Seminar Akuntansi Pemerintahan

Kelompok VI Arfian Primastomo - Danik Damaryanti - Hepi Adita Sari - R. Errol Ferdianzyah - Wisnu Widodo

A. PENDAHULUAN

Basis Akrual adalah penyandingan pendapatan dan biaya pada periode di saat terjadinya , bukan pencatatan pada saat pendapatan tersebut diterima ataupun biaya tersebut dibayarkan (Cash Basis). Oleh karena itu, akuntansi berbasis akrual memberikan gambaran yang lebih akurat atas kondisi keuangan organisasi daripada akuntansi berbasis kas. Namun, jelas bahwa catatan menggunakan basis akrual lebih kompleks daripada basis kas. Penggunaan basis akrual pada sektor publik merupakan salah satu ciri dari praktik manajemen keuangan modern yang bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai biaya pemerintah dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di dalam pemerintah dengan menggunakan informasi yang diperluas, tidak sekedar basis kas saja. Sekarang ini banyak negara yang mulai menerapkan basis akrual sebagai basis akuntansinya. Akan tetapi, Isu-isu pada masa transisi atau upaya untuk menuju implementasi basis akrual ini harus diidentifikasi secara komprehensif dan dikaji secara mendalam, sebab perubahan tersebut tentunya bukan sekedar perubahan teknis akuntansi akan tetapi mempengaruhi sejumlah faktor lainnya yang harus dipersiapkan terlebih dahulu.

B. PENGGUNAAN BASIS AKRUAL SECARA INTERNASIONAL Pada mulanya untuk melaksanakan aktivitas sektor publik berbagai negara masih menggunakan basis kas. Namun, pada awal tahun 1990-an telah muncul laporan keuangan dan anggaran berbasis akrual yang pertama kalinya di dunia yaitu di New Zealand. Kemudian dalam perkembangan berikutnya, telah terjadi perubahan besar dalam penggunaan basis akuntansi dari basis kas menuju/menjadi basis akrual di negara-negara anggota OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) meskipun masih terdapat perbedaan tingkat penerapan akrualnya. Keuntungan dari penerapan basis akrual dalam akuntansi dan penyusunan laporan keuangan di sektor publik (IFAC, 2003) : 1. Basis akrual dapat menunjukkan bagaimana pemerintah membiayai kegiatannya dan memenuhi kebutuhan kasnya 2. Basis akrual memungkinkan pembaca laporan keuangan mengevaluasi kemampuan pemerintah untuk membiayai aktivitas-aktivitasnya dan untuk memenuhi kewajiban dan komitmen-komitmennya 3. Akuntansi berbasis akrual menunjukkan posisi keuangan/kekayaan pemerintah dan perubahan atas posisi keuangan tersebut 4. Memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menunjukkan keberhasilan mengelola sumber daya yang dimiliki 5. Berguna dalam melakukan evaluasi atas kinerja pemerintah melalui service cost, efisiensi, dan pencapaian kinerja.

Berikut ini adalah contoh pengenalan akuntansi akrual pada sektor publik di beberapa negara :
No Negara . 1 Austria Pengenalan Akuntansi Akrual Pada Sektor Publik Akrual akuntansi hanya diperkenalkan sebagian: aktiva diakui, tetapi tidak ada penyusutan; investasi dan ketentuannya tidak diakui, tetapi pendapatan dan pengeluaran diakui secara akrual Akuntansi akrual untuk aktiva tetap dan investasi tapi tidak untuk pendapatan pajak Selama 2000-an Selama 2000-an Selama 1990-an pada tingkat pusat dan sub-tingkat pusat Selama 1990-an di tingkat lokal; 2007 di tingkat pusat Setelah tahun 2000 pada tingkat lokal; sekitar 2005 di beberapa negara bagian federal (Berlin, Bremen, Hamburg); tidak ada pertimbangan untuk tingkat pusat Murni kas akuntansi di semua tingkat pemerintahan Setelah tahun 2000 pada tingkat lokal, tidak ada pertimbangan untuk tingkat pusat Selama 2000-an Akrual akuntansi untuk aktiva tetap dan investasi tapi tidak untuk pendapatan pajak Berdasarkan pertimbangan

2 3 4 5 6 7

Republik Ceko Denmark Estonia Finlandia Perancis Jerman

8 9 10 11 12

Hongaria Italia Latvia Lithuania Malta

selama 1990-an di tingkat pusat Pada awal abad kesembilan belas menggunakan akuntansi akrual. beralih ke kas akuntansi pada tahun 1866. tetapi hanya pada tingkat pusat. Layanan Kesehatan Nasional Inggris Dalam beberapa Kanton di tahun 1940-an. Selama tahun 1990-an bergeser ke akuntansi akrual lagi pada tingkat pusat dan sub-tingkat pusat. 13 14 15 16 17 Negara Belanda Rumania Spanyol Swedia Inggris Pengenalan Akuntansi Akrual Pada Sektor Publik Selama tahun 1980-an di tingkat lokal. tetapi hanya pada tingkat pusat.No. pengenalan direncanakan pada tingkat pusat ditunda 2007 Selama 1990-an pada tingkat pusat dan dan sub-tingkat pusat Selama tahun 1970-an di tingkat lokal. 1990. di tingkat lokal perubahan itu sedang berjalan 2001 1973 selama reformasi ekonomi di bawah Pinochet. setelah tahun 2008 pada tingkat nasional 1997. semua Kanton setuju dengan akuntansi akrual pada tahun 1977. di tingkat lokal perubahan itu sedang berjalan 18 Swiss 19 20 21 22 23 Australia Kanada Chile Selandia Baru Amerika Serikat . 1997. Reformasi ini dimulai pada awal 1990-an dengan diperkenalkannya akuntansi akrual dalam British National Health Service.

Perbedaan format atau derajat pelaksanaan akrual Akuntansi akrual yang diterapkan oleh masing-masing negara dapat mempunyai format yang berbeda :  International Public Sector Accounting Standards (IPSAS)  Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)  Comparative International Accounting Research (CIGAR) .

Berikut ini adalah beberapa aspek dari akuntansi akrual yang kemungkinan terjadi perbedaan penerapannya untuk masing-masing negara : Komprehensif aplikasi: untuk semua atau hanya untuk beberapa entitas pemerintah Full aplikasi: laporan posisi keuangan. ekuitas sebagai item penyeimbang Ketentuan investasi: diakui atau tidak ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ . kewajiban. kinerja keuangan. aktiva militer. pensiun klasifikasi yang berterima umum: diterapkan untuk tetap dan aktiva lancar. infrastruktur. laporan arus kas ditambah hubungan antara ketiga laporan Aplikasi untuk penganggaran dan / atau untuk akuntansi Konsolidasi: untuk sektor pemerintah secara keseluruhan atau hanya untuk entitas pemerintah pusat Otorisasi oleh legislatif: untuk pengeluaran kas atau biaya dan / atau kewajiban Penilaian aset: dengan biaya historis atau nilai saat ini Rentang aset yang diakui: tanah. aktiva dalam pembangunan. bangunan. investasi Perlakuan penyusutan dan biaya pemeliharaan Penilaian kewajiban Rentang kewajiban yang diakui: misalnya.

Hanya basis kas yang dapat memenuhi hal tersebut. alasannya adalah : 1. Keputusan politik untuk mengeluarkan uang harus dikaitkan dengan kapan pengeluaran itu dilaporkan dalam anggaran. kelemahannya adalah tidak akan menyelesaikan masalah secara serius/komprehensif . apabila penerapan akrual hanya digunakan untuk pelaporan keuangan dan tidak untuk anggaran. Perkiraan. Alokasi akan lebih erat berkaitan dengan biaya dan pendapatan yang diantisipasi sepanjang tahun peduli kapan dibayar atau diterima Saat ini basis akrual lebih banyak digunakan hanya untuk pelaporan keuangan daripada untuk penganggaran. Pada penganggaran berbasis akrual. 2.Penggunaan basis akrual tidak tidak hanya untuk penyusunan laporan keuangan. Para pembuat kebijakan cenderung resisten untuk mengadopsi anggaran akrual karena kompleksitas dari konsep akrual itu sendiri. Penganggaran secara akrual dipercaya akan menimbulkan risiko disiplin anggaran. Namun demikian. Anggaran. namun juga untuk penganggaran.

Tidak semua negara yang menggunakan akuntansi akrual juga telah menggunakan penganggaran secara akrual. serta masih ada beberapa negara yang masih dalam proses untuk memperkenalkan/menuju ke akuntansi akrual itu sendiri Negara-negara yang telah memakai akuntansi akrual serta penganggaran akrual : Australia Selandia Baru Belanda (dalam proses memperkenalkan penganggaran akrual penuh) Swedia (dalam proses memperkenalkan penganggaran akrual penuh) Swiss (dalam proses memperkenalkan penganggaran akrual penuh) Negara-negara yang telah mengadopsi akuntansi akrual penuh tetapi mengikuti penganggaran berbasis kas : Kanada (Sementara Pemerintah federal mengadopsi anggaran kas. beberapa provinsi Kanada telah mengadopsi penganggaran akrual) Jepang Amerika Serikat Italia Inggris Portugal (akrual menyediakan informasi tambahan bersama dengan anggaran) Azerbaijan Uzbekistan .

Negara-negara yang masih dalam proses untuk pindah ke akuntansi akrual : Perancis Kepulauan Fiji Indonesia Kepulauan Marshall Republik Rakyat Cina Filipina Republik Korea Sri Lanka Mongolia .

manajemen aset 3. Meningkatkan pengendalian fiskal. Mereformasi sistem anggaran belanja 6. Transparansi yang lebih luas atas biaya pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah . Informasi yang lebih lengkap bagi pemerintah untuk mengambil keputusan 5. Meningkatkan akuntabilitas dalam progran penyediaan barang dan jasa oleh pemerintah 4. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas baik dalam penganggaran. akuntansi. dan pelaporan 2.Tujuan dan Manfaat Akuntansi Akrual Tujuan : 1.

3.Manfaat : 1. 6. . Memungkinkan pengguna laporan untuk menilai akuntabilitas pengelolaan seluruh sumber daya oleh suatu entitas. 2. atau melakukan bisnis dengan suatu entitas. Memungkinkan pengguna laporan menilai kinerja. 4. Memungkinkan pengguna laporan untuk mengevaluasi kemampuan pemerintah saat ini untuk membiayai aktivitas-aktivitasnya dan untuk memenuhi kewajiban-kewajian dan komitmen-komitmennya. Menunjukkan bagaimana pemerintah membiayai aktivitas-aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan dananya. Bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam hal efisiensi dan efektifivitas penggunaan sumber daya. dan 7. Memungkinkan pengguna laporan untuk pengambilan keputusan mengenai penyediaan sumber daya kepada. Memberikan kesempatan pada pemerintah untuk menunjukkan keberhasilan pengelolaan sumber daya yang dikelolanya. posisi keuangan dan arus kas dari suatu entitas. Menunjukkan posisi keuangan pemerintah dan perubahan posisi keuangannya. 5.

3.Akuntansi Akrual dan Posisi Keuangan Akuntansi akrual dapat menyajikan informasi seluruh posisi keuangan yang terdiri dari posisi aset. Menunjukkan akuntabilitas kepada publik atas pengelolaan aset dan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya. Membuat perencanaan dana untuk pembayaran utang-utangnya. Mengelola posisi kas dan pendanaan yang diperlukan. utang dan kekayaan bersih dari suatu entitas. 2. . Membuat keputusan mengenai kelayakan pendanaan atas pelayanan yang seharusnya dia berikan. 4. Membuat perencanaan dana yang dibutuhkan untuk pemeliharaan dan penggantian aset. Pemerintah membutuhkan informasi ini untuk : 1.

.Akuntansi Akrual dan Posisi Keuangan ‡ ‡ ‡ Akuntansi akrual dapat menyajikan informasi seluruh posisi keuangan yang terdiri dari posisi aset. Indentifikasi aset dan pengakuan penyusutan membantu manajer untuk memahami pengaruh dari penggunaan aset tetap dalam memberikan pelayanan dan mendorong manajer untuk mempertimbangan alternatif-alternatif cara untuk mengelola biaya dan memberikan pelayanan. ‡ ‡ Akuntansi akrual memberikan kerangka yang konsisten untuk mengidentifikasi kewajiban yang ada dan kewajiban kontinjen. kewajiban dan kekayaan bersih dari suatu entitas. Akuntansi akrual memungkinkan adanya pemeliharaan catatan yang lengkap mengenai aset dan kewajiban. Akuntansi akrual menyoroti pengaruh dari keputusan keuangan terhadap net aset atau ekuitas (kekayaan bersih) dan memungkinkan pemerintah untuk melihat gambaran yang lebih panjang ketika membuat keputusan keuangan dibanding bila menggunakan informasi yang dihasilkan dari basis kas atau basis kas modifikasi.

kecukupan dana dari pendapatan tahun berjalan untuk menutup biaya-biaya program dan pelayanan pada tahun yang bersangkutan. ‡ Informasi yang akurat atas pendapatan penting untuk menilai pengaruh perpajakan dan pendapatan lainnya terhadap posisi fiskal. meliputi pengaruh dari transaksi yang kas-nya belum diterima atau dibayarkan. ‡ Akuntansi berbasis akrual mampu menyediakan informasi yang tepat untuk menggambarkan biaya operasi yang sebenarnya (full costs of operation) dari aktivitas pemerintah.Akuntansi Akrual dan Kinerja Keuangan ‡ Kinerja keuangan dapat dilihat melalui informasi atas pendapatan dan beban (expenses). .

. termasuk arus kas yang berkaitan dengan debitor dan kreditor.Akuntansi Akrual dan Arus Kas ‡ Akuntansi akrual memberikan informasi yang komprehensif atas arus kas yang sedang berjalan dan arus kas tertentu yang diproyeksikan.

terutama informasi tentang aset dan kewajiban. ‡ Apakah penerapan basis akrual akan dilakukan secara top-down atau bottom. . ‡ Sistem (teknologi) informasi yang ada perlu dipersiapkan untuk mengakomodir perubahan.Isu-isu terkait Penerapan Basis Akuntansi Akrual ‡ Penggunaan Basis Akrual dalam pelaporan Keuangan sekaligus dalam penganggaran. ‡ Kompetensi dari orang-orang yang terkait dan/atau bertanggung jawab dengan adanya perubahan tersebut. ‡ Kelengkapan dan ke akuratan informasi keuangan yang ada. ‡ Political Will dari aparat negara untuk menerapkan akuntansi akrual. ‡ Standar akuntansi yang sedang berjalan dan persiapan perubahannya. ‡ Peraturan Perundang-undangan mengenai pengelolaan keuangan negara.up.

dan. pemerintah dapat saja menerapkan basis akuntansi akrual tanpa membuat perubahan kerangka penganggaran yang berbasis kas. dengan demikian. Sinkronisasi antara akuntansi akrual dengan anggaran. Informasi kas dalam kerangka kerja akrual. Ada gap dengan standar internasional.Isu-isu terkait Penerapan Basis Akuntansi Akrual (Versi IMF) ‡ Perumusan kebijakan akuntansi. kebijakan akuntansi suatu negara haruslah disinkronisasikan dengan kebijakan internasional. dalam pelaporan akuntansi berbasis akrual. Secara teknik. ‡ ‡ ‡ . Basis akrual yang modern mempunyai fungsi-fungsi untuk mendukung basis akuntansi dan pelaporan secara kas. Pemerintah suatu negara perlu memformulasikan standarnya sendiri atau pedoman atas aspek tertentu yang standar internasionalnya belum final. Pengelolaan kas merupakan bagian yang integral dari kerangka manajemen keuangan berbasis akrual. Isu utamanya adalah bahwa pemerintah perlu memfokuskan pada materi pilihan kebijakan akuntansi mana yang paling tepat yang konsisten dengan standar akuntansinya. pertanggungjawaban anggaran berbasis kas akan tetap disusun.

akan tetapi jika pemerintah menerapkan basis akrual hanya pada akuntansi dengan masih menerapkan basis kas pada anggarannya. Konsolidasi konsolidasi laporan untuk pemerintah secara keseluruhan merupakan hal yang terpenting. Apabila pemerintah menerapkan basis akrual pada akuntansi dan anggarannya secara simultan. Neraca awal Neraca awal dari penerapan basis akrual harus didukung dengan informasi dan penjelasan yang cukup untuk kepentingan audit.Isu-isu terkait Penerapan Basis Akuntansi Akrual (Versi IMF) ‡ Klasifikasi anggaran dan akun standar. akun standar dan klasifikasi anggaran sebaiknya disamakan. Pertimbangan proses keuangan yang lebih detail tentang sentralisasi atau desentralisasi menyangkut apakah tingkat kementerian atau satuan kerja dipersyaratkan melaporkan secara harian operasinya atau tidak. akan ada perbedaan antara akun standar dan klasifikasi anggaran. ‡ ‡ ‡ . Sistem dan prosedur harus dirancang agar tercapai efisiensi. Proses keuangan yang tersentralisasi atau terdesentralisasi.

‡ Sistem informasi akuntansi harus memadai ‡ Badan audit tertinggi harus memiliki sumberdaya yang tepat ‡ Penerapan basis akrual harus merupakan bagian dari reformasi birokrasi . ‡ Tujuan yang ingin dicapai harus dikomunikasikan ‡ Perlunya tenaga akuntan yang andal.Langkah Penerapan Basis Akrual (Versi ADB) ‡ Kehati-hatian dalam memilih strategi penerapan akrual basis ‡ Komitmen politik merupakan salah satu kunci penting.

dengan beberapa bukti bahwa hasil tersebut lebih dari sekedar siklus. berbalik menjadi surplus dalam tiga tahun terakhir (1994-1996).Penerapan Accrual di New Zealand ‡ di akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an ‡ Hasil : Setelah 20 tahun mengalami defisit. .

‡ menginformasikan pengambilan keputusan oleh pemerintah. ‡ mendorong sektor pemerintah untuk responsif dan efisien ‡ secara konstan melaksanakan reformasi. .Manajemen keuangan yang terintegrasi dan komprehensif ‡ menerjemahkan strategi pemerintah ke dalam keputusan dan tindakan.

dan keharusan memberikan informasi kinerja sebagai bahan untuk memonitor dan menilai kinerja . Terdapat insentif untuk kinerja.Minister Performance Specification Decision Making Authority Incentives of Behaviour Performance Information Chief Executive Menteri cabinet bertanggung jawab atas persyaratan kinerja secara spesifik bagi departemen yang dipimpinnya. dan agar pelayanan dapat berjalan dengan sukses Chief Executive memiliki wewenang untuk mengambil keputusan manajerial. Chief Executive pada setiap departemen bertanggung jawab melaksanakan pelayanan-pelayanan yang menjadi tugasnya.

‡ integrity memelihara perilaku yang mendukung reputasi dan kredibilitas pemerintah. ‡ future capability meyakinkan bahwa departemen mempunyai kapasitas untuk memenuhi permintaan.permintaan di masa yang akan datang. ‡ cost-effectiveness . .dalam jangka panjang.Empat dimensi bagi pemangku kepentingan di dalam departemen ‡ strategic alignment meyakinkan agar tujuan pemerintah sudah di-share secara penuh dan konsisten.

baik politisi maupun birokrasi ‡ Manajemen Resiko ‡ Penerapan di Departemen ‡ Staf Akuntansi: Dukungan dari para akuntan .Meningkatkan Manajemen Keuangan ‡ Komitmen untuk berubah: Dukungan dari para pemimpin di sektor Publik.

Manajemen Resiko ‡ Kontrol input yang tersentralisasi ‡ Strategi komunikasi yang intensif ‡ Dibentuk fungsi financial management assurance pada Treasury ‡ Desain peraturan .

‡ kepala eksekutif departemental bertanggung jawab secara penuh atas manajemen keuangannya masingmasing. . ‡ pengembangan sistem manajemen kas. ‡ setiap departemen/lembaga mengembangkan sistem akuntansi berbasis akrual yang dapat menyediakan pelaporan bulanan kepada menteri dan treasury dan laporan tahunan kepada parlemen (dan publik). mencakup integritas dari informasi yang mereka berikan kepada menteri dan treasury.Penerapan di Departemen ‡ spesifikasi oleh setiap departemen/lembaga (konsultasi dengan treasury) atas kelas-kelas output secara luas. ‡ pengembangan sistem alokasi biaya (cost).

Sistem Akuntansi Perkembangan Awal Sistem Akuntansi Akrual di Selandia Baru Efisiensi Surplus Departemen Perusahaan Akuntansi Penyedia Software .

Sistem Akuntansi X Proses Ganda X Masalah Rekonsiliasi Order Pembelian Keuntungan : Menghemat Waktu B Penggajian A Sistem Akuntansi Akrual C Aset Tetap Debitor E D Kreditor .

Neraca Awal ‡ Lengkap ‡ Akurat Inventarisasi Aset aftar Aset k esar Rekonsiliasi Koordinasi .

yaitu dengan menetapkan biaya atas penggunaan modal kepada departemen. sehingga menghasilkan aset-aset bernilai rendah. Metodenya dengan metode biaya penuh (full cost) atau dengan rasio struktur modal yang berkaitan dengan output .Biaya Modal Fenomena Sistem Manajemen Keuangan Pemerintah : Departemen cenderung memaksimalisasi anggaran belanja modal aset. Agar dapat diminimalisir.

Implementasi Basis Akrual untuk Pelaporan Keuangan  Penetapan Kebijakan Akuntansi  Pengumpulan Informasi  Pengkonsolidasian Informasi  Memperoleh Keyakinan atas Informasi  Komentar dan Analisis  Isu Penyajian dan Publikasi  Komunikasi dan Pemasaran .

Penetapan Kebijakan Akuntansi Isu-isu dalam perumusan kebijakan akuntansi : 1. Penilaian Aset 2. Pengakuan Bantuan/Subsidi . Kriteria Pengakuan Pajak 3.

Penetapan Kebijakan Akuntansi Penilaian Aset Basis Kas = tidak dapat menghasilkan informasi atas harga perolehan dari seluruh aset Solusi :  Pendekatan Net Current Value  Konsep Depreciated Replacement Cost (aset infrastruktur) .

Solusinya.Penetapan Kebijakan Akuntansi Kriteria Pengakuan Pajak Sebagian besar pengakuuan pajak terjadi pada saat munculnya kewajiban dari wajib pajak. . perlu ada kesepakatan atas pengakuan di kemudian hari ketika informasi andal telah tersedia. dalam jangka panjang. Masalah yang dihadapi yaitu informasi pajak tidak tersedia tepat waktu.

beban diakui ketika kriteriakriteria pemberian subsidi atau bantuan telah dipenuhi dan disampaikan kepada pemerintah. beban diakui pada saat pembayaran. .Penetapan Kebijakan Akuntansi Pengakuan Bantuan/Subsidi Pendekatan yang diambil yaitu ketika pembayaran bantuan dan subsidi masih bersifat discretionary sampai dengan pembayaran telah dilakukan. Alternatif lain.

Pengumpulan Informasi Penyampaian informasi keuangan kepada Treasury harus reguler. Solusinya yaitu dengan strategi implementasi. di mana dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada departemen agar lebih paham untuk pelaporan keuangan dan monitoring anggaran . akurat dan tepat sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tim Financial Management Assurance meriviu draft laporan keuangan 3.Memperoleh Keyakinan Memadai atas Laporan Keuangan Dapat dilakukan dengan 3 cara : 1. Audit penuh dilakukan oleh kantor audit yang memberikan keyakinan yang memadai melalui opini atas laporan keuangan . Adanya Pernyataan tanggung jawab dari pimpinan departemen bahwa mereka laporan keuangan telah disajikan secara wajar 2.

Isu Penyajian dan Publikasi Pada dasarnya. penyajian informasi laporan keuangan harus tepat waktu dan akurat Oleh karena itu perlu ada deadline yang pasti dan perbaikan-perbaikan sebelum dipublikasikan .

2.Laporan Keuangan Selandia Baru 1. Fiscal Sumary Statement of Financial Performance Statement of Cash Flow Statement of Financial Position . 3. 4.

Fiscal Sumary .

Statement of Financial Performance .

Statement of Cash Flow .

Statement of Financial Position .

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful