http://nursing-keperawatan.blogspot.com/feeds/posts/default?

orderby=updated Diagnosa Keperawatan NANDA : Gangguan Fungsi Pernapasan25 Oktober 2008 18:58Menurut taksonomi II NANDA 2007-2008, diagnosis yang berhubungan dengan fungsi pernafasan adalah:

Ineffective airway clearance (bersihan jalan nafas tidak efektif) Risk for aspiration (risiko aspirasi) Ineffetive breathing pattern (pola nafas tidak efektif) Impaired gas exchange (gangguan pertukaran gas) Risk for suffocation Impaired spontaneous ventilation (gangguan ventilasi spontan) Dysfungsional ventilatory weaning response

Dari sekian banyak diagnosis keperawatan untuk fungsi pernafasan, diagnosis nomer 1, 3 dan 4 mungkin adalah diagnosis yang paling sering digunakan. Bersihan jalan nafas tidak efektif (hal. 5). Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas. Tanda: ketidakmampuan batuk, suara nafas, perubahan frekuensi nafas, sianosis, kesulitan bicara, dyspnea, sputum berlebihan, batuk tidak efektif, orthopnea, kesulitan tidur dan mata lebar. Pola nafas tidak efektif (hal. 26). Inspirasi dan ekspirasi tidak dapat memenuhi ventilasi dengan adequat. Bisa dikarenakan kecemasan, posisi tubuh, kelelahan, gangguan muskuloskeletal, hiperventilasi, hipoventilasi, kegemukan, nyeri, dll. Gangguan pertukaran gas (hal. 94). Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida di membran kapiler-alveoli. Tandanya: hiperkapnea, hiperkarbia, hipoksia, dyspnea, hipoksemia, kesulitan tidur, takikardia, diaporesis, dll.Diagnosa Keperawatan NANDA : ELIMINASI13 September 2008 11:18Berikut ini beberapa diagnosis keperawatan yang berhubungan dengan eliminasi:

Bowel incontinence (p. 22) atau inkontinensia alvi/faeces. Perubahan pola kebiasaan defekasi. Bisa diakibatkan oleh diare kronis, pola makan, immobilisasi, stres, pengobatan, kurang kebersihan pada saat toileting, dll. Bedakan dengan diagnosis Diare . Pada diagnosis ini, faeces biasa, hanya polanya saja yang berubah. Misalnya rutin sehari sekali, karena faktor-faktor yang berhubungan, menjadi dua atau tiga hari sekali.

Diarrhea (p. 71) atau diare. Data utamanya adalah faeces tidak berbentuk sampai dengan cair. Indokator utamanya adalah buang air besar (cair) minimal tiga kali dalam satu hari. Hasil auskultasi abdomen, kram perut dan nyeri perut merupakan tanda-gejala yang lainnya. Faktor yang berhubungan dibagi menjadi tiga kelompok; fisiologis, psikologis dan situasional. Misalnya karena kecemasan, tingkat stres tinggi, proses peradangan, iritasi, malabsorpsi, keracunan, perjalanan jauh, konsumsi alkohol dan pengaruh radiasi.

Impaired urinary elimination (p. 234) atau gangguan eliminasi urin. Karakteristiknya: disuria, frekuensi buang air kecil meningkat, hesitansi, inkontinensia, nokturia. Di NANDA memang agak sedikit rancu. Salah satu karakteristik yang disebutkan untuk diagnosis ini adalah retention . Padahal sudah ada diagnosis Retensi urine . Sehingga disarankan kalau pasien memang mengalami retensi urin, langsung diangkat saja menjadi diagnosis Retensi urin . Untuk mengangkat diagnosis keperawatan Gangguan eliminasi urin , perlu dijelaskan gangguan yang mana. Jika pasien mengeluh sering terbangun untuk kencing di malam hari, maka bisa diambil Gangguan eliminasi urin: nokturia . Jika pasien beser (buang air kecil tidak terkontrol dan terus menerus), bisa diangkat menjadi Gangguan eliminasi urin: inkontinensia . Dan seterusnya, sesuai data yang diperoleh dari pengkajian.

Readiness for enhanced urinary elimination (p. 235) atau potensial peningkatan eliminasi urine (diagnosis sejahtera).

Urinary retention (p. 236) atau retensi urin. Tidak dapat mengosongkan urin secara lampias. Karakteristiknya: palpasi blader terasa tegang, sakit saat buang air kecil, sampai dengan tidak keluarnya urin sama sekali. Faktor yang berhubungan: kekuatan spincter, tekanan tinggi pada uretral dan adanya hambatan (harus dibuktikan dengan adanya hasil pemeriksaan). Constipation (p. 44) atau konstipasi Perceived constipation (p. 46) atau perkiraan konstipasi (klien mendiagnosis dirinya sendiri menderita konstipasi, biasanya faktor yang berhubungan adalah kepercayaan budaya, kepercayaan keluarga, pemahaman yang salah atau gangguan proses pikir)

Risk for constipation (p. 47) atau resiko konstipasi.Diagnosa NANDA Terbaru13 September 2008 11:15Activity/RestActivity intolerance (specify level) Activity intolerance, for Disuse syndrome, risk for Divers ional activity deficit Fatigue Sleep pattern disturbance CirculationAdaptive capacity: intracranial, decreased Cardiac output, decreased Dysreflexia Tissue perfusion, altered (specify): cerebral, cardiopulmonary, renal, gastrointestinal, peripheral Ego IntegrityAdjustment, impaired Anxiety (mild, moderate, severe, panic) Body image disturbance Coping, defensive Coping, individual, ineffective Decisional conflict Denial, ineffective Energy field disturbance Fear Grieving, anticipatory Grieving, dysfunctional Hopelessness Personal identity disturbance Post-trauma response (specify stage) Powerlessness Rape-trauma syndrome (specify) Rape-trauma syndrome: compound reaction

enhanced. ineffective . altered Urinary retention. potential for EliminationBowel incontinence Constipation Constipation.Rape-trauma syndrome: silent reaction Relocation stress syndrome Self-esteem. perceived Diarrhea Incontinence. chronic low Self-esteem disturbance Self-esteem. total Incontinence. functional Incontinence. (acute/chronic) Food/FluidBreastfeeding. risk for Fluid volume excess Infant feeding pattern. reflex Incontinence. stress Incontinence. colonic Constipation. situational low Spiritual distress (distress of the human spirit) Spiritual well being. effective Breastfeeding. interrupted Fluid volume deficit (active loss) Fluid volume deficit (regulatory failure) Fluid volume deficit. ineffective Breastfeeding. urge Urinary elimination.

bathing/hygiene. chronic Infant behavior. risk for Breathing pattern.Nutrition: altered. chronic Respiration Airway clearance. less than body requirements Nutrition: altered. risk for Infant behavior. more than body requirements Nutrition: altered. dysfunctional (DVWR) Safety . impaired Peripheral neurovascular dysfunction. altered Swallowing. altered Unilateral neglect Pain/DiscomfortPain Pain. ineffective Gas exchange. risk for Sensory perception alterations (specify): visual. dressing/ grooming. auditory. potential for enhanced Memory. acute Confusion. tactile. risk for more than body requirements Oral mucous membrane. impaired Spontaneous ventilation. kinesthetic. ineffective Aspiration. inability to sustain Ventilator weaning response. impaired HygieneSelf-care deficit (specify level): feeding. disorganized. olfactory Thought processes. gustatory. toileting NeurosensoryConfusion. organized. disorganized Infant behavior. acute Pain.

altered Social Interaction Caregiver role strain Caregiver role strain. impaired Skin integrity. risk for Injury. risk for Physical mobility. ineffective Tissue integrity. risk for Environmental interpretation syndrome. impaired Poisoning. altered. risk for Protection. risk for Violence. impaired Trauma. impaired Hyperthermia Hypothermia Infection. impaired. altered Self-mutilation. altered Home maintenance management. impaired Health maintenance. risk for Skin integrity. risk for Suffocation. risk for Perioperative positioning injury.Body temperature. risk for . (actual)/risk for: directed at self/others Sexuality(component of ego integrity and social interaction) Sexual dysfunction Sexuality patterns. risk for Thermoregulation.

altered Social interaction. altered) (specify) Therapeutic regimen: community. impaired verbal Communitycoping. ineffective management Therapeutic regimen: families. potential for Community coping. altered: alcoholism (substance abuse) Family processes. risk for Parental role conflict Parent/infant/child attachment. altered. ineffective Family coping. altered. risk for Parenting.Communication. risk for Role performance. altered Loneliness. potential for growth Family processes. ineffective managementDownload Askep13 September 2008 11:07Askep Tetanus Silahkan download disini Askep CHF . effective management Therapeutic regimen: individual. altered Health-seeking behaviors (specify) Knowledge deficit (learning need) (specify) Noncompliance (compliance. enhanced. altered Parenting. impaired Social isolation Teaching/Learning Growth and development. ineffective Family coping. ineffective management Therapeutic regimen: individual.

2000).000 orang meninggal dunia dan lebih dari 100. Contusio / memar. Sedangkan menurut Brunner & Suddarth (2000). yaitu pendarahan kecil di jaringan otak akibat pecahnya pembuluh darah kapiler dapat menyebabkan edema otak dan peningkatan TIK. Menyebabkan kerusakan meatus auditorius internal dan eustachius. . Hematoma disebut sebagai epidural. Subdural. pingsan + 10 menit. Ada berbagai klasifikasi yang di pakai dalam penentuan derajat kepala. 4 pada seluruh populasi. trauma capitis adalah gangguan traumatic yang menyebabkan gangguan fungsi otak disertai atau tanpa disertai perdarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak tanpa disertai pendarahan in testina dan tidak mengganggu jaringan otak Tipe-Tipe Trauma : Trauma Kepala Terbuka: Faktur linear daerah temporal menyebabkan pendarahan epidural. dapat menyebabkan penurunan kesadaran.000 orang yang selamat akan mengalami disabilitas permanent (York. yaitu trauma Kapitis ringan. Pendarahan Intrakranial. Kecelakaan kendaraan bermotor menrupakan penyebab cedera kepala pada lebih dari 2 juta orang setiap tahunnya. Hematoma yang berkembang dalam kubah tengkorak akibat dari cedera otak. 75.Silahkan download disiniASKEP TRAUMA KAPITIS11 September 2008 17:27Pengertian Trauma merupakan penyebab utama kematian pada populasi dibawah umur 45 tahun dan merupakan penyebab kematian no. Faktur Fosa anterior dan hidung dan hematom faktur lonsitudinal. atau Intra serebral tergantung pada lokasinya. Lebih dari 50% kematian disebabkan oleh cidera kepala. Trauma Kepala Tertutup Comosio Cerebri. pusing dapat menyebabkan kerusakan struktur otak.

2000: 4): Cidera kepala ringan/minor (kelompok resiko rendah) Skor skala koma Glasglow 15 (sadar penuh. Cidera kepala berat (kelompok resiko berat) Skor skala koma glasglow 3-8 (koma) Penurunan derajat kesadaran secara progresif Tanda neurologis fokal Cidera kepala penetrasi atau teraba fraktur depresikranium.otorhea atau rinorhea cairan serebrospinal).mata rabun. letargi atau stupor) Konkusi Amnesia pasca trauma Muntah Tanda kemungkinan fraktur kranium (tanda battle. Cidera kepala sedang (kelompok resiko sedang) Skor skala koma glasgow 9-14 (konfusi.The Traumatic Coma Data Bank mendefinisakan berdasarkan skor Skala Koma Glasgow (cited in Mansjoer. dkk.laserasi. Menurut Keperawatan Klinis dengan pendekatan holistik (1995: 226): .hemotimpanum.atentif.atau hematoma kulit kepala Tidak adanya kriteria cedera sedang-berat.dan orientatif) Tidak ada kehilangan kesadaran(misalnya konkusi) Tidak ada intoksikasi alkohaolatau obat terlarang Pasien dapat mengeluh nyeri kepala dan pusing Pasien dapat menderita abrasi.

Cidera kepala ringan /minor SKG 13-15 Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari 30 menit. Arif mansjoer. Annegers ( 1998 ) membagi trauma kepala berdasarkan lama tak sadar dan lama amnesia pasca trauma yang di bagi menjadi : Cidera kepala ringan. Cidera kepala berat SKG 3-8 Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam. Cidera kepala sedang SKG 9-12 Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam.juga meliputi kontusio serebral.apabila kehilangan kesadaran atau amnesia terjadi 30 menit sampai 24 jam atau adanya fraktur tengkorak Cidera kepala berat.tidak ada kontusio cerebral. Mekanisme : berdasarkan adanya penetrasi durameter: .apabila kehilangan kesadaran atau amnesia berlangsung kurang dari 30 menit Cidera kepala sedang.apabiula kehilangan kesadaran atau amnesia lebih dari 24 jam.laserasi atau hematoma intrakranial. keparahan dan morfologi cidera.perdarahan subdural dan kontusio serebri.dan hematoma.Dapat mengalami fraktur tengkorak. dkk (2000) mengklasifikasikan cidera kepala berdasarakan mekanisme.Tidak ada fraktur tengkorak.

: Fokal: epidural.v Trauma tumpul : Kecepatan tinggi(tabrakan mobil). v Berat : GCS 3-8. : Kecepatan rendah(terjatuh. konkusi . v Lesi intrakranial klasik. v Sedang : GCS 9-13.di pukul). depresi/non depresi. subdural. Keparahan cidera v Ringan : Skala koma glasgow(GCS) 14-15. dengan/tanpa kelumpuhan nervus VII. Basis:dengan/tanpa kebocoran cairan serebrospinal. Morfologi v Fraktur tengkorak : kranium: linear/stelatum. Difus: konkusi ringan. v Trauma tembus(luka tembus peluru dan cidera tembus lainnya. cidera difus. intraserebral. terbuka/tertutup.

dengan kemungkinan adanya daerah haemoragi. Luka kulit kepala maupun tempat masuknya infeksi intrakranial. setelah pukulan atau cidera pada kepala yang menimbulkan kontusio. Cidera pada bagian ini banyak mengandung pembuluh darah. kontusio. Komosio dipertimbangkan sebagai cidera kepala minor dan dianggap tanpa sekuele yang berarti. pernafsan dangkal. pasien terbaring dan kehilangan gerakkan. Hematoma (pengumpulan darah) yang terjadi di dalam kubah kranial adalah akibat paling serius dari cidera kepala. sering defekasi dan berkemih tanpa di sadari. Pasien tidak sadarkan dari. Cidera otak serius dapat tejadi dengan atau tanpa fraktur tengkorak. sub akut atau kronik. Setelah cidera kepala. Kerusakan tidak dapat pulih dan sel-sel mati dapat diakibatkan karena darah yang mengalir berhenti hanya beberapa menit saja dan kerusakan neuron tidak dapat mengalami regenerasi.Jenis-jenis cidera kepala (Suddarth. Bila fraktur terbuka maka dura rusak dan fraktur tertutup keadaan dura tidak rusak. haemoragi karena arteri ini menyebabkan penekanan pada otak. kulit dingin dan pucat. Cidera Otak. Hematoma sub dural adalah pengumpulan darah diantara dura dan dasar. Tergantung ukuran pembuluh darah yang terkena dan jumlah perdarahan yang ada. Kontusio serebral merupakan didera kepala berat. efek utama adalah seringkali lambat sampai hematoma tersebut cukup besar untuk menyebabkan distorsi dan herniasi otak serta peningkatan TIK. Fraktur tengkorak. Hematoma sub dural akut d hubungkan dengan cidera kepala mayor yang meliputi kontusio dan laserasi. dimana arteri ini berada di dura dan tengkorak daerah inferior menuju bagian tipis tulang temporal. l2210-2213) Cidera kulit kepala. darah berkumpul di dalam ruang epidural (ekstradural) diantara tengkorak dan dura. Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuitas tulang tengkorak di sebabkan oleh trauma. denyut nadi lemah. Pada pasien dengan komosio sering ada gangguan dan kadang efek residu dengan mencakup kurang perhatian. Hematoma sub dural dapat terjadi akut. Kontusio. Dan Hematoma sub dural kronik dapat terjadi karena cidera kepala minor dan terjadi paling sering pada lansia. suatu ruang yang pada keadaan normal diisi oleh cairan. Komosio umumnya meliputi sebuah periode tidak sadarkan diri dalam waktu yang berakhir selama beberapa detik sampai beberapa menit. dimana otak mengalami memar. kulit kepala berdarah bila cidera dalam. Adanya fraktur tengkorak biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yang kuat. Komosio. Trauma dapat menyebabkan abrasi. kesulitan memori dan gangguan dalam kebiasaan kerja. 2000. Fraktur tengkorak diklasifikasikan terbuka dan tertutup. Haemoragi intrakranial. Hematoma sub dural. laserasi atau avulsi. Keadaan ini karena fraktur tulang tengkorak yang menyebabkan arteri meningeal tengah putus /rusak (laserasi). . dkk. Sedangkan Hematoma sub dural sub akut adalah sekuele kontusio sedikit berat dan di curigai pada pasien gangguan gagal meningkatkan kesadaran setelah trauma kepala. laserasi dan hemoragi otak. Hematoma epidural (hamatoma ekstradural atau haemoragi).

Haemoragi intraserebral dan hematoma. Kerusakan jaringan otak karena benda tumpul tergantung pada : v Lokasi v Kekuatan v Fraktur infeksi/ kompresi v Rotasi v Delarasi dan deselarasi Mekanisme cedera kepala . dapat menyebabkan cedera seluruh kerusakan terjadi ketika energi/ kekuatan diteruskan kepada otak. Hemoragi intraserebral adalah perdaraan ke dalam substansi otak. cidera kumpil). Benda Tumpul. Etiologi Cedera kepala dapat disebabkan oleh dua hal antara lain : Benda Tajam. Haemoragi ini biasanya terjadi pada cidera kepala dimana tekanan mendesak ke kepala sampai daerah kecil (cidera peluru atau luka tembak. Trauma benda tajam dapat menyebabkan cedera setempat.

Deselerasi. 1996): Tanda dan gejala fisik/somatik: nyeri kepala. Respon pupil mungkn lenyap. Contoh : akibat pukulan lemparan. . Tanda dan Gejala Tanda dan gejala cedera kepala dapat dikelompokkan dalam 3 kategori utama ( Hoffman. nausea. Contoh : kepala membentur aspal. Dihubungkan dengan perubahan bentuk atau gangguan integritas bagan tubuh yang dipengaruhi oleh kekuatan pada tengkorak. Nyeri kepala dapat muncul segera/bertahap seiring dengan peningkatan TIK. gangguan perhatian dan berfikir kompleks Tanda dan gejala emosional/kepribadian: kecemasan. Perubahan perilaku kognitif dan perubahan fisik pada berbicara dan gerakan motorik dapat timbul segera atau secara lambat. dkk. Deformitas. Dapat timbul mual-muntah akibat peningkatan tekanan intrakranial. dizziness.Akselerasi. Pola pernafasan secara progresif menjadi abnormal. iritabilitas Gambaran klinis secara umum pada trauma kapitis : Pada kontusio segera terjadi kehilangan kesadaran. vomitus Tanda dan gejala kognitif: gangguan memori. ketika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang diam.

BAER (Brain Eauditory Evoked) : menentukan fungsi dari kortek dan batang otak. Kejang. MRI : sama dengan CT Scan dengan atau tanpa kontraks. PET (Pesikon Emission Tomografi) : menunjukkan aktivitas metabolisme pada otak. GDA (Gas Darah Arteri) : mengetahui adanya masalah ventilasi atau oksigenasi yang akan dapat meningkatkan TIK.Pemeriksaan Dianostik: CT Scan : mengidentifikasi adanya sol.. Pungsi Lumbal CSS : dapat menduga adanya perdarahan subaractinoid. perdarahan dan trauma. Pemeriksaan toksitologi : mendeteksi obat yang mungkin bertanggung jawab terhadap penurunan kesadaran. Sinar X : mendeteksi adanya perubahan struktur tulang (faktur pergeseran struktur dan garis tengah (karena perdarahan edema dan adanya frakmen tulang). Kejang pasca trauma dapat terjadi segera (dalam 24 jam pertama dini. . Angiografi Serebral : menunjukkan kelainan sirkulasi serebral seperti pergeseran jaringan otak akibat edema. minggu pertama) atau lanjut (setelah satu minggu). hemoragi menentukan ukuran ventrikel pergeseran cairan otak. Kimia/elektrolit darah : mengetahui ketidakseimbangan yang berpengaruh dalam peningkatan TIK. Diabetes Insipidus. Kadar antikonvulsan darah : dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat terapi yang cukup efektif untuk mengatasi kejang. EEG : memperlihatkan keberadaan/ perkembangan gelombang. Komplikasi Kebocoran cairan serebrospinal akibat fraktur pada fossa anterior dekat sinus frontal atau dari fraktur tengkorak bagian petrous dari tulang temporal. disebabkan oleh kerusakan traumatic pada rangkai hipofisis meyulitkan penghentian sekresi hormone antidiupetik.

Penatalaksanaan Medik

Penatalaksanaan medik cedera kepala yang utama adalah mencegah terjadinya cedera otak sekunder. Cedera otak sekunder disebabkan oleh faktor sistemik seperti hipotesis atau hipoksia atau oleh karena kompresi jaringan otak (Tunner, 2000). Pengatasan nyeri yang adekuat juga direkomendasikan pada pendertia cedera kepala (Turner, 2000).

Penatalaksanaan umum adalah sebagai berikut :

·

Nilai fungsi saluran nafas dan respirasi.

·

Stabilisasi vertebrata servikalis pada semua kasus trauma.

·

Berikan oksigenasi.

·

Awasi tekanan darah

·

Kenali tanda-tanda shock akibat hipovelemik atau neuregenik.

·

Atasi shock

·

Awasi kemungkinan munculnya kejang.

Penatalaksanaan lainnya:

Dexamethason/kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral, dosis sesuai dengan berat ringannya trauma. Therapi hiperventilasi (trauma kepala berat). Untuk mengurangi vasodilatasi. Pemberian analgetika Pengobatan anti oedema dengan larutan hipertonis yaitu manitol 20% atau glukosa 40 % atau gliserol 10 %. Antibiotika yang mengandung barrier darah otak (penisilin). Makanan atau cairan. Pada trauma ringan bila terjadi muntah-muntah tidak dapat diberikan apaapa, hanya cairan infus dextrosa 5% , aminofusin, aminofel (18 jam pertama dan terjadinya kecelakaan), 2-3 hari kemudian diberikana makanan lunak. Pada trauma berat, hari-hari pertama (2-3 hari), tidak terlalu banyak cairan. Dextrosa 5% untuk 8 jam pertama, ringer dextrose untuk 8 jam kedua dan dextrosa 5% untuk 8 jam ketiga. Pada hari selanjutnya bila kesadaran rendah, makanan diberikan melalui ngt (2500-3000 tktp). Pemberian protein tergantung nilai urea N. Tindakan terhadap peningktatan TIK

Pemantauan TIK dengan ketat. Oksigenisasi adekuat. Pemberian manitol. Penggunaan steroid. Peningkatan kepala tempat tidur. Bedah neuro. Tindakan pendukung lain

dukungan ventilasi. Pencegahan kejang. Pemeliharaan cairan, elektrolit dan keseimbangan nutrisi. Terapi anti konvulsan. Klorpromazin untuk menenangkan pasien. Pemasangan selang nasogastrik.

Pengkajian Keperawatan

Data tergantung pada tipe, lokasi dan keparahan cedera dan mungkin diperlukan oleh cedera tambahan pada organ-organ vital.

Aktivitas/ Istirahat

Gejala : Merasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan.

Tanda : Perubahan kesehatan, letargi

Hemiparase, quadrepelgia

Ataksia cara berjalan tak tegap

Masalah dalam keseimbangan

Cedera (trauma) ortopedi

Kehilangan tonus otot, otot spastik

Sirkulasi

Gejala : Perubahan darah atau normal (hipertensi)

baal pada ekstremitas. Tanda : Muntah (mungkin proyektil) Gangguan menelan (batuk. sinkope.Perubahan frekuensi jantung (bradikardia. Makanan/ cairan Gejala : Mual. Tanda : Perubahan kesadaran bisa sampai koma Perubahan status mental . fingking. disfagia). bingung depresi dan impulsif. Neurosensoris Gejala : Kehilangan kesadaran sementara. vertigo. muntah dan mengalami perubahan selera. agitasi. takikardia yang diselingi bradikardia disritmia). tinitus kehilangan pendengaran. air liur keluar. delirium. Eliminasi Gejala : Inkontenensia kandung kemih/ usus atau mengalami gngguan fungsi. amnesia seputar kejadian. mudah tersinggung. Integritas Ego Gejala : Perubahan tingkah laku atau kepribadian (tenang atau dramatis) Tanda : Cemas.

respon menarik pada rangangan nyeri yang hebat. Nafas berbunyi stridor. mengi positif Keamanan Gejala : Trauma baru/ trauma karena kecelakaan .Perubahan pupil (respon terhadap cahaya. Quadreplegia Nyeri/ Kenyamanan Gejala : Sakit kepala dengan intensitas dan lokasi yang berbeda biasanya koma. Pernapasan Tanda : Perubahan pola nafas (apnea yang diselingi oleh hiperventilasi). merintih. Tnda : Wajah menyeringai. gelisah tidak bisa beristirahat. hemiparese. tidak seimbang Refleks tendon dalam tidak ada atau lemah Apraksia. simetri) Wajah tidak simetri Genggaman lemah. terdesak Ronki.

penurunan kekuatan. konflik psikologis. Diagnosa Keperawatan Perfusi jaringan serebral tidak efektif b/d interupsi aliran darah Resiko terhadap ketidakefektifan pola nafas b/d kerusakan neurovaskuler. kekurangan nutrisi. gangguan dalam regulasi suhu tubuh Interaksi Sosial Tanda : Afasia motorik atau sensorik. obstruksi trakeo bronkial Perubahan persepsi sensori b/d perubahan resepsi sensori. . bicara berulang-ulang. bicara tanpa arti. Perubahan proses pikir b/d perubahan fisiologis.Tanda : Fraktur/ dislokasi Gangguan penglihatan Gangguan kognitif Gangguan rentang gerak. kekutan secara umum mengalami paralisis Demam. kerusakan persepsi atau kognitif. tonus otot hilang. respon inflamasi tertekan. Resiko infeksi b/d jaringan trauma. transmisi. penurunan kerja silia. Kerusakan mobilitas fisik b/d kerusakan persepsi atau kognitif.

dll) seperti ini tidak bisa masuk sebagai reference. Marilynn E.Nursing Diagnosis: Definitions and Classification. S. Guyton dan Hall. Buku Saku Daignosis Keperawatan: dengan intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. Juli. Jakarta Tulisan ini hanyalah sebagai bahan bacaan.USA Judith M Wilkinson. dkk.Jakarta. Doengoes. perdarahan dan gangguan yang dialami oleh pasien..Kep. EGC.1993. wordpress. Brunner & Suddarth. Jakarta : EGC. Marlyn E Doengoes. karena masih diperlukan kajian mendalam.PEMASANGAN NGT11 September 2008 17:24Insersi slang nasogastrik meliputi pemasangan slang plastik lunak melalui nasofaring klien ke dalam lambung. sesuai dengan kasus yang dihadapi. Jakarta : EGC. Jakarta. Arif Mansjoer. I. S. kasus kelolaan. Yang jelas. alih bahasa : I Made Kariasa.Kep: EGC. Fisiologi Kedokteran Edisi 9. NANDA. Kuncara. Rencana Asuhan Keperawatan. Yasmin Asih. blog (blogspot. Rencana Asuhan Keperawatan.. 2007.. 2002. Trauma kapitis tentu saja harus dijelaskan lebih terinci. EGC...Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta. Kapita Selekta Kedokteran. alih bahasa : Waluyo Agung. Keperawatan Medikal Bedah. 2000.DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth.. 2002. bukan untuk memudahkan pembuatan LP. Media Aesculapius. 2001-2002.Made Karyasa. .. Jakarta : EGC. Philadelphia. 2000. 1996. Slang mempunyai lumen berongga yang memungkinkan baik pembuangan sekret gastrik dan pemasukan cairan ke dalam lambung. Ni Made Sumarwati.

PERALATAN Slang nasogastrik (ukuran 14-18 fr) Pelumas/ jelly Spuit berujung kateter 60 ml Stetoskop lampu senter/ pen light klem Handuk kecil Tissue Spatel lidah Sarung tangan dispossible .

Plester Nierbekken Bak instrumen TUJUAN memungkinkan dukungan nutrisi melalui saluran gastrointestinal memungkinkan evakuasi isi lambung menghilangkan mual HASIL YANG DIHARAPKAN .

Klien menambah berat badannya 1/2 sampai 1 kg per minggu Klien tidak mempunyai keluhan mual atau muntah PENGKAJIAN Pengkajian harus berfokus pada: Instruksi dokter tentang tipe slang dan penggunaan slang Ukuran slang yang digunakan sebelumnya. jika ada Riwayat masalah sinus atau nasal Distensi abdomen. nyeri atau mual LANGKAH PELAKSANAAN .

instruksikan klien untuk menekuk kepala ke depan dan menelan . masukkan selang ke dalam lubang hidung yang paling bersih Pada saat anda memasukkan slang lebih dalam ke hidung. minta klien menahan kepala dan leher lurus dan membuka mulut Ketika slang terlihat dan klien bisa merasakan slang dalam faring. ulangi pada lubang hidung yang lain. Lanjutkan pengukuran dari daun telinga ke tonjolan sternum. Bersihkan mukus dan sekresi dari hidung dengan tissue lembab atau lidi kapas Tempatkan handuk mandi diatas dada klien. Pertahankan tissue wajah dalam jangkauan klien Gunakan sarung tangan Tentukan panjang slang yang akan dimasukkan dan ditandai dengan plester. tandai lokasi tonjolan sternum di sepanjang slang dengan plester kecil Minta klien menengadahkan kepala. dengan menempatkan ujung melingkar slang pada daun telinga.Cuci tangan dan atur peralatan Jelaskan prosedur pada klien Bantu klien untuk posisi semifowler Berdirilah disisi kanan tempat tidur klien bila anda bertangan dominan kanan(atau sisi kiri bila anda bertangan dominan kiri) Periksa dan perbaiki kepatenan nasal:Minta klien untuk bernafas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat. Ukur jarak dari lubang hidung ke daun telinga.

Masukkan slang lebih dalam ke esofagus dengan memberikan tekanan lembut tanpa memaksa saat klien menelan (jika klien batuk atau slang menggulung di tenggorokan. satu sisi plester lilitan mengitari slang Plesterkan slang secara melengkung ke satu sisi wajah klien. fiksasi slang. Aspirasi dengan spuit dan pantau drainase lambung. tarik slang ke faring dan ulangi langkah-langkahnya). DOKUMENTASI Catat hal-hal berikut pada lembar dokumentasi: Tanggal dan waktu insersi slang Warna dan jumlah drainase . diantara upaya tersebut dorong klien untuk bernafas dalam Ketika tanda plester pada selang mencapai jalan masuk ke lubang hidung. tempelkan 1 inchi plester pada lubang hidung. Untuk mengamankan slang: gunting bagian tengah plester sepanjang 2 inchi. tarik udara ke dalam spuit sebanyak 10-20 ml masukkan ke selang dan dorong udara sambil mendengarkan lambung dengan stetoskop jika terdengar gemuruh. kemudian yang lain. sisakan 1 inci tetap utuh. Pita karet dapat digunakan untuk memfiksasi slang. lilitkan salah satu ujung. hentikan insersi selang dan periksa penempatannya:minta klien membuka mulut untuk melihat slang.

yang merupakan hal yang harus diatasi olehnya yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja pemasaran. Permasalahan dalam Riset Permasalahan manajemen dan permasalahan riset seringkali dirumuskan dalam sub bab latar belakang masalah dan permasalahan. Latar belakang yang tidak memiliki alur logika yang jelas akan sulit bagi pembaca mengenali masalah sebenarnya. 2. jelas dan mudah dipahami. fokus. Alur logika pemikiran merupakan urutan berfikir penulis dalam menuangkan gagasan yang ingin disampaiakan yang tercermin dalam susunan kalimat-kalimat dan susunan paragraf-paragraf dalam latar belakang. disertai data. tesis atau disertasi). Berikut ini adalah panduan praktis membuat latar belakang. Alur logika pemikiran yang digunakan khususnya dalam penulisan latar belakang menjadi penting diperhatikan. Sangat direkomendasikan pembicaraan dalam latar belakang lebih fokus dan mendalam. Ancangan pembahasan Ancangan yang dimaksud adalah darimanakah periset mengawali pembicaraan dalam kaitan dengan masalah riset yang dilakukan. dalam sebuah proposal penelitian. utamanya dalam meulis skripsi. latar belakang masalah merupakan penggambaran akan mengapa masalah riset muncul dari sisi masalah manajemen yang muncul. Sedangkan permasalahan riset merupakan derivasi dari permasalahan manajemen. . Pengambilan ancangan yang tepat akan memberikan penggambaran yang tepat pula atas masalah yang diangkat oleh periset. kadang sulit bagi mahasiswa yang tidak biasa menulis. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan latar belakang adalah : 1. Alur logika pemikiran yang digunakan. yang dirumuskan dan dijadikan acuan dasar dalam melakukan riset pemasaran. prinsip atau kaidah teoritik lain yang dapat dijadikan sandaran berfikir dan merumuskan masalah. Permasalahan Manajemen dan Riset Permasalahan manajemen adalah permasalahan yang dihadapi secara langsung oleh pemasar. fakta atau kejadian yang muncul yang memperkuat latar belakang dan perumusan masalah. Disamping juga dalam perumusan masalah dalam latar belakang masalah periset juga harus memaparkan teori. Dalam sebuah riset akademik (skripsi. memahami pesan yang ingin disampaikan dan bahkan akan mengaburkan masalah itu sendiri. Hal ini agar arah pemikiran yang dikembangkan dalam latar belakang lebih mengarah.ukuran dan tipe slang Toleransi klien terhadap prosedurMembuat Latar Belakang Penelitian11 September 2008 17:18Menulis latar belakang. tidak meluas tapi dangkal. Permasalahan manajemen lebih bersifat teknis.

tidak jelas dan tidak fokus. bsennya data dan fakta dalam perumusan masalah utamanya dalam latar belakang akan mengakibatkan permasalahan menjadi sangat umum.JENIS CAIRAN INFUS DAN KEGUNAANNYA11 September 2008 17:17ASERING Indikasi: Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori. sebagai cerminan kalimat tersebut diambil dari penulis yang namanya disebutkan tersebut. Fungsinya selain akan menjadi sandaran berfikir namun juga hal tersebut akan menjadi indikator obyektifitas tulisan. mengambang. Penggunaan fakta dan data lingkungan Penggunaan fakta dan data dalam perumusan latar belakang adalah penting untuk mengetahui indikator-indikator dari intensitas permasalahan yang dirumuskan oleh periset. umber teori merupakan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang disampaikan oleh seseorang yang biasanya dihasilkan dari riset. demam berdarah dengue (DHF). Penggunaan sumber teori secara eksplisit tercermin pada penggunaan kalimat yang diakhir kalimat dicantumkan nama penulis dan tahun penulisan. dalam batas tertentu. Secara singkat dapat dijelaskan: Di dalam latar belakang masalah. dan semakin kuat argumentasi yang dipaparkan oleh periset. Panjang dan kecukupan Panjang atau pendeknya penggambaran memang sangat tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian. untuk kepentingan apa riset dilakukan dan tentunya ketersediaan halaman atau tempat dalam menuangkan gagasan. dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Namun demikian prinsip yang lazim digunakan adalah bahwa penggambaran identifikasi dan perumusan masalah sebagaimana dalam latarbelakang dan permasalahan riset harus secara cukup dan tuntas mengarahkan pembaca akan masalah riel apa yang dihadapi oleh periset dan mengapa muncul dan perlu diatasi atau diteliti. Penggunaan sumber teori sebagai dasar pemikiran. Semakin banyak teori yang digunakan maka. baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. luka bakar. syok hemoragik. 4. hasil-hasil penelitian.Dari fakta dan data tersebut akan diketahui seberapa luas dan seberapa parah permasalahan riel yang ada. dehidrasi berat. 5. Komposisi: Setiap liter asering mengandung: . kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. akan semakin meningkatkan obyektifitas riset. trauma. masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.3.

RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus Pada kasus bedah.Na 130 mEq K 4 mEq Cl 109 mEq Ca 3 mEq Asetat (garam) 28 mEq Keunggulan: Asetat dimetabolisme di otot. dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati Pada pemberian sebelum operasi sesar. asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran Mempunyai efek vasodilator .

demam) < 24 jam pasca operasi Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak Bayi prematur atau bayi baru lahir. misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai. pada keadaan asupan oral terbatas .Pada kasus stroke akut. penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA. dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral KA-EN 1B Indikasi: Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui. sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam KA-EN 3A & KA-EN 3B Indikasi: Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian.

Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B KA-EN MG3 Indikasi : Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. pada keadaan asupan oral terbatas Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium 20 mEq/L Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L KA-EN 4A Indikasi : .

sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi (per 1000 ml): Na 30 mEq/L K 0 mEq/L Cl 20 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 40 gr/L KA-EN 4B Indikasi: .Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak Tanpa kandungan kalium.

5 gr/L Otsu-NS Indikasi: .Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi: Na 30 mEq/L K 8 mEq/L Cl 28 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 37.

insufisiensi adrenokortikal. luka bakar) Otsu-RL Indikasi: Resusitasi Suplai ion bikarbonat Asidosis metabolik MARTOS-10 Indikasi: Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik . misal diare Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum.Untuk resusitasi Kehilangan Na > Cl.

stres berat dan defisiensi protein Dosis: 0.3 gr/kg BB/jam Mengandung 400 kcal/L AMIPAREN Indikasi: Stres metabolik berat Luka bakar Infeksi berat Kwasiokor Pasca operasi Total Parenteral Nutrition Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit .Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor. infeksi berat.

AMINOVEL-600 Indikasi: Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI Penderita GI yang dipuasakan Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar. trauma dan pasca operasi) Stres metabolik sedang Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm) PAN-AMIN G Indikasi: Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan Nitrisi dini pasca operasi Tifoid .

2000. Problem (P/masalah). membatasi. Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien. menurunkan. Doengoes. keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial. mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito. Masalah adalah kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi. Carpenito. supaya : Perawat dapat berkomunikasi dengan istilah yang dimengerti secara umum Memfasilitasi dan mengakses diagnosa keperawatan Sebagai metode untuk mengidentifikasi perbedaan masalah keperawatan dengan masalah medis Meningkatkan kerjasama perawat dalam mendefinisikan diagnosis dari data pengkajian dan intervensi keperawatan. Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkat mungkin. . Diagnosis keperawatan disusun dengan menggunakan standart yang telah disepakati (NANDA. Gordon. merupakan gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan. dimana pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat. Diagnosis keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi. dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya.SUMBER KLIK DISINIDIAGNOSA KEPERAWATAN11 September 2008 17:15PENGERTIAN Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu. perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga. dll). Gordon. sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan. 1976 & NANDA). KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN Rumusan diagnosis keperawatan mengandung tiga komponen utama. yaitu : 1.

keadaan ini menunjukkan penyebab keadaan atau masalah kesehatan yang memberikan arah terhadap terapi keperawatan. yang merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis keperawatan. PERSYARATAN PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. Maturasional : Adolesent : ketergantungan dalam kelompok Young Adult : menikah. tanda atau gejala. interaksi antara perilaku dan lingkungan. Penyebabnya meliputi : perilaku. Situasional : personal dan lingkungan (kurang pengetahuan. Perumusan harus jelas dan singkat dari respon klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi . isolasi sosial. Unsur-unsur dalam identifikasi etiologi : Patofisiologi penyakit : adalah semua proses penyakit. 3. sehingga tidak mampu memberikan perawatan. hamil. tanda-tanda pubertas. adalah ciri. akut atau kronis yang dapat menyebabkan / mendukung masalah. menjadi orang tua Dewasa : tekanan karier.2. Etiologi (E/penyebab). Sign & symptom (S/tanda & gejala). dll) Medikasi (berhubungan dengan program pengobatan/perawatan) : keterbatasan institusi atau rumah sakit. Jadi rumus diagnosis keperawatan adalah : PE / PES. lingkungan.

2.

Spesifi dan akurat (pasti)

3.

Dapat merupakan pernyataan dari penyebab

4.

Memberikan arahan pada asuhan keperawatan

5.

Dapat dilaksanakan oleh perawat

6.

Mencerminan keadaan kesehatan klien.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Berorientasi kepada klien, keluarga dan masyarakat

2.

Bersifat aktual atau potensial

3.

Dapat diatasi dengan intervensi keperawatan

4. Menyatakan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.

ALASAN PENULISAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.

Memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif

2.

Memberikan kesatuan bahasa dalam profesi keperawatan

3.

Meningkatkan komunikasi antar sejawat dan profesi kesehatan lainnya

4. Membantu merumuskan hasil yang diharapkan / tujuan yang tepat dalam menjamin mutu asuhan keperawatan, sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi

5.

Menciptakan standar praktik keperawatan

6.

Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.

PROSES PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Klasifikasi & Analisis Data

Pengelompokkan data adalah mengelompokkan data-data klien atau keadaan tertentu dimana klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kriteria permasalahannya. Pengelmpkkan data dapat disusun berdasarkan pola respon manusia (taksonomi NANDA) dan/atau pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982);

Respon Manusia (Taksonomi NANDA II) :

Pertukaran Komunikasi Berhubungan

Nilai-nilai Pilihan Bergerak Penafsiran Pengetahuan Perasaan Pola Fungsi Kesehatan (Gordon, 1982) :

Persepsi kesehatan : pola penatalaksanaan kesehatan Nutrisi : pola metabolisme Pola eliminasi Aktivitas : pola latihan Tidur : pola istirahat Kognitif : pola perseptual Persepsi diri : pola konsep diri Peran : pola hubungan Seksualitas : pola reproduktif Koping : pola toleransi stress Nilai : pola keyakinan 2. Mengindentifikasi masalah klien

Masalah klien merupakan keadaan atau situasi dimana klien perlu bantuan untuk mempertahankan atau meningkatkan status kesehatannya, atau meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan oleh perawat sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya

Identifikasi masalah klien dibagi menjadi : pasien tidak bermasalah, pasien yang kemungkinan mempunyai masalah, pasien yang mempunyai masalah potensial sehingga kemungkinan besar mempunyai masalah dan pasien yang mempunyai masalah aktual.

Menentukan kelebihan klien Apabila klien memenuhi standar kriteria kesehatan, perawat kemudian menyimpulkan bahwa klien memiliki kelebihan dalam hal tertentu. Kelebihan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan atau membantu memecahkan masalah yang klien hadapi.

Menentukan masalah klien Jika klien tidak memenuhi standar kriteria, maka klien tersebut mengalami keterbatasan dalam aspek kesehatannya dan memerlukan pertolongan.

Menentukan masalah yang pernah dialami oleh klien Pada tahap ini, penting untuk menentukan masalah potensial klien. Misalnya ditemukan adanya tanda-tanda infeksi pada luka klien, tetapi dari hasil test laboratorium, tidak menunjukkan adanya suatu kelainan. Sesuai dengan teori, maka akan timbul adanya infeksi. Perawat kemudian menyimpulkan bahwa daya tahan tubuh klien tidak mampu melawan infeksi.

Penentuan keputusan Tidak ada masalah, tetapi perlu peningkatan status dan fungsi (kesejahteraan) : tidak ada indikasi respon keperawatan, meningkatnya status kesehatan dan kebiasaan, serta danya inisiatif promosi kesehatan untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga.

Masalah kemungkinan (possible problem) : pola mengumpulkan data yang lengkap untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga

Masalah aktual, resiko, atau sindrom : tidak mampu merawat karena klien menolak masalah dan pengobatan, mulai untuk mendesain perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencegah, menurunkan, atau menyelesaikan masalah.

Masalah kolaboratif : konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional yang ompeten dan bekerja secara kolaboratif pada masalah tersebut. Masalah kolaboratif adalah komplikasi fisiologis yang diakibatkan dari patofisiologi, berhubungan dengan pengobatan dan situasi yang lain. Tugas perawat adalah memonitor, untuk mendeteksi status klien dan kolaboratif dengan tenaga medis guna pengobatan yang tepat.

3.

Memvalidasi diagnosis keperawatan

Adalah menghubungkan dengan klasifikasi gejala dan tanda-tanda yang kemudian merujuk kepada kelengkapan dan ketepatan data. Untuk kelengkapan dan ketepatan data, kerja sama dengan klien sangat penting untuk saling percaya, sehingga mendapatkan data yang tepat.

Pada tahap ini, perawat memvalidasi data yang ada secara akurat, yang dilakukan bersama klien/keluarga dan/atau masyarakat. Validasi tersebut dilaksanakan dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang kejelasan interpretasi data. Begitu diagnosis keperawatan disusun, maka harus dilakukan validasi.

4.

Menyusun diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritasnya

Setelah perawat mengelompokkan, mengidentifikasi, dan memvalidasi data-data yang signifikan, maka tugas perawat pada tahap ini adalah merumuskan suatu diagnosis keperawatan. Diagnosa keperawatan dapat bersifat aktual, resiko, sindrom, kemungkinan dan wellness.

Menyusun diagnosis keperawatan hendaknya diurutkan menurut kebutuhan yang berlandaskabn hirarki Maslow (kecuali untuk kasus kegawat daruratan menggunakan prioritas berdasarkan yang mengancam jiwa ) :

Berdasarkan Hirarki Maslow : fisiologis, aman-nyaman-keselamatan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri Griffith-Kenney Christensen : ancaman kehidupan dan kesehatan, sumber daya dan dana yang tersedia, peran serta klien, dan prinsip ilmiah dan praktik keperawatan.

KATEGORI DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.

Diagnosis Keperawatan Aktual

Diagnosis keperawatan aktual (NANDA) adalah diagnosis yang menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan karakteristik mayor yang diidentifikasi. Diagnosis keperawatan mempunyai empat komponen : label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor yang berhubungan.

Label merupakan deskripsi tentang definisi diagnosis dan batasan karakteristik. Definisi menekankan pada kejelasan, arti yang tepat untuk diagnosa. Batasan karakteristik adalah karakteristik yang mengacu pada petunjuk klinis, tanda subjektif dan objektif. Batasan ini juga mengacu pada gejala yang ada dalam kelompok dan mengacu pada diagnosis keperawatan, yang teridiri dari batasan mayor dan minor. Faktor yang berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang. Faktor ini dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor yang berhubungan terdiri dari empat komponen : patofisiologi, tindakan yang berhubungan, situasional, dan maturasional.

Contoh diagnosis keperawatan aktual : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan transport oksigen, sekunder terhadap tirah baring lama, ditandai dengan nafas pendek, frekuensi nafas 30 x/mnt, nadi 62/mnt-lemah, pucat, sianosis.

2.

Diagnosis Keperawatan Resiko

Diagnosis keperawatan resiko adalah keputusan klinis tentang individu, keluarga atau komunitas yang sangat rentan untuk mengalami masalah dibanding individu atau kelompok lain pada situasi yang sama atau hampir sama.

Validasi untuk menunjang diagnosis resiko adalah faktor resiko yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat terhadap klien atau kelompok dan tidak menggunakan batasan karakteristik. Penulisan rumusan diagnosis ini adalag : PE (problem & etiologi).

Contoh : Resiko penularan TB paru berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang resiko penularan TB Paru, ditandai dengan keluarga klien sering menanyakan penyakit klien itu apa dan tidak ada upaya dari keluarga untuk menghindari resiko penularan (membiarkan klien batuk dihadapannya tanpa menutup mulut dan hidung).

3.

Diagnosis Keperawatan Kemungkinan

Contoh : perilaku mencari bantuan kesehatan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang peran sebagai orangtua baru. . untuk membantu keluarga mempertahankan pola hubungan yang efektif. 4. Contoh : sindrom kurang perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik. Cara pembuatan diagnsosis ini adalah dengan menggabungkan pernyataan fungsi positif dalam masingmasing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang disahkan. menunjukkan terjadinya peningkatan fungsi kesehatan menjadi fungsi yang positif. Contoh : Kemungkinan gangguan konsep diri : gambaran diri berhubungan dengan tindakan mastektomi. Sebagai contoh. 5. Diagnosis Keperawatan Sejahtera Diagnosis keperawatan sejahtera adalah ketentuan klinis mengenai individu. Perawat dapat memakai informasi dan lahirnya bayi baru sebagai tambahan dalam unit keluarga. Dalam menentukan diagnosis keperawatan sejahtera. kelompok.Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko. atau masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik. yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu. pasangan muda yang kemudian menjadi orangtua telah melaprkan fungsi positif dalam peran pola hubungan. Diagnosis Keperawatan Sindrom Diagnosis keperawatan sindrom merupakan diagnosis keperawatan yang terdiri dari sekelompok diagnosis keperawatan aktual atau resiko.

MASALAH KOLABORATIF Masalah kolaboratif adalah masalah yang nyata atau resiko yang mungkin terjadi akibat komplikasi dari penyakit atau dari pemeriksaan atau akibat pengobatan. atau dikurangi dengan tindakan keperawatan yang bersifat kolaboratif. Ex : mastektomi b. Jangan menulis diagnosis keperawatan yang mengulangi instruksi dokter . Jangan merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu intervensi keperawatan Ex : Menggunakan pispot sesering mungkin b.d kesulitan bernafas 5.d kanker 2.d dorongan ingin berkemih 4. Tidak menggunakan istilah medis. diatasi. Jangan menggunakan istilah yang tidak jelas. dengan diberi pernyataan `sekunder terhadap`. Jika harus. Ex : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b. MENCEGAH KESALAHAN DALAM MEMBUAT DIAGNOSIS KEPERAWATAN 1. Tidak merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu diagnosa medis Ex : Resiko pneumonia 3. yang mana masalah tersebut hanya bisa dicegah. Label yang digunakan adalah : Potensial Komplikasi (PK). hanya sebatas memperjelas. Gunakan istilah / pernyataan yang lebih spesifik.

d kebutaan 8.Ex : Instruksi untuk puasa 6.d posisi klien tidak diubah setiap 2 jam. Jangan merumuskan dua masalah pada saat yang sama Ex : Nyeri dan takut b. Jangan menghubungkan masalah dengan situasi yang tidak dapat diubah Ex : Resiko cedera b.d prosedur operasi 7. Jangan menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum Ex : Kerusakan integritas kulit b. DOKUMENTASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN . Jangan membuat asumsi Ex : Resiko perubahan peran b. Jangan menuliskan etiologi atau tanda/gejala untuk masalah Ex : Kongesti paru b. 10.d tirah baring lama 9.d tidak berpengalaman menjadi ibu baru.

1. Hubungkan setiap diagnosis keperawatan ketika menemuan masalah perawatan 7. . Mengkomunikasikan masalah klien pada tim kesehatan 2. Gunakan diagnosis keperawatan sebagai pedoman untuk pengkajian. Mulai pernyataan diagnosis keperawatan dengan mengidentifikasi informasi tentang data untuk diagnosis keperawatan 5. intervensi dan evaluasi. perencanaan. Catat diagnosis keperawtaan resiko ke dalam format diagnosis keperawatan 3. Gunakan format PES untuk semua masalah aktual dan PE untuk masalah resiko 2. Tujuan Dokumentasi Diagnosis Keperawatan : 1. Mendemonstrasikan tanggung jawab dalam identifikasi masalah klien 3. Gunakan istilah diagnosis keperawatan yang ada dalam NANDA ( terbaru : 2007 2008 ) 4. Masukkan pernyataan diagnosis keperawatan ke dalam daftar masalah 6. Mengidentifikasi masalah utama untuk perkembangan intervensi keperawatan.

M. (Nursalam. rencana.(Nursalam. Klinik adalah rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh advis medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan terhadap kasus penyakit yang diderita para pasien. tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi respon klien terhadap intervensi yang di berikan.( Poerwodarminto. klinik dan komunitas sebagai landasan untuk melakukan asuhan keperawatan. 2002) Jadi praktek klinik keperawatan adalah tindakan mandiri yang dilakukan mahasiswa keperawatan di rumah sakit melalui kerjasama berbentuk kolaburasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. perilaku dan sosial) dan ilmu keperawatan dasar. 2002 : 81) . ICN mendefinisikan praktek keperawatan sebagai cara untuk membantu individu atau kelompok mempertahankan atau mencapai kesehatan yang optimal sepanjang proses kehidupan yang mengkaji status kesehatan klien. fisika. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. SUMBER KLIK DISINIKonsep Praktek Klinik Keperawatan11 September 2008 17:11Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional melalui kerjasama berbentuk kolaborasi dengan klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan atau sesuai dengan lingkungan wewenang dan tanggung jawabnya. contohnya: Gangguan pola tidur (2005-2006) menjadi Insomnia (2007-2008). 2002 : 81) Menurut CHS (1983) praktek keperawatan sebagai tindakan keperawatan profesional menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar (biologi.M. biomedik.Diagnosis keperawatan saat ini dapat mengacu ke NANDA 2007-2008 dengan beberapa revisi diagnosis.Nurs. diantaranya untuk peningkatan gula darah. Selain itu terdapat juga diagnosis keperawatan yang baru.menetapkan diagnosa keperawatan.Nurs.

kebebasan bergerak. Personal Rights (hak-hak asasi pribadi) Meliputi kemerdekaan menyatakan pendapat dan memeluk agama. Hak tersebut dapat dimiliki oleh setiap orang. memberikan sesuatu kepada orang lain dan menrima sesuatu dari orang lain atau lembaga tertentu.SUMBER KLIK HEREHAK PASIEN DAN PERAWAT11 September 2008 17:08Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan. menjual barang miliknya tanpa dicampuri secara berlebihan oleh pemerintah termasuk hak untuk mengadakan suatu perjanjian dengan bebas. baik tesurat maupun yang tersirat. sehingga segala sesuatunya dapat memberikan dampak positif. Rights of legal aquality Yaitu hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum dan pemerintahan. dsb. Dalam menuntut suatu hak. Menurut sifatnya hak asasi manusia dibagi dalam beberapa jenis : 1. moralitas dan legalitas. tanggung jawab moral sangat diperlukan agar dapat terjalin suatu ikatan yangmerupakan kontrak sosial. Property Rights (Hak untuk memiliki sesuatu) Meliputi hak untuk membeli. 2. Hak asasi manusia tidak tanpa batas dan merupakan kewajiban setiap negara/pemerintah untuk menentukan batas-batas kemerdekaan yang dapat dilaksanakan dan dilindungi dengan mengutamakan kepentingan umum. . Semakin baik kehidupan seseorang atau masyarakat. Setiap manusia mempunyai hak asasi untuk berbuat. Hak-hak pasien dan perawat pada prinsipnya tidak terlepas pula dengan hak-hak manusia atau lebih dasar lagi hak asasi manusia. 3. menyatakan pendapat. semakin perlu pula pemahaman tentang hakhak tersebut agar terbentuyk sikap saling menghargai hak-hak orang lain dan tercipta kehidupan yang damai dan tentram.

Kemudian dalam batang tubuh terdapat dalam pasal-pasal : 1. mendirikan partai politik. Pasal 32 (perlindungan bersifat kultural) 6. Procedural Rights. diantaranya hak untuk memilih pendidikan serta mengembangkan kebudayaan yang disukai. mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tulisan 3. Political Rights (hak asasi politik) Yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan dengan ikut memilih atau dipilih. 5. berkumpul. hak asasi ekonomi berupa kemakmuran dan hak asasi sosial serta kebudayaan.4. yaitu hak untuk memperoleh tata cara peradilan dan jaminan perlindungan misalnya dalam hal penggeledahan dan peradilan. Pada pembukaan disebutkan hak kemerdekaan. 6. Dalam UUD 1945 baik pada pembukaan maupun batang tubuh telah diuraikan dengan jelas beberapa hak asasi manusia.Pasal 31 ( mendapatkan pengajaran) 5.Pasal 34 ( kesejahteraan sosial) . dll. mengadakan petisi. Pasal 27 (persamaan dalam hukum dan penghidupan yang layak) 2. Pasal 33 (ekonomi) 7. Pasal 28 (beserikat. Social and Cultural Rights (hak asasi sosial dan kebudayaan).Pasal 29 ( kebebasan beragama) 4.

Peranan hak-hak. perawat tersebut mempunayi hak melakukan asuhan keperawatan sesuai denga kondisi dan kebutuhan pasien. Fagin ( 1975) mengemukakan bahwa hak adalah tuntutan terhadap sesuatu. Dalam hal ini jika ditinjau dari sudut hukum orang yang bersangkutan mempunyai kewajiban tertentu yang menyertainya yaitu orang tersebut diharuskan untuk berprilaku sopan dan membayar makanan tersebut. Dari sudut pribadi mempunyai hal yang harus diperhatikan yaitu pertimbangan etis. Contoh : Seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatannya mendapat kritikan karena terlalu lama menghabiskan waktunya bersama pasien. Ex. 2. Hak dapat digunakan sebagai pengekspresian kekuasaan dalam konflik antara seseorang dengan kelompok Contoh : Seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia mempunyai hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia inginkan untuk pasiennya. Hak dapat dipandang dari sudut hukum dan pribadi. dimana seseorang berhak seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan. Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan kekuasaannnya untuk menginstruksikan pengobatan terhadap pasien. hal ini mmerupakan haknya selaku penanggung jawab medis. Seseorang mepunyai hak untuk masuk restoran dan membeli makanan yang diinginkannya.Hak menurut C. Dalam hal ini. keputusan yang dibuat berdasarkan konsep benar salah. Dari sudut hukum hak mempunyai atau memberi kekuasaan tertentu untuk mengendalikan sesuatu. baik buruk yang ada dilingkungan tempat ia hidup dan tinggal dalam kurun waktu tertentu. Perawat tersebut dapat mengatakan bahwa ia mempunyai hak untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk pasien sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. 1. . moralitas atau legalitas. Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu tindakan. cara seseorang mengatur kehidupannya.

Bila tidak tercapai kesepakatan karena membatasi pasien. perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang tidak merugikan kesehatan pasien. berarti ia mengingkari kebebasan pasien. Pada situasi tersebut pasien marah karena tidak setuju dengan saran perawat dan pasien tersebut mengatakan pada perawat bahwa ia juga mempunyai hak untuk keluar dari ruanagan bilamana ia mau. .Hak untuk memilih/kebebasan Yaitu hak orang-orang untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang telah ditentukan. Contoh : Seorang perawat wanita yang bekerja dirumah sakit dapat mempergunakan seragam yang diiginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih dan sopan sesuai dengan batas-batas. Batas-batas ini merupakan kebijakan RS dan suatu norma yang ditetapkan perawat. 2. Dalam hal ini. Contoh : Seorang perawat menyarankan pada pasien agar tidak keluar ruangan selama dihospitalisasi. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan. Hak kesejahteraan Yaitu hak-hak yang diberikan secara hukum untuk untuk hal-hal yang merupakan standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu. Jenis-jenis hak : 1.3. Seseorang seringkali dapat menyelesaikan suatu perselisihan dengan menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain.

dan lainlain. 3. Hal legislatif Yaitu hak yang diterapkan oleh hukum berdasarkan konsep keadilan. memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan perselisihan. 5 syarat yang mempengaruhi penentuan hak-hak seseorang (Bandman and Bandman. membatasi moral terhadap peraturan yang tidak adil. Seseorang mempunyai tugas untuk memberikan kemudahan bagi orang lain untuk menggunakan hak-haknya. orang yang bersangkutan tidak disalahkan atau dihukum karena menggunakan atau tidak menggunakan hak tersebut.Contoh : Hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan. 2. mengubah peraturan. Bandman dan Bandman (1986) menyatakan bahwa hak legislatif mempunyai 4 peranan dimasyarakat yaitu membuat peraturan. . Contoh : Seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan semena-mena oleh suaminya. Contoh : Pasien mempunyai hak untuk pengobatan yang ditetapkan oleh dokter. tapi dia mempunyai hak untuk menerima atau menolak pengobatan tersebut. hak penduduk memperoleh air bersih. 1985) 1. Kebebasan untuk menggunakan hak yang dipilih oleh seseorang lain.

pasien dikompensasikan untuk ditempatkan bagian tertas dari daftar pembedahan berikutnya (bila terjadi kekeliruan). 3. Contoh : Semua pasien mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan.Contoh : Perawat mempunyai tugas untuk meyakinkan dan melindungi hak paisen untuk mendapatkan pengobatan. 5. Hak harus sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. tidak memihak dan kejujuran. maka hak tersebut dapat dikesampingkan atau ditolak dan orang tersebut akan diberi kompensasi atau pengganti. Contoh : Dibeberapa Rs. yaitu persamaan.Hak untuk dapat dilaksanakan. . Contoh : Apabila nama pasien tertunda dari jadwal pembedahan dengan tidak disengaja. 4. Apabila hak seseorang bersifat membahayakan. para penentu kebijakan mempunyai tugas untuk memastikan bahwa pemberian hakhak asasi manusia dilaksanakan untuk semua pasien.

Hak memperoleh pemeliharaan kesehatan (the right to health care) 2.Hak menentukan nasib sendiri (the right to self determination) Kemudian dari Deklarasi Hesinki. dimana secara hukum orang tersebut secara hukum mampu memberikan consent. Kriteria consent yang sah : . Hak mendengar Beberapa hak pasien yang dibahas disini adalah : 1. tumbuh dari mata rantai pasal 25 The United Nations Universal Declaration Of Human rights 1948. Kennedy (1962) yaitu : 1. Finland 1964 muncul hak untuk memperoleh informasi (the right to informasi) Ada 4 hak dasar yang dikemukakan oleh John F.Hak-hak pasien sekarang sudah sering dibicarakan. Hak memilih 4. Hak mendapatkan perlindungan keamanan 2. Consent diterapkan pada prinsip bahwa setiap manusia dewasa mempunyai hak untuk menentukan apa yang harus dilakukan terhadapnya. oleh The 18th World Medical Assembly. pasal 1 The United Nations International Convention Civil and Political Rights 1966 yaitu : 1.Hak mendapat informasi 3.Hak memberikan consent (persetujuan) Consent mengandung arti suatru tindakan atau aksi beralasan yang diberikan tanpa paksaan oleh seseorang yang memiliki pemgetahuan yang cukup tentang keputusan yang ia berikan.

manfaat yang diharapkan.Memenuhi beberapa elemen penting : penjelasan kondisi. serta golongan usia lanjut yang sudah mengalami gangguan pola berpikir maupun kelemahan fisik. Tertulis b.a.Ditandatangani oleh pasien atau orang yang bertanggung jawab terhadapnya c. penanganan atau prosedur alternative. prosedur dan konsekuensinya. 4. Permasalahan muncul pada saat pasien dalam keadaan kritis dan tidak mamapu membuat keputusan sendiri tentang hidup dan matinya misal dalam keadaan koma. Hak perlindungan bagi orang yang tidak berdaya Yang dimaksudkan dengan golongan orang yang tidakberdaya disini adalah orang dengan gangguan mental dan anak-anak dibawah umur serta remaja dimana secara hukum mereka tidak dapat membuat keputusan tentang nasibnya sendiri. 3. Hak pasien dalam penelitian . Dalam situasi inipasien hanya mampu mempertahankan hidup jika dibantu dengan pemasangan peralatan mekanik. Hak untuk memilih mati Keputusan tentang kematian dibuat berdasarkan standar medis oleh dokter. Hak untuk memilih mati sering bertolak belakang dengan hak untuk tetap mempertahankan hidup. salah satu kriteria kematian adalah mati otak atau brain death. Tawaran diberikan oleh pasien dewasa yang secara fisik dan mental mampu membuat keputusan 2.Hanya ada salah satu prosedur yang tepat dilakukan d.

percakapan tentang sumber-sumber pribadi dan hak terhindar dari pelayanan orang yang tidak kompeten.Penelitian sering dilakukan dengan melibatkan pasien. maka perawat harus yakin bahwa hak pasien tidak dilanggar baik secara etik maupun hukum. Setiap penelitian misalnya penggunaan obat atau cara penanganan baru yang melibakan pasien harus memperhatikan aspek hak pasien. mendapat informasi yang lengkap. bahaya yang timbul dan kebebasan pasien untuk menolak atau menerima untuk berpartisipasi. Hak privasi dan martabat pribadi (kerahasiaan dan keamanannya) 3.Pasien mempunyai hak untuk mempertimbangkan dan menghargai asuhan keperawatan/keperawatan yang akan diterimanya.s Bill of Rights) dikeluarkan oleh The American Hospital Association (AHA) pada tahun 1973 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemahaman hak-hak pasien yang akan dirawat di RS. 1974). kepada mereka harus diberikan informasi secara jelas tentang percobaan yang dilakukan. Hak-hak yang dinyatakan dalam fasilitas asuhan keperawatan (Annas dan Healey. mendapat privasi.Hak untuk memperoleh catatan medis baik selama dan sesudah dirawat di rumah sakit PERNYATAAN HAK-HAK PASIEN Pernyataan hak-hak pasien (Patient. Sebelum pasien terlibat. Apabila perawat berpartisipasi dalam penelitian yang melibatkan pasien. bebas dari bahaya atau resiko cidera. menghentikan partisipasi tanpa sangsi.Hak kebenaran secara menyeluruh 2. 1. Untuk itu perawat harus memahami hak-hak pasien : membuat keputusan sendiri untuk berpartisipasi.Hak untuk memelihara pengambilan keputusan untuk diri sendiri sehubungan dengan kesehatan 4. terdiri dari 4 katagori yanitu : 1. .

Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang memeriksanya berkaitan dengan diagnosis. 5.Pasien berhak untuk menerima informasi penting dan memberikan suatu persetujuan tentang dimulainya suatu prosedur pengobatan.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi dari dokternya ke dokter lainnya.Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ketempat lain yang lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan tersebut.Pasien berhak untuk menolak pengobatan sejauh diizinkan oleh hukum dan diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya. 9. 4.Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan RS dengan instansi lain. seperti instansi pendidikan atau instansi terkait lainnya sehubungan dengan asuhan yang diterimanya. 3. 8. Pasien berhak untuk mengetahui dan menerima penjelasan tentang biaya yang diperlukan untuk asuhan keehatannya. dan RS yang ditunjuk dapat menerimanya. bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya.Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya.2. serta resiko penting yang kemungkinan akan dialaminya.Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang menyangkut program asuhan medis. 10. konsultasi dan pengobatan yang dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan 6. . Pasein berhak untuk memberi pendapat atau menolak bila diikutsertakan sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan atau pengobatannya. 11. pengobatan dan prognosis dalam arti pasien layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya. 7. kecuali dalam situasi darurat.

3.12. baik dari dokter ataupun perawat yang memberikan asuhan. Konsumen menyadari tentang peningkatan jumlah pendidikan dalam bidang kesehatan dan penggunaan pasien sebagai objek atau tujuan pendidikan dan bila pasien tidak berpartisipai apakah akan mempengaruhi mutu asuhan kesehatan atau tidak. Meningkatnya kesadaran para konsumen terhadap asuhan kesehatan dan lebih besarnya partisipasi mereka dalam perencanaan asuhan 2. Adanya legislasi (pengesahan) yang diterapkan untuk melindungi hak-hak asasi pasien 4. . Pasien atau keluarganya wajib menaati segala peraturan dan tata tertib yang ada diinstitusi kesehatan dan keperawatan yang memberikan pelayanan kepadanya. Pasien wajib mematuhi segala kebijakan yanga da. 2.Pasien berhak untuk mengetahui peraturan atau ketentuan RS yang harus dipatuhinya sebagai pasien dirawat. 1. agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai sesuai dengan haknya. Pasien atau keluarga wajib untuk memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter atau perawat yang merawatnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi hak pasien : 1. Kewajiban Pasien : Kewajiban adalah seperangkat tanggung jawab seseorang untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan. Meningkatnya jumlah malpraktik yang terjadi dimasyarakat 3.

Pasien atau keluarga wajib untuk memenuhi segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan yang telah disetujuinya.. Secara nasional hak dan peran wanita telah mendapat perhatian dari pemerintah seperti tercantum dalam GBHN (1980 telah disebutkan kedudukan wanita sebagai subjek pembangunan . Hak berserikat dan berkumpul Ini merupakan hak setiap warga negara seperti yang tertuang dalam UUD 1945. Hak Hak Perawat Sebagai tenaga profesional perawat mempunyai berbagai macam hak. wanita mempunyai hak. 5. maka pengaturan hak dan kewajiban perawat dapat dijabarkan dari pasal-pasal ini. seperti yang telah disebutkan dalam UU Kes. wanita merupakan mitra sejajar yang mempunyai hak. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria disegala bidang kehidupan Jadi keikutsertaan perawat dan sekaligus sebagian sebagai wanita dalam pembangunan kesehatan diakui cukup banyak tidak diragukan. No. Kemudian dalam Pelita V dikatakan: . kewajiban dan kesempatan yang sama dengan kaum pria serta mempunyai peran sangat penting .. perawatan dan pemeriksaan yang diperlukan selama perawatan.Pasien atau keluarga yang bertanggungjawab terhadapnya berkewajiban untuk menyelesaikan biaya pengobatan.Hak perlindungan wanita Jumlah perawat wanita sampai saat ini masih lebih banyak dari pada pria. 2. Hak perawat ini telah diwujudkan dengan terbentuknya organisasi profesi dengan menjadi anggota dan juga mengambil peran dalam aksi politik untuk mewakili keperawatan atau masyarakt sebagai penerima layanan kesehatan. Berikut ini akan dibahas beberapa hak-hak umum yang dimiliki perawat : 1.4. 23 tahun 1992 pasal 50 tentang pelaksanaan tugas tenaga kesehatan dan pasal 53 (ayat 1) tentang perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan. .

kenaikan gaji berkala dan jaminan pensiun. konferensi. maka para perawat harus dilibatkan secara aktif sehingga pelanggaran hak tidak terjadi. seminar atau berbagai kursus singkat.Hak mendapat upah yang layak Perawat mempunyai hak untuk mendapat penghargaan secara ekonomi atau upah kerja. Hak bekerja dilingkungan yang baik Maksudnya lingkungan tersebut cukup aman. mempunyai tempat tinggal yang layak yang semuanya membutuhkan biaya. melahirkan atau kecelakaan. Pendidikan berkelanjutan penting diikuti perawat agar mereka dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. Untuk itu upah yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dan seimbang dengan tanggung jawabnya 5. Penghargaan ini dapat berupa gaji bulanan. Dalam setiap pembuatan keputusan yang menyangkut nasib perawat. Perawat berhak untukbekerja sesuai jam kerja yang tepat dan tidak bekerja secara terus menerus tanpa memperhatikan istirahat atau melebihi jam kerja. tidak mengancam keselamatan dan kesehatan fisik maupun mental. Lingkungan juga hatus mempunyai sarana dan peralatan yang memadai untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. 4. . upah hari libur. termasuk biaya bila sakit. Hak terhadap pengembangan profesional Dengan mengikuti pendidikan formal maupun kegiatan ilmiah seperti temu kerja. Hak ini berkaitan dengan tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik keperawatan. tunjangan jabatan. Untuk menjalankan tugas keperawatan yang penuh resiko. meningkatkan ilmu dan ketrampilan.3. asuransi kesehatan. tunjangan keluarga. Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur oleh hukum. perawat harus tetap mejaga kesehatannya sendiri. 6.

Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas-batas kegunaannya 3.Menghormati hak-hak pasien 4. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan dengan keluarganya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan standar profesi yang ada 6. Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien 8. Perawat juga mempunyai hak untuk menyusun rancangan hukum yang diajukan untuk melindungi perawat dan penerima jasa keperawatan. Memberikan kesempatan pada apsien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya sepanjang tidak menganggu pasien lain 7. Hak menyusun standar praktik dan pendidikan keperawatan Standar yang baik akan membantu dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas. Merujuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya 5. Kewajiban perawat : 1. Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan 2.7.Memberikan informasi yang akurat tentang tindakana keperawatan yang diberikan pada pasien dan keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya .

Kontrak antara perawat dengan pasien Kontrak mengandung arti ikatan persetujuan atau perjanjian resmi antara dua atau lebih partai untuk mengerjakan atau tidak sesuatu. Kontrak antara perawat dengan pihak/ institusi yang mengerjakan perawat 2. kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang 14. Perikatan/perjanjian dapat dikatakan sah bila memenuhi syarat : .9. 2 jenis kontrak yang paling banyak dilakukan dalam keperawatan adalah : 1.Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien. Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau kesehatan secara terus menerus 12. Pada umumnya kontrak ditandatangani oleh dua pihak yang mengadakan perjanjian.Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas-batas kewenangannya 13.Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan 11. Kontrak dapat secara lisan atau tertulis. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien 10. Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja KONTRAK Dalam setiap bentuk kerjasama dibutuhkan kontrak. Kontrak secara hukum tidak berlaku apabila tidak dapat dipahami.

Ada suatu hal tertentu dan ada suatu sebab yang halal Sebelum menerima atau diterima bekerja disuatu tempat. perawat mempelajari dan menyetujui kontrak bila kedua belah pihak setuju.1. jam kerja. Menjalankan pesanan dokter dalam hal medis Becker (1983) mengemukakan 4 hal yang harus ditanyakan perawat untuk melindungi mereka secara hukum : . Perawat seringkali tidak melaksankan hal ini sehingga dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sering terjadi hal-hal yang tidak diiginkan kedua belah pihak. Ada kecakapan pihak-pihak untuk membuat perjanjian (capacity) 3. Ada persetujuan kehendak antara pihak-pihak yang membuat perjanjian (consensus) 2. asuransi kesehatan. liburan. TANGGUNG JAWAB HUKUM PERAWAT DALAM PRAKTEK Dalam tatanan klinis pada dasarnya ada 2 jenis tindakan yang dilakukan oleh perawat yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pesanan dokter dan tindakan yang dilakukan secara mandiri. Kontrak perjanjian ini dapat meliputi berbagai hal misalnya gaji. Kontrak pada dasarnya dapat dipakai untuk melindungi hak-hak antara kedua belah pihak yang bekerja sama. Secara hukum antara kedua pihak dapat menggugat apabila rekanan kerjanya melanggar kontrak yang disepakati bersama. ijin cuti dan lain-lain. 1. Tindakan yang berdasarkan pesanan dokter tidak dapat sepenuhnya secara hukum dibebankan kepada perawat sedangkan tindakan mandiri sepenuhnya dapat dibebankan pada perawat. Kontrak perawat pasien dilakukan sebelum asuhan keperawatan diberikan.

Bagi perawat yang merasa tidak berpengalaman harus minta petunjuk baik dari perawat senior maupun dokter. terutama bila perawat tidak pengalaman. keadaan yang harus diberitahukan dokter. nyeri dada dan batuk. d. pesanan. c. Tanyakan setiap pesanan bila kondisi pasien telah berubah Perawat bertanggung jawab untuk memberitahu dokter tentang setiap perubahan kondisi pasien. Ketahui pembagian tugas mereka. maka perawat harus memeriksa kembali pesanan sebelum meberikan obat. b. Misalnya bila seorang pasien yang menerima infus intravena tiba-tiba mengalami peningkatan kecepatan denyut nadi. Ikuti kebijaksanaan dan prosedur yang ditetapkan ditempat kerja . b. perawat harus segera memberitahu dokter dan menanyakan kelanjutan pengaturan kecepatan tetesan infus. Melaksanakan intervensi keperawatan mandiri a.a. Tanyakan pesanan. Hal ini memberikan tambahan tanggung jawab perawat dalam melatih diri membuat keputusan sewaktu melaksanakannya. tanggal. Catat waktu/jam. Tanyakan setiap pesanan yang diberikan dokter Jika pasien yang telah menerima injeksi im memberitahu perawat bahwa dokter telah mengganti pesanan dari obat injeksi ke obat oral. baca kembali pesanan kepada dokter dan cata bahwa dokter telah menyepakati pesanannya seaktu diberikan. 2. nama dokter. Ini memudahkan perawat untuk berfungsi sesuai dengan tugas dan tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan. Tanyakan dan catat pesanan verbal untuk mencegah kesalahan komunikasi.

Sewaktu mendelegasikan tanggung jawa keperawatan. Catat semua pengkajian dan perawatan yang diberikan dengan cepat dan akurat. e. Pada saat memberikan obat perawat bertanggung jawab untuk . i. d. l.c. TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT PERAWAT Tanggung jawab (responsibilitas) adalah eksekusi terhadap tugas-tugas yangberhubungan dengan peran tertentu dari perawat. menganalisa mengapa kecelakaan terjadi dan mencegah pengulangan kembali. Catatan segera memudahkan untuk tetap melindungi kesejahteraan pasien. h. terutama sebelum melaksanakan intervensi utama.Lakukan setiap prosedur secara tepat. Pastikan bahwa obat yang benar diberikan dengan dosis. g. k. Mengetahui kekuatan dan kelemahan perawat. Jalin dan pertahankan hubungan saling percaya yang baik dengan pasien. waktu dan pasien yang benar.Pertahankan kompetisi praktek keperawatan. j.Selalu identifikasi pasien. termasuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan klinis perkembangan jaman. f. Selalu wapada saat melakukan intervensi keperawatan dan perhatikan secara penuh setiap tugas yang dilaksanakan. Catat semua kecelakaan yang mengenai pasien. Dengan tetap belajar. pastikan orang yang diberi delegasi tugas mengetahui apa yang harus dikerjakan dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan.

Tanggung jawab perawat secara umum : 1. Akuntabilitas bertujuan untuk : 1. Perawat yang selalu bertanggung jawab dalam bertindak akan mendapatkan kepercayaan dari pasien karena melaksanakan tugas berdasarkan kode etiknya. Menghargai martabat setiap pasien dan keluarganya. Agar dapat bertanggung gugat perawat harus bertindak berdasarkan kode etik profesinya. Menghargai setiap hak pasien dan keluarganya dalam hal kerahasiaan informasi 4. 2. Akuntabilitas dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perawat dalam melakukan praktek. Tanggung gugat (akuntabilitas) ialah mempertanggungjawabkan prilaku dan hasil-hasilnya yang termasuk dalam lingkup peran profesional seseorang sebagaimana tercermin dalam laporan periodik secara tertulis tentang prilku tersebut dan hasil-hasilnya. 3. Mendengarkan pasien secara seksama dan melaporkan hal-hal penting kepada orang yang tepat. Jika seorang perawat memberikan dosis obat yang salah kepada pasien. sesama karyawan dan mayarakat. Apabila didelegasikan oleh dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien dan memberi informasi yang biasanya diberikan oleh dokter. 5. profesi. 2. pembuat standar kerja dan masyarakat. Perawat bertanggunggugat terhadap dirinya sendiri. prosedur atau obat-obatan tertentu dan melaporkan penolakan tersebut kepada dokter dan orang-orang yang tepat ditempat tersebut. memberikannya dengan aman dan benar dan mengevaluai respons pasien terhadap obat tersebut. dokter yang memberikan instruksi. Menghargai hak pasien untuk menolak pengobatan. maka ia dapat digugat oleh pasien yang menerima obat tersebut. Mempertahankan standar perawatan kesehatan . pasien.mengkaji kebutuhan pasien akan obat tersebut. Mengevaluasi praktisi-praktisi profesional baru dan mengkaji ulang praktisi-prakstisi yang sudah ada.

Perawat bertanggunggugat untuk pengumpulan data/informasi. Masalah kesehatan yang timbul pada apsien apakah diakui oleh pasien atau hanya perawat. Tahap diagnosa keperawatan DX merupakan keputusan profesional perawat menganalisa data dan merumuskan respon pasien terhadap masalah kesehatan baik aktual atau potensial. Tahap perencanaan . Pada waktu membuat keputusan para perawat bertanggung gugat untukmempertimbangkan latar belakang sosial budaya pasien. 3. Tahap pengkajian Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan yang mempunyai tujuan mengumpulkan data. mendorong partisipasi pasien dan penentuan keabsahan data yang dikumpulkan.3. data yang tidak/kurang tepat atau data yang meragukan. keyakinan dan kebiasan/kebudayan pasien pada waktu menentukan masalah-masalah kesehatan. pemikiran etis dan pertumbuhan pribadi sebagai bagian dari profeional perawatan kesehatan 4. TANGGUNG GUGAT PADA SETIAP TAHAP PROSES KEPERAWATAN 1.Memberi dasar untukmebuat keputusan etis. Memberikan fasilitas refleksi profesional. Pada saat mengkaji perawatbertanggung gugat untuk kesenjangan-kesenjangan dalam data atau data yang bertentangan. Perawat bertanggunggugat untuk keputusan yang dibuat tentang masalah-masalah kesehatan pasien seperti peryataan diagnostik. 2. Apakah perawat mempertimbangkan nilai-nilai.

Tahap implementasi Implementasikeperawatan adalah pelaksanaan dari rencana asuhan keperawatan dalambentuk tindakan-tindakan keperawatan. Tanggung gugat yang tercakup pada tahap perencanaan meliputi : penentuan prioritas.Perencanaan merupakan pedoman perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Langkah ini semua disatukan kedalam rencana keperawatan tertulis yang tersedia bagi semua perawat yang terlibat dalam asuhan keperawatan pasien. oleh sebab itu dibuat catatan tertulis. 4. Tindakan-tindakan tersebut dapat dilakukan secara langsung atau dengan bekerjasama dengan orang lain atau dapat pula didelegasikan kepada orang lain. Tahap evaluasi Evaluasi merupakan tahap penilaian terhadap hasil tindakan keperawatan yang telah diberikan. Perawat harus dapat menjelaskan mengapa tujuan pasien tidak tercapai dan tahap mana dari proses keperawatan yang perlu dirubah dan mengapa ? . Perawat harus dapat memberi jawaban nalar tentang mengapa kegiatan tersebut didelegasikan. Meskipun perawat mendelegasikan suatu kegiatan kepada oranglain. penetapan tujuan dan perencanaan kegiatan-kegiatan keperawatn. 5. mengapa orang itu yang dipilih untuk melakkan kegiatan tersebut dan bagaimana tindakan yang didelegasikan itu dilaksanakan. Perawat bertanggung gugat untuk keberhasilan atau kegagalan tindakan keperawatan. Pada tahap ini perawat juga bertanggunggugat untuk menjamin bahwa prioritas pasien juga dipertibangkan dalam menetapkan prioritas asuhan. Perawat bertanggung gugat untuk semua tindakan yang dilakukannya dalam memberikan asuhan keperawatan. Kegiatan keperawatan harus dicata setelah dilaksanakan. tujuan serta rencana kegiatan keperawatan. termasuk juga menilai semua tahap proses keperawatan. terdiri dari prioritas masalah. perawat tersebut harus masih tetap bertanggung gugat untuk tindakan yang didelegasikan dan tindakan pendelegasiannya itu sendiri.

sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Change Agent. Educator. dan Fungsi Keperawatan kolaboratif ( interdependen ). Client Advocate.secara bertahap mulai berkembang. dijelaskan PERAWAT adalah: Seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan.baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.seperti oleh Florence Nightingale. Kozier ( 1991 ) mengemukakan 3 ( tiga ) fungsi perawat : Fungsi Keperawatan mandiri ( independen ).1239 Tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat. Coordinator. Counsellor.Keperawatan diartikan oleh pakar keperawatan dengan berbagai cara dalam berbagai bentuk rumusan. KEPERAWATAN LOKAKARYA NASIONAL tentang KEPERAWATAN bulan JANUARI 1983 di JAKARTA merupakan awal diterimanya KEPERAWATAN SEBAGAI SUATU PROFESI. PERAN PERAWAT Peran : Seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang.Virginia Henderson.Goodrich. . Doheny ( 1982 )mengidentifikasi beberapa elemen peran Perawat Profesional. PERAWAT Sesuai PERMENKES RI NO.SUMBER KLIK DISINIKeperawatan Sebagai Suatu Profesi11 September 2008 17:07Keperawatan yang semula belum jelas ruang lingkupnya dan batasannya . meliputi :Care Giver. Collaborator. dan Consultant FUNGSI PERAWAT Fungsi : suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan perannya.dsb.Imogene King. Fungsi Keperawatan Ketergantungan ( dependen ).

memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan.Yaitu : 1. 2. serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan. APA ITU PROFESI ????.C ( 1963 ) Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien).kelompok.2. Winsley (1964) Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru. H (1962) Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat. keluarga. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. dan komunitas dan . Keperawatan mempunyai empat tingkat klien : individu.ditujukan pada individu.KEPERAWATAN Adalah : suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan.E. Dari pengertian tersebut diatas ada 4 ( empat ) elemen utama ( mayor elements ) yang menjadi perhatian( concern). Schein E. Keperawatan adalah profesi yang berorientasi pada pelayanan _ helping health illness problem. 3. Keperawatan adalah ilmu dan kiat -sains terapan ( applied science ) .keluarga. dan masyarakat. Pelayanan Keperawatan mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan-3th level preventions dengan metodologi proskep . berbentuk pelayanan bio-psikososial-spiritual yang komprehensif.4. Beberapa pengertian profesi 1. . 3. Hughes.

??? ..M ( 1985 ).Memiliki kode etik 5. Adanya organisasi profesi.(1964 ): 1. standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturanperaturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi Dikatakan juga oleh Shortridge.Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana.Ciri-ciri profesi menurut Winsley. jelas wilayah kerja keilmuannya dan aplikasinya.Ciri-ciri profesi esensial suatu profesi adalah sbb: 1. terus menerus dan bertahap 3. Didukung oleh badan ilmu ( body of knowledge ) yang sesuai dengan bidangnya. Mari kita lihat apakah Keperawatan termasuk PROFESI.Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan.Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundangundangan 4.L. 2.Adanya otonomi 4.Pelayanan keperawatan yang diberikan didasarkan pada ilmu pengetahuan 3.Berorientasi pada pelayanan masyarakat 2.

2. 4. sosial. Di Indonesia berbagai jenjang pendidikan telah dikembangkan dengan mempunyai standar kompetensi yang berbeda-beda mulai D III Keperawatan sampai dengan S3 akan dikembangkan. Oleh karena itu sistem pemberian askep dikembangkan sebagai bagian integral dari sistem pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdapat di setiap tatanan pelayanan kesehatan. Keperawatan harus memiliki organisasi profesi.1. MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI PRAKTIK DALAM BIDANG PROFESI. PENDIDIKAN BERBASIS KEAHLIAN PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI.organisasi profesi ini sangat menentukan keberhasilan dalam upaya pengembangan citra keperawatan sebagai profesi serta mampu berperan aktif dalam upaya membangun keperawatan profesional dan berada di garda depan dalam inovasi keperawatan di Indonesia. MEMPUNYAI BODY OF KNOWLEDGE Tubuh pengetahuan yang dimiliki keperawatan adalah ilmu keperawatan ( nursing science ) yang mencakup ilmu ilmu dasar ( alam.perawat profesional selalu menunjukkan sikap dan tingkah laku profesional keperawatan sesuai kode etik keperawatan.ilmu keperawatan klinis dan ilmu keperawatan komunitas. Keperawatan dikembangkan sebagai bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional.ilmu kesehatan masyarakat. PEMBERLAKUAN KODE ETIK KEPERAWATAN. 3.ilmu keperawatan dasar. Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan .berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan etika keperawatan. MEMILIKI PERHIMPUNAN/ORGANISASI PROFESI. perilaku ).ilmu biomedik. . Pelayanan/ askep yang dikembangkan bersifat humanistik/menyeluruh didasarkan pada kebutuhan klien. 5.

dan tanggung jawab untuk mengatur kehidupan profesi. SUMBER KLIK DISINIKonsep model Self Care Theory 11 September 2008 17:04PENDAHULUAN Keperawatan sebagai pelayanan profesional. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan dan ketrampilan berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien. memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variabel-variabel utama yang mempengaruhi situasi klien.6.1239 Tahun 2001 ) 7. dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh. Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik.mencakup otonomi dalam memberikan askep dan menetapkan standar asuhan keperawatan melalui proses keperawatan. MOTIVASI BERSIFAT ALTRUISTIK Masyarakat profesional keperawatan Indonesia bertanggung jawab membina dan mendudukkan peran dan fungsi keperawatan sebagai pelayanan profesional dalam pembangunan kesehatan serta tetap berpegang pada sifat dan hakikat keperawatan sebagai profesi serta selalu berorientasi kepada kepentingan masyarakat. antara lain dengan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan dan tiap model dapat digunakan dalam praktek keperawatan sesuai dengan kebutuhan. Langkah-langkah yang harus dilakukan perawat dalam memilih model keperawatan yang tepat untuk kasus spesifik adalah sebagai berikut : . Dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis. dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. OTONOMI Keperawatan memiliki kemandirian.riset keperawatan dan praktik keperawatan dalam bentuk legislasi keperawatan( KepMenKes No.wewenang.CIRI PROFESI YANG TELAH DISEBUTKAN DIATAS DAPAT KITA ANALISIS BAHWA KEPERAWATAN DI INDONESIA DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI SUATU PROFESI. DENGAN MELIHAT DEFINISI.penyelenggaraan pendidikan.

baik sehat maupun sakit (Orem s 1980). Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson s units (keluarga. Dari beberapa model konsep. kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul Nursing Conceps of Practice Self Care . kesehatan dan kesejahteraannya sesuai keadaan. II. LANDASAN KONSEP MODEL / TEORI KEPERAWATAN SELF CARE A. . 2. Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien. definisi konsep dan hubungan antar konsep.1. Orem. salah satu diantaranya adalah model self care yang diperkenalkan oleh Dorothea E. Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa asumsi yang melandasi. pola hidup dan aktifitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami keunikan klien. Pengertian Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem s adalah : Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan. umur. teori self care deficit dan teori nursing system.

Keyakinan dan nilai-nilai 1. Klien : Individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan self care untuk hidup dan sehat. Sehat : Kemampuan individu atau kelompok memenuhi tuntutan self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas struktural fungsi dan perkembangan. Lingkungan : Tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk di dalamnya tetapi tidak spesifik. c. Keperawatan : Pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu. Keyakinan Orem s tentang empat konsep utama keperawatan adalah : a. . b. pemulihan dari sakit/trauma atau coping dan efeknya. Berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas. B. keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan seft care yang mencakup integrias struktural. d.Pada dasarnya diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebutuhan itu sendiri. kecuali bila tidak mampu. fungsi dan perkembangan. Orem s mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.

Tiga kategori self care Model Orem s. meyebutkan ada beberapa kebutuhan self care atau yang disebutkan sebagai keperluan self care (sefl care requisite). Universal self care requisite : Keperluan self care universal ada pada setiap manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusian dan proses kehidupan.Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses-proses eleminasi dan exrement.Pemeliharaan kecukupan intake makanan .Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat . .Mencegah ancaman kehidupan manusia. biasanya mengacu pada kebutuhan dasar manusia. yaitu : a. . fungsi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia. Universal self care requisite yang dimaksudkan adalah : .Pemeliharaan kecukupan intake udara .Pemeliharaan kecukupan intake cairan .Pemeliharaan keseimbangan antara solitut dan interaksi sosial .2.

Tujuan Tujuan keperawatan pada model Orem s secara umum adalah : 1. dan ini timbul dari pengaruh peristiwa-peristiwa pada keperluan universal self care antara lain : Sewaktu ada keinginan untuk mengasuh dirinya sendiri dan seseorang itu mampu untuk menemukan keinginannya. terjadilah ketidak seimbangan dan ini dikatakan sebagai self care deficit. Tetapi bila keinginan itu lebih besar dari kapasitas individual atau kemampuan untuk menemukannya. Orem s mendiskripsikan dua kategori dibawah ini sebagai keperluan self care (self care requisites). Developmental self care requisite : terjadi berhubungan dengan tingkat perkembangan individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal. Menurunkan tuntutan self care kepada tingkat dimana klien dapat memenuhinya.. ini berarti menghilangkan self care deficit. 2. maka self care itu dimungkinkan. . b. Health Deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang tidak sehat dan merupakan kebutuhan-kebutuhan yang menjadi nyata karena sakit atau ketidakmampuan yang menginginkan perubahan dalam perilaku self care. Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care. C. yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan.Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan kedalam kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang. keterbatasan seseorang dan keinginan seseorang untuk menjadi normal. c.

Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada Model Orem s yang diterapkan pada praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah : a.3. . Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan depenent (dependent care) jika self care tidak memungkinkan. Jika ketiganya diatas tidak ada yang tercapai. Aspek Tehnis : Mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan dirumah. Menolong klien bergerak kearah tindakan-tindakan asuhan mandiri 3. e. Aspek Interpersonal : Hubungan didalam keluarga b. oleh karenanya self care deficit apapun dihilangkan. Aspek Sosial : Hubungan keluarga dengan masyarakat di sekitarnya. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan secara kompeten. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara therapeutik. 2. perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien. Aspek Prosedural : Melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. 4. c. Tujuan kepewatan pada model Orem s yang diterapkan kedalam praktek keperawatan keluarga /komunitas adalah : 1. misalnya melakukan tindakan kompres secara benar.

Wholly Compensatory : Bantuan secara keseluruhan. agar mampu melakukan perawatan mandiri. 1. b. Metode Bantuan Perawat membantu klien dengan menggunakan sistem dan melalui lima metode bantuan yang meliputi : . dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit atau kecelakaan. Partially Compensatory : Bantuan sebagian. c.D. Pengetahuan dan Ketrampilan untuk Praktek Perawat menolong klien untuk menemukan kebutuhan self care dengan menggunakan tiga kategori dalam system keperawatan dan melalui lima metode bantuan. 2. Kategoi Bantuan : a. dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungannya dan tidak berespon terhadap rangsangan. Supportive Education : Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari.

Untuk melaksanakan hal tersebut. Masuk kedalam dan memelihara hubungan perawat klien dengan individu. Merespon keperluan klien. Mengajarkan klien c. keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak dengan perawat dan asisten. pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima. Acting atau melakukan sesuatu untuk klien b. atau pelayanan sosial dan penyuluhan yang dibutuhkan atau yang diterima. d. c. mengarahkan klien d. keluarga atau kelompok sampai klien dapat diizinkan pulang dari perawatan. Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang. Mensupport klien e.a. Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan sehari-hari klien. b. . Menetapkan jika dan bagaimana klien dapat dibantu melalui perawatan. lima area utama untuk praktek keperawatan di diskripsikan sebagai berikut : a.

III. Menikah selama 25 tahun dan janda sejak 6 bulan yang lalu. Ny. sehari menghabiskan 1 ½ bungkus. M meninggal karena stroke dan bapaknya meninggal karena serangan jantung saat usianya 50 tahun. Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan. Akhir-akhir ini dia tidak melakukan latihan secara teratur dan makan makanan fast food selama jam kerjanya dan bekerja 12 jam / hari serta makan hingga larut malam sebelum waktu istirahat. Ny. BB : 70 Kg. (48 tahun ). . TB : 160 cm. Sejak suaminya meningal ia tidak lagi melakukan aktifitas karena kurangnya keinginan / minat. Model konsep / teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehnya sendiri kecuali jika tidak mampu. Ia seorang perokok.Ibu Ny. M dan suaminya menikmati aktifitas sosial seperti main bridge dan koleksi barang-barang antik. M. Untuk dapat menerapkan model konsep / teori keperawatan ini diperlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang terapeutik. PENUTUP Dengan mempelajari model konsep / teori keperawatan sebagaimana disampaikan dimuka maka dapat disimpulkan betapa perawat harus memahami apa yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat memperoleh haknya secara tepat dan benar. Asuhan keperawatan dengan pemilihan model konsep / teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik klien dapat memberikan asuhan keperawatan yang relevan.

Pandangan individu terhadap kesehatan dirinya. Tujuan kesehatan dalam konteks riwayat kehidupan. 4. 6.Hasil pemeriksaan tahunnya yang dilakukan dua minggu lalu : Tanda tanda vital : TD : 138/86 mm Hg. N : 92 x / mnt. yaitu: 1.40 F. Laboratorium : cholesterol dalam darah 280 mg/dl. Kapasitas individu untuk melakukan self care. Status kesehatan perseorangan. 5. Suhu : 98. . Pandangan dokter terhadap kesehatan individu 3. 2. dia diramalkan kemungkinan menderita serangan jantung. Memenuhi syarat personal untuk self care. gaya hidup dan status kesehatan. Dokter menganjurkan : untuk menurunkan berat badan sekitar 20 kg. tetapi mengingat bahwa dia memiliki pengetahuan yang tidak adekuat tentang dasar-dasar nutrisi dan tidak mempunyai motivasi untuk menurunkan berat badan. P : 30 x/ mnt. Pengkajian (Assessment) : Perawat mengumpulkan data meliputi 6 area.

4. 5. suku bangsa Italia. 2. Apakah klien mempunyai kekurangan dalam memenuhi self care. . ketrampilan. Apakah yang menjadi potensial klien untuk melakukan self care dimasa yang akan datang. perempuan. apa alasan dan latar belakang terjadinya kekurangan untuk self care. Haruskah klien ditolong supaya tidak melakukan self care atau melindungi dengan segala kemampuan perkembangan self care untuk tujuan terapi.160 Cm. Terapi apakah yang dibutuhkan untuk perawatan saat ini dan yang akan datang.Menampakkan tidak adekuatnya intake udara. agama katolik. kolesterol 280 Mg / dl.Pengumpulan data meliputi pengetahuan individual. Jika ada. Analisa Kasus 1. banyak mengkonsumsi lemak. makan sampai larut malam. Janda. 2. konsumsi jumlah kalori yang dibutuhkan. air dan makanan.. pekerjaan staf pengajar di Universitas. Personal faktor Umur 48 tahun. Dalam tahap ini perlu mencari jawaban terhadap pertanyaan di bawah ini : 1. 3. A. BB : 70 Kg . TB. motivasi dan orientasi. Kategori kebutuhan universal self care : .

Tidak punya suami (widowed) .Merokok 1 ½ bungkus perhari. memperlihatkan ketidak seimbangan ativitas dan istirahat serta latihan. . penurunan interaksi sosial. Kategori Developmental Self Care : . M meninggal karena stroke. mengkonsumsi makanan siap saji. Self care deficit : . M. 6. M kurang pengetahuan tentang faktor faktor risiko dan gangguan fungsi kardiovaskuler.Ny. . peningkatan kolesterol. Masalah medis dan perencanaan : Diagnosa obesitas dengan risiko untuk terjadi penyakit kardiovaskuler dan rendahnya motivasi untuk menurunkan berat badan. Kategori Health Deviation : Risiko terjadi penyakit kardiovaskuler berhubungan dengan kegemukan. ayah meninggal karena serangan jantung pada usia 50 tahun. 3.. menurunkan intake kolesterol dan meningkatkan latihan. perokok. 5.Ny. . Anjuran Dokter : Memonitor kolesterol dan tanda-tanda vital.Riwayat keluarga : Ibu Ny. kurangnya latihan dan riwayat keluarga.Kurangnya aktivitas sosial 4. berkeja 12 jam / hari.

2. Implementasi Sepakati bersama untuk mencapai tujuan menurunkan kolesterol. M dapat meningkatkan risiko untuk serangan jantung atau stoke. : Memberikan pedoman.Pengetahuan dasar dan gaya hidup Ny.Metode Bantuan pengembangan lingkungan. . Diagnosa Keperawatan : Risiko gangguan fungsi kardiovaskuler berhubungan dengan kurang pengetahuan klien yang dimanifestasikan dengan gaya hidup dan risiko serangan jantung atau stroke. M. mempunyai kemauan untuk memelihara diet makanan harian tiap 3 hari. support.Tujuan : Menurunkan risiko terjadinya gangguan kardiovaskuler. B. . mengajarkan dan ketentuan 3. Proses Keperawatan 1. - Ny.Design Nursing System : Support Education (Pendidikan Kesehatan . Rencana keperawatan : .

Ny. - Menganalisa bersama makanan sehari-hari dan bagaimana mengkonsumsikannya. - Apakah support educative system efektif dalam meningkatkan self care pada Ny. Evaluasi . sudah turun (normal). telah memilih jenis makanan rendah kolesterol. - Menentukan bersama menu makanan. M. mempunyai kemauan untuk mempelajari kolesterol dan pengaruhnya terhadap fungsi kasdiovaskuler. M.. - Ny. M mengeti tentang gaya hidupnya dan risiko terjadinya serangan jantung atau stroke? - Apakah Ny. M.Ny. M. 4. - Apakah Ny. - Apakah kadar kolesterol Ny. mengalami penurunan self care dificit. mempunyai kemauan untuk mempelajari jenis makanan rendah kolesterol dan bagaimana menurunkan kadar kolesterol. mempunyai kemauan untuk mengetahui kandungan kolesterol dalam fast foods. SUMBER KLIK DISINIPERUBAHAN DALAM KEPERAWATAN11 September 2008 17:02Pengertian Dasar: Beranjak dari status quo Pengertian Praktis: 1. M. M. . Tumbuh/ pertumbuhan .Apakah Ny. M.

Lahir. Kembang/ perkembangan/ berkembang 3. Berpikir/ berkehendak/ berupaya/ belajar Faktor Yang Mendukung Perubahan 1. Berubah dan proses berubah merupakan proses yang berkelanjutan Berubah dan Manusia/ Masyarakat 1. Pembaharuan/ inovasi/ modernisasi 6. Berubah dan proses berubah menyetu dengan hidup dan kehidupan manusia 2. Senang-susah. Pergolakan/ pergerakan/ mobilitas masyarakat 6.tumbuh-kembang-mati 3. Perubahan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini . Berubah dan proses berubah menyatu dengan alam semesta 3. Perubahan dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh target berubah 2. tradisional-modern 5. Lahir-tumbuh-kembang-dewasa-pembiakan 2. sehat-sakit 4. Transformasi/ peralihan/ beralih 5.2. Gerak/ pergerakan/ bergerak 4. Budaya-tata nilai. Hidup Berubah (Change) An act of process that makes something or someone different in some way The process og moving from one system to another Transition to a different end Sifat Kejadian 1.

organisasional 2. kasih sayang f. benefit e. Perubahan dilakukan pada skala kecil dulu evaluasi dan antisipasi permasalahan pada skala besar 6. takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability) b. Tidak menerima . Perubahan sederhana dan konkrit 4. Pemimpin dan tokoh kelompok dilibatkan 7. mengadakan penyelidikan dan eksplorasi 3.3. takut gagal PERLU KESEIMBANGAN ANTARA PERUBAHAN & STABILITAS PERUBAHAN SECARA RADIKAL SERING MENEMUI HAMBATAN Manusia dan Proses Berubah Pada hakekatnya manusia mempunyai kebutuhan untuk: 1. sosial. takut akan kehilangan respect. Komunikasi terbuka antara target berubah & inovator (change agent) 8. dukungan. merubah keseimbangan personal. Evaluasi sebagai bagian dari proses berubah Respon Terhadap Perubahan 1. takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency d. Menerima dan mendukung 2. mengadakan perubahan/ mengadakan penyempurnaan . Target berubah dilibatkan sejak fase awal 5. takut akan kehilangan pengaruh c.tidak mendukung 3. takut kehilangan reward. Menolak: a.

Perubahan pada perkembangan perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu. mengusahakan untuk mencapai hal-hal yang kelihatannya belum dicapai berubah merupakan bagian dari hidup dan kehidupan manusia berubah menyatu dengan hidup dan kehidupan manusia berubah merupakan cara hidup manusia change > a way of life the time are changed. and we are changed within them kita adalah bagian dari perubahan/ berubah itu sendiri Macam Proses Perubahan A. menerapkan ide-ide baru dan konsep-konsep baru 5. dapat dikontrol .sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol . Perubahan Spontan .4. kelompok dan organisasi dalam pertumbuhanperkembangan 3.perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya 2. Perubahan yang direncanakan Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. Perubahan ditinjau dari sifat proses: 1.

Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan . Perubahan berencana .Memerlukan kekuatan personal (personal power) C. Perubahan partisipatif . Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan 1.B.Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan.Timbulnya komitmen 2.Melalui penyediaan informasi yang cukup . Perubahan acak/ kacau . sesuai dengan tujuan yang akan dicapai 2.menyesuaikan kegiatan dengan tujuan . Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan 1. Perubahan paksaan (coerced change) .Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan Asal dari Perubahan Tiga klasifikasi utama asal perubahan/ berubah.Adanya sikap positif terhadap inovasi .Melalui perubahan total dari organisasi . menerima dampak/ efek perubahan itu sendiri . satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.

Perubahan teknologikal .Perubahan pendangan/ keyakinan tentang hidup dan kehidupan Tipe Berubah Yang Terdapat pada Proses Adaptasi/ Adopsi (Havelock) Tipe atau bentuk berubah yang diperlukan sehingga dapat terjadi adaptasi atau adopsi. Menghilangkan pola perilaku lama (eliminating of old behavioural pattern) Menghilangkan/ menghapus pola perilaku lama 6. Perubahan (alteration) Hal yang diintroduksikan merubah/ mengadakan perubahan dari hal yang sudah ada 3.1. Substitusi (substitution) Hal yang diintroduksikan merupakan substitusi/ pengganti dari hal yang sudah ada 2.Perubahan struktur organisasi . Penambahan (addition) Hal yang diintoduksikan menambah/ merupakan tambahan hal yang sudah ada 4.Penemuan-penemuan teknologi jet. televisi 3.Bioteknologi . Memperkuat pola perilaku lama (reinforcing of old behavioural pattern) Memperkuat keberadaan/ dianutnya pola perilaku lama Bentuk Berubah Ditinjau dari Proses Terjadinya Perubahan (Bennis W) Bentuk/ tipe berubah ditinjau dari bentuk proses yang terjadi pada proses perubahan . Perubahan struktural-institusional . komputer. Membentuk/ membangun kembali (restructuring) Membentuk/ membangun kembali sesuatu yang lain. pada perubahan tingkah laku 1.Perubahan kedudukan institusi 2. dengan bahan/ sumber yang ada 5.Perubahan struktur pendidikan . Perubahan perilaku sosial .

Bagaimana harus berubah .Apa yang harus dirubah . akan tetapi tanpa rumusan tujuan perubahan yang tidak direncanakan. Perubahan berencana (planned change) . tanpa menanyakan tentang nilai tujuan Berdasarkan pengumpulan dan analisa data 5. Perubahan secara indoktrinasi (indoctrination change) Menetapkan tujuan secara cermat bersama. Perubahan secara paksaan (coercive change) Menetapkan tujuan sepihak dengan kekuatan unilateral dan kontrol 4. Perubahan secara menirukan (emultif change) Kekuatan unilateral. Perubahan secara teknokratik (tchnocratic change) Dengan urunan kekuatan (shared power) menetapkan tujuan unilateral. Strategi rasional-empirik (empirical-rational strategies) .Apa tujuan berubah . Perubahan secara sosialisasi (socialization change) Kekuatan unilateral. Perubahan secara interaksional (interactional change) Urunan kekuatan. Perubahan secara alami (natural change) Urunan kekuatan.direncanakan bersama secara kolaboratif antara klien dan change agent 2. satu pihak menetapkan tujuan dan pihak lain membantu mencapai tujuan. tujuan tidak dirumuskan dengan benar 8.1. aksidental Strategi Berubah (Chin & Benne) bagaimana mengadakan perubahan rangkaian kegiatan dalam mengadakan perubahan 1. akan tetapi dengan kekuatan sepihak/ unilateral (unilateral power) 3. dalam keadaan dimana tujuan tidak terlalu dipikirkan 6. akan tetapi tujuan dicapai secara bersama/ kolaboratif 7.

harus dibawa ke permukaan . baik individu. organisasi atau komuniti .kekuatan (power coercive approaches) . melalui intervensi langsung dari change agent .Beberapa elemen yang lazimnya terdapat pada pendekatan ini: .Unsur-unsur yang tidak disadari memberi saham/ mempunyai pengaruh pada penyelesaian masalah. Strategi paksaan .Pemilihan personel dan penggantian dari mereka yang tidak sesuai dengan posisi yang diduduki. relevan dan benar Pendekatan ini brtolak pada pandangan bahwa people technology sama pentingnya dengan thing technology dalam mengadakan perubahan yang baik dalam persoalan manusia 3. cara klien melihat dirinya sendiri dan melihat masalahnya harus diperhatikan dan dipadukan dengan pandangan change agent .Didasarkan pada penggunaan kekuatan/ kekuasaan pada umumnya didasarkan pada sanksi ekonomi dan politik . dan oleh komitmen individual terhadap norma-norma tersebut . didasarkan pada: .Asumsi dasar: manusia adalah rasional . sebagai kondisi untuk mengadakan penyelesaian masalah .Riset dasar dan desiminasi ilmu pengetahuan melalui pendidikan umum.Bentuk strategi coercive lainnya adalah dengan menggunakan moral power dan political power: .Pola kegiatan dan perbuatan didukung oleh norma sosiokultural.Pelibatan klien dalam proses penyusunan proses berubah.Change agent harus mempelajari cara intervensi timbal balik dan kolaboratif . dan hubungan internal/ eksternal dari sistem klien. dan yang mungkin memerlukan perubahan arau reedukasi.Metode dan konsep ilmu perilaku merupakan sumber yang digunakan change agent dan klien secara selektif. intervensi yang didasarkan pada penerapan teori berubah yang mantap. nilai norma.Norma sosiokultural didukung oleh sikap dan sistem nilai individual . ke dalam kehidupan sistem klien. kelompok. terutama yang berhubungan dengan kesukaran/ masalah sistem 2. diperlukan orang yang tepat untuk jabatan/ posisi yang tepat (the right person in the right position) .. diyakini bahwa perubahan itu diperlukan . Strategi reedukatif normatif (normative-reeducative strategies).Pendekatan normatif-reedukatif untuk mengadakan perubahan.System analysts sebagai staf dan konsultan.Melihat kemungkinan bahwa masalah terletak pada sikap.

Tahikardi dan hipotensi oleh karena hipovolemia Hematuri. Distensi abdomen akibat penimbunan darah atau urine. Transplantasi ginjal.Memformulasikan rekomendasi untuk kegiatan masa depan atau modifikasi SUMBER KLIK DISINIKelainan Traumatik. Kelainan skrotum dan isinya.Mengimplementasikan proyek perubhan (change project) .Mengadakan evaluasi hasil perubahan/ berubah .Menggunakan institusi politik .Mengadakan perbaikan strategi (bila diperlukan) . hematuri .Melalui rekomposisi dan manipulasi kelompok penguasa (power elite) .. Diagnosis: Lab .urine. Dapat terjadi ileus.Mengadakan observasi dan mengendalikan/ mengatasi hambatan .11 September 2008 16:57Kelainan Traumatik GINJAL Penyebab : Truma tajam atau trauma tumpul Dapat menjadi bagian dari multiple trauama. Neoplasma. Gejala klinis : Mungkin tidak ditemukan tanda klinis Bengkak dan memar daerah pinggang (swelling & bruising renal angle). Respiratory distress akibat penekanan diafragma.

dilakukan bila: Traumanya berat dan ada pergeseran ginjal. ureterovaginal fistula. Bedah (Surgical management).Intravenous pyelografi (IVP). Trauma ginjal terbuka. . Antibiotik dan analgesik. Total bed rest. Hemodinamik ( Nadi dan tekanan darah) di monitor Evaluasi renal area adanya memar atau pembengkanan yang bertambah. Gejala : Nyeri daerah ginjal akibat adanya sumbatan ureter Olygouria / anuria. Terapi : Konservatif ( Conservative management). Produksi urine tiap hari di evalauasi. USG. Terapi konservatif tidak membaik. Diagnosis: IVP. Perdarahan yang tidak teratasi. Dilakukan bersama-sama laparotomi. KELAINAN TRAUMATIK URETER Penyebab : Trauma tajam pada kasus multi trauma. Cedera akibat operasi bedah atau operasi obstetry dan gynekologi. USG. Terjadi fistula.

Perdarahan uretra. cystoscopy. Eksplorasi. Hipotensi. Gejala klinis Umum / general: Shock. Lokal: Peritonismus. Endoskopi. Tidak bisa buang air kecil Diagnosis : Klinis: Riwayat tauma. tanda-tanda shock. Radiology: Cystografi. operasi colon / rectum. tidak bisa buang air kecil. Tachicardi. foto polos abdomen dengan tanda-tanda fraktur pelvis. Spontan. Hematuria. operasi hernia / operasi vagina. reseksi anatomose end to end. Odem skrotum / labium. Terapi : Perbaikan hemodinamik Operasi Antibiotik Komplikasi : . Tindakan operasi : hysterektomi. KELAINAN TRAUMATIK KANDUNG KEMIH / BLADDER Penyebab: Multiple trauma adalah penyebab paling sering menyebabkan cedera pada kandung kemih.Demam. bengkak dinding abdomen.Terapi : Parsial stenosis : dilatasi catater ureter.

darah pada meatus uretra eksternus. Persalinan lama Ruptur yang spontan (biasanya didahului oleh striktur uretra) Gejala klinis Tergantung derajat kerusakan. dapat menyebabkan kesulitan atau tidak bisa buang air kecil. pada rectal toucher ditemuka floating prostat . Ruptur uretra posterior. benda asing Instrumentasi pada uretra. Cedera tulang pelvis.Peritonitis Infeksi Pelvis dan kandung kemih Infeksi ginjal Infeksi scrotum dan epididimis Fistula . tidak boleh dipasang kateter. Trauma dari luar: Straddle injury. Operasi uretroplasti. . Diagnosis: Foto Uretrografi. Perdarahan uretra. biasanya mengenai uretra anterior. Terapi: Sistosmtomi. mengenai uretra posterior. Osteitis pubis KELAINAN TRAUMATIK URETRA Penyebab : Batu uretra. KELAINAN TRAUMATIK PENIS Penyebab : Trauma tumpul / trauma tajam / terkena mesin pabrik.

3 % tumor ganas pada dewasa. Etiologi: Banyak Faktor. NEOPLASMA GINJAL Tumor ginjal merupakan tumor urogenital ketiga terbanyak setelah tumor prostat dan tumor kandung kemih. Adenokarsinoma. Onkositoma). Diagnosis :Kavernosografi Terapi :Operasi. atau tumor sekunder dari metastase tumor lainnya. NEOPLASMA SALURAN KEMIH ADENOKARSINOMA GINJAL Tumor ganas parenkim ginjal yang berasal dari tubulus proksimal ginjal. (Ganas . . hipernefroma Insiden: Dekade 5-7. Klasifikasi tumor ginjal Koteks ginjal : (Jinak : Adenoma.Gejala klinis :Hematoma pada penis disertai rasa nyeri. Tembakau / rokok. Lipoma. Bahan-bahan kimia. Ganas : Tumor pelvis renalis. Nefroblastoma) Sistem saluran: Jinak : Papiloma. penjahitan tunika albugenia). ( Evakuasi hematome. Tumor ginjal bisa berupa tumor primer. Nama lain tumor Grawitz. Hamartoma.

tidak efektif karena tumor tidak sensitif terhadap radiasi.5 tahun. NEFROBLASTOMA Adalah tumor ginjal yang banyak menyerang anak-anak terutama pada usia kurang 10 tahun. Hormonal. Sering disebut juga tumor Wilm atau karsinoma sel embrional. Radiasi eksterna. tidak banyak memberi manfaat. sering pada usia 3. terbebasnya pirogen endogen / nekrosis tumor Anemi Hipertensi. Ct scan Abdomen Terapi: Nefrektomi. Immmunoterapi. Febris. terjadi A-V shunt pada massa tumor Tanda-tanda metastasis ke paru dan hepar. Diagnosis: Gejala klinis. Gejala klinis : . dilakukan nefrektomi radikal yaitu mengangkat ginjal beserta kapsula gerota. masih dalam uji coba. Neoplasma saluran kemih Nefroblastoma. Sitostatika. dengan interferon dan interleukin pemakaiannya sangat terbatas karena mahal.Gejala klinis . IVP. USG. dengan hormon progestagen hasilnya belum banyak diketahui. Sering diiukuti kelainan bawaan seperti : Aniridia Hemihipertropi Anomali organ urogenital.

Terapi: Radikal nefrektomi.Anak dibawah kedokter karena perut membesar. Tumor meluas kejaringan sekitar. TUMOR URETER Tumor ureter sangat jarang. 3. masih dapat dieksisi sempurna.Hematuri kambuhan. angka kejadian kurang 1 % dari tumor urogenital. dapat dieksisi sempurna. Gejala klinis: Nyeri pinggang. Tumor terbatas pada ginjal. 1. menurut NWTS ( National Wilm s Tumor Study) ada 5 stadium. Sitostatika. kombinasi antara Actinomisin D dengan Vincristine hasilnya cukup baik. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari biopsi atau ruptur yang terjadi sebelum / selama operasi. terdapat massa retropreritoneal sebelah atas. bersifat radiosensitif. Metastase hematogen 5. mungkin nonvisualized. menunjukkan adanya distorsi sistem pelviokalises. Stadium . ada bejolan diperut atas Kencing berdarah Hipertensi. Diagnosis : USG. Tumor bilateral. Radiasi eksterna. 4. IVP. 2. Gejala obstruksi oleh tumor. . 75 % maligna.

Uretroskopi (untuk melihat tumor sekaligus biopsy). bekuan darah. hidronefrosis. Retensi urine akibat. laboratorium ( senyawa amin aromatik ) Perokok. CT scan. ureter beserta cuff buli-buli sebanyak 2 cm disekeliling muara ureter.Coli dan proteus Spp menghasilkan karsinogen. Kopi. Histopatologi : 90 % merupakan karsinoma sel transisional. pekerja dipabrik kimia. mengangkat ginjal. TUMOR BULI-BULI / KANDUNG KEMIH Merupakan keganasan kedua setelah karsinoma prostat. akibat penekanan saluran limfe atau pembesaran kelenjar limfe di pelvis. Diagnosis . Infeksi saluran kemih. E. Terapi: Nefroureterektomi. selebihnya merupakan karsinoma sel squamosa dan adenokarsinoma. MRI.Diagnosis: IVP (ditemukan filling defek didalam lumen ureter. Dua kali lebih banyak pada laki-laki dari wanita. atau nonvisualized ginjal). pemanis buatan dan obat-obatan. untuk pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan resiko karsinoma buli-buli. Udema tungkai. Gejala klinis : Hematuri tanpa keluhan nyeri ( painless). rokok mengandung amin aromatik dan nitrosamin. Etiologi / faktor resiko: Pekerjaan. kambuhan dan seluruh proses miksi. . hidronefrosis bila terjadi infiltrasi tumor ke muara ureter. ditemukan filling defect. IVP.

hematuri. penegakan diagnosis yang lebih baik dan kewaspadaan yang tinggi. Insiden meningkat karena. Diagnosis : PSA ( prostat spesifik antigen) USG trans rektal CT scan. Etiologi : Predisposisi genetik Pengaruh hormonal. MRI dan bone scanning. paraplegi. Radiasi eksterna. retensi urine.Terapi : Reseksi buli-buli. Keluhan akibat metastasis. 5 FU. Sistektomi radikal. Siklofospamide. hidronefrosis dan gagal ginjal. hormon androgen dari sel leydic testis dan adrenal Diet dan lingkungan Infeksi. fraktur patologi dan edema tungkai. PROSTAT Merupakan keganasan yang terbanyak. meningkatnya umur harapan hidup. Instilasi intra vesika dengan obat-obat : Mitomisin C. Terapi : . Gejala klinis : Gejala obstruksi saluran kencing. nyeri pada tulang.

Orkiektomi. Terapi : Tidak diperbolehkan biopsi tumor. Tauma testis Atropi /infeksi testis Hormonal : pemberian estrogen selama kehamilan akan meingkatkan kemungkinan terjadinya tumor testis pada anak laki yang dikandungnya. nonseminoma tidak respon Sitostatika : Sisplatinum. vinblastin dan Bleomisin. suatu protein yang diproduksi oleh jaringan trofoblas. Petanda tumor: Alfa Feto protein suatu glikoprotein yang diproduksi oleh sel tumor. Diskesi kelenjar retroperitoneal dan para aorta. TESTIS Biasa ditemukan pada usia 15 35 tahun. Gejala klinis : Pembesaran testis. Radiasi : jenis seminoma respon terhadap terhadap terapi. menghilangkan sumber androgen dengan operasi atau medikamentosa. padat dan tidak menunjukkan tanda illuminasi. Hormonal.: Etiologi : Maldescendus testis. Human Chorionik Gonadotropin.Observasi. TUMOR PENIS . tidak nyeri. stad awal dengan harapan hidup kurang dari 10 tahun. Radiasi. Prostatektomi radikal.

Penektomi total dan ureterotomi perineal. Sirkumsisi mengurangi kejadian karsinoma penis Gejala klinis : Tumor yang kotor. berbau dan sering mengalami infeksi. Melanoma Tumor parenkim Karsinoma sel squamous. yang masih terbatas pada preputium Penektomi parsial. Berasal dari kulit preputium. Terapi : Menghilangkan lesi primer : Sirkumsisi. pencitraan dibutuhkan untuk menentukan penyebaran tumor. beberapa ahli menganjurkan pemberian antibiotik 4 -6 minggu. ulserasi serta perdarahan. Etiologi : Hygiene penis yang kurang bersih.Tumor penis terdiri dari : Karsinoma sel basal. . yang paling banyak ditemukan. glans dan shaft penis. Radieasi eksterna. Topikal dengan kemoterapi Terapi kelenjar limfe regional. angkat tumor beserta jaringan sehat sepanjang kurang lebih 2 cm dari proksimal tumor. tetapi bila tetap membesar dilakukan diseksi kelenjar limfe inguinal bilateral. hasilnya tidak memuaskan. Pembesaran kelenjar limfe inguinal yang nyeri karena infeksi Diagnosis: Biopsi lesi primer. bila menghilang tidak dilakukan diseksi.

Gejal klinis : Tidak ditemukan testis di rongga scrotum. CT scan dan MRI Terapi: Testis diturunkan dengan pembedahan maupun medikamentosa. HIDROKEL Penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan visceralis tunika vaginalis testis.TESTIS MALDESENSUS Pada masa janin testis berada di rongga abdomen dan beberapa saat sebelum bayi lahir. USG untuk mencari lokasi testis kadang sulit. Kelainan intrinsik testis Defisisnesi hormon gonadotropin yang memacu proses desensus testis. Diagnosis : Secara klinis. Apabila proses tidak bejalan normal maka terjadi maldesensus. Hal ini mengakibatkan kerusakan sel-sel epitel germinal testis. Kulit scrotum mengalami hipoplasi karena tidak pernah ditempati scrotum. sehingga testis abdominal selalu mendapatkan suhu yang lebih tinggi dari testis normal. Etiologi: Kelainan pada gubernakulum testis. . Flebografi untuk mencari plexus pampiniformis. testis mengalami desensus testikulorum ke kantung scrotum. Patofisiologi: Suhu rongga abdomen lebih kurang 1 0 C lebih tinggi dari suhu di dalam rongga scrotum.

VARIKOKEL Dilatasi abnormal dari vena plexus pampiniformis akibat gangguan aliran balik vena spermatika interna. Terapi : Ditunggu sampai usia anak mencapai 1 tahun Operasi ligasi pada anak. hidrokelektomi pada orang dewasa. . Merupakan salah satu penyebab infetilitas pada pria ( 21 41 %). Etiologi : Penyebab secara pasti belum diketahui. Kelainan 15 % pada pria. Pemeriksaan transilluminasi positif Diagnosis: Klinis dan dapat dibantu dengan USG. Gejala klinik: Benjolan di scrotum tidak nyeri.Etiologi : Belum sempurnya penutupan prosessus vaginalis Belum sempurnanya sistem limfatik di scrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Dikenal ada 3 jenis hidrokel : Hidrokel testis Hidrokel funikuli Hidrokel komunikans.

TORSIO TESTIS Adalah terpuntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. jika diperlukan pasien diminta melakukan manuver valsava. Gejala klinis dan diagnosis : Benjolan diatas testis yang agak nyeri. Dibedakan menjadi 3 derajat : Kecil : varikokel dapat dipalpasi setelah manuver valsava. Besar : Varikokel dapat di lihat tanpa manuver valsava. kemudian palpasi scrotum. Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri. Terapi : Dilakukan bila ada indikasi terjadi gangguan spermatogenesis. hal ini disebabkan oleh karena vena spermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus. Vena spermatika interna kiri lebih panjang dari yang kanan.Varikokel kiri lebih sering dari verikokel kanan (70-93 %). cremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen untuk mempertahankan suhu ideal untuk testis. Ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo. teraba bentukan seperti kumpulan cacing di dalam kantung sebelah cranial testis. Sedang : Varikokel dapat dipalpasi tanpa manuver valsava. sedangkan bermuara vena cava yang agak miring . Patogenesis: Secara fisiologis m. Varikokelektomi cara Ivanisevich Perkutan dengan memasukkan sklerosing kedalam vena spermatika interna. .

Adanya kelainan penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsi jika bergerak secara berlebihan seperti : perubahan suhu yang mendadak. tes tes laboratorium untuk menentukan ke cocokan antara donor dan resipien. Terapi : Detorsi manual. Tahun 1954 Murray di Boston melakukan tranplantasi pada saudara kembar monozigot dan hasilnya dapat bertahan lama. tetapi hasil hanya bertahan beberapa waktu saja. pada torsi yang baru terjadi. Gejala klinis dan diagnosis : Nyeri hebat dan mendadak di scrotum disertai pembengkakan testis. Sebelum dilakukan tranplantasi. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. TRANSPLANTASI GINJAL Transplantasi ginjal pada manusia dilakukan pertama kali oleh Lawler tahun 1950 di Chicago. Secara tehnik bedah transplantasi dibedakan 2 macam : 1. Pemeriksaan fisik. sementara organ yang rusak tidak dikeluarkan. dilakukan orchidopeksi bila testis masih viable dan orchiectomi bila testis sudah nekrosis. batuk. Donor mayat. bila organ yang dicangkokkan dipasang pada tempat aslinya. ketakutan. Donor untuk tranplantasi ada dua sumber: Donor hidup. mengembalikan testis keposisi awalnya dengan memutar kearah beralawanan dengan arah torsi. celana yang terlalu ketat atau trauma yang mengenai scrotum. Cara heterotopik. Biasanya disertai demam.. ginjal arus diperiksa arteriogram ke dua arteri renalis untuk menentukan adanya ginjal dan dalam keadaan anatomi perdarahannya. testis membengkak. . bila organ yang dicangkokkan dipasang di tempat lain. 2. Sementara organ asli diambil terlebih dahulu. Operasi. Cara ortotopik. Operasi berhasil baik. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal dari testis kontra lateral. latihan yang berlebihan.

Transplantasi Ginjal Ginjal yang dicangkokkan ditempatkan di ruang retroperitoneal di regio fossa iliaka. Ginjal donor hidup dapat bertahan lebih lama dibanding donor mayat. Arteri renalis langsung dianastomose secara ujung ke ujung dengan arteri iliaka interna atau secara ujung ke sisi dengan arteri iliaka communis atau iliaka eksterna. nefrolitiasis). . Vena renalis dianastomose secara ujung ke sisi dengan vena iliaka commonis. penyumbatan aliran kemih atau infeksi. SUMBER KLIK DISINIBATU SALURAN KEMIH11 September 2008 16:55Batu Saluran Kemih DEFINISI Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). PENYEBAB Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal. Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis. Anastomosis neoureterosistostomi di buat dengan menembus submukosa untuk mencegah refluks. Hasil transplantasi tergantung berbagai faktor. perdarahan. Tetapi kebanyakan pasien transplantasi ginjal akan membutuhkan transplantasi ke dua atau ke tiga atau terpaksa di dialisis seperti sebelumnya.

Jika batu menyumbat aliran kemih. mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai yang sebesar 2. sisanya mengandung berbagai bahan. Batu yang menyumbat ureter. Ukuran batu bervariasi. bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan.Sekitar 80% batu terdiri dari kalsium. GEJALA Batu. amonium dan fosfat) juga disebut batu infeksi karena batu ini hanya terbentuk di dalam air kemih yang terinfeksi. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika penyumbatan ini berlangsung lama. bisa tidak menimbulkan gejala. demam. termasuk asam urat. Batu ini bisa mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis. air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul. daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. perut menggelembung. Gejala lainnya adalah mual dan muntah. Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang besar disebut kalkulus staghorn. . sehingga terjadilah infeksi. menggigil dan darah di dalam air kemih. pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). terutama yang kecil. Penderita mungkin menjadi sering berkemih. sistin dan mineral struvit. biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang. yang menjalar ke perut. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal. Batu struvit (campuran dari magnesium.5 sentimeter atau lebih. terutama ketika batu melewati ureter.

ESWL). sistin. Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilakukan adalah urografi intravena dan urografi retrograd. penyumbatan atau infeksi. PENGOBATAN Batu kecil yang tidak menyebabkan gejala. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy. nanah atau kristal batu yang kecil. Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium. . Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti. asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu.DIAGNOSA Batu yang tidak menimbulkan gejala. maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya. biasanya tidak perlu diobati. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah. jika batu telah terbuang. disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas. Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit. mungkin akan diketahui secara tidak sengaja pada pemeriksaan analisa air kemih rutin (urinalisis).

karena itu diberikan antibiotik.Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. tetapi batu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari). PENCEGAHAN Tindakan pencegahan pembentukan batu tergantung kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. nefrolitotomi perkutaneus). Batu kalsium. Batu asam urat yang lebih besar. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy. Batu tersebut dianalisa dan dilakukan pengukuran kadar bahan yang bisa menyebabkan terjadinya batu di dalam air kemih. . Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan memberikan kalium sitrat). Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium selulosa fosfat. Untuk meningkatkan kadar sitrat (zat penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih. yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. perlu diangkat melalui pembedahan. Sebagian besar penderita batu kalsium mengalami hiperkalsiuria. Obat diuretik thiazid(misalnya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. diberikan kalium sitrat. yang menyebabkan penyumbatan. dimana kadar kalsium di dalam air kemih sangat tinggi. Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih.

Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih. dimana di dalamnya termasuk retrograde pyelography. seperti hiperparatiroidisme. . Dianjurkan untuk mengurangi asupan daging. Etiologi dan patofisiologi Ada 3 penyebab utama dari trauma ginjal . Trauma iatrogenik pada ginjal dapat disebabkan oleh tindakan operasi atau radiologi intervensi. ikan dan unggas. merupakan akibat dari mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnya bayam. percutaneous nephrostomy. keracunan vitamin D. karena itu untuk menciptakan suasana air kemih yang alkalis (basa). coklat. Trauma iatrogenik 3. sarkoidosis. Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain. karena makanan tersebut menyebabkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. Dengan semakin meningkatnya popularitas dari teknik teknik di atas. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol. asidosis tubulus renalis atau kanker. merica dan teh). Batu asam urat terbentuk jika keasaman air kemih bertambah. bisa diberikan kalium sitrat. kacang-kacangan. SUMBER KLIK DISINITRAUMA GINJAL11 September 2008 16:48Definisi Trauma ginjal adalah cedera pada ginjal yang disebabkan oleh berbagai macam rudapaksa baik tumpul maupun tajam. Oleh karena itu sebaiknya asupan makanan tersebut dikurangi. dan percutaneous lithotripsy. Trauma tajam 2. yang menyokong terbentuknya batu kalsium. Batu asam urat. Trauma tumpul Trauma tajam seperti tembakan dan tikaman pada abdomen bagian atas atau pinggang merupakan 10 20 % penyebab trauma pada ginjal di Indonesia. Dianjurkan untuk banyak minum air putih. Pada kasus ini sebaiknya dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut. yaitu 1.

Trauma tidak langsung misalnya jatuh dari ketinggian yang menyebabkan pergerakan ginjal secara tiba tiba di dalam rongga peritoneum. olah raga. Kedua. Dengan lajunya pembangunan. jika base line dari tekanan intrapelvis meningkat maka kenaikan sedikit saja dari tekanan tersebut sudah dapat menyebabkan terjadinya trauma ginjal. Yang ketiga adalah keadaan patologis dari ginjal itu sendiri. baik karena trauma langsung ataupun tidak langsung akibat deselerasi. Trauma ginjal biasanya menyertai trauma berat yang juga mengenai organ organ lain. Kejadian ini dapat menyebabkan avulsi pedikel ginjal atau robekan tunika intima arteri renalis yang menimbulkan trombosis.insidens trauma iatrogenik semakin meningkat . Trauma langsung biasanya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. kerja atau perkelahian. Sebagai tambahan. tetapi kemudian menurun setelah diperkenalkan ESWL. Ginjal yang relatif mobile dapat bergerak mengenai costae atau corpus vertebrae. Klasifikasi trauma ginjal menurut Sargeant dan Marquadt yang dimodifikasi oleh Federle : Grade I Lesi meliputi Kontusi ginjal Minor laserasi korteks dan medulla tanpa gangguan pada sistem pelviocalices Hematom minor dari subcapsular atau perinefron (kadang kadang) 75 80 % dari keseluruhan trauma ginjal . kejadian trauma akibat kecelakaan lalu lintas juga semakin meningkat. Hal ini menjelaskan mengapa pada pasien yang yang memiliki kelainan pada ginjalnya mudah terjadi trauma ginjal. Klasifikasi Tujuan pengklasifikasian trauma ginjal adalah untuk memberikan pegangan dalam terapi dan prognosis. Trauma tumpul ginjal dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. penambahan ruas jalan dan jumlah kendaraan. Ada beberapa faktor yang turut menyebebkan terjadinya trauma ginjal. Trauma tumpul merupakan penyebab utama dari trauma ginjal. trauma yang demikian dapat menyebabkan peningkatan tekanan subcortical dan intracaliceal yang cepat sehingga mengakibatkan terjadinya ruptur. Biopsi ginjal juga dapat menyebabkan trauma ginjal .

Grade II Lesi meliputi Laserasi parenkim yang berhubungan dengan tubulus kolektivus sehingga terjadi extravasasi urine Sering terjadi hematom perinefron Luka yang terjadi biasanya dalam dan meluas sampai ke medulla 10 15 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade III Lesi meliputi Ginjal yang hancur Trauma pada vaskularisasi pedikel ginjal 5 % dari keseluruhan trauma ginjal Grade IV Meliputi lesi yang jarang terjadi yaitu Avulsi pada ureteropelvic junction Laserasi dari pelvis renal .

Perlu diperhatikan bila tidak ada hematutia. Digestivus ditemukan adanya tanda rangsang peritoneum. ketegangan otot pinggang . sedangkan massa jarang teraba. Bila terjai cedera Tr.BAB II KELUHAN DAN GEJALA KLINIK Pada trauma tumpul dapat ditemukan adanya jeja di daerah lumbal. Nyeri abdomen umumya ditemukan di daerah pinggang atau perut bagian atas . Bila hal ini ditemukan sebaiknya diperhatikan keadaan paru apakah terdapat hematothoraks atau pneumothoraks? Hematuria makroskopik merupakan tanda utama cedera saluran kemih. dengan intenitas nyeri yang bervariasi. kemungkinan cedera berat seperti putusnya pedikel dari ginjal atau ureter dari pelvis ginjal. Bila disertai cedera hepar atau limpa ditemukan adanya tanda perdarahan dalam perut. sedangkan pada trauma tajam tampak luka. Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda shock. . Derajat hematuria tidak berbanding dengan tingkat kerusakan ginjal. Pada palpasi didapatkan nyeri tekan daerah lumbal. Massa yang cepat menyebar luas disertai tanda kehilangan darah merupakan petunjuk adanya cedera vaskuler. Fraktur costae terbawah sering menyertai cedera ginjal.

BAB III DIAGNOSTIK RADIOLOGI Ada beberapa tujuan pemeriksaan radiologis pada pasien yang dicurigai menderita trauma ginjal. pada IVP. Klasifikasi beratnya trauma sehingga dapat dilakukan penenganan yang tepat dan menentukan prognosisnya 2. Menyingkirkan keadaan ginjal patologis pre trauma 3. pencitraan IVP pada pasien trauma ginjal grade I dapat menunjukkan gambaran ginjal normal. yaitu 1. Hal ini tidak terlalu menimbulkan masalah karena penderit grade I memang tidak memerlukan tindakan operasi . Mengevaluasi keadaan ginjal kontralateral 4. Mengevaluasi keadaan organ intra abdomen lainnya Pada pemeriksaan radiologis dapat ditemukan : Grade I Hematom minor di perinephric . dapat memperluhatkan gambaran ginjal yang abnomal Kontusi dapat terlihat sebagai massa yang normal ataupun tidak Laserasi minor korteks ginjal dapat dikenali sebagai dfek linear pada parenkim atau terlihat mirip dengan kontusi ginjal Yang lebih penting. daerah yang mengalami kontusi terlihat seperti massa cairan diantara parenkim ginjal . Pada CT Scan.

Grade II Pada IVP dapat terlihat extravasasi kontras dari daerah yang mengalami laserasi Extravasasi tersebut bisa hanya terbatas pada sinus renalis atau meluas sampai ke daerah perinefron atau bahkan sampai ke anterior atau posterior paranefron. .Renalis. merupakan duggan kuat terjadinya avulsi ureteropelvic junction Grade III Secara klinis pasien dalam kadaan yang tidak stabil. Baik IVP maupun CT Scan memeperlihatkan adanya akumulasi kontras pada derah perinefron tanpa pengisian ureter. Fragmen diantaranya berarti merupaka fragmen yang sudah tidak viable lagi. Yang khas adalah. fraktur parenkim ginjal dapat terlihats Akumulasi masif dari kontras. dengan parenkim ginjal yang masih intak dan nonvisualized ureter. Viabilitas dari fragmen ginjal dapat dilihat secara angiografi. Sebagai kesimpulan. CT San biasanya diambil sebagai pemeriksaan penunjang pertama pada psien yang mengalami trauma multiple organ intra abdomen. batas .uar ginjal terlihat kabur atau lebih lebar. Keputusan tersebut harus didasarkan kepada pemeriksaan manakah yang lebih tersedia. Kdang kadang dapat terjadi shock dan sering teraba massa pada daerah flank. Grade IV Grade IV meliputi avulsi dari ureteropelvic junction. CT Scan berfungsi sebagai pemeriksaan kedua setelah IVP pada pasien yang pada IVP memperlihtkan gambaran kerusakan luas parenkim ginjal dan pasien yang keadaan umumnya menurun. Dengan pemeriksaan CT Scan . Renalis. Angiografi dapat memperlihtkan gambaran oklusi A. Bila pasien sudah cukup stabil. dan pasien yang diduga trauma ginjal Grade III atau IV.fragmen yang viabel akan terlihat homogen karena masih mendapat perfusi cukup baik. sampai sekarang belum ada pembatasan yang jelas kapan seorang penderita yang diduga trauma ginjal memerlukan IVP atau CT Scan sebagai pemeriksaan penunjangnya. dimana terlihat gangguan fungsi ekskresi baik parsial maupun total Ada 2 tipe lesi pada pelvis renalis yaitu trombosis A. dapat dilakukan pemeriksaan IVP.Renalis dan avulsi A.dapt diertai dengan hematuria. Arteriografi memperlihatkan 2 fragmen ginjal yang terpisah cukup jauh. terutama pada ½ medial daerah perinefron.

seperti yang dipilih oleh kebanyakan dokter. analgesik untuk menghilangkan nyeri. biasanya diobati secara konservatif. serta observasi status ginjal dengan pemeriksaan kondisi lokal. Penanganan trauma ginjal grade 2 masih menimbulkan suatu kontroversi.BAB IV TERAPI DAN PROGNOSIS Lesi minor. Pengobatan konservatif tersebut meliputi istirahat di tempat tidur. mengandalkan kemampuan normal ginjal . grade 1. Penenganan secara konservatif. kadar hemoglobin. hematokrit serta sedimen urin.

pembengkakan. ureter. Luka tusuk pada ginjal dapat karena tembakan atau tikaman. Beberapa trauma dapat menyebabkan nyeri tumpul. terapi penyinaran maupun pembedahan. trauma tumpul. terjatuh atau trauma pada saat berolah raga. . SUMBER KLIK DISINITRAUMA SALURAN KEMIH11 September 2008 16:45Trauma Saluran Kemih DEFINISI Saluran kemih (termasuk ginjal. rasa sakit yang terus menerus dan disertai dengan adanya demam. Renalis ( grade 3 ). berkurangnya proses berkemih dan nyeri. misalnya karena kecelakaan kendaraan bermotor.untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Penanganan trauma ginjal unuk grade 3 dan 4 memerlukan tindakan operatif berupa laparotomi. TRAUMA GINJAL Trauma tumpul sering menyebabkan luka pada ginjal. Gejala yang paling banyak ditemukan adalah terdapatnya darah di urin (hematuria). memar. kandung kemih dan uretra) dapat mengalami trauma karena luka tembus (tusuk). dapat menurunkan tekanan darah (syok). karena itu setiap cedera yang mempengaruhi proses tersebut bisa berakibat fatal. Penenganan secara operatif biasanya dilakukan apabila pasien tidak memberikan respond positif terhadap pengobatan konservatif. seperti kehilangan darah yang terus bertambah. Tindakan konservatif ini dilakukan untuk menghindari dilakukannya tindakan nephrektomi. Limbah metabolik harus disaring dari darah oleh ginjal dan dibuang melalui saluran kemih. bertambah besarnya massa pada regio flank. Pengecualian dari indikasi diatas adalah oklusi pada A. Sedangkan dokter yang memilih tindakan operatif secara dini mengemukakan bahwa finsidens terjadinya komplikasi lanjut dapat diturunkan dengan tindakan nephrektomi. dan jika cukup berat. Mencegah kerusakan menetap pada saluran kemih dan mencegah kematian tergantung kepada diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Kerusakan yang terjadi bervariasi. suatu prosedur rutin untuk menghancurkan batu ginjal) bisa menyebabkan ditemukannya darah dalam air kemih yang sifatnya sementara. dapat secara akurat menentukan lokasi dan luasnya cedera. tanpa pengobatan khusus. Trauma yang akibat ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy. maka sebagian besar trauma ginjal memiliki prognosis yang baik. Pemeriksaan sinar X untuk ginjal dan saluran kemih. Cedera ringan menyebabkan hematuria yang hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan mikroskopis. misalnya urografi intravena dan CT scan. tidak terlalu jelas dan akan membaik dengan sendirinya. Biasanya jika terdiagnosis dan diobati secara tepat dan cepat. bisa terjadi perdarahan hebat dan air kemih bisa merembes ke jaringan di sekitarnya. Pengobatan diawali dengan langkah untuk mengendalikan kehilangan darah dan mencegah syok. maka bisa terjadi perdarahan hebat. maka jaringan ginjal yang normal bisa mati dan digantikan oleh jaringan parut. Jika ginjal mengalami luka berat. Jika ginjal sampai terpisah dari tangkainya yang mengandung vena dan arteri. Cedera berat yang menyebabkan perdarahan hebat atau kebocoran air kemih ke jaringan di sekitarnya seringkali harus diatasi dengan pembedahan. Hal ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi yang terjadi dalam beberapa minggu atau beberapa bulan setelah terjadinya trauma. sedangkan cedera berat bisa menyebabkan hematuria yang tampak sebagai air kemih yang berwarna kemerahan. . Untuk cedera ringan (misalnya akibat terapi ESWL). dilakukan pengawasan ketat terhadap asupan cairan dan penderita menjalani tirah baring. syok dan kematian. Diberikan cairan intravena untuk menormalkan tekanan darah dan merangsang pembentukan air kemih. Jika aliran darah ke ginjal berkurang.

Pemeriksaan diagnostik yang biasanya dilakukan adalah urografi intravena. Jarang terjadi trauma ureter akibat pukulan maupun luka tumpul. reseksi kolon atau uteroskopi. Pada trauma yang tidak terlalu berat. dipasang kateter ke dalam ureter dan dibiarkan selama 2-6 minggu sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan. seperti histerektomi. Penyebab lain trauma ureter adalah luka tembus. biasanya akibat tembakan. biasanya karena luka tembak. Gejala biasanya tidak spesifik dan bisa timbul demam atau nyeri. juga bisa mencederai kandung kemih. CT scan dan urografi retrograd. Ureter bisa disambungkan kembali ke tempat asalnya atau di bagian kandung kemih yang lainnya. maka dilakukan pembedahan lainnya untuk memperbaiki ureter. TRAUMA KANDUNG KEMIH Trauma benturan pada panggul yang menyebabkan patah tulang (fraktur) seringkali terjadi pada kecelakaan sepeda motor dan bisa menyebabkan robekan pada kandung kemih. Luka tembus.TRAUMA URETER Sebagian besar trauma ureter (saluran dari ginjal yang menuju ke kandung kemih) terjadi selama pembedahan organ panggul atau perut. Pengobatan terbaik untuk trauma ureter akibat luka tembak atau luka tusuk adalah pembedahan. Jika trauma ureter terjadi akibat pembedahan. . Seringkali terjadi kebocoran air kemih dari luka yang terbentuk atau berkurangnya produksi air kemih.

Kateter tersebut dipasang selama 7-10 hari atau diangkat setelah kandung kemih mengalami penyembuhan yang sempurna. Penyempitan ureter (striktur) di daerah yang terkena biasanya merupakan komplikasi yang bisa terjadi di kemudian hari. Diagnosis ditegakkan berdasarkan uretrogram retrograd. . Untuk luka yang lebih berat. tetapi lukanya relatif ringan. Robekan kecil (laserasi) bisa diatasi dengan memasukkan kateter ke dalam uretra untuk mengeluarkan air kemih selama 7-10 hari dan kandung kemih akan membaik dengan sendirinya. Selanjutnya air kemih dibuang dari kandung kemih dengan menggunakan 2 kateter. kantung zakar atau perineum (daerah antara anus dan vulva atau kantung zakar). hematuria dan gangguan berkemih. Prosedur pembedahan pada uretra atau alat yang dimasukkan ke dalam uretra juga bisa melukai uretra. biasanya dilakukan pembedahan untuk menentukan luasnya cedera dan untuk memperbaiki setiap robekan. Kadang air kemih merembes ke dalam jaringan di dinding perut. Gejalanya adalah ditemukannya darah di ujung penis. TRAUMA URETRA Penyebab utama dari trauma uretra adalah patah tulang panggul dan karena kedua kaki mengangkang (pada pria). Hal ini bisa menyebabkan impotensi akibat kerusakan arteri dan saraf penis. 1 terpasang melalui uretra (kateter trans-uretra) dan yang lainnya terpasang langsung ke dalam kandung kemih melalui perut bagian bawah (kateter suprapubik).Gejala utama adalah adanya darah dalam air kemih atau kesulitan untuk berkemih. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan sistografi.

Batuk Darah(Hemoptisis) Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal. Tuberkolusis Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff. 1995.factor yang mempengaruhi timbulnya masalah .Pengobatan untuk memar ringan adalah memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih selama beberapa hari untuk mengeluarkan air kemih dan uretra akan membaik dengan sendirinya. (Hood Alsagaff. SUMBER KLIK DISINIASKEP TUBERKULOSIS11 September 2008 16:43Tuberkulosa KONSEP DASAR TUBERCULOSA 1. batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas . anatomi dan fisiologi . sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi . pengeluaran air kemih dari uretra dilakukan dengan cara memasang kateter langsung ke dalam kandung kemih. a. Faktor. hal 301) 2. hal 73) b. Definisi a. Untuk struktur uretra dilakukan perbaikan melalui pembedahan. Untuk cedera lainnya. th 1995.

H. EVELYN.B.paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . hal 89-90). Hanya sebagian kecil udara ini.th 1997 hal 90 . (Drs. Paru. Syaifuddin . H. panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa . th 1997 . kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut .syafuddin. mempunyai dua lubang/cavum nasi.Ac . Syaifuddin . debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung . faring terdapat dibawah dasar tengkorak . bronkus . sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. hal 87 ) Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan . bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H. B. B. trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs . hal 88-89) Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri .H . B .Ac 1997 hal 88) Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin). dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher .C. dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring . faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring . Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara . Paruparu terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri. bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs.paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung gelembung . Syaifuddin. sampai dengan alveoli dan paru-paru Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama .(Drs .System pernafasan terdiri dari hidung . 1995 hal 221) .Syaifuddin B Ac th1997. Ac .trakea . Ac th 1997. H. laring . PIERCE . faring .besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara.

Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali.1997. A. H. Drs. Infeksi kuman ini sering . Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah. Ventilasi pulmoner.Ac.Ac. Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar.Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru .Y.B.SKp. saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit.hal 91) 2. Patofisiologi Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan . maka udara terdorong keluar. akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi. Transportasi Gas Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah). SKP. Th 1995 hal 124. (Ni Luh Gede. Syaifuddin.proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu: 1.H. (NI LUH GEDE.Hood .hal 124. koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2. Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel . Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah.Alsegaff th 1995 . Difusi Gas. luas permukaan membran. Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran.Y. Drs. hal 36-37) 3.1997 hal 93 . komposisi membran. B.A.1995.A.Syaifuddin. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40). b.(Ni Luh Gede Y.

Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus.1996.(Syilvia. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain.telinga tengah atau usus. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru. sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana.(Sylvia. dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas.754) Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa.A. ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah.Hendrawan.754) Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal.A Price:1995. sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit. Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil. Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin. maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan.proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari. Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung.A Price:1995.terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya .Price.N. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga. Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag.1995. sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas. Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600- .hal 754) Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya . Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut. ( dr.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paruparu ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring .(Sylvia.Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif.hal 1-2 ) Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah.

jenis kelamin. dyspnea. Keadaan tempat tinggal mencakup kondisi tempat tinggal serta apakah klien tinggal sendiri atau dengan orang lain yang nantinya berguna bagi perencanaan pulang ( Discharge Planning ). pekerjaan (terutama yang berhubungan dengan kondisi tempat kerja) dan tempat tinggal. 1) Batuk (Cough) Batuk merupakan gejala utama pada klien dengan penyakit sistem pernafasan.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas. Tanyakan berapa lama klien batuk (misal 1 minggu. a. SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN09 September 2008 10:52RIWAYAT KESEHATAN Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi data saat ini dan masalah yang lalu. riwayat keluarga dan riwayat psikososial. .(Hood Al sagaff dkk:1995. dimana aspek biografi yang sangat erat hubungannya dengan gangguan oksigenasi mencakup usia. Tanyakan juga bagaimana hal tersebut timbul dengan waktu yang spesifik (misal : pada malam hari. Keluhan utama yang biasa muncul pada klien gangguan kebutuhan oksigen dan karbondioksida antara lain : batuk. kejadian yang membuat kondisi sekarang ini. KELUHAN UTAMA Keluhan utama akan menentukan prioritas intervensi dan mengkaji pengetahuan klien tentang kondisinya saat ini.85-86). hemoptysis. Tentukan batuk tersebut apakah produktif atau non produktif. peningkatan produksi sputum. wheezing. ketika bangun tidur) atau hubungannya dengan aktifitas fisik. 3 bulan). Riwayat kesehatan dimulai dari biografi klien. Perawat mengkaji klien atau keluarga dan berfokus kepada manifestasi klinik dari keluhan utama. kering. kongesti. riwayat perawatan dahulu. Stridor dan chest pain.1000cc/24 jam.

kanker paru dan abses paru. Trakeobronkial tree secara normal memproduksi sekitar 3 ons mucus sehari sebagai bagian dari mekanisme pembersihan normal ( Normal Cleansing Mechanism ). mengandung darah dan dengan jumlah yang banyak. cardiac dan gastrointestinal. Cystic fibrosis. Darah yang berasal dari paru biasanya berwarna merah terang karena darah dalam paru distimulasi segera oleh refleks batuk. perdarahan hidung atau perut. tetapi iga. Tanyakan dan catat warna. konsistensi. yang berhubungan dengan penyakit paru kronik dan gagal jantung kiri. Gambaran yang lengkap dari nyeri dada dapat menolong perawat untuk membedakan nyeri pada pleura. otot. muskuloskeletal. TB Paru. putih atau kelabu. Tetapi produksi sputum akibat batuk adalah tidak normal. Penyakit yang menyebabkan hemoptysis antara lain : Bronchitis Kronik. Paru-paru tidak mempunyai saraf yang sensitif terhadap nyeri. Upper airway necrotizing granuloma. bau dan jumlah dari sputum karena hal-hal tersebut dapat menunjukkan keadaan dari proses patologik. Pada keadaan edema paru sputum akan berwarna merah mudah. . Perawat mengkaji apakah darah tersebut berasal dari paru-paru. 5) Chest Pain Chest pain (nyeri dada) dapat berhubungan dengan masalah jantung dan paru. sputum mungkin jernih. Contoh ketika klien berjalan apakah dia mengalami dyspnea ?. Jika infeksi timbul sputum dapat berwarna kuning atau hijau. Bronchiectasis.2) Peningkatan Produksi Sputum. kaji juga kemungkinan timbulnya paroxysmal nocturnal dyspnea dan orthopnea. pleura parietal dan trakeobronkial tree mempunyai hal tersebut. Sputum merupakan suatu substansi yang keluar bersama dengan batuk atau bersihan tenggorok. 3) Dyspnea Dyspnea merupakan suatu persepsi kesulitan untuk bernafas/nafas pendek dan merupakan perasaan subjektif klien. emboli paru. pneumonia. Perawat mengkaji tentang kemampuan klien untuk melakukan aktifitas. 4) Hemoptysis Hemoptysis adalah darah yang keluar dari mulut dengan dibatukkan.

b) Rata-rata jumlah rokok yang dihisap perhari c) Usia melepas kebiasaan merokok. Secara umum perawat menanyakan tentang : Riwayat merokok : merokok sigaret merupakan penyebab penting kanker paru-paru.Dikarenakan perasaan nyeri murni adalah subjektif. perawat harus menganalisis nyeri yang berhubungan dengan masalah yang menimbulkan nyeri timbul. Anamnesis harus mencakup hal-hal : a) Usia mulainya merokok secara rutin. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA . 2) Pengobatan saat ini dan masa lalu 3) Alergi 4) Tempat tinggal c. emfisema dan bronchitis kronik. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU Perawat menanyakan tentang riwayat penyakit pernafasan klien. b. Semua keadaan itu sangat jarang menimpa non perokok.

ditularkan melalui satu orang ke orang lainnya. kedalaman pernafasan. dan kesimetrisan pergerakan dada. menunjukkan suatu predisposisi keturunan tertentu. 2. 2) Kelainan alergis. 5) Catat jumlah. jadi dengan menanyakan riwayat kontak dengan orang terinfeksi dapat diketahui sumber penularannya. Tapi polusi udara tidak menimbulkan bronchitis kronik.Tujuan menanyakan riwayat keluarga dan sosial pasien penyakit paru-paru sekurang-kurangnya ada tiga. 2) Dada diobservasi dengan membandingkan satu sisi dengan yang lainnya. 3) Tindakan dilakukan dari atas (apex) sampai ke bawah. massa. seperti asthma bronchial. REVIEW SISTEM (Head to Toe) a. irama. 3) Pasien bronchitis kronik mungkin bermukim di daerah yang polusi udaranya tinggi. skar. yaitu : 1) Penyakit infeksi tertentu : khususnya tuberkulosa. scoliosis dan lordosis. selain itu serangan asthma mungkin dicetuskan oleh konflik keluarga atau kenalan dekat. Inspeksi 1) Pemeriksaan dada dimulai dari thorax posterior. gangguan tulang belakang seperti : kyphosis. . hanya memperburuk penyakit tersebut. 4) Inspeksi thorax poterior terhadap warna kulit dan kondisinya. klien pada posisi duduk. lesi.

yang mengakibatkan murmur. Fase ekspirasi yang memanjang menunjukkan adanya obstruksi pada jalan nafas dan sering ditemukan pada klien Chronic Airflow Limitation (CAL)/COPD Kaji konfigurasi dada dan bandingkan diameter anteroposterior (AP) dengan diameter lateral/tranversal (T). d) Kyphoscoliosis . catat durasi dari fase inspirasi (I) dan fase ekspirasi (E). Kondisi ini dapat timbul pada ricketsia. dimana terjadi peningkatan diameter AP. sering terjadi pada klien emfisema. c) Pigeon Chest (Pectus Carinatum) Timbul sebagai akibat dari ketidaktepatan sternum. marfan s syndrome atau akibat kecelakaan kerja. tergantung dari cairan tubuh klien. dan penggunaan otot bantu pernafasan. ratio pada fase ini normalnya 1 : 2. Timbul pada klien dengan kyphoscoliosis berat. Terjadi peningkatan diameter AP : T (1:1).6) Observasi type pernafasan. b) Funnel Chest (Pectus Excavatum) Timbul jika terjadi depresi dari bagian bawah dari sternum. 7) Saat mengobservasi respirasi. Hal ini akan menekan jantung dan pembuluh darah besar. 9) Kelainan pada bentuk dada : a) Barrel Chest Timbul akibat terjadinya overinflation paru. seperti : pernafasan hidung atau pernafasan diafragma. ratio ini normalnya berkisar 1 : 2 sampai 5 : 7.

dapat timbul pada klien dengan osteoporosis dan kelainan muskuloskeletal lain yang mempengaruhi thorax. Vocal premitus : getaran dinding dada yang dihasilkan ketika berbicara. terutama jika klien mengeluh nyeri. 11) Observasi retraksi abnormal ruang interkostal selama inspirasi. mengidentifikasi keadaan kulit dan mengetahui vocal/tactile premitus (vibrasi). yang dapat mengindikasikan obstruksi jalan nafas. Deformitas ini akan mengganggu pergerakan paru-paru.Terlihat dengan adanya elevasi scapula. . disertai rotasi vertebral 10) Observasi kesimetrisan pergerakan dada. lesi. Palpasi Dilakukan untuk mengkaji kesimetrisan pergerakan dada dan mengobservasi abnormalitas. Kaji juga kelembutan kulit. Palpasi thoraks untuk mengetahui abnormalitas yang terkaji saat inspeksi seperti : massa. Skoliosis : melengkungnya vertebrae torakalis ke lateral. bengkak. Kiposis : meningkatnya kelengkungan normal kolumna vertebrae torakalis menyebabkan klien tampak bongkok. Gangguan pergerakan atau tidak adekuatnya ekspansi dada mengindikasikan penyakit pada paru atau pleura. b.

: musikal. : dihasilkan di atas bagian jantung atau paru.c. organ yang ada disekitarnya dan pengembangan (ekskursi) diafragma. Perkusi Perawat melakukan perkusi untuk mengkaji resonansi pulmoner. nada rendah. dihasilkan di atas perut yang berisi udara. Jenis suara perkusi : Suara perkusi normal : Resonan (Sonor) Dullness Tympany : bergaung. Dihasilkan pada jaringan paru normal. Suara Perkusi Abnormal : Hiperresonan .

Dapat didengar pada perkusi daerah paha. Inspirasi sama panjang dengan ekspirasi. Normal terdengar di atas trachea atau daerah suprasternal notch. Fase ekspirasinya lebih panjang daripada inspirasi. : sangat dullness dan oleh karena itu nadanya lebih tinggi. b) Bronchovesikular : merupakan gabungan dari suara nafas bronchial dan vesikular. nyaring. d. dan tidak ada henti diantara kedua fase tersebut. dimana areanya seluruhnya berisi jaringan. . Suara nafas normal dihasilkan dari getaran udara ketika melalui jalan nafas dari laring ke alveoli. suara tambahan (abnormal). Suaranya terdengar nyaring dan dengan intensitas yang sedang. Suara ini terdengar di daerah thoraks dimana bronchi tertutup oleh dinding dada.Flatness : bergaung lebih rendah dibandingkan dengan resonan dan timbul pada bagian paru yang abnormal berisi udara. dengan sifat bersih Suara nafas normal : a) Bronchial : sering juga disebut dengan Tubular sound karena suara ini dihasilkan oleh udara yang melalui suatu tube (pipa). mencakup mendengarkan suara nafas normal. dengan hembusan yang lembut. dan suara. Auskultasi Merupakan pengkajian yang sangat bermakna. suaranya terdengar keras.

Coarse crackles : lebih menonjol saat ekspirasi. terpatahpatah akibat udara melewati daerah yang lembab di alveoli atau bronchiolus. suara gesekan terpotong akibat terdapatnya cairan atau sekresi pada jalan nafas yang besar. g) Crackles Fine crackles : setiap fase lebih sering terdengar saat inspirasi. Inspirasi lebih panjang dari ekspirasi.c) Vesikular : terdengar lembut. suara terus menerus yang berhubungan dengan aliran udara melalui jalan nafas yang menyempit. Karakter suara lemah. karakter suara terdengar perlahan. kasar. berciut. Suara nafas tambahan : d) Wheezing : terdengar selama inspirasi dan ekspirasi. musikal. suara seperti gesekan akibat dari inflamasi pada daerah pleura. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL Kaji tentang aspek kebiasaan hidup klien yang secara signifikan berpengaruh terhadap fungsi respirasi. Suara seperti rambut yang digesekkan. 3. Beberapa kondisi respiratory timbul akibat stress. suara mengorok terus-menerus. . e) Ronchi : terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi. dengan karakter suara nyaring. nyaring. Sering kali klien juga mengalami nyeri saat bernafas dalam. Karakter suara : kasar. seperti angin sepoi-sepoi. ekspirasi terdengar seperti tiupan. Berhubungan dengan sekresi kental dan peningkatan produksi sputum f) Pleural friction rub : terdengar saat inspirasi dan ekspirasi. Karakter suara meletup. halus. Mungkin akan berubah ketika klien batuk.

sesuai dengan klasifikasi NANDA (2005) dan pengembangan dari penulis antara lain : 1. Kerusakan pertukaran gas (Kerusakan pada fisiologi Difusi) Kondisi dimana terjadinya penurunan intake gas antara alveoli dan sistem vaskuler 3. isolasi sosial. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan gangguan oksigenasi yang mencakup ventilasi. 2. perawat dapat mengkaji reaksi klien terhadap masalah stres psikososial dan mencari jalan keluarnya. Hiperpnea atau hiperventilasi akan menyebabkan penurunan PCO2 SUMBER KLIK DISINIPENGANTAR KEGAWATDARURATAN09 September 2008 9:56Pendahuluan . masalah keuangan. Pola nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Transportasi) Adalah Suatu kondisi tidak adekuatnya ventilasi berhubungan dengan perubahan pola nafas. Dengan mendiskusikan mekanisme koping. Bersihan Jalan nafas tidak efektif (Kerusakan pada fisiologi Ventilasi) Adalah suatu kondisi dimana individu tidak mampu untuk batuk secara efektif.Penyakit pernafasan kronik dapat menyebabkan perubahan dalam peran keluarga dan hubungan dengan orang lain. difusi dan transportasi. pekerjaan atau ketidakmampuan.

4. kematian dan kecacatan dapat di cegah dan di turunkan bila kita memahami cara.cara penanggulangan Kegawat Daruratan.akan pasrah dalam menghadapi masalah korban Gawat Darurat.Kematian oleh karena kehilangan darah akan lebih cepat daripada oleh karena penyebab intra cranial. Pengertian : 1. 2.Di Indonesia ada sikap seakan . Penanggulangan Penderita Gawat Darurat ( PPGD ) Upaya untuk mengatasi keadaan gawat darurat agar pasien tidak meninggal. Kalau ada orang meninggal / cacat kita cenderung menganggapnya sebagai nasib atau sudah merupakan kehendak Tuhan. . 3. Penderita gawat darurat adalah penderita yang memerlukan pertolongan segera dan bila tidak mendapat pertolongan segera dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan cacat permanent. Penderita tidak gawat dan tidak darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya dan tidak mendapat pertolongan segera. . Prinsip umum penanganan penderita gawat darurat adalah penilaian keadaan penderita yang cepat dan penanganan yang tepat.Kematian oleh karena sumbatan jalan nafas akan lebih cepat dari pada ketidakmampuan bernafas.Kematian oleh karena ketidakmampuan bernafas akan lebih cepat daripada oleh karena kehilangan darah. Sebenarnya angka kejadian. . 5. disini harus selalu diingat bahwa : . Penderita gawat dan tidak darurat adalah penderita yang terancam jiwanya dan tidak memerlukan pertolongan segera. Penderita tidak gawat dan darurat adalah penderita yang tidak terancam jiwanya tetapi bila tidak mendapat pertolongan segera akan menimbulkan kecacatan atau kondisi yang parah. memburuk keadaannya atau mencegah / mengurangi kecacatan.

. Pelaksanaan TRIAGE di UGD 1.Cata mengatasi henti jantung dan henti nafas. Pasien langsung dibawa ke ruang resusitasi apabila terdapat : . . Penderita tidak gawat dan darurat biasanya ditandai dengan warna merah 2.Cara menghentikan perdarahan. biasanya dilakukan pada area pintu suatu instiliasi gawat darurat pada triage penderiata dibagi dalam 4 kategori : 1. . CVD . Penderita tidak gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna hijau 4. koma diabetikum. .Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat penderita dapat tertolong. Penderita gawat dan tidak darurat biasanya ditandai dengan warna kuning 3. .Cara memasang balutan / bidai.Penurunan kesadaran ( koma ) .Henti jantung dan henti nafas mendadak.Cara transportasi yang baik. .Adanya shock dan renjatan.Cara minta tolong. TRIAGE Adalah proses seleksi penderita dalam penentuan prioritas penanganan dikarenakan terbatasnya tenaga dan sarana / prasarana di Rumah Sakit. . .Dalam melakukan seleksi penderita petugas triage memprioritaskan pada tingkat kegawat daruratan penderita.Untuk dapat MENYELAMATKAN / MEMPERTAHANKAN HIDUP DAN MENCEGAH CACAT penderita maka harus mampu : . Penderita meninggal dunia ditandai dengan warna hitam Ada 2 cara dalam melakukan TRIAGE . .Distress pernafasan mendadak.

Pembalutan dan pembidaian .Perlukaan . Mayor condition ( stretcher patient ) .Akut daerah urogenital .Sesak nafas tanpa sianosis : Asma. Minor condition ( walking patient ) .Nyeri dada non traumatic : MCI ..Khusus mata : luka bakar kimia.Usaha bunuh diri .Perdarahan non traumatic ( gastro intestinal . .Gigitan dan sengatan . 2. perlukaan tembus mata.Musculo skeletal problem . Langsung ke ruang observasi non bedah : a.Cidera pada tangan . Mayor condition .Luka berat.Khusus anak : hiperthermia.Luka bakar ringan .Trauma kepala ringan . kasus akut THT 3. brochopneumoni .Kejang .Batuk dan sesak . epilepsi. Pasien langsung ke ruang tindakan bedah. urogenital ) . a. cidera tulang . respiratorik. hypothermia b.Benda asing . buta mendadak .Nyeri lengan / kaki ( vascular / neuro ) . febris disertai kejang.

-Perdarahan pre dan post partum -Pre eklamsi berat -KET -Trauma pada alat kelamin wanita yang berat -Kehamilan dengan komplikasi : hamil dengan penyulit PRINSIP PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Kematian penderita gawat darurat akan terjadi dalam waktu singkat ( 4-6 menit ) bila terdapat kerusakan pada sistem susunan saraf pusat. Pasien langsung ke ruang tindakan kebidanan dan penyakit kandungan. Minor Condition Demam tinggi Kolik / nyeri abdomen 4.G.Aritmia jantung . pernafasan.Kecepatan meminta pertolongan ..Kecepatan ditemukan penderita . kardiovaskuler dan hipoglikemia.D ( muntah berak dengan dehidrasi ) .E. Convulasi b.Nyeri hebat kepala dan leher .Masalah neurology non trauma : CVD / CVA. Dengan demikian keberhasilan penanggulangan penderita gawat darurat ( PPGD ) dalam mencegah kematian dan cacat di tentukan oleh : . Sedang kegagalan system / organ yang lian dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lebih lama.Kecepatan dalam kualitas pertolongan yang diberikan untuk menyelematkannya .

Komponen system penanggulangan pasien gawat darurat terdiri dari : 1. Komponen luar Rumah Sakit ( pra rumah sakit ) Pemasyarakat pulmoner dasar ( RJP ) dan P3K perlu diketahui oleh lapisan masyarakat terutama orang awam dan pengetahuan ketrampilan petugas medik paramedic untuk penanggulangan pasien gawat darurat ( advance life support ) perlu ditingkatkan secara berkala Pelayanan komunikasi medik untuk penanggulangan pasien gawat darurat. Hal ini sangat mempengaruhi kwallitas . Angka kematian terutama ditentukan pada fase ini 15 % meninggal setelah beberapa hari atau minggu karena : .Fraktur femur atau pelvis dengan perdarahan massif .Trauma multiple dengan perdarahan .Gagal organ bahakan multi organ failure . terintegrasi dan dengan cara pendekatan system.Pencegahan kematian dilakukan pada 1 -2 jam ini dimana tindakan harus agresif.Trauma kepala berat ( hematoma subdural atau ekstradural ) . system kominikasi medik yang berfungsi sebagai pusat radio medik dalam melayani penderita rujukan atau untuk membimbing fasilitas kesehatan lain dengan kemampuan rendah Pelayanan transportasi pasien gawat darurat : transportasi pasien gawat darurat pra RS . hingga saat ini masih dilakukan dengan macam macam kendaraan.SEBAB KEMATIAN 50 % Gawat darurat meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit atau di rumah dan pada pasien trauma : . Untuk itu penanganan pasien gawat darurat harus bersifat komprehensif.Sepsis SISTEM PENANGGULANGAN PASIEN GAWAT DARURAT Keadaan gawat darurat dapat terjadi pada siapa saja. kapan saja dan dimana saja maka upaya penanggulangan pasien gawat darurat menjadi semakin kompleks .50 % meninggal pada saat kejadian atau beberapa menit setelah kejadian 35 % meninggal dalam 12 jam setelah trauma / disebabkan oleh : .Mati otak .Trauma torak ( hematoma toraks atau lascriasis hati ) .

Teori keracunan oksigen à Kemampuan lansia untuk melawan efek racun oksigen akan berkurang. di kota besar harus menggunakan ambulance gawat darurat yang memiliki suatu nomor komunikasi. Dalam Rumah sakit ( Intra Rumah Sakit ) Depkes R. ASPEK BIOLOGIS PADA PENUAAN Proses penuaan biologis yang dialami lansia relatif tidak akan menimbulkan perubahan buruk saat diperlukan penurunan tingkat ketergantungan fisik yang tinggi. protein tubuh terutama kolagen dan elastin menjadi kurang fleksibel dan kurang elastis. . C. Teori sistesis à Akibat penuaan. B.penanggulangan pasien gawat.I telah merupakan pedoman pelayanan gawat darurat SUMBER KLIK DISINIASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK09 September 2008 9:53PERUBAHAN PADA LANSIA . Berikut ini teori biologis tentang penuaan : A. DepKes RI : mengarahkan dengan secara bertahap. Teori seluler à Sel diprogram hanya untuk membelah pada waktu yang terbatas. Perawat yang akan merawat lansia harus mengerti sesuatu tentang aspek penuaan yang normal dan tidak normal. Walaupun proses penuaan benar adanya dan merupakan sesuatu yang normal.I telah menetapkan bahwa semua Rumah Sakit harus memiliki unit gawat darurat dengan kategorisasi UGD tersebut dikaitkan dengan klasifikasi Rumah Sakit ( System rujukan pasien gawat darurat ) dan beban kerja Rumah sakit melaui kategorisasi ini setiap RS dapat mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan UGD dalam menanggulangi pasien gawat darurat . DepKes R.PROSES PENUAAN Penuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari. tetapi pada kenyataannya proses ini menjadi beban bagi orang lain dibadingkan dengan proses lain yang terjadi. 2.

penyakit autoimun. C. Teori sistem imun à Kopetensi yang menurun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan infeksi. Berikut ini merupakan efek fisiologis dari penuaan : A. dan perubahan postural. Sistem endokrin à Kemunduran fungsi gonad . Sistem saraf à Kemunduran pendengaran dan penglihatan F. à Pendistribusian tulang kalsium menyebabkan dekalsifikasi tulang iga dan kalsifikasi kartilago kosta : Perubahan ini dan perubahan postural menyebabkan penurunan efislensi paru. PENUAAN PADA SISTEM TUBUH (FISIOLOGIS) Penuaan dapat dibedakan antara penuaan yang normal (fisiologis) dan penuaan karena kondisi penyakit (patologis). Perubahan kardiopulmonal à Pembuluh darah kehilangan elastisitas. B. dekalsifikasi tulang. Sistem muskuloskeletal à Atrofi otot. Sistem perkemihan à Kehilangan irama diurnal pada produksi urine dan penurunan filtrasi ginjal D. peningkatan nadi dan peningkatan tekanan darah. Sistem pencernaan à Tidak ada perubahan yang signifikan E.D. dan kanker.

KEPERAWATAN GERONTIK PENGERTIAN GERONTOLOGI DAN GERIATRI NURSING A. keahlian. perawatan lansia yang menderita penyakit dan dirawat di RS merupakan bagian dari gerontic nursing. . . Pengertian yang salah tentang lansia adalah bahwa mereka mempunyai kemampuan memory dan kecerdasan mental yang kurang.Klien lanjut usia yang masih aktif. Karena itu.Klien lanjut usia yang pasif atau tidak dapat bangun yang mengalami kelumpuhan atau sakit. sehingga sikapnya lebih stabil dan sedikit sulit untuk diubah. . dan mengkompensasi dengan melakukan banyak aktivitas yang baru. Lansia seringkali mempertahankan sikap yang kuat. Pendekatan fisik à Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia ada 2 bagian yaitu : . B. Kepribadian. mereka meninggalkan bentuk aktivitas yang pasti. dan keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi optimal lanjut usia secara komprehensif. . Berikut aspek psikologis pada penuaan : A. PENDEKATAN PERAWATAN LANJUT USIA A.Geriatri nursing adalah spesialis keperawatan lanjut usia yang dapat menjalankan perannya pada tiap peranan pelayanan dengan menggunakan pengetahuan.Teori pelepasan : Lansia secara berangsur-angsur mengurangi aktivitasnya dan bersama menarik diri dari masyarakat. intelegensi dan sikap Tes intelegensi dengan jelas memperlihatkan adanya penurunan kecerdasan pada lansia. Gerontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lanjut usia.Teori aktivitas : Sebagai orang yang telah berumur.ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS PADA PENUAAN Aspek psikologis pada lansia tidak dapat langsung tampak. yang masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain. Teori aktivitas dan pelepasan .

interpreter terhadap segala sesuatu yang asing. Pendekatan sosial à Mengadakan diskusi. Memberi kesempatan berkumpul bersama dengan sesama klien lanjut usia untuk menciptakan sosialisasi mereka. perawat dapat berperan sebagai supporter. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan lansia melalui perawatan dengan pencegahan.Menolong dan merawat klien yang menderita sakit. Pendekatan psikis à Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia. .B. . sebagai penampung rahasia pribadi dan sebagai sahabat yang akrab. Pendekatan spiritual à Perawat harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan tuhan atau agama yang dianutnya. TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA A. Agar lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. tukar pikiran. terutama jika klien dalam keadaan sakit atau mendekati kematian. 4) Mengatasi gangguan kesehatan yang umum. B. . dan bercerita merupakan upaya perawatan dalam pendekatan sosial. .Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup / semangat hidup lansia.Mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu pertolongan pada lansia.Merangsang petugas kesehatan agar dapat mengenal dan menegakkan diagnosa secara dini. C. D. FOKUS ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA 1) Peningkatan kesehatan (health promotion) 2) Pencegahan penyakit (preventif) 3) Mengoptimalkan fungsi mental. TAHAP-TAHAP ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA .

DAFTAR PUSTAKA Carpenito. genitovrinarius. Perencanaan à Untuk menentukan apa yang dapat dilakukan perawat terhadap pasien dan pemilihan intervensi keperawatan yang tepat. b) Psikologis c) Sosial ekonomi d) Spiritual Pengkajian dasar meliputi : Temperatur. tingkat orientasi.Proses pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah keperawatan meliputi aspek : a) Fisik : . sistem kulit. tekanan darah. Jakarta. Keperawatan Gerontik . berat badan. Nugroho. sistem tubuh. pola tidur. 2000. pernafasan. Edisi ke-2. EGC. EGC. Edisi ke-6.A. sistem musculoskeletal. Evaluasi à Penilaian terhadap tindakan keperawatan yang diberikan / dilakukan dan mengetahui apakah tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis . Pengkajian : . Pengkajian Gerontologi . EGC. gastrointestinal. Wahjudi. Sistem tubuh meliputi : Sistem persyarafan. kardiovaskuler. Pelaksanaan à Tahap dimana perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan intervensi / perencanaan yang telah ditentukan. Jakarta. Leeckenotte.Pemeriksaan fisik : Head to tea. nadi. Edisi ke-2. penyesuaian psikososial. 1997. Annete Glesler.Wawancara . . Jakarta 2000. memori. L.

Keluarga Besar ( extended family ) . pendidikan ) 7.DATA DASAR KELUARGA 1.hubungan sosial keluarga dari etnis yang sama/tidak .Pekerjaan : Pekerjaan pokok kepala keluarga 5.Keluarga inti ( nuclear family ) .Usia : Jelas 3. tlp : Jelas 6.Keluarga Berantai ( Serial family ) .Keluarga Kabitas 9. Jakarta 2003. Edisi ke-3. EGC. pekerjaan.latar belakang budaya keluarga .Pendidikan : Pendidikan terakhir 4. hubungan dengan keluarga. SUMBER KLIK DISINIFORMAT PENGKAJIAN KELUARGA09 September 2008 9:52PETUNJUK PENGISIAN FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA ( Menurut Friedman ) A. jenis kelamin. Genogram : Menggambarkan struktur anggota keluarga 8.Keluarga duda / janda ( Single family ) . Roger. tempat tanggal lahir.Komposisi Keluarga : ( dibuat dalam bentuk tabel yang terdiri dari : nama.Watson.Alamat dan no.tempat tinggal keluarga rata2 dari etnis yang sama/tidak . Tipe keluarga : Menjelaskan mengenai tipe keluarga beserta kendala .Nama Kepala keluarga ( KK ) : Inisial 2. Suku bangsa : (diisi dengan latar belakang budaya dari keluarga) . Perawatan Lansia .asal negara atau daerah sama baik kondisinya dengan tempat tinggal sekarang .Keluarga berkomposisi .bahasa yang digunakan .

tahap menghadapi anak sekolah 6. tahap menjelang kelahiran anak 3.Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi 14.apakah agama dijadikan sbg dasar keyakinan / nilai yang mempengaruhi kehidupan keluarga 11. Riwayat keluarga inti : Perkembangan mental. tahap melepaskan anak ke masyarakat 8. tahap menghadapi anak remaja 7.. tahap pembentukan keluarga 2. tahap menghadapi bayi 4. penyakit mental. Aktivitas Rekreasi keluarga : kebiasaan rekreasi keluarga 13. Agama : ( diisi dengan informasi berikut ) .Kebiasaan diet dan berpakaian tradisional atau modern .Agama keluarga .keluarga memanfaatkan pelayanan dan praktik kesehatan menggunakan pelayana kesehatan tradisional atau meyakini tradisional penduduk asli 10.Tahap perkembangan keluarga saat ini : 1. kehilangan. Riwayat keluarga sblmny : Riwayat dari kedua orang tua termasuk riwayat kesehatan . Riwayat dan tahap perkembangan keluarga . perceraian. tahap berdua kembali 9. tahap menghadapi anak prasekolah 5.adakah perbedaan keluarga menjalankan ibadah . status kesehatan yang unik dan pengalaman seperti kematian. cacat fisik 15. tahap masa tua . Status sosial ekonomi keluarga : pendapatan keluarga 12.

. tipe penduduk. sumber. tipe hunian. kondisi hunian. 1995) Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan. Perkumpulan keluarga dan interaksi dg masyarakat : : klrg tahu perkumpulan yang ada ? : ikut terlibat ? : merasakan manfaat ? : frekuensi pertemuan ? : Pandangan klrg thdp perkumpulan tsb ? SUMBER KLIK DISINIPENGKAJIAN DALAM KEPERAWATAN09 September 2008 9:49Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien. sosial dan lingkungan (Effendy. yaitu : status kesehatan klien dan kekuatan masalah kesehatan yang dialami oleh klien.B. adakah sejarah pindah. Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya.sumber polusi. kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien. pengumpulan data. yang meliputi . mengenali masalah-masalah. mental. agar dapat mengidentifikasi. sistematika data dan penentuan masalah. dari mana pindahnya 19 . baik fisik. serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien. Karakteristik rumah denah rumah : luas dan bagian bagian rumah 17. analisis data. Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien. Mobilitas geografis keluarga : Berapa lama keluarga tinggal ditempat tersebut. LINGKUNGAN 16. Adapula yang menambahkannya dengan kegiatan dokumentasi data (meskipun setiap langkah dari proses keperawatan harus selalu didokumentasikan juga). Karakteristik tetangga & komunitas : karakteristik fisik tetangga dan komunitas. Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal. fasilitas yang ada di komunitas 18. kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya.

PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentuan masalah-masalah. maka perawat harus berfikir secara akurat dan nyata untuk membuktikan benar-tidaknya apa yang telah didengar. Lengkap Seluruh data diperlukan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan klien. KARAKTERISTIK DATA 1.A. Untuk menilai keadaan kesehatan klien 4. Data yang terkumpul harus lengkap guna membantu mengatasi masalah klien yang adekuat. Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment). atau sebab-sebab yang lain) 2. Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien 3. serta tindaan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien. Misalnya klien tidak mau makan kaji secara mendalam kenapa klien tidak mau makan (tidak cocok makanannya. merencanakan asuhan keperawatan. TUJUAN PENGUMPULAN DATA 1. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien 2. Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langah-langkah beriutnya. diamati dan diukur melalui pemeriksaan ada tidaknya validasi terhadap semua data yang . serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien. selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment). serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment). Akurat dan nyata Untuk menghindari kesalahan. didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. kondisi fisiknya menolak untuk makan/patologis. Dari informasi yang terumpul. diliha. Selanjutnya data dasar tersebut digunaan untuk menentuan diagnosis keperawatan. Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan.

Misalnya. atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien 3. Diperlukan penyelidikan lanjutan untuk menetapkan kondisi klien. seperti orang tua. yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya. Perawat tidak boleh langsung membuat kesimpulan tentang suatu kondisi klien. Dokumentasikan apa adanya sesuai yang ditemukan pada saat pengkajian. Kemampuan dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari 3. 3. Segala sesuatu tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial & spiritual 2. sehingga menyita waktu perawat untuk mengidentifikasi. INFORMASI YANG DIPERLUKAN 1. Sumber data lainnya Catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit . Sumber data Sekunder Sumber data sekunder adalah data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga). klien tidak mau makan. saudara. Perawat tidak boleh langsung menuliskan : `klien tidak mau makan karena depresi berat`. Relevan Pencatatan data yang komprehensif biasanya memerlukan banyak sekali data yang harus dikumpulkan. Keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakuan terhadap klien SUMBER DATA 1.sekiranya meragukan. Masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien 4. Sumber data Primer Sumber data primer adalah data-data yang dikumpulkan dari klien. 2.

Data Subjektif Merupakan data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien. hearing. misalnya rasa nyeri.dan perawatan klien di masa lalu. Secara umum. mual. riwayat kesehatan. dll. sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah : 1. keluhan utama. Klien sendiri sebagai sumber data utama (primer) 2. seperti : warna kulit. smell. ketidaktahuan. 2. Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya 8. spiritual. Orang terdekat 3. Riwayat penyakit (pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan) 5. tingkat kesadaran. tanda-tanda vital. Catatan klien 4. kecemasan. ketakutan. pusing. sosial. Perawat lain 9. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight. touch dan taste. keadaan fisik. . psikologis. hasil-hasil pemeriksaan dan keadaan khusus lainnya. Hasil pemeriksaan diagnostik 7. Data Objektif Merupakan data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku). Kepustakaan JENIS DATA 1. intelegensi. Konsultasi 6. CARA PENGUMPULAN DATA Agar data dapat terkumpul dengan baik dan terarah. sebaiknya dilakukan penggolongan atau klasifikasi data berdasarkan indentitas klien. dll.

karena akan mengganggu dalam membina hubungan saling percaya dengan klien. Selain itu wawancara juga bertujuan untuk membantu klien memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam identifikasi masalah dan tujuan keperawatan. Persiapan. Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi. Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan. Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan digunakan dalam wawancara harus disusun sedemikian rupa guna memperlancar wawancara. Komunikasi keperawatan adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan kemampuan skill komunikasi dan interaksi. perawat tidak boleh memaksa atau memberi kesempatan kepada klien kapan mereka sanggup. Perawat diharapkan tidak mempunyai prasangka buruk kepada klien. Semua interaksi perawat dengan klien adalah berdasarkan komunikasi. empati dan rasa kepedulian yang tinggi.Pembukaan atau perkenalan . serta membantu perawat untuk menentukan investigasi lebih lanjut selama tahap pengajian. Mendengarkan secara aktif merupakan suatu hal yang penting dalam pengumpulan data. tetapi juga merupakan sesuatu hal yang sulit dipelajari. Teknik non verbal meliputi : mendengarkan secara aktif. WAWANCARA Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien. Tahapan wawancara / komunikasi : 1. menggali jawaban dan memvalidasi respon klien. diam.Cara yang biasa digunakan untuk mengumpulkan data tentang klien antara lain : wawancara (interview). sentuhan dan konta mata. pengamatan (observasi). pemeriksaan fisik (pshysical assessment) dan studi dokumentasi. Sebelum melaukan komunikasi dengan klien. perawat harus melakukan persiapan dengan membaca status klien. 2. Komunikasi keperawatan biasanya digunaan untuk memperoleh riwayat keperawatan. Istilah komunikasi terapeutik adalah suatu teknik yang berusaha untuk mengajak klien dan keluarga untuk bertuar pikiran dan perasaan. biasa juga disebut dengan anamnesa. Teknik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun non verbal. Tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan masalah keperawatan klien. Teknik verbal meliputi pertanyaan terbuka atau tertutup. serta untuk menjalin hubungan antara perawat dengan klien.

Langkah pertama perawat dalam mengawali wawancara adalah dengan memperkenalkan diri : nama, status, tujuan wawancara, waktu yang diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok pembicaraan. Perawat perlu memberikan informasi kepada klien mengenai data yang terkumpul dan akan disimpan dimana, bagaimana menyimpannya dan siapa saja yang boleh mengetahuinya.

3. Isi / tahap kerja Selama tahap kerja dalam wawancara, perawat memfokuskan arah pembicaraan pada masalah khusus yang ingin diketahui. Hal-hal yang perlu diperhatikan : a. Fokus wawancara adalah klien b. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Jelaskan bila perlu. c. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien d. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien e. Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada waktunya f. Bila perlu diam, untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya g. Sentuhan teraputik, bila diperlukan dan memungkinan.

4. Terminasi Perawat mempersiapkan untu penutupan wawancara. Untuk itu klien harus mengetahui kapan wawancara dan tujuan dari wawancara pada awal perkenalan, sehingga diharapkan pada akhir wawancara perawat dan klien mampu menilai keberhasilan dan dapat mengambil kesimpulan bersama. Jika diperlukan, perawat perlu membuat perjanjian lagi untuk pertemuan berikutnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara dengan klien adalah : 1. Menerima keberadaan klien sebagaimana adanya 2. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan-keluhannya / pendapatnya secara bebas 3. Dalam melakukan wawancara harus dapat menjamin rasa aman dan nyaman bagi klien 4. Perawat harus bersikap tenang, sopan dan penuh perhatian 5. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

6. Tidak bersifat menggurui 7. Memperhatikan pesan yang disampaikan 8. Mengurangi hambatan-hambatan 9. Posisi duduk yang sesuai (berhadapan, jarak tepat/sesuai, cara duduk) 10. Menghindari adanya interupsi 11. Mendengarkan penuh dengan perasaan 12. Memberikan kesempatan istirahat kepada klien

Macam wawancara : 1. Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung 2. Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat.

Hambatan wawancara : 1.Internal : a. Pandangan atau pendapat yang berbeda b. Penampilan klien berbeda c. Klien dalam keadaan cemas, nyeri, atau kondisinya menurun d. Klien mengatakan bahwa ia tidak ingin mendengar tentang sesuatu hal e. Klien tidak senang dengan perawat, atau sebaliknya f. Perawat berpikir tentang sesuatu hal yang lain / tidak fokus ke pasien g. Perawat sedang merencanakan pertanyaan selanjutnya h. Perawat merasa terburu-buru i. Perawat terlalu gelisah atau terburu-buru dalam bertanya

2. External ; a. Suara lingkungan gaduh : TV, radio, pembicaraan di luar b. Kurangnya privacy

c. Ruangan tidak memadai untuk dilakukannya wawancara d. Interupsi atau pertanyaan dari staf perawat yang lain.

Teknik pengumpulan data yang kurang efektif : 1. Pertanyaan tertutup : tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat / keluhan / respon. Ex : Apakah Anda makan tiga kali sehari ? 2. Pertanyaan terarah : secara khas menyebutkan respon yang diinginkan. Ex : .Anda setuju bukan? 3. Menyelidiki : mengajukan pertanyaan yang terus-menerus 4. Menyetujui / tidak menyetujui. Menyebutkan secara tidak langsung bahwa klien benar atau salah. Ex : Anda tidak bermaksud seperti itu kan?

PENGAMATAN / OBSERVASI Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. Observasi dilakukan dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya, melalui rabaan, sentuhan dan pendengaran. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi adalah : 1. Tidak selalu pemeriksaan yang akan kita lakukan dijelaskan secara terinci kepada klien (meskipun komunikasi terapeutik tetap harus dilakukan), karena terkadang hal ini dapat meningkatkan kecemasan klien atau mengaburkan data (data yang diperoleh menjadi tidak murni). Misalnya : `Pak, saya akan menghitung nafas bapak dalam satu menit` - kemungkinan besar data yang diperoleh menjadi tidak valid,

karena kemungkinan klien akan berusaha untuk mengatur nafasnya. 2. Menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual klien 3. Hasilnya dicatat dalam catatan keperawatan, sehingga dapat dibaca dan dimengerti oleh perawat yang lain.

Hasilnya seperti : Mata kuning (icteric). Head-to-toe (dari kepala s. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara. kulit kebiruan (sianosis).PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk menentukan masalah kesehatan klien. 1982) Setelah data terkumpul. dan bising usus. krepitasi (patah/retak tulang). Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. diantaranya adalah 1. batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru).d kaki) 2. Perkusi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui reflek seseorang (dibicarakan khusus). Berdasarkan sistem tubuh 2. Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan : 1. Misalnya adanya tumor. Misalnya : kembung. yang dapat dilakukan dengan cara : 1. 4.Inspeksi Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. dll. Juga dilakukan pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik klien. 3. Pola fungsi kesehatan (Gordon. ROS (Review of System) 3. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. suara nafas. terdapat struma di leher. batasbatas jantung. dll. Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow) . Palpasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan. dll 2. dilakukan pengelompokkan data. oedema. Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran.

diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep. keperawatan. B. Pedoman analisis data : 1. dan pengertian keperawatan. Menyusun kategorisasi data secara sistematis dan logis . pengalaman. Dapat menginterpretasi data keperawatan dan kesehatan. Mikrobiologi parasitologi 4. teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien. Fungsi analisis : 1. dll) 7. Teori-teori keperawatan. Anatomi fisiologi 2. sehingga data yang diperoleh memiliki makna dan arti dalam menentukan masalah dan kebutuhan klien 2. sehat-sakit. Farmakologi 5. konsep-konsep (manusia. Dalam melakukan analisis data. sebelum melakukan tindakan keperawatan. Berdasarkan pola kesehatan fungsional. Tindakan dan prosedur keperawatan 8. Ilmu perilaku 6. Patofisiologi penyakit 3. Sebagai proses pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif pemecahan masalah yang dituangkan dalam rencana asuhan keperawatan. Dasar analisis : 1.3. Berdasarkan teori keperawatan 4. ANALISIS DATA Analisis data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan.

Membuat kesimpulan tantang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan C. nrma dan standart. Identifikasi kemampuan dan keadaan yang menunjang asuhan keperawatan klien 6. Kebutuhan fisiologi menjadi kebutuhan utama manusia. Menentukan pola alternatif pemecahan masalah 4. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENGKAJIAN 1. Dicatat dalam catatan keperawatan secara sistematis dan terus-menerus . Membuat hubungan sebab akibat antara data dengan masalah yang timbul. cintamemiliki. harga diri dan aktualisasi diri. PRIORITAS MASALAH Apabila masalah talah diidentifikasi. kerangka kerja. Membandingkan dengan standart 4. Dalam memprioritaskan kebutuhan klien. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin semua masalah diatasi bersama-sama sekaligus. kemudian diprioritaskan. kemudian diikuti oleh kebutuhan-kebutuhan psikososial seperti : aman-nyaman. dibandingkan dengan data senjang 5. Menerapkan teori. Data yang dikumpulkan harus menyeluruh meliputi aspek bio-psiko-sosial dan spiritual 2. Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 3. pengetahuan. Validasi data. Jadi diputuskan masalah mana yang yang dapat diatasi terlebih dahulu. Cara analisis data : 1. model. maka disusun daftar masalah yang ditemukan. hirarki Maslow menjadi rujukan perawat dalam menentukan pemenuhan kebutuhan klien. Menggunakan berbagai sumber yang ada relevansinya dengan masalah klien dan menggunakan cara-cara pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan klien 3. teliti kembali data yang telah terkumpul 2. Identifikasi kesenjangan data 3.2. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 4.

Dikelompokkan menurut kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual 6. Jabarkan observasi dan hasil yang jelas 7. maka perlu dipertimbangkan pedoman dalam pembuatan pencatatan pengkajian. Menulis nama dan tanda tangan pelaksana pengkajian. dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain 12. Data dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relecan dan sesuai 14.5. Menuliskan identitas waktu 15. Format yang mencakup pengkajian perkembangan. DOKUMENTASI PENGKAJIAN Fokus dokumentasi pengkajian pada data klinik adalah perawat dapat mengimplementasikan dan mengorganisasi data. Catat informasi tanpa bias dan nilai-nilai opini pribadi 5. 1. Bagaimana cara mendapatkan data yang baik ? a. lembar alur (flow sheet) dan catatan perkembangan. Gunakan format yang telah ada 3. yang semuanya termasuk tipe pengkajian informasi. pemeriksaan dari kepala sampai dengan seluruh tubuh dapat memperluas informasi 4. Gunakan format yang terorganisasi 2. Data dikelompokkan dalam bio-psiko-sosio-spiritual. Lampiran. Dilakukan secara sistematis dan terus-menerus 11. Setiap data yang dikumpulkan adalah data baru dan mendapatkan validasi 10. Masukkan pernyataan yang mendukung klien 6. Data harus dicatat. sesuaikan formatnya 13. Ikuti kebijakan dan prosedur yang telah ada untuk pencatatan pengkajian 8. Tulis data secara ringkas 9. Bentuk dokumentasi dapat berupa data dasar. diantaranya : 1. Jaga kerahasiaan . Untuk mencapai catatan pengkajian secara aktual. Dianalisis dengan dukungan pengetahuan yang relevan.

Tunjukkan penampilan yang baik c. . Jaga kontak mata e. Usahakan tidak tergesa-gesa 2. Bagaimana cara mengobservasi ? a. ulang apa yang telah dikatakan dan simpulkan. Bagaimana cara menjadi pendengar yang baik? a. Berikan perhatian yang penuh e. Tanyakan sesuatu yang penting dan tidak menyinggung g.b. Jadilah pendengar yang aktif b. Pergunakan panca indera b. Pergunakan refleksi (mengulang kembali apa yang dikatakan oleh klien) e. Pergunakan format pengkajian yang teorganisir dan disepakati oleh instansi 4. Jangan memulai pertanyaan pribadi f. Bagaimana cara bertanya yang baik ? a. Pergunakan lebih banyak pertanyaan terbuka d. Sebutkan nama c. Pergunakan istilah yang dimengerti oleh klien c. Bersabarlah jika klien `blocking` d. Beri kesempatan kepada klien untuk menyelesaikan pembicaraannya c. Jaga pola interaksi yang baik 3. Tanyakan pertama kali mengenai masalah yang paling dirasakan klien b. Tunjukkan sikap yang baik d. Jelaskan tujuan wawancara d. Klarifikasi.

Pola nutrisi metabolik a. Pola kognitif perseptual keadekuatan alat sensori . Pola sehat sejahtera yang dirasakan b. pola makan biasa dan masukan cairan b. berkemih b. latihan dan rekreasi b. Defekasi. Penggunaan obat-obatan 4. dll) 5.MODEL KEPERAWATAN DALAM PENGKAJIAN / PENGUMPULAN DATA GORDON (1982) : Pola Kesehatan Fungsional 1. Peningkatan / penurunan berat badan d. Kualitas dan kuantitas tidur 6. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat a. bekerja. pilihan makanan 3. Pola tidur istirahat dalam 24 jam b. Pengetahuan tentang praktik kesehatan preventif d. Pola tidur dan istirahat a. Pengetahuan tentang gaya hidup dan berhubungan dengan sehat c. Kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri. Penggunaan alat bantu c. Ketaatan pada ketentuan media dan keperawatan 2. Pola eliminasi a. Tipe makanan dan cairan c. Pola aktivitas. Nafsu makan. Pola aktivitas latihan a.

Sikap klien mengenai dirinya b. identitas diri. Konflik MODEL ROY`s (1984) : Model adaptasi : . pembau b. perasa. ingatan dan pembuatan keputusan 7. Kemampuan bahasa. Pola persepsi-konsep diri a. Persepsi klien tantang pola hubungan b. ideal diri. Sumber pendukung 11. Persepsi klien tentang peran dan tanggung jawab 9. Citra diri. Penglihatan. Pola peran dan tanggung jawab a.a. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitasnya b. harga diri dan peran diri 8. Persepsi klien tentang kemampuannya c. Pola koping dan toleransi stress a. belajar.Pola nilai dan keyakinan a. Tahap dan pola reproduksi 10. Pola emosional d. tujuan dan keyakinan b. Pola seksual reproduksi a. Kemampuan mengendalian stress b. Spiritual c. Nilai.

Pemenuhan kebutuhan oksigen 2. Sirkulasi . Cairan dan elektrolit e. Pengaturan suhu h. Interdependent MODEL OREM (1985) : Self-care / kemandirian klien dalam merawat dirinya sendiri : 1. Nutrisi c. Pemenuhan kebutuhan nutrisi 4. Pengaturan sistem endokrin 2. Oksigen f. Promosi DOENGOES (1993) : 1. Aktivitas / istirahat 2. Fungsi peran 4. Aktivitas dan istirahat b. Kebutuhan fisiologik a. Pemenuhan kebutuhan eliminasi 5. Keseimbangan aktivitas dan istirahat 6. Pemenuhan kebutuhan cairan 3. Eliminasi d.1. Konsep diri 3. Pencegahan 8. Proteksi g. Sosial 7.

3. Pernafasan 10. Interaksi sosial 13. orang atau tempat Menilai : perhatian. membangun hubungan. pemahaman atau pengertian secara sadar / emosional 5. Memilih : memilih di antara alternatif-alternatif 2. sensasi. Mempersepsikan : memahami dengan pikiran. Makanan dan cairan 6. Keamanan 11. Mengetahui : mengenal memahami 6. berharga. Penyuluhan / pembelajaran FITZ PATRICK (1991) : Pola respon manusia : 1. desakan untuk bertindak / melakukan sesuatu 7. Hygiene 7. Merasakan : pengalaman. Berhubungan : menjalin hubungan. mengenal. peduli. Bertukaran : memberikan. melepaskan. berguna SUMBER klik disiniASKEP HIPERTIROIDISME08 September 2008 12:12Defenisi . Berkomunikasi : verbal non verbal 3. Nyeri / ketidaknyamanan 9. kesadaran. Bergerak : mengubah posisi. Eliminasi 5. berada dalam beberapa asosiasi dengan benda. sadar tentang indera / rangsangan eksternal 8. Neurosensori 8. dan kehilangan sesuatu 4. Seksualitas 12. Integritas ego 4.

Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya.Hipertiroidisme adalah kadar Hormon Tiroid (HT) dalam darah yang berlebihan. Penyebab Hipertiroidisme Dengan Pola Hormon Spesifik Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid. hipofisis. untuk materi lengkap. Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambaran kadar HT dan TSH yang tinggi. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang tinggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan. silahkan download disini . atau hipotalamus. TRF akan rendah karena umpan balik negatif dari HT dan TSH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful