PERANAN ORANG TUA DALAM PEMBINAAN AKHLAK ANAK DI KEJORONGAN SAKATO JAYA

SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam pada Fakultas Tarbiyah STIT-YAPTIP Pasaman Barat

Oleh Nama BP : Yuhana : S1.09.283 / VII (Tujuh)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM YAYASAN PERGURUAN TINGGI ISLAM PASAMAN PASAMAN BARAT 1431 H / 2010 M

DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah............................................................................. 1 B. Rumusan dan Batasan Masalah ................................................................. 6 C. Penjelasan Judul......................................................................................... 7 D. Tujuan dan Kegunaan Pembahasan .......................................................... 8 E. Metode Penelitian ...................................................................................... 9 F. Sistematika Penulisan ................................................................................. BAB II LANDASAN TEORITIS A. Kedudukan Orang Tua dalam Penidikan Islam…………………..…….. a. Peranan Orang Tua dalam Keluarga…................................................ 6 b. Kedudukan Anak dalam Keluarga....................................................... B. Hakekat

Akhlak ..........................................................................................3 a. Pengertian Akhlak ................................................................................3 b. Sumber dan Macam-macam Akhlak .................................................... c. Tujuan Akhlak .......................................................................................1

C.

Hakekat anak

didik…………………………………………………………. a. ............. b. ………. BAB III HASIL PENELITIAN A. Peran dan Fungsi Orang Tua Dalam Pembinaan Akhlak Dasar-Dasar Kebutuhan Anak Untuk Memperoleh Pendidikan Pengertian ..................................................................................

Anak di Kejorongan Sakato Jaya…………………………………………………. B. Bentuk Pembinaan Akhlak Anak oleh Orang Tua di

kejorongan Sakato Jaya……………………………………………………………………… C. Kendala-Kendala yang Dihadapi Oleh Orang Tua Dalam

Pembinaan Akhlak Anak di Kejorongan Sakato Jaya ……………………………….

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan............................................................................................... 82 B. Saran ........................................................................................................ 83

maka hendaknya pendidik. Kita bisa melihat bahwa bangsa Indonesia yang mengalami multi krisis juga disebabkan kurangnya pemahaman akhlak.ah faktor penting dalam membina suatu umat membangun suatu bangsa. Latar Belakang Masalah Islam mengajarkan bahwa pembinaan akhlak adal. Allah SWT menjunjung tinggi terhadap akhlak karena akhlak adalah alat yang dapat membahagiakan kita dalam kehidupan dunia dan akherat.BAB I PENDAHULUAN A. terutama orang tua mampu .

Jika dibiasakan pada kejahatan dan dibiarkan seperti dibiarkannya binatang. akan semakin terasa karena tumbuhnya harapan bahwa garis keturunannya akan berlangsung terus. hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal harganya. 12 1 . Nipa Abdul Halim. Karena jikalau anak – anak tumbuh dewasa menjadi generasi yang saleh maka dia dapat menjadi generasi yang saleh yang memiliki akhlak mulia. Sedangkan memeliharanya adalah dengan upaya pendidikan dan mengajarinya akhlak yang baik. Anak Saleh Dambaan Keluarga. 1 Anak merupakan amanah Allah SWT yang harus dijaga dan dibina.memberikan pemahaman akhlak tehadap anak-anaknya. 2000. Satu hal yang perlu mendapatkan perhatian serius dari para orang tua muslim ialah tentang kesalehan anak – anak mereka. yakni dalam ajaran agama Islam Orang tua sangat berbahagia atas hadirnya seorang anak yang dikaruniakan kepadanya. Mitra Pustaka. Karena dengan akhlak manusia akan berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ada. Oleh karena itu orang tualah yang memegang faktor kunci yang bisa menjadikan anak tumbuh dengan jiwa Islami sebagaimana sabda Rasulullah: ‫حدثنى آدم حدثني أبي زيد عن زهرى عن أبي سلمة ابن‬ ‫عبد الرحمن عن‬ M. ia akan celaka dan binasa. h. Yogyakarta.

Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi.125 3 Bukhari. Departemen Agama RI.A ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Setiap anak dilahirkan diatas fitrahnya maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi. (Hadis riwayat Bukhari)12 Dari hadis ini dapat dipahami. Al-Qur’an dan Terjemahannya. begitu pentingnya peran orang tua dalam membentuk akhlak anak dimasa yang akan datang. Nasrani atau Majusi”. Dalam Al-Qur’an al. niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). . tt). 412. (Bandung :Syamil Cipta Media. telah menyampaikan kepada kami Abi Zib’in dari Az-Zuhri dari Abi Salamah bin Abdirrahman dari Abu Hurairah R. Shahih Bukhari.‫أبي هريرة رضي الله عنه قال رسوللله صللله عليه‬ ‫وسلم كل مولود يولد‬ ‫علي الفطرة فوالديه يهاويدانه أو يناصرانه أو يماجسانه‬ ‫))رواه البخارى‬ Artinya: “Telah menyampaikan kepada kami Adam. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.3 2 h. 2005) hal.Karim surat Luqman ayat 16:                                           Artinya: (Luqman berkata): "Hai anakku. edisi Khat Madinah. dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi. (Beirut : Dar Ahya al-Turarts al-Arabiy.

4 Sedangkan pembinaan akhlak diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk membentuk manusia agamis dengan menanamkan aqidah keimanan. Penanaman nilai agama kepada mereka merupakan syarat mutlak untuk mencapai nilai keharmonisan dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat. pendidikan dan pembinaan anak harus benar-benar diperhatikan agar bakat mereka tersalurkan dalam kegiatan yang positif. 2 5 M. (Bandung : Fokus Media 2006) h . Basyiruddin Usman. akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. (Jakarta : Ciputat Pers. yaitu diantaranya dengan memasukkan anak ke dalam jenjang pendidikan yang formal ataupun yang non formal. kepribadian. 5 Anak adalah cerminan masa depan. amaliah dan budi pekerti atau akhlak yang terpuji untuk menjadi manusia yang taqwa kepada Allah swt. Metodologi Pembelajaran Agama Islam . kecerdasan. pengendalian diri. masyarakat.Pendidikan dan pembinaan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan kekuatan spiritual keagamaan.                                         Artinya: Dan hendaklah takut kepada Allah orangorang yang seandainya meninggalkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003.bangsa dan negara. 4 4 . ke-1. h. Nila-nilai tersebut dapat dijadikan pondasi agar mereka tidak keluar dari ajaran-ajaran agama. 2002) cet. Sistem Pendidikan Nasional.

Jadi semua orang tua harus memperhatikan semua aspek perkembangan anaknya terutama aspek akhlaknya. kegiatan keagamaan mulai malas-malasan. otomatis waktu belajar berkurang. liar dan bahkan cenderung berperilaku seperti orang dewasa. (Qs. Cit.. ekonomi terutama lemah iman. Lemah disini maksudnya adalah lemah dalam segala aspek kehidupan seperti lemah mental. 78. pendidikan. kepemilikan Hand phone (HP). An-Nisa : 9)6 Ayat di atas mengisyaratkan kepada orang tua agar tidak meninggalkan anak mereka dalam keadaan lemah. h. Hal tersebut dapat dilihat dari ramainya kunjungan anak-anak di tempat–tempat penyewaan game playstation. . sikap sopan-santun mulai hilang. psikis.dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah. akhirnya mereka menjadi anak yang tidak teratur. Op. tontonan televisi yang sering menampilkan hal-hal yang tidak sepatutnya ditonton oleh anak-anak seperti kekerasan. 6 Departemen Agama RI. Anak yang lemah iman akan menjadi generasi tanpa kepribadian` akhlaknya rusak. maka mereka menjadi anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk hal yang negative. pornografi dan pornoaksi dan lain sebagainya.

mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan. pacaran. penulis batasi masalah dalam beberapa hal yaitu: a. yaitu peranan para orang tua di Kejorongan Sakato Jaya terhadap anak-anak mereka dalam pembinaan akhlak tersebut. Berdasarkan hal tersebut mendorong penulis untuk membahasnya dengan judul “PERANAN ORANG TUA DALAM PEMEMBINAAN AKHLAK ANAK DI KEJORONGAN SAKATO JAYA” B. maka yang menjadi masalah pokok dalam skripsi ini adalah : “Bagaimana peranan orang tua dalam pemembinaan akhlak anak di Kejorongan Sakato Jaya”. Peran dan fungsi orang tua dalam pembinaan akhlak anak di Kejorongan Sakato Jaya.seperti merokok. Dalam hal ini sangat menarik untuk peneliti analisa tentang peranan orang tua tersebut dalam pembinaan akhlak dalam suatu lingkungan utama anak yaitu rumah tangga dan lingkungan. Rumusan dan Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah penulis kemukakan di atas. Agar penulisan skripsi ini tidak menyimpang dari pokok masalah tersebut. .

Kendala-kendala yang dihadapi oleh orang tua dalam pembinaan akhlak anak di Kejorongan Sakato Jaya. C. Poerwadarminta. sandiwara. Op. Pusat Bahasa (http://pustakabahasa.id/index. Ibu Bapak.go. h. 7 . dsb): ia berusaha bermain baik dl semua ~ yg dibebankan kepadanya. 688 9 Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. c. Kamus Besar Bahasa Indonesia. maka penulis memberikan penjelasan sebagai berikut: Peranan : pe·ran·an n 1 bagian yg dimainkan seorang pemain (dl film. 2 tindakan yg dilakukan oleh seseorang dl suatu peristiwa: beliau mempunyai ~ besar dl menggerakkan revolusi7 Orang Tua : Orang tua yang sudah tua. orang yang dianggap tua (cerdik pandai kampung) yang penulis maksud adalah “Ibu dan Bapak”. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta : Balai Purtaka.b. Bentuk pembinaan akhlak anak oleh orang tua di Kejorongan Sakato Jaya.8 Pembinaan : pengusahaan supaya lebih baik.9 Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.diknas. Penjelasan Judul Untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalah pahaman akan judul skripsi ini. 1982). cit.php} 8 WJs.

Akhlak : Adapun pengertian akhlak adalah kebiasaan kehendak itu bila membiasakan sesuatu maka kebiasaannya itu disebut akhlak. Tujuan Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi orang tua dalam membina akhlak anak di Kejorongan Sakato jaya serta mengetahui sejauh mana 10 11 Ahmad Amin.10 Anak : Turunan yang kedua. Dari penjelasan tersebut yang penulis maksud dengan judul penelitian inin adalah bagaimana tindakan yang dilakukan oleh orang tua dalam suatu pendidikan anak agar terbiasa melakukan akhlak yang baik. Etika (Ilmu Akhlak). di wilayah Kejorongan Sakato Jaya. Cit. dimana peneliti mPasaman melakukan pebelitian. Op. h.11 Kejorongan Sakato Jaya Aur. Poerwadarminta. 62 WJs. 38 .. Jakarta. Bulan Bintang. Tujuan dan Kegunaan Penelitian a. hlm. D. yang penulis maksud turunan yang dihasilkan oleh pasangan lakilaki dan perempuan yang diikat dalam lembaga perkawinan yang disebut suamiistri. 1975. : Daerah di kecamatan Sungao Barat.

c. Mengetahu pembinaan akhlak anak oleh orang tua di Kejorongan Sakato Jaya. . Kegunaan Sedangkan kegunaan penelitian adalah: 1. 2. b. pembinaan Sebagai pedoman bagi orang tua dalam akhlak anak dalam keluarga sehingga melahirkan generasi yang ber-akhlakul karimah. Mengetahau bagaimana peran dan fungsi orang tua dalam pembinaan akhlak anak di Kejorongan Sakato Jaya. Mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh orang tua dalam pembinaan akhlak anak di Kejorongan Sakato Jaya b. Sebagai syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pada STIT-YAPTIP Pasaman Barat pada jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).pencapaian pembinaan akhlak terhadap anak tersebut menurut pendidikan Islam. Untuk menambah wawasan penulis yang menekuni bidang Pendidikan Islam tentang eksistensi orang tua dalam pembinaan akhlak anak. Dari tujuan umum ini diperinci kepada beberapa tujuan khusus sebagai berikut: a. 3.

populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Cet. 13 Sedangkan sample adalah sebagian kecil atau wakil dari populasi yang diteliti. Metodologi Penelitian Pendidikan. Margono. 12. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan subyek dalam penelitian. Metodologi Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan Masyarakat. (Jakarta: Rineka Cipta.4. II. Melengkapi literatur keilmuan dan E.12 Sedangkan menurut S. h. khusunya keluarga yang berada di wilayah Kejorongan Sakato Jaya Kecamatan Sungai Aur Pasaman barat. 2003). Tabel Populasi No Objek Penelitian Jumlah 1 Kepala Keluarga 350 KK 2 Kepala kelurga yang memiliki 150 KK anak yang masih bersekolah Tabel Sampel (20% dari populasi) No Objek Penelitian Jumlah Kepala Keluarga yang memiliki anak yang masih bersekolah 30 KK Suharsimi Arikunto. Margono. b. h. perpustakaan. Cet. (Jakarta: Rineka Cipta: 2002). 118 12 . atau sampel adalah bagian dari populasi. 108 13 S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. a.

Metodologi Penelitian.c. Angket ini disampaikan kepada orang tua dipandu sendiri oleh peneliti dengan dibacakan dan dijelaskan maksud dari setiap pertanyaan yang diajukan. h. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data. Penelitian deskriptif bertujuan untuk pemecahan masalah secara sistematis dan faktual mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi14. (Jakarta: Bumi Aksara: 2004) Cet. Cholid Narbuko. maka data tersebut harus dianalisis sehingga diperoleh kesimpulan.44 14 . jadi ia juga menyajikan data. Ia juga bersifat komperatif dalam korelatif. d. menganalisis dan menginterpretasi. Cholid Narbuko. Wawancara c. Observasi Didalam pelaksanaan angket. Abu Achmadi. Teknik Analisa Data Agar data yang terkumpul dapat terbaca dan penelitian ini dapat dipercaya. yakni pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk tulisan yang diajukan kepada Orang tua di kejorongan Sakato jaya. Adapun teknik analisa data yang digunakan adalah deskriptif analisis karena data yang diperoleh dalam penelitian ini lebih banyak bersifat kualitatif maka dengan sendirinya dalam penganalisaan data-data penulis lebih banyak menganalisa. Angket b. penulis menggunakan tehnik pengumpulan data dengan menggunakan: a. Teknik Pengumpulan Data Dalam rangka mendapatkan data yang akurat dalam penyusunan skripsi ini. VI.

Untuk data kuantitatif penulis menggunakan perhitungan prosentase dari hasil angket. Apabila jawaban orang tua yang memilih jawaban A dan B mencapai 90%-100%. Analisa kuantitatif yaitu analisa yang dilakukan terhadap data yang berwujud angka dengan mengklasifikasikan. maka penulis memilih ketentuan dengan kriteria sebagai berikut: a.Penelitian Kuantitatif selalu berbicara variabel. Kuantitatif adalah data tentang fenomena yang hanya bisa dijelaskan dan ditransformasikan keangka. variabel adalah perubahan perubahan perilaku yang dapat diukur. 15 Dr. 141 . Cit. Op. h. mentabulasikan dan dilakukan perhitungan dengan menggunakan statistik sederhana untuk memperoleh hasil penelitian. Hasil penelitian disajikan dengan menggunakan frekuensi distribusi15 dan prosentase dengan rumus perhitungannya: P=F x 100% N Keterangan: P = Angka persentasi F = Frekuensi jawaban responden N = Jumlah frekuensi Untuk mengukur tinggi rendahnya peranan orang tua dalam pembinaan akhlak anak di Kejorongan Sakato Jaya. Suharsini Arikunto. ini berarti baik sekali.

sumber dan macam-macam akhlak. Bab II adalah Landasan teoritus. pengertian keluarga. tugas pokok jorong. Sistematika Penulisan Untuk membentuk jalan pikiran yang sistematis oleh karena penulis pada pembahasan skripsi ini terdiri dari: Bab I pendahuluan. yaitu kesimpulan dan saran . eksistensi orang tua dalam pembinaan akhlak anak peranan dan kedudukan orang tua dalam pembinaan akhlak anak. rumusan dan batasan masalah. interpretasi data dan analisa data. Apabila jawaban orang tua yang memilih jawaban A dan B mencapai 50%-60%. hakekat anak didik. letak geografis wilayah Kejorongan Sakato Jaya. pengertian akhlak. penjelasan judul. pengertian dan dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan Bab III landasan teoritis terdiri dari gambaran umum lokasi penelitian. ini berarti baik. hakekat akhlak. fungsi keluarga. dalam bab ini dikemukakan: latar belakang masalah. keadaan penduduk. Apabila jawaban orang tua yang memilih jawaban A dan B kurang dari 50%. analisa data Bab IV penutup.b. c. tujuan akhlak. F. d. metodologi penelitian sistematika penulisan . Apabila jawaban orang tua yang memilih jawaban A dan B mencapai 70%-80%. ini berarti kurang. ini berarti sedang atau cukup. sarana pendidikan dan ibadah. tujuan dan manfaat penelitian.

rasa kasih sayang yang murni. Rasa kasih sayang inilah yang menjadi sumber kekuatan menjadi pendorong orang tua untuk tidak jemu-jemunya membimbing dan memberikan pertolongan yang dibutuhkan anakanaknya. Pengantar Ilmu Pendidikan. keluarga adalah lembaga sosial resmi yang terbentuk setelah adanya perkawinan. Pendidikan dalam keluarga dilaksanakan atas dasar cinta kasih sayang yang kodrati. 1. Anggota keluarga terdiri dari suami. Peranan Orang Tua dalam Keluarga6 Ada beberapa pandangan. Ikatan dalam keluarga tersebut didasarkan kepada cinta kasih sayang antara suami istri yang melahirkan anak-anak. menjelaskan bahwa . Alisuf Sabri. yaitu rasa cinta kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Oleh karena itu hubungan pendidikan dalam keluarga adalah didasarkan atas adanya hubungan kodrati antara orang tua dan anak. 21-22 ..Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurut pasal 1 Undangundang perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. 2005).BAB II LANDASAN TEORITIS A. istri atau orang tua (ayah dan ibu) serta anak. (Jakarta: UIN Jakarta Press.16 16 HM. Kedudukan Orang Tua dalam Pedidikan Islam a. Cet. h.

1994). Unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari dua orang lebih tinggal bersama karena ikatan perkawinan atau darah. 1991). (Jakarta: PT Rineka Cipta. h. Cet. h. perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. terdiri dari ayah.172 Menurut pandangan sosiologi. Remaja Rosdakarya. Disitulah perkembangan individu dan disitulah terbentuknya tahap-tahap awal 17 Abu Ahmadi. Keluarga merupakan sebuah grup yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita. Cet.Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat. Menurut Badan Penasehat Perkawinan Perselisihan dan Perceraian DKI Jakarta. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu-kesatuan sosial ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama. keluarga adalah masyarakat yang terkecil sekurang-kurangnya terdiri dari pasangan suami atau istri sebagai intinya berikut anak-anak yang lahir dari mereka. keluarga dalam arti luas meliputi semua pihak yang mempunyai hubungan darah dan atau keturunan. Keluarga Muslim dalam Masyarakat Moderen. Ilmu Sosial Dasar. 20 18 . dan anak. sedangkan dalam arti sempit keluarga meliputi orang tua dengan anakanaknya. ibu.183 Menurut Ramayulis keluarga adalah unit pertama dan institusi pertama di dalam masyarakat dimana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya sebagian besar sifatnya hubungan langsung. dimana saja dalam satuan masyarakat manusia. II. 104 Jalaluddin Rakhmat. (Bandung: PT. 2.

kakek. dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya atas orang yang dipimpinnya. h. Agar tidak Salah Mendidik Anak.19 Menurut Ibrahim Amini. 1. diantara mereka disebabkan mempunyai tanggung jawab menjaga dan memelihara si anak dan yang menyebabkan si anak terlahir ke dunia. 1987). saudara laki-laki dan saudara perempuan dan bahkan pembantu rumah tangga. . Menjadi ayah dan ibu tidak hanya cukup dengan melahirkan anak. yang jika kedua orang tua melalaikannya berarti mereka telah menzalimi anaknya dan kelak pada hari kiamat mereka dimintai pertanggung jawabannya.20 19 Ramayulis. keluarga adalah orang-orang yang secara terus menerus atau sering tinggal bersama si anak. keterampilan. minat dan sikap dalam hidup. ia memperoleh pengetahuan. Dan seorang wanita adalah pemimpin dan penanggung jawab rumah dan anak-anak suaminya. kedua orang tua dikatakan memiliki kelayakan menjadi ayah dan ibu manakala mereka bersungguh-sungguh dalam mendidik anak mereka. Cet. 2006).perkembangan dan mulai interaksi dengannya. 10-11 20 107-108 . seperti ayah. nenek. mempunyai peranan yang sangat penting dan kewajiban yang lebih besar bagi pendidikan si anak. h. 1. Seorang lakilaki adalah pemimpin dan penanggung jawab keluarganya. Cet. Pendidikan Islam dalam Rumah Tangga. (Jakarta: Kalam Mulia. (Jakarta: Al Huda. Rasulullah saw bersabda. ibu. Ibrahim Amini.Semua kamu adalah pemimpin. Islam menganggap pendidikan sebagai salah satu hak anak. Seorang penguasa adalah pemimpin dan penanggung jawab rakyatnya.

Masing-masing unsur tersebut mempunyai peranan penting dalam membina dan menegakkan keluarga. Yusuf Muhammad Al Hasan. yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupannya (usia prasekolah).21 Dari sini. Kedudukan Anak dalam Keluarga Dalam kehidupan manusia. sehingga bila salah satu unsur tersebut hilang maka keluarga tersebut akan guncang atau kurang seimbang. 10 21 . 1998).Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan keluarga adalah kesatuan unsur terkecil yang terdiri dari bapak. Pendidikan Anak Dalam Islam. Pengetahuan dan kecakapan yang diperoleh dari keluarga sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan diri seseorang. h. b. Cet. baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun non-Islam. (Jakarta: Darul Haq. sehingga tak mudah hilang atau berubah sesudahnya. Karena orang tua dalam suatu keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak. 1. keperluan dan hak kewajiban. sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan pada diri anak akan sangat membekas. Orang tua mempunyai peranan penting dalam pendidikan.peranan orang tua dalam keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat. ibu dan beberapa anak. perasaan dan keinginan adalah hak yang komplek. dan akan binasalah pergaulan seseorang bila orang tua tidak menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

mempunya 7 fungsi yang ada hubungannya dengan kehidupan si anak. (Bandung: PT. Dalam buku Keluarga Muslim dalam Masyarakat Moderen. proyektif. Fungsi biologik. 1994). Vembriarto. 2.22 Keluarga sebagai kesatuan hidup bersama. yaitu. seorang pria dan wanita yang hidup bersama dalam ikatan nikah. Berdasarkan pendekatan budaya. edukatif. menurut ST. tenteram. h. secara biologis anak berasal dari orang tuanya. dijelaskan bahwa. yaitu: a. Melalui interaksi sosial dalam keluarga anak mempelajari pola-pola Jalaluddin Rahmat. c. kemudian berkembang dengan lahirnya anak-anaknya sebagai generasi penerus atau dengan kata lain kelanjutan dari identitas keluarga. yaitu fungsi keluarga dalam membentuk kepribadian anak. Keluarga Muslim dalam Masyarakat Moderen. 20-21 22 . b. Fungsi afeksi. bahagia dan sejahtera. fungsi biologis. Mula-mula dari dua manusia. keluarga sekurangnya mempunyai tujuh fungsi. Cet. religius. Fungsi sosialisasi. rekreatif dan ekonomi. sosialisasi. yang semua itu harus dijalankan oleh keluarga sebagai lembaga sosial terkecil. yaitu keluarga merupakan tempat lahirnya anak-anak.Remaja Rosdakarya.Secara sosiologis keluarga dituntut berperan dan berfungsi untuk menciptakan suatu masyarakat yang aman. yaitu keluarga merupakan tempat terjadinya hubungan sosial yang penuh dengan kemesraan dan afeksi (penuh kasih sayang dan rasa aman).

tingkah laku. orang tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi. f. Hal ini sejalan dengan Hadist Nabi SAW yang mengingatkan para orang tua: ‫كل مولود يولدعلي الفطرة فوالديه يهاويدانه أو يناصرانه‬ ‫أو يماجسانه‬ . yaitu keuarga merupakan pusat pendidikan. Fungsi ini penting artinya bagi penanaman jiwa agama pada si anak.. d. . Fungsi keagamaan. cita-cita dan nilai-nilai dalam masyarakat dalam rangka perkembangan kepribadiannya. sikap. yaitu keluarga sejak dahulu merupakan institusi pendidikan. ketenangan dan kegembiraan. Dahulu keluarga merupakan satu-satunya institusi untuk mempersiapkan anak agar dapat hidup secara sosial dan ekonomi di masyarakat. sayangnya sekarang ini fungsi keagamaan ini mengalami kemunduran akibat pengaruh sekularisasi. disamping peran yang dilakukan institusi agama. Fungsi pendidikan. upacara dan ibadah agama bagi para anggotanya. keyakinan. yaitu keluarga merupakan tempat/medan rekreasi bagi anggotanya untuk memperoleh afeksi. Fungsi rekreasi.Setiap anak dilahirkan secara fitrah. Sekarangpun keluarga dikenal sebagai lingkungan pendidikan yang pertama dan utama dalam mengembangkan dasar kepribadian anak. Selain itu keluarga/orang tua menurut hasil penelitian psikologi berfungsi sebagai faktor pemberi pengaruh utama bagi motivasi belajar anak yang pengaruhnya begitu mendalam pada setiap langkah perkembangan anak yang dapat bertahan hingga ke perguruan tinggi. Nasrani dan Majusi. e.

g. Fungsi perlindungan; yaitu keluarga berfungsi memelihara, merawat dan

melindungi si anak baik fisik maupun sosialnya. Fungsi ini oleh keluarga sekarang tidak dilakukan sendiri tetapi banyak dilakukan oleh badanbadan sosial seperti tempat perawatan bagi anak-anak cacat tubuh mental, anak yatim piatu, anak-anak nakal dan perusahaan asuransi.
23

Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan seperti gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah, gangguan penyakit dengan berusaha menyediakan obat-obatan dan gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar/tembok dan lain-lain. Menurut Abu Ahmadi, ia menambahkan satu fungsi keluarga selain ketujuh fungsi diatas yaitu fungsi ekonomi. Fungsi ekonomi manusia adalah yang keluarga pokok, berusaha diantaranya

menyelenggarakan

kebutuhan

kebutuhan makan dan minum, kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya dan kebutuhan tempat tinggal. Berhubung dengan fungsi penyelenggaraan kebutuhan pokok ini maka orang tua diwajibkan untuk berusaha keras agar supaya setiap anggota keluarga dapat cukup makan dan minum, cukup pakaian serta tempat tinggal.24 Dari berbagai fungsi keluarga yang telah diuraikan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa setiap anak merupakan tanggung jawab orang tua di dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Karena sangat berpengaruh sekali kepada anak dalam::
23
24

HM. Alisuf Sabri, Pengantar Ilmu..., h. 23-24 Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, (Jakarta: Bina Aksara, 1998), Cet. I, h. 89-90

1. Memelihara dan membesarkan anaknya. 2. Melindungi dan menjamin keselamatan, baik jasmani maupun rohani, dari berbagai gangguan penyakit dan dari penyelewengan kehidupan dari tujuan hidup yang sesuai dengan falsafat hidup dan agama yang dianutnya. 3. Memberi pengajaran dalam arti yang luas sehingga anak memperoleh peluang untuk memiliki pengetahuan dan kecakapan seluas dan setinggi mungkin yang dapat dicapainya. 4. Membahagiakan anak, baik dunia maupun akhirat, sesuai dengan pandangan dan tujuan hidup muslim.

B. a.

Hakekat Akhlak3 Pengertian Akhlak Pengertian Akhlak Secara Etimologi, Menurut pendekatan

etimologi, perkataan "akhlak" (‫ )اخلق‬berasal dari bahasa Arab jama' dari bentuk mufradnya "Khuluqun"(‫ )خلق‬yang menurut logat diartikan: budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan "khalkun" (‫)خللللق‬yang berarti

kejadian, serta erat hubungan " Khaliq" (‫)خالق‬yang berarti Pencipta dan "Makhluk" (‫)مخلوق‬yang berarti yang diciptakan.25 Baik kata akhlaq atau khuluq kedua-duanya dapat dijumpai di dalam al- Qur'an, sebagai berikut:
25

Zahruddin AR.Pengantar Ilmu Akhlak, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), Cet ke-1, h. 1

         
Artinya : Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.. (Q.S. Al-Qalam, 68:4).26 . Sedangkan menurut pendekatan secara terminologi, berikut ini eberapa pakar mengemukakan pengertian akhlak sebagai berikut: 1. Ibn Miskawaih Bahwa akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran (lebih dahulu.27 2. Imam Al-Ghazali Akhlak adalah suatu sikap yang mengakar dalam jiwa yang darinya lahir berbagai perbuatan dengan mudah dan gampang, tanpa perlu kepada pikiran dan pertimbanagan. Jika sikap itu yang darinya lahir perbuatan yang baik dan terpuji, baik dari segi akal dan syara', maka ia disebut akhlak yang baik. Dan jika lahir darinya perbuatan tercela, maka sikap tersebut disebut akhlak yang buruk.28 3. Prof. Dr. Ahmad Amin Sementara orang mengetahui bahwa yang disebut akhlak ialah kehendak yang dibiasakan. Artinya, kehendak itu bila membiasakan sesuatu, kebiasaan itu dinamakan akhlak. Menurutnya kehendak ialah ketentuan dari beberapa keinginan manusia setelah imbang, sedang kebiasaan merupakan
al-Qur'an dan Terjemah, Departemen Agama Republik Indonesia, (Jakarta: CV. Toha Putra Semarang, 1989), h. 960 27 Zahruddin AR, h. 4 28 Prof. Dr. H. Moh. Ardani, Akhlak Tasawuf, ( PT. Mitra Cahaya Utama, 2005), Cet ke-2, h. 29
26

secara sederhana akhlak Islami diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran Islam atau akhlak yang bersifat Islami. 147 . Jika dikaitkan dengan kata Islami. 4-5. tampak bahwa seluruh definisi akhlak sebagaimana tersebut diatas tidak ada yang saling bertentangan. Dilihat dari segi sifatnya yang universal. maka akhlak Islami juga bersifat universal. Kata Islam yang berada di belakang kata akhlak dalam menempati posisi sifat. melainkan saling melengkapi. H.30 Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menjabarkan akhlak universal diperlukan bantuan pemikiran akal manusia dan kesempatan social yang terkandung dalam ajaran etika dan moral. Masingmasing dari kehendak dan kebiasaan ini mempunyai kekuatan. tanpa memerlukan pemikiran lagi dan sudah menjadi kebiasaan. Dr. Cet ke- 30 5.29 Jika diperhatikan dengan seksama. Akhlak Tasawuf. maka akan berbentuk akhlak Islami. Prof. Raja Grafindo Persada. mendarah daging dan sebernya berdasarkan pada ajaran Islam. Abuddin Nata. (Jakarta: PT. yaitu sifat yang tertanam kuat dalam jiwa yang nampak dalam perbuatan lahiriah yang dilakukan dengan mudah. Dengan demikian akhlak Islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah. Menghormati kedua orang tua misalnya adalah akhlak yang bersifat mutlak 29 Zahruddin AR. 2003).perbuatan yang diulang-ulang sehingga mudah melakukannya. h. h. disengaja. dan gabungan dari kekuatan itu menimbulkan kekuatan yang lebih besar. Kekuatan besar inilah yang bernama akhlak.

b. maka akhlak Islami berbicara pula tentang cara berhubungan dengan binatang. akhlak islam bersifat mengarahkan. tumbuh-tumbuhan. membimbing. apa yang mestinya harus diperbuat dan bagaimana harus bertindak. Sumber dan Macam-macam Akhlak 1) Sumber Akhlak Persoalan "akhlak" didalam Islam banyak dibicarakan dan dimuat dalam al-Hadits sumbertersebut mrupakan batasan-batasan dalam tindakan sehari-hri bagi manusia ada yang menjelaskan artibaik dan buruk. Jadi. Sehingga dengan mudah dapat diketahui. air. apakah perbuatan itu terpuji atau tercela. Dengan cara demikian. serta tujuan berakhlak yang baik untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. mendorong. udara dan lain sebagainya. benar atau salah. Dengan demikian akhlak Islami itu jauh lebih sempurna dibandingkan dengan akhlak lainnya. membangun peradaban manusia dan mengobati bagi penyakit social dari jiwa dan mental. yakni bertititk tolak dari aqidah . Memberi informasi kepada umat. Kita telah mengetahui bahwa akhlak Islam adalah merupakan sistem moral atau akhlak yang berdasarkan Islam. Sedangkan bagaimana bentuk dan cara menghormati oarng tua itu dapat dimanifestasikan oleh hasil pemikiran manusia.dan universal. Jika aklhak lainnya hanya berbicara tentang hubungan dengan manusia. masing-masing makhluk merasakan fungsi dan eksistensinya di dunia ini.

dasar atau sumber pokok daripada akhlak adalah al-Qur'an dan al-Hadits yang merupakan sumber utama dari agama itu sendiri. yaitu Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. sedangkan untuk mencapai kebahagiaan menurut sistem moral atau akhlak yang agamis (Islam) dapat dicapai dengan jalan menuruti perintah Allah yakni dengan menjauhi segala larangan-Nya dan 31 32 Drs.yang diwahyukan Allah kepada Nabi atau Rasul-Nya yang kemudian agar disampaikan kepada umatnya. H. 149-150 . h. Cet ke-2. Akhlak Tasawuf."telah ku tinggalkan atas kamu sekalian dua perkara. Dengan demikian. Beliau bersabda: ‫عن أنس ابنملك رضى ال عنه قال قال رسول ال ص-م تركت‬ ‫فيكم أمرين إن تمسكتم بهما لن تلوا أبدا كتاب ال وسنت رسوله‬ Artinya: Dari Anas bin Malik r. bahwa Nabi saw bersabda. (Bandung: CV Pustaka Setia. berkata. A.a. Mustofa. maka tidak akan tersesat. h. maka tentunya sesuai pula dengan dasar dari pada agama itu sendiri. Akhlak Islam. 1997).31 Pribadi Nabi Muhammad adalah contoh yang paling tepat untuk dijadikan teladan dalam membentuk kepribadian. karena merupakan sistem akhlak yang berdasarkan kepada kepercayaan kepada Tuhan. yang apabila kamu berpegang kepada keduanya. 149 Ibid.32 Dengan demikian tidak diragukan lagi bahwa segala perbuatan atau tindakan manusia apapun bentuknya pada hakekatnya adalah bermaksud mencapai kebahagiaan. Begitu juga sahabatsahabat Beliau yang selalu berpedoman kepada al-Qur'an dan as-Sunah dalam kesehariannya.

untuk itu.mengerjakan segala perintah-Nya. menyayangi dan menjaga diri sendiri dengan sebaikbaiknya. namun dilihat dari segi hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia. menjaga kesucian jiwa. yaitu: 1. 2) Macam-macam Akhlak a) Akhlak Al-Karimah Akhlak Al-karimah atau akhlak yang mulia sangat amat jumlahnya. menghormati. Akhlak Terhadap Allah Akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji demikian Agung sifat itu. Akhlak terhadap sesama manusia Manusia adalah makhluk social yang kelanjutan eksistensinya secara fungsional dan optimal banyak bergantung pada orang lain. yang jangankan manusia.Qur'an dan al-Hadits. sebagaimana yang tertera dalam pedoman dasar hidup bagi setiap muslim yakni al. akhlak yang mulia itu dibagi menjadi tiga bagian. Akhlak terhadap Diri Sendiri Akhlak yang baik terhadap diri sendiri dapat diartikan menghargai. hidup sederhana serta jujur dan hindarkan perbuatan yang tercela. 2. malaikatpun tidak akan menjangkau hakekatnya. 3. ia perlu bekerjasama dan saling tolong-menolong dengan . karena sadar bahwa dirinya itu sebgai ciptaan dan amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Contohnya: Menghindari minuman yang beralkohol.

( PT. sebab jiwa adalah yang terpenting dan pertama yang harus dijaga dan dipelihara dari hal-hal yang dapat mengotori dan merusaknya. dan merupakan orang yang paling dekat dengan kita. Mitra Cahaya Utama. Ardani. Islam menganjurkan berakhlak yang baik kepada saudara. menghargainya. pertolongan dan menjauhinya. 2005). H.orang lain. Dalam ajaran Islam tetap membicarakan secara terperinci dengan tujuan agar dapat dipahami dengan benar. manusia menyaksikan dan menyadari bahwa Allah telah mengaruniakan kepadanya keutamaan yang tidak dapat terbilang dan karunia kenikmatan yang tidak bisa dihitung banyaknya. h. Sebaiknya dalm kehidupannya senantiasa berlaku hidup sopan dan santun menjaga jiwanya agar selalu bersih. Moh. Karena ia berjasa dalam ikut serta mendewasaan kita. satu dengan yang lainnya saling berakhlak yang baik. Dr. Karena manusia adalah makhluk sosial maka ia perlu menciptakan suasana yang baik. dan dapat diketahui cara-cara memberikan bantuan. Cet ke-2. maksiat. 33 Prof. Akhlak Tasawuf. Caranya dapat dilakukan dengan memuliakannya.4957 . semua itu perlu disyukurinya dengan berupa berzikir dengan hatinya. 33 Jadi. b) Akhlak Al-Mazmumah Akhlak Al-mazmumah (akhlak yang tercela) adalah sebagai lawan atau kebalikan dari akhlak yang baik seagaimana tersebut di atas. dapt tyerhindar dari perbuatan dosa.

Takabur (sombong) Ialah merasa atau mengaku dirinya besar. 3. mulia. maka itulah yang dinamakan akhlak yang terpuji. melebihi orang lain. Bakhil atau kikir Ialah sukar baginya mengurangi sebagian dari apa yang dimilikinya itu untuk orang lain. sedangkan jika ia sesuai dengan apa yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya dan melahirkan perbuatan-perbuatan yang buruk. tinggi. 34 Ibid. Pendek kata merasa dirinya lebih hebat. maka itulah yang dinamakan akhlak yang tercela. Dengki Ialah rasa atau sikap tidak senang atas kenikmatan yang diperoleh orang lain. h. Berbohong Ialah memberikan atau menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya. 57-59 .Berdasarkan petunjuk ajaran Islam dijumpai berbagai macam akhlak yang tercela. 4. Jika sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya yang kemudian melahirkan perbuatan yang baik. di antaranya: 1. 2.34 Sebagaimana diuraikan di atas maka akhlak dalam wujud pengamalannya di bedakan menjadi dua: akhlak terpuji dan akhlak yang tercela.

keadaan. Dengan kata lain pendidikan akhlak bertujuan untuk melahirkan manusia yang memiliki keutamaan (alfadhilah). 115 Drs. sopan dan beradab. sempurna. Materi Akhlak.Al-Toumy Al-syaibany. (Jakarta:Bulan Bintang. Dan setiap pendidik harus memelihara akhlak dan memperhatikan akhlak di atas segalagalanya.Al-Toumy Al-syaibany. h 2 Omar M. M. ikhlas. tujuan akhlak adalah menciptakan kebahagian dunia dan akhirat. hendak menciptakan manusia sebagai makhluk yang tinggi dan sempurna serta lebih dari makhluk lainnya. Barnawie Umary. Ilmu Pendidikan Islam. Tujuan Akhlak Tujuan dari pendidikan akhlak dalam Islam adalah untuk membentuk manusia yang bermoral baik. h. (Solo: CV Ramadhani. Berdasarkan tujuan ini. maka setiap saat. bersifat bijaksana. kemajuan.35 Barmawie Umary dalam bukunya materi akhlak menyebutkan bahwa tujuan berakhlak adalah hubungan umat Islam dengan Allah SWT dan sesama makhluk selalu terpelihara dengan baik dan harmonis. Filsafat Pendidikan Islam. H.c. 3631 Sedangkan Omar M. 1979). pelajaran. Ramayulis. kekuataan dan keteguhan bagi masyarakat. h. merupakan sarana pendidikan akhlak. M. aktifitas. di samping berhubungan dengan sesama makhluk dan juga alam sekitar.346 . DR. mulia dalam tingkah laku perangai. Cet ke-2. jujur dan suci. 35 36 37 Prof. keras kemauan. sopan dalam berbicara dan perbuatan. 37 Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan akhlak pada prisnsipnya adalah untuk mencapai kebahagian dan keharmonisan dalam berhubungan dengan Allah SWT. kesempurnaan bagi individu dan menciptakan kebahagian. 1988).

Pengertian Hakikat Anak Didik Dalam pengertian umum. semuanya bermakna anak yang sedang berguru (belajar dan bersekolah).cit. baik pada lembaga pendidikan secara formal maupun lembaga pendidikan non formal. (Yogyakarta: FIP IKIP. Fauzan MA. keutamaan akhlak dalam masyarakat Islam adalah akhlak dan keutamaan yang diajarkan oleh agama. Sebab yang baik adalah yang dianggap baik oleh agama dan yang buruk adalah apa yang dianggap buruk oleh agama. Suwarno. anak yang swdang memperoleh pendidikan dasar dari sutu lembaga pendidikan. 248 . Dr. SEhingga nilai-nilai akhlak. h. H. Pengantar Ilmu Pendidikan. 1986. tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa pendidikan akhlak dalam pengertian Islam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikan agama. pelajar dan peserta didik merupakan sinonim (persamaan). op. anak didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. (Jakarta: Aksara Baru.38 Dalam bahasa Indonesia. a. h. h. h. C. 120. Ahmad D Marimba. Abuddin Nata. 1985). murid. makna siswa.Pendidikan agama berkaitan erat dengan pendidikan akhlak. 58-59. Sistematis. 67-68 39 38 Prof.39 Sutari Imam Barnadib. Jadi dapat dikatakan bahwa anak didik merupakan semua orang yang sedang belajar. MA. Pendidikan Dalam Perspektif Hadits.sedangkan dalam arti sempit anak didik adalah anak (pribadi yang belum dewasa) yang di serahkan kepada tanggung jawab pendidik. Pengantar Ilmu Pendidikan.

mengarahkan pandangan kepada seorang guru yang menjelaskan di depan kelas. Aliran ini berpegang pada realitas dengan mata telanjang dengan mengabaikan proses mental dengan segala perubahannya. 40 Tetapi aliran kognitivisme mengatakan lain bahwa keberhasilan belajar itu ditentukan oleh perubahan mentak dengan masuknya sejumlah kesan yang baru dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku. Dasar kodrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak yang hidup di dunia ini. 47 Ibid . termasuk dalam kategori belajar.41 b. Dialah yang belajar setiap saat. sebagai akibat dari aktivitas belajar tersebut. Belajar anak didik tidak mesti harus selalu berinteraksi dengan guru dalam proses interaksi edukatif. Berbeda dengan aliran behaviorisme yang hanya melihat fenomena perilaku saja. Mereka tidak melihat ke dalam fenomena psikologis anak didik. Tokoh-tokoh aliran behaviorisme beranggapan bahwa anak didik yang melakukan aktivitas belajar seperti membaca buku. mendengarkan penjelasan guru. op. Dasar-Dasar Kebutuhan Anak Untuk Memperoleh Pendidikan Secara kodrati.Anak didik adalah subjek utama dalam pendidikan. anak memerlukan pendidikan atau bimbingan dari orang dewasa. aliran kognitivisme jauh melihat ke dalam fenomena psikologis.. h.cit. Rasulullah saw bersabda: 40 41 Syaiful Bahri Djamarah..

berfirman:                   42 Prof. H. maka hakekat manusia adalah sesuatu yang diciptakan. Tiada penggantian terhadap ciptaan Allah. Ramayulis mengartikan fitrah dalam arti etimologi berarti alkhilqah. Arti ini disamping dipergunakan untuk maksud penciptaan alam semesta juga pada penciptaan manusia. H. h." (HR. bukan menciptakan.‫ما من مولود ال يولد علي الفطرة فأبواه يهودانه أو‬ ‫ينصرانه أو يمجسانه كما تنتح البهيمة بهيمة جمعاء‬ ‫هل تحسون من جدعاء ثم يول أبو هريرة: وأقرؤا إن‬ ٌ ٌ ِ ‫شئتم فطرة الله التي فطرالناس عليها ل تبديل‬ ٌ ‫)لخلق الله ذالك الدين القييم )رواه المسلم‬ ٌ Artinya: Tiadalah seseorang yang dilahirkan melainkan menurut fitrahnya. Ilmu Pendidikan Islam. Allah SWT. Sebagaimana halnya binatang yang dilahirkan dengansempurna. maka akibat kedua orang tuanyalah yang meYahudikannya atau me-Nasranikannya atau meMajusikannya. Ramayulis. (Jakarta: Kalam Mulia. 278 . Itulah agama yang lurus (Islam).Muslim) Prof. al-ja'l (penciptaan)."Apabila kau mau bacalah lazimilah fitrah Allahyang telah Allah ciptakan kepada manusia di atas fitrah-Nya. Dengan makna etimologi ini.42 Sedangkan. DR. DR. 2004) Cet ke-4. al-ibda'. apakah kamu lihat binatang itu tidak berhidung dan bertelinga? Kemudian Abi Hurairah berkata.

b. Dalam hal ini keharusan mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan yang antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut. Dalam aspek ini. (Jakarta: CV. penglihatan dan hati. para ahli didik memandang manusia sebagai animal educandum: makhluk yang memerlukan pendidikan. h. Adapun manusia dengan potensi yang dimilikinya. setaraf dengan kemampuan yang dimilikinya. 1989). agar kamu bersyukur. Toha Putra Semarang. Departemen Agama Republik Indonesia. Aspek Sosiologi dan Kultural al-Qur'an dan Terjemah. dan Dia memberi kamu pendengaran.An-Nahl/16:78)4338 Dari hadits dan ayat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa manusia itu untuk dapat menentukan status manusia sebagaimana mestinya adalah harus mendapatkan pendidikan. mereka dapat dididik dan dikembangkan kearah yang diciptakan. Islam mengajarkan bahwa anak itu membawa berbagai potensi yang selanjutnya apabila potensi tersebut dididik dan dikembangkan ia akan menjadi manusia secara fisik dan mental akan memadai. Aspek Paedagogis. (QS. a. 413 43 .      Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun.

Sebagai makhluk social manusia memiliki rasa tanggung hubungan jawab timbal social balik yang dan diperlukan saling dalam mengembangkan pengaruh mempengaruhi antara anggota masyarakat dalam kesatuan hidup mereka. tanpa melalui proses pendidikan instink religios atau garizah Diniyah tersebut tidak akan mungkin dapat berkembang secara wajar.Menurut ahli sosiologi pada prisipnya. yaitu makhluk yang berwatak dan berkemampuan dasar atau memiliki garizah (instink) untuk hidup bermasyarakat. baik moral maupun material. Dengan demikian manusia dikatakan sebagai makhluk social berate pula manusia itu adalah makhluk yang berkebudayaan. Oleh karena itu maka manusia perlu melakukan pemindahan dan penyaluran serta pengoperan kebudayaannya kepada generasi yang akan menggantikannya di kemudian hari. manusia adalah homosocius. Aspek Tauhid Aspek tauhid ini adalah aspek pandanagan yang mengakui bahwa manusia itu adalah makhluk yang berketuhanan yang menurut istilah ahli disebut homo divinous (makhluk yang percaya adanya Tuhan) atau disebut juga homo religios (makhluk yang beragama). Itulah sebabnya. Adapun kemampuan dasar yang menyebabkan manusia menjadi makhluk yang ebrketuhanan dan beragama adalah karena di dalam jiwa manusia terdapat instink religios atau garizah Diniyah (instink percaya pada agama). c. Dengan demikian pendidikan . Diantara instink manusai adalah adanya kecenderungan mempertahankan segala apa yang dimilikinya termasuk kebudayaannya.

perbedaan individual dan sebagainya. rohani. Cet ke-2. 23-24 . 3) Sebagai manusia memiliki sifat-sifat dasar yang sedang ia kembangkan secara terpadu. Suatu hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pendidik dalam membimbing anak didik adalah kebutuhan mereka. sosial. intelegensi. Hj. anak didik memiliki beberapa karakteristik. 2) Masih menyempurnakan aspek tertentu dari kedewasaannya. sehingga masih menjadi tanggung jawab pendidik. ia menyadari bahwa kemampuannya sangat terbatas dibansing dengan kemampuan pendidiknya. Ramayulis sebagaimana mengutip pendapat alQussy membagi kebutuhan manusia dalam dua kebutuhan pokok. (Bandung: CV. Nur Uhbiyati. Pustaka Setia. emosi. diantaranya: 1) Belum memiliki pribadi dewasa susila.45 Dengan demikian anak didik sebagai manusia yang belum dewasa merasa tergantung kepada pendidiknya. 86-89 45 Hasbullah.44 Karena itulah. h. menyangkut seperti kebutuhan biologis. Kekurangan ini membawanya untuk mengadakan interaksi dengan pendidiknya dalam situasi pendidikan. anak didik merasa ia memiliki kekurangankekurangan tertentu. Ilmu Pendidikan Islam. kemampuan bicara. Dalam situasi pendidikan itu jadi interaksi kedewasaan dan kebelumdewasaan. yaitu: 44 Dra. sehingga masih menjadi tanggung jawab pendidik.keagamaan mutlak diperlukan untuk mengembangkan kedua instink tersebut. h. 1998).

butuh sepaya setiap potensi fisik dapat dikembangkan semaksimal mungkin. seksual. kesehatan dan lain-lain 2) Kebutuhan rohani. penghargaan. seperti istirahat. H. butuh agar setiap usaha dapat sukses 4) Kebutuhan sosial.a. Kebutuhan primer. seperti makan. menghubungkan diri dengan dunia yang lebih luas. h. Kebutuhan sekunder yaitu kebutuhan rohaniah. Ramayulis. rekreasi. perlindungan. supaya dapat diterima oleh orang lebih tinggi dari dia 46 Prof. berbafas. 46 Selanjutnya ia membagi kebutuhan rohaniah kepada enam macam itu: 1) Kebutuhan kasih sayang 2) Kebutuhan akan rasa aman 3) Kebutuhan akan rasa harga diri 4) Kebutuhan akan rasa bebas 5) Kebutuhan akan sukses 6) Kebutuhan akan sesuatu kekuatan Selanjutnya Law head membagi kebutuhan manusia sebagai berikut: 1) Kebutuhan jasmani. belajar. 104 . Ilmu Pendidikan Islam. seperti supaya dapat diterima oleh teman-temannya secara wajar. rasa aman. miinum dan sebagainya b. yaitu kebutuhan jasmani seperti makan. DR. seperti kasih sayang. mengaktualisasikan dirinya sendiri dan lain-lain 3) Kebutuhan yang menyangkut jasmani dan rohani. minum.

Ilmu Pendidikan Islam. BAB V Pasal 12 bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.48 Mencakup pengertian .47 Dari kedua kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa kebutuhan yang paling esensi adalah kebutuhan agama.peserta didik. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan.seperti orang tuanya. Agama dibutuhkan manusia karena memerlukan orientasi dan objek pengabdian dalam hidupnya. tidak seorangpun yang tidak membutuhkan agama. baik jasmani dan rohani. h. yaitu anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur. Hasbullah. ia memiliki jasmani yang belum mencapai taraf kematangan baik bentuk. Oleh karena itu. kekuatan maupun perimbangan bagian-bagiannya. kebutuhan untuk memperoleh prestasi dan posisi seperti 5) Kebutuhan yang lebih tinggi sifatnya merupakan tuntutan rohani yang mendalam yaitu kebutuhan untuk meningkatkan diri yaitu kebutuhan terhadap agama. jenjang dan jenis pendidikan tertentu. 105. Dalam segi rohaniah anak mempunyai bakat-bakat yang harus dikembangkan seprti kebutuhan akan ilmu pengetahuan duniawi dan 47 48 Ramayulis. Anak adalah makhluk yang masih membawa kemungkinan untuk berkembang. guru-gurunya dan pemimpinnya. Faktor anak didik menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Nomor 20 Tahun 2003. h. 313 .

menuntun. maka pendidikan Islam lah yang harus membimbing. . kasih saying dan lain-lain. kesusilaan. serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak didik dalam berbagai bidang tersebut.keagamaan. kebutuhan akan pengertian nilai-nilai kemasyarakatan.

Sumatera Barat.BAB III LANDASAN TEORITIS A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Letak Geografis Wilayah Jorong Sakato Jaya Wilayah Jorong Sakato Jaya berada di Jalan ________ Kecamatan ____________ Kabupaten Pasaman Barat. Sebelah Barat : ____________________ Status tanah diwilayah Jorong Sakato Jaya adalah tanah hak milik/guna bangunan/tanah Negara/ Ulayat yang memiliki sertifikat dari Badan Pertanahan Sumatera Barat. Setiap gang-gang/jalan kecil/besar dipenuhi/tdk dipenuhi dengan rumah- rumah/kperkebunan/persawahan dll. Wilayah ini juga dekat dengan Pasar yang bernama Pasar/terminal/Jalan Raya dll. Sebelah Selatan : ___________________ c. Adapun luas wilayah ini adalah kurang lebih ______ hektar dengan perbatasan sebagai berikut: a. . Sebelah Timur : ____________________ d.. Di sebagian wilayah ____________mempunyai penduduk yang padat/jarang karena rumahrumah yang mereka tinggali sangat padat/jarang dan tidak luas/luas. a. Sebelah Utara : ____________________ b.

j. secara konsekwen dan berkesinambungan. f. Menciptakan kondisi dinamis kerukunan masyarakat dalam menunjang stabilitas nasional. Tugas Pokok Jorong Adapun tugas pokok Jorong Sakato Jaya sebagai berikut: a. h. selalu bertanggung jawab kepada wilayah. Melaksanakan tugas maupun program pemerintah yang sifatnya insidentil. Menghadiri rapat-rapat untuk suksesnya program pemerintah.b. d. Mewujudkan kehidupan masyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Membangun dan merencanakan program kerja Jorong yang efesien dan berkesinambungan. Menggerakkan kesadaran masyarakat dalam memperingati hari besar nasional maupun keagamaan. c. e. g. i. b. Menggerakkan kegotong royongan swadaya masyarakat serta persatuan dan kesatuan bangsa. Menggerakkan kerja bakti demi kebersihan dan keindahan. Menjembatani hubungan antara anggota masyarakat serta menyampaikan aspirasi dengan pemerintah. . Meningkatkan sumber daya kehidupan masyarakat serta memberikan pelayanan pembinaan. umat beragama dan antar umat beragama.

_______Pasaman Barat) Tgl____bulan_____2010 49 .c. Sesuai perkembangan penduduk yang setiap tahunnya bertambah. jadi jumlahnya ______ jiwa. Sedangkan jumlah bangunan rumah tinggal dari sebanyak ______ bangunan.49 Tabel 1 No Jalan/Wilayah 1 2 3 4 5 6 7 Total KK Laki-laki Perempuan Jumlah Tabel 2 Jalan/Wilayah Rumah Kontrakan Rumah Tinggal Jumlah Jumlah ________(Nama Sekretaris Jorong). dimana penduduknya terdiri dari penduduk asli pribumi dan pendatang. Keadaan Penduduk Wilayah Jorong Sakato Jaya merupakan bagian dari wilayah Kecamatan____________ Kabupaten Pasama Barat. (Kediaman Kepala Jorong Sakato Jaya Kec. maka penulis mendapatkan data dari Sekretaris Jorong akato jaya sudah mencapai _________(jumlah) penduduk asli dan pendatang. Sekretaris Jorong Sakato Jaya. Dengan rincian laki-laki ________ orang dan perempuan _________orang. Wawancara Pribadi.

berdagang mulai dengan berdagang warung/toko. karyawan swasta. tapi itu sedikit sekali jumlahnya. penduduk Jorong Sakato Jaya mayoritas pekerjaannya petani. 1 2 3 4 5 Pendidikan SD/MI SMP/MTs SMA/MA D1/D2/D3 S1 Prosentase 100% Pada tabel ini terlihat bahwa sebagian besar/kecil (___%) mereka itu pendidikannya _____ dan sedikit/banyak (_____%) hanya sampai SMP saja dan sedikit sekali/banyak sekali (___%) yang melanjutkan sampai S1 dan sedikit sekali/banyak sekali pula (___%) yang melanjutkan sampai tingkat D1-3 dan sedikit sekali/banyak sekali pula (____%) yang hanya sampai SD saja. counter HP. Mereka yang hanya melanjutkan sampai SD dan SMP itu dikarenakan masalah ekonomi yang mereka alami dan tidak tahu arti pentingnya pendidikan. Adapun masalah pekerjaan. Ada juga yang menjadi anggota ABRI dan POLRI dan juga pengusaha. sembako dan lain-lain. pensiunan Negeri/ABRI. buruh. Seperti tabel berikut ini: .Tabel 3 No.

Adapun jumlah keluarga dalam setiap kepala keluarga mayoritas ______ orang tetapi ada juga yang lebih tapi itu sedikit. dan sedikit sekali pula (______%) yang menjadi wiraswasta dan berdagang dan sedikit sekali pula (_____%) yang menjadi pegawai negeri. Mereka kebanyakan hanya mempunyai anak _____ orang. dan sedikit sekali (_____%) yang menjadi pensiunan Negeri/ABRI. Seperti terlihat pada tabel di bawah ini: Tabel 5 Alternative Jawaban Frekuensi Prosentase Jumlah 100% . dan sedikit sekali pula (_____%) yang menjadi pengusaha dan Anggota ABRI maupun POLRI.Tabel 4 No Pekerjaan 1 Petani 2 Karyawan Swasta 3 Pegawai Negeri 4 Wiraswasta 5 Pedagang 6 ABRI dan Polisi 7 Pensiunan 8 Pengusaha Prosentase 100% Pada tabel ini terlihat lebih dari setengah (___%) pekerjaanya petani . dan sebagian kecil (_____%) itu _______.

SMP berjumlah _____. Sekolah Dasar berjumlah _____. Dan sebagian kecil (_____%) mempunyai anak _____ orang dan sebagian kecil pula (______%) mempunyai anak _____ orang dan sedikit (_____%) yang mempunyai anak lebih dari ______ orang. dua atau tiga orang saja dapat memudahkan keluarga dalam pelaksanaan pendidikan Agama Islam. yaitu ada ______ buah masjid bernama Masjid________ dan _______ Buah Musholla bernama____________ dan . Taman Kanak-Kanak Islam/Taman Pendidikan Al-Quran yang ada di wilayah Joroang Sakato Jaya ini misalnya TK _______ dan Taman pendidikan Al-Qur-an TK _______. dan tempat-tempat pengajian yang bersifat tradisional. dan SMK/SMA berjumlah _____. d. di sana selain memasukkan anaknya ke sekolahsekolah yang formal.Pada tabel ini terlihat bahwa sebagian kecil (____%) keluarga Jorong Sakato Jaya mempunyai anak hanya ___ orang dengan jumlah keluarga empat orang. mempunyai sarana ibadah dalam rangka pembinaan rohani. Jadi keluarga yang mempunyai anak satu. Di lingkungan wilayah Jorong Sakato Jaya Kecamatan_______Pasaman Barat. Kebanyakan dari mereka memasukkan anaknya ke TK/TPA Islam. Sarana Pendidikan dan Ibadah8 Sarana pendidikan yang ada di wilayah Jorong Sakato Jaya baik yang formal maupun non formal seperti Taman Kanak-kanak berjumlah ___.

___________. 2. Apabila jawaban orang tua yang memilih jawaban A dan B mencapai 70%-80%. a. 3. c. ini berarti baik sekali. Adapun kegiatan-kegiatan tempat ibadah yang ada diwilayah Jorong Sakato Jaya Kecamatan_______Pasaman Barat antara lain: 1. Di Masjid Jami ____ diadakan Pengajian Kaum Bapak dan Majlis Ta’lim Ibu-ibu dan Majlis Ta’lim Remaja Masjid Jami ______. Di Mushollah ______________diakan pengajian kaum bapak dan majlis kaum ibu-ibu. Apabila jawaban orang tua yang memilih jawaban A dan B mencapai 50%-60%. sebagai berikut: Kriteria b. serta remaja mushollah _________. . Interpretasi Data dan Analisa Data Interpretasi Data Untuk interpretasi data tentang peranan Orang tua dalam pembinaan anak di Jorong Sakato Jaya. ini berarti sedang atau cukup. Di Mushollah ________ diadakan pengajian _________ yang di koordinir oleh Remaja Musholla________. serta pengajian kaum ibu. Apabila jawaban orang tua yang memilih jawaban A dan B mencapai 90%-100%. penulis mengumpulkan dengan kriteria perhitungan . B. ini berarti baik. Kecamatan ______Kabupaten Pasaman Barat. d.

Hal ini menyatakan bahwa mereka kurang sekali mementingkan pembinaan akhlak pada anaknya. Karena pembinaan akhlak diperlukan bagi keselamatan hidup manusia sepanjang hidupnya. dan sedikit (_______%) perhatian pembinaan akhlak pada anak itu dilakukan ketika ______. meskipun anak mulai menginjak remaja/dewasa. . Apabila jawaban orang tua yang memilih jawaban A dan B kurang dari 50%. Analisa Data a. Peranan Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Anak Tabel 6 Perhatian pembinaan akhlak anak Alternative Jawaban Sejak lahir Ketika TK Ketika SD Ketika SMP Ketika SMA Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Pada tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (_____%) perhatian pembinaan akhlak pada anak itu dilakukan sejak lahir. Dan tidak sama sekali (0%) perhatian pembinaan akhlak pada anak dimulai ketika anak _______.e. karena pada masamasa tersebut anak-anak membutuhkan sekali pembinaan akhlak. a. ini berarti kurang. Padahal menurut penulis perhatian orang tua untuk masalah pembinaan akhlak harus diperlukan. Orang tua hanya memperhatikan pembinaan akhlak pada saat anak masih kecil saja.

Hal itu menandakan bahwa sesibuk apapun mereka bekerja. Tabel 8 Sikap memberikan contoh tauladan di rumah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% . tapi mereka tetap mengajarkan pendidikan agama Islam kepada anak di rumah.Tabel 7 Mengajarkan pendidikan akhlak di rumahnya Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (___%) keluarga selalu/tdk selalu mengajarkan atau membimbing pendidikan akhlak pada anak di rumah dan sebagian kecil (____%) yang sering /tdk sering mengajarkan/membimbing pendidikan akhlak pada anak di rumah. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah dalam mendidik akhlak kepada anak. Dan sedikit sekali (____%) yang kadang-kadang mengajarkan/membimbing pendidikan akhlak pada anak di rumah. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal mengajarkan pendidikan agama Islam pada anaknya.

Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah/kadang-kadang dalam memberikan contoh yang baik kepada anaknya. dan sedikit (____%) mereka itu sering memberikan contoh teladan yang baik pada anaknya. Dan tidak sama sekali (_____%) dari mereka yang tidak pernah/kadang-kadang memberikan sikap perilaku yang baik ketika di rumah maupun di luar . Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal memberikan contoh teladan yang baik kepada anak. Tabel 9 Sikap mencerminkan perilaku yanng baik ketika di rumah dan di luar rumah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (____%) mereka itu mencerminkan prilaku yang baik ketika di rumah dan di luar rumah dan sebagian kecil (____%) mereka itu yang sering mencerminkan prilaku yang baik pada anak baik di rumah maupun di luar rumah. Karena anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (____%) dari mereka selalu memberikan/tdk contoh teladan yang baik pada anak di rumah. Hal itu mengatakan bahwa orang tualah yang pertama memberikan contoh teladan yang baik pada anak.

Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal menegur dan menasehati anak ketika melakukan perbuatan yang tidak baik. Tabel 10 Sikap Menegur dan Menasehati Anak Ketika melakukan hal yang buruk baik di rumah maupun di luar rumah Altenativ Jawaban Selalu menegur Sering menegur Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (___%) orang tua selalu menegur anaknya ketika melakukan hal yang buruk baik di rumah maupun di luar rumah. Hal ini berarti bahwa para orang tua tidak mau anaknya menjadi anak yang nakal. Dan sedikit (___%) yang sering menegur anaknya ketika melakukan hal yang buruk baik dirumah maupun di luar rumah. .rumah. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal mencerminkan perilaku yang baik kepada anak. Dan tidak sama sekali (__%) dari mereka yang tidak pernah/kadang-kadang menegur anaknya ketika melakukan hal yang buruk. karena anak akan menuruti segala tingkah laku orang tuanya. terlihat bahwa orang tua harus mencerminkan prilaku yang baik kepada anak baik di rumah maupun di luar rumah. Dengan demikian.

Dan sebagian kecil (22%) yang sering mengarahkan anaknya untuk bersikap baik ketika dirumah atau diluar rumah. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah/kadang-kadang yang mengarahkan anaknya untuk bersikap baik ketika dirumah atau diluar rumah. Hal itu dikarenakan agar anakanak mereka itu dapat mempunyai banyak teman dengan bersikap baik. Tabel 12 Menyediakan fasilitas pendidikan kepada anak Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% .Tabel 11 Sikap mengarahkan anak untuk bersikap baik ketika di rumah maupun diluar rumah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (____%) dari mereka itu selalu mengarahkan anaknya untuk bersikap baik ketika di rumah atau di luar rumah. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal mengarahkan anaknya untuk bersikap baik.

Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah/kadangkadang menyediakan fasilitas pendidikan pada anak. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran . Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal penyediakan fasilitas pendidikan pada anak. Hal ini berarti sianak akan rajin belajar apabila orang tua selalu memberikan motivasi dan semangat belajar. Dan sebagian kecil (26%) yang sering memberikan motivasi dan semangat belajar anak di rumah. dan sebagian kecil (30%) yang sering menyediakan fasilitas pendidikan pada anak. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah/kadang-kadang yang memberikan motivasi dan semangat belajar anak di rumah.Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (70%) dari mereka itu selalu menyediakan fasilitas pendidikan pada anak. Penyediaan fasilitas pendidikan untuk anak ini berguna agar anak bersungguhsungguh dalam belajar. Tabel 13 Sikap memberikan motivasi dan semanagat belajar di rumah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (74%) dari mereka itu selalu memberikan motivasi dan semangat belajar anak di rumah.

Tabel 15 Anak mengikuti kursus tambahan baik di rumah maupun di sekolah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% . Dan sebagian kecil (32%) yang selalu mengadakan diskusi keagamaan bersama anak. Tabel 14 Mengadakan diskusi keagamaan bersama anak di rumah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (68%) dari mereka itu sering mengadakan diskusi keagamaan bersama anak di rumah.orang tua tersebut baik dalam hal memberikan motivasi dan semangat belajar anak. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah/kadang-kadang yang mengadakan diskusi keagamaan bersama anak di rumah. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal berdiskusi keagamaan bersama anak.

Tabel 16 Sikap mengontrol ibadah anak di rumah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (80%) dari mereka itu selalu mengontrol kegiatan ibadah anaknya. Dengan demikian maka . Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal memberikan kursus tambahan kepada anak baik di rumah maupun di sekolah.Dari tabel ini terlihat bahwa hampir setengahnya (42%) dari mereka itu sering anaknya yang mengikuti kursus tambahan baik di rumah maupun di sekolah. Dan sebagian kecil (38%) yang selalu anaknya yang mengikuti kursus tambahan baik di rumah maupun disekolah. Dan sedikit (20%) dari mereka itu menjawab kadangkadang anaknya yang mengikuti kursus tambahan baik di rumah maupun di sekolah. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah/kadang-kadang dalam mengontrol kegiatan ibadah anaknya. dan sebagian kecil (20%) yang sering mengontrol kegiatan ibadah anaknya. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah anaknya yang mengikuti kursus tambahan baik di rumah maupun di sekolah.

dapatlah dijelaskan bahwa orang tua tidak mau melihat kalau anaknya tidak shalat. Tabel 17 Sikap menegur anak apabila tidak shalat Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (62%) dari mereka itu selalu menegur anak apabila tidak shalat. Dan sebagian kecil (38%) yang sering menegur anak apabila tidak shalat.dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal mengontrol kegiatan ibadah anaknya. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal menegur anaknya apabila tidak mengerjakan shalat. Tabel 18 Mendidik anak shalat dan puasa Altenativ Jawaban Melalui contoh teladan Melalui contoh pembiasan Melalui buku agama Melalui guru agama Jumlah Frekuensi Prosentase 100% . Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah/kadang-kadang yang menegur anak apabila tidak mengerjakan shalat. Berdasarkan tabel tersebut. karena shalat merupakan kewajiban bagi setiap orang Islam.

Dan (14%) yang tidak pernah melakukan shalat berjamaah.Dari tabel ini terlihat bahwa setengahnya (50%) dari mereka itu mendidik anak dalam ibadah shalat dan puasa melalui contoh teladan. Dan sedikit (14%) dari mereka itu mendidik anak dalam ibadah shalat dan puasa melalui guru agama. dan sebagian kecil (24%) yang sering melakukan shalat berjamaah dengan anakanak di rumah. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal mendidik anak mereka dalam ibadah shalat dan puasa. dan sebagian kecil (30%) mereka itu mendidik anak dalam ibadah shalat dan puasa melalui pembiasaan. Tabel 19 Pembiasaan shalat berjama’ah dengan anal-anak di rumah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa lebih dari setengah (56%) dari mereka itu yang kadang-kadang melakukan shalat berjamaah dengan anak-anak di rumah. dan sedikit sekali (6%) dari mereka itu mendidik anak dalam ibadah shalat dan puasa melalui buku bacaan. Dan sedikit (6%) yang selalu melakukan shalat berjamaah dengan anak-anak di rumah. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut .

Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal menanamkan sikap disiplin kepada anaknya. Tabel 21 Sikap memberikan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak dirumah maupun di luar rumah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% . dan sedikit (16%) yang kadang-kadang menanamkan sikap disiplin pada anak. Dan sebagian kecil (20%) yang sering menanamkan sikap disiplin pada anak. Tabel 20 Penanaman sikap disiplin kepada anak di rumah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Penanaman sikap disiplin kepada anak di rumah berdasarkan tabel di atas sebagian besar (64%) yang selalu dilakukan orang tua kepada anaknya.kurang dalam hal melakukan shalat berjamaah dengan anak-anak di rumah. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah menanamkan sikap disiplin pada anak.

Dan sebagian kecil (16%) yang sering menanamkan pendidikan akhlak di rumah kepada anak. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah memberikan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak di rumah maupun di luar rumah.Dari tabel ini terlihat bahwa setengahnya (50%) dari mereka itu selalu memberikan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak di rumah maupun di luar rumah. dan sedikit sekali (4%) yang kadang-kadang menanamkan pendidikan akhlak di rumah pada . Dan sebagian kecil (26%) yang sering memberikan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak di rumah maupun di luar rumah. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal memberikan pengawasan terhadap kegiatan belajar anaknya di rumah maupun di luar rumah. Tabel 22 Sikap selalu menanamkan pendidikan agama Islam di rumah Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (80%) penanaman pendidikan akhlak di rumah selalu dilakukan oleh orang tua pada anaknya. Dan sebagian kecil pula (24%) yang kadangkadang yang memberikan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak di rumah maupun di luar rumah.

dan sebagian kecil (20%) yang berminat terhadap pendidikan agama Islam. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti peran orang tua tersebut baik dalam hal penanaman pendidikan akhlak di rumah. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti tingkat keberhasilan anak dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam tersebut baik dalam minat anak terhadap pendidikan agama Islam.anaknya. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak pernah menanamkan pendidikan akhlak di rumah. Tabel 24 Pendapat anak tentang pendidikan agama Islam Altenativ Jawaban Sangat penting Penting Kurang penting Tidak penting Jumlah Frekuensi Prosentase 100% . Dan tidak ada sama sekali (0%) anak-anak yang kurang berminat dan tidak berminat terhadap pendidikan agama Islam. Tabel 23 Minat anak terhadap pendidikan agama Islam Altenativ Jawaban Sangat berminat Berminat Kurang berminat Tidak berminat Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (80%) anak-anak dilingkungan Jorong Sakato Jaya sangat berminat terhadap pendidikan agama Islam.

Hal itu mengatakan bahwa anak-anak sangat memerlukan pendidikan agama Islam. Apalagi pendidikan agama Islam itu diberikan sejak dini. Tabel 25 Sikap anak ketika di rumah dan diluar rumah Altenativ Jawaban Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (74%) anak yang bersikap baik ketika di rumah dan di luar rumah. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti tingkat keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama Islam pada anak tersebut baik dalam hal pendapat anak tentang pendidikan agama Islam. dan sebagian kecil (22%) yang berpendapat bahwa pendidikan agama Islam itu penting. dan sebagian kecil (26%) yang bersikap sangat baik ketika di rumah dan di luar rumah. Dan tidak sama sekali (0%) anak-anak yang bersikap kurang baik dan tidak baik ketika di rumah dan di luar rumah. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti tingkat keberhasilan orang tua dalam . Dan tidak sama sekali (0%) yang berpendapat bahwa pendidikan agama Islam itu kurang penting dan tidak penting.Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (78%) anak-anak berpendapat bahwa pendidikan agama Islam itu sangat penting.

tidak bertengkar dan saling menghargai sesame kerabat . hormat dan patuh. Tabel 26 Setelah memperoleh pendidikan agama Islam anak akan bersikap bai hormat dan patuh kepada mereka Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat jelas bahwa sebagian besar (60%) setelah memperoleh pendidikan agama Islam anak sering bersikap baik. hormat dan patuh. Dan tidak sama sekali (0%) setelah memperoleh pendidikan agama Islam anak tidak pernah bersikap baik. Dan sedikit (18%) setelah memperoleh pendidikan agama Islam sering bersikap baik. Tabel 27 Setelah memperoleh pendidikan agama Islam anak akan bersikap baik dan hormat. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti tingkat keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama Islam pada anak tersebut baik dalam hal setelah memperoleh pendidikan agama Islam. hormat dan patuh. dan sebagian kecil (22%) setelah memperoleh pendidikan agama Islam anak kadang-kadang bersikap baik. hormat dan patuh.pelaksanaan pendidikan agama Islam kepada anak tersebut baik dalam hal sikap anak ketika di rumah dan di luar rumah.

Dan tidak sama sekali (0%) yang tidak pernah bersikap baik. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti tingkat keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama Islam pada anak tersebut baik dalam hal setelah memperoleh pendidikan agama Islam anak akan bersikap baik. tidak bertengkar dan saling menghargai sesama kerabat. tidak bertengkar dan saling menghargai sesama kerabat. Tabel 28 Apakah anak rajin melaksanakan ajaran agama seperti shalat. hormat. hormat. tidak bertengkar dan saling menghargai sesama kerabat. Dan sebagian kecil (20%) yang kadang-kadang bersikap baik. hormat tidak bertengkar dan saling menghargai sesama kerabat. dan sebagian besar pula (40%) sikap anak sering bersikap baik. tidak bertengkar dan saling menghargai sesama kerabat. dan mengaji Altenativ Jawaban Sangat rajin Rajin Kurang rajin Tidak rajin Jumlah Frekuensi Prosentase 100% . hormat. hormat.Altenativ Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat bahwa sebagian besar (40%) sikap anak selalu bersikap baik.

dan sebagian kecil (22%) yang rajin melaksanakan ajaran agama seperti shalat puasa dan mengaji dan sedikit sekali (10%) yang kurang rajin melaksanakan ajaran agama seperti shalat. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak rajin melaksanakan ajaran agama seperti shalat. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti tingkat . dan sebagian kecil pula (26%) anak yang kurang rajin belajar dan mengerjakan tugasnya sendiri. Tabel 29 Apakah anak rajin belajar dan mengerjakan tugasnya sendiri Altenativ Jawaban Sangat rajin Rajin Kurang rajin Tidak rajin Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini dijelaskan bahwa hampir setengahnya (40%) anak selalu rajin belajar dan mengerjakan tugasnya sendiri.Dari tabel ini dijelaskan bahwa sebagian besar (68%) anak sangat rajin melaksanakan ajaran agama seperti shalat. puasa dan mengaji. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti tingkat keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama Islam pada anak tersebut baik dalam hal melaksanakan ajaran agama seperti shalat. puasa dan mengaji. puasa dan mengaji. puasa dan mengaji. Dan sebagian kecil (34%) anak rajin belajar dan mengerjakan tugasnya sendiri. Dan tidak sama sekali (0%) dari mereka yang tidak rajin dalam belajar dan mengerjakan tugasnya sendiri.

dan . mayoritas mereka menjawab dengan jawaban selalu. Dari tabel-tabel yang telah diuraikan dari data pengelompokkan peranan orang tua dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam pada anak. Tabel 30 Kemampuan anak membaca Al-Qur’an Altenativ Jawaban Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik Jumlah Frekuensi Prosentase 100% Dari tabel ini terlihat jelas bahwa sebagian besar (60%) kemampuan anak dalam membaca al-Qur.an. Dari sekian pertanyaan yang penulis ajukan kepada mereka tentang peranan orang tua dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam di rumah. Dan sedikit (14%) anak yang sangat baik dalam membaca al-Qur. 05 sangat berperan dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam kepada anak-anaknya di rumah.an. terlihat bahwa para orang tua di wilayah Rw. dan tidak ada sama sekali (0%) anak yang tidak baik dalam membaca alQur’an. dan sebagian kecil (26%) anak yang kurang baik dalam membaca al-Qur.an itu baik.keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama Islam pada anak tersebut baik dalam hal rajin belajar dan mengerjakan tugasnya sendiri. Dengan demikian maka dapat dikategorikan berarti tingkat keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama Islam pada anak tersebut baik dalam membaca al-Qur’an.

Berdasarkan datadata yang terdapat pada tabel di atas bahwa mereka sudah benar-benar melakukan peranannya dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam kepada anak-anaknya. Karena pendidikan agama Islam itu sangat penting untuk kehidupan anak mereka kelak supaya anak-anak tidak tersesat kepada hal-hal yang tidak baik. Sedikit sekali dari mereka yang menjawab kadang-kadang dan tidak pernah. tapi mereka tetap menyisakan waktu mereka untuk mengajarkan anak mereka tentang pendidikn agama Islam. Hal itu berarti bahwa peranan keluarga sangat penting dalam pelaksanaanpendidikan agama Islam. Dengan adanya penerapan pendidikan agama Islam dirumah. Dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam. maka anak akan mengetahui dan memahami akan ajaran-ajaran Islam. mengawasi segala tingkah laku anak-anaknya di luar rumah dan menegur anakanaknya apabila melakukan hal yang tidak baik. karena . dari mulai mengajarkan pendidikan agama Islam dan membimbing dalam mengerjakan perintah agama. 05 itu disibukkan dengan aktifitasnya.sering. agar anakanaknya dapat mengetahui agama dari sejak dini dan dapat mengamalkan perintah agama di waktu besar nanti. Meskipun mayoritas orang tua masyarakat Rw. sebagian besar mereka menanamkan pendidikan agama kepada anak-anaknya dari sejak lahir. Adapun dari segi materi merekaberupaya memberikan segala keperluan anakanaknya dari menyekolahkan anaknya kesekolah agama sampai menyediakan segala fasilitas yang anak-anak mereka perlukan.

dan orang tua mereka dan selalu bertingkah laku yang baik sesuai dengan norma-norma agama yang berlaku. mereka bisa mengamalkan sedikit demi sedikit ilmunya khususnya ilmu pendidikan agama Islam yang telah mereka peroleh. Mereka selalu mengerjakan apa yang diperintah Allah swt. Kebanyakan dari mereka (anak-anak) sangat berminat terhadap pendidikan agama Islam. Oleh karena itu mayoritas dari mereka. Sedangkan dari data pengelompokkan tentang keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama Islam di keluarga Rw. mereka akan tetap mengusahakannya agar anak-anak mereka menjadi anak yang berguna bagiagama. mereka juga belajar mengaji di Taman Pendidikan al-Qur. Hal itu berarti bahwa setelah anak-anak memperoleh pendidikan agama Islam baik di rumah atau di luar rumah. anak-anak mereka adalah anak-anak yang benar-benar di harapkan oleh orang tua mereka. 05 itu dapatlah diinterpretasikan bahwa. Berdasarkan data pengelompokkan tingkat keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama Islam itu dapatlah dilihat bahwa orang tua di wilayah Rw.menurut mereka pendidikan agama itu sangat penting bagi anak-anak mereka walaupun ada hambatan. selain sekolah disekolah umum. bangsa dan negara dan juga menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Karena mereka sudah mengerti bahwa pendidikan agama Islam itu sangat penting bagi mereka.an yang ada di wilayah mereka. 05 sudah berhasil akan .

yang nantinya ia tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk atau yang dibolehkan dan dilarang oleh agama.peranannya terhadap pelaksanaan pendidikan agama Islam kepada anak-anak mereka di rumah. Apabila anak tidak di biasakan untuk belajar agama maka anak tersebut akan malas. Tentang keberhasilan dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam di keluarga. Disekolah saja tidak cukup di berikan pendidikan/pelajaran agama saja. tetapi harus di lanjutkan dengan kebiasaannya . betapa sulit sekali memberikan pembinaan. walaupun disekolah sudah diberikan pendidikan agama Islam. penulis mendapatkan informasi dari salah seorang warga masyarakat yang mendidik anaknya di rumah. Hal itu menandakan bahwa pendidikan agama Islam itu sangat penting diberikan kepada anak-anak dari sejak dini agar anak-anak tidakterjerumus kepada hal-hal yang tidak baik. bimbingan kepada anak dalam pendidikan agama Islam di rumah. Disamping itu karena dilatar belakangi oleh lingkungan masyarakat yang mayoritas beragama Islam.

yaitu dengan mempraktekan apa yang sudah di pelajari dari pendidikan agama di sekolah.yang dilakukan dirumah. .

mengawasi tingkah laku anak dan menegur mereka apabila melakukan hal yang tidak baik. Usaha-usaha yang dilakukan keluarga dalam pelaksanaaan pendidikan agama pada anak dengan memulai mengajarkan pendidikan agama dan membimbing pelaksanaan perintah agama. Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat. Kesimpulan Dari pembahasan dan berdasarkan deskripsi data yang penulis uraikan pada bab sebelumnya. maka akhirnya studi hasil penelitian tentang peranan orang tua dalam pembinaan anak di Kejorongan Sakato Jaya. Keberhasilan pelaksanaan pendidikan agama diketahui bahwa setelah anakanak memperoleh pendidikan agama baik di rumah maupun di luar rumah mereka mengamalkan perintah-perintah agama dan bertingkah laku . 3. Keluarga memberikan perhatian dalam pendidikan agama sesuai dengan kemampuan orang tua. Dari segi materi keluarga berupaya memberikan segala keperluan anak-anaknya seperti menyekolahkan kesekolah agama dan memenuhi kebutuhankebutuhan anak.BAB V PENUTUP i. Hal ini berdasarkan jawaban mayoritas keluarga yang memberi jawaban selalu pada angket. Orang tua sangat berperan dalam pembinaan akhlak anak di rumah. meskipun mereka sibuk dengan aktivitas-aktivitas lainnya. 2. penulis dapat memberikan suatu kesimpulan sebagai berikut: 1.

. B. Saran Berdasarkan pada hasil studi penelitian tentang peranan keluarga dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam di wilayah Rw. sehingga warga memiliki pengetahuan agama dan terjalin hubungan yang harmonis antar sesama warga. akhirnya penulis memberikan beberapa saran penting yang ditunjukkan kepada semua pihak/masyarakat dalam rangka memberikan motivasi untuk lancarnya pelaksanakan pendidikan agama Islam. 1.dengan sopan. Hambatan-hambatan yang dihadapi keluarga dalam dalam pelaksanaan pendidikan agama dapat dibagi dalam dua hal: a. 4. Hambatan internal.an. Anak-anak giat dan rajin dalam mengikuti shalat berjamaah dan pengajian al qur. misalnya dengan mengadakan kegiatan pengajian di rumah warganya secara bergantian. kesibukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan kesibukan lainnya menjadikan kurangnya perhatian orang tua kepada anak. b. 05 Kelurahan Sungai Bambu Jakarta Utara. Bagi para Rw/Rt hendaknya turut berusaha meningkatkan kualitas keberagamaan masyarakatnya. Hambatan eksternal. yaitu hambatan dari anak-anak yang kadangkadang bermalas-malasan dan tidak mau mengikuti perintah orang tua ditambah dengan kondisi lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi kepribadian anak.

perkataan yang baik lemah lembut dan dengan mengajak dialog atau diskusi untuk memecahkan suatu masalah. .2. supaya nanti anak akan meniru dan mengikuti sikap dan tingkah laku yang baik. 3. Gunakan metode atau cara yang tepat untuk mengajarkan pendidikan agama Islam di rumah. hendaknya tidak terlalu keras dalam mengajarkan atau mendidik anak. Bagi para orang tua. Bagi para orang tua. mengajak anak-anaknya untuk selalu patuh dan taat kepada perintah-Nya dan menjahui segala larangan-Nya. 4. sesuai dengan ajaran Islam yaitu dengan nasehat-nasehat. Para orang tua diharapkan untuk selalu memberikan contoh sikap atau perilaku yang baik kepada anaknya. hendaknya tingkatkan terus ibadah dan ketaatan kepada Allah swt.

Karya Toha Putra. Bandung: CV Ruhama. Jakarta: Bulan Bintang. Bandung: PT. Metodologi Penelitian Pendidikan. Shahih Bukhari jilid II (Penterjemah H. 1994 Muhaimin. Jakarta: Fa. Athiyah. Ilmu Sosial Dasar. Ibrahim. 2003 Muhammad Naufal. 1996 Majid. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: PT. Agar tidak Salah Mendidik Anak. Langkah Mencapai Kebahagiaan Berumah Tangga. 1991 _______________. Paradigma Pendidikan Islam. Jakarta: Rineka Cipta. Wijaya. Abu. Abdul dan Dian Andayani.an dan Terjemahnya. Psikologi Agama. 1989 Jalaludin. Jakarta: Rineka Cipta. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah. Yogyakarta: Al Husna Press. Pendidikan Anak Dalam Islam. Yusuf Muhammad. Semarang: PT. 1991 Al-Abrasy. Abu Ahmad. Al Qur. 2002 Bukhari. Remaja Rosdakarya. 1998 Arikunto. Jakarta: Darul Haq. Ilmu Pendidikan Islam. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan. 2004 Margono. S. 1995 _______________.). Zainuddin Hamidy dkk. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi.. 1992 Daradjat. 1978 Amini. M. Jakarta: Bulan Bintang. 1993 Al Hasan. Bumi Aksara. Jakarta: Al Huda. Bandung: Remaja Rosdakarya. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di lingkungan sekolah dan keluarga. 2006 Ahmadi. Zakiah. Jakarta: Bumi Aksara: 1995 Departemen Agama Republik Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Arifin. Jakarta: Bima Aksara1998 ___________. Suharsini. Semarang: PT Rineka Cipta. 2004 . Jakarta: Rajawali Press.

Ahmad. Psikologi Pendidikan. Pengantar Ilmu Pendidikan. Bandung: PT. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara. Pendidikan Agama dan Keagamaan. Jakarta: Rineka cipta: 2004 Tafsir. Alisuf. Jakarta: Pustaka Amani. 1996 Shaleh. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Kalam Mulia. 1995 ______________________. S. 2005 Sabri. Metode Research (Penelitian ilmiah). Jalaluddin. Sofyan dan Anshori Siregar. Abdul Rachman. Metodologi Penelitian. 2004 Nasution. Bandung: Remaja Rosdakarya. M. Joko. M. 1992 Narbuko. Remaja Rosdakarya. Psikologi Pendidikan. Mahmud. M. 2002 Subagyo. 1996 Yunus. Pendidikan anak dalam Islam. Pedoman Pendidikan Aqidah Remaja.1985 Rakhmat. Pendidikan Islam dalam Rumah Tangga. Kaidah-kaidah dasar (Pendidikan anak menurut Islam). Abdullah.Nashih Ulwan. Alisuf. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Jakarta: Gemawindu Pancaperkasa. Ngalim. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jakarta: Kalam Mulia. Jakarta: PT. Jakarta: PT. Keluarga Muslim dalam Masyarakat Moderen. Pustaka Quantum. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. Metodologi Pendidikan Agama Islam. 2000 Syafri Harahap. M. 1987 ________. Hidakarya Agung. Chabib. Jakarta: UIN Jakarta Press. 2003 Purwanto. 1999 Thoha. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bandung: Remadja Karya. Metodologi Pengajaran Agama Islam. 1983 . Cholid dan Abu Achmadi. 2005 ______________. 1994 Ramayulis. Jakarta: Bumi Aksara.