http://nursing-keperawatan.blogspot.com/feeds/posts/default?

orderby=updated Diagnosa Keperawatan NANDA : Gangguan Fungsi Pernapasan25 Oktober 2008 18:58Menurut taksonomi II NANDA 2007-2008, diagnosis yang berhubungan dengan fungsi pernafasan adalah:

Ineffective airway clearance (bersihan jalan nafas tidak efektif) Risk for aspiration (risiko aspirasi) Ineffetive breathing pattern (pola nafas tidak efektif) Impaired gas exchange (gangguan pertukaran gas) Risk for suffocation Impaired spontaneous ventilation (gangguan ventilasi spontan) Dysfungsional ventilatory weaning response

Dari sekian banyak diagnosis keperawatan untuk fungsi pernafasan, diagnosis nomer 1, 3 dan 4 mungkin adalah diagnosis yang paling sering digunakan. Bersihan jalan nafas tidak efektif (hal. 5). Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas. Tanda: ketidakmampuan batuk, suara nafas, perubahan frekuensi nafas, sianosis, kesulitan bicara, dyspnea, sputum berlebihan, batuk tidak efektif, orthopnea, kesulitan tidur dan mata lebar. Pola nafas tidak efektif (hal. 26). Inspirasi dan ekspirasi tidak dapat memenuhi ventilasi dengan adequat. Bisa dikarenakan kecemasan, posisi tubuh, kelelahan, gangguan muskuloskeletal, hiperventilasi, hipoventilasi, kegemukan, nyeri, dll. Gangguan pertukaran gas (hal. 94). Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida di membran kapiler-alveoli. Tandanya: hiperkapnea, hiperkarbia, hipoksia, dyspnea, hipoksemia, kesulitan tidur, takikardia, diaporesis, dll.Diagnosa Keperawatan NANDA : ELIMINASI13 September 2008 11:18Berikut ini beberapa diagnosis keperawatan yang berhubungan dengan eliminasi:

Bowel incontinence (p. 22) atau inkontinensia alvi/faeces. Perubahan pola kebiasaan defekasi. Bisa diakibatkan oleh diare kronis, pola makan, immobilisasi, stres, pengobatan, kurang kebersihan pada saat toileting, dll. Bedakan dengan diagnosis Diare . Pada diagnosis ini, faeces biasa, hanya polanya saja yang berubah. Misalnya rutin sehari sekali, karena faktor-faktor yang berhubungan, menjadi dua atau tiga hari sekali.

Diarrhea (p. 71) atau diare. Data utamanya adalah faeces tidak berbentuk sampai dengan cair. Indokator utamanya adalah buang air besar (cair) minimal tiga kali dalam satu hari. Hasil auskultasi abdomen, kram perut dan nyeri perut merupakan tanda-gejala yang lainnya. Faktor yang berhubungan dibagi menjadi tiga kelompok; fisiologis, psikologis dan situasional. Misalnya karena kecemasan, tingkat stres tinggi, proses peradangan, iritasi, malabsorpsi, keracunan, perjalanan jauh, konsumsi alkohol dan pengaruh radiasi.

Impaired urinary elimination (p. 234) atau gangguan eliminasi urin. Karakteristiknya: disuria, frekuensi buang air kecil meningkat, hesitansi, inkontinensia, nokturia. Di NANDA memang agak sedikit rancu. Salah satu karakteristik yang disebutkan untuk diagnosis ini adalah retention . Padahal sudah ada diagnosis Retensi urine . Sehingga disarankan kalau pasien memang mengalami retensi urin, langsung diangkat saja menjadi diagnosis Retensi urin . Untuk mengangkat diagnosis keperawatan Gangguan eliminasi urin , perlu dijelaskan gangguan yang mana. Jika pasien mengeluh sering terbangun untuk kencing di malam hari, maka bisa diambil Gangguan eliminasi urin: nokturia . Jika pasien beser (buang air kecil tidak terkontrol dan terus menerus), bisa diangkat menjadi Gangguan eliminasi urin: inkontinensia . Dan seterusnya, sesuai data yang diperoleh dari pengkajian.

Readiness for enhanced urinary elimination (p. 235) atau potensial peningkatan eliminasi urine (diagnosis sejahtera).

Urinary retention (p. 236) atau retensi urin. Tidak dapat mengosongkan urin secara lampias. Karakteristiknya: palpasi blader terasa tegang, sakit saat buang air kecil, sampai dengan tidak keluarnya urin sama sekali. Faktor yang berhubungan: kekuatan spincter, tekanan tinggi pada uretral dan adanya hambatan (harus dibuktikan dengan adanya hasil pemeriksaan). Constipation (p. 44) atau konstipasi Perceived constipation (p. 46) atau perkiraan konstipasi (klien mendiagnosis dirinya sendiri menderita konstipasi, biasanya faktor yang berhubungan adalah kepercayaan budaya, kepercayaan keluarga, pemahaman yang salah atau gangguan proses pikir)

Risk for constipation (p. 47) atau resiko konstipasi.Diagnosa NANDA Terbaru13 September 2008 11:15Activity/RestActivity intolerance (specify level) Activity intolerance, for Disuse syndrome, risk for Divers ional activity deficit Fatigue Sleep pattern disturbance CirculationAdaptive capacity: intracranial, decreased Cardiac output, decreased Dysreflexia Tissue perfusion, altered (specify): cerebral, cardiopulmonary, renal, gastrointestinal, peripheral Ego IntegrityAdjustment, impaired Anxiety (mild, moderate, severe, panic) Body image disturbance Coping, defensive Coping, individual, ineffective Decisional conflict Denial, ineffective Energy field disturbance Fear Grieving, anticipatory Grieving, dysfunctional Hopelessness Personal identity disturbance Post-trauma response (specify stage) Powerlessness Rape-trauma syndrome (specify) Rape-trauma syndrome: compound reaction

enhanced. stress Incontinence. risk for Fluid volume excess Infant feeding pattern. effective Breastfeeding. situational low Spiritual distress (distress of the human spirit) Spiritual well being. urge Urinary elimination.Rape-trauma syndrome: silent reaction Relocation stress syndrome Self-esteem. total Incontinence. potential for EliminationBowel incontinence Constipation Constipation. (acute/chronic) Food/FluidBreastfeeding. colonic Constipation. altered Urinary retention. interrupted Fluid volume deficit (active loss) Fluid volume deficit (regulatory failure) Fluid volume deficit. chronic low Self-esteem disturbance Self-esteem. reflex Incontinence. ineffective Breastfeeding. ineffective . functional Incontinence. perceived Diarrhea Incontinence.

dressing/ grooming. less than body requirements Nutrition: altered. risk for Sensory perception alterations (specify): visual. impaired Spontaneous ventilation. more than body requirements Nutrition: altered. risk for Infant behavior. chronic Respiration Airway clearance. ineffective Aspiration. gustatory. potential for enhanced Memory. tactile. toileting NeurosensoryConfusion. bathing/hygiene. inability to sustain Ventilator weaning response. risk for more than body requirements Oral mucous membrane. acute Pain. organized. chronic Infant behavior. kinesthetic. disorganized. altered Swallowing. impaired Peripheral neurovascular dysfunction. risk for Breathing pattern. impaired HygieneSelf-care deficit (specify level): feeding. acute Confusion. olfactory Thought processes. disorganized Infant behavior. auditory.Nutrition: altered. altered Unilateral neglect Pain/DiscomfortPain Pain. dysfunctional (DVWR) Safety . ineffective Gas exchange.

risk for Skin integrity. risk for Environmental interpretation syndrome. risk for Perioperative positioning injury. risk for Physical mobility. risk for Protection. risk for Thermoregulation. altered Social Interaction Caregiver role strain Caregiver role strain. risk for Injury. impaired Hyperthermia Hypothermia Infection. (actual)/risk for: directed at self/others Sexuality(component of ego integrity and social interaction) Sexual dysfunction Sexuality patterns. risk for Suffocation.Body temperature. impaired Skin integrity. altered. altered Self-mutilation. altered Home maintenance management. impaired. risk for Violence. impaired Health maintenance. ineffective Tissue integrity. risk for . impaired Poisoning. impaired Trauma.

potential for growth Family processes. impaired Social isolation Teaching/Learning Growth and development. altered) (specify) Therapeutic regimen: community. impaired verbal Communitycoping. enhanced. potential for Community coping. altered Social interaction. altered Parenting. effective management Therapeutic regimen: individual. ineffective managementDownload Askep13 September 2008 11:07Askep Tetanus Silahkan download disini Askep CHF . altered Health-seeking behaviors (specify) Knowledge deficit (learning need) (specify) Noncompliance (compliance. risk for Parental role conflict Parent/infant/child attachment. risk for Parenting. ineffective Family coping.Communication. risk for Role performance. altered. altered: alcoholism (substance abuse) Family processes. altered. ineffective management Therapeutic regimen: families. ineffective management Therapeutic regimen: individual. ineffective Family coping. altered Loneliness.

Subdural. Hematoma disebut sebagai epidural. pingsan + 10 menit. Lebih dari 50% kematian disebabkan oleh cidera kepala. dapat menyebabkan penurunan kesadaran.Silahkan download disiniASKEP TRAUMA KAPITIS11 September 2008 17:27Pengertian Trauma merupakan penyebab utama kematian pada populasi dibawah umur 45 tahun dan merupakan penyebab kematian no. pusing dapat menyebabkan kerusakan struktur otak. Pendarahan Intrakranial. trauma capitis adalah gangguan traumatic yang menyebabkan gangguan fungsi otak disertai atau tanpa disertai perdarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak tanpa disertai pendarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak Tipe-Tipe Trauma : Trauma Kepala Terbuka: Faktur linear daerah temporal menyebabkan pendarahan epidural.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 100. yaitu trauma Kapitis ringan. Hematoma yang berkembang dalam kubah tengkorak akibat dari cedera otak. 75. Kecelakaan kendaraan bermotor menrupakan penyebab cedera kepala pada lebih dari 2 juta orang setiap tahunnya. Sedangkan menurut Brunner & Suddarth (2000). 4 pada seluruh populasi. Contusio / memar. Faktur Fosa anterior dan hidung dan hematom faktur lonsitudinal. yaitu pendarahan kecil di jaringan otak akibat pecahnya pembuluh darah kapiler dapat menyebabkan edema otak dan peningkatan TIK. Ada berbagai klasifikasi yang di pakai dalam penentuan derajat kepala. .000 orang yang selamat akan mengalami disabilitas permanent (York. Menyebabkan kerusakan meatus auditorius internal dan eustachius. atau Intra serebral tergantung pada lokasinya. Trauma Kepala Tertutup Comosio Cerebri. 2000).

atau hematoma kulit kepala Tidak adanya kriteria cedera sedang-berat.dan orientatif) Tidak ada kehilangan kesadaran(misalnya konkusi) Tidak ada intoksikasi alkohaolatau obat terlarang Pasien dapat mengeluh nyeri kepala dan pusing Pasien dapat menderita abrasi. Cidera kepala sedang (kelompok resiko sedang) Skor skala koma glasgow 9-14 (konfusi. Menurut Keperawatan Klinis dengan pendekatan holistik (1995: 226): . 2000: 4): Cidera kepala ringan/minor (kelompok resiko rendah) Skor skala koma Glasglow 15 (sadar penuh.laserasi.atentif.mata rabun.otorhea atau rinorhea cairan serebrospinal). dkk.The Traumatic Coma Data Bank mendefinisakan berdasarkan skor Skala Koma Glasgow (cited in Mansjoer. Cidera kepala berat (kelompok resiko berat) Skor skala koma glasglow 3-8 (koma) Penurunan derajat kesadaran secara progresif Tanda neurologis fokal Cidera kepala penetrasi atau teraba fraktur depresikranium.hemotimpanum. letargi atau stupor) Konkusi Amnesia pasca trauma Muntah Tanda kemungkinan fraktur kranium (tanda battle.

apabila kehilangan kesadaran atau amnesia berlangsung kurang dari 30 menit Cidera kepala sedang.tidak ada kontusio cerebral. dkk (2000) mengklasifikasikan cidera kepala berdasarakan mekanisme. keparahan dan morfologi cidera. Mekanisme : berdasarkan adanya penetrasi durameter: . Cidera kepala berat SKG 3-8 Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam. Arif mansjoer.dan hematoma.laserasi atau hematoma intrakranial.apabila kehilangan kesadaran atau amnesia terjadi 30 menit sampai 24 jam atau adanya fraktur tengkorak Cidera kepala berat.Dapat mengalami fraktur tengkorak. Annegers ( 1998 ) membagi trauma kepala berdasarkan lama tak sadar dan lama amnesia pasca trauma yang di bagi menjadi : Cidera kepala ringan.Tidak ada fraktur tengkorak. Cidera kepala sedang SKG 9-12 Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam.Cidera kepala ringan /minor SKG 13-15 Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari 30 menit.apabiula kehilangan kesadaran atau amnesia lebih dari 24 jam.perdarahan subdural dan kontusio serebri.juga meliputi kontusio serebral.

Basis:dengan/tanpa kebocoran cairan serebrospinal. subdural.v Trauma tumpul : Kecepatan tinggi(tabrakan mobil). Difus: konkusi ringan. v Sedang : GCS 9-13. : Kecepatan rendah(terjatuh. cidera difus. Morfologi v Fraktur tengkorak : kranium: linear/stelatum. dengan/tanpa kelumpuhan nervus VII. Keparahan cidera v Ringan : Skala koma glasgow(GCS) 14-15.di pukul). intraserebral. v Lesi intrakranial klasik. depresi/non depresi. terbuka/tertutup. : Fokal: epidural. v Berat : GCS 3-8. v Trauma tembus(luka tembus peluru dan cidera tembus lainnya. konkusi .

Pasien tidak sadarkan dari. dengan kemungkinan adanya daerah haemoragi. Komosio. Hematoma epidural (hamatoma ekstradural atau haemoragi). denyut nadi lemah. sering defekasi dan berkemih tanpa di sadari. efek utama adalah seringkali lambat sampai hematoma tersebut cukup besar untuk menyebabkan distorsi dan herniasi otak serta peningkatan TIK. haemoragi karena arteri ini menyebabkan penekanan pada otak. Sedangkan Hematoma sub dural sub akut adalah sekuele kontusio sedikit berat dan di curigai pada pasien gangguan gagal meningkatkan kesadaran setelah trauma kepala. dimana arteri ini berada di dura dan tengkorak daerah inferior menuju bagian tipis tulang temporal. laserasi dan hemoragi otak. . Trauma dapat menyebabkan abrasi. l2210-2213) Cidera kulit kepala. kulit dingin dan pucat. suatu ruang yang pada keadaan normal diisi oleh cairan. Hematoma sub dural. Haemoragi intrakranial. Hematoma sub dural akut d hubungkan dengan cidera kepala mayor yang meliputi kontusio dan laserasi. setelah pukulan atau cidera pada kepala yang menimbulkan kontusio. 2000. Dan Hematoma sub dural kronik dapat terjadi karena cidera kepala minor dan terjadi paling sering pada lansia. Cidera Otak. darah berkumpul di dalam ruang epidural (ekstradural) diantara tengkorak dan dura. dkk. Fraktur tengkorak diklasifikasikan terbuka dan tertutup. dimana otak mengalami memar.Jenis-jenis cidera kepala (Suddarth. Kontusio. Hematoma (pengumpulan darah) yang terjadi di dalam kubah kranial adalah akibat paling serius dari cidera kepala. kulit kepala berdarah bila cidera dalam. Adanya fraktur tengkorak biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yang kuat. Luka kulit kepala maupun tempat masuknya infeksi intrakranial. sub akut atau kronik. kesulitan memori dan gangguan dalam kebiasaan kerja. Kerusakan tidak dapat pulih dan sel-sel mati dapat diakibatkan karena darah yang mengalir berhenti hanya beberapa menit saja dan kerusakan neuron tidak dapat mengalami regenerasi. Kontusio serebral merupakan didera kepala berat. Hematoma sub dural adalah pengumpulan darah diantara dura dan dasar. Komosio dipertimbangkan sebagai cidera kepala minor dan dianggap tanpa sekuele yang berarti. kontusio. Cidera otak serius dapat tejadi dengan atau tanpa fraktur tengkorak. Pada pasien dengan komosio sering ada gangguan dan kadang efek residu dengan mencakup kurang perhatian. Hematoma sub dural dapat terjadi akut. laserasi atau avulsi. Setelah cidera kepala. pernafsan dangkal. pasien terbaring dan kehilangan gerakkan. Bila fraktur terbuka maka dura rusak dan fraktur tertutup keadaan dura tidak rusak. Keadaan ini karena fraktur tulang tengkorak yang menyebabkan arteri meningeal tengah putus /rusak (laserasi). Tergantung ukuran pembuluh darah yang terkena dan jumlah perdarahan yang ada. Fraktur tengkorak. Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuitas tulang tengkorak di sebabkan oleh trauma. Komosio umumnya meliputi sebuah periode tidak sadarkan diri dalam waktu yang berakhir selama beberapa detik sampai beberapa menit. Cidera pada bagian ini banyak mengandung pembuluh darah.

Etiologi Cedera kepala dapat disebabkan oleh dua hal antara lain : Benda Tajam. Benda Tumpul. cidera kumpil). Hemoragi intraserebral adalah perdaraan ke dalam substansi otak. Kerusakan jaringan otak karena benda tumpul tergantung pada : v Lokasi v Kekuatan v Fraktur infeksi/ kompresi v Rotasi v Delarasi dan deselarasi Mekanisme cedera kepala . Haemoragi ini biasanya terjadi pada cidera kepala dimana tekanan mendesak ke kepala sampai daerah kecil (cidera peluru atau luka tembak.Haemoragi intraserebral dan hematoma. dapat menyebabkan cedera seluruh kerusakan terjadi ketika energi/ kekuatan diteruskan kepada otak. Trauma benda tajam dapat menyebabkan cedera setempat.

gangguan perhatian dan berfikir kompleks Tanda dan gejala emosional/kepribadian: kecemasan. . 1996): Tanda dan gejala fisik/somatik: nyeri kepala. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala cedera kepala dapat dikelompokkan dalam 3 kategori utama ( Hoffman. nausea. vomitus Tanda dan gejala kognitif: gangguan memori. Contoh : akibat pukulan lemparan. Pola pernafasan secara progresif menjadi abnormal. Deformitas. Perubahan perilaku kognitif dan perubahan fisik pada berbicara dan gerakan motorik dapat timbul segera atau secara lambat. Respon pupil mungkn lenyap. Contoh : kepala membentur aspal. Dihubungkan dengan perubahan bentuk atau gangguan integritas bagan tubuh yang dipengaruhi oleh kekuatan pada tengkorak. dizziness. ketika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam. Dapat timbul mual-muntah akibat peningkatan tekanan intrakranial. Nyeri kepala dapat muncul segera/bertahap seiring dengan peningkatan TIK. dkk. iritabilitas Gambaran klinis secara umum pada trauma kapitis : Pada kontusio segera terjadi kehilangan kesadaran. Deselerasi.Akselerasi.

Pungsi Lumbal CSS : dapat menduga adanya perdarahan subaractinoid. disebabkan oleh kerusakan traumatic pada rangkai hipofisis meyulitkan penghentian sekresi hormone antidiupetik. EEG : memperlihatkan keberadaan/ perkembangan gelombang. Angiografi Serebral : menunjukkan kelainan sirkulasi serebral seperti pergeseran jaringan otak akibat edema.. MRI : sama dengan CT Scan dengan atau tanpa kontraks. minggu pertama) atau lanjut (setelah satu minggu). PET (Pesikon Emission Tomografi) : menunjukkan aktivitas metabolisme pada otak. perdarahan dan trauma. Kimia/elektrolit darah : mengetahui ketidakseimbangan yang berpengaruh dalam peningkatan TIK. Pemeriksaan toksitologi : mendeteksi obat yang mungkin bertanggung jawab terhadap penurunan kesadaran. hemoragi menentukan ukuran ventrikel pergeseran cairan otak. Diabetes Insipidus.Pemeriksaan Dianostik: CT Scan : mengidentifikasi adanya sol. Kadar antikonvulsan darah : dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat terapi yang cukup efektif untuk mengatasi kejang. GDA (Gas Darah Arteri) : mengetahui adanya masalah ventilasi atau oksigenasi yang akan dapat meningkatkan TIK. Komplikasi Kebocoran cairan serebrospinal akibat fraktur pada fossa anterior dekat sinus frontal atau dari fraktur tengkorak bagian petrous dari tulang temporal. Kejang pasca trauma dapat terjadi segera (dalam 24 jam pertama dini. Sinar X : mendeteksi adanya perubahan struktur tulang (faktur pergeseran struktur dan garis tengah (karena perdarahan edema dan adanya frakmen tulang). . Kejang. BAER (Brain Eauditory Evoked) : menentukan fungsi dari kortek dan batang otak.

Penatalaksanaan Medik

Penatalaksanaan medik cedera kepala yang utama adalah mencegah terjadinya cedera otak sekunder. Cedera otak sekunder disebabkan oleh faktor sistemik seperti hipotesis atau hipoksia atau oleh karena kompresi jaringan otak (Tunner, 2000). Pengatasan nyeri yang adekuat juga direkomendasikan pada pendertia cedera kepala (Turner, 2000).

Penatalaksanaan umum adalah sebagai berikut :

·

Nilai fungsi saluran nafas dan respirasi.

·

Stabilisasi vertebrata servikalis pada semua kasus trauma.

·

Berikan oksigenasi.

·

Awasi tekanan darah

·

Kenali tanda-tanda shock akibat hipovelemik atau neuregenik.

·

Atasi shock

·

Awasi kemungkinan munculnya kejang.

Penatalaksanaan lainnya:

Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral, dosis sesuai dengan berat ringannya trauma. Therapi hiperventilasi (trauma kepala berat). Untuk mengurangi vasodilatasi. Pemberian analgetika Pengobatan anti oedema dengan larutan hipertonis yaitu manitol 20% atau glukosa 40 % atau gliserol 10 %. Antibiotika yang mengandung barrier darah otak (penisilin). Makanan atau cairan. Pada trauma ringan bila terjadi muntah-muntah tidak dapat diberikan apaapa, hanya cairan infus dextrosa 5% , aminofusin, aminofel (18 jam pertama dan terjadinya kecelakaan), 2-3 hari kemudian diberikana makanan lunak. Pada trauma berat, hari-hari pertama (2-3 hari), tidak terlalu banyak cairan. Dextrosa 5% untuk 8 jam pertama, ringer dextrose untuk 8 jam kedua dan dextrosa 5% untuk 8 jam ketiga. Pada hari selanjutnya bila kesadaran rendah, makanan diberikan melalui ngt (2500-3000 tktp). Pemberian protein tergantung nilai urea N. Tindakan terhadap peningktatan TIK

Pemantauan TIK dengan ketat. Oksigenisasi adekuat. Pemberian manitol. Penggunaan steroid. Peningkatan kepala tempat tidur. Bedah neuro. Tindakan pendukung lain

dukungan ventilasi. Pencegahan kejang. Pemeliharaan cairan, elektrolit dan keseimbangan nutrisi. Terapi anti konvulsan. Klorpromazin untuk menenangkan pasien. Pemasangan selang nasogastrik.

Pengkajian Keperawatan

Data tergantung pada tipe, lokasi dan keparahan cedera dan mungkin diperlukan oleh cedera tambahan pada organ-organ vital.

Aktivitas/ Istirahat

Gejala : Merasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan.

Tanda : Perubahan kesehatan, letargi

Hemiparase, quadrepelgia

Ataksia cara berjalan tak tegap

Masalah dalam keseimbangan

Cedera (trauma) ortopedi

Kehilangan tonus otot, otot spastik

Sirkulasi

Gejala : Perubahan darah atau normal (hipertensi)

takikardia yang diselingi bradikardia disritmia). amnesia seputar kejadian. fingking. Eliminasi Gejala : Inkontenensia kandung kemih/ usus atau mengalami gngguan fungsi. mudah tersinggung. vertigo. sinkope. agitasi. bingung depresi dan impulsif. baal pada ekstremitas. Integritas Ego Gejala : Perubahan tingkah laku atau kepribadian (tenang atau dramatis) Tanda : Cemas. muntah dan mengalami perubahan selera. Tanda : Muntah (mungkin proyektil) Gangguan menelan (batuk. delirium. Neurosensoris Gejala : Kehilangan kesadaran sementara. Tanda : Perubahan kesadaran bisa sampai koma Perubahan status mental . tinitus kehilangan pendengaran. air liur keluar.Perubahan frekuensi jantung (bradikardia. Makanan/ cairan Gejala : Mual. disfagia).

mengi positif Keamanan Gejala : Trauma baru/ trauma karena kecelakaan . respon menarik pada rangangan nyeri yang hebat. hemiparese.Perubahan pupil (respon terhadap cahaya. Pernapasan Tanda : Perubahan pola nafas (apnea yang diselingi oleh hiperventilasi). Nafas berbunyi stridor. terdesak Ronki. Tnda : Wajah menyeringai. gelisah tidak bisa beristirahat. merintih. tidak seimbang Refleks tendon dalam tidak ada atau lemah Apraksia. simetri) Wajah tidak simetri Genggaman lemah. Quadreplegia Nyeri/ Kenyamanan Gejala : Sakit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda biasanya koma.

kekutan secara umum mengalami paralisis Demam. penurunan kerja silia. obstruksi trakeo bronkial Perubahan persepsi sensori b/d perubahan resepsi sensori. gangguan dalam regulasi suhu tubuh Interaksi Sosial Tanda : Afasia motorik atau sensorik. bicara berulang-ulang. Kerusakan mobilitas fisik b/d kerusakan persepsi atau kognitif. Perubahan proses pikir b/d perubahan fisiologis. penurunan kekuatan. konflik psikologis. kerusakan persepsi atau kognitif. . Resiko infeksi b/d jaringan trauma. transmisi.Tanda : Fraktur/ dislokasi Gangguan penglihatan Gangguan kognitif Gangguan rentang gerak. Diagnosa Keperawatan Perfusi jaringan serebral tidak efektif b/d interupsi aliran darah Resiko terhadap ketidakefektifan pola nafas b/d kerusakan neurovaskuler. kekurangan nutrisi. tonus otot hilang. bicara tanpa arti. respon inflamasi tertekan.

PEMASANGAN NGT11 September 2008 17:24Insersi slang nasogastrik meliputi pemasangan slang plastik lunak melalui nasofaring klien ke dalam lambung. Rencana Asuhan Keperawatan. blog (blogspot.1993. 2002. Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta. Keperawatan Medikal Bedah. Kapita Selekta Kedokteran.DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth. Brunner & Suddarth..USA Judith M Wilkinson. S.Made Karyasa. EGC. Arif Mansjoer.. I. Rencana Asuhan Keperawatan. S. Jakarta : EGC. 2007. 2002... Jakarta Tulisan ini hanyalah sebagai bahan bacaan. wordpress. Guyton dan Hall. Marlyn E Doengoes. Marilynn E. perdarahan dan gangguan yang dialami oleh pasien. alih bahasa : Waluyo Agung. alih bahasa : I Made Kariasa. EGC. Trauma kapitis tentu saja harus dijelaskan lebih terinci. Media Aesculapius. dkk. Buku Saku Daignosis Keperawatan: dengan intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. Doengoes. karena masih diperlukan kajian mendalam. Jakarta.Jakarta. bukan untuk memudahkan pembuatan LP. Yasmin Asih.Kep. sesuai dengan kasus yang dihadapi. Kuncara. dll) seperti ini tidak bisa masuk sebagai reference. 1996. Jakarta : EGC. Yang jelas. 2000..Kep: EGC. Juli. 2001-2002. NANDA. Philadelphia..Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 2000.Nursing Diagnosis: Definitions and Classification. kasus kelolaan. Slang mempunyai lumen berongga yang memungkinkan baik pembuangan sekret gastrik dan pemasukan cairan ke dalam lambung.. Ni Made Sumarwati. Jakarta : EGC. .

PERALATAN Slang nasogastrik (ukuran 14-18 fr) Pelumas/ jelly Spuit berujung kateter 60 ml Stetoskop lampu senter/ pen light klem Handuk kecil Tissue Spatel lidah Sarung tangan dispossible .

Plester Nierbekken Bak instrumen TUJUAN memungkinkan dukungan nutrisi melalui saluran gastrointestinal memungkinkan evakuasi isi lambung menghilangkan mual HASIL YANG DIHARAPKAN .

nyeri atau mual LANGKAH PELAKSANAAN . jika ada Riwayat masalah sinus atau nasal Distensi abdomen.Klien menambah berat badannya 1/2 sampai 1 kg per minggu Klien tidak mempunyai keluhan mual atau muntah PENGKAJIAN Pengkajian harus berfokus pada: Instruksi dokter tentang tipe slang dan penggunaan slang Ukuran slang yang digunakan sebelumnya.

dengan menempatkan ujung melingkar slang pada daun telinga. masukkan selang ke dalam lubang hidung yang paling bersih Pada saat anda memasukkan slang lebih dalam ke hidung. Ukur jarak dari lubang hidung ke daun telinga. minta klien menahan kepala dan leher lurus dan membuka mulut Ketika slang terlihat dan klien bisa merasakan slang dalam faring. instruksikan klien untuk menekuk kepala ke depan dan menelan . ulangi pada lubang hidung yang lain. Bersihkan mukus dan sekresi dari hidung dengan tissue lembab atau lidi kapas Tempatkan handuk mandi diatas dada klien. Pertahankan tissue wajah dalam jangkauan klien Gunakan sarung tangan Tentukan panjang slang yang akan dimasukkan dan ditandai dengan plester. Lanjutkan pengukuran dari daun telinga ke tonjolan sternum.Cuci tangan dan atur peralatan Jelaskan prosedur pada klien Bantu klien untuk posisi semifowler Berdirilah disisi kanan tempat tidur klien bila anda bertangan dominan kanan(atau sisi kiri bila anda bertangan dominan kiri) Periksa dan perbaiki kepatenan nasal:Minta klien untuk bernafas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat. tandai lokasi tonjolan sternum di sepanjang slang dengan plester kecil Minta klien menengadahkan kepala.

satu sisi plester lilitan mengitari slang Plesterkan slang secara melengkung ke satu sisi wajah klien. Pita karet dapat digunakan untuk memfiksasi slang. DOKUMENTASI Catat hal-hal berikut pada lembar dokumentasi: Tanggal dan waktu insersi slang Warna dan jumlah drainase . tempelkan 1 inchi plester pada lubang hidung. Untuk mengamankan slang: gunting bagian tengah plester sepanjang 2 inchi. diantara upaya tersebut dorong klien untuk bernafas dalam Ketika tanda plester pada selang mencapai jalan masuk ke lubang hidung. Aspirasi dengan spuit dan pantau drainase lambung. fiksasi slang. sisakan 1 inci tetap utuh. kemudian yang lain.Masukkan slang lebih dalam ke esofagus dengan memberikan tekanan lembut tanpa memaksa saat klien menelan (jika klien batuk atau slang menggulung di tenggorokan. hentikan insersi selang dan periksa penempatannya:minta klien membuka mulut untuk melihat slang. tarik udara ke dalam spuit sebanyak 10-20 ml masukkan ke selang dan dorong udara sambil mendengarkan lambung dengan stetoskop jika terdengar gemuruh. tarik slang ke faring dan ulangi langkah-langkahnya). lilitkan salah satu ujung.

dalam sebuah proposal penelitian. tidak meluas tapi dangkal. Berikut ini adalah panduan praktis membuat latar belakang. tesis atau disertasi). . Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan latar belakang adalah : 1. kadang sulit bagi mahasiswa yang tidak biasa menulis. disertai data. utamanya dalam meulis skripsi. fokus. Permasalahan manajemen lebih bersifat teknis. yang merupakan hal yang harus diatasi olehnya yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja pemasaran. Latar belakang yang tidak memiliki alur logika yang jelas akan sulit bagi pembaca mengenali masalah sebenarnya. Alur logika pemikiran yang digunakan khususnya dalam penulisan latar belakang menjadi penting diperhatikan. prinsip atau kaidah teoritik lain yang dapat dijadikan sandaran berfikir dan merumuskan masalah. Ancangan pembahasan Ancangan yang dimaksud adalah darimanakah periset mengawali pembicaraan dalam kaitan dengan masalah riset yang dilakukan. Sedangkan permasalahan riset merupakan derivasi dari permasalahan manajemen. Pengambilan ancangan yang tepat akan memberikan penggambaran yang tepat pula atas masalah yang diangkat oleh periset. Disamping juga dalam perumusan masalah dalam latar belakang masalah periset juga harus memaparkan teori. Permasalahan dalam Riset Permasalahan manajemen dan permasalahan riset seringkali dirumuskan dalam sub bab latar belakang masalah dan permasalahan.ukuran dan tipe slang Toleransi klien terhadap prosedurMembuat Latar Belakang Penelitian11 September 2008 17:18Menulis latar belakang. Hal ini agar arah pemikiran yang dikembangkan dalam latar belakang lebih mengarah. Dalam sebuah riset akademik (skripsi. Alur logika pemikiran merupakan urutan berfikir penulis dalam menuangkan gagasan yang ingin disampaiakan yang tercermin dalam susunan kalimat-kalimat dan susunan paragraf-paragraf dalam latar belakang. memahami pesan yang ingin disampaikan dan bahkan akan mengaburkan masalah itu sendiri. 2. latar belakang masalah merupakan penggambaran akan mengapa masalah riset muncul dari sisi masalah manajemen yang muncul. Permasalahan Manajemen dan Riset Permasalahan manajemen adalah permasalahan yang dihadapi secara langsung oleh pemasar. jelas dan mudah dipahami. yang dirumuskan dan dijadikan acuan dasar dalam melakukan riset pemasaran. fakta atau kejadian yang muncul yang memperkuat latar belakang dan perumusan masalah. Sangat direkomendasikan pembicaraan dalam latar belakang lebih fokus dan mendalam. Alur logika pemikiran yang digunakan.

trauma. Semakin banyak teori yang digunakan maka. Penggunaan fakta dan data lingkungan Penggunaan fakta dan data dalam perumusan latar belakang adalah penting untuk mengetahui indikator-indikator dari intensitas permasalahan yang dirumuskan oleh periset. Namun demikian prinsip yang lazim digunakan adalah bahwa penggambaran identifikasi dan perumusan masalah sebagaimana dalam latarbelakang dan permasalahan riset harus secara cukup dan tuntas mengarahkan pembaca akan masalah riel apa yang dihadapi oleh periset dan mengapa muncul dan perlu diatasi atau diteliti.Dari fakta dan data tersebut akan diketahui seberapa luas dan seberapa parah permasalahan riel yang ada. masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. Secara singkat dapat dijelaskan: Di dalam latar belakang masalah. umber teori merupakan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang disampaikan oleh seseorang yang biasanya dihasilkan dari riset. 4. Dengan demikian. Penggunaan sumber teori secara eksplisit tercermin pada penggunaan kalimat yang diakhir kalimat dicantumkan nama penulis dan tahun penulisan. hasil-hasil penelitian. dalam batas tertentu. Penggunaan sumber teori sebagai dasar pemikiran. mengambang. dehidrasi berat. luka bakar. Panjang dan kecukupan Panjang atau pendeknya penggambaran memang sangat tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi. syok hemoragik. dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. demam berdarah dengue (DHF). Fungsinya selain akan menjadi sandaran berfikir namun juga hal tersebut akan menjadi indikator obyektifitas tulisan. Komposisi: Setiap liter asering mengandung: .3. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori. dan semakin kuat argumentasi yang dipaparkan oleh periset. untuk kepentingan apa riset dilakukan dan tentunya ketersediaan halaman atau tempat dalam menuangkan gagasan. akan semakin meningkatkan obyektifitas riset.JENIS CAIRAN INFUS DAN KEGUNAANNYA11 September 2008 17:17ASERING Indikasi: Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut. bsennya data dan fakta dalam perumusan masalah utamanya dalam latar belakang akan mengakibatkan permasalahan menjadi sangat umum. sebagai cerminan kalimat tersebut diambil dari penulis yang namanya disebutkan tersebut. 5. tidak jelas dan tidak fokus. kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti.

dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati Pada pemberian sebelum operasi sesar.Na 130 mEq K 4 mEq Cl 109 mEq Ca 3 mEq Asetat (garam) 28 mEq Keunggulan: Asetat dimetabolisme di otot. RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus Pada kasus bedah. asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran Mempunyai efek vasodilator .

Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak Bayi prematur atau bayi baru lahir. penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA. demam) < 24 jam pasca operasi Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral KA-EN 1B Indikasi: Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui. misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai. sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam KA-EN 3A & KA-EN 3B Indikasi: Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. pada keadaan asupan oral terbatas .Pada kasus stroke akut.

pada keadaan asupan oral terbatas Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium 20 mEq/L Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L KA-EN 4A Indikasi : .Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B KA-EN MG3 Indikasi : Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian.

sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi (per 1000 ml): Na 30 mEq/L K 0 mEq/L Cl 20 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 40 gr/L KA-EN 4B Indikasi: .Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak Tanpa kandungan kalium.

5 gr/L Otsu-NS Indikasi: .Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi: Na 30 mEq/L K 8 mEq/L Cl 28 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 37.

Untuk resusitasi Kehilangan Na > Cl. misal diare Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum. insufisiensi adrenokortikal. luka bakar) Otsu-RL Indikasi: Resusitasi Suplai ion bikarbonat Asidosis metabolik MARTOS-10 Indikasi: Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik .

3 gr/kg BB/jam Mengandung 400 kcal/L AMIPAREN Indikasi: Stres metabolik berat Luka bakar Infeksi berat Kwasiokor Pasca operasi Total Parenteral Nutrition Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit .Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor. infeksi berat. stres berat dan defisiensi protein Dosis: 0.

trauma dan pasca operasi) Stres metabolik sedang Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm) PAN-AMIN G Indikasi: Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan Nitrisi dini pasca operasi Tifoid .AMINOVEL-600 Indikasi: Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI Penderita GI yang dipuasakan Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar.

mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito. keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial. Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkat mungkin. Gordon. perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga. 1976 & NANDA).SUMBER KLIK DISINIDIAGNOSA KEPERAWATAN11 September 2008 17:15PENGERTIAN Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu. membatasi. Diagnosis keperawatan disusun dengan menggunakan standart yang telah disepakati (NANDA. KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN Rumusan diagnosis keperawatan mengandung tiga komponen utama. Gordon. supaya : Perawat dapat berkomunikasi dengan istilah yang dimengerti secara umum Memfasilitasi dan mengakses diagnosa keperawatan Sebagai metode untuk mengidentifikasi perbedaan masalah keperawatan dengan masalah medis Meningkatkan kerjasama perawat dalam mendefinisikan diagnosis dari data pengkajian dan intervensi keperawatan. dimana pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat. Doengoes. yaitu : 1. Problem (P/masalah). Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien. Carpenito. menurunkan. sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan. 2000. Diagnosis keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi. dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya. dll). merupakan gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan. Masalah adalah kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi. .

akut atau kronis yang dapat menyebabkan / mendukung masalah.2. yang merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis keperawatan. isolasi sosial. Situasional : personal dan lingkungan (kurang pengetahuan. hamil. tanda atau gejala. Sign & symptom (S/tanda & gejala). Jadi rumus diagnosis keperawatan adalah : PE / PES. dll) Medikasi (berhubungan dengan program pengobatan/perawatan) : keterbatasan institusi atau rumah sakit. 3. menjadi orang tua Dewasa : tekanan karier. Etiologi (E/penyebab). adalah ciri. tanda-tanda pubertas. Penyebabnya meliputi : perilaku. Perumusan harus jelas dan singkat dari respon klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi . sehingga tidak mampu memberikan perawatan. interaksi antara perilaku dan lingkungan. lingkungan. Unsur-unsur dalam identifikasi etiologi : Patofisiologi penyakit : adalah semua proses penyakit. Maturasional : Adolesent : ketergantungan dalam kelompok Young Adult : menikah. PERSYARATAN PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. keadaan ini menunjukkan penyebab keadaan atau masalah kesehatan yang memberikan arah terhadap terapi keperawatan.

2.

Spesifi dan akurat (pasti)

3.

Dapat merupakan pernyataan dari penyebab

4.

Memberikan arahan pada asuhan keperawatan

5.

Dapat dilaksanakan oleh perawat

6.

Mencerminan keadaan kesehatan klien.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Berorientasi kepada klien, keluarga dan masyarakat

2.

Bersifat aktual atau potensial

3.

Dapat diatasi dengan intervensi keperawatan

4. Menyatakan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.

ALASAN PENULISAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.

Memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif

2.

Memberikan kesatuan bahasa dalam profesi keperawatan

3.

Meningkatkan komunikasi antar sejawat dan profesi kesehatan lainnya

4. Membantu merumuskan hasil yang diharapkan / tujuan yang tepat dalam menjamin mutu asuhan keperawatan, sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi

5.

Menciptakan standar praktik keperawatan

6.

Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.

PROSES PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Klasifikasi & Analisis Data

Pengelompokkan data adalah mengelompokkan data-data klien atau keadaan tertentu dimana klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kriteria permasalahannya. Pengelmpkkan data dapat disusun berdasarkan pola respon manusia (taksonomi NANDA) dan/atau pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982);

Respon Manusia (Taksonomi NANDA II) :

Pertukaran Komunikasi Berhubungan

Nilai-nilai Pilihan Bergerak Penafsiran Pengetahuan Perasaan Pola Fungsi Kesehatan (Gordon, 1982) :

Persepsi kesehatan : pola penatalaksanaan kesehatan Nutrisi : pola metabolisme Pola eliminasi Aktivitas : pola latihan Tidur : pola istirahat Kognitif : pola perseptual Persepsi diri : pola konsep diri Peran : pola hubungan Seksualitas : pola reproduktif Koping : pola toleransi stress Nilai : pola keyakinan 2. Mengindentifikasi masalah klien

Masalah klien merupakan keadaan atau situasi dimana klien perlu bantuan untuk mempertahankan atau meningkatkan status kesehatannya, atau meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan oleh perawat sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya

Identifikasi masalah klien dibagi menjadi : pasien tidak bermasalah, pasien yang kemungkinan mempunyai masalah, pasien yang mempunyai masalah potensial sehingga kemungkinan besar mempunyai masalah dan pasien yang mempunyai masalah aktual.

Menentukan kelebihan klien Apabila klien memenuhi standar kriteria kesehatan, perawat kemudian menyimpulkan bahwa klien memiliki kelebihan dalam hal tertentu. Kelebihan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan atau membantu memecahkan masalah yang klien hadapi.

Menentukan masalah klien Jika klien tidak memenuhi standar kriteria, maka klien tersebut mengalami keterbatasan dalam aspek kesehatannya dan memerlukan pertolongan.

Menentukan masalah yang pernah dialami oleh klien Pada tahap ini, penting untuk menentukan masalah potensial klien. Misalnya ditemukan adanya tanda-tanda infeksi pada luka klien, tetapi dari hasil test laboratorium, tidak menunjukkan adanya suatu kelainan. Sesuai dengan teori, maka akan timbul adanya infeksi. Perawat kemudian menyimpulkan bahwa daya tahan tubuh klien tidak mampu melawan infeksi.

Penentuan keputusan Tidak ada masalah, tetapi perlu peningkatan status dan fungsi (kesejahteraan) : tidak ada indikasi respon keperawatan, meningkatnya status kesehatan dan kebiasaan, serta danya inisiatif promosi kesehatan untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga.

Masalah kemungkinan (possible problem) : pola mengumpulkan data yang lengkap untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga

Masalah aktual, resiko, atau sindrom : tidak mampu merawat karena klien menolak masalah dan pengobatan, mulai untuk mendesain perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencegah, menurunkan, atau menyelesaikan masalah.

Masalah kolaboratif : konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional yang ompeten dan bekerja secara kolaboratif pada masalah tersebut. Masalah kolaboratif adalah komplikasi fisiologis yang diakibatkan dari patofisiologi, berhubungan dengan pengobatan dan situasi yang lain. Tugas perawat adalah memonitor, untuk mendeteksi status klien dan kolaboratif dengan tenaga medis guna pengobatan yang tepat.

3.

Memvalidasi diagnosis keperawatan

Adalah menghubungkan dengan klasifikasi gejala dan tanda-tanda yang kemudian merujuk kepada kelengkapan dan ketepatan data. Untuk kelengkapan dan ketepatan data, kerja sama dengan klien sangat penting untuk saling percaya, sehingga mendapatkan data yang tepat.

Pada tahap ini, perawat memvalidasi data yang ada secara akurat, yang dilakukan bersama klien/keluarga dan/atau masyarakat. Validasi tersebut dilaksanakan dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang kejelasan interpretasi data. Begitu diagnosis keperawatan disusun, maka harus dilakukan validasi.

4.

Menyusun diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritasnya

Setelah perawat mengelompokkan, mengidentifikasi, dan memvalidasi data-data yang signifikan, maka tugas perawat pada tahap ini adalah merumuskan suatu diagnosis keperawatan. Diagnosa keperawatan dapat bersifat aktual, resiko, sindrom, kemungkinan dan wellness.

Menyusun diagnosis keperawatan hendaknya diurutkan menurut kebutuhan yang berlandaskabn hirarki Maslow (kecuali untuk kasus kegawat daruratan menggunakan prioritas berdasarkan yang mengancam jiwa ) :

Berdasarkan Hirarki Maslow : fisiologis, aman-nyaman-keselamatan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri Griffith-Kenney Christensen : ancaman kehidupan dan kesehatan, sumber daya dan dana yang tersedia, peran serta klien, dan prinsip ilmiah dan praktik keperawatan.

KATEGORI DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Diagnosis Keperawatan Aktual

Diagnosis keperawatan aktual (NANDA) adalah diagnosis yang menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan karakteristik mayor yang diidentifikasi. Diagnosis keperawatan mempunyai empat komponen : label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor yang berhubungan.

Label merupakan deskripsi tentang definisi diagnosis dan batasan karakteristik. Definisi menekankan pada kejelasan, arti yang tepat untuk diagnosa. Batasan karakteristik adalah karakteristik yang mengacu pada petunjuk klinis, tanda subjektif dan objektif. Batasan ini juga mengacu pada gejala yang ada dalam kelompok dan mengacu pada diagnosis keperawatan, yang teridiri dari batasan mayor dan minor. Faktor yang berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang. Faktor ini dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor yang berhubungan terdiri dari empat komponen : patofisiologi, tindakan yang berhubungan, situasional, dan maturasional.

Contoh diagnosis keperawatan aktual : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan transport oksigen, sekunder terhadap tirah baring lama, ditandai dengan nafas pendek, frekuensi nafas 30 x/mnt, nadi 62/mnt-lemah, pucat, sianosis.

2.

Diagnosis Keperawatan Resiko

Diagnosis keperawatan resiko adalah keputusan klinis tentang individu, keluarga atau komunitas yang sangat rentan untuk mengalami masalah dibanding individu atau kelompok lain pada situasi yang sama atau hampir sama.

Validasi untuk menunjang diagnosis resiko adalah faktor resiko yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat terhadap klien atau kelompok dan tidak menggunakan batasan karakteristik. Penulisan rumusan diagnosis ini adalag : PE (problem & etiologi).

Contoh : Resiko penularan TB paru berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang resiko penularan TB Paru, ditandai dengan keluarga klien sering menanyakan penyakit klien itu apa dan tidak ada upaya dari keluarga untuk menghindari resiko penularan (membiarkan klien batuk dihadapannya tanpa menutup mulut dan hidung).

3.

Diagnosis Keperawatan Kemungkinan

atau masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik. . Contoh : Kemungkinan gangguan konsep diri : gambaran diri berhubungan dengan tindakan mastektomi. kelompok.Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko. untuk membantu keluarga mempertahankan pola hubungan yang efektif. Diagnosis Keperawatan Sejahtera Diagnosis keperawatan sejahtera adalah ketentuan klinis mengenai individu. Sebagai contoh. pasangan muda yang kemudian menjadi orangtua telah melaprkan fungsi positif dalam peran pola hubungan. 4. Perawat dapat memakai informasi dan lahirnya bayi baru sebagai tambahan dalam unit keluarga. Diagnosis Keperawatan Sindrom Diagnosis keperawatan sindrom merupakan diagnosis keperawatan yang terdiri dari sekelompok diagnosis keperawatan aktual atau resiko. yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu. Dalam menentukan diagnosis keperawatan sejahtera. menunjukkan terjadinya peningkatan fungsi kesehatan menjadi fungsi yang positif. Cara pembuatan diagnsosis ini adalah dengan menggabungkan pernyataan fungsi positif dalam masingmasing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang disahkan. 5. Contoh : perilaku mencari bantuan kesehatan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang peran sebagai orangtua baru. Contoh : sindrom kurang perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik.

d kanker 2. yang mana masalah tersebut hanya bisa dicegah. Jangan menulis diagnosis keperawatan yang mengulangi instruksi dokter . hanya sebatas memperjelas. Jangan merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu intervensi keperawatan Ex : Menggunakan pispot sesering mungkin b.d kesulitan bernafas 5. Jangan menggunakan istilah yang tidak jelas.MASALAH KOLABORATIF Masalah kolaboratif adalah masalah yang nyata atau resiko yang mungkin terjadi akibat komplikasi dari penyakit atau dari pemeriksaan atau akibat pengobatan. Jika harus. MENCEGAH KESALAHAN DALAM MEMBUAT DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. Ex : mastektomi b. atau dikurangi dengan tindakan keperawatan yang bersifat kolaboratif. Label yang digunakan adalah : Potensial Komplikasi (PK). diatasi. Ex : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b. Tidak menggunakan istilah medis. dengan diberi pernyataan `sekunder terhadap`. Gunakan istilah / pernyataan yang lebih spesifik. Tidak merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu diagnosa medis Ex : Resiko pneumonia 3.d dorongan ingin berkemih 4.

d posisi klien tidak diubah setiap 2 jam. Jangan merumuskan dua masalah pada saat yang sama Ex : Nyeri dan takut b. Jangan menuliskan etiologi atau tanda/gejala untuk masalah Ex : Kongesti paru b. 10.d kebutaan 8.d prosedur operasi 7.d tidak berpengalaman menjadi ibu baru.d tirah baring lama 9. Jangan membuat asumsi Ex : Resiko perubahan peran b. Jangan menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum Ex : Kerusakan integritas kulit b. Jangan menghubungkan masalah dengan situasi yang tidak dapat diubah Ex : Resiko cedera b.Ex : Instruksi untuk puasa 6. DOKUMENTASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN .

Mengidentifikasi masalah utama untuk perkembangan intervensi keperawatan. Catat diagnosis keperawtaan resiko ke dalam format diagnosis keperawatan 3. Masukkan pernyataan diagnosis keperawatan ke dalam daftar masalah 6. Gunakan diagnosis keperawatan sebagai pedoman untuk pengkajian. Gunakan format PES untuk semua masalah aktual dan PE untuk masalah resiko 2.1. Gunakan istilah diagnosis keperawatan yang ada dalam NANDA ( terbaru : 2007 2008 ) 4. Hubungkan setiap diagnosis keperawatan ketika menemuan masalah perawatan 7. Mulai pernyataan diagnosis keperawatan dengan mengidentifikasi informasi tentang data untuk diagnosis keperawatan 5. Mendemonstrasikan tanggung jawab dalam identifikasi masalah klien 3. Tujuan Dokumentasi Diagnosis Keperawatan : 1. Mengkomunikasikan masalah klien pada tim kesehatan 2. intervensi dan evaluasi. perencanaan. .

Selain itu terdapat juga diagnosis keperawatan yang baru.Nurs. 2002 : 81) Menurut CHS (1983) praktek keperawatan sebagai tindakan keperawatan profesional menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar (biologi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. contohnya: Gangguan pola tidur (2005-2006) menjadi Insomnia (2007-2008). 2002 : 81) . rencana. tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi respon klien terhadap intervensi yang di berikan. SUMBER KLIK DISINIKonsep Praktek Klinik Keperawatan11 September 2008 17:11Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional melalui kerjasama berbentuk kolaborasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. fisika. klinik dan komunitas sebagai landasan untuk melakukan asuhan keperawatan.( Poerwodarminto. biomedik. diantaranya untuk peningkatan gula darah. ICN mendefinisikan praktek keperawatan sebagai cara untuk membantu individu atau kelompok mempertahankan atau mencapai kesehatan yang optimal sepanjang proses kehidupan yang mengkaji status kesehatan klien.Diagnosis keperawatan saat ini dapat mengacu ke NANDA 2007-2008 dengan beberapa revisi diagnosis.M. 2002) Jadi praktek klinik keperawatan adalah tindakan mandiri yang dilakukan mahasiswa keperawatan di rumah sakit melalui kerjasama berbentuk kolaburasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. (Nursalam.Nurs.M.menetapkan diagnosa keperawatan. perilaku dan sosial) dan ilmu keperawatan dasar. Klinik adalah rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan terhadap kasus penyakit yang diderita para pasien.(Nursalam.

SUMBER KLIK HEREHAK PASIEN DAN PERAWAT11 September 2008 17:08Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan. moralitas dan legalitas. Hak asasi manusia tidak tanpa batas dan merupakan kewajiban setiap negara/pemerintah untuk menentukan batas-batas kemerdekaan yang dapat dilaksanakan dan dilindungi dengan mengutamakan kepentingan umum. Hak-hak pasien dan perawat pada prinsipnya tidak terlepas pula dengan hak-hak manusia atau lebih dasar lagi hak asasi manusia. . Setiap manusia mempunyai hak asasi untuk berbuat. Menurut sifatnya hak asasi manusia dibagi dalam beberapa jenis : 1. Rights of legal aquality Yaitu hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum dan pemerintahan. kebebasan bergerak. Hak tersebut dapat dimiliki oleh setiap orang. Property Rights (Hak untuk memiliki sesuatu) Meliputi hak untuk membeli. baik tesurat maupun yang tersirat. 2. semakin perlu pula pemahaman tentang hakhak tersebut agar terbentuyk sikap saling menghargai hak-hak orang lain dan tercipta kehidupan yang damai dan tentram. Dalam menuntut suatu hak. dsb. tanggung jawab moral sangat diperlukan agar dapat terjalin suatu ikatan yangmerupakan kontrak sosial. sehingga segala sesuatunya dapat memberikan dampak positif. Personal Rights (hak-hak asasi pribadi) Meliputi kemerdekaan menyatakan pendapat dan memeluk agama. menjual barang miliknya tanpa dicampuri secara berlebihan oleh pemerintah termasuk hak untuk mengadakan suatu perjanjian dengan bebas. 3. menyatakan pendapat. Semakin baik kehidupan seseorang atau masyarakat. memberikan sesuatu kepada orang lain dan menrima sesuatu dari orang lain atau lembaga tertentu.

mendirikan partai politik. mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan 3.Pasal 31 ( mendapatkan pengajaran) 5. Pasal 27 (persamaan dalam hukum dan penghidupan yang layak) 2. berkumpul. mengadakan petisi. Pasal 28 (beserikat. Dalam UUD 1945 baik pada pembukaan maupun batang tubuh telah diuraikan dengan jelas beberapa hak asasi manusia.Pasal 29 ( kebebasan beragama) 4. hak asasi ekonomi berupa kemakmuran dan hak asasi sosial serta kebudayaan.Pasal 34 ( kesejahteraan sosial) . Kemudian dalam batang tubuh terdapat dalam pasal-pasal : 1. Social and Cultural Rights (hak asasi sosial dan kebudayaan). Political Rights (hak asasi politik) Yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan dengan ikut memilih atau dipilih. diantaranya hak untuk memilih pendidikan serta mengembangkan kebudayaan yang disukai. dll. yaitu hak untuk memperoleh tata cara peradilan dan jaminan perlindungan misalnya dalam hal penggeledahan dan peradilan. Pasal 33 (ekonomi) 7. Pasal 32 (perlindungan bersifat kultural) 6. Procedural Rights. 5. 6.4. Pada pembukaan disebutkan hak kemerdekaan.

Hak dapat digunakan sebagai pengekspresian kekuasaan dalam konflik antara seseorang dengan kelompok Contoh : Seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia mempunyai hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia inginkan untuk pasiennya. Dalam hal ini jika ditinjau dari sudut hukum orang yang bersangkutan mempunyai kewajiban tertentu yang menyertainya yaitu orang tersebut diharuskan untuk berprilaku sopan dan membayar makanan tersebut. Seseorang mepunyai hak untuk masuk restoran dan membeli makanan yang diinginkannya. hal ini mmerupakan haknya selaku penanggung jawab medis. Dari sudut pribadi mempunyai hal yang harus diperhatikan yaitu pertimbangan etis. Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan kekuasaannnya untuk menginstruksikan pengobatan terhadap pasien. Ex. baik buruk yang ada dilingkungan tempat ia hidup dan tinggal dalam kurun waktu tertentu. keputusan yang dibuat berdasarkan konsep benar salah. 2. Contoh : Seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatannya mendapat kritikan karena terlalu lama menghabiskan waktunya bersama pasien. Perawat tersebut dapat mengatakan bahwa ia mempunyai hak untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk pasien sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.Hak menurut C. cara seseorang mengatur kehidupannya. Peranan hak-hak. moralitas atau legalitas. . Fagin ( 1975) mengemukakan bahwa hak adalah tuntutan terhadap sesuatu. Dalam hal ini. Hak dapat dipandang dari sudut hukum dan pribadi. perawat tersebut mempunayi hak melakukan asuhan keperawatan sesuai denga kondisi dan kebutuhan pasien. dimana seseorang berhak seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan. 1. Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu tindakan. Dari sudut hukum hak mempunyai atau memberi kekuasaan tertentu untuk mengendalikan sesuatu.

Batas-batas ini merupakan kebijakan RS dan suatu norma yang ditetapkan perawat.3. . Jenis-jenis hak : 1.Hak untuk memilih/kebebasan Yaitu hak orang-orang untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang telah ditentukan. perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang tidak merugikan kesehatan pasien. Seseorang seringkali dapat menyelesaikan suatu perselisihan dengan menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain. berarti ia mengingkari kebebasan pasien. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan. Contoh : Seorang perawat wanita yang bekerja dirumah sakit dapat mempergunakan seragam yang diiginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih dan sopan sesuai dengan batas-batas. Hak kesejahteraan Yaitu hak-hak yang diberikan secara hukum untuk untuk hal-hal yang merupakan standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu. 2. Dalam hal ini. Pada situasi tersebut pasien marah karena tidak setuju dengan saran perawat dan pasien tersebut mengatakan pada perawat bahwa ia juga mempunyai hak untuk keluar dari ruanagan bilamana ia mau. Bila tidak tercapai kesepakatan karena membatasi pasien. Contoh : Seorang perawat menyarankan pada pasien agar tidak keluar ruangan selama dihospitalisasi.

hak penduduk memperoleh air bersih. 3. dan lainlain. Kebebasan untuk menggunakan hak yang dipilih oleh seseorang lain.Contoh : Hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan. . 1985) 1. Contoh : Pasien mempunyai hak untuk pengobatan yang ditetapkan oleh dokter. tapi dia mempunyai hak untuk menerima atau menolak pengobatan tersebut. orang yang bersangkutan tidak disalahkan atau dihukum karena menggunakan atau tidak menggunakan hak tersebut. 5 syarat yang mempengaruhi penentuan hak-hak seseorang (Bandman and Bandman. memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan perselisihan. Contoh : Seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan semena-mena oleh suaminya. Bandman dan Bandman (1986) menyatakan bahwa hak legislatif mempunyai 4 peranan dimasyarakat yaitu membuat peraturan. mengubah peraturan. 2. Hal legislatif Yaitu hak yang diterapkan oleh hukum berdasarkan konsep keadilan. membatasi moral terhadap peraturan yang tidak adil. Seseorang mempunyai tugas untuk memberikan kemudahan bagi orang lain untuk menggunakan hak-haknya.

para penentu kebijakan mempunyai tugas untuk memastikan bahwa pemberian hakhak asasi manusia dilaksanakan untuk semua pasien. Apabila hak seseorang bersifat membahayakan. 3.Hak untuk dapat dilaksanakan. yaitu persamaan. Hak harus sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. pasien dikompensasikan untuk ditempatkan bagian tertas dari daftar pembedahan berikutnya (bila terjadi kekeliruan).Contoh : Perawat mempunyai tugas untuk meyakinkan dan melindungi hak paisen untuk mendapatkan pengobatan. Contoh : Dibeberapa Rs. 5. 4. tidak memihak dan kejujuran. . Contoh : Apabila nama pasien tertunda dari jadwal pembedahan dengan tidak disengaja. Contoh : Semua pasien mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. maka hak tersebut dapat dikesampingkan atau ditolak dan orang tersebut akan diberi kompensasi atau pengganti.

pasal 1 The United Nations International Convention Civil and Political Rights 1966 yaitu : 1.Hak mendapat informasi 3. tumbuh dari mata rantai pasal 25 The United Nations Universal Declaration Of Human rights 1948. Kennedy (1962) yaitu : 1. Hak mendapatkan perlindungan keamanan 2. Hak memilih 4. Kriteria consent yang sah : .Hak menentukan nasib sendiri (the right to self determination) Kemudian dari Deklarasi Hesinki.Hak-hak pasien sekarang sudah sering dibicarakan. dimana secara hukum orang tersebut secara hukum mampu memberikan consent. Consent diterapkan pada prinsip bahwa setiap manusia dewasa mempunyai hak untuk menentukan apa yang harus dilakukan terhadapnya. Hak mendengar Beberapa hak pasien yang dibahas disini adalah : 1.Hak memperoleh pemeliharaan kesehatan (the right to health care) 2. Finland 1964 muncul hak untuk memperoleh informasi (the right to informasi) Ada 4 hak dasar yang dikemukakan oleh John F. oleh The 18th World Medical Assembly.Hak memberikan consent (persetujuan) Consent mengandung arti suatru tindakan atau aksi beralasan yang diberikan tanpa paksaan oleh seseorang yang memiliki pemgetahuan yang cukup tentang keputusan yang ia berikan.

salah satu kriteria kematian adalah mati otak atau brain death. Hak untuk memilih mati Keputusan tentang kematian dibuat berdasarkan standar medis oleh dokter. 4. penanganan atau prosedur alternative. Hak pasien dalam penelitian .Ditandatangani oleh pasien atau orang yang bertanggung jawab terhadapnya c.a. Hak perlindungan bagi orang yang tidak berdaya Yang dimaksudkan dengan golongan orang yang tidakberdaya disini adalah orang dengan gangguan mental dan anak-anak dibawah umur serta remaja dimana secara hukum mereka tidak dapat membuat keputusan tentang nasibnya sendiri. Hak untuk memilih mati sering bertolak belakang dengan hak untuk tetap mempertahankan hidup. Permasalahan muncul pada saat pasien dalam keadaan kritis dan tidak mamapu membuat keputusan sendiri tentang hidup dan matinya misal dalam keadaan koma. Dalam situasi inipasien hanya mampu mempertahankan hidup jika dibantu dengan pemasangan peralatan mekanik. Tertulis b. 3. prosedur dan konsekuensinya.Hanya ada salah satu prosedur yang tepat dilakukan d. manfaat yang diharapkan. serta golongan usia lanjut yang sudah mengalami gangguan pola berpikir maupun kelemahan fisik. Tawaran diberikan oleh pasien dewasa yang secara fisik dan mental mampu membuat keputusan 2.Memenuhi beberapa elemen penting : penjelasan kondisi.

Hak-hak yang dinyatakan dalam fasilitas asuhan keperawatan (Annas dan Healey. Sebelum pasien terlibat.Penelitian sering dilakukan dengan melibatkan pasien. mendapat informasi yang lengkap.Hak kebenaran secara menyeluruh 2.Hak untuk memelihara pengambilan keputusan untuk diri sendiri sehubungan dengan kesehatan 4. terdiri dari 4 katagori yanitu : 1.Hak untuk memperoleh catatan medis baik selama dan sesudah dirawat di rumah sakit PERNYATAAN HAK-HAK PASIEN Pernyataan hak-hak pasien (Patient.Pasien mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan menghargai asuhan keperawatan/keperawatan yang akan diterimanya. mendapat privasi. maka perawat harus yakin bahwa hak pasien tidak dilanggar baik secara etik maupun hukum. . 1. menghentikan partisipasi tanpa sangsi. bebas dari bahaya atau resiko cidera. Hak privasi dan martabat pribadi (kerahasiaan dan keamanannya) 3. Untuk itu perawat harus memahami hak-hak pasien : membuat keputusan sendiri untuk berpartisipasi. Apabila perawat berpartisipasi dalam penelitian yang melibatkan pasien. Setiap penelitian misalnya penggunaan obat atau cara penanganan baru yang melibakan pasien harus memperhatikan aspek hak pasien. bahaya yang timbul dan kebebasan pasien untuk menolak atau menerima untuk berpartisipasi. kepada mereka harus diberikan informasi secara jelas tentang percobaan yang dilakukan. 1974).s Bill of Rights) dikeluarkan oleh The American Hospital Association (AHA) pada tahun 1973 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemahaman hak-hak pasien yang akan dirawat di RS. percakapan tentang sumber-sumber pribadi dan hak terhindar dari pelayanan orang yang tidak kompeten.

Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi dari dokternya ke dokter lainnya.Pasien berhak untuk menerima informasi penting dan memberikan suatu persetujuan tentang dimulainya suatu prosedur pengobatan.Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang menyangkut program asuhan medis. 4. 11. konsultasi dan pengobatan yang dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan 6. 9. serta resiko penting yang kemungkinan akan dialaminya.Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya.Pasien berhak untuk menolak pengobatan sejauh diizinkan oleh hukum dan diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya. 3. dan RS yang ditunjuk dapat menerimanya. seperti instansi pendidikan atau instansi terkait lainnya sehubungan dengan asuhan yang diterimanya. 8. . 10. 5. Pasien berhak untuk mengetahui dan menerima penjelasan tentang biaya yang diperlukan untuk asuhan keehatannya.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan RS dengan instansi lain.Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ketempat lain yang lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan tersebut. pengobatan dan prognosis dalam arti pasien layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya. bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya.Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang memeriksanya berkaitan dengan diagnosis. 7. kecuali dalam situasi darurat. Pasein berhak untuk memberi pendapat atau menolak bila diikutsertakan sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan atau pengobatannya.2.

2. agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai sesuai dengan haknya.12. Pasien wajib mematuhi segala kebijakan yanga da. Meningkatnya jumlah malpraktik yang terjadi dimasyarakat 3.Pasien berhak untuk mengetahui peraturan atau ketentuan RS yang harus dipatuhinya sebagai pasien dirawat. . baik dari dokter ataupun perawat yang memberikan asuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hak pasien : 1. Pasien atau keluarganya wajib menaati segala peraturan dan tata tertib yang ada diinstitusi kesehatan dan keperawatan yang memberikan pelayanan kepadanya. Kewajiban Pasien : Kewajiban adalah seperangkat tanggung jawab seseorang untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan. Meningkatnya kesadaran para konsumen terhadap asuhan kesehatan dan lebih besarnya partisipasi mereka dalam perencanaan asuhan 2. Adanya legislasi (pengesahan) yang diterapkan untuk melindungi hak-hak asasi pasien 4. 1. Konsumen menyadari tentang peningkatan jumlah pendidikan dalam bidang kesehatan dan penggunaan pasien sebagai objek atau tujuan pendidikan dan bila pasien tidak berpartisipai apakah akan mempengaruhi mutu asuhan kesehatan atau tidak. Pasien atau keluarga wajib untuk memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter atau perawat yang merawatnya. 3.

Secara nasional hak dan peran wanita telah mendapat perhatian dari pemerintah seperti tercantum dalam GBHN (1980 telah disebutkan kedudukan wanita sebagai subjek pembangunan . 23 tahun 1992 pasal 50 tentang pelaksanaan tugas tenaga kesehatan dan pasal 53 (ayat 1) tentang perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan.. Pasien atau keluarga wajib untuk memenuhi segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah disetujuinya. Berikut ini akan dibahas beberapa hak-hak umum yang dimiliki perawat : 1.. Hak perawat ini telah diwujudkan dengan terbentuknya organisasi profesi dengan menjadi anggota dan juga mengambil peran dalam aksi politik untuk mewakili keperawatan atau masyarakt sebagai penerima layanan kesehatan. wanita mempunyai hak. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria disegala bidang kehidupan Jadi keikutsertaan perawat dan sekaligus sebagian sebagai wanita dalam pembangunan kesehatan diakui cukup banyak tidak diragukan. No. . Hak berserikat dan berkumpul Ini merupakan hak setiap warga negara seperti yang tertuang dalam UUD 1945. Hak Hak Perawat Sebagai tenaga profesional perawat mempunyai berbagai macam hak. Kemudian dalam Pelita V dikatakan: .Pasien atau keluarga yang bertanggungjawab terhadapnya berkewajiban untuk menyelesaikan biaya pengobatan. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan kaum pria serta mempunyai peran sangat penting . seperti yang telah disebutkan dalam UU Kes. perawatan dan pemeriksaan yang diperlukan selama perawatan. 5.Hak perlindungan wanita Jumlah perawat wanita sampai saat ini masih lebih banyak dari pada pria.4. wanita merupakan mitra sejajar yang mempunyai hak. 2. maka pengaturan hak dan kewajiban perawat dapat dijabarkan dari pasal-pasal ini.

Hak ini berkaitan dengan tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik keperawatan. meningkatkan ilmu dan ketrampilan. Perawat berhak untukbekerja sesuai jam kerja yang tepat dan tidak bekerja secara terus menerus tanpa memperhatikan istirahat atau melebihi jam kerja. melahirkan atau kecelakaan. termasuk biaya bila sakit. asuransi kesehatan.3. mempunyai tempat tinggal yang layak yang semuanya membutuhkan biaya. tidak mengancam keselamatan dan kesehatan fisik maupun mental. 4. 6. seminar atau berbagai kursus singkat. upah hari libur. perawat harus tetap mejaga kesehatannya sendiri. konferensi. Lingkungan juga hatus mempunyai sarana dan peralatan yang memadai untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. . kenaikan gaji berkala dan jaminan pensiun. Pendidikan berkelanjutan penting diikuti perawat agar mereka dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. tunjangan keluarga. Hak terhadap pengembangan profesional Dengan mengikuti pendidikan formal maupun kegiatan ilmiah seperti temu kerja. Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur oleh hukum. Hak bekerja dilingkungan yang baik Maksudnya lingkungan tersebut cukup aman. Untuk itu upah yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dan seimbang dengan tanggung jawabnya 5. tunjangan jabatan. Penghargaan ini dapat berupa gaji bulanan.Hak mendapat upah yang layak Perawat mempunyai hak untuk mendapat penghargaan secara ekonomi atau upah kerja. Untuk menjalankan tugas keperawatan yang penuh resiko. maka para perawat harus dilibatkan secara aktif sehingga pelanggaran hak tidak terjadi. Dalam setiap pembuatan keputusan yang menyangkut nasib perawat.

Perawat juga mempunyai hak untuk menyusun rancangan hukum yang diajukan untuk melindungi perawat dan penerima jasa keperawatan. Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien 8.7. Hak menyusun standar praktik dan pendidikan keperawatan Standar yang baik akan membantu dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas. Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan 2.Menghormati hak-hak pasien 4. Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas-batas kegunaannya 3. Merujuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. Memberikan kesempatan pada apsien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya sepanjang tidak menganggu pasien lain 7. Kewajiban perawat : 1. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan dengan keluarganya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan standar profesi yang ada 6.Memberikan informasi yang akurat tentang tindakana keperawatan yang diberikan pada pasien dan keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya . bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya 5.

Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja KONTRAK Dalam setiap bentuk kerjasama dibutuhkan kontrak. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien 10. Kontrak antara perawat dengan pasien Kontrak mengandung arti ikatan persetujuan atau perjanjian resmi antara dua atau lebih partai untuk mengerjakan atau tidak sesuatu. Kontrak secara hukum tidak berlaku apabila tidak dapat dipahami. kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang 14.9. Pada umumnya kontrak ditandatangani oleh dua pihak yang mengadakan perjanjian. Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau kesehatan secara terus menerus 12.Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas-batas kewenangannya 13. Kontrak dapat secara lisan atau tertulis.Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien. 2 jenis kontrak yang paling banyak dilakukan dalam keperawatan adalah : 1. Perikatan/perjanjian dapat dikatakan sah bila memenuhi syarat : . Kontrak antara perawat dengan pihak/ institusi yang mengerjakan perawat 2.Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan 11.

1. Ada suatu hal tertentu dan ada suatu sebab yang halal Sebelum menerima atau diterima bekerja disuatu tempat. Kontrak pada dasarnya dapat dipakai untuk melindungi hak-hak antara kedua belah pihak yang bekerja sama. Ada persetujuan kehendak antara pihak-pihak yang membuat perjanjian (consensus) 2. asuransi kesehatan. Kontrak perawat pasien dilakukan sebelum asuhan keperawatan diberikan. Perawat seringkali tidak melaksankan hal ini sehingga dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sering terjadi hal-hal yang tidak diiginkan kedua belah pihak. Ada kecakapan pihak-pihak untuk membuat perjanjian (capacity) 3. Tindakan yang berdasarkan pesanan dokter tidak dapat sepenuhnya secara hukum dibebankan kepada perawat sedangkan tindakan mandiri sepenuhnya dapat dibebankan pada perawat. ijin cuti dan lain-lain.1. jam kerja. liburan. TANGGUNG JAWAB HUKUM PERAWAT DALAM PRAKTEK Dalam tatanan klinis pada dasarnya ada 2 jenis tindakan yang dilakukan oleh perawat yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pesanan dokter dan tindakan yang dilakukan secara mandiri. Menjalankan pesanan dokter dalam hal medis Becker (1983) mengemukakan 4 hal yang harus ditanyakan perawat untuk melindungi mereka secara hukum : . Secara hukum antara kedua pihak dapat menggugat apabila rekanan kerjanya melanggar kontrak yang disepakati bersama. Kontrak perjanjian ini dapat meliputi berbagai hal misalnya gaji. perawat mempelajari dan menyetujui kontrak bila kedua belah pihak setuju.

pesanan. baca kembali pesanan kepada dokter dan cata bahwa dokter telah menyepakati pesanannya seaktu diberikan. keadaan yang harus diberitahukan dokter. Tanyakan pesanan. Melaksanakan intervensi keperawatan mandiri a. maka perawat harus memeriksa kembali pesanan sebelum meberikan obat. Catat waktu/jam. Tanyakan setiap pesanan bila kondisi pasien telah berubah Perawat bertanggung jawab untuk memberitahu dokter tentang setiap perubahan kondisi pasien. Misalnya bila seorang pasien yang menerima infus intravena tiba-tiba mengalami peningkatan kecepatan denyut nadi. c. Tanyakan setiap pesanan yang diberikan dokter Jika pasien yang telah menerima injeksi im memberitahu perawat bahwa dokter telah mengganti pesanan dari obat injeksi ke obat oral. Bagi perawat yang merasa tidak berpengalaman harus minta petunjuk baik dari perawat senior maupun dokter. d. Tanyakan dan catat pesanan verbal untuk mencegah kesalahan komunikasi. b. 2. b. nama dokter.a. Ketahui pembagian tugas mereka. terutama bila perawat tidak pengalaman. tanggal. Ikuti kebijaksanaan dan prosedur yang ditetapkan ditempat kerja . perawat harus segera memberitahu dokter dan menanyakan kelanjutan pengaturan kecepatan tetesan infus. Hal ini memberikan tambahan tanggung jawab perawat dalam melatih diri membuat keputusan sewaktu melaksanakannya. Ini memudahkan perawat untuk berfungsi sesuai dengan tugas dan tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan. nyeri dada dan batuk.

Pada saat memberikan obat perawat bertanggung jawab untuk . Catatan segera memudahkan untuk tetap melindungi kesejahteraan pasien. termasuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan klinis perkembangan jaman. l. TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT PERAWAT Tanggung jawab (responsibilitas) adalah eksekusi terhadap tugas-tugas yangberhubungan dengan peran tertentu dari perawat. h. Pastikan bahwa obat yang benar diberikan dengan dosis.Selalu identifikasi pasien. Sewaktu mendelegasikan tanggung jawa keperawatan. d.Pertahankan kompetisi praktek keperawatan. j. waktu dan pasien yang benar. Catat semua kecelakaan yang mengenai pasien. i. Jalin dan pertahankan hubungan saling percaya yang baik dengan pasien. k.c. g. menganalisa mengapa kecelakaan terjadi dan mencegah pengulangan kembali.Lakukan setiap prosedur secara tepat. f. Catat semua pengkajian dan perawatan yang diberikan dengan cepat dan akurat. Dengan tetap belajar. terutama sebelum melaksanakan intervensi utama. e. Selalu wapada saat melakukan intervensi keperawatan dan perhatikan secara penuh setiap tugas yang dilaksanakan. Mengetahui kekuatan dan kelemahan perawat. pastikan orang yang diberi delegasi tugas mengetahui apa yang harus dikerjakan dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan.

Akuntabilitas bertujuan untuk : 1. maka ia dapat digugat oleh pasien yang menerima obat tersebut. profesi. 2. pembuat standar kerja dan masyarakat. Perawat bertanggunggugat terhadap dirinya sendiri. Jika seorang perawat memberikan dosis obat yang salah kepada pasien. Agar dapat bertanggung gugat perawat harus bertindak berdasarkan kode etik profesinya. Apabila didelegasikan oleh dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien dan memberi informasi yang biasanya diberikan oleh dokter. Mengevaluasi praktisi-praktisi profesional baru dan mengkaji ulang praktisi-prakstisi yang sudah ada. 3. sesama karyawan dan mayarakat. dokter yang memberikan instruksi. Menghargai hak pasien untuk menolak pengobatan. 5. Menghargai setiap hak pasien dan keluarganya dalam hal kerahasiaan informasi 4. Mendengarkan pasien secara seksama dan melaporkan hal-hal penting kepada orang yang tepat. 2. Perawat yang selalu bertanggung jawab dalam bertindak akan mendapatkan kepercayaan dari pasien karena melaksanakan tugas berdasarkan kode etiknya. Mempertahankan standar perawatan kesehatan . Menghargai martabat setiap pasien dan keluarganya. Tanggung gugat (akuntabilitas) ialah mempertanggungjawabkan prilaku dan hasil-hasilnya yang termasuk dalam lingkup peran profesional seseorang sebagaimana tercermin dalam laporan periodik secara tertulis tentang prilku tersebut dan hasil-hasilnya. Tanggung jawab perawat secara umum : 1. memberikannya dengan aman dan benar dan mengevaluai respons pasien terhadap obat tersebut.mengkaji kebutuhan pasien akan obat tersebut. Akuntabilitas dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perawat dalam melakukan praktek. pasien. prosedur atau obat-obatan tertentu dan melaporkan penolakan tersebut kepada dokter dan orang-orang yang tepat ditempat tersebut.

Apakah perawat mempertimbangkan nilai-nilai. pemikiran etis dan pertumbuhan pribadi sebagai bagian dari profeional perawatan kesehatan 4. Pada saat mengkaji perawatbertanggung gugat untuk kesenjangan-kesenjangan dalam data atau data yang bertentangan. mendorong partisipasi pasien dan penentuan keabsahan data yang dikumpulkan. Tahap perencanaan . keyakinan dan kebiasan/kebudayan pasien pada waktu menentukan masalah-masalah kesehatan. Perawat bertanggunggugat untuk pengumpulan data/informasi. Memberikan fasilitas refleksi profesional. 2. data yang tidak/kurang tepat atau data yang meragukan. Perawat bertanggunggugat untuk keputusan yang dibuat tentang masalah-masalah kesehatan pasien seperti peryataan diagnostik. Masalah kesehatan yang timbul pada apsien apakah diakui oleh pasien atau hanya perawat. TANGGUNG GUGAT PADA SETIAP TAHAP PROSES KEPERAWATAN 1.Memberi dasar untukmebuat keputusan etis. 3. Pada waktu membuat keputusan para perawat bertanggung gugat untukmempertimbangkan latar belakang sosial budaya pasien. Tahap pengkajian Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan yang mempunyai tujuan mengumpulkan data.3. Tahap diagnosa keperawatan DX merupakan keputusan profesional perawat menganalisa data dan merumuskan respon pasien terhadap masalah kesehatan baik aktual atau potensial.

perawat tersebut harus masih tetap bertanggung gugat untuk tindakan yang didelegasikan dan tindakan pendelegasiannya itu sendiri. termasuk juga menilai semua tahap proses keperawatan. Tanggung gugat yang tercakup pada tahap perencanaan meliputi : penentuan prioritas. Perawat harus dapat memberi jawaban nalar tentang mengapa kegiatan tersebut didelegasikan. Tahap implementasi Implementasikeperawatan adalah pelaksanaan dari rencana asuhan keperawatan dalambentuk tindakan-tindakan keperawatan. Meskipun perawat mendelegasikan suatu kegiatan kepada oranglain. tujuan serta rencana kegiatan keperawatan. oleh sebab itu dibuat catatan tertulis. penetapan tujuan dan perencanaan kegiatan-kegiatan keperawatn. 5. 4. Perawat bertanggung gugat untuk keberhasilan atau kegagalan tindakan keperawatan. Tindakan-tindakan tersebut dapat dilakukan secara langsung atau dengan bekerjasama dengan orang lain atau dapat pula didelegasikan kepada orang lain. Pada tahap ini perawat juga bertanggunggugat untuk menjamin bahwa prioritas pasien juga dipertibangkan dalam menetapkan prioritas asuhan. Kegiatan keperawatan harus dicata setelah dilaksanakan. Langkah ini semua disatukan kedalam rencana keperawatan tertulis yang tersedia bagi semua perawat yang terlibat dalam asuhan keperawatan pasien. terdiri dari prioritas masalah.Perencanaan merupakan pedoman perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Perawat bertanggung gugat untuk semua tindakan yang dilakukannya dalam memberikan asuhan keperawatan. mengapa orang itu yang dipilih untuk melakkan kegiatan tersebut dan bagaimana tindakan yang didelegasikan itu dilaksanakan. Tahap evaluasi Evaluasi merupakan tahap penilaian terhadap hasil tindakan keperawatan yang telah diberikan. Perawat harus dapat menjelaskan mengapa tujuan pasien tidak tercapai dan tahap mana dari proses keperawatan yang perlu dirubah dan mengapa ? .

Doheny ( 1982 )mengidentifikasi beberapa elemen peran Perawat Profesional. . Change Agent.SUMBER KLIK DISINIKeperawatan Sebagai Suatu Profesi11 September 2008 17:07Keperawatan yang semula belum jelas ruang lingkupnya dan batasannya .baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Imogene King. Counsellor. Collaborator.1239 Tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat. dijelaskan PERAWAT adalah: Seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan. meliputi :Care Giver. sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. dan Fungsi Keperawatan kolaboratif ( interdependen ). dan Consultant FUNGSI PERAWAT Fungsi : suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya. Client Advocate. Coordinator. Kozier ( 1991 ) mengemukakan 3 ( tiga ) fungsi perawat : Fungsi Keperawatan mandiri ( independen ).Goodrich.seperti oleh Florence Nightingale. PERAN PERAWAT Peran : Seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang. KEPERAWATAN LOKAKARYA NASIONAL tentang KEPERAWATAN bulan JANUARI 1983 di JAKARTA merupakan awal diterimanya KEPERAWATAN SEBAGAI SUATU PROFESI. PERAWAT Sesuai PERMENKES RI NO. Fungsi Keperawatan Ketergantungan ( dependen ).secara bertahap mulai berkembang.Virginia Henderson.Keperawatan diartikan oleh pakar keperawatan dengan berbagai cara dalam berbagai bentuk rumusan.dsb. Educator.

Winsley (1964) Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru. dan komunitas dan . Dari pengertian tersebut diatas ada 4 ( empat ) elemen utama ( mayor elements ) yang menjadi perhatian( concern). 3. Beberapa pengertian profesi 1. 2. Keperawatan mempunyai empat tingkat klien : individu. Hughes. dan masyarakat. 3. berbentuk pelayanan bio-psikososial-spiritual yang komprehensif.keluarga. Keperawatan adalah profesi yang berorientasi pada pelayanan _ helping health illness problem.C ( 1963 ) Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien).KEPERAWATAN Adalah : suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Pelayanan Keperawatan mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan-3th level preventions dengan metodologi proskep . didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. . Schein E.4.Yaitu : 1. Keperawatan adalah ilmu dan kiat -sains terapan ( applied science ) .E.kelompok.ditujukan pada individu. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. keluarga. serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan. memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama. APA ITU PROFESI ????.2. H (1962) Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat.

Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan. jelas wilayah kerja keilmuannya dan aplikasinya..Adanya otonomi 4.Berorientasi pada pelayanan masyarakat 2. standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturanperaturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi Dikatakan juga oleh Shortridge.Ciri-ciri profesi esensial suatu profesi adalah sbb: 1.Memiliki kode etik 5.L. terus menerus dan bertahap 3. Didukung oleh badan ilmu ( body of knowledge ) yang sesuai dengan bidangnya.Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundangundangan 4.Ciri-ciri profesi menurut Winsley. Adanya organisasi profesi.M ( 1985 ). Mari kita lihat apakah Keperawatan termasuk PROFESI.(1964 ): 1.Pelayanan keperawatan yang diberikan didasarkan pada ilmu pengetahuan 3.??? .Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana. 2.

3. MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PRAKTIK DALAM BIDANG PROFESI. MEMPUNYAI BODY OF KNOWLEDGE Tubuh pengetahuan yang dimiliki keperawatan adalah ilmu keperawatan ( nursing science ) yang mencakup ilmu ilmu dasar ( alam. Oleh karena itu sistem pemberian askep dikembangkan sebagai bagian integral dari sistem pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdapat di setiap tatanan pelayanan kesehatan. Pelayanan/ askep yang dikembangkan bersifat humanistik/menyeluruh didasarkan pada kebutuhan klien. PENDIDIKAN BERBASIS KEAHLIAN PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI. 5. Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan . Keperawatan dikembangkan sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional. .ilmu kesehatan masyarakat. PEMBERLAKUAN KODE ETIK KEPERAWATAN. Keperawatan harus memiliki organisasi profesi.ilmu keperawatan dasar.perawat profesional selalu menunjukkan sikap dan tingkah laku profesional keperawatan sesuai kode etik keperawatan.ilmu biomedik. Di Indonesia berbagai jenjang pendidikan telah dikembangkan dengan mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda mulai D III Keperawatan sampai dengan S3 akan dikembangkan. sosial. 4. perilaku ). 2. MEMILIKI PERHIMPUNAN/ORGANISASI PROFESI.organisasi profesi ini sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pengembangan citra keperawatan sebagai profesi serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun keperawatan profesional dan berada di garda depan dalam inovasi keperawatan di Indonesia.ilmu keperawatan klinis dan ilmu keperawatan komunitas.1.berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan etika keperawatan.

Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik. dan tanggung jawab untuk mengatur kehidupan profesi.mencakup otonomi dalam memberikan askep dan menetapkan standar asuhan keperawatan melalui proses keperawatan. DENGAN MELIHAT DEFINISI.1239 Tahun 2001 ) 7. SUMBER KLIK DISINIKonsep model Self Care Theory 11 September 2008 17:04PENDAHULUAN Keperawatan sebagai pelayanan profesional. dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. MOTIVASI BERSIFAT ALTRUISTIK Masyarakat profesional keperawatan Indonesia bertanggung jawab membina dan mendudukkan peran dan fungsi keperawatan sebagai pelayanan profesional dalam pembangunan kesehatan serta tetap berpegang pada sifat dan hakikat keperawatan sebagai profesi serta selalu berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis. OTONOMI Keperawatan memiliki kemandirian.6. Langkah-langkah yang harus dilakukan perawat dalam memilih model keperawatan yang tepat untuk kasus spesifik adalah sebagai berikut : . dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh.riset keperawatan dan praktik keperawatan dalam bentuk legislasi keperawatan( KepMenKes No.wewenang. antara lain dengan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan dan tiap model dapat digunakan dalam praktek keperawatan sesuai dengan kebutuhan. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan dan ketrampilan berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien. memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variabel-variabel utama yang mempengaruhi situasi klien.CIRI PROFESI YANG TELAH DISEBUTKAN DIATAS DAPAT KITA ANALISIS BAHWA KEPERAWATAN DI INDONESIA DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI SUATU PROFESI.penyelenggaraan pendidikan.

Orem. pola hidup dan aktifitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami keunikan klien. kesehatan dan kesejahteraannya sesuai keadaan. definisi konsep dan hubungan antar konsep. . Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson s units (keluarga. teori self care deficit dan teori nursing system. 2. baik sehat maupun sakit (Orem s 1980). kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care. LANDASAN KONSEP MODEL / TEORI KEPERAWATAN SELF CARE A. salah satu diantaranya adalah model self care yang diperkenalkan oleh Dorothea E.1. II. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul Nursing Conceps of Practice Self Care . Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa asumsi yang melandasi. Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien. umur. Pengertian Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem s adalah : Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. Dari beberapa model konsep.

Pada dasarnya diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebutuhan itu sendiri. Sehat : Kemampuan individu atau kelompok memenuhi tuntutan self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas struktural fungsi dan perkembangan. Keperawatan : Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu. c. Keyakinan Orem s tentang empat konsep utama keperawatan adalah : a. d. pemulihan dari sakit/trauma atau coping dan efeknya. B. Lingkungan : Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk di dalamnya tetapi tidak spesifik. fungsi dan perkembangan. keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan seft care yang mencakup integrias struktural. Orem s mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. b. kecuali bila tidak mampu. Klien : Individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan self care untuk hidup dan sehat. Keyakinan dan nilai-nilai 1. . Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas.

yaitu : a. Universal self care requisite : Keperluan self care universal ada pada setiap manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusian dan proses kehidupan.Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses-proses eleminasi dan exrement.Pemeliharaan kecukupan intake cairan .Mencegah ancaman kehidupan manusia.Pemeliharaan kecukupan intake makanan .Pemeliharaan keseimbangan antara solitut dan interaksi sosial . Universal self care requisite yang dimaksudkan adalah : . Tiga kategori self care Model Orem s.Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat . biasanya mengacu pada kebutuhan dasar manusia.2.Pemeliharaan kecukupan intake udara . meyebutkan ada beberapa kebutuhan self care atau yang disebutkan sebagai keperluan self care (sefl care requisite). fungsi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia. . .

. Tujuan Tujuan keperawatan pada model Orem s secara umum adalah : 1. yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan. b. Health Deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang tidak sehat dan merupakan kebutuhan-kebutuhan yang menjadi nyata karena sakit atau ketidakmampuan yang menginginkan perubahan dalam perilaku self care.. ini berarti menghilangkan self care deficit. dan ini timbul dari pengaruh peristiwa-peristiwa pada keperluan universal self care antara lain : Sewaktu ada keinginan untuk mengasuh dirinya sendiri dan seseorang itu mampu untuk menemukan keinginannya. Orem s mendiskripsikan dua kategori dibawah ini sebagai keperluan self care (self care requisites). Developmental self care requisite : terjadi berhubungan dengan tingkat perkembangan individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal. 2. Tetapi bila keinginan itu lebih besar dari kapasitas individual atau kemampuan untuk menemukannya.Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan kedalam kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang. c. C. Menurunkan tuntutan self care kepada tingkat dimana klien dapat memenuhinya. terjadilah ketidak seimbangan dan ini dikatakan sebagai self care deficit. Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care. keterbatasan seseorang dan keinginan seseorang untuk menjadi normal. maka self care itu dimungkinkan.

Menolong klien bergerak kearah tindakan-tindakan asuhan mandiri 3. Aspek Prosedural : Melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. Tujuan kepewatan pada model Orem s yang diterapkan kedalam praktek keperawatan keluarga /komunitas adalah : 1. e. Aspek Tehnis : Mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan dirumah. oleh karenanya self care deficit apapun dihilangkan. c. Jika ketiganya diatas tidak ada yang tercapai. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara therapeutik. Aspek Sosial : Hubungan keluarga dengan masyarakat di sekitarnya. perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien. . Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan secara kompeten.3. 2. Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada Model Orem s yang diterapkan pada praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah : a. Aspek Interpersonal : Hubungan didalam keluarga b. 4. Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan depenent (dependent care) jika self care tidak memungkinkan. misalnya melakukan tindakan kompres secara benar.

Partially Compensatory : Bantuan sebagian. b. Supportive Education : Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari. 2. dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit atau kecelakaan. Wholly Compensatory : Bantuan secara keseluruhan. Pengetahuan dan Ketrampilan untuk Praktek Perawat menolong klien untuk menemukan kebutuhan self care dengan menggunakan tiga kategori dalam system keperawatan dan melalui lima metode bantuan. c. agar mampu melakukan perawatan mandiri. Kategoi Bantuan : a. dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungannya dan tidak berespon terhadap rangsangan. 1.D. Metode Bantuan Perawat membantu klien dengan menggunakan sistem dan melalui lima metode bantuan yang meliputi : .

Acting atau melakukan sesuatu untuk klien b. atau pelayanan sosial dan penyuluhan yang dibutuhkan atau yang diterima. Untuk melaksanakan hal tersebut. b.a. lima area utama untuk praktek keperawatan di diskripsikan sebagai berikut : a. Mensupport klien e. Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang. Mengajarkan klien c. Merespon keperluan klien. Menetapkan jika dan bagaimana klien dapat dibantu melalui perawatan. keluarga atau kelompok sampai klien dapat diizinkan pulang dari perawatan. keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak dengan perawat dan asisten. c. . Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan sehari-hari klien. mengarahkan klien d. d. pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima. Masuk kedalam dan memelihara hubungan perawat klien dengan individu.

Ny. Sejak suaminya meningal ia tidak lagi melakukan aktifitas karena kurangnya keinginan / minat. Model konsep / teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehnya sendiri kecuali jika tidak mampu. BB : 70 Kg. M. Ny. Asuhan keperawatan dengan pemilihan model konsep / teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik klien dapat memberikan asuhan keperawatan yang relevan.Ibu Ny. M dan suaminya menikmati aktifitas sosial seperti main bridge dan koleksi barang-barang antik. PENUTUP Dengan mempelajari model konsep / teori keperawatan sebagaimana disampaikan dimuka maka dapat disimpulkan betapa perawat harus memahami apa yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat memperoleh haknya secara tepat dan benar. . Ia seorang perokok. Akhir-akhir ini dia tidak melakukan latihan secara teratur dan makan makanan fast food selama jam kerjanya dan bekerja 12 jam / hari serta makan hingga larut malam sebelum waktu istirahat. TB : 160 cm. Untuk dapat menerapkan model konsep / teori keperawatan ini diperlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang terapeutik. Menikah selama 25 tahun dan janda sejak 6 bulan yang lalu. M meninggal karena stroke dan bapaknya meninggal karena serangan jantung saat usianya 50 tahun. (48 tahun ). sehari menghabiskan 1 ½ bungkus. Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan.III.

5. gaya hidup dan status kesehatan. 4. Kapasitas individu untuk melakukan self care. Laboratorium : cholesterol dalam darah 280 mg/dl. Pandangan individu terhadap kesehatan dirinya.40 F. Pandangan dokter terhadap kesehatan individu 3. P : 30 x/ mnt. dia diramalkan kemungkinan menderita serangan jantung. Pengkajian (Assessment) : Perawat mengumpulkan data meliputi 6 area. Suhu : 98. Tujuan kesehatan dalam konteks riwayat kehidupan. Status kesehatan perseorangan. . Dokter menganjurkan : untuk menurunkan berat badan sekitar 20 kg. tetapi mengingat bahwa dia memiliki pengetahuan yang tidak adekuat tentang dasar-dasar nutrisi dan tidak mempunyai motivasi untuk menurunkan berat badan.Hasil pemeriksaan tahunnya yang dilakukan dua minggu lalu : Tanda tanda vital : TD : 138/86 mm Hg. 2. Memenuhi syarat personal untuk self care. yaitu: 1. 6. N : 92 x / mnt.

. ketrampilan. Haruskah klien ditolong supaya tidak melakukan self care atau melindungi dengan segala kemampuan perkembangan self care untuk tujuan terapi. 2. kolesterol 280 Mg / dl. agama katolik. 4. Dalam tahap ini perlu mencari jawaban terhadap pertanyaan di bawah ini : 1. 3. Terapi apakah yang dibutuhkan untuk perawatan saat ini dan yang akan datang. Apakah klien mempunyai kekurangan dalam memenuhi self care. banyak mengkonsumsi lemak. . air dan makanan. Jika ada. makan sampai larut malam. motivasi dan orientasi. pekerjaan staf pengajar di Universitas. A. suku bangsa Italia. 2. TB. 5. Apakah yang menjadi potensial klien untuk melakukan self care dimasa yang akan datang. BB : 70 Kg . perempuan. Kategori kebutuhan universal self care : . konsumsi jumlah kalori yang dibutuhkan. Personal faktor Umur 48 tahun.Menampakkan tidak adekuatnya intake udara. Janda. Analisa Kasus 1.Pengumpulan data meliputi pengetahuan individual. apa alasan dan latar belakang terjadinya kekurangan untuk self care.160 Cm.

Self care deficit : . Kategori Developmental Self Care : .Ny. Anjuran Dokter : Memonitor kolesterol dan tanda-tanda vital.Riwayat keluarga : Ibu Ny.Kurangnya aktivitas sosial 4. 6. . M.Ny.Tidak punya suami (widowed) . ayah meninggal karena serangan jantung pada usia 50 tahun. 3. memperlihatkan ketidak seimbangan ativitas dan istirahat serta latihan. peningkatan kolesterol. 5. kurangnya latihan dan riwayat keluarga. M kurang pengetahuan tentang faktor faktor risiko dan gangguan fungsi kardiovaskuler. berkeja 12 jam / hari. Kategori Health Deviation : Risiko terjadi penyakit kardiovaskuler berhubungan dengan kegemukan. M meninggal karena stroke. menurunkan intake kolesterol dan meningkatkan latihan.Merokok 1 ½ bungkus perhari.. . mengkonsumsi makanan siap saji. . Masalah medis dan perencanaan : Diagnosa obesitas dengan risiko untuk terjadi penyakit kardiovaskuler dan rendahnya motivasi untuk menurunkan berat badan. perokok. penurunan interaksi sosial.

. Diagnosa Keperawatan : Risiko gangguan fungsi kardiovaskuler berhubungan dengan kurang pengetahuan klien yang dimanifestasikan dengan gaya hidup dan risiko serangan jantung atau stroke. : Memberikan pedoman.Metode Bantuan pengembangan lingkungan. mempunyai kemauan untuk memelihara diet makanan harian tiap 3 hari.Design Nursing System : Support Education (Pendidikan Kesehatan . mengajarkan dan ketentuan 3. Rencana keperawatan : . Proses Keperawatan 1.Pengetahuan dasar dan gaya hidup Ny. - Ny. M dapat meningkatkan risiko untuk serangan jantung atau stoke.Tujuan : Menurunkan risiko terjadinya gangguan kardiovaskuler. . 2. support. Implementasi Sepakati bersama untuk mencapai tujuan menurunkan kolesterol. M. B.

telah memilih jenis makanan rendah kolesterol. mempunyai kemauan untuk mengetahui kandungan kolesterol dalam fast foods. . Tumbuh/ pertumbuhan ..Ny. M. M. mengalami penurunan self care dificit. M. sudah turun (normal). SUMBER KLIK DISINIPERUBAHAN DALAM KEPERAWATAN11 September 2008 17:02Pengertian Dasar: Beranjak dari status quo Pengertian Praktis: 1. 4. - Menentukan bersama menu makanan. - Menganalisa bersama makanan sehari-hari dan bagaimana mengkonsumsikannya. Evaluasi . M mengeti tentang gaya hidupnya dan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke? - Apakah Ny. M.Apakah Ny. mempunyai kemauan untuk mempelajari kolesterol dan pengaruhnya terhadap fungsi kasdiovaskuler. M. - Apakah Ny. - Apakah support educative system efektif dalam meningkatkan self care pada Ny. M. M. - Apakah kadar kolesterol Ny. - Ny. mempunyai kemauan untuk mempelajari jenis makanan rendah kolesterol dan bagaimana menurunkan kadar kolesterol.Ny.

Kembang/ perkembangan/ berkembang 3. Pergolakan/ pergerakan/ mobilitas masyarakat 6. Perubahan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini . tradisional-modern 5. Berpikir/ berkehendak/ berupaya/ belajar Faktor Yang Mendukung Perubahan 1. Perubahan dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh target berubah 2.tumbuh-kembang-mati 3. Lahir. Berubah dan proses berubah menyetu dengan hidup dan kehidupan manusia 2. Pembaharuan/ inovasi/ modernisasi 6. Gerak/ pergerakan/ bergerak 4. sehat-sakit 4. Hidup Berubah (Change) An act of process that makes something or someone different in some way The process og moving from one system to another Transition to a different end Sifat Kejadian 1. Berubah dan proses berubah merupakan proses yang berkelanjutan Berubah dan Manusia/ Masyarakat 1.2. Budaya-tata nilai. Lahir-tumbuh-kembang-dewasa-pembiakan 2. Berubah dan proses berubah menyatu dengan alam semesta 3. Transformasi/ peralihan/ beralih 5. Senang-susah.

sosial. Menolak: a. Evaluasi sebagai bagian dari proses berubah Respon Terhadap Perubahan 1. takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability) b. Perubahan dilakukan pada skala kecil dulu evaluasi dan antisipasi permasalahan pada skala besar 6. takut akan kehilangan pengaruh c. Menerima dan mendukung 2. Tidak menerima . organisasional 2. takut akan kehilangan respect.3. takut kehilangan reward. mengadakan perubahan/ mengadakan penyempurnaan . dukungan. Target berubah dilibatkan sejak fase awal 5. mengadakan penyelidikan dan eksplorasi 3. Komunikasi terbuka antara target berubah & inovator (change agent) 8. Perubahan sederhana dan konkrit 4.tidak mendukung 3. Pemimpin dan tokoh kelompok dilibatkan 7. benefit e. merubah keseimbangan personal. kasih sayang f. takut gagal PERLU KESEIMBANGAN ANTARA PERUBAHAN & STABILITAS PERUBAHAN SECARA RADIKAL SERING MENEMUI HAMBATAN Manusia dan Proses Berubah Pada hakekatnya manusia mempunyai kebutuhan untuk: 1. takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency d.

sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol . dapat dikontrol . Perubahan yang direncanakan Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. Perubahan ditinjau dari sifat proses: 1. Perubahan Spontan . Perubahan pada perkembangan perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu. menerapkan ide-ide baru dan konsep-konsep baru 5. and we are changed within them kita adalah bagian dari perubahan/ berubah itu sendiri Macam Proses Perubahan A. mengusahakan untuk mencapai hal-hal yang kelihatannya belum dicapai berubah merupakan bagian dari hidup dan kehidupan manusia berubah menyatu dengan hidup dan kehidupan manusia berubah merupakan cara hidup manusia change > a way of life the time are changed.4.perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya 2. kelompok dan organisasi dalam pertumbuhanperkembangan 3.

Melalui penyediaan informasi yang cukup . Perubahan berencana . Perubahan paksaan (coerced change) .Adanya sikap positif terhadap inovasi . Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan 1.Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan .Memerlukan kekuatan personal (personal power) C. Perubahan acak/ kacau .Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan.menyesuaikan kegiatan dengan tujuan . satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.B. menerima dampak/ efek perubahan itu sendiri . sesuai dengan tujuan yang akan dicapai 2.Timbulnya komitmen 2.Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan Asal dari Perubahan Tiga klasifikasi utama asal perubahan/ berubah.Melalui perubahan total dari organisasi . Perubahan partisipatif . Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan 1.

Menghilangkan pola perilaku lama (eliminating of old behavioural pattern) Menghilangkan/ menghapus pola perilaku lama 6. Perubahan teknologikal . Membentuk/ membangun kembali (restructuring) Membentuk/ membangun kembali sesuatu yang lain. Memperkuat pola perilaku lama (reinforcing of old behavioural pattern) Memperkuat keberadaan/ dianutnya pola perilaku lama Bentuk Berubah Ditinjau dari Proses Terjadinya Perubahan (Bennis W) Bentuk/ tipe berubah ditinjau dari bentuk proses yang terjadi pada proses perubahan . dengan bahan/ sumber yang ada 5. pada perubahan tingkah laku 1.Bioteknologi .Perubahan kedudukan institusi 2.Perubahan pendangan/ keyakinan tentang hidup dan kehidupan Tipe Berubah Yang Terdapat pada Proses Adaptasi/ Adopsi (Havelock) Tipe atau bentuk berubah yang diperlukan sehingga dapat terjadi adaptasi atau adopsi. Substitusi (substitution) Hal yang diintroduksikan merupakan substitusi/ pengganti dari hal yang sudah ada 2. Penambahan (addition) Hal yang diintoduksikan menambah/ merupakan tambahan hal yang sudah ada 4. Perubahan perilaku sosial . Perubahan (alteration) Hal yang diintroduksikan merubah/ mengadakan perubahan dari hal yang sudah ada 3.Penemuan-penemuan teknologi jet. komputer.Perubahan struktur pendidikan . Perubahan struktural-institusional . televisi 3.1.Perubahan struktur organisasi .

Perubahan secara indoktrinasi (indoctrination change) Menetapkan tujuan secara cermat bersama. akan tetapi tanpa rumusan tujuan perubahan yang tidak direncanakan.direncanakan bersama secara kolaboratif antara klien dan change agent 2. Perubahan secara interaksional (interactional change) Urunan kekuatan. Perubahan secara paksaan (coercive change) Menetapkan tujuan sepihak dengan kekuatan unilateral dan kontrol 4. aksidental Strategi Berubah (Chin & Benne) bagaimana mengadakan perubahan rangkaian kegiatan dalam mengadakan perubahan 1.Apa tujuan berubah . akan tetapi tujuan dicapai secara bersama/ kolaboratif 7. Strategi rasional-empirik (empirical-rational strategies) . Perubahan secara sosialisasi (socialization change) Kekuatan unilateral.Apa yang harus dirubah . tujuan tidak dirumuskan dengan benar 8. Perubahan secara alami (natural change) Urunan kekuatan. tanpa menanyakan tentang nilai tujuan Berdasarkan pengumpulan dan analisa data 5.1.Bagaimana harus berubah . Perubahan secara teknokratik (tchnocratic change) Dengan urunan kekuatan (shared power) menetapkan tujuan unilateral. satu pihak menetapkan tujuan dan pihak lain membantu mencapai tujuan. Perubahan secara menirukan (emultif change) Kekuatan unilateral. Perubahan berencana (planned change) . akan tetapi dengan kekuatan sepihak/ unilateral (unilateral power) 3. dalam keadaan dimana tujuan tidak terlalu dipikirkan 6.

kelompok. ke dalam kehidupan sistem klien.Norma sosiokultural didukung oleh sikap dan sistem nilai individual .Pelibatan klien dalam proses penyusunan proses berubah. diperlukan orang yang tepat untuk jabatan/ posisi yang tepat (the right person in the right position) . sebagai kondisi untuk mengadakan penyelesaian masalah . relevan dan benar Pendekatan ini brtolak pada pandangan bahwa people technology sama pentingnya dengan thing technology dalam mengadakan perubahan yang baik dalam persoalan manusia 3. intervensi yang didasarkan pada penerapan teori berubah yang mantap. harus dibawa ke permukaan . Strategi paksaan .kekuatan (power coercive approaches) .Unsur-unsur yang tidak disadari memberi saham/ mempunyai pengaruh pada penyelesaian masalah. dan oleh komitmen individual terhadap norma-norma tersebut . baik individu.System analysts sebagai staf dan konsultan. nilai norma.Change agent harus mempelajari cara intervensi timbal balik dan kolaboratif . organisasi atau komuniti .Bentuk strategi coercive lainnya adalah dengan menggunakan moral power dan political power: . terutama yang berhubungan dengan kesukaran/ masalah sistem 2. diyakini bahwa perubahan itu diperlukan . melalui intervensi langsung dari change agent .Riset dasar dan desiminasi ilmu pengetahuan melalui pendidikan umum.Pemilihan personel dan penggantian dari mereka yang tidak sesuai dengan posisi yang diduduki..Pola kegiatan dan perbuatan didukung oleh norma sosiokultural.Didasarkan pada penggunaan kekuatan/ kekuasaan pada umumnya didasarkan pada sanksi ekonomi dan politik . dan hubungan internal/ eksternal dari sistem klien.Pendekatan normatif-reedukatif untuk mengadakan perubahan.Beberapa elemen yang lazimnya terdapat pada pendekatan ini: .Asumsi dasar: manusia adalah rasional . didasarkan pada: .Metode dan konsep ilmu perilaku merupakan sumber yang digunakan change agent dan klien secara selektif. Strategi reedukatif normatif (normative-reeducative strategies). dan yang mungkin memerlukan perubahan arau reedukasi. cara klien melihat dirinya sendiri dan melihat masalahnya harus diperhatikan dan dipadukan dengan pandangan change agent .Melihat kemungkinan bahwa masalah terletak pada sikap.

Gejala klinis : Mungkin tidak ditemukan tanda klinis Bengkak dan memar daerah pinggang (swelling & bruising renal angle).. Kelainan skrotum dan isinya. Transplantasi ginjal. hematuri .Mengimplementasikan proyek perubhan (change project) . Tahikardi dan hipotensi oleh karena hipovolemia Hematuri. Dapat terjadi ileus.Mengadakan perbaikan strategi (bila diperlukan) . Distensi abdomen akibat penimbunan darah atau urine. Diagnosis: Lab .Mengadakan evaluasi hasil perubahan/ berubah .Memformulasikan rekomendasi untuk kegiatan masa depan atau modifikasi SUMBER KLIK DISINIKelainan Traumatik. Respiratory distress akibat penekanan diafragma. Neoplasma.urine.Melalui rekomposisi dan manipulasi kelompok penguasa (power elite) .11 September 2008 16:57Kelainan Traumatik GINJAL Penyebab : Truma tajam atau trauma tumpul Dapat menjadi bagian dari multiple trauama.Mengadakan observasi dan mengendalikan/ mengatasi hambatan .Menggunakan institusi politik .

Produksi urine tiap hari di evalauasi. dilakukan bila: Traumanya berat dan ada pergeseran ginjal. Perdarahan yang tidak teratasi. Terapi : Konservatif ( Conservative management). Cedera akibat operasi bedah atau operasi obstetry dan gynekologi. Terjadi fistula. Terapi konservatif tidak membaik. Hemodinamik ( Nadi dan tekanan darah) di monitor Evaluasi renal area adanya memar atau pembengkanan yang bertambah. . KELAINAN TRAUMATIK URETER Penyebab : Trauma tajam pada kasus multi trauma. USG. Bedah (Surgical management). Diagnosis: IVP. Gejala : Nyeri daerah ginjal akibat adanya sumbatan ureter Olygouria / anuria. Antibiotik dan analgesik. Dilakukan bersama-sama laparotomi.Intravenous pyelografi (IVP). Trauma ginjal terbuka. USG. ureterovaginal fistula. Total bed rest.

tanda-tanda shock. Eksplorasi. Tachicardi. Gejala klinis Umum / general: Shock. tidak bisa buang air kecil.Terapi : Parsial stenosis : dilatasi catater ureter. Lokal: Peritonismus. bengkak dinding abdomen. Spontan. Perdarahan uretra. cystoscopy. foto polos abdomen dengan tanda-tanda fraktur pelvis. Hematuria. Odem skrotum / labium. Endoskopi. Tindakan operasi : hysterektomi. reseksi anatomose end to end. Tidak bisa buang air kecil Diagnosis : Klinis: Riwayat tauma.Demam. operasi colon / rectum. KELAINAN TRAUMATIK KANDUNG KEMIH / BLADDER Penyebab: Multiple trauma adalah penyebab paling sering menyebabkan cedera pada kandung kemih. Radiology: Cystografi. Terapi : Perbaikan hemodinamik Operasi Antibiotik Komplikasi : . Hipotensi. operasi hernia / operasi vagina.

. Diagnosis: Foto Uretrografi. Cedera tulang pelvis. Ruptur uretra posterior. darah pada meatus uretra eksternus. Terapi: Sistosmtomi. Persalinan lama Ruptur yang spontan (biasanya didahului oleh striktur uretra) Gejala klinis Tergantung derajat kerusakan. pada rectal toucher ditemuka floating prostat . tidak boleh dipasang kateter. Osteitis pubis KELAINAN TRAUMATIK URETRA Penyebab : Batu uretra. Trauma dari luar: Straddle injury. KELAINAN TRAUMATIK PENIS Penyebab : Trauma tumpul / trauma tajam / terkena mesin pabrik. benda asing Instrumentasi pada uretra. Operasi uretroplasti. dapat menyebabkan kesulitan atau tidak bisa buang air kecil. mengenai uretra posterior.Peritonitis Infeksi Pelvis dan kandung kemih Infeksi ginjal Infeksi scrotum dan epididimis Fistula . biasanya mengenai uretra anterior. Perdarahan uretra.

atau tumor sekunder dari metastase tumor lainnya. Klasifikasi tumor ginjal Koteks ginjal : (Jinak : Adenoma. 3 % tumor ganas pada dewasa. Bahan-bahan kimia. Adenokarsinoma. (Ganas . Hamartoma. Nama lain tumor Grawitz. ( Evakuasi hematome. Tumor ginjal bisa berupa tumor primer. Tembakau / rokok.Gejala klinis :Hematoma pada penis disertai rasa nyeri. . Diagnosis :Kavernosografi Terapi :Operasi. hipernefroma Insiden: Dekade 5-7. Etiologi: Banyak Faktor. NEOPLASMA GINJAL Tumor ginjal merupakan tumor urogenital ketiga terbanyak setelah tumor prostat dan tumor kandung kemih. Nefroblastoma) Sistem saluran: Jinak : Papiloma. NEOPLASMA SALURAN KEMIH ADENOKARSINOMA GINJAL Tumor ganas parenkim ginjal yang berasal dari tubulus proksimal ginjal. Lipoma. penjahitan tunika albugenia). Onkositoma). Ganas : Tumor pelvis renalis.

NEFROBLASTOMA Adalah tumor ginjal yang banyak menyerang anak-anak terutama pada usia kurang 10 tahun. Immmunoterapi. Neoplasma saluran kemih Nefroblastoma. terbebasnya pirogen endogen / nekrosis tumor Anemi Hipertensi. Sering diiukuti kelainan bawaan seperti : Aniridia Hemihipertropi Anomali organ urogenital.Gejala klinis . USG. tidak efektif karena tumor tidak sensitif terhadap radiasi.5 tahun. dilakukan nefrektomi radikal yaitu mengangkat ginjal beserta kapsula gerota. Radiasi eksterna. Hormonal. tidak banyak memberi manfaat. dengan hormon progestagen hasilnya belum banyak diketahui. Ct scan Abdomen Terapi: Nefrektomi. IVP. sering pada usia 3. masih dalam uji coba. Diagnosis: Gejala klinis. terjadi A-V shunt pada massa tumor Tanda-tanda metastasis ke paru dan hepar. dengan interferon dan interleukin pemakaiannya sangat terbatas karena mahal. Sering disebut juga tumor Wilm atau karsinoma sel embrional. Febris. Gejala klinis : . Sitostatika.

1. mungkin nonvisualized. TUMOR URETER Tumor ureter sangat jarang. Gejala klinis: Nyeri pinggang. bersifat radiosensitif. angka kejadian kurang 1 % dari tumor urogenital. IVP. . menunjukkan adanya distorsi sistem pelviokalises. Sitostatika. masih dapat dieksisi sempurna.Hematuri kambuhan. Radiasi eksterna. 75 % maligna. 4. ada bejolan diperut atas Kencing berdarah Hipertensi. Gejala obstruksi oleh tumor. Metastase hematogen 5. Terapi: Radikal nefrektomi. 3. Stadium . menurut NWTS ( National Wilm s Tumor Study) ada 5 stadium. 2. Tumor bilateral. Tumor terbatas pada ginjal.Anak dibawah kedokter karena perut membesar. kombinasi antara Actinomisin D dengan Vincristine hasilnya cukup baik. Tumor meluas kejaringan sekitar. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari biopsi atau ruptur yang terjadi sebelum / selama operasi. Diagnosis : USG. terdapat massa retropreritoneal sebelah atas. dapat dieksisi sempurna.

Udema tungkai. ditemukan filling defect.Diagnosis: IVP (ditemukan filling defek didalam lumen ureter. rokok mengandung amin aromatik dan nitrosamin. MRI. pekerja dipabrik kimia. mengangkat ginjal. selebihnya merupakan karsinoma sel squamosa dan adenokarsinoma. Etiologi / faktor resiko: Pekerjaan. CT scan. kambuhan dan seluruh proses miksi. untuk pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan resiko karsinoma buli-buli. laboratorium ( senyawa amin aromatik ) Perokok. bekuan darah. pemanis buatan dan obat-obatan. ureter beserta cuff buli-buli sebanyak 2 cm disekeliling muara ureter. atau nonvisualized ginjal). hidronefrosis. Terapi: Nefroureterektomi. Kopi. . Retensi urine akibat. Infeksi saluran kemih. Uretroskopi (untuk melihat tumor sekaligus biopsy). Diagnosis .Coli dan proteus Spp menghasilkan karsinogen. TUMOR BULI-BULI / KANDUNG KEMIH Merupakan keganasan kedua setelah karsinoma prostat. IVP. hidronefrosis bila terjadi infiltrasi tumor ke muara ureter. E. akibat penekanan saluran limfe atau pembesaran kelenjar limfe di pelvis. Dua kali lebih banyak pada laki-laki dari wanita. Histopatologi : 90 % merupakan karsinoma sel transisional. Gejala klinis : Hematuri tanpa keluhan nyeri ( painless).

Instilasi intra vesika dengan obat-obat : Mitomisin C. hematuri. PROSTAT Merupakan keganasan yang terbanyak. hormon androgen dari sel leydic testis dan adrenal Diet dan lingkungan Infeksi. retensi urine. Siklofospamide. meningkatnya umur harapan hidup. Gejala klinis : Gejala obstruksi saluran kencing. Sistektomi radikal. MRI dan bone scanning. hidronefrosis dan gagal ginjal. fraktur patologi dan edema tungkai. paraplegi. Etiologi : Predisposisi genetik Pengaruh hormonal. penegakan diagnosis yang lebih baik dan kewaspadaan yang tinggi. Terapi : . Keluhan akibat metastasis. Insiden meningkat karena. Diagnosis : PSA ( prostat spesifik antigen) USG trans rektal CT scan. Radiasi eksterna. 5 FU.Terapi : Reseksi buli-buli. nyeri pada tulang.

TUMOR PENIS . Radiasi : jenis seminoma respon terhadap terhadap terapi.Observasi. Tauma testis Atropi /infeksi testis Hormonal : pemberian estrogen selama kehamilan akan meingkatkan kemungkinan terjadinya tumor testis pada anak laki yang dikandungnya. Human Chorionik Gonadotropin. Radiasi. Terapi : Tidak diperbolehkan biopsi tumor. Gejala klinis : Pembesaran testis. tidak nyeri. Petanda tumor: Alfa Feto protein suatu glikoprotein yang diproduksi oleh sel tumor. menghilangkan sumber androgen dengan operasi atau medikamentosa. Diskesi kelenjar retroperitoneal dan para aorta. Prostatektomi radikal. suatu protein yang diproduksi oleh jaringan trofoblas. TESTIS Biasa ditemukan pada usia 15 35 tahun.: Etiologi : Maldescendus testis. stad awal dengan harapan hidup kurang dari 10 tahun. vinblastin dan Bleomisin. nonseminoma tidak respon Sitostatika : Sisplatinum. Hormonal. padat dan tidak menunjukkan tanda illuminasi. Orkiektomi.

tetapi bila tetap membesar dilakukan diseksi kelenjar limfe inguinal bilateral. Radieasi eksterna. yang masih terbatas pada preputium Penektomi parsial. Pembesaran kelenjar limfe inguinal yang nyeri karena infeksi Diagnosis: Biopsi lesi primer. hasilnya tidak memuaskan. Terapi : Menghilangkan lesi primer : Sirkumsisi. Sirkumsisi mengurangi kejadian karsinoma penis Gejala klinis : Tumor yang kotor. beberapa ahli menganjurkan pemberian antibiotik 4 -6 minggu. Topikal dengan kemoterapi Terapi kelenjar limfe regional. . ulserasi serta perdarahan. Etiologi : Hygiene penis yang kurang bersih. Penektomi total dan ureterotomi perineal. glans dan shaft penis. yang paling banyak ditemukan. bila menghilang tidak dilakukan diseksi. Berasal dari kulit preputium.Tumor penis terdiri dari : Karsinoma sel basal. angkat tumor beserta jaringan sehat sepanjang kurang lebih 2 cm dari proksimal tumor. berbau dan sering mengalami infeksi. Melanoma Tumor parenkim Karsinoma sel squamous. pencitraan dibutuhkan untuk menentukan penyebaran tumor.

TESTIS MALDESENSUS Pada masa janin testis berada di rongga abdomen dan beberapa saat sebelum bayi lahir. Apabila proses tidak bejalan normal maka terjadi maldesensus. Hal ini mengakibatkan kerusakan sel-sel epitel germinal testis. USG untuk mencari lokasi testis kadang sulit. CT scan dan MRI Terapi: Testis diturunkan dengan pembedahan maupun medikamentosa. Diagnosis : Secara klinis. . Gejal klinis : Tidak ditemukan testis di rongga scrotum. Flebografi untuk mencari plexus pampiniformis. Kulit scrotum mengalami hipoplasi karena tidak pernah ditempati scrotum. Etiologi: Kelainan pada gubernakulum testis. Kelainan intrinsik testis Defisisnesi hormon gonadotropin yang memacu proses desensus testis. Patofisiologi: Suhu rongga abdomen lebih kurang 1 0 C lebih tinggi dari suhu di dalam rongga scrotum. HIDROKEL Penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan visceralis tunika vaginalis testis. sehingga testis abdominal selalu mendapatkan suhu yang lebih tinggi dari testis normal. testis mengalami desensus testikulorum ke kantung scrotum.

Pemeriksaan transilluminasi positif Diagnosis: Klinis dan dapat dibantu dengan USG. Kelainan 15 % pada pria. hidrokelektomi pada orang dewasa. Etiologi : Penyebab secara pasti belum diketahui. VARIKOKEL Dilatasi abnormal dari vena plexus pampiniformis akibat gangguan aliran balik vena spermatika interna.Etiologi : Belum sempurnya penutupan prosessus vaginalis Belum sempurnanya sistem limfatik di scrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Dikenal ada 3 jenis hidrokel : Hidrokel testis Hidrokel funikuli Hidrokel komunikans. Merupakan salah satu penyebab infetilitas pada pria ( 21 41 %). Terapi : Ditunggu sampai usia anak mencapai 1 tahun Operasi ligasi pada anak. . Gejala klinik: Benjolan di scrotum tidak nyeri.

Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri. Ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo. teraba bentukan seperti kumpulan cacing di dalam kantung sebelah cranial testis. Vena spermatika interna kiri lebih panjang dari yang kanan. Varikokelektomi cara Ivanisevich Perkutan dengan memasukkan sklerosing kedalam vena spermatika interna. jika diperlukan pasien diminta melakukan manuver valsava. Terapi : Dilakukan bila ada indikasi terjadi gangguan spermatogenesis. sedangkan bermuara vena cava yang agak miring . cremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen untuk mempertahankan suhu ideal untuk testis. . kemudian palpasi scrotum.Varikokel kiri lebih sering dari verikokel kanan (70-93 %). Patogenesis: Secara fisiologis m. Dibedakan menjadi 3 derajat : Kecil : varikokel dapat dipalpasi setelah manuver valsava. hal ini disebabkan oleh karena vena spermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus. Gejala klinis dan diagnosis : Benjolan diatas testis yang agak nyeri. Sedang : Varikokel dapat dipalpasi tanpa manuver valsava. TORSIO TESTIS Adalah terpuntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. Besar : Varikokel dapat di lihat tanpa manuver valsava.

Sebelum dilakukan tranplantasi. bila organ yang dicangkokkan dipasang pada tempat aslinya. Secara tehnik bedah transplantasi dibedakan 2 macam : 1. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. Pemeriksaan fisik. ginjal arus diperiksa arteriogram ke dua arteri renalis untuk menentukan adanya ginjal dan dalam keadaan anatomi perdarahannya. Donor mayat. ketakutan. Operasi berhasil baik. sementara organ yang rusak tidak dikeluarkan. tes tes laboratorium untuk menentukan ke cocokan antara donor dan resipien. mengembalikan testis keposisi awalnya dengan memutar kearah beralawanan dengan arah torsi. 2.. TRANSPLANTASI GINJAL Transplantasi ginjal pada manusia dilakukan pertama kali oleh Lawler tahun 1950 di Chicago. celana yang terlalu ketat atau trauma yang mengenai scrotum. batuk. bila organ yang dicangkokkan dipasang di tempat lain. dilakukan orchidopeksi bila testis masih viable dan orchiectomi bila testis sudah nekrosis. Biasanya disertai demam. Operasi. Terapi : Detorsi manual. Gejala klinis dan diagnosis : Nyeri hebat dan mendadak di scrotum disertai pembengkakan testis.Adanya kelainan penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsi jika bergerak secara berlebihan seperti : perubahan suhu yang mendadak. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal dari testis kontra lateral. testis membengkak. latihan yang berlebihan. Cara ortotopik. pada torsi yang baru terjadi. tetapi hasil hanya bertahan beberapa waktu saja. . Cara heterotopik. Sementara organ asli diambil terlebih dahulu. Donor untuk tranplantasi ada dua sumber: Donor hidup. Tahun 1954 Murray di Boston melakukan tranplantasi pada saudara kembar monozigot dan hasilnya dapat bertahan lama.

Ginjal donor hidup dapat bertahan lebih lama dibanding donor mayat. Arteri renalis langsung dianastomose secara ujung ke ujung dengan arteri iliaka interna atau secara ujung ke sisi dengan arteri iliaka communis atau iliaka eksterna. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). perdarahan. SUMBER KLIK DISINIBATU SALURAN KEMIH11 September 2008 16:55Batu Saluran Kemih DEFINISI Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. Vena renalis dianastomose secara ujung ke sisi dengan vena iliaka commonis. PENYEBAB Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal.Transplantasi Ginjal Ginjal yang dicangkokkan ditempatkan di ruang retroperitoneal di regio fossa iliaka. Hasil transplantasi tergantung berbagai faktor. Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis. . nefrolitiasis). Tetapi kebanyakan pasien transplantasi ginjal akan membutuhkan transplantasi ke dua atau ke tiga atau terpaksa di dialisis seperti sebelumnya. Anastomosis neoureterosistostomi di buat dengan menembus submukosa untuk mencegah refluks.

mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2. yang menjalar ke perut. bisa tidak menimbulkan gejala. Penderita mungkin menjadi sering berkemih. Jika penyumbatan ini berlangsung lama. Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul. sisanya mengandung berbagai bahan. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.5 sentimeter atau lebih. amonium dan fosfat) juga disebut batu infeksi karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi. biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang. menggigil dan darah di dalam air kemih. Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis. Batu struvit (campuran dari magnesium. Ukuran batu bervariasi. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal. . Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. sistin dan mineral struvit. demam. GEJALA Batu. Jika batu menyumbat aliran kemih. Batu yang besar disebut kalkulus staghorn. bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan. Batu yang menyumbat ureter. perut menggelembung. terutama ketika batu melewati ureter. Gejala lainnya adalah mual dan muntah. air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal.Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium. sehingga terjadilah infeksi. pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. termasuk asam urat. terutama yang kecil.

mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis). ESWL). biasanya tidak perlu diobati. Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. penyumbatan atau infeksi. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. PENGOBATAN Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd. disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas. asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis. jika batu telah terbuang. . sistin. maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera.DIAGNOSA Batu yang tidak menimbulkan gejala. nanah atau kristal batu yang kecil. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya. kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium.

Batu asam urat yang lebih besar. dimana kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggi. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. PENCEGAHAN Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. perlu diangkat melalui pembedahan. Batu tersebut dianalisa dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari). Obat diuretik thiazid(misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru. Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium selulosa fosfat. yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. karena itu diberikan antibiotik. Batu kalsium. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat). .Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. yang menyebabkan penyumbatan. Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkalsiuria. Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih. nefrolitotomi perkutaneus). diberikan kalium sitrat. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy.

yang menyokong terbentuknya batu kalsium. Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. dimana di dalamnya termasuk retrograde pyelography. coklat. kacang-kacangan. karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. percutaneous nephrostomy. asidosis tubulus renalis atau kanker. dan percutaneous lithotripsy. . Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut. Trauma tajam 2. Trauma iatrogenik pada ginjal dapat disebabkan oleh tindakan operasi atau radiologi intervensi. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol. ikan dan unggas. yaitu 1. karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa). Etiologi dan patofisiologi Ada 3 penyebab utama dari trauma ginjal . Dengan semakin meningkatnya popularitas dari teknik teknik di atas. Batu asam urat. sarkoidosis. Trauma tumpul Trauma tajam seperti tembakan dan tikaman pada abdomen bagian atas atau pinggang merupakan 10 20 % penyebab trauma pada ginjal di Indonesia. Trauma iatrogenik 3. seperti hiperparatiroidisme. Dianjurkan untuk banyak minum air putih. keracunan vitamin D. SUMBER KLIK DISINITRAUMA GINJAL11 September 2008 16:48Definisi Trauma ginjal adalah cedera pada ginjal yang disebabkan oleh berbagai macam rudapaksa baik tumpul maupun tajam. merupakan akibat dari mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam. Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain. bisa diberikan kalium sitrat.Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih. merica dan teh). Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah.

Kejadian ini dapat menyebabkan avulsi pedikel ginjal atau robekan tunika intima arteri renalis yang menimbulkan trombosis. Sebagai tambahan. Kedua.insidens trauma iatrogenik semakin meningkat . jika base line dari tekanan intrapelvis meningkat maka kenaikan sedikit saja dari tekanan tersebut sudah dapat menyebabkan terjadinya trauma ginjal. Trauma ginjal biasanya menyertai trauma berat yang juga mengenai organ organ lain. Dengan lajunya pembangunan. Trauma tumpul ginjal dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. Klasifikasi trauma ginjal menurut Sargeant dan Marquadt yang dimodifikasi oleh Federle : Grade I Lesi meliputi Kontusi ginjal Minor laserasi korteks dan medulla tanpa gangguan pada sistem pelviocalices Hematom minor dari subcapsular atau perinefron (kadang kadang) 75 80 % dari keseluruhan trauma ginjal . Ada beberapa faktor yang turut menyebebkan terjadinya trauma ginjal. baik karena trauma langsung ataupun tidak langsung akibat deselerasi. Hal ini menjelaskan mengapa pada pasien yang yang memiliki kelainan pada ginjalnya mudah terjadi trauma ginjal. Trauma tumpul merupakan penyebab utama dari trauma ginjal. Biopsi ginjal juga dapat menyebabkan trauma ginjal . Trauma langsung biasanya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Klasifikasi Tujuan pengklasifikasian trauma ginjal adalah untuk memberikan pegangan dalam terapi dan prognosis. penambahan ruas jalan dan jumlah kendaraan. Trauma tidak langsung misalnya jatuh dari ketinggian yang menyebabkan pergerakan ginjal secara tiba tiba di dalam rongga peritoneum. kerja atau perkelahian. olah raga. Yang ketiga adalah keadaan patologis dari ginjal itu sendiri. trauma yang demikian dapat menyebabkan peningkatan tekanan subcortical dan intracaliceal yang cepat sehingga mengakibatkan terjadinya ruptur. Ginjal yang relatif mobile dapat bergerak mengenai costae atau corpus vertebrae. tetapi kemudian menurun setelah diperkenalkan ESWL. kejadian trauma akibat kecelakaan lalu lintas juga semakin meningkat.

Grade II Lesi meliputi Laserasi parenkim yang berhubungan dengan tubulus kolektivus sehingga terjadi extravasasi urine Sering terjadi hematom perinefron Luka yang terjadi biasanya dalam dan meluas sampai ke medulla 10 15 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade III Lesi meliputi Ginjal yang hancur Trauma pada vaskularisasi pedikel ginjal 5 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade IV Meliputi lesi yang jarang terjadi yaitu Avulsi pada ureteropelvic junction Laserasi dari pelvis renal .

Derajat hematuria tidak berbanding dengan tingkat kerusakan ginjal. Bila hal ini ditemukan sebaiknya diperhatikan keadaan paru apakah terdapat hematothoraks atau pneumothoraks? Hematuria makroskopik merupakan tanda utama cedera saluran kemih. Pada palpasi didapatkan nyeri tekan daerah lumbal.BAB II KELUHAN DAN GEJALA KLINIK Pada trauma tumpul dapat ditemukan adanya jeja di daerah lumbal. sedangkan pada trauma tajam tampak luka. Digestivus ditemukan adanya tanda rangsang peritoneum. dengan intenitas nyeri yang bervariasi. Perlu diperhatikan bila tidak ada hematutia. ketegangan otot pinggang . sedangkan massa jarang teraba. kemungkinan cedera berat seperti putusnya pedikel dari ginjal atau ureter dari pelvis ginjal. Bila disertai cedera hepar atau limpa ditemukan adanya tanda perdarahan dalam perut. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda shock. Nyeri abdomen umumya ditemukan di daerah pinggang atau perut bagian atas . . Massa yang cepat menyebar luas disertai tanda kehilangan darah merupakan petunjuk adanya cedera vaskuler. Bila terjai cedera Tr. Fraktur costae terbawah sering menyertai cedera ginjal.

Menyingkirkan keadaan ginjal patologis pre trauma 3. dapat memperluhatkan gambaran ginjal yang abnomal Kontusi dapat terlihat sebagai massa yang normal ataupun tidak Laserasi minor korteks ginjal dapat dikenali sebagai dfek linear pada parenkim atau terlihat mirip dengan kontusi ginjal Yang lebih penting. daerah yang mengalami kontusi terlihat seperti massa cairan diantara parenkim ginjal . Mengevaluasi keadaan organ intra abdomen lainnya Pada pemeriksaan radiologis dapat ditemukan : Grade I Hematom minor di perinephric . pencitraan IVP pada pasien trauma ginjal grade I dapat menunjukkan gambaran ginjal normal. yaitu 1.BAB III DIAGNOSTIK RADIOLOGI Ada beberapa tujuan pemeriksaan radiologis pada pasien yang dicurigai menderita trauma ginjal. pada IVP. Mengevaluasi keadaan ginjal kontralateral 4. Pada CT Scan. Hal ini tidak terlalu menimbulkan masalah karena penderit grade I memang tidak memerlukan tindakan operasi . Klasifikasi beratnya trauma sehingga dapat dilakukan penenganan yang tepat dan menentukan prognosisnya 2.

Renalis. Yang khas adalah. dimana terlihat gangguan fungsi ekskresi baik parsial maupun total Ada 2 tipe lesi pada pelvis renalis yaitu trombosis A.Grade II Pada IVP dapat terlihat extravasasi kontras dari daerah yang mengalami laserasi Extravasasi tersebut bisa hanya terbatas pada sinus renalis atau meluas sampai ke daerah perinefron atau bahkan sampai ke anterior atau posterior paranefron. Grade IV Grade IV meliputi avulsi dari ureteropelvic junction.dapt diertai dengan hematuria. Arteriografi memperlihatkan 2 fragmen ginjal yang terpisah cukup jauh. Kdang kadang dapat terjadi shock dan sering teraba massa pada daerah flank. CT San biasanya diambil sebagai pemeriksaan penunjang pertama pada psien yang mengalami trauma multiple organ intra abdomen. CT Scan berfungsi sebagai pemeriksaan kedua setelah IVP pada pasien yang pada IVP memperlihtkan gambaran kerusakan luas parenkim ginjal dan pasien yang keadaan umumnya menurun. Sebagai kesimpulan. . Fragmen diantaranya berarti merupaka fragmen yang sudah tidak viable lagi. sampai sekarang belum ada pembatasan yang jelas kapan seorang penderita yang diduga trauma ginjal memerlukan IVP atau CT Scan sebagai pemeriksaan penunjangnya. fraktur parenkim ginjal dapat terlihats Akumulasi masif dari kontras. terutama pada ½ medial daerah perinefron.Renalis dan avulsi A. dengan parenkim ginjal yang masih intak dan nonvisualized ureter. dapat dilakukan pemeriksaan IVP. Keputusan tersebut harus didasarkan kepada pemeriksaan manakah yang lebih tersedia. merupakan duggan kuat terjadinya avulsi ureteropelvic junction Grade III Secara klinis pasien dalam kadaan yang tidak stabil. Renalis. Dengan pemeriksaan CT Scan . Angiografi dapat memperlihtkan gambaran oklusi A. batas .fragmen yang viabel akan terlihat homogen karena masih mendapat perfusi cukup baik. dan pasien yang diduga trauma ginjal Grade III atau IV. Baik IVP maupun CT Scan memeperlihatkan adanya akumulasi kontras pada derah perinefron tanpa pengisian ureter. Viabilitas dari fragmen ginjal dapat dilihat secara angiografi. Bila pasien sudah cukup stabil.uar ginjal terlihat kabur atau lebih lebar.

Penenganan secara konservatif. seperti yang dipilih oleh kebanyakan dokter. Penanganan trauma ginjal grade 2 masih menimbulkan suatu kontroversi. analgesik untuk menghilangkan nyeri. grade 1. serta observasi status ginjal dengan pemeriksaan kondisi lokal. hematokrit serta sedimen urin.BAB IV TERAPI DAN PROGNOSIS Lesi minor. Pengobatan konservatif tersebut meliputi istirahat di tempat tidur. kadar hemoglobin. mengandalkan kemampuan normal ginjal . biasanya diobati secara konservatif.

karena itu setiap cedera yang mempengaruhi proses tersebut bisa berakibat fatal. Penanganan trauma ginjal unuk grade 3 dan 4 memerlukan tindakan operatif berupa laparotomi. berkurangnya proses berkemih dan nyeri. Sedangkan dokter yang memilih tindakan operatif secara dini mengemukakan bahwa finsidens terjadinya komplikasi lanjut dapat diturunkan dengan tindakan nephrektomi. SUMBER KLIK DISINITRAUMA SALURAN KEMIH11 September 2008 16:45Trauma Saluran Kemih DEFINISI Saluran kemih (termasuk ginjal. Mencegah kerusakan menetap pada saluran kemih dan mencegah kematian tergantung kepada diagnosis dan pengobatan yang tepat. Beberapa trauma dapat menyebabkan nyeri tumpul. Penenganan secara operatif biasanya dilakukan apabila pasien tidak memberikan respond positif terhadap pengobatan konservatif. terjatuh atau trauma pada saat berolah raga. trauma tumpul. ureter. rasa sakit yang terus menerus dan disertai dengan adanya demam. Renalis ( grade 3 ).untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Pengecualian dari indikasi diatas adalah oklusi pada A. bertambah besarnya massa pada regio flank. Tindakan konservatif ini dilakukan untuk menghindari dilakukannya tindakan nephrektomi. Gejala yang paling banyak ditemukan adalah terdapatnya darah di urin (hematuria). kandung kemih dan uretra) dapat mengalami trauma karena luka tembus (tusuk). terapi penyinaran maupun pembedahan. pembengkakan. seperti kehilangan darah yang terus bertambah. . dapat menurunkan tekanan darah (syok). memar. Limbah metabolik harus disaring dari darah oleh ginjal dan dibuang melalui saluran kemih. Luka tusuk pada ginjal dapat karena tembakan atau tikaman. TRAUMA GINJAL Trauma tumpul sering menyebabkan luka pada ginjal. misalnya karena kecelakaan kendaraan bermotor. dan jika cukup berat.

sedangkan cedera berat bisa menyebabkan hematuria yang tampak sebagai air kemih yang berwarna kemerahan. Trauma yang akibat ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy. Pemeriksaan sinar X untuk ginjal dan saluran kemih. Hal ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi yang terjadi dalam beberapa minggu atau beberapa bulan setelah terjadinya trauma. Biasanya jika terdiagnosis dan diobati secara tepat dan cepat. Cedera ringan menyebabkan hematuria yang hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskopis. . tanpa pengobatan khusus. Untuk cedera ringan (misalnya akibat terapi ESWL). misalnya urografi intravena dan CT scan. syok dan kematian. maka jaringan ginjal yang normal bisa mati dan digantikan oleh jaringan parut. suatu prosedur rutin untuk menghancurkan batu ginjal) bisa menyebabkan ditemukannya darah dalam air kemih yang sifatnya sementara. maka sebagian besar trauma ginjal memiliki prognosis yang baik.Kerusakan yang terjadi bervariasi. Pengobatan diawali dengan langkah untuk mengendalikan kehilangan darah dan mencegah syok. dilakukan pengawasan ketat terhadap asupan cairan dan penderita menjalani tirah baring. dapat secara akurat menentukan lokasi dan luasnya cedera. tidak terlalu jelas dan akan membaik dengan sendirinya. Jika ginjal sampai terpisah dari tangkainya yang mengandung vena dan arteri. Jika aliran darah ke ginjal berkurang. bisa terjadi perdarahan hebat dan air kemih bisa merembes ke jaringan di sekitarnya. Cedera berat yang menyebabkan perdarahan hebat atau kebocoran air kemih ke jaringan di sekitarnya seringkali harus diatasi dengan pembedahan. maka bisa terjadi perdarahan hebat. Jika ginjal mengalami luka berat. Diberikan cairan intravena untuk menormalkan tekanan darah dan merangsang pembentukan air kemih.

biasanya akibat tembakan. . Pemeriksaan diagnostik yang biasanya dilakukan adalah urografi intravena. CT scan dan urografi retrograd. Seringkali terjadi kebocoran air kemih dari luka yang terbentuk atau berkurangnya produksi air kemih. Pengobatan terbaik untuk trauma ureter akibat luka tembak atau luka tusuk adalah pembedahan. Luka tembus. dipasang kateter ke dalam ureter dan dibiarkan selama 2-6 minggu sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan.TRAUMA URETER Sebagian besar trauma ureter (saluran dari ginjal yang menuju ke kandung kemih) terjadi selama pembedahan organ panggul atau perut. maka dilakukan pembedahan lainnya untuk memperbaiki ureter. biasanya karena luka tembak. Pada trauma yang tidak terlalu berat. reseksi kolon atau uteroskopi. Gejala biasanya tidak spesifik dan bisa timbul demam atau nyeri. seperti histerektomi. Jika trauma ureter terjadi akibat pembedahan. Ureter bisa disambungkan kembali ke tempat asalnya atau di bagian kandung kemih yang lainnya. Penyebab lain trauma ureter adalah luka tembus. TRAUMA KANDUNG KEMIH Trauma benturan pada panggul yang menyebabkan patah tulang (fraktur) seringkali terjadi pada kecelakaan sepeda motor dan bisa menyebabkan robekan pada kandung kemih. Jarang terjadi trauma ureter akibat pukulan maupun luka tumpul. juga bisa mencederai kandung kemih.

Gejalanya adalah ditemukannya darah di ujung penis. . Hal ini bisa menyebabkan impotensi akibat kerusakan arteri dan saraf penis.Gejala utama adalah adanya darah dalam air kemih atau kesulitan untuk berkemih. Kadang air kemih merembes ke dalam jaringan di dinding perut. Prosedur pembedahan pada uretra atau alat yang dimasukkan ke dalam uretra juga bisa melukai uretra. Selanjutnya air kemih dibuang dari kandung kemih dengan menggunakan 2 kateter. Penyempitan ureter (striktur) di daerah yang terkena biasanya merupakan komplikasi yang bisa terjadi di kemudian hari. TRAUMA URETRA Penyebab utama dari trauma uretra adalah patah tulang panggul dan karena kedua kaki mengangkang (pada pria). kantung zakar atau perineum (daerah antara anus dan vulva atau kantung zakar). 1 terpasang melalui uretra (kateter trans-uretra) dan yang lainnya terpasang langsung ke dalam kandung kemih melalui perut bagian bawah (kateter suprapubik). Untuk luka yang lebih berat. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan sistografi. Kateter tersebut dipasang selama 7-10 hari atau diangkat setelah kandung kemih mengalami penyembuhan yang sempurna. Diagnosis ditegakkan berdasarkan uretrogram retrograd. Robekan kecil (laserasi) bisa diatasi dengan memasukkan kateter ke dalam uretra untuk mengeluarkan air kemih selama 7-10 hari dan kandung kemih akan membaik dengan sendirinya. biasanya dilakukan pembedahan untuk menentukan luasnya cedera dan untuk memperbaiki setiap robekan. tetapi lukanya relatif ringan. hematuria dan gangguan berkemih.

1995. batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas .Pengobatan untuk memar ringan adalah memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih selama beberapa hari untuk mengeluarkan air kemih dan uretra akan membaik dengan sendirinya. pengeluaran air kemih dari uretra dilakukan dengan cara memasang kateter langsung ke dalam kandung kemih. th 1995. Faktor.factor yang mempengaruhi timbulnya masalah . a. sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi . hal 301) 2. Batuk Darah(Hemoptisis) Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal. Definisi a. anatomi dan fisiologi . Untuk cedera lainnya. hal 73) b. SUMBER KLIK DISINIASKEP TUBERKULOSIS11 September 2008 16:43Tuberkulosa KONSEP DASAR TUBERCULOSA 1. Untuk struktur uretra dilakukan perbaikan melalui pembedahan. (Hood Alsagaff. Tuberkolusis Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff.

Syaifuddin B Ac th1997. hal 88-89) Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri . (Drs.syafuddin. faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring . PIERCE . dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring . Ac th 1997. bronkus . mempunyai dua lubang/cavum nasi.System pernafasan terdiri dari hidung .(Drs . trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs . sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter.H . hal 89-90). debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung . Paruparu terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher .trakea . Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri.besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. EVELYN. 1995 hal 221) .paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung gelembung . B . B.H. bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring . Hanya sebagian kecil udara ini. faring terdapat dibawah dasar tengkorak . Paru. panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa . Syaifuddin . th 1997 .paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara . sampai dengan alveoli dan paru-paru Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama . H.C. laring . Syaifuddin.Ac .th 1997 hal 90 . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs. faring . H. hal 87 ) Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan . kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut . bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H.B. Syaifuddin .Ac 1997 hal 88) Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin). B. Ac .

Y.H. H. Drs. Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah. saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit.hal 124.hal 91) 2.Y. (NI LUH GEDE.1997 hal 93 .Syaifuddin.A. Difusi Gas. Drs. SKP. Transportasi Gas Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah).Ac.A.Alsegaff th 1995 . Patofisiologi Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan . Syaifuddin. maka udara terdorong keluar. komposisi membran. Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah.1995. Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar.Ac. luas permukaan membran. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40).Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru . hal 36-37) 3. Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran. B. Ventilasi pulmoner.1997.(Ni Luh Gede Y. A.B. Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali. (Ni Luh Gede.SKp. Th 1995 hal 124. Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel . Infeksi kuman ini sering . akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi. b. koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2.proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu: 1.Hood .

Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung.Price.(Syilvia. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru.Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan. dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas. sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin.1995.terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya .754) Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa. ( dr.A.N. Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600- . ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah. sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit.Hendrawan. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus.hal 1-2 ) Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain.A Price:1995.hal 754) Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar.A Price:1995. Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga. sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif.proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari.(Sylvia. Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag.1996. Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil.754) Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya .telinga tengah atau usus. maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paruparu ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring . Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional.(Sylvia.

Tanyakan berapa lama klien batuk (misal 1 minggu.1000cc/24 jam. 3 bulan).Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas. pekerjaan (terutama yang berhubungan dengan kondisi tempat kerja) dan tempat tinggal. Tentukan batuk tersebut apakah produktif atau non produktif. . SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN09 September 2008 10:52RIWAYAT KESEHATAN Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi data saat ini dan masalah yang lalu. kejadian yang membuat kondisi sekarang ini. Tanyakan juga bagaimana hal tersebut timbul dengan waktu yang spesifik (misal : pada malam hari.(Hood Al sagaff dkk:1995.85-86). jenis kelamin. Riwayat kesehatan dimulai dari biografi klien. ketika bangun tidur) atau hubungannya dengan aktifitas fisik. wheezing. hemoptysis. Keadaan tempat tinggal mencakup kondisi tempat tinggal serta apakah klien tinggal sendiri atau dengan orang lain yang nantinya berguna bagi perencanaan pulang ( Discharge Planning ). KELUHAN UTAMA Keluhan utama akan menentukan prioritas intervensi dan mengkaji pengetahuan klien tentang kondisinya saat ini. kering. dimana aspek biografi yang sangat erat hubungannya dengan gangguan oksigenasi mencakup usia. 1) Batuk (Cough) Batuk merupakan gejala utama pada klien dengan penyakit sistem pernafasan. peningkatan produksi sputum. Keluhan utama yang biasa muncul pada klien gangguan kebutuhan oksigen dan karbondioksida antara lain : batuk. a. riwayat perawatan dahulu. Stridor dan chest pain. kongesti. riwayat keluarga dan riwayat psikososial. Perawat mengkaji klien atau keluarga dan berfokus kepada manifestasi klinik dari keluhan utama. dyspnea.

Penyakit yang menyebabkan hemoptysis antara lain : Bronchitis Kronik. Pada keadaan edema paru sputum akan berwarna merah mudah. TB Paru. Bronchiectasis. emboli paru. pneumonia. Paru-paru tidak mempunyai saraf yang sensitif terhadap nyeri. Darah yang berasal dari paru biasanya berwarna merah terang karena darah dalam paru distimulasi segera oleh refleks batuk. bau dan jumlah dari sputum karena hal-hal tersebut dapat menunjukkan keadaan dari proses patologik. cardiac dan gastrointestinal.2) Peningkatan Produksi Sputum. kaji juga kemungkinan timbulnya paroxysmal nocturnal dyspnea dan orthopnea. perdarahan hidung atau perut. 4) Hemoptysis Hemoptysis adalah darah yang keluar dari mulut dengan dibatukkan. mengandung darah dan dengan jumlah yang banyak. Upper airway necrotizing granuloma. sputum mungkin jernih. konsistensi. 3) Dyspnea Dyspnea merupakan suatu persepsi kesulitan untuk bernafas/nafas pendek dan merupakan perasaan subjektif klien. putih atau kelabu. Sputum merupakan suatu substansi yang keluar bersama dengan batuk atau bersihan tenggorok. Trakeobronkial tree secara normal memproduksi sekitar 3 ons mucus sehari sebagai bagian dari mekanisme pembersihan normal ( Normal Cleansing Mechanism ). pleura parietal dan trakeobronkial tree mempunyai hal tersebut. Contoh ketika klien berjalan apakah dia mengalami dyspnea ?. Cystic fibrosis. tetapi iga. Perawat mengkaji apakah darah tersebut berasal dari paru-paru. Gambaran yang lengkap dari nyeri dada dapat menolong perawat untuk membedakan nyeri pada pleura. 5) Chest Pain Chest pain (nyeri dada) dapat berhubungan dengan masalah jantung dan paru. muskuloskeletal. . kanker paru dan abses paru. Tetapi produksi sputum akibat batuk adalah tidak normal. Tanyakan dan catat warna. Jika infeksi timbul sputum dapat berwarna kuning atau hijau. yang berhubungan dengan penyakit paru kronik dan gagal jantung kiri. Perawat mengkaji tentang kemampuan klien untuk melakukan aktifitas. otot.

perawat harus menganalisis nyeri yang berhubungan dengan masalah yang menimbulkan nyeri timbul. 2) Pengobatan saat ini dan masa lalu 3) Alergi 4) Tempat tinggal c. b) Rata-rata jumlah rokok yang dihisap perhari c) Usia melepas kebiasaan merokok. b. Semua keadaan itu sangat jarang menimpa non perokok. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU Perawat menanyakan tentang riwayat penyakit pernafasan klien. emfisema dan bronchitis kronik. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA . Secara umum perawat menanyakan tentang : Riwayat merokok : merokok sigaret merupakan penyebab penting kanker paru-paru.Dikarenakan perasaan nyeri murni adalah subjektif. Anamnesis harus mencakup hal-hal : a) Usia mulainya merokok secara rutin.

menunjukkan suatu predisposisi keturunan tertentu. scoliosis dan lordosis. lesi. irama. massa. hanya memperburuk penyakit tersebut. dan kesimetrisan pergerakan dada. klien pada posisi duduk. REVIEW SISTEM (Head to Toe) a. . 2) Dada diobservasi dengan membandingkan satu sisi dengan yang lainnya. yaitu : 1) Penyakit infeksi tertentu : khususnya tuberkulosa. 2) Kelainan alergis. 3) Pasien bronchitis kronik mungkin bermukim di daerah yang polusi udaranya tinggi. jadi dengan menanyakan riwayat kontak dengan orang terinfeksi dapat diketahui sumber penularannya. kedalaman pernafasan. selain itu serangan asthma mungkin dicetuskan oleh konflik keluarga atau kenalan dekat. Inspeksi 1) Pemeriksaan dada dimulai dari thorax posterior. gangguan tulang belakang seperti : kyphosis.Tujuan menanyakan riwayat keluarga dan sosial pasien penyakit paru-paru sekurang-kurangnya ada tiga. 2. skar. 3) Tindakan dilakukan dari atas (apex) sampai ke bawah. Tapi polusi udara tidak menimbulkan bronchitis kronik. 5) Catat jumlah. seperti asthma bronchial. ditularkan melalui satu orang ke orang lainnya. 4) Inspeksi thorax poterior terhadap warna kulit dan kondisinya.

tergantung dari cairan tubuh klien. ratio ini normalnya berkisar 1 : 2 sampai 5 : 7. 9) Kelainan pada bentuk dada : a) Barrel Chest Timbul akibat terjadinya overinflation paru.6) Observasi type pernafasan. yang mengakibatkan murmur. Kondisi ini dapat timbul pada ricketsia. d) Kyphoscoliosis . catat durasi dari fase inspirasi (I) dan fase ekspirasi (E). dan penggunaan otot bantu pernafasan. c) Pigeon Chest (Pectus Carinatum) Timbul sebagai akibat dari ketidaktepatan sternum. sering terjadi pada klien emfisema. marfan s syndrome atau akibat kecelakaan kerja. b) Funnel Chest (Pectus Excavatum) Timbul jika terjadi depresi dari bagian bawah dari sternum. Fase ekspirasi yang memanjang menunjukkan adanya obstruksi pada jalan nafas dan sering ditemukan pada klien Chronic Airflow Limitation (CAL)/COPD Kaji konfigurasi dada dan bandingkan diameter anteroposterior (AP) dengan diameter lateral/tranversal (T). 7) Saat mengobservasi respirasi. ratio pada fase ini normalnya 1 : 2. dimana terjadi peningkatan diameter AP. Timbul pada klien dengan kyphoscoliosis berat. seperti : pernafasan hidung atau pernafasan diafragma. Hal ini akan menekan jantung dan pembuluh darah besar. Terjadi peningkatan diameter AP : T (1:1).

Deformitas ini akan mengganggu pergerakan paru-paru. terutama jika klien mengeluh nyeri. dapat timbul pada klien dengan osteoporosis dan kelainan muskuloskeletal lain yang mempengaruhi thorax. lesi. Vocal premitus : getaran dinding dada yang dihasilkan ketika berbicara. b. Gangguan pergerakan atau tidak adekuatnya ekspansi dada mengindikasikan penyakit pada paru atau pleura.Terlihat dengan adanya elevasi scapula. disertai rotasi vertebral 10) Observasi kesimetrisan pergerakan dada. Skoliosis : melengkungnya vertebrae torakalis ke lateral. Kiposis : meningkatnya kelengkungan normal kolumna vertebrae torakalis menyebabkan klien tampak bongkok. Palpasi thoraks untuk mengetahui abnormalitas yang terkaji saat inspeksi seperti : massa. Kaji juga kelembutan kulit. . yang dapat mengindikasikan obstruksi jalan nafas. mengidentifikasi keadaan kulit dan mengetahui vocal/tactile premitus (vibrasi). bengkak. 11) Observasi retraksi abnormal ruang interkostal selama inspirasi. Palpasi Dilakukan untuk mengkaji kesimetrisan pergerakan dada dan mengobservasi abnormalitas.

: dihasilkan di atas bagian jantung atau paru. Suara Perkusi Abnormal : Hiperresonan . dihasilkan di atas perut yang berisi udara. organ yang ada disekitarnya dan pengembangan (ekskursi) diafragma. nada rendah. Perkusi Perawat melakukan perkusi untuk mengkaji resonansi pulmoner. Jenis suara perkusi : Suara perkusi normal : Resonan (Sonor) Dullness Tympany : bergaung.c. : musikal. Dihasilkan pada jaringan paru normal.

: sangat dullness dan oleh karena itu nadanya lebih tinggi. nyaring. dimana areanya seluruhnya berisi jaringan. Suara ini terdengar di daerah thoraks dimana bronchi tertutup oleh dinding dada. . Suara nafas normal dihasilkan dari getaran udara ketika melalui jalan nafas dari laring ke alveoli. mencakup mendengarkan suara nafas normal. b) Bronchovesikular : merupakan gabungan dari suara nafas bronchial dan vesikular. Fase ekspirasinya lebih panjang daripada inspirasi. suara tambahan (abnormal). Dapat didengar pada perkusi daerah paha. dengan hembusan yang lembut. Inspirasi sama panjang dengan ekspirasi. dan suara. dan tidak ada henti diantara kedua fase tersebut.Flatness : bergaung lebih rendah dibandingkan dengan resonan dan timbul pada bagian paru yang abnormal berisi udara. Normal terdengar di atas trachea atau daerah suprasternal notch. Suaranya terdengar nyaring dan dengan intensitas yang sedang. dengan sifat bersih Suara nafas normal : a) Bronchial : sering juga disebut dengan Tubular sound karena suara ini dihasilkan oleh udara yang melalui suatu tube (pipa). suaranya terdengar keras. Auskultasi Merupakan pengkajian yang sangat bermakna. d.

Karakter suara : kasar. Suara nafas tambahan : d) Wheezing : terdengar selama inspirasi dan ekspirasi. seperti angin sepoi-sepoi. karakter suara terdengar perlahan. Beberapa kondisi respiratory timbul akibat stress. Karakter suara lemah. musikal. dengan karakter suara nyaring. . g) Crackles Fine crackles : setiap fase lebih sering terdengar saat inspirasi. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL Kaji tentang aspek kebiasaan hidup klien yang secara signifikan berpengaruh terhadap fungsi respirasi. Berhubungan dengan sekresi kental dan peningkatan produksi sputum f) Pleural friction rub : terdengar saat inspirasi dan ekspirasi. Suara seperti rambut yang digesekkan.c) Vesikular : terdengar lembut. kasar. halus. berciut. suara terus menerus yang berhubungan dengan aliran udara melalui jalan nafas yang menyempit. suara mengorok terus-menerus. ekspirasi terdengar seperti tiupan. Coarse crackles : lebih menonjol saat ekspirasi. suara seperti gesekan akibat dari inflamasi pada daerah pleura. suara gesekan terpotong akibat terdapatnya cairan atau sekresi pada jalan nafas yang besar. nyaring. Mungkin akan berubah ketika klien batuk. terpatahpatah akibat udara melewati daerah yang lembab di alveoli atau bronchiolus. Inspirasi lebih panjang dari ekspirasi. Karakter suara meletup. 3. e) Ronchi : terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi. Sering kali klien juga mengalami nyeri saat bernafas dalam.

2. Kerusakan pertukaran gas (Kerusakan pada fisiologi Difusi) Kondisi dimana terjadinya penurunan intake gas antara alveoli dan sistem vaskuler 3.Penyakit pernafasan kronik dapat menyebabkan perubahan dalam peran keluarga dan hubungan dengan orang lain. pekerjaan atau ketidakmampuan. masalah keuangan. Pola nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Transportasi) Adalah Suatu kondisi tidak adekuatnya ventilasi berhubungan dengan perubahan pola nafas. sesuai dengan klasifikasi NANDA (2005) dan pengembangan dari penulis antara lain : 1. Hiperpnea atau hiperventilasi akan menyebabkan penurunan PCO2 SUMBER KLIK DISINIPENGANTAR KEGAWATDARURATAN09 September 2008 9:56Pendahuluan . perawat dapat mengkaji reaksi klien terhadap masalah stres psikososial dan mencari jalan keluarnya. isolasi sosial. difusi dan transportasi. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan gangguan oksigenasi yang mencakup ventilasi. Bersihan Jalan nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Ventilasi) Adalah suatu kondisi dimana individu tidak mampu untuk batuk secara efektif. Dengan mendiskusikan mekanisme koping.

. Penderita tidak gawat dan tidak darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya dan tidak mendapat pertolongan segera. Penderita gawat darurat adalah penderita yang memerlukan pertolongan segera dan bila tidak mendapat pertolongan segera dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan cacat permanent. Pengertian : 1. Sebenarnya angka kejadian. Penderita tidak gawat dan darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya tetapi bila tidak mendapat pertolongan segera akan menimbulkan kecacatan atau kondisi yang parah.Di Indonesia ada sikap seakan . . Penderita gawat dan tidak darurat adalah penderita yang terancam jiwanya dan tidak memerlukan pertolongan segera.akan pasrah dalam menghadapi masalah korban Gawat Darurat.Kematian oleh karena sumbatan jalan nafas akan lebih cepat dari pada ketidakmampuan bernafas. kematian dan kecacatan dapat di cegah dan di turunkan bila kita memahami cara. 5.Kematian oleh karena ketidakmampuan bernafas akan lebih cepat daripada oleh karena kehilangan darah.Kematian oleh karena kehilangan darah akan lebih cepat daripada oleh karena penyebab intra cranial.cara penanggulangan Kegawat Daruratan. 2. 4. . 3. Prinsip umum penanganan penderita gawat darurat adalah penilaian keadaan penderita yang cepat dan penanganan yang tepat. Penanggulangan Penderita Gawat Darurat ( PPGD ) Upaya untuk mengatasi keadaan gawat darurat agar pasien tidak meninggal. memburuk keadaannya atau mencegah / mengurangi kecacatan. Kalau ada orang meninggal / cacat kita cenderung menganggapnya sebagai nasib atau sudah merupakan kehendak Tuhan. disini harus selalu diingat bahwa : .

Penderita gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna kuning 3. .Cara minta tolong. .Henti jantung dan henti nafas mendadak. . biasanya dilakukan pada area pintu suatu instiliasi gawat darurat pada triage penderiata dibagi dalam 4 kategori : 1. Penderita meninggal dunia ditandai dengan warna hitam Ada 2 cara dalam melakukan TRIAGE . .Cara memasang balutan / bidai.Adanya shock dan renjatan.Distress pernafasan mendadak.Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat penderita dapat tertolong. . TRIAGE Adalah proses seleksi penderita dalam penentuan prioritas penanganan dikarenakan terbatasnya tenaga dan sarana / prasarana di Rumah Sakit. . CVD .Cara transportasi yang baik.Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat kegawat daruratan penderita.Cata mengatasi henti jantung dan henti nafas. koma diabetikum.Untuk dapat MENYELAMATKAN / MEMPERTAHANKAN HIDUP DAN MENCEGAH CACAT penderita maka harus mampu : . Pelaksanaan TRIAGE di UGD 1. Penderita tidak gawat dan darurat biasanya ditandai dengan warna merah 2. .Cara menghentikan perdarahan.Penurunan kesadaran ( koma ) . Penderita tidak gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna hijau 4. . . Pasien langsung dibawa ke ruang resusitasi apabila terdapat : .

urogenital ) .Benda asing . epilepsi.Perdarahan non traumatic ( gastro intestinal .Akut daerah urogenital . Pasien langsung ke ruang tindakan bedah. perlukaan tembus mata. buta mendadak .Luka berat.Khusus anak : hiperthermia.Perlukaan . respiratorik.Cidera pada tangan .Usaha bunuh diri . Langsung ke ruang observasi non bedah : a.Sesak nafas tanpa sianosis : Asma.Batuk dan sesak .Pembalutan dan pembidaian . Minor condition ( walking patient ) .Kejang . . 2.Luka bakar ringan .. cidera tulang . febris disertai kejang.Gigitan dan sengatan .Khusus mata : luka bakar kimia. hypothermia b. a.Nyeri lengan / kaki ( vascular / neuro ) . kasus akut THT 3. Mayor condition .Nyeri dada non traumatic : MCI .Musculo skeletal problem . Mayor condition ( stretcher patient ) . brochopneumoni .Trauma kepala ringan .

Nyeri hebat kepala dan leher . Minor Condition Demam tinggi Kolik / nyeri abdomen 4. Dengan demikian keberhasilan penanggulangan penderita gawat darurat ( PPGD ) dalam mencegah kematian dan cacat di tentukan oleh : . Pasien langsung ke ruang tindakan kebidanan dan penyakit kandungan.G.Aritmia jantung . Convulasi b. pernafasan.Kecepatan meminta pertolongan .Kecepatan ditemukan penderita .. Sedang kegagalan system / organ yang lian dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lebih lama.Masalah neurology non trauma : CVD / CVA. -Perdarahan pre dan post partum -Pre eklamsi berat -KET -Trauma pada alat kelamin wanita yang berat -Kehamilan dengan komplikasi : hamil dengan penyulit PRINSIP PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Kematian penderita gawat darurat akan terjadi dalam waktu singkat ( 4-6 menit ) bila terdapat kerusakan pada sistem susunan saraf pusat.Kecepatan dalam kualitas pertolongan yang diberikan untuk menyelematkannya .E.D ( muntah berak dengan dehidrasi ) . kardiovaskuler dan hipoglikemia.

SEBAB KEMATIAN 50 % Gawat darurat meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit atau di rumah dan pada pasien trauma : .Pencegahan kematian dilakukan pada 1 -2 jam ini dimana tindakan harus agresif.Trauma torak ( hematoma toraks atau lascriasis hati ) . system kominikasi medik yang berfungsi sebagai pusat radio medik dalam melayani penderita rujukan atau untuk membimbing fasilitas kesehatan lain dengan kemampuan rendah Pelayanan transportasi pasien gawat darurat : transportasi pasien gawat darurat pra RS . Hal ini sangat mempengaruhi kwallitas .Trauma multiple dengan perdarahan . terintegrasi dan dengan cara pendekatan system.Sepsis SISTEM PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Keadaan gawat darurat dapat terjadi pada siapa saja. Angka kematian terutama ditentukan pada fase ini 15 % meninggal setelah beberapa hari atau minggu karena : .Trauma kepala berat ( hematoma subdural atau ekstradural ) .Gagal organ bahakan multi organ failure . kapan saja dan dimana saja maka upaya penanggulangan pasien gawat darurat menjadi semakin kompleks . Komponen system penanggulangan pasien gawat darurat terdiri dari : 1.50 % meninggal pada saat kejadian atau beberapa menit setelah kejadian 35 % meninggal dalam 12 jam setelah trauma / disebabkan oleh : . Komponen luar Rumah Sakit ( pra rumah sakit ) Pemasyarakat pulmoner dasar ( RJP ) dan P3K perlu diketahui oleh lapisan masyarakat terutama orang awam dan pengetahuan ketrampilan petugas medik paramedic untuk penanggulangan pasien gawat darurat ( advance life support ) perlu ditingkatkan secara berkala Pelayanan komunikasi medik untuk penanggulangan pasien gawat darurat.Fraktur femur atau pelvis dengan perdarahan massif .Mati otak . Untuk itu penanganan pasien gawat darurat harus bersifat komprehensif. hingga saat ini masih dilakukan dengan macam macam kendaraan.

Dalam Rumah sakit ( Intra Rumah Sakit ) Depkes R. di kota besar harus menggunakan ambulance gawat darurat yang memiliki suatu nomor komunikasi. Berikut ini teori biologis tentang penuaan : A. protein tubuh terutama kolagen dan elastin menjadi kurang fleksibel dan kurang elastis. 2.penanggulangan pasien gawat. . ASPEK BIOLOGIS PADA PENUAAN Proses penuaan biologis yang dialami lansia relatif tidak akan menimbulkan perubahan buruk saat diperlukan penurunan tingkat ketergantungan fisik yang tinggi. Walaupun proses penuaan benar adanya dan merupakan sesuatu yang normal. DepKes RI : mengarahkan dengan secara bertahap. tetapi pada kenyataannya proses ini menjadi beban bagi orang lain dibadingkan dengan proses lain yang terjadi. Teori keracunan oksigen à Kemampuan lansia untuk melawan efek racun oksigen akan berkurang. B.PROSES PENUAAN Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari.I telah merupakan pedoman pelayanan gawat darurat SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK09 September 2008 9:53PERUBAHAN PADA LANSIA . DepKes R. Perawat yang akan merawat lansia harus mengerti sesuatu tentang aspek penuaan yang normal dan tidak normal.I telah menetapkan bahwa semua Rumah Sakit harus memiliki unit gawat darurat dengan kategorisasi UGD tersebut dikaitkan dengan klasifikasi Rumah Sakit ( System rujukan pasien gawat darurat ) dan beban kerja Rumah sakit melaui kategorisasi ini setiap RS dapat mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan UGD dalam menanggulangi pasien gawat darurat . Teori seluler à Sel diprogram hanya untuk membelah pada waktu yang terbatas. Teori sistesis à Akibat penuaan. C.

dekalsifikasi tulang. dan perubahan postural. C. à Pendistribusian tulang kalsium menyebabkan dekalsifikasi tulang iga dan kalsifikasi kartilago kosta : Perubahan ini dan perubahan postural menyebabkan penurunan efislensi paru. Sistem pencernaan à Tidak ada perubahan yang signifikan E. Sistem perkemihan à Kehilangan irama diurnal pada produksi urine dan penurunan filtrasi ginjal D. Sistem muskuloskeletal à Atrofi otot.D. Perubahan kardiopulmonal à Pembuluh darah kehilangan elastisitas. dan kanker. Sistem endokrin à Kemunduran fungsi gonad . peningkatan nadi dan peningkatan tekanan darah. Berikut ini merupakan efek fisiologis dari penuaan : A. PENUAAN PADA SISTEM TUBUH (FISIOLOGIS) Penuaan dapat dibedakan antara penuaan yang normal (fisiologis) dan penuaan karena kondisi penyakit (patologis). B. Teori sistem imun à Kopetensi yang menurun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan infeksi. Sistem saraf à Kemunduran pendengaran dan penglihatan F. penyakit autoimun.

Gerontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lanjut usia. PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT USIA A. perawatan lansia yang menderita penyakit dan dirawat di RS merupakan bagian dari gerontic nursing. sehingga sikapnya lebih stabil dan sedikit sulit untuk diubah.Teori pelepasan : Lansia secara berangsur-angsur mengurangi aktivitasnya dan bersama menarik diri dari masyarakat. Teori aktivitas dan pelepasan . intelegensi dan sikap Tes intelegensi dengan jelas memperlihatkan adanya penurunan kecerdasan pada lansia.ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS PADA PENUAAN Aspek psikologis pada lansia tidak dapat langsung tampak. Kepribadian. yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain. . Pengertian yang salah tentang lansia adalah bahwa mereka mempunyai kemampuan memory dan kecerdasan mental yang kurang. B. Berikut aspek psikologis pada penuaan : A. . . KEPERAWATAN GERONTIK PENGERTIAN GERONTOLOGI DAN GERIATRI NURSING A. dan mengkompensasi dengan melakukan banyak aktivitas yang baru. dan keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi optimal lanjut usia secara komprehensif. keahlian.Klien lanjut usia yang masih aktif.Geriatri nursing adalah spesialis keperawatan lanjut usia yang dapat menjalankan perannya pada tiap peranan pelayanan dengan menggunakan pengetahuan. Pendekatan fisik à Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia ada 2 bagian yaitu : . Lansia seringkali mempertahankan sikap yang kuat. mereka meninggalkan bentuk aktivitas yang pasti. .Teori aktivitas : Sebagai orang yang telah berumur.Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun yang mengalami kelumpuhan atau sakit. Karena itu.

Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup / semangat hidup lansia. FOKUS ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA 1) Peningkatan kesehatan (health promotion) 2) Pencegahan penyakit (preventif) 3) Mengoptimalkan fungsi mental. dan bercerita merupakan upaya perawatan dalam pendekatan sosial. C. Pendekatan sosial à Mengadakan diskusi. . . tukar pikiran. perawat dapat berperan sebagai supporter. TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA A. 4) Mengatasi gangguan kesehatan yang umum. B. Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. .Merangsang petugas kesehatan agar dapat mengenal dan menegakkan diagnosa secara dini. TAHAP-TAHAP ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA . interpreter terhadap segala sesuatu yang asing. Pendekatan psikis à Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia. D. . terutama jika klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian. Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien lanjut usia untuk menciptakan sosialisasi mereka. Pendekatan spiritual à Perawat harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan tuhan atau agama yang dianutnya.Menolong dan merawat klien yang menderita sakit. sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab.Mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu pertolongan pada lansia. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan lansia melalui perawatan dengan pencegahan.B.

Edisi ke-2. tekanan darah. sistem kulit. Evaluasi à Penilaian terhadap tindakan keperawatan yang diberikan / dilakukan dan mengetahui apakah tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan. Pengkajian Gerontologi . genitovrinarius. Perencanaan à Untuk menentukan apa yang dapat dilakukan perawat terhadap pasien dan pemilihan intervensi keperawatan yang tepat. Edisi ke-2. pernafasan. pola tidur. penyesuaian psikososial.A. EGC. 2000. DAFTAR PUSTAKA Carpenito. sistem musculoskeletal.Proses pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah keperawatan meliputi aspek : a) Fisik : . kardiovaskuler. EGC. sistem tubuh. 1997. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis . berat badan. tingkat orientasi. L. gastrointestinal. Leeckenotte. Jakarta. Keperawatan Gerontik . EGC. Jakarta. . Edisi ke-6.Wawancara . Pengkajian : . Wahjudi. Pelaksanaan à Tahap dimana perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan intervensi / perencanaan yang telah ditentukan. nadi. Nugroho. b) Psikologis c) Sosial ekonomi d) Spiritual Pengkajian dasar meliputi : Temperatur. memori. Annete Glesler. Jakarta 2000. Sistem tubuh meliputi : Sistem persyarafan.Pemeriksaan fisik : Head to tea.

pendidikan ) 7. tlp : Jelas 6.Komposisi Keluarga : ( dibuat dalam bentuk tabel yang terdiri dari : nama.Keluarga Berantai ( Serial family ) .tempat tinggal keluarga rata2 dari etnis yang sama/tidak . Perawatan Lansia .Keluarga inti ( nuclear family ) . Suku bangsa : (diisi dengan latar belakang budaya dari keluarga) .hubungan sosial keluarga dari etnis yang sama/tidak . SUMBER KLIK DISINIFORMAT PENGKAJIAN KELUARGA09 September 2008 9:52PETUNJUK PENGISIAN FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA ( Menurut Friedman ) A.Usia : Jelas 3.Keluarga Kabitas 9.Keluarga berkomposisi .Keluarga Besar ( extended family ) . Edisi ke-3.Alamat dan no.asal negara atau daerah sama baik kondisinya dengan tempat tinggal sekarang . Tipe keluarga : Menjelaskan mengenai tipe keluarga beserta kendala . hubungan dengan keluarga.Keluarga duda / janda ( Single family ) .latar belakang budaya keluarga . EGC. jenis kelamin. tempat tanggal lahir.Nama Kepala keluarga ( KK ) : Inisial 2.bahasa yang digunakan .DATA DASAR KELUARGA 1. Jakarta 2003.Pendidikan : Pendidikan terakhir 4. Roger.Pekerjaan : Pekerjaan pokok kepala keluarga 5.Watson. Genogram : Menggambarkan struktur anggota keluarga 8. pekerjaan.

Agama : ( diisi dengan informasi berikut ) .Tahap perkembangan keluarga saat ini : 1. Riwayat keluarga inti : Perkembangan mental. tahap menghadapi anak sekolah 6. status kesehatan yang unik dan pengalaman seperti kematian. tahap menghadapi anak prasekolah 5.Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi 14. Aktivitas Rekreasi keluarga : kebiasaan rekreasi keluarga 13. penyakit mental. tahap menghadapi bayi 4.adakah perbedaan keluarga menjalankan ibadah . tahap menghadapi anak remaja 7.Kebiasaan diet dan berpakaian tradisional atau modern . tahap pembentukan keluarga 2. perceraian. tahap berdua kembali 9.keluarga memanfaatkan pelayanan dan praktik kesehatan menggunakan pelayana kesehatan tradisional atau meyakini tradisional penduduk asli 10.Agama keluarga . Riwayat dan tahap perkembangan keluarga . cacat fisik 15. tahap melepaskan anak ke masyarakat 8. tahap menjelang kelahiran anak 3. Status sosial ekonomi keluarga : pendapatan keluarga 12. Riwayat keluarga sblmny : Riwayat dari kedua orang tua termasuk riwayat kesehatan .apakah agama dijadikan sbg dasar keyakinan / nilai yang mempengaruhi kehidupan keluarga 11. kehilangan.. tahap masa tua .

1995) Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan. kondisi hunian. baik fisik. Perkumpulan keluarga dan interaksi dg masyarakat : : klrg tahu perkumpulan yang ada ? : ikut terlibat ? : merasakan manfaat ? : frekuensi pertemuan ? : Pandangan klrg thdp perkumpulan tsb ? SUMBER KLIK DISINIPENGKAJIAN DALAM KEPERAWATAN09 September 2008 9:49Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien. mengenali masalah-masalah. adakah sejarah pindah. yang meliputi . serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien. sosial dan lingkungan (Effendy. agar dapat mengidentifikasi.B. Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya. Adapula yang menambahkannya dengan kegiatan dokumentasi data (meskipun setiap langkah dari proses keperawatan harus selalu didokumentasikan juga). Mobilitas geografis keluarga : Berapa lama keluarga tinggal ditempat tersebut. Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal. Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien. mental. analisis data. kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien. sumber. sistematika data dan penentuan masalah. LINGKUNGAN 16.sumber polusi. Karakteristik tetangga & komunitas : karakteristik fisik tetangga dan komunitas. kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. tipe penduduk. dari mana pindahnya 19 . . fasilitas yang ada di komunitas 18. yaitu : status kesehatan klien dan kekuatan masalah kesehatan yang dialami oleh klien. Karakteristik rumah denah rumah : luas dan bagian bagian rumah 17. pengumpulan data. tipe hunian.

kondisi fisiknya menolak untuk makan/patologis. Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien 3. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien 2. atau sebab-sebab yang lain) 2. Selanjutnya data dasar tersebut digunaan untuk menentuan diagnosis keperawatan. TUJUAN PENGUMPULAN DATA 1. didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. Misalnya klien tidak mau makan kaji secara mendalam kenapa klien tidak mau makan (tidak cocok makanannya.A. selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment). Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah beriutnya. Untuk menilai keadaan kesehatan klien 4. Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. KARAKTERISTIK DATA 1. diliha. maka perawat harus berfikir secara akurat dan nyata untuk membuktikan benar-tidaknya apa yang telah didengar. Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment). Akurat dan nyata Untuk menghindari kesalahan. Lengkap Seluruh data diperlukan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan klien. merencanakan asuhan keperawatan. Dari informasi yang terumpul. serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment). serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien. PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentuan masalah-masalah. Data yang terkumpul harus lengkap guna membantu mengatasi masalah klien yang adekuat. diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang . serta tindaan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien.

seperti orang tua. yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya. Sumber data Primer Sumber data primer adalah data-data yang dikumpulkan dari klien. Kemampuan dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari 3. Perawat tidak boleh langsung menuliskan : `klien tidak mau makan karena depresi berat`. Relevan Pencatatan data yang komprehensif biasanya memerlukan banyak sekali data yang harus dikumpulkan. Sumber data lainnya Catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit . 2. Segala sesuatu tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial & spiritual 2. Keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakuan terhadap klien SUMBER DATA 1. INFORMASI YANG DIPERLUKAN 1.sekiranya meragukan. Dokumentasikan apa adanya sesuai yang ditemukan pada saat pengkajian. Perawat tidak boleh langsung membuat kesimpulan tentang suatu kondisi klien. klien tidak mau makan. atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien 3. saudara. 3. Misalnya. Sumber data Sekunder Sumber data sekunder adalah data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga). sehingga menyita waktu perawat untuk mengidentifikasi. Masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien 4. Diperlukan penyelidikan lanjutan untuk menetapkan kondisi klien.

pusing. Perawat lain 9. Orang terdekat 3. Klien sendiri sebagai sumber data utama (primer) 2. sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan indentitas klien. kecemasan. mual. Catatan klien 4. keadaan fisik. Konsultasi 6. hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. misalnya rasa nyeri. Secara umum. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight. tingkat kesadaran. hearing. Data Subjektif Merupakan data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien. intelegensi. spiritual. sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah : 1. dll.dan perawatan klien di masa lalu. Riwayat penyakit (pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan) 5. tanda-tanda vital. Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya 8. smell. 2. ketakutan. riwayat kesehatan. Data Objektif Merupakan data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku). Hasil pemeriksaan diagnostik 7. seperti : warna kulit. sosial. dll. keluhan utama. . touch dan taste. Kepustakaan JENIS DATA 1. ketidaktahuan. psikologis. CARA PENGUMPULAN DATA Agar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah.

Tahapan wawancara / komunikasi : 1. WAWANCARA Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien. menggali jawaban dan memvalidasi respon klien. serta untuk menjalin hubungan antara perawat dengan klien.Pembukaan atau perkenalan . Istilah komunikasi terapeutik adalah suatu teknik yang berusaha untuk mengajak klien dan keluarga untuk bertuar pikiran dan perasaan.Cara yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data tentang klien antara lain : wawancara (interview). karena akan mengganggu dalam membina hubungan saling percaya dengan klien. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan klien. Teknik verbal meliputi pertanyaan terbuka atau tertutup. Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. Komunikasi keperawatan adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan kemampuan skill komunikasi dan interaksi. serta membantu perawat untuk menentukan investigasi lebih lanjut selama tahap pengajian. empati dan rasa kepedulian yang tinggi. Perawat diharapkan tidak mempunyai prasangka buruk kepada klien. Mendengarkan secara aktif merupakan suatu hal yang penting dalam pengumpulan data. 2. pemeriksaan fisik (pshysical assessment) dan studi dokumentasi. Komunikasi keperawatan biasanya digunaan untuk memperoleh riwayat keperawatan. diam. biasa juga disebut dengan anamnesa. Teknik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun non verbal. pengamatan (observasi). sentuhan dan konta mata. Sebelum melaukan komunikasi dengan klien. perawat tidak boleh memaksa atau memberi kesempatan kepada klien kapan mereka sanggup. Selain itu wawancara juga bertujuan untuk membantu klien memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam identifikasi masalah dan tujuan keperawatan. Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan digunakan dalam wawancara harus disusun sedemikian rupa guna memperlancar wawancara. Teknik non verbal meliputi : mendengarkan secara aktif. Persiapan. perawat harus melakukan persiapan dengan membaca status klien. tetapi juga merupakan sesuatu hal yang sulit dipelajari. Semua interaksi perawat dengan klien adalah berdasarkan komunikasi. Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi.

Langkah pertama perawat dalam mengawali wawancara adalah dengan memperkenalkan diri : nama, status, tujuan wawancara, waktu yang diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok pembicaraan. Perawat perlu memberikan informasi kepada klien mengenai data yang terkumpul dan akan disimpan dimana, bagaimana menyimpannya dan siapa saja yang boleh mengetahuinya.

3. Isi / tahap kerja Selama tahap kerja dalam wawancara, perawat memfokuskan arah pembicaraan pada masalah khusus yang ingin diketahui. Hal-hal yang perlu diperhatikan : a. Fokus wawancara adalah klien b. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Jelaskan bila perlu. c. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien d. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien e. Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada waktunya f. Bila perlu diam, untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya g. Sentuhan teraputik, bila diperlukan dan memungkinan.

4. Terminasi Perawat mempersiapkan untu penutupan wawancara. Untuk itu klien harus mengetahui kapan wawancara dan tujuan dari wawancara pada awal perkenalan, sehingga diharapkan pada akhir wawancara perawat dan klien mampu menilai keberhasilan dan dapat mengambil kesimpulan bersama. Jika diperlukan, perawat perlu membuat perjanjian lagi untuk pertemuan berikutnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara dengan klien adalah : 1. Menerima keberadaan klien sebagaimana adanya 2. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan-keluhannya / pendapatnya secara bebas 3. Dalam melakukan wawancara harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien 4. Perawat harus bersikap tenang, sopan dan penuh perhatian 5. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

6. Tidak bersifat menggurui 7. Memperhatikan pesan yang disampaikan 8. Mengurangi hambatan-hambatan 9. Posisi duduk yang sesuai (berhadapan, jarak tepat/sesuai, cara duduk) 10. Menghindari adanya interupsi 11. Mendengarkan penuh dengan perasaan 12. Memberikan kesempatan istirahat kepada klien

Macam wawancara : 1. Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung 2. Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat.

Hambatan wawancara : 1.Internal : a. Pandangan atau pendapat yang berbeda b. Penampilan klien berbeda c. Klien dalam keadaan cemas, nyeri, atau kondisinya menurun d. Klien mengatakan bahwa ia tidak ingin mendengar tentang sesuatu hal e. Klien tidak senang dengan perawat, atau sebaliknya f. Perawat berpikir tentang sesuatu hal yang lain / tidak fokus ke pasien g. Perawat sedang merencanakan pertanyaan selanjutnya h. Perawat merasa terburu-buru i. Perawat terlalu gelisah atau terburu-buru dalam bertanya

2. External ; a. Suara lingkungan gaduh : TV, radio, pembicaraan di luar b. Kurangnya privacy

c. Ruangan tidak memadai untuk dilakukannya wawancara d. Interupsi atau pertanyaan dari staf perawat yang lain.

Teknik pengumpulan data yang kurang efektif : 1. Pertanyaan tertutup : tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat / keluhan / respon. Ex : Apakah Anda makan tiga kali sehari ? 2. Pertanyaan terarah : secara khas menyebutkan respon yang diinginkan. Ex : .Anda setuju bukan? 3. Menyelidiki : mengajukan pertanyaan yang terus-menerus 4. Menyetujui / tidak menyetujui. Menyebutkan secara tidak langsung bahwa klien benar atau salah. Ex : Anda tidak bermaksud seperti itu kan?

PENGAMATAN / OBSERVASI Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. Observasi dilakukan dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya, melalui rabaan, sentuhan dan pendengaran. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi adalah : 1. Tidak selalu pemeriksaan yang akan kita lakukan dijelaskan secara terinci kepada klien (meskipun komunikasi terapeutik tetap harus dilakukan), karena terkadang hal ini dapat meningkatkan kecemasan klien atau mengaburkan data (data yang diperoleh menjadi tidak murni). Misalnya : `Pak, saya akan menghitung nafas bapak dalam satu menit` - kemungkinan besar data yang diperoleh menjadi tidak valid,

karena kemungkinan klien akan berusaha untuk mengatur nafasnya. 2. Menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual klien 3. Hasilnya dicatat dalam catatan keperawatan, sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh perawat yang lain.

Misalnya adanya tumor. 1982) Setelah data terkumpul. dilakukan pengelompokkan data. 3. Hasilnya seperti : Mata kuning (icteric). batasbatas jantung. ROS (Review of System) 3. krepitasi (patah/retak tulang). batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru).Inspeksi Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. Perkusi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui reflek seseorang (dibicarakan khusus). Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. terdapat struma di leher. Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow) .d kaki) 2. 4. dan bising usus. Palpasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan. dll 2. Berdasarkan sistem tubuh 2.PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan masalah kesehatan klien. Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara. kulit kebiruan (sianosis). oedema. yang dapat dilakukan dengan cara : 1. Misalnya : kembung. dll. diantaranya adalah 1. Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan : 1. dll. suara nafas. Pola fungsi kesehatan (Gordon. Juga dilakukan pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik klien. Head-to-toe (dari kepala s.

Teori-teori keperawatan. Berdasarkan teori keperawatan 4. Dalam melakukan analisis data. teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien. Mikrobiologi parasitologi 4. Tindakan dan prosedur keperawatan 8. Anatomi fisiologi 2. sehat-sakit. Patofisiologi penyakit 3. Pedoman analisis data : 1. sebelum melakukan tindakan keperawatan. sehingga data yang diperoleh memiliki makna dan arti dalam menentukan masalah dan kebutuhan klien 2. ANALISIS DATA Analisis data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan. pengalaman. konsep-konsep (manusia. B. dll) 7. Menyusun kategorisasi data secara sistematis dan logis . Dapat menginterpretasi data keperawatan dan kesehatan. keperawatan. Dasar analisis : 1. Sebagai proses pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam rencana asuhan keperawatan. Farmakologi 5. dan pengertian keperawatan. Fungsi analisis : 1. diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep. Berdasarkan pola kesehatan fungsional. Ilmu perilaku 6.3.

Kebutuhan fisiologi menjadi kebutuhan utama manusia.2. harga diri dan aktualisasi diri. Identifikasi kemampuan dan keadaan yang menunjang asuhan keperawatan klien 6. Validasi data. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin semua masalah diatasi bersama-sama sekaligus. Cara analisis data : 1. Menggunakan berbagai sumber yang ada relevansinya dengan masalah klien dan menggunakan cara-cara pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan klien 3. Menentukan pola alternatif pemecahan masalah 4. Membuat hubungan sebab akibat antara data dengan masalah yang timbul. kemudian diprioritaskan. dibandingkan dengan data senjang 5. Membandingkan dengan standart 4. model. hirarki Maslow menjadi rujukan perawat dalam menentukan pemenuhan kebutuhan klien. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 4. Dalam memprioritaskan kebutuhan klien. kerangka kerja. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGKAJIAN 1. teliti kembali data yang telah terkumpul 2. Data yang dikumpulkan harus menyeluruh meliputi aspek bio-psiko-sosial dan spiritual 2. Jadi diputuskan masalah mana yang yang dapat diatasi terlebih dahulu. nrma dan standart. maka disusun daftar masalah yang ditemukan. Membuat kesimpulan tantang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan C. Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 3. Identifikasi kesenjangan data 3. Menerapkan teori. kemudian diikuti oleh kebutuhan-kebutuhan psikososial seperti : aman-nyaman. cintamemiliki. PRIORITAS MASALAH Apabila masalah talah diidentifikasi. Dicatat dalam catatan keperawatan secara sistematis dan terus-menerus . pengetahuan.

5. maka perlu dipertimbangkan pedoman dalam pembuatan pencatatan pengkajian. diantaranya : 1. Ikuti kebijakan dan prosedur yang telah ada untuk pencatatan pengkajian 8. Lampiran. Masukkan pernyataan yang mendukung klien 6. Dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relevan. 1. Jaga kerahasiaan . Jabarkan observasi dan hasil yang jelas 7. Format yang mencakup pengkajian perkembangan. Tulis data secara ringkas 9. yang semuanya termasuk tipe pengkajian informasi. Data harus dicatat. pemeriksaan dari kepala sampai dengan seluruh tubuh dapat memperluas informasi 4. Untuk mencapai catatan pengkajian secara aktual. lembar alur (flow sheet) dan catatan perkembangan. Gunakan format yang telah ada 3. Menulis nama dan tanda tangan pelaksana pengkajian. Catat informasi tanpa bias dan nilai-nilai opini pribadi 5. Dikelompokkan menurut kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 6. Bentuk dokumentasi dapat berupa data dasar. Gunakan format yang terorganisasi 2. Bagaimana cara mendapatkan data yang baik ? a. sesuaikan formatnya 13. DOKUMENTASI PENGKAJIAN Fokus dokumentasi pengkajian pada data klinik adalah perawat dapat mengimplementasikan dan mengorganisasi data. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 11. Data dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relecan dan sesuai 14. Setiap data yang dikumpulkan adalah data baru dan mendapatkan validasi 10. Data dikelompokkan dalam bio-psiko-sosio-spiritual. Menuliskan identitas waktu 15. dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain 12.

Pergunakan lebih banyak pertanyaan terbuka d. Pergunakan format pengkajian yang teorganisir dan disepakati oleh instansi 4. . Bagaimana cara bertanya yang baik ? a. Bagaimana cara mengobservasi ? a. Usahakan tidak tergesa-gesa 2. Jaga kontak mata e. Jadilah pendengar yang aktif b. Bagaimana cara menjadi pendengar yang baik? a. Tunjukkan sikap yang baik d. Sebutkan nama c. Tanyakan pertama kali mengenai masalah yang paling dirasakan klien b. Pergunakan istilah yang dimengerti oleh klien c. Pergunakan panca indera b.b. Tanyakan sesuatu yang penting dan tidak menyinggung g. Pergunakan refleksi (mengulang kembali apa yang dikatakan oleh klien) e. ulang apa yang telah dikatakan dan simpulkan. Beri kesempatan kepada klien untuk menyelesaikan pembicaraannya c. Tunjukkan penampilan yang baik c. Bersabarlah jika klien `blocking` d. Klarifikasi. Jelaskan tujuan wawancara d. Jaga pola interaksi yang baik 3. Jangan memulai pertanyaan pribadi f. Berikan perhatian yang penuh e.

Pola aktivitas. Penggunaan alat bantu c. Defekasi. Pola eliminasi a. Ketaatan pada ketentuan media dan keperawatan 2. Pola nutrisi metabolik a. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat a. bekerja. Pengetahuan tentang gaya hidup dan berhubungan dengan sehat c. latihan dan rekreasi b. pola makan biasa dan masukan cairan b. Pengetahuan tentang praktik kesehatan preventif d. Kualitas dan kuantitas tidur 6.MODEL KEPERAWATAN DALAM PENGKAJIAN / PENGUMPULAN DATA GORDON (1982) : Pola Kesehatan Fungsional 1. Penggunaan obat-obatan 4. Kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri. berkemih b. Pola kognitif perseptual keadekuatan alat sensori . Pola tidur istirahat dalam 24 jam b. dll) 5. pilihan makanan 3. Nafsu makan. Pola tidur dan istirahat a. Tipe makanan dan cairan c. Pola sehat sejahtera yang dirasakan b. Pola aktivitas latihan a. Peningkatan / penurunan berat badan d.

Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitasnya b. identitas diri. Konflik MODEL ROY`s (1984) : Model adaptasi : . Pola peran dan tanggung jawab a. Persepsi klien tentang kemampuannya c. Pola seksual reproduksi a. Sikap klien mengenai dirinya b. Persepsi klien tantang pola hubungan b. Kemampuan mengendalian stress b. tujuan dan keyakinan b. Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab 9. Spiritual c. belajar. Penglihatan. Pola emosional d. Nilai. pembau b.a. ideal diri.Pola nilai dan keyakinan a. Pola koping dan toleransi stress a. Citra diri. Kemampuan bahasa. Sumber pendukung 11. harga diri dan peran diri 8. Pola persepsi-konsep diri a. perasa. ingatan dan pembuatan keputusan 7. Tahap dan pola reproduksi 10.

Aktivitas / istirahat 2. Pemenuhan kebutuhan eliminasi 5. Keseimbangan aktivitas dan istirahat 6. Interdependent MODEL OREM (1985) : Self-care / kemandirian klien dalam merawat dirinya sendiri : 1. Proteksi g. Fungsi peran 4.1. Pengaturan suhu h. Pemenuhan kebutuhan nutrisi 4. Eliminasi d. Kebutuhan fisiologik a. Pencegahan 8. Nutrisi c. Pemenuhan kebutuhan oksigen 2. Pengaturan sistem endokrin 2. Promosi DOENGOES (1993) : 1. Sirkulasi . Oksigen f. Aktivitas dan istirahat b. Pemenuhan kebutuhan cairan 3. Cairan dan elektrolit e. Konsep diri 3. Sosial 7.

kesadaran. Makanan dan cairan 6. Nyeri / ketidaknyamanan 9. Memilih : memilih di antara alternatif-alternatif 2. peduli. Eliminasi 5. Mengetahui : mengenal memahami 6. Merasakan : pengalaman. melepaskan. dan kehilangan sesuatu 4. membangun hubungan. Seksualitas 12. Penyuluhan / pembelajaran FITZ PATRICK (1991) : Pola respon manusia : 1. Bertukaran : memberikan. Hygiene 7. Mempersepsikan : memahami dengan pikiran. sensasi. Neurosensori 8. berada dalam beberapa asosiasi dengan benda. pemahaman atau pengertian secara sadar / emosional 5. berguna SUMBER klik disiniASKEP HIPERTIROIDISME08 September 2008 12:12Defenisi . Berkomunikasi : verbal non verbal 3. Keamanan 11. Berhubungan : menjalin hubungan. Integritas ego 4. Bergerak : mengubah posisi. Pernafasan 10.3. orang atau tempat Menilai : perhatian. sadar tentang indera / rangsangan eksternal 8. Interaksi sosial 13. mengenal. berharga. desakan untuk bertindak / melakukan sesuatu 7.

hipofisis. Penyebab Hipertiroidisme Dengan Pola Hormon Spesifik Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid.Hipertiroidisme adalah kadar Hormon Tiroid (HT) dalam darah yang berlebihan. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang tinggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan. atau hipotalamus. TRF akan rendah karena umpan balik negatif dari HT dan TSH. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya. silahkan download disini . untuk materi lengkap. Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambaran kadar HT dan TSH yang tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful