ny. Ny. M meninggal karena stroke dan bapaknya meninggal karena serangan jantung saat usianya 50 tahun. Sejak suaminya meningal ia tidak lagi melakukan aktifitas karena kurangnya keinginan / minat. sehari menghabiskan 1 ½ bungkus. BB : 70 Kg. Akhir-akhir ini dia tidak melakukan latihan secara teratur dan makan makanan fast food selama jam kerjanya dan bekerja 12 jam / hari serta makan hingga larut malam sebelum waktu istirahat. Menikah selama 25 tahun dan janda sejak 6 bulan yang lalu. Asuhan keperawatan dengan pemilihan model konsep / teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik klien dapat memberikan asuhan keperawatan yang relevan. (48 tahun ). . Ny.III. TB : 160 cm. M dan suaminya menikmati aktifitas sosial seperti main bridge dan koleksi barang-barang antik. M. PENUTUP Dengan mempelajari model konsep / teori keperawatan sebagaimana disampaikan dimuka maka dapat disimpulkan betapa perawat harus memahami apa yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat memperoleh haknya secara tepat dan benar. Ia seorang perokok. Untuk dapat menerapkan model konsep / teori keperawatan ini diperlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang terapeutik. Model konsep / teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehnya sendiri kecuali jika tidak mampu.

6.40 F. Suhu : 98. Tujuan kesehatan dalam konteks riwayat kehidupan. Kapasitas individu untuk melakukan self care. P : 30 x/ mnt. Status kesehatan perseorangan. .Hasil pemeriksaan tahunnya yang dilakukan dua minggu lalu : Tanda tanda vital : TD : 138/86 mm Hg. Dokter menganjurkan : untuk menurunkan berat badan sekitar 20 kg. dia diramalkan kemungkinan menderita serangan jantung. gaya hidup dan status kesehatan. 4. Pandangan dokter terhadap kesehatan individu 3. Pengkajian (Assessment) : Perawat mengumpulkan data meliputi 6 area. Memenuhi syarat personal untuk self care. 5. yaitu: 1. 2. N : 92 x / mnt. Pandangan individu terhadap kesehatan dirinya. Laboratorium : cholesterol dalam darah 280 mg/dl. tetapi mengingat bahwa dia memiliki pengetahuan yang tidak adekuat tentang dasar-dasar nutrisi dan tidak mempunyai motivasi untuk menurunkan berat badan.

2.. konsumsi jumlah kalori yang dibutuhkan. Kategori kebutuhan universal self care : . perempuan. 4. Dalam tahap ini perlu mencari jawaban terhadap pertanyaan di bawah ini : 1. motivasi dan orientasi. ketrampilan. Analisa Kasus 1.Pengumpulan data meliputi pengetahuan individual. BB : 70 Kg . apa alasan dan latar belakang terjadinya kekurangan untuk self care. TB.Menampakkan tidak adekuatnya intake udara. A. Terapi apakah yang dibutuhkan untuk perawatan saat ini dan yang akan datang. banyak mengkonsumsi lemak. suku bangsa Italia. 3.160 Cm. 5. Apakah yang menjadi potensial klien untuk melakukan self care dimasa yang akan datang. . pekerjaan staf pengajar di Universitas. agama katolik. 2. Personal faktor Umur 48 tahun. kolesterol 280 Mg / dl. Apakah klien mempunyai kekurangan dalam memenuhi self care. makan sampai larut malam. Janda. Jika ada. Haruskah klien ditolong supaya tidak melakukan self care atau melindungi dengan segala kemampuan perkembangan self care untuk tujuan terapi. air dan makanan.

M meninggal karena stroke. Masalah medis dan perencanaan : Diagnosa obesitas dengan risiko untuk terjadi penyakit kardiovaskuler dan rendahnya motivasi untuk menurunkan berat badan. . M kurang pengetahuan tentang faktor faktor risiko dan gangguan fungsi kardiovaskuler..Merokok 1 ½ bungkus perhari. menurunkan intake kolesterol dan meningkatkan latihan. ayah meninggal karena serangan jantung pada usia 50 tahun.Tidak punya suami (widowed) .Ny. 3. penurunan interaksi sosial. Self care deficit : . . Anjuran Dokter : Memonitor kolesterol dan tanda-tanda vital. mengkonsumsi makanan siap saji.Kurangnya aktivitas sosial 4.Ny. Kategori Developmental Self Care : . peningkatan kolesterol. berkeja 12 jam / hari. memperlihatkan ketidak seimbangan ativitas dan istirahat serta latihan. 5.Riwayat keluarga : Ibu Ny. 6. . perokok. Kategori Health Deviation : Risiko terjadi penyakit kardiovaskuler berhubungan dengan kegemukan. kurangnya latihan dan riwayat keluarga. M.

Pengetahuan dasar dan gaya hidup Ny. Rencana keperawatan : . . M. mengajarkan dan ketentuan 3. 2. Diagnosa Keperawatan : Risiko gangguan fungsi kardiovaskuler berhubungan dengan kurang pengetahuan klien yang dimanifestasikan dengan gaya hidup dan risiko serangan jantung atau stroke. B. - Ny. . : Memberikan pedoman. mempunyai kemauan untuk memelihara diet makanan harian tiap 3 hari.Design Nursing System : Support Education (Pendidikan Kesehatan .Tujuan : Menurunkan risiko terjadinya gangguan kardiovaskuler. M dapat meningkatkan risiko untuk serangan jantung atau stoke. Proses Keperawatan 1.Metode Bantuan pengembangan lingkungan. support. Implementasi Sepakati bersama untuk mencapai tujuan menurunkan kolesterol.

M mengeti tentang gaya hidupnya dan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke? - Apakah Ny. Evaluasi . - Menentukan bersama menu makanan. - Menganalisa bersama makanan sehari-hari dan bagaimana mengkonsumsikannya. mempunyai kemauan untuk mempelajari kolesterol dan pengaruhnya terhadap fungsi kasdiovaskuler. - Apakah support educative system efektif dalam meningkatkan self care pada Ny.Ny. . M. M. M. - Apakah kadar kolesterol Ny. sudah turun (normal).. M. - Apakah Ny. Tumbuh/ pertumbuhan . telah memilih jenis makanan rendah kolesterol. M. - Ny. mempunyai kemauan untuk mempelajari jenis makanan rendah kolesterol dan bagaimana menurunkan kadar kolesterol. 4. M. M. SUMBER KLIK DISINIPERUBAHAN DALAM KEPERAWATAN11 September 2008 17:02Pengertian Dasar: Beranjak dari status quo Pengertian Praktis: 1. mempunyai kemauan untuk mengetahui kandungan kolesterol dalam fast foods.Ny. mengalami penurunan self care dificit.Apakah Ny.

Hidup Berubah (Change) An act of process that makes something or someone different in some way The process og moving from one system to another Transition to a different end Sifat Kejadian 1. Lahir-tumbuh-kembang-dewasa-pembiakan 2. Budaya-tata nilai.tumbuh-kembang-mati 3. Kembang/ perkembangan/ berkembang 3. sehat-sakit 4. Berpikir/ berkehendak/ berupaya/ belajar Faktor Yang Mendukung Perubahan 1. tradisional-modern 5. Perubahan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini . Gerak/ pergerakan/ bergerak 4. Pembaharuan/ inovasi/ modernisasi 6. Pergolakan/ pergerakan/ mobilitas masyarakat 6. Berubah dan proses berubah merupakan proses yang berkelanjutan Berubah dan Manusia/ Masyarakat 1. Senang-susah. Berubah dan proses berubah menyetu dengan hidup dan kehidupan manusia 2.2. Lahir. Transformasi/ peralihan/ beralih 5. Perubahan dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh target berubah 2. Berubah dan proses berubah menyatu dengan alam semesta 3.

benefit e. takut gagal PERLU KESEIMBANGAN ANTARA PERUBAHAN & STABILITAS PERUBAHAN SECARA RADIKAL SERING MENEMUI HAMBATAN Manusia dan Proses Berubah Pada hakekatnya manusia mempunyai kebutuhan untuk: 1. Perubahan dilakukan pada skala kecil dulu evaluasi dan antisipasi permasalahan pada skala besar 6. mengadakan perubahan/ mengadakan penyempurnaan .tidak mendukung 3. Tidak menerima . Target berubah dilibatkan sejak fase awal 5. takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency d. Perubahan sederhana dan konkrit 4. takut kehilangan reward. takut akan kehilangan pengaruh c. Komunikasi terbuka antara target berubah & inovator (change agent) 8. dukungan. mengadakan penyelidikan dan eksplorasi 3. Menerima dan mendukung 2. organisasional 2. sosial. takut akan kehilangan respect. Menolak: a.3. takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability) b. Pemimpin dan tokoh kelompok dilibatkan 7. Evaluasi sebagai bagian dari proses berubah Respon Terhadap Perubahan 1. kasih sayang f. merubah keseimbangan personal.

4. Perubahan pada perkembangan perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu. menerapkan ide-ide baru dan konsep-konsep baru 5.sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol . mengusahakan untuk mencapai hal-hal yang kelihatannya belum dicapai berubah merupakan bagian dari hidup dan kehidupan manusia berubah menyatu dengan hidup dan kehidupan manusia berubah merupakan cara hidup manusia change > a way of life the time are changed. kelompok dan organisasi dalam pertumbuhanperkembangan 3. Perubahan yang direncanakan Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. dapat dikontrol . Perubahan ditinjau dari sifat proses: 1. and we are changed within them kita adalah bagian dari perubahan/ berubah itu sendiri Macam Proses Perubahan A.perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya 2. Perubahan Spontan .

Perubahan paksaan (coerced change) . satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi. Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan 1. Perubahan acak/ kacau . Perubahan berencana .Timbulnya komitmen 2.Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan .Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan Asal dari Perubahan Tiga klasifikasi utama asal perubahan/ berubah.Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan.menyesuaikan kegiatan dengan tujuan . menerima dampak/ efek perubahan itu sendiri . sesuai dengan tujuan yang akan dicapai 2.B.Adanya sikap positif terhadap inovasi .Melalui perubahan total dari organisasi .Melalui penyediaan informasi yang cukup .Memerlukan kekuatan personal (personal power) C. Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan 1. Perubahan partisipatif .

Perubahan (alteration) Hal yang diintroduksikan merubah/ mengadakan perubahan dari hal yang sudah ada 3. Membentuk/ membangun kembali (restructuring) Membentuk/ membangun kembali sesuatu yang lain. Menghilangkan pola perilaku lama (eliminating of old behavioural pattern) Menghilangkan/ menghapus pola perilaku lama 6. televisi 3.Perubahan struktur pendidikan .Perubahan struktur organisasi . Penambahan (addition) Hal yang diintoduksikan menambah/ merupakan tambahan hal yang sudah ada 4.Perubahan kedudukan institusi 2.1. Perubahan perilaku sosial .Penemuan-penemuan teknologi jet. dengan bahan/ sumber yang ada 5. pada perubahan tingkah laku 1. Substitusi (substitution) Hal yang diintroduksikan merupakan substitusi/ pengganti dari hal yang sudah ada 2.Bioteknologi . Perubahan teknologikal .Perubahan pendangan/ keyakinan tentang hidup dan kehidupan Tipe Berubah Yang Terdapat pada Proses Adaptasi/ Adopsi (Havelock) Tipe atau bentuk berubah yang diperlukan sehingga dapat terjadi adaptasi atau adopsi. Perubahan struktural-institusional . Memperkuat pola perilaku lama (reinforcing of old behavioural pattern) Memperkuat keberadaan/ dianutnya pola perilaku lama Bentuk Berubah Ditinjau dari Proses Terjadinya Perubahan (Bennis W) Bentuk/ tipe berubah ditinjau dari bentuk proses yang terjadi pada proses perubahan . komputer.

Perubahan secara indoktrinasi (indoctrination change) Menetapkan tujuan secara cermat bersama.direncanakan bersama secara kolaboratif antara klien dan change agent 2. satu pihak menetapkan tujuan dan pihak lain membantu mencapai tujuan. Perubahan secara interaksional (interactional change) Urunan kekuatan.Bagaimana harus berubah .Apa tujuan berubah .1. Perubahan secara sosialisasi (socialization change) Kekuatan unilateral. akan tetapi tanpa rumusan tujuan perubahan yang tidak direncanakan. akan tetapi dengan kekuatan sepihak/ unilateral (unilateral power) 3. Perubahan secara alami (natural change) Urunan kekuatan. dalam keadaan dimana tujuan tidak terlalu dipikirkan 6. tanpa menanyakan tentang nilai tujuan Berdasarkan pengumpulan dan analisa data 5. akan tetapi tujuan dicapai secara bersama/ kolaboratif 7. Perubahan secara paksaan (coercive change) Menetapkan tujuan sepihak dengan kekuatan unilateral dan kontrol 4.Apa yang harus dirubah . Perubahan berencana (planned change) . Perubahan secara teknokratik (tchnocratic change) Dengan urunan kekuatan (shared power) menetapkan tujuan unilateral. Strategi rasional-empirik (empirical-rational strategies) . aksidental Strategi Berubah (Chin & Benne) bagaimana mengadakan perubahan rangkaian kegiatan dalam mengadakan perubahan 1. tujuan tidak dirumuskan dengan benar 8. Perubahan secara menirukan (emultif change) Kekuatan unilateral.

dan hubungan internal/ eksternal dari sistem klien.Asumsi dasar: manusia adalah rasional .Riset dasar dan desiminasi ilmu pengetahuan melalui pendidikan umum.Change agent harus mempelajari cara intervensi timbal balik dan kolaboratif .Bentuk strategi coercive lainnya adalah dengan menggunakan moral power dan political power: .kekuatan (power coercive approaches) .Didasarkan pada penggunaan kekuatan/ kekuasaan pada umumnya didasarkan pada sanksi ekonomi dan politik . melalui intervensi langsung dari change agent .Pendekatan normatif-reedukatif untuk mengadakan perubahan.Melihat kemungkinan bahwa masalah terletak pada sikap. dan oleh komitmen individual terhadap norma-norma tersebut . dan yang mungkin memerlukan perubahan arau reedukasi. cara klien melihat dirinya sendiri dan melihat masalahnya harus diperhatikan dan dipadukan dengan pandangan change agent . organisasi atau komuniti .Norma sosiokultural didukung oleh sikap dan sistem nilai individual .Pemilihan personel dan penggantian dari mereka yang tidak sesuai dengan posisi yang diduduki. diyakini bahwa perubahan itu diperlukan .System analysts sebagai staf dan konsultan.Pola kegiatan dan perbuatan didukung oleh norma sosiokultural. terutama yang berhubungan dengan kesukaran/ masalah sistem 2. kelompok.. didasarkan pada: . Strategi paksaan .Unsur-unsur yang tidak disadari memberi saham/ mempunyai pengaruh pada penyelesaian masalah.Beberapa elemen yang lazimnya terdapat pada pendekatan ini: . Strategi reedukatif normatif (normative-reeducative strategies). nilai norma.Pelibatan klien dalam proses penyusunan proses berubah. ke dalam kehidupan sistem klien.Metode dan konsep ilmu perilaku merupakan sumber yang digunakan change agent dan klien secara selektif. intervensi yang didasarkan pada penerapan teori berubah yang mantap. relevan dan benar Pendekatan ini brtolak pada pandangan bahwa people technology sama pentingnya dengan thing technology dalam mengadakan perubahan yang baik dalam persoalan manusia 3. diperlukan orang yang tepat untuk jabatan/ posisi yang tepat (the right person in the right position) . baik individu. sebagai kondisi untuk mengadakan penyelesaian masalah . harus dibawa ke permukaan .

Melalui rekomposisi dan manipulasi kelompok penguasa (power elite) .Menggunakan institusi politik .Mengadakan observasi dan mengendalikan/ mengatasi hambatan .Memformulasikan rekomendasi untuk kegiatan masa depan atau modifikasi SUMBER KLIK DISINIKelainan Traumatik. Dapat terjadi ileus. Kelainan skrotum dan isinya.Mengimplementasikan proyek perubhan (change project) .Mengadakan perbaikan strategi (bila diperlukan) .Mengadakan evaluasi hasil perubahan/ berubah . Neoplasma.urine. Respiratory distress akibat penekanan diafragma. Transplantasi ginjal. hematuri . Distensi abdomen akibat penimbunan darah atau urine.11 September 2008 16:57Kelainan Traumatik GINJAL Penyebab : Truma tajam atau trauma tumpul Dapat menjadi bagian dari multiple trauama.. Diagnosis: Lab . Tahikardi dan hipotensi oleh karena hipovolemia Hematuri. Gejala klinis : Mungkin tidak ditemukan tanda klinis Bengkak dan memar daerah pinggang (swelling & bruising renal angle).

Terjadi fistula. Bedah (Surgical management). USG. dilakukan bila: Traumanya berat dan ada pergeseran ginjal. Terapi konservatif tidak membaik. Cedera akibat operasi bedah atau operasi obstetry dan gynekologi. Gejala : Nyeri daerah ginjal akibat adanya sumbatan ureter Olygouria / anuria. Terapi : Konservatif ( Conservative management). Diagnosis: IVP.Intravenous pyelografi (IVP). KELAINAN TRAUMATIK URETER Penyebab : Trauma tajam pada kasus multi trauma. Trauma ginjal terbuka. ureterovaginal fistula. Antibiotik dan analgesik. Dilakukan bersama-sama laparotomi. Perdarahan yang tidak teratasi. Hemodinamik ( Nadi dan tekanan darah) di monitor Evaluasi renal area adanya memar atau pembengkanan yang bertambah. Produksi urine tiap hari di evalauasi. USG. . Total bed rest.

Terapi : Perbaikan hemodinamik Operasi Antibiotik Komplikasi : . tidak bisa buang air kecil. Eksplorasi. Gejala klinis Umum / general: Shock. Hipotensi. Endoskopi. Tachicardi. Hematuria.Demam. KELAINAN TRAUMATIK KANDUNG KEMIH / BLADDER Penyebab: Multiple trauma adalah penyebab paling sering menyebabkan cedera pada kandung kemih. Perdarahan uretra. foto polos abdomen dengan tanda-tanda fraktur pelvis. operasi hernia / operasi vagina. Lokal: Peritonismus. Radiology: Cystografi. cystoscopy. bengkak dinding abdomen. Odem skrotum / labium. Tidak bisa buang air kecil Diagnosis : Klinis: Riwayat tauma.Terapi : Parsial stenosis : dilatasi catater ureter. operasi colon / rectum. Spontan. reseksi anatomose end to end. tanda-tanda shock. Tindakan operasi : hysterektomi.

Peritonitis Infeksi Pelvis dan kandung kemih Infeksi ginjal Infeksi scrotum dan epididimis Fistula . Osteitis pubis KELAINAN TRAUMATIK URETRA Penyebab : Batu uretra. Persalinan lama Ruptur yang spontan (biasanya didahului oleh striktur uretra) Gejala klinis Tergantung derajat kerusakan. darah pada meatus uretra eksternus. benda asing Instrumentasi pada uretra. Terapi: Sistosmtomi. Diagnosis: Foto Uretrografi. Operasi uretroplasti. . tidak boleh dipasang kateter. mengenai uretra posterior. Perdarahan uretra. Ruptur uretra posterior. Trauma dari luar: Straddle injury. KELAINAN TRAUMATIK PENIS Penyebab : Trauma tumpul / trauma tajam / terkena mesin pabrik. biasanya mengenai uretra anterior. Cedera tulang pelvis. dapat menyebabkan kesulitan atau tidak bisa buang air kecil. pada rectal toucher ditemuka floating prostat .

(Ganas . Onkositoma). 3 % tumor ganas pada dewasa. Lipoma. hipernefroma Insiden: Dekade 5-7. NEOPLASMA GINJAL Tumor ginjal merupakan tumor urogenital ketiga terbanyak setelah tumor prostat dan tumor kandung kemih. penjahitan tunika albugenia). Nama lain tumor Grawitz. Diagnosis :Kavernosografi Terapi :Operasi. Tembakau / rokok. Ganas : Tumor pelvis renalis. Etiologi: Banyak Faktor. Bahan-bahan kimia. NEOPLASMA SALURAN KEMIH ADENOKARSINOMA GINJAL Tumor ganas parenkim ginjal yang berasal dari tubulus proksimal ginjal.Gejala klinis :Hematoma pada penis disertai rasa nyeri. ( Evakuasi hematome. Tumor ginjal bisa berupa tumor primer. Adenokarsinoma. Klasifikasi tumor ginjal Koteks ginjal : (Jinak : Adenoma. Nefroblastoma) Sistem saluran: Jinak : Papiloma. atau tumor sekunder dari metastase tumor lainnya. . Hamartoma.

dengan hormon progestagen hasilnya belum banyak diketahui. Diagnosis: Gejala klinis. NEFROBLASTOMA Adalah tumor ginjal yang banyak menyerang anak-anak terutama pada usia kurang 10 tahun. Hormonal. Gejala klinis : . Sitostatika. tidak banyak memberi manfaat. dengan interferon dan interleukin pemakaiannya sangat terbatas karena mahal.Gejala klinis . sering pada usia 3. tidak efektif karena tumor tidak sensitif terhadap radiasi. IVP. USG. Ct scan Abdomen Terapi: Nefrektomi. Sering diiukuti kelainan bawaan seperti : Aniridia Hemihipertropi Anomali organ urogenital. terjadi A-V shunt pada massa tumor Tanda-tanda metastasis ke paru dan hepar. dilakukan nefrektomi radikal yaitu mengangkat ginjal beserta kapsula gerota. masih dalam uji coba. Febris. Radiasi eksterna. Sering disebut juga tumor Wilm atau karsinoma sel embrional. Neoplasma saluran kemih Nefroblastoma.5 tahun. Immmunoterapi. terbebasnya pirogen endogen / nekrosis tumor Anemi Hipertensi.

Hematuri kambuhan. Metastase hematogen 5. TUMOR URETER Tumor ureter sangat jarang. 2. Tumor bilateral. mungkin nonvisualized. Gejala klinis: Nyeri pinggang. masih dapat dieksisi sempurna. Tumor meluas kejaringan sekitar.Anak dibawah kedokter karena perut membesar. Sitostatika. kombinasi antara Actinomisin D dengan Vincristine hasilnya cukup baik. Terapi: Radikal nefrektomi. menurut NWTS ( National Wilm s Tumor Study) ada 5 stadium. Stadium . 1. 75 % maligna. ada bejolan diperut atas Kencing berdarah Hipertensi. Diagnosis : USG. IVP. bersifat radiosensitif. dapat dieksisi sempurna. Gejala obstruksi oleh tumor. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari biopsi atau ruptur yang terjadi sebelum / selama operasi. Radiasi eksterna. 3. angka kejadian kurang 1 % dari tumor urogenital. . menunjukkan adanya distorsi sistem pelviokalises. Tumor terbatas pada ginjal. terdapat massa retropreritoneal sebelah atas. 4.

pemanis buatan dan obat-obatan. rokok mengandung amin aromatik dan nitrosamin. selebihnya merupakan karsinoma sel squamosa dan adenokarsinoma. Terapi: Nefroureterektomi. Diagnosis . . E. Udema tungkai. Retensi urine akibat. TUMOR BULI-BULI / KANDUNG KEMIH Merupakan keganasan kedua setelah karsinoma prostat. mengangkat ginjal. Gejala klinis : Hematuri tanpa keluhan nyeri ( painless). Infeksi saluran kemih. Histopatologi : 90 % merupakan karsinoma sel transisional. atau nonvisualized ginjal). Etiologi / faktor resiko: Pekerjaan. MRI. untuk pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan resiko karsinoma buli-buli. kambuhan dan seluruh proses miksi. akibat penekanan saluran limfe atau pembesaran kelenjar limfe di pelvis.Coli dan proteus Spp menghasilkan karsinogen. Kopi. bekuan darah. IVP. Uretroskopi (untuk melihat tumor sekaligus biopsy). CT scan.Diagnosis: IVP (ditemukan filling defek didalam lumen ureter. pekerja dipabrik kimia. Dua kali lebih banyak pada laki-laki dari wanita. laboratorium ( senyawa amin aromatik ) Perokok. hidronefrosis. ureter beserta cuff buli-buli sebanyak 2 cm disekeliling muara ureter. hidronefrosis bila terjadi infiltrasi tumor ke muara ureter. ditemukan filling defect.

5 FU. meningkatnya umur harapan hidup. nyeri pada tulang. Radiasi eksterna. Terapi : . hematuri. retensi urine. hidronefrosis dan gagal ginjal. Gejala klinis : Gejala obstruksi saluran kencing. hormon androgen dari sel leydic testis dan adrenal Diet dan lingkungan Infeksi. Insiden meningkat karena.Terapi : Reseksi buli-buli. fraktur patologi dan edema tungkai. Diagnosis : PSA ( prostat spesifik antigen) USG trans rektal CT scan. Siklofospamide. Keluhan akibat metastasis. Instilasi intra vesika dengan obat-obat : Mitomisin C. Etiologi : Predisposisi genetik Pengaruh hormonal. Sistektomi radikal. MRI dan bone scanning. penegakan diagnosis yang lebih baik dan kewaspadaan yang tinggi. paraplegi. PROSTAT Merupakan keganasan yang terbanyak.

Gejala klinis : Pembesaran testis. Terapi : Tidak diperbolehkan biopsi tumor. Radiasi. Prostatektomi radikal. Hormonal. Petanda tumor: Alfa Feto protein suatu glikoprotein yang diproduksi oleh sel tumor. tidak nyeri. nonseminoma tidak respon Sitostatika : Sisplatinum. TESTIS Biasa ditemukan pada usia 15 35 tahun. Human Chorionik Gonadotropin. vinblastin dan Bleomisin.Observasi. menghilangkan sumber androgen dengan operasi atau medikamentosa. Orkiektomi. TUMOR PENIS . Tauma testis Atropi /infeksi testis Hormonal : pemberian estrogen selama kehamilan akan meingkatkan kemungkinan terjadinya tumor testis pada anak laki yang dikandungnya. padat dan tidak menunjukkan tanda illuminasi. Diskesi kelenjar retroperitoneal dan para aorta. Radiasi : jenis seminoma respon terhadap terhadap terapi.: Etiologi : Maldescendus testis. stad awal dengan harapan hidup kurang dari 10 tahun. suatu protein yang diproduksi oleh jaringan trofoblas.

Tumor penis terdiri dari : Karsinoma sel basal. . Radieasi eksterna. berbau dan sering mengalami infeksi. yang paling banyak ditemukan. beberapa ahli menganjurkan pemberian antibiotik 4 -6 minggu. Terapi : Menghilangkan lesi primer : Sirkumsisi. Sirkumsisi mengurangi kejadian karsinoma penis Gejala klinis : Tumor yang kotor. Berasal dari kulit preputium. angkat tumor beserta jaringan sehat sepanjang kurang lebih 2 cm dari proksimal tumor. pencitraan dibutuhkan untuk menentukan penyebaran tumor. tetapi bila tetap membesar dilakukan diseksi kelenjar limfe inguinal bilateral. Pembesaran kelenjar limfe inguinal yang nyeri karena infeksi Diagnosis: Biopsi lesi primer. Topikal dengan kemoterapi Terapi kelenjar limfe regional. yang masih terbatas pada preputium Penektomi parsial. ulserasi serta perdarahan. bila menghilang tidak dilakukan diseksi. Penektomi total dan ureterotomi perineal. glans dan shaft penis. hasilnya tidak memuaskan. Melanoma Tumor parenkim Karsinoma sel squamous. Etiologi : Hygiene penis yang kurang bersih.

Patofisiologi: Suhu rongga abdomen lebih kurang 1 0 C lebih tinggi dari suhu di dalam rongga scrotum. Diagnosis : Secara klinis. HIDROKEL Penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan visceralis tunika vaginalis testis. CT scan dan MRI Terapi: Testis diturunkan dengan pembedahan maupun medikamentosa.TESTIS MALDESENSUS Pada masa janin testis berada di rongga abdomen dan beberapa saat sebelum bayi lahir. Kulit scrotum mengalami hipoplasi karena tidak pernah ditempati scrotum. testis mengalami desensus testikulorum ke kantung scrotum. Etiologi: Kelainan pada gubernakulum testis. sehingga testis abdominal selalu mendapatkan suhu yang lebih tinggi dari testis normal. USG untuk mencari lokasi testis kadang sulit. Apabila proses tidak bejalan normal maka terjadi maldesensus. Kelainan intrinsik testis Defisisnesi hormon gonadotropin yang memacu proses desensus testis. . Flebografi untuk mencari plexus pampiniformis. Hal ini mengakibatkan kerusakan sel-sel epitel germinal testis. Gejal klinis : Tidak ditemukan testis di rongga scrotum.

Etiologi : Penyebab secara pasti belum diketahui.Etiologi : Belum sempurnya penutupan prosessus vaginalis Belum sempurnanya sistem limfatik di scrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Merupakan salah satu penyebab infetilitas pada pria ( 21 41 %). Kelainan 15 % pada pria. VARIKOKEL Dilatasi abnormal dari vena plexus pampiniformis akibat gangguan aliran balik vena spermatika interna. . hidrokelektomi pada orang dewasa. Pemeriksaan transilluminasi positif Diagnosis: Klinis dan dapat dibantu dengan USG. Terapi : Ditunggu sampai usia anak mencapai 1 tahun Operasi ligasi pada anak. Dikenal ada 3 jenis hidrokel : Hidrokel testis Hidrokel funikuli Hidrokel komunikans. Gejala klinik: Benjolan di scrotum tidak nyeri.

TORSIO TESTIS Adalah terpuntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. Sedang : Varikokel dapat dipalpasi tanpa manuver valsava. Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri. Varikokelektomi cara Ivanisevich Perkutan dengan memasukkan sklerosing kedalam vena spermatika interna. kemudian palpasi scrotum. Terapi : Dilakukan bila ada indikasi terjadi gangguan spermatogenesis. Besar : Varikokel dapat di lihat tanpa manuver valsava. Dibedakan menjadi 3 derajat : Kecil : varikokel dapat dipalpasi setelah manuver valsava. Vena spermatika interna kiri lebih panjang dari yang kanan. hal ini disebabkan oleh karena vena spermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus. teraba bentukan seperti kumpulan cacing di dalam kantung sebelah cranial testis. jika diperlukan pasien diminta melakukan manuver valsava. Patogenesis: Secara fisiologis m. cremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen untuk mempertahankan suhu ideal untuk testis. . sedangkan bermuara vena cava yang agak miring . Gejala klinis dan diagnosis : Benjolan diatas testis yang agak nyeri. Ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo.Varikokel kiri lebih sering dari verikokel kanan (70-93 %).

Biasanya disertai demam. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal dari testis kontra lateral. latihan yang berlebihan.Adanya kelainan penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsi jika bergerak secara berlebihan seperti : perubahan suhu yang mendadak. tes tes laboratorium untuk menentukan ke cocokan antara donor dan resipien. ginjal arus diperiksa arteriogram ke dua arteri renalis untuk menentukan adanya ginjal dan dalam keadaan anatomi perdarahannya. Secara tehnik bedah transplantasi dibedakan 2 macam : 1. testis membengkak. bila organ yang dicangkokkan dipasang pada tempat aslinya. tetapi hasil hanya bertahan beberapa waktu saja. pada torsi yang baru terjadi. sementara organ yang rusak tidak dikeluarkan. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. ketakutan. . Cara ortotopik. Donor mayat. Terapi : Detorsi manual. TRANSPLANTASI GINJAL Transplantasi ginjal pada manusia dilakukan pertama kali oleh Lawler tahun 1950 di Chicago. Sementara organ asli diambil terlebih dahulu. Operasi. Operasi berhasil baik. Tahun 1954 Murray di Boston melakukan tranplantasi pada saudara kembar monozigot dan hasilnya dapat bertahan lama. bila organ yang dicangkokkan dipasang di tempat lain. batuk. Sebelum dilakukan tranplantasi. Pemeriksaan fisik. mengembalikan testis keposisi awalnya dengan memutar kearah beralawanan dengan arah torsi.. Gejala klinis dan diagnosis : Nyeri hebat dan mendadak di scrotum disertai pembengkakan testis. 2. dilakukan orchidopeksi bila testis masih viable dan orchiectomi bila testis sudah nekrosis. Donor untuk tranplantasi ada dua sumber: Donor hidup. celana yang terlalu ketat atau trauma yang mengenai scrotum. Cara heterotopik.

Tetapi kebanyakan pasien transplantasi ginjal akan membutuhkan transplantasi ke dua atau ke tiga atau terpaksa di dialisis seperti sebelumnya. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Vena renalis dianastomose secara ujung ke sisi dengan vena iliaka commonis. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis. nefrolitiasis). PENYEBAB Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal.Transplantasi Ginjal Ginjal yang dicangkokkan ditempatkan di ruang retroperitoneal di regio fossa iliaka. . Hasil transplantasi tergantung berbagai faktor. Arteri renalis langsung dianastomose secara ujung ke ujung dengan arteri iliaka interna atau secara ujung ke sisi dengan arteri iliaka communis atau iliaka eksterna. Anastomosis neoureterosistostomi di buat dengan menembus submukosa untuk mencegah refluks. Ginjal donor hidup dapat bertahan lebih lama dibanding donor mayat. perdarahan. SUMBER KLIK DISINIBATU SALURAN KEMIH11 September 2008 16:55Batu Saluran Kemih DEFINISI Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri.

bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan. pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). sistin dan mineral struvit. demam. Batu yang besar disebut kalkulus staghorn. sehingga terjadilah infeksi. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang. Ukuran batu bervariasi. Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis. perut menggelembung. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. bisa tidak menimbulkan gejala. . Batu struvit (campuran dari magnesium. air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal.5 sentimeter atau lebih. termasuk asam urat. Jika batu menyumbat aliran kemih. amonium dan fosfat) juga disebut batu infeksi karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama. sisanya mengandung berbagai bahan. Penderita mungkin menjadi sering berkemih. Gejala lainnya adalah mual dan muntah. terutama yang kecil. mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2. GEJALA Batu. menggigil dan darah di dalam air kemih. Batu yang menyumbat ureter. daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. terutama ketika batu melewati ureter. Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul.Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium. yang menjalar ke perut. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal.

maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. penyumbatan atau infeksi. nanah atau kristal batu yang kecil. PENGOBATAN Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium.DIAGNOSA Batu yang tidak menimbulkan gejala. biasanya tidak perlu diobati. ESWL). asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. . jika batu telah terbuang. Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy. mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis). sistin. disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas. Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti.

tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. yang menyebabkan penyumbatan. Obat diuretik thiazid(misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru. perlu diangkat melalui pembedahan. Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkalsiuria. Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih. Batu tersebut dianalisa dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy. diberikan kalium sitrat. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari). Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Batu kalsium. Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium selulosa fosfat.Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. . nefrolitotomi perkutaneus). dimana kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggi. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih. yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu asam urat yang lebih besar. PENCEGAHAN Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. karena itu diberikan antibiotik. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat).

Dengan semakin meningkatnya popularitas dari teknik teknik di atas. Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain. Trauma iatrogenik pada ginjal dapat disebabkan oleh tindakan operasi atau radiologi intervensi. kacang-kacangan. Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut. Trauma tumpul Trauma tajam seperti tembakan dan tikaman pada abdomen bagian atas atau pinggang merupakan 10 20 % penyebab trauma pada ginjal di Indonesia. keracunan vitamin D. dan percutaneous lithotripsy. ikan dan unggas. yang menyokong terbentuknya batu kalsium. karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa). dimana di dalamnya termasuk retrograde pyelography. Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging. seperti hiperparatiroidisme. sarkoidosis. bisa diberikan kalium sitrat. SUMBER KLIK DISINITRAUMA GINJAL11 September 2008 16:48Definisi Trauma ginjal adalah cedera pada ginjal yang disebabkan oleh berbagai macam rudapaksa baik tumpul maupun tajam. coklat. Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah. Trauma tajam 2. . Etiologi dan patofisiologi Ada 3 penyebab utama dari trauma ginjal . merica dan teh). asidosis tubulus renalis atau kanker. Dianjurkan untuk banyak minum air putih. Batu asam urat.Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih. yaitu 1. merupakan akibat dari mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam. karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. Trauma iatrogenik 3. percutaneous nephrostomy. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol.

insidens trauma iatrogenik semakin meningkat . trauma yang demikian dapat menyebabkan peningkatan tekanan subcortical dan intracaliceal yang cepat sehingga mengakibatkan terjadinya ruptur. Klasifikasi Tujuan pengklasifikasian trauma ginjal adalah untuk memberikan pegangan dalam terapi dan prognosis. Trauma tumpul merupakan penyebab utama dari trauma ginjal. Kedua. Biopsi ginjal juga dapat menyebabkan trauma ginjal . tetapi kemudian menurun setelah diperkenalkan ESWL. Trauma ginjal biasanya menyertai trauma berat yang juga mengenai organ organ lain. Kejadian ini dapat menyebabkan avulsi pedikel ginjal atau robekan tunika intima arteri renalis yang menimbulkan trombosis. Trauma langsung biasanya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. kejadian trauma akibat kecelakaan lalu lintas juga semakin meningkat. baik karena trauma langsung ataupun tidak langsung akibat deselerasi. Dengan lajunya pembangunan. Yang ketiga adalah keadaan patologis dari ginjal itu sendiri. Ginjal yang relatif mobile dapat bergerak mengenai costae atau corpus vertebrae. olah raga. Sebagai tambahan. Klasifikasi trauma ginjal menurut Sargeant dan Marquadt yang dimodifikasi oleh Federle : Grade I Lesi meliputi Kontusi ginjal Minor laserasi korteks dan medulla tanpa gangguan pada sistem pelviocalices Hematom minor dari subcapsular atau perinefron (kadang kadang) 75 80 % dari keseluruhan trauma ginjal . penambahan ruas jalan dan jumlah kendaraan. kerja atau perkelahian. jika base line dari tekanan intrapelvis meningkat maka kenaikan sedikit saja dari tekanan tersebut sudah dapat menyebabkan terjadinya trauma ginjal. Trauma tumpul ginjal dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. Trauma tidak langsung misalnya jatuh dari ketinggian yang menyebabkan pergerakan ginjal secara tiba tiba di dalam rongga peritoneum. Hal ini menjelaskan mengapa pada pasien yang yang memiliki kelainan pada ginjalnya mudah terjadi trauma ginjal. Ada beberapa faktor yang turut menyebebkan terjadinya trauma ginjal.

Grade II Lesi meliputi Laserasi parenkim yang berhubungan dengan tubulus kolektivus sehingga terjadi extravasasi urine Sering terjadi hematom perinefron Luka yang terjadi biasanya dalam dan meluas sampai ke medulla 10 15 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade III Lesi meliputi Ginjal yang hancur Trauma pada vaskularisasi pedikel ginjal 5 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade IV Meliputi lesi yang jarang terjadi yaitu Avulsi pada ureteropelvic junction Laserasi dari pelvis renal .

dengan intenitas nyeri yang bervariasi. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda shock. Bila disertai cedera hepar atau limpa ditemukan adanya tanda perdarahan dalam perut. ketegangan otot pinggang . Digestivus ditemukan adanya tanda rangsang peritoneum. Fraktur costae terbawah sering menyertai cedera ginjal. Perlu diperhatikan bila tidak ada hematutia. Massa yang cepat menyebar luas disertai tanda kehilangan darah merupakan petunjuk adanya cedera vaskuler.BAB II KELUHAN DAN GEJALA KLINIK Pada trauma tumpul dapat ditemukan adanya jeja di daerah lumbal. Nyeri abdomen umumya ditemukan di daerah pinggang atau perut bagian atas . kemungkinan cedera berat seperti putusnya pedikel dari ginjal atau ureter dari pelvis ginjal. Pada palpasi didapatkan nyeri tekan daerah lumbal. sedangkan massa jarang teraba. Bila terjai cedera Tr. Bila hal ini ditemukan sebaiknya diperhatikan keadaan paru apakah terdapat hematothoraks atau pneumothoraks? Hematuria makroskopik merupakan tanda utama cedera saluran kemih. . Derajat hematuria tidak berbanding dengan tingkat kerusakan ginjal. sedangkan pada trauma tajam tampak luka.

dapat memperluhatkan gambaran ginjal yang abnomal Kontusi dapat terlihat sebagai massa yang normal ataupun tidak Laserasi minor korteks ginjal dapat dikenali sebagai dfek linear pada parenkim atau terlihat mirip dengan kontusi ginjal Yang lebih penting. pada IVP. yaitu 1. pencitraan IVP pada pasien trauma ginjal grade I dapat menunjukkan gambaran ginjal normal. Mengevaluasi keadaan organ intra abdomen lainnya Pada pemeriksaan radiologis dapat ditemukan : Grade I Hematom minor di perinephric . Menyingkirkan keadaan ginjal patologis pre trauma 3.BAB III DIAGNOSTIK RADIOLOGI Ada beberapa tujuan pemeriksaan radiologis pada pasien yang dicurigai menderita trauma ginjal. Mengevaluasi keadaan ginjal kontralateral 4. Klasifikasi beratnya trauma sehingga dapat dilakukan penenganan yang tepat dan menentukan prognosisnya 2. daerah yang mengalami kontusi terlihat seperti massa cairan diantara parenkim ginjal . Hal ini tidak terlalu menimbulkan masalah karena penderit grade I memang tidak memerlukan tindakan operasi . Pada CT Scan.

sampai sekarang belum ada pembatasan yang jelas kapan seorang penderita yang diduga trauma ginjal memerlukan IVP atau CT Scan sebagai pemeriksaan penunjangnya. Grade IV Grade IV meliputi avulsi dari ureteropelvic junction. Dengan pemeriksaan CT Scan . fraktur parenkim ginjal dapat terlihats Akumulasi masif dari kontras. Yang khas adalah. dengan parenkim ginjal yang masih intak dan nonvisualized ureter. Keputusan tersebut harus didasarkan kepada pemeriksaan manakah yang lebih tersedia. CT Scan berfungsi sebagai pemeriksaan kedua setelah IVP pada pasien yang pada IVP memperlihtkan gambaran kerusakan luas parenkim ginjal dan pasien yang keadaan umumnya menurun. Renalis. merupakan duggan kuat terjadinya avulsi ureteropelvic junction Grade III Secara klinis pasien dalam kadaan yang tidak stabil. dan pasien yang diduga trauma ginjal Grade III atau IV. . Kdang kadang dapat terjadi shock dan sering teraba massa pada daerah flank. Angiografi dapat memperlihtkan gambaran oklusi A.Grade II Pada IVP dapat terlihat extravasasi kontras dari daerah yang mengalami laserasi Extravasasi tersebut bisa hanya terbatas pada sinus renalis atau meluas sampai ke daerah perinefron atau bahkan sampai ke anterior atau posterior paranefron.fragmen yang viabel akan terlihat homogen karena masih mendapat perfusi cukup baik. Arteriografi memperlihatkan 2 fragmen ginjal yang terpisah cukup jauh. Baik IVP maupun CT Scan memeperlihatkan adanya akumulasi kontras pada derah perinefron tanpa pengisian ureter. batas . terutama pada ½ medial daerah perinefron. Fragmen diantaranya berarti merupaka fragmen yang sudah tidak viable lagi.Renalis.Renalis dan avulsi A. Viabilitas dari fragmen ginjal dapat dilihat secara angiografi. dapat dilakukan pemeriksaan IVP.uar ginjal terlihat kabur atau lebih lebar. CT San biasanya diambil sebagai pemeriksaan penunjang pertama pada psien yang mengalami trauma multiple organ intra abdomen. Sebagai kesimpulan.dapt diertai dengan hematuria. Bila pasien sudah cukup stabil. dimana terlihat gangguan fungsi ekskresi baik parsial maupun total Ada 2 tipe lesi pada pelvis renalis yaitu trombosis A.

BAB IV TERAPI DAN PROGNOSIS Lesi minor. grade 1. mengandalkan kemampuan normal ginjal . analgesik untuk menghilangkan nyeri. kadar hemoglobin. serta observasi status ginjal dengan pemeriksaan kondisi lokal. hematokrit serta sedimen urin. Pengobatan konservatif tersebut meliputi istirahat di tempat tidur. biasanya diobati secara konservatif. seperti yang dipilih oleh kebanyakan dokter. Penanganan trauma ginjal grade 2 masih menimbulkan suatu kontroversi. Penenganan secara konservatif.

Renalis ( grade 3 ). trauma tumpul. . TRAUMA GINJAL Trauma tumpul sering menyebabkan luka pada ginjal. Gejala yang paling banyak ditemukan adalah terdapatnya darah di urin (hematuria). Penenganan secara operatif biasanya dilakukan apabila pasien tidak memberikan respond positif terhadap pengobatan konservatif. karena itu setiap cedera yang mempengaruhi proses tersebut bisa berakibat fatal. ureter. dan jika cukup berat. SUMBER KLIK DISINITRAUMA SALURAN KEMIH11 September 2008 16:45Trauma Saluran Kemih DEFINISI Saluran kemih (termasuk ginjal. Beberapa trauma dapat menyebabkan nyeri tumpul.untuk menyembuhkan dirinya sendiri. memar. Pengecualian dari indikasi diatas adalah oklusi pada A. pembengkakan. Limbah metabolik harus disaring dari darah oleh ginjal dan dibuang melalui saluran kemih. dapat menurunkan tekanan darah (syok). terjatuh atau trauma pada saat berolah raga. Penanganan trauma ginjal unuk grade 3 dan 4 memerlukan tindakan operatif berupa laparotomi. berkurangnya proses berkemih dan nyeri. terapi penyinaran maupun pembedahan. Mencegah kerusakan menetap pada saluran kemih dan mencegah kematian tergantung kepada diagnosis dan pengobatan yang tepat. kandung kemih dan uretra) dapat mengalami trauma karena luka tembus (tusuk). rasa sakit yang terus menerus dan disertai dengan adanya demam. seperti kehilangan darah yang terus bertambah. bertambah besarnya massa pada regio flank. Tindakan konservatif ini dilakukan untuk menghindari dilakukannya tindakan nephrektomi. misalnya karena kecelakaan kendaraan bermotor. Sedangkan dokter yang memilih tindakan operatif secara dini mengemukakan bahwa finsidens terjadinya komplikasi lanjut dapat diturunkan dengan tindakan nephrektomi. Luka tusuk pada ginjal dapat karena tembakan atau tikaman.

tidak terlalu jelas dan akan membaik dengan sendirinya. tanpa pengobatan khusus. sedangkan cedera berat bisa menyebabkan hematuria yang tampak sebagai air kemih yang berwarna kemerahan. Jika ginjal mengalami luka berat.Kerusakan yang terjadi bervariasi. Trauma yang akibat ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy. Cedera ringan menyebabkan hematuria yang hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskopis. Jika aliran darah ke ginjal berkurang. Pemeriksaan sinar X untuk ginjal dan saluran kemih. misalnya urografi intravena dan CT scan. maka jaringan ginjal yang normal bisa mati dan digantikan oleh jaringan parut. dilakukan pengawasan ketat terhadap asupan cairan dan penderita menjalani tirah baring. maka sebagian besar trauma ginjal memiliki prognosis yang baik. Untuk cedera ringan (misalnya akibat terapi ESWL). Hal ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi yang terjadi dalam beberapa minggu atau beberapa bulan setelah terjadinya trauma. dapat secara akurat menentukan lokasi dan luasnya cedera. maka bisa terjadi perdarahan hebat. suatu prosedur rutin untuk menghancurkan batu ginjal) bisa menyebabkan ditemukannya darah dalam air kemih yang sifatnya sementara. Biasanya jika terdiagnosis dan diobati secara tepat dan cepat. bisa terjadi perdarahan hebat dan air kemih bisa merembes ke jaringan di sekitarnya. Cedera berat yang menyebabkan perdarahan hebat atau kebocoran air kemih ke jaringan di sekitarnya seringkali harus diatasi dengan pembedahan. syok dan kematian. Jika ginjal sampai terpisah dari tangkainya yang mengandung vena dan arteri. Pengobatan diawali dengan langkah untuk mengendalikan kehilangan darah dan mencegah syok. Diberikan cairan intravena untuk menormalkan tekanan darah dan merangsang pembentukan air kemih. .

Jika trauma ureter terjadi akibat pembedahan. Pengobatan terbaik untuk trauma ureter akibat luka tembak atau luka tusuk adalah pembedahan. biasanya akibat tembakan. TRAUMA KANDUNG KEMIH Trauma benturan pada panggul yang menyebabkan patah tulang (fraktur) seringkali terjadi pada kecelakaan sepeda motor dan bisa menyebabkan robekan pada kandung kemih. Pada trauma yang tidak terlalu berat. Jarang terjadi trauma ureter akibat pukulan maupun luka tumpul. Seringkali terjadi kebocoran air kemih dari luka yang terbentuk atau berkurangnya produksi air kemih. reseksi kolon atau uteroskopi. juga bisa mencederai kandung kemih. CT scan dan urografi retrograd. . maka dilakukan pembedahan lainnya untuk memperbaiki ureter.TRAUMA URETER Sebagian besar trauma ureter (saluran dari ginjal yang menuju ke kandung kemih) terjadi selama pembedahan organ panggul atau perut. dipasang kateter ke dalam ureter dan dibiarkan selama 2-6 minggu sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan. Luka tembus. Gejala biasanya tidak spesifik dan bisa timbul demam atau nyeri. Pemeriksaan diagnostik yang biasanya dilakukan adalah urografi intravena. biasanya karena luka tembak. Penyebab lain trauma ureter adalah luka tembus. seperti histerektomi. Ureter bisa disambungkan kembali ke tempat asalnya atau di bagian kandung kemih yang lainnya.

Kadang air kemih merembes ke dalam jaringan di dinding perut. 1 terpasang melalui uretra (kateter trans-uretra) dan yang lainnya terpasang langsung ke dalam kandung kemih melalui perut bagian bawah (kateter suprapubik). Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan sistografi. hematuria dan gangguan berkemih. Prosedur pembedahan pada uretra atau alat yang dimasukkan ke dalam uretra juga bisa melukai uretra.Gejala utama adalah adanya darah dalam air kemih atau kesulitan untuk berkemih. Kateter tersebut dipasang selama 7-10 hari atau diangkat setelah kandung kemih mengalami penyembuhan yang sempurna. Robekan kecil (laserasi) bisa diatasi dengan memasukkan kateter ke dalam uretra untuk mengeluarkan air kemih selama 7-10 hari dan kandung kemih akan membaik dengan sendirinya. Selanjutnya air kemih dibuang dari kandung kemih dengan menggunakan 2 kateter. biasanya dilakukan pembedahan untuk menentukan luasnya cedera dan untuk memperbaiki setiap robekan. kantung zakar atau perineum (daerah antara anus dan vulva atau kantung zakar). . Gejalanya adalah ditemukannya darah di ujung penis. Penyempitan ureter (striktur) di daerah yang terkena biasanya merupakan komplikasi yang bisa terjadi di kemudian hari. Hal ini bisa menyebabkan impotensi akibat kerusakan arteri dan saraf penis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan uretrogram retrograd. tetapi lukanya relatif ringan. TRAUMA URETRA Penyebab utama dari trauma uretra adalah patah tulang panggul dan karena kedua kaki mengangkang (pada pria). Untuk luka yang lebih berat.

hal 73) b. Batuk Darah(Hemoptisis) Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal. a. Untuk struktur uretra dilakukan perbaikan melalui pembedahan. Faktor.Pengobatan untuk memar ringan adalah memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih selama beberapa hari untuk mengeluarkan air kemih dan uretra akan membaik dengan sendirinya. pengeluaran air kemih dari uretra dilakukan dengan cara memasang kateter langsung ke dalam kandung kemih. hal 301) 2. 1995. Definisi a. anatomi dan fisiologi . SUMBER KLIK DISINIASKEP TUBERKULOSIS11 September 2008 16:43Tuberkulosa KONSEP DASAR TUBERCULOSA 1. (Hood Alsagaff. batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas . Untuk cedera lainnya. sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi . th 1995. Tuberkolusis Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff.factor yang mempengaruhi timbulnya masalah .

trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs . Syaifuddin . Ac .H. mempunyai dua lubang/cavum nasi. dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher .th 1997 hal 90 . Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara . PIERCE .C.syafuddin.paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring . th 1997 . B . hal 89-90). 1995 hal 221) . Paru.Ac 1997 hal 88) Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin). B. sampai dengan alveoli dan paru-paru Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs.Syaifuddin B Ac th1997. dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring . H. laring . debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung . faring . Hanya sebagian kecil udara ini. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri. (Drs.B. sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H.besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. H. Paruparu terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. Syaifuddin . hal 87 ) Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan .Ac . faring terdapat dibawah dasar tengkorak . EVELYN.System pernafasan terdiri dari hidung .trakea . hal 88-89) Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri . B. Ac th 1997. panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa . kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut . Syaifuddin.(Drs .H . faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring . bronkus .paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung gelembung .

B. Drs.SKp. Infeksi kuman ini sering . maka udara terdorong keluar.(Ni Luh Gede Y.A. koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2. Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran.Ac.H. Transportasi Gas Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah). (NI LUH GEDE.proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu: 1. akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi.1997 hal 93 .1997. SKP.hal 91) 2. b.hal 124. Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel . A.Syaifuddin.Alsegaff th 1995 . Th 1995 hal 124. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40).Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru . hal 36-37) 3. (Ni Luh Gede. Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah. luas permukaan membran. H. saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit. Difusi Gas. Patofisiologi Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan .Y. Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah.Y. Syaifuddin.1995. Ventilasi pulmoner.Ac. Drs. komposisi membran. Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar.Hood .A.B. Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali.

Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung.Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan. sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit. sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas. maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan. dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas.N. ( dr. Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600- . Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru.Price.hal 754) Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional.A Price:1995.A.terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya .telinga tengah atau usus.754) Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya .754) Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa.A Price:1995.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paruparu ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring .proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari.(Sylvia.hal 1-2 ) Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah.Hendrawan. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain.(Sylvia.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin. Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut.1995. ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah. Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga.(Syilvia.1996. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus.

jenis kelamin. Stridor dan chest pain. 1) Batuk (Cough) Batuk merupakan gejala utama pada klien dengan penyakit sistem pernafasan. . Tanyakan juga bagaimana hal tersebut timbul dengan waktu yang spesifik (misal : pada malam hari.85-86). kejadian yang membuat kondisi sekarang ini. Riwayat kesehatan dimulai dari biografi klien. dimana aspek biografi yang sangat erat hubungannya dengan gangguan oksigenasi mencakup usia.(Hood Al sagaff dkk:1995. Tentukan batuk tersebut apakah produktif atau non produktif. SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN09 September 2008 10:52RIWAYAT KESEHATAN Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi data saat ini dan masalah yang lalu. wheezing. 3 bulan). Keluhan utama yang biasa muncul pada klien gangguan kebutuhan oksigen dan karbondioksida antara lain : batuk. KELUHAN UTAMA Keluhan utama akan menentukan prioritas intervensi dan mengkaji pengetahuan klien tentang kondisinya saat ini. riwayat keluarga dan riwayat psikososial.1000cc/24 jam. a. dyspnea. ketika bangun tidur) atau hubungannya dengan aktifitas fisik. hemoptysis. Perawat mengkaji klien atau keluarga dan berfokus kepada manifestasi klinik dari keluhan utama. kering. Keadaan tempat tinggal mencakup kondisi tempat tinggal serta apakah klien tinggal sendiri atau dengan orang lain yang nantinya berguna bagi perencanaan pulang ( Discharge Planning ). riwayat perawatan dahulu. peningkatan produksi sputum. Tanyakan berapa lama klien batuk (misal 1 minggu.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas. pekerjaan (terutama yang berhubungan dengan kondisi tempat kerja) dan tempat tinggal. kongesti.

Tetapi produksi sputum akibat batuk adalah tidak normal. cardiac dan gastrointestinal. Pada keadaan edema paru sputum akan berwarna merah mudah. TB Paru. Penyakit yang menyebabkan hemoptysis antara lain : Bronchitis Kronik. Gambaran yang lengkap dari nyeri dada dapat menolong perawat untuk membedakan nyeri pada pleura. 5) Chest Pain Chest pain (nyeri dada) dapat berhubungan dengan masalah jantung dan paru. Contoh ketika klien berjalan apakah dia mengalami dyspnea ?. mengandung darah dan dengan jumlah yang banyak. Paru-paru tidak mempunyai saraf yang sensitif terhadap nyeri. sputum mungkin jernih. konsistensi. yang berhubungan dengan penyakit paru kronik dan gagal jantung kiri. Darah yang berasal dari paru biasanya berwarna merah terang karena darah dalam paru distimulasi segera oleh refleks batuk. emboli paru. tetapi iga. Tanyakan dan catat warna. pneumonia. Jika infeksi timbul sputum dapat berwarna kuning atau hijau. Perawat mengkaji tentang kemampuan klien untuk melakukan aktifitas. otot. kanker paru dan abses paru. Perawat mengkaji apakah darah tersebut berasal dari paru-paru. pleura parietal dan trakeobronkial tree mempunyai hal tersebut. Sputum merupakan suatu substansi yang keluar bersama dengan batuk atau bersihan tenggorok. . kaji juga kemungkinan timbulnya paroxysmal nocturnal dyspnea dan orthopnea. bau dan jumlah dari sputum karena hal-hal tersebut dapat menunjukkan keadaan dari proses patologik. Upper airway necrotizing granuloma. Trakeobronkial tree secara normal memproduksi sekitar 3 ons mucus sehari sebagai bagian dari mekanisme pembersihan normal ( Normal Cleansing Mechanism ). Cystic fibrosis.2) Peningkatan Produksi Sputum. muskuloskeletal. 3) Dyspnea Dyspnea merupakan suatu persepsi kesulitan untuk bernafas/nafas pendek dan merupakan perasaan subjektif klien. putih atau kelabu. Bronchiectasis. 4) Hemoptysis Hemoptysis adalah darah yang keluar dari mulut dengan dibatukkan. perdarahan hidung atau perut.

Dikarenakan perasaan nyeri murni adalah subjektif. 2) Pengobatan saat ini dan masa lalu 3) Alergi 4) Tempat tinggal c. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA . b. emfisema dan bronchitis kronik. Semua keadaan itu sangat jarang menimpa non perokok. Anamnesis harus mencakup hal-hal : a) Usia mulainya merokok secara rutin. Secara umum perawat menanyakan tentang : Riwayat merokok : merokok sigaret merupakan penyebab penting kanker paru-paru. b) Rata-rata jumlah rokok yang dihisap perhari c) Usia melepas kebiasaan merokok. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU Perawat menanyakan tentang riwayat penyakit pernafasan klien. perawat harus menganalisis nyeri yang berhubungan dengan masalah yang menimbulkan nyeri timbul.

2. kedalaman pernafasan. hanya memperburuk penyakit tersebut. scoliosis dan lordosis. 4) Inspeksi thorax poterior terhadap warna kulit dan kondisinya. REVIEW SISTEM (Head to Toe) a. 2) Kelainan alergis. Tapi polusi udara tidak menimbulkan bronchitis kronik. selain itu serangan asthma mungkin dicetuskan oleh konflik keluarga atau kenalan dekat.Tujuan menanyakan riwayat keluarga dan sosial pasien penyakit paru-paru sekurang-kurangnya ada tiga. 2) Dada diobservasi dengan membandingkan satu sisi dengan yang lainnya. menunjukkan suatu predisposisi keturunan tertentu. Inspeksi 1) Pemeriksaan dada dimulai dari thorax posterior. ditularkan melalui satu orang ke orang lainnya. 5) Catat jumlah. 3) Tindakan dilakukan dari atas (apex) sampai ke bawah. klien pada posisi duduk. yaitu : 1) Penyakit infeksi tertentu : khususnya tuberkulosa. massa. 3) Pasien bronchitis kronik mungkin bermukim di daerah yang polusi udaranya tinggi. gangguan tulang belakang seperti : kyphosis. irama. seperti asthma bronchial. skar. jadi dengan menanyakan riwayat kontak dengan orang terinfeksi dapat diketahui sumber penularannya. . dan kesimetrisan pergerakan dada. lesi.

sering terjadi pada klien emfisema. Timbul pada klien dengan kyphoscoliosis berat. d) Kyphoscoliosis . Kondisi ini dapat timbul pada ricketsia. c) Pigeon Chest (Pectus Carinatum) Timbul sebagai akibat dari ketidaktepatan sternum. ratio pada fase ini normalnya 1 : 2. yang mengakibatkan murmur. marfan s syndrome atau akibat kecelakaan kerja. ratio ini normalnya berkisar 1 : 2 sampai 5 : 7. b) Funnel Chest (Pectus Excavatum) Timbul jika terjadi depresi dari bagian bawah dari sternum. 9) Kelainan pada bentuk dada : a) Barrel Chest Timbul akibat terjadinya overinflation paru. Terjadi peningkatan diameter AP : T (1:1). dan penggunaan otot bantu pernafasan. dimana terjadi peningkatan diameter AP. Hal ini akan menekan jantung dan pembuluh darah besar. seperti : pernafasan hidung atau pernafasan diafragma. 7) Saat mengobservasi respirasi. tergantung dari cairan tubuh klien.6) Observasi type pernafasan. Fase ekspirasi yang memanjang menunjukkan adanya obstruksi pada jalan nafas dan sering ditemukan pada klien Chronic Airflow Limitation (CAL)/COPD Kaji konfigurasi dada dan bandingkan diameter anteroposterior (AP) dengan diameter lateral/tranversal (T). catat durasi dari fase inspirasi (I) dan fase ekspirasi (E).

Kiposis : meningkatnya kelengkungan normal kolumna vertebrae torakalis menyebabkan klien tampak bongkok. dapat timbul pada klien dengan osteoporosis dan kelainan muskuloskeletal lain yang mempengaruhi thorax. Vocal premitus : getaran dinding dada yang dihasilkan ketika berbicara. . Kaji juga kelembutan kulit. Palpasi Dilakukan untuk mengkaji kesimetrisan pergerakan dada dan mengobservasi abnormalitas. Gangguan pergerakan atau tidak adekuatnya ekspansi dada mengindikasikan penyakit pada paru atau pleura. lesi. disertai rotasi vertebral 10) Observasi kesimetrisan pergerakan dada. yang dapat mengindikasikan obstruksi jalan nafas. mengidentifikasi keadaan kulit dan mengetahui vocal/tactile premitus (vibrasi). b. Palpasi thoraks untuk mengetahui abnormalitas yang terkaji saat inspeksi seperti : massa. bengkak. Skoliosis : melengkungnya vertebrae torakalis ke lateral. terutama jika klien mengeluh nyeri. 11) Observasi retraksi abnormal ruang interkostal selama inspirasi.Terlihat dengan adanya elevasi scapula. Deformitas ini akan mengganggu pergerakan paru-paru.

Dihasilkan pada jaringan paru normal. nada rendah. dihasilkan di atas perut yang berisi udara. organ yang ada disekitarnya dan pengembangan (ekskursi) diafragma. : musikal. Suara Perkusi Abnormal : Hiperresonan . : dihasilkan di atas bagian jantung atau paru. Jenis suara perkusi : Suara perkusi normal : Resonan (Sonor) Dullness Tympany : bergaung. Perkusi Perawat melakukan perkusi untuk mengkaji resonansi pulmoner.c.

. Auskultasi Merupakan pengkajian yang sangat bermakna. Suara nafas normal dihasilkan dari getaran udara ketika melalui jalan nafas dari laring ke alveoli. nyaring. Inspirasi sama panjang dengan ekspirasi. Suara ini terdengar di daerah thoraks dimana bronchi tertutup oleh dinding dada. Suaranya terdengar nyaring dan dengan intensitas yang sedang. : sangat dullness dan oleh karena itu nadanya lebih tinggi. d. mencakup mendengarkan suara nafas normal. dimana areanya seluruhnya berisi jaringan. dengan sifat bersih Suara nafas normal : a) Bronchial : sering juga disebut dengan Tubular sound karena suara ini dihasilkan oleh udara yang melalui suatu tube (pipa). suaranya terdengar keras. Fase ekspirasinya lebih panjang daripada inspirasi. dengan hembusan yang lembut.Flatness : bergaung lebih rendah dibandingkan dengan resonan dan timbul pada bagian paru yang abnormal berisi udara. dan suara. Dapat didengar pada perkusi daerah paha. Normal terdengar di atas trachea atau daerah suprasternal notch. b) Bronchovesikular : merupakan gabungan dari suara nafas bronchial dan vesikular. dan tidak ada henti diantara kedua fase tersebut. suara tambahan (abnormal).

Beberapa kondisi respiratory timbul akibat stress. kasar. Mungkin akan berubah ketika klien batuk. berciut. Karakter suara meletup. Suara nafas tambahan : d) Wheezing : terdengar selama inspirasi dan ekspirasi. halus. suara gesekan terpotong akibat terdapatnya cairan atau sekresi pada jalan nafas yang besar. musikal. karakter suara terdengar perlahan. g) Crackles Fine crackles : setiap fase lebih sering terdengar saat inspirasi. Karakter suara : kasar. suara seperti gesekan akibat dari inflamasi pada daerah pleura. ekspirasi terdengar seperti tiupan. terpatahpatah akibat udara melewati daerah yang lembab di alveoli atau bronchiolus. Karakter suara lemah. suara mengorok terus-menerus. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL Kaji tentang aspek kebiasaan hidup klien yang secara signifikan berpengaruh terhadap fungsi respirasi. Coarse crackles : lebih menonjol saat ekspirasi. 3. nyaring. dengan karakter suara nyaring. . suara terus menerus yang berhubungan dengan aliran udara melalui jalan nafas yang menyempit. seperti angin sepoi-sepoi. Sering kali klien juga mengalami nyeri saat bernafas dalam.c) Vesikular : terdengar lembut. Inspirasi lebih panjang dari ekspirasi. Suara seperti rambut yang digesekkan. Berhubungan dengan sekresi kental dan peningkatan produksi sputum f) Pleural friction rub : terdengar saat inspirasi dan ekspirasi. e) Ronchi : terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi.

DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan gangguan oksigenasi yang mencakup ventilasi. isolasi sosial.Penyakit pernafasan kronik dapat menyebabkan perubahan dalam peran keluarga dan hubungan dengan orang lain. perawat dapat mengkaji reaksi klien terhadap masalah stres psikososial dan mencari jalan keluarnya. pekerjaan atau ketidakmampuan. Pola nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Transportasi) Adalah Suatu kondisi tidak adekuatnya ventilasi berhubungan dengan perubahan pola nafas. masalah keuangan. Bersihan Jalan nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Ventilasi) Adalah suatu kondisi dimana individu tidak mampu untuk batuk secara efektif. difusi dan transportasi. 2. Hiperpnea atau hiperventilasi akan menyebabkan penurunan PCO2 SUMBER KLIK DISINIPENGANTAR KEGAWATDARURATAN09 September 2008 9:56Pendahuluan . Kerusakan pertukaran gas (Kerusakan pada fisiologi Difusi) Kondisi dimana terjadinya penurunan intake gas antara alveoli dan sistem vaskuler 3. sesuai dengan klasifikasi NANDA (2005) dan pengembangan dari penulis antara lain : 1. Dengan mendiskusikan mekanisme koping.

disini harus selalu diingat bahwa : .akan pasrah dalam menghadapi masalah korban Gawat Darurat. memburuk keadaannya atau mencegah / mengurangi kecacatan. Prinsip umum penanganan penderita gawat darurat adalah penilaian keadaan penderita yang cepat dan penanganan yang tepat. Penderita tidak gawat dan tidak darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya dan tidak mendapat pertolongan segera.Di Indonesia ada sikap seakan . 4.cara penanggulangan Kegawat Daruratan. Penderita gawat darurat adalah penderita yang memerlukan pertolongan segera dan bila tidak mendapat pertolongan segera dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan cacat permanent. kematian dan kecacatan dapat di cegah dan di turunkan bila kita memahami cara. 2.Kematian oleh karena kehilangan darah akan lebih cepat daripada oleh karena penyebab intra cranial. Kalau ada orang meninggal / cacat kita cenderung menganggapnya sebagai nasib atau sudah merupakan kehendak Tuhan.Kematian oleh karena ketidakmampuan bernafas akan lebih cepat daripada oleh karena kehilangan darah. Penanggulangan Penderita Gawat Darurat ( PPGD ) Upaya untuk mengatasi keadaan gawat darurat agar pasien tidak meninggal. . Sebenarnya angka kejadian.Kematian oleh karena sumbatan jalan nafas akan lebih cepat dari pada ketidakmampuan bernafas. Penderita gawat dan tidak darurat adalah penderita yang terancam jiwanya dan tidak memerlukan pertolongan segera. Penderita tidak gawat dan darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya tetapi bila tidak mendapat pertolongan segera akan menimbulkan kecacatan atau kondisi yang parah. 3. Pengertian : 1. . . 5.

.Penurunan kesadaran ( koma ) .Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat penderita dapat tertolong. . Pelaksanaan TRIAGE di UGD 1.Cara minta tolong. Penderita tidak gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna hijau 4. .Cara transportasi yang baik. TRIAGE Adalah proses seleksi penderita dalam penentuan prioritas penanganan dikarenakan terbatasnya tenaga dan sarana / prasarana di Rumah Sakit. Penderita meninggal dunia ditandai dengan warna hitam Ada 2 cara dalam melakukan TRIAGE . . Penderita tidak gawat dan darurat biasanya ditandai dengan warna merah 2. .Distress pernafasan mendadak.Cata mengatasi henti jantung dan henti nafas.Untuk dapat MENYELAMATKAN / MEMPERTAHANKAN HIDUP DAN MENCEGAH CACAT penderita maka harus mampu : .Adanya shock dan renjatan. Pasien langsung dibawa ke ruang resusitasi apabila terdapat : .Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat kegawat daruratan penderita. biasanya dilakukan pada area pintu suatu instiliasi gawat darurat pada triage penderiata dibagi dalam 4 kategori : 1.Henti jantung dan henti nafas mendadak. CVD . .Cara menghentikan perdarahan. . . Penderita gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna kuning 3. koma diabetikum.Cara memasang balutan / bidai. .

Gigitan dan sengatan . febris disertai kejang.Usaha bunuh diri .Benda asing .Cidera pada tangan . perlukaan tembus mata. epilepsi.Pembalutan dan pembidaian .Luka berat. Mayor condition ( stretcher patient ) . kasus akut THT 3. hypothermia b. Pasien langsung ke ruang tindakan bedah..Nyeri lengan / kaki ( vascular / neuro ) .Musculo skeletal problem . buta mendadak . urogenital ) . Langsung ke ruang observasi non bedah : a.Nyeri dada non traumatic : MCI .Trauma kepala ringan .Sesak nafas tanpa sianosis : Asma.Khusus anak : hiperthermia. brochopneumoni .Akut daerah urogenital .Perlukaan .Khusus mata : luka bakar kimia. respiratorik.Batuk dan sesak . .Luka bakar ringan .Perdarahan non traumatic ( gastro intestinal . a. Mayor condition . cidera tulang .Kejang . 2. Minor condition ( walking patient ) .

-Perdarahan pre dan post partum -Pre eklamsi berat -KET -Trauma pada alat kelamin wanita yang berat -Kehamilan dengan komplikasi : hamil dengan penyulit PRINSIP PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Kematian penderita gawat darurat akan terjadi dalam waktu singkat ( 4-6 menit ) bila terdapat kerusakan pada sistem susunan saraf pusat..Kecepatan dalam kualitas pertolongan yang diberikan untuk menyelematkannya . kardiovaskuler dan hipoglikemia.Masalah neurology non trauma : CVD / CVA.Kecepatan meminta pertolongan .Kecepatan ditemukan penderita .Nyeri hebat kepala dan leher . pernafasan. Pasien langsung ke ruang tindakan kebidanan dan penyakit kandungan. Minor Condition Demam tinggi Kolik / nyeri abdomen 4.Aritmia jantung .E. Dengan demikian keberhasilan penanggulangan penderita gawat darurat ( PPGD ) dalam mencegah kematian dan cacat di tentukan oleh : .G. Convulasi b.D ( muntah berak dengan dehidrasi ) . Sedang kegagalan system / organ yang lian dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lebih lama.

Pencegahan kematian dilakukan pada 1 -2 jam ini dimana tindakan harus agresif.Trauma multiple dengan perdarahan . terintegrasi dan dengan cara pendekatan system.Mati otak . system kominikasi medik yang berfungsi sebagai pusat radio medik dalam melayani penderita rujukan atau untuk membimbing fasilitas kesehatan lain dengan kemampuan rendah Pelayanan transportasi pasien gawat darurat : transportasi pasien gawat darurat pra RS . Angka kematian terutama ditentukan pada fase ini 15 % meninggal setelah beberapa hari atau minggu karena : . kapan saja dan dimana saja maka upaya penanggulangan pasien gawat darurat menjadi semakin kompleks .50 % meninggal pada saat kejadian atau beberapa menit setelah kejadian 35 % meninggal dalam 12 jam setelah trauma / disebabkan oleh : . Komponen luar Rumah Sakit ( pra rumah sakit ) Pemasyarakat pulmoner dasar ( RJP ) dan P3K perlu diketahui oleh lapisan masyarakat terutama orang awam dan pengetahuan ketrampilan petugas medik paramedic untuk penanggulangan pasien gawat darurat ( advance life support ) perlu ditingkatkan secara berkala Pelayanan komunikasi medik untuk penanggulangan pasien gawat darurat.Trauma torak ( hematoma toraks atau lascriasis hati ) . Hal ini sangat mempengaruhi kwallitas .SEBAB KEMATIAN 50 % Gawat darurat meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit atau di rumah dan pada pasien trauma : .Trauma kepala berat ( hematoma subdural atau ekstradural ) . Komponen system penanggulangan pasien gawat darurat terdiri dari : 1. Untuk itu penanganan pasien gawat darurat harus bersifat komprehensif.Gagal organ bahakan multi organ failure .Sepsis SISTEM PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Keadaan gawat darurat dapat terjadi pada siapa saja.Fraktur femur atau pelvis dengan perdarahan massif . hingga saat ini masih dilakukan dengan macam macam kendaraan.

penanggulangan pasien gawat.PROSES PENUAAN Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari.I telah menetapkan bahwa semua Rumah Sakit harus memiliki unit gawat darurat dengan kategorisasi UGD tersebut dikaitkan dengan klasifikasi Rumah Sakit ( System rujukan pasien gawat darurat ) dan beban kerja Rumah sakit melaui kategorisasi ini setiap RS dapat mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan UGD dalam menanggulangi pasien gawat darurat . 2. tetapi pada kenyataannya proses ini menjadi beban bagi orang lain dibadingkan dengan proses lain yang terjadi. . Berikut ini teori biologis tentang penuaan : A. Perawat yang akan merawat lansia harus mengerti sesuatu tentang aspek penuaan yang normal dan tidak normal. Walaupun proses penuaan benar adanya dan merupakan sesuatu yang normal. Teori seluler à Sel diprogram hanya untuk membelah pada waktu yang terbatas. Teori keracunan oksigen à Kemampuan lansia untuk melawan efek racun oksigen akan berkurang. protein tubuh terutama kolagen dan elastin menjadi kurang fleksibel dan kurang elastis.I telah merupakan pedoman pelayanan gawat darurat SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK09 September 2008 9:53PERUBAHAN PADA LANSIA . DepKes R. di kota besar harus menggunakan ambulance gawat darurat yang memiliki suatu nomor komunikasi. Teori sistesis à Akibat penuaan. ASPEK BIOLOGIS PADA PENUAAN Proses penuaan biologis yang dialami lansia relatif tidak akan menimbulkan perubahan buruk saat diperlukan penurunan tingkat ketergantungan fisik yang tinggi. C. DepKes RI : mengarahkan dengan secara bertahap. Dalam Rumah sakit ( Intra Rumah Sakit ) Depkes R. B.

D. dan perubahan postural. B. Berikut ini merupakan efek fisiologis dari penuaan : A. PENUAAN PADA SISTEM TUBUH (FISIOLOGIS) Penuaan dapat dibedakan antara penuaan yang normal (fisiologis) dan penuaan karena kondisi penyakit (patologis). Perubahan kardiopulmonal à Pembuluh darah kehilangan elastisitas. dan kanker. peningkatan nadi dan peningkatan tekanan darah. à Pendistribusian tulang kalsium menyebabkan dekalsifikasi tulang iga dan kalsifikasi kartilago kosta : Perubahan ini dan perubahan postural menyebabkan penurunan efislensi paru. dekalsifikasi tulang. Sistem endokrin à Kemunduran fungsi gonad . Sistem perkemihan à Kehilangan irama diurnal pada produksi urine dan penurunan filtrasi ginjal D. Sistem saraf à Kemunduran pendengaran dan penglihatan F. Sistem pencernaan à Tidak ada perubahan yang signifikan E. Sistem muskuloskeletal à Atrofi otot. C. penyakit autoimun. Teori sistem imun à Kopetensi yang menurun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan infeksi.

Gerontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lanjut usia.ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS PADA PENUAAN Aspek psikologis pada lansia tidak dapat langsung tampak. Pengertian yang salah tentang lansia adalah bahwa mereka mempunyai kemampuan memory dan kecerdasan mental yang kurang. Pendekatan fisik à Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia ada 2 bagian yaitu : . PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT USIA A. keahlian. intelegensi dan sikap Tes intelegensi dengan jelas memperlihatkan adanya penurunan kecerdasan pada lansia. B. KEPERAWATAN GERONTIK PENGERTIAN GERONTOLOGI DAN GERIATRI NURSING A. . dan keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi optimal lanjut usia secara komprehensif. Teori aktivitas dan pelepasan . yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain.Teori aktivitas : Sebagai orang yang telah berumur.Teori pelepasan : Lansia secara berangsur-angsur mengurangi aktivitasnya dan bersama menarik diri dari masyarakat. Berikut aspek psikologis pada penuaan : A. .Klien lanjut usia yang masih aktif. Lansia seringkali mempertahankan sikap yang kuat. perawatan lansia yang menderita penyakit dan dirawat di RS merupakan bagian dari gerontic nursing. Karena itu.Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun yang mengalami kelumpuhan atau sakit. Kepribadian. dan mengkompensasi dengan melakukan banyak aktivitas yang baru. mereka meninggalkan bentuk aktivitas yang pasti. .Geriatri nursing adalah spesialis keperawatan lanjut usia yang dapat menjalankan perannya pada tiap peranan pelayanan dengan menggunakan pengetahuan. . sehingga sikapnya lebih stabil dan sedikit sulit untuk diubah.

TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA A. . B.Merangsang petugas kesehatan agar dapat mengenal dan menegakkan diagnosa secara dini. Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. 4) Mengatasi gangguan kesehatan yang umum. perawat dapat berperan sebagai supporter. terutama jika klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian. Pendekatan psikis à Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia. interpreter terhadap segala sesuatu yang asing. Pendekatan sosial à Mengadakan diskusi. Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien lanjut usia untuk menciptakan sosialisasi mereka. FOKUS ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA 1) Peningkatan kesehatan (health promotion) 2) Pencegahan penyakit (preventif) 3) Mengoptimalkan fungsi mental.Menolong dan merawat klien yang menderita sakit.Mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu pertolongan pada lansia.B. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan lansia melalui perawatan dengan pencegahan. . .Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup / semangat hidup lansia. . Pendekatan spiritual à Perawat harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan tuhan atau agama yang dianutnya. TAHAP-TAHAP ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA . D. tukar pikiran. dan bercerita merupakan upaya perawatan dalam pendekatan sosial. C. sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab.

EGC. L. Sistem tubuh meliputi : Sistem persyarafan.Wawancara . Pelaksanaan à Tahap dimana perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan intervensi / perencanaan yang telah ditentukan. sistem kulit. Edisi ke-2. . penyesuaian psikososial. DAFTAR PUSTAKA Carpenito. gastrointestinal. Edisi ke-6. Evaluasi à Penilaian terhadap tindakan keperawatan yang diberikan / dilakukan dan mengetahui apakah tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan. nadi. Perencanaan à Untuk menentukan apa yang dapat dilakukan perawat terhadap pasien dan pemilihan intervensi keperawatan yang tepat. Keperawatan Gerontik . EGC. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis . Annete Glesler. sistem tubuh. b) Psikologis c) Sosial ekonomi d) Spiritual Pengkajian dasar meliputi : Temperatur. Leeckenotte. Edisi ke-2.Pemeriksaan fisik : Head to tea. pola tidur. memori.Proses pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah keperawatan meliputi aspek : a) Fisik : . EGC. Wahjudi. tekanan darah. genitovrinarius. Nugroho. Jakarta. pernafasan. Pengkajian Gerontologi . berat badan. 1997.A. 2000. tingkat orientasi. sistem musculoskeletal. Pengkajian : . Jakarta 2000. Jakarta. kardiovaskuler.

Suku bangsa : (diisi dengan latar belakang budaya dari keluarga) . Perawatan Lansia .Alamat dan no.latar belakang budaya keluarga . SUMBER KLIK DISINIFORMAT PENGKAJIAN KELUARGA09 September 2008 9:52PETUNJUK PENGISIAN FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA ( Menurut Friedman ) A.bahasa yang digunakan . Genogram : Menggambarkan struktur anggota keluarga 8.asal negara atau daerah sama baik kondisinya dengan tempat tinggal sekarang .Komposisi Keluarga : ( dibuat dalam bentuk tabel yang terdiri dari : nama. Roger. hubungan dengan keluarga.Watson.Pekerjaan : Pekerjaan pokok kepala keluarga 5.tempat tinggal keluarga rata2 dari etnis yang sama/tidak .hubungan sosial keluarga dari etnis yang sama/tidak .Keluarga Berantai ( Serial family ) .Keluarga Kabitas 9.Keluarga inti ( nuclear family ) .Keluarga duda / janda ( Single family ) . tempat tanggal lahir. pendidikan ) 7.Pendidikan : Pendidikan terakhir 4.DATA DASAR KELUARGA 1. Edisi ke-3. EGC. jenis kelamin.Usia : Jelas 3. pekerjaan.Keluarga berkomposisi . tlp : Jelas 6. Tipe keluarga : Menjelaskan mengenai tipe keluarga beserta kendala .Nama Kepala keluarga ( KK ) : Inisial 2.Keluarga Besar ( extended family ) . Jakarta 2003.

Tahap perkembangan keluarga saat ini : 1. tahap menghadapi bayi 4. tahap menjelang kelahiran anak 3. kehilangan. tahap melepaskan anak ke masyarakat 8.adakah perbedaan keluarga menjalankan ibadah . penyakit mental.Agama keluarga . cacat fisik 15. tahap pembentukan keluarga 2.Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi 14. Agama : ( diisi dengan informasi berikut ) .. perceraian. Riwayat keluarga sblmny : Riwayat dari kedua orang tua termasuk riwayat kesehatan . Status sosial ekonomi keluarga : pendapatan keluarga 12. tahap menghadapi anak remaja 7. Riwayat keluarga inti : Perkembangan mental.keluarga memanfaatkan pelayanan dan praktik kesehatan menggunakan pelayana kesehatan tradisional atau meyakini tradisional penduduk asli 10. status kesehatan yang unik dan pengalaman seperti kematian. tahap menghadapi anak prasekolah 5. tahap berdua kembali 9.apakah agama dijadikan sbg dasar keyakinan / nilai yang mempengaruhi kehidupan keluarga 11. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga . Aktivitas Rekreasi keluarga : kebiasaan rekreasi keluarga 13. tahap masa tua .Kebiasaan diet dan berpakaian tradisional atau modern . tahap menghadapi anak sekolah 6.

dari mana pindahnya 19 . mental. Mobilitas geografis keluarga : Berapa lama keluarga tinggal ditempat tersebut. kondisi hunian.B. Perkumpulan keluarga dan interaksi dg masyarakat : : klrg tahu perkumpulan yang ada ? : ikut terlibat ? : merasakan manfaat ? : frekuensi pertemuan ? : Pandangan klrg thdp perkumpulan tsb ? SUMBER KLIK DISINIPENGKAJIAN DALAM KEPERAWATAN09 September 2008 9:49Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien. Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien. sumber. analisis data. fasilitas yang ada di komunitas 18. . sistematika data dan penentuan masalah. tipe penduduk. Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal. Karakteristik rumah denah rumah : luas dan bagian bagian rumah 17. baik fisik. adakah sejarah pindah.sumber polusi. agar dapat mengidentifikasi. Adapula yang menambahkannya dengan kegiatan dokumentasi data (meskipun setiap langkah dari proses keperawatan harus selalu didokumentasikan juga). 1995) Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan. yaitu : status kesehatan klien dan kekuatan masalah kesehatan yang dialami oleh klien. LINGKUNGAN 16. Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya. mengenali masalah-masalah. serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien. kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien. sosial dan lingkungan (Effendy. yang meliputi . kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. tipe hunian. Karakteristik tetangga & komunitas : karakteristik fisik tetangga dan komunitas. pengumpulan data.

TUJUAN PENGUMPULAN DATA 1. Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien 3. diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang . Akurat dan nyata Untuk menghindari kesalahan. maka perawat harus berfikir secara akurat dan nyata untuk membuktikan benar-tidaknya apa yang telah didengar. Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah beriutnya. Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. Dari informasi yang terumpul. serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien. selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment). diliha. Lengkap Seluruh data diperlukan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan klien. Selanjutnya data dasar tersebut digunaan untuk menentuan diagnosis keperawatan. PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentuan masalah-masalah. merencanakan asuhan keperawatan. serta tindaan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien. Data yang terkumpul harus lengkap guna membantu mengatasi masalah klien yang adekuat. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien 2. Misalnya klien tidak mau makan kaji secara mendalam kenapa klien tidak mau makan (tidak cocok makanannya. serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment). KARAKTERISTIK DATA 1. Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment).A. atau sebab-sebab yang lain) 2. kondisi fisiknya menolak untuk makan/patologis. didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. Untuk menilai keadaan kesehatan klien 4.

Segala sesuatu tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial & spiritual 2. Keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakuan terhadap klien SUMBER DATA 1. 2. Perawat tidak boleh langsung membuat kesimpulan tentang suatu kondisi klien. Perawat tidak boleh langsung menuliskan : `klien tidak mau makan karena depresi berat`. Dokumentasikan apa adanya sesuai yang ditemukan pada saat pengkajian. Diperlukan penyelidikan lanjutan untuk menetapkan kondisi klien. Masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien 4. sehingga menyita waktu perawat untuk mengidentifikasi. klien tidak mau makan. Kemampuan dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari 3. Misalnya. INFORMASI YANG DIPERLUKAN 1.sekiranya meragukan. Sumber data lainnya Catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit . Relevan Pencatatan data yang komprehensif biasanya memerlukan banyak sekali data yang harus dikumpulkan. Sumber data Sekunder Sumber data sekunder adalah data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga). atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien 3. yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya. Sumber data Primer Sumber data primer adalah data-data yang dikumpulkan dari klien. seperti orang tua. saudara. 3.

Konsultasi 6. dll. kecemasan. keluhan utama. tingkat kesadaran. sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan indentitas klien. touch dan taste. sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah : 1. seperti : warna kulit. spiritual. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight. riwayat kesehatan. misalnya rasa nyeri. Data Subjektif Merupakan data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien. Orang terdekat 3. Riwayat penyakit (pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan) 5. Hasil pemeriksaan diagnostik 7. sosial. Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya 8. mual. ketakutan. tanda-tanda vital. pusing. dll. 2. smell. . Perawat lain 9. psikologis. intelegensi. hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. CARA PENGUMPULAN DATA Agar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah. Catatan klien 4. keadaan fisik. Klien sendiri sebagai sumber data utama (primer) 2. hearing. Kepustakaan JENIS DATA 1. Data Objektif Merupakan data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku). ketidaktahuan. Secara umum.dan perawatan klien di masa lalu.

Teknik non verbal meliputi : mendengarkan secara aktif. Perawat diharapkan tidak mempunyai prasangka buruk kepada klien. karena akan mengganggu dalam membina hubungan saling percaya dengan klien. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan klien. diam.Pembukaan atau perkenalan . pemeriksaan fisik (pshysical assessment) dan studi dokumentasi. biasa juga disebut dengan anamnesa. tetapi juga merupakan sesuatu hal yang sulit dipelajari. Sebelum melaukan komunikasi dengan klien. serta membantu perawat untuk menentukan investigasi lebih lanjut selama tahap pengajian. serta untuk menjalin hubungan antara perawat dengan klien. empati dan rasa kepedulian yang tinggi. 2. Teknik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun non verbal.Cara yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data tentang klien antara lain : wawancara (interview). pengamatan (observasi). Persiapan. Komunikasi keperawatan adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan kemampuan skill komunikasi dan interaksi. Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. Istilah komunikasi terapeutik adalah suatu teknik yang berusaha untuk mengajak klien dan keluarga untuk bertuar pikiran dan perasaan. Semua interaksi perawat dengan klien adalah berdasarkan komunikasi. Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan digunakan dalam wawancara harus disusun sedemikian rupa guna memperlancar wawancara. Komunikasi keperawatan biasanya digunaan untuk memperoleh riwayat keperawatan. perawat tidak boleh memaksa atau memberi kesempatan kepada klien kapan mereka sanggup. Tahapan wawancara / komunikasi : 1. Teknik verbal meliputi pertanyaan terbuka atau tertutup. menggali jawaban dan memvalidasi respon klien. sentuhan dan konta mata. Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi. Mendengarkan secara aktif merupakan suatu hal yang penting dalam pengumpulan data. perawat harus melakukan persiapan dengan membaca status klien. Selain itu wawancara juga bertujuan untuk membantu klien memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam identifikasi masalah dan tujuan keperawatan. WAWANCARA Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien.

Langkah pertama perawat dalam mengawali wawancara adalah dengan memperkenalkan diri : nama, status, tujuan wawancara, waktu yang diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok pembicaraan. Perawat perlu memberikan informasi kepada klien mengenai data yang terkumpul dan akan disimpan dimana, bagaimana menyimpannya dan siapa saja yang boleh mengetahuinya.

3. Isi / tahap kerja Selama tahap kerja dalam wawancara, perawat memfokuskan arah pembicaraan pada masalah khusus yang ingin diketahui. Hal-hal yang perlu diperhatikan : a. Fokus wawancara adalah klien b. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Jelaskan bila perlu. c. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien d. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien e. Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada waktunya f. Bila perlu diam, untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya g. Sentuhan teraputik, bila diperlukan dan memungkinan.

4. Terminasi Perawat mempersiapkan untu penutupan wawancara. Untuk itu klien harus mengetahui kapan wawancara dan tujuan dari wawancara pada awal perkenalan, sehingga diharapkan pada akhir wawancara perawat dan klien mampu menilai keberhasilan dan dapat mengambil kesimpulan bersama. Jika diperlukan, perawat perlu membuat perjanjian lagi untuk pertemuan berikutnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara dengan klien adalah : 1. Menerima keberadaan klien sebagaimana adanya 2. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan-keluhannya / pendapatnya secara bebas 3. Dalam melakukan wawancara harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien 4. Perawat harus bersikap tenang, sopan dan penuh perhatian 5. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

6. Tidak bersifat menggurui 7. Memperhatikan pesan yang disampaikan 8. Mengurangi hambatan-hambatan 9. Posisi duduk yang sesuai (berhadapan, jarak tepat/sesuai, cara duduk) 10. Menghindari adanya interupsi 11. Mendengarkan penuh dengan perasaan 12. Memberikan kesempatan istirahat kepada klien

Macam wawancara : 1. Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung 2. Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat.

Hambatan wawancara : 1.Internal : a. Pandangan atau pendapat yang berbeda b. Penampilan klien berbeda c. Klien dalam keadaan cemas, nyeri, atau kondisinya menurun d. Klien mengatakan bahwa ia tidak ingin mendengar tentang sesuatu hal e. Klien tidak senang dengan perawat, atau sebaliknya f. Perawat berpikir tentang sesuatu hal yang lain / tidak fokus ke pasien g. Perawat sedang merencanakan pertanyaan selanjutnya h. Perawat merasa terburu-buru i. Perawat terlalu gelisah atau terburu-buru dalam bertanya

2. External ; a. Suara lingkungan gaduh : TV, radio, pembicaraan di luar b. Kurangnya privacy

c. Ruangan tidak memadai untuk dilakukannya wawancara d. Interupsi atau pertanyaan dari staf perawat yang lain.

Teknik pengumpulan data yang kurang efektif : 1. Pertanyaan tertutup : tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat / keluhan / respon. Ex : Apakah Anda makan tiga kali sehari ? 2. Pertanyaan terarah : secara khas menyebutkan respon yang diinginkan. Ex : .Anda setuju bukan? 3. Menyelidiki : mengajukan pertanyaan yang terus-menerus 4. Menyetujui / tidak menyetujui. Menyebutkan secara tidak langsung bahwa klien benar atau salah. Ex : Anda tidak bermaksud seperti itu kan?

PENGAMATAN / OBSERVASI Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. Observasi dilakukan dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya, melalui rabaan, sentuhan dan pendengaran. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi adalah : 1. Tidak selalu pemeriksaan yang akan kita lakukan dijelaskan secara terinci kepada klien (meskipun komunikasi terapeutik tetap harus dilakukan), karena terkadang hal ini dapat meningkatkan kecemasan klien atau mengaburkan data (data yang diperoleh menjadi tidak murni). Misalnya : `Pak, saya akan menghitung nafas bapak dalam satu menit` - kemungkinan besar data yang diperoleh menjadi tidak valid,

karena kemungkinan klien akan berusaha untuk mengatur nafasnya. 2. Menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual klien 3. Hasilnya dicatat dalam catatan keperawatan, sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh perawat yang lain.

Head-to-toe (dari kepala s. terdapat struma di leher.d kaki) 2. ROS (Review of System) 3. dan bising usus. dilakukan pengelompokkan data. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. suara nafas. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara. dll. Pola fungsi kesehatan (Gordon. Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan : 1. Misalnya : kembung. Juga dilakukan pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik klien. kulit kebiruan (sianosis). dll 2. Hasilnya seperti : Mata kuning (icteric). Berdasarkan sistem tubuh 2. oedema. batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru). yang dapat dilakukan dengan cara : 1. 1982) Setelah data terkumpul. Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow) . Palpasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. dll.Inspeksi Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. 3. Misalnya adanya tumor. Perkusi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui reflek seseorang (dibicarakan khusus).PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan masalah kesehatan klien. 4. krepitasi (patah/retak tulang). Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran. batasbatas jantung. diantaranya adalah 1.

Anatomi fisiologi 2. Menyusun kategorisasi data secara sistematis dan logis . Berdasarkan pola kesehatan fungsional. Dasar analisis : 1. konsep-konsep (manusia. Ilmu perilaku 6. Sebagai proses pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam rencana asuhan keperawatan. dll) 7. Mikrobiologi parasitologi 4. Farmakologi 5. ANALISIS DATA Analisis data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan. pengalaman. Pedoman analisis data : 1. sehat-sakit. Berdasarkan teori keperawatan 4. Teori-teori keperawatan. Patofisiologi penyakit 3. teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien. diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep. Dapat menginterpretasi data keperawatan dan kesehatan. Tindakan dan prosedur keperawatan 8. sehingga data yang diperoleh memiliki makna dan arti dalam menentukan masalah dan kebutuhan klien 2. dan pengertian keperawatan. Dalam melakukan analisis data.3. B. sebelum melakukan tindakan keperawatan. keperawatan. Fungsi analisis : 1.

Hal ini dilakukan karena tidak mungkin semua masalah diatasi bersama-sama sekaligus. hirarki Maslow menjadi rujukan perawat dalam menentukan pemenuhan kebutuhan klien. Jadi diputuskan masalah mana yang yang dapat diatasi terlebih dahulu. Dalam memprioritaskan kebutuhan klien. nrma dan standart. pengetahuan. Validasi data. Identifikasi kemampuan dan keadaan yang menunjang asuhan keperawatan klien 6. Menentukan pola alternatif pemecahan masalah 4. Dicatat dalam catatan keperawatan secara sistematis dan terus-menerus . Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 3. Data yang dikumpulkan harus menyeluruh meliputi aspek bio-psiko-sosial dan spiritual 2. kemudian diikuti oleh kebutuhan-kebutuhan psikososial seperti : aman-nyaman. Cara analisis data : 1.2. maka disusun daftar masalah yang ditemukan. Kebutuhan fisiologi menjadi kebutuhan utama manusia. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 4. model. Membuat hubungan sebab akibat antara data dengan masalah yang timbul. Identifikasi kesenjangan data 3. harga diri dan aktualisasi diri. teliti kembali data yang telah terkumpul 2. PRIORITAS MASALAH Apabila masalah talah diidentifikasi. cintamemiliki. kerangka kerja. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGKAJIAN 1. dibandingkan dengan data senjang 5. Membuat kesimpulan tantang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan C. Menerapkan teori. kemudian diprioritaskan. Menggunakan berbagai sumber yang ada relevansinya dengan masalah klien dan menggunakan cara-cara pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan klien 3. Membandingkan dengan standart 4.

pemeriksaan dari kepala sampai dengan seluruh tubuh dapat memperluas informasi 4. Menuliskan identitas waktu 15. DOKUMENTASI PENGKAJIAN Fokus dokumentasi pengkajian pada data klinik adalah perawat dapat mengimplementasikan dan mengorganisasi data. Setiap data yang dikumpulkan adalah data baru dan mendapatkan validasi 10. Data dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relecan dan sesuai 14. Gunakan format yang terorganisasi 2. Dikelompokkan menurut kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 6. Ikuti kebijakan dan prosedur yang telah ada untuk pencatatan pengkajian 8. 1. Data dikelompokkan dalam bio-psiko-sosio-spiritual. Bentuk dokumentasi dapat berupa data dasar. dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain 12. Gunakan format yang telah ada 3. Format yang mencakup pengkajian perkembangan. Catat informasi tanpa bias dan nilai-nilai opini pribadi 5. Jaga kerahasiaan . Jabarkan observasi dan hasil yang jelas 7. Masukkan pernyataan yang mendukung klien 6. diantaranya : 1. lembar alur (flow sheet) dan catatan perkembangan.5. Untuk mencapai catatan pengkajian secara aktual. maka perlu dipertimbangkan pedoman dalam pembuatan pencatatan pengkajian. Lampiran. Menulis nama dan tanda tangan pelaksana pengkajian. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 11. Tulis data secara ringkas 9. yang semuanya termasuk tipe pengkajian informasi. Bagaimana cara mendapatkan data yang baik ? a. Dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relevan. Data harus dicatat. sesuaikan formatnya 13.

. Beri kesempatan kepada klien untuk menyelesaikan pembicaraannya c. Tunjukkan penampilan yang baik c. Jadilah pendengar yang aktif b. Pergunakan istilah yang dimengerti oleh klien c. ulang apa yang telah dikatakan dan simpulkan. Bagaimana cara mengobservasi ? a. Klarifikasi. Bagaimana cara bertanya yang baik ? a. Pergunakan refleksi (mengulang kembali apa yang dikatakan oleh klien) e. Jangan memulai pertanyaan pribadi f.b. Tunjukkan sikap yang baik d. Pergunakan lebih banyak pertanyaan terbuka d. Pergunakan format pengkajian yang teorganisir dan disepakati oleh instansi 4. Usahakan tidak tergesa-gesa 2. Pergunakan panca indera b. Jelaskan tujuan wawancara d. Jaga pola interaksi yang baik 3. Bagaimana cara menjadi pendengar yang baik? a. Sebutkan nama c. Tanyakan sesuatu yang penting dan tidak menyinggung g. Berikan perhatian yang penuh e. Bersabarlah jika klien `blocking` d. Tanyakan pertama kali mengenai masalah yang paling dirasakan klien b. Jaga kontak mata e.

Pola eliminasi a. Kualitas dan kuantitas tidur 6. latihan dan rekreasi b. Defekasi. Penggunaan alat bantu c. Pola sehat sejahtera yang dirasakan b. Penggunaan obat-obatan 4. Pola tidur istirahat dalam 24 jam b. Pola kognitif perseptual keadekuatan alat sensori . Pengetahuan tentang praktik kesehatan preventif d. Peningkatan / penurunan berat badan d.MODEL KEPERAWATAN DALAM PENGKAJIAN / PENGUMPULAN DATA GORDON (1982) : Pola Kesehatan Fungsional 1. Pengetahuan tentang gaya hidup dan berhubungan dengan sehat c. bekerja. berkemih b. pola makan biasa dan masukan cairan b. pilihan makanan 3. Pola nutrisi metabolik a. Kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri. Pola aktivitas. dll) 5. Pola aktivitas latihan a. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat a. Nafsu makan. Tipe makanan dan cairan c. Pola tidur dan istirahat a. Ketaatan pada ketentuan media dan keperawatan 2.

Penglihatan. Kemampuan mengendalian stress b. Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab 9. Sikap klien mengenai dirinya b. Pola persepsi-konsep diri a. Konflik MODEL ROY`s (1984) : Model adaptasi : .a. harga diri dan peran diri 8. identitas diri. ingatan dan pembuatan keputusan 7. Sumber pendukung 11. Persepsi klien tentang kemampuannya c. Pola koping dan toleransi stress a. Tahap dan pola reproduksi 10. Pola peran dan tanggung jawab a. Spiritual c. Persepsi klien tantang pola hubungan b. perasa. ideal diri. Kemampuan bahasa. tujuan dan keyakinan b. pembau b. Pola seksual reproduksi a. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitasnya b. belajar.Pola nilai dan keyakinan a. Pola emosional d. Citra diri. Nilai.

Fungsi peran 4. Pengaturan suhu h. Cairan dan elektrolit e. Interdependent MODEL OREM (1985) : Self-care / kemandirian klien dalam merawat dirinya sendiri : 1. Keseimbangan aktivitas dan istirahat 6. Pengaturan sistem endokrin 2. Pencegahan 8. Kebutuhan fisiologik a. Pemenuhan kebutuhan cairan 3. Eliminasi d. Aktivitas / istirahat 2. Proteksi g. Konsep diri 3. Nutrisi c. Oksigen f. Pemenuhan kebutuhan oksigen 2. Promosi DOENGOES (1993) : 1. Pemenuhan kebutuhan eliminasi 5. Sosial 7. Pemenuhan kebutuhan nutrisi 4. Sirkulasi .1. Aktivitas dan istirahat b.

Penyuluhan / pembelajaran FITZ PATRICK (1991) : Pola respon manusia : 1. Seksualitas 12. Integritas ego 4. Berhubungan : menjalin hubungan. Bertukaran : memberikan. Mempersepsikan : memahami dengan pikiran. berharga. Memilih : memilih di antara alternatif-alternatif 2. sadar tentang indera / rangsangan eksternal 8. desakan untuk bertindak / melakukan sesuatu 7. Berkomunikasi : verbal non verbal 3. melepaskan. Keamanan 11. Pernafasan 10. mengenal. Interaksi sosial 13. Hygiene 7.3. Nyeri / ketidaknyamanan 9. Bergerak : mengubah posisi. Eliminasi 5. Mengetahui : mengenal memahami 6. berada dalam beberapa asosiasi dengan benda. sensasi. berguna SUMBER klik disiniASKEP HIPERTIROIDISME08 September 2008 12:12Defenisi . orang atau tempat Menilai : perhatian. Merasakan : pengalaman. kesadaran. pemahaman atau pengertian secara sadar / emosional 5. Makanan dan cairan 6. Neurosensori 8. peduli. membangun hubungan. dan kehilangan sesuatu 4.

Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambaran kadar HT dan TSH yang tinggi. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang tinggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya. hipofisis. TRF akan rendah karena umpan balik negatif dari HT dan TSH. untuk materi lengkap. silahkan download disini . Penyebab Hipertiroidisme Dengan Pola Hormon Spesifik Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid. atau hipotalamus.Hipertiroidisme adalah kadar Hormon Tiroid (HT) dalam darah yang berlebihan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->