P. 1
MATERI K3

MATERI K3

|Views: 415|Likes:
Published by Fajar Sulistyawan

More info:

Published by: Fajar Sulistyawan on Jan 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2015

pdf

text

original

MATERI

Jumat, 07 Desember 2007
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LINGKUNGAN INDUSTRI
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LINGKUNGAN INDUSTRI

Ragil Setiyabudi, S.KM A. Pengertian dan tujuan kesehatan dan keselamatan kerja 1. Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakitpenyakit/gangguan ±gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum. Keselamatan kerja sama dengan Hygiene Perusahaan. Kesehatan kerja memiliki sifat sebagai berikut : a. Sasarannya adalah manusia b. Bersifat medis. 2. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta caracara melakukan pekerjaan (Sumakmur, 1993). Keselamatan kerja memiliki sifat sebagai berikut : a. Sasarannya adalah lingkungan kerja b. Bersifat teknik.

Pengistilahan Keselamatan dan Kesehatan kerja (atau sebaliknya) bermacam macam ; ada yang menyebutnya Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) dan ada yang hanya disingkat K3, dan dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health. 3. Tujuan K3 Tujuan umum dari K3 adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Tujuan hyperkes dapat dirinci sebagai berikut (Rachman, 1990) : a. Agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat. b. Agar sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan. 4. Ruang Lingkup K3 Ruang lingkup hyperkes dapat dijelaskan sebagai berikut (Rachman, 1990) : a. Kesehatan dan keselamatan kerja diterapkan di semua tempat kerja yang di dalamnya melibatkan aspek manusia sebagai tenaga kerja, bahaya akibat kerja dan usaha yang dikerjakan. b. Aspek perlindungan dalam hyperkes meliputi : 1) Tenaga kerja dari semua jenis dan jenjang keahlian 2) Peralatan dan bahan yang dipergunakan 3) Faktor-faktor lingkungan fisik, biologi, kimiawi, maupun sosial. 4) Proses produksi 5) Karakteristik dan sifat pekerjaan 6) Teknologi dan metodologi kerja

Penerapan Hyperkes dilaksanakan secara holistik sejak perencanaan hingga perolehan hasil dari kegiatan industri barang maupun jasa. yang terdiri dari kasubdit . 2) Kasubdit konstruksi bangunan. 1) Kasubdit Kesehatan tenaga kerja 2) Kasubdit Pengendalian Lingkungan Kerja 3) Kasubdit Bina kelembagaan dan keahlian kesehatan kerja.c. Semua pihak yang terlibat dalam proses industri/perusahaan ikut bertanggung jawab atas keberhasilan usaha hyperkes. dimana ada 4 Direktur : a. instalasi listrik dan penangkal petir 3) Kasubdit Bina kelembagaan dan keahlian keselamatan ketenagakerjaan d. Pada Depnakertrans ditangani oleh Dirjen (direktorat jendral) Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan. Dalam bidang pengorganisasian Di Indonesia K3 ditangani oleh 2 departemen . Direktur Pengawasan Ketenagakerjaan b. B. Direktur Pengawasan Kesehatan Kerja. Direktur Pengawasan Keselamatan Kerja. pesawat uap dan bejana tekan. departemen Kesehatan dan departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kebijakan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di era global 1. 1) Kasubdit mekanik. Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak c. d. . yang terdiri dari Kasubdit .

Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja. Dalam bidang pendidikan Pemerintah telah membentuk dan menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan tenaga Ahli K3 pada berbagai jenjang Pendidikan. e. 3. Diploma 3 Hiperkes di Universitas Sebelas Maret . Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1976 tentang Kewajiban Latihan Hiperkes Bagi Dokter Perusahaan. Nelayan. diantaranya : a. misalnya : a. Keputusan Menaker No Kep 79/MEN/2003 tentang Pedoman Diagnosis dan Penilaian Cacat Karena Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja. dll) 2. Pengrajin. d. Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1979 tentang Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan K3 Bagi Tenaga Paramedis Perusahaan. UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan c. Dalam upaya pokok Puskesmas terdapat Upaya Kesehatan Kerja (UKK) yang kiprahnya lebih pada sasaran sektor Informal (Petani. UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja b.Pada Departemen Kesehatan sendiri ditangani oleh Pusat Kesehatan Kerja Depkes. g. Dalam bidang regulasi Regulasi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah sudah banyak. f. KepMenKes No 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri.

dan psikologis b) kurangny/lemahnya pengetahuan dan ketrampilan/keahlian. Unair. yaitu penyebab langsung (immediate causes) dan penyebab dasar (basic causes). dll dan jurusan K3 FKM UI. 2. mental. Strata 1 pada Fakultas Kesehatan Masyarakat khususnya peminatan K3 di Unair. a. ada dua sebab terjadinya kecelakaan kerja. Starta 2 pada Program Pasca Sarjana khusus Program Studi K3. Penyebab kecelakaan kerja Secara umum. Kecelakaan kerja 1. Undip. Pada beberapa Diploma kesehatan semacam Kesehatan Lingkungan dan Keperawatan juga ada beberapa SKS dan Sub pokok bahasan dalam sebuah mata kuliah yang khusus mempelajari K3. C. Pengertian Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor : 03 /MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan bahwa yang dimaksud dengan kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda. UNDIP. Penyebab Dasar 1) Faktor manusia/pribadi. UI. c. antara lain karena : a) kurangnya kemampuan fisik.b. c) stress d) motivasi yang tidak cukup/salah . misalnya di UGM.

asap. debu.2) Faktor kerja/lingkungan. antara lain karena : a) tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasan b) tidak cukup rekayasa (engineering) c) tidak cukup pembelian/pengadaan barang d) tidak cukup perawatan (maintenance) e) tidak cukup alat-alat. perlengkapan dan berang-barang/bahan-bahan. dll . misalnya (Budiono. alat-alat/peralatan rusak c) Terlalu sesak/sempit d) Sistem-sistem tanda peringatan yang kurang mamadai e) Bahaya-bahaya kebakaran dan ledakan f) Kerapihan/tata-letak (housekeeping) yang buruk g) Lingkungan berbahaya/beracun : gas. uap. Sugeng. 2003) : a) Peralatan pengaman/pelindung/rintangan yang tidak memadai atau tidak memenuhi syarat. b) Bahan. Penyebab Langsung 1) Kondisi berbahaya (unsafe conditions/kondisi-kondisi yang tidak standard) yaitu tindakan yang akan menyebabkan kecelakaan. f) tidak cukup standard-standard kerja g) penyalahgunaan b.

sementara kesadaran pengusaha terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) masih rendah. h) Menggunakan alat dengan cara yang salah. d) Bekerja dengan kecepatan yang salah. f) Memindahkan alat-alat keselamatan. bukan kebutuhan. Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) menyatakan bahwa frekuensi kecelakaan kerja di perusahaan semakin meningkat. c) Gagal untuk mengamankan. e) Menyebabkan alat-alat keselamatan tidak berfungsi. b) Gagal untuk memberi peringatan. i) Kegagalan memakai alat pelindung/keselamatan diri secara benar. yang lebih memprihatinkan pengusaha dan pekerja sektor kecil menengah menilai K3 identik dengan biaya sehingga menjadi beban. Catatan PT Jamsostek dalam tiga tahun terakhir (1999 . misalnya (Budiono. 3. 2003) : a) Mengoperasikan alat/peralatan tanpa wewenang.2001) terbukti jumlah kasus . Data-data tentang Kecelakaan Kerja Soekotjo Joedoatmodjo. g) Menggunakan alat yang rusak. tindak-tanduk atau perbuatan yang akan menyebabkan kecelakaan. Sugeng.h) Bising i) Paparan radiasi j) Ventilasi dan penerangan yang kurang 2) Tindakan berbahaya (unsafe act/tindakan-tindakan yang tidak standard) adalah tingkah laku.

5 persen dari kasus kecelakaan kerja mengalami cacat. Ia mengatakan dari 81. Ergonomi 1.169 kasus kecelakaan kerja. Pengertian Ergonomi adalah ilmu serta penerapannya yang berusaha menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktivitas dan efisiensi yang setinggi-tingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal mungkin.rata setiap hari kerja terjadi sedikitnya lebih dari 414 kasus kecelakaan kerja di perusahaan yang tercatat sebagai anggota Jamsostek.000 kematian terjadi dari 250 juta kecelakaan dan sisanya adalah kematian karena penyakit akibat hubungan pekerjaan. (www. sehingga rata . Untuk angka 2002 hingga Juni.gatra.321 orang. 2005) D. setiap tahun terjadi 1. Sedikitnya 9. sehingga hampir setiap hari kerja terdapat lebih tujuh kasus meninggal dunia karena kecelakaan kerja. yakni 5. sehingga rata-rata setiap hari terjadi lebih dari 451 kasus kecelakaan kerja. Biotechnology . dimana diperkirakan terjadi 160 juta penyakit akibat hubungan pekerjaan baru setiap tahunnya (Pusat Kesehatan Kerja.774 kasus pada 2001. sehingga hampir setiap hari kerja lebih dari 39 orang tenaga kerja mengalami cacat tubuh.kompas.972 kasus. Sekitar 300. sehingga ratarata dalam setiap tiga hari kerja tenaga kerja mengalami cacat total dan tidak dapat bekerja kembali. Djoko Sungkono menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada pada PT Jamsostek selama JanuariSeptember 2003 selama di Indonesia telah terjadi 81. tercatat 57.456 kasus pada 1999 bertambah menjadi 98. "Sementara tenaga kerja yang meninggal dunia sebanyak 1. 71 kasus diantaranya cacat total tetap.co.169 kasus kecelakaan kerja.476 orang tenaga kerja.902 kasus di tahun 2000 dan berkembang menjadi 104.id) Menurut International Labour Organization (ILO). dari 82.kecelakaan kerja mengalami peningkatan. Di beberapa negara Ergonomi diistilahkan Arbeitswissenschaft (Jerman).1 juta kematian yang disebabkan oleh karena penyakit atau kecelakaan akibat hubungan pekerjaan.com) Direktur Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek (Persero)." ujarnya (www.

Human (factor) Engineering atau Personal Research di Amerika Utara. (Budiono. Di Indonesia beban fisik untuk mengangkat dan mengangkut yang dilakukan seorang pekerja dianjurkan agar tidak melebihi dari 40 kg setiap kali mengangkat atau mengangkut. Untuk membantu tercapainya sikap tubuh yang ergonomik sering diperlukan pula tempat duduk dan meja kerja yang kriterianya disesuaikan dengan ukuran anthropometri pekerja. 2002) . Untuk mengukur kemampuan kerja maksimum digunakan pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 kali per menit di atas denyut nadi sebelum bekerja. Yuliani. b. Pembebanan kerja fisik Beban fisik yang dibenarkan umumnya tidak melebihi 30-40% kemampuan maksimum seorang pekerja dalam waktu 8 jam sehari. Sugeng. 2003) 2. Ukuran anthropometri tubuh yang penting dalam ergonomi adalah : 1) Berdiri a) Tinggi badan berdiri b) Tinggi bahu c) Tinggi siku d) Tinggi pinggul .(Skandinavia). a. Ruang lingkup ergonomi Penerapan ergonomi/ruang lingkup ergonomi meliputi (Setyaningsih. Sikap tubuh dalam bekerja Sikap pekerjaan harus selalu diupayakan agar merupakan sikap ergonomik. Sikap yang tidak alamiah harus dihindari dan jika hal ini tidak mungkin dilaksanakan harus diusahakan agar beban statis menjadi sekecil-kecilnya.

tinggi meja yang digunakan 1020 cm lebih tinggi dari siku. Untuk efisiensi dan kenyamanan kerja perlu dihindari manusia sebagai ³alat utama´ untuk mengangkat dan mengangkut. jarak yang harus ditempuh. mempunyai kriteria : a) Tinggi optimum area kerja adalah 5-10 cm di bawah tinggi siku. tinggi meja 10-20 cm lebih rendah dari siku. b) Pekerjaan yang lebih membutuhkan ketelitian. d. ketrampilan dan peralatan yang digunakan.e) Depa f) Panjang lengan 2) Duduk a) Tinggi duduk b) Panjang lengan atas c) Panjang lengan bawah dan tangan d) Jarak lekuk lutut sampai dengan garis punggung e) Jarak lekuk lutut sampai dengan telapak 3) Keadaan bekerja sambil berdiri. lingkungan kerja. Sistem manusia ± mesin . c) Pekerjaan yang memerlukan penekanan dengan tangan. Mengangkat dan mengangkut Beberapa faktor yang berpengaruh pada proses mengangkat dan mengangkut adalah beratnya beban. intensitas. c.

Pengorganisasian kerja . Perencanaan sistem ini dimulai sejak tahap awal dengan memperhatikan kelebihan dan keterbatasan manusia dan mesin yang digunakan interaksi manusia-mesin memerlukan beberapa hal khusus yang diperhatikan. 2600 kal/hari c) Pekerjaan berat : 3000 kal/hari 2) Pekerja Wanita a) Pekerjaan ringan : 2000 kal/hari b) Pekerjaan sedang . 2400 kal/hari c) Pekerjaan berat : 2600 kal/hari f. Kebutuhan kalori Konsumsi kalori sangat bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan. 1) Pekerja Pria a) Pekerjaan ringan : 2400 kal/hari b) Pekerjaan sedang . Semakin berat kegiatan yang dilakukan semakin besar kalori yang diperlukan. Selain itu pekerjaan pria juga membutuhkan kalori yang berbeda dari pekerja wanita. e. Dalam hal ini perlu diperhatikan juga saat dan frekuensi pemberian kalori pada pekerja.Penyesuaian manusia-mesin sangat membantu dalam menciptakan kenyamanan dan efisiensi kerja. misalnya : 1) adanya informasi yang komunikatif 2) tombol dan alat pengendali baik 3) perlu standard pengukuran anthropometri yang sesuai untuk pekerjaannya.

Kelelahan . i. lama dan sifat pekerjaan. menyegarkan c) merah . Oleh karena itu. saat istirahat. h. j. sangat dekat. merangsang d) orange . hangat. Berbagai faktor lingkungan yang berpengaruh misalnya suhu yang nyaman untuk bekerja adalah 24-26O C. Waktu kerja dalam 1 hari antara 6-8 jam. Misalnya : a) biru . Dekorasi dan pengaturan warna dapat memberikan kesan jarak. dekat. merangsang. Olahraga dan kesegaran jasmani Kegiatan olahraga dan pembinaan kesegaran jasmani dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas. tes kesehatan sebelum bekerja/tes kesegaran jasmani perlu dilakukan sebagai tahap seleksi karyawan. Termasuk juga di dalamnya terciptanya kerjasama antar pekerja dalam melakukan suatu pekerjaan serta pencegahan pekerjaan yang berulang (repetitive) g. kejiwaan dan suhu. Perlu juga diperhatikan waktu makan dan beribadah. pengaturan waktu kerja gilir (shift) dari periode saat bekerja yang disesuaikan dengan irama faal tubuh manusia.Pengorganisasian kerja berhubungan dengan waktu kerja. jarak jauh dan sejuk b) hijau . Musik dan dekorasi Musik dapat meningkatkan kegairahan dan produktivitas kerja dengan mempertimbangkan jenis. Dengan waktu istirahat ½ jam sesudah 4 jam bekerja. Lingkungan kerja Dalam peningkatan efisiensi dan produktifitas kerja berbagai faktor lingkungan kerja sangat berpengaruh. saat.

Silikosis (Budiono. E. gangguan kesehatan dan gizi kurang. Contohnya adalah keracunan Pb.´ Jenis penyakit akibat kerja tersebut adalah . Beberapa ciri penyakit akibat kerja adalah : a. Pengertian Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja menyebutkan bahwa Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. Populasi pekerja b.Kelelahan adalah mekanisme perlindungan tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut dan memerlukan terjadinya proses pemulihan. Sebab-sebab kelelahan diantaranya adalah monotomi kerja. Penyakit akibat kerja 1. 2003) 2. beban kerja yang berlebihan. Pemajanan di tempat kerja sangat menentukan d.01/MEN/1981 mencantumkan 30 jenis penyakit. Jenis Penyakit Akibat Kerja Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER. Sugeng. sedangkan Keputusan Presiden RI No 22/1993 tentang Penyakit yang Timbul Karena Hubungan Kerja memuat jenis penyakit yang sama. . Penyebab spesifik c. ditambah . Kompensasi ada e. Asbestosis. µpenyakit yang disebabkan bahan kimia lainnya termasuk bahan obat. lingkungan kerja jelek.

g. Penyakit yang disebabkan oleh flour atau persenyawaannya yang beracun. i. b. Penyakit yang disebabkan oleh fosfor atau persenyawaannya yang beracun. Penyakit yang disebabkan oleh mangan atau persenyawaannya yang beracun. o. Penyakit yang disebabkan oleh derivat halogen dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau aromatik yang beracun. m. Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan. Penyakit yang disebabkan oleh karbon disulfida. asbestosis) dan silikotuberkulosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. l. n. k. antrakosilikosis. Pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu mineral pembentukan jaringan parut (silikosis. Penyakit paru dan saluran pernafasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu kapas. j. Penyakit yang disebabkan oleh arsen atau persenyawaannya yang beracun.a. Penyakit yang disebabkan oleh berillium atau persenyawaannya yang beracun. f. . Penyakit yang disebabkan oleh kadmium atau persenyawaannya yang beracun. e. Penyakit yang disebabkan oleh raksa atau persenyawaannya yang beracun. vlas. c. Alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik. p. Penyakit yang disebabkan oleh krom atau persenyawaannya yang beracun. Penyakit paru dan saluran pernafasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras. h. Penyakit yang disebabkan oleh timbal atau persenyawaannya yang beracun. henep dan sisal (bissinosis) d.

Penyakit yang disebabkan oleh gas atau uap penyebab asfiksia atau keracunan seperti karbon monoksida. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Kanker paru atau mesotelioma yang disebabkan oleh asbes ö. Kelainan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan w. kimiawi atau biologik. seng. amoniak. bb. aa. Penyakit yang disebabkan oleh radiasi elektromagnetik dan radiasi yang mengion. braso dan nikel. Kanker kulit epitelioma primer yang disebabkan oleh ter. Penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia lainnya termasuk bahan obat. t. atau parasit yang didapat dalam suatu pekerjaan yang memiliki resiko kontaminasi khusus. s. å. Diagnosis spesifik Penyakit Akibat Kerja . ä. minyak mineral. 3. bakteri. hidrogen sulfida atau derivatnya yang beracun. atau persenyawaan. v. Penyakit yang disebabkan oleh benzena atau homolognya yang beracun. Penyakit yang disebabkan oleh getaran mekanik (kelainan-kelainan otot. bitumen. produk atau residu adri zat tersebut. pic. x. Penyakit kulit (dermatosis) yang disebabkan oleh penyebab fisik. Penyakit yang disebabkan oleh suhu tinggi atau rendah atau panas radiasi atau kelembaban udara tinggi. Penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin atau ester asam nitrat lainnya. glikol atau keton. Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dalam udara yang bertekanan lebih. r. hidrogensianida.q. urat. z. antrasena. Penyakit yang disebabkan oleh alkohol. pembuluh darah tepi atau syaraf tepi). y. Penyakit yang disebabkan oleh derivat nitro dan amina dari benzena atau homolognya yang beracun. u. tulang persendian.

Membandingkan gejala penyakit waktu bekerja dan dalam keadaan tidak bekerja. alkohol) 3) Sesuai tingkat pengetahuan. keluhan. bahan yang digunakan. cara melakukan pekerjaan. 3) Informasi tentang ini dapat ditanyakan dalam anamnesis atau dari data penyakit di perusahaan. pemahaman pekerjaan. 2003) : a. riwayat penyakit. riwayat kesehatan. jenis bahaya yang ada. Riwayat pekerjaan (kunci awal diagnosis) 1) Sejak pertama kali bekerja. Sugeng. 3) dugaan adanya penyakit akibat kerja dilakukan juga melalui pemeriksaan laboratorium khusus/pemeriksaan biomedik. Pemeriksaan laboratorium khusus/pemeriksaan biomedik . c. Anamnesis/wawancara meliputi : identitas. kebiasaan lain (merokok. d. b. apa yang dikerjakan. kegemaran (hobby). yang dilakukan dengan catatan 1) gejala dan tanda mungkin tidak spesifik 2) pemeriksaan laboratorium penunjang membantu diagnostik klinik. bilamana. 2) Perhatikan juga kemungkinan pemajanan di luar tempat kerja. e. pekerjaan lain yang dilakukan. 2) Kapan. Pemeriksaaan fisik. waktu tidak bekerja/istirahat gejala berkurang/hilang. pemakaian alat pelindung diri.Secara teknis penegakkan diagnosis dilakukan dengan (Budiono. 1) waktu bekerja gejala timbul/lebih berat. kejadian sama pada pekerja lain.

1) Misal : pemeriksaan spirometri. perusahaan yang sehat dan memadai. ahli toksikologi dan dokter penasehat (kaitan dengan kompensasi) 4. Benet dan Silalahi. f. atau melalui pengamatan/penelitian yang relatif lebih lama. g. 2) Dokter spesialis lainnya. Rumondang. meningkatkan gizi yang baik. Konsultasi keahlian medis/keahlian lain 1) Seringkali penyakit akibat kerja ditentukan setelah ada diagnosis klinik. 1985) : a. pengembangan kepribadian. rekreasi. intensitas dan lama pemajanan. Penerapan konsep five level of prevention deseases pada PAK Penerapan konsep 5 tingkatan pencegahan penyakit (five level of prevention deseases) pada Penyakit Akibat Kerja adalah (Silalahi. 3) Pengenalan secara langsung cara/sistem kerja. Health Promotion (peningkatan kesehatan) Misalnya : pendidikan kesehatan. kemudian dicari faktor kausa di tempat kerja. lingkungan kerja yang . foto paru (pneumokoniosis-pembacaan standard ILO) 2) Pemeriksaan audiometri 3) Pemeriksaan hasil metabolit dalam darah/urine. Pemeriksaan/pengujian lingkungan kerja atau data higiene perusahaan. yang memerlukan : 1) kerjasama dengan tenaga ahli higiene perusahaan 2) kemampuan mengevaluasi faktor fisik/kimia berdasarkan data yang ada.

penyuluhan perkawinan dan pendidikan seks. Rehabilitasi (pemulihan kesehatan) Misalnya : rehabilitasi dan mempekerjakan kembali para pekerja yang menderita cacat. Fungsi 1) Mengkaji masalah kesehatan 2) Menyusun rencana asuhan keperawatan pekerja 3) Melaksanakan pelayanan kesehatan dan keperawatan terhadap pekerja . Disability limitation (membatasi kemungkinan cacat) Misalnya : memeriksa dan mengobati tenaga kerja secara komprehensif. 1998) : a. Early diagnosis and prompt treatment (diagnosa dini dan pengobatan tepat) Misalnya : diagnosis dini setiap keluhan dan pengobatan segera. sanitasi lingkungan.memadai. higiene perorangan. e. Nasrul. 5. pendidikan kesehatan. Sedapat mungkin perusahaan mencoba menempatkan karyawan-karyawan cacat di jabatan-jabatan yang sesuai. mengobati tenaga kerja secara sempurna. b. Fungsi dan Tugas Perawat dalam K3 Fungsi dan tugas perawat dalam usaha K3 di Industri adalah sebagai berikut (Effendy. c. d. Specific Protection ( perlindungan khusus) Misalnya : imunisasi. konsultasi tentang keturunan dan pemeriksaan kesehatan periodik. pembatasan titik-titik lemah untuk mencegah terjadinya komplikasi. proteksi terhadap bahaya dan kecelakaan kerja.

id Rachman. Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat. Pusdiknakes. edisi 2. 9) Membantu usaha penyelidikan kesehatan pekerja 10) Mengkordinasi dan mengawasi pelaksanaan K3. Abdul. Tugas 1) Pengawasan terhadap lingkungan pekerja 2) Memelihara fasilitas kesehatan perusahaan 3) Membantu dokter dalam pemeriksaan kesehatan pekerja 4) Membantu dalam penilaian keadaan kesehatan pekerja 5) Merencanakan dan melaksanakan kunjungan rumah dan perawatan di rumah kepada pekerja dan keluarga pekerja yang mempunyai masalah 6) Ikut menyelenggarakan pendidikan K3 terhadap pekerja 7) Turut ambil bagian dalam usaha keselamatan kerja 8) Pendidikan kesehatan mengenai keluarga berencana terhadap pekerja dan keluarga pekerja. Kepustakaan : Effendy. Pedoman Studi Hiperkes pada Institusi Pendidikan Tenaga Sanitasi. Pengantar ergonomi dalam Kumpulan Materi Kuliah Program Matrikulasi. 1990. Setyaningsih. Yuliani. 1998. et al. Semarang : FKM UNDIP .go. Peraturan Menaker No Per 01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja Pusat Kesehatan kerja dalam www. Nasrul. Jakarta : Depkes RI. 2002. Jakarta : EGC.4) Penilaian b.depkes.

co.com www. 1988. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. jenis.id Soal Latihan : 1. tujuan dan ruang lingkup keselamatan dan kesehatan kerja ! 2. Sebutkan Fungsi dan Tugas Perawat dalam K3 . Sebutkan dan jelaskan pengertian dan penyebab kecelakaan kerja ! 4. Benet dan Silalahi. Sebutkan pengertian dan rung lingkup ergonomi ! 5. Jakarta : PT Pustaka Binaman Pressindo. Sebutkan pengertian.gatra.Silalahi. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.kompas. Jakarta : Haji Masagung. 1985. Sebutkan pengertian. Rumondang. www. Sumakmur. Sebutkan dan jelaskan penerapan konsep five level of prevention deseases pada PAK 7. Keselamatan dan pencegahan kecelakaan. Jelaskan kebijakan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di era global ! 3. Jakarta : Haji Masagung. 1993. dan diagnosis spesifik penyakit akibat kerja ! 6. Sumakmur.

.

.

.

. dengan informasi yang anda tuliskan aku dapat mengerti tentang keselamatan kerja dengan detail.Diposkan oleh MATERI di 20:49 1 komentar: religius mengatakan... makasih. tangks yau..... 22 September 2010 08:58 Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) ..

Mengenai Saya MATERI Lihat profil lengkapku Arsip Blog y o y 2011 (1) Agustus (1) 2007 (9) Desember (6) o  PENGANTAR MANAJEMEN KESEHATAN  PENDIDIKAN KESEHATAN MASYARAKAT  DASAR KESEHATAN LINGKUNGAN  KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LINGKUNGAN INDU..  GIZI KESEHATAN MASYARAKAT  DEMOGRAFI 2 November (3) o ..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->