A.

Pengertian Puisi Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang diungkapkan dengan menggunakan bahasa yang padat, dan bermakna kias. Puisi merupakan hasil ungkapan perasaan penyair yang dituangkan melalui kata-kata/bahasa yang sengaja dipilih penyair. B. Ciri Puisi • • • Puisi memiliki bahasa yang padat, bermakna konotatif, bersifat sugestif, ekspresif, asosiatif, dan magis. Dari segi bentuk, puisi seringkali tersusun berupa larik-larik dan bait-bait. Puisi seringkali mementingkan rima/bunyi.

C. Unsur-unsur puisi Unsur pembangun puisi terdiri atas • • • • • • • • Struktur fisik (diksi, pengimajian, majas, tipografi) Struktur batin (tema, amanat, nada, perasaan) Sebagai alat pengungkapan diri, Sebagai alat untuk memahami secara lebih jelas dan mendalam ide-ide yang ditulisnya, Sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran diri terhadap lingkungan, Sebagai alat untuk melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan bersastra, Sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menggunakan bahasa sebagai media komunikasi, Meningkatkan inisiatif penulis

D. Manfaat menulis puisi

E. Langkah-langkah Penulisan Puisi 1. Menentukan tema Penentuan/pencarian ide untuk menulis sebuah puisi merupakan tahap persiapan dan usaha. Ketika hati seseorang tergerak untuk menulis puisi maka ia harus berusaha mencari ide yang akan dituangkan dalam puisinya. Yang namanya ide selalu datang dengan tiba-tiba. Ide ini dapat berkaitan dengan masalah sosial, keagamaan, kesedihan, dan lain-lain. Bagi orang yang sudah terbiasa menulis puisi, ide yang akan ditulis dalam puisi biasanya muncul secara tiba-tiba ketika melihat atau mengamati lingkungan sekitarnya. Ide puisi dapat juga dicari secara sengaja dari lingkungan sekitar kita, terutama bagi mereka yang baru berlatih. Informasi dan pengalamanpun harus dikumpulkan untuk menguatkan ide yang ditemukan. 2. Mengendapkan ide. Setelah ide diperoleh, penulis harus berjuang untuk mewujudkannya dalam bentuk puisi. Pada tahap ini, penulis memerlukan perenungan untuk mengolah dan memperkaya ide yang didapat dengan pengalaman batin. Misalnya, untuk menulis puisi anak penjual koran, Anda dapat merenung bagaimana jika Anda yang menjadi penjual koran itu. 3. Mewujudkan ide menjadi puisi Untuk mewujudkan ide menjadi sebuah puisi dibutuhkan keterampilan berbahasa karena bahasalah yang Anda gunakan sebagai media ekspresi. Anda harus bergelut dan bergulat dengan

kata-kata. Kreativitas Anda untuk memilih diksi dan majas ditantang pada tahap ini. Anda harus mampu menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan puisi Anda. Keindahan puisi Anda dapat terlihat dari tepat tidaknya Anda memilih, menjalin, dan menggunakan kata-kata pada tempatnya yang wajar. Semakin sering Anda menulis puisi, Anda akan semakin terampil mengekspresikan puisi dalam bahasa yang indah (estetis). Contoh pilihan kata dan majas: a. pita hitam (belasungkawa) b. dewi malam (bulan) c. aku ini binatang jalang (orang yang bebas, tidak mau terikat) d. mau hidup seribu tahun lagi (tak ingin mati) 4. Mengevaluasi hasil tulisan Setelah Anda selesai menulis puisi, Anda dapat melakukan penilaian secara kritis terhadap puisi yang telah Anda buat. Bila perlu, puisi tersebut dapat dimodifikasi, direvisi, ditambah, atau dihilangkan bagian-bagian yang tidak sesuai. Evaluasi juga dapat dilakukan dengan membandingkan puisi Anda dengan puisi orang lain. Selain itu juga mendiskusikan puisi Anda dengan orang lain untuk mendapatkan masukan bagi penyempurnaan karya tersebut. Membaca langkah-langkah penulisan puisi di atas, tampaknya bukan hal sulit untuk menulis sebuah puisi. Oleh karena itu, Anda harus segera mencoba menulis puisi. Jangan ragu untuk memulai. Yang penting sebagai penulis pemula Anda dapat membangun sebuah makna yang utuh dalam puisi yang Anda buat, walau di sana sini ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Selamat mencoba.
http://kelasmayaku.wordpress.com/2011/09/11/menulis-puisi/

EMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN PUISI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KABUPATEN BOYOLALI Oleh : Muh Zuhri Muh. Zuhri. S 8401004.2005 Kemampuan Guru Melaksanakan Pembelajaran Puisi di Sekolah Menengah Atas Negeri Kabupaten Boyolali (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Boyolali dan SMA Negeri 1 Andong). Tesis Surakarta : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) kemampuan guru merumuskan tujuan pembelajaran puisi, (2) kemampuan guru mengembangkan materi pembelajaran puisi, (3) kemampuan guru menggunakan metode dalam pembelajaran puisi, (4) kemampuan guru menggunakan media pembelajaran puisi, (5) kemampuan guru melaksanakan evaluasi pembelajaran puisi, (6) tanggapan siswa terhadap pembelajaran puisi. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Boyolali dan SMA Negeri 1 Andong, Boyolali, mulai bulan Oktober 2003 sampai dengan Mei 2004. Sumber data adalah informan yang terdiri atas 7 (tujuh) guru dan 30 (tiga puluh) siswa. Sumber data yang lain adalah peristiwa yaitu kegiatan belajar mengajar di kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung, wawancara, dokumentasi, dan angket. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan pengumpulan datanya dengan observasi langsung, angket, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur kegiatannya meliputi persiapan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan akhir. Teknik analisis menggunakan model analisis interaktif dengan komponen analisis reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Guru merumuskan

Rani Purwani Dewi . http://digilib.(3) Metode pembelajaran puisi yang digunakan guru adalah metode ceramah. Universitas Negeri Semarang. buku referensi. tanya jawab.tujuan pembelajaran puisi dengan kurikulum.id/pengguna. (4) Media pembelajaran puisi yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar antara lain papan kaset VCD.uns. dan pekerjaan rumah. Berdasarkan latar belakang di atas. PDF (Deskripsi Interaksi Siswa dan Guru dalam Pembelajaran Membaca Puisi Anak di Sekolah Dasar Kelas Rendah Melalui Teori Flander dan Larsen-Freeman. Data hasil analisis FIAC dianalisis kembali menggunakan teori observasi kelas Larsen-Freeman untuk mengenali karakteritik proses belajar-mengajar yang dilakukan guru dengan siswa selama pembelajaran membaca puisi anak. jumlah guru yang mengalami kesulitan dalam merumuskan tujuan pembelajaran puisi yakni 2 (dua) dari 7 (tujuh) guru. Masa kanak-kanak adalah masa bermain yaitu masa ketika seorang anak belajar dan mencari kesenangan dengan bermain. Under Graduates thesis. Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh pola interaksi yang tercipta antara guru dan siswa serta karakteristik pembelajaran guru. Jadi. pemberian tugas. Menyenangkan atau tidaknya suatu pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu pembelajaran. (2) Guru mengembangkan materi pembelajaran puisi dengan menggunakan buku paket sebagai sumber utama.) Published Version Restricted to Registered users only Request a copy Abstract Membaca karya sastra khususnya puisi. Pola interaksi dianalisis menggunakan Flander’s Interaction Analysis Categories (FIAC). (5) Evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar (6) Tanggapan siswa terhadap pembelajaran puisi pada umumnya bersifat positif. majalah dan koran. tak terkecuali sastra anak-anak. diskusi. pembelajaran membaca puisi anak di kelas rendah dituntut untuk menyenangkan dan menarik siswa. guru juga melengkapi materi pembelajaran puisi dari buku pelengkap. kesulitan terletak pada penyesuaian tujuan pembelajaran puisi dengan waktu yang tersedia untuk kegiatan belajar mengajar.php?mn=detail&d_id=2027 Deskripsi Interaksi Siswa dan Guru dalam Pembelajaran Membaca Puisi Anak di Sekolah Dasar Kelas Rendah Melalui Teori Flander dan Larsen-Freeman.ac. perlu diajarkan pada anak karena sastra adalah bagian dari budaya dan kehidupan kita sebagai manusia. 2101404602 (2009) Deskripsi Interaksi Siswa dan Guru dalam Pembelajaran Membaca Puisi Anak di Sekolah Dasar Kelas Rendah Melalui Teori Flander dan Larsen-Freeman. Selain itu. tujuan pembelajaran bersifat operasional. penulis mengangkat permasalahan yaitu (1) Bagaimanakah pola interaksi guru dan siswa kelas I SD Negeri Kedungpatangewu dalam pembelajaran membaca puisi anak? (2) Bagaimanakah karakteristik pembelajaran membaca puisi anak pada kelas I SD Negeri Kedungpatangewu? dan (3) Apakah karakteristik pembelajaran membaca puisi anak yang . dan menimbulkan pikiran serta motivasi untuk berbuat sesuatu bagi manusia atau masyarakat itu. Keterampilan membaca puisi anak memungkinkan seorang anak mendapat perasaan sebagai manusia atau masyarakat.

terdiri dari guru sebesar 65. Interaksi yang terjadi antara guru dan siswa merupakan jenis interaksi edukatif.4. Data di atas mengindikasikan bahwa pola interaksi guru dan siswa bersifat multi arah.62%. kemampuan. Guru harus memiliki prinsip ”bermain sambil belajar” karena menurut ilmu psikologi.dilakukan guru SD Negeri Kedungpatangewu mampu meningkatkan kemampuan membaca puisi anak pada siswa kelas 1? Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan pola interaksi yang terjadi antara guru dan siswa kelas I SD Negeri Kedungpatangewu dalam pembelajaran membaca puisi anak berdasarkan teori interaksi kelas dari Flander.21%.ac. interaksi guru dan siswa berlangsung dalam suatu ikatan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran. dan (9) penggunaan bahasa antara siswa dan guru selama berinteraksi sebesar 93. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa pola interaksi yang bersifat multi arah dan karakteristik pembelajaran yang menyenangkan sangat mempengaruhi penguasaan keterampilan membaca puisi anak pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar. (2) untuk mendeskripsikan situasi proses pembelajaran membaca puisi anak pada kelas I SD Negeri Kedungpatangewu berdasarkan teori analisis kelas Larsen-Freeman.32%. dan (3) untuk membuktikan keefektifan karakteristik pembelajaran membaca puisi anak yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca puisi anak pada siswa kelas 1 SD Negeri Kedungpatangewu. terdiri dari guru 3. masa kanak-kanak adalah masa mencari kesenangan dengan bermain (tahap mainan) sehingga guru sesekali memasukkan permainan yang tidak melenceng dari materi pengajaran sastra. berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) para guru menciptakan pola interaksi multi arah dalam setiap pembelajaran agar siswa berkesempatan untuk menuangkan ide/inisiatifnya. Oleh karena itu.44%.45%. (8) Rasio Tetap Siswa (RTS) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 0%. dan penggunaan bahasa Jawa sebesar 6. Proses pembelajaran membaca puisi anak pada siswa kelas 1 SD Negeri Kedungpatangewu tergolong berhasil. guru selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan ide/inisiatifnya agar siswa dapat berkembang. Kemudian hasil tes sikap siswa selama pembelajaran berlangsung memperoleh nilai rata-rata sebesar 83 atau termasuk dalam kategori sangat baik. Karakteristik pembelajaran membaca puisi anak di kelas 1 SD Negeri Kedungpatangewu mengindikasikan bahwa guru adalah orang yang bertugas menyediakan bahan pelajaran. namun tetap berpusat pada guru. http://lib. yaitu dengan mengadakan permainan misalnya sesekali guru mengajak siswa bernyanyi dan memasukkan pengalaman sehari-hari dengan catatan semua itu tidak melenceng dari materi pengajaran. Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan menciptakan interaksi belajar mengajar yang mengesankan/menyenangkan antara guru dan siswa.41%. (3) Kesunyian (K) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 14. Artinya.53%. tetapi yang mengolah dan mencerna adalah para siswa sesuai dengan bakat.56% untuk penggunaan bahasa Indonesia. (6) Rasio Respon Langsung Guru (RRLG) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 69. Pernyataan tersebut dibuktikan oleh nilai rata-rata tes siswa yang tergolong dalam kategori baik yaitu sebesar 79. Data penelitian menunjukkan bahwa (1) Guru berbicara (GB) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 48.id/1488/ . Selanjutnya.13% dan siswa 3. (7) Rasio Pergantian Konten (RPK) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 45.45%.77%.unnes. (5) Rasio Inisiatif Siswa (RIS) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 11. (2) setiap pengajaran membaca puisi anak di kelas rendah harus menyenangkan dan tidak membosankan siswa.18%. (2) Siswa Berbicara (SB) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 27.34% dan siswa 28. Guru sering mengadakan trik-trik khusus untuk membuat para siswa kembali semangat dengan cara membuat suasana proses pembelajaran menyenangkan bagi siswa kelas I SD. (4) Rasio Respon Guru (RRG) menghasilkan nilai rata-rata sebesar 32. dan latar belakang masing-masing.

.. Guru yang bermutu. Disitu aku mendapatkan ilmu. Kau sangat berjasa kepadaku. Terima kasih sekolahku nan Indah Gunung Kau menjulang tunggi Di bawah sang surya Dan di atas hamparan sawah Pohon-pohon rindang menyelimutimu ... Guru yang memberikan ilmu.. Terima kasih sekolah dan guruku. Banyak guru isinya.. Untuk bekal muridnya nanti.......Sekolahku Nan Indah Top of Form Best Bottom of Form Kupandangi sekolahku yang indah menawan… Lama kupandangi tak terasa. Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini.. Disitu aku belajar........

Awan-awan putih memperhatukanmu Hamparan sawah yang luas mengagumimu Dan aku terperangah melihat kemegahanmu Kau adalah karya tuhan yang maha besar Karya ilahi yang maha penguasa Kau adalah bangunan megah Yang dibuat oleh Yang maha kuasa Merapi Top of Form User Rating: Poor /7 Best Bottom of Form Di utara kota Yogya Ada sebuah kota Kota yang sederhana Magelang itu namanya Merapi........ Gunung yang tinggi Melebihi kembang melati Yang tidak tinggi Merapi yang ganas Dan sangat ganas Membuat hati teriris Melihat banyak orang menangis Apakah kau tak tahu .

... sungguh kasihmu tak bertepi senyum dan bahagia di hati menyambut kehadiranku dipangkuan IBU .... hanyalah do'a yang kulantunkan semoga engkau tetap bahagia hanyalah maaf yang kupinta darimu karena aku banyak menyakitimu aku ingin engkau tahu aku mencintaimu Pahlawan Top of Form User Rating: Poor / 42 Best Bottom of Form Kau genggam bambu runcing di tangan kirimu . kasih dan sayangmu padaku adalah jasa yang tak akan terbalas adalah hutang yang tak akan terbayar sungguh banyak yang telah aku terima Darimu .. sungguh luas kesabaranmu selama waktu mengandungku IBU .... 01 April 2010 08:52 IBU .Korbanmu sedang pilu Melihat kampungnya penuh abu Yang berasal darimu Untukmu Ibuku Top of Form User Rating: Poor / 62 Best Bottom of Form Thursday.... wahai ibu IBU ... pengorbananmu sungguh besar lelah raga tidak kau rasa IBU ..

kau berperang melawan penjajah Terima kasih atas segala jasamu.com] Lingkungan Top of Form User Rating: Poor / 101 Best Bottom of Form Wednesday. 09 December 2009 22:05 Lingkungan Kau tempat kami berpijak Tempat kami menghirup udara segar Dan menanam segala tanaman Lingkungan Kadang kau kotor layak tempat tak . Pahlawanku Ratrya Khansa Amira [ratrya.khansa @gmail . kau taruhkan nyawamu Demi merdeka.Keringatmu mencucur deras di tubuhmu Di tengah teriknya sang mentari kau berperang Luka di tubuh kau anggap hanya biasa Di balik perperangan semangatmu selalu ada Di iringi do’a yang selalu menyertai Gemuruh bom penjajah memekakkan telinga Walau merintih kesakitan tetaplah kau berperang Meski dinding penjajah terus menghalangimu Tak kau rasa perasaan takut dan gentar Walaupun pertarungan ini amatlah berbahaya Tetap saja kau berperang karena itulah tekadmu Demi Indonesia.

Tanaman pancarkan kesegaran Bunga pancarkan wangimu Bagai kau tak tua Bagai udaramu tak terhitamkan Inginku mengubah semua Menjadi seperti itu Hijau..com Ikan Top of Form User Rating: Poor Oh ikanku Kau begitu indah / 30 Best Bottom of Form Ekormu sangat indah Badanmu berwarna-warni Dan saat aku melihatmu aku bermain denganmu terus Badanmu sangat lucu Saat melihatmu aku gemas Sehingga aku ingin melihatmu terus .terurus Sampah yang punahkan bersihmu Kotoran punahkan indahmu Polusi hitamkan langitmu Akan tetapi. tentram Udaramu terputih bagai tak bernoda Sampahmu hilang Kotoran tak mengganggu indahmu Agar bumi terbebas dari ancaman Dari ancaman kematian dibumi karena adanya global warming Karya: Vivi <olivia2009 @plasa ..

kedudukan suku kata dalam baris dan susunan rima. Ciri-ciri ini dapat dilihat. mendefinisikan puisi sebagai pengucapan tentang perasaan ghairah yang imaginatif. kata abstrak. Oleh itu. dan politik. puisi setelah dibaca akan menjadikan kita lebih bijaksana. Masih banyak lagi definisi puisi yang dikemukakan oleh pengkaji puisi dan penyair. kedudukan suku kata dalam baris.Aku akan memeliharamu teus Sehingga aku tidak ingin meninggalkanmu BIMBINGAN BERKARYA . dan rima akhirnya tidak terikat lagi dengan bentuk tradisional. penyimpangan bahasa. dia juga mestilah memiliki kesabaran dan bersedia untuk menyendiri. Dengan ini. Sejak Harun Aminurrasyid dan Pungguk menghasilkan puisi moden. kasihan. Perasaan ialah suasana perasaan penyair yang diikutsertakan dalam puisi dan dapat dihayati oleh pembaca. puisi ialah bentuk sastera yang kental dengan muzik bahasa serta kebijakan penyair dengan tradisinya. biasanya berentak . Keseimbangan inilah yang memberi keindahan bahasa dan keindahan makna pada sesebuah puisi itu. Sikap penyair mungkin menggurui. sedih. Judul puisi-puisi Pungguk itu ialah. Coleridge. 6. susunan baris. Bil. struktur dasar yang merangkumi binaan baris dalam rangkap. iaitu menyuarakan persoalan ekonomi dan politik. daripada sejumlah kecil definisi yang diberikan itu dapat memberikan ciri-ciri puisi yang bermutu tinggi. Sejak tersiarnya puisi yang memperlihatkan pembaharuan atau pemodenan pada bentuk dan isinya. dan manusia dengan alam. S. sifat abstraknya seperti kecantikan ataupun keindahan bahasa dan kemerduan bunyi. puisi Melayu moden tumbuh dan berkembang dengan pesat sekali. benci. mendefinisikan puisi sebagai kata-kata terbaik dalam susunan yang terbaik. Baris. Mac 1934. dan antara sekerat dengan sekerat itu biasanya berjodoh bunyi atau rentaknya atau isinya. Kedua-dua ciri tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan tema dan kesannya kepada pembaca. Dia juga mestilah banyak membaca bahan bacaan yang lain untuk tujuan memperluas kosa kata dan mendapat idea untuk menulis puisi. Nada ialah sikap penyair penyair terhadap pembaca. Untuk itu. karya Harun Aminurrasyid yang tersiar dalam majalah Pujangga Baru. perasaan. Dia mestilah banyak membaca puisi. Antara tema dalam puisi termasuklah keagamaan. Dalam kelima-lima buah puisi ini telah ditemui penyimpangan daripada peraturan puisi-puisi Melayu tradisional yang ketat. Definisi puisi yang dikemukakan oleh Za’ba di atas memperlihatkan dua ciri utama puisi. Namun. bunyi. Hal ini akan lebih jelas terlihat apabila alur sejarah pertumbuhan dan perkembangan puisi Melayu moden disusuri. Persediaan Menulis Puisi Seseorang yang hendak menulis puisi haruslah pula mempersiapkan dirinya. berlaku semacam kekosongan dalam penghasilan puisi moden. Daripada penyair Inggeris di Barat pula. Sejarah Awal Puisi Melayu Moden Secara Ringkas Penulis Melayu yang pertama menulis puisi Melayu moden ialah Omar Mustaffa.. Seterusnya Za’ba mengatakan bahawa karangan berangkap itu ialah karangan yang disusunkan dengan bahagian yang berkerat-kerat.T. disiarkan dalam Utusan Melayu. Wordsworth. nada atau sikap dan mesej. Pelbagai tema dan persoalan yang dikemukakan oleh para penyair yang bersesuaian dengan zaman mereka dan harapan mereka tentang hidup dan kehidupan ini yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia. Puisi ini dari segi bentuk dan isinya telah jauh menyimpang daripada puisi Melayu tradisional – pantun dan syair terutamanya. kata konkrit. Hanya pada awal-awal tahun 1930-an. Ini berdasarkan puisi “O Sariku”. secara tidak langsung dia mempelajari puisi. seseorang yang hendak menulis puisi mestilah mengambil kira aspek keseimbangan ini. ekonomi. marah. Struktur dalaman puisi terdiri daripada tema. Pada tahun 1934. curahan perasaan yang kuat secara spontan yang diingatkan kembali dalam suasana yang tenang. Dia juga mestilah sering menghasilkan puisi sebagai latihan untuk menimbulkan keterampilan dalam penulisan puisi. karya banyak penyair. “Tak Disangka-sangka”. Definisi puisi yang dikemukakan oleh Za’ba lebih merupakan definisi dari sudut pandangan seorang pengkaji. Dari segi bentuk. Definisi puisi yang dikemukakan oleh seorang penyair dan sekali gus sarjana sastera pula.. Dalam segala sifat kekentalannya itu. Panduan Penulisan Puisi Puisi yang bermutu ialah puisi yang mempunyai keseimbangan antara bentuk luaran dengan bentuk dalamannya. Maka dengan gambaran yang cantik ini perkara yang dikatakan itu bertambah menarik hati orang yang mendengarnya. iaitu Muhammad Haji Salleh. Perasaan tersebut mungkin simpati. “Pujukan hati”. rangkap.PUISI MODEN Definisi Puisi Moden Za’ba mendefinisikan puisi atau karangan berangkap sebagai. Kedua. Dari segi isinya. sifat konkritnya. Semua ini merupakan sebahagian kecil tuntutan yang diperlukan sebagai persediaan untuk seseorang itu menulis puisi. “Selalu Merayu”. dan nasionalisme. manusia dengan Pencipta. mengungkapkan persoalan semasa pada waktu itu. pemilihan kata. Tema ialah idea utama yang hendak disampaikan oleh seseorang penyair dalam sesebuah puisi. Disember 1933. dan sebagainya. 18 Januari 1913. dan “Ibuku”. serta kebanyakan memakai timbangan atau sukatan yang tertentu. dan tipografi merupakan bentuk luaran puisi. kegiatan menulis puisi mula kelihatan jelas kembali. kemanusiaan. juga seorang penyair Inggeris.”khas dipakai untuk melafazkan fikiran yang cantik dengan bahasa yang indah dan melukiskan kemanisan dan kecantikan bahasa. pasrah. “Keluh Kesah”. Pertama. Puisinya bertajuk “Angan-angan dengan Gurindam’. . Bentuk luaran ialah ciri-ciri yang membina sesebuah puisi tersebut. bahasa figuratif. Pungguk menghasilkan lima buah puisi sekali gus dan disiarkan dalam Majalah Guru.

Nama yang diberikan oleh orang tua kita sudah melalui proses pemikiran yang sangat panjang. Nama juga menjadi sesuatu yang sakral. tetapi Raut mukaku masih berantakan layaknya kapal yang terombang-ambing di samudra luas Ingin segera rasanya membenahi diriku. kelas XG Rahasiaku Perasaan yang tertutup kepadamu Rasanya tak mudah aku bongkar Andai aku berani Tidakkah itu suatu mukjizat Impian sempurna bagaikan bintang bersinar Walaupun satu dua kata menggantung di bibir Indah terucap bagikan fatamorgana Komentar siswa: Saya tidak mengira ketika sebuah nama bisa dijadikan puisi. b. membaca puisi.apalagi menulis puisi. Menulis Puisi dengan Cara Menguraikan Nama Diri Oleh Retno Utami Salah satu materi pembelajaran Bahasa dan sastra Indonesia yang dianggap sulit oleh siswa SMP atau SMA adalah Puisi.mengejek. Guru berusaha mencari cara yang paling mudah dan menyenangkan untuk mulai membuat puisi. (6) memperbaiki kembali puisi berdasarkan hasil komentar teman sekelas. memasukan ungkapan/gaya bahasa. menasihati. Ternyata cukup unik juga membuat puisi dengan cara ini. karena bila tidak. Contoh Puisi karya Pratiwi. Nama yang kita sandang adalah juga doa orang tua kita. dan menceritakan sesuatu kepada pembaca. menghangatkan bumi ini Akupun segera terbangun dari kematianku sesaat. (4) membaca dan mengoreksi kembali kata-kata yang sudah ditulis dengan cars: membuang kata-kata yang tidak penting. (2)Menguraikan nama diri secara vertikal. a.. Berikut ini disajikan beberapa contoh puisi karya siswa dengan cara menguraikan nama diri siswa dan komentar mereka setelah membuat puisi tersebut. Mesej ialah perkara yang mendorong seseorang penyair itu menulis puisi. Contoh puisi karya Siti Zulaikha kelas XG Siti Zulaikha Sebuah nama sebuah cerita dari ayah dan bunda Indah tak berarti intan . mengganti kata-kata sehingga didapatkan rima yang lebih baik. 'tuk mengubah nasibku. Nama adalah sesuatu yang sangat dekat dengan diri kits.(5) membacakan puisi di hadapan siswa lainnya. Salah satu cara yang cukup mudah dan menyenangkan adalah dengan cars menguraikan nama diri. Langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa di kelas adalah sebagai berikut: (1) Menentukan terra dan judul puisi. menyusun tipografi puisi dengan bentuk yang lebih kreatif. Setiap manusia mulai dikenal oleh orang lain mulai dari namanya. Mulai dari menganalisis puisi. memaknai puisi. Zaman akan menelanku di tengah kesengsaraan ini Komentar siswa: Ini pertama kalinya bagi saya menulis puisi dari hati dan benar-benar tanpa beban. c. (6) merayakan dan memberikan penilaian terhadap karya siswa. mengganti kata yang biasa dengan kata lain yang semakna tetapi lebih indah dan sesuai dengan puisi. Mesej tersirat di sebalik tema yang diungkapkan. (3) Menguraikan tiap huruf awal nama. Hal ini akan sangat penting untuk langkah selanjutnya dalam memahami puisi. kelas XG Fajar telah terbit. dll. Karena itulah menulis puisi dengan cara seperti ini akan menjadi pengalaman bermakna bagi siswa. Selama ini saya belum pernah membuat puisi dari sebuah nama. Contoh puisi karya Fariz.

Sehingga keaslian karya siswa tetap terjaga. Cara ini sangat dekat dengan kondisi siswa clan sangat menyenangkan. hanya sebatas waktu Meninggalkanku sedetik lagi Untaian cukup pahit Tiada suatu kata terurai Itu yang terus menghantuiku Aku masih bernyawa Hanya sekedar diam dan melihat Siapa aku baginya Aku tak tahu jawabannya Pertanyaan yang tak 'kan terjawab Pergi dan belum pernah berkata sedikitpun Entah mengapa tak bosan 'tuk dilakoninya Wajah penuh dengan curiga Aku hanya bisa berkata dalam hati Lupakan secepatnya Itu akan terlihat lebih indah Komentar siswa: Lebih susah untuk mencari kata-kata yang pas clan sesuai dengan huruf awal. Bisa memahami kata demi kata. tidak di rumah. Ummi.. Kendala yang di hadap siswa secara umum tidak ada.. Berdasarkan contoh dan komentar siswa tersebut dapat diambil satu kesimpulan bahwa menulis puisi dengan cara menguraikan nama diri siswa sangat berarti bagi pemahaman siswa terhadap puisi itu sendiri. Pengalaman menulis puisi dengan cara ini akan menjadi pengalaman berharga bagi siswa. Kendala yang dihadapi adalah dibutuhkan waktu yang agak lama (2/3 kali pertemuan @ 2 jam pelajaran) . . kemudian memadukan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Hal tersebut disebabkan puisi dibuat di kelas. Jika nama lengkap seorang siswa terlalu panjang. Insya Allah dalam umur yang berpacu tumbuh Ku'kan terus berjuang untukmu Hingga Akhir hayatku Komentar siswa: Membuat puisi dengan nama saya sendiri memang sedikit susah.. Justru sebagian besar siswa merasa bahwa cara seperti ini berbeda/unik dan siswa merasa semakin bangga dengan namanya yang ternyata seindah puisi. Contoh puisi karya Fitri Mutiah Sappewali Kelas XG Sedetik Firasatku tidak tergugah Itu hanya hal biasa Tetapi tidak setelah semuanya Rupa dirinya berarti Istimewa. maka dapat dipakai nama panggilan saja atau nama pendek. Kalaupun dirasa sulit menemukan kata-kata yang tepat dan sesuai dengan nama mereka.Tetap bersahaja tetap rupawan llmu diasahnya demi Sang Khalik Sang Maha Pencipta Zaada rafi'la tanzil Untuk kemuliaan demi kesempurnaan Lahiriyah dan batiniah Abi. itulah tantangannya sehingga siswa lebih kreatif. d. Membuat puisi dengan menjabarkan nama akan membuat lebih kreatif clan pintar dalam memilih clan merangkai kata.. Senang sekali bisa mengartikan nama sendiri dalam sebuah puisi. Penulis telah melakukan cara tersebut terhadap beberapa kelas X di SMA YPK. Tetapi itu membuat saya bisa berimajinasi lebih.

3.(Juara 2 Lomba Penulisan Inovasi Pembelajaran Kategori Guru SMP dalam Rangka Hari Guru yang diselenggarakan Yayasan Pupuk kaltim November 2009) 1. Dijamin tulisanmu akan bikin orang laen tersentuh karena puisi tersebut bener-bener ngungkapin apa yang kamu rasaen dan timbul dari dalem hatimu. Kalo bisa sih. Tulis puisi tersebut di saat perasaanmu lagi sensi. jiwai setiap kata dan kalimat yang kamu tulis. . Pasti nulisnya jadi lancar. Mengajar Puisi: Hem .. under sastra | No comments Salah satu kompentensi dasar pada pelajaran Bahasa Indonesi di kelas tujuh adalah menulis puisi. Tulis langsung apa yang kamu rasakan dan seruan-seruan yang ada di dalam hatimu.. Misalkan kita pengen bikin puisi tentang patah hati karena ditinggal pacar.. Salah satu diantaranya adalah teknik epigonal. Cara yang aneh memang tapi kalo menurutku sih bisa menghasilkan puisi yang keren. sepi dan kalo bisa sih tempat tersebut bisa ngingetin kita sama topik puisi yg kita buat. terkadang membuat pengajaran puisi menjadi tidak menarik siswa.. Sifat ambiguitas dalam menafsirkan puisi dan diksi yang ada. 5. sangat Mengasyikkan Posted by edris ernawan 17:47. coba deh kamu bikin puisi tsb di tempat yang pernah kamu dan mantanmu datengin. buruan ambil kertas dan pulpen atau buruan menuju komputer. Nulis sambil merem. Kentara banget loh perbedaan puisi yang dibuat cuma asal-asalan dan puisi yang dibuat pake hati. Karenanya. Teknik epigonal ini pada dasarnya adalah teknik pengekoran terhadap puisi-puisi yang telah ada. Apalagi jika berhadapan dengan siswa yang memang sudah antipati dengan puisi . Cari tempat yang tenang. Sebagaimana kita ketahui puisi merupakan salah satu jenis bentuk karya sastra di samping prosa dan drama. Dijamin puisinya bakalan bagus.. dalam pengajaran puisipenggunaan metode dan teknik mengajar yang bervariasi sangat diperlukan. 2.wow tentu pengajaran akan menjadi macet dan tidak menggairahkan. 4.. Sebenarnya ada banyak teknik mengajarkan puisi yang bisa diterapkan. Kalo ini cara yang optional karena aku yakin hanya orang-orang tertentu saja yang bisa nulis puisi dengan cara ini. Kalo tiba-tiba kamu inget sama mantanmu.

Klaten Guru Pengabdianmu sangat besar Bersama langkah perjuanganmu Membasmi orang-orang yang tidak berilmu Guru. Tidak ada satu jam pelajaran.. Langkah berikutnya adalah siswa diminta mengkalisifikasikan kata-kata yang telah mereka peroleh pada langkah kedua dan mereka harus memilih katakata yang sesuai atau ada kaitannya dengan tema yang akan mereka tuangkan dalam sebuah puisi. Pada langkah ini siswa dibebaskan mencari kata lain lain selain yang telah mereka dapatkan pada langkah-langkah sebelumnya. Langkah berikutnya.. • • • Ketika langkah-langkah itu saya terapkan. Sehingga anak mendapatkan banyak diksi yang secara langsung berkaitan erat dengan rasa yang pernah mereka alami. anak mencatat kata-kata yang berkesan dan menarik hati dan sesuai dengan perasaan yang pernah mereka alami dalam kehidupannya.. Langkah terakhir adalah membuat puisi sesuai dengan tema yang telah mereka tentukan dan dengan diksi yang telah mereka dapatkan pada langkah-langkah sebelumnya. salah satunya adalah puisi yang berjudul Guru yang ditulis oleh Melia Nur Aini kelas VII B MTs Negeri Prambanan. siswa diwajibkan mencari tema yang akan dituangkan dalam sebuah puisi. cinta. kemanusiaan. keindahan alam dan seterusnya. wow sangat luar biasa. Setelah mendapat beberapa diksi itu. tema bebas dan diambil dari pengalaman mereka. Engkau sungguh pahlawan bangsa Bersusah payah bekerja Mendidik generasi bangsa Agar menjadi generasi yang pintar.Langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam menerapkan teknik ini antara lain: • • Pertama anak diwajibkan membuka dan membaca beberapa puisi yang telah disediakan (misalnya puisi-puisi yang ada dalam buku pegangan siswa). yang bisa memajukan negera kita tercinta . mereka sudah memiliki puisi karya mereka.. bisa tema kesedihan.

Universitas Negeri Semarang.. engkau pantas menyandang gelar karena berbagai gelar di negara ini di dunia ini engkau yang menggelar Tetapi.Published Version Download (51Kb) Abstract . Under Graduates thesis.agar menjadi negara yang makmur . 2101405599 (2009) (ABSTRAK) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009. Guru... PDF ((ABSTRAK) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009) .alangkah bodohnya kita yang selalu menghina membesarkan kepala berjalan congkak membohongi otak seperti orang yang tak berilmu (ABSTRAK) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009 Indah Fitriya Dwi S....

siklus I. Cara ini akan mendorong siswa untuk terampil menulis puisi. Terakhir ditujukan kepada para peneliti agar ada penelitian lanjutan dari penelitian ini dengan menggunakan media dan teknik yang lain. (2)Bagaimanakah perubahan perilaku siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang setelah diterapkan media gambar dengan teknik Evaluasi Langsung dalam pembelajaran menulis puisi?. Salah satu bentuk tulisan kreatif adalah puisi. hal ini merupakan salah satu pembelajaran tidak maksimal dan tujuan pembelajaran kurang berhasil. melatih siswa untuk belajar aktif dan kreatif. Keterampilan menulis pada dasarnya adalah keterampilan dalam merangkum atau menyusun kata-kata sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Berdasarkan paparan di atas. peneliti menyarankan agar guru menggunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dalam kegiatan pembelajaran menulis puisi. yaitu tahap prasiklus. rata-rata kelas meningkat sebesar 9. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis puisi menggunakan media gambar dengan teknik evaluasai langsung. Sedangkan pada siklus II.22 menjadi 67. untuk menambah khasanah ilmu bahasa.Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa. PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009 Indah Fitriya Dwi S. sedangkan pada siklus I dan siklus II menggunakan teknik tes dan nontes. wawancara. Setelah digunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung terjadi perubahan perilaku siswa. dan siklus II. Alasan siswa kurang terampil menulis puisi salah satunya adalah teknik pembelajaran menulis puisi atau kurang menarik. serta memadukan antara teori dengan praktik.25 menjadi 76. Teknik ini memungkinkan dapat membuat suasana pembelajaran yang menarik dan meningkatkan keterampilan menulis puisi. Tetapi pada kenyataan di sekolah. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu penggunaan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dan peningkatan keterampilan menulis puisi.12. Skor rata-rata kelas pada tahap prasiklus sebesar 58. 2101405599 (2009) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA . yaitu: (1) Seberapa besar peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang dengan menggunakan media gambar dengan teknik Evaluasi Langsung?.9. Siswa yang sebelumnya merasa bosan dengan kegiatan pembelajaran menulis puisi menjadi lebih tertarik dan bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran.. peneliti ini mengangkat permasalahan. siswa kurang kreatif dalam menulis. Siswa hanya disuruh menulis puisi tanpa adanya dorongan dari guru. Berdasarkan hasil penelitian tersebut. media atau taknik tidak ada yang menarik. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap. Pengumpulan data pada tahap prasiklus menggunakan teknik tes. skor rata-rata kelas meningkat sebesar 8. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulils puisi menggunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dan untuk mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah digunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung.65. Teknik nontes yang digunakan adalah observasi. Oleh karena itu masalah tersebut perlu diatasi dengan menggunakan media gambar dengan ternik evaluasi langsung. Pada siklus I. jurnal. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoretis dan praktis. terutama menulis puisi. Subjek dari penelitian ini adalah keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulils puisi menggunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dan untuk mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah digunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung. Setelah digunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung terjadi perubahan perilaku siswa. Universitas Negeri Semarang. Alasan siswa kurang terampil menulis puisi salah satunya adalah teknik pembelajaran menulis puisi atau kurang menarik. Pengumpulan data pada tahap prasiklus menggunakan teknik tes. Oleh karena itu masalah tersebut perlu diatasi dengan menggunakan media gambar dengan ternik evaluasi langsung.12. PDF (PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DENGAN TEKNIK EVALUASI LANGSUNG SISWA KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009) . melatih siswa untuk belajar aktif dan kreatif.22 menjadi 67. Berdasarkan hasil penelitian tersebut.65. Cara ini akan mendorong siswa untuk terampil menulis puisi. wawancara. peneliti ini mengangkat permasalahan. Under Graduates thesis. skor rata-rata ix kelas meningkat sebesar 8. Siswa hanya disuruh menulis puisi tanpa adanya dorongan dari guru. rata-rata kelas meningkat sebesar 9. (2)Bagaimanakah perubahan perilaku siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang setelah diterapkan media gambar dengan teknik Evaluasi Langsung dalam pembelajaran menulis puisi?. Pada siklus I. sedangkan pada siklus I dan siklus II menggunakan teknik tes dan nontes. yaitu: (1) Seberapa besar peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang dengan menggunakan media gambar dengan teknik Evaluasi Langsung?. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoretis dan praktis. Salah satu bentuk tulisan kreatif adalah puisi.9. media atau taknik tidak ada yang menarik.KELAS V SDN BENDAN II SEMARANG TAHUN AJARAN 2008/2009. Sedangkan pada siklus II. serta memadukan antara teori dengan praktik. Siswa yang sebelumnya merasa bosan dengan kegiatan pembelajaran menulis puisi menjadi lebih tertarik dan bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran. hal ini merupakan salah satu pembelajaran tidak maksimal dan tujuan pembelajaran kurang berhasil.Published Version Restricted to Registered users only Request a copy Abstract Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Subjek dari penelitian ini adalah keterampilan menulis puisi siswa kelas V SDN Bendan 2 Semarang. Skor ratarata kelas pada tahap prasiklus sebesar 58. Teknik nontes yang digunakan adalah observasi.25 menjadi 76. yaitu tahap prasiklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis puisi menggunakan media gambar dengan teknik evaluasai langsung. Tetapi pada kenyataan di sekolah. Keterampilan menulis pada dasarnya adalah keterampilan dalam merangkum atau menyusun kata-kata sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Terakhir ditujukan kepada para peneliti agar ada penelitian . dan siklus II. Berdasarkan paparan di atas. siklus I. Teknik ini memungkinkan dapat membuat suasana pembelajaran yang menarik dan meningkatkan keterampilan menulis puisi. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu penggunaan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dan peningkatan keterampilan menulis puisi. peneliti menyarankan agar guru menggunakan media gambar dengan teknik evaluasi langsung dalam kegiatan pembelajaran menulis puisi. terutama menulis puisi. jurnal. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap.. siswa kurang kreatif dalam menulis.

baik faktor dari segi guru maupun dari siswa sendiri. baik dari segi estetis maupun makna etika bahasa. Apabila pembelajaran guru memberikan contoh semaksimal mungkin dalam membaca puisi yang baik dan penuh keatraktifan. sehingga pusi tersebut seolah-olah hidup saat dibaca.. Kesempurnaan sebuah puisi dapat terlihat ketika seseorang mampu membacanya dengan baik. Keterlibatan berbagai unsur penting yang saling terkait di antaranya unsur guru. akan sangat mendukung terciptanya keefektifan dalam tercapainya tujuan pendidikan. keatraktifan dalam membaca puisi. antara lain disebabkan oleh pembelajaran sastra yang kurang menarik. ekspresi dari wajah si pembaca yang . juga untuk mengukur keefektifan pembelajaran puisi. metode. Pendahuluan Puisi merupakan ragam karya sastra yang tercipta melalui bentuk tulisan. Kurangnya minat terhadap pembelajaran sastra khususnya puisi. Metode demonstrasi merupakan metode yang dinilai paling efektif untuk penyampaian materi apresiasi puisi khususnya berkaitan dengan cara-cara membaca puisi yang baik dan benar. sarana dan prasarana.lanjutan dari penelitian ini dengan menggunakan media dan teknik yang lain. penulis menggunakan metode survey karena penulis ingin mengungkapkan masalah yang aktual. sehingga siswa memperoleh gambaran bagaimana cara membaca puisi yang baik. PEMBELAJARAN PUISI DENGAN MENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI (Survey Pada Siswa Kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak Tentang Minat Terhadap Apresiasi Puisi) Oleh Mohamad Soleh 14 November 2011 Share ABSTRAKS Kata Kunci: Meningkatakan Apresiasi puisi menggunakan metode demonstrasi. dirangkai seindah mungkin dengan menuangkan kata-kata puitis dan pemilihan kata konotasi yang memiliki nilai rasa tinggi. untuk menambah khasanah ilmu bahasa. sehingga pendengar puisi akan merasakan kenikmatan dan kepuasan saat puisi tersebut di baca. Berbagai faktor mempengaruhi di dalamnya. Metode demonstrasi ini adalah metode atau teknik pengajaran puisi yang dilakukan dengan cara guru memberikan contoh membaca puisi yang baik dan benar. pengajaran. kurikulum. yang akan menjadi pedoman bagi siswa untuk meniru cara-cara membaca puisi yang benar. ekspresi. yaitu tentang pembelajaran puisi dengan menggunakan metode demonstrasi. dengan memperlihatkan penjiwaan. A. Dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang: keefektifan pembelajaran puisi dengan menggunakan metode demonstrasi di kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 SMP Kabupaten Lebak. Hasil penelitian yang penulis lakukan di kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak memeberikan gambaran bahwa minat siswa terhadap apresiasi puisi dipengaruhi oleh ketepatan pemilihan metode guru pada waktu pembelajaran puisi. Kesempurnaan sebuah puisi akan tercipta manakala dibacakan dengan penuh penjiwaan. Tujuan penelitian ini adalah melihat dampak dari penggunaan metode demonstrasi terhadap keefektifan pembelajaran dan peningkatan minat serta pengembangan bakat apresiasi puisi pada siswa SMP.

berkaitan dengan proses belajar mengajar khususnya pelajaran apresiasi puisi. Keberadaan pembelajaran puisi di sekolah harus diakui masih sangat minim dan kurang atraktif. dengan harapan siswa mampu menciptakan karya puisi yang memiliki bahasa puitis. sehingga dapat menyentuh rasa para penikmat puisi. Artinya ia mampu menangkap pernak-pernik makna yang tersirat dalam karya puisi dan sanggup menikmati menu estetika kata yang terhidang di dalamnya. Penulis mengadakan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia.benar-benar imajinatif. perlombaan-perlombaan membaca puisi. Metode yang tepat dalam pelaksanaan pengajaran harus terus diasah dan dikembangkan. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi apresiasi puisi di antaranya memang juga menggunakan metode demonstrasi di samping divariasikan dengan metode ceramah sebagai alat penyampai informasi. dan diskusi untuk mengulas materi apresiasi puisi secara berkelompok. imajinatif dan memberikan daya tarik yang kuat bagi penonton sehingga puisi tidak lagi dibacakan dengan cara monoton. penobatan-penobatan terhadap penyair. khususnya di bidang apresiasi puisi. dan nilai-nilai estetis tinggi. siswa dalam membaca puisi masih terasa dangkal. agar pengajaran puisi tidak mengalami kegagalan. Penulis mengamati beberapa kemungkinan masalah yang timbul dalam pengajaran puisi adalah : 1. tidak ada penjiwaan. Dunia sekolah merupakan dunia yang tepat untuk mensosialisasikan puisi kepada siswa. Penggunaan metode demonstrasi menurut salah satu guru SMP di Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak memang dinilai efektif sebagai media penyampain materi puisi. Pengajaran puisi adalah suatu proses pemberian materi dalam bentuk sebuah rangkaian tulisan yang memiliki makna konotatif. Karya sastra dianggap mampu membuka pintu hati pembacanya untuk menjadi manusia berbudaya. tujuan pengajaran puisi adalah agar siswa dapat membacakan puisi dengan penuh ekspresif. Tujuan pengajaran puisi diberikan. Di samping itu. Tidak diberikan kesempatan melihat ataupun ikut perlombaan mencipta dan membaca menarik. mampu menggetarkan rasa pada diri penonton. seperti pementasan puisi. Kenyataan yang sering ditemui adalah. karena materi tersebut tercantum di dalam kurikulum sekolah. yakni manusia yang responsif terhadap lingkungan komunitasnya dan berusaha menghindari perilaku negatif yang bisa menodai citra keharmonisan hidup. tetapi hasilnya belum menunjukkan persentase yang memuaskan. Puisi adalah bagian dari karya sastra yang wajib diperkenalkan atau disampaikan kepada siswa. Apabila dilihat dari segi pendidik. guru bahasa indonesia SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten . sehingga puisi tidak sekadar dibaca dengan cara yang menoton dan membuat jenuh suasana. Hal ini bisa terwujud manakala seseorang memiliki tingkat apresiasi sastra yang cukup. berbentuk simbol-simbol kata. akan memberikan kebanggaan yang mendalam. serta diakhiri dengan cara-cara mengapresiasi dan pengekspresian puisi dengan baik. bahkan harus dijadikan sebagai wadah untuk mengembangkan bakat siswa. Di sisi lain lemahnya pembelajaran puisi. Bentuk-bentuk apresiasi terhadap puisi merupakan wadah untuk memberikan suatu penghargaan terhadap karya sastra. puisi. 3. Kurang adanya minat siswa terhadap puisi 2. Guru yang kurang pandai dalam mendemonstrasikan pembacaan puisi yang Kemampuan mengapresiasi puisi di kalangan siswa kurang mendapat perhatian baik dari guru bahasa indonesia maupun guru bidang studi lainnya yang mendukung. karena peran guru yang kurang maksimal dalam mendemonstrasikan membaca puisi yang benar.

segala sesuatu mengenai mengajar. Sastra menurut Fanamie adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik yang didasarkan aspek kebahasaan maupun aspek makna. Hanya saja guru dalam memberikan contoh membacakan puisi. Metode demonstrasi menurut Djamarah dan Zain adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memeragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses. Kesimpulan yang dapat penulis sampaikan bahwa pengajaran adalah suatu proses kegiatan pembelajaran formal dengan acuan kurikulum sebagai pedoman dalam pencapaian tujuan pendidikan Nasional. Definisi apresiasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(1997) adalah kesadaran terhadap nilai seni dan budaya. cerpen. 3. misalnya saat Anda melihat. Pengertian pengajaran dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu : 1. Pada penelitian ini penulis mencoba melakukan jajak pendapat terhadap siswa di lima sekolah Wilayah Bina 1 SMP Kabupaten Lebak tentang bagaimana keefektifan metode demonstrasi dalam pengajaran puisi sebagai upaya meningkatkan kemampuan mengapresiasi puisi. sungguh-sungguh. situasi. dan penuh imajinasi (daya bayang) dengan bahasa yang khas pula. peringatan (pengalaman. 2. Suatu kegiatan yang bernilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. televisi maupun di panggung terbuka. memahami. baik sebenarnya maupun tiruan. terus terang. cara. peristiwa yang dialami atau dilihatnya). (2003 : 102) Dari ungkapan tersebut penulis menyimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah suatu proses memberikan contoh kepada siswa berkaitan dengan materi yang akan disampaikan agar siswa dapat meniru. atau benda tertentu yang sedang dipelajari. Pemahaman yang dapat disimpulkan yaitu apresiasi khususnya di bidang puisi adalah cara menikmati dan memahami kajian-kajian dalam pernak-pernik puisi yang disampaikan oleh penyair sekaligus memberikan penghargaan terhadap puisi dengan cara pembacaan yang atraktif sehingga kesempurnaan puisi nyata dinikmati oleh penikmat puisi. proses. . demikian pendapat yang disampaikan oleh Djamarah. menikmati ataupun memberikan penilaian pada kegiatan membaca puisi. perihal mengajar. mengenal. B. melalui cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan guna mencapai tujuan yang diinginkan. Efffendi mengungkapkan bahwa apresiasi sastra adalah perwujudan pengalaman-pengalaman sastrawan atau pujangga yang diungkapkan dengan jujur. baik di radio. Kajian Teori Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(1997) dituangkan bahwa metode adalah cara yang teratur untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. memeragakan ulang segala sesuatu yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan kepada siswa.Lebak di pandang cukup kompeten dalam penyampaian materi puisi. diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. kurang adanya fantasi saat membaca puisi. perbuatan mengajar atau mengajarkan. pementasan drama. Aminuddin(1987) mengungkapkan kembali bahwa definisi apresiasi sastra secara langsung adalah kegiatan mengapresiasi sastra pada performansinya. cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.

Pengambilan sampel didasarkan kepada tingkat variatif siswa dengan karakteristik yang mengacu pada prestasi siswa di kelasnya. SMPN 2 dan SMPN 3 Cibadak. Di bawah ini adalah hasil angket apreasi puisi kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak. namun yang dijadikan populasi sebanyak lima sekolah. Penulis perlu mengetahui seberapa besar siswa memiliki minat terhadap pengajaran puisi. bertujuan untuk menjaring dan mengetahui minat serta bakat siswa terhadap apreasi puisi.baca puisi dalamkonteks pelaksanaanya secara benar. penulis memberikan angket kuisioner mengenai proses pembelajaran sastra. Penulis membagi dua kelompok pertanyaan untuk mengetahui mengenai kegiatan pembelajaran puisi : 1. Memang bukan suatu hal yang mudah unutk dipaksakan kepada siswa agar menyenangi pelajaran puisi. Populasi Dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak yang berjumlah 12 SMP. sedikitnya penulis dapat memperoleh gambaran tentang minat siswa terhadap apresiasi puisi Beberapa Informasi mengenai pengajaran apresiasi puisi dan minat siswa yang penulis peroleh yaitu di antaranya: 1. berpengaruh besar terhadap siswa dalam menumbuhkan minat untuk menyenangi puisi. yakni siswa SMPN 1. Metode tersebut dalam penelitian menjadi tolok ukur untuk mengetahui minat siswa terhadap puisi sebagai dampak dari keefektifan pengajaran puisi dengan menggunakan metode demonstrasi yang dilakukan guru. khususnya puisi dan pengalaman siswa terhadap proses pembelajara tersebut. minimal siswa bisa mengaplikasikan teori – teori mem. Apabila siswa tidak memiliki bakat yang kuat. Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman siswa dalam pembelajaran puisi. matra. Puisi itu sendiri menurut Ahmad Syubhanuddin(2005) adalah hasil proses kreatif penyair melalui penjelajahan empiris (unsur pengalaman). E. hasilnya diolah dalam bentuk persentase untuk memperoleh kesimpulan akhir. baik oleh pengajar maupun siswa. Dalam mengumpulkan data penelitian. serta penyusunan lirik dan bait. SMPN 1 dan SMPN 4 Rngkasbitung di wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak. 2. rima. Setelah memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pengajaran apresiasi puisi. D. estetis (unsur keindahan). Deskripis Data dan Analisis Pengisian angket yang di berikan kepada siswa. dan analistis (unsur pengamatan). Pertanyaan mengenai minat siswa terhadap pengajaran apreasi puisi .Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama. Sedangka sampel diambil sebanyak 44 siswa dari populasi sasaran secara acak. Berbagai faktor dan kendala yang dihadapi. Keempat puluh empat siswa tersebut adalah yang dijadikan responden sebagai sumber data primer penelitian. C. Metode dan Teknik Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Survay. demikian definisi puisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Analisis Pengajaran Apresiasi Puisi 1) Pertanyaan yang penulis ajukan adalah: Pernakah kamu mendapat Pengajaran Apresiasi Puisi? .

3% atau sebanyak 34 siswa menyatakan kurang berhasil. sedangkan yang menyatakan tidak menyenangkan adalah sebesar 20.5% atau sebanyaka 9 siswa. mata pelajaran sastra. sementara sisanya adalah menjawab tidak pernah yaitu 0. sementara yang menjawab tidak pernah juga sebanyak 50% atau 22 siswa.8% atau 3 siswa menjawab tidak pernah. Dengan demikian.9% atau sejumlah 4 siswa.dan yang menyatakan jawaban lain-lain adalah 20% atau 9 siswa. 6) “Dalam tes praktik membaca puisi.8% atau 25 siswa menjawab puisi konvensioanal.7% atau sebanyak 21 siswa menyatakan jarang-jarang. 3) Pertanyaan ketiga : Metode apa yang digunakan guru dalam menyampaikan pengajaran puisi? Jawaban yang menyatakan ceramah. sementara sejumlah 77.% atau 20 responden.Analisis Minat siswa Terhadap Pengajaran Apresiasi Puisi . 7) Penulis mengajukan pertanyaan lebih lanjut yaitu: Berhasilkah gurumu menumbuhkembangkan bakat siswa dalam membaca puisi. 06. menyatakan berhasil. Ini menunjukan bahwa siswa kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak semua pernah mendapatkan pengajaran apresiasi puisi. 4) Penulis memberikan pertanyaan : Menyenangkankah gurumu dalam memberikan pelajaran puisi? Responden yang menyatakan menyenangkan berjumlah 34. 9) Pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah kamu menyenangi pelajaran puisi? Sebanyak 56.Seluruh responden yang berjumlah 44 orang menjawab Pernah. 8) Sesuai dengan judul yang penulisangkat “ Penggunaan Metode Demontrasi dalam pengajaran Puisi”.4% atau 5 siswa yang menjawab tidak perlu. 10) Lebih lanjut Penulis mengajukan pertanyaan: Menurutmu perlukah di sekolah mendapat pelajaran apresiasi puisi Rata-rata mereka menyatakan jawaban perlu. Sementara sisanya 11.7% atau sebanyak 10 siswa. wajib disampaikan kepada anak didik. yang menyatakan membosankan sebesar 45. 47. 50% atau 22 responden. yang menjawab kadang-kadang yaitu sebanyak 22.2%. Puisi memang merupakan mata pelajaran yang tercantum pada kurikulum. 56. Penulis juga mengajukan pertanyaan : “Pernahkah gurumu menyampaikan pelajaran puisi dengan menggunakan metode demontrasi? siswa yangmenjawab pernah sebanyak 50% atau 22 anak. yang menyatakan diskusi sebanyak 30% atau 13 responden.1% atau 15 siswa. 2) Pertanyaan yang berikut adalah : Jenis puisi apakah yang sering diajarkan oleh gurumu? Dari Jumlah siswa sebanyak 44 orang. sementara 47.5% atau 19 responden menjawab puisi jenis kontemporer. 5) Apakah gurumu selalu memberikan contoh cara membaca puisi yang baik? 45.7% atau sejumlah 10 siswa. apakah gurumu selalu memberikan penilaian?” Yang menjawab YA sebanyak 75% atau sejumlah 30 siswa. 2. yaitu sekitar 88.5% atau sebanyak 20 siswa memnjawab pernah.8% atau sebanyak 25 siswa menyenangi puisi. dengan menggunakan metode yang dipakainya? 22.6% atau sejumlah 39 siswa. khususnya puisi. Sementara yang menjawab tidak menyenangi yaitu sebanyak 19 siswa atau 43.

kurang memperhatikan 22.7% atau sebanyak 10 anak. apa yang disebut dengan apresiasi dan bagaimana tata cara mengapresiasikan puisi tersebut.4% atau sebanyak 16 siswa 3) Selanjutnya penulis memberikan pertanyaan senangkah kamu menulis puisi?” Jawaban terhadap pertanyaan itu adalah 45. . karena memang benar bahwa seorang siswa selalu mencontoh hal-hal yang diperbuat oleh gurunya. Untuk itu penulis yakin apabila seorang guru mampu membaca puisi dengan baik. Beberapa Informasi mengenai minat siswa yang penulis peroleh yaitu diantaranya: 1). penjiwaan. Berbagai faktor dan kendala yang dihadapi.1% atau sebanyak 15 anak. serta penguasaan puisi. guru dituntut dapat memberikan contoh-contoh membaca puisi yang benar.4% atau sdebanyak 5 siswa menjawab senang. pengekspresian. sisanya menjawab tidak memperhatikan 43. Senangkah kamu dengan pelajaran puisi? Jawaban yang penulis peroleh yaitu 73. Simpulan Berdasarkan uraian pada uraian di atas . banyak berbagai faktor yang menjadi penyebabnya.memang pada dasarnya siswa kelas VIII SMP Wilayah Bina 1 Kabupaten Lebak sebagian besar menyenangi puisi. niscaya siswanyapun akan mengikuti. kata-kata yang mengandung makna indah luapan isi hatinya. sekaligus melihat antusias siswa dalam merespon kegiatan apresiasi puisi dalam konteks kompetisi membaca puisi. Dari analisa tersebut. Para siswa pada umumnya. sebelum melakukan apresiasi sangat memerlukan teori-teori tentang apresiasi puisi.5% atau sebanyak 24 siswa menjawab tidak senang 4) Apakah Anda selalu memperhatikan ketika guru sedang memberikan contoh membaca puisi? Jawaban memperhatikan persentasenya sebesar 34.2% atau sebanyak 19 anak. Hasil analisis pada pertanyaan poin ini. sisanya 27. tetapi hal ini juga tidak terlepas dari kemampuan guru dalam membangkitkan minat dan kemampuan siswa tersebut. mengapa anak kurang memperhatikan disaat guru memberikan contoh membaca puisi ? resume siswa yang dikemukakan antara lain kurang menarik perhatian tatkala guru mendemontrasikan membaca puisi. dan 55. sedangkan yang tidak menyenangi membaca puisi yaitu 36.Penulis perlu mengetahui seberapa besar siswa memiliki minat terhadap pengajaran puisi. 5) Apakah kamu senang apabila ditunjuk untuk ikut lomba membaca puisi? Pertanyaan terakhir yang penulis ajukan kepada siswa bertujuan untuk menganalisa keberhasilan guru dalam memberikan pelajaran apresiasi puisi.5% atau sebanyak 20 anak menjawab senang.6% atau sebanyak 28 anak. F.3% atau sebanyak 12 siswa tidak menyenangi puisi. yang menjawab tidak senang yaitu 88.6% atau sebanyak 39 siswa. baik oleh pengajar maupun siswa. 2) Pertanyaan berikut yang penulis ajukan adalah “Senangkah kamu membaca puisi?” Siswa yang menjawab senang membaca puisi adalah 64. berpengaruh besar terhadap siswa dalam menumbuhkan minat untuk menyenangi puisi. atraktif. dapat ditarik simpulan bahwa pada dasarnya para siswa mempunyai kemampuan untuk mengapresiasikan puisi dengan baik. Seusia mereka yang mulai mengalami pubertas lebih condong menyukai pengungkapan kata-kata puitis. Persentase yang diperoleh yaitu 11. Untuk materi apresiasi puisi. meniru. apa yang dicontohkan oleh gurunya.7% atau sebanyak 32 siswa menyenangi puisi.

Mozaik Sastra Indonesia. Riris K. 2011. Prosedur Penelitian. M. Jogjakarta : Ramadhan Press Fanamie. Pd. Suwardi.1968. 1987. Jakarta: Rineka Cipta Depdikbud. Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Media Pembelajaran Benda Konkret pada Siswa Kelas III SDN Sumbersari 2 Malang. . Deni. sehingga siswa dapat secara langsung melihat. S. Bandung : BinaCipta Sarumpaet. Kamus Besar Indonesia. Pd. Apresiasi Puisi Rema Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Anak Melalui Media Pembelajaran Benda Konkret pada Siswa nKelas III SDN Sumbersari 2 Malang Deni Saherliawati Abstrak ABSTRAK Saherliawati. Telaah Sastra. 2007. (II) Dra. Jakarta : Pustaka Jaya Endraswara. Pembimbing: (I) Drs. 1988. Ajip. Daftar Pustaka Alwy. Toha. 2008.Penggunaan Metode Demonstrasi dalam Pengajaran Puisi dapat meningkatkan minat siswa untuk mengapresiasi Puisi”. bahwa penyampaian materi aprsiasi puisi dengan menggunakan metode demonstrasi. merasakan keatraktifan puisi yang dibaca oleh gurunya. Suharsimi. 1997. B. Jakarta: Balai Pustaka Depdiknas. Bahasa Dan Satra Indonesia : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Depdikanas. Bimbingan Apresiasi Puisi. Bandung : Sinar Baru. G. Skripsi. Harti Kartini. Zainuddin. Arikunto. dengan catatan guru benar-benar mendemonstrasikan membaca puisi dengan sebaik-baiknya. Sutrisno. 2002. Sanggar Sastra. 2005. Ahmad Syubhanudin. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Fakultas Ilmu Pendidikan. M. 2000. Jurusan KSDP. sangat efektif dilaksanakan dan mudah untuk diikuti oleh siswa dalam mengembangkan kemampuan membaca puisi. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Metode Pengajaran Sastra. Kamus Besar bahasa Indonesia. 2002. Surakarta : Muhammadiyah University Press Rahmanto. Yogyakarta :Kanisius Rosidi.Bandung : Nuansa Aminuddin. Jakarta :Balai Pustaka Effendi.2005. Universitas Negeri Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. judul dan diksi yang digunakan beragam. kemampuan menulis puisi masih kurang. Berdasarkan hasil analisis data pada tiga kegiatan yaitu pramenulis. Puisi Anak. menentukan kata kunci. dan kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitar. menunjukkan bahwa kemampuan menulis puisi anak dapat ditingkatkan dengan menggunakan media pembelajaran benda konkret. terdiri atas 8 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki. ungkapan perasaan baik senang maupun sedih. daya khayal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: 1) penerapan media pembelajaran benda konkret untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi anak. penalaran. Media Pembelajaran Benda Kokret. siswa dapat menggambarkan benda sesuai kenyataan. Isntrumen yang digunakan yaitu pedoman observasi. Sedangkan untuk hasil penulisan puisi. . isi puisi lebih luas seperti cerita sehari-hari. Data yang diolah dan dianalisis berupa data proses dan hasil pembelajaran menulis puisi. Siswa semakin paham tahap-tahap menulis puisi. siswa kesulitan mengungkapkan ide dalam menulis puisi berdasarkan gambar yang diamati. dan kesulitan menentukan judul puisi. menentukan tema. Berdasarkan hasil penelitian. pedoman wawancara guru dan siswa. mulai dari pengamatan media benda konkret. disarankan kepada guru untuk dapat memanfaatkan media benda konkret dalam pembelajaran menulis puisi dan pembelajaran lainnya. Berdasarkan pretes yang dilaksanakan pada siswa kelas III SDN Sumbersari 2 Malang dapat diketahui bahwa siswa kurang berminat dalam menulis puisi. asesmen kinerja. memperhalus perasaan. menulis. pengimajian juga mulai muncul. Oleh karena itu. Mereka lebih mudah mengungkapkan ide. SD Menulis puisi merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa SD. mendeskripsikan hal-hal yang mereka ketahui tentang benda konkret.Kata Kunci: Menulis. dan dokumentasi pembelajaran. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III SDN Sumbersari 2 Malang yang berjumlah 27 siswa. dan 2) peningkatan kemampuan menulis puisi anak melalui penerapan media pembelajaran benda konkret siswa kelas III SDN Sumbersari 2 Malang. sampai menuliskan puisi menggunakan kata yang menarik. dan pasca menulis diperoleh temuan kemampuan dan hasil puisi siswa meningkat. Pembelajaran menulis puisi bermanfaat untuk mengembangkan ide. dan ucapan terima kasih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful