A.

Pengertian Puisi Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang diungkapkan dengan menggunakan bahasa yang padat, dan bermakna kias. Puisi merupakan hasil ungkapan perasaan penyair yang dituangkan melalui kata-kata/bahasa yang sengaja dipilih penyair. B. Ciri Puisi • • • Puisi memiliki bahasa yang padat, bermakna konotatif, bersifat sugestif, ekspresif, asosiatif, dan magis. Dari segi bentuk, puisi seringkali tersusun berupa larik-larik dan bait-bait. Puisi seringkali mementingkan rima/bunyi.

C. Unsur-unsur puisi Unsur pembangun puisi terdiri atas • • • • • • • • Struktur fisik (diksi, pengimajian, majas, tipografi) Struktur batin (tema, amanat, nada, perasaan) Sebagai alat pengungkapan diri, Sebagai alat untuk memahami secara lebih jelas dan mendalam ide-ide yang ditulisnya, Sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran diri terhadap lingkungan, Sebagai alat untuk melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan bersastra, Sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menggunakan bahasa sebagai media komunikasi, Meningkatkan inisiatif penulis

D. Manfaat menulis puisi

E. Langkah-langkah Penulisan Puisi 1. Menentukan tema Penentuan/pencarian ide untuk menulis sebuah puisi merupakan tahap persiapan dan usaha. Ketika hati seseorang tergerak untuk menulis puisi maka ia harus berusaha mencari ide yang akan dituangkan dalam puisinya. Yang namanya ide selalu datang dengan tiba-tiba. Ide ini dapat berkaitan dengan masalah sosial, keagamaan, kesedihan, dan lain-lain. Bagi orang yang sudah terbiasa menulis puisi, ide yang akan ditulis dalam puisi biasanya muncul secara tiba-tiba ketika melihat atau mengamati lingkungan sekitarnya. Ide puisi dapat juga dicari secara sengaja dari lingkungan sekitar kita, terutama bagi mereka yang baru berlatih. Informasi dan pengalamanpun harus dikumpulkan untuk menguatkan ide yang ditemukan. 2. Mengendapkan ide. Setelah ide diperoleh, penulis harus berjuang untuk mewujudkannya dalam bentuk puisi. Pada tahap ini, penulis memerlukan perenungan untuk mengolah dan memperkaya ide yang didapat dengan pengalaman batin. Misalnya, untuk menulis puisi anak penjual koran, Anda dapat merenung bagaimana jika Anda yang menjadi penjual koran itu. 3. Mewujudkan ide menjadi puisi Untuk mewujudkan ide menjadi sebuah puisi dibutuhkan keterampilan berbahasa karena bahasalah yang Anda gunakan sebagai media ekspresi. Anda harus bergelut dan bergulat dengan

kata-kata. Kreativitas Anda untuk memilih diksi dan majas ditantang pada tahap ini. Anda harus mampu menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan puisi Anda. Keindahan puisi Anda dapat terlihat dari tepat tidaknya Anda memilih, menjalin, dan menggunakan kata-kata pada tempatnya yang wajar. Semakin sering Anda menulis puisi, Anda akan semakin terampil mengekspresikan puisi dalam bahasa yang indah (estetis). Contoh pilihan kata dan majas: a. pita hitam (belasungkawa) b. dewi malam (bulan) c. aku ini binatang jalang (orang yang bebas, tidak mau terikat) d. mau hidup seribu tahun lagi (tak ingin mati) 4. Mengevaluasi hasil tulisan Setelah Anda selesai menulis puisi, Anda dapat melakukan penilaian secara kritis terhadap puisi yang telah Anda buat. Bila perlu, puisi tersebut dapat dimodifikasi, direvisi, ditambah, atau dihilangkan bagian-bagian yang tidak sesuai. Evaluasi juga dapat dilakukan dengan membandingkan puisi Anda dengan puisi orang lain. Selain itu juga mendiskusikan puisi Anda dengan orang lain untuk mendapatkan masukan bagi penyempurnaan karya tersebut. Membaca langkah-langkah penulisan puisi di atas, tampaknya bukan hal sulit untuk menulis sebuah puisi. Oleh karena itu, Anda harus segera mencoba menulis puisi. Jangan ragu untuk memulai. Yang penting sebagai penulis pemula Anda dapat membangun sebuah makna yang utuh dalam puisi yang Anda buat, walau di sana sini ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Selamat mencoba.
http://kelasmayaku.wordpress.com/2011/09/11/menulis-puisi/

EMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN PUISI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KABUPATEN BOYOLALI Oleh : Muh Zuhri Muh. Zuhri. S 8401004.2005 Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Puisi di Sekolah Menengah Atas Negeri Kabupaten Boyolali (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Boyolali dan SMA Negeri 1 Andong). Tesis Surakarta : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) kemampuan guru merumuskan tujuan pembelajaran puisi, (2) kemampuan guru mengembangkan materi pembelajaran puisi, (3) kemampuan guru menggunakan metode dalam pembelajaran puisi, (4) kemampuan guru menggunakan media pembelajaran puisi, (5) kemampuan guru melaksanakan evaluasi pembelajaran puisi, (6) tanggapan siswa terhadap pembelajaran puisi. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Boyolali dan SMA Negeri 1 Andong, Boyolali, mulai bulan Oktober 2003 sampai dengan Mei 2004. Sumber data adalah informan yang terdiri atas 7 (tujuh) guru dan 30 (tiga puluh) siswa. Sumber data yang lain adalah peristiwa yaitu kegiatan belajar mengajar di kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung, wawancara, dokumentasi, dan angket. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan pengumpulan datanya dengan observasi langsung, angket, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur kegiatannya meliputi persiapan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan akhir. Teknik analisis menggunakan model analisis interaktif dengan komponen analisis reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Guru merumuskan

(4) Media pembelajaran puisi yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar antara lain papan kaset VCD. dan pekerjaan rumah. penulis mengangkat permasalahan yaitu (1) Bagaimanakah pola interaksi guru dan siswa kelas I SD Negeri Kedungpatangewu dalam pembelajaran membaca puisi anak? (2) Bagaimanakah karakteristik pembelajaran membaca puisi anak pada kelas I SD Negeri Kedungpatangewu? dan (3) Apakah karakteristik pembelajaran membaca puisi anak yang . guru juga melengkapi materi pembelajaran puisi dari buku pelengkap. Selain itu. tak terkecuali sastra anak-anak.(3) Metode pembelajaran puisi yang digunakan guru adalah metode ceramah. Universitas Negeri Semarang. (5) Evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar (6) Tanggapan siswa terhadap pembelajaran puisi pada umumnya bersifat positif. Jadi. Menyenangkan atau tidaknya suatu pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu pembelajaran. dan menimbulkan pikiran serta motivasi untuk berbuat sesuatu bagi manusia atau masyarakat itu. perlu diajarkan pada anak karena sastra adalah bagian dari budaya dan kehidupan kita sebagai manusia. PDF (Deskripsi Interaksi Siswa dan Guru dalam Pembelajaran Membaca Puisi Anak di Sekolah Dasar Kelas Rendah Melalui Teori Flander dan Larsen-Freeman.) Published Version Restricted to Registered users only Request a copy Abstract Membaca karya sastra khususnya puisi. kesulitan terletak pada penyesuaian tujuan pembelajaran puisi dengan waktu yang tersedia untuk kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh pola interaksi yang tercipta antara guru dan siswa serta karakteristik pembelajaran guru. Under Graduates thesis. Keterampilan membaca puisi anak memungkinkan seorang anak mendapat perasaan sebagai manusia atau masyarakat. http://digilib.uns. Data hasil analisis FIAC dianalisis kembali menggunakan teori observasi kelas Larsen-Freeman untuk mengenali karakteritik proses belajar-mengajar yang dilakukan guru dengan siswa selama pembelajaran membaca puisi anak. tanya jawab.id/pengguna. Berdasarkan latar belakang di atas.ac. Pola interaksi dianalisis menggunakan Flander’s Interaction Analysis Categories (FIAC). diskusi. pembelajaran membaca puisi anak di kelas rendah dituntut untuk menyenangkan dan menarik siswa. Masa kanak-kanak adalah masa bermain yaitu masa ketika seorang anak belajar dan mencari kesenangan dengan bermain. jumlah guru yang mengalami kesulitan dalam merumuskan tujuan pembelajaran puisi yakni 2 (dua) dari 7 (tujuh) guru. Rani Purwani Dewi .php?mn=detail&d_id=2027 Deskripsi Interaksi Siswa dan Guru dalam Pembelajaran Membaca Puisi Anak di Sekolah Dasar Kelas Rendah Melalui Teori Flander dan Larsen-Freeman. (2) Guru mengembangkan materi pembelajaran puisi dengan menggunakan buku paket sebagai sumber utama. tujuan pembelajaran bersifat operasional. 2101404602 (2009) Deskripsi Interaksi Siswa dan Guru dalam Pembelajaran Membaca Puisi Anak di Sekolah Dasar Kelas Rendah Melalui Teori Flander dan Larsen-Freeman. pemberian tugas. buku referensi. majalah dan koran.tujuan pembelajaran puisi dengan kurikulum.

(2) setiap pengajaran membaca puisi anak di kelas rendah harus menyenangkan dan tidak membosankan siswa. Guru harus memiliki prinsip ”bermain sambil belajar” karena menurut ilmu psikologi. Pernyataan tersebut dibuktikan oleh nilai rata-rata tes siswa yang tergolong dalam kategori baik yaitu sebesar 79.45%. Selanjutnya.18%.dilakukan guru SD Negeri Kedungpatangewu mampu meningkatkan kemampuan membaca puisi anak pada siswa kelas 1? Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan pola interaksi yang terjadi antara guru dan siswa kelas I SD Negeri Kedungpatangewu dalam pembelajaran membaca puisi anak berdasarkan teori interaksi kelas dari Flander. Data di atas mengindikasikan bahwa pola interaksi guru dan siswa bersifat multi arah. (3) Kesunyian (K) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 14.77%. dan penggunaan bahasa Jawa sebesar 6. (8) Rasio Tetap Siswa (RTS) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 0%. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa pola interaksi yang bersifat multi arah dan karakteristik pembelajaran yang menyenangkan sangat mempengaruhi penguasaan keterampilan membaca puisi anak pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar. terdiri dari guru sebesar 65.41%. Oleh karena itu.21%.id/1488/ . yaitu dengan mengadakan permainan misalnya sesekali guru mengajak siswa bernyanyi dan memasukkan pengalaman sehari-hari dengan catatan semua itu tidak melenceng dari materi pengajaran. namun tetap berpusat pada guru. Karakteristik pembelajaran membaca puisi anak di kelas 1 SD Negeri Kedungpatangewu mengindikasikan bahwa guru adalah orang yang bertugas menyediakan bahan pelajaran.56% untuk penggunaan bahasa Indonesia. (4) Rasio Respon Guru (RRG) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 32. dan (9) penggunaan bahasa antara siswa dan guru selama berinteraksi sebesar 93.53%.32%. terdiri dari guru 3. (5) Rasio Inisiatif Siswa (RIS) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 11. Guru sering mengadakan trik-trik khusus untuk membuat para siswa kembali semangat dengan cara membuat suasana proses pembelajaran menyenangkan bagi siswa kelas I SD. (7) Rasio Pergantian Konten (RPK) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 45. tetapi yang mengolah dan mencerna adalah para siswa sesuai dengan bakat.4. guru selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan ide/inisiatifnya agar siswa dapat berkembang. Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan menciptakan interaksi belajar mengajar yang mengesankan/menyenangkan antara guru dan siswa.34% dan siswa 28. http://lib. berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) para guru menciptakan pola interaksi multi arah dalam setiap pembelajaran agar siswa berkesempatan untuk menuangkan ide/inisiatifnya.45%. dan (3) untuk membuktikan keefektifan karakteristik pembelajaran membaca puisi anak yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca puisi anak pada siswa kelas 1 SD Negeri Kedungpatangewu.unnes. Kemudian hasil tes sikap siswa selama pembelajaran berlangsung memperoleh nilai rata-rata sebesar 83 atau termasuk dalam kategori sangat baik. dan latar belakang masing-masing. interaksi guru dan siswa berlangsung dalam suatu ikatan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran. kemampuan. (6) Rasio Respon Langsung Guru (RRLG) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 69. masa kanak-kanak adalah masa mencari kesenangan dengan bermain (tahap mainan) sehingga guru sesekali memasukkan permainan yang tidak melenceng dari materi pengajaran sastra.13% dan siswa 3. (2) Siswa Berbicara (SB) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 27. Artinya. Data penelitian menunjukkan bahwa (1) Guru berbicara (GB) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 48. (2) untuk mendeskripsikan situasi proses pembelajaran membaca puisi anak pada kelas I SD Negeri Kedungpatangewu berdasarkan teori analisis kelas Larsen-Freeman.62%.ac. Proses pembelajaran membaca puisi anak pada siswa kelas 1 SD Negeri Kedungpatangewu tergolong berhasil.44%. Interaksi yang terjadi antara guru dan siswa merupakan jenis interaksi edukatif.

Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini.... Guru yang bermutu. Disitu aku belajar. Terima kasih sekolah dan guruku....Sekolahku Nan Indah Top of Form Best Bottom of Form Kupandangi sekolahku yang indah menawan… Lama kupandangi tak terasa....... Untuk bekal muridnya nanti. Terima kasih sekolahku nan Indah Gunung Kau menjulang tunggi Di bawah sang surya Dan di atas hamparan sawah Pohon-pohon rindang menyelimutimu . Guru yang memberikan ilmu. Disitu aku mendapatkan ilmu..... Kau sangat berjasa kepadaku.... Banyak guru isinya..

....Awan-awan putih memperhatukanmu Hamparan sawah yang luas mengagumimu Dan aku terperangah melihat kemegahanmu Kau adalah karya tuhan yang maha besar Karya ilahi yang maha penguasa Kau adalah bangunan megah Yang dibuat oleh Yang maha kuasa Merapi Top of Form User Rating: Poor /7 Best Bottom of Form Di utara kota Yogya Ada sebuah kota Kota yang sederhana Magelang itu namanya Merapi.... Gunung yang tinggi Melebihi kembang melati Yang tidak tinggi Merapi yang ganas Dan sangat ganas Membuat hati teriris Melihat banyak orang menangis Apakah kau tak tahu .

kasih dan sayangmu padaku adalah jasa yang tak akan terbalas adalah hutang yang tak akan terbayar sungguh banyak yang telah aku terima Darimu . 01 April 2010 08:52 IBU .. sungguh kasihmu tak bertepi senyum dan bahagia di hati menyambut kehadiranku dipangkuan IBU ... wahai ibu IBU ..... sungguh luas kesabaranmu selama waktu mengandungku IBU .Korbanmu sedang pilu Melihat kampungnya penuh abu Yang berasal darimu Untukmu Ibuku Top of Form User Rating: Poor / 62 Best Bottom of Form Thursday...... pengorbananmu sungguh besar lelah raga tidak kau rasa IBU . hanyalah do'a yang kulantunkan semoga engkau tetap bahagia hanyalah maaf yang kupinta darimu karena aku banyak menyakitimu aku ingin engkau tahu aku mencintaimu Pahlawan Top of Form User Rating: Poor / 42 Best Bottom of Form Kau genggam bambu runcing di tangan kirimu .....

kau berperang melawan penjajah Terima kasih atas segala jasamu.khansa @gmail . Pahlawanku Ratrya Khansa Amira [ratrya.com] Lingkungan Top of Form User Rating: Poor / 101 Best Bottom of Form Wednesday. 09 December 2009 22:05 Lingkungan Kau tempat kami berpijak Tempat kami menghirup udara segar Dan menanam segala tanaman Lingkungan Kadang kau kotor layak tempat tak .Keringatmu mencucur deras di tubuhmu Di tengah teriknya sang mentari kau berperang Luka di tubuh kau anggap hanya biasa Di balik perperangan semangatmu selalu ada Di iringi do’a yang selalu menyertai Gemuruh bom penjajah memekakkan telinga Walau merintih kesakitan tetaplah kau berperang Meski dinding penjajah terus menghalangimu Tak kau rasa perasaan takut dan gentar Walaupun pertarungan ini amatlah berbahaya Tetap saja kau berperang karena itulah tekadmu Demi Indonesia. kau taruhkan nyawamu Demi merdeka.

.terurus Sampah yang punahkan bersihmu Kotoran punahkan indahmu Polusi hitamkan langitmu Akan tetapi. tentram Udaramu terputih bagai tak bernoda Sampahmu hilang Kotoran tak mengganggu indahmu Agar bumi terbebas dari ancaman Dari ancaman kematian dibumi karena adanya global warming Karya: Vivi <olivia2009 @plasa . Tanaman pancarkan kesegaran Bunga pancarkan wangimu Bagai kau tak tua Bagai udaramu tak terhitamkan Inginku mengubah semua Menjadi seperti itu Hijau..com Ikan Top of Form User Rating: Poor Oh ikanku Kau begitu indah / 30 Best Bottom of Form Ekormu sangat indah Badanmu berwarna-warni Dan saat aku melihatmu aku bermain denganmu terus Badanmu sangat lucu Saat melihatmu aku gemas Sehingga aku ingin melihatmu terus .

secara tidak langsung dia mempelajari puisi. Keseimbangan inilah yang memberi keindahan bahasa dan keindahan makna pada sesebuah puisi itu. nada atau sikap dan mesej. dan rima akhirnya tidak terikat lagi dengan bentuk tradisional. Definisi puisi yang dikemukakan oleh seorang penyair dan sekali gus sarjana sastera pula. Tema ialah idea utama yang hendak disampaikan oleh seseorang penyair dalam sesebuah puisi. disiarkan dalam Utusan Melayu. puisi Melayu moden tumbuh dan berkembang dengan pesat sekali. Kedua. Perasaan tersebut mungkin simpati. Panduan Penulisan Puisi Puisi yang bermutu ialah puisi yang mempunyai keseimbangan antara bentuk luaran dengan bentuk dalamannya. ekonomi. Dari segi bentuk. Namun. mendefinisikan puisi sebagai kata-kata terbaik dalam susunan yang terbaik. dan sebagainya. Untuk itu. mendefinisikan puisi sebagai pengucapan tentang perasaan ghairah yang imaginatif.. manusia dengan Pencipta. Pertama.. Kedua-dua ciri tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan tema dan kesannya kepada pembaca. Dengan ini. pasrah. sedih. kegiatan menulis puisi mula kelihatan jelas kembali. karya Harun Aminurrasyid yang tersiar dalam majalah Pujangga Baru. seseorang yang hendak menulis puisi mestilah mengambil kira aspek keseimbangan ini. Seterusnya Za’ba mengatakan bahawa karangan berangkap itu ialah karangan yang disusunkan dengan bahagian yang berkerat-kerat. struktur dasar yang merangkumi binaan baris dalam rangkap. Hal ini akan lebih jelas terlihat apabila alur sejarah pertumbuhan dan perkembangan puisi Melayu moden disusuri. Sejarah Awal Puisi Melayu Moden Secara Ringkas Penulis Melayu yang pertama menulis puisi Melayu moden ialah Omar Mustaffa. puisi setelah dibaca akan menjadikan kita lebih bijaksana. Wordsworth. curahan perasaan yang kuat secara spontan yang diingatkan kembali dalam suasana yang tenang. Bil. dan “Ibuku”. Baris. puisi ialah bentuk sastera yang kental dengan muzik bahasa serta kebijakan penyair dengan tradisinya. “Keluh Kesah”. Dia mestilah banyak membaca puisi. rangkap. Dia juga mestilah banyak membaca bahan bacaan yang lain untuk tujuan memperluas kosa kata dan mendapat idea untuk menulis puisi. juga seorang penyair Inggeris. benci. pemilihan kata. daripada sejumlah kecil definisi yang diberikan itu dapat memberikan ciri-ciri puisi yang bermutu tinggi. Nada ialah sikap penyair penyair terhadap pembaca. Oleh itu. sifat abstraknya seperti kecantikan ataupun keindahan bahasa dan kemerduan bunyi. Sejak Harun Aminurrasyid dan Pungguk menghasilkan puisi moden. Maka dengan gambaran yang cantik ini perkara yang dikatakan itu bertambah menarik hati orang yang mendengarnya. mengungkapkan persoalan semasa pada waktu itu.PUISI MODEN Definisi Puisi Moden Za’ba mendefinisikan puisi atau karangan berangkap sebagai. Judul puisi-puisi Pungguk itu ialah. kata konkrit. dan tipografi merupakan bentuk luaran puisi. Bentuk luaran ialah ciri-ciri yang membina sesebuah puisi tersebut. iaitu menyuarakan persoalan ekonomi dan politik. kasihan. iaitu Muhammad Haji Salleh. berlaku semacam kekosongan dalam penghasilan puisi moden. bahasa figuratif. “Selalu Merayu”. 18 Januari 1913. Pelbagai tema dan persoalan yang dikemukakan oleh para penyair yang bersesuaian dengan zaman mereka dan harapan mereka tentang hidup dan kehidupan ini yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia. Puisinya bertajuk “Angan-angan dengan Gurindam’.T.”khas dipakai untuk melafazkan fikiran yang cantik dengan bahasa yang indah dan melukiskan kemanisan dan kecantikan bahasa. perasaan. dan politik. Definisi puisi yang dikemukakan oleh Za’ba lebih merupakan definisi dari sudut pandangan seorang pengkaji. dia juga mestilah memiliki kesabaran dan bersedia untuk menyendiri. Dari segi isinya. kemanusiaan. Mac 1934. Disember 1933. Antara tema dalam puisi termasuklah keagamaan. Daripada penyair Inggeris di Barat pula. kedudukan suku kata dalam baris dan susunan rima. dan manusia dengan alam. Pada tahun 1934. marah. Dalam kelima-lima buah puisi ini telah ditemui penyimpangan daripada peraturan puisi-puisi Melayu tradisional yang ketat. biasanya berentak . Dia juga mestilah sering menghasilkan puisi sebagai latihan untuk menimbulkan keterampilan dalam penulisan puisi. sifat konkritnya. dan antara sekerat dengan sekerat itu biasanya berjodoh bunyi atau rentaknya atau isinya. bunyi. Masih banyak lagi definisi puisi yang dikemukakan oleh pengkaji puisi dan penyair. kedudukan suku kata dalam baris. “Pujukan hati”. Sejak tersiarnya puisi yang memperlihatkan pembaharuan atau pemodenan pada bentuk dan isinya. Definisi puisi yang dikemukakan oleh Za’ba di atas memperlihatkan dua ciri utama puisi. “Tak Disangka-sangka”. Ciri-ciri ini dapat dilihat. kata abstrak. Dalam segala sifat kekentalannya itu.Aku akan memeliharamu teus Sehingga aku tidak ingin meninggalkanmu BIMBINGAN BERKARYA . Ini berdasarkan puisi “O Sariku”. Sikap penyair mungkin menggurui. Perasaan ialah suasana perasaan penyair yang diikutsertakan dalam puisi dan dapat dihayati oleh pembaca. Hanya pada awal-awal tahun 1930-an. serta kebanyakan memakai timbangan atau sukatan yang tertentu. karya banyak penyair. Semua ini merupakan sebahagian kecil tuntutan yang diperlukan sebagai persediaan untuk seseorang itu menulis puisi. 6. penyimpangan bahasa. dan nasionalisme. S. Puisi ini dari segi bentuk dan isinya telah jauh menyimpang daripada puisi Melayu tradisional – pantun dan syair terutamanya. . Persediaan Menulis Puisi Seseorang yang hendak menulis puisi haruslah pula mempersiapkan dirinya. Pungguk menghasilkan lima buah puisi sekali gus dan disiarkan dalam Majalah Guru. Struktur dalaman puisi terdiri daripada tema. Coleridge. susunan baris.

membaca puisi. Menulis Puisi dengan Cara Menguraikan Nama Diri Oleh Retno Utami Salah satu materi pembelajaran Bahasa dan sastra Indonesia yang dianggap sulit oleh siswa SMP atau SMA adalah Puisi. karena bila tidak. c. memaknai puisi. Setiap manusia mulai dikenal oleh orang lain mulai dari namanya. Karena itulah menulis puisi dengan cara seperti ini akan menjadi pengalaman bermakna bagi siswa. Salah satu cara yang cukup mudah dan menyenangkan adalah dengan cars menguraikan nama diri. Mesej ialah perkara yang mendorong seseorang penyair itu menulis puisi. (3) Menguraikan tiap huruf awal nama. (4) membaca dan mengoreksi kembali kata-kata yang sudah ditulis dengan cars: membuang kata-kata yang tidak penting. tetapi Raut mukaku masih berantakan layaknya kapal yang terombang-ambing di samudra luas Ingin segera rasanya membenahi diriku. Contoh Puisi karya Pratiwi. (2)Menguraikan nama diri secara vertikal. Nama juga menjadi sesuatu yang sakral. kelas XG Rahasiaku Perasaan yang tertutup kepadamu Rasanya tak mudah aku bongkar Andai aku berani Tidakkah itu suatu mukjizat Impian sempurna bagaikan bintang bersinar Walaupun satu dua kata menggantung di bibir Indah terucap bagikan fatamorgana Komentar siswa: Saya tidak mengira ketika sebuah nama bisa dijadikan puisi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa di kelas adalah sebagai berikut: (1) Menentukan terra dan judul puisi. Contoh puisi karya Siti Zulaikha kelas XG Siti Zulaikha Sebuah nama sebuah cerita dari ayah dan bunda Indah tak berarti intan . a. Nama yang kita sandang adalah juga doa orang tua kita. Selama ini saya belum pernah membuat puisi dari sebuah nama. dll.mengejek. Hal ini akan sangat penting untuk langkah selanjutnya dalam memahami puisi. Nama adalah sesuatu yang sangat dekat dengan diri kits. dan menceritakan sesuatu kepada pembaca. (6) merayakan dan memberikan penilaian terhadap karya siswa. kelas XG Fajar telah terbit.apalagi menulis puisi.. Mulai dari menganalisis puisi. Nama yang diberikan oleh orang tua kita sudah melalui proses pemikiran yang sangat panjang. Ternyata cukup unik juga membuat puisi dengan cara ini. memasukan ungkapan/gaya bahasa. menyusun tipografi puisi dengan bentuk yang lebih kreatif. menghangatkan bumi ini Akupun segera terbangun dari kematianku sesaat. 'tuk mengubah nasibku. Berikut ini disajikan beberapa contoh puisi karya siswa dengan cara menguraikan nama diri siswa dan komentar mereka setelah membuat puisi tersebut. mengganti kata-kata sehingga didapatkan rima yang lebih baik. (6) memperbaiki kembali puisi berdasarkan hasil komentar teman sekelas. Contoh puisi karya Fariz. menasihati. b. Guru berusaha mencari cara yang paling mudah dan menyenangkan untuk mulai membuat puisi.(5) membacakan puisi di hadapan siswa lainnya. Zaman akan menelanku di tengah kesengsaraan ini Komentar siswa: Ini pertama kalinya bagi saya menulis puisi dari hati dan benar-benar tanpa beban. mengganti kata yang biasa dengan kata lain yang semakna tetapi lebih indah dan sesuai dengan puisi. Mesej tersirat di sebalik tema yang diungkapkan.

. tidak di rumah. Membuat puisi dengan menjabarkan nama akan membuat lebih kreatif clan pintar dalam memilih clan merangkai kata. Ummi. Kalaupun dirasa sulit menemukan kata-kata yang tepat dan sesuai dengan nama mereka. Justru sebagian besar siswa merasa bahwa cara seperti ini berbeda/unik dan siswa merasa semakin bangga dengan namanya yang ternyata seindah puisi. Senang sekali bisa mengartikan nama sendiri dalam sebuah puisi. Sehingga keaslian karya siswa tetap terjaga.. maka dapat dipakai nama panggilan saja atau nama pendek. Kendala yang dihadapi adalah dibutuhkan waktu yang agak lama (2/3 kali pertemuan @ 2 jam pelajaran) .Tetap bersahaja tetap rupawan llmu diasahnya demi Sang Khalik Sang Maha Pencipta Zaada rafi'la tanzil Untuk kemuliaan demi kesempurnaan Lahiriyah dan batiniah Abi. Bisa memahami kata demi kata. Cara ini sangat dekat dengan kondisi siswa clan sangat menyenangkan... . d. Contoh puisi karya Fitri Mutiah Sappewali Kelas XG Sedetik Firasatku tidak tergugah Itu hanya hal biasa Tetapi tidak setelah semuanya Rupa dirinya berarti Istimewa. Kendala yang di hadap siswa secara umum tidak ada. Hal tersebut disebabkan puisi dibuat di kelas. Berdasarkan contoh dan komentar siswa tersebut dapat diambil satu kesimpulan bahwa menulis puisi dengan cara menguraikan nama diri siswa sangat berarti bagi pemahaman siswa terhadap puisi itu sendiri. Jika nama lengkap seorang siswa terlalu panjang. Tetapi itu membuat saya bisa berimajinasi lebih. Pengalaman menulis puisi dengan cara ini akan menjadi pengalaman berharga bagi siswa. Penulis telah melakukan cara tersebut terhadap beberapa kelas X di SMA YPK. itulah tantangannya sehingga siswa lebih kreatif. Insya Allah dalam umur yang berpacu tumbuh Ku'kan terus berjuang untukmu Hingga Akhir hayatku Komentar siswa: Membuat puisi dengan nama saya sendiri memang sedikit susah. hanya sebatas waktu Meninggalkanku sedetik lagi Untaian cukup pahit Tiada suatu kata terurai Itu yang terus menghantuiku Aku masih bernyawa Hanya sekedar diam dan melihat Siapa aku baginya Aku tak tahu jawabannya Pertanyaan yang tak 'kan terjawab Pergi dan belum pernah berkata sedikitpun Entah mengapa tak bosan 'tuk dilakoninya Wajah penuh dengan curiga Aku hanya bisa berkata dalam hati Lupakan secepatnya Itu akan terlihat lebih indah Komentar siswa: Lebih susah untuk mencari kata-kata yang pas clan sesuai dengan huruf awal. kemudian memadukan satu kalimat dengan kalimat lainnya.

. Cara yang aneh memang tapi kalo menurutku sih bisa menghasilkan puisi yang keren. . jiwai setiap kata dan kalimat yang kamu tulis. Dijamin tulisanmu akan bikin orang laen tersentuh karena puisi tersebut bener-bener ngungkapin apa yang kamu rasaen dan timbul dari dalem hatimu. buruan ambil kertas dan pulpen atau buruan menuju komputer. Kalo tiba-tiba kamu inget sama mantanmu. Tulis langsung apa yang kamu rasakan dan seruan-seruan yang ada di dalam hatimu. Kalo bisa sih. sepi dan kalo bisa sih tempat tersebut bisa ngingetin kita sama topik puisi yg kita buat.. dalam pengajaran puisipenggunaan metode dan teknik mengajar yang bervariasi sangat diperlukan. Mengajar Puisi: Hem . Tulis puisi tersebut di saat perasaanmu lagi sensi. terkadang membuat pengajaran puisi menjadi tidak menarik siswa. Cari tempat yang tenang. Kentara banget loh perbedaan puisi yang dibuat cuma asal-asalan dan puisi yang dibuat pake hati. sangat Mengasyikkan Posted by edris ernawan 17:47. Kalo ini cara yang optional karena aku yakin hanya orang-orang tertentu saja yang bisa nulis puisi dengan cara ini.(Juara 2 Lomba Penulisan Inovasi Pembelajaran Kategori Guru SMP dalam Rangka Hari Guru yang diselenggarakan Yayasan Pupuk kaltim November 2009) 1. Karenanya. Dijamin puisinya bakalan bagus. 2.. 3. Pasti nulisnya jadi lancar. Nulis sambil merem.wow tentu pengajaran akan menjadi macet dan tidak menggairahkan. Sifat ambiguitas dalam menafsirkan puisi dan diksi yang ada. coba deh kamu bikin puisi tsb di tempat yang pernah kamu dan mantanmu datengin.. Teknik epigonal ini pada dasarnya adalah teknik pengekoran terhadap puisi-puisi yang telah ada. Misalkan kita pengen bikin puisi tentang patah hati karena ditinggal pacar. under sastra | No comments Salah satu kompentensi dasar pada pelajaran Bahasa Indonesi di kelas tujuh adalah menulis puisi. Salah satu diantaranya adalah teknik epigonal. Sebenarnya ada banyak teknik mengajarkan puisi yang bisa diterapkan. Sebagaimana kita ketahui puisi merupakan salah satu jenis bentuk karya sastra di samping prosa dan drama. 4. 5.. Apalagi jika berhadapan dengan siswa yang memang sudah antipati dengan puisi ..

bisa tema kesedihan. Engkau sungguh pahlawan bangsa Bersusah payah bekerja Mendidik generasi bangsa Agar menjadi generasi yang pintar. Tidak ada satu jam pelajaran. Pada langkah ini siswa dibebaskan mencari kata lain lain selain yang telah mereka dapatkan pada langkah-langkah sebelumnya. Langkah berikutnya adalah siswa diminta mengkalisifikasikan kata-kata yang telah mereka peroleh pada langkah kedua dan mereka harus memilih katakata yang sesuai atau ada kaitannya dengan tema yang akan mereka tuangkan dalam sebuah puisi. tema bebas dan diambil dari pengalaman mereka. wow sangat luar biasa. mereka sudah memiliki puisi karya mereka. yang bisa memajukan negera kita tercinta . cinta. salah satunya adalah puisi yang berjudul Guru yang ditulis oleh Melia Nur Aini kelas VII B MTs Negeri Prambanan.. keindahan alam dan seterusnya. Langkah berikutnya. siswa diwajibkan mencari tema yang akan dituangkan dalam sebuah puisi. • • • Ketika langkah-langkah itu saya terapkan. Langkah terakhir adalah membuat puisi sesuai dengan tema yang telah mereka tentukan dan dengan diksi yang telah mereka dapatkan pada langkah-langkah sebelumnya. Klaten Guru Pengabdianmu sangat besar Bersama langkah perjuanganmu Membasmi orang-orang yang tidak berilmu Guru. Sehingga anak mendapatkan banyak diksi yang secara langsung berkaitan erat dengan rasa yang pernah mereka alami...Langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam menerapkan teknik ini antara lain: • • Pertama anak diwajibkan membuka dan membaca beberapa puisi yang telah disediakan (misalnya puisi-puisi yang ada dalam buku pegangan siswa). anak mencatat kata-kata yang berkesan dan menarik hati dan sesuai dengan perasaan yang pernah mereka alami dalam kehidupannya. kemanusiaan.. Setelah mendapat beberapa diksi itu.

.. PDF ((ABSTRAK) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009) . engkau pantas menyandang gelar karena berbagai gelar di negara ini di dunia ini engkau yang menggelar Tetapi.. Under Graduates thesis. Universitas Negeri Semarang. Guru. 2101405599 (2009) (ABSTRAK) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009.alangkah bodohnya kita yang selalu menghina membesarkan kepala berjalan congkak membohongi otak seperti orang yang tak berilmu (ABSTRAK) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009 Indah Fitriya Dwi S..Published Version Download (51Kb) Abstract ..agar menjadi negara yang makmur ..

Salah satu bentuk tulisan kreatif adalah puisi.9. Siswa yang sebelumnya merasa bosan dengan kegiatan pembelajaran menulis puisi menjadi lebih tertarik dan bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa hanya disuruh menulis puisi tanpa adanya dorongan dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulils puisi menggunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dan untuk mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah digunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis puisi menggunakan media gambar dengan teknik evaluasai langsung. Oleh karena itu masalah tersebut perlu diatasi dengan menggunakan media gambar dengan ternik evaluasi langsung. terutama menulis puisi. yaitu: (1) Seberapa besar peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang dengan menggunakan media gambar dengan teknik Evaluasi Langsung?. skor rata-rata kelas meningkat sebesar 8. sedangkan pada siklus I dan siklus II menggunakan teknik tes dan nontes. peneliti menyarankan agar guru menggunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dalam kegiatan pembelajaran menulis puisi. dan siklus II. (2)Bagaimanakah perubahan perilaku siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang setelah diterapkan media gambar dengan teknik Evaluasi Langsung dalam pembelajaran menulis puisi?. peneliti ini mengangkat permasalahan. siswa kurang kreatif dalam menulis. yaitu tahap prasiklus. 2101405599 (2009) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA . PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009 Indah Fitriya Dwi S. Keterampilan menulis pada dasarnya adalah keterampilan dalam merangkum atau menyusun kata-kata sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. siklus I. Subjek dari penelitian ini adalah keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang. jurnal. Pada siklus I. wawancara. media atau taknik tidak ada yang menarik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. Sedangkan pada siklus II.12. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoretis dan praktis. Tetapi pada kenyataan di sekolah. Skor rata-rata kelas pada tahap prasiklus sebesar 58.65.22 menjadi 67. untuk menambah khasanah ilmu bahasa. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu penggunaan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dan peningkatan keterampilan menulis puisi. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap. Terakhir ditujukan kepada para peneliti agar ada penelitian lanjutan dari penelitian ini dengan menggunakan media dan teknik yang lain. serta memadukan antara teori dengan praktik.25 menjadi 76. rata-rata kelas meningkat sebesar 9. Cara ini akan mendorong siswa untuk terampil menulis puisi. Teknik ini memungkinkan dapat membuat suasana pembelajaran yang menarik dan meningkatkan keterampilan menulis puisi. melatih siswa untuk belajar aktif dan kreatif.Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa. hal ini merupakan salah satu pembelajaran tidak maksimal dan tujuan pembelajaran kurang berhasil. Setelah digunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung terjadi perubahan perilaku siswa. Teknik nontes yang digunakan adalah observasi.. Pengumpulan data pada tahap prasiklus menggunakan teknik tes. Alasan siswa kurang terampil menulis puisi salah satunya adalah teknik pembelajaran menulis puisi atau kurang menarik. Berdasarkan paparan di atas.

Sedangkan pada siklus II.22 menjadi 67. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulils puisi menggunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dan untuk mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah digunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung. serta memadukan antara teori dengan praktik. peneliti ini mengangkat permasalahan. yaitu tahap prasiklus.Published Version Restricted to Registered users only Request a copy Abstract Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Skor ratarata kelas pada tahap prasiklus sebesar 58. media atau taknik tidak ada yang menarik. wawancara. Siswa hanya disuruh menulis puisi tanpa adanya dorongan dari guru. Siswa yang sebelumnya merasa bosan dengan kegiatan pembelajaran menulis puisi menjadi lebih tertarik dan bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran. Tetapi pada kenyataan di sekolah. Alasan siswa kurang terampil menulis puisi salah satunya adalah teknik pembelajaran menulis puisi atau kurang menarik. peneliti menyarankan agar guru menggunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dalam kegiatan pembelajaran menulis puisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis puisi menggunakan media gambar dengan teknik evaluasai langsung. Salah satu bentuk tulisan kreatif adalah puisi. siklus I. PDF (PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009) . Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu penggunaan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dan peningkatan keterampilan menulis puisi.65. Under Graduates thesis. (2)Bagaimanakah perubahan perilaku siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang setelah diterapkan media gambar dengan teknik Evaluasi Langsung dalam pembelajaran menulis puisi?.KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009. Setelah digunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung terjadi perubahan perilaku siswa.12.9. Teknik nontes yang digunakan adalah observasi. terutama menulis puisi. sedangkan pada siklus I dan siklus II menggunakan teknik tes dan nontes. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. Pada siklus I. Berdasarkan paparan di atas. rata-rata kelas meningkat sebesar 9. siswa kurang kreatif dalam menulis. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoretis dan praktis. melatih siswa untuk belajar aktif dan kreatif. Subjek dari penelitian ini adalah keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang. jurnal. Terakhir ditujukan kepada para peneliti agar ada penelitian . Oleh karena itu masalah tersebut perlu diatasi dengan menggunakan media gambar dengan ternik evaluasi langsung. Universitas Negeri Semarang. skor rata-rata ix kelas meningkat sebesar 8. yaitu: (1) Seberapa besar peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang dengan menggunakan media gambar dengan teknik Evaluasi Langsung?. Cara ini akan mendorong siswa untuk terampil menulis puisi.. Pengumpulan data pada tahap prasiklus menggunakan teknik tes. Teknik ini memungkinkan dapat membuat suasana pembelajaran yang menarik dan meningkatkan keterampilan menulis puisi. dan siklus II.25 menjadi 76. hal ini merupakan salah satu pembelajaran tidak maksimal dan tujuan pembelajaran kurang berhasil. Keterampilan menulis pada dasarnya adalah keterampilan dalam merangkum atau menyusun kata-kata sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Tujuan penelitian ini adalah melihat dampak dari penggunaan metode demonstrasi terhadap keefektifan pembelajaran dan peningkatan minat serta pengembangan bakat apresiasi puisi pada siswa SMP. kurikulum. sehingga pendengar puisi akan merasakan kenikmatan dan kepuasan saat puisi tersebut di baca. Dalam penelitian ini. pengajaran. Keterlibatan berbagai unsur penting yang saling terkait di antaranya unsur guru. keatraktifan dalam membaca puisi. penulis menggunakan metode survey karena penulis ingin mengungkapkan masalah yang aktual. dengan memperlihatkan penjiwaan. yaitu tentang pembelajaran puisi dengan menggunakan metode demonstrasi. sehingga pusi tersebut seolah-olah hidup saat dibaca.. juga untuk mengukur keefektifan pembelajaran puisi. Kesempurnaan sebuah puisi dapat terlihat ketika seseorang mampu membacanya dengan baik. ekspresi. akan sangat mendukung terciptanya keefektifan dalam tercapainya tujuan pendidikan.lanjutan dari penelitian ini dengan menggunakan media dan teknik yang lain. sehingga siswa memperoleh gambaran bagaimana cara membaca puisi yang baik. Apabila pembelajaran guru memberikan contoh semaksimal mungkin dalam membaca puisi yang baik dan penuh keatraktifan. Pendahuluan Puisi merupakan ragam karya sastra yang tercipta melalui bentuk tulisan. sarana dan prasarana. dirangkai seindah mungkin dengan menuangkan kata-kata puitis dan pemilihan kata konotasi yang memiliki nilai rasa tinggi. PEMBELAJARAN PUISI DENGAN MENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI (Survey Pada Siswa Kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak Tentang Minat Terhadap Apresiasi Puisi) Oleh Mohamad Soleh 14 November 2011 Share ABSTRAKS Kata Kunci: Meningkatakan Apresiasi puisi menggunakan metode demonstrasi. metode. untuk menambah khasanah ilmu bahasa. baik dari segi estetis maupun makna etika bahasa. Hasil penelitian yang penulis lakukan di kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak memeberikan gambaran bahwa minat siswa terhadap apresiasi puisi dipengaruhi oleh ketepatan pemilihan metode guru pada waktu pembelajaran puisi. baik faktor dari segi guru maupun dari siswa sendiri. A. ekspresi dari wajah si pembaca yang . Metode demonstrasi merupakan metode yang dinilai paling efektif untuk penyampaian materi apresiasi puisi khususnya berkaitan dengan cara-cara membaca puisi yang baik dan benar. yang akan menjadi pedoman bagi siswa untuk meniru cara-cara membaca puisi yang benar. Metode demonstrasi ini adalah metode atau teknik pengajaran puisi yang dilakukan dengan cara guru memberikan contoh membaca puisi yang baik dan benar. Kurangnya minat terhadap pembelajaran sastra khususnya puisi. antara lain disebabkan oleh pembelajaran sastra yang kurang menarik. Kesempurnaan sebuah puisi akan tercipta manakala dibacakan dengan penuh penjiwaan. Berbagai faktor mempengaruhi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang: keefektifan pembelajaran puisi dengan menggunakan metode demonstrasi di kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 SMP Kabupaten Lebak.

tidak ada penjiwaan. seperti pementasan puisi. perlombaan-perlombaan membaca puisi. tujuan pengajaran puisi adalah agar siswa dapat membacakan puisi dengan penuh ekspresif. 3. Hal ini bisa terwujud manakala seseorang memiliki tingkat apresiasi sastra yang cukup. Di samping itu. Penggunaan metode demonstrasi menurut salah satu guru SMP di Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak memang dinilai efektif sebagai media penyampain materi puisi. Tujuan pengajaran puisi diberikan. Kenyataan yang sering ditemui adalah. berkaitan dengan proses belajar mengajar khususnya pelajaran apresiasi puisi. berbentuk simbol-simbol kata. tetapi hasilnya belum menunjukkan persentase yang memuaskan. Tidak diberikan kesempatan melihat ataupun ikut perlombaan mencipta dan membaca menarik. Karya sastra dianggap mampu membuka pintu hati pembacanya untuk menjadi manusia berbudaya. imajinatif dan memberikan daya tarik yang kuat bagi penonton sehingga puisi tidak lagi dibacakan dengan cara monoton. sehingga puisi tidak sekadar dibaca dengan cara yang menoton dan membuat jenuh suasana. serta diakhiri dengan cara-cara mengapresiasi dan pengekspresian puisi dengan baik. Di sisi lain lemahnya pembelajaran puisi. siswa dalam membaca puisi masih terasa dangkal. Kurang adanya minat siswa terhadap puisi 2. karena materi tersebut tercantum di dalam kurikulum sekolah. dan diskusi untuk mengulas materi apresiasi puisi secara berkelompok. khususnya di bidang apresiasi puisi. Artinya ia mampu menangkap pernak-pernik makna yang tersirat dalam karya puisi dan sanggup menikmati menu estetika kata yang terhidang di dalamnya. yakni manusia yang responsif terhadap lingkungan komunitasnya dan berusaha menghindari perilaku negatif yang bisa menodai citra keharmonisan hidup. Dunia sekolah merupakan dunia yang tepat untuk mensosialisasikan puisi kepada siswa. Penulis mengamati beberapa kemungkinan masalah yang timbul dalam pengajaran puisi adalah : 1. Metode yang tepat dalam pelaksanaan pengajaran harus terus diasah dan dikembangkan.benar-benar imajinatif. puisi. Guru yang kurang pandai dalam mendemonstrasikan pembacaan puisi yang Kemampuan mengapresiasi puisi di kalangan siswa kurang mendapat perhatian baik dari guru bahasa indonesia maupun guru bidang studi lainnya yang mendukung. mampu menggetarkan rasa pada diri penonton. agar pengajaran puisi tidak mengalami kegagalan. Puisi adalah bagian dari karya sastra yang wajib diperkenalkan atau disampaikan kepada siswa. penobatan-penobatan terhadap penyair. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi apresiasi puisi di antaranya memang juga menggunakan metode demonstrasi di samping divariasikan dengan metode ceramah sebagai alat penyampai informasi. Pengajaran puisi adalah suatu proses pemberian materi dalam bentuk sebuah rangkaian tulisan yang memiliki makna konotatif. Keberadaan pembelajaran puisi di sekolah harus diakui masih sangat minim dan kurang atraktif. dan nilai-nilai estetis tinggi. bahkan harus dijadikan sebagai wadah untuk mengembangkan bakat siswa. sehingga dapat menyentuh rasa para penikmat puisi. karena peran guru yang kurang maksimal dalam mendemonstrasikan membaca puisi yang benar. Penulis mengadakan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia. Bentuk-bentuk apresiasi terhadap puisi merupakan wadah untuk memberikan suatu penghargaan terhadap karya sastra. guru bahasa indonesia SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten . akan memberikan kebanggaan yang mendalam. Apabila dilihat dari segi pendidik. dengan harapan siswa mampu menciptakan karya puisi yang memiliki bahasa puitis.

perihal mengajar. cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. memeragakan ulang segala sesuatu yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan kepada siswa. segala sesuatu mengenai mengajar. baik sebenarnya maupun tiruan. mengenal. cerpen. perbuatan mengajar atau mengajarkan. Sastra menurut Fanamie adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik yang didasarkan aspek kebahasaan maupun aspek makna. pementasan drama. televisi maupun di panggung terbuka. terus terang. dan penuh imajinasi (daya bayang) dengan bahasa yang khas pula. menikmati ataupun memberikan penilaian pada kegiatan membaca puisi. Aminuddin(1987) mengungkapkan kembali bahwa definisi apresiasi sastra secara langsung adalah kegiatan mengapresiasi sastra pada performansinya. sungguh-sungguh. melalui cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan guna mencapai tujuan yang diinginkan. B. demikian pendapat yang disampaikan oleh Djamarah. situasi. diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Suatu kegiatan yang bernilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. peringatan (pengalaman. Hanya saja guru dalam memberikan contoh membacakan puisi. atau benda tertentu yang sedang dipelajari. Metode demonstrasi menurut Djamarah dan Zain adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memeragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses. Kajian Teori Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(1997) dituangkan bahwa metode adalah cara yang teratur untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Definisi apresiasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(1997) adalah kesadaran terhadap nilai seni dan budaya. proses. 3. baik di radio. kurang adanya fantasi saat membaca puisi. . misalnya saat Anda melihat.Lebak di pandang cukup kompeten dalam penyampaian materi puisi. Kesimpulan yang dapat penulis sampaikan bahwa pengajaran adalah suatu proses kegiatan pembelajaran formal dengan acuan kurikulum sebagai pedoman dalam pencapaian tujuan pendidikan Nasional. memahami. (2003 : 102) Dari ungkapan tersebut penulis menyimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah suatu proses memberikan contoh kepada siswa berkaitan dengan materi yang akan disampaikan agar siswa dapat meniru. Pengertian pengajaran dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu : 1. Efffendi mengungkapkan bahwa apresiasi sastra adalah perwujudan pengalaman-pengalaman sastrawan atau pujangga yang diungkapkan dengan jujur. peristiwa yang dialami atau dilihatnya). Pada penelitian ini penulis mencoba melakukan jajak pendapat terhadap siswa di lima sekolah Wilayah Bina 1 SMP Kabupaten Lebak tentang bagaimana keefektifan metode demonstrasi dalam pengajaran puisi sebagai upaya meningkatkan kemampuan mengapresiasi puisi. Pemahaman yang dapat disimpulkan yaitu apresiasi khususnya di bidang puisi adalah cara menikmati dan memahami kajian-kajian dalam pernak-pernik puisi yang disampaikan oleh penyair sekaligus memberikan penghargaan terhadap puisi dengan cara pembacaan yang atraktif sehingga kesempurnaan puisi nyata dinikmati oleh penikmat puisi. cara. 2.

2. SMPN 2 dan SMPN 3 Cibadak. hasilnya diolah dalam bentuk persentase untuk memperoleh kesimpulan akhir. Puisi itu sendiri menurut Ahmad Syubhanuddin(2005) adalah hasil proses kreatif penyair melalui penjelajahan empiris (unsur pengalaman). Metode tersebut dalam penelitian menjadi tolok ukur untuk mengetahui minat siswa terhadap puisi sebagai dampak dari keefektifan pengajaran puisi dengan menggunakan metode demonstrasi yang dilakukan guru. estetis (unsur keindahan). khususnya puisi dan pengalaman siswa terhadap proses pembelajara tersebut. namun yang dijadikan populasi sebanyak lima sekolah. sedikitnya penulis dapat memperoleh gambaran tentang minat siswa terhadap apresiasi puisi Beberapa Informasi mengenai pengajaran apresiasi puisi dan minat siswa yang penulis peroleh yaitu di antaranya: 1. penulis memberikan angket kuisioner mengenai proses pembelajaran sastra. Penulis membagi dua kelompok pertanyaan untuk mengetahui mengenai kegiatan pembelajaran puisi : 1. minimal siswa bisa mengaplikasikan teori – teori mem. Pertanyaan mengenai minat siswa terhadap pengajaran apreasi puisi . Populasi Dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak yang berjumlah 12 SMP. matra. Metode dan Teknik Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Survay. baik oleh pengajar maupun siswa. Berbagai faktor dan kendala yang dihadapi.baca puisi dalamkonteks pelaksanaanya secara benar. rima. Di bawah ini adalah hasil angket apreasi puisi kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak. Deskripis Data dan Analisis Pengisian angket yang di berikan kepada siswa. serta penyusunan lirik dan bait. D. Memang bukan suatu hal yang mudah unutk dipaksakan kepada siswa agar menyenangi pelajaran puisi. Apabila siswa tidak memiliki bakat yang kuat. Pengambilan sampel didasarkan kepada tingkat variatif siswa dengan karakteristik yang mengacu pada prestasi siswa di kelasnya. Dalam mengumpulkan data penelitian. C. Keempat puluh empat siswa tersebut adalah yang dijadikan responden sebagai sumber data primer penelitian. E. bertujuan untuk menjaring dan mengetahui minat serta bakat siswa terhadap apreasi puisi. Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman siswa dalam pembelajaran puisi. Penulis perlu mengetahui seberapa besar siswa memiliki minat terhadap pengajaran puisi. berpengaruh besar terhadap siswa dalam menumbuhkan minat untuk menyenangi puisi.Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama. yakni siswa SMPN 1. Sedangka sampel diambil sebanyak 44 siswa dari populasi sasaran secara acak. demikian definisi puisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Setelah memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pengajaran apresiasi puisi. dan analistis (unsur pengamatan). Analisis Pengajaran Apresiasi Puisi 1) Pertanyaan yang penulis ajukan adalah: Pernakah kamu mendapat Pengajaran Apresiasi Puisi? . SMPN 1 dan SMPN 4 Rngkasbitung di wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak.

7% atau sebanyak 10 siswa.4% atau 5 siswa yang menjawab tidak perlu. 7) Penulis mengajukan pertanyaan lebih lanjut yaitu: Berhasilkah gurumu menumbuhkembangkan bakat siswa dalam membaca puisi.Seluruh responden yang berjumlah 44 orang menjawab Pernah. sementara yang menjawab tidak pernah juga sebanyak 50% atau 22 siswa.7% atau sebanyak 21 siswa menyatakan jarang-jarang.8% atau 25 siswa menjawab puisi konvensioanal.5% atau sebanyaka 9 siswa. yaitu sekitar 88. Penulis juga mengajukan pertanyaan : “Pernahkah gurumu menyampaikan pelajaran puisi dengan menggunakan metode demontrasi? siswa yangmenjawab pernah sebanyak 50% atau 22 anak.1% atau 15 siswa. 50% atau 22 responden. 56. 3) Pertanyaan ketiga : Metode apa yang digunakan guru dalam menyampaikan pengajaran puisi? Jawaban yang menyatakan ceramah. sementara sisanya adalah menjawab tidak pernah yaitu 0.dan yang menyatakan jawaban lain-lain adalah 20% atau 9 siswa. 4) Penulis memberikan pertanyaan : Menyenangkankah gurumu dalam memberikan pelajaran puisi? Responden yang menyatakan menyenangkan berjumlah 34. Ini menunjukan bahwa siswa kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak semua pernah mendapatkan pengajaran apresiasi puisi. Puisi memang merupakan mata pelajaran yang tercantum pada kurikulum.6% atau sejumlah 39 siswa. dengan menggunakan metode yang dipakainya? 22.Analisis Minat siswa Terhadap Pengajaran Apresiasi Puisi . menyatakan berhasil.9% atau sejumlah 4 siswa. 47.7% atau sejumlah 10 siswa.8% atau 3 siswa menjawab tidak pernah. 9) Pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah kamu menyenangi pelajaran puisi? Sebanyak 56. 06. mata pelajaran sastra. 5) Apakah gurumu selalu memberikan contoh cara membaca puisi yang baik? 45.8% atau sebanyak 25 siswa menyenangi puisi. khususnya puisi. Dengan demikian.% atau 20 responden. Sementara yang menjawab tidak menyenangi yaitu sebanyak 19 siswa atau 43. sementara 47. wajib disampaikan kepada anak didik. 10) Lebih lanjut Penulis mengajukan pertanyaan: Menurutmu perlukah di sekolah mendapat pelajaran apresiasi puisi Rata-rata mereka menyatakan jawaban perlu.5% atau 19 responden menjawab puisi jenis kontemporer. 8) Sesuai dengan judul yang penulisangkat “ Penggunaan Metode Demontrasi dalam pengajaran Puisi”. sementara sejumlah 77. 2) Pertanyaan yang berikut adalah : Jenis puisi apakah yang sering diajarkan oleh gurumu? Dari Jumlah siswa sebanyak 44 orang. 2. yang menyatakan diskusi sebanyak 30% atau 13 responden. apakah gurumu selalu memberikan penilaian?” Yang menjawab YA sebanyak 75% atau sejumlah 30 siswa.5% atau sebanyak 20 siswa memnjawab pernah. Sementara sisanya 11. yang menyatakan membosankan sebesar 45. yang menjawab kadang-kadang yaitu sebanyak 22. sedangkan yang menyatakan tidak menyenangkan adalah sebesar 20. 6) “Dalam tes praktik membaca puisi.2%.3% atau sebanyak 34 siswa menyatakan kurang berhasil.

meniru. sedangkan yang tidak menyenangi membaca puisi yaitu 36. sisanya menjawab tidak memperhatikan 43. sekaligus melihat antusias siswa dalam merespon kegiatan apresiasi puisi dalam konteks kompetisi membaca puisi. karena memang benar bahwa seorang siswa selalu mencontoh hal-hal yang diperbuat oleh gurunya.7% atau sebanyak 10 anak.6% atau sebanyak 39 siswa.2% atau sebanyak 19 anak. Senangkah kamu dengan pelajaran puisi? Jawaban yang penulis peroleh yaitu 73. 2) Pertanyaan berikut yang penulis ajukan adalah “Senangkah kamu membaca puisi?” Siswa yang menjawab senang membaca puisi adalah 64. banyak berbagai faktor yang menjadi penyebabnya. kurang memperhatikan 22. kata-kata yang mengandung makna indah luapan isi hatinya. Untuk itu penulis yakin apabila seorang guru mampu membaca puisi dengan baik. niscaya siswanyapun akan mengikuti. dan 55. Persentase yang diperoleh yaitu 11. pengekspresian.5% atau sebanyak 24 siswa menjawab tidak senang 4) Apakah Anda selalu memperhatikan ketika guru sedang memberikan contoh membaca puisi? Jawaban memperhatikan persentasenya sebesar 34. sisanya 27. tetapi hal ini juga tidak terlepas dari kemampuan guru dalam membangkitkan minat dan kemampuan siswa tersebut.1% atau sebanyak 15 anak. mengapa anak kurang memperhatikan disaat guru memberikan contoh membaca puisi ? resume siswa yang dikemukakan antara lain kurang menarik perhatian tatkala guru mendemontrasikan membaca puisi. Dari analisa tersebut.Penulis perlu mengetahui seberapa besar siswa memiliki minat terhadap pengajaran puisi.6% atau sebanyak 28 anak. baik oleh pengajar maupun siswa. sebelum melakukan apresiasi sangat memerlukan teori-teori tentang apresiasi puisi.memang pada dasarnya siswa kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak sebagian besar menyenangi puisi. F. serta penguasaan puisi. 5) Apakah kamu senang apabila ditunjuk untuk ikut lomba membaca puisi? Pertanyaan terakhir yang penulis ajukan kepada siswa bertujuan untuk menganalisa keberhasilan guru dalam memberikan pelajaran apresiasi puisi.3% atau sebanyak 12 siswa tidak menyenangi puisi. Untuk materi apresiasi puisi. yang menjawab tidak senang yaitu 88.4% atau sebanyak 16 siswa 3) Selanjutnya penulis memberikan pertanyaan senangkah kamu menulis puisi?” Jawaban terhadap pertanyaan itu adalah 45. atraktif. Simpulan Berdasarkan uraian pada uraian di atas . penjiwaan. Seusia mereka yang mulai mengalami pubertas lebih condong menyukai pengungkapan kata-kata puitis.7% atau sebanyak 32 siswa menyenangi puisi. Para siswa pada umumnya. dapat ditarik simpulan bahwa pada dasarnya para siswa mempunyai kemampuan untuk mengapresiasikan puisi dengan baik. . berpengaruh besar terhadap siswa dalam menumbuhkan minat untuk menyenangi puisi.5% atau sebanyak 20 anak menjawab senang. guru dituntut dapat memberikan contoh-contoh membaca puisi yang benar. Beberapa Informasi mengenai minat siswa yang penulis peroleh yaitu diantaranya: 1).4% atau sdebanyak 5 siswa menjawab senang. apa yang disebut dengan apresiasi dan bagaimana tata cara mengapresiasikan puisi tersebut. apa yang dicontohkan oleh gurunya. Hasil analisis pada pertanyaan poin ini. Berbagai faktor dan kendala yang dihadapi.

Bandung : Sinar Baru. Apresiasi Puisi Rema Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Anak Melalui Media Pembelajaran Benda Konkret pada Siswa nKelas III SDN Sumbersari 2 Malang Deni Saherliawati Abstrak ABSTRAK Saherliawati. Sutrisno. Bandung : BinaCipta Sarumpaet. Deni. Skripsi. Arikunto. dengan catatan guru benar-benar mendemonstrasikan membaca puisi dengan sebaik-baiknya. Harti Kartini. 1988. Surakarta : Muhammadiyah University Press Rahmanto. Mozaik Sastra Indonesia. Pd. Bimbingan Apresiasi Puisi. M. Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Media Pembelajaran Benda Konkret pada Siswa Kelas III SDN Sumbersari 2 Malang. Jogjakarta : Ramadhan Press Fanamie. . Pembimbing: (I) Drs. Kamus Besar bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta Depdikbud. (II) Dra. 2007. Jakarta : Pustaka Jaya Endraswara. B. Fakultas Ilmu Pendidikan. Pd. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Suharsimi. Zainuddin. bahwa penyampaian materi aprsiasi puisi dengan menggunakan metode demonstrasi. Ajip. Bahasa Dan Satra Indonesia : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Depdikanas. Jakarta :Balai Pustaka Effendi. 1987. 2000. 2005. Metode Pengajaran Sastra. sehingga siswa dapat secara langsung melihat. merasakan keatraktifan puisi yang dibaca oleh gurunya. Ahmad Syubhanudin. Kamus Besar Indonesia. Riris K. 2008. S.2005. G. Sanggar Sastra. Prosedur Penelitian. 2002. Jurusan KSDP. 1997. Universitas Negeri Malang.Penggunaan Metode Demonstrasi dalam Pengajaran Puisi dapat meningkatkan minat siswa untuk mengapresiasi Puisi”. Toha.Bandung : Nuansa Aminuddin. Yogyakarta :Kanisius Rosidi. 2002. sangat efektif dilaksanakan dan mudah untuk diikuti oleh siswa dalam mengembangkan kemampuan membaca puisi. Jakarta: Balai Pustaka Depdiknas. Suwardi. Daftar Pustaka Alwy. Telaah Sastra.1968. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. 2011. M.

penalaran. ungkapan perasaan baik senang maupun sedih. menulis. dan dokumentasi pembelajaran. pedoman wawancara guru dan siswa. Sedangkan untuk hasil penulisan puisi. Media Pembelajaran Benda Kokret. daya khayal. pengimajian juga mulai muncul.Kata Kunci: Menulis. Mereka lebih mudah mengungkapkan ide. judul dan diksi yang digunakan beragam. siswa dapat menggambarkan benda sesuai kenyataan. dan pasca menulis diperoleh temuan kemampuan dan hasil puisi siswa meningkat. dan 2) peningkatan kemampuan menulis puisi anak melalui penerapan media pembelajaran benda konkret siswa kelas III SDN Sumbersari 2 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Berdasarkan hasil analisis data pada tiga kegiatan yaitu pramenulis. Data yang diolah dan dianalisis berupa data proses dan hasil pembelajaran menulis puisi. menentukan tema. disarankan kepada guru untuk dapat memanfaatkan media benda konkret dalam pembelajaran menulis puisi dan pembelajaran lainnya. menentukan kata kunci. Siswa semakin paham tahap-tahap menulis puisi. SD Menulis puisi merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa SD. terdiri atas 8 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian. mendeskripsikan hal-hal yang mereka ketahui tentang benda konkret. Pembelajaran menulis puisi bermanfaat untuk mengembangkan ide. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III SDN Sumbersari 2 Malang yang berjumlah 27 siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: 1) penerapan media pembelajaran benda konkret untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi anak. Berdasarkan pretes yang dilaksanakan pada siswa kelas III SDN Sumbersari 2 Malang dapat diketahui bahwa siswa kurang berminat dalam menulis puisi. menunjukkan bahwa kemampuan menulis puisi anak dapat ditingkatkan dengan menggunakan media pembelajaran benda konkret. dan ucapan terima kasih. kemampuan menulis puisi masih kurang. mulai dari pengamatan media benda konkret. siswa kesulitan mengungkapkan ide dalam menulis puisi berdasarkan gambar yang diamati. Isntrumen yang digunakan yaitu pedoman observasi. isi puisi lebih luas seperti cerita sehari-hari. memperhalus perasaan. . Puisi Anak. Oleh karena itu. dan kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitar. sampai menuliskan puisi menggunakan kata yang menarik. asesmen kinerja. dan kesulitan menentukan judul puisi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful