P. 1
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI SEKARAN 2 PADA MATERI POKOK KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) DAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BERCIRIKAN PENDAYAGUNAAN ALAT PERAGA DAN PENDAMPINGAN TAHUN PELAJARAN 2006/2007

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI SEKARAN 2 PADA MATERI POKOK KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) DAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BERCIRIKAN PENDAYAGUNAAN ALAT PERAGA DAN PENDAMPINGAN TAHUN PELAJARAN 2006/2007

|Views: 1,836|Likes:
Published by EkaS.Nuryani
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI
MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI SEKARAN 2 PADA
MATERI POKOK KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK)
DAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN
KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BERCIRIKAN
PENDAYAGUNAAN ALAT PERAGA DAN PENDAMPINGAN TAHUN
PELAJARAN 2006/2007
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI
MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI SEKARAN 2 PADA
MATERI POKOK KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK)
DAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN
KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) BERCIRIKAN
PENDAYAGUNAAN ALAT PERAGA DAN PENDAMPINGAN TAHUN
PELAJARAN 2006/2007

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: EkaS.Nuryani on Jan 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua tahap. Secara garis besar,

masing-masing tahap akan dijelaskan sebagai berikut.

Tahap I

Sebelum mengadakan penelitian, maka diadakan identifikasi masalah

yang berhubungan dengan materi KPK dan Pecahan di SD. Setelah itu,

peneliti menyusun perangkat pembelajaran materi KPK dan Pecahan yang

disesuaikan dengan KBK dengan memanfaatkan alat peraga. Guru dan

peneliti bersama-sama dalam merancang pembelajaran, melaksanakan

hingga melakukan refleksi di sekolah dimana guru bertugas. Dengan

pendampingan saat guru menerapkan pembelajaran di kelas, selain guru

45

mendapat feed back setiap usai pembelajaran matematika dari pendamping

(peneliti), guru dapat melakukan kolaborasi dengan pendamping.

Dalam penelitian ini, pendamping (peneliti) lebih ahli dalam:

a. membuat RP yang sesuai dengan tuntutan KBK dengan skenario

pembelajaran yang operasional disertai tanya jawab antara guru dan

siswa.

b. memanfaatkan alat peraga dan LKS dalam pembelajaran.

c. membantu guru untuk mengenali potensi dan permasalahan selama

proses pembelajaran sehingga apabila ditinggalkan/tidak didampingi

bisa mengembangkan pembelajaran matematika dengan KBK.

Tahap II

Pada tahap II, melaksanakan pembelajaran berdasar pembuatan

perangkat pembelajaran pada tahap I. Implementasi perangkat pembelajaran

ini di desain melalui Action Research. Implementasi pengajaran dengan

mengambil satu kelas di SD yakni kelas IV. Yang mengajar adalah guru

kelas itu sendiri. Mahasiswa peneliti dan dosen hanya mengamati dan

mendampingi guru saat melaksanakan pembelajaran. Panduan

diselenggarakan secara kolaboratif-partisipatif antara dosen, mahasiswa, dan

guru kelas.

Penelitian ini dirancang dalam dua siklus. Setiap siklus ada empat

tahapan yaitu perencanaan, implementasi, pengamatan dan refleksi terhadap

pelaksanaan.

46

Siklus 1

a. Perencanaan

1. Membuat RP 1 untuk satu kali pertemuan (2 x 40 menit) dengan

menggunakan alat peraga KPK. Metode yang digunakan antara lain

ceramah, peragaan (demonstrasi), tanya jawab dan pemberian tugas

kelompok yang dilanjutkan dengan diskusi.

2. Menyiapkan alat peraga KPK klasikal dan kelompok serta sedotan

yang akan digunakan untuk menjelaskan materi prasyarat. Selain itu,

peneliti juga mempersiapkan LKS 1 dan Charta 1.

3. Membuat lembar pengamatan untuk melihat kegiatan belajar

mengajar guru dan siswa.

a. Lembar pengamatan aktivitas siswa.

b. Lembar pengamatan guru.

4. Membuat angket untuk siswa terhadap pembelajaran dan angket guru

terhadap pendampingan.

5. Membuat soal evaluasi 1.

6. Membuat kunci jawaban soal evaluasi 1.

7. Menyiapkan tugas rumah 1.

b. Implementasi

Implementasi dalam siklus 1 ini antara lain.

1. Menyiapkan alat peraga KPK, LKS 1, Charta 1, soal evaluasi 1 dan

tugas rumah 1.

2. Melaksanakan RP 1.

47

a. Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyiapkan kondisi fisik kelas.

2. Guru menyampaikan materi pokok dan indikator/tujuan

pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran ini.

3. Guru melakukan apersepsi untuk mengingatkan kembali

pengetahuan prasyarat bagi siswa dengan metode tanya

jawab dengan menggunakan peraga sedotan.

4. Guru mengajukan masalah kontekstual.

b. Kegiatan Inti

1. Guru melakukan tanya jawab untuk menentukan kelipatan

dari suatu bilangan.

2. Guru meletakkan alat peraga KPK (klasikal) di depan kelas.

3. Guru melakukan tanya jawab untuk menentukan kelipatan

persekutuan dari dua bilangan.

4. Guru mendemonstrasikan penggunaan alat peraga KPK.

5. Guru meminta siswa untuk memperagakan alat peraga di

depan kelas.

6. Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok dan setiap

kelompok mendapat alat peraga dan LKS 1 tentang kelipatan

persekutuan dua bilangan.

7. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk

mengerjakan LKS 1, kemudian menawarkan kepada salah

satu wakil kelompok untuk mempresentasikan hasilnya.

48

8. Guru melakukan tanya jawab untuk menentukan kelipatan

persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan.

9. Guru membahas masalah konstekstual yang diketengahkan

pada awal pembelajaran.

10. Guru memberikan beberapa soal latihan.

c. Penutup

1. Guru membimbing siswa untuk mengetengahkan ringkasan

materi yang telah disampaikan secara verbal.

2. Guru melakukan evaluasi.

3. Guru memberikan beberapa soal kepada siswa sebagai tugas

rumah 1.

c. Pengamatan

Pengamatan dilaksanakan saat proses belajar mengajar berlangsung.

Aspek yang diamati adalah aktivitas siswa dan guru selama proses

pembelajaran dengan menggunakan lembar pengamatan. Untuk

mengetahui kemampuan komunikasi matematika siswa dapat diukur

dengan LKS 1 (kelompok), tes evaluasi 1 dan aktivitas siswa selama

proses pembelajaran. Setelah siswa mengerjakan tes evaluasi 1, peneliti

membagikan angket terhadap siswa dan guru.

d. Refleksi

Refleksi merupakan analisis hasil pengamatan dan hasil tes. Refleksi

pada siklus 1 dilaksanakan segera setelah tahap pengamatan.

Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil tes pada siklus 1, jika sudah

49

memenuhi indikator penelitian yang telah ditetapkan maka penelitian

dihentikan dan jika belum memenuhi indikator penelitian dilanjutkan ke

siklus 2.

Siklus 2

a. Perencanaan

Setelah merefleksikan dari hasil siklus 1 didapatkan kekurangan. Untuk

memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus 1 maka ditindaklanjuti

perencanaan siklus 2 sebagai berikut:

1. Membuat RP 2 untuk satu kali pertemuan (2 x 40 menit) dengan

menggunakan alat peraga Pecahan. Metode yang digunakan antara

lain ceramah, peragaan (demonstrasi), tanya jawab dan pemberian

tugas kelompok yang dilanjutkan dengan diskusi.

2. Menyiapkan alat peraga pecahan klasikal dan kelompok. Selain itu,

peneliti juga mempersiapkan LKS 2.

3. Menyiapkan lembar pengamatan aktivitas siswa dan guru yang sama

dengan siklus 1.

4. Menyiapkan angket untuk siswa terhadap pembelajaran dan angket

guru terhadap pendampingan yang sama dengan siklus 1.

5. Membuat soal evaluasi 2.

6. Membuat kunci jawaban soal evaluasi 2.

7. Menyiapkan tugas rumah 2.

50

b. Implementasi

Implementasi dalam siklus 2 ini antara lain.

1. Menyiapkan papan gabus, push pins, alat peraga pecahan, LKS 2,

soal evaluasi 2 dan tugas rumah 2.

2. Melaksanakan RP 2

a. Kegiatan Pendahuluan

1. Guru menyiapkan kondisi fisik kelas.

2. Guru menyampaikan materi pokok dan indikator/tujuan

pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran ini.

3. Guru melakukan apersepsi untuk mengingatkan kembali

materi prasyarat bagi siswa dengan metode tanya jawab

4. Guru memperkenalkan tentang pecahan dengan

memperlihatkan apel.

b. Kegiatan Inti

1. Guru membagikan beberapa lembar kertas dan gunting

kepada siswa kemudian meminta siswa untuk menempel di

papan gabus.

2. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang hasil

tempelannya di papan gabus.

3. Guru menjelaskan bagaimana cara menulis dan membaca

pecahan.

4. Guru meminta siswa untuk memperagakan alat peraga di

depan kelas.

51

5. Guru mendemonstrasikan peraga pecahan dengan metode

tanya jawab.

6. Guru mengenalkan unsur-unsur pecahan.

7. Guru memberikan soal latihan untuk mengembangkan

pemahaman tentang lambang pecahan dan unsur-unsurnya.

8. Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok

mendapat LKS 2 untuk dikerjakan bersama-sama.

9. Guru memotivasi, memberi pembelajaran individual atau

kelompok, bila ada yang membutuhkannya.

10. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk

mengerjakan LKS 2, kemudian menawarkan kepada salah

satu wakil kelompok untuk mempresentasikan hasilnya.

c. Penutup

1. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi.

2. Guru melakukan evaluasi.

3. Guru memberikan beberapa soal kepada siswa sebagai tugas

rumah 2.

c. Pengamatan

Pengamatan dilaksanakan saat proses belajar mengajar berlangsung.

Aspek yang diamati adalah aktivitas siswa dan guru selama proses

pembelajaran dengan menggunakan lembar pengamatan. Untuk

mengetahui kemampuan komunikasi matematika siswa dapat diukur

dengan LKS (kelompok), tes evaluasi dan aktivitas siswa selama proses

52

pembelajaran. Setelah siswa mengerjakan tes evaluasi, peneliti

membagikan angket terhadap siswa dan guru.

d. Refleksi

Refleksi merupakan analisis hasil pengamatan dan hasil tes. Pada siklus

2 ini diharapkan dapat memenuhi indikator penelitian yang telah

ditetapkan sehingga kemampuan komunikasi matematika siswa kelas IV

SD Negeri Sekaran 2 dapat meningkat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->