P. 1
Tips Mengajar Fisika Asyik

Tips Mengajar Fisika Asyik

|Views: 13|Likes:
Published by aswin bahar prayogo

More info:

Published by: aswin bahar prayogo on Jan 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2012

pdf

text

original

TIPS MENGAJAR FISIKA ASYIK

Rabu, 03 Desember 2008 08:33 - Terakhir Diperbaharui Kamis, 19 Maret 2009 19:00

Tahukah Anda Apa yang menyebabkan siswa anda kurang meminati Pelajaran Fisika?  Siswa kurang, atau bahkan, mempunyai motivasi untuk menggali fenomena-fenomena alam yang sebenarnya terjadi berdasarkan hukum-hukum fisika.  Siswa akhirnya merasa stess ketika belajar fisika.  Berikut ini kiat-kiat agar pelajaran fisika terasar asyik.

 

1. KESAN PERTAMA YANG KURANG MENYENANGKAN

Guru pada saat mengawali pertemuan pertama kali dengan para peserta didik tidak memperkenalkan diri dengan benar. Biasanya guru hanya memperkenalkan nama, mata pelajaran yang diajarkan, buku yang digunakan dan tugas tugas yang yang harus dikerjakan para peserta didik dimasa yang akan datang. Kemudian kita tuntut mereka agar melakukan ini dan itu. Hal ini tentu akan menciptakan image dikalangan para peserta didik bahwa setiap guru yang masuk dikelas selalu menciptakan beban bagi mereka, merampas kebebasan mereka, serta menembah kerumitan yang baru. Sehingga menimbulkan sikap yang kurang antusias, dan keterpaksaan dalam diri para peserta didik. 2. GURU KURANG PANDAI MEMBANGUN KOMUNIKASI Kebiasaan guru mata pelajaran eksak biasanya kuang pandai menyapa anak saat memasuki ruang kelas untuk mengawali suatu kegiatan pembelajaran. Kadang guru hanya mengucapkan salam kemudian mengabsen siswanya lalu memulai kegiatan pembelajaran disaat para siswa belum sepenuhnya siap untuk menerima kehadiran guru. Kondisi seperti ini akan menimbulkan kesan terpaksa, pada para peserta didik untuk mengikuti pelajaran sehingga mereka masih mencuri-curi kesempatan untuk kembali berrmain atau ngobrol dengan teman sebangkunya. Kalau hal ini terjadi kemudian guru terpaksa berakting galak atau memasang muka seram agar mereka terpaksa diam. Ini jelas akan menimbulkan suasana yang tidak menyenangkan di dalam belajar.

3. SKENARIO PEMBELAJARAN YANG KURANG MENARIK Guru fisika atau guru pelajaran eksak lainnya, pada umumnya kurang pandai bercerita atau tidak pandai humor. Kita terbiasa berfikir praktis sehingga didalam mengajarpun maunya yang praktis sehingga alur pelajaran terkesan mononton. Bahkan apapun model pembelajaran yang kita gunakan, muaranya tetap pada alur yang mononton yaitu konsep- contoh soal-latihan. Tidak pernah kita ciptakan model pembelajaran yang penuh dengan permainan dan suasana

1/2

TIPS MENGAJAR FISIKA ASYIK Rabu. 03 Desember 2008 08:33 .Terakhir Diperbaharui Kamis. siswa tidak tahu kata kunci yang mesti diingat sehingga mudah lupa. 19 Maret 2009 19:00 santai. Sumber : (http://physyceducationcentre. kita justru sering mencari kambing hitam untuk menutupi kekurangan kita. kadang guru cenderung memaksakan diri untuk mengejar target kurikulum. Semua terkesan biasa biasa saja. Sehingga para peserta didik mudah jenuh dan tidak termotivasi didalam belajar. 5. hanya saja kita tidak tanggap. Bukan salah kita lagi jika kemudian peserta didik kita mendapat hasil yang sangat kurang saat mengikuti ujian. Menjelaskan materi pelajaran terkesan terburu-buru. 4. PENEGASAN KONSEP-KONSEP ESENSIAL YANG KURANG BERKESAN Hal lain yang sering dilupakan guru saat mengakhiri kegiatan pembelajaran adalah kurangnya penegasan pada konsep konsep yang sangat esensial dari pokok bahasan yang sedang dikaji. KURANGNYA GURU MENDENGAR KELUHAN SISWA Akibat dari tuntutan kurikulum yang padat. Tidak antusias lagi didalam belajar. tidak santai. dan tegang.blogspot. Begitu juga peserta didik. Sehingga para peserta didik tidak mendapatkan pengalaman yang berkesan dari pokok bahasan yang sedang dikaji. Kita sering berprinsip bahwa dengan menyampaikan semua pokok bahasan berarti beban kita sudah selesai. belum kita libatkan sepenuhnya untuk mengkaji masalah yang sedang dipelajari. bahkan semakin tidak percaya lagi pada guru.com) 2/2 . Tetapi peserta didik kita sebenarnya mengeluh saat kita perlakukan demikian. Kita tidak mau jujur mengevaluasi kekurangan kita. sehingga peserta didik menjadi frustasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->