BAB I Pendahuluan I.

Pendahuluan Dalam menghadapi era globalisasi industri dan perdagangan bebas yang akan datang, berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia berbenah diri mempersiapkan sumber daya manusianya. Ilmu pengetahuan, teknologi dan seni menjadi perhatian utama dalam upaya pengembangan dan penguasaannya di masa datang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan perubahan terhadap kurikulum pendidikan dasar dan menengah secara nasional serta memberikan keleluasaan kepada daerah-daerah untuk menerapkannya sesuai dengan kondisi daerah setempat, yaitu dengan memanfaatkan kurikulum muatan lokal. Indonesia adalah salah satu negara agraris di dunia. Kondisi geografisnya yang terdiri dari dataran tinggi (pegunungan) dan dataran rendah (pesisir) menghasilkan pemandangan yang sangat menakjubkan yang apabila diolah secara profesional dapat menjadi objek wisata yang indah. Data-data tersebut di atas memberikan panduan kepada kita dalam pembentukan kurikulum muatan lokal berikut arah dan sasaran pendidikan yang akan dicapai.

Secara nasional, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi prioritas utama dalam kurikulum, sehingga mata pelajaran Matematika dan IPA mendapat perhatian dan porsi yang khusus dalam kurikulum dengan meminggirkan beberapa mata pelajaran lain yang dianggap kurang bermanfaat bagi perkembangan zaman. Salah satu mata pelajaran yang terpinggirkan tersebut adalah pendidikan seni khususnya seni budaya daerah.

Di dalam pertemuan-pertemuan ilmiah dan makalah-makalah para pakar, selalu disebutkan secara berangkai kata-kata ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Tetapi mengapa yang menjadi prioritas pembangunan pendidikan hanya pada ilmu pengetahuan dan teknologi saja ? Dari mana unsur seni akan diterima oleh peserta didik ?

Sebenarnya peran pendidikan seni bagi seorang peserta didik adalah sangat penting. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu diiringi dengan jiwa

1

yang memiliki nilai-nilai seni sehingga karya cipta yang dihasilkan memiliki nilainilai estetis. Bahkan beberapa ahli pernah mengemukakan bahwa tanpa seni, ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi hampa. Tidak bisa diragukan lagi bahwasanya manusia tak akan terlepas dengan mengeksplorasi segala sumber daya yang dimilikinya. Dengan cara mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinofasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidupnya menjadi lebih baik. Jika manusia tidak menggali segala kemampuanya maka ia akan tertinggal bahkan tergerus oleh zaman yang selalu berkembang. Dalam dunia pendidikan Inovasi adalah hal yang mutlak dilakukan karena tanpa inovasi akan terjadi kemandekan pada dunia pendidikan yang kemudian berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik, ekonomi, social dan lain-lain. II. Permasalahan Berdasarkan uraian pada pendahuluan di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu ³Bagaimanakah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan peranan Pendidikan Seni dalam rangka meningkatkan kompetensi siswa? III. Tujuan Dengan disusunya Makalah ini semoga para siswa lebih semangat lagi dalam mengapresiasikan seni di lingkungan sekolah.

2

Pembahasan Dengan diberlakukannya otonomi daerah. Dan diharapkan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan memberikan dukungan positif bukan memberikan respon tidak menentu sambil menunggu 3 . Berdasarkan pantauan penulis. banyak peserta didik yang menambah dan menimba ilmu pengetahuan di bidang seni di luar sekolah. disini penulis tertarik untuk membahas kurikulum muatan lokal yang meminggirkan dan menutup mata terhadap pendidikan seni dan budaya daerah. Selain ada mata pelajaran Seni Budaya yang sifatnya umum. untuk dapat lebih terarah dan mempersempit masalah. sudah sepantasnyalah pendidikan seni mendapatkan porsi yang lebih dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Oleh karena itu. penempatan pendidikan seni budaya daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal adalah terobosan yang amat baik guna menunjang program pembangunan dan pendidikan daerah. rental band dan sebagainya. Oleh karena itu. Pariwisata. maka sudah sepantasnyalah pendidikan dasar dan menengah dapat mempersiapkan manusia Indonesia yang kompetitif untuk menghadapi era globalisasi dan era perdagangan bebas dunia. bina vokalia. dalam kesempatan ini penulis memberikan saran kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk dapat memberikan porsi yang lebih kepada mata pelajaran seni khususnya seni daerah masuk dalam bentuk mata pelajaran muatan lokal. karena sekolah memiliki wewenang untuk itu. sanggar-sanggar musik.BAB II PEMBAHASAN IV. seperti : sanggarsanggar tari. Hal ini sebenarnya sudah cukup bagi semua pihak untuk melihat sebuah fakta peserta didik telah menganggap bahwa pendidikan dan pengembangan nilai-nilai seni yang diperolehnya di sekolah sudah tidak memadai untuk pengembangan kemampuan dirinya di bidang seni dan menanamkan dan menumbuhkan nilainilai seni yang ada di dalam dirinya. seni dan budaya yang dikatakan mampu memberikan kontribusi kepada daerah dalam bentuk pendapatan asli daerah (PAD) haruslah ditunjang dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai dari putra-putra daerah ini. Oleh karena itu.

Maka dapat ditarik kesimpulan Ibahwa Inovasi pendidikan adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide. meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam 4 . Sekarang hanya tinggal kemauan dari pihak sekolah untuk menyelenggarakannya. karena saat ini sangat banyak lulusan Jurusan Pendidikan Sendratasik dan STSI yang tersebar hampir di seluruh Indonesia yang memiliki ilmu dan skill yang memadai untuk itu. Invention adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru artinya hasil karya manuasia. kejadian. Suatu karya seni dapat berfungsi baik secara individual bagi penciptanya dan penikmatnya. Kendala kekurangan sumber daya manusia dalam hal ini guru (tenaga pengajar) sudah tidak dapat dijadikan alasan. Dengan demikian. Misalnya suatu peristiwa dalam sejarah disampaikan dengan film. kejadian. Discovery adalah penemuan sesuatu (benda yang sebenarnya telah ada sebelumnya. Dalam kaitan ini Ibrahim (1989) mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide. Contoh bidangnya adalah Managerial. Inovasi yang berbentuk metode dapat berdampak pada perbaikan. dan Kurikulum. barang. inovasi dapat diartikan usaha menemukan benda yang baru dengan jalan melakukan kegiatan (usaha) invention dan discovery. A. Pengertian Fungsi Seni dan Inovasi di Bidang Pendidikan Berbicara mengenai inovasi (pembaharuan) mengingatkan kita pada istilah invention dan discovery. Teknologi. metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi dunia pendidkan. metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat).tanggapan atasan seperti yang sering terjadi selama ini. maupun secara sosial dalam kehidupan sehari ± hari Fungsi sosial seni dalam bidang pendidikan Peranan seni dalam bidang pendidikan yaitu sebagai alat peraga untuk memperlancar proses belajar supaya anak didik lebih mudah dan mengerti menerimanya. barang. Manusia sepanjang hidupnya tidak bisa dipisahkan dengan seni sebab seni adalah bagian dari kehidupan manusia yang sama pentingnya dengan kebutuhan primer lainnya.

seperti penggunaannya untuk teknologi pembelajaran. Dengan demikian metode baru atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada seperti dalam proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran. Sementara itu inovasi dalam teknologi juga perlu diperhatikan mengingat banyak hasil-hasil teknologi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. kebijakan desentralisasi pendidikan dan lain-lain. Inovasi seperti ini dilakukan dan diterapkan kepada bawahan dengan cara mengajak. Dan bawahan tidak punya otoritas untuk menolak pelaksanaannya. Seperti penerapan kurikulum. 3. prosedur supervise serta pengelolaan informasi pendidikan yang dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan pendidikan.memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan. menganjurkan dan bahkan memaksakan apa yang menurut pencipta itu baik untuk kepentingan bawahannya. ataupun sebagai usaha untuk meningkatkan efisiensi dan sebaginya. b. Contoh adalah yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional selama ini. Biasanya dilakukan oleh para guru. Inovasi pendidikan dan model pembelajaran di Indonesia a. Top Down Inovation Inovasi model Top Down ini sengaja diciptakan oleh atasan (pemerintah) sebagai usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan atau pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. bottom up Inovation Yaitu model ionovasi yang bersumber dan hasil ciptaan dari bawah dan dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan penyelenggaraan dan mutu pendidikan. 5 .

Ada dua konsep desentralisasi pendidikan. Perjalanan pendidikan nasional yang panjang mencapai suatu masa yang demokratis kalau tidak dapat disebut liberal-ketika pada saat ini otonomisasi pendidikan melalui berbagai instrument kebijakan. sampai UU No. Konsep pertama berkaitan dengan desentralisasi penyelenggaraan pemerintahan dari pusat ke daerah sebagai bagian demokratisasi. Dalam konteks ini pula. moral dan kenegaraan) yang didapat dibangku sekolah dengan tidak semestinya. Konsep kedua lebih fokus mengenai pemberian kewenangan yang lebih besar kepada manajemen di tingkat sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. Kedua. juga kewenangan di sektor pendidikan yang digariskan bagi pusat maupun daerah. dimana peran pendidikan (agama. pendidikan berusaha dikembalikan untuk melahirkan insan-insan akademis dan intelektual yang diharapkan dapat membangun bangsa secara demokratis. Desentralisasi dan Demokratisasi pendidikan.c. privatisasi perguruan tinggi negeri-dengan status baru yaitu Badan Hukum Milik Negara (BHMN) melalui PP No. Jika kita merujuk pada undang-undang Undang-Undang No. 6 . 2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.22 Tahun 1999 tentang otonomi pemerintahan daerah maka Desentralisasi pendidikan bisa diartikan sebagai pemberian kewenangan untuk mengatur pendidikan di daerah. desentralisasi pendidikan dengan fokus pada pemberian kewenangan yang lebih besar di tingkat sekolah. mulai UU No. pembiayaan pendidikan. 60 tahun 2000. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah yang mengatur konsep. sistem dan pola pendidikan. desentralisasi kewenangan di sektor pendidikan. Pertama. Desentralisasi lebih kepada kebijakan pendidikan dan aspek pendanaannya dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. bukan menghancurkan bangsa dengan budaya-budaya korupsi kolusi dan nepotisme.

KTSP KTSP yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum yang bersifat operasional dan dilaksanakan dimasingmasing tingkat satuan pendidikan. ternyata sangatlah bermanfaat bagi perkembangan kepribadian siswa. Pendidikan seni dipandang sangat perlu untuk membentuk kepribadian siswa dari sisi potensi estetik atu keindahannya yang diyakini dapat memperhalus budi manusia. 15 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.B. dan dengan ´gendhing´ diartikan seni suara dan musik Jawa yang bermaksud menghaluskan budi kita. Dengan demikian seni tidak diragukan potensinya yang dapat digunakan untuk menghaluskan pancaindera yang berarti juga menghaluskan budi manusia d. Alat untuk menghaluskan budi ini ialah halusnya pendengaran. Landasan hukum kurikulum ini yaitu Undangundang Sikdiknas No. padahal banyak sekali manfaat yang seharusnya dapat dimanfaatkan dari Seni di dunia pendidikan. dengan ´sastra´ kesusastraan atau pengetahuan pada umumnya. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun oleh masing-masing sekolah dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. hal ini mulai menjadi sorotan dari berbagai pihak yang mulai peduli dengan dunia pendidikan. Penyerahan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tiap sekolah dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan bertujuan agar 7 . MANFAAT SENI DI BIDANG PENDIDIKAN Indonesia merupakan negara yang kaya akan Seni dan Budayanya. Manfaat seni dalam dunia pendidikan terutama di sekolah. Sebab halusnya panca indera kita berakibat halusnya manusia´. Hal ini diyakini oleh Ki Hadjar Dewantara (1994:153) sebagai berikut : ´Bahwa pelajaran seni suara dan seni musik mempunyai arti yang besar. tapi dalam realitanya pemanfaatan seni masih minim sekali dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah pada umumnya.

kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran. yang dalam realitanya sudah jarang siswa yang peduli dengan Seni danBudaya Indonesia. dalam hal ini sekolah haruslah berusaha untuk membangkitkan kreatifitas para siswanya.kurikulum tersebut dapat disesuaikan dengan karakter dan tingkat kemampuan sekolah masing-masing. para siswa dapat (1) mengekspresikan perasaannya melalui berbagai karyanya. Dengan begitu akan lahir kepribadian yang unggul pada diri para siswa. Standar isi merupakan ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan. pengetahuan dan keterampilan. C. KEKURANGAN DAN KELEBIHAN SENI DI BIDANG PENDIDIKAN Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa Pemanfaatan seni dalam dunia pendidikan terutama di sekolah yang sebenarnya sangat dibutuhkan sangatlah kurang. Pedoman penilaian dan penentuan kelulusan peserta didik mengacu pada SKL yang meliputi kompetensi untuk kelompok mata pelajaran atau kompetensi untuk seluruh mata pelajaran yang dinilai berdasarkan kualifikasi kemampuan mencakup sikap. Dengan Seni Budaya. (2) disamping itu juga Seni Budaya dapat menjadi salah satu media hiburan untuk menyegarkan kembali pikiran para siswa setelah belajar keras. baik sastra. 8 . Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan. tarian dan lain sebagainya. lukisan. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. lagu. musik. terutama dalam hal Seni Budaya. (3) tentunya juga agar para siswa bisa lebih mencintai Seni dan Budaya Indonesia.

mungkin juga tidak.D. kecuali manusia pelakunya saja yang merasakan. adalah contoh perilaku manusia yang sering tampak. Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi 9 . Perilaku kejiwaan tersebut diatas sering muncul dalam bentuk ekspresi yang nyata. estetika. sakit. Karya seni seperti contoh di atas adalah karya seni yang didahului oleh unsur kejiwaan/perasaan manusia. Seorang membuat karya seni hanya sekedar meniru bentuk alam. memotret alam dengan tidak melibatkan unsur perasaan. suka cita dan sebagainya. Aspek kreativiitas mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. kreativitas. sosial. dan fisik. Mungkin ada yang seperti contoh di atas. Apakah karya seni selalu dilatarbelakangi unsur kejiwaan? Jawabanya dapat kita renungkan sambil mengamati berbagai cotoh karya seni. dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat. Manusia dihadapkan dengan perasaan suka. serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Quantum learning Quantum learning ialah kiat. senang. ceria. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. CIRI SENI DALAM BIDANG PENDIDIKAN Seni Sebagai Pendidikan Kreativitas De Francesco (1958) menyatakan bahwa pendidikan seni mempunyai kontribusi terhadap pengembangan individu antara membantu pengembangan mental. Perilaku lain ada kelompok pencipta karya seni yang mencoba memasukan kejiwaan sebagai latar belakang menciptakan karya seni e. Namun. ataupun bisa saja tidak tampak. Seni atau karya seni dihubungkan dengan karakter kejiwaan manusia. strategi. Apalagi di masa pembangunan ini. duka gembira. emosional. orang yang berdaya kreatif sangat dibutuhkan guna mengembangkan ide-ide yang konstruktif yang akan membantu pemerintah dan masyarakat dalam memajukan kehidupan dan berkebudayaan. sedih. petunjuk.

pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ilmu Pengetahuan. hubungan." kata I Wayan Rai 10 . quantum learning menggabungkan sugestologi. yang menonjolkan informasi. dan Kebudayaan. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif ataunegatif. Tarian yang kini masih dilestarikan masyarakat Bali dimasukkan menjadi nominasi dalam inskripsi UNESCO yaitu Badan PBB yang membawahi bidang Pendidikan. Rektor ISI Denpasar. ³Sebagai pelajar. Quantum learning berakar dariupaya Georgi Lozanov.´ Mereka mengasumsikan kekuatan energi sebagai bagian penting dari tiap interaksi manusia. tarian tradisi yang kini tetapdilestarikan oleh masyarakat Bali dimasukkan menjadi nominasi dalam inskripsi UNESCO atau Badan PBB yang membawahi bidang Pendidikan. Ilmu Pengetahuan. dan Kebudayaan. ditempel. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman.tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme). dan Kebudayaan. Untuk mendapatkan sugesti positif. partisipasi mereka didorong lebih jauh. beberapa teknik digunakan. CONTOH FUNGSI SENI DALAM DUNIA PENDIDIKAN Indonesia pantas berbangga dengan bertambahnya satu lagi pengakuan dunia terkait seni tari trasional Bali. Guru-guru yang terampil dalam seni pengajaran sugestif bermunculan. Pada kaitan inilah. Ilmu Pengetahuan. Posterposter besar. Indonesia pantas berbangga dengan bertambahnya satu lagi pengakuan dunia terkait seni tari trasional Bali. "Untuk kepentingan itu ISI Denpasar bersama instansi lain tengah mengadakan penelitian dan perencanaan proyek pelestarian tari tradisi Bali. teknik pemercepatan belajar E. Musik dipasang. Bali I Wayan Rai S menyatakan. tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya: interaksi. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar. inspirasi agar menghasilkan energi cahaya´. Tarian yang kini masih dilestarikan masyarakat Bali dimasukkan menjadi nominasi dalam inskripsi UNESCO yaitu Badan PBB yang membawahi bidang Pendidikan. Selanjutnya Porter dkk mendefinisikan quantum learning sebagai ³interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. mereka alihkan ihwal energi itu ke dalam analogi tubuh manusia yang ³secara fisik adalah materi´. Dengan mengutip rumus klasik E = mc2.

Dengan diajukannya tari-tari tradisi Bali sebagai inskripsi UNESCO maka akan semakin menarik perhatian dunia budaya Bali. Tim nominasi juga telah memetakan penyebaran jenis tari tradisi Bali. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Kamis (24/6).Kamis. Tari tradisi di Bali yang dimaksud yaitu tari Legong Keraton Lasem. 11 . serta Dinas Kebudayaan Bali yang didukung masyarakat yang menggeluti tari tradisi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). sejak pertengahan Juni 2010. Dalam kelas kontektual. dan Balih-balihan yang telah diwakili oleh beberapa tarian. Menurut I Wayan. bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Pemerintah Provinsi Bali. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. meningkatkan kesadaran bangsa dan negara tentang warisan budaya. Contextual Teaching and Learning /CTL Pendekatan kontektual (Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.Maksudnya. termasuk kesadaran untuk melestarikannya melalui transmisi kepada generasi muda f. untuk penelitian itu pihaknya digandeng Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Rektor ISI Denpasar Bali. Bebali. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Disebutkan. jenis tari di Bali terbagi menjadi tiga yaitu tari Wali. Hal ini juga akan memperkuat kesadaran tentang budaya lokal dan identitas budaya suku bangsa. seperti dikutip depbudpar. Dengan konsep itu. Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Strategi pembelajaran lebihdipentingkan daripada hasil.

g. 1993). setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. dan proses kelompok. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok (Johnson & Johnson. Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok. yang terdiri dari dua orang atau lebih. yaitu saling ketergantungan positif. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. interaksi personal. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Falsafah yang mendasari pembelajaran Cooperative Learning (pembelajaran gotong royong) dalam pendidikan adalah ³homo homini socius´ yang menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial. keahlian bekerja sama. Active learning Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. tanggung jawab individual. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) 12 . Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkanfaham konstruktivis. belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. f. Dalam pembelajaran kooperatif. Sistem pengajaran Cooperative Learning dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/ belajar kelompok yang terstruktur. cooperative learning Model pembelajaran Cooperative Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mendukung pembelajaran kontekstual.

Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Menyenangkan adalah suasana belajar. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. konflik dan motivasi yang kurang sehat b. dan mengemukakan gagasan. lemahnya berbagai faktor penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya 13 . bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga. Efektif.juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. mempertanyakan. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Kreatif. Kendala-kendala Dalam Inovasi Pendidikan Kendala-kendala yang mempengaruhi keberhasilan usaha inovasi pendidikan a. dan Menyenangkan. 4. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. g. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. PAKEMadalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif.mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif.

Penolakan (Resistance) Ada beberapa hal mengapa inovasi sering ditolak atau tidak dapat diterima olehpara pelaksanaan inovasi di lapangan atau di sekolah sebagai berikut: 1. Sekolah atau guru tidak dilibatkan dalam proses perencanaan. penolakan dari sekelompok tertentu atas hasil inovasi e. 3. sehingga ide baru atau inovasi tersebut dianggap oleh guru. penciptaan dan bahkan pelaksanaan inovasi tersebut.inovasi yang dihasilkan c. karena tidak sesuai dengan keinginan atau kondisi sekolah mereka. Inovasi yang diperkenalkan dan dilaksanakan yang berasal dari pusat merupakan kecenderungan sebuah proyek dimana segala sesuatunya ditentukan oleh pencipta inovasi dari pusat. Inovasi yang baru yang dibuat oleh orang lain terutama dari pusat (khususnya Depdiknas) belum sepenuhnya melihat kebutuhan dan kondisi yang dialami oleh guru dan siswa. kurang adanya hubungan sosial dan publikasi (Subandiyah 1992:81). 2. Inovasi ini bisa terhenti kalau proyek itu selesai atau kalau finasial dan keuangannya sudah tidak ada lagi. 5. 4. dan merupakan kepunyaan orang lain yang tidak perlu dilaksanakan. karena sistem atau metode tersebut sudah mereka laksanakan bertahuntahun dan tidak ingin diubah. Hal ini juga diungkapkan oleh Munro (1987:36) yang mengatakan bahwa "mismatch between teacher's intention and practice is important barrier to the success of the innovatory program". Dengan demikian pihak sekolah 14 . Disamping itu sistem yang mereka miliki dianggap oleh mereka memberikan rasa aman atau kepuasan serta sudah baik sesuai dengan pikiran mereka. Hal senada diungkapkan pula Day dkk (1987) dimana guru tetap mempertahankan sistem yang ada. Guru ingin mempertahankan sistem atau metode yang mereka lakukan saat sekarang. atau sekolah bukan miliknya. keuangan (finacial) yang tidak terpenuhi d.

karena mereka menganggap inovasi yang 15 . hubungan antar individu. maka dalam pembaharuan pendidikan. Tanpa melibatkan mereka. itu pengalaman dan keterampilan sendiri. Guru harus pandai membawa siswanya kepada tujuan yang hendak dicapai. maka sangat mungkin mereka akan menolak inovasi yang diperkenalkan kepada mereka. metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa. faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan dalam inovasi pendidikan adalah guru. keterlibatan guru mulai dari perencanaan inovasi pendidikan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasinya memainkan peran yang sangat besar bagi keberhasilan suatu inovasi pendidikan. kurikulum dan fasilitas. Kepiawaian dan kewibawaan guru sangat menentukan kelangsungan proses belajar mengajar di kelas maupun efeknya di luar kelas. Ada beberapa hal yang dapat membentuk kewibawaan guru antara lain adalah penguasaan materi yang diajarkan. Dengan demikian. 5.atau guru hanya terpaksa melakukan perubahan sesuai dengan kehendak para inovator di pusat dan tidak punya wewenang untuk merubahnya. Guru Guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Hal ini seperti diuraikan sebelumnya. Kekuatan dan kekuasaan pusat yang sangat besar sehingga dapat menekan sekolah atau guru melaksanakan keinginan pusat. yang belum tentu sesuai dengan kemauan mereka dan situasi sekolah mereka. dan program/tujuan. 1. misalnya kepala sekolah dan tata guru usaha serta masyarakat sekitarnya. Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan Dalam Inovasi pendidikan Untuk menghindari penolakan seperti yang disebutkan di atas. siswa. baik dengan siswa maupun antar sesama guru dan unsur lain yang terlibat dalam proses pendidikan seperti adminstrator. 5.

3.tidak melibatkan mereka adalah bukan miliknya yang harus dilaksanakan. daya motorik. Siswa Sebagai obyek utama dalam pendidikan terutama dalam proses belajar mengajar. sebagai orang tua. dan bahkan sebagai guru. karena siswa bisa sebagai penerima pelajaran. pemberi materi pelajaran pada sesama temannya. siswa perlu diajak atau dilibatkan sehingga mereka tidak saja menerima dan melaksanakan inovasi tersebut. lebih sempit lagi kurikulum sekolah meliputi program pengajaran dan perangkatnya merupakan pedoman dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Peran siswa dalam inovasi pendidikan tidak kalah pentingnya dengan peran unsur-unsur lainnya. walaupun hanya dengan mengenalkan kepada mereka tujuan dari pada perubahan itu mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan. tetapi sebaliknya mereka menganggap akan mengganggu ketenangan dan kelancaran pendidikan. Oleh karena itu. (Wright 1987) 2. Kurikulum Kurikulum pendidikan. yang Oleh utama karena dan itu. sehingga dalam pelaksanaan inovasi pendidikan. Oleh karena itu kurikulum sekolah dianggap sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. tetapi juga mengurangi resistensi seperti yang diuraikan sebelumnya. kemauan danM komitmen yang timbul dalam diri mereka tanpa ada paksaan. dalam memperkenalkan inovasi pendidikan sampai dengan penerapannya. Hal ini bias terjadi apabila siswa juga dilibatkan dalam proses inovasi pendidikan. dalam terlibat suatu karena inovasi guru pertama mempunyai peran yang luas sebagai pendidik. kurikulum memegang peranan 16 . siswa memegang peran yang sangat dominan. siswa dapat menentukan keberhasilan belajar melalui penggunaan intelegensia. tugas gurulah mereka. sebagai dokter. pengalaman. petunjuk. sebagi motivator dan lain sebagainya. sebagai teman. sehingga apa yang mereka lakukan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan dengan konsekwen. Dalam proses belajar mengajar.

fasilitas perlu diperhatikan. Tanpa adanya kurikulum dan tanpa mengikuti program-program yang ada di dalamya. dalam pelaklsanaan pembahruan pendidikan. Dalam pembahruan pendidikan. meja dan sebagainya. Dalam menerapakan inovasi pendidikan. perubahan itu hendaknya sesuai dengan perubahan kurikulum atau perubahan kurikulum diikuti dengan pembaharuan pendidikan dan tidak mustahil perubahan dari kedua-duanya akan berjalan searah. maka pelaksanaan inovasi pendidikan akan bias dipastikan tidak akan berjalan dengan baik. Sebab. maka inovasi pendidikan tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan inovasi itu sendiri. jika dalam menerapkan suatu inovasi pendidikan. Lingkup Sosial Masyarakat. Tanpa melibatkan masyarakat sekitarnya. 17 . Tanpa adanya fasilitas. inovasi pendidikan tentu akan terganggu. Keterlibatan masyarakat dalam inovasi pendidikan sebaliknya akan membantu inovator dan pelaksana inovasi dalam melaksanakan inovasi pendidikan. ada hal yang tidak secara langsung terlibat dalam perubahan tersebut tapi bisa membawa dampak. tidak bias diabaikan dalam dalam proses pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar. 5. Fasilitas Fasilitas. Oleh karena itu. Misalnya ketersediaan gedung sekolah. Oleh karena itu. bahkan bisa merusak apabila mereka tidak diberitahu atau dilibatkan. terlibat dalam pendidikan. Fasilitas. bangku. 4. apa yang ingin dilakukan dalam pendidikan sebenarnya mengubah masyarakat menjadi lebih baik terutama masyarakat di mana peserta didik itu berasal. sengaja maupun tidak. baik positif maupun negatif. terutama fasilitas belajar mengajar merupakan hal yang esensial dalam mengadakan perubahan dan pembahruan pendidikan. tentu saja fasilitas merupakan hal yang ikut mempengaruhi kelangsungan inovasi yang akan diterapkan.yang sama dengan unsur-unsur lain dalam pendidikan. termasuk sarana dan prasarana pendidikan. Masyarakat secara tidak langsung atau tidak langsung. dalam pembahruan pendidikan.

18 . Ilmu pengetahuan. teknologi dan seni menjadi perhatian utama dalam upaya pengembangan dan penguasaannya di masa datang. termasuk Indonesia berbenah diri mempersiapkan sumber daya manusianya. Oleh karena itu. yaitu dengan memanfaatkan kurikulum muatan lokal.BAB III PENUTUP Kesimpulan Dalam menghadapi era globalisasi industri dan perdagangan bebas yang akan datang. sudah sepantasnyalah pendidikan seni mendapatkan porsi yang lebih dalam proses belajar-mengajar di sekolah. berbagai negara di dunia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan perubahan terhadap kurikulum pendidikan dasar dan menengah secara Nasional serta memberikan keleluasaan kepada daerah-daerah untuk menerapkannya sesuai dengan kondisi daerah setempat. Pariwisata. seni dan budaya yang dikatakan mampu memberikan kontribusi kepada daerah dalam bentuk pendapatan asli daerah (PAD) haruslah ditunjang dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai dari putraputra daerah ini. Penempatan pendidikan seni budaya daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal adalah terobosan yang amat baik guna menunjang program pembangunan dan pendidikan daerah.

Idris H.go.id/berita/0503/26/opi 02.htm. Komitmen bagi desentralisasi pendidikan. Shafe. Djaja jajuri.DAFTAR PUSTAKA Inovation. Sebuah tinjauan teoritis tentang inovasi pendidikan di Indonesia. 1991. Bandung: Remaja Rosdakarya.Sinarharapan.dikunjungi 23 Desember 2008. Cece Wijaya.htm.id/berita/0503/26/opi 02. Dikunjungi 25Desember 2008.pdk. Dalam situs http://WWW. Dalam situs http://WWW.com// Inov.Tripod. Upaya pembaharuan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Desentralisasi dan Demokratisasi pendidikan di era otonomi daerah. Dalam situs http://WWW.htm.htm. Soedibyo.Segena. A. moryati BRA. Dikunjungi 23 Desember 2008.co.co. Unggul. Noor.M.Sinarharapan. 19 .id/balitbang/publikasi/Jurnal/no_026/sebuah_Tinjauan_teorit is_ Idris. Tabrani Rusyam. Dalam situs http://WWW.

LAMPIRAN ³ Gambar Fungsi Seni Dalam Dunia Pendidikan ³ 20 .